AGAM WISPI
Sahabat
INDO-1291
Sahabat
pilihan sadjak2 agam wispi
diterbitkan oleh :
bagian penerbitan lembaga kebudajaan rakjat (LEKRA)
— djakarta 1959 —
rentjana kulit wim nirahuwa
e le n d
untuk Renate Schifferli berlagu gadis ketjil harum dunia diwadjahnja akordeon ditangannja dan lagunja? disini lembah derita hanja tinggal nama
Rübeland-Harz, 24 Djuni 1959.
djika kau sudah besar, jutta
dibawah rintik saldju stalin berdiri depannja tangkap-menangkap kemerdjap berdjuta lampu stalin-allee
berlin bangkit dari sakit tegak dari kianat
inilah kisah durhaka ketika perang usai bomber amerika lapar pangkalan didjaman damai
dan bomber itu merajap tanpa pangkalan
membakar hidup-hidup tawanan di alt moabit"
mendinamit 35.000 orang jang melindungi hidupnja
untuk satu detik sadja
dan tenggelam bersama djembatan jannowitj
bom meledak anak-anak tergeletak
luka lapar dingin merangkak dari puing kepuing
ja, inilah kisah durhaka ketika perang usai
bomber amerika lapar sasaran didjaman damai tapi inilah kisah perwira dari halaman sedjarah tentara merah memantjangkan bendera merah dipuntjak reichstag dan bomber itu kelaparan mati kelaparan djka kau sudah besar, jutta takkan kau lupa boneka kesajangan hilang olehperang dan bagimu partisan berlau:an sampai saat pengabisan
dibawah rintik saldju stalin berdiri
didjendela stalin-allee orang bernjanj
seloki beradu ditahun baru
djika kau sudah besar, jutta
akan kau tahu tahun lama berlalu tapi ditanahair sosialis hari selalu manis hari selalu baru
Stalin Allee, 13 Desember 1958.
tangan seorang buruh batuarang
trem lari2-andjing dibawah rintik saldju wadjah dalamnja tiada sehidjau rumput negeriku disini dibumi kelabu hanja pohon natal bagai pagoda tinggal sendiri dan sepi menanti musimsemi trem lari2-andjing dibawah rintik saldju seorang memberi tangannja dan bertanja dari mana kau datang? afrika? tidak vietnam?tiongkok? dia sendiri jang mendjawab: apa gunanja pertanjaan²? kau-aku datang dari tangan jang bekerdja dan aku tak-sampai-hati bilang ,,aku datang dari ribuan pulau rangkaian permata" ja, apalah harga kedangkalan kata djika mutiara terpendam dilaut dalam djka pohon natal sendiri bagai pagoda menanti musimsemi? tapi ini: kau-aku datang dari tangan jang bekerdja
trem lari2-andjing dibawah rintik saldju dia beri tangannja aku beri kantongku rokok? tidak. api? tidak. tjoklat? tidak. djadi apa jang dia mau? adakah dingin jang mengendap membuat kalimat begitu banjak ditidakkan? atau busa bir dihapus dari bibir dan orang bisa tertawa riang? djawapan itu tergores ditangan jang kudjabat kasar, tjapalan dan belontengan hitam tangan itu djuga jang mengusap saldju dari djendela dan muka-djernihnja muntjul bagaimentari musimsemi berkata begitu sederhana dan kuat: aku mau damai trem lari2-andjing dibawah rintik saldju hilang dipengkolan dan derunja tinggal djauh tangan itu masih melambai, dia melambai kepada dunia
karena baginja buruh adalah batuarang
jang dibakar dan membakar
jang apinja menghangati orang-orang jang bertjinta
dalam sedikit kata: aku mau damai Berlin 1959.
d r e s d e n
pradjurit, bertahanlah sampai djengkal pengabisan! lalu dresden rata dengan tanah dalam satu malam
pradjurit, hentam palu angkat batu pradjurit kini rakjat pedjuang, melawan perang lalu dersden bangkit gedung beribu bagai tjerita seribu-satu-malam
Dresden, 1 Djuni 1959.
(9
b a s t e i
manusiapun kadang bagai bastei rambut makin hilang kepala makin gadang dan lewat liku-liku karang batu kapur mengalirlah elba sisa terakir dihantam hudjan dan angin namun bastei berkata lain perampok, radja dan burdjuasi — sama! ketiganja hilang hampa tangan tapi manusia — ah, alangkah indahnja manusia senantiasa datang bawa kebenaran biar elbe tinggal sisa pengabisan Bastei, 1 Djuni 1959.
e l b e
pernah elbe merah mandi darah oleh batuarang untuk perang kini elbe tjerlang hitam oleh batuarang untuk kamar jang dipanaskan kopi pagi atau selembar koran Bastei, 1 Djuni 1959.
c z a r d a s
mengapakah dia disini
kalau bukan bunga-bunga sedang kembang
panen penuh ditiap rumah?
hidup sedang mendjadi anggur, biola riang di sancoussi dan tari menghentak kaki
mengapakah dia disini hongaria jang pernah luka berdarah propokasi?
panen penuh ditiap rumah anggur, biola riang dan tari menghentak kaki
bawa salam negeri lain dan bitjara djelas sekali
komunisme adalah lawan jung tak terkalahkan
tapi djuga persahabatan setia abadi Berlin, 31 Mei 1959.
ge n o s s e
orang dongengi aku mimpi harapan pohon-pohontidur berselimut saldju dalam tidur hidup menjimpan kekuatan dikongres partai keduapuluhsatu mimpi itu diganggang djutaan kilowat bagaimana aku bisa tidur?
dimana sadja genosse mencmpa djaman siangmalam
lima-hari-kerdja dipintu abad baru ah, begitu tjepat hari djadi malam Berlin, Pebruari 1959.
Tjatatan: genosse berarti kawan dalam arti jang paling padat bagi per- gaulan di Djerman se- karang, jaitu seorang komunis.
pameran n leipzig (buat Mac Schlosser) kali ini musimsemi bawa kabar seorang kawan datang melambaikan bunga ah, rakjat jang dari pundaknja reruntuk perang terlempar bersorak ria menggegar: nikita, nikita! nikita datang bawa pesan rakjat sedunia: hanja satu djerman dan berlin djangan belah dua! kali ini musimsemi bawa berita betapa djauhpun planit, hasrat manusia kini meranggulnja semesra mentari pagi ,damai, damai dan sekali lagi damai" Leipzig, 22 Maret 1959.
kota tua
harmonika itu_ berderai kesungai tiada perahu bagi venesia boleh mimpi tak sampai-sampai tapi disinilah venesia bersaudara
harmonika itu berderai kesungai anakketjil berkatja dipinggirnja biar perahu tiada, tegar djua kasih berdjuntai pada djembatan dipagut sendja harmonika itu berderai kesungai walsa kota tua kembali muda anak-anak berbesaran, djaka-gadis belai-membelai. sebab sudah luput erfurt dari bentjana Erfurt, Djuli 1959.
b u c h e n w a l d
mereka gali lobang dan mati bersamà mulut terkatup diam biar apapun siksa
mengerang seorang dikamar maut djangan harap dia kianat sebab didjantung internasionale mendegup walau mulut tertutup rapat disini goethe dihina sardjana bagaimana manusia bisa dihantjurkan?" disini goethe bidjimata pedjuang derita
dari pohonnja tawanan mermahat patung kesajangan
tiap senti gerobak berderak
tiap potong batu melapis djalan dipunggung darah mengutjur berserak seorang gugur jang lain berlawan
telah pergi ernst thaelmann baginja kepala dirundukkan sudah datang ernst thaelmann dan hitler dimusnahkan
dibelakang kawat listrik atau digubuk petani perlawanan tak pernah kenal diam dan komunisme mengalahkan mati menggema didada anak djantan Buchenwald, Djuli 1959.
s a h a b a t
dua kali dimamah maut
oleh tjinta hidup tertambat
baru berarti mereguk hidup
djika derita duka sahabat
Berlin, April 1959.
RALAT
Halaman 9 bait ke 2 baris ke 3: lalu dersden bangkit
mustinja: lalu dresden ..... dst.
gedung beribu