Baca EPUB: Analysis

19 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. ANALYSIS
  2. ALIMIN
  3. KOLOFON
  4. DAFTAR ISI
  5. KAUM BURUH SELURUH DUNIA, BERSATULAH!
  6. EPIGRAF PENULIS
  7. IPENERANGAN
  8. IIREVOLUSI DI INDONESIA
  9. III“THESIS”
  10. IVTUDUHAN TROTSKISME
  11. VSOAL LAMA
  12. VISEKADAR SOAL KEBANGSAAN
  13. VIIDIALECTICS
  14. VIIIPERKARA TAHUN 1926
  15. IXPARTAI KOMUNIS
  16. XSOSIALISME
  17. XIPROGRESSIF EKONOMI NASIONAL (P. E. N.)
  18. XIIUSUL KAMI
  19. SEMUA SEJARAH MASYARAKAT YANG HINGGA KINI ADALAH PERJUANGAN KELAS-KELAS.
  20. Komunis Manifesto.
  21. UNCOPYRIGHT

ANALYSIS

ALIMIN


KOLOFON

ANALYSIS

oleh

ALIMIN



Kitab ini disiarkan dengan melalui Bahagian Sensor

AGIT-PROP CC. PARTAI KOMUNIS INDONESIA.

Jokyakarta, April 1947.



Penerbit: Administrasi Majalah

“BINTANG MERAH”

Bintaran Kulon 14 - Jokyakarta.

© 2026 MasasilaM

Berdasarkan arsip dari: Muhammad Reza Magistra

Gambar sampul: Almshouse 1621, karya Edouard Eckman after Jacques Callot

MasasilaM mengandalkan partisipasi kawan-kawan pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui [email protected].

MasasilaM

masasilam. com



KAUM BURUH SELURUH DUNIA, BERSATULAH!


EPIGRAF PENULIS

Saya berpendapat bahwa Perjoangan Kasta Proletar tidak akan segera berhasil bilamana Perjoangan itu tidak disertai dengan Teori Revolusioner yang menggambarkan semua kesulitan yang ada dalam Perjoangan Kelas pada tiap-tiap Masyarakat.

Alimin


I

PENERANGAN

SAYA diminta oleh kawan-kawan dalam Partai menulis satu brosur untuk menjawab soal-soal yang langsung bersangkutan dengan Partai kami.

Kawan-kawan kami memandang perlu sekali adanya jawaban dan penerangan tegas untuk mentegah lanjutna kekeruhan, kebingungan dan pertikaian dalam Partai. Saya kira pemandangan kawan-kawan itu betul, oleh karena mereka mengetahui betul keadaan umum dan chususnya keadaan politik di Indonesia.

Saya sebagai orang baru hanya datang meninjau. Saya harus belajar lagi untuk menambah pengalaman. Setelah kembali di tanah air, barulah mengetahui betapakah kerusakannya Partai selama kami tinggalkan semenjak 22 tahun yang lampau.

Dalam 20 tahun Partai kami telah menderita beberapa rintangan dan perpecahan. Partai kami dirusak oleh fihak reaksi, oleh kawan-kawan kami sendiri—kawan kawan kami yang masih teryangkit oleh penyakit “kiri”—penyakit kanak-kanak dan dirusak pula oleh kawan-kawan kami yang tidak lurus hati. Mereka menggunakan Partai sebagai adpertenyi, sebagai reklame untuk menutup rahasia-rahasianya. Ada juga kawan-kawan kami yang membesar-besarkan diri dan mengaku sebagai anggauta terpenting dari internasional dan berkuasa atas pimpinan sebagian dari pergerakan revolusioner di Pacific. Orang ini sangat melebih-lebih. Perbuatan sematayam ini sangat merugikan Partai. Orang-orang itu tidak setia pada Partai dan mereka tidak memperdulikan nasib Partai, sebaliknya mereka merusak nama Partai.

Pendeknya Partai terlantart!

Meskipun begitu dengan bantuan kawan-kawan yang pulang dari buangan, yang baik, yang jujur hati dan yang mencintai Partai, maka kami bersama-sama membangunkan hidupnya Partai kami.

Partai mulai hidup dalam waktu 6—8 bulan ini. Partai maju dan kwaliteitnya tambah baik daripada yang sudah-sudah. Dengan bantuan pemuda baru, dan kawan-kawan yang telah mendapat banyak pengalaman di Eropa dan di Australia, maka sekarang Partai mendapat banyak tenaga yang batik. Partai mulai menuju ke arah teori, teori Marxisme dan Leninisme. Partai mewajiibkan pada seluruh anggautanya supaya mereka banyak belajar tentang ilmu revolusi dan perjoangan kaum sekerca. Juga Partai mulai giat membaca banyak buku. Hartus dikemukakan bahwa pemuda-pemuda kami yang memegang pimpinan Partai bekerja rajin, mempelajarai Riwayatna Partai Dunia, Partai Komunis (Bolsewik) di negeri Persatuan Soviet di bawah pimpinan Stalin.

Inilah tanda-tanda yang sehat. Inilah kewajiiban Partai Komunis. Partai Komunis ialah Partai kasta Buruh dan kasta Tani—ialah Avangard kasta Proletar.

Jadi supaya Partai Komunis sungguh-sungguh menjadi Partai-Avangard perlulah Partai diberi senjata teori revolusioner—teori dan wet-wet revolusi. Apabila tidak begitu Partai akan tinggal impoten, Partai tidak bisa memberi pimpinan pada perjoangan Proletar.

Inilah kata Lenin dalam bukunya: “Selangkah maju, dua langkah mundur”, memperingatkan pada anasir yang ragu-ragu, yang mundar-mandir, yang tidak tetap.

Cukuplah dengan keterangan bahwa Partai Komunis ialah bentuk Organisasi yang tertinggi dalam organisasi kasta Proletar.

Berhubung dengan permintaan kawan-kawan dalam Partai, maka kami akan memberi penerangan dan jawaban kepada omongan-omongan dan tulisan-tulisan yang dihambur-hamburkan dalam “Thesis” dan surat-surat sebaran.

Penulis.


II

REVOLUSI DI INDONESIA

ANALYSIS

KEPADA kawan-kawan revolusioner, kami menge-mukakan sebuah pemandangan tentang revolusi nasional di Indonesia. Kami mengharap pemandangan pendek ini kirana menjadi suatu bahan yang berguna bagi penyelidik—penyelidik revolusi—tentang kemungkinan-kemungkinan, kemenangan dan kesukaran-kesukarannya revolusi di tanah jajahana atau revolusi-revolusi dunia seumumnya.

Ada beberapa hal yang berhubungan dengan riwayat Revolusi Indonesia. Maka itu pertama kali harus diketahui bagian yang penting dan bagian yang historis, agar supaya orang bisa mengetahui kekuatan dan kelemahannya revolusi, dan dengan jalan begitu orang mendapat faham yang jelas tentang dudukna revolusi ini.

Revolusi Indonesia mempunyai watak sendiri, watak yang berlainan daripada watak yang menurut hukum-hukum (wet-wet) revolusi pada umumnya. Kekuatan revolusi nasional mulai dari 8 Maret 1942 yang didahului oleh intervensi militer Jepang di Indonesia itu adalah datang dari luar.

Ada beberapa hal dan keadaan internasional yang menetapkan kemenangannya revolusi di Indonesia. Kemenangan revolusi itu telah mematahkan salah satu mata-rantai imperialisme di lautan Pacific. Dengan kekuatan dari luar dan kekuatan dari dalam, maka dapatlah revolusi Indonesia menggugurkan kekuasaan burjuis nasional (raja, regen dan lain-lain perkakas negara) dan selanyutnya dengan mudah membasmu puya restan-restan dan kekuatan burjuis asing (Belanda dan kaki tangannya).

Sebab yang pertama:

Revolusi Indonesia mulai di tengah-tengah peperangan dunia yang kedua, yaitu peperangan matimatian antara kaum Imperialis sendiri (Amerika, Inggris, Perancis, Belanda) versus fasis-imperialis (Jerman, Itali, Jepang). Dalam peperangan dunia yang kedua, negeri Persatuan Soviet terpaksa membela diri dari antiyaman fasisme. Dalam peperangan antifasisme negeri Persatuan Soviet mengambil bagian yang terbesar dan menderita korban yang terbanyak. Negeri Persatuan Soviet telah melembekkan dan menggugurkan sebagian besar dari kekuatan raksasa fasis dan nazisme.

Adalah kekuatan negeri Persatuan Soviet yang menjadi tenaga pendorong dan yang mempercepat pecahnya revolusi di tanah-tanah jajaahan.

Jadi peperangan antara kaum imperialis sendiri dan peperangan antifasis itu adalah berarti besar sekali bagi negeri-negeri jajaahan dan negeri-negeri setengah-jajaahan. Keadaan yang semacam ini telah memberi keuntungan kepada negeri-negeri tersebut. Negeri-negeri itu mendapat kesempatan menggunakan kekalutan dan pertentangan yang sangat tajam di antara dan di dalam kalangan imperialis sendiri, dan bersamaan dengan itu maka negeri-negeri jajaahan dapatlah mengorganisir kekuatannya sendiri.

Sebab yang ke-dua:

Revolusi Indonesia pada fase yang kedua telah meningkat menjadi tinggi—setelah Jepang menyerahkan diri di hadapan imperialisme Amerika. Imperialisme Jepang menghadapi imperialisme Amerika boleh diumpamakan seperti tikus kecil menghadapi Sang Singa atau seperti David menghadapi Goliath.

Jepang kalah. Kekalahan Jepang itu membawa beberapa akibat yang merugikan dan yang sesungguhnya tidak dikehendaki oleh Amerika atau oleh imperialisme Inggris sendiri. Kekalahan Jepang itu menimbulkan beberapa perobahan yang besar.

Revolusi di seluruh Pacific jadi lebih meluap.

Sebab yang ke-tiga: Pada masa tengah-tengahnya peperangan dunia yang kedua, imperialisme itu umumnya telah menjadi lemah. Terutama imperialisme Belanda yang telah menderita beberapa krisis di-ibu negerinya sendiri dan yang telah kehilangan alat dan syarat-syarat yang perlu untuk merebut kembali sebagian dari tanah jajaahan-nya. Nyatalah bahwa kekuatan imperialisme Belanda setelah habis peperangan jauh kurang daripada kekuatan imperialisme Perancis untuk merebut kembali semua atau sebagian dari jajaahannya di Vietnam.

Sebab yang ke-empat.

Kemenangan Revolusi nasional di Indonesia terja-di pada penghabisan peperangan imperialis di Pacific. Dunia umum telah jemu dengan adanya peperangan. Kaum kerya di seluruh dunia mengharap datangnya damai selekas-lekasnya. Maka menurut logikanya dari beberapa soal, maka kaum kerya di seluruh dunia menyetuji adanya perobahan, perobahan yang membawa damai di seluruh dunia. Tidak saja di Barat akan tetapi juga di Timur manusia itu umumnya setuju pada kemerdekaannya bangsa - bangsa di tanah jajaahan. Maka Revolusi nasional di Indonesia telah mendapat banyak sokongan dan simpati dari kaum kerya di Barat dan di Timur.

Yang terpenting ialah: Di Indonesia telah terdapat beberapa Partai yang berpengalaman dan militant dan Partai - partai itu mendapat sokongan yang masal, sokongan yang banyak.

Revolusi nasional di Indonesia telah dengan mudah mengatasi beberapa reaksi dan kesukaran, oleh karena bantuan kaum tani miskin dan bantuan petc proletariat yang kedua-duanya itu sangat haus kepada perobahan nasib, haus mendapat tanah, haus pada damai serta haus pula pada peraturan-peraturan yang adil. Revolusi nasional di Indonesia telah dengan mudah mengatasi beberapa reaksi, pandai menindas kontra-revolusi di dalam negeri dan menolak kontra-revolusi dari luar dengan bantuunya pemuda tani dan pemuda kaum kerya yang giat dan patriotis mempertahankan revolusi nasional.

Selain daripada itu orang harus mengerti dan senantiasa memperhatikan keadaan-keadaan di luar dan keadaan-keadaan di dalam negeri dan orang harus mengakui pula adanya bagian yang negatif pada revolusi nasional di Indonesia. Bagian yang negatif itu telah terang pada kita sekalian, bahwa revolusi nasional di Indonesia adalah terpentil, terpisah atau ge-isolir, terpisah oleh samudera, tercerai dari bantuan-nya tetangga kita, tetangga kita yang juga memperjoangkan revolusi di benua Pacific. Kalau negeri kita ini letaknya ada di benua, maka negeri-negeri tetangga kita itu dapat memberi bantuan dan sebaliknya kita pun bisa memberi sokongan langsung padanya.

Revolusi nasional di Indonesia telah memberi banyak pelajaran dan pengalaman pada lain-lain tanah jajanyang yang masih menanti bagiannya menjalan kan revolusi.

Jadi bersama-sama dengan adanya kejadian-kejadian dari luar dan kejadian dari dalam, maka kita dapat menimbang, bahwa sebab-sebab tersebut di atas itu adalah memudahkan berhasilnya revolusi nasional di Indonesia.

Sebagai analysis yang lebih luas, orang harus mencoba menarik garis yang tegas dan memperbandingkan revolusi nasional kita dengan revolusi nasional lainnya, di Vietnam, di Birma, atau lebih jaiah lagi, dengan revolusi-revolusi di India dan di Tiongkok.


III

“THESIS”

ADA “Thesis” baru. Dalam “Thesis” itu Tan Malaka menulis beberapa soal rempah-rempah. Sebagian besar dari tulisan itu tidak aktueel lagi. Soal-soal yang dikemukakan kami anggap sudah terlalu tua, sudah basi, dan sebahagian lagi hanya fragmenten, “Cuttings” dari buku-buku yang tidak berguna lagi untuk menjadi bahan atau material guna membikin orientasi keadaan baru.

Di dunia telah penuh dengan bahan atau material baru sebelum dan sesudah perang dunia yang kedua. Meskipun begitu dari material baru itu toch sudah tidak digunakan lagi. Perubahan ekonomi dan perubah-an politik dunia berjalan cepat hingga tiap-tiap 3—5 bulan sekali meminta pembaharuhan orientasi dan pemandangan yang luas.

Kaum kerja perlu mendapat pemandangan yang aktuil yang langsung dan yang kongkrit mengenai politikna sendiri.

Kami berpendapat, bahwa kewajiiban kaum kerja pada masa yang akan datang ialah mempelajar politik empat negeri besar, terutama politik dan ekonomi Amerika dan Soviet Rusia.

Sehabis perang dunia kedua Amerika timbul menjadi diktator groot Pinans kapital dan Soviet Rusia timbul menjadi negeri Sosialis yang lebih kuat dan yang mendapat kemenangan dan banyak pengalaman dalam politik, dalam ekonomi dan dalam militer.

Orang harus mempelajar dua aliran besar ini sedalam-dalamnya. Dalam abad yang ke XX ini, adalah hanya dua sistim sosial saja, sistim Sosialisme dan sistim Kapitalisme.

Di sana-sini penulis “Thesis” mencoba menerangkan arti Sosialisme. Ia mengatakan Sosialisme itu dibentuk oleh Marx dan Engels kira - kira 100 tahun yang lampau. Keterangan ini tidak tepat. Robert Owen adalah orang yang mulamula mencoba mempraktekkan Sosialisme di Irelandia dan kemudian di Amerika. Pada masa itu Robert Owen belum mempunyai teori tinggi tentang Sosialisme. Jadi Sosialisme Owen ialah Sosialisme Utopi. Marx dan Engels tidak membentuk Sosialisme, akan tetapi mereka mempelajar dan meninggikan teori masyarakat Sosialis. Jadi ada dua conak Sosialisme. Satu Sosialisme Utopi dan yang lain “Scientific Socialism” atau Sosialisme yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Marx dan Engels mempelajar Sosialisme sedalam-dalamnya. Mereka memeriksa, mereka menguyi dan mereka mengritik habis-habisan teori Sosialisme hingga mendapat kesimpulan yang semurui-muruninya. Mereka tidak hanya mengritik semua ekonomi burjuis, tetapi diuga memeriksa lagi bukunya sendiri sehingga berhasil menulis sebuah buku: “Critique of Political Economy”. Begitu diuga mereka memeriksa lagi Sosialisme sedalam dalamnya dan hasilnya ialah

“Scientific Socialism”—Sosialisme yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Dalam “Thesis” orang itu hanya menerangkan sistim Sosialisme dan sistim Kapitalisme yang bertentangan, dan buntutnya kapitalisme katanya ialah imperialisme. Bagaimana yalannya pertentangan dua macam sistim itu? Dan bagaimana serta kapao kapitalisme itu berbuntu?

Kita kira perlu diterangkan sifatnya pertentangan dua sistim itu. Sistim Sosialisme dan sistim Kapitalisme itu terus-menerus tentang-menentang dan tidak saja pertentangan yang terus-menerus akan tetapi sebaliknya pada puncakna krisis kapitalisme, kapitalisme itu sendiri akan memperkose diri-sendiri untuk melahirkan Sosialisme atau lebih terang lagi Sosialisme itu lahir dari kandungan kapitalisme sendiri. Jadi, Sosialisme itu dilahirkan dari kandungan kapitalisme—ia lahir dipaksa oleh tenaga pendorong atau aksi revolusioner dari kaum kerya. Jadi bukan pertentangan terus-menerus antara dua sistim itu—bukan proses yang terus-menerus, tetapi proses terus-menerus menjadi tinggi dan puncak atau krisis prosesna itu melahirkan Sosialisme.

Jadi seperti yang telah kami terangkan di atas, Sosialisme itu salah satun sistim Sosial yang dilahirkan oleh aksi revolusioner dari kaum kerya dan kawan-kawan seperjoangannya. Jadi Sosialisme itu lahir dari kandungan masyarakat kapitalis dengan syarat tenaga pendorong—aksi yang aktif dan aksi yang revolusioner. Menurut Historis Materialisme, peralihan dari satu masyarakat ke lain masyarakat—peralihan ke tingkat yang lebih tinggi—umpanan masyarakat perbudakan menjadi masyarakat feudal dan dari kandungan masyarakat feudal itu lahirlah masyarakat kanalis. Perpindahan atau peralihan dari satu masyarakat masyarakat lain itu tidak terjadi dengan jalan damai atau aman, tetapi dengan jalan pertentangan dan perjoangan—dengan jalan perlawanan mati-matian.

Tan Malaka menerangkan bahwa masyarakat Sosialis itu ialah masyarakat yang tidak berkasta-kasta. Itu tidak hanya begitu saja.

Sosialisme ialah sistim sosial dari suatu masyarakat di mana orang bebas dari tindasan orang lain. Jadi Sosialisme ialah suatu masyarakat di mana penduduknya terhindar dari segala macam-pendinasan.

Dalam masyarakat Sosialis alat-alat pembikinan barang dikusasi oleh segenap kaum kerya dan sebaliknya dalam masyarakat kapitalis alat-alat itu dimiliki hanya oleh segenang orang (seja).

Sistim kapitalisme tumbuh menjadi tinggi dan puncakna ialah imperialisme. Jadi imperialisme bukan buntut tetapi sebaliknya imperialisme falah puncak yang tertinggi atau uyung daripada kapitalisme. Dan bersama-sama dengan timbulnya imperialisme timbulah revolusi proletar. Jadi imperialisme ialah tingkat kapitalisme yang tertinggi—tingkat yang penghabisan tingkat yang melahirkan ciarak revolusi yang tertinggi ialah revolusi proletar.

Di dalam masyarakat Sosialis seperti yang telah tenyata ada di Soviet Rusia itu, tiap-tiap orang diwayibkan bekerya menurut kecakapannya dan tiap-tiap orang diberi bahan keperluan hidup menurut hasil pekeryaannya. Ini adalah permulaan daripada Komunisme. Dalam masyarakat Komunis, tiap-tiap orang bekerya menurut kecakapannya dan mendapat bahan keperluan hidup menurut kebutuhannya. Di dalam masyarakat Sosialis dan masyarakat Komunis berlaku satu hukum yang menetapkan: “Siapa bekerya dapat makan”—“Siapa tidak bekerya, tidak makan”.

Pada kaca yang percera dari “Thesis” dalam “Kata Penyanyi” penyulisan mengemukakan dirinya sebagai: “Seorang Nachoda yang berpengalaman ciukup” ia mengambil Columbus sebagai contoh “Columbus akan berbalik setengah pelayaran setelah me nempi mana babaya, kalan na ciuma bergantung kepada teorinya, abli bumi Toscanelli saja”.

Dalam “Thesis” niya orang menganjurkan semangat “adventure” menyoba coba sesuatu yang mengandung bahaya mutu pan mesti dilakukan. Ia menghar gai semangat “adventure” sebagai syarat untuk menyoba-coba sesuatu perbuatan yang berbahaya. Jadi dengan semangat “adventurous” ia ingin merebut kekuasaan. Jadi untuk melakukan “putsch” yangan berbahaya—dengan tidak pakai perhitungan,—“by chance”, orang harus bertindak dengan berani dan disertai dengan semangat “adventure”. Inilah suatu ilusi yang digambarkan oleh seorang yang “berpengalaman tukup”.

Columbus bukan “adventurer” dan tidak bersemangat “adventure”. Ia adalah seorang ontdekkingsreiziger yang berlimul cuikunt tentang teori “mu bumi, ia yakin bahwa Amerika ada, dan memang ada. Adanya Amerika itu telah dibuktikan oleh ”selornya Columbus“ sendiri; ia tidak menyoba-coba menuju kebenua Amerika dengan semangat ”adventure“. Ia faham dan yakin pada dirinya akan kebenaran yang dipelajarinya.

Jadi perbandingan antara Columbus dan Tan Malaka ada berlainan'sekali. Lebih tepat kalau penulis “Thesis” mengumpamakan dirinya sebagai Don Quichotte—the errand knight—yang melalui sepanjang jalan dengan fantasi dan semangat “adventurer”. Don Quichotte dengan gagah berani melawan windmolen (kincir-angin), ia ingin merebut roda angin. Ia diyatuh pingsan dan untuk “maut”-pun ia akan berbuat la‘ menjadi; lebih nekat lagi! Perbuatan Don Quichotte itu ialah perbuatan “adventurer” atau “avonturier”; ialah aliran yang sangat berbahaya. Seorang yang bersemangat “avontuurliyk” adalah sangat berbahaya kalau ia diberi kewayibian menjalankan pergerakan politik. Di dalam kalangan revolusioner tidak ada tempat bagi “politici” yang berwatak “adventure”. Bagi kaum revolusioner adalah satu penghinaan besar apabila ia atau mereka mendapat kritikan atau cielaan sebagai “politicke avonturier”. Kaum revolusioner di Barat mengkritik dan menghina habis-habisan kepada orang-orang yang beraliran “avonturisme” dan “opportunisme”. Memang banyak sekali terhadap aliran “avonturisme” dalam kalangan pemimpin-pemimpin petc-burdiyus dan pseudo-revolusioner.

Orang-orang yang akan merebut kekuasaan karena dorongan keinginan “avonturisme”—ingin mendapat gelaran dan pujian—boleh kami samakan dengan Don Quichotte yang nekat, dia yang tergesa-gesa. “Ein Streber”: Perbuatan kurang sehat perbuatan “avonturier”.—Dalam politik “avonturier” atau “avonturisme” adalah aliran yang sangat berbahaya. “Ambitious”, itulah orang-orang yang mengacau - balaukau pekerjaan kawan - kawannya.

Dalam revolusi di Indonesia banyak orang yang mengemukakan dirinya bahwa mereka yang telah berjasa dalam proklamasi Indonesia Merdeka. Mereka masing-masing merasa berhak memegang kemudi Negara. Mereka berebut-rebutan pengaruh. Mereka menjalankan komplotan dan intrik, noda-menodai. Seoftang lagi mengaku lebih pandai daripada yang lain, lebih revolusioner dan sebagainya.

Mereka berebut - rebutan tulang.

Perbuatan yang semacam itu mengeruhkan keadaan politik dan memecah persatuan rakyat. Mereka memecah simpati rakyat dan menimbulkan antipati terhadap orang-orang yang dimusuhinya.

Revolusi rugi!

Inilah akibatnya perbuatan orang-orang yang mencari kedudukan dan pujian.

Hampir pada achir “Thesis” penulisna membeberkan berupa-rupa soal yang diambilin dari buku ciatatannya. Ia menyerang, ia mengkritik lawan-lawan nya. Kritikan dan serangan itu chusunsna ditujukan pada kami (Muso-Alimin). Untuk membela diri ia membeberkan kelitiannya sebagai pemimpin yang “di-benumd” oleh kantor Agung. Ia menerangkan supaya dia mendapat sokongan dan bantuan dari Rakyat untuk membela dan membersih-bersihkan diri, ia appell pada Rakyat supaya diberi keputusan bahwa dia benar, bahwa dia tidak bikin saiah dalam revolusi 1926. Ia menunjuk - nunjukkan kekuasaan, autoriteit dan hak veto. Ia menyebut - nyebut nama pemimpin besar, yang sesungguhnya tidak disukainya. Ia menyebut nama kantor yang memberi “benuman dan kekuasaan” padanya dengan maksud supaya orang “takut”. supaya orang memandang padaan sebagai orang yang berguna sangat diberi autoriteit. Sebetulnya Tan Malaka menenggelamkan diri dalam pujian dan reklame sendiri. Puyian itu baik tetapi memuji-muji diri sendiri itu tidak begitu baik didengarnya. la menyutrigai dan mendakwa - dakwa orang yang tidak disukainya Sebaliknya keyurugaan dan dakwaan itu dirasa oleh Tan Malaka senditi dengan perasaan yang tidak jujur. Tan Malaka “voelt zich gepas seerd”. ia merasa ketewa sebab kami berdua - Muso dan Alimin - dengan tidak diketahuinya pergi ke negeri Jauh. Diingeti Jauh kami dapat mengetahui apakah artinya pangkat dan kekuasaan itu. Orang yang tahu bagaimana keadaan politik negeri tersebut akan “heran” mendengar pujian, reklame yang gigil-gemilang. Barangkali penulis Thesis masih ingat akan kawan-kawannya seperti O. Hell... dan M Volt yang dahulu pernah sebagai pegawai biasa bekerja di Pacific. Dua orang itu bekerja bukan di kantor Besar akan tetapi hanya membantu pekerjaan dalam pergerakan kaum kerya. Mereka orang Prof.: :: . Barangkali dua orang pegawai itu yang lancang-yang tidak berhak memutus apa pun yang memberi “mandat”, yang memberi “autoriteit”, yang memberi kekuasaan besar pada Tan Malaka. Dua propagandis tersebut kemudian kena bukum lantas ran membela pergerakan Anti Soviet - pekerjaan Trotz‘ kisten. Orang yang jujurhati dan yang mengerti akan pekerjaan propaganda“ bukan orang yang mepenting dan yang ”Berautoriteit“ didilarang menunduk munduk kan diri sebagai reklame - menyebat adu meubangkit nama kantor Besar. Orang yang ”biasa sungguh sungguh bekerja buat keperluan kaum kerya - bukan yari nama dan pujian bukan imyin mastur“ - ia tidak akan membuka-buka rahasia yara-yaranya bekerja di bawah tanah. Orang tahura apa arahya kantor Besar itu di mata kaum imperialis Pada waktu kami berdua tinggal lama di negeri Jauh itu kami kenal beberapa kawan yang lebih responsibl dan memegang P. K di negeri Besar. Setelah dididik baik-baik mereka pulang kekegernia masing-masing juga zonher ”mandat“ juga zonher ”autoriteit“ juga zonher ”veto“ dan juga zonher ”apa-apa“. Mereka pula ngi kembali kenegerian masing-masing dan bekerja untuk P. K sebagai orang biasa. Mereka tak perlu ”mandat“ mereka tak perlu ”veto“ atau kekuasaan luar biasa. Mereka tahu kewadiyiban bekerja di bawah tanah.

Sebelum orang menjadi “Presiden” orang sudah ingin memegang hak “veto” - vetona petc burjuis. Pemuda Komunis tahu bahwa dalam Partai tidak ada “veto” atau kekuasaan mutak. Dalam Partai hanya ada Demokrasi - Demokrasi Centralisme, iaitu Demokrasi Progressif. Semua itu bukan salahnya orang yang ingin pujian dan junjungan, tetapi talah karena kekurangan pengetahuan ia merasa lebih besar daripada yang lain-lain Banyak kawan kawan yang datang di negeri Sejuk. Di sana hany melihat rapat besar dan kenal si-itu dan si-ini ta tidak dapat didikan apa-apa Banyak orang datang di negeri Jauh, kita-kita pada tahun antara dua puluhan. Pada masa itu Negeri kami masih rusak. Politik dan ekonomi belum teratur.

Tetapi dalam tahun 1927 - 1928 keadaan mulai berubah dengan yiepat. Politik Partai meojadi lebih tinggi dan sekolahan Partai lebih teratur. Distrik kawan-kawan dapat didikan yang tetap dan teratur. Teori Partai diyadi lebih tinggi dan kader-kader Partai diwadhibkan belajar banyak. Musuhna juga tambah banyak dan keadaan umum lebih menjadi genting. Peraturan bekerja diubah sama sekali. Perkara intern ini kami tidak di - izinkan menerangkan lebih lanyut. Orang yang membersihkan diri dan menyalahkan keyadian pada tahun 1926 itu betul - mereka tidak salah. Mereka tidak salah karena mereka tidak berbuat apa-apa; orang yang tidak berbuat apa-apa sudah tentu tidak mungkin membuat kesalahan.

TENTANG ROYERAN

Tan Malaka merasa tidak senang bati bahwa ada kabar dia telah diroyeer oleh.... Dari sifak Partai, waktu Partai dipimpin oleh kawan-kawan lain. dan juga setelah kembali di tangan kami, kami tidak memperhatikan soal-soal partai lain atau soal-soal seorang yang tidak berhubungan dengan Partai. Kami hanya berdaya-upaya membangunkan dan mendidik kader baru, mengumpulkan kawan-kawan yang tidak durang dan kawan-kawan yang lurus hati dan bersama-sama kami berichter mendirikan sekolahan dan kursus-kursus bagi pemuda yang kami didik dalam ilmu Marxisme-Leninisme, yang kemudian beri akan jadi dasarnia Partai kami, Partainya Lenin dan Stalin. Kami tidak suka meminta dan mengundang kawan-kawan atau anggauta Partai lama kembali ke dalam Partai dengan tidak kehendaknya sendiri. Menurut hukum Partai, anggauta Partai yang telah lama tidak bekerya bagi Partai atau telah lama dengan semgaja menjauhkan diri dari Partai atau masuk anggauta Partai lain, maka orang atau anggauta itu dengan sendirinya dikeluarankan dari Partai—jadi orang itu bukan anggauta Partai lagi; Partai Komunis mempunyai disiplin dan hukum sendiri. Partai Komunis bukan Partai burjuis dan juga bukan Partai nasional di mana anggauta-anggautanya bertindak atau berbuat dengan semau-mauya sendiri.

Pada kaca yang penghabisan penulis “Thesis” minta dibuktikan siapa yang meroyeetnya dan di mana dia berada pada waktu dia diroyeet. Lebih lanyut dikatakannya, bahwa di sini ada dua Tan Malaka. Tan Malaka palsu dan Tan Malaka sebenarnya.

P. K. I. tidak bisa meroyeet orang yang bukan anggauta Partai dan Tan Malaka bukan anggauta Partai lagi. Seperti Nath Roy di India—ex-Komunis, yang mendirikan Partai lain di India telah diroyeet oleh Partai—akan tetapi Roy neket, dikatakannya: “Saya tidak mau diroyeet, seya orang Komunis”. Partai tidak mau mengakuinya sebagai anggauta lagi, balk Tan Malaka palsu atau Tan Malaka sebenarnya. Partai menolak kedua-duanya, baik yang sebenarnya apa lagi yang palsu.

Orang memegang keras anggapan “titel” atau “kekuasaan penuh” yang katanya diberikan padanya oleh rapat Besar. Ia apppel. Oleh karena dia memegang “mandat pol” dari organisasi Besar, dia tidak suka diroyeet, dia minta putusan “tertinggi”. Juga waktu kami ada di Sana, kami tidak mendengar apa pun tentang royeranya oleh organisasi Besar. Sekarang, organisasi Besar sudah tidak ada lagi, jadi kalau dia menuntut Hakim Komunis Tinggi dia harus ciari sendiri di mana adanya hakim itu. Dia menakut-nakuti orang, dan menuntut supaya perkara itu diputus oleh “Hakim Internasional”—sedangkan Internasional tidak punya “Hakim”. Hakimnya ialah seluruh badan Partai bersama-sama. Partai tidak mengindahkan siapa pun juga—“anggauta Partai besar”, ketil, ber-“autoriteit” atau “mandat-loos”, dihadapar Partai mereka adalah anggauta dan banya anggauta biasa. Kita sama kita dalam satu Partai—Partai Komunis. Kami kira bahwa “sangkalan” yang diajudkan oleh si Penulis “Thesis” itu lebih tepat: dikalau “sangkalan itu disangkal dan ditundukan oleh perbuattannya” si penulis sendiri. Tan Malaka tidak perlu ketil hati dan ragu-ragu dan janganlah memperhatikan omong-omong dan perkabaran, dan jangan mendaga-daga orang yang tidak salah atau yang menyalankan-padanya dan keryakanlah terus keyakinan sendiri.


IV

TUDUHAN TROTSKISME

PADA waktu kami ada di luar negeri kami senantiasa memikirkan dan mendaya-upayakan, bagaimana kami bisa mendapat-sambungan dan bisa bekerya buat Partai di Indonesia. Menurut kewajiiban dan hukum Partai, Partai Komunis (Bolshevik) tiap-tiap anggauta Partai, tiap-tiap orang Komunis, diwajiibkan, hanya bekerya untuk Partainya, diwajiibkan mentintai Partainya dan menjunjung tinggi kehormatan dan prestige (prestige) Partainya. Tiap-tiap anggauta—orang Komunis, siapa pun juga, yang melalaiyan dan mendaubkan diri dari Partai—orang itu dengan sendirinya keluar dari kalangan Partai. Lebih-lebih orang Komunis yang mendirikan Partai lain atau organisasi politik lain yang menentang atau berlainan dengan azas Partai, orang itu melanggar hukum Partai, melanggar disiplin Partai, melanggar undang-undang Partai.

Orang-orang ini menentang Partai, anti Partai, mereka likwidator, mereka renegad.

Orang-Komunis hanya kenal dan hanya mengakui satu Partai saya, yaitoe Partainya Lenin. Partai Lenin yang diteruskan dan dipimpin oleh Stalin, mewadiskan pada sekalian anggota Partai memperbaiki pengalamann, memperbaikkan dan mempertinggi teori dan mewperbaikin ilmoe lala yang berhubungan dengan hukum-hukum pergerakan revolusioner, pandai mengambil sikap terhadap massa dan menyalankan taktik yang “flexible” yang elastis, yang ulet-dan yang flat.

Pada waktu kami masih muda, kami Ingin menjadi Komunis. Kami membaca satu dua buku. Kami bekerya rajin sebagai orang revolusioner. Dengan jalan demikian orang dapat nama baik.

Sekarang kita tahu, menurut hukum Partai Komunis (Bolshevik) yyarat-yyarat dan perbuatan yang se-mayian itu tidak tukup - kurang banyak.

Setelah kami lama tinggal diuak negeri, kami belayar dan mendapatkan tambah pengetahuan dan pengalaman. Tidak saja kami diwadibikkan belayar dalam sekolah, akan tetapi kami lama dididik dalam ideologi Komunis. Kami lama mempelayari ilmu-ilmu yang telah ditetapkan oleh Partai, memeang keras hukum disiplin Partai dan runding pada hukum Partai. Kami dilatih, diuji dan dipraktikkan beberapa lama. Kemudian kesetaan kami pada Partai dilihat dan diwas-wasai. Dengan adanya Partai baru - Partainya Lenin maka didikan sematayani ini didiyalankan di semua yabang yabang Partai Komunis di seluruh dunia. Kami harus menjadi ideologist yang terbaik yang diharuskan menghindarkan diri dari pengaruh bursiut, pengaruh buryuis keyil dan pengaruh politisi syaratian lainnya.

Pada waktu kami masih diuak negeri - ditambah Melayu - kami membuat surat-surat kabar loggertis yang menanggalkan bahwa Tan Malaka, seorang Komunis yang ter-nama membehangkan program baru - program “Expansion”. Yaitu program melebarkan jadibah Indonesia Raya menjadi lebih raya lagi. Lebih diuak surat-kabar itu menjelasan bahwa politik “Expansion” itu tidak lain daripada turunan dan melanjutkan politik Imperialisme. Diyepang yang bersemoyan: “Asia buat bangsa Asia”. Surat-surat kabar itu menerangkan, bahwa orang itu adalah seorang “Komunis” yang ber-aliran Troitzisme. Kira kira dua minggu sesudah perkabaran itu, warta lain lagi dari Ceylon dan Australia menyatkan juga bahwa ia seorang Troitzis yang menganjur-anjurkan partai nasional - Partai Republik Indonesia. Seklanlah perkabaran, dan warta yang, kami tangkap pada waktu kami berada di tanah Melayu.

Setelah kami kembali di Tanah Air, kami mende-agar berupa-rupe serta tentang aksi dan perbatan-nya sesudah ta kembali di Indonesia. Di sana-sini ada orang yang memuji eksinya dan di lain pihak ada yang menyela tindakan politiknya di Indonesia. Ta beli-ka sebagai umumna-Troitzisten di luar negeri yang membikin keruhnya pergerakan Nasional. Seperti di India, Roy - seorang ex-Komunis - yang telah meng-tayau pergerakan revolusioner di India, di Ciongkok ialah Cang Du Su, di Persia ialah Sultan Sidik, dan di negeri-negeri lain lagi. Kalu Tan Malaka meng-gap dininya seorang Komunis - apalagi sebagai pendekar Partai yang terkenal-atau-bapak revolusioner: selekas-nya dia pulang ke Tanah Air, sepatutnya dan wajib ia dengan-segera bershubungan dengan dan menghil-dukun Partai Komunis di Indonesia, walaupoend ba-gimana juga keadaan Partai pada masa-itoe.

Dalam Theski yuna ta menyelaskan keras tuduhan Troitzisme. Ia menuntut dan minta alasan yang nyata atas tuduhan yang “bohong” itu.

Kami tidak menuduh, kami tidak mendakwa, kami udak pernah memfitus orang, kami tidak suka menusuk-susuk dan membusuk-busukkan kawan atau lawan, kami hanya bekerja untuk keperluan Partai, meninggikan kwaliteta Partai, dan menjunjung tinggi prestige Partai. Dalam Partai Komunis (Bolshevik), tidak ada perbedaan besar ketil, tidak ada perbedaan pemimpin dan anggota, pemimpin yang berdasa atau anggota biasa yang jadiur dan bekerja baik buat Partai, me-teka di muka Partai berdiri tegak bersama-sama, menanggung jawab, bersama bagi keperyuangan Partai. Partai Komunis bukan Partai burjuis, bukan Partai adopkat atau “yurus” yang mendakwa atau yang menentang Ataupun memungkiri dakwaan dengan cerid dan litiya bicara untuk menghindari tuduhan atau dakwaan. Partai Komunis melakukan pemeriksaan atas suatu soal—meminta pada anggota-anggota tanya siapa pun diyuga pemimpin, atau anggota biasa, menterangkan terus-te-rang, menundukkan kebenarananya, dan mengakui keselahan sebagai orang Komunis—sebagai Bolshevik dibadapan Partai. Kami orang Komunis bukan seorang dua-orang yang tercerat-bersai, akan tetapi kami adalah Partai yang bulat sebagai satu badan. Partai yang mengikat seluruh anggota dan pemimpinnya dalam satu ikatan. Partai adalah kekuasaan atau autoritit yang tertinggi dan yang berkuaasa. Inilah faham orang-orang Komunis di Barat.

Maka Tan Malaka menuntut dan minta jawaban atas tuduhan dan dakwaan pada dirinya.

Seperti telah akami terangkan di atas, kami bukan pendakwa dan bukan penuduh, akan tetapi kami berpendapat bahwa tunutan dan jawaban itu sebaliknya harus dijawab oleh orang itu sendiri, membuktikan dan menyelaskan dengan terang-terangan dengan perbuatan dan sepak teryangnya sebagai orang Komunis terhadap Partainya. Partai Komunis Indonesia ia menjadi terkenal disebabkan oleh karena dia pernah menjadi anggota Partai. Maka dengan tebusan ini ia akan menjadi lebih mashur, lebih terhormat di mata kawan-kawan kami orang Komunis, di mata kawan-kawan seperyoangannia.

Di negeri Sejuk, di negeri Jerman, di Amerika, di Inggris, di Perancis dan diyuga di Tiongkok kawan-kawan Komunis yang mengaku keselahannya dan menolak tuduhan-tuduhan yang memberatkan pada dirinya dengan perbuatan yang nyata dan yang jujur terhadap Partainya, dapatlah kehormatan dan jundungan yang tinggi!

Dalam “Thesis” di sana-sini orang mengutip dua giga kalimat dari buku Riwayat Partai Komunis Negeri Persatuan Soviet (History of the C. P. S. U.). Kutipan kutipan itu untuk menundukkan kesalahan sesesorang dan membenarkan orang lain. Dalam tulisan itu disebut nama-nama seperti Zinoviev, Kamenev dan lain-lain. Orang-orang ini termasuk dalam golongan atau blok Trotskisten seperti Bucharin dan lain-lain. Limonade dan Shatskin, orang dua inilah yang sepantasiasa berteknologi terikat—real shouters—pada satu masa mereka memuji Partai dan mencela N. E. P. dan pada lain masa mereka memuji N. E. P. dan mencela Partai serta mencela ini dan itu. Sepak-teryang dua orang ini diamat-amati. Setelah ketetuan bahwa ternyata mereka menjadi sel Trotskisten, mereka kemudian mengambil keputusan sendiri—mereka bunuh diri. Kejadian semacam ini banyak sekalt terjadi pada waktu diadakan pembersihan dalam Partai.

Tentang pinjaman Tsar. Dalam “Thesis” orang menundukkan,—mengut Riwayat Partai Komunis di Rusia—bahwa Trotsy sendiri pernah mengusulkan pada Partai supaya pinjaman luar negeri harus dibayar. Usul itu ditolak oleh Partai. Usul Trotsy adalah salah, karena Revolusi di Rusia adalah Revolusi Sosialis dan dari Revolusi Proletar berditirlah Diktatot Proletariat yang menjadi pemimpin masyarakat sosialis. Dalam Revolusi Demokratik burjuis (bourgeois democratic revolution) semboyan Partai yang mensionalisir tanah-tanah dan beberapa perusahaan. Se-dangkan dalam Revolusi Sosialis Partai bersomboyan: “Sosialisasi dan konfiskasi” seluruh bank dan perusahaan besar. Menurut keadaan masa itu, setelah perang dunia yang kesatu, Inggris dan Jerman ekonominya lembek untuk mengadakan serangan ke pada masyarakat sosialis. Burjuis dunia mengira bahwa keadaan di Rusia pada waktu itu tidak akan tinggal tenang, mungkin kontra-revolusi akan pecah dan kaste burjuis menunggu nunggu pecahon kontra-revolusi dan mereka menghacap dapat merebut lagi kekuasa-annia. Keadaan internasional pada waktu itu dalam keadaan sedikit baik bagi pendirian Rusia. Diyadi usul Trotsky supaya membayar hutang luar negeri adalah salah menurut dasar Revolusi Sosialis dan salah pula menurut strategi dan taktik Proletar Revolutioner.

Seperit sudah kami terangkan, Revolusi Nasional di Indonesia = Revolusi Demokratik buryuas (bourgeois democratique revolution); hutang hutang luar negeri harus diberseskan dengan yalan damai, dengan yalan pembayaran pengauran dan sedapat-dapatnya sebagaiman perusahaan penting langgung dimiliki oleh Negara. Dengan yalan begitu kami dapat menyelamatkan Republik dan memperkuat ekonomi nasional.


V

SOAL LAMA

KAMI kira masih perlu memberi sedikit penerangan seperti di bawah ini: Kira-kira dua puluh dua tahun (22) yang lampau, kami berdua, saudara Muso dengan saya, pergi ke negeri Sejuk. Kepergian kami ke sana perlu menjalankan Perintah Partai. Kira-kira pada permulaan tahun 1925, kami bertemuan telah dihadapkan di muka C. C. Partai Besar. Di sini kami bersama-sama dengan saudara-saudara Darsono. Semua dan Muso berhadapan dengan sebagian besar dari anggota C. C. Di hadapan mereka saya menerangkan sedapat-dapatnya tentang politik dan ekonomi di Indonesia pada masa itu.

Pada pertemuan itu kami berempat mendapat kesan yang baik. Kami menghormati semua figur yang duduk dalam pertemuan itu. Mereka adalah orang biasa. Setelah kami tinggal beberapa bulan di Pusat negeri Sejuk, kami mendapat sekadar pemandangan tentang soal-soal yang berhubungan dengan soal-soal Partai Besar. Kami mendapat ketegangan bahwa sejak tahun 1924 utamanya beberapa tahun yang menentang pada Pimpinan Partai.

Trotsky adalah seorang bekas anggota yang terkenal dalam Partai, yang mulai mengadakan opposisi. Pada mulanya opposisinya itu hanya ketil, saja, sedu. Kemudian kami berempat bertemu dengan Pe-anggota Partai yang terkemuka. Sudah itu kami berdua kembali menuyu ke Tanah Air.

Setelah kami kembali lagi negeri Sejuk pada tahun 1927 maka kami tahu bahwa opposisi tersebut menentang Partai menyalab-nialahkan dan membusuk-busukan pimpinan Partai. Telah beberapa kali Trotsky dan kawan-kawannya diperintahkan supaya di bagian membikin pertentangan dalam Partai. Peringatan itu diabaikan dan sebaliknya opposisi berlaku sangat lagi.

Mula-mula opposisi dijalankan dengan alasan politik, tetapi kemudian dalam prosesnya menjadi satu gerakan sabotase, menggunakan terror, membunuh pegawai negeri, dan orang-orang Soviet yang ternama. Pergerakan Trotskyis dan Troitzisme menjadi pergerakan terroris. Moralita kaum Troitzisten merosot begitu rendah sehingga melakukan beberapa pembunuhan pada Gorky di Moskow, Kirov di Leningrad, meratun beberapa pegawai negeri yang baik-baik, menggulingkan kereta api, membiar ratu yang dalam makam yang diseidakan untuk Rakiat Soviet.

Di dalam waktu 15 tahun lamanya kami dapat mengetahui bahwa perbuatan-perbuatan kaum Troitzisten itu lambar laun menjadi satu pergerakan pembantu Fasisme, pembantu kontra-revolutioner.

Sesudah belayar beberapa tahun lamanya saya dapat mengetahui bahwa pertentangan antara kaum Troitzisten dalam Partai, bukanlah pertentangan yang persoalniki, pertentangan perseorangan, akan tetapi pertentangan itu letaknya dalam pertentangan kasta—pertentangan antara Menshevik dan Bolshevik; antara Mensewik (betc-burjus) dan Bolsewik (katim kerya), Trotsky adalah Mensewik, falsafah adasis burjius keyill.

Trotsky sebagai kasarnya burjius ketil dengan sendirinya merosot menjadi kawanan Fasisme, menjadi reaksi, menjadi musuh yang kediam daripada kaum kerya.

Apakah Troitzisme itu?

Trotsky atau Troitzisme adalah satu golongan yang berbahaya. Trotsky pernah menjadi salah satu anggota pergerakan kaum kerya di Rusia. Di samping

Kawan-kawannya telah terbuka rahasianya dan bersama-sama dengan lain kaum kontra-revolutioner. Trotzkistendan Trotzkisme telah dibasmi di negeri Soviet. Di Eropa Trotzkisme itu masih berlaku di antara kasta burjuis ketil dan golongan antirevolutioner. Sebab apa kami namakan Trotzkisme itu golongan yang berbahaya, oleh karena kaum Trotkisten bekeryaya diam-diam dan dengan sembunyi memaki nama “Komunis”, “Revolutioner”, “Maxist”. Dulu banyak kaum Trotzkisten menjadi anggota Partai. Mereka tahu-cara-cara kami bekerya.

Trotzkisme ialah baik banya bagi pergerakan Kontra-revolutioner, baik bagi pembantu Fasisme dan baik sebagai pembantu pekerjaan spionase melawan Partai Komunis, menentang pergerakan buruh revolusioer dan melawan Persatuan Negeri Soviet. Seringkali kaum Trotzkisten bekerya sebagai provokator.

Sekianlah pengetahuan kami tentang Trotkisten dan Trotzkisme pada waktu kami ada di luar negeri.


VI

SEKADAR SOAL KEBANGSAAN

PADA kaca 7 buku “Thesis” penulisna membentangkan hal-hal kebangsaan. Ia memuji keadaan di Soviet Rusia. Ia menghargai buahnya “sosialisme di Rusia”. Dari buah sosialisme itu, maka tenyaplah pertentangan dan perselisihan antara golongan bangsa-bangsa di negeri tsb.

Tetapi, sebaliknya Tan Maleka masih menunjukkan perbedaan bangsa-pangsa di tanah jajan. Le, membangunkan agitasi yang sudah tua seperti: “Chinese and dogs are not allowed”. Ini adalah salah satu pengaruh dari penjajanban. Tetapi kita pandang soal ini tidak perlu dibongkar-bongkar lagi, oleh karenna, sejak peronalan tahun 1934 keadaan sudah berubah banyak. Preyudice atau purbasanga mulai kurang. Hitam-putih mulai mendekat. Sekarang di Amerika sendiri kaum buruh hitam dan putih sudah berjalan bersama-sama dan bekeryaya dalam satu pabrik. Jadi negatifisasi between black and white tidak perlu dikemukakan lagi. Umumnya perasaan chauvinistic sudah menjadi sangat kurang. Hanya masih tinggal sedikit saja di antara enasir burjuis ketil.

Kami tahu di Indonesia soal kebangsaan sudah tidak menjadi soal lagi. Pada waktu revolusi, dan kontra-revolusi, segolongan bangsa di Indonesia sama bersatu dan segolongan lagi memisahkan dirinya. Teta pi selagi revolusi mendapat kemenangan, maka golongan bangsa-bangsa itu berjong bersama-sama. Mereka tidak memperdulikan apa pun juga. Revolusi harus menang! Itu! Intah semboyan yang ada pada mereka. Tetapi setelah kekalahan dan bahaya mengancam pada nyia, mereka mulai berpetiah - belah dan mereka lambat laun memisahkan dirinya. Dan mereka kembali kepada perasaan golongennya. Di Indonesia sekarang kita terlihat golongan bangsa-bangsa itu berkumpul sebagai satu bangsa yang besar. Mereka berjong bersama-sama atas dasar kesatuan Bangsa dan atas dasar Patriotisme—cinta kepada nusa dan bangsa. Sepanjang pengetahuan kita di Indonesia perasaan yang “chauvinistik” hampir lenyap sama sekali.

Jadi kepada kawan-kawan yang baik, kita anjurkan supaya mempelayari: “Marxism and the National and Colonial Question”. (Marxisme dan soal Kebangsaan dan Tarah jajan), karangan Stalin.

Meskipun Indonesia sekarang ini telah merdeka dan menjadi satu, tetapi kita pandang soal bangsa dan golongan bangsa-bangsa itu masih perlu dipelayari.

Inilah kewajiiban studen studen ekonomis dan ahli-ahli penyelidik soal kebangsaan.


VII

DIALECTICS

MARX dan Engels adalah ahli fikir dan ilmu-pengayaranya meminta banyak fikiran. Marxisme adalah satu doctrine, yang hidup, yang senantiasa berjalen terus, terus menjadi tinggi—bukan dogma. Marx adalah ahli dialectics. Dengan dialectics Marx tidak hanya mengupas satu soal masyarakat dan satu tujuan politik: dunia saja akan tetapi terutama sekali dialectics itu digunakan untuk mengupas dan menjelaskan soal-soal dalam pergerakan revolutioner. wet-wet atau hukum-hukum pertentangan. Kami pandang perlu memberi sekadar penyelasan tentang hukum-hukum dialectics.

Apakah dialectics itoe?

  • Dialectics adalah hukum pergoyangan (Beweging), hukum gerak, hukum tegestelling atau pertentangan. Ialah hukum kemayuan masyarakat yang terdiri dari beberapa golongan. Dialectics adalah hukum segala gerak, gerak baik di luar (labir), Maupun di dalam jalan pikiran manusia (batin), semua itu terikat oleh hukum dialectics, bahwa hukum dialectics itu menentukan proses labir-melabirkan, proses terus-menerus atau ungkirl-mengungkiri (Negasinya Negasi—Negation of Negation).

Dialectics ialah proses gantimengganti, robah-merubah, dari encer menjadi kental (beku) dan dari beku menjadi encer, diyad dari kwantiteit menjadi kwaliteit dan vice-versa atau sebaliknya. Ialah dialecticsna kwantiteit.

Di lain soal dialectics itu memeriksa hal-hal seperti dialectics biologi, dialectics botani (ilmu tumbuh-tumbuhan) dan dialectics zoologi yang telah berjuta-juta abad terus-menerus lahir-melabirkan, ada-mengadakan, menjadi dan rusak. Begitu juga dialectics dalam alam, yatu Natur Naturas atau Alam mengalamkan, turun-temurn, tumbuh dan mati.

Telah diketahui bahwa dalam masyarakat sosial hingga sekarang ini selalu ada pertentangan-pertentangan, antara yang memerintah dan yang terperintah, antara kapital dan buruh, dan sebagainya. Jadi terang ada pertentangan, maka dalam hidup (orang hidup) juga ada pertentangan, suatu proses yang senantiasa mempertahankan hidup dan merusak hidup sendiri, seperti dalam barang (benda) sendiri. Dan selekasna pertentangan itu berhenti, selekasna juga hidup itu sampai dipuncakna, sampai dibatayenya-orang mati.

Seperti telah kami sebutkan di atas dialectics Marx itu chususnya digunakan untuk memandang jalanya getakan revolusioner. Pemandangan yang jauh dari fantasi, jauh dari ciita-ciita, jauh dari taksiran dan jauh Yagi dialectics yang berdasarkan atas semangat “adventure”, “avonturisme”, etc. etc.

Maka apabila orang mengakui kebenaraninya dialectics dengan didasarkan atas semangat “adventure” maka orang itu menyasarkan faham dialectics. Dalam Marxism sangat terlarang adanya aliran “opportunisme” “putchisme”.

Kalau orang tidak berbat-bati menggunakan dialectics dan orang itu menyalankan tindakan dengan fikiran yang egoistik, yang “campr-aduk”, orang itu akan mendapat hasil seperti Napoleon yang telah menderita rintangan dan tentangan dalam aksi yang dijalankan di Eropa. Sebagaimana diketahui, kemudian Napoleon menderita beberapa kekalahan, oleh karena ia telah menggunakan takтик Cavalery yang “jungkir-balik”.

Orang yang menuju ‘kesesuatu tujuan yang “tinggi” dan mendasarkan kehendaknya itu atas perasaan yang “Ambitious”, “Adventurous”, maka orang itu akan megandaskan dirinya atas karang opportuniste, atas karang kontra-dialectics.

Itulah lukisan orang yang menderita penyakit “spekulasi”!

Untuk memperdalam pengetahuan tentang dialectics kami anjurkan kepada kawan-kawan yang ingin mempelayari ilmu dialectics yang Marxisits supaya membatta dan memahamkan isi buku “History of the Parc of the Soviet Union (Bolsewik) (. Riweyat Partai Komunis Persatuan Soviet” (Bolsewik), bagian IV dari kaca 97 sampai kaca 143. Bagian ini mengenai soal dialectics yang ditulis oleh Stalin dengan cara begitu mudah dan populer, hingga ilmu dialectics yang begitu sulit dapat dengan mudah dipahamkan.

Jadi jikalau masih ada orang yang bertanya:

  1. Apakah fikiran dan keinsafan itu?
  2. Dan dari manakah datangnya?

Kami kira telah terang bahwa kedua-duaanya itu adalah buah otak manusia sedang orang sendiri adalah buahnya alam, alam yang bergerak maju-bersama-sama dengan jalannya keadaan sekelilingnya. Jadi boleh diartikan bahwa buah otak manusia itu pada Analysis yang penghabisan talah, juga, buahnya alam—kedua-duanya tidak menentang bahagian yang lain dari alam. tetapi kedua-duanya itu bekerya bersama-sama.

Inilah pemandangan kami atas dasar materialistik.


VIII

PERKARA TAHUN 1926

SEPERTI yang sudah-sudah Tan Malaka memberi beberapa alasan untuk membenarkan pendiriannya dalam “Perkara Tahun 1926”. Alasan-alasan itu tidak memberi penerangan dan penjelasan dalam teori revolusi. Sebahagian besar dari alasan-alasan itu digunakan untuk membenarkan pendiriannya. Ia menyebut dirinya sebagai orang yang “ber-mandat”, yang “dibenum”, yang “berkuasa”.

Dengan mengadakan dan mengutip “alasan yang tidak berguna”, ia melanggar hukum “bekerya bawah tanah”. Ia menyebut nama internasionale; orang yang sematayam ini sama sekali tidak mengerti kedudukan internasionale di mata imperialisme. Dengan memuji diri dan “memperhatihatkan kekuasaannya”, ia insaf atau tidak insaf telah membuka rahasia Partai dan memberi senyata kepada musuh untuk menduduh kalau internasionale membuat pergerakan revolusioner di negeri-negeri jadahan. Kami tidak dapat menerangkan hal ini dengan panjang lebar. Ini adalah provokasi—provokasi yang dituyukan oleh orang yang menyari yudilan. Orang harus mengerti apakah artinya Organisasi Besar Infika lau ditindau o'eh mata imperialisme.

Orang mengaduk-aduk putusan Prambanan dan lain-lain putusan yang diambil oleh Partai.

Kami kira lebih baik dan berguna kalau orang itu bisa memberi pemandangan yang teoritis yang meninggikan teori revolusi, supaya otang bisa menarik kesimpulan yang Marxisits tentang salabs dan benaroya jalan revolusi di tahun 1926. Cerita dan alasan yang disiar starkan dalam “Thesis” itu tidak ada harganya bagi teor-teori revolusioner.

Pemandangan-pemandangan itu ialah pemandangan burjuis kecil. Seperti juga di Eropa, Kautsky menyelab-basil revolusi Oktober. Ia berkata: “Revolusi Oktober salah, revolusi Oktober bukan revolusi yang dija'ankan menurut pelajaran Marx.” Di sini orang bisa tahu siapakah Kautsky itu. Revolusi yang berhasil dicela, apalagi revolusi yang kandas, umpamanya revolusi-revolusi di Rusia di tahun 1905 dan 1907. Sebagai Kautsky, di Indonesia pun ada satu dua ahli teori burjuis yang mencela kandasya revolusi pada tahun 1926. Apa lagi revolusi yang kandas, sedang revolusi yang berbasil roch dicela juga oleh pendekar Sosial Demokrat. Bacalah bukunya Lenin yang bertitel “Kautsky the Renegade” (Kautsky seorang pengchianat).

Satu pertanyaan: “Bagaimanakah sikap Tan Malaka dalam revolusi sekarang; apakah hanya mencela-cela revolusi saja?”

Menurut watak dan cara-cara memikir orang revolusioner, tiap-tiap revolusi besar Maupun kecil harus dianalisis dan dikritik, menyari sebab-sebab ekonomi yang memaks Rakyat melakukan revolusi. Sebab kerusakan ekonomi, sebab kekatuan ekonomi umum dalam suatu negeri bisa mendorong Rakyat bergerak melayan tindasan dan keberatan hidup.

Lain daripada itu kewajiaba orang revolusioner, apabila suatu revolusi itu akan dimulai atau telah berjalao, sedapat-dapatnya harus memberi pimpinan agar supaya mendapat kemenangan; atau kalau akan mendapa kekalahan revolusi itu harus dipimpin juga, supaya revolusi itu dapat diundur dengan jalan yang rapih dan teratur. Berhasil Ataupun kandas, apabila suatu revolusi itu telah mulai, revolusi itu harus terapin mendapat pimpinan, dan sebaliknya, tidak boleh revolusi itu dibalang-halang atau dipotong-potong seperti telah kejadian di Indonesia pada tahun 1926 di Jawa dan tahun 1927 di Sumatera. Haluan yang reaksioner ini menghalang-halangi pecahna revolusi di Indonesia dalam satu masa. Timbulnya revolusi serentak bisa melembekkana sebahagian kekuatan musuh impe-rialisie Belanda pada saat itu. Memotong yalannya revolusi itu berarti memberi kesempatan kepada musuh revolusi membagi bagi kekuatannya untuk memeceh kekuatan revolusi. Perbualan kontra-revolutioner ini merugikan yalannya revolusi dan menyokong pada musuh-musuh revolusi.

Orang belum puas memuji dirinya. Ia lebih lanyut lagi berkata: “Pertayalah bahwa sejarah Indonesia ada di sebelah saya”. Ini pujian cukup untuk mengukur deraji dan keseyahteraan Tan Malaka.

REVOLUSI 1926 DI INDONESIA

Revolusi 1926 adalah suatu kejadian yang penting dalam sejarah perdoyoangan kemerdekaan Indonesia. Revolusi yang pertama yang pecah pada tahun 1926 ialah pelopornya revolusi-revolusi di tanah-tanah jadih-an di lautan Pasific. Di Indo-China pada tahun 1927, yang kedua. Kejadian-kejadian di Burma pada tahun 1926/1927 ialah yang ketiga.

Sebelum timbulnya krisis dunia pada 1929 - krisis kapitalis yang sehebat-hebatnya yang belum pernah terjadi‘ dalam kapitalisme-imperialisme - gelombang krisis itu telah mulai menyerang ekonomi kapitalisme di negeri jadih-an. Penarikan kembali duurtetoeslag pengurangan upah kaum kerja, pemanjangan waktu bekerya dan penaikan beberapa yenis pajak dan bea dan permulaan mengurangi Staatsbegroting -di seluruh cang-bang-cabang-perkonomian di Indonesia, itu semua sangat merusak lagi penghidupan Rakyat di Indonesia seluruhnya. Krisis-krisis itu ialah akibatoya peperangan imperialisme pada tahun 1914-1918. Telah beberapa kali Gubernur-Jenderal menerangkan di hadapan Volksraad adanya kekacauhan ekonomi di Indonesia dan telah memerintahkan pada sekalian pembesar-pembesar Departementen supaya segera mengurangi belanya Negeri dan menghemat segala barta-benda pemerintahan Belanda di Indonesia.

Pada tahun 1926/1927 hampir seluruh dunia ditimpah krisis kecuai. Jepang dan Amerika yang mendapat keuntungan dari peperangan yang kesatu, sehingga penghidupan kaum kerja ada sedikit ringan buat sementara waktu. Tetapi kemudian, bahkan Amerika sendiri pun mendapat juga tabrakan yang maha hebat dari krisis dunia pada tahun 1929. Tidak sajar ekonomi Amerika umumnya akan tetapi bank-sistim dan lain-lain organisasi keuangan yang telah teratur sebaik-baiknya menurut faham ahli ekonomi burjuis, telah goncang oleh ancaman Krisis Ekonomi Dunia.

Pada pertengahan tahun 1926 di London telah pecah pemogokan umum - The General Strike in England - yang menggoncangkan perekonomian negara. Di India telah timbul beberapa pemogokan-pemogokan kaum kerja, umumnya di pabrik-pabrik tenun di Bombay dan Calcutta menuntut naikna upah dan kurangna-jam bekerya.

Di Indo-China telah timbul beberapa massa-aksi dari pihak kaum pekerya dan terutama dari pihak kaum tani yang menuntut tuguna yang pajak dan laid-lain bea. Massa-aksi revolutioner di Indo-China telah terkenal dalam riwayat revolusi di lautan Pasific dan telah memakan korban gantungan dan kalangan tani dan buruh.

Di Indonesia telah terjadi beberapa pemogokan besar dan kecil (kereta api 1923 dan lain-lain, pemogokan umum). Jadi revolusi di Indonesia, ialah revolusi yang pertama di negeri-negeri Pasific, revolusi yang menentang lanjutna kepusukan ekonomi dari seluruh perduduk, revolusi yang menentang tindasan imperialisme Belanda atas penghidupan kaum pekerya dan revolusi yang telah menjadi permulaan dan pengajaran bagi tani dan buruh revolutioner dalam perdoyoanganya terhadap imperialisme.

Revolusi di Indonesia pada tahun 1926 adalah revolusi yang membuka yalain pertama menuyudi ke-Kemerdekaan Indonesia. Pengalaman revolusi itu telah memberi pengajaran dan meninggikan deraji teori perdoyoangan kaum proletar di Indonesia, dan hasil pengajaran dan pengalaman revolusi 1926 itu telah terbukti dalam kemenangannya revolusi nasional di Indonesia pada masa inisialisasi.

Begitulah caranya orang: Marxist memandang suatu revolusi menganalisis tidak saja sebab-sebab politik; akan tetapi terutama menganalisis sebab-sebab ekonomi yang menjadi dasar timbulnya revolusi revolusi di dunia umum.

Jadi juru penyeldik revolusi di Indonesia tidak seharusnya banya memeriksa material untuk membenarkan atau mempersalakkan diayalanya revolusi di Indonesia yang timbul dari kehendak satu dua orang saja atau sebab-sebab dari putusan rapat-rapat di ciandi itu atau di ciandi ini.

Bagi keperluan riwayat revolusi dan analysis revolusi, tanggal dato, tempat rapat, laporan satu dua orang kepada si Anu, semua itu tidak berguna; dan tidak berarti apa-apa. Itu semua tidak memberi arti apa-apa bagi analysis politik dan ekonominya sesuatu revolusi.

Pada tahun 1905 revolusi di Rusia telah kandas. Apa sebabnya?

Petiahnya revolusi tahun 1905 itu disebabkan oleh krisis ekonomi di Rusia lantaran kekalahan perang dengan Jepang. Seperti juga pemerintahan Belanda, pemecintah Tsar adalah sangat reaksioner menindas Rakyat Rus dengan sawenang-wenang.

Kekandasan revolusi 1905 itu disebabkan oleh karena kaum tani tidak mengambil bahagian yang aktif dalam perjoangan revolucioner, dan kaum tani itu sebahagian masih menaruh keperyayaaan kepada Tsar Juga kesalahan ini ada pada revolusi kita dalam tahun 1926, di mana sebahagian dari kaum tani belum literatur dan semboyan revolusi yang dibertikan pada kaum tani tidak terang dan tidak cuuk sehingga tidak menarik sebahagian besar dari kaum tani. Sebab itu sebahagian dari kaum tani tinggal passif dan ada sebahagian yang menyokong fibak kontra-revolusi.

Tetapi Bagaimanapun juga, revolusi 1926 di Indonesia akan lebih hebat menghantam imperialism. Lebih hebat mengacaukan kekuatan imperialism Belanda. Dika revolusi itu tidak dipotong-potong, tidak disabotir oleh pihak indisplinaire. Betapa tidak akan lebih hebat, betapa tidak akan lebih besar effect dan pengarubnya diyika diingat, bahwa revolusi 1926 yang tidak sepenuhnya dijalankan itu saja sudah mendapat sambutan begitu hangat di negeri-negeri tetangga. Di Indo-China dengan massa-aksi kaum tani dan buruh, di Birma dan India dengan pemogokan - pemogokan kaum kerjana, dan sebagainya.

Ternyatahlah pada kita, bahwa revolusi tahun 1926 di Indonesia menjadi pelopor revolusi di Pacific yang disebabkan oleh adanya kerusakan dan krisis kapitalisme.

Menurut wet Dialectics tidak ada sesuatu barang pun yang “absolute”, pasir, angin-pun tidak “absolute” tetapi “relative”.

Revolusi bukan kehendak atau perbuatan sesorang. Revolusi tidak tergantoung pada kehendak atau nafsu seseorang. Ia meluap dari batas garis tindasan orang atas orang lain.

Barang apakah yang tergantoung pada nafsu seseorang?

Tahun 1926, ialah sinar, dan dengan sinar ini Sejarah Tanah Air kita mulai bercahaya!

Oleh karena Perkara tahun 1926 mes'h sering di gugat-guget orang, maka oleh sebab kebanyakan kawan-kawan sudah meninggal dunia, maka kami berdua—Muso, Alimin—yang menanggung jawab atas segala galanya.

Segui il tuo corso, e lascia dir le genti.*)

*) Teruskanlah jalanmu, janganlah perluli orang mengomel. (Dante)


IX

PARTAI KOMUNIS

APAKAH Partai Komunis? Partai Komunis ialah Partai baru, Partainya Lenin dan Stalin. Partai Komunis ialah Partai Proletar yang revolucioner yang menjadi penunduk perjoangan kasta Proletar dan lain-lain kaum kerja (avanguard of the guiding forces).

Partai Komunis menuju kepembentukan masyarrakat Sosialis. Sesuai dengan masanya, kami lebih dahulu mementingkan penyelesaian Revolusi Nasional.

Partai Komunis menerima anggauta-anggauta baru yang jujur, yang berani, yang militant, menerima kaum kerja yang sadar akan kastanya dan juga menerima golongan-golongan lain dari lapisan masyarakat. Partai Komunis menjalankan pimpinan yang revolusioner dan yang taktis-teoritis. Anggauta Partai Komunis harus tunduk pada disiplin dan harus mempertahankan Demokrasi revolusioner, yaitu Demokrasi-Centralisme. Tiap-tiap anggauta sangat diwajiibkan belajar Marxisme dan Leninisme dan ilmu-pengetahuan lain yang berhubungan dengan perjoangan revolusioner. Tiap-tiap anggauta harus tunduk dan menjalankan hukum-hukum yang termuat dalam program dan undang-undang Partai. Tiap-tiap anggauta harus bekerja dan berbuat banyak bagi Partai, mengundungi rapat-rapat Partai dan tiap-tiap anggauta diwajiibkan mengambil bahagian dalam pekerjaan Partai sebanyak-banyaknya.

Apakah kewajiiban Partai yang pertama? Menolak dan menentang akan adanya bahaya perang yang ketiga. Membantu Pemerintah Nasional dan memperkuat Persatuan Nasional dan bersama-sama dengan itu mendidik dan memperkuat pergerakan kaum buruh dan kaum tani. Menentang sekalian aliran reaksioner, aliran opportuniste dan aliran lain-lain dalam perjoangan kaum kerja. Menjalankan agitasi dan propaganda di kalangan Rakyat-banyak untuk memperkuat persenjataan dan kekuatan militer Pemerintah Nasional. Menggiatkan pemuda revolusioner, buruh, tani dan intelektuial sebagai dasar dan jaminan tegak berdirinya Republik. Menjalankan massa-agitasi di seluruh lapisan Rakyat guna persatuan nasional, guna menjalankan pekerjaan revolusioner. Inilah kewajiiban Partai Komunis yang terpenting dalam Revolusi Nasional


X

SOSIALISME

DI INDONESIA rawai dibicarakan tentang soal pembentukan Sosialisme. Lebih lama lagi soal ini telah dibicarakan di negeri Tiongkok dan juga di beberapa negeri di Barat.

Sesungguhnya kalau suatu negeri telah berhasil menyelaskan revolusi dan negeri itu telah menjadi merdeka dari genggaman penjajah, maka kalau sebagian besar dari penduduk di negeri itu ingin membentuk satu masyarakat sosialis, keinginan itu memang mungkin dan bisa dicapai.

Inilah keinginan dan kewajiiban manusia yang pertama dan yang berat serta yang makan banyak tempo.

Sebagai perbandingan, kami kira ada perlunya di berikan sekadar gambaran dan pemandangan bagaimana Rusia berhasil membentuk Sosialisme di dalam satu negeri.

Pada tabun 1913 Lenin menulis dalam “Pravda” dengan bertitel “How to increase per Capita consumption in Russia”. (Bagaimana cara memperbanyak konsumsi—makanan—bagi tiap-tiap orang di Rusia).

Lebih lanjut lagi Lenin menoelis, bahwa Rusia pada waktu itu adalah negeri yang terbelakang, yang miskin dan orang-orangnya masih setengah biadab. Dalam alat pembikinan barang-barang masih sangat terbelakang; empat kali lipat daripada Inggris, lima kali daripada Jerman dan sepuluh kali daripada Amerika. Begitulah keadaan pada waktu Rusia baru saja terlepas dari genggaman Tsar.

Revolusi Oktober tahun 1917 di Rusia menang. Ialah Revolusi Proletar yang pertama berhasil baik dan disiniilah dimulai pembentukan masyarakat sosialis—suatu transasi langsung dari Kapitalisme ke Sosialisme. Masyarakat sosialis ialah “Das Reich der Zukunft” ialah “Dunia Pengharapan”.

Rusia adalah satu negeri yang besar, 1/6 dari dunia. Di Rusia terdapat bahan-bahan tambang, dan pelikan yang memberi kemungkinan untuk mengadakan perindustrian yang menjadi salah satu dasar daripada pembentukan masyarakat sosialis. Selain daripada mas, kayu dan bahan-bahan yang terdapat dari alam, maka di Rusia terdapat bahan yang terpenting untuk pembangunan masyarakat sosialis ialah: batubara, minyak, besi dan baja. Rusia negeri yang besar, penduduknya banyak, dan letaknya negeri itu jauh dari Amerika, jauh dari Inggris, dan hanya Jermanlah yang menjadi tetangganyana, yang tidak aman bagi Rusia pada waktu permulaan pembentukan masyarakat sosialis. Rencana ini dimulai kira-kira pada tahun 1928.

Pada masa itu dengan segera pemerintahan Soviet membikin plan.—membikin rencana ekonomi yang seluas-yuasnya.

Mula-mula pemerintahan segera menguasai segala alat-alat pembikinan barang. Bersama-sama itu pemerintahan mengorganisir lain-lain ekonomi seperti: kooperasi, Soviet ekonomi, kolektif ekonomi dan lain lain organisasi yang sementara waktu menjadi badan-badan bantuan untuk menjalankan rancangan - rancangan Soviet yang besar. Mula-mula organisasi-organisasi itu berjalan dengan tidak mudah, mereka mendapat beberapa rintangan dari anasir burjuis ketil yang masih ketinggalan di Rusia pada masa itu Di kota-kota besar organisasi itu berjalan lancar dari-pada di kota-kota ketil atau desida - desa.

Bersama dengan jalannya organisasi - organisasi itu pemerintahan Soviet mengorganisir segala kekuatan yang ada pada massa—yang ada pada Rakyat jelata dan mengadakan agitasi dan propaganda serta menerangkan pada Rakyat umum, maksud dan tujuan rencana Soviet itu. Hasil propaganda itu membawa banyak perobahan yang sangat penting. Perhubungan butuh dan tani menjadi erat-erat, persaudaraan antara bangsa dan golongan bangsa-bangsa menjadi amikal dan sebagian penduduk negeri Soviet bekerja bertambah rajin dan insyaf kepada kewajiabannya masing-masing. Kaum intelektuil mendekat pada massa dan massa mencintai golongan intelektuil. Rakyat umum menjadi gembira, membantu dan bekerja rajin atas kemauan sendiri.

Dengan segera pemerintah mengatur pembikinan alat-alat yang membikin barang-barang, membeli atau membikin mesin-mesin yang penting bagi keperluan pembangunan ekonomi sosialis dan meng-rekonstruir mesin-mesin yang telah ada, menyewa dan mempergunakkan ahli tehnik dari luar negeri, pendeknya semua tenaga dan akan digunakan untuk mewuyutkan mesin-mesin yang langsung perlubagi perekonomian modern. Setelah itu dimulai, lalu membentuk pegawai-pegawai—kader-kader—kader-tehnik dan kader lain yang berhubungan dengan perekonomian Soviet. Perlu dikatakan, bahwa dalam riwayat rencana Lima Tahun di negeri Soviet, bahwa dengan bantuan Stalin, yang mengadakan pendidikan kader-kader itu telah berhasil dalam waktu yang sependedk-pendeknya. Maka kader-kader dan tehnik itu ialah dasar yang pertama untuk pembangunan masyarakat sosialis—masyarakat modern.

Pembentukan masyarakat sosialis di Rusia menagali lami banyak rintangan. Pada waktu jalannya pembangunan Sosialisme di Rusia, negeri-negeri imperialis besar ketil amat cemburu dan menentang sekali. Negeri-negeri itu mengertiik Soviet, menghinna-hina dan membusuukkan, mengadakan anti propaganda dengan press kampanye, menyinggung-nyinggung semua hal yang mengenai pembangunan masyarakat Sosialis. Dengan segala daya upaya mereka mengadakan sabotase dan memboikot perekonomian Soviet, dengan mengirimkan sepiyon ke dalam negeri untuk merusak mesin-mesin, pendek kata mereka menghalang-halangi dengan berbagai jalan untuk mencegah terlaksananya rencana-rencana Soviet itu.

Setelah selesai peperangan dunia ke I, setelah menangnya revolusi di negeri Rusia, negeri-negeri Inggris, Jerman, yang terutama Inggris mengantiam-ancam hendak menyerang pada Soviet Rusia di Timur jauh. Rintangan-rintangan ini memakan banyak tenaga dan biaya yang sangat melambatkan jalannya rencana Soviet.

Pembentukan sesuatu masyarakat sosialis itu dipandang oleh imperialism sebagai ancaman yang sangat berbahaya terhadap masyarakat kapitalis.

Sosialisme ialah suatu masyaraat yang berlaku dengan tidak menggunakan modal. Dalam masyaraat ini orang dilarang menggunakan tenaga orang lain. Orang merdeka, semua orang bekerya bagi keperluannya semua orang, yadi tidak segolongan orang ini bekerya buat golongan lain.

Buat sementara waktu pada permulaan Sosialisme, masyaraat ini masih menggunakan aturan Negara (Staat), akan tetapi alat-alat negera Sosialisme itu tidak berlaku seperti alat-alat Negara yang memerintah, akan tetapi bersifat mendidik penduduk masyaraat sosialis itu supaya kerajinan dan kehendak untuk bekerya menjadi tinggi. Dan sebaliknya alat-alat negera itu di amat-amati oleh seluruh penduduk masyaraat itu. Sosialisme ialah masyaraat yang menuju kepada penambahan senantiasa kesejahteraan penduduk masyaraat itu.

Setelah terbentukna Sosialisme di negeri Soviet, maka ternyatalah, bahwa sesuatu masyaraat yang semacam itu dapat dan mungkin diseleggarkan di mana juga pun. Lebih mudah lagi menyelenggarkan Sosialisme disatu negeri besar di mana telah berada dasar dan syarat-syarat yang perlu untuk menjadi dasarnya masyaraat sosialis. Umpamanya di Inggris, di Jerman, di Amerika dan juga mungkin di Jepang. Oleh karena negeri negeri tersebut telah tersedia alat-alat yang baik untuk memulai mendirikan rumah tangga sosialis.

Di negeri negeri tersebut telah tersedia banyak mesin-mesin perindustrian berat atau perindustrian yang penting dan di situ telah banyak kaum kerja yang telah pandai melakukan alat-alat modern itu, yadi dengan mudah membentuk masyaraat sosialis. Seperti telah di terangkan di atas, bahwa kader-kader dan tehnik itu adalah salah satu syarat yang pertama untuk mempercepat penyelenggaraan Sosialisme. Ini tidak berarti, bahwa negeri-negeri yang terbelakang, seperti Tiongkok, India atau Indonesia tidak mungkin membentuk Sosialism. Tidak saja mungkin akan tetapi bisa. Tetapi Sosialisme semacam itu akan berjalan lambat se-kali dan tidak mudah mengubah atau mengganti keadaan yang sudah-sudah dan apalagi untuk bersaingan, menyusul atau memburu keadaan-keadaan yang ada dalam masyaraat kapitalis, dengan yang tidak berdasar atas mesin-mesin dan alat industri yang modern.

Lain daripada itu selama di dunia masih banyak negeri-negeri kapitalis dan masih kuat, maka penyelenggaraan suatu masyaraat sosialis di negeri-negeri yang letaknya berdekatan dengan negeri kapitalis dan yang kekuatan kapital raksasaanya masih besar, yang mengontrol sebahagian besar ekonomi negeri lain, maka penyelenggaraan itu tidak mudah dijalankan. Pertentangan antara sistim Sosialisme dan sistim kapitalisme itu selama Kapitalisme masih kuat, selamayia ia merintangi adanya pembentukan masyaraat Sosialis.

Rintangan itu dijalankan keras dan kejam, dengan terang-terangan dan dengan cara gelap.

Rintangan-rintangan dan sabotase seperti yang telah dilakukan terhadap Soviet Rusia pada permulaannnya dan masih terlihat perbuatan semacam itu akan dilakukan pula dan akan lebih kejam daripada yang sudah-sudah. Lebih banyak jumlahna negeri-negeri sosialis lebih ciapat menjadi lembekna kapitalisme dan lembekna kapitalisme dapat memudahkan kemungkinan penyelenggaraan masyaraat sosialis.

Selama kapitalisme masih kuat, negeri-negeri di sekitar Pacific yang hanya baru melepaskan dirinya dari genggaman negeri-negeri penjadiah—negeri negeri merdeka itu sebaik-baiknya berjalan dan berlaku buat sementara waktu, lebih koerang bersama-sama, di samping kanan kirinya peraturan kemodalan dan bersama-sama negeri itu haruslah mengurangi dan menghindarkan diri dari peraturan-peraturan ekonomi yang bertentangan, sambil meninggikan dan menambah penghasilan nasional yang langsung bagi keperluan Rakyat dan mempercepat peraturan ekonomi yang mempercepat tingginya kesejahteraan dan kultur seluruh penduduk.

Inilah kewadiyiban yang pertama, yang berat dan yang terpenting.


XI

PROGRESSIF EKONOMI NASIONAL (P. E. N.)

BUAH revolusi nasional di Indonesia dalam satu setengah tahun ini telah merubah sistim politik ekonomi Negara.

Banyak atau sedikitnya perobahan semacam ini telah mempengaruhi politik internasional.

Pada waktu pembangunan Negara soal yang terpenting ialah soal Ekonomi—soal ekonomilah yang menjadi dasar politik kami.

Ekonomi Indonesia dalam keadaan rusak. Kerusakan itu ditambah pula dengan krisis dan peperangan dunia, akan tetapi Meskipun begitu Pemerintah telah pandai mengatasi beberapa kesulitan dan lambat laun ekonomi nasional mulai maju.

Sekarang timbul pertanyaan: “Perekonomian manakah yang harus dijalankan?”

Mula-mula harus diketahui berapa banyknya perusahaan-perusahaan yang telah menjadi hak milik Negara—perusahaan tanah dan perusahaan industri besar keci. Selain daripada perusahaan-perusahaan Negara kami harus sedapat-dapatnya menambah yumlah yang telah ada dengan jalan mengoper beberapa perusahaan yang sekiranya dapat dibeli atau dipinjam dengan bayaran angsuran (obligasi nasional dan lain-lain pinjaman Negara).

Soal yang terpenting ialah: Pemerintah harus mempunyai satu-dua perusahaan besar yang menjadi dasar dan jaminan bagi sebahagian ekonomi nasional.

Pertama-kali memperbaiki dan memodernisir alat-alat pembikinan barang. Untuk menyempurnakan pembangunan Negara sebahagian besar dari Rakyat harus mendapat didikan yang bersemangat entusiasme—giat dan rajin bekerja—dan bersama-sama itu menguatkan “disiplin kerja”, disiplin seluruh tenaga kerja dalam masyarakat dan mengontrol seya-baiknya segala rencana dan hasil pekerjaan, mengadakan pilihan personil, mengadakan pilihan lain-lain pegawai atau kader-kader dalam perusahaan dan pilihan alat-alat Negara. Pemerintah harus senantiasa mencari jalan untuk meninggikan produksi dan menjalankan agitasi-propaganda yang disertai semangat “Kompetisi nasional”—saingan atau perlombaan memperbanyak produksi, perlombaan memperbanyak pembikinan barang—lebih banyak lagi daripada yang sudah-sudah untuk memperluas kemakmuran Rakyat.

Perusahaan tekstil dan lain pertenunan harus di perbanyak dan penghasilan kapuk harus diperluas.

Untuk mewuyudkan rancangan Progressif Ekonomi Nasional harus dirancang program Agrikola yang menambah banyknya hasil bumi dari seluruh perusahaan Agrikola, salah akan urat ekonomi yang terpenting dalam ekonomi nasional (gula, teh, kopi, coklat, tapioka, getah, kopra, tembako, kina dan lain-lain). Berhubung dengan rencana Negara ini pertama-tama Pemerintah berlaku sebagai satu-satunya pemimpin Ekonomi nasional, maka untuk mengharap hasil rencana itu harus diperhatikan hidupnya dua golongan yang terbesar dalam masyarakat, yang menjadi dasar ekonomi masyarakat kita.

  1. Meninggikan dan menambah penghasilan kaum tani tiap-tiap tahun dari 10 hingga 20 pCt. (mem-bantu kaum tani dengan memberi pinjaman alat-alat pertanian modern). Perubahan dan modernisasi masyarakat feudal berarti satu revolusi dalam pertanian yang hingga sekarang belum pernah kejadian di negeri-negeri jajan meski di negeri Jepang sekaliu pun di mana tehnik telah memuncak.

  2. Upah dan penghidupan kaum kerja harus diper-tinggikan 20 hingga 30 pCt. Perbaikan nasib kaum kerja mendorong kegiatan bekerja yang berarti menambah produksi.

Juga Hortikultur (kubis, kentang dan lain-lain, sayuran serta buah-buahan) harus diperbaiki dan diperbesar.

Di lapangan Perternakan segera diadakan pemilih-an bibit yang baik dan mengadakan kawin-campuran antara berbagai yenis binatang agar kita lekas dapat binatang ternak yang baik dan lekas berkembang-biak (kuda Australi, sapi benggala, ayam leghorn dan lain-lain).

Bersama-sama dengan majunya Ekonomi nasional harus juga diperhatikan alat-alat Perhubungan yang memudahkan transport antara distrik-distrik dan afdeling-afdeling, antara desa dan kota supaya tempat-tempat yang ketiyil itu mendapat alat-alat pengangkutan dan lain-lain kendaraan yang praktis, misalnya: trem-trem ketiyil, truk dan lain-lain kendaraan yang lambat laun akan menggantikan gerobak dan cikar. Kereta api, listrik, trem dan lain-lain harus menjadi hak milik Negara.

Inilah Progressif Ekonomi Nasional dalam transasi Negara feudal kemasyarakat yang progressif yang menjadi tinggi dan modern.


XII

USUL KAMI

BERHUBUNG dengan pentingnya Pertahanan Negara, Partai mengusulkan:

  1. Reorganisasi seluruh tenaga dan kekuatan bersenjata, juga termaseok bagian kepulisian: semua tenaga dan kekuatan bersenjata harus bekerya dengan aktif dan rationeel; verbruderung dan mempererat persahabatan antara seluruh tenaga dan kekuatan bersenjata atas dasar mencintai nusa dan bangsa—atas semangat patriotisme revolusioner.
  2. Menuntut bantuan pemerintah memperluaskan agitasi dan propaganda menginsyafkan kaum kerja dan seluruh lapisan tani miskin yang hanya mulai sedar pada hidup politik.
  3. Membentuk pegawai-pegawai atau kader-kader reserve untuk gantinya pegawai-pegawai tua dan dengan segera menghapuskan pegawai-pegawai yang rudimenter dan menghapuskan burokrasi.
  4. Mempertahankan Demokrasi revolusioner.
  5. Perobahan gaji pegawai negeri tidak boleh melebihi daripada gaji atau upah dari seorang buruh yang cakap bekerja (wage of a competent worker) Perobahan gaji harus dilakukan dari atas ke bawah.
  6. Kewajiiban kami yang pertama ialah: Tidak “mengumumkan pembentukan masyarakat sosialis”, tapi mempersatukan produksi sosial dan pembagian barang-barang itu dikuasai oleh Pemerintah nasional dan dikontrol oleh badan-badan pekerja yang tertinggi. Partai Proletariat yang revolusioner tidak bisa mengizinkan Partai Komunis mempropagandakan terselenggaranya Sosialisme dalam satu negeri di mana sebagian besar dari penduduknya masih terdiri dari tani pertengahan dan di mana sebagian dari penduduknya belum merasa perlu meneruskan jalanya revolusi sosisalis.
  7. Program Agrikola (Agrarian Programme) harus di pusatkan dalam satu kekuasaan yang dipimpin oleh salah satu badan Eksekutif Pemerintah.
  8. Menambah wakil-wakil buruh dan tani dalam pemerintahan negara.

SEMUA SEJARAH MASYARAKAT YANG HINGGA KINI ADALAH PERJUANGAN KELAS-KELAS.

Komunis Manifesto.


UNCOPYRIGHT

Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan uncopyright ini hadir untuk menegaskan kebebasan.

Teks dan karya seni di dalam e-book ini diyakini telah berada dalam domain publik. Kami meyakini bahwa segala aktivitas nonpenulisan yang dilakukan atas karya domain publik—seperti digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—tidak menciptakan hak cipta baru. Tidak seorang pun dapat mengklaim hak milik atas pekerjaan semacam itu.

Para kontributor e-book ini secara sadar melepaskan hasil kerja mereka di bawah ketentuan CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication. Ini adalah penyerahan sepenuhnya segala upaya mereka ke ranah publik.

Pernyataan ini adalah perwujudan dari produksi nonpasar, sebuah langkah yang menolak “hasrat bergelora untuk menyimpan dan mempertahankan” kepemilikan.

Upaya ini dilakukan demi memperkaya khazanah literasi, untuk menumbuhkan kebudayaan bebas dan merdeka, serta mengembalikan privilese kepada ruang kebebasan yang telah memberi kami begitu banyak.