Baca PDF (OCR): #2 SORAKSORAIZINE

22 halaman · 22 halaman diproses dengan OCR· 22603 ms

Daftar isi
  1. SORAK
  2. SORAI
  3. ZINE
  4. VOL.II
  5. LOKAL
  6. VOETBAL
  7. SORAK
  8. SORAI对
  9. SORAK-SORAI Gelora Volume.2
  10. LOKAL VOETBAL
  11. NHENUNGGU KENBAU BERJAYAMYA
  12. DELTRAS SIDOARJO
  13. sebuah sepak terjang yang patut
  14. permasalahan yang dihadapi Deltras. Sayangnya, berbagai gerakan yang
  15. pernah dilibatkan untuk memberikan
  16. Sejauh ini, pendanaan klub dipegang
  17. SEKTOR-8
  18. “DELTRAS TETAP
  19. ADA DAN TAKKAN
  20. PERNAH
  21. PADAM"
  22. ESTAFET-ESTAFET-ESTAFET-
  23. VOTMAH
  24. PERSIBO
  25. SEPAKBOLA KOTA LEDRE, DAN DUKUNGAN YANG TAKKAN
  26. PERNAH MATI
  27. yang ada disekitar Bojonegoro. Hal ini
  28. yang berarti dukungan, memberikan
  29. dunia sepakbola. Kita bisa langsung
  30. chant suporter didalam tribun kerap kali
  31. COME ON
  32. ANGLING
  33. LEDRE*FINEST
  34. DHAAHA'
  35. SEPAKBOLA GRESIK
  36. MILIK SIAPA [?]
  37. F1HTLORY
  38. PerjalananGU sampai Persegres lah yangsekarang tidak berjalan mulus seperti
  39. Kota Gresik. Akan teapi, permasalahan yang muncul dari
  40. oleh pendukung kepada klun dan
  41. yang memuaskan, mereka
  42. KAMU YANG MANA?
  43. ULTRAS
  44. MANIA
  45. Hekekenk
  46. CASUAL
  47. MADIUN
  48. LOKAL FOOTBALL
  49. Putra-pun sangat
  50. Keberadaan sebuah klub tentu ditunjang
  51. cara GBB dalam merawat dan menjaga
  52. MATARAMAN
  53. IS BLUE
  54. TERIMA KASIH
  55. DROPYOUR STICKER

SORAK

SORAI

ZINE

VOL.II

MEMBANGKITKANSPIRITKLUB LOKALDIKOTAMU

LOKAL

VOETBAL

GRESIK UNITED PERSIBO

SORAK

SORAI对

ZINE

SORAK-SORAI Gelora Volume.2

LOKAL VOETBAL

Membangkitkan Spirit Klub Lokal Di Kotamu

Sebuah zine dengan rubrik sepakbola, yang mem- persembahkan segala hal berkaitan dengan sepakbola baik lokal, nasional, maupun internasional. Sebagai tujuan agar semua orang dapat membaca hingga mengkritisi, guna mencintai dan merawat sepakbola yang lebih baik.

DAFTAR ISI

1 Menunggu kembali berjayanya Deltras Sidoarjo 4 Artwork Poster 5 Sepakbola Kota Ledre, dan dukungan yang takkan pernah mati 9 Sepakbola Gresik milik siapa (?) Artwork Kolase 12 Madiun lokal football 13

NHENUNGGU KENBAU BERJAYAMYA

DELTRAS SIDOARJO

Berbicara sepakbola di Sidoarjo, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) adalah klub yang akan disebut pertama kali olehwarga Kota Delta’. Deltras terbentuk pada 1989.Klub berjuluk The Lobster yang identik dengan warna kebesaran merah ini menjadi kebanggaan tersendiri warga Sidoarjo dalam sepakbola. Pada era-Liga Super Indonesia, eksistensi Deltras mampu bersaing dengan klu-klub besar di JawaTimur macam PersebayahinggaArema, bahkan dengan klub besar nasional lainnya. Merupakan

sebuah sepak terjang yang patut

dibanggakan bagi seluruh masyarakat

Sidoarjo. Sayangnya, setelah terdegradasi dari ajang Liga Super Indonesia pada musim 2011/2012, sepak terjang Deltras semakin terbenam. Puncaknya, tahun ini Deltras harus bermain di Liga 3. Itupun juga harus melalui tahap zona regional JawaTimur lebih dahulu.

Ditahun ini (2019), Deltras berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Klub ini serasa hancur-lebur. Kurangnya support yang diberikan oleh pemerintah daerah pada Deltras, serta masalah internal yakni masih menunggak hutang membuat investor tidak berani mengambil alih pengelolaan Deltras. Alhasil, Deltras kesulitan dana untuk mengikuti kompetisi. Menanggapi kondisi itu, para kelompok suporter Deltras seperti Deltamania hingga

melakukan movement atas

permasalahan yang dihadapi Deltras. Sayangnya, berbagai gerakan yang

diinisiasi oleh suporter The Lobster terbentur oleh berbagai kendala. Manajemen selalu membatasi pihak suporter untuk memberikan kritikan menyikapi kondisi klub kebanggaannya. Puncaknya, mereka melakukan demo secara besar-besaran di kantor bupati jelang bergulirnya kompetisi. Dalam proses seleksi pemain-pun, pihak suporter tidak

pernah dilibatkan untuk memberikan

saran maupun masukan. Pemilihan pemain diambil alih secara menyeluruh oleh pihak manajemen.

Sejauh ini, pendanaan klub dipegang

secara langsung oleh Bupati. Pihak suporter hanya sebatas membantu untuk mengelola klub seperti pengadaan perlengkapan latihan pemain dan lain sebagiannya. Keterbatasan yang dialami oleh para suporter setia Deltras tidak membuat mereka lantas diam saja.

SEKTOR-8

Curva Nord Delta berinisiatif untuk

Melalui acaragigs musik yang diselenggarakan oleh beberapa sub-elemen pendukung Deltras, mereka kerap menyuarakan kepedulian terhadap kondisi klub Deltras. Selain itu, juga membuat mural diberbagai sudut kota Sidoarjo sebagai bentuk keresahan yang dihadapi oleh Deltras. Sebagai pemain ke-12’, tentu kelompok pendukung Deltras berharap tunggakan hutang yang dialami oleh Deltras segera terselesaikan. Terlebih dari itu, Deltras kembali mampu untuk bermain lagi dikasta teratas sepakbola nasional.

“DELTRAS TETAP

ADA DAN TAKKAN

PERNAH

PADAM"

ASLI KULTUA LOKAL TRADISILAMA YANG MASIH ADA DAN TETAP SAMA

ESTAFET-ESTAFET-ESTAFET-

OLD VS NEW

VOTMAH

PERSIBO

SEPAKBOLA KOTA LEDRE, DAN DUKUNGAN YANG TAKKAN

PERNAH MATI

Embrio sepak bola di Jawa Timur sangatlah besar, tiap kota setidaknya memiliki lebih dari dua klub baik yang berlabel “plat merah” maupun swasta. Tanpa terkecuali klub sepak bola asal “Kota Ledre” yang lahir pada tahun 1949, yakni Persibo Bojonegoro. Persibo merupakan klub kebanggan kabupaten yang terkenal sumber daya alamnya yaitu migas. Saat mencapai masa kejayaannya, klub ini sangat ditakuti,

  • dan cukup disegani oleh klub-klub di
    Indonesia jika akan berhadapan dengannya, tanpa kecuali klub-klub dari kasta tertinggi di liga Indonesia. Prestasi yang pernah diraih cukup membanggakan salah satunya adalah gelar juara Piala Indonesia 2012. Gelar tersebut membuat Persibo tampil mewakili Indonesia dalam ajang AFC Cup. Tentu sebuah hal yang membanggakan jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten

yang ada disekitar Bojonegoro. Hal ini

membuat Persibo dijuluki sebagai "The Giant Killer". Rasanya pantas jika Persibo menjadi identitas yang kuat bagi masyarakat Bojonegoro khususnya bagi para penggemar sepak bola di kabupaten ini.

Penggemar sepak bola saat ini meyakini, bahwa kesuksesan sebuah klub sepakbola harus memiliki komponen-komponen yang baik dan sehat didalamnya. Salah satu komponen tersebut adalah keberadaan suporter. Suporter berasal dari kata support

yang berarti dukungan, memberikan

dukungan dalam bentuk apapun baik moril maupun materil. Menjadi pendukung bukan berarti harus jadi pemain kedua belas yang selalu berdiri dipinggir lapangan sambil bernyani dan berteriak lantang untuk kebangaan mereka. Juga ada pula pendukung yang hanya bisa membeli tiket dan hanya duduk didalam stadion sembari menikmati jalannya pertandingan. Adapula yang justru lebih memilih untuk menonton pertandingan

klub yang mereka banggakan dari rumah dengan siaran televisi.

Diawal tahun 2000-an klub ini mempunyai pendukung setia yang sangat fanatik bernama Boromania. Hingga kini, eksistensi mereka sebagai kelompok mempertahankan culture mania juga masih terlihat di sisi selatan gawang serta tribun bagian timur kandang Persibo, Stadion Letjen. H. Soedirman. Seiring berjalannya waktu, masuknya berbagai terraces culture dari negara-negara Eropa lambat-laun menjadi infulence dunia suporter dikota ini. Semakin majunya teknologi hari ini mempermudah untuk mengakses berbagai hal yang ingin diketahui termasuk dalam

dunia sepakbola. Kita bisa langsung

mengetahui tentang klub favorit, hingga apa saja yang dilakukan oleh pendukungnya mulai dari perilaku hingga ke pergerakannya.

Di Bojonegoro sendiri jika berbicara mengenai passion serta gairah dalam sepak bola, tentu tidak diragukan lagi. Karena sepak bola merupakan hiburan yang paling ditunggu untuk ditonton setiap akhir pekan. Generasi baru pendukung Persibo juga terus tumbuh tanpa harus “membunuh” para pendahulu yang mulai rapuh. Berbagai terraces culture yang ada mulai ultras, casual, maupun mania bisa jalan

berdampingan meski terkadang ada sedikit pandangan yang berbeda. Namun, semua itu adalah proses mereka untuk mencintai daerahnya lewat sepak bola. Suporter memiliki daya tarik tersendiri, membuat orang yang tidak suka sepakbola menjadi lebih suka, jika sudah suka akan dibuatn semakin jatuh cinta, terutama cinta pada

chant suporter didalam tribun kerap kali

dipertunjukan, diringi tabuhan pemain perkusi ditambah kibaran bendera yang besar, belum lagi jika psywar sudah terlontar, membuat seluruh stadion bergemuruh, dan permainan dilapangan semakin menggebu. Sebut saja Drago Tifoso, mereka adalah kelompok suporter berpaham ultras berisik dan atraktif yang berada di plengkung sebelah utara belakang gawang Stadion Letjen H. Soedirman. Anggotanya lumayan banyak, berasal dari distrik (baca: wilayah) penjuru Kabupaten Bojonegoro. Selain menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Italy dalam setiap chants yang dinyanyikan, mereka juga menggunakan Bahasa Jawa. Meski culture aslinya berasal dari Eropa, mereka masih bangga dengan kearifan lokal mereka sebagai orang Jawa. Diluar

pertandingan mereka juga sering mem-Persibokan’ masyarakat. Dengan membuat gigs musik, forum diskusi, hingga membuat mural tentang persibo disudut kota hingga ke pelosok desa. Diantara kelompok ultras dan mania juga terdapat kelompok lain pendukung setia Persibo. Mereka tidak pernah mengklaim dirinya sebagai casual, ultras

mereka "football isn’t just a life style, but its a way of life" bebas dalam menggunakan gaya apapun baik saat mendukung Persibo didalam stadion maupun ketika menjalani kehidupan diluar hal sepakbola. Style yang berbeda membuat banyak orang tertarik untuk berkumpul dengan mereka secara lambat-laun. Namun sekali lagi, tiada niatan untuk mencari sebuah eksistensi dari kelompok yang umumnya mengangkat chants ala hooligan Inggris ini. Bagaimana- pun yang utama adalah mendukung Persibo dengan loyalitas dan totalitas mereka bagi kebangaan mereka.

Semua masyarakat kota ini masih memiliki angan dan keinginan EELOER yang sama, melihat Persibo

POLRES BOJONEGO PSSIJATIM sebuah klub. Koreo dan atau mania. Menurut

Lkembali berjaya dan ditakuti seperti dulu lagi ketika berlaga. Walaupun bermain dikasta manapun. Tidak peduli lagi darimana kamu berasal dan bagaimana gaya dukunganmu, akhirnya hanya ada sebuah kalimat yang pantas untuk diucapkan.

COME ON

YOU

ANGLING

LEDRE*FINEST

DHAAHA'

SEPAKBOLA GRESIK

MILIK SIAPA [?]

Sepakbola merupakan hiburan bagi masyarakat kita, tak lepas kota dari ujung utara jawa timur. Gresik salah satu kota kecil serta memiliki tren sepakbola yang luar biasa, banyak kita kenal seperti Petrokimia Putra yang pernah mendapatkan gelar juara Liga Indonesia saat mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-1. Dengan istilah kota Industri, pekerjaan masyarakat Gresik masih bisa dikatakan sebagai buruh pabrik. Mereka dipaksa untuk bekerja tanpa henti demi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Layaknya masyarakat kota/kabupaten lain

F1HTLORY

FOR,

yang juga membutuhkan hiburan tatkala penat dan jenuh melanda akibat kesibukan pekerjaan, masyarakat kota ini-pun sama. Ya, sepakbola merupakan salah satu hiburan yang mendominasi di kalangan masyarakat Gresik. Sama halnya dengan masyarakat Inggris pada umumnya, sepakbola sudah menjadi hiburan dikala mereka penat dengan segala aktivitas pekerjaan mereka.

dinamika Berbicara mengenai sepakbola Gresik, tak lepas dari peran Petrokimia Putra dan tim Perserikatan Persegres Gresik. Petrokimia Putra lahir pada

tahun 1988 sedangkan Petrokimia Putra dan Persegres Persegres Gresik lahir Gresik melebur menjadi satu. pada 1963, terlihat bahwa

PerjalananGU sampai Persegres lah yangsekarang tidak berjalan mulus seperti

menjadi klub tertua di yang dibayangkan, banyak

Kota Gresik. Akan teapi, permasalahan yang muncul dari

perlu diketahui bahwa mmwmco.com dalam Internal Klub. Permasalahan performa Petrokimia lah itu muncul ketika pihak dari Internal klub yang paling mendominasi di sepakbola merubah nama Gresik United menjadi Indonesia Semua itu tidak berjalan lancar, Persegres GU. Banyak ketidak sepakatan dari Performa tersebut harus berakhir di akhir kalangan suporter GU dengan perubahan tahun 2003 dan petrokimia harus puas nama tersebut. pada akhirnya mereka terdegradasi ke divisi utama liga Indonesia. menyuarakan keresahan mereka dengan Pada akhir tahun 2005 keresahan yang memasang spanduk-spanduk yang dimiliki oleh para pecinta sepakbola Gresik bertuliskan kritikan kepada manajemen dan diluapkan dengan aksi turun jalan ke kantor pada pemiliki klub. Banyak elemen suporter Bupati. Aksi tersebut akhirnya menuai hasil yang memiliki keresahan tersebutb dan yang positif, sepakbola Gresik sudah kembali diutarakan dengan gaya dan cara mereka lagi dengan tampilan yang baru. Gresik masing-masing. United menjadi simbol dari sepakbola Gresik, hal tersebut di sepakati bahwaHal tersebut mencapai titik terendah klub dalam dua tahun terakhir langsung terjun bebas ke kasta ketiga sepakbola Indonesia (Liga 3 pra Nasional). Performa yang menurun dari klub Persegres GU membuat suporter semakin menjadi-

Keputusan itu membuat semua masyarakat pecinta sepakbola Gresik bersujud syukur yang menandakan rasa bersyukur kepada tuhan yang maha esa, telah

jadi. Kritikan semakin kencang disuarakan

oleh pendukung kepada klun dan

management. Pada titik akhir para suporter akhirnya menggelar aksi pertama, yaitu turun kejalan ke kantor DPRD untuk menjadi jembatan para suporter kepada management dengan permasalahan yang ada di klub. Aksi pertama, tidak menuai hasil

yang memuaskan, mereka

pulang dengan rasa kecewa karena selalu tidak diberi kepastian dari management mengenai kondisi tim yang semakin hari semakin memburuk. Dengan tidak adanya kepastian dari management mengenai aksi yang pertama, para suporter membuat aksi jilid dua dengan sasaran yang sama dan tuntutan yang sama yaitu mengembalikan GU kepada masyarakat Gresik (?). Aksi berjalan lancar, mediasi dilakukan oleh DPRD dengan mempertemukan suporter dan juga pihak management dengan tuntutan yang di bawah oleh kawan-kawan suporter. alhasil telah menunggu lama keputusan sudah bulat, bahwa sepakbola Gresik kembali ketangan masyarakat Gresik kembali.

mengembalikan hiburan masyarakat tersebut kepada masyarakat. Penantian yang lama akhirnya terbayar sudah. Tidak berhenti disana, para suporter pun harus tetap mengawal proses yang akan dilakukan oleh Pengurus yang baru. Karena pada dasarnya semua harus transparan dan jelas, jika dua hal tersebut saya sudah tidak dimiliki maka bisa dibilang sama saja. sepakbola Gresik masih dimiliki segelintir orang, hanya saja dengan orang yang berbedah.

Merdeka!!

BANYAK CARA DALAM MENDUKUNG TIM KEBANGGAAN

KAMU YANG MANA?

ULTRAS

MANIA

Hekekenk

Heinel

CASUAL

HOOLGAN

MADIUN

LOKAL FOOTBALL

Di kota ini, pusat industri kereta api nasional dibuat. Jikalau mengerti mengenai silat, tentu dikota ini pula berbagai macam perguruan berdiri. Beberapa yang kondang ditelinga masyarakat seperti PSHT, Winongo, maupun Kera Sakti didirikan disini. Dalam segi kuliner, keberadaan pecel seolah melekat menjadi identitas kental untuk kota ini.

Madiun, sebuah kota di wilayah selatan Jawa Timur (Mataraman). Lantas, bagaimana dengan dinamika sepakbolanya

(?). Terbagi dalam dua wilayah administratif (kota dan kabupaten), membuat sepakbola
Madiun ikut terbelah. Jika di kabupaten terdapat Persekama, maka Madiun Putra FC dan PSM Madiun sebagai klub representasi kota. Kiprah ketiga klub inipun juga berbeda. Persekama tahun ini tidak berkompetisi. Sementara PSM Madiun -salah satu klub pendiri PSSI- kembali hidup dan berkompetisi dalam Liga 3 Jawa Timur tahun ini. Untuk Madiun Putra sendiri tahun ini juga tidak berkompetisi setelah beberapa tahun kebelakang selalu menjadi wakil Madiun di kancah sepakbola nasional. Memang secara histori, PSM lebih dikenal oleh para pecinta sepakbola nasional. Namun, Madiun Putra-lah yang justru dalam

beberapa tahun selalu membawa nama “pemain ke-12’. The Mad Mania dan Great
Madiun ketika berkompetisi. Secara prestasi, Bull Boys adalah dua kelompok suporter setia
antara yang selalu hadir ketika Madiun
dengan Madiun Putra berlaga. Secara culture,

PSM

Putra-pun sangat

timpang. Walau merupakan klub pendiri federasi, sayangnya tidak ada prestasi yang dapat diraih oleh klub ini. Sebaliknya, meski terkenal sebagai klub yang terbentuk tahun 2009, tidak sedikit prestasi yang telah diraih. Keberhasilan promosi ke Divisi I tahun 2010 diikuti pula raihan gelar Piala KONI Jatim ditahun yang sama. Bahkan tampil membawa nama Madiun dalam Divisi Utama membuat klub ini tidak lagi dapat dipandang sebelah mata.

dan style keduanya memang berbeda, tetapi rasa cinta dan setia pada klub kebanggaan takkan pernah terganti. Terbukti ketika Madiun Putra tahun ini tidak mengikuti kompetisi. GBB dengan lantang bersuara menyikapi kondisi klub ini. Layaknya Kota Manchester di Inggris yang memiliki dua klub dalam satu kota, Madiun- pun demikian dengan adanya PSM dan Madiun Putra. Kembalinya PSM direspon baik oleh warga Madiun, demikian pula GBB dan The Mad Mania. Tetapi, disayangkan sekali ketika dukungan dari berbagai kalangan hanya ditujukan kepada satu klub saja. Tentu hal yang tidak adil rasanya, dan itu yang dirasakan bagi suporter Madiun Putra. Alangkah baik jika kedua klub ini bisa saling berjalan berdampingan guna mengikuti kompetisi.

Kondisi ini membuat banyak pendukung Madiun Putra dengan sekejap beralih pada PSM. Memang, setelah sekian lama vakum PSM layak untuk diperjuangkan kembali agar bisa berkompetisi. Namun jangan lupakan Madiun Putra. Ya, ketika tidak ada kehadiran Madiun Putra yang membawa

Keberadaan sebuah klub tentu ditunjang

pula dengan kehadiran suporter sebagai

nama Madiun di sepakbola nasional tentu tidak akan pernah ada pula The Mad Mania hingga GBB. Takkan ada pula dinamika sepakbola di Madiun. Terbentuknya Madiun Putra menjadi titik awal para pendukung sepakbola Madiun belajar, serta memahami arti mencintai sepakbola sesungguhnya. Cinta mereka tak akan pudar, bahkan terganti!!!

Madiun Putra adalah cinta pertama’ The Mad Mania dan GBB dalam sepakbola. Bagi GBB sendiri, klub ini telah menjadi sebuah kebanggan kota’. Kebanggan Kota Madiun dalam hal sepakbola khususnya. Setidaknya itulah yang mereka tanamkan pada para generasi muda penerus dimasa yang akan datang. Ketika tahun ini tidak berkompetisi, tidak serta-merta mereka juga tertidur lelap tanpa dukungan.

Dukungan tetap mereka dengungkan, membuat forum diskusi, membuat mural Madiun Putra di berbagai sudut kota, hingga acara gigs musik sebagai wujud rindu mereka yang tidak tertahankan melihat kondisi klub hari ini. Mural sebagai pertanda jika Madiun Putra belum mati dan gigs musik bertajuk GFM yang rutin diadakan tiap tahun menjadi

cara GBB dalam merawat dan menjaga

kebanggan mereka, Madiun Putra. Yang lebih penting, menyadarkan warga Madiun untuk tidak melupakan Madiun Putra!!!. Madiun Putra bukanlah klub kemarin sore, namun Madiun Putra merupakan sebuah kebanggaan. Baik The Mad Mania maupun Great Bull Boys masih memiliki angan yang sama, melihat kembali Madiun Putra berlaga di kompetisi nasional. Bahkan bisa menembus kasta teratas liga seperti yang telah dilakukan klub-klub lain.

MATARAMAN

IS BLUE

TERIMA KASIH

@SORAKSORAI.ZINE

DROPYOUR STICKER