Baca PDF (OCR): Peranan Koperasi Dewasa Ini

22 halaman · 22 halaman diproses dengan OCR· 71924 ms

Daftar isi
  1. BE AV
  2. MT A2AW3
  3. D.N. AIDIT
  4. PERANAN KOPERASI
  5. DEWASA INI
  6. Depagitprop CC PKI rentjana kulit : Djakarta 1963
  7. TII ..
  8. EAN ab Bengantari asnsas.huhhaan.pnsi.dsmtia.aci6
  9. DEVAAWMI
  10. Kembangkan Gerakan Koperasi Untuk Mengurangi Ke
  11. sulitan² Beban Hidup Rakjat Dan Dalan Rangka Mem
  12. 11016194
  13. Rengertian bahwa bukan maksud saja²tukmempe
  14. maa taca ndoneia ang sosialis melaikan
  15. Pemerintah terhadap gerakankpeaddaa I HSpsubI Si sbiT
  16. Rgan,masalah evolu ktaRarena u persoalan
  17. laksanaansULPA belum berarti melaksanakan peng
  18. bahaja daripada imperialiep
  19. Pembanqunan Presiden serta ketetapan MPRS, jaitu
  20. ekonomi sektor negara jang harus semakin dikembang-
  21. naljaitrgtsh n9wAsanox Paei.RnnaseAsioq aaAan2o
  22. 1. Mengkonsolidasi kemenangan jang sudah ditjapai.
  23. Menanggulangi kesulitan ekonomi dengan meng-
  24. 4. Meratakan dan mengamalkan indoktrinasi 7 bahan
  25. Diwaktu jang lampau Rakjat kita didjedjali oleh de-
  26. Djika dituruti keterangan ini, maka maksud Hatta akan berhasil memindahkan perhatian agar perdjuangan
  27. Pendapat Dr. M. Hatta ini bertentangan linea rekta
  28. Kita tidak mau ,ons nestelen in het kapitalisme!'"
  29. Ada pula pendapat bahwa koperasi tidak diperlukan
  30. sekarang toch tidak akan membawa hasil apa² bagi Rakjat. Pendapat ini mengatakan bahwa sebelum sele-
  31. menghapuskan imperialisme dan sisa² feodalisme, tidak
  32. Djumlah koperasi primer dan kekuatannja (achir tri-
  33. 5. Djumlah dana tjadangan Rp. 153.672.298,71.
  34. TENTANG PERANAN PEMERINTAH DALAM
  35. UU KOPERASI
  36. sung. Perkembangan koperasi tidak dapat dilihat hanja
  37. dari sudut besar-ketjilnja djumlah kredit jang dikeluar-
  38. kalangan Rakjat, Pemerintah harus melaksanakan dengan konsekwen garis² Manipol dan MPRS dengan
  39. mengadakan pengubahan sistim masjarakat Indonesia
  40. tuantanah, sebagai sjarat mutlak dalam menanggulang:
  41. lah tenaga pokoknja. Hanja dengan memberikan ke-
  42. kepada perkembangan produksi dan sebaliknja ke-
  43. uangan jang gontjang setjara timbalbalik mengatjaukan
  44. produksi harus mendjadi korban politik keuangan jang
  45. baikan taraf hidup Rakjat. Tindakan pemerintah untuk
  46. jan pokok daripada pemasukan keuangan negara, pe-
  47. faktor jang penting dalam usaha mengembangkan pem-
  48. tuk mendapatkan barang². pemberian order², keringan-
  49. Dengan mengintensifkan peranan Pemerintah itu.
  50. karang djuga bagi anggota² koperasi, sekalipun masih
  51. Peranan Pemerintah dalam mengembangkan gerakan
  52. koperasi dan perkembangan koperasi itu sendiri sangat
  53. erat hubungannia dan diatur dalam UU Koperasi serta
  54. 1958 Tentang Perkumpulan Koperasi dan PP No. 60
  55. dan PP ini telah lebih mendorong perkembangan ge-
  56. adanja UU dan PP ini. Beberapa perhatian terhadap
  57. 1. Mengenai definisi jang termuat dalam Bab I ten-
  58. hapusan penghisapan atas manusia oleh manusia.
  59. jangi bersangkutanslsibep mse ini dos sw sbs
  60. terlalu banjak seperti terdapat dalam UU Koperasi se-
  61. tunja gerakan koperasi kita dan Departemen Koperasi
  62. UNTUK MENGURANGIRESULITANW
  63. Saja sangat gembira danp merasa berintung mendapat
  64. bdan berhadapan, langsung dengan Sdr.2 semua, ter-
  65. rena suatu kenjataan, bahwa gcrakan koperasi dinegeri
  66. padavkesempatan fan -1i sis spasb snisfem ns
  67. Imilah jang saja sebut »pseudo koperasi", jaitu jang
  68. mempergunakan rakiat untuk koperasi dan bukannja koperasi untuk rakiat. Usaha² demikian ini adalah
  69. Amanat Pembangunan Presiden dan pidato Menteri
  70. kemadjuan² tertentu jang ditjapai serta mengharap-
  71. dalam hal jang berhubungan dengan prinsip koperasi;
  72. Ketetapan MPRS maupun Undang² Koperasi meng-
  73. gariskan, bahwa koperasi adalah kumpulan daripada
  74. sia bagi anggota²nja) dan menguntungkan. Prinsip² itu hanja mungkin terdjamin apabila koperasi dipimpin
  75. oleh orang² jang djudjur dan Manipolis. i
  76. riskan oleh MPRS maupun Undang2 Koperasi, tidak
  77. an, melainkan dengan tjara ter-gesa² main tundjuk dari atas, tidak didjundjungnja hak² anggota untuk meng-
  78. pendiriannja sadja, dengan maksud untuk dapat meng-
  79. Adalah perlu mendapat perhatian kita, supaja ge-
  80. rakan koperasi bisa tumbuh sebagai pohon diudara
  81. penghias kamar) jang hidup karena disirami terus-
  82. tjara wadjar dan demokratis serta tidak menggantung
  83. kepada bantuan se-mata².
  84. nja kepada gerakan koperasi harus bersifat bimbingan jang mengembangkan gerakan koperasi.
  85. kapitalis, atau didalam praktek adalah mentjegah djangan sampai pengurus² koperasi memperalat koperasi
  86. atau djenis² koperasi jang paling objektif dibutuhkan
  87. tanimiskin, kaum buruhtani, tanisedang, dan djuga
  88. pan-pindjam, berhubung tjepatnja merosotnilai uang,
  89. sekaranginiamengalamilebih banjak kesulitan.
  90. Setelahsaja kemukakanmasalah koperasi setjara
  91. tang pokok atjara dan persoalan daripada musjawarah
  92. kan dua alasan, pertama karena persoalannja memang
  93. sudah merupakan persoalan jang harus dipetjahkan
  94. berdasarkan perkembangankebutuhan daripada ge-
  95. Achirnja, mengenai penggalangan modal jang ber-
  96. djustru berkoperasi untuk meringankan beban hidup-
  97. RS, didalam membantu memperkuat sektor ekonomi Ne-
  98. Demikianlah beberapa hal jang dapat saja kemuka-

PERANAN KOPERASI DEWASA INI

KAUM BURUH SEMUA NEGERI, BERSATULAH!

Seri Kursus Rakjat No. 4

BE AV

MT A2AW3

filus auajinnt osiorgun

D.N. AIDIT

PERANAN KOPERASI

DEWASA INI

*

tuutiteni inì sinebeirtoee.008 mebietemA

Depagitprop CC PKI rentjana kulit : Djakarta 1963

nugroho

TII ..

101050839 152e112 RBeaabnu e5is ue gant ieuidsr こD夏上AR会事度S29? 129 -0m110132iA第1.C1 ovrn25

EAN ab Bengantari asnsas.huhhaan.pnsi.dsmtia.aci6

Peranan Koperasi Dalam Pembangunan Ekonomi In-

DEVAAWMI

Tentang susunan ekonomi Indonesia jang hendak kita bangun sekarang 方强喜注来。故的73sdat I Tentang peranan, lapangan kegiatan dan perkem- b pbangan gerakanskoperasi dar13

Bivtilskan gerakan koperasi dan beberapa persoalan Undang² Koperasi ta61sqod 26 nspMengenar definisi.. 18610002.32000 水28 .Mengenaiprinsip demokrasi daripada koperasi i2611o1ms1 u 4Mengenaiperananpemerintahdalam gerakan ulsersine koperasita8120od.nsd61an.issbo2gexy29m -sb 减og u5 inon0类分 影局bidi行 n8ga8ib22g 180 Daerah,kerdja, koperas30 Int. Instituut

Kembangkan Gerakan Koperasi Untuk Mengurangi Ke

Soc. Geschiedenis

sulitan² Beban Hidup Rakjat Dan Dalan Rangka Mem

Amsterdam bangun Ekonomi Nasional...

cae1.主m13 .atXB1

11016194

D C goiipsi caer smsisiG

à

Sekedar Pengantar Pada tanggal 28 Februari jang lalu, atas undangan Kepala Djawatan Koperasi Pusat, Menteri/Wakil Ketua MPRS/Ketua CC PKI, Kawan D.N. Aidit telah mem- berikan tjeramah jang berdjudul. Peranan Koperasi dalam pembangunan Ekonomi Indonesia Sekarang didepan parapediabet Departemen Kbperast dan Djawatan Koperasi Daerah Chusus Ibu-kota· Djakarta Raya, para- dosen Akademi Koperasidan Fakultas Ekonomi serta aktivis² berbagai djenis gerakan koperasi. Sebelum itu, jaitu pada tanggal 13 November 1962, Kawan Aidit atas naaτ PimpinanMPRSltelahpulamenghadiri MúsjawarahPembiajaan Koperasikdi3 Tjipajung dan menjampaikan sambutan tertulis. Pada kedua kesempatan itu Kawan D. N. Aidit mem- koperasi sadja, tetapi djuga bagi para anggota koperasi dan gerakan revolusioner umumnjaiaitu soal² jang menjangkut a.l. kedudukan koperasi. tugas koperasi dan pembtajaanqikoperas"dalamtingkatapémbangunan ekonomi nasional-demokratis, serta prinsip2 demokrasi didalam koperasi. Mengingat pentingnja soal² jang di- adjukanisitų untuk mendorongalebjhismadju dan untuk mengkonsolidasi.gerakan.. koperasi sebagai salahsatu alat perdjuangan dibidang ekonomi maupun politik dalam rangka menjelesaikan tugaszbRevolusi pada tahap sekarang ini.maka kedua bahan itu kami bukukan sebagai Scri Kursus Rakjat no. 4 dengan djudul Peranan Koperasi Dewasa Ini. ienoian tmooaa asgasd

Djakarta, Djuni 1963

Asbnod gnat siasnobal imonodo asnuena pnstoT .I pasisle aupnsd stid -meliq asb asisipea asnscsl ssisgPasigoT.Il PERANAN KOPERASIDALAMd -PasdmePEMBANGUNAN EKONOMIsT II1 siso sNDONESIASEKARAN b Pertámasafaudtjapkan diderimakasih nkepadaSdr. KepalaDjawataneKoperasiPusat jangdtetalsimeminta saja untuk membefiRan tjeramahkepada Sdr hareidi. "permiitaaiitifBajaterimaqdengansyembrapnsdmspa nadaiaiukkeduakalimjaiaja Bekesempatan berhadapan dengahSdrjangbefketjimpung dengan masalah dan didalam gerąkan koperasi. Pertama pada pertengahan November 1962 jl. pada Musjawarah APebíájánKsidiTpandnjkut hadir, tetabiháuja békesempatanmemberikan sambutan tertulis, dan kalsajyberhadapan dengan Sdr. pedjabat² pada Departemen Koperasi dan Djawatan KoperasDaeraChüsusbukotae Djakarta RajaDo- enpadasAkadeiKóperasslahBakultas Ekonomi Sertatéfutamasekali Sdrraktvisl dárioberbagai djenis eakaeoperasma smsiae saeie muled e asas D

Rengertian bahwa bukan maksud saja²tukmempe

ketjil peranan koperasi dafam mnasjarakat Tdonesia di-

maa taca ndoneia ang sosialis melaikan

Pemerintah terhadap gerakankpeaddaa I HSpsubI Si sbiT

Sudah tentu pberbitjara, tentan9 pReranan koperasi dalam pembangunan ekonomi negeri kita, tdak mung kin kita hanja menindjau dan menelaah ,kotak gerakan koperasiosadja melainkaniharus menindiau danmene- laahg keseluruhannja dalam hubungannja dengan masalah ekonomi, negeri, bahkan dalam hubungannia de-

Rgan,masalah evolu ktaRarena u persoalan

hendak saja kemukakan denganokokushd mslsb

I. Tentang susunan ekonomi Indonesia jang hendak kita bangun sekarang. II. Tentang peranan, lapangan kegiatan dan perkembangan gerakan koperasi.
III. Tentang peranan Pemerintah dalam mengembang- kan gerakan koperasi, dan beberapa persoalan Undang² Koperasi. Saja akan merasa lebih bergembira lagi djika tjera- mah saja ini bisa mendjadi sumbangan, walaupun tidak besar, dalam mendorong dan melantjarkan serta me- ngembangkan gerakan koperasi, sebagai satu lapangan kegiatan dan perdjuangan dalam menjelesaikan tun- tutan² revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. 0676 TENTANG SUSUNAN EKONOMI INDONESIA JANG HENDAK KITA BANGUN SEKARANG Dalam perdjuangan untuk mentjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis Rakjat Indonesia telah memperoleh kemenangan². Akan tetapi perdjuangan itu belum selesai. Selama hampir 18 tahun Indonesia Merdeka tjukup melukiskan bahwa perdjuangan menjempurnakan dan mengisi kemerdekaan itu masih berdjalan terus. Ber-turut² setelah terikat oleh persetudjuan KMB jang merugikan itu, Rakjat Indonesia berdjuang untuk mengusir misi militer Belanda, membatalkan perdjan- djian KMB setjara menjeluruh, mengambil-alih dan menasionalisasi perusahaan² Belanda dan sekarang sedang berdjalan taraf terachir daripada perdjuangan pembebasan Irian Barat. Tidak hanja perdjuangan melawan imperialisme Belanda sadja jang kita lantjarkan jang pada ketika itu merupakan musuh nomor satu daripada Rakjat Indonesia, tetapi djuga melawan imperialisme lainnja jang mau mendjerat Indonesia kedalam djebakan neo-kolonial- isme dan perdjuangan melawan musuh² revolusi dalam- negeri, chususnja menghantjurkan kontra-revolusi jang didalangi kaum imperialis. Perdjuangan ini terudjud dalam bentuk perlawanan terhadap usaha² menjeret S8

Indonesia kedalam SEATO, perlawanan terhadap pe- nanaman modal imperialis jang baru disamping perdjuangan untuk menggerowoti jang masih ada dinegeri kita. perdjuangan menghantjurkan pemberontakan kontra-revolusioner seperti pemberontakan Darul Islam Kartosuwirjo", RMS", PRRI" dan Permesta", perdjuangan melawan penghisapan tuantanah dan lintah darat di-desa² karena masih bertjokolnja sisa² feodalisme dan perdjuangan melawan kaum komprador imperialis dan kapitalis² birokrat jang menurut istilah Presiden Sukarno pentjoleng² kekajaan negara. Dengan hal² jang baru saja uraikan ini djelas bahwa tugas² revolusi nasional dan demokratis seperti jang digariskan oleh Manipol sudah dimulai dan sedang berdjalan dinegeri kita, jaitu tugas² menghantjurkan rin- táüngan strategis jang berupa imperialisme dan sisa² feodalisme sebagai sjarat mutlak untuk menudju kepada suatu masjarakat Indonesia jang sosialis dimasa depan实转包封,战经存影糖与变鼓象教是分素:这转已镇缩行推美 Dengan keterangan ini saja hendak menekankan tentang pentingnja kita tepat dalam pengertian serta setia melaksanakan dalam praktek apa jang digariskan oleh Presiden Sukarno dalam pidato Djarek, bahwa ada dua tudjuan dan dua tahap Revolusi Indonesia" : Per-tama, tahap mentjapai Indonesia jang merdeka penuh, bersih dari imperialisme dan jang demokratis bersih dari sisa² feodalisme. Tahap ini masih harus diselesaikan dan disempurnakan.Kedua, tahap mentjapai Indonesia bersih dari kapitalisme dan dari l'exploitation de l'homme par l'homme. Tahap ini hanja bisa dilaksanakan dengan sempurna setelah tahap per- 5 tama sudah diselesaikan dengan sempurna". Tidak mengerti tentang adanja dua tudjuan dan dua tahap revolusi Indonesia, sama halnja dengan tidak mengerti samasekali revolusi Indonesia. Djustru inilah, menurut Manipol, jang membedakan Revolusi Indonesia sekarang dengan revolusi burdjuis Perantjis tahun 1789 dan dengan revolusi proletar sosialis Rusia tahun d0i5ts 05181 1 1917的,教技建护的得分2 Dalam perdjuangan untuk mentjapai Indonesia bersih dari imperialisme, perkembangan perdjuangan Rakjat Indonesia telah sampai kepada suatu taraf jang baru. Selama belum ada kepastian penjelesaian menge-

nar masalah Trian Barae,qimperiałsme Belardaadalan musuRakatmdonesiabjanginomorisataordisampig tida merêmehkan bahaja imperialisne Amerika Ser kat dansimperlalsme lainanjanSekarangsudahbada ke pastian bahwa mperalisine Belandaakantamat riwa jatnja; di'ian Barat, oleh karena tidaklahada artiz matagi enetapkahuimpealisme Belanda sebagaiub suhbpertahra. KekuasaandUNTEAnjang masthada di Irian Baratsekarang adalah Tebiheméngabdinkepad kepentingan perialishe isAnrérikailSerikaticdaripada kepentinganimperialismieBelandaloOlehnkarenaitu. musuhdRakjat Indonesijang romore satu danjang pa- ling bérbáhaja pada waktu sekarang adalah imperial- ismé AmerikauSerikatiDilihatdaripengaruh politiknja di Indonesia, dilhatdariesegi penañaman modal,adari segipénetrasremliteridanukebudajaanpimperialisme AmerikauSerikát mengungguliimperialisme janglain² Walaupunsdemikian kewäspádaanlsharus masih ada terhadap, imperialisme Belanda jang masih merupakan musuh Rakjat Indonesia jangzberbahaja, karena lia masih'mempunfaiinvestäsimodaljangsagakibesar,masth akaf memadjukanstuntütanjangtidak masukakal mengenar perusahaannjasjangsudah diambil-alihidan dínasionalsase,bmasih mempunjaisuhubunganpibpolitik lama jangakan diusalakaihuntukqdiperbahadai kems bali.somsb psi asb smeisisqmi isb dizisd -Perdjuangan"untuksIndonesiaijangdemokratis,dberd sih darrssisa feodalisme,berarti perdjuanganuntuk membébaskanikaun tanidarpenghisapan tuantanah daf lintahdarat. Dalamo pidatő Djarek didjelaskan bah- waq,melupakantugasumelawäne keterbelakanganb feo dal, berarti fidak membebaskan kaum tani dari peng- Hisapanblmtahdaratdantuantanáhberartitidakbime. narik sebagian besar darie RakjatIndonesiavkedatam gefakanrevolusiDjalan iniuadalah djalanjang salah, ibarab orangy bertarung memakaissatuqtanganKe bangkitan perdjuanganukaum tani Indonesia untuk me- runtut tanah garapăn,suntuk turun sewatanahndantu- run bunga, pindjaman adalah kebangkitan menudju penghapusanrsisaqfodalismeinu nsgnauibieg msis Pengalaman menandjukkan bahwa pelaksanaan daripada landréform térbatas berdasarkan UndangPo- kok"Agräfia dana pelaksanaan UU Perdjandjian Bagi

Hasiltidakselantianjangekitaharapkapagipulape

laksanaansULPA belum berarti melaksanakan peng

hapusan, samasekali penghisapan, feodal terhadap kaum tani belum berartięmelaksanakanlandreform jang ra- dikal dan. konsekwendengan, menghapuskan samasekali sistim tuantanah. Menurut pengalamaninbelakang an ini, djustru ketidak-radikalan dan ketidak-konsek- wenaninilah iang mendjadi sumber daripadakemątjet- an pelaksanaanlandreform terbatasberdasarkan:UU PA,Kaumutani hanjamau menjambut dengan gairah landreforąngtadikalsdanlandreform demikian hanja dapat dilaksanakan dimana gerakan tani sudah kuat.Dimanapgerakan tani belum kuat,tuantanah mempunjai1001akal-untuk, menjelamatkan dirio Di- daerah? dimanasgerakantani belum kuattjukup di- tekankan pelaksanaan jang konsekwen daripadaUU Perdjandjian Bagi Hasil. Karena jaħg harus kita bangun sekarangabukanatau belumsistimekonomii-sosialiscmaka adalahkeliruang- gapan bahwa kaum kapitalis nasionalp(pengusahana~ sional), apalagi pedagang ketjil adalah musuh revolusi jang harus dihantjurkan dan menganggapnja lebih ber-

bahaja daripada imperialiep

Susumanlekoņómitrjangnhendakkita bahgundalamí tahappentamarevolsi kitaradaláh suatitiekónómi na- siónjangsdemokratisnekonomi ánti-imperialisdan anti-feodal, ekonomi terpimpin dan gotongrojong dimana isinja telah digariskan oleh Manipol dan Amanat

Pembanqunan Presiden serta ketetapan MPRS, jaitu

ekonomi sektor negara jang harus semakin dikembang-

kan dan semakin memegang peranan memimpin seluruh ekonomi negeri,sedangkanekonomi swastadari káum kapitalis-násional(pengusaha nasional)danekonomi perseorangan daripada kaum tani (pemilik² tanah) ber-peranan membantudan memperkuatekonomi sektor negarals astiluaey ipasfueensnsm dslsasm dsisbs i -Šaudaraßuxentu)akanbertanja(sldimianab kédudukan daripada koperasi dalame ekonóminnasional demokratis janghiendakskitarbangunituKoperasi memainkanpe- rananmengorgahisasppemilik2lalatproduksi(ketjiluse- perti nelájan,łukangkeradjinán tangan dan terutama kauinetani qjang telahtmemilikitanah² garapan,obaik jang dimiliki sebelumsesdilaksanakan slandreform jang

2II

TENTANG PERANAN, LAPANGAN KEGIATAN DAN PERKEMBANGANGERAKAN KOPERASIuh

radikal, maupun sebagai hasil dari pembagian tanah jang disita dari tuantanah. Koperasi kaum tani, koperasi pertanianakan merupakan organisasi ekonomi jang membantu meningkatkan taraf hidup kaum tani dan mendorong peningkatan produksi serta memadju- kanpertanian.msings2q 050061621b63-6 Perkembangan revolusi kita dewasa ini menetapkan tugas² urgen jang harus kita laksanakan. Beruntunglah bahwa dalam perdjuangan menjelesaikan tugas revolusi itu Rakjat Indonesia telah memiliki aparat revolusi jaitu negara Republik Indonesia dan partai² serta organisasi² massa Rakjat jang telah tergabung dalam Front Nasional. Tugas urgen Rakjat Indonesia telah dengan tepat disimpulkan dalam Pantja Program Front Nasio-

naljaitrgtsh n9wAsanox Paei.RnnaseAsioq aaAan2o

重密养美复别行是双6动战的表生:

1. Mengkonsolidasi kemenangan jang sudah ditjapai.

jaitu dibidang perdjuangan Irian Barat, keamanan sadanedibidang2slainsai ataiiqaa iauad awdsd asqay o1 foeuta daiahs is0s saoi

Menanggulangi kesulitan ekonomi dengan meng-

utamakan kenaikan produksi. 1129 81 8(88

3.Meneruskanpérdjuangánpanti-imperialismedan neo-kolonialisme dengan memperkuat kegotongro- jongan nasional revolusioner berporoskan NASA- ib KOMangnoiog,nst rigigtnt intonons Asboa)-1n

4. Meratakan dan mengamalkan indoktrinasi 7 bahan

pokokindoktrinasi dilengkapi dengan Resopim dan 1 a a6513 BD 35X

5.Melaksanakan rituling aparaturnegara termasuk bidáng pémerintahan dari pusat sampai ke-daerah². 字(3题:“强0:1市荐域.感数82P成0583分0 Sája berpendapat bahwa poros daripada tugas² urgen ini adalah masalah menanggulangi kesulitan ekonomi janġ hanja dapat dilakukan oleh suatu kekuasaan poli- tik jang mampu mengubah sistim masjarakat dalam- negeri,dengan mengutamakan kepentingan majoritet, jaitu Rakjat pekerdja, dan mengorbankan kepentingan minoritet, jaitu tuantanah, kapitalis birokrat dan kom- prador, dengan mengachiri kekuasaan kaum penghisap besar baiksdikota máupunhdidesaalodse llimib pr

Diwaktu jang lampau Rakjat kita didjedjali oleh de-

magogi tentang koperasi jang dilakukan kaum reaksio- ner. Kita harus menentang propaganda jang menjesat- kan dari Dr. M. Hatta jang menjatakan, bahwa kope-

rasi adalah satu²nja djalan untuk mentjapai kemakmur- an bagi bangsa kita jang masih lemah ekonominja".

Djika dituruti keterangan ini, maka maksud Hatta akan berhasil memindahkan perhatian agar perdjuangan

Rakjat tidak ditudjukan kepada melikwidasi kekuasaan kapitalis monopoli imperialis dan sisa² feodalisme di Indonesia.

Pendapat Dr. M. Hatta ini bertentangan linea rekta

(langsung) dengan ketegasan daripada Amíanat Presi- den Sukarno pada Hari Koperasi, 12 Djuli 1962 jang antará lain menjatakan bahwa: Kita punja tudjuan bukan sekedar masjarakat kapitalis dengan koperasi, koperasi kaum buruh atau kaum tani didalamnja", Kita bukan Soska dan oleh karenanja menolak pan- dangan Hendrik de Man dalam ,De psychologie van het socialisme', jang menjatakan : Een lief tuintje voor het huis van een arbeider is meer waard dan al dat gebrul over socialisme en anti-kapitalisme !", ,Kita tegas² menudju kepada sosialisme, tegas² hendak mendjungkir-balikkan dan menghantjur-leburkan kapitalisme, kita dengan tegas hendak menjusun satu masjarakat jang adil dan makmur, tiada didalamnja ex- ploitation de l'homme par l'homme", dan

Kita tidak mau ,ons nestelen in het kapitalisme!'"

Ada pula pendapat bahwa koperasi tidak diperlukan

sekarang, karena kóperasi dibawah sistim masjarakat

sekarang toch tidak akan membawa hasil apa² bagi Rakjat. Pendapat ini mengatakan bahwa sebelum sele-

sai revolusi nasional-demokratis jang setjara definitif

menghapuskan imperialisme dan sisa² feodalisme, tidak

mungkin penghidupan Rakjat diperbaiki dan oleh kare-

na itu pekerdjaan mengorganisasi koperasi² Rakjat tidak ada gunanja. Pendapat dan sikap ini adalah tidak tepat. karena Rakjat Indonesia sekarangpun sudah menghendaki per- baikan tingkat hidupnja dan karenanja membutuhkan koperasi sebagai salahsatu alat untuk mentjapai per- baikan itu. Walaupun demikian kita tidak boleh ber- ilusi, mengira bahwa koperasi dibawah sistim masjarakat sekarang akan dapat mengatasi krisis ekonomi jang terutama menimpa Rakjat pekerdja. Koperasi mempunjai dua segi positif jang harus kita kembangkan. Pertama, koperasi dapat mempersatukan Rakjat pekerdja menurut lapangan penghidupannja masing² dan dapat menghambat proses diferensiasi atau ter-petjah²nja produsen² ketjil; djadi koperasi mempunjai unsur mempersatukan, jaitu mempersatukan Rakjat jang lemah ekonominja. Dengan persatuan dan kerdjasama Rakjat pekerdja dapat berusaha mengurangi penghisapan tuantanah, lintahdarat, tukang idjon, tengkulak dan kapitalis² atas diri mereka. Kemampuan koperasi dibawah sistim masjarakat dan sjarat² kapitalisme memang terbatas pada mengurangi penghisapan² bukan pada menghapuskannja, karena penghapus- an penghisapan itu adalah tugas dari revolusi kita pada tahap jang kedua jang bertudjuan mentjapai Indonesia bersih dari kapitalisme dan dari ,l'exploitation de l'homme par l'homme' " (Djarek). Kedua, koperasi djuga dapat digunakan untuk meningkatkan produksi, jang berarti dapat menambah penghasilan atau pendapatan terutama bagi para angotanja. Dan jang merupakan segi jang penting lagi adalah bahwa pengalaman² Rakjat dalam hidup berkoperasi sekarang akan sangat ber- guna bagi kehidupan koperasi² tingkat tinggi, jaitu koperasi² jang bersifat sosialis dimasa jang akan datang. Antara koperasi dibawah kapitalisme dan koperasi jang bersifat sosialis terdapat perbedaan jang besar. Perbedaan itu antara lain terlihat dalam hubungan hak- milik.Dalam koperasi jangbersifat sosialis, misalnja koperasi produksi pertanian, tanah dan alat² produksi lainnja jang pokok adalah milik kolektif, milik dari koperasi jang bersangkutan, keadaan mana tidak mungkin terdapat dalam koperasi dibawah kapitalisme. Pengkoperasian serupa itu hanja mungkin terdjadi se-

sudah perubahan tanah (landreform) selesai seluruh- nja. Usaha inipun perlu dilakukan ber-tingkat² sesuai dengan tingkat kesedaran kaum tani, dan harus atas dasar sukarela, tidak boleh dipaksakan. Tingkat pertama, misalnja, dibentuk dikalangan kaum tani organi- sasi saling membantu dalam produksi pertanian. Orga- nisasi ini sudah mengandung bibit? Sosialisme: Tingkat kedua, diorganisasi koperasi produksi pertanian jang bersifat setengah sosialis. jaitu koperasi pertanian tingkat rendah, tanah dimasukkan sebagai saham, karena tanah dan alat² produksi lainnja masih merupakan milik perseorangan. Tingkat ketiga, jalah dibentuknja koperasi tingkat tinggi jang bersifat sosialis, dimana tanah dan alat² produksi lainnja jang pokok sudah di- ubah dari milik perseorangan mendjadi milik kolektif. Sesuai dengan ketetapan MPRS No. II/1960, watak atau sifat pembangunan ekonomi jang disusun dalam pola pembangunan nasional semesta, adalah merupakan pembangunan masa peralihan. Ada jang menafsir- kan bahwa peralihan jang dimaksud disini adalah peralihan ke Sosialisme. Sudah tentu penafsiran ini tidak tepat. Bagaimana kita mungkin melakukan pembangunan masa peralihan ke Sosialisme, sedangkan ekonomi imperialis dan ekonomi feodal masih bertjokol dinegeri kita, artinja revolusi nasional-demokratis belum selesai. Pembangunan ekonomi masa peralihan jang dimaksud oleh Ketetapan MPRS itu adalah peralihan dari ekonomi kolonial mendjadi ekonomi nasional, peralihan untuk menudju suatu susunan ekonomi jang nasional-demokratis, bebas dari imperialisme dan sisa² feodal- isme. Dalam masa peralihan itu bidang ekonomi sektor negara harus dikembangkan sehingga berkedudukan komando dalam ekonomi negeri, sedang ekonomi swas- ta nasional dan koperasi supaja melakukan peranan membantu dan memperkuat ekonomi sektor negara. Watak ekonomi masa peralihan ini adalah progresif. Dengan demikian djelaslah bahwa watak daripada koperasi jang dikehendaki oleh Ketetapan MPRS serta dengan pedoman politik Manipol adalah bukan koperasi kapitalis dan djuga bukan atau belum koperasi sosialis, karena sjarat²nja untuk itu belum ada, melain- kan koperasi progresif. Tegasnja kita harus mendjaga dan mentjegah supaja koperasi itu tidak berkembang

mendjadi badan² kapitalis jang digunakan oleh kaum kapitalis, tanikaja atau tuantanah untuk menghisap Rakjat pekerdja. Koperasi progresif harus bisa mendjadi sendjata ditangan Rakjat pekerdja untuk mela- wan penghisapan tuantanah, lintahdarat dan kapitalis. Dengan keterangan ini djelaslah bahwa dua ketjenderungan dalam gerakan koperasi harus dikalahkan. Pertama,ketjenderungan kekiri-kirian, kena penjakit kanak² dalam revolusi, menganggap bahwa koperasi jang kita bentuk sekarang adalah koperasi sosialis dan sekarang djuga menuntut penghapusan kapitalis nasional, termasuk pedagang ketjil, halmana tidak sesuai dengan taraf revolusi kita sekarang jang memerlukan pemaduan seluruh kekuatan nasional untuk mengarah- kan pukulan pada sasaran strategis jaitu imperialisme dan sisa² feodalisme, atau sekarang kongkritnja kaum penghisap besar dikota dan desa jaitu kaum kapitalis birokrat, komprador dan tuantanah. Kedua, ketjenderungan kekanan, dimana koperasi² mendjadi tempat atau mendjalankan praktek² kapitalis. Hal ini bisa ter- djadi adalah karena seperti pernah saja kemukakan dalam sambutan saja pada Musjawarah Pembiajaan Koperasi di Tjipajung beberapa bulan jang lalu, jaitu karena koperasi di Indonesia sekarang ini bergerak di- tengah² struktur kemodalan dimana terdapat ekonomi sektor negara jang semakin kuat, terdapat ekonomi sektor swasta nasional dan ekonomi sektor swasta asing monopoli serta ekonomi feodal didesa. Karena itu tidak heran djika kehidupan gerakan koperasi kita dipenga- ruhi oleh kegiatan² daripada struktur kemodalan ini. Adalah perlu mendapat perhatian dan harus ditjegah bahwa elemen kapitalis dengan bersembojan untuk so- sialisme Indonesia" menjelundup kedalam gerakan koperasi, berdjubah koperasi, mendjalankan praktek² kapitalis atas nama koperasi, atas nama anggota² koperasi jang terdiri daripada Rakjat pekerdja. Kita tidak menentang kaum kapitalis nasional jang benar² nasional, tetapi kita menentang djika mereka mensalahguna- kan nama koperasi untuk melepaskan diri dari pem- bajaran ber-matjam² padjak kepada negara dan untuk merampas fasilitet² jang seharusnja hanja didapat oleh koperasi. Dasar koperasi pada pokoknja jalah kerdjasama an.

tara mereka jang lemah ekonominja, agar dengan ber-satu dan saling bantu mentjapai perbaikan tingkat hidup. Orang² jang mempunjai kepentingan jang bersamaan berhimpun dalam suatu koperasi atas dasar sukarela. Sjarat kepentingan jang bersamaan dan dasar sukarela ini perlu diperhatikan dalam mengorganisasi suatu koperasi. Dalam satu koperasi kredit umpamanja adalah keliru djika dihimpun lintahdarat dan tanimiskin ber-samaz, karena kepentingan mereka sangat berbeda, bahkan bertentangan. Kepentingan jang berbedadan jang bertentangan daripada tuantanah, tanikaja, tanisedang, tanimiskin dan buruhtani djuga tidak bisa dipersatukan dalam satu koperasi pertanian. Kepentingan jang berbeda dan bertentangan daripada pengusaha, tukang keradjinan tangan jang me- rupakan pekerdja merdeka dan buruh keradjinan tangan tidak dapat dipersatukan dalam satu koperasi keradjin- 260 505d12 an tangan. Kepentingan jang berbeda dan bertentangan daripada pengusaha² pemilik alat produksi industri, pekerdja-merdeka dalam industri rumah-tangga dan buruh industri tidak dapat dipersatukan dalam satu koperasi industri. Kepentingan jang berbeda dan bertentangan daripada pengusaha penangkapan ikan, tengkulak, djura- gan pemilik alat perikanan, nelajan sedang, nelajan miskin dan buruh nelajan tidak dapat dipersatukan dalam satu koperasi perikanan atau koperasi nelajan. Kepentingan jang berbeda dan bertentangan daripada pengusaha peternakan dan buruh peternakan tidak dapat dipersatukan dalam satu koperasi peter-FD nakan. Pedagang jang mengumpulkanproduksi pertanian (collecterende handel), tengkulak dan tanikaja, tanisedang serta tanimiskin produsen tidak dapat dipersatukan dalam satu koperasi pendjualan bersama hasil ainiexubonc pertanianqo 690n Djika diorganisasi dalam satu koperasi orang” atau lapisan² Rakjat jang kepentingannja berbeda atau bahkan bertentangan, koperasi itu dalam praktek pasti akan hanja menguntungkan orang² atau lapisan? Rak-

jat jang ekonominja lebih kuat dan merugikan, bahkan bisa menindas setjara kedjam orang² atau lapisan² Rakjat jang ekonominja lemah. Saja hendak memberi satu ilustrasi tentang tidak mungkinnjaorang²jang berbeda atau bertentangan kepentingannja diorganisasi dalam satu koperasi dari pengalaman praktis beberapa tahun jang lalu didaerah Purwokerto. Disalahsatu desa didaerah tersebut d.bentuk satu koperasi desa jang bergerak dibidang kredit atau simpan-pindjam. Semua penduduk desa dianggap otomatis djadi anggota koperasi. Untuk modal pertama diambil dari hasil keuntungan pendjualan gula distri- busi kepada penduduk dan untuk modal tambahan dari uang tabungan para anggota. Golongan jang ber- uang, jaitu tuantanah, tanikaja, lintahdarat, tengkulak dan orang² berada lainnja ,menabung" dalam koperası itu. Setiap anggota boleh memindjam dengan bunga 10% dalam 35 hari, artinja 104% setahun. Pengurus koperasi sebagian besar terdiri dari golongan² peme- ras. Terhadap pemindjam dari kalangan tanisedang dan tanimiskin pengurus bersikap keras, kadang² dengan menggunakan intimidasi. Karena takut kena per- kara, banjak pemindjam jang mendjual rumah, peka- rangan dan pohon buah²an atau menggadaikan sawah- nja dengan harga murah untuk melunasi pindjamannja. Barang² itu umumnja djatuh ketangan tuantanah, tanikaja dan lintahdarat jang diantaranja djuga mendjadi pengurus,koperasi. Saja kira masih banjak tjontoh tentang koperasi jang berkeanggotaan orang2 jang bertentangan kepenting annja, jang dalam praktek tidak beda kegiatannja daripada badan² kapitalis, bahkan kadang² lebih busuk daripada itu. Apalagi djika koperasi² itu pembentukan- nja tidak demokratis dan pengurusnja main tundjuk dari atas, misalnja dilapangan pengumpulan dan pendjualan hasil² produksi pertanian untuk perdagangan baik dalamnegeri maupun untuk ekspor, kaum produsen jang mendjadi ,anggota" diharuskan menjerahkan produksinja kepada ,,koperasi" sehingga koperasi mendjadi "single buyer", dengan harga jang lebih rendah daripada djika didjualnja setjara bebas. Dengan tjara ini bukan sadja tidak tertjapai maksud berkoperasi daripada para produsen jaitu untuk mendapatkan nilai

tukar daripada produksinja jang lebih tinggi, melainkan kebalikannja, nilai tukar daripada produksinja itu men djadi merosot, sedang pengurus² koperasi dimungkin- kan untuk bermanipulasi dengan barang² jang dikua- sainjas Djuga djelas bahwa pengaruh djahat kaum kapitalis birokrat jang bisa berhubungan dengan gerakan koperasi telah mendorong sementara gerakan koperasi kita kedjurang jang bertentangan dengan kepentingan anggota²nja dan kepentingan Rakjat pada umumnja. Dalam mengembangkan gerakan koperasi perhatian kita harus ditudjukan kepada lapisan terbesar dari mas. sa Rakjat pekerdja, jaitu kaum tani jang djumlahnja 60-70% dari penduduk Indonesia dan jang masih berada dibawah penghisapan² tuantanah, lintahdarat dan kaum kapitalis. Dari kalangan kaum tani ini jang pa- ling tepat diorganisasi dalam koperasi² adalah tanisedang dan tanimiskin, karena mereka masih mempunjai tanah atau sedikit tanah dan alat² pertanian. Koperasi daripada kaum tanisedang dan tanimiskin bisa berben- tuk koperasi kredit atau simpan-pindjam untuk mele- paskan mereka dari tjengkeraman tukang² idjon dan lintahdarat, koperasi produksi untuk meningkatkan produksi pertanian mereka dan koperasi djual-beli untuk mendapatkan pasar jang baik bagi barang² produksi pertanian mereka (cooperative marketing) dan sekaligus untuk dapat membeli bahan² keperluan mereka seperti bibit, pupuk, alat² pertanian dsb., djuga barang² kebutuhan konsumsi. Multipurpose cooperative (koperasi serba-usaha) bagi kaum tani adalah tepat, tetapi untuk mentjegah kegagalan² jang bisa mengetjewakan dan membikin kapok kaum tani berkoperasi, baik langkah² permula- an dimulai dari koperasi kredit dan seterusnja dikem- bangkan bentuk² lain, setelah mendapatkan pengalaman² jang diperlukan. Koperasi dikalangan kaum tani seperti halnja kope rasi² lainnja banjak jang mengalami kegagalan. Sebab- nja adalah, bahwa disamping mendapat tekanan dari tuantanah dan lintahdarat dan modal monopoli asing. kurang mendapat bantuan Pemerintah, djuga karena koperasi² itu dipimpin oleh elemen² jang korup. jang tidak djudjur dan tidak tjakap. Karena itu masalah

memilih pimpinan jang djudjur, tjakap dan Manipolis adalah penting dalam koperasi, Saja berpendapat bahwa tenaga² pemuda dan wanita adalah efektif bila ditarik kedalam kegiatan koperasi. Pemuda mempunjai kesanggupan bekerdja jang lebih besar dan kedjudjurannja berguna untuk mentjegah praktek² korupsi jang mungkin terdjadi. Kaum wanita jang pada umumnja lebih tjermat dan teliti itu akan mendorong koperasi bekerdja baik. Dalam hubungan dengan pengembangan koperasi pertanian, adalah tepat apa jang pernah diutjapkan Sdr. Menteri Koperasi, bahwa landreform adalah sjarat mutlak bagi perkembangan koperasi pertanian dan bagi mempertinggi produksi. Kaum buruh dan pegawai negeri djuga membutuhkan koperasi. Karena nilai upah atau gadji jang makin me- rosot, kaum buruh dan pegawai negeri berkepenting- an untuk mendapat barang² keperluan hidup se-hari² dengan harga murah. Karena itu djenis koperasi konsumsi bisa menolong mereka. Koperasi simpan-pindjam djuga menarik kaum buruh dan pegawai negeri, untuk mendapatkan kredit membangun perumahan, membeli speda, speda motor, alat² perabot rumah, keperluan kenduri dsb.nja. Dengan dibentuknja koperasi konsumsi bagi kaum buruh dan pegawai negeri, tidaklah berarti bahwa madjikan atau perusahaan dan Pemerintah lepas tanggungdjawab atau sebagian tanggungdjawab mengenai pemeliharaan dan djaminan sosial kaum buruh dan pegawai negeri. Tanggungdjawab pemeliharaan dan djaminan sosial kaum buruh dan pegawai negeri adalah sepenuhnja ditazgan madjikan atau perusahaan dan Pemerintah. Kaum keradjinan tangan dan kaum nelajan memer- lukan pula organisasi koperasi agar mereka dengan teratur dan dengan harga jang pantas, mendapatkan bahan² dan alat² untuk bekerdja dan agar hasil peker- djaan mereka tidak djatuh ketangan tengkulak sehingga harganja sangat murah. Koperasi nelajan jang ada sampai sekarang ternjata kebanjakan tidak menolong para nelajan jang bekerdja, sebab koperasi itu hakekatnja adalah organisasi dari-

pada djuragan² perahu dan pawang² ikan jang tidak bekerdja. Praktek daripada beberapa koperasi keradjinan tangan, misalnja koperasi kulit, membuktikan bagaimana madjikan kulit mensalahgunakan nama koperasi. Beberapa madjikan berkumpul mendirikan koperasi", semua buruh jang bekerdja dalam perusahaan² mereka didaftar mendjadi anggota tanpa mereka ketahui. Dengan demikian ,koperasi" itu mendapatkan fasilitet, termasuk kredit dari Pemerintah. Sesudah koperasi" itu besar lalu oleh madjikan itu diubah mendjadi Ja- jasan. Kaum miskin kota membutuhkan koperasi konsumsi jang dapat meringankan beban hidup mereka, dengan mendapatkan barang² konsumsi melalui koperasi² dengan harga jang murah. Kaum pedagang ketjil sangat membutuhkan kredit dan kesempatan membeli barang² dagangan tanpa me- lewati tengkulak² dan tukangtjatut2. Mereka memerlu- kan koperasi kredit atau simpan-pindjam dan koperasi pembelian bersama. Dari keterangan saja ini jang mendjelaskan bahwa kaum tani, kaum buruh dan pegawai negeri, kaum keradjinan tangan dan nelajan, kaum miskin kota dan kaum pedagang ketjil membutuhkan organisasi koperasi, terbentang lapangan jang luas bagi kegiatan gerakan koperasi, lapangan kegiatan jang hanja mungkin dihadapi dengan ketekunan, ketjakapan dan kedjudjur- an daripada kader² atau aktivis² gerakan koperasi kita. Dari pengalaman tentang kepentingan berkoperasi dari berbagai lapisan Rakjat, dapat disimpulkan bahwa tiga bentuk koperasi adalah jang paling dibutuhkan, jaitu koperasi kredit, produksi dan konsumsi atau koperasi djual-beli bagi kaum tani. Mengembangkan koperasi produksi dan konsumsi sepenuhnja adalah sesuai dengan ketetapan MPRS No. II/1960 bidang produksi dan distribusi jang menjata- kan, bahwa daja produksi harus dikembangkan dengan mengerahkan segenap modal dan potensi (funds and forces) dalamnegeri dimana kaum buruh dan kaum tani memegang peranan jang penting, dan bahwa dalam mengatur dan menjalurkan distribusi bahan² keperlu-

an hidup Rakjat, koperasi² harus diikutsertakan disam- ping RT/RK dan swasta nasional. Akan tetapi walupun lapangan kegiatan koperasi luas dan bila berkembang akan mengorganisasi djumlah penduduk jang besar, haruslah dimengerti dengan djelas bahwa peranannja dalam ekonomi negeri, ber- samaan dengan peranan ekonomi swasta nasional, adalah membantu untuk memperkuat sektor ekonomi negara. Gerakan koperasi sebagai salah satu sektor ekonomi tidak mungkin berkembang, lebih² dalam masa peralih- an menudju ekonomi nasional-demokratis, djika tidak dihubungkan dengan perdjuangan melawan praktek lintahdarat, tuantanah, tengkulak besar dan pentjoleng. Gerakan koperasi tidak mungkin mempunjai perspektif tanpa bimbingan, perlindungan dan bantuan ekonomi sektor negara. Dari tjatatan² Djawatan Koperasi Pusat saja dapati perkembangan Organisasi koperasi dinegeri kita sekarang sbb. :

Djumlah koperasi primer dan kekuatannja (achir tri-

wulan 1961) :

  1. Djumlah 34.780 primer.
  2. Djumlah anggota: 6.332.368 orang.
  3. Djumlah simpanan pada koperasi: Rp.1.629.105.814,74
  4. Djumlah perputaran Rp. 5.511.777.048.69.

    5. Djumlah dana tjadangan Rp. 153.672.298,71.

Perbandingan djenis² koperasi (achir triwulan 1961) adalah sbb. :

  1. Serbausaha 40,1%
    2.Pertanian 7,5%
    0,3%

  2. Peternakan

  3. Keradjinan dan industri 2,6%
    21,1%

  4. Simpan-pindjam
    24,3%

  5. Konsumsi
    1.2%

  6. Perikanan
    2,1%

  7. Lain-lain Dari angka² ini dapat dikatakan bahwa setjara umum dinegeri kita sekarang terdapat kemadjuan dalam djumlah koperasi, djumlah anggotanja,djumlah uangjang dikumpulkandari anggotanja, perputaran
    dan dana tjadangan. Kemadjuan dalam djumlah koperasi primer dapat dibuktikan oleh perkembangan 3 kal lipat dalam djumlah pada tahun 1961 dibandingkan dengan pada achir tahun 1958. Dalam pada itu suatu perbandingan jang menjolok tentang kekuatan modal koperasi menundjukkan, bahwa koperasi keradjinan (terutama batik) jang hanja berdjumlah kurang dari 3% dari seluruh djumlah koperasi memiliki 43% dari seluruh modal koperasi. (Ke- terangan pers dari Sdr. Kepala Djawatan Koperasi). Mengenai perbandingan djenis koperasi menundjukkan bahwa koperasi pertanian jang seharusnja merupa- kan bagian jang terbesar, mengingat besarnja djumlah desa² dan djumlah kaum tani jang seharusnja mendjadi sasaran utama pengorganisasian dalam koperasi, ter- njata hanja 7,5% dari seluruh primer. Kenjataan ini harus mendorong kita untuk memberikan perhatian jang lebih besar kepada pembentukan koperasi² pertanian dimasa depan. Tetapi seperti sudah saja djelas- kan tadi, kuntji perkembangan koperasi pertanian adalah penjelesaian landreform, bukan hanja landreform terbatas seperti jang dilaksanakan dengan sangat lam- batnja sekarang, tetapi landreform jang radikal, jang menghapuskan samasekali penghisapan tuantanah, men- sita tanah² tuantanah dan membagikannja kepada kaum tani, terutama kepada tanimiskin dan buruhtani. Selandjutnja perkembangan gerakan koperasi adalah tergantung dan tidak dapat dipisahkan daripada perkembangan revolusi. Penjelesaian tuntutan² revolusi Agustus '45 sampai ke-akar²nja, suatu kemenangan revolusi nasional-demokratis adalah suatu sjarat baci perkembangan koperasi² progresif untuk kemudian mendjadi koperasi² sosialis. Karena itu gerakan koperasi walaupun ia adalah non-partai tidak boleh ter pisah daripada kegiatan² politik revolusioner. Gerakan Koperasi kita adalah gerakan jang mendu- kung dan memperdjuangkan Manipol, karenanja gerakan koperasi kita harus mendjadi alat pemersatu Rakjat, dan oleh karenanja harus bebas daripada ber- bagai phobi, terutama Nasakom-phobi. Didalam gerakan koperasi kader² atau aktivis² Nasakom harus bersatu dan ber-lomba² bekerdja baik bagi kepenting- an massa anggota koperasi dan massa Rakjat.

III

TENTANG PERANAN PEMERINTAH DALAM

MENGEMBANGKAN GERAKAN KOPERASI DAN BEBERAPA PERSOALAN

UU KOPERASI

Berdasarkan pengalaman perkembangan gerakan koperasi selama ini sangat dirasakan perlunja diper- besar peranan Pemerintah dalam mengembangkan gerakan koperasi, setjara langsung maupun tidak lang-

sung. Perkembangan koperasi tidak dapat dilihat hanja

dari sudut besar-ketjilnja djumlah kredit jang dikeluar-

kan oleh Pemerintah dan dalam membentuk atau meng- hidupkan koperasi. Karena gerakan koperasi tidak terlepas daripada struktur ekonomi dalam masjarakat kita sekarang, maka sedjalan dengan usaha mengembangkan koperasi di-

kalangan Rakjat, Pemerintah harus melaksanakan dengan konsekwen garis² Manipol dan MPRS dengan

mengadakan pengubahan sistim masjarakat Indonesia

melikwidasi kaum kapitalis birokrat, komprador dan

tuantanah, sebagai sjarat mutlak dalam menanggulang:

kesulitan ekonomi. Kehidupan gerakan koperasi tidak mungkin berkem- bang sehat djika kesulitan² ekonomi dewasa ini tidak dapat diatasi. Sesuai dengan Pantja Program Front Nasional poros dalam mengatasi kesulitan ekonomi adalah masalah mempertinggi produksi, sedang dalam mempertinggi produksi kaum buruh dan kaum tani ada-

lah tenaga pokoknja. Hanja dengan memberikan ke-

bebasan demokratis kepada kaum buruh dan kaum tani, melaksanakan social-support dan social-control dalam ekonomi, chususnja dalam produksi, dengan memperbaiki sjarat² materiil kehidupan kaum buruh dan kaum tani, akan bangkit antusiasme jang tinggi untuk berproduksi. Kestabilan moneter sebagai faktor penting dalam melantjarkan pembangunanseperti jang ditetapkan MPRS tidak mungkin ditjapai dengan tindakan finansiil moneter semata.Kestabilan moneter tergantung

kepada perkembangan produksi dan sebaliknja ke-

uangan jang gontjang setjara timbalbalik mengatjaukan

produksi. Ini berarti jang diperlukan adalah politik keuangan jang mengabdi kepada produksi dan bukannja

produksi harus mendjadi korban politik keuangan jang

salah jang tidak berorientasi kepada produksi dan per-

baikan taraf hidup Rakjat. Tindakan pemerintah untuk

menguasai ekspor bahan² penting, menjesuaikan impor dengan rentjana pembangunan dalamnegeri, mentjegah kenaikan jang makin menggila dari harga² kebutuhan pokok Rakjat, mendjadikan PN² dan PDN2 sumber

jan pokok daripada pemasukan keuangan negara, pe-

ningkatan produksi sandang-pangan (terutama pangan. chususnja beras), kesemuanja ini adalah merupakan

faktor jang penting dalam usaha mengembangkan pem-

bentukan dan kehidupan koperasi dinegeri kita. Kehidupan koperasi djuga terqantuna kepada dja- minan fasilitet² atau kelonggaran² dari Pemerintah un-

tuk mendapatkan barang². pemberian order², keringan-

an² padjak, bantuan finansiil berupa kredit atau sub- sidi, mengusahakan pendidikan untuk petugas² koperasi atas biaja Pemerintah dan sebagainja.

Dengan mengintensifkan peranan Pemerintah itu.

akan dapat diusahakan adania perbaikan² materiil se-

karang djuga bagi anggota² koperasi, sekalipun masih

terbatas.

Peranan Pemerintah dalam mengembangkan gerakan

koperasi dan perkembangan koperasi itu sendiri sangat

erat hubungannia dan diatur dalam UU Koperasi serta

peraturan² pelaksanaannia.Pada waktu ini gerakan koperasi dibentuk dan bergerak dengan UU No. 79/

1958 Tentang Perkumpulan Koperasi dan PP No. 60

1959 Tentang Perkembangan Gerakan Koperasi. Saja berpendapat bahwa dalam batas² tertentu UU

dan PP ini telah lebih mendorong perkembangan ge-

rakan konerasi. diika kita bandingkan dengan sebelum

adanja UU dan PP ini. Beberapa perhatian terhadap

bagian² daripada UU 79/58 dan PP 60/59 itu diperlukan. dan djika dimasa depan dapat dilakukan perbaikan²nja, akan lebih memungkinkan perkembangan gerakan koperasi jang lebih pesat dinegeri kita. Hal² jang saia maksudkan itu antara lain adalah :

1. Mengenai definisi jang termuat dalam Bab I ten-

tang ketentuan² umum dan azas koperasi (pasal 2 dan 3 UU 79/58).

  1. Tentang lapangan usaha jang mendjadi sasaran koperasi (pasal 6 UU 79/1958 dan pasal 2 PP 60) p1959).89
  2. Mengenai prinsip² demokrasi dalam organisasi koperasi.
  3. Mengenai peranan Pemerintah dalam gerakan koperasi.
  4. Mengenai daerah bekerdja koperasi. VOQ 290mma einpo ranMengenai definisi Definisi tentang koperasi seharusnja sesuai dengan djiwa koperasi jang biasa dimiliki oleh Rakjat pekerdia di Indonesia dan diseluruh dunia. Sudah mendjadi pe- ngertian umum bahwa perkataan koperasi berarti kerdjasama, sedang koperasi sebagai satu sistim berarti sedjumlah orang mengadakan perkumpulan untuk me- mungkinkan setjara kerdjasama mentjapai hasil² jang lebih menguntungkan daripada kalau dikerdjakan sen- diri² oleh orang² itu. Ditindjau setjara ekonomis hal ini adalah logis dan sesuai pula dengan semangat gotong- rojong jang didjadikan ukuran pokok dalam undang² koperasi sekarang untuk menentukan apakah koperasi itu sesuai atau tidak dengan keadaan di Indonesia. Djelasnja jang harus mendapat perhatian adalah diper- lukannja perumusan jang tegas mengenai perbedaan koperasi dengan badan² ekonomi kapitalis seperti NV (PT), Firma atau lainnja. Besar ketjilnja modal koperasi tergantung kepada djumlah atau keluar masuknja anggota, sedang djumlah modal NV (PT), Firma dan badan² kapitalis lainnja ditentukan setjara hukum dan dengan modal itu badan² tersebut melakukan penghisapan terhadap te- naga² kerdja. Dalam UU 79/1958 memang telah ter. tjantum perumusan bahwa koperasi ,tidak merupakan konsentrasi modal" atau dalam PP 60/1959 dirumuskan bukan perkumpulan modal". Dengan perumusan ini definisi koperasi setjara pokok telah terdapat kema- djuan. Sekalipun demikian di-bagian² lain daripada UU Koperasi ini, masih terdapat perumusan² jang sangat umum, samar², jang mudah dapat disalahgunakan dalam praktek, sehingga bisa bertentangan dengan djiwa dan maksud jang murni daripada koperasi.
    Sebagai hasil penjelidikan jang luas dberbagai ne- geri setjara internasional telah dapat dirumuskan definisi tentang koperasi jang meliputi 4 prinsip pokok ja- itusgno sr

a. Ia adalah perkumpulan orang² dan bukan kapital.
b. Anggota² perkumpulan itu mempunjai haksama, peraturan jang berlaku adalah satu anggota satu suara.
c. Masuk-keluar perkumpulan adalah sukarela.
d. Perkumpulan mempunjai tudjuan dimana anggota²nja mempunjai kepentingan bersama dan pe- laksanaannja memerlukan bantuan dari masing² anggota. Koperasi tidak didirikan dengan tudjuan mengedjar keuntungan (winstbejag) seperti perusahaan² kapitalis, tetapi berdasarkan maksud untuk ber-sama² meringan- kan beban anggota². Mengenai 4 prinsip pokok itu memang sudah ter- kandung dalam UU 79/1958 dan PP 60/1959. Mene- tapkan definisi² jang dengan tegas membedakan koperasi daripada badan² ekonomi kapitalis adalah penting untuk mentjegah penjelewengan².
2. Lapangan usaha Koperasi
Lapangan usaha jang mendjadi sasaran koperasi perlu diteliti mana jang paling sesuai dengan kepentingan golongan² massa Rakjat sekarang. Undang² Koperasi merumuskan lapangan usaha koperasi jang akan menentukan djenis koperasi, setjara terlalu luas, tidak djelas dan diluar kebiasaan dan kemungkinan jang dapat ditjapai oleh koperasi. Saja berpendapat djika lapangan bergerak koperasi jang lazim dialami selama ini diperhebat dan diintensifkan dengan bantuan Pemerintah maka manfaatnja akan dapat dilihat dan dirasakan oleh anggota koperasi dan masjarakat umumnja. Tentunja hasil² itu masih sangat terbatas, sebelum ditjapai pengubahan struktur ekonomi sekarang. Ketentuan jang terlalu luas dan umum tentang lapangan usaha koperasi akan dapat mendjadi saluran

pula bagí penjelewengan²jang akan merusak maksud dan tudjuan jang sebenarnja daripada Koperasi seperti jang terdjadi sekarang dengan GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) jang sebenarnja adalah organisasi kapitalis² batik. Pendjenisan setjara definitif jang dirumuskan oleh PP 60/1959 fasal 2 memang telah men- tjegah kekaburan dan terlalu luasnja lapangan usaha. Tetapi dengan penetapan keanggotaan daripada djenis² koperasi jang tidak hanja berdasarkan kepentingan² jang bersamaan sadja, melainkan djuga jang mempu- njai kepentingan² jang satu sama lain ada sangkut pautnja setjara langsung, maka ini berarti terlalu luas, dan boleh dibilang tidak ada batasnja. Ini berarti me- njatukan orang² jang berbeda dan bahkan bertentangan kepentingannja dalam satu organisasi ekonomi, dan ini tidak bisa mengakibatkan praktek lain, ketjuali jang kedudukan ekonominja lemah akan mendjadi korban daripada jang kuat. Dalam pendjelasan PP 60/1959 dikemukakan bahwa dengan ketentuan itu ,,dogma pertentangan buruh madjikan jang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia bisa dihindarkan didalam perkumpulan Ko-TDET dp21102m 11135 perasi". Saja berpendapat bahwa penjelesaian masalah pertentangan buruh dengan madjikan bukanlah dengan djalan penjatuan formil jang tidak menghapuskan ha- kekat perbedaan dan pertentangan klas, melainkan didalam taraf revolusi nasional dan demokratis sekarang ini antara madjikan (pengusaha nasional) dengan kaum buruh diperlukan saling pengertian dalam semangat front persatuan nasional melawan musuh² revolusi, jaitu imperialisme dan feodalisme. Adapun penjelesaian jang prinsipiil daripada perbedaan klas dan pertentangan kepentingan madjikan dan buruh terletak pada tingkat selandjutnja daripada revolusi kita. jaitu tahap kedua daripada revolusi dengan pengubahan sosialis daripada ekonomi negeri dan peng-

hapusan penghisapan atas manusia oleh manusia.

  1. Mengenai prinsip demokrasi daripada Koperasi Ada salahsatu fasal jaitu fasal 22 UU 79/1958 jang mengatur tentang kekuasaan tertinggi dalam organi-
    sasi koperasi. Dinjatakan setjara tepat bahwa kekuasaan tertinggi ada pada rapat anggota. Tetapi pada fasal lain terdapat perumusan jang bertentangan dengan fasal ini, jang memberi hak istimewa kepada pe- djabat untuk memutuskan pembubaran Koperasi. Ketentuan ini tidak sesuai dengan ketentuan kekuasaan tertinggi jang ada pada rapat anggota. Tindakan pe- djabat terhadap organisasi tidak boleh tanpa batas. la harus mengindahkan ketentuan² organisasi koperasi dan menghormati keputusan² rapat² anggota dan badan 20321191. 4105 RGAB pimpinan koperasi. Dalam sambutan saja kepada Musjawarah Pembia- jaan Koperasi di Tjipajung telah saja kemukakan, supaja gerakan koperasi bisa tumbuh sebagai pohon di- udara bebas dan djangan seperti ,kamerplant (tanam- an penghias kamar) jang hidup karena disirami terus- menerus, artinja gerakan koperasi supaja tumbuh setjara wadjar dan demokratis serta tidak menggantung- kandíri kepadabantuanse-mata² Bantuan dari Pemerintah dan bantuan dari luar lain- nja kepada gerakan koperasi harus bersifat bimbingan ianqmembantuperkembangangerakankoperasi. Pada waktu achir² ini satu gedjala jang tidak baik dalam pembentukan beberapa djenis koperasi, adalah pembentukan jang ter-gesa² atas dasar instruksi dari atas. Saja berpendapat bahwa tjara pembentukan koperasi demikian adalah tidak sehat, jang pasti akan mengakibatkan ekses². Peranan pimpinan dan inisiatif dari atas adalah sebagai pendorong. tetapi ia harus dipadukan dengan pertumbuhan jang objektif dari gerakan koperasi itu dari bawah jang mendapat dukung- an massa setjara sukarela dan demokratiss sjriap 将isd 其鹤bi) D0a),33dab90 1ain.i好“21

4.Mengenai PerananPemerintah Dalam Gerakan
Koperasi 9字5:a.lsangmesta( 0R1q8931612879902 Mengenai peranan Pemerintah dalamgerakan kope- rasiperlu dengan djelasditetapkanPadawaktu sekarang ini peranan Pemerintah dalam mengembangkan gerakan koperasi adalah menentukan. Usaha mengembangkan gerakan koperasi memangtidak dapat di- pisahkan daripada usáha Pemerintah memperbaikike-

adaanlekonómi dalamçnegerisdaląmmenanggulangi. kesulitansekonomipdewasaqini.sbsq shs ipeuiist asse PerananPemerintahdibuktikanolehsemakin besar- njaperhatiánPresidenSukaraorkepadapengembangan gerákanc koperasisusébágai salahsatunoralatupemersatu, Rakjatdalampenjelesaiantevolusi kitaDibentuknja chusus suatu DepartemenKoperásiqmenundjukkan per spektifsjángpentingmásalahpengkoperasiandinegeri kitaolsinsio"nsutnisł asadsbaipasm aiad AdalahbkelimupapabilapersoalansRenkembangan get rakan koperasi hanja terletak pada sjaratcpengesahan suatu kóperasisebağăi badan hukum jangmerupakan bagiansiangménondjoldaripadaqLIU79/1958Peme rintah harus setjaralaktif membimbingo dan membantu gerakan koperasimDalam LndangKoperasis perlu de ngantegasdirumuskan fasalptentangdjaminanfasili- tet, djaminanspasar dan batangjang diperlukan olel Koperasp pdisampingi fasal lain jang sudah menetapkan; setjara umum kewadjiban: Remerintahí untuksmembantu danmelindunginkonerasiKreditPemerintahkepada koperashidhanusidiberikanssetjaraszakeliksesuai dengan kemampuan dan keadaan organisasi, koperasi

jangi bersangkutanslsibep mse ini dos sw sbs

dAnggapan bahwanPemerintah,tidakusahturut tiam purusamasekalidalam gerakan koperasi adalah tidak tepat, Dibalik sikap jang demikian ada terdapat mak- sudiiang liberal. bahkan didorong oleh maksud2 jang menjimpang daripada djiwa, dan tudjuankoperasiSe- baliknja hak tjampur tangan pedjabat Pemerintah jang

terlalu banjak seperti terdapat dalam UU Koperasi se-

karang,bsampai bisa membubarkan koperasi dan se- bagainja, akan memberi kemungkinan pensalahgunaan hak²nja oleh pedjabat jang tidak baik. Ast9 51sDaerahKerdjaKoperasiisnognoM les1o Dalam pasal 5 ajat (2) UU Koperasi ditetapkan bahwà dalamsatudaerahrkerdja tertentu padadasár- nja hanjavadársátunkóperasi jangsedjenisdanlseting katdandsełandjutnjáhalsinitelah ditetapkan dalam fasalp16UU60/1959 dan dinjatákan antanaain bahwa dálamsdhal dizinkanadarduaratauł lebihłskoperasipse djenisldanșetingkatdalamIsaláhsatub dąerh kerdjac

makapedjábatqwadjibiamēngusahákam penjatuannjásda- lam vaktu njangi sesingkatnjaSajaberpendapat|bah- waketertaanildalamoP60/1959tuaal segis positifhja jaitúpumtitkəgrenjedérhabakanssusunan orġanisasiskope rasi amenarit djenisdan tingkátnjalęjang tentuuakan baikuartinjaıdalam kordinasinjaldengan kegiatan3;ekoz nomi rdibidángslainaAkamitetapissegiu łainq jang uhatus: mendapat perhatian adalah bahwäqdengangketentuan in bisaiderdjadipensalahgunaantertentusujáiti mung kinnjaq,,dimonopolisperbentukanžkoperasi oleh salah- saturgólongan dengar tanpacmengindahkar bahwa ada golonganslainjangätidak mendapatikeseinpatanambil bagiani dalamiJ kegiatanrogenakanskoperasiaPerbuatan memonopolisitutidakssestaidengan prinsipkoperasi danlbertentąnganıdengan kepentingan RakjatuPrak tek jangamenšalaligjúnakam kètetapan dalam UU dan PRs60pr959tuharus ditentanlg. Salahsatutjaradalam mentjegahspersalahgunaan ketetapańžitú adálahome nġehbangkansèmangati persatuanmasional dljangber- poroskaniaNasakomjdalanskegiatanrlgerakan koperasi disemraitingkat maupuradjenis Dengan demikian kope! rasi mendjadctempatbersátuisemitaáliran janghidup untuk kegiatanjangslangsungbermaifaat dan meng- untangkandmassa,Rakjatı nslisaslsjnom mslsh rnoiaul Sajasberpendapatdanjakin,bahwasedjalandengan perkembangan revolusi Indonesia gerakan koperasi; akan memainkanperananajango makiàs pentingsdalām kehidupanlekonomiunegetipkita.imonoxe aslstep ibsib Sudáhsdjelas tertjantumdalamUUDasar45fasal 33,bahwa koperásidisampingsektor ekonominegara (perusahaannegara)vakanmerupakanlandasan pokok dariqsustnansekonomihegedisqs nsilimoh pns fsnst sDalám perspektifsbevolusi kitarjaituSosialisme, di manadihapuskanįsamasekali penghisapan olehmanusia atas manusia) ekonomi negára(perusahaan²negara) danekonomid kolektif (koperasi?sosialis) adalah me- rupakanlduaunsur jang saling membántu dan memper- kuat dalam ekonomi negeri. 3iasiponq Akan tetapisseperti tadisaja kemukakan,pada waktu indkitalsbelumigmèmasuki tarafditú,karenanja.belum praktis berbitjaractentangı koperasi(sosiális, ketjualisez bagai satugerakanpropaganda dan pendidikan kepada massi ss sb BM sqss loqins as

Bahkan taraf peralihan ke Sosialismepun belum kita masuki, karena rintangan² strategisnja belum kita han- tjurkan, jaitu kekuasaan modal monopoli asing atau imperialisme dan tuantanah. Untuk mengembangkan perdjuangan menghantjurkan rintangan strategis itu tadi telah saja kemukakan tentang keharusan mutiak melakukan pengubahan sistim masjarakat dengan melikwidasi penghisap² besar dikota dan desa, mengha- puskan kekuasaan ekonomi kaum kapitalis birokrat, komprador dan tuantanah, membebaskan Rakjat pekerdja didesa dari penghisapan feodal dan mengalahkan djaringan² kekuatan ekonomi dalam negeri jang mendjadi landasan daripada imperialisme. Untuk itu se- bagaimana telah saja kemukakan tadi dan telah mendjadi tuntutan massa jang luas dan djuga mendjadi Program Front Nasional, perlu ditjiptakan suatu kekuasaan politik baru, kekuasaan Gotong Rojong jang berporoskan Nasakom dari atassampai kebawah, dari Pemerintah pusat sampai pemerintah² daerah terendah. Seperti halnja harapan dan andjuran Presiden Su- karno kepada gerakan koperasi, jaitu supaja koperasi tidak hanja mendjadi alat ekonomi daripada anggotanja, melainkan djuga mendjadi alat perdjuangan revolusioner dalam menjelesaikan revolusi, tibalah bagi saja untuk menutup uraian ini dengan harapan dan andjur- anesbbi nsdsiag-siaagobal eulova: asaasdmsdasq Pertama, gerakan koperasi kita supaja betul² mendjadi gerakan ekonomi. jang berdjuang untuk perbaik- an²tingkat hidup massa anggotanja,massa Rakjat pekerdja jang ekonominja sekaranglemah.Gerakan koperasi kita hanja akan konsekwen mendjalankan pe- ranan jang demikian, apabila keanggotaan dan pim- pinannja memang benar² terdiri dari Rakjat pekerdja jang membutuhkan bersamáalat perdjuangan ekonomi itu. Dalam keadaan demikian gerakan koperasi kita akan bétula dapat mengibarkan tinggi² bendera jang diberikan Manipold kepadanja, jaitu benderakoperasi iopan jmonots ausisb .mairx progresif. Kedua, sebagai koperasi progresif gerakan koperası kita tidak hanja ambilbagian dalam kegiatan ekonomi, tetapi djuga dalam kegiatan revolusioner pada umum- nja, harus setia dan giat ámbilbagian dalam pelaksana- an Manipol, Ketetapan² MPRS dan Pantja Program

Front Nasional serta penjebar jang aktif daripada 9 Wedjangan Presiden AO Jang terachir, dengan ini saja menjampaikan utjapan selamat atas sukses² dari kegiatan gerakan koperasi selama ini baik jang dilakukan oleh aktivis² gerakan koperasi, maupun kegiatan jang bersifat bimbingan dari pedjabat² Departemen Koperasi. Sudah wak-

tunja gerakan koperasi kita dan Departemen Koperasi

segera menjimpulkan pengalaman dari kegiatan gerakan koperasi selama ini, untuk dengan demikian dapat mengembangkan segi² jang positif dan dengan segera pula melikwidasi segi² jang negatif. 161方动为把行素产

07) 801a0n9a9 16q6b 793
(Pokok² pidato jang diutjapkan pada siang tanggal 28 Februari 1963 di gedung Lembaga Administrasi Negara, Djakarta) seqod simsaim ,dsio1sq582 1bAgmi d613kb Bumozib aiexoa ishum nsb I isapni nts daast azmjbasq dirnulosib uoyed .sinnsiamp9x msfsb jar izmnauod naib autau nalsiaog nabsd ibnlbngiu 1sqms3 ispsdiodib nsuded sinsiopeno nekaaisibaom -nizibnsm melsb nnnsi9q dda -n9g sumsz lgsd-fsixsS

SOx ASAS12Dhisbassisidm9qdetsweiaum siqeba 1n PnBL sl0as9nsdas2190 n6xuibau03m asxul19g2m ds121 rom1sa dsiszsa muslsh nadsu9mag nua dexasasdgnan oino1 suuse, siid iibotd na nsico six. i19993ib12p3sqoa asxs1se nspasdinaxisq sunq -9g lidisgnonu isgsb Auiag uibam mixsmsa iboibantain -neeaiam asb igaaieaom mslah jsqet enst siaasast "nioepas sinavaudo ,sebiesi qubif asded snsaihuess ass imottoxo aupnsdmom ftb 5n

1809003

KEMBANGKAN GERAKAN KOPERASI

UNTUK MENGURANGIRESULITANW

nspnidmid isliaisd NASIONAda auqusm iasisqol -dsw dsbue iasisgo emsisgs sdsibsq isb aAtas nama Pimpinan MPRSsajamengútjapkanase- tamat ataseberlangsungnjaeMusajawarahinPembiajaan Koperasi ini dan mengharapkanmentjapaibasitseperti ange dihafapkanholeneRitaesemuaos aslpnsdmepom

Saja sangat gembira danp merasa berintung mendapat

tugas dari Pimpinan MPRS menghadiri Musjawarah ini, karena pada kesempatan ini saja dapat bertemu

bdan berhadapan, langsung dengan Sdr.2 semua, ter-

Daibd

rena suatu kenjataan, bahwa gcrakan koperasi dinegeri

kita, dalam batas² tertentu mentjapai beberapa kema- djuan. Dari laporan² jang saja peroleh, misalnja koperasi konsumsi, telah terbentuk disemua daerah tingkat I, hampir disemua daerah tingkat II, dan mulai merata di-kampung² dan desa² diseluruh pendjuru tanah air kita. Koperasi² konsumsi ini, dalam kegiatannja, bukan sadja telah dapat mendjadi badan penjalur untuk dis- tribusi bagi anggota²nja, bahkan diberbagai tempat telah dapat mendjalankan peranan dalam mendistri- busikan kebutuhan² pokok Rakjat bagi semua pen- duduk dilingkungannja. Adanja musjawarah pembiajaan dari gerakan koperasi ini sendiri menundjukkan perkembangannja jang telah memerlukan pemetjahan dalam masalah permo- dalan dan kredit. Kita semua tentu mengharapkan su- paja perkembangan gerakan koperasi dinegeri kita mendjadi semakin madju, untuk dapat mengambil pe- ranannja jang tepat dalam mengurangi dan meringan- kan kesulitan² beban hidup Rakjat, chususnja anggota²- nja dan dalam perdjuangan untuk membangun ekonomi nasional. Untuk dapat meletakkan peranan gerakan koperasi setjara tepat dalam perdjuangan untuk membangun ekonomi nasional, dalam melikwidasi sisa² ekonomi ko-EE34

lonial dansfeodal, perlusRnanja kitauingät bahwa Mani- palimnenetapkannsekoougektornegaraharuse egangsposispkomandedalandehidupansekonomi negeriud Peranangefakakoperas hartsditudjukan ditilé membantdimemperkuat posisikomando dari eko nomrsektornegaramiisebaliknja negara berkewadjib- anmembantulgerakankoperasi dengan bimbinganpkre- ah daiffasiitetlainsNegarabberkewadjiban mengem-Bängkan gerakankoperasi,karena gerakankoperasi. walaupun bukan modal negara, tidak mau mendjadi gerakan odanicorganisasiakapitalsupasdmo isnsmA sqKoperasi dindonesiasbergerakidi-tengahostruktur Remodalandinanabiterdapatekonomimsektorinlegara Gangsemfakinouatsekonom sektofswastaishasional, danekonomfsektorwastabasingmonopofnsertareko- Aomi fedalddesaalikarenasiu tidakheran,apábila gerakanskoperaspntasbkehdupannjadipengarühi öłeh kegiatani daripadá strukturpermodaláncini, se- dangkewadjibansgerakanskoperasibadalan üntik men- dadukkanldrinjapada perañadudemperkuaerekonómi sektor negaraejangsmemimpinieperkembanganeekonomi egraa sha usm sqsie sbsKegiatánlmemperluasbsgerakan koperasi termasuk didalam pelaksanáan pembangunan Nasional semesta BerentjanajangditetapkansolehMPRSkarenaitu se-Tálub didalandpelaksaaannjalkitamengingatsAmanat PembangunarPresidenjangmenjatakanuantara lain : sdSupajalspembangunanlumenjempurnakananekonomi uterpimpin sedjalándengan tjita demokrasis terpimpin unuk melenjapkanssisa ekonomi kolonial, tjegah ba. haja paham kapitalisme dan free fight liberalism baik dart luart negerimaubun dalam negeripeqib xsbiT asbApajangodinjatakanl didalam AmanatPembangunan inp oleh Presiden djuga telahbber-ulang dikemukakan

padavkesempatan fan -1i sis spasb snisfem ns

-ppädaukesempatansini rsaja merasauperlu mengulangi danmemperkuat pulavapasdang pernahditjanangkan oleh SdrMenteri Transkopemadaodalam suatu Kon- gresK8perasiusbb. byDjustu didalam keadaa pantja- roba seperti jangkita alami dewasa ini, Saudaraqákan mendjumpai usaha beberapa golongan jang untuk ke- pentingan qolongan itu sendirp mempergunakan nama Koperási? Terutaamereka itulahjang selalú memper- ∂35

gunakan dan menuntut kepada hak koperasi, tetapi tanpa memperhatikan kebutuhan darinada konsumen.

Imilah jang saja sebut »pseudo koperasi", jaitu jang

mempergunakan rakiat untuk koperasi dan bukannja koperasi untuk rakiat. Usaha² demikian ini adalah

usaha orang² bermodal jang setjara kolektif mengembangkan modalnia. Tjara seperti ini adalah tjara kapitalis dan bertentangan dengan azas kekeluargaan, dengan azas sosialis dan bertentangan dengan azas koperasi".

Amanat Pembangunan Presiden dan pidato Menteri

Transkopemada ini, sengadja saja kutip untuk dapat menilai perkembangan koperasi tidak setjara berat se- belah, jaitu disamping memberikan penilaian kepada

kemadjuan² tertentu jang ditjapai serta mengharap-

kan perkembangan madju lebih landjut, kita tidak dapat menutup mata terhadap kenjataan² perkembangan negatif jang perlu diatasi. Pada pokoknja keku- rangan² masih terdapat didalam gerakan koperasi kita

dalam hal jang berhubungan dengan prinsip koperasi;

pembangunan organisasi dan kegiatan se-hari².

Ketetapan MPRS maupun Undang² Koperasi meng-

gariskan, bahwa koperasi adalah kumpulan daripada

orang² jang ber-sama² mengadakan kegiatan ekonomi dan sosial, jang dibentuk atas dasar kesukarelaan dan demokratis. Koperasi akan tumbuh sehat dan dapat memenuhi tudjuan pembentukannja, djika tidak diabai- kan prinsip² sukarela, terbuka (artinja tidak ada raha-

sia bagi anggota²nja) dan menguntungkan. Prinsip² itu hanja mungkin terdjamin apabila koperasi dipimpin

oleh orang² jang djudjur dan Manipolis. i

Tidak dipegangnja setjara teguh prinsip2 jang diga-

riskan oleh MPRS maupun Undang2 Koperasi, tidak

dibangunnja koperasi² dari bawah atas dasar kesedar-

an, melainkan dengan tjara ter-gesa² main tundjuk dari atas, tidak didjundjungnja hak² anggota untuk meng-

adakan kontrol, seperti banjaknja pengalaman, bahwa rapat² anggota koperasi hanja dilakukan sekali waktu

pendiriannja sadja, dengan maksud untuk dapat meng-

himpun modal, tetapi kemudian ber-tahun² tidak dilang- sungan rapat² anggota, praktek2 keorganisasian seperti ini adalah merugikan perkembangan koperasi.

Adalah perlu mendapat perhatian kita, supaja ge-

rakan koperasi bisa tumbuh sebagai pohon diudara

bebas dan djangan seperti ,kamerplant"(tanaman

penghias kamar) jang hidup karena disirami terus-

menerus, artinja gerakan koperasi supaja tumbuh se-

tjara wadjar dan demokratis serta tidak menggantung

162157

kepada bantuan se-mata².

Bantuan dari Pemerintah dan bantuan dari luar lain-

nja kepada gerakan koperasi harus bersifat bimbingan jang mengembangkan gerakan koperasi.

Hal lainjang memerlukan perhatian dari gerakan koperasi kita adalah bagaimana gerakan melawan libe- ralisme dan mendjauhi terus-menerus sifat perusahaan

kapitalis, atau didalam praktek adalah mentjegah djangan sampai pengurus² koperasi memperalat koperasi

dan anggota²nja untuk praktek² kapitalis maupun sebagai kaki-tangan kapitalis. Saja merasa perlu djuga untuk mengemukakan, kira- nja gerakan koperasi kita perlu diarahkan kepada kegiatan membangun dan mengembangkan lapangan²

atau djenis² koperasi jang paling objektif dibutuhkan

oleh Rakjat terbanjak. Djenis² koperasi jang paling dibutuhkan Rakjat dewasa ini adalah koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit. Golongan Rakjat desa jang paling membutuhkan koperasi adalah kaum

tanimiskin, kaum buruhtani, tanisedang, dan djuga

kaum nelajan. Di-kota² dalam keadaan krisis sandang- pángan seperti sekarang ini, koperasi konsumsi sangat dibutuhkan oleh sebagian besar lapisan penduduk. Me- ngenai koperasi kredit atau jang disebut koperasi sim-

pan-pindjam, berhubung tjepatnja merosotnilai uang,

sekaranginiamengalamilebih banjak kesulitan.

Setelahsaja kemukakanmasalah koperasi setjara

umum, ingin saja menjumbangkan pikiran sedikit ten-

tang pokok atjara dan persoalan daripada musjawarah

ini. Tentu sadja saja hanja akan mengemukakan bebe- rapa pokok sadja.a Saja berpendapat,bahwa memang sudah waktunja gerakan koperasi kita membitjarakan persoalan pem- biajaan koperasi. Saja kemukakan demikian berdasar-

kan dua alasan, pertama karena persoalannja memang

sudah merupakan persoalan jang harus dipetjahkan

berdasarkan perkembangankebutuhan daripada ge-

rakan koperasi kita, dan kedua dengan dimusjawarah- kannja setjara chusus persoalan pembiajaan koperasi ini, kita akan mentjapai kesimpulan² jang tegas dan kongkrit, bukan sadja untuk mendorong perkembangan gerakan koperasi kita, tetapi lebih² untuk mentjegah perkembangannja kearah jang tidak sesuai dengan azas2 koperasi. Dari pokok² persoalan jang disadjikan oleh Panitia Penjelenggara Musjawarah, dikemukakan antara lain kenjataan² tentang perlunja ketegasan didalam kebi- djaksanaan pemerintah dan tindakan² setjara kongkrit mengenai permodalan dan pengkreditan koperasi. Dju- ga dikemukakan persoalan penjaluran permodalan dan kredit dari swasta nasional kedalam gerakan koperasi disamping persoalan penghimpunan modal dari ling- kungan gerakan koperasi sendiri. Saja perlu menambahkan, bahwa didalam kenjataan- nja, memang kegiatan gerakan koperasi kita dibidang produksi dan konsumsi mengalami rintangan² dalam perkembangannja, disebabkan tidak tjukupnja modal dan tidak atau sukarnja didapat kredit. Dalam pada itu tidak sedikit gerakan koperasi kita terdjerumus kedalam ,pengkreditan" daripada bank² gelap atau praktek² kapitalis, jang memberikan kredit" dengan bunga² jang tinggi atau perdjandjian² dan sjarat² jang tidak menguntungkan perkembangan koperasi. Walaupun demikian saja berpendapat, adalah tidak perlu disesalkan kenjataan bahwa koperasi² kita lemah permodalannja, karena gerakan koperasi kita seharus- nja adalah bukan koperasi" kapitalis, sedang didalam praktek dan pertumbuhannja mengalamigangguan² dari kaum kapitalis monopoli asing, tuantanah dan kaum kapitalis birokrat jang sekarang ini menguasai uang jang beredar dan berspekulasi dalam peredaran barang2dagangan. Dari kenjataan² ini, maka dirasakan benar mende- saknja realisasi kredit² Pemerintah kepada kegiatan koperasi. demikian pula perlunja perbaikan aparatur pengkreditan pemerintah jang melajani gerakan koperasi. Perluasan djaringan² aparatur kredit dari Bank² Pemerintah jang sudah ada sampai ke-basis² kegiatan gerakan koperasi diperlukan, disamping itu perlu per-

baikan prosedure pengkreditan untuk mentjapai tjara² jang praktis tetapi tetap zakelijk dalam pemberian² kredit² kepada gerakan koperasi. Melalui bimbingan dan pengawasan dari petugas² Departemen Koperasi jang ada diseluruh negeri, kira- nja terdapat djaminan bahwa kredit² Pemerintah bagi gerakan koperasi akan langsung djatuh kepada gerakan koperasí dan digunakan setjara efektif serta efisien dalam kegiatan ekonomi, chususnja dibidang produksi pertanian dan keradjinan tangan serta dibidang dis- tribusi barang konsumsi keperluan hidup pokok dari- ishou pada Rakjat. Mengenai penjaluran modal dan pengkreditan dari kalangan swasta nasional jang progresif kepada kegiatan gerakan koperasi, memana merupakan persoalan praktis jang perlu pula digariskan. Saja berpendapat bahwa penialuran modal dan kredit swasta nasional janq progresif kepada kegiatan gerakan koperasi adalah suatu jang munqkin dapat direalisasi. apabila ia dilakukan atas prinsin dan pen- dirian sosial dari golongan swasta nasional progresif. djadi bukan dengan prinsip kapitalis janq bermaksud menunggangi gerakan dan keoiatan ekonomi koperasi. Tiara² jang zakelijk didalam kredit dengan ketentuan bunga janq sesuai dengan ketentuan² Pemerintah. atau perdiandjian² iang menguntungkan baqi gerakan koperasi danat dilaksanakan. Sikap membantu dari swasta nasional janq progresif kepada keqiatan ekonomi koperasi. disamping sikap membantu dan membimbing daripada Pemerintah kepada ekonomi swasta nasional dan chususnia kegiatan ekonomi gerakan koperasi, dimung- kinkan karena persamaan kepentingan swasta nasional jang progresif dengan gerakan koperasi daripada Rakjat dalam revolusi nasional kita, jaitu untuk menegak- kan ekonomi nasional janq bebas dari ketergantungan- nia kepada imperialisme dan pula bebas dari halangan² feodal, atau tegasnja persamaan kepentinqan daripada golongan swasta nasional janq progresif dengan gerakan koperasi daripada Rakiat. adalah karena sama² anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Sesuai dengan prinsip ekonomi terpimpin menudju kepada pembangunan ekonomi nasional, serta azas²

koperasi, maka gerakan koperasi haruslah ditjegah untuk didjadikan saluran guna penanaman modal asing dalam bentuk apapun, jang klasik maupun bentuk²nja jang baru tetapi berhakekat sama. Koperasi kita tidak boleh mendjadi saluran neo-kolonialisme.

Achirnja, mengenai penggalangan modal jang ber-

sumber pada gerakan koperasi sendiri tentu tidak mungkin kita mengharapkan mentjapai djumlah jang besar, mengingat koperasi² kita, seperti saja uraikan diatas adalah bukan ,,koperasi kapitalis", lagi pula azas koperasi adalah bukan untuk melakukan konsentrasi modal, karena itu kegiatan penghimpunan modal dari saham2, simpanan dan hasil kegiatan koperasi haruslah dengan prinsip tidak memberatkan anggota²nja jang terdiri daripada Rakjat jang ekonominja lemah, dan

djustru berkoperasi untuk meringankan beban hidup-

nja. Dengan mengerti akan peranan koperasi setjara tepat didalam melaksanakan garis politik ekonomi ianq sesuai dengan Manipol, sesuai dengan ketetapan² MP

RS, didalam membantu memperkuat sektor ekonomi Ne-

gara, dan sebaliknja dengan bantuan, bimbingan, kre- dit dan fasilitet² lain dari Pemerintah kepada kegiatan ekonomi koperasi, seperti penjaluran² barang² produk- si Perusahaan² Negara, atau Perusahaan² Dagang Negara dan fasilitet lain misalnja dibidang pengangkutan dan lain²nja, saja berpendapat gerakan koperasi kita akan terus berkembang dan melaksanakan tugasnja de- noleen ngan baik.

Demikianlah beberapa hal jang dapat saja kemuka-

kan dalam musjawarah pembiajaan koperasi ini. Sekali lagi saja mengharapkan perkembangan madju lebih landjut daripada gerakan koperasi kita dan mengharapkan berhasilnja musjawarah menjimpulkan peng- alaman²nja setjara tepat terhadap persoalan pembiajaan koperasi, dalam hubungannja dengan masalah ekonomi negeri kita pada umumnia dan didalam rangka U6E 1s009 penielesaian revolusi nasional kita. e AEDRGtoR Terima kasih. (Sambutan sebagai Wakil Ketua MPRS pada Musjawarah Pembiajaan Koperasi tanggal 13 November 1962 di Tjipa- jung)