Baca PDF (OCR): Hayo Ringkus dan Ganyang Kontra Revolusi

18 halaman · 18 halaman diproses dengan OCR· 69757 ms

Daftar isi
  1. Hajo,
  2. RINGKUS DAN GANJANG
  3. KONTRA-REVOLUSI!
  4. D.N. Aidit
  5. HAJO, RINGKUS DAN GANJANG
  6. KONTRA-REVOLUSI!
  7. Soc. Geschiedenis
  8. bukti, bahwa PKI dipeladjari dengan tudjuan² jang
  9. Ada lagi jang mentjoba membelanja dengan mengata-
  10. bertentangan dengan Manipol dan Dekon tentang pe-
  11. kudatunggangan untuk mengembalikan berlakunja SOB.
  12. dan ditingkatkan terus-menerus untuk mengganjang
  13. volusi sosialis di Indonesia. Ada djuga sementara orang
  14. dewasa ini dengan lebih banjak lagi mengundang ban-
  15. telah memberikan pukulan parah terhadap pandangan²
  16. NEFO) jang berlangsung bersamaan waktu dengan
  17. sekalipun kelihatannja ketjil dan lemah pada permulaan
  18. kemadjuan² dari perdjuangan klas buruh di Australia,
  19. Partai untuk bersikap kritis, rendahhati, pertjaja pada
  20. Kedua-duanja adalah berbahaja, dan jang paling ber-
  21. Marxisme-Leninisme akan tetap tegak, berkembang dan
  22. Saja jang biasa mereka tjap pro-Moskow" tiba² ditjap
  23. pro-Peking", kemudian pro-Moskow" lagi, pro-
  24. Peking" lagi, dan kemudian pro-Moskow" dan pro-
  25. Peking" sekaligus, dan achirnja dikatakan bahwa PKI
  26. front persatuan nasional. Kita berkejakinan bahwa asal-
  27. PKI jang tepat, kita bisa terus menjatukan golongan
  28. Kerdjasama Rakjat dan Angkatan Bersendjata,
  29. Dekon no. 2 sesudah Manipol
  30. NEF" makia perkasa

506618

D.N. Aidit

Hajo,

RINGKUS DAN GANJANG

KONTRA-REVOLUSI!

D.N. Aidit

HAJO, RINGKUS DAN GANJANG

KONTRA-REVOLUSI!

(Pidato Ulangtahun ke-43 PKI, diutjapkan di Istana pada Olah Raga Gelora Bung Karno" tanggal 26 Mei 1963)

Jajasan Pembaruan" Djakarta 1963

Sekarang kita berkumpul di Istana Olah Raga Ge- lora Bung Karno" jang megah, hasil karja putera² Indonesia dan Uni Sovjet, salahsatu lambang persahabatan abadi kedua Rakjat jang besar ini. Sungguh indah sua- sana ini! Dari lubukhati jang se-dalam²nja saja mengutjapkan terimakasih kepada para hadirin, kepada semua penjum- bang dan penjambut jang telah membantu suksesnja perajaan ulangtahun PKI ini. Djuga kepada kawanz dan sahabat2 jang terpaksa mendengarkan dari luar gedung ini karena kehabisan tempat, saja djuga mengutjapkan banjak² terimakasih. Terutama kepada tamu kita dari luarnegeri, jaitu Kawan Ted Bacon jang mewakili Partai Komunis Aus- tralia, jang sengadja datang untuk ikut merajakan ulangtahun ini saja, ¿tasnama CC dan segenap anggota PKI serta Rakjat pekerdja Indonesia, mengutjapkan terimakasih se-tulus²nja kepadanja pribadi, kepada Par- tainja dan kepada Rakjat pekerdja negerinja. Pada kesempatan ini bukan maksud saja untuk meng- uraikan sedjarah PKI sedjak berdirinja 43 tahun jang lalu hingga kini. Tidak, ini sudah saja lakukan pada kesempatan² lain. Lagi pula ini agak kurang seirama dengan seruan Presiden, jang saja setudjui sepenuhnja, pada achir pidatonja tanggal 15 Mei jbl. dihadapan Sidang Umum ke-II MPRS, jaitu: Hajo hantjurkan kontra-revolusi! Bagi kaum Komunis Indonesia seruan ini mempunjai makna jang dalam sekali. Segala kewa~ djiban dan tugas sebagai putera bangsa Indonesia, sebagai orang revolusioner, sebagai Manipolis, sebagai Republiken dan sebagai pengemban amanat penderitaan Rakjat terpusat pada seruan ini. PKI Dipeladjari Bagi sebagian orang PKI berarti ilham, kejakinan, kekuatan dan haridepan. Bagi sebagian lagi berarti án- tjaman, bahaja, bentjana dan kegelapan. Bagi sebagian lagi PKI merupakan tandatanja, keadjaiban, rahasia. Int. Instituut Tetapi semua mengakui peranan penting PKI. PKI ada

Soc. Geschiedenis

Amsterdam

1101610g

dan PKI tidak dapat diabaikan, oleh karena itu PKI perlu dipeladjari. Saja tak perlu berbitjara pandjanglebar tentang ke- dudukan PKI dalan gerakan proletariat internasional. PKI ditjintai oleh semua Partai Marxis-Leninis, PKI diakui sebagai barisan jang terhormat dalam Gerakan Komunis Internasional, PKI mendapat tempat dalam hati proletariat sedunia. Diterdjemahkannja dokumen² PKI dalam banjak bahasa oleh Partai² sekawan adalah

bukti, bahwa PKI dipeladjari dengan tudjuan² jang

baik. Ini tidak diragukan! Kaum imperialispun sangat radjin mempeladjari PKI. Tidak ada tulisan pemimpin² PKI jang tidak mereka terdjemahkan kedalam bahasa mereka. Sering mereka lebih tjepat menterdjemahkan tulisan² itu kedalam bahasa Inggris daripada penterdjemah² CC PKI. Profesor² dan sardjana² lainnja mereka kerahkan untuk mempeladjari PKI, mereka bajar mahal sardjana² itu, mereka tempatkan tulisan²nja dalam madjalah2 jang berpenga- ruh, mereka terbitkan buku² tentang PKI. Ini berarti pekerdjaan extra bagi pemimpin² PKI, karena harus djuga mempeladjari tulisan² sardjana² burdjuis ini, lebih² karena kami tahu bahwa kaum intelektuil dan tokoh² reaksioner Indonesia banjak jang ,mempeladjari PKI" dari tulisan² sardjana² burdjuis asing. Dalam lemari² buku intelektuil Indonesia jang berhasrat mempeladjari PKI biasanja tidak ada atau sangat tidak lengkap buku² jang diterbitkan PKI sendiri, tetapi mereka mempunjai koleksi buku² tulisan sardjana² burdjuis asing seperti George Mc Turnan Kahin, Herbert Feith, Justus M. Van Der Kroef, Guy J. Pauker, Boyd R. Compton, Jean R. Mintz, Arnold C. Brackman dan Donald Hindley. Jang belakangan ini, Donald Hindley, telah mendapat gelar doctor (Ph. D) dari Universitas Nasional Australia dengan disertasi tentang PKI. Djadi, diluarnegeri sudah ada ,Doctor PKI", doctor dalam ,ilmu PKI"! Sardjana² burdjuis asing itu mempeladjari PKI pada umumnja atas pesanan madjikan²nja kaum imperialis, pekerdja² politik imperialis dan para ideologisnja jang bernafsu besar untuk mematahkan gerakan Komunis dan gerakan revolusioner Rakjat Indonesia. Tulisan² ini sekaligus merupakan tuntunan bagi kakitangan²nja didalamnegeri. Jang belakangan ini biasanja hanja me-

nelan tulisan² sardjana² burdjuis itu, tempo² dengan di- kunjah lebih dulu, tapi umumnja main 'untal sadja. Djadi, ada dua tudjuan ,mempeladjari PKI", untuk tudjuan jang baik dan untuk tudjuan jang buruk. Pada kesempatan ini saja menjerukan kepada kaum Komunis dan para sardjana progresif Indonesia, baik jang ada didalam maupun diluar PKI, supaja mempeladjari PKI lebih radjin dan lebih teliti daripada sardjana-sardjana burdjuis asing itu, Bagi putera² Indonesia jang baik, PKI bukan tandatanja dan samasekali bukan antjaman, bahaja, apalagi bentjana atau kege- lapan, PKI adalah pengilham, pemberi kejakinan dan kekuatan untuk berdjuang lebih djudjur dan lebih hebat bagi haridepan Rakjat Indonesia jang gemilang. Meriam Berbalik Tanggal 23 Mei 1963 adalah ulangtahun ke-43 PKI. Banjak peristiwa nasional dan internasional telah ter- djadi dalam masa satu tahun semendjak kita memper- ingati ulangtahun Partai pada tahun jang lalu. Peristiwa-peristiwa itu menundjukkan bahwa kekuatan² revolusioner telah dan sedang terus mentjapai kemadjuan² baik nasional maupun internasional. Peristiwa nasional jang terpenting, sudah barang- tentu, adalah kisah kepahlawanan perdjuangan pem- bebasan Irian Barat jang telah memberikan peladjaran besar kepada Rakjat kita, jaitu peladjaran bahwa impe- rialisme, meskipun nampaknja kuat, dapat dipukul mun- dur dan ditendang keluar pagar oleh Rakjat jang ber- tekad bulat. Irian Barat, daerah jang meliputi kira² seperlima, atau presisnja 22%, daripada wilajah negeri kita ini, menuntut banjak dan banjak sekali pekerdjaan. Sung- guh untung sekali Republik berhasil membebaskan daerah ini,'sehingga Irian Barat terhindar mendjadi sematjam Australia, dimana orang kulit putih mendjadi tuanrumah sedangkan penduduk asli mendjadi manusia² klas kambing jang ,ditakdirkan" lambatlaun melenjap dari muka bumi. Hanja gerakan revolusioner klas buruh Australia jang dapat menjelamatkan penduduk asli dari ,,takdir" jang tjelaka ini. Aku merasa berbahagia sekali dapat ikut rombongan Bung Karno mengundjungi Biak, Kotabaru dan Merau-

ke pada awal bulan ini. Dengan demikian, aku mendjadi saksi bahwa kekuasaan Republik betul² sudah menantjap di Irian Barat. Irian Barat jang tadinja ba- gaikan meriam ditudjukan kedada Republik, sekarang dengan Republik jang ber-Manipol dan ber-Nasakom sudah dibalik mendjadi meriam Republik jang ditudjukan kedada imperialis. Alam Irian Barat sangat indah. Diantara para saudara dan kawan² tentunja ada jang djatuh tjinta pada keindahan Danau Toba, atau barangkali keindahan alam Hongkong. Tidak berlebih- lebihan kalau kukatakan bahwa di Irian Barat terdapat ratusan alam indah sematjam itu, karena hampir saban teluk dengan pulau² dan bukit²nja adalah indah. Se- hingga, para saudara dan kawan², kalau aku oleh CC PKI dibolehkan memilih mau bekerdja dimana, tidak ajal lagi aku akan mendjawab mau bekerdja di Irian Barat, baik karena keindahan alamnja maupun karena menariknja, hebatnja dan uniknja persoalan² jang kita hadapi disana. Betapa tidak, kita harus membawa se- bagian dari Rakjat kita jang masih hidup dalam zaman batu kealam Manipol dan zaman sputnik. Pengembalian Irian Barat kedalam kekuasaan Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963 merupakan peristiwa penting dalam perdjuangan mengkonsolidasi seluruh wilajah Republik Indonesia. Makaitu Irian Barat jang telah kembali dalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia tidak boleh mendjadi daerah neo- kolonial, dimana kaum imperialis bebas menanam modal- nja. Perdjuangan pembebasan Irian Barat belumlah se- lesai dengan hanja pemasukannja kedalam wilajah kekuasaan RI. Kemenangan lain jang telah kita tjapai sebagai hasil kerdjasama Rakjat dan Angkatan Bersendjata jalah pemulihan keamanan dalamnegeri, tapi jang masih perlu dikonsolidasi. Sebagai kelandjutan daripada kemenangan Rakjat Indonesia dalam memulihkan keamanan, sedjak tanggal 1 Mei 1963 SOB telah dihapuskan diseluruh Indonesia termasuk Peperti serta Peperdanja. Menurut ketentuan semua kekuasaan pemerintahan dipusat dan di-daerah² sudah harus diserahkan kembali kepada Pemerintahan Sivil. Sidang Pleno I CC PKI pada bulan Februari tahun 1963 mensinjalir, bahwa Segenap kekuatan demokratis

dan patriotik tidak boleh bimbang dan mundur, sebalik- nja harus berani mentjegah pertjobaan² jang ditudjukan untuk mentjiptakan situasi SOB tanpa SOB. Pendek- nja, sesudah penghapusan SOB benar2 dan sepenuhnja dilaksanakan apa jang dikatakan oleh Presiden Sukarno 'Manipol memimpin bedil'." Tepat sinjalemen ini karena segera setelah SOB dihapuskan kekuatan kontra-revolusioner, bekas PSI, Masjumi, PRRI-Permesta serta DI-TII bersamaan dengan unsur2 pro-Kuomintang dan pro-Malaysia telah melantjarkan pengatjauan jang ber-sifat teror rasial setjara membabibuta, mulai dari Tegal, sampai di Bandung, Tasikmalaja, Garut, Bogor, Tjian~ djur, Sukabumi, dil. Teror Rasial Dalam pidatonja dihadapan Sidang Umum ke-II MPRS tanggal 15 Mei jbl. Presiden Sukarno antara lain berkata bahwa ,musuh² Revolusi Indonesia masih bergerombolan mengintai kita, bergerombolan ingin me- rong® kita" dan bahwa Djuga kedjadian² di-hari² belakang ini harus membuka mata kita !" Presiden menu- tup pidatonja dengan seruan Hajo hantjurkan kontra-revolusi !" Ja, kontra-revolusi harus dihantjurkan, dan untuk itu mata harus dibuka se-lebar²nja, djangan dipitjingkan, djangan ditutup. Tapi jang lebih penting dari membuka mata jalah membuka hati dan membuka fikiran. Kalau semuanja ini dibuka, maka ,kedjadian² di-hari² belakang ini", jaitu teror rasial, sadisme dan vandalisme di Tegal. Bandung, Tasíkmalaja, Garut, Bogor, Tjiandjur, Sukabumi dll. adalah kontra-revolusi. Dalih apapun tidak dapat menutupi bahwa gerakan ini adalah gerakan rasialis, dan bahkan gerakan rasialis jang, sadistis dan vandalistis, dan sebagaimana setiap gerakan rasialis, gerakan ini adalah reaksioner dan oleh karena itu bertentangan dengan Pantja Sila, bertentangan dengan Manipol, Pantja Program dan Dekon jang revolusioner itu. Ada orang2 jang men-tjoba2 berusaha mengurangi sifat reaksioner daripada perbuatan rasialis dengan mengatakan, bahwa ini adalah tindakan mereka jang ,,ekonomi lemah" terhadap mereka jang ,,ekonomi kuat", djadi tidak boleh dihubungkan denġan rasialisme.

Ada lagi jang mentjoba membelanja dengan mengata-

kan, bahwa ini adalah tjetusan murni" daripada pe- rasaan kebangsaan dari generasi muda kita, dari maha~ siswa² dan pemuda² kita. Dengan dalih² ini disatu fihak menundjukkan bahwa pada mereka sendiri masih me- lekat fikiran² rasialis dan sovinis, dan difihak lain di- maksudkan untuk memberi hati kepada kaum kontra~ revolusioner, untuk membukakan pintu2 kompromi, dan dengan demikian mentjegat adanja tindakan² tegas terhadap kaum kontra-revolusioner. Hal sematjam ini se- benarnja sudah lebih dulu mereka kerdjakan, jaitu dengan tidak mengambil tindakan tegas terhadap ,peristiwa Tjirebon". Peristiwa Tegal, Bandung dll. adalah akibat daripada pemberian hati ini! Mengapa saja katakan bahwa ini bukan perdjuangan untuk emansipasi ekonomi antara mereka jang ekonomi lemah" terhadap mereka jang ekonomi kuat"? Perdjuangan untuk emansipasi ekonomi bagi Rakjat Indonesia harus berarti menghantjurkan ekonomi imperialis dan feodal disatu fihak, sedangkan difihak lain mem- perkuat ekonomi nasional. Tapi apa jang kita lihat dari perbuatan kaum teroris rasialis? Mereka menghantjurkan ekonomi nasional Indonesia dengan merusak alat² produksi, transport dan distribusi sehingga lebih me- matjetkan ekonomi nasional. Perbuatan² mereka djelas

bertentangan dengan Manipol dan Dekon tentang pe-

ngerahan segenap dana dan tenaga progresif. Bekas2 Masjumi-PSI Dalangnja Bukti lain bahwa teror itu tidak ditudjukan untuk emansipasi ekonomi, tapi se-mata2 rasialisme, nampak dari perbuatan mereka jang merusak milik warganegara² miskin keturunan Tionghoa, sampai2 badju dan tjelana simiskin ini mereka bakar, tjobek tukang gado² keturunan Tionghoa mereka petjahkan, kwali pendjual goreng pisang keturunan Tionghoa mereka balikkan, medja dan segala barang petjahbelah mereka hantjurkan dan entah apa lagi perbuatan biadab mereka. Ja, sampai2 djuga kasur-bantal, diktat2 dan buku2 mahasiswa keturunan Tionghoa dibakar oleh teman sekamarnja jang menjebut dirinja ,,asli". Tentu ada jang akan mengatakan bahwa ini exes. Tidak, ini bukan exes, ini hakekat, inilah rasialisme !

Lagi pula, seandainja persoalan memang antara mereka jang ekonominja lemah" terhadap jang ,ekonomi kuat", apakah memang begitu tjara menjelesaikannja? Kalau tjara menjelesaikan kontradiksi antara mereka jang ,,ekonomi lemah" dengan jang ,ekonomi kuat" di- bolehkan setjara se-wenang² demikian, maka dalam se- kedjap mata itu orang2 kaja dari BPM-Shell, Stanvac. Caltex dan Unilever, djuga orang² kaja lainnja di-desa² dan kota2 akan kehilangan se-gala²nja, diserbu oleh kaum miskin kota dan desa jang memang sudah lama menjimpan dendam dan mendongkol kepada kaum penghisap jang kaja2 itu. Mengerahkan orang banjak untuk ménumpas-habis kekajaan orang2 kaja, baik OKB (Orang Kaja Baru) maupun OKL (Orang Kaja Lama) bukanlah pekerdjaan jang berat. Instink bertempur daripada massa miskin mudah, sangat mudah, dikobarkan untuk memiskinkan orang2 kaja. Hal ini hendaklah di- ingat oleh kaum subversi asing maupun oleh OKB2 dan OKL² jang sedar atau tidak sedar mendalangi dan mengipasi api rasialisme jang bersembunji dibalik perdjuangan untuk emansipasi ekonomi". Ini hari orang² keturunan Tionghoa jang mendjadi sasaran mereka, tetapi besok bisa datang gilirannja tuan² sendiri, dengan alasan jang sama dan dengan tudjuan" jang sama, jaitu menjelesaikan kontradiksi" antara golongan ekonomi lemah" dengan ,ekonomi kuat". Kami kaum Komunis bukan hanja tidak menjetudjui, tetapi mengutuk tjara menjelesaikan kontradiksi sematjam itu. Ini bertentangan linea-recta dengan Manipol. karena Manipol djelas mengatakan bahwa kontradiksi pokok jang harus diselesaikan sekarang jalah kontradiksi antara Rakjat Indonesia dengan imperialisme dan feodalisme. Kontradiksi² lain adalah tidak pokok dan penjelesaian kontradiksi² jang tidak pokok ini tidak boleh menumpulkan kontradiksi pokok. Inilah Manipol, dan demikianlah kalau benar² setia pada Manipol. Tepat sekali apa jang dikatakan oleh Presiden Su- karno, bahwa tindakan² rasialis kontra-revolusioner ini didalangi oleh bekas2 Masjumi-PSI dan PRRI-Per- mesta. Disamping itu djelas pula bahwa elemen² Kuo- mintang dan pro-Malaysia djuga ikut mendalangi ke- djadian² ini. Tidaklah sulit untuk menerima kebenaran ini, karena djustru di-daerah² dimana dulunja Masjumi-PSI kuat, djustru dimana banjak bekas² DI-TII, disitu-

lah teror rasial, sadisme dan vandalisme jang paling hebat, Dalam waktu dua minggu kerusakan jang di- timbulkan DI didalam kota lebih banjak daripada waktu mereka ber-tahun² dihutan, Djadi djelas, bahwa DI didalam kota lebih berbahaja daripada DI dihutan. Politik 3 Anti Gerakan kontra-revolusioner ini ditandai dengan djelas sekali oleh politik tiga-anti: Pertama, anti-Sukarno, kedua, anti-Tionghoa dan ketiga, anti-Komunis. Politik anti-Sukarno sangat djelas dari kenjataan bahwa tindakan ini ditudjukan untuk mensabot pelak- sanaan Deklarasi Ekonomi dengan djalan menghantjtur- kan alat² produksi, alat² transport dan distribusi, Kaum kontra-revolusioner tidak sudi melihat apa jang mereka namakan Rezim Sukarno" berhasil melaksanakan pro- gram sandangpangan. Dengan merusak ekonomi mereka membikin Rakjat mendjadi lebih sengsara, dan dalam keadaan sengsara itu mereka kira akan lebih mudah membawa Rakjat menentang ,Rezim Sukarno". Politik anti-Tionghoa, politik rasialis, djuga djelas seperti sudah diterangkan diatas. Mereka mau mempraktekkan "American way of life" model Alabama di- mana rasialisme di-kobar²kan dan mau mempraktekkan Verwoerdisme jang sinting itu. Jang mereka serang tidak hanja warganegara Republik Indonesia keturunan Tionghoa tetapi djuga warganegara RRT. Mereka mau menimbulkan konflik RI-RRT dan dengan demikian merusak solidaritet Asia-Afrika. Mereka mau melan- djutkan ,Gerakan Assaat" jang terkutuk dan melan- djutkan praktek PP 10, jaitu pengrusakan ekonomi dengan selimut anti-Tionghoa. Politik anti-Komunis djelas dari kenjataan bahwa mereka berbuat menantang kaum Komunis Indonesia jang teguh melawan rasialisme, membela Deklarasi Ekonomi dan menentang dirusaknja persahabatan Indonesia-RRT. Mereka fikir, bahwa mereka akan berhasil mengkonfrontasi kaum Komunis Indonesia dengan Rakjat Indonesia dan dengan demikian menggagalkan pembentukan Kabinet NASAKOM. Sekarang pertanjaan : apakah kaum kontra-revolusioner mentjapai maksud²nja itu?

Mereka memang berhasil merusak ekonomi Indonesia. Berbagai pabrik mendjadi tidak djalan karena mereka bakar atau rusak, Lalulintas barang dan penumpang banjak jang matjet karena pembakaran bus, truk, opelet dsb. Distribusi djuga matjet karena lalulintas barang banjak terhenti dan toko2 serta warung² banjak ter- paksa tutup karena mengalami kerusakan. Ja, mereka telah berhasil membikin harga lebih membubung dan menambah djumlah pengangguran jang disebabkan oleh kerusakan alat² produksi, transport dan distribusi. Mereka boleh bergembira dengan hasil² jang sudah mereka tjapai ini. Politis Gagal Total Mereka sekarang didalam sarang² persembunjiannja sedang bergembira memuas-muaskan diri, pemimpin² mereka berbitjara tentang aksi massa" mereka jang berhasil dan sekarang sudah sampai kepada taraf meningkatkan" aksi²nja. Tetapi, apakah mereka berhasil mentjapai tudjuan² politik tiga-anti mereka, jaitu anti-Sukarno, anti-Tionghoa dan anti-Komunis? Mereka gagal-total, mereka sekarang dikonfrontasi dengan seluruh nasion. Mereka tidak hanja menghadapi Sukarno, tidak hanja menghadapi Tionghoa atau menghadapi Komunis, tapi mereka menghadapi seluruh nasion jang mengutuk mereka dan jang sudah bertekad untuk meringkus dan mengganjang mereka. Serangan² kaum imperialis dan kaum kontra-revolusioner dalamnegeri telah didjawab oleh Rakjat Indonesia dengan mengangkat Bung Karno sebagai Presiden se- umur hidup oleh MPRS. Ini berarti, Rakjat dan Bung Karno lebih bersatu dan lebih kuat. Sikap tegas Presiden Sukarno terhadap kaum kontra-revolusioner telah sangat meningkatkan martabat Presiden Sukarno dimata Rakjat, dan bagi Rakjat mendjadi djelas bahwa ber- tambahnja kesulitan² ekonomi bukan karena kesalahan pimpinan Sukarno, tetapi karena kerusakan² akibat teror kontra-revolusioner jang didalangi oleh bekas2 Masjumi-PSI, PRRI-Permesta, DI-TII, Kuomintang dan pembela-pembela Malaysia. Dengan demikian tudjuan anti-Sukarno mereka gagal.

Perbuatan teror mereka terhadap Rakjat Indonesia keturunan Tionghoa dan terhadap warganegara RRT telah memperdalam rasa solidaritet dan simpati Rakjat Indonesia jang ,asli" dengan mereka jang mendjadi korban rasialisme. Rakjat Indonesia mendjadi lebih ter- buka matanja, bahwa musuh mereka bukan orang Tionghoa, tetapi kaum kontra-revolusioner jang dida- langi oleh bekas Masjumi-PSI dsb.. bahwa jang mendjadi pengatjau dibidang ekonomi adalah kaum kontra~ revolusioner. Para korban rasialisme meningkat kese- daran politiknja dan makin melihat bahwa tidak ada djalan lain, mereka harus ambilbagian dalam barisan revolusioner dan aktif melawan kontra-revolusi. Dengan demikian tudjuan anti-Tionghoa mereka djuga gagal. Djuga tudjuan anti-Komunis mereka mengalami ke- gagalan. Kaum Komunis tidak sendirian, tetapi seluruh nasion berdjuang melawan rasialisme, membela Deklarasi Ekonomi dan membela persahabatan Indonesia-RRT seperti jang dimuat dalam Pernjataan Bersama Presiden Sukarno dengan Ketua RRT Liu Sau-tji be- lum lama berselang. Politik anti-Kom'unis mereka telah didjawab oleh Rakjat Indonesia lewat Resolusi MPRS baru² ini sbb. : Agar tertjapai kegotongrojongan Nasional berporos- kan Nasakom untuk menanggulangi kesulitan² ekonomi, maka perlu diadakan pengintegrasian antara Pemerintah dan Rakjat jang terorganisasi dalam Bidang Admi- nistratif maupun Eksekutif dipusat maupun di-daerah, begitu pula antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah² Daerah dengan Badan® Legislatif. Pengintegrasian tersebut harus ditjapai dengan me- laksanakan Pantja Program Front Nasional dalam rangka penjelesaian Triprogram Kabinet Kerdja. Pengintegrasian seperti jang dimaksudkan selandjutnja dapat ditjapai dengan mengintensifkan rituling disegala bidang dari Pusat sampai ke-Daerah², menurut persjaratan jang lebih sempurna jang ditentukan lebih dulu dibawah pim- pinan Presiden/Mandataris sendiri"'. (Resolusi MPRS No. I, fasal 12) Mereka gagal-total dalam artian politik. Teror² sa- distis dan vandalistis, pelanggaran terhadap hak² warganegara dan semua tindakan kontra-revolusionernja telah membukakan borok² kaum kanan, telah menelandjangi mereka sebagai pensalahguna tertib sivil dan sebagai

kudatunggangan untuk mengembalikan berlakunja SOB.

Kaum kanan terpodjok dan tersudut oleh perbuatan mereka sendiri. Seluruh nasion bangkit menentang mereka. Ini ternjata dari pidato2 Presiden, dari sikap alat² negara, dari sikap partai2 dan organisasi2 massa baik setjara sendiri² maupun jang dinjatakan dalam pernjataan bersama oleh tokoh² utama partai2, organisasi² massa, tokoh² Angkatan Bersendjata dan tokoh² daerah di Bandung baru² ini. Tetapi ini tidak berarti bahwa kaum kontra-revolusi- cner sudah menjerah kalah. Seperti sudah dikatakan diatas, mereka sekarang berbitjara tentang meningkat- kan" aksi². Oleh karena itu kewaspadaan politik seluruh Rakjat, semua partai, organisasia massa, Front Nasional dan semua alat negara jang Manipolis harus terus di- pertinggi, keberanian dan kesiapsiagaan harus dipupuk

dan ditingkatkan terus-menerus untuk mengganjang

kaum kontra-revolusi. Keberanian dan ketjepatan dalam bertindak adalah faktor jang menentukan kemenangan dalam meringkus kaum kontra-revolusioner. Dekon No. 2 Sesudah Manipol Suatu peristiwa jang nomor dua pentingnja setelah disahkannja Manipol sebagai Garis2 Besar Haluan Negara adalah pengumuman DEKON, Deklarasi eko-

nomi Republik Indonesia jang diutjapkan oleh Presiden Sukarno páda tanggal 28 Maret 1963. DEKON adalah dokumen Pemerintah Republik Indonesia, jang untuk pertama kalinja disusun setjara gotongrojong berporos- kan NASAKOM serta merupakan dokumen jang lang-

sung melempangkan pandangan2 jang keliru tentang pelaksanaan Manipol, terutama dibidang ekonomi. Dengan tandas DEKON menegaskan bahwa Revolusi Indonesia terdiri dari dua tahap, jaitu pertama tahap revolusi nasional dan demokratis, dan kedua tahap re-

volusi sosialis di Indonesia. Ada djuga sementara orang

Indonesia jang lebih suka mengatasi kesulitan² ekonomi

dewasa ini dengan lebih banjak lagi mengundang ban-

tuan dan kredit dari luarnegeri, terutama dari Dana Moneter Internasional (DMI, IMF), dan dengan mengadakan devaluasi nilai uang Rupiah kita. Dekon

telah memberikan pukulan parah terhadap pandangan²

reaksioner demikian dan menundjukkan betapa kita se-

harusnja dalam lapangan ekonomi berdiri diatas dua kaki sendiri, Benar sekali apa jang selama ini sudah mendjadi pendirian kaum Komunis Indonesia, bahwa dalam perdjuangan dibidang ekonomi kita harus djuga dituntun oleh semangat Trikora, jaitu patriotisme, semangat Manipol, semangat pertjaja kepada kekuatan sendiri, semangat tidak mementingkan diri sendiri dan semangat berdjuang mati&an untuk membangun ekonomi nasional jang bebas dari imperialisme. Pelaksanaan DEKON setjara konsekwen berarti sama dengan pelaksanaan ekonomi nasional dan demokratis. Tugas dibidang ekonomi tidak akan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinja apabila kekuasaan politik jang berlangsung sekarang ini tidak diubah. Makaitu pembentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan NASAKOM merupakan tuntutan perdjuangan Rakjat Indonesia jang objektif, untuk mentjiptakan sjarat² bagi pelaksanaan DEKON. Bilapun orang mengatakan seakan- akan pembentukan Kabinet NASAKOM itu keinginan subjektif PKI", kampanje2 bisik² begini tidak bisa me- nutupi kenjataan bahwa tuntutan Kabinet itu suatu ke- butuhan objektif Rakjat Indonesia. Dalam tjeramah dimuka para Mahasiswa PTIK per- nah saja katakan, bahwa kekuasaan negara RI sekarang masih terdiri dari dua segi, jaitu segi jang mewakili kepentingan² Rakjat dan segi jang mewakili kepentingan-kepentingan musuh² Rakjat. Mengingat masih ada- nja kekuatan² gelap jang mewakili kepentingan² musuh² Rakjat, maka tidak akan mungkin pelaksanaan DEKON dapat berdjalan dengan lantjar. Hanja kekuasaan negara jang mentjerminkan kegotongrojongan nasional berporoskan NASAKOM-lah jang akan mampu mentjiptakan sjarat² untuk melaksanakan Manipol dan Dekon setjara konsekwen. KWAA Patut mendjadi kebanggaan Rakjat Indonesia, bahwa peristiwa internasional jang penting, jaitu Konferensi Wartawan Asia-Afrika, dalam bulan April jl. telah berlangsung dengan sukses'di Indonesia. Pradjuritz pena dari dua benua, Asia dan Afrika, telah membulatkan tekad untuk meneruskan dan memperhebat perdjuangan mereka melawan imperialisme dan kolonialisme. lama

dan baru, jang dikepalai oleh imperialisme Amerika Serikat, untuk merebut dan membela kemerdekaan nasional negeri² mereka. Dengan didjiwai oleh Semangat Bandung solidaritet Rakjat2 Asia dan Afrika semakin hari semakin diperkokoh. KWAA benar2 telah merupakan kemenangan dari Rakjat2 Asia-Afrika, karena KWAA telah berhasil memperkuat front persatuan Rakjat² Asia-Afrika melawan imperialisme dan neo-kolonialisme AS, untuk kemerdekaan nasional, demokrasi, perdamaian dan So- sialisme. Saja mengharap agar KWAA dalam waktu jang tidak begitu lama dapat berkembang mendjadi KWAAA (Konferensi Wartawan Asia, Afrika dan Amerika Latin), dan bahkan meliputi seluruh negeri "the new emerging forces". Ganefo

Suatu demonstrasi dari kekuatan baru jang sedang tumbuh (the new emerging forces) tidak hanja terlihat pada KWAA, tetapi djuga pada Konferensi Pendahu- luan dari Games of the new emerging forces (GA-

NEFO) jang berlangsung bersamaan waktu dengan

KWAA itu djuga. Ide GANEFO jang ditjetuskan oleh Presiden Sukarno sebagai djawaban atas tantangan IOC jang mengeluarkan Indonesia tidak hanja men- dapat sambutan hangat dari Rakjat Indonesia, tetapi djuga dari Rakjat2 Asia-Afrika sebagaimana jang di- putuskan oleh KSRAA ke-III di Moshi (Tanganjika) dalam bulan Februari jl. Kaum Komunis Indonesia ber- sama dengan seluruh Rakjat Indonesia akan bekerdja sekuat tenaga untuk suksesnja penjelenggaraan GANEFO pada tahun ini djuga. Ada orang jang me- njajangkan" Indonesia keluar dari IOC dan mengatakan apakah keputusan itu tidak ter-buru², apa GANEFO ada haridepan. mengingat kuatnja IÓC dan tradisinja jang lama?". Orang jang berfikiran demikian itu terlalu diliputi oleh rasa-tjinta pada jang lapuk dan tidak berorientasi pada jang baru dan sedang tumbuh. Jang kita bina sekarang tidak hanja sedang tumbuh. tetapi djuga merupakan kekuatan jang dalam banjak hal sudah lebih unggul daripada kekuatan lama jang masih bertjokol (the old established forces). Kita kaum Komunis berpendapat bahwa sesuatu jang baru tumbuh.

sekalipun kelihatannja ketjil dan lemah pada permulaan

perkembangannja, dalam proses perkembangan selan- djutnja pasti mendjadi besar dan kuat. Sedangkan se- baliknja, suatu hal jang mula2 kelihatannja besar dan kuat, tetapi karena mewakili kekuatan jang lama, kekuatan jang tidak mempunjai haridepan, achirnja pasti lenjap. Beginilah pandangan materialisme dialektik dan histori. Demikianlah IOC jang ,besar", ,kuat", seakan- akan tak tergontjangkan kewibawaannja, kini mulai di- tandingi oleh GANEFO, jang masih ketjil dan belum ada pengalamannja. Tetapi GANEFO pasti menang. Ia merupakan pertanda bagaimana dalamnja krisis umum kapitalisme dewasa ini, sehingga dibidang olahragapun kapitalisme tak dapat lagi meradjalela. Tidak dapat di- sangsikan, bahwa apabila semua kekuatan baru jang sedang tumbuh setjara aktif mengambil bagian dalam GANEFO, tentulah GANEFO akan mendjadi sukses besar jang belum pernah ada taranja dalam sedjarah kegiatan olahraga internasional. Revolusi Dari Atas Dan Dari Bawah Dalam usaha menanggulangi kesulitan² ekonomi, fikiran² progresif semakin hari semakin diterima oleh Rakjat. Misalnja, sudah setjara umum diterima fikiran bahwa soal inflasi tidak bisa diatasi hanja dengan tindakan² dibidang moneter sadja, dan bahwa soal inflasi terutama harus dipetjahkan dengan djalan mempertinggi produksi dalamnegeri. Makaitu, untuk mengatasi inflasi tidak ada djalan lain ketjuali dengan' konsekwen mengikutsertakan kaum buruh dan kaum tani sebagai kekuatan pokok revolusi dalam segala kegiatan produksi dan kenegaraan. Kelandjutan dari fikiran ini jalah bahwa pemetjahan masalah ekonomi negeri tidak dapat dipisahkan dari pemetjahan masalah² lain. terutama masalah politik. Susunan ekonomi jang perlu dibangun memerlukan kekuasaan politik jang sesuai. Pengubahan sistim masjarakat mendjadi tuntutan jang urgen dari Rakjat Indonesia sekarang ini, jaitu pengubahan susunan ekonomi jang kolonial dan se- tengah-feodal mendjadi susunan ekonomi jang nasional dan demokratis. Hal ini dapat dilakukan oleh suatu Kabinet Gotong Rojong jang berporoskan NASAKOM

jang melantjarkan programnja untuk menghapuskan penghisap² besar dikota dan didesa, jaitu kaum kapitalis birokrat, kaum komprador dan tuantanah. Seperti sudah saja terangkan diatas, kekuasaan negara Republik Indonesia sekarang ini masih terdiri dari dua segi. Untuk dapat mendjalankan tugas² revolusi sekarang, segi jang mewakili kepentingan² Rakjat harus dapat mengungguli dan mendesak keluar mereka jang mewakili kepentingan² musuh² Rakjat didalam kekuasaan negara. Kaum Komunis Indonesia akan terus bekerdja keras untuk mengkonsolidasi dan memperkokoh segi Rakjat dalam kekuasaan negara, dengan setia kepada azas revolusi dari atas dan dari bawah, sebagaimana jang dinjatakan oleh Presiden Sukarno dalam pidato Djarek. Bersamaan dengan itu kaum Komunis Indonesia akan tetap mengadjak semua kekuatan revolusioner, terutama para pemimpin jang madju, úntuk bersama dengan Rakjat meneruskan perdjuangan mengganjang kaum imperialis, kekuatan² kontra-revolusioner dalamnegeri, penghisap-penghisap besar dikota dan didesa, untuk dapat mentjiptakan suatu masjarakat Indonesia jang merdeka penuh dan demokratis sebagai landasan untuk menudju masjarakat sosialis. Dengan Ketetapan MPRS mengenai Resopim dan Takem sebagai pedoman pelaksanaan Manipol, Dekon sebagai pedoman pelaksanaan garis² besar haluan pembangunan dibidang ekonomi dan pidato Ambeg Parama-Arta" sebagai landasan kerdja pelaksanaan pembangunan, maka tersedialah sendjata² baru bagi Rakjat Indonesia dalam perdjuangannja untuk melak- sanakan Manipol dan Dekon setjara konsekwen. Internasional

Dilapangan internasional, kaum imperialis djuga mendapat pukulan satu demi satu. Dimana-mana mereka berusaha mewudjudkan politik agresinja, tapi djika dihadapi oleh kekuatan Rakjat jang bersatu dan dengan bantuan negeri² sosialis serta Rakjat progresif sedunia, mereka tidak dapat mentjapai tudjuannja. Sikap Rakjat Kuba dibawah pimpinan Kawan Fidel Castro dalam menghadapi agresi kurangadjar imperialis AS telah menimbulkan kekaguman dan rasa-hormat pada semua

Rakjat. Kepahlawanan Rakjat Kuba patut mendjadi teladan bagi semua Rakjat jang berdjuang untuk ke- merdekaan nasional melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialiśme. Didalam masalah perbatasan India-RRT pun kaum imperialis jang dikepalai AS tidak berhasil mentjapai maksud²nja jang djahat. Sikap RRT jang bidjaksana dan jang mengutamakan kesetiakawanan Asia-Afrika setjara de facto telah mentjiptakan gentjatan sendjata diperbatasan, sehingga sesungguhnja terdapat suasana untuk diadakannja perundingan antara India-RRT. Dalam keadaan ini makin tertelandjangilah sikap ke- palabatu dari Nehru jang tetap tidak mau berunding. Walaupun didjedjali sendjata oleh Amerika Serikat, Jugoslavia dll, tetapi kaum reaksioner India takkan berhasil merusak semangat Bandung dan perkembangan "the NEF". Tetapi walaupun mendapat ber-matjam² pukulan, imperialisme belum mati, dan selama ia masih hidup sehari maka ia tetap imperialisme. Di Irak telah ter- djadi kudeta reaksioner jang telah melakukan penjem- belihan besar²an terhadap kaum progresif. Peristiwa Irak memberi peladjaran betapa djadinja nasib seorang revolusioner jang separoh². Karim Kassem disatu fihak mau melawan imperialisme, tapi difihak lain takut ke- pada Rakjat dan menindas kekuatan progresif, menindas kaum Komunis. Akibatnja ia gagal mempersatukan seluruh potensi nasional, sehingga dengan mudah dapat digulingkan. Kassem adalah potret dari orang revolusioner jang separoh®! Semoga tidak ada orang revolusioner Îndonesia jang sukà mempunjai potret sematjam ini. Kini imperialis AS sedang me-mantjing2 lagi perang 'saudara di Laos. Tapi kita jakin bahwa Rakjat Laos jang sudah memperoleh pengalaman jang kaja dalam perdjuangannja jang lama akan dapat menggagalkan segala intrik imperialis itu. Djadi, djuga dilapangan internasional, dalam perdjuangan melawan imperialis, harus ada kewaspadaan politik jang se-tinggi²nja dan persatuan serta solidaritet se-rapat²nja dari seluruh Rakjat sedunia. Situasi internasional sekarang menundjukkan bahwa front internasional anti-imperialis dan tjinta-damai (the new emerging forces) sudah lebih berkembang dan mentjapai kemenangan² baru. Sedangkan kekuatan²

lama jang masih bertjokol (the old established forces) makin terdesak mundur dan terpodjok. Perkembangan2 dan kemenangan² baru dari "the new emerging forces" dewasa ini merupakan perkembangan² dan kemenangan² dari tiap bagiannja, jaitu dari kubu sosialis, dari negeri² baru merdeka jang anti-imperialis serta dari kekuatanª progresif lainnja jang terdapat diseluruh dunia. Perkembangan² serta kemenangan² itu telah mendesak mundur kekuatan² lama jang masih bertjokol, jaitu kekuatan negeri imperialis, kolonialisme dan neo-kolonialisme serta semua kekuatan reaksioner jang terdapat diseluruh dunia. Apa Itu "NEF"? Ada sementara kawan menanjakan apakah ide "the new emerging forces" tidak bertentangan dengan teori² Marxisme-Leninisme. Djawabnja jalah, bukan sadja tidak bertentangan, tetapi malahan sepenuhnja sesuai dengan adjaran klasik dari Lenin, seperti jang diterang- kan dalam pidato Lenin dimuka para aktivis Partai di Moskow tanggal 6 Desember 1920, dimaha Lenin me- njetudjui sembojan Kaum Buruh Semua Negeri dan Nasion² Tertindas, Bersatulah !" Sekarang sembojan ini telah menemukan bentuk² kongkrit, jaitu persatuan antara kubu sosialis dengan negeri² jang merdeka dan anti-imperialis dan kekuatan² progresif lainnja, jang se- muanja berdjuang melawan kolonialisme, imperialisme dan untuk perdamaian. Tidak dapat disangkal bahwa setiap pertumbuhan dari salahsatu dari tiga kekuatan revolusioner jang besar itu sekaligus adalah pertumbuhan dari seluruh kekuatan baru, dan merupakan pukulan terhadap kekuatan lama. Perdjuangan Rakjat Kalimantan Utara menentang Malaysia, menentang Inggris dan kakitangannja Teng- ku Abdulrachman, ataupun kemenangan² dari Rakjat Kenya dalam melawan imperialis Inggris, ataupun kemadjuan² Rakjat Jordania dalam melawan neo-kolonialisme AS, ataupun kegigihan klas buruh Kanada dalam menentang imperialis AS. adalah sama² bentuk2 kemenangan dan perdjuangan dari kekuatan baru. Begitu pula halnja dengan kemadjuan² dalam pembangunan Sosialisme dan Komunisme di-negeri2 sosialis, ataupun perdjuangan pembebasan dari patriot2 Mexico. ataupun

kemadjuan² dari perdjuangan klas buruh di Australia,

ataupun perdjuangan Rakjat bersendjata di Venezuela, perdjuangan untuk membebaskan Antoine Gizenga di Konggo, ataupun hasil² perdjuangan dari klas buruh Selandia Baru, ataupun kemenangan² perdjuangan Rakjat di Laos sekarang ini, ataupun perlawanan heroik dari Rakjat Kuba menentang agresi Amerika Serikat. ataupun perlawanan jang heroik dari kaum buruh dan Rakjat Djepang terhadap imperialisme Amerika Serikat dan kaum monopolis Djepang sendiri, ataupun hasil² pemogokan² kaum buruh di Amerika Serikat, ataupun perkembangan dari perdjuangan bersendjata Rakjat di Afrika Selatan, Rodesia Selatan dan Utara, Kamerun, Anggola, "Giunea Belgia" dsb. Makaitu adalah kewadjiban jang terus-menerus bagi semua kekuatan baru untuk tetap waspada menghadapi segala serangan, subversi serta komplotan dari kaum imperialis dan kaum kontra-revolusioner serta kakitangan lainnja jang senantiasa berusaha untuk meme- tjah-belah serta mengadu-domba kekuatan² dari "the new emerging forces". Tidak dapat dilupakan oleh Rakjat² jang berdjuang melawan imperialisme akan kegiatan² kaum revisionis modern Jugoslavia, jang selalu dan dimana sadja berusaha keras untuk mengelok- elokkan imperialisme, untuk menjusun kekuatan ke- tiga" dan melunakkan perdjuangan anti-imperialis dengan melakukan politik petjah-belah, seperti jang di- tundjukkan oleh sikapnja terhadap Malaysia dan masalah perbatasan India-RRT. Sudah diketahui umum bahwa masalah perbatasan India-RRT adalah suatu bentuk agresi imperialis Amerika Serikat dengan meng- gunakan politik expansionis Nehru jang memang telah mengchianati Dasa Sila Bandung. Mengingat akan peranan Indonesia jang makin pen- ting dalam barisan kekuatan baru jang sedang tumbuh, maka dituntut adanja politik luarnegeri jang benar² progresif, konsekwen anti-imperialis. suatu diplomasi terbuka bagi Rakjat. jang menguntungkan perkembangan "the new emerging forces" dan benar² memberikan pukulan terhadap "the old established forces". Satu soal jang masih selalu tidak bisa dimengerti oleh Rakjat dan dilawan olehnja jalah adanja keinginan dari pedjabat tertentu untuk mengundang "corps perdamai- an" AS, jang djelas² merupakan penetrasi neo-kolonial-

isme AS. Bahkan achir2 ini diberitakan bahwa "peace corps" jang sudah ditolak oleh mahasiswa² Indonesia, masih diundang oleh Departemen Olahraga dengan dalih untuk keperluan GANEFO. Mengapa Indonesia jang sudah bersikap djantan terhadap IOC mendjadi bantji terhadap "peace corps"? Seolah-olah barisan "the new emerging forces" tidak mempunjai pelatih²nja sendiri! Hanjalah dengan berani menentang intrik² djahat kaum imperialis dan kakitangan²nja, dan berani me- nempuh djalan² baru jang pada permulaan nampaknja lebih sulit, tetapi lebih baik bagi Rakjat, barulah kita dapat mendjalankan politik luarnegeri jang progresif dan menguntungkan kekuatan baru jang sedang tumbuh. GKI Mengenai usaha² untuk mengatasi keretakan dalam Gerakan Komunis Internasional (GKI) dewasa ini, PKI menjambut dengan gembira akan adanja pertemuan antara delegasi PKUS dan PKT pada tanggal 5 Djuli 1963 jad. Seperti jang sering kami njatakan, perlu di- adakan konsultasi² dan diskusi² bersahabat antara Partai² sekawan dengan saling menghormati kedaulatan penuh masing² Partai berdasarkan Deklarasi Moskow 1957 dan Pernjataan Moskow 1960. Kesetiaan dalam praktek pada Deklarasi dan Pernjataan ini merupakan ukuran utama bagi kesungguhan sesuatu Partai Komunis. Pada kesempatan ini ingin saja mengulangi apa jang pernah saja njatakan : Tjara sosial-demokrat dan tjara² anarkis dalam usaha untuk menjelesaikan perbedaan pendapat dalam GKI adalah tjara& jang pasti tidak akan berhasil, karena ia adalah tjara jang tidak Marxis-Lerinis. Kaum sosial-demokrat biasa memetjahkan per- selisihan setjara liberal, sehingga pengikut²nja terpetjah- petjah dalam faksi, sedangkan kaum anarkis biasa be- kerdja tanpa aturan atau suka melanggar aturan. Kita kaum Komunis sudah biasa hidup berdisiplin, hidup dengan atunan® jang kita bikin sendiri dengan sedar dan kita taati sendiri. Aturan² demikian sudah ada dalam GKI, jaitu Pernjataan Komunis 1960. Kedjadian² achir² ini dalam GKI laksana prahara besar jang mengamuk seolah-olah menggontjangkan Marxisme-Leninisme jang agung. Partai kita telah

mengambil sikap jang bertanggungdjawab dan benar. Kita tetap mengharap supaja semua polemik dan ketjam- mengetjam benar2 dihentikan, baik dalam pidato2 dan dalam tulisan², baik terhadap Partai Buruh Albania maupun terhadap Partai² Komunis dan Buruh lainnja. Sikap PKI jang memegang teguh prinsip® Marxisme-Leninisme, tetapi luwes dalam membawakannja, djuga dalam masalah keretakan GKI ini, mendapat sambutan baik dari para kader dan anggota PKI. Partai kita jakin akan kebenaran sikapnja dan mendidik para anggota

Partai untuk bersikap kritis, rendahhati, pertjaja pada

diri sendiri dan ber-sungguh² dalam menghadapi masalah persatuan GKI. Dalam perdjuangan untuk memulihkan persatuan dalam GKI kita harus terus melawan revisionisme, baik klasik maupun modern, dan terus melawan dogmatisme, baik klasik maupun modern. Deklarasi Moskow 1957 menundjukkan dengan tepat bahwa bahaja utama dalam GKI pada dewasa ini adalah revisionisme modern dan Pernjataan Moskow 1960 menugaskan Partai² Marxis-Leninis untuk menelandjangi terus-menerus dan berdjuang aktif melawan revisionisme Jugoslavia jang sekarang makin erat dalam genggaman imperialisme AS. Berhenti melawan revisionisme baik klasik maupun modern berarti berhenti berdjuang sungguh² melawan imperialisme dan musuh² Rakjat lainnja. Berhenti melawan dogmatisme, baik klasik maupun modern, berarti memisahkan diri dari massa dan nasion, menutup kemungkinan Partai mendjadi pemimpin massa dan nasion.

Kedua-duanja adalah berbahaja, dan jang paling ber-

bahaja jalah jang tidak dilawan. Kita kaum Komunis Indonesia akan terus berdjuang untuk pemulihan kebulatan dalam GKI, melaksanakan internasionalisme proletar dalam kata² dan perbuatan, merealisasi dalam praktek haksama dan kebebasan bagi semua Partai Marxis-Leninis, dan mengusahakan ter- tjapainja katasepakat antara pemimpin² Komunis ber- bagai negeri dalam tukar-menukar pengalaman setjara langsung sebagai bentuk2 persiapan dalam menghadapi pertemuan2 diantara Partai2 Komunis dan Buruh semua negeri, baik setjara bilateral maupun setjara multilateral. Betapapun besarnja prahara jang mengamuk, namun

Marxisme-Leninisme akan tetap tegak, berkembang dan

djaja!

"NEF" Makin Perkasa Dari uraian tentang situasi internasional dimuka dje- laslah bahwa makin besarnja kekuatan negara² sosialis, semakin kokohnja persatuan kubu sosialis, makin hebat- nja gerakan pembebasan nasional, makin madjunja gerakan proletariat dan kekuatan² progresif di-negeri² kapitalis, maka makin perkasa kekuatan baru jang sedang tumbuh (the new emerging forces) dan makin ter- tjiptalah kemungkinan² dan sjarat2 baru untuk meng- hantjurkan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme jang dikepalai oleh imperialisme AS, dan makin. besarlah pula kemungkinan untuk mentjegah perang dunia jang baru. Di-daerah² Asia, Afrika dan Amerika Latin jang sekarang sedang bergolak perdjuangan anti-imperialis setjara besar²an untuk kemerdekaan nasional dan dimana djuga terdapat perebutan daerah² diantara negeri² imperialis, maka disitulah dewasa ini terdapat mata-rantai imperialisme jang lemah dan mendjadi focus dari kon- tradiksi² didunia dewasa ini. Makaitu landasan bersama antara Rakjat dan Pe- merintah RI dalam mendjalankan politik luarnegeri jang berdasarkan politik konfrontasi antara "the NEF" dan "the OEF" harus terus diperkokoh dan dikembangkan. Indonesia dapat memainkan peranan jang penting dalam memperkuat dan mengkonsolidasi kekuatan "the NEF" asalkan kita dalam kata² dan perbuatan dengan teguh, mendjundjung tinggi azas® politik luarnegeri jang bebas dan aktif anti-imperialisme dan tjinta-damai. Dengan. persatuan nasional Rakjat Indonesia jang berporoskan NASAKOM dan dengan Bung Karno sebagai Presiden RI serta kekuatan PKI dan kekuatan² progresif umum- nja jang makin bertambah besar dan berpengaruh, maka tersedialah sjarat² bagi Republik dan Rakjat Indonesia jang besar untuk melaksanakan tugas sedjarah tersebut. Kebulatan Fikiran Dalam PKI

Bagi PKI sendiri selama masa belakangan ini djuga merupakan masa udjian, udjian dalam politik, ideologi dan organisasi. Kita dapat mengatakan bahwa PKI lulus. dalam udjian itu. Sebagaimana dikatakan dalam Lapor- an Politik kepada Sidang Pleno I CC bulan Februari

jang lalu, PKI kini sudah merupakan Partai massa jang terbesar dinegeri kita dan sudah terkonsolidasi dibidang politik, ideologi dan organisasi. Hasil² ini telah kita tjapai dengan bekerdja keras dan dengan pengorbanan². Memang, kita semua merasa belum puas, tapi kita perlu menilai hasil² jang sudah kita tjapai. Ketika berbitjara didepan kader² CDR dalam bulan Desember 1962 saja antara lain mengatakan bahwa achievement kita jang terbesar sedjak tahun 1951 adalah terdapatnja kebulatan fikiran Marxis-Leninis dikalangan kaum Komunis Indonesia. Umpamanja, pada sepuluh tahun jang lampau samasekali belum terdapat kedjernihan dan kesatuan fikiran mengenai soal² pokok revolusi Indonesia. Sedang- kan sekarang, bukan sadja terdapat kebulatan fikiran mengenai soal² ini dikalangan kaum Komunis Indonesia, tetapi dengan ditetapkannja Manipol oleh MPRS sebagai Garis² Besar Haluan Negara maka djuga terdapat kebulatan fikiran dari seluruh bangsa Indonesia mengenai soal² pokok Revolusi kita. Hal ini diperkuat lagi oleh Dekon. Selain daripada itu, kebulatan fikiran kaum Komunis Indonesia djuga mengenai semua politik dan kebidjak- sanaan jang didjalankan oleh Comite Central, meliputi soal² dalamnegeri dan djuga soal² luarnegeri, baik mengenai politik luarnegeri maupun mengenai gerakan Komunis internasional. Kebulatan fikiran ini adalah penting dan harus kita pelihara bagaikan memelihara bidjimata kita sendiri, karena hanja dengan demikian kita dapat mempersatukan dan memobilisasi seluruh Rakjat Indonesia, kita dapat lebih memperkuat front persatuan nasional untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai keakar-akarnja. Kebulatan fikiran didalam PKI sangat ditakuti oleh kaum imperialis. Segala djalan mereka tempuh untuk merusak kebulatan dalam Partai ini. Sardjana² imperialis mereka kerahkan untuk mentjiptakan ,teori" bahwa dalam pimpinan PKI ada jang pro-Sukarno" dan anti-Sukarno", ada jang pro-Moskow" dan pro-Peking". Begitu keras mereka tekankan soal ini sehingga mereka sendiri, bersama mereka kakitangan²nja dalamnegeri, mendjadi pertjaja pada hisapan djempol- nja sendiri. Kepertjajaan mereka begitu dalam pada dongengan ,perpetjahan dalam PKI" sehingga tempo² mereka kaget dan bingung berhadapan dengan realitet.

Saja jang biasa mereka tjap pro-Moskow" tiba² ditjap

pro-Peking", kemudian pro-Moskow" lagi, pro-

Peking" lagi, dan kemudian pro-Moskow" dan pro-

Peking" sekaligus, dan achirnja dikatakan bahwa PKI

berada dalam bahaja karena ,,terlalu menggantungkan diri pada Sukarno", Djuga kedjadian² teror rasial belakangan ini mereka hubung2kan dengan pro-Moskow" dan pro-Peking". Mereka bisik²kan, bahwa teror itu didalangi oleh mereka jang pro-Moskow" dalam PKI sebagai balasan terhadap apa jang mereka namakan ,,kemenangan Peking" di Indonesia dengan kundjungan Liu Sau-tji dan KWAA. Tapi. bersamaan dengan itu mereka djuga kaok2 ,,Moskow mau djalan damai" dan ,,Peking mau djalan perang". Bagaimana dapat difahami ,,djalan damai" dengan teror rasial? Tidak, soal ,,Moskow-Peking" adalah soal lain, soal bagaimana mengubur imperialisme setjepat mungkin. Lagi pula soalnja bukan Moskow-Peking", tetapi soal GKI seluruhnja. Semua fikiran gila kaum imperialis dan kakitangan²- nja ini bukan hanja tidak menggontjangkan PKI, tetapi malahan memperkuat kebulatan fikiran dalam PKI dan memperkuat kejakinan bahwa ,,imperialis adalah imperialis" dan ,kakitangan imperialis sering lebih gila dari imperialis sendiri".

Partai Massa Dan Partai Kader Hasil lain jang telah kita tjapai, jalah bahwa kita sudah dapat membangun Partai massa jang bukan sadja merupakan teras dari gerakan Komunis jang besar, tapi sedjak tahun 1959, sedjak Kongres Nasional ke~VI PKI, sudah merupakan organisasi Komunis jang besar. Hasil ini kita tjapai melalui pelaksanaan Plan 3 Tahun Pertama Mengenai Organisasi dan Pendidikan, selesai dalam tahun 1959, jang telah dapat mengaktifkan organisasi basis Partai dan mendidik anggota² baik dengan aksi-aksi massa maupun dengan pendidikan teori, Dengan terlaksananja Plan 3 Tahun Pertama maka majoritet kader dari tingkat Central sampai kebasis sudah terdidik dalam teori dan semangat Marxisme-Leninisme. Merekalah jang mendjadi tulangpunggung bagi pembangunan PKÍ selandjutnja.

Plan 3 Tahun Kedua Mengenai Pendidikan dan Organisasi telah mengkonsolidasi hasil² itu lebih lan- djut. Pengalaman Partai kita untuk membangun Partai massa ini membuktikan bahwa dengan pimpinan Cen- tral jang bulat dan pendidikan dalam semangat dan teori Marxisme-Leninisme jang terus-menerus, Partai Komunis dapat merupakan Partai jang pada satu fihak banjak djumlah anggotanja (massal) tapi pada fihak lain merupakan organisasi jang tersentralisasi dengan disiplin jang kuat. Pengalaman kita membuktikan bahwa Partai massa sematjam itu tidak lebur mendjadi organisasi massa biasa, tapi tetap merupakan bentuk organisasi jang tertinggi dari klas buruh dan mendja- lankan fungsi²nja sebagai detasemen terdepan, sebagai Partai Lenin, Partai tipe baru. Partai sematjam itu adalah Partai massa dan Partai kader sekaligus. Itulah Partai kita! Dari pengalaman pembangunan Partai, pernah kita simpulkan bahwa pada kaum Komunis Indonesia ter- dapat tiga tjiri, jaitu pertama, kaum Komunis Indonesia didjiwai oleh perpaduan patriotisme proletar dan inter- nasionalisme proletar, kedua, kaum Komunis Indonesia berpendirian, bahwa pembangunan organisasi penting, tetapi pembangunan ideologi lebih penting lagi, dan ketiga, kaum Komunis Indonesia teguh memegang prin- sip Marxisme-Leninisme, tapi luwes dalam membawa- kannja. Ketiga tjiri ini harus kita pelihara dan kita kembangkan, harus mendjadi darah-daging kita. Plan 4 Tahun Dari situasi jang telah kita tindjau diatas djelaslah bahwa keadaan makin menguntungkan bagi kekuatan² revolusioner dan makin memburuk bagi kekuatan² re- aksioner baik didalam maupun diluarnegeri. Djuga dje- las bahwa tugas2 jang kita hadapi semakin besar, luas dan pelik. Kita kaum Komunis, sebagaimana jang sudah2, harus mengambil bagian aktif dalam melaksanakan tugas² itu. Bahkan dari kita dituntut lebih banjak lagi, karena makin banjak Rakjat melihat kepada Partai kita dan me- naruh harapan kepada kita. Oleh sebab itu, se-kali² tidak ada alasan bagi kita untuk merasa sombong atau puas-diri akan hasil2 jang sudah kita tjapai. Kita harus

meneruskan tugas2 pembangunan Partai jang sudah di- gariskan oleh Kongres Nasional ke-VII PKI. Tidak berapa lama lagi Plan 3 Tahun Kedua Mengenai Pendidikan dan Organisasi sudah akan berachir dan Plan kita jang baru, Plan 4 Tahun mengenai Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi akan dimulai. Sesuai dengan keputusan Kongres Ke-VII Genakan Achiran untuk menjelesaikan Plan 3 Tahun Kedua dilakukan dengan poros 4 Meningkat, jaitu : (1) meningkat Sekolah Politik dan Kursus Rakjat; (2) meningkat anggota Partai dan Ormas; (3) meningkat djumlah tjalon mendjadi anggota Partai; (4) meningkat pemasukan iuran. Pengalaman2 menundjukkan bahwa kuntji untuk mensukseskan 4 Meningkat itu jalah dengan meningkatkan SP dan KR. Itu berarti bahwa dengan pendidikan teori dan politik jang tepat aktivitet anggota2 mendjadi dipertinggi dan didjamin terlaksananja tugas² jang lain. Tapi kita sekarang-bukan sadja berketjimpung dalam mengachiri Plan 3 Tahun Kedua. Partai kita sedang ber-siap2 untuk menjongsong Gerakan Awalan Plan 4 Tahun, Plan raksasa jang akan datang. Dengan Plan ini kita akan membikin Partai kita lebih mampu dan lebih mahir menghadapi tugas dan pekerdjaan apapun. Sebagaimana sudah dikatakan dalam Sidang Pleno I CC, dalam rangka pelaksanaan segi Kebudajaan dari Plan 4 Tahun ini Partai kita harus mengorganisasi gerakan besar²an untuk meningkatkan taraf kebudajaan Rakjat pekerdja, terutama kaum Komunis, mulai dari kegiatan PBH, pendidikan² umum tingkat SR sampai menengah, pendidikan² chusus mengenai kesenian dan kedjuruan, sampai kepada berbagai tjabang akademi dan fakultas. Melalui pendidikan2 ini kita akan dapat memenuhi suatu kebutuhan urgen daripada Partai pada taraf perdjuangan sekarang, jaitu kader2 Komunis atau Marxis-Leninis jang berpengetahuan umum dan chusus (mempunjai keahlian tertentu), kader2 jang Komunis dan ahli". Ideologi dan Organisasi Mengenai pendidikan Ideologi dalam Plan 4 Tahun ini kita harus memberikan perhatian chusus kepada pendidikan guru² Sekolah Partai disemua tingkat dan

kepada matapeladjaran filsafat. Praktek pengalaman² revolusioner kita banjak dan kaja sekali. Untuk bisa memimpin praktek revolusioner selandjutnja dan setjara aktif menggunakan segala ke- sempatan untuk mempertjepat perkembangan proses2 revolusioner menurut arah jang tepat, kita perlu menjim- pulkan setjara teori semua pengalaman itu. Pekerdjaan teori kita sudah madju dan mutunjapun boleh dikatakan lumajan, tapi seringkali masih terdjadi bahwa politik praktis Partai telah berdjalan dan berbuah, tapi kesimpulan-kesimpulan teori jang seperlunja belum ditarik. Oleh sebab itu dalam Plan 4 Tahun jad. kita harus memperbesar barisan pekerdja teori dan menjempurna- kan sistim dan metode pendidikan untuk mempertjepat peningkatan taraf teorinja. Perhatian chusus perlu djuga diberikan kepada pendidikan ideologi bagi para sastrawan dan seniman Komunis. Bahasa sastrawan dan seniman adalah bahasa dari hati, maka mudah menjentuh hati dan membentuk fikiran pembatja atau orang jang menikmati kesenian- nja. Dengan memiliki pendirian proletariat jang teguh dan sikap klas jang tepat tenhadap berbagai hal jang kongkrit, seniman dan sastrawan Komunis dapat didalam karja²nja mentjapai perpaduan total dengan massa Rakjat, dan memberi sumbangan jang sangat besar bagi revolusi. Pada dewasa ini adjaran Marxisme-Leninisme sudah berakar di Indonesia. Benih Marxisme jang telah di- sebarkan dibumi Indonesia sedjak tahun 1914 oleh ISDV (PSDH) dan melahirkan PKI (1920) kini telah erat berpadu dengan gerakan revolusioner Rakjat Indonesia. Marxisme-Leninisme telah membantu kita untuk me- njimpulkan pengalaman² revolusi kita, menganalisa masjarakat kita dan memahami soal² revolusi kita. Pada gilirannja, Marxisme-Leninisme telah tumbuh dan di- perkaja dengan pengalaman² revolusioner Rakjat kita sendiri. Itulah hasil darıpada peng-Indonesiaan Marxisme-Leninisme, hasil daripada perpaduan kebenaran universil Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, hasil pentrapan Marxisme-Leninisme dibumi Indonesia dengan gaja² Indonesia. Kini Marxisme-Leninisme sudah mulai dipeladjari tidak hanja didalam Partai tetapi djuga oleh orang² progresit diluar Partai dengan bantuan Partai. Lambatlaun Marx-

isme akan mendjadi milik tidak hanja dari kaum Komunis atau proletariat sadja tapi akan mendjadi milik seluruh nasion. Kita kaum Komunis Indonesia meng- anggap hal ini suatu proses penting jang wadjar jang akan mempertjepat tertjapainja masjarakat sosialis di Indonesia. Dibidang Organisasi daripada Plan 4 Tahun kita. harus melipatgandakan djumlah anggota Partai dan djumlah anggota organisasi2 massa progresif. Titikberat perluasan anggota Partai harus diletakkan pada menarik sebanjak mungkin anggota dari kalangan kaum tani, kaum wanita dan inteligensia kedalam Partai, dengan tidak mengurangi kegiatan menarik anggota2 baru dari kalangan kaum buruh, nelajan, pemuda, mahasis- wa, seniman dan sastrawan, pegawai negeri, kaum mis- kin kota, dsb. Djuga komposisi keanggotaan harus diperbaiki dilihat dari segi sukubangsa dan warganegara keturunan asing. Pekerdjaan Partai dikalangan kaum tani harus lebih diperbaiki lagi, penelitian ke-desa² lebih disempurnakan, penempatan dan promosi serta pendidikan kader tani harus diberi perhatian chusus. Sesuai dengan keputusan Sidang Pleno I CC, CSS supaja sungguh² dibikin mendjadi kuntji suksesnja pe- laksanaan Plan dan metode memimpin supaja dilaksa- nakan dan disempurnakan dalam organisasi Partai dan organisasi massa pada semua tingkat. Pandai, Berani Dan Berkebudajaan Dengan semangat jang tinggi dan keberanian jang besar kita akan dapat mendobrak segala rintangan dalam meneruskan pembangunan Partai Komunis Indonesia jang lebih luas dan lebih terkonsolidasi, jang kader2- nja pandai, berani dan berkebudajaan. PKI jang demikian itu akan mampu memberi sumbangan positif dan besar dalam memperkuat kegotong- rojongan nasional berporoskan NASAKOM, dalam melaksanakan Manipol, Pantja Program Front Nasional dan Dekon. Memang adalah hukum perkembangan masjarakat, bahwa bila klas² revolusioner makin madju dan klas2 reaksioner makin tersudut, maka makin meruntjinglah perdjuangan klas dan makin kotor tjara² jang diguna-

kan oleh kekuatan reaksi untuk mempertahankan diri. Kita sudah mengalami bagaimana kaum kanan di Indonesia menggunakan Manipol 'untuk bertindak me~ lawan Manipol. Mereka adalah ,pemimpin² gadung- an jang mulutnja tidak henti²nja mengutjapkan Pantjasila, Pantjasila, tetapi Nasakom-phobi" sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno dalam amanat beliau ke- pada Musjawarah Besar PBFN dan PDFN pada bulan Februari jang lalu. Dengan kembalinja Irian Barat kedalam wilajah ke- kuasaan Republik Indonesia, kaum kanan ini berusaha keras untuk mengalihkan kewaspadaan Rakjat Indonesia dari musuh jang sesungguhnja. Berdasarkan situasi jang kita hadapi sekarang. PKI telah menarik kesim- pulan bahwa musuh pertama Rakjat Indonesia dan musuh jang paling berbahaja adalah imperialisme Amerika Serikat. Adalah wadjar bahwa dalam melawan musuh ini kita membutuhkan persatuan nasional se-bulat²nja lebih daripada jang sudah2. Tetapi masih ada orang jang suka main korék2 untuk merusak persatuan nasional, antara lain dengan mensedjadjarkan apa jang mereka namakan PKI-Musso" dengan kontra-revolusi DI-TII, PRRI-Permesta dsb. Presiden Sukarno memang pernah me-njebut2 PKI-Musso", tetapi tidak dalam arti mempersamakan dengan DI-TII atau PRRI-Permesta, melainkan dalam menentang Sektarisme". Tukang2 korék itu me-njebut2 ,,PKI-Musso", tapi sama- sekali tidak me-njinggung2 tentang pagi sial 17 Oktober 1952, ketika mereka mengatjungkan mulut meriam ke~ istana Presiden Sukarno, dan tentang Partai² Masjumi-PSI, Partai2 jang sungguh2 kontra-revolusioner dan merupakan dalang2 aktif dari pengatjauan2 kontra-revolusioner achir² ini. Dengan demikian mereka mem- buka kedok mereka sendiri bahwa sebetulnja mereka tidak setudju Penpres 7 dan Perpres 13 dan bahwa mereka bertindak langsung bertentangan dengan Manipol dan pedoman² pelaksanaannja jang menggariskan kerdjasama Nasakom sebagai poros kegotongrojongan nasional. Usaha2 kaum kanan untuk memetjahbelah front persatuan nasional nampaknja mendapat sambutan dari sebagian tertentu dari golongan tengah jang masih men- djadi tawanan kaum kanan. Tetapi gedjala² ini tidak m'ungkin melemahkan usaha2 PKI untuk memperkokoh

front persatuan nasional. Kita berkejakinan bahwa asal-

kan kekuatan progresif besar, terus berkembang dan pandai memukul musuh, serta dengan politik dan taktik

PKI jang tepat, kita bisa terus menjatukan golongan

tengah supaja terus berdiri difihak revolusi dan Rakjat, dan mementjilkan lebih landjut kaum kepalabatu. Dengan front nasional jang luas, jang menjatukan segenap potensi nasional dan dengan Partai Komunis Indonesia jang tersebar diseluruh negeri, terkonsolidasi dalam politik, ideologi dan organisasi, maka tidak ada benteng musuh jang tak dapat direbut. Kemenangan pasti difihak kita, difihak Rakjat jang berdjuang! Front Nasional dengan Nasakom sebagai porosnja, hidup!

Kerdjasama Rakjat dan Angkatan Bersendjata,

hidup! Untuk tertib sivil, bantu Polisi! Hajo, madju terus melaksanakan Manipol, Pantja Program dan Dekon! Hajo, ringkus dan ganjang kontra-revolusi! Kaum Buruh semua negeri dan Nasion² tertindas, bersatulah! Berani, berani, sekali lagi berani!

1S1

PKI dipeladjari Meriam berbalik
Teror rasial ..... う57
da-Bekas² Masjumi-PSI 3 langnja 10 Politik 3 anti 11 Politis gagal total 13

Dekon no. 2 sesudah Manipol

KWAA 14 15 Ganefo Revolusi dari atas dan dari 16 bawah Internasional 19 Apa itu NEF"? 21 GKI 23

NEF" makia perkasa

Kebulatan fikiran dalam 23
PKI .....
Partai massa dan Partai
kader .....
Plan 4 tahun ......25 26
27 Ideologi dan organisasi. Pandai, berani dan berkebu- 29 dajaan