KEJADIAN DAN MASALAH
PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEJADIAN DAN MASALAH
oleh
PRAMOEDYA ANANTA TOER
Dimuat di majalah Siasat
No. 295 • Th. VII • Januari 1953
Sumber Transkripsi
Ditranskripsi dari lampiran skripsi
Krisis Kesastraan Indonesia Modern Tahun-Tahun 50-an dan Relevansinya dengan Sejarah Sastra Indonesia Modern Saat Ini
oleh
Fransiska Domas Ngatini
Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
1999
2026 MasasilaM • CC BY-SA 4.0
Berdasarkan arsip dari: Karunia Haganta (about:blank)
Gambar sampul: Woman Meditating, karya John Baptist Jackson, after Parmigianino
MasasilaM mengandalkan partisipasi kawan-kawan pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui [email protected].
MasasilaM
masasilam.com
KEJADIAN DAN MASALAH
KESULITAN UTAMA dalam dunia kesusasteraan dewasa ini seungguhnya adalah lanjutan belaka dari kesulitan yang sudah. Kesulitan begitu meluas antara para peminat kesusasteraan, penyelenggara, yakni para penerbit dan redaktur, serta juga di antara para pekerya kesusasteraan sendiri yakni para pengarangnya. Mula-mula kesulitan ini ditimbulkan karena kesembronoan, karena memperlakukan kesusasteraan dengan tiada keyitanta yang mendalam, sehingga dengan demikian tidak mengakibatkan buah renungan yang medalam pula.
Penyelenggara kesusasteraan yang tidak bisa mengenali nilai takkan mungkin bisa membedakan tulisan mana yang harus disiaran atau tidak, dan juga tidak bisa membedakan mana yang bernilai dari yang tidak. Mengenal tiap huruf belum berarti bisa membaca, dan bisa membaca belum pula berarti bisa mengerti. Dan dalam dunia kesusasteraan, mengerti tiap kata yang dibacanya belum tentu dapat menangkap jawa tulisan yang diciptakan oleh pengarang. Dan untuk bisa menangkap jawa-tulisan ini seorang pembata harus memperlengkapi dirinya dengan saling-mengerti dengan kehidupan manusia pada umumnya dan kehidupan kerohanian khususnya.
Hingga di saat ini tidak jarang terjadi suatu malahan memuat tulisan kesusasteraan yang bernilai di samping tulisan kesusasteraan yang samasekali tidak berarti. Bahkan kadang-kadang seorang redaktur kesusasteraan dalam kegelapannya menolak suatu hasil kesusasteraan yang bernilai tetapi yang ia tidak mengerti, dan dianggapnya pula pembacanya pun tidak mengerti pula. Atau sebaliknya seorang redaktur kesusasteraan dalam kegelapannya menerima segala tulisan yang ia tidak mengerti, karena tulisan yang demikian adalah tinggi nilai menurut prasangkannya.
Dalam apangan pengajaran, kesulitan demikian tidak pula terkecualii. Kesubyektivitetai seorang guru menghantarkan pengertian yang lebih baik dan luas tentang kesusasteraan. Hingga dewasa ini boleh dikatakan sudah lazim seorang guru kesusasteraan tidak sanggup melihat konyataan kesusasteraan., sehingga dengan demikian timbulah seorang guru kesusasteraan, yang juga pengarang hayya mengajaran tulisan-nya, belaka kepada murid-muridnya, dan dengan sadar atau tidak minta kepertiyakaan dari murid-muridnya bahwa tiuma dirinyalah pengarang yang, patut diharga! Selain itu tidak pula jarang terjadi seorang guru kesusasteraan hanya mengajaran buah pena pengarang yang menjadi favoritennya, baik pengarang angkatan lama, angkatan baru Ataupun angkatan perjuangan. Tindakan demikian sugguh mengakibatkan kerusakan pada keseluruhan dunia kesusasteraan.
Pernah pula terjadi seorang pengarang lama menulis dalam sebuah malahan, bahwa ia tidak mengerti tulisan pengarang sekarang, dan waktu anaknya disuruhnya menulis dengan bahasa dan maksud yang ko-car-katir (yang memurat pendapatnya demikian tulisan pengarang sekarang), tulisan itu diterima dan dimuat oleh sebuah malahan, sedang tulisan-nya sendiri yang dianggapnya telah baik dan sempurna ditolak mentah oleh redaksi. Seorang pengarang tua lainnya yang hingga saat ini masih mempunyai nama yang gigil-gemilang dalam dunia kesusasteraan Indonesia menyambat tulisan skhabatnya itu dengan girangnya, barangkali karena tulisannay pun pernah mengalami penolakan seperti sahabatnya itu. Tentu saja mereka yang telah yadi pedikuit kedua pengarang itu mengilakan. Tetapi ditinjau dari ‘jurusan’ yang sewajaryna timukan demikian tidaklah seharusnya. Dalam dunia kesusasteraan nilai dari karangan itulah yang jadi ukuran, tetapi bukanlah kegemilangan nama seseorang pengarang.
Apabila kesulitan-kesulitan demikian ada pada seorang pengarang ternama dan para guru kesusasteraan, maka kesulitan-kesulitan itu dengan sendirinya akan mempunyai nafas yang panjang sekali.
Kesulita-Kesulita dalam dunia kesusasteraan yang kini sudah umum itu sesungguhnya hanya disebabkan oleh suatu hal yang sederhana, tetapi merupakan akibat buruk yang sangat luas. Hal ini ialah tenaga mengenal dan membedakan mana accident dan mana probleem, maka kejadian dan mana masalah. Buku-Buku yang hanya mati pada accident belaka jauh berbeda sifat dan gayanya daripada buku-buku yang bernufaskan masalah. Yang hanya berkisar pada accident, pada kejadian, menjadi buku sensasi atau avontuur, dan yang bernafaskan masalah menjadi buku berat. Kejadian adalah gerak lahir dan masalah adalah gerak kerohanian. Kejadian mengakibatkan ketegangan dan masalah menimbulkan dunia pikiran, dunia filsafat.
Tenaga mengenal dan membedakan ini merupakan kunci wasiat dalam menghadapi hasil kesusasteraan. Dengan tiada kunci ini orang akan terlibat-libat dan kehilangan pegangan.
Buku-Buku Gorki seperti Masa Kanak-Kanak, Burung Albatros Muda, Sang Ibu, Musim Panas dan sebagainya adalah jalinan yang seimbang antara accident dan probleem, antara kejadian dan masalah, antara kejadian dalam masyarakat penindasan dan masalahan kehidupan manusia dalam masyarakat penindasan. Buku-Buku Gide seperti Kembalilah Dia Si Anak Hilang, Haji, Pemalsu Uang dan sebagainya lebih cenderung pada probleem daripada accident. Buku-Buku Karl May adalah buku-buku kejadian, accident dan tidak berisikan masalah, probleem. Gitanyali, Di dalam Dan Di luar Lingkungan Rumahtangga, Menantikan Surat Dari Raja karangan Tagore lebih cenderung pada masalah daripada kejadian. Demikian sekedar contoh mana yang masalah dan mana yang kejadian.
Untuk menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan dalam dunia kesusasteraan dewasa ini dan untuk waktu-waktu selanyutnya sikap memandang gampong kesusasteraan itu selayaknya diganti dengan sikap yang bersungguh-sungguh. Dan Sekalipun tenaga mengenal dan membedakan mana accident dan mana probleem itu sebuah kunci wasiat yang sederhana, ia tidak mudah dimiliki hanya dengan memandang enteng kesusasteraan dan mengabaikan kesungguhan.
CC BY-SA 4.0
Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan CC BY-SA 4.0 ini hadir untuk membuka kemungkinan.
E-book ini merupakan hasil digitalisasi dan penyuntingan, tanpa klaim kepemilikan atas materi aslinya.
Seluruh kontribusi dalam edisi ini—termasuk digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—dilepaskan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).
Pemegang hak cipta atas materi dalam e-book ini yang keberatan atas penggunaannya dipersilakan menghubungi [email protected] untuk peninjauan lebih lanjut.
Upaya ini dilakukan semata-mata demi memperkaya khazanah literasi, mendukung pelestarian, dan membuka akses seluas-luasnya agar isi dalam e-book ini dapat dibaca, dinikmati, sekaligus dipelajari.