Bro 4761
D.N. Aidit Pertahankan Republik Proklamasi 1945!
Bro 4761
Pertahankan
Republik Proklamasi 1945!
(Perdjuangan Untuk Mempertahankan Kemerdekaan Nasional, Perdamaian Dan Demokrasi Sesudah Pemilihan Parlemen)
★
D.N. Aidit
(Pidato dimuka sidang Politbiro, jang dihadiri oleh anggota-anggota Central Comite bukan-anggota Politbiro jang bertempat tinggal di Djakarta, pada tanggal 8 November 1955)
Jajasan PEMBARUAN" Djakarta 1955
10953668
INT. INSTITOUT SOC. GESCHIEDENIS AMSTERDAM
19545
Sekedar Pengantar
Antarà penerbitan brosur ini dan saat pemilihan umum untuk Konstituante hanja ada djarak beberapa minggu. Untuk menghadapi peristiwa penting ini dengan jakin, perlu bahwa, pertama, semua pengalaman terpenting dari pemilihan umum untuk Parlemen jang lalu dipeladjari, dan kedua, diketahui dengan djelas tugas-tugas untuk menjela- matkan Republik Proklamasi dalam pemilihan umum untuk Konstituante jang akan datang. Referat kawan Aidit ini mendjelaskan dengan lengkap, sederhana dan djelas, dua hal tersebut. Oleh sebab itu perlu sekali referat ini dipeladjari, didiskusikan, dengan tudjuan menguasai isinja, sehingga pemilihan Konstituante bisa ditempuh oleh tenaga-tenaga progresif dengan dajadjuang jang lebih besar daripada pemilihan Parlemen jang lalu.
Penerbit
Djakarta, 17-11-1955.
Kawan-kawan, sidang Politbiro kali ini adalah sidang jang istimewa. Sebagaimana sudah kita putuskan dalam sidang Politbiro jang lalu, kalau keadaan mengizinkan sudah seharusnja kita memanggil sidang Pleno Central Comite untuk mendiskusikan dan memberi nilai politik jang tepat pada kenjataan politik jang penting, jaitu hasil pemilihan Parlemen tanggal 29 September jang lalu. Tetapi kita sudah seja- sekata, bahwa sidang Central Comite tidak mungkin kita adakan, mengingat kesibukan anggota-anggota CC jang bertugas memimpin Comite-Comite Provinsi atau setingkat Provinsi, berhubung dengan sudah sangat dekatnja hari pemungutan suara untuk Konstituante (15 Desember 1955). Sidang Politbiro kali ini, jang djuga dihadiri oleh anggota-anggota Central Comite bukan-anggota Politbiro jang bertempat tinggal di Djakarta, kita adakan untuk melaksanakan tugas politik sidang Pleno Central Comite jang tidak mungkin diadakan itu. Disinilah letak keistimewaan sidang kita ini. Laporan-laporan mengenai pengalaman Partai dalam mengorganisasi dan memobilisasi massa dalam pemilihan untuk Parlemen dari seba- gian besar daerah-daerah sudah sampai pada Sekretariat CC. Laporan-laporan ini sudah didiskusikan oleh Sekretariat CC dengan Panitia Pemilihan Central (PPC) daripada Partai dan wakil-wakil dari beberapa Comite Provinsi. Diskusi-diskusi sudah mengambil kesimpulan-kesimpulan dan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan itu sudah dibikin petundjuk-petundjuk baru untuk memenangkan Partai dalam pemilihan untuk Konstituante jang akan datang. Mengenai hasil pemilihan, sebagaimana kawan-kawan sudah menge- tahui, Partai kita keluar dari kotak suara sebagai salah satu diantara 4 partai besar (jang lainnja PNI, NU dan Masjumi). Walaupun penghitungan suara belum selesai, sekarang sudah dapat dipastikan bahwa dipulau-pulau Djawa dan Sumatera, dua pulau besar jang terpenting dinegeri kita dimana terdapat lebih dari 75% daripada
penduduk negeri kita (63 djuta daripada 80 djuta), dan dimana ter- dapat 80% daripada seluruh pemilih jang terdaftar (35.994.867 dari
43.104.464 pemilih), PKI dengan tidak bergabung dengan partai demokratis lainnja berhasil mengalahkan Masjumi. Partai menempati tempat nomor 4 untuk seluruh Indonesia disebabkan masih sangat barunja perkembangan Partai diluar pulau-pulau Djawa dan Sumatera. Tapi satu kenjataan, bahwa Partai sudah tersebar diseluruh negeri, sampai-sampai dipedalaman Kalimantan, dipulau-pulau ketjil Nusa- tenggara dan Maluku, dimana penduduknja barangkali baru pada bulan-bulan belakangan ini sadja untuk pertama kalinja melihat emblim Partai. Pendeknja, hasil pemilihan untuk Parlemen jang lalu telah menem- patkan Partai kita pada posisi jang lebih kuat didalam dan diluar parlemen. Didalam parlemen Partai akan mendapat tambahan kursi lebih dari 100% (dalam Parlemen Sementara sekarang 17 kursi). Adanja lebih dari 6 djuta pemilih palu-arit, jaitu kira-kira 20% daripada semua suara jang sah, jang tersebar diseluruh negeri adalah djawaban jang djitu pada dongengan-dongengan kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri, jang mengatakan bahwa Indonesia tidak subur untuk Partai Komunis karena ,Rakjat Indonesia sebagian besar beragama" atau karena ,Rakjat Indonesia sangat terikat pada adat". Kita jakin bahwa mereka sendiri tidak pertjaja pada dongengan- nja, karena mereka djuga tahu bahwa Rakjat Rusia dizaman Tsar dan Rakjat Tiongkok dizaman Tjiang Kai-sjek, jang djuga beragama dan terikat pada adat, telah bangun dan memenangkan Revolusi dibawah pimpinan Partai Komunis. Dongengan-dongengan perlu mereka sebarkan untuk memfitnah seolah-olah kaum Komunis adalah ,,tukang rusak agama" dan ,,tukang rusak adat". Tetapi, angka-angka jang didapat PKI dalam pemilihan menundjukkan bahwa Rakjat Indonesia sudah mulai kritis terhadap dongengan-dongengan perampok-perampok minjak, karet, timah, kopi dan lain-lain hasil bumi dan hasil keringat Rakjat Indonesia. Kemenangan front persatuan dan kemenangan Partai Komunis dalam pemilihan jang lalu menundjukkan bahwa Indonesia tidak hanja
subur untuk flora dan fauna, tetapi djuga subur untuk semua tjita-tjita jang baik, seperti untuk tjita-tjita kemerdekaan, perdamaian, demokrasi dan persatuan. Djuga untuk Partai Komunis jang selamanja
bertjita-tjita baik, Indonesia adalah subur. Sebaliknja, kekalahan kombinasi Masjumi-PSI adalah bukti bahwa Indonesia bukan tanah jang subur untuk politik anti-Rakjat, politik membela kolonialisme, politik tjari untung dengan membantu politik perang Amerika, politik anti-demokrasi dan anti-Komunis. Melihat hasil jang didapat oleh Partai kita dalam pemilihan untuk Parlemen jang lalu samasekali tidak ada tempat untuk pesimisme sebagaimana djuga tidak ada tempat untuk optimisme jang keterlaluan sampai mendjadi lupa daratan. Jang ada tjuma tempat untuk bekerdja lebih keras lagi, tempat untuk mengadakan aksi-aksi politik jang di- dukung oleh massa jang luas, untuk agitasi dan propaganda, untuk mendjelaskan sesuatu setjara benar, untuk mempersatukan, memobili- sasi dan mengorganisasi perdjuangan Rakjat. Untuk pekerdjaan besar ini semua Komunis dan semua kekuatan demokratis harus diusahakan supaja ambil bagian. Pemilihan Parlemen Jang Pertama Adalah Manifestasi Jang Sungguh-sungguhDaripada Demokrasi Dan Kemenangan Demokrasi Jang Besar Kawan-kawan, pemilihan umum dinegeri kita dilangsungkan dalam keadaan internasional jang sudah mendjadi djauh lebih reda dan djauh lebih menenteramkan hidup manusia, sebagai akibat jang logis daripada kemadjuan gerakan perdamaian, daripada kedjadian-kedjadian internasional jang penting seperti konferensi Asia-Afrika di Bandung dalam bulan April 1955 dan Konferensi Para Kepala Pemerintah Empat Besar di Djenewa dalam bulan Djuli 1955. Kekuatan perdamaian terlalu besar untuk membiarkan begitu sadja dunia dibakar untuk ketiga kalinja dalam perang dunia oleh klik-klik agresor dari kalangan jang berkuasa di Amerika Serikat. Perlawanan Rakjat Maroko dan Aldjazair terhadap perang kolonial jang dilantjarkan oleh Perantjis, demikian djuga perlawanan bangsa-bangsa Arab di Timur Tengah terhadap intervensi dan agresi Amerika dan Inggeris adalah bukti kebangkitan jang makin hebat daripada perdjuangan kemerdekaan dari bangsa-bangsa terdjadjah dan setengah-terdjadjah. Semangat anti-perang dan anti-kolonialisme itulah jang mendjiwai Rakjat-Rakjat dari dunia kita sekarang.
Tetapi adalah djuga satu kenjataan, bahwa bersamaan dengan makin menaiknja semangat anti-perang dan anti-kolonialisme makin menaik pula kekalapan kaum penghasut perang dan kaum pendjadjah. Kekatjauan-kekatjauan jang timbul di Korea, Indo Tjina, Djerman dan belakangan ini djuga di Timur Tengah adalah bukti-bukti kekalapan kaum imperialis untuk tetap mengatjau perdamaian, memetjah- belah persatuan Rakjat dan menindas gerakan kemerdekaan. Djuga usaha-usaha mereka untuk menggagalkan pemilihan umum dinegeri kita dan untuk merangkul Pemerintah Masjumi-PSI-Federalis, adalah dalam rangkaian pekerdjaan mereka untuk memperluas blok perang, untuk kepentingan intervensi dan untuk menindas gerakan kemerdekaan. Kita sudah dapat mentjegah usaha mereka jang mau menggagalkan pemilihan umum jang pertama dinegeri kita, walaupun demikian kita harus tetap waspada dalam usaha menjelamatkan dan meng- konsolidasi kemenangan Rakjat jang ditjapai dalam pemilihan umum jang lalu. Kawan-kawan, pemilihan umum jang pertama dinegeri kita merupa- kan manifestasi jang sungguh-sungguh daripada demokrasi dan harus dipandang sebagai sukses jang besar daripada demokrasi. Sebagai- mana sudah kita ketahui, sebelum pemilihan umum dilangsungkan, kaum imperialis asing dan kaum reaksioner dalamnegeri sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggagalkan pemilihan umum, antara lain dengan mendjatuhkan kabinet Ali-Arifin. Dengan tidak setjara parlementer mereka berhasil mendjatuhkan kabinet Ali-Arifin, tetapi mereka tidak berhasil menggagalkan pemilihan umum. Lebih dari 75% daripada orang jang berhak pilih telah memberikan suaranja. Sampai batas-batas tertentu Undang-undang Pemilihan kita dan praktek pada hari pemungutan suara memperlihatkan adanja sifat bebas dan rahasia. Untuk negeri jang belum merdeka penuh seperti negeri kita, ini adalah satu prestasi. Suara jang mungkin lebih dari 70% jang didapat oleh PKI, PNI, NU, PSII, dan lain-lain partai bekas pendukung kabinet Ali-Arifin, jang semuanja beberapa bulan jang lalu pernah bersama-sama dan berhasil mempertahankan sistim demokrasi parlementer dan menentang pembentukan pemerintah jang tidak bertanggung djawab pada parlemen, menundjukkan kemenangan jang besar daripada demokrasi. Sebaliknja, kekalahan kombinasi Masjumi-PSI jang beberapa waktu jang lalu berusaha keras untuk
menghapuskan sistim demokrasi parlementer dan menggagalkan pemilihan umum, membuktikan kekalahan partai-partai jang anti-demokratis. Singkatnja, pemilihan untuk parlemen jang lalu dengan djelas menundjukkan pilihan Rakjat Indonesia, jaitu demokrasi. Dalam menjatakan jang diatas, samasekali tidak boleh kita lupa- kan, bahwa pemilihan umum bukanlah kuntji wasiat untuk mentjapai tudjuan-tudjuan revolusioner daripada Rakjat. Masih ada kader-kader dan anggota-anggota Partai jang memberi nilai terlalu tinggi pada perdjuangan parlementer, jang mengira bahwa dengan pemilihan umum akan dapat dibentuk pemerintah jang bersedia mendjalankan program Demokrasi Rakjat. Tentang tidak benarnja fikiran ini sudah diterang- kan dalam Program Partai dan sudah dikupas sekali lagi dalam sidang Pleno Central Comite ke-III. Dengan pemilihan umum, kita tidak bertudjuan untuk suatu revolusi baru, tetapi kita hanja memperdjuangkan kebebasan demokratis jang lebih luas, memperdjuangkan suatu pemerintahan demokratis jang tidak bertindak sewenang-wenang terhadap gerakan Rakjat, pendeknja, satu keadaan jang memungkin- kan perkembangan gerakan Rakjat untuk membela kemerdekaan nasional, perdamaian, demokrasi dan perbaikan nasib. Djuga Pemerintah Koalisi Nasional jang kita usulkan bukan Pemerintah Revolusi. Kawan-kawan kita jang tidak mengerti ini adalah tidak mengerti Program Partai, dan mereka pasti akan ketjewa karena tidak mentjapai ,tudjuannja" dengan pemilihan umum. Selama kampanje pemilihan ada kalanja kita memakai perkataan Presiden Sukarno jang mengatakan, bahwa pada tanggal 29 Śeptember 1955 ,Rakjat akan mendjadi hakim". Kita tidak pernah mengartikan kalimat ini, bahwa hari pemungutan suara untuk parlemen akan membawa Rakjat kesinggasana kekuasaan dan akan menghakimi musuh-musuhnja. Kita memberikan arti jang terbatas pada utjapan Rakjat akan mendjadi hakim" ini, jaitu bahwa pada hari pemungutan suara untuk parlemen, Rakjat akan menghakimi Parlemen Sementara, jang dibentuk tidak atas pilihan Rakjat, tetapi sebagai hasil daripada persetudjuan KMB jang chianat. Dalam artian ini, memang pada tanggal 29 September jang lalu Rakjat Indonesia, termasuk anggota-anggota Angkatan Perang, sudah mendjadi hakim. Parlemen hasil persetudjuan KMB tinggal menunggu waktunja untuk dilikwidasi, sebagian besar agen-agen kolonialisme jang duduk dalam parlemen
berkat kekuasaan Belanda. tempo hari harus angkat kaki. Pemilihan umum jang lalu djuga berachir dengan kekalahan pembela-pembela gerombolan DI-TII, pembela-pembela intervensi asing dan pembela-pembela pakt perang SEATO dalam parlemen. Pemilihan umum adalah penting, ja, sangat penting. Tetapi, sepenting-pentingnja pemilihan umum ia tidak akan mengambil oper rol revolusi. Didalam pemilihan umum Rakjat menjatakan keinginan- nja tidak dalam bentuk revolusioner, tetapi dalam bentuk demokrasi jang tenang. Adalah keliru djika kita mengharapkan suatu revolusi dari pernjataan jang diberikan dalam bentuk demokrasi jang tenang. 3 Tetapi adalah djuga keliru djika kita tidak melihat pentingnja pernjataan jang diberikan oleh Rakjat dalam bentuk demokrasi jang tenang, jang sebagaimana sudah kita lihat sendiri, memberikan kedudukan baru pada Partai kita dan memberikan perspektif baru untuk perkembangan gerakan Rakjat. Diatas kita katakan, bahwa pemilihan umum jang lalu berachir dengan kemenangan front persatuan dan kemenangan Partai kita, pendeknja kemenangan partai-partai demokratis. Ini adalah satu kenjataan pada waktu ini. Tetapi, berdasarkan pengalaman Rakjat Indonesia sendiri, adalah keliru kalau kita beranggapan bahwa partai-partai lain, jang sekarang bersedia bekerdjasama dengan kita, dalam tiap-tiap keadaan dan tiap-tiap waktu akan terus mendjalankan politik- nja jang demokratis. Kita mengharapkan dan berusaha supaja partai-partai itu tetap mendjalankan politik jang demokratis. Tetapi, dalam kongres Nasional ke-V Partai sudah kita analisa dan kita tetapkan watak daripada partai-partai lain itu dalam kita menganalisa dan menetapkan watak burdjuasi nasional, jaitu bahwa burdjuasi nasional dalam keadaan tertentu dan sampai batas-batas jang tertentu, dapat ambil bagian dalam perdjuangan melawan imperialisme, tetapi karena lemahnja burdjuasi nasional Indonesia dilapangan ekonomi dan politik, maka dalam keadaan sedjarah jang tertentu burdjuasi nasional jang wataknja bimbang itu bisa gojang dan tidak konsekwen melawan imperialisme. Oleh karena kita sudah mengetahui hal ini, maka kita harus senantiasa memperhitungkan kemungkinan, bahwa dalam keadaan tertentu burdjuasi nasional tidak ikut dalam front persatuan, dalam keadaan lain lagi mungkin ikut. Ini penting kita ketahui dan kita sedari untuk mengikuti dan memimpin perkembangan selandjut-
nja. Kita hanja bisa dengan baik mendjalankan politik front persatuan kita, djika kita dengan djudjur dan sungguh-sungguh bekerdja untuk persatuan, dengan tidak lupa mengadakan kritik-kritik jang perlu terhadap politik partai-partai lain jang merugikan persatuan dan merugikan Rakjat. Kita mengkritik mereka dan kita djuga bersedia meherima kritik dari mereka dengan tudjuan untuk memperluas dan memperkuat front persatuan. Sikap diam terhadap partai-partai lain jang merugikan persatuan dan merugikan Rakjat adalah tidak meng- untungkan persatuan. Hasil pemilihan umum jang lalu membenarkan salah satu kesim- pulan jang diambil oleh sidang Pleno CC ke-II jang mengatakan bahwa Pada umumnja Rakjat kita dipengaruhi oleh tiga aliran politik, jaitu aliran Komunis, Nasionalis dan Islam. Inilah aliran-aliran jang meresap sampai kekalangan Rakjat banjak. Aliran sosialis kanan, sekarang terkenal dengan aliran ,soska' (sosialis kanan), jang di Indonesia diwakili oleh PSI, tidak mempunjai pengikut jang luas dikalangan Rakjat banjak". Tetapi kekalahan PSI tidak boleh diarti- kan bahwa rol kaum sosialis kanan akan segera lenjap dari panggung politik Indonesia. Mereka akan meneruskan politik menginfiltrasi dan memperkuda partai-partai lain, politik memetjahbelah gerakan Rakjat, politik anti-demokrasi dan anti-Komunis. Hasil pemilihan umum jang lalu akan lebih menjederhanakan pembagian massa Rakjat dalam organisasi-organisasi, dan ini akan membantu kita untuk mengetahui setjara kongkrit bagaimana massa Rakjat jang luas terorganisasi, sebab-sebab apa jang menimbulkan organisasi-organisasi itu, bagaimana organisasi-organisasi itu disusun, apa jang mendjadi tudjuannja, aliran politik apa jang dikuti oleh pemimpin-pemimpinnja. Penge- tahuan tentang ini penting untuk memperbaiki pekerdjaan meng- galang persatuan, untuk membikin kontak-kontak guna mengadakan kerdjasama buat mengkonsentrasi seluruh kekuatan nasional. Dalam analisa kita mengenai hasil sementara pemilihan untuk Parlemen jang dikeluarkan pada tanggal 10 Oktober jang lalu, sudah didjelaskan arti politik daripada kemenangan NU, PNI, dan PKI, dan djuga diterangkan arti politik daripada kekalahan blok Masjumi-PSI. Sekarang apa watak klas daripada kemenangan dan kekalahan itu? Watak klas daripada kemenangan PKI dan daripada kekalahan kombinasi Masjumi-PSI sudah djelas, jaitu jang satu kemenangan
politik proletariat dan jang lain kekalahan politik burdjuasi komprador dari pemimpin-pemimpin Masjumi-PSI. Jang kurang dimengerti oleh banjak kawan-kawan kita jalah watak klas daripada kemenangan PNI dan NU. Untuk mengerti ini kita harus ingat kembali pada salah satu kesimpulan Kongres Nasional ke-V mengenai masjarakat kita. Salah satu kesimpulan jang kita ambil dalam Kongres ke-V mengenai masjarakat kita jalah sebagai berikut: ,Indonesia adalah pegeri burdjuis ketjil, artinja negeri, dimana perusahaan pemilik-pémilik ketjil masih sangat banjak terdapat, terutama pertanian perseofangan jang kurang produktif". Mengukur kekuatan masjarakat dengan tidak memperhitungkan kenjataan ini adalah keliru. Sesuatu parfai, jang mungkin organisasinja tidak begitu baik, jang pimpinannja sudah terang tidak hanja terdiri dari elemen burdjuis ketjil, tetapi dalam kampanje pemilihannja mewakili pikiran dan perasaan klas ini, jang umumnja tidak kesana dan tidak kemari", jang umumnja mentjari djalan tengah" jang paling selamat", bisa mendapat pemilih jang banjak. Dalam mengukur kekuatan masjarakat kawan-kawan kita sering lupa memperhitungkan faktor objektif ini, oleh karena itu tidak mungkin memahamkan kemenangan PNI dan NU. Padahal djustru faktor ini pulalah jang menjebabkan Partai kita menugaskan pada dirinja untuk menarik burdjuasi ketjil, terutama kaum tani, sebanjak- banjaknja disekitar Partai djika Partai hendak menghimpun bagian terbesar daripada Rakjat. Kemenangan demokrasi dalam pemilihan jang lalu tidak hanja membuka perspektif baru untuk pekerdjaan menggalang front persatuan, tetapi djuga untuk meluaskan keanggotaan dan organisasi Partai. Sekarang kita mengetahui dengan kongkrit ditempat mana terdapat pemilih Partai jang banjak, dimana jang kurang dan dimana jang belum ada samasekali. Berdasarkan pengetahuan kita dan analisa kita tentang semuanja ini, kita tetapkan program kerdja kita jang baru, kita didik kader-kader baru dan tetapkan kader-kader jang berpengalaman untuk memimpin pelaksanaan program itu. Dalam kita menjatakan bahwa hasil pemilihan jang lalu harus di- pandang sebagai manifestasi jang sungguh-sungguh daripada demokrasi dan sebagai sukses jang besar daripada demokrasi, samasekali tidak boleh kita lupakan adanja pembatasan-pembatasan daripada manifes-
asi demokrasi itu, tidak hanja dilihat dari kenjataan selama persiapan ¿an pada hari pemungutan suara, tetapi djuga dilihat dari sudut umum, jang menjatakan bahwa tidak mungkin pemilihan berlangsung benar- bénar demokratis selama kekuasaan masih berada dalam tangan patai-partai reaksioner. Ini dibuktikan oleh kenjataan-kenjataan diluarnegeri dan oleh kenjataan-kenjataan dinegeri kita sendiri selama pemlihan jang lalu. Walaupun Undang-undang Pemilihan kita agak madju, tetapi pelaksanaan undang-undang ini berat sebelah jang bersifat merugikan Partai kita. Dalam Panitia Pemilihan Indonesia (Pusat), dibanjak Panitia Pemilihan (Provinsi) dan panitia-panitia penjelenggara jang lebih bavah, PKI tidak duduk. Ini berarti mengurangi hak kontrole dari PKI dalam pelaksanaan Undang-undang Pemilihan jang agak madju itu, Apalagi kalau mengingat bahwa di Djawa Barat banjak tempat-tempat dimana sesudah pemungutan suara, surat-surat suara tidak dibatjakan dimuka umum, tetapi terus dibawa kepanitia jang lebih atasan. Partai-partai pemerintah mempunjai kelebihan dari Partai Komunis, jaitu pengaruh politik mereka dalam aparat-aparat negara jang mem- berikan banjak fasilitet pada mereka dan dapat membantu mereka dalam menambah djumlah pemilih setjara tidak wadjar. Walaupun ada larangan, tetapi mereka setjara leluasa menggunakan milik djawatan- djawatan pemerintah dan menggunakan pengaruh" sebagai orang pemerintah. Tentu sadja ini dilakukan dengan seribu satu akal sehingga tidak dapat dituntut menurut undang-undang. Partai-partai jang berkuasa mempunjai orang-orangnja jang dapat digunakan untuk mendapatkan fonds pemilihan. Satu kenjataan, bahwa umumnja partai-partai lain membelandjai keperluan kampanje pemilihannja tidak dengan uang jang didapat dari sokongan anggota-anggota dan sokongan dari massa. Kita tidak berketjil hati karena ini, malahan kita berkejakinan bahwa djalan jang kita tempuh adalah djalan jang sebaik-baiknja, jang menundjukkan perbedaan kwalitatif antara hasil jang kita dapat dengan hasil jang didapat oleh partai-partai lain. Partai-partai reaksioner berusaha memfitnah seolah-olah Partai kita ikut menjuap pemilih-pemilih seperti jang memang mereka perbuat, tetapi Rakjat tidak mungkin pertjaja, karena tahu betul bahwa PKI mendapat uang djustru dari sokongannja. Dan bukanlah sesuatu jang
kebetulan kalau Rakjat mengatakan bahwa PKI menang karena ke- djudjuran. Rakjat berkata demikian, karena mereka mempunja pengalaman sendiri atau melihat sendiri bagaimana kaum Komunp mendapatkan uang atau bantuan tenaga, mulai dari petani samphi seniman, mulai dari buruh pabrik sampai sardjana, untuk kampaje pemilihannja. Selain daripada itu, segala apa jang tidak mungkin dan tidak bpleh dilakukan oleh orang-orang Komunis, oleh partai-partai lain digunakan dengan seleluasa-leluasanja, jaitu mesdjid, geredja, djawatan agama, dan sebagainja. Dengan melewati semuanja ini mereka/meng- intimidasi dan menteror pemilih-pemilih. Dengan menggunakan semuanja ini mereka menjerang partai-partai lawannja dengan sesengit-sengitnja, dan dengan menggunakan ini pulalah meréka men- djandjikan sorga bagi pemilih-pemilih jang memilih partą mereka. Untuk menarik pemilih mereka tidak mengutamakan program jang kongkrit, jang akan mereka kerdjakan segera sesudah mefeka terpilih mendjadi anggota parlemen. Masjumi, misalnja, lebih mengutamakan sembojan-sembojan jang abstrak daripada sembojan-sembojan me- ngenai perbaikan ekonomi Rakjat. Lebih dari itu Masjámi memobilisasi apa sadja jang dapat mereka mobilisasi, mulal dari ajat-ajat Qur'an sampai kekotoran manusia untuk mengalahkan partai-partai lawannja. PKI tidak iri hati karena PKI tidak bisa memobilisasi begitu banjak hal-hal jang dapat dimobilisasi oleh Masjumi. Djuga dalam pemilihan-pemilihan jang akan datang PKI tetap akan tampil kedepan dengan program-program jang kongkrit, jang pelaksanaannja dapat dikontrole oleh Rakjat. Selandjutnja, PKI akan terus berdjuang supaja agama dan perbedaan agama tidak digunakan untuk mempertadjam pertentangan dikalangan Rakjat dan menarik keuntungan dari pertentangan jang tadjam itu. PKI mengharap kepada partai-partai jang berdasarkan keagamaan jang berkemauan baik terhadap Rakjat, untuk dimana mungkin menudjukan dalil-dalil keagamaan guna lebih mem- persatukan seluruh Rakjat jang bermatjam ragam agama dan keja- kinannja. Satu kenjataan, bahwa dimana gerombolan terror DI-TII masih memainkan rolnja, dimana Rakjat belum tjukup bangkit dan meng- adakan perlawanan dengan sengit, disitu Masjumi mendapat kemenangan, seperti diberbagai tempat di Djawa Barat, Atjeh dan Sulawesi
Selatan. Sebaliknja, partai-partai demokratis harus menerima kalah dari Masjumi. Ini djuga bukti betapa tidak demokratisnja Undang- undang Pemilihan dalam pelaksanaannja. Partai-partài lain jang dikalangan anggotanja banjak terdapat tuantanah, lintahdarat, madjikan dan pemilik rumah sewaan, telah me- lakukan intimidasi-intimidasi terhadap pemilih-pemilih, terutama terhadap simpatisan-simpatisan PKI. Mereka telah mengantjam pemilih-pemilih, terutama simpatisan-simpatisan PKI, akan mentjabut tanahnja, akan mensita miliknja, akan mengefuarkannja dari per- usahaan dan akan mengusirnja dari rumah sewaan, djika tidak memilih partai si-tuantanah, si-lintahdarat, dan si-madjikan dan si-pemilik rumah sewaan. Mereka ada kalanja menjewa sedjumlah tukang pukul untuk memaksakan keinginannja, dan tukang-tukang pukul ini ber- keliaran didekat tempat-tempat pemungutan suara dengan pandangan dan tingkah-laku jang mengantjam. Demikianlah beberapa bukti jang menundjukkan watak terbatas daripada manifestasi demokrasi dalam pemilihan jang baru lalu, jang tidak boleh kita lupakan, djuga walaupun front persatuan dan Partai menang dalam pemilihan. Karena watak terbatas ini adalah tidak bisa dipisahkan dari sistim demokrasi burdjuis, dinegeri mana dan kapan sadjapun, maka kita tidak boleh henti-hentinja menerangkan watak terbatas ini kepada Rakjat. Dan kelandjutnnja, bahwa kita djuga tidak boleh henti-hentinja terus berdjuang untuk pemilihan jang lebih demokratis. Tidak bisa diragukan, kalau pemilih-pemilih benar-benar bebas menjatakan pilihannja dan haksama semua penduduk dihormati, terang Partai kita akan mendapat hasil lebih dari 1,5 kali daripada apa jang ditjapai sekarang. Ini diluar simpatisan-simpatisan PKI jang karena berbagai sebab banjak jang tidak terdaftar dan diluar jang tidak bisa sampai kekotak suara karena ditjegat oleh DI-TII ditengah djalan. Tetapi, walaupun demikian, pemilihan jang lalu adalah manifestasi jang sungguh-sungguh daripada demokrasi dan Partai kita mentjapai kemenangan. Ini adalah kenjataan jang penting, kenjataan jang akan mentjiptakan kondisi-kondisi baru untuk perkembangan perdjuangan politik dinegeri kita. Akibatnja jalah, bahwa djuga akan tertjipta kondisi-kondisi baru untuk perkembangan Partai kita, untuk peker-
djaan Partai menarik sebagian besar kaum buruh dan sebanjak- banjaknja Rakjat pekerdja, untuk meluaskan kerdjasama dan aksi-aksi ekonomi dan politik daripada massa Komunis dengan massa partai-partai Nasionalis, Islam, Kristen, dan sebagainja. Singkatnja, untuk mengkonsolidasi Partai dilapangan organisasi dan politik. Rakjat Indonesia Menginginkan Adanja Perubahan Dalam Politik Dan Penghidupan Kawan-kawan, hasil pemilihan umum jang lalu tidak hanja membuktikan kewaspadaan demokrasi dan kesedaran demokrasi jang tinggi daripada Rakjat Indonesia, tetapi jang lebih penting lagi, ia menundjukkan betapa dalam rasa tidak puas Rakjat Indonesia pada pemerintah sekarang dan pada keadaan jang buruk sekarang. Ini di- buktikan tidak hanja dari banjaknja pemilih-pemilih PKI, tetapi djuga dari banjaknja pemilih-pemilih PNI dan pemilih² dari massa Islam jang sudah bosan dengan Masjumi, jang selama ini terkenal sebagai partai Islam jang dalam Parlemen berlipat ganda lebih besar dari semua partai Islam lainnja digabungkan. Massa jang bosan dengan Masjumi ini kebanjakan memilih NU, PSII dan PERTI jang prestise- nja dimata massa Islam sangat menaik selama Kabinet Ali-Arifin. NU, PSII dan PERTI masing-masing pasti akan mendapat kursi jang lebih banjak dalam parlemen daripada djumlah jang sekarang dipunjai- nja. Adalah diluar dugaan orang banjak bahwa Masjumi keluar dari kotak suara sebagai No. 4 dipulau Djawa, dimana terdapat sebagian besar daripada penduduk Indonesia. Terbuktilah, bahwa ditempat-tempat dimana Rakjat sudah menge- nal" politik Masjumi, maka Masjumi tidak mendapat suara jang banjak. Ini adalah bukti jang njata daripada ketidakpuasan massa Islam pada Masjumi, partai jang memimpin pemerintah sekarang. Rasa tidak puas jang dalam daripada massa terhadap kabinet sekarang dan terhadap keadaan sekarang sangat nampak dari kenja- taan tidak didapatnja kursi oleh PIR-Hazairin dan oleh orang-orang dari Fraksi Demokrat (Federalis) jang sekarang menduduki tempat jang penting dalam Kabinet BH. Djuga ini dinjatakan oleh Rakjat Indonesia dengan djumlah kursi jang akan didapat oleh PSI, jang
pasti djauh lebih kurang dari kursi jang dimiliki oleh partai ini dalam Parlemen Sementara sekarang. Dalam pemilihan umum tanggal 29 September jang lalu Rakjat Indonesia menjatakan perasaan tidak puasnja memang tidak dalam bentuk revolusioner, tetapi dalam bentuk demokrasi jang tenang. Rasa tidak puas Rakjat pada Kabinet BH sangat nampak ketika angka-angka sementara mengenai hasil pemilihan diumumkan. Rakjat bergembira dan bersorak djika mendengar Masjumi-PSI menderita kekalahan disesuatu tempat. Sebaliknja, pemimpin-pemimpin Masjumi tidak djadi memotong kambing dan kerbau jang sudah disediakan karena mendengar kekalahan-kekalahannja, pemimpin-pemimpin PSI membatalkan programa dansa untuk menjambut kemenangannja, para pemimpin partai-partai dan koran-koran pemerintah pada marah-marah dan mentjutji-maki Rakjat serta membodoh-bodohkan Rakjat karena Rakjat tidak memenarigkan kombinasi Masjumi-PSI. Kaum imperialis asing dan kakitangannja pada djengkel dan marah-marah melihat kemenangan partai-partai oposisi, sedangkan sebagian besar Rakjat tertawa geli melihat kedjengkelan kaum imperialis asing dan kakitangannja itu. Hasil pemilihan jang lalu tidak hanja membuktikan tidak puasnja Rakjat pada pemerintah sekarang, pada keadaan sekarang dan pada Masjumi-PSI-Federalis, tetapi djuga djelas menundjukkan bahwa Rakjat menghendaki perubahan pemerintahan dan perubahan keadaan, terutama perubahan mengenai penghidupannja jang tjelaka. Setjara kongkrit dapat kita katakan, bahwa hasil pemilihan jang lalu menundjukkan bahwa Rakjat Indonesia menginginkan adanja perubahan mengenai Parlemen Sementara, mengenai Kabinet BH, mengenai kekatjauan jang disebabkan oleh gangguan gerombolan DI-TII, mengenai pengangguran dan semi-pengangguran jang berdjuta-djuta, mengenai upah jang terlalu rendah, mengenai politik perekonomian dan keuangan jang bangkrut, mengenai politik luarnegeri jang pro- kolonialisme Belanda dan pro-SEATO, mengenai sewatanah jang sangat tinggi untuk parapetani, mengenai irigasi jang tidak terurus baik, mengenai harga barang keperluan sehari-hari jang terus mem- bubung tinggi, mengenai tingginja sewarumah, mengenai kurangnja rumah sekolah untuk anak-anak, dan mengenai banjak hal lagi. Karena menginginkan perubahan maka kira-kira 70% pemilih
memberikan suaranja pada PKI, PNI, NU, PSII, dan lain-lain jang mendapat kepertjajaan para pemilihnja akan dapat mengadakan perubahan. Untuk selandjutnja, hanja pemerintah jang dapat mengadakan perubahan dan menempuh djalan jang baru dalam politik negara jang akan mendapat sokongan Rakjat, dan hanja partai jang memperdjuangkan pemerintah jang demikian itulah jang selandjutnja akan mendapat kepertjajaan Rakjat. Kalau nanti ada pemerintah jang tidak berdaja untuk membikin keadaan lebih baik, untuk mengadakan arah baru dalam politik, maka pemerintah sematjam itu dan partai-partai jang mendukung pemerintah itu akan mengetjewakan Rakjat dan lambat-laun akan kehilangan kepertjajaan Rakjat. Pemilih-pemilih mau antré berdjam-djam, ada jang dalam panas terik dan ada pula jang dalam hudjan lebat, bukan pertama-tama karena senang pada tanda-gambar partai jang dipilihnja, tetapi karena mempunjai kejakinan bahwa partai jang dipilihnja itu djika memegang kekuasaan, akan mampu mengadakan perubahan, dari keadaan jang djelek mendjadi baik atau setidak-tidaknja agak baik. Djuga sebagian besar pemilih-pemilih Masjumi mempunjai harapan demikian, karena pemimpin-pemimpin Masjumi dalam kampanje pemilihannja, disam- ping mendjandjikan sorga sesudah mati, djuga mendjandjikan perbaikan keadaan selagi hidup. Pemilih-pemilih Masjumi tentu sadja tidak akan menuntut sorga dari pemimpin-pemimpin Masjumi, karena untuk itu mereka harus mati lebih dulu, tetapi perubahan keadaan penghidupan sudah terang mendjadi tuntutan mereka sebagaimana djuga mendjadi tuntutan pemilih-pemilih PKI, PNI, NU, Parkindo, PSII, Baperki, Perti dan partai-partai lainnja. PKI dalam program pemilihannja dengan tegas mentjantumkan hal- hal jang kongkrit, sebagai keterangan PKI kepada Rakjat mengenai apa jang akan. dilakukan oleh anggota-anggota PKI djika terpilih mendjadi anggota Parlemen. Program pemilihan PKI adalah program jang mendjamin perubahan keadaan, misalnja program supaja diberi- kan kebebasan demokratis jang seluas-luasnja bagi Rakjat dan organisasi-organisasi Rakjat, supaja didjamin semua hak dan kebebasan kepada kaum buruh untuk membela kepentingan-kepentingannja jang sah, supaja keadaan kaum tani diperbaiki dengan mewadjibkan tuantanah menurunkan sewatanah dan supaja tanah-tanah kosong jang tidak dikerdjakan dibagikan dengan tjuma-tjuma kepada kaum
tani tak-bertanah dan tani-miskin, supaja gerombolan Darul Islam" dibasmi, supaja pemerintahan desa dan daerah didemokrasikan, supaja pengchianat-pengchianat bangsa, penggelap-penggelap dan koruptor- koruptor disingkirkan dari djabatan-djabatan pemerintah, supaja diadakan usaha untuk meninggikan panenan padi dan perlindungan untuk industri nasional, supaja djumlah sekolah ditambah, supaja Uni Indonesia-Belanda dibubarkan, supaja pemerintah mendjalankan politik perdamaian jang konsekwen, dan sebagainja. Program pemilihan PKI jang mendjamin akan adanja perubahan tetap mendjadi pegangan tiap-tiap anggota PKI, sebagai pedoman aktivitetnja didalam dan diluar Parlemen. Satu langkahpun PKI tidak akan mundur untuk memperdjuangkan program jang sudah dikemu- kakannja kepada Rakjat dalam kampanje pemilihan. PKI akan dengan gigih memperdjuangkan terlaksananja program itu. PKI menganggap adalah sangat adil djika Rakjat menginginkan perubahan kearah perbaikan. Mengenai ketidakpuasan jang dalam dari Rakjat terhadap kabinet BH dan mengenai keinginan Rakjat akan adanja perubahan dalam pemerintahan, supaja ada pemerintahan jang menempuh djalan baru, maka PKI sudah mengemukakan pendapat untuk pembentukan suatu pemerintah Koalisi Nasional jang luas, jang mendjalankan program anti-kolonialisme dari Kabinet Ali-Arifin tempo hari. PKI sengadja tidak mengemukakan program baru dan program jang lebih tinggi, tetapi mengambil program kabinet Ali-Arifin sebagai platform, karena PKI berpendapat bahwa ini adalah djalan jang semudah-mudahnja dan jang paling masuk akal, karena program kabinet Ali-Afirin sudah disetudjui oleh PNI, NU, PKI, PSII, Perti dan golongan-golongan demokratis lainnja. Selain daripada itu, kabinet Ali-Arifin djatuh bukan karena programnja tidak disetudjui oleh Parlemen, tetapi karena faktor diluar Parlemen, jaitu faktor Angkatan Darat. Tergan- tung pada Masjumi, Parkindo, dan lain-lain apakah bisa menjetudjui komposisi dan program anti-kolonialisme dari Pemerintah Koalisi Nasional jang luas itu. Hasrat persatuan PKI begitu besarnja dan politik persatuan oleh PKI didjalankan dengan begitu konsekwen, sehingga PKI tidak mempunjai keberatan untuk duduk dalam satu pemerintahan dengan Masjumi berdasarkan satu program anti-kolonialisme jang notabene
sudah pernah didjalankan di Indonesia. PKI mempunjai hak penuh untuk tjuriga sampai kemana Masjumi akan sungguh-sungguh mendjalankan politik anti-kolonialisme, berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dimana Masjumi (dan PSI) dengan gigih mendjalankan politik membela modal asing dan membela DI. Hal ini tidak mendjadi halangan, karena dengan ikut sertanja PKI dalam pemerintah merupakan kontrole jang kuat terhadap kemungkinan Masjumi mendjalankan politik membela modal asing dan membela DI. Djika PKI duduk dalam pemerintah, maka PKI dapat mengadjukan kritik-kritiknja tidak hanja diluar pemerintah, tetapi djuga didalam pemerintah, terhadap partai-partai jang tidak konsekwen mendjalankan politik anti-kolonialisme. Berdasarkan pengalaman jang memberi alasan untuk tjuriga pada Masjumi maka PKI berkeberatan dibentuknja pemerintah dimana Masjumi ikut sedangkan PKI tidak, karena pemerintah jang demikian itu tidak mungkin mendjalankan program jang madju, tidak mungkin mendatangkan perubahan jang baik, karena politik Masjumi jang pro-modal asing dan pro-DI. PKI mengusulkan kabinet Koalisi Nasional jang luas, karena PKI tahu bahwa bagian jang sangat besar daripada Rakjat menghendaki adanja perubahan keadaan sekarang, dan perubahan keadaan hanja mungkin djika terbentuk pemerintah front persatuan jang anti-kolonialisme, jang mendjamin hak-hak demokrasi dan jang mendjalankan politik luarnegeri jang benar-benar mempertahankan perdamaian. Sedjak gagalnja Revolusi Agustus, Rakjat sudah mempunjai pengalaman, bahwa komposisi pemerintah jang sudah-sudah seperti komposisi Masjumi-PSI (kabinet Natsir), Masjumi-PNI (Sukiman), PNI-Masjumi-PSF (Wilopo), PNI-NU (Ali-Arifin) dan komposisi Masjumi-PSI-Federalis (Burhanudin Harahap), semuanja tidak bisa mendatangkan perubahan jang dapat menimbulkan perbaikan keadaan, terutama jang mengenai penghidupan Rakjat. Pendeknja, harus ada komposisi baru untuk menimbulkan keadaan baru sesudah pemilihan Parlemen baru. Inilah pada umumnja jang diinginkan oleh bagian terbesar dari parapemilih, orang-orang sipil maupun militer, ketika mereka memberikan suaranja. PKI berpendapat, bahwa djika terbentuk kabinet Koalisi Nasional, dimana aliran-aliran politik terpenting dalam masjarakat diwakili
seperti aliran politik Islam, Kristen, Nasionalis dan Komunis, maka mulailah sedjarah baru di Indonesia, dimana persatuan Rakjat dalam bentuk baru àkan dengan tjepat mendjadi lebih kuat. Djika ini terdjadi tidak satu golonganpun dari Rakjat Indonesia jang akan dirugikan. Jang akan rugi hanja kaum imperialis asing dan kakitangannja. Waktu belakangan ini, terutama dalam hubungan dengan pemben- tukan kabinet baru, orang suka menjebut-menjebut tentang ,perdamaian nasional" diantara berbagai partai dengan mengexklusifkan Partai Komunis. Perdamaian Nasional sematjam itu, ketjuali bersifat sekurang-kurangnja tidak bersahabat dengan lebih dari 6 djuta Rakjat Indonesia jang memilih Komunis, djuga merupakan bibit jang sangat berbahaja, jang djika diteruskan akan mendjadi sematjam Front Anti-Komunis model Isa Anshary (Masjumi). Pengandjur-pengandjur perdamaian nasional" sonder Komunis pada hakekatnja adalah pengandjur-pengandjur front anti-Komunis dan ini berarti mereka berbuat melanggar Undang-undang Dasar Sementara jang mendjamin adanja hak-hak demokrasi dan hak-hak azasi manusia. Dan djika perbuatan ini diteruskan, maka tidak bisa tidak mereka akan mendjadi pengandjur-pengandjur peperangan dalamnegeri. PKI menang dalam pemilihan jang lalu antara lain karena politik persatuannja, oleh karena itu PKI akan meneruskan politik persatuannja, djuga dalam melawan politik perdamaian nasional" sonder Komunis. PKI akan lebih sungguh-sungguh lagi memperdjuangkan adanja perdamaian nasional atau perdamaian dalamnegeri dengan bekerdja lebih keras lagi untuk persatuan nasional dengan tidak me- mandang perbedaan agama, ideologi, kejakinan politik dan suku- bangsa. Untuk ini PKI akan terus mendjalankan politiknja jang bersifat mendidik Rakjat supaja Rakjat tidak mau disuruh memusuhi Rakjat, supaja Rakjat menolak persiapan front anti-Komunis jang memakai kedok ,perdamaian nasional", supaja Rakjat dengan gigih memperdjuangkan adanja persatuan nasional dari semua kekuatan nasional untuk dengan sungguh-sungguh menghapuskan sisa-sisa kolonialisme dan dengan sungguh-sungguh memperdjuangkan masuk- nja Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia.
Konsolidasi Kemenangan Partai Dan Kemenangan Front Persatuan Sukses jang ditjapai oleh Partai dalam pemilihan jang lalu adalah hasil jang pasti daripada pekerdjaan jang dilakukan oleh Partai kita sampai sekarang, hasil daripada pelaksanaan garis politik dan garis organisasi Partai jang benar jang ditetapkan oleh Kongres Nasional ke-V Partai, hasil politik persatuan dan politik jang berorientasi pada Rakjat, hasil daripada sokongan Rakjat pada garis politik ini, hasil daripada perdjuangan Partai jang terus-menerus untuk kepentingan- kepentingan vital daripada klas pekerdja. Adalah benar, dan ini djuga diakui oleh banjak orang jang djudjur diluar Partai kita, bahwa kemenangan PKI adalah berkat politik persatuannja dan berkat hubungannja jang erat dengan Rakjat. Kemenangan baru merupakan kemenangan, djika kemenangan itu dapat dikonsolidasi. Djika kemenangan tidak dikonsolidasi, maka ini tidak hanja bisa berakibat pembuangan enersi jang pertjuma, tetapi djuga bisa berbalik mendjadi kekalahan. Mengkonsolidasi kemenangan adalah pekerdjaan jang sangat besar, sesuatu jang hanja bisa kita tjapai djika kita kerdjakan dengan inspirasi baru, enersi baru, dengan antusiasme, dengan gembira dan dengan tidak mementingkan diri sendiri. Untuk mengkonsolidasi kemenangan haruslah kita beladjar dari pengalaman kita. Beladjar dari pengalaman adalah kuntji buat sukses jang akan datang. Dan peladjaran jang terpenting jang kita dapat jalah, bahwa kita mentjapai sukses karena adanja politik jang tepat jang kita laksanakan, adanja kenjataan bahwa kita senantiasa bekerdja untuk mengadakan hubungan-hubungan jang erat antara massa pekerdja dengan Partai. Dan kita mengetahui bahwa ini hanja dapat kita tjapai dengan melalui perdjuangan sehari-hari melawan semua jang mendjadi perintang kemadjuan masjarakat, melawan ketidak- adilan dan melawan kemiskinan. Pendeknja, kuntji daripada kemenangan jalah mendjadikan Partai kita benar-benar Partai tipe baru, Partai jang erat hubungannja dengan massa, jang tersebar diseluruh negeri dan jang terkonsolidasi dila- pangan ideologi, politik dan organisasi.
Sebagai Partai Komunis jang sudah dewasa, Partai kita harus me- menuhi semua sjarat jang dibutuhkan oleh Partai Komunis, dan jang terpenting sekarang jalah bahwa kita, dalam mentjapai sukses, walau- pun bagaimana besarnja, tidak boleh buta terhadap kelemahan-kelemahan jang masih ada didalam Partai. Lupa akan kelemahan membikin orang mendjadi sombong, orang sombong mesti lengah, dan orang lengah mudah dikalahkan. Disana-sini kita melihat adanja gedjala-gedjala kelemahan ideologi jang masih terdapat pada kader-kader dan anggota-anggota Partai. Mereka diumbang-ambingkan oleh angka-angka hasil pemungutan suara. Mereka melondjak tinggi dan optimismenja memuntjak djika mendengar angka-angka jang tinggi jang ditjapai oleh Partai, tetapi mereka tenggelam kedasar lautan jang dalam dan pesimismenja mendjadi-djadi djika mendengar angka-angka rendah jang ditjapai oleh Partai. Dalam hal jang pertama bisa berakibat mereka selandjutnja mengetjilkan kekuatan partai-partai lain, dalam hal jang kedua bisa berakibat mereka selandjutnja melihat semuanja gelap. Mereka memudji kebenaran politik Partai setinggi langit kalau ingat pada angka-angka jang tinggi, tetapi mereka menjalahkan· kiri dan kanan kalau ingat angka-angka jang rendah untuk Partai. Mereka tidak berdiri diatas bumi jang njata dengan ketadjaman Komunis memper- hatikan segala sesuatu, mempeladjari, mendiskusikan dan menarik kesimpulan dari sesuatu keadaan dengan tenang. Saja tidak mengata- kan bahwa kader-kader jang demikian itu banjak, tetapi ada. Dengan ini samasekali tidak berarti bahwa kita menjetudjui sikap kader-kader dan anggota-anggota Partai jang atjuh-tak-atjuh, jang tidak ambil pusing apakah angka-angka Partai tinggi atau rendah, karena ini samasekali bukan sikap anggota Partai. Orang demikian adalah orang asing" didalam Partai. Disuatu tempat dimana Partai ,,leading" (nomor 1) fungsionaris-fungsionaris Partai pada gembira, salah seorang diantaranja berkata: Disinilah terbukti kebenaran politik persatuan daripada Partai, disinilah terbukti kebenaran sikap kita didaerah ini jang tidak mem- balas serangan-serangan pemimpin-pemimpin partai-partai demokratis lainnja terhadap Partai kita". Ditempat lain, dimana Partai tidak ,leading" fungsionaris-fungsionaris Partai kurang gembira, salah seorang diantaranja berkata: Disinilah salahnja politik persatuan
daripada Partai jang tidak mengizinkan kita didaerah ini menjerang kembali serangan-serangan pemimpin-pemimpin partai-partai demo- kratis lainnja terhadap Partai kita". Ini adalah dua tjontoh, dan kedua-duanja adalah kesimpulan jang keliru. Kawan-kawan, kapankah Partai kita melarang kita membalas atau menjerang kembali serangan-serangan dari fihak partai-partai lain jang menjerang politik Partai kita? Bukankah kewadjiban kita, disamping mengusahakan dengan sekuat tenaga tertjiptanja persatuan, harus berani mengkritik mereka jang dalam kata-kata mau bekerdjasama dengan kita, tetapi dalam, perbuatan merusak persatuan dan merugikan Rakjat? Jang sering diperingatkan oleh Partai jalah, supaja kita, dalam membalas serangan atau menjerang kembali tidak boleh melu- pakan bahwa apa jang kita lakukan adalah dalam rangka politik persatuan. Artinja dalam mengadjukan kritik, kita tidak boleh mendjadi panas, mendjadi terprovokasi dan ikut seperti mereka merusak persatuan dan merugikan Rakjat. Banjak tjara-tjara jang sudah kita ketemukan dalam mengadjukan kritik dalam rangka persatuan. Politik persatuan dengan tidak mendjalankan kritik adalah politik persatuan jang menudju keliang kubur. Politik persatuan kita adalah politik persatuan jang menudju Indonesia baru, dan ini hanja mungkin djika dilakukan setjara kritis. Tetapi diatas segala-galanja, faktor keme- nangan kita dalam pemilihan jang lalu jalah: perbuatan Partai untuk Rakjat dan kesungguhan Partai mengorganisasi dan memobilisasi pemilih. Kita harus menjambut dengan gembira tiap-tiap kemadjuan demo- kratis jang ada didalam partai-partai Nasionalis, Kristen, Islam dan partai-partai lainnja. Tetapi dimana ada pertentangan antara apa jang dikatakan oleh anggota-anggota partai-partai ini dengan per- buatannja, antara dalil-dalil pokok jang mereka kemukakan dengan kesimpulan jang mereka ambil, maka kita harus menundjukkan adanja pertentangan itu. Sebagai tjontoh, mereka mengatakan bahwa untuk ,menjelesaikan revolusi nasional" dan untuk merebut Irian Barat harus digalang persatuan nasional jang luas. Tetapi dalam praktek mereka lebih banjak berbuat jang merugikan persatuan nasional dengan membawa perhatian pengikut-pengikutnja tidak pada perla- wanan terhadap kolonialisme tetapi terhadap apa jang mereka namakan ,bahaja komunisme". Dalam praktek mereka bukan meng-
usahakan terhimpunnja semua kekuatan politik dan sosial daripada Rakjat, tetapi mereka mengusahakan perdamaian nasional" dengan mengexklusifkan kaum Komunis, jang berarti mengexklusifkan kekuatan politik dan sosial jang militant dan konsekwen anti-kolonialisme. Perdamaian nasional" sonder Komunis bukanlah persatuan nasional, tetapi usaha memetjah kekuatan masjarakat mendjadi dua. Dengan ini bukan hanja Irian Barat tidak akan mungkin dimasukkan kedalam wilajah kekuasaan Republik, tetapi seluruh Indonesia akan dikuasai oleh Belanda dan Amerika dengan bantuan kakitangannja didalam-negeri. Tjontoh jang lain, mereka berdalil dan berbitjara tentang perlu- nja mendatangkan kesedjahteraan bagi Rakjat. Tetapi dalam perbuatan mereka menentang dalil dan perkataannja sendiri. Mereka menentang, atau sekurang-kurangnja tidak aktif membantu, djika ada kaum buruh menuntut dan beraksi untuk mendapat sekedar kenaikan upah atau sekedar perbaikan djaminan sosial, djika ada kaum tani menuntut tanah kosong jang tidak dikerdjakan untuk digarap atau djika kaum tani menuntut penurunan sewatanah. Mereka berdalil dan berbitjara tentang pentingnja persatuan Rakjat, tetapi dalam perbuatan mereka memetjahbelah serikatburuh dan serikattani. Pendeknja, kita menginginkan supaja tidak hanja perbuatan kita tetapi djuga perbuatan sekutu-sekutu kita sesuai dengan apa jang dikatakan dan sesuař dengan dalil-dalil pokok jang sudah sama-sama diterima sebagai satu kebenaran. Pada sebagian kawan-kawan kita mungkin ada perasaan kurang senang dengan angka-angka jang rendah jang didapat oleh Partai didaerah-daerah diluar Djawa-Sumatera, sehingga posisi Partai jang baik di Djawa-Sumatera tidak bisa dipertahankan sesudah didjumlah semua suara jang didapat Partai untuk seluruh negeri. Sudah tentu tidak ada kawan-kawan kita jang menjalahkan kader-kader dan anggota-anggota Partai diluar Djawa-Sumatera. Dengan pengalaman- pengalamannja jang sangat terbatas dilapangan organisasi dan politik, kawan-kawan disana sudah bekerdja keras untuk memenangkan Partai. Tetapi harus kita ketahui, bahwa Partai kita disana belum lama dibangun, masih belum tjukup berakar dikalangan masjarakat, dan dibanjak tempat emblim Partai baru dikenal oleh Rakjat pada bulan-bulan belakangan ini. Kenjataan ini harus mendjadi dorongan bagi daerah-daerah dimana Partai sudah lebih madju, untuk bekerdja
lebih keras guna mengimbangi kelemahan disana dan untuk memberi bantuan jang kongkrit, terutama bantuan kader-kader. Fikiran jang sempit, jang hanja mementingkan kemadjuan Partai didaerah sendiri sadja, misalnja kemadjuan di Djawa sadja, bukanlah fikiran Komunis jang baik. Partai kita adalah Partai untuk seluruh negeri, kekurangan ditempat jang satu harus diisi oleh tempat jang lain, solidaritet Indo- nesia harus ada pada tiap-tiap anggota Partai. Kenjataan-kenjataan diatas meletakkan tugas-tugas dalam mengkonsolidasi Partai sebagai berikut: Pertama, pendidikan ideologi harus lebih diperhatikan, dan ini harus kita mulai dengan pendidikan ideologi dikalangan kader-kader Partai. Tjara-tjara memimpin diskusi dan memberi kursus jang dingin, jang tidak didjiwai oleh semangat tjinta Partai dan tjinta Rakjat jang bernjala-njala dari pemimpin diskusi dan pemberi kursus harus dihentikan. Diskusi dan kursus jang tidak mempunjai watak klas daripada Partai tidak mungkin berhasil dan tidak mungkin me- ninggikan tingkat ideologi daripada kader-kader dan anggota-anggota. Sukses daripada diskusi dan kursus-kursus sangat tergantung pada semangat tjinta Partai dan tjinta Rakjat daripada pemimpin diskusi dan pemberi kursus. Selandjutnja pimpinan kolektif harus dianggap sebagai satu-satunja tjara jang benar dalam memberikan pimpinan, dan ini hanja mungkin djika ada diskusi-diskusi periodik jang diper- siapkan setjara baik dan jang dilakukan dengan kritis. Kritik dari bawah harus didorong oleh pimpinan dan demokrasi intern Partai harus lebih dikembangkan. Ketjongkakan dan rasa puas-diri djika mendapat sukses harus ditindas, demikian djuga rasa tak mampu dan patah-hati djika mengalami kegagalan. Kedua, program dan politik. Partai harus mendjadi milik daripada semua anggota Partrai, dalam arti difahamkan benar-benar. Putusan-putusan Partai jang diambil dalam Kongres Nasional ke-V, dalam sidang-sidang Central Comite dan sidang-sidang Politbiro, harus dipeladjari dan didiskusikan setjara mendalam oleh organisasi-organisasi Partai disemua tingkatan. Kader-kader tinggi daripada Partai harus membiasakan diri dengan tulisan-tulisan klasik tentang Marxisme-Leninisme. Tiap-tiap Comite harus merentjanakan, men- djelaskan, memimpin dan mengontrol pelaksanaan program pela- djaran. Hanja dengan ini kita dapat membikin seluruh anggota Partai
mengerti Program dan politik Partai sebagai sjarat untuk membikin semua anggota Partai ambil bagian jang aktif dalam pelaksanaan Program dan politik Partai. Ketiga, keanggotaan dan organisasi Partai harus lebih diluas- kan, sebagai sjarat untuk dapat memimpin gerakan revolusioner diseluruh daerah masing-masing dan diseluruh negeri. Dengan kewas- padaan jang tinggi kita membuka pintu Partai kita untuk masuknja orang-orang baru, terutama dari kalangan kaum buruh, kaum tani, pemuda, peladjar dan wanita. Peluasan keanggotaan dikalangan kaum tani adalah sjarat untuk bekerdja lebih baik dalam membela kepentingan sehari-hari dari kaum tani, halmana sampai sekarang belum dapat dibanggakan. Ini kita lakukan bersama-sama dengan kita me- luaskan organisasi-organisasi massa daripada Rakjat, jang harus kita tjapai terutama dengan mempersatukan mereka melalui perdjuangan membela kepentingan sehari-hari mereka. Pelaksanaan semuanja ini hanja mungkin djika ada pimpinan dan ada kontrole jang terus- menerus dari Comite-Comite Partai dan djika Grup-Grup Partai mendjadi elemen jang aktif dan mendjadi pimpinan politik jang riil ditempat masing-masing. Kawan-kawan, demikianlah beberapa tugas untuk mengkonsolidasi kemenangan Partai dalam pemilihan umum jang lalu. Hanja dengan mengerdjakan ini kemenangan itu dapat diikuti oleh kemenangan-kemenangan jang lain. Dan hanja dengan mengerdjakan ini kemenangan front persatuan dapat kita konsolidasi. Dalam hubungan dengan mengkonsolidasi kemenangan front persatuan beberapa soal lagi perlu dikemukakan. Diantara kader-kader Partai masih ada jang suka mengadjukan fikiran, apakah tidak sebaiknja djika Central Comite Partai membikin kontrak dengan Pimpinan Pusat dari partai-partai lain jang berisi persetudjuan supaja masing-masing partai dari atas sampai kebawah wadjib melakukan ini atau tidak boleh melakukan itu. Usul ini tidak mungkin dilaksanakan karena sering terdapat perbedaan-perbedaan besar atau ketjil antara Pimpinan Pusat partai-partai lain dengan pimpinan daerahnja. Usul ini timbul karena tidak tahu dimana letak kuntji daripada kerdjasama antara Partai kita dengan partai-partai lain. Pengalaman-pengalaman kita menundjukkan, bahwa persesuaian dan kerdjasama dengan partai-partai lain harus timbul dan diper-
wen mendjalankan politik front persatuan nasional untuk menudju kerdjasama semua kekuatan sosial dan politik daripada Rakjat kita. Kita lakukan semuanja melalui djalan-djalan jang masuk akal, jang demokratis dan jang kongkrit. Dalam mendjalankan politik persatuan kita tidak boleh berbuat jang djanggal dan aneh dimata orang-orang jang sepantasnja bersatu dengan kita. Dengan demikian mendjadi lebih teranglah kewadjiban-kewadjiban kita dalam mengorganisasi lebih kokoh front persatuan untuk mempertahankan kemerdekaan nasional negeri kita, untuk mempertahankan perdamaian, demokrasi dan untuk perbaikan nasib Rakjat pekerdja. Hasil pemilihan jang lalu membukakan kemungkinan-kemungkinan jang baru dan lebih baik untuk pelaksanaan kewadjiban ini. Dengan langkah-langkah baru, dengan pasti dan berani kita meneruskan politik persatuan kita sebagai sjarat mutlak untuk tertja- painja tudjuan-tudjuan jang urgen dan tudjuan-tudjuan dalam djangka pandjang dari Rakjat Indonesia.
baharui atas dasar aksi-aksi politik dan dari aksi-aksi politik. Ini kita alami ketika aksi membubarkan negara-negara bagian bikinan Belanda, ketika mendesak pembentukan kabinet Ali Sastroamidjojo, ketika menuntut supaja pemerintah mendjalankan politik jang tegas terhadap gerombolan DI-TII, ketika menuntut pembubaran Uni Indonesia-Belanda, ketika mempertahankan sistim demokrasi parlementer waktu sistim ini berada dalam bahaja beberapa bulan jang lalu, dan sekarang dalam menuntut pembubaran kabinet BH. Kita sering meng- alami bahwa program-program kerdjasama jang dibikin oleh partai kita dengan partai-partai lain tetap tinggal diatas kertas, sedangkan mengenai pelaksanaannja tidak terdjadi apa-apa, karena timbulnja perumusan-perumusan itu tidak atas dasar aksi-aksi politik dan tidak dari aksi-aksi politik. Soal lain jalah, bahwa masih ada sadja kader Partai jang dalam hubungan kerdjasama dengan partai-partai lain masih suka mendiskusikan setjara abstrak mengenai persoalan tuntutan mana jang lebih madju, sehingga sering terdjadi kerdjasama mendjadi bujar karena kita mendesakkan tuntutan jang lebih madju itu, atau djika tuntutan jang lebih madju itu dapat dirumuskan, maka tuntutan jang lebih madju itu hanja tinggal diatas kertas sadja. Tuntutannja lebih madju, tetapi keadaan tidak bertambah madju! Seharusnja kita tidak mendiskusikan setjara abstrak tuntutan mana jang lebih madju, tetapi kita harus memilih tuntutan jang dalam keadaan tertentu bisa lebih tepat, dalam arti bahwa gerakan dan kemungkinan adanja perkembangan baru dapat didorong kedepan. Berdasarkan pendirian inilah kita menge- mukàkan pembentukan pemerintah Koalisi Nasional jang mendjalankan politik anti-kolonialisme daripada kabinet Ali-Arifin. Berdasarkan pendirian ini pulalah, dalam memimpin aksi-aksi ekonomi massa kita menggunakan sembojan ,tuntutan ketjil, tapi berhasil". Pengalaman kita sudah tjukup banjak untuk sampai kepada kesim- pulan, bahwa program jang baik sadja tidaklah tjukup, tetapi harus ada kekuatan masjarakat (kekuatan sosial) jang mendjamin bahwa program itu dapat dilaksanakan. Selain daripada itu, kita tídak tjukup hanja mengetahui dan menundjuk-nundjuk dimana adanja kekuatan masjarakat itu, tetapi kita harus menghimpun dan memobilisasinja. Pendeknja, dalam hubungan dengan mengkonsolidasi kemenangan front persatuan dalam pemilihan jang lalu, kita harus dengan konsek-
Segenap. Kekuatan Untuk. Memenangkan Partai Dan Front Persatuan Dalam Pemilihan Konstituante Kawan-kawan, tidak lama lagi Rakjat Indonesia jang mempunjai hakpilih akan menudju kekotak suara untuk memilih anggota-anggota Konstituante. Ini berarti pekerdjaan berat dihadapkan pada Rakjat dan Partai kita. Kita harus bekerdja keras untuk memenangkan Partai dan memenangkan front persatuan dalam pemilihan Konstituante jang akan datang. Banjak tergantung pada hasil pemilihan Konstituante ini, apakah sifat-sifat demokratis dan anti-kolonialisme daripada Republik Indonesia akan dapat dipertåhankan dan dikembangkan. Kemenangan Partai dalam pemilihan Konstituante nanti pada pokoknja tergantung pada dua hal. Pertama, pada kebenaran politik Partai dan kedua, pada persiapan organisasi dalam pekerdjaan me- mobilisasi massa untuk memenangkan Partai. Mengenai persiapan dilapangan politik, sebagaimana sudah dike-. tahui, sidang Pleno ke-II Central Comite jang dilangsungkan dalam bulan November 1954 sudah membentuk satu ,,Panitia PKI Peran-
tjang Konstitusi Republik Indonesia". Panitia ini memang belum menghasilkan rentjana Konstitusi jang lengkap, tetapi mengenai pokok-pokok jang penting sudah ada kesimpulan-kesimpulan jang sudah mendapat persetudjuan Politbiro Central Comite. Pada pokoknja, dalam menetapkan Konstitusi jang bagaimana jang akan diperdjuangkan' oleh PKI dalam sidang Konstituante nanti, Panitia Perantjang Konstitusi" dan Politbiro berpokok pangkal pada: mempertahankan Republik jang diproklamasikan oleh Revolusi Agustus 1945 (singkatnja: Mempertahankan Republik Proklamasi). Dalam mempertahankan Republik Proklamasi berarti sudah ter- masuk mempertahankan prinsip, bahwa kedaulatan ada pada Rakjat, bahwa Rakjat mendjalankan kedaulatannja dengan melewati parlemen dan bahwa semua penduduk adalah sama dihadapan Undang-undang. PKI mempertahankan Republik Proklamasi karena Republik Proklamasi selama Revolusi Rakjat tahun 1945—1948 terbukti adalah alat perdjuangan jang penting dalam mempertahankan kemer- dekaan nasional, perdamaian, demokrasi dan persatuan daripada seluruh Rakjat dengan tidak memandang perbedaan keturunan, sukubangsa, laki-laki atau wanita, agama, filsafat, dan kejakinan politik. Mempertahankan Republik Proklamasi berarti mempertahankan Republik, dimana didalamnja semua agama dan kejakinan dihormati. Semua unsur daripada Republik Proklamasi jang dapat mengikat bagian terbesar daripada Rakjat akan dipertahankan dengan gigih oleh PKI dalam sidang Konstituante. Unsur-unsur itu antara lain jalah: bendera nasional Merah-Putih, lagu kebangsaan Indonesia-Raya, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan disamping bahasa masing- masing sukubangsa, lambang Republik ,,Bhineka Tunggal Ika". PKI akan tetap mempertahankan negara kesatuan jang daerahnja meliputi seluruh wilajah ,Hindia Belanda" dulu. Dalam negara kesatuan ini tiap-tiap sukubangsa mendapat hak otonomi jang seluas- luasnja. Isi daripada fasal-fasal mengenai ekonomi jang dimuat dalam Undang-undang Dasar Sementara jang bertudjuan untuk melikwidasi ekonomi kolonial akan dipertahankan oleh PKI. Sedjak sekarang sudah dapat kita bajangkan, bahwa dalam kampanje pemilihan untuk Konstituante akan banjak dipersoalkan orang apakah Konstituante nanti akan melahirkan Negara Pantjasila" atau
Negara Islam". Jang manakah jang akan diperdjuangkan oleh PKI? Kalau dengan Negara Pantjasila" diartikan Republik Proklamasi maka sudah terang apa jang akan diperdjuangkan oleh PKI. PKI tidak menghendaki Republik Proklamasi diganti dengan Negara Islam" atau Negara DI", seperti jang diandjur-andjurkan oleh Pemimpin-pemimpin Masjumi. Beberapa pemimpin nasionalis suka mengatakan bahwa mereka tidak menjetudjui ,Darul Islam" dan ,Darul Komunis". Dari sini dapat ditarik kesimpulan seolah-olah ada golongan, tentu jang di- maksudkan jalah PKI, jang mau mendirikan ,Darul Komunis". Mengenai ini sudah sering kita djelaskan, dan terus akan kita djelaskan, bahwa PKI sekarang maupun dikemudian hari tidak bermaksud mendirikan ,,Negara Komunis". Dalam kamus kaum Komunis tidak ada istilah Negara Komunis" atau Darul Komunis". Djadi, dalam Konstituante jang akan datang PKI tidak memperdjuangkan terbentuknja satu Negara Komunis" di Indonesia, tetapi PKI djuga tidak menghendaki terbentuknja ,Negara Islam" atau Negara DI", ,Negara Kristen", Negara Marhaenis", atau negara apa jang bukan Negara Pantjasila" dalam arti Republik Proklamasi. Djelasnja, PKI tidak menghendaki kekuasaan satu partai atau satu golongan, tetapi PKI memperdjuangkan kekuasaan dari seluruh Rakjat Indonesià. Demikian dengan singkat pegangan propagandis-propagandis Komunis dalam kampanje pemilihan Konstituante. Dengan ini djelas pula politik apa jang akan dikemukakan oleh PKI dalam sidang Konstituante nanti. PKI bersedia membikin front dengan partai mana dan dengan siapa sadja jang bertudjuan mempertahankan Republik Proklamasi, dimana kedaulatan ada pada Rakjat, dimana didjamin hak sama bagi semua penduduk, hak mempunjai milik dan hak untuk memeluk agama dan kejakinan jang disukai. Djaminan demikian ini terang ada selama Revolusi Rakjat tahun 1945—1948. Untuk memperbaiki persiapan organisasi dalam pekerdjaan memobilisasi massa, kita harus menarik peladjaran sebaik-baiknja dari pengalaman kita mengorganisasi dan memobilisasi massa dalam pemilihan untuk Parlemen jang lalu. Kita harus menarik peladjaran dari pengalaman kita jang banjak dalam menarik dan mengkongkrit- kan pemilih, mendjaga supaja pemilih-pemilih Partai tetap pendiriannja sampai selesai pemungutan suara, memperbaiki agitasi dan propaganda
Partai, memobilisasi seniman-seniman anggota dan simpatisan Partai, menemukan dan merealisasi tjara-tjara jang praktis dan efektif dalam mengumpulkan fonds pemilihan Partai, dan banjak lagi. Kita tarik peladjaran dari pengalaman-pengalaman kita dengan maksud untuk mempertinggi mutu pekerdjaan Partai sebagai sjarat untuk mentjapai hasil jang lebih baik. Kesimpulan-kesimpulan jang sudah diambil dan didjadikan pedoman untuk pekerdjaan selandjutnja harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, dengan pimpinan dan kontrole jang terus-menerus. Mengingat kekalahan jang diderita oleh partai-partai reaksioner diberbagai daerah, terutama kekalahan jang diderita oleh kombinasi Masjumi-PSI, kaum reaksioner dalamnegeri dengan bantuan penuh dari kaum imperialis asing akan mempertegang keadaan dengan intimidasi-intimidasi dan dengan provokasi-provokasi. Dengan sistim- atis mereka akan mempengaruhi opini umum tentang apa jang mereka namakan bahaja Komunisme", dengan maksud supaja Rakjat melu- pakan musuhnja jang sedjati, jaitu kolonialisme Belanda jang sudah mendjadi ęmbel-embel imperialisme Amerika. Ketjurangan-ketjurangan akan mereka lipatgandakan. Semuanja ini meminta kewaspadaan dan militansi jang lebih tinggi dari semua anggota Partai, terutama dari pemimpin-pemimpin dan kader-kader Partai. Kawan-kawan, marilah kita hadapi pekerdjaan jang berat ini dengan sepenuh hati, marilah kita kerahkan semua kekuatan jang ada pada kita untuk memenangkan Partai dan front persatuan dalam pemilihan Konstituante jang akan datang. Ini adalah perdjuangan jang penting untuk mempertahankan kemerdekaan nasional negeri kita, untuk perdamaian, demokrasi dan perbaikan nasib Rakjat pekerdja. Dengan berorientasi kepada Rakjat Indonesia jang besar dan heroik, kita jakin bahwa Partai kita bersama-sama dengan Rakjat ini, akan berhasil mempertahankan Republik Proklamasi, akan berhasil mempertahankan dan mengembangkan sifat-sifat demokratis dan anti-kolonialisme daripada Republik ini.
Keterangan Kata-kata abstrak, tidak kongkrit, tidak njata. agresi, penjerbuan. analisa, uraian, kupasan. antusiasme, kegairahan. aparat, alat. berorientasi, orientasi = arah pandangan; berorientasi = mengadakan orientasi. burdjuasi komprador, burdjuasi jang telah mendjadi alat imperialisme. dilikwidasi, ditiadakan, dibubarkan. emblim, lambang. enersi, kekuatan, tenaga. fasilitet, hak (kesempatan) istimewa untuk memudahkan djalannja sesuatu. fauna, margasatwa, alam binatang. flora, tumbuh-tumbuhan. inspirasi, ilham, djiwa. intern, dalam, didalam. intervensi, tjampurtangan dalam urusan dalamnegeri negara lain. kampanje, gerakan jang diorganisasi untuk mengadjukan sesuatu tjita-tjita supaja diterima oleh masjarakat. klasik, jang berlaku untuk selama-lamanja; tulisan-tulisan klasik jang dimaksud disini jalah tulisan-tulisan Marx, Éngels, Lenin, Stalin, Mau Tje-tung, dsb. kolektif, bersama. kondisi, sjarat, keadaan. kombinasi, gabungan, tjampuran. komposisi, susunan. konsekwen, terus-menerus, dengan tidak bimbang-bimbang. kontak,. hubungan. kontrak, perdjandjian, persetudjuan. kontrole, pengawasan; dikontrole, diawasi, diteliti, diamati. kwalitatif, jang mengenai mutu, jang mengenai nilai. logis, masukakal. manifestasi, pernjataan, pentjerminan.
memobilisasi, mengerahkan. mengetjualikan, tidak membolehkan ikutserta, menge- mengexklusifkan, sampingkan. menginfiltrasi, menjusup, merembes, menjelundup. mengintimidasi, menggertak. mengkongkritkan, kongkrit = njata, sungguh-sungguh ada, pasti; mengkongkritkan = mendjadikan kongkrit. mengkonsentrasi, memusatkan. mengkonsolidasi, menguatkan, mengokohkan, membulatkan.
menteror, melakukan perbuatan jang menakutkan, jang dengan kekerasan. militant, jang mempunjai dajadjuang, kesanggupan berdjuang, keahlian
berdjuang. notabene, perhatikan. optimisme, kegembiraan, penuh pengharapan. pakt, persekutuan. pesimisme, ketjilhati, tidak berpengharapan. perspektif, kemungkinan, gambaran masadepan. platform, mimbar, dasar, pokokpangkal. posisi, kedudukan, tempat. prestasi, hasil kerdja, hasil perbuatan. propagandis, orang jang melakukan propaganda. riil, njata, jang sebenarnja, jang sesungguhnja. simpatisan, simpati = minat, persetudjuan; simpatisan = orang jang menaruh simpati. sukses, kemenangan, hasil jang menguntungkan. terprovokasi, terpantjing. tipe, matjam, tjorak. vital, pokok, penting.