2856 Bro untuk kemenangan front nasional dalam
pemilihan umum
d.n. aidit
Untuk Kemenangan Front Nasional Dalam Pemilihan Umum
Dan Kewadjiban Mengembangkan Kritik Serta Meninggikan Tingkat Ideologi Partai
★
oleh : D.N. Aidit (Pidato dimuka sidang Pleno Central Comite ke-III PKI pada tanggal 7 Agustus 1955).
Jajasan "Pembaruan" Djakarta 1955
INT. INSTITUUT
SOC. GESCHIEDENIS
-MEI 1997
(Tjukilan-kaju oleh Ting-ping)
AMSTERDAM
D.N. Aidit
10778464
Kawan². Saat pemilihan umum untuk parlemen jang pertama sudah makin dekat..Ini berarti bahwa kita mendekati saat bersedjarah dalam perdjuangan politik bangsa kita. Bukankah hasil pemilihan nanti akan sangat mempengaruhi perkembangan politik* negeri kita? Ia akan sangat mempengaruhi perdjuangan Rakjat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan nasional, untuk menjelamatkan perdamaian, untuk menjelamatkan demo- krasi dan untuk memperteguh persatuan semua kekuatan nasional. Pemilihan umum jang akan datang adalah sangat penting artinja. Djika tidak demikian, tidak akan kaum imperialis membikin persekutuan sutji" diantara mere ka sendiri dan dengan kaum reaksioner didalamneger
untuk mendjatuhkan kabinet Ali-Arifin, agar deng
demikian pemilihan umum dapat digagalkan, atau am kurang²nja tidak dilangsungkan dibawah Pemerin
untuk dikan dari luar.
Jocr,Morriên
Anerdam
Kawan². Saat pemilihan umum untuk parlemen jang pertama sudah makin dekat. .Ini berarti bahwa kita mendekati saat bersedjarah dalam perdjuangan politik bangsa kita. Bukankah hasil pemilihan nanti akan sangat mempengaruhi perkembangan politik negeri kita? Ia akan sangat mempengaruhi perdjuangan Rakjat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan nasional, untuk menjelamatkan perdamaian, untuk menjelamatkan demo- krasi dan untuk memperteguh persatuan semua kekuatan nasional. Pemilihan umum jang akan datang adalah sangat penting artinja. Djika tidak demikian, tidak akan kaum imperialis membikin ,,persekutuan sutji" diantara mere ka sendiri dan dengan kaum reaksioner didalamnegeri untuk mendjatuhkan kabinet Ali-Arifin, agar dengan demikian pemilihan umum dapat digagalkan, atau se- kurang²nja tidak dilangsungkan dibawah Pemerintah Ali-Arifin jang mendapat sokongan Rakjat. Djadi te- ranglah, bahwa djatuhnja kabinet Ali-Arifin baru² ini bukan se-mata² karena kekuatan kaum reaksioner didalamnegeri, tetapi karena permainan politik jang dikemu- dikan dari luar.
Joor Morriën Anerdam
Situasi internasional dimana negeri kita sekarang ber- ada menundjukkan, disatu fihak adanja tanda² jang penting mengenai kemadjuan, perdjuangan umatmanusia untuk perdamaian dan untuk hidup berdaulat dinegeri masing2. Sedjak sesudah sidang Pleno Central Comite ke-II dalam bulan November 1954, kemadjuan ini di- tandai oleh kedjadian² penting seperti antara lain : suksesnja Konferensi Asia-Afrika di Bandung, diadakannja pernjataan bersama oleh PM Ali Sastroamidjojo dan PM Tjou En-lai, ditandatanganinja perdjandjian perdamaian dan pemulihan kedaulatan Austria oleh Empat Besar dan Austria, dinormalkannja hubungan URSS-Jugoslavia, bertambah eratnja hubungan URSS-India dengan kundjungan PM Nehru ke Moskow, adanja un- dangan Sovjet Uni kepada Adenauer untuk berkundjung ke Moskow guna membitjarakan soal mengadakan hubungan diplomatik, ekonomi dan kebudajaan antara Sovjet Uni dan Republik Federal Djerman, berhasilnja Konferensi para kepala Pemerintah Empat Besar di Dje- newa baru² ini dan jang terachir diadakannja perun- dingan RRT-Amerika Serikat. Disamping itu suksesnja Kongres Perdamaian Dunia di Helsinki dan suksesnja Kongres Ibu Sedunia di Lausanne menambah bukti² tentang kemadjuan perdjuangan untuk perdamaian. Kedjadian²tersebut diatas menundjukkan betapa ma- kin teguhnja kemauan Rakjat diseluruh dunia untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan disemua negeri. Ia djuga menundjukkan betapa benarnja dalil tentang mungkin dan perlunja negara² hidup berdam- pingan setjara damai dan betapa kesungguhan Sovjet Uni dalam mieredakan ketegangan internasional, menor- malkan hubungan negara, mentjegah dan membikin tidak mungkinnja perang atom, dan dalam mentjiptakan keamanan kolektif di Eropa. Berlangsungnja dan suksesnja Konferensi AA, pernjataan bersama Ali-Tjou, tertjapainja persetudjuan Indo-
nesia-RRT mengenai soal dwikewarganegaraan, bertambah baiknja hubunganekonomi dan kebudajaan antara Republik Indonesia dengan negara² Demokrasi Rakjat, hadirnja delegasi² Indonesia dalam berbagai per~ temuan internasional untuk perdamaian, terkumpulnja kira² 3 djuta tandatangan anti-perang atom, semuanja ini menundjukkan bertambah besarnja kekuatan Rakjat Indonesia untuk perdamaian, untuk kemerdekaan na- sional dan kedaulatan negerinja. Difihak lain kita melihat bahwa keinginan baik umát- manusia jang djudjur akan perdamaian mendapat ten- tangan dan perlawanan dari negara² imperialis jang di- pelopori oleh Amerika Serikat. Klik² agresor melakukan segala matjam intrik untuk membendung keinginan damai dan hidup aman umatmanusia. Mereka sudah memaksakan dan terus berusaha memaksakan pakt² militer jang dikutuk oleh Rakjat diseluruh dunia seperti NATO, SEATO, dsb. Pemerintah Ali-Arifin, berkat dukungan dan dorong- an jang teguh dari Rakjat, telah berhasil mentjegah ma- suknja Republik Indonesia kedalam SEATO. Tetapi dengan tidak ikutnja Republik Indonesia didalam pakt SEATO, tidak berarti negara² SEATO berdiam diri. Dengan djalan lain konsep SEATO didjalan- kan di Indonesia. Dengan melalui djalan² subversif, dengan djalan membikin ,,persekutuan sutji" diantara kaum imperialis dengan kaum reaksioner didalamne- geri, negara² SEATO mendjalankan konsepnja di Indonesia, per-tama² ditudjukan untuk mendjatuhkan pemerintah Ali-Arifin, dan berhasilnja ini dianggapnja seba- gai pembuka djalan untuk menarik Indonesia kedalam SEATO. Pembentukan persekutuan sutji" sematjam ini adalah sedjiwa dengan putusan Konferensi SEATO di Bangkok dalam bulan Februari 1955, dimana atas usul Amerika Serikat terang²an disetudjui rentjana untuk melatih komplotan² spion dari kalangan bangsa² Asia
untuk bekerdja dibawah tanah, sebagai bagian daripada kegiatan spionase Amerika Serikat jang makin mening- kat di-negara² Asia. Akan tetapi, persekutuan jang dibikin negara-negara SEATO di Indonesia, sebagaimana djuga di-tempat² lain, adalah suatu ,,monsterverbond" (,komplotan ban- dit²') dimana satu dengan lainnja saling bertentangan karena masing² mempunjai tudjuan hendak menegakkan kekuasaan sendiri². Íni sangat nampak sesudah kabinet Ali-Arifin djatuh! Persekutuan jang tadinja dianggap sutji" telah berubah mendjadi pertarungan jang' sengit untuk kekuasaan sendiri², masing² mau memenangkan djago dan tukangpukulnja. Badan ,,Kerdjasama Oposisi" (KSO), walaupun sudah mengganti namanja dengan Kerdjasama Organisasi" (djuga disingkat KSO), tidak dapat mempertahankan keutuhannja, masing² menon~ djolkan dirinja sendiri, mengemukakan sikap² politik sendiri², sesuai dengan apa jang diminta oleh madjikan- nja masing². Pokoknja, disamping mereka membutuh- kan ,persekutuan sutji" untuk mematahkan kekuatan Rakjat Indonesia, masing² bergulat untuk menempatkan diri pada putjuk pimpinan kekuasaan negara, pos jang terpenting guna melitjinkan djalan buat kepentingan ekonomi sang madjikan. Tetapi, di Indonesia tidak hanja ada pertarungan an- tara kekuatan² reaksioner jang dikendalikan oleh nege- ri² asing. Di Indonesia ada dan terus tumbuh kekuatan elemen jang objektif, jang lahir dari kandungan Rakjat Indonesia sendiri, jaitu kekuatan persatuan Rakjat da~ lam mempertahankan kemerdekaan nasional, mentjegah peperangan dan fasisme. Kekuatan ini, tidak akan mem- biarkan Indonesia djatuh kedalam kekuasaan boneka² negara asing. Berbeda dengan persekutuan sutji" kaum reaksioner jang petjah ketika sudah sampai waktunja untuk menentukan jang mana akan memegang kekuasaan, kekuatan Rakjat makin erat bersatu dan 'makin
bulat tekadnja dalam menjelamatkan Indonesia dari ben- tjana keruntuhan jang besar ini. Dengan demikian djelaslah, bahwa soal mentjegah terbentuknja pemerintah reaksioner dan soal memenangkan front nasional dalam pemilihan umum jang akan datang, bukan hanja persoalan PKI menghadapi Masjumi-PSI, tetapi persoalan Rakjat Indonesia selu- ruhnja, persoalan kekuatan demokratis Indonesia selu- ruhnja, menghadapi berbagai kekuatan asing dengan boneka²nja, menghadapi kekuatan negara² SEATO dengan partai² dan klik reaksioner didalamnegeri. Kenjataan diatas membuktikan betapa objektifnja, betapa ia merupakan keharusan dan kebutuhan, kewa- djiban Rakjat Indonesia untuk lebih memperkuat dan memperluas persatuannja. Hanja kekatan front persatuan dari semua sektor tenaga nasional jang mampu me- ngalahkan intrik² dan pertjobaan² boneka asing untuk menempati pos² tertinggi diputjuk pimpinan kekuasaan Republik Indonesia.
Mengapa Front Nasional Harus Menang
Kawan². Front Nasional berarti kemerdekaan nasional, perda- maian, demokrasi, perbaikan nasib dan persatuan daripada Rakjat. Oleh karena itu, dilihat dari sudut kepentingan bagian terbesar Rakjat Indonesia, adalah satu kebutuhan dan keharusan tertjapainja kemenangan front nasional dalam pemilihan umum nanti. Hanja dengan demikian dapat dipertahankan, diselamatkan dan di- kembangkan azas² demokrasi daripada Republik Indonesia. Hanja dengan demikian bendera Revolusi Agus- tus 1945, sang merah-putih kita, dapat terus berkibar tinggi mendjulang diangkasa. Hanja dengan demikian kita dapat mentjegah dinodainja atau digantinja sang merah-putih dengan bendera lain.
Sebaliknja, kalau bukan front nasional jang menang, maka azas2 demokrasi daripada Republik Indonesia akan di-indjak² dan bendera nasional akan dinodai oleh perbuatan elemen² kolonialis, penghasut² perang, elemen² fasis dan tukang² petjahbelah. Untuk waktu jang sangat lama Rakjat Indonesia tidak akan lupa dengan apa jang sudah terdjadi dibawah kekuasaan reaksioner jang dipelopori Masjumi-PSI sedjak achir tahun 1948 sampai djatuhnja Pemerintah Sukiman tahun 1952. Rakjat Indonesia tidak akan melupakan perang-saudara dan pembunuhan massal dalam tahun 1948, tidak akan melupakan persetudjuan KMB jang chianat, Undang² larangan mogok, penangkapan massal Razzia Agustus 1951, penandatanganan pakt perang MSA, embargo terhadap RRT, meradjalelanja gerombolan DI-TII, pengguntingan wang Rakjat, birokrasi dan korupsi jang tidak kalah hebatnja dari selama kabinet Ali-Arifin, dan banjak lagi. Semuanja harus kita ingatkan kembali karena kita tidak menghendaki ter- ulangnja lagi, walaupun dalam bentuk lain. Tetapi, berkat persatuan dan kekuatannja, Rakjat Indonesia djuga sudah mempunjai pengalaman jang lain, jaitu ketika awal kekuasaan Pemerintah Wilopo dan selama kekuasaan Pemerintah Ali-Wongso (kemudian Ali-Arifin) jang didukung oleh Rakjat. Selama kekuasaan ini, pada umumnja dan sampai batas² jang tertentu kebebasan demokratis terdjamin, politik perdamaian di- djalankan dengan sungguh2, gerombolan DI-TII dinja- takan sebagai musuh Republik dan dibasmi dengan se-. kuat tenaga, terhadap elemen² subversif dan anti-demokratis diambil tindakan, rentjana Undang² Pembu- baran Uni Indonesia-Belanda sudah disiapkan (demi- kian djuga rentjana Undang² penjelesaian Dwikewar- ganegaraan, rentjanà Undang2 Pemerintah Daerah, rentjana Undang² pengganti Undang² larangan mogok Te- djasukmana), tambang minjak Sumatera Utara tetap di-
usahakan Pemerintah, perdjuangan untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah Republík Indonesia dilaku- kan dengan sungguh² dalam batas² kemampuan jang ada, dsb. Untuk mengatasi keadaan ekonomi jang ber- tambah djelek, jang disebabkan oleh persetudjuan KMB, sabotase2, birokrasi dan korupsi, Pemerintah Ali-Arifin berusaha memperbesar produksi bahan makanan dan mulai meluaskan hubungan dagang dengan negeri² Demokrasi Rakjat di Eropa dan dengan RRT. Satu kenjataan jang djuga menggembirakan jalah, bahwa selama pemerintah Ali-Arifin telah berkembang persatuan Rakjat untuk mempertahankan kemerdekaan nasional dan mentjegah peperangan, dalam bentuk Ba- dan² Kerdjasama di-daerah², dalam bentuk Kongres Rakjat Seluruh Indonesia, pengiriman delegasi keluar- negeri untuk perdamaian, untuk persahabatan dan ke- budajaan. Ini perlu kita kemukakan untuk mengudji kebenaran politik Partai jang mempertahankan kabinet Ali-Arifin sampai saat jang terachir dan untuk mengerti apa sebabnja politik ini disokong oleh bagian jang ter- besar daripada Rakjat. Kritik jang sering dilantjarkan oleh Partai pada Pemerintah Ali-Arifin jalah berhubung Pemerintah ini ku- rang tegas dalam berbagai langkahnja, sehingga keadaan² jang djelek dilapangan ekonomi dan keuangan tidak dapat dilikwidasi, sehingga elemen² anti-demokratis, elemen² subversif, tukang² sabot dan koruptor² masih leluasa memainkan rolnja. Kelemahan² pemerintah telah digunakan oleh fihak oposisi untuk membikin Rakjat mendjadi ragu dalam memberikan sokongannja kepada pemerintah dan untuk menarik sebagian dari pimpinan angkatan bersendjata kefihak oposisi. Sudah tentu oposisi dengan sengadja menutup mata mengenai segi² po- sitif dari Pemerintah Ali-Arifin. Pada pokoknja, kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri telah mengambil keuntungan dari tindakan²
alat² negara dibeberapa tempat jang membatasi gerakan Rakjat dan dari tindakan pemerintah jang tidak tegas diberbagai lapangan. Sebaliknja, karena pemerintah dengan tegas mendjalankan politik luarnegeri jang madju, fihak oposisi tidak berdaja memukul pemerintah-dari djurusan ini. Ini adalah satu pengalaman dan satu peladjaran bagi pemerintah² demokratis di-hari" jang akan datang. Ini adalah peladjaran jang penting bagi Partai kita. Pemerintah Ali-Arifin telah menjerahkan mandatnja pada tanggal 24 Djuli jang lalu. Pemerintah ini djatuh bukan karena perimbangan suara didalam parlemen, tetapi karena faktòr jang berada diluar parlemen, oleh faktor angkatan bersendjata. Ini satu peladjaran bagi kita, bahwa kaum reaksioner didalam keadaan terdje- pit dan takut pada perkembangan gerakan Rakjat, dengan tidak merasa kehilangan muka, melemparkan pandji² demokrasi burdjuis. Ini berarti bahwa mereka sudah ber-siap² untuk melangkah dari sistim diktatur burdjuis jang tidak terang²an kesistim diktatur burdjuis jang terang²an, kesistim fasis. Dengan mendjalankan sistim ini mereka mau meletakkan beban krisis seluruhnja diatas pundak Rakjat, karena sistim ini berarti ditjabutnja hak Rakjat untuk membela diri, untuk menjatakan perasaan, fikiran dan kehendaknja. Mereka sudah tidak mampu untuk kembali berkuasa dengan menggunakan metode² parlementerisme dan demokrasi burdjuis jang lama, dan oleh karena itu mereka melemparkan pandji² demokrasi ini. Ini sangat nampak dari pernjataan² mereka jang' menginginkan pemerintah jang tidak bertanggungdjawab kepada parlemen, jang menginginkan pemerintah jang berdiri atas ,izin" bajonet. Apakah djawab Partai kita dan seluruh kekuatan demokratis dinegeri kita terhadap usaha² kaum reaksioner untuk mendirikan suatu pemerintah jang tidak bertanggungdjawab kepada parlemen? Djawab kita jalah :
PKI, dan bersama dengan PKI seluruh Rakjat pekerdja,
hanja menjetudjui pemerintah jang bertanggungdjawab kepada parlemen, dan dalam hubungan dengan imbang- an kekuatan jang ada sekarang, mengusahakan terbentuknja pemerintah jang lebih baik daripada pemerintah Ali-Árifin.
PKI tidak pernah berkeberatan mengenai penggantian
pemerintah, asal gantinja lebih baik. Demikian djuga dengan penggantian pemerintah Ali-Arifin. Menurut pengalaman sedjak achir tahun 1948, pemerintah jang lebih baik daripada pemerintah Ali-Arifin tidak mungkin pemerintah jang dipimpin oleh Masjumi-PSI jang anti- demokratis. Kita mempertahankan sistim demokrasi parlementer, bukan hanja karena sistim politik ini lebih baik daripada sistim diktatur burdjuis jang terang²an, tetapi karena sistim ini djuga berhubungan langsung dengan perdjuangan massa Rakjat untuk kepentingan se-hari²nja, untuk tuntutanbagian²nja. Dalam hubungan dengan ini- lah kaum Komunis harus mendjelaskan sikap politiknja kepada massa. Tjontoh² sudah tjukup banjak jang mem-
buktikan bahwa massa Rakjat dinegeri kita djuga dapat
menggunakan parlemen sebagai salahsatu bentuk per- djuangannja, untuk kepentingan ekonomi dan politiknja. Bentuk perdjuangan ini akan lenjap djika terbentuk pemerintah jang tidak bertanggungdjawab kepada parlemen dan jang tidak mendjamin kebebasan demokratis bagi Rakjat. Dari kenjataan diatas djelaslah apa jang mendjadi tu- gas politik Partai kita jang terdekat pada waktu sekarang. Pertama, mentjegah terbentuknja pemerintah reaksioner dan mengusahakan terbentuknja pemerintah
jang lebih baik daripada pemerintah Ali-Arifin. Jang
kita maksudkan dengan pemerintah jang lebih baik" dalam situasi sekarang jalah pemerintah sematjam pemerintah Ali-Arifin dengan komposisi orang² jang lebih
madju dan lebih tjakap, sehingga dapat mendjamin pe- laksanaan program jang demokratis dari pemerintah.
Kedua, memenangkan front nasional dalam pemilihan
umum jang akan datang, sebagai sjarat untuk terbentuk-
nja suatu pemerintah Koalisi Nasional jang didukung
dengan teguh oleh seluruh kekuatan demokratis. Hanja dengan melakukan tugas seperti tersebut di- atas, kita dapat menjelamatkan azas demokrasi daripada Republik Indonesia. Inilah tugas untuk mempertahankan
kemerdekaan nasional kita,, untuk ikut menjelamatkan
perdamaian, untuk menjelamatkan demokrasi dan mem- perteguh persatuan. Tugas ini adalah sesuai dengan Un-
dang² Dasar Republik Indonesia dan sesuai dengan pro-
gram Partai kita dalam keadaan sekarang.
Sebabnja Kita Mengoreksi Manifes Pemilihan Umum
Kawan². Pada tanggal 22 Djuni 1955 Politbiro Central Comite setjara mendalam telah mendiskusikan Manifes Pemilihan Umum (MPU) PKI dalam hubungan dengan tugas politik PKI sampai waktu segera sesudah pemilihan umum jang akan datang. Pada tanggal 24 Djuni jang lalu diumumkan resolusi Politbiro Central Comite jang
berkepàla Lewat Pemilihan Umum Jang Akan Datang Membentuk Pemerintah Koalisi Nasional".
Dalam resolusi Politbiro tersebut dengan tegas dika- takan, bahwa Pemerintah Koalisi Nasional bukan pe-
merintah diktatur Rakjat" dan bahwa program peme-
rintah koalisi nasional jang dünginkan oleh PKI bukan- lah program Demokrasi Rakjat, tetapi program jang po- kok²nja sama dengan tuntutan PKI kepada Pemerintah Ali Sastroamidjojo".
Berhubung dengan·resolusi tersebut mungkin timbul pertanjaan : Apakah resolusi ini tidak bertentangan dengan putusan Kongres Nasional ke-V ?", Apakah dengan ini tidak berarti kita mundur ?", Bagaimana slo- gan² kita untuk pemilihan umum ?", dan ,,Bagaimana kedudukan MPU jang diputuskan oleh Kongres Nasional ke-V ?". Sebagaimana kita ketahui, Kongres Nasional ke-V Partai bulan Maret 1954 telah melahirkan sedjumlah
dokumen2, antara lain MPU. Sesudah Kongres NasionaI
ke-V semua aktivitet Partai didasarkan atas putusan² Kongres tersebut. Putusan Kongres Nasional ke-V telah mentjepatkan perkembangan Partai. Ini nampak dari pe- luasan anggota dan organisasi Partai, dan dari mening- katnja pengaruh dan prestise politik Partai. Berhubung dengan pertanjaan Apakaħ resolusi ini tidak bertentangan dengan putusan Kongres Nasional ke-V ?", maka djawabnja jalah : Ja dan tidak. Resolusi
Politbiro tanggal 24 Djuni 1955 bisa dianggap berten-
tangan dalam arti bertentangan dengan MPU, jang djuga diputuskan oleh Kongres. Tetapi ia tidak bertentang an, malahan sesuai dengan putusan Kongres, dalam arti
sesuai dengan Program PKÍ, jaitu dokumen utama jang
djuga disahkan oleh Kongres.
Apakah buktinja bahwa Resolusi Politbiro tanggal '24 Djuni jang lalu sesuai dengan Program PKI ? Buktinja jalah, bahwa dalam Program PKI dengan djelas di- katakan bahwa : Pemerintah Demokrasi Rakjat akan merupakan suatu pemerintah jang samasekali baru djika dibandingkan dengan semua pemerintah² jang ada sebelumnja", dan bahwa Djalan keluar terletak dalam mengubah imbang- an kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak jang lain. Djalan keluar terletak dalam membang-
kitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, teru- tama kaum buruh dan kaum tani", Selandjutnja dikatakan bahwa Hanja satu front per- satuan nasional jang dibentuk atas dasar persekutuan buruh dan tani, dipimpin oleh klas buruh, dan terbentuk sebagai hasil gerakan Rakjat jang se-luas nja dan perdjuangan revolusioner daripada massa, akan memung kinkan Rakjat Indonesia mendirikan suatu pemerintah Demokrasi Rakjat jang akan mendjalankan program Demokrasi Rakjat dan memimpin Rakjat menudju keme- nangan". Djadi djelaslah apa jang mendjadi sjarat² pemerintah Demokrasi Rakjat, dan sjarat itu masih harus kita tjiptakan. Mengenai perdjuangan parlementer dikatakan dalam Program PKI, bahwa: Šedjarah perdjuangan pembebasan nasional Rakjat
Indonesia, sebagaimana djuga sedjarah perdjuangan Rakjat,negeri² lain, menundjukkan bahwa perdjuangan
parlementer sadja tidaklah tjukup untuk mentjapai tu-
djuan membentuk sesuatu pemerintah Demokrasi Rak-
jat", dan dikatakan djuga bahwa PKI memandang pe-
kerdjaan dalam parlemen bukan sebagai pekerdjaan
Partai jang pokok dan tidak memandang perdjuangan parlementer sebagai satu²nja bentuk perdjuangan",
walaupun PKI telah ambil bagian dan terus akan ambil
bagian jang paling aktif dalam perdjuangan parlemen-
ter".
, Djadi djelaslah, bahwa resolusi Politbiro tanggal 24
Djuni jang lalu tidak·menjalahi putusan Kongres, tetapi
sebaliknja, untuk mengoreksi MPU jang menjalahi Pro-
gram Partai.
Saja kira, ada kawan² kita jang bertanja: Apakah
tidak perlu dibawa kekongres dulu, karena MPU adalah putusan Kongres? Bahwa soal ini harus dikemukakan
kepada kongres jad., sudah pasti. Tetapi adalah tidak benar kalau sesuatu putusan kongres jang menurut teo- ri dan menurut kenjataan se-hari² adalah salah, dan apa- lagi terang bertentangan dengan Program Partai, akan dibiarkan oleh pimpinan Partai dalam waktu jang lama, sampai Kongres jang akan datang. Berhubung dengan pertanjaan Apakah dengan ini tidak berarti kita mundur ?", maka djawabnja jalah : bahwa disini tidak ada persoalan mundur, tetapi soalnja jalah mengoreksi kesalahan, dan tiap² pekerdjaan mengoreksi kesalahan berarti kemadjuan. Ja, tetapi apakah dengan koreksi ini kita tidak mundur dari djandji jang sudah kita berikan kepada Rakjat berdasarkan MPU. Memang, Pemerintah Demokrasi Rakjat adalah lebih mendjamin kepentingan Rakjat daripada pemerintah Koalisi Nasional. Tetapi, dalam menghadapi pemilihan umum kita harus mengemukakan program jang memang mungkin dilaksanakan segera sesudah pemilihan umum, dengan tidak menghentikan propaganda kita, bahwa tu- djuan kita adalah lebih djauh dari itu. Kewadjiban kita jalah, disamping menerangkan persamaan program kita dengan program Pemerintah Koalisi Nasional, djuga menerangkan perbedaannja, jaitu bahwa program Partai adalah lebih mendjamin kepentingan Rakjat banjak. Berhubung dengan pertanjaan Bagaimana slogan kita untuk pemilihan umum ?", maka djawabnja jalah: bahwa slogan² kita untuk pemilihan umum jang akan datang harus kita sesuaikan dengan program untuk pemerintah Koalisi Nasional. Dengan demikian slogan² pemilihan umum kita adalah slogan² aksi jang kongkrit. Oleh karena itu slogan² ini akan merupakan kekuatan dalam membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa disekeliling Partai. Berhubung dengan pertanjaan : Bagaimana kedu- dukan MPU jang diputuskan oleh Kongres Nasional ke- V?", maka djawabnja jalah : bahwa dengan keluarnja
resolusi Politbiro tanggal 24 Djuni jang lalu dokumen tersebut tidak berlaku lagi sebagai Manifes untuk Pe~ milihan Umum jang akan datang. Tetapi apakah dengan demikian berarti MPU samasekali tidak berguna untuk keperluan lain ? Dokumen tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menerangkan sistim Demokrasi Rakjat kepada anggota² baru, karena ia ditulis lebih po- puler dan bersifat polemis. Demikianlah djawaban pada pertanjaan² jang banjak timbul ketika comite² dan fraksi mendiskusikan Resolusi Politbiro tanggal 24 Djuni 1955. Selain daripada itu, penting untuk dikemukakan disi- ni, bahwa kalau kita mempeladjari putusan² sidang Pleno Central Comite ke-II jang dilangsungkan dalam bu- lan November 1954, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa putusan² sidang Pleno tersebut tidak didjiwai oleh MU, tetapi didjiwai oleh Program PKI, dokumen jang terpenting jang disahkan oleh Kongres Nasional ke-V. Ini menundjukkan, bahwa sebenarnja Partai kita sudah agak lama merasakan adanja putusan Kongres jang ;,sumbang", tetapi hal ini tidak segera didiskusi- kan, diformulasi dan didjadikan putusan. Bahwa sidang Pleno CC kerII tidak didjiwai oleh MPU nampak dari apa jang antara lain dimuat dalam laporan sbb. : ,Kerdjasama antara Partai dan massa Komunis dengan partai² dan massa Nasionalis dan Islam bagi kita bukan hanja sesuatu jang dapat dibatasi sampai selesainja pemilihan umum jang akan datang, seba- gaimana sering dikatakan oleh pemimpin² Nasionalis dan Islam. Kita menghendaki kerdjasama djuga sampai sesudah pemilihan umum, dengan tidak perduli siapa jang akan menang nanti. Dan apa jang kita inginkan ini adalah sesuai dengan sembojan Republik kita 'Bhinneka
Tunggal Ika' (berbeda tetapi satu)".
Dalam kita menjatakan kehendak kita bekerdjasama dengan partai² dan massa Nasionalis dan Islam", djuga
sampai sesudah pemilihan umum, dapat kita gambarkan partai² mana jang kita maksudkan itu. Djadi sekarang djelaslah apa sebabnja kita harus mengoreksi MPU. Tindakan Politbiro CC dengan resolu- sinja tanggal 24 Djuni tersebut telah membikin salahsatu putusan Kongres Nasional ke~V jang tidak objektif mendjadi objektif. Karena objektifnja, ia pasti akan lebih memadjukan pekerdjaan Partai. Disamping akan sangat membantu pekerdjaan Partai dalam mempersatukan se- mua kekuatan nasional, resolusi tersebut djuga telah me~ nimbulkan aktivitet jang besar dikalangan kader² Partai dalam mendiskusikan teori revolusi ditanah djadjahan dan setengah-djadjahan. Oleh karena itu, resolusi Politbiro tersebut samasekali tidak melemahkan Partai, tetapi sebaliknja. Disamping akan memperkuat front persa- tuan, pelaksanaan dan diskusi² mengenai resolusi tersebut akan menambah pengertian Partąi tentang Revolusi Indonesia, akan memperkuat ideologi Partai dan me- ninggikan prestise pimpinan Partai dimata anggota² dan dimata Rakjat. Ada beberapa gelintir trotskis jang mengatakan : Li- hat orang² PKI itu, tidak pernah berhenti membikin ke- salahan, sekarang sudah mengoreksi diri lagi !" Mereka tidak sedar, bahwa dengan utjapan ini sama sadja dengan mereka mengatakan, bahwa kaum Komunis tidak pernah berhenti memperbaiki diri. Memang, kita kaum Komunis tidak pernah dan tidak akan pernah berhenti memperbaiki diri, karena kita ingin dari baik mendjadi lebih baik. Dan untuk ini sjaratnja jalah mengamalkan
kritik dan selfkritik. Ini salahsatu perbedaan jang pen-
ting antara kaum Komunis dan kaum trotskis.
Melipatgandakan Aktivitet Disemua Lapangan Pekerdjaan Partai
Kawan². Sebagaimana sudah dikatakan diatas, untuk memenangkan front nasional dalam pemilihan umum jang akan datang, kewadjiban kita jang pertama-tama dan jang terpenting jalah': mentjegah terbentuknja pemerintah jang reaksioner. Kewadjiban mentjegah terbentuknja pemerintah reaksioner adalah satu dan tidak bisa dipisahkan dari kewadjiban memenangkan front nasional dalam pemilihan umum jang akan datang. Kemenangan front nasional akan lebih terdjamin djika pemilihan umum dilangsung- kan dibawah pemerintah jang tidak reaksioner. Pemerintah reaksioner tidak hanja akan berusaha menunda pemilihan umum, tidak hanja akan merombak panitia² pemilihan jang sudah tersusun setjara demokratis, tetapi akan membikin segala matjam perbuatan anti-demokratis untuk mengalahkan blok demokratis. Kelirulah djika orang mengira bahwa terbentuknja pemerintah reaksioner hanja akan merugikan PKI, dan tidak akan merugikan partai² Nasionalis, partai² Islam dan partai² lain jang mempertahankan azas² demokrasi. Pemerintah reaksioner memang menudjukan pukulannja jang pokok kepada benteng demokrasi jang paling me reka takuti, jaitu PKI. Tetapi ini hanja permulaan untuk menghantjurkan benteng² demokrasi jang lain. Dari ke- njataan ini djelaslah, betapa objektifnja dan masuk akal- nja djika seluruh kekuatan demokratis aktif mentjegah terbentuknja pemerintah reaksioner dan aktif mengusa- hakan terbentuknja pemerintah jang lebih baik daripada pemerintah Ali-Arifin, lebih baik dalam komposisi orang2nja dan Iebih tegas dalam melaksanakan pro- gram²nja jang madju.
Pekerdjaan mentjegah terbentuknja pemerintah reaksioner dan pekerdjaan memenangkan front nasional' dalam pemilihan umum hanja mungkin djika Partai melipatgandakan aktivitetnja disegala lapangan, dilapangan mengorganisasi dan memobilisasi massa, dilapangan memperkuat organisasi dan ideologi Partai: Pasivitet adalah makanan jang empuk bagi fasisme. Fasisme ha-. rus ditjegah dan dilawan dengan melipatgandakan aktivitet, melipatgandakan keberanian dan kewaspadaan. Dalam keadaan jang bagaimanapun, kita harus ber- pendirian, bahwa faktor jang menentukan dalam mene- tapkan haridepan kita setjara tepat, jalah pekerdjaan kita untuk mengadjak massa Rakjat menjokong pro- gram mempertahankan kemerdekaan nasional, demokrasi, perdamaian dan perbaikan nasib se-hari2. Jang bisa menarik massa kedalam perdjuangan ini, sebagai sjarat untuk mejakinkan massa akan kebenaran pro- gram ini, jalah aksi² daripada massa sendiri. Untuk ini kita harus merumuskan setjara presis dan mewudjudkan. tuntutan² kongkrit jang tertentu serta melaksanakan aksi² dimana massa jang luas mempunjai kepentingan dan memberikan sokongannja. Di-tengah² keadaan dimana kaum reaksioner terus- menerus dalam rapat², koran², brosur2, dsb. mengusaha- kan supaja Rakjat mendjadi atjuh tak-atjuh terhadap persatuan, dimana kaum reaksioner meng-edjek² tiap² usaha untuk persatuan, adalah kewadjiban kita untuk menundjukkan dan mejakinkan Rakjat bahwa persatuan adalah mungkin dan dapat diadakan. Dalam keadaan seperti ini adalah penting untuk mengemukakan tjontoh² daripada persatuan jang pernah ada dalam sedjarah per-
djuangan Rakjat Indonesia dan tjontoh² se-hari² jang
membuktikan bahwa persatuan perlu, mungkin dan dapat diadakan untuk melawan kemiskinan dan ketidak- adilan, tanpa mengenal perbedaan agama, kejakinan po- litik, sukubangsa dan kedudukan sosial.
Kita harus menundjukkan kepada Rakjat wudjud persatuan jang sudah kita punjai, jaitu organisasi² massa jang besar dan kerdjasama dulu dan sekarang antara Partai kita dengan partai² Nasionalis, Islam dll. partai jang demokratis. Kita harus resapkan didalam hati dan fikiran Rakjat, bahwa tidak benar dan berbahaja sekali apa jang sering diutjapkan oleh pemimpin² Masjumi-PSI, jang mengatakan bahwa Rakjat tidak bisa bersatu karena perbedaan agama, ideologi, politik, sukubangsa dan kedudukan sosial. Djustru karena adanja perbedaan inilah maka timbul problim bagaimana mempersatukan Rakjat, dan timbulnja problim ini jalah karena kejakinan bahwa soal persatuan adalah soal kebutuhan dan keharusan jang objektif. Bagi kita kaum Komunis, persatuan bukanlah hanja setjarik kertas atau omong² tentang, tudjuan² jang ba- gus². Bagi kita persatuan adalah kebutuhan, adalah metode kerdja dan metode perdjuangan. Kita jakin, bahwa jang terpenting dan jang menentukan untuk tertjipta. nja persatuan jalah keharusan daripada persatuan untuk melipatgandakan kekuatan dan kemampuan massa guna bertahan terhadap lawan dan mengalahkan lawan. Terlalu banjak titik² pertemuan jang dapat mempersatukan massa seperti : upah jang terlalu rendah, perla- kuan madjikan jang se-wenang2, bunga wang jang ting- gi, sewa tanah jang mendjerat leher, kenaikan harga barang, antjaman mati konjol karena peperangan, antjaman gerombolan teroris, pengekangan hak² demokrasi, peraturan² pemerintah pusat atau daerah jang meru- gikan, dan masih banjak lagi. Berdasarkan titik² pertemuan inilah kita menggalang persatuan daripada massa. Sendjata kaum reaksioner jang sekarang paling banjak digunakan untuk memetjah-belah persatuan nasio- nal jalah agama, se-olah² kaum Komunis ada didunia dengan tudjuan untuk merusak agama dan mengganggu kebebasan beragama. Sesungguhnja tjara memfitnah
sematjam ini hanja meneruskan tjara jang dulu dipakai oleh kaum kolonialis Belanda dan kaum fasis Djepang, sehingga bagi Rakjat mudah mengetahui dari mana dan kemana angin bertiup. Akan tetapi, karena kita belum mempunjai kesempatan dan waktu jang tjukup untuk membikin fitnahan ini mendjadi tidak berdaja, maka adalah keliru sekali kalau kita sekarang menganggap sepi" fitnahan sematjam itu. Oleh karena itu, kita harus meneruskan dan melipatgandakan kegiatan kita dalam mendjawab dan membuktikan dengan perbuațan kita se-hari2, bahwa kaum Komunis tidak berdjuang melawan agama, bahwa program kita untuk kemerdekaan, per- damaian, demokrasi dan perbaikan nasib se-hari² tidak berarti tantangan terhadap agama manapun. Kita harus memakukan didalam kesedaran massa, bahwa bukan agama, tetapi pandjia ,,anti Komunisme" jang dikibarkan oleh Masjumi-PSI, inilah jang menje- babkan kita dengan sekuat tenaga melawan politik anti-demokratis daripada partai² ini. Kita lakukan ini karena kita tahu bahwa politik,anti Komunisme" Masjumi-PSI adalah perintang jang paling besar dalam usaha menggalang persatuan dikalangan Rakjat, bahwa politik ini sesungguhnja ditudjukan untuk membendung dan mema- tahkan seluruh kekuatan patriotik dan demokratis. Kedjadian² dibanjak negeri, dan djuga pengalaman di- negeri kita, membuktikan bahwa tidak pernah politik anti Komunisme" dihentikan sesudah Partai Komunis dilarang dan pemimpin²nja dimasukkan kedalam pendja- ra atau dibunuh. Politik ini pasti diikuti oleh politik menghantjurkan kekuatan patriotik dan demokratis lain- nja. Patriot2 dan demokrat² non~Komunis jang djudjur ditangkap dengan tuduhan bahwa mereka adalah ,Komunis". Bukankah pedjuang² kemerdekaan Indonesia jang non-Komunis dizaman pendjadjahan Belanda ditangkap dan diasingkan karena mereka dituduh ,Komunis"? Kenjataan² ini tidak hanja menundjukkan tem-
pat jang terhormat bagi kaum Komunis dalam melawan kolonialisme, tetapi djuga menundjukkan bahwa politik ,,anti Komunisme" dari Masjumi-PSI atau dari mana- pun, tidak bisa berakibat lain ketjuali mentjiptakan sjarat untuk timbulnja front demokratis. Tinggal tergan- tung pada Partai kita sampai kemana kemampuan mėn- djelaskan kebenaran sedjarah dan kebenaran jang ak- tuil ini kepada massa dan kepada pemimpin² partai² demokratis, sebagai sjarat untuk membangkitkan kekuatan demokratis tersebut. Sendjata kaum reaksioner jang djuga banjak diguna- kan untuk memetjahbelah persatuan nasional jalah fitnahan, se-olah² PKI bukan elemen nasional, se-olah² se- gala gerakgerik PKI adalah dikendalikan dari luarnegeri, dari ,Peking" dan dari ,,Moskow". Padahal, kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri tahu be- nar, bahwa PKI erat hubungannja dengan massa Rak~ jat, djadi bahwa PKI adalah kekuatan nasional jang terpenting. Djustru karena mereka mengetahui ini, ma- ka mereka berkepentingan untuk memisahkan PKI'dari kekuatan nasional lainnja, agar dengan demikian kekuatan nasional mendjadi takberdaja. Fitnahan jang bertudjuan memetjahbelah ini harus kita lawan dengan djalan membuktikan kepada Rakjat, bahwa PKI adalah elemen jang objektif daripada situasi negeri kita sendiri. Kita harus buktikan ini dengan keterangan² kita jang masuk akal dan dengan perbuatan kita se-hari². Kebenaran garis politik, aktivitet se-hari² dan pimpinan Partai kita kepada massa, akan membuktikan bahwa djustru tukang² fitnah itulah jang sebenarnja mewa- kili kepentingan negeri² asing di Indonesia. Akan men~ djadi terang bagi Rakjat bahwa Moskow" (Sovjet Uni) dan Peking" (RRT) tidak mempunjai kepentingan untuk menanam ,agen" atau ,,komprador" di Indonesia, karena kedua negeri ini tidak mempunjai kepentingan untuk menguasai ekonomi negeri² lain, djuga ti-
dak mempunjai kepentingan untuk menguasai ekonoi Indonesia. Tetapi kaum imperialis Belanda, Amerika, Inggeris dll. jang mempunjai banjak tanaman-modal di Indonesia, jang tidak pernah diserang oleh tukang² fitnah, djustru merekalah jang mempunjai kepentingan untuk menanamkan agen² atau komprador²nja di Indonesia. Kewadjiban terpenting dari agen² atau komprador² ini jalah memetjahbelah potensi nasional Rakjat Îndone- sia. Dari kenjataan² ini dan dari pengalaman²nja sendiri, massa akan menarik kesimpulan bahwa tuduhan agen luarnegeri" kepada kaum Komunis sebenarnja hanja untuk menutupi perbuatan tukang² fitnah itu sendiri. Sekali lagi, kewadjiban kita jalah, memakukan kese- daran pada massa, bahwa PKI adalah elemen jang objektif daripada situasi negeri kita sendiri. Pekerdjaan ini akan sangat dibantu oleh kenjataan, bahwa sedjarah perdjuangan Partai kita adalah sedjarah jang heroik dan patriotik. Pekerdjaan melipatgandakan aktivitet dilapangan mengorganisasi dan memobilisasi massa tidak mungkin kita lakukan dengan baik, djika bersamaan dengan itu kita lengah memperkuat organisasi dan ideologi Partai. Tugas² mengenai ini sudah dirumuskan dengan djelas dalam putusan² jang diambil dalam Kongres Nasional ke~V dan dalam sidang Pleno Central Comite ke-II. Dalam kesempatan ini saja hanja hendak menekankan be- berapa soal. Mengenai organisasi. Sesudah kita dengan sukses me- luaskan keanggotaan dan organisasi Partai, jang terpenting jalah membikin tiap² anggota dan organisasi kita mendjadi elemen jang aktif dalam mendjalankan putusan² Partai. Untuk ini jang terpokok jalah melaksana- kan tjarakerdja kolektif didalam semua Comite, fraksi dan grup Partai. Lebih² soal mengaktifkan grup² Partai harus mendapat perhatian dan pimpinan istimewa. Sa-
ngat tergantung pada soal mengaktifkan grup² inilah,
akan terdjawab pertanjaan, apakah Partai kita dari
suatu gerakan jang sudah besar sekarang akan mendjadi organisasi jang besar, akan mendjadi Partai jang besar, dimana tiap² anggota dan tiap² organisasi Partai adalah elemen jang aktif dalam mendjalankan politik dan putusan² lainnja daripada Partai. Inilah sjarat untuk men- djadikan Partai kita tulangpunggung gerakan Rakjat sampai ke-basis² organisasi² massa. Dalam sidang Pleno Central Comite ke-II kita mene- kankan tentang pentingnja tjarakerdja kolektif. Penga- laman kita menundjukkan bahwa tjarakerdja kolektif baru besar artinja djika disertai oleh diskusi2 jang kritis. Sjarat untuk dari baik mendjadi lebih baik, sebagai sudah dikatakan diatas, jalah mengamalkan kritik 'dan selfkritik. Untuk perkembangan Partai daripada klas buruh dan untuk perkembangan gerakan Rakjat, kritik adalah satu keharusan. Kita harus mengutjapkan ,,sela- mat datang" pada tiap² kritik. Oleh karena itu kita harus mendjalankan saling kritik. Ini tidak hanja bukti bahwa kita kuat, tetapi djuga bukti bahwa kita ingin mendjadi lebih kuat, karena oleh kritik kita mendjadi lebih mampu untuk' bekerdja dan berdjuang. Dengan mengamalkan kritik dan selfkritik didalam Partai keper- tjajaan Rakjat kepada kita akan mendjadi lebih besar, karena mengetahui bahwa dalam pimpinan Partai duduk orang² jang mempunjai kesungguhan, jang dengan sung- guh² mempeladjari semua persoalan dan mentjarikan pe- metjahannja dilihat dari sudut keharusan dan kewadjib- an jang dihadapi oleh seluruh Rakjat. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kelemahan² Partai jang masih besar dalam membantu perdjuangan kaum tani untuk kebutuhan se-hari², untuk mendapatkan tuntutanbagian² mereka. Demikian djuga mengenai pekerdjaan Partai dikalangan kaum buruh, kaum inteli- ġensia dan klas² serta golongan² lain daripada Rakjat.
Pekerdjaan Partai untuk perdamaian dan untuk mem- pertahankan kebebasan demokratis daripada Rakjat masih banjak kekurangan²nja. Dalam menggalang kerdja~ sama dengan partai² dan organisasi² lain, kader² kita masih sering menundjukkan kekakuan, disamping mereka jang suka ,kehilangan diri sendiri". Masih sering kita melihat, bahwa kader² Partai mela~ kukan pekerdjaannja sebagai mesin, tidak dengan sepenuh djiwa dan tidak dengan gairat (elan). Bekerdja sebagai mesin, tidak dengan sepenuh djiwa dan tidak dengan gairat tidak bisa berakibat lain ketjuali akan mem- bawa semangat birokrasi didalam kantor² Partai dan kantor² organisasi massa serta dalam tjara bekerdja fungsionaris² Partai. Bekerdja demikian tidak mungkin produktif dan kader jang demikian tidak mungkin kreatif. Kita harus tjakap menemukan tiap² kesalahan dan kekurangan kita, menerangkannja dengan djelas dan me- ngoreksinja. Ini kita lakukan dalam badan² kolektif dimana kita mengadakan diskusi² jang kritis. Tetapi, ini sadja tentu tidak tjukup. Untuk menemukan kesalahan² dan kekurangan², kita harus mempunjai pengetahuan teori dan ketjakapan politik serta organisasi jang luas. Ini hanja mungkin djika kita menguasai Marxisme-Leninisme dan mengetahui bagaimana seharusnja kita bekerdja. Ini terutama bagi kader² jang memegang pimpinan Partai. Kita harus lebih banjak membatja, bela- djar dan berdiskusi. Untuk ini sudah ada harian Partai, brosur² dan penerbitan² lain daripada Partai. Kita menentang dogmatisme. Oleh karena itu, tiap² pendirian politik dan hasil pekerdjaan Partai harus di- diskusikan setjara mendalam dan setjara kolektif. Semua Komunis harus melakukan ini, semua bisa dan semua harus ambil bagian dalam diskusi² mengenai putusan Partai, mengenai pelaksanaan putusan dan mengenai hasil daripada pekerdjaan. Inilah sjarat mutlak supaja Partai
senantiasa aktif, senantiasa mempunjai pengertian jang djelas tentang apa jang dilakukannja, dan karenanja mampu menunaikan tugas² jang dihadapkan padanja. Diskusi² mengenai kritik terhadap MPU adalah tjon- toh jang hidup bahwa diskusi² jang kritis membikin Partai lebih bersatu dan lebih kuat, karena dalam diskusi² ini telah dipadukan pengalaman² praktis kita dengan teori² kita jang ditulis didalam buku² klasik kita. Dari diskusi² ini kita rasakan benar bahwa dasar jang menentukan mengenai persatuan didalam Partai jalah kedjernihan dalam ideologi, pengertian tentang dasar² pokok adjaran kita, jang mendjadi sumber garis politik dan jang menentukan arah pekerdjaan dalam pelaksa- naan. Dengan demikian mendjadi djelas, bahwa pekerdjaan kita untuk memenangkan front persatuan dalam pemilihan umum dan untuk melaksanakan putusan² jang lain daripada Partai, hanja mungkin djika kita tidak henti²- nja mengembangkan kritik dan meninggikan tingkat ideologi daripada Partai. Inilah pula jang harus mendjadi pegangan kita, dalam keadaan jang bagaimanapun Partai berada. Inilah sjarat untuk memperkuat disiplin Partai, untuk menanamkan solidaritet Komunis jang mesra didalam Partai dalam keadaan biasa, apalagi didalam keadaan jang se-sukar²nja bagi Partai dan bagi massa.
Kawan².
Sebagai penguntji uraian ini dan sebagai kesimpulan mengenai kewadjiban² Partai jang terpenting pada wak- tu² dekat jang akan datang, mari kita serukan : Tjegah terbentuknja pemerintah jang reaksioner!
Menangkan front nasional dalam pemilihan umum
jang akan datang!
Kembangkan kritik dan tinggikan tingkat ideologi da-
ripada Partai !
Joop Morriën
Amisterdam
Isinja diluar tanggungan Pertj. Seno N.V.Rp. 1.50