TIDAK ADA CINTA DI DUNIA
( 2022 – 2023 )
Dendra Mochamad Kiedis
TIDAK ADA CINTA DI DUNIA Dendra Mochamad Kiedis
Penyunting: Rizky Mahardhika Gambar Sampul: The Desperate (Dystopia Room,2023) Penata Isi: Aji Ardiansyah Desain Sampul & Tata Letak: Panji Kumbara
Diterbitkan oleh Cotard Instagram: @cotardroom E-mail: [email protected]
Cetak Pertama, Februari, 2023 44 hlm; 12x18 cm
Hak cipta tidak dilindungi undang-undang boleh mengutip atau memperbanyak Sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun Tanpa izin tertulis dari penerbit.
DAFTAR ISI
| Pusat | 5 |
|---|---|
| Kota | 6 |
| Pilu | 7 |
| Badut Favoritmu | 8 |
| Saripati, Intisari | 9 |
| 00.00 | 10 |
| Pusara | 11 |
| #1 | 12 |
| Cinta dari Surga | 13 |
| Temaram Sore | 14 |
| Pulang | 15 |
| Risperidone | 16 |
| Aku dan Cinta | 17 |
| A | 18 |
| Berulangkali | 19 |
| Satu-satu | 20 |
| Nahkoda Baru | 21 |
| Legenda Margayasa | 22 |
| Jeruji Hati | 23 |
| Masa Depan | 24 |
| Bayar Tuntas | 25 |
| Vodka untuk Tuhan | 26 |
| Cukup | 27 |
| Beban | 28 |
| Bukan Begitu | 29 |
| Ke Rumah | 30 |
| Lara | 31 |
| Cerita Menjelang Malam | 32 |
| Aku, Kamu, Luka | 33 |
|---|---|
| Equal | 34 |
| Bersama | 35 |
| Tamu | 36 |
| Pasatuser | 37 |
| Patah | 38 |
| Tanam Tuai | 39 |
| Rubah | 40 |
| Eksistensi Cinta | 41 |
| Kanvas Hati | 42 |
| Desember | 43 |
| Amigdala | 44 |
Kamu, menyakitiku satu kali. Aku menulisnya disini, agar kisahnya abadi dalam puisi. Kita semua hanya figuran di kisah drama Adam dan Hawa. Tak pernah ada cinta di dunia yang fana.
“Untuk seluruh tahanan anarkis di dunia, Menangislah”.
Pusat
suatu malam di satu café lama aku melihatnya di depan kamera berpose di balik bar bersembunyi dari jam kerja. malam itu aku, mataku dan sebuah lagu cinta yang diputar di sana adalah miliknya.
belasan menit berlalu, tiba-tiba ia menghampiriku, ayu lugu membawakanku secangkir bulan meski aku tak memesan itu. lalu ia duduk di depanku meski aku juga tak memesannya.
malam itu kita berbagi meja seiring waktu berbagi juga cerita tapi sayangnya bukan cerita tentang kita.
Kota
angin dingin meremas tulang dekapanmu menghangatkannya. di kota yang padam ini kau lah satu-satunya cahaya meski perlahan-lahan redup lalu habis juga tak tersisa.
Pilu
pilu sedang berpijak kepadaku: ini tentang kita yang tak kuat bertahan atau sudah lama ingin kalah?
Badut Favoritmu
aku tidak mahir memberimu saran tapi aku tahu cara mendengarkanmu. aku tidak mahir dalam lelucon tapi aku tahu bagaimana cara membuatmu tertawa cara membuatmu bahagia: tidak hidup bersamaku.
Saripati, Intisari
hening malam tanpa seorang kawan membawaku ke dalam khayalan tentangmu. di bawah pengaruh miras kulupakan tekanan hidup yang keras.
tapi yang terjadi, hanya ada getir seakan manis tak pernah ada lagi. segala yang pahit itu aku satu pun tak ada yang sama dengan semua manismu.
00.00
tepat di bergantinya hari kukatakan sebuah janji yang takkan bisa kutepati tentang perasaaan hatiku. lima belas kali kuucapkan cinta dan anarki padamu kukatakan itu untuk kekalahanku.
Pusara
mati meski aku tidak bisa lagi kembali kenapa kamu masih terus mengacau? katakan padaku, bagaimana rasanya revolusi tanpa pelukanku?
semuanya akan terasa nyata saat kulit, dagingmu mengelupas dari tulangnya dan bagi dunia kamu sudah tidak ada lagi.
dan aku, yang mati ini akan selalu datang menghantui rumahmu karena kutahu, kau tak bisa menjalaninya sendiri.
#1
angin timur meniupku bisu aku tak bisa lagi membuatmu tertawa. kamu tentu akan jauh, tak apa, sampai jumpa sebuah himne akan mengantarmu pulang tak perlu cemas, perasaan tenang akan datang.
tapi, apa kamu akan rela? jika nantinya rindu yang jatuh berguguran terbuang?
Cinta dari Surga
kisahku akan indah jadi jangan pernah menangis untuk itu. meski aku akan pergi itu tidak akan jadi kepergianku aku tetap menetap di sini.
aku takkan kemana pun. mungkin bagimu itu pergi tapi bagiku itu menunggumu pulang.
Temaram Sore
aku yakin jejakku akan indah sampai tiba hari kamu raih tanganku meraba nyawaku di antara ilalang dan langit yang berciuman dengan kuning dan ungu. aku masih yakin.
meski tiba hari aku harus melepas pemeran kedua dalam dongengku, dan berpikir akankah yang nyata jadi lagi sama seperti dahulu? lalu itu membuatku pilu. aku masih yakin itu akan indah.
Pulang
di jalan pulang jalan yang tak berarah kau ucapkan kalimat itu seakan-akan kepalamu terbentur.
kita tentu saling mencintai kita akan bodoh sampai hancur lebur.
tapi karena kalimat itu kita menangis di jalan pulang mencari rute hilang di peta yang hangus.
karena kalimat itu kita saling cela melukai kehilangan apa arti kata cinta yang perlu kita ingat untuk selamanya.
Risperidone
dia tentu adalah obat semacam kamarku tapi, aku memakannya melebihi dosis dan itu malah membuatku sekarat.
Aku dan Cinta
kubawakan semua luka ke tempatmu.
lalu di lingkaran diskusi di mana semuanya berkumpul kutuangkan cinta di sana.
ada kisah tentangmu dengan temanku. ternyata di antara kalian dan setiap lingkaran pejuang selalu ada yang merunduk walau pun, saat ini cuma aku yang begitu.
A
hai, segera kembali aku sudah menunggumu. ayo mencuri waktu di mana hanya ada aku dan kamu di sana.
tetaplah bersamaku. pastikan untuk beberapa saat saja meski akhirnya pasti bukan akulah yang kamu mau. ayo mencuri waktu menunggangi dominasi. mengkhianati takdir.
Berulangkali
aku menatap kehampaanku lagi diam dalam kekacauan yang kubuat sendiri.
suara di kepala bilang ini hanya cemas berlebih suara yang lainnya malah menjerit keluarkan aku dari labirin kesengsaraan cinta ini!
aku menatap kehampaanku lagi itu menghidupkan kembali kenanganku dulu yang membunuhku berulangkali.
Satu-satu
tanganku sibuk berusaha menggapaimu lalu andai kamu tergapai tanganku mengukur dalam dan menembusmu sesuatu akan tetap tak tercapai dan hati kanan-kiriku akan pecah.
barangkali lebih baik mundur satu-satu pertama tanganku lalu nyawa dan waktuku.
Nahkoda Baru
selamat berlayar sampai jumpa di pelabuhan hujan.
kamu terlalu harta untuk karam bersamaku.
salam pada badai senang menemukanmu.
Legenda Margayasa
hidup di hatiku menjadi yang paling kucintai. kamu memenuhi ruang-ruang dalam waktu singkat membengkak, melilit jadi kisah cinta paling sulit diikhlaskan jadi mite yang dirayakan.
Jeruji Hati
tanganmu mampu menyatukan kembali sesuatu yang remuk tapi tak sekalipun mencoba membebaskanku.
padahal ada cinta yang bisa kubagi tapi kamu sibuk melubangi perasaan sendiri. membangun penjara di hatimu.
Masa Depan
tak ada harapan tak ada masa depan untuk kita. tentang masa depan yang nyata hanya kematian kematian tanpa cinta.
Bayar Tuntas
tak ada cinta di surat kabar hari ini cinta lari dan mati di kandang babi. cinta bahkan tak ada di bait ini cinta dijemput karena tak sanggup lagi berdiri dia hampir mati, muntah darah lima belas kali.
Vodka untuk Tuhan
dengan aroma naga alkohol bau tengik rokok marlboro kupanjatkan doa-doa nakal akankah terkabul dan kamu menerimanya?
begini “orang baik untuk orang baik“ kutenggak lagi vodka kuadukan kamu kepada tuhan buat kualat, buat tobat bukankah lebih baik?
Cukup
aku sempat ingin kembali kepadamu tak peduli gengsi setengah mati. namun, semua sama saja kita menghilang ditelan kehidupan masing-masing itu membuatku sadar sudah saatnya sibuk dengan diri sendiri dan mati-matian berbahagia.
Beban
berapa banyak perasaan yang harus kucabut agar keberadaanku tak memberatkanmu?
harapan ini sudah jadi luka semacam sakit yang menunggu penuhi ruang sebagai rimbun dari kemuakan yang riang mengoyak batinku yang gersang.
aku merindukan pelukan dan ucapan selamat pulang, selamat datang itu memberatkanmu?
Bukan Begitu
rindu telah terkoyak sepi menjadi setapak jalan yang tak tampak.
aku harus bilang apa bingung. maaf bertele-tele perasaan ini bagiku bukan hal sepele.
Ke Rumah
sudah tak bisa lagi aku pasti hanya mengganggu.
pergilah ke pulang ke sesuatu yang kau sebut rumah.
Lara
kepada lara yang sempat mampir terbenamlah bersama pijar yang hampir berakhir.
biar aku juga berbenah agar esok saat terbit masalah aku tak lagi salah mengambil arah.
Cerita Menjelang Malam
melihatmu dari tepi kota manja warna senja dan ceria. gemulai menari, memayungi letihnya hati.
angkasa merah ungu menyanyikan rindu apa warna langit bagimu? indah dan harapan? atau hanya tenggelam dan ketidakpastian?
Aku, Kamu, Luka
jika kau anggap aku luka lekaslah mengering seperti ranting lekas pulih pedihnya tak apa, menangis itu perlu itu bukan karena kamu lemah itu karena kamu mampu saja.
Equal
denganmu aku ingin lengkap ingin seimbang sama rata sama rasa.
seperti kopi dan gula roti dan selai atau mentega yang tidak pernah misuh tentang siapa yang lebih beruntung. apakah itu mungkin?
Bersama
kebersamaan antara kita seakan tak pernah ada. hidup bersama hanya dongeng perpisahan tetap ada karena kita pernah bersama.
bercanda, bagi tawa jua luka tanpa ada aturan yang mengikat kita.
Tamu
sambutanmu terlalu ramah hingga aku terburu-buru memindahkan kamar, dan rumah.
kamu seperti keluargaku sampai kulupa, aku hanya tamu.
Pasatuser
pepatah berkata patah satu tumbuh seribu tapi kenapa? seribu yang datang tak bisa menggantikan satu yang hilang?
seribu kemenangan bukan berarti seribu kemenangan.
Patah
kubantu kamu sembuh kudukung kamu tumbuh namun, setelah kamu merekah malah aku yang dibuat kamu patah.
Tanam Tuai
aku tidak menyesal pernah mencintaimu amat hebat. meski kita berakhir sebagai orang asing dengan kisah cerita yang usang dan sejarah kalah perang versi masing-masing.
Rubah
wajah gurat ibu dan sikap sepemalu itu mampu membuat iblis terbunuh. kamu, yang hadir dalam ceritaku dengan senyuman paling manis ternyata yang paling neraka dan sadis.
Eksistensi Cinta
ego ditambah kita sama dengan selesai kita hanya sepasang angin yang menolak kalah pada ego masing-masing lantas, siapa yang menang? iya, perpisahan.
Kanvas Hati
aku dan kamu seperti kanvas baru yang benar-benar kosong tanpa ada tinta hitam di dalamnya tapi, sudah kau pajang di kamar seperti seni menghapus tanpa menggambar berakhir tanpa pernah dimulai.
Desember
penghujung tahun yang curah hujanya tinggi kenapa yang sering basah malah pipi? padahal, penutup identik dengan yang manis tapi, kenapa malah lebih banyak tangis?
Amigdala
beberapa kisah memang berakhir indah sisanya hanya bisa menjadi sampah kukira kau rumah ternyata sekolah tempat untuk belajar banyak hal tapi tidak untuk pulang.