Baca PDF (OCR): Tidak Ada Cinta di Dunia

44 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 86 ms

Daftar isi
  1. TIDAK ADA CINTA DI DUNIA
  2. ( 2022 – 2023 )
  3. Dendra Mochamad Kiedis
  4. DAFTAR ISI
  5. Pusat
  6. Kota
  7. Pilu
  8. Badut Favoritmu
  9. Saripati, Intisari
  10. 00.00
  11. Pusara
  12. Cinta dari Surga
  13. Temaram Sore
  14. Pulang
  15. Risperidone
  16. Aku dan Cinta
  17. Berulangkali
  18. Satu-satu
  19. Nahkoda Baru
  20. Legenda Margayasa
  21. Jeruji Hati
  22. Masa Depan
  23. Bayar Tuntas
  24. Vodka untuk Tuhan
  25. Cukup
  26. Beban
  27. Bukan Begitu
  28. Ke Rumah
  29. Lara
  30. Cerita Menjelang Malam
  31. Aku, Kamu, Luka
  32. Equal
  33. Bersama
  34. Tamu
  35. Pasatuser
  36. Patah
  37. Tanam Tuai
  38. Rubah
  39. Eksistensi Cinta
  40. Kanvas Hati
  41. Desember
  42. Amigdala

TIDAK ADA CINTA DI DUNIA

( 2022 – 2023 )

Dendra Mochamad Kiedis

TIDAK ADA CINTA DI DUNIA Dendra Mochamad Kiedis

Penyunting: Rizky Mahardhika Gambar Sampul: The Desperate (Dystopia Room,2023) Penata Isi: Aji Ardiansyah Desain Sampul & Tata Letak: Panji Kumbara

Diterbitkan oleh Cotard Instagram: @cotardroom E-mail: [email protected]

Cetak Pertama, Februari, 2023 44 hlm; 12x18 cm

Hak cipta tidak dilindungi undang-undang boleh mengutip atau memperbanyak Sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun Tanpa izin tertulis dari penerbit.

DAFTAR ISI

Pusat 5
Kota 6
Pilu 7
Badut Favoritmu 8
Saripati, Intisari 9
00.00 10
Pusara 11
#1 12
Cinta dari Surga 13
Temaram Sore 14
Pulang 15
Risperidone 16
Aku dan Cinta 17
A 18
Berulangkali 19
Satu-satu 20
Nahkoda Baru 21
Legenda Margayasa 22
Jeruji Hati 23
Masa Depan 24
Bayar Tuntas 25
Vodka untuk Tuhan 26
Cukup 27
Beban 28
Bukan Begitu 29
Ke Rumah 30
Lara 31
Cerita Menjelang Malam 32
Aku, Kamu, Luka 33
Equal 34
Bersama 35
Tamu 36
Pasatuser 37
Patah 38
Tanam Tuai 39
Rubah 40
Eksistensi Cinta 41
Kanvas Hati 42
Desember 43
Amigdala 44

Kamu, menyakitiku satu kali. Aku menulisnya disini, agar kisahnya abadi dalam puisi. Kita semua hanya figuran di kisah drama Adam dan Hawa. Tak pernah ada cinta di dunia yang fana.

“Untuk seluruh tahanan anarkis di dunia, Menangislah”.

Pusat

suatu malam di satu café lama aku melihatnya di depan kamera berpose di balik bar bersembunyi dari jam kerja. malam itu aku, mataku dan sebuah lagu cinta yang diputar di sana adalah miliknya.

belasan menit berlalu, tiba-tiba ia menghampiriku, ayu lugu membawakanku secangkir bulan meski aku tak memesan itu. lalu ia duduk di depanku meski aku juga tak memesannya.

malam itu kita berbagi meja seiring waktu berbagi juga cerita tapi sayangnya bukan cerita tentang kita.

Kota

angin dingin meremas tulang dekapanmu menghangatkannya. di kota yang padam ini kau lah satu-satunya cahaya meski perlahan-lahan redup lalu habis juga tak tersisa.

Pilu

pilu sedang berpijak kepadaku: ini tentang kita yang tak kuat bertahan atau sudah lama ingin kalah?

Badut Favoritmu

aku tidak mahir memberimu saran tapi aku tahu cara mendengarkanmu. aku tidak mahir dalam lelucon tapi aku tahu bagaimana cara membuatmu tertawa cara membuatmu bahagia: tidak hidup bersamaku.

Saripati, Intisari

hening malam tanpa seorang kawan membawaku ke dalam khayalan tentangmu. di bawah pengaruh miras kulupakan tekanan hidup yang keras.

tapi yang terjadi, hanya ada getir seakan manis tak pernah ada lagi. segala yang pahit itu aku satu pun tak ada yang sama dengan semua manismu.

00.00

tepat di bergantinya hari kukatakan sebuah janji yang takkan bisa kutepati tentang perasaaan hatiku. lima belas kali kuucapkan cinta dan anarki padamu kukatakan itu untuk kekalahanku.

Pusara

mati meski aku tidak bisa lagi kembali kenapa kamu masih terus mengacau? katakan padaku, bagaimana rasanya revolusi tanpa pelukanku?

semuanya akan terasa nyata saat kulit, dagingmu mengelupas dari tulangnya dan bagi dunia kamu sudah tidak ada lagi.

dan aku, yang mati ini akan selalu datang menghantui rumahmu karena kutahu, kau tak bisa menjalaninya sendiri.

#1

angin timur meniupku bisu aku tak bisa lagi membuatmu tertawa. kamu tentu akan jauh, tak apa, sampai jumpa sebuah himne akan mengantarmu pulang tak perlu cemas, perasaan tenang akan datang.

tapi, apa kamu akan rela? jika nantinya rindu yang jatuh berguguran terbuang?

Cinta dari Surga

kisahku akan indah jadi jangan pernah menangis untuk itu. meski aku akan pergi itu tidak akan jadi kepergianku aku tetap menetap di sini.

aku takkan kemana pun. mungkin bagimu itu pergi tapi bagiku itu menunggumu pulang.

Temaram Sore

aku yakin jejakku akan indah sampai tiba hari kamu raih tanganku meraba nyawaku di antara ilalang dan langit yang berciuman dengan kuning dan ungu. aku masih yakin.

meski tiba hari aku harus melepas pemeran kedua dalam dongengku, dan berpikir akankah yang nyata jadi lagi sama seperti dahulu? lalu itu membuatku pilu. aku masih yakin itu akan indah.

Pulang

di jalan pulang jalan yang tak berarah kau ucapkan kalimat itu seakan-akan kepalamu terbentur.

kita tentu saling mencintai kita akan bodoh sampai hancur lebur.

tapi karena kalimat itu kita menangis di jalan pulang mencari rute hilang di peta yang hangus.

karena kalimat itu kita saling cela melukai kehilangan apa arti kata cinta yang perlu kita ingat untuk selamanya.

Risperidone

dia tentu adalah obat semacam kamarku tapi, aku memakannya melebihi dosis dan itu malah membuatku sekarat.

Aku dan Cinta

kubawakan semua luka ke tempatmu.

lalu di lingkaran diskusi di mana semuanya berkumpul kutuangkan cinta di sana.

ada kisah tentangmu dengan temanku. ternyata di antara kalian dan setiap lingkaran pejuang selalu ada yang merunduk walau pun, saat ini cuma aku yang begitu.

A

hai, segera kembali aku sudah menunggumu. ayo mencuri waktu di mana hanya ada aku dan kamu di sana.

tetaplah bersamaku. pastikan untuk beberapa saat saja meski akhirnya pasti bukan akulah yang kamu mau. ayo mencuri waktu menunggangi dominasi. mengkhianati takdir.

Berulangkali

aku menatap kehampaanku lagi diam dalam kekacauan yang kubuat sendiri.

suara di kepala bilang ini hanya cemas berlebih suara yang lainnya malah menjerit keluarkan aku dari labirin kesengsaraan cinta ini!

aku menatap kehampaanku lagi itu menghidupkan kembali kenanganku dulu yang membunuhku berulangkali.

Satu-satu

tanganku sibuk berusaha menggapaimu lalu andai kamu tergapai tanganku mengukur dalam dan menembusmu sesuatu akan tetap tak tercapai dan hati kanan-kiriku akan pecah.

barangkali lebih baik mundur satu-satu pertama tanganku lalu nyawa dan waktuku.

Nahkoda Baru

selamat berlayar sampai jumpa di pelabuhan hujan.

kamu terlalu harta untuk karam bersamaku.

salam pada badai senang menemukanmu.

Legenda Margayasa

hidup di hatiku menjadi yang paling kucintai. kamu memenuhi ruang-ruang dalam waktu singkat membengkak, melilit jadi kisah cinta paling sulit diikhlaskan jadi mite yang dirayakan.

Jeruji Hati

tanganmu mampu menyatukan kembali sesuatu yang remuk tapi tak sekalipun mencoba membebaskanku.

padahal ada cinta yang bisa kubagi tapi kamu sibuk melubangi perasaan sendiri. membangun penjara di hatimu.

Masa Depan

tak ada harapan tak ada masa depan untuk kita. tentang masa depan yang nyata hanya kematian kematian tanpa cinta.

Bayar Tuntas

tak ada cinta di surat kabar hari ini cinta lari dan mati di kandang babi. cinta bahkan tak ada di bait ini cinta dijemput karena tak sanggup lagi berdiri dia hampir mati, muntah darah lima belas kali.

Vodka untuk Tuhan

dengan aroma naga alkohol bau tengik rokok marlboro kupanjatkan doa-doa nakal akankah terkabul dan kamu menerimanya?

begini “orang baik untuk orang baik“ kutenggak lagi vodka kuadukan kamu kepada tuhan buat kualat, buat tobat bukankah lebih baik?

Cukup

aku sempat ingin kembali kepadamu tak peduli gengsi setengah mati. namun, semua sama saja kita menghilang ditelan kehidupan masing-masing itu membuatku sadar sudah saatnya sibuk dengan diri sendiri dan mati-matian berbahagia.

Beban

berapa banyak perasaan yang harus kucabut agar keberadaanku tak memberatkanmu?

harapan ini sudah jadi luka semacam sakit yang menunggu penuhi ruang sebagai rimbun dari kemuakan yang riang mengoyak batinku yang gersang.

aku merindukan pelukan dan ucapan selamat pulang, selamat datang itu memberatkanmu?

Bukan Begitu

rindu telah terkoyak sepi menjadi setapak jalan yang tak tampak.

aku harus bilang apa bingung. maaf bertele-tele perasaan ini bagiku bukan hal sepele.

Ke Rumah

sudah tak bisa lagi aku pasti hanya mengganggu.

pergilah ke pulang ke sesuatu yang kau sebut rumah.

Lara

kepada lara yang sempat mampir terbenamlah bersama pijar yang hampir berakhir.

biar aku juga berbenah agar esok saat terbit masalah aku tak lagi salah mengambil arah.

Cerita Menjelang Malam

melihatmu dari tepi kota manja warna senja dan ceria. gemulai menari, memayungi letihnya hati.

angkasa merah ungu menyanyikan rindu apa warna langit bagimu? indah dan harapan? atau hanya tenggelam dan ketidakpastian?

Aku, Kamu, Luka

jika kau anggap aku luka lekaslah mengering seperti ranting lekas pulih pedihnya tak apa, menangis itu perlu itu bukan karena kamu lemah itu karena kamu mampu saja.

Equal

denganmu aku ingin lengkap ingin seimbang sama rata sama rasa.

seperti kopi dan gula roti dan selai atau mentega yang tidak pernah misuh tentang siapa yang lebih beruntung. apakah itu mungkin?

Bersama

kebersamaan antara kita seakan tak pernah ada. hidup bersama hanya dongeng perpisahan tetap ada karena kita pernah bersama.

bercanda, bagi tawa jua luka tanpa ada aturan yang mengikat kita.

Tamu

sambutanmu terlalu ramah hingga aku terburu-buru memindahkan kamar, dan rumah.

kamu seperti keluargaku sampai kulupa, aku hanya tamu.

Pasatuser

pepatah berkata patah satu tumbuh seribu tapi kenapa? seribu yang datang tak bisa menggantikan satu yang hilang?

seribu kemenangan bukan berarti seribu kemenangan.

Patah

kubantu kamu sembuh kudukung kamu tumbuh namun, setelah kamu merekah malah aku yang dibuat kamu patah.

Tanam Tuai

aku tidak menyesal pernah mencintaimu amat hebat. meski kita berakhir sebagai orang asing dengan kisah cerita yang usang dan sejarah kalah perang versi masing-masing.

Rubah

wajah gurat ibu dan sikap sepemalu itu mampu membuat iblis terbunuh. kamu, yang hadir dalam ceritaku dengan senyuman paling manis ternyata yang paling neraka dan sadis.

Eksistensi Cinta

ego ditambah kita sama dengan selesai kita hanya sepasang angin yang menolak kalah pada ego masing-masing lantas, siapa yang menang? iya, perpisahan.

Kanvas Hati

aku dan kamu seperti kanvas baru yang benar-benar kosong tanpa ada tinta hitam di dalamnya tapi, sudah kau pajang di kamar seperti seni menghapus tanpa menggambar berakhir tanpa pernah dimulai.

Desember

penghujung tahun yang curah hujanya tinggi kenapa yang sering basah malah pipi? padahal, penutup identik dengan yang manis tapi, kenapa malah lebih banyak tangis?

Amigdala

beberapa kisah memang berakhir indah sisanya hanya bisa menjadi sampah kukira kau rumah ternyata sekolah tempat untuk belajar banyak hal tapi tidak untuk pulang.