Baca PDF (OCR): 2025-02-17 13:13

20 halaman · 20 halaman diproses dengan OCR· 21088 ms

Daftar isi
  1. AGAM WISPI
  2. Sahabat
  3. INDO-1291
  4. Sahabat
  5. bagian penerbitan lembaga kebudajaan rakjat (LEKRA)
  6. — djakarta 1959 —
  7. e le n d
  8. Rübeland-Harz, 24 Djuni 1959.
  9. djika kau sudah besar, jutta
  10. inilah kisah durhaka ketika perang usai bomber amerika lapar pangkalan didjaman damai
  11. membakar hidup-hidup tawanan di alt moabit"
  12. mendinamit 35.000 orang jang melindungi hidupnja
  13. dan tenggelam bersama djembatan jannowitj
  14. ja, inilah kisah durhaka ketika perang usai
  15. didjendela stalin-allee orang bernjanj
  16. djika kau sudah besar, jutta
  17. Stalin Allee, 13 Desember 1958.
  18. tangan seorang buruh batuarang
  19. karena baginja buruh adalah batuarang
  20. jang apinja menghangati orang-orang jang bertjinta
  21. d r e s d e n
  22. b a s t e i
  23. e l b e
  24. c z a r d a s
  25. kalau bukan bunga-bunga sedang kembang
  26. bawa salam negeri lain dan bitjara djelas sekali
  27. komunisme adalah lawan jung tak terkalahkan
  28. ge n o s s e
  29. dimana sadja genosse mencmpa djaman siangmalam
  30. b u c h e n w a l d
  31. dari pohonnja tawanan mermahat patung kesajangan
  32. tiap senti gerobak berderak
  33. s a h a b a t
  34. dua kali dimamah maut
  35. oleh tjinta hidup tertambat
  36. baru berarti mereguk hidup
  37. djika derita duka sahabat
  38. Berlin, April 1959.
  39. Halaman 9 bait ke 2 baris ke 3: lalu dersden bangkit
  40. mustinja: lalu dresden ..... dst.

AGAM WISPI

Sahabat

INDO-1291

Sahabat

pilihan sadjak2 agam wispi

diterbitkan oleh :

bagian penerbitan lembaga kebudajaan rakjat (LEKRA)

— djakarta 1959 —

rentjana kulit wim nirahuwa

e le n d

untuk Renate Schifferli berlagu gadis ketjil harum dunia diwadjahnja akordeon ditangannja dan lagunja? disini lembah derita hanja tinggal nama

Rübeland-Harz, 24 Djuni 1959.

djika kau sudah besar, jutta

dibawah rintik saldju stalin berdiri depannja tangkap-menangkap kemerdjap berdjuta lampu stalin-allee

berlin bangkit dari sakit tegak dari kianat

inilah kisah durhaka ketika perang usai bomber amerika lapar pangkalan didjaman damai

dan bomber itu merajap tanpa pangkalan

membakar hidup-hidup tawanan di alt moabit"

mendinamit 35.000 orang jang melindungi hidupnja

untuk satu detik sadja

dan tenggelam bersama djembatan jannowitj

bom meledak anak-anak tergeletak

luka lapar dingin merangkak dari puing kepuing

ja, inilah kisah durhaka ketika perang usai

bomber amerika lapar sasaran didjaman damai tapi inilah kisah perwira dari halaman sedjarah tentara merah memantjangkan bendera merah dipuntjak reichstag dan bomber itu kelaparan mati kelaparan djka kau sudah besar, jutta takkan kau lupa boneka kesajangan hilang olehperang dan bagimu partisan berlau:an sampai saat pengabisan

dibawah rintik saldju stalin berdiri

didjendela stalin-allee orang bernjanj

seloki beradu ditahun baru

djika kau sudah besar, jutta

akan kau tahu tahun lama berlalu tapi ditanahair sosialis hari selalu manis hari selalu baru

Stalin Allee, 13 Desember 1958.

tangan seorang buruh batuarang

trem lari2-andjing dibawah rintik saldju wadjah dalamnja tiada sehidjau rumput negeriku disini dibumi kelabu hanja pohon natal bagai pagoda tinggal sendiri dan sepi menanti musimsemi trem lari2-andjing dibawah rintik saldju seorang memberi tangannja dan bertanja dari mana kau datang? afrika? tidak vietnam?tiongkok? dia sendiri jang mendjawab: apa gunanja pertanjaan²? kau-aku datang dari tangan jang bekerdja dan aku tak-sampai-hati bilang ,,aku datang dari ribuan pulau rangkaian permata" ja, apalah harga kedangkalan kata djika mutiara terpendam dilaut dalam djka pohon natal sendiri bagai pagoda menanti musimsemi? tapi ini: kau-aku datang dari tangan jang bekerdja

trem lari2-andjing dibawah rintik saldju dia beri tangannja aku beri kantongku rokok? tidak. api? tidak. tjoklat? tidak. djadi apa jang dia mau? adakah dingin jang mengendap membuat kalimat begitu banjak ditidakkan? atau busa bir dihapus dari bibir dan orang bisa tertawa riang? djawapan itu tergores ditangan jang kudjabat kasar, tjapalan dan belontengan hitam tangan itu djuga jang mengusap saldju dari djendela dan muka-djernihnja muntjul bagaimentari musimsemi berkata begitu sederhana dan kuat: aku mau damai trem lari2-andjing dibawah rintik saldju hilang dipengkolan dan derunja tinggal djauh tangan itu masih melambai, dia melambai kepada dunia

karena baginja buruh adalah batuarang

jang dibakar dan membakar

jang apinja menghangati orang-orang jang bertjinta

dalam sedikit kata: aku mau damai Berlin 1959.

d r e s d e n

pradjurit, bertahanlah sampai djengkal pengabisan! lalu dresden rata dengan tanah dalam satu malam

pradjurit, hentam palu angkat batu pradjurit kini rakjat pedjuang, melawan perang lalu dersden bangkit gedung beribu bagai tjerita seribu-satu-malam

Dresden, 1 Djuni 1959.

(9

b a s t e i

manusiapun kadang bagai bastei rambut makin hilang kepala makin gadang dan lewat liku-liku karang batu kapur mengalirlah elba sisa terakir dihantam hudjan dan angin namun bastei berkata lain perampok, radja dan burdjuasi — sama! ketiganja hilang hampa tangan tapi manusia — ah, alangkah indahnja manusia senantiasa datang bawa kebenaran biar elbe tinggal sisa pengabisan Bastei, 1 Djuni 1959.

e l b e

pernah elbe merah mandi darah oleh batuarang untuk perang kini elbe tjerlang hitam oleh batuarang untuk kamar jang dipanaskan kopi pagi atau selembar koran Bastei, 1 Djuni 1959.

c z a r d a s

mengapakah dia disini

kalau bukan bunga-bunga sedang kembang

panen penuh ditiap rumah?

hidup sedang mendjadi anggur, biola riang di sancoussi dan tari menghentak kaki

mengapakah dia disini hongaria jang pernah luka berdarah propokasi?

panen penuh ditiap rumah anggur, biola riang dan tari menghentak kaki

bawa salam negeri lain dan bitjara djelas sekali

komunisme adalah lawan jung tak terkalahkan

tapi djuga persahabatan setia abadi Berlin, 31 Mei 1959.

ge n o s s e

orang dongengi aku mimpi harapan pohon-pohontidur berselimut saldju dalam tidur hidup menjimpan kekuatan dikongres partai keduapuluhsatu mimpi itu diganggang djutaan kilowat bagaimana aku bisa tidur?

dimana sadja genosse mencmpa djaman siangmalam

lima-hari-kerdja dipintu abad baru ah, begitu tjepat hari djadi malam Berlin, Pebruari 1959.

Tjatatan: genosse berarti kawan dalam arti jang paling padat bagi per- gaulan di Djerman se- karang, jaitu seorang komunis.

pameran n leipzig (buat Mac Schlosser) kali ini musimsemi bawa kabar seorang kawan datang melambaikan bunga ah, rakjat jang dari pundaknja reruntuk perang terlempar bersorak ria menggegar: nikita, nikita! nikita datang bawa pesan rakjat sedunia: hanja satu djerman dan berlin djangan belah dua! kali ini musimsemi bawa berita betapa djauhpun planit, hasrat manusia kini meranggulnja semesra mentari pagi ,damai, damai dan sekali lagi damai" Leipzig, 22 Maret 1959.

kota tua

harmonika itu_ berderai kesungai tiada perahu bagi venesia boleh mimpi tak sampai-sampai tapi disinilah venesia bersaudara

harmonika itu berderai kesungai anakketjil berkatja dipinggirnja biar perahu tiada, tegar djua kasih berdjuntai pada djembatan dipagut sendja harmonika itu berderai kesungai walsa kota tua kembali muda anak-anak berbesaran, djaka-gadis belai-membelai. sebab sudah luput erfurt dari bentjana Erfurt, Djuli 1959.

b u c h e n w a l d

mereka gali lobang dan mati bersamà mulut terkatup diam biar apapun siksa

mengerang seorang dikamar maut djangan harap dia kianat sebab didjantung internasionale mendegup walau mulut tertutup rapat disini goethe dihina sardjana bagaimana manusia bisa dihantjurkan?" disini goethe bidjimata pedjuang derita

dari pohonnja tawanan mermahat patung kesajangan

tiap senti gerobak berderak

tiap potong batu melapis djalan dipunggung darah mengutjur berserak seorang gugur jang lain berlawan

telah pergi ernst thaelmann baginja kepala dirundukkan sudah datang ernst thaelmann dan hitler dimusnahkan

dibelakang kawat listrik atau digubuk petani perlawanan tak pernah kenal diam dan komunisme mengalahkan mati menggema didada anak djantan Buchenwald, Djuli 1959.

s a h a b a t

dua kali dimamah maut

oleh tjinta hidup tertambat

baru berarti mereguk hidup

djika derita duka sahabat

Berlin, April 1959.

RALAT

Halaman 9 bait ke 2 baris ke 3: lalu dersden bangkit

mustinja: lalu dresden ..... dst.

gedung beribu