Harian Sinar Harapan
Tgl:20 Desember· 1974.
PAMERAN 240 LUKISAN
Jakarta, 20 Des (SH). Sampai dengan tgl 31 De sember yad, di Jakarta se- dang diadakan pameran 240 buah lukisan; karya 83 pelu kis darí empat kota yakni Surabaya,Yogyakarta, Ban- dung danJakarta sendiri, Pameranyangdibuka se cara cuma2buatumum itu diselenggarakan dalam rang ka Pesta Seni 1974 Dewan KesenianJakarta, di tiga tempat sekaligus: Museum Pusat di Medan Merdeka Ba rat, Gedung STOVIA J1. Dr. Abdurachman Saleh dan di Pusat Kesenian Jakarta TIM J1. Cikini Raya 73.
| sambungnva pula | ||
|---|---|---|
| Anggota DKJ Wajah | pameran2tunggal pameran2 bersama", kata Umar Kayam. | porer saja duiu. Sedangkan |
Ke-Kini-an. yang juga bertindak selaku anggota Ko mite Senilukis DKJ, Doktor
Ball misalkan, akan diadakan
Serentak Di TIM-Museum-STOVIA
di masa mendatang, sesuai de
ngan rencana yangsudah di Umar Kayam baru2 ini me, yam bahwa karena terbatas-siapkan oleh DKJ. nyatakan kepada pers, bahwa nya biaya maka DKJ belum "Pameran sekarang ini mu- pamerankall ini merupakan lah mungkin mengadąkan dah2an mampu menunjukkan. Biennale Indonesia yang per "tallent scouting" alias men indlah wajah senirupa Indone tama kali. Dikandung maksud cari bakat2 yang dianggap po sia kontemporer yang seka- untuk mengadakannyn setiap tensiil untuk diketengahkan rang ini. Mudah2an masyarn- dua tahun sekali, di masä2 ke masyarakat. Oleh sebab kat luas bisa melihat keane- yang akan datang. itu pameran ini kali hanya ka-ragaman senilukis kita de- "Pameran ini hermaksud berdasarkan informasi kalang wasa ini. Mudah2an pula, ini mejangkau sebanyak mung-an kesenilukisan sendiri. "Se lah pameran senilukis kontem kin pelukis kita. Pelukis yang porer Indonesia hingga tentu saja ada pelukis yang paling masih aktip dan kreatip ser-representatip". yang kelewatan, sungguhpun tambah Dr. ta banyak menghasilkan lu-Umar Kayam. hal itu bukanlah keinginan kisan2. Juga bahwa mereka DKJ buat melewatkan biar Penghargaan2. itu secara relatip banyak di- seorang pelukis sajapun", bicarakan berkat pameranDikatakan oleh Dr. Umar karya2 mereka. baik dalam Kayam bahwa dari lukisan2 Dikatakannya. Pameran Be atauunyang dipamerkan ini ada yg sar Senilukis Indonesia kall akan diberi hadiah2 penghar ini dibatasi pada yang kontem gaan, al. berupa uang. Sung Diakui oleh Dr. Umar Ka-untuk lukisan2 tradisonil, ala (Bersambung ke hal. XI)
PAMERAN
(Sambungan dari hal 11).
guhipun begitu luhisan tsb te tap merupakan milik pelukis nya, sehingga pelukis tsh te- tap berhak untuk menjual- nya. "Pemberian hadiah uang ini tidak ada hubungannya de ngan suatu perlombaan atau pun kontes, dimana penggon dol hadiahdianggap merupa kan lukisan yang terbaik no mor satu, nomor dua dan nomor tiga, misalkan. Penghar gaan tsb hanyalah sekedar ca tatan dan penghargaan, kata- kanish semacam perangsang, yang diberikan sehubungan dengan Pameran Besar tahun 1974 ini", kata Dr. Umar Kayam pula. Untuk penilaiannya telah
dan Affandi dari Yogys, Drs. Popo Iskandar dari Bandung, lalu Doktor Soedjoko dari Bandung. Fadjar Sidik dari Yogyakarta dengan Alex Pa- padimitrou dan Dr. Umar Ka yam sendiri dari Jakarta. Seperti sudah dáberitakan "SH" maupun pers ibukota lainnya, selama Pameran tsb berlangsung akan pula diada kan diskusi senilukis di Ruang Pameran TIM, tgl 21 (Sabtu) pagi mulai jam 10.00 dengan tema "Seni Lukis In donesia Masa Kini". Pembi- cara2 utama jalah dua pelukis, masing2 D.A. Peransi (Ja karta) dan Fadjar Sidik (Yogyakarta) serta dua peng ajar dan pengamat masing2 Dr. Soedjoko (ITB Bandung) dan Drs Soedarmadji dari AS RI Yogya. Selama pameran kesemua
| ditunjuk 7 orang juri, ma-sing2 tiga pelukis anggota | lukisan juga boleh dibeli oleh |
|---|---|
| Akedemi Jakarta yaltu Rusli | inginkannya. Demikian Umar Kayam. (H-7). |
peminat/kolektor yang meng