O. N. AIDIT
POLITIK LUAR NEGERI
DAN
REVOLUSI INDONESIA
D.N. AIDIT
Politik Luarnegeri dan
Revolusi Indonesia
(Kuliah dihadapan Pendidikan Kader Revolusi Angkatan Dwikora jang diselenggurakan oleh Pengurus Besar Front Nasional di Djakarta)
*
Jajasan Pembaruan" Djakarta. 1965
Kata Pengantar
Dalam bulan September, Oktober dan November 1964, Pengurus Besar Front Nasional telah melaksanakan Pendi- dikan Kader Revolusi (PEKAREV) Angkatan Dwikora di Djakarta. Selama Pekarev angkatan itu Menko/Wakil Ketua MPRS dan Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia, D.N. Aidit telah memberikan sedjumlah kuliah, disamping mengenai 'matapeladjaran Manipol/Usdek djuga mengenai matapeladjaran Membangun Dunia Kembali (MDK) dengan djudul Politik Luarnegeri Dan Revolusi Indonesia. Kuliah D.N. Aidit tentang Manipol/Usdek jang ber- djudul REVOLUSI INDONESIA (Latarbelakang Sedjarah Dan Haridepannja) telah kami terbitkan pada achir De- sember 1964. Sekarang dengan seizin pengkuliah kumpulan seri kuliah tentang MDK kami terbitkan dengan djudul jang sama dengan djudul kuliah. Semoga penerbitan ini akan merupakan sumbangan pada usaha mènjebarkan pengertian tentang politik luarnegeri Indonesia, tentang dasar²nja tentang latarbelakang sedjarahnja, masakini dan haridepannja, sebagai aspek jang sangat penting dari perkembangan revolusioner di Indonesia, di Asia Tenggara dan di Asia-Afrika pada umumnja.
Penerbit
PENDAHULUAN Matapeladjaran Membangun Dunia Kembali" diberi- kan oleh 3 orang, jaitu Sdr. Ali Sastroamidjojo SH, Ibu Hadji Aminah Hidajat dan saja sendiri. Bagian jang akan saja uraikan ini berdjudul Politik Luarnegeri dan Revolusi Indonesia". Djudulnja sendiri sudah mengharuskan supaja penguraian tentang masalah politik luarnegeri dihu bungkan dengan rcvolusi Indonesia, tentang fungsi dan tugasnja untuk mengabdi kcpada kepentingan dan tudjuan Revolusi Indonesia. Ini memang tidak bisa lain. Adalah satu keharusan jang fundamentil untuk selalu mengabdi- kan setiap aktivitet kita, apapun ragamnja dan dibidang manapun djuga, kepada kepentingan dan tudjuan Revolusi Indonesia. Kepentingan dan tudjuan Revolusi Indonesia tidak ha- nja terbatas pada kepentingan dan tudjuan nasional daripada revolusi kemerdekaan Indonesia, tetapi djuga pada kepentingan dan tudjuan internasional, jaitu membangun dunia kembali, dunia baru jang bebas dari l'exploitation de l'homme par l'homme, jaitu dunia sosialis. Ini disebab- kan karena Indonesia tidak bisa terlepas dari perkembangan masjarakat dunia pada umumnja, djuga sebagaimana sering dikatakan bahwa Revolusi Indonesia merupakan bagian dari revolusi dunia. Dengan demikian tugas kuliah ini jalah untuk mendjelaskan teori dan praktek politik luarncgeri scbagaimana ia harus dilakukan agar dapat nıcngabdi sepenuhnja kepada kepentingan dan tudjuan ini, sekarang maupun di-masa² jang akan datang. Kita tidak dapat membangun dunia kembali, djika kita tidak mengcnal keadaan dan perkembangan masjarakat dunia dewasa ini dan tempat jang diduduki oleh Indonesia didalamnja. Oleh karena itu terlebih dulu saja akan mem- berikan pandangan global tentang situasi internasional dewasa ini. Metodik jang akan saja pakai dalam pembahasan ini jalah metodik Marxis jaitu metodik daripada ilmu jang sudah lama ditegaskan oleh Bung Karno sebagai satu²nja ilmu jang kompeten buat memetjahkan soal² sedjarah, politik dan kemasjarakatan.
BAB I. KEADAAN DUNIA SEKARANG
A. KONTRADIKSI DASAR DIDUNIA
DEWASA INI Dalam Tavip ditegaskan bahwa Asia Tenggara. adalah pusat telengnja kontradiksi² dunia" (hlm. 31). Djadi Tavip menjebut tentang adanja kontradiksi-kontradiksi dunia. Memang kita tidak bisa memahami perkembangan masjarakat dunia, apalagi membangun dunia kembali, djika kita tidak memahami kontradiksi² dunia, sebagaimana halnja kita tidak bisa memahami hal-ihwal atau materi apabila kita tidak memahami kontradiksi² jang selamanja ada dalam setiap halihwal atau materi itu. Misalnja, untuk mengetahui keadaan Indonesia sekarang, kita mesti mengetahui tentang kontradiksi² jang ada di Indonesia sekarang seperti kontradiksi antara nasion Indonesia dengan imperialisme, kontradiksi antara kaum tani dengan feodalisme, kontradiksi antara buruh dengan kapital, dsb. Dalam diri kita sendiri pun terdapat kontradiksi² dan setiap hari kita menjelesaikan kontradiksi² tsb, misalnja kontradiksi antara fikiran kolot dengan fikiran progresif, kontradiksi antara malas dengan aktif, kontradiksi antara baik dengan djelek. Dan kalau kita terus berusaha setiap hari menjelesaikan kontradiksi² dalam diri kita dengan memenangkan segi² jang positif dan mengalah- kan segi² jang negatif, maka kita akan terus madju men- djadi seorang revolusioner jang baik. Sesungguhnja tugas kaum revolusioner tidaklah lain daripada menjelesaikan kontradiksi² baik dalam masjarakat maupun dalam fikiran. Djadi, apakah kontradiksi-kontradiksi didunia·dewasa ini? Ada banjak kontradiksi didunia. Tetapi dari jang banjak itu ada 4 kontradiksi dasar. Dengan kontradiksi dasar dimaksudkan, kontradiksi² jang memberi tjiri kepada dunia kita dewasa ini. Kontradiksi² lain jang terdapat didunia kita sekarang, misalnja kontradiksi antara negara² NEFO, termasuk antara negara² Sosialis, adalah
kontradiksi² tidak dasar, adalah bukan kontradiksi² jang memberi tjiri pada dunia kita sekarang. Empat kontradiksi dasar itu jalah :
- Kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme (kapitalisme monopoli).
- Kontradiksi antara proletariat dengan burdjuasi di-negeri² kapitalis.
- Kontradiksi antara nasion² tertindas dengan imperialis.
i. Kontradiksi antara imperialis dengan imperialis. Dua kontradiksi jang terdahulu, jaitu kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme dan antara proletariat dengan burdjuasi (kaum kapitalis) di-negeri² kapitalis, adalah kontradiksi² jang penjclesaiannja bertudjuan mentjip- takan masjarakat sosialis didunia. Sedang penjelesaian kontradiksi nomor 3, jaitu kontradiksi antara nasion² tertindas dengan imperialis, bertudjuan melahirkan negara² merdeka seperti jang terdapat di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Bila kontradiksi ini diselesaikan dengan konsekwen, maka perspektifnja jalah masjarakat Sosialis pula, tetapi bila setengah² (tidak konsckwen) maka hanja akan melahirkan negara² sematjam Malaysia" atau negara² jang menempuh djalan kapitalisme dan tidak dapat melepaskan ketergantungannja pada imperialisme. Kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme, antara proletariat dengan burdjuasi di-negeri² kapitalis, dan antara nasion² tertindas dengan imperialisme menampak- kan diri dalam perdjuangan raksasa untuk menggulingkan kekuasaan imperialis dan sistim kapitalis dimuka bumi ini. Perdjuangan² ini merupakan konfrontasi antara NEFO dan OLDEFO. Kontradiksi antara kaum imperialis tidak akan dapat diselesaikan oleh kaum imperialis sendiri. Kontradiksi ini baru dapat diselesaikan djika kaum buruh dan semua Rakjat pekerdja disemua ncgeri imperialis bangkit dan berhasil menggulingkan kekuasaan imperialis. Sudah dua kali perang dunia ditjetuskan oleh kaum imperialis, tetapi kontradiksi dikalangan mercka hingga kini masih ada dan akan tetap tak tersclesaikan oleh mereka sendiri. Antara ke-empat² kontradiksi terdapat saling-hubungan dan saling-pengaruh. Makaitu untuk mengubah tjiri dunia
dewasa ini atau untuk membangun dunia kembali kita harus berdjuang dengan gigih dan memetjahkan ke-empat kontradiksi dasar tersebut.
Tetapi, kita tidak tjukup hanja mengenal ke-empat kontradiksi-dasar. Kita tidak hanja harus pandai membedakan kontradiksi dasar dari kontradiksi² lainnja jang tidak dasar (misalnja kontradiksi. antara negara² NEFO, termasuk antara negara² Sosialis, dll), tetapi kita harus djugà pandai memilih dari kontradiksi dasar ini, mana jang merupakan kontradiksi-pokok, jaitu kuntji dari kontradiksi² dasar tsb. Atau dapat djuga dikatakan bahwa kontradiksi pokok adalah kontradiksi jang menentukan keadaan dan perkem- bangan kontradiksi² lainnja. Dari pergolakan perdjuangan revolusioner diseluruh dunia dewasa ini dapat kita ketahui bahwa dari 4 kontradiksi dasar tersebut, ada 2 kontradiksi pokok, jaitu :
- kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme, dan
- kontradiksi antaa nasion² tertindas dengan imperialisme. Dewasa ini dalam skala dunia, kedua kontradiksi-pokok
itu merupakan 2 arus perkasa melawan imperialisme, jang bersatu mendjadi satu arus besar Revolusi Dunia. Adalah wadjar bahwa kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme merupakan kontradiksi pokok karena imperialisme jang dikepalai oleh Amerika Serikat tetap
bertudjuan untuk menghantjurkan Sosialisme. AS tidak
bisa meradjai dunia selama ada negeri Sosialis seperti Uni
Sovjet dan RRT jang mempunjai sendjata nuklir. Djadi,
walaupun ada sementara orang mau mengaburkan kontradiksi itu, namuin tetap kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme adalah kontradiksi pokok. Kontradiksi pokok jang lain adalah kontradiksi antara
nasion² tertindas dengan imperialisme. Kontradiksi ini
terang dan djelas terdapat di Asia, Afrika dan Amerika
Latin. Didaerah AAA dewasa ini terdapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan mematang sebagaimana dibukti- kan oleh tingkat perdjuangan Rakjat revolusioner jang menggelora dengan hebatnja didaerah ini. Matarantai imperialisme jang paling lemah terdapat dibenua AAA. Oleh karena itu, ditempat dimana imperialisme lemah ini harus mendjadi titikberat perdjuangan mengganjang imperialisme. Bahkan dewasa ini bentuk konfrontasi jang ter-
tinggi, jaitu perdjuangan bersendjata, terdapat dinegeri²
AAA. Hal ini tidak hanja dibuktikan oleh perdjuangan bersendjata Rakjat Vietnam Selatan, ataupun oleh Rakjat Konggo dan Venezuela, tetapi djuga oleh perdjuangan Rakjat Indonesia sendiri, misalnja perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat dimasa lalu dan sekarang perdjuangan mengganjang ,Malaysia" dengan melatih ba- risan² sukarelawan. Rakjat Indonesia belum melepaskan sendjata dari tangannja, malahan masih memegangnja dengan kuat². Perdjuangan Rakjat AAA sekarang ini benar² telah menggontjangkan dan mengobrak-abrik imperialisme jang dikepalai oleh imperialisme AS. Oleh karena itu, kontradiksi antara nasion² tertindas dengan imperialisme, bukan hanja merupakan kontradiksi pokok didunia sekarang, tetapi adalah kontradiksi terpokok, jang memimpin dan menentukan keadaan dan perkembangan dunia dewasa ini. Djadi, Asia, Afrika dan Amerika Latin adalah daerah kontradiksi terpokok dunia. Inilah dasar teorinja dari apa jang sering kita njatakan bahwa Asia, Afrika dan Amerika Latin adalah daerah poros NEFO. Karena itu adalah kewadjiban kaum revolusioner di- seluruh dunia sekarang untuk menjokong perdjuangan Rakjat AAA untuk memenangkan revolusi² di-negeri² lain dan revolusi dunia. Dengan menjatakan bahwa kontradiksi jang terpokok dewașa ini adalah kontradiksi antara nasion² tertindas dengan imperialisme saja tidak menjangkal kemungkinan terdjadinja mutasi². Karena memang baik kontradiksi dasar maupun kontradiksi pokok, demikian pula kontradiksi jang terpokok itu bisa satu sama lain ber-ganíiz, mengalami mutasi². Misalnja bila terdjadi perang diantara negeri² imperialis seperti halnja perang dunia ke-I dan ke-II, maka berarti pada ketika itu kontradiksi antara imperialisme dengan imperialisme adalah jang terpokok. Demikin pula kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme bisa memuntjak hingga menimbulkan pepe- rangan, dan djika itu terdjadi maka kontradiksi jang terpokok adalah antara Sosialisme dan imperialisme. Dalam hubungan dengan perbedaan² pendapat jang dewasa ini terdapat dikalangan Gerakan Komunis Internasional, dapat saja terangkan bahwa salahsatu masalah jang dipersoalkan dalam Gerakan Komunis Internasional
adalah dalam menetapkan jang manakah kontradiksi terpokok didunia dewasa ini. PKI dan Partai² Komunis di Asia pada umumnja berpendirian bahwa kontradiksi antara nasion² tertindas dengan imperialisme itulah jang merupakan kontradiksi terpokok. Partai² Komunis diluar Asia djuga ada jang sependapat dengan Partai² Komunis di Asia. Tetapi sebagian lagi dari Partai² Komunis berpendapat bahwa kontradiksi jang terpokok adalah antara Sosialisme dengan imperialisme. Dengan demikian semua kontradiksi lainnja harus disubordinasikan kepada kepentingan penjelesaian kontradiksi ini. Karena penjelesaian kontradiksi ini diusahakan terutama lewat kompetisi dibidang ekonomi, maka, demi lantjarnja pembangunan ekonomi dí-negeri² Sosialis, diatas se-gala²nja perdamaian harus dipertahan- kan, diatas se-gala²nja harus ,koexsistensi setjara damai". Kalau kita dalami lebih djauh analisa demikian itu, maka ini berarti bahwa nasion² tertindas harus membatasi diri dalam mengganjang imperialisme dan kolonialisme, perdjuangan Rakjat² melawan imperialisme dan kolonialisme harus tunduk kepada kepentingan pembangunan Sosialisme dibeberapa negeri Sosialis, tunduk kepada politik kompetisi dibidang ekonomi" dan politik koexsistensi setjara damai". Ada lagi Partai: Komunis jang berpendapat bahwa kontradiksi terpokok adalah antara proletariat dengan bur- djuasi di-negeri² kapitalis, karena katanja, proletariat di-negeri² kapitalislah jang langsung memukul imperialisme. Tetapi kenjataannija tidak demikian. Misalnja sadja, perkembangan kapitalis monopoli di Djerman Barat djauh lebih menondjol djika dibandingkan dengan perkembangan gerakan buruh dinegeri itu. Gerakan buruh di Italia dan Perantjis memang penting artinja, tetapi belum memberi- kan pukulan jang mematikan kepada imperialisme. Gerakan buruh di-negeri² Eropa Barat dan di Amerika Utara pada umumnja sedang dihinggapi penjakit² reformisme dan revisionisme. Gerakan demikian itu tidak merupakan gerakan revolusioner jang tudjuan pokoknja mendjebol imperialisme dan membangun Sosialisme. Kita akan sangat berterimakasih kepada kaum buruh di-negeri² kapitalis, seandainja benar² pukulan² jang mereka berikan sampai bisa menggojangkan pilar² imperialisme dinegerinja, karena bila demikian pasti akan sangat mempermudah per.
djuangan kita di AAA. Tapi sekarang kenjataannja tidak demikian. Pilar² imperialisme sedang digojangkan oleh .Rakjat² AAA. Nanti akan datang masanja kaum buruh di-negeri² kapitalis menumbangkan pilar² itu. Oleh karena itu kaum buruh di-negeri² kapitalis harus solider dengan perdjuangan Rakjat AAA dalam menggojangkan pilar² jang nanti akan ditumbangkannja itu. Djadi, kenjataannja sekarang jalah bahwa kontradiksi atau konfrontasi jang terhebat terdapat didaerah AAA, jaitu kontradiksi antara nasion² tertindas melawan imperialisme. Pukulan² tcrhebat terhadap alamat imperialisme dilantjarkan oleh Rakjat² AAA. Djadi, kalau saja me- ngatakan kontradiksi terpokok itu jalah antara nasion² tertindas dengan imperialisme, ini bukanlah karena per- timbangan" jang mengandung unsur rasialisme atau regio- nalismc, tetapi karena memang demikianlah kenjataannja. Djuga tidak berarti bahwa kita mengisolasi diri. Dan akan keliru sekali bila kita tidak memperhitungkan kontradiksi² lainnja, karena semua kontradiksi itu saling pengaruh- mempengaruhi satu sama lain, saling-hubungan satu sama lain sesuai dengan hukum dialektika. Hal ini dapat dilihat dengan terang, misalnja ketika kontradiksi dikalangan imperialis memuntjak hingga petjah Perang Dunia I, maka imperialismc setjara keseluruhan mendjadi lemah. Keadaan ini mendorong madju perdjuangan kemerdekaan bangsa² di Asia umumnja, sedangkan proletariat di Rusia berhasil menggulingkan pemerintah Tsar dan kemudian menggu- tingkan pemerintah burdjuis serta melahirkan negara Sosialis pertama didunia. Oleh karenanja kita sangat memen- tingkan solidaritet NEFO.
B. AAA POROS NEFO
Asia, Afrika dan Amerika L.atin selama ber-abad² me- rupakan wilajah² mahaluas tempat kaum imperialis mendjalankan penghisapan biadab, tempat merampok keka- jaan² alam jang melimpah-ruah, tempat memeras keringat tenagakerdja² setempat habis²an. Rakjat jang berdiam di- benua² ini hidup miskin dan sengsara. Oleh karena itu tidak mengherankan, bahwa kaum imperialis berusaha dengan sekuat tenaga untuk tetap bertjokol diketiga benua
ini demi kelangsungan hidup mereka jang ingin terus mendominasi dunia dan jang ingin supaja Rakjat² diselu- ruh dunia tunduk dan mengabdi pada kepentingan² djahat mereka. Tetapi Rakjat Asia-Afrika-Amerika Latin bukanlah bangsa-budak" untuk se-lama²nja. Dalam konfrontasi antara NEFO dengan OLDEFO, jaitu kekuatan² tatatertib lama jang didasarkan pada pen- djadjahan dan penghisapan, konfrontasi mana jang dewasa ini masih berlangsung dengan hebatnja, Rakjat AAA mengambil tempat jang paling depan. Pergolakan Rakjat di tiga benua ini mengambil bentuk dan skala jang demikian runtjing dan luasnja sehingga tepatlah djika dikatä- kan bahwa di-daerah² ini terdapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan makin mematang. Pergolakan Rakjat ditiga benua ini sedemikian hebatnja sehingga krisis dan keruntuhan sistim kolonialisme makin mendjadi dalam dan membikin imperialisme makin sekarat. Di Asia, misalnja di Djepang terdapat gerakan massa Rakjat jang perkasa, jang meliputi seluruh -negeri dalam melawan kaum imperialis AS dan kaum monopolis Djepang jang berdajaupaja untuk membikin Djepang sebagai negara embel² imperialis AS, sebagai negara dimana fasisme dan militerisme tetap terpelihara. Rakjat Djepang bangkit berlawan dalam satu front jang luas jang mereka galang dari kekuatan² tjinta: kemerdekaan dan perdamaian. Mereka mendjalankan aksi² jang besar melawan manipulasi² AS beserta pemerintah reaksioner Djepang untuk mendjadikan Djepang negeri pangkalan² nuklir AS. Dengan. penuh keberanian dan semangat serta dajadjuang jang tinggi sekali, tanpa menghiraukan tin- dakan² represif alat² negara neo-fasis Djepang jang telah kita kenal sendiri kebiadabannja. mereka mengadakan demonstrasi² jang : patriotik untuk menuntut penarikan kembali pasukan² AS dari kepulauan Ogasawara· dan Okinawa. Dengan penuh kepahlawanan mereka menen- tang digunakannja lapangan² terbang Djepang sebagai pangkalan pesawat² terbang pengangkut sendjata² nuklir AS. Mereka memprotes digunakannja pelabuhan² Djepang sebagai pangkalan² kapalselam² atom Polaris" dari AS jang sekarang mendjeladjahi samudra² dunia untuk setiap waktu siap meluntjurkan roket nuklirnja guna membina- sakan" negeri² Sosialis. Disamping semuanja ini, kaum buruh Djepang jang penuh militansi terus mendjalankan
aksi² raksasa mereka melawan penindasan kapital monopoli untuk kehidupan jang lajak dan tarafhidup jang baik. Gerakan Rakjat Djepang telah merebut rasahormat dan simpati serta setiakawan dari setiap orang jang sedikit sadja mempunjai rasa kemerdekaan dan patriotisme, telah mendapat dukungan jang kuat dan luas dari segenap ke. kuatan kemerdekaan dan perdamaian didunia. Dibawah penindasan dan teror jang keras dari rezim Pak Jung Hui, itu boneka AS, Rakjat Korea Selatan djuga tidak mau ketinggalan dari Rakjat² lainnja didunia dalam mengganjang imperialisme AS. Gerakan demokratis melawan dominasi impcrialisme AS dinegeri mereka dan mclawan perundingan jang dilakukan oleh rezim boneka ini dengan kaum militeris Djepang mengenai kerdjasama" dibidang ckonomi, kebudajaan dan militer makin hari makin bertambah kuat. Sampai kini terhjata bahwa perundingan² jang sudah berlangsung lebih dari satu tahun lamanja itu tidak mentjapai hasil, berkat perlawanan jang gigih dari Rakjat Korea Selatan dan djuga Rakjat Djepang. Rakjat Korea Selatan memahami betul bahwa kembalinja kekuasaan kaum militcris Djepang ke Korea Selatan lewat persetudjuan² jang sedang dirundingkan itu akan berarti penindasan dobel bagi mereka, jaitu penindasán oleh kaum imperialis AS beserta rezim bonekanja dan penindasan oleh kaum militeris Djepang jang buas jang sangat mereka kenal sebagaimana djuga kita pernah mengenalnja. Badai perdjuangan bersendjata dan revolusi telan ber- hembus di-negeri² Asia lainnja seperti di Vietnam Selatan dan Laos. Negeri keradjaan Kambodja pun bangkit melawan intervensi dan agresi AS terhadapnja. Projek neo- kolonial Malaysia" dari imperialis Inggris jang disokong dengan kuatnja oleh imperialis AS sedang hangat²nja diganjang oleh Rakjat dan pemerintah Republik Indonesia. Perlawanan Rakjat² Malaja dan Singapura bertambah lama bertambah kuat, perdjuangan bersendjata di Kalimantan Utara makin berkembang. Tengku Abdulrahman, siboneka imperialis, pasti tidak akan bisa lama menari menurut irama seruling imperialis. Di-negeri² lainnja di Asia seperti di Srilangka, Birma, Pakistan, Afganistan dll. semangat kemerdekaan dan anti- imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme jang di- pantjarkan oleh Konferensi Bandung tetap menjala. Api
Dasasila Bandug dan api Lima Prinsip Koexistensi Damai
jang militan, jang berbeda djauh seperti antara bumi dan langit dengan prinsipa koexistensi damai jang bersemangat kapitulasi dan jang dipropagandakan oleh India, Jugoslavia dan sebangsanja, makin lama makin membara. Api ini tidak bisa dimatikan oleh setan imperialis manapun, atau oleh tiupan revisionis manapun. Di Afrika telah tumbuh satu kebangkitan daripada Rakjat jang tiada taranja dalam sedjarah perdjuangan Rakjat² Afrika. Taufan revolusi sedang melanda Afrika, satu benua dengan penduduknja jang berdjumlah 263 djuta (angka 1962). Satu benua kajaraja jang menghasilkan tembaga dan timah putih masing² 1/5 produksi dunia, 1/4 produksi dunia untuk manggan, lebih dari separoh produksi dunia untuk emas 80% produksi dunia untuk kobalt dan 98% untuk intan. Ja, Afrika senantiasa merupakan daerah exploitasi jang terkaja dan tak terhabiskan bagi káum kapitalis monopoli. Tetapi Afrika sekarang sedang berontak melawan penindasan dan exploitasi ini. Afrika sekarang bukan lagi merupakan mangsa jang empuk bagi kaum imperialis. Rakjat Afrika sekarang sedang bangkit melakukan perdjuangan dengan bermatjam djalan untuk merebut kemerdekaan dan demokrasi. Taufan perdjuangan Rakjat Afrika untuk kemerdekaan dan demokrasi bertepatan dengan ditemukannja -deposit² jang luas, deposit² uranium jang dibutuhkan sekali oleh kaum penindas. guna membikin bom² atom mereka. Perdjuangan revolusioner Rakjat Afrika untuk kemerdekaan dan demokrasi timbul pada saat sedang dilaksanakan projek² baru jang luas untuk menarik kekajaan² serta bahan² strategis keluar Afrika, disaat logam² jang begitu penting dan vital seperti ckrom, tembaga dan seng sedang dikum- pulkan untuk ditimbun dalam gudang-persediaan imperialis dalamdjumlah jang makin besar. Perdjuangan Rakjat Afrika ini muntjul pada saat persaingan antar-imperialis dari abad ke-19 telah diganti dengan persaingan² baru, persaingan antara negara² imperialis jang lama kontra jang baru, jang datang dari seberang Atlantik. Perdjuangan Rakjat² Afrika bukan perdjuangan jang mudah, sungguhpun kubu kemerdekaan dan perdamaian serta kubu sosialis telah tumbuh makin kuat sesudah
Perang Dunia I. Pertempuran² besar sedang dilakukan dan akan makin banjak, pertempuran² dalam mana 3 fihak merupakan fihak² pesertanja, jaitu 1) Rakjat Afrika, 2) negara² kolonial lama dari Eropa Barat jang dikepalai oleh Inggris dan jang mempertahankan apa jang mereka bisa pertahankan, dan 3) imperialis Amerika Serikat jang muntjul dalam usaha untuk merebut kekajaan² Afrika. Gambar dari perdjuangan melawan imperialisme, kolo-. nialisme dan neo-kolonialisme ini adalah warna-warni. Di Konggo, bekas djadjahan Belgia, penerus² setia dari almarhum Patrice Lumumba sedang mengangkat sendjata terhadap kaum imperialis. Konggo jang telah mentjapai kemerdekaan dibawah pimpinan patriotik almarhum Pa- tricc Lumumba sekarang mendjadi mangsa neo-kolonialisme Amorika Serikat. Usaha² AS untuk menundukkan Konggo lewat PBB dan manipulasi² serta intrik² lainnja telah sedemikian diauh dan kurangadjarnja sehingga Tsombe, pembunuh Lumumba dan agen dari dua imperialis — Belgia dan AS — telah diangkat mendjadi per- dan menteri Konggo. Adakah ironi jang lebih menjolok daripada ini? Tetapi Rakjat Konggo tidak berdiam diri dan sedang meneruskan perdjuangan jang telah diretas oleh Lumumba itu. Pasukan Rakjat bersendjata dibawah pimpinan Front Pembebasan Nasional Konggo dewasa ini sudah mentjapai kcmenangan² dan daerah² bebas jang telah mcreka rcbut akin lama makin meluas. Perdjuangan bersendjata inilah jang merupakan arus pokok di Konggo maupun di Afrika pada umumnja sekarang ini. Tetapa Tsombe diangap sebagai sampah masjarakat Konggo dan budak-belian modern dari kaum imperialis AS dibuktikan oleh fakta dalam bulan Oktober ini dimana dia ditolak oleh KTT non-blok di Kairo untuk menghadiri konferensi ini. Perdjuangan revolusioner Rakjat Konggo makin menghebat dan simpati serta setiakawan jang di- perolehnja dari dunia kemerdekaan dan kemadjuan makin lama makin besar. Lebih dari 30 buah negeri Afrika telah mentjapai ke- merdckaannja berkat desakan dan perdjuangan Rakjat, sekalipun ukuran kemerdekaan negara² itu ber-beda². Na- mun demikian, Dasasila Bandung dan deklarasi-deklarasi serta resolusi-resolusi berbagai konferensi internasional daripada organisasi-organisasi Rakjat maupun pemerintah²:
jang anti-imperialis dan anti-kolonial, telah merupakan pegangan jang kuat bagi Rakjat di-negeri² ini. Usaha untuk membangun negeri dibidang ekonomi dan bidang² lainnja tidak mereka pisahkan dari perdjuangan melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme. Perdjuangan ini terus mereka lakukan sungguhpun dalam ukuran jang ber-beda² dan dalam ukuran jang ketjil sekalipun. Satu fikiran sudah mulai merasuk dikalangan mereka, jaitu bahwa imperialisme dunia, chususnja imperialisme AS, harus diganjang dan dihantjurkan dengan djalan apapun kalau kemerdekaan sedjati mau ditjapai. Permainan imperialis AS di Afrika sudah makin terang. permainan untuk mendesak imperialis² lainnja dan kemu- dian bertjokol dibumi Afrika dengan badju baru, badju neo-kolonialisme. Di Konggo mereka melakukan tjampur- tangan setjara kasar sekali. jang berbentuk intervensi setjara terang²an. Di-negeri² lain di Afrika mereka mem- bantu pemerintah² djadjahan, aktif mendukung dan men- stimulasi diktatur² kolonial untuk menindas gerakan² Rakjat jang menjebar laksana api dipadang lalang. Mereka djuga aktif ikut menindas revolusi² hersendiata di Anoo- la, Mozambik dan, negeri² lain di Afrika. Tetapi adakah revolusi Rakjat jang bisa ditindas dan ditjegah tumbuh dan mendialar? Tidak ada! Djuga di Afrika tidak. Por- djuangan bersendjata jang bagi Afrika merupakan alter- natif satu²nja untuk mentjapai kemerdekaan sedjati sudah mendialar di Afrika, dimulai dari Aldjazair di Utara sampai ke bagian Selatan dari benua ini. Api revolusi Rakjat melawan penindasan kolonial dan melawan exploitasi_ neo-kolonial AS djuga membakar benua Amerika Latin, jang sedjak lama merupakan ,hin- terland", merupakan pekarangan belakang jang aman tenteram bagi kapital monopoli AS. Revolusi Kuba tetap merupakan mertjusuar bagi gerakan kemerdekaan nasional Rakjat negeri² Amerika Latin. Dan mertjusuar ini tetap tegak bagaikan batukarang jang tidak gojah walaupun di- pukul oleh 'gelombang² dahsjat daripada agresi², subversi² dan sabotase² AS. Pukulan agresor AS jang satu disusul dengan pukulan jang lainnja terhadap Kuba dengan meng- gunakan tangan kaum kontra revolusioner Kuba. Tetapi Kuba tetap berdiri dan terus mengkonsolidasi diri. Setiakawan Rakjat sedunia terhadap Kuba makia kuat dan
kebentjian Rakjat sedunia terhadap kedjahatan² jang kotor sekali dan memuakkan dari kaum imperialis terhadap Kuba ini makin bertambah besar. Djalan Kuba makin lama makin banjak ditempuh oleh gerakan Rakjat di-negeri² Amerika Latin lainnja. Di Venezuela perdjuangan bersendjata Rakjat mengambil dimensi² jang makin luas. Demikian djuga halnja di Ko- lombia, Tjili, Guatemala, Costa Rica dan lain²nja. Amerika Latin sudah bukan ..pckarangan belakang" jang aman dan tenteram lagi bagi AS. Ja, Aliansa Para El Progresso" (..Pcrsekutuan Untuk Kemadjuan") tetap tidak bisa mem- hikin kaum imperialis tidur njenjak dikursimalas dan duduk tenteram dikursigojang di-kebun² mereka di Amerika Latin. Argentina pun telah mendemonstrasikan ke- pada kita di Indonesia bahwa Argentine pattern" atau pola Argentina" bukanlah tjontoh jang baik untuk dilak- sanakan dalam menjelenggarakan suatu usaha bersama" dengan kaum imperialis dibidang perminjakan. Minjak milik Rakjat Amerika Latin mulai membakar sekudjur tubuh kaum imperialis AS. Demikianlah perdjuangan revolusioner Rakjat jang sedang berlangsung dengan gegap-gempita di Asia, Afrika dan Amerika Latin dan jang menggetarkan imperialisme dunia. Perdjuangan revolusioner mengganjang imperialis- mc AS sebagai biang kcladinja imperialisme dunia ini merupakan aktivitet Rakjat se-hari². Dentum meriam dan desing peluru senapan dari pasukan² Rakjat jang meng- gempur benteng" impcrialis AS setiap hari terdengar di ketiga benua ini. Gelora perdjuangan revolusioner ini pada dewasa ini djauh lebih besar gemanja daripada gelora gerakan buruh di-negeri² Eropa dan negeri² metropol lainnja. Rakjat diketiga benua ini merupakan detasemen jang pa- ling militan dewasa ini dalam barisan NEFO jang sedang berkonfrontasi dengan OLDEFO. Maka adalah tepat se- tepat²nja apabila kita mengatakan bahwa Asia-Afrika-Amerika Latin adalah poros dari NEFO.
NEFO itu dan apa jang mendjadi poros dari kekuatan² Oldefo itu. Ke-tidak-rataan perkembangan negeri² kapitalis dila- pangan ekonomi dan politik, jang merupakan hukum perkembangan ekonomi kapitalis itu sendiri, telah melahirkan perang dunia ke-II. Perang dunia ke-II telah mengakibat- kan bahwa perkembangan jang tidak rata dari negeri² kapitalis mendjadi lebih mendalam lagi. Tiga negeri imperialis, jaitu Djerman, Italia dan Djepang setjara militer telah dikalahkan. Perantjis menderita kerugian² besar dan Inggris mendjadi sangat lemah. Kaum monopoli AS mun- tjul sebagai pemenang jang tidak menderita kerugian², malahan mereka bertambah kaja karena keuntungan² -luarbiasa jang mereka peroleh dari perang itu dan mereka dapat menantjapkan posisi mereka jang kokóh dalam dunia kapitalis. Sesudah fasisme dihantjurkan maka pusat reaksi dunia, dan agresi bèrpindah ke Amerika Serikat. Tadi saja katakan bahwa Perang Dunia II telah meng- hasilkan keuntungan² luarbiasa bagi monopoli² AS. Menu- rut angka² resmi-jang tentunja lebih rendah daripada angka² sebenarnja – selama perang ini keuntungan²: jang diperoleh kapital monopoli AS naik dari 3,5 miljar dolar dalam tahun 1938 mendjadi 17,2 miljar dolar dalam tahun 1941, 21,1 miljar dolar dalam tahun 1942, 25,1 miljar dolar dalam tahun 1943 dan 24,3 miljar dolar dalam tahun
- Selama perang dan dalam tahun² sesudah perang, ke- kuasaan ekonomi dan politik monopoli² kapital AS dalam menindas Rakjat makin bèsar. Trust² badja, konsern² ki- mia seperti Du Pont, maskapai² raksasa mobil seperti General Motors dan Chrysler, monopoli² listrik seperti General Electric dll. lagi, makin meluaskan sajapnja jang sudah lebar itu. Misalnja-sadja, General Motors kini me- miliki lebih dari 102 perusahaan raksasa di AS sendiri dan lebih dari 33. disedjumlah 20 negara asing, dengan djumlah buruh seluruhnja lebih dari / djuta. Besarnja investasi kapital AS diluarnegeri akan saja paparkan dalam bagian selandjutnja dari Bab ini. Di AS dipusatkan bagian. jang terbesar dari stock emas negeri², kapitalis. AS mèndjadi negara piutang, tukang renten jang pokok dari negeri² imperialis lainnja. Expansi AS sesudah peráng dimulai dengan dalih Ban-
C. IMPERIALIS AS POROS OLDEFO
Kalau kita sudah mengetahui AAA sebagai poros NEFO, maka pcrlu pula kita mengetahui apa jang dihadapi oleh
tuan untuk Rehabilitasi Eropa sesudah Perang". Plan
Marshall" jang ditjiptakan untuk tudjuan ini mempunjai
maksud untuk membelenggu negeri² Eropa Barat, men- tjekik industri mereka, mengubah Eropa Barat mendjadi afzet gebied", tempat AS melemparkan barang²nja jang tidak mendapat pasaran lagi dan mengekang kedaulatan negeri² itu. AS bermaksud menggiring negeri² ini diatas dialan politik agrcsinja dan politik militerisasi ekonominja. Plan Marshall merupakan dasar-ekonominja Pakta Atlan- tik Utara, persekutuan militer jang dibentuk dalam tahun 1949 olch AS dengan bantuan kalangan jang berkuasa di Inggris guna menantjapkan kekuasaannja didunia. Plan Marshall diikuti dengan program untuk ,,mendjamin kea- manan bersama" dengan mana ,,bantuan" AS sesungguh- nja digunakan untuk kepentingan persendjataan dan mem- persiapkan perang baru. Namun, rentjana² finans-oligarki AS untuk mendomi- nasi dunia bukanlah rentjana jang lantjar djalannja dan bukannja tidak mendapat rintangan² jang besar. Pasaran dunia kapitalis jang makin menjempit dan persaingan jang didcrita AS dari negeri² Eropa Barat merupakan hal² jang membikin gojah rentjana² itu. Perdjuangan untuk merebut pasaran djuga bertaibah sengit karena Djerman Barat dan Djepang telah ikutserta dalam pertarungan ini, dan sekarang negcri² ini ekonomis sudah kuat kembali. Maka karena menjempitnja pasaran kapitalis jang sangat tidak mcnguntungkan bahkan merugikan sekali monopóli² AS itu. AS montjari djalan keluar bagi usahanja untuk men- dominasi dunia itu dengan mendjalankan expansi ekonomi dan politik jang se-luas²nja, dengan membikin negeri² kapitalis lainnja tunduk sepenuhnja atau untuk sebagiar pa- danja, dengan mengebiri kedaulatan negeri² ini, dengan mendesak kedudukan negeri² ini dan mengopernja sebagai ncgeri² pcndjadjah. Bersamaan dengan itu kita melihat bahwa Rakjat diseluruh dunia msmberikan pukulan² jang keras dan ber-tubi² kepada AS. Tetapi ada pula sementara orang jang berfikiran bahwa perlu kita melakukan pem-beda²an terhadap mereka jang berkuasa di Washington. Kata mereka, administrasi Ken- nedy dan jang kini diteruskan oleh Lyndon Johnson, ber- ,,common sense", ber-,,akal-sehat", ,,bisa diadjak ngomong". Lain dengan Barry Goldwater jang ultra-kanan,
kata mereka. Kita bertanja, apa jang mereka maksud dengan akal-sehat dan tentang bisa diadjak omong? Akal mereka adalah akal bulus, akal penipu, akal situkang min- dring raksasa jang ingin hidup dari-,,hidup" orang lain, jang ingin hidup dari kematian atau kebinasaan orang lain. Síapakah ketjuali administrasi Johnson jang menjebar ratjun, bom² kuman, jang membunuh puluhan ribu pen- duduk Vietnam Selatan jang tidak bersalah dan tidak ber- dosa itu ? Siapakah kalau tidak administrasi Johnson jang mengagresi RDV dan jang menginstruksikan agar menge- djar kapalterbang RDV sampai wilajah RRT sekalipun? Siapakah kalau, tidak administrasi Johnson jang menjuruh Armada ke-VII mendjeladjahi Samudera Indonesia dan melanggar perairan teritorial negeri orang seenak perutnja sendiri? Siapakah ketjuali administrasi Johnson jang me- nandatangani pernjataan bersama dengan boneka Inggris Tengku Abdulrahman dan membela Malaysia" jang ber- musuhan dengan Republik Indonesia itu ? Bung Karno mengatakan ini ,,keterlaluan". Baiklah, Johnson bisa ngomong tentang perdamaian. Tetapi omongan ini adalah omongan jang berbisa, omíongan dengan lidah jang ber- tiabang dua, suatu peniouan dan jang samasekali berten- tangan dengan fakta² hidup disekeliling kita dan dimana- pun didunia. Tidak ada orang jang berfikiran sehat pertjaja pada omongan ini. Djadi, baik jang ngomong maupun jang pertjaja pada omongan itu sama² tidak sehat fikiran- nja. Dalam menghadapi pemilihan presiden AS jang akan dilangsungkan bulan November 1964, ja, dalam menghadapi administrasi² AS jang manapun dan pada saat apa- pun, selama Wallstreet jang menentukan politik Washington, djanganlah kita· keterlaluan dan miendjadi berotak- udang dengan mengatakan bahwa orang² sematjam Ken- nedy-Johnson ber-,,common sense" dan ,,tjintadamai" di- bandingkan dengan sematjam Barry Goldwater jang ultra-kanan. Tjukup bagi kita untuk tidak berilusi terhadap orang² jang sudah terkenal masuk golongan .,kanan" jait golongan reaksioner atau kontra-revolusioner, se-akan² dari orang² sematjam itu bisa diharapkan sesuatu jang baik dan bermanfaat bagi perdjuangan untuk kemerdekaan na- sional dan perdamaian dunia. AS sekarang sebagaimana sudah saja katakan adalah
pusat rcaksi dan agresi dunia. AS sekarang adalah poros OLDEFO. AS sckarang setjara objektif sudah merupakan musuh utama dari Rakjat² diseluruh dunia. Hal ini dibuk- tikan olch seluruh tindak-tanduk, seluruh sepak-terdjang, seluruh politik jang didjalankan oleh AS disegala bidang dan didalam maupun diluarnegeri. Dalam rangkaian kuliah ini kita akan memusatkan pembahasan pada politik luar- negerinja.
- EXPORT KAPITAL AS DAN HUBUNGANNJA DENGAN POLITIK LUARNEGERI AS Djika kita mencliti angka² export kapital dari Amerika
Serikat, maka akan kita lihat bahwa peranan AS sebagai imperialisme utama didunia telah sangat menondjol sedjak perangdunia I1. Dalam tahun 1914, jaitu pada permulaan perangdunia I. investasi² langsung kapital AS diluarnegeri (artinja investasi-jang dilakukan dalam perusahaan² jang langsung dikuasai oleh modal monopoli AS) berdjumlah $ 2.6 miljar. Djumlah ini meningkat mendjadi $7.0 miljar dalam talun 1939 (Victor Perlo, Empire of High Finance, hlm. 295), dan dalam tahun 1950 telah mendjadi $ 12.0 miljar, artinja meningkat dengan kl. 70% dalam waktu 11 tahun (Peking Review, No. 19, 1962. hlm. 9). Tetapi ketjcpatan meningkat bahkan lebih men-djadi² setelah tahun 1950, karena dalam tahun 1961 djumlah investasi² langsung kapital AS diluarnegeri telah meningkat mendjadi $35.0 miljar, artinja meningkat hampir 150% dalam waktu 11 tahun ini (Peking Review, No. 19, 1962, hlm. 9). Inilah sebab jang pokok daripada makin meningkatnja sifat agresif daripada imperialisme AS. Ini bukti se-njata²- nja bahwa watak imperialisme AS samasekali tidak me- ngalami perubahan, bahkan sebaliknja. Demikianlah kenjataannja djika orang tidak ber-ilusi mengenai AS. Mengapa kapital AS begitu kerasan" diluarnegeri? Sebabnja tidak lain jalah karena keuntungan² jang bisa diperoleh diluarnegeri djauh lebih besar daripada keuntungan² dari kapital jang diinvestasi didalamnegeri. Investasi kapital diluarnegeri bisa menghasilkan keuntungan sebcsar kuranglebih 15% setahun, artinja dalam hanja waktu 6 tahun kapital jang ditanam itu bisa sepenuhnja kembali dalam bentuk keuntungan. Ini dapat dilihat dari
angka² keuntungan² dari investasi² langsung dalam tahun
- Pada waktu itu, investasi² langsung AS diluarnegeri berdjumlah $, 19.2 miljar dan keuntungan² tahunan dari investasi² langsung tsb. berdjumlah $ 3.3 miljar. Lagi pula, keuntungan² jang diperoleh kaum monopolis AS dari in- yestasi diluarnegeri mendjadi makin banjak sebagai persentase keuntungan total mereka. Dalam tahun 1940, keuntungan² dari investasi² diluarnegeri meliputi 9,2% daripada seluruh keuntungan mereka (termasuk keuntungan² dari investasi didalam dan diluarnegeri), tetapi dalam tahun 1956, keuntungan² dari investasi luarnegeri sudah mendjadi 14,7% dari seluruh keuntungan kaum monopolis Amerika Serikat (Victor Perlo, Empire of High Finance, hlm. 296). Dan persentase jang diperoleh dari investasi² diluarnegeri masih teruș meningkat. Dan perlu kita perhatikan bahwa angka² jang diberikan diatas, semuanja merupakan angka² resmi menurut pem- bukuan resmi, sedangkan umum mengetahui bahwa nilai sebenarnja adalah djauh melebihi angka² tersebut. Madja- lah AS Fortune pernah mengatakan bahwa investasi² langsung oleh kaum monopolis AS diluarnegeri mungkin men- dekati $ 50 miljar sedangkan djika ditambah dengan investasi² tidak langsung, djumlahnja akan melebihi $ 75 miljar, jaitu suatu djumlah jang kurang lebih sama dengan pendapatan nasional Inggris, Kanada dan negeri Belanda didjadikan satu! (V. Perlo, Empire of High Finance, hlm.
296). Demikianlah gambaran jang serba singkat dan pokok² sadja mengenai kekajaan kaum monopolis AS diluarnegeri. Selandjutnja perlu kita perhatikan pula bahwa investasi² dalam perusahaan² minjak meliputi bagian jang besar daripada djumlah investasi² langsung seluruhnja. Hampir 35% dari seluruh investasi AS diluarnegeri ditanam dalam industri minjak (US National Planning Association : The Economy of the American People, hlm. 129). Hal ini adalah penting sekali diketahui olh kita di Indonesia. Kaum monopolis minjak AS merupakan golongan jang paling berkepentingan dalam mempertahankan kedudukan domi- nasi AS di-benua² lain, dan dalam kenjataannja mereka djuga memegang peranan jang sangat penting dalam me- nentukan arah politik luarnegeri AS jang esuai dengan kepentingan² modal mereka. Seperti kita ketahui, bagian
terbesar daripada modal AS jang tertanam dinegeri kita djustru dalam industri minjak. Karena itu, dapatlah dime- ngerti, bahwa Indonesia memang termasuk dalamling- kungan perhatian kaum monopolis jang paling agresif dan jang paling berkuasa dibidang politik luarnegeri AS, jaitu kaum monopolis minjak.
Menurut Victor Perlo, seorang ahli ekonomi AS, kaum
monopolis minjak AS menguasai lebih dari 50% dari seluruh penghasilan tahunan jang diperoleh oleh perusahaan AS diluarnegeri (V. Perlo, Empire of High Finance, hlm.
299) Dan bagian terbesar daripada keuntungan² minjak
ini dikuasai oleh keluarga Rockefeller. Begitu besar pe- noaruh perusahaan² minjak terhadap hubungan² luarnegeri AS. sehingga mereka mempunjai aparatur sendiri jang hampir menjcrupai State Department AS dalam tjara² ker- djanja, disamping usaha² mereka untuk langsung menguasai pula djabatan² tertinggi dalam aparatur dinas luarnegeri AS. Victor Perlo mengemukakan bahwa politik luarnegeri keluarga Rockefeller dan kaum monopolis minjak lainnja pada pokoknja mempunjai dua tudjuan, jaitu per- tama memperoleh konsesi² baru, dan kedua menggagalkan usaha² kearah nasionalisasi (Idem, hlm. 306). Dia mengemukakan pula bahwa berbagai langkah terpenting dalam politik luarnegeri AS selama ber-puluh² tahun ini, untuk bagian terbesar, ditentukan oleh kaum monopolis minjak, seperti misalnja, penundaan pengakuan terhadap Peme- rintah Sovjet setelah Revolusi Oktober, Doktrin Truman di Timur Tengah. Doktrin Eisenhower, dan perlawanan terhadap RRT scrta sokongan penuh jang diberikan kepada Tjiang Kai-sjck. Adalah penting untuk diperhatikan bahwa kaųm monopolis minjak AS djuga mempergunakan dana² jang besar sekali dibidang perguruan tinggi dan dibidang riset (re- search) mengenai negeri² asing. Dapat dipastikan bahwh banjak diantara buku² jang ditulis oleh sardjana² AS mengenai Indonesia jang semuanja bernada bermusuhan dengan Rakjat dan revolusi kita dan jang selalu berusaha keras mentjari dasar untuk mengadu-domba kekuatan² Rakjat, dikerdjakan atas suruhan dan dengan' biaja kaum monopolis AS ini, terutama kaum monopolis minjak. Demikian setjara singkat mengenai expor kapital dan politik luarnegeri imperialisme AS.
2.PERANAN ,BANTUAN" LUARNEGERI AS DALAM
RANGKA POLITIK AGRESI AS
,Bantuan" luarnegeri merupakan alat jang amat penting bagi imperialisme AS dalam mendjalankan politik lu- arnegerinja dan dalam mendjalankan usaha²nja untuk menguasai seluruh dunia. Dalam waktu 18 tahun sedjak tahun 1948, jaitu tahun permulaan program bantuan" AS dalam skala jang besar (dalam tahun itu, dimulailah apa jans dikenal sebagai bantuan" Marshiall), imperialisme AS telah menjediakan,,bantuan" ekonomi dan militer seba- njak $ 100 miljar atau lebih dari $ 5 miljar setahun kepada negeri² diseluruh dunia kapitalis (Charles Wolf, Foreign Aid : Theory and Practice in Southern Asia). Sudah djelas bahwa sedjak semula tudjuan pokok daripada ,,bantuan" tersebut, baik ,,bantuan" ekonomi mau- pun bantuan" militèr. jalah untuk membendung (meng- contain") kubu sosialis dan menguasai negeri² lain dalam usaha untuk menindas gerakan kemerdekaan nasional. Ka- lau kita mau pertjaja kepada kata² manis jang dikeluarkan setiap hari oleh kantor USIS, maka maksud daripada bantuan" itu jalah kemadjuan ekonomi", kesedjahtera-
an sosial", pembangunan ekonomi" dan matjam² lagi
tudjuan jang enak didengar. Lebih baik kita pasang telinga bukan kepada USIS jang nerupakan fabrik kebohongan jang ulung, tetapi mendengar apa jang dikatakan oleh to- koh² AS sendiri, oleh sardjana² AS jang sering membuat
matjam² analisa, biasanja dengan maksud untuk membuk-
tikan bahwa penggunaan uang padjak AS untuk bantuan"
itu memang dapat dibenarkan dan berguna untuk dunia
bebas".
Sudah berulang-kali kaum imperialis AS mengakui de-
ngan tak tahu malu·bahwa setiap dolar jang dipergunakan uhtuk bantuan" luarnegeri adalah guna membeli" secu- rity atau keamanan dalamnegeri bagi AS sendiri. Ini djauh
lebih besar nilainja daripada djika dolar itu digunakan setjara langsung disektor pertahanan di AS sendiri.
Pernah dikatakan oleh John Foster Dulies, misalnja, bahwa berkat program² bantuan ini, kita iimungkinkan
untuk mengeluarkan djumlah uang jang djauh lebih sedikit
bagi program² militer kita sendiri dan guna memperoleh
keamanan jang djauh lebih besar..
Oleh Eisenhower pernah dikatakan dalam tahun 1959 bahwa pengeluaran² kita untuk bantuan luarnegeri adalah sama pentingnja bagi pertahanan nasional kita seperti pengeluaran² untuk tentara kita sendiri dan setiap dolar jang dipcrgunakan untuk itu dapat membeli lebih banjak secu- rity dalamnegeri bagi kita". Dalam buku Charles Wolf jang berdjudul Foreign Aid : Theory and Practice in Southern Asia dikemukakan suatu daftar pandjang daripada apa jang dinamakan tudjuan²" atau objcctives" daripada bantuan" luarnegeri AS. Daftar ini meliputi hal seperti misalnja : memperbesar tentara' !okal. mempertahankan persekutuan SEATO, mem- perolch pangkalan" militer untuk tentara AS, memperko- koh .stabilitct politik", mendorong sikap jang bersaha- bat" terhadap AS. melawan tawaran² bantuan dari negeri² sosialis dan imemperolch suara² pro-AS di PBB (Charles Wolf. Foreign Aid : Theory and Practice in Southern Asia, hlm. 254). Mengenai apa jang dimaksudkan dengan stabilitet politik" Wolf mcngutip Eisenhower dengan pandjang lebar jang a.l. mcngatakan bahwa bagi ber-djuta² Rakjat didekat Uni Sovjet dan RRT. kemerdekaan adalah suatu hal jang baru dan .Pemimpin² moderat dari nasion² ini harus mem- perolch bantuan jang tjukup dari luar untuk dapat mem- bcrikan harapan jang tjukup mejakinkan akan tertjapainja kemadjuan. Kalau tidak, Rakjat² itu akan mengubah arah- nja. Elemen² extrim akan bisa merebut kekuasaan, meng- hasut kebentjian² jang bersifat nasionalistis dan menimbul- kan pcrtentangan². Dalam keadaan demikian, timbullah
bahaja bahwa pcmcrintah² bebas akan ditiadakan.....
(Idem. hlm. 261). Dengan demikian diakui dengan tak tahu malu, bahwa ,bantuan" dipakai untuk mempertahankan apa jang dinamakan pemimpin² moderat". Dan siapa jang dimaksudkan dengan ,pemimpin² moderat"? Kalau kita membatja uraian² sardjana² jang dibiajai oleh kaum imperialis, seperti misalnja Guy Pauker, Arnold Brack- man, dil. atau di Australia Herbert Feith, maka jang dimaksudkan dengan ..pemimpin² moderat" di Indonesia adalah tokoh² Masjumi dan PSI jang masih mereka djagoi sampai detik ini. Olchı Wolf ditckankan djuga mengenai tudjuan bantuan" untuk membeli persahabatan, pengaruh, kemauan
baik dan kerdjasama". Tetapi dia djuga mengutip Dulles jang pernah mengatákan sbb. : Saja sama sekali tidak perduli apakah bantuan kita membikin sahabat² atau ti-
dak...... Kita melakukan program² bantuan itu hanja
karena mengabdi kepada kepentingan² Amerika Serikat sendiri". Demikianlah suaranja seorang jang tak berdaja me-nutup²i lagi kenjataan bahwa makin lama imperialisme AS makin dibentji diseluruh dunia. Demikianlah mengenai tudjuan² politik daripada bantuan" luarnegeri Amerika Serikat. Tudjuan² ekonomi djuga memegang peranan jang besar. Hal ini pernah dirumuskan setiara singkat tapi padat dalam Amanat Presiden AS kepada Kongres AS dalam tahun 1958 dimana dikatakan tentang tudjuan² ekonomi dari .bantuan" luarnegeri AS, bahwa ,dalam mendorong pem- bangunan ekonomi di- dunia bebas'. kita mempunjai ke-
pentingan² jang bersifat ekonomis...... Dalam tahun²
iang akan datang, kemadjuan ckonomi di-negeri² jang kurang madju akan menguntungkan bagi keduabelah fihak karena akan menjediakan pasaran² jang makin luas bagi export² kita, kemungkinan² baru untuk investasi kapital kita serta akan.membantu kita untuk memperoleh bahan² pokok strategis jang kita butuhkan dari luarnegeri". (Idem, hlm. 271). Kata² ini diutjapkan dalam tahun 1958. Pada achir bu- lan September 1964 USIS mengumumkan bahwa perdagangan AS dengan negeri² Asia telah bertambah sehat" sedjak tahun 1959. Sehat untuk siapa ? Hal ini dapat kita lihat dari angka² jang diberikan oleh USIS, jaitu bahwa djika dalam tahun 1959 kelebihan expor AS ke-negeri² Asia (chususnja Timur Djauh) hanja berdjumlah $ 9.8 djuta, maka dalam tahun 1963 kelebihan expor AS dengan negeri² ini telah meningkat mendjadi $ 1.296 djuta. Arti- nja, dalam waktu 5 tahun itu perdagangan AS dengan Asia mendjadi 130 lebih sehat" untuk AS. Dan bagaimana setjara chusus mengenai bantuan" AS jang diberikan kepada Indonesia ? Mengenai hal ini, Charles Wolf, penulis buku itu, ternjata tjukup ahli karena pernah bekerdja di Kedutaan Besar AS di Djakarta. Dia setjara tak tahu malu mendjelaskan, bahwa ,bantuan" AS kepada Indonésia sangat didorong oleh hasil² pemilihan umum di Indonesia dalam tahun 1955 dan 1957. Pendje-
lasan Wolf mengenai hal ini adalah sedemikian menarik sehingga saja akan mengutipnja setjara lengkap : Mengenai Indonesia, memang terdapat alasan² untuk menghubungkan kenaikan bantuan dengan perkembangan² dalamnegeri karena hal² tsb. telah mendjadikan bantuan AS sebagai hal jang lebih 'bernilai' dalam melakukan usa- ha² untuk mentjapai stabilitet politik. Singkatnja, perkembangan² dalamnegeri tsb. jalah hasil² pemilihan umum di Indonesia dalam tahun 1955 dimana Partai Komunis Indonesia dengan tidak di-duga² memperoleh 20% daripada suara². Pun di Indonesia hal² seperti pemilihan umum dapat dianggap kurang penting dalam mempengaruhi djumlah byinuan AS. djika dibandingkan misalnja dengan hal seperti sikap jang bersahabat dan mau bekerdjasama daripada Pemerintah Burhanuddin atau kenjataan bahwa Pre- siden Sukarno menerima baik suatu undangan untuk ber- kundjung ke AS. Bagaimanapun djuga, pengaruh² dari berhagai hal ini mempunjai pengaruh jang besar terhadap 'nilainja' Indonesia scbagai suatu negeri penerima bantuan. Disatu fihak, bantuan dalam rangka Mutual Security Pro- gram telah dipcrbesar. Dan dalam bulan Maret 1956 telah disetudjui untuk memberikan barang² pertanian (SAC) sedjumlah $ 97,8 djuta. Tidak pernah sebelumnja itu ke- pada suatu negcri Asia diberikan barang² SAC sebanjak itt". (Idem. hlm. 221). Dan bagaimana tentang hasil² pemilihan umum di Indonesia dalam tahun 1957? Dalam hal inipun, Wolf memberikan komentarnja jang sungguh menarik. Dia berkata : .Dalam pemilihan umum pemerintahan daerah tahun 1957, PKI mempcroleh djumlah suara jang terbesar di Djawa. Harus diakui dan disesalkan, bahwa tjara² jang terscdia bagi AS untuk dapat mempengaruhi perkembangan-sematjam itu adalah terbatas. Jang paling menentukan dalam keadaan jang demikian terletak dalam hal pimpinan intern, sumber² atau dana² jang tersedia dan 'good fortune' atau hal² jang kebetulan. Tetapi dalam keadaan jang demikian. sudah daçat dipastikan, bahwa salahsatu sendjata politik luarncgeri AS jang paling ampuh jalah bantuan luarnegeri. terutana segi ekonomi' daripada bantuan luarnegeri". (Idem, hlm. 415). Tjukup kiranja dengan bahan² diatas, untuk melihat betapa bantuan luarnegeri AS dipergunakan sebagai sen-
djata bagi imperialisme AS untuk membendung kemadjuan Rakjat² diseluruh dunia dan untuk menguasai seluruh dunia. Bantuan" AS adalah tjampurtangan langsung dalam urusan intern negeri lain.
- MILITERISASI EKONOMI NEGERI? IMPERIALIS,
TERÚTAMA SEKALI AS Semendjak Uni Sovjet dan negeri² sosialis lainnja lahir, dengan ekonomi sosialis jang langsung berlawanan dengan ekonomi kapitalis, maka pasaran dunia jang sebelumnja merupakan pasaran dunia jang sifatnja tunggal, jaitu pasaran tempat mendjual barang² hasil² industri ka. pitalis se-mata², mendjadi terpctjah dua. Pasaran dunia tidak merupakan pasatan dunia jang tunggal lagi. Dalam dunia kemudian timbul dua pasaran, pasaran kapitalis dan pasaran sosialis. Kenjataan lainnja jalah bahwa daerah² tempat sumber bahan² mentah mendjadi lebih sempit bagi negeri² imperialis. Menjempitnja daerah² sumber bahan mentah mengaki- batkan makin hebatnja percbutan dikalangan negeri² imperialis untuk mendapat daerah² atau negeri² tempat mendjual barang² industri mereka, daerah² atau negeri² untuk mendapat bahan² mentah, dan daerah atau negeri² tempat menginvestasi kapital mereka. Kaum imperialis, terutama sekali imperialis AS, berdajaupaja untuk mengkompensasi kerugian jang mereka derita karena menjempitnja daerah bahan² mentah dan terpetjahnja pasaran tunggal ini, dengan melakukan expansi jang lebih luas atas kerugian saingan² mereka (negeri² imperialis lainnja), dengan mendjalankan agresi², persendjataan jang gila²an dan dengan memiliteri- sasi ekonomi. Djadi, dalam keadaan dimana pasaran_tunggal mendjadi terpetjah dua dan menjempitnja daerah sumber² bahan mentah, kaum .kapitalis monopoli menempuh djalan mi literisasi" ekonomi negeri² mereka. Djalan ini mereka tem- puh tidak lain untuk bisa memperbesar keuntungan² mereka. Tetapi militerisasi ekonomi ini tidak bisa tidak meng- akibatkan pertentangan² atau kontradiksi² jang lebih men- dalam dan lebih runtjing dikalangan mereka sendiri. Esensi ekonomi daripada militerisasi ini jalah bahwa bagian jang senantiasa makin besar dari barangdjadi² dan
bahan² mentah digunakan untuk tudjuan² jang tidak pro- duktif, jaitu dalam bentuk barang² jang mempunjai nila² strategis (militer). Produksi persendjataan ini terus di- perluās olch kaum kapitalis monopoli. Peluasan produksi perscndjataan ini mercka tempuh melalui penurunan upah² buruh. penindasan² jang lebih keras terhadap kaum tanı, peningkatan padjak² dan perampokan jang lebih intensif terhädap Rakjat negeri djadjahan dan negeri² jang ter- gantung. Semua ini membikin dajabeli Rakjat mendjadi lebih lemah. mengurangi produksi barang² industri dan pertanian sertasangat mengurangi produksi barang² untuk kebutuhan sivil. Karena itulah maka militerisasi ekonomi negeri kapitalis lehih memperbesar disproporsi atau keti- dak-seinıbangan antara kemungkinan² produksi (produc- tie mogelijkheden) dengan dajabeli jang makin menurun dari penduduk. Dan hal ini tidak boleh tidak mengakibatkan krisis ekonomi negeri² kapitalis itu. Sesudah Perang Dunia II industri AS tanpa melalui fase kenaikan, pada achir 1948 mengalami krisis ekonomi, dan krisis ini makin keras selama seluruh tahun 1949. Tanda" krisis ckonomi dalam tahun 1949 djuga dapat di- lihat di-negeri² Eropa Barat. Peluasan produksi persendjataan di AS dan negeri² blok Atlantik lainnja jang sangat menondjol dalam pertengahan tahun 1950 sesudah perang agresi imperialis terhadap Ko- reo dilantjarkan. menungkinkan timbulnja kenaikan produksi industri. Hai ini hania ditjapai atas kerugian per- kembangan ckononi negeri² kapitalis itu sendiri. Begitulah maka dalam pertengahan kedua tahun 1953 timbul krisis ckonomi lagi di AS jang mengakibatkan berkurangnja produksi industri. Militerisasi ckononni mcmbawa keuntungan² jang luar- biasa bagi kaum kapitalis monopoli. Dan militerisasi ekonomi dengan sendirinja merupakan stimulator dan katali- sator dari agresi imperialis jang terutama sekali didjalan- kan olch kaum kapitalis monopoli AS.
- MUSUH PERTAMA RAKJAT SEDUNIA
Betapa busuk dan djahatnja politik imperialis AS mendjadi djelas bagi kita. Kesimpulan wadjar jang dapat kita tarik daripadanja jalah bahwa sebagai biangkeladi impe-
rialisme dunia, AS sekaligus telah mendjadi musuh Rakjat² sedunia. Lihatlah sasaran revolusi² Rakjat dan gerak- an² revolusioner Rakjat seluruh dunia, jang pada umumnja jalah imperialisme AS. Djuga bagi revolusi Indonesia, imperialisme AS telah mendjadi musuh nomer satu.' Imperialisme Inggris tidak'akan sekurangadjar sekarang dalam membela projek Malaysia"nja djika seandainja di Asia tidak ada kekuatan AS jang berupa Armada ke-VII dan pangkalan² militer. Dari tindak-tanduknja dimana sadja didunia, djelas pula terlihat bahwa agresivitetnja tidak mendjadi berkurang, sebaliknja AS bertindak makin kurangadjar dan makin ne- kad. Dalam seluruh garis dan djalan politiknja samasekali tidak ada tanda² bahwa AS menundjukkan keinginan da- mai, siapapun atau presiden manapun jang memegang tam- puk kekuasaan negara AS. Itulah sebabnja mengapa ia makin lama makin diga- njang oleh Rakjat sedunia, dan mengapa barisan Rakjat jang mengganjangnja makin lama makin besar, makin luas dan makin kuat sebagaimana dibuktikan oleh kedjadian- internasional sekarang ini.
- RUNTUHNJA SISTIM KOLONIAL DARIPADA
IMPERIALISME Baik Presiden Sukarno, maupun negarawan² dan pe- mimpin² Rakjat lainnja, baik di Indonesia maupun di-negeri² lain senantiasa tegas menandaskan bahwa imperialisme sedang menudju dengan tjepat keliangkuburnja, bahwa imperialisme sedang sekarat. Sebagai tingkat atau stadium terachir dari kapitalisme, imperialisme tidak lain daripada kapitalisme jang sedang sekarat, moribund capitalism", sedang menudju kematiannja. Ada sementara orang jang me-lebih²kan kekuatan imperialisme jang sudah sekarat ini dengan menekankan bahwa imperialisme masih kuat dan kuasa, masih hebat dan luar- biasa kekuatannja. Lihatlah AS jang bergigi" nuklir, lihatlah Inggris jang masih kokoh, demikian kata mereka. Pan- dangan mereka-dibikin silau oleh persendjataan dan kekuatan militcr jáng dimiliki AS sekarang ini, oleh sendjata² nuklir dan roket²nja. Mereka tidak mau mengerti bahwa Rakjat jang menentukan djalannja sedjara dan bahwa na- sib sesuatu negeri ataupun dunia bukan per-tama² diten-
tukan oleh sendjata. Ini dengan gamblang bisa ditarik ke- simpulan dari pergolakan² jang timbul didunia, dari revolusi jang sukses, dari Revolusi Oktober di Rusia Tsar sampai kc Rcvolusi Tiongkok, Indonesia, Vietnam dan Kuba. Sungguh kasihan mereka jang berpandangan demikian jang hakekatnja melihat dunia serba gelap tanpa perspektif jang bersinar tjemerlang, jang mau hidup dengan menjesuaikan diri pada keinginan² imperialis jang rakus, tamāk dan djahat itu. Pandangan ,serba sendjata" ini membunuh enerzi Rakjat jang sclalu ingin bangkit sekalipun kurang baik persen- djataannja melawan imperialisme jang komplit persendja- taannja. Difihak lain ada pula pandangan jang mengatakan bahwa dewasa ini impcrialisme sudah mati. Menurut mereka, masalah melawan imperialisme dan kolonialisme bukan lagi merupakan masalah bagi bangsa² didunia dewasa ini, karcna kemcrdckaan sudah dimiliki oleh bangsa² didunia. Masalah dunia sekarang adalah masalah memelihara perdamaian. perdamaian, dan sekali lagi perdamaian, masalah mempcrtinggi kultur umatmanusia, masalah kerdjasama dibidang ckonomi dsb. dsb. Pandangan ini dinjatakan misalnja olch almarhum Nehru dalam Konferensi Nonblok k-! di ßeograd dan dilandjutkan oleh fihak India, Jugo- slavia dll. dalam Konferensi Nonblok ke-II di Kairo baru² ini. Dan pandangan ini masih dianut oleh sementara orang. Tapi anehnja. bersamaan dengan mengatakan imperialisme sudah mati" mercka sudjud dan berkapitulasi diha- dapan imperialis. Kc-dua pandangan ini adalah ekstrim dan karenanja tentu keliru. Kedua pandangan itu sama² melemahkan, mengebiri atau mematikan perdjuangan melawan imperialisme untuk kemerdekaan dan untuk membangun dunia baru jang adil dan makmur. Jang benar jalah bahwa imperialisme belum mati, tetapi djuga ia tidak lagi merupakan kekuatan jang besar, perkasa dan hebat jang bisa memaksakan kemauannja dengan sesuka hatinja. Perkembangan kapitalisme mendapat pukulan jang hebat dengan timbulnja kubu sosialis jang diametral berla- wanan dengan kubu kapitalis setelah lahirnja Uni Sovjet dalam talun 1917 dan negeri² sosialis lainnja sesudah Pe- rang Dunia 11. Pcrkembangan ini makin bertambah berat
bagi kapitalisme dengan krisis jang diderita oleh sistim
kolonialnja.
Negeri² imperialis menimpakan beban² serta akibat² pe-
perangan² pada. pundak Rakjat negeri² djadjahan dan negeri² tergantung. Tingkat hidup Rakjat ini karenanja mendjadi menurun setjara katastrofal. Semua ini lebih mem- perhebat kontradiksí antara nasion² tertindas dengan imperialisme. Dan kontradiksi² ini mengambil bentuk jang anekaragam dan runtjing serta dahsjat sebagaimana kita lihat di AAA. Kaum monopolis AS sebagaimana sudah saja uraikan tadi, dengan dalih memberikan ,bantuan" kepada negeri² jang kurang madju, mendesak masuk setjara sistimatis ke- negeri² djadjahan dan ke-daerah² pengaruh negeri² Eropa Barat. Dengan demikian maka perampokan² terhadap negeri² ini jang dilakukan oleh imperialisme AS bertambah inten- sif dan desakan² AS ini menimbulkan djuga kontradiksi² jang runtjing antara mperialisme AS dengan imperialisme² lainnja. Kita mengenal kontradiksi² jang makin men-djadi² terutama antara AS dengan Perantjis dan antara Inggris dengan Perantjis diberbagai persekutuan² ekonomi maupun aliansi² militer.: Hal ini semua membawa krisis jang makin mendalam dan keruntuhan setjara' total dari sistim kolonial imperialisme. BAB II. ASIA-TENGGARA PUSAT TELENG KONTRADIKSI DUNIA Dalam Bab'I sudah didjelaskan bahwa Asia-Afrika-Amerika Latin merupakan daerah poros Nefo. Dalam uraian itu didjelaskán pula perdjuangan Rakjat² didaerah poros itu jang menondjol dalam melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme itu. Perdjuangan² jang menondjol ini dapát kita katakan sebagai titikpusat². Be- gitulah maka titikpusat perdjuangan di Amerika Latin ada- tah perdjuangan Rakjat Kuba dan Venezuela. Untuk Afri- ka titikpusatnja jalah perdjuangan Rakjat Konggo dan Anggola. Untuk Asia maka perdjuangan Rakjat² Asia Tenggaralah jang mendjadi titikpusat. Seluruh Asia Teng-
gara merupakan titikpusat didaerah kontradiksi terpokok. Presiden Sukarno dalam Tavip telah menegaskan bahwa Asia Tenggara sekarang ini sebenar-benarnja sedang mendjadi pusat-telengnja kontradiksi² dunia". (Tavip, hlm.
31). Di Asia Tenggara bertjokol banjak imperialis, dari jang paling besar jaitu imperialis AS, Inggris dan Perantjis sampai jang paling ketjil seperti Portugis, Swiss dll. Betapa tidak! Artipenting jang besar dari Asia Tenggara dari sudut ckonomi dapat dilihat dari barang² jang dihasilkan- nja seperti karct, teh, gula, tembakau, beras, kopra, wolf- ran, nikkel, timah putih, timah hitam, manggan, bauxit, minjak dll. Asia Tenggara mempunjai kedudukan strategis jing penting. la merupakan djembatan antara India dan Tiongkok. la menghubungkan dua samudra besar, Samudra indonesia dan Samudra Pasifik jang merupakan djalan perniagan laut jang pokok dengan lalulintas pelajaran niaga jang ramai antara Eropa dengan Timur Djauh dan Oceania. Kontradiksi dunia didaerah ini terdapat dalam bentuk²nja jang paling tadjam. Didaerah ini terdapat semua kontradiksi dlasar, jaitu : antara Sosialisme (RDV dan RRT) dengan imperialisme dan antara proletariat dengan burdjuasi. Didacrah ini terdapat kontradiksi antara nasion tertindas dengan imperialisme karena adanja nasion² jang baru merdcka dan nasion² terdjadjah serta tergantung jang melawan impcrialisme sebagaimana halnja Rakjat² Ma- laja dan Kalimantan Utara serta Rakjat Indonesia mengganjang Malaysia", Rakjat Vietnam Selatan melawan imperialisme AS dll. Djuga didaerah ini terdapat kontradiksi antara kaum imperialis sendiri seperti jang terdja- di antara imperialis AS dengan Perantjis, dengan Inggris, dengan Belanda dll. Djadi, ke-empat² kontradiksi-dasar terdapat di A ia Tenggara ini sehingga dapatlah dikatakan bahwa Asia Tenggara adalah miniaturnja dunia, dunia dalam bentuk ketjilnja. Penjelesaian kontradiksi² ini berarti memotong garis hidup imperialisme dunia. Inilah sebabnja mengapa saja mengatakan bahwa Asia Tenggara adalah focus dari focusnja AAA. Inilah sebabnja mengapa saja menjetudjui sepenuhnja pendapat Bung Karno, bahwa Asia Tenggara adalah pusat-telengnja kontradiksi² dunia. Marilah kita tindiau perdjuangan Rakjat di Asia Tenggara ini
dalam mengganjang imperialisme dunia, chususnja imperialisme AS. Per-tama² marilah kita pusatkan perhatian pada Indotjina, chususnja Vietnam dan lebih chusus lagi pada Vietnam Selatan. Di Vietnam Selatan sedang berlangsung satu epos jang mengagumkan jang merebut rasahormat dan sim- pati serta kebanggaan dari setiap patriot dan pedjuang kemerdekaan negeri manapun djuga. Di Vietnam Selatan, sebagaimana di-negeri² Indotjina pada umumnja, imperialisme Perantjis jang tadinja berkuasa sudah dipaksa mun- dur dan diusir pergi. Tetapi imperíalisme AS jang meng- indjak² Perdjandjian Djenewa berhasil bertjokol di Vietnam Selatan melalui agresi² dan intervensi²nja jang dikutuk oleh umatmanusia progresif diseluruh dunia. Pengalaman Vietnam Selatan ini merupakan peladjaran bagi Rakjat² sedunia. Bagi Rakjat Indonesia pengalaman² ini berarti, bahwa anti-imperialisme Belanda dan kemudian anti-imperialisme Inggris sadja tidak tjukup, tetapi djuga harus anti-imperialisme AS karena imperialisme AS adalah biangke- ladi imperialisme dunia. Tidak berbuat demikian berarti tidak tjukup waspada, dan ini berarti akan djatuh keda- lam kekuasaan imperialisme AS. Di Vietnam Selatan imperialis AS sedang mendjalankan perang chusus" dalam rangka mewudjudkan sistim neo- kolonialismenja. Perang chusus" ini dilantjarkan melalui suatu boneka jang dibentji Rakjat. Rezim anti-Rakjat ini membangun tentara boneka jang dipersendjatai sepenuhnja oleh AS. Tentara boneka ini dikuasai oleh AS lewat opsir²nja sendiri dengan memakai berbagai kedok. Dalam waktu 10 tahun, sedjak tahun 1954 sampai 1963, kaum imperialis AS telah mengeluarkan uang sedjumlah 4 miljar dolar untuk membiajai perang kotornja di Vietnam Selatan. Pada dewasa ini mereka mengeluarkan $ 2 djuta sehari. Mereka telah membangun 111 lapangan terbang militer dan 11 pelabuhan militer. Tentara boneka Vietnam Selatan terdiri dari 600.000 orang, sedangkan apa jang dinamakan penasehat²" AS jang langsung memimpin tentara boneka ini berdjumlah 30.000 orang. Menurut perkiraan kaum imperialis AS, mereka baru dapat menumpas gerakan Rakjat di Vietnam Selatan, djika djumlah tentara boneka mereka melebihi pasukan² gerilja Rakjat dengan perbandingan 20 lawan 1. Padahal menurut
Front Nasional Pembebasan Vietnam Selatan dewasa ini perbandingan itu .baru" mentjapai 4 lawan 1. Kaum imperialis AS sekarang sudah kewalahan. Dengan demikian AS harus mengakui bahwa seorang gerilja jang bersendjata se- derhana adalah sama kuatnja dengan 20 orang tentara bajaran jang diperlengkapi dengan sendjata jang paling modern. Dan ini sckaligus berarti membuka kesempatan membikin keuntungan² raksasa bagi industrialis² sendjata AS. Scdar akan kckuatan jang luarbiasa dari pasukan² gerilja larena crat bersatupadu dengan Rakjat, maka kaum imperialis AS berusaha untuk memisahkan Rakjat dari gerilja? ini dengan memasukkan seluruh penduduk desa ke- dalam apa jang dinamakan ,desa² strategis" jang dikeli- lingi dengan pagar kawat berduri jang tinggi, jang didjaga keras dan jang tidak lain merupakan kamp2 konsentrasi. Tapi apn hondak dikata! Didalam kamp² inipun timbul perlawanan" hebat dan siasat inipun tidak memberikan manfaat apa² bagi mereka. Menghadapi keadaan jang demikian maka AS melantjarkan perang kimia. Dalam waktu 212 tahun moreka telah 200 kali menjebarkan bahan² kimia jang beratjun jang telah membunuh atau melukai
20.000) orang. mematikan beribu-ribu ternak dan membi- nasakan tanaman bahan makanan seperti padi dsb. seluas
300.000 ha. Perang Victnam Selatan direntjanakan dan dilantjarkan olch orang² sepcrti Presiden Kennedy, Presiden Johnson, Djenderal Maxwell Taylor jang sekarang mendjadi ,,duta- besar" AS di Saigon dan Mc Namara, Menteri Pertahanan AS. Dalam pertengahan tahun 1961, Lyndon Johnson jang pada waktu itu adalah Wakil Presiden AS datang ke Saigon atas perintah Kennedy untuk merentjanakan usaha² menumpas gcrakan Rakjat di Vietnam Selatan. Jang mendjadi pusat perhatiannja jalah usaha memperkuat Koman- do Militer AS. memperluas tentara boneka Vietnam Selatan dan mengirimkan lebih banjak penasehat²" AS dan perlengkapan militer. Djuga disusun apa jang dinamakan rentjana Stalcy-Taylor" untuk menumpas perlawanan Rakjat dalam waktu 18 bulan. Kita semua mengetahui hasil jang ditjapai oleh plan 18 bulan ini. Jang ditumpas bukan gerakan Rakjat, melainkan AS beserta tentara² dan rczim bonekanja. Gerilja Rakjat dibawah pimpinan Front
Nasional Pembebasan Vietnam Selatan telah membebaskan lebih dari 75% wilajah Vietnam Selatan. Kaum imperialis tinggal menunggu saatnja untuk ditendang keluar Vietnam Selatan. Rezim boneka Vietnam Selatan djuga sedang mengalami krisis-kekuasaan jang bersifat total. Tavip menegaskan bahwa ,,Di Vietnam Selatan nasib jang tempohari dialami oleh djenderal Lattre de Tassigny
kini rupanja sedang menimpa djenderala lain, djenderal
dari negara lain tetapi jang nasibnja kiranja setali tiga uang" (hlm. 34). Selandjutnja Tavip djuga menjatakan Barangkali kaum imperialis boleh menghibur dirinja sendiri dengan kenjataan bahwa se-tidak²nja mereka dikalah- kan oleh bukani sembarang gerilja, tetapi oleh geriljawan² jang benar² djempolannja geriljawan" (hlm. 35). Menghadapi kegagalan di Vietnam Selatan, kaum imperialis telah mengadakan konferensi tokoh² militer mereka di Honolulu beberapa bulan jang lampau dimana direntjanakan untuk memperluas peperangan ke Vietnam Utara, ke RDV. Provokasi Teluk Tonkin jang sudah dua kali diadakan itu merupakan permulaan dari rentjana dja- hat tsb. diatas. Tetapi provokasi² inipun mengalami kegagalan total berkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta kepahlawanan Rakjat dan Pemerintah RDV jang telah memberikan pukulan² balasan jang djitu dan setimpal. Provokasi Tonkin mengakibatkan bahwa imperialis AS sendiri makin terexpose, makin terbuka kedoknja serta makin terisolasi kedudukannja. Belum pernah imperialis AS begitu tersudutkan seperti jang diakibatkan oleh provokasi² agresifnja terhadap Republik Demokrasi Vietnam. Bung Karno mengatakan dalam Tavip tentang agresi AS
ini : ,..... serangan Amerika atas Vietnam Utara se-
karang inipun, kami kutuk dengan se-keras²nja" (hlm. 33). Selandjutnja Bung Karno berkata : Rakjat Vietnam sudah barang tentu akan melawan mati²an, sebagaimana mereka dulu melawan mati²an kepada serangan² imperialisme Pe- rantjis"(hlm. 35). Disamping memerangi Rakjat Vietnam Selatan kaum imperialis AS djuga meng-aduk² di Laos dengan maksud mensabot pelaksanaan Perdjandjian Djenewa tentang Laos dan berusaha menumpas gerakan demokratis dari Rakjat Laos. Seperti negeri² Indotjina lainnja, Laos mempunjai artipenting jang besar bagi imperialis ÁS dalam usahanja
untuk menjelamatkan kepentingan² kolonialnja di Asia Tenggara. Üntuk mensabot pelaksanaan Perdjandjian Dje- newa tsb. kaum imperialis AS telah menimbulkan kembali perang dalamnegeri dan berusaha memperluasnja keselu- ruh negeri. Dengan kapalterbang², kaum imperialis setjara terang²an membomi setjara membabibuta wilajah² Laos, seperti Xien Khouang dan Dataran Tempajan serta wilajah² Laos lainnja dimana Neo Lao Haksat mempunjai pe- ngaruh jang besar. Kaum imperialis AS menimbulkan provokasi" pertempuran bersendjata antara pasukan² dari ketiga golongan jang ada di Laos, jaitu golongan kiri, golongan nctralis dan golongan kanan, jang masing² diwakili olch Pangeran Souphanouvong, Pangeran Souphanavouma dan Pangcran Boum Oum. Tetapi pasukan² golongan netralis sedjati tctap tidak terprovokasi dan melawan agresi jang dilantjarkan oleh kaum imperialis AS. Kaum imperialis AS berdajaupaja untuk melumpuhkan pemerintah koalisi nasional dari ketiga golongan itu dengan meng- hasut² Boum Oum agar melakukan obstruksi² jang se- besar²nja terutama sekali terhadap golongan kiri. Didalam usaha jang kedji ini mereka berhasil mendorong wakil golongan netral, Pangeran Souphanavouma, untuk ber- chianat terhadap golongan kiri dan mendjadikannja sebagai wakil dari golongan netralis jang munafik. Paling achir kaum imperialis AS berusaha se-keras²nja untuk mentor- pedo dan mengandaskan pertemuan antara 3 pangeran jang diadakan di Paris. Tetapi di Laos pun imperialis AS tidak akan berhasil. Rakjat Laos berkesadaran politik jang tinggi dan berse- mangat anti-imperialisme dan mereka tjukup kuat untuk melantjarkan gempuran² mereka terhadap imperialisme AS. Gelombang-pasang revolusi djuga mengalun di Laos untuk menghanjutkan tiang² bangunan neo-kolonialisme AS jang hendak ditegakkannja dibumi Laos. Perdjuangan jang sama isinja dilakukan oleh Rakjat dan Pcmerintah Kambodja terhadap kaum imperialis AS. Pangeran Norodom Sihanouk jang mengepalai pemerintah keradjaan Kambodja, dengan teguh dan penuh keberanian melawan segala intrik, subversi dan intervensi bahkan agresi bersendjata AS terhadap Kambodja. Kedjauhan pandangan Sihanouk, realismenja jang besar dalam me- nindjau dan menilai keadaan sekeliling negerinja serta
dalam mengambil langkah² jang patriotik, membikin
Kambodja tergolong sebagai salahsatu negeri jang terhor-
mat dalam barisan NEFO. Kata² gentar" dan' takut" sungguh tidak· ada dalam kamus Kambodja jang ber- djuang melawan setan'dunia, imperialisme AS ini. Perdjuangan Rakjat dan Pemerintah Kambodja ini tidak bisa lain ketjuali memberi sumbangan dan kekuatan jang ber- harga pada perdjuangan Rakjat² sedunia untuk menum- bangkan kubu imperialisme AS sampai ke-dasar²nja. Demikianlah, perdjuangan Rakjat Indotjina merupakan salahsatu titikpusat dari perdjuangan Rakjat seluruh Asia Tenggara dalam mengganjang dan mengusir serta meng- achiri dominasi kolonial dari kaum imperialis untuk se- lama²nja. Dalam perdjuangan Rakjat² di Asia Tenggara melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, Indonesia menempati, kedudukan jang penting sekali. Negeri kita kaja dengan bahan² mentah jang diperlukan bagi perkem- bangan industri modern. Negeri kita mempunjai penduduk jang paling besar djumlahnja di Asia Tenggara. Rakjat kita memiliki tradisi² revolusioner jang gemilang. Baik pemerintah kolonial Belanda maupun pemerintah fasis Djepang merasakan pukulan² keras jang dihantamkan oleh gerakan nasional Rakjat kita kepada mereka untuk mentjapai kemerdekaan nasional. Negeri kita djuga menempati kedudukan jang strategis militer penting sekali. Dan inilah sebabnja pula mengapa kaum imperialis senan- tiasa merasa kuatir terhadap Indonesia jang bisa memba- hajakan usaha mereka untuk mengepung negeri² sosialis di Asia dan menindas. gerakan² Rakjat di-daerah² lain di Asia Tenggara. Artipenting lainnja daripada kedudukan Indonesia dalam perdjuangan Rakjat² Asia Tenggara ini djuga terletak. pada kenjataan bahwa baik Rakjat maupun pemerintah dibawah pimpinan Bung Karno dengan teguh melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme sebagaimana digariskan oleh Manipol, Dasa Sila Bandung dan Membangun Dunia Kembali. Perdjuangan melawan imperialisme dilakukan oleh Rakjat Indonesia dengan kon- sekwen dan djika perlu dengan kekuatan sendjata sebagaimana sudah disaksikan oleh dunia dengan pembebasan Irian Barat dari tjengkeraman imperialisme Belanda. Hal ini djuga telah dibuktikan dengan dihantjurkannja kontra-
revolusi DI-TII dan PRRI-Permesta" jang dibantu dengan aktif dan intensif oleh kaum imperialis AS dan imperialis" lainnja. Dcmikian pula hal ini dibuktikan dengan nielatih dan mengirim sukarelawan² bersendjata guna mem- bantu Rakjat Kalimantan Utara dan Pemerintah Revolusioner NKKU dibawah pimpinan Perdana Menteri Azahari untuk membebaskan Kalimantan Utara. Revolusi Agustus 1945 telah memberikan pengalaman² jang sangat berharga kepada revolusi² Rakjat, tidak sadja di Asia Tenggara tetapi djuga di-daerah² lainnja didunia jang belum bebas dari kapitalisme dan imperialisme. Sekarang ini Rakiat Indonesia sedang melandjutkan perdjuangan menjclesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Udjung tombak perdjuangan Rakjat Indonesin dlewasa ini ditudjukan kepada imperialisme, dan ..impact" daripada perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia terhadap perdjuangan revolusioner Rakjat² lainnja di Asia Tonggara sangat ditakuti oleh kaum imperialis. Olch karena itu kaum imperialis AS dengan kakitangannja didalamnegeri dengan berbagai djalan berusaha keras untuk meronong dan menjelewengkan revolusi Indonesia dari garis Maninol. Tetapi usaha² untuk merongrong engan dialan suhversi, intrik, penjuapan² dan manipulasia lainnia rad po'oknja mengalami kegagalan². Djuga di- negeri kita imperialisme AS makin terisolasi. Tidak pernah scmangat anti-AS begitu menandjak dikalangan Rakjat Indoncsia dari berbagai golongan seperti halnja sekarang ini. terutama sesudah pidato Tavip. Kaun impcrialis AS sungguh kuatir karena sampai sekarang mereka tidak berhasil dalam membawa Republik kedalam orbit mereka, dalam membikin RI satu mataran- tai dalam cordon sanitaire jang sedang mereka bentuk disekeliling negeri sosialis di Asia. Dalam usaha mereka untuk mengepung negeri sosialis di Asia, jang lebih dulu mendjadi korban jalah Rakjat² jang berdjuang untuk kemerdekaan nasional jang penuh. Menundukkan Rakjat² ini merupakan sjarat pertama bagi pembentukan cordon sanitairc mereka. Indonesia merupakan satu gap", atau djurang jang menganga lebar, jang tidak memungkinkan kaum imperialis AS untuk mendirikan satu benteng sebagai batu lontjatan jang bisa mereka pergunakan untuk menje- rang negeri² sosialis di Asia.
Kini kaum imperialis Inggris jang bekerdjasama dengan AS mentjoba untuk mengepung Republik Indonesia, me- lingkunginja dengan apa jang mereka namakan federasi Malaysia". Menghadapi ini Rakjat dan pemerintah Indonesia mendjalankan politik konfrontasi. Sikap Rakjat dan pemerintah RI adalah tegas² menentang dan aktif melawan. Dalam menghadapi ,Malaysia" ini sasaran pukulan konfrontasi djuga harus diarahkan kepada imperialis AS walaupun projck Malaysia" adalah projek neo-kolonialis- me Inggris. Mengapa demikian? Tidak lain karena impe. rialisme Inggris dan imperialisme AS bergandengan tangan dalam memusuhi negeri kita. Bukankah kedua negeri itu djuga mendjadi pemimpin² dari persekutuan² militer agresif Seato? Imperialisme Inggris berani bertindak begitu kurangadjar dan begitu kepalabatu djustru karena so- kongan kuat dan aktif jang diberikan AS kepadanja. Imperialisme Inggris berani mengirim rombongan kapal- perangnja melintasi perairan teritorial Indonesia adalah karena AS berdiri. dibelakang tindakan mereka. Inggris berani menginstruksikan kapalterbang² militer mereka me- langgar udara Indonesia dan melakukan pengintaian² di- atas wilajah RI adalah karena AS merestui tindakan mereka. Djika Rakjat Indonesia melantjarkan pukulan² terhadap AS .lewat berbagai aksi revolusioner lewat ber. bagai perniataan dan sikao jang patriotik jang mclawan kekurangadiaran² imperialis AS, jang disamping menjo- kong Malaysia" djuga melakukan kegiatan² subversif dan penetrasi disegala bidang di Indonesia, maka hal ini bukanlah merupakan satu tindakan jang salah melainkan jang tepat se-tepat²nja. Pertama, karena imperialisme AS memang telah mendjadi musuh pertama dari revolusi Indonesia dan kedua, karena memukul imperialisme AS dalam hal Malaysia" ini sekaligus djuga berarti memukul imperialisme Inggris jang dengan projek Malaysia"nja benar² mengantjam keamanan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Dibawah pimpinan Bung Karno, Pemerintah Indonesia dengan teguh mendjalankan politik konfrontasi total terhadap Malaysia". Ini sesuai dengan kehendak Rakjat dan ini sesuai dengan konsep revolusioner daripada pe- njelesaian masalah Malaysia" bagi negeri kita. Dan konsep revolusioner sebagai konsep satu²nja jang benar
dan tepat ini pasti akan menghasilkan kemenangan difihak Rakjat kita. Biar kaum imperialis AS dan Inggris gemetar dalam menghadapi tekad bulat dari Rakjat Indonesia untuk menghabisi riwajat imperialisme dibumi Indonesia jang indah dan kajaraja ini. Indonesia sebagai negeri jang paling banjak penduduk- nji dan djuga banjak pengalaman revolusionernja didaerah Asia Tunggara harus dapat memainkan peranan nomor satu dalam perdjuangan memukul imperialisme di Asia Tenggara jang dikepalai oleh imperialisme AS. Dengan memainkan peranan jang demikian, Indonesia dapat pula memainkan peranan penting dalam pertjaturan politik internasional. Menangnja revolusi Indonesia akan mempunjai arti jang menentukan bagi perkembangan revolusi di Asia Tenggara. Menangnja revolusi Asia Tenggara berarti bobolnja benteng imperialisme didaerah ini, dan ini berarti bandjir- nja revolusi dunia. Asia Tenggara adalah pusat teleng kontradiksi² dunia, disamping pusat² teleng jang terdapat di Afrika dan Amerika Latin. Oleh karena itu, kaum imperialis jang dikepalai oleh Amerika Serikat memusatkan perhatiannja ke Asia Tenggara, kekuatan² militer jang besar mereka tumplekkan di Asia Tenggara dan daerah² dckat Asia Tenggara. Tetapi situasi objektif di Asia Tenggara menguntungkan Rakjat. Rakjat² Asia Tenggara mempunjai sasaran² jang sama dalam perdjuangannja. Mereka sama² berdjuang untuk mcnggulingkan 4 bukit setan, jaitu imperialisme, feodalisme. kapitalisme komprador dan kapitalisme biro- krat. Boleh dibilang semua Rakjat Asia Tenggara, terma- suk Rakjat Malaja, mempunjai pengalaman perdjuangan bersendjata jang ber-tahun². Imperialisme Inggris dapat untuk sementara menindas gerakan bersendjata di Malaja, tetapi pengalaman perdjuangan bersendjata Rakjat Malaja jang ber-tahun² tidak mungkin mereka tiadakan. Sjarat? objektif dan situasi objektif untuk revolusi di Asia Tenggara adalah baik. Soainja tinggal menjediakan sjarat² subjektif, orang² revolusioner jang mampu memim- pin perdjuangan itu setjara pandai diseluruh Asia Tenggara. Pada waktunja sjarat² itu pasti akan terpenuhi di- semua negeri Asia Tenggara.
BAB III POLITIK LUAR NEGERI MANIPOLIS Membangun Dunia Kembali" adalah garis? besar politik luarnegeri Republik Indonesia. Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara dengan ketetapan No. I/MPRS/60 telah menetapkan bahwa Membangun Dunia Kembali", jaitu pidato Presiden Su- karno pada tanggal 30 September 1960 dimuka Sidang Umum PBB, adalah salahsatu pedoman pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia. Disamping itu Dewan Pertimbangan Agung dalam sidangnja pada tanggal 19 Djanuari 1961 telah memutus- kan bahwa ,,isi pidato ·Membangun Dunia Kembali itu adalah pedoman pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia dibidang politik luarnegeri Republik Indonesia", dan pula menjetudjui perintjian isi pidato Membangun Dunia Kembali," sebagai satu kesatuan tafsiran dalam pelaksanaan politik luarnegeri Republik Indonesia". (Tubapi, hlm. 250). Dari perintjian MDK tersebut jang perlu kita garisba- wahi adalah bahwa :
1). Garis² besar politik luarnegeri Indonesia :
1. berdasarkan UUD 45
2. bersifat bebas dan aktif, anti-imperialisme dan kolonialisme
3. bertudjuan : a.. mengabdi kepada perdjuangan
untuk kemerdekaan nasional Indonesia jang penuh
b. mengabdi pada perdjuangan untuk kemerdekaan nasional dari seluruh bangsa². didunis
C.mengabdi nada perdjuangan untuk membela perdamaian dunia." (Tubapi, hlm. 250).
2). Tentang sifat dan tudjuan politik luarnegeri RI jang bebas dan aktif anti-imperialisme dan kolonialisme, Manifesto Politik menundjukkan kewadjiban² revolusı Indonesia jang terpenting ialah membebaskan Indonesia dari semua imperialisme dan kolonialisme dan menegakkan tiga segi kerangka sbb :
Kesatıì : Pcmbentukan satu negara Republik Indonesia jang berbentuk Negara-Kesatuan dan Negara-Ke- bangsaan jang demokratis, dengan wilajah kekuasaan dari Sabang sampai ke Merauke; Kedua : Pembentukan satu masjarakat adil dan mak- mur materiil dan spirituil dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia itu; Ketiga : Pembentukan satu persahabatan jang baik antara Republik Indonesia dan semua negara didunia, terutama sekali dengan negara² Asia-Afrika, atas dasar hormat-menghormati satu sama lain, dan atas dasar bekerdja-bersama membentuk satu Dunia Baru jang bersih dari imperialisme dan kolonialisme, me- nudju kepada Perdamaian Dunia jang sempurna". (Tubapi, hlm. 255). Kalau kita telaah benar² 3 kerangka Manipol ini maka akan (liclaslah tentang satunja tugas politik luarnegeri dan dalamnegeri serta satunja patriotisme dan internasionalisme. Djadi kelirulah djika hal² itu di- pertentangkan.
3). Sclandjutnja dari kesimpulan perintjian MDK tsb. jang penting sekali adalah :
1. Kesimpulan bahwa : Politik luarnegeri Republik Indonesia mentjerminkan satu konsepsi nasional jang ber-azaskan Pantja Sila dengan tjita² internasionalisme untuk kesedjahteraan dunia, perdamaian dunia, persaudaraan dunia jang didukung olch seluruh Rakjat Indonesia". (Tubapi, hlm.
291).
2.Kesimpulan bahwa: Politik luarnegeri bebas aktif Republik Indonesia adalah politik jang memihak. jaitu memihak kemerdekaan dan perdamaian melawan imperialisme-kolonialisme dan perang gresif", dan harus menghimpun semua kekuatan progresif didunia dalam satu front inter- nasionaluntuk kemerdekaan dan perdamaian me- lawvan imperialisme-kolonialisme dan perang agresif". dan bahwa hanja dengan meng-ikutser- takan Rakjat politik luarnegeri Republik Indonesia seperti digariskan dalam Membangun Dunia Kembali akan sukses". (Tubapi, hlm. 292).
PERIODISASI POLITIK LUARNEGERI INDONESIA Untuk bisa memahami politik luarnegeri RI jang progresif sekarang ini, kita perlu mengetahui proses terdjadi- nja politik luarnegeri ini. Sedjak lahirnja RI hingga sekarang sedjarah perkembangan politik luarnegeri RI pada pokoknja dapat dibagi dalam 3 periode dengan konsep politik luarnegeri jang masing² berbeda satu sama lain meskipun namanja pada pokoknja sama, jaitu politik luarnegeri jang bebas. Ketiga periode tsb. adalah:
1. periode th. 1945 — 1952, jaitu periode politik
luarnegeri Sutan Sjahrir dan Hatta
2.periode th. 1952 — 1959, jaitu periode politik luarnegeri dari kabinet² Wilopo dan Ali Sastroamidjojo
3.periode th. 1959 sampai sekarang, periode Manipol.
1.. PERIODE 1945-1952
Pada masa itu polifik luarnegeri RI disebut bebas" dalam artikata ,netral", tapi bukan independent (berdiri
sendiri). Pada hakekatnja politik luarnegeri demikian itu memihak Barat. Dengan politik luarnegeri demikian, di-
saat² perdjoangan sengit melawan kepungan dan agresi Belanda, maka terdapatlah suatu kontradiksi antara per-
golakan revolusioner didalamnegeri dengan politik luarnegeri jang pro-Barat. Sumber dari politik luarnegeri jang reaksioner itu adalah konsepsi Sjahrir jang dapat dibatja sesudah berdiri Republik Indonesia, al. bahwa : letak Indonesia didalam lingkungan daerah pengaruh kapitalisme-imperialisme Inggris-Amerika. Nasib Indonesia tergan- tung daripada nasib kapitalisme-imperialisme Inggris-Amerika (hlm. 12). Alangkah malangnja Rakjat Indonesia, karena menu- rut Sutan Sjahrir, nasibnja digantungkan pada nasib kaum imperialis Inggris-Amcrika! Selandjutnja dikatakan oleh Sjahrir dalam tulisannja tsb., bahwa dalam batas² perten- tangan antara kepentingan politik AS dan politik Înggris, jang masing² dikatakannja ingin menggunakan kekuasaan Belanda di Indoneșia, terletak ,,kemungkinan untuk kita
mendapatkan kedudukan jang baru jang tjotjok dengan kehendak politik raksasa Pasifik ini" (hlm. 13). Dari konsepsinja itu Sjahrir mengakui bahwa kemerdekaan jang mungkin kita dapat tidak lebih daripada kemerdekaan" seperti jang terlihat pada negeri² lain jang berada dibawahi negara imperialis besar, jaitu merupakan kemerdckaan dalam nama sadja. Djelaslah bahwa konsepsi politik luarnegeri Sjahrir hanja mengakui satu kemung- kinan jang tidak lebih daripada kemerdekaan boneka model Malaysia", Vietnam Selatan atau Korea Selatan. Kemerdlekaan jang di-tjita²kan Sjahrir adalah kemerdekaan jang dircstui imperialis, karena katanja : Inipun hanja bisa didapat, djika Pemerintah RI bisa menghindar- kan kckatjauan jang akan mengantjam keinginan dan ke- mungkinan modal luarnegeri", sebab, demikian katanja lcbih landjut, .djika dianggapnja benar² merugikan, ia (kaum kapitalis luarnegeri) akan mengerahkan sekalian tenaga untuk menentang kita, serta ia akan tidak ragu² menjebabkan intervensi militer untuk membela kepentingan modalnja" (hlm. 9). Kiranja tidak perlu di-ragu²kan lagi, bahwa fikiran kapitulasi ini pulalah jang menjebabkan Hatta mengeluarkan Manifes Politik 1 November 1945 jang mendjamin akan dikembalikannja perusahaan² imperialis, termasuk perusahaan² Belanda. Pendeknja sudah sedjak semula Sjahrir memegang pe- ranan penting dalam politik luarnegeri Indonesia, ia telah menakut-nakuti Rakjat Indonesia dengan mengandjurkan supaja menjerahkan kepada imperialisme dan supaja djangan merugikan atau membikin marah kaum imperialis. Politik kapitulasi ini diselimuti dengan istilah politik kckuatan ketiga". Apakah jang bisa diharapkan dari konsepsi politik luarnegeri seperti ini, selain daripada kapitulasi dan sekali lagi kapitulasi kepada imperialisme ? Djadi djclaslah bahwa politik bebas Sjahrir langsung bertentangan dengan politik luarnegeri jang bebas dan aktif untuk perdamaian dan anti-kolonial jang disokong oleh Rakjat Indonesia sekarang. Sjahrir bukan pembentuk politik luarncgeri Indonesia jang sekarang didukung oleh Rakjat Indonesia, sebaliknja, ia adalah lawannja. Politik luarnegeri Sutan Sjahrir jang chianat itu dilan- djutkan olch Hatta tidak hanja melalui Manifes Politiknja,
tetapi djuga melalui Mendajung Diantara Dua Karang, pidatonja didepan BP KNIP, September 1948, jang me- ngatakan antara lain, bahwa: berhubung dengan letak tanahair kita di-tengah² perhubungan internasional itu, jang masa sekarang masih dilingkungi oleh negara² kapitalis, adalah suatu politik jang bidjaksana bahwa kita tidak memperbesar lingkungan musuh kita". Kata² ini diutjapkan oleh Hatta djustru pada saat Rakjat Indonesia berdjuang melawan imperialisme, dan ketika AS lewat penasehat²"nja setjara langsung mentjampuri persoalan dalamnegeri Indonesia untuk mengadakan pe- ngedjaran terhadap kaum Komunis. Oleh sebab itu mendjadi djelaslah bahwa dengan »politik bebas"nja itu, Hatta bermaksud agar Indonesia tidak memusuhi dan tidak menimbulkan amarah kaum imperialis. Kelandjutan- nja jalah karena kaum imperialis menghendaki supaja me-ngedjar² dan menteror kaum Komunis, maka agar kaum imperialis tidak marah, didjalankanlah kehendak imperialis itu. Pendeknja politik luarnegeri Sjahrir-Hatta jang berpangkal pada Perdjuangan Kita dan Mendajung Diantara Dua Karang adalah politik menjerah pada imperialisme, jang kemudian berkembang mendjadi te- rang²an anti-Komunis, dan tidak hanja menghasilkan persetudjuan Linggardjati" dan Renville", tetapi djuga mengakibatkan persetudjuan KMB jang ditentang kaum Komunis, bahkan terus mentjapai puntjaknja dalam pem- berontakan PRRI-Permesta". Pada hakekatnja politik Sjahrir-Hatta" adalah reaksioner pro-Barat, politik menjerah kepada imperialisme. Politik luarnegeri Sjahrir-Hatta meremehkan kekuatan Rakjat Indonesia sendiri dan kekuatan anti kolonial didunia, dan sebaliknja menjerah kepada intimidasi dan kehendak imperialisme. Karena itu ia samasekali bukanlah politik bebas, melainkan politik me- mihak imperialisme.
- PERIODE 1952-1959 DENGAN KONSEP POLITIK LUAR NEGERI BEBAS JANG AGAK MADJU. Dalam periode ini politik bebas model Sjahrir-Hatta tidak bisa lagi dipertahankan karena terbukti memang bertentangan dengan kepentingan Indonesia dan berten-
tangan dengan hasrat dalam hati Rakjat Indonesia, halmana mentjapai klimxnja dengan perlawanan Rakjat terhadap ditandatanganinja persetudjuan MSA dengan AS jang menjcbabkan pemerintah Sukiman djatuh dalam bulan Februari 1952. Karcna itu diperlukan penjesuaian² tertentu dari politik luarnegeri Indonesia sehingga achirnja dinamakan politik luarnegeri jang bebas dan aktif menudju perdamaian". Sedjak kabinct Wilopo — kabinet pertama sesudah KMB jang mendapat sokongan PKI, politik ,,bebas" Sjahrir-Hatta mulai ditinggalkan tetapi kesanggupan untuk me- nempaikan Indonesia tegas² kedalam front internasional nti imperialis (dan tjinta damai belum tjukup pada kabinet Wilopo. terutama karena didalamnja masih tjukup banjak clenen² Masjumi-PSI. Politik bebas" pada aka itu berada dalan krisis dan ter-ombang-ambin. Disatu fihak adalah suatu kenjataan bahwa kepentingan Republik Indonesia mcmang terletak dan terdjamin daiam kerdjasama dengan negara² kubu Sosialis dan negara² AA, sedang difihak lain masih kuat ke-raguan dan kekuatiran ka- langan jang berkuasa untuk menentang dan melawan imperialis. Situasi politik bebas dan aktif demikian dika- raktcrisasi Roeslan Abculgani dengan mengatakan bahwa batas kananr politik bebas aktif adalah perdjandjian MSA" dim reaksi massa Rakjat terhadap perdjadjian {sb. saneat :ebai hingga mendjatuhkan Kabinet Sukiman, sonakon batas kirinja adalah joint-statement Indonesia- i Sovjet (1956) dimana perlawanan dari kekuatan² jang monentangnja ketika itu djuga hebat. Politk bebas aktif hanja bolch berlajar antara kedua batas tsb, tidak boleh melampaui batas kanan maupun kiri. (Mendajung Dalam Taufan). Dalam keadaan demikian Rakjat progresif menghadapi tugas penting uintuk membantu dan mendorong Pemerin- th Indonesia suipaja berani dan sanggup melawan subver- si. intimidasi. intervensi dari politik perang imperialis, me- liwan kolonialisme dan berani serta sanggup bekerdjasama jang djudjur dengan negeri² kubu sosialis. Sesungguinnja tradisi politik luarnegeri Indonesia semen- dljak berdirinja Republik Indonesia adalah berdasar bübungan dan kerdjasama persahabatan dengan Timur, sckalipun Sutan Sjahrir dan Hatta merintanginja. Pembe-
laan pertama terhadap RI oleh wakil Sovjet Ukraina dalam PBB, D. Manuilsky ketika menghadapi agresi kolo- nial Belanda, adalah salahsatu sendi penting jang telah diletakkan untuk menegakkan kedudukan Indonesia dalam dunia internasional. Ini diperkuat lagi olch berhasil- pja perlawanan Rakjat terhadap politik pro-Barat Sjahrir-Hatta dengan diadakannja hubungan diplomatik pertania tingkat duta antara RI dengan Republik Tjekoslowakia 'aiam tahun 1947 dan kemudian hubungan korsuler an- tra RI dengan Uni Sovjet dalam bulan Mei 194 jang dilakukan oleh Duta Istimewa dan Menteri berkuasa pc- nuh Suripno. Tetapi kemudian semuanja ini dibatalkan oleh kabinet Hatta. Negara² sosialis adalah pembela² dan penjokong² setia jang sedjak tahun² pertama revolusi sudah membela Republik Indonesia. Ini menguntungkan Indonesia. Djuga menguntungkan Indonesia, dan tidak mungkin diabaikan artipentingnja bantuan dan pengakuan negara² Asia-Afrika pada tahun² permulaan revolusi. Semuanja ini adalah bukti bahwa sahabat² tradisionil RI dan sahabat² di-waktu jang sulit adalah negara² Timur (dalam artian politik, bukan dalam artian geografi) dan bukan negara² Barat. Tidak dapat dibantah bahwa pada saat² Indonesia mati²- an melawan kolonialisme Belanda dan sekarang ini meng- ganjang Malaysia" negara² Barat selamanja berdiri di. fihak musuh Indonesia. Dalam hubungan ini saja menilai tepatnja tindakan Pemerintah baru² ini jang telah mening- katkan hubunġan diplomatik dengan Republik Rakjat Demokrasi Korea dan ·Republik Demokrasi Vietnam. Adalah lebih tepat lagi bila hubungan dengan Republik Demokrasi Djerman djuga segera ditingkatkan karena adalah dielas bahwa dalam masalah Malaysia" Republik Fede- ral Djerman (Djeriman Barat) — dengan mana sedjak lama kita mempunjai hubungan tingkat dutabesar — selalu menjokong ,Malaysia", sedangkan dengan RDD jang selalu menjokong politik RI kita baru mempunjai hubung- ar tingkat konsulat djenderal. KONFERENSI ASIA-AFRIKA KE-I. Atas desakan dan sokongan kekuatan² progresif, dasar politik jang lebih madju achirnja dapat diletakkan, terutama oleh kabinet Ali Sastroamidjojo jang telah berhasil
mendorong lahirnja prinsip² dasasila dan semangat Bandung jang bersedjarah. Salahsatu peristiwa internasional terpenting dalan periode ini adalah Konferensi Asia-Afri. k pertama di Bündung, dimana buat pertama kali negert² AA mulai mcmbikin sedjarahnja sendiri setjara kolektif jang merupakan perwudjudan kongkrit dari peranan jang makin besar dlan penting dari ncgara² AA dan dimana chususnja indonesia muntjul sebagai kckuatan baru dan terdepan dari barisan AA tersebut. Pengarul: Konferensi Bandung benar diluar dugaan semua orang. Pengaruh konferensi ini sangat terasa dalam perkembangan situasi internasional. Konferensi ini adalah konferensi internasional pertama dari negara² Asia-Afrika jang unıımnja baru sadja mentjapai kemerdekaan- nja, tetapi jang hasilnja telah sangat meninggikan marta- bat Asia-Airika. karena ia telah memberikan sumbangan besar bagi terpeliharanja perdamaian dunia dan memberikan dasar bagi perdamaian dunia jang kekal abadi jaitu kemerdekin nasional untuk semua bangsa. Konferensi AA telah memberikan kepada dunia semangat dan pria- sip² Bandung, Dasasila Bandung, jaitu perkembangan dari Pantjasila koexsistensi setjara dainai. Konferensi Bandung adalah konferensi internasional jang membitjarakan nasib Asia-Afrika antara bangsa² Asia-Afrika setjara Asia-Afrí- ka dan tanpa tuerutsertanja negara² bukan-AA jang di-ma- sa² lampau setjara tradisionil menentukan nasib AA. Konfereisi Banidung telah memberikan sendjata dita- ngan Rakjat AA jang masih berdjuang untuk kemerdekaan nasionalnjn untuk dengan gagahberani meneruskan perdjuangannju. karena Bandung menjokong tanpa reserve semua bangsa jang berdjuang untuk mentjapai kemerdeka-
n. Kepultisan konfercnsi ini jang mengenai bangsa jang beiunı merdeka antara lain berbunji : bahwa kolonialisme dalam bentuk jang bagaimanapun djuga adalah suatu ke- djahatan jang harus segera diachiri dan menjatakan bantu- nnja pada perdjuangan untuk memperoleh kebebasan dan kemerdekaan bagi semua bangsa²". Demikianlah Konferensi Bandung telah memantjarkan spektrun kemerdekaan, perdamaian dan kepribadian AA. Semangat Bandung mengintegrasikan diri dengan Rakjat. Bahwa keputusan Bandung sesuai dengan aspirasi² nasional Rakjat AA ini ternjata dari muntjulnja ber-matjam² organisasi dan konferensi² Rakjat² AA seperti : Organisasi ¿0
Setiakawan Rakjat Asia-Afrika (OSRAA), Konferensi Mahasiswa AA, Konferensi Buruh AA (dalam persiapan), Konferensi Wartawan AA, Konferensi Ahli Hukum AA, Konferensi Wanita AA, Festival Film AA, Konferensi Islam AA (dalam persiapan) dll. Konferensi² ini sangat besar artinja dalam mengkonsolidasi dan mengembangkan semangat dan prinsip² Bandung, setiakawan negara² dan Rakjat² AA semakin berkembang. Ini. djuga tertjermin dalam kerdjasama AA di PBB. Dengan tjepat terdapat pengaruh timbal balik antara makin kuatnja kesetiakawan- an AA ditingkat negara® dengan gerakan Rakjat² AA. Pengaruh semangat. Bandung terutama terlihat setjara menjolok dengan makin meningkatnja perdjuangan Rakjat Afrika untuk kemerdekaan nasionalnja. Konferensi Addis Abeba, jaitu suatu koferensi dari Organisasi Persatuan Afrika (OPA) telah berhasil memperkuat solidaritet antara ne- geri² Afrika dan menggagalkan segala usaha kaum imperialis untuk memetjahbelah. Konferensi ini adalah usaha kon- solidasi jang kongkrit daripada Konferensi Bandung, jaitu aksi dan kordinasi, dan merupakan pukulan jang hebat terhadap kaum imperialis, kaum kolonialis dan neo-kolonialis. Ja, pohon semangat Bandung akarnja sudah semakin masuk tanah! Daunnja scmakin rindang-Bunganja semakin semarak! Buahnja semakin banjak dan lezat! So- lıdaritas AA sudah bertambah kokoh, dan ini męrupakan gunung karang jang membikin kandasnja setiap pertjoba. an reaksioncr dan kontrarcvolusioner dari Nekolim", demikian Presiden Sukarno. (Tavip, hlm. 43).
- PERIODE 1959 SAMPAI SEKARANG (PERIODE
MANIPOL). Politik luarnegeri RI sedjak tahun 1959, djadi sedjak Manipol, adalah politik luarnegeri jang progresif revolusio- ncr, karena ia sesuai dengan semangat perdjuangan Rakjat Indonesia dewasa ini untuk mengganjang imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme dan sesuai dengan ke- rangka ketiga Manipol. Kalau salahsatu zenialitet Bung Karno dalam politik dalamnegeri dibuktikan oleh gagasan NASAKOM, maka salahsatu zenialitet Bung Karno dalam politik luarnegeri dibuktikan oleh gagasan NEFO kontra
OLDEFO. Dengan politik luarnegeri Manipolis untuk menggalang kckuatan NEFO dan mengganjang OLDEFO, Indonesia dapat mempengaruhi perkembangan situasi internasional dan Indonesia dapat menempati kedudukan jang bcrpengaruh dikalangan negeri² Afrika, Asia dan Amerika Latin, jaitu dalam poros NEFO. Disamping konsepsi NEFO kontra OLDEFO, dalam periode ini lahir pula konscpsi dan sembojan² politik jang djelas dan tegas se- perti kita tjinta perdamaian tetapi lebih tjinta kemerdekaan", ,bebas dalam politik, berdiri diatas kaki sendiri dalam ckonomi dan berkepribadian dalam kebudajaan", .NEFO dengan poros AAA lawan nekolim", dll. Perlu kiranja dikemukakan disini bahwa meskipun saja menjatakan periode ini sebagai periode jang melahirkan konsepsi² politik luarnegeri jang progresif revolusioner namun banjak benih² lahirnja konsepsi itu sudah djauh lebih dahulu ditaburkan, FIKIRAN' BUNG KARNO SEBAGAI LANDASAN. Kita semuanja mengetahui bahwa mengenai soal² hu- hungan internasional, dan soal² politik luarnegeri, Bung Karno sudah banjak meletakkan dasar² dan sendi²nja dalam fikiran² beliau dari zaman sebelum Indonesia merdeka dan dalanı pengabdiannja kepada kelandjutan revolusi, dikcmbangkan lebih landjut dalam bentuk konsepsi politik jang baru dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kita tentunja ingat akan adjaran Bung Karno dalam tulisannja jang terkenal Mentjapai Indonesia Merdeka, 31 tahun jl. dimana ditegaskan bahwa: imperialisme jang meradjalela dii Indonesia hanjalah bisa kita kalahkan dengan sc-lckas nj: kalau kita berdjabatan tangan dengan bangsa² Asia diiuar pagar". Hal ini tidak bisa lain karena kata Bung Karno selandjutnja dalim tulisannja itu: Raksasa modern imperialisme jang ada disini, ini bukan lagi raksasa biasa, tetapi sudah mendljelma mendjadi raksasa Rahwana Dasamu- ka jang sepuiuh kepala dan mulutnja: badannja imperial- me Belanda tetapi badan ini memikul kepala imperialisme Inggris, kepatia imperialisme Amerika, kepala imperialisme Djepang, Perantjis, Djerman, Italia dll". Olch karenanja, demikian Bung Karno selandjutnja :. djikalau raksasa² imperialis bekerdja ber-sama²,
maka marilah kita, korban²nja raksasa² imperialisme itu
djuga bekerdja ber-sama². Marilah kita djuga mengadakan
eenheidsfront darípada pradjurit² kemerdekaan Asia". (Dibawah Bendera Revolusi, hlm. 294-296). Bukankah ini sendi bagi kerdjasama AA jang sedang kita konsolidasi sekarang ini ? Kita ingat sembojan politik Bung Karno jang amat besar daja- mobilisasinja kita tjinta perdamaian, tetapi lebih tjinta kemerdekaan". Sembojan ini lahir dalam pidato Bung Karno pada peringatan Hari Proklamasi 1948, dan dikembangkan lebih landjut dalam adjaran beliau jang menegaskan bahwa dengan imperialisme; kita hanja bisa berbitjara bahasa kèkuatan, karena imperialisme tidak akan mengundurkan diri dengan sukarela, tetapi harus kita tendang keluar. Dari semula Bung Karno sudah men- didik kita untuk djangan mempunjai ilusi terhadap imperialisme tetapi selalu mendjalankan sikap dan politik konfrontasi teus-menerus terhadapnja as a matter of principle", dimanapun djuga timbul masalah. Dalam prak- tek memimpin revolusi, keteguhan prinsip anti-imperialisme ini selalu dipegang teguh oleh Bung Karno, bahkan dalam mendjalankan taktik² perundingan sckalipun, djika hal demikian perlu dilakukan. Sesuatu perundingan hanja bisa menguntungkan kita bila dibelakangnja ada kekuatan, kekuatan persatuan Rakjat jang kokoh dan kekuatan sendjata. Dalam pelaksanaannja Bung Karno selalu mewedjang- kan perlu mutlaknja mengenal dan dapat membedakan siapa kawan dan siapa lawan, agar tidak salah mendjalau- kan tehnik perdjuangan untuk selalu bersatu dan berkon- sultasi dengan kawani dan berkonfrontasi terhadap lawan. Disinilah tepatnja Manikebu dilarang, karena djustru Manikebu bertudjuan mengaburkan siapa kawan dan siapa lawan. Dalam perkembangan selandjutnja, fikiran Bung Karno. mengenai soal² politik internasional achirnja sampai kepada konsepsi jang ilmiah, jaitu jang menjimpulkan ter- baginja dunia dan umatmanusia dalam dua golongan atau kubu jaitu : the old established forces of imperialist do- mination" (kckuatan jang sedang bertjokol dari dominası imperialis) dan ,,the new emerging forces" (kekuatan jang sedang tumbuh), dimana negeri² Asia, Afrika dan
Amerika Latin tergolong bersama dengan negara² Sosialis dan scmua kckuatan progresif di-negeri² kapitalis. Kaum Komunis Indonesia berpendapat bahwa perumusan NEFO adalah perumusan jang sepenuhnja sesuai dengan sembojan W.I. Lenin : Kaum buruh semua negeri dan nasions tertindas, bersatulah". Dengan demikian sembojan NEFO kontra OLDEFO itu adalah djuga sesuai dengan adjaran Marxisme-Leninisme. Saja berpendapat bahwa fikiran² Bung Karno jang sudah dipakukan dalam konsepsi² resmi, dalam Pantjasila, Ma- nipol, scrta pedoman² pelaksanaannja, Tavip dll. dokumen, sudah senestinja didjadikan landasan bagi kita dalam me- niahami dan mengembangkan lebih landjut konsepsi² politik luarnegeri Indonesia jang progresif revolusioner, dan mengalahkan konsepsi² jang reaksioner. NEFO KONTRA OLDEFO. Seperti teiah dikemukakan diatas politik luarnegeri bebas aktif Republik Indonesia adalah politik jang me. mihak, jaitu memihak kemerdekaan dan perdamaian melawan impcrialisme, kolonialisme dan perang agresif", dan menghimpun semua kekuatan progresif didunia dalam satu front internasional untuk kemerdekaan dan perda-
maian melawan imperialisme, kolonialisme dan perang
agresif". Pengertian ini dalam pidato Presiden di KTT Non-Blok Beograd telah dirumuskan mendjadi konsepsi NEFO lawan OLDEFO. Konsepsi ini merupakan suatu prestasi jang sangat penting dalam pengembangan politik luarnegeri Repubłik indonesia. Politik luarnegeri ini dalam pertjaturan internasional nienurut kenjataännja telah menempatkan RI dalam posisi jang tjukup berpengaruh dikalangan negara² AAA dan NEFO. Kalau Indonesia sekarang dihormati oleh bangsa? lain, maka hal itu adalah karena politiknja jang anti im- perialis, tidak non-committed dan tidak anti-kubu Sosialis, tetapi ber-sama² dengan negeri² Sosialis, negeri² jang baru merdeka dan kekuatan progresif lainnja diseluruh dunia melawan inıperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme. Adalah tepat sckali pendapat Bung Karno bahwa ,bukan sadja solidaritas Afrika-Asia jang kokoh, tetapi djuga solidaritas NEFO, jang melingkupi Tritunggal, negara:
sosialis, negara² jang baru merdeka dan kekuatan progresif di-negara² kapitalis, solidaritas NEFO inipun makin
mendjelma, makin tumbuh makin kokoh. Ketika saja
mengoreksi teori 'tiga kekuatan dan kekuatan ketiga', dan melantunkan teori NEFO kontra OLDEFO, ada orang: malahan ada sebagian diantara kawan² kita sendiri, jang
tidak segera mengertinja, dan megira bahwa teori NEF()
itu 'tidak ada. isinja'. Dasar mereka orang² jang tidak mempunjai penglihatan sedjarah! Sekarang bukan sadja
Ganefo pertama sukses besar, tetapi ofensif NEFO dibi-
dang pəlitik, ekonomi, kultur dan militer mentjapai ke- menangan² dari hari kehari pada skala internasional". (Tavip, hlm. 43-44). SOAL2 NON-BLOK, KOEKSISTENSI DAMAI, DAN GEO-POLITIK
- Soal2 Non-Blok.
Berhubung dengan aktuilnja konferensi non-blok di Kairo baru² ini, dan pula berhubung dengan kemenangau penting jang ditjapai politik anti-nekolim jang dipelopori oleh perutusan Indonesia dibawah pimpinan Bung Karno, ingin saja berbitjara lebih banjak tentang soal non-blok. Apakah non-blok itu? Pada mulanja konsepsi non-blok merupakan edisi jang diperbaharui dari konsepsi netralitet. Konsepsi ini se sungguhnja didasarkan atas suatu tafsiran fundamentil tentang dikuasainja dunia oleh dua blok negara besar, jaitu blok negara besar AS jang kapitalis, dan blok negara besar Uni Sovjet jang sosialis. Tafsiran ini djuga menjatakan bahwa dunia ini dikuasai oleh ideologi jang saling bertentang- an, jaitu Declaration of Independence" dari Thomas Jef- ferson jang liberal dan kapitalis, dan ideologi Manifes Komunis" dari Marx dan Engels jang sosialis itu. Dengan tidak menindjau lebih dalam perbedaan² antara kedua blok dan kedua ideologi itu, artinja dengan mem- persamakan begitu sadja kedua blok dan ideologi itu se- bagai jang sama² mendjalankan ,power politics" dan me- nimbuikan perang dingin, maka konsepsi non-blok meng- ambil sikap tidak mau masuk dalam salahsatu dari dua blok tsb. dan hendak berdiri sendiri. Terang tidak ilmiah-
nja serta ngatjaknja teori non-blok itu, karena menjamakan begitu sadja Sosialisme dengan kapitalisme. Disamping itu pendapat jang menjatakan bahwa AS dewasa ini mewakili Declaration of Independence" dari Thomas Jefferson adalah tidak tepat, karena, dewasa ini djustru AS mentjiderai Declaration tsb. Sudah lama AS membuang pandji Declaration tsb. dan djustru negara² AAA-lah jang memungut pandji tsb. dan mengibarkan- nja tinggi² dalam mengusir penguasa asing dari negeri masing", terutama mengusir AS. Maka itu politik non-blok jang berpangkal pada pen- dirian jang mempersamakan kapitalisme dengan Sosialisme, pada hakekatnja adalah munafik dan reaksioner karena menghamba kepada imperialisme. Sikap non-blok patriotik negara² Afrika. Konsepsi non-blok bisa mendapat sambutan baik dari negara" jang memang djudjur menginginkan bebas berdıri sendiri sebagai sewadjarnja suatu negara merdeka. Sikap demikian misalnja banjak dianut oleh negara² Afrika dewasa ini. Negara² di Afrika jang berdjuang untuk kemerdekaan nasional, untuk lepas dari tjengkeraman imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, djuga menja- tākan diri non-blok. Politik non-blok jang demikian mempunjai arti patriotik dan progresif, karena bersifat anti-nckolim. Politik ini dapat mendjadi komponen jang komplementer terhadap semangat Bandung, Negara² Afrika jang baru merdeka banjak jang belum dapat meng- alami dan belum dapat menjadari bahwa konsepsi non-blok dalam praktek jang sesungguhnja bisa tidak sedju- djur jaing mercka kira. Mereka tentu belum dapat mema- hami bahıwa konsepsi non-blok ini dapat membingungkan pengenalan tentang siapa kawan dan siapa lawan dalam pertjaturan internasional. Soal blok ketiga. Berbagai uraian pengandjur konsepsi non-blok ini me- nckankan bahwa kelompok negara non-blok tidak ber- maksud membentuk blok ketiga disamping dua blok jang sudah ada. Hal ini dari semula sesungguhnja sudah tidak
masuk akal, karena disatu fihak dikatakan bahwa negara? non-blok hendak mérupakan kekuatan tersendiri diluar dua blok kekuatan didunia jang ada, sedangkan difihak jang lain dikatakan bahwa blok kekuatan dunia jang tersendiri itu bukanlah blok ketiga. Kalau orang bitjara dalam ukuran dua blok jang hanja meliputi sebagian sadja dari umat manusia maka otomatis bagian selebihnja dai dunia jang satu ini, merupakan blok jang lain, blok jang ketiga. Tidak djadi soal apakah formil dikatakan demikian atau tidak. Keruwetan dalam pemikiran politik ini jang sesungguli- nja dilahirkan oleh teori non-blok dan jang dengan sen- dirinja dapat meruwetkan pula perdjuangan anti-imperialis bangsa² AA, telah dengan tepat' disedari dan dikoreksı oleh Bung Karno sendiri jang menegaskan bahwa dunia bukannja terbagi dalam tiga blok, tetapi terbagi dalam 2 blok, jaitu blok NEFO dan OLDEFO. Tempatnja Asia-Afrika adalah dalam blok Nefo bersama dengan negeri² sosialis dan kekuatan² progresif lainnja didunia. Koreksi Bung Karno ini seperti dinjatakan dalam pidatonja pada Hari Sardjana 29 September 1962, lengkapnja adalah sbb : Didalam pidato 17 Agustus 4 th. jl, saja mentjoba corrigeer utjapan Bertrand Russel ini dengan berkata, salah meneer Bertrand Russel, dunia bukan sekedar dua blok, tetapi ada blok nomor tiga, jaitu bloknja bangsa² Asia dan Afrika jang ingin membebaskan diri, bloknia negara² jang berpolitik bebas dan aktif. Belakangan Sdr², didalam konferensi non-committed nations di Beograd, saja keluar dengan formulering baru jaitu formulering bahwa manusia, umat-manusia didunia sekarang ini ter- petjah mendjadi 2 golongan, golongannja NEFO' dan golongannja 'OLDEFO'. Dan NEFO itu sdr², ialah golongannja negara, Rakjat Asia, Afrika, Amerika Latin, negara² Sosialis, pendeknja golongannja manusia² jang djumlahnja. tiga perempat dari umatmanusia ini jang menghendaki keadilan, jang menghendaki kemerdekaan, jang menghendaki hidup lajak. Dan sekarang saja mengira bahwa saja punja formulering atau saja punja analisa ini adalah paling tepat, artinja lebih tepat daripada analisa saja jang dulu bahwa dunia ini terdiri daripada tiga golongan. Dua golongan daripada Bertrand Russel, satu
golongan jang saja seselkan atau selipkan antara dua ini. Saja pikir sebentar sebelum konferensi Beograd, bahwa lebih tepat saja bikin dua golongan OLDEFO dan NEFO". Demikian pelempangan fikiran jang amat menjegarkan dan mcndjernihkan jang diberikan oleh Bung Karno terhadap keruwetan² pengertian jang ditimbulkan oleh teori non-blok. Dengan dibagi-habisnja dunia dalam dua blok sadja, maka otomatis tidak ada masalah tentang blok jang Jain. Buikan soal pertentangan ideologi. Pelempangan fikiran jang diberikan oleh Bung Karno jang per-tama" di-utjapkan djustru di Beograd, setjara teori didasarkan pada analisa jang tepat dari Bung Karno jang mengatakan sbb : ,Pendapat dunia sekarang ini ingin mejakinkan kita bahwa sumber² sebenarnja daripada ketegangan dan perselisihan internasional adalah sengketa ideologi negaraa besar. Saja rasa itu tidak benar. Ada suatu sengketa jang lebih parah mengiris daging umatma- nusia, jaitu sengketa antara kekuatan baru jang bangkit unuk kemerdekaan dan keadilan melawan kekuatan pendjadjahan jang lama". Sclandjutnja beliau mengatakan : Dalam setiap peris- tiwi. sebab dan akar daripada ketegangan internasional acalah imperialisme dan kolonialisme dan pemisahan bangsa" setjara kekerasan". Peringatan Bung Karno ini baik ditjamkan oleh pem- büntu' imperialisme dinegeri kita jang terus-menerus me- niebar pctjahan dan permusuhan dengan me-nondjol- kam perbedaan ideologi. koni non-blok dapat menimbulkan ilusi terhadap imperialisme. Berdüsarkan kekaburan pandangan tentang batas² an- tr kawan dan lawan jang ditimbulkan oleh teori non- htok it. makat konsepsi non-blok sesungguhnja mengan- dtirkan suatu ilusi jang berbahaja terhadap imperialisme, siaiu ilusi jang membebaskan imperialisme dari tundjukan hidung scbagai ,sebab dan akar daripada ketegangan internasional. Tidakkah berbahaja sekali apabila Rakjat
tidak dapat mengenal imperialisme sebagai djustru biang- keladi dari ketegangan² dunia ? Berdasarkan hal² tsb. diatas itu, maka konsepsi non- biok dengan sendirinja tidak dapat melihat tergantungnja keamanan dan perdamaian dunia sebagai sesuatu jang bersumber pada imperialisme, tetapi bersumber pada ,hu- bungan antara dua negara besar". Akibatnja jalah bahwa, untuk mentjapai perdamaian dunia jang kekal, orang harus ,berseru dan mengharap kepada dua negara besar akan kebaikan hatinja untuk meniadakan perang". Approach jang non-politis dan berilusi ini mengartikan perdamaian sebagai sekedar tiadanja perang, :suatu pengertian jang, tidak dapat dipergunakan sebagai pedoman aksi bagi gerakan Rakjat revolusioner. Keabstrakan konsepsi non-blok tentang masalah perdamaian ini kelihatan djelas sekali apabila dibandingkan dengan adjaran kongkrit Bung Karno jang menegaskan bahwa dalam abad ke XX ini .perdamaian jang abadi mempunjai arti jang lebih daripada terbajangnja ketiadaan perang", dan bahwa perdamaian abadi, jalah lebih dari. pada hanja ketiadaan perang, tetapi penghapusan sebab² pokoknja, dengan pembrantasan imperialisme, kolonialisme dan bentuk lain daripada penindasan asing, dan pe- laksanaan keadilan sosial diantara manusia dan diantara bangsa² dalam bentuk positif". (Amanat pada pembukaan KWAA, 24 April 1963). Non-blok menghindari konfrontasi terhadap imperialisme. Mendjadi djelas kiranja bahwa pada hakekatnja konsepsi non-blok ini berarti menghindari konfrontasi terang²- an terhadap imperialisme dan me-nutup²i problim jang sesungguhnja dari dunia sekarang, jaitu bahwa tiadanja perdamaian dan keamanan didunia adalah karena imperialisme. Konsepsi non-blok ini berbahaja, amat berbahaja sekali, bagi perlawanan dan solidaritet anti-imperialis dari bangsa² seperti jang diperdjuangkan oleh Konferensi Bandung dan oleh politik luarnegeri Indonesia. Dalam praktek·politik internasional, konsepsi non-blok ini dengan sadar atau tidak dipergunakan oleh negara anti-Bandung sebagai alat dan saluran politik untuk mem-
fitnal aksi² solidaritetanti-imperialis Asia-Afrika sepertr jang banjak diambil inisiatifnja oleh Indonesia. Kaum non blok anti-Bandung memfitnah Indonesia sebagai bangsa jang suka membikin onar dan tidak mau hidup berdam- pingan setjara damai. Sebaliknja mereka menjadjikan konsepsi non-blok me reka jang tidak anti-imperialis itu sebagai pengandjur ko-eksistensi damai jang sedjati. Mereka memfitnah prin sip² dan semangat Bandung sebagai garis politik jang mau perang sadja, sedangkan konsepsi non-blok mereka sadji- kan sebagai politik perdamaian jang sedjati. Amat menarik dalam hubungan ini, bahwa pers di-ne- geri impcrialis umumnja mengkwalifikasi Indonesia dan Presiden Sukarno jang mendjadi pelaksana utama dari prinsip" Bandung sebagai ,the trouble maker of Asia", (tukang bikin ribut di Asia), sedangkan mendiang Nehru pelaksana utama dari politik non-blok munafik sebagai the great leader of Asia" (pemimpin besar Asia). Mendjadi djelas pula kiranja mengapa negara non blok seperti Jugoslavia dan India itu bersikap membela dan mcmihak kepada negara boneka Malaysia" dan nengutuk serta mêmusuhi politik konfrontasi Indonesia. Saja berpendapat bahwa semangat Bandung mewakili pelaksanaan dari sembojan patriotik ,kita tjinta damai, tetapi lebih tjinta kemerdekaan", sedangkan non-blok munafik: mewakili pelaksanaan dari sembojan abstrak kita tjınta damai", titik. Dua aspek non-blok. Demikian kita melihat adanja dua aspek dalam konsepsi non-blok Satu aspek jalah aspek jang berhasrat dan bersemangat djudjur dan patriotik untuk sungguh² berdiri scndiri bebas dari dominasi ikatan² extern negara² imperialis, seperti jang kita kenal banjak dianut oleh negara Afrika jang baru merdeka. Aspek jang lain jalah aspek rcaksioner jang menipu dan sesungguhnja dalam hakekat- nja merupakan suatu politik neo-kolonialis dalam skala internasional. Sedangkan negara² non-blok dari aspek jang progresif acialah kawan seperdjuangan sedjati dari Indonesia dan negara² Bandung, maka negara² non-blok dari aspek jang
reaksioner sesungguhnja merupakan pembantu² politik dari imperialisme untuk melunakkan, untuk menipu dan menjelewengkan semangat Bandung, dan oleh karenanja bukan merupakan sahabat² pcrdjuangan Indonesia. Adanja aspek progresif dari negara² non-blok sesungguhnja merupakan suatu gedjala politik jang bersifat se- mentara. Dalam perkembangan selandjutnja, negara² ini akan mengambil salahsatu djalan perkembangan dari dua alternatif jang tersedia, jaitu atau mengambil djalan ke.. arah politik non-blok jang rcaksioncr, atau mengambi djalan jang progresif ·sesuai dengan semangat Bandung, sesuai dengan konsepsi NEFO kontra OLDEFO.
Konferensi non-blok sebagai forum konfrontasi.
Dalam keadaan demikian, dapat difahami apabila Pe- merintah Indoncsia bersikap mencrima undangan untuk ikutserta dalam konfcrcnsi non-blok, dengan pendirian bahwa bagi Indonesia konferensi itu merupakan forum internasional untuk melakukan konfrontasi politik dan memenangkan prinsip² dan scmangat politik luarnegeri Indonesia seperti sudah diuraikan diatas, sehingga mengisi wadah jang dinamakan non-blok itu dengan semangat Bandung. Hanja dengan demikian tiap² konferensi negara² non-blok bisa ditransformir mendjadi komponen jang komplementer dan pelengkap bagi perdjuangan untuik ide² Bandung. Adalah sangat menggembirakan bahwa KTT non-blok di Kairo telah mentjapai sukses besar. Bung Karno dengan pidatonja The Era of Confrontation" telah berhasil dengan gemilang memenangkan pandji. revolusioner dan anti nekolim dari politik luarnegeri Indonesia untuk menı- perkokoh NEFO berporoskan AAA melawan nekolim, untuk revolusi, kemerdekaan nasional dan perdamaian dunia. Politik non-blok munafik dan politik koeksistensi jang berkapitulasi kepada nekolim dan jang dipelopori oleh Jugoslavia dan India, mengalami kegagalan jang memalù- kan. Semangat KTT Kairo seperti jang didemoristrasikan oleh semangat delegasi negara AAA pada umumnja adalal
benar? semangat zaman kita sekarang, jalah The Era o Confrontation.
- Tentang Ko-eksistensi Setjara Damai.
Salahsatu masalah lagi jang djuga aktuil dewasa ini, adalah masilah ko-cksistensi setjara damai, atau hidup berdlampingan setjara damai antara negara² dengan sistim sosial dan politik jang ber-beda². Sebagaimana terhadap masalah non-blok, terhadap inipun ada dua pendirian jang berbeda. jang munafik dan jang progresìf. Pendlirian jang munafik mengertikan ko-eksistensi se- tara litmai itu dalam pengertian jang absolut, sehingga katanja. pun terhadap imperialisme jang menghisap, me- nindas, meng-agresi setjara tidak damai terhadap Rakjat? tetap harus berlaku koeksistensi setjara damai. Jang ptogresif adlah seperti apa jang dikemukakan oleh Pre siden Sukarno dalam KTT Non-Blok di Kairo baru² ini. Menginga: pentingnja bagian pidato tsb. agar bisa mem- berikan arti dan isi jang tepat' terhadap ko-eksistensi se- tjar dmai maka akan saja kutip dengan agak pandjang : Pada mulanja seperti saudara² ketahui, ko-eksistensi sctjara damti merupakan suatu istilah jang dihubungkan dengan pcrang ideologi, jakni perang antara ideologi
kapitalis dan komunis. ....... Di Beograd sudah saja
kalakan bahwa persclisihan ideologis tidak perlu mengakibatkan ketegangan, tidak boleh mengakibatkan ketegangan. Oh. tidak ! Dalam abad kita, ideologi² tidak akan me- nimbulk:n persclisihan antara negara² besar jang mengantar kcarah suatu perang dunia. Apa jang membahajakan perdoman dunia jalah perselisihan mengenai kepentingan nasional dibidang internasional baik setjara bila- teral mupun multilatcral. Inilah sumber² darimana suatu peang dunia dapat berkobar. erclisihan idcologi hanjalah suatu samaran untuk nuclibatkan mereka jang tidak berdosa disatu atau lain pilak. kaen kekuatan² impcrialis berusaha atau mentjo- b k mmpertahankan dominasi mereka atas dunia. Sudah tentu soal dalam atjara ini perlu men- dpat perhatian kita sepenuhnja, tapi saja kemukakan
aalan suatu arah jang lain...... Dan masalah itu, jalah
masalah ko-cksistensi setjara damai jang gawat antara ke-
kuatan² pendjadjah jang lama dan negara² .baru jang sedang berkembang.: Perkenankanlah saja. untuk menge- cukakan beberapa persoalan untuk menundjukkan kepadə saudara² kearah mana pikiran² saja membėlok. Bagaimana sesuatu bangsa dapat hidup berdampingan setjara damai djika pangkalan² militer dan benteng² per. tahanan ekonomi jang melingkarinja dipergunakan untuk usaha mensubversi atau untuk manipulasi usaha² dalam negeri? Bagaimana sesuatu bangsa dapat hidup berdampingau setjara damai dengan sesuiatu kekuatan așing jang mendominasi politiknja? Bagaimana suatu bangsa bisa hidup berdampingan setjara damai dengan negara² jang meatje gahnja dari membangun sistim sosial dan ekonomi jang tjotjok dengan kepribadian nasionalnja ? Lihatlah basis²
militer jang tersebar diseluruh dunia!......
,Pangkalani² asing ini saudara², dikatakàn untuk mak- sud membendung arus ideologi² asing. Tapi ini adala omongkosong! Lihatlah bagaimana mereka dipergunakan sckarang. Mereka itu dipergunakan terhadap negaraa jaug baru berkembang.. Mereka dipergunakan untuk mcnjela matkan kepentingan² tatatertib imperialis jang lama. Mc- reka dipergunakan sebagai alat utama kepentingan imp- rialis di-negeri? jang baru berkembang.
...... Bagaimanaka ko-eksistensi damai dapat di-
laksanakan dalam peristiwa² jang demikian itu. Ah tidak! Ko-eksistensi damai bukanlah masalah àntara negara² jang kekuatannja sama. Ko-eksisteusi damai adalah masalah an tara negara² jang kekuatannja tidak sama, terutama karena kekuatan² imperialis menggunakan kekuatan² mereka untuk mendominasi negara jang sedang berkembang jang lebih lemah. Agar ko-cksistensi damai dapat dilaksanakan, sjarat² bagi pelaksanaannja haruslah diletakkan, seperti halnja Moskow dan Washington telah meletakkan sjarat². karena ko-eksistensi damai tidaklah dapat dipaksakan! Saja ula- ngi : ko-eksistensi damai tidak dapat dipaksakan-Ko-eksistensi damai' memerlukan suatu keseimbangan, — suatu keseimbangan kekuatan. Ko-eksistensi damai bukanlah su- ątufaham untuk dilaksanakan setjara di-buat² tanpa mem- perdulikan segala sesuatu apapun. Ko-eksistensi damai harus dan selalu harus dilaksanakan dengan sjarat kekuatan jang njata.
Ko-eksistensi damai antara kita, negara² jang sedang berkembang, dan negara² imperialis akan bisa diadakau hanja apabila kita dapat menghadapi mereka ini dengan kekuatan² jang sama. Dan kekuatan jang sama itu kita dopat mcntzapainja hanja melalui setiakawan diantara kita Djanganlah sampai ada kekeliruan tentang hal itu! Kita tidak mempunjai alternatif bagi setiakawan." Demikianlah sedikit kutipan dari pidato Presiden Su karno. Dengan hidup berdampingan setjara damai kita ha ru nemperkuat diri, barisan Nefo harus diperkuat, in jang baru mcrdcka harus terus diperkuat, dan kekuatan progresif di-negara² kapitalis djuga harus terus diperkuat Dari uraian² diatas djelaslah bahwa ko-eksistensi dama tdak bisa diartikan setjara mutlak. Ko-eksistensi setjara damai tidak berarti bahwa kapitalisme harus tetap ada bukan untuk melanggengkan sistim kapitalisme, karena tudjuan kita jalah membangun dunia kembali jang bersit dari l'exploitation de l'homme par l'homme. Antara Rak jat² djadjahan dan kolonialisme dan demikian pula antara ncgara² jang baru berkembang dengan nekolim tidak mungkin diadakan ko-eksistensi setjara damai, djustru karena watak agresif dari nekolim itu sendiri.
- Pandangan Politik Luarnegeri Indonesia, Bukan Pandang
an Geopolitik. Berhubung dengan politik luarncgeri Indonesia sanga mementingkan setiakawan Asia-Afrika, ada orang jang mengira bahwa pandangan politik luarnegeri Indonesi adalah pandangan geopolitik. Fikiran ini adalah keliru se kali. Faktor gcografi dan alam memang memegang pera nall, tetapi hukanlah faktor jang menentukan. Misalnja sedjarah umat manusia sudah mengenal adanja 5 sistim sosial, jaitu komunisme primitif, perbudakan, feodalisme kapitalisme din Sosialisme, tetapi selama ber-abad² di-man si:tim sosial ituı berubah-ubah, negeri besar timbul da tenggelan diberbagai bagian dunia, pusat² peradaban ben pindah:, tapi geografi dan alam pada pokoknja tidak.ber ubah. Geopolitik. pada azasnja adalah satu pandangan peng gunaan ilmu bumi untuk menentukan strategi dan politik
bertudjuan membenarkan expansi bagi negara² imperiali;
dan sebaliknja bagi negara² jang mendjadi objek expansi imperialis itu geopolitik bertudjuan membenarkan kapitu- lasi atau politik menjerah kepada expansi imperialis itu. Karena itu geópolitik sepenuhnja merupakan pandangan jang mengabdi·kepada imperialisme. Salahseorang exponen utama pandangan geopolitik ini ialah Sir Hafford John Mac Kinder (1861-1947) seorang ahli ilmubumi Inggris. Menurut teori Mac Kinder siapa jang berhasil menguasai apa jang dia namakan ,bulan katan dengan pantai daratan luas Eropa-Asia (Inggris sendiri, lautan Tengah, kepulauan² di lautan Hindia, kepulauan Indonesia, Filipina sampai ke Djcpang), dan djuga dapat menguasai apa jang dinamakan bulan sabit dalam" (inner crescent), jaitu negara² jang terletàk ditepi daratan luar Asia-Eropa itu (termasuk Eropa, Timur Tengah, India dan Tiongkok), akan berhasil pula menguasai apa jang dinamakan ,daerah poros", daerah djan- tung" atau heart-land", jaitu Rusia (sekarang Uni Sovjet), dan akan djuga berhasil menguasai seluruh dunia. Pandangan geopolitik djuga dipergunakan oleh seorang militeris Djerman, Karl Haushofer (1869-1946) seorang inspirator utama politik expansionisme kaum fasis Djer. man. Berdasarkan suatu pembagian dunia jang setjara se- wenang² dia mendesak supaja dunia ditempatkan dibawah kekuasaan Djerman dan Djepang. Kaum militeris Amerika Serikat djuga sangat sibuk dengan perkembangan pandangan geopolitik, misalnja Nichols Spykman, jang djustru banjak inempergunakau teori Mac Kinder untuk mengilhami politik agresi AS guna mengepung Uni Sovjet、 dengan pangkalan² perang dan guna berusaha menghantjurkan negeri Sosialis itu. Pandangan geopolitik mengebiri politik luarnegeri RI jang anti imperialis. Pandangan geopolitik mengebiri politik luarnegeri kita karena meniadakan tjiri² anti-imperialisme jang imcrupa- kan tjiri terpokok. Soal mendjadi tetangga, demikian pula soal persamaan ras atau berasal dari satu rumpun bangsà tidak bisa dipergunakan sebagai dasar politik luarnegeri
sabit luar" (outer crescent), jaitu kepulauan² jang berde- bcrarti negara Sosialis harus terus diperkuat, negara
kita. Hendaknja hal ini diperhatikan benar² dalam meng- hadapi usaha² jang sedang dilakukan untuk mentjapai kerdjasana jang berbentuk suatu konfederasi jang dina- nakan Maphilindo. Sudah djelas, bahajanja jalah bahwa dasar ,,tctangga", satu ras" atau ,,berasal dari satu rum- pun bangsa" berarti mengebiri politik konfrontasi kita terhadap komplotan agresif kaum imperiąlis dengan kaum re- aksioner Malaya jang mendirikan projek neo-kolonial Malaysia". Ia djuga berarti mengebiri politik dukungan penuh as a matter of principle" terhadap proklamasi kemerde- kian Rakjat Kalimantan Utara pada tanggal 8 Desember
Scbaliknja walaupun Kuba djauh letaknja dari Indoncsia, tetapi karena persamaan tudjuan perdjuangan, kedua Rakjat kita saling menjokong. Tetapi dengan Malaysia" jang sctjara geografis sangat dekat kita sedang ganjang²an sekarang ini. Bahwasanja pandangan geopolitik mengakibatkan politik menjerah kepada agresi imperialis dapat pula kita lihat dari kesimpulan jang ditarik oleh djenderal majoı Simatupang dalam bukunja Pelopor dalam Perang, Pelopor dalam Damai dimana dia menulis bahwa sebagai negara maritim harus djuga kita usahakan hubungan persahabatan dengan negara² jang menguasai lautan disekitar negeri kita" (hlm. 149). Kesimpulan ini sungguh suatu kesimpulan jang monimbulkan kemarahan dalam hati tiap² patriot Indonesia. Siapa negara jang menguasai lautan disekitar negeri kita kalau bukan negara² SEÅTO ? Politik ma- tjam apa ini, jang menetapkan bahwa kita harus bersahabat dengan negara" SEATO, dengan alasan bahwa mereka mengelilingi ncgeri kita? Tak lain, ini politik kapitulasi, kelandjutan daripada politik luarnegeri Śjahrir-Hatta. Pa- dahal, djustru karena negara² SEATO mengelilingi kita, kita härus menganggap mereka sebagai musuh jang berbahaja. Bukankah sikap kapitulasi ini suatu tantangan tegas ter- hudap Rakjat Indonesia jang sudah sedjak dahulu menolak untuk mengadakan persahabatan dengan SEATO, jang menolak dengan tegas untuk diseret kedalam blok SEATÖ jang imperialis dan agresif itu ? Mendjawab soal ini Bung Karno dalam Tavip berkata sbb: Tctapi apakah dengan bebasnja Irian Barat, Republik Indoncsia sudah aman dan bebas dari antjaman² imperialis ? Tidak, djauh daripada itu! 'Malaysia' masih
'dipasang' didepan pintu RI. 'Malaysia’ masih memben- tang dimuka rumah Republik Indonesia, sebagai andjing pendjaga imperialisme. Pakta² militer jang ada diseputar kita baru² inipuņ ikut² pula membitjarakan soal kita, tapi zonder se-izin kita! Kita dikepung terang²an oleh kaum imperialis dari segala djurusan! Tetapi kita tidak gentar, kita tidak takut. Memang. saudara² djangan gentar, djangan takut! Berdjalanlah terus, hantamlah terus, ganjanglah -terus 'Malaysia' itu meski ia ditolong dan dibantu oleh sepuluh imperialis sekalipun!" (Tavip, hlm. 34).Sjarat Pelaksanaan Politik Luarnegerl.
Politik luarnegeri kita jang sudah tepat sekarang hanja dapat dilaksanakan dengan tepat pula, djika kita tidak hen- ti²nja mentjiptakan dan mengkonsolidasi sjarat² jang di- perlukan untuk itu jaitu : Pertama, persatuan nasional revolusioner berporoskan Nasakom didalam negeri. Inilah kekuatan utama untuk mentjiptakan empat sjarat lainnja. Kedua, front internasional anti-imperialis jang kuat (front NEFO). Ketiga, bebas atau soverein dalam politik, berdiri diatas kaki sendiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalan kebudajaan. Selama dibidang ekonomi kita belum berdiri diatas kaki sendiri, masih banjak hutang dan masih ter- gantung dari luarnegeri, selama itu kebebasan kita dalam politik dan kepribadian kita dalam kebudajaan akan ter- ganggu. Sebagai tjontoh dapat disebut bahwa dilihat dari segi prinsip politik luarnegeri kita, kita harus berhubung- an jang mesra dengan Republik Demokrasi Djerman (RDD) sebagai negara NEFO, tetapi karena ketergan- tungan dibidang ekonomi, kita lebih mesra dengan Republik Federasi Djerman (RFD) jang termasuk OLDEFO. Dengan RDD kita hanja ada hubungan Konsulat Djenderal sedang dengan RFD hubungan Kedutaan Besar. Keempat, mengikutsertakan Rakjat dalam kegiatan politik luarnegeri. Pemerintah selamanja akan berhasil dalam politik luarnegeri djika pemerintah dengan sadar meng- gunakan sistim konsultasi dengan Rakjat melalui DPR-GR dan organisasi². Rakjat.
Kelima, pelaksana² politik luarnegeri jang Manipolis, sesuai dengan perintjian DPA tentang Manipol, bahwa scal realisasi sangat tergantung pada orang² jang diberi tugas untuk melaksanakannja. Kelima sjarat ini harus ditjiptakan dan dikonsolidasi terus-menerus, karena hanja dengan sjarat² ini politik luarnegeri kita jang sudah tepat sekarang akan dapat di- laksanakan dengan tepat dan sukses besar. Mengenai sjarat kelima, tentang arti penting dari pelaksana' baiklah diingat perumusan DPA tentang hal ini ketika DPA memerintji Manipol : Walaupun Manifesto Folitik adalah sangat penting karena telah mendjawab per- soalan² pokok revolusi, dan telah mengemukakan usaha² pokok untuk menjclesaikan revolusi Indonesia, tetapi rea- lisasinja sangat tergantung pada orang² jang diberi tugas untuk melaksanakannja". (Tubapi, hlm. 93). Bung Karno sendiri seringkali mengatakan Ten slotte beslist de mens" (Pada achirnja manusialah jang menen- (ukan). Olch kärena itu, para pembantu Presiden dibidang politik luarnegeri, baik jang di Deparlu maupun jang di Per- wakilan" RI di luarnegeri, harus benar² mendjaga agar pelaksana politik luarnegeri bersih dari unsur² partai ter- larang din haruslah patriot dan Manipolis sedjati, jang sepenuhnja setudju dengan garis² politik luarnegeri RI dewasa ini. Dan tepatlah apa jang disimpulkan dalam Membangun Dunia Kembali, bahwa : Perlu diadakan retooling dalam dinas diplomatik Republik Indonesia ter- hadap aparatur- pelaksana politik luarnegeri, jang suka berkompromi dengan imperialisme, birokrat² jang berdjiwa kintel jang konservatif reaksioner dalam soal politik luarnegeri, jang tidak berdjiwa Manipol-Usdek" (Tubapi, hlm.
292).
KESIMPULAN Perkembangan dunia dewasa ini ditandai oleh 4 kontradiksi dlasar. Rakjat diseluruh dunia, di-negeri-negeri kubu sosialis, dinegeri jang baru merdeka di Asia, Afrika dan Amerika Latin. dan di-negeri² dimana kaum impe- ríalis masih menıegang kekuasaan negara, dewasa ini se-
dang giat sekali, lewat berbagai bentuk perdjuangan, me-
njelesaikan kontradiksi² ini. Arah perkembangan dunia dan perspektif perdjuangan Rakjat sedunia adalah baik dan gemilang, jaitu dunia baru, dunia sosialis, dunia jang bebas dari l'exploitation de l'homme par l'homme. Asia, Afrika dan Amerika Latin, mengingat kechususan² perdjuangan Rakjat dan lemahnja matarantai imperialisme di-benua² ini, mengambil kedudukan jang chas dalam perdjuangan universil menggempur imperialismc dunia. Asia, Afrika dan Amerika Latin merupakan poros dati segenap kekuatan baru jang sedang tumbuh, poros NEFO. Sesudah Perang Dunia II, Amerika Serikat muntjul se- bagai negara kapitalis jang terkuat dan menduduki. posisi jang dominan dalam dunia kapitalis. Amerika Serikat telah mendjadi pusat reaksi dunia dan agresi. Tjiri² chusus jang ada pada AS dalam perkembangan dunia kapitalis menjebabkan bahwa AS dewasa ini merupakan poros OLDEFO. Sistim kolonial daripada' imperialisme dunia mengalami proses keruntuhan dan kehantjuran. Rakjat di-mana² didunia sekarang sedang bangkit me. lakukan perdjuangan revolusioner menggempur imperialisme jang kepalanja adalah AS. Pukulan² kuat dan ber- tubi² jang diberikan oleh perdjuangan Rakjat revolusioner ini membikin AS makin terdesak kesudut dan terisolasi. Dalam perdjuangan revolusioner ini, Asia Tenggara mengambil tempat jang istimewa. Tingkat perdjuangan Rakjat² jang tinggi didaerah ini dalam melawan agresi, in- tervensi dan subversi kaum imperialis jang dikepalai oleh AS membikin Asia Tenggara mendjadi pusat teleng kontradiksi² dunia. Kemenangan revolusi Asia Tenggara akan mengakibatkan kebobolan jang besar dalam benteng imperialisme dunia, .dan ini berarti bandjirnja revolusi dunia, berarti sumbangan jang besar bagi pembangunan dunia kembali. Revolusi Indonesia memainkan peranan jang penting dalam gerakan revolusioner membobol perkubuan imperialisme dunia di Asia Tenggara. Revolusi Indonesia jang sukses akan merupakan mertjusuar tidak sadja bagi perdjuangan kemerdekaan penuh dari Rakjat² Asia Tenggara, tetapi djuga bagi perdjuangan² revolusioner Rakjat² di Asia, Afrika dan Amerika Latin pada umumnja.
Untuk mensukseskan revolusi Indonesia adalah perlu dan penting sekali, dan adalah satu keharusan untuk djuga mendjalankan politik luarnegeri jang Manipolis. Dan untuk mendjalankan dengan konsekwen politik luarnegeri jang Manipolis perlu dipenuhi sjarat² tertentu, terutama sjarat politik jang dapat lebih memperkuat front nasional jang berporoskan Nasakom dan dapat lebih memperkokoh front internasional anti-impcrialisme, untuk revolusi, ke- merdekian nasional bangsa² dan perdamaian dunia.
1S1
halaman Kata Pengantar Penerbit Pendahuluan Bab 1 Keadaan dunia sekarang
A. Kontıadiksi" dasar didunia dewasa ini
B. AAA poros NEFO
C.Imperialis AS poros OLDEFO
negeri AS ....
agresi AS
Musuh pertama Rakjat sedlunia ...
Bab II Aa Tenggara pusat teleng kontradiksi² dunia Bab III Politik Luarnegeri Manipolis Periodisasi politik luarnegeri IndonesiaPeriode 1945 — 1952 bebas jang agak madju Konfercnsi Asia-Afrika ke-I
Fikiran Bung Karno sebagai landasan NEFO kontra OLDEFO Soul nonblok, koeksislensi damai dan geopolitikSoal Nonblol:
- Tentang koeksistensi setjara damai geopolitik anti imperialis
- Sjaral pelaksanaan politik luarnegeri ..
Kesimpulan
7 12 18 22 25 29 30 31
43 45 45 luarnegeri 47 49 51 52 54 55 55 62 64
Export kapital AS dlan hubungannja dengan politik luar-
2. Peranan ,Bontuan" luarnegeri AS dalam rangka politik
Militerisasi ekonomi negeri imperialis, terutama sekali AS
- Runtuhnja sistim kolonial daripada imperialisme ..
- Pcriode 1952 — 1959 dengan konsep politik
- Periode 1959 sampai sekarang (Periode Manipol) ..
- Pandangan politik luarnegeri Indonesia, bukan pandangan
- Pandangan geopolitik mengebiri polilik luarnegeri jang