Baca PDF (OCR): #3 SORAKSORAIZINE

34 halaman · 34 halaman diproses dengan OCR· 45705 ms

Daftar isi
  1. SORAK SORAI
  2. SENDE
  3. KULTUR
  4. MUSIK-MUR.
  5. ATEAKTEICH VOL. #3
  6. ODCAST
  7. SORAK
  8. SORAI
  9. MUATAN
  10. MUATAN
  11. NENGGAIRAHKAM SEPAKBOLA
  12. NELALUI LANTUNAN NNSIK
  13. Dengan semakin banyaknya band-band bola yang mengangkat
  14. musik kini tidaklah bisa dipisahkan dan akan saling berkaitan satu sama
  15. Berikut merupakan beberapa band-band yang mengangkat
  16. OGSeRY
  17. From Tribune To The Stage
  18. (Bebangkan Oi! Squad)
  19. BEBANGKANO
  20. Sumber Gambar: Spotify
  21. Football is Freedoom, a whole universe
  22. INTERVIEW
  23. Bareng
  24. Guyub Seni
  25. Mataram
  26. Untuk karya kami sendiri yg resmi, ada 22 karya. Yang
  27. MANUNGGAING
  28. INTERVIEW
  29. IVBM Street
  30. Emagelango
  31. Gentenary YearsPpsm Magelang
  32. DariSejarchmu!l Ku Bercerita
  33. KERACUT TRESNOPPSM MAGELANG
  34. Podcast, Alat Untuk
  35. Menyuarakan
  36. Aspirasi
  37. BAJOAL
  38. BAJL
  39. BALL
  40. Elja Radio,
  41. BuktiNyata
  42. Kecintaan Suporter
  43. Terhadap
  44. Club
  45. Kebanggaan
  46. Sumber Foto: DOK Elja Radio
  47. ELJA RADIO
  48. MELIHAT KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
  49. PASCA PANDEMI TERHADAP
  50. OLAHRAGA SEPAKBOLA.
  51. FIFA DAN LANGKAH KEBIJAKAN YANG DIAMBIL SELAMA
  52. PANDEMI COVID-19
  53. administrasi FIFA dan Sekretaris Jenderal beserta badan eksekutif puncak dari
  54. wanita, kompetisi dibawah naungan langsung FIFA, peraturan-peraturan
  55. SEBUAH
  56. REFLEKSI
  57. ATAS
  58. PANDEMI
  59. COVID-19
  60. TERHADAP SEPAKBOLA
  61. mengakibatkan kegiatan ataupun acara yang dalam penyelenggaraannya
  62. TERIMA KASIH
  63. DROP YOUR STICKER

SORAK SORAI

ZINE

SENDE

KULTUR

MUSIK-MUR.

ATEAKTEICH VOL. #3

DROP YOUR COLOUR ↓

ODCAST

ISI +

SEN

SORAK

SORAI

ZINE

VOLUME #3 Cetakan pertama, Juli 2020 ©SORAKSORAIZINE, 2020

Sebuah zine dengan rubrik sepakbola, yang mempersembahkan segala hal berkaitan dengan sepakbola baik lokal, nasional, maupun internasional. Sebagai tujuan agar semua orang dapat membaca hingga mengkritisi, guna mencintai dan merawat sepakbola yang lebih baik

Yuhuuu, welkam bek alias akhirnya sorak-sorai zine berhasil kembali. Yang jelas ini semua bukan apa-apa tanpa support, doa, dukungan, dan bantuan dari semua temen-temen. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih atas segala pihak yang telah terlibat dalam proses pembuatan zine volume ketiga, baik yang telah menyempatkan kesediaannya untuk diwawancarai, yang telah membantu mengirimkan tulisan, maupun yang selalu memberikan dukungan agar tetap terus berkarya melalui komentar dan DM instagram. Oke gak perlu panjang lebar selamat membaca temen-temen! Salam olahraga.

MUATAN

MUATAN

  • Menggairahkan Sepakbola Melalui Lantunan Musik *1
  • Beberapa Link Playlist Band-band Sepakbola Lokal *4
  • Interview Bareng Guyub Seni Mataram *7
  • Interview Bareng IVBM Street Art *11
  • Podcast, Alat Untuk Menyuarakan Aspirasi *15
  • Elja Radio, Bukti Nyata Kecintaan Suporter Terhadap Klub Kebanggaan *17
  • Melihat Kemungkinan yang Akan Terjadi Pasca Pandemi Terhadap Olahraga Sepakbola *21
  • FIFA dan Langkah Kebijakan yang Diambil Selama Pandemi Covid-19 *24
  • Sebuah Refleksi Atas Pandemi Covid-19 Terhadap Sepakbola *27

Sumber Foto: last.fm/music/Dom+65

NENGGAIRAHKAM SEPAKBOLA

NELALUI LANTUNAN NNSIK

Dentuman double pedal dari drum menghentak cepat, diiringi lantunan lirik penuh semangat dari sang vokalis berkepala plontos. Sesekali ia mengarahkan mic pada kumpulan orang-orang didepan panggung sembari merangkul kawan lainnya, menjadikan suasana riuh dan ramai atas kehadiran mereka. Lirik tentang klub kebanggaan, maupun rasa cinta atas kota mereka menggelora penuh semangat. Yeah, itulah ekspresi mereka. Kawan-kawan suporter yang datang dan bersenang-senang merayakan anniversary komunitas suporter mereka. Jika kelompok suporter lain lebih memilih dangdut sebagai hiburan musik di acaranya, beberapa lainnya lebih memilih sesuatu yang berbeda. Band-band dengan skena underground dipilih sebagai pengisi acara. Band bergenre hardcore, punk/oi!, ska, hingga celtic-punk membaur menjadi satu. Semakin lengkap dengan tajuk acara yang juga berbau sepakbola (ex: corner kick, babak tambahan, dll.).

Kini, kita sangat sering menjumpai berbagai acara gigs diselenggarakanoleh yang berbagai kelompok suporter di Indonesia. Baik atas nama tribun, maupun komunitas didalam sebuah tribun. Animo besar dari kawan-kawan suporter untuk hadir pada sebuah gigs suporter turut melahirkan band-band yang mengusung tentang sepakbola. Melihat hubungan antara musik dan sepakbola di Eropa sangat bekaitan erat. Terutama pada genre punk/oi! yang notabene merepresentasikan kelas pekerja (karena sepakbola di Eropa mayoritas digemari para kalangan pekerja). Sepakbola dan musik tak ubahnya dua hiburan yang menjadi menu wajib para suporter di (Eropa) sana.

Kembali lagi ke Indonesia, beberapa band yang mengangkat sepakbola memiliki single mengenai klub kebanggaan mereka masing- masing. Nama-nama seperti Oi! G-Squad, Rentenir FC, dan DOM 65 merupakan beberapa band bola lawas yang masih aktif hingga saat ini. Beberapa lagu ciptaan Oi! G-Squad untuk klub PSIS Semarang antara lain adalah 'PSIS Coming Again' dan 'Sing A long PSIS'. Terbentuk di Bandung, lagu-lagu Rentenir FC diantaranya berjudul 'Bobotoh' dan 'Viva La Persib' yang terdapat pada album mereka bertajuk ‘Beer, Football and Ruck n Roll' tahun 2000. DOM 65 salah satu lagunya sangat terkenal dikalangan Brajamusti (suporter PSIM) karena bermakna mendalam terhadap perjuangan klub berjuluk Laskar Mataram untuk naik kasta, yakni Fortuna.

Tentu tidak asing pula ketika mendengar nama Bebangkan Oi! Squad. Band asal Pulau Dewata ini sangat terkenal karena lagu-lagu dan

album mereka terlebih kepada klub Bali United FC, satu-satunya klub dari pulau Bali yang bermain di Liga 1. Bebangkan Oi! Squad telah mengeluarkan sebuah album di tahun 2018 lalu, bertajuk 'From Terrace to The Stage'yang berisikan 6 buah lagu salah satunya yang terkenal adalah 'Bangga Mengawalmu'. Sementara itu, masih ada juga Sembrenget Oi! asal Medan telah menciptakan beberapa single lagu mereka terhadap PSMS Medan seperti 'PSMS Don't Surrender'dan 'Boys In Green And White'. Kemudian di Solo ada Frontline Soldier dengan lagu berjudul 'Come On You Sambernyawa' untuk Persis Solo. Frontline Soldier ini sendiri juga merupakan salah satu band yang ikut memberi sumbangsih terhadap kompilasi album bertajuk Surakarta Lets Unite dibawah label SURAKARTANS Record tahun 2016 bersama beberapa band-band lokal Solo lain, seperti The Working Class Symphony yang lagunya digunakan sebagai anthem klub Persis, 'Satu Jiwa’.

Selain di Solo, beberapa kelompok suporter lain juga membuat album kompilasi berisikan lagu-lagu terhadap klub yang dibanggakan. Ada Kompilasi Titik Nol dari kawan-kawan Jogjakarta pada tahun 2019. Mulanya berawal dari sebuah gigs salah satu laskar (komunitas dibawah naungan) dari Brajamusti bernama From Terrace To The Stage tahun 2018, setahun berikutnya dibuatlah album kompilasi tersebut. Sleman sebagai tetangga Jogjakarta juga memiliki album kompilasi yang ditujukan untuk PSS Sleman, bahkan tahun 2019 sudah mencapai album yang keempat. Bermula pada tahun 2013, dalam jangka dua tahun

album kompilasi ini keluar. Diinisiasi oleh kawan-kawan Brigata Curva Sud, untuk kompilasi #1 hingga #3 memiliki tajuk yang sama yakni 'Untuk PSS'. Konsep sedikit berbeda ditampilkan pada tahun 2019.

Mengusung tajuk baru 'PSS For Life', band-band yang berkontribusi dikolaborasi antar genre.

Dengan semakin banyaknya band-band bola yang mengangkat

sepakbola lokal (klub, kota, dll.) tentu membangkitkan gairah suporter terhadap klub kebanggaannya. Menumbuhkan pula semangat untuk selalu ingin datang ke stadion, melihat langsung klub kebanggaan berlaga. Juga memeriahkan gigs-gigs yang dibuat oleh berbagai

komunitas baik anniversary dan lain-lain. Sesungguhnya sepakbola dan

musik kini tidaklah bisa dipisahkan dan akan saling berkaitan satu sama

lain.

Berikut merupakan beberapa band-band yang mengangkat

sepakbola lokal beserta lagu mereka :

Neighborhood (Palembang)

https://www.youtube.com/watch?v=1B8Vlz https://www.youtube.com/watch?v=SgxQt

Stomper Boots (Malang) Beberapa album kompilasi dari

https://www.youtube.com/watch?v=8zMJt

(Bebangkan Oi! Squad)

oX2ZU4 https://open.spotify.com/album/51tVzE79 eqikRWiem03YWZ Bad Rooster (Makassar)

Sumber Gambar: Spotify

Football is Freedoom, a whole universe

  • BOB MARLEY

INTERVIEW

Bareng

·GS MATARAM.

Guyub Seni

Mataram

/ Halo Gs Mataram selamat malam, gimana kabar temen-temen disana? / Sugeng ndalu juga untuk teman-teman sorak sorai. Syukron, walkhamdulillah. Sehat dan selalu bahagia ini meski pandemi. Semoga kalian juga, Amin.

/ Boleh tau nggak, selama masa pandemi gini, temen-temen sibuk apa aja? / Pandemi ini memang sangat memaksa kami, ya. Kami memutuskan untuk kembali ke rutinitas masing-masing. Bekerja, ibadah, dan gambar. Hanya saja, intensitas gambar tentang sepakbola tidak se-sering biasanya. Beberapa ada yg kembali gambar ke graffiti juga, asal silaturahmi dan komunikasi tetap terjaga.

/ Bicara soal Gs Mataram, awal mula kebentuknya dulu gimana sih ceritanya mas? / Awal terbentuknya Gsmataram di era 2014 / 2015, ketika itu setelah kasus sepakbola gajah. Memang dengan spontanitas membentuk sebuah crew mural yg mengusung edukasi tentang sepakbola beserta lingkup suporternya, untuk menciptakan iklim positif tentang Sepakbola di Yogyakarta. Awal berdiri hanya bisa di hitung jari, karena memang belum mempunyai cita-cita jauh. Berjalan waktu, di tahun demi tahun kami mulai bertambah saudara dari event mural yang di adakan Brajamusti, 2016 lalu. Hingga sekarang, beranggotakan 17 orang.

/ Wah cukup lama berarti ya mas. Kalo masih ingat, kira-kira Gs mataram ini udah ngebuat berapa karya mural ya sampai saat ini? / Ya tidak juga mas, kalau lama. Hahahaha. Kami malah merasa seperti baru lahir kemarin sore, ibarat kata “cah cilik wingi sore" yang masih perlu belajar.

Untuk karya kami sendiri yg resmi, ada 22 karya. Yang

non resmi / anonim hahaha lupa mas

/ Kira-kira mural apa nih mas yang paling berkesan? / Semua mural yg kami buat selalu meembuat kesan baru, mas. Entah itu suasana, orang baru, dalam hal ini bertemu dengan masyarakat luas yang langsung menilai ketika kami gambar. Semacam mendapat respon langsung dari masyarakat. Kalau paling berkesan itu ketika kita kolaborasi dengan teman-teman Laskar di Brajamusti. Banyak yang support, bantu, jadi banyak saudara. Tapi selain itu juga tema mural yang berkesan, kami coba arahkan ke karya beberap bulan kemarin. Yaitu "Jogja Melawan Corona". Karya tersebut di buat di lokasi paling jauh dari yg pernah kami sambangi, yaitu di stadion Cangkring wates kulonprogo. Sekitar 45 km dari Yogyakarta. Karya mural yang kami harapkan menjadi suntikan semangat untuk para tenaga medis dan garda depan lain dalam melawan pandemi ini bersama, mas. Dan itu kami buat bulan April lalu, sudah mulai masa physical distancing. Hahahah

/ Nah, apa yang mendasari Gs Mataram buat tetep produktif ngebuat karya mural, disisi lain juga mendukung PSIM berlaga? / Ya kembali ke visi misi kami, mas. Bagaimana kami menjadi tim edukasi mural, untuk teman-teman suporter. Baik di Yogyakarta maupun sekitarnya. Menciptakan ekosistem positif untuk suporter tidak mudah, butuh berbagai cara dan kesadaran. Salah satu yang kami tempuh dan pegang teguh melalui karya seni. Di antaranya mural ini. Meski, kami bergerak tidak hanya lewat mural. Kami juga membangi beberapa devisi seni di sini, ada multimedia, mural, musik, dll. Unsur seni coba kami pelajari lebih jauh

/ Ngomongin karya yang pernah dibuat bareng sama salah satu komunitas suporter dari sleman yakni jakaltampil, kok bisa sih menjaga silaturahmi bahkan sampai kolaborastreet di tengah rivalitas klub yang ada ini, gimana mas ceritanya? / Jadi awalnya kami membuat mural D.I.Y, dengan huruf I kami ganti dengan gambar tangan memberi bunga. Busa di cek di instagram kami. Lalu, mereka (JT) mengirim pesan ke kami mengajak kolaborasi. Langsung kami iya kan ajakan tersebut, tentunya ya tidak mudah. Tidak mudah, artinya ada beberapa syarat yg mereka ajukan ke kita untuk kita bertatap muka terlebih dahulu. Semacam meeting lah.. Kami pun 2x bertemu, ngobrol secara home-away. Membicarakan perihal tekhnis dan aturan lain. Kami dengan mereka sebenarnya tidak ada masalah secara internal ya, dan tidak ada saling melukai sebelumnya. Meskipun riwayat rivalitas suporternya kurang baik, hahaha.. Kami dan Jt merasa, oh ini 1 jalur seni di sepakbola. Jarang bisa terjadi. Tidak ada salahnya kolaborasi dengan pesan-pesan yang membuat iklim sepakbola agar tidak sepanas di media sosial. Kolaborasi kami 2 x juga, home-away. Setelah mural itu, baru respon terasa dari teman-teman suporter. Pro dan kontra, luar biasa. Bahkan anggota kami sampai di serang secara pribadi, ketika ada yg kontra tentang pergerakan tsb. Tapi ya sudah, itu komitmen bersama. Harus terima apa akibat setelah ini. Mereka di sleman pun sama, dari pro dan kontra banyak yg kontra. Sampai memicu sedikit konflik dari bbrp provokator, hahaha. Sampai saat ini pun, masih ada kok mas yg masih belum bisa menerima kegiatan kita kemarin itu. Tapi ya gpp, bagaimana kita saling jaga perasaan teman-teman, apalagi mereka yang di perbatasan hampir tiap matchday selalu gojekan dengan sleman pas berangkat apa pulang.

/ Ada nggak, keinginan dari Gs mataram sendiri yang belum tercapai? Terkhir mas, ada nggak pesan buat pembaca soraksorai zine mas?

/ Banyak mas, kalau keinginan atau cita-cita kami yg belum terwujud. Bisa ndak cukup nanti waktunya kalau di sebutkan hahaha. 1 saja ya mas, dari sekian juta keinginan kami. Yaitu membeli saham Psim Yogyakarta.

/ Terkhir mas, ada nggak pesan buat pembaca soraksorai zine mas? / Untuk para pembaca sorak sorai zine, Tetap jaga kebersihan dan kesehatan, jangan lupa pakai masker, patuhi anjuran pemerintah selama pandemi ini. Dan jangan lelah untuk bergerak dan berkontribusi positif untuk Klub sepakbola lokal yang kalian cintai. Jika belum mampu merawat, setidaknya jangan merusak. Merawat lewat karya, mencintai dengan seni. Gsmataram.

MANUNGGAING

Sumber Foto: DOK GS Mataram

www.instagram.com/gsmataram

INTERVIEW

IVBM St. A bareng

IVBM Street

Art

/ Halo IVBM Street Art, gimana kabarnya disana? Lagi sibuk apa aja sekarang? Boleh dijelaskan sedikit mas / lya mas, kabar IVBM baik mas, semua kawan2 juga baik. Untuk sekarang ini kami sedang istirahat sementara dari dunia suporteran /mural ya istilahnya “ki leren wong memang balbalane sedang tidak ada”. Mungkin tak curhat sebentar mas, jadi gini sebenernya kondisi komunitas kami jujur sebenernya baik2 aja tapi bila menurut saya sedang kacaunya, bisa tak bilang kacau soalnya teman2 sekarang susah buat kumpul dengan alasan ya itu pada sibuk kerja dan mikir kehidupan masing2, saya juga sebenernya hari2 kemaren tuh sambat terus gini, soal flyer IVBM dulu sempat sepakat buat mau ada bola apa enggal kita tetap bikin flyer untuk hal2 yang menyangkut dengan PPSM sendiri, tapi karena ya saya bilang itu tadi mikir kehidupan masing2 sekarang susah banget buat diajak gerak lagi.

/ Semoga harapannya semua dapet kembali seperti awal lah kalo gitu mas, Membahas IVBM sendiri, mungkin bisa diceritakan sedikit kenapa namanya IVBM Street Art? / Saya anggota di komunitas ini sebenernya gak dari awal terbentuk, saya gabung setahun setelah komunitas ini terbentuk, tepatnya tahun 2015 saya gabung, sedangkan 2014 akhir komunitas ini dibentuk, menurut kawan saya yang dari awal gabung sih, namanya IVBM Street Art awalnya, art_ivbm sebenernya cuma buat username akun instagram dan twitter kami, kenapa

IVBM Street Art karena memang misi kami di awal untuk membuat mural tentang PPSM di sepanjang magelang mas. Nama IVBM diambil dari nama awal berdiri PPSM pada jaman belanda dulu (Indonesische Voetbal Bond Magelang) Street Art sendiri karena memang kami terjun di jalan pada awal kami bentuk komunitas ini mas.

/ Kalo dari pandangan IVBM Street Art sendiri, perbedaan mural sepakbola sama mural yang ada kebanyakan itu kayak gimana mas? / Hmm tentang pengetahuan mural juga sebenernya kami gak tau2 amat sih mas hihi, wong memang intinya gambar tembok buat PPSM gitu aja awalnya, tapi

Emagelango

sedikit pengetahuan kalo mural sepakbola ya kita fokus pada tema sepakbola yang mau kita gambar pada tembok, entah penyemangat, kritikan, maupun identitas klub itu sendiri yang mau kita gambar, sedangkan mural kebanyakan ya itu tergantung mereka mau gambar jadi mural itu sama dengan mood dan wujud dari imajinasi pikiran kita, gitu mungkin mas hehe.

/ Ngomong-ngomong, kemarin sekitar bulan maret lagi ada projek mural untuk 101 tahun ppsm ya mas, boleh diceritain tuh? / lya mas, sempat khawatir juga kemaren saya sendiri soalnya memang untuk akhir2 ini cuma saya sendiri yang pegang akun maupun perwakilan jika ada forum, jadi gini dulu kami sering mural, ya memang dulu awal2 masih semangat banget buat mural sebelum seperti sekarang bisa dibilang mural musiman nek mood yo gambar gitu istilahnya, untuk mural kemaren saya kira malah gak akan terjadi Iha wong pada diem2 semua kan teman2 IVBM itu h- seminggu kalo gak salah, terus h-6 saya paksakan buat kumpulan buat bahas mural dan akhirnya kita sepakat buat bikin pre order kaos niatnya sih mau buat beli perlengkapan gambar soalnya setahun gak di urusin jadi pada ilang, nah saya sendiri yang bikin design kaosnya tuh yang masih ada di feed ig IVBM,

MOSVIA AMONGROGO

Gentenary YearsPpsm Magelang

sampe 3 hari setelah pre order kaos dimulai cuma ada 7 slot, dan akhirnya gak jadi, akhirnya kita rembugan lagi alhasil kita patungan buat beli perlengkapan gambar itu mas, akhirnya kita gambar deh. Untuk tema sebenernya kita juga bingung awalnya dan yowes memang kemaren lagi naik2nya kalimat "Dari sejarahmu ku bercerita" ditambah ada rencana dari mas pudi dkk untuk memutar film bikinnanya kembali di acara menjelang ultah PPSM saat itu dan yaudah akhirnya pas deh. Oh iya mas, mas pudi itu dari pakuning jawa.id ya.

/ Apakah dengan mural ini menurut temen" IVBM Street Art merupakan media yang tepat, buat temen temen pecinta sepakbola dalam menyampaikan pesan? / lya mas menurut saya tepat, apalagi jika kita giat bikin mural sepanjang magelang kita luapin pikiran kita buat klub itu sendiri mungkin kan ada panggede sedang lewat dan akhirnya tau keluh kesah suporter itu sampe di gambar di tembok, itu misal memang klub sedang terpuruk dan misal klub sedang berjuang di liga kita gambar kata/ kalimat penyemangat bisa jadi juga jadi pemantik semangat klub itu sendiri sih mas.

/ Wah menarik ini mas. Terus, sebagai salah satu klub tertua di Indonesia atau klub era perserikatan, harapannya buat PPSM apa mas? / Untuk PPSM paling ya harapannya segera bangkit kata ini mungkin sampe kawan2 jelek karena memang harapan tiap tahun itu terus bangkit, bangkit, dan bangkit, karena memang PPSM ya gitu2 aja gada kemajuan sama sekali mungkin lebih siap lagi jikalau besok ikut kompetisi tidak asal2an ikut,

DariSejarchmu!l Ku Bercerita

terpenting gelem menerima kritik dan saran dari teman2 suporter sebagai hal terpenting di persepakbolaan magelang ini, itu aja sih pendeknya.

/ Kalau dari IVBM sendiri, apa yang ingin dicapai kedepannya mas? / Kedepan semoga komunitas ini ada regenerasi melihat anak2 muda magelang sekarang banyak yang suka grafiti mungkin kedepannya kami mau ngajak kolaborasi dengan kawan2 yang suka grafiti soalnya memang dari awal IVBM sendiri pegiat mural semua gak ada yang bisa grafiti, semoga dengan tercapainya kolaborasi bisa memantik semangat kawan2 sapa tau mau masuk meneruskan komunitas ini entah jika kawan2 yang sekarang sudah vakum dari dunia suporteran, gitu aja mas intinya semoga ada regenerasi.

/ Terakhir mas, ada nggak pesan buat pembaca soraksorai zine mas? / Semoga kawan2 yang membaca tentang dunia permuralan jadi termotivasi lagi untuk lebih giat lagi membuat mural untuk tim kebanggaannya dan semoga sorak sorai zine sukses, langkah bagus jika masih ada kawan2 pemerhati sepakbola lokal seperti sorak sorai zine mau terus memberi dan mengedukasi lewat zine.

KERACUT TRESNOPPSM MAGELANG

Sumber Foto: DOK IVBM Street Art

www.instagram.com/art_ivbm

Podcast, Alat Untuk

Menyuarakan

Aspirasi

BAJOAL

Sumber Foto: DOK BAJOLBALL Podcast

Setiap klub sepak bola baik lokal maupun non lokal pasti memiliki pemain ke-12 yang bernama suporter. Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran suporter dapat meningkatkan semangat sebuah tim sepak bola untuk meraih kemenangan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan suporter sepak bola untuk mendukung tim kebanggaanya mulai dari membeli jersey dan atribut sebuah klub sepak bola, bergabung ke komunitas pendukung klub sepak bola, menonton pertandingan sepak bola secara langsung di dalam stadion, membentuk koreografi kreatif di dalam stadion, dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk mendukung tim kebanggaan. Tentunya para suporter juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman dalam mendukung klub kebanggaanya. Di zaman yang semakin modern ini juga sangat memberikan dampak positif bagi para suporter dalam mengespresikan kecintaannya terhadap klub sepak bola, wawasan yang luas dan teknologi yang semakin canggih ini membuat mereka melakukan inovasi baru. Salah satunya yang dilakukan oleh suporter yang berasal dari jawa timur yang bernama Bonek, tepatnya komunitas bonek dari daerah Kebraon, Surabaya Barat. Mereka mendirikan sebuah studio yang di dalamnya berisi alat-alat untuk menyuarakan aspirasi, Ya BajolBall Podcast namanya. Berdiri pada tanggal 23 Mei 2019 secara independen untuk mendukung klub kebanggaan persebaya surabaya. "Ya, kami

dari awal berdiri memang murni konsepnya podcast, tidak ada konsep lain selain podcast. Dan kami juga membuat ruang ini untuk mewadahi para bonek yang ingin

BAJL

menyampaikan aspirasinya kepada pihak

BALL

klub persebaya surabaya", begitu kata PODCAST Bayoghanta Maulana Mahardika salah satu pendiri dari BajolBall Podcast ini. Sudah satu tahun BajolBall Podcast ini berdiri dan sudah banyak kegiatan yang dilakukan mulai dari membahas isu tentang persebaya surabaya dan bonek sendiri sampai juga membahas isu-isu aktual tentang sepak bola nasional. Hal itu mereka lakukan karena sangat cintanya mereka terhadap sepak bola nasional terkhusus Persebaya Surabaya sendiri. Bayoghanta Maulana Mahardika juga mengatakan bahwa tujuan dari berdirinya BajolBall Podcast ini untuk memperkenalkan kepada warga surabaya tentang rekaman Podcast, karena banyak dari warga surabaya yang belum mengenal tentang rekaman Podcast. Dan juga tidak kalah pentingnya tujuan berdirinya Bajol Ball Podcast ini adalah untuk mengedukasi masyarakat terhadap perilaku bonek yang semakin hari semakin berkelakuan baik dan positif. "Kebanyakan masyarakat surabaya saat ini masih menganggap perilaku bonek masih buruk karena mereka sering mendengarkan berita-berita negatif tentang bonek, maka dari itu kami berdiri untuk mengimbangi berita-berita negatif tentang bonek". ucap Bayoghanta Maulana Mahardika. Tidak jarang juga BajolBall podcast ini berkolaborasi dengan suporter lain yang juga sama-sama berkecimpung di dunia podcast. Mereka saling bertukar pikiran, bertukar pendapat, bahkan saling menceritakan perasaan dan keluh kesah terhadap klub kebanggaannya. Tidak hanya itu BajolBall Podcast juga sering mengundang para mantan pemain sepak bola untuk menceritakan keluh kesah dan pengalaman mereka selama menjadi pemain sepak bola. Hal ini membuktikan bahwa kecintaan suporter terhadap klub sepak bola bisa dilakukan melalui cara apa saja salah satunya dengan mendirikan komunitas podcast seperti ini.

www.instagram.com/bajolballpodcast

Elja Radio,

BuktiNyata

Kecintaan Suporter

Terhadap

Club

Kebanggaan

Sumber Foto: DOK Elja Radio

Siapa tidak tahu PSS Sleman ?? Salah satu klub terbesar di Indonesia yang berasal dari sebelah timur kota Yogyakarta. Klub sepak bola ini merupakan salah satu klub yang memiliki basis suporter terbesar di Indonesia. Suporter itu bernama Slemania dan BCS (Brigata Curva Sud). Tidak bisa dipungkiri bahwa dimanapun PSS Sleman bertanding, Slemania ataupun BCS yang selalu setia menemani. Di dalam stadion sendiri, banyak cara yang dilakukan untuk mendukung tim kebanggaan mulai dari mengibarkan Giant Flag, menyanyikan chant, bahkan sampai ada yang membuat koreografi bergambarkan elang jawa. Banyak hal unik yang dilakukan Slemania ataupun BCS dalam mendukung tim kebanggaannya, salah satunya yang dilakukan oleh komunitas suporter PSS Sleman yang yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka membuat media komunitas yang bernama Elja Radio. Media komunitas ini berdiri di tahun 2012 yang diinisiasi sendiri oleh mahasiswa- mahasiswi berbagai jurusan yang juga pendukung setia PSS Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka membuat media komunitas

ELJA RADIO

ini karena di tahun 2008-2012 mereka merasa CO penampilan PSS Sleman ini sangat buruk sehingga banyak menyebabkan kegagalan di berbagai pertandingan, dan saat itu juga PSS Sleman juga tidak punya media sendiri sehingga mereka berinisiatif membuat komunitas media yang bernama Elja Radio ini. Elja Radio ini juga berdiri secara independen, mulai dari biaya operasional sampai pendanaan pun dilakukan secara independen dengan cara memproduksi album kompilasi dan juga memproduksi merchandise. Elja Radio ini juga merupakan media pertama yang diinisiasi oleh para mahasiswa untuk mendukung PSS Sleman, setelah itu muncul media-media lain yang juga menjadi pendukung setia PSS Sleman salah satunya bernama Elja TV atau sekarang lebih dikenal dengan PSS TV. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan Elja Radio ini mulai dari membuat merchandise, membuat vendor podcast untuk klub PSS Sleman sendiri maupun untuk BCS, mengadakan acara gigs musik, berkolaborasi dengan media suporter lain, mengadakan pameran virtual, dan masih banyak lagi program-program yang sudah dilakukan Elja Radio ini. Tidak jarang juga

mereka berkolaborasi dengan media-media di negara lain seperti Thailand, Jerman, Swedia, dan India. Pihak klub PSS Sleman ini juga cukup terbuka dengan Elja radio ini, mereka sering berkolaborasi dengan pihak Elja Radio ini. Mereka juga sangat mendukung acara-acara yang diadakan oleh pihak Elja Radio ini. Tetapi suatu ketika pihak klub PSS Sleman pernah mengajak Elja Radio untuk bergabung secara resmi menjadi satu, tawaran itu sudah dilakukan sebanyak 3 kali. Namun dari pihak Elja Radio selalu menolak tawaran tersebut karena berbagai alasan mulai dari menjaga independensi, susah untuk mengkritik manajemen, susah untuk mengkritik federasi, dan susah untuk mengkritik sponsor-sponsor yang melakukan tindakan tidak benar terhadap pihak klub. Tentunya hal ini dilakukan oleh pihak Elja Radio untuk kebaikan PSS Sleman sendiri, mereka tidak mau melihat PSS Sleman kembali gagal dan terpuruk seperti yang dialami pada periode terdahulu. Mereka menginginkan PSS Sleman menjadi tim yang jujur, sportif, dan tentunya lebih professional. Dari sini kita belajar bahwa apapun bisa dilakukan untuk mendukung tim kebanggaan, meskipun kita tidak mendapat keuntungan secara materiil tapi kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa diperhitungkan.

www.instagram.com/eljaradio

PAN E MIG

Sumber Gambar: Akurat.co

MELIHAT KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI

PASCA PANDEMI TERHADAP

OLAHRAGA SEPAKBOLA.

Hampir seluruh orang yang menggemari cabang olahraga ini merasakan kesengsaraan akibat adanya masa Pandemi. Bukan hanya klub yang harus menghidupi orang-orang di dalamnya (Pelatih, pemain, dan staff klub), pelaku usaha merchandise yang pemasukannya anjlok dalam beberapa bulan akhir, maupun investor yang merugi dikarenakan telah mengucurkan banyak dana kepada klub untuk mengarungi musim, namun penggemar olahraga ini juga suntuk karena sudah tidak ada hiburan lagi yang bisa menemani mereka

dalam aktivitas kesehariannya. Hal yang terjadi pada banyak klub top Eropa, yang memberlakukan sistem pembelian tiket dalam satu musim penuh kepada fans nya demi memberikan servis terbaik untuk menonton pertandingan klub kebanggaannya. Mereka para penonton tidak bisa berharap penuh uang yang telah mereka tukarkan dengan tiket masuk stadion, mampu dikembalikan secara penuh oleh klub maupun klub juga tidak bisa memberikan jaminan bahwa uang tiket mampu ditukarkan dengan barang atapun jasa lain yang sesuai dengan harga yang dibayarkan oleh penggemarnya. Otomatis, ini menjadi hambatan klub untuk mampu menjalankan roda perekonomiannya demi tetap menghidupi klub sepak bola nya.

Belum lagi dalam kondisi seperti ini pemain dituntut untuk tetap bugar dengan menjaga pola latihannya di tempat tinggal masing-masing, lalu klub memberikan tanggung jawab kepada pemain untuk membuat laporan melalui fasilitas video call demi melihat pemainnya untuk tetap berlatih. Ya, olahraga ini memang menuntut atlit untuk tetap bugar di setiap waktu, mulai pola tidur, pola latihan, hingga asupan makanan menjadi hal yang patut dijaga untuk tetap dalam kondisi terbaik. Ada beberapa kasus yang tercatat oleh media- media sepak bola di dunia, bahwa beberapa pemain menjadi yang terjangkit karena virus Covid-19 ini. Pemain-pemain top seperti, Daniele Rugani, Blaise Matuidi, dan banyak pemain lainnya yang berlaga di kompetisi Eropa harus menjadi korbannya. Lalu, apakah meraka tidak mampu menjaga pola hidup sehat? Jangan salah sangka, saya yakin klub-klub top dunia memiliki protokol kesehatan khusus untuk menjaga pemainnya atau malah pelaksana liga yang tidak mampu bekerja secara maksimal dalam memperketat tiap-tiap pertandingan dalam kompetisinya? Bisa jadi seperti itu. Melihat kasus seperti ini kita tidak bisa berharap lebih dengan klub maupun pelaksana liga. Melainkan harus ada langkah yang tepat dari Federasi tertinggi sepak bola yaitu FIFA untuk mengambil langkah tepat dan memberikan rekomendasi pada Konfederasi dalam penanganan di sepak bola negara masing-masing.

Bercontoh pada salah satu klub di Indonesia, yaitu PSIS Semarang mereka memberikan jaminan penuh kepada pelatih, pemain dan staff klub nya untuk tetap mendapatkan haknya berupa gaji secara berkala. Lalu, dari gaji

tersebut klub memberikan kebijakan yang disetujui oleh pemainnya untuk memberikan sebesar 30% dari jumlah gaji untuk diberikan kepada pemerintah setempat dalam penanganan Covid-19 di daerahnya. Hal ini yang menjadi perhatian untuk klub-klub di Indonesia yang lain agar mampu meniru kebijakan yang dibuat oleh PSIS Semarang ini. Banyak memang klub yang belum mampu secara mandiri dan kuat secara ekonomi dalam melakukan sistem untuk menghidupi klubnya sendiri. Namun, ini bisa menjadi solusi pula dalam rangka membangun kesadaran kolektif antara klub sepak bola dengan wilayah daerahnya dalam melakukan penanganan virus ini agar tidak semakin menyengsarakan negara nya. Atau, para pemain yang melakukan lelang jersey nya dan memberikan secara keseluruhan hasil penjualannya untuk penanganan Covid-19. Atau bila tidak ada gerakan-gerakan sosial secara eksis maupun masif di dalam pusaran olahraga sepak bola ini, bisa jadi kita akan menunggu waktu yang tidak bisa di prediksi kapan kita akan menononton pemain sepak bola berlaga di rumput hijau.

Sumber Gambar: antaranews.com

FIFA DAN LANGKAH KEBIJAKAN YANG DIAMBIL SELAMA

PANDEMI COVID-19

Berbicara soal kompetisi sepak bola dunia, kita patut memperhatikan kebijakan dari FIFA untuk menanggapi adanya Pandemi ini. Karena tentu dalam polanya, sepak bola mampu menciptakan pola hidup bagi manusia. Entah dalam perekonomian, gaya hidup, hingga karir seorang ‘pelaku' dalam menghidupi dirinya pada olahraga paling populer di dunia ini. Bagaimana klub profesional harus mampu menghidupi timnya untuk tetap memperhatikan gaji pelatih, pemain, dan staff klub selama Pandemi ini.

Tidak bisa dipungkiri faktor pemasukan klub melalui tiket penonton adalah pemasukan inti dalam mengarungi satu musim kompetisi. Lalu, bagaimana pula perusahaan-perusahaan sponsor klub harus gigit jari karena bisa jadi mereka merugi dikarenakan telah menggelontorkan dananya untuk memberikan dana segar kepada klub dalam mengarungi musim kompetisi. Kita bisa melihat pula sektor-sektor usaha formal maupun informal dalam menanggapi anjloknya hasil usaha produksi merchandise nya ketika musim kompetisi harus diberhentikan atau ditunda. Atau naasnya adalah bagi liga-liga

top di dunia yang telah mengarungi laga kompetisinya dengan harus ditunda di tengah jalan. Otomatis mereka merasakan kepanikan dan harap-harap cemas semoga wabah ini lekas menemukan 'obatnya'dan dapat melanjutkan kompetisi.

Kita tidak bisa tinggalkan pula liga resmi di negara kita, bagaimana Liga 1 yang telah melangsungkan 3 laga kompetisi harus gigit jari memberhentikan jadwal kompetisinya. Berbeda kasusnya dengan klub-klub top di dunia yang memberikan kontrak resmi bagi pelatih dan pemain dalam waktu jangka panjang, banyak klub di Liga 1 Indonesia yang memberlakukan kontrak jangka pendek ataupun setahun dalam mengarungi masa kompetisi baik pelatih maupun pemainnya. Menarik bukan sepak bola di negara kita???.

Lantas, kebijakan-kebijakan apakah yang dikeluarkan oleh FIFA sebagai asosiasi tertinggi sepakbola di dunia?. FIFA sendiri mengeluarkan kebijakan melalui Dewan Biro FIFA pada April lalu menanggapi adanya kasus kesehatan yang menjangkit banyak negara dunia dengan usaha untuk mengatasi konsekuensi dari pandemi COVID-19, dan yang meliputi

administrasi FIFA dan Sekretaris Jenderal beserta badan eksekutif puncak dari

semua konfederasi telah dengan suara bulat menyetujui serangkaian rekomendasi setelah pertemuan pertama yang diselenggarakan melalui panggilan konferensi pertemuan. Kebijakan-kebijakan tersebut meliputi; kalender pertandingan internasional pria, kalender pertandingan internasional

wanita, kompetisi dibawah naungan langsung FIFA, peraturan-peraturan

dalam sepakbola, serta pembuatan dana secara global untuk olahraga sepakbola.

Beberapa keputusan-pun kemudian dibuat. Yakni menunda seluruh pertandingan internasional yang berlangsung dibulan Juni 2020, mengatur diskusi bilateral dengan konfederasi mengenai kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 untuk menyelesaikan jadwal pertandingan yang direvisi sambil menunggu perkembangan kesehatan dan keselamatan, memasukkan tanggal baru bagi

Cabang Sepakbola Olimpiade Wanita di kalender pertandingan internasional wanita; dan membuat sub-kelompok kerja pada kalender pertandingan internasional wanita untuk mempertimbangkan kemungkinan perubahan

pada kalender dan tanggal turnamen final FIFA yang ditunda. Tidak hanya itu, FIFA juga menunda gelaran Piala Dunia Wanita FIFA U-20 Panama/Kosta Rika 2020 (semula dijadwalkan pada Agustus/September 2020) dan Piala Dunia Wanita FIFA U-17 India 2020 (November 2020. Mengenai FIFA Futsal World Cup Lithuania 2020 yang semula berlangsung September 2020 akan dijadwal ulang pada akhir April 2020.

Sumber Gambar: Kompasiana.com

Sementara itu, tentang peraturan sepakbola diantarnya mengatur permasalahan ransfer (terdiri dari semua pemangku kepentingan sepak bola utama seperti konfederasi, asosiasi anggota, liga, klub, dan pemain) agar pedoman dan rekomendasi dikeluarkan secepat mungkin yang dilaksanakan secara langsung oleh gugus tugas FIFA. Terakhir, FIFA juga menunjuk salah seorang dari setiap konfederasi guna berkoordinasi dalam membuat dukungan dana secara global untuk olahraga sepakbola. Kelompok kerja yang telah dibuat oleh FIFA melalui setiap Konfederasi akan terus mengadakan diskusi secara teratur dengan mempertimbangkan situasi berkembang selama pandemi Covid-19.

Referensi berasal dari FIFA.COM (2020), What We Do: Football Against Covid-19.

SEBUAH

REFLEKSI

ATAS

PANDEMI

COVID-19

TERHADAP SEPAKBOLA

Sumber Foto: Oklahoman.com

Tidak terasa di negara kita Indonesia, menginjak bulan Juli dalam melalui masa pandemi Covid-19. Terhitung mulai awal bulan Maret hingga memasuki awal bulan Mei lalu Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memberikan sumbangan terbanyak dalam hal penyebaran wabah virus yang awal mula terjangkit di Wuhan, China. Mengerikan, karena sudah 190 negara di dunia merasakan penyebaran virus dalam waktu sekejap. Sebagai awalan di kota Wuhan di akhir tahun 2019, hingga akhirnya mulai menyebar di kawasan benua Eropa, benua Amerika, hingga menuju kawasan timur termasuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Tentunya hal ini merubah kehidupan umat manusia di seluruh dunia, terutama bagi negara-negara yang menjadi lumbung terbanyak penyebaran

virus. WHO (World Health Organization) pada pertengahan Maret menaikkan status virus ini menjadi Pandemi, artinya wabah yang berjangkit serempak dimana-mana atau meliputi kawasan geografi yang luas. Hingga menetapkan 3 kebijakan yang harus dipatuhi oleh negara-negara terjangkit dalam berperan untuk menangani Pandemi ini, yaitu: Lockdown, Work From Home, Social/Physical Distancing, dan New Normal. Meski di tiap negara berbeda dalam mengaplikasikannya, namun esensinya pun tetap sama yaitu mengurangi segala bentuk interaksi secara langsung dan tetap melakukan aktivitas dari dalam rumah. Tentunya hal tersebut merubah polarisasi masyarakat mulai dari komunikasi interaksi, perekonomian, gaya hidup, sosial dan budaya manusia akibat berubahnya kontak sosial tatap muka menjadi tatap muka jarak jauh.

Dari segala kasus yang telah terdampak akibat adanya pandemi ini

mengakibatkan kegiatan ataupun acara yang dalam penyelenggaraannya

menghadirkan kerumunan massa harus rela ditiadakan ataupun dapat ditunda. Bagaimana tidak, dalam penyebaran virus ini sangat kesulitan untuk terdeteksi, gejala-gejala yang ditimbulkan sangat berubah-ubah hingga seseorang dapat merasakan dirinya sedang tidak enak badan atau hal lain yang mengakibatkan daya tahan tubuh drop.

Salah satu kegiatan yang sangat terdampak olehnya adalah kegiatan sepak bola. Cabang olahraga yang sangat digemari oleh khalayak umum ini memang tidak dapat menampik bahwa akan mengundang kerumunan massa ataupun mampu menghadirkan suatu perkumpulan dalam satu waktu. Hingga akhirnya secara tegas, FIFA atau badan federasi sepakbola dunia secara tegas menetapkan kalender sepak bola dunia harus dihentikan!. Bagaimana tidak, kompetisi di seluruh dunia, mulai liga-liga top di kawasan benua Eropa, liga di benua Amerika, Afrika, hingga benua Asia harus dihentikan secara serentak sebagai langkah pencegahan wabah terus menjangkit. Walau hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang telah memulai berjalannya liga, akan tetapi esensi sepakbola yang sesungguhnya belumlah terasa seketika pertandingan itu diselenggarakan tanpa penonton di dalam stadion.

TERIMA KASIH

@SORAKSORAI.ZINE

DROP YOUR STICKER