Baca PDF (OCR): Riwajat Kedatangan Islam di Indonesia

30 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 671 ms

Daftar isi
  1. ISLAM DI INDONESIA
  2. HADJI A. SALIM
  3. B.'u
  4. TINTAMAS-DJAKARTA
  5. l 9 6 2
  6. ZAMAN DJAHILIJAH
  7. ,halus" dan hangsa ,sakti". Ada jang disemhah,
  8. batja ,orang2 dagang dan orang2pelajaran
  9. PELAJARAN. DIDUNIA TIMUR
  10. dit&angkan, babwa dianta ~~· ang mendatangkan barang2 berharga ketanah Tiongkok, idak ada jang melebihi keradjaan Arab. Jang kedua tanah jawa, jang ketiga Palembang di Sumatra. Dengan tegas sekali disitu disebutkan nama bangsa Arab dan keradjaan- ~L- Daripada keterangan2 didalam tarich itu bolehlah dite- tapkan bahwa se-dikit2nja dinegeri Tiongkok orang bangsa kita dari Sumatra (Palembang) dan dari Djawa sudah cia- pat ber-kenal2an dengan bangsa Islam itu, dan tegasnja sekali dengan bangsa Arab. Tapi dinegeri sendiripun sudah djuga bangsa kita dapat berkenalan dengan bangsa Arab. Djalan ·Iaut dari keradjaan Islam ditanah Arab kenegeri Tiongkok mesti melalui negeri kita. Djalan itu mulanja dari LautMerah singgah ke Djed- dah, lalu ketanah Sindh dalam keradjaan Moghul, ke Hindustan (India) terus kenegeri Tiongkok. Dj alan laut ke Timur itu tersebut dalam kitab2 tarich Arab seperti berikut. Sesudah menjusur pantai penandjung India sampai di Kulan (Quilon) dipesisir Malabar, masuk-· kelautan besar disebelah Timur Ceylon ke-pulau2 Nikobar, kira215 hari pelajaran dari Ceylon. Dari situ keudjung utara pulau Sumatra (tanah Atjeh) terus melalui Selat Malaka ke Kedah; lalu ke Selatan sampai di Palembang menje- berang kepulau Djawa, menjusur pantai utara pulau Djawa, balik pula ke Utara, 15 hari dilaut sampai ke Kambodja. Dari situ menjusur pantai pula melalui Cochinchina sampai kepesisir Tiongkok. Disitu perdjalanan sepandjang pesisir itu pulang-pergi memakan tempo dua bulan. Balilaija sampai ke Atjeh memakan tempo 40 hari. Disitu berhenti beberapa lama menantikan musim angin baik, belajar pulang 40 hari pula lamanja. Begitulah perdjalanan itu tiap2 tahun. Didja- dan didjalan pulang, tiap' kali pelabuhan' di Dja-I
  11. _M. Njatalah perhubungan dari tanah
  12. ZAMAN KEBESARAN ISLAM

ISLAM DI INDONESIA

OLEH

HADJI A. SALIM

..

(cri:~~ito).

B.'u

111(

TINTAMAS-DJAKARTA

l 9 6 2

~UQADDIMAH

Alhamdulillah ! Kita memudji Tuhan kita jang mengirimkan utusanNja karena derma karuniaNja kepada sekalian alam, diutusNja membawa petundjuk kepada ummat manusia semuanja, dan agama kebenaran, agama jang menjondong- kan hati kepada kemurahan, supaja dirnenangkanNj~ atas agama segenapnja; maka dengan kehendakNja Subhanahu wa "Ta'ala, menerimalah sebagian man usia akan derma-ka;ru- nia itu dan beruntung mereka .dengan karelaan daripaoa Allah; dan sebagian manusia menolak, berbalik belaka~g; maka tjelaka mereka ~ena timpa sungut dan murka dari-, padaNja S.w.T., jang tjepat perhitunganNja dan sangat kerils hukumanNja; dan tidak seorangpun jang teraniaja, melainkan tiap2nja menerima balasan, jang sepadan dengan niat- nja dan perbuatannja., Kemudian'iiaripada itu kita memudjikan, mudah2an Allah mengaruniakan derma berkatNj a dan selamat sedj ahtra ' kepada Nabi dan penuntun kita, Muhammad s.a.w., jang segenap dunia wadjib sjukur memudji dan berterima kasih atas djasanja, jang tidak ternilai, karena dengan adjaran dan petundjuknja, dengan tjontoh-teladannja ia telah memberi kepada dunia paham dan pengertian tauhid j ang sutji, mem- bulatkan iman kepada Tuhan j ang Esa sendiriNj a, tidak ada sekutu kepadaNj a atau tanding, dan menguntukkan 'ibadat se-mata2 ·kepada jang Esa; jang Qahhar, mengatas dari menang kekuasaanNja atas. segaia· sesuatu.

I D >NAB I S. A. W.

Sudah sepakat ummat Islam diseluruh dunia akan men-. djadikan hari ke-12 daripada bulan Maulid atau Rabi'al- awwal, hari raja memperingati kelahiran Nabi Muhammad

s.a.w. pada 53 tahun sebelum Hidjrah, pada tanggal 20 April tahun 571 hitungan Miladijah dari kelahiran Nabi 'lsa al Masih a.s. Dalam tiap2 negeri Islam hari itu dirajakan orang dengan ber-lain2an 'adat dan aturan, dengan perarakan dan garebeg, dengan perdjamuan dan kenduri dan rata2 dengan mengadakan peringatan berhubung dengan kedatangan Nabi jang Mulia itu s.a.w. keatas dunia dengan kehidupari dan perdja- lanannja jang beroleh berkat dan bahagia, menjempurnakan suruhan Tuhannja, jang teramat Pemurah dan Pengasih.

ZAMAN DJAHILIJAH

Adapun sekali ini tertjita dihati saja akan memuliakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. dengan riwajat kedatangan Islam dinegeri kita ini. Untuk negeri dan untuk bangsa kita, barulah dengan kedatangan itu kita ber-bagian daripada derma-karunia Allah seperti jang tersebut didalam Qur'an; derma karunia jang melepaskan negeri dan bangsa kita daripada djahilijah, jang mendahului Islam. Sebagai bangsa Arab didalam djazirah Arab, begitu pula bangsa kita disini mendjalani zaman djahilijah sebelum kedatangan Islam. Memang ber-bagai2 zaman itu tidak sama waktunja dalam tarich tiap2 bangsa. Dunia Eropa mendjalani zaman jang dinamakannja zaman tengah (middeleeuwen) dari achir abad ke-5 (lcira2 tahun

bangsa~ ,djahilijah" -,barbaar" narnanja dengan basa Eropa, - jaitu bangsa Hun dari Timur dan bangsa Vandal dari Utara Eropa. Pada hal ·dalam zaman itu djuga dunia Islam mendjalani ,zaman barunja"; zaman kebesaran keradjaan chalifah; zaman meluaskan perdjalanan dan pelajaran dimuka bumi; membuka negeri2 baru; meramaikan perhubungan perniagaan ke-Timur dan Barat. Zaman kemadjuan adab dan 'ilnlu pengetahuan dan pikiran, menj ambung zaman Grik j ang purba; zaman berkembang kepandaian ketukangan, ke- senian, kebudajaan. dan kesusasteraan. Begitulah peredaran zaman ber-tukar2, ber-ganti 2 tempatnja dimuka-bumi dari satu bangsa kepada jang lain; tiap2nja ditjobai oleh Allah dengan karuniaNja. Maka zaman itu, seperti zaman purba, zaman djahilijah, za.man tengah, zaman baru dan sebagainja tidak berhubung- ·an dengan masa bilangan tahun untuk seluruh dunia, melainkan dengan hal-ihwal ~eadaban dalam tiap2 bangsa, dan dengan agama, jang mendjadi bagian jang terpenting daripada keadaban. Maka sebagaimana tersebut tadi, bangsa kita adalah dalam zaman djahilijahnja sebelum kedatangan Islam. Djahilijah, artinja tidak ada pengetahuan tentang Allah, Tuhan jang· Esa, jang Mahakuasa dan tentang agamaNja, petundjuk kepada Sirat-al-Mustaqim : djalan kebenaran dan ke- utarnaan. Tidak · ada · pengetahuan tentang 'ibadat jang wadjib atas manusia untuk persutjian batin, persutjian roh- diri dan pendidikan perangai, budi pekerti jang halus2. Ke- pertjajaan djahilijah ialah kepada ber-bagai2 dewa, roam- bang dan peri, bantu, djin, polong dan puaka, dan matjam

,halus" dan hangsa ,sakti". Ada jang disemhah,

diharapkan tolongannja untuk mendapatkan untung ha.ik, menjampaikan maksud; diheli dengan pridjaan dan korhan. Ada jang disemhah, ditakuti djahatnja dan hentjananja; ditehus dengan pudjaan djuga dan dengan korhan. Semua-

u)a untuk urusan dunia helaka; herhuhung dengan perdjalanan dan pelajaran, mengharapkan sedjahtra-sentosa pergi- pulangnja, terpelihara daripada mara-hahaja; herhubung dengan tanaman disawah, diladang dan dikehun, mengharapkan suhur tumhuhnja, lehat huahnja, menolak hala dan bahaja hama penjakit ;· herhuhung dengan meminang gadis, mengawini isteri; dengan ·perdagangan herdjual-beli; dengan perhuruan, memukat-mengail.menangkap ikan; dengan pekerdjaan mengutan, mentjari damar, kapur dan rotan; alhasil dengan her-hagai? hal-ihwal dan pekerdjaan waktu hidup; tidak ada herhuhung dengan achirat. Didalam hukum peraturan dunia tidak pula ada hukum jang lehih daripada hukum her-halas2an : menuntut-hela, menehus malu, utang berhajaran, piutang herterima. Tak ada hukum, tak ada ha- kim jang ditinggikan. Tiap
2 kaum, tiap 2 kahilah tidak meng- akui kekuasaan lehih tinggi daripada kepala kaum atau kepala liahilahnja a'tau radjanja, atau kerapatan musjawarat kaum lelaki dalam kaum atau kahilahnja. Itulah heherapa tanda2djahilijah, jang terdapat pada tiap2hangsa dalam zaman djahilijahnja. Djahilijah itulah jang terangkat ditanah Arab dengan tersiarnja agama Allah, dihawa oleh Nahi jang mulia, dikirimkan oleh Allah sehagai sjahid atau saksi, muhasjsjir, pemhawa herita dan djandji bahagia dan nadzir, penegor, pemberi ingat; menjeru meng- adjak orang kepada Allah dengan idzinNja S.w.T., mendjadi suluh penerangan jang gilang-gemilang, seperti tersehut didalam firman Allan (S. Al-Ahzab ajat 45-46).

djahilijah itu daripada hlmgsa kita dan terhuk~ pintu untuk melepaskan diri daripada kegelapan djahilijah itu, djika di- izinkan oleh Allah. Hanja sadja, sajang serihu sajang, .rupa²nja hingga 1m sangat kurang djedjak dan hekas daripada tarich kedatang- · an agama Islam itu mendjadi pemeriksaan ahli tarich negeri kita. Bahkan helum ada lagi rupanja hangsa kita mempunjai ahli tarich, jang akan melakukan pemeriksaan it~.. "Maka hesarlah utang. jang tertanggung atas kita karena kekurangan itu. Kekurangan jang dengan sendirinja mendjadi saksi, menundjukkan helum tjukupn~at sifat dan sjarat hangsa kita akan menjempurnakan keduduk:annja dan ke- hidupannja sehagai satu hangsa dengan usaha dan tenaga sendiri. Kekurangan jang tidak bergantung kepada pihak lain, melainkan kepada diri kita sendiri, djika akan berusaha kita mentjukupkannja atau tidak; dan djika akan lamhat atau tjepat kita berusaha itu. Mudah²an dengan ber- tamhah luasnja peladjaran tinggi dinegeri kita dengan pem- hukaan sekolah-tinggi keadahan atau kesusastraan, akan terhukalah hati hangsa kita untuk penjelidikan tarich dengan mentjari djalan sendiri. Sementara itu pengetahuan kita tentang riwajat kedatangan agama Islam kenegeri kita, 2 terhatas dengan jang sudah ada tersehut didalam karangan orang lain. Seherapa jang dapa:t daripada heherapa karangan Timur dan Barat hendak saja ur;tikan dengan ringkas di$ini.

r ISLAM ... " TJERITA JANG TAK MEMUASKAN

Menurut pendapat orang2 ahli k:etimuran ( orientalisten) bangsa Barat, kedatangan orang Islam kemari ada dekat 600. tahun kemudian daripada masa pengutusan Nabi Muhammad s.a.w., · jaitu kira2 tahun 1200 ·hitungan Miladijah. Menurut keteranga.n daripada karangan2 bangsa Bar at, mula 2 berdjedjaknja agama Islam disini ialah karen~ pengaruh orang2 dagang dan orang2 pelaja,ran (kooplieden en geluk- zoekers) dari tanah Hindustan. Orang itu berbini, beranak di-tempat2 kediamannja disini dan berhubungan berdjual- beli dengan orarig2 isi negeri. Lama kelamaan dengan karena pertaliari2, jang tumbuh dengan karena itu, berkembanglah agama Islam, sehingga achirnja sebagian besar beragama Islam. Begitulah kissahnja, djika kita ambil daripada karangan~karangan bangsa Barat. Djika kita pikirkan keterangan itu, tentulah se-kali 2 tidak memuaskan rasanja. Masakan boleh djadi dengan begitu sad ja satu ban gsa, seperti bangsa kita ini, terserak diatas kepulauan jang sangat 'banjak dan luas, boleh mendjadi bangsa Islam; ra'jatnja Islam dan radja2nja Islam atau ta'luk kepada radja2 Islam. Apalagi djikalau kita banding- kan denga,IJ. penjiartersarnbil begitu sadja.'· Njata sekali pikiran itu memang salah. Per-tama2 salah, karena kita melupakan perbedaa~ keadaan dulu itu d~ngan keadaan sekarang.

batja ,orang2 dagang dan orang2pelajaran

dari Hindustan", tidak teringat oleh kita, bahwa orang2itu dimasa 700 tahun dulu itu sangat lain daripada orang bangsa Hindi dan ba;ngsa Arab, jang datang dizaman kita ini, datangnja menumpang kapal2 Eropa, berniaga atau mentjari kerdja kemari. Orang2 kitapun di-bandar2tempat sing- gab kapal2 700 tahun dulu itu, lain pula kedudukannja daripada sekarang ini. Marilah kita buka sedikit ,tambo lamo", tarich zaman dulu itu, supaja tampak oleh kita dengan djelas, berapa besarnja perbedaan itu; supaja kita dapat memikirkan, apa hangsanja dan apa matjamnja orang2 dagang dan orang2 pelajaran jang datang dari Barat, dari tanah Arab dan Hindustan dizaman dulu itu.

PELAJARAN. DIDUNIA TIMUR

Menurut keterangan tarich, dalam abad ke-8 Miliidijah {abad ke-2 hitungan Hidjrah) sudah ada gudang perniagaan bangsa Islam ditanah Tiongkok, dipesisirnja sebelah Timur. Tahun 758 (M.) terdjadi perusuhan daripada kaum perniagaan bangsa Islam di Kanton, Khanfi namanja, jang tersebut didalam tarich. Mereka merajah-merampok dikota itu; lalu ditinggalkannja lari. Entah apa sebabnja, tidaklah ada keterangannja pada pihak Islam. Hanja djika diperi.ksa didalam kitab 2 tarich Tionghoa, kira2akan bertemu dari zaman itu herita huru-hara dan kekatjauan besar dalam seluruh keradjaan atau sehagian besarnja. Tidak lama putusnja perhuhungan itu. Memang perniagaan tidak mlJdah dihentikan. Ke-dua pihak ada tersangkut

ll

katan Maharadja Tiongkok, jang pembesar itu mempunjai kekuasaan Qadli dan mendjadi Imam Djum'at. Diberitakan bahwa dalam chutbah Djum'at ia mendo'akan keselamatan Maharadja Tiongkok. Dalam tahun 880 perkampungan2 orang Islam di Tiongkok dibinasakan orang. J ang di Kanton pun rusak pula: Kedjadian itu disebabkan oleh r.obohnja kekuasaan keluarga Keradjaan T'ang. Dalam kekatjauan huru-hara itu bagian Selatan Negeri Tiongkok rusak-binasa sama sekali. Beberapa lama perhubungan dari dunia Islam ke Tiongkok putus pula sekali lagi. Pelajaran kapal2 dari tanah Islam itu berhenti di Kalah atau Kedah, handar di Semenandjung, tanah Melaju,. jang mendjadi pelabuhanbesar dimasa dulu itu, seperti Singapura dizaman kemudian. Tapi pada achir abad ke-10, kira2 100 tahun kemudian, pe:p1erintah Tiongkok mengirimkan utusan2nja pergi mempersilakan. kaum perniagaan bangsa asing itu, akan datang kenegeri Tiongkok, dengan perdjandjian aturan bagus2, djika mereka datang membawa barang2. Dalam tahun 971 M. diadakan pedjabatan pelabuhan di Kanton dengan aturan baru, dan ditahun 980 M. perniaga- ··~ an luar negeri didjadikan monopoli pemerintah. Dalam masa j ang berikut kemudian daripada itu banj aklah ka~m per- njagaan bangsa Islam j ang pergi menghadap diistana Kaisar Tiongkok, disambut dengan amat baik sekali kedatangan mereka itu. Dalam karangan seorang ahli tarich Tionghoa, tahun 1178 ada tersebut perh~bungan perniagaan · dengan negeri asing,

dit&angkan, babwa dianta

~~· ang mendatangkan barang2 berharga ketanah Tiongkok, idak ada jang melebihi keradjaan Arab. Jang kedua tanah jawa, jang ketiga Palembang di Sumatra. Dengan tegas sekali disitu disebutkan nama bangsa Arab dan keradjaan- ~L- Daripada keterangan2 didalam tarich itu bolehlah dite- tapkan bahwa se-dikit2nja dinegeri Tiongkok orang bangsa kita dari Sumatra (Palembang) dan dari Djawa sudah cia- pat ber-kenal2an dengan bangsa Islam itu, dan tegasnja sekali dengan bangsa Arab. Tapi dinegeri sendiripun sudah djuga bangsa kita dapat berkenalan dengan bangsa Arab. Djalan ·Iaut dari keradjaan Islam ditanah Arab kenegeri Tiongkok mesti melalui negeri kita. Djalan itu mulanja dari LautMerah singgah ke Djed- dah, lalu ketanah Sindh dalam keradjaan Moghul, ke Hindustan (India) terus kenegeri Tiongkok. Dj alan laut ke Timur itu tersebut dalam kitab2 tarich Arab seperti berikut. Sesudah menjusur pantai penandjung India sampai di Kulan (Quilon) dipesisir Malabar, masuk-· kelautan besar disebelah Timur Ceylon ke-pulau2 Nikobar, kira215 hari pelajaran dari Ceylon. Dari situ keudjung utara pulau Sumatra (tanah Atjeh) terus melalui Selat Malaka ke Kedah; lalu ke Selatan sampai di Palembang menje- berang kepulau Djawa, menjusur pantai utara pulau Djawa, balik pula ke Utara, 15 hari dilaut sampai ke Kambodja. Dari situ menjusur pantai pula melalui Cochinchina sampai kepesisir Tiongkok. Disitu perdjalanan sepandjang pesisir itu pulang-pergi memakan tempo dua bulan. Balilaija sampai ke Atjeh memakan tempo 40 hari. Disitu berhenti beberapa lama menantikan musim angin baik, belajar pulang 40 hari pula lamanja. Begitulah perdjalanan itu tiap2 tahun. Didja-

dan didjalan pulang, tiap' kali pelabuhan' di Dja-I

wa dan di Sumatra mesti disinggahi. Maka tidaklah heran, 1 bahwa bangsa Arab dan Parsi dan Hindi, jaitu bangsa2) Islam disebelah Barat sudah kenai dengan negeri kita dan bangsa kita dari mula 2 kapaFnja mendjalani djalan2laut untuk perniagaan ke Timur itu. Dalam kitab tarich Murudj al Dzahab karangan Al-Mas'udi, seorang orang pelajaran dan ahli tarich jang wafat dalam tahun 246 H. (957 M.) sudah ada tersebut keradjaan Djawa -zaman pemerintah- · an Erlangga, jang rupa2nja keradjaannja sampai ketanah Sunda pun djuga. Kata Al-Mas'udi : ,Sangat luas keradjaan Maharadja Djawa itu, balatentaranja tidak terhitung hanjaknja. Dua tahun habis waktu, djika kita hendak men- · djalani keradjaannja. Sangat pula tjukup berbagai hasil tumbuh²an dan kaju²an jang wangi dan minjak wangi. Kapur barus, tjengkeh dan tjendana datang dari negen 1tu \ ('-.. dan lain 2 lagi.. Disebelah ~an~ keradj,~an itu terentang ..._,)J lautan besar, d]alan kenegen Twngkok.

_M. Njatalah perhubungan dari tanah

2 Islam ttl Barat dengan ~-negeri kita ini sudah ada dari zaman kebesaran keradj t an chalifah dalam abad ke~9. Pada masa itu tidak ada kapflF bangsa asing lain .daripada bangsa Islam itu j ang melaj ari lautan itu. Malah boleh kita pastikan bahwa bangsa kita disini-di Sumatera dan di Djawa-mendapat peladjaran daripada bangsa Islam Arab dan Hindi itu, jang memang per-tama2sekali mendapatkan pedoman dan memahirkan peladjaran ilmu faJak untuk melajari lautan besar. Bangsa itu pula ja.ng mula2mengadakan gambar peta laut dan memperhatikan pertukaran angin ber-musim 2 •

ZAMAN KEBESARAN ISLAM

Kebesaran kera<:ijaan Islam, jang dalam masa itu menguasai segenap Lautan Tengah dan mena'lukkan tanah Hindustan, sudah pula tersiar beritanja keseluruh dunia Timur. Dari keradjaan besar jang kuat2dan kuasa itulah datangnja kaum. saudagar dan orang 2 pelajaran, jang tersebut didalam karangan? bangsa Barat sebagai pembawa Islam kemari. Njatalah lain matjamnja orang2 itu daripada bangsa 2 j ang datang kemudian.. Adapun menurut keterangan tarich tempat mula2Islam berdjedjak disini ialah di Atjeh, keradjaan Pase atau Pasai, di Palembang, di Banten, Tjirebon, Kudus, Tuban, Giri (Gresik) dan Ampel (Surabaja). Semuanja itu bandar2 ditepi laut, didjalan pelajaran ke Tiongkok, jang' sudan diterangkan tadi. Hanja Kudus, jang agak djauh ketengah; tapi ada djuga perhubungan kelaut disungai Tanggulangin ke Barat, disungai Djuana ke Timur. Didalam tari6h Djawa tersiarnja agama Islam dihubungkan dengan, djatuhnja keradjaan Madjapahit dan berdirinja keradjaan2 Islam. Disitu ditjeritakan bahwa dalam tahun Caka 1400 (tahun 1478 M.) ibu kota Madjapahit dikalahkan dan dibinasakan oleh balatentara Islam. Tjerita itu menerbitkan sangka se-olah 2 • agama Islam dikembangkan disini dengan kekuatan sendjata, dengan mendjatuhkan keradjaan kebangsaan jang asli disini. Tjerita itu sudah ternjata tidak benar, seba~aimana lagi akan diterangkan. nanti, Nama2jang lain ,PUll jang dihubungkan dengan berdirinja keradjaan Islam adalah nama daripada bangsa asing. Disebelah Timur tersebut nama Maulana Malik Ibrahim Sjah jang bergelar Maulana Magribi di Gresik. Batu mesan-

nja memakai tarich tahun 1419 Oaka jaitu 1495 M. Raden / Rahmat jang hergelar Sunan Ngampel berdiri di Surabaja. Raden Paku, anak daripada seorang orang Arab dengan seorang Puteri Belambangan, diangkat anak oleh Raden Rahmat, mendapat gelar Sunan Giri. Kemudian pada pimg- habisan abad ke-15 seorang putera daripada Amir keradjaan Madjapahit di Palembang, Raden Patah, datang mengembangkan Islam dipulau Djawa dan mendirikan keradjaan Demak atau Bintara. Ia inilah konon jang mengalahkan keradjaan Madjapahit dalam tahun 1478 seperti tersebut tadi. Di Djawa Barat agama Islam dikembangkan ,oleh Mau~ lana Ibrahim b. Maulana lsrail, Amir keradjaan Demak di Tjirebon. Ialah. jang bergelar Sunan Gunung Dj~ti, jang kuburnja mendjadi tempat ziarah sampai dalam zaman sekarang ini. Ialah jang mengembangkan agam'a Islam sampai ke Banten. Kemudian diteruskan pekerdjaannja disitu oleh puteranja, Maulana Hasanuddin, jang bermakam di Banten, setelah lebih dulu ia menundukkan Sunda Kelapa atau Djakarta dan Padjadjaran. Begitulah dengan sangat ringkas sekali tjatatan tarich tentang berkembangnja agama Islam dipulau Djawa. Tentang pulau Sumatra, apalagi tentang Minangkabau, belum ada lagi saja bertemu dengan keterangan tarich dari hal masuknja atau berkembangnja disitu. Adapun keterangan seperti tersebut tadi menerbitkan sangka, bahwa Islam berkembang hanjalah sesudah djatuhnja keradjaan Madjapahit.

.5angkaan itu keliru se-mata2. Kelirunja disebabkan oleh
karena dalam keterangan itu berkatjau hal tersiarnja agama Islam dengan berdirinja keradjaan Islam. Pada hal dua per-

kara itu tidak sama. Sebagaimana sudah diterangkan tadi, dunia Islam dimasa kebesaran keradjaannja sudah sampai perhubungannja kemari, dizaman pemerintahan Radja Erlangga atau keradjaan Hindu jang meliputi pulau Djawa dari Timurnja sampai ke Baratnja, beratus tahun sebelum herdirinja keradjaan Madjapahit dalam tahun 1216. Marilah kita peringati sebentar riwajatnja dengan amat :dngkas sekali. Sepeninggal Radja Erlangga jang tersebut tadi, keradjaannja berbagi dua : Djenggala dan Daha. Tanah Sunda rupanja waktu itu sudah terlepas kembali. Daripada radja 2 jang ;kemudian ada seorang jang masjhur namanja terus sampai sekarang ini, jaitu Djaj,abaja. Keradjaannja, sepeninggalnja, didjatuhkan oleh Ken Angrok, jang mem- bangunk;an keradjaan Tumapel dan bersemajam mendjadi radja memakai gelaran Radjasa. Ibu kota keradjaan Tumapel itu bertambah luas, kemudian dinamakan Singasari. Dalam tahun 1190 radja Kertanegara, mewarisi keradjaan Ken Angrok tadi. Radja itu mengutuskan balatentranja menundukkan negeri2 didjadjahan: seberang. Dalam tahun 1197 ia mengirimkan balatentra menaklukkan negeri Minangkabau. Pada masa itu kedjadian pula kepada radja dinegeri Tiongkok, Kublai Khan, mengirimkan balatentranja pula untuk memerangi Kertanegara, sebab telah menghina kepada utusan Maharadja Tiongkok itu. Tapi sebelum sampai angkatan peperang;an Tiongkok itu, radja Kertanegara sudah mangkat lebih dahulu, dibunuh mati oleh balatentra Djajakatwang, radja muda di Kediri, jang mendurhaka kepada radjanja. Maka keradjaan Tumapel-Singasari tidaklah ada lagi. Ketika itu menantu. radja Kertanegara, her-nama Widjaja, dapat melarikan diri ke Madura, kepada

dipulau itu. Amir itu memberi nasihat, baiklah Widjaja mengaku tunduk kepada Bjajakatwang, supaja dapat tempat jang baik untuk menantikan waktu bolehnja menuntut kembali hak mertuanja, Kertanegara. Maksud itu berlaku. Widjaja mendapat tempat didekat Tarik s~karang ini, dan disitu ia memhangunkan kota Madjapahit. Tatkala dalam tahun 1216 angkatan peperangan dari Tiongkok itu sampai, Widjaja beruntung dapat lebih dulu berhubungan dengan mereka. Ia mengaku tunduk dan meminta tolong memerangi radja Kediri, musuh jang di- tjari oleh angkatan Tiongkok itu. Pandjang tjerita kita ringkaskan. Djajakatwang kalah perangnja, ibu kotanja djatuh ketangan musuh. Lalu sesudah kalah musuh didalam negeri dengan tolongan tentra asing itu, Widjaja berbalik menjerang ang:katan Tiongkok itu, dapat dihala,ukannja keluar. Maka tinggallah ia berkuasa sendiri dalam keradjaan. Tahun 1216 itu djuga Widjaja naik keatas tachta keradjaan Madjapahit dengan memakai gelaran Kertaradjasa. Keradjaan Madjapahit sampai kepuntjak kebesarannja dimasa pemerintahan radja Hajam Wuruk, · jang bergelar Radjasanagara, dalam masa ± 70 tahun jang berikut. Kebesaran keradjaan itu terutama sekali dengan karena djasa seorang Wazir perdana mantri, _ Gadjah Mada namanja, jang sudah memangku keradjaan sedjak pemerintahan ratu ibu suri daripada radja Hajam Wuruk itu tadi. Sepeninggal Gadjah Mada dengan matinja dalarn tahu~ 1286, tidaklah ' dapat ia berganti. Semendjak itu tidaklah keradjaan Madja,.. pahit dapat melebihi kebesarannja jang sudah2, tidakpun dapat mempertahankannja. Keradjaan itu, jang daerahnja meliputi sebagian besar daripada kepulauan kita ini, ter- petjah2 dan achirnja penghabisan radja Madjapahit jang ada tersebut dalam Pararaton diberitakan mangkatnja dalam ke-

1400, tahun hinasanja kota Madjapahit. lnilah kissahnja jang mendjadi tjerita orang. Tetapi njata tidak benarnja, sebagaimana sudah dikatakari tadi. Dalam pemeriksaan ahli tarich ada buktinja bahwa sampai tahun 1463 Caka, 63 tahun kemudian, masih ada djedjak daripada kota Madjapahit itu. Menurut pemeriksaan itu rupa2 - nja jang menundukkan Madjapahit dalam tahun 1400 Caka itu adalah radja bangsa Hindu djuga. Sesudah dikalahkan- nja Madjapahit, dipindahkannja ibu kota keradjaan itu. Maka tinggallah kota Madjapahit, berhenti mendjadi ibu kota keradjaan. Dengan dipindahnja istana dan segala orang besar2 dan pegawai keradjaan, tentulah negeri itu tidak dapat lagi menghidupi kaum penduduknja. Maka lama kelamaan pindahlah mereka dari situ. Ada jang mengikuti radja baru dan ada jang memhuang diri ke. Tengger dan ke Bali. Tentang tjerita itu kita dapatkan keterangan didalam buku Encyclopaedie van Nederlandsch lndie bagian ke-2 tjetakan _,¥(.. tahun 1918 hal. 196 jang isinja ~eperti berikut : • ,Tahun 1400 Caka (1478 M.) jang tersebut tadi itu sebagai tahun mangkatnja radja jang penghabisan dalam Pararaton itu, tahun itu didalam tjerita babad Djawa disebutkan pula sebagai tahun djatuhnja Madjapahit dikalahkan oleh kaum Islam. Tjerita itu sudah lama ternjata salah- nja dari berita2 ·orang pelajaran bangsa Portugis dan dj~ga daripada beberapa batu berpahat, j ang merriakai tarich tahun 1408 dan masih bersifat Hindu se-mata2 dan memakai nama radja jang memerintah pada waktu itu dengan nama radja di Wi.Jwatikta, jaitu salah-satu nama untuk Madjapahit djuga. Hanjalah dalam tulisan batu berpahat itu ada tersebut pudjian atas seorang, jang mengalahkan Madjapahit;

1400 itu, akan tetapi tidak oleh kaum Islam, melainkan oleh radja2jang tersebut dalam pahatan batu tahun 1408 itu, jaitu radja2 keluarga Girindrawarddhana. Maka keluarga itulah jang mendjadi keluarga keradjaan jang pene;habisan bangsa Hindu di Djawa, jang memerintah atas keradjaan itu, barangkali sehaglannja sadja, tapi tidak lagi· beristana di Madjapahit. Adapun jang m~ndjadi Mahar~dja dalam tahun 1408 itu bergelar Ranawidjaya ~ " Selandjutnja diterangkan dalam Encyclopaedic itu pad.a tempat jang tersebut itu djuga : ,Menurut keterangan dari-. pada Barbosa sampai dalam tahun 1437 pun (1515 M.) masih ada maharadja Hindu memerintah di Djawa dan dalam tahun 1443 (1521 M.) Madjapahit dinjatakan masih ada dalam keterangan Pigafetta, djadi se-kali2 tidak dibinasakan rupanja. Malah sampai waktu inipun masih ada kita mEma- ruh sepotong papan tembaga berpahat dengan tulisan j ang kabarnj~ terbu)at di Madjapahit dalam tahun 1463 gaka (1541 :M.)". Dua nama bangsa Portugis itu ialah daripada Antonio Pigafett(L dan Duarte Barbosa, dua orang j ang ikut dalam pelajaran Ferdinand Magelhaes ( atau Magellan) keliling dunia tahun 1519-1522 M. Daripada pelajaran itu ada ter- simpan tjatatan buku hari2 ( dagboek) daripada Pigafetta j ang tersebut itu. Dalam keterangan jang berikut selandjutnja kita dapati pengakuan tentang tjaranja tersiar agama Islam ditanah Djawa, jang tidak derigan paksaan kekuasaan sendjata dan tidak karena mengikutkan radja2, seperti jang masih kerap djuga ditjeritakan orang sampai dalani buku besar2 karangan orang2 ahli pengetahuan tinggi, se-mata daripada

Penjiaran Islam, seperti jang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Disitu ada tersebut : ,Dalam pada itu holehlah dipastikan, bahwa dalam tahun jang t ersebut itu" -(jaitu tahun 1463 C. (1541 M.) arti-nja tidak kurang dari 63 tahun kemudian daripada tarich jat:J.g tersebut dalam Pararaton itu) -,agama Islam sudah menang. Agama baru itu sudah berkembang dan tersiar di Djawa semendjak beberapa ratus tahun, terutama sekali dengan djalan damai. Adapun akan djatuhnja Madjapahit itu memang boleh djadi sekali karena djatuh deradjatnja, sebab tidak mendjadi ibu kota keradjaan lagi, maka ditinggal- kanlah oleh penduduknja, jang tidak dapat hidup lagi disitu dalam keadaan jang sudah berubah itu. Se-kali 2 tidaklah mesti disehabkan oleh karena dikalahkan dan dibinasakan oleh kaum Islam. Adapun pindahnja kaum penduduk itu memang sesungguhnja terdjadi; ada jang pindah ke Teng-
ger, ada ke Balambangan dan ada pula ke Bali ......... ".
Sampai disini kita petiK keterangan dari Encyclopaedie itu, sebagai kesaksian jang terang dengan alasan jang tjukup untuk menetapkan bohongnja atau kelirunja tjerita a.tau sangkaan atau tuduhan orang, j ang mengatakan, bahwa kebesaran keradjaan dan kebangsaan Djawa djatuh dengan karena sebab kedatangau Islam. Mari s~karang kita lihat pula, apa 2 jang sesungguhnja mendjadi sebab hilangnja kekuasaan Madjapahit itu menurut keterangan tarich. Didalam Encyclopaedic itu djuga dihalaman 197 kita dapati keterangan jang berikut : ,Adapun perlombaan berebut kemenangan antara agama Islam dan Hindu di Djawa belum habis lagi, tatkala bangsa Portugis mulai datang ke Djawa itu. setelah beberapa tahun

-tahun 1511 -mereka dapat menduduki negeri Malaka. Kedatangan mereka itu disambut dengan baik; oleh radja Madjapahit mereka itu disambut dengan senang hati sebag~i kawan j ang sangat berguna untuk me- law an radja2 pelabuhan jang dulu mengaku ta'luk tapi ke- 2 mudian ber-tambah mendesak kedalam daerah keradjaan. 2 Radja itu semuanja dengan dahsjat dan gentar mendengar berita nasib mdja Melaju itu ditangan bangsa Portugis, jang menghantjur-membinasakan ibu kota keradjaannja dan meniwaskan balatentranja. Tapi lama-kelamaan perasaan :gentar d

2.2

kekuasaan Hindu, jang didalam negeri. Perdjoangan sema- tjam itu tidak ada kedjadian. Islam dan Hindu ke-dua²nja itu adalah daripada bangsa Djawa sendiri dan pertarung~n jang terdjadi itu terutama sekali antara pihak Islam dengan bangsa Portugis, jang mendasarkan kekuasaannja kepada radja 2 Hindu, jang sudah mulai djatuh kekuasaannja, karena banjak ra'jat jang pindah agama masuk Islam. Begitulah kissahnja jang dikuatkal}-oleh bukti2didalam tarich. Maka se-kali 2 tidaklah kedatangan Islam mendjadi sebab djatuhnja keradjaan Madjapahit jang besar dulu itu, sebagaimana kerap ditjeritakan orang, menjalahi kenjataan j ang sudah terbukti .. Djika kita perhatikan segala keterangan, jang dapa,t kita pungut didalam tarich itu, adalah berkembangp.ja agama Islam itu terdjadi dengan ber-angsur 2 sudah sedjak pemerintahan radja Erlangga dalam abad ke-10. Dimasa itu, sebagaimana sudah diterangkan tadi -dari achir abad ke-9 M. -tahun 880 -sampai penghabisan abad ke-10, kaum perniagaan Islam tertolak dari negeri Tiongkok. Dizaman itu pela j a ran dihabiskan di Kedah, Malaka. Maka hanj aklah rasanj a kaum saudagar ban gsa Islam dari bandar 2 dipesisir Tiohgkok itu dalam masa itu pindah ke-pelabuhan2di Djawa dan Sumatra. Pada permula- an abad ke-13 -'- tahun 1200 M. -sudah luas tersiar agama Islam didalam kalangan rakjat, tapi beluni lagi mendjadi perhatian didalam tarich, sebab radja 2 didalam negeri masih tetap dalam agamanja jang lama, Hindu dan Budha. Pada- hal djedjak 2 tarich masa itu holeh dikata hanjalah hatu 2 berpahat sadja, atau lain 2 ukiran jang disuruh perbuat oleh radja 2• Dalam ahad ke-15 mulai rupa²nja ada datan'g pula dari Barat orang2dari keradjaan Islam disebelah Barat, jaitu

orang2 keradjaan jang masa itu sangat mendjadi ber-perang²an berebut kekuasaan dalam bagian dunia Islam itu. Banjak jang lari melepaskan diri kelaut. Maka daripada mereka itu ada jang mengelilingi 2 benua Afrika sampai ke Timurnja, di Sofala; dari situ ada j ang terpisah kemari. Dj ika betul dugaan itu, j aitu bahwa dalam abad ke-15 itu ada jang sampai kemari daripada bangsa jang tersebut itu, boleh djadi sekali kedatangan mereka itu menjebabkan perubahan kedudukan Islam disini. 2 Orang j ang kemudian itu berlainan dengan orang Islam 2 jang dulu itu, bukanlah daripada bangsa saudagar, melain- 2 kan bangsa radja dan orang peperangan; memang padan akan mendjadi menantu kepada radja2atau amir2dibandar2 dinegeri ini. Djedjak tidak kita dapatkan dengan tegas didalam tjatatan tarich. Tapi Maulana Malik Ibrahim Sjah jang bermakam di Gresik itu, adalah tersebut djuga gelarnja Maulana Magribi. Sampai ke Minangkabaupun ada djuga djedjaknja kedatangan bangsa Magribi itu. Didalam hikajat Tjindur Mata ditjeritakan Bunda Kandung dalam mimpi bertemu dengan Tuanku Siah Magribi. Turunan daripada orang bangsa itu memang lajak mendjadi pembangun keradjaan, sebab sudah memang asal ke- padanja dan peladjaran jang diturunkan oleh bangsanja. Adapun tentang djalan dari Magrabi itu, jaitu bagian Barat dari pesisir utara benua Afrika, kedunia Timur sudah djuga tersebut kissahnja didalam Tarich. Djalan darat sampai ke Laut • Merah sudah kita sebutkan lebih dulu. Tapi djalan laut keliling Afrika sudah pula didjalani oleh orang pelajaran bangsa Arab, lama sebelum orang Portugis mendapat d j alan itu. Djedjak jan·g per-tama2'bertemu didalam tarich tentang pelajaran orang mentjari djalan dari sebelah Barat Afrika

ada tersebut didalam sehuah karangan A. Mez ,Die Renais- sance des lslams". Memetik daripada asal karangan Arabia mentjeritakan kissah ,Perlajaran mentjari Tanah Barat", dalam abad ke-4 daripada Hidjrah, abad ke-10 M. Delapan orang bersaudara misan dari tanah Spanjol jang menjiap- kan sebuah perahu dan memuat air dan bekal tjukup untuk ber-bulan2, hendak mentjari Tanah Barat. Dengan angin baik dari Timur mereka bertolak. Sebelas hari berlajar ke Barat sampai mereka ditengah lautan besar, gelombang besar, langitnja hitam, banjak batu karang, tjahaja siangnja muram. Ngeri hati mereka melihat 'alam jang seperti me- ngantjam itu, hendak membunuh. Mereka berbelok haluan ke Selatan. Duabelas hari pula mereka berlajar, sampai ke- sebuah pulau orang berladang. Disitu mereka ditangkap orang, dimasukkan pendjara. Setelah tiga hari datang orang membawa djurubahasa Arab menanjai mereka : dari mana datang, kemana maksudnja. Beberapa lama kemudian, waktu datang angin Barat mereka dibawa kepesisir. Selama didjalan mata mereka bertutup, diikat dengan kain, tak di- beri melihat djalan. Tiga hari kemudian sampai kedarat pula, dinegeri orang Berber. Dari situ berlajar menjusur pantai, dua bulan mereka didjalan baru sampai kembali ditanah Spanjol. Begitulah kissahnja pelajaran jang pertama kali kesebelah Barat benua Afrika. Tj atatan j ang berikut ada kira2 300 tahun kemudian daripada itu. Dalam masa sangat lama itu boleh kita pastikan, bahwa dari masa kemasa tentu mesti ada -orang pelajaran, jang men-tjoba2djuga menempuh lautan jang bertambah2 terkenal itu dan jang ternjata pesisirnja didiami bangsa mariusia. Didalam tj atatan Amir Sj akib Arsalan atas karangan Lothrop Stoddard ,The New World of Islam", dalam salin-

..

wa-- fatnja tahun 1274 M.) tentang perlajaran Ibn Fatimah, jang b~rlajar menjusur pantai Afrika disebelah Barat, tambah lama tambah djauh ke Selatan, achirnja sampai diudjung Selatan benua Afrika, dinamakannja Tandjung Putih (Ras al Abyadl), karena gelombang dilaut itu selalu berpuntja.k huih jang putih karena sangat kentjangnja angin disitu. Ibn Fatimah tidak berbalik pulang dari situ, melainkan terus ia berlajar mengikutkan pantai berbelok ke Timm, kemudian ke Utara, sampai ia ke Sofala. Dipesisir Timur benua Afrika itu sudah ada beberapa banjak tempat perhenti- an orang pelajaran. Pada penghabisan abad ke-15 sudah ada dipesisir Mozambique sebuah perkampungan bangsa Arab orang pelajaran jang pandai 2, jang menaruh gambar 2 peta laut dan pengetahuan tentang angin dan musim. Maka Vasco di Gama, bangsa Portugis jang dimasjhurkan didalam tarich karena mendapat djalan ke ,Hindia Timur" itu, daJam pe- 1ajarannja itu membawa pandu (loods) bangsa Arab jang bernama Ibn Madjid. Waktu itli djalan dari pesisir Timur tanah Afrika itu sampai ke ,Hindia Timur" sudah banjak didjalani orang. Tapi dari bagian Bagdad, ibukota Chalifah Bani Abbas- pun, ada pula rupanja jang sampai kemari memb.awa diri kemudian daripada djatuhnja keradjaan Bani Abbas dalam tahun 1258 M. Djedjaknja bertemu didalam keradjaan Pase di Atjeh. Disitu ada sebuah kuburan, batu mesannja berpahat dengan nama Sjarif Abdullah, mangkat di Pase pada 23 h.b. Radjab tahun 810 (24 Desember 1407), dengan ke-', terangan, bahwa ia turunan tingkat ke-6 daripada Chalifah Abbasijah Abu Dja'far al Mansur jang bergelar AI Mus- tan~ir.

Tentang djalan masuknja Islam ke Alam Minangkabau pun tjuma kira 2 dan sangka2sadja jang ada. Hubungan Alam Minangkabau keluar ialah di Indrapura, di Kuala Kampar, di Indragiri, di Djambi dan di Palembang. Dari situlah kiranja djalan masuknja Islam, di Indrapura dari Atjeh, di Kampar dari Malaka dan di Palembang karena perhubungan pelajaran jang sudah tersebut tadi. Dalam hikajat Tjindur Mata barangkali ada djuga djedjak menundjukkan ber-angsur²nja Islam berkembang. Tadi sudah tersebut Bunda ~ndung melihat Tuanku Siah Magribi didalam mimpi. Dalam hikajat Tjindur Mata, pada per- mulaannja tersebut pada waktu subuh, Bunda Kandung sendiri jang pergi sembahjang. Di-tengah2hikajat itu tersebut pada waktu subuh segala malim pergi sembahjang. Dan pada bagian penghabisan hikajat itu datang Waktu subuh segala orang pergi keair akan sembahjang subuh. Njatalah sangat kurang sekali pengetahuan kita tentang kedatangan Islam kenegeri kita. Untung atas kita akan ber- ichtiar menjelidikinja.

GITA KARYA DJAKARTA