Baca PDF (OCR): Djadilah Komunis dan Dengan Semangat Banteng

34 halaman · 34 halaman diproses dengan OCR· 111198 ms

Daftar isi
  1. 4. Perbaiki Metode Memimpin dan Perhebat Pengintegra-19.
  2. 10778708
  3. Intensifkan Pembadjaan-diri Dan Pendįdikan-diri !
  4. Kalau kita pada achir² ini banjak berbitjara tentang
  5. rat2 minimum ini sadja? Tentu tidak. Masing2 harus
  6. sjarat² maximum, berusaha mendjadi Komunis maxi-
  7. ningkatkan mutu Komunis kita masing2, dalam pidato
  8. tiap² anggota PKI harus berusaha untuk memenuhi
  9. (1) melaksanakan dengan baik semua tugas jang di-
  10. (2) mendjaga supaja diri kita tidak merosot mendjadi
  11. (5) dalam keadaan bagaimanapun tetap bersemangat
  12. Ada kalanja djuga kontradiksi intern jang tak ber-prinsip itu timbul sebagai akibat ketidak-puasan ang-
  13. gota² kolektif dengan kawan jang memimpin kolektif
  14. mikian Comite atasan harus selalu berpegang teguh
  15. agar disatu fihak memberi kesempatan kepada kader
  16. Perbaiki Metode Memimpin dan
  17. Sesuai dengan putusan Sidang Pleno ke-II CC, pe-
  18. Kebudajaan Baru, jaitu gerakan melawan kemaksiatan,
  19. 3. Peranan pekerdjaan riset
  20. Saja merasa sangat gembira dan berbahagia, bahwa dalam menjambut dan merajakan hari ulangtahun PKI
  21. kali ini saja berada dikota Surabaja Kota Pahlawan
  22. , berada di-tengah² para saudara dan kawan² seka-
  23. lian, di-tengah² Arek2 Surobojo dan Rakjat Djawa
  24. Timur jang terkenal sebagai pedjuang² revolusioner
  25. Saja merasa lebih gembira lagi, bahwa dalam men-
  26. djelang hari bersedjarah ini saja telah menjelesaikan pekerdjaan riset (research) tentang keadaan kaum tani
  27. ngan dibantu oleh kira2 1500 petugas2 riset di-ketjamatan² dan desa2 selama lebihkurang, 5 minggu
  28. pada umumnja telah menunaikan tugasnja dengan baik.
  29. mengenai gerakan taninja. Pekerdjaan besar an ini te-
  30. lah kami lakukan dengan penuh kesungguhan dalam
  31. rangka mengintegrasikan diri dengan kaum tani, soko-
  32. guru revolusi Indonesia, dan dalam rangka memper-
  33. hebat ketahanan nasional, chususnja dalam hubungan dengan memperhebat gerakan tani dan produksi per-
  34. Bukanlah waktunja sekarang ini untuk. melaporkan
  35. ngan hasil² riset saja di Djawa Barat jang sudah di-
  36. mengenal dengan baik tenaga pokok dan sokoguru revolusinja, jaitu kuam tani. Oleh karena itu, adalah
  37. sangat menjedihkan bahwa sekarang ini sedang ber- tebaran surat² ,,rahasia" dari instansi resmi jang satu
  38. bahwa PKI ,telah memulai startnja". Mereka mau memberikan interpretasi jang bukan² menurut selera
  39. start untuk mengenal lebih baik lagi daripada jang su-
  40. dah² keadaan kaum tani dan gerakan tani dengan
  41. pada waktu² belakangan ini kaum wartawan, para
  42. kedesa". Hanja kaum Komunisto-phobi, kaum kontra-
  43. Latin, semakin tumbuh kuat dan terus berkembang
  44. madju dari satu kemenangan kekemenangan jang lain. Djuga musuh² Marxisme-Leninisme, terutama sekali
  45. Di Indonesia kita dapat melihat sendiri bahwa kaum
  46. Komunisto-phobi makin terbuka kedoknja sebagai mu-
  47. suh² Rakjat dan bahwa persatuan dan perdjuangan re-
  48. volusioner Rakjat Indonesia melawan imperialisme kini
  49. dalam mengganjang projek neo-kolonialis Malaysia",
  50. dang. Perdjuangan mengganjang peace corps" Ame-
  51. berhasil mengusir peace corps" jang terkutuk itu. Penelandjangan terhadap apa jang dinamakan ,,ban-
  52. dalam menggulung segala tipu muslihat kaum reaksio-
  53. dan tekad Rakjat untuk pembentukan kabinet Gotong
  54. Dengan mengemukakan penilaian perkembangan situasi politik jang baik itu bukanlah maksud saja se-
  55. mata² untuk menambah meriahnja suasana perajaan
  56. hari ulangtahun PKI, melainkan untuk mentjapai mak-
  57. Pertama: Untuk membantah desas-desus jang di- sebar²kan oleh kaum imperialis dan kakitangan²nja
  58. mendjalankan politik konfrontasi mengganjang Ma-
  59. memperbaiki keadaan ekonomi. Oleh karena itulah,
  60. PSDH adalah organisasi kaum Marxis dengan tudjuan
  61. kannja PKI sudah berdjuang untuk pengintegrasian Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit Revolusi
  62. PKI merupakan proses pengintegrasian kebenaran
  63. umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit
  64. revolusi Indonesia. Proses ini adalah pandjang, telah
  65. duri, telah dimahkotai oleh sukses² dan digembleng
  66. Seluruh proses sedjarah PKI pada pokoknja dapat
  67. dibagi dalam dua tingkat, jaitu tingkat pertama, jalah
  68. sa jang dimulai dari tahun 1951 dan jang berlangsung
  69. terus. Sebagai tonggak sedjarah jang memisahkan ke-
  70. sekwen dan kreatif dan penjusunan serta pengsahan
  71. Konstitusi baru Partai oleh CC jang kemudian diteri-
  72. ma dan disempurnakan dalam Kongres Nasional ke-V
  73. MASA KANAK² PKI
  74. lain lagi, pada masa itu PKI tidak mempunjai program
  75. 1). Melawan imperialisme dengan konsekwen, se-
  76. ga dengan demikian telah memperlihatkan ke-
  77. Pertama: Pengalaman selama masa ini membikin ki-
  78. jəng sering dikemukakan oleh Lenin, bahwa tanpa teo-
  79. tak mungkin ada aksi atau gerakan revolusioner. Kita telah mengetahui, bahwa teori adalah kesimpulan² jang
  80. diambil dari pengalaman praktek, dan bahwa disam- ping itu, teori djuga memainkan peranan aktif terhadap
  81. praktek selandjutnja, jaitu memimpin praktek. Tugas
  82. Tanpa memiliki teori revolusioner, tak mungkin dapat memimpin praktek revolusioner massa Rakjat pekerdja
  83. itu, tak mungkin dapat memainkan peranan sebagai pe-
  84. mereka sudah mendapat fasilitet jang sama dengan jang didapat oleh orang² burdjuis. Semuanja ini meru-
  85. Olehkarenanja sangatlah penting tugas pekerdjaª kebudajaan Komunis, terutama sekali para sastrawan
  86. kita, untuk menggali dari pengalaman sedjarah Partai
  87. kisah² pahlawan² partai jang mendemonstrasikan moral Komunis jang tinggi, dalam mengamalkan djiwa
  88. PKI untuk melaksanakan gerakan turun kebawah dan
  89. melakukan pekerdjaan riset seperti jang sudah kita la- kukan, untuk mengintegrasikan diri kita dengan prak-
  90. tek perdjuangan massa dengan kehidupan massa Rakjat. Hanja dengan selalu mengintegrasikan diri dengan
  91. praktek revolusioner dengan massa Rakjat revolusio-
  92. renanja, untuk memenangkan revolusi Indonesia, di-
  93. sikan tiga bentuk perdjuangan, jaitu perdjuangan di-
  94. Sebaliknja, ada djuga gerak dari bawah keatas, jaitu
  95. (b) memegang teguh pendirian bahwa pembangun-
  96. (c) memegang teguh prinsip, tetapi luwes dalam
  97. Joop Morriën
  98. Amsterdam

2868 Bro DJADILAH KOMUNIS JANG BAIK DANLEBIH BAIKLAGI!

DN AIDIT

D.N. AIDIT


Dengan semangat Banteng Merah mengkonsolidasi organisasi Komunis jang besar

Joop Morriën 治 Amsterdam

Djadilah Komunis jang baik dan lebih baik lagi!

Jajasan Pembaruan" Djakarta 1964

ISI Keterangan Penerbit DENGAN SEMANGAT BANTENG MERAH MENG-5. KONSOLIDASI ORGANISASI KOMUNIS JANG BESAR

9.
1. Taatilah Konstitusi Partai !
2. Intensifkan Pembadjaan-diri dan Pendidikan-diri .... 10.
3. Djangan dibiarkan Kontradiksi Intern Ber-larut’..... 15.

4. Perbaiki Metode Memimpin dan Perhebat Pengintegra-19.

sian

23.
5. Sempunnakan Susunan Comite Partai ! DIADILAH KOMUNIS JANG BAIK DAN LEBIH BAIK
25.
LAGI!

27.
1. Situasi Politik Nasional dan Internasiona ..
2. Sedjarah PKI adalah proses pengintegrasian Marxisme
31.
dengan revolusi Indonesia ....

34.
3. Masa kanak PKI ..
41.
4. Masa dewasa PKI..
45.
5. Teori² PKI lahir dari praktek² revolusioner
46.
6. Teori tentang revolusi Indonesia
7. Hasila tenpenting daripada peng-Indonesiaan Marxisme-
49.
Leninisme ....

52.
8. Sukseskan Plan 4 Tahun Partai.
9. Pentingnja pembangunan ideologi dalam melawan revi-
54.
sionisme modern ....

56.
10. Terus perkuat front persatuan nasional.
INT. INSTITUUT

  1. Pemetjahan kesulitan ekonomi bagian taktenpisahkan
    SOC. GESCHIEDENIS 58. dari perdjuangan anti-imperialisme

59.
- JUNI 199712. Mengenai Malaysia" tidak ada djalan mundur ...
rentżana kulit: Hartono. 13. Ganjang terus 4 bukit setan di Asia Tenggara. .. 60. AMSTERDAM

  1. Intensifkan Pembadjaan-diri dan Pendidikan-dii .... 62.

    10778708

之 Keterangan Penerbit 45 Dalam brosur ini, Djadilah Komunis jang Baik dan Lebih Baik Lagi!, dimuat dua singkatan pidato Ketua CC PKI, DN. Aidit. Jang pertama berdjudul Dengan Semangat Banteng Merah Mengkonsolidasi Organisasi Komunis Jang Besar, dan jang kedua Djadilah Komunis Jang Baik dan Lebih Baik Lagi! Pidato jang pertama diutjapkan pada tgl. 3 Djuli 1964 didepan Konfernas ke-I PKI, se- dangkan jang kedua pada tgl. 23 Mei 1964 didepan resepsi ulangtahun ke-44 PKI jang diadakan dikota Surabaja. Kedua pidato ini kami bukukan mendjadi satu mengingat bahwa kedua pidato itu saling-mengisi dan takterpi- sahkan dalam rangka mengkonsolidasi lebih landjut PKI dan front persatuan nasional guna menjelesaikan tahap revolusi nasional-demo- kratis menudju Indonesia Sosialis.

DENGAN SEMANGAT BANTENG MERAH MENGKONSOLIDASI ORGANISASI KOMUNIS JANG BESAR Konferensi Nasional Partai jang ke-I ini kita adakan berdasarkan fasal 42 Konstitusi PKI. Berdasarkan fasal 43 Konstitusi dan berdasarkan laporan Komisi Mandat konferensi ini adalah sah. Konferensi Nasional ini kita adakan dengan tudjuan² sbb. : Pertama, kita harus menjesuaikan CC Partai dengan perkembangan situasi dan perkembangan Partai. Se- bagaimana kita semua mengetahui, Kongres Nasional ke-VII (Luarbiasa) Partai kita tidak memilih CC baru. padahal sedjak Kongres itu (April 1962), apalagi djika dihitung sedjak Kongres Nasional ke-VI (1959), telah terdjadi perkembangan² jang penting didalamnegeri maupun didalam Partai. Hal ini harus ditampung dengan menjempurnakan pimpinan Partai, terutama me- njémpurnakan CC Partai kita. Kedua, kita harus menjesuaikan seluruh Partai kita dengan perkembangan situasi supaja Partai lebih mam- pu memimpin perkembangan situasi. Organisasi Partai harus lebih dikonsolidasi, Comite2 Partai sampai ke Comite² basis harus ditingkatkan kemampuan memim- pinnja, pembadjaan-diri serta pendidikan-diri para anggota harus diintensifkan, gerakan awalan Plan 4 tahun harus dikontrol pelaksanaannja dan berbagai djatah harus ditindjau dan disesuaikan dengan kebu- tuhan perdjuangan. Peranan aktif kesedaran subjektif seluruh Partai dan tiap² anggota Partai harus dapat di- kembangkan setjara maximal. Ketiga, perkembangan kekuatan progresif harus kita ikuti dengan pekerdjaan jang lebih baik dalam mengkonsolidasi persatuan nasional revolusioner dan dalam mementjilkan lebih landjut kekuatan kepalabatu atau kekuatan kontra-revolusioner. Untuk tudjuan pertama saja akan mengusulkan ke- pada Konfernas ini peningkatan tjalonanggota² CC

mendjadi anggota² CC dan pemilihan anggota² dan tjalonanggota² CC jang baru. Untuk tudjuan kedua saja akan mengadjukan beberapa soal untuk lebih mengkonsolidasi Partai kita agar lebih mampu memimpin perkembangan situasi. Kawan Sudisman djuga akan memberikan laporan kepada Konfernas ini tentang berbagai soal organisasi, terutama tentang pelaksanaan keputusan² dan instruksi² Partai. Kawan Djoko Sudjono akan memberi laporan tentang gerakan awalan Plan 4 Tahun Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi. Mengenai tudjuan ketiga Kawan M.H. Lukman akan memberikan laporan pokok tentang pekerdjaan Partai dalam mengembangkan lebih landjut front persatuan nasional, sedangkan beberapa kawan lain akan memberikan laporan² tambahan mengenai soal ini. Selain daripada itu, saja usulkan supaja Konfernas djuga membahas dan menentukan sikap mengenai berbagai persoalan dalamnegeri dan luarnegeri jang men- desak. Pada kesempatan ini saja tidak akan mengadakan laporan tentanq situasi dalam dan luarnegeri, karena apa jang sudah dilaporkan dan diputuskan dalam Sidang Pleno ke-II CC setengah tahun janglalu pada umumnja masih berlaku dan seluruh Partai kita sekn- rang sedang sibuk² melaksanakannja. Selain daripada itu, pada ulangtahun ke-44 Partai sebulan jang lalu pemimpin² Partai kita telah mengadakan pidato2 jang dititikberatkan pada pengganjangan Si Tiga Djahat. jaitu Malaysia", setan² desa dan revisionisme modern. Dalam menguraikan tiga soal ini sekaligus telah diurai kan seluruh situasi dan tugas² Partai jang paling men- desak. Saja sendiri pada ulangtahun ke-44 Partai telah mengadakan pidato di Surabaja jang saja beri djudul Djadilah Komunis Jang Baik Dan Lebih Baik Lagi !". Dalam pidato itu telah saja uraikan dengan singkat situasi politik dalam dan luarnegeri, demikian djuga tentang tugas nasional dan internasional jang mende- sak. Mengenai pembangunan Partai agak luas diurai- kan, terutama mengenai pengembangan peranan aktit kesedaran subjektif daripada Partai, mengenai pembangunan ideologi dalam melawan revisionisme, pengin-

tensifan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri, sjarat² untuk mendjadi Komunis jang baik dan lebih baik, dll. Kepada kawan² pidato tsb. telah dibagikan dengan harapan kawan² suka ikut menjempurnakannja agar dapat didjadikan pegangan dan pedoman dalam usaha kita mengkonsolidasi Partai lebih landjut, dalam lebih memperkuat front persatuan nasional, dalam lebih me- mentjilkan kekuatan kontra-revolusioner, dalam mendjadi teladan melaksanakan tugas² nasional dan internasional Rakjat Indonesia. Sebagaimana sudah kawan² ketahui, dalam rangka CC melaksanakan salahsatu keputusan terpenting daripada Sidang Pleno ke-II CC j.l., jaitu tentang mengin- tegrasikan Partai dengan kaum tani, selama bulanª Februari, Maret, April dan Mei saja telah memimpin pekerdjaan riset diseluruh Djawa dengan dibantu oleh beberapa puluh kader dari CC. 1.k. 250 kader CDB dan kira² 3.000 kader Ketjamatan dan desa. Desa² di 124 Ketjamatan. jaitu 24 Ketjamatan di Djawa Barat. 70 di Djawa Timur dan 30 di Djawa Tengah, telah diriset selama 4 bulan itu. Jang diriset jalah keadaan kaum tani dan gerakan tani. Tetapi dalam meriset soal² ini djuga bermuntjulan soal² lain jang djuga sangat penting. Antara lain banjak sekali soal² kader dan soal² organisasi jang terungkap. Dibawah ini akan saja kemukakan beberapa soal kader dan organisasi jang perlu segera mendapat perhatian kita untuk tjepat di- atasi. Disini saja tidak berbitjara tentang kader² dan organisasi² PKI setjara pada umumnja atau pada pokoknja. Karena kalau berbitjara setjara pada umumnja atau pada pokoknja, kader² PKI adalah sangat baik. mereka suka bekerdja keras, radjin beladjar, bermoral baik, berdisiplin, bersemangat tinggi, berani, dsb. Selama memimpin Partai, terutama selama memimpin pekerdjaan riset belakangan ini, saja dan kawan² lain sering dibikin terharu oleh kesungguhan, keichlasan. disiplin, militansi dan ketjakapan para kader jang am- bilbagian dalam berbagai pekerdjaan Partai, djuga dalam pekerdjaan riset, termasuk kader² dari kalangan sardjana, mahasiswa, seniman, dan terutama kader² wanita. Demikian pula organisasi² PKI adalah baik, djika berbitjara setjara pada pokoknja atau pada

umumnja. Organisasiª kita adalah organisasi² Marxis-Leninis, sendjata perdjuangan proletariat jang dapar dipertjaja. Pada kesempatan ini saja berbitjara tentang kader² dan organisasia dalam hubungan dengan kekurangan kongkrit jang masih terdapat dalam tubuh Partai kita. Dalam tiap membitjarakan kekurangan² jang terdapat dalam tubuh Partai, saja mengharap supaja kawan² senantiasa memahami se-baik²nja tentang sebab² daripada adanja kekurangan² itu. Sedjak lahirnja Partai kita sekedjappun tidak pernah berada diluar suasana perdjuangan jang berat. Parta kita senantiasa hidup dalam kepungan klas² non-pro- letar seperti imperialis dan agen²nja, sisa kekuatan feodal, burdjuasi sedang atau burdjuasi nasional, burdjuasi ketjil dan kaum tani. Klas² ini, baik pada waktu mereka menentang proletariat maupun waktu mereka bekerdjasama. dengan proletariat senantiasa menggu- nakan elemen² jang gojang didalam Partai guna me- masuki uluhati Partai dan proletariat serta terus-mene. rus mempengaruhi Partai dan proletariat dalam ideologi, kebiasaan hidup, teori dan aksinja. Dalam beker- diasama dengan kita mereka suka bekerdjasama dengan Komunis jang supel", jang flexibel" atau janç luwes" menurut ukuran mereka, bukan menurut ukuran kita. Supel", flexibel" atau luwes" menurut ukuran mereka sama artinja dengan tidak memegang teguh prinsip menurut ukuran kita. Kepungan klas² non-pro- letar itu dan pengaruhnja terhadap proletariat dar Partai Komunis adalah sumber daripada segala matjam kelemahan dan kekurangan, segala matjam ketjenderungan jang salah dan tak diinginkan didalam Partai kita, dan merupakan dasar sosial daripada segala ma. tjam oportunisme didalam Partai kita. Inilah djuga jang mendjadi sumber dari perdjuangan intern Partai. Dan Partai kita selalu ditempa dan dibadjakan dalam perdjuangan intern itu. Oleh karena itulah, perdjuangan melawan segala matjam ketjenderungan jang salah, segala matjam kelemahan dan kekurangan, adalah per. djuangan jang terus-menerus didalam Partai kita. Tiap² anggota PKI tentu harus supel, flexibel atau luwes, tetapi supel, flexibel atau Iuwes dalam memba-

wakan prinsip, dalam membawakan pendirian Komunis jang sesungguhnja. I Taatilah Konstitusi Partai! Konqres Nasional ke-V tahun 1954 telah menjimpul- kan bahwa lahirnja Konstitusi Partai adalah dorongan jang besar bagi perkembangan Partai diseluruh Indo- nesia, untuk meningkatkan taraf kesedaran politik Partai, untuk kehidupan demokrasi, untuk kehidupan kritik-selfkritik. untuk memperkuat disiplin Partai, untuk kesatuan ideologi dan kebulatan tenaga Partai. Dengan ketaatan kepada Konstitusi kita telah dan akan lebih membesarkan dan membulatkan organisasi Partai kita. Sajan, bahwa masih ada kader² atau Comite² Partai jang bekerdja dengan sering melupakan ketentuan² Konstitusi, menetapkan sesuatu dengan tidak mengi- ngat Konstitusi. Konstitusi sering hanja digunakan untuk menetapkan sah atau tidaknja persidangan. untuk mendjatuhkan tindakan disiplin kepada kawan² jang melakukan pelanggaran² Konstitusi dan untuk keper- luan² lain jang sangat terbatas sifatnja. Fasal 46 Konstitusi Partai menetapkan keharusan Konferensi bagi CDB, CP, CK, CS dan CSS, fasal 48 menetapkan keharusan Pleno dan fasal 50 menetapkan keharusan Konferensi antar-waktu. Ketentuan² Konstitusi ini belum berdialan sepenuhnja. Terutama ketentuan mengenai konferensi antar-waktu masih sering dilanggar. Djuga masih ada CS jang tanpa mengumum- kan alasan, menunda konferensi ber-tahun², padahal dalam Konstitusi dinjatakan bahwa ketentuan konferensi² adalah merupakan bagian dari pelaksanaan sen- tralisme-demokratis, jaitu bahwa semua badan pimpin- an jang dipilih harus memberi pertanggungdjawaban kepada jang memilihnja. Malahan djuga masih ada DH CSS jang lebih dari setahun tidak mengadakan sidang. Fasal 6 dan 7 Konstitusi jang mengatur kewadjiban² dan hak² anggota Partai tidak tjukup ditaati. Masatja-

lon dibiarkan ber-larut2, iuran tidak masuk teratur di- anggap biasa sadja, pelanggaran terhadap sentralisme- demokratis tidak dikritik, demikian pula fasal 66 Konstitusi jang mengatur kedudukan keuangan anggota² Partai jang mendapat kedudukan berpenghasilan atas- nama Partai belum berdjalan sepenuhnja; dsb. Sekalipun pelanggaran² dan keteledoran² ini tidak merupakan gedjala umum, tapi ia harus segera diachi- ri. Membiarkannja berarti memerosotkan dajadjuang Partai, berarti meliberalisasi Partai. Suatu kesatuan tentara sekalipun besar djumlah pradjuritnja, djika tidak berdisiplin tak akan mampu mengalahkan musuh²~ nja, demikian pula halnja dengan barisan proletariat. Kekuatan Rakjat progresif Indonesia terletak pada di- siplin badja Partai proletarnja, pada kesetiaan semua anggota Partai melaksanakan ketentuan² dalam Konstitusi. Tanamkanlah semangat taat kepada Konstitusi pada semua Comite, kader dan anggota Partai!

II

Intensifkan Pembadjaan-diri Dan Pendįdikan-diri !

Kalau kita pada achir² ini banjak berbitjara tentang

kelemahan² ideologi, melawan rasa puas-diri, mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri, ini tidak berarti bahwa kader² kita djelek. Sebaliknja, saja berpendapat bahwa kader² PKI pada umumnja adalah sangat baik seperti sudah saja katakan dimuka. Bisa dihitung dengan djari djumlah Partai Komunis didunia ini jang anggota² dan terutama kader²nja dengan sedar dan kompak berdjuang melawan revisionisme dan do- matisme baik jang klasik maupun jang modern. PKI adalah satu diantara Partai² jang tidak banjak djum- lahnja itu. Tetapi kita tidak boleh merasa puas-diri dengan apa jang sudah kita tjapai. Semua anggota PKI tidak boleh merasa sudah tjukup berdjasa dan tidak boleh sombong dengan sukses² jang sudah ditjapainja dalam mengem- bangkan Partai dan memadjukan gerakan revolusioner. Masing² harus terus-menerus merasa bahwa dirinja

masih belum bekerdja baik sebagaimana mestinja dan bahwa mutu kepemimpinannja masih terus-menerus harus ditingkatkan. Puas-diri dan sombong membikin Komunis mendjadi bodoh, teledor, mandeg dan merosot. Kita tidak boleh mandeg dan merosot, melainkan harus madju terus mendjadi Komunis² jang baik dan lebih baik lagi. Pengalaman dalam GKI menundjukkan, bahwa banjak Komunis jang sudah lama dalam Partai dan bahkan ada jang sudah puluhan tahun memimpin Partai, telah mendjadi birokrat² jang.subjektif dan achirnja hanjut dalam arus revisionisme. karena kurang membadjakan-diri dan mendidik-diri, karena merasa dirinja sudah matang". Tepat benar sembojan pembangunan Partai kita: Pembangunan organisasi penting tetapi pembangunan ideologi lebih penting laqi". Inti daripada pendidikan ideologi adalah pembadjaan-diri dan pendidikan-diri. Hanja dengan terus-menerus mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri kita akan terhin- dar dari revisionisme jang mengingkari prinsip dan dogmatisme jang terpisah dari praktek dan massa. Kita masing² mempunjai pengalaman, bahwa diantara kawan² jang kira² bersamaan waktu memasuki e- rakan revolusioner, menggabungkan diri kedalam PKI dan ambilbagian dalam Revolusi Agustus 1945, setelah beberapa lama ternjata kemadjuan masing² tidak sama, ada jang madju tumbuh mendjadi kader revolusioner jang aktif dan senantiasa mengikuti dengan baik ke- djadian² penting didalam dan diluarnegeri, ada jang separo² dan ada jang terbelakang samasekali. Pada- hal keadaan fisik mereka sama baik dan pendidikan umum mereka boleh dibilang tidak berbeda. Mengapa ada jang madju, ada jang separo² dan ada jang terbelakang samasekali setelah berlangsung beberapa tahun? Tidak lain jalah karena golongan jang madju itu sungguh² membadjakan-diri dan mendidik-diri artinja mereka senantiasa berada dalam kehangatan perdjuangan, mereka merupakan elemen² aktif jang ditempa oleh perdjuangan, dan senantiasa mendidik-diri dalam semangat, teori dan ideologi Marxisme-Leninisme, terutama dalam mentrapkannja pada kondisi² Indonesia. Mereka jang separo² adalah mereka jang tidak sung-

guh² membadjakan-diri dan mendidik-diri, lebih² lagi mereka jang terbelakang. Mereka menghindari keha- ngatan perdjuangan, mereka pasif dan tidak ditempa oleh perdjuangan, dan tidak sungguh² mempeladjari teori dan praktek Marxisme-Leninisme. Disamping itu ada lagi kader² jang selalu aktif dalam kegiatan revolusioner dan djuga bisa ikut berbitjara tentang soal² nasional dan internasional jang sudah dimuat dalam suratkabar² dan madjalah² progresif, tetapi dibanding dengan sementara kawan² se-angkatan- nja, mereka tidak begitu tjepat madjunja. Apa sebab- nja? Tidak lain jalah, karena kawan² ini tidak meng- kombinasikan pembadjakan-diri dengan pendidikan-diri, mereka kurang radjin beladjar teori Marxisme-Leninisme dan kurang suka berfikir jang agak mendalam sehingga kurang kreatif dalam mentrapkan Marxisme~ Leninisme pada keadaan kongkrit. Mereka kurang konsekwen dalam melaksanakan sembojan bekerdja dan beladjar Tahu Marxisme dan kenal keadaan". Tentu kawan² ini djauh lebih baik· daripada kawan² jang hanja ,,tahu Marxisme" tetapi tidak ambilbagian aktif dalam mempraktekkannja dan karena itu tidak kenal keadaan, jang hanja ,mendidik-diri" tetapi tidak membadjakan-diri, sehingga pada hakekatnja kawan² ini djuga tidak tahu Mirxisme, jang menuntut kesatu- an teori dengan praktek. Djadi, soalnja jalah kita harus mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri sekaligus dan diseluruh barisan Partai kita. Untuk ini, kawan² jang sudah madju harus dikonsolidasi, jang separo² harus ditarik dan didorong supaja madju, jang terbelakang supaja diangkat dari rawa² kepasifan dan diaktifkan. Dengan demikian, kita masing² akan madju terus sebagai Komunis dan Partai akan madju sebagai barisan depan jang memimpin perdjuangan revolusi keseluruhannja. Untuk mentjapai kemadjuan jang demikian pulalah saja mengemukakan tentang adanja dua matjam Komunis, jaitu Komunis minimum dan Komunis maximum, demikian diseluruh dunia dan demikian pula di Indo- nesia. Komunis minimum adalah Komunis jang memenuhi sjarat, minimum jang ditentukan dalam Konstitusi Partai, jaitu: menjetudjui Konstitusi Partai, menjetudjui

Program Partai, membajar iurán Partai dan melaksanakan tugas jang diberikan kepadanja oleh organisasi Partai dimana ia tergabung. Sudah tentu tiap² anggota PKI per-tama harus mendjadi Komunis jang memenuhi semua sjarat minimum ini. Tetapi, apakah sedjak masuk Partai sampai mati hanja harus memenuhi sja-

rat2 minimum ini sadja? Tentu tidak. Masing2 harus

berusaha setjara ber-angsur² dan wadjar memenuhi

sjarat² maximum, berusaha mendjadi Komunis maxi-

mum. Tentu tidak mudah untuk menetapkan apakah sjarat² bagi Komunis maximum. Dan sudah tentu sjarat² ini tidak boleh ditetapkan setjara subjektif dan setjara formil. Kita semua mengakui bahwa Marx, Engels, Lenin dan Stalin adalah Komunis² teladan. Karena mereka teladan, kita harus radjin mempeladjari biografi dan karja² mereka. Dengan berbuat demikian kita menge- nal perbuatan2, prestasi dan sifat² Marx, Engels, Lenin dan Stalin selama hidup mereka sebagai Komunis² teladan. Kita tidak ,,me-Nabi-kan" mereka, tetapi mereka dapat kita djadikan ukuran dalam membadjakan-diri dan mendidik-diri kita. Kita harus memantjangkan tudjuan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri kita masing2 untuk mentjapai kwalitet² jang dimiliki oleh Marx, Engels, Lenin dan Stalin. Dengan berbuat demikian kita pasti akan mendjadi Komunis² jang lebih baik, karena kita sungguh² berusaha untuk mendjadi murid mereka jang terbaik, untuk mendjadi Komunis maximum. Untuk memudahkan kita semua dalam berusahą me-

ningkatkan mutu Komunis kita masing2, dalam pidato

ulangtahun ke-44 di Surabaja saja mengemukakan agar

tiap² anggota PKI harus berusaha untuk memenuhi

sjarat2 sbb. :

(1) melaksanakan dengan baik semua tugas jang di-

berikan oleh Partai kepada kita;

(2) mendjaga supaja diri kita tidak merosot mendjadi

pekerdja politik jang berfikiran sempit, jang lupa pada tugas sedjarah jang besar dan tenggelam mengurusi soal² tètèkbengèk jang tidak ada hu- bungannja dengan revolusi;

(3) dalam memegang djabatan apa sadja kita harus senantiasa mendjadi tokoh politik dan tokoh ne- gara tipe Lenin;
(4) sebagai tokoh masjarakat kita harus senantiasa bersikap tegas dan djelas, tidak plintat-plintut dalam membela kepentingan Rakjat dan revolusi;

(5) dalam keadaan bagaimanapun tetap bersemangat

banteng merah, tidak takut menghadapi pertem- puran dan tidak kenal ampun terhadap musuh² Rakjat;

(6) tidak mabok karena sukses, tidak panik menghadapi segala keruwetan dan bahaja, dan tidak pu- tus-asa kalau mengalami pukulan? dan kegagal- an²;
(7) bidjaksana dan ber-hati2 dalam memutuskan masalah² jang banjak seluk-beluknja, jang menghen~ daki pandangan jang dalam mengenai masalah² itu;
(8) lurus dan djudjur terhadap Partai dan Rakjat;
(9) tjinta jang tidak ada taranja kepada Rakjat. Pelaksanaan sjarat² ini harus sedjalan dengan usaha kita mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri. Dengan demikian kita pasti akan mendjadi Komunis jang baik dan lebih baik. Disamping lebih membadjakan-diri dan mendidik- diri serta melaksanakan 9 sjarat tsb. kita djuga harus melakukan pendidikan Komunis dikalangan keluarga, dikalangan isteri atau suami dan anak² kita. Kita tidak hanja berkewadjiban membangun keluarga Komunis jang besar baik setjara nasional maupun setjara internasional, tetapi kita djuga harus membangun keluarga Komunis jang ketjil dilingkungan keluanga kita masing2 sebagai sesuatu jang tidak terpisahkan dari perdjuangan kita jang besar. Semua anggota keluarga kita, termasuk anak² jang belum dewasa, harus merasakan suka-duka perdjuangan, harus merasakan ke- hangatan perdjuangan, harus merasakan perdjuangan Partai sebagai perdjuangannja sendiri, harus merasakan bahwa nasibnja tergantung pada perdjuangan Partai dan Rakjat dan oleh karena itu achirnja ikut ambil- bagian aktif dalam perdjuangan kita jang besar.
m Djangan Dibiarkan Kontradiksi Intern Ber-larut2! Apakah sebetulnja pekerdjaan Komunis didunia ini? Tidak lain jalah untuk menjelesaikan kontradiksi². Kaum Komunis diseluruh dunia harus menjelesaikan kontradiksi antara kapitalisme dengan klas buruh dan sebagai hasilnja membangun Sosialisme dan Komunisme. Kaum Komunis di-negeri² jang masih terdjadjah atau belum merdeka penuh harus menjelesaikan kontradiksi antara Rakjat dengan imperialisme, antara kaum tani dengan tuantanah dan sebagai hasilnja men- dirikan negeri jang merdeka penuh tanpa imperialisme dan feodalisme untuk selandjutnja membangun Sosialisme dan Komunisme. Selain daripada kontradiksi² jang pokok² ini masih banjak lagi kontradiksi² lain jang tidak pokok atau kurang pokok jang harus diselesaikan oleh kaum Komunis. Djadi, sebagai Komunis kita tidak boleh menghindari kontradiksi jang memang wadjar ada, tetapi harus menghadapinja, mengurus dan me- njelesaikannja. Dalam mengurus dan menjelesaikan kontradiksi² itu orang Komunis mendapatkan kepuas- annja mendjadi terbadjakan dan mendjadi lebih madju. Djuga kontradiksi intern Partai tidak boleh dihinda- ri, tetapi harus dihadapi, diurus dan diselesaikan, Dalam berhasilnja menjelesaikan setjara tepat kontradiksi² intern Partai seni dan mutu kepemimpinan sese- orang Komunis meningkat. Penjelesaian kontradiksi intern Partai adalah sjarat mutlak dalam meningkatkan kemampuan Partai mengurus dan menjelesaikan kontradiksi² jang ada diluar tubuhnja (extern). Tidak mungkin Partai menjelesaikan kontradiksi² diluar tu~ buhnja dengan baik djika didalam Partai terdapat banjak kontradiksi jang tidak diselesaikan. Kebulatan Partai terletak pada penjelesaian kontradiksi² intern Partai setjara tepat. Sebagaimana sudah saja katakan diatas, klas2 non- proletar terus-menerus berusaha menggunakan elemen² jang tidak teguh didalam Partai dan dikalangan proletariat untuk merongrong Partai dan proletariat. Djadi, adanja kontradiksi intern Partai jang menjebab-

kan adanja perdjuangan intern Partai adalah tidak terpisahkan daripada perdjuangan klas diluar Partai, Perdjuangan melawan musuh² proletariat diluar Partai dan perdjuangan melawan fikiran atau pengaruh non-proletar didalam Partai adalah berlainan, penjelesaian jang pertama harus melalui perdjuangan klas sedangkan jang kedua melalui kritik dan selfkritik. Tetapi ke-dua²nja diperlukan djika Partai kita mau bebas dari segala oportunisme baik kiri" maupun kanan, djika Partai kita mau mengkonsolidasi diri, mengembangkan diri dan mempertahankan kebebasannja, Tanpa melakukan perdjuangan didalam Partai terhadap ideologi dan pengaruh² non-proletar, Partai kita bisa tanpa disedari berubah wataknja, mendjadi sematjam Partai sosial- demokrat atau partai revisionis, mendjadi tulangpung- gung sosial daripada burdjuasi. Partai kita telah tum- buh mendjadi Partai jang bersatu dan kuat karena sedjak ada ,Djalan Baru" (1948) dan terutama sekali mendjelang Kongres Nasional ke~V (1954) dan be- berapa tahun sesudahnja, Partai kita melakukan perdjuangan intern Partai jang sengit, melawan oportunisme kanan maupun kiri". Oleh karena itu Partai kita tidak boleh menghindari perdjuangan intern. Tidak melakukan perdjuangan demikian atau men-tjoba² mentjari djalan ,tengah" dalam soal² prinsip hanjalah berarti memerosotkan ideologi Partai. Tetapi kita harus senantiasa ingat bahwa ada dua matjam perdjuangan intern Partai, jaitu jang berprinsip dan jang tidak berprinsip. Jang dimak- sudkan dengan perdjuangan intern Partai jang berprinsip jalah perdjuangan jang mengenai garis strategi, taktik dan politik Partai. Djika ada perbedaan pendapat mengenai soal² ini, maka harus diadakan perdjuangan intern jang serius, dan djika tidak ditjapai kata mufakat harus diselesaikan dengan pemungutan suara menurut Konstitusi, artinja minoritet harus tun- duk pada majoritet. Terhadap anggota jang ngotot mempertahankan pandangannja jang keliru dan mem- propagandakan pandangannja itu sehingga berakibat menimbulkan perpetjahan didalam Partai harus diam- bil tindakan disiplin menurut Konstitusi Partai. Djika dilakukan dengan tepat, perdjuangan intern jang berprinsip akan memperkuat Partai kita, karena perdju-

angan jang demikian itu akan memperdjelas persoalanª łang diperbintjangkan dan akan mengachiri mendja- larnja pandangan² jang keliru. Sedjak terdjawabnja masalah² penting dan pokok daripada Revolusi Indonesia oleh Kongres Nasional ke-V Partai, dan terutama sekali setelah berdjalan pen- didikan kader² dan anggota² tentang soal² pokok revolusi Indonesia, tentang strategi dan taktik Partai, dan tentang politik² pokok Partai mengenai soal nasional dan internasional, sudah tidak terdapat lagi perdjuangan intern jang prinsipiil dan akut didalam Partai kita. Sekalipun demikian, karena Partai kita masih dalam kepungan klas² non-proletar, kita harus senantiasa waspada dan senantiasa siap menghadapi ke- mungkinan timbulnją perdjuangan intern jang berprinsip. Djika sekarang kita masih suka berbitjara tentang perdjuangan intern Partai, maka umumnja jang kita bitjarakan jalah perdjuangan intern jang tidak berprinsip, misalnja perdjuangan kawan jang satu menentang kawan lain hanja karena sikapnja tidak tepat atau tidak simpatik, hanja karena kepentingan tètèkbengèk perseorangan atau klik, hanja untuk mempertahankan kedudukan sendiri, hanja untuk menutupi kesalahan sendiri, hanja untuk memuaskan perasaan sendiri, hanja untuk membalas dendam dsb. Perdjuangan tak berprinsip demikian ini adalah tidak baik dan merugikan Partai. Oleh karena itu tiap anggota Partai harus berusaha keras agar dirinja tidak terperosok kedalam perdjuangan jang tidak berprinsip. Tetapi djika perdjuangan jang tidak berprinsip toch terdjadi djuga, seperti halnja masih terdapat dalam Partai kita sekarang, haruslah tjepat² diurus dan dise- esaikan, atau menurut peribahasanja ,,tidak boleh di- maiamkan", karena djika dibiarkan ber-larut², ia bisa üerintangi lantjarnja pekerdjaan Partai, dan bahkan bisa berkembang mendjadi sangat tadjam dan sampai menjinggung soal² prinsipiil serta merusak persatuan Partai. Mengenai perdjuangan intern jang tidak berprinsip sulit sekali untuk mengambil keputusan, karena tidak ada prinsipnja, sedangkan kawan² jang terperosok kedalam perdjuangan itu adalah kawan jang mengabdi

kepada Partai dan revolusi. Oleh karena itu penjele- saiannja harus menempuh djalan kompromi, djalan musjawarah dan mufakat, masing² harus saling memberi dan menerima, tidak boleh ngotot²an atau tarik urat. Djika masing² ngotot, masing2 berpegang teguh pada pendapat²nja sendiri dan hanja meminta orang lain supaja melepaskan pendiriannja, maka ini hanja akan memperpandjang persoalan dan memperlambat penjelesaian, merintangi kemadjuan pekerdjaan, memperta- djam pertjektjokan didalam Partai dan merintangi persatuan diantara kawan². Oleh karena itulah, mengenai soal² jang tidak prinsipiil, jang tidak mengenai soal² pokok revolusi Indonesia, tidak mengenai strate- gi dan taktik Partai, dan tidak mengenai politik Partai. harus ditempuh djalan kompromi, djalan musjawarah dan mufakat antara kawan. Kemudian praktek sosial dan pendidikan teori serta ideologi jang akan lebih mendekatkan kawan² jang bertentangan tanpa prinsip itu.

Ada kalanja djuga kontradiksi intern jang tak ber-prinsip itu timbul sebagai akibat ketidak-puasan ang-

gota² kolektif dengan kawan jang memimpin kolektif

itu. Djika demikan halnja, maka kontradiksi itu hanja dapat diselesaikan apabila ada perbaikan² pada pimpinan kolektif. Dalam mengurus kontradiksi jang de-

mikian Comite atasan harus selalu berpegang teguh

agar disatu fihak memberi kesempatan kepada kader

jbs. untuk berkembang, dan difihak lain Comite jbs. tidak lagi terus-menerus terganggu oleh kontradiksi takberprinsip. Oleh karena itu ada kalanja penjelesaian kontradiksi itu dengan melakukan pemindahan tugas seseorang atau beberapa kader jang berkontradiksi. Sidang Pleno ke-II CC, Desember 1963, telah meng- gariskan bahwa penjelesaian kontradiksi intern ,,tidak boleh dimalamkan" atau dibiarkan ber-larut2. Tiap kontradiksi intern harus diselesaikan dengan prinsip tjepat, tepat djelas, teliti dan bidjaksana, Garis ini masih belum dilaksanakan dengan baik. Dibanjak Comite penjelesaian kontradiksi intern masih ber-larut² se- hingga achirnja berkembang kearah jang lebih serius dan sukar diselesaikan. Pengalaman membuktikan bahwa membiarkan kontradiksi-intern ber-larut² me- njebabkan bahwa sentralisme-demokratis, kritik dan

selfkritik serta disiplin tidak bisa berdjalan normal Dengan perkataan lain, ini berarti membiarkan liberal- isme tumbuh didalam Partai. Karena itu prinsip tjepat, tepat, djelas, teliti dan bidjaksana harus dipegang teguh dalam menjelesaikan tiap kontradiksi intern Partai. Dalam menjelesaikan persoalan dengan kader jang membuat kesalahan harus diusahakan se-dapat²nja »penjelesaian 4 mata", djadi tidak tjepat² dibawa ke- kolektif. Dalam mengkritik kelemahan kader, pimpinan harus bertitik-tolak dari pendirian bahwa semua kader mesti mempunjai segi² positif dan kader jbs. harus me- rasakan bahwa pimpinan menghargai segi² positifnja itu, tetapi pimpinan tidak bisa membiarkan kesalahan²- nja demi kepentingan Partai dan demi kemadjuan kader jbs. itu sendiri.

IV

Perbaiki Metode Memimpin dan

Perhebat Pengintegrasian!

Sesuai dengan putusan Sidang Pleno ke-II CC, pe-

kerdjaan terpenting organisasi dewasa ini harus ditu- djukan untuk mengkonsolidasi pengintegrasian Partai dengan kaum tani. Pengintegrasian hanja akan dapat terwudjud djika Partai terus-menerus dan konsekwen memimpin perdjuangan kaum tani mengganjang setan² desa terutama melalui bentuk perdjuangan aksi sefihak. Sebagai bagian jang takterpisahkan dari perdjuangan untuk pengintegrasian jalah pelaksanaan Gerakan

Kebudajaan Baru, jaitu gerakan melawan kemaksiatan,

terutama melawan 5 M (lima Maksiat : Main, Minum. Melatjur, Maling dan Madat), melawan keterbela- kangan kulturil dan untuk memadjukan kesehatan Rakjat. Untuk mensukseskan tugas² tsb. perlu ditindjau pelaksanaan metode memimpin sesuai dengan keputusan Sidang Pleno ke-I CC daripada Kongres Nasional ke-VII. Menurut pengalaman belakangan ini, dalam rang- ka memperbaiki pelaksanaan metode memimpin jang disesuaikan dengan tugas2 pekerdjaan organisasi jang urgen dewasa ini, hal² sbb. harus mendapat perhatian :

  1. Memperbaiki pengertian kader² Dalam rangka pelaksanaan metode memimpin, pada banjak kader terdapat ketjenderungan untuk lebih memberatkan perhatiannja kepada segi memadukan seruan² umum dengan tuntutan kongkrit" daripada kepada segi ,memadukan pimpinan dengan massa". Ketjenderungan demikian itu menga- kibatkan Comite2 jang bersangkutan tidak dapar membebaskan diri dari sifat² birokratis dan subjek- tif dalam melakukan pimpinan. Betapapun kawan³ jang mempunjai ketjenderungan demikian itu beru- saha untuk dapat memberikan petundjuk² kebawah setjara kongkrit atas dasar seruan² umum, tetap? djika segi memadukan pimpinan dengan massa" tidak mendjiwai seluruh kebidjaksanaan memim- pinnja, tak akan mungkin mentjapai banjak sukses. Petundjuk² banjak tapi tidak didasarkan pada pe- njimpulan pengalaman² praktek dari bawah, tidak berdasarkan garis-massa. Dengan. demikan petun. djuk² itu tidak hidup. Memadukan pimpinan dengan massa hanja mungkin djika dengan konsekwen dilaksanakan prinsip »atasan membatu bawahan" dan »atasan memberi tjontoh kepada bawahan". Sebagian besar dar! tenaga, fikiran dan waktu dari atasan harus ditju- rahkan untuk membantu bawahan.
  2. Memperbaiki pengintegrasian setiap politik dan putusan² Partai dengan seluruh anggota dan ke. mudian dengan seluruh Rakjat Soal ini, jang dalam rangka memperbaiki pelaksanaan metode memimpin harus lebih mendapat perhatian (putusan Pleno ke-I CC), mendjadi lebib penting lagi dalam hubungan dengan perlunja me- ratakan aksi, chususnja aksi sefihak. Dewasa ini sebagai akibat dari perkembangan jang tidak sama dari Partai kita diberbagai tempat, pengintegrasian politik Partai dengan massa Rakjat disatu tempa atau diberbagai tempat sudah intensif, tetapi ditempat lain belum. Akibatnja disatu atau beberapa tempat telah berkembang aksi² pelaksanaan politik
    Partai, sedangkan ditempat lain belum. Untuk memperbaiki keadaan, daerah² lemah harus lebih mendapat perhatian dalam setiap gerakan melaksanakan politik Partai. Pekerdjaan ini memang tidak se- mata² pekerdjaan organisasi, melainkan meliputi djuga pekerdjaan agitasi-propaganda. Djadi kedua bidang pekerdjaan harus dikordinasi se-baik²nja.

3. Peranan pekerdjaan riset

Pelaksanaan garis massa Partai, demikian djuga pelaksanaan apa jang telah diputuskan oleh Kong- res Nasional ke-VI Partai tentang melakukan pekerdjaan setjara ilmiah, tidak mungkin tanpa melakukan riset jang baik untuk mengenal keadaan. Pengalaman selama ini menundjukkan bahwa Co. mite jang tidak melakukan riset setjara baik, tidak dapat melaksanakan politik Partai setjara baik. Hai ini mendjadi lebih djelas dalam pekerdjaan dika. langan kaum tani achir² ini. Oleh karena itu, melakukan riset merupakan keharusan untuk memperbaiki pelaksanaan metode memimpin. Oleh karena itu kita harus melaksanakan sembojan Perheba: pengintegrasian dengan penelitian" dan menanam- kan pengertian setjara mendalam, bahwa Parta Komunis jang tidak melakukan riset harus diragu- kan watak Marxis-Leninisnja.

  1. Memperkuat grup pimpinan Tugas ini harus dilaksanakan dalam hubungan dengan mentjiptakan Comite2 daerah pertanian jang bersih dari elemen² klas penghisap, untuk mengem- bangkan lebih landjut gerakan revolusioner kaum tani. Tetapi pelaksanaan tugas ini tidak mungkia tanpa dipadukan dengan pekerdjaan membangkitkaz aksi² kaum tani melawan setan² desa. Dalam keadaan kaum tani tidak melakukan perdjuangan me. lawan tuantanah, tidak akan terasa sebagai keper- luan jang mutlak membersihkan elemen² penghisap dari Comite² Partai, dan tidak akan ada pertum. buhan pekerdjaan ini CS harus didjadikan modal utama untuk memperbaiki CSS2 jang komposisinja

belum sesuai dengan keperluan mengobarkan per- djuangan tani melawan setan² desa. Hanja dengan CSS jang berfungsi normal CR2, Grup2, massa ang- gota dan massa Rakjat dapat diaktifkan dan dimo- bilisasi. Ketjuali mempersoalkan perbaikan pelaksanaan me- tode memimpin, pekerdjaan organisasi perlu diperintj: berdasarkan tugas² tsb. dimuka sbb.:

  1. Mengkonsolidasi pengintegrasian dengan kaum tant
    a. mengembangkan pekerdjaan riset untuk mem- perdalam pengetahuan tentang desa, terutama ditudjukan untuk meluaskan aksi² kaum tani chususnja untuk membantu aksi sefihak kaum tani.
    b. melaksanakan dengan konsekwen putusan jang pernah kita ambil untuk memperkuat pimpinas BTI dengan memberikan kader² jang sesuał dengan keperluannja. Mengikutsertakan setjara terpimpin tenaga² ahli untuk membantu pekerdjaan produksi di-desa², terutama untuk desaª Manipol atau desa² mutlak dan desa² kelas i dan ÍI.
    C. sedjalan dengan memperkuat grup pimpinan Partai didaerah pertanian, dengan melalui me- tode jang sama jaitu memadukannja dengan pekerdjaan membangkitkan massa, mempertje- pat proses memburuhtani dan mentanimiskinkan pimpinan BTI di-desa².
    d.gerakan meningkatkan desa² satu kelas lebih tinggi dengan mendjadikan soal ini mataplan daripada Plan 4 Tahun.
    e. mengorganisasi tjeramah², seminar2, kursus² untuk mengintegrasikan fikiran kader² jang beker- dja diluar gerakan tani dengan kaum tani, mí- salnja tentang UUPBH, UUPA dan tentang aksi sefihak oleh kawan² pemimpin² BTI.
  2. Mengkonsolidasi daerah mutlak dan daerah kelas 1 dan II
    a. untuk memperkuat disiplin Partai perlu diambil tindakan² setjara tepat terhadap setiap pelang-
    garan jang dilakukan oleh kader² Partai, chususnja kader² jang bertugas dalam lembaga resmi. Hal ini dilakukan bersamaan dengan gerakan memperbaiki fikiran atau gerakan mem- badjakan-diri dan mendidik-diri dengan mene- kankan bahwa masing² harus berfikir: ,tanpa diriku Partai mungkin akan berkembang lebib baik".

b. segera meningkatkan taraf kesedaran politik massa Rakjat, dan meningkatkan taraf teori, ideologi dan kebudajaan daripada anggotaa Partai di-daerah² mutlak atau daerah² kelas I dan II.
c. melaksanakan gerakan Kebudajaan Baru dengan menetapkan tempat² jang didjadikan model untuk penjempurnaan pelaksanaan selandjutnja. Untuk ini oleh CR dan CSS perlu dibentuk Panitia gerakan jang mengintegrasikan kedalam- nja aktivis ormasrev².
V

Sempurnakan Susunan Comite² Partai ! Dalam rangka menjesuaikan organisasi dengan situ- asi saja djuga ingin mengusulkan supaja kita menjem- purnakan susunan Comite² Partai disemua tingkat, baik keanggotaan plenonja, Dewan Harian dan Comite Ker- dja Dewan Harian, Sekretariat, Komisi² Kontrol dan Verifikasi, Departemen² dan Bagian² serta Biro2 Partai. Pertimbangan²nja jalah, mengingat makin besar dan makin meluasnja organisasi dan keanggotaan Partai, agar persatuan Partai mendjádi lebih kuat dan Comitea lebih mampu melaksanakan tugas2 dan menjelesaikan segala persoalan jang dihadapinja. Dalam pada itu djuga harus dipertimbangkan bahwa badan² pimpinan Partai kita harus tetap tangkas dalam geraknja dan tidak dirintangi oleh keanggotaannja jang terlalu besar. Dalam menetapkan perluasan keangotaan badanª pimpinan Partai, djuga harus dipegang prinsip perban-

dingan djumlah organisasi dan keanggotaan Partai aatara Comite satu dengan lainnja sebagai patokan perluasan itu. Djuga masalah sukubangsa dan warga negara keturúnan asing harus mendapat perhatian. Šaja berpendapat, bahwa perluasan keanggotaan ba. dan² pimpinan Partai kita adalah sesuai dengan tun- tutan situasi dan tugas² Partai dewasa ini jang meng- haruskan kita untuk menghimpun dan meningkatkan tugas dan tanggungdjawab kader² jang aktif dan ma- dju, untuk terus memperkuat, memperbaharui dan mengkonsolidasi Comite® Partai kita disemua tingkat. 黃兴藝 Kawan² jang tertjinta. Demikanlah beberapa masalah organisasi jang me- nurut pendapat saja perlu kita bahas dalam Konferensi Nasional ini. Saja ingin menambahkan, bahwa sebagaimana dju- dul daripada pidato saja ini Dengan Semangat Banteng Merah Mengkonsolidasi Organisasi Komunis Jang Besar", Partai kita bukan lagi hanja satu gerakan Komunis jang besar, tetapi sudah merupakan organisasi Komunis jang besar. Sebagai organisasi Komunis, Partai kita setjara mutlak tidak dapat dipisahkan dari stra- tegi dan taktik memimpin perdjuangan revolusioner proletariat. Inilah sistim teori pembangunan Partai kita. Sebagai Partai jang terus-menerus dikepung oleb klas² non-proletar, dan jang harus mengintegrasikar diri setjara total dengan massa Rakjat, chususnja dengan kaum tani, dan sekarang berada dalam perdjuangan sengit melawan revisionisme modern dan dog- matisme modern dalam skala dunia, Partai kita harus dengan gagahberani, dengan semangat banteng mera, melawan segala oportunisme dilapangan ideologi, po. litik dan organisasi. Partai kita harus terus-menerus memperkuat persa- tuannja dalam ideologi, politik dan organisasi. Djadilah Komunis jang baik dan lebih baik lagi (Singkatan pidato di Konferensi Nasional ke-I PKI tgl. 3 Djul

1964)
DJADILAH KOMUNIS JANG BAIK DAN LEBIH BAIK LAGI! Pada hari ini, tgl. 23 Mei 1964, genaplah 44 tahun usia Partai Komunis Indonesia. Saja mengutjapkan banjak terimakasih, bahwa peri- ngatan ulangtahun PKI ini mendapat perhatian besar, tidak hanja dari kaum buruh dan Rakjat pekerdja kota Surabaja, tapi djuga dari para otoritet sivil dan militer, dari partai² politik dan organisasi² massa sesama ke- luarga Front Nasional, dan dari Front Nasional sendiri.

Saja merasa sangat gembira dan berbahagia, bahwa dalam menjambut dan merajakan hari ulangtahun PKI

kali ini saja berada dikota Surabaja Kota Pahlawan

, berada di-tengah² para saudara dan kawan² seka-

lian, di-tengah² Arek2 Surobojo dan Rakjat Djawa

Timur jang terkenal sebagai pedjuang² revolusioner

jang militant.

Saja merasa lebih gembira lagi, bahwa dalam men-

djelang hari bersedjarah ini saja telah menjelesaikan pekerdjaan riset (research) tentang keadaan kaum tani

dan gerakan tani di Djawa Timur. Sedjumlah 134 petugas riset langsung dibawah pimpinan saja sendiri de-

ngan dibantu oleh kira2 1500 petugas2 riset di-ketjamatan² dan desa2 selama lebihkurang, 5 minggu

pada umumnja telah menunaikan tugasnja dengan baik.

70 ketjamatan daerah pertanian di Djawa Timur tełah kami riset, baik mengenai keadaan kaum tani maupun

mengenai gerakan taninja. Pekerdjaan besar an ini te-

lah kami lakukan dengan penuh kesungguhan dalam

rangka mengintegrasikan diri dengan kaum tani, soko-

guru revolusi Indonesia, dan dalam rangka memper-

hebat ketahanan nasional, chususnja dalam hubungan dengan memperhebat gerakan tani dan produksi per-

tanian.

Bukanlah waktunja sekarang ini untuk. melaporkan

hasil² riset tersebut. Tapi perlu saja djelaskan, bahwa tidak ada jang misterius disekitar pekerdjaan riset ini.

Semuanja akan saja umumkan, sebagaimana halnja de-

ngan hasil² riset saja di Djawa Barat jang sudah di-

umumkan itu. Saja berpendapat, setiap Manipolis harus

mengenal dengan baik tenaga pokok dan sokoguru revolusinja, jaitu kuam tani. Oleh karena itu, adalah

sangat menjedihkan bahwa sekarang ini sedang ber- tebaran surat² ,,rahasia" dari instansi resmi jang satu

keinstansi resmi jang lain, jang berisi fitnahan² jang kedji terhadap riset jang telah saja lakukan. Antara lain dalam surat2 resmi itu ada fitnahan dan insinuasi,

bahwa PKI ,telah memulai startnja". Mereka mau memberikan interpretasi jang bukan² menurut selera

mereka sendiri. Oleh karena itu perlu saja terangkan, bahwa satu²nja interpretasi jang benar jalah, bahwa memang kaum Komunis Indonesia telah mengadakan

start untuk mengenal lebih baik lagi daripada jang su-

dah² keadaan kaum tani dan gerakan tani dengan

memperhebat pekerdjaan riset. Kaum Komunis Indonesia menjambut baik bahwa

pada waktu² belakangan ini kaum wartawan, para

sardjana, mahasiswa dan peladjar2 sekolah² menengah telah memberikan perhatian jang besar pada keadaan kaum tani dengan djalan mengadakan gerakan turun

kedesa". Hanja kaum Komunisto-phobi, kaum kontra-

revolusioner dan setan² desa", jaitu: tuantanah djahat, lintahdarat, tukang idjon, kapitalis birokrat, teng- kulak djahat, penguasa djahat dan bandit² desa jang ketakutan setengah mati pada pengenalan dan pem- bongkaran² perbuatan² djahat mereka terhadap kaum tani dan terhadap Republik Indonesia. Dengan dalih ,,memperkuat home-front" dalam rang- ka mengganjang "Malaysia", kaum kontra-revolusioner dan ,setan² desa" berusaha menutupi kedjahatan² me~ reka terhadap kaum tani, terhadap Republik Indonesia dan terhadap Pemerintah Sukarno. Padahal, djustru untuk memperkuat home-front, kontradiksi² jang ter- dapat di-desa² kita harus tjepat² dan setjara tepat di- selesaikan, undang² negara jang mendjalankan garis² Manipol, dalam hal ini terutama Undang² Perdjan- djian Bagi Hasil (UUPBH) dan Undang2 Pokok Agraria (UUPA), harus dilaksanakan. Inilah djalan untuk membuktikan lojalitet terhadap Republik Indonesia dan untuk menarik ber-puluh² djuta kaum tani

kedalam kegiatan revolusioner dan memperhebat pro- duksi pertanian. Masalah pangan hanja mungkin dipetjahkan djika pemetjahannja dikombinasi dengan pengganjangan dan penaklukan setan² desa. Hanja dengan demikian perdjuangan mengganjang Malaysia", memperhebat ke- tahanan nasional dan melaksanakan Manipol serta pedoman² pelaksanaannja dapat terus-menerus diper- kuat. Tanpa melakukan ini segala omongan tentang revolusi Indonesia, tentang lojalitet terhadap Republik Indonesia dan tentang pengganjangan Malaysia" adalah kosong dan munafik. Dalam hubungan dengan riset ini saja djuga ingin mengemukakan bahwa pekerdjaan besar²an ini dapat saja lakukan dan selesaikan menurut rentjana dengan sukses, per-tama² dan terutama oleh karena bantuan jang besar dari kaum tani Djawa Timur dimana riset itu dilakukan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saja menjatakan terimakasih jang se-besar²nja kepada mereka jang telah membantu pekerdjaan ini, tidak hanja dalam memberikan keterangan² jang diperlukan, tetapi djuga dalam memberikan pendidikan jang tak ternilai kepada PKI, terutama kepada saja dan semua kader PKI jang membantu saja dalam melakukan tugas riset tsb.

I

SITUASI POLITIK NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Adalah sangat menggembirakan lagi, bahwa dalam menjambut dan merajakan hari ulangtahun PKI ini, kita ber-sama" menjaksikan perkembangan situasi politik, baik nasional maupun internasional, jang sangat menguntungkan Rakjat revolusioner dalam usaha² revolusionernja. Betapa tidak! Tjobalah lihat! Kaum imperialis, terutama imperialis Amerika Serikat, dan semua kaum reaksioner lainnja sedang mengalami hu- djan pukulan dan kekalahan di-mana², sedangkan per- satuan dan perdjuangan Rakjat² revolusioner diseluruh dunia, terutama Rakjat² Asia, Afrika dan Amerika

Latin, semakin tumbuh kuat dan terus berkembang

madju dari satu kemenangan kekemenangan jang lain. Djuga musuh² Marxisme-Leninisme, terutama sekali

revisionisme modern, semakin tertelandjangi dan ter- pukul kesudut, sedangkan barisan kaum Marxis-Lenin- is sedjati diseluruh dunia semakin membadja dan

membesar.

Di Indonesia kita dapat melihat sendiri bahwa kaum

Komunisto-phobi makin terbuka kedoknja sebagai mu-

suh² Rakjat dan bahwa persatuan dan perdjuangan re-

volusioner Rakjat Indonesia melawan imperialisme kini

semakin ditempa lagi dalam melaksanakan Dwikora,

dalam mengganjang projek neo-kolonialis Malaysia",

dalam menggempur usaha² subversif dan intervensi kaum imperialis dan kontra-revolusioner disegala bi-

dang. Perdjuangan mengganjang peace corps" Ame-

rika Serikat makin meningkat, dan Rakjat Kediri telah

berhasil mengusir peace corps" jang terkutuk itu. Penelandjangan terhadap apa jang dinamakan ,,ban-

tuan" imperialis AS, pemboikotan terhadap film² AS, pengambilalihan perusahaan² Inggeris telah mendjadi kenjataan dinegeri kita. Kemadjuan² telah tertjapai

dalam menggulung segala tipu muslihat kaum reaksio-

ner dalamnegeri jang achir² ini suka ber-teriak² ten- tang Pantjasila dan Manipol seperti Soksi, Manikebuis, dsb., dalam mengadjukan konsepsi² ekonomi jang pro- gresif, dalam membasmi koruptor2 dan setan² desa. Gagasan Nasakom semakin membulatkan persatuan

dan tekad Rakjat untuk pembentukan kabinet Gotong

Rojong jang berporoskan Nasakom. Pendek kata, situasi politik sedang menempuh djalan Manipol, keadaan makin revolusioner!

Dengan mengemukakan penilaian perkembangan situasi politik jang baik itu bukanlah maksud saja se-

mata² untuk menambah meriahnja suasana perajaan

hari ulangtahun PKI, melainkan untuk mentjapai mak-

sud² sbb. :

Pertama: Untuk membantah desas-desus jang di- sebar²kan oleh kaum imperialis dan kakitangan²nja

didalamnegeri jang antara lain mengatakan se-akan² situasi Indonesia, terutama dibidang ekonomi dan ke- uangan, kian hari kian memburuk karena Indonesia

mendjalankan politik konfrontasi mengganjang Ma-

laysia". Dan, kata mereka, djika politik konfrontasi diteruskan maka ini akan mengakibatkan kehantjuran bagi Republik Indonesia. Memang, situasi Indonesia sungguh makin memburuk. Tetapi bagi siapa? Jang terang jalah bagi kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri, dan bukan bagi RI dan Rakjat Indonesia jang revolusioner! Keadaan ekonomi Indonesia kini memang tidak baik. tetapi ini bukan disebabkan oleh konfrontasi melawan imperialis, melainkan djustru karena belum tjukup he- bat mengganjang imperialisme. Oleh karena itulah Rakjat Indonesia terus melantjarkan perdjuangan politik revolusioner jang makin hari makin meningkat. Politik adalah pernjataan terpusat daripada ekonomi, demikan pendirian kaum Marxis. Oleh karena itu situasi politik jang baik bagi Rakjat Indonesia sekarang ini djustru adalah pernjataan pembelaan terhadap ke- pentingan ekonomi Rakjat Indonesia. Adanja situasi politik jang baik sekarang ini adalah pertanda adanja harapan dan terbukanja kemungkinan akan perubahan dan perbaikan dibidang ekonomi. Alangkah tjelakanja djika situasi politik negeri kita sama tidak baiknja dengan situasi ekonominja. Djika demikan keadaannja. akan berarti bahwa Rakjat tidak mempunjai sendjata jang mutlak diperlukan, jaitu situasi politik jang revolusioner, sebagai sjarat utama untuk memperbaiki keadaan ekonomi negerinja. Pendeknja, makin revolusioner situasi politik, makin terbuka kemungkinan untuk

memperbaiki keadaan ekonomi. Oleh karena itulah,

sesuai dengan Dwikora, penanggulangan kesulitan ekonomi hanja benar djika dilakukan dalam rangka memperhebat ketahanan nasional dalam melawan imperialisme, dan tidak diluar rangka itu, Bagi mereka jang sungguh² revolusioner, pemetjahan masalah ekonomi bukan terletak dibidang ekonomi, tetapi dibidang politik, politik jang konsekwen anti-imperialisme dan anti-feodalisme seșuai dengan Manipol dan Dekon. Kedua: Supaja kita semua lebih mempertadjam lagi kewaspadaan politik, supaja djangan lengah sedetik- pun, djangan merasa sombong atau puas-diri dalam menghadapi situasi politik jang baik ini. Sebab, kaum kontra-revolusioner jang dirugikan oleh perkembangan

situasi ini akan lebih giat lagi mengintjer kelemahan² atau kealpaan² kita, dan setjara matagelap melakukan serangan mendadak kepada kekuatan revolusioner ke- seluruhannja, walaupun mungkin sekali dengan dalih menjerang Komunis". Kita harus senantiasa siap menghadapi segala kemungkinan itu, dan untuk inilah kita harus senantiasa mempertadjam kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita. Oleh karena itu, sesuai dengan Dwikora, ketahanan nasional harus terus kita perhe- bat, dan diatas se-gala²nja persatuan nasional revolusioner berporoskan Nasakom harus terus-menerus kita perkuat. Ketiga: Supaja kita kaum revolusioner Indonesia lebih baik dan lebih tjermat lagi mengikuti, memperhatikan dan menilai perkembangan situasi. Mengapa? Sebabnja jalah bahwa dalam tahun² achir ini perkembangan situasi tjepat sekali, dan selandjutnja mungkia akan lebih tjepat lagi. Djika kita tidak mengikutinja setjara seksama, kita akan ketinggalan zaman, dan djika demikian berarti kita bukan orang revolusioner lagi. Lenin sering mengatakan bahwa kaum revolusioner harus selalu mempunjai pandangan kedepan, harus selalu dapat melihat perkembangan keadaan jang menda- tang. Sudah barang tentu, ini tak berarti bahwa kita harus mendjadi dukun atau tukang-nudjum jang bisa meramalkan" nasib seseorang. Jang dimaksudkan jalah supaja kita dapat meramalkan perkembangan keadaan setjara ilmiah. Ini berarti bahwa kita harus selalu berusaha keras untuk mengintegrasikan dunia subjektif kita dengan perkembangan dunia objektif disekitar kita. agar tindakan² kita dapat selalu sesuai dengan hukum² perkembangan keadaan disekitar kita. Untuk ini kaum Komunis Indonesia harus senantiasa memperhatikan dan menganalisa perkembangan situasi dalamnegeri dan situasi luarnegeri dengan sendjata teori Marxisme-Leninisme. Ini adalah bentuk peng-Indone- siaan Marxisme-Leninisme, bentuk pengintegrasian kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. Arah perkembangan situasi selandjutnja banjak tergantung pada usaha² kaum Kounis Indonesia dalam hal ini. Berhubung dengan itu, maka pidato saja untuk me- njambut hari ulangtahun PKI kali ini akan dititikberat-

kan pada perdjuangan PKI dalam meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme. Dengan mengemukakan soal ini saja mengharap agar kaum Komunis Indonesia berusaha lebih keras dan lebih baik lagi dalam mengintegrasikan prinsip² umum atau kebenaran² umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit Revolusi Indonesia. Kita adalah kaum Marxis kreatif, oleh karena itu kita harus mentrapkan Marxisme-Leninisme di Indonesia dengan gaja Indonesia dan sesuai dengan kondisi² Indonesia. Ini djuga berarti bahwa kita anggota² PKI harus berusaha keras untuk mendjadi Komunis jang baik dan lebih baik. II SEDJARAH PKI ADALAH PROSES PENGINTEGRASIAN MARXISME DENGAN REVOLUSI INDONESIA

Sebagaimana kita semua telah mengetahui, klas buruh Indonesia dilahirkan pada achir abad ke-19 oleh imperialisme atau kapitalisme monopoli. Sedjak lahir- nia, ia telah mengemban suatu tugas sedjarah, jaitu, sebagaimana telah dikemukakan oleh Marx dan Engels dalam .Manifes Partai Komunis", mendjadi ,penggali² liangkubur" kapitalisme itu sendiri. Akan tetapi, tidaklah sedjak semula tuqas sedjarah- nja disedari oleh klas buruh Indonesia. Kesedaran itu baru ada pada klas buruh Indonesia ketika wakil²nja jang madju sudah menjedari bahwa dirinja berada dalam satu kesatuan klas buruh. apabila perdjuangan kaum buruh Indonesia sudah tidak lagi ditudjukan kepada kaum kapitalis sebagai perseorangan, apabila per- diuanan kaum buruh Indonesia tidak lagi terbatas ha- nja dibidang ekonomi sadja, melainkan sudah meluas kebidang politik, dengan tudjuan untuk menggulingkan kekuasaan politik kaum kapitalis dan mendirikan kekuasaan politik jang mampu mewudjudkan penghapusan hakmilik perseorangan atas alat² produksi dan meng- gantinja dengan hakmilik sosial, untuk mewudjudkaa masjarakat sosialis jang bebas dari segala bentuk peng-

hisapan dan penindasan atas manusia oleh manusia, bebas dari kemiskinan dan ketakutan. Pendeknja, apa- bila gerakan kaum buruh itu sudah dipadu dengan Marxisme-Leninisme barulah klas buruh itu menjedari dan melaksanakan tugas sedjarahnja, barulah klas buruh itu berubah dari klas jang spontan" mendjadi klas jang sedar-diri", barulah perdjuangan klas buruh itu mendjadi perdjuangan klas jang sesungguhnja. Dan untuk itu, sjarat mutlak baginja jalah adanja partai politik klas buruh sebagai alat perdjuangan untuk mentja- pai tjita²nja. Pada bulan Mei 1914, tepat pada setengah abad jang lalu, di Kota Pahlawan ini, telah dibentuk sebuah organisasi politik klas buruh Indonesia jang bernama Per- himpunan Sosial Demokrasi Hindia (PSDH) atau In- dische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV).

PSDH adalah organisasi kaum Marxis dengan tudjuan

untuk menjebarkan Marxisme dikalangan kaum buruh dan Rakjat Indonesia pada umumnja dan untuk mem- perdjuangkan pembebasan nasional Indonesia. Dengan demikian, klas buruh Indonesia telah mulai berkembang dari klas jang spontan" mendjadi klas jang sedar-diri", dan mulai melaksanakan tugas sedjarahnja untuk menggulingkan imperialisme dan mewudjudkan sosialisme di Indonesia. Dengan demikian mulailah djuga proses pengintegrasian Marxisme dengan Revolusi Indonesia. Selandjutnja, salvo Revolusi Sosialis Oktober Besar 1917 makin memperkokoh kejakinan klas buruh Indonesia akan kebenaran Marxisme, akan pastinja keme- nangan Sosialisme. Kaum buruh Indonesia mendjadi sedar akan mutlak perlunja Partai klas buruh tipe baru, tipe Lenin. Maka sedjak itu terdjadilah perdjuangan jang sengit didalam PSDH melawan anasir² Internasionale ke-II seperti Stokvis, Hartogh, dkk. Stokvis dkk. tak lama kemudian keluar dari PSDH dan membentuk organisasi sendiri jang mendjadi tjabang Partai Sosial-Demokrat Belanda jang reformis dan revisionis. Pembentukan Internasionale ke-III dalam tahun 1919 dan seruan Lenin agar setiap Partai klas buruh mema- kai nama Partai Komunis, disambut baik oleh PSDH. Dalam Kongres ke-VII-nja jang dilangsungkan di Se-

marang dalam bulan Mei 1920, PSDH tjabang Sema- rang telah mengusulkan penggantian nama PSDH dengan Partai Komunis. Usul ini ditentang keras oleh anasir² revisionis Internasionale ke-II jang masih ada didalam PSDH. Setelah terdjadi perdjuangan jang sengit achirnja Kongres menjetudjui usul tersebut. Dengan demikian, tepat pada tgl. 23 Mei 1920 lahirlah Partai klas buruh Índonesia tipe Lenin, Partai Komunis Indonesia. Pada tahun berikutnja PKI menggabungkan diri kepada Internasionale ke-III, ikut memperkuat Gerakan Komunis Internasional jang Marxis-Leninis. Dari kenjataan² sedjarah seperti tersebut diatas, nampak dengan djelas bahwa kaum Komunis Indonesia sudah sedjak semula bertekad untuk mendjadi kaum Marxis-Leninis jang revolusioner, sudah sedjak semula melakukan perdjuangan melawan revisionisme Internasionale ke-II dan dengan gigih membela kemurnian Marxisme-Leninisme. Ini berarti bahwa sedjak dilahir-

kannja PKI sudah berdjuang untuk pengintegrasian Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit Revolusi

Indonesia dan untuk internasionalisme_proletar. Kini PKI sudah berusia 44 tahun. Proses sedjarah

PKI merupakan proses pengintegrasian kebenaran

umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit

revolusi Indonesia. Proses ini adalah pandjang, telah

menempuh djalan jang ber-liku² jang penuh onak dan

duri, telah dimahkotai oleh sukses² dan digembleng

oleh kegagalan², telah memakan banjak korban, se- dangkan dihadapannja masih terbentang djalan pandjang pengintegrasian jang masih harus dilaluinja.

Seluruh proses sedjarah PKI pada pokoknja dapat

dibagi dalam dua tingkat, jaitu tingkat pertama, jalah

masa kanak² jang dimulai sedjak lahirnja sampai pada awal tahun 1951; dan tingkat kedua jalah masa dewa-

sa jang dimulai dari tahun 1951 dan jang berlangsung

terus. Sebagai tonggak sedjarah jang memisahkan ke-

dua tingkatan itu adalah pembentukan Politbiro baru dari CC Kongres Nasional ke-IV jang bertekad bulat untuk melaksanakan Marxisme-Leninisme setjara kon-

sekwen dan kreatif dan penjusunan serta pengsahan

Konstitusi baru Partai oleh CC jang kemudian diteri-

ma dan disempurnakan dalam Kongres Nasional ke-V

PKI tahun 1954.

II

MASA KANAK² PKI

Tjiri utama masa kanak² PKI jalah, bahwa taraf teorinja masih rendah. Para kader dan anggota Partai masih belum menguasai dasar? teori Marxisme-Lenin- isme jang diperlukan. Dan ini telah mengakibatkan tidak adanja garis politik dan garis organisasi jang tepat dan djelas sehingga mengakibatkan banjak kesalahan². misalnia, dalam memimpin pemberontakan bersendjata 1926-1927 telah digunakan sembojan ,,anti semua kapi- talisme", sosialisme sekarang djuga", sovjet Indone- sia", ,diktatur proletariat", dsb. Misal jang lain, Pe- merintah Amir Sjarifuddin telah menjerahkan kekua- saannja dalam tahun 1948 setjara sukarela. Misal jang

lain lagi, pada masa itu PKI tidak mempunjai program

agraria jang tepat, Akan tetapi, setjara menjeluruh, jang terpenting sebagai akibat dari rendahnja taraf teori Partai pada masa itu, jalah tidak adanja kesatuan dan persatuan didalam Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi sehingga mudah terkena penjakit faksionalisme, bapakisme, serta djuga mudah termakan oleh intrik² adudomba dari musuh. Walaupun Partai pada masa itu rendah taraf teorinja, tetapi Partai telah memiliki tradisi revolusioner dari klas buruh dan Rakjat pekerdja kita. Para kader dan anggota Partai umumnja gagahberani dan memiliki semangat dan watak revolusioner jang sangat tinggi dan kuat. Semangat dan watak kader2 dan anggota2 PKI ketika itu antara lain dinjatakan sbb.:

1). Melawan imperialisme dengan konsekwen, se-

hingga dengan demikian telah memperlihatkan patriotisme jang tinggi.

2). Menjokong perdjuangan Rakjat² tertindas tanpa ragu², sehingga dengan demikian telah memper~ lihatkan internasionalisme proletar jang tinggi.
3). Setia membela kepentingan Rakjat pekerdja, sehingga dengan demikian berhubungan erat dengan massa Rakjat pekerdja. Pantang mundur dan tidak kenal menjerah da-
4). lam menghadapi musuh, rela berkorban, sehing-

ga dengan demikian telah memperlihatkan ke-

beranian dan heroisme revolusioner jang tinggi.

5). Tak kenal putus-asa dalam menghadapi situasi betapapun sulitnja, sehingga dengan demikian telah memperlihatkan keuletan jang luarbiasa.
6). Sederhana dan selalu siap membantu kawan jang kesusahan, sehingga dengan demikian telah memperlihatkan kesetiakawanan jang besar. Semangat dan watak revolusioner jang luhur seperti
tersebut diatas telah mendjadi tjiri utama PKI, sehingga mereka jang tidak memilikinja djanggal berada dalam barisan PKI apalagi dalam pimpinan PKI. Semangat dan watak revolusioner itu telah membikin haru nama Partai dan selalu hidup didalam hati Rakjat pekerdja. Kelemahan atau kekurangan PKI dibidang teori banjak tertutup oleh semangat dan watak jang mulia ini. Pengalaman Partai selama masa kanak²nja kaja sekali. Berbagai matjam bentuk perdjuangan telah diala- mi, baik legal maupun ilegal, baik bersendjata maupun tak-bersendjata. Berbagai matjam musuh telah dihada- pinja pula, baik imperialisme Belanda, fasisme Djepang, maupun kaum reaksioner dalamnegeri. Peladjaran² jang dapat ditarik dari pengalaman² PKI selama masa itu sudah tentu banjak sekali. Bagian² jang terpenting daripadanja sudah kita gali dan kita simpulkan, tetapi masih banjak lagi jang harus kita ker- djakan dalam hal ini. Peladjaran² terpenting jang telah kita simpulkan itu antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama: Pengalaman selama masa ini membikin ki-

ta memahami lebih mendalam dan meresap tentang apa

jəng sering dikemukakan oleh Lenin, bahwa tanpa teo-

ri revolusioner tak mungkin ada partai revolusioner,

tak mungkin ada aksi atau gerakan revolusioner. Kita telah mengetahui, bahwa teori adalah kesimpulan² jang

diambil dari pengalaman praktek, dan bahwa disam- ping itu, teori djuga memainkan peranan aktif terhadap

praktek selandjutnja, jaitu memimpin praktek. Tugas

kaum Komunis jalah memimpin praktek revolusioner klas buruh dan Rakjat pekerdja untuk mengubah dunia.

Tanpa memiliki teori revolusioner, tak mungkin dapat memimpin praktek revolusioner massa Rakjat pekerdja

itu, tak mungkin dapat memainkan peranan sebagai pe-

mimpin.

Rendahnja taraf teori Partai pada masa itu adalah wadjar. Sungguhpun PSDH sudah pernah 'melakukan kegiatan menjebarkan Marxisme dengan misalnja penerbitan suratkabar² dan madjalah², dan kemudian usa- ha² itu djuga diteruskan oleh PKI selama belum dinja- takan ilegal oleh pemerintah kolonial Belanda, akan tetapi semuanja ini dilakukan tidak setjara sistimatis dan djuga kurang efektif. Ini disebabkan karena pada ketika itu massa anggota dan sebagian kader² Partai butahuruf. Selain daripada itu djuga karena penghasil- an kaum buruh dan massa pekerdja páda umumnjá sangat rendah, sehingga tidak mungkin berlangganan suratkabar atau madjalah. Oleh karenanja pengaruh penerbitan² itu sangat terbatas. Penerbitan² berbahasa Belanda ketika itu, misalnja Het Vrije Woord" ber- edar djuga dikalangan pegawai negeri dan kaum intelektuil, dan ini merupakan salahsatu sebab mengapa para pegawai negeri dan intelektuil Indonesia banjak jang ambilbagian dalam gerakan revolusioner, disamping karena mereka sering mengalami perlakuan dis- kriminasi dan penghinaan dari pemerintah kolonial Belanda. Hal lain jang menjebabkan sangat terbatasnja pengaruh dari bahan² batjaan pada waktu itu jalah karena literatur klasik Marxisme-Leninisme, disamping djumlahnja sangat sedikit karena terlarang, semuanja dalam bahasa asing, sehingga hanja beberapa gelintir kawan sadja jang dapat membatjanja. Berhubung tidak meratanja dan sangat kurangnja pengetahuan teori Marxisme-Leninisme, dengan sendi- rinja adalah sulit untuk dapat melaksanakan dengan baik prinsip organisasi Leninis, seperti sentralisme-de- mokratis, kritik dan selfkritik, dsb. Sering terdjadi dalam perdebatan² atau diskusi, bahwa kawan² jang lebih mempunjai pengetahuan teori sering menggunakan ke- dok Marx" dan ,,Lenin" untuk me-nakut²i atau me- nundukkan kawan² lainnja jang kurang atau tiada pengetahuan teori (sebagaimana halnja kaum revisionis modern sekarang sering djuga menggunakan utjapan² atau dalil² Lenin untuk membenarkan pandangan revi- sionisnja dihadapan orang² Komunis jang dianggapnja masih ,idjo"). Dengan demikian bagi kawan² jang sudah memiliki sekedar pengetahuan teori itu tidak bisa meningkatkannja lebih landjut, bahkan diantaranja ada

jang dengan tidak sengadja mengadjarkan pandangan² anti Marxisme-Leninisme kepada kawan² lainnja. Dji- ka mereka mengadjarkan filsafat materialisme, misalnja, sering jang mereka adjarkan bukannja materialisme dialektika dan histori (MDH), melainkan materialisme vulgar. Sampai sekarang akibat peladjaran jang keliru ini masih terasa dalam gerakan revolusioner kita. Sekarang ini masih sering terdjadi orang menjerang materialisme" dengan maksud menjerang PKI dan Marxisme-Leninisme, tetapi jang mereka serang sebenarnja jalah materialisme vulgar jang tidak ada miripnja de- gan PKI dan dengan Marxisme-Leninisme. Baru pada achir masa kanak² ini, dalam gedjolaknja Revolusi Agustus selama tahun² 1945-1948, Partai mengusahakan pendidikn teori dengan mengadakan kursus² dan sekolah² Partai, misalnja dengan mengadakan Marx House". Pada ketika itupun sudah agak banjak buku² klasik Marxisme-Leninisme jang dibawa oleh kawan² dari luarnegeri, terutama dari Nederland dan Australia. Akan tetapi tjara beladjarnja tidak tepat, tidak atau kurang sekali dihubungkan dengan masalah² kongkrit revolusi Indonesia. Beladjar Marxisme-Leninisme ketika itu boleh dikatakan tanpa tudjuan, tanpa sasaran. Siswa diadjar menghafalkan dalil² tetapi tidak dididik untuk memahami djiwa atau semangat Marxisme-Leninisme serta pengabdiannja kepada revolusi Indonesia. Bahkan sekarang masih ada kawan2, jang oleh karena salah asuhan di-waktu² dulu, berpandangan salah terhadap teori. Misalnja, ada anggapan bahwa teori Marxisme-Leninisme itu adalah ilmu jang begitu tinggi sehingga tidak dapat dimengerti oleh orang biasa, dan oleh karena itu hanja untuk kawan² pimpinan sadja, sedangkan bagi anggota biasa dan para kader bawahan dianggap sudah tjukup menerima instruksi² sadja dan melaksanakannja. Padahal, Marx mentjipta- kan teorinja bukanlah untuk dimiliki oleh beberapa gelintir pemimpin atau orang² istimewa, melainkan untuk massa Rakjat pekerdja, dan adjaran²njapun didasarkan atas pengalaman² praktek Rakjat pekerdja sepandjang sedjarah manusia. Oleh karena itulah, mereka jang ingin ,memonopoli" pengetahuan teori Marxisme-Leninisme, baik dengan tudjuan untuk mempertahankan kedudukannja maupun karena beranggapan bahwa ba-

wahannja· atau massa anggota umumnja' tidak akan mampu memahaminja, bukanlah Marxis jang baik. Kaum Marxis berdjuang untuk membebaskan Rakjat pekerdja tidak hanja dari perbudakan djasmaniah, tetapi djuga dari perbudakan rochaniah. Kaum Marxis tidak mungkin bertindak sendiri selaku pendekar untuk membebaskan massa Rakjat pekerdja tanpa mengem- bangkan kesedaran dan ketjerdasan massa, tanpa mem- bangkitkan aksi² massa. Hanja dengan memadukan Marxisme-Leninisme dengan massa, Rakjat pekerdja dapat membebaskan dirinja, baik dari perbudakan djasmaniah maupun rochaniah. Marxisme-Leninisme baru bisa mendjadi kekuatan materiil jang takterkalah- kan apabila sudah dimiliki oleh massa Rakjat pekerdja. Djadi, soalnja bukanlah Marxisme-Leninisme itu sulit difahami oleh massa Rakjat pekerdja, melainkan terle- tak pada tjara mendjelaskan Marxisme-Leninisme ke- pada massa Rakjat pekerdja. Marxisme-Leninisme adalah penjimpulan dari praktek kongkrit perdjuangan klas sepandjang sedjarah. terutama perdjuangan klas proletar dalam masjarakat kapitalis, karenanja bersifat umum dan abstrak. Oleh karena itu, dalam mendjelaskan teori Marxisme-Leninisme jang bersifat umum dan abstrak harus ·ditempuh tjara deduktif, jaitu dikembalikan dengan mengemukakan pengalaman² jang kongkrit, terutama sekali pengalaman² kongkrit jang dihadapi oleh massa Rakjat karena mereka adalah pekerdja² djasmaniah, dan umumnja tingkat kebudajaannja belum tinggi sehingga daja- bajangnja kurang. Hanja dengan demikian, Marxisme~ Leninisme itu bisa dengan mudah diterima dan difahami oleh Rakjat. Djika Marxisme-Leninisme diadjarkan setjara abstrak, maka akan sulitlah difahami oleh Rakjat pekerdja. Dan biasanja orang jang mendjelaskan Marxisme setjara abstrak, sebenarnja ‘ia sendiri belum mengerti betul² Marxisme. Sebagai ilustrasi, baiklah disini saja kemukakan suatu pengalaman. Pernah ada seorang kawan guru filsafat Marxis disuatu sekolah Partai. Dalam menerang- kan tentang apa itu kontradiksi pokok ia mengambil tjontoh² jang abstrak jang hanja ada dalam dunia fi- kiran atau tjontoh² dari ilmu alam jang belum pernah dipeladjari oleh para siswa jang umumnja terdíri dari

kader² jang berasal dari kaum tani. Sudah tentu sadja, tjontoh² sematjam itu tidak membikin djelas persoalan. Siswa2nja tidak mendjadi makin mengerti. Tetapi, pada kesempatan jang lain, setelah guru itu lebih banjak pengalamannja, dalam mengadjarkan filsafat, berbeda sudah tjara menerangkannja. Ia mengemukakan kehi- dupan desa sebagai tjontoh. Didjelaskannja bahwa didesa terdapat banjak kontradiksi, seperti kontradiksi antara tuantanah dengan tani penggarap, antara lin- tahdarat dengan kaum tani, antara penguasa djahat dengan kaum tani, antara tanimiskin dengan tanikaja, antara tanisedang dengan tanikaja, antara tuantanah
jang satu dengan tuantanah jang lain..... dsb. Dian-
tara kontradiksi² sedemikian banjaknja itu, kontradiksi antara tuantanah dengan kaum tani penggarap merupakan persoalan jang paling hangat didesa, karena ia merupakan sebab pokok daripada kemiskinan kaum tani. Dari sebab itu, kontradiksi ini adalah kontradiksi pokok dalam masalah agraria pada dewasa ini. Selama kontradiksi ini belum terpetjahkan, dan ini hanja mungkin dengan landreform jang radikal, selama itu kontradiksi² lain tidak akan atau sulit terpetjahkan. Tapi, djika masalah ini terpetjahkan, maka banjak kontradiksi lain. didesa akan ikut terpetjahkan atau mudah terpetjahkan. Dengan pendjelasan demikian ini, para siswa jang banjak terdiri dari kader tani itu mudah meneri- manja. Dari tjontoh tersebut diatas, penting sekali bagi setiap guru sekolah Partai senantiasa mengintegrasikan dirinja dengan praktek perdjuangan revolusioner Rakjat, mengintegrasikan dirinja dengan massa Rakjat, karena disitulah sumber pengetahuan. Maka perlu sekali setiap guru sekolah Partai turun kebawah untuk suatu waktu tertentu. Teori jang abstrak dan jang diperoleh dari buku² sadja, artinja melalui praktek tidak langsung, tidak bisa mendalam dan meresap; ia harus di- perkuat dan diperkaja dengan pengalaman prakteknja sendiri. Disinilah arti penting praktek langsung dan pengetahuan sensasionil dalam proses perkembangan pengetahuan. Inilah pula arti penting daripada gerakan turun kebawah dan gerakan 3 sama" dalam mengintegrasikan diri dengan praktek perdjuangan massa Rakjat, mengintegrasikan pimpinan dengan massa.

Kedua: Pengalaman selama masa ini djuga menga- djarkan kepada kita betapa pentingnja pendirian klas atau watak klas bagi seseorang Komunis dan kaum revolusioner pada umumnja. Sebagaimana telah dike- mukakan diatas, Partai Komunis Indonesia dalam masa kanak²nja telah memperlihatkan semangat dan watak² jang revolusioner, sehingga mendjadi tjiri² tipikal bagi- nja. Semuanja itu sebenarnja adalah perwudjudan dari pendirian klas atau watak klasnja jang kuat. Ini djus- tru adalah tjiri² moral Komunis jang luhur. Walaupun pada masa kanak²nja pengetahuan teori PKI tak sebe- rapa, tetapi oleh karena anggota² PKI pada umumnja berasal dari kalangan Rakjat pekerdja jang papa-seng- sara akibat penindasan dan penghisapan jang kedjam dari imperialisme, PKI memiliki watak dan semangat jang memang seharusnja dimilikinja. Kehidupannja jang tertindas dan terhina itu telah menempa watak klas jang kuat padanja. Adanja watak klas jang kuat itulah jang membikin semangat djuang kaum Komunis Indonesia tak kundjung padam. Dan dari praktek perdjuangan jang makin banjak itu lambatlaun tumbuhlah ketjerdasannja dan pengetahuannja tentang teori sehingga mampu menjimpulkan pengalaman²nja sendiri setjara tepat. Dengan adanja pendirian klas dan moral Komunis jang kuat itu tak gampang ia dihinggapi penjakit revisionisme, kapitulasiisme dan oportunisme kanan umumnja. Bisa sadja orang2 Komunis Indonesia membikin kesalahan² jang bersifat kiri" sebagai akibat tiada atau kurang memiliki pengetahuan teori, tetapi asal sanggup mengoreksi kesalahan² -itu masih djauh lebih baik djika dibandingkan dengan orang² Komunis jang mempunjai pengetahuan teori tjukup banjak, tetapi le- mah pendirian klasnja karena memisahkan diri dari kehidupan massa kaum buruh dan Rakjat pekerdja umumnja, memisahkan dirinja dari gerakan revolusioner massa Rakjat pekerdja. Orang² sematjam ini adalah tjalon² atau bibit2 revisionisme jang dapat merusak Partai dari dalam sebagai sukarelawan² kaum imperia- lis. Peladjaran ini makin penting artinja bagi kita sekarang, dalam perkembangan keadaan jang relatif damai, dimana sudah ada kawan² jang mempunjai kedudukan resmi dan kedudukan di-dewan² perwakilan, ke-

hidupannja sudah berbeda dengan Rakjat pekerdja.

mereka sudah mendapat fasilitet jang sama dengan jang didapat oleh orang² burdjuis. Semuanja ini meru-

pakan sjarat² atau lobang² jang mudah kemasukan angin oportunisme kanan terutama revisionisme. Oleh karenanja, mahapentinglah arti kontrol massa dan kontrol Partai terhadap kawan² jang demikian itu. Kontrol massa harus dibangkitkan, kontrol Partai harus terus-menerus dipertadjam.

Olehkarenanja sangatlah penting tugas pekerdjaª kebudajaan Komunis, terutama sekali para sastrawan

kita, untuk menggali dari pengalaman sedjarah Partai

kisah² pahlawan² partai jang mendemonstrasikan moral Komunis jang tinggi, dalam mengamalkan djiwa

raganja kepada Partai dan Rakjat. Tjerita² ini akan selalu mengingatkan pada kita semua bahwa adanja keadaan Partai sekarang ini adanja kawan² kita sekarang bisa hidup dalam keadaan jang lebih baik, terhor- mat dan bermartabat adalah berkat pengorbanan dan perdjuangan jang susah-pajah dari be-ribu² kawan jang sudah mendahului kita dan berkat Rakjat pekerdja jang memberi kepertjajaan kepada kita. Tjeritera² ini dapat selalu memberikan inspirasi revolusioner kepada kita. Pendek kata, tjiri² moral Komunis jang telah di- perlihatkan oleh kawan² kita dalam masa kanak² Partai kita harus kita warisi dan kembangkan terus-menerus sebagai tradisi Partai kita. Disamping itu, sangat penting sekali artinja, terutama dalam keadaan relatif damai ini, bagi semua kader

PKI untuk melaksanakan gerakan turun kebawah dan

melakukan pekerdjaan riset seperti jang sudah kita la- kukan, untuk mengintegrasikan diri kita dengan prak-

tek perdjuangan massa dengan kehidupan massa Rakjat. Hanja dengan selalu mengintegrasikan diri dengan

praktek revolusioner dengan massa Rakjat revolusio-

ner, akan dapatlah kita memperkokoh watak klas kita, memperteguh moral Komunis kita. IV MASA DEWASA PKI Sebagai tjiri utama daripada masa dewasa PKI jalah bahwa segala pekerdjaan dan aktivitet Partai dilaku-

kan setjara teratur dan sistimatis, disamping kelintjah- an dan ketangkasannja dalam menghadapi perkem- bangan situasi politik jang ada kalanja ber-ubah². dengan tjepat. Ini, per-tama² karena adanja pimpinan ko- lektif Partai jang kompak dan bidjaksana serta adanja garis politik jang tepat semendjak tahun 1951, jang kemudian diperkuat dan disempurnakan dalam bentuk Konstitusi dan Program Partai oleh beberapa kali si- dang CC dan oleh Kongres Nasional ke-V Partai pada tahun 1954. Selama masa ini Partai mentjurahkan segala perha- tian dan tenaganja pada dua tugas pokok, jaitu pembangunan Partai jang Marxis-Leninis dan penggalangan front persatuan nasional revolusioner anti-imperial- isme dan anti-feodalisme. Mengenai pembangunan Partai, per-tama² diambil langkah² jang tegas untuk menempatkan kembali PKI sebagai satu²nja Partai klas buruh jang Marxis-Leninis guna mengachiri keruwetan organisasi jang mengabur- kan massa kaum buruh dan Rakjat pekerdja pada umumnja akan peranan PKI sebagai pemimpinnja. Selandjutnja dilakukan pembangunan kembali dan perluasan organisasi dan keanggotaan Partai diseluruh ne- geri setjara berentjana. Mula² rentjana² pembangunan Partai itu bersifat djangka pendek dengan djumlah mataplan jang sangat terbatas, misalnja plan 3 atau 6 bulan. Kemudian dengan berdasarkan pengalaman² itu disusunlah Plan 3 Tahun Pertama dengan djumlah mataplan jang banjak dan bersifat menjeluruh jang di- titikberatkan pada bidang organisasi, pada perluasan organisasi dan keanggotaan. Selandjutnja disusul dengan Plan 3 Tahun Kedua dengan penekanan pada pembangunan ideologi untuk mengkonsolidasi hasil² jang sudah ditjapai selama Plan 3 Tahun Pertama dan mengembangkannja lebih landjut. Setelah melalui dua kali Plan 3 Tahun tsb., maka organisasi dan anggota Partai pada pokoknja telah tersebar diseluruh tanahair kita dan sudah terkonsolidasi dibidang ideologi, politik dan organisasi. Kini kita telah memasuki Plan 4 Tahun Pembangunan Partai jang meliputi bidang² kebudajaan. ideologi dan organisasi. Pekerdjaan pendidikan Partai selama masa ini memainkan peranan jang penting sekali dalam pemba-

ngunan ideologi. Dengan dilakukannja pekerdjaan pendidikan Partai setjara intensif dan sistimatis, tidak sadja kita sudah dapat mempertinggi taraf teori partai. memperkuat watak Partai, tetapi, terutama sekali, dapat membulatkan Partai sehingga bersatu dalam fikir- an, dalam hati dan dalam tindakan. Mengenai penggalangan front persatuan nasional. Partai per-tama² memperkuat front persatuan buruh, sementara itu djuga mengintensifkan pekerdjaannja di- kalangan kaum tani untuk memperkokoh persekutuan buruh dan tani, serta mengkonsolidasi pimpinan kias buruh dalam persekutuan ini. Disamping itu Partai ber-usaha keras untuk mengadakan persatuan dengan burdjuasi nasional. Dalam hubungan dengan ini PKI telah melakukan perdjuangan melawan dua ketjenderungan, jaitu: ketjenderungan kanan jang memberi arti ber-lebih²an kepada persatuan dengan burdjuasi nasional dan mengetjilkan arti persekutuan buruh dan tani di- bawah pimpinan klas buruh; dan ketjenderungan ,,kiri" jang meremehkan arti persatuan dengan burdjuasi nasional suatu bentuk dari penjakit sektarisme. Kini usaha² Partai telah mentjapai hasil² jang baik. Gagas- an² Bung Karno seperti Pantjasila, Nasakom dan me- ngikis Komunisto-phobi, telah memainkan peranan jang besar dalam menggalang persatuan nasional revolusioner, dan dengan demikian djuga membantu dalam pembangunan Partai. Peladjaran penting jang dapat kita tarik dari pengalaman selama masa dewasa PKI selama ini jalah be- tapa penting artinja peranan aktif kesedaran subjektif. Pengalaman sepandjang masa ini telah menundjukkan usaha Partai untuk mengembangkan sepenuhnja peranan aktif kesedaran subjektif, atau dengan perkataan lain, mengembangkan sepenuhnja peranan aktif subjek (Partai) untuk mengubah keadaan, mengubah masja- rakat, mengubah dunia, baik dunia objektif maupun dunia subjektif. Sebagaiamna kita semua telah mengetahui, perbeda- an hakiki antara tindakan kita manusia dengan mahluk alam lainnja jalah, manusia bertindak dengan kesedaran, sedangkan mahluk alam lainnja tanpa kesedaran. Kesedaran manusia ditentukan oleh keadaan dunia objektif disekitarnja; ia tidak hanja dapat mentjerminkan hu-

kum² perkembangan dunia objektif, tetapi djuga dapat memainkan peranan aktifnja mempengaruhi dunia objektif lewat tindakannja. Ini djustru merupakan tjiri chas daripada manusia. Tanpa mengembangkan sepenuhnja usaha² atau tindakan² subjektif jang sedar-diri atau jang berdasarkan fikiran jang tepat, berarti kita sudah mati sebelum mati, berarti kita sudah mati sebagai orang revolusioner, sebagai manusia, sebelum kita mati sebagai mahluk alam. Bekerdja menurut rentjana (plan) djustru merupakan suatu bentuk daripada pengembangan sepenuhnjā peranan aktif kesedaran subjektif itu. Ada sementara orang mengedjek kita, karena kita bekerdja berentjana baik dalam membangun organisasi Partai maupun dalam membangun ideologinja. Mereks mengatakan bahwa PKI sedang ngelamun, karena merentjanakan djadwal revolusi, katanja. Kalau PKI benar² merentjanakan suatu djadwal untuk menentukan waktu petjahnja revolusi, maka usaha itu benar² nensens, dan PKI benar² ngelamun. Perbuatan ini sama nonsensnja dengan perbuatan orang jang menjusun djadwal waktu untuk lahirnja masjaraka Komunis selagi ada imperialisme. Nonsens, karena tidak ada orang jang mengetahui kapan imperialisme akan lenjap samasekali dari permukaan bumi. Sekarang ini ada orang² djahil jang menjebarkaz dokumen" provokatif, jang mengatakan bahwa PK .akan merebut kekuasaan dalam tahun 1970". Mereks kira PKI sama gilanja seperti mereka jang tidak henti. nja membikin rentjana untuk merebut kekuasaan, untuk melakukan kudeta, termasuk melalui pembunuhan ter- hadap Bung Karno. Kapan petjahnja suatu revolusi tak dapat direntjanakan. Sudah banjak revolusi terdjadi didunia, tetapi tidak ada satupun jang terdjadi menurut djadwal waktu jang direntjanakan lebih dahulu. Berdasarkan pengalaman praktek revolusioner, kita memang dapat mengetahui sjarat² jang diperlukan bagi suatu revolusi. Adalah tugas Partai revolusioner untuk tidak hanja mengenal sjarat² revolusi itu, tetapi djuga harus mentjiptakan atau mempertjepat kematangan sjarat² jang diperlukan itu. Dalam hubungan dengan ini, kita mengenal teori Bung Karno tentang machtsvorming" das

"machtsaanwending", tentang pembentukan kekuatan dan penggunaan kekuatan. Bekerdja setjara berentjana untuk pembangunan Partai djustru adalah suatu usaha untuk mentjiptakan sjarat² jang penting bagi revolusi. Dan tjara kerdja sedemikian itu sepenuhnja mungkin dan dapat dilaku- kan, bahkan, menurut pengalaman kita selama ini, adalah merupakan tjara jang sangat efektif. Dengan ber- buat demikian sekaligus kita dapat mengembangkan daja kreatif massa anggota Partai, dapat melatih semua kader dan anggota Partai untuk bekerdja setjara sedar dan mengachiri tjara kerdja jang spontan. Ini diperlukan dalam rangka penjelesaian revolusi nasional-de- mokratis dan dalam rangka bekerdja untuk perspektif revolusi Indonesia, jaitu Sosialisme Indonesia.

V TEORI² PKI LAHIR DARI PRAKTEK² REVOLUSIONER Dari seluruh proses pengintegrasian kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia selama 44 tahun ini, dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa kuntji pengintegrasian adalah praktek. Sedjarah PKI telah menundjukkan bahwa da- am masa kanak²nja PKI tidak mempunjai pengetahuan teori Marxisme-Leninisme jang tjukup baik. Akan tetapi, oleh karena sedjak lahirnja ia selalu mengintegra- sikan dirinja dengan praktek gerakan revolusioner Rakjat Indonesia, maka dari pengalaman praktek itv timbullah kebutuhan akan teori untuk membimbing prakteknja lebih landjut. Dengan demikian mulailah kaum Komunis Indonesia beladjar teori Marxisme-Le- «inisme dengan sungguh² dan mulailah pula kaum Ko- aunis Indonesia menjimpulkan pengalaman² prakteknja setjara teori. Dengan teorinja itu PKI dapat lebih baik lagi mengenal keadaan masjarakat dan revolusi Indonesia sertą lebih baik lagi dalam meneruskan praktek revolusionernja. Melalui praktek ini pengertian PKI mendjadi lebih dalam tentang prinsip² Marxisme-Leninisme dan tentang masjarakat dan revolusi Indone-

sia. Dari proses ini lahirlah teori PKI tentang revolusi Indonesia. Dengan pengetahuan teori jang makin dalam dan kaja itu makin baik lagi praktek revolusioner- nja; dari pengalaman praktek jang makin baik ini, makin kaja dan mendalam lagi pengetahuan teorinja baik mengenai prinsip² umum Marxisme-Leninisme maupun mengenai pentrapannja pada masjarakat dan revolusi Indonesia. Demikianlah proses itu berlangsung setjara berulang terus-menerus, dan setiap kali pengulangan itu berada diatas dasar jang lebih tinggi. Dengan de- mikian proses pengintegrasian itu berlangsung kian ha- ri kian baik dan temponja kian tinggi pula. Pendeknja, proses pengintegrasian itu adalah djuga proses perkembangan pengetahuan dan perkembangan praktek sekaligus. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Kawan Mao Tje-tung, dengan praktek kita dapat mengubah dunia subjektif dan dunia objektif, atau dengan perkataan lain, seiring dengan perkembangan praktek, maka pengetahuan teori kita djuga berkembang madju, semen- tara itu keadaan dunia disekitar kita pun berkembang atau berubah lebih baik lagi berkat praktek itu. Demikianlah, sedjarah praktek revolusioner PKI se- lain telah mengubah keadaan masjarakat Indonesia, djuga telah mengubah PKI sendiri. Praktek tak lain tak bukan adalah perpaduan atau pengintegrasian antara dunia subjektif kita dengan dunia objektif sekitar kita. Oleh karenanja, kita semua (dunia subjektif) harus selalu mengintegrasikan diri dengan gerakan revolusioner Rakjat Indonesia atau revolusi Indonesia (dunia objektif), harus selalu me- ngembangkan pengetahuan teori kita dan praktek revolusioner kita. Dalam hubungan dengan ini penting artinja bagi kaum revolusioner untuk beladjar dan me- nguasai teori epistemologi Marxis, atau teori tentang praktek. VI TEORI² TENTANG REVOLUSI INDONESIA

Revolusi Indonesia pada tingkat sekarang pada ha- kekatnja adalah revolusi agraria, adalah revolusi un-

tuk membebaskan massa kaum tani jang merupakan bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia, Oleh karena itu, pengintegrasian haruslah per-tama² berarti pengintegrasian kaum Komunis dengan kaum tani dan revolusi tani. Riset tentang keadaan kaum tani dan gerakan tani jang sudah kita lakukan baru² ini merupakan suatu usaha, bahkan usaha jang terpen- ting, untuk melaksanakan pengintegrasian tsb. Dari uraian diatas djelaslah pula, bahwa dalam proses pengintegrasian kebenaran umum Marenisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia kita mendjadi tahu dan sedar, makin dalam dan kaja pengertian kita mengenai prinsip² Marxisme-Leninisme. makin mendalam dan makin djelas pula pengenalan kita mengenai keadaan masjarakat dan revolusi Indonesia. Ini berarti kita makin mengenal hukum² perkembangan masjarakat dan revolusi Indonesia, makin me- nguasai teori2 tentang perkembangan masjarakat dan revolusi Indonesia. Selama ini kaum Komunis Indonesia telah menemu- kan teori² revolusi Indonesia antara lain sebagai beri- kut :

1) bahwa untuk dapat memimpin perkembangan
revolusi Indonesia, PKI harus mendjalankan garis umum : meneruskan penggalangan front persatuan nasional revolusioner anti-imperialisme dan anti-feodalis- me dan meneruskan pembangunan Partai jang Marxis-Leninis untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agus- tus 1945 sampai ke-akar²nja; garis umum untuk penggalangan front persatuan jalah menggalang front persatuan nasional anti-imperialisme antara klas buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional, jang berbasiskan persekutuan buruh dan tani anti-feodalis- me dibawah pimpinan klas buruh; garis umum pembangunan Partai jalah membangun Partai diseluruh nege- ri jang mempunjai karakter massa jang luas, jang se- penuhnja terkonsolidasi dibidang ideologi, politik dan organisasi;

2) bahwa revolusi Indonesia disamping bersifat na-
sional-demokratis, djuga merupakan bagian daripada revolusi Rakjat² sedunia untuk kemerdekaan nasional, demokrasi, sosialisme dan perdamaian dunia; oleh ka-

renanja, untuk memenangkan revolusi Indonesia, di-

samping kita harus menggalang front persatuan nasional, djuga harus menggalang front persatuan interna- sional anti-imperialisme, harus memadukan patriotisme dengan internasionalisme proletar;

3) bahwa di Indonesia kini ada tiga kekuatan : ke-
kuatan progresif, kekuatan tengah dan kekuatan kepalabatu; dan untuk mengembangkan lebih landjut kekuatan revolusi Indonesia Partai harus berusaha keras terus mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mementijlkan lebih landjut kekuatan kepalabatu;

4) bahwa berdasarkan pengalaman selama revolusi
1945-1948, maka untuk dapat memenangkan revolusł Indonesia kita harus melakukan metode mengkombina-

sikan tiga bentuk perdjuangan, jaitu perdjuangan di-

kalangan kaum tani, kaum buruh di-kota dan mengin- tegrasikan alat² negara jang pokok dengan perdjuangan revolusioner Rakjat. Dengan teori² revolusi Indonesia itu, kita telah memperkaja dan memperdalam prinsip² umum Marxisme-Leninisme, djuga telah mengembangkan praktek revolusi Indonesia. Dari sini tampak djelas betapa penting- nja bagi kita untuk selalu dapat memadukan atau meng- integrasikan antara keumuman dengan kechususan, Int berarti bahwa kita harus senantiasa dapat dengan keumuman sebagai pedoman untuk mengenal kechususan, dan dari kechususan² sebagai dasar untuk menemukan keumumannja. Demikianlah, prinsip² Marxisme-Lenini- isme itu adalah keumuman hukum perkembangan masjarakat dan hukum revolusi, dan dengan ini sebagat pedoman kita dapat menemukan kechususan hukum* perkembangan masjarakat dan revolusi Indonesia jang kongkrit; dan dari kechususan hukum² revolusi Indonesia kita dapat memperkaja dan memperkuat keumuman hukum² perkembangan masjarakat dan revolusi pada umumnja. Demikian djuga tjara kita memberikan pimpinan kepada gerakan revolusioner dinegeri kita. Kita harus dapat menjimpulkan dari kechususan² keadaan dan pengalaman daerah² mendjadi program umum untuk seluruh nasion dan Rakjat, dan berdasarkan garis umum nasional itu Comite2 daerah harus dapat menjimpulkan garis chusus jang sesuai dengan keádaan

kongkrit atau kechususan daerahnja; demikian seterus- nja. Ini adalah gerak dari atas kebawah, suatu gerak jang mendjelmakan keumuman mendjadi kechususan.

Sebaliknja, ada djuga gerak dari bawah keatas, jaitu

menjimpulkan pengalaman² chusus Comite2 bawahan- nja didjadikan garis umum, dari kechususan² ditingkat- kan mendjadi keumuman. Demikianlah terus-menerus proses itu berlangsung setjara berulang, dan setiap ulangan itu berada diatas dasar jang lebih tinggi. Pen- deknja kita harus dapat memadukan setjara dialektik antara keumuman dengan kechususan, antara pimpinan dengan massa. Dengan berbuat demikian kekreatifan kita akan terjamin dan dogmatisme akan mendjadi jang asing samasekali dalam Partai kita. Dan untuk itu kita harus setjara konsekwen melaksanakan gəris massa.

VII HASIL² TERPENTING DARIPADA PENG-INDONESIAAN MARXISME-LENINISME

Kini proses sedjarah PKI telah berlangsung 44 tahun. Ini berarti bahwa proses pengintegrasian kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia telah berlangsung 44 tahun. Apakah hasil jang sudah ditjapai selama proses itu? Hasil²nja jang terpenting antara lain jalah :

1) Sudah adanja Partai Marxis-Leninis jang besar
dan monolit, dengan tjiri²nja antara lain sbb.:

(a)- memadukan patriotisme dengan internasionalisme proletar;

(b) memegang teguh pendirian bahwa pembangun-

an organisasi penting, tetapi pembangunan ideologi lebih penting lagi;

(c) memegang teguh prinsip, tetapi luwes dalam

membawakannja, jang berarti djuga dapat meng- gunakan segala matjam bentuk perdjuangan sesuai dengan kebutuhan keadaan;

(d) Partai massa dan Partai kader sekaligus, banjak anggota dan berhubungan erat dengan massa;
(e) mengintegrasikan diri setjara total dengan kaum tani. PKI kini telah merupakan kekuatan politik jang tak
dapat diabaikan, baik didalamnegeri maupun dalam dunia internasional. Ini adalah bukti betapa kelirunja pendapat sementara orang jang mengatakan, bahwa Marxisme sukar diterima oleh Rakjat Indonesia. Di- banding dengan ,isme2" lain, Marxisme adalah jang termuda usianja dinegeri kita. Sekalipun demikian Marxisme sudah merupakan faktor jang menentukan bagi perkembangan politik di Indonesia. Marxisme memang tidak bisa diterima oleh klas² penghisap, jang djumlahnja hanja sangat sedikit, tetapi sangat mudah diterima oleh Rakjat pekerdja, golongan jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia.

2) Sudah adanja Program PKI jang tepat dan
mendapatkan dukungan massa luas Rakjat pekerdja Indonesia. Program itu telah mendjawab semua soal pokok revolusi Indonesia setjara tepat, sesuai dengan sjarat² sedjarah Indonesia, dan pokoknja² ditjerminkan djuga didalam Manipol. Dengan disahkannja Manipol sebagai garis besar haluan negara Republik Indonesia oleh MPRS, berarti Manipol merupakan program ber-sama seluruh Rakjat Indonesia jang resmi dan sah, maka berarti pula pokok² Program PKI telah dibenar- kan dan diterima oleh semua golongan Rakjat Indonesia. Djustru oleh karena itu, Partai telah menjerukan agar semua Komunis Indonesia melaksanakan Manipol setjara konsekwen dan mendjadikan diri masing² sebagai teladan pelaksana Manipol, karena dengan ber- buat demikian berarti melaksanakan program PKI sen- diri.

3) Sudah adanja front persatuan nasional revolu-
sioner anti-imperialis dan anti-feodal, jang makin lama makin meluas dan kuat, berbasiskan persekutuan buruh dan tani jang anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh dan Partainja. Front persatuan nasional ini sekarang sudah mendapatkan bentuk² seperti Front Nasional, jang merupakan badan semi-pemerintah, dan bentuk kerdjasama antara aliran² politik jang terkenal dengan

Nasakom. Dengan demikian, pekerdjaan penggalangan front persatuan nasional mendapat landasan atau sjarat² jang baik untuk dikembangkan lebih landjut.

4) Sudah adanja kenjataan PKI sebagai teladan
dalam melaksanakan tugas² nasional dan internasional Rakjat Indonesia. Dengan adanja hasil² pengintegrasian seperti tersebut diatas berarti terwudjudnja pimpinan klas buruh atas gerakan revolusioner Rakjat Indonesia. Dan ini- lah salahsatu faktor, bahkan faktor jang terpenting, jang dapat mentjiptakan dan mendorong madju terus- imenerus situasi revolusioner ditanahair kita selama be- berapa tahun achir² ini. Sudah tentu, dengan hasil² tersebut diatas kita sedi- kitpun tak ada alasan untuk merasa puas-diri, lebih² lagi untuk merasa sombong. Sebab, puas-diri dan sombong bukanlah sifat Komunis. Selain daripada itu, apa jang akan dipuaskan dan disombongkan, tudjuan Revolusi Agustus 1945 belum tertjapai, Rakjat kita masih menderita, sedangkan musuh² revolusi Indonesia masih bisa berkeliaran diatas bumi Indonesia, memeras darah dan keringat Rakjat kita. Dalam keadaan demikian ini, makin besarnja Partai kita berarti makin besarnja tang~ gungdjawab kita kepada Rakjat Indonesia dan terhadap nasib revolusi Indonesia. Disamping itu, makin besarnja pengaruh Partai di- dunia internasional berarti pula makin besarnja tang-gungdjawab kita terhadap Gerakan Komunis Internasional dan terhadap gerakan revolusioner Rakjat² ter- tindas diseluruh dunia untuk kemerdekaan nasional, demokrasi, sosialisme dan perdamaian dunia. Dari sebab itu, dalam kesempatan ini saja menga- djak semua anggota Partai dan Rakjat pekerdja Indonesia agar kita semua ber-sama² memperbarui tekad untuk berdjuang lebih keras lagi agar lebih baik lagi mengkonsolidasi hasil² perdjuangan jang sudah kita tjapai dan mengembangkan lebih landjut pengintegrasian kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia! Langkah² kongkrit jang harus kita ambil untuk itu tak lain jalah, sebagaimana telah dikemukakan dalam Sidang Pleno ke-II CC PKI pada achir tahun janglalu,

berdjuang lebih keras lagi melaksanakan Tritugas praktis : 1) mengkonsolidasi kemenangan² jang sudah ditjapai; 2) menanggulangi kesulitan² ekonomi; 3) me- lawan neo-kolonialisme. Dengan melaksanakan Tritugas praktis ini sekaligus kita melaksanakan Pantja Program Front Nasional dan Tri Program Pemerintah, jang ke-dua²nja disokong penuh oleh PKI. Dalam rangka mengkonsolidasi kemenangan² jang sudah ditjapai, jang terpenting jalah mengkonsolidasi kemenangan² jang sudah ditjapai dalam pembangunan Partai dan penggalangan front persatuan nasional. VIII SUKSESKAN PLAN 4 TAHUN PARTAI Dalam rangka mengkonsolidasi pembangunan Partai, semua Komunis Indonesia harus ber-lomba² dengan sekuat tenaga untuk melaksanakan dan mensukseskan Plan 4 Tahun Partai Plan Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi. Sebagaimana telah saja kemukakan dibagi- an atas tadi, Plan 4 Tahun kali ini menondjolkan pembangunan dibidang kebudajaan, tetapi djiwa dan isi daripada Plan 4 Tahun itu setjara keseluruhannja adalah tetap mengutamakan pembangunan ideologi. Mengapa? Pertama, dengan meningkatkan taraf kebudajaan angota² Partai dan Rakjat pekerdja akan dapatlah di- konsolidasi dan dikembangkan lebih landjut pekerdja- an pendidikan ideologi dan teori Marxisme-Leninisme, dapat dipertinggi daja beladjar-sendiri dari para kader dan anggota Partai, dan dengan demikian dapat setjara berdiri sendiri mengembangkan lebih landjut pengeta- huan teorinja dan watak kepartaiannja. Kedua, sebagaimana kita semua mengetahui, pada waktu achir² ini, musuh² kita, kaum imperialis, terutama imperialis AS, kaum revisionis modern dan semua kaum reaksioner dalamnegeri, sering sekali melantjar- kan serangan²nja dimedan kebudajaan dengan segala matjam alat²nja, seperti film, sastra, njanjian, tarian, dsb. untuk meratjuni atau meninabobokkan semangat djuang Rakjat kita. Mereka pun kini sedang sibuk me-

masang kuda²nja dinegeri kita. Mereka me-njebar²kan fikiran² humanisme-universil, kosmopolitanisme, nihil- isme nasional, pasifisme, dsb. untuk memupuri dan menghiasi kaum imperialis, untuk melutjuti sendjata moral Rakjat revolusioner. Ini sedang dilakukan mi- salnja oleh kaum Manikebuis, jang sudah ditelandjangi bulat² oleh kaum progresif dan Rakjat Indonesia, bah- kan Manikebu itu djuga sudah dikutuk dan dilarang oleh Presiden Sukarno. Akan tetapi, harus disesalkan bahwa masih ada sadja pedjabat² Pemerintah jang dengan satu atau lain djalan membela kaum Manikebuis atau berusaha keras mebela orang² kontra-revolusioner itu. Saja mengharan KOTRAR (Komando Tertinggi Ri- tuling Aparatur Revolusi) tidak akan mengetjewakan Rakjat dan akan memenuhi tugas²nja dalam meritul pedjabat² kontra-revolusioner dan jang melindungi ele- men² kontra-revolusioner demikian itu, dan tidak mengikuti diediak PARAN jang sudah dikubur itu. Hendaknja KOTRAR tidak mendjadi djerangkongnja PARAN. Tetapi, bagaimanapun djuga, jang terpenting jalah supaja kita dapat terus-menerus meningkatkan taraf kebudajaan anggota² Partai dan Rakjat pekerdja Indonesia, untuk senantiasa mempertinggi daja kritik massa Rakjat dan memperbesar daiadjuang Rakjat dimedan kebudajaan. Sudah tiba waktunja bagi kebudajaan Rakjat untuk membuka serangan² balasan guna menja- pu bersih kebudajaan imperialis dan feodal, terutama sekali kebudajaan imperialis AS jang tjukup besar pe- ngaruhnia ditanah air kita sehingga tidak sedikit orang jang terdjangkit penjakit gila-AS, pudja-AS dan takut-AS. Ketiga, mempertinggi taraf kebudajaan dan pengeta- huan anggota² Partai dan Rakjat pekerdja per-tama² adalah untuk membebaskan massa anggota Partai dan massa Rakjat pekerdja dari segala bentuk perbudakan spirituil, untuk mengembangkan sepenuhnja dajakrea- sinja. Dan untuk itu pelaksanaan Plan Kebudajaan Partai harus kita integrasikan dengan pendidikan dan pe- ladjaran teori Marxisme-Leninisme, terutama sekali filsafat Marterialisme Dialektika dan Histori (MDH). Filsafat Marxis harus kita usahakan benar² supaja da-

pat dimiliki oleh Rakjat pekerdja. Dengan demikian Partai akan selalu bisa mendapatkan tambahan darah baru jang segar dan tak kundjung kering dari massa anggota dan massa Rakjat akan menjala makin besar dan achirnja membakar habis alang-alang kontra-re~ volusi. Selain daripada itu, perlu saja tambahnja, bahwa makin besar Partai, makin banjak lapangan pekerdjaan jang harus digarapnja. Keadaan demikian ini makin menuntut kepada kaum Komunis untuk memiliki pengetahuan jang luas dan kemampuan bekerdja bersegi- banjak. Oleh karena itu harus diusahakan peningkatan taraf kebudajaan dan pengetahuan anggota² Partai se- tjepat mungkin.

IX PENTINGNJA PEMBANGUNAN IDEOLOGI DALAM MELAWAN REVISIONISME MODERN Dalam hubungan dengan pembangunan ideologi, ingin saja tekankan sekali lagi bahwa semangat dan isi pembangunan ideologi kini jalah membela Marxis- me-Leninisme dan melawan revisionisme modern. Perdjuangan ideologi ini tidak sadja harus kita lakukan digelanggang internasional, tetapi djuga didalamnegeri, karena kaum revisionis modern pada waktu² achir ini aktif melakukan intrik² untuk memetjah-belah gerakan buruh Indonesia, untuk menjerang Partai dengan me- masang kuda²nja terdiri dari anasir² jang sudah mero- sot dan makansuap terutama kaum trotskis. Djuga kita harus melakukan perdjuangan ideologi didalam Partai, sekalipun oleh Sidang Pleno ke-II CC PKI jang baru lalu dikemukakan bahwa bahaja revisionisme bagi Partai kita bukanlah sesuatu jang akut, tetapi latent. Dan tidak kalah pentingnja ,perdjuangan ideologi harus kita lakukan pula terhadap diri kita masing² tanpa perketjualian. Sebagaimana telah saja kemukakan diatas tadi, dalam keadaan relatif damai ini, dan lagi dalam situasi jang relatif djuga menguntungkan gerakan revolusio- ner ini, kita akan mudah terdjerembab kedalam rawa²

revisionisme djika kita tidak waspada dan tidak se- nantiasa memerangi fikiran² non-proletar jang ada pada diri kita, pendeknja djika kita tidak terus-mene- rus mendidik diri. Dan tidak tjukup hanja mendidik diri, djuga kita harus mendidik keluarga kita, terutama bagi kawan² jang kini bertugas di-lembaga² negara, dewan² perwakilan, pemerintah² daerah sampai kepada lurah² dan pàmong2 desa lainnja, pendeknja semua kawan jang sifat pekerdjaannja mengharuskan mereka banjak bergaul dengan klas2 penghisap. Djika tidak ada pendidikan Komunis dikalangan keluarga, maka isteri atau anak Komunis itu bisa mendjadi mangsa kebiasaan burdjuis dan revisionisme. Kita harus senan- tiasa ingat apa jang pernah dikemukakan oleh Lenin, bahwa perdjuangan klas dibidang ideologi selalu me- nondjol kedepan dalam keadaan relatif damai. Achir² ini sering saja menerima laporan, dan djuga terbukti dari hasil² riset di-desa² di Djawa, bahwa ada sementara kawan setelah berhasil diperdjuangkan oleh Partai dan Rakjat mendjadi lurah, tak lama kemudian nampak ada ketjenderungan pada silurah untuk memi- sahkan dirínja dari Rakjat dan mendjadikan dirinja sebagai radja ketjil, sesuai sepenuhnja dengan IGO, peraturan perdesaan kolonial jang hingga sekarang be- lum dihapuskan. Terhadap kawan ini asja ingin me- nasehatkan supaja kembali kedjalan jang benar, jaitu djadilah lurah Rakjat, djangan mendjadi lurah musuh Rakjat, djanganlah ikut2 mendjadi setan desa karena semua setan desa akan tidak selamat. Ada pula sementara kawan, oleh karena dirinja mendjadi fungsionaris Partai, honorarium jang didapatnja dari Partai tak tjukup, maka isterinja disuruh berda- gang, sehingga segala keperluan rumahtangganja, bahkan djuga kebutuhan dirinja sendiri, dipenuhi dengan penghasilan isterinja. Dan djika dalam keluarga kawan ini tidak dilakukan pendidikan Komunis, anak dan isterinja akan makin djauh dari gerakan revolusio- ner, dan nasib kawan tsb. pasti akan mendjadi ,,ka- tjung" isterinja, karena penghidupannja tergantung pada sang isteri. Hal² sematjam ini harus mendapat per- hatian kawan² pimpinan Partai semua tingkat untuk dapat diatasi tepat pada waktunja. Ada pula sematjam ketjenderungan jang harus kita

berantas, jaitu adanja sementara kawan jang mudah merasa puas-diri dan menjombongkan dirinja karena sukses² atau djasa²nja kepada Partai, sehingga ada fikiran bahwa Partai tanpa dia akan berantakan. Aku- isme sematjam ini djustru merupakan tunas daripada revisionisme. Oleh karena itu semua pemimpin Komunis dari semua tingkat harus senantiasa berfikir, bahwa Partai mungkin akan lebih baik perkembanganja se- andainja kawan lain jang memimpinnja. Artinja, kita masing harus terus-menerus dipertinggi mutu kepe- mimpinan kita, dan sekalipun sudah demikian pimpinan kita tidak mungkin sempurna se-sempurna²nja.

x TERUS PERKUAT FRONT PERSATUAN NASIONAL Dalam rangka mengkonsolidasi penggalangan front persatuan nasional disamping kita harus terus-menerus memperkuat front persatuan buruh; jang terpenting ja- lah bekerdja lebih keras lagi untuk memperkokoh persekutuan buruh dan tani. Dan untuk ini kita kaum Komunis harus benar² dapat mengintegrasikan dirinja dengan kaum tani. Dalam hal ini harus ditjegah dua ketjenderungan : 1) menempatkan diri sebagai guru kaum tani sehingga kaum tani segan membukakan isihati- nja dan segan mendekatinja; 2) melorotkan diri mendjadi kaum tani sehingga melepaskan peranan pimpinan_klas buruh. Persekutuan buruh dan tani bukan hanja masalah mewudjudkan pimpinan klas buruh kepada kaum tani, tetapi djuga merupakan faktor jang menentukan akan terwudjud atau tidaknja pimpinan klas buruh dalam front nasional, atau atas Revolusi keseluruhannja. Hasil² riset di Djawa telah menundjukkan, bahwa dimana kaum Komunis dapat mengintegrasikan diri setjara te- pat dan baik dengan kaum tani, maka setan² desa kian hari kian gontjang kedudukannja. Tetapi, dimana kaum Komunis belum berhasil mengintegrasikan dirinja dengan kaum tani, maka mereka malah kesurupan setan² desa itu.

Selandjutnja, dalam hubungan dengan penggalangan front persatuan nasional ini saja ingin menekankan sekali lagi bahwa sekalipun persatuan dengan burdjuasi nasional tidak sepenting persatuan dengan kaum tani, tetapi hasil atau tidaknja, lengkap atau tidaknja pimpinan klas buruh atas revolusi akan ditentukan oleh hasil atau tidaknja persatuan kaum buruh dengan burdjuasi nasional. Oleh karenanja kaum Komunis harus berusaha dengan sekuat tenaga memelihara dan me- ngembangkan lebih landjut persatuannja dengan burdjuasi nasional. Dalam waktu achir² ini, kaum imperialis dan kaum kontra-revolusioner dalamnegeri memang selalu berusaha menarik kaum burdjuis nasional kefihaknja untuk ber-sama² melakukan politik anti-Komunis. Dan dian- tara mereka, jaitu tokoh² sajap kanannja, ada djuga jang terbudjuk. Mengenai hal ini ingin saja mengingat- kan mereka, bahwa mendjalankan politik anti-Komunis berarti mendjalankan politik bunuh diri. Pengalaman sedjarah, baik diluarnegeri maupun dinegeri kita sendiri sudah banjak jang membuktikan hal tersebut. Dr. Sun Yat-sen jang mendjalankan politik bekerdjasama dengan kaum Komunis, telah membikin kedudukan kaum tengah atau burdjuasi nasional makin terbela dan makin kuat. Sebaliknja Tjiang Kai-sjek jang mendjalankan politik anti-Komunis, apa kesudahannja? Tidak lebih daripada mendjadi boy"nja imperialisme AS Sedjarah RI sendiripun telah memberikan bukti. Sela- ma kaum burdjuis nasional bekerdjasama dengan kaum kanan dan mendjalankan politik anti-Komunis, maka jang diuntungkan bukanlah kaum burdujis nasional; di- dalam tubuhnja sendiri kaum burdjuis nasional menga- lami perpetjahan, sedangkan terhadap kaum kanan mereka hanja boy" atau katjung" sadja. Tentang ini kita dapat beladjar dari sedjarah jang terbaru, misalnja dari kabinet2 Hatta-Natsir, kabinet Sukiman, dsb. Selain daripada itu haruslah dipertimbangkan benar. bahwa djika 16 tahun jang lalu politik anti-Komunis itu sudah tidak berhasil, apalagi sekarang, dimana ke- sedaran Rakjat sudah makin tinggi! Politik anti-Komunis adalah politik kaum imperialis dan kaum kontra-revolusioner. Kaum burdjuis nasional hanja mempunjai djalan jang terang apabila mereka bersatu dengan ka-

um Komunis, ber-sama² melaksanakan gagasan Nasa- kom Bung Karno disegala bidang dan ber-sama2 pula melawan Komunisto-phobi. Kepada mereka jang sekarang ini kesana-kemari membawa gagasan mau mentjetuskan provokasi Ma- diun kedua, saja peringatkan supaja mereka berkepala dingin, dan mempertimbangkannja masak². Djika 16 tahun jang lalu PKI tak bisa dihantjurkan, padahal anggota PKI pada waktu itu kurang dari 10.000 orang, lebih² sekarang ini dimana PKI sudah mempunjai ba- njak pengalaman, anggotanja sudah lebih dari 2,5 dju- ta, para kadernja sudah tergembleng dalam teori dan praktek perdjuangan revolusioner. Baik pula disedari oleh mereka jang hausdarah Komunis itu, bahwa PKI tidak lagi sendirian, baik didalamnegeri maupun didu- nia internasional. XI PEMETIAHAN KESULÍTAN EKONOMI BAGIAN TAK TERPISAHKAN DARI PERDJUANGAN ANTI-IMPERIALISME Dalam rangka menanggulangi kesulitan² ekonomi. perlu senantiasa diingat bahwa pemetjahan soal ini tak dapat dipisahkan dari perdjuangan anti-imperialis. Problim ekonomi Indonesia hanja bisa dipetjahkan setjara revolusioner, tak dapat dipetjahkan setjara tam- bal-sulam, apalagi dengan menggantungkan diri pada bantuan" kaum imperialis. Sumber dari segala kesulitan ekonomi dan keuangan negeri kita bukanlah ke- kurangan modal imperialis tetapi djustru karena masih besar dan bahkan masih berdominasinja pengaruh kaum imperialis dibidang ekonomi serta masih tergantungnja Indonesia pada pasaran dunia imperialis. Problem² ekonomi Indonesia hanja bisa dipetjahkan atas dasar prinsip berdiri diatas kaki sendiri, diatas kekuatan Rakjat Indonesia sendiri. Selandjutnja kesulitan dibidang ekonomi tak dapat diatasi setjara fundamentil selama kaum tani kita jang merupakan bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia belum dibebaskan dari belenggu² feodalisme.

Maka penting sekali dipertjepatnja pelaksanaan UU-PA, UUPBH dan pelaksanaan sembojan Tanah hanja untuk kaum tani jang menggarap tanah". Disamping itu dalam rangka mengatasi kesulitan ekonomi dan keuangan selama perusahaan² negara tak dapat melaksanakan tugasnja sebagai sektor ekonomi jang memegang pimpinan dalam kehidupan ekonomi negeri kita, dan selama perusahaan² itu masih mendjadi sarangnja kaum kapitalis birokrat, selama itu perusahaan² negara tak akan dapat membantu meringan- kan keuangan negara, malah memberatkannja. Öleh karenanja perlu diadakan rituling personalia terhadap unsur² kapitalis birokrat dan koruptor2, disamping membentuk dan mengaktifkan Dewan² Perusahaan dimana ikutserta kaum buruh untuk melaksanakan kon- trol-Rakjat. Tuntutan² Rakjat supaja koruptor² besar dihukum mati dimuka umum, dan supaja KÓTRAR tidak mendjadi djerangkong PARAN, tetapi mendjadi alat rituling jang sungguh² revolusioner, harus dilak- sanakan. XII MENGENAI ,MALAYSIA" TIDAK ADA DJALAN MUNDUR Dalam rangka melawan neo-kolonialisme, kewas- padaan harus senantiasa dipertadjam dan perdjuangan harus terus diperhebat dalam mengganjang Malaysia" dengan titikpusat membantu perdjuangan pembeba Kalimantan Utara. Mengingat perdjuangan melawan neo-kolonialisme Malaysia" sudah demikian memun- tjaknja, maka sudah tidak ada djalan lain ketjuali ma- dju terus. Mundur setapak akan berarti hantjur. Ada sementara orang kuatir, bahwa dalam melaksanakan politik konfrontasi RI akan bangkrut karena kesulitan²- nja dibidang ekonomi. RI tidak akan bangkrut karena kesulitan ekonomi selama Rakjat Indonesia bersatu. Dan Rakjat bisa bersatu dalam perdjuangan jang sungguh² melawan imperialisme, dan tidak dalam berkom- promi dengan imperialisme! Oleh karena itu kaum Komunis Indonesia bertekad bulat : sekali Dwikora, tetap

Dwikora, sampai Malaysia" bubar dan Kalimantan Utara bebas! Disamping itu patut mendjadi perhatian kita akan tipumuslihat imperialis AS jang menaruh minat demikias besarnja terhadap Malaysia". Bukan tidak mungkin pada suatu waktu Amerika Serikat menjetudjui peng- hapusan Malaysia", dan sebagai gantinja didirikan Malaya merdeka" ,Singapura merdeka", Serawak merdeka", Brunai merdeka" dan Sabah merdeka", dan semuanja ini dengan Filipina dan Indonesia mem- bentuk Greater Maphilindo" atau Maphilindo Gaja Baru". Tapi apakah ärtinja ini? Tidak lain akan lebih banjak lagi negara² boneka jang akan menindas gerakan revolusioner Rakjat di-negeri² itu. Dan bagi Indonesia berarti akan dikepung oleh banjak lagi negara boneka imperialis Inggeris jang disokong oleh imperialis AS.

XIII

GANJANG TERUS 4 BUKIT SETAN DI ASIA TENGGARA

Sebagaimana telah saja katakan dimuka, situasi da- lamnegeri maupun internasional sangat menguntung- kan gerakan revolusioner Rakjat2 didunia. Imperialis AS kian hari kian kalangkabut di Vietnam Selatan; di Laos usaha² agresif jang djahat mendapat tentangan keras dari Rakjat; semangat Rakjat Filipina melawan imperialis AS makin hari makin meningkat; boneka AS di Korea Selatan pun dalam keadaan makin terdesak. Situasi Asia, terutama Asia Tenggara sangat mengun- tungkan bagi Rakjat jang sedang berdjuang melawan imperialis. Kesempatan ini harus dapat digunakan se- tjara se-baik²nja oleh Rakjat² Asia Tenggara pada chu- susnja, dan Rakjat2 revolusioner diseluruh dunia pada umumnja. Adalah kewadjiban kaum Komunis di-tiap? negeri Asia Tenggara untuk bekerdja lebih keras lagi mendorong madju situasi revolusioner ini dan mendorong madju gerakan revolusioner dinegeri masing².

Di Asia, Afrika dan Amerika Latin dewasa ini ter- dapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan sedang mematang. Di-daerah² inilah dewasa ini terda- pat kontradiksi pokok dalam perdjuangan Rakjat² se- dunia melawan imperialisme, Asia Tenggara merupa- kan salahsatu titikpusat didaerah kontradiksi pokok ini. Rakjat2 dan Partai² Komunis di Asia Tenggara sedang berdjuang mati²an dengan menempuh 1001 bentuk, legal dan illegal, bersendjata dan tidak bersendjata untuk menggulingkan 4 bukit setan, jaitu imperialisme, feodalisme, kapitalisme komprador dan kapitalisme birokrat, 4 bukit setan ini pasti akan dapat.digu- lingkan asal Partai², Komunis di-tiap² negeri Asia Tenggara menggunakan 4 djimat, jaitu: (1) menarik massa Rakjat seluas mungkin dan mengorganisasinja dalam front persatuan nasional; (2) masuk sedjauh mungkin kedalam desa² menggalang persekutuan bu- ruh dan tani; (3) memperkuat pimpinan Partai atas massa Rakjat jang luas dan pandai menggunakan se- gala bentuk perdjuangan; dan (4) memperkuat kerdja- sama Rakjat² dan Partai² Komunis di Asia Tenggara. Rakjat Indonesia dan Partai Komunis Indonesia harus memainkan peranan jang se-besar²nja dalam menggulingkan 4 bukit setan di Asia Tenggara itu dengan memperhebat pengganjangannja terhadap 4 bukit setan di Indonesia sendiri dan dengan memberikan solidari- tet jang se-besar²nja kepada Rakjat² Asia Tenggara dalam melaksanakan tugas²nja jang pada pokoknja sama. Politik konfrontasi Indonesia terhadap projek neo- kolonialis ,Malaysia", jang berarti konfrontasi terhadap imperialisme Inggeris dan Amerika Serikat, meru- pakan sumbangan Rakjat Indonesia jang penting kepada perdjuangan bersama Rakjat² Asia Tenggara. Oleh karena itulah, kaum Komunis Indonesia dengan sepenuh hati mendukung Dwikora jang dikomandokan oleh Bung Karno pada tgl. 3 Mei j.l. Dengan sembojan Satu tangan pegang bedil dan satu tangan lagi pegang tjangkul". Kaum Komunis Indonesia berusaha keras merealisasi Dwikora dan mentjegah agar politik revò- lusioner ini tidak kemasukan angin oportunisme jang bisa memerosotkan peranan Indonesia dalam pergolak- an revolusioner Rakjat² Asia Tenggara.

XIV INTENSIFKAN PEMBADJAAN-DIRI DAN PENDIDIKAN-DIRI Untuk memperbesar peranan kaum Komunis Indonesia dalam melaksanakan Dwikora, dalam gerakan revolusioner di Asia Tenggara; dan didunia pada umumnja, kaum Komunis Indonesia harus terus-menerus mendjaga supaja dirinja tidak merosot baik karena sukses² maupun karena kesulitan² jang besar, tetapi sebaliknja harus terus-menerus meningkatkan mutu dirinja sebagai Komunis, supaja mendjadi Komunis jang baik dan lebih baik. Bagaimana tjaranja? Berdasarkan pengalaman Partai kita sendiri, kalau tidak mau merosot dan kalau mau terus meningkatkan mutu diri sebagai Komunis, tiap Komunis Indonesia harus terus-menerus mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri, artinja harus terus-menerus dan dengan rasa gembira berada didalam api perdjuangan revolusioner Rakjat, harus memperdalam peladjaran Marxisme-Leninisme dan aktif ambilbagian dalam pen- trapannja di Indonesia, dan harus meningkatkan taraf kebudajaan. Selain daripada itu. perlu disedari bahwa ada dua matjam Komunis jaitu Komunis minimum dan Komunis maximum, demikian diseluruh dunia dan demikian pula di Indonesia. Demi pelaksanaan tugas2nja jang berat, tiap² Komunis Indonesia, terutama sekali kader²nja tidak boleh puas hanja mendjadi Komunis minimum sadja. Apakah Komunis minimum itu? Komunis minimum adalah Komunis iang memenuhi sjarat minimum jang ditentukan dalzm Konstitusi Partai, jaitu : menjetudjui Konstitusi Partai, menjetudjui Program Partai, membajar iuran Partai dan melaksanakan tugas jang diberikan kepadanja oleh organisasi Partai dimana ia tergabung. Semua orang revolusioner bisa mendjadi Komunis minimum. Setiap anggota Partai, terutama kader² Partai dari jang paling atas sampai jang paling bawah tidak seharusnja hanja memenuhi sjarat² minimum sadja, tapi ha-

rus tidak henti²nja mentjapai kemadjuan, mempertinggi kesedaran dan pengertian tentang Marxisme-Leninisme. Untuk ini anggota² Partai harus mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri. Tudjuan anggota² Partai dalam mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri seharusnja bukan- lah hanja untuk mentjapai ketentuan² minimum, mela- inkan ketentuan² atau sjarat² maximum. Tentu tidak mudah untuk menetapkan apakah sjarat² baqi Komunis maximum. Tetapi kita mengenal perbuatan², prestasi² dan sifat² Marx, Engels, Lenin dan Stalin selama hidup mereka sebagai Komunis² teladan. Dapat kita djadikan mereka sebagai ukuran dalam membadjakan-diri dan mendidik- diri kita. Kita harus memantjangkan tudjuan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri kita masing2 untuk mentjapai kwalitet² jang dimiliki oleh Marx, Engels, Lenia dan Stalin. Dengan berbuat demikian kita sungguh² berusaha untuk mendjadi murid² mereka jang terbaik. Untuk memudahkan kita semua dalam berusaha meningkatkan mutu Komunis kita masing², tiap² anggota PKI harus berusaha untuk memenuhi sjarat² sbb.:

(1) melaksanakan dengan baik semua tugas jang diberikan oleh Partai kepada kita;
(2) mendjaga supaja diri kita tidak merosot mendjadi pekerdja politik jang berfikiran sempit, jang lupa pada tugas sedjarah jang besar dan tenggelam mengurusi soal² tètèkbengèk jang tidak ada hu- bungannja dengan revolusi;
(3) dalam memegang djabatan apa sadja kita harus senantiasa mendjadi tokoh politik dan tokoh nega- ra tipe Lenin;
(4) sebagai tokoh masjarakat kita harus senantiasa bersikap tegas dan djelas, tidak plintat-plintut dalam membela kepentingan Rakjat dan revolusi;
(5)dalam keadaan bagaimanapun tetap bersemangat banteng merah, tidak takut menghadapi pertem- puran dan tidak kenal ampun terhadap musuh² Rakjat;
(6) tidak mabok karena sukses, tidak panik menghadapi segala keruwetan dan bahaja, dan tidak pu- tus-asa kalau mengalami pukulan dan kegagalan²;

(7) bidjaksana dan ber-hati² dalam memutuskan masalah² jang banjak seluk-beluknja, jang menghen- daki pandangan² jang dalam mengenai masalah² itu;
(8) lurus dan djudjur terhadap Partai dan Rakjat;
(9) tjinta jang tidak ada taranja kepada Rakjat. Sjarat² ini tentu sadja dapat ditambah lagi. Tapi marilah kita kaum Komunis Indonesia dalam rangka memperingati ulangtahun ke-44 PKI ini berusaha dengan sekuat tenaga mengintensifkan pembadjaan-diri dan pendidikan-diri dan melaksanakan sembilan sjarat untuk mendjadi Komunis jang baik dan lebih baik lagi, Dengan berbuat demikian, pengabdian kita kepada revolusi dan Rakjat Indonesia, kepada gerakan Komunis Internasional dan kepada revolusi dunia akan dapat kita lipatgandakan. Hidup Partai Komunis dan Rakjat Indonesia! Hidup Marxisme-Leninisme dan Revolusi Rakjat se- dunia! Hidup Revolusi Indonesia!.
(singkatan pidato pada resepsi ulangtahun ke-44 PKI dikota Surabaja pada tgl. 23 Mei 1964)

Joop Morriën

Amsterdam

24.1度 至五。 4 7ahe.