D.N.AIDIT:
KIBARKAN TINGGI
PANDJI REVOLUSI!
P.I.R. 289/64
KAUM BURUH SEMUA NEGERI, BERSATULAH!
PERHIMPUNAN DOKUMENTASI INDONESIA
NAALDWIJKSTRAAT 36
1059 GH AMSTERDAM
penerbit progresif PEMBARUAN
D. N. Aidit
☆
kibarkan tinggi
PANDJI REVOLUSI!
PERHIMPUNAN DOKUMENTASI INDONESIA NAALDWIJKSTRAAT 36 MA220 45 92 1059 GH AMSTERDAM
rentjana kulit basuki resobowo Jajasan Pembaruan" Djakarta 1964
Pengantar
KIBARKAN TINGGI PANDJI REVOLUSI! adalah kumpulan pidato dan kuliah-umum Ketua CC PKI, Kawan D.N. Aidit, di Peking, Pyongyang dan Kanton dalam bulan September tahun 1963, ketika ia memimpin Delegasi PKI memenuhi undangan PKT dan PBK berkundjung di RRT dan RRDK, sebagai bagian dari rangkaian kun- djungan delegasi tersebut ke Uni Sovjet, Kuba, RDD, RRT dan RRDK. Dalam buku ini kami sadjikan pula pidato sambutan dari pihak tuanrumah, jaitu dari Kawun Kang Seng, Tjalon-Anggota Politbiro dan Anggota Sekretariat CC PKT; Kawan Peng Tjen, Anggota Politbiro CC PKT; Kawan Tjen Ju, Sekretaris Comite Kwantung dan Kawan Huh Suk Sun, Ketua Comite Pyongyang dari PBK, jang masing® disampaikan sesaat sebelum pidato atau kuliah-umum Kawan D.N. Aidit diutjapkan. Penerbitan buku ini tidak hanja merupakan lambang persahabatan dan persatuan jang semakin kokoh antara Indonesia, RRT dan RRDK, antara PKI, PKT dan PBK, tetapi djuga sekaligus bisa mendjadi bahan peladjaran jang penting di Sekolah² Partai chususnja dan bagi para kader, anggota dan pentjinta PKI pada umumnja. Kami jakin bahwa buku KIBARKAN TINGGI PANDJI REVOLUSI! akan disambut sebagai sendjata baru ditangan anggota® PKI dan kaum revolusioner lainnja dalam perdjuangan untuk memenangkan revolusi Indonesia sebagai bagian dari revolusi sosialis dunia, dalam perdjuangan melawan imperialisme AS, feodalisme dan revi- sionisme modern. Depagitprop CC PKI
Djakarta 23 Mei 1964
REVOLUSI INDONESIA DAN TUGAS²
MENDESAK PKI
Terlebih dulu saja ingin menjatakan rasa terimakasih jang se-dalam²-nja kepada para hadirin, kepada pimpinan Sekolah Partai Tinggi dibawah CC PKT ini, kepada para guru dan para mahasiswa jang telah mengundang saja untuk memberikan tjeramah dan telah bersedia mendengar- kan tjeramah saja hari ini. (tepuktangan hangat). Kenjataan diadakannja tjeramah ini membuktikan bahwa kawan² mempunjai perhatian dan ketjintaan kepada perdjuangan Rakjat Indonesia dan PKI, sebagaimana halnja kaum Komunis Indonesia dan Rakjat pekerdja Indonesia mempunjai perhatian dan ketjintaan jang men- dalam terhadap Revolusi Tiongkok dan PKT. (tepuktangan riuh). Adalah tugas kita jang tidak dapat dilalaikan untuk saling mengenal keadaan masjarakat, revolusi dan Partai kita masing2. Hanja dengan terus-menerus memperbaharui pengenalan kita, maka akan dapatiah kita senantiasa me- remadjakan rasa persatuan, rasa persahabatan dan solida- ritet Marxis-Lenits kita. (tepuktangan riuh). Pada kesempatan ini saja djuga ingin menjampaikan salam hangat kaum Komunis jang sekarang djumlahnja lebih dari 2,5 djuta (tepuktangan riuh) dan Rakjat pekerdja Indonesia kepada kawan sekalian. (tepuktangan). Dalam tjeramah jang saja beri djudul ,Revolusi Indonesia dan tugas² mendesak PKI" saja hanja akan menge- mukakan beberapa segi jang sangat penting sadja.
I. SEDIKIT TENTANG PERIODISASI SEDJARAH
MASJARAKAT INDONESIA Sesuai dengan penjimpulan sementara dan berdasarkan pandangan bahwa perkembangan suatu masjarakat bukan- lah ditentukan oleh ide² subjektif, tetapi oleh perkembangan tjara produksi sjarat² kehidupan materiil manusia, maka
periodisasi sedjarah perkembangan masjarakat Indonesia dalam garis besarnja dapat dikemukakan sbb.:
- Masjarakat komune primitif (sampai lk 500 s.M.).
- Masjarakat pemilikan budak (dari lk 500 s.M. 1k 500 M).
Masjarakat feodal (dari 500 M — abad 17).
广Masjarakat feodal dan kolonial (dari achir abad 17 achir abad 19).
- Masjarakat kolonial dan setengah feodal (dari achir abad 19 sampai 1945).
- Masjarakat merdeka dan setengah feodal (dari 1945
1949). - Masjarakat setengah kolonial dan setengah feodal (dari 1949 — ……). Untuk mengenal keadaan masjarakat Indonesia seka- rang sebagai landasan penjusunan strategi dan taktik revolusi Indonesia, saja tidak akan membahas seluruh periodisasi sedjarah perkembangan masjarakat Indonesia sedjak djaman komune primitif. Tjukuplah kiranja djika saja kemukakan 3 periode terachir dari perkembangan masjarakat Indonesia. Inipun hanja garis² besarnja sadja.
a. Periode kolonial dan setengah feodal (dari achir abad 19 — Revolusi Agustus 1945) Dalam periode ini Indonesia sepenuhnja didjadjah oleh imperialisme Belanda dan selama perang dunia ke-II oleh fasisme Djepang jang melakukan penindasan politik dan penghisapan ekonomi dengan kedjam. Tjabang ekonomi jang vital dikuasai oleh modal monopoli asing. Bagi imperialis Belanda dan Djepang serta imperialis² lain, Indo-
1 nesia sepenuhnja berfungsi sebagai tanah djadjahan, jakni sebagai sumber bahan mentah, sumber tenaga murah, pa- saran hasil produksi negeri² imperialis, tempat penanaman kapital, dan sumber umpan peluru perang² imperialis. Kebudajaan pada pokoknja diabdikan pada imperialisme dan feodalisme disamping tumbuhnja kebudajaan jang diabdikan pada perdjuangan Rakjat. Sebagai akibat dari meluasnja export-kapital, kapitalis- me masuk djauh ke-desa². Hubungan² ekonomi feodal di-
rusak, sistim ekonomi tidak lagi ekonomi alamiah, me. lainkan ekonomi barang dagangan jang ber-angsur2 men- djadi berkuasa. Sistim feodal tidak lagi berdiri sendiri dan hanja dapat hidup berkat sokongan imperialis. Feodalisme sudah tidak penuh, tinggal sisa nja. Inilah keadaan setengah feodal. Dalam periode ini semua klas, ketjuali tuantanah dan agen² imperialis, dirugikan oleh imperialisme. Pada permu- laan periode ini lahirlah gerakan pembebasan nasional Indonesia. Sedjak itu perdjuangan Rakjat Indonesia melawan kolonialisme Belanda dilakukan lewat berbagai ben- tuk organisasi perdjuangan jang modern, seperti SS-Bond, VSTP, BO (Budi Oetomo), SI (Sarekat Islam), IP (Indische Partij), 1SDV (Perhimpunan Sosial Demokratis Hindia) dsb. Bersamaan dengan lahir dan berkembangnja gerakan pembebasan nasional, maka lahir dan berkembanglah nasion Indonesia. Gerakan" melawan serbuan" kolonialisme Belanda sebelum itu merupakan gerakan dari per- lawanan Rakjat setempat, tetapi belum merupakan gerakan nasional. Dengan lahirnja PKI (23 Mei 1920) sebagai sintese daripada Marxisme dengan gerakan klas buruh Indonesia, maka gerakan pembebasan nasional Indonesia telah menemukan intinja. Perdjuangan Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan semakin menghebat dan pada tahun 1926 terdjadilah pemberontakan nasional jang pertama dibawah pimpinan PKI jang memberi pukulan kepada im- periatisme Belanda. Kemudian setelah pemberontakan itu gagal, jang mengharuskan PKI bekerdja dibawah tanah, lahirlah partai2 politik nasionalis, seperti PNI (1927), dll. Presiden Sukarno dalam bukunja Sarinah" a.l. menulis sbb.: imperialisme Belanda pada waktu itu baru sadja mengamuk tabularasa dikalangan kaum Komunis. PKI dan Sarekat Rakjat dipukulnja dengan hebatnja, ribuan pe- mimpinnja dilemparkannja dalam pendjara dan dalam pembuangan di Boven-Digul. Untuk meneruskan perdjuangan revolusioner, maka saja mendirikan Partai Nasional Indonesia". Dengan inspirasi dari perdjuangan Rakjat Indonesia jang revolusioner lahirlah dalam 1928 (28 Oktober) Sumpah Pemuda, jaitu kebulatan tekad pemuda Indonesia dari berbagai sukubangsa dan berbagai aliran politik, jang menja-
takan bahwa mereka adalah berbangsa satu, berbahasa satu dan ber-tanahair satu, jaitu Indonesia. Peristiwa ini sangat penting bagi pertumbuhan nasion Indonesia dan meru- pakan djawaban jang tepat bagi politik petjah-belah kaum kolonialis Belanda. Dibawah pendudukan fasis Djepang Rakjat Indonesia landjutkan perdjuangan revolusionernja dengan melakukan sabotase" di perusahaan² dan melantjarkan pemberontakan² tani, a.l. di Singaparna, Indramaju, Tanah Karo, dll. pemberontakan" dikalangan militer, a.l. di Blitar, dan perlawanan“ dikalangan inteligensia, mahasiswa, pemuda dan peladjar. Semakin mendalam penderitaan Rakjat, perdjuangan semakin sengit. Dan setelah Djepang menjerah- kalah kepada negeri² sekutu dalam perangdunia kedua, Rakjat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan nasio- nalnja pada tgl. 17 Agustus 1945, dan mendirikan sebuah Republik.
b. Periode merdeka dan setengah feodal (dari 1945-
1949)
Dengan proklamasi RI tgl. 17 Agustus 1945 Rakjat Indonesia telah merebut kekuasaan dari tangan kaum fasis Djepang. Dengan kekuasaan politik ditangan Rakjat Indonesia telah melakukan serentetan tindakan anti-imperialis, seperti mendjadikan perusahaan penting milik imperialis sebagai milik RI, menghapuskan pemerintahan dan badan² kolonial serta membentuk komite² nasional Indonesia (KNI) dipusat dan di-daerah², membentuk badan² ke- amanan Rakjat dari pusat sampai ke-desa², dan dibebe- rapa daerah membagikan tanah² milik perkebunan imperialis kepada kaum tani, dsb.-nja. Dengan tindakan jang bersifat anti-imperialis dan demokratis seperti itu dibidang politik dan ekonomi, maka diwilajah kekuasaan RI imperialisme tidak beroperasi se- tjara langsung. Inilah keadaan merdeka jang dilahirkan Revolusi Agustus (1945 — 1948), meskipun kemerdekaan itu belum mantap dan belum terkonsolidasi. Beberapa ba- gian dari wilajah RI diduduki oleh tentara kolonial Belanda atau dikuasai oleh pemerintah² boneka, agen“ imperialisme Belanda. Rakjat İndonesia dalam periode ini terus mnelawan imperialisme Belanda disegala bidang untuk mem-
pertahankan kemerdekaan dan kedaulatan RI. Dalam pada itu musuh pokok jang lain, jaitu klas tuantanah feodal boleh dibilang tidak mengalami pukulan selama revolusi berlangsung, sehingga keadaan setengah feodal pada po- koknja tidak berubah. Inilah sebab pokok mengapa Revolusi Agustus 1945 tidak dapat diselesaikan sampai ke- akar²nja. Kegagalan Revolusi Agustus 1945 a.1. disebabkan ka- rena faktor² sbb.
Politik anti-imperialis jang tidak konsekwen, dengan
terus-menerus melakukan kompromi, seperti terbukti dari persetudjuan Linggardjati dan Renville, dan kemudian di- susul lagi dengan persetudjuan KMB jang lebih busuk;Tidak adanja politik anti-feodal jang dengan tegas
memukul tuantanah feodal dan menarik kaum tani kedalam revolusi;Tidak djelasnja politik front persatuan dengan bur-
djuasi nasional dalam revolusi burdjuis demokratis di Indonesia;Tidak adanja pimpinan (hegemoni) klas buruh jang
tunggal atas revolusi, meskipun ini tak berarti bahwa pimpinan revolusi berada ditangan burdjuasi. Kegagalan revolusi Agustus 1945 membuktikan bahwa burdjuasi Indonesia tidak mampu memimpin revolusi burdjuis demokratis pada zaman imperialisme atau revolusi burdjuis demokratis tipe baru. Disamping itu kegagalan itu djuga membuktikan bāhwā proletariat Indonesia ke- tika itu belum mampu memimpin revolusi burdjuis demokratis tipe baru mentjapai kemienangan penuh. Proletariat Indonesia telah mengambil peranan penting dalam Revolusi Agustus 1945, baik dibidang kekuasaan negara, ter- masuk angkatan bersendjata, maupun di-bidang² lain. 1 Seperti sudah diketahui dalam bulan September 1948 pemerintah Hatta jang reaksioner telah melantjarkan teror putihnja terhadap PKI, jang dikenal sebagai peristiwa Madiun. Dalam perdjuangan menghadapi teror putih ini PKI telah kehilangan banjak pemimpinnja. Telah pernah saja katakan bahwa "PKI berada dalam Revolusi Agustus dalam keadaan dimana belum menjimpulkan pengalaman²- nja mengenai front persatuan, dimana masih tetap tidak berpengalaman dalam pembangunan Partai dan tidak berpengalaman dalam perdjuangan bersendjata".
c. Periode setengah kolonial dan setengah feodal,
atau belum merdeka penuh dan setengah feodal (dari 1949 hingga kini). Program PKI mengatakan, bahwa persetudjuan KMB jang ditandatangani oleh pemerintah Hatta dan pemerintah Belanda pada tgl. 2 November 1949 menetapkan kedudukan Indonesia sebagai setengah djadjahan. Apa jang dinamakan penjerahan kedaulatan jang terdjadi pada tgl. 27 Desember 1949, sesuai dengan persetudjuan tsb. di- atas, adalah persetudjuan untuk menimbulkan lamunan di- kalangan Rakjat Indonesia bahwa Indonesia telah diberi kemerdekaan jang penuh dan bahwa penjerahan kedaulatan itu adalah njata, penuh dan tak bersjarat. Sedangkan sebenarnja dengan penandatanganan persetudjuan KMB pemerintah Hatta telah merestorasi kekuasaan kaum imperialis Belanda atas ekonomi Indonesia. Tetapi gerakan pembebasan nasional dan gerakan de- mokratis Rakjat Indonesia tidak dapat dibendung. Atas desakan massa Rakjat jang luas, maka dalam bulan April 1956 setjara unilateral (sefihak) persetudjuan KMB jang pintjang dan chianat itu dapat dibatalkan dan kemudian djuga "hutang2" kepada Nederland dihapuskan setjara unilateral oleh pemerintah Indonesia. Kemudian dengan kekuatan massa Rakjat jang lebih luas lagi ber-turut² telah diambil-alih dan dinasionalisasi perusahaan² milik modal monopoli Belanda (1957) dan telah dimasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan RI (1963). Tapi tindakan² jang positif anti-imperialis ini tidak berarti telah mem- bawa pengubahan fondamentil pada masjarakat Indonesia. Scbagai bukti jang se-djelas²nja dari keadaan Indonesia jang belum merdeka penuh jalah kenjataan belum merde- kanja Indonesia dilapangan ekonomi. Kaum imperialis, terutama imperialis Amerika Serikat, masih dapat me- nguasai bahan² mentah Indonesia, menggali kekajaan pe- likan Indonesia, dan menggunakan tenaga buruh Indonesia jang murah. Dengan denikian mereka menekan perkem- bangan ináustri nasional baik sektor negara maupun milik burdjuasi nasional. Apa jang hingga kini tersedia tentang angkaª seluruh penanaman modal asing jalah laporan White Engineering Corporation pada th. 1952 sbb.:
Modal Belanda (sebelum pengambilalihan) $ 1470 djuta ,, Amerika Serikat 350 ”9 ,, Inggris 262,5”, 105 Perantjis dan Belgia A696A, Asing lainnja $ 52,5 ” Djumlah $2240 djuta. Menurut pidato Menteri Luarnegeri Nederland, Luns, di PBB, pada tahun 1948 modal Belanda jang telah di- ambilalih di Indonesia berdjumlah lk. $1200 djuta. Dengan demikian, seandainja angka Luns ini benar dan tidak ada investasi baru, maka penanaman modal asing di Indonesia sekarang berdjumiah $ 2240 djuta — $ 1200 = $1040 djuta. Keadaan sebenarnja jalah bahwa modal imperialis, terutama modal kaum imperialis Amerika Serikat, belakangan ini semakin bertambah dengan investasi² baru. Sedjak tahun 1945 terdapat tambahan penanaman modal
A.S. di perusahaan² minjak bumi sbb.: Shell tambah $ 84 djuta; Stanvac $40 djuta; dan Caltex $ 47 djuta. Sedangkan jang berupa bantuan ekonomi" AS menurut duta besar AS Jones kepada Men's Association sedjak tahuu 1950 sudah berdjumlah $ 639 djuta. Menurut dugaan angka² jang tersedia ini adalah dibawah angka² jang sebenarnja. Seperti kawan² ketahui penanaman modal asing di negeri² seperti Indonesia dan bantuan ekonomi" imperialis merupakan bentuk²" dari neo-kolonialisme. Neo-kolonialisme keras dilawan oleh Rakjat² Asia, Afrika dan Amerika Latin, djadi djuga oleh Rakjat Indonesia. Dengan bantuan kaum komprador dan kaum kapitalis birokrat, kaum imperialis telah menggerowoti ekonomi sektor negara dan sampai taraf tertentu berhasil mema- sukkan djarum neo-kolonialisme dibidang ekonomi Indonesia lewat apa jang dinamakan program stabilisasi ekonomi" menurut pola AS baik langsung maupun lewat apa jang dinamakan DMI (Dana Moneter Internasional, IMF). Dengan demikian ekonomi Indonesia mendjadi sa- ngat tergantung pada sistim ekonomi dunia kapitalis. Se- telah imperialisme Belanda diusir dari hampir semua la- pangan ekonomi dan dari Irian Barat, maka imperialisme AS telah menggantikan kedudukan imperialisme Belanda
sebagai musuh Rakjat Indonesia jang nomor satu dan
paling berbahaja.
Kenjataan di-desa² Indonesia menundjukkan bahwa hu- bungan agraria masih bersifat fcodal sedangkan kaum tani berada dalam keadaan tergantung pada tuantanah feodal, seperti terbukti : Pertama, adanja hak monopoli tuantanah² atas milik tanah jang dikerdjakan oleh kaum tani jang tidak berta- nah. Tudjuan pokok dari perdjuangan PKI dan kaum tani sekarang jalah melenjapkan hak monopoli atas tanah oleh tuantanah dan melaksanakan sembojan tanah untuk pe- tani". Hasil penelitian jang dilakukan oleh kader² gerakan tani diberbagai desa di Indonesia nienundjukkan deradjat pemusatan a.1. sbb.:
- tuantanah tanimiskin dan bu-
ruhtani (penduduk) (tanah)(penduduk) (tanah) Karangduren 6% 31% 64% 17% (Djenber) Leuwigadjah 12.5% 83.48%87.5%
16.52%
(Batudjadjar) Kedua, pembajaran sewatanah dalam udjud barang kepada tuantanah jang merupakan 50% atau lebih dari hasil panen kaum tani, telah mengakibatkan kemelaratan bagian terbesar kaum tani. Menghadapi penghisapan tauntanah ini gerakan revolusioner menuntut pembagian jang lebih baik bagi kaum tani, jang biasa dinjatakan dengan angka 6: 4, artinja paling sedikit 6 bagian untuk kaum tani jang menggarap dan paling banjak 4 bagian untuk jang memiliki tanah. Ketiga, sistim sewatanah dalam bentuk kerdja ditanah tuantanah telah menempatkan kaum tani dalam keduduk- A an hamba, seperti melakukan kerdja rodi dan bentuk² ker- djapaksa lainnja. Keempat, adanja tumpukan hutang" jang mendjerat ba tangleher bagian terbesar kaum tani dan jang menempai- kan mereka dalam kedudukan budak terhadap pemilik² tanah dan terhadap lintahdarat² seperti bungapindjaman rata" 10 — 100% sebulan, atau bentuk idjon dengan rata² 25 — 50% daripada harga panen, dsb. Sebagai hasil kombinasi perdjuangan revolusioner kaum tani dan perdjuangan kaum revolusioner dalam parlemen
telah dihasilkan UUPBH (Undang" Perdjandjian Bagi Hasil) dan UUPA (undang pokok Agraria). Pelaksanaan undang² tsb. sangat lambat dan mengalami banjak sabotase, meskipun kedua undang" tsb. baru membatasi dan belum sampai menghapuskan penghisapan feodal di-desa2. PKI menjokong pelaksanaan kedua undang" sambil menerang- kan kepada kaum tani program agraria PKI sendiri. Dengan demikian masjarakat Indonesia dewasa ini masih bersifat setengah kolonial dan setengah feodal, atau djuga sering kami njatakan masjarakat jang belum merdeka penuh dan setengah feodal. Penggunaan perumusan ,belum merdeka penuh"menundjukkan suatu pengertian bahwa disatu fihak Indonesia bukannja negeri jang tidak merdeka samasekali, dan difihak lain Rakjat terus ber- djuang untuk merebut kemerdekaan nasional jang penuh. TENTANG SOAL& POKOK REVOLUSI INDONESIA Setelah kita mengenal sifat masjarakat Indonesia, dapat- lah kita membahas tentang soal pokok revolusi Indonesia. Proses pengenalan PKI terhadap revolusi Indonesia berarti suatu proses pengenalan PKI terhadap soal² pokok revolu- sinja, jaitu terhadap sasaran, tugas, kekuatan2, watak dan prespektif dari revolusi Indonesia. Hal ini mulai dirumus- kan dalam kongres Nasional ke-V PKI, th. 1954. Makaitu sering dikatakan sebagai berikut: .. Dengan Kongres ini, Partai jang mulai meningkat dewasa sedjak resolusi Dja- lan Baru mendjadi Partai jang sepenuhnja dewasa karena telah mendjawab semua masalah penting dan pokok daripada revolusi Indonesia dan telah mempunjai pengertian jang lengkap tentang teori revolusi Indonesia, sebagai per- paduan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia". (Peladjaran dari Se- djarah PKI, hal. 16). (tepuktangan). Kekuatan revolusi Indonesia terdiri dari semua klas dan golongan jang mengalami penindasan dari imperialisme dan feodalisme. Mereka jalah klas proletar (klas buruh), kaum tani, burdjuasi ketjil, burdiuasi nasional dan elemen² de- mokratis lainnja. Merekalah jang harus bersatu dalam satu front persatuan nasional jang berbasiskan persekutuan buruh dan tani dan dipimpin oleh klas buruh melawan imperialisme dan feodalisme. Sedangkan kekuatan pendorong
atau kekuatan penggerak revolusi Indonesia adalah klas
buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan elemenº demokratis
lainnja jang dirugikan oleh imperialisme dan konsekwen melawan imperialisme. Merekalah jang djuga merupakan kekuatan progresif di Indonesia, karena mereka konsekwen
dalam revolusi jang anti-imperialis dan anti-feodal, karena
mereka adalah Rakjat pekerdja dan karena mereka dapat
menerima Sosialisme. Sedangkan kekuatan pokok dari revolusi Indonesia ditindjau dari vitalnja dan besar djum-
lahnja adalah kaum tani.
Setelah djelas mengenai kekuatan revolusi, kekuatan
pendorong serta kekuatan pokok revolusi dan kekuatan² penghalangnja, maka dalam masjarakat Indonesia terdapat
3 kekuatan, jaitu kekuatan kepala batu (penghalang atau
sasaran revolusi), kekuatan tengah dan kekuatan progresif, jang masing2 mempunjai konsepnja terhadap revolusi Indonesia. Garis politik PK1 dalam menghadapi 3 kekuatan itu jalah: dengan sekuat tenaga dan tak djemunja me- ngembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mementjilkan kekuatan kepala batu. Pelaksa- naan garis politik ini adalah sangat penting dalam meng- ubah imbangan kekuatan dalam masjarakat Indonesia. Hingga sekarang pelaksanaannja adalah sesuai dengan apa jang digariskan ini, jaitu kekuatan progresif bertambah besar, persatuan nasional bertambah kuat dan kaum reak- sioner makin terpentjil. Prinsip bersatu dan berdjuang dengan burdjuasi nasional dalam front persatuan nasional untuk melawan imperialisme dan feodalisme telah terwu- djud dalam kegiatan praktis para kader dan anggota PKI diberbagai bidang kehidupan dan perdjuangan revolusioner di Indonesia.
Watak Revolusi Indonesia pada tingkat sekarang ada-
lah burdjuis demokratis dan bukan proletar-sosialis. Tapi revolusi burdjuis demokratis Indonesia tidak lagi terma- suk tipe lama, dan bukan merupakan bagian dari revolusi burdjuis demokratis dunia jang sudah usang, ia sudah merupakan tipe baru dan mendjadi bagian dari revolusi proletar sosialis dunia jang dengan konsekwen melawan imperialisme. Revolusi Indonesia berwatak burdjuis karena ia tidak menghapuskan hakmilik perseorangan atas alat2 produksi, bahkan berkewadjiban memberikan milik tanah kepada kaum tani dan memberikan dorongan untuk perkembangan pengusaha² nasional dalam usaha
melepaskan diri dari ketergantungan imperialis. Revolusi Indonesia bersifat demokratis karena melawan feodalisme dan mentjiptakan hak² demokratis bagi seluruh Rakjat. Karena Revolusi Indonesia berwatak burdjuis demokratis tipe baru, maka adalah mendjadi tugas sedjarah bagi proletariat untuk memainkan peranan kepeloporan- nja. Mengenai masalah ini sidang pleno I CC PKI dari Kongres Nasional ke-VII mengemukakan bahwa masalah adanja Partai pelopor tidak dapat ditentukan oleh kehen- dak subjektif satu orang atau oleh undang². Meskipun setjara objektif Partai klas buruh memikul tugas untuk mendjadi pelopor, namun kepeloporan ini tidak dapat di- dapat dengan gratis. Untuk dapat mendjadi pelopor maka klas buruh dan PKI harus mengabdi kepada kepentingan Rakjat setjara mutlak, melakukan perdjuangan setia tanpa batas untuk kepentingan Rakjat, bersedia berkorban dan membela kepentingan Rakjat dengan keberanian jang luar- biasa. Dengan menarik peladjaran dari adjaran Kawan Mao Tje-tung tentang sjarat² untuk memainkan peranan pelopor dalam revolusi jang a.l.: djika ,sembojan² politik dasar sesuai dengan perkembangan sedjarah", djika Partai telah ,,mendjadi teladan dalam melaksanakan tudjuan tsb", djika ",,telah membentuk persekutuan jang tepat dengan sekutu²nja dan mengembangkannja serta mengkonsolida- sinja", djika telah ,meluaskan Partai Komunis jang bulat dalam ideologi dan berdisiplin keras" (Mao Tje-tung, Selected Works Vol. I, p. 270), maka dapatlah dinjatakan bahwa achir² ini klas buruh Indonesia dan PKI telah me- menuhi sjarat² tsb. (tepuktangan riuh). Sudah tentu sjarat² jang sudah dipenuhi ini harus terus-menerus diperkuat. Setelah djelas watak revolusi Indonesia, maka njatalah bahwa prespektif Revolusi Indonesia adalah Sosialisme dan Komunisme dan bukan kapitalisme. (tepuktangan). Hal 4 ini tidak hanja ditandai oleh zaman kita sekarang sebagai zaman peralihan ke Sosialisme, tetapi setjara kongkrit di Indonesia sedang dilangsungkan perdjuangan revolusioner untuk memenangkan revolusi burdjuis demokratis tipe baru atau revolusi demokrasi Rakjat atau djuga revolusi nasional demokratis sebagai tahap pertama dari revolusi untuk kemudian dilandjutkan dengan revolusi sosialis atau tahap kedua dari Revolusi Indonesia. Gerakan revolusioner Indonesia jang dipimpin oleh PKI dewasa ini merupakan gerakan revolusioner jang komplit, jang bertugas
untuk menjelesaikan dua tingkat revolusi, jaitu jang demo-
kratis sebagai persiapan untuk jang sosialis, dan jang sosialis sebagai landjutan daripada jang demokratis. (tepuktangan). Bagi Rakjat Indonesia tidak ada djalan lain ketjuali djalan ke Sosialisme. Djalan kekapitalisme sudah buntu, karena baik Rakjat pekerdja Indonesia maupun kaum imperialis tidak akan membiarkan ditempuhnja djalan ini. Rakjat pekerdja Indonesia tidak membiarkannja, karena Rakjat pekerdja mau ke Sosialisme. Kaum imperialis tidak membiarkannja, karena bagi mereka Indonesia jang setengah djadjahan atau neo-kolonialis adalah satu²nja jang tjotjok. Kaum imperialis tidak akan membiarkan kaum kapitalis Indonesia berkembang setjara bebas, karena perkembangan demikian berarti membiarkan lahirnja dan mendjadi kuat- nja penjaing² jang tidak disukai. Oleh karena itu kaum kapitalis Indonesia hanja dianggap patut untuk mendjadi komprador kaum imperialis. Menempuh djalan setengah djadjahan atau neo-kolonial, artinja meneruskan keadaan sekarang, djuga tidak mungkin, karena seluruh Rakjat, chususnja Rakjat pekerdja telah mendidih menghendaki adanja perbaikan keadaan, sedangkan perbaikan keadaan hanja mungkin djika menempuh djalan Sosialisme. Untuk menempuh djalan ke Sosialisme, maka kewadjib- an PKI jalah menegakkan, memperkokoh dan mengkon- solidasi peranan kepeloporan proletariat dalam Revolusi Indonesia. Inilah djalannja agar revolusi nasional-demokratis Indonesia sekarang benar² mendjadi bagian dari revolusi proletar sosialis dunia dan dengan demikian terdja- min pula bahwa perspektif revolusi Indonesia adalah Šo- sialisme dan Komunisme. Mengingat bahwa perspektif Revolusi Indonesia adalah Sosialisme maka djelaslah bahwa Indonesia termasuk da- at lam kekuatan baru jang sedang tumbuh, dalam the new emerging forces, bersama dengan negeri² baru merdeka jang anti-imperialis dan anti-kolonial lainnja, negeri² kubu sosialis dan kekuatan progresif lainnja jang terdapat dise- luruh dunia. Tiap pertumbuhan dari salahsatu kekuatan baru tsb. harus didukung dan dibantu. Sembojan jang di- adjukan oleh Komintern dan disetudjui oleh W.I. Lenin: Kaum buruh semua negeri dan nasion² tertindas, bersatu- lah!" kini telah mendjadi kebutuhan kongkrit dari the new emerging forces untuk dikibarkan tinggi dalam perdjuang-
an untuk melawan the old established forces, jaitu kekuatan imperialis, kolonialis, neo-kolonialis dan kekuatan² reaksioner lainnja didunia. (tepuktangan). II. PEMBANGUNAN PARTAI SEDJAK TAHUN 1951 Didalam menghadapi situasi sesudah penandatanganan KMB didalam Partai timbul dua matjam pendirian. Pendirian jang(pertama menghendaki agar Partai terus mela- kukan perdjuangan bersendjata melawan Pemerintah RI-KMB. Kawan² ini setjara berat sebelah memahami situasi. Mereka hanja melihat bahwa kaum Komunis mendapat nama jang baik dikalangan Rakjat karena peranannja didalam perdjuangan bersendjata melawan imperialis Belanda dan bahwa banjak Komunis langsung memimpin pasu- kan² bersendjata melawan Belanda. Tapi mereka kurang memperhatikan situasi umum dalamnegeri diman&revolusi sedang mengalami gelombang surutBanjak golongan di- luar PKI menaruh ilusi terhadap pengakuan kedaulatan lewat KMBkebanjakan Partai politik menjetudjui KMB. Difihak lain,setjara organisasi keadaan Partai masih sa- ngat lemah akibat teror putih peristiwa Madiunf.³Djumlah anggota Partai sedikit danorganisasi Partai dibanjak daerah sedang lumpuh. Ditambah lagi bahwa ada elemen² didalam pimpinan Partai jang menentang pelaksanaan re- solusi Djalan Baru mengenai peleburan Partai Sosialis dan Partai Buruh Indonesia mendjadi satu Partai Marxis-Leni- nis jaitu PKI. Belum lagi kenjataan bahwa mengenai soal² pokok revolusi Indonesiapun belum tertjapai kesatuan pan- dangan didalam Partai. Oleh sebab itu djelaslah bahwă garis kawan“ tersebut adalah garis subjektif jang avonturis dan djika dilaksanakan akan mengisolasi Partai dari massa. Pendirian kedua berpangkal pada analisa situasi keselu- ruhan. Per-tama² perlu bagi Partai mengumpulkan kembali barisannja jang sedang mengalami kerusakan, membulat- kan pikiran dan menjimpulkan pengalaman² Partai selama itu. Jang penting bagi Partai pada waktu itu adalah me- rebut dan mempertahankan kedudukan legalnja didalam Republik Indonesia. Hal ini sepenuhnja mungkin karena tingginja prestise Partai dalam perdjuangan melawan ten- tara kolonial Belanda dan sedang merosotnja martabat Hatta karena persetudjuan KMB. Kedudukan legal Partai
jang diperolehnja sesudah KMB adalah sesuatu jang dire- butnja dengan sendjata. Maka akan samasekali salah
untuk melepaskannja dengan sukarela. Pendirian kedua ini pada achirnja memperoleh dukungan majoritet Partai dan kebenarannja dibuktikan oleh perkembangan politik
selandjutnja.
Peristiwa penting bagi pembangunan kembali Partai
adalah diadakannja Sidang Pleno CC pada permulaan
tahun 1951 atas desakan sajap Leninis didalam CC.
(tepuktangan riuh). Dalam sidang ini sajap jang menentang
Djalan Baru dikalahkan dan dibentuk Politbiro baru. Pe-
ranan penting dalam menjiapkan kemenangan sajap Leninis ini jalah dimainkan oleh madjalah Partai Mimbar Re- volusi sewaktu masih ilegal dan Bintang Merah. Politbiro baru bekerdja keras untuk memberi pimpinan berdasarkan garis² Djalan Baru, dan berhasil menjusun Konstitusi PKI jang Marxis-Leninis. Bahan² tentang Konstitusi² dan pengalaman² pembangunan Partai² Komunis lainnja teruta- ma PKT, sangat membantu bagi penjusunan Konstitusi tersebut. Dalam pada itu, djustru karena dipadu pula dengan pengalaman² kongkrit dari sedjarah pembangunan -PKI sendiri, maka Konstitusi itu dapat memegang peranan penting bagi pembangunan kembali PKI. Dalam bulan April 1951 Konstitusi itu disahkan oleh Sidang Pleno CC dan segera berlaku diseluruh Partai sebagai pegangan untuk aktivitet² pembangunan Partai se-hari2. Diskusi² dan ke- giatan² melaksanakan Konstitusi sangat mendorong perkembangan Partai, meningkatkan pengetahuan teori anggota" Partai, menghidupkan demokrasi intern Partai, meng hidupkan kritik-self-kritik dan memperkuat disiplin, ideologi dan kesatuan Partai.
Usaha² pembangunan Partai di-daerah² pada tingkat per-
a
tama dilakukan oleh pembantu² CC jang terpertjaja, me-
reka jang sehati dan sefikiran dengan CC, jaitu Komisariat²
CC (KCC2) jang dikepalai oleh seorang Komisaris CC jang
ditetapkan oleh CC, djadi tidak dipilih dari bawah. KCC diadakan untuk provinsi² Djawa Barat, Djawa-Tengah,
Djawa-Timur, Sumatra Utara, Sumatra Tengah, Sumatra Selatan dan Sulawesi. Tjara ini adalah tepat, karena dengan
djalan ini CC mempunjai hubungan langsung dengan Comite² Seksi dan dengan ini djuga CC mengenal langsung kader² jang memimpin Comite² tersebut. Hal ini perlu ka-
rena keadaan Partai di-daerah² masih ruwet dan dikatjau- kan oleh elemen² oportunis baik kanan maupun "kiri". Dalam masa perbangunan kembali Partai ini, pengalaman PKI dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam keadaan terdapatnja kekatjauan dan keruwetan organisasi, politik dan ideologi dalam Partai, perlu per-tama" sekali memperdjuangkan persatuan jang kokoh dan kebulatan fikiran Marxis-Leninis dari badan pimpinan central (CC). Kemu- dian organisasi² bawahan mulai dibangun kembali dari atas. Djika Comite² organisasi² bawahan Partai sudah berakar dan mulai berkembang, barulah demokrasi intern Partai dikembangkan setjara ber-angsur². Didalam usaha untuk membangun Partai massa jang tersebar diseluruh negeri, PKI menghadapi berbagai masa- laa chusus jang timbul dari keadaan kongkrit negeri dan bangsa Indonesia. Pertama, jalah bahwa Indonesia merupakan kepulauan jang terdiri dari beberapa ribu pulau di- inana PKl harus mendirikan organisasi² dan Comite² Partai. Pemetjahan masalah ini bukan hanja masalah menarik anggota² dari Rakjat jang mendiami pulau² itu, tapi djuga pemetjahan mengenai masalah transport dan komu- nikasi. Hingga sekarang soal ini merupakan problim jang besar, walaupun berkat keuletan kader² PKI dapat terdjaga hubungan jang kontinju sekalipun lambat. Dalam situasi inilah lebih² lagi menondjol arti sangat pentingnja kebulatan ideologi seluruh Partai, sehingga Comite² Partai dan kader“ pimpinan di-daerah² dapat bertindak dengan penuh inisiatif dan beriri sendiri dengan memegang teguh garis umum dan Program Partai. Disinilah terletak makna chusus dari tugas membangun Partai diseluruh negeri jang mungkin hal ini tidak begitu mendjadi soal bagi negeri jang terdiri dari daratan. Kedua, jalah masalah sukubangsa dan golongan keturunan asing. Seperti sudah saja djelaskan di- muka, nasion Indonesia terdiri dari banjak sukubangsa jang ber-beda" bahasa, adat-istiadat dan tingkat perkembangan masjarakatnja, dan berbagai golongan keturunan asing, seperti Eropa, Arab dan Tionghoa. Masalah terpokok untuk berakar pada sukubangsa² adalah masalah tani. Dengan berpegang teguh pada program agraria PKI kader² Partai bekerdja dan membangun organisasi Partai. Salahsatu faktor penting bagi peluasan Partai dikalangan berbagai sukubangsa jalah politik Partai memperdjuangkan pelaksanaan haksama bagi semua sukubangsa. Berkat po-
litik ini maka timbul dalam Partai jang mulai berakar disemua sukubangsa perlombaan jang sehat untuk mema- djukan segi² jang baik dan menguntungkan Rakjat peker- dja dari masing² suku untuk bersatupadu dalam perdjuangan melawan imperialisme menudju kemerdekaan nasional
jang penuh. Dalam melaksanakan politik ini PKI djuga melakukan perdjuangan melawan ketjenderungan sukubang-
sa-besarisme dan menentang sukubangsa-isme jang sempit,
jang dua²nja bersumber kepada ideologi burdjuis.
Mengenai warganegara² keturunan asing, PKI menuntut didjalankannja politik haksama bagi warganegara² ,asli"
dan keturunan asing, dan menentang setiap diskriminasi
rasial. Berhubung dengan kedjadian kontra-revolusioner jang rasialis achir² ini, jang terutama merusak hartabenda
orang² Tionghoa, PKI merumuskan lebih kongkrit lagi po- litiknja mengenai golongan² keturunan asing. Politik ini
jalah politik pengintegrasian revolusioner. Artinja, bahwa
PKI mengintensifkan pekerdjaannja dikalangan golongan
keturunan asing itu supaja mereka aktif turutserta dalam
perdjuangan revolusioner setjara terorganisasi dalam PKI
dan ormas² revolusioner. Politik ini penting untuk mem-
berantas sisa² pengaruh rasialisme didalam barisan prole- tariat sendiri, maupun untuk membasmi gedjala² exclusi- visme jang timbul diantara warganegara² keturunan asing itu. Politik ini djuga merupakan djalan keluar bagi mereka, karena makin banjak diantara mereka jang menje-
dari bahwa rasialisme dan sovinisme asli²an" itu tidakbisa
dihadapi dengan sikap tidak mau tjampur politik" tapi harus dihadapi dengan sikap ,berpolitik aktif dan politik
revolusioner". Pengintegrasian revolusioner djuga penting untuk menggagalkan politik "asimilasi" jang sebetulnja
berarti memaksa golongan keturunan asing untuk mengu- bah namanja, adat-istiadat dan tradisi kebudajaannja. Se-心 sungguhnja, politik pengintegrasian revolusioner adalah po-
litik untuk mengokohkan nasion Indonesia dalam arah so-
sialis, berlawanan dengan politik "asimilasi" burdjuis ter- sebut jang sebetulnja merupakan politik untuk mengem- bangkan nasion Indonesia dalam arah kapitalis. Sedjak PKI pada tahun 1952 melakukan beberapa kali gerakan perluasan anggota setjara besar²an, memang tidak pernah hal itu dilakukan tanpa disertai pendidikan didalam
Partai untuk mempeladjari program dan Konstitusi PKI
bagi anggota² baru, sedang anggota² jang lama diwadjibkan
untuk mempeladjari setjara sistimatis dokumen² Partai serta buku² teori Marxisme-Leninisme. Umpamanja gerakan dikalangan pimpinan PKI untuk mempeladjari tulisan Lenin Komunisme Sajap Kiri", suatu Penjakit Kanak pada tahun 1951 dan 1952 mempunjai peranan menentu- kan untuk membawa Partai keluar dari penjakit sektaris- menja. Gerakan² untuk mempeladjari tulisan Kawan Mau Tje-tung Tentang Praktek, Tentang Kontradiksi dan Me- ngurus Setjara Tepat Kontradiksi² Dikalangan Rakjat mempunjai arti penting sekali bagi PKI untuk beladjar menjimpulkan pengalaman²nja dan menjelesaikan kontradiksi2 didalam Partai. (tepuktangan riuh). Begitu pula gerakan untuk mempeladjari tulisan Kawan Liu Sjao-tji Ga- ris Massa sangat membantu kader2 PKI untuk memba- ngun Partai jang berakar pada massa. Dan masih banjak sekali tjontohnja. Dengan Plan Tiga Tahun Pertama Mengenai Organisasi dan Pendidikan jang dimulai tanggal 17 Agustus 1956 di- laksanakan sistim pendidikan Marxisme-Leninisme jang baru, jang bersifat kesatuan untuk semua tingkat sekolah Partai. Sekolah² dan kursus² Partai diselenggarakan mulai dari tingkat central sampai ke-organisasi² basis, sedangkan pendidikan itu dengan rapat digabungkan dengan tugas² Partai dalam masa jang tertentu. Dengan demikian pendidikan dalam Partai merupakan persianan ideologi dan usaha untuk menghilangkan rintangan ideologis agar tugas“ Partai dapat dilaksanakar dengan lebih baik. Pada massa Plan Tiga Tahun Pertama diadjarkan 4 mata peladjaran pada Sekolah² dan Kursus² Partai pada semua tingkat, jaitu Sedjarah Perkembangan Masjarakat, Soals Pokok Revolusi Indonesia, Soal Front Persatuan Nasional dan Soala Pembangunan Partai. Dalam Sekolah Partai Central masih ditambah satu matapeladjaran lagi, jaitu Filsafat Materialisme Dialektik dan Histori. Plan Tiga Tahun Kedua bernama Plan Mengenai Pendidikan dan Organisasi. Dalam masa Plan ini pendidikan lebih diintensifkan. PKI menekankan bahwa pembangunan organisasi penting, tapi pembangunan ideologi lebih penting lagi. Disemua tingkat Sekolah Partai diadjarkan MDH. Hal ini sesuai dengan keperluan objektif untuk memper- sendjatai semua Komunis dalam menangkis serangan fron- tal kaum reaksioner dibidang ideologi. Sudah barangtentu, isi matapeladjaran MDH ber-beda² sesuai dengan taraf Se-
kolah Partainja. Umpamnja, di Sekolah² Politik jang dise- lenggarakan oleh Comite Subseksi untuk kader² tingkat Comite Resort, peladjaran MDH dibatasi pada memperke- nalkan pengertian² elementer mengenai azas² materialisme, dialektika dan materialisme histori. Antara lain, jang di- pentingkan jalah watak klas dari filsafat, agar para siswa selalu dapat membedakan antara pendirian lawan dengan pendirian kawan dan dapat memegang teguh, pendirian klas buruh dalam menghadapi semua soal politik dan revolusi. Selandjutnja, pengertian mengenai azas materialisme jang ditjerminkan dalam keharusan bertolak dari kenjataan, supaja dapat melawan idealisme dalam tindakan, melawan sukbjektifisme dalam pekerdjaan revolusioner. Pengertian pokok mengenai dialektika dipusatkan pada memahami arti memandang segala sesuatu dalam geraknja dan azas kon- tradiksi. Djuga diterangkan arti praktek revolusioner bagi perkembangan teori revolusioner. Selain matapeladjaran MDH, di Sekolah Partai pada semua tingkat ditambahkan pula matapeladjaran penting lain- nja jaitu Gerakan Buruh Internasional. Tudjuan per-tama² dari pemberian matapeladjaran ini adalah untuk memperte- bal pendidikan patriotisme dan internasionalisme proletar, untuk melawan nihilisme nasional dan sovinisme. Pendidikan ini sangat penting, lebih karena dalam rangka ker- djasama dengan burdjuasi nasional dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh, tidak dapat di- hindarkan pengaruh ideologi burdjuis terhadap klas buruh. Djika klas buruh mengendorkan kewaspadaan ideologinja, maka ia mudah hanjut dalam arus nasionalisme burdjuis jang sempit atau sovinisme. Klas buruh harus menghadapi bahaja itu dengan pendidikan patriotisme jang sedjati, patriotisme progresif, patriotisme proletar jang bersumber pada ketjintaan kepada Rakjat pekerdja, kepada Rakjata jang tertindas, Patriotisme sematjam ini dengan wadjar berpadu dengan internasionalisme proletar jang mendalam. Internasionalisme proletar dari kaum Komunis Indonesia telah ber-kali² diudji oleh peristiwa² dalam dan luarnegeri. Diantaranja jalah soal pemberontakan kontra-revolusioner di Hongaria (tahun 1956) dan tindakan Sovjet membantu Pemerintah Buruh dan Tani Hongaria menindas kontra-revolusi itu. Kaum Komunis Indonesia dengan bulat me- njokong tindakan Sovjet itu dan tidak ada ke-ragu²an se- dikitpun. Kedjadian lain jalah pelaksanaan PP-10 pada
tahun 1959 jang ditudjukan untuk menghantjurkan peda- gang" ketjil keturunan Tionghoa dan merusak persahabat- an RI-RRT. Hal ini ditjetuskan lagi dalam aksi² rasialis jang kontra-revolusioner bulan Mei tahun ini. Kita dapat mengatakan bahwa PKI lulus dari udjian itu. Para anggota PKI dengan teguh menghantam rasialisme, membela persa- habatan RI-RRT. (tepuktangan riuh). Sikap ini samasekali tidak membawa kerugian bagi PKI, dan malahan sebalik- nja. Dengan sikap itu PKI dapat mengadjak seluruh nasion untuk menghantam kontra-revolusi jang rasialis itu dan penbangunan Partai makin madju. Pengalaman® PKI dalam melaksanakan pendidikan Mar- xisme-Leninisme jang sistimatis ini menundjukkan sangat pentingnja untuk pada permulaan menitikberatkan pada pendidikan kader² tingkat CC' dan CDB jang merupakan tulangpunggung bagi seluruh organisasi Partai. Kemudian pendidikan ini diluaskan ketingkat-tingkat bawahan dan dalam gerakan achiran dari Plan Tiga Tahun Kedua titik- beratnja adalah pelaksanaan Sekolah² Politik dan Kursus² Rakjat jang dilaksanakan oleh Comite2 organisasi basis. Melalui Plan Tiga Tahun Pertama dapat dididik sedjum- lah besar kader dan aktivis, jaitu 301.884 orang, jang berarti lebih dari 30 kali lipat dari seluruh djumlah anggota dan tjalonanggota Partai pada tahun 195T. Dalam rangka plan pendidikan diadakan pula seminar² tentang beberapa masalah politik dan organisasi, konfe rensi" teori, gerakan“ pembetulan fikiran jang diadakan untuk memberantas fikiran² atau ketjenderungan² keliru jang mungkin timbul pada berbagai tingkat proses perdjuangan, pembatjaan roman revolusioner dlsb. Sebagai hasil dari pelaksanaan Plan² pembangunan Partai dan terutania usaha²nja dilapangan pendidikan, maka Partai mentjapai sukses terbesar semendjak tahun 1951, jaitu adanja kebulatan fikiran Marxis-Leninis dikalangan kaum Komunis Indonesia. Kebulatan fikiran ini tidak hanja mengenai soal² pokok revolusi Indonesia, tapi djuga mengenai semua politik dan kebidjaksanaan jang didjalankan oleh CC, meliputi soal² dalamnegeri dan djuga soal² luarnegeri, baik mengenai politik luarnegeri maupun mengenai gerakan Komunis Internasional. Sudah barangtentu keadaan terus berkembang, perdjuangan² berdjalan terus, masalah²
lama sudah diselesaikan, masalah baru bermuntjulan. Ma- kaitu tidak boleh beranggapan bahwa kebenaran fikiran itu dapat dengan sendirinja bertahan. Kebenaran fikiran itu harus terus menerus dipupuk dan didjaga setjara sedar dengan pendidikan ideologi jang terus-menerus. Bekerdja dengan Plan. Salahsatu pengalaman besar dalam pembangunan PKI jalah pengalaman bekerdja dengan plan. Sedjak tahun 1951 bekerdja dengan plan mulai mendjadi tjara kerdja jang lazim dalam Partai. Pernah ada sementara kawan mempersoalkan apakah perlu untuk melakukan pekerdjaan membangun Partai dengan ber-plan. Sebab, kata mereka, apa mungkin kegiatan revolusioner di-"plan"-kan? Pengalaman praktis pembangunan PKI sepenuhnja menundjukkan bahwa bekerdja dengan plan, mem-"plan"-kan kegiatan revolusioner bukan sadja perlu dan mungkin, tapi djuga harus. Dari sudut teoripun tjara bekerdja dengan plan sepenuhnja tepat dan sesuai dengan Marxisme-Leninisme. Klas buruh beladjar Marxisme-Leninisme untuk mengubah dunia. Ini berarti bahwa ia harus faham akan hukum² perkembangan masjarakat, kekuatan² sosial jang mendukung kemadjuan dan kekuatan² sosial jang menentang kemadjuan. Ia harus mengetahui bagaimana mengorganisasi kekuatan² sosial jang madju untuk mengalahkan kekuatan² sosial jang reak- sioner. Dan terutama perlu baginja untuk mengenal dirinja sendiri, mengenal hukum² perkembangan dirinja dan organisasinja. Bekerdja dengan plan berarti dengan sedar menetapkan kemadjuan² Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi berdasarkan pengertiannja mengenai hukum² itu. Pengalaman²nja baik jang berhasil maupun jang gagal membantu klas buruh untuk lebih baik dan lebih mendalam memahami hukum² itu. Keuntungan lain dari tjara bekerdja dengan plan jalan terlatihnja kader² untuk mengerdjakan pekerdjaan² jang bersegi banjak, mengkombinasikan pekerdjaan dari ber- matjam² bidang, mengkombinasikan pekerdjaan ber-ko- bar² dengan pekerdjaan tekun, dan pada setiap waktu me- nentukan mana jang paling pokok untuk dikerdjakan. Didalam bukunja Apa Jang Harus Dikerdjakan? Lenin dengan pedas mengkritik aliran² dalam gerakan klas bu-
ruh jang ,membungkuk kepada spontanitet", jang menganggap "taktik-sebagai-sesuatu-rentjana menjalahi djiwa pokok Marxisme". Lenin menandaskan bahwa perlu melakukan perdjuangan jang sengit menentang spontanitet" Ia menekankan bahwa kita akan mendjadi petualang² politik jang menjedihkan djika ,,kita tak dapat merentjanakan taktik politik dan menjusun rentjana organisasi jang diper- untukkan pekerdjaan selama masa jang lama sekali dan bersamaan dengan itu, dengan proses pekerdjaan ini sendiri, mendjamin kesiapsediaan Partai untuk berada dipos- nja dan memenuhi kewadjibannja dalam setiap kemungkin- an bilamanapun perdjalanan kedjadian² dipertjepat". (Lenin, Apa jang harus Dikerdjakan?, Jajasan Pembaruan", hal. 233). Kita harus selalu melakukan pekerdjaan se-hari² itu dan selalu bersiapsedia untuk se-gala²nja, sebab sering sekali hampir tak mungkin meramalkan bila periode peletus- an akan berganti dengan periode² ketenangan". (Buku itu djuga, hal. 234). Bekerdja dengan plan dan berdjuang untuk pelaksanaan plan merupakan perdjuangan melawan spontanitet. Plan mendjamin bahwa kita ,selalu melakukan pekerdjaan se-hari²" dan membikin aktivitet Partai tidak mungkin ter- henti oleh sebab² apapun. Plan mempunjai arti memobili- sasi. Ketika di-daerah² meletus pemberontakan kontra- revolusioner PRRI-Permesta pada th. 1958, banjak orang Komunis ditangkap dan dibunuh, organisasi² Partai meng- alami kerusakan2, tetapi organisasi PKI tidak patah, ia melakukan perlawanan jang gigih terhadap kaum pembe- rontak dan meneruskan pembangunan Partai dengan ber-plan jang hasilnja ternjata sangat baik. Memang ada satu ketjenderungan jang harus kita lawan, jaitu ketjenderungan jang ingin memisahkan pelaksanaan djatah² plan dari perdjuangan revolusioner. Ketjenderungan ini menundjukkan tidak dimengertinja bahwa kita bekerdja ber-plan untuk revolusi! Djika se-mata² mengedjar ter- penuhinja djatah² plan setjara formil sadja, maka ini merupakan sikap birokratis. Sebaliknja, djika menganggap pen- djatahan plan sebagai rintangan bagi kemadjuan kegiatan revolusioner, maka ini merupakan penundukan kepada spontanitet. Pengalaman² membuktik bahwa di-daerah² dimana sikap² keliru itu dilawan dan diatasi, Partai dapat
mentjapai kemadjuan besar jang pesat dan dapat mengkonsolidasi diri. (tepuktangan). Pada tanggal 17 Agustus 1963 ini seluruh Partai mulai melaksanakan plannja jang ketiga jang besar, jaitu Plan 4 Tahun Mengenai Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi. Se- bagaimana plan² jang terdahulu, plan inipun adalah Plan Untuk Revolusi, maka djika djatah² Plan terlaksana, ia akan memberi pengaruh sangat besar bagi kemadjuan gerakan revolusioner di Indonesia. Didalam plan ini tertja- kup tugas" jang mendesak dilapangan pembangunan Partai. Dalam rangka pelaksanaan segi Kebudajaan dari plan 4 tahun itu, PKI akan mengorganisasi gerakan besar²- an untuk meningkatkan taraf kebudajaan Rakjat pekerdja, terutama kaum Komunisnja. Ini meliputi kegiatan² PBH, pendidikan" umum tingkat SR sampai menengah, pendidikan² chusus mengenai kesenian dan kedjuruan, sampai kepada berbagai tjabang akademi dan fakultas. Makin madjunja Partai membawa akibat makin ber-ma- tjam² pekerdjaan jang harus dilakukan oleh kader² Partai. Supaja kader" kita dapat memenuhi tugas² pekerdjaan jang baru diperlukan peningkatan tingkat kebudajaannja setjara teratur. Disamping itu, kader² Partai seringkali harus memetjahkan soal² jang memerlukan pendidikan ke- ahlian atau kedjuruan jang tertentu. Oleh sebab itu taraf perdjuangan sekarang menuntut untuk pada waktu sekarang djuga mendidik kader² Komunis jang berpengetahu- an umum dan chusus, jaitu mendidik kader² mendjadi Komunis dan ahli". Inilah salahsatu tudjuan penting dari Plan 4 Tahun. Dalam rangka pelaksanaan segi Ideologi dari Plan 4 Tahun tugas kaum Komunis Indonesia adalah untuk menger- djakan lebih intensif apa jang sudah dikerdjakan dalam Plan 3 Tahun Pertama dan Kedua. Dalam hal ini jang mendapat perhatian chusus jalah pendidikan guru² untuk sekolah² Partai dan pekerdja² teori. Selama Plan 3 Tahun Kedua PKI sudah mendirikan Sekolah Partai Central setaraf akademi jang masa-peladjaran- nja 3 tahun. Usaha ini adalah untuk memenuhi keperluan Partai akan pekerdja² teori. Pengalaman² revolusioner praktis Partai bertambah dan berkembang dengan pesat sekali sedangkan penjimpulannja setjara teori masih ter- tinggal. Salahsatu rintangan jang belum dapat diatasi jalalı
masih terbatasnja karja² klasik Marxisme-Leninisme jang
sudah diterdjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Oleh sebab itu salahsatu djalan untuk mempertjepat pendidikan pekerdjaan teori haruslah djuga mempertjepat penterdje- mahan dan penerbitan karja² klasik Marxisme-Leninisme kedalam bahasa Indonesia. Dalam hal pendidikan ideologi pengadjaran filsafat harus dipergiat dan diperdalam. Sebab musuh² Komunisme dalam situasi politik di Indonesia sekarang tidak bisa lagi terus terang menjerang PKI dari sudut politik karena politik PKI sudah banjak jang ditjantumkan dalam dokumen² negara. Tapi mereka memperhebat serangannja dibidang ideologi. Tanpa penguasaan filsafat materialisme dialektik dan histori bahaja infiltrasi ideologi burdjuis kedalam ba- risan proletar akan lebih besar. Pendidikan ideologi Marxisme-Leninisme kepada para seniman dan sastrawan djuga merupakan tugas urgen dalam Plan 4 Tahun jad. Pada waktu sekarang, pengarun Partai sangat meluas dikalangan seniman dan sastrawan itu, tapi pendidikan kepartaian masih kurang didjalankan. Dengan demikian karja² mereka belum dapat memadai kemadjuan Partai dilapangan politik. Dengan makin meluasnja konsep² revolusioner dalam masjarakat Indonesia makin banjak orang progresif jang ingin mempeladjari Marxisme. Plan 4 Tahun harus mengorganisasi usaha² untuk membantu mereka. Dengan djalan ini Marxisme tidak hanja dipeladjari didalam Partai tetapi djuga diluar Partai oleh orang² progresif dengan bantuan Partai. Proses ini diperlukan untuk setjara ber- angsur² mendjadikan Marxisme bukan sadja milik Komunis tapi djuga milik nasion Indonesia. Mengenai segi Organisasi dari Plan 4 Tahun ditetapkan untuk melipatgandakan djumlah anggota Partai dan djumlah anggota organisasi² massa. Tugas lain untuk mengkonsolidasi pembangunan Partai jalah perkuatan organisasi² Partai di-daerah² jang berba- tasan atau dekat dengan negeri² tetangga. Indonesia masih dikelilingi oleh negeri² jang dikuasai imperialis. Oleh sebab itu kegiatan subversif didjalankan terus-menerus ter- hadap Indonesia dan merupakan rintangan jang njata bagi kemadjuan gerakan revolusioner. Kekuatan organisasi Partai jang terkonsolidasi di-daerah² perbatasan itu akan
merupakan penghalang efektif terhadap kegiatan² subver-
sif itu. Pekerdjaan dikalangan massa djuga merupakan pekerdjaan jang harus terus didjalankan dan diintensifkan. Ter- utama pekerdjaan dikalangan kaum tani. Hakekat revolusi kita adalah revolusi agraria. Walaupun pekerdjaan Partai dikalangan kaum tani telah mentjapai kemadjuan besar, tapi hasil² itu masih djauh daripada tjukup. Partai harus mengintensifkan pekerdjaan research didesa dan memper- tjepat pendidikan kader² tani. Titikberat dari peluasan keanggotaan Partai harus djuga dikalangan kaum tani. Faktor penting bagi kemadjuan organisasi adalah metode memimpin jang tepat. Kongres Nasional ke-VI PKI sudah menekankan hal ini dan diperkuat lagi oleh Kongres Nasional ke-VII. Didalam Sidang Pleno I CC bulan Fe- bruari 1963 masalah metode memimpin ini telah dibahas dengan lebih dalam jaitu, masalah memadukan seruan umum dengan tuntunan kongkrit dan memadukan pimpinan dengan massa. Ditekankan pula bahwa metode memimpin harus dirangkaikan dengan langgam kerdja jang tepat, jaitu memadukan teori dengan praktek, berhubung- an erat dengan massa dan melaksanakan self-kritik. Dalam Plan 4 Tahun ini metode memimpin ini bukan sadja harus dilaksanakan setjara konsekwen didalam Partai tapi djuga didalam organisasi² massa. Demikianlah setjara singkat beberapa tugas jang mende- sak jang kami hadapi dalam pembangunan Partai. Tugas ini berat dan harus dilaksanakan dengan keuletan dan ke- beranian jang besar. Pelaksanaan tugas² ini akan mengem- bangkan PKI lebih luas dan lebih terkonsolidasi, akan membikin kader²nja pandai, berani dan berkebudajaan. Untuk pelaksanaan tugas² ini PKI menuntut kepada kader²nja untuk memegang teguh tiga baik: baik bekerdja, baik beladjar dan baik moral. (tepuktangan). Dengan melaksanakan Plan 4 Tahun ini PKI akan mendjadi lebih mampu untuk mengambil langkah² jang penting dan besar menudju kepada penjelesaian revolusi Indonesia. (tepuktangan). III. PROGRAM PKI, MANIPOL DAN TAKTIK-TAKTIK PKI Memahami persamaan dan perbedaan antara Program PKI dan Manifesto Politik RI (Manipol) adalah sangat
penting bagi mereka jang mau memahami perdjuangan re- volusioner Rakjat Indonesia dewasa ini. Pada satu fihak PKI mempunjai programnja sendiri jang telah disusun setjara lengkap dalam Kongres Nasional ke-V PKI tahun 1954 beserta perubahan² jang bersifat penjempurnaan jang diadakan dalam Kongres Nasional ke-VI (1959) dan Kongres Nasional ke-VII (1962), sedangkan difihak lain kaum Komunis Indonesia mempunjai Manifesto Politik, pidato Presiden Sukarno pada tgl. 17 Agustus 1959 beserta perintjiannja jang telah mendjadi program bersama Rakjat Indonesia dan telah diputuskan oleh MPRS se- bagai Garis² Besar Haluan Negara RI. Perdjuangan Rakjat Indonesia jang gigih dibawah pimpinan PKI telah berhasil membawa massa jang luas untuk mengakui kebenaran Program PKI. Manipol lahir dari kantjah perdjuangan Rakjat Indonesia melawan imperia- lisme dan feodalisme. Program PKI adalah program aati- imperialis dan anti-feodal. Oleh karena itu dengan sendirinja ada hubungan jang sangat erat antara Manipol dengan Program PKI. Selandjutnja perdjuangan Rakjat Indonesia dibawah pimpinan PKI telah melahirkan pene- gasan² terhadap isi Manipol dan mendjaga keilmiahan penafsiran dan keteguhan pelaksanaannja. Baik Program PKI maupun Manipol, jaitu program bersama Rakjat Indonesia, menjatakan adanja 2 tingkat atau 2 tahap dari Revolusi Indonesia, jaitu tahap nasional-de- mokratis dan tahap sosialis. Inilah pangkal persamaan mengenai strategi umum Revolusi Indonesia. Selandjutnja biarpun dengan perumusan jang berlainan mengenai soal² pokok revolusi Indonesia pada tingkat sekarang, jaitu mengenai sasaran, tugas, kekuatan, watak dan perspektif revolusi pada hakekainja terdapat persamaan antara Program PKI dengan Manipol. Dari dua kenjataan tsb. dapatlah diambil kesimpulan bahwa melaksanakan Manipol setjara konsekwen, adalah sama halnja dengan melaksanakan Program PKI. Oleh karena itu, kaum Komunis Indonesia harus konsekwen dan mendjadi teladan dalam melaksanakan Manipol. Sudah barangtentu antara Program PKI dengan Manipol terdapat perbedaan tententu, sebagaimana halnja djuga ada perbedaan² tertentu antara program partai² politik lainnja dengan Manipol. Program PKI adalah program klas buruh untuk penjelesaian Revolusi Indonesia,
sedangkan Manipol adalah Program Bersama (Program
dengan klas" lain), dari seluruh Rakjat Indonesia untuk penjelesaian Revolusi Indonesia. Dari sini djelaslah bahwa perbedaan terpenting jalah dalam hal pimpinan revolusi. Program PKI dengan tegas menundjukkan bahwa pimpinan Revolusi Indonesia bila ingin mentjapai tudjuannja harus berada ditangan klas buruh. Tidaklah dapat diharapkan bahwa masalah pimpinan klas buruh dapat dirumuskan dalam Manipol. Manipol hanja sampai menjatakan bahwa kaum buruh dan kaum tani merupakan sokoguru revolusi, dan tidak berkata apa² tentang klas mana jang mempunjai tugas sedjarah memimpin revolusi. Selandjutnja, dalam perumusan programatisnja PKI dengan terang membagi programnja dalam Program Umum dan Program Tuntutan, membedakan antara kedua bagian itu dengan tidak meninggalkan saling hubungannja. Program Umum adalah Program strategis, sedangkan Program Tuntutan adalah tuntunan pelaksanaannja atau perata djalan untuk tertjapainja Program Umum. Tuntutan kabinet gotongrojong berporoskan Nasakom adalah termasuk Program Tuntutan untuk selandjutnja mentjapai tuntutan strategis: Pemerintah Rakjat atau Pemerintah Demokrasi Rakjat. Pelaksanaan Manipol ditangan orang jang tidak mengenal dan tidak memahami perbedaan dan saling hubungannja antara dua bagian itu akan mendjadi kabur. Dengan memegang teguh kepada programnja PKI bisa te- rus memberi pengertian dan memimpin Rakjat dalam melaksanakan Manipol setjara tepat dan konsekwen. Ditangan PKI dan Rakjat, Manipol adalah sendjata untuk mempersatukan Rakjat Indonesia dalam perdjuang- an untuk kemerdekaan nasional jang penuh dan demokrasi, untuk melawan inperialisme, feodalisme, kaum kapitalis birokrat dan kaum komprador. 4 Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa. Dalam memperdjuangkan politik² Partai soal jang meng- ambil peranan penting ialah soal sembojan. Sembojan strategis dari sidang pleno ke-IV CC PKI tahun 1956 Bersati untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akarnja telah memainkan peranan penting sekali dalam meluaskan pengertian jang tepat tentang soal² pokok revolusi Indonesia sebagai revolusi burdjuis demokratis
tipe baru. Sedangkan, sembojan taktik dari sidang pleno ke-V CC PKI tahun 1957 Ubah imbangan kekuatan untuk melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100% telah me- ngambil peranan penting dalam menjatukan kekuatan² re- volusioner untuk menuntut Pemerintah Koalisasi Nasional atau Kabinet Gotong Rojong jang berporoskan NASAKOM. Untuk dapat memimpin perkembangan politik, PKI men- djalankan garis umum: meneruskan penggalangan front nasional dan meneruskan pembangunan Partai untuk menjelesaikan tuntutan² revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar. nja. Berdasarkan garis umum ini kaum Komunis Indonesia mengibarkan Tripandji Partai, jaitu: 1) Pandji Front Nasional; 2) Pandji Pembangunan Partai dan 3) Pandji Revolusi Agustus 1945. Mengibarkan tinggi² Pandji Front Nasional pada waktu sekarang bagi kaum komunis Indonesia berarti memper- hebat pekerdjaan dikalangan kaum tani, bekerdja baik di- dalam organisasi Front Nasional dan memperkuat persatuan NASAKOM, jaitu persatuan antara golongan Na- sionalis, Agama dan Komunis berdasarkan program bersama Manipol. Tanpa gerakan tani jang berkembang dan konsekwen tidak mungkin bisa ditjiptakan front nasional anti imperialis jang luas dan konsekwen, tidak mungkin ada organisasi Front Nasional dan kerdjasama NASAKOM jang kuat. Mengibarkan tinggi² Pandji Pembangunan Partai berarti meneruskan dan menjenpurnakan pembangunan Partai di- seluruh negeri, jang sepenuhnja terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. PKI hanja mungkin me- nunaikan tugas sedjarahnja apabila PKI mempunjai se- djumlah besar kader jang dapat memadukan keachlian dan kemahiran dengan watak dan semangat Komunisnja. Jang menentukan sukses² Partai adalah kader, jeitu pelaksana² paling sedar dari garis politik dan garis organisasi Partai. Pengalaman pembangunan Partai menundjukkan bahwa bekerdja dengan plan bukan sadja perlu dan mungkin, bah- kan djuga harus. Bekerdja dengan plan berarti dengan sedar menetapkan kemadjuan² Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi berdasarkan pengertian mengenai hukum² perkembangan masjarakat, mengenai hukum perkembangan organisasinja, perkembangan dirinja sendiri.
Mengibarkan Pandji Revolusi Agustus 1945 tinggi² berarti menarik -sebanjak mungkin Rakjat Indonesia berke- liling disekitarnja dan berdjuang untuk melaksanakan tun- tutan Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja, jaitu hapus- nja imperialisme dan feodalisme di Indonesia. Pandji Revolusi Agustus memakukan arti penting daripada penggu- naan pengalaman² perdjuangan selama Revolusi Agustus
- Pengalaman Revolusi Agustus 1945 memberi pela- djaran bahwa dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, adalah sangat penting rol daripada peperangan gerilja. Tapi peperangan gerilja ketika itu akan lebih berhasil dan mentjapai kemenangan, djika kita melakukan MKTBP (Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perdjuangan) jalah perdjuangan gerilja di-desa2, aksi² revolusioner di-kota² oleh kaum buruh, terutama buruh transport, dan bekerdja baik dan intensif dikalangan kekuatan bersendjata musuh. Mengibarkan tinggi² Pandji Revolusi Agustus 1945 se- kaligus berarti melakukan kegiatan ditiga bentuk perdjuangan, jaitu bekerdja baik dikalangan tani di-desa2, dikalangan kaum buruh di-kota2, terutama buruh transport, dan mempererat hubungan angkatan bersendjata dengan Rakjat agar anak² kaum buruh dan tani jang bersendjata ini tidak bisa digunakan oleh kaum reaksioner untuk me- musuhi Rakjat. Dengan tudjuan memobilisasi kekuatan seluruh bangsa PKI mengibarkan tinggi² Tripandji Bangsa, jaitu Pandji Demokrasi, Pandji Persatuan dan Pandji Mobilisasi, jang untuk pertama kalinja dikemukakan oleh Kongres Nasional ke-VII PKI. Pada mulanja sembojan Tripandji Bangsa dilantjarkan untuk mengadakan perlawanan jang gigih terhadap berlakunja SOB jang sangat menekan kehi- dupan demokratis, untuk memperkokoh front nasional jang berporoskan Nasakom dan untuk memobilisasi massa Rakjat dalam perdjuangan untuk membebaskan Irian Ba- rat dan mengatasi krisis sandangpangan. Dibawah kibaran Tripandji Bangsa inilah PKI telah menjerukan sembojan: Berdjuang dengan satu tangan pegang bedil dan satu tangan lagi pegang patjul! Mengibarkan tinggi² Tripandji Bangsa berarti men- perkuat Partai untuk menjelesaikan tugas2 bagian dan mendekatkan Partai pada usaha penjelesaian tugas² jang umum.
Dengan menghubungkan setjara djelas antara Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa, maka tugas² mana jang harus diselesaikan dalam rangka masing² Tripandji djuga mendjadi djelas. Sekarang dibawah kibaran Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa kaum Komunis Indonesia mengadjak massa Rakjat melaksanakan Tritugas Bangsa jang sangat men- desak, jaitu: (1) tugas mengkonsolidasi kemenangan² jang sudah ditjapai, (2) tugas menanggulangi kesulitan² ekonomi dan (3) tugas melawan neo-kolonialisme. Maka itu biasa dinjatakan sbb.: Dengan mengibarkan dua Tripandji melaksanakan Tritugas. Tritugas ini djuga sudah mendjadi program aksi organisasi Front Nasional, sudah tertjakup dalam Pantja Program Front Nasional. Kekuasaan Negara Indonesia dewasa ini. Setiap masjarakat mempunjai basis dan bangunan atas- nja jang sesuai. Basis masjarakat adalah susunan ekonomi- nja ataupun hubungan produksinja; sedangkan bangunan atas adalah segala institut, politik, hukum, filsafat dsb. dari masjarakat. Unsur terpenting dari bangunan atas adalah negara. Susunan ekonomi (basis) masjarakat Indonesia sekarang masih kolonial dan setengah feodal. Tetapi disamping itu djuga terdapat perdjuangan Rakjat untuk melawan sistim ekonomi tsb., dan berdjuang untuk ekonomi jang nasional dan demokratis. Dengan demikian terdapat 2 kekuatan, jaitu kekuatan dari sistim kolonial dan setengah feodal dan kekuatan dari jang berdjuang untuk membangun ekonomi nasional dan demokratis. Kenjataan² dari basis ini tertjermin djuga dalam bangunan atas, termasuk djuga dalam kekuasaan negara, chu- susnja dalam kabinet. Dalam kekuasaan negara tertjernin kekuatan jang melawan sistim ekonomi kolonial dan feodal berupa politik jang bersifat anti-imperialis, anti-feodal, anti-kapitalis birokrat dan anti-komprador, disamping tertjermin pula kekuatan politik jang membela imperialis, sisa² feodalisme, kaum kapitalis birokrat dan kaum komprador. Pada dewasa ini terdapat pertentangan jang hebat antara 2 politik ini dalam kekuasaan negara RI. Jang dimaksudkan dengan politik jang anti-imperialis dan anti-feodal adalah segala matjam politik pemerintah
RI jang mewakili kepentingan Rakjat, seperti pembatalan KMB, pembebasan Irian Barat, Undang² Perdjandjian Bagi Hasil, Undang² Pokok Agraria, politik membasmi DI.
TII, PRRI-Permesta", pensahan Manipol dan Dekon, me-
nentang Malaysia" dll. Sedangkan jang dimaksudkan dengan politik jang membela imperialisme dan feodalisme jalah politik pemerintah RI. seperti membela penanaman modal asing, mendatang- kan Peace Corps" AS, menerima program stabilisasi ekonomi" A.S., melarang pemogokan, menjerang gerakan tani, dsb.
W.I. Lenin mengadjar bahwa: Negara adalah mesin
untuk mempertahankan satu klas diatas klas jang lain". (W.I. Lenin: Negara, Jajasan Pembaruan hal. 16). Dalam karjanja jang lain Lenin menundjukkan bahwa: Negara adalah suatu organisasi kekuatan jang chusus: ia adalah suatu organisasi kekerasan untuk menindas sesuatu klas". (W.I. Lenin: Negara dan Revolusi, hal. 33). Kekuasaan negara RI dewasa ini sebagaimana setiap kekuasaan negara jang lain, djuga merupakan mesin dari golongan jang berkuasa untuk menindas golongan jang dikuasai. Kekuasaan negara RI, ditindjau sebagai satu kontradiksi merupakan kontradiksi antara dua aspek jang saling ber- lawanan. Aspek pertanał aspek jang mewakili kepentingan² Rakjat. Aspek kedu aspek jang mewakili kepentingan² musuh² Rakjat. Aspek pertama diwudjudkan oleh sikap dan politik jang madju dari Presiden Sukarno jang didu- kung oleh PKI dan golongan² Rakjat lainnja. Aspek kedua diwudjudkan oleh sikap dan politik cari kekuatan kanan atau kepala batu jang merupakan kekuatan lama jang masih bertjokol. Sekarang aspek Rakjat telah merupakan aspek pokok, dan memegang peranan memimpin dalam kekuasaan negara RI, artinja jang memimpin arah perkembangan politik dari kekuasaan negara RI. Sudah barangtentu aspek Rakjat telah mengalami proses perkembangannja sebelum- nja kabinet Wilopo pada tahun 1952, ketika mulai lahir 2 matjam politik dalam kabinet RI, jaitu politik jang revo- lusioner dan politik jang reaksioner, lahirlah benih aspek Rakjat, disamping ada aspek musuh Rakjat. Hingga kini kedua aspek telah mengalami proses perkembangannja masing2. Aspek Rakjat jang semula merupakan aspek jang bukan pokok telah berkembang'mendjadi aspek pokok,
jang terbukti dengan makin tegasnja politik anti-imperialisme dari RI dan dengan disahkannja Manifesto Politik RI sebagai Garis Besar Haluan Negara RI dan program bersama Rakjat Indonesia. Sedangkan aspek musuh Rakjat jang merupakan aspek bukan pokok dan tidak lagi dapat memimpin arah perkembangan kontradiksi tetapi masih mendjadi aspek jang berdominasi, seperti achir² ini masih djuga nekad untuk mensabot Dekon dengan menge- luarkan peraturan² ekonomi pada tgl. 26 Mei 1963 sebagai bentuk ,,stabilisasi ekonomi" ala AS. Tetapi negara RI keseluruhannja sudah dipimpin oleh kekuatan² jang mewakili kepentingan² Rakjat, atau aspek Rakjat. IV. PKI DAN GKI Membitjarakan GKI tidaklah mempunjai maksud lain daripada untuk memperkuat persatuan GKI atas dasar Marxisme-Leninisme. Sebagaimana kawan² mengetahui hakekat perbedaan pendapat jang tumbuh dewasa ini dalam GKI pada dasar- nja jalah berkisar pada masalah strategi dan taktik GKI dalam rangka revolusi sosialis dunia. Pernah saja kemu- kakan bahwa perbedaan² pendapat dalam GKI itu timbul berhubung dengan tjara bagaimana jang se-tjepat²-nja kita mengubur imperialisme. Tidak ada seorang Komunis jang tidak mau mengubur imperialisme dan tidak ada seorang Komunis jang mau memperpandjang umur imperialisme. Soalnja jalah bagaimana tjara jang se-baik nja mengubur imperialisme itu. Tetapi tjara jang keliru bisa memperpandjang umur imperialisme, berarti menguntungkan imperialisme. Djika jang sudah njata keliru itu dibela mati²an dan makin hari makin dibuktikan bahwa imperialisme makin diuntungkan, itu soalnja sudah lain, sudah bukan dalam rangka mengubur imperialisme lagi. Adanja perbedaan pendapat dalam GKI dimana terda- pat lebih dari 90 Partai Marxis-Leninis dan jang dipimpin oleh ribuan anggota CC adalah wadjar. Lebih² dengan masih banjaknja kawan² jang suka mem-besar²-kan perbedaan pendapat daripada mengutamakan persatuan pendapat, jang tidak mengutamakan jang utama, jang tidak dapat menahan diri kalau ada Partai Komunis lain berbeda pendiriannja mengenai hal² jang tidak pokok atau jang pokok tetapi jang penjelesaiannja masih dapat ditunda.
Sudah barangtentu keadaan demikian ini digunakan oleh kaum imperialis dan kaum revisionis untuk lebih memper- tadjam perbedaan² pendapat itu, dan untuk sementara waktu mereka berhasil membikin retak GKI. Mengapa djustru kaum imperialis dan kaum revisionis jang mendjadi sumber dari keretakan GKI ini? Sebabnja jalah karena GKI merupakan penghalang utama bagi kaum imperialis, terutama imperialis Amerika Serikat. Kaum imperialis me- musatkan segala enersinja untuk menghantjurkan GKI. Djalan jang mereka tempuh jalah, ketjuali menggunakan djalan jang biasa (kekerasan dan tipumuslihat), menggunakan kaum revisionis, terutama kaum revisionis modern Jugoslavia. Seperti diketahui, serangan kaum imperialis dan kaum revisionis terhadap GKI mempunjai latarbelakang sedjarah. Latarbelakang sedjarahnja jalah sedjak Marxismc mengungguli ilmu² lainnja. Tepat apa jang dikatakan oleh
W.I. Lenin, bahwa ,,kemadjuan Marxisme serta kenjataan bahwa ide2nja meluas dan mendapat tempat bertaut jang kokoh dikalangan klas buruh tidak boleh tidak menudju pada bertambah sering dan intensifnja serangan² burdjuis atas Marxisme, jang hanja semakin kokoh, semakin me- ngeras serta semakin kuat setiap kali ia dihantjurkan oleh ilmu resmi." (Marxisme dan revisionisme, Jajasan Pemba- ruan," halaman 6). Kini, ketika gerakan Komunis dunia telah mendjadi kekuatan politik jang paling berpengaruh dari zaman kita, telah merupakan faktor jang menentukan dari kemadjuan masjarakat, kaum imperialis dan kaum revisionis mengarahkan udjung tombaknja pada GKI. Pengalaman sedjarah sudah membuktikan bahwa persatuan jang bisa bertahan lama harus mempunjai dasar jang kuat, dasar jang tidak tergontjangkan oleh perobahan² keadaan dan tidak mendjadi berkarat djika ia semakin tua. Manifes Partai Komunis adalah tjontoh jang hidup bagi kita. Dan chususnja untuk GKI dewasa ini, sebagaimana sering dikemukakan PKI, teori Marxisme-Leninisme, Deklarasi 1957 dan Pernjataan 1960 adalah dasar dimana GKI berpidjak. Ini berarti bahwa GKI harus bebas dari ratjun revisionisme dan harus kon- sekwen berpegang pada inti Marxisme-Leninisme, jaitu ketjintaan pada Revolusi, dan tidak bisa lain harus melawan imperialisme disegala bidang. Disamping itu kita
harus tidak henti²nja melawan dogmatisme, baik jang klasik maupun jang modern, karena djuga dogmatisme menghambat djalannja revolusi. Pengalaman kami di Indonesia menundjukkan bahwa selama ada perbedaan pendapat jang serius dikalangan GKI, maka hal ini, djika tidak tepat tjara menghadapinja, bisa merupakan rintangan jang hebat dalam mengkonsolidasi persatuan nasional, karena sekutu² dalam perdjuangan anti-imperialis merasa tidak terdjamin djika mereka menjandarkan diri pada kaum Komunis. Demikian puía merupakan rintangan hebat dalam usaha mengkonsolidasi persahabatan Republik Indonesia dengan negeri² kubu sosialis. Kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri sangat giat berusaha menimbulkan keraguan dikalangan Rakjat terhadap kubu sosialis, dan berusaha menimbulkan demoralisasi dikalangan sementara Rakjat pekerdja. Sebaliknja, djika tepat tjara menghadapinja, adanja perbedaan“ pendapat dan polemik² dalam GKI dapat mem- badjakan barisan kaum Komunis. Dalam waktu jang re- latif singkat PKI telah berkembang dan lebih terbadja dalam ideologi, organisasi dan politik. Kader² PKI mendjadi didorong dan semakin kritis mempeladjari dan me- ngolah pengalaman² dari GKI. Mereka semakin didorong untuk lebih dalam mempeladjari teori Marxisme-Leninisme. Adalah garis PKI untuk memperkenalkan semua ba- han² dari GKI jang bisa didapat untuk dipeladjari dan didiskusikan setjara kritis dengan berpegangan pada sikap PKI sendiri dalam masalah GKI. Sudah tjukup kawan ketahui sikap PKI terhadap masalah² dalam GKI dewasa ini. PKI adalah salahsatu dari Partai² Marxis-Leninis jang per-tama² mengusulkan supaja diadakan perundingan antara PKUS dan PKT. Oleh karena itu kami merasa gembira bahwa dalam bulan Djuli jang lalu perundingan antara PKUS dan PKT telah ber- langsung dan bahwa perundingan ini tidak putus, tapi akan disambung lagi kemudian hari. Karena kami menge- tahui seriusnja dan hakikinja persoalan², kami tidak meng- harapkan jang lebih daripada ini. Pengalaman hingga kini menundjukkan bahwa sikap bebas (independent) jang diambil oleh PKI, djuga dalam menghadapi masalah² GKI, adalah sikap jang dapat mem- perkuat kebulatan dalam PKI. Sikap bebas bukanlah sikap
netral, tetapi sikap jang tegas berpegangan teguh pada
Marxisme-Leninisme dan sikap jang mengambil peranan aktif dalam penjelesaian keretakan dalam GKI. Dengan mengibarkan tinggi² pandji kebebasan Partai Marxis-Leninis, jaitu perwudjudan daripada haksama dan bebas dalam keluarga Partai² Komunis sedunia, maka dapatlah kami memelihara dan mengkonsolidasi kebulatan dalam Partai berdasarkan Marxisme-Leninisme, walaupun betapa hebatnja pertentangan² dalam GKI. Sikap bebas telah mendidik para kader PKI untuk ber- sikap kritis dalam menghadapi berbagai masalah, telah mendjauhkan PKI dari dogmatisme dan karena itu telah memberi dorongan jang kuat dalam usaha PKI meng-Indonesia-kan Marxisme-L eninisme, jaitu mengintegrasi- kan setjara total kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. PKI senantiasa mendjaga persahabatan jang akrab dengan Partai² sekawan lainnja dan tidak ingin mentjampuri urusan intern Partai sekawan lainnja. Ini berarti bahwa dalam kegiatan se- hari²nja PKI selalu mengandjurkan pada anggota²nja supaja senantiasa beladjar pada Partai² sekawan lainnja dan bersamaan dengan itu tidak menghendaki adanja Partai lain tjampurtangan dalam urusan intern PKI. Hal ini sepenuhnja sesuai dengan ketentuan hubungan antar-Partai² Marxis-Leninis sebagaimana termaktub dalam Pernjataan 1960. Seperti diketahui kita bisa beladjar pada Partai sekawan tidak hanja dari segi² positifnja, tetapi djuga bisa dari segi² negatifnja. Dari guru jang djelekpun kita djuga bisa beladjar, jaitu beladjar bagaimana djangan sampai seperti pak guru itu. (ketawa). Adanja sikap PKI jang gigih melawan imperialisme dengan bersembojan: Kita tjinta damai, tetapi lebih tjinta kemerdekaan" berarti bahwa diatas se-gala²nja per- damaian hanja akan dapat ditjapai dan persatuan dalam GKI akan dapat diperkuat, djika udjung tombak perdjuangan revolusioner diarahkan pada imperialisme, jang pada dewasa ini dikepalai oleh Amerika Serikat. Pernjataan 1960 menekankan tentang pentingnja perdjuangan melawan revisionisme modern Jugoslavia sbb.: ,Partai² Komunis setjara bulat mengutuk oportunisme internasional matjam Jugoslavia, suatu matjam pendjelmaan jang dikonsentrasi dari teori² revisionis modern. Setelah
mengchianati Marxisme-Leninisme dan menjatakan teori ini sudah usang, pemimpin² Liga Komunis Jugoslavia mempertentangkan program revisionis anti-Leninis mereka dengan Deklarasi 1957, mereka mempertentangkan LKJ dengan seluruh gerakan Komunis Internasional, me- misahkan negerinja dari kubu sosialis, menempatkannja pada kedudukan tergantung pada apa jang dinamakan 'bantuan' dari kaum imperialis Amerika dan kaum imperialis lainnja dan dengan demikian menimbulkan bahaja akan hilangnja hasil² revolusioner jang ditjapai oleh Rakjat Jugoslavia dalam perdjuangan heroik. Kaum revisionis Jugoslavia melakukan kegiatan subversif terhadap kubu sosialis dan gerakan Komunis dunia. Dengan dalih politik berada diluar blok mereka mendjalankan kegiatan² jang merugikan persatuan semua,kekuatan dan negeri² jang tjinta-damai. Penelandjangan seterusnja terhadap pemimpin² kaum revisionis Jugoslavia dan perdjuangan jang aktif untuk melindungi gerakan Komunis serta gerakan klas buruh terhadap ide² anti-Leninis dari kaum revisionis Jugoslavia tetap merupakan tugas wadjib Partai² Marxis-Leninis." (Pernjataan 1960, J. ,,Pembaruan", halaman 57,
1960). Sengadja hal ini saja kutip lengkap karena djustru bagian ini dari Pernjataan 1960 jang pada dewasa ini mem- punjai makna jang sangat penting. (tepuktangan riuh sekali). Pegalaman kaum Komunis-Indonesia menundjukkan bahwa kaum revisionis modern Jugoslavia djustru terus melakukan apa jang telah dikritik dengan keras dalam Pernjataan 1960 tersebut. Hal ini a.l. dapat dibuktikan dengan usahanja untuk menjebarkan ide djalan ketiga dan membelokkan perdjuangan anti-imperialis dari negeri² jang sedang berdjuang melawan imperialisme dan neo-kolo- nialisme. Seperti diketahui ide ini telah dilawan di Indonesia dengan mengibarkan tinggi2 ide revolusioner tentang adanja dua kekuatan didunia jang bertentangan, jaitu kekuatan baru jang sedang tumbuh melawan kekuatan lama jang masih bertjokol. Adalah djuga kaum revisionis Jugoslavia jang menghasut-hasut supaja di Indonesia tidak dibentuk kabinet NASAKOM, karena katanja kalau kabinet NASAKOM dibentuk Indonesia akan terisolasi, sebab: a) kabinet Nasakom tidak disetudjui oleh negeri² Barat, b) tidak disetudjui oleh negeri² non-aligned, dan c) tidak di-
setudjui negeri² sosialis di Eropa Timur. Djuga kaum revisionis Jugoslavialah jang menjetudjui dibentuknja federasi Malaysia", jang ditentang keras oleh Rakjat Indonesia. Kaum revisionis Jugoslavia djuga mengambil peranan aktif dalam mengatjau dan menimbulkan petjahbelah dalam gerakan revolusioner Rakjat² Asia-Afrika. Bahwa Jugoslavia semakin hari semakin merosot mendjadi negeri jang mengabdi pada kepentingan blok kapi- talis dapatlah dikuti dari fakta² jang menjatakan bahwa bantuan ekonomi AS kepada Jugoslavia setiap tahun me- liputi 1/3 dari djumlah anggaran belandjanja jang sampai tahun 1962 sudah berdjumlah 3.500 djuta dollar AS. Se- djak tahun 1961 djadi sesudah Pernjataan 1960 Jugoslavia telah ,meliberalisasi" perdagangan luarnegerinja jang me- njebabkan suburnja perusahaan impor dan expor dan membikin produksi industri dalamnegēri lumpuh. Maka itu tugas untuk dengan gigih menelandjangi kaum revisionis modern Jugoslavia seperti jang ditandaskan dalam Pernjataan 1960, adalah tugas jang harus terus kita lakukan. Meskipun ada perbedaan² pendapat jang serius dan ada polemik² dalam GKI, namun PKI telah berhasil untuk membikin keadaan jang pahit ini mendjadi suatu jang po- sitif. Kebulatan fikiran Marxis-Leninis dalam PKI terus diperkuat sebagai djaminan untuk kemenangan revolusi Indonesia dan untuk memperkuat GKI. Langkah² jang telah diambil PKI adalah sbb.:
- PKI telah mendidik para kader dan anggotanja untuk tetap antusias beladjar dari Partai² sekawan, dari suk- ses dan kegagalan² mereka.
- Kader“ dan anggota² PKI mempeladjari pendapat² Partai² sekawan dengan tudjuan menarik peladjaran .untuk mempertjepat kemenangan revolusi Indonesia dan memperkuat GKI. Ini berarti mendidik para anggota bersikap kritis, rendah hati, pertjaja pada ke- kuatan sendiri dan ber-sungguh² mengenai urusan persatuan GKI.
- PKI akan terus berdjuang melawan revisionisme baik jang klasik maupun jang modern sebab berhenti melawan revisionisme berarti berhenti menempuh djalan revolusi. PKI djuga akan terus berdjuang melawan dog-
matisme baik jang klasik maupun jang modern, jaitu sikap jang tidak kritis terhadap pengalaman2, kesim- pulan² dan program² Partai². sekawan dewasa ini.
4.PKI tidak henti²nja berdjuang untuk kebulatan dan ke- tinggian martabat GKI, mendjadi partisipan jang aktif dalam gerakan raksasa ini dan melaksanakan interna- sionalisme proletar dalam kata² dan perbuatan.
5.PKI tidak henti²nja mengetok pintu hati pemimpin² Komunis semua negeri jang mempunjai kesungguhan ingin memperkuat persatuan GKI, kerukunan gerakan Komunis berdasarkan Marxisme-Leninisme jang seka- rang makin terudji, lebih kaja pengalaman dan lebih madju. Dewasa ini tidak seorangpun Komunis jang dapat meng- hindarkan diri dari kenjataan adanja perbedaan pendapat jang serius dan hakiki dalam GKI dan tidak seorangpun Komunis bisa bersikap netral terhadap perbedaan² pendapat itu, Berkat ketepatan dalam menghadapi perbedaan² pendapat dalam GKI, perkembangan PKI tidak dirugikan dan malahan sebaliknja. Hal ini dibuktikan oleh kenjataan makin berkembangnja PKI, makin meningkatnja taraf teori dan makin kuatnja semangat Marxisme-Leninisme dari para kader dan anggota PKI. Seperti jang sudah saja djelaskan dimuka, selama menghadapi perbedaan² pendapat jang serius dalam GKI kaum Komunis Indonesia mendjadi lebih menjedari akan benar- nja sikap bebas (independent) jang telah diambilnja selama ini, sikap setia pada Marxisme-Leninisme dan in- ternasionalisme proletar, sikap setia pada Deklarasi 1957 dan Pernjataan 1960, sikap membasmi subjektivisme, sikap membasmi revisionisme baik klasik maupun modern dan membasmi dogmatisme baik klasik maupun modern, sikap mendjundjung tinggi semangat optimisme realis dalam menghadapi kenjataan adanja perbedaan pendapat jang serius dan hakiki dalam GKI, dan bahwa semuanja itu adalah gedjala sementara. (tepuktangan riuh). Kawan² jang tertjinta ! Demikianlah, kawan², uraian saja pada kesempatan ini. Maksud saja tidak lain jalah untuk memperkenalkan kepada kawan² problim² dan tugas² mendesak apa jang se- dang dihadapi Rakjat dan kaum Komunis Indonesia dewasa ini. (tepuktangan).
Dari uraian saja diatas dapat kawan² ketahui bahwa kami kaum Komunis Indonesia banjak beladjar dari Revo-
lusi Tiongkok, disamping djuga beladjar dari revolusi²
negeri² lain. Kami akan senantiasa dengan rendah hati beladjar dari Revolusi Tiongkok dan dari revolusi² negeri² lain. (tepuktangan) Kami akan terus dengan rendah hati dan dengan dju-
djur beladjar Marxisme-Leninisme. Apalagi pada taraf perdjuangan GKI dewasa ini Marxisme-Leninisme harus
lebih banjak dipeladjari supaja tahu benar² apa jang di- maksudkan oleh Marx dan Lenin mengenai adjaran²nja.
Hanja dengan demikian kita bisa menghindarkan diri dari
mendjadi pemalsu² Marxisme-Leninisme atau mendjadi politisi² jang tak menentu, dan dapat tetap berada pada posisi Marxis-Leninis jang sedjati. (tepuktangan). Kaum Komunis Indonesia merasa bahwa mereka sudah
berada didjalan jang benar, jaitu djalan mengintegrasikan
setjara total kebenaran umuma Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. (tepuktangan). Sampai batas² tertentu kami sudah berhasil meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme. Tetapi tidak mungkin hal ini sekarang sudah sempurna dan oleh karena itulah kami memegang teguh sembojan bekerdja dan beladjar kami, jaitu Tahu Marxisme-Leninisme dan kenal ke- adaan". (tepuktangan). Sekian dan terima kasih. (tepuktangan riuh). Peking, 2 September 1963.
BEBERAPA SOAL REVOLUSI INDONESIA DAN PKI Kawan² jang tertjinta! Pada kesempatan saja berkundjung ke Peking kali ini saja diminta oleh Kawan² pimpinan PKT untuk memberi- kan tjeramah dalam pertemuan besar ini, jang temanja saja pilih sendiri, jaitu Beberapa soal Revolusi Indonesia dan PKI". Saja kira tema ini tjotjok, karena baik Revolusi Indonesia maupun PKI sangat menarik perhatian Rakjat Tiongkok, baik Revolusi Indonesia maupun PKI sangat ditjintai oleh Rakjat Tiongkok. Saja tahu bahwa Rakjat Tiongkok suka mendengar segala sesuatu tentang Revolusi Indonesia dan tentang PKI. Revolusi Indonesia dan PKI sama menarik perhatian, sama ditjintai dan sama disukai oleh Rakjat Tiongkok, sebagaimana halnja Revolusi Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok diperhatikan, ditjintai dan disukai oleh Rakjat pekerdja Indonesia (tepuktangan riuh). Pada kesempatan ini izinkanlah saja terlebih dahulu menjampaikan salam jang se-hangat²nja dan dari lubuk- hati jang se-dalam²nja kepada para hadirin dari CC PKI, dari lebih dari 2,5 djuta Komunis Indonesia dan dari Rakjat pekerdja Iadonesia. (tepuktangan riuh). Rapat umum jang meriah dan bersemangat hari ini, jang diselenggarakan dalam Gedung Kongres Rakjat jang megah dan terkenal keindahannja ini, adalah rapat soli- daritet jang terus meningkat tinggi dari Rakjat Tiongkok kepada Rakjat Indonesia jang sedang sengit berdjuang melawan imperialisme jang dikepalai oleh Amerika Seri- kat serta melawan kaum reaksioner dalamnegeri. (tepuktangan).
I. BEBERAPA SOAL TENTANG MASJARAKAT
DAN REVOLUSI INDONESIA
- Indonesia — Alam dan Penduduknja
Indonesia adalah negeri kepulauan jang terdiri lebih dari 10.000 pulau dengan 3.000 buah pulau lebih, ketjil
dan besar jang didiami manusia. Pulau² ini terbentang antara dua benua, Asia dan Australia, dan menghubung- kan dua samudera, Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia. Luas daerah daratannja hampir dua djuta km², tidak seberapa djika dibandingkan dengan luas daratan Tiongkok (9,6 djuta km² lebih). Tapi pulau²nja terserak sepandjang djarak jang sangat pandjang. Djarak antara Sabang (udjung Indonesia jang paling Barat) dengan Me- rauke (udjung Indonesia jang paling Timur) adalah kira² sama dengan djarak antara udjung paling Barat dari pe- gunungan Tienshan dengan Sjanghai. Sedangkan djarak dari Utara ke Selatan kurang lebih sama dengan djarak dari Berlin ke Aldjazair. Dilihat dari djumlah penduduknja jang 100 djuta orang, Indonesia merupakan negeri besar jang kelima didunia jaitu sesudah Tiongkok, India, Uni Sovjet dan Amerika Se- rikat. Kepadatan penduduknja sangat tidak merata, dari 7 orang sampai 460 orang tiap kilometer persegi. Pulau Djawa paling padat penduduknja, kuranglebih 33 dari seluruh penduduk Indonesia hidup dipulau itu. Di Indonesia terdapat lebih dari 100 sukubangsa, mulai dari jang berdjumlah puluhan djuta sampai jang hanja beberapa ribu. Masing² mempunjai bahasanja sendiri, disamping masih ada pula dialek² dan tingkat kebudajaan- njapun sangat ber-beda2. Tetapi jang sangat menguntung- kan bagi perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia jalah bahwa semua menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia ini dasarnja adalah bahasa Melaju, jaitu bahasa sukubangsa Melaju jang di Indonesia merupakan sukubangsa ketjil. Djauh sebelum pendjadjahan Belanda bahasa Melaju ini berfungsi sebagai "lingua franca" dalam pergaulan antar-pulau dan antar-sukubangsa di Indonesia. Oleh sebab itu, dengan wadjar bahasa ini mendjadi bahasa persatuan didalam proses perdjuangan pembebasan nasional Rakjat Indonesia melawan kolonialisme Belanda. Bahasa Indonesia tidak pernah mendjadi bahasa kolonisator, bahasa itu bahkan dihambat pertumbuhannja oleh kaum pendjadjah Belanda. Bahasa Indonesia adalah bahasa jang digembleng dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional dan merupakan bahasa liberator. Disamping berbagai sukubangsa terdapat beberapa djuta warganegara Indonesia dari keturunan asing seperti keturunan Tionghoa, Eropa, Arab dan India.
Masing2 mempunjai bahasa dan kebudajaannja sendiri
disamping mengakui bahasa dan kebudajaan Indonesia sebagai kepunjaannja sendiri. Pada zaman pendjadjahan Belanda, kaum kolonialis Belanda melakukan politik petjahbelah dan adudomba antar-sukubangsa dan antara sukubangsa² dengan jang berketurunan asing. Bahkan pada zaman sekarangpun pengaruh politik petjahbelah dan adudomba kolonialisme itu masih ada. Politik itu di-kobar²kan oleh kaum impe- rialis dan kaum reaksioner dalamnegeri dan antara lain meletus dalam pemberontakan² separatis pada tahun 1958 dan aksi² kontra-revolusioner jang rasialis pada bulan Mei 1963 ini. Pengalaman² menundjukkan bahwa separatisme dan rasialisme hanja bisa diatasi dan ditumpas asal ada politik jang tegas melawannja dan ada persatuan bulat dari seluruh nasion Indonesia. Politik haksama bagi semua sukubangsa, tidak perduli sukubangsa besar atau ketjil, dan politik haksama bagi semua warganegara, tidak perduli keturunan ,,asli" atau keturunan asing, adalah satu²nja politik jang dapat mendjamin kesatuan nasion Indonesia. (tepuktangan riuh). Tanah Indonesia sangat subur, lautannja banjak kekajaan dan buminja mengandung banjak pelikan. Tidak mengherankan bahwa Indonesia sering dinamakan orang ,rangkaian zamrud di katulistiwa". Tetapi akibat pendjadjahan jang lama, Rakjat Indonesia sendiri tidak dapat menikmati kekajaan itu. Taraf hidup Rakjat pekerdja Indonesia sangat rendah. Walaupun Indonesia sudah mentjapai kemerdekaan politik, tapi ekonominja masih ber- sifat kolonial dan setengah feodal. Dalam kekuasaan ne- garapun kekuatan² jang membela kepentingan² imperial- isme dan feodalisme masih bertjokol. Dalam pada itu, gerakan revolusioner Rakjat Indonesia telah mentjapai kemadjuan² besar, terutama pada sepuluh tahun jang achir ini. Keanggotaan PKI sudah mentjapai lebih dari 2,5 djuta, jang berarti lebih dari 2,5% dari djumlah penduduk. Organisasi2 massa revolusioner pro- gresif madju dengan pesat. Didalam SOBSI terorganisasi 3,2 djuta kaum buruh dari kuranglebih 4 djuta buruh jang terorganisasi. Sedangkan dewasa ini terdapat kuranglebih 7 djuta buruh di Indonesia. Kemadjuan dalam gerakan tani sangat menggembirakan. Dalam waktu jang singkat (kl. 1 tahun) BTI meningkatkan keanggotaannja
dari 4,6 djuta mendjadi 6,3 djuta. Keanggotaan Pemuda Rakjat berdjumlah 1,5 djuta, GERWANI 1,5 djuta. Di- samping itu ada lagi organisasi² progresif dari kaum sas- trawan dan seniman, mahasiswa, sardjana dll. jang djuga madju dengan pesat. Walaupun demikian akan keliru se- kali djika menganggap bahwa tiada rintangan bagi per- kembangan gerakan revolusioner. Kesulitan² banjak se- kali, setiap kemadjuan gerakan revolusioner diimbangi pula dengan hambatan² baru dari kaum reaksioner. Situasi Indonesia memang rumit dan banjak kontradik- si. Pada satu fihak, penduduk di Indonesia, menurut sta- tistik, 90% lebih beragama Islam, difihak lain pengaruh Komunisme berkembang terus. Pada satu fihak, konsep² politik dalam dan luarnegeri dari pemerintah Indonesia mengandung segi² positif dan madju, anti-imperialis dan ingin bersatu dengan negeri² sosialis dalam rangka me- ngembangkan "the new emerging forces", tetapi pada fihak lain, terdapat djuga segi2 jang negatif dan reaksioner, misalnja tindakan²nja dibidang keuangan dan ekonomi jang merugikan Rakjat (misalnja peraturan ekonomi 26 Mei 1963), berkompromi dan main mata dengan modal asing. Pada satu fihak, sudah terbentuk front persatuan nasional jang luas dan berkembang. Di Indonesia sudah ada organisasi Front Nasional jang menggabungkan semua partai politik, organisasi massa, semua angkatan ber- sendjata dan perseorangan jang anggotanja sudah lebih dari 20 djuta dan jang mempunjai program bersama, jaitu Manifesto Politik jang anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Komposisi pimpinan Front Nasional dari pusat sampai ke-organisasi² basisnja mentjerminkan aliran² politik NASAKOM. Tapi pada fihak lain, walaupun sudah ada semuanja ini, sampai kini belum bisa terbentuk Pemerintah Gotongrojong dimana kaum Komunis mendapat- kan kedudukan jang bertanggungdjawab. Memang situasi Indonesia tidak sederhana, djalan revolusi Indonesia bukan djalan-raja jang lurus. Sebagai negeri kepulauan, pantai2 Indonesia sangat pandjang, su- kar didjaga dari serbuan² militer dan dari kaum penje- lundup. Ditambah lagi, Indonesia dikelilingi oleh negeri² imperialis atau negeri² jang mendjadi pangkalan² kekuatan imperialis lewat berbagai pakta militer. Tapi kaum revolusioner Indonesia tidak pernah putusasa. Selama tahun² ini mereka telah bekerdja keras dan mentjapai hasil² ter-
tentu. Semua kenjataan tersebut mendorong kaum revolusioner Indonesia untuk lebih radjin dan lebih pandai lagi beladjar dari pengalaman² kaja gerakan revolusioner sedunia dalam menempuh djalannja sendiri menudju pe- njelesaian revolusi Indonesia. (tepuktangan riuh).
- Lintasan Sedjarah Indonesia, Pertumbuhan
Gerakan Nasional Sebelum pedagang² Belanda jang pertama tiba di Indonesia, Rakjat Indonesia sudah mengalami perkembang- an sedjarah jang lama. Berbagai keradjaan feodal telah berkembang diatas wilajah Indonesia. Diantaranja jang terkenal adalah keradjaan Sriwidjaja (abad 7-13) jang berpusat di Palembang (Sumatera Selatan), keradjaan Mataram I (abad 8 dan 9) dan keradjaan Madjapahit (abad 14 dan 15). Dalam masa feodalisme ini, jang ter- utama di Djawa sudah mulai berkuasa sedjak awal tarich Masehi, telah timbul ber-kali² pemberontakan tani. Pemberontakan² ini telah melemahkan sistim feodal tapi belum dapat menghapuskannja. Masa feodalisme ini djuga ditandai oleh peperangan² diantara ber-bagai² keradjaan feodal dan dalam keadaan keterpetjahbelahan feodal inilah mulai datang pedagang2 dari berbagai negeri Eropa, Portugal, Belanda, Inggeris dan lain² pada abad 15 dan selandjutnja. Dalam per- saingan jang sengit Belanda dapat mengungguli saingan²- nja. Perkumpulan dagang Belanda VOC (Persatuan Per- kongsian Dagang Hindia Timur) bahkan tidak membatasi diri pada perdagangan tapi djuga langsung merebut dja- djahan dengan setjara pandai dan litjik mempergunakan pertentangan² jang ada diantara penguasa² feodal. Masa VOC merupakan periode penting dalam penim- bunan primitif kapital dinegeri Belanda. Kekajaan2 luar- biasa didapat oleh saudagar2 Belanda dengan segala djalan kekedjaman seperti jang dikatakan oleh Karl Marx : Sedjarah ekonomi kolonial Belanda — dan negeri Belanda adalah nasion kapitalis jang terkemuka pada abad ke-17 - memperlihatkan pengchianatan, penjuapan, pe- njembelihan dan kekedjian² jang tiada taranja." (K. Marx, Capital, Djilid I, FLPH Moscow, th. 1958, hal. 752). Pada achir abad ke-17 VOC dapat menguasai setjara praktis seluruh wilajah, sehingga sedjak itu Indonesia te-
lah mendjadi djadjahan Belanda sepenuhnja. Pada masa itu penghisapan Belanda didasarkan atas penghisapan feodal jang berlaku di Indonesia. Oleh sebab itu hubungan produksi jang berkuasa selama periode permulaan djadjahan Belanda adalah hubungan produksi feodal. Masjarakat Indonesia pada waktu itu dapat dikarakterisasi sebagai masjarakat feodal dan kolonial. Keadaan mulai berubah pada achir abad ke-19 ketika kapitalisme Belanda memasuki tingkat imperialisme. Sebagai akibat dari meluasnja kapital export, kapitalisme masuk djauh dan dalam ke-desa². Hubungan² ekonomi feodal dirusak, ekonomi tidak sepenuhnja lagi ekonomi alamiah. Ekonomi barang dagangan ber-angsur2 mendjadi berkuasa. Sistim feodal tidak lagi berdiri sendiri dan ha- nja dapat hidup dengan sokongan imperialis. Penghisapan feodal atas kaum tani sudah berdjalin dengan penghisapan kapital asing, kapital komprador dan lintahdarat jang ber-kedudukan menentukan dalam kehidupan sosial-ekonomi Indonesia. Indonesia jang feodal sudah mendjadi Indonesia jang semi-feodal. Keadaan sebagai masjarakat kolonial dan setengah feodal ini berlangsung terus sampai meletusnja Revolusi Nasional pada bulan Agustus 1945. Masa pendjadjahan Belanda diganti dengan masa pendjadjahan Djepang selama tiga setengah tahun ketika dalam Perang Dunia II kaum militeris Djepang menduduki Indonesia pada sedjak Maret 1942 setelah kaum kolonialis Belanda menjerah dengan hampir tiada perlawanan. Dengan demikian Indonesia berubah dari negeri djadjahan Belanda mendjadi negeri djadjahan Djepang. Tapi sifat masjarakatnja tidak mengalami perubahan apapun, ke- tjuali bahwa penghisapan Djepang adalah lebih kedjam lagi. Pada periode djadjahan dan semi-feodal tersebut timbul perubahan² dalam susunan klas di Indonesia. Dengan di- dirikannja perusahaan² imperialis pada achir abad ke-19, maka lahirlah klas buruh di Indonesia. Dan semendjak klas buruh memasuki gelanggang politik, ia sudah me- madukan perdjuangan untuk pembebasan klasnja dengan perdjuangan seluruh bangsa Indonesia untuk kemerdekaan nasional. Klas lain jang lahir sebagai akibat dihantjurkan- nja ekonomi feodal dan mulai meluasnja ekonomi barang-dagangan jalah klas burdjuis nasional. Tetapi pertumbuhan industri nasional mengalami halangan jang berat dari
saingan modal monopoli asing, sehingga sampai pada de- wasa ini burdjuasi nasional Indonesia sangat sedikit ber- usaha dilapangan industri dan kebanjakan bergerak dalam perdagangan. Itulah sebabnja mengapa burdjuasi nasional mempunjai kedudukan ekonomi jang lemah di Indonesia. Djadi, di Indonesia klas buruh lahir lebih dulu daripada burdjuasi nasional. Hal ini nampak pula dalam peranan serta pengaruh masing2 klas itu didalam perdjuangan pembebasan nasional. Sedjalan dengan peralihan kapitalisme ketingkat monopoli, ketingkat imperialisme, kaum kolonialis Belanda melakukan peperangan kolonial besar²an pada achir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Melalui peperangan ini mereka menjatukan seluruh Indonesia dibawah satu peme- rintah kolonial jang terpusat dan dalam satu kehidupan ekonomi jang kolonial. Perubahan² jang telah terdjadi dalam politik, ekonomi dan susunan klas sebagaimana jang diuraikan diatas, mempengaruhi pula sifat dan bentuk² perlawanan Rakjat Indonesia. Kesatuan ekonomi jang sudah terdjelma, lahir- nja klas buruh dan pertumbuhan hubungan² produksi ka- pitalis nasional mendjadi dasar bagi tumbuhnja nasion Indonesia jang modern. Dulu, perlawanan Rakjat Indonesia terhadap pendjadjah Belanda terutama merupakan pemberontakan kaum tani, bersifat lokal dan seringkali dipimpin oleh wakil² bangsawan feodal daerah jang meng- inginkan kembalinja kekuasaan mereka. Sekarang, perlawanan Rakjat menjatakan diri dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional dan mentjakup semua klas jang di- rugikan oleh imperialisme dan feodalisme. Pada awal abad ke-20 muntjullah organisasi² massa dan partai² politik jang menandakan kebangkitan nasional Rakjat Indonesia melawan pendjadjah. Gerakan nasional ini berbeda dengan gerakan nasional jang dulu terdjadi di Eropa pada masa pertumbuhan kapitalisme. Klas buruh Indonesia dan Partainja, PKI jang lahir pada tanggal 23 Mei 1920, sedjak semula satu dan takterpisahkan dari gerakan nasional itu dan merupakan pelopor sajap kirinja gerakan itu. Pada bulan November 1926 terdjadi pemberontakan nasional jang pertama di Indonesia dibawah pimpinan PKI. Walaupun pemberontakan ini dapat ditindas oleh kaum pendjadjah Belanda, tapi pemberontakan ini memberi pe- ladjaran pada Rakjat Indonesia bahwa kekuasaan kolonial
Belanda bukan sesuatu jang kekal. Sangat penting pula bahwa perlawanan bersendjata jang pertama jang bersifat
nasional ini dilakukan dibawah pimpinan PKI — Partai
klas proletar Indonesia. Burdjuasi Indonesia tidak pernah mempunjai Revolusi 1911"nja seperti di Tiongkok. Sebagai salahsatu puntjak dalam perdjuangan pembebasan nasional ini petjahlah dalam bulan Agustus 1945 Revolusi Nasional di Indonesia. Dengan Proklamasi Re- publik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 itu Rakjat Indonesia mengambil kekuasaan politik ditangannja sendiri. Dengan kekuasaan politik itu Rakjat Indonesia melakukan tindakan² anti-imperialis, seperti mensita perusahaan milik asing dan mendjadikannja milik RI, meng- hapuskan pemerintahan perseorangan dan membentuk Komite2 Nasional serta Badan² Keamanan Rakjat sampai ke-desa², mem-bagi²kan dibeberapa daerah tanah² per- kebunan modal asing kepada kaum tani, dan sebagainja. Djadi, dalam revolusi itu Rakjat Indonesia berdjuang dengan gigih melawan musuhnja jang terpokok, jaitu imperialisme. Tetapi musuh pokok jang lain, jaitu klas tuantanah feodal, jang merupakan basis sosial terpenting bagi kekuasaan imperialisme, tidak digulingkan. Ini berarti, bahwa kaum tani, tenaga pokok revolusi Indonesia, tidak tjukup dibangkitkan dan ditarik kedalam revolusi. Djadi, walaupun Indonesia dengan revolusi itu sudah merebut kemerdekaannja, tapi masjarakatnja masih tetap bersifat setengah feodal. Dalam bulan September 1948 pemerintah jang dike- palai oleh Hatta melantjarkan serangan untuk membasmi kaum Komunis. Peristiwa ini dikenal sebagai Peristiwa Madiun atau Provokasi Madiun. Hampir semua anggota pimpinan PKI jang terpenting pada waktu itu terbunuh atau tertawan. Setelah PKI, tulangpunggung perlawanan terhadap imperialisme dipatahkan, maka mudahlah bagi Belanda untuk melantjarkan perang kolonialnja pada bulan Desember 1948, jang bertudjuan menaklukkan seluruh wilajah Indonesia. Pada bulan November 1949 pemerintah Hatta dan pemerintah Belanda menandatangani persetudjuan KMB jang terkutuk. Dengan persetudjuan itu maka setjara formil kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia diakui oleh Belanda, tapi kekuasaan imperialis Relanda atas ekonomi direstorasi sepenuhnja. Dengan de-
mikian KMB menetapkan kedudukan Indonesia sebagai setengah djadjahan. Tapi Rakjat Indonesia tidak menghentikan perdjuang- annja. Sesudah KMB ditandatangani mulailah perdjuangan sengit untuk membatalkannja. Pada tahun 1956 tertjapai kemenangan besar dengan dibatalkannja KMB setjara unilateral oleh pemerintah Indonesia, pada tahun 1957 sebagai peningkatan perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat semua perusahaan milik Belanda diambil- alih dan kemudian dinasionalisasi. Pada tahun 1963 Irian Barat kembali kedalam wilajah kekuasaan RI sesudah Rakjat Indonesia dengan kebulatan tekad menundjukkan kesediaannja untuk merebut kembali Irian Barat dengan kekuatan sendjata dan setelah pasukan² sukarelawan jang dikirim ke Irian Barat berhasil bersama-sama dengan gerilja Rakjat didaerah itu membebaskan berbagai kota dan daerah. Sokongan negara² sosialis dan Rakjat pro- gresif seluruh dunia mempunjai peranan jang penting pula bagi suksesnja perdjuangan pembebasan Irian Barat itu. Dalam perdjuangan melawan feodalisme djuga tertjapai kemadjuan². Dalam per-undang²an misalnja diterima UU Perdjandjian Bagi Hasil dan UU Pokok Agraria, jang satu mengatur pembagian hasil antara petani penggarap dan tuantanah, dan jang belakangan mengenai landreform ter- batas. Tapi perdjuangan untuk melaksanakan kedua UU jang agak madju itu mengalami rintangan jang berat, ter- utama dari kaum reaksioner jang masih bertjokol dalam aparat² negara. Perdjuangan melawan imperialisme dan feodalisme kini masih terus berdjalan. Pengaruh imperialisme baik dalam kekuasaan politik maupun dibidang ekonomi masih tjukup kuat. Bahkan sekarang imperialisme AS sudah menggan- tikan imperialisme Belanda sebagai musuh pertama Rakjat Indonesia. Disamping itu, imperialisme Belanda masih tetap merupakan musuh jang berbahaja, sedangkan imperialis2 lain seperti Inggeris, Djerman Barat dan Djepang djuga giat melakukan penetrasinja. Kekuasaan tuantanah feodalpun pada pokoknja masih berdiri dan merupakan salahsatu sokoguru kekuatan reaksioner dalamnegeri. Ber- dasarkan analisa mengenai masjarakat dan revolusi Indonesia, Anggaran Dasar PKI menekankan bahwa revolusi Indonesia adalah revolusi jang makan waktur lama dan bersifat pelik. Untuk bisa memimpin revolusi ini PKI ha-
rus mendjalankan taktik membawa madju perdjuangan revolusioner daripada Rakjat dengan pelahan dan ber- hati2, tetapi pasti. Dalam pada itu, PKI harus tak henti- hentinja melawan dua ketjenderungan didalam tubuhnja sendiri, jaitu ketjenderungan kapitulasi dan avonturisme. Demikianlah setjara singkat tindjauan tentang sedjarah Indonesia dan pertumbuhan serta perkembangan gerakan pembebasan nasional di Indonesia. (tepuktangan riuh).
- Soal² Pokok Revolusi Indonesia
Walaupun Revolusi Agustus 1945 mengalami kegagal- an, tapi pengalaman² jang diperoleh klas buruh dan Par- tainja dalam revolusi ini luarbiasa banjak dan kajanja. Adalah benar sekali bahwa satu tahun revolusi adalah sama dengan puluhan tahun perkembangan biasa". Walaupun PKI membuat kesalahan² selama revolusi itu, tapi klas buruh dan PKI bukan sadja mengambil bagian aktif dalam segala kegiatannja tapi djuga berusaha memberi pimpinan kepada revolusi. Inilah jang membuat pengalaman² Revolusi Agustus berharga sekali bagi PKI dan sumber bagi kemadjuan² jang ditjapai oleh PKI kemudian. Revolusi Agustus telah memberi peladjaran kepada kaum Komunis Indonesia apa sesungguhnja sifat Revolusi Indonesia, klas2 apa jang menjokongnja dan klas2 apa jang menentangnja. Revolusi Agustus memberi peladjaran mengapa harus ada front persatuan nasional untuk bisa mentjapai kemenangan revolusi, siapa sekutu proletariat jang terpertjaja, siapa sekutu jang bimbang, jang dalam keadaan tertentu bisa mengchianati revolusi. Revolusi Agustus djuga mengadjar bahwa dalam revolusi, perdjuangan bersendjata adalah bentuk perdjuangan jang terpenting. Dan salahsatu peladjaran jang terpenting dari Revolusi Agustus jalah bahwa djika revolusi nasional dan demokratis di Indonesia hendak mentjapai kemenangan, maka peranan pimpinan klas buruh adalah mutlak. Untuk mewudjudkan ini PKI harus dapat memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, PKI harus meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme. Dalam Kongres Nasional ke-V (1954) PKI telah me- rumuskan program umum dan program tuntutan bagi pe- njelesaian Revolusi Indonesia. Program PKI memuat
garis strategi dan taktik PKI jang merupakan hasil dari perpaduan Marxisme-Leninisme dengan praktek perdjuangan jang lama, hasil dari proses pengenalan terhadap Revolusi Indonesia sendiri sedjak dari hari lahirnja PKI pada 43 tahun jang lalu dan chususnja selama Revolusi Agustus 1945. Dalam menjusun serta melaksanakan garis strategi dan taktik ini PKI betul² merasakan tepatnja kata² Lenin bahwa hanja pertimbangan jang objektif terhadap seluruh djumlah hubungan timbalbalik dari semua klas tanpa ketjuali dalam masjarakat tertentu, dan akibatnja, pertimbangan tentang taraf perkembangan objektif masjarakat itu dan tentang hubungan timbalbalik antara masjarakat itu dengan masjarakat² lainnja, dapat didjadi- kan sebagai dasar bagi taktik jang tepat dari klas jang madju. Bersamaan dengan itu, semua klas dan semua ne- geri diperlakukan bukan setjara statis, tetapi setjara di- namis, jaitu bukan dalam keadaan tiada bergerak tapi dalam keadaan bergerak (jang hukum²nja ditentukan oleh sjarat2 kehidupan ekonomi klas masing2)". (W.I. Lenin, Karl Marx, Jajasan Pembaruan", 1962, hal. 37). Dimasa lampau, PKI banjak dihinggapi penjakit ke- kiri²an, seperti sektarisme dan dogmatisme, dan pada masa Revolusi Agustus terkena oportunisme ,,kiri" dan kanan sekaligus. Salahsatu sebab mengapa PKI belum dapat be- ladjar dari pengalaman²nja jang lampau jalah karena pengalaman² itu belum disimpulkan. Baru dalam bulan Agustus 1948 ketika PKI mengadakan Konferensi dan koreksi terhadap garis² salah jang sudah didjalankannja selama itu, maka pengalaman² mulai disimpulkan. Resolusi Djalan Baru Untuk Republik Indonesia jang disah- kan oleh Konferensi itu menjimpulkan pengalaman² PKI tentang front persatuan nasional, pembangunan Partai dan perdjuangan bersendjata. Resolusi ini menandakan bahwa PKI mulai meningkat dewasa. Kedewasaan PKI dibukti- kan sedjelas-djelasnja oleh Kongres Nasional ke-V PKI (1954) jang telah mendjawab semua masalah penting dan pokok dari Revolusi Indonesia. Kemudian masalah² penting dan pokok ini diuraikan dengan djelas dalam putusan CC bulan Djuli 1957 jang berbentuk tulisan tentang Masjarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia. Tulisan ini mengemukakan sifat masjarakat Indonesia, sasaran² pokok dan tugas2 revolusi Indonesia, kekuatan² pendorong, ka- rakter dan perspektif revolusi Indonesia.
Mengenai sasaran² (musuh²) pokok revolusi Indonesia karena masjarakat Indonesia masih setengah djadjahan dan setengah feodal, maka sasaran² itu adalah imperialisme dan feodalisme. Tugas2 revolusi jalah mendjalankan revolusi nasional untuk mengusir imperialisme dan men- 1 djalankan revolusi demokratis untuk menghapuskan sistim tuantanah. Kekuatan² pendorong revolusi jalah klas buruh, kaum tani, klas burdjuis ketjil dan elemen² demokratis lainnja jang dirugikan oleh imperialis dan konsekwen melawan imperialis. Sedangkan burdjuasi nasional bisa mengambil bagian dalam revolusi. Karakter atau watak daripada revolusi Indonesia pada tingkat sekarang bukanlah proletar sosialis, tapi nasional demokratis atau burdjuis demokratis. Sedangkan perspektif revolusi jalah Sosialisme dan Komunisme, bukan kapitalisme. Dalam proses PKI memimpin perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia dengan berpangkal pada pengenalan atas soal² pokok revolusi Indonesia seperti jang tersebut diatas, PKI memperdalam pengetahuannja tentang revolusi Indonesia dan mengemukakan berbagai teori jang terbukti mutlak harus difahami dan dilaksanakan guna men- djamin tertjapainja kemenangan revolusi. PKI mengemukakan teori dan terbukti kebenarannja bahwa di Indonesia sekarang ada tiga kekuatan, jaitu kekuatan progresif, kekuatan tengah dan kekuatan kepalabatu. Garis Partai terhadap tiga kekuatan ini jalah me- ngembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mengisolasi kekuatan kepalabatu. Dalam bersatu dengan kekuatan tengah Partai djuga mengadakan perdjuangan. Partai bersatu dengan kekuatan tengah dalam melawan imperialisme dan feodalisme, tetapi Partai berdjuang terhadapnja djika ia mau mengurangi kebebasan Partai dan kebebasan gerakan Rakjat pekerdja atau djika ia bimbang dalam melawan imperialisme dan feodalisme. PKI telah mengemukakan teori bahwa beladjar dari perdjuangan bersendjata selama revolusi 1945-1948 Partai tidak boleh mendjiplak teori perdjuangan bersendjata diluarnegeri, tetapi harus mendjalankan metode mengkombinasi tiga bentuk perdjuangan. Peperangan gerilja selama revolusi Agustus 1945 akan bisa meluas dan di- konsolidasi sehingga tuntutan² revolusi Agustus dapat di- selesaikan sampai ke-akar2nja djika PKI ketika itu me-
letakkan pemetjahannja dalam pekerdjaan mengkombinasi tiga bentuk perdjuangan, jaitu perdjuangan gerilja didesa (terutama terdiri dari buruhtani dan tanimiskin), aksi² revolusioner oleh kaum buruh (terutama buruh transport) di-kota² jang diduduki oleh musuh dan pekerdjaan intensif dikalangan kekuatan bersendjata musuh. Teori ini sangat penting, ia merupakan teori untuk memenangkan perang gerilja dinegeri kepulauan seperti Indonesia. Pada dewasa ini tidak ada angkatan bersendjata musuh di Indonesia, jang ada adalah angkatan bersendjata RI jang lahir segera sesudah perang dunia II dalam perdjuangan anti-fasis dan dalam revolusi jang berwatak nasional dan demokratis. Klas buruh dan PKI mempunjai andil besar dalam membangun angkatan bersendjata ini. Angkatan bersendjata RI bukanlah angkatan bersendjata jang reaksioner. Dilihat dari segi kelahirannja angkatan bersendjata RI mempunjai tjiri anti-fasis, demokratis dan anti-imperialis. Adalah djuga kewadjiban PKI untuk meng- eratkan hubungan dwi-tunggal Rakjat dan angkatan bersendjata supaja dalam kedjadian apapun angkatan bersendjata atau bagian terbesarnja dapat berdiri tegak difihak Rakjat, difihak revolusi, seperti sudah terbukti dalam perdjuangan Rakjat Indonesia melawan dan menga- lahkan kontra-revolusi ,PRRI-Permesta" belum lama ber- selang. PKI mengemukakan teori bahwa untuk memenangkan Revolusi Indonesia anggotaa Partai dan massa Rakjat pekerdja harus didjiwai oleh perpaduan patriotisme dan internasionalisme proletar. Kaum Komunis Indonesia harus memerangi nihilisme nasional dan sovinisme burdjuis. Revolusi Indonesia tidak terpisahkan dari revolusi proletar dunia jang telah dimulai dengan Revolusi Sosialis Oktober Besar 1917, jang sekarang sedang madju dengan tjepatnja. Revolusi Indonesia adalah bagian daripada perdjuangan Rakjat² sedunia untuk kemerdekaan nasional, demokrasi, perdamaian dan Sosialisme. PKI mengemukakan teori bahwa untuk dapat memimpin perkembangan politik, Partai harus mendjalankan garis umum meneruskan penggalangan front nasional dan meneruskan pembangunan Partai untuk menjelesaikan tuntutan® Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akarnja. Dengan perkataan lain, kaum Komunis Indonesia harus mengibar- kan tinggi² Tripandji Partai, jaitu Pandji Front Nasional,
Pandji Pembangunan Partai dan Pandji Revolusi Agustus
- Garis umum PKI untuk penggalangan front nasional jalah: menggalang persatuan anti-imperialisme antara klas buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional berbasiskan persekutuan buruh dan tani anti-feodalisme dan jang dipimpin oleh klas buruh. Garis umum mengenai pembangunan Partai jalah: membangun Partai diseluruh negeri dan jang mempunjai karakter massa jang luas jang sepenuhnja terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Garis umum PKI mengenai tuntutan² revolusi Agustus 1945 jalah menggunakan segala pengalaman perdjuangan untuk memobilisasi massa jang luas dan menanamkan kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan. Teori² tersebut disimpulkan oleh PKI berdasarkan pengalaman memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. Kesimpulan² pokok itu ditjapai berkat pengalaman PKI jang sudah lama, jang diperoleh dari perdjuangan anggota²nja jang gagah-berani, dari pengorbanan² djiwa jang telah di- berikan oleh ribuan Komunis Indonesia dan berkat ke- tekunan kaum Komunis Indonesia beladjar Marxisme-Leninisme. Teori² itu sudah dipraktekkan dan terus di- kembangkan dalam pelaksanaannja. Sembojan kaum Komunis Indonesia dalam bekerdja dan beladjar jalah ,Tahu Marxisme dan kenal keadaan". Hanja dengan djalan ini, djalan memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit Revolusi Indonesia, djalan meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme, PKI akan da- pat memimpin Rakjat Indonesia mentjapai kemenangan revolusi. Makin baik Marxisme-Leninisme di-Indonesia- kan, makin berpadu Marxisme-Leninisme dengan massa Rakjat dan Revolusi Indonesia, maka akan makin ter- hindarlah PKI dari bahaja revisionisme, baik klasik maupun modern, dan bahaja dogmatisme, baik klasik maupun modern, dan ini berarti makin madjunja revolusi Indonesia. (tepuktangan riuh).
- Beberapa Soal Mengenai Front Persatuan
Nasional
PKI telah menjimpulkan, bahwa salahsatu sebab jang
penting dari kenjataan bahwa Revolusi Agustus 1945 tidak
mentjapai tudjuannja, jalah karena PKI pada waktu itu kurang memahami perlunja front persatuan nasional dan kurang pandai untuk membentuknjā. Pada waktu itu kaum Komunis telah lalai mengadakan front nasional sebagai sendjata revolusi nasional terhadap imperialisme. Walau- pun kemudian mereka mulai sedar akan pentingnja front nasional, akan tetapi belum faham sungguh² tentang tjara membentuknja. Kesimpulan ini mendorong kaum Komunis Indonesia untuk lebih giat, ulet dan tekun mengusahakan terbentuk- nja front nasional. Kongres Nasional ke-V menetapkan sebagai kewadjiban urgen jang pertama dari PKI jalah kewadjiban menggalang front persatuan nasional. Berdasarkan analisa terhadap klas² dalam masjarakat Indonesia, front persatuan nasional ini harus mentjakup semua kekuatan nasional dari revolusi, jaitu kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional. Dalam pada itu, Kongres Nasional ke-V menekankan bahwa persekutuan kaum buruh dan kaum tani adalah basis dari front persatuan nasional. Karena kaum tani masih menderita dari sisa² feodalisme jang berat, maka persekutuan itu hanja bisa terbentuk dañ mendjadi kokoh, djika kaum Komunis aktif memimpin perdjuangan kaum tani mela- wan sisa² feodalisme, mulai dari tuntutan² bagian kaum tani sampai kepada tuntutan pokoknja penghapusan milik feodal dan pembagian tanah. Mengenai burdjuasi nasional, Revolusi Agustus telah memberikan pengalaman penting bagi PKI tentang sifat bimbang klas itu. Dalam keadaan tertentu burdjuasi nasional ikut dan bersikap teguh berfihak kepada revolusi seperti halnja pada permulaan Revolusi Agustus. Tetapi dalam keadaan lain ia bisa gontjang dan mengchianat seperti jang terdjadi ketika pemerintah Hatta mendjalankan provokasi Madiun. Burdjuasi nasional ikut pula berka- pitulasi kepada imperialisme dengan menjetudjui perse- tudjuan KMB jang chianat. Oleh karena itu, proletariat dan PKI harus senantiasa berusaha menarik burdjuasi nasional kefihak revolusi. Tetapi mereka harus djuga ber- djaga² akan kemungkinan burdjuasi nasional mengchia- nati revolusi. Sebagian jang lain dari burdjuasi di Indonesia adalah burdjuasi komprador. Burdjuasi komprador langsung mengabdi kepentingan² kaum kapitalis besar asing, maka
ia bukan salahsatu kekuatan revolusi, tetapi sasaran revolusi. Bagian lain lagi dari burdjuasi jang djuga merupakan musuh dan sasaran revolusi jalah kaum kapitalis birokrat. Dalam hal watak reaksionernja burdjuasi birokrat Indonesia ada samanja dengan burdjuasi birokrat di Tiongkok. Tapi pada saat sekarang belum terdapat pemusatan jang begitu tadjam seperti di Tiongkok lama, ketika kaum kapitalis birokrat pada pokoknja berpusat pada empat ke- luarga besar. Burdjuasi birokrat di Indonesia terutama berkembang setelah perusahaan2 milik Belanda diambil- alih dan didjadikan perusahaan milik negara. Pada umumnja, orang2 itu mendjadi kapitalis dengan menggu- nakan kedudukannja dalam alat kekuasaan atau perusahaan negara atau hubungannja dengan pembesar² dalam alat kekuasaan atau perusahaan negara. Mereka meng- gunakan birokrasi dan diwaktu lampau terutama meng- gunakan berlakunja keadaan bahaja (SOB) untuk men- dapatkan dan memperkuat posisinja sebagai kapitalis. Dengan ber-bagai² tjara jang litjik mereka menjabot per- ekonomian negara dan berusaha menswastakan" dan menguasai sendiri perusahaan² negara. Sebagaimana dikatakan diatas peranan mereka sangat reaksioner, mereka adalah anti-demokrasi, anti-organisasi Rakjat, anti-persatuan nasional, berusaha mempererat hubungan dengan imperialis dan bekerdjasama dengan kaum tuantanah untuk menindas kaum tani. Mereka mendirikan serikat² buruh" dan organisasi2 massa" jang pada hakekatnja tidak lain daripada serikat² dan organisasi2 madjikan. Serikat² dan organisasi² ini ditudjukan untuk menghantjur- kan organisasi² massa revolusioner, chususnja SOBSI. Tetapi dikalangan massa Rakjat pekerdja serikat2 dan organisasia dari kaum kapitalis birokrat ini sudah tjukup terbuka dan dilawan dengan keras. Dalam melaksanakan tugas menggalang front persatuan nasional di Indonesia klas buruh harus memelopori per- djuangan seluruh Rakjat. Karena Indonesia merupakan negeri jang terbelakang perkembangan ekonominja, maka setjara objektif klas buruh Indonesia mempunjai berbagai kelemahan. Kelemahan jang pertama jalah bahwa djumlahnja ketjil djika dibandingkan dengan kaum tani. Untuk dapat mengatasi kelemahan ini perlu diadakan dan dipe-
lihara persatuan klas buruh sendiri jang se-kokoh²nja. Sebagaimana dikatakan oleh Kawan Dimitrov: Disemua negeri dimana proletariat menurut perbandingannja ketjil djumlahnja, dimana kaum tani dan lapisan burdjuis ketjil kota djumlahnja djauh lebih besar, maka mendjadi lebih² penting lagi untuk melakukan segala usaha guna mem- bentuk front persatuan klas buruh sendiri jang teguh, supaja ia bisa menempati kedudukannja sebagai faktor pim- pinan didalam hubungan dengan semua Rakjat pekerdja". Dapat dikatakan bahwa pada dewasa ini di Indonesia terdapat front persatuan buruh. Pengaruh sosial demokrasi dan revisionisme ketjil dikalangan kaum buruh Indonesia. Majoritet mutlak dari kaum buruh jang terorganisasi mendjadi anggota SOBSI jang progresif. Disamping itu terdapat pula front persatuan baik dalam bentuk² keorgani- sasian maupun dalam bentuk aksi² kongkrit antara SOBSI dengan berbagai organisasi buruh lainnja jang dipengaruhi aliran² politik nasionalis dan agama². Sudah barangtentu, karena reaksi akan terus berusaha untuk memetjahbelah front buruh, maka kaum Komunis dan orang² progresif Indonesia lainnja harus terus-menerus bekerdja untuk memperkuat dan mengkonsolidasi persatuan jang sudah tertjapai. Kelemahan jang kedua jalah bahwa klas buruh Indonesia masih muda usianja djika dibandingkan dengan proletariat di-negeri2 kapitalis jang madju. Dengan demikian pengalamannja dalam gerakan"buruh adalah kurang se- kali. Kelemahan ini hanja bisa diatasi djika klas buruh Indonesia radjin beladjar dari pengalaman² gerakan buruh internasional, terutama dari gerakan buruh jang sudah mentjapai kemenangan, dan giat beladjar teori Marxisme-Leninisme. PKI sudah dan terus berusaha keras untuk mengatasi kelemahan ini. Sudah tentu tidak ada alasan samasekali untuk puas diri dan kewadjiban beladjar itu adalah kewadjiban jang tiada habisnja. Kelemahan ketiga jalah bahwa klas buruh Indonesia masih rendah tingkat kebudajaannja djika dibandingkan dengan burdjuasi Indonesia. Kelemahan ini harus diatasi supaja klas buruh dapat lebih pandai memimpin semua klas dalam revolusi. Kemadjuan klas buruh Indonesia dalam bidang kebudajaan dan pendidikan ini besar dan pe- sat. Bahkan dalam berbagai pekerdjaan pemerintahan dan dewan² perwakilan Rakjat, wakil² proletariat menundjuk-
kan keunggulannja dalam pengetahuan, penguasaan serta pemetjahan matjam² masalah politik dan ekonomi. Tapi ditindjau setjara keseluruhannja, masih banjak usaha jang harus dilakukan klas buruh untuk mengedjar ketinggalan- nja. Plan 4 tahun PKI jang dimulai pada 17 Agustus ta-
hun ini dibidang kebudajaan akan memegang peranan
penting untuk mentjapai tudjuan tersebut.
Kini pada pokoknja front persatuan nasional melawan
imperialisme dan feodalisme sudah terwudjud di Indonesia. Kader² PKI telah bekerdja keras dikalangan kaum tani, mempeladjari hubungan² agraria didesa dan memim- pin kaum tani dalam perdjuangannja melawan tuantanah. PKI sudah mempunjai program agraria jang tepat dan
revolusioner jang menuntun perdjuangan kaum tani itu.
Persatuan dengan burdjuasi nasional djuga sudah ter-
galang. Terutama setelah PKI merumuskan politik² jang tepat dan mengatasi sektarisme dalam barisannja sendiri,
maka burdjuasi nasional mulai kembali kefihak revolusi.
Sebagaimana djuga pengalaman di Tiongkok, ada dua
prinsip jang mutlak harus didjalankan PKI dalam meng-
galang front persatuan dengan burdjuasi. Prinsip pertama
jalah bersatu dan berdjuang. Prinsip ini terutama terwu-
djud antara lain dalam sikap PKI terhadap kabinet² jang
dipimpin oleh kaum nasionalis dan jang anti-imperial-
isme, jaitu bahwa PKI menjokong politik pemerintah jang
madju tanpa reserve, mengkritik politiknja jang ragu² su-
paja mendjadi madju, dan menentang menteri² jang politiknja merugikan Rakjat. Prinsip kedua jalah mendjaga kebebasan PKI dalam rangka front persatuan nasional. Ini berarti bahwa persatuan dengan burdjuasi itu tidak akan menghalangi proletariat untuk mengorganisasi revo-
lusi, mengembangkan Partai dan ormas² revolusioner, dan
djuga bahwa proletariat berhak menjatakan pendiriannja
sendiri. PKI memegang teguh prinsip kebebasan itu. Masa
bekerdjasama dengan burdjuasi di Indonesia sudah ber- langsung lebih dari 10 tahun. Dalam masa ini kekuatan revolusioner bukannja makin susut, tapi djustru makin
berkembang. Kekuatan kontra-revolusioner sudah meng-
alami banjak pukulan. Bahkan anti-Komunisme jang pada
5-6 tahun jang lalu didengung-dengungkan setjara terang-
terangan, kini setjara resmi sudah dikutuk sebagai Komunisto-phobi jang anti-persatuan. Peranan Presiden Sukarno
adalah besar dalam usaha melawan Komunisto-phobi dan
memperkuat persatuan nasional. Sudah tentu, anti-Komunisme masih ada dan akan tetap ada selama imperialisme dan feodalisme belum lenjap di Indonesia. Tetapi kekuatan mereka sudah djauh merosot sebagai akibat pukulan² jang diberikan oleh kaum revolusioner. Berdasarkan pengalaman persatuan dengan burdjuasi nasional di Indonesia, PKI menjimpulkan bahwa burdjuasi nasional dapat dengan mantap ditarik kefihak revolusi asalkan kekuatan progresif besar, terus berkembang, pan- dai memukul musuh dan politik serta taktik Partai tepat. Adapun dalam mengembangkan kekuatan progresif harus diutamakan dikalangan buruh dan tani. Pengalaman PKI menggalang front persatuan nasional menundjukkan bahwa kita harus djelas lebih dulu me- ngenal isi klas dari front persatuan, basisnja dan pimpinan klasnja. Sesudah itu usaha² untuk menggalang front persatuan nasional ini harus dituangkan dalam politik² kong- krit dan diberi bentuk² chusus, jang lahir dalam kehidup-
an politik negeri sendiri. Misalnja, dalam perdjuangan
untuk pemerintah jang mentjakup semua klas revolusioner, PKI mula² merumuskan tuntutannja untuk pembentukan pemerintah koalisi nasional. Kemudian, sebagai hasil dari meluasnja pengertian front persatuan nasional dan perkembangan perdjuangan massa, lahirlah konsepsi Presiden Sukarno bulan Februari 1957 mengenai Kabinet Gotong-rojong. Dengan demikian isi dari pemerintah koalisi nasional sepenuhnja tertjakup dengan tuntutan untuk Kabinet Gotong-rojong. Sedangkan isi dari persatuan nasional dapat ditjakup sepenuhnja dengan istilah kegotongrojongan nasional. Begitu pula lahirnja istilah NASAKÓM jaitu istilah jang mentjer- minkan kerdjasama jang luas dari aliran-aliran politik Nasionalis, Agama dan Komunis dengan platform anti-imperialisme. Bagi kaum Komunis, pengertian front nasional tidak bisa lain daripada persatuan antara klas² revolusioner. Tetapi klas² itu menampakkan diri dalam ke- hidupan politik melalui partai² politik. Di Indonesiapun kepentingan berbagai klas baik jang reaksioner maupun jang revolusioner menampakkan diri setjara djelas melalui
partai² politik. Berdasarkan tradisi perdjuangan pembe-
basan nasional, di Indonesia terdapat tiga aliran politik besar jang melawan pendjadjahan Belanda, jaitu aliran
politik Nasionalis, aliran politik Agama, terutama Islam,
dan aliran politik Komunis. Oleh sebab itu adalah wadjar, bahwa persatuan nasional di Indonesia dapat dikatakan ada djika ketiga aliran politik itu bersatu dalam kerdja-
sama NASAKOM. Dalam keadaan Indonesia sekarang
sembojan kegotongrojongan nasional berporoskan NASAKOM tidak mungkin mengaburkan isi-klas dari front persatuan nasional, karena persatuan itu terdjadi atas dasar program anti-imperialis jang djelas dan sampai batas² ter- tentu anti-feodal. Masjumi dan PSI, dua partai jang pro-imperialis dan pro-feodal telah lenjap dari kehidupan politik Indonesia. Konsep lain jang djuga mentjerminkan persatuan nasional dan persatuan NASAKOM jalah Pantjasila (Lima prinsip) jaitu : 1) Ketuhanan Jang Maha Esa; 2) Peri kemanu- siaan atau internasionalisme; 3) Kebangsaan atau patriot- isme; 4) Kedaulatan Rakjat; 5) Keadilan sosial. PKI me- njokong dan mempertahankan Pantjasila, sekalipun salahsatu silanja adalah Ketuhanan Jang Maha Esa. Sebabnja
jalah karena Pantjasila bukan pengganti filsafat dari jang mendukungnja tetapi Pantjasila menjimpulkan aliran² jang
hidup dalam masjarakat. Oleh sebab itu, PKI menentang
keras orang² jang mau mendjadikan salahsatu sila dari Pantjasila sebagai sila utama. Pantjasila harus diterima sebagai keseluruhan dan sebagai keseluruhan ia adalah alat pemersatu. Hal ini djuga ber-kali² ditegaskan oleh Presiden Sukarno, dan dikatakan djuga oleh Presiden
Sukarno bahwa djika Pantjasila diperas, ia mendjadi Eka
Sila, jaitu Gotongrojong. Disamping persekutuan buruh dan tani dan persatuan NASAKOM, persatuan nasional di Indonesia djuga men-
dapat bentuk organisasi jaitu Front Nasional jang dike-
tuai oleh Presiden Sukarno dan jang wakil² ketuanja djuga mentjakup tokoh² NASAKOM. Front Nasional ini telah mensahkan Pantja Program jang revolusioner, jang merupakan program tuntutan sebagai bimbingan aksi² Front Nasional. Pantja Program ini sedjalan dengan Tritugas PKI dewasa ini. Tritugas PKI jalah: mengkonsolidasi ke-
menangan2 jang sudah ditjapai, menanggulangi kesulitan²
ekonomi dan meneruskan perdjuangan melawan neo- kolonialisme. Pengalaman² jang saja uraikan diatas menggambarkan bahwa ide front persatuan nasional sudah berakar dika- langan massa dan PKI bekerdja dengan ulet dan tekun
untuk menggalangnja, dan banjak sekali bentuk²nja untuk memperkuat dan mengkonsolidasinja. Dari sini djelaslah bahwa sesudah PKI memahami prinsip² front nasional, PKI berusaha menemukan bentuk²nja jang efektif sesuai dengan kondisi² chas Indonesia. PKI berpendapat bahwa front persatuan nasional adalah sjarat mutlak bagi kemenangan revolusi. Kemadjuan pekerdjaan front persatuan nasional sangat membantu pekerdjaan pembangunan Partai. Sebaliknja kemadjuan pembangunan Partai sangat memudahkan pekerdjaan front persatuan nasional. (tepuktangan).
- Masalah kekuasaan Negara Republik Indonesia Diatas sudah saja katakan, bahwa situasi Indonesia adalah rumit sekali. Kerumitan ini dapat diungkapkan djika tjukup baik memahami hakekat kekuasaan politik di Indonesia. Masalah terpokok dalam tiap² revolusi adalah masalah kekuasaan negara. Bagi PKI dalil ini bukan merupakan kebenaran teori belaka, tetapi telah dialami kebenarannja dalam praktek melalui pengalaman² jang pahit. Dalam masalah kekuasaan negara inilah PKI pernah membuat kesalahan serius pada waktu revolusi Agustus 1945-1948. Ketika itu telah terbentuk pemerintah jang Perdana Men- terinja seorang Komunis, jaitu Kawan Amir Sjarifudin, jang djuga merangkap menteri pertahanan. Disamping itu, masih ada anggota² kabinet lainnja jang Komunis. Djuga kaum kanan terdapat dalam kabinet itu. Dengan mem- pergunakan kesalahan politik PKI dalam melawan imperialis Belanda, kaum reaksioner berusaha mendjatuhkan kabinet Amir Sjarifudin dengan menarik menteri²nja. Dalam menghadapi intrik kaum kanan ini, PKI kurang was- pada. Karena kurang mengerti hakekat kekuasaan negara, maka setjara sukarela Kabinet Amir Sjarifudin membubar- kan diri dan sebagai gantinja terbentuklah kabinet jang dipimpin Hatta. Kaum reaksioner mengerti benar bagai- mana menggunakan kekuasaan negara untuk kepentingan kiasnja. Begitu kekuasaan terlepas dari tangan proletariat dan pindah ketangan burdjuasi komprador Hatta, maka pemerintah itu meneruskan garis berdamai dengan Belanda dan mempersiapkan kontra-revolusi. Sebagaimana sudah diuraikan dibagian lain, kontra-revolusi itu achirnja
ditjetuskan dengan provokasi Madiun. Demikianlah, kesalahan PKI mengenai masalah kekuasaan negara telah dibajar dengan pengorbanan jang besar. Tetapi peladjaran dari kesalahan itu adalah mendalam sekali bagi PKI. Bagaimana sekarang watak kekuasaan negara di Indonesia ? Setelah penandatanganan KMB, pemerintah² jang terbentuk pada waktu itu merupakan pemerintah² kom- prador jang sepenuhnja mewakili kepentingan kaum imperialis dan feodal, sekalipun didalam pemerintah² itu ada wakil² politik dari burdjuasi nasional, tetapi mereka mendjadi tawanan kaum reaksioner dalam mendjalankan politik kompromi dengan musuh revolusi, dengan imperialisme dan kakitangan²nja. Berdasarkan UUD RI Semen- tara jang berlaku sedjak tahun 1951 Presiden Sukarno tidak mempunjai kekuasaan langsung didalam pemerintah. Sedjak tahun 1951 PKI sudah mengadjukan tuntutan untuk pembentukan pemerintah koalisi nasional jang ter- diri dari partai2, golongan² dan orang² tak berpartai jang demokratis dan jang mau membatalkan KMB. Politik jang tepat untuk menarik kembali burdjuasi nasional kefihak revolusi mendatangkan hasil² jang pertama dengan terbentuknja pemerintah Wilopo (PNI) dalam tahun 1952. Dalam kabinet Wilopo masih terdapat orang² kanan (Masjumi-PSI) tapi programnja agak demokratis, maka PKI menjokongnja. Sikap PKI jang positif terhadap kabinet ini menjebabkan kekuatan kepalabatu mulai terpen- tjil dan terpukul sedangkan persatuan kekuatan tengah dan progresif makin berkembang. Sedjak kabinet Wilopo, maka pemerintah² jang kemu- dian terbentuk pada pokoknja adalah lebih madju, pe- ranan kaum kanan didalam pemerintahan makin kurang. Hal ini nampak dengan djelas ketika terbentuknja kabinet Burhannudin Harahap, seorang tokoh Masjumi dan ke- mudian mendjadi pemberontak kontra-revolusioner pada bulan Agustus 1955. Kabinet ini terang reaksioner dan ditentang oleh PKI. Berhubung dengan sudah terdjadinja perubahan imbangan kekuatan kekiri dan kemadjuan front persatuan nasional, maka kabinet ini tidak dapat bertahan lama, umurnja tidak sampai setahun. Kabinet ini tidak mampu menggagalkan pemilihan umum, terpaksa melakukannja dan terpaksa menelan kekalahan bagi kom- binasi Masjumi-PSI. Salahsatu perkembangan penting sebagai hasil dari kemadjuan front persatuan nasional jalah
meruntjingnja pertentangan antara kaum revolusioner e-
ngan Hatta, Masjumi dan PSI. Peruntjingan ini memun-
tjak dengan mundurnja Hatta dari kedudukan Wakil Presiden dan dengan diumumkannja Dekrit Presiden tanggal 5 Djuli 1959 jang menjatakan Indonesia kembali kepada UUD 1945, jaitu Undang2 Dasar segera sesudah Republik Indonesia diproklamasikan. Menurut UUD 1945 ini Presiden langsung memimpin pemerintahan. Perkembangan peristiwa berlangsung dengan tjepat sekali. Beberapa kali kaum reaksioner dalamnegeri dengan mendapatkan sokongan kaum imperialis berusaha melaku- kan kudeta dan mentjoba membunuh Presiden. Setelah usaha² mereka digagalkan, mereka mentjetuskan pemberontakan separatis pada tahun 1958. Atas desakan dan dengan sokongan penuh seluruh Rakjat, pemerintah dengan tegas menindas pemberontakan tersebut. Pada bulan November 1960 sidang MPRS mensahkan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol), jaitu pi- dato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1959, sebagai garis² besar haluan Negara. Peristiwa ini merupakan peristiwa penting bagi perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia, karena ini berarti bahwa pengertian jang tepat tentang soal² pokok revolusi Indonesia diterima dan didjelmakan dalam dokumen resmi negara. Dengan demikian seluruh nasion Indonesia mendapatkan pengertian jang sama dan benar mengenai masalah² penting dan pokok dari revolusi Indonesia. Garis² besar haluan Negara ini men- djelaskan bahwa jang mendjadi sasaran pokok (musuh² pokok) revolusi Indonesia jalah imperialisme dan feodal- isme; bahwa tugas revolusi Indonesia bukanlah mendirikan kekuasaan politik satu klas, satu golongan atau satu partai, tetapi kekuasaan politik seluruh Rakjat, kekuasaan gotong- rojong, menentang otokrasi atau kediktatoran, baik militer maupun perseorangan; bahwa kekuatan revolusi Indonesia bukanlah satu klas, satu golongan atau satu partai tapi seluruh Rakjat Indonesia jang anti-imperialisme dan anti- feodalisme dengan kaum buruh dan kaum tani sebagai kekuatan pokoknja; bahwa watak (sifat) revolusi Indonesia adalah nasional-demokratis; dan bahwa haridepan (pers- pektif) revolusi Indonesia adalah Sosialisme, bukan kapi- talisme. Dengan demikian Manipol sungguh² merupakan program bersama seluruh Rakjat Indonesia untuk menje- lesaikan revolusi nasional-demokratis. Dengan adanja Ma-
nipol, perdjuangan kaum revolusioner melawan kaum
kontra-revolusioner berwudjud perdjuangan kaum Mani- polis melawan kaum anti-Manipol. Pada bulan Maret 1963 ini Presiden Sukarno meng-
umumkan suatu dokumen penting lain, jaitu Deklarasi
Ekonomi (Dekon). Tokoh² NASAKOM mengambil bagian penting dalam menjusun Dekon ini jang meliputi tiga pokok. Pertama, Dekon menetapkan strategi dasar ekonomi Indonesia pada tahap revolusi sekarang ini, jaitu tahap revolusi nasional dan demokratis dimana jang mendjadi tugas pokoknja jalah membersihkan atau mengikis habis sisa² imperialisme dan sisa2 feodalisme. Kedua, Dekon menggariskan kebidjaksanaan djangka pendek jang harus segera dilaksanakan untuk mengatasi kesulitan² ekonomi dewasa ini. Ketiga, Dekon menetapkan sjarat² politik jang mutlak perlu bagi pelaksanaan Dekon itu sendiri, jaitu tertjapainja kegotongrojongan nasional berporoskan NASAKOM melalui pengintegrasian antara Pemerintah dan Rakjat jang terorganisasi, baik dalam bidang administratif maupun eksekutif. Dengan lain perkataan, pembentukan pemerintah gotongrojong berporoskan NASAKOM. Dengan adanja Manipol dan Dekon, maka sesungguh- nja konsep politik dan ekonomi jang progresif untuk me- njelesaikan revolusi Indonesia dengan resmi sudah mendjadi haluan negara. Tetapi apa sebabnja dokumen² itu tidak dilaksanakan dengan konsekwen, bahkan pelaksanaannja sering bertentangan dengan djiwa konsep2 itu? Untuk memahami masalah ini kita harus mengerti watak kekuasaan negara RI pada waktu sekarang. PKI berpendapat bahwa kekuasaan Negara RI mengan- dung dua aspek, jaitu aspek jang pro-Rakjat dan aspek jang anti-Rakjat. Lahirnja aspek pro-Rakjat itu tidak da- pat dipisahkan dari hasil² jang ditjapai oleh PKI dalam mendjalankan metode mengkombinasi tiga bentuk perdjuangan. Aspek pro-Rakjat inilah jang makin hari makin madju dan menjebabkan pemerintah RI mengambil ber- bagai tindakan jang revolusioner anti-imperialis. Sedang aspek anti-Rakjat, jaitu aspek jang mewakili kepentingan² imperialis, komprador, tuantanah dan kapitalis birokrat, dengan segala kekuatan berusaha menjabot semua tindakan progresif. Aspek inilah jang hingga sekarang masih berdominasi. Dalam keadaan demikian, maka perdjuangan PKI mengenai kekuasaan negara jalah mendorong supaja
aspek pro-Rakjat makin besar dan bisa berdominasi, sedangkan kekuatan² jang anti-Rakjat dikeluarkan dari kekuasaan negara. Inilah isi dari retuling jang dituntut oleh Rakjat, isi daripada tuntutan membentuk kabinet gotongrojong berporoskan NASAKOM. Berhubung dengan dua aspek itu pula, Indonesia harus mendjalankan revolusi dari atas dan dari bawah. Dari atas berarti bahwa PKI harus mendorong kekuasaan negara untuk melakukan tindakan² revolusioner guna mengada- kan perubahan² dalam personalia dan aparatur Negara. Sedangkan dari bawah berarti membangkitkan, mengorganisasi dan memobilisasi Rakjat untuk mentjapai perubahan-perubahan tersebut. Dengan demikian PKI meng- ubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, kapitalis birokrat, komprador dan tuantanah disatu fihak dengan kekuatan Rakjat difihak lain. Ada kawan2 bertanja : apakah konsep² politik dan ekonomi jang madju itu bukan tipu muslihat burdjuasi untuk memperdaja Rakjat pekerdja? Pertanjaan demikian tidak mengherankan. Tetapi masalahnja jalah bahwa konsep² progresif itu baru lahir setelah kekuatan progresif berkem- bang dan turut serta setjara aktif menjusunnja. Dan adanja konsep2 resmi pemerintah itu sangat menguntungkan kaum progresif untuk mendidik, mengorganisasi dan memobilisasi massa Rakjat menuntut pelaksanaannja setjara konsekwen, dan untuk menelandjangi semua pertjobaan menjelewengkannja. Oleh sebab itu semua konsep progresif dan tindakan madju jang didjalankan oleh pemerintah sekarang adalah per-tama² hasil daripada perdjuangan kekuatan progresif Indonesia. Penerimaan konsep² klas buruh dan Partainja oleh seluruh nasion adalah djuga mentjerminkan kepemimpinan klas buruh dalam revolusi. Ada kawan² lain bertanja pula : apakah tuntutan PKI untuk membentuk kabinet gotongrojong berporoskan NASAKOM dengan melaksanakan retuling dibidang eksekutif itu tidak sama dengan teori "structural reform"? Tidak, samasekali tidak! PKI memang menjokong dan mendorong perubahan² strukturil ketatanegaraan jang akan memperkuat kedudukan kaum progresif dalam kekuasaan negara. Umpamanja, PKI setudju dan menjokong sepenuh- nja pembentukan DPA, DPRGR, MPRS, dsb, jang mentjerminkan NASAKOM. Tapi ini merupakan tuntutan² bagian atau aksi reform untuk menudju kepada tudjuan
strategis, jaitu pelaksanaan Manipol dan program umum
PKI sepenuhnja. Didalam anggaran dasar PKI dengan
tegas dikatakan bahwa menurut PKI hanja pemerintah demokrasi Rakjat, jaitu pemerintah front persatuan na- sional jang dibentuk atas dasar persekutuan kaum buruh dan kaum tani dibawah pimpinan klas buruh jang dapat mengubah Indonesia dari negeri setengah djadjahan dan setengah feodal mendjadi negeri jang merdeka penuh, demokratis, makmur dan madju. Satu langkah penting untuk sampai kepemerintah jang demikian jalah tuntutan PKI jang dikemukakan dalam Sidang Pleno I CC Kongres ke-VII dalam bulan Februari 1963, jaitu pembentukan kabinet gotongrojong berporoskan NASAKOM jang berani mengubah sistim masjarakat dalamnegeri dengan me- ngorbankan kepentingan minoritet penghisap besar dikota dan didesa, jaitu kaum kapitalis birokrat, komprador dan tuantanah dan membela kepentingan Rakjat banjak. Dja- di, tuntutan kabinet NASAKOM pada dewasa ini merupakan hal jang penting dalam rangka perdjuangan men- tjapai tudjuan strategis. Dalam pada itu kaum Komunis Indonesia berpendapat bahwa soal pembentukan kabinet NASAKOM adalah soal perimbangan kekuatan dan pada achirnja soal revolusi bukan soal "structural reform". (tepuktangan sangat riuh). Mengubah imbangan kekuatan berarti dengan sekuat tenaga dan dengan tidak djemu²nja mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan me- mentjilkan kekuatan kepalabatu. Sidang Pleno I CC Kongres ke-VII menjerukan kepada kaum Komunis untuk men- djalankan garis itu dengan ,lima lebih": lebih berani, lebih pandai, lebih waspada, lebih gigih dan lebih tekun. Sekianlah beberapa masalah sekitar kekuasaan Negara RI dewasa ini. II. BEBERAPA PENGALAMAN DALAM PEMBANGUNAN PARTAI
- Membangun PKI mendjadi Partai Massa dan
Partai Kader sekaligus Dalam masa pendudukan fasis Djepang PKI sepenuhnja bekerdja illegal. Dalam perdjuangan melawan kaum fasis Djepang itu telah lahir Komunis2 muda jang terdapat
dikalangan massa buruh, pemuda, peladjar, tani dan djuga angkatan bersendjata jang dibang.mn kaum militeris Djepang dari pemuda² Indonesia. Pemuda² Komunis ini merupakan elemen² aktif dalam mempersiapkan prokla- masi kemerdekaan dan dalam perdjuangan melawan tentara Djepang dan Sekutu jang ingin menumpas perdjuangan kemerdekaan itu. Tetapi mereka tidak mendapat pimpinan sentral jang se-baik²nja karena pada tahun 1942 Djepang telah melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap sedjumlah besar kader pimpinan PKI. Dengan demikian PKI belum memiliki kesiapsiagaan dibidang organisasi, politik dan ideologi untuk menghadapi pen- tjetusan Revolusi Agustus 1945. Kelemahan dibidang organisasi, politik dan ideologi ini menimbulkan kesulitan untuk segera mentjari persatuan dalam politik dan ideologi. Selama Revolusi 1945-1948 telah berdiri 3 buah Partai jang mendasarkan dirinja pada Marxisme-Leninisme. Oleh sebab itu dalam Konferensi Agustus 1948 jang mengkoreksi semua kesalahan PKI dibidang organisasi, politik dan ideologi, memutuskan untuk per-tama² mengadakan fusi dari semua Partai jang ber- dasarkan Marxisme-Leninisme. Fusi itu dirantjangkan akan diselesaikan dalam Kongres Partai berikutnja. Kongres itu tak dapat dilangsungkan karena didahului oleh provokasi Madiun. Tapi nama-baik PKI tidak dapat dirusak. Ketika Belanda melantjarkan perang kolonialnja jang ke-II pada bulan Desember 1948, kaum Komunis jang berada dalam pendjara sebagai akibat peristiwa Madiun, sebagian dilepaskan, sebagian melarikan diri. Tindakan mereka jang per-tama² jalah mentjari sendjata dan ber- perang melawan tentara kolonial Belanda. Dengan tindakan ini mata massa terbuka terhadap kebohongan Hatta waktu provokasi Madiun se-akan² kaum Komunis mau menghantjurkan Republik. Kaum Komunis jang organisasi- nja sedang rusak itu tidak dapat mentjegah terdjadinja kom- promi KMB. Tapi kenjataan menundjukkan bahwa kaum Komunis di-mana² berdiri digaris terdepan dalam pertem- puran melawan Belanda dan langsung memimpin pasukan² gerilja. Ini mempunjai arti penting bagi perkembangan pembangunan Partai sesudah persetudjuan KMB dan se- landjutnja. PKI dihadapkan kepada tugas memimpin revolusi di- negeri jang terdiri dari ribuan pulau, jang berpenduduk
100 djuta orang, jang sukubangsanja banjak dan jang ke- padatan penduduknja sangat tidak merata. Untuk melak- sanakan tugas memimpin itu PKI tidak bisa tidak harus memperhatikan kechususan² negeri dalam metode² pem-
bangunan Partai. Pada tahun 1951 djumlah anggota dan
二
tjalonanggota Partai tidak lebih dari 7910 orang, organi-
sasinja ketjil, sempit dan terutama hanja terdapat di Dja- wa dan Sumatera. Oleh karena itu, tidaklah mungkin me- laksanakan tugas² jang berat jang dihadapi Partai, djika Partai tidak dikembangkan besar²an.
Berhubung dengan itu, sangat pentinglah Konferensi
NasionalPKI jangdiadakan pada permulaan 1952. Di- samping membahas persoalan² politik penting jang dihadapi Rakjat Indonesia ketika itu, seperti politik terhadap pemerintah Sukiman jang telah melakukan razzia terhadap kaum Komunis, politik terhadap gerombolan kontra-revolusioner DI-TII. Konferensi itu setjara serius membahas perlunja merumuskan djalan2nja sendiri bagi revolusi Indonesia dengan berpegang pada adjaran Marxisme-Leninisme. Dalamhalini Konferensimmentjapaikesimpulan² penting mengenaissoalzmetodeymengkombinasitigaben- tuk perdjuangan, soal menggalangsfrontupersatuan dengan burdjuasi nasional, soal memperkuat ideologi Partai dan peluasan anggota sertas:organisasi. Chususnja mengenai organisasi Konferensi Nasional berkesimpulan akan perlunja melenjapkan sektarisme dan menjetudjui rentjana Politbiro untuk meluaskan keanggotaan dari 7.910 mendjadi 100.000 dalam 6 bulan. Demikianlah langkah pertama pimpinan Partai untuk membangun PKI mendjadi Partai massa. Ada kawan² jang meragukan apakah seharusnja Partai Komunis merupakan Partai massa. Mereka hanja mene- kankan bahwa PKI harus berkwalitet tinggi, jang diarti- kan bahwa anggota² PKI harus ;Orang² hebat" jang ,,tidak sembarangan", sedangkan peluasan anggota setjara besar- besaran dianggap oleh mereka hanja sebagai kwantitet sadja. Kawan² itu lupa bahwa kwalitet tidak terlepas dari kwantitet, bahwa Partai massa dapat sekaligus djuga berarti Partai kader. Pengertian Partai massa mengandung dua segi. Pertama, keanggotaan jang besar dan kedua, pengaruh jang luas dan mendalam dikalangan massa. Memang, supaja Partai dapat memimpin semua klas revolusioner melakukan po-
litiknja, maka segi kedua adalah jang terpenting. Tetapi
djelas pula bahwa hal itu tidak mungkin ditjapai djika Partai tidak mempunjai kader jang tjukup untuk melakukan propaganda jang luas disemua lapisan masjarakat, apalagi untuk memimpin berbagai organisasi massa dikalangan mereka itu. Pada waktu itu banjak kader harus merangkap matjam² djenis pekerdjaan, sampai timbul istilah ,kader balsem" atau kader tukang borong". (ke- tawa). Djadi kedua segi Partai massa itu tidak boleh di- pertentangkan, tapi harus difahami sebagai satu kesatuan. Keberatan lain jang diadjukan terhadap Partai massa jalah bahwa djumlah keanggotaan jang massal bisa menga- burkan perbedaan antara pelopor dengan massa, sehingga Partai tidak bisa berperanan sebagai Partai Lenin, Partai Tipe Baru jaitu sebagai detasemen terdepan, bentuk organisasi klas jang tertinggi dsb. Begitu pulà masuknja massa anggota baru jang kebanjakan berasal dari burdjuasi ketjil bisa membawa ideologi mereka kedalam Partai dan mentjairkan atau menenggelamkan ideologi proletariat. Memang, bahaja² itu bukannja tidak ada dan kita melihat
tjontohnja pada Partai2 Internasionale ke-II. Tapi djika
kita sudah menjedari bahaja² itu dan mempunjai kewaspa- daan jang tinggi, bahaja² bisa dihindari. Jang terpenting, jalah bahwa bersamaan dengan peluasan anggota dan organisasi, harus dilaksanakan pendidikan Marxisme-
Leninisme dengan tak henti2nja dan konsekwen. Dalam
pada itu pendidikan teori inidipadu dengan pendidikan dan latihan dalam perdjuangan. Ada kawan² pula jang mengchawatirkan bahwa pem-bangunan Partai massa memudahkan infiltrasi tjetjunguk², sersi2 dan spion² imperialis dan kaum reaksioner lainnja kedalam Partai. Keehawatiran ini memang beralasan. Tapi usaha infiltrasi itupun akan dilakukan djika Partai ketjil. Kita harus pertjaja kepada massa, kepada semangat revo-
lusionernja jang tinggi, kepada kedjudjuran mereka. Makin
tinggi kesedaran politik massa anggota Partai, maka ke-
waspadaanpun akan makin tinggi. Rentjana peluasan keanggotaan jang diputuskan oleh Konferensi Nasional tersebut ternjata dapat dilaksanakan
dengan hasil jang melebihi rentjana, jaitu mentjapai 126.671 anggota dan tjalonanggota ketika plan diperiksa
pada achir tahun 1952. Ini berarti bahwa dalam waktu
kurang dari setahun keanggotaan meningkat mendjadi 15
kali lebih. Apa sebabnja pertambahan itu demikian tjepat- nja ? Dan pada umumnja apa sjarat² objektif dan subjektif jang memungkinkan terbentuknja Partai massa di Indonesia dalam masa jang relatif singkat? Sjarat² objektif di Indonesia jang menguntungkan bagi Partai massa jalah adanja semangat revolusioner jang mendalam pada semua lapisan Rakjat. Semangat revolusioner itu nampak pada tradisi pemberontakan Rakjat pada tahun 1926, pada Revolusi Agustus dan pada perdjuangan melawan imperialis selandjutnja. Didalam semua perdjuangan revolusioner itu kaum Komunis Indonesia se- lamanja memainkan peranan penting dan berdiri digaris terdepan. Makaitu PKI terkenal sebagai Partai revolusioner pembela Rakjat pekerdja dan musuh imperialis no- mor satu. (tepuktangan). Keadaan internasional djuga menguntungkan. Pengaruh Revolusi Oktober dan perdjuangan heroik Rakjat Sovjet selama perang dunia ke-II sangat besar dan membikin Rakjat Indonesia lebih berorientasi kepada Sosialisme. Pengaruh ide² Sosialisme lebih meluas lagi dengan berdiri- nja Negara2 Demokrasi Rakjat di Eropa Timur dan ter- utama dengan kemenangan gemilang Revolusi Rakjat di Tiongkok jang menghasilkan RRT. (tepuktangan). Sjarat lain jang menguntungkan jalah bahwa sebagai akibat pendjadjahan jang kedjam maka dikalangan kaum buruh tidak terdapat golongan buruh ningrat, sehingga dalam pergerakan buruh di Indonesia tidak ada tradisi reformisme. Dengan demikian front persatuan buruh lebih mudah tergalang. Dengan adanja persatuan klas buruh jang kokoh terdapat teras jang mempersatukan semua ke- kuatan revolusioner lainnja dan memungkinkan klas buruh menempati kedudukan sebagai pelopor. Demikianlah sjarat² objektif bagi pembangunan kembaliA mendjadi Partai massa. Ditindjau dari segi sjarat² subjektif, jaitu dari keadaan Partai sendiri pada waktu itu, maka keadaan djuga menguntungkan. Pembentukan Politbiro baru pada tahun 1951 mendjamin adanja kebulatan pimpinan dalam Partai, jang 1 merupakan sjarat pertama dan sjarat mutlak bagi pembangunan kembali Partai mendjadi Partai Marxis-Leninis jang sedjati. Sjarat kedua, jalah adanja Konstitusi Partai jang Marxis-Leninis jang mendjadi dasar untuk menjehat- kan kehidupan organisasi Partai. Sjarat ketiga, jalah Pro-
gram Partai jang tepat jang dalam politik2 kongkrit me- rumuskan tugas² urgen jang harus segera diselesaikan oleh Rakjat Indonesia. Misalnja politik menggulingkan peme- rintah Sukiman jang ultra-reaksioner, politik membasmi gerombolan teror DI-TII, sembojan membatalkan KMB, dll. Politik jang tepat itu dapat menarik makin banjak massa disekitar Partai. Sjarat keempat, jalah perdjuangan dalam Partai melawan sektarisme, kapitulasi-isme dan avonturisme. Dengan demikian Partai dapat menghimpun front persatuan nasional jang se-luas²nja dan menarik anasir² termadju dari berbagai golongan Rakjat kedalam PKI. Pada Kongres Nasional ke-VI PKI (tahun 1959) di- simpulkan bahwa pada pokoknja telah dilaksanakan tugas pembangunan Partai sebagaimana dikemukakan oleh Kongres Nasional ke-V. Dalam pada itu Kongres ke-VI menugaskan untuk mengkonsolidasi hasil² jang sudah di- tjapai dengan ,melandjutkan pembangunan Partai diseluruh negeri jang bersatu erat dengan massa, jang terkon- solidasi dalam lapangan ideologi, politik dan organisasi".
- Arti Pendidikan Marxisme-Leninisme Bagi
Pembangunan Partai Didalam Sidang Pleno ke-IV CC Kongres ke-V bulan Djuli 1956 ditekankan bahwa Persatuan didalam Partai hanja mungkin djika didasarkan atas persatuan fikiran, persatuan ideologi, jaitu fikiran atau ideologi Marxisme-Leninisme. Hanja djika ada persatuan fikiran dari orang² Komunis, barulah ada persatuan jang sungguh² didalam politik dan organisasi Partai Komunis, barulah ada persatuan didalam aksi² Rakjat jang dipimpin oleh Partai Komunis". Kebenaran sederhana ini lebih² berlaku bagi PKI ketika mulai usahanja untuk membangun Partai massa. Persatuan fikiran Marxisme-Leninisme itu hanja dapat diperoleh lewat pendidikan Marxisme-Leninisme diseluruh Partai. Kongres Nasional ke-V Partai telah setjara definitif membersihkan Partai dari penjelewengan oportunis kiri" dan kanan. Tapi dikalangan anggota2 Partai masih terdapat ketidakdjelasan mengenai soal² Revolusi Indonesia, dan apalagi mengenai djalannja Revolusi Indonesia. Keadaan lebih dirumitkan karena peluasan keanggotaan
Partai sangat pesat sehingga djumlah anggota baru djauh lebih banjak daripada anggota lama. Pada saat Kongres Nasional ke-V (1954) djumlah tjalonanggota Partai kira² 70% dari seluruh keanggotaan. Massa anggota ini berasal dari ber-matjam² klas, lingkungan keluarganja djuga ber-matjam² dan tingkat kebudajaannja serta pengalaman re- volusionernja sangat ber-beda². Tidaklah mengherankan bahwa mereka dapat membawa kedalam Partai berma- tjam-matjam ideologi non-proletar dan bisa timbul ber- bagai² matjam subjektivisme. Oleh sebab itu masalah pendidikan Marxisme-Leninisme merupakan masalah jang sangat urgen dan menentukan bagi suksesnja pembangunan Partai selandjutnja. Sedjak PKI pada tahun 1952 me- lakukan beberapa kali gerakan peluasan anggota setjara besar²an, memang tak pernah hal ini dilakukan tanpa di- sertai pendidikan, chususnja untuk mempeladjari Program dan Konstitusi PKI bagi anggota² baru sedang anggota² lama diwadjibkan untuk mempeladjari dokumen² Partai serta buku² teori Marxisme-Leninisme. Umpamanja gerakan dikalangan pimpinan PKI untuk mempeladjari tulisan Lenin Komunisme Sajap Kiri", Suatu Penjakit Kanak² pada tahun 1951 dan 1952 mempunjai peranan menentukan untuk membawa Partai keluar dari penjakit sektarisme. Gerakan mempeladjari tulisan² Kawan Mao Tje-tung Tentang Praktek, Tentang Kontradiksi dan Mengurus Setjara Tepat Kontradiksi Dikalangan Rakjat mempunjai arti penting sekali bagi PKI untuk beladjar menjimpulkan pengalaman²nja dan menjelesaikan kontradiksi2 didalam Partai. Gerakan mempeladjari tulisan Kawan Liu Sao-tji tentang Garis Massa sangat membantu kader² PKI untuk membangun Partai jang berakar pada massa, dan masih banjak sekali tjontoh² lainnja. Sedjak tanggal 17 Agustus 1963, PKI mulai melaksana- A kan plan ke-III, jaitu plan kebudajaan, ideologi dan organisasi jang djangka waktunja 4 tahun. Plan 4 tahun ini adalah kelandjutan daripada 2 kali Plan Tiga Tahun se- belumnja, dan plan ini sangat mementingkan pekerdjaan kebudajaan serta mengintensifkan pekerdjaan ideologi dan organisasi. Dengan pelaksanaan plan 4 tahun jang baru ini PKI akan lebih mampu dan lebih mahir menghadapi tugas dan pekerdjaan apapun. Dari pengalaman pembangunan Partai dapat disimpul- kan bahwa kaum Komunis Indonesia memiliki 3 tjiri,
pertama, bahwa Kaum Komunis Indonesia didjiwai oleh perpaduan patriotisme dan internasionalisme proletar; ke- dua, bahwa dalam pembangunan Partai pendirian kita adalah, bahwa pembangunan organisasi penting, tetapi pembangunan ideologi lebih penting lagi; dan ketiga, bahwa kaum Komunis Indonesia harus teguh memegang prinsip Marxisme-Leninisme dan luwes dalam membawa- kannja. Ketiga tjiri ini disedari dan mendjadi milik kaum Komunis Indonesia chususnja dari pengalaman² praktek sendiri membangun Partai. Usaha2 kaum Komunis Indonesia membangun dan memperkuat Partainja tidaklah dapat dipisahkan dari per- kembangan Gerakan Komunis Internasional (GKI). Keadaan GKI sangat besar pengaruhnja pada pembangunan PKI. Disatu fihak, adanja perbedaan² pendapat jang serius dan hakiki dalam GKI adalah tidak baik. Keadaan akan lebih baik bagi GKI dan bagi PKI sendiri djika perbedaan² pendapat dan polemik² terbuka tidak ada. Tapi, dalam tahun² belakangan ini tidak seorangpun Komunis jang dapat melepaskan diri dari kenjataan bahwa perbedaan pendapat jang serius dan hakiki ada didalam GKI, dan tidak seorangpun Komunis bisa bersikap netral terhadap perbedaan² pendapat ini. Berkat ketepatan dalam menghadapi perbedaan² pendapat dalam GKI pembangunan PKI tidak dirugikan. Ini dibuktikan oleh kenjataan makin meluas dan makin ter- konsolidasinja PKI, makin meningkatnja taraf teori dan makin kuatnja semangat Marxisme-Leninisme dari anggota² PKI. Adanja perbedaan² pendapat dalam GKI mem- bikin kaum Komunis Indonesia lebih menjedari akan be- narnja sikap bebas (independent), sikap tepat satu²nja jang telah diambil selama ini, sikap setia pada Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, sikap setia pada De- klarasi 1957 dan Pernjataan 1960, sikap tidak kenal ampun terhadap subjektivisme, sikap tidak kenal ampun terhadap revisionisme klasik maupun modern serta terhadap dog- matisme klasik maupun modern. Adanja perbedaan² pendapat dalam GKI dan adanja polemik² terbuka telah men- dorong kaum Komunis Indonesia untuk lebih banjak beladjar Marxisme-Leninisme dan untuk lebih kreatif dalam mentrapkannja. Aneh kedengarannja, tetapi adalah satu kenjataan bahwa berkat tepatnja dalam menghadapi perbedaan² pendapat jang serius dan hakiki dalam GKI, ba-
risan Kaum Komunis Indonesia makin dibadjakan, makin tumbuh sebagai Partai jang bebas (independent) dan dengan demikian makin dewasa. (tepuktangan sangat riuh).
- Dari Gerakan Komunis Jang Besar Mendjadi Organisasi Komunis Jang Besar Salahsatu pengalaman besar dalam pembangunan PKI jalah pengalaman bekerdja dengan Plan. Sedjak tahun 1951, bekerdja dengan Plan mulai mendjadi tjara kerdja jang lazim dalam Partai. Pada permulaannja Plan² itu berdjangka pendek, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan. Mataplan-
njapun tidak banjak. Dengan bertambahnja pengalaman2, maka makin banjak bidang2 aktivitet Partai didjadikan mataplan, sedangkan djangka waktu Plan diperpandjang. Sedjak tahun 1956, sebagaimana sudah saja sebutkan di- atas, PKI mulai dengan plan 3 tahun pertama mengenai organisasi dan pendidikan jang disusul dengan plan 3 tahun kedua mengenai pendidikan dan organisasi, dan se- karang Partai berada dalam gerakan awalan dari plan 4 tahun mengenai kebudajaan, ideologi dan organisasi. Sebagai hasil peluasan anggota setjara besar²an, maka pada Kongres Nasional ke-V (1954) PKI keanggotaan Partai telah bertambah hampir 20 kali lipat dibanding dengan tahun 1951. Imbangan djumlah tjalonanggota dengan anggota pada waktu Kongres itu adalah 3: 1. Per- tumbuhan jang demikian tjepatnja sudah tentu membawa beberapa kelemahan a.l. banjak sekali tjalonanggota Partai baru belum dapat terorganisasi sebagaimana mestinja, banjak organisasi2 baru jang terbentuk jang tidak mem- punjai pengalaman² seperti Resort2, Subseksi2, Fraksi2 dll. Walaupun anggota² baru itu sudah mendapat pendidikan permulaan dengan mempeladjari Program dan Konstitusi PKI, tapi pendidikan teori Marxisme-Leninisme jang sis- timatis belum diberikan. Oleh sebab itu pada permulaan tahun 1955 dapat dikatakan bahwa di Indonesia sudah terdapat gerakan Komunis jang besar dan gerakan ini ma- sih harus didjadikan organisasi Komunis jang besar. Tugas ini sudah dapat dilaksanakan dengan selesainja Plan 3 Tahun pertama Partai. Dengan Plan ini organisasi2 basis Partai sudah dapat diaktifkan, para kader sudah mendapat pendidikan teori lewat sekolah² atau kursus² Partai. Pendidikan dalam perdjuangan melawan kontra-revolusi me-
megang peranan penting bagi pengkonsolidasian organisasi2 Partai. Perlawanan terhadap gerombolan teror DI-TII, melawan pemberontakan separatis PRRI-Permesta" sangat mempertinggi militansi organisasi dan kader² Partai. Djustru di-daerah² itu pembangunan Partai mentjapai kemadjuan pesat. (tepuktangan).
- Hubungan Pembangunan Partai Dengan Garis
Politik Partai
Adalah hal jang pasti bahwa kemadjuan² besar dalam pembangunan Partai jang kita tjapai tidak dapat dipisah- kan dari garis politik Partai jang tepat. Bahkan dapat dikatakan bahwa kebenaran politik Partai merupakan faktor jang menentukan bagi suksesnja pembangunan Partai. Politik2 jang tepat jang mentjerminkan kepentingan berbagai klas revolusioner dalam perdjuangan melawan im- perialisme dan feodalisme membikin makin banjak Rakjat dari berbagai lapisan berkumpul disekitar Partai Komunis Indonesia dan memasuki barisan kita. Masalah penting dalam mengkongkritkan politik2 itu jalah masalah sembojan. Umpamanja, sembojan strategis dari Sidang Pleno CC ke-IV PKI bulan Djuli 1956 Ber- satu untuk menjelesaikan tuntutan® Revolusi Agustus 1945 sampai keakar-akarnja telah memainkan peranan jang besar sekali dalam meluaskan pengertian jang tepat ten- tang soal² pokok Revolusi Intonesia sebagai revolusi bur- djuis demokratis tipe baru. Dalam pada itu, sembojan taktis dari Sidang Pleno ke-V CC PKI tahun 1957 jang berbunji Ubah imbangan kekuatan untuk melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100% telah memegang peranan besar untuk menjatukan kekuatan² revolusioner untuk menuntut Pemerintah Koalisi Nasional atau Kabinet Go- 4 tong Rojong jang berporoskan NASAKOM. Kemadjuan Partai dalam menggalang persatuan nasional djuga penting bagi kemadjuan pembangunan Partai. Makin luas dan makin kuat front nasional jang tergalang, maka makin banjak Rakjat dapat mengenal PKI dan ber- himpun disekitar PKI. Dalam hal mendjaga keselamatan Partai pekerdjaan metode mengkombinasi tiga bentuk perdjuangan bersifat menentukan. Inipun akan mendjamin kemadjuan Partai jang tetap.
Sebaliknja, kemadjuan² pembangunan Partai menjedia- kan sjarat2 lebih baik bagi pelaksanaan politik2 Partai. Sebab apabila Partai lemah dan sedikit anggotanja maka politiknja sekalipun tepat tidak akan bisa dilaksanakan. Begitu pula makin kuat Partai, makin mampu ia meng- galang front persatuan nasional. Sebagai Partai jang ketjil tidak akan digubris oleh klas² lain. Untuk menjusun per- sekutuan buruh dan tani jang kuat sebagai dasar dari front persatuan nasional, PKI harus berakar betul dikalangan kaum tani, dan untuk ini diperlukan banjak kader. Kawan² dan sahabat2 jang tertjinta! Demikianlah sekelumit tentang beberapa soal Revolusi Indonesia dan Partai Komunis Indonesia. Apa maksud saja mengemukakan soal² ini. Tidak lain jalah untuk lebih mempererat persahabatan akrab jang sudah ada antara Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok, antara PKI dan PKT. (tepuktangan sangat riuh). Untuk ini diperlukan saling mengenal jang lebih baik, tidak hanja saling mengenal masing2 setjara dangkal atau hanja saling mengenai kulit masing2, tetapi saling mengenal masing2 setjara mendalam, saling mengenal isi masing2. Ini berarti antara lain dan terutama kita harus saling mengenal ma- sjarakat masing2, saling mengenal Revolusi masing2 dan saling mengenal Partai Komunis masing2. Saja berpenda- pat bahwa sudah waktunja dan diperlukan sekali penge- nalan jang demikian itu. Kedua Rakjat kita dan kedua Partai Komunis kita harus bekerdja keras untuk maksud ini. (tepuktangan sangat riuh). Sebagai penutup uraian ini saja serukan : Persahabatan abadi antara dua Rakjat jang djaja dan gagahberani, Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok, Hidup! (tepuktangan sangat riuh). Persahabatan abadi dan solidaritet internasional Marxis-Leninis antara PKI dan PKT, Hidup ! (tepuktangan sangat riuh). Gerakan Komunis Internasional dibawah pandji² Marx- isme-Leninisme dan Internasionalisme proletar jang djaja dan tak terkalahkan, Hidup! Sekian dan terimakasih. (ovasi). Peking, 4 September 1963
REVOLUSI INDONESIA BAGIAN TAKTER-PISAHKAN DARI REVOLUSI SOSIALIS DUNIA Oleh Comite PKT Provinsi Kwangtung saja diminta untuk memberi tjeramah dihadapan para siswa Sekolah Partai ini. Saja mengutjapkan banjak terimakasih atas ke- pertjajaan dan kehormatan jang kawan² berikan ini. Saja merasa bahwa adanja permintaan² tjeramah, baik di Peking maupun di Kanton ini, merupakan tanda bahwa masing2 kita ber-sungguh² untuk saling mengenal jang lebih dalam sebagai sjarat untuk lebih mempererat tali persahabatan jang sudah ada antara Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok, antara PKI dan PKT. (tepuktangan riuh). Sebelum saja meneruskan tjeramah ini, sambutlah ter- lebih dahulu salam saja jang se-hangat²nja atas nama lebih dari dua setengah djuta Komunis Índonesia serta Rakjat pekerdja Indonesia kepada pimpinan, para guru dan para siswa Šekolah Partai Provinsi Kwangtung. Saja mengutjapkan selamat kepada kawan² siswa jang sudah beladjar baik serta mengharap sukses2 lebih landjut bagi pimpinan sekolah, para guru dan para siswa. (tepuktangan riuh). Sebagaimana barangkali sudah kawan² ketahui, kun- djungan saja keluarnegeri kali ini adalah atas undangan CC PKUS dan CC PKT. Selain berkundjung ke Uni Sovjet dan RRT, saja dan sebagian dari anggota delegasi jang saja pimpin djuga telah berkundjung ke Kuba dan Republik Demokrasi Djerman, dan seluruh delegasi djuga 4 sudah berkundjung ke Republik Rakjat Demokratis Ko- rea. Sampai hari ini delegasi PKI jang saja pimpin sudah kira² dua bulan diluarnegeri dan beberapa hari lagi akan meninggalkan Kanton kembali ke Indonesia. (tepuktangan riuh). Pernah seorang kawan diluarnegeri dengan maksud jang baik, bertanja kepada saja: Kawan Aidit dan pemim- pin² PKI lainnja sering terdengar berada diluarnegeri, baik dinegeri sosialis atau dinegeri kapitalis, apakah ini
tidak berpengaruh buruk pada perdjuangan PKI didalam- negeri? Saja djawab: Tidak. Selama keadaan dalamnegeri Indonesia mengizinkan, ada baiknja pemimpin² PKI dua atau tiga tahun sekali pergi keluarnegeri. Ada baiknja, saja katakan, karena dengan demikian kami dapat bertemu dan bertukar fikiran dengan pemimpin² dan kader² Partai² sekawan serta melihat sendiri apa jang dikerdjakan oleh Partai2 sekawan dinegerinja masing2, baik di-negeri² so- sialis maupun di-negeri² kapitalis. Bagi saja pribadi ini berarti memasuki sematjam Sekolah Partai, karena dari bertukar fikiran dengan pemimpin² Partai² sekawan dan melihat sendiri apa jang dikerdjakan Partai² sekawan, saja beladjar, saja mendjadi mengerti lebih baik mengenai banjak persoalan, melihat lebih djelas segi² negatif dan positif dari pekerdjaan kami sendiri di Indonesia, dan djuga melihat segi² negatif dan positif dari pekerdjaan Partai² sekawan. Banjaknja bahan pertimbangan jang didapat dari mendengar dan dari melihat sendiri membikin kita lebih objektif dalam pandangan, dalam menilai dan menetapkan sesuatu. Pandangan subjektif dalam menilai dan menetapkan hasil² pekerdjaan Partai² sekawan adalah sangat ber- bahaja, bisa menimbulkan salah faham jang serius dan kesalahan besar dalam membikin analisa dan menetapkan politik. (tepuktangan riuh). Misalnja mengenai Tiongkok sekarang. Saja mendengar banjak tjerita tentang Tiongkok sekarang, ada jang meng- gambarkan se-olah² kesulitan² jang dihadapi RRT dalam tahun 1959-1960-1961 masih belum teratasi dan malahan makin men-djadi², sehingga jang tinggal di Tiongkok ha- nja kemelaratan sadja. Sudah tentu sebelum saja berkun- djung ke Tiongkok kali ini, jaitu kali kelima, saja sudah tidak pertjaja pada omongan“ ini, karena saja mengikuti dengan agak baik perkembangan di RRT dan saja tahu dajadjuang dan dajakreasi Partai Komunis dan Rakjat Tiongkok. (tepuktangan riuh). Saja ke Tiongkok kali ini bukan untuk memeriksa apa- kah omongkosong itu benar atau tidak. Jang perlu bagi saja jalah bagaimana tjara2 PKT dan Rakjat Tiongkok mengatasi kesulitan² besar itu. Untuk ini saja sudah meng- adakan pembitjaraan² dengan pemimpin² PKT dan Peme- rintah RRT, dengan kaum buruh, petani, pekerdja ilmu dan kebudajaan, dan dengan orang2 Indonesia jang berada
di RRT, djadi orang² Indonesia jang saban hari ikut me- rasakan denjut nadi kehidupan Rakjat Tiongkok. (tepuktangan). Kaum Komunis Indonesia mengetahui benar, bahwa Tiongkok selama tiga tahun ber-turut² mengalami kesulitan² ekonomi berhubung dengan bentjana² alam jang di- alaminja. Dalam tahun 1959 sepertiga dari tanah garapan diserang bentjana alam, dalam tahun 1960 lebih dari sete- ngah dan dengan demikian mempengaruhi keadaan ekonomi RRT. Kami mudah memahami hal ini, karena Indonesia djuga sering diserang bentjana² bandjir atau kemarau, jang ketjil sekali djika dibanding dengan apa jang dialami Tiongkok, tetapi akibatnja sangat terasa pada perekonomian Indonesia. Hanjalah kaum imperialis dan kaum reaksioner serta kaum revisionis jang gembira dengan kesulitan² ekonomi RRT itu dan malahan bukan gembira sadja, tetapi meng- adakan kampanje fitnahan terhadap Tiongkok." (tepuktangan riuh). Sahabat² Tiongkok, seperti Rakjat Indonesia merasa prihatin dengan kesulitan Rakjat Tiongkok ketika itu, tetapi kamipun jakin, bahwa kesulitan² ini pasti akan dapat diatasi. (tepuktangan riuh). Mengapa? Saja mendasarkan diri pada hasil² jang telah ditjapai oleh Rakjat Tiongkok sebelum itu, hasil² jang ditjapai dengan garis tepat jang diberikan oleh Partai Komunis Tiongkok, jaitu Guris Umum, Madju Melompat Besar dan Komune Rakjat. (tepuktangan dengan riuh). Hasil² besar jang ditjapai dalam tahun² 1958-1960, jaitu tiga tahun dari perkembangan setjara besar²an dengan Madju Melompat Besar, merupakan kekuatan ma- teriil jang besar untuk mengatasi kesulitan² jang diakibat- kan oleh bentjana alam itu. 5 Antara tahun 1958-1960 dalam pertanian sudah diba- ngun ratusan waduk² besar, ribuan dan puluhan ribu waduk² ukuran sedang dan ketjil. Pertanian telah mendapat
50.000 traktor dan alat² untuk irigasi dan pengairan dengan kapasitet lebih dari 4 djuta tenaga kuda. Komune² Rakjat terus diperkuat, jaitu bentuk organisasi sosial jang kuat, dan Komune Rakjat telah sepenuhnja mendemon- strasikan keunggulannja dalam mengorganisasi kaum tani dan melawan bentjana2 alam itu. (tepuktangan riuh).
Dilapangan industri selama waktu jang sama, jaitu antara 1958-1960, kapasitet produktif industri dasar RRT telah berlipatganda, dalam pertambangan batubara, tenaga listrik, minjak, besi dan badja, kimia, bahan² bangunan dan pembuatan mesin telah meningkat lebih dari dua kali. RRT djuga telah berhasil meningkatkan kapasitet untuk menjediakan sendiri mesin² dan alat² jang diperlukannja dan mentjapai kemadjuan² dalam bidang ilmu dan penjeli- dikan. Djustru dengan inilah RRT telah berhasil dalam dua tahun terachir ini untuk memperkuat bagian² jang perlu di- perkuat, meningkatkan kwalitet produksi dan dengan demikian melangkah lebih madju lagi dalam pembangunan sosialis berdasarkan berdiri diatas dua kaki sendiri. (tepuktangan riuh). Tetapi diatas se-gala²nja jang terpenting jalah persatuan Rakjat diseluruh negeri dibawah pimpinan PKT dengan Comite Centralnja jang dikepalai oleh Kawan Mao Tje- tung. Persatuan ini merupakan djaminan untuk mengatasi kesulitan² dan membangun Sosialisme. Partai Komunis Indonesia dan orang² progresif Indonesia gembira dengan hasil² jang ditjapai oleh Rakjat Tiongkok, karena Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok adalah kawan seperdju- angan dalam melawan imperialisme dan memelihara per- damaian di Asia dan didunia. (tepuktangan riuh sekali). Rakjat Tiongkok menjokong sepenuhnja Tripandji Partai, jaitu Garis Umum untuk membangun Sosialisme, Madju Melompat Besar dan Komune Rakjat. (tepuktangan riuh). Bagian² perdagangan RRT telah memenuhi dengan sukses plan pembangunan mereka baik untuk pertanian mau- pun untuk industri. Nilai dari barang² pertanian dan barang" sampingan dalam bagian pertama tahun 1963 adalah 20% lebih tinggi dari tahun jang lalu dalam waktu jang sama. Dibidang industri, Sjanghai, kota terpenting RRT dibidang industri, ditjapai kelebihan nilai kasar 16,9% dalam enam bulan pertama tahun 1963, djika di- banding dengan tahun sebelumnja. Antara bulan Djanuari sampai Djuni 1963 penduduk kota² Peking, Sjanghai, Tiensin, Shenyang, Wuhan, Kanton, Sian, dan Tjungking membeli dua kali lebih banjak daging dan telor dari tahun 1962 pada bulan² jang sama. Persediaan barang dipasar tjukup, bahan makanan se- kunder lebih dari tjukup, kesehatan Rakjat baik, peredaran
uang stabil dan harga barang terus menurun. (tepuktangan riuh). Fakta" ini menundjukkan bahwa pada keseluruhannja keadaan ekonomi Tiongkok mengalami perbaikan² sung- guhpun dua tiga tahun sebelumaja mengalami kesulitan². Berhubung dengan kemadjuan" ini kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia merasa gembira, karena bertambah kuatnja ekonomi Tiongkok, bertambah kuat pula kubu sosialis dan Gerakan Komunis Internasional dan ini sangat membantu gerakan² pembebasan nasional di Asia, Afrika dan Amerika Latin. (tepuktangan sangat riuh sekali). Sebaliknja kaum imperialis, kaum reaksioner dan kaum revisiənis sama sekali tidak gembira. Baru setahun jang lalu mereka menjangka bahwa RRT tidak akan bisa ba- ngun dari kesulitan² ekonomi jang dialaminja. Mereka salah hitung, mereka mengedjek tentang pendirian RRT untuk bebas berdiri diatas kaki sendiri. Sekarang dengan politik jang didjalankan RRT itu ternjata bahwa RRT te- tap berdaulat dalam politik dan bebas dalam ekonomi. Kaum Komunis dan Rakjat progresif Indonesia menjam- but dengan hangat segala sukses jang sudah dan akan ditjapai oleh RRT, dan jakin bahwa RRT akan mentjapai lompatan² madju jang lebih besar lagi, akan mentjapai ke- limpahan dalam produksi Komune Rakjat dan membangun Sosialisme dengan sukses. (tepuktangan riuh sekali). Pada kesempatan ini saja kira ada baiknja djika saja djuga memperkenalkan beberapa aspek dari Revolusi Indonesia dan tugas² mendesak dari PKI. Maksud saja tidak lain jalah, bahwa dengan ini perkenalan kawan² me- ngenai Revolusi Indonesia mendjadi sedikit bertambah, dan dengan demikian kita memberi dasar jang lebih kuat pada persahabatan antara kedua Rakjat dan kedua Partai Marxis-Levinis kita. (tepuktangan riuh). SEDJARAH SINGKAT PERDJUANGAN RAKJAT INDONESIA DALAM ABAD KE-XX Sedjarah perdjuangan Rakjat Indonesia tidak terpisah- kan dari sedjarah perdjuangan klas buruh Indonesia, ter- utama sedjak awal abad ke-20. Pada achir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20 se- bagai akibat meluasnja ekspor kapital dari imperialisme
Belanda, tumbuhlah perusahaan² imperialis di Indonesia, seperti pabrik gula, penggilingan dan pengolahan karet, pelabuhan², lin² kereta api, bengkel² dll. Perusahaan² imperialis itu melahirkan klas buruh, klas jang kemudian memelopori perdjuangan untuk kemerdekaan nasional me- lawan imperialisme. Kapitalisme masuk ke-desa² dan merusak hubungan² ekonomi feodal. Sistim ekonomi tidak lagi merupakan ekonomi alamiah, melainkau ekonomi barangdagangan jang ber-angsur² mendjadi berkuasa. Sistim feodal sudah tidak penuh lagi, Indonesia mendjadi negeri djadjahan jang setengah feodal. Dengan tumbuhnja unsur² kapitalis dalam masjarakat, setjara ber-angsur" tumbuhlah klas burdjuis bumiputera. Bersaraan dengan itu mulai lahirlah sedjak awal abad ke-20 nasion Indonesia dan gerakan nasional Indonesia, Sedjak masa itu perdjuangan Rakjat Indonesia mela- wan kolonialisme Belanda berlangsung dengan bentuk² organisasi perdjuangan jang modern, seperti SS Bond, SB Kereta Api milik pemerintah (1905); VSTP, SB Kereta Api jang massal dan revolusioner (1908); BO (Boedi Oetomo), organisasi intelektuil burdjuis jang pertama (1908); SI (Serikat Islam), organisasi burdjuis dagang ber- dasarkan Islam jang massal (1912); IP (Indische Partij), organisasi politik burdjuis jang pertama (1912); ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereniging) atau PSDH (Perhimpunan Sosial Demokratis Hindia), organisasi politik proletariat jang pertama (1914), jaitu organisasi kaum Marxis jang pertama jang bertudjuan menjebarkan tjita² Sosialisme dikalangan Rakjat Indonesia. PSDH tidak hanja bekerdja dikalangan kaum buruh, tapi djuga bekerdja dikalangan kaum nasionalis, seperti IP (Indische Partij) dan SI (Sarekat Islam). Dengan ber-e dirinja PSDH telah dilakukan usaha² permulaan untuk memadukan Marxisme dengan gerakan revolusioner Indonesia. Serikatburuh² dan organisasi² Rakjat lainnja tumbuh dengan tjepat, seperti dikalangan buruh pegadaian, peker- djaan umum, guru dan lain². Kebangkitan serikatburuh² di Indonesia dipelopori oleh kaum buruh atau pegawai pada djawatan² negeri. Serikatburuh² di Indonesia tidak lahir karena penindasan kapitalisme sadja, tetapi djuga
sebagai akibat penindasan nasional, jaitu penindasan imperialis. Dengan mendirikan Ikatan Djurnalis Hindia (Indische Journalisten Bond) tahun 1919, berkembanglah kegiatan pers revolusioner. Dalam kegiatan pers revolusioner ini dan dalam kegiatan² lain golongan Tionghoa djuga me- ngambil peranan penting. Lenin dalam tulisannja jang berdjudul Kebangkitan Asia (tahun 1913) mengatakan bahwa gerakan revolusioner di Indonesia dilakukan: pertama: oleh massa Rakjat, dimana diantaranja telah bangun gerakan nasionalis Islam, kedua: oleh kaum intelektuil jang dilahirkan oleh perkembangan kapitalisme dan ketiga: oleh orang² Tionghoa jang luma- jan djumlahnja jang membawa gerakan revolusioner dari Tiongkok. Perlawanan kaum tani meningkat sampai berbentuk pemberontakan², seperti antara lain Perang Kelambit di Djambi (1917), pemberontakan kaum tani di Tjimaremeh (1917), pemberontakan Sarekat Abang di Palembang (1918). Djuga di Tapanuli (1918), di Kalimantan (1918) dan di Ternate (1919) tumbuh perlawanan² dari kaum tani. Kemenangan Revolusi Oktober di Russia tahun 1917 mendjiwai lebih landjut gerakan revolusioner di Indonesia. Karena kegiatan PSDH Rakjat pekerdja Indonesia dengan segera mengenal W.I. Lenin sebagai empu revolusi proletar. (tepuktangan ruh). Perdjuangan klas jang makin tadjam telah menjebabkan adanja perpetjahan dalam PSDH antara kaum revolusioner dan kaum reformis. Kaum reformis jang merupakan minoritet achirnja menelandjangi diri dengan keluar dari PSDH, membikin organisasi tersendiri dan menggabung- kan diri pada barisan kaum sosial-demokrat di Nederland jang mendjadi tjabang dari Internasionale II jang reformis. Pada tanggal 23 Mei 1920, dalam Kongres ke-7 PSDH, telah diputuskan, setelah melalui perdebatan sengit dan lama, untuk mengubah nama PSDH mendjadi PKI, sing- katan dari Perserikatan Komunis di India atau Partij der Communisten in Indie, jang dalam Kongres PKI tahun 1924 mendjadi Partai Komunis Indonesia. Djadi, PKI lahir sebagai hasil perdjuangan intern jang sengit antara pembela pandji² revolusioner dengan kaum
reformis, antara kaum Marxis pembela pandji Komintern dan kaum revisionis. (tepuktangan riuh sekali). Dengan lahirnja PKI sebagai sintese dari adjaran Mar- xisme dengan gerakan klas buruh Indonesia, maka gerakan pembebasan nasional Indonesia telah menemukan in- tinja. (tepuktangan). Perdjuangan Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan nasional semakin menghebat. Perkembangan PKI sedjak masa itu sampai sekarang pada pokoknja dapat dibagi dalam empat periode: Periode pertama jalah periode pembentukan Partai dan perdjuangan melawan teror putih pertama (1920-1926). Periode kedua jalah periode perdjuangan dibawah tanah dan front anti-fasis (1926-1945). Periode ketiga jalah periode Revolusi Agustus 1945 dan perdjuangan melawan teror putih kedua (1945-1951). Periode keempat jalah periode front nasional dan pembangunan Partai (1951 — sampai sekarang). Pada kesempatan ini saja hendak membatasi uraian saja pada perdjuangan Rakjat Indonesia selama periode pertama dan periode ketiga dari perkembangan PKI, jaitu periode² dimana perdjuangan Rakjat Indonesia mentjapai puntjak² jang tinggi. Selama periode pertama PKI telah mengambil bagian penting dalam mengibarkan semangat perlawanan dari Rakjat Indonesia, menanam kesedaran klas pada klas buruh dan Rakjat pekerdja pada umumnja dan achirnja me- mimpin pemberontakan nasional jang pertama di Indonesia, jaitu Pemberontakan November 1926. Nama PKI telah mendjadi harum berkat kegiatan dan keichlasan ber- korban anggota²nja dalam perdjuangan melawan kolonialisme Belanda, meskipun pemberontakan pada achirnja menemui kegagalan. Dengan kegagalan pemberontakan 1926 ini ternjatalah, bahwa hanja dengan simpati massa jang besar pada PKI dan perkembangan Partai jang tjepat, dan ditambah lagi martabat Partai dan semangat berdjuang para kader²nja tjukup tinggi, tidak tjukup bagi PKI untuk melaksanakan tugas²nja. PKI pada waktu itu tidak mampu mempersatu- kan kekuatan² jang mungkin dipersatukan sehingga tidak dapat membentuk front nasional untuk samasekali meng- isolasi kekuatan kolonialisme Belanda, bahkan mengadju- kan sembojan² kiri seperti "Sosialisme sekarang djuga".
,,Sovjet Indonesia", diktatur proletariat" dsb. Disamping itu PKI tidak dapat memperkuat diri dilapangan ideologi, politik dan organisasi sehingga tidak dapat melaksanakan pembangunan Partai, bahkan tidak dapat mendjadikan elemen² jang aktif dalam Partai sebagai tulangpunggung- nja. Hal ini terutana disebabkan karena PKI ketika itu belum dapat mengenal tjiri² dari sifat masjarakat Indonesia dan belum mempunjai teori tentang revolusi Indonesia. Akibat kegagalan Pemberontakan November 1926 tidak kurang dari 13.000 orang ditangkap, diantaranja 4.500 didjatuhi hukuman pendjara dan lebih dari 1.300 orang dibuang ketanah-pembuangan Digul (Irian Barat). Tidak sedikit pemimpin2 penting mendjalani hukuman gantung, seperti Egom, Dirdja dan Hasan (Djawa Barat); Manggu- lung Sipatai dan Sigandjil (Sumatra Barat) dan lain2. Di- tanah-pembuangan Digul semangat Komunis tetap di- djundjung tinggi. Sampai hembusan nafasnja jang peng- habisan di Digul, Aliarcham, anggota CC PKI jang ter- kemuka ketika itu dengan gigih mengibarkan pandji²: Berdjuang dan beladjar, tanpa beladjar tak mungkin bisa berdjuang. Oleh karena itulah Akademi Ilmu Sosial dibawah CC PKI jang didirikan dalam tahun 1959 diberi nama Aliarcham". (tepuktangan riuh sekali). Setelah pemberontakan 1926 gagal dan PKI dipaksa bekerdja dibawahtanah, lahirlah partai² politik nasionalis, Islam, seperti PNI (tahun 1927) dan NU (tahun 1926). Dalam bukunja Sarinah" Presiden Sukarno menjatakan sbb.: Imperialisme Belanda pada waktu itu baru sadja mengamuk tabula rasa dikalangan kaum Komunis. Partai Komunis Indonesia dan Sarekat Rakjat dipukulnja dengan hebatnja, ribuan pemimpinnja dilemparkannja dalam pendjara dan dalam pembuangan di Boven Digul. Untuk me- neruskan perdjuangan revolusioner, maka saja mendirikan Partai Nasional Indonesia." Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, adalah ma- nifestasi dari kebulatan tekad pemuda Indonesia dari berbagai sukubangsa (semuanja lebih dari 100) dan berbagai aliran politik (pada pokoknja tiga: Nasionalisme, Agama dan Komunisme), jang menjatakan bahwa mereka adalah berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanahair satu, jaitu Indonesia. Peristiwa ini sangat penting bagi pertumbuhan
nasion Indonesia dan merupakan suatu peristiwa jang tidak dapat dipisahkan dari perdjuangan Rakjat jang he- roik melawan kolonialisme Belanda. Selama pendudukan fasis Djepang dalam perang-dunia II perdjuangan Rakjat Indonesia, terutama dari kekuatan kiri dibawah pimpinan PKI, berlangsung dengan bentuk sabotase di-perusahaan² dan objek² militer Djepang serta pemberontakan² tani, seperti didaerah Singaparna, Indra- maju, Tanah Karo dsb., pemberontakan dikalangan militer, antara lain di Blitar dan perlawanan dikalangan inte- legensia, mahasiswa, pemuda dan peladjar. Perdjuangan anti-Djepang makin lama makin berkembang, dan ketika tersebar berita tentang kekalahan Djepang dalam perang dunia II, maka Rakjat Indonesia telah mengambil nasib- nja kedalam tangannja sendiri dan memproklamasikan kemerdekaan nasionainja dengan mendirikan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. (tepuktangan). Selama periode ketiga dari perkembangan PKI, jaitu periode Revolusi Agustus dan perdjuangan melawan teror putih kedua, teror pemerintah reaksioner Hatta, PKI me- ngalani periode revolusi dan kontra-revolusi. Pengalaman periode ini setjara lengkap disimpulkan dalam Kongres Nasional ke-V PKI tahun 1954. (tepuktangan). Mengenai penggalangan Front Nasional, Revolusi Agustus 1945 memberi pengalaman bahwa burdjuasi nasional bersifat bimbang, dalam keadaan tertentu klas ini bisa ikut dan bersikap teguh memihak revolusi, tetapi dalam keadaan lain lagi bisa gontjang dan mengchianat. Dalam bersatu dengan burdjuasi nasional, PKI tidak boleh meninggalkan kebebasannja dan tidak boleh melengahkan sekutu jang terpertjaja dan merupakan kekuatan pokok revolusi, jaitu kaum tani. (tepuktangan). Mengenai Pembangunan Partai, Revolusi Agustus 1945 memberi pengalaman bahwa mutlak perlu adanja satu Partai Marxis-Leninis jang bersendjatakan teori Marxis- me-Leninisme sebagai pedoman untuk beraksi dan bahwa kebenaran umum Marxismc-Leninisme harus diintegrasi- kan dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, untuk mengenal keaaan masjarakat Indonesia, tjiri² dan hukum² Revolusi Indonesia. Revolusi Agustus 1945 djuga telah mengadjar PKI bahwa dalam revolusi perdjuangan bersendjata adalah
bentuk perdjuangan jang terpenting. Madju-mundurnja. perdjuangan bersendjata selama Revolusi Agustus 1945 sangat mempengaruhi madju-mnunduinja pekerdjaan Partai baik dibidang front nasional uaupun dibidang pembangunan Partai. Untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan RI Rakjat Indonesia selama revolusi ini terus berdjuang melawan imperialisme disegala bidang, tetapi terhadap musuh pokok jang lain, jaitu klas tuantanah feodal bolen dikata tidak dilakukan perdjuangan, sehingga keadaan se- tengah feodal pada pokoknja tidak berubah. Inilah sebab pokok mengapa Revolusi Agustus 1945 tidak dapat diselesaikan sampai ke-akar²-nja. Singkatnja, Revolusi Agustus 1945 jang berwatak nasional-demokratis tidak dapat diselesaikan sampai ke-akar²- nja terutama disebabkan oleh faktor² sebagai berikut:
Politik anti-imperialis jang tidak konsekwen dengan
terus-menerus mengadakan persetudjuan² kompromis dengan kaum imperialis.Tidak adanja politik anti-feodal jang konsekwen
jang dapat menarik kaum tani kefihak revolusi.
Tidak djelasnja politik front persatuan dengan bur-
djuasi nasional dalam revolusi nasional-demokratis di Indonesia.Tidak adanja pimpinan (hegemoni) klas buruh jang
tunggal atas revolusi, meskipun ini tidak berarti bahwa pimpinan revolusi berada ditangan burdjuasi. Kegagalan Revolusi Agustus 1945 membuktikan bahwa burdjuasi nasional Indonesia tidak mampu memimpin revolusi burdjuis-demokratis pada zaman imperialisme atau revolusi burdjuis-demokratis tipe baru. Selandjutnja kegagalan itu djuga membuktikan bahwa proletariat Indonesia belum mampu memimpin revolusi burdjuis-demokratis tipe baru mentjapai kemenangan penuh. Proletariat Indonesia telah mengambil peranan penting dalam Revolusi Agustus 1945, baik dibidang kekuasaan negara, termasuk angkatan bersendjata, maupun di-bidang² lain. Ketika dalam bulan September 1948 pemerintah reaksioner Hatta melantjarkan teror putihnja terhadap kekuatan progresif, terutama PKI, jang dikenal sebagai Peristiwa Madiun, PKI tidak berhasil mengatasi provo- kasi reaksioner tersebut, sehingga telah kehilangan se-
djumlah besar kader" pimpinan. PKI berada dalam Revolusi Agustus dalam keadaan dimana belum menjimpulkan pengalaman²nja mengenai front persatuan, tidak berpe- ngałaman dalam pembangunan Partai dan tidak berpenga- laman dalam perdjuangan bersendjata. Dari pengalaman Pemberontakan November 1926 dan Revolusi Agustus 1945 dapatlah ditarik peladjaran tentang betapa pentingnja teori revolusioner. Tanpa teori revolusioner atau dengan teori jang salah bisa menghambat perkembangan perdjuangan Rakjat dan bisa membikin situasi jang baik bagi perkembangan Partai dan gerakan revolusioner mendjadi merugikan Partai dan gerakan revolusioner. Sebaliknja dengan teori jang tepat dapat me- njelamatkan Partai dan gerakan revolusioner dari keadaan sulit dan gawat, serta dapat mendorong gerakan revolusioner selangkah demi selangkah menudju kekemenang- an. Satu²nja djalan jalah untuk setjara konsekwen meng- integrasikan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, atau dengan djalan meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme. Ini berarti harus berdjuang dengan sengit melawan dogmatisme, baik klasik maupun modern, dan melawan revisionisme, baik klasik maupuu modern. (tepuktangan riuh). TUGAS MENJELESAIKAN REVOLUSI NASIONAL DEMOKRATIS Revolusi Agustus 1945 telah memberi peladjaran ke- pada kaum Komunis dan Rakjat Indonesia tentang apa sesungguhnja sifat masjarakat Indonesia, tentang sasaran² revolusi, tentang kekuatan² revolusi dan kekuatan² pen- dorongnja, tentang sifat revolusi dan tentang perspektif revolusi Indonesia. Pengalaman² ini telah dapat disimpulkan dalam Kongres Nasional ke-V PKI pada tahun 1954 jang telah men- djawab semua masalah penting dan pokok dari Revolusi Indonesia. Suatu program umum dan program tuntutan dari Revolusi Indonesia telah disusun jang mendjelaskan garis strategi dan taktik PKI dalam nienjelesaikan Revolusi Indonesia. Kongres Nasional ke-V PKI telah menetapkan dua tugas urgen Partai, jaitu pertama, menggalang front persatuan nasional anti-imperialis jang berbasiskan persekutu-
an buruh dan tani anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh, dan kedua, meneruskan pembangunan Partai jang. tersebar diseluruh negeri dan mempunjai karakter massa jang luas, jang sepenuhnja terkonsolidasi eilapangan ideo- logi, politik dan organisasi. (tepuktangan). Dalam melaksanakan dua tugas urgen ini untuk me- mimpin perdjuangan Rakjat, PKI mendasarkan diri pada pengenalannja terhadap soal² pokok Revolusi Indonesia. Kontradiksi pokok di Indonesia dewasa ini jalah kontradiksi antara Rakjat Indonesia disatu fihak dengan kaum imperialis difihak lain, sedangkan kontradiksi terpokok dewasa ini jalah kontradiksi antara Rakjat Indonesia disatu fihak dengan imperialisme Amerika Serikat difihak lain. Perkembangan gerakan revolusioner dan perkembangan Partai sesudah Kongres Nasional ke-V PKI (1954) dido- rong dengan adanja kegiatan PKI bekerdja dengan plan, jaitu Plan Tiga Tahun Pertama mengenai organisasi dan pendidikan dari bulan Agustus 1956 sampai Agustus 1959. Kongres Nasional ke-VI PKI jang dilangsungkan pada penutupan Plan Tiga Tahun Pertama, tahun 1959, telah mentjatat kemadjuan jang luarbiasa dari Partai dan gerakan massa berkat dipimpin oleh satu plan jang djangka waktunja agak pandjang. Kongres tersebut telah merupakan kongres dari penggalang" front persatuan nasional dan pembangunan² Partai. Ber-djuta² Rakjat Indonesia ikut merasakan bahwa Kongres itu adalah djuga kongres- nja sendiri. Bagi kaum Komunis Indonesia Kongres Nasional ke-VI telah merupakan Kongres Persatuan Djaja", karena ia mendemonstrasikan persatuan besar dari kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia. (tepuktangan). Mengenai imbangan kekuatan dalamnegeri, Kongres Nasional ke-VI menjimpulkan bahwa kekuatan kepalabatu sudah djauh incrosot dan bersamaan dengan itu kekuatan progresif sudah semakin besar, sedangkan kekuatan tengah pada pokoknja tetap. Kewadjiban PKI jalah terus mengembangkan kekuatan progresif dengan mengutama- kan kekuatan massa buruh dan tani dan memenangkan sajap kiri didalam kekuatan tengah, mendorong jang sudah madju, menarik jang bimbang dan membangkitkan jang terbelakang. Perkembangan selandjutnja sampai seka- rang sesuai dengan garis ini. (tepuktangan).
Mengenai hubungan Partai dengan massa ditekankan pentingnja melaksanakan langgam kerdja Partai jang te- pat, jaitu: memadukan teori dengan praktek, berhubungan erat dengan massa Rakjat dan melaksanakan self-kritik. Sedangkan sembojan beladjar dan bekerdja jang dikemu- kakan jalah: Tahu Marxisme-Leninisme, dan kenal keadaan. Hanja dengan demikian barulah terdapat kemung- kinan bagi Partai untuk setjara efektif dan kreatif meng- integrasikan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, mengatasi penjelewe- ngan² dogmatisme dan empirisisme dan menemukan djalan untuk mengalahkan musuh² Rakjat. Perdjuangan Rakjat untuk mendorong penjelesaian tuntutan² Revolusi Agustus 1945 jang dinjatakan oleh Kongres Nasional ke-VI dengan sembojan utama: Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongrojong, masih tetap merupakan tuntutan utama dewasa ini. Kongres Nasional ke-VII (Luarbiasa) PKI jang dilang- sungkan pada achir April 1962 menundjukkan bahwa apa jang telah ditetapkan oleh Kongres Nasional ke-VI masih berlaku dengan menjatakan bahwa kenmampuan Partai dan kedudukan berinisiatif dari Partai semakin diperkuat dan terus bertambah besar. Dalam mentjatat hasil tertentu jang telah ditjapai dalam melaksanakan tugas penjelesaian tuntutan" Revolusi Agustus 1945, Kongres Nasional ke-VII PKI jang bersembojan utama: Demokrasi, Persatuan dan Mobilisasi menekankan bahwa selama belum ada pengubahan demokratis dalam sistim politik jang sepenuhnja mentjerminkan kegotongro- jongan nasional, maka pelaksanaan dari segala jang sudah dirumuskan setjara resmi dengan baik bukan hanja tidak akan lantjar, bahkan pasti mengalami kegagalan. Tuntutan pembentukan Kabinet Gotongrojong makin hari makin santer dan dikalangan tengah aliran jang menjetudjuinja makin kuat, meskipun kaum kepalabatu berusaha untuk menanamkan Komunisto-phobi dikalangan kaum tengah, terutama sajap kanannja. Mengenai perdjuangan pembebasan Irian Barat seluruh bangsa harus mengibarkan tinggi² Tripandji Bangsa jaitu Pandji Demokrasi, Pcrsatuan dan Mobilisasi, dan harus berdjuang dengan tekad dan sembojan: ,Satu tangan pegang bedil dan satu tangan lagi pegang patjul", artinja siap
untuk bertempur dan siap pula memperkuat garis bela- kang. Tekad dan sembojan ini akan terus berlaku selama Indonesia masih dilingkungi oleh kekuatan² imperialis dan begundal²nja. Berdasarkan kenjataan² beberapa tahun terachir, Kongres tsb. menjimpulkan bahwa di Indonesia sedang tumbuh kapitalisme birokrat, jalah mereka jang mendjadi kapitalis dengan menggunakan kedudukannja dalam alat kekuasaan atau perusahaan negara. Mereka menggunakan birokrasi dan pada waktu itu terutama dengan menggunakan keadaan bahaja sebagai perisai untuk mendapatkan dan memperkuat posisinja sebagai kapitalis. Sama dengan kaum imperialis, komprador dan tuantanah mereka adaiah djuga sasaran revolusi. Untuk memperbaiki pekerdjaan massa dari Partai Kongres Nasional ke-VII PKI menekankan tentang pentingnja pedoman berdjalan dengan dua kaki" jaitu mengkom- binasikan pekerdjaan ber-kobar² dan tekun, mengkombi- nasikan semangat dengan pekerdjaan se-hari² jang praktis, mendalam dan teliti, meliputi bidang² organisasi, pendi- dikan, politik dan ideologi. Sidang Pleno I CC PKI pada awal tahun 1963 menekankan tentang keharusan berdjuang dengan semangat jang lebih berani mengganjang musuh² Rakjat. Djuga ditegas- kan bahwa sesudah imperialisme Belanda habis riwajat- nja di Irian Barat, maka musuh Rakjat Indonesia jang nomor satu dan jang paling berbahaja jalah imperialisme Amerika Serikat. Sedangkan mengenai imperialisme Belanda, jang masih merupakan musuh Rakjat Indonesia jang berbahaja, karena ia masih mempunjai investasi modal di Indonesia terutama dalam perusahaan minjak jang bergabung dengan modal Inggeris, dan djuga mempunjai hubungan politik lama jang pasti akan diperbaharui kembali. Karena kurang konsekwen dalam melawan feodalisme dan imperialisme, chususnja dibidang ekonomi, maka Indonesia terus berada dalam keadaan ekonomi jang makin sulit. Dalam perdjuangan dibidang ekonomi Pleno CC tsb. menekankan tentang pentingnja semangat patriotisme, semangat pertjaja kepāda kekuatan sendiri untuk membangun ekonomi nasional jang bebas dari imperialisme. Ekonomi nasional jang bebas hanja bisa dibangun djika konsekwen
dan berani melawan feodalisme dan imperialisme, dan untuk ini harus dibentuk pemerintah jang mampu melaksanakan politik jang berani ini. (tepuktangan). GARIS UMUM PKI PKI telah mengemukakan teori bahwa untuk dapat me- mimpin perkembangan politik, Partai harus mendjalankan garis umum sbb.: Meneruskan penggalangan front nasional dan meneruskan pembangunan Partai untuk menjelesaikan tuntutan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Berdasarkan garis umum ini PKI mengibarkan tinggi² Tripandji Partai, jaitu: 1) Pandji Front Nasional; 2) Pandji Pembangunan Partai; 3) Pandji Revolusi Agustus 1945. Mengibarkan tinggi2 Pandji Front Nasional pada waktu sekarang bagi kaum Komunis Indonesia berarti memper- hebat pekerdjaan dikalangan kaum tani, bekerdja baik di- dalam organisasi Front Nasional dan mengkonsolidasi kerdjasama NASAKOM, jaitu kerdjasama antara golongan nasionalis, agama dan Komunis, berdasarkan program bersama Manipol. Tanpa gerakan tani jang berkembang dan konsekwen anti-feodal tidak mungkin bisa ditjiptakan front nasional anti-imperialis jang luas dan konsekwen, tidak mungkin ada organisasi Front Nasional dan kerdjasama NASAKOM jang kuat. Mengibarkan tinggi² Pandji Pembangunan Partai berarti bahwa PKI hanja mungkin menunaikan tugasnja apabila PKI, disamping mempunjai anggota ber-djuta2, djuga mempunjai sedjumlah besar kader jang dapat memadukan ke- ahlian dan kemahiran dengan watak dan semangat Komu- nisnja. Sukses² Partai ditentukan oleh pelaksana² jang pa- ling sedar dari garis politik dan garis organisasi Partai. Mengibarkan tinggi2 Pandji Revolusi Agustus 1945 berarti menarik sebanjak mungkin Rakjat Indonesia berkeli- ling disekitar pandji² itu dan berdjuang untuk melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus jang berwatak nasional demokratis sampai ke-akar²nja. Pandji Revolusi Agustus 1945 adalah djuga pandji jang diatasnja tertulis bahwa kemerdekaan Indonesia direbut dan dipertahankan dengan perdjuangan bersendjata". Untuk memobilisasi kekuatan seluruh nasion, PKI mengibarkan tinggi² Tripandji Bangsa, jaitu: Pandji De-
mokrasi, Pandji Persatuan dan Pandji Mobilisasi, jang untuk pertama kalinja dikemukakan oleh Kongres Nasional ke-VII PKI. Pada mulanja sembojan Tripandji Bangsa dilantjarkan untuk mengadakan perlawanan jang gigih terhadap ber- lakunja SOB jang sangat menekan kehidupan demokratis, untuk memperkokoh front nasional jang berporoskan NASAKOM dan untuk memobilisasi Rakjat dalam perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat dan mengatasi krisis ekonomi, chususnja kesulitan² sandang-pangan. Mengibarkan tinggia Tripandji Bangsa berarti melapang- kan djalan bagi Partai untuk menjelesaikan tugas² bagian dan mendekatkan Partai pada tugas² jang umum, tugas² melemparkan halangan² strategis agar Rakjat Indonesia dapat mengembangkan segenap dajakreasinja dengan le- luasa. Dewasa ini PKI dengan mengibarkan Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa mengadjak massa Rakjat melaksanakan Tritugas Bangsa jang mendesak, jaitu: 1) tugas mengkonsolidasi kemenangan2 jang sudah ditjapai; 2) tugas me- nanggulangi kesulitan² ekonomi dan 3) tugas melawan neo- kolonialisme. Berdasarkan garis umum Partai tugas² urgen PKI dengan singkat dapat disimpulkan sbb.: dengan mengibarkan Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa melaksanakan Tritugas Bangsa. (tepuktangan). KEKUASAAN NEGARA RI DEWASA INI Masalah terpokok dalam tiap" revolusi adalah masalah kekuasaan negara. Bagi PKI dalil ini tidak hanja merupa- kan kebenaran teori belaka, tetapi PKI telah mengalami- nja dalam praktek, dan pengalaman jang pahit sekali. Ke- tika dalam masa periode Revolusi Agustus pemimpin² PKI duduk dalam kabinet sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, Menteri Dalamnegeri dan beberapa Menteri² lain, kaum reaksioner telah mengadakan intrik jang hebat untuk mendjatuhkan kabinet, dengan menggunakan kesa- lahan" politik PKI dalam melawan imperialisme Belanda. Kawan pimpinan PKI tidak waspada dan dengan suka- rela membubarkan pemerintah jang dipimpinnja. Dengan pembubaran diri kabinet jang dipimpin oleh orang² Komunis ini, maka terbentuklah kabinet reaksioner jang di-
pimpin oleh Hatta jang kemudian melantjarkan teror putih Peristiwa Madiun seperti jang sudah didjelaskan dimuka. Kesalahan ini memberikan peladjaran jang besar dan mendalam sekali bagi PKI. Sedjak tahun 1951 PKI telah mengadjukan tuntutan untuk pembentukan pemerintah koalisi nasional jang ter- diri dari Partai², golongan² dan orang2 tak-berpartai jang demokratis. Politik PKI jang tepat untuk menarik kembali burdjuasi nasional kefihak revolusi berhasil dengan terben- tuknja pemerintah Wilopo (PNI) dalam tahun 1952. Sedjak kabinet Wilopo itu, pemerintah² jang kemudian ter- bentuk di Indonesia pada pokoknja adalah lebih madju dan peranan kaum kanan dalam pemerintahan makin kurang. Perkembangan gerakan revolusioner berlangsung dengan tjepat sekali. Kaum reaksioner dalamnegeri dengan ban- tuan kaum imperialis telah beberapa kali berusaha untuk melakukan kudeta dan mentjoba membunuh Presiden Sukarno. Usaha mereka dapat digagalkan, demikian pula pemberontakan separatis jang ditjetuskan kaum kontra-revolusioner pada tahun 1958. Dengan desakan dan so- kongan penuh dari Rakjat maka pemerintah telah dengan tegas menindas pemberontakan kontra-revolusioner PRRI-Permesta, DI-TII dan komplotan reaksioner lainnja. Pada bulan November 1960 Sidang MPRS telah me- ngesahkan Manipol sebagai Garis² Besar Haluan Negara, sehingga pengertian tentang soal² pokok revolusi Indonesia telah diterima dan dituangkan dalam dokumen resmi Negara. Dengan demikian perdjuangan kaum revolusioner melawan kaum reaksioner telah mengambil bentuk perdjuangan antara kaum Manipolis melawan kaum anti-Manipol atau Manipolis munafik. Pada bulan Maret 1963 Presiden Sukarno telah meng- umumkan suatu dokumen penting lain, jaitu Deklarasi Ekonomi (Dekon), jang menetapkan strategi dasar ekonomi Indonesia pada tahap revolusi Indonesia sekarang, jalah tahap revolusi nasional-demokratis dengan tugas pokok membersihkan kehidupan ekonomi Indonesia dari imperialisme dan sisa² feodalisme. Adanja Manipol dan Dekon berarti bahwa konsep politik dan ekonomi jang progresif untuk menjelesaikan revolusi Indonesia dengan resmi sudah mendjadi haluan negara.
Memahami watak kekuasaan negara RI dewasa ini mem- bantu kita mengenal mengapa Manipol dan Dekon jang progresif telah disahkan sebagai Garis Besar Haluan Negara, dan selandjutnja djuga mengenal mengapa pelaksanaan Manipol dan Dekon tidak dapat berdjalan dengan lantjar, bahkan sering disabot. Dalam kekuasaan negara RI dewasa ini terdapat dua aspek jang saling berlawanan, jaitu aspek jang mewakili kepentingan² Rakjat (aspek pro-Rakjat) dan aspek jang mewakili kepentingan² musuh Rakjat (aspek anti-Rakjat). Aspek jang pro-Rakjat ini makin hari makin madju dan menjebabkan pemerintah RI dapat mengambil tindakan jang revolusioner anti-imperialis. Aspek anti-Rakjat, jaitu aspek jang mewakili kepentingan imperialis, komprador, kapitalis birokrat dan tuantanah, berusaha keras meng- hambat kemadjuan, berusaha mensabot semua tindakan progresif. Mengingat akan watak kekuasaan negara RI jang demikian itu maka perdjuangan PKI mengeñai kekuasaan negara jalah terus mendorong supaja aspek pro-Rakjat makin besar dan bisa berdominasi dan bersamaan dengan itu mendobrak keluar aspek anti-Rakjat dari kekuasaan negara. Demikianlah isi dari retuling personalia dan aparatur negara jang dituntut oleh Rakjat Indonesia, dan demikian pula isi daripada tuntutan membentuk Kabinet Gotongrojong berporoskan NASAKOM. Tunutan ini samasekali tidak sama dengan apa jang di- sebut teori perubahan struktur". PKI menjokong dan mendorong perubahan dalam segala badan resmi dan sete- ngah resmi, termasuk perubahan personalia dan aparatur negara, untuk memperkuat kedudukan kaum progressif dalam kekuasaan negara. Tapi ini dalam rangka aksi² re- form untuk memperkuat perdjuangan guna menjelesaikan revolusi nasional-demokratis sampai ke-akar²nja, jaitu pelaksanaan Manipol setjara konsekwan, jang berarti sama dengan pelaksanaan program umum PKI. (teputangan). REVOLUSI INDONESIA BAGIAN JANG TAK-TERPISAHKAN DARI REVOLUSI DUNIA Dalam Manifesto Politik, jang sudah disahkan oleh badan legislatif tertinggi Republik Indonesia sebagai Garis Besar Haluan Negara, dan jang sudah mendjadi program
organisasi Front Nasional dimana tergabung semua partai politik, semua organisasi massa dan semua angkatan ber- sendjata, antara lain dikatakan bahwa baik pemerintah maupun seluruh Rakjat Indonesia harus menegakkan tiga kerangka, jaitu : Pertama: Pembentukan satu negara Republik Indonesia jang berbentuk Negara Kesatuan dan Negara Ke- bangsaan, jang demokratis dengan wilajah kekuasaan dari Sabang sampai ke Merauke. Kedua: Pembentukan satu masjarakat jang adil dan makmur materiil dan spirituil dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga : Pembentukan satu persahabatan jang baik antara Republik Indonesia dengan semua negara didunia, terutama sekali dengan negara² Asia-Afrika, atas dasar hormat-menghormati satu sama lain, dan atas dasar be- kerdjasama membentuk satu dunia baru jang bersih dari imperialisme dan kolonialisme, menudju perdamaian dunia 包 jang sempurna." (tepuktangan). Tiga kerangka ini menggambarkan dengan djelas tugas Rakjat Indonesia untuk membentuk negara nasional jang bersifat kesatuan dan demokratis, jang didalamnja terda- pat masjarakat jang adil dan makmur, dan jang berdjuang untuk dunia baru bersih dari imperialisme dan kolonialisme sebagai sjarat untuk perdamaian dunia jang sempurna. (tepuktangan). Djadi, baik dilihat dari pandangan kaum Marxis-Leninis jang tertjermin dalam Program Umum PKI maupun dilihat dari program bersama Manipol, Revolusi Indonesia merupakan bagian jang takterpisahkan dari Revolusi Dunia. Banjak dokumen negara Republik Indonesia jang lebih mempertegas hal ini. Soal ini saja kemukakan, karena pada waktu sekarang soal memihak atau menentang revolusi dunia mendjadi soal jang menondjol tidak hanja bagi partai Marxis-Leninis, tetapi djuga bagi gerakan revolusioner Rakjat dise- mua negeri. Dari uraian diatas djelas, bahwa gerakan revolusioner Rakjat Indonesia adalah bagian mutlak dari gerakan revolusioner Rakjat² sedunia dan bahwa perdamaian jang sempurna hanja mungkin ditjapai setelah dunia bersih dari kolonialisme dan imperialisme. Jang terachir ini sesuai dengan sembojan Rakjat Indonesia: Kita tjinta damai, tetapi lebih tjinta kemerdekaan." Ini adalah pandangan
revolusioner Rakjat Indonesia, bukan hanja pandangan kaum Komunis Indonesia, dan ini merupakan djaminan bahwa gerakan revolusioner Rakjat Indonesia akan tetap mengintegrasikan diri dengan revolusi Rakjat² semua negeri guna membentuk satu dunia baru tanpa kolonialisme dan imperialisme (tepuktangan riuh). Sudah tentu, djaminan jang paling pokok daripada pengintegrasian revolusi Indonesia dengan revolusi dunia adalah sikap Partai Komunis Indonesia dalam Gerakan Komunis Internasional. Oleh karena itulah, pada kesem- patan ini saja merasa perlu menjatakan sekali lagi, bahwa PKI akan tetap memihak Marxisme-Leninisme dan melawan revisionisme. (tepuktangan sangat riuh sekali). Sikap ini bukan sikap baru dari PKI, tetapi djuga sikap jang tidak akan usang²nja dan akan tetap segar selama dalam GKI ada perdjuangan kaum Marxis-Leninis melawan kaum revisionis. (tepuktangan riuh). Sudah tentu, sumbangan PKI jang paling besar kepada GKI dan revolusi dunia jalah apabila PKI mampu mem- bawa Rakjat Indonesia mentjapai kemenangan revolusinja. (tepuktangan riuh). Untuk dapat memenangkan revolusi Rakjat Indonesia, PKI harus mengintegrasikan diri setjara total dengan Rakjat Indonesia, kebenaran umum Marxisme-Leninisme harus diintegrasikan setjara total dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, dengan perkataan lain Marxisme-Leninisme harus di-Indonesia-kan. Hanja dengan demikian PKI dapat mengkombinasikan setjara harmonis patriotisme sosialis dan internasionalisme sosialis. (tepuktangan riuh sekali). Untuk dapat mengintegrasikan diri setjara total dengan Rakjat dan Revolusi Indonesia, PKI harus tetap tinggi² mengibarkan pandji kebebasan dan kedaulatannja, harus pertjaja kepada kekuatannja sendiri, harus mampu dan berani menetapkan sendiri dan melaksanakan sendiri garis strategi, politik, taktik dan organisasinja. Hanja dengan menempuh djalan ini PKI akan tetap kreatif, tetap penuh enersi dan akan semakin dirasakan oleh massa Rakjat Indonesia sebagai miliknja sendiri jang harus di- belanja sendiri, tidak dirasakan sebagai sesuatu jang asing. Hanja dengan demikian PKI dapat mengembangkan gerakan revolusioner di Indonesia untuk selandjutnja memenangkan Revolusi Indonesia. (tepuktangan riuh).
Dengan mengembangkan gerakan revolusioner Rakjat Indonesia berarti PKI setia kepada Marxisme-Leninisme dan kepada internasionalisme proletar, setia kepada De- klarasi Komunis 1957 dan Pernjataan Komunis 1960, dan setia kepada Revolusi Sosialis Dunia. (tepuktangan riuh). Kaum dogmatis dan revisionis tentunja tidak senang dengan sikap PKI jang mempertahankan kebebasan dan ke- daulatan. Mereka menuduh kami kaum Komunis Indonesia sebagai nasionalis. Tuduhan demikian sudah tentu tidak beralasan sama sekali, karena kami meng-Indonesia- kan Marxisme-Leninisme tidak lain jalah untuk mengabdi lebih baik kepada Revolusi Indonesia jang merupakan bagian mutlak dari Revolusi Sosialis Dunia. (tepuktangan riuh). Nampaknja agak aneh bahwa kaum dogmatis dan revisionis bersikap sama tidak senangnja kepada kaum Marxis-Leninis jang kreatif. Tetapi sebenarnja tidak aneh, karena dogmatisme dan revisionisme adalah dua anak ter- 画 kutuk dari satu ibu kandung jang bernama subjektivisme. (ketawa). Ke-dua²nja sama² tidak objektif, sama² tidak ilmiah, sama² anti-Marxis-Leninis. (tepuktangan riuh). Bagi saja djauh lebih baik kaum nasionalis jang melawan imperialis daripada kaum dogmatis atau revisionis jang rangkul2an dengan kaum imperialis. (tepuktangan sangat riuh sekali). Dengan melawan imperialis kaum nasionalis menjumbang kepada Revolusi Dunia, tetapi dengan rangkul-rangkulan dengan kaum imperialis kaum dogmatis dan revisionis menahan kemadjuan Revolusi Dunia. Banding- kanlah apa jang telah dan sedang dilakukan oleh kaum nasionalis jang anti-imperialis di Asia, Afrika dan Amerika Latin dengan perbuatan kaum revisionis Jugoslavia jang rangkul²an dengan kaum imperialis. Jang pertama ambil bagian dalam memperpendek umur kaum imperialis, se- dangkan jang kedua, kaum revisionis, ambil bagian dalam mem-bagus2kan dan memperpandjang umur kaum imperialis. (tepuktangan sangat riuh sekali). Setia kepada Marxisme-Leninisme kreatif, kaum Komunis Indonesia akan berdjuang terus ber-sama2 dengan kaum Masxis-Leninis kreatif diseluruh dunia mengganjang dogmatisme dan revisionisme, menegakkan pandji Marxisme-Leninsme jang djaja dan takterkalahkan. (tepuktangan sangat riuh sekali).
Demikianlah dengan singkat uraian saja jang saja beri djudul Revolusi Indonesia Bagian Takterpisahkan Dari Revolusi Sosialis Dunia". Sekali lagi, maksudnja tidak lain supaja kita, PKI dan PKT, Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok, saling me- ngenal lebih baik, agar persahabatan jang sudah ada an- tara kedua Rakjat dan kedua Partai Marxis-Leninis kita mendjadi lebih dipererat. (tepuktangan riuh sekali). Persahabatan djaja Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok, Hidup! (tepuktangan riuh sekali). Persahabatan Marxis-Leninis PKI dan PKT, Hidup! (tepuktangan riuh sekali). Persatuan kaum Marxis-Leninis semua negeri, Hidup! (tepuktangan riuh sekali). Perdjuangan Rakjat² semua negeri melawan imperialis- me, Hidup! (tepuktangan riuh sekali). Solidaritet Rakjat² Asia, Afrika dan Amerika Latin, Hidup! (tepuktangan riuh sekali). Kaum buruh semua negeri dan nasion² tertindas, ber- satulah! (tepuktangan riuh sekali). (o v as i).
Kanton, 25 September 1963.
UNTUK PERSAHABATAN ABADI ANTARA RAKJAT INDONESIA DAN KOREA!
I. BANGGA AKAN SUKSES2 SAHABAT
Hari ini saja dan semua anggota delegasi Partai Komunis Indonesia jang saja pimpin merasa sangat berbahagia, karena kami berada di-tengah² Rakjat Korea jang kami tjintai dengan sepenuh hati. Kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia mentjintai Rakjat Korea, karena mereka adalah kaum pemberani dalam melawan musuh²nja. 西 Rakjat Korea dibawah pimpinan Partai Buruh Korea jang mempunjai prestise tinggi didalamnegeri dan didalam ge- rakan Komunis internasional dengan gagah-berani telah mengalahkan fasisme Djepang dan dengan gagah-berani pula telah melawan imperialisme Amerika Serikat. (tepuktangan riuh). Mereka jang mentjintai kaum pemberani adalah pemberani. Memang, kaum Komunis dan Rakjat Indonesia adalah djuga pemberani. Mereka dengan gagah-berani telah mengalahkan fasisme Djepang, telah mengalahkan kolonialisme Belanda dan sekarang dengan gagah-berani pula melawan kaum imperialis jang dikepalai oleh Amerika Serikat. (tepuktangan). Djadi, walaupun antara kedua negeri kita terdapat djarak jang djauh, ada lautan2 luas, banjak gunung2 jang tinggi dan sungai² jang lebar, tetapi kedua Rakjat kita adalah dekat satu dengan lain, karena dua Rakjat dan dua Partai Marxis-Leninis kita adalah kawan seperdju- angan jang bersatu fikiran dan bersatu hati, kita sama² ditempa dalam perdjuangan melawan fasisme, melawan kolonialisme dan sekarang sama² melawan imperialisme Amerika Serikat. (tepuktangan). Saja pernah datang di Korea dalam bulan April 1956 memimpin delegasi PKI menghadiri Kongres ke-III Partai Buruh Korea. Ketika menjambut dalam Kongres itu antara lain saja katakan : ,Dua hari sesudah bangsa Korea
dibebaskan oleh Tentara Uni Sovjet jang gagah perkasa, Rakjat Indonesia menjatakan kemerdekaan nasionalnja, jaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai akibatnja terdjadilah peperangan kemerdekaan melawan tentara imperialis Djepang, tentara imperialis Belanda dan Ing- geris, jang semuanja ini mendapat bantuan penuh dari imperialisme Amerika. Dengan demikian terentanglah se- buah benang merah jang menghubungkan perdjuangan Rakjat Indonesia dengan Rakjat Korea. Tidak ada djarak jang djauh, tidak ada lautan dan gunung jang dapat me- misahkan perdjuangan kita jang sutji". Apa jang saja katakan tudjuh tahun jang lalu ini bukan hanja dibenar- kan oleh kenjataan² sekarang, tetapi tambah diperkuat. Hubungan antara Rakjat dan Pemerintah kedua negeri kita makin erat, pertukaran delegasi makin banjak. Kedua Rakjat dan kedua Partai Marxis-Leninis kita sama² ber- diri dibarisan depan dalam melawan imperialisme AS. Memang sistim sosial dan politik kedua negeri kita masih berbeda, tetapi musuh kita adalah sama, jaitu imperialisme jang dikepalai oleh AS. Lagi pula, perspektif Revolusi Indonesia sebagaimana sudah diterima sebagai satu ke- benaran oleh Rakjat Indonesia, seperti jang dinjatakan dalam Program Bersama Rakjat Indonesia jaitu Manifesto Politik, jalah djuga Sosialisme. Harikini Republik Rakjat Demokratis Korea adalah haridepan Indonesia. Dalam beberapa hari ini semua anggota delegasi PKI merasa sangat berbahagia, karena kami berada di-tengah² pemimpin2 PBK jang diketuai oleh Kawan Kim Il Sung jang tertjinta. Kami berada diantara pemimpin2 jang sudah terudji dalam memimpin perdjuangan² besar melawan dan mengalahkan musuh² Rakjat serta dalam perdjuangan membangun kehidupan baru jang sosialis di Korea. Chu- susnja Kawan Kim Il Sung telah memberi sumbangan banjak kepada perkembangan Marxisme-Leninisme dan persatuan kaum Marxis-Leninis sedunia. (tepuktangan). Mereka adalah orang2 jang rendah hati, orang2 jang mempunjai rasa tanggungdjawab jang besar, tidak hanja kepada Rakjatnja tetapi djuga kepada urusan kaum Marxis-Leninis sedunia. Kami merasa berada di-tengah² saudara² sendiri, Kami telah mengadakan pembitjaraan ramahtamah dan bersahabat, kami bersatu hati dan berbulat tekad dalam meneruskan perdjuangan melawan imperialisme jang dikepalai oleh AS, dalam memperkuat persatuan Marxis-
Leninis sedunia, dan dalam melawan revisionisme modern jang merupakan antjaman utama terhadap persatuan kaum Marxis-Leninis dan terhadap perdjuangan revolusioner umat progresif sedunia. (tepuktangan). Sebelum saja melandjutkan pidato ini izinkanlah saja dari mimbar ini mengutjapkan selamat dan menjampaikan harapan serta kejakinan akan sukses2 lebih besar dari lubukhati jang sedalam-dalamnja kepada Rakjat Korea berhubung dengan ulangtahun ke-15 Republik Rakjat Demokratis Korea. (tepuktangan riuh). Selandjutnja izinkanlah djuga saja mengutjapkan banjak terimakasih dari lubukhati jang sedalam-dalamnja atas- nama CC PKI dan delegasi PKI jang saja pimpin, atas- nama lebih dari 2,5 djuta Komunis Indonesia serta atas- nama Rakjat pekerdja Indonesia atas undangan CC PBK kepada kami dan atas sambutan bersahabat dan hangat 色dari Rakjat dan kaum Komunis Korea, dari CC PBK dan dari Kawan Kim Il Sung pribadi. (tepuktangan riuh sekali). Rasa persahabatan jang dalam jang kawan² dan para sahabat njatakan dalam ber-matjam² bentuk benar2 telah memberikan inspirasi besar kepada kami untuk berdjuang lebih ulet dan lebih berani lagi dalam melawan impe- rialisme, dalam melawan musuh2 Rakjat didalamnegeri, dalam memperkuat persatuan Marxis-Leninis diseluruh dunia dan dalam mengganjang revisionisme modern. (te- J puktangan). Kami kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia merasa bangga dan berbesar hati mempunjai sahabat seperti kaum Komunis dan Rakjat Korea, jang pandai dan berani dalam berperang melawan dan mengalahkan musuh serta pandai dan berani dalam membangun Sosialisme. (tepuktangan riuh). Kami bangga dan diinspirasi oleh Epik Musik dan Tari Megahlah Tanahair Kita" jang kami saksikan dan nik- mati pada malam tanggal 8. September jang baru lalu. Epik ini halus bagaikan sutera dan kuat serta gagah bagaikan kuda sembrani (Tjulima) jang sangat disenangi oleh Rakjat Korea. Epik tersebut mentjerminkan watak Rakjat Korea jang halus, kreatif dan gagah perkasa. Kami bangga dan diinspirasi oleh parade militer dan demonstrasi massa pada hari ulangtahun ke-15 Republik Rakjat Demokratis Korea tanggal 9 September jbl.
Kami bangga dan diinspirasi oleh pertundjukan senam- massal jang hebat bertatawarna pada sore tanggal 9 September jang baru lalu. Saja jakin bahwa sesudah nanti mengundjungi objek² industri dan pertanian kami akan lebih merasa bangga dan lebih diinspirasi lagi oleh sukses2 jang sudah ditjapai di-bidang2 itu, karena politik ekonomi nasional jang bebas (independent), jang berdiri diatas dua kaki sendiri jang didjalankan oleh PBK dan pemerintah RRDK adalah politik jang mendjiwai massa untuk lebih mentjintai ker- dja, untuk bekerdja lebih keras, untuk memproduksi lebih banjak dan lebih tinggi mutunja, untuk bekerdja lebih efisien dan lebih kreatif. (tepuktangan riuh). Kami bangga, kawan² dan para sahabat, karena sukses2 jang ditjapai oleh Rakjat Korea kami rasakan sebagai sukses kami sendiri, karena kita adalah sama² dari satu keluarga kekuatan² baru jang sedang tumbuh (the new emerging forces) dan kita sama² menudju satu dunia di- mana tidak terdapat penghisapan atas manusia oleh manusia. (tepuktangan riuh). Kami mendapat inspirasi besar dari sukses2 besar jang ditjapai Rakjat Korea dibidang ekonomi dan kebudajaan, karena ia sekali lagi membuktikan bahwa dajakreasi massa adalah tidak terbatas djika mereka dapat mengembang- kannja dengan bebas dibawah pimpinan jang tepat, mo- nolit, bersatu dan bidjaksana seperti telah dibuktikan oleh kepemimpinan PBK dan -Kawan Kim Il Sung. (tepuktangan riuh).
II. RAKJAT INDONESIA BERDJUANG UNTUK MENJELESAIKAN REVOLUSI NASIONAL DEMOKRATIS SAMPAI KEAKAR-AKARNJA Pada kesempatan ini saja ingin memperkenalkan setjara sangat singkat tentang situasi dan tugas perdjuangan Rakjat Indonesia sekarang dengan maksud untuk lebih mem- perdalam saling pengertian jang sudah ada antara kita, untuk lebih memperkokoh solidaritet antara kedua Rakjat dan kedua Partai kita. (tepuktangan). Sebagaimana sudah diketahui sedjak ditandatanganinja persetudjuan kompromis dengan kolonialisme Belanda
pada achir tahun 1949, perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia mengalami periode baru. Dengan perbuatan kaum pengchianat ini Revolusi Agustus 1945 menemui kegagalan. Watak masjarakat Indonesia sedjak itu adalah masjarakat jang belum merdeka penuh dan setengah feodal. Tetapi Revolusi Agustus 1945 telah memberikan pe- ladjaran jang kaja kepada Rakjat dan Partai Komunis Indonesia. Perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia dibawah pimpinan PKI dalam periode jang baru ini, terutama sedjak tahun 1951 telah berkembang madju dengan pesat dan telah mentjatat kemenangan² penting. Hal ini di- mungkinkan karena PKI telah berhasil sampai batas2 tertentu mengintegrasikan kebenaran universil Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit Revolusi Indonesia 西 dan dengan demikian berhasil mendjawab soal² pokok Revolusi Indonesia, jaitu mengenai sasaran² revolusi, tugas² revolusi, kekuatan² revolusi, sifat revolusi dan perspektif revolusi Indonesia. Mengingat bahwa sifat masjarakat Indonesia adalah belum merdeka penuh dan masih setengah feodal atau pada hakekatnja setengah kolonial dan setengah feodal, maka sasaran² revolusi Indonesia adalah imperialisme dan feodalisme. Tugas²nja jalah mengusir imperialisme dan menghapuskan sisa² feodalisme untuk dapat menegakkan kekuasaan Rakjat. Kekuatan² revolusi jalah klas buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional serta elemen² demokratis lainnja, sedangkan kekuatan pendo- rong revolusi jalah klas buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan elemen2 demokratis lainnja jang merupakan bagian daripada Rakjat pekerdja dan konsekwen melawan imperialisme dan feodalisme. Sifat atau watak revolusi pada tingkat sekarang jalah revolusi nasional-demokratis. Ia merupakan bagian dari revolusi sosialis dunia. Perspektif revolusi Indonesia jalah Sosialisme. Di Indonesia kini terdapat tiga kekuatan, jaitu kekuatan progresif, kekuatan tengah dan kekuatan kepalabatu, jang masing² mempunjai konsepnja sendiri tentang revolusi Indonesia. Kekuatan progresif dibawah pimpinan PKI berdjuang untuk menjelesaikan revolusi nasional-demokratis, membawa Indonesia menudju kemasjarakat jang merdeka penuh dan demokratis sebagai landasan untuk me-
nudju ke Sosialisme. Kekuatan tengah hendak membawa Indonesia menudju ke Indonesia merdeka jang kapitalis. Sedangkan kekuatan kepalabatu hendak mendjadikan Indonesia sebagai negeri jang hanja dalam namanja merdeka tetapi sebenarnja embel² kaum imperialis. Dua konsep jang terachir, jaitu konsep jang ingin mendjadikan Indonesia negeri merdeka jang kapitalis dan konsep jang ingin mendjadikan Indonesia negeri jang tergan- tung pada imperialis atau negeri neo-kolonial, adalah konsep² jang tidak mempunjai haridepan. Indonesia tidak bisa berkembang mendjadi negeri merdeka jang kapitalis seperti halnja negeri² Eropa dahulu, karena baik kaum imperialis maupun Rakjat pekerdja tidak akan membiarkannja. Membiarkan Indonesia berkembang mendjadi negeri merdeka jang kapitalis berarti membiarkan tumbuhnja saingan jang tidak diinginkan oleh kaum imperialis karena akan lebih menjempitkan pasar mereka. Bagi kaum imperialis Indonesia hanja ber- hak dan pantas mendjadi negeri neo-kolonial, sampai batas2 tertentu mempunjai kemerdekaan politik tetapi ekonominja dikuasai oleh kaum imperialis. Difihak lain, Rakjat pekerdja Indonesia djuga tidak akan membiarkan Indonesia menempuh perkembangan kekapitalisme. Rakjat Indonesia sudah mendidih ingin adanja perubahan2, sedangkan adanja perubahan² itu hanja mungkin djika Indonesia menempuh. djalan progresif ke Sosialisme. Untuk ini Rakjat Indonesia sudah dan terus mengorganisasi diri dengan PKI sebagai barisan depannja. Indonesia lebih² lagi tidak mungkin didjadikan negeri jang hanja namanja sadja merdeka, tetapi pada hakekatnja hanja sambungan dari negeri² imperialis karena ekonomi Indonesia dikuasai oleh kaum imperialis. Indonesia dalam keadaan sekarang tidak mungkin dipertahankan. Hasil² tertentu jang ditjapai kaum imperialis dalam me- rusak dan mentjegah perkembangan ekonomi nasional Indonesia hanja bersifat sementara, karena bersamaan dengan hasil² jang mereka tjapai kaum imperialis telah melahirkan musuh2nja jang lebih banjak, lebih sedar dan lebih terlatih dalam perdjuangan melawan imperialisme. Djadi, satu²nja djalan keluar bagi Indonesia, satu²nja perspektif, jalah djalan jang ditundjukkan oleh kaum progresif, jaitu djalan penjelesaian revolusi nasional-
demokratis sampai ke-akar²nja sebagai landasan untuk menudju ke Sosialisme. (tepuktangan riuh). Garis PKI terhadap tiga kekuatan tersebut diatas jalah mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mengisolasi kekuatan kepalabatu. Per- kembangan di Indonesia dalam tahun² belakangan ini sesuai dengan garis ini. Kekuatan progresif bertambah besar dan makin terkonsolidasi, front persatuan nasional bertambah luas dan makin terkonsolidasi, sedangkan kekuatan kepalabatu makin terisolasi. Kekuatan progresif tumbuh terus makin lama makin besar dan kuat, demikian pula front persatuan nasional telah berkembang sebagaimana jang digariskan dan di- usahakan oleh PKI. Kalau pada tahun 1951 anggota PKI tidak sampai B
8.000, maka sekarang anggota PKI telah berdjumlah lebih dari 2,5 djuta dan merupakan Partai terbesar di Indonesia. (tepuktangan riuh). Dari 4 djuta kaum buruh Indonesia jang terorganisasi, anggota vaksentral progresif SOBSI bèrdjumlah lebih dari 3,2 djuta. Sedangkan kaum tani jang telah terorganisasi dalam BTI (Barisan Tani Indonesia), organisasi tani progresif, berdjumlah 6,4 djuta. Pemuda Rakjat, pembantu setia PKI, sekarang berang- gota 1,5 djuta. Kaum Wanita jang terorganisasi dalam GERWANI, organisasi wanita progresif, berdjumlah 1,5 djuta. Organisasi2 massa progresif dikalangan seniman dan sastrawan Rakjat, mahasiswa, peladjar serta sardjana sudah merupakan organisasi² massa jang besar dan berpe- ngaruh. (tepuktangan riuh). Dari sini djelaslah bahwa basis front persatuan nasional, jaitu persekutuan klas buruh dan kaum tani bertambah kuat dengan makin baiknja pekerdjaan kaum Komunis dikalangan kaum tani. Tetapi mengingat bahwa Rakjat Indonesia berdjumlah 100 djuta sedangkan diantaranja terdapat 60% sampai 70% kaum tani, maka kaum Komunis Indonesia harus bekerdja lebih baik lagi dikalangan kaum tani. (tepuktangan). Front persatuan nasional di Indonesia pada dewasa ini mempunjai banjak bentuk, diantaranja dua bentuk jang terpenting, jaitu kerdjasama NASAKOM dan organisasi Front Nasional. Baik kerdjasama NASAKOM maupun organisasi Front Nasional mempunjai landasan jang sama, jaitu program bersama Manifesto Politik jang anti-impe- rialisme dan sampai batas² tertentu djuga anti-feodalisme.
Kerdjasama NASAKOM jalah kerdjasama tradisionil antara aliran² politik di Indonesia sedjak awal abad ini, jaitu aliran² politik Nasionalis, Agama dan Komunis. Se- lama ber-puluh² tahun Partai² politik dari ketiga aliran ini telah bekerdjasama dalam melawan kolonialisme Be- landa dan fasisme Djepang. Kerdjasama itu sekarang di- teruskan atas dasar jang baru, program bersama Manifesto Politik. Kerdjasama NASAKOM sudah diudjudkan didalam MPRS, DPRGR, DPA, DPRDGR, BPH dll. Delegasi Parlemen Republik Indonesia jang sedang ber- ada di Korea sekarang jang ikut merajakan ulangtahun ke-15 RRDK adalah berkomposisi NASAKOM dengan diketuai oleh Kawan Lukman, Menteri dan Wakil Ketua DPRGR, Wakil Ketua I CC PKI. (tepuktangan). Menge-. nai Kabinet, kerdjasama NASAKOM belum dilaksanakan dengan konsekwen seperti jang dikehendaki oleh Rakjat dan Presiden Sukarno, karena dalam Kabinet Indonesia sekarang hanja 2 orang Komunis sebagai Menteri tanpa portepel. Oleh karena itulah di Indonesia sekarang sedang berlangsung perdjuangan Rakjat jang sengit menuntut su- paja komposisi Kabinet disusun sesuai dengan Konsepsi Presiden Sukarno, jaitu berdasarkan perwakilan berim- bang, artinja djumlah Menteri dari tiap aliran politik harus sesuai dengan kepertjajaan jang diberikan oleh Rakjat kepada aliran² itu. Disamping kerdjasama NASAKOM di Indonesia djuga sudah terdapat organisasī Ffónt Nasional jang pimpinan- nja djuga berkomposisi NASAKOM dari pusat sampai keorganisasi basis di-desa². Ketua Front Nasional adalah Presiden Sukarno, sedangkan Wakil² Ketuanja serta ang- gotaa Sekretariatnja terdiri dari tokoh² Nasionalis, Agama dan Komunis serta orang² tak berpartai. Didalam organisasi FN ini terhimpun semua partai politik (10 buah), semua ormas dan semua angkatan bersendjata (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Kepolisian). Front Nasional telah menghimpun lebih dari 20djuta anggota. Disamping harus menerima Manifesto Politik sebagai program bersama dalam perdjuangan mengalahkan impe- rialisme dan feodalisme, dalam perdjuangan untuk Indonesia jang merdeka penuh dan demokratis, tiap anggota FN harus menerima dan melaksanakan Pantja Program sebagai program aksi, jang pokok²nja adalah sbb.:
- Mengkonsolidasi kemenangan jang sudah ditjapai
dibidang keamanan dan Irian Barat dan bidang2 lain; 2. Menanggulangi kesulitan² ekonomi dengan mengutamakan kenaikan produksi; 3. Meneruskan perdjuangan anti- imperialisme dan neo-kolonialisme dengan memperkuat kegotong-rojongan nasional revolusioner berporoskan NASAKOM; 4. Meratakan dan mengamalkan indoktri- nasi Manipol; 5. Melaksanakan rituling aparatur negara, termasuk bidang pemerintahan dari pusat sampai ke- daerah2. Pantja Program Front Nasional sedjalan dengan politik kaum Komunis Indonesia. Dalam memperkuat Front Persatuan Nasional di Indonesia chususnja dalam memperkuat kerdjasama NASAKOM dan memperkuat organisasi Front Nasional, peranan Presiden Sukarno adalah sangat penting. Presiden Sukarno e tidak henti²nja berdjuang melawan Komunisto-phobi, dan dengan demikian berarti ikut mematahkan salahsatu sendjata kaum imperialis jang terpenting, jaitu sendjata anti-Komunisme, jaitu politik djahat untuk memetjahbelah persatuan Rakjat. Kenjataan bahwa PKI dan kekuatan² progresif lainnja di Indonesia terus berkembang membuktikan bahwa kerdjasama PKI dengan burdjuasi nasional, bahwa adanja front nasional jang luas, samasekali tidak merintangi pro- letariat Indonesia mengorganisasi revolusi. Sebaliknja, adanja kerdjasama dengan burdjuasi nasional, adanja front persatuan nasional jang luas, telah membantu pe- kerdjaan PKI mengorganisasi revolusi. Ini membuktikan bahwa kaum Komunis Indonesia teguh mempertahankan kebebasannja, tetapi luwes dalam menghadapi klas² dan golongan² revolusioner lainnja. Ini membuktikan bahwa kaum Komunis Indonesia teguh memegang prinsip2 Marx- isme-Leninisme, tetapi luwes dalam membawakan prinsip² itu. (tepuktangan). Sebagaimana kawan2 mengetahui pada tanggal 1 Mei 1963 seperlima dari wilajah Indonesia, jaitu Irian Barat, telah bebas dari kolonialisme Belanda. (tepuktangan). Dengan demikian tidak ada lagi wilajah Indonesia jang diduduki tentara asing. Ini adalah berkat perdjuangan Rakjat Indonesia jang heroik, berkat bantuan Negara² Sosialis dan Rakjat progresif diseluruh dunia. Dengan ini saja ingin menjampaikan rasa terimakasih Rakjat Indonesia jang se-tulus²nja kepada Rakjat Korea, kepada PBK
dan kepada Kawan Kim Il Sung jang telah memberikan dukungannja dalam perdjuangan kami membebaskan Irian Barat. (tepuktangan). Dengan runtuhnja kekuasaan kolonialisme Belanda di Irian Barat maka satu taraf perdjuangan Rakjat Indonesia melawan imperialisme telah diselesaikan, dan telah me- masuki taraf baru. Dengan perdjuangan taraf baru berarti, bahwa Rakjat Indonesia sudah dapat mentjurahkan segenap perhatiannja pada perdjuangan melawan imperialisme Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah musuh nomor satu dan musuh jang paling berbahaja dari Rakjat Indonesia. Dengan demikian Rakjat Indonesia mempunjai musuh nomor satu jang sama dengan Rakjat Korea. Kaum imperialis Amerika Serikat sedang berusaha keras untuk mentjengkram batang tubuh Republik Indonesia dengan menggunakan kesulitan² ekonomi jang sedang di- hadapi Indonesia dewasa ini. Setjara langsung maupun lewat Dana Moneter Internasional (IMF) AS mendjalan- kan politik neo-kolonialisnja, berusaha membikin Indonesia mendjadi tergantung kepadanja. Tetapi maksud² bu- suk AS ini sudah makin tertelandjangi dan Rakjat Indonesia berdjuang dengan gigih melawannja serta melawan komprador2 dan kaum kapitalis birokrat jang mendjadi kakitangannja. Kenjataan² tersebut tidak bisa lain ketjuali lebih mem- pererat tali persahabatan antara Rakjat Indonesia dan Korea. PKI berkejakinan- penuh, bahwa djuga imperialisme AS akan dapat dikalahkan oleh Rakjat Indonesia sebagaimana halnja mereka dengan gagahberani sudah me- ngalahkan fasisme Djepang dan kolonialisme Belanda. (tepuktangan riuh). Dalam meneruskan perdjuangan melawan imperialisme tekad kaum Komunis Indonesia dinjatakan dalam sembojan Satu tangan pegang bedil dan satu tangan lagi pegang patjul". Sembojan jang mentjerminkan kesediaan mengangkat sendjata melawan imperialis dan kesediaan membangun ekonomi negeri disambut dengan hangat oleh Rakjat Indonesia. Dalam rangka perdjuangan melawan imperialisme Rakjat dan Partai Komunis Indonesia menjokong sepenuhnja pelaksanaan Ganefo di Djakarta dalam tahun ini. Sukses- nja Ganefo akan merupakan demonstrasi, bahwa djuga
dibidang olahraga kaum imperialis tidak bisa berbuat se- suka-sukanja. III.RAKJAT INDONESIA MENJAMBUT SUKSES2 PEMBANGUNAN SOSIALIS DI KOREA Kami sangat gembira mendengar bahwa negeri kawan² sudah berhasil meletakkan dasar2 bagi industri berat jang self-supporting dengan industri pembuatan mesin jang kuat sebagai intinja. Djuga dasar bagi industri ringan telah diletakkan dengan teguh. Sukses2 ini adalah meng- gembirakan dan mengagumkan semua sahabat Rakjat Korea, dan membikin takut musuh² Rakjat Korea. (tepuktangan). Bd Kami, Rakjat Indonesia, sebagai sahabat Rakjat Korea,
menjatakan salut atas hasil2 jang kawan2 tjapai. Sukses2
gemilang ini adalah berkat pimpinan jang tepat dari Partai Buruh Korea dibawah pimpinan Comite Centralnja jang diketuai oleh Kawan Kim Il Sung. (tepuktangan riuh). Jang madju pesat ternjata bukan hanja bidang industri, tetapi djuga pertanian. Republik Rakjat Demokratis Korea telah mentjapai hasila besar dibidang pertanian. Saja kira tidak berlebih-lebihan kalau saja mengatakan, bahwa di- antara negara² sosialis RRDK merupakan salahsatu jang termadju dalam pertanian, telah berhasil memenuhi ke- perluan akan bahan makanan dan pakaian bagi dirinja sendiri, tanpa tergantung pada import. Pertanian sudah dilakukan setjara mekanisasi dengan menggunakan mesin² dan traktor² jang dibuat oleh pabrik² Korea sendiri. Walaupun telah mengalami pahit-getir. perang agresi Amerika Serikat selama tiga tahun Rakjat dan Pemerintah RRDK telah mentjapai hasil² jang gilang-gemilang. Listrik telah memantjar disebagian terbesar desaa Korea bagian Utara, irigasi telah menjuburkan sebagian besar tanah garapan. Mekanisasi pertanian dan perkembangan industri berdjalan dengan pesat. Ini menundjukkan betapa benarnja garis jang diberikan oleh Partai Buruh Korea tentang membangun ekonomi nasional jang bebas. Sebagai hasilnja, RRDK berdaulat dalam politik dan bebas dalam ekonomi, artinja berdiri tegak diatas dua kaki sendiri. (tepuktangan). Bertambah tak tergantungnja ekonomi nasional Korea, bertambah kuatlah dasar² ekonomi Korea, bertambah
madju produksinja, baik industri maupun pertanian. Se- muanja ini bukan hanja berarti kemenangan besar bagi Rakjat Korea, tetapi djuga bagi seluruh kubu sosialis, bagi semua gerakan progresif didunia, bagi Gerakan Ko- munis Internasional. (tepuktangan). Dinegeri kawan² sudah tidak ada lagi pengangguran, sudah tidak ada lagi kelaparan seperti halnja sebelum kemenangan revolusi. Kini semua anak sudah bersekolah, malahan diwadjibkan untuk sekolah, dan sekolah dengan tjuma², kalau mau bisa sampai kesekolah tinggi atas tang- gungan Pemerintah. Mereka bersekolah dengan pakaian seragam jang bertatawarna. Sungguh indah dipandang mata, satu sorga bagi anak2. (tepuktangan). Saja dan delegasi PKI jang saja pimpin, sungguhpun belum berapa lama berada dinegeri kawan2, sudah melihat bahwa Rakjat Korea hidupnja senang, giat dan an- tusias bekerdja. Dengan kegembiraan dan kegiatan bekerdja dibawah pimpinan Partai Buruh Korea dan Kawan Kim Il Sung, Rakjat Korea telah berhasil melenjapkan sampai ke-akar²nja dan untuk se-lama²nja kemelaratan, pengangguran, kemiskinan, butahuruf dan borok2 sosial lainnja jang biasa terdapat di-negeri² kapitalis. (tepuktangan). Disini kami melihat dan merasakan bahwa kerdja adalah mulia, bahwa kerdja telah menghasilkan hal² jang besar. PBK telah berhasil mendidik Rakjat mentjintai jang mulia ini, mentjintai kerdja, tidak hanja dalam kata² tapi dalam kenjataan. Seperti sudah saja katakan diatas, dalam tahun 1956, saja sudah pernah datang kemari. Pada waktu itu saja sudah gembira dan kagum akan hasil² jang kawan² tjapai dalam waktu singkat sesudah mengalahkan agresi djahat imperialisme AS. Tetapi apa jang kawan² tjapai sekarang djauh melampaui jang dapat saja duga. Semangat Tjulima telah memberi antusiasme dan dajakreasi kepada Rakjat Korea untuk bekerdja, membangun dan mentjapai ke- madjuan² besar. Sekarang kawan² sedang melaksanakan Plan 7 Tahun, Plan untuk melaksanakan pembangunan teknik pada ke- seluruhannja. Dalam rangka ini sedang kawan² djalankan revolusi kebudajaan, setjara radikal kawan² sedang me- ningkatkan taraf hidup Rakjat, melaksanakan industria- lisasi sosialis, memperlengkap semua tjabang ekonomi nasional dengan teknik jang termodern. Dari keterangan²
barisan dengan kawan² dalam melawan imperialisme AS, dalam mengusir imperialisme AS dari wilajah Korea. Nasib Korea harus berada ditangan Rakjat Korea sendiri, pasukan² pendudukan AS harus keluar dari Korea Selatan. (tepuktangan riuh). Kami jakin bahwa masa penjatuan kembali Korea bu- kanlah masa jang pandjang lagi. Saat jang menggembira- kan ini berkat perdjuangan Rakjat Korea di Utara dan di Selatan, berkat bantuan dari kekuatan² progresif diseluruh dunia, sudah berada diambang pintu. Tidak ada kekuatan apapun jang mampu menghalangi keharusan sedjarah ini. (tepuktangan).
jang kami dapat mesin² di RRDK sudah 95% dibuat sendiri, dalam tahun 1962 telah memproduksi 1.200.000 ton besi kasar, lebih dari 1 djuta ton badja, hampir 1 djuta ton pupuk kimia, 13 djuta ton batubara, 10 miljard kilo- wat djam listrik. Saja jakin bahwa kawan² akan menjele- saikan Plan 7 tahun ini dengan se-baik²nja. Saja berani mengatakan ini karena saja sudah melihat semangat kerdja dan antusiasme kawan2, semangat Tjulima jang mendjiwai Rakjat Korea di RRDK. (tepuktangan). Berdasarkan semangat Tjulima ini djuga RRDK telah menghasilkan 5 djuta ton gandum, 250 djuta meter bahan pakaian jang berarti setiap tahun 25 meter per kapita, perumahan untuk
200.000 keluarga dan lain2. Seperti telah saja katakan tadi, semua hasil ini bukan hanja kemenangan bagi Rakjat Korea dibagian Utara, ia
创 djuga memberi inspirasi jang me-njala² pada Rakjat pekerdja Korea dibagian Selatan untuk terus berdjuang melawan kaum imperialis Amerika Serikat dan kakitangan- nja kaum militeris Korea Selatan. Ia djuga memberi teladan jang tak ternilai bagi Rakjat² di-negeri² jang belum bebas untuk membebaskan diri, teladan jang hebat bagi Rakjat² Asia dan Afrika. (tepuktangan). Kemadjuan2 jang ditjapai Rakjat Korea dalam pembangunan sosialis telah membenarkan garis jang tepat dari Partai Buruh Korea dibawah pimpinan Comite Cen- tralnja jang Marxis-Leninis. Kemadjuan² dan hasil2 kerdja jang ditjapai oleh RRDK dalam pembangunan Sosialisme, dalam peningkatan taraf hidup Rakjat adalah sangat membantu perkembangan GKI dan gerakan progresif seluruh dunia. (tepuktangan). Rakjat progresif dan kaum Komunis Indonesia meng- ikuti dengan gembira kemadjuan² jang kawan² tjapai. Tetapi kamipun marah seperti kawan² djuga terhadap kaum imperialis AS jang menindas dengan kedjam Rakjat Korea dibagian Selatan jang berdjuang setjara heroik. Kaum Komunis Indonesia dan Rakjat progresif mem- protes dengan keras kekedjaman² itu dan mengadakan rapat setiakawan terhadap perdjuangan Rakjat Korea dibagian Selatan. (tepuktangan). Perdjuangan Rakjat Korea dibagian Selatan melawan imperialisme AS mendapat simpati jang besar dari kaum Komunis dan Rakjat progresif Indonesia, dan ini membuktikan bahwa kaum Komunis Indonesia dan Rakjat progresif berada dalam satu
IV. UNTUK PERSATUAN KAUM MARXIS-
LENINIS SEDUNIA Sesuai dengan Marxisme-Leninisme, chususnja sesuai dengan Deklarasi Komunis 1957 dan Pernjataan Komunis 1960, PKI adalah Partai Marxis-Leninis jang mengibar- kan tinggi2 pandji kebebasan, sama deradjat, sama hak dan kewadjiban dalam hubungannja dengan Partai2 Komunis diseluruh dunia. Dalam hubungan dengan ini kami diberi petundjuk oleh peribahasa kuno Rakjat Indonesia, jaitu berat sama dipikul, ringan sama didjindjing". Berkat teguh dalam mempertahankan sikap bebasnja serta tepat tjara menghadapi persoalannja, PKI bukan hanja tidak dirugikan oleh perbedaan² pendapat jang serius dan hakiki dalam GKI, tetapi malahan setjara politik, ideologi dan organisasi PKI makin dibadjakan selama perbedaan² pendapat itu men-djadi². Walaupun demikian kami merasakan dan menjedari bahwa masalah mempertahankan persatuan didalam Partai adalah djauh lebih sulit di-negeri² kapitalis daripada negeri² sosialis, karena di-negeri² kapitalis mesin propaganda kaum burdjuis ber- operasi dengan leluasa menggunakan polemik² antara Partai2 Komunis guna memetjahbelah barisan kaum Komunis dan mendemoralisasi bagian² tertentu dari massa Rakjat pekerdja. Tetapi, sekali lagi, hal ini dapat dilawan asal Partai Marxis-Leninis dinegeri kapitalis konsekwen memegang sikap bebasnja dan tepat tjara menghadapi perbedaan2 pendapat tersebut. Djadi, merosotnja sesuatu Partai Komunis selama ada perbedaan² pendapat dalam
GKI, tidak boleh menumpahkan kesalahan pada adanja
perbedaan² pendapat dalam GKI. Apakah jang saja maksudkan dengan tepat tjara meng- hadapi perbedaan2 pendapat dalam GKI? Jang saja maksudkan jalah bahwa kaum Komunis Indonesia, terutama kader²nja, mempeladjari perbedaan² pendapat itu dengan
serius, sehingga adanja perbedaan² pendapat itu telah sangat mendorong kaum Komunis Indonesia untuk lebih
tekun mempeladjari Marxisme-Leninisme dan lebih banjak memeras otaknja sendiri agar dapat menarik kesim-
pulan² berdasarkan hasil pemikiran sendiri dengan tudju- an untuk memenangkan Revolusi Rakjat Indonesia, mem-
perkuat persatuan kaum Marxis-Leninis sedunia dan me-
menangkan Revolusi Sosialis Dunia. (tepuktangan).
Sikap bebas samasekali bukan sikap netral dan sama- 创
sekali bukan sikap bimbang. Tidak, sikap bebas adalah
satu²nja sikap jang tepat, sikap Marxis-Leninis, jang mutlak diperlukan untuk memelihara dan mengkonsoli- dasi kebulatan dalam Partai, untuk menimbulkan daja-
kreasi jang lebih besar dan untuk memberi sumbangan
positif kepada GKI. (tepuktangan). Sikap jang paling mudah, tetapi bukan jang paling se-
lamat, jalah sikap mengekor salahsatu Partai, sikap hanja pandai menerima komando dari salahsatu Partai. Sikap
ini mudah diambil, tidak usah banjak berfikir, karena Partai lain sudah memikirkan segala sesuatu baginja, baik mengenai program maupun garis politik. (tepuktangan).
Tetapi sikap ini, jang oleh kaum Komunis Indonesia di-
namakan sikap dogmatis modern, bukan sikap jang tepat. (tepuktangan). Ini sikap birokrat, sikap kerbau jang sudah diikat hidungnja sehingga mudah ditarik kesana dan ke- mari. Partai jang demikian, kalau masih boleh dinamakan Partai, tidak mungkin kreatif, tidak mungkin militan, tidak mungkin melahirkan pemimpin² klas buruh jang berwa- tak. Achirnja Partai demikian akan merosot dan mendjadi usang, barisannja akan mendjadi berantakan dan massa akan bangkit melawan pemimpin²nja jang bertanggung- djawab. Pemimpin² ini akan tidak mempunjai harga samasekali karena mereka melatjurkan diri kepada kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri. Sikap bebas tidak berarti berkepala-batu tidak mau menerima pendapat² Partai sekawan. Sikap bebas djustru bersedia menerima pendapat² Partai2 sekawan, tetapi ha-
nja sesudah difikirkan matang², sesudah pendapat² itu di- padu dengan segala kemampuan dajakreasi dan kebidjak- sanaan proletariat negeri jbs. Kaum Komunis Indonesia membuka hati dan otaknja untuk mendengarkan pendapat-pendapat Partai2 sekawan dan djika tjotjok dengan kebutuhan Revolusi Indonesia serta kebutuhan memper- kuat GKI, bersedia pula menerimanja. (tepuktangan). Ini- lah keterangannja mengapa pemimpin² PKI suka meng- adakan pertemuan² dan pembitjaraan² dengan pemimpin2 Partai sekawan, serta melihat sendiri apa jang sudah di- kerdjakan Partai² sekawan dinegerinja. Dengan demikian pandangan bisa lebih objektif dalam menilai pendirian Partai² sekawan. Djika kami kaum Komunis Indonesia tidak mengubah sikapnja terhadap kaum revisionis Jugoslavia bukanlah karena kami berkepalabatu, tetapi kami tidak melihat alasan untuk mengubah pendirian jang sudah ditetapkan dalam Pernjataan Komunis 1960, jaitu bahwa tugas wa- djib kita jalah terus menelandjangi kaum revisionis Jugoslavia guna melindungi gerakan Komunis serta gerakan buruh terhadap ide2 anti-Leninis dari kaum revisionis Jugoslavia. (tepuktangan). Kaum revisionis Jugoslavia makin lama makin brutal dan mendjadi lebih² tidak tahu malu dalam memakai djubah "non-aligned" untuk kepen- tingan kaum imperialis, dalam merusak kubu sosialis, dalam merusak solidaritet Asia-Afrika, dalam merusak gerakan serikatburuh dengan mentjoba me-nawar2kan konsepnja mengenai konferensi buruh "non-aligned", dalam menjokong imperialis mengenai projek Malaysia", dalam tjampurtangan mengenai urusan dalamnegeri Indonesia seperti misalnja menentang pembentukan kabinet NASAKOM jang oleh kaum progresif Indonesia sedang dengan sengit²nja dituntut pelaksanaannja, dsb. dsb. Oleh karena itu, kaum Komunis Indonesia tetap ber- pendapat, bahwa kaum revisionis modern harus terus di- kutuk. Berhenti mengutuk mereka berarti berhenti me- nempuh djalan revolusi, berarti mendorong perpetjahan dalam GKI, dalam gerakan progresif dan gerakan revo- lusioner Rakjat² sedunia, dalam gerakan untuk demokrasi, kemerdekaan nasional dan perdamaian dunia. Mengutuk atau tidak revisionisme modern adalah ukur- an jang paling mudah tentang murni atau tidaknja sesuatu Partai Marxis-Leninis, tentang setia atau tidaknja pada
Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, pada Deklarasi 1957 dan Pernjataan 1960. (tepuktangan riuh). GKI kita dewasa ini sedang berada dalam keadaan jang sangat penting dan menentukan, berhubung sekarang sedang berlangsung proses seleksi, jang akan menentukan mana orang2 Marxis-Leninis jang sedjati dan mana jang gadungan. Ini perlu disedari se-dalam²nja, mengingat bahwa sekarangpun sudah ada pemimpin² jang mengaku Marxis-Leninis tetapi bertingkah-laku sebagai kaum sosial- demokrat, jaitu bersatu dengan imperialis dan kaum re- aksioner dalamnegeri dalam melawan, me-ngedjar² dan memendjarakan kaum Marxis-Leninis jang sedjati. Keadaan jang katjau dalam Partai Komunis dan dalam GKI ini tidak boleh dibiarkan, karena membiarkan ini berarti me- e nempatkan proletariat dan Rakjat pekerdja dalam keadaan tidak menentu, dalam keadaan tanpa pimpinan jang dapat dipertjaja. Untuk sementara nampaknja keadaan ini meng- kuatirkan karena terasa adanja ketegangan² dan ketidak- pastian sebagaimana halnja pada tiap proses seleksi. Tetapi, achirnja proses seleksi ini akan diikuti oleh masa kristalisasi dan konsolidasi dimana GKI kita dan Partai Marxis-Leninis ditiap negeri akan berbaris dengan langkah² jang lebih tegap lagi. Demikianlah dengan singkat apa jang ingin saja sam- paikan dalam rapat umum persahabatan jang bersemangat ini. Saja mengutjapkan banjak terimakasih atas perhatian kawan2 dan para sahabat. (tepuktangan riuh). Maksud saja dengan uraian jang saja beri djudul Untuk Persahabatan Abadi Antara Rakjat Indonesia Dan Korea!" ini tidak lain jalah memperkenalkan setjara singkat masjarakat Indonesia, Revolusi Indonesia dan Partai Komunis Indonesia, serta memperkenalkan pendirian PKI mengenai berbagai persoalan dalam dan luarnegeri jang dihadapinja. Saja berpendapat bahwa persahabatan antara bangsa² dan Rakjat2 hanja dapat ditjiptakan dan diperkuat djika masing2 berusaha untuk saling mengenal, chususnja saling mengenal masjarakat masing2, revolusi masing2 dan Partai Marxis-Leninis masing2. Dengan mengenal semuanja ini berarti mengenal inti daripada persoalan persahabatan antara bangsa² dan Rakjat. (tepuktangan riuh).
Saja mengharap dan jakin, bahwa persahabatan akrab jang sudah ada antara kedua Rakjat dan kedua Partai Marxis-Leninis kita makin lama akan makin bertambah kuat. Makin kuat tali persahabatan ini makin keras pu- kulan² jang dapat kita berikan kepada kaum imperialis Amerika Serikat dan kontjo2nja. (tepuktangan). Sebagai penutup uraian singkat ini dari lubukhati saja berseru : Persahabatan abadi antara Rakjat Indonesia dan Rakjat Korea, Hidup! (tepuktangan sangat riuh). Persahabatan Marxis-Leninis antara PKI dan PBK, Hidup! (tepuktangan sangat riuh). Persatuan kaum Marxis-Leninis sedunia, Hidup! (tepuktangan sangat riuh). Menang dan djajalah Marxisme-Leninisme diseluruh dunia! (tepuktangan sangat riuh). Kaum buruh semua negeri dan nasion² tertindas, ber- satulah! (tepuktangan sangat riuh). Pyongyang, 11 September 1963
Lampiran
Pidato Sambutan Kawan Kang Seng Pidato Sambutan Kawan Peng Tjen Pidato Sambutan Kawan Tjen Ju Pidato Sambutan Kawan Huh Suk Sun
Pidato Sambutan Kawan Kang Seng Hari ini Kawan Aidit telah memenuhi undangan kami, datang ke Sekolah Partai Tinggi CC Partai Komunis Tiongkok untuk memberi tjeramah kepada kader2 tinggi Partai kami. Kami semua merasa gembira sekali. Per- tama² perkenankanlah kami mengutjapkan selamat datang jang hangat kepada Kawan Aidit dan kawan² Delegasi Partai Komunis Indonesia. Kawan Aidit adalah Ketua Partai Komunis Indonesia, pemimpin Partai Komunis Indonesia jang ditjintai dan dihormati oleh Partainja, aktivis revolusioner jang dihormati Rakjat Indonesia, pedjuang jang ulung dalam gerak- 位 an Komunis internasional, kawan dan sahabat jang paling akrab bagi Partai Komunis Tiongkok dan Rakjat Tiongkok. Segenap peladjar Sekolah Partai Tinggi dan kader2 kami sudah kenal sekali dengan Kawan Aidit. Kami semua sudah membatja tulisan², laporan² dan karja² Kawan Aidit, dan semua mengetahui sumbangan² besar dari Partai Komunis Indonesia jang diketuai oleh Kawan Aidit dalam perdjuangan membela Marxisme-Leninisme, melawan revisionisme modern. Sebagaimana kita ketahui, sedjak tahun 1951 Partai Komunis Indonesia menegakkan suatu pimpinan Comite Central jang dikepalai-eleh Kawan Aidit untuk seluruh Partai. Sedjak itulah Partai Komunis Indonesia selalu berada dibawah pimpinan jang tepat dari Comite Central jang dikepalai oleh Kawan Aidit, menentukan dan men- djalankan garis dan politik jang Marxis-Leninis, sehingga perkembangan usaha revolusioner Partai Komunis Indonesia dan Rakjat Indonesia mendapat djaminan jang paling penting. Sedjak saat itu, Partai Komunis Indonesia memimpin Rakjat Indonesia, mempersatukan semua kekuatan patriotik dan demokratis di Indonesia, dan men- tjapai kemenangan² besar dalam perdjuangan untuk de- mokrasi Rakjat, melawan kekuatan² reaksioner dalam- negeri, maupun dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh, melawan imperialisme AS dan imperialisme Belanda. Partai Komunis Tiongkok dan Rakjat Tiongkok memandang setiap kemenangan dan setiap hasil Partai Komunis Indonesia sebagai kemenangannja
sendiri, sebagai hasilnja sendiri, dan merasa gembira serta mendapat inspirasi karena itu. Partai Komunis Indonesia termasuk salahsatu Partai Marxis-Leninis jang besar dan teguh dalam barisan Komunis internasional. Dengan pimpinan CC Partai jang dikepalai oleh Kawan Aidit, Partai Komunis Indonesia pandai memadukan kebenaran universil Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia, pandai menjim- pulkan pengalaman revolusi Indonesia, dan menjusun teori jang sistimatis dan politik2 sebagai tuntunan bagi revolusi Indonesia, sehingga memperkaja dan mengem- bangkan Marxisme-Leninisme. Djustru karena itu, usaha² revolusioner Partai Komunis Indonesia dan Rakjat Indonesia mengalami kemadjuan jang dinamis. Kini Partai 创 Komunis Indonesia dengan keanggotaannja jang ber- djumlah djutaan itu telah mendjadi Partai besar nomor satu diantara Partai² Komunis berbagai negeri diluar kubu Sosialis. Sesudah Kongres Ke-XX PKUS, ada suatu pengalaman dan peladjaran jang penting dalam gerakan Komunis internasional. Jaitu, bila sesuatu Partai Komunis berpegang teguh pada garis revolusioner Marxis-Leninis, dengan tegas menolak dan melawan garis revisionis, ia akan subur penuh semangat ber-kobar2, dan pasti dapat mem- bawa madju usaha² revolusioner, pasti memperoleh du- kungan dari massa Rakjat. Sebaliknja, bila sesuatu Partai menjimpang dari Marxisme-Leninisme, mengambil garis revisionis jang tidak revolusioner dan menentang revolusi, ia pasti akan terpisah dari massa Rakjat jang luas, sehingga politis ia terpentjil dan lemah tidak berdaja, atau merosot mendjadi partai revisionis, mendjadi partai Sosial-Demokratis jang baru. Dalam surat ,Usul Mengenai Garis Umum Gerakan Komunis Internasional", Partai kami pernah berkata, bahwa diantara pengalamana gerakan Komunis internasional selama tahun2 terachir ini, banjak jang seharusnja mendapat pudjian, tapi banjak pula jang menjedihkan. Adapun Partai2 sekawan di-negeri2 kapitalis : Ada Partai jang memang sangat kuat sebelum maupun sesudah Pe- rang Dunia II, tetapi karena selama tahun² achir ini pimpinan Partai itu mendjalankan garis revisionis, terlepas dari tuntutan revolusioner massa Rakjat, maka ia semakin kehilangan kepertjajaan massa.
Ada Partai jang pimpinannja mengambil garis jang menolak revolusi dan menentang orang lain berrevolusi, 'maka kaum Marxis-Leninis diluar maupun dalam Partai tak bisa lain ketjuali berkumpul diluar Partai, mengganti- kan kedudukan mereka dalam revolusi dan memimpin Rakjat berrevolusi. Ada Partai jang pimpinannja ketika Rakjat bangkit, mengangkat sendjata berrevolusi, samasekali memisahkan diri dari perdjuangan bersendjata, sehingga samasekali kehilangan kedudukan politik didalamnegeri, dan hege- moni revolusi djatuh ketangan burdjuasi nasional. Ada Partai jang pimpinannja mendjalankan politik oportunis, selalu menaruh ilusi pada kerdjasama dengan burdjuasi untuk mentjiptakan suatu teladan tentang apa jang disebut peralihan setjara damai", akibatnja ketika burdjuasi reaksioner mengchianati revolusi dan menindas Rakjat, kaum Komunis dan massa revolusioner menderita korban berat jang tidak semestinja. Ada Partai jang grup pimpinannja menempuh djalan oportunis, akibatnja Partai itu merosot mendjadi embel² burdjuasi reaksioner.. Kesemuanja itu adalah menjedihkan, dan djuga mem- beri peladjaran jang minta direnungkan sungguh2. Tetapi jang patut kita gembirakan dan jang kita rasa beruntung jalah bahwa lebih banjak pula pengalaman² jang sukses dalam gerakan Komunis internasional. Jaitu pengalaman Partai Komunis Indonesia, pengalaman Partai Komunis Djepang dan Partai² sekawan lainnja jang Marxis-Leninis. Pengalaman² jang sukses itu patut kita pudji. Partai Komunis Indonesia berpegang teguh pada garis Marxis-Leninis jang tepat, karena itu usaha² revolusioner dibawah pimpinan Partai mentjapai kemadjuan jang pesat, kewibawaan dan pengaruh Partai didalam maupun luarnegeri semakin naik. Dikalangan kaum Komunis dan Rakjat revolusioner didunia kapitalis, terutama di-negeri² Asia, Afrika dan Amerika Latin, Partai Komunis Indonesia mempunjai daja-penarik jang semakin besar. Hasil² besar dan pengalaman kaja jang ditjapai oleh Partai Komunis Indonesia dengan berpegang teguh pada garis revolusioner Marxis-Leninis, mengandung arti internasional jang penting dalam gerakan Komunis internasional. Seperti djuga Partai kami, Partai Komunis Indonesia jang berpegang teguh pada Marxisme-Leninisme menga-
lami fitnahan² dan serangan² dari kaum revisionis. Untuk kaum Marxis-Leninis, serangan2 dan fitnahan² kaum revisionis terhadap kita itu bukanlah sesuatu jang memalu- kan bagi kita, melainkan suatu kehormatan bagi kita, dan bukan menundjukkan kesalahan djalan kita, melainkan djustru membuktikan kebenaran djalan kita. Dalam perdjuangan bersama melawan imperialisme, melawan kaum reaksioner berbagai negeri dan revisionisme, Partai Komunis Indonesia dan Partai Komunis Tiongkok selalu saling menjokong dan saling membantu. Kami menjatakan terimakasih dari lubuk hati kami atas sokong- an dan bantuan Partai Komunis Indonesia kepada kami dalam perdjuangan bersama. Antara Partai Komunis Indonesia dan Partai Komunis Tiongkok terdapat persa- 西 habatan dan persatuan jang dalam dan takterpatahkan. Persahabatan dan persatuan jang besar ini digalang atas dasar Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, digalang atas dasar membela Marxisme-Leninisme serta melawan revisionisme dan dogmatisme, digalang atas dasar kebebasan, persamaan, mentjapai kebulatan melalui musjawarah dan saling-bantu sebagaimana tertjantum dalam Deklarasi dan Pernjataan, digalang atas dasar perdjuangan bersama untuk perdamaian dunia, pembebasan nasional, demokrasi Rakjat dan Sosialisme, melawan imperialisme jang dikepalai oleh AS, dan digalang atas dasar usaha bersama untuk mentjapai kemenangan revolusi dunia proletar. Ini berarti bahwa kita adalah saudara se- klas jang senasib senafas. Imperialisme, kaum reaksioner dan kaum revisionis mentjoba merusak persaudaraan ke- dua Partai kita, tapi semua itu sia² belaka. Kawan², pengalaman Partai Komunis Indonesia jang kaja dan generalisasi pengalaman itu setjara teoritis, jaitu karja² Kawan Aidit, sungguh pentinglah artinja sebagai peladjaran kita. Kita harus dengan rendah-hati beladjar dari pengalaman Partai Komunis Indonesia, beladjar dari karja² Kawan Aidit. Hari ini Kawan Aidit sendiri datang memberi tjeramah kepada kita, dengan demikian kita djustru mendapat suatu kesempatan jang terbaik untuk beladjar. Kawan2, mari kita sambut tjeramah Kawan Aidit untuk kita ini dengan tepuktangan jang hangat ! Peking, 2 September 1963
Pidato Sambutan Kawan Peng Tjen Hari ini kita mengadakan rapat besar jang meriah di- sini sebagai sambutan jang hangat kepada Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia Kawan D.N. Aidit dan kawan² dari Delegasi Partai Komunis Indonesia jang di- pimpinnja. Dan dengan kesempatan ini kami mengundang Kawan Aidit membuat laporan untuk kita. Nama Kawan Aidit sudah dikenal sekali dan terasa akrab sekali bagi kita semua. Ia adalah pemimpin Partai Komunis Indonesia jang mempunjai prestise tinggi dalam gerakan Komunis internasional, pedjuang jang ulet dalam perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme, ahli teori Marxis-Leninis dan aktivis sosial jang ulung, sahabat dan kawan seperdjuangan jang akrab bagi Rakjat Tiongkok. Kaum Komunis Tiongkok dan Rakjat Tiongkok selalu menaruh rasa hormat dan rasa kagum jang se-tinggi²nja kepada Partai Komunis Indonesia. Sedjak lahirnja pada tahun 1920, Partai Komunis Indonesia menempuh suatu djalan perdjuangan jang djaja. Selama 43 tahun ini kaum Komunis Indonesia selalu ber- diri dibarisan terdepan dalam perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia melawan imperialisme dan kaum reaksioner dalam dan luarnegeri. Teristimewa selama belasan tahun achir2 ini, -seiring dengan kemenangan² usaha Rakjat Indonesia jang susul-menjúsul dalam memperdjuang- kan dan membela kemerdekaan nasional dan demokrasi, Partai Komunis Indonesia telah tumbuh dan mendjadi besar dengan pesatnja. Partai Komunis Indonesia adalah suatu barisan pelopor proletariat jang perkasa, penuh daja-kreasi dan militan, satu Partai besar nasional jang berhubungan rapat dengan massa Rakjat Indonesia jang luas, satu barisan pembidas Marxis-Leninis jang teguh dalam gerakan Komunis internasional. Kini Partai Komunis Indonesia telah mendjadi Partai Komunis jang paling besar diluar negeri² kubu sosialis, dan djuga termasuk salahsatu Partai Komunis jang terbesar diseluruh dunia. Hasil2 jang gemilang itu ditjapai oleh Partai Komunis Indonesia berkat penempuhan garis dan politik Marxis-Leninis jang tepat. Sedjak tahun 1951, didalam Partai
Komunis Indonesia terbentuk satu inti pimpinan CC Partai jang Marxis-Leninis dengan dikepalai oleh Kawan Aidit. Garis dan politik jang tepat dari CC Partai Komunis Indonesia jang dikepalai oleh Kawan Aidit membawa perdjuangan revolusioner Partai Komunis Indonesia dan Rakjat Indonesia dari kemenangan jang satu menudju kemenangan jang lain. Partai Komunis Indonesia konsekwen mengibarkan tinggi² pandji anti-imperialis jang terang-benderang. Partai Komunis Indonesia dan Rakjat Indonesia telah menundjukkan semangat berdjuang jang djaja dan gagah-perwira dalam perdjuangan melawan kolonialisme Belanda untuk membebaskan Irian Barat, sehingga mendapat pengharga- an dari Rakjat revolusioner sedunia. Sesudah kekuatan 西 neo-kolonialis imperialisme AS merembes ke Indonesia, Partai Komunis Indonesia dengan tegas mensinjalir tepat pada waktunja, bahwa imperialisme AS adalah musuh nomor satu jang paling berbahaja bagi Rakjat Indonesia. Dalam perdjuangan revolusioner jang lama melawan imperialisme, Partai Komunis Indonesia ber-sama² dengan Rakjat Indonesia telah menghimpun pengalaman jang sa- ngat kaja. Kaum Komunis Indonesia telah mengalami sukses2 dan djuga mengalami kekandasan2. Sukses dan kekandasan² itu mendjadi harta mereka jang tak ternilai. Didalam kantjah perdjuangan itulah mereka digembleng mendjadi lebih teguh. Berani, Berani, Sekali Lagi Berani!" mendjadi sem- bojan jang lantang dari kaum Komunis Indonesia. Disamping keteguhan dalam perdjuangan, mereka menundjukkan pula keluwesan dalam taktik. Disamping tudjuannja jang djauh, mereka mengamalkan pekerdjaan2 kongkrit jang sungguh² mendalam dan njata. Ini menundjukkan X kepahlawanan dan ketjerdikan Rakjat Indonesia, dan me- rupakan djaminan bagi pasti tertjapainja kemenangan ter- achir untuk perdjuangan jang konsekwen melawan imperialisme jang dikepalai oleh AS dan kakitangan²nja. Partai Komunis Indonesia mengibarkan tinggi pandji revolusioner jang terang-benderang. CC Partai Komunis Indonesia jang diketuai oleh Kawan Aidit setjara gemi- lang memadukan kebenaran universil Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia jang kongkrit, mengemukakan program jang lengkap untuk penjelesaian revolusi nasional dan revolusi demokratis sampai keakar-
akarnja di Indonesia tingkat sekarang ini. Dengan bertolak dari kenjataan di Indonesia, dan dengan menjimpulkan pengalaman perdjuangan massa dinegerinja, Partai Komunis Indonesia setjara kreatif melaksanakan dan mengem- bangkan Marxisme-Leninisme sesuai dengan sjarat² dinegerinja. Djustru karena mereka setjara bebas merumus- kan dan melaksanakan garis dan politik revolusioner jang sesuai dengan keadaan dinegerinja, maka Partai mereka demikian ditjintai oleh massa Rakjat jang luas, demikian ber-kobar² semangatnja, dan demikian ber-limpah² ke- kuatannja. Partai Komunis Indonesia mengibarkan tinggi pandji internasienalisme proletar jang terang-benderang. Partai Komunis Indonesia konsekwen mempertahankan prinsip² fundamentil Marxisme-Leninisme, konsekwen mempertahankan prinsip2 revolusioner Deklarasi 1957 dan Per- njataan 1960, dan atas dasar itu membela persatuan gerakan Komunis internasional, menentang perpetjahana. Mereka mempunjai pendirian prinsipil jang tegas, sekali- kali tidak akan tjondong kemana angin jang deras. Mereka setia kepada persetudjuan bersama dari Partai se- kawan semua negeri, berdjuang tak kenal damai melawan revisionisme modern, bahaja utama bagi gerakan Komunis internasional dewasa ini, dan melawan dogmatisme. Mereka tak henti²nja membongkar aktivitet2 djahat klik pengchianat Tite-jang mengabdikan diri sebagai detasemen istimewa imperialisme AS. Partai Komunis Indonesia telah menundjukkan kesetiaan jang tidak berhingga dan mem- beri sumbangan jang luarbiasa kepada usaha revolusioner proletar internasional. Tjontoh jang diberikan oleh Partai Komunis Indonesia itu menjatakan, bahwa hanja bila konsekwen pada Marxisme-Leninisme, konsekwen melawan imperialisme, konsekwen berrevolusi, konsekwen pada internasionalisme proletar, konsekwen menolak dan melawan revisionisme modern, konsekwen menolak dan melawan dogmatisme modern jang hanja tahu ber-ia² sadja kepada tongkat ko- mando dari luarnegeri, dan hanja bila segala sesuatu didasarkan pada keadaan kongkrit dinegerinja, didasarkan pada kebutuhan dan tuntutan massa Rakjat dinegerinja, barulah Partai itu dapat membimbing perdjuangan revolusioner Rakjat mentjapai kemenangan terus-menerus, ba-
rulah ia dapat mengembangkan serta membesarkan terus- menerus barisan Partai dan kekuatan. Partai. Sebaliknja, djika mendjalankan revisionisme, berputar- putar terus menurut tongkat komando dari luarnegeri, tidak mau melawan imperialisme, menolak revolusi, me- lemparkan internasionalisme proletar, akibatnja bukan sadja usaha revolusioner Rakjat itu akan menderita keru- gian, bahkan barisan Partai dan kekuatan Partai akan bertjerai-berai. Baik sekali apa jang dikatakan oleh Kawan Aidit, bahwa Suatu Partai Komunis jang kena pe- njakit revisionisme tidak mungkin mendjadi kuat, malahan makin lama makin mendjadi lemah, makin kehilangan se- mangat berdjuang dan perpetjahan didalamnja men-djadi². Ini tidak bisa lain, karena revisionisme tidak memobilisasi kaum Komunis dan massa Rakjat melawan musuh²nja, 西 tetapi mengutamakan berkompromi dengan musuh² Rakjat." Bumi selalu berputar, dan sedjarah umatmanusia selalu berkembang madju kedepan. Mustahil semut dapat menggojahkan pohon, demikian pula halnja mustahil se- gelintir imperialis dengan kaum reaksioner dapat memu- tarkan arah perkembangan sedjarah dunia. Bagaimanapun djuga, Rakjat dunia akan menempuh djalannja sendiri, mereka tetap hendak menentang imperialisme, tetap hendak berrevolusi. Rakjatlah golongan jang terbanjak, dan mereka jang anti-Rakjat hanjalah golongan ketjil. Umat jang menghendaki revolusi adalah golongan terbanjak, dan mereka jang menentang revolusi hanjalah golongan ketjil. Ini adalah sesuatu kebenaran jang mustahil dapat didjatuhkan. Kaum revisionis modern semakin seragam dengan imperialisme dan kaum reaksioner, semakin me- remehkan, membentji dan menentang usaha revolusioner Rakjat diberbagai negeri, maka tak boleh tidak, mereka akan semakin terpentjil pula. Kundjungan kali ini oleh Delegasi Partai Komunis Indonesia jang dipimpin oleh Kawan Aidit ke Tiongkok akan lebih memperkuat persatuan persaudaraan antara Partai Komunis Tiongkok dengan Partai Komunis Indonesia, akan lebih mempertebal persahabatan militan antara Rakjat kedua negeri. Persatuan persaudaraan antara Partai Komunis Tiongkok dengan Partai Komunis Indonesia didasarkan pada Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, dikristalisasikan dalam api perdjuangan
bersama, dan sudah lama terudji. Rakjat Tiongkok dan Rakjat Indonesia selalu saling menjokong dan bekerdja- sama dalam usaha bersama melawan imperialisme dan kolonialisme, membela perdamaian dunia dan memadju- kan persatuan Asia-Afrika. Partai Komunis Tiongkok dan Rakjat Tiongkok merasa gembira sekali dengan setiap ke- madjuan jang ditjapai oleh Rakjat Indonesia dan Partai Komunis Indonesia dalam perdjuangannja untuk kemer- dekaan nasional jang penuh dan untuk demokrasi. Dalam perdjuangan selandjutnja, Rakjat Tiongkok akan selama- lamanja berdampingan dengan Rakjat Indonesia. Bersatulah kaum buruh semua negeri, bersatulah kaum buruh semua negeri dengan Rakjat tertindas dan bangsa tertindas, untuk melawan musuh kita bersama! Hidup Marxisme-Leninisme ! Peking, 4 September 1963
Pidato Sambutan Kawan Tjen Ju
Atasnama Partai dan Rakjat Kwantung saja menjambut sehangat-hangatnja atas kedatangan Kawan Áidit dan para anggota delegasinja kekota Kwantung! Partai Komunis Indonesia adalah satu Partai Marxis-Leninis jang besar dan kuat. Kami dan semua kaum Komunis Tiongkok senantiasa menghargai dan menghormat setinggi-tingginja kepada PKI. Kawan Aidit adalah pe-
mimpin PKI dan pedjuang GKI jang ulung, Kawan se-
perdjuangan jang paling akrab dari Partai Komunis Tiongkok dan Rakjat Tiongkok. Kita selalu merasa bang- ga jang tak terhingga mempunjai Kawan seperdjuangan ini demikian. PKI dilahirkan dalam bulan Mei 1920. Selama 43 ta- 盛
hun ini, ia selalu setjara teguh berdiri dibarisan terdepan
dalam perdjuangan revolusioner anti-imperialisme dan mengganjang reaksi didalam dan diluarnegeri. Dalam per- djuangannja jang gagah perwira dan terus-menerus melawan imperialisme dan semua reaksi itu, ia telah mengum- pulkan pengalaman jang kaja dan berharga. Sedjak tahun 1951, telah dibentuk CC baru jang diketuai oleh Kawan Aidit. Berkat pimpinan jang tepat dari CC jang diketuai
oleh Kawan Aidit itu, PKI telah menetapkan dan melak-
sanakan garis Marxis-Leninis jang tepat. PKI dan usaha² revolusioner Rakjat Indonesia telah memperoleh kema- djuan jang besar. Kini PKI telah mempunjai beberapa djuta anggota dan tjalonanggota, telah mendjadi Partai Komunis jang terbesar diluar kubu sosialis, djuga me-
rupakan salahsatu Partai Komunis jang terbesar didunia
ini. Kewibawaan dan pengaruhnja terhadap Indonesia dan GKI kian hari kian membesar, terutama dikalangan Rakjat dan Partai² Komunis di Asia, Afrika dan Amerika Latin kian hari kian besar daja tariknja. Suksesa jang diperoleh PKI dan pengalamannja jang kaja raja itu, dalam GKI, mempunjai arti internasional jang penting. PKI adalah suatu Partai jang memegang teguh prinsip, ia setjara tegas dan teguh mendukung serta membela De- klarasi Moskow 1957 dan Pernjataan Moskow 1960, ia tidak akan mendjual-belikan prinsip, tidak akan men- dajung kesana-kesini menurut tiupan angin. PKI men-
djundjung tinggi 3 pandji jang terang-benderang : ia men-
djundjung tinggi² pandji anti-imperialisme, setjara tegas
1 berdjuang melawan imperialisme jang dikepalai AS dan kakitangan²nja, ia mendjundjung tinggi2 pandji revolusi, setjara teguh melaksanakan garis dan poítik revolusioner jang sesuai dengan keadaan negerinja; ia mendjundjung tinggi² pandji internasionalisme proletar, setjara tegas menentang revisionisme modern dan dogmatisme modern jang mentaati sadja tongkat komando dari luarnegeri. PKI
setjara tegas mengkritik revisionisme modern Jugoslavia,
terus-menerus menelandjangi kegiatan² djahat klik peng-
chianat Tito jang mendjadi barisan istimewa imperialis AS. Djustru karena inilah, maka PKI tidak sadja dengan sukses memimpin perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia dari kemenangan kekemenangan, mendapatkan du- kungan jang hangat dari Rakjat dinegerinja, djuga terhadap usaha revolusioner proletariat internasional telah memberikan sumbangannja jang besar. PKI dalam memimpin Rakjat Indonesia melakukan perdjuangan revolusioner jang lama itu telah mengumpul- kan pengalaman sangat kaja sekali, setjara gemilang me- madukan kebenaran umum (universil) Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, dan dengan demikian telah memperkaja dan mengembangkan Marxisme-Leninisme. Dan ini tidak dapat dipisahkan dengan nama Kawan Aidit. Kawan Aidit adalah pedjuang Komunis jang ulung, teoritikus Marxis-Leninis jang ge-
milang. Usaha² teorinja jang meng-Indonesiakan" Marx-
isme-Leninisme, telah memperkaja pusaka Marxisme-Leninisme. Dalam membela kemurnian Marxisme-Leninisme, dalam berdjuang melawan revisionisme modern ia telah memberikan andilnja jang sangat besar. Diantara kita sudah banjak jang membatja Pilihan Tulisan Aidit
I dan II, dan karja² serta pidato2 Kawan Aidit lainnja,
semua karja itu mendapat sambutan jang meriah dari para kader dan anggota Partai kita serta pembatja² Tiong-
kok jang luas. Dari karja2 itu kita telah beladjar Marx-
isme-Leninisme jang hidup, telah mendapat peladjaran² jang sangat berguna sekali. Hari ini kitā dapat setjara langsung mendengarkan laporan Kawan Aidit sendiri jang chusus diperuntukkan bagi kita, jang sudah tentu mem- bikin kita lebih² merasa bahagia dan gembira.
Sekarang saja persilahkan Kawan Aidit tampil ke-
mimbar. Kanton, 25 September 1963
Pidato Sambutan Kawan Huh Suk Sun Adalah suatu kegembiraan jang besar bagi kami hari ini mendapat kesempatan untuk menjambut di Pyongyang, ibukota demokratis negeri kami, Kawan Aidit, pemimpin terbadja Partai Komunis Indonesia dan tokoh terkemuka Gerakan Komunis Internasional, beserta delegasi Partai Komunis Indonesia jang dipimpinnja. Dengan kepertjajaan Comite Central Partai Buruh Korea dan atasnama Comite Kota Partai Buruh Korea Pyongyang serta seluruh anggota Partai dan Rakjat pe- e kerdja Pyongyang, saja menjambut hangat kedatangan delegasi Partai Komunis Indonesia jang dipimpin oleh Kawan Aidit dan lewat kawan menjampaikan salam se- hangat-hangatnja kepada Partai Komunis Indonesia jang djaja dan Rakjat Indonesia. Rakjat Indonesia adalah Rakjat jang bidjaksana dan berani dengan sedjarahnja jang berabad-abad serta tra- disi revolusionernja jang gemilang. Rakjat Indonesia telah melakukan perdjuangan gigih dalam waktu jang lama melawan kaum kolonialis jang achirnja mengakibatkan tergulingnja kekuasaan kolonial imperialis Belanda dan terbentuknja Republik Indonesia jang merdeka. Kaum imperialis telah menggunakan segala matjam tipudaja jang djahat untuk memerosotkan kem- bali Rakjat Indonesia jang merdeka mendjadi budak² kolonial. Tetapi Rakjat Indonesia telah menggagalkan rentjana2 agresif kaum imperialis dan mempertahankan kemerdekaan tanahairnja lewat perdjuangannja jang heroik. Dalam tahun² belakangan ini, Rakjat Indonesia telah mentjapai sukses dalam perdjuangannja untuk mengem- balikan Irian Barat dan dengan demikian merebut kemenangan besar baru dalam perdjuangan untuk kemerdekaan penuh tanahairnja. Dewasa ini Rakjat Indonesia terus berdjuang dengan tegar melawan kekuatan² agresif imperialisme jang di- kepalai oleh AS dan kekuatan² reaksioner dalamnegeri untuk mengkonsolidasi kemerdekaan nasional serta mem-
pertjepat kemadjuan sosial, dan telah merebut kemenangan-kemenangan besar dalam perdjuangannja. Dibarisan depan perdjuangan Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan dan kemadjuan berdirilah Partai Komunis Indonesia jang telah terbadjakan dan tertempa dalam api perdjuangan jang pandjang dan sengit. Empat puluh sekian tahun sedjarah Partai Komunis Indonesia bersinaran dengan perdjuangan² jang djaja dari putera dan puteri Rakjat Indonesia jang terbaik melawan kaum agresor asing dan kaum reaksioner dalamnegeri. Kaum Komunis Indonesia telah berdjuang dengan ga- gah perwira, dengan menanggulangi segala kesulitan dan rintangan baik dengan mengangkat sendjata maupun dengan sembunji² melawan kaum kolonialis Belanda, melawan tentara pendudukan imperialis Djepang dan kaum intervensionis bersendjata imperialis Inggeris, melawan manuvre² agresif jang tak kundjung henti dari imperialisme AS dan melawan kaum reaksioner dalamnegeri jang ber- sekongkol dengan kekuatan agresif imperialisme asing. Kaum Komunis Indohesia berdjuang dengan gigih untuk revolusi tanpa menghentikannja dalam keadaan jang be- tapapun rumit dan beratnja, terusmenerus memperluas dan memperkuat barisan dalam perdjuangannja, menarik massa luas kefihak revolusi dan membuka djalan keke- menangan revolusi melawan perdjuangan jang pantang mundur. Politik jang tepat dan usaha² jang tegar dari Partai Komunis Indonesia untuk memperkuat Partai dan front persatuan dan untuk kemadjuan jang terusmenerus dari gerakan revolusioner, telah mentjapai hasil2 jang luar- biasa. Dewasa ini Partai Komunis Indonesia telah mendjadi Partai Marxis-Leninis jang perkasa jang dengan teguh telah mempersatukan lebih dari 2,5 djuta anggotanja dengan satu ideologi dan kehendak serta telah mengikat tali kekeluargaan dengan puluhan djuta massa pekerdja Indonesia. Barisan Partai Komunis Indonesia sedang tumbuh dengan tjepat dan dikonsolidasi lebih landjut setjara orga- nisasi dan ideologi. Partai Komunis Indonesia sedang mengungguli kekuatan-kekuatan reaksioner dan mendjamin kemenangan kekuatan-kekuatan revolusioner dengan menghimpun dise-
kitarnja massa Rakjat jang luas dan menggalang front persatuan dengan segenap kekuatan progresif dalamnegeri. Semua kenjataan ini menundjukkan kekuatan jang tak bisa dihantjurkan dari Partai Komunis Indonesia dan martabatnja jang tak bisa digojahkan dikalangan massa, dan membuktikan tepatnja garis politik dan organisasinja. Dengan teguh berpegang pada prinsip² revolusioner Marxisme-Leninisme, Partai Komunis Indonesia jang di- ketuai oleh Kawan Aidit mentrapkan prinsip² ini dengan kreatif pada sjarat² kongkrit di Indonesia dan memimpin perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia dengan pandai. Partai Komunis Indonesia bukan hanja pelopor jang terbadjakan dari klas buruh Indonesia tetapi adalah djuga Partai Marxis-Leninis jang terbesar dinegeri-negeri kapi- talis, dan ia setia tanpa batas pada tjita² revolusioner klas 巴 buruh internasional. Partai Komunis Indonesia, dengan bertolak dari pendirian jang bebas dan berdaulat, gigih melawan revisionisme modern serta oportunisme dalam segala tjoraknja, dan berpegang teguh pada prinsip² Marxisme-Leninisme serta internasionalisme proletar, pada prinsip2 revolusioner dari Deklarasi dan Pernjataan Mos- kow. Perdjuangan jang berprinsip dan usaha² jang sungguh² dari Partai Komunis Indonesia untuk menjelamatkan persatuan kubu sosialis serta setiakawan gerakan Komunis internasional memberikan sumbangan jang berharga pada urusan bersama kita. Berkat amal jang dipersembahkannja kepada tanahair dan Rakjat serta perdjuangannja jang tak kenal kompromi melawan imperialisme, Partai Komunis Indonesia telah memperoleh kewibawaan serta kepertjajaan jang takter- gojahkan dikalangan massa Rakjat Indonesia dan memperoleh penghormatan serta ketjintaan jang mendalam dari klas buruh dan Rakjat² progresif diseluruh dunia se- bagai detasemen revolusioner jang terpertjaja dari gerakan Komunis internasional. Perdjuangan jang adil jang kini sedang dilakukan oleh Rakjat Indonesia dibawah pimpinan Partai Komunis Indonesia merupakan matarantai jang penting dalam perdjuangan bersama dari Rakjat sedunia untuk perdamaian, demokrasi, kemerdekaan nasional dan Sosialisme. Ia memberikan dorongan jang istimewa besarnja pada Rakjat²
tertindas dan bangsa² jang baru merdeka di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Kami memberikan sokongan jang positif pada perdjuangan Partai Komunis dan Rakjat Indonesia melawan imperialisme untuk pengkonsolidasian kemerdekaan nasional dan dipertjepatnja kemadjuan sosial. Kami djuga menjokong perdjuangan Rakjat Indonesia melawan kom- plotan untuk mendirikan Federasi Malaysia" oleh imperialisme Inggeris beserta agen²nja. Kami dengan tulus ichlas merasa gembira atas semua hasil jang telah ditjapai oleh kaum Komunis dan Rakjat Indonesia dan dengan sepenuh hati mengharapkan kemenangan² jang lebih besar kepada mereka dalam perdjuangannja. Partai Buruh Korea dan Partai Komunis Indonesia ko- koh bersatu atas dasar prinsip² Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, dan berdiri tidak bimbang² dalam front bersama melawan imperialisme. Rakjat Korea dan Indonesia sudah sedjak lama saling memberikan sokongan dan dorongan satu sama lainnja dalam perdjuangan melawan imperialisme dan kolonial- isme. Dalam perdjuangan bersama melawan politik agre- sif dari kaum imperialis jang dikepalai oleh Amerika Se- rikat, kedua Rakjat kita semakin erat bergandengan tangan. Partai kami bangga mempunjai kawan seperdjuangan jang tertjinta seperti Partai Komunis Indonesia jang setia pada Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, dan Rakjat kami mempunjai respek jang sedalam-dalam- nja serta rasa tjinta jang sedjati pada Rakjat Indonesia. Kami menilai besar sekali persahabatan dan persatuan dengan Partai Komunis dan Rakjat Indonesia dan akan berbuat segala sesuatu menurut kekuatan kami untuk mengkonsolidasinja. Kami mempunjai kepertjajaan jang teguh bahwa kun- djungan delegasi Partai Komunis Indonesia kenegeri kami akan memberikan sumbangan besar bagi diperkuatnja lebih landjut persahabatan dan persatuan kedua Rakjat dan Partai kitā, serta bagi diperkuatnja persatuan gerakan Komunis internasional. Kawan Aidit dalam tahun 1956 pernah mengundjungi negeri kita. Dan tudjuh tahun telah lampau semendjak itu. Selama periode ini wadjah negeri kita telah mengalami perubahan besar.
Pada awal tahun 1956, kita masih bergulat dengan tugas2 rehabilitasi sesudah perang, dan kehidupan Rakjat kita ketika itu masih sangat sukar. Pyongyang, ibukota demokratis, misalnja, belum sem- buh dari luka² perangnja dan rentjana pembangunan kota baru masih dalam tingkat pertama. Tetapi selama tudjuh tahun jang lampau kota Pyongyang kita telah berubah mendjadi kota jang indah dan sangat modern berkat hasil kerdja jang penuh pengabdian dari Rakjat pekerdja kita. Dibawah pimpinan Partai jang dipimpin oleh Kawan Kim Il Sung Rakjat kita telah merehabilitasi perekonomian jang rusak dan telah melaksanakan revolusi sosialis dikota dan desa dalam djangka waktu jang singkat sesudah perang, dalam pada itu mentjapai sukses besar Rdalam pembangunan sosialis. Dengan teguh berhimpun disekitar Partai, Rakjat kita telah melakukan mars besar Tjulima dibawah pandji² ke- pertjajaan pada diri sendiri; meienjapkan keterbelakangan dan kemelaratan negeri jang berabad-abad lamanja dan membangun dasar² jang kckoh bagi perekonomian nasional jang tak tergantung. Kehidupan materiil dan kul- turil Rakjat kita setjara radikal telah diperbaiki, dan ke- budajaan serta kesenian nasional berkembang sepenuhnja. Negeri kita telah dirubah mendjadi satu negara industri- agraria jang sosialis jang merdeka dilapangan politik dan ekonomi, dan basis revolusioner kita telah diperkokoh dengan teguh. Kaum imperialis AS mentjoba menaklukkan Rakjat kita agar untuk selama-lamanja tidak berdiri diatas kaki sendiri lagi, tetapi dengan djalan apapun mereka tidak dapat mentjegah kemadjuan jang perkasa dari Rakjat kita jang telah mengambil nasibnja ditangannja sendiri dan telah bangkit dalam membangun kehidupan baru. Sekarang situasi dinegeri kita telah mendjadi sangat menguntungkan bagi Rakjat Korea dan sedang mendjadi makin tidak menguntungkan bagi imperialisme AS. Korea Selatan dibawah pendudukan AS sedang meng- alami krisis politik dan ekonomi jang serius. Kini di Korea Selatan kaum imperialis AS dengan kedji sedang mengadakan manuvre untuk meloloskan diri dari krisis dan untuk terus mempertahankan kekuasaan kolo- nialnja.
.Tetapi, dajaupaja apapun jang mereka lakukan, kaum imperialis AS tidak akan dapat merintangi perdjuangan Rakjat Korea untuk penjatuan kembali dan kemerdekaan negerinja. Kaum imperialis AS akan diusir dari Korea Selatan dan urusan penjatuan kembali negeri kita akan pasti terlaksana oleh persatuan kekuatan seluruh Rakjat Korea. Imperialisme AS tidak sadja merupakan musuh ber-sama dari Rakjat² Korea dan Indonesia, tetapi djuga merupakan musuh jang paling kedji dari Rakjat2 Asia dan seluruh dunia. Dewasa ini kaum imperialis jang dikepalai oleh imperialisme AS sedang menggunakan segala djalan untuk merusak kubu sosialis dan memetjahbelah negeri² sosialis dari dalam. Seraja mengadakan komplotan untuk menipu Rakjat atasnama perdamaian", kaum imperialis AS me- ningkatkan tindakan2 agresif diseluruh bagian Asia dan dunia dan dengan gila melakukan persiapan² perang. Situasi dewasa ini menuntut kita untuk terus memper- tadjam kewaspadaan kita terhadap imperialisme, menelan- djangi tindakan² agresif dari kaum imperialis dengan lebih mendalam dan mengintensifkan perdjuangan melawan imperialisme. Sumber perang terletak dalam imperialisme. Tak lain ketjuali kubu imperialis jang dipimpin oleh Amerika Se- rikatlah jang sedang mendjalankan usaha² jang buas untuk melakukan agresi dan memprovokasi peperangan baru. Oleh sebab itu, guna membela perdamaian dunia, maka adalah perlu untuk menghantjurkan politik mereka jang agresif serta rentjana² mereka untuk memprovokasi perang dengan djalan terusmenerus memperkuat dan mempersatu- kan seluruh kekuatan anti-imperialis dan kekuatan perdamaian guna memberikan tekanan serta pukulan² kepada kaum imperialis. Perdjuangan pembebasan nasional Rakjat² Asia, Afrika dan Amerika Latin, ber-sama² dengan gerakan revolusioner klas buruh internasional, merupakan kekuatan anti-imperialis jang besar dari zaman kita dan faktor perkasa dari perdamaian dunia. Rakjat dari banjak negeri Asia, Afrika dan Amerika Latin telah melemparkan belenggu imperialis dan kolo- nialis jang terkutuk itu dan telah memenangkan kemer-
dekaan nasional, dan Rakjat² negeri² jang masih dibawah Hidup Partai Komunis Indonesia jang dipimpin Kawan penindasan kaum imperialis sedang mengintensifkan per-Aidit! djuangan untuk pembebasan. Hidup persahabatan dan solidaritet antara Rakjat² Korea dan Índonesia! Hanja dengan melakukan suatu perdjuangan jang me- nentukan melawan imperialisme maka nasion² tertindas Hidup persatuan kubu sosialis dan solidaritet Gerakan dapat mentjapai pembebasan dan kemerdekaan sedjati, Komunis Internasional! dan memberikan sumbangan pada urusan perdamaian dan Hidup Marxisme-Leninisme jang senantiasa menang! Sosialisme. Makin meningginja perdjuangan² anti-impe-Hidup perdamaian dunia! rialis, pembebasan nasional dari Rakjat² negeri djadjahan dan tergantung, makin keras pukulan jang akan diderita Pyongyang, 12 September 1963 oleh kekuatan² perang dan imperialisme dan mendjadi makin tak terkalahkan kekuatan² perdamaian dan Sosialisme. Demi kemenangan urusan bersama perdamaian, demo- krasi, kemerdekaan nasional dan Sosialisme, maka dewasa ini adalah mutlak untuk menjelamatkan persatuan kubu 恩 sosialis dan solidaritet gerakan Komunis internasional. Persatuan dan solidaritet ini harus ditjapai atas dasar prinsip2 Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, atas dasar prinsip² revolusioner Deklarasi dan Per- njataan Moskow. Solidaritet Gerakan Komunis Internasional dapat diselamatkan dan diperkuat lebih landjut hanja kalau semua Partai Komunis dan Buruh dengan teguh mentaati prinsip2 persamaan deradjat sepenuhnja, menghormati kedaulatan, salingbantu dan saling kerdja- sama setjara kawan dalam hubungan dengan Partai² se- kawan masing2. Sebagaimana ditundjukkan dengan tandas dalam Per- njataan Moskow, bahaja utama dalam Gerakan Komunis Internasional dewasa ini adalah revisionisme. Adalah ke- wadjiban kaum Komunis sedunia sekarang untuk menen- tang revisionisme modern dan untuk membela teguh ke- murnian Marxisme-Leninisme. Dengan mendjundjung lebih tinggi lagi pandji² Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, Partai Buruh Korea dan Rakjat Korea akan terus berdjuang dengan gigih untuk persatuan kubu sosialis dan solidaritet gerakan Komunis internasional, untuk kemenangan urusan _perdamaian, kemerdekaan nasional dan Sosialisme. Partai dan Rakjat kita akan madju dengan solidaritet jang teguh dengan kaum Komunis Indonesia dalam perdjuangan untuk urusan bersama kita dan bergerak madju bahu-membahu senantiasa dengan Rakjat Indonesia.
ISI
hlm. Pengantar
Revolusi Indonesia dan Tugas² mendesak PKI .... 7
Beberapa soal Revolusi Indonesia dan PKI .......45
Revolusi Indonesia bagian takterpisahkan dari Revolusi Sosialis Dunia ... 81 Untuk persahabatan abadi antara Rakjat Indonesia dan Korea! 104
Lampiran Pidato Sambutan Kawan Kang Seng 125 Pidato Sambutan Kawan Peng Tjen 129 Pidato Sambutan Kawan Tjen Ju 134 Pidato Sambutan Kawan Huh Suk Sun 136