Baca PDF (OCR): Bersatu untuk Menjelesaikan Tuntutan Revolusi Agustus 1945

53 halaman · 53 halaman diproses dengan OCR· 229019 ms

Daftar isi
  1. Djakarta 1956 Jajasan ,Pembaruan"
  2. (achir Djuli 1956) CCPKI jang diperluas dan bahan² lain dari sidang pleno ke-IV
  3. Tuntutan² Revolusi Agustus 1945
  4. Untuk Menjelesaikan Bersatu
  5. ★ D.N. Aidit
  6. POIN 065707419
  7. 611133
  8. nja front persatuan internasional anti-perang dan anti-kolonialis-
  9. Ada sementara orang jang mengartikan kedudukan internasio-
  10. Dari utjapan ini teranglah, bahwa dengan Indonesia Merdeka"
  11. seirama, dan malahan bertentangan dengan keinginan pembesar²
  12. merdekaan". Didalam sidang? ini anggota2 Badan Penjelidik" tsb
  13. feodal, supaja Indonesia mendjadi satu negara jang hanja bentuk-
  14. ketjil kota dan intelektuil revolusioner, jang menuntut supaja hak²
  15. Kongres Nasional ke-V PKI antara lain sudah mensahkan se-
  16. Perantjis" (djuga utjapan Bung Karno dalam Badan Penjelidik
  17. kemampuan jang tidak bisa diabaikan dilapangan politik, dan
  18. mempunjai kesedaran klas jang tinggi dan terbukti mempunjai
  19. burdjuasi nasional mempunjai kedudukan jang sangat lemah dila-
  20. mokrasi jang mampu mendatangkan kesedjahteraan sosial".
  21. djamin kemerdekaan nasional serta perkembangannja melalui dja-
  22. sesuai dengan watak Revolusi Agustus 1945, jang mampu men-
  23. djana dan seniman. Singkatnja, hanja negara jang demikian jang
  24. penambahan² dan bagian2 jang sudah lewat waktu ditiadakan. Kongres ke-V PKI. Disana-sini diadakan perubahan², diadakan
  25. djojo jang pertama, tuntutan² jang dirumuskan dan disahkan dalam
  26. tuan Rakjat, jang mau menempuh djalan kemerdekaan nasional,
  27. sepenuhnja bisa dilaksanakan oleh pemerintah Ali Sastroamidjojo
  28. *味
  29. negara dan partikulir dengan tidak usah ada ketentuan bahwa
  30. haan² penting jang mempengaruhi kehidupan ekonomi nasional ha-
  31. rupsi, dengan mengobral kredit dari bank negara kepada kawan
  32. kepentingan kapitalis² nasional digerowoti kekuatan ekonomi ne-
  33. gara harus dinomersatukan. Djadi adalah keliru sekali djika untuk
  34. pemerintah dalam melawan saingan kapitalis² besar asing. Tetapi,
  35. negara Republik Indonesia mendapat proteksi dan fasilitet dari
  36. Walaupun berdasarkan hasil² pemilihan Dewan Konstituante
  37. kekuatan² jang menentang konsep kenegaraan Revolusi Agustus
  38. Komunis jang belum memegang kekuasaan negara, tetapi ini tidak
  39. soal kita dengan titikpangkal jang satu dan sama, dengan landas
  40. Mari kita achiri keadaan didalam Partai kita dimana kader² dan
  41. anggota² kurang beladjar atau terkadang tidak beladjar samasekali.
  42. dikan, mari kita lakukan gerakan beladjar ini dengan sembojan
  43. pleno ke-IV CC membenarkan kesimpulan Politbiro jang menja-
  44. Rakjat" tertanggal 5 Djuni, 21 Djuni dan 12 Djuli
  45. 1956 tentang Kemungkinan Peralihan Indonesia
  46. Tulisan2 Redaktur Ekonomi "HR" tsb. telah memberi nilai jang
  47. dalam UUD Proklamasi dan UUDS RI seperti jang dinjatakan
  48. terutama dalam tulisan chusus didalam Harian Rakiat" tgl. 5 Dju-
  49. 12 Djuli setjara ber-lebih²an unsur² tsb. dinjatakan sebagai suatu
  50. dirinja bisa menimbulkan akibat² adanja pandangan dan penger-
  51. Djakarta, 2 Agustus 1956.
  52. kembangan kehidupan kebudajaan Rakjat dan peningkatan taraf
  53. Sidang pleno ke-IV CC PKI dalam salahsatu diskusinja me-
  54. V. Mengenai bahan (materi) jang dikemukakan dalam siaran Ka-
  55. logi, politik dan organisasi Partai. Demikianlah hendaknja tiap²
  56. djadi teranglah satu soal jang selama ini merupakan salahsatu
  57. tuk mendjelaskan pendiriannja terhadap siaran tsb. kepada
  58. III. Karena siaran Kawan Alimin tsb. sudah diumumkan oleh pers,
  59. Kawan Alimin terhadap siarannja tanggal 25 Maret 1956 pada
  60. Keterangan Central Comite PKI Mengenai Siaran Kawan Alimin
  61. Partai kita, memang sudah tidak pada tempatnja lagi Kawan
  62. tidak ada kesediaan Kawan Alimin untuk menempatkan kepen-
  63. Sebaliknja, djika kemudian ternjata bahwa samasekali sudah
  64. Isi pernjataan saja tanggal 10 Mei 1956, dimana saja dengan
  65. gal 25 Maret 1956, jang sebetulnja telah saja tjabut dengan
  66. II Tiga Kekuatan — Tiga Konsep Dalam Menjelesaikan15
  67. Tuntutan² Revolusi Agustus 1945 ..
  68. III Politik Partai Komunis Indonesia.
  69. 2. Kebebasan² demokratis untuk Rakjat dan organisasi²
  70. Masaalah Pendidikan Didalam Partai
  71. Resolusi Tentang Laporan Umum Politbiro Kepada Sidang76
  72. Pleno ke-IV Central Comite PKI Jang diperluas.
  73. Resolusi Tentang Gedung Kebudajaan ..
  74. Resolusi Tentang Penjempurnaan Sekretariat Central Comite
  75. ditangan tuantanah", mestinja ditangan komprador danberbunji :
  76. Keterangan CC PKI Mengenai Siaran Kawan Alimin
  77. Resolusi Tentang Kawan Alimin
  78. Rp. 4.20
  79. Tup. Pea Indonesia Raga

23N n 23 N

D.N. Aidit Bersatu
Untuk Menjelesaikan Tuntutan² Revolusi Agustus 1945

Djakarta 1956 Jajasan ,Pembaruan"

VOOR

(achir Djuli 1956) CCPKI jang diperluas dan bahan² lain dari sidang pleno ke-IV

Tuntutan² Revolusi Agustus 1945

Untuk Menjelesaikan Bersatu

★ D.N. Aidit

POIN 065707419

0172 5405 BIBL n23N

611133

Sekedar Pengantar Kalangan® reaksioner dengan berbagai tjara, sering menggambarkan bahwa revolusi nasional kita mengalami sematjam "djalan buntu". Kalangan² reaksioner itu sering menggambarkan bahwa Rakjat "tidak mempunjai kemampuan", bahwa pemilihan umum j.l. "tidak merubah apa". Maka merekapun berusaha keras "mema- tangkan" keadaan, agar hasil® pemilihan umum j.l. ditiadakan, agar jang berkuasa di Indonesia mereka sendiri, golongan kepalabatu sadja, singkatnja, mereka mau mengganti demokrasi jang mengha- ruskan koalisi klaså sekarang ini dengan diktatur satu klas sadja. Kaum progresif sendiri banjak jang ber-tanja², meskipun demokrasi pasti menang, tetapi bagaimana tjaranja kita memetjah- kan begitu banjak persoalan jang kita hadapi? Bagaimana menjele- saikan tuntutan Revolusi Agustus sampai ke-akarnja? Bagaimana melandjutkan Revolusi itu, bagaimana mendjundjungtinggi pandji Revolusi itu, bagaimana memenangkan Revolusi itu? Sidang pleno ke-IV CCPKI jang diperluas baru® ini, mulai La- poran Umumnja sampai pada Resolusiånja, memberikan djawaban jang tepat atas semua persoalan pokok itu. Inilah sebabnja material sidang pleno CCPKI itu kita terbitkan seluruhnja didalam penerbitan jang tersendiri, agar siapapun, ter- utama sekali kader² revolusioner, dapat mempeladjari, menimbang, memahami dan achirnja melaksanakan tugas® nasional jang diletak- kan didalamnja. Penerbir

Djakarta. 17 Agustus 1956.

an².jang menggembirakan sesudah pemilihan umum jang berse-Dalam situasi dalamnegeri kita djuga mengalami perkembang- terutama perkembangan di Sovjet Uni sendiri. an, serta perkembangan disegala lapangan di-negeri² kubu sosialis, gerakan kemerdekaan, gerakan demokrasi dan gerakan perdamai- penting dalam mempertjepat perkembangan selandjutnja daripada langsungkan dalam bulan Februari jl. merupakan pendorong jang Kongres ke-XX Partai Komunis Sovjet Uni (PKSU) jang di- an dan gerakan demokrasi, terutama di-negeri² Asia-Afrika. bung dengan perkembangan² baru daripada gerakan kemerdeka- ngan sukses² jang ditjapai oleh negeri² kubu sosialis, dan berhu- jang sangat tjepat dan akan lebih dipertjepat lagi berhubung de-Dalam situasi internasional kita melihat proses perkembangan tuasi dalamnegeri kita. Comite jang ke-III dalam situasi internasional maupun dalam si-Banjak perubahan jang sudah terdjadi sedjak sidang Central biro jang bertempat tinggal di Djakarta. diperluas dengan anggota² Central Comite bukan-anggota Polit- langsungkanlah dalam bulan November 1955 sidang Politbiro jang tai dalam menghadapi pemilihan Dewan Konstituante, maka di- milihan Parlemen dan berhubung dengan penetapan tugas2 Par- ngan penjimpulan keadaan politik dan keadaan Partai sesudah pe- dapi berbagai masaalah penting, terutama jang berhubungan de- mungkin diadakan pada waktu itu, padahal Partai kita mengha-Dewan Konstituante. Karena sidang pleno Central Comite tidak dengan kesibukan Partai kita dalam menghadapi pemilihan untuk umum untuk Parlemen. Tetapi hal ini tidak mungkin berhubung mite dalam bulan November 1955, djadi segera sesudah pemilihan mempertimbangkan untuk mengadakan sidang pleno Central Co- pleno Central Comite ke-IV ini. Politbiro Central Comite pernah Central Comite ke-III dalam bulan Àgustus 1955 sampai sidang Hampir satu tahun telah berlangsung sedjak sidang pleno Kawan-kawan,

djarah untuk Parlemen dan Dewan Konstituante. Usaha² kaum reaksioner untuk menghalangi perkembangan ini, a.l. dengan ngotot mempertahankan kabinet Burhanuddin Harahap jang njata mengadakan tindakan² anti-demokratis dan melanggar azas² politik luarnegeri Indonesia jang anti-kolonialisme dan anti-perang, di- tentang dengan keras oleh front Rakjat jang luas dan jang beraki- bat gulung tikarnja kabinet BH. Sebagai pengganti kabinet BH jang reaksioner, jang mula²~ nja ngotot tidak mau turun panggung pada waktunja, maka ber- dirilah kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 jang programnja agak madju dan dapat disokong oleh Partai kita. Pada saat² pembentuk- an kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 terdjadilah gelombang pasang gerakan Rakjat jang menuntut duduknja orang² Komunis didalam kabinet. Politik kepalabatu dari sebagian pemimpin² Masjumi jang menolak turutnja orang² Komunis dalam kabinet, merupakan penghalang jang terutama bagi pelaksanaan tuntutan Rakjat jang adil ini. Sudah mendjadi rahasia umum, bahwa Masjumi menerima program jang agak madju dari kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 bu- kanlah karena sungguh² setudju pada program tsb., tetapi hanja se-mata² agar dirinja tidak terisolasi, supaja mendapat kedudukan dalam pemerintah dan supaja dimana mungkin menghalangi pelaksanaan bagian² jang madju daripada program pemerintah. Dengan demikian terbentuklah satu kabinet jang programnja agak madju tetapi komposisi dan personalianja tidak mentjerminkan kemampuan dan kedjudjuran untuk melaksanakan program tsb. Berkat desakan Rakjat dan Parlemen, dan berkat berhasilnja perdjuangan menteri² jang madju terhadap menteri² jang reaksioner, kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 telah membatalkan seluruh persetudjuan KMB setjara sefihak (unilateral). sedangkan rentjana kabinet BH adalah tanpa pembatalan apa jg. dinamakan piagam penjerahan kedaulatan". Disamping itu, walaupun pembatalan persetudjuan KMB oleh kabinet sekarang belum mempunjai aki- bat² jang langsung terhadap kedudukan ekonomi dari kaum ka- pitalis besar Belanda, tetapi ini adalah lebih baik djika dibanding dengan rentjana pembatalan persetudjuan KMB oleh kabinet BH jang didahului oleh ,statement of policy" (pernjataan politik) jang bukan sadja mendjamin keuntungan modal² imperialis tetapi dju- qa mengundangnja untuk mengadakan penanaman² baru di Ín- donesia. Peristiwa pembatalan persetudjuan KMB oleh kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 membuktikan kebenaran politik jang me-

nuntut pembatalan persetudjuan KMB jang selama 7 tahun di- djalankan oleh PKI setjara konsekwen dan membuktikan kesetia- an Rakjat terhadap tjita² Revolusi Agustus 1945. Setia pada programnja, Partai kita jang pada dewasa ini sudah mendjadi Partai Komunis jang besar, mengambil bagian jang pen- ting dalam mendorong madju politik luarnegeri Indonesia, dalam mengeratkan kerdjasama antara Rakjat² Asia-Afrika atas dasar anti-kolonialisme dan untuk perdamaian, dan dalam mendorong perkembangan situasi dalamnegeri kearah jang menguntungkan Rakjat Indonesia. Selama dalam waktu hampir satu tahun sedjak sidang pleno Central Comite ke-III, Partai kita sudah melakukan banjak pekerdjaan dan sudah dapat mengatasi banjak kesukaran, tetapi dalam keadaan seperti sekarang ini masih sangat banjak pekerdjaan jang harus dilakukan oleh Partai kita dan masih banjak kesukaran² jang harus diatasi. Situasi sekarang mendesak supaja Partai kita lebih giat dan lebih sistimatis melakukan pekerdjaan² jang urgen untuk pelaksanaan tuntutan² politik, ekonomi, dan kulturil daripada Rakjat Indonesia serta untuk mendidik anggota² Partai jang banjak itu agar mereka sungguh² memiliki ideologi Marxisme-Leninisme, agar mereka senantiasa mengetahui situasi politik nege- rinja dengan baik dan agar mereka mendjadi elemen jang aktif, jang mempunjai dajatjipta dan jang berdisiplin didalam organi- sasi Partai. Hanja dengan bekerdja demikian PKI akan tetap ber- diri dibarisan paling depan dalam melaksanakan tuntutan² jang paling mendesak daripada massa Rakjat dan dalam melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.

I Situasi Internasional dan Dalamnegeri Sampai kemanakah Rakjat Indonesia dapat mengembangkan kekuatannja untuk mentjiptakan sjarat² guna melaksanakan tuntutan² ekonomi, politik dan kulturil jang paling mendesak dan untuk melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja? Ini tergantung pada kebangkitan, persatuan dan perdjuangan Rakjat Indonesia sendiri. Hal jang njata jalah, bahwa situasi internasional dan situasi dalamnegeri memberi kemung- kinan jang luas bagi Rakjat Indonesia untuk mengembangkan kekuatannja. Bagaimanakah situasi internasional sekarang? Untuk mengerti situasi internasional sekarang, laporan Central

9 hanan Eropa dan Pakta Bagdad jang didirikan dengan paksaan persekutuan² militer seperti SEATO, NATO, masjarakat Perta- gara jang samasekali tidak merasa diuntungkan dengan adanja kolonial dimanapun djuga didunia. Indonesia adalah salahsatu ne- djaminnja perdamaian dunia dan dengan dikalahkannja kekuatan² dengan keredaan daripada ketegangan² internasional, dengan ter-Indonesia adalah salahsatu negara jang paling berkepentingan donesia. djuangkan tuntutan² demokratis dan perdamaian dari Rakjat In- lah menggunakan situasi baik ini untuk membela dan memper- bidjaksana bahwa Presiden Sukarno dan pemerintah Indonesia te- dalam kundjungannja baru² ini ke Amerika. Adalah satu hal jang wa oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap Presiden Sukarno lihat dan mengartikan terdjadinja penerimaan jang setjara istime-Berdasarkan keadaan seperti tsb. diatas itulah kita harus me- tjintadamai diseluruh dunia. sama antara bangsa-bangsa sesuai dengan kehendak Rakjat² jang ternasional dan untuk mempertinggi saling pertjaja dan kerdja- berikan sumbangan-sumbangan untuk mengurangi ketegangan in- pada pertengahan tahun jang lalu, konferensi mana telah mem- pemerintah dari negara-negara Empat Besar jang dilangsungkan militer. Tentang ini djuga dibuktikan oleh konferensi kepala-kepala mereka berusaha untuk menguasai negeri2 ini lewat persekutuan² regan negeri² Asia, meskipun difihak lain dengan sekuat tenaga kepada beberapa negeri netral, sikap_pura² hendak bersahabat de- memberikan ,,bantuan ekonomi" seperti jang sudah ditawarkan beberapa wakil Rakjat Sovjet berkundjung ke Amerika Serikat, mengidjinkan djenderal²nja berkundjung ke Moskow, menjetudjui ngan bersedia berunding dengan RRT pada tingkat dutabesar, rikat terpaksa harus mengurangi sifat kepalabatunja, misalnja de-Dalam keadaan demikian, maka kaum imperialis Amerika Se-Amerika Serikat. isolasi politik perang dan politik membela negara² pendjadjah dari menguntungkan perdamaian dan kemerdekaan dan jang meng- me adalah merupakan pergeseran demokratis dan progresif jang

nja front persatuan internasional anti-perang dan anti-kolonialis-

Dalam keadaan sekarang dapat kita simpulkan, bahwa timbul- lam zaman sekarang. perangan. Kenjataan² ini memungkinkan ditjegahnja perang da- sial dan politik untuk mentjegah kaum imperialis mengobarkan pe- muanja ini menundjukkan, bahwa sekarang sudah ada sjarat² so- gerakan Rakjat untuk perdamaian di-negeri² kapitalis sendiri. Se- dja mentjegah peperangan, demikian djuga gerakan buruh dan

8 kubu sosialis jang berpenduduk be-ratus² djuta dengan giat beker- untuk mentjegah agresi, sedangkan sedjumlah besar negeri² diluar merupakan sistim dunia jang mempunjai alat² moril dan materiil dunia jang meliputi segala-galanja. Sekarang sistim sosialis sudah Tetapi sekarang imperialisme sudah tidak lagi merupakan sistim ketegangan internasional. politik Amerika Serikat jang tidak menginginkan adanja keredaan jang immoril" (tidak bersusila) dengan djelas menggambarkan jang dianut oleh kebanjakan negara² Asia-Afrika sebagai sesuatu presiden Amerika Serikat Nixon baru² ini terhadap politik netral daripada menteri luarnegeri Amerika Serikat Dulles dan wakil tuk pertjobaan² sendjata atom. Ketjaman jang tidak tahu malu bersendjata dari negara² besar, kita harus menentang dan mengu- gangan internasional, kita harus menentang perluasan angkatan² trik² kalangan² jang tidak menginginkan adanja keredaan kete- aktif mengambil bagian dalam mengawasi dan menggagalkan in- damaian. Kita harus terus mempertinggi kewaspadaan kita, harus sedikitpun tidak boleh ada kekendoran untuk mempertahankan per- dak kita bantah. Oleh karena itu, selama masih ada imperialisme, ekonomi untuk timbulnja peperangan masih tetap ada. Hal ini ti-Memang benar, bahwa selama masih ada imperialisme dasar nal. kat, sekarang tertjipta keredaan tertentu dalam situasi internasio-Uni dengan Inggeris, Perantjis dan djuga dengan Amerika Seri- kan hubungan² antara negara², termasuk hubungan antara Sovjet kat inisiatif jang sangat banjak dari Sovjet Uni untuk menormal- lah masaalah mempertahankan perdamaian dunia. Terutama ber-Masaalah dunia dan umatmanusia masakini jang terpenting ja- geri2 jang baru merdeka. an Rakjat negeri2 djadjahan, setengah-djadjahan dan Rakjat ne- rang mungkin ditjegah dalam zaman sekarang dan oleh kebangun- tjintadamai diseluruh dunia untuk mewudjudkan dalil bahwa pe- bulatan dan kejakinan negara² kubu sosialis dan gerakan Rakjat damai diantara negara² jang sistim sosialnja ber-beda², oleh ke- mendjalankan politik Leninis tentang hidup berdampingan setjara Sovjet Uni dan negara² kubu sosialis jang dengan konsekwen Situasi internasional sekarang sangat dipengaruhi oleh politik masadepan. ternasional sekarang dan telah menundjukkan perspektif bagi sakini, telah menerangkan kepada kita djalannja kedjadian² in- djelas beberapa pokok mengenai perkembangan internasional ma-Laporan Central Comite PKSU tsb. telah membeberkan dengan Comite PKSU kepada Kongres ke-XX sangat membantu kita.

golongan² jang berkuasa di Amerika Serikat. Blok² militer ini adalah faktor² kekuatan untuk memperuntjing ketegangan internasional, satu hal jang tidak diinginkan oleh sebagian besar negara² didunia. Bagi Indonesia dan bagi banjak negeri² lain, mema- suki blok militer tidak hanja berarti memperkuat blok perang, tetapi djuga berarti mengorbankan kemerdekaan. Dalam keadaan internasional seperti demikian, apakah tugas chusus Indonesia? Sebagai anggota jang terkemuka dari kerdjasama Asia-Afrika, Indonesia dengan politik luarnegerinja jang madju mempunjai sja- rat² jang sangat baik untuk turut memperdjuangkan .tudjuan² damai, seperti pengurangan persendjataan, pelarangan pertjobaan² sendjata atom, pemasukan RRT kedalam PBB, menjokong per- djuangan kemerdekaan bangsa² lain, memadjukan kerdjasama antara negara², mengembangkan kontak2 perseorangan dan pertukaran delegasi² serta memadjukan kerdjasama antara organisasi² Rakjat seperti jang sudah terdjadi dengan pelaksanaan Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika dalam bulan Djuni jang lalu. Dengan inisiatif jang lebih banjak dan kegiatan jang lebih besar dilapangan politik internasional, Indonesia tidak hanja akan berdjasa dalam usaha menggagalkan maksud² perang dari kaum imperialis, tetapi Indonesia djuga akan lebih bisa mendjamin kemerdekaannja dan lebih memungkinkan pembangunan ekonomi nasionalnja. Dilihat dari sudut politik, kedudukan Indonesia dalam dunia internasional sekarang adalah kuat. Indonesia adalah anggota PBB jang sekarang suaranja tidak bisa diabaikan dan disamping itu Indonesia adalah salahsatu negara jang terkemuka diantara negara² Asia. Hubungan² diplomatik Indonesia sekarang sudah makin luas dan kundjungan² pemimpin² Rakjat dan tokoh² negara ke- luarnegeri, termasuk kundjungan presiden Sukarno ke Amerika dan negara² Barat lainnja jang kemudian akan disusul oleh kundjungan ke-negara² kubu sosialis, sangat memperkuat kedudukan internasional Indonesia. Untuk lebih memperkuat kedudukan internasionalnja, Indonesia seharusnja dengan konsekwen melaksanakan putusan² Konferensi Asia-Afrika di Bandung jg. disimpulkan dalam Dasa Sila" (Sepuluh Prinsip") dan jang sesuai dengan lima prinsip mengenai hubungan² internasional, jaitu saling menghormati keutuhan wi- lajah dan kedaulatan, non-agresi, tidak tjampurtangan dalam uru- san² dalamnegeri masing2, memadjukan hubungan² internasional atas dasar persamaan dan saling menguntungkan serta hidup ber- dampingan setjara damai dan kerdjasama ekonomi.

Ada sementara orang jang mengartikan kedudukan internasio-

nal jang kuat hanja penting dalam hubungan dengan tindakan² Indonesia jg. bersifat keluar. Sengadja atau tidak sengadja mereka mau memisahkan politik luarnegeri jg. madju dengan politik dalamnegeri. Mereka mau bermuka dua, keluar madju sedangkan keda~ lam reaksioner. Politik bermukadua ini ditentang oleh opini umum di Indonesia dan setjara tepat dikatakan oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dalam konferensi pers tanggal 12 Djuli jl., bah- wa politik luarnegeri Indonesia jang bebas dan aktif adalah ha- sil saling pengaruh antara keadaan² dan kebutuhan² dalamnegeri serta sifatå nasional jang chusus jang diprojeksikan atas susunan internasional daripada masaalah² dunia". Politik luarnegeri dan dalamnegeri memang berbeda, tetapi bukanlah jang dapat dipisah- kan. Kedudukan internasional jang kuat dari Indonesia per-tama² harus digunakan dalam hubungan dengan tugas memenuhi tuntutan² ekonomi, politik dan kulturil dari Rakjat Indonesia. Djika kedudukan internasional jang kuat dipadu dengan adanja persatu- an Rakjat didalamnegeri jang djuga kuat, maka Indonesia akan lebih bebas dalam menentukan politiknja jang berguna bagi Rakjat Indonesia. Kewadjiban untuk membikin politik luarnegeri Indonesia lang- sung berguna bagi Rakjat dalamnegeri akan lebih dapat dipenuhi djika pemerintah Indonesia sungguh² konsekwen mendjalankan hubungan jg. normal mengenai politik, ekonomi dan kebudajaan dengan semua negara, tanpa mem-beda²kan sistim politik dan sosial. Hubungan luarnegeri Indonesia jang sekarang pada umumnja masih berat ke-negara² Barat telah menjebabkan kurang kuatnja do- rongan pemerintah untuk mengembangkan perdagangan dan untuk pertukaran paraahli dan peladjar dengan negara² kubu sosialis. Hal ini merugikan Rakjat Indonesia, chususnja parapeda- gang, industrialis, sardjana dan mahasiswa. Hubungan luarnegeri jang masih berat sebelah ini bertentangan dengan putusan² Konferensi Bandung dan tidak sesuai dengan kedudukan Indonesia sebagai penganut dan pengandjur politik luarnegeri jang bebas dan aktif. Salahsatu alasan jang klasik" jang sering dikemukakan oleh kaum reaksioner atau oleh kaum jang bimbang untuk tidak bertindak sesuai dengan keinginan Rakjat, untuk tidak bertindak sesuai dengan tuntutan² Revolusi Agustus, untuk tidak bertindak terhadap kekuasaan imperialisme Belanda dilapangan politik dan ekonomi, jalah kekuatiran akan mendapat tekanan² dari Amerika Serikat dan akan adanja serangan bersendjata kaum kolonialis

13 persatuan Rakjat dari berbagai aliran politik, maka rol kaum ko- landa adalah kekuatan jang langsung menghalangi tertjiptanja simpulan, bahwa kalau dizaman pendjadjahan kaum kolonialis Be-Dari pengalamannja sendiri Rakjat Indonesia sampai kepada ke- samasekali kemungkinan diseretnja Indonesia kedalam blok militer. kira² 20% dari wilajah Republik Indonesia dan untuk menutup bagi Indonesia, untuk membebaskan Irian Barat jang merupakan mentjapai kemerdekaan ekonomi dan kebudajaan jang lebih luas halang jang pokok bagi perkembangan kekuatan nasional untuk mikian djelaslah bahwa politik kepalabatu telah mendjadi peng- reaksioner jang dipengaruhi oleh politik kepalabatu itu. Dengan de- dap gerombolan DI-TII dan tuantanah², ditindas oleh orang² perlawanan² massa terhadap kaum kapitalis besar Belanda, terha- rang gerakan² massa untuk perbaikan nasib dan persatuan serta sioner jang masih memegang djabatan² penting. Bukan tidak dja- hadap hak² azasi manusia dan hak2 demokrasi oleh orang2 reak-PSI. Politik kepalabatu ini menimbulkan adanja pelanggaran2 ter- dari orang jang berkepalabatu dalam pimpinan partai Masjumi- kuatan nasional kita jalah politik anti-Komunis dan anti-persatuan andjurkan oleh presiden Sukarno. Jang sangat melemahkan ke- gian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia dan djuga jang di-Nasionalis dan Partai Komunis seperti jang diinginkan oleh ba- nja kerdjasama setjara revolusioner antara partai² Islam, partai² kuatan Rakjat Indonesia, terutama dengan djalan mentjegah ada-imperialis asing tidak henti²nja berusaha untuk melemahkan ke-Kaum reaksioner dalamnegeri jang bersekongkol dengan kaum menjongsong haridepan kita jang gemilang. Indonesia jang demikian ini kita meneruskan perdjuangan kita dan donesia pada tjita² Revolusi Agustus. Dengan Rakjat dan pemuda ga bukti tentang tetap setianja Rakjat Indonesia dan pemuda² In- buhnja kekuatan Rakjat Indonesia pada waktu achir² ini, dan dju- ner terhadap Rakjat, adalah bukti2 jang menondjol daripada tum- landa, makin ditentangnja tindakan² se-wenang2 orang² reaksio- membrantas gerombolan² DI-TII dan gerombolan² subversif Be- pemuda² Indonesia, makin banjaknja hasil² jang ditjapai dalam perbuatan orang² mesum lainnja oleh massa Rakjat dan oleh lateral, dikutuknja perbuatan² kaum birokrat dan koruptor serta ke-2, dibatalkannja persetudjuan KMB jang chianat setjara uni- massa Rakjat jang luas, terbentuknja kabinet Ali Sastroamidjojo dikutuknja kabinet Burhanuddin Harahap jang reaksioner oleh pemilihan umum untuk Parlemen dan Dewan Konstituante jg. lalu, sar dari Rakjat Indonesia. Menangnja kekuatan demokratis dalam sampai ke-akar²nja, sampai ada manfaatnja untuk bagian jg. terbe-

12 djuangannja, untuk melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustusnja bangun dan mengorganisasi diri kembali untuk meneruskan per- merdekaan jang di-tjita2kan belumlah tertjapai. Rakjat Indonesia jang pintjang ini telah menjadarkan Rakjat Indonesia bahwa ke- keuntungan buat diri sendiri dalam keadaan sekarang. Kenjataan² sional dan pedjabat2 pemerintah jang penting jang dapat menarik prador, koruptor, tuantanah dan sebagian ketjil kaum kapitalis na- derita dibawah penghisapan kaum tuantanah. Hanja -kaum kom- tetap tidak mempunjai atau sedikit memiliki tanah dan tetap men- menghisap Rakjat Indonesia. Bagian terbesar kaum tani masih perialis asing masih terus menguras kekajaan alam Indonesia dan donesia masih tetap sengsara, sedangkan difihak lain kaum im- kaan 17 Agustus 1945, keadaan bagian terbesar dari Rakjat In-Walaupun sudah hampir 11 tahun sedjak proklamasi kemerde-Bagaimana situasi dalamnegeri Indonesia sekarang? melikwidasi kekuasaan ekonomi kaum kapitalis besar Belanda. tuk kepentingan Rakjat didalamnegeri, terutama dalam hubungan dukan internasional Indonesia jang kuat per-tama2 ditudjukan un- samaan dengan itu kaum Komunis harus mendorong agar kedu- gara² didunia, terutama diantara negara Asia dan Afrika. Ber- lagi, untuk lebih memperkuat kedudukan Indonesia diantara ne- kan politik anti-kolonialisme dan politik perdamaian jang lebih aktif ting dari Partai kita untuk mendorong agar Indonesia mendjalan-Singkatnja, pada waktu sekarang adalah mendjadi tugas pen- kan Irian Barat. atasi tiap tekanan dari negeri manapun dan akan dapat membebas- kedudukan internasional negeri kita, Indonesia akan dapat meng- hal dengan persatuan jang kuat didalamnegeri dan dengan kuatnja perbuatan jg. melemahkan persatuan Rakjat didalamnegeri. Pada- ngan demikian kekuatiran jg. tidak beralasan telah menjebabkan dalam satu pemerintahan jg. programnja disetudjui oleh PKI. De- takut kaum jg. bimbang supaja menolak duduknja orang² Komunis Belanda, djuga digunakan oleh kaum reaksioner untuk membikin dari Amerika Serikat dan kuatir akan adanja serangan bersendjata tap djelek. Alasan klasik", jaitu kuatir akan mendapat tekanan² nesia tetap tertekan dan penghidupan Rakjat Indonesia masih te- kaum kapitalis besar Belanda, perkembangan kebudajaan Indo- demikian, ekonomi Indonesia masih tetap dikuasai terutama oleh ting dilapangan ekonomi terhadap imperialisme Belanda. Dengan pemerintah Indonesia jang berani mengadakan tindakan² jang pen- sioner didalamnegeri, sehingga dengan demikian belum ada satu sangat pandai digunakan oleh kaum imperialis dan oleh kaum reak-Belanda jang datangnja dari Irian Barat. Kekuatiran ini dengan

lonialis Belanda itu sekarang sudah dioper oleh orang² berkepalabatu dari kalangan pimpinan Masjumi-PSI. Hal ini makin lama makin terang dan achirnja pasti akan mendjadi sangat terang. Tetapi, mengemukakan kenjataan adanja politik kepalabatu dari sebagian pemimpin² Masjumi-PSI, samasekali tidak berarti bahwa kaum reaksioner jang bersekutu dengan kaum imperialis ber- hasil dalam tiap² usaha memetjahbelah persatuan Rakjat dan dalam mempertahankan kekuasaan kaum kapitalis besar asing dan kaum tuantanah. Dalam melaksanakan maksud djahatnja mereka. harus berhadapan dengan Partai Komunis Indonesia dan partai² demokratis lainnja, mereka harus berhadapan dengan Rakjat dan pemuda Indonesia jang sudah tergembleng dalam Revolusi Agustus dan dalam perdjuangan tahun² belakangan ini dan mereka harus menghadapi massa mereka sendiri jang makin lama makin se- dar dan mulai menentang politik reaksioner mereka. Diluar keinginan kaum reaksioner jang berkepalabatu, dalam bulan Agustus tahun jang lalu telah dilangsungkan kongres pertama dari Kongres Rakjat Seluruh Indonesia jang menghasilkan sebuah program jang berisi tuntutan² jang banjak persamaannja dengan tuntutan² Revolusi Agustus. Djuga diluar keinginan kaum reaksioner jang berkepalabatu, dalam bulan Maret tahun ini telah terbentuk sebuah pemerintah jang programnja memuat tuntutan² jang paling mendesak dari Rakjat Indonesia. Program Kongres Rakjat dan program Kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, walaupun jang satu lebih madju daripada jang lain, ke-dua²nja dapat didja- dikan pegangan dalam perdjuangan se-hari² Rakjat Indonesia se- bagai program jang sudah disetudjui oleh sebagian besar massa Islam dan massa nasionalis dan oleh seluruh massa Komunis. Sudah tentu, dua program tsb. diatas, jaitu program Kongres Rakjat dan program kabinet Ali Sastroamodjojo ke-2, bukanlah. program jang djika dilaksanakan bisa menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Tetapi adalah sesuatu jg. tak dapat dibantah, bahwa djika pemerintah Indonesia sekarang konsekwen melaksanakan programnja dan djika partai2, organi- sasi² dan perseorangan² jg. sudah menjatakan menerima program Kongres Rakjat dengan konsekwen melaksanakan program tsb.. maka tidak bisa tidak ia akan membawa Rakjat Indonesia lebih dekat kepada tudjuan Revolusi Agustus jang bersifat nasional dan demokratis. Kaum Komunis Indonesia jang sudah menjatakan persetudjuannja terhadap program Kongres Rakjat dan terhadap program pemerintah Ali Sastroamidjojo ke-2 akan terus bekerdja su- paja program² ini dilaksanakan.

Demikianlah·dengan singkat situasi internasional dan dalamnegeri pada dewasa ini. Situasi internasional dan dalamnegeri sekarang membukakan kemungkinan jang besar bagi Rakjat Indonesia untuk mengembangkan kekuatannja sendiri, untuk memper- kuat persatuannja, untuk melaksanakan program²nja jang madju atau agak madju, untuk dapat bertindak jang lebih menguntungkan buat Rakjat Indonesia sendiri dilapangan politik luar dan dalamnegeri, dilapangan ekonomi dan kebudajaan. II Tiga Kekuatan — Tiga Konsep Dalam Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 Pemilihan umum untuk Parlemen dan Konstituante dalam tahun. 1955 tidak hanja sudah berachir dengan kemenangan kekuatan demokratis, tetapi djuga telah sangat membantu dalam menganalisa kekuatan² berbagai klas di Indonesia. Mengetahui kekuatan klas² berarti mengetahui imbangan kekuatan, berarti mengetahui kekuatan sendiri, kekuatan sekutu dan kekuatan lawan. Diketahuinja hal ini adalah sangat penting untuk menetapkan politik dan taktik Partai dan untuk mengetahui perspektif bagi Partai dan bagi perdjuangan Rakjat kita. Sesudah pemilihan umum dapat diketahui adanja 3 matjam kekuatan politik di Indonesia jang hampir berimbang besarnja. Kekuatan² itu jalah : Pertama, kekuatan kepalabatu, jaitu kekuatan kaum feodal dan kaum komprador jang bersekongkol dengan imperialisme asing. Kekuatan ini masih agak besar. Kedua, kekuatan progresif, jaitu kekuatan kaum buruh, kaum ta- ni, burdjuasi ketjil kota dan intelektuil revolusioner. Kekuatan ini sudah agak besar. Ketiga, kekuatan tengah, jaitu kekuatan burdjuasi nasional dan segala kekuatan patriotik dan anti-kolonialisme lainnja, termasuk tuantanah golongan kiri (agak madju). Kekuatan ini agak besar dan berada diantara kekuatan kepalabatu dan kekuatan progresif. Dalam hubungan dengan Revolusi Agustus 1945, kekuatan² diatas menjatakan persetudjuannja pada revolusi tsb. dan menjatakan kesediaannja untuk melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus. Sama dalam kata2, tetapi sangat berbeda dalam perbuatan. Oleh karena itu hampir sebelas tahun lamanja Rakjat Indonesia dibikin kabur pengertiannja tentang hakekat daripada Revolusi Agustus. Sekarang sudah waktunja untuk melenjapkan kekaburan

17 mokrasi, hendaknja bukan demokrasi Barat, tetapi permusjawarat-
dahal ada Badan Perwakilan Rakjat! ..... Kalau kita mentjari de-
Rakjat, dan tidąkkah di Amerika kaum kapitalis meradjalela? Pa- kapitalis meradjalela? Di Amerika ada suatu Badan Perwakilan parlementaire democratie. Tetapi tidakkah di Eropa djustru kaum Kita sudah lihat, di-negara² Eropa ada Badan Perwakilan, ada ada, kita dengan sendirinja sudah mentjapai kesedjahteraan ini. ngan saudara kira, bahwa kalau Badan Perwakilan Rakjat sudah Kesimpulan ini diperkuat lagi oleh uraian selandjutnja sbb : ,Dja- kuasa dan berbuat se-suka²nja terhadap massa Rakjat pekerdja. dan kakitangannja, bagi kaum kapitalis dan kaum feodal untuk ber- sistim negara jang mendjamin kemerdekaan bagi kaum imperialis jang dimaksudkan bukan sistim negara jang anti-Rakjat, bukan

Dari utjapan ini teranglah, bahwa dengan Indonesia Merdeka"

jang kaja — tetapi ,semua buat semua'." buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan suatu negara ,semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan jang demikian itulah kita punja tudjuan. Kita hendak mendirikan makan kaum Islam, semuanja telah mufakat, bahwa bukan negara nama kaum kebangsaan jang disini, maupun saudara® jang dina- maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik saudara² jang ber- memberikan kekuasaan pada satu golongan bangsawan? Apakah memberikan kekuasaan kepada satu golongan jang kaja, untuk tapi sebenarnja hanja -untuk mengagungkan satu orang, untuk Indonesia Merdeka jang namanja sadja Indonesia Merdeka, te- untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan? Mendirikan negara dikatakan : apakah kita hendak mendirikan Indonesia Merdeka Indonesia merdeka jang bagaimana? Tentang ini selandjutnja nja dimaksudkan merdeka dilapangan politik. Djadi teranglah, bahwa dengan Indonesia Merdeka" tidak ha- abadi". rakat Indonesia Merdeka jang gagah, kuat, sehat, kekal dan batan, djembatan emas inilah, baru kita leluasa menjusun masja- nja masjarakat". Selandjutnja dikatakan pula: diseberang djem- bahwa diseberangnja djembatan itulah kita sempurnakan kita pu- djembatan, satu djembatan emas. Saja katakan didalam kitab itu, heid, political independence, tak lain dan tak bukan jalah satu saja katakan, bahwa kemerdekaan politik, politieke onafhankelijk- donesia Merdeka', maka didalam risalah tahun 1933 itu, telah telah menulis satu risalah, risalah jang bernama ,Mentjapai In-Apakah jang dinamakan merdeka? Didalam tahun 1933 saja 1 Djuni 1945. dimana a.l. berbunji sbb : Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan" pada tanggal

16 Djepang ketika itu. Sangat menarik pidato Bung Karno dimuka

seirama, dan malahan bertentangan dengan keinginan pembesar²

oleh balatentara Djepang. Tetapi ada djuga diantaranja jang tidak antara anggota jang berpidato menuruti irama seperti jang diingini mengadakan pidáto2 tentang kemerdekaan Indonesia. Banjak di-

merdekaan". Didalam sidang? ini anggota2 Badan Penjelidik" tsb

karta diadakan sidang² ,Badan Penjelidik Usaha Persiapan Ke- lamasi Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Dja-Kita mengetahui bahwa kira² satusetengah bulan sebelum prok- nja harus membawa Rakjat kesinggasana kekuasaan. ti-imperialisme dan anti-feodalisme, revolusi jang menurut watak- revolusi jang bersifat nasional dan demokratis, artinja revolusi an- njataan jang membuktikan bahwa Revolusi Agustus 1945 adalah Dalam kesempatan ini saja ingin mengemukakan beberapa ke- djawab, harus didjelaskan dan harus mendjadi pengertian Rakjat. persatuan nasional jang revolusioner itu? Semuanja ini harus' di- memimpin persatuan, dan apakah jang mendjadi sasaran daripada harus mendjadi basis daripada persatuan, klas manakah jang harus longan² manakah jang harus dipersatukan, klas2 manakah jang sudkan dengan persatuan nasional jang revolusioner, klas² dan go- sional jang revolusioner". Tetapi apakah sebenarnja jang dimak- njelesaikan Revolusi 1945" kita harus menggalang persatuan na-Agustus. Kita djuga sering mendengar utjapan bahwa untuk ,,me- tang apa jang harus diselesaikan berhubung dengan Revolusi lusi 1945". Tetapi kita tidak mendapat keterangan jang djelas ten-Kita sering mendengar utjapan² tentang menjelesaikan Revo- sembojan² dan tugas² daripada revolusi ini belum diperlengkapi. volusi Agustus belum diadjukan dan belum dirumuskan, djuga mulaan revolusi banjak soal² jang berhubungan dengan sifat Re- rena anti-feodalisme. Memang adalah kenjataan, bahwa pada per- an kaum imperialis asing, dan revolusi ini bersifat demokratis ka- nasional karena bertudjuan untuk membebaskan diri dari kekuasa- volusi jang bersifat nasional dan demokratis. Revolusi ini bersifat sering diutjapkan oleh pemimpin² progresif Indonesia, adalah re-Revolusi Agustus seperti sudah disebut diatas dan seperti sudah miah? Revolusi Agustus? Apakah hakekat Revolusi Agustus setjara il- pat, sebelum mendjawab pertanjaan ini: apakah hakekat daripada dengan penjelesaian tuntutan² Revolusi Agustus? Atau, lebih te-Bagaimanakah konsep ketiga kekuatan diatas dalam hubungan lusi Agustus 1945. sep ketiga kekuatan diatas mengenai penjelesaian tuntutan² Revo- ini. Ini hanja mungkin dengan membuka dan membeberkan kon-

an jang memberi hidup, ja'ni politiek-economische democratie jg. mampu mendatangkan kesedjahteraan sosial! Rakjat Indonesia su- .dah lama bitjara tentang hal ini". Dalam sidang Badan Penjelidik" tsb Bung Karno djuga ber- bitjara tentang internasionalisme" a.l. sbb: Kita harus menudju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan sadja harus men- dirikan negara Indonesia Merdeka tetapi kita harus menudju pula kepada kekeluargaan bangsa®". Tetapi internasionalisme bukan kosmopolitanisme. Tentang ini dikatakan oleh Bung Karno: ,djika- lau saja katakan internasionalisme, bukanlah saja bermaksud kosmopolitanisme, jg. tidak mau adanja kebangsaan, jg. mengatakan stidak ada kebangsaan, jg. mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nippon, tidak ada Burma, tidak ada Inggeris, tidak ada Ame- rika, dilnja". Pidato tsb diatas mendapat sambutan hangat dari para anggota Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan". Kemudian ter- njata, bahwa pokok² pikiran jang diadjukan dalam pidato tsb ba- njak jang ditjantumkan didalam UUD Sementara Republik Indonesia tahun 1945. Djadi, djika pidato Bung Karno tsb. dapat dikatakan mewaki- li perasaan, fikiran dan hasrat Rakjat Indonesia, dan djika UUD Sementara RI dapat kita, anggap sebagai perumusan perasaan, fikiran dan hasrat Rakjat Indonesia ketika akan mentjetuskan Revolusi Agustus 1945, maka, walaupun dengan samar² dan tidak lengkap dirumuskan sembojan² dan tugas² revolusi, Revolusi Agustus adalah revolusi nasional dan demokratis atau revolusi anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Oleh karena itu, setelah mengeta- hui bahwa sembojan² dan tugas² revolusi belum dirumuskan setjara lengkap dan setjara ilmiah, maka adalah tugas kaum revolusioner untuk memperlengkapi sembojan² dan tugas daripada revolusi tsb. Bahwa revolusi Agustus memang berwatak anti-imperialisme dan anti-feodalisme dibuktikan pula dengan djelas oleh tindakan² massa diwaktu revolusi itu berlangsung, misalnja tindakan² jang mendjadikan perusahaan² penting milik asing sebagai ,milik Republik Indonesia", tindakan menghapuskan pemerintahan _perse- orangan dengan membentuk dewan² jang diberi nama Komite Nasional Indonesia" dan membentuk badan² keamanan Rakjat sampai ke-desa2, mem-bagi²kan tanah² perkebunan asing kepada kaum tani dibeberapa daerah, dsb. Sekarang sampailah waktunja untuk mendjawab pertanjaan tentang konsep tiga kekuatan diatas dalam hubungan dengan peņje- lesaian tuntutan² Revolusi Agustus.

Pengalaman Rakjat Indonesia selama hampir 11 tahun, dan ter- utama pada tahun² terachir ini, djelas sekali menundjukkan adanja tiga konsep. Pertama, konsep kaum kepalabatu, jaitu kaum komprador dan feodal, jalah supaja Indonesia dikuasai oleh kaum komprador dan

feodal, supaja Indonesia mendjadi satu negara jang hanja bentuk-

nja sadja merdeka, tetapi hakekatnja tunduk kepada imperialisme, membela kepentingan kapitalis² besar asing dan tuantanah². Pem- bela² dari konsep ini, dengan bertameng Revolusi 1945" dan anti-kolonialisme", mendjalankan politik anti-Komunis dan anti-Rakjat jang tidak tahu malu, walaupun mereka tahu bahwa kaum Komunis berdiri dibarisan depan sedjak permulaan dan selama Revolusi Agustus sampai sekarang dalam perdjuangan melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus. Kedua, konsep kaum progresif, jaitu kaum buruh, tani, burdjuasi

ketjil kota dan intelektuil revolusioner, jang menuntut supaja hak²

kaum imperialis dilapangan politik, ekonomi dan kebudajaan di- hapuskan; mereka djuga menuntut penghapusan milik feodal atas tanah, supaja diadakan perubahan tanah untuk melaksanakan sembojan ",tanah untuk petani"; semuanja ini sesuai dengan tuntutan²'Revolusi Agustus. Ketiga, konsep kekuatan tengah, jaitu konsep daripada burdjuasi nasional jang mempunjai pertentangan dengan kaum imperialis, kaum komprador dan tuantanah, jalah supaja di Indonesia diadakan perubahan² dengan maksud membela kepentingan sendiri untuk perkembangan kapitalisme nasional jang menurut mereka sesuai dengan tudjuan revolusi 1945. Djadi, didalam negeri kita sekarang ada pertentangan jang tadjam antara tiga kekuatan ini, pertentangan jang satu lebih tadjam daripada pertentangan jang lain. Pada waktu sekarang kekuatan Rakjat, jaitu gabungan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah berusaha untuk membentuk negara jang merdeka dilapangan politik dan ekonomi. Tetapi usaha ini ditentang keras oleh klas2 komprador dan feodal jang bersekongkol dengan kaum imperialis jang dengan ngotot berusaha untuk mengubah Indonesia mendjadi negara embel², jaitu negara jang hanja dalam bentuknja merdeka, tetapi jang pada hakekatnja menjerah pada imperialisme. Kaum imperialis asing tidak henti²nja menusuk-nusuk kaum reaksioner dalamnegeri supaja lebih giat mengadakan intrik² dan tindakan² jang anti-Rakjat. Garis politik PKI dalam menghadapi tiga kekuatan dan tiga konsep penjelesaian tuntutan® Revolusi Agustus seperti diterang-

21 Perlu didjelaskan bahwa kaum Komunis menganggap tidak ada sional, persatuan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah. harus dikritik karena perbuatan ini adalah merusak persatuan na- kanan burdjuasi nasional jang tempo2 suka tampak, tentu djuga tik anti-Komunisme dan politik memetjahbelah dari golongan sajap nasional jang setengah², jang tidak konsekwen dan pintjang. Poli- feodalisme dari burdjuasi nasional. PKI mengkritik sifat burdjuasi PKI mendorong sifat progresif, sifat anti-kolonialisme dan anti- an jang mereka lakukan terhadap kaum buruh. anti-kapitalisme dan anti-penghisapan untuk menutupi penghisap- djuga akan dipersulit oleh kapitalis² nasional sendiri jang pura² melihat kaum kapitalis nasional berkembang dengan wadjar, tetapi tentangan dari kapitalis² besar asing dan agen²nja jang tidak ingin harus bersatu. Kita sedar, bahwa politik ini tidak hanja akan dapat dalisme. Dengan kapitalis nasional jg. menempuh djalan ini PKI dapat dari perlawanan terhadap imperialis asing dan terhadap feo- akan disokong oleh kekuatan progresif, asal perkembangan ini di- dan perkembangan ini sampai batas jang tidak merugikan Rakjat Kapitalis2 nasional mempunjai kemungkinan untuk perkembang arah itu akan mendapat tentangan keras. lagi untuk timbulnja monopoli² kapitalis nasional. Tiap² usaha ke- gresif sekarang ini mendjamin bahwa sekarang bukan masanja kuatan dalamnegeri jang semakin menguntungkan kekuatan pro- ini satu kenjataan. Imbangan kekuatan dunia dan imbangan ke- hari sudah terlalu tinggi untuk sampai bisa mendjadikan impian dan djika ada maka akan tetap tinggal impian belaka, sebab mata- nopoli. Mungkin diantara mereka ada jang mengimpikan hal ini, jang benar² nasional kemudian hari akan mendjadi kapitalis² mo-Kaum Komunis tidak mempunjai kekuatiran bahwa kapitalis² donesia, djuga oleh kapitalis² nasional. sional dan oleh karena itu harus ditentang oleh seluruh Rakjat In- krasi. Komprador, koruptor dan kapitalis birokrasi adalah anti-na- dan tidak karena korupsi atau karena menggunakan saluran² biro- tidak karena mendjadi komprador (agen) kapitalis monopoli asing lapangan industri dan perdagangan sebagai hasil usahanja sendiri. nesia menjetudjui adanja warganegara² Indonesia jang madju di- sional dan kebanjakan imperialisme asing. Kaum Komunis Indo- tetapi sebaliknja, antara lain karena kekurangan kapitalisme na- donesia sekarang bukan karena kebanjakan kapitalisme nasional, lawan saingan dari kapitalis2 besar asing. Kemelaratan Rakjat In- trialis nasional diperlindungi, diberi proteksi dan fasilitet dalam me- kepada tiap² pemerintah supaja kepentingan pedagang dan indus- bukan hanja tidak melawan mereka, tetapi malahan kita menuntut

20 nesia tidak memandang kapitalisme nasional sebagai bahaja. Kita Pada tingkatan keadaan seperti sekarang kaum Komunis Indo- akan membinasakan negeri? mereka jg. kemudian hari akan mendjadi kapitalis² monopoli jang bangkan kapitalisme nasional? Apakah ini tidak berarti memupuk harus bersatu dengan burdjuasi nasional jang bertudjuan mengeim-Mungkin ada orang jang bertanja : apa sebabnja kaum Komunis kan hanja jang benar² berkepalabatu. satukan semua jang bisa dipersatukan, dan supaja jang dipentjl- waktu dapat menentukan sikap jang tepat supaja dapat memper- nja, kaum Komunis harus menganalisa golongan® tsb. agar setiap dan kanan. Untuk dapat mempersatukan kekuatan jang se-banjak²- an, jang pada pokoknja dapat dibagi dalam golongan kiri, tengah kuatan kepalabatu dan kekuatan tengah terdapat berbagai golong-Satu kenjataan jalah, bahwa didalam partai® jang mewakili ke- didalam partai tengah. kuatan kepalabatu. Jang terachir ini merupakan golongan kanan pentingan burdjuasi nasional dan unsur jang tjondong kepada ke- partai² tengah, disamping unsur jang memang benar² mewakili ke- intelektuil² Revolusioner jang merupakan golongan kiri didalam Diantara mereka tidak sedikit terdapat unsur burdjuasi ketjil dan anggota2 dan pemimpin² partai² jang mewakili kekuatan tengah. Komunis harus bersatu. Kaum Komunis djuga tidak memukulrata djasama dengan kaum Komunis. Dengan orang² demikian ini kaum dan sampai batas² jang tertentu tidak berkeberatan untuk beker- an sendiri, memandang imperialis asing sebagai lawan bersama ini adalah berkepala dingin, tidak terlalu menondjolkan kepenting- ripada anggota partai2 ini dan sebagian daripada pemimpin partai² arti membantu imperialis. Tetapi disamping itu sebagian besar da- ngi sifat anti-imperialis mereka dan ini sedar atau tidak sedar ber- golongan jang paling konsekwen anti-imperialis, berarti mengura- imperialis; mereka tidak sedar bahwa sikap anti-Komunis, jaitu anti kan dan merasa bahwa mereka hanja anti-Komunis dan tidak pro- asing? Tentu tidak demikian. Ada diantara mereka jang mengata- dan meletakkan Indonesia dibawah kekuasaan kaum imperialis dan malam hanja tertudju untuk menghantjurkan kaum Komunis dan PSI, sebagai orang² berkepala panas jang pikirannja siang taia jang mewakili kekuatan kepalabatu, seperti partai² Masjumi memukulrata dan menganggap semua anggota dan pemimpin par-Apakah dengan garis politik ini berarti bahwa kaum Komunis tengah dan mementjilkan kekuatan kepalabatu. nja mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan kan diatas jalah: dengan sekuat tenaga dan dengan tidak djemu-

gunanja dan malahan merugikan untuk mengkritik hal² jang tidak prinsipiil, jang tetekbengek, iang tak mengenai kepentingan Rakjat banjak. Kritik hanja dilakukan kalau sangat perlu. Djadi djelaslah bahwa konsep daripada PKI dan semua kaum progresif dalam menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus jalah : Melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja, ini berarti menghapuskan imperialisme dan feodalisme sampai ke-akar²nja. Ini adalah konsep Rakjat. Berdasarkan konsep ini, me- reka jang tidak anti-imperialisme dan tidak anti-feodalisme adalah bukan Rakjat tetapi anti-Rakjat, anti-Revolusi Agustus 1945. Konsep PKI hanja mungkin dilaksanakan djika ada front persatuan, djika proletariat mempunjai banjak sahabat. Berdasarkan apa jang diuraikan diatas, ada 2 matjam front persatuan dan 2 matjam sahabat :

1) proletariat dengan kaum tani dan burdjuasi ketjil kota. Ini adalah front persatuan atau persahabatan antara proletariat dengan orang? jang mempunjai sedikit milik (persekutuan proletariat dengan kaum tani dan kaum keradjinan tangan pada umumnja disebut persekutuan buruh dan tani).
2) proletariat dengan orang² jang mengexploitasi. Ini adalah persatuan atau persahabatan antara proletariat dengan madjikan atau orang2, pemerintah jang mewakili kepentingan burdjuasi nasional. Berdasarkan analisa tentang pengaruh partai² politik atas massa dinegeri kita, kita memperdjuangkan persatuan massa Islam (dan aliran keagamaan pada umumnja), massa Nasionalis dan massa Komunis dalam perdjuangan melawan imperialisme dan feodalisme. Berdasarkan analisa tentang klas² dinegeri kita, kita memperdjuangkan persatuan antara kaum buruh, tani, burdjuasi ketjil kota, kaum intelektuil revolusioner dan burdjuasi nasional, jaitu persatuan antara kekuatan progresif dengan kekuatan tengah. Inilah kuntji kemenangan daripada konsep Rakjat untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus jg. bersifat nasional dan demokratis sampai ke-akar²nja.
III Politik Partai Komunis Indonesia

Kongres Nasional ke-V PKI antara lain sudah mensahkan se-

buah dokumen jang penting. jaitu Program PKI. Program ini ter- bagi dalam dua bagian. Baqian pertama jalah program umum atau program pokok. Bagian kedua jalah tuntutan PKI kepada peme-

rintah Ali Sastroamidjojo (jang pertama), jaitu pemerintah jang ketika program itu dibikin sedang memegang tampuk kekuasaan. Bagian kedua ini jalah tuntutan² sekarang, program chusus atau program tuntutan daripada PKI. Program tuntutan ini dibikin berdasarkan Program Umum. Djadi, Program Umum dengan program tuntutan adalah berbeda, tetapi satusamalain ada hubung- annja, tidak terpisah. Dengan program umumnja PKI mengemukakan apa jang mendjadi tudjuannja, apa jang diperdjuangkannja dalam seluruh tingkat revolusi nasional dan demokratis, atau disebut djuga tingkat revolusi burdjuis demokratis. Pokok2 daripada program umum ini tidak akan berubah selama tuntutan² Revolusi Agustus 1945 jang bersifat nasional dan demokratis belum dilaksanakan sampai ke-akar²nja. Djadi, program umum akan tetap mendjadi program PKI selama Demokrasi Rakjat belum mendjadi kenjataan. Program Umum PKI adalah program jang terus-menerus harus dipropa- gandakan oleh kaum Komunis dan simpatisan? Komunis sampai selesainja pelaksanaan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja. Program Umum PKI adalah program djangka pandjang atau dasar kerdjasama taraf tinggi antara PKI dengan semua partai, dengan semua golongan dan perseorangan jang demokratis dan patriotik lainnja dalam menjelesaikan seluruh tuntutan Revolusi Águstus. Tetapi, PKI tidak hanja mempropagandakan program djangka- pandjangnja, tidak hanja mempropagandakan program-umumnja. PKI djuga menundjukkan djalan untuk memetjahkan soal? kongkrit sekarang. Disamping mempropagandakan program umumnja, PKI mempersatukan Rakjat berdasarkan tuntutan2 politik dan ekonomi jang kongkrit sekarang dan mendjadikan tuntutan kongkrit sekarang sebagai alas (platform) untuk bekerdjasama waktu sekarang dengan semua partai, semua golongan dan perseorangan jang demokratis dan patriotik.

Program Umum Guna melaksanakan tuntutan Revolusi Agustus sampai ke-akar²- nja, guna memusnahkan samasekali kekuasaan kaum imperialis asing dan kaum tuantanah, guna membangun Indonesia baru jang merdeka dilapangan politik, ekonomi dan kebudajaan, guna membangun Indonesia jang demokratis, bersatu dan makmur, maka Rakjat Indonesia, PKI dan semua partai, semua golongan dan perseorangan jang anti-imperialisme dan anti-feodalisme sangat

25 menghapuskan kekuasaan imperialis disegala lapangan dan meng-Ketiga, politik pemerintah Rakjat jang kita perdjuangkan harus madju dan elemen² patriotik lainnja. intelektuil, burdjuasi nasional, kaum ningrat (bangsawan) jang akan mendapat dukungan dari banjak burdjuasi ketjil kota, kaum merupakan 60 á 70% daripada Rakjat Indonesia; ketiga, ia pasti kungan dari ber-puluh2 djuta kaum tani dengan keluarganja jang perkebunan dll. golongan buruh); kedua, ia pasti mendapat du- rgan keluarganja (buruh industri, buruh keradjinan tangan, buruh ia pasti akan mendapat dukungan kira2 20 djuta kaum buruh de- bagian terbesar sekali daripada Rakjat Indonesia karena, pertama, kita. Pemerintah demikian ini adalah sangat sesuai dengan tuntutan memulai dengan zaman baru dalam sedjarah kemadjuan Rakjat tanah dan burdjuasi komprador dinegeri kita, dan barulah bisa kemungkinan untuk mengachiri kekuasaan kaum imperialis, tuan-Hanja dengan mendirikan kekuasaan demokrasi Rakjat baru ada Rakjat. mokrasi tipe baru, demokrasi untuk seluruh Rakjat, demokrasi dan kebudajaan). Sistim demokrasi jang demikian itu jalah de- golongan Rakjat dan mengenai semua lapangan (politik, ekonomi Usaha Persiapan Kemerdekaan"), tetapi demokrasi untuk semua

Perantjis" (djuga utjapan Bung Karno dalam Badan Penjelidik

kuasai oleh burdjuasi, bukan demokrasi ,menurut resep revolusi kesedjahteraan sosial bukanlah sistim demokrasi lama jang di- mokratis lainnja. Djadi teranglah bahwa jang dapat mendatangkan djuasi ketjil kota, kaum intelektuil revolusioner dan elemen² de- mereka memberi pimpinan kepada massa luas dari kaum tani, bur-

kemampuan jang tidak bisa diabaikan dilapangan politik, dan

mempunjai kesedaran klas jang tinggi dan terbukti mempunjai

jain proletariat Indonesia dengan pemimpinnja PKI telah terbukti pangan ekonomi dan tidak kuat dilapangan politik, sedang difihak

burdjuasi nasional mempunjai kedudukan jang sangat lemah dila-

kuasai oleh burdjuasi nasional adalah sangat kuat. Disatu pihak Alasan untuk tidak membangun negara demokrasi lama jang di-

mokrasi jang mampu mendatangkan kesedjahteraan sosial".

tjari demokrasi, hendaknja bukan demokrasi Barat, tetapi .. de- tipe lama. Seperti dikatakan oleh Bung Karno: Kalau kita men-negara menurut resep demokrasi Barat atau diktatur demokrasi Kedua, di Indonesia tidak seharusnja terus dipertahankan satu lan demokrasi, kemadjuan dan perdamaian.

djamin kemerdekaan nasional serta perkembangannja melalui dja-

sesuai dengan watak Revolusi Agustus 1945, jang mampu men-

djana dan seniman. Singkatnja, hanja negara jang demikian jang

24 angguran dan jang mampu mengembangkan pekerdjaan parasar- kat hidup materiil kaum buruh, jang mampu menghapuskan peng- sional terhadap persaingan asing, jang mampu meninggikan ting- bagi Rakjat, jang mampu membela industri dan perdagangan na- tjuma² kepada kaum tani, jang mampu mendjamin hak² demokrasi feodal dan anti-imperialis, jang mampu memberikan tanah dengan demikian inilah jang mampu mempersatukan semua tenaga anti-jang harus melaksanakan perubahan² sosialis. Hanja negara jang feodalisme, PKI tidak bermaksud mendirikan diktatur proletariat Rakjat Indonesia masih melawan penindasan imperialisme dan terbelakangnja keadaan ekonomi Indonesia dan mengingat bahwa sional jang penuh bagi Indonesia. Djadi, teranglah, mengingat dasarkan diri atas massa dan jang bertudjuan kemerdekaan na- buat semua". Negara ini jalah negara front persatuan, jang men-untuk Rakjat", atau jang disebut oleh Bung Karno negara ",semua nja ada pada Rakjat, jaitu negara dari Rakjat, oleh Rakjat dan jalah sistim negara Rakjat, sistim negara jang sumber kekuasaan-Harahap, telah dibuktikan kebangkrutannja. Sistim jang wadjar rintah Natsir, pemerintah Sukiman dan pemerintah Burhanuddin anti-Rakjat, terutama ketika kekuasaan pemerintah Hatta, peme- anti-Rakjat jang dikuasai oleh tuantanah² dan komprador2. Sistim Pertama, sistim negara Indonesia tidak seharusnja sistim negara donesia. Pendirian² pokok ini jalah : lah sama dengan pendirian² bagian terbesar daripada Rakjat In- pelaksanaan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja ada-Pendirian² pokok daripada kaum Komunis Indonesia mengenai program chusus atau program tuntutan. Lebih dulu kita akan membitjarakan program umum dan kemudian dapat dibagi mendjadi dua bagian, jang umum dan jang chusus. Sebagaimana sudah disebut diatas, program bersama demikian anti-feodalisme dan melaksanakan perubahan² demokratis. mengganggu-gugat inti daripada program, jaitu anti-imperialisme, nerima pengurangan² dan penambahan², tentu sadja dengan tidak dasar perundingan bersama, bersedia menerima perubahan2, me- partai? dan golongan² lain mengandung arti bahwa PKI. atas Agustus kita. Kesediaan PKI merundingkan programnja dengan dari bumi Indonesia sebagaimana jang dituntut oleh Revolusi kan musnahnja samasekali kekuasaan imperialisme dan feodalisme rundingkan dengan partai2 dan golongan² lain jang mengingin- sahkan sebuah program, program jang tentu sadja masih bisa di- program bersama inilah, PKI dalam kongres nasional ke-V men- persetudjuan bersama. Dengan tudjuan memenuhi kebutuhan akan membutuhkan adanja sebuah program bersama jang dibikin atas

hapuskan penindasan feodal. Tetapi, kita tidak menghendaki kekuasaan imperialis asing dan tuantanah diganti dengan kekuasaan burdjuasi dalamnegeri atas Rakjat banjak. Kita ingin semua klas jang anti-imperialis dan anti-feodal sama² berkuasa, kita ingin satu sistim politik front persatuan. Inilah sjarat untuk mewudjudkan Indonesia Merdeka jang bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan jang kaja. tetapi ,semua buat semua'." Memang adalah aneh dan berten- tangan dengan semangat Revolusi Agustus, djika kira2 20 djuta kaum buruh dengan keluarganja dan ber-puluh2 djuta kaum tani dengan keluarganja mau disingkirkan dari kekuasaan negara, demikian djuga adalah tidak adil djika kaum burdjuis ketjil kota, kaum intelektuil dan kaum burdjuis nasional jang anti-imperialis dan anti-feodal disingkirkan dari kekuasaan negara. Keempat, mengenai struktur pemerintah, PKI memperdjuangkan supaja dipakai sistim demokrasi jang memusat, artinja disatu fihak memberikan kekuasaan tertinggi untuk daerah² kepada DPRD2, sedangkan difihak lain harus ada pemerintah sentral jang kuat. jang mengurus urusan² umum, jang sepenuhnja tunduk pada DPR (Parlemen). Kekuasaan daerah harus memperkuat kekuasaan pusat dan kekuasaan pusat harus membantu perkembangan demokrasi, ekonomi dan kebudajaan daerah. Pada prinsipnja kita harus dengan teguh mewudjudkan Republik Kesatuan dengan pemerintah² daerah jang demokratis dan otonomi sukubangsa jang luas. Kelima, tentara dan kekuatan bersendjata lainnja adalah pem- bela jang penting daripada negara. Walaupun kaum reaksioner sudah berusaha keras untuk mengubah komposisinja dan menq- ubah semangatnja, tetapi majoritet daripada anggota² Angkatan Perang Republik Indonesia sekarang masih tetap bersemangat Revolusi Agustus 1945. Selama peperangan kemerdekaan melawan tentara kolonial Belanda Angkatan Perang Republik Indonesia telah sehidup semati dengan Rakjat. Oleh karena itu sudah sewa- djarnja, bahwa perwira-perwira, bintara-bintara dan bawahan- bawahan daripada Angkatan Perang Republik Indonesia sekarang pada umumnja tetap setia kepada tjita" Revolusi Agustus dan berdjuang untuk pelaksanaan tuntutan" daripada Revolusi ini. Oleh karena itu sukarlah membajangkan bahwa Angkatan Perang sekarang setjara bulat dapat didjadikan alat untuk me- nindas Rakjat, sebaliknja adalah wadjar djika Rakjat mengha- rapkan agar TNI dan kekuatan² bersendjata RI lainnja mendjadi pelindung daripada Rakjat. Seluruh Rakjat harus waspada ter- hadap pertjobaan" kaum reaksioner jang mau mengadu-domba

tentara dengan Rakjat dan mau menempatkan suatu Dewan Militer (Junta Militer) diatas pundak Rakjat. Keenam, mengenai ekonomi. Dibagian atas sudah dikatakan bahwa jang harus ditentang sekarang bukannja industri dan per- dagangan jang diselenggarakan oleh kapitalis2 nasional, tetapi jang harus ditentang jalah ekonomi imperialis dan feodal. Peng- hapusan sistim ekonomi imperialis dan feodal adalah djuga sjarat untuk perkembangan ekonomi kapitalis? nasional. Dibawah kekuasaan kaum imperialis dan feodal tidak mungkin kaum kapitalis nasional mengembangkan diri setjara wadjar. Kaum Komunis sudah tentu akan lebih mengutamakan ekonomi negara dan membantu ekonomi individuil Rakjat pekerdja, tetapi disamping itu proteksi dan fasilitet harus diberikan kepada kapitalis² nasional untuk berkembang dalam batas² jang tak dapat menguasai kehi- dupan Rakjat dan negara. Mengenai soal tanah harus dilaksa- nakan prinsip tanah untuk petani. Demikianlah pendirian² pokok daripada kaum Komunis Indonesia tentang pelaksanaan tuntutan² Revolusi Agustus. Demikianlah pokok² daripada program umum PKI jang setjara lengkap dimuat dalam Program jang disahkan dalam Kongres Nasional ke-V PKI. Sekarang mendjadi djelas bahwa dengan program umumnja PKI telah memperlengkapi tugas" dan sembojan² daripada Revolusi Agustus. Sekali lagi perlu diterangkan bahwa pada waktunja PKI bersedia untuk merundingkan program ini dengan partai2 dan golongan² demokratis lainnja, dengan pengertian bahwa PKI bersedia untuk menerima perubahan² dimana perlu, untuk mengurangi dan menambahnja dengan tudjuan jang satu : me- njelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus jang bersifat nasional dan demokratis sampai ke-akar²nja. Berkat sukses daripada perdjuangan Rakjat Indonesia, perdjuangan PKI dan partai² demokratis lainnja jang ditjapai sedjak Kongres ke-V PKI bulan Maret 1954 sampai sekarang, ada bagian² dalam program umum PKI jang sudah tidak tepat lagi, mi- salnja bagian supaja melepaskan Indonesia dari Uni Indonesia-Belanda, supaja mengembalikan MMB dari Indonesia, supaja membatalkan persetudjuan KMB dan supaja ada hakpilih bagi warganegara jang sudah mentjapai umur 18 tahun. Bagian² jang sudah lewat waktu demikian ini sudah tentu tidak perlu dipro- pagandakan lagi, dan sudah tentu pula djika bagian jang dipan- dang kurang dalam program umum ini harus ditambah, sedangkan jang tak begitu tepat harus diperbaiki. Hal ini harus mendjadi perhatian semua anggota dan terutama propagandis? PKI.

29 lankan politik diktatur anti-Komunis dan menentang diadakannia berusaha untuk memetjah-belah persatuan Rakjat dengan mendja- sjumi-PSI jang berkepalabatu dan orang² reaksioner lainnja masuknja Indonesia kedalam blok militer; (3) pemimpin2 Ma- lam wilajah kekuasaan Republik Indonesia dan untuk mentjegah kaum kapitalis besar asing, untuk memasukkan Irian Barat keda- untuk merebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar dari tangan mokratis guna memperluas dan memperkuat persatuan nasional persatuan dan sangat membutuhkan pelaksanaan perubahan? de- kedalam blok militer; (2) Rakjat Indonesia sangat membutuhkan radja² perang Amerika berusaha keras untuk menarik Indonesia kaum kapitalis besar asing; negeri2 imperialis jang dipelopori oleh rena masih bertjokolnja sisa? feodalisme dan masih berkuasanja sia masih sangat terbelakang dan samasekali belum merdeka, ka- áikuasai oleh kolonialisme Belanda; dilapangan ekonomi Indone-Rakjat Indonesia disana, karena Irian Barat masih sepenuhnja daripada wilajah Indonesia belum ada kemerdekaan politik bagi wilajah negerinja, sedangkan di Irian Barat jang merupakan 20% nesia sudah mendapatkan kemerdekaan politik di 80% daripada

(1) Dengan dibatalkannja persetudjuan KMB, Rakjat Indo-Dewasa ini, Rakjat Indonesia berada dalam keadaan sbb.:
harus dibikin tepat. dalam Program PKI, supaja dituntutkan dan jang kurang tepat lagi, sedangkan jang sudah mungkin, walaupun tidak tertjantum sadja bagian² jang sudah lewat waktu ini tidak perlu dituntutkan nesia-Belanda dan tentang mengirim kembali MMB. Tentu Konstituante, tentang soal melepaskan Indonesia dari Uni Indo- misalnja bagian jang mengenai pemilihan umum untuk Dewan disahkan dalam Kongres Nasional ke-V Partai sudah terlaksana, demokratis lainnja, beberapa bagian dari program tuntutan jang Berkat hasil² perdjuangan Rakjat, perdjuangan PKI dan Parta:2 dalam tingkat besar daripada Revolusi nasional dan demokratis. politik daripada Rakjat jang sangat terbanjak pada tingkat² ketjil persatukan Rakjat dan untuk memenuhi tuntutan² ekonomi dan sional ke-V Partai, dan tugasnja djuga tetap jaitu untuk mem- kepada program tuntutan jang sudah disahkan oleh Kongres Na- mengalami perubahan2, tetapi ia tetap disusun dengan berpedoman anggap tidak perlu dipropagandakan lagi. Program tuntutan kita ketjuali beberapa bagian² ketjil jang sudah lewat waktu jang di- keadaan, tempat dan waktu, program umum kita adalah tetap, Walaupun program tuntutan kita ber-ubah² berhubung denganmadju. jang kita adjukan kepada kabinet Ali Sastroamidjojo jang agak

28 kepada kabinet BH jang reaksioner berlainan dengan tuntutan² Indonesia", demikian djuga tuntutan-tuntutan jang kita adjukan program jan kita perdjuangkan dalam ,,Kongres Rakjat Seluruh ram Pemerintah Koalisi Nasional) berbeda disana-sini dengan kita jang dikemukakan sebagai program pemilihan umum (Prog- adaan dimana dan untuk apa tuntutan² kita adjukan. Tuntutan² Demikian pula tuntutan? kita berbeda berhubung dengan ke- kita disana-sini. bedaan keadaan menjebabkan kita mengubah program tuntutan ada lagi persetudjuan jang berat sebelah ini. Perubahan dan per- mana masih ada persetudjuan KMB dan dimana sudah tidak Uni Indonesia-Belanda dan dimana Uni sudah dibatalkan, di- dimana hak2 ini agak luas, dimana Indonesia masih terikat oleh nuddin Harahap), dimana hak2 demokrasi sangat sempit dan ke-2) dan dimana Partai beroposisi (terhadap kabinet Burha- na Partai menjokong pemerintah (Ali Sastroamidjojo ke-1 dan pemilihan umum untuk Parlemen dan Dewan Konstituante, dima- sudah tidak ada lagi, dimana belum ada dan dimana sudah ada ada MMB (Misi Militer Belanda) dan dimana misi militer ini Partai, kita pernah mengalami keadaan dimana di Indonesia masih dalam Program PKI jang disahkan oleh Kongres Nasional ke-V Sedjak kita mempunjai program tuntutan seperti jang dimuat tingkat besar daripada revolusi nasional dan demokratis. bedaan keadaan dalam berbagai tingkat² ketjil jang berlaku dalam ram tuntutan kita ber-ubah² sesuai dengan perubahan dan per-Adalah lain halnja dengan program jang bersifat tuntutan. Prog- san² Komunis terus akan mempropagandakan program umum kita. Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja kaum Komunis dan simpati- pada pokoknja tidak akan berubah. Sebelum terlaksana tuntutan² akar²nja, program umum kita, program Demokrasi Rakjat kita, masa sebelum tuntutan² Revolusi Agustus diselesaikan sampai ke- seluruh tingkat revolusi_nasional dan demokratis, pada seluruh kita djuga sudah menjusun tuntutan² untuk waktu sekarang. Pada Diatas sudah dikatakan, bahwa berdasarkan program umum Tuntutan² Sekarang djangka-pandjang. chusus atau program tuntutan, program umum ini adalah program lah program minimum. Tetapi djika dibanding dengan program atau program maximum daripada sistim sosialis dan Komunis, ada-Program Umum ini djika dibanding dengan program masadepan

perubahan² demokratis, terutama dengan djalan mempersempit kebebasan² demokratis untuk Rakjat dan organisasi2 Rakjat, djuga dengan djalan melindungi dan membantu gerombolan DI-TII. Apakah tuntutan² PKI dan tuntutan² Rakjat lndonesia dewasa ini, dalam keadaan2 seperti sekarang ini? Sesuai dengan Program PKI, sesuai dengan perimbangan kekuatan dan dengan keadaan jang berlaku sekarang. tuntutan² dibawah ini adalah tuntutan² Rakjat Indonesia jang paling men- desak, adalah tuntutan minimum dan tuntutan jang tepat.

Mobilisasi dan koordinasi seluruh kekuatan nasional untuk merebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar, untuk merebut Irian Barat dan untuk menjelamatkan perdamaian di Asia dan didunia : Kalahkan politik anti-persatuan dan politik diktatur anti-Ko- munis dari sebagian pemimpin² Masjumi-PSI untuk pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional dimana .4-Besar" (PKI. PNI, NU, Masjumi) dan partai lain ikut didalamnja; Beri kebebasan demokratis jang se-luas²nja kepada Rakjat dan organisasi² Rakjat dan batalkan semua undang jang membatasi kebebasan gerakan patriotik; Bentuk Undang? Dasar jang sesuai dengan semangat, djiwa dan sifat Revolusi Agustus 1945; Djamin semua hak dan kebebasan kaum buruh dan pegawai negeri untuk membela kepentingan²nja jang sah dan batalkan semua undang² dan peraturan2 jang bersifat melarang atau membatasi hak mogok kaum buruh dan pegawai negeri; Sokong kaum penganggur dan larang pemetjatan se-wenang2; Perbaiki keadaan kaum tani dengan mewadjibkan tuantanah2 menurunkan sewatanah, dengan mewadjibkan lintahdarat? men- daftarkan diri dan menurunkan bunga uang pindjaman, dengan meringankan padjak² negara dan dengan menghapuskan tunggakan padjak bumi; Perbaiki nasib buruh tani dan perlindungi hak kaum tani pe- niewa tanah, beri pindjaman jang berbunga rendah kepada petani² miskin dan bantu petani² mengorganisasi diri untuk me- ngembangkan produksi pertanian; Hapuskan setoran2 paksa kaum tani, hapuskan sistim pologoro dan rodi serta perbaiki nasib pamongdesa; Sahkan milik kaum tani atas tanah jang dulunja milik perkebunan² asing tetapi jang sudah lama dikerdjakan oleh kaum tani,

dan larang perampasan² tanah² tersebut oleh fihak perkebunan asing; Berikan dan bagikan dengan tjuma² tanah² kosong jang tak dikerdjakan kepada kaum tani tak-bertanah dan tani-miskin; Djamin hak kaum tani dan organisasi² tani dalam menentukan sewatanah kaum tani jang disewa untuk ditanami rosela, tebu dan tembakau oleh perusahaan asing atau oleh siapapun; Beli tanah² partikelir dengan harga dan tjara pembajaran jang ditentukan oleh pemerintah dan bagikan tanah² sawah dan ladang dari bekas2 tanah partikelir itu kepada kaum tani tak-bertanah dan tani-miskin; Adakan djaminan pasar, perlindungan dan keringanan padjak bagi pengusaha² ketjil; Bantu paranelajan dengan modal dan alat penangkap ikan serta perbaiki upah dan turunkan setoran buruhnelajan; Adakan persiapan² jang pantas dalam melaksanakan transmi- grasi, berikan tanah jang tjukup dan baik serta bantuan kredit dan alat² kerdja bagi paratransmigran; Tindas dan basmi gerombolan Darul Islam" dan gerombolan² teroris lainnja; Beri hak kepada kaum tani untuk dengan latihan dan pimpinan TNI mengangkat sendjata membela diri terhadap gerombolan Darul Islam" dan gerombolan2 teroris lainnja jang membunuh kaum tani dan jang menghantjurkan desa²; Beri bantuan kepada kaum pengungsi jang menjelamatkan diri dari gerombolan² teroris; Adakan perbaikan sjarat hidup bagi parapradjurit dan perla- kuan2 istimewa terhadap pasukan2, perwira² dan anakbuah² ten- tara jang sungguh² menindas dan membasmi gerombolan ,Darul Islam" dan gerombolan² teroris lainnja; Djamin pekerdjaan dan pendidikan kedjuruan bagi para bekas pedjuang bersendjata (veteran); Hapuskan sistim swapradja dan adakan pemilihan² jang bersifat umum, rahasia dan bebas untuk DPRD2 guna mendemokrasikan pemerintah provinsi, kabupaten, kota dan desa, adakan perimbangan keuangan jang adil antara pusat dan daerah serta bantu perkembangan ekonomi daerah dan kebudajaan tiap² suku bangsa; Hapuskan semua undang2 dan peraturan² kolonial (Igo, Igob dll.) untuk mendemokrasikan pemerintah desa; Petjat dari djabatan² pemerintah pengchianat? bangsa, orang² reaksioner, penggelap² dan koruptor2 dan supaja orang? ini di-

33 ngan tuntutan² jang mengenai kebebasan² demokratis, mengenai krit dan disana-sini lebih madju, terutama jang berhubungan de- kabinet Ali Sastroamidjojo jang ke-2 tetapi diformulasi lebih kong-Program tuntutan diatas banjak jang sama dengan program

penambahan² dan bagian2 jang sudah lewat waktu ditiadakan. Kongres ke-V PKI. Disana-sini diadakan perubahan², diadakan

djojo jang pertama, tuntutan² jang dirumuskan dan disahkan dalam

chusus atau program tuntutan PKI kepada kabinet Ali Sastroami-Tuntutan diatas pada pokoknja adalah sama dengan program demokrasi, kemadjuan dan perdamaian.

tuan Rakjat, jang mau menempuh djalan kemerdekaan nasional,

sekarang dan oleh pemerintah mana sadja jang menghendaki ban-

sepenuhnja bisa dilaksanakan oleh pemerintah Ali Sastroamidjojo

PKI berpendapat bahwa tuntutan² diatas adalah tuntutan² jang

*味

kok. kan embargo keseluruhannja dalam perdagangan dengan Tiong- dasar kepentingan dan keuntungan bagi Indonesia, serta batal- geri, tanpa memandang perbedaan sistim sosial dan politik, atas Luaskan hubungan ekonomi dan kebudajaan dengan semua ne- nesia kedalam blok perang dan agresi; ngan konsekwen dan lawan tiap“ usaha jang mau menarik Indo- damaian dunia, laksanakan putusan² konferensi Asia-Afrika de-Djalankan politik luarnegeri atas dasar mempertahankan per- dap pendudukan Belanda di Irian Barat; organisasi diri dan dalam semua bentuk perlawanannja terha-Bantu Rakjat Indonesia jang berada di Irian Barat dalam meng- nasional; sunan kekuatan dalamnegeri dan dengan menarik solidaritet inter-Perhebat perdjuangan pembebasan Irian Barat dengan penju- keamanan Indonesia dan perdamaian di Asia dan Pasifik; lawan persendjataan kembali Djepang, karena ini membahajakan Djepang, tuntut penggantian kerugian jang adil dari Djepang dan Batalkan pengakuan atas perdjandjian San Francisco dengan njakit jang banjak terdapat dikalangan penduduk; Perbanjak klinik² pengobatan dan giatkan pemberantasan pe- untuk latihan2 dan pertundjukan² kesenian; Adakan gedung² atau rumah² untuk pertemuan² paraseniman, untuk kemadjuan ilmu dan kebudajaan; mewa terhadap paraahli Indonesia jang dengan sungguh² bekerdja Adakan kesempatan kerdja jang lebih luas dan perlakuan² isti-

32 manfaat; parapemuda dan anak2 untuk mendapatkan pendidikan jang ber-Djamin kedudukan jang sama bagi wanita dan laki², dan djamin sional jang ilmiah dan kerakjatan; Hapuskan pendidikan kolonial serta laksanakan pendidikan na- berantasan buta-huruf; rid² dan mahasiswa, perbaiki nasib guru dan pergiat usaha pem- keperluan lain, djamin fasilitet2 dilapangan pendidikan bagi mu- dung2 sekolah, kembalikan gedung² sekolah jang dipakai untuk Pengadjaran dan Kebudajaan", tambah djumlah sekolah dan ge-Tambah anggaran belandja untuk Kementerian ,Pendidikan, adakan sabotase² di-djawatan² pemerintah atau di-lapangan² lain; dan siapa sadja jang melakukan gerakan² subversif dan jang meng-Djatuhkan hukuman jang berat kepada kakitangan Belanda asing, tuantanah2 dan hartawan² lainnja; Rakjat, sebaliknja jang harus diberatkan jalah kapitalis² besar Plan Lima Tahun pemerintah tidak boleh memberatkan beban rusahaan² negara supaja dilakukan langsung oleh pemerintah; Import untuk keperluan negara dan export barang² hasil pe- harus sepenuhnja dikontrol oleh pemerintah; Import dan export serta perusahaan² penting disegala lapangan pemerintah sendiri; paja segera ditjabut kembali dan dimana mungkin diusahakan oleh Konsesi² tanah untuk pertambangan jang belum digunakan su- terus membubung; jang bersifat melindungi dan kontrol harga barang? supaja tidak nasional terhadap persaingan barang² asing, adakan sistim tjukai Perluas pembangunan industri nasional dan lindungi industri bimbingan teknis kepada kaum tani; memberikan bantuan jang berupa bibit, alat2 pertanian, rabuk dan sebagian dari kebunnja dengan padi atau kapas, dan dengan djalan kewadjiban² kepada pemilik² perkebunan asing untuk menanami Pertinggi panenan padi dan kapas dengan djalan menentukan militer dinegeri kita; mokrasi parlementer dan mendirikan diktatur militer atau junta nat² bangsa, koruptor2 dan elemen² jang hendak merusak de- tara opsir dan anakbuah, singkirkan dari ketentaraan pengchia-Adakan hubungan jang baik antara tentara dan Rakjat dan an- mengabdikan dirinja kepada kepentingan Rakjat; Tempatkan pada djabatan? pemerintah orang² jang bersedia bukan; hukum, tidak perduli mereka anggota partai pemerintah atau

perbaikan keadaan kaum tani, mengenai pendemokrasian alat² negara dan mengenai tuntutan² perbaikan ekonomi negeri. Mengenai politik luarnegeri boleh dikatakan hampir seluruhnja sa- ma. Djika sudah ternjata bahwa program pemerintah Ali Sastroamidjojo ke-2 banjak persamaannja dengan tuntutan² PKI dan tuntutan² Rakjat pada dewasa ini, maka sekarang jang terpenting jalah pelaksanaan daripada program tersebut. Ini banjak tergan- tung pada kesungguhan fihak pemerintah dalam mela'ksanakan programnja dan pada kuatnja gerakan Rakjat dan persatuan Rakiat. Sudah tentu pelaksanaan daripada program kabinet Ali Sastroamidjojo akan lebih lantjar djika dilaksanakan oleh Pemerintah Koalisi Nasional. Program tuntutan diatas djuga banjak persamaannja dengan program Kongres Rakjat Seluruh Indonesia" jang disahkan oleh Kongresnja jang pertama dalam bulan Agustus 1955. Kongres ini, sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno, adalah ,mewakili bagian terbesar daripada Rakjat Indonesia dan oleh karena itu Rakjat Indonesi supaja tunduk pada putusan2 Kongres Rakjat". Kenjataan bahwa tuntutan² PKI sekarang banjak persamaannja dengan program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 dan dengan program jang diputuskan oleh Kongres pertama daripada ,Kongres Rakjat Seluruh Indonesia", adalah membuktikan bahwa tuntutan² PKI tersebut adalah sesuai dengan suara bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia dan dengan opini umum di Indonesia. Oleh karena itu adalah sesuatu jang objektif djika PKI mendja- dikan tuntutan² tersebut sebagai alas (platform) untuk berunding dan bekerdjasama dengan partai² lain, dengan golongan² dan per- seorangan² jang anti-kolonialisme, jang demokratis dan patriotik. Djuga adalah objektif djika tuntutan² tersebut didjadikan dasar untuk berunding dalam pembentukan pemerintah, didjadikan tuntutan, pada pemerintah jang berkuasa dan didjadikan sembojan² aksi daripada massa. Bagi rakjat di Irian Barat tuntutan² tersebut belum dapat didjadikan sembojan aksinja. Soal Irian Barat meng- hendaki pemetjahan tersendiri, dan disana jang terpenting jalah memperdjuangkan untuk adanja hak² azasi manusia, seperti ke- merdekaan memeluk agama, berkejakinan, berfikir, memilih tem- pat tinggal dan surat menjurat, dan memperdjuangkan terwudjud- nja hak² demokrasi seperti kebebasan berbitjara, menulis, berapat, berorganisasi, berpawai, berdemonstrasi dan mogok. Mengenai beberapa soal dari program tuntutan diatas perlu äda pendjelasan. Dalam mendjelaskan soalª tersebut kita sekaligus akan mendjawab beberapa pertanjaan jang sering diadjukan kepada PKI dan akan mengkritik pendapat sebagian orang jang

tidak tepat. Soal² jang perlu mendapat pendjelasan tersebut adalah sbb. :

  1. Sikap terhadap kolonialisme Belanda PKI berpendapat, karena kolonialisme Belanda sudah lama men- djadjah, memeras dan menghina Rakjat Indonesia setjara sangat kedjam dan kurang adjar, seluruh Rakjat Indonesia harus mengambil sikap jang lebih tegas dan lebih keras terhadap kolonialisme Belanda daripada terhadap imperialis² lainnja. Sikap demikian ini mendjadi keharusan jang lebih besar lagi berhubung dengan kekuasaan kaum kapitalis besar Belanda jang masih menguasai sebagian besar ekonomi Indonesia, berhubung kaum kolonialis Belanda sampai sekarang masih menduduki 20% daripada wilajah Republik Indonesia, jaitu Irian Barat, dan masih melakukan ke- giatan² ,subversif untuk merobohkan Republik Indonesia. Sudah pada tempatnja djika Rakjat Indonesia menganggap kaum kolonialis Belanda sebagai musuhnja jang nomor satu, dengan sama- sekali tidak melupakan untuk melawan bahaja jang datang dari kaum imperialis lainnja, terutama Amerika. Adalah adil dan akan mendapat sokongan penuh dari Rakjat djika pemerintah Indonesia mengambil tindakan jang keras dila- pangan ekonomi terhadap kaum kapitalis besar Belanda. Pada dewasa ini Rakjat Indonesia, PKI dan partai2 demokratis lainnja menuntut supaja pemerintah Indonesia menghapuskan hutang Indonesia kepada Belanda menurut persetudjuan KMB, supaja pemerintah Indonesia bertindak jang keras untuk mengurangi keuntungan kaum kapitalis besar Belanda dan untuk membatasi pe- mindahan (transfer) keuntungan mereka keluarnegeri. Pemerintah harus mengoper semua perusahaan bank, transport, listrik dan telekomunikasi Belanda dengan tjara dan harga jang ditentukan oleh pemerintah menurut kemampuan negara. Mengenai tanah² konsesi untuk, perkebunan dan pertambangan jang sekarang sudah habis kontraknja, supaja tidak diperpandjang lagi kontraknja dan kebun atau tambangnja supaja dioper oleh pemerintah. Kebun² Belanda jang tidak dirawat dengan pantas supaja djuga dioper oleh pemerintah. Tanah² jang sudah dikontrak oleh kapitalis² Belanda tetapi tidak dikerdjakan supaja diambil oleh pemerintah dan diberikan dengan tjuma2 kepada kaum tani miskin dan tani tak- bertanah. Tuntutan² ini adalah tuntutan² Rakjat jang kuat dalam hubungan merealisasi pelaksanaan pembatalan KMB.

37 berkejakinan bahwa front persatuan hanja bisa kuat djika berda- ini adalah satu hal jang njata. Disamping itu tiap² Komunis djuga ruh tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada kemerdekaan nasional, tetapi djuga ada klas2 dan golongan² lain. Kemerdekaan klas bu-Indonesia sekarang jang revolusioner bukan hanja klas proletar, Kaum Komunis berpendapat bahwa dalam keadaan seperti di bersekongkol dengan kaum imperialis. an musuh? Rakjat, jaitu kekuatan komprador dan tuantanah jang nasional, dan tidak menguntungkan kekuatan kepalabatu, kekuat- kekuatan progresif dan kekuatan tengah tidak merugikan persatuan kan. Dengan demikian dapat ditjegah agar pertentangan antara ding, setjara saling memberi konsesi, setjara saling menguntung- kaum kapitalis nasional perlu dan bisa diselesaikan setjara berun- kuatan progresif dan kekuatan tengah, diantara kaum buruh dan PKI berpendapat bahwa pertentangan² jang terdapat diantara ke- tapi adalah keliru djika pertentangan ini dipertadjam. Sebaliknja, jang menghisap, antara PKI dan partai" burdjuasi nasional. Te- antara kaum buruh jang dihisap dengan kaum kapitalis nasional tangan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah, terutama tu. Kaum Komunis tidak membantah bahwa memang ada perten- tu dengan kekuatan tengah dan mementjilkan kekuatan kepalaba- bekerdja keras untuk mengembangkan kekuatan progresif, bersa-Sebagaimana sudah dikatakan, kewadjiban PKI sekarang jalah pada masa jang tertentu. dasarkan kepentingan bersama daripada seluruh Rakjat Indonesia satuan jang berdasarkan keagamaan atau filsafat, tetapi jang ber-Front persatuan jang diperdjuangkan oleh PKI bukan front per- nja perbedaan agama untuk memetjahbelah persatuan nasional. PKI menghormati tiap² agama, tetapi PKI menentang digunakan- jang mendesak dari Rakjat Indonesia sekarang. jaitu persatuan. Komunis". Ini adalah sembojan jang tjotjok dengan kebutuhan jaitu sembojan tentang ,kerdjasama kaum Agama, Nasionalis dan menghargai sembojan jang djuga diandjurkan oleh Bung Karno, dan tidak akan djemu²nja bekerdja untuk front persatuan. PKI sementara pemimpin² Masjumi-PSI, PKI tidak akan henti²nja banjaknja rintangan dari orang² jang berkepalabatu, terutama dari bukan-Komunis. Djadi teranglah, walaupun bagaimana besar dan persatuan tetap diperlukan jaitu persatuan antara Komunis dan Agustus sampai ke-akar²nja. Djuga dalam masjarakat sosialis front tuntutan² sekarang dan untuk melaksanakan tuntutan² Revolusi Front persatuan adalah sjarat untuk melaksanakan program

  1. Front Persatuan Nasional
    36

Rakjat lewat pemimpin² organisasi²nja. tinggi, oleh karena itu adalah mudah untuk berunding dengan berunding. Kehidupan berorganisasi Rakjat Indonesia sudah agak rintah supaja dalam menghadapi aksi² Rakjat menempuh djalan PKI mengusulkan kepada pemerintah dan pendjabat² peme- achir dari suatu penguasa jang bingung dan putus asa. mimpin perlawanan Rakjat. Politik tangan besi" adalah daja ter- jang berbuat demikian, ada ataupun tidak ada Komunis jang me- si" hanja memperbesar kebentjian Rakjat kepada tiap² pemerintah dengan politik tangan besi" terhadap Rakjat. Politik ,tangan be-Mulai Hitler sampai Hatta dan Sukiman mengalami kegagalan Rakjat jang demokratis jang menguntungkan fihak jang berbuat. tikan bahwa tidak ada perbuatan tangan besi" terhadap gerakan Kenjataan2, baik diluarnegeri maupun didalamnegeri, membuk- monstrasi² dan aksi² lainnja daripada Rakjat. rani mengerahkan alat2nja untuk bertindak keras terhadap de- ngira, bahwa pemerintah akan mempunjai kewibawaan djika be- diri dalam aksi². Ada sebagian orang jang berfikiran pendek me- luas²nja memperkuat dirinja dalam organisasi² dan untuk melatih djikalau Rakjat dan organisasi² Rakjat tidak diberi kesempatan se- wilajah kekuasaan Republik Indonesia" tidak akan ada artinja se-luas²nja. Sembojan .,Irian Barat harus segera masuk kedalam organisasi² Rakjat tidak diberikan kebebasan2 demokratis jang gaimana kekuatan akan dapat dibentuk kalau kepada Rakjat dan Indonesia jalah ,,membentuk kekuatan" (,,machtsvorming"). Ba- takan bahwa politik jalah kekuasaan" dan kewadjiban Rakjat pembitjaraan itu adalah omong kosong. Bung Karno sering menga- dapat menjatakan perasaan, fikiran dan hasratnja, maka semua bebasan² demokratis bagi Rakjat dan organisasi² Rakjat untuk tang melaksanakan politik perdamaian, tetapi djika tidak ada ke- donesia, tentang mengalahkan gerombolan² teror DI-TII dan ten- memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik In- untuk merebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar, tentang seluruh bangsa kita. Orang bisa berbitjara tentang perdjuangan tuk PKI dan seluruh kekuatan progresif, tetapi djuga penting bagi merintah. Adanja kebebasan² demokratis tidak hanja penting un-Ini adalah tuntutan terpenting daripada PKI kepada tiap² pe-

  1. Kebebasan² demokratis untuk Rakjat dan organisasi2 Rakjat

sarkan persekutuan buruh dan tani dan dipimpin oleh klas buruh. Setengah orang berkeberatan dengan pendirian kaum Komunis ini dan bertanja: ,Mengapa harus berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan mengapa harus dipimpin oleh klas buruh ?" Front nasional harus berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan harus dipimpin oleh klas buruh, bukanlah keinginan subjektif daripada kaum buruh dan kaum tani, dan bukanlah pula keinginan subjektif daripada kaum Komunis. Adalah satu kebenaran bahwa kaum buruh dan kaum tani merupakan bagian jang terbesar daripada Rak- jat Indonesia dan sebagai klas atau golongan jang samasekali tidak mempunjai kepentingan untuk bersekutu dengan tuantanah dan imperialis. Klas buruh adalah klas jang berpandangan djauh, mempunjai semangat tidak mementingkan dirisendiri dan hanja mementingkan kepentingan umum serta paling konsekwen dan berdisiplin. Dalam tiap2 perdjuangan kita membutuhkan pimpinan jang berpandangan djauh. tidak mementingkan dirisendiri, konsekwen dan berdisiplin. Front nasional, kalau tidak mau meng- alami kegagalan, djuga harus mempunjai pimpinan klas jang demikian. Oleh karena itu sewadjarnjalah pimpinan djatuh pada klas buruh. Kaum intelektuil revolusioner, tidak perdui dari mana asal klas- nja, tidak perduli ia berasal dari burdjuasi nasional atau ningrat, tidak perduli ia berasal dari burdjuasi ketjil atau proletariat. mereka sama² bisa mengabdi kepentingan klas buruh, dan djika demikian mereka dimasukkan dalam kategori klas buruh, klas jang mempunjai kewadjiban sedjarah memimpin revolusi. Burdjuasi ketjil kota, walaupun mempunjai sedikit milik, djuga termasuk golongan jang menderita dan oleh karena itu merupakan sekutu proletariat jang dapat dipertjaja. Berbeda dengan klas buruh, kaum tani dan burdjuasi ketjil kota, kaum burdjuis nasional karena hubungan dagang dan hubungan² lainnja merupakan klas dalam front nasional jang terdekat hu- bungannja dengan kaum imperialis dan tuantanah, walaupun se- tjara objektif mereka mempunjai sifat anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Sebagai klas penghisap, disamping mempunjai perusa- haan dagang dan industri mereka djuga sering memiliki dan me- njewakan tanah. djadi djuga menghisap kaum tani. Djadi djelaslah. kalau kaum Komunis menginginkan front nasional jang berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan jang dipimpin oleh klas buruh, samasekali bukan keinginan subjektif daripada kaum Komunis dan samasekali tidak mengandung keinginan menghina burdjuasi nasional atau golongan² lain diluar kaum buruh atau diluar kaum buruh dan kaum tani. Sebaliknja, untuk ke-

pentingan burdjuasi nasional sendiri, untuk perkembangan per- ekonomiannja, penting adanja front nasional jang berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan jang dipimpin oleh klas buruh, karena hanja front nasional jang demikian jang dapat mengalah- kan feodalisme dan imperialisme. Hanja kalau feodalisme dan imperialisme sudah dikalahkan maka burdjuasi nasional lebih mempunjai kesempatan untuk berkembang dan untuk mengabdikan diri kepada tanahair dan bangsa. Untuk tidak mempertadjam pertentangan dalam kubu front persatuan, PKI tidak akan bertindak jang merugikan partai² lain jang demokratis. Tentu sadja djika partai-partai tersebut tidak ber- buat jang merugikan kubu front persatuan. Kaum Komunis harus pandai membatasi diri dalam hal mengkritik utjapan-utjapan dan perbuatan² orang2 dari partai" jang demokratis. Utjapan² atau perbuatan2 jang mungkin menusuk perasaan, tetapi sifatnja tidak penting, tidak perlu dikritik. Kaum Komunis hanja mengkritik utjapan² atau perbuatanª jang bersifat memetjah persatuan, memetjah kekuatan massa dan jang menundjukkan ke-ragu²an dalam melaksanakan politik anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Jang penting djuga jalah tjara mengkritik, harus benar kena soalnja dan tidak mengumbar nafsu dan perasaan.

  1. Soal tanah dan gerakan tani. Dalam program tuntutan² sekarang PKI tidak menuntut pensi- taan atas tanah tuantanah dan pembagian tanah tersebut kepada kaum tani. Pada dewasa ini politik PKI jang terpenting untuk kaum tani jalah politik turun sewa (turun setoran) dan turun bunga. Dengan politik ini, disatu fihak PKI tetap memperdjuangkan kepentingan kaum tani, tetapi difihak lain memungkinkan ikutnja seba- gian dari tuantanah, jaitu bagian jang agak madju untuk ikut mem- perkuat front persatuan dalam melawan kolonialisme, untuk ikut merebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar bagi Indonesia dan untuk mempertahankan perdamaian dunia. Tuntutan turun sewa dan turun bunga adalah tuntutan² jang sangat mendesak dan sangat adil serta tidak begitu berat untuk dapat dipenuhi oleh tuantanah dengan pensahan pemerintah, asal tuantanah dan pemerintah mempunjai sedikit rasa keadilan dan tidak lupa pada djasa² kaum tani selama Revolusi Agustus dan djasa² kaum tani sekarang dalam menghasilkan bahan makanan jang terpokok, jaitu beras. Djika dipenuhi tuntutan turun sewa dan turun bunga, apa- lagi djika disertai bantuan² untuk mengerdjakan tanah dari fihak pemerintah, maka tidak bisa tidak, sedikit atau banjak, akan me-

Pada pokoknja kewadjiban Rakjat Indonesia jalah mentjegah atau ",me-jajasankan" negara. tan² pemerintah ini akan dilandjutkan dengan mempartikelirkan" kuatiz kalau usaha mempartikelirkan atau ,,me-jajasankan" djawa- kaum buruh dengan sembojan Milik Republik Indonesia". Kita Agustus, karena perusahaan² tersebut ketika revolusi direbut oleh ini terang bertentangan dengan semangat dan tudjuan Revolusi dakan hak kontrol dan pimpinan langsung dari pemerintah. Usaha memperlemah sektor ekonomi negara dan mengurangi atau menia~ setengah-partikelir. Perbuatan ini tidak lain daripada usaha untuk haan Film Negara, PFT dll. mendjadi perusahaan partikelir atau membikin milik² negara seperti Radio Republik Indonesia, Perusa-Jang djuga berbahaja jalah usaha² sementara orang jang ingin negara buat mengoper perusahaan² asing. nał, apalagi kalau kapitalis² nasional itu harus mendapat kredit dari ra, djikalau perusahaan² penting dipegang oleh kapitalis2 nasio- tingan nasional dalam arti tidak memperkuat sektor ekonomi nega- bentuk djasa². PKI berpendapat, bahwa adalah merugikan kepen- keuangan negara tidak mengizinkan saham negara tjukup dalam negara harus mempunjai saham jang terbanjak, malahan djika

negara dan partikulir dengan tidak usah ada ketentuan bahwa

dak mungkin, maka harus ditempuh djalan milik bersama antara ditentukan negara berdasarkan kemampuan negara. Kalau ini ti- rus dioper oleh negara dengan harga dan tjara pembajaran jang

haan² penting jang mempengaruhi kehidupan ekonomi nasional ha-

harus ditinggalkan oleh kapitalis asing, maka per-tama² perusa-PKI berpendapat, djika misalnja ada perusahaan penting jang lebih dalam. jang dihadapi oleh Indonesia tidak lain daripada keruntuhan jang nar² pedagang atau industrialis. Djika hal ini diteruskan, maka separtai, padahal orang jang mendapat kredit itu belum tentu be-

rupsi, dengan mengobral kredit dari bank negara kepada kawan

gara dengan melalui saluran² birokrasi, dengan mendjalankan ko-

kepentingan kapitalis² nasional digerowoti kekuatan ekonomi ne-

gara harus dinomersatukan. Djadi adalah keliru sekali djika untuk

fasilitet kepada kapitalis² nasional. Diatas se-gala²nja ekonomi ne- djaminan peluasan sektor ekonomi negara dan adanja proteksi dan bebas dari kekuasaan kaum kapitalis besar asing, dimana ada lebih luas, jaitu ekonomi untuk kepentingan seluruh bangsa jang seharusnja istilah ekonomi nasional" sekarang diberi arti jang

pemerintah dalam melawan saingan kapitalis² besar asing. Tetapi,

negara Republik Indonesia mendapat proteksi dan fasilitet dari

sebaliknja PKI memperdjuangkan supaja kaum kapitalis warga-

40 nentang pertumbuhan jang wadjar daripada kapitalisme nasional, Sebagaimana sudah dikatakan diatas, PKI sekarang tidak me- ekonomi nasional" dengan ekonomi kapitalis nasional". nal, kepentingan seluruh bangsa. Orang² ini menjamakan arti dan memperkaja partainja dengan merugikan kepentingan nasio- ekonomi nasional" oleh sementara orang untuk memperkaja diri Selama ini kita sering menemukan disalahgunakannja perkataan jang lebih penting adalah pelaksanaan daripada program tersebut. nomi kolonial mendjadi ekonomi nasional. Ini adalah.baik. Tetapi program Kongres Rakjat" ditjantumkan tentang penggantian eko-Dalam program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 maupun dalam

  1. Perekonomian nasional dan Plan Lima Tahun.
    mengembangkan keradjinan tangan, peternakan dan perikanan. kaum tani agar dapat mengerdjakan tanahnja lebih baik, dapat untungkan serta menuntut adanja bantuan² pemerintah kepada an kaum tani atas dasar kepentingan bersama dan saling meng-Untuk ini PKI akan menghidupkan kerdja gotongrojong dikalang- terhadap tuantanah² lainnja tidak djatuh lagi ketangan tuantanah. tani sebagai hasil perdjuangannja terhadap perkebunan asing dan memimpin kaum tani agar tanah² jang sudah mendjadi milik kaum PKI akan bekerdja keras untuk mengorganisasi kaum tani dan kerdjakan oleh kaum tani. jang dapat didjadikan tanah² pertanian dibagikan atau dapat di- kan beban kaum tani, PKI djuga menuntut-supaja tanah² kosong miskin. Untuk memperbesar produksi beras dan untuk meringan- diberikan dengan tjuma² kepada kaum tani tak-bertanah dan tani- merintah walaupun kontraknja belum habis, dan supaja tanah² itu perkebunan asing jang tidak dikerdjakan diambil kembali oleh pe- sia. Pada waktu sekarang, PKI terus akan menuntut supaja tanan² djakan berbeda dengan sikap terhadap tanah² tuantanah Indone-Sikap PKI terhadap tanah² perkebunan asing jang tidak diker- tani persatuan harus terus menerus diperkuat. kutuan buruh dan tani. Diatas se-gala²nja, djuga dikalangan kaum bagian terbesar dari Rakjat Indonesia, berarti mempererat perse- pekerdjaan dikalangan kaum tani, jang berarti bekerdja dikalangan Kaum Komunis Indonesia sudah dan terus akan mengutamakan buruh tani. Disamping itu PKI djuga memperdjuangkan kenaikan upah bagi jang sangat urgen bagi Indonesia sekarang. dalam hubungan dengan soal memperbesar produksi beras, soal gembiraan bekerdja dikalangan kaum tani. Hal ini sangat penting ringankan penderitaan kaum tani dan ini akan menimbulkan ke-

digerowotinja kekuasaan negara atas djawatan²nja atau atas perusahaan2 jang sudah dimilikinja dan dengan sekuat tenaga mem- perbesar kekuasaan negara atas perusahaang jang penting dan memperluas djawatan²nja. Usaha untuk mempartikelirkan milik² negara sering díberi alasan supaja dapat menaikkan upah buruh atau pegawai agar mendekati kebutuhan kaum buruh atau pegawai. Dengan alasan ini diharapkan politik mempartikelirkan milik² negara akan mendapat sokongan dari kaum buruh atau pegawai. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan kaum buruh haruslah ditjarikan djalan lain, jaitu djalan jang tidak hanja memberi pemetjahan untuk satu atau beberapa perusahaan atau djawatan, tetapi untuk seluruh buruh atau pegawai negeri. Kalau satu djawatan bisa dipartikelirkan, maka ada alasan bagi djawatan² lain untuk djuga dipartikelirkan! Apa djadinja Republik Indonesia kalau semua djawatannja atau bagian² dari djawatannja sudah dipartikelirkan? Sekarang ada usaha untuk membikin Plan Lima Tahun bagi Indonesia. Tentang ini belum banjak jang diumumkan sehingga bagi kita belum terang apa jang akan dibangun dan dari mana modal akan didapat untuk melaksanakan Plan Lima Tahun tersebut. PKI, sebagai Partai jang tidak duduk dalam pemerintah, tidak ikut me- rentjanakan Plan Lima Tahun ini. Menurut apa jg. sudah dimuat dalam suratkabar2 Plan Lima Ta- bun diadakan dengan maksud untuk membangun ekonomi nasional. Agaknja dapat dipertjaja bahwa Plan Lima Tahun diadakan untuk membangun ekonomi nasional. Djuga kaum Komunis akan menjo- kong Plan Lima Tahun djika ditudjukan untuk membangun ekonomi nasional. Plan Lima Tahun tentu membutuhkan modal. Sekarang timbul pertanjaan: dari mana modal didapat? PKI mengusulkan supaja modal untuk Plan Lima Tahun diambilkan dari keuntungan kapitalis² besar asing, dengan djalan mengurangi keuntungan² mereka lewat undang2 atau peraturan² pemerintah. Disamping itu tuantanah2 dan hartawan² Indonesia harus diwadjibkan memodali Plan Lima Tahun dengan ber-matjam² bentuk jg. harus diatur dalam undang² atau peraturan² pemerintah. Djika untuk Plan Lima Tahun harus diadakan pindjaman atau penerimaan bantuan dari luarnegeri, maka PKI dapat menjetudjui asal tanpa ikatan apapun, misalnja tidak seperti jang sudah pernah kita alami dengan pindjaman dari Exim- bank. PKI djuga mengusulkan supaja Plan Lima Tahun tidak berakibat bertambahnja beban Rakjat pekerdja, supaja tidak menimbulkan padjak² baru bagi Rakjat pekerdja, sebaliknja Plan Lima Tahun supaja membuka lapangan² pekerdjaan baru bagi parapenganggur

jang sangat banjak itu. Rakjat pekerdja Indonesia pada waktu sekarang sudah tidak sepantasnja lagi mendapat beban² jang lebih berat diatas pundaknja, karena sekarang sudah terlalu berat. Sebaliknja, kaum kapitalis besar asing, kaum tuantanah dan hartawan² lainnja sudah sewadjarnja memikul lebih banjak beban negara, karena mereka mendapat keuntungan dari menguras kekajaan alam dan dari menghisap Rakjat negeri ini. Adalah sangat ma- suk akal djika kaum imperialis, tuantanah² dan hartawan² lainnja misalnja diwadjibkan membeli sedjumlah obligasi negara sesuai dengan besarnja kekajaan masing² untuk membelandjai Plan Lima Tahun. Selandjutnja usul PKI jalah supaja Plan Lima Tahun ditudjukan pada usaha² persiapan industri berat milik negara, dan supaja dalam hubungan dengan Plan Lima Tahun ini pemerintah membuka kesempatan jg. se-luas²nja untuk melatih kader² teknik dengan melatih mereka didalamnegeri atau dengan mengirim mereka keluar- negeri, dengan tidak memandang perbedaan sistim politik dan so- sial daripada negeri² tempat pemuda² kita beladjar.

  1. Perdjuangan Parlementer Kaum Komunis Indonesia sudah lama berpendirian, bahwa djalan jang harus ditempuh oleh Rakjat Indonesia dalam menudju ke Sosialisme tidak harus persis sama dengan djalan² jang sudah ditempuh oleh Rakjat Rusia, Rakjat Tiongkok atau Rakjat2 negeri² lainnja jang sekarang sudah mendjadi keluarga kubu Sosialisme. Dalam pidato peringatan ulangtahun PKI jang ke-32 (23 Mei 1952) di Djakarta, jang diutjapkan atasnama CC PKI, a.l. dikatakan: bahwa Tiap2 bangsa akan melalui djalannja sendiri menudju ke Sosialisme berdasarkan perkembangan daripada keadaan nasional- nja, daripada keadaan politik, ekonomi dan kebudajaan". Djuga dikatakan ,,bahwa klas buruh bisa memenuhi kewadjiban sedjarah- nja dalam negara jang demokratis, dimana Parlèmen dan badan² lainnja diperbaharui, artinja diberi isi jang benar² demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat". Ada sementara orang jang sampai sekarang masih berpendirian, bahwa ikutnja Partai Komunis dalam pemilihan umum dan adanja fraksi PKI didalam Parlemen hanja sekedar untuk beragitasi dan berpropaganda sadja. Tetapi, tiapa orang jang mengetahui pekerdjaan anggota² PKI didalam Parlemen, baik Parlemen sebelum pemilihan umum maupun jang sesudahnja dapat menarik kesimpulan bahwa kaum Komunis bekerdja dengan sungguh2 di Parlemen, tidak hanja mengenai pidato² di-rapat² pleno terbuka jang dapat di- dengar atau dibatja oleh publik, tetapi djuga dalam rapat² tertutup,

45 mai, berdjalan lewat parlemen? rang kekeadaan seperti jang disebutkan itu berdjalan dengan da- an² demokratis. Apakah mungkin peralihan dari keadaan seka- kuasaan feodalisme sampai ke-akar²nja serta mengadakan perubah- 1945, melaksanakan penghapusan kekuasaan imperialisme dan ke- jang dengan konsekwen melaksanakan .tuntutan² Revolusi Agustus kesuatu sistim kekuasaan Rakjat jg. demokratis, suatu kekuasaan al Indonesia sekarang jalah soal peralihan dari keadaan sekarang nesia sekarang bukanlah soal peralihan langsung ke Sosialisme. So-Per-tama2 harus dikemukakan, bahwa soal jang dihadapi Indo- tanjaan ini. rgan lewat parlemen ? Tiap² Komunis harus dapat mendjawab per-Indonesia peralihan ke Sosialisme ditjapai dengan tjara damai, de- diadjukan pertanjaan kepada kaum Komunis, apakah mungkin di Central Comite PKSU kepada Kongres ke-XX PKSU, maka banjak ke Sosialisme lewat parlemen seperti jang dimuat didalam laporan Berhubung dengan adanja dalil tentang kemungkinan peralihan alami kegagalan total. tikar dan pertjobaan kaum militeris pada 17 Oktober 1952 meng-Sukiman jang memperkosa demokrasi parlementer terpaksa gulung ri Rakjat, demokrasi dapat diselamatkan, sebaliknja pemerintah pertahankan sistim demokrasi parlementer mendapat sokongan da- pertahankan sistim demokrasi parlementer ? Politik PKI jang mem- men, bukankah kaum Komunis berdiri dibarisan depan dalam mem- dengan adanja pertjobaan perebutan kekuasaan dari luar Parle- dimana sistim parlementer Indonesia mengalami krisis jang dalam, ngibarkannja kembali? Ketika terdjadi peristiwa 17 Oktober 1952, naga² demokratis lainnja, jang memungut pandji² tersebut dan me- lemparkan pandji² demokrasi parlementer, bukankah PKI dan te- kiman dengan razzia Agustusnja dalam bulan Agustus 1951 me- tidak mungkin melupakan peristiwa² sbb. : Ketika Pemerintah Su-Selain daripada itu orang jang sedikit sadja mempunjai ingatan tuk mensahkan perbuatan jang sudah dilakukan terlebih dahulu. kaum Komunis, barulah digunakan Parlemen sebagai stempel un- tapi kemudian sesudah dilakukan pengedjaran2 guna membasmi samasekali tidak berdasarkan putusan Parlemen (BP KNIP), te-Komunis di Madiun dalam bulan September 1948 pada mulanja sungguhnja. Bukan rahasia lagi bahwa tindakan terhadap kaum rang bagi kebanjakan orang sudah djelas duduk perkara jang se- lilnja, mereka meng-ungkit2 peristiwa Madiun, sesuatu jang seka- tudjuannja, jaitu peperangan dalamnegeri. Untuk memperkuat da- bahwa kaum Komunis hanja melihat satu djalan untuk mentjapai Hanja orang? jang berkepalabatu jang tetap ngotot mengatakan,

44 siaz. Agustus 1945, dan djika ini terdjadi segala derita Rakjat tidak akan berbagai bentuk agar Parlemen baru setia pada tjita² Revolusi resif ikut menjambutnja. Seluruh kaum progresif menjatakan dalam ngan perhitungan2 politik, tapi djuga perasaan paraseniman prog- progresif menjambut pembentukan Parlemen baru tidak hanja de- njanjikan terbentuknja Parlemen baru. Jang sudah terang, kaum Saja tidak tahu apakah penjair² diluar kubu progresif djuga me- amanat harapan djaja Kalung bunga ini untukmu kenikmatan satu dalam hidup dalam mati 'Gustus patlima ditimu dan diri bangsa sekali lagi Djadikan sadja ke tamanbunga kasih dan hargadiri hadapkan dada kegetiran jang masih kami lalui Biarkan sadja amanat harapan bangsa Kalung bunga ini untukmu DPR Baru Parlemen baru dalam sadjaknja sbb. : nesia. Penjair progresif, Klara Akustia, menjambut pembentukan jat. Demikian djuga anggapan dari seluruh kaum progresif Indo- achir tahun 1955 sebagai hasil jang penting dari perdjuangan Rak-Kaum Komunis menganggap pelaksanaan pemilihan umum pada nuh ke-sungguh²an". wab politiknja, mendjalankan pekerdjaan parlementer dengan pe- djuangan parlementer. PKI, sedar sepenuhnja akan tanggungdja- ambil bagian dan terus akan ambil bagian jang aktif dalam per- V PKI bulan Maret tahun 1954 a.l. dikatakan bahwa ,PKI telah Dalam program PKI jang diusahakan oleh Kongres Nasional ke-Parlemen hanja sekedar sebagai forum propaganda sadja. dju. Semuanja ini menundjukkan, bahwa PKI tidak memandang perhatiannja untuk memenangkan fikiran² dan konsep2nja jang ma- didalam rapat² seksi² dan bagian² kaum Komunis mentjurahkan

Mengenai pertanjaan jang terachir ini djawab kaum Komunis jalah : itu adalah satu kemungkinan, dan kemungkinan jang dengan sekuat tenaga harus kita djadikan kenjataan. Djadi, kalau tergantung kepada kaum Komunis, maka bentuk jang se-baik²nja, bentuk jang ideal daripada peralihan kesistim kekuasaan Rakjat jang demokratis, jaitu tingkat persiapan kesistim sosialis, jalah bentuk jang damai, bentuk jang parlementer. Djadi djika tergantung pada kaum Komunis, djalan damailah jang dipilih, karena kaum Komunis me- mang bukan pembunuh. Sekarang timbul pertanjaan, apakah golongan² dan partai2 lain akan mcmbiarkan peralihan kesistim kekuasaan Rakjat setjara damai, setjara parlementer? Pertanjaan inilah jang harus didjawab oleh partai² lain sebelum menuduh jang bukan terhadap kaum Komunis. Kaum Komunis tidak mengetahui semua jang sedang difikir- kan dan sedang direntjanakan oleh kaum reaksioner, oleh karena itu kaum Komunis harus senantiasa waspada dan tidak hen- ti²nja membikin Rakjat waspada terhadap rentjana² busuk daripada kaum reaksioner. Jang sudah terang, kaum reaksioner bermaksud djelek terhadap Rakjat. Pengalaman di Gujana, pengalaman di Guatemala, pengalaman di Pakistan Timur dan pengalaman di Indonesia sendiri dengan pemerintah Hatta dan pemerintahan Sukiman, menundjukkan bahwa bukan kaum Komunis, bukan kaum revolusioner, bukan kaum progresif jang tidak mau mentjapai tudjuan politiknja dengan me- lewati parlemen. Sebaliknja, adalah kaum reaksioner, adalah kaum kepalabatu, adalah kaum komprador dan tuantanah jang berse- kongkol dengan kaum imperialis jang kuatir melihat kemadjuan2 gerakan Rakjat dan kemadjuan² Partai Komunis, jang ketakutan bahwa parlemen dan badan² negara lainnja dapat diberi isi jang benar demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat. Karena kuatir pada kekuatan Rakjat maka mereka mendjadi nekad, mereka melemparkan pandji² demokrasi parlementer dan bertindak dengan ,tangan besi". Kaum Komunis harus waspada dan harus senantiasa mempersiapkan diri dan mempersiapkan Rakjat disegala lapangan agar kaum reaksioner tidak bisa menghalangi keinginan Rakjat untuk mentjapai perubahan² sosial jang fundamentil setjara damai, setjara parlementer. Tindakan se-wenang2 kaum reaksioner terhadap Rakjat dan Partai Komunis hanja dapat dipatahkan dengan kekuatan Rakjat jg. lebih besar daripada kekuatan kaum reaksioner dan dengan pimpinan jg. teguh dari Partai Komunis jang bersatu dengan partai² demokratis lainnja. Satu hal jang sederhana perlu diperingatkan, jaitu, djika kita

ingin mengadakan peralihan kekeadaan jang lebih baik setjara damai, setjara parlementer, maka per-tama² parlemennja harus ada. Anak ketjil bisa mengerti, bahwa peralihan lewat parlemen tidak mungkin djika parlemennja tidak ada. Djadi satu kewadjiban jang penting dari kaum Komunis, kaum demokrat dan patriot² sekarang jalah melawan tiap2 kekuatan jang ingin menghapuskan Parlemen, melawan pertjobaan² jang mau membikin Undang2 Pemilihan jang tidak demokratis dan memperdjuangkan undang2 pemilihan jang lebih demokratis daripada jang sudah kita punjai sekarang. Dalam Program PKI djuga dikatakan bahwa perdjuangan parlementer sadja tidaklah tjukup untuk mentjapai tudjuan membentuk suatu pemerintah demokrasi Rakjat". Ini adalah satu kebenar- an, karena pekerdjaan PKI bukan pekerdjaan parlementer sadja, tetapi djuga dan terutama pekerdjaan² dikalangan massa kaum buruh, kaum tani, inteligensia, dan massa pekerdja serta massa demokratis lainnja. Djadi pada pokoknja, pekerdjaan PKI jalah meng- ubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak lain dengan djalan membangkitkan, memobilisasi dan mengorga- nisasi massa. Inilah sjarat untuk mewudjudkan kepertjajaan massa terhadap pimpinan politik klas buruh jang dipimpin oleh pelopor- nja, sebagai sjarat mutlak untuk peralihan kesistim kekuasaan Rakjat jang demokratis. Selama pimpinan politik ada ditangan burdjuasi atau lebih² djika ditangan tuantanah, adalah tidak pada tem- patnja untuk mengatakan adanja peralihan kesistim kekuasaan Rakjat atau Sosialisme, walaupun dalam kekuasaan jang sedang berlaku ada parlemen dan ada didirikan beberapa industri berat disana-sini.

  1. Pemerintah koalisi nasional Dalam rangka program tuntutan sekarang, mengenai bentuk pemerintahan jang diperdjuangkan oleh PKI jalah Pemerintah Koalisi Nasional, jaitu pemerintah demokrasi lama jang agak madju. Ke- adaan sekarang menempatkan Rakjat Indonesia dalam kedudukan sbb.: disatu fihak belum ada sjarat untuk membentuk pemerintah Rakjat jang demokratis jang bersedia dengan konsekwen melak- sanakan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja, tetapi difihak lain PKI dan seluruh kaum progresif tidak suka djika ter- bentuk pemerintah jang reaksioner. Oleh karena itulah, dalam ke- adaan sekarang PKI menjetudjui pembentukan suatu pemerintah demokrasi lama jang agak madju. Diadjukannja sembojan tentang pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional oleh PKI dalam kampanje pemilihan umum dan waktu

49 program; kedua, jalah beroposisi, djika programnja reaksioner tetapi komposisinja tidak mejakinkan akan dapat melaksanakan Pertama. PKI menjokong dengan sjarat² djika programnja madju, Dalam hal tidak ikut dalam kabinet, sikap PKI ada dua matjam. gramnja. dju tetapi komposisinja tidak mendjamin pelaksanaan daripada pro- lum tentu akan ikut dalam kabinet jang meskipun programnja ma- dalam kabinet jang programnja merugikan Rakjat, dan djuga be- program. Walau diadjak sekalipun, PKI pasti tidak akan mau ikut kedua, komposisi kabinet jang sanggup mendjamin pelaksanaan dua soal : Pertama, Program jang mewakili kepentingan Rakjat; Tetapi. tentang ikut atau tidak ikutnja PKI tergantung kepada bangsa Indonesia. tuk ikut bertanggungdjawab terhadap semua keadaan Rakjat dan perkuat persatuan nasional dan menundjukkan kesediaan PKI un- rena ini adalah sebagian daripada perdjuangan PKI untuk mem-PKI akan menuntut terbentuknja Pemerintah Koalisi Nasional, ka- bentukan Pemerintah Koalisi Nasional? Ja, pada krisis? kabinet, Bagaimana selandjutnja, apakah PKI akan terus menuntut pem- duduknja orang² berkepalabatu dalam kabinet. rena PKI tidak duduk dalam pemerintah dan PKI tidak menjokong tah jang merugikan Rakjat, PKI tidak mungkin dipersalahkan ka- programnja jang madju. Sedangkan mengenai tindakan² pemerin- an² jang madju daripada pemerintah, karena PKI hanja menjokong PKI hanja bertanggungdjawab terhadap Rakjat mengenai tindak- tidak ikutnja PKI dalam kabinet Ali Sastroamidjojo berarti, bahwa an itu ditjerminkan dalam kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2. Kedua, persatuan nasional jang lebih kuat dengan tidak bulatnja persatu- njai dua arti. Pertama, Masjumi berhasil mentjegah terbentuknja Tidak duduknja PKI dalam kabinet Ali Sastroamidjojo mempu- kepalabatu jang duduk dalam pemerintah. tinggi²nja terhadap kemungkinan² sabotase2 dari orang² jang ber-kabinet Ali Sastrpamidjojo disertai dengan kewaspadaan jang se- ramnja dengan sungguh². Oleh karena itu, sikap PKI menjokong jakin bahwa komposisi kabinet akan dapat melaksanakan prog- kong program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, tetapi PKI tidak lamnja? Sebagaimana sudah dikatakan diatas, PKI dapat menjo- bagai wakil proletariat, sebaliknja elemen² kepalabatu duduk dida- merintah koalisi nasional, karena didalamnja tidak duduk PKI se- djutnja terhadap kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, jang bukan pe-Mungkin ada orang jang bertanja : bagaimana sikap PKI selan- sional jang berdasarkan demokrasi baru. PKI berdasarkan Program Umumnja jalah pemerintah koalisi na-

48 Koalisi Nasional jang bersifat demokrasi lama, dan jang ditudju PKI berdasarkan program tuntutan sekarang jalah Pemerintah tjam, jaitu demokrasi baru dan demokrasi lama. Jang dituntut oleh semua klas revolusioner. Pemerintah koalisi nasional ada dua ma- bukanlah Pemerintah Koalisi Nasionał, pemerintah jang mewakili termasuk proletariat. Djika tidak memenuhi dua sjarat ini maka tingan Rakjat dan (2) semua klas revolusioner ikut didalamnja, djika ia memenuhi dua sjarat : (1) program jang mewakili kepen-Suatu pemerintah bisa dinamakan pemerintah koalisi nasional pemerintah. dalam pemerintah tidak mengubah watak demokrasi lama daripada PKI, ikut didalamnja. Tetapi, ikutnja satu atau beberapa Komunis semua klas revolusioner, termasuk proletariat jang diwakili oleh da hakekatnja adalah pemerintah demokrasi lama, tetapi dimana merintah Koalisi Nasional jang sekarang diperdjuangkan PKI pa- tah Koalisi Nasional jang sekarang diperdjuangkan oleh PKI? Pe-Mungkin ada jang bertanja, apakah hakekat daripada Pemerin- dapat atau tidaknja kursi dalam pemerintahan. litik PKI jang mendasarkan diri pada prinsip dan tidak pada soal madju daripada programnja. Ini menundjukkan sifat daripada po- njokong pemerintah ini agar ia dapat melaksanakan bagian² jang ke-2 pada umumnja dapat dikatakan agak madju, maka PKI me- lam kabinet, tetapi karena program pemerintah Ali Sastroamidjojo Umum sudah mengetahui, bahwa walaupun PKI tidak ikut da-Koalisi Nasional tidak tepat. sia, djadi bukan karena slogan mengenai pembentukan Pemerintah dan karena intrig² dari wakil² kaum imperialis jang ada di Indone- utama karena politik kepalabatu dari sebagian pemimpin² Masjumi Ali Sastroamidjojo ke-2 kaum Komunis tidak ikut, itu adalah ter- pemimpin² partai² tengah. Djika dalam pembentukan pemerintah lusioner, tetapi djuga slogan ini sudah diterima oleh sebagian darí kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan intelektuil revo-Nasional sudah diterima oleh massa jang luas, tidak hanja massa djukkan bahwa slogan tentang pembentukan Pemerintah Koalisi disekitar pembentukan kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 menun- dang oleh massa sebagai sesuatu jang tepat dan adil. Pengalaman Nasional, artinja pemerintah dimana duduk kaum Komunis, dipan-Diadjukannja slogan tentang pembentukan Pemerintah Koalisi dalam memperdjuangkan persatuan nasional. lain, tetapi ia djuga menundjukkan kesungguhan kaum Komunis terhadap segala keadaan di Indonesia ber-sama² dengan partai² djukkan kesediaan kaum Komunis untuk ikut bertanggungdjawab pembentukan kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 tidak hanja menun-

-atau sangat tidak memenuhi tuntutan² politik dan ekonomi jang pa- ling minimum pada waktu jang tertentu.

  1. Masaalah sukubangsa dan minoritet keturunan asing Indonesia adalah negara kesatuan, disamping terdiri dari banjak pulau djuga terdiri dari banjak sukubangsa, ada sukubangsa jang besar dan banjak jang ketjil, mulai dari jang puluhan djuta sampai jang hanja beberapa ribu orang. Masaalah sukubangsa² ini harus mendapat pemetjahan. Pemetjahan masaalah ini hanja mungkin djika memakai politik haksama bagi semua sukubangsa, tidak per- duli sukubangsa besar atau ketjil. Pelaksanaan daripada politik haksama bagi semua sukubangsa adalah politik hak otonomi bagi sukubangsa² dibawah pemerintah pusat jang bersifat kesatuan. Hak otonomi berarti hak mengurus soal² sendiri bagi sukubangsa², misalnja berhak mengurus soal politik dan ekonomi dalam lingkungan sukubangsa masing², berhak memakai bahasa masing? disamping bahasa Indonesia dan berhak mengembangkan kebudajaan masing2. Politik otonomi sukubangsa inilah satu²nja politik jang dapat memetjahkan masaalah sukubangsa². Kenjataan sekarang menundjukkan. bahwa soal otonomi jang sekarang banjak dibitjarakan bukanlah otonomi jang berdasarkan sukubangsa, akan tetapi berdasarkan daerah administratif dan di- sebut ,,otonomi daerah". Pembagian administratif pemerintahan sekarang pada pokoknja masih meneruskan pembagian adminis- stratif zaman kolonial dahulu. Dalam rangka program tuntutan² sekarang, PKI dapat menjetudjui ,,otonomi daerah", djadi belum otonomi sukubangsa. asal untuk daerah itu diadakan pemilihan DPRD2 setjara demokratis, dan dibentuk DPDª berdasarkan per- wakilan berimbang. Tetapi ini adalah pemetjahan sementara sela- ma belum dapat dibentuk otonomi² berdasarkan sukubangsa. Djadi, kita tidak boleh berhenti sampai pada otonomi daerah" sadja. Bersamaan dengan menerima otonomi daerah", kita harus menjelidiki dan menjimpulkan persoalan² sukubangsa2, misalnja soal batas² daerah dimana sesuatu sukubangsa hidup, soal kesatuan bahasa dan kebudajaan daripada tiap² sukubangsa dsb. Berdasarkan hasil2 penjelidikan dan kesimpulan ini ber-angsur² kita men- dirikan otonomi² berdasarkan sukubangsa². sesuai dengan keingin- an sukubangsa" dan sesuai dengan kepentingan seluruh bangsa. Dalam memetjahkan masaalah sukubangsa kita harus mentjegah timbulnja perasaan tinggihati pada sukubangsa jang besar, kita harus mentjegah sukubangsa-besar-isme. Djuga kita harus mentjegah sukubangsa jang besar dan jang sudah lebih madju memandang
    rendah sukubangsa² lainnja dan memaksakan keinginannja seka- lipun mungkin dengan maksud untuk memadjukan sukubangsa² lainnja itu. Pendeknja, tiap2 sukubangsa harus madju dengan tiada paksaan dari sukubangsa lain. Sukubangsa jang sudah madju harus mempunjai perasaan berkewadjiban membantu sukubangsa² lain, tetapi pelaksanaan daripada kewadjiban ini tidak boleh dengan me- maksa. Sukubangsa jang besar harus menghormati sukubangsaª jang ketjil. Djakalau ada kekurangan² didalam pekerdjaan meng- atur negeri maka jang per-tama² harus mengadakan selfkritik jalah sukubangsa jang besar dan sudah madju. Dikalangan sukubangsaª ketjil kita harus mentjegah timbulnja sukubangsa-isme jang sempit, jang sifatnja tidak mau menerima segala sesuatu dari sukubangsa lain. Sukubangsa-isme sempit mem- bikin lambat kemadjuan sukubangsa itu sendiri. Disamping itu sukubangsa-isme sempit mudah digunakan oleh kaum imperialis untuk mengadu-domba antara sukubangsa² dan untuk memetjahbelah persatuan Rakjat Indonesia. Ini berarti memetjahbelah dan sangat memperlemah kedudukan Republik Indonesia jang bersifat kesatuan. Djuga perasaan merasa ketjil-diri harus ditjegah dikalangan sukubangsa² tersebut, karena perasaan ini djuga merupakan rerintang bagi kemadjuan sukubangsa² jang bersangkutan. Disamping masaalah sukubangsa2 ada lagi masaalah lain jang hampir sama persoalannja, jaitu masaalah minoritet keturunan asing, misalnja keturunan Arab, Eropa dan Tionghoa. Golongan minoritet ini berbeda dengan sukubangsa², karena minoritet keturunan asing ini walaupun mempunjai bahasa dan kebudajaan sendiri, tetapi tidak mempunjai daerah tempattinggal jang tertentu. Oleh karena itu pemetjahan masaalah minoritet keturunan asing lebih sukar. Tetapi ini tidak berarti bahwa soal ini tidak bisa dipe- tjahkan. Pemetjahan soal ini djuga hanja bisa dengan politik haksama, jaitu haksama bagi semua warganegara. Djadi soalnja jalah, dengan konsekwen mendjalankan apa jang tertjantum dalam UUD tentang haksama bagi semua warganegara. Berhubung dengan pemetjahan masaalah minoritet keturunan asing, disatu fihak harus ditjegah timbulnja nasionalisme sempit dikalangan majoritet warganegara bumiputera". Jang terachir ini harus menghormati minoritet warganegara keturunan asing. Difi- hak lain harus dihilangkan rasa superior (tinggi hati) digolongan atas daripada minoritet keturunan asing jang dizaman pendjadjah- an memang dipupuk oleh kaum pendjadjah untuk dapat diadudom- ba dengan majoritet bumiputera". Pendidikan patriotisme Indonesia, pendidikan tjinta tanahair dan tjinta Rakjat Indonesia, harus diperdalam dan diperluas dikalangan minoritet keturunan asing.

53 ideologi, politik dan organisasi. kuat persatuan nasional dan mengkonsolidasi Partai dilapangan ante jang akan datang. Diatas se-gala²nja kita harus terus memper- daripada Revolusi Agustus 1945 dalam sidang² Dewan Konstitu- lihan untuk DPRD2, kita harus memenangkan konsep kenegaraan menangkan Partai dan kekuatan² demokratis lainnja dalam pemi- kerdjaan² diluar Parlemen. Kita harus berdjuang keras untuk me- lebih pandai mengkoordinasi pekerdjaan² parlementer dengan pe- nja. Kita harus bekerdja lebih baik didalam Parlemen dan harus dikalangan pemuda, wanita, inteligensia dan massa pekerdja lain- kan pekerdjaan dikalangan kaum buruh, bekerdja lebih sungguh² memperbaiki pekerdjaan kita dikalangan kaum tani, menjempurna- beratnja daripada jang sudah kita kerdjakan. Kita harus terus Partai kita sekarang menghadapi pekerdjaan jang tidak kalah sudah ditjapai harus kita kembangkan setjara maksimal. dari mana kita bertolak untuk menudju sukses² baru. Sukses² jang ses jang sudah kita tjapai ini harus kita anggap sebagai pangkalan bawah serta meninggikan tingkat ideologi daripada Partai. Suk- tuan dalam pemilihan umum dan tugas mengembangkan kritik dari Comite ke-III, jaitu tugas memenangkan Partai dan front persa- melaksanakan tugas² jang ditetapkan dalam sidang pleno Central Selama masa tersebut diatas kita sudah mentjapai hasil² dalam masih banjak kesukaran jang harus diatasi. masih banjak pekerdjaan jang harus dilakukan oleh Partai kita dan atasi banjak kesukaran, tetapi dalam keadaan seperti sekarang ini tai kita sudah melakukan banjak pekerdjaan dan sudah dapat meng- hampir satu tahun sedjak sidang pleno Central Comite ke-III, Par-Dalam bagian pendahuluan laporan ini dikatakan, bahwa selama Kawan-kawan, Untuk Melaksanakan Tugas2 Partai Persatuan Dalam Partai Adalah Sjarat Mutlak IV adakan wadjib-beladjar jang tjuma² sampai tamat Sekolah Rakjat. langan Rakjat jang masih ber-puluh² djuta djumlahnja dan meng- kebudajaan Rakjat jalah pekerdjaan memberantas butahuruf dika-Salahsatu pekerdjaan jang terpenting dalam meninggikan tingkat memperdjuangkan tjita² Rakjat. berani hidup menderita untuk mendidik anak² Rakjat dan untuk wa mereka mempunjai semangat kerakjatan jang kuat, tetapi djuga lektuil djuga terdiri dari seniman², tidak hanja menundjukkan bah-

52 jat". Pamong² daripada perguruan² ini, jang disamping kaum inte- sedjarah perguruan nasional ,,Taman Siswa" dan ,Perguruan Rak- lektuil dan paraseniman Indonesia, ini misalnja dibuktikan oleh mangat kerakjatan terdapat tjukup besar dikalangan kaum inte-Sedjarah perdjuangan Rakjat Indonesia membuktikan bahwa se-Indonesia baru, dimana Rakjat adalah satu²nja sumber kekuasaan. kebudajaan tidak mungkin berkembang dan mekar djika tidak ada dja² kebudajaan jang bersemangat kerakjatan, sebaliknja pekerdja² tis, madju dan makmur tidak mungkin ditjapai dengan tiada peker- jat jang berharga. Indonesia baru jang merdeka, bersatu, demokra- kita dan menghargai djasa² mereka. Mereka adalah kekajaan Rakjat dan pemerintah jalah supaja menghargai pekerdja² kebudajaan setia mentjintai tanahair dan Rakjat. Permintaan PKI kepada Rak- kepada semua pekerdja kebudajaan jalah supaja mereka dengan Rakjat serta pekerdja2 kebudajaan Rakjat lainnja. Permintaan PKI ter, ahli2, wartawan, sastrawan, penulis, dalang dan seniman jatan. Kita membutuhkan banjak sardjana, teknikus, insinjur, dok- njak membutuhkan pendidik² dan guru² jang bersemangat kerak-Untuk mentjiptakan kebudajaan Rakjat Indonesia baru kita ba-Baru. djuan kita jalah untuk mentjiptakan kebudajaan Rakjat Indonesia melandjutkan jang bertentangan dengan kebutuhan Rakjat. Tu- jang sesuai dengan kebutuhan Rakjat dan harus menolak dan tidak rus kritis. Kita harus mengambil dan mengembangkan kebudajaan dajaan asing dan dalam mengembangkan kebudajaan kuno kita ha- harusnja kita pupuk dan kita kembangkan. Dalam menerima kebu- jang reaksioner, jang tidak ilmiah dan tidak kerakjatan, tidak se- jang ilmiah dan jang kerakjatan harus terus kita kembangkan, tetapi butuhan Rakjat Indonesia. Kebudajaan kuno kita jang progresif, tidak mendjiplak, tetapi mengolah dan menjesuaikannja dengan ke- kebudajaan kita sendiri. Dalam menerima kebudajaan asing kita dan kerakjatan harus kita terima se-banjak²nja untuk memadjukan an Rakjat. Tetapi, kebudajaan dari luar jang progresif, jang ilmiah luarnegeri, karena kebudajaan ini tidak ilmiah dan meratjuni fikir- memang harus menolak kebudajaan reaksioner jang datang dari fikiran jang tidak menghargai kebudajaan kuno kita sendiri. Kita nolak semua jang datang dari luar dan difihak lain sasaran kita mata dua. Disatu fihak sasaran kita jalah fikiran jang mau me-Masaalah kebudajaan harus kita kupas dengan pisau jang ber-

  1. Masaalah kebudajaan, pendidikan dan inteligensia. an warganegara bumiputera" sudah tidak diperlukan.
    Ini tidak berarti bahwa pendidikan patriotisme Indonesia dikalang-

Walaupun berdasarkan hasil² pemilihan Dewan Konstituante

kekuatan² jang menentang konsep kenegaraan Revolusi Agustus

sudah gagal, tetapi bukanlah sudah hilang samasekali kemungkin- an bagi kaum reaksioner untuk menentang sifat² demokratis dan kerakjatan daripada Undang² Dasar Republik Indonesia jang akan dibikin oleh Dewan Konstituante nanti. Untuk memenangkan didalam Dewan Konstituante nanti konsep Undang2 Dasar jang demokratis dan kerakjatan, sesuai dengan semangat dan tudjuan Revolusi Agustus, Partai kita harus bekerdja lebih keras. Panitia PKI Perantjang Konstitusi Republik Indonesia" jang dibentuk dalam Sidang Pleno Central Comite ke-II sudah bekerdja dan se- bagian dari hasil pekerdjaannja, jang berupa pokok² fikiran mengenai Undang² Dasar Republik Indonesia, sudah dapat kita gunakan sebagai bahan kampanje untuk pemilihan Konstituante jang lalu. Tetapi masih banjak jang harus dikerdjakan oleh Panitia ini dalam membantu Central Comite dan seluruh Partai kita untuk memenangkan konsep kenegaraan Revolusi Agustus. Sesudah mengadakan perdjuangan jang berat dan sengit untuk memenangkan Partai dalam dua pemilihan umum jang lalu dan untuk mengatasi berbagai kesukaran, maka kewadjiban kita jang terpenting sekarang jalah memeriksa kembali barisan Partai, men- tjari dan menemukan kelemahan² Partai agar dapat melikwidasi kelemahan² itu dan dapat memperbaiki serta memperkokoh Partai. Partai kita sekarang sudah mendjadi Partai Komunis jang besar jang mempunjai anggota dan tjalon-anggota lebih dari satu djuta. Tidak banjak Partai Komunis jang besar didunia, dan didalam djumlah jang tidak banjak itu termasuk PKI. Seharusnjalah tiap² Komunis Indonesia merasa bangga dan merasa mendapat kehor- matan mendjadi salahseorang anggota PK1 jang besar, Partai jang sedjak berdirinja selalu berdiri digaris paling depan dalam perdjuangan jang adil dari bangsa dan Rakjat Indonesia untuk ke- merdekaan nasional, dalam membela kepentingan sehari-hari daripada klas buruh dan seluruh Rakjat pekerdja, dalam menggali dan mengembangkan kebudajaan jang tinggi dan tradisi jang revolusioner dari Rakjat Indonesia jang djaja. Kemenangan PKI dalam pemilihan² umum jang lalu telah mengubah pandangan orang terhadap Partai kita. Sekarang sikap Partai kita mengenai tiap soal diharapkan orang dan diperhatikan orang, sedangkan oranga jang progresif mengharapkan tuntunan lebih banjak dari Partai kita. Óleh karena itu, mendjadi anggota Partai Komunis jang besar harus diartikan bertambah besarnja tanggungdjawab terhadap bangsa dan Rakjat, bertambah banjaknja pekerdjaan dalam membela kepentingan se-hari² daripada Rakjat. bertambah besarnja

keberanian, kewaspadaan, ketabahan, kebidjaksanaan dan keulet- an jang harus dimiliki. Sesudah kita mendjalankan rentjana² peluasan keanggotaan dan organisasi Partai, sehingga Partai kita sekarang mendjadi Partai jang besar, maka pekerdjaan dilapangan organisasi jang sangat mendesak sekarang ini jalah mengkonsolidasi hasil² rentjana peluasan itu. Kita harus bisa mengorganisasi dan mendidik anggota² Partai kita jang sudah berdjumlah lebih dari 1 djuta itu. Untuk ini pembagian tiap anggota dalam grup dan menghidúpkan grup itu mendjadi sjarat mutlak. Para tjalon-anggota jang sudah melalui masa-tjalonnja dengan baik, harus ditingkatkan mendjadi anggota. Untuk dapat mengorganisasi djumlah anggota jang sudah banjak itu, dan untuk bisa lebih memenuhi tugas memimpin perdjuangan Rakjat, maka Comite² Partai dengan segala Bagian²nja harus lebih diaktifkan dan diperteguh lagi. Untuk ini Konferensi² dan rapat² anggota untuk memilih anggota² Comite dan Kepala Grup harus ditepati sesuai dengan Konstitusi Partai dan harus dipergu- nakan dengan se-baik²nja. Dengan menepati ketentuan² dalam Konstitusi Partai mengenai Konferensi² dan rapat² periodik dari Comite dan dari grup, maka hal ini sekaligus berarti mengembangkan demokrasi intern Partai dengan lebih baik lagi. Sebagai sjarat untuk melaksanakan pekerdjaan Partai jang se- makin luas dan besar ini, maka masaalah keuangan mendjadi masaalah jang lebih penting lagi. Untuk ini pengumpulan uang iuran harus dikerdjakan dengan lebih rapi lagi, begitu djuga usaha mem- perluas donasi dan usaha² jang produktif. Sebagaimana sudah disimpulkan dan ditetapkan dalam Kongres Nasional ke-V tugas² urgen jang pokok daripada Partai sekarang jalah tugas menggalang front persatuan nasional disamping tugas meneruskan pembangunan Partai, dua tugas jang satu dengan la- innja tidak bisa di-pisah²kan. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa Partai kita bersatu fikiran mengenai front persatuan nasional dan meletakkan titik berat pendidikan didalam Partai mengenai soal ini. Satunja fikiran kita mengenai front persatuan nasional akan sangat membantu dalam meneruskan pekerdjaan mem- bangun Partai. Perlunja pendidikan tentang front persatuan nasional lebih dirasakan lagi karena masih ada anggota Partai, berhu- bung dengan berbagai sebab, tidak menjetudjui atau kurang meja- kini benarnja politik front persatuan. Ini misalnja dibuktikan oleh siaran kawan Alimin tertanggal 25 Maret 1956, siaran jang sudah didjawab dan dikritik oleh Sekretariat Central Comite tertanggal 3 Djuli 1956. Tetapi bukanlah karena ada siaran kawan Alimin ini maka kita perlu menitikberatkan pendidikan dalam Partai menge-

57 tjara tepat pula. Tjeramah tentang situasi harus mendapat tempat setjara tepat mereka bisa memberikan pimpinan kepada massa se- situasi setjara tepat, dan hanja djika mereka mengetahui situasi nia pendidikan tentang situasi anggota² Partai bisa mengetahui solusi² serta dokumen² lainnja daripada Partai. Hanja dengan ada- penting. Bahan untuk pendidikan situasi jalah harian² Partai, re- kepada seluruh anggota dan tjalon-anggota Partai adalah sangat negeri kita. Dalam keadaan demikian pendidikan tentang situasi Ada kalanja situasi politik berkembang dengan sangat tjepat di- lan jang se-tepat2nja, djalan hidup baru untuk masjarakat baru. jakin, bahwa djalan revolusioner jang sudah dipilihnja adalah dja- membikin anggota² Partai dalam keadaan bagaimanapun tetap dangandunia Komunis jang tidak bisa dilupakan. Pendidikan harus teks jang bisa dilupakan, tetapi memberikan semangat dan pan- revolusioner. Jang terpenting bukannja mengadjarkan huruf dan mendidik anak² sekolah atau murid², tetapi mendidik pedjuang² ner. Hal ini harus diatasi ! Sekolah² dan Kursus² Partai kita bukan sekolah atau semangat murid, bukan semangat pedjuang revolusio- nis kepada parasiswa. Dalam klas sering terdapat semangat anak tidak memberikan semangat Komunis dan pandangandunia Komu-Kursus² Partai jalah, bahwa parapendidik atau propagandis kita Pengalaman jang lain dalam menjelenggarakan Sekolah² dan jang dianggap perlu bisa diadakan dalam bentuk tjeramah. Partai dan tentang front persatuan nasional. Mengenai soal² lain tentang soal² pokok revolusi Indonesia, tentang pembangunan rja mata peladjaran tentang sedjarah perkembangan masjarakat, supaja dihubungkan dengan tugas² kongkrit daripada Partai, misal. dan Kursus Partai supaja dibatasi pada jang sangat perlu dan itu, di-waktu² jang akan datang mata peladjaran untuk Sekolah dah mereka terima dalam pekerdjaan mereka se-hari2. Oleh karena atau Kursus Partai tidak tahu menggunakan pengetahuan jang su- pada Partai. Akibatnja jalah, bahwa kader² jang tamat Sekolah bahwa pendidikan tidak digabungkan dengan tugas² kongkrit dari-Kursus² Partai jalah bahwa matapeladjaran terlalu banjak dan Salahsatu pengalaman dalam menjelenggarakan Sekolah² dan Partai selandjutnja. disimpulkan dan digunakan untuk memperbaiki pendidikan dalam tentang menjelenggarakan Kursus² Partai. Pengalaman² ini harus kan Sekolah Partai dan Comite2 bawahan mempunjai pengalaman Central Comite mempunjai pengalaman dalam menjelenggara~ dan soal mempeladjari tulisan² klasik Marxisme-Leninisme. ferensi² teori dan seminar², soal pendidikan untuk kader² tinggi rakan oleh Comite² Seksi dan Subseksi. Demikian djuga soal Kon-

56 Daerah Besar, soal mendirikan Kursus² Partai jang diselengga-Partai jang diselenggarakan oleh Central Comite dan Comite² diselenggarakan oleh Comite2 Resort, soal mendirikan Sekolah² kan Sekolah² Politik untuk tjalon-anggota² dan anggota² baru jang didikan untuk tjalon-anggota² jang masih butahuruf, soal mendiri-Dalam rentjana pendidikan kita harus dimasukkan soal pen- mungkinan² jang ada kita membikin rentjana pendidikan kita. pendidikan dalam Partai dimasa jang lalu dan berdasarkan ke- tek revolusi Indonesia. Berdasarkan pengalaman² kita mengenai soal menghubungkan teori Marxisme-Leninisme dengan prak- berhubung dengan isi daripada pendidikan dan berhubung dengan tingkat kebudajaan dan pengalaman revolusioner anggota² Partai, didikan jang harus diadakan berhubung dengan tidak samanja anggota Partai, misalnja jang mengenai tingkat² dan bentuk² pen- dan memutuskan soal² pokok mengenai pendidikan bagi seluruh rena itulah dalam sidang ini pada tempatnja kita mendiskusikan nis adalah soal pendidikan bagi seluruh anggota Partai. Oleh ka- nis. Djadi, soal persatuan dalam fikiran dikalangan kaum Komu- terus akan terdapat ber-matjam² fikiran dikalangan kaum Komu- sionernja ber-beda². Maka tidak heran, bahwa masih terdapat dan tjam² dan bahwa tingkat kebudajaannja serta pengalaman revolu- klas, bahwa lingkungan keluarga mereka sekarang djuga ber-ma- pi tidak boleh dilupakan, bahwa mereka berasal dari ber-matjam² arti menerima pendirian, pandangan dan metode klas buruh. Teta-PKI memang sudah menerima Konstitusi dan Program Partai, ber-dari bumi. Tiap² Komunis ketika ia disahkan mendjadi anggota Persatuan dalam fikiran tidak djatuh dari langit atau tumbuh jat jang dipimpin oleh Partai Komunis. ganisasi Partai Komunis, barulah ada persatuan didalam aksi² Rak- munis, barulah ada persatuan jg. sungguh² didalam politik dan or- me-Leninisme. Hanja djika ada persatuan fikiran dari orang² Ko- tuan fikiran, persatuan ideologi, jaitu fikiran atau ideologi Marxis- satuan didalam Partai hanja mungkin djika didasarkan atas persa-persatuan. Partai kita djuga harus bersatu dalam soal² lain. Per-Tetapi Partai kita tidak hanja harus bersatu mengenai front dengan sopansantun. kita lakukan setjara aktif, dengan kesupelan jang maximal dan itu kita harus setia pada politik front persatuan nasional jang harus tuan berarti tidak ada kemenangan bagi Rakjat Indonesia. Maka berhasilnja penggalangan front persatuan. Tidak ada front persa. karena kemenangan Rakjat Indonesia adalah tergantung pada didikan didalam Partai harus dititikberatkan pada front persatuan, nai front persatuan. Ada atau tidak ada siaran kawan Alimin, pen-

jang chusus didalam Sekolah² dan Kursus² Partai. Tetapi, pendidikan tentang situasi sadja tentu tidak tjukup, ia harus dihubungkan dengan program umum Partai, karena hanja dengan mengerti program umum Partai tiap² anggota bisa mengetahui dalam tingkat revolusi bagaimana ia berada dan kemana revolusi menudju. Djadi djelaslah, bahwa kita harus dengan rapat menggabungkan pendidikan Partai dengan tugas Partai dalam masa jang tertentu. Pendidikan dalam Partai harus dipandang sebagai persiapan ideologis dan sebagai usaha untuk menghilangkan rintangan² ideologis agar tugas Partai dapat dilaksanakan dengan baik. Tjara beladjar harus dihubungkan dengan praktek, harus dengan konsekwen menentang dogmatisme, karena hanja dengan demikian tiap² anggota tahu tingkat revolusi dan kemana revolusi menudju. Mengenai isi peladjaran adalah tidak sama berhubung dengan keadaan² kongkrit jang berbeda, tetapi hakekatnja adalah tetap, jaitu pendidikan tentang prinsip² fundamentil Marxisme-Leninisme, dan pendidikan mempertahankan pendirian, pandangan dan metode klas buruh. Pendidikan sematjam ini harus dilakukan dengan mengadakan perlawanan terhadap segala matjam ideologi jang tidak sah, misalnja menentang ketjenderungan kekiri dan ke- kanan dalam front persatuan, menentang ilusi bahwa dengan perdjuangan parlementer sadja tuntutan² revolusi nasional dan de- mokratis dapat dilaksanakan sampai ke-akar²nja, menentang ideologi tuantanah dan burdjuis dikalangan anggota² Partai. Semua- nja ini dinamakan melaksanakan pendidikan Marxisme-Leninisme dan melaksanakan pendidikan tentang pendirian, pandangan dan metode klas buruh dengan melalui perdjuangan. Pendidikan harus kita mulai dengan mendidik kader² tinggi daripada Partai karena mereka adalah tulangpunggung dalam melaksanakan tugas² Partai. Dengan tiada tulangpunggung jang terdiri dari kader2 tinggi Partai jang menguasai prinsip² fundamentil Marxisme-Leninisme, jang mempunjai pendirian, pandangan serta metode klas jang tepat tidak mungkin kita melawan ideologi² jang tidak sah didalam Partai, tidak mungkin kita mendidik seluruh anggota Partai dan tidak mungkin ada kesatuan dalam Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Disinilah pen- tingnja Sekolah² Partai jang diselenggarakan oleh Central Comite dan oleh Comite² Daerah Besar. Pada waktu² jang tertentu didalam Partai harus diadakan gerakan pembetulan untuk mengatasi fikiran² burdjuis ketjil jang ber- kedok Marxisme-Leninisme, fikiran² subjektivisme dan sekta- risme. Gerakan demikian ini harus diikuti oleh seluruh anggota Partai. Sekarang gerakan demikian itu sedang kita lakukan dengan

mempeladjari Keterangan 3 Djuli 1956", jaitu keterangan jang di- keluarkan Sekretariat Central Comite berhubung dengan siaran kawan Alimin tanggal 25 Maret 1956. Dari gerakan mempeladjari Keterangan 3 Djuli 1956" anggota2 Partai dapat menarik peladjaran betapa berbahajanja djika seseorang anggota Partai terle- pas samasekali dari kehidupan praktis daripada massa dan djika seorang anggota Partai sudah mendjadi sangat ambisius jang di- dorong oleh individualisme jang ber-lebih²an. Djuga dari gerakan ini dapat ditarik peladjaran bagaimana seharusnja anggota Partai mengkritik politik dan pimpinan Partai, peladjaran tentang baha- janja oportunisme kiri dalam penggalangan front persatuan dan peladjaran tentang tjara menghadapi anggota Partai jang membi- kin kesalahan. Diwaktu jang lain, sesuai dengan kebutuhan Partai, kita harus mengadakan gerakan pembetulan jang lain. Dalam hubungan dengan bahaja terlepasnja kehidupan Partai daripada massa, waktu sekarang perlu diperingatkan adanja tanda² dikalangan fungsionaris² Partai jang hendak memisahkan pekerdjaan Partai dengan pekerdjaan massa, se-olah² fungsionaris Partai hanja bertanggungdjawab mengenai pekerdjaan jang ,,se-mata² pekerdjaan Partai", sedangkan pekerdjaan massa dianggap hanja pekerdjaan daripada kawan² jang memimpin organisasi2 massa. Sebaliknja perlu djuga diperingatkan tentang adanja tanda² dikalangan kader² Partai jang bekerdja memimpin organisasi massa, se-olah² pekerdjaan mereka bisa pisah dari pekerdjaan dan garis politik umum daripada Partai. Untuk melaksanakan garis politik umum daripada Partai dikalangan massa, maka kader² Partai jang bekerdja didalam organisasi massa harus sungguh² berusaha untuk menguasai persoalan² massa dan untuk memimpin massa. Memang tidak bisa ditjampur- adukkan antara pekerdjaan organisasi Partai dengan pekerdjaan organisasi massa, tetapi tiap² soal massa adalah soal kaum Komu- nis, djadi tidak ada apa jang dinamakan ,,se-mata² pekerdjaan Partai". Fungsionaris2 Partai, sebagaimana djuga semua anggota Partai harus mau dan harus bisa memetjahkan semua masaalah massa jang dibawah pimpinannja. Gedjala jang mau memisahkan pekerdjaan Partai dari massa dan jang mau memisahkan pekerdjaan massa dari Partai harus segera dibasmi dengan djalan mengadakan kritik dan selfkritik tentang soal ini dalam Comite² jang bersangkutan. Soal lain jang perlu ditjanangkan disini jalah tentang adanja gedjala kekendoran ideologi dikalangan beberapa kader Partai dalam bentuk keinginan memetik hasil perdjuangan Partai dan Rakjat untuk kepentingan sendiri. Mereka mengira, bahwa dalam keada-

61 akibat dari ketidaksetiaan kepada prinsip sentralisme-demokratis an dan telah mendjalankan berbagai kesalahan jang besar sebagai dimasa jang lampau telah mengalami banjak kerusakan-kerusakan kolektif berarti melanggar sentralisme-demokratis. Partai kita an dan perbuatan-perbuatan jang subjektif. Meningalkan pimpin- galkan kehidupan praktis, dan akibatnja menimbulkan fikiran-fikir- melanggar sentralisme-demokratis, dan ideologi, berarti mening- pimpinan kolektif. Meninggalkan pimpinan kolektif berarti Bentuk pimpinan jang tertinggi dalam Partai Komunis jalah kepentingan kolektif. orangan djika kepentingan perseorangan ini bertentangan dengan kepada kemauan kolektif berarti mengorbankan kepentingan perse- peranan pemimpin jang tunduk kepada kemauan kolektif. Tunduk nja pimpinan, tidak menjangkal adanja peranan perseorangan dan bahwa sentralisme-demokratis samasekali tidak menjangkal ada- tjauan dalam Partai dan didalam gerakan Rakjat. Djadi djelaslah, memusat, bisa menimbulkan liberalisme, bisa menimbulkan keka- bang, tetapi demokrasi tanpa sentralisme, tanpa pimpinan jang persoalannja sendiri, supaja dajatjipta daripada massa bisa berkem- ting supaja anggota² Partai dan Rakjat aktif memperbintjangkan berarti menekan dajatjipta daripada massa. Demokrasi adalah pen- bisa berarti kese-wenang²an beberapa orang atau seseorang, bisa Rakjat terpimpin dengan baik, tetapi sentralisme tanpa demokrasi sa Rakjat. Sentralisme adalah penting supaja Partai dan gerakan senantiasa mendasarkan diri pada kesedaran dan ketjerdasan mas- dengan tanggungdjawab perseorangan, bahwa Partai kita harus sentralisme-demokratis, pada prinsip pemaduan pimpinan kolektif nekankan bahwa Partai kita harus senantiasa setia pada prinsip hubungan pendidikan dalam Partai supaja kita tidak djemu²nja me-Oleh karena itu, beladjar dari Partai Komunis Sovjet Uni, dalam dajatjipta anggota² Partai dan massa. Partai, ia akan menimbulkan kese-wenang²an dan akan menekan bangan gerakan Rakjat, ia akan menimbulkan birokrasi didalam ia akan sangat menghambat perkembangan Partai dan perkem-Djika pemudjaan perseorangan terdapat didalam Partai kita, maka massa jang ingin memnudja maupun dari tokoh² jang ingin dipudja. orangan mempunjai tanah jang subur, baik jang datangnja dari masih luasnja produksi ketjil²an perseorangan, pemudjaan perse-Dinegeri kita, berhubung masih kuatnja sisa² feodalisme dan buat Partai Komunis jang belum memegang kekuasaan negara. berarti bahwa pemudjaan perseorangan tidak merupakan bahaja

Komunis jang belum memegang kekuasaan negara, tetapi ini tidak

dap kader? negara. Tentu tidak demikian halnja dengan Partai

60 perbuatan se-wenang² jang luas terhadap kader² Partai dan terha- gara lainnja, maka kekuasaan seseorang dengan mudah berakibat kekuasaan negara, sudah menguasai alat² keamanan dan alata ne- negara dan jang belum. Di-negeri² dimana Partai sudah memegang perseorangan didalam Partai jang sudah memegang kekuasaan Memang ada perbedaan jang penting mengenai akibat pemudjaan PKSU mengenai penentangan terhadap pemudjaan perseorangan. penting bagi kita untuk memahamkan kesimpulan Kongres ke-XX Dalam hubungan dengan pendidikan dalam Partai adalah sangat ting lagi. tentu dimasa datang jang djauh ingat akan hal ini adalah lebih pen- isi tempat² didalam DPRD2, DPD2 dan kedudukan2 lainnja. Sudah karena di-waktu² dekat jang akan datang Partai kita akan meng- lah anggota Partai klas buruh. Hal ini lebih penting lagi diingatkan kita mengharap supaja mereka ingat kembali, bahwa mereka ada- kawan² jg. waktu² belakangan ini mengalami kekendoran ideologi umum, dan menuntut pelaksanaan masjarakat Komunis. Kepada mentingkan diri sendiri dan hanja mementingkan kepentingan munis harus berpandangan djauh, mempunjai semangat tidak me- perlunja hidup berorganisasi dan berdisiplin. Pendeknja, tiap² Ko- mengakui perlunja ada kerdja kolektif dan pembagian pekerdjaan, kan diri sendiri, mengakui harus adanja pimpinan jang memusat, harus memiliki sifat² klas buruh, jaitu sifat jang tidak mementing- dan berdisiplin. Sebagai anggota Partai klas buruh, tiap² Komunis saan kaum buruh untuk bersatu, saling membantu, berorganisasi si setjara kolektif. Dalam produksi besar²an terpeliharalah kebia- djaannja masing2, menggunakan mesin² dan mendjalankan produk- mempunjai tanggungdjawab perseorangan menurut bagian peker- ruh bekerdjasama dan mengadakan pembagian pekerdjaan dengan buruh bekerdja setjara terpusat didalam pabrik2, bahwa klas bu- mempunjai alat produksi jang dimiliki perseorangan, bahwa klas dasarkan kerdja individuil. Mereka lupa bahwa klas buruh tidak bahwa klas buruh adalah berbeda dengan produsen ketjil jang ber- lupa bahwa mereka adalah anggota Partai klas buruh, mereka lupa Partai jang mereka katakan ,tidak adil". Pada pokoknja, mereka jang me-nusuk² anggota² Partai lainnja supaja membentji pimpinan Karena pengertian dan perasaan jang tidak tepat ini sampai ada lemen dan Konstituante, dimana nama mereka tidak ditjantumkan. sebagian kader² Partai mengenai pentjalonan dalam pemilihan Par- jang bertjampur dengan perasaan irihati atau tidak senang dari sendiri. Sebagai satu tjontoh, misalnja, adanja kurang pengertian mem-bagi² hasil perdjuangan Partai dan Rakjat untuk kepentingan an jang relatif damai seperti sekarang ini orang² Komunis boleh

dan kepada pimpinan kolektif. Dimasa datang akan terdjadi lagi hal demikian djika kita tidak setia kepada dasar sentralisme-de- mokratis dan pimpinan kolektif. Dalam hubungan dengan tjarakerdja kolektif saja anggap penting untuk mengingatkan seluruh Partai kita pada sebuah kesimpulan jang kita ambil didalam sidang pleno Central Comite ke-III jang bunjinja sbb : Dalam sidang pleno Central Comite ke-II kita menekankan tentang pentingja tjarakerdja kolektif. Pengalaman kita menun- djukkan bahwa tjarakerdja kolektif baru besar artinja djika di- sertai oleh diskusi² jang kritis. Sjarat untuk dari baik mendjadi lebih baik, sebagai sudah dikatakan diatas, jalah mengamalkan kritik dan selfkritik. Untuk perkembangan Partai daripada klas buruh dan untuk perkembangan gerakan Rakjat. kritik adalah satu keharusan. Kita harus mengutjapkan ,selamat datang' pada tiap² kritik. Oleh karena itu kita harus mendjalankan saling kritik. Ini tidak hanja bukti bahwa kita kuat, tetapi djuga bukti bahwa kita ingin mendjadi lebih kuat, karena oleh kritik kita mendjadi lebih mampu untuk bekerdja dan berdjuang. Dengan mengamalkan kritik dan selfkritik didalam Partai kepertjajaan Rakjat kepada kita akan mendjadi lebih besar, karena mengetahui bahwa dalam pimpinan Partai duduk orang2 jang mempunjai kesungguhan, jang dengan sungguh² mempeladjari semua persoalan dan mentjarikan pemetjahannja dilihat dari sudut keharusan dan kewadjiban jang dihadapi oleh seluruh Rakjat". Dalam sidang pleno kali ini baik diingatkan, bahwa sampai se- karang masih ada Comite² dan fraksi² Partai jang menganggap bahwa satu²nja sasaran kritik dan selfkritik jalah sifat² dan ting- kahlaku perseorangan, dan tidak menganggap bahwa sasaran jang utama daripada kritik dan selfkritik adalah pekerdjaan daripada kader Partai. Akibat daripada ini jalah, bahwa sering timbul ketegangan² jang tidak seharusnja diantara kader². Supaja maksud kritik dan selfkritik tertjapai, jaitu mengoreksi pekerdjaan jang salah dan membikin lebih baik jang kurang baik, maka selandjutnja kritik dan selfkritik harus terutama disasarkan pada pekerdjaan. Dengan demikian kritik dan selfkritik tidak lagi mendjadi barang musiman" jang hanja diadakan kalau ada pemilihan badan pimpinan dan kalau ada ketegangan² dalam sesuatu badan kolektif, tetapi ia benar² mendjadi satu dengan Partai sebagai satunja kuku dengan daging. Kritik dan selfkritik harus dilakukan dengan tulus- ichlas untuk memperbaiki diri dan membantu kawan memperbaiki diri dengan tudjuan mempersatukan fikiran didalam Partai. Inilah

jang kita namakan perdjuangan ideologi didalam Partai jang ber- pangkal pada persatuan dan melalui kritik-selfkritik menudju persatuan. *本 Kawan-kawan, Dengan Partai jang bersatu dalam ideologi, bersatu dalam po~ litik dan organisasi, kita jakin bahwa Partai kita akan dapat melaksanakan tugas²nja untuk mewudjudkan tuntutan² Rakjat seka- rang dan selandjutnja untuk melaksanakan semua tuntutan Re- volusi Agustus, untuk melaksanakan sembojan ,Hapuskan impe- rialisme dan feodalisme sampai ke-akar²nja".

65 Nederland, membawa buku² Marxisme-Leninisme dalam djumlah tika kawan² jg. pulang dari Australia, begitu djuga jg. pulang dari arah Revolusi. Keadaan keterbelakangan teori itu agak berubah ke- mempunjai pengertian jang djelas tentang watak, hukum maupun djelas dari Laporan Politbiro, Partai apalagi massa ketika itu, tidak tika kita melaksanakan Revolusi Agustus 1945-1948. Sebagaimana Keterbelakangan dilapangan teori ini barangkali paling terasa ke-Keradjaan. diizinkan membatja koran² Hindia-Belanda jang pro Pemerintah ke Digul diblokade rapat² oleh Belanda, dan mereka resminja hanja wo", Njala" dan Menara Merah". Djuga kawan² jang dibuang pangan teori ini kentara pula dari isi madjalah² Partai seperti Mo- sil dari usaha² penjelundupan. Keterbelakangan Partai kita dila- tika itu hanja bisa dihitung dengan djari tangan sebelah, sebagai ha- mempunjai buku² Marx dan Engels. Demikianlah, buku² klasik ke- bibliotik museum jang dikatakan objektif" dan ilmiah" tidak boleh dan embargo jang rapat terhadap setiap lektur progresif. Sampai² lonialis Belanda maupun kaum fasis Djepang mengadakan blokade djahan, hampir² tidak bisa beladjar teori samasekali. Baik kaum ko- sedjak berdirinja, Partai kita sebagai Partai disalahsatu negeri dja-Terlebih dulu baiklah kita ingat, bahwa selama seperempat abad Bagaimana pengetahuan teori didalam Partai kita sekarang? di Djerman"). ilmu, diapun harus dipeladjari sebagai ilmu pula. (,,Perang Tani dari Frederich Engels, jaitu bahwa sedjak Sosialisme itu mendjadi Kita tidak lajak melupakan kata² jang sederhana tetapi esensiil tuk mendapatkan pengetahuan dan pengertian itu jalah beladjar. sunglap, sekalipun dengan Lampu Wasiat, maka satu²nja djalan un- pengertian. Karena pengetahuan maupun pengertian tidak bisa di-Kawan Mau Tje-tung memberikan tekanan pada pengetahuan dan Perang Nasional"). kan jang aktuil". (,Peranan Partai Komunis Tiongkok didalam tahuan tentang sedjarah dan pengertian jang tepat tentang gera- pengetahuan tentang teori revolusioner, tidak mempunjai penge- volusioner jang besar kearah kemenangan djika ia tidak mempunjai lah tidak mungkin bagi sesuatu partai untuk memimpin gerakan re-Sudah ditahun 1938 Kawan Mau Tje-tung mengatakan : Ada- al pendidikan. sar tugas² politik jang kita hadapi, makin besar djuga pentingnja so- tai kita, makin besar pulalah pentingnja soal pendidikan. Makin be-Kiranja tidak salah djika saja katakan, bahwa makin besar Par- membawa hasil jang tjukup banjak. hasil. Tetapi kita djuga tidak dapat mengatakan bahwa usaha² itu

64 Kita tidak dapat mengatakan bahwa usaha² itu tidak membawa penting dalam kita mempeladjari revolusi kita sendiri. dengan front persatuan, dan Sedjarah PKSU (B)", jang djuga membantu kita dalam memetjahkan masaalah² jang berhubungan nisme ,Sajap-Kiri', Suatu Penjakit Kanak²", jang telah sangat mempeladjari buku² klasik, antara lain tulisan Kawan Lenin Komu- litbiro. Dalam pada itu, kepada kader² Partai diinstruksikan untuk ngan baik pernjataan² dan keterangan² Central Comite ataupun Po-Konstitusi dan Program Partai, djuga agar mereka mengikuti de- agar semua anggota dan tjalon-anggota selalu dididik tentang luarkan beberapa kali instruksi kepada organisasi² Partai bawahan, terpusat. Dalam keadaan jang demikian, pimpinan Partai menge- kita untuk menjelenggarakan pendidikan Partai jang teratur dan pemilihan umum untuk DPR dan Konstituante, tidak memungkinkan kita hadapi sedjak sidang pleno CC jang lalu, terutama dua kali besar dan berat. Tetapi peristiwa² jang terdjadi dan tugas² jang djuta orang anggota, masaalah pendidikan mendjadi masaalah jang Sedjak partai kita mendjadi partai massa dengan lebih dari se-Kawan2, Partai. rang saja bitjarakan. Singkatnja: Masaalah Pendidikan didalam Soal mendidik anggota2 Partai jang banjak" inilah jang seka- jang berdisiplin didalam organisasi Partai". mereka mendjadi elemen jang aktif, jang mempunjai dajatjipta dan nantiasa mengetahui situasi politik negerinja dengan baik dan agar sungguh² memiliki ideologi Marxisme-Leninisme, agar mereka se-
tis .... mendidik anggota² Partai jang banjak itu agar mereka
karang mendesak supaja Partai kita lebih giat dan lebih sistima- lam fikiran. Dikemukakan didalam Laporan itu bahwa situasi se- mengingat bahwa Partai hanja bisa bulat, djika ada persatuan da- kan pentingnja dipetjahkan masaalah pendidikan didalam Partai, kita hadapi pada dewasa ini. Didalam Laporan itu djuga dikemuka- dah dikemukakan soal² politik dan organisasi jang terpenting jang biro jang disampaikan oleh Kawan Aidit. Didalam Laporan itu su-Kita semua sudah mendengar dan mendiskusikan Laporan Polit-Kawan² sekalian, diperluas, 1 Agustus 1956) (Pengantar untuk diskusi didalam sidang pleno CC PKI jang Masaalah Pendidikan Didalam Partai Njoto

jang lumajan, Tetapi sedjak saat itu, Partai kita mengalami keadaan jang lain lagi: bukan samasekali kegelapan teori, tetapi menda- patkan teori jang dipegang setjara dogmatis, jang tidak diterdjemah- kan — ini istilah Kawan Lenin — kedalam keadaan chusus Indone- sia, pendeknja teori jang belum diolah sampai matang, teori jang setengah mentah. Selama kuranglebih 10 tahun ini kita mulai giat beladjar. Kadang² agak teratur dan terpimpin, kadang² lagi tidak teratur samasekali. Tetapi bagaimanapun, harus kita tjatat bahwa selama 5 tahun jang terachir ini kegiatan mempeladjari Laporan² sidang² CC, serta per- njataan² dan keterangan² Partai, mempunjai arti jang menentukan dalam memahami watak, hukum dan arah Revolusi kita. Apalagi sesudah Kongres Nasional ke-V Partai kita menjusun Program Partai, jang mengandung pemetjahan soal² pokok Revolusi kita. Dalam pada itu madjalah kita Bintang Merah", dan buku² jang diterbitkan oleh Jajasan ,Pembaruan", begitu djuga Harian Rak- jat", besar sekali artinja bagi pendidikan didalam Partai kita. Sesudah semua kegiatan itu, kita sekarang masih menghadapi keadaan sebagai berikut: Anggota² Partai jang banjak beladjar tetapi tidak bekerdja, ham- pir tidak ada; anggota² jang banjak bekerdja tetapi tidak beladjar, tidak banjak lagi; jg. paling banjak sekarang jalah anggota² jg. bekerdja tetapi sedikit beladjar, atau se-tidak²nja tidak tjukup beladjar. Dalam keadaan begini, kita harus mendorong semua anggota dan tjalon-anggota kita untuk beladjar, beladjar dengan sungguh², beladjar dengan tak kenal bosan. Ada persamaan, tetapi djuga ada per- bedaan antara makan dan beladjar. Kita selalu butuh makan, kita selalu butuh beladjar. Tetapi kalau makan mengenal kenjang, dalam beladjar kita tidak bisa kenjang. Kawan², Oleh sebab itu, sangat tepat pada waktunja sidang pleno CC jang diperluas ini membitjarakan dan menetapkan, bahwa mulai sekarang kita harus mengadakan gerakan beladjar jang sistimatis, terpimpin dan bertudjuan. Baiklah mulai sekarang kita adakan kom- petisi beladjar diseluruh Partai, dan kita lihatlah siapa² jang beladjar, dan siapa² jang beladjar lebih banjak dan lebih baik. Selama ini Comite2 Partai di-provinsi², seksi², dll sudah mulai mengadakan ber-matjam² kursus, jang singkat maupun jang agak pan- djang. Disatu pihak mereka memakai instruksi² CC sebagai pegang- an, dipihak lain mereka membuat experimen² sendiri² tentang tjara²nja. Apakah kesalahan² jang masih terdapat didalam penjelenggara- en kursus² itu ?

Sebagaimana diterangkan didalam Laporan Politbiro, pada umum- nja, kursus² itu mengambil terlalu banjak atjara. Djuga Sekolah Partai jang pernah diadakan oleh CC terlalu banjak mengambil atjara. Akibatnja, kader² jg. mengikutinja mendengar banjak, mcn- dengar keterangan² tentang ber-bagai² soal, tetapi jang masuk di- kepala tidaklah banjak. Ini pengalaman jang pertama. Peladjaran² seringkali tidak tjukup dihubungkan dengan ma- saalah² kongkrit jang ada dinegeri kita. Pengetahuan² teori diberikan setjara terlalu umum, terlalu abstrak. Akibatnja, kader² jang mengikutinja tidak mengetahui dengan djelas apa gunanja hal² jang dipeladjari itu. Ini pengalaman jang kedua. Diberikan peladjaran tentang hal ini dan tentang hal itu, tetapi tidak bersemangat dan tidak berdjiwa Komunis. Akibatnja, Komunisme dipeladjari sebagai pengetahuan dan tidak sebagai pedoman aksi. Komunisme dipeladjari bunjinja, dan bukan djiwanja. Ini pengalaman jang ketiga. Sudah tentu, keadaannja tidak disemua tempat demikian. Tetapi, dari pengalaman² ini kita harus menarik peladjaran, agar kita tidak mandek disatu tempat, tetapi madju. Kesalahan² jang merugikan ini bisa dihindari, djika kawan² jang memimpin kursus² itu terlebih dulu mempunjai pengertian jang ram- pung tentang perkembangan masjarakat kita, tentang soal² pokok Revolusi kita, tentang soal² front persatuan nasional, dan tentang pembangunan Partai, dan diatas se-gala²nja: memiliki semangat Partai jang tebal. Ini berarti, bahwa adanja sedjumlah tertentu kader² Partai jang menguasai soal² terpokok ini dan jang bersedia bekerdja untuk men- didik anggota² lain dengan sungguh², sangat kita butuhkan. Untuk tudjuan ini, Politbiro telah memutuskan untuk membuka kembali Sekolah² Partai dan Kursus² Partai. Sudah tentu, rentjana ini tidak mungkin didjalankan serentak disemua tempat. Tetapi Comite² jang sudah bisa memulainja, harus memulainja. Dalam pada itu baiklah didjelaskan, bahwa adanja Sekolah² dan Kursus² ini tidak berarti dihentikannja diskusi² periodik, termasuk diskusi2 teori, jang diadakan oleh Comite², Fraksi² dan Grup2. Tetapi djika rentjana pendidikan ini sudah mulai berdjalan, maka diskusi² periodik di Comite2, Fraksi² dan Grup² itupun harus dibikin sedjalan, harus sesuai dan harus isi-mengisi dengan rentjana Sekolah² dan Kursus2 ini. Djika rantjangan ini kita selesaikan, maka tiga tahun lagi kita akan mempunjai beberapa ribu kader jang dididik langsung oleh CC, oleh Provcom² dan Comite² lainnja.

69 nja tjepat. Djika soal² pokok revolusi dan soal² front persatuan ti- rena perkembangan keadaan dinegeri kita berlangsung pada umum-dikatakan Lenin ini berlaku buat Partai kita sekarang, djustru ka- jang biasanja disebut sebagai masaalah² taktik." Saja kira apa jang kebetulan; tetapi mesti menampilkan kedepan masaalah² Marxisme menegaskan bahwa perkembangan keadaan jang tjepat tidaklah sedjarah daripada Marxisme"). Didalam tulisan ini djuga Lenin Marxisme muntjul kedepan". (,Beberapa tjiri perkembangan ber-tahun 1910, bahwa pada masa² tertentu ,ber-bagai² segi" didalam dan soal² front persatuan, baik kita ingat apa jang ditulis Lenin di-Berhubung soal jang kedua dan ketiga, jaitu soal² pokok revolusi metode klas, melawan semua ideologi jang salah. dan pendidikan mempertahankan pandangan klas, sikap klas dan jaitu: pendidikan tentang prinsip® fundamentil Marxisme-Leninisme, beda², tetapi hakekatnja jang diusahakan ditanamkan hanjalah satu, tentu luas dan mendalamnja.peladjaran itu di-masing² tingkat ber-jang diberikan didalam semua Sekolah dan Kursus Partai. Sudah semua kader. Empat soal ini dirantjangkan sebagai matapeladjaran Demikianlah empat soal terpokok jang harus dipeladjari oleh mengabdi kepada Rakjat dan Revolusi. tai; dan tidak mengabdi dengan baik kepada Partai berarti tidak ngerti semua ini tidak mungkin mengabdi dengan baik kepada Par- perlu diketahui dasar²nja dan dimengerti artinja. Dengan tidak me- tjarakerdja Partai jg. berpedoman pada garis massa, semua soal ini pimpinan kolektif, soal disiplin, soal kritik dan selfkritik, dan soal soal struktur organisasi Partai, soal sentralisme-demokratis, soal nisasi, soal sifat dan tugas Partai, soal sjarat² keanggotaan Partai, djari se-matang²nja. Soal teori Marxisme-Leninisme tentang orga-Soal jang berpokok pada Konstitusi Partai inipun perlu dipela-Keempat, tentang Soal² Pembangunan Partai. jang berhubungan dengan front persatuan. rugikan, perlu mempeladjari sampai menguasai semua soal pokok dalam hal front persatuan, dan dengan demikian revolusi tidak di- persatuan", jaitu aliran kanan. Agar tidak mendjalankan kesalahan masih mendjumpai aliran jang mau menjelesaikan semua soal lewat aliran ke-kiri²an, pada saat² dan keadaan jang tertentu lagi kita tertentu kita masih mendjumpai aliran jang tidak suka bersatu, jaitu fahami dengan sungguh². Pada saat² tertentu dan dalam keadaan² djelas antara kepentingan klas dan kepentingan nasional belum di- sering² masih timbul ke-ragu²an membuktikan, bahwa hubungan jg. umum tentang pentingnja front persatuan, tetapi kenjataan bahwa djernih pula. Kawan² kita pada umumnja sudah menjedari setjara Soal jang setiap hari kita hadapi ini, memerlukan pengertian jang

68 Ketiga, tentang Soal² Front Persatuan Nasional. sendiri, adalah mutlak perlu. sebab itu, mempeladjari sampai menguasai soal² pokok revolusi kita mengerti samasekali apa tugas² kita sebagai kaum Komunis. Oleh sekali kemana revolusi menudju. Tidak mengerti ini berarti tidak haridepan revolusi. Tidak mengerti ini berarti tidak mengerti sama- kita, tentang tenaga² pokok-dan sekutu² revolusi, achirnja tentang dan anti-feodal dari revolusi kita, djuga tentang sasaran revolusi an dan setengah-feodal dari negeri kita, tentang sifat anti-imperialis belum tjukup djernih pengertiannja tentang sifat setengah-djadjah- difahami dengan se-rampung²nja. Masih terlalu banjak kawan² jang Soal jang sudah dirumuskan didalam Program Partai ini, perlu Kedua, tentang Soal² Pokok Revolusi Kita. dangan klas dan agar kita memiliki sikap klas. alat penguasa. Kita wadjib mempeladjarinja, agar kita memiliki pan+ Kita wadjib mempeladjarinja, agar kita memahami negara sebagai klas, sebagai penggerak satu²nja dari perkembangan masjarakat. Kita wadjib mempeladjarinja, agar kita memahami perdjuangan peladjarinja, agar kita mengerti peranan kerdja didalam sedjarah. masjarakat itu sesuatu jang tidak boleh tidak. Kita wadjib mem- lah bahwa mempeladjari dan memahami sedjarah perkembangan seseorang tidak jakin akan kemenangan Sosialisme. Dari sini djelas-dangan kemuka. Lebih² lagi: tidak mengerti ini bisa menjebabkan akan datang. Ja, tidak mengerti ini berarti tidak mempunjai pan-bahwa pada kitalah terletak tugas untuk membuat" sedjarah jang sudah be-ribu² tahun, dan tidak mengerti ini berarti tidak mengerti berarti tidak mengerti bahwa kita ini pewaris dari sedjarah jang bangan itu, dan kemana arah perkembangan itu. Tidak mengerti ini masjarakat ini berkembang, hukum² apa jang menguasai perkem- sih banjak kawan² jang belum mengerti dengan djelas bagaimana materialisme histori, adalah soal jang mutlak harus dimengerti. Ma-Soal jang fundamentil ini, jang dalam peristilahan ilmiah disebut Pertama, tentang Sedjarah Perkembangan Masjarakat. soal² pembangunan Partai. volusi kita, mengenai soal² front persatuan nasional, dan mengenai nai sedjarah perkembangan masjarakat, mengenai soal² pokok Re- se-kurang²nja mempunjai pengertian² jang pokok dan tepat menge- atas sudah dikatakan, jang sangat kita perlukan jalah kader² jang Apakah hal² jang perlu dikuasai oleh kader² kita? Sebagaimana di-gi dajadjuang Partai kita. tinggi tingkat teori Partai kita, tetapi djuga akan sangat memperting- kwantitatif, tetapi djuga kwalitatif. Ia bukan hanja akan memper-Hasil jang direntjanakan ini djangan hanja kita lihat setjara

dak difahami dengan baik, soal? taktikpun mendjadi kabur dan tidak berketentuan. Sebaliknja, djika soal² pokok revolusi dan soala front persatuan difahami dengan baik, soal² taktikpun mendjadi te- rang dan berketentuan. Djika soal² ini difahami dengan baik, rasa- nja tidak akan ada fikiran jang menjalahkan apa jang dinamakan kolaborasi klas" seperti terdjadi baru² ini. Ja, soal taktik pada tiap² ketika adalah soal selamat-tidak selamatnja Partai, soal selamat-tidak selamatnja Revolusi. Pengalaman mengadjar kita, bahwa sesuatu kesalahan taktik bisa mem- bawa akibat jang besar, akibat jang tidak mudah menjembuhkan- nja. Maka itu, agar dapat memimpin massa dengan baik, pada tiap² saat taktik harus dikuasai. Inilah keterangannja mengapa pendjelasan² tentang situasi² pada tiap2 saat itu penting sekali. Lebih² dalam keadaan seperti sekarang ini, dimana pada umumnja perkembangan politik berlangsung tjepat atau agak tjepat. Selandjutnja, kawan², mengenai matapeladjaran jg. empat jang diusulkan tadi, chusus untuk Sekolah Partai Central perlu ditam- bah dengan satu matapeladjaran lagi, jaitu soal Filsafat. Pengalaman mengadjarkan kepada kita, bahwa barangsiapa kuat dalam filsafat Marxisme, dia bisa menemukan djalan pemetjahan, meskipun persoalan² jang dihadapinja sulit dan pelik. Jang dimak- sudkan "beladjar filsafat" dan ,kuat dalam filsafat" disini bukanlah mempeladjari filsafat Marxisme setjara intelektualis atau setjara teoritis abstrak. Kalau kita mempeladjari filsafat Marxisme, jang perlu bukanlah menghafal dalil² materialisme-dialektik diluar kepala. Jang kita perlukan jalah beladjar filsafat setjara praktis. Artinja, jang langsung ditudjukan untuk mengubah fikiran kita, agar kita memiliki metode berfikir jang ilmiah. Kepada kawan² jang beladjar filsafat harus dibangkitkan rangsang untuk membanding- kan fikiran²nja jang lama dengan fikiran materialisme-dialektik, kemudian untuk menggunakan metode berfikir materialisme-dialektik buat mengkritik tjara berfikirnja jg. lama, jang tidak ilmiah. Mengubah tjara berfikir ini penting sekali, karena ia sekaligus ber- arti menghubungkan teori dengan praktek, jaitu teori filsafat dengan praktek berfikir. Untuk Sekolah² Partai tingkat bukan Central buat sementara matapeladjaran filsafat belum diadjarkan, antara lain mengingat bahwa kader² jang harus mengadjarkannja belum tjukup ada pada kita. Tidak perlu diterangkan lagi bahwa beladjar di Sekolah Partai sadja tidaklah tjukup, djauh daripada tjukup. Sekolah² Partai hanja memberikan pengetahuan² jang pokok, memberikan pengetahuan jang fundamentil, jang kelandjutannja harus dipeladjari

terus-menerus, dalam studi dan dalam praktek. Dalam hubungan ini perlu ditekankan, bahwa dasar kita beladjar adalah studi-sen- diri. Sekolah², kursus² maupun konsultasi2 sifatnja membantu, me- mudahkan. Oleh sebab itu tidak tepat djika seseorang hanja meng- gantungkan pada Sekolah² dan Kursus2 Partaf. Kita lebih² harus mentjela exes² seperti jang pernah terdjadi dengan satu-dua siswa Marx House" tempohari, jang beladjar untuk mentjari idjazah" sadja. Hal ini tidak akan terdjadi, djika Comite² mengirimkan ke Sekolah² dan Kursus² Partai itu bukan kader sembarang kader, atau kader jang kebetulan bisa dilepaskan, melainkan kader² jang pilih- an, jang memiliki sjarat² jang dibutuhkan. Departemen Agitasi-Propaganda Central Comite kini sedang menjusun dan ber-turut² akan menerbitkan diktat2 jang diperlukan. Diktat² ini akan diterbitkan dalam djumlah besar²an dan diusaha- kan harga jang se-murah²nja. Diktat2 ini sebagaimana diterangkan oleh kawan² Provcom2 akan sangat penting artinja, dan memang demikian halnja. Sungguhpun demikian, peladjaran² jang diberi- kan di Sekolah² dan Kursus? Partai itu tidak akan mentjapai hasil seperti jang diinginkan, djika kawan2 pengadjarnja berpegangan setjara mati kepada diktat² jang ada dan tidak pandai mengguna- kannja setjara hidup. Dengan menggunakan setjara hidup" di- maksudkan, bahwa soal²nja harus senantiasa dihubungkan dengan pengalaman² jang paling baru, bukan hanja pengalaman nasional, tetapi djuga pengalaman lokal. Ini hanja mungkin, djika kawan² pengadjar itu bukan mendjadi ,,pengadjara murni" jang terlepas dari perdjuangan jang aktuil, sebaliknja, mereka harus tetap mendjadi partisipan (peserta) jang aktif dalam perdjuangan se-haria, meskipun bagi mereka sudah ditentukan tugas jang chusus. Peranan jang tidak kalah pentingnja akan dimainkan oleh madjalah² dan suratkabar² Partai. Untuk selandjutnja, madjalah² dan suratkabar2 itu harus menjediakan ruangan jang lebih banjak untuk membantu berhasilnja rentjana pendidikan ini. Harus diper- banjak adanja tulisan² jang chusus membitjarakan soal² jang sedang dipeladjari, dan jang membitjarakan pengalaman² jang sudah ada dalam mendjalankan rentjana pendidikan. Soalnja akan lebih baik lagi, djika anggota² Central Comite, djuga pemimpina Provcom, memberikan sumbangan jang aktif dalam hal ini. Ini akan mempermudah djalannja pendidikan dan sekaligus akan memper- tinggi otoritet madjalah² dan suratkabar² itu. Salahsatu rubrik jang penting artinja jalah rubrik tanja-djawab, jang membuka kesempatan bagi pembatja² untuk memadjukan per- tanjaan² dan jang oleh redaksi akan didjawab. Djuga tidak kalah

73 ngan masaalah² kita sendiri. Untuk memperbaiki mutu madjalah² artikelnja bisa dilakukan jang berhubungan atau jang sesuai de- na diterbitkan dalam bahasa Indonesia, dan kedua karena pilihan tuk Perdamaian Abadi, Untuk Demokrasi Rakjat!", pertama kare- bit dua bulan sekali. Ini malahan akan lebih efektif daripada ,,Un- an Partai merentjanakan akan menerbitkan madjalah baru, jg. ter- lah jg. chusus memuat tulisan² kawan² luarnegeri. Untuk ini pimpin-Rakjat!" tidak terbit lagi, maka sangat kita perlukan adanja madja- samping itu, karena .Untuk Perdamaian Abadi, Untuk Demokrasi laman² praktis dilapangan organisasi, agitasi, propaganda, dll. Di- bali. Kehidupan Partai" ini terutama untuk membitjarakan penga- pada waktunja, dan Kehidupan Partai" akan kita terbitkan kem-Soal madjalah2 Partai. Bintang Merah" akan segera terbit tepat lah soal² sebagai berikut. Soal² lain lagi jang harus mendapat perhatian kita bersama ada-dengan sungguh², jaitu bahan² Kongres ke-XX PKSU. hubung dengan bahan jang diwaktu sekarang ini harus dipeladjari Petundjuk² jang pertama akan dikeluarkan tidak lama lagi ber-beladjar dan tentang memperbaiki tjara beladjar. an Partai akan mengeluarkan petundjuk² sekedarnja tentang tjara suai dengan tugas² politik Partai pada ketika² tertentu dan pimpin- luarkan seruan tentang tulisan² klasik apa jg. harus dipeladjari, se- der² jg. tinggi. Pimpinan Partai pada waktu² tertentu akan menge- rus lebih banjak mempeladjari tulisan² klasik, terutama sekali ka- harus memperbaiki tjara kita mempeladjari tulisan² klasik. Kita ha- nurut bunji huruf²nja sadja? Saja kira belum. Oleh sebab itu kita sudah tidak sepotong², sudah tidak abstrak dan sudah tidak me-Manifes Partai Komunis". Tetapi apakah kita mempeladjarinja djuangan Intern Partai", dan terlebih dulu sudah mempeladjari tulisan² seperti ,Membasmi Liberalisme", Garis Massa" dan Per- kit Kanak2", Sedjarah PKSU (B)", djuga sudah mempeladjari isme?", Tentang Praktek", Komunisme ,Sajap Kiri', Suatu penja-Materialisme Dialektik dan Histori", Anarkisme atau Sosial- bagian² dari ,Dasar² Leninisme", sudah mempeladjari Negara", bunji huruf²nja. Selama dua-tiga tahun ini kita sudah mempeladjari Leninisme menurut hakiki dan semangatnja, dan bukan menurut bukan setjara abstrak. Soalnja jalah soal mempeladjari Marxisme- timatis dan bukan setjara sepotong-sepotong, setjara praktis dan Soalnja jalah soal mempeladjari Marxisme-Leninisme setjara sis-Djuga soal ini sudah disinggung didalam Laporan Politbiro. Ketiga, soal mempeladjari tulisan² klasik. masaalah² teori itu. pi tergantung dari metodenja membitjarakan dan mendiskusikan

72 gantung dari ada atau tidaknja konferensi teori jang tersendiri teta- soal² kongkrit revolusi kita. Soal terlepas atau tidaknja tidaklah ter- soal² teori diandjurkan dibitjarakan terlepas dari soal² praktis atau karena sudah terdesak waktu. Ini tentu sadja tidak berarti bahwa Dengan demikian soal² teori tidak akan dibitjarakan ber-gegas² djika soalnja disendirikan dengan mengadakan konferensi² teori. permulaan, hal itu baik. Tetapi untuk selandjutnja, lebih baik selalu dibontjengkan" kepada pembitjaraan² soal² lain. Sebagai Selama ini pembitjaraan² soal² teori didalam Konferensi2 Partai Kedua, soal konferensi teori. kadang² salah memadukannja. pada hakekatnja adalah pemaduan teori dengan praktek, meskipun sudut menghubungkan teori dan praktek, karena pengalaman itu lainkan didjadikan milik bersama". Ini djuga penting dilihat dari man jang penting jang ada pada kita tidak ,disimpan sendiri" me- mudian uraian itu didiskusikan. Dengan demikian, setiap pengala- kesenian, dll. memberikan uraian berdasarkan pengalaman²nja, ke- misalnja dalam hal propaganda, dalam hal mengurus, dalam hal dipandang perlu. Didalam seminar itu, kader jang berpengalaman lenggarakan oleh Comite² Partai dengan mengundang kader2 jang ngadakan seminar² mengenai atjara² tertentu. Seminar² bisa dise- madjuan Partai. Untuk mengatasi hal inilah maka Partai perlu me-Partai. Ini dengan tidak disedari sudah menghambat ketjepatan ke- disimpan sendiri". Ini dengan sendirinja tidak menguntungkan sih banjak jang belum didjadikan umum, dan sebaliknja malahan diluaskan kepada Comite² atau kader² jang lain. Pengalaman² ma- didapat, jang baik maupun jang tidak baik, tidak diteruskan atau la pengalamannja. Tetapi masih terlalu sering, pengalaman² jang tai jang banjak anggotanja seperti Partai kita ini tentu banjak pu- tentu dan soal menghubungkan dengan erat teori dan praktek. Par- jalah soal mendjadikan umum pengalaman seseorang kader ter-Soal ini sudah disinggung didalam Laporan Politbiro. Soalnja Pertama, soal seminar. sahkan dari rentjana pendidikan keseluruhannja. sangat penting, jang erat hubungannja dan bahkan tak dapat dipi-Disamping semua hal diatas ini, masih ada beberapa hal jang menerima pertanjaan² itu memberikan djawaban² dan pendjelasan?. berhubungan dengan soal2 jang sedang dipeladjari dan sesudah propnja, hendaknja se-waktu² bersedia menerima pertanjaan² jang dan kader² jang sedang beladjar. Comite2, terutama Bagian Agit- pentingnja konsultasi jang diberikan oleh Comite² kepada anggota²

Partai ini, untuk masing²nja akan kita bentuk Dewan Redaksi dengan pembagian pekerdjaan jang diatur baik. Tetapi mengingat bahwa kader² redaktur kita masih sangat kurang, maka jang akan sangat membantu jalah djika anggota² CC selalu memberikan sum- bangannja kepada madjalah² tsb., terutama Bintang Merah" dan Kehidupan Partai". Sumbangan karangan² untuk ,,Kehidupan Partai" djuga sangat diharapkan dari anggota² Provcom dan Secom. Soal buku² roman revolusioner. Baru² ini Jajasan ,Pembaruan" menjelesaikan penerbitan buku Maxim Gorki ,Ibunda". Buku ini akan sangat membantu pembentukan ideologi dari kader2 dan anggota² kita, oleh sebab itu kepada kader² dan anggota² kita baik kita andjurkan membatja buku Gorki ini. Di-waktu² jg. akan datang, buku² roman revolusioner akan lebih banjak kita terbitkan misalnja buku Ostrovski ,Bagaimana Badja Ditempa" dan buku Julius Fuqik Laporan Dari Bawah Tianggantungan". Demikianlah beberapa soal lain jang perlu diadjukan dalam hu- bungan masaalah pendidikan didalam Partai. Pimpinan Partai jakin, bahwa rentjana ini akan bisa kita laksanakan, asal : pertama soal pendidikan ini didjadikan soal s e I u- r u h Partai, kedua, dibangkitkan inisiatif dan aktivitet jang se- banjak-banjaknja untuk mendjamin pelaksanaannja; dan ketiga, di- lakukan penjimpulan setjara nasional, se-tidak²nja setahun sekali. Kawan² sekalian. Semua jang dikemukakan ini mempunjai tudjuan agar kita sekalian memperscalkan Marxisme sebagai Marxisme. Setengah abad jang lalu Lenin sudah berpesan kepada kita, bahwa Marxisme ha- nja bisa hidup djika ia diterdjemahkan menurut keadaan² chusus setiap bangsa. Djelaslah bahwa djika kita mempersoalkan Marxisme terlepas dari tjiri² nasional bangsa kita sendiri, Marxisme jang demikian adalah Marxisme jang abstrak, Marxisme jang mati. Oleh sebab itu segala dogmatisme dan doktrinerisme jang umum- nja memuakkan, harus kita singkirkan. Kita harus menghidupkan Marxisme se-hidup²nja, sesegar-segarnja, serasi dengan djiwa dan gaja Indonesia, sehingga Marxisme itu bertjorak, berwarna dan berbunji Indonesia, sehingga setiap Rakjat Indonesia akan mera- sakannja sebagai sesuatu jang tidak asing, sesuatu jang tepat. Djika rentjana jang dikemukakan ini bisa dilaksanakan maka kita akan madju djauh dalam menjatukan fikiran didalam Partai, dalam membulatkan ideologi Partai. Sebagaimana dikatakan oleh kawan Aidit persatuan dalam Partai adalah sjarat mutlak untuk me- laksanakan tugas² Partai". Djika rentjana ini kita laksanakan, mąka kita akan terbebas dari perdebatan² jang tidak perlu, dan kita akan mempersoalkan semua

soal kita dengan titikpangkal jang satu dan sama, dengan landas

an jang satu dan sama. Ini akan lebih mendewasakan Partai kita.

Mari kita achiri keadaan didalam Partai kita dimana kader² dan

anggota² kurang beladjar atau terkadang tidak beladjar samasekali.

Sebagaimana dikatakan kawan Chrusjov, tidak beladjar itu me- nandakan kemalasan djiwa. Mari kita laksanakan rentjana pendi-

dikan, mari kita lakukan gerakan beladjar ini dengan sembojan

barangsiapa tidak beladjar, dia sesungguhnja sudah mati sebelum mati". Mari kita semua beladjar, dengan teratur, terpimpin dan ber- tudjuan.

77 didalamnegeri, tentang adanja 3 kekuatan jang berimbang dan 3 laporan Kawan D.N. Aidit tentang perimbangan kekuatan politik Sidang pleno ke-IV CC membenarkan analisa jang djelas dalam II ekonomi kaum kapitalis besar Belanda. dalamnegeri, terutama dalam hubungan melikwidasi kekuasaan sia jang kuat per-tama² ditudjukan untuk kepentingan Rakjat di-Komunis harus mendorong agar kedudukan internasional Indone- utama diantara negara² Asia-Afrika. Bersamaan dengan itu kaum memperkuat kedudukan Indonesia diantara negara² didunia, ter- nialisme dan politik perdamaian jang lebih aktif lagi, untuk lebih untuk mendorong agar Indonesia mendjalankan politik anti-kolo-Pada waktu sekarang adalah mendjadi tugas penting dari Partai keluar dan reaksioner kedalam. mereka jang mau mendjalankan politik bermukadua, jaitu madju binet Ali Sastroamidjojo ke-2 jang bebas dan aktif, serta mengutuk Sidang pleno ke-IV CC menghargai politik luarnegeri dari ka- sionalis dan oleh seluruh massa Komunis. sudah disetudjui oleh sebagian besar massa Islam dan massa Na- dalam perdjuangan se-hari² Rakjat Indonesia sebagai program jang madju daripada jang lain, ke-dua²nja dapat didjadikan pegangan gram kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, walaupun jang satu lebih troamidjojo ke-2. Program putusan Kongres Rakjat ke-I dan pro- ke-I pada bulan Agustus 1955 dan terbentuknja kabinet Ali Sas- penting, jaitu berlangsungnja Kongres Rakjat Seluruh Indonesia Didalamnegeri laporan Politbiro menggambarkan dua kedjadian merdekaan nasional dan oleh keruntuhan sistim kolonial-imperialis. ga ditandai oleh perkembangan jang luarbiasa dari gerakan ke-Sidang berpendapat, bahwa situasi internasional dewasa ini dju- meredakan ketegangan internasional. (PKSU) merupakan sumbangan jang sangat penting dalam usaha diseluruh dunia. Kongres ke-XX Partai Komunis Sovjet Uni nasional, dan terutama telah merebut hati umatmanusia tjintadamai jang memberikan sumbangan² penting bagi keredaan situasi inter- se-kurang²nja ia telah membikin subur politik bebas dan netral menerima atau belum menerima sepenuhnja adjakan itu, tetapi tjahnja perang. Meskipun masih ada negara² Barat jang belum apa sadja jang dapat dikerdjakan bersama guna mentjegah pe- dengan hati terbuka untuk mentjari dan merundingkan bersama sistim dunia. Negara² kubu sosialis mendekati bangsa² dan negaraa Sistim sosialis jang dipelopori oleh Sovjet Uni sudah mendiadi

76 rakan Rakjat dan mengembangkan Partai. takan adanja kemungkinan² jang luas untuk mengembangkan ge-

pleno ke-IV CC membenarkan kesimpulan Politbiro jang menja-

Mengenai situasi internasional dan situasi dalamnegeri, sidang I teori Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia. politik dan organisasi, dengan Partai jang mampu menghubungkan sanakan dengan Partai jang bersatu dalam ideologi, bersatu dalam djawab itu akan dapat dipenuhi dan tugas² itu akan dapat dilak- sesudah Partai mendjadi Partai Komunis jang besar. Tanggung- nja tanggungdjawab dan pekerdjaan² jang dihadapi Partai, djustru Disamping itu sidang pleno CC memperingatkan semakin berat- menguntungkan perdamaian dan kemerdekaan. isme jang merupakan pergeseran demokratis dan progresif jang bulnja front persatuan internasional anti-perang dan anti-kolonial-Sidang pleno ke-IV CC ini menjimpulkan dengan gembira tim- nja Rakjat dan pemuda² Indonesia pada tudjuan Revolusi Agustus. kekuatan Rakjat Indonesia pada waktu achir² ini dan tetap setia-Sidang pleno CC mengkonstatasi dengan gembira tumbuhnja lam laporan tersebut. lapangan politik, organisasi dan ideologi jang disimpulkan da- membenarkan dan menjokong sepenuhnja tugas" baru dalam ke-V PKI dan putusan² sidang² pleno CC jl; aktivitet nja dalam melaksanakan putusan² Kongres Nasional membenarkan dan menerima garis politik dari Politbiro dan mutuskan : IV Central Comite PKI jang diperluas, pada achir Djuli 1956 me-TUNTUTAN2 REVOLUSI AGUSTUS 1945", sidang pleno ke-Politbiro tentang BERSATU UNTUK MENJELESAIKAN poran Kawan D.N. Aidit, Sekretaris Djendral CC PKI atasnama Setelah mendengarkan dan mendiskusikan setjara mendalam la- jang diperluas Sidang Pleno ke-IV Central Comite PKI Resolusi tentang laporan umum Politbiro kepada

konsep dalam hubungan dengan penjelesaian Revolusi Agustus

  1. Jang pertama, jalah konsep kekuatan kepalabatu, konsep kaum feodal dan komprador jang menghendaki satu negara jang hanja bentuknja merdeka, tetapi hakekatnja tunduk kepada imperialisme. Pendukung konsep ini mendjalankan politik anti-Komunis dan anti-Rakjat. Jang kedua, jalah konsep kekuatan progresif, konsep kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan kaum intelektuil revolusioner, jang bertudjuan melaksanakan semua tuntutan Revolusi Agustus, jaitu melaksanakan sembojan ,Hapuskan imperialisme dan feodalisme sampai ke-akar²nja". Jang ketiga, jalah konsep kekuatan tengah, konsep burdjuasi asional jang mempunjai pertentangan dengan kaum imperialis, dengan kaum komprador dan dengan tuantanah, jang menghendaki perubahan², tetapi maksudnja jalah membela kepentingan sendiri untuk perkembangan kapitalisme nasional. Laporan tersebut membuktikan dengan majakinkan, bahwa watak daripada revolusi Agustus 1945 adalah nasional dan demok- ratis, anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Pidato Bung Karno jang diutjapkan dekat sebelum petjahnja revolusi dan isi Undang² Dasar Republik Proklamasi, walaupun dengan samar², membuktikan kebenaran analisa tersebut. Tindakan² massa ketika revolusi berlangsung lebih mejakinkan tentang watak revolusi jang demikian itu. Sesuai dengan analisa tsb. diatas, laporan menetapkan bahwa konsep PKI dan semua kaum progresif dalam menjelesaikan
    tuntutan² Revolusi Agustus, jalah menghapuskan imperialisme dan feodalisme. Ini adalah konsep Rakjat. Berdasarkan konsep ini, mereka jang tidak anti-imperialisme dan tidak anti-feodalisme adalah anti-Rakjat, anti-Revolusi Agustus 1945. Dengan ketadjaman Leninis, laporan itu selandjutnja menganalisa hubungan satusamalain antara ketiga kekuatan pokok tadi, sehingga dilengkapilah sembojan² dan tugas? daripada revolusi itu dan menarik kesimpulan politik jang djelas dan sederhana, jang sepenuhnja dibenarkan sidang pleno CC sebagai garis politik Partai, jaitu dengan sekuat tenaga dan dengan tidak djemu²nja mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mementjilkan kekuatan kepalabatu. Terhadap sementara orang diluar Partai jang menjatakan dirinja tidak pro-imperialis, tetapi hanja anti-Komunis, diadjak untuk me- nindjau kembali sikap anti-Komunisnja itu. Sikap anti-Komunis,

jaitu anti golongan jang paling konsekwen anti-imperialis, sedar atau tidak sedar berarti membantu imperialis. Laporan tersebut mejakinkan supaja kaum Komunis Indonesia tidak menjamaratakan semua anggota dan pemimpin partai² kepalabatu dan supaja tindakan²nja berpegangan pada kenjataan bahwa didalam partai² jang mewakili kekuatan kepalabatu dan kekuatan tengah terdapat berbagai golongan, jaitu golongan kiri, tengah dan kanan. Untuk dapat mempersatukan kekuatan jang se- banjak²nja, kaum Komunis Indonesia harus menganalisa golongan² tersebut agar setiap waktu dapat menentukan sikap jang tepat supaja dapat mempersatukan semua jang bisa dipersatukan dan supaja sasaran dibikin se-ketjil²nja, supaja jang dipentjilkan hanja jang benar² berkepalabatu. Sidang menjambut dengan gembira dikemukakannja rol pemuda dan intelektuil revolusioner dalam hubungan dengan melaksanakan tuntutan² Rakjat sekarang dan melaksanakan tuntutan² revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Ini berarti bahwa Partai harus bekerdja baik dikalangan pemuda dan inteligensia, disamping terus memperbaiki pekerdjaannja dikalangan kaum buruh, tani, wanita dan massa Rakjat lainnja. Sidang pleno ke-IV CC membenarkan politik jang lebih terang terhadap burdjuasi nasional, jaitu mendorong sifat²nja jang madju, jang anti-kolonialisme dan anti-feodalisme, disamping itu meng- kritik sifat²nja jang setengah² dan tidak konsekwen, serta jang merusak persatuan nasional. Kritik tidak boleh ditudjukan terhadap soal² jang tidak prinsipiil, dan kritik kepada burdjuasi nasional haruslah dimaksudkan untuk memperkuat persatuan nasional. Sidang pleno ke-IV CC membenarkan kesimpulan, bahwa : Berdasarkan analisa tentang pengaruh partai² politik atas massa dinegeri kita, kita memperdjuangkan persatuan massa Islam (dan aliran keagamaan pada umumnja), massa Nasionalis dan massa Komunis dalam perdjuangan melawan imperialisme dan feodalisme. Berdasarkan analisa tentang klas² dinegeri kita, kita memperdjuangkan persatuan antara kaum buruh, tani, burdjuasi ketjil kota, kaum intelektuil revolusioner dan burdjuasi nasional, jaitu persatuan antara kekuatan progresif dengan kekuatan tengah. III Sidang pleno ke-IV CC berdasarkan laporan Kawan D.N. Aidit menundjukkan perlu segera diatasinja suatu kekurangan didalam Partai, jaitu kekurangan dalam memahamkan saling-hubungan antara Program Umum Partai dengan Program Tuntutan Partai.

81 didalam Parlemen, tapi djuga dan terutama dalam membangkitkan damai tidak berarti bahwa Partai harus hanja bekerdja lebih giat kemungkinan peralihan kesistim kekuasaan Rakjat lewat djalan peralihan setjara parlementer kesistim kekuasaan Rakjat. Adanja reaksioner dalam dan luarnegeri jang menentang terwudjudnja seluruh Rakjat harus waspada terhadap maksud² djahat dari kaum agar kemungkinan ini mendjadi kenjataan, tetapi djuga PKI dan lah suatu kemungkinan. PKI akan berdjuang dengan sekuat tenaga dari keadaan Indonesia sekarang kesistim kekuasaan Rakjat, ada-jang madju diberbagai lapangan. Peralihan setjara parlementer bar propaganda, tapi djuga untuk memperdjuangkan tuntutan² kan bahwa Partai memandang Parlemen tidak hanja sebagai mim-Tentang perdjuangan parlementer laporan Politbiro mendjelas- setoran), turun bunga dan kenaikan upah bagi buruhtani. jang terpenting bagi kaum tani jalah tuntutan turun sewa (turun Tentang soal tanah dan gerakan tani pada waktu ini politik PKI lan berunding dan bukan melakukan politik ,,tangan besi". pemerintah supaja dalam menghadapi aksi² Rakjat menempuh dja- bungan ini PKI mengusulkan kepada pemerintah dan pendjabat² lah bagian terpenting dalam Program Tuntutan PKI. Dalam hu-Kebebasan² demokratis untuk Rakjat dan organisasi² Rakjat ada-jang bonafide. mi negara dan adanja proteksi dan fasilitet bagi kapitalis² nasional kapitalis besar asing, dimana ada djaminan peluasan sektor ekono- ekonomi untuk seluruh bangsa jang bebas dari kekuasaan kaum kapitalis nasional", tapi untuk tingkat sekarang harus diartikan Mengenai ekonomi nasional tidak boleh diartikan ,,ekonomi an² industri berat milik negara. jang sekarang sangat banjak itu, supaja ditudjukan pada persiap- supaja membuka lapangan² pekerdjaan baru bagi parapenganggur tuantanah² dan hartawan² lainnja. Selandjutnja Plan Lima Tahun terutama harus diambil dari keuntungan kaum kapitalis asing, tidak menimbulkan padjak² baru bagi Rakjat pekerdja, melainkan tidak berakibat bertambah beratnja beban Rakjat pekerdja, supaja Mengenai Plan Lima Tahun Pemerintah, diperdjuangkan supaja mi jang lebih besar dan untuk merebut Irian Barat. nja seluruh kekuatan nasional untuk merebut kemerdekaan ekono-Pada pokoknja PKI menghendaki dimobilisasi dan dikoordinasi- haja jang datang dari kaum imperialis lainnja, terutama Amerika. ekonomi, dengan samasekali tidak melupakan untuk melawan ba- tindakan² tegas terhadap kaum kapitalis besar Belanda dilapangan Tentang pelaksanaan pembatalan KMB dituntut supaja diambir

80 waban jang tepat. njaan dan persoalan jang hidup dikalangan Rakjat mendapat dja-Dalam Program Tuntutan dan pendjelasannja berbagai perta- politik jang berpandangan djauh dan ulet. untuk kepentingan se-hari² dari massa, tetapi mendjadi pemimpin pembela jang setia dan jang selalu siap menghadapi perdjuangan elemen jang aktif dilapangannja masing2, tidak hanja mendjadi pegangan jang lebih terang untuk mengembangkan dirinja sebagai persatuan, setiap anggota dan tjalon-anggota Partai mendapat Program Tuntutan, serta fungsinja sebagai alas menggalang front perbedaan dan djelasnja hubungan antara Program Umum dan Sidang pleno ke-IV CC berkejakinan bahwa dengan djelasnja sebagai pedoman aksi² massa. nialisme, sebagai tuntutan kepada pemerintah jang berkuasa dan berunding dan bekerdja-sama dengan siapa sadja jang anti-kolo-Rakjat Seluruh Indonesia ke-I, sebagai alas (platform) untuk kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 dan dengan putusan² Kongres sun Program Tuntutan, jang banjak persamaannja dengan program sidang membenarkan bahwa berdasarkan Program Umum disu- sudah dirumuskan dalam Kongres Nasional ke-V Partai. Djuga tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja, jang lengkapnja Umum sebagai program djangka pandjang untuk menjelesaikan Sidang mejakini kebenaran pokok² pikiran mengenai Program demokratis. tingkat² ketjil dalam tingkat besar daripada revolusi nasional dan ekonomi dan politik djumlah jang terbanjak daripada Rakjat pada jaitu untuk mempersatukan Rakjat dan untuk memenuhi tuntutan² tetapi betapapun djuga seringnja ber-ubah² tugasnja adalah tetap, bisa ber-ubah² sesuai dengan perubahan dan perbedaan keadaan, imperialisme dan anti-feodalisme, sedangkan Program Tuntutan revolusi nasional dan demokratis, seluruh tingkat revolusi anti- kakan apa jang diperdjuangkan oleh Partai dalam seluruh tingkat Sidang membenarkan bahwa Program Umum Partai mengemu- ia bisa djadi lupa tudjuan. persoalan se-hari² dengan tidak melihat perspektif² dari revolusi, Tuntutan dengan Program Umum Partai, ia akan terlibat dalam sedaran politik dari massa untuk mengetahui hubungan Program memahami Program Tuntutan sadja dan tidak meningkatkan ke- salahan sektarisme. Sebaliknja bila seorang anggota Partai hanja pekerdja, ia akan mengisolasi Partai dari massa, ia membuat ke- pu memberikan pimpinan dalam perdjuangan se-hari² dari Rakjat Umum sadja, jaitu program djangka pandjang, ia tidak akan mam-Bila seorang anggota Partai hanja mempropagandakan Program

dan memobilisasi massa jang se-luas²nja, terutama massa kaum buruh dan kaum tani. Sidang pleno CC berpendapat bahwa tuntutan² Rakjat sekarang akan bisa lebih lantjar dilaksanakan oleh Pemerintah Koalisi Nasional, dalam mana semua klas revolusioner ikutserta, termasuk proletariat jang diwakili oleh PKI. Karena itu pada krisis² kabinet PKI akan menuntut pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional. Tetapi, tentang ikut atau tidak ikutnja PKI dalam kabinet tergan- tung pada dua soal : pertama, djika programnja mewakili kepentingan Rakjat dan kedua, djika komposisi kabinet mendjamin pelaksanaan program. Sidang pleno ke-IV CC membenarkan dan menjambut dengan gembira adanja perumusan tentang dasar untuk menjelesaikan masaalah sukubangsa dan minoritet keturunan asing didalam laporan Kawan D.N. Aidit, jaitu politik hak-sama bagi semua sukubangsa, tak perduli sukubangsa besar atau ketjil, serta politik hak-sama bagi semua warganegara. Untuk tingkat sekarang PKI dapat menjetudjui pelaksanaan ,otonomi daerah", tapi bersamaan dengan itu kita harus menjelidiki dan menjimpulkan persoalan sukubangsa² menudju pelaksanaan otonomi sukubangsa² dibawah pemerintah pusat jang bersifat kesatuan. Laporan djuga mengemukakan pentingnja rol kaum inteligensia, paraseniman dan pekerdja² kebudajaan lainnja jang bersemangat kerakjatan dalam perdjuangan untuk mentjapai Indonesia baru jang merdeka, bersatu, demokratis dan makmur. Sidang pleno ke-IV CC berpendapat bahwa didalam Program Tuntutan jang dirumuskan sebagai sembojan² aksi diwakili kepentingan² jang paling mendesak dari semua klas dan golongan jang revolusioner, jang demokratis dan patriotik diseluruh tanah- air. Pelaksanaan Program Tuntutan PKI akan mengembangkan semua kekuatan progresif, mempersatukan kekuatan progresif dengan kekuatan tengah dan hanja akan merugikan kekuatan kepala- batu dan madjikan²nja. Selandjutnja melalui pelaksanaan Program Tuntutan itu perdjuangan Rakjat Indonesia akan sampai kepada pelaksanaan program umum untuk menjelesaikan tuntutan² Revo- lusi Agustus sampai ke-akar²nja. IV Sidang pleno ke-IV CC sependapat dengan laporan Kawan

D.N. Aidit. bahwa Partai kita, dengan lebih dari sedjuta anggota dan setelah mengalami udjian berupa dua pemilihan umum jang lalu, termasuk salahsatu Partai Komunis jang besar didunia. Ke-
besaran PKI ini adalah pentjerminan dari kebesaran, tingginja kesedaran politik dan daja-organisasi dari Rakjat pekerdja Indonesia. Adalah sewadjarnja djika tiap Komunis Indonesia lelaki dan wanita merasa bangga mendjadi anggota PKI dan disamping itu menjedari, bahwa tanggungdjawabnja terhadap Rakjat dan bangsa semakin besar dan berat. Berpangkal pada sukses² jang telah ditjapai, klas buruh Indonesia akan lebih mampu mempertahankan dan memperluas kebebasan² demokratis untuk Rakjat dan organisasi² Rakjat, sebagai sjarat untuk melaksanakan dalil bahwa kebebasan klas buruh Indonesia dari penghisapan hanja bisa ditjapai dengan lebih dulu membebas- kan seluruh Rakjat dari penghisapan imperialis dan feodal. Laporan menjimpulkan bahwa setelah mendapat kemenangan dalam pemilihana umum jang lalu, sekarang sikap Partai kita mengenai tiap² soal diharapkan dan diperhatikan orang, sedangkan orang2 progresif mengharapkan tuntunan lebih banjak dari Partai kita. Sedar akan tanggungdjawab kita, kenjataan ini akan kita kembangkan dengan melipatgandakan kegiatan untuk membela kepentingan se-hari² daripada Rakjat, dengan meningkatkan ke- beranian, kewaspadaan, ketabahan, kebidjaksanaan dan keuletan dalam memperdjuangkan tuntutan² Rakjat jang dirumuskan dalam program Partai. Tugas² tersebut hanja mungkin bisa dilaksanakan dengan mem- badjakan persatuan didalam Partai, persatuan dalam ideologi, politik dan organisasi. Untuk ini laporan menekankan bahwa kewa- djiban kita jang terpenting sekarang jalah memeriksa kembali ba- risan Partai, mentjari dan menemukan kelemahan² Partai serta melikwidasi kelemahan² itu. Dilapangan organisasi, tugas jang sangat mendesak jalah meng- konsolidasi hasil² dari rentjana² peluasan keanggotaan dan organisasi Partai. Ini berarti bahwa semua anggota Partai harus segera diorganisasi dalam grup² Partai dan bahwa para tjalon-anggota jang sudah melalui masa-tjalonnja dengan baik harus ditingkatkan mendjadi anggota. Dan ini hanja mungkin djika Comite² Partai dengan segala Bagian²nja lebih diaktifkan dan diperkuat, dengan djalan menetapi ketentuan² dalam Konstitusi Partai tentang Kon- ferensi2 dan rapat² anggota, jang berarti sekaligus menghidupkan demokrasi-intern Partai. Dalam hubungan ini masaalah pemasukan iuran dan masaalah keuangan umumnja meminta perhatian lebih besar. Mengenai persatuan dilapangan politik, disimpulkan perlunja menitikberatkan pendidikan mengenai tugas menggalang front persatuan nasional jang tak dapat di-pisah²kan dengan tugas me-

Djakarta, 2 Agustus 1956 Sidang Pleno ke-IV CC PKI dalisme sampai ke-akar²nja". jang berpangkal pada sembojan Hapuskan imperialisme dan feo- dan selandjutnja melaksanakan semua tuntutan Revolusi Agustus jang mulia dan berat: mewudjudkan tuntutan² Rakjat sekarang kita, Partai Komunis Indonesia, akan mampu memenuhi tugasnja ke-IV CC jang bersedjarah ini mempunjai kejakinan bahwa Partai Berpedoman pada laporan Politbiro tersebut diatas, sidang pleno kritik menudju persatuan. Partai dengan berpangkal pada persatuan dan melalui kritik-self- didalam Partai. Kita melakukan perdjuangan ideologi didalam kawan memperbaiki diri dengan tudjuan mempersatukan fikiran dengan tulus ichlas untuk memperbaiki diri dan untuk membantu satunja kuku dengan daging. Kritik dan selfkritik harus dilakukan badan kolektif. tapi benar² mendjadi satu dengan Partai seibarat milihan badan pimpinan dan kalau ada ketegangan² dalam sesuatu mendjadi ,barang musiman" jang hanja diadakan kalau ada pe- pada pekerdjaan. Dengan demikian kritik dan selfkritik tidak lagi perseorangan. Kritik dan selfkritik haruslah terutama disasarkan satu²nja sasaran kritik dan selfkritik jalah sifat2 dan tingkahlaku kritik dan selfkritik, disamping itu mengachiri gedjala se-olah² petundjuk dalam laporan tentang kewadjiban mengembangkan Achirnja sidang pleno ke-IV CC menjambut dengan gembira lankan garis massa. Partai harus senantiasa mendasarkan diri pada massa, mendja- pinan kolektif dengan tanggungdjawab perseorangan dan bahwa pada prinsip sentralisme-demokratis, pada prinsip pemaduan pim- seorangan, dengan lebih menekankan perlunja senantiasa setia Sidang djuga memandang perlunja mentjegah pemudjaan per- perlunja ada kerdja kolektif dan pembagian pekerdjaan jang tepat. menjedari perlunja hidup berorganisasi dan berdisiplin, mengakui kan diri sendiri, mengakui harus adanja pimpinan jang memusat, harus memiliki sifat² klas buruh, jaitu sifat jang tidak mementing- ingat, bahwa tiap Komunis sebagai anggota Partai klas Buruh, anggota² DPR dan Konstituante, diserukan oleh laporan untuk an dan keinginan diri sendiri, misalnja dalam hubungan penentuan Tentang adanja beberapa kader jang menondjolkan kepenting-Comite² jang bersangkutan. djaan memimpin massa dengan melalui kritik dan selfkritik dan naris jang hendak memisahkan pekerdjaan Partai dengan peker- jang ada, harus diachiri kenjataan dikalangan sementara fungsio-Sidang sependapat dengan laporan bahwa berdasarkan gedjala

84 non-proletar lainnja didalam Partai. melawan ideologi tuantanah dan ideologi burdjuis serta ideologi hankan pendirian, pandangan dan metode klas buruh, pendidikan fundamentil Merxisme-Leninisme, pendidikan tentang memperta- kan bahwa hakekatnja adalah tetap, jaitu pendidikan tentang soal² tidak samanja isi peladjaran, laporan Kawan D.N. Aidit menekan-Tetapi bagaimanapun djuga banjaknja bentuk² pendidikan dan baik kembali. kepentingan dirinja sendiri, harus dianggap sebagai anggota jang kan selfkritik dan mau menempatkan kepentingan Partai diatas anggota Partai jang membikin kesalahan, djika bersedia mengada- menghadapi anggota Partai jang membuat kesalahan. Seorang bahajanja opportunisme kiri" dan peladjaran tentang tjara²nja mengkritik politik dan pimpinan Partai, peladjaran tentang ber-tentang tjara² jang keliru dan jang benar bila seorang anggota mau penjakit individualisme ber-lebih²an. Djuga dapat ditarik peladjaran samasekali dari kehidupan dan perdjuangan massa dan dihinggapi djaran betapa berbahajanja djika seorang anggota Partai terlepas ngenai siaran Kawan Alimin, anggota² Partai dapat menarik pela- terangan 3 Djuli 1956", jaitu keterangan Sekretariat CC PKI me- subjektivisme dan sektarisme. Dari gerakan mendiskusikan Ke- waktu² tertentu untuk mengatasi fikiran² burdjuis ketjil, fikiran² untuk mengadakan gerakan² pembetulan didalam Partai pada dilakukan oleh Partai. Berdasarkan pengalaman ini diputuskan dap Kawan Alimin jang mengetjam politik front persatuan jang Sidang membenarkan sepenuhnja sikap Sekretariat CC terha- dan siaran² lainnja dari Partai. Partai berdjalan lebih baik. Bahan untuk ini jalah harian² Partai berubah dengan tjepat, agar dengan demikian pelaksanaan taktik² tingnja pendidikan mengenai situasi jang dinegeri kita seringkali midjojo ke-2, dan membenarkan pendapat Politbiro tentang pen- pengalaman² Partai disekitar pembentukan kabinet Ali Sastroa-Sidang pleno CC djuga menarik peladjaran jang berharga dari njederhanaan matapeladjaran² dan penjempurnaan tjara² beladjar. jang tidak bisa dilupakan. Disamping itu sidang menjetudjui pe- memberikan semangat-Komunis dan pandangandunia-Komunis lu dihubungkan dengan praktek dan bahwa jang terpenting jalah sidang pleno ke-IV CC menjetudjui bahwa pendidikan harus sela- gota Partai. Setelah memeriksa kekurangan² diwaktu jang lalu, kan dalam laporan sebagai masaalah pendidikan bagi seluruh ang-Tentang persatuan dalam fikiran, persatuan ideologi, dikemuka-Kongres Nasional ke-V Partai. neruskan pembangunan Partai, sebagaimana diputuskan oleh

Resolusi tentang tulisan Redaktur Ekonomi Harian

Rakjat" tertanggal 5 Djuni, 21 Djuni dan 12 Djuli

1956 tentang Kemungkinan Peralihan Indonesia

ke Sosialisme" Laporan Politbiro Bersatu Untuk Menjelesaikan Tuntutan² Revolusi Agustus" jang disahkan oleh Sidang Pleno ke-IV Central Comite PKI antara lain mengandung kesimpulan bahwa masaalah kemungkinan peralihan Indonesia ke Sosialisme" seperti jang dinjatakan dalam tulisan Redaktur Ekonomi Harian Rakjat" pada tgl. 5 Djuni, 21 Djuni dan 12 Djuli 1956 telah dikemukakan setjara kurang tepat. Dalam membahas soal ini lebih dahulu harus djelas dimengerti apa jang sudah dirumuskan dalam Laporan Politbiro kepada Sidang Pleno ke-IV CC PKI. Sebagai suatu langkah peralihan untuk dapat melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 PKI memperdjuangkan terbentuknja suatu Pemerintah Koalisi Nasion- al tipe lama, jang didasarkan atas suatu Program Bersama jang madju seperti jang telah didjelaskan dalam Laporan Politbiro tsb. dan jang kemudian menudju kesatu sistim kekuasaan Rakjat jang akan mampu melaksanakan perubahan² sosial jang fundamentil. Laporan tsb. djuga telah mendjelaskan bahwa djika menurut kemauan kaum Komunis maka kita memilih peralihan dari keadaan Indonesia sekarang kesuatu sistim kekuasaan Rakjat setjara da- mai atau lewat parlemen.

Tulisan2 Redaktur Ekonomi "HR" tsb. telah memberi nilai jang

ber-lebih²an kepada arti dari apa jang dinamakan unsur² sosialis

dalam UUD Proklamasi dan UUDS RI seperti jang dinjatakan

terutama dalam tulisan chusus didalam Harian Rakiat" tgl. 5 Dju-

ni 1956. Akibatnja jalah bahwa dalam tulisan Harian Rakjat" tg.

12 Djuli setjara ber-lebih²an unsur² tsb. dinjatakan sebagai suatu

perumusan pokok dari peralihan sistim ekonomi Indonesia dari se- tengah-djadjahan ke Demokrasi Rakjat. Kesimpulan itu pada dasarnja disebabkan oleh dan dengan sen-

dirinja bisa menimbulkan akibat² adanja pandangan dan penger-

tian jang kurang menjedari rol memimpin dari klas buruh dan pe-

lopornja serta keharusan untuk. menggalang kekuatan massa terutama sekali kekuatan kaum tani. Tulisan pada tanggal 5 Djuni, jang menjatakan bahwa Sosialisme sebagai ide sekarang sudah menguasai sebagian besar umat- manusia, adalah benar. Djuga benar utjapan² dari P.M. Nehru dan P.M. Abdel Nasser jang menjatakan kehendak dan niat mereka untuk membangun masjarakat Sosialis dinegeri mereka. Le- pas dari sebab² apa mereka berbuat demikian, kita menghargai niat dan kemauan mereka untuk mengatur masjarakat dan ekonomi negeri mereka menurut prinsip² Sosialisme, sekalipun kita tidak ta- hu bagaimana tjara mereka hendak melaksanakannja. Demikian pula sikap kita terhadap niat beberapa partai lain jang mau membangun Šosialisme di Índonesia. Mengenai soal pembangunan Sosialisme kita kaum Komunis sudah mempunjai ilmu dan pengalamannja sendiri, jaitu Marxisme-Leninisme sebagaimana jang sudah diudji dan dibuktikan kebe- narannja oleh pengalaman praktek membangun masjarakat sosialis jang sekarang sudah mendjadi kenjataan di-negara² kubu sosialis. Menurut ilmu dan pengalaman Marxis-Leninis peralihan kesistim kekuasan Rakjat hanja bisa dilaksanakan oleh suatu kekuatan massa jang berdasarkan persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Menurut ilmu dan pengalaman Marxis-Leninis, industrialisasi sosialis tidak mungkin bisa dilaksanakan sebagaimana mestinja tanpa membebaskan dan mengembangkan seluruh kekuatan² produktif anti-feodal di-desa2. Ilmu dan pengalaman ini adalah suatu kebenaran umum jang djuga sepenuhnja berlaku untuk Indonesia. Mengenai keadaan di Jugoslavia jang djuga dikemukakan dalam tulisan pada tanggal 12 Djuli tjukup kiranja ditegaskan bahwa negeri itu dibawah pimpinan Liga Komunis Jugoslavia sekarang se- dang berusaha mengatasi segala kesukaran terutama dalam la- pangan agraria, dalam membangun Sosialisme. Laporan Politbiro pada Sidang Pleno ke-IV CC PKI telah djelas menundjukkan perspektif perkembangan revolusi Indonesia di- masa datang dalam proses peralihannja kekekuasaan Rakjat, sebagai persiapan untuk peralihan ke Sosialisme. Dengan adanja koreksi ini maka pikiran² dan pandangan² jang kurang tepat jang ada didalam dan jang ditimbulkan oleh tulisan² Redaktur Ekonomi Harian Rakjat" tsb. hendaknja selekasnja bisa dihilangkan. Sidang Pleno ke-IV CC PKI Djakarta, 2 Agustus 1956.

89 88

Djakarta, 2 Agustus 1956. Central Comite PKI Sidang Pleno ke-IV Bachtaroeddin. lon-anggota CC) sebagai anggota CC, pengganti almarhum Kawan Disamping itu Central Comite menetapkan Kawan Siswojo (tja- sidang pleno ke-I CC pilihan Kongres Nasional ke-V PKI. Anggota² Politbiro CC tetap terdiri dari kawan² jang dipilih oleh

6.
Siswojo, anggota CC.

5.
Jusuf Adjitorop, anggota CC, Sudisman, anggota Politbiro,4. Njoto, Wakil Sekretaris Djenderal II CC, 3.

2.
M.H. Lukman, Wakil Sekretaris Djendral I CC,
1.
D.N. Aidit, Sekretaris Djendral CC, Central Comite terdiri dari kawan²:
kan Sekretariat Central Comite, dengan menetapkan Sekretariat ideologi, politik dan organisasi, memutuskan untuk menjempurna- dengan mendalam mendiskusikan tentang tugas² Partai dilapangan Sekretaris² Comite² Daerah Besar jang bukan anggota CC, setelah Sidang Pleno ke-IV Central Comite PKI jang diperluas dengan

Sekretariat Central Čomite PKI Tentang Penjempurnaan Resolusi

Djakarta, 2 Agustus 1956.

Central Comite PKI Sidang Pleno ke-IV

Indonesia. dajaan, jang dapat didjadikan kebanggaan semua orang progresif jang tidak begitu lama di Djakarta dapat didirikan Gedung Kebu- tersebut dan membantu dengan se-dapat²nja agar dalam waktu patisan PKI diseluruh Indonesia supaja menjambut hangat seruan Pleno ke-IV CC PKI menjerukan kepada semua anggota dan sim- waktu jang tidak lama lagi supaja mengeluarkan seruan. Sidang minar² tentang kebudajaan Rakjat. Untuk ini Politbiro dalam pameran2, latihan² dan pertundjukan2 kesenian, tjeramah² dan se-dapat digunakan oleh PKI sendiri djuga dapat digunakan untuk lainnja untuk mendirikan satu Gedung Kebudajaan, jang disamping mengorganisasi gerakan pengumpulan keuangan dan sokongan² lik Indonesia, Sidang Pleno CC memutuskan supaja Politbiro Disamping usaha diatas, chusus untuk keperluan ibukota Repub- gunakan untuk perkembangan kebudajaan Rakjat. dakan atau memperbanjak gedung² pertemuan jang dapat diper- menuntutkan kepada pemerintah Pusat dan Daerah supaja menga- antara lain agar PKI lebih sungguh² lagi memperdjuangkan dan tang kebudajaan. Oleh karena itu sidang pleno CC memutuskan latihan2 dan pertundjukan² kesenian, tjeramah² dan seminar² ten~ rangnja gedung pertemuan jang dapat digunakan untuk pameran², kebudajaan kader² PKI jalah karena tidak adanja atau sangat ku-

kembangan kehidupan kebudajaan Rakjat dan peningkatan taraf

njimpulkan, bahwa salahsatu sebab jang mendjadi penghalang per-

Sidang pleno ke-IV CC PKI dalam salahsatu diskusinja me-

Resolusi Tentang Gedung Kebudajaan

Resolusi Tentang Kawan Alimin Sidang pleno ke-IV Central Comite PKI jang diperluas, setelah mendengar dan mendiskusikan setjara mendalam laporan Politbiro tentang keterangan Sekretariat CC ttg. 3 Djuli 1956 menge- nai siaran Kawan Alimin ttg. 25 Maret 1956, membenarkan sepenuhnja keterangan Sekretariat CC tersebut. Selandjutnja sidang pleno djuga membenarkan diserahkannja soal ini oleh Politbiro kepada Komisi Kontrol Pusat (KKP) untuk memeriksa lebih landjut tuduhan² Kawan Alimin, terutama jang berhubungan dengan tuduhan bahwa Pimpinan Partai dibeberapa daerah (Djawa Barat dan Djawa Tengah) se-olah² dengan senga- dja tidak menghidupkan demokrasi intern Partai dan mengisolasi kader² jang sanggup bekerdja. Sidang pleno berpendapat bahwa Komisi Kontrol Pusat telah dengan teliti memeriksa tuduhan² tersebut. Dari laporan KKP sidang pleno CC mendjadi lebih jakin bahwa semua tuduhan dan dugaan Kawan Alimin adalah tidak beralasan dan bertentangan dengan kenjataan, karena pada pokoknja menu- rut pengakuan Kawan Alimin sendiri tuduhan² itu didasarkan atas keterangan beberapa orang jang belum diselidiki kebenarannja. Hal ini diperkuat oleh laporan anggota² CC jang memimpin Par. tai di-daerah², termasuk pemimpin² Partai di Djawa Tengah dan Djawa Barat. Tentang pelaksanaan demokrasi intern Partai jang digambar- kan oleh Kawan Alimin seolah-olah tidak ada sedjak tahun 1951 sampai sekarang, sidang pleno CC menganggap perlu untuk me- negaskan bahwa djustru dibawah pimpinan Partai sekarang pada tahun 1951 untuk pertama kalinja disusun Konstitusi Partai jang mendjamin adanja kehidupan demokrasi intern Partai. Disamping itu dalam tiap² sidang CC, dalam berbagai tulisan pemimpin² Partai dan dalam aktivitet se-hari2 tidak henti²nja pimpinan Partai sekarang mendidik anggota² Partai supaja mengembangkan kehidupan demokrasi intern Partai. Dalam hal ini djustru Kawan Alimin sendiri jang samasekali tidak berusaha untuk ikut mengembangkan kehidupan demokrasi intern Partai, dengan menolak tiap usaha Partai untuk membikin supaja Kawan Alimin ambil bagian

disalahsatu organisasi Partai, sesuai dengan kemampuan Kawan Alimin. Adalah satu tuduhan jang kedji dari Kawan Alimin terhadap pimpinan Partai jang seolah-olah mengisolasi kader² jang sanggup bekerdja, jang pintar dan berpikiran sehat supaja djangan berpe- ngaruh dan djangan lebih banjak bekerdja bagi kemadjuan Partai. Laporan KKP maupun laporan anggota² CC jang memimpin Partai didaerah-daerah membuktikan tidak benarnja tuduhan ini. Apa jang dimaksudkan oleh Kawan Alimin dengan ,isolasi", setelah mendengar laporan pemeriksaan KKP jang diperkuat oleh laporan anggota2 CC jang. memimpin Partai di-daerah², sebetulnja tidak lain daripada pelaksanaan politik kader berhubung dengan mutasi² dan promosi² jang wadjar dan memang sangat diperlukan. Jang dimaksudkan Kawan Alimin dengan klik" sebetulnja adalah hu- bungan kerdja dan pembagian pekerdjaan jang biasa dan jang memang diperlukan didalam Partai. Pengalaman dengan Kawan Alimin ini membikin bertambah dje- las betapa tepatnja politik Partai sekarang jang tidak henti²nja menekankan pentingnja semua anggota Partai setia pada Konstitusi Partai, supaja masuk dan bekerdja aktif disalahsatu organisasi Partai, sebagai sjarat mutlak untuk ikut menghidupkan dan ambil bagian dalam kehidupan demokrasi intern Partai. Sesuai dengan keterangan 3 Djuli 1956 dari Sekretariat CC, sidang pleno menjerukan kepada seluruh anggota Partai supaja tidak henti²nja memperkuat Partai dan memperkuat front persatuan sebagai sjarat mutlak untuk kemenangan Revolusi Indonesia, dan dengan sekuat tenaga melikwidasi fikiran² subjektif dan sektaris dalam bentuk anti front persatuan seperti jang dinjatakan oleh Kawan Alimin. Sidang pleno CC sepenuhnja membenarkan sikap Politbiro CC jang selama ini dengan sangat sabar dan telaten berusaha supaja Kawan Alimin tetap berada dalam barisan Partai, tidak terputus sedjarahnja sebagai anggota Partai dan tetap menempuh djalan jang benar, djalan untuk kemenangan revolusi dan Rakjat Indonesia. Sidang pleno djuga membenarkan keputusan KKP untuk mem- batasi tindakan disiplin kepada Kawan Alimin hanja berupa per- ingatan, selama masih ada tanda² kesediaan Kawan Alimin untuk menempatkan kepentingan Partai diatas kepentingan dirinja, se- bagaimana terbukti dengan surat pengakuan salahnja tanggal 10 Djuli 1956.

93 sebagai berikut : ini tjukup dikemukakan beberapa hal sadja jang diantaranja wan Alimin tsb. banjak jang perlu dibahas, tetapi untuk kali

V. Mengenai bahan (materi) jang dikemukakan dalam siaran Ka-

rena sahabat lama. tai jang kebetulan dikenalnja dari dekat, kebanjakannja ka- bikin hubungan² sendiri dengan sedjumlah ketjil anggota² Par-Kawan Alimin, ia terus membuka ,praktek sendiri", dan mem- ringatan Sekretariat Central Comite ini tidak diperhatikan oleh tek sendiri", supaja ia mengindahkan organisasi Partai. Pe- memperingatkan supaja Kawan Alimin tidak membuka prak- tral Comite PKI. Sekretariat Central Comite sudah sering nja sendiri, sudah sering diperingatkan oleh Sekretariat Cen- segala sesuatu tidak kepada organisasi Partai tetapi pada diri- samasekali tidak mengindahkan kolektif, jang memusatkan Sebetulnja tjarakerdja Kawan Alimin jang individuil, jang mite PKI sudah mengetahui adanja siaran tsb. kan siarannja sesudah ia tahu bahwa Sekretariat Central Co- tudjui tjarakerdja Kawan Alimin. Kawan Alimin baru memberi- ri anggota Partai jang menerima siaran tsb. jang tidak menje- jang pertama kali tidak dari Kawan Alimin sendiri, tetapi da-Central Comite PKI menerima siaran Kawan Alimin tsb. untuk an dengan dirinja dan kepada orang2 luar Partai. Sekretariat menjebarkan siaran itu kepada anggota² Partai jang berdekat- oleh Kawan Alimin, jaitu dengan membikin siaran sendiri dan tapi, pemakaian hak² ini tidak seperti jang sudah dilakukan tai". Demikian a.l. dinjatakan oleh fasal 7 Konstitusi PKI. Te- hak Mengkritik tiap² fungsionaris Partai dalam rapat² Par-Partai, sampai kepada Central Comite", dan tiap² anggota ber- mengadjukan usul atau keterangan² kepada tiap organisasi rapat² Partai dan penerbitan Partai", tiap² anggota berhak dan luas tentang masaalah² pelaksanaan politik Partai dalam gota berhak untuk Ambil bagian dalam diskusi² jang bebas Konstitusi Partai. Konstitusi PKI mendjamin, bahwa tiap² ang-Kawan Alimin sudah melanggar ketentuan² jang ada dalam IV. Mengenai tjaranja menjusun dan memadjukan kritik, memang adalah sbb : nar. Tentang ini pendjelasan Sekretariat Central Comite PKI kan kritik maupun dilihat dari sudut materinja adalah tidak be-Maret 1956 itu, dilihat dari tjaranja menjusun dan memadju- annja, Kawan Alimin mengakui bahwa siarannja tanggal 25 tariat Central Comite ini. Dalam pernjataan pentjabutan siar- anggota dan tjalon-anggota PKI menerìma pendjelasan Sekre-

logi, politik dan organisasi Partai. Demikianlah hendaknja tiap²

perintang dalam usaha untuk mentjapai kebulatan dalam ideo-

djadi teranglah satu soal jang selama ini merupakan salahsatu

chalajak ramai. Dengan mendjadi umumnja soal ini, akan men- anggota², tjalon-anggota² dan simpatisan² PKI serta kepada

tuk mendjelaskan pendiriannja terhadap siaran tsb. kepada

maka adalah kewadjiban Sekretariat Central Comite PKI un-

III. Karena siaran Kawan Alimin tsb. sudah diumumkan oleh pers,

hari ini djuga disampaikan kepada pers.

Kawan Alimin terhadap siarannja tanggal 25 Maret 1956 pada

menjatakan mentjabut siaran tsb. Pernjataan pentjabutan oleh tanggal 10 Mei 1956, dimana Kawan Alimin dengan tertulis Kawan Alimin dengan Sekretariat Central Comite PKI pada sudah selesai berhubung siaran tsb. sudah didiskusikan antara Kawan Alimin tsb., karena berpendapat bahwa persoalannja Comite PKI menganggap tidak perlu mengumumkan siaran II. Perlu diterangkan, bahwa pada mulanja Sekretariat Central tuk dimuat selengkapnja kepada redaksi Harian Rakjat". riat Central Comite PKI kepada pers, djuga disampaikan un- ini djuga siaran Kawan Alimin tsb. disampaikan oleh Sekreta- sekarang dan mengetjam pimpinan PKI sekarang. Pada hari mengetjam politik front persatuan jang didjalankan oleh PKI tertanggal 25 Maret 1956, jaitu siaran jang pada pokoknja terbit di Djakarta disiarkan kutipan² dari siaran Kawan Alimin

I. Pada hari ini, 3 Djuli 1956, oleh harian Indonesia Raya" jang
Tanggal 25 Maret 1956

Keterangan Central Comite PKI Mengenai Siaran Kawan Alimin

Lampiran 李 Djakarta, 1 Agustus 1956. Central Comite PKI Sidang Pleno ke-IV Alimin berada didalam barisan Partai.

Partai kita, memang sudah tidak pada tempatnja lagi Kawan

tingan Partai diatas kepentingan dirinja, maka untuk kebaikan

tidak ada kesediaan Kawan Alimin untuk menempatkan kepen-

Sebaliknja, djika kemudian ternjata bahwa samasekali sudah

A. Perlu dinjatakan bahwa kalimat² jang digunakan dalam siaran tsb. adalah ruwet sehingga siaran tsb. dengan djelas sekali menggambarkan keruwetan fikiran dari sipenjusun. Di- samping itu, karena keruwetan bahasanja, adalah sukar me- nangkap apa jang dimaksudkan oleh penulisnja dengan kalimat²nja. Tetapi, beberapa pokok fikiran jang dikemukakan dalam tulisan tsb. tidak sukar menangkapnja apalagi djika sudah mengenal Kawan Alimin dari dekat.
B. Dalam siarannja Kawan Alimin mengatakan, bahwa PKI dilahirkan guna menentang right-opportunism dan mentje- gah langsungnja aliran centriśme". Djika ini benar, alangkah terbatasnja tudjuan PKI, jaitu didirikan hanja. untuk mene- tang oportunisme kanan dan centrisme! Selain daripada itu, tiap² anggota PKI jang mengerti sedjarah PKI tahu, bahwa penjakit jang terpokok, terutama ketika PKI baru didirikan, jalah penjakit ,oportunisme kiri". Karena penjakit inilah, di- masa jang lampau Partai sering melakukan tindakan² jang belum waktunja, jang kesusu, dan akibatnja membikin Partai mendjadi terisolasi dari massa dan memudahkan kaum provo- kator memprovokasi Partai. Tentanġ oportunisme kiri ini Kawan Alimin sepatahpun tak menjebutnja didalam siarannja. Mau tidak mau timbul pertanjaan: Apakah dengan siaran tsb. dimaksudkan untuk menghidupkan oportunisme kiri" kem- bali didalam Partai dan dengan demikian membuka pintu untuk memudahkan masuknja berbagai provokasi jang memang sekarang dengan giat sedang disiapkan oleh kaum reaksioner?
C. Kawan Alimin mengedjek politik persatuan jang sekarang didjalankan oleh PKI dan tidak setudju politik kerdjasama antara proletariat dengan klas² dan golongan² lain (dinama- kan oleh Kawan Alimin politik ,klas-kollaborasi"). Mengenai ini, umumnja anggota² dan tjalon-anggota² PKI mengerti, bahwa pada waktu sekarang adalah kewadjiban tiap² Komunis untuk mengadakan kerdjasama (kollaborasi) antara proletariat dengan klas² dan golongan² lain, jaitu antara proletariat dengan kaum tani, burdjuasi ketjil kota, intelektuil revolusioner dan burdjuasi nasional, atau kerdjasama antara PKI dengan partai2 demokratis lainnja. Hanja dengan adanja front persa- tuanlah kewadjiban PKI dalam keadaan seperti Indonesia sekarang akan dapat dilaksanakan, jaitu kewadjiban mengusir seluruh kekuasaan imperialis dan menghapuskan kekuasaan feodal. Kenjataan sekarang menundjukkan, bahwa jang anti- imperialisme dan anti-feodalisme bukan hanja proletariat, tetapi djuga klas² dan golongan² lain, bukan hanja PKI, tetapi
djuga partai², golongan² dan perseorangan² jang demokratis dan patriotik lainnja. Djika dalam kenjataannja memang ada klas² dan golongan² lain diluar proletariat jang anti-imperialis- me dan anti-feodalisme, mengapa proletariat dan PKI tidak harus bersatu dengan mereka. Kawan Alimin membantah satu kebenaran jang sangat sederhana, jaitu, bahwa tidak akan ada kemerdekaan klas kalau tidak ada kemerdekaan nasional. Kawan Alimin menginginkan supaja PKI sekarang meng- gunakan ,,demokrasi proletar" jang berarti ,demokrasi sosialis" dan supaja PKI melarang keras berlakunja sistim exploitasi atas seorang oleh orang lainnja. Ini menundjukkan bahwa Kawan Alimin tidak sedikitpun mengerti tentang tingkat revolusi Indonesia sekarang, jaitu tingkat revolusi jang masih bersifat nasional dan demokratis, dan bukan tingkat revolusi proletar atau revolusi sosialis.

D. Kawan Alimin dalam siarannja menjatakan ,,supaja se- mua anggota Partai dapat berbitjara dan mengeluarkan pendapat se-luas²nja". Hal ini didjamin oleh Konstitusi Partai, jaitu Konstitusi jang dibikin dibawah pimpinan Partai sekarang, dan hal ini didalam praktek selalu digunakan oleh sebagian besar anggota² dan tjalon-anggota² PKI. Pimpinan Partai tidak henti²nja mendorong supaja hak tsb. digunakan se-baik²nja oleh setiap anggota Partai dengan djalan ambil bagian jang aktif dalam kehidupan intern Partai. Tetapi adalah keliru, djika keleluasaan ,berbitjara dan mengeluarkan pendapat" disamakan dengan liberalisme seperti jang selama ini dilakukan oleh Kawan Alimin, jang djika di- teruskan pasti berakibat merusak disiplin Partai dikalangan sebagian anggota² Partai. Jang didjamin Konstitusi Partai bukanlah keleluasaan untuk me-nusuk² anggota² Partai supaja memetjahbelah Partai dan memetjahbelah front persatuan. Ini bukan keleluasaan berbitjara dan mengeluarkan pendapat seperti jang didjamin oleh Konstitusi Partai. Ini bertentangan dengan Konstitusi Partai.
E. Bagi pimpinan PKI, kedjadian disekitar siaran Kawan Ali- mìn tsb. bukanlah sesuatu jang mengedjutkan, karena Kawan Alimin sudah lama dikenal didalam Partai sebagai seorang jang tidak mau terikat oleh organisasi Partai, jang selamanja minta dispensasi dari disiplin Partai jang ringan sekalipun, jang pada hakekatnja menolak disiplin. Ia mengandjurkan supaja orang lain memegang disiplin, tetapi bagi diri sendiri supaja diberi- kan dispensasi.

96 97

(Alimin) Saja, Djakarta, 10 Djuli 1956. 10 Djuli 1956. lam diskusi jang bersifat terbuka dengan wakil CC tanggal datangani ini, saja buat setelah mejakini kesalahan² saja, dida-

4.
Pengakuan jang saja rumuskan dengan tertulis dan saja tan- langan barisan Partai. dilalaikan perdjuangan melawan opportunisme ,kiri" dika- kit opportunisme kanan dan centrisme, sedikitpun tidak boleh

3.
Saja mengakui, bahwa disamping pentingnja melawan penja-PKI. litik Partai jang telah disahkan oleh Kongres Nasional ke-V 1956 tersebut, saja akui terang berlawanan dengan garis po- kok² pikiran jang saja madjukan dalam tulisan tgl. 25 Maret sional ke-V, dimana saja turut serta, maupun mengenai isi po- fasal² Konstitusi Partai jang telah disahkan oleh Kongres Na- kritik² kepada pimpinan Partai adalah bertentangan dengan tetap saja akui, karena baik tentang tjara saja mengemukakan tertulis telah mentjabut tulisan saja tanggal 25 Maret 1956,

2.

Isi pernjataan saja tanggal 10 Mei 1956, dimana saja dengan

pernjataan 10 Mei 1956 jl.

gal 25 Maret 1956, jang sebetulnja telah saja tjabut dengan

Raya" tanggal 3/7-1956, disiarkan kutipan² tulisan saja tang- tanggal 25 Maret 1956, setelah oleh suratkabar ,Indonesia kabar Harian Rakjat" tanggal 4/7-1956 bersama tulisan saja dengan pendjelasan tanggal 3 Djuli 1956 jang dimuat disurat-

1.
Saja mengakui, adalah sudah tepat sikap Sekretariat CC PKI Keterangan Kawan Alimin

Djakarta, 3 Djuli 1956. Central Comite PKI Sekretariat Perkuat persatuan Partai dan perkuat persatuan nasional Partai. Partai seperti jang diamanatkan oleh Kongres Nasional ke-V supaja, diatas segala-galanja, mendjaga persatuan didalam Kepada seluruh anggota dan tjalon-anggota Partai diserukan sangat berbau intimidasi dan provokatif. Tionghoa (huruf kandji). Tidak terang apa maksudnja, tetapi diatas (jang dironeo) dibubuhi tjap merah dengan hurufa Perlu djuga diterangkan, bahwa siaran Kawan Alimin tsb. didorong oleh individualisme jang berlebih-lebihan. tai jang mendjadi tempat memupuk ambisi perseorangan jang didalam PKI. PKI bukan partai tukang2 intrik dan bukan par-Partai dan memetjahbelah persatuan Partai tidak ada tempat Tetapi bagi mereka jang meneruskan usaha merusak disiplin akan dianggap sebagai kawan se-Partai jang baik kembali. mau mengadakan selfkritik atas kesalahannja, maka mereka belah Partai dan memetjahbelah front persatuan. Asal mereka pertjobaana Kawan Alimin merusak disiplin Partai, memetjah- tjalon-anggota² Partai jang sesat dan sudah terlibat dalam akan bertindak jang sangat bidjaksana terhadap anggota² dan dan hendak memetjahbelah Partai. Tetapi pimpinan Partai dap siapa sadja jang sengadja hendak merusak disiplin Partai lahannja. Pimpinan Partai akan bertindak dengan keras terha- tergantung pada sikap Kawan Alimin sendiri mengenai kesa- hadap kawan Alimin. Sikap pimpinan PKI sekarang banjak langan luar-PKI mengenai sikap pimpinan PKI sekarang ter- timbul pertanjaan dari kalangan PKI sendiri maupun dari ka- ngenai siaran kawan Alimin tanggal 25 Maret 1956. Tentu VI. Demikianlah keterangan Sekretariat Central Comite PKI me- mendjadi anggota Central Comite, walaupun ia ditjalonkan. dalam Kongres ke-V jang lalu Kawan Alimin tidak terpilih PKI lainnja dan bukanlah kesalahan Kongres ke-V PKI, djika pendapat2nja dan kritik²nja? Bukanlah kesalahan pemimpin² intern Partai, dimana ia dengan leluasa dapat mengadjukan dari disiplin jang ringan sekalipun, bisa mengikuti kehidupan mau terikat oleh organisasi Partai dan biasa minta dispensasi Bagaimana djika seorang seperti Kawan Alimin jang tidak

Keterangan Kawan Alimin Berhubung dengan adanja suara-suara jang termuat dalam be- berapa suratkabar bahwa saja telah mengumumkan mundur dari PKI semuanja itu adalah tidak benar. Sesuai dengan berita jang dimuat dalam Harian Rakjat tanggal 3 Agustus 1956, maka dengan ini saja mengumumkan tetap tinggal dalam PKI. Saja tetap ber- ideologi Komunis dan tetap menjokong pendirian PKI. Djakarta, 3 Agustus 1956. ttd (Alimin) * Pernjataan Keluar Kawan Alimin Kira² semendjak tiga bulan jang lampau (Djuni, Djuli dan Agustus) kesehatan saja semakin lama mendjadi buruk dan oleh karena itulah saja terpaksa mengambil keputusan jang terachir, jaitu meng- undurkan diri dari PKI baik dalam lapangan politik maupun organisasi, karena saja pada waktu ini lebih mengingat akan kesehatan saja jang lebih berharga daripada apapun djuga. Adapun pengunduran diri saja itu dimulai sedjak detik surat ini saja tulis, jaitu tanggal 8 Agustus 1956. Maka sedjak saat itu saja menjatakan bahwa saja bukan lagi anggota PKI. Meskipun demikian, dengan bangga saja akan tetap setia dan konsekwen mempertahankan ideologi saja sebagai seorang Komunis. Djadi teranglah bahwa dalam soal ideologi saja tetap konsekwen dan tidak dapat untuk mengadakan tawar-menawar lagi. Indonesia telah merdeka, dan saja ingin hidup merdeka sebagaí- mana jang terdapat pada orang biasa jang hidupnja terlepas dari segala ganggu-gugat dan intimidasi dari siapapun djuga. Sebagai penutup saja menjerukan selamat tinggal kepada segenap orang² jang djudjur dan jang masih terus berdjuang demi kepen- tingan klas jang tertindas dan terhisap. Djakarta, 8 Agustus 1956. ttd (Alimin)

ISI 3 Sekedar Pengantar 7 I Situasi Internasional dan Dalamnegeri

II Tiga Kekuatan — Tiga Konsep Dalam Menjelesaikan15

Tuntutan² Revolusi Agustus 1945 ..

III Politik Partai Komunis Indonesia.

23
Program Umum ....
28 Tuntutanº Sekarang35

  1. Sikap terhadap kolonialisme Belanda

    2. Kebebasan² demokratis untuk Rakjat dan organisasi²

36 Rakjat 37

3.Front Persatuan Nasional
39

4.Soal tanah dan gerakan tani
40

5.Perekonomian nasional dan Plan Lima Tahun
43

6.Perdjuangan Parlementer
47

7.Pemerintah koalisi. nasional.
8.Masaalah sukubangsa dan minoritet keturunan asing 50
9. Masaalah kebudajaan, pendidikan dan inteligensia ... 52 IV Persatuan Dalam Partai Adalah Sjarat Mutlak Untuk
53 Melaksanakan Tugas² Partai. 64

Masaalah Pendidikan Didalam Partai

Resolusi Tentang Laporan Umum Politbiro Kepada Sidang76

Pleno ke-IV Central Comite PKI Jang diperluas.

Resolusi Tentang Tulisan Redaktur Ekonomi Harian Rakjat" Tertanggal 5 Djuni, 21 Djuni dan 12 Djuli 1956 Tentang
Kemungkinan Peralihan Indonesia ke "Sosialisme" .... 86
88

Resolusi Tentang Gedung Kebudajaan ..

Resolusi Tentang Penjempurnaan Sekretariat Central Comite

PKI .....

ganisasi". Dengan ini kekeliruan diperbaiki. kan garis massa, berarti melemahkan kesatuan dalam or- melanggar sentralisme-demokratis", mestinja meninggal-Halaman 61, baris ketudjuh dari bawah, jang berbunji: tuantanah",

ditangan tuantanah", mestinja ditangan komprador danberbunji :

Halaman 47, alinia dua, baris kelima dari bawah, jang Ralat

Pernjataan Keluar Kawan Alimin .. 98 Keterangan Kawan Alimin 98 Keterangan Kawan Alimin. 97 tgl. 25 Maret 1956

Keterangan CC PKI Mengenai Siaran Kawan Alimin

Lampiran

Resolusi Tentang Kawan Alimin

…90

Rp. 4.20

Tup. Pea Indonesia Raga