Baca PDF (OCR): Undang Berpikir Rakyat Berjuang

40 halaman · 40 halaman diproses dengan OCR· 119070 ms

Daftar isi
  1. Undang berpikir
  2. Rakjatberdpang
  3. IBNU PARNA
  4. DJILD
  5. BAHASA INGGERIS
  6. -OBOR
  7. 88 muka. oleh: Adam Malik
  8. dleh adam malik
  9. OKLAMASI
  10. n 421 NE-
  11. UNDANG BERPIKIR
  12. RAKJAT BERDJOANG
  13. 692469247
  14. Untuk membelandjai pesta dan kemuliaannja diistana, ketjuali pemerasan dari pekerdja (tani melarat, buruh tanah
  15. dan budak) menilik tumbuhnja kasta pedagang jang makmur,
  16. maka radjapun mulai bikin peraturan aneka-warna, sumber tjukai, pokoknja pedagang pun harus menjerahkan sebagian
  17. untungnja kepada dia. Tak segan² pula radja mengatjaukan djalan² perhubungan dan mengadakan perampasan atas milik
  18. djuara² perantaraan. Demikianlah pedagang2 itu amat
  19. membutuhkan perlindungan radja sehingga pedagang² pun
  20. merasa betapa perlunja menjuap radja. Peraturan² radja jang hanja berarti bajar tjukai ditaati. Selamanja pembaja-
  21. tetapi pelahan tjukai² tadi amat memberatkan perdagangan
  22. tanah. Tetapi Kristen di Eropa pada zaman tengah mendljadi
  23. ga. Koordinasi pertama antara persatuan² pertukangan dalam
  24. anggap ada didalam kitab-sutjinja. Maka semua adjaran jang
  25. antaraan Tuhan jang dapat memudji, memberi ampun dan
  26. bermarkas di Roma. KETUA organisasi disebut PAUS. Paus
  27. dengan mempertahankan hak² istimewa dan monopoli jang Penghulu² agama itu ingin mempertahankan kedudukannja
  28. Penghulu² agama jang hidup alim" dalam asrama²nja
  29. gangan berarti menjerah kepada kekuasaan modal jang ter-
  30. 8. Sebelum K.M.B. Bung Karno-Hatta mendjandjikan: ,,Indo-
  31. b. Negara-negara R.I.S. seperti Pasundan, Sumatra Ti
  32. mur, dll. negara² boneka bentukan pendjadjah
  33. Kita masih ingat waktu Linggardjati mendjadi persoalan.
  34. jat sudah terang tidak dapat terhitung kawan
  35. ban rakjat dan memberipukulan moreel kepada rak-
  36. hankan kedudukan sekalipun dengan menambah be-
  37. wan rakjat. Barang siapa semata-máta memperta.
  38. tuurlijk) untuk mengetahui siapa kawan, siapa la-
  39. Djustru keluh tsb. ialah saringan jang kaprah (na-
  40. lambat dan amat sukar ditempuh.g.
  41. Ada lagi jang mengeluh, djalan pertama terlalu
  42. bajangan realiteit tidak perlu dipusingkan.
  43. tut dihargakan. Formaliteit jang tidak mendjadi
  44. san untuk membatalkan djalan pertarha, maka
  45. III. Bila hanja formaliteit belaka jang didjadikan ala-
  46. djundjungan rakjat itu.
  47. membesarkan realiteit jang sedang mendjadi
  48. mengetjilkan arti formaliteit jang berlaku dan
  49. ni belum pernah ditjabut). Sekalian ini djustru
  50. da rakjat untuk berunding dan memahamkan soal
  51. VISSER & CO. - DJAKARTA.

En 421 N 3

Undang berpikir

Rakjatberdpang

oleh

IBNU PARNA

HARGA SEDJILID f 2.— KERTAS HALUS TIDAK PAKAI GURU BELADJAR BAHASA INGGERIS

DJILD

oleh: JUSUF IBRAHIM

BAHASA INGGERIS

-OBOR

  • rga .…. f 5.— kertas halus

88 muka. oleh: Adam Malik

17 AGUSTUS 1945 RIWAJAT PROKLAMASI

dleh adam malik

OKLAMASI

0024 4481

Rpimmilus aet. :1

n 421 NE-

UNDANG BERPIKIR

RAKJAT BERDJOANG

oleh: IBNU PARNA

YOOR Penerbit.

"wiojaya" Petjenongan 48c — Djakarta

Belanda. sia jang melarat ini) melalui birokrasi mahkota pada kepentingan dan kebutuhan rakjat Indone- sahkan pemerintah nasional di Indonesia dari dan kebutuhan modal asing, (hingga praktis memi- nasional di Indonesia untuk membela kepentingan Politis: Amerika telah berhasil memaksa pemerintah

b. Hawai-Irian-Australia.
62 munisme sebelum dan sesudah K.M.B. ...

a. Djepang-Filipina-Surabaja. 12.
munis: Keadaan Nasionalisme Islamisme dan Com-
letar berdjoang ....
Perhatikan garis pertahanan Amerika anti-com-51 munis. 11. Alasan-alasan pendjadjah dan tangkisan pro- dalam lingkaran pertahanan Amerika anti-com-10. Militer : 50Dari socialisme ke communisme-modern ... Amerika telah berhasil menempatkan Indonesia Socialisme 9. rika). 46

8.
bagai (bagian dari pada) modal raksasa Ame-39 Dari kapitalsme ke socialisme rang dunia II, batjalah modal asing tersebut se-7. Kapitalisme monopoli modal asing di Indonesia. (Sesudah pe-32 Ekonomis:6. Amerika telah berhasil mengembalikan dasara29 Dari feodalisme ke kapitalisme sil² K.M.B. Feodalisme 5. 17 daknja didaerah kepulauan kita dapatlah kita lihat dalam ha-"1 Dari communisme-kuno ke feodalisme 4. Betapa kemadjuan Amerika dalam memaksakan kehen-15 ini. (Oer-communisme) Communisme-kuno 3. 14 di TANAH AIR kita jang INDAH DAN MAKMUR ka sudah mentjampuri gerak-gerik dalam negeri(Materialisme — dialectica — logica) Bangka hingga K.M.B. -Den Haag baru² ini, Ameri-Pendahuluan2. 6 bahwa dari mulai perundingan Renville sampai tsb. pun sudah lama mengetahui dan mengakui, halaman 3 sia. Golongan pembela dan pengandjur perundingan (Menghadapi kemenangan Amerika di Indonesia)

1.
Amerika sudah langsung mentjampuri soal Indone-Pengantar kalam tjetakan pertama tahun 1950. (Hindia)-Belanda sadja jang melaporkan, bahwa ISIRISALAH: Tidok hanja golongan kontra perundingan dengan TAHUN 1950. PENGANTAR KALAM TJETAKAN PERTAMA

692469247

-4- Perhatikan:

a. Permufakatan pemerintah R.I.S. dan Neder- land mengenai sikap terhadap pemerintah Mao Tse Tung.
b.Permufakatan pemerintah R.I.S. dan Neder- land terhadap kaum communis dan nasionalis revolusionair.
Keadaan kita sekarang sebenarnja tiada djauh berbeda dengan keadaan kita sebelum perang dunia II.° Bila ditjari perbedaannja antara keadaan kita sebelum dan sesudah perang dunia Ⅱ maka didapatlah:

a. Kita sekarang berhadapan dengan pembesar² bangsa Indlonesia sendiri. Kita sekarang berenang dibawah bendera kebangsaan Indonesia. Bahasa Indonesia sekarang mendjadi bahasa resmi.
b.Pemimpin² kita jang dizaman pendjadjahan berdjoang dibawah pandji² rakjat, sekarang sebag an besar sudah membuka kartu mereka jang sebetulnja. Seba- gian besar dari pada pemimpin² itu berterang-terang sudah meninggalkan adjarannja dan berterang-terang pula berdiri on the other side of the barricade", me- njeberang untuk selandjutnja memusuhi murid-murij. nja sendiri. Kalam ini aselinja berkepala Undang Berpikir Proletar
Berdjoang". Atas permintaan penerbit risalah ditjetak dengan kepaia Undang Berpikir Rakjat Berdjoang." Risalah ditulis kurang lebih tiga tahun jang lalu. Guna tjetakan pertama tahun 1950 dibubuhi tambahan dua bab jang kami pasang sebagai dua bab jang terachir. Sebagaimana halnja dengan kalam saja jang lain² risalah ini selama itu dironeo dan ditype oleh organisasi kami Angkatan Communis Muda (ACOMA) untuk disampaikan kepada masjarakat jang berkepentingan setjara terbatas. Suara dan bahan tertera dalam risalah ini bukanlah suara dan bahən baru. Lama sebelumnja sudahlah banjak kawan jang mentjoba ke djurusan ini. Kurang lebih tiga tahun jang

-5- lalu saja merasa beroleh giliran menghimpun bahan lama dalam bentuk sekarang ini. Sudahlah mendjadi kewadjiban saja untuk ,,mengeraskan" dan ,mendjelaskan" seruan lama itu. Suara dan bahan lama, tetapi masih dibutuhkan, sebagai daja penggerak, ladju menudju pantai jang ditudju. Tabuh mesdjid berkumandang, tanda kaum Muslimin untuk segera mendjalankan ibadahnja. Berdujun-dujun kaum muttaqien bergerak menudju ke tempat sutji. Tabuh mesdjid
berkumandang ....... suara lama, tetapi tetap njaring dan
berpengaruh, berlaku sebagai penggerak sukma ...
amien ....
Tiada obahnja dengan seruan dalam kitab ini. Lama
tetapi tetap baru, karena masih dibutuhkan .... masih
perlu diperiksa kembaliperlu dikoreksi perlu ditjapai. Memang djustru dalam tingkatan sekarang ini dimana kaum rakjat terbanjak tidak mungkin dipuaskan dengan demagogi selalu, maka sudahlah tiba saatnja bagi rakjat terbanjak untuk memeriksa kembali dan menukar sembojannja rakjat minta bukti" dengan rakjat bikin bukti". Rakjat Indonesia, kamulah sekarang langsung berhadapan dengan modal raksasa Amerika. Adalah hakmu, wahai rakjat untuk membela diri! Kalam ini ialah kalam bagimu, kalam untukmu, ditulis oleh putramu! Mendjelang kemenangan kita, marilah kita lagukan gu- bahan kawan: Sengsara hidup didunia, Berichlaslah kita bersama, Menderita duka lahir dan batin, Terkenang tudjuan jang satu! Membela segenap rakjat jang miskin, Selalu bangga, selalu madju, Terdengar lagu bagai gendrang, Madjulah .. kita pasti menang". e Ditempat, 21 Djanuari 1950. IBNU PARNA.

Ilmu pengetahuan jang berdasarkan kepertjajaan gaib sema- pengetahuan jang berdasarkan kepertjajaan gaib semata². tahuan jang tersusun. Logica mystica menghasilkan ilmu dapat berturut² itu perlu disusun. Begitulah didapat penge-Buah hasil berpikir ialah pengetahuan. Hasil jang di- kan logica mystica jang berdasarkan kepertjajaan gaib itu. ta. Maka logica pada tingkatan jang pertama masih merupa. tersebut mulai disusun berdasarkan kepertjajaan semata-ma-Begitu didapa titik² jang pasti tempat berpegang. Titik² untuk memisah²kan titik tersebut satu dengan jang lain. titik tidak tahu" itu. "Titik² tidak tahu" itu diberi nama tongkat berdjoang penolak (penawar) kebimbangan antara mentjoba mentjari tempat berpegang. Manusia membutuhkan gaib, alam mystica. Ditengah alam mystica itu manusia berdiri, merasa berdiri, ditengah alam ,tidak tahu", alam semua rahasia alam belum diketahuinja. Begitulah manusia bandingkan dengan sekarang amat terbatas sekali. Hampir Pada zaman purbakala pengetahuan manusia kalau di. ripada logos jang berarti pikiran. akibat itu lazim disebut logica. Perkataan logica berasal da- pikir itu. Undang berpikir jang berlajar antara sebab dan antara dua titik, sebab dan akibat. Demikianlah undang ber- akibat. Alhasil berpikir itu pada dasarnja adalah berlajar dengan jang lain. Begitu dapat disimpulkan mana sebab mana ngan jang lain. Kita pun harus mentjari hubungannja satu soal rabu (aduk), kita harus beladjar memisah²kan satu soal de- kan, mana jang harus ditinggalkan. Kita tidak boleh main ting mana jang kurang penting, mana jang harus didahulu- soal kita terutama harus beladjar mengetahui mana jang pen- jang kabur, kekatjauan semata-mata. Menghadlapi matjam² latihan berpikir kerap kali hanja menghasilkan pandangan Untuk berpikir kita membutuhkan latihan berpikir. Kurang bahwa manusia dapat berpikir. Berpikir itu tidak mudah. Sudah mendjadi kelebihan manusia daripada binatang, PENDAHULUAN.

-8- ta-mata lazim disebut keagamaan (religie). Pisau pengupas dalam keugumaan ialah logica mystica semata. Tjontoh: Diadjarkan, bahwa alam semesta dan seisinja ini ditjiptakan oleh jang Maha Kuasa dalam seminggu. Pada hari Senen ditjiptakan ini, pada hari Selasa ditjiptakan bagian itu, pada hari Rebo bagian lain, begitulah seterusnja dan pada hari ketudjuh, hari Minggu, Tuhan jang Maha Kuasa mengaso. Oleh karena itu kaum buruh pun harus mengaso sehari dalam seminggu. Terkutuklah oleh Tuhan, barang siapa jang melalaikan tauladan Tuhan itu. Jang Maha Kuasa ialah sebab, sekalian ialah akibat. Untuk mendapatkan waktu beristirahat sehari dalam seminggu, kaum buruh menjusun dalil opposi- sinja jang diringkaskan dan disesuaikan dengan kissah jang Maha Kuasa pentjipta alam. Kissah tsb. ialah bajangan daripada pengalaman kaum buruh, bahwa orang bekerdja terus menerus itu djuga membutuhkan mengaso. Semoga dengan kissah Tuhan jang Maha Kuasa itu tuntutan kaum buruh dapat diterima. Kebutuhan manusia berangsur² meningkat. Pengalaman manusia bertambah djuga. Dalam perdjoangan memenuhi kebutuhan pelahan terbukti, bahwa kepertjajaan melulu tidaklah boleh dibuat pegangan selalu. Disamping kepertjajaan gaib kemudian manusia membutuhkan bukti berdasarkan ke. njataan. Bila tadinja logica hanja berlajar dialam kepertjajaan gaib semata², maka logicapun mulai berlajar diatas alam bukti berdasarkan kenjataan. Dengan ramuan bukti berdasarkan kenjataan disamping ilmu berdasarkan kepertjajaan gaib pun tumbuh ilmu bukti berdasarkan kenjataan. Tjontoh: Penggalian tambang dengan maksud mentjari lo. gam jang berkilometer djauh kedalam tanah, didapatlah bekas² hewan, tumbuh²an dll. dari zaman berabad² jang lalu. Dalam penggalian itu dapatlah diketahui susunan tanah dari zaman jang lalu.

-9- Sekalian jang didapat itu disimpanlah dalam mu- sium sebagai bukti. Dengan memperbandingkan pengalaman dan pendapatan dari penggalian diper. bagai tempat, kemudian diperbandingkan dengan hewan, tumbuh²an, susunan tanah sekarang, maka didapatlah kesimpulan dari ramuan bukti2 itu, bahwa bumi dan seisinja ini bukanlah ditjiptakan dalam beberapa hari belaka, melainkan bumi dan seisinja diderong oleh kodratnja dalam proses ribuan abad lamanja. Evolusi dunia jang ribuan abad itu dapatlah dipeladjari, diudji dengan bukti² jang tertentu. Logica berlantai kepertjajaan gaib mengadjarkan tjip- taan sekali djadi, logica berlantai bukti kenjataan memper- lihatkan proses evolusi jang berangsurs. Logica berdasarkan kepertjajaan gaib berpegangan kepada sebab diluar alam dan sekalian soal disesuaikan dan diringkaskan kesebab diluar alam itu. Maka keadilan pun dipandanglah sebagai sinar sebab diluar alam jang tiba dibumi sebagai kemurahan. Logica berdasarkan bukti kenjataan berpegangan pada bukti (jang hanja didapat dalam alam) dan membawa seka. lian soal ke-buktis (jang terlebih dulu diketemukan) didalam alam iu. Demikianlah berangsur² didapat sebab dan akibat didalam alam. Demikianpun keadilan disesuaikan dengan sebab dan akibat didalam alam, dikodrat alam, pelahan dia- djukan keadilan sebagai hasil perdjoangan. (Lawan keadilan jang tiba sebagai kemurahan). Maka bila hendak disusun dalil untuk membenarkan tun. tutan kaum buruh tidaklah ditjari kissah sebab diluar alam, maka dikemukakan sebab langsung didalam alam. Demikianlah logica bukti berdasarkan kenjataan. Maka tenaga buruh ialah sebab. Pemeliharaan tenaga ialah akibat. Maka dengan sendirinja didalam alam beristirahat sementara adalah mendja- di keharusan. Menolak kenjataan itu berarti menolak kodrat alam jang pelahan membawa kehantjuran.

mengunjah adjaran jang sutji muluk itu. harap kemungkinan dari rakjat tertindas untuk dengan mudah itulah harus dirobah dengan sesungguhnja, barulah boleh di- ma peladjaran jang sutji muluk. Keadaan rakjat tertindas an, sungguh amat menjulitkan rakjat tertindas untuk meneri- pajah dari rakjat tertindas jang kurang makan, kurang pakai- utama dibangkitkan karena keadaan. Keadaan jang susah Menurut filsafat materialisme kedjahatan dunia ini ter- (merobah pikiran kapitalis). demi sedikit dari tangan kapitalis dengan djalan perundingan angan reformisme jang mengedjar perobahan² ketjil sedikit um kaja. Dizaman kapitalisme idealisme melahirkan perdjo- ba meringankan nasib rakjat tertindas dengan pengasih ka-Nabi bukan membasmi kemelaratan melainkan hanja mentjo- jat tertindas hendak menolong dunia. Pada pokoknja para hidup nikmat diachirat. Begitulah para Nabi pentjinta rak- ngi oleh Tuhan jang Maha Esa. Kepada si miskin didjandjikan dengan pengetahuan, bahwa mereka itu sebenarnja amat disajı- antjaman noraka di Achirat. Si Miskin dibikin besar hatinja Pada si kaja diandjurkan untuk menjintai si miskin dengan ialah pembangunan rohani untuk perbaikan masjarakat. Nabi pentjinta rakjat tertindas dengan bentuk sosial-ethica purbakala filsafat idealisme ini melahirkan perdjoangan para dapat dihapuskan. Pikiran itu haruslah disutjikan. Dizaman jang kepada pikiran it... barulah kedjahatan dunia karena kedjahatan pikiran. Kehendak Tuhan harus memba-Menurut filsafat idealisme kedjahatan dunia ini terutama keadaan. ran dan pada tingkatta terachir pikiran pun mempengaruhi Keadaan membajang kepada pikiran, keadaan menjipta piki-Materialisme menaruh titik-berat kemadjuan kepada keadaan. pikiran. Filsafat materialisme mengadjarkan sebaliknja. tapi kepada tingkatan terachir keadlaan pun mempengaruhi dengan mentjipta keadaan. Pikiran mentjipta keadaan, te-Kuasa itulah jang mendjalankan takdir jang Maha Kuasa pikiran. Dan pikiran sebagai bajangan kehendak jang Maha -11-

kan, bahwa kehendak jang Maha Kuasa membajang kepada fikiran (idea) ialah filsafat idealisme. Idealisme mengadjar-Filsafat jang menaruh titik beratnja kemadjuan kepada dan dialectica materialisme (dengan pudjangganja Marx). pula didapat dialectica idealisme (dengan pudjangganja Hegel) djuan melahirkan filsafat materialisme dan idealisme. Begitu (idea).Timbal baliknja benda dan fikiran dalam proses kema- pangkal kemadjuan ialah benda (matter = materie) dan fikiran baru). Demikianlah synthesis ialah isi kemadjuan. Adapun ran), anti-thesis (kebenaran lawan) dan synthesis (kebenaran Ditjatur dialectica lazim dipakai istilah² thesis (kebena- djawab. dialectica. Dialectica berasal dari dialego jang berarti soal dang kemadjuan jang berlantai pertentangan lazim disebut man sedjarah, bahwa kemadjuan berlantai pertentangan: Un-Masjarakat madju, madju selalu. Sudah mendjadi pengala- benaran, berdjalan dengan kebenaran, menudju kebenaran, bak oleh kebenaran jang terbaru. Manusia mulai dengan ke- sullah dengan kebenaran jang baru jang achirnja pun dirom-Kebenaran jang satu dirobohkan dengan jang lain, disu- ling membatalkan adanja. landjutnja bukti² berdasarkan kenjataan bertarung dan sa- tica (gaib) didjatuhkan oleh logica bukti (kenjataan) dan se- mudian tidak mendjadi benar lagi. Demikianlah logica mys- tadinja gaib terbukti bukan gaib lagi, jang tadinja benar ke-Jang tadinja rahasia kemudian bukan rahasia lagi, jang ialah pintu gerbang kemadjuan. kepertjajaan untuk menjelidiki barang sesuatu. Penjelidikan bukti lebih banjak memberikan kemungkinan daripada ilmu ilmu bukti masih terbatas daerah kekuasaannja, tetapi ilmu gaib (selandjutnja kita sebut ilmu kepertjajaan). Sekalipun mu bukti lebih praktis daripada ilmu berdasarkan kepertjajaan lidikan. Penjelidikan mendekatkan kita kepada kenjataan. Il- rojal dengan main gaib. Ilmu bukti mendjadi tjambuk penje- but ilmu bukti) tidak rojal dengan rahasia. Ilmu bukti tidak Ilmu bukti berdasarkan kenjataan (selandjutnja kita se- -10-

-12- Sebaliknja menurut filsafat materialisme si kaja jang hidup serba mulia senang dan mewah itu amatlah sukar untuk diadljak ikut serta merasakan nasib rakjat tertindas. Kekuasaan dan keuntungan, baik moreel. maupun materieel jang diperoleh kaum kaja dimasjarakat itu, tidaklah akun mendjadi penghalang, malahan mendjadi pemupuk si kaja untuk mempertahankan dan menambah kekajaannja. Keadaan jang pahit itu melahirkan perdjoangan sosial- politica jang mempergunakan pertentangan² politik, sosial dan ekonomi (pertenitangan mana jang disingkiri sebagai ke- djahatan oleh pengandjur² sosial-ethica) untuk merebut kekuasaan negara dan mempergunakan kekuasaan tersebut untuk menguasai dan mengendalikan produksi dan distribusi begitu rupa, sehingga tumbuh keadaan jang menguntungkan rakjat tertindas sampai mudahlah rakjat tertindas itu uniuk meneri- ma adjaran jang sutji muluk. Materialisme ialah obor pem- brontakan rakjat tertindas umumnja, proletar berdjoang chususnja. Maka dialectica-idealisme terutama menundjukkan pertentangan pikiran. Dialectica-materialisme terutama memperlihatkan pertentangan keadaan. Bordjuis kapitalis jang berkuasa dalam masjarakat sekarang mentjoba menutupi keadaan dengan pikiran, Begitulah pembela bordjuis tulen dimana bordjuis sudah berkuasa selalulah menganut filsafat dialectica idealisme dan menjebarkan filsafat tsb. untuk menutupi pertentangan kasta. Sebaliknja rakjat tertindas, umumnja, proletar berdjoang chususnja menganut filsafat dialectica-materialisme untuk menjusun kekuatan guna merombak kekuasaan kaum modal dan para pembantunja. Dialectica-materialisme memperlihatkan_pertumbukan an- tara dua kodrat jang mati²an berlawanan. Dengan sendirinja dalam pertumbukan itu masing² kodrat membawa sebab dan akibatnja, artinja sebab jang satu bukanlah sebab jang lain, akibat jang satu bukanlah akibat jang lain, sebab dan akibat jang satu berlawanan dengan sebab dan akibat jang lain.

-13- Disini logica tidak berdaja, karena logica hanja berlajar diantara sebab dan akibat diatas satu dataran, didalam satu ruang, dalam alam dengan satu kodrat. Dimana dua kodrat bertumbuk, dua ruang bertarung, dua dataran berpalang, dua alam bergelut disanalah logica kehilangan tempat berenang, disanalah dialectica berlaku. Si miskin mentjuri ajam si kaja. Benarkah per. Tjontoh: buatan si miskin itu? Bagi si kaja hak milik ialah sebab dan perlindungan hak milik ialah akibat. Logica jang berlajar diantara sebab dan akibat diatas satu alam dengan satu kodrat, maka perbuatan si miskin melanggar sebab dan akibat, dus perbuatan si miskin tidlak benar. Bagi si miskin hidup dengan anak istri ialah sebab. Makan (memperpandjang hidup) ialah akibat. Menurut logica jang berlajar diantara sebab dan akibat diatas satu alam dengan satu kodrat, maka perbuatan si miskin sesuai dengan sebab dan akibat, dus perbuatan si miskin itu benar. Maka njatalah disini logica tidak mampu mengam- bil keputusan. Logica selalu menghendaki djawaban satu ja" atau tidak", sedangkan disini dida- pat djawaban ja benar" dan ,tidak benar" alias ja" dan ,tidak". Disini dipaksa orang memihak. Disini berlaku dialectica jang berlantai pertentangan kepentingan dan kebutuhan jang berlawanan mati²an. Pembela (rakjat proletar) setjara dialectis tidak mempersalahkan perbuatan si miskin. Dialectica-materialisme jang dilaksanakan dalam tumbuh- runtuh dan bergeraknja masjarakat, dialectica materialisme sebagai pisau pengupas sedjarah (histori) lazim disebut his- toris-materialisme. Disini keadaan berarti ekonomi. Dan ekonomi ialahi produksi (penghasilan) dan distribusi (pembagian). Achirul kalam undang berpikir rakjat tertindas umumnja, pro-

ngaruhi pikiran beberapa suku untuk merobah sikap hidupnja, kerap kali mendjadi sasaran beberapa suku, pelahan mempe- lu didjumpainja dan kenjataan bahwa satu daerah makmur kan harapan, kenjataan bahwa daerah makmur tidaklah sela- pengembaraan dan pengalaman jang sering pula menghantjur- jang kurang makmur. Kepahitan dan kesedihan sepandjang bertingkat-tingkat. Ada jang makmur, ada lebih ada pula Pengalaman membuktikan, bahwa sjorga itu terbatas lagi mimpin. wan jang tertjakap, terkuat dan terberani dipilihlah sebagai pe- madju meningkat ke organisasi, satu ikatan jang teratur. Ka- djalan jang tjakap. Demikianlah masjarakat manusia pelahan dan berani. Dalam perdjalanan dibutuhkan pandu, penundjuk mannja. Menghadapi bahaja dibutuhkan kawan jang kuat bergerak dari satu sjorga kelain sjorga bertambah pengala. tuk mengembara mentjari sjorga jang lain. Manusia jang nusid sederhana meninggalkan lingkungannja jang terbatas un- nja pelahan tidak mentjukupi lagi. Keadaan itu memaksa ma- rangkaian kebutuhan manusia. Persediaan alam disekeliling- grombolan mendjadi suku dan dalam antara itu tambah puia Masjarakat manusia kian hari kian tambah besarnja, dari oer-communisme atau communisme kuno. rakat dalam tingkatan pertama itu lazim disebut masjarakat dan memungutnja buah alam jang dimiliki bersama. Masja- beres, alamlah jang menghasilkan, manusia tinggal memetik dari kakek mojang. Dikatakan sjorga, karena manusia tahu lam sjorganja sebagai terlukis dalam tjeritera warisan kuno sjarakat Bapak Adam dan Ibu Hawa jang hidup senang da- saudaraan jang sederhana pula. Masjarakat tsb. adalah manusia sederhana itu merupakan masjarakat bahagia dan per. lam masjarakatnja dalam tingkatan pertama. Masjarakat ma- dalam beberapa grombolan. Demikianlah hidup manusia da- tidur, maka bahagialah ia beserta kawan²nja hidup damai hana jang belum banjak kebutuhan ketjuali makan-minum dan Ditengah alam jang kaja raja, lagi murah, manusia seder-COMMUNISME KUNO (OER-COMMUNISME).

IBNU PARNA. Ditempat, 1 Mei 1947. dalam tjara berpikir tsb. miliki oleh seorang kader proletar. Berguna kita melatih diri dari lantui pokok ekonomi. Tjara berpikir itu jang patut di- itu, melainkan tjara berpikir meneropong segala kedjadian itu risalah ini bukannja kedljadian² jang sudah banjak diketahui djarah itu jang diketahui kawan. Jang mendjadi soal dalam ke communisme modern. Sudah banjak kedjadian² dalam se- wan bersama mengupas masjarakat dari communisme kuno Untuk melatih diri dalam tjara berpikir tsb. diminta ka- logica berdasarkan ilmu bukti. letar berdjoang chususnja ialah materialisme, dialectica dan

-14—

-16- menghentikan pengembaraan untuk bertinggal tetap dalam satu daerah jang dianggapnja sudah tjukup makmur. Sampai disini berhentilah hak milik bersama dalam arti selúas-luasnja seperti ditingkatan pertama dari masjarakat communisme kuno. Keadaan kian hari kian sempit karena tambahnja manusia, sehingga kemurahan alam kurang lagi dapat didjagakan. Akibatnja suku merobah sikap hidupnja dari pengembara djadi pendiam jang achirnja menumbuhkan hak milik suku dar pemeliharaan kemakmuran diatas milik suku. Demikianlah lahir ilmu perang, pertanian dan peternakan, dan mulai saat itu Bapak Adam dan Ibu Hawa selandjutnja menempuh peng- hidupan susah pajah dengan bekerdja ikut serta dalam peng- hasilan (produksi) untuk mempertanhakan dan memelihara kemakmuran diatas satu daerah milik suku. Kemurahan alam tinggal kenang²an belaka, kebesaran alam jang harus diatasi tinggal mendjadi bukti. DARI COMMUNISME KUNO KE FEODALISME. Pertanian, peternakan dan pertahanan pada tingkatan pertama didjadlikan usaha-bersama. Hak milik perseorang- an belum dikenal. Jang dikenal hanja satu ialah hak milik suku. Bila daerah suku kurang lagi tidak tjukup mendjamin kemakmuran suku, maka daerah itu bukan lagi ditinggalkan untuk mentjari daerah tempat tinggal baru, melainkan daerah tersebut diperluas, ditambah dengan daerah baru. Begitu ke- rapkali terdjadi pertikaian antara suku dan suku karena pe- ldnggaran atas hak milik suku oleh jang lain. Suku² jang menang mendjadi suku jang dipertuan dan suku jang kalah mendjadi suku jang diperbudak. Pemenang menuntut hak² istimewa atas pundaknja jang kalah, sedangkan jang kalah diwadjibkan melakukan kewadjiban istimewa untuk jang menang. Kasarnja si kalah mendjadi taklukan jang tidak ber- hak seratus persen lagi atas hasil pekerdjaannja. Demikianlah terdjadi accumulatie (penggundukan) dan koncentrasi (pemu- satan) aluts produksi ditangan satu suku jang terkuat. Dalam perhubungan antara suku jang kuat dan suku jang lemah didalam perebutan kemakmuran lahirlah perbudakan

-17- dalam bentuk jang pertama. Sebaliknja antara suku jang kuat dengan lain suku jang kuat pula dalam perebutan kemakmuran terdjadilah saling mengerti dan disanalah lahir pertukaran husil pekerdjaan sebagai bentuk pertama dari pada perdagangan. Dalam tingkatan pertama, baik perbudakan mau- pun perdagangan terdjadi tidak diantara orang dan orang dalam suku, melainkan antara suku dan suku. Suku jang terkuat jang berhasil penggundukan kemak. muran berbagai suku disekelilingnja ditangan sukunja, mendjadi pusat satu lingkaran ekonomi. Lingkaran ekonomi se- matjam ini berhadapan dengan lingkaran ekonomi jang lain jang berpusat kepada suku lain jang terkuat pula. Dalam perebutan atau pertukaran kemakmuran antara satu lingkaran ekonomi engan jang lain, maka pelahan tumbuh kesedaran persamaan kepentingan dan kebutuhan. Demikianlah keadlaan itu melahirkan koordinator satu lingkaran ekonomi. Begitu- lah dapat dimengerti pula jang kedudukan koordinator itu dja- tuh kepada suku jang terkuat dengan pusatnja pemimpin suku. Pemimpin suku jang terkuat jang mendjadi koordinator satu lingkaran ekonomi itu berdiri atas pembagian rezeki jang tidal: sama. Bukanlah dalam lingkaran ekonomi itu ter- dapat suku jang dipertuan dan suku jang diperbudak? Ke. adaan jang pintjang itu membajang kepada pikiran sdr. koordinator itu dan pelahan sdr. koordinator itupun mendapatkan pikiran jang pintjang pula untuk mengumpulkan kemakmuran tidak pada sukunja melainkan pada dirinja. Bukankah kedau- latan (kekuasaan) dipertjajakan kepada dia? Bukankah dia jang mengatur dan memimpin pertanian, peternakan dan pertahanan? Dia bukan orang biasa. Buktinja tidak semua orang dapat mendjalankan pekerdja annja. Dia pemimpin, dia maha pemimpin, dia luar biasa, dia lain daripada jang lain, dia kuasa, dia turunan jang Maha Kuasa, dia ditakdirkan untuk menguasai dunia, dia adalah wa- kilnja Dia, atas nama Dia, dia harus bertachta diatas dunia.

itu. (budaks tadinja berasal dari suku® taklukan). dipukul, kuda lazim dianiaja, begitulah halnja dengan budak dan tiada undang jang dapat melindunginja. Andjing lazim Budak dapat dipukul, dapat di potong, dapat berpindah tangan nja pekerdja melarat ialah masih mendjadi tuan atas dirinja. isi rumah, sebagai orang memelihara andjing. Senista-nista- melarat tsb. Mereka ialah budak jang mendjadi perlengkapan golongan ini nasibnja lebih tjelaka lagi dari pada pekerdja perdagangkan sebagai lazim orang memperdagangkan kuda; Ada lagi terdapat golongan manusia jang mentah² di- agar dapat terus mengabdi kepada tuan tanah. ketjuali sebagian hasil sekedar guna menjambung umurnja terhisap dan tertindas jang tiada berhak atas hasil tanahnja, kaja raya dan dilain fihak kita saksikan pekerdja tanah jang satu fihak kita djumpai kasta tuan² tanah jang hidup megah tor bakti sebagian besar dari pada hasil pekerdjaannja. Di- nah itu, memindjam tanah dengan selalu berkewadjiban menje. Rakjat hanja diperkenankan menumpang kepada tuan ta- kaum ningrat. kang mindring tanah, alias singkek² tanah itu lazim disebut kang mindring tanah, singkek2 tanah. Tuan tanah alias tu- hebat). Kemakmuran menggunduk kepada tuans tanah, tu- tanah jang bergelar aneka warna (karang sadja titel jang Feodalisme pada dasarnja ialah stelsel masjarakat tuan² pang). (Theo = tuhan) (Seperti Pharao di Mesir —Tenno di Dje- pertuhan. Inilah jang lazim disebut theocratisch feodalisme. kan dirinja sebagai Tuhan. Demikian radja dipertuan dan di- serakah dan badjingan kurang adjar itu untuk mempermaklur- makelar Tuhan jang Maha Esa. Malahan tak segan² siradja putar balikkan sehingga radjalah sebenarnja jang mendjadi tinggian dan kedjajaan radja. Ketuhanan dipalsu, dipulas, di- susun begitu rupa dengan pusatnja kemegahan, kemuliaan, ke- pendjilat. Segala dongeng, tachjul² dan tjeritera diborong di- ngan tjerita? jang aneh isapan djempol, karangan pudjangga -19-

ar buta akan kemunafikan si radja) diperbodoh, ditipu de- hormatan, keistimewaan, kesaktian dan keramat. Rakjat (bi- radja dan pangeran² itu dimandikan dengan seribu satu ke-Untuk memelihara ketaátan hamba rakjat maka perlulah ngan gelar Pangeran atau gelar apa lagi jang indah muluk. negeri serta diberi kekuasaan atas daerah² jang tertentu de- luarga radja dan orang² jang berdjasa kepada radja diseluruh djadi sumber pokok kekuasaan radja maka disebarkanlah ke-Untuk mendjamin monopoli hak milik tanah jang men. dí turunan. ngan dia dan turunannja. Demikian kedudukan radja mendja- kedudukan jang mulia dan nikmat dapat tetap berada di ta- sudah mendjadi radja untuk memaksakan kepada rakjat agar bodoh dan lemah) maka amatlah mudah bagi si pemimpin jang dan moreel (penghargaan karena ketjakapan dimata rałcjat Dengan kekuasaan materieel (Monopoli hak milik tanah) FEODALISME. dalisme berasal dari feodum jang berarti pemindjaman tanah. (masa) baru jang lazim di sebut feodalisme. Perkataan feo- buruh (proletar) tanah). Dengan ini di mulailah periode dengan kasta pekerdja tanah (sebagian besar tani melarat dan telah berganti tjorak mendjadi pertentangan kasta tuan tanah Pertentangan suku jang di pertuan dan diperbudak kini arti kawan sekarang merosot mendjadi budak. atas milik Radja jang Maha Kuasa itu. Batur jang tadinja ber- nama radja. Rakjat sebagai hambanja berhak menumpang di semuanja mendjadli milik radja. Pertanian-pun dilakukan atas kuasa atas semua hambanja. Tanah dan seisinja dan hasilnja kunja sendiri; begitulah pemimpin mendjadi radja jang ber. sitaan milik suku² taklukan pelahan disitanja pula milik su- anlah pemimpin mendjadi tuan-tanah. Dengan modal pen- sebagai orang, dia sebagai wakil jang Maha Kuasa. Demiki- bukan lagi mendjadi milik suku, melainkan mendjadi milik dia Pertama milik taklukan dan hasil perbudakan disitanja, -18-

-20—

Diantara kepintjangan masjarakat itu berdirilah penghulu² agama jang berkewadjban selalu mentjari imbangan dalam masjarakat dengan pusat radja dan keluarganja (batjalah singkek² tanah). Dari radja² serta keluarganja, penghulu² agama tsb. diberi hak² istimewa dan kian hari kian mendjadi kuat kedudukan penghulu² agama itu, merekalah mendjadi singkek² tanah nomor dua. Dengan suapan hak² istimewa penghulu agama tsb. bersama radja setjara tahu sama tahu menipu dan memeras pekerdja tanah. Penindasan tuan² tanah atas pekerdja tanah itu menje- babkan pelahan² penggerutuan dikalangan pekerdja tanan jang tidak puas itu. Pertentangan antara kasta tuan tanan dan kastà pekerdja tanah karena kepentingan dan kebutuhan jang berlawanan itu pelahan membajang kepada pikiran orang jang sudi dan dapat berpikir. Pertentangan keadaan pelahan mempengaruhi logica mystica dalam agama. Monopoli kemakmuran ditangan tuan² tanah (radja dan penghulu agama) melahirkan agama negara (agama res. mi) sebagai satu²nja agama jang harus dipeluk oleh sekalian hamba rakjat. Sudah barang tentu agama resmi tsb. dimaksudkan sebagai alat pendidik pekerdja tanah dan sekalian hamba rakjat untuk tetap setia dan patuh kepada radja. Seribu satu dalil diadjarkan, pokoknja ,djangan melanggar hak milik radja keningratan dan pengikutnja" (batjalah djangan melanggar hak milik tuan tanah). Pelahan2 pertentangan kepentingan dan kebutuhan antara tuan tanah dan pekerdja tanah membajang kepada agama, meletus keluar sebagai pertentangan agama. Pelahan² tidak semua penghulu agama mendjadi pembela tuan² tanah. Adapula diantara mereka jang mulai memihak kepada pekerdja tanah. Mereka me- nuntut keadilan. Mereka mulai menawarkan kebenaran baru, mereka memberi tafsiran² lain kepada dalil resmi. Bersendjatakan logica mystica mereka mengadakan opposisi dalum agama negara jang bersendjatakan logica mystica pula. Seribu satu tafsiran dikemukakan, pokoknja kepentingan dan kebutuhan pekerdja tanah harus diperhatikan. Demikianlah

-21—

pertentangan agama berlaku sebagai bajangan pertentangan benda (matter — materie — keadaan — economie). Penghulu agama jang tampil kemuka sebagai dljuru bahasa pekerdja tanah dituduh sebagai pengatjau keamanan dan ketertiban, penghulu agama jang mendjadi opposan itu kemudian mendjadi buruan. Mereka lalu mengundurkan diri dari masjarakat ra- mai dan dari tempat persembunjiannja mereka melandjutkan usahanja berseru dan memanggil sekalian ummat untuk mem- bela dan mentjintai keadilan. Bersendjatakan logica mystica penghulu ágama menjusun adjarannja. Bila ia menghendaki keadilan, maka diadjarkan bahwa Tuhan itu ialah keadilan. Menjembah Dia berkelandjutan memihak keadilan; sesungguh- nja radja jang patut dipertuan dan dlipertuhan sebagai pusat keadilan pasti memperkenankan keadilan jang dimaksudkan. Begitulah disana sini penghulu agama mendapat penga- kuan dan dialah diangkat oleh rakjat mendjadi radja. Penghulu agama jang budiman itu ditjintai oleh rakjatnja, tetapi sebagai radja dia tidak mampu mengadakan perobahan dasar masjarakat. Tuan tanah jang kedji kedjam diganti dengan tuan tanah ramah tamah lagi budiman, tetapi rakjat tetap mendjadi penumpang dan satu tempo rakjat digembira- kan dengan pengasih sekedar keluar dari hati sutji dari bekas penghulu agama jang amat ditjintai itu. Pokoknja rakjat tetap terhisap, nasib rakjat tidak berobah, karena dasar masjarakat tidak berobah. Semua itu akibat keadilan jang belum ter- kupas dengan djelas. Adapula penghulu agama jang mengadjarkan sebaliknją. Jang didjadikan bahan berpikir ialah penghidupan si kaja jang hanja bersuka rija, bermadu, minum dll. Perbuatan² seka- liannja itu ialah perbuatan² jang tidak diinginkan oleh Tuhan. Sebaliknja. si mitskin hidup melarat, sederhana, tidak berpesta, tidak bermadu, tidak minum dll. Itulah jang diinginkan oleh Tuhan. Bersendjatakan logica mystica ia mendapat kesimpu- lan, bahwa hidup miskin adalah lebih dekat kepada Tuhan dari pada kemewahan jang dihukum sebagai initp noraka. Begitulah ia mengandjurkan untuk mendjauhi kekajaan itu, mendekati kesempurnaan dengan djalan hidup melarat.

tanah jang berturut-turut dalam perdjoangannja melawan Demikian antaranja pengalaman pembrontakan² pekerdja tjukup kuat (ekonomis, politis dan sosial). rakjat harus berkuasa diatas satu daerah jang tjukup luas dan saan. Rakjat tidak tjukup berkuasa disatu daerah, melainkan kuasaan tetapi iapun harus beladjar mempertahankan kekua- jat pekerdja tanah. Rakjat tidak tjukup beladjar merebut ke- berchianat, mengatjaukan dan merobohkan kekuasaan rak- tanah dari lain daerah dengan perdjandjian seribu satu untuk ngaruhnja tidak akan segan² untuk minta pertolongan, tuan² bagi daerah itu. Bekas tuan tanah dan pengikutnja beserta pe- kuasaan mereka tetap akan merupakan antjaman dan bahaja lamanja tuan tanah masih berkuasa dilain² daerah, maka ke- kup rakjat bergembira berkuasa dalam satu daerah, karena se- pula disapu, di hantjurkan, dibinasakan. Lagi pula tidak tju- tuan® tanah dan para pengikutnja beserta pengaruhnja harus kup untuk mendjamin kemakmuran rakjat. Organisasi dari bukti hutang dan membagi tanah sadja ternjata belum tju- untuk dapat mempertahankan kekuasaannja. Menghantjurkan bagi tanah. Tetapi organisasi rakjat belum tjukup tersusun untuk menghatjurkan semua bukti2 hutang dan segara mem- sasarannja. Disana-sini rakjat berhasil merebut kekuasaan nah dan para pengikutnja. Pembrontakan langsung mengenai pembrontak muda ini sungguh amat menakutkan tuan² ta- hantjurkan bukti hutang dan bagilah tanah". Sembojan dari pada pembrontak² jang sudah. Ia membawa sembojan Ada lagi anak rakjat jang bangun. Ia djauh lebih madju kan theorie berdjoang. dasar masjarakat. Inilah akibatnja berdjoang tidak berdasar- nolong nasib rakjat, karena iapun tidak membawa perobanan dan anak rakjat jang djudjur itu achirnja pun tidak dapat me- djudjur itu pelahan mengerti betapa nikmatnja mendjadi radja jat mendjadi radja, zonder program. Demikianlah anak jang taan buta belaka, lebih daripada itu ia tidak tahu. Anak rak- rena kebentjian semata-mata, atau sebaliknja karena ketjin- program jang lain daripada program si radja, ia brontak ka- -23-

ia brontak bukan karena mempunjai program jang tertentu, kepada rakjat karena ia memang berasal dari rakjat, tetapi embrontakan menang, anak rakjat mendjadi radja. Ia tjinta Ia mengadjak kawannja brontak. Pembrontakan mendjalar, Seorang anak rakjat bangun. Ia membentji kepada radja. untuk memilih pemimpin perdjoangannja. jat tetap si rakjat. Disini rakjat masih membutuhkan latihan brontakan. Selandjutnja si pangeran tetap si pangeran, si rak- ngeran dan luka hati rakjat bersetubuh dalam satu titik pem- nang2annja dirampas oleh radja tua tersebut. Luka hati pa- ia merasa dendam hatinja dengan radja tua, sebab gadis ke- kepada rakjat bukan karena ia tjinta kepada rakjat, melainkan bukti setali tiga uang belaka dengan radja lama. Ia memihak matanja si-buta, kakinja si-pintjang. Kemudian radja baru ter- nja sebagai pentjinta rakjat, pembela rakjat, pembela keadilan, pembrontak dapat berkuasa karena ia mempermaklumkan diri-pangeran pembrontak mendljadi radja. Radja baru bekas menghukum radja jang zalim. Radja zalim dirobohkan, Seorang pangeran memberanikan diri ikut bersama rakjat mereka ada jang memberanikan diri memihak kepada rakjat. Diantara keluarga radja pun terdapat perselisihan. Diantara ngan agama pelahan pula membajang kepada keluarga radja. nah dan pekerdja tanah jang kemudian melahirkan pertenta-Pertentangan kepentingan dan kebutuhan antara tuan ta- jang menghukum akibat tidak menjinggung sebab. kemiskinan tetap meradjalela. Demikianlah hasil berpikir sel masjarakat tidak berobah, kasta tuan tanah tetap berkuasa, itu djatuh kepada tuan tanah jang lain? Dengan begitu stel- tuan tanah jang lain, karena bukankah kekajaan jang didjual jang tersia² belaka, karena hal itu hanja berarti memperkuat kemelaratan. Langkah demikian itu sudah barang tentu usaha djatuh melarat hidup bersama si melarat mempertahankan pada rakjat untuk dimakan bersama². Begitulah si kaja jaannja dan hasil pendjualannja dibikin habis dibagikan ke- mendapat pengaruh. Beberapa orang kaja mendjual keka-Disana sini penghulu agama pemudji kemelaratan itu -22-

-24- tuan² tanah dan kekuasaannja. Belum lagi pekerdja tanah berhasil merobohkan kekuasaan tuan² tanah itu, maka sudahlah keburu lahirnja kasta baru jang ada kepentingan pula untuk merobohkan kekuasaan tuan² tanah itu. Diatas sudahlah dikemukakan, bahwa perdagangan dalam tingkatan pertama merupakan perdagangan antara suku dan suku. Timbulnja hak milik perseorangan dalam masjarakat feo- aal jang merobah pertentangan dan perhubungan hak milik perseorangan itu pun pelahan mendjadi dasar perdagangan dan mulai itulah lahir kasta baru, ialah kasta pedagang. (bordjuis pertama). Bila dulu perdagangan hanja merupakan pertukaran. kebutuhan semata-mata, maka sekarang perdagangan mendjadi sumber keuntungan sebagai djasa perantaraan. Djuara² perantaraan inilah jang berkepentingan sekali adanja alat penukar dan pengukur harga jang meringankan pekerdjaan perantara, alat jang praktis, mempunjai ketetapan harga, penghargaan dan kepertjajaan tjukup. Pertama dida- pat alat penukar dan pengukur harga seperti kulit dll. Kemudian dipakailah uang logam, seperti mas perak dll. Ketika uang sudah mendljadi kebutuhan jang mutlak, maka lahirlah perdagangan uang, karena tiap² daerah mempunjai uangnja sendiri, sehingga masing² uang itu perlu ditukarkan. Dengau inilah lahir ,,bank" dalam bentuk pertama. Pedagang ini mengembara dari sudut tempat kelain tempat mengadakan sambungan dengan pedagang² dari lain daerah. Mereka mempunjai tempat² jang tertentu dimana me. reka dapat saling bertemu untuk berdjual-beli. Dengan ini lahirlah pasar² pertama. Mundar-mandir membawa uang amatlah berbahaja, maka ditempat jang tertentu dihampiri, disanalah pedagang" itu menjimpan uangnja. Demikian ,bank²" jang tadinja hanja badan penukar uang mendapat djalan untuk mendjadi badan penjimpan uang. Dari penuka- ran dan penjimpanan itu ,bank" tadi mendapat upah. Dari baji ,bank?" sederhana ini kelak berdiri bank² besar jang menjebar modal dan menguasai pertanian, industri dan perda- ganġan.

-25—

Untuk membelandjai pesta dan kemuliaannja diistana, ketjuali pemerasan dari pekerdja (tani melarat, buruh tanah

dan budak) menilik tumbuhnja kasta pedagang jang makmur,

maka radjapun mulai bikin peraturan aneka-warna, sumber tjukai, pokoknja pedagang pun harus menjerahkan sebagian

untungnja kepada dia. Tak segan² pula radja mengatjaukan djalan² perhubungan dan mengadakan perampasan atas milik

djuara² perantaraan. Demikianlah pedagang2 itu amat

membutuhkan perlindungan radja sehingga pedagang² pun

merasa betapa perlunja menjuap radja. Peraturan² radja jang hanja berarti bajar tjukai ditaati. Selamanja pembaja-

ran tjukai masih dapat dilemparkan kepada bahu pembeli ti- daklah terdjadi perselisihan antara pedagang dengan radja,

tetapi pelahan tjukai² tadi amat memberatkan perdagangan

Demikianlah kerap kali terdjadi pergeseran² antara radja keningratan dan para pedagang itu. Pertentangan kepentingan dan kebutuhan radja (tuan tanah) dan pedagang pelahanpun membajang kepada agama. Pertentangan tani melarat dan tuan tanah telah mendjelma mendjadi pertentangan agama. Demikianlah pula pertentangan pedagang dan radja mendjelma mendjadi pertentangan agama. Demikianlah di dapat agama pembela tuan tanah, agama pembela pekerdja melarat dan agama pembela pedagang. Di Palestina agama Kristen lahir sebagai pembela proletar

tanah. Tetapi Kristen di Eropa pada zaman tengah mendljadi

pembela tuan tanah dan selandjutnja Kristen berpetjah-belah dalam beberapa aliran anti-katholiek jang pada umumnja mendjadi pembela bordjuis. Kristen di U.S.S.R. sekarang mendjadi pembela proletar. Di Hindustan agama Brahma ialah pembela tuan tanah; kemudian lahir agama Budha sebagai pembela tani melarat. Brahmanisme dan Budhisme datang di Indonesia sebagai agama pendjadjah, pembela kepentingan Hindu jang meradjalela di Indonesia sebagai pedagang achirnja untuk bertinggal sebagai tuan tanah. Itulah sebabnja Brahmanisme dan Budhis-

dan ekonomi). dengan mempergunakan pertentangan jang ada (politik, sosial Demikianlah berangsur-angsur kasta budak mendjadi merdeka tani melarat si budak pun tak segan² brontak melawan tuannja. tuan tanah. Dengan bersambung dengan tani melarat, beserta perang agama terhadap tuannja, baik ia berdagang maupun kaan dirinja, misalnja dengan menundjukkan djasanja dalam manapun djuga. Si budak berdjoang atas pengakuan kemerdekaan atas dirinja si budak tak segan² memihak kepada kasta rut-turut memerdekakan dirinja. Dengan djaminan kemerde- agama memberi kesempatan kepada kasta budak untuk bertu- pertentangan agama jang berturut-turut mletus sebagai perang pertentangan antara tuan tanah dan pedagang jang berwudjud Pertentangan antara tuan tanah dengan tani melarat đān perseorangan pun mulai membajang dalam pikiran kasta budak. nja mendjadi kurang. Rasa AKU sebagai getaran hak milik merdekaan dirinja. Kesetiaan buta para budak kepada tuan-Dan tiap kesempatan dipergunakan oleh kasta budak untuk ke- ru² agama jang penjajang dan pengasih umat jang tertindas. budak tersebut, mendapatkan djuru bitjaranja dikalangan gu- pun mulai tumbuh tuntutan kemerdekaan dirinja. Disana-sini ruhi budak² jang senista dan sebodoh²nja. Diantara mereka Pertentangan keadaan dan pikiran pelahanpun mempenga- bukti. ratannja dan Islam di U.S.S.R. sekarang tjukuplah mendjadi pada permulaannja, di Spanjol, di Indonesia pada waktu penda-Budhisme di Hindhustan dan di Indonesia, antara Islam di Arab kemadjuan dan di U.S.S.R. sekarang, antara Brahmanisme dan permulaan, dengan Kristen di Eropa zaman tengah dan zaman djadi pertentangan agama. Perbedaan Kristen di Palestina pada pertentangan kasta jang membajang pada agama, tumbuh men-agama, maka dengan uraian diatas diperlihatkan, bahwa pokok logica mystica maka dibawalah orang kepokok pertentangan Dengan undang berpikir dialectica-idealisme jang berlantai -27-

pat Islam pembela proletar. jang bergulat didalam masjarakat. Di U.S.S.R. misalnja dida- tumbuh matjam² aliran sebagai bajangan pertentangan kasta pada Modjopahit. Begitulah selandjutnja dalam Islam sediri den Fatah mempermaklumkan keradjaan Islam baru, lepas dari nakan Tjina pedagang besar jang menamakan diri sebagai Ra- di pedalaman. Begitulah dengan bendera Islam seorang pera- ngan dalil Islam pedagangs di pesisir ingin membekot radja radja pedalaman ingin mempertahankan kedudukannja. De- opposisi terhadap radja di pedalaman. Dengan dalil Hinduisme agama Islam dipindjam oleh pedagang² pesisir sebagai bahan sisir mendjelma mendjadi pertentangan agama. Demikianlah Pertentangan antara radja (tuan tanah) dan pedagang2 pe memberatkan pedagang² itu dengan tjukai- aneka-warna. sedang bertikai dengan radja pedalaman jang amat gemar Di Indonesia Islam datang pada waktunja pedagang² pesisir Spanjol (Tuan tanah asing diusir oleh tuan tanah nasional). me dan Budhisme). Itulah sebabnja Islam achirnja diusir dari (berbeda dengan Indonesia pada waktu datangnja Brahmanis- dangkan Spanjol sendiri telah mengenal tuan² tanah sendiri Spanjol Islam mendjadi pembela tuan tanah asing (Moor) se-Arab dengan dasar setengah feodal setengah bordjuis. Di natie suku² Arab dalam satu lingkaran ekonomi pensatuan suku dan suku, pembentuk pertentangan kasta dalam koordi-Islam dinegeri Arab lahir sebagai pembasmi pertentangan sebagai radja dari satu negara baru jang makmur. nator ekonomi kemudian untuk mempermaklumkan dirinja ngan pengalaman dari tanah-airnja berhasil mendjadi koordi- nja suku² lain dari rantau. Achirnja perantau² itulah de- sia masih tjukup lebar dan makmur untuk menerima datang. mur diatas milik sukunja masing² dan tanah dan.alam Indone- rena suku² bangsa Indonesia hidup aman tentram dan mak- me. Mereka tidak mendapat perlawanan dari Indonesia, ka- djadjah Indonesia jang masih dalam tingkatan oer-communis- me jang di India bertentangan di Indonesia rukun bersatu men- -26-

-28—

Sebagai orang merdeka jang tiada bertanah dan beruang, tetapi mendapat modal rampasan sekedar dari pertempuran maka bekas budak tersebut mulai bekerdja dengan ketjakapan- nja masing² jang sudah dipusakai dari zaman perbudakan. Begitu bekas² budak mulai penghidupan baru sebagai tukang merdeka. Sebagai tukang merdeka mereka berhak atas hasils pekerdjaannja. Pada permulaan mereka hanja bekerdja menu- rut pesanan. Mereka bekerdja bila ada pesanan. Menghadapi tuan² tanah dan pengikutnja jang selalu hen- dak membeli semurah-murahnja, lebih² pandangan tuan² tanah dan pengikutnja itu tidak sekali gus berobah dan masih menganggap tukang² merdeka itu sebagai budak seperti sedia kala dan dilain fihak budak² baru merdeka itu perlu memperkuat diri terhadap pedagang² pendjual bahan², karena pedagang² pendjual itupun belum bebas dari purba-sangka, bahwa sebenar- nja mereka masih menganggap dirinja sebagai tuan jang berhak memeras si budak sekehendak hatinja. Bekot halus jang mengelilingi budak baru merdeka itu mempertjepat persatuan diantara mereka. Begitulah lahir persatuan pertukangan jang mengumpulkan tukang sepekerdja dalam satu ikatan (gilden). Mereka hidup didalam gerombolan dan merupakan masja- rakat baru jang tersendiri. Dengan persatuan itu mereka djauh mendjadi lebih kuat dan kian hari kian madjulah usaha mereka. Tahu² kumpulan rumah² tukang jang mudjur itu telah merupakan kota jang teratur. Untuk mendjaga harga, kwantiteit dan kwaliteit hasil pekerdja diadakan peraturan² chusus. F'elahan dengan perbaïkan dan perlengkapan alatº penghasilan, lagi adanja tambahan tenaga manusia kerap kali lebih banjak dihasilkan dari pada pesanan. Kelebihan itu djatuh kepada tengkulak² jang mentjari barang² penghasilan untuk pasar. Pelahan dengan ramainja pasar mendjadilah kebiasaan orang bekerdja untuk pasar (dg. tiada menantikan pesanan). Penghasilan untuk itu menjebabkan perlombaan² diantara persatuan² tukang Perlombaan itu menjebabkan djatuhnja har-

ga. Koordinasi pertama antara persatuan² pertukangan dalam

satu kota mulai mendjadi soal. Demikianlah satu kota keluar merupakan satu kesatuan ekonomi, dan dengan menjuap radja, kota memperoleh hak² istimewa dan monopoli atas pembikinan beberapa barang dan sumber bahan mentah. Demikianlah lahir beberapa industri dengan perlindungan radja. Dengan membagi hak² istimewa dan monopoli dengan menerima suap kanan kiri, radja jang tadinja sudah lemah kedudukannja mendjadi kuat kembali. Industri karena hak² istimewa dan monopoli tsb. mendjadi industri chusus, pasar mendjadi lebar; produksi harus diperba- njak. Industri jang lemah modalnja terpaksa menjesuaikan diri dengan jang lebih kuat. Kekurangan modal mulai mendjadi soal. Demikianlah berangsur-angsur industri dan perda- gangan bertali dalam beberapa tangan kaum jang punja (bordjuis). Akibat infiltrasi modal bordjuis maka- hilanglah rasa persaudaraan dalam persatuan pertukangan tersebut. Dengan kemadjuan tehnik alat produksi kian hari kian dipusatkan, dan bila tadinja tukang merdeka mempunjai alat produksi sederhana masing2 untuk membikin barang seutuhnja dengan kepastian, bahwa ia mendjadi tuan atas hasil pekerdjaannja, maka pelahan pekerdjaan si tukang merdeka hanja mendjadi sebuah ranting dari pekerdjaan seluruhnja jang dipusatkan itu dan dengan menghasilkan sebagian dari barang seutuhnja achirnja si tukang merdeka terpaksa melemparkan alat²nja jang serba sederhana itu untuk bekerdja sebagai pe- lajan mesin besar jang bukan lagi mendjadi miliknja. Dengan berbenteng birokrasi didalam persatuan pertuka. ngan dengan infiltrasi modal bordjuis, maka pemimpin² persatuan pertukangan berhasil memperkuat diri sebagai madji- kan. Sebagian besar tukang merdeka djatuh mendjadi budak kembali dalam bentuk baru jang lazim disebut buruh (proletar). Demikianlah lahir kasta baru, kasta proletar, kasta jang tidak mempunjai alat² produksi. Proletar tidak mempunjai ba-

mendjadi boneka bordjuis mendjawab: Urusan dunia adalah kemerdekaan usaha dan perdagangan. Maka radja jang sudah halangi kehendak radja jang hendak memperkenankan tuntutan dan monopolie, maka penghulu agama bertindak menghalang-Untuk mempertahankan kedudukannja, hak istimewa itu rata. dja jang berkitab sutji itu sudah mengadljarkan, bahwa dunia LEI berani mengatakan, bahwa dunia itu bulat, padahal gere-GALILEI perlu disiksa dan dianiaja habis²an karena GALI- membikin geredlja dalam geredja. Begitu hebat sampai memuat segala itu dlituduhlah sebagai pengchianat, pengatjau, dianggap menjimpang daripada kitab jang sutji, jang sudah

anggap ada didalam kitab-sutjinja. Maka semua adjaran jang

dianggap sudah meliputi segala. Semua kebenaran sudlah di- bukti (berdasarkan kenjataan). Agama Katholiek oleh Paus dunia itu, maka musuh jang terbesar daripada Paus ialah ilmu Untuk mempertahankan keramatnja jang dapat menguasai hukuman jang amat beratnja bagi orang jang sudi pertjaja. menghukum atas nama Tuhan. Terkutuk oleh Paus adalah

antaraan Tuhan jang dapat memudji, memberi ampun dan

dipandang sebagai pemegang kuntji pintu-gerbang sorga, per-

bermarkas di Roma. KETUA organisasi disebut PAUS. Paus

terikat dalam satu disiplin dibawah satu putjuk pimpinan jang Penghulu² agama dari geredja Katholiek organisatoris kembang. melepaskan kemakmuran kepada bordjuis jang sedang ber- sudah didapat dari radja. Melepaskan hak² tsb. berarti pula

dengan mempertahankan hak² istimewa dan monopoli jang Penghulu² agama itu ingin mempertahankan kedudukannja

akan mendjadli sasaran kemerdekaan usaha dan -perdagangan. terantjam kedudukannja; milik² geredja jang makmur itupun diatas tanah milik geredlja jang makmur dan luaspun merasa

Penghulu² agama jang hidup alim" dalam asrama²nja

kuat.

gangan berarti menjerah kepada kekuasaan modal jang ter-

  • 31 -
    dungan dan hak² istimewa. Kemerdekaan usaha dan perda-Golongan jang masih lemah ini masih membutuhkan perlin- mendlapat sambutan dari bordjuis jang masih tipis modalnja. tutan kemerdekaan usaha dan berdagang itu kurang kemerdekaan usaha dan perdagangan. Sudah barang tentu tun dagangan. Bordjuis dari golongan jang terkuat menuntut segala peraturan, perintang dan pembatasan industri dan per- han radja dipergunakan oleh bordjuis, untuk menghapuskan atannja sudah tjukup mendjadi djaminan monopolie. Kelema- butuhkan lagi hak² istimewa dan monopoli dari radja. Kekv- hendak meluaskan sajapnja. Bordjuis jang kuat tidak mem- pada bordjuis. Modal bordjuis jang sudah tjukup kuat tersusun ketahui bahwa radja beserta pengikutnja amat tergantung ke-Bukankah radja hanja memikirkan pesta² belaka ? Pelahan di- nisasi radja sudahlah tenggelam dalam hutang pada bordjuis. karang terombang-ambing antara kota dan desa. Malahan orga- mentjari pendapatan baru. Kedudukan radja dan keluarga se- tuhkan untuk menjempurnakan perlengkapan industri, untuk samping ilmu kepertjajaan ilmu bukti. Ilmu bukti amat dibu- kota jang dibawa oleh alamnja jang dinamis, tumbuhlah di- djuan kota. Dengan pindahnja pusat ekonomi dari desa ke- daripada .desa. Demikian dapat dimengerti pesatnja kema- biasa melihat kedepan. Begitulah kota djauh lebih dinamis sudah. Kota jang bergantung kepada usahanja besok pagı, man jang sudah dikerdjakan lazim melihat kebelakang, jang pelahan pindah kekota. Desa dengan alamnja kepastian tana-Titik berat ekonomi dengan madjunja industri dikota DARI FEODALISME KE KAPITALISME. ialah kasta proletar kota (industri). letar tanah. Maka kasta proletar jang baru tumbuh tersebut ta proletar bukan kasta baru, karena kita sudah mengenal pro- ia tidak berhak atas hasil pekerdjaannja. Sebenarnja kas- proletarpun hanja bekerdja dengan mendjual tenaganja dan karena proletar tidak mendjadi tuan atas alat² produksi, maka rang sesuatu untuk menghasilkan, ketjuali tubuh dirinja. Oleh -30-

-32— mendjadi tanggungan radja .Baiklah tuan& penghulu agama tinggal dalam lapangannja sendiri, ialah geredja dan achirat". Pemisahan antara geredja dan negara mula mendjadi soal. Bureaucratie Paus dan pengikutnja menghalang-halangi kemerdekaan usaha dan berdagang dan bertindak atas nama Tuhan Jang Maha Kuasa. Begitulah timbul perdjoangan anti bu- reau cratie Paus dan pengikutnja dalam bentuk agama. Tuntutan kemerdekaan usaha dan perdagangan melahirkan tuntutan kemerdekaan agama. Dogma, bahwa Paus adalah perantaraan Tuhan kepada manusia dan sebaliknja dibantah dengan dogma baru jang sesuai dengan keadaan (kemerdekaan usaha dan perdagangan) ialah ,tiap orang mampu dan berhak berhu- bungan dengan Tuhan. Tidaklah dibutuhkan makelaar Paus dgn. bureaucratienja". (Dogma ialah adjaran jang tidak bo- leh didebat). Hak² istimewa dan monopoli itu berasal dari pemerintah, dari tangan radja. Maka dengan sendirinja pertentangan untuk mempertahankan dan menghapuskan hak istimewa dan monopolie itu langsung menjinggung pemerintahan negara. De- mikian pertentangan tsb. mendjadi pertentangan politiek anta. ra radja, penghulu agama dan bordjuis. Radja sekarang ber- diri antara dua kekuatan:

  1. Penghulu agama Katholiek sebagai anasir pembela ekonomi jang bertitik berat pada pertanian (desa) dengan pusat hak milik tuan tanah beserta hak² istimewa dan monopolie agama dan sekalian ilmu jang memberi kekuasaan dan keuntungan materieel dan mo- reel atas pundaknja tani melarat (jang diperbodoh dan diperbudak) ditambah dengan tjukai dan suap sana- sini dari industri dan perdagangan jg. baru tumbuh dibawah perlindungan radja dan geredja.
    2.Kasta bordjuis dari golongan jang terkuat sebagai anasir pembela ekonomi jang bertitik-berat pada industri- dan perdagangan (kota) dengan tuntutan kemerdekaan usaha dan perdagangan, anti segala peraturan feodal
    -33— jang mendjadi perintang kemadjuan industri dan perdagangan jang sedlang berkembang dan jang amat membutuhkan daerah luas tempat berkembang. Beberapa radja sebagai boneka bordjuis (jang sudah tahu betapa rojal dan sedapnja suapan bordjuis) melawan reaksi penghulu agama, berhasil memutuskan opposisi penghulu agama dengan membatasi kekuasaan penghulu² agama hanja kepada geredja dan achirat jang tidak berhak sedikitpun ikut tjampur dalam urusan negara (dunia) (Djerman). Beberapa radja jang kurang bidjaksana bersatu dengan geredja melawan bordjuis, achirnja hantjurlah kekuasaan radja dan geredja itu (Revolusi Perantjis). Di Inggeris tuan tanah dan geredja pandai menjesuaikan diri dengan haluan baru ikut serta mengambil bagian dalam industri dan perdagangan, maka disanalah terdjadi kompromi (akur²an) antara radja, geredja dan bordjuis. Maka selesailah sudah masa (periode) feodalisme jang lazim pula disebut ,Zaman Tengah" untuk kemudian mening- kat ke zaman kemadjuan, zaman kapitalisme. KAPITALISME. Kembangnja modal bordjuis jang terkuaț melahirkan tuntutan kemerdekaan usaha dan. perdagangan, kemerdekaan agama dan kemerdekaan ilmu bukti. Bahwa adla sangkut-pautnja antara semua tuntutan itu sudahlah kita kupas setjara mate- rialistis, dialectis dan logis. Tuntutan² tsb. diatas sudahlah dikemukakan melahirkan perdjoangan politiek. Bordjuis men- tjari sambungan dengan tani melarat menggrutu jang tertindas oleh tuan" tanah (penghulu agama dan radja sekeluarga). Begitulah lahir satu front rakjat bordjuis dan tani melarat lawan kaum bangsawan ningrat serta penghulu agama. Dalam perhubungan bordjuis dan tani melarat itu lahir azas-ke- rakjatan (democratie) dengan sembojannja jang terkenal: kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan". Demikianlah Revolusi Perantjis.

modal jang terkuat dalam blok tsb., berkiblat kepada nēgeri lam beberapa blok ekonomi. Tiap blok berpusat kepada rapa gelintir orang. Begitulah pelahan dunia terbagi dida- perdagangan dikuasai oleh modal jang terkuat ditangan bebe- modal dunia jang mengalir di bank² pertanian, industri, dan bahan, serta dalam pertandingan harga dan kekuatan, maka imperialisme. Dan perlombaan perebutan pasar dan sumber² pagar tanah-air, merebut pasar dan sumber' bahan, lahirlah tap lagi menguntųngkan. Dengan keluarnja modal melintasi dljahan untuk membentuk pasar dan sumber² bahan jang te- konsessi² jang menguntungkan. Modal ditanam ditanah dja- dipindjamkan kepada negeri jang membutuhkan dengan ganti luar negeri dan mendjual barang² tanah-air diluar. Modal rampasan. Modal diseber untuk membeli bahan² penting diluar negeri untuk pulang ketanah-air dengan membawa hasil Modal disediakan untuk merampok bahan² penting di- negeri menjebrangi lautan. mentjari lapangan daerah berkembang, modal melompati batas dalam negeri sudahlah sempit, modal terus berkembang dan sudah meningkat; bahan dalam negeri tidak tjukup, pasar dari daerah kesatu negeri. Lebih dari itu kekuatan produksi bordjuis kian hari kian melebar, dari satu kota kedaerah, lah perusahaan² ketjil gulung tikar. Lingkaran ekonomi perlombaan perebutan pasar dan pertarungan harga terpaksa-Dengan lahirnja badan² jang serba besar, maka dalam dikan tempat perhitungan (rekening-courant). dalam satu buku. Bank² besar diberbagai tempat itu didja- mempergunakan uang. Tjukup segala perhitungan ditjatat hanja berlaku antara udjung tilpun dan tilgram, dengan tidak pertanian, indlustri dan perdagangan. Pelahan djual-beli uang berganti rupa mendjadi bank² besar jang membelandjai hana jang hanja mendjadi pembantu penukaran dan keamanan uangan. Tukang² uang 'berkumpul'; demikianlah bank² seder- perdagangan membawa kemadjuan pula dalam organisasi ke- besar industri dan perdagangan. Kemadjuan industri dan Demikianlah disusun dasar² baru bagi pembentukan badan²

-35—

dapatkan modal dari hartawan² jang tidak bernama pula. (beurs). Begitulah persatuan jang ta' bernama (N.V.) men- surat andil (saham), maka surat tsb. diperdjual-belikan dipasar hargakan dan dipertjajai sekalian umat. N.V. mengeluarkan diputuskan dan disjahkan dalam sebuah undang jang harus di- rena bordjuis berkuasa, maka dengan mudah kedudukan N.V.

N.V. jang berhak berlaku dan bertindak sebagai orang. Oleh ka- dal² beberapa orang sampai achirnja didirikan sebuah badan kan perkumpulan modal. Dari modal seorang dibutuhkan mo- pengangkut jang tjepat dan praktis. Kian hari kian dibutuh- pabrik² jang besar dan modern. Perdagangan pun beroleh alat ditangan modal jang terkuat dengan sekali pukul mendjadi Koordinasi industri² rumah dan perusahaan ketjil
baru. sanggup melajani dan mempergunakan hasil pendapatan (Watt mendapatkan mesin stoom). Hanja modal jang terkuat tehnik sebagai kekuatan uap mendjadi tjambuk industri. mi nasional berpusat pada modal jang terkuat. Kemadjuan tu dengan jang lain. Begitu terbentuk satu lingkaran ekono- lah pula dalam pergeseran industri dan perdagangan jang sa- lingkaran ekonomi dengan pusat suku jang terkuat, didapat- pat dari pertentangan suku dan suku jang melahirkan satu bang mendjadi lebih pesat kemadjuannja. Proses jang dida- usaha dan perdagangan. Dengan ini proses modal berkem- bordjuis untuk melaksanakan tuntutannja ialah kemerdekaan Kekuasaan politik jango diperoleh segera dipergunakan pentingan dan kebutuhan bordjuis. berlaku ialah undang2 (dasar) bordjuis jang melindungi ke- asa, melainkan undang² (dasar). Sudah barang tentu jang bordjuis, disanalah bukan lagi udjung lidah radja jang berku- kompromi dengan bordjuis, atau bersedia mendjadi boneka djuis. Dimana radja masih berdiri karena bersedia untuk ber- lah bordjuis belaka. Begitulah lahir pemerintah rakjat bor- rakjat diumumkan. Terbukti jang dimaksud dengan rakjat ia- dan radja dirobohkan, republik rakjat didirikan. Pemerintah Rakjat berhasil merebut kekuasaan. Kekuasaan geredja

-34—

-36- dimana modal jang terkuat itu menggunduk. Ka'bah dalam blok ekonomi tsb. bukan lagi batu hitam nun di Mekkah, melainkan beberapa kapitalis jang memiliki semua alat produksi, beberapa kapitalis jang dapat berbuat sesuka hatinja sekeliling produksi dan distribusi. Untuk mendjamin monopoli kapitalis atas kemakmuran dalam blok ekonomi, maka kapitalis menentukan tjorak pe. merintahan dalam tiap² negeri dalam lingkungan blok tsb. Ialah jang menetapkan siapa jang mendjadi kepala Negara, ialah jang menentukan party mana jang harus disokong dan party mana jang harus dibekot dan diburu. Dalam. semua negeri dalam blok itu ia membentuk pemerintahan serta alat² nja jang melindungi kepentingan dan kebutuhannja. Semua pertentangan politik, ekonomi dan sosial dari satu negeri dengan lain negeri dipergunakan untuk membentuk blok ekonomi itu. Demikianlah pembentukan satu blok economi mela- lui beberapa peperangan. Kemudian daerah satu blok ékono- mi tidaklah tjukup luasnja lagi untuk melajani kekuatan produksi. Produksi terus meningkat, terus membutuhkan bahan, terus membutuhkan pasar, kian hari kian banjak kian hari kian luas Begitulah lahir konkurensi antara satu blok ekonomi dengan lain blok ekonomi. jang berkelandjutan peperangan atara dua blok jang dipergunakan oleh lain blok lagi untuk memperkuat diri, jang berakibat kekeruhan perim. bangan kekuatan dalam tubuh blok ekonomi jang lemah. Perebutan pasar dan sumber² bahan ialah hakekat tiap² peperangan dalam masjarakat kapitalis. Setelah organisasi si modal mendjadi international maka peperangan antara modal dan modal itu menjeret seluruh dunia dalam peperangan dan seluruh dunialah menanggung akibat peperangan itu. Dengan ini dapat dimengerti apa artinja perang-dunia I antara Djerman — Austria Hongaria disatu pihak dengan Ameri- ka-Inggris-Perantjis-Italia dilain pihak. Alat produksi tanah, pabrik, mesin tambang dll. ialah modal (kapital); Monopoli produksi ialah ditangan bordjuis besar alias kaum modal atau kapitalis. Kaum kapitalis jang

-37- memiliki alat² produksi itu tak dapat bekerdja sendiri. Kapitalis membutuhkan tenaga. Maka proletar sebagai mach- luk jang selain daripada tenaganja tidlak mempunjai alat² productie untuk mengerdjakan barang sesuatu datang mendju- al tenaga itu. Tenaga dibeli oleh kapitalis. Proletar bekerdja dan ia tidak berhak atas hasil pekerdjaannja. Tenaga manusia dalam masjarakat kapitalis diperdjual-belikan sebagai orang memperdjual-belikan barang. Kapitalis membutuhkan barang jang berupa tenaga itu buat waktu jang lama. Untuk membentuk barang jang berupa tenaga itu diperlukan makan-minum minimum. Kapitalis berusaha membeli barang jang berupa tenaga itu sesuai dengan harga makan-minum minimum. Begitulah proletar pendjual tenaga itu tidak dibajar atas hasil pekerdjaannja, melainkan proletar tadi dibajar sesuai dengan harga tenaganja (harga makan-minum minimum). Oleh karena hasil pekerdjaan proletar mendjadi milik kapitalis, maka hasil pekerdjaan dipotong upah jang diterima itu djatuh ditangan kapitalis dengan tidak terbajar. Kapitalis mentjuri tenaga proletar. Hasil pekerdjaan jang tidak terbajar, djadi ditjuri oleh kapitalis, itu lazim disebut nilai-lebih. Nilai-lebih ini ialah buah perbudakan kapitalis atas proletar. Nilai-lebih ini dikemukakan oleh: KARL MARX. Kapitalis berusaha untuk memperbanjak nilai-lebih dengan memperpandjang waktu bekerdja. Siasat memperpandjang waktu bekerdja mendapat perlawanan dari proletar (buruh). Pada permulaan perlawanan kaum buruh tidak tumbuh, karena ia tidak mengerti nilai-lebih, melainkan semata-mata karena tenaga manusia itu terbatas. Pelahan² diketahui oleh kapitalis, bahwa tenaga jang dipelihara itu lebih banjak dapat menghasilkan dari pada tenaga jang diperas sekali pukul. Siasat memperpandjang waktu bekerdja adalah terbatas, per- tama karena mendapat perlawanan dari buruh, kedua karena memang tenaga manusia adalah terbatas. Kapitalis kemudian berusaha memperbanjak nilai-lebih dengan perbaikan alatº produksi. Dua tiga djam jang hilang jang terpaksa dilepaskan kepada buruh sebagai hasil pemo-

mentjari imbangannja antara produksi dan distribusi. sistemn jang anarchistis, sistem produksi jang tidak mampu mengintil (mengikuti) masjarakat kapitalis jang berdasarkan Demikianlah krisis (masa antara roboh dan bangun) selalulah gadji buruh, jang berakibat pengangguran dan pemogokan. produksi, mengurangkan banjaknja buruh, mengurangkan memperpandjang waktu bekerdja, mempertinggi tehnik alat² tung sebesar-besarnja oleh beberapa orang kapitalis, dengan Urat produksi kapitalis ialah perlombaan memburu un- dipersiapkan. tara dan industri perang, guna persiapan perang jang sedang lokkan perhatian proletar pengangguran itu dalam polisi ten- pengangguran dalam satu industri dharurat, kalau tidak dibe- nolong diri dengan membuka lapangan pentjarian baru bagi kup kuat untuk merebut kekuasaan, maka kapitalis dapat me- sis). Bila dalam kekeruhan ini organisasi proletar belum tju- meluas. Kerusuhan merata. Roda kapitalis terganggu (kri-Barang melimpah, pembeli tidak terdapat. Pemogokan buruh dan lebih murah. Tenaga pembeli sudah terlandjur merosot. baru didapat jang dapat menghasilkan barang lebih bagus ngangguran bertambah; tenaga pembeli berkurang. Mesin." mendjadi kurang. Industri² lainpun mendjadi terpukul. Pe- djadi murah. Gadji buruh dikurangkan; tenaga pembeli Banjaknja pengangguran menjebabkan tenaga buruh men- djang djalan. bertumpuk itu, tetapi buruh bergelandangan lapar disepan- talis terus makan tidur dan berpesta diatas barang? jang tikan dari pekerdjaannja, pengangguran meradjalela. Kapi- lalu ditutup, buruh diusir keluar dari pabrik, buruh diberhen- disimpan, maka untuk menjesuaikan dengan pasar, pabrik Bila barang produksi lebih tidak dihantjurkan melainkan djutkan. hingga ,permainan hantjur dan buang" itu tak dapat dilan- -39-

al. Achirnja kekuatan pembelipun sampai pada batasnja, kepada pembeli dengan menaikkan harga barang jang didju-Harga barang jang di hantjurkan/dibuang itu dilemparkan Muslihat main hantjur dan main buang itupun terbatas. tidak berguna, malahan membahajakan (harga). sar, maka kapitalis berkata bahwa itulah produksi lebih jang rang itu dibutuhkan namun simpanan melebihi kebutuhan pa- kan barang² tsb. Sekalipun menurut kebutuhan rakjat ba. kan harga barang, padahal berdjuta rakjat lapar membutuh- gung, kopi, susu dibuang dilautan hanja untuk mempertahan- teratur, produksi jang anarchistis. Begitulah kerap kali dja-Kelebihan produksi ialah akibat produksi jang tidak berkelebihan itu dihantjurkan. kebutuhan pasar. Untuk mempertahankan harga, barang jang barang tsb., achirnja barang jang laku bertumpuk melebihi laku dipasar, maka kapitalis berlomba² menghasilkan han, melainkan untuk pasar. Maka bila sebuah barang amat Produksi masjarakat kapitalis bekerdja tidak untuk kebutu-Produksi masjarakat kapitalis tidak menurut rentjana bikin manusia mendjadi pembantu mesin. mendjadi pembantu tenaga manusia dizaman kapitalis mem- rah buruh. Mesin baru didatangkan. Mesin jang sebenarnja lawannja. Polisi dan tentara dikerahkan untuk menahan ma- pabrik menghantjurkan mesin² besar jang dianggap sebagai hirkan gerakan anti mesin. Berdujun² buruh berarak masuk han tumbuh pendapat anti mesin jang achirnja sampai mela-Begitulah lahir pengangguran. Dikalangan kaum buruh pela- kaum buruh terusir dari pabrik, dilepas dari pekerdjaannja. tenaga manusia jang djauh lebih kurang. Dengan ini banjak kerdjakan oleh banjak orang kemudian dapat dikerdjakan oleh Dengan adanja mesin² itu barang jang tadinja perlu di- jang sudah. Begitulah didapat mesin² baru. alat² produksi jang djauh lebih besar kekuatannja dari alat² gokan, buruh hendak dikedjar oleh kapitalis dengan perbaikān -38—

-40— Pertentangan antara kapitalis dan buruh pelahanpun membajang kepada pikiran orang jang berpikir. Maka disana- sini bangkit pentjinta umat tertindas seperti Saint Simon, Fourier dan Robert Owen. Mereka sekalian ini datang bukan untuk membela kepentingan satu kasta, melainkan mereka datang untuk menolong seluruh umat manusia. Adapun pada dasarnja mereka melamunkan masjarakat keadilan dalam masjarakat kapitalis. Mereka mentjela dan menolak masjarakat kapitalis, tetapi mereka belum meneropong masjarakat kapitalis pada dasarja. Mereka melamunkan keadilan diambil dari atas langit dimasak dalam otak kepalanja ditawarkan kepada chalajak, hasilnja mereka menawarkan keadilan dalam lingkungan masjarakat kapitalis. Dan bila keadilan jang di- gambarkan itu satu isme, maka mereka itu mengadjarkan adil-isme. Adil-isme dari pada budiman pentjinta umat tertindas ini lazim disebut sosialisme-utopi (socius = kawan, utopi-impian) (masjarakat persaudaraan dalam lamunan) (adilisme). DARI KAPITALISME KE SOCIALISME Karl Marx datang dengan mengadjak orang meneropong kedjadiane dalam masjarakat ke lantai pokok ekonomi. Ia tidak mulai dengan melamunkan keadilan diambil dari atas langit dimasak dalam otak kepalanja untuk ditawarkan kepada chalajak, melainkan ia mulai menerima kedjadians itu sebagai kenjataan dalam sedjarah jang tidak djatuh dari atas langit, melainkan sebagai berda jang bergerak menurut hukum jang tertentu. Ia tidak menjesalkan keadaan, sebaliknja menjambut keadaan itu dengan gembira sebagai lantai sedjarah. Demi- kianlah dari lantai keadaan itu ditjari hukum² jang tertentu dalam pergerakan tumbuh runtuhnja masjarakat dalam ke- madjuannja. Maka dengan bukti2 ramuan sedjarah berhasil- lah Karl Marx menjusun adjarannja ialah: Historisch Materialisme. Dengan filsafat Historisch Materialisme itu ia menemukan tumbuhnja Kasta Baru, Kasta Buruh, Kasta Proletar Kota

-41— (Industri). Karl Marx meneropong umat manusia tidak sebagai umat seutuhnja melainkan membagi umat manusia dalam beberapa kasta. Tiap² kasta mempunjai kepentingan dlan kebutuhan jang berlainan mati2an dengan lain Kasta. Pertentangan kasta berlantai kepentingan dan kebutuhan jang mati²an berlawanan itu ialah undang kemadjuan sedjarah. Begitulah Karl Marx menėrima pertentangan kasta kapitalis dan buruh sebagai pertentangan historisch, dan dari pertentangan ini diperhitungkan datangnja masjarakat baru, masjarakat socialis. ,Kaum Adilis" menawarkan keadilan dengan tidak melihat pertentangan kasta, melainkan hanja melihat kedjahatan seutuhnja, kemudian untuk menawarkan keadilan seutuhnja, berpegangan kepada purba sangka umat manusia jang satu, jang utuh, achirnja menghukum pertentangan sebagai kedjahatan jang harus disingkiri, jang harus diperdamai- kan atas nama manusia sesama machluk Tuhan jarg Maha Esa, atas nama keadilan. Karl Marx berlaku sebaliknja menjambut jang ada, mulai dengan jang ada begitulah setjara ilmu ia menjambut pertentangan benda sebagai lantai undang kemadjuan. Dengan filsafat jang menghukum pertentangan Kaum Adilis" melamunkan keadilan dalam masjarakat kapitalis. Dengan filsafat jang menerima pertentangan sebagai kenjataan sedjarah, Marx meramalkan setjara ilmu robohnja masjarakat Kapitalis, berdirinja masjarakat Socialis diatas runtuhan masjarakat kapitalis. Sistem produksi kapitalis jang tidak mam- pu jang mentjari imbangannja antara produksi dan distribusi jang mengakibatkan pengangguran, pemogokan, kerusuhan

d.1.1. itu akan membawa runtuhnja masjarakat kapitalis. Dari kandungan masjarakat kapitalis itu lahir kasta buruh, dan dalam pengangguran, pemogokan, perusuhan d.l.l. itu kaum ou- ruh kian meningkat kesadaran katanja. Begitulah buruh sesu- ai dengan pengalamannja akan menemukan djalan jang djitu dan tepat untuk merobohkan masjarakat kapitalis dan mendi- rikan masjarakat baru diatas runtuhan masjarakat kapitalis. Sebelum Marx, socialisme ialah soal keadilan, soal kema- nusiaan, soal kemurahan. Sesudah Marx, socialsme ialah pang-

kan dalil baru ialah ,bahwa socialisme dapat dilaksanakun pagar tanah-air memperbaiki dalil Marx dengan mengemuka- export modal, dimana modal dan modai itu bertumbuk diluar nal. Maka Lenin jang hidup dizaman imperialisme, dizaman dupnja, dimana organisasi kapitalis belum berurat internasio- dengan mempergunakan bahan² pada zamannja diwaktu hi- negeri² jang masih terbelakang. Adjaran Marx dikemukakan sjarat² ketjerdasan dan ketjakapan dari pada proletariaat dari geri kapitalis jang sudah madlju djauh lebih banjak mempunjai pemogokan, demonstrasi, kerusuhan d.l.l. Proletariaat dari ne- proletariaat jang sudah tjukup terlatih dalam pengangguran, punggung masjarakat socialis. Djuga disanalah sudah tersedia dan organisasi modern jang dengan mudah mendjadi tulang proletariaat jang sudah madju pula. Mahir dalam administrasi negeri kapitalis jang sudah madju disanalah sudah tersedia dulu dinegeri-negeri kapitalis jang sudah madju. Dinegeri-Marx mengadjarkan bahwa socialisme akan lahir terlebih jang terkemuka ialah: Bakounin. lihan itu masih membutuhkan Negara). Pengandjur Anarchis dak membutuhkan masa peralihan (menurut Marx masa pera- raan dengan hilangnja segala peraturan negara. Mereka ti-Mereka meramalkan segera datangnja masjarakat persauda- kan masjarakat kapitalis dengan menghantjurkan negara. mengakui peraturan, tidak beraturan). Mereka ingin meroboh- gala kedjahatan. (archie = peraturan, anarchie tidak Kaum Anarchis menganggap negara sebagai sumber se- ialah: Polisi, tentara dan birokrasi. negara buruh, negara proletar. Jang dimaksud dengan negara orangan lenjap sama sekali maka masihlah selalu dibutuhkan kat kapitalis jang berupa kepentingan dan kebutuhan perse. dan mendapat menurut kebutuhannja. Sebelum sisa² masjara- sekalian mendljadi pekerdja, bekerdja menurut ketjakapannja, proletar sampai tertjipta benar² masjarakat pekerdja dimana tannja Negara proletar melindungi kepentingan dan kebutuhan proletar jang menindas kasta kapitalis, pengaruh dan komplo- tingan dan kebutuhan kasta buruh. Negara buruh ialah negara -43—

barulah dapat disusun negara jang dapat melindungi kepen- dihantjurkan, sisa² pengaruh kapitalis harus dibinasakan, begitu sadja mendjadi negara luruk. Negara kapitalis harus Marx mengadjarkan negara kapitalis tidak dapat dioper kat jang tidak bernegara. tidak dibutuhkan lagi negara, disanalah akan lahir masjara- sana masjarakat sudah tidak mengenal kasta, disanalah sudah Dimana masjarakat persaudaraan sedjati sudah tertjipta, di- ra ialah alat pelindung kepentingan dan kebutuhan kasta. kasta bordjuis kapitalis untuk menindias kasta buruh. Nega- kasta tani melarat dan budak. Negara kapitalis jalah alat sa. Negara feodal ialah alat kasta tuan tanah untuk menindas kasta jang berkuasa untuk menindas kasta jang tidak berkua-Marx mengadjarkan, bahwa negara ialah alat ditangan kapitalis diseluruh dunia. pun kaum buruh akan menghantjurkan kekuasaan bordjuis berhasil merebut kekuasaan dunia, dalam beberapa revolusi-bordjuis kapitalis. Dalam beberapa revolusi kaum bordjuis dal, begitulah kaum buruh akan menghantjurkan kekuasaan merebut kekuasaan dan menghantjurkan kekuasaan kaum fec. duksi didjadikan milik masjarakat. Sebagaimana bordjuis kapitalis buruh harus menjusun masjarakat, dlimana alat² pro- seorangan atas alat² produksi Diatas rontokan masjarakat buruh harus ditudjukan kearah penghapusan hak milik per- produksi itu didljadikan milik masjarakat. Maka perdjoangan si dan distribusi. Hal itu hanja mungkin dikerdjakan bila alat² butuhan masjarakat, barulah didapat imbangan antara produk- menurut rentjana jang tertentu menurut kepentingan dan ke- memburu untung dipasar dunia. Produksi harus dikembalikan djadi pemilik alat² produksi tersebut) dalam perlombaannja pentingan dan kebutuhan beberapa bidji kapitalis (jang men- berkelandjutan sistem produksi dan distribusi menurut ke- ialah dalam hak milik perseorangan atas alat² produksi jang Selandjutnja Marx mengadjarkan pokok penjakit masjarakat sebagai hasil kemenangan perdjoangan buruh atas kapitalis. gilan sedjarah jang lahir dari kandungan masjarakat kapitalis

一44一 dinegeri manapun djuga diantara rakjat paling tertindas dan dimana mata rantai organisasi kapitalis itu paling lemah. Kader administrasi dan organisasi modern dapatlah dilatih dengan modal kekuatan dan kekuasaan negara proletar". Revo lusi proletar jang bergelora dengan kodratnja dan dengan ke- tjakapannja partai proletar dapatlah mempergunakan keadaan baru untuk mendidik, menimpuk kader² administrasi dan organisasi modern guna menutup kekurangannja. Marxpun mengadjarkan kepada kaum buruh (Inggeris) untuk mempergunakan parlemen sebagai sendjata perdjoangon- nja. Adjaran Marx pada waktu itu dapat diterima karena birokrasi kapitalis belum lagi sempurna. Dalam masjarakat dimana birokrasi kapitalis sudah berurat maka djalan satu- satunja bagi proletar untuk merebut kekuasaan ialah aksi massa (rakjat terbanjak) jang teratur. Aksi parlemen dewasa ini hanja dapat dilakukan sebagai bagian daripada massa aksi. Patut ditjatat sekali lagi bahwa segala adjaran Marx itu bukanlah karangan otak kepalanja diwaktu ngelamun, melainkan MARX mengadjukan peladjarannja satu demi satu mela- lui penjelidikannja bertahun² selama hidupnja. Sedjarah didjadikan bahan, sekalian itu terdjadi di masjarakat. Marx hanja berlaku sebagai penghimpunan segala getaran masjarakat itu. Tidak boleh dilupakan Marxpun mempergunakan buku² pudjangga² kuno dan pudjangga² zamannja, baik mereka itu ka- wan atau lawan. Njatalah bukan kitab jang membikin masjarakat, melainkan masjarakat itulah jang melahirkan kitab se- kalipun kitab pada tingkatannja terachir pun mempengaruhi masjarakat. Marx dapat menjusun peladjarannja dalam kitab²nja, karena Marx mempergunakan autoriteit otak kepalanja, tidak berdjiwa budak hanja pandai memudja dan memudji. Patutlah Marx didjadikan tauladan. Proletar banjak mengenal pudjang- ganja, maka Marx bukanlah pudjangga proletar jang terachir. Marx ialah pudjangga proletar jang pertama jang menolak masjarakat kapitalis dengan kupasan setjara ilmu bukti (berda-

-45— sarkan kenjataan), dan Marx ialah pudjangga proletar jang pertama jang memadjukan socialisme setjara ilmu bukti (wetenschappelijk). Sjahdan dengan pandu peladjaran Marx, maka pergerakan buruh berkobar merata diseluruh dunia. Perang dunia pertama jang pada dasarnja merupakan pertentangan dua blok ekonomi kapitalis jang berkiblat kepada Djerman disatu pihak dan Inggeris-Perantjis dilain pihak jang dipergunakan pula oleh lain² blok ekonomi untuk mentjari keuntungan, memberi kesempatan kepada proletar Rusia untuk merebut kekuasaan. Bordjuis dan ningrat beserta penghulu agama Rusia bersatu dengan modal Inggeris Perantjis untuk memukul Djerman, karena di Rusia memang kebanjakan modal Inggeris-Perantjis tertanam .Disiplin London-Paris memaksa Rusia terus bersatu dengan Inggeris Perantjis memukul Djerman. Rakjat Rusia pada umumnja sudah djemu berperang. Kesempatan ini dipergunakan oleh Lenin dan partainja untuk mentjari perdamaian dengan Djerman jang terkepung dari Barat dan Timur untuk selandjutnja menjita modal Inggeris-Perantjis, geredja dan ra- dja dan tuan² tanah lainnja sebagai modal pertama lantai ekonomi tempat kaki diktator proletariat berdiri. Lenin dan partainja mendapatkan sokongan dari rakjat menggrutu, karena pertama ia datang dengan membawa perdiamaian, kedua ia datang dengan dasar baru, begitulah Lenin dengan sekali pu- kul dapat merebut kekuasaan dari kaum ningrat dan bordjuis jang berada dalam satu front. Dengan Kodrat revolusi proletar jang bergelora, dengan ketjerdasan, ketjakapan dan keberanian Lenin dan partainja mempergunakan pertentangan politik ekonomi dan sosial, nusional dan internasional, dengan persatuan
buruh, tani melarat dan ...... bordjuis ketjil (N.E.P.) ber-
hasillah Lenin merebut kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan diatas daerah sebesar seperenam dunia. Dalam antara itu pertentangan antara pendjadjah dan terdjadjah, ditambah dengan proletarisasi akibat kapitalisme kolonial dimasjarakat feodlal, ditanah djadjahan pelahan melahirkan gerakan kebangsaan jang meributkan dunia kemoda-

Anak ajam lahir dengan merusak, tetapi kerusakan tersebut djadi dinding ruang jang sudah terlampau sempit baginja. ibaratkan ajam dalam telor jang memutuskan kulit jang men-Sosialisme lahir dari kandungan masjarakat kapitalis SOSIALISME pertama dari pada masjarakat komunisme. revolusi dunia bergerak kearah sosialisme sebagai tingkatan lam tubuh masjarakat kemodalan sendiri melalui beberapa laman² kekuatan organisasi proletar dibantu oleh kodrat da-Kedudukan proletar kian hari kian kuat. Dengan penga- nomi, polítik dan sosial, nasional dan internasional.. das, tjakap, ulet dan berani mempergunakan pertentangan eko- djalan terbuka, dibutuhkan sekarang para pelopor jang tjer- kegaduhan achir perang dunia kedua. Kemungkinan terbajang, memberi warna dan arah jang tertentu kepada kekatjauan dan dalan jang terlemah. Sebenarnja revolusi tanah djadjahan nah-air proletar jang kedua dalam pagar blok ekonomi kemo- stabilisasi kemodalan, maka dapat diramalkan berdirinja ta- berebut waktu. Bila konsolidasi revolusi dapat mendahului han dan stabilisasi kemodalan sekarang berburu, beradu tjepat, dinegeri-negri kapitalis. Konsolidasi revolusi tanah djadja- lah revo'usi tanah djadjahan ini melahirkan revolusi sosial beroleh pimpinan jang tjerdas, berani dan tjakap, maka pasti- dan kerusuhan meradjalela. Bila revolusi tanah djadjahan ekonomi kapitalis terhalang, bekot, demonstrasi, pemogokan njak negeri² pemenang masih didalam keadaan rusak. Roda bahan industri mengatjaukan produksi kemodalan, lebih² ba- djadjahan. Revolusi tanah djadljahan sebagai pasar dan sumber kan kedudukannja dengan menentang revolusi tanah Modal pemenang dalam perang dunia II, mempertahan- njataan revolusi tanah djadjahan berupa perang kemerdekaan sebagai revolusi dunia proletar sekarang telah mendjelma ke- dunia. Pergerakan tanah djadjahan jang tadinja disokong kekuatannja serta pengaruhnja sudah mendjadi kenjataan djadjahan. U S S R sebagai tanah proletar2, U S S R dengan Republik baru jang merdeka sebagai pembukaan revolusi tanah -47—

gunakan oleh rakjat pentjinta kemerdekaan untuk mendirikan Djepang, terlambatnja pendaratan Sekutu di Indonesia diper. mendjadi lebih populer. Negeri² fascis kalah. Menjerahnja dalam peperangan anti fascis mengagumkan dunia Socialisme Begitu lahir perang dunia ke II. Kegagahan Sovjet Rusia Italia Fasci Dei Combattanti" (ikatan kaum pahlawan). pemerintah fascis. Fascisme berasal dari partai Mussolini di trasi dimitraliur. Pemerintah sematjam itu lazim disebut partai dibubarkan, komunis² didrel, pemogok di bui, demons- negeri² tsb. dibentuk pemerintah diktator kapitalis. Semua tuhan kapitalis itu, perlu disapu, dibinasakan. Begitulah dalam rakjat kedalam api peperangan untuk kepentingan dan kebu- mendjadi penghalang avontuur kapitalis jang mendjerumuskan memperkuat diri kedalam. Partyº proletar jang terang pasti merebut pasar dan sumber bahan bagi industrinja perlu Itali dan Djepang jang mempersiapkan diri untuk berperang Untuk dapat bersikap tegas keluar, kapitalis di Djerman, kapitalis. tidak punja djadjahan pun ikut serta melemahkan masjarakat dan Belanda. Pertentangan antara negeri jang punja dan jang mendapat perlawanan dari Amerika-Inggeris-Perantjis-Belgi membutuhkan pasar dan sumber² bahan. Ketiga negeri tsb. teriak menuntut tanah djadjahan. Djerman, Itali dan Djepang ekonomi kapitalis jang lain. Djerman, Itali dan Djepang ber- tikaian antara blok ekonomi kapitalis jang satu dengan blok gerakan proletar ditanah² djadjahan, tidaklah berhenti per-Dengan kemenangan proletar Rusia ditambah pesatnja terdjadjah melemahkan masjarakat kapitalis. revolusi dunia proletar. Pertentangan antara pendjadjah dan rakan kebangsaan ditanah djadjahan sebagai bagian daripada pergunakan oleh Lenin dan partainja untuk menjokong perge- mengupas dunia pada dasarnja, kesempatan jang baik ini di- terdjadjah. Bersendjatakan teori revolusionair jang mampu kan radja untuk mendirikan pemerintah Republik setengah lan. Di Tiongkok modal setengah terdjadjah berhasil meroboh- -46—

-48- ternjata membawa kemadjuan, dari telor jang tak dapat ber- gerak lahir ajam jang dapat berlari. Begitulah sosiaslime lahir dengan djalan revolusi proletar, dengan kerusakan² jang mem- bangun. Revolusi ialah accumulasi (penggundukan) evolusi jang berturut-turut, sehingga pun tidak terhindar dari hukum evolusi. Djuga revolusi mempunjai evolusinja. Masjarakat sosialisme lahir dari masjarakat jang lalu, dengan sendirinja ketjuali mendjadi waris dari kebudajaan hasil kemadjuan dari masjarakat jang lalu masjarakat sosiulis pun dalam tingkatan pertama masih banjak mengandung penjakit dari masjarakat jang lalu. Rasa perseorangan, penindasan, pe- merasan, penipuan, suap, korupsi, pelatjuran, kebodohan, tachjul dll. sekalian itu penjakit masjarakat kapitalis, akibat kepintjangan produksi dan distribusi. Sekalian harus diatasi, dibantras dengan mentjari keseimbangan antara produksi dan distribusi. Untuk melaksanakan kewadjiban jang seberat itu dibutuhkan negara proletar, alat ditangan kasta proletar untuk melindungi kepentingan dan kebutuhan proletar, alat ditangan kasta proletar untuk menindas bangsawan ningrat dan bordjuis kapitalis. Organisasi bordjuis kapitalis dan sisa" tuan² tanah, bangsawan, dengan djatuhnja kekuasaan negara ditangan proletar belum serentak dapat disapu, dibinasakan. Untuk merebut kekuasaan kembali, mereka itu akan mempergunakan penga- ruhnja serta sekalian pengikutnja dengan beranggar kebodo. han rakjat untuk melakukan sabotage, provokasi, membikin kekeruhan dan kekatjauan. Segala kelemahan masjarakat sosialis dalam tingkatan pertama akibat kerusakan² dalam revolusi seperti kekurangan alat² produksi, tenaga ahli, ke. kalutan keuangan serta kesulitan merobah adat istiadat rakjat dengan sekali gus, sekalian itu dengan tjerdik pandai pasti di- pergunakan oleh kontra-revolusi sebagai bahan anti-propagan- da untuk mengedjek, memaki dan menertawakan dasar baru, pokoknja untuk merusak kepertjajaan (credit) masjarakat sosialis. Kontra-revolusi pun tidak akan segan² menjebarkan

-49— orang²nja dalam partai proletar. Dan dalam partai anasir² contra-revolusi mentjoba merebut kedudukan jang penting achirnja hanja untuk menjebar suap melakukan korupsi, pelatjuran, akal-djalang (intriges) dll. dengan merk proletar. Dan semua ketjurangan dan kepintjangan oleh kontra-revolusi dengan merk proletar itu digambarkan sebagai kegaduhan, kepalsuan dan tidak kesanggupan revolusi untuk mengatur masjarakat. Demikianlah dengan hantjurnja kekuasaan birokrasi kapitalis masihlah amat dibutuhkan birokrasi baru, birokrasi proletar untuk melindungi kepentingan dan kebutuhan proletar. Tuntutan menghantjurkan segala matjam biro. krasi dengan sekali pukul dengan tidak mengingat keadaan pastilah akan diterima oleh pimpinan revolusi proletar sebagai tuntutan kontra-revolusi. Keseimbangan produksi dan distribusi diusahakan dengan menghasilkan untuk kebutuhan masjarakat (bukan pasar) dengan tafsiran menurut rentjana negara. Demikianlah ber- angsur diichtiarkan untuk mempertinggi dan meratakan kemarmuran. Kemadjuan tehnik jang dapat membikin barang lebih tjepat, lebih bagus dan lebih murah, tidaklah lagi meng- akibatkan pengangguran, pengurangan gadji dan lain2. Kema- madjuan tehnik selalulah disambut dengan gembira, karena mesin dalam masjarakat sosialis mendjadi pembantu setia dari kaum pekerdja, bukanlah sebaliknja. Pendapatan barupun tidaklah perlu dirusak, karena menambah pengangguran, me- lainkan sekalian pendapatan baru dikumpulkan dan dipergu- nakan setjepat mungkin untuk meringankan tenaga pekerdja. Demikianlah dalam masjarakat sosialis pengetahuan bukan lagi budak dan alat modal untuk mengatjaukan dunia. Penga- tahuan dalam masjarakat sosialis mendjadi pembuka djalan kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan dalam arti jang sebenarnja. Masjarakat sosialis menurut susunannja jang berlantai hak milik masjarakat atas alat² produksi tidak mengenal pemogokan dan pengangguran. Bekerdja dalam masjarukat sosialis ialah suatu keharusan dan soal kehormatan, sekalian

latihan berpikir sekedar. runtuhnja tiap2 tingkatan masjarakat itu semoga diperoleh Communisme modern. Dengan pemandangan sedjarah bangun Sekianlah proces masjarakat dari Oer-Communisme ke ngan keadaan jang berobah itu. dari semua perkataan itu sudahlah tentu berobah sesuai de- kin, kaja, negara d.l.l. itu mungkin tetap berlaku, tetapi arti negara lagi. Perkataan² dari masjarakat jang lalu seperti mis- nja. Dalam masjarakat jang tiada berkasta tidak dibutuhkan penindas. Pelahan negara luluh, hilang lenjap dengan sendiri-politik dari negara, menghilangkan arti negara sebagai alat Keadaan demikian itu dengan sendirinja menghilangkan arti ketjakapannja dan semua mengambil menurut kebutuhannja. kinkan terlaksananja dasar semua orang bekerdja menurut golongan lagi. Keadaan tersebut ekonomis dan social memung. djual-belikan lagi. Pendidikan bukanlah barang monopoli suatu untuk mempertinggi kebudajaannja. Pendidikan tidak diper- masjarakat terbuka banjak waktu dan kesempatan jang sama baru mengambil kebutuhan hidupnja. Bagi setiap anggauta Ibaratkan orang mengisap hawa, begitulah manusia dizaman hebatnja tenaga produksi itu melimpah hasil produksi. chawatir akan hantu pengangguran dan pemogokan. Dengan tenaga atoom dalam pabrik². Masjarakat socialis tidak ga produksi. Masjarakat tidak akan ragu² mempergunakan untuk meringankan beban kaum pekerdja mempertinggi tena- pernah disia-siakan melainkan selalu segera dipergunakan Kemadjuan tehnik dalam masjarakat socialis jang tidak DARI SOCIALISME KE COMMUNISME MODERN. sederadjat. jang bersamaan, dalam satu gabungan merdeka jang bebas dan kebangsaan, adat-istiadat, agama d.l.l. dalam satu kesatuan maan dengan memadjukan dan memberi kemerdekaan bahasa, usaha kapitatis, dengan mentjari dan mengumpulkan persa- hantjurkan kapitalis dan komplotannja patutlah membatalkan konsolidasi proletar dalam perebutan kekuasaan untuk meng- untuk membangkitkan pertentangan dan kekatjauan, maka -51—

an, adat-istiadat, agama dan lain² selalulah dipergunakan Dalam masjarakat kapitalis perbedaan bahasa, kebangsa- ngan lain daerah sehingga dapat memenuhi sjarat² aksi. luas perlu mentjari perhubungan dalam satu gabungan de. nguntungkan tanah-air proletar. Daerah jang belum tjukup ekonomi dan sosial, nasional dan internasional sehingga me- dapat menguasai dan mempergunakan pertentangan politik tjukup luas dan kaja bahan² guna membangun negerinja untuk dapat mempertahankan kedudukannja. Negara tsb. harus dapat memenuhi kebutuhannja sendiri, barulah negeri tsb. jang baru berdiri harus berusaha untuk mendjadi negeri jang kesempatan tidak terbagi rata didunia ini. Maka negeri proletar lis-imperialis patah. Begitulah dalam perebutan kekuasaan itu Masjarakat sosialis dapat didirikan dimana rantai kapita. hasil dari pada keadaan (ekonomi) jang bertukar. djasa terhadap masjarakat. Sekalian ini ialah bajangan dan untung bertukar mendjadi prestige dalam perlombaan merebut MASJARAKAT". Prestige (kehormatan) dalam perebutan Titik berat AKU" sudah bertukar mendjadi titik berat muran dan kebudajaan lebih lantjar diratakan dan dipertinggi. dibuang-buang (untuk mempertahankan harga pasar). Kemak- baru segera dipergunakan, kekajaan masjarakat tidak perlu ekonomi dapat berdjalan dengan tidak terganggu. Pendapatan dalam masjarakat sosialis dapat lantjar berkembang. Roda Dengan hilangnja pemogokan dan pengangguran, produksi mempunjai evolusinja. ru tumbuh masjarakat sama-rata sama-rasa. Djuga revolusi nja dan semua menerima menurut kebutuhannja. Disinilah ba. untuk azas communis, semua bekerdja menurut ketjakapan- dapat diratakan, maka disanalah masjarakat sudah matang dipertinggi. Dan bila kemakmuran (kebutuhan hidup sudah rakat harus diperbanjak, kemakmuran kaum pekerdja harus produksi dan distribusi belum lagi tertjapai. Kekajaan masja- belum dapat dihapuskan seketika, karena perimbangan antara nerima kebutuhan hidup menurut djasanja. Perbedaan tsb. mendjadi pekerdja, bekerdja menurut ketjakapannja dan me- -50—

ALASAN-ALASANPENDJADJAHDAN TANGKISAN PROLETARBERDJOANG.

  1. Mr. Abdul Madjid memadjukan theori djanganlah main sita, kita hanja bermusuhan dengan negara Blanda, tidak dengan pengusaha penanam modal di Indonesia" Mr. Abdul Madjid datang dari negeri Blanda sesudah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus '45. Dinegeri Blanda ia mendjadi anggauta C.P.N. Dengan mempergunakan reputasinja dizaman penggrebegan Perhimpunan Indonesia" (P.I.) dinegeri Blandla dimana ia ikut serta dita- han oleh pemerentah negeri Blanda dan dengan modal keanggautaan dari satu partai dinegeri Blanda jang memakai nama communis, Mr. Abdul Madljid pada per- mulaan revolusi beroleh pengaruh, djuga dikalangan pemuda² jang pada umumnja masih kurang latihan politik. Bagi orang jang tjukup kritis sudahlah tentu dapat memahamkan kepintjangan dari pada adjaran Mr. Abdul Madjid itu. Negara ialah alat ditangan klas jang berkuasa untuk menindas klas jang tidak berkuasa. Begitulah negara tidaklah dapat dipisahkan dari pada klas modal jang sedang berkuasa.
  2. Ketika rakjat mulai mengerti apa jang terdjadi dibelakang lajar adjaran Mr. Abdul Madjid itu maka untuk dapat mempertahankan pengaruhnja, Mr. Abdul Madjid itu lalu memadjukan theori baru: Biarlah modal asing masuk, kita toch dapat membatasi pemasukan modal itu dengan organisasi Sarekat Buruh kita. Oleh karena itu perkuatlah Sarekat Buruh". Pemasukan modal asing dan pengembalian kapitalisme kolonial di Indonesia pun berkelandjutan pemasukan dan pengembalian organisasi kapitalisme kolonial. Penjusu- nan Sarekat² Buruh dalam lingkaran rentjana pemasukan modal asing dan pengembalian kapitalisme-kolonial sudah
    -53- tentu beserta pengusiran anasir² revolusioner dari ka- langan Sarekat Sekerdja jang berarti memperkuat infil- trasi kapitalis-kolonial dalam Sarekat² Buruh. Begitulah Sarekat Sekerdja bentukan Abdul Madjid dibandjiri oleh anasirs reaksioner dan birokrat (administratur pabrik jang corrupt). Betapa mengetjewakan Sarekat² Buruh bentukan Abdul Madjid itu ialah terbukti bahwa Sarekat² Buruh tersebut hanja dapat dipakai sebagai backing" guna mengesjahkan Linggardjati fasal 14. Sarekat² Buruh bentukan Abdul Madjid amat menjedihkan dalam aksi² jang ber- dasarkan kesadaran klas. Hal ini sekali lagi terbukti dengan SOBSI-HARJONO dalam peristiwa Madiun.

  3. Ketika sudah sulit bagi Abdul Madjid untuk beroleh ke- pertjajaan dari pada rakjat terbanjak, maka datanglah PAK ALIMIN dengan theori: ,,Lebih baik merdeka 50 % dengan mesin dari pada merdeka 100% zonder mesin" PAK ALIMIN (sebelum koreksi Muso) mengesjahkan penanaman modal asing dengan alasan industrialisasi Indonesia. Pendirian Alimin ini prakteknja mengorban- kan dan memusuhi massa-aksi, jang sedang meluap, jang berarti menghantjurkan tenaga subjectif jang amat dibutuhkan, karena pendirian tersebut menjokong kapitalis-kolonial dan kaki tangannja jang sibuk membatal- kan arus massa jang sedang meluap. Pak Alimin terlalu tinggi menghargakan mesin dan terlalu meremehkan tenaga massa. Memang industrialisasi dapat dan harus dilakukan diatas lantai kemenangan perdljoangan massa, bukan dan tidak boleh dilakukan diatas lantai massa jang sudah dilumpuhkan gerak-lang- kahnja. Hanja industrialisasi jang berdiri diatas lantai kemenangan massa jang dapat menguntungkan massa, karena massa jang berdiri diatas lantai kemenangan perdjoangannja pasti tjukup mempunjai sjarat² (jang digembleng dan tergembleng dalam perdjoangan) guna

plosok-plosok seluruh kepulauan Indonesia sungguh mu-Indonesia Raja dan berkibarnja Sang Merah-Putih di. Pendirian perdana menteri Moh Hatta ini dibarengi lagu Pemerintah selalu memimpin rakjat kearah kemerdekaan". Pemerintah belum pernah melepaskan tjita kemerdekaan. Republik tidak tergantung dari pada luas sempitnja daerah. pendirian: Kedudukan Republik kian hari kian kuat. Arti

  1. Sepulangnja dari, pengasingan Bangka Bung-Hatta ber-
    Amerika). kebutuhannja dengan modal Blanda (batjalah agen tus delapan puluh deradjat berlawanan kepentingan dan ditanah-airnja jang kaja raja ini, jang sudah tentu sera- sempatan memihak kepada rakjatnja jang hidup melarat nesia (Serikat), djanganlah pemerintah Republik berke-Blanda hendak mendisiplin pemerintah Republik Indo-birokrasi dan organisasi. Dengan birokrasi Mahkota, prinsipil bagi Blanda. Bagi Blanda Mahkota ialah soal Mahkota bukanlah soal sentimen. Mahkota ialah soal diterima oleh pihak Indonesia". runding, bila memang Mahkota Blanda tidak dapat Mahkota: ,Saja lebih baik pulang, tidak perlu berunding-Blanda amat berkeras kepala dan mengantjam mengenai kepalai oleh Sjahrir, Schermerhorn sebagai ketua delegasi Dalam perundingan dengan delegasi Indonesia jang di- sentimen". apa. Mahkota hanja ceremoni. Djanganlah terlalu didaja njalah symbool belaka jang tidak mempunjai kekuasaan

  2. Ir. Sukarno dan Drs. Hattta mengadjarkan: Mahkota ha-
    tulah bersatu. asing, maupun jang baralamat merah-putih itu ten-Indonesia, modal Amerika baik jang beralamat terang

c. Dalam menghadlapi opposisi revolusioner dari rakjat
pangkal. nesia modal negara Indonesia sudah kehilangan

b. Dengan pengembalian kapitalisme kolonial di Indo-
-55—

nal jang berarti.

a.
Indonesia tidak mempunjai modal partikelir nasio-semata-mata karena: Sudah tentu muslihat ini akan menimbulkan salah ukur jang ditanam di Indonesia dengan alamat merah-putrh. memakai alamat terang asing dengan modal Amerika mengusir) modal Amerika jang ditanam di Indonesia jang Moh. Hatta hendak membatasi (djangan dikatakan Amerika. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Drs. lalu hendak diperluas dengan mentjari pindjaman dari hidup nasional jang sudah disempitkan dalam K.M.B. itu lah praktis diserahkan kepada modal Amerika. Ruang Dalam K.M.B. sebagian besar ruang hidup nasional sudah-Amerika. tentu jang dimaksud dengan luar negeri itu ialah praktis nial dibawah kekuasaan modal raksasa Amerika. Sudah

K.M.B. dan hasilnja ialah kembalinja kapitalisme kolo. kemakmuran itu dengan pindjaman luar negeri melalui K.M.B. dan selandjutnja hendak ditjapai Drs. Moh. Hatta hendak mentjapai kemakmuran rakjat
luar negeri". aliran² kapitalisme, bila pemerentah melakukan pindjaman rentah sebagai bersifat kapitalis atau tjondong kepada
kemakmuran rakjat..... djanganlah menghukum peme-
kaan itu tidak akan ada artinja dengan tidak adunja kita ialah mentjapai kemakmuran rakjat, sebab kemerde-Hatta menjatakan pendiriannja: Titik berat perdjoangan

  1. Mendjelang penjerahan kedaulatan Amsterdam Drs. Moh.
    imperialis dan kaki-tangannja semata-mata. industri sematjam itu hanja menguntungkan kapitalis tidak ada pada massa jang sudah lumpuh itu, sehingga mungut dan mempergunakan indusri dan hasil²nja kekuatan untuk memiliki, menguasai, memelihara, me- kahnja, tidak akan dapat menguntungkan massa, karena atas lantai massa jang sudah dilumpuhkan gerak lang- pergunakan industri dan hasil²nja. Industrialisasi di- memiliki, menguasai, memelihara memungut dan mem- -54一

-56— dah menimbulkan salah ukur. Perdana Menteri Moh. Hatta dengan pendiriannja tsb. hendak mendidik rakjat untuk mempersiapkan diri menjambut hari tg. 28 Desem- ber 1949, hari penjerahan kedaulatan dari tangan Blanda. Kemerdekaan nasional jang dipermaklumkan pada tg. 17 Agustus '45 jang sebenarnja hanja menuntut pengakuan, achirnja dilantjung dg. anugerah kedaulatan dari tangan Mahkota Blanda dalam lingkaran Mahkota Blanda. Demikianlah didapat kedaulatan jang bukan kedaulatan.

  1. Mr. Moh. Yamin opposan individualis jang sudah menje. brang mengadjarkan: K.M.B. tidaklah bertentangan dengan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus '45". Mengikuti adjaran Mr. Moh. Yamin ini amatlah berbahaja, karena dengan adjaran tsb. orang lalu berpendapat bahwa pokoknja kita beroleh kedaulatan, entah kedaulatan itu dianugrahkan atau kita rebut. Tentang isi kedaulatan itu lalu kurang diperhatikan, kurang dipusingkan. Sikap demikian ini amat berbahaja, lebih² kedaulatan
    K.M.B. semata² kedaulatan dari pada monopoli modal asing didaerah kepulauan Indonesia. Memang amatlah djauh berbeda, kedaulatan jang kita rebut ialah kedaulatan jang penuh lagi tidak bersjarat, sedangkan kedaulatan jang dianugerahkan ialah kedaulatan jang tidak penuh lagi bersjarat.

    8. Sebelum K.M.B. Bung Karno-Hatta mendjandjikan: ,,Indo-

nesia Merdeka jang berdaulat penuh, tidak bersjarat akan diperoleh dalam K.M.B." Sesudah K.M.B. Bung Karno-Hatta terutama memper- ingatkan, bahwa perdjoangan kita belum selesai, kedaulatan kita masih perlu diisi dan disempurnakan. Mr. Moh. Yamin: Irian lebih mudah kita rebut dengan

R.I.S. dari pada zonder R.I.S." Theori Yamin ini lalu diolor orang mendjadi Kemerdekaan lebih mudah diisi dengan
R.I.S. dari zonder R.I.S."
-57— Kalau disimpulkan, maka pendirian Bung Karno-Hatta dan Yamin tak kurang dan tak lebih dari pada harapan untuk mempergunakan R.I.S. sebagai batu lontjatan. Timbullah pertanjaan dalam tiap² dada patriot Indonesia sekarang ,siapakah jang mempergunakan dan me- nguasai batu lontjatan itu?" Hasil² K.M.B. sudah memberi djawaban atas pertanjaan itu. R.I.S. dikendaii- kan langsung atau tidak langsung oleh birokrasi Mahkota Blanda (sekalipun mempergunakan istilah berunding sebagai Unie-partners) dan dikuasai penuh oleh modal raksasa Amerika. Demikianlah R.I.S. mendjadi batu lontjatan dari pada modal raksasa Amerika guna menghadapi perdjoangan revolusioner anti-kapitalis-imperialis.

  1. Menghadapi pendaratan Sekutu Bung Karno-Hatta berpen- dirian: ,Kita tidak berperang dengan Sekutu. Inggers datang sebagai wakil Sekutu semata® hanja untuk melutjuti sendjata Djepang dan mengurus tawanan Eropa.
    Begitulah mereka harus diberi dearah istimew.... dan
    lagi sebenarnja kita tidak atau belum mempunjai kekuatan tjukup untuk melutjuti sendjata Djepang dan menghadapi angkatan perang Sekutu. Djangan mengikuti nafsu, pakai- lah perhitungan". Republik Indonesia jang dipermaklumkan itu berdasar- kan kekuatan massa. Dengan memberi hak tentara pendjadjah melakukan kewadjiban di kepulauan kita jang sebenarnja mendjadi tanggungan dan hak Repuolik sendiri, Bung Karno-Hatta formeel dan r i ë 1 telah meninggalkan dasar kekuatan massa untuk selandjutnja bersandar kepada kekuatan tentara pendjadjah semata³. Berdiri pada kekuatan pendjadjah pelahan dengan teratur Republik dibawa kearah kepentingan dan kebutuhan pendjadjah, kian hari kian djauh dan didjauhkan daripa- da kepentingan dan kebutuhan massa Indonesia, kian dalam terlibat dalam pertahanan pendjadjah anti kemerdekaan.

dan djaminan bagi pendjadjah sampai dimana Republik rang pendjadjah tsb. paling sedikit mendjadi pengawas perang pendjadjah di Surabaja dan Irian. Angkatan pe- angsur, maka djustru tampak arti daripada angkatan Mengingat mundurnja (tentara) Blanda jang berangsur. lu apa jang dapat dipegang". dana menteri R.I.S., memadjukan amanat: Peganglah du- tidak bersjarat itu, maka Drs. Moh. Hatta, sekarang per- bersjarat jang dipermaklumkan sebagai kedaulatan jang

  1. Insjaf akan kegelisahan rakjat mengenai kedaulatan jang
    sementara. Surabaja dan melepaskan Irian sekalipun dengan istilan memperbolehkan angkremnja tentara pendjadjah di bukan barang kebetulan adanja putusan K.M.B. jang Indonesia sebagai benteng anti-communis. Sebenarnja Čommunis di Tiongkok dan Asia Tenggara membutuhkan pun pemain Amerika menilik kemadjuan pergerakan jang 100% tergantung kepada kebutuhan pemain. Ada- mi oleh dunia mendjadi mata permainan jang tak berdaja, merosotkan Republik Indonesia dari pemain jang dikagu gantungkan diri kepada dunia internasional ini achirnja internasional semata. Sikap jang bergantung dan meng- bergantung dan menggantungkan diri kepada dunia lemahkan diri dan selandjutnja politik pemerintan jang patut dipudji. Subjectief kita dilemahkan dan me. sekarang dan jang lalu itu sebagai satu kebidjaksanaan hasil² K.M.B. itu, lalu mudah memudji politik penjerahan Bagi orang jang kurang beroleh latihan politik, menilik

K.M.B. ini sebagai kemenangan diplomasi.
da T.N.I.. dl. Mr. Moh. Yamin menamakan hasils daerah² untuk menjerahkan keamanan daerah² tsb. kepa- warna dinaikkan. Berangsur-angsur Blanda meninggalkan mahkota Blanda. Bendera Blanda diturunkan, Sang Dwi- kedaulatan" dari tangan mahkota Blanda dalam lingkalan

  1. Pada tanggal 28 Desember '49 Indonesia menerima
    -59-

tenaga jang ada pada kita. djah untuk mengurangi, kalau tidak menghantjurkan lainkan kekuatan dipersatukan dengan kekuatan pendja-jang ada dengan melemahkan kekuatan pendjadljah, me- berdjoang. Kekuatan achirnja bukanlah untuk menamban pendjadjah hingga mendjadi ilham perlutjutan rakjat kan diadjukan dengan bersandar kepada kekuatan tentara kekuatan massa tempat kaki Republik berdiri, melain-Theori tsb. tidak diadljukan oleh Sjahrir berdasarkan benteng anti-kemerdekaan seperti sudah tsb. diatas. theori tsb. dalam hubungannja dengan pembentukan objectiviteit itu sebagai theori, melainkan akan melihat mandang theori perimbangan antara subjectiviteit dan Bagi orang jang tjukup kritis tentulah tidak akan me- subjectiviteit dan objectiviteit harus ada". kekuatan² objectief di luar kita. Perimbangan antara jang ada pada kita, tetapi masih tergantung kepada dengan theori: Betapa pun hebatnja kekuatan subjectif djah jang amat lantjarnja, Sjahrir mentjari tutup luka

  1. Menghadapi putarnja roda pembentukan benteng pendja.
    kan itu adalah anggapan jang salah. pan bahwa kekuasaan dan alat kekuasaan dlapat dipisah- membikin Indonesia sebagai benteng pendjadjah. Angga- lah pendjadjah berkesempatan mengatur persiapan untuk jang sudah mempermaklumkan kemerdekaan itu. Begitu- djadjah untuk bergerak didaerah kepulauan Indonesia bab alasan jang memberi kebebasan kepada tentara pen-Tjara berpikir jang nista ini achirnja mendjadi sumber se- ditangan kita". maradjalela di tanah-air kita, asalkan kekuasaan tetap nan) memadjukan theori: Biarlah tentara pendjadjah Sjahrir, kini ketua Partai Sosialis Indonesia (sosialis ka- dan mendalam masuk didaerah kepulauan kita, maka

  2. Menghadapi tentara pendjadjah jang kian hari kian dalam
    -58—

-60- dapat dilibatkan dalam pertahanan anti kemerdekaan. Surabaja dan Irian mendjadi markas tentara pendjadjah untuk mendisiplin T.N.I. dalam lingkaran pertahanaa Kapitalis-Imperialis jang dipelopori oleh Amerika.

  1. Sutardjo Kartohadikusumo, Ketua Dewan Pertimbangan Agung telah mendesak kepada Republik Indonesia untuk membubarkan diri. Pembubaran tsb. dipandang sebagai djalan mutlak untuk melaksanakan paham kesatuan (unitarisme) diseluruh daerah kepulauan Indonesia. Agar le bih banjak menarik perhatian, maka desakan Sutardjo di- sambut dengan penuh semangat oleh opposan-individualis jang sudah menjeberang, Mr. Moh. Yamin. Rupa-rupanja sudahlah tiba pada waktunja bagi kaum lik- widator baik jang bersembunji dipemerintahan maupun jang pura-pura beropposisi untuk berterang-terang ma- dju sebagai djagal banteng Republ'k Indonesia.
    a.Kalau memang hanja unitarisme jang diributkan, maka bukankah Republik Indonesia jang dipermaklum. kan pada tanggal 17 Augutus '45 itu sudah berbentuk kesatuan?

    b. Negara-negara R.I.S. seperti Pasundan, Sumatra Ti

mur, dll. negara² boneka bentukan pendjadjah

untuk memusuhi Republik Indonesia jang dibentuk oleh rakjat. Sudah barang tentu bila memang hanja unitarisme jang diributkan, maka sudah pada tem- patnja untuk membubarkan negara-negara boneka itu. Pembubaran negara boneka tsb. akan di- sambut oleh rakjat sebagai kemenangan moreel jang tiada sedikit manfaatnja guna menambah keg:aian badan² berdjoang.

C.Bagi orang² jang mengaku memasuki bentukan pendjadjah itu hanja sebagai taktik untuk menutupi aktiviteit 17 Augutus, maka pembubaran negara² boneka tsb. pada waktu sekarang dimana negara² tsb. sudah tidak dibutuh- kan lagi dengan sendirinja mendjadi keharusan, ka-
-61— rena hal tsb. berarti efficiency. Djuga dari sudut ini bukan Republik Indonesia jang perlu didjadikan sasaran pembubaran.

d.Pembubaran Republik Indonesia jang dibentuk oleh rakjat dengan korban-korban jang tidak sedikit jang tergurat dalam-dalam didalam tradisi perdjoangan rakjat, pasti akan dirasakan oleh rakjat terbanjak jang sudah berkorban itu sebagai kekalahan moreel jang berkelandjutan kelesuan semangat, djiwa lara jang tiada mudah diatasi begitu sadja.
e. Memang untuk melaksanaka paham unitarisme di daerah kepulauan kita sekarang terbuka dua djalan.
I. Melaksanakan unitarisme (paham kesatuan) berlantai kemenangan rakjat.
I. Melaksanakan unitarisme (paham kesatuan) ber. lantai kekalahan rakjat. Kalau memang hanja unitarisme jang diributkan oleh Sutardjo dan Yamin, maka sebenarnja bagi se- orang patriot hanja ada satu djalan, jaitu djalan pertama, djalan jang hendak melaksanakan unitarisme berlantai kemenangan rakjat.
f.Dikemukakan oleh golongan jang berkepentingan keras untuk membubarkan Republik Indonesia, bahwa djalan pertama sudahlah terlambat, karena Re. publik Indonesia formeel sudah menjerahkan kedau- latan kepada R.I.S.:
I. Formeel memang demikianlah keadaannja, teta- pi riël Republik Indonesia hingga kini masih ter- pandang sebagai pelopor. Dengan tiada membuang waktu panitia-panitia gerakan kesatuan (attan- tie: jang menempuh djalan pertama) masih dlapat diusahakan sebagai inisiatief rakjat jang tiada dapat dan tidak boleh dilarang oleh undang mana- pun djuga. II. Perlu pula diperhatikan, bahwa penjerahan ke- daulatan Republik kepada R.I.S. dilakukan setja- ra paksa dengan tdiak memberi kesempatan kepa-

partai² diatas agak berbeda. P.N.I. dengan penuh kebulatan Setelah persetudjuan R.R. dan K.M.B. keadaan dengan membela Renville. ville. Selandjutnja ACOMA melawan Renville; P.K.I. Wondoamiseno dan Aroedji jang menjokong Politik Ren Partai Sarekat Islam Indonesia (P.S.I.I.) dengan Pimpinan langan Islam dengan ichtiar menjokong hidupnja kembali dana Menteri Pentjipta Renville) mentjari backing dika-Masjumi, maka sampai perlulah Amir Sjarifudin (Per-Salim sudah kalah pengaruh dengan Soekiman dalani Malahan dengan pertimbangan, bahwa Roem dan Agoes Renville; Masjumi-Roem/Agoes Salim tidak menentanguja. nerima Renville. Masjumi-Soekiman/Abikoesno menentang

2.
P.N.I.-Mangoensarkoro menolak Renville; P.N.I.-Gani me-
dangkan P.K.I. membela Linggardjati. bela Linggardjati. ACOMA melawan Linggardjati, se nentang Linggardjati; Masjumi-Roem/Agoes Salim mem- menerima Lingardjati. Masjumi-Soekiman/Abikoesno rie-

P.N.I.-Mangoensarkoro menolak Linggardjati; P.N.I.-Gani
1.

Kita masih ingat waktu Linggardjati mendjadi persoalan.

bajang dalam nasionalisme dan communisme di Indonesia in. tangan antara pendjadjah dan terdjadjah terbajang dan mem- ran itu sebagai sumber kekuatan melawan pendjadjah. Perten- kaum anti pendjadjah merasa perlu mengkoordinir tiga ali- backing maksud djahat pendjadljah dikepulauan ini. Sebaliknja guna mentjari pengikut dikalangan rakjat terbanjak sebagai djah tak segan-segan pula mempergunakan tiga aliran itu tidak dapat mengabaikan adanja tiga aliran tersebut. Pendja-Indonesia, baik golongan pendjadjah maupun anti pendjadjah Communisme. Demikianlah untuk mendapatkan kekuatan di nesia. Aliran-aliran tadi ialah Nasionalisme, Islamisme dan Tiga aliran adalah berpengaruh dalam masjarakat Indo-SESUDAHNJA K.M.B. DAN COMMUNISME SEBELUM DAN KEADAAN NASIONALISME, ISLAMISME

rakjat.

jat sudah terang tidak dapat terhitung kawan

ban rakjat dan memberipukulan moreel kepada rak-

hankan kedudukan sekalipun dengan menambah be-

wan rakjat. Barang siapa semata-máta memperta.

tuurlijk) untuk mengetahui siapa kawan, siapa la-

Djustru keluh tsb. ialah saringan jang kaprah (na-

lambat dan amat sukar ditempuh.g.

Ada lagi jang mengeluh, djalan pertama terlalu

bajangan realiteit tidak perlu dipusingkan.

tut dihargakan. Formaliteit jang tidak mendjadi

formaliteit jang mendjadi bajangan realiteit pa- balian kedaulatan Republik Indonesia? Hanja berapa lamanja melakukan formaliteit pengem-

san untuk membatalkan djalan pertarha, maka

III. Bila hanja formaliteit belaka jang didjadikan ala-

djundjungan rakjat itu.

membesarkan realiteit jang sedang mendjadi

mengetjilkan arti formaliteit jang berlaku dan

ni belum pernah ditjabut). Sekalian ini djustru

berkumpul, dan hak-hak demokrasi lain hingga ki- luasnja. (Ingat, bahwa pembatasan bersidang dan tsb. dengan sakasama dalam kalang jang seluas-

da rakjat untuk berunding dan memahamkan soal

一62—

-64— berdiri dibelakang persetudjuan Roem-Royen dan K.M.B. Mangoensarkoro/Sartono-Gani dan Hadinoto sekaliannja suda sama a.c.c. Begitu pula halnja dengan Soekiman/Abikoesno, Roem dan Agoes Salim. Empat orang pemimpin Islam inipun dapat bensatu. Mengenai pemimpin² Islam i ni perlu sedikit pendjelasan:

1.Setelah Soekiman mendjadi Menteri maka Soekiman jang anti Linggardjati-Renville bersembojan: ,Nasi sudan mendjadi bubur, bagaimanakah sekarang supaja bubur dapat mendjadi ketupat". Dengan sembojan ini Soekiman bersatu kembali dengan Roem dan Agoes Salim dalam Masjumi. Kerdja bersama dengan P.N.I. lalu diadakan.
P.N.I.-Masjumi melaksanakan Linggardjati-Renville.
2.Waktu masih dalam pendjara Abikoesno memprotes dengan keras mengapa namanja tertjantum dalam pimpinan
P.S.I.I. jang pro Renville itu. Ia menerangkan, bahwa ia tidak ada sangkut-pautnja dengan P.S.I.I. baru itu.
3. Keluar dari tahanan Abikoesno menghampiri P.S.I.I., masuk dalam P.S.I.I. dengan mengoreksi haluan P.S.I.I. Setelah koreksi Abikoesno, P.S.I.I. berhaluan revolusionair dan menuntut pembatalan Linggardjati-Renville.
4.Setelah mengalami tahanan Belanda pada waktu aksi polisioneel ke-II maka Abikoesno kemudian memimpin
P.S.I.I. untuk membela persetudjuan R.R. dan K.M.B.
5. Bekas anggauta P.S.I.I. lama Kartosoewirjo berhaluar lain. Bila kawan²nja Wondoamiseno dan Aroedji memba- ngun kembali P.S.I.I. dengan haluan Renville, maka Kartosoewirjo menolak Renville dan malahan mempermak- lumkan Negara Islam Indonesia (Daroel Islam). Setela'r persetudjuan R.R. dan K.M.B. sampai sekarang Kartosoe. wirjo masih meneruskan kegiatannja, berdasarkan D.I. melandjutkan gerila.
-65- Setelah koreksi Moeso, P.K.I. berobah haluan. Politik Linggardjati-Renville diakui kesalahannja. Begitulah P.K.I. berdasarkan koreksi tersebut lalu menolak persetudjuan R.R. dan K.M.B. Setelah mengalami pembersihan dalam ruman tangganja sudah tentu P.K.I. dapat bertemu dengan ACOMA jang sesuai dengan politiknja jang anti Linggardjati-Renville itu djuga menolak persetudjuan R.R. dan K.M.B. Kebulatan kaum nasionalis jang berpusat kepada P.N.I. untuk bekerdja berdasarkan pedoman dan hasil K.M.B. sedikit banjak dapat didjadikan ukuran berapa djauh Amerika teiah berhasil menarik nasionalisme Indonesia dalam pertahanan anti Communis. Hal itu bukan berarti, bahwa semua nasionalis sudahlah tjondong kepada Amerika, karena tidak semua nasionalis tergabung dalam P.N.I.

  1. Sebagai tjontoh dapatlah pula disebut misalnja B.P.R.I.;
    B.P.R.I. ialaħ himpunan Nasionalis. Sekalipun dimasa jang lalu B.P.R.I. berhaluan amat opportunis, tetapi bagaimana- pun halnja B.P.R.I. sekarang sebagai himpunan nasionalis berpendirian lain dari pada P.N.I., B.P.R.I. sebagai himpunan nasionalis menolak K.M.B.
    2.Bila Manai Sophiaan anggauta Dewan Partai P.N.I. lebih suka menaruh P.N.I. dalam golongan sosialis daripada golongan nasionalis maka dapatlah pula sosialis kiri Partai Murba dimasukkan dalam golongan nasionaiis, hanja sadja bila P.N.I. dimasukkan dalam golongan sosialis maka P.N.I. jalah sosialis jang paling kanan, tetapi bila Partai Murba dimasukkan golongan nasionalis maka partai Murba masuk golongan nasionalis revolusionair jang menolak K.M.B.
  2. Alhasil djuga sampai sekarang masih ada kaum nasionalis jang tidak setudju dengan gerak-gerik P.N.I. alias Ame. rika belum berhasil menarik semua nasionalis Indonesia dalam lingkungan siasatnja. Sepandjang proses sedjarah lambat-laun P.N.I. bagian bawahan, terutama dari buruh rendahan dan tani melaratnja pasti akan mengadakan opposisi terhadap kaum priaji jang mendjadi kemudi
    P.N.I. itu.

dahan itu. daat (pro)-communis didapat dari tani melarat dan buruh ren- tahu-tahu sudah mendjadi pro-communis. Dan memang kandi- dahan pelahan dan dengan tidak terasa didorong oleh nasibnja kaja. Nasionalis dan islamis dari tani melarat dan buruh ren- da nasionalis dan islamis jang bertingkat saudagar dan tan' dahlah pasti pengikut-pengikut Amerika itu akan terbatas kepa- dap communisme ini. Sepandjang proces sedjarah achirnja su- sasa Amerika, maka giatlah dilakukan anti propaganda terha-Dengan berdirinja R.I.S. sebagai hasil siasat modal rak- mengatjau dan munafik jang perlu dibasmi. membentji dan mengutuki communisme sebagai paham jang meratjuni nasionalisme dan islamisme, agar kedua aliran tsb. anti propaganda terhadap communis dan giatlah pendjadjah kali. Begitulah dengan terang-terang pendjadjah melakukan ka siasat tsb. hanja membawa manfaat jang amat terbatas se- berbadju communis. Bla hal itu sekarang masih mungkin, ma- dah tak mungkin bagi pendjadjah untuk melakukan siasat jang revolusi sudah tjukup disinjalir. Dalam tingkatan sekarang su-Agen-agen pendjadjah jang berbadju communis dalam 4 tahun sebagai ,backing" maksud djahat pendjadjah dikepulauan ini. ran tsb. guna mentjari pengikut dikalangan rakjat terbanjak Pendjadjah tak segan-segan pula mempergunakan tiga ali- kemerdekaan-rakjat. rika, membela front kapitalis-imperialis untuk memusuhi front sung tidak langsung sudah mendjadi pembantu² modal Ame- nasionalis anti-communis dengan terbuka atau tertutup, lang- nis dan nasionalis pro-communis. Islamis anti-communis dan hanja mungkin terdjadi antara communis, islamis pro-commu- san dalam negeri Indonesia, maka koordinasi tiga aliran tsb., Amerika (anti communis) sudah langsung mentjampuri uru- pendjadjah. Dalam tingkatan sekarang, dimana modal raksasa koordinir tiga aliran itu sebagai sumber kekuatan melawar me di Indonesia. Kaum anti pendjadjah merasa perlu meng. dan membajang dalam nasionalisme, islamisme dan commuais-Pertentangan antara pendjadjah dan terdjadjah terbajaug -67—

tuan communis. tegi, tetapi pula kebulatan organisasi dalam satu partai persa- berangsur-angsur pastilah tertjapai tidak hanja kebulatan stra. kesulitan² akibat perselisihan dimana jang lalu dan berangsur-angsur ,mendidik" kaum communis untuk mengatasi lauan Indonesia ini. Kemenangan modal raksasa di Indonesia pitnja dengan kemenangan modal raksasa Amerika dikepu- ka sudah pajah terdesak dalam satu pendjuru jang amat sem- bersatu mereka toch terpaksa bersatu, karena keadaan mere. modal raksasa Amerika. Andaikan kaum communis tidak mau Kaum communis Indonesia kini sudahlah sepaham menentang Proces dikalangan kaum communis berlaku sebaliknja. dizaman Sarekat Islam patutlah didjadikan tjonto. satu pihak dan buruh rendahan dan tani melarat dilain pihak han antara djuragan² batik dan kaum pertengahan di- kan pembantu² modal raksasa Amerika itu. Perpetja. dan tani kaja jang beragama Islam jang telah dapat didjadi- raksasa Amerika akan melakukan opposisi terhadap saudagar² jang beragama Islam pasti sepandjang penindlasan · modal dan D.I. Terutama buruh rendahan dan tani melarat Indonesia banjak orang Islam jang bergabung dalam Masjumi, P.S.I.I. kepentingan dan kebutuhannja? Didjawab: tidak!" Masih pulan, bahwa Amerika telah berhasil menarik Islamisme untuk mengikuti konsepsi K.M.B., bolehkah dengan ini ditarik kesim-

P.S.I.I. Kartosuwirjo dapat dihela oleh P.S.I.I. Abikusno Andaikan D.I. dapat di R.I.S.-kan" dan andaikan di bahan pemerintah R.I.S. jang menimbulkan harapan. tradisi pimpinan perdjoangan P.S.I.I. dimana jang lalu mendija-Abikusno serta Wondoamiseno dengan Kartosuwirjo dalam panitia kearah penjelesaian ini. Eratnja hubungan antara res Masjumi tsb. pemerintah R.I.S. pun sudah membentuk setjara damai mengenai Darul Islam. Dengan ,hacking" kong- mi dalam kongresnja jang achir2 ini mendesak penjelesaian hingga kini Darul Islam masih menunggu penjelesaian. Masju- dan herdiri dibelakang modal raksasa Amerika. Sebaliknja modal raksasa Amerika. Kedua partai Islam itu sudah sehaluan Masjumi dan P.S.I.I. sudah sepaham dalam menghadapi
-66一

-68— Mengetahui bahaja meluasnja communisme diantara tani me.arat dan buruh rendahan, maka dari sudut modal perlulah susunan communis dikatjaukan, tidak tjukup dengan anti pro- paganda semata-mata, melainkan pula dengan provokasi jang hebat hingga buruh dan tani melarat Indonesia mendjadi orga- nisasischuw, takut untuk berorganisasi. Provokasi sematjam itu bukanlah barang baru di Indonesia. Kita masih ingat provokasi ,,Peristiwa 3 Djuli", ,pemogokan Delanggu, dan peristiwa Madiun." Sekarang misalnja terdapat organisasi Ratu Adil Persatuan Indonesia (RAPI) dengan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) jang dipimpin oleh algodjo Westerling. Penggeru- tuan rakjat didjadikan bahan kekeruhan begitu rupa hingga semata-mata menambah keruwetan angan-angan buruh rendahan dan tani melarat jang sudah lama menuntut perbaikan nasib itu. Dengan tjara begitu diharapkan supaja organisasi, agitasi dan tjara bekerdja communis diterima oleh buruh đan tani melarat dengan penuh keraguan. Dengan angan-angan jang sudan terlalu dikeruhkan dan dengan banjaknja korban-korban provokasi buruh rendahan dan tani melarat jang banjak buta hu- ruf itu lalu kurang dapat memperbedakan mana mas, mana lo- jang. Tetapi semua itu adalah terbatas, djuga penipuan dan pe- lagi pula, bukanlah malsuan jang dilakukan oleh kapitalis imperialis dan agen- agennja itu adalah terbatas djustru penipuan dan pemalsuan jang banjak dilakukan itu membuktikan berharganja communisme? Kenjataan tsb. pasti mendjadi sumber sebab bertambahnja pengaruh communisme. Alhasil dengan kemenangan modal Amerika di Indonesia perdjoangan kita mendjadi lebih prinsipieel, membutuhkan warna jang lebih terang. Sekarang tinggal orang pilih satu diantara dua, pro ataukah anti-communisme. Putar' - putar lagi makin hari makin sulit. Dilaporkan, bahwa bila dizaman pem- buangan Hindia-Blanda di Bengkulu Bung Karno dapat berkata: ,Saja nasionalis, saja Islamis, saja Marxis," maka Bung Karno sekarang selaku Presiden R.I.S. dalam ikatan modal rak- sasa Amerika hanja dapat berkata dan bertindak sebagai anti-communis. Dan sebagai penutup, saja bertanja, bagaimana dan dimanakah saudara sekarang? Saja communis!! TAMMAT

KAWAT: WIDJAYA"-DJAKARTA PETJENONGAN 48c-DIAKARTA TOKO BUKU DAN PENERBITAN Baglan trading coy

"wiojaya' PENERBIT

*

Harga (sebelum terbit) Kertas halus Lebih 200 muka oleh: HAMKA .,AJAHKU"

VISSER & CO. - DJAKARTA.