Baca PDF (OCR): Cerita Rupa dan Mistik Danarto (Danarto's Mystical and Visual Stories)

7 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 161 ms

Daftar isi
  1. NESIA
  2. utI .20 D :l.
  3. -._--- -.
  4. .--'-
  5. DALAM cerpen Kecubung Penga-
  6. ti perernpuan hamil rnakan
  7. kutub realitas sosial. Pereropuan
  8. ltu sebabnya pengarang yang setia
  9. •••
  10. " ': :'::'-<
  11. NESIA
  12. .-. ;":-::;;:'--i" "-.;. E
  13. ".:-.-', 1 • •--.:-'-
  14. _-«-. ,. L _r "- _-,
  15. Danarto
  16. •••

• • - • .- - • -0- .. _ _ - -Media : K.om -.' .- -- - --

NESIA

utI .20 D :l.

• __ c." .--..'! '"L r 4 _ _ .-;:;:: ==' ._ _ __ L... _______ _________ _

-._--- -.

.--'-

,

  • J •


DALAM cerpen Kecubung Penga-

sihan(1968), Danarto (62) mengisahkan perernp\lan baroil tua, rnenyarn- bung bidup dengan memakan bunga-bunga. Berkat rnenjalani laku "ke- sengS¥aan", ia akhirnya berternu dengan 'fuhan, bahkan jatuh sarnbil menangis ke pangkuan-Nya. Banyak pengamat lalu menyebut Danarto sebagai salah satu sastrawan Indonesia yang bekerja berdasarkan sufisme dan mistik. Bahkan, seorang pengamat mernasuk- kannya ke dalarn angkatan tahlln 1970-an, yang dicirikan dengan sifat-sifat karya sufistik. Sastrawan lainnya yang dianggap rnerni,liki. kecenderungan sarna ialah Abdul Radi WM, Sutardji Calzourn Bachri, dan Kuntowijoyo. Rupanya landasan sufisme hanya titik awal berangkat pada haropir se- liap karya Danarto, la tidak sepenuhnya berada pada dunia fantasi (seper-

ti perernpuan hamil rnakan

  • bunga itu), tetapi juga berangkat dan
    kutub realitas sosial. Pereropuan

a bu hamil "terpaksa" makan bung -- nga karena ia kalah bersaing .rnem- perebutkan sisa makanan para gelandangan lainnya yang lebih cekatAn. Realitas sosial perkotaan yang kejarn, bukan? Di antara dunia r tag dan dunia awang-uwung centa- cerita Danarto bidup dan disebut-sebut rnernberi wama baru dalarn khazanah sastra Indonesia.

ltu sebabnya pengarang yang setia

berkemeja putih ini pernah memperoleh Radiah Sastra dari Dewan Ke- seruan Jakarta (DKJ), Radiah Buku Utarna dari Pusat Bahasa dan SEA Writes Award dari Pemerintah Thailand tahun 1988, serta memperoleh kesempatan menetap setahun ill Kyoto, Jepang, lmtuk menulis novel dari Japan Foundation. • Lelaki berarnbut perak ini juga salah seorang tokoh penting pada era Sanggarbambu, Yogyakarta.la memi- lib pindah dari Yogyakarta llntuk ke- muillan menetap sejak tahun 1964 ill Jakarta, dan kini tinggal ill kawasan Ciputat, Tangerang, bersama istrinya, Siti Zainab Luxfiati.

•••

SAAT menanggapi sebuab pertanyaan, tiba-tiba tangan cerperus ini membuat coretan-coretan, mirip benang kusut atau cakar ayam, ill atas lembar nota sebuah warung. Secepat kilat ia berpindah ke kertas berlkut, dan yang tergambar "hanya" impresi-impresi rumput ilalang.. lni mistik jenis apa lagJ.? "Bisa begini bentuknya atau bisa juga begini ... ," Danruto, suatu• siang ill bulan Juli. (Hampll'sebulan yang lalu, tepatnya 27 Juni, ia, saja berulang tahun. Tak ada yang lS- timewa dengan ulang tahun ke-62 ini, kecuali ia mengatakan bakal novel-

c.c:
,.,,

" ': :'::'-<

• ' ". "

- - - "-.---
-., ...,--- -'-.:.. .. ,,, ,- -.... • __---- - Media • ,-' 1"- -. -

NESIA

• -o· Hr/tgl/bln/thn •

.-. ;":-::;;:'--i" "-.;. E

' :: '.. ..


  • ".:-.-', 1 • •--.:-'-

- • H!m/klm
n',-':! .-. .... " ..

  • mail:

    _-«-. ,. L _r "- _-,

.

- _.--
.,. -.-.----


  • , ., ....,

Danarto

nya hilang dari komputer kerjanya. Dan, terpaksa harus menlllis ulang). Hebatnya, cerita Danano kemudian, coretan-coretan adalab catatan harian yang telab menjadi inspirasi dari cerita-ceritanya selama 45 tahun ia me01ll is. J adi, sewaktu mencoret tadi, Danarto rupanya sedang menceritakan sebuab proses kreatif: proses terciptanya cerpen-cerpen yang kemudian dicap berbau sufi dan bemu- ansa mistik tadi. Tentu kemudian ada transformasi bentuk-bentuk visual ke dalam bahasa teks yang tidak terpahami. Dan Danarto, secara kebetulan, tidak fasih, benar menceritakannya. la lagi-lagi mencoret, tetapi kali ini lebih berupa catatan tentang hikmah sufisme. Paling penting dari catatan itu antara lain berbunyi babwa dalam hal penciptaan derajat manusia sama dengan hewan, tumbuhan, dan alam benda serta "falsafah": tidak memi1iki dan tidak dimiliki. Khas pandangan penganut pantheis, memang. Ada penyamaan antara kekuatan-kekuatan alam semesta dengan Tuhan. Bagi rupa yang ia terjemahkan ke c1alam teks akan menjelma menjadi judul-judul "aneh" - setidaknya dari kacamata sastra Indonesia -seperti Godlob, Kecubung Pengasihan, Abracadabra, Armaged· don, Tuhan yang Dijual, Semar Mabuk, Percintaan dengan Pohon, Setangkai Melati di Sayap Jibril, atau 7 Sapi Kurus Memakan 7 Sapi Sebaliknya, rupa yang tak mampu la jadilah gambar jantung

ditusuk panah dan berdarah atau penggalan kata "abracadabra " sampai kepada humf "A" yang disusun dalam piramida terbalik. Cerpen berjudul gambar "tanda janb 109 tertusuk panah dan berdarah" itu pernaq dinobatkan sebagai cerpen terbaik oleh majalah Horison tahun 1968. Sastrawan Sapardi Djoko Damono, saat masih menjabat sebagai Redaktur Horison, menolak memasukkan coretan-coretan Danarto ke dalam bentuk puisi, tetapi Danarto ngotot kruyanya adalah puisi. Alhasil karya- kruya itu urung dimuat Horison. Kita lalu ingat Danarto juga pemah berpameran Kanvas Kosong tahun 1973 dan Puisi Konkret tahun 1978. Dua pameran ini sempat menghebohkan dunia sastra dan rupa di Tanah Air. Perjalanan dan cerita tadi cukup memberi gambaran bahwa 1 laki kelahiran Desa Mojo Wetan, Sragen, Jawa Tengah ini, senantiasa berangkat dari bentuk. Ini juga bisa dipahami, karena ia jebolan ASRl (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta tahun 1961 dan mengaku sejak balita sudah melukis. Maka dalam banyak ceritanya, terdapat adegan-adegan yang membayangkan akan sifat pictorial: gambar-gambar yang sambung-menyambllng dan membentuk plot cerita. Gambar-gambar itu terkadang m motret realitas sosial, tetapi lebih sering me- munclllkan peristiwa-peristiwa lak terpabami. la bisa berupa perlambang atau parodi. Teniu saja pembaruan Danarto pa-

da tahun 1970-an terhadap sastra Indonesia tidak terbatas pada itu. la kemudian lebih dikenal dengan upa- yanya memasukkan unsur suB ke dalam karya. Karya-kruyanya secara beruntun terkumpul dal.am antologi, Godlob (1975), Adam Ma'ri/at (1982), Berhala (1987), Gergasi (1996), dan Setangkat Melati di Sayap Jibril (2000), serta novelnya Asmaraloka (1999), diseput-sebut telah melahirkan kecenderungan baru daJam ekspresi kesastraan. Karya-karya cerpen Danarto telah digubah ke dalam berbagai bentuk ekspresi seni seperti teater tari mu- sik, dan film. Cerpennya ' Nostalgia digubah koreografer Retno Maruti menjadi Abimanyu Ougur dan dipentaskan untuk yang keempat kalinya 26-27 Juli 2002 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Danarto juga menerbitkan beberapa buku esai, di antaranya Cahaya Rasul dan B egitu ya Begitu tapi Mbok Jangan Begitu. Perjalanannya naik haji tahun 1983 diabadikan dalam buku Orang Jawa Naik Haji .

•••

"TAK enak menerang-nerangkan karya, nanti disangka ... ," tutur Danarto. Paling penting, katanya, melaksanakan syariat. "Kalau dapat honor, misalnya, kita bagikan kepada yang memerlukan. " Kalau anak keempat dari lima bersaudara putra pasangan Djakio Har- djosoewamo dan Siti Aminah ini melukiskan ceritanya dengan situasi "absurd" yang tak terperi. itu lantaran ia rajin membaca ajaran-ajaran sufi, termasuk mendengarkan ceramah para kiai. Kunci sepenuhnya ada pada kata-kata penyamarataan derajat manusia, hewan, pepohonan, dan alam benda dalam hal penciptaan. Maka itu, bunga-bunga, padi, pohon atau hewan yang berbicara, pada konteks Danarto tidak sekadar sebuah personifikasi. la tak lain dari penerjemahan terhadap hikmah ajaran sufistik tadi. Dalam khazanah sastra Indonesia, sampai kini pun idiom-idiom yang di- rnainkan Danarto masih sangat orisi- • nal dan khas Danarto. "Cuma setelah tua saya mulai kehabisan stamina," ujar dia jujur. Danario kini memang tidak sefenomenal di masa awal kehadirannya tahun 1960-an. Tetapi, ia boleh dicatat sebagai salah satu tonggak perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, selai n cerpenis-cerpenis lai n seperti Iwan Simatupang, Putu Wija n, dan Budi Darma. Semuanya berpusar pada pencarian eksi tensi mam Isia sebagai makhluk Tuhan. Bedan. a, Danarto memilih penyatuan diri dengan Tuhan sebagai titik paling lim dalam pencarian sllfism. (PUTU FAJAR AR

2/12/2019 Ceia Ra dan Miik DanaUW * B Kata kunci... ARTIKEL Pencarian Lanjut � Kembali ke indeks pencarian GAMBAR Saldo Rp 417,000 BUKU POSTER INFOGRAFIK

Cerita Rupa dan Mistik Danarto * Box KOMPAS edisi Sabtu 27 Juli 2002 Halaman: 12 Penulis: Arcana, Putu Fajar PESAN PDF

Cerita Rupa dan Mistik Danarto * Box Oleh Arcana, Putu Fajar CERITA RUPA DAN MISTIK DANARTO DALAM cerpen Kecubung Pengasihan�1968�, Danarto �62� mengisahkan perempuan hamil tua, menyambung hidup dengan memakan bunga�bunga. Berkat menjalani laku �kesengsaraan�, ia akhirnya bertemu dengan Tuhan, bahkan jatuh sambil menangis ke pangkuan�Nya. Banyak pengamat lalu menyebut Danarto sebagai salah satu sastrawan Indonesia yang bekerja berdasarkan sufisme dan mistik. Bahkan, seorang pengamat memasukkannya ke dalam angkatan tahun 1970� an, yang dicirikan dengan sifat�sifat karya sufistik. Sastrawan lainnya yang dianggap memiliki kecenderungan sama ialah Abdul Hadi WM, Sutardji Calzoum Bachri, dan Kuntowijoyo. Rupanya landasan sufisme hanya titik awal berangkat pada hampir setiap karya Danarto. Ia tidak sepenuhnya berada pada h://.kmadaa.id/Seach/NeDeail/17928552 1/6

dunia fantasi �seperti perempuan hamil makan bunga�bunga itu�, tetapi juga berangkat dari kutub realitas sosial. Perempuan hamil �terpaksa� makan bunga�bunga karena ia ARTIKEL Pencarian Lanjut kalah bersaing memperebutkan sisa makanan dari para gelandangan laSinanldyoa yang lebih cekatan. Realitas sosial GAMBAR perkotaan yaRnpg4k1e7ja**,0m00**, bukan? Di antara dunia realitas dan BUKU dunia awang� uwung cerita�cerita Danarto hidup dan disebut� sebut memberi warna baru dalam khazanah sastra Indonesia. POSTER INFOGRAFIK Itu sebabnya pengarang yang setia berkemeja putih ini pernah memperoleh Hadiah Sastra dari Dewan Kesenian Jakarta �DKJ�, Hadiah Buku Utama dari Pusat Bahasa dan SEA Writes Award dari Pemerintah Thailand tahun 1988, serta memperoleh kesempatan menetap setahun di Kyoto, Jepang, untuk menulis novel dari Japan Foundation. Lelaki berambut perak ini juga salah seorang tokoh penting pada era Sanggarbambu, Yogyakarta. Ia memilih pindah dari Yogyakarta untuk kemudian menetap sejak tahun 1964 di Jakarta, dan kini tinggal di kawasan Ciputat, Tangerang, bersama istrinya, Siti Zainab Luxfiati. ��� SAAT menanggapi sebuah pertanyaan, tiba�tiba tangan cerpenis ini membuat coretan�coretan, mirip benang kusut atau cakar ayam, di atas lembar nota sebuah warung. Secepat kilat ia berpindah ke kertas berikut, dan yang tergambar �hanya� impresi�impresi rumput ilalang. Ini mistik jenis apa lagi? �Bisa begini bentuknya atau bisa juga begini...,� ujar Danarto, suatu siang di bulan Juli. �Hampir sebulan yang lalu, tepatnya 27 Juni, ia baru saja berulang tahun. Tak ada yang istimewa dengan ulang tahun ke�62 ini, kecuali ia mengatakan bakal novelnya hilang dari komputer kerjanya. Dan, terpaksa harus menulis ulang�. Hebatnya, cerita Danarto kemudian, coretan�coretan adalah catatan harian yang telah menjadi inspirasi dari cerita� ceritanya selama 45 tahun ia menulis. Jadi, sewaktu mencoret tadi, Danarto rupanya sedang menceritakan sebuah proses kreatif: proses terciptanya cerpen�cerpen yang kemudian dicap berbau sufi dan bernuansa mistik tadi. h://.kmadaa.id/Seach/NeDeail/17928552 2/6

Kata kunci... Tentu kemudian ada transformasi bentuk�bentuk visual ke
dalam bahasa teks yang tidak terpahami. Dan Danarto, secara
ARTIKEL kebetulan, tidak fasih benar menceritakannya. Ia lagi�lagi mencoret, tetapi kali ini lebih berupa catatan tentang hikmah Pencarian Lanjut
GAMBAR sufisme. Paling Spaelndtoing dari catatan itu antara lain berbunyi bahwa dalamRh pa4l1p7e ,0n0c0iptaan derajat manusia sama dengan
BUKU hewan, tumbuhan, dan alam benda serta �falsafah�: tidak memiliki dan tidak dimiliki. Khas pandangan penganut
POSTER INFOGRAFIK pantheis, memang. Ada penyamaan antara kekuatan�kekuatan

alam semesta dengan Tuhan. Bagi rupa yang mampu ia terjemahkan ke dalam teks akan menjelma menjadi judul�judul �aneh��setidaknya dari kacamata sastra Indonesia�seperti Godlob, Kecubung Pengasihan, Abracadabra, Armageddon, Tuhan yang Dijual, Semar Mabuk, Percintaan dengan Pohon, Setangkai Melati di Sayap Jibril, atau 7 Sapi Kurus Memakan 7 Sapi Gemuk. Sebaliknya, rupa yang tak mampu ia terjemahkan, jadilah gambar jantung ditusuk panah dan berdarah atau penggalan kata �abracadabra� sampai kepada huruf �A� yang disusun dalam piramida terbalik. Cerpen berjudul gambar �tanda jantung tertusuk panah dan berdarah� itu pernah dinobatkan sebagai cerpen terbaik oleh majalah Horison tahun 1968. Sastrawan Sapardi Djoko Damono, saat masih menjabat sebagai Redaktur Horison, menolak memasukkan coretan� coretan Danarto ke dalam bentuk puisi, tetapi Danarto ngotot karyanya adalah puisi. Alhasil karya�karya itu urung dimuat Horison. Kita lalu ingat Danarto juga pernah berpameran Kanvas Kosong tahun 1973 dan Puisi Konkret tahun 1978. Dua pameran ini sempat menghebohkan dunia sastra dan rupa di Tanah Air. Perjalanan dan cerita tadi cukup memberi gambaran bahwa lelaki kelahiran Desa Mojo Wetan, Sragen, Jawa Tengah ini, senantiasa berangkat dari bentuk. Ini juga bisa dipahami, karena ia jebolan ASRI �Akademi Seni Rupa Indonesia� Yogyakarta tahun 1961 dan mengaku sejak balita sudah melukis. Maka dalam banyak ceritanya, terdapat adegan�adegan yang membayangkan akan sifat pictorial: gambar�gambar yang sambung� menyambung dan membentuk plot cerita. Gambar� gambar itu terkadang memotret realitas sosial, tetapi lebih h://.kmadaa.id/Seach/NeDeail/17928552 3/6

sering memunculkan peristiwa� peristiwa tak terpahami. Ia bisa berupa perlambang atau parodi. ARTIKEL cabraiarnuLaannDjuatnarto pada tahun 1970�an terhadap Tentu saja Ppeenm sastra Indonesia tidak terbatas pada itu. Ia kemudian lebih GAMBAR Saldo dikenal denganupayanya memasukkan unsur sufi ke dalam Rp 417,000 karya. Karya�karyanya secara beruntun terkumpul dalam BUKU antologi Godlob �1975�, Adam Ma'rifat �1982�, Berhala �1987�, POSTER Gergasi �1996�, dan Setangkai Melati di Sayap Jibril �2000�, INFOGRAFIK serta novelnya Asmaraloka �1999�, disebut�sebut telah melahirkan kecenderungan baru dalam ekspresi kesastraan. Karya�karya cerpen Danarto telah digubah ke dalam berbagai bentuk ekspresi seni seperti teater, tari, mu�sik, dan film. Cerpennya Nostalgia digubah koreografer Retno Maruti menjadi Abimanyu Gugur dan dipentaskan untuk yang keempat kalinya 26�27 Juli 2002 di Gedung Kesenian Jakarta �GKJ�. Danarto juga menerbitkan beberapa buku esai, di antaranya Cahaya Rasul dan Begitu ya Begitu tapi Mbok Jangan Begitu. Perjalanannya naik haji tahun 1983 diabadikan dalam buku Orang Jawa Naik Haji. ��� �TAK enak menerang�nerangkan karya, nanti disangka...,� tutur Danarto. Paling penting, katanya, melaksanakan syariat. �Kalau dapat honor, misalnya, kita bagikan kepada yang memerlukan.� Kalau anak keempat dari lima bersaudara putra pasangan Djakio Hardjosoewarno dan Siti Aminah ini melukiskan ceritanya dengan situasi �absurd� yang tak terperi, itu lantaran ia rajin membaca ajaran�ajaran sufi, termasuk mendengarkan ceramah para kiai. Kunci sepenuhnya ada pada kata�kata penyamarataan derajat manusia, hewan, pepohonan, dan alam benda dalam hal penciptaan. Maka itu, bunga�bunga, padi, pohon atau hewan yang berbicara, pada konteks Danarto tidak sekadar sebuah personifikasi. Ia tak lain dari penerjemahan terhadap hikmah ajaran sufistik tadi. Dalam khazanah sastra Indonesia, sampai kini pun idiom�idiom yang dimainkan Danarto masih sangat orisinal dan khas Danarto. h://.kmadaa.id/Seach/NeDeail/17928552 4/6

�Cuma setelah tua saya mulai kehabisan stamina,� ujar dia jujur. ARTIKEL ncearmiaannLgantijdutak sefenomenal di masa awal Danarto kinPiem kehadirannya tahun 1960�an. Tetapi, ia boleh dicatat sebagai GAMBAR Saldo salah satu tonggak perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, Rp 417,000 selain cerpenis�cerpenis lain seperti Iwan Simatupang, Putu BUKU Wijaya, dan Budi Darma. Semuanya berpusar pada pencarian POSTER eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan. Bedanya, Danarto INFOGRAFIK memilih penyatuan diri dengan Tuhan sebagai titik paling sublim dalam pencarian sufisme. �PUTU FAJAR ARCANA� Foto: 1 Kompas�agus susanto DANARTO CARA PENGGUNAAN ARTIKEL

  1. Penggunaan artikel wajib mencantumkan kredit atas nama penulis dengan format� �Kompas�Penulis Artikel��
  2. Penggunaan artikel wajib mencantumkan sumber edisi dengan format� �Kompas� tanggal�bulan�tahun��
  3. Artikel yang digunakan oleh pelanggan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan persetujuan dari Kompas�
  4. Artikel tidak boleh digunakan sebagai sarana�materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum� sosial� SARA� dan mengandung unsur pelecehan� pornografi� pornoaksi� diskriminasi�
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah� memperbanyak� mengalihwujudkan� memindahtangankan� memperjualbelikan artikel tanpa persetujuan dari Kompas�
    CARA PENGGUNAAN INFOGRAFIK BERITA

  6. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan kredit atas nama desainer grafis dengan format� �Kompas�Desainer Grafis��

  7. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan sumber edisi dengan format� �Kompas� tanggal�bulan� tahun��
  8. Infografik Berita tidak boleh digunakan sebagai sarana�materi kegiatan atau tindakan yang melanggar
    h://.kmadaa.id/Seach/NeDeail/17928552 5/6