Baca PDF (OCR): Aliarcham

20 halaman · 20 halaman diproses dengan OCR· 56146 ms

Daftar isi
  1. ALIARCHAM
  2. .Djakarta. 1 Agustus 1964.
  3. Aliarchan sangat mengagumi Sneevliet, salahseorang
  4. Rakjat Indonesia memberontak melawan pendjadjahan Be-
  5. pada teman²nja supaja membentji sikap jang menghina-
  6. kan diri, membungkuk-bungkuk kepada atasan dan ke-
  7. pada Belanda. Ia sendiri memberi tjontoh kepada teman²-
  8. nja. Ketika akan memasuki ruangan sekolah, selainnja utjapan salam, ia tidak mau membungkuk-bungkuk. Ke-
  9. tika ia sudah dekat akan menempuh udjian terachir, ia
  10. guru-kepalanja. Untuk kedua kalinja didengarnja lagi an-
  11. hidupannja jang baru.
  12. MASA DALAM PERGERAKAN REVOLUSIONER, 1922-1925
  13. kolonial mentjurigai pemimpina PKI dan SR sebagai
  14. DIPEMBUANGAN
  15. BER-SAMA KAWAN
  16. ANGOTA
  17. SU DO
  18. BARAT IRAN
  19. MERRA.
  20. DP-GR
  21. Masa dalam pergerakan' revolusioner, 1922-1925 ...
  22. Masa pembuangan Digul...
  23. Aliarcham Pahlawan Nasional

ALIARCHIAM

ALIARCHAM

(Sedikit Tentang Riwajat dan Perdjuangannja)

  • PERHIMPUNAN DOKUMENTASI INDONESIA NAALDWIJKSTRAAT 36 1059 GH AMSTERDAM

Penerbit : Akademi Ilmu Sosial Aliarcham" Djakarta 1964

KATA PENGANTAR Dalam rangka Peringatan Lustrum I Akademi Ilmu Sosial Aliarcham" dengan rasa kebanggaan revolusioner kami sadjikan buku ketjil Aliarcham (Sedikit Tentang Riwajat dan Perdjuangannja), sebuah tulisan jang kami terima sebagai sumbangan dari luar — dari Lembaga Sedjarah PKI. Nama Aliarcham jang telah mendjiwai dan menghias Akademi kami adalah nama salahseorang perintis kemer- dekaan nasional Indonesia, pedjuang dan pendiri PKI jang terkenal, teguh serta seorang pahlawan nasional dan djuga pahlawan proletar jang telah tewas ditempat pem- buangan Digul, karena kegigihannja melawan kolonialis- me Belanda. Aliarcham adalah tokoh tipikal jang me- wakili angkatan Komunis Indonesia ketika itu. Bukan orang lain ketjuali Presiden Sukarno sendiri jang sering mengetengahkan kepada massa Rakjat tentang kepahlawanan Aliarcham dengan a.l. mensitir sebagian šadjak jang pernah tertjantum dimakamnja jang terdje- mahannja dikenal sbb. : Obor jang dinjalakan dimalam gelap-gulita ini, kami serahkan kepada angkatan kemu- dian". Kami jakin bahwa penerbitan buku ketjil Aliarcham ini tidak hanja akan disambut dengan hangat oleh para mahasiswa Akademi ,,Aliarcham" dan para kader revo- lusi lainnja,, tetapi djuga akan bermanfaat bagi setiap patriot lainnja. Dengan pernjataan terimakasih jang se-besar²nja kepada Lembaga Sedjarah PKI kami mengharap kepada para pembatja untuk memberikan kesan² serta pendapat² bagi penjempurnaan penulisan buku ketjil Aliarcham ini lebih landjut. Penerbit Akademi Ilmu Sosial Aliarcham"

.Djakarta. 1 Agustus 1964.

Masa muda Aliarcham dilahirkan pada tahun 1901 di Asemlegi, kawedanaan Djuwana, kabupaten Pati, daerah Semarang. Orang tuanja seorang penghulu dan pemuka agama Islam jang terkemuka didaerah tersebut. Ia mendidik anaknja agar dapat mengikuti djedjak penghidupan ajahnja dike- mudian hari, dengan memasukkannja ke pesantren. Di- samping itu kedudukannja jang terkemuka ini memungkin- kan baginja untuk memasukkan anaknja bersekolah pada Hollands Inlandse School (H.I.S., suatu sekolah dasar 7 tahun jang menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar). Belum banjak jang dapat diketahui tentang masa ketjilnja ini, ketjuali keterangan bahwa ia menempuh sekolahnja hanja dengan memakan waktu 6 tahun dan di- dalam klasnja ia selalu merupakan murid jang terpandai dan paling radjin. Dari guru² agamanja, ia menerima adjaran² Saminisme tentang persamaan dan persaudaraan manusia, tentang gotongrojong dan tiada penindasan, tentang membentji dan melawan pendjadjah Belanda. Saminisme adalah suatu adjaran kebatinan dengan tjita-tjita Sosialisme spontan. Pemimpinnja sendiri Kijai Samin alias Sorontiko seorang petani dari Blora jang memulai gerakan kebatin- annja ini pada tahun 1887, telah ditangkap oleh peme- rintah Belanda pada tahun 1907 dan dibuang ke Sawah- lunto, Sumatera, dan meninggal disini pada tahun 1914. Pada awal abad ke-XX Saminisme. sangat besar pengaruhnja didaerah Pati. Pada tahun² belasan ternjata masih sangat besar sisa² pengaruhnja bahkan sampai menimbul- kan pemberontakan bersendjata 1917 di Rembang. Ketika pemberontakan ini terdjadi, Aliarcham sudah menduduki KELUARGA ALIARCHAM sekolah Kweekschool voor Inlands Onderwijs (Sekolah guru bumiputera) di Ungaran. Ia sangat tertarik pada per- istiwa ini dan teringat kembali pada pembitjaraan² jang di- 5

dengarnja dari salah seorang teman ajahnja tentang adjar- an² Kijai Samin. la peladjari keadaan ini dan mengetahui bahwa perlawanan kaum tani Rembang tersebut disebab- kan oleh adanja peraturan² kenaikan padjakbumi baru, larangan pengambilan kaju hutan, pembajaran uang pengganti kewadjiban heerendienst (kerdja rodi), keharus- an mendjual ternak, dsb. Pemberontakan ini sangat memberikan pengaruh pada djiwa Aliarcham dan mendidiknja untuk membentji pendjadjahan Belanda. Aliarcham sedjak ini mulai gemar membatja suratkabar² dan madjalah³, istimewa jang herisi perlawanan terhadap pendjadjahan seperti Sinar Hindia jang kemudian berubah mendjadi Api. jang membawakan suara Sarekat Islam Merah, Suara Rakjat jang membawakan suara ISDV (In- dische Sociaal Democratische Vereniging = Perhimpunan Sosial Demokratis Hindia), Het Vrije Woord djuga membawakan suara ISDV, de Express suara kauin Nasionalis radikai jang dipimpin olch Dr. Tjipto Mangunkusumo dan madjalah-madjalah organisasi buruh lainnja. Dari pembatjaan-pembatjaan ini ia mulai berkenalan dengan Sosialisme ilmiah jang dipropagandakan oleh ISDV jang memusatkan kegiatannja di Semarang. Ia mentjatatkan diri- nja sebagai anggota Sarekat Islam Salatiga jang kemudian berubah mendjadi Sarekat Islam Merah. Dengan peranta- raan Prapto salahseorang pemimpin SI Merah, Aliarcham berkenalan dengan pemimpin² SI dan ISDV seperti Se- maun. Sncevliet, Dengah, Sukendar, dll. Melalui Marxis² terkcmuka pada waktu itu, ia dapat membatja dan mempe- ladjari lebih djauh tentang Sosialisme ilmu. Ia berkenalan dengan Manifes Partai Komunis dan lain² tulisan pemimpin Partai Sosial Demokratis (SDP) Belanda jang kemudian berubah mendjadi Partai Komunis Nederland (CPN). Aliarcham mulai mengetahui bahwa pemimpin² ISDV jang berkebangsaan Belanda seperti Sneevliet, Bergsma, van Burink. dsb. adalah internasionalis? jang dengan kesung- guhan hati mcmihak perdjuangan Rakjat Indonesia terhadap penindasan pendjadjah Belanda. Ia mulai melihat 6

bahwa ada\2 matjam Belanda, satu penindas dan jang lain jang menentang penindasan. Masa sekolah Aliarcham disekolah Guru Bumiputera adalah masa terdjadinja kesulitan² ekonomi di Indonesia sebagai akibat perang dunia pertama. Setjara langsung pemerintah Belanda tidak terlibat dalam peperang- an ini, tetapi setjara tak langsung ia djuga menerima akibat-akibat dan pengaruhnja. Politik penaikan pa- djak, pembelian dan pengumpulan padi Rakjat setjara paksa dengan harga murah, wadjib kerdja rodi, wadjib milisi untuk membela keradjaan Belanda, telah mendo- rong tumbuhnja pemberontakan² Rakjat dibanjak tempat di Indonesia, seperti pemberontakan tani dibawah pim- pinan Hadji Hasan di Tjimareme Garut tahun 1917, pemberontakan Kelambit di Djambi tahun 1917, pemberontakan Sarekat Abang di Palembang tahun 1918, pemberontakan tani di Pontianak Kalimantan Barat tahun 1918, pemberontakan tani di Ternate tahun 1918. Re- volusi Sosialis Oktober Besar tahun 1917 di Rusia telah memberikan pengaruh jang sangat besar kepada perdjuangan Rakjat Indonesia. Suratkabar² dan madjalah² revolusioner memuat peristiwa ini dengan kehangatan sambut- an jang luarbiasa. Semua peristiwa ini diikuti dan sangat mempengaruhi fikiran dan djiwa Aliarcham jang telah didjaluri oleh semangat revolusioner. Situasi ini sering dibitjarakannja dengan teman-temannja sesekolah, tetapi disamping itu peladjaran sekolahnja tetap ditempuhnja dengan baik. Diantara teman²nja ada jang 'mendjauhi- nja karena takut terlibat dengan soal² politik. Ada jang menasehatinja supaja hanja memikirkan peladjaran sadja dulu dan sedikit ada jang mengaguminja sebagai seseorang jang berbakat dan mempunjai ketjerdasan otak jang ta- djam. Tetapi semua temannja menganggap: Aliarcham sebagai sahabatnja jang baik dan djudjur serta dipertjaja, karena ia selainnja seorang jang bersifat sederhana, djuga selalu mempunjai kesediaan untuk membantu teman²nja jang terbelakang dalam peladjarannja. 7

Aliarchan sangat mengagumi Sneevliet, salahseorang

sosial-demokrat revolusioner Belanda dan pemimpin ISDV jang terkemuka. Pembelaan Sneevliet dimuka pengadilan negeri Senarang November 1917 jang dituduh menghasut

Rakjat Indonesia memberontak melawan pendjadjahan Be-

landa dalam tulisannja menjambut Revolusi Februari Rusia 1917 pcmbelaan mana setelah dibukukan setebal ham- pir 300 halaman jang isinja menggugat imperialisme Belanda dipeladjari olch Aliarcham dengan teliti dan penuh minat. Dan buku ini sangat membantunja untuk mengenal keadaan Indonesia dari sudut pandangan klas buruh. Ketika PKI lahir 23 Mei 1920 sebagai kelandjutan dari ISDV, Aliarcham sudah menduduki bangku pendidikan Sekolah Guru Atas (Hogere Kwcekschool) di Purworedjo. Perdjuangan massa revolusioner jang meningkat tjepat dibawah pimpinan proletariat, jang ditjerminkan oleh tulisan² di-suratkabar jang semakin radikal menentang pendjadjahan. pemogokan scrikatburuh, demonstrasi² massa, rapatumuim“ massa, pemboikotan² radikal terhadap perajaan" resmi pemerintah, dsb. telah sangat mempe- ngaruhi dan membakar semangat perlawanan Aliarcham. Ia melihat sorga kehidupan" dlalam perdjuangan massa jang heroik. Daiam kehidupan se-hari² disekolah ia mulai bertindak radikal terhadap gurunja jang berkebangsaan Belanda. Ia bcrani mengadakan perdebatan dengan gurunja dalam hal matapcladjaran sedjarah, tetapi ia tetap scorang murid jang terpandai dalam klasnja, istimewa dalam matapeladjaran aldjabar. Seringkali ia diperingat- kan olch gurunja agar menghentikan ke,,bandel"annja dan kegiatan politiknja, tetapi tidak diperdulikan olehnja. Tahun 192i ia mentjatatkan diri sebagai anggota PKI, di- sampingnja ia masih terus mendjadi anggota SI Merah. Ia sangat menjetudjui kritik? jang diberikan di-suratkabar² terhadap kelemahan dan késalahan“ politik jang didjalan- kan oleh golongan kanan S1. Kritik-kritik ini disebarkan- nja kepada teman-teman sekolahnja, disamping itu ia. menjebarkan fikiran-fikiran proletariat. Ia mendidīkkan ke- 8

pada teman²nja supaja membentji sikap jang menghina-

kan diri, membungkuk-bungkuk kepada atasan dan ke-

pada Belanda. Ia sendiri memberi tjontoh kepada teman²-

nja. Ketika akan memasuki ruangan sekolah, selainnja utjapan salam, ia tidak mau membungkuk-bungkuk. Ke-

tika ia sudah dekat akan menempuh udjian terachir, ia

diantjam oleh gurunja supaja meninggalkan segala kegiatan propaganda politiknja dan kalau kegiatan² itu tidak di-

hentikannja maka' dia akan diberhentikan dan tidak di- bolehkan mengikuti udjian. Teman“ sekolahnja mengan- djurkan agar dia menghentikan kegiatannja dulu untuk dapat menempuh udjian terachir. Tetapi Aliarcham melawan antjaman ini dan djiwanja memberontak terhadap penghinaan jang dihamburkan gurunja atas perdjuangan Rakjat Indonesia, jang dikatakannja pekerdjaan orang² bodoh², butahuruf dan pengatjau² ketenteraman masjara- kat dan keamanan pemerintah. Ia menahan kemarahan hatinja. Suatu ketika ia dipanggil dan dinasehati" oleh

guru-kepalanja. Untuk kedua kalinja didengarnja lagi an-

tjaman dan penghinaan serta edjekan jang dilemparkan terhadap perdjuangan Rakjat dan nama beberapa pemimpin Rakjat. Ia menahan kegeramannja dan tidak berkata sepatah katapun. Dan ketika akan meninggalkan ruangan, pintu dihempaskannja menutupnja. Gurukepala kaget, marah, memanggilnja kembali dan berkata, bahwa mulai hari tsb. Aliarcham dikeluarkan dari sekolah. Aliarcham menjambut putusan itu dengan tenang dan dengan ke- tetapan hati jang teguh ia berkata : Tuan takkan dapat mematikan semangat perdjuangan saja. Saja akan berdju- ang melawan pendjadjahan Belanda".' Berhenti dari sekolah Aliarcham terus menudju ke Semarang, kekantor Pengurus Besar PKI dan SI Merah untuk memulai peng-

hidupannja jang baru.

MASA DALAM PERGERAKAN REVOLUSIONER, 1922-1925

Aliarcham diusir dari sekolah oleh gurunja pada tahun

  1. Ia memulai .pekerdjaan politiknja dan menjatukan
    9

dirinja dengan perdjuangan Rakjat. Ia mulai aktif mem- berikan pendidikan Marxisme dikalangan anggota2 PKI dan Sl Merah. Sebagai seorang jang mempunjai pendidikan guru iapun mentjurahkan perhatian jang besar dilapangan ini. Dan sebagai seorang intelektuil, ia sangat membentji kaum intelcktuil jang tidak mau tahu dan bermasa-bodoh tcrhadap nasib Rakjat dan bangsanja jang dihina oleh pendjadjahan. Kaumn intelektuil Indonesia hendaknja merasa malu kepada intelektuil klas buruh Belanda se- perti Sneevliet jang berdjuang untuk kemuliaan Rakjat Indonesia" demikian kata nja jang seringkali diulanginja kepada kaun intelektuil. Sebagai seorang jang pernah mendapatkan pendidikan pesantren Islam dimasa ketjil- nja, bahkan pernah memahamkan adjaran² kebatinan persamaan dan gotongrojong" dari Saminisme, kini se. sudah ia mendapatkan pengetahuan tentang Sosialisme ilmiah, ia mulai membentji pemimpin-pemimpin jang ber- kedok agama tapi melakukan politik kolaborasi dengan pemerintahan djadjahan untuk mendapatkan kursi Volks- raad. Ketika pertentangan antara SI Putih dan SI Merah dalam SI semakin mendalam dan bertambah tadjam dalam menentukan garis perdjuangan jang harus dilakukan ter- hadap pendjadjahan Balanda dan sesudah kongres SI tahun 1922 melakukan tindakan Partai disiplin" ter- hadap anggota"nja jang mcmasuki PKI, maka Aliarcham dalam satu konferensi gabungan PKI dan SI Merah bulan Marct 1923 di Bandung, mengusulkan agar nama SI Merah dirubah mendjadi Sarekat Rakjat, dengan tudjuan untuk dapat menarik garis pemisah jang tegas antara jang putih dengan jang merah. Usulnja ini diterima dengan suara bulat. Sedjak ini Sarekat Rakjat atau jang lebih dikenal dengan singkatan SR sadja, dengan tjepat ter- sebar terutama discluruh Djawa. SR sangat tjepat populer dikalangan Rakjat dan ia segera mendapatkan karakter massanja jang luas. Konferensi Maret 1923 ini memilih Aliarcham scbagai ketuanja dan pribadinja segera mendjadi tokoh jang niendjiwai kchidupan SR selandjutnja, Konferensi Bandung ini sangat penting artinja bagi per- 10

kembangan pekerdjaan politik Aliarcham. Disini ia me- madjukan beberapa fikiran a.l. sbb.: Ada kaum intelektuil jang tidak suka tjampur dengan pergerakan kita karena merasa malu, tetapi mereka djuga akan berhubungan dengan fihak sana djuga tidak laku, paling djadi orang suruhan. Djadinja lalu berdiri djadi klas menengah. Tapi kita kaum intelektuil proletar berdjuang untuk mendirikan kultur baru, dimana tidak terdjadi orang minum darah orang lain. Dari sekarang pendidikan harus dimulai dari sekolah rendahan. Kita harus banjak membangun sekolah untuk anak Rakjat kita. Di- sekolah ini bukannja mengadjar orang takut şama pemerintah tapi mendidik rasa merdeka dan rasa berkumpul dan nafsu berdjuang melawan pemerintahan". (sk. Sinar Hindia" 28-3-1923) Tahun 1923 adalah tahun mulai pasang naiknja perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia, ditjirii oleh pemogokan² besar buruh kereta-api bulan Mei, jang disertai oleh penangkapan2 besar atas pemimpina buruh ber- dasarkan art. 161 bis jang melarang pemogokan dan sangat mengekang kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Disamping pemogokan terdjadi pula pelemparana granat kerumah pembesar² Belanda dan pemboikotan ter- hadap perajaan² resmi pemerintah jang memuliakan ke- radjaan. Atas bermatjam-matjam peristiwa ini, pemerintah

kolonial mentjurigai pemimpina PKI dan SR sebagai

biang-keladinja. Banjak jang ditangkapi antara lain K.H. Misbach. Aliarcham, jang sedjak keluarnja dari sekolah selalu diikuti sepak-terdjangnja, tidak lepas dari ketjurigaan pemerintah, tetapi untuk menangkapnja pemerintah ketiada- an alasan dan bukti. Dan ini baru diperdapatnja, ketika Aliarcham dikenakan pelanggaran bitjara dalam satu rapat umum SR di Semarang tanggal 7 Oktober 1923. Semula, dalam bulan. Mei Aliarcham sudah akan ditangkap karena kegiatannja berpropaganda dan mengorganisasi setjara rahasia persiapan pemogokan buruh kereta-api didaerah 11

Djawa Timur jang dipusatkan di Surabaja, tetapi tidak djadi dilaksanakan. Sesudah rapat umum Semarang ter- sebut diatas, ia ditangkap pada tanggal 20 Oktober 1923. Tuduhan jang didjatuhkan kepadanja adalah melakukan penghinaan terhadap alat² negara pamongpradja jang melakukan tugasnja. Dalam rapatumum itu Aliarcham mengatakan : Pergerakan buruh tidak dibikin-bikin tetapi timbul sendiri dari penindasan. Fihak reaksi berkata, jang orang Djawa bodoh dan sabarhati. Ssk Belanda menghina kita dan pandang kita seperti binatang jang menurut sadja buat dikerdjakan. Dimana ada penindasan disitu timbul satu pergerakan jang hendak menghilangkan penindasan itu. Kemadjuan kapitalisme menimbulkan pérgerakannja ISDV jang sekarang sudah ganti nama djadi PKI, jaitu perhimpunan jang melawan kapitalisme. Sedang Budi Utomo menuntut baiknja peladjaran sadja tapi apa guna- nja peladjaran djika perut kosong? Bom-boman jang terdjadi itulah buaħnja hati panas. Orang jang mengebom Gouverneur Generaal Fock tentu mempunjai sebab, karena merasa terdjepit. Pada pesta Radja di Semarang terdjadi djuga pelemparan bom, per- tanda telahı timbul keberanian didada orang, menjatakan kemarahannja dan protes atas pesta jang diadakan waktu kemiskinan Rakjat itu. Kita memberi ingat bahwa kaum buruh tidak bisa di- rintangi kemadjuannja dan nasib jang djelek membawa dia kekemadjuan. Kaum ambtenar tidak meraportkan keadaan Rakjat jang sesungguhnja. la takut kalau keadaan Rakjat dinjatakan djelek, ia tidak dapat méndapatkan kenaikan pangkat. Kaum priaji kita namakan TOGOG. Jang harus memperbaikkan penghidupan Rakjat harus Rakjat sendiri. Untuk ini perlu kemerdekaan. Kalau musuh bisa menahan angin, mereka baru bisa bikin mati pergerakan kita". (sk. Sinar Hindia" 8-10-1923) Dalam tahanan Aliarcham bertemu dengan kawan²nja jang telah lebih dahulu ditangkap karena pelanggaran atas 12

artikel 161· bis, jang dikeluarkan pada bulan Djanuari 1922, jaitu Budisutjitro, Partondo, Ámbijah, Suradi, Sam- si, Sumantri, Sundoro, Rabijah, Ngadino, Brotosewojo dll. Dibeberapa tempat lainnja di Indonesia, di Solo, Semarang, Padangpandjang dan Bukittinggi, pemerintah Belanda djuga telah melakukan penangkapan² al. terhadap Hadji Misbach, Marsudi, Hadji Dt. Batuah, Natar Zai- nuddin, Dengah, Gondojuwono, dsb. Diluar pendjara, kawan² separtai terus mengadakan gerakan solidaritet uang buat membantu para keluarga jang ditinggalkan. Tanggal 28 Maret 1924 pengadilan negeri Semarang jang pada bulan November tahun 1917 djuga telah meng- adili Sneevliet, telah mendjatuhkan hukuman pendjara 4 bulan kepada Aliarcham. Dalam djalannja sidang pengadilan terdjadi soaldjawab jang hangat antara pesakitan dengan ketua pengadilan. Aliarcham dapat menangkis tuduhan² jang menjatakan bahwa dia adalah biangkeladi pemogokan, penggranatan, dan pemboikotan perajaan resmi pemerintah. Dengan kepala jang tegak dan dengan suara jang mejakinkan, ia mengatakan bahwa sumber dari segala pemogokan, penggranatan, pemboikotan, tulisan" jang keras di-suratkabar² dan lain² tindakan perlawanan Rakjat, adalah pemerintah pendjadjahan Belanda jang telah mendatangkan kemelaratan dan kepapaan kepada Rakjat Indonesia. Pendjadjahan harus diganti dengan kemerdekaan sekarang djuga", demikian Aliarcham mene- gaskan. Polisi ber-kali² mengetok medja, tapil Aliarcham tidak memperdulikannja, dan dia meneruskan pembitjara- annja. Ketika mendjawab pertanjaan Ketua pengadilan apakah dia memerlukan pembela dan saksi Aliarcham mendjawab : ,Saja tidak memerlukan pembela dan saksi. Saja akan membela diri saja sendiri dan saksi saja adalah Rakjat jang mengikuti sidang ini". Djaksa achirnja menge- djar Aliarcham dari satu fasal pidana sadja, jaitu telah melakukan penghinaan kepada alat2 negara jang mendja- lankan pekerdjaannja, jaitu para priaji jang dikatakan se- bagai togog. 13

Dibawah ini dikutipkan tjatatan 'singkat djalannja sidang pengadilan jang disiarkan oleh sk. Sinar Hindia" 29-3-1924 sbb. : Aliarcham : umumnja priaji bodoh. Voorzitter : apa itu tidak menghina? Aliarcham : Tidak. Itu gandengnja kata togog, jaitu jang dalam wajang digambarkan sifatnja orang jang mendjadi budak. Budak itu sekarang di- pakai oleh kaum priaji. Voorzitter : Apa togog itu penakut jang tak punjai eigen- waarde (hargadiri) ? Aliarcham : Ja. Pengadilan memutuskan hukuman 4 bulan dan atas putusan ini Aliarcham naik appel, tetapi Pengadilan Tinggi mcmutuskan tambahan hukuman mendjadi 6 bulan. Sekeluarnja dari pendjara, Aliarcham kembali aktif dalam perdjuangan. Pekerdjaan baru harus segera diselesai- kannja jaitu Kongres ke-II PKI jang akan dilangsungkan bulan Djuni 1924 di Djakarta. Kongres ini sangat penting artinja bagi perkembangan sedjarah PKI, karena ia banjak mengambil keputusan² jang mentjerminkan kemadju- an gerakan revolusioner pada waktu itu. Antara lain telah diputuskan bebcrapa perubahan Anggaran Dasar PKI tahun 1920 jang tadinja mengoper Anggaran Dasar ISDV 1914, perubahan kata India dibelakang nama PKI mendjadi Indoncsia, pemindahan kantor pimpinan Central PKI dari Semarang ke Djakarta. Pemindahan ini berarti mendjadikan Djakarta sebagai pusat kegiatan revolusioner anti-kolonialisme. Kongres ini telah memilih Aliarcham sebagai Ketua presidium Kongres dan dengan ketokan² palunjalah terdjelma putusan² tersebut tadi. Kongres memilih Winanta sebagai Ketua dan Budi- sutjipto sebagai Sekretaris dari pimpinan Central, sedang- kan Aliarcham dan Alimin sebagai Komisaris daerah Djakarta. Pasang naiknja gerakan revolusioner menjebabkan pemerintah kolonial senakin kuat menindas ke- bebasan demokratis. Kcadaan ini menjebabkan pimpinan central PKI setjara rahasia dipindahkan ke Bandung dan 14

kegiatan revolusioner se-hari² di Djakarta langsung dibawah pimpinan Aliarcham da Alimin. Dalam Kongres ke-II ini Aliarcham mendjiwai para pesertanja dengan semangat perdjuangan klas. jang pan- tang mundur, dimana antara lain ia mengatakan : ,,Pen- djadjah tidak dengan suka hatinja sendiri menjerahkan diri kepada .kaum Komunis. Kemenangan mesti direbut oleh kaum buruh sendiri. Kemenangàn di Rusia memberi kepertjajaan kepada kita untuk bisa menang 'kelak". Sesudah Kongres ke-II ini, Aliarcham menęmpuh kehidupan baru dengan kawan separtainja jang mendjadi djuga salahseorang pengurus SR Wanita, jaitu Sukimah. Tadinja Sukimah adalah teman sesekolahnja di Kweek- school Ungaran jang selalu memberikan minatnja jang besar pada fikiran² politik Aliarcham, sebagai sesuatu jang dianggapnja asing dan baru samasekali. Ia menga- gumi Aliarcham sebagai pemuda jang: djudjur dan tjerdas. Mendjawab pertanjaan kawan²nja, apakah ia dapat me- langsungkan perkawinannja dengan kehidupan jang serba kekurangan ini, ia mengatakan : Kitä klas buruh adalah golongan the haves not. Dan saja akan langsungkan perkawinan ini seperti perkawinan kaum buruh kita jang me- larat itu". Lima bulan sesudah berlangsungnja Kongres' ke-II, pada tanggal 29 November 1924 Winanta ditangkap dan di- pendjarakan bersama dengan beberapa orang pimpinan central lainnja dan pemimpin daerah. Situasi mendorong untuk diadakannja kembali Kongres untuk memilih pimpinan jang baru dan penjempurnaan Komisaris2 daerah. Kongres ke-İII berlangsung dalam bulan Desember 1924 di Jogjakarta. Kongres memilih Sardjono sebagai Ketua menggantikan Winanta. Anggota Komisaris ditambah dengan Mardjohan untuk Semarang,' Prawiro Sardjono untuk Surabaja, Kusno untuk Bandung, Suwarno untuk Solo, H.S. Assor untuk Ternate, Abd. Xarim MS untuk Sumatera Timur/Atjeh dan Sután Said Ali untuk Sumatera Barat. Kongres kė-III ini djuga didjiwai oleh banjak fikiran² Aliarcham, jang pada pokoknja berkisar pada satu per- 15

soalan, jaitu: Pemberontakan untuk merebut kekuasaan politik. Beberapa hari sebelum Kongres berlangsung, sk. Api 17 Desember 1924 menjiarkan sbb.: Nafsu untuk kekuasaan atau de wil tot macht inilah jang mulai sekarang harus ditanamkan se-dalam²nja dalam hati massa buruh dan tani. Pada setiap waktu dan setiap tempat haruslah kita terangkan kepada si buruh dan si tani serta kasta® jang setudju (sympatiseeren) dengan kita, bahwa pada masa ini perbaikan jang sederhana sadja bagi mereka itu sukar amatlah dituntut dengan djalan damai. Perbaikan nasib bagi mereka itu hanjalah bisa terdapat dengan sempurna, apabila kekuasaan sudah bisa direbut oleh mereka itu sendiri. Sebelumn itu pertjumalah segala harapan. Oleh sebab itu de wil tot macht harus dirasa betul oleh setiap proletar revolusioner sebagai kehendak akan makan. De wil tot macht harus senantiasa menjala dalam dada setiap kaum pekerdja dari segala matjam pekerdjaan, mulai dari jang melajani arit, tjangkul dan palu, hingga jang melajani mesin dan meriam didaraı dan dilaut, makin hari makin tambah besar, hingga pada waktunja, njala itu ber- ganti sifat mendjadi api besar, jang membinasakan sekalian pertuanan kapital jang menindas". Pidato Kongres Aliarcham jang menekankan tentang pentingnja pendidikan ,,senangat untuk berkuasa kepada massa", mendapatkan sambutan hangat dari peserta Kongres dan pidatonja dibandjiri oleh interupsi: ,,Berontak sadja... praktische daad. .. revolusi". Mendjawab interupsi² ini Aliarcham menekankan, agar pemberontakan dja- ngan diper-main²kan, dia memerlukan pimpinan dari suatu partai klas buruh jang kuat, sebagai pelopor jang berdiri sendiri dan bebas, tidak boleh ada saingan dari organisasi politik lain jang menduai PKI. PKI harus bersih dari elemen non proletar dan setengah proletar jang ragu² dan bimbang. Dan untuk bisa memimpin pemberontakan, PKI harus mempunjai disiplin jang kuat. Chusus tentang disiplin ini sk. Api 17 Desember 1924 menjiarkan sebuah artikel sbb.: 16

Klas buruh tidak sadja harus berdisiplin tetapi ıa wa- djib berdisiplin lebih kuat dan lebih keřas daripada musuh- nja. Sebab kaum kerdja boleh dikata samasekali tidak bersendjata, sedang pembela kapitalisme bersendjata leng- kap, mulai dari kaki sampai kerambut. Oleh sebab itu kita Komunisten sebagai pasukan armada kaum kerdja jang terkemuka, jang harus mendidik disiplin itu dikalang- an angkatan proletar wadjiblah menundukkan diri kita sendiri dibawah disiplin besi. Djanganlah orang ter-gesa² mengatakan : 'Bagaimana- kah kamu orang Komunis jang senantiasa menentang militerisme, sekarang se-konjong tjinta kepada disiplin, suatu sifat militerisme jang penting'. Disiplin didalam militer itu artinja menaklukan serdadu² bagi melakukan perbuatan jang sesungguhnja tidak dikehendaki dan tidak di- ketahui maksudnja oleh jang mendjalankan. Sedang disiplin didalam Partai kita sendiri berarti menaklukan lid-lid Partai melakukan perbuatan jang benar® dikehendaki dan dijakini maksudnja, jakni sekalian putųsan® jang diambil dipersidangan atau kongres dengan suara jang terbanjak. Disiplin militer memaksa serdadu® tunduk dengan mem- buta-tuli, sebagai perkakas, tetapi disiplin Partai menjuruh lid-lid Partai memaksa diri sendiri dengan insjaf dan jakin". Sesudah Aliarcham menekankan tentang arti pentingnja disiplin bagi PKI, maka ia mendjelaskan lagi bahwa sebelum pemberontakan dimulai diperlukan terlebih dulu melatih massa dalam aksi ekonomi jang kemudian diting- katkan kepada aksi² politik. Aksi² ekonomi berupa pe- mogokan² dari kaum buruh akan dapat menarik dán mem- bangkitkan massa Rakjat banjak kedalam kehidupan politik. Oleh sebab itu semua tenaga harus ditudjukan untuk memperkuat gerakan buruh. Kaum proletar mengenali diri- nja sendiri sebagai klas terhisap sesudah ia masuk kedalam PKI dan dalam pergerakan Rakjat jang sungguh² memu- suhi kaum modal. Pengetahuannja djuga meningkat dari persidangan², dari pembatjaan suratkabar², dari pemilihan² perwakilan dan terpenting dari aksi2. PKI adalah tempat beladjar kaum tertindas dan terhisap, demikian Aliarcham. 17

Dalam perlawanannja terhadap kaum modal jang bersendjata lengkap itu, kaum proletar tidak boleh mempertjaja- kan pada djumlahnja jang besar sadja, tetapi djuga pada pengetahuannja. Disamping itu kaum proletar harus djuga bisa menarik kaum intelektuil kita kepada perdjuangan proletar. Dan tentang ini dikatakan oleh Aliarcham dalam Kongres sbb. : Dalam waktu kapitalisme tua, maka keadaan ekonomi kemodalan itu dimana-mana sangatlah mendorong intelektuelen kedjurusan kesukaran pentjarian (economische moeilijkheden) halmana membikin intelektuelen djadi revolusioner, walaupun kerevolusionerannja itu tidak terang betul arah tudjuannja. Berhubung dengan dorongan ekonomi tadi jang menindas intelektuelen turun dalam tingkat hidup berdjadjar dengan proletar, lalu banjaklah diantara- nja kaumn terpeladjar itu memperoleh sentiment prole- tarisch. Dalam keadaan demikian, wadjiblah kaum Ko- munisten menarik elemen jang begitu masuk kekalangan pergerakannja, dengan memberi kejakinan kepadanja, bah- wa kemerdekaan dan dunia baru jang sanggup menghar- gai kaun intelektuelen semestinja, hanjalah bisa tertjapai dengan klassenstrijd, jang dilakukan oleh katm proletar terhadap kaum kapital". Demikianlah Aliarcham dengan fikiran²nja dalam Kongres ke-IlI PKI, tentang pemberontakan bersendjata diba- wah pimpinan proletariat menggulingkan kolonialisme Belanda, tentang pentingnja aksi ekonomi dan politik mendahului pemberontakan, tentang pentingnja disiplin dan tenaga intelektuil dalam barisan proletariat. Sesudah Kongres ini, Aliarcham dan kader2 penting lainnja terdjun kedalam gerakan buruh. Ia pergi ke Surabaja dan memimpin Serikat Buruh Gula. Tengahan per- tama tahun 1925 ini mengandung banjak sekali kegiatan² buruh, konsolidasi organisasi dan pemogokan² jang memberi pukulan kepada pemerintah kolonial. Dengan mak- sud untuk membendung kemadjuan ini dikeluarkanlah arti- kel 153 bis dan ter tahun 1925 jang sangat terkenal bersifat karetnja itu. Banjak suratkabar? revolusioner gulungtikar, 18

redaksinja ditangkap dan pemimpin² PKI serta gerakan buruh banjak pula jang ditangkap. Aliarcham mendapat intjeran istimewa, segala gerak-geriknja diikuti dan se- djumlah kakitangan pemerintah disediakan chusus untuk pekerdjaan ini. Ber-kali² ia dipanggil oleh polisi kolonial dan pemerintah (kontroleur) setempat dan setiap dipanggil ia berdiri dengan kepala jang tegak, ia menundjuk hidung pemerintah kolonial sebagai orang jang bersalah dan ber- tanggungdjawab atas kemelaratan penghidupan Rakjat. Suatu ketika ia datang menemui kontroleur. Belanda memenuhi panggilannja, dengan tetap memakai pakaian Rakjat jang biasa, jang melarat. Pakaian Aliarcham ini menerbitkan kemarahan pada sang kontroleur. Ia memaki- maki dan mengusir Aliarcham keluar ruangan. Aliarcham mendjawab makian ini: Tuan ketakutan kepada Rakjat. Pakaian jang seperti ini terhitung pakaian Rakjat jang ter- baik. Dan beginilah kemelaratan Rakjat sekarang". Kontroleur mendjawab: ,,Kenapa kamu mesti memakai pakaian hitam² begitu ?" Aliarcham menjahut lagi : Saja tidak punja pakaian putih². Itu pakaian buruh halus, buruh ningrat, prijai-prijai jang mendjadi togog mendjilat guber- nemen". Dengan langkah jang tetap dan tenang Aliarcham meninggalkan kontroleur. Konferensi Nasional kilat dan bersifat rahasia dari PKI jang direntjanakan akan dilangsungkan pada bulan Mei 1925 untuk melawan tindakan provokasi pemerintah kolonial terpaksa ditunda berhubung dengan semakin sempitnja kebebasan bergerak dan sangat keras di-mata²i oleh pemerintah kolonial. Konferensi diundurkan untuk waktu jang belum dapat ditentukan segera. Pemunduran ini mem- pengaruhi segala persiapan jang telah:dikerdjakan untuk itu. Dalam bulan November 1925 terdjadi pemogokan² besar dan meluas dikalangan kaum buruh gula Tanggulangin Djawa Timur, buruh² pertjetakan, industri metal Braat, pabrik es Ngagel, dsb. jang terdapat di Surabaja. Pemerintah kolonial, sangat ketakutan kalau pemogokan ini akan meluas diseluruh pabrik gula Djawa Timur, kemu- 19

dian bersambung ke Djawa Tengah dan Djawa Barat. Pemerintah mengetahui bahwa organisator penting pemogokan ini adalah Aliarcham. Tanggal 5 Desember Aliarchan hersama dengan sedjumlah besar pemimpin buruh lainnja ditangkap, jang pada waktu itu mereka se- dang berada di Solo untuk mengikuti kongres OPPI (Orga- nisasi Perguruan dan Pendidikan Indonesia). Akibat pe- nangkapan ini kongres OPPl tidak djadi dilandjutkan. Selama penahanan ini Aliarcham mendapat siksaan dan ia tidak mendjawab sepatahpun pertanjaan jang dimadju- kan kepadanja dalam pembikinan proses verbal. Aliarcham berkata hanja satu kali ketika mendjelaskan pendiriannja: Tuan² sudah mengetahui siapa saja ini. Proses verbal ini dilakukan hanja setjara formil sadja, karena toch saja akan dihukum djuga". Tiga minggu sesudah ditangkap keluar- lah putusan pemerintah untuk menghukumnja dengan pembuangan ke Merauke di Irian. Pada tanggal 24 Desember, bersama dengan kawan seperdjuangannja Mardjohan, ia dibawa dengan kapal van der Wijck ke Irian. Sesaat sebelum kapal berangkat, ia dibolehkan bertemu dengan isterinja Sukimah dan anak lelakinja jang masih ketjil. Pertemuan jang mengharukan ini hanja berlangsung be- berapa menit dengan pengawalan jang keras. Kawan2nja diluar tidak seorangpun jang dapat berdjumpa dengan dia. la dikurung dalam satu kurungan sempit. Kepada pen- djaga" jang bersendjata lengkap itu, Aliarcham berkata : Pemerintah kalian sangat ketakutan kepada saja jang tidak bersendjata ini". (Keterangan Kawan Mangkudun Sati). Tentang pembuangan ini, sk. kolonial Bataviaas Nicuwsblad" 24 Desember 1925 menulis sbb. : Aliarcham adalah seorang pemimpin utama dari kaum Komunis Indonesia. la adalah tiang penundjangnja. Ia adalah seorang jang sangat patuh pada disiplin dari inter- nasionale ke-Ill di Moskow: Ia berusaha dengan kekuatan sendjata merubuhkan pemerintah Hindia Belanda dan ke- mudian hendak merubuhkan burdjuasi internasional dan mendirikan Republik Sovjet Internasional. Di Indonesia ia 20

mau mendjalankan politik Sovjet-Indonesia". Demikianlah B.N. jang mentjerminkan fikiran pemerintah kolonial sepenuhnja. Tetapi mereka mengungkapkan 2 kenjataan penting, jaitu Aliarcham sebagai patriot jang akan menggulingkan pemerintah kolonial dan sebagai Komunis ia djuga internasionalis jang berdjuang untuk masjarakat jang bebas dari segala penghisapan. Mereka djuga melihat Aliarcham sebagai tokoh utama jang mau memimpin pemberontakan bersendjata di Indonesia. Lebih landjut B.N. 24 Desember 1925 menulis tentang Aliarcham dan PKI sbb. : Dalam Kongres PKI bulan Djuni 1924 dan Desember 1924, diambil. putusan2 jang sangat dipengaruhi oleh fikiran-fikiran Aliarcham, al. berbunji :

  1. mempropagandakan se-giat²nja PKI dan SR
  2. menjokong segala perkumpulan revolusioner jang ber- tudjuan mendjatuhkan pemerintah mendidik kaum buruh untuk tidak takut masuk dalam bui dan berani melakukan pemogokan
  3. mendirikan sel-sel revolusioner di-perkumpulan² lain
    5.pemogokan buruh supaja ditingkatkan mendjadi aksi boikot terütama dilapangan pengangkutan
    6.memberikan pendidikan Komunisme kepada pemuda
    7.memberikan pendidikan revolusioner kepada oranga jang mau membikin katjau dan kebakaran²
    8.membikin Partai revolusioner jang terdiri dari grup² 10 orang jang berani. Sebagai akibat putusan² tersebut kini orang2 jang me- ngundjungi rapat² PKI sudah diberi sendjata, kebakaran² terdjadi di-pabrik² gula seperti Ngandjuk dan sel Komunis sudah terdapat di Tambang Batubara Ombilin dan tambang2 minjak". Demikianlah B.N. menjiarkan ,,informasi-rahasia" pemerintah kolonial, sesudah Aliarcham ditangkap dan di- buang. Demikian hasil pekerdjaan polisi rahasianja dalam mengikuti perkembangan PKI dan pergerakan buruh, serta pergerakan revolusioner lainnja, tentu sadja menurut tang- gapan dan pengertian pemerintah kolonial sebagai klas
    21

jang berkuasa pada waktu itu jang menentang perdjuangan Rakjat. Dari 8 pokok persoalan jang dikemukakan B.N. itu dapat diketahui, bahwa pribadi atau ketokohan Aliarcham tak dapat dipisahkan dari kegiatan PKI, Sarekat Rakjat dan pergerakan buruh. Ia telah mendidikkan se- mangat keberanian kepada Rakjat melawan pemerintah kolonial, mengutamakan pekerdjaannja dilapangan buruh transpor, pendidikan Komunisme kepada pemuda- pemuda dan pembangunan satu Partai Komunis tipe Lenin jang terdiri dari orang" jang berani dan militan. Kesimpulan dari kescluruhan pendapat pemerintah kolonial terhadap Aliarcham adalah, bahwa ia adalah tokoh utama jang paling berbahaja dan perlu tjepat disingkirkan dari kchidupan politik. Mari kita lihat bagaimana fikiran Rakjat dan fikiran pers revolusioner tentang penangkapan Aliarcham ini jang ber- tentangan dengan fikiran pemerintah kolonial. Suratkabar API di Semarang jang terbit achir Desember 1925 me- nulis sbb.: Aliarcham adalah namanja seorang pemimpin kita jang baru² ini telah diasingkan oleh pemerintahan Hindia Belanda ke Merauke dipulau Nieuw Guinea, jang letaknja disebelah Timur dari batas tanah djadjahan Belanda. Negeri tersebut sangat tersohor sebagai tempat pembuangan orang2 jang dianggap oleh pemerintah negeri berdosa besar. Kawan Aliarcham sekarang telah diasingkan dari per- gaulannja. Kawan muda ini adalah seorang jang sangat tadjam ingatan serta otaknja luarbiasa gezondnja. Ketika ia masih duduk dalam bangku sekolah sudah beladjar mengetahui tentang ilmu² jang bersambungan dengan peri pergaulan hidup. Kawan tersebut ketika masih sekolah di Kweek- school Ungaran ada bergaulan rapat dengan Kawan Prapto. Disana kawan ini setelah mendengar segala uraiannja tentang keadaan Rakjat, lalu tidak sadja membiarkan hal itu, tetapi ia terus membatjai buku² dan terus beladjar sampai ia pindah kesekolah jang lebih tinggi, jaitu di HKS, tetapi berhubung madjunja pergerakan Rakjat jang lantaran ke- 22

miskinan berdjalan begitu tjepat, maka kawan muda itu sudah tidak tahan lagi menantikan tamatnja peladjaran sekolah guru itu. Kawan muda itu dengan gagah berani menerdjunkan dirinja kedalam pergerakan merah jalah pergerakan jang ia jakin akan bisa menolong dan meng- angkat kesengsaraan Rakjat dari liang kemiskinan. Kawan Ali tidak sekali-kali mempunjai hati kekuatir- an, bahwa ia akan mati terlantar atau hidup miskin sama-sekali, karena ia mesti akan dibentji oleh fihak kapitalisten jang sudah memasukkan sistim dalam peladjaran jang ia terima dari sekolah itu. Oleh karena begitu kejakinannja, kawan muda tersebut sedjak mulanja keluar dari sekolah sudah mempunjai budi jang begitu mulia. Kawan muda ini selamanja belum pernah mengalami bekerdja pada kapitalisten. Padahal djika kiranja kawan tersebut suka me- rendahkan dirinja lalu membudak dan menjodorkan ta- ngannja merintih-rintih pada kapitalisten tak urung Kawan Aliarcham akan naik auto dan makan enak berumah baik. Tetapi dasar Kawan Ali berbudi tinggi dan berhaluan sa- tria teguh memegang kemanusiaannja Kawan Ali tidak sudilah berkawan dengan manusia2 jang bersifat binatang. Meskipun ia hidup sengsara dan dimusuhi dari sana-sini, Kawan Ali tetap dalam pendiriannja, lebih baik hantjur ber-sama² dengan Rakjat tertimbang mendjadi manusia TOGOG jang hanja mengikuti fihak jang menang sadja. Tertimbang ia. mati karena pergerakan Rakjat ia lebih baik mati bersama Rakjat. Kawan Ali meskipun belum puluhan tahun dalam pergerakan Rakjat, tetapi djasanja besar sekali. Ia seorang muda pandai (terpeladjar) jang pertama kali djadi pengandjur dalam pergerakan merah. Kawan Ali mempunjai rasa kewadjiban memimpin Rakjat proletar terutama bangsanja. Ia tahu bahwa Rakjat (wong tjilik) itu tidak dipimpin oleh kaum terpeladjar itu, tak adalah orang lain jang akan menjelamatkan mereka. Oleh karena itu ia bergerak memimpin kaum proletar dan hidupnjapun sebagai kaum proletar biasa. Kawan Ali dibuang dengan meninggalkan. seorang anaknja jang masih ketjil dan istrinja. Bagaimanakah be- 23

ratnja orang djadi pembela Rakjat, berpisahan dengan ketjintaannja, tertutup dalam bui enz. tidak perlu dibitja- rakan lagi disini. Jang perlu dilukiskan disini, jaitu rindu dendamnja Rakjat jang dipimpinnja. Mereka kehilangan pemimpinnja jang masih muda dan tertjinta itu. Mereka ditutup djalannja untuk mengedjar perbaikan nasibnja. Mereka kehilangan satu pahlawan jang setia, tinggi budi- nja, sutji hatinja, tidak takut djerih lelah, fakir dan miskin, sampai mendjadi korban. Kawan Ali lebih mementingkan kepcrluan negeri dan Rakjat daripada keperluan sendiri. Rakjat susah akan dapat pemimpin jang serupa terdjang- nja dengan saudara muda ini. Ketjerdasannja sangat ter- pudji. la tidak gila hormat lantaran kepandaiannja. Dalam kalangan pergerakan ja tidak ingin dapat kehormatan tinggi, pendek kata kawan muda ini sunjilah daripada tjelaana jang bolch disehut dari fihak proletar. Hilangnja kawan muda jang berharga ini. Rakjat Indonesia sebagai kehilangan sebutir kohinur (intan jang terbesar diseluruh du- nia). Maka dari itu Rakjat tidak usah menunggu-nunggu datangnja seorang pemimpin jang berbudi sebagai Kawan Ali tersebut, tetapi bergeraklah lipat-ganda menuntut nasib jang makin hari bertambah djelek. Kaum terpeladjar di Indonesia setelah mendengar atas pembuangannja pahlawan Rakjat jang muda itu, terdjun atau tidak dalam pergerakan Rakjat, itulah ada satu kehormatan mereka sendiri. Kaum intelektuelen lihatlah ini: Siapa lawan siapa kawan ?" Artikel ini linea-recta bertentangan sepenuhnja dengan Bataviaas Nieuwsblad tersebut diatas tadi. Perbedaan ini wadjar karena adanja perbedaan pandangan klas dari 2 kepentingan klas jang tidak dapat didamaikan. Masa Aliarchanı terdjun langsung dalam gerakan revo- lusioncr ini sedjak ia diusir dari sekolahnja ditempuhnja sangat singkat, hanja kira" tigasetengah tahun, tetapi masa singkat ini sangat kaja dengan praktek revolusioner bah- kan ia berhasil membikin pemerintah kolonial ketakutan 24

kepadanja dan menganggap lawan utama jang perlu di- singkirkan segera. Setjara paksa ia dapat diasingkan tetapi perdjuangan diteruskan oleh kawan²nja jang lain. MASA PEMBUANGAN DIGUL Tanah pembuangan Digul jang pertama diindjak oleh Aliarcham adalah Merauke, ditempat mana beberapa bulan sebelumnja telah pula dibuang Hadji Misbach tokoh Komunis terkemuka di Solo. Ditempat ini Hadji Misbach tinggal bersama istri dan anak²nja. Ia diasingkan dari penduduk. Ditempat ini ia peringati sendiri bersama keluarganja hari kemenangan Revolusi Sosialis Oktober Rusia 1917 dan hari 1 Mei 1926. Dirumah tinggalnja di- kibarkannja bendera PKI, merah dengan paluarit. Aliarcham tidak dibolehkan bertemu dengan Hadji Misbach, walaupun dengan keluarganja. Akibat serangan malaria hitam pada tahun 1927 Hadji Misbach dan istrinja me- ninggal disini dan tinggallah anak²nja. Di Merauke Aliarcham tinggal kira² 1 minggu, dan ia dipindahkan ke Okaba. Dipembuangan Okaba Aliarcham berada selama kira" 1/2 tahun. Ia kemudian dipindahkan lagi ke Tanah Merah, bergabung bersama para buangan lainnja jang dibuang akibat kegagalan pemberontakan November 1926. Tetapi di Tanah Merah ia berada djuga tidak lama, kira² 3 bulan, karena kemudian dipindahkan lagi ke Gudang Arang, ditengah rawa sebelah bawah Tanah Merah. Setelah tempat jang tak patut didiami manusia ini dibeberkan dalam pers dan kuatnja protes kaum pro- gresif di Volksraad dan Tweede Kamer Belanda serta proletariat Belanda, maka pada bulan Djanuari 1928, tempat pembuangan dipindahkan ke Tanah Tinggi, djauh masuk kepedalaman hutan belantara Digul, diatas Tanah Merah, kira² 6 djam perdjalanan dengan kapal sungai. Para buangan Tanah Tinggi ini dianggap oleh pemerintah kolonial paling berbahaja dan merupakan biangkeladi pemberontakan. Aliarcham sendiri walaupun tidak turut- serta karena ketidakhadirannja dalam pemberontakan, 25

namun ia digolongkan djuga kepada pemberontak² tadi, karena ia dianggap sebagai tokoh penting pemberontakan. la adalah gara-gara" pemberontakan. Njonja Sukimah beserta anaknja laki² bernama Aneksi- mander pada tahun 1926 mengikuti suaminja ke Okaba dan kemudian turut pula pindah ke Tanah Merah dan Tanah Tinggi. Disini terdapat kira2 170 orang buangan, dengan keluarganja. mengalani penderitaan hidup jang berat didacrah jang sangat terbelakang dan dimana tem- pat banjak penjakit malaria tertiana, quartana, dan tropica. Pemerintah kolonial menamakan mereka jang di Tanah Tinggi ini sebagai kaum ,onverzoenlijken" jang menolak bekerdja menerima upah dari pemerintah. Mereka hanja diberi tjatu beras, gabah, ikan asin, garam, minjak kelapa serba sedikit. Untuk mentjukupi kebutuhan hidupnja ter- paksa harus membuka perladangan, mentjari ikan, dsb. Perumahan harus dibikin sendiri dan pemerintah hanja menjcdiakan sekedar paku dan seng. Para buangan harus memotong pohon² besar, mengarungi rawa, memotongnja mendjadi tiang" dan dinding" rumah. Disinilah terdjadi pergulatan untuk hidup dari manusia melawan alam jang djauh melcbihi kekuatan manusia. Banjak diantara mereka jang kalah dan tunduk oleh kekuatan rawa dan hutan belantara. Djasmani mereka punah disini dalam perkela- hiannja dengan alam. Dan bila malam telah datang men- djelma, mereka berdjuang memetjahkan kontradiksi di- dalam dirinja, antara keputus-asaan dan keteguhan dari pergolakan emosi, perasaan dan fikiran manusia jang tadi- nja telah biasa dengan kehidupan modern dan, jang kini harus disesuaikan dengan kehidupan jang sangat terbelakang. Tanah Tinggi berpagarkan pohon² raksasa dengan hutannja. Ia adalah pendjara alam. Dimalam buta jang hitam pekat, ia melahirkan kesepian, kekesalan, kema- rahan, keharuan dan dendam jang tak kundjung padam. Mereka jang berusaha lari dari pendjara alam ini, mati ditelan rawa atau jang bersisa dan dapat mentjapai per- batasan Irian Timur, ditangkap oleh pemerintah Australia dan dikembalikan lagi kepada pemerintah Belanda untuk mendjadi penghuni tanah buangan kembali. Pen- 26

djara alam ini、 bertudjuan untuk membinasakan para buangan djasmaniah dan rohaniah. Kebanjakan teguh kekuatan rohaniahnja· sebagai orang revolusioner, tapi gu- gur karena serangan penjakit tropis jang meradjalela. Pada achir pembuangan tahun 1947 tinggal kira² 25 orang, sedangkan Aliarcham, Marco, Najoan dsb tewas karena diserang penjakit. Kawan² Aliarcham lainnja jang masih hidup pada waktu itu, a.l. Mangkudun Sati, Hadji Muchlas, Ngadiman Hardjosubroto, Rrawiro Muting, dsb. (keterangan Kawan Ngadiman Hardjosubroto). Daiam pembuangan jang terasing ini, Aliarcham senan- tiasa menundjukkan kekuatan djiwa dan wataknja. Ia tetap memberikan pimpinan kepada kawan²nja. Ia selalu memberikan tjontoh sebagai pemimpin jang mempunjai rasa setia-kawan jang tinggi, istimewa dalam saat² me- nempuh kesulitan hidup. Mengenai derita buangan sebagai akibat kegagalan pemberontakan, Aliarcham mengatakan : ,Suatu pemberontakan jang mengalami kekalahan adalah tetap sah dan benar. Kita terima kekalahan ini karena musuh lebih kuat. Kita terima pembuangan ini sebagai satu risiko perdjuangan jang kalah. Tidak ada diantara kita jang salah, karena kita berdjuang melawan pendja- djahan. Pemerintah kolonial jang bersalah. Kita harus me- lawannja, djuġa ditanah pembuangan ini. Dan persatuan harus terus kita pelihara. Kita harus terus menggunakan waktu pembuangan ini untuk beladjar pengetahuan Marx- isme dan pengetahuan umum". (Keterangan Kawan Mangkudun Sati). Aliarcham sendiri membuktikan segala perkataan²nja ini. Ia terus beladjar, djuga pengetahuan bahasa. Ia mempunjai sembojan: ,Tanpa beladjar, tidak mungkin berdjuang !". Dari koran² jang sudah sangat terlambat datang- nja ia terus mengikuti perkembangan politik ditanahair. Perkembangan pesat dari PNI, pembelaan Sukarno di- pengadilan Bandung dan polemik Sukarno dengan Hatta-Sjahrir sekitar tahun 1930, diikutinja' dengan seksama. Kepada kawan²nja, ia pernah berkata : ,,Sukarno nantinja akan mendjadi seorang pemimpin utama Rakjat Indonesia 27

dan Hatta tidak mungkin, karena ia mempunjai, kesom- bongan. Sjahrir seorang terpeladjar jang lebih Barat dari-pada Barat". (Keterangan Kawan Mangkudun Sati). Dalam kehidupan se-hari2, Aliarcham selalu menun- djukkan setia-kawannja jang tinggi. Ia dapat mengatur kehidupan bersama jang serba kurang itu. Bilamana ia memperoleh sesuatu kiriman dari Djawa berupa buku, makanan, obat²an, pakaian, dsb. selalu dibuka didepan kawan²nja dan dibagikannja kepada jang membutuhkan- nja. Kawan²nja jang sakit selalu dibantunja dan mendapat perhatiannja jang penuh. Aliarcham djuga memikirkan tentang pendidikan dan haridepan anaknja. Istrinja disuruhnja kembali ke Djawa supaja dapat melahirkan anaknja jang kedua, wanita, ber- nama Muljani. Bulan Djuli 1929, dengan hati jang pilu, bertentangan dengan perasaannja dan atas desakan jang kuat dari suaminja, achirnja Sukimah terpaksa berangkat dan meninggalkan suaminja dipembuangan. Tahun demi tahun berdjalan terus dipembuangan dan manusianja makin lama makin terbiasa. Hari 1 Mei dan 7 November senantiasa diperingati dengan chidmat. Aliarcham mulai mendapat batuk-batuk dan pada suatu ke- tika badannja terbaring mengidapkan sakit paru-paru. Makin lama makin parah. Mukanja putjat, badannja semakin kurus dan mata semakin tjekung. Melihat keada- annja ini, kawan²nja mendjadi tjemas dan ber-sama² me- reka mengandjurkan dan mendesak supaja dia berobat ke Tanah Merah. Aliarcham menolak karena ia berkejakinan bahwa pemerintah kolonial tidak akan mengobatinja, te- tapi akan membunuhnja karena sangat membentjinja. Te- tapi achirnja dia pergi djuga sesudah desakan jang ber- kali² dari kawan²nja. Tidak lama dia berobat di Tanah

DIPEMBUANGAN

Merah dan segera kembali lagi ke Tanah Tinggi. Men- djawab pertanjaan kawan²nja tentang kenapa dia tidak

BER-SAMA KAWAN

terus berobat sampai sembuh, Aliarcham berkata: ,,Saja sangat merindukan kawan. Kalau saja mati biarlah ke- matian saja dihadapan kawan disini jang sangat dibentji oleh Belanda ini". Mendengar djawaban ini, kawan²nja 29

terharu dan mendjadi semakin chawatir, mengingat penjakit paru-paru, apalagi berada di Tanah Tinggi tanpa pengobatan, berarti kematian. Sementara itu, Dr. Schoonheyt jang mengobati Aliarcham di Tanah Merah, memberitahukan dengan sepu- tjuk surat kepada njonja Sukimah di Djawa tentang sakit suaminja jang semakin lama semakin parah dan mengan- djurkan agar sang istri kembali ke Digul. ,,Saja melihat sesuatu jang luarbiasa kuaınja pada diri suami njonja, jaitu pendirian politiknja jang tak pernah kendor melawan pemerintah. Dan sebagai manusia, saja sangat menghor- mati akan keteguhan hatinja ini", demikian dokter Schoonheyt menjatakan kepada njonja Sukimah. Njonja Sukimah segera mengirim surat kepada suaminja, mengabarkan tentang keinginannja hendak kembali ke Tanah Tinggi, membantu merawatnja dalam keada- an sakit jang demikian. Aliarcham mendjawab: Sakit saja hanja sedikit dan kalau kau datang penjakit ini tak- kan sembuh. Dan kau tinggal sadja terus di Djawa men- didik anak². Dan saja pasti sembuh". Sang istri bertambah gclisah dan sebelum ia sempat mengabarkan tentang kepastian keberangkatannja, iapun telah menerima kawat tentang kepergian suaminja buat sclama-lamanja. Saat achir² dari kchidupannja, Aliarcham diantar oleh beberapa kawannja untuk melandjutkan pengobatannja kc Tanah Merah. Ia dipapah oleh kawan²nja menaiki kapal sungai. Kapal berlajar kembali menudju Tanah Merah, mengilir mengikuti arus sungai Digul. Sebentar² kapal ter- tegun oleh gangguan pohon besar jang hanjut dari hulu. Kapal berbelok kekiri dan kekanan, mengikuti arus sungai jang tak pernah berhenti selama beribu tahun. Ditengah- tengah deru motor jang memetjah kesunjian hutan belantara Digul ini, Aliarcham menarik nafasnja jang terachir. Kepergiaannja ini disaksikan oleh beberapa kawan²nja jang sctia. Seorang patriot besar pergi untuk selama-lamanja. Dalam usia jang sangat muda 32 tahun, ia terpaksa meninggalkan kawan²nja, Rakjatnja, istrinja dan anak2. 30

nja, jang semuanja ·memerlukan kepribadian pemimpin sebagaimana jang dimilikinja. Ia adalah karang ditengah lautan jang pantang tunduk kepada tofan jang bagai- manapun besarnja. Ia mempertahankan keteguhan pendiriannja sampai nafas jang terachir. Dan peristiwa ini terdjadi pada tanggal 1 Djuli 1933. Aliarcham dikebumikan di Tanah Merah dengan upa- tjara jang sangat sederhana. Ditanah peristirahatannja jang terachir ini tertjantum sebuah sadjak dalam bahasa Belanda jang terdjemahan beberapa barisnja sbb. : Obor jang dinjalakan dimalam gelap-gulita ini, kami serahkan kepada angkatan kemudian". ALIARCHAM PAHLAWAN NASIONAL Sebagai seorang intelektuil jang mendapatkan pendidik- an guru tingkat atas, Aliarcham telah mengintegrasikan dirinja sepenuhnja dengan perdjuangan Rakjat melawan kolonialisme. Pada saat kekuasaan kolonial sedang se- kokoh²nja, ia menundjukkan hanja satu djalan untuk ke- merdekaan Indonesia, jaitu pemberontakan bersendjata menggulingkan pemerintah kolonial. Ia menentang politik berkompromi dan berkoperasi dengan pemerintah djadjahan. Pengalaman Revolusi Agustus 1945 sepenuhnja mem- benarkan pendirian Aliarcham. Ketika ia harus menerima risiko kekalahannja dengan pembuangan dihutan belantara Digul dan harus menerima pula derita hidup jang sangat berat, ia tetap teguh mem- bela kejakinan politiknja dan pendiriannja jang semula. Ia rela menerima kematiannja daripada harus mengalah kepada musuh. Ia tewas sebagai pahlawan jang gugur dalam perdjuangan dengan senantiasa mempertahankan keteguhan pendiriannja jang tak retak walau sebesar rambut dibelah tudjuh. Aliarcham dibuang ke Digul dan tewas disana, karena ia melawan pemerintah djadjahan. Ini berarti ia tewas untuk perdjuangan nasional. 31

ANGOTA

SU DO

Ia adalah seorang Komunis dan sekaligus seorang patriot sedjati jang mentjintai Rakjat dan tanahairnja, dan ia djuga scorang internasionalis jang menganggap perdjuangan Rakjat lndonesia tak terpisahkan dari perdjuangan Rakjat sedunia untuk pembebasan dari perbudakan kapital". Disini terdjalinlah internasionalisme-proletar dengan pa- triotismenja. la tidak mungkin mendjadi seorang Komunis jang baik, bilamana selainnja internasionalis jang baik, tidak mendjadi seorang patriot jang baik. Sedjarah hidupnja telah membuktikan, bahwa ia adalah seorang patriot jang mengabdi sepenuhnja kepada Rakjat dan tanahairnja. la adalah seorang pemimpin jang ber- kepribadian besar. la adalah seorang pemimpin jang ber- watak kuat. Dan dia adalah seorang Komunis sampai achir hidupnja. Tentang tjiri" unggul kaun Komunis Indonesia ketika itu, jaitu pada masa kanak2 PKI, Ketua CC PKI,·D. N. Aidit menckankan sbb.: ,Walaupun Partai pada masa itu rendah taraf teorinja, tetapi Partai telah memiliki tradisi revolusioner dari klas buruh dan Rakjat pekerdja kita. Para Kader dan anggota Partai umumnja gagahberani dan memiliki semangat dan watak revolusioner jang sangat tinggi dan kuat. Semangat dan watak kader" dan anggota² PKI ketika itu antara lain dinjatakan sbb. :

1) Mclawan imperialisme dengan konsekwen, se-
hingga dengan demikian telah memperlihatkan patriotis- me jang tinggi.

2) Menjokong perdjuangan Rakjat² tertindas tanpa
ragu" schingga dengan demikian telah memperlihatkan internasionalisme proletar jang tinggi.

3) Setia membela kepcntingan Rakjat pekerdja, se-
hingga dengan demikian berhubungan erat dengan massa Rakjat.

4) Pantang mundur dan tidak kenal menjerah dalam
menghadapi musuh, rela berkorban, sehingga dengan demikian telah memperlihatkan keberanian dan heroisme revolusioner jang tinggi. 32

BARAT IRAN

GR D

MERRA.

DP-GR

5) Tak kenal putus-asa dalam mengalami situasi be-
tapa sulitpun, schingga dengan demikian telah memper- lihatkan keuletan jang luarbiasa.

6) Sederhana dan selalu siap membantu Kawan jang
kesusahan, sehingga dengan demikian telah memperlihat- kan kesetia-kawanan jang besar". (DN. Aidit: Djadilah Komunis jang baik dan lebih baik lagi! — Pidato ulang- tahun ke-44 PK1 di Surabaja, 23 Mei 1964). Aliarcham adalah tokoh tipikal jang mewakili angkat- an Komunis ketika itu. la adalah karang indah jang kini tetap berdiri megah dihatinja proletariat, Rakjat dan nasion Indonesia. Aliarcham adalah Komunis tcladan dan Pahlawan Na-ISI sional jang terudji!

Kata pengantar Masa muda

Masa dalam pergerakan' revolusioner, 1922-1925 ...

Masa pembuangan Digul...

Aliarcham Pahlawan Nasional

PENGHARGAAN TERACHIR DARI KAWAN SEPERDJUANGANNJA. 34

Pertjetakan Indonesia Raja Order no. 192 64