Baca PDF (OCR): Submisi Zine S03/05

68 halaman · 17 halaman diproses dengan OCR· 10012 ms

Daftar isi
  1. y ou can't trust
  2. 5U6m:5:
  3. ZINE
  4. Submisi Zine | Musim Ketiga
  5. Submisi Zine | S03/05/OKT-2022
  6. SFOEBILBOFLTQFLUBTJNVEBO
  7. TFMBNBU NFOJLNBUJ QFSKBMBOBO
  8. Apa bars terbaik dari Homicide menurut Anda sendiri sebagai pengarangnya? Kenapa?
  9. Apa bars terburuk dari Homicide yang membuat Anda sendiri kesal apabila mendengarnya?
  10. Beralih dari Homicide, proyek bermusik terkini apa yang sekarang sedang dan akan digarap oleh Anda?
  11. Dari pekerjaan menggarap musik dan menggarap desain, mana yang lebih Anda nikmati prosesnya?
  12. alasan Anda selalu bersemangat dalam pergerakan aktivitas kolektif yang bersinggungan dengan masyarakat?
  13. rakyat mengganggu Anda? Apakah Anda peduli dengan image kiri-kanan ini?
  14. Kembali ke sisi kreatif. Dari mana inspirasi kreatif Anda datang?
  15. “Mengubah dari dalam” apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut?
  16. BLVEBO LBNV CFSUFNBO
  17. TFQJ
  18. Adit | @rhnaditya
  19. KESUNYIAN
  20. Meagheninéa cipta mal..
  21. Arkais Artistik Terapis. Berdiri sejak tidak ada bangku.
  22. QVBO TFQJ
  23. QVBO
  24. TFQJ
  25. Mengapa kau selalu memakai semua barang dariku bila kita ingin
  26. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku ini adalah ratu jalangmu;
  27. Yes! Please, do that, honey!
  28. membuatmu menjadi milikku selamanya!
  29. Siap!
  30. Allison Ann
  31. TFOEJSJ CVLBO CFSBSUJ
  32. BO LFTFQJ
  33. TFOEJSJ CVLBO CFSBSUJ
  34. BO LFTFQJ
  35. ketika ada di dalam lift. sendirian. berkendara malam hari. sendirian. tidur. sendirian.
  36. Panjang umur black international Panjang umur anarki.
  37. web sea.theanarchistlibrary.org untuk dibaca secara daring, atau tautan unduhan PDF di situs web darknights.noblogs.org dan
  38. acforfree.noblogs.org. - Rudal Jelajah)
  39. Redaksi Juli 2020
  40. selengkapnya silakan kunjungi IG: @semerdeka_zine
  41. mengetik dalam sepi
  42. Ariavico Junaedi
  43. IG: @micko.cok.bandung | TW: @Pemakan_Permen
  44. TFQJEJ LPMVNCBSJVN
  45. 5IF -POFMZ #SBWF
  46. Bagiku kita tidak benar-benar merasakan kesepian.
  47. R | IG: @dead_lawmen
  48. PROPHETS OF LONELINESS
  49. But why?
  50. PROPHETS OF
  51. LONELINESS
  52. Think about it this way:
  53. Asura | IG: @falsewisdom
  54. UFSCFMJU
  55. rest in pride
  56. Andrian DinataXDepartemen Penyesatan R1 IG: @andriandinata137
  57. Enki | IG: @anu.elohim
  58. BLVLFTFQJBO NBLBBLV CFSTFMJOHLVI
  59. EFOHBO LFSBNBJBO
  60. UJHBQBHJ
  61. BLVLFTFQJBO NBLBBLV CFSTFMJOHLVI
  62. EFOHBO LFSBNBJBO
  63. Silence is Betrayal.
  64. Kuda-Man | TW: @navajo_casava
  65. LVCVSBO OBOTFQJ NFOKFMBOH
  66. LJBNBUbertempat di kuburan
  67. el baron ( bocah rada oon)
  68. IG: @sonnydzulfaqeer | TW: @muhshonhaji
  69. Single Perdana dari Pulau Dewata
  70. The Things that Shaped us Together: Sebuah kompilasi untuk generasi berikutnya
  71. re:NAN-Gorgon A Requiem for the Cat
  72. Bersedih dengan Medium yang Pantas: Ghost Fever-Night Flight (Single)
  73. Ikan Terbaru di Lautan Shoegaze yang Bernama Glazed dari Contemporary Art
  74. Overcome dari EP Terbaru Devdan, Awaken: Bukan untuk Hati yang Lemah
  75. MALP<3
  76. POLICIA
  77. W/E KEEP US SAFE
  78. W心Y
  79. NOEBAD PROTESTORS N0 GOOD COPS
  80. ABOLISH POLICE ABOLISH PRISONS
  81. HARIKIAMAT
  82. HARI
  83. KIAMAT
  84. KIAMAT
  85. ChOOSE YOURFIGHCER
  86. mudah-mudahan sih ga ada ya~

y ou can't trust

5U6m:5:

ZINE

EDISI KELIMA

OKT

MUSIM KETIGA -sepi-

halaman kosong ini,
masih disengaja....

Submisi Zine | Musim Ketiga

੩͔ͳ

(se-pi)

Submisi Zine | S03/05/OKT-2022

edisi kelima di musim ketiga. matahari masih saja betah terbit dari timur.

teman-teman, selamat datang di SUBMISI ZINE, a zine you cant trust. sebuah media ala kadarnya yang (sampai sekarang masih) bersedia menampung segala keluh kesah, dan siap menanggung beban isi kepala para kontributor yang berada di sini.

seluruh isi dalam zine ini sepenuhnya adalah opini pribadi para kontributor. semoga kalian berani bertanggung jawab atas segala opini kalian, karena kami tidak peduli.

silakan kirim karya gambar, tulisan, puisi, ocehan, keresahan, ide, gagasan, solusi, resensi musik, film, dan lain sebagainya ke email: [email protected]

tegur sapa dan caci maki bisa dialamatkan ke twitter: @submisi_zine atau instagram: @submisi

penyunting isi: kusmartono aji penata letak dan perancang sampul: @joeyaholic kontributor: terlampir di setiap submisi

kalian dapat menyalin, menyebarluaskan kembali, menggubah, dan membuat turunan dari materi zine ini untuk kepentingan apapun, selama kalian mencantumkan identitas kontributor yang sesuai, dan menyatakan bahwa ada perubahan yang dilakukan (jika ada).

sekali lagi, jangan terlalu banyak berharap. hidup tidak begitu istimewa, apalagi isi zine ini.

tidak ada daftar isi dalam zine ini . . . biasakanlah

SFOEBILBOFLTQFLUBTJNVEBO

TFMBNBU NFOJLNBUJ QFSKBMBOBO

JOJ

m4t4mu 4d4l4h r1mb4 y4ng s3p1
& d1ng1n s3b4b
d1 s4n4 d1 jur4ngny4 t3rjun sud4h h4t1.

@evermorepeaceful

TVCNJTJ
JOUFSWJFX IFSSZ TVUSFTOB Kami mengirimkan transkrip wawancara ini di tahun 2021. Setahun berlalu, inilah jawaban dari bapak hip hop se-jawabarat. Berapa banyak moniker yang dimiliki seorang Herry Sutresna, baik dari yang resmi dan yang tidak. Mana yang paling disukai, dan kenapa kepikiran punya moniker seperti itu? Yang saya niatin hanya satu; Morgue Vanguard. Itu nama alias di hip hop, standar itu sih. Tiap MC sejak dulu udah tradisinya punya nama alias. Bahkan nama Ucok itu bukan saya yang bikin, itu dulu temen pas SMP yang manggil saya begitu, udah berusaha saya robah tapi tetep dikenalnya begitu. Ya sudah, lama-lama ikhlasin aja. Apalagi jadi Ucok Homicide, saya ga pernah punya pikiran buat bikin nama itu. Homicide sudah resmi bubar, apakah sempat bosan nama anda selalu disandingkan dengan grup tersebut hingga saat ini? Udah lama bubar, 2007. Karena dari awal udah gak suka tapi harus diterimain, maka sampe sekarang juga gak pernah saya pikirin. Bosan sih ngga, cuman meski seringnya kalo ada orang nulis di flyer acara atau di kredit apapun pake nama itu suka saya suruh ganti. Karena itu bukan kepengen saya.

Apa bars terbaik dari Homicide menurut Anda sendiri sebagai pengarangnya? Kenapa?

Susah kayaknya. Terlalu banyak bars favorit saya. Tapi yang paling personal dan secara keseluruhan (teknis, silabel, dsb) mewakili kayaknya empat bars pertama lagu Membaca Gejala Dari Jelaga.

Matahari terlalu pagi mengkhianati
Pena terlalu cepat terbakar
Kemungkinan terbesar sekarang,
memperbesar kemungkinan pada ruang
Ketidakmungkinan
Sehingga setiap orang yang kami temui
Tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan
Untuk berkata tidak mungkin

Apa bars terburuk dari Homicide yang membuat Anda sendiri kesal apabila mendengarnya?

Bars Homicide atau Bars saya? Bars saya gak ada yang buruk. Bahkan bars era-era awal (era 1994-1999) yang masih pake bahasa yang gak saya begitu kuasain; Bahasa inggris, bars saya tetep di atas rata-rata rapper lokal yang pake bahasa inggris saat itu. Saya gak pernah ngizinin saya sendiri untuk bikin yang buruk atau sekedar ngasal. Bahkan untuk satu bar sekalipun. Kalo saya pikir jelek, gak akan saya rekam. Jika ada sekalipun, mungkin cuma di atas kertas, sketsa-sketsa, freestyle atau apapun yang gak pernah saya bawa ke booth rekaman.

Beralih dari Homicide, proyek bermusik terkini apa yang sekarang sedang dan akan digarap oleh Anda?

Apa ya? Kemaren baru beresin album remix Fateh yang diremix oleh musisi-musisi yang saya senangi dan cocok meremix album-

itu. Dari Dalek sampai Vladvamp, Efek Rumah Kaca dan Senyawa. Sekarang sedang garap dua lagu bareng Doyz untuk vinyl 7 kami. Follow up Demi Masa. Sisanya sih bantu produserin beberapa kawan, kemaren baru beres Blakumuh, selanjutnya Krowbar. Oya, ketinggalan, sekarang sedang beresin album bareng band saya, Birds of The Coming Storm. Mungkin Desember nanti rilis.

Dari pekerjaan menggarap musik dan menggarap desain, mana yang lebih Anda nikmati prosesnya?

Semua yang saya lakukan lewat umur 30 kayaknya saya nikmati. Apapun itu. Udah jadi semacam pilihan yang no turning back. Mau itu ngedesain, nulis, bikin zine, garap musik, jalanin label rekaman bareng kawan-kawan lain, semuanya saya nikmati.

Dari segi aktivisme, terutama aktivitas kolektif, ada berapa kegiatan yang sampai sekarang masih rutin berjalan? Apa

alasan Anda selalu bersemangat dalam pergerakan aktivitas kolektif yang bersinggungan dengan masyarakat?

Masih, itu hal yang sudah jadi bagian dari ritme hidup saya. Sama kayak bangun tidur, makan sampai tidur lagi. Semuanya sudah jadi bagian dari kesadaran saya dan tujuan saya menghabiskan umur. Teman-teman datang dan pergi itu bukan masalah, yang pasti itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan sendirian, harus berkolektif. Meski saya punya kecenderungan individualis yang kuat sekalipun.

Seberapa besar image ke-kiri-an sebagai fundamental politik yang sering disematkan pada para aktivis yang berada di sisi

rakyat mengganggu Anda? Apakah Anda peduli dengan image kiri-kanan ini?

Mengganggu sih tidak. Entah apa namanya. Mungkin cuman soal pengidentifikasian aja ya? Kadang saya suka risih diidentifikasikan dengan beberapa asshole yang memang dicap kiri juga. Tapi lama-lama sih gak peduli. Itu konsekuensi dari bahasa/berkomunikasi. Kita perlu istilah tertentu untuk membedakan pohon dengan kursi. Kita cuma harus paham kalo bahasa seringnya ngga selalu mewakili pemaknaan.

Bahasa itu dinamis, yang disebut kiri di satu dekade, berbeda dengan beberapa dekade selanjutnya, karena ruang waktunya juga berubah, beberapa kondisi juga mengubah itu. Setelah Stalin misalnya, atau state communism ala soviet, banyak orang kiri yang ogah juga diidentifikasikan serupa, padahal mereka berpikiran dan bertindak dalam kerangka kekirian juga. Dan kadang di situ lahir istilah-istilah baru untuk membedakan.

Kembali ke sisi kreatif. Dari mana inspirasi kreatif Anda datang?

Baik dari musik dan seni rupa, siapa sosok yang sempat Anda jadikan kiblat dalam proses pembuatan karya Anda sejauh ini?

Wah darimana ya? Kalo yang dimaksud sosok sih bisa banyak banget tergantung wilayah apa yang lagi digarap. Kalo soal MC-ing, idola saya sepanjang masa bakal tetep sama; Rakim, Big Daddy Kane, Kool G Rap, Chuck D, dsb. Kalo di wilayah visual, seniman-seniman era fanzine hardcore bisa jadi Mark Mc Coy atau Pushead yang jadi rujukan. Saya hidup di era budaya populer udah jadi sesuatu yang tak terhindarkan. Jadi rujukan saya bisa lintas geografis, lintas generasi, lintas mahzab, dsb.

“Mengubah dari dalam” apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut?

Dalam konteks perubahan sosial? Ngga. Di umur 20-an saya pernah percaya hal-hal seperti itu. Makin tua rasanya makin nihilistik buat yakin ama yang begituan. Makin omong kosong aja terdengarnya. Saya sudah lama gak yakin ama sesuatu yang bisa diubah dengan masuk ke dalam struktur negara, meski pada prinsip yang paling mendasar, ngga ada yang gak mungkin.

Pertanyaan-pertanyaan terakhir: Kalau tiba-tiba Anda diberi mandat untuk membuat negara baru oleh PBB. Mau Anda beri nama apa negara baru itu? Bagaimana bentuk pemerintahannya? Apa lagu nasionalnya?

Saya tolak, lebih baik saya minta mandat untuk membubarkan PBB. Kalau Anda boleh mendesain ulang seragam aparat, seperti apa seragam yang cocok?

Namanya aja udah seragam, gak ada yang cocok. Kalau besok kiamat, apa hal yang akan Anda lakukan untuk terakhir kalinya hari ini?

Gak perlu nunggu kiamat, saya selalu mengimajinasikan besok saya mati, dan karenanya saya selalu mengusahakan apa yang saya lakukan hari ini (apapun itu) sebagai hal terakhir yang saya lakukan, artinya saya berikan energi yang semaksimal saya bisa untuk itu. 2 menit menjelang kiamat, soundtrack apa yang paling cocok untuk menemani kehancuran dunia?

Chris Cornell Preaching The End Of The World, tapi kan lagunya juga 4 menit. Mana cukup?

BLVEBO LBNV CFSUFNBO

TFQJ

Biarkan aku hadir di antara kau dan sepimu, kurasa kita bisa saling mengerti meski tanpa sepatah kata, pun tanpa suara sama sekali. Segala suara yang tak perlu terasa sangat mengganggu.

Pertemuan tak melulu tentang riuh, tak harus ada kata di dalamnya. Apalah arti cerita jika tak ada hikmahnya. Bukan bermaksud apa-apa, tapi terlalu banyak omong kosong sama sekali tak menyenangkan.

Dalam sepi, kita saling berhadapan. Mulutmu rapat terkatup, tapi matamu lebar terbuka. Bibirmu membisu, tapi tatapmu menyimpan tanya. Tanpa kata, dan tanpa suara, hanya saling tatap antara dua bola mata.

Biarlah sepi ini abadi, bersamamu, aku takkan mati dibunuh olehnya. Dan aku takkan merasa kesepian meski ditengah kehampaan.

Sepi merangkum segalanya, tak terdengar, dan tak terucap, namun menggema dalam kepala.

Adit | @rhnaditya

Bukan siapa-siapamu

@akar_teras Arkais Artistik Terapis. Berdirisejaktidakadabangku.

KESUNYIAN

Te ay ar a k e kdana a ba a an daa S ng a keaa wa.. K a pe. ksaa meecen? a? adaakdaaekn 酒 DanaaaaaaTagas. ? Ldddg ? Brsgaea dabaa Seaaara.

Meagheninéa cipta mal..

@akar_teras

Arkais Artistik Terapis. Berdiri sejak tidak ada bangku.

QVBO TFQJ

[Alerts : Cerita ini merupakan karya fiksi; segala nama tokoh serta nama tempat yang digunakan merupakan alat pendukung cerita ini belaka]

Sekitaran tepat di hari ke-2000; pada pukul 01:56 dan kini pun hujan semakin deras, aku masih terduduk manis di atas kasur yang begitu hangat dan lembut; menunggu sang lelaki yang tengah membasuh dirinya sebelum bercumbu. Di ruangan ini agak sedikit panas karena mesin penghangat ruangan ini pun dinyalakan; katanya, ia sebenarnya tidak suka nuansa dingin kota Bandung namun ia mencintai nuansa sunyi yang tercipta di ruangan ini. Aku yang sudah sekitar sejak 20 menit telah berada di ruangan ini pun akhirnya merasa begitu gerah, sehingga aku melepaskan gaun yang melekat pada tubuhku dari atas kedua lututku yang hanya mencapai garis belahan kedua buah dadaku sehingga kini, ragaku hanya berbalut lingrie pemberiannya saat malam kedua aku memuaskan birahinya; ya, aku memang gemar menggoda.

Kau sudah siap? Pria itu pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi area pinggang sepanjang ke bawah sampai pada lututnya. Ia pun kemudian berjalan menuju salah satu sisi tempat tidur yang menjadi tempat aku tengah duduk bagaikan ratu miliknya.

Kapan sih aku tuh ga siap? Aku pun bertanya balik kepadanya dengan nada menggoda.

Jangan mencoba untuk menggodaku. Ucap si pria dengan usia sekitar 40 tahunan tersebut.

QVBO

Kalimatnya tadi pun justru membuat gejolak dalam hasratku ingin

TFQJ

terus menggodanya pun semakin memuncak; aku pun turun dari atas kasur lalu perlahan menghampirinya yang juga dirinya kini tengah berjalan ke arah samping kasur dan kemudian aku pun berbisik di depan telinga kanannya ketika kini ia tengah berada di hadapanku, tapi aku memang sudah menggoda, kan?

Tahap berikutnya adalah aku mengarahkan tangan kanan lelaki tersebut ke arah ritsleting lingerie yang melekati ragaku dan ritsleting tersebut pun berada tepat di bagian punggungku; ku arahkan tangan kanannya menjelajahi perjalanan kunci ritsleting lingerie yang kupakai dari puncaknya menuju ke bagian pinggangku dan voila!

Mengapa kau selalu memakai semua barang dariku bila kita ingin

bertemu? tanya lelaki tersebut sambil melepas dengan pelan kedua silicone pads dari kedua puncak buah dadaku setelah ia membuka lingerie yang melekat pada tubuhku.

Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku ini adalah ratu jalangmu;

ratu jalang yang benar-benar kau tunggu di setiap minggunya karena begitu kau sayangi. Ya kan, sayang?

Tanpa memperpanjang waktu lagi, aku pun langsung menautkan bibir lelaki tersebut dengan bibirku. Dan tanpa melepas begitu panasnya peraduan bibirku dengan bibir miliknya, aku pun mengarahkan kedua tangannya untuk membuat malam ini semakin lebih panas; tangan kanannya melingkari pinggangku dan tangan kirinya melingkupi salah satu buah dadaku. Kemudian, aku pun juga melepaskan handuk yang melingkari raganya dan kini aku dan dirinya pun bermain semakin panas tanpa ada lagi kain yang menutupi tubuh kami sepersekian inci pun.

Kemudian, aku pun melepas tautan bibirku dengan bibirnya, you wanna me be on your top tonight, my man?

Yes! Please, do that, honey!

Lelaki tersebut pun memutar posisiku dengannya dan langsung merebahkan tubuhnya sambil mengangkat tubuhku untuk duduk di atasnya dengan posisi selangkanganku dengannya pun saling menempel begitu kuat.

Ya, my slut! Like that! Oh! Begitulah reaksinya saat aku pun mulai beraksi tepat di atas tubuhnya.

Inilah saatnya, aku pun beraksi; seperti biasa!

Ketika si lelaki menuju paruh baya ini tengah begitu menikmati sajian dari tubuh molek kepunyaanku, perlahan aku mengambil pisau yang sudah aku sembunyikan di selipan samping kasur ketika ia tengah membersihkan raga di beberapa menit yang lalu. Aku pun mencoba seberapa tajamnya pisau itu dengan melukai lengan bawah tanganku; ah! Sudah begitu tajam dan hal ini terlihat dari goresan ringan yang ku ciptakan di atas lengan bawahku.

Ah! Hah! Kau mau berbuat, ah! Apa dengan pisau itu? Ups! Nyatanya ia menyadari tindakan yang sekitaran 5 tahun belakangan ini menjadi kebiasaanku.

Aku hanya ingin, aku pun menjawab pertanyaannya yang terlalu lugu tersebut,

membuatmu menjadi milikku selamanya!

Crat! Nyatanya, itu bukanlah bunyi dari cipratan sperma dari sang lelaki yang sudah kupuaskan; itu adalah suara cipratan darah dari leher sang pria tersebut saat aku menusuk lehernya dengan pisau yang sudah kusiapkan. Dan untuk memastikan bahwa kini tubuh pria ini telah berubah menjadi sesosok jasad, aku pun menghujani kembali lehernya dengan tusukan pisau milikku; sekitar 5 atau 7 kali lagi, kurasa.

Kemudian, aku langsung menghubungi seorang rekanku yang juga, dia adalah kakakku dalam melakukan setiap rencana yang aku dan dirinya lakukan hampir di setiap bulannya, hei Nindi! Kau siap?

Kau tinggal pilih kok, mau wajah yang seperti apa? Tinggal ku bedah lagi wajahmu dan voila! Kau pun tinggal mengganti

identitasmu agar bisa menggoda korban baru. Kau sudah dapatkan uangnya? Dia membawanya sesuai yang kau pinta, kan?

ucap Nindi yang seperti biasa, ia tutup dengan pertanyaan soal bayarannya.

8 koper? Katanya ada di mobilnya, aku akan segera cek! jawabku sambil mengganti pakaian dengan pakaian yang telah aku bawa di dalam tasku.

Segera keluar! Dan jangan berinteraksi dengan siapa pun dan bawa saja mobilnya! Gunakan pylox yang kubawakan untukmu tadi

untuk menutupi plat nomornya. Ucap Nindi yang memberi arahan kepadaku.

Siap!

Aku pun langsung bergegas dari tempat tersebut setelah memeriksa apakah ada hal yang telah ia lewatkan; menyapu setiap sudut ruang dan jasad yang aku pegang dengan sapu tangan untuk menghapus sidik jariku dan kemudian aku pun bergegas untuk pergi.

Nuansa begitu sepi yang tercipta di kota kembang ketika di waktu dini hari merupakan nuansa yang begitu aku gemari, karena pada waktu demikian, aku pun bisa melancarkan aksiku bersama dengan kakakku untuk menghabisi para lelaki pengincar wanita malam sebagai perwujudan terhadap balas dendam terhadap sesosok lelaki yang seharusnya menjadi pria yang aku dengan kakakku kagumi.

Namun kami pun nyatanya hanya mendapati perlakuan penyimpangan asusila selama bertahun-tahun hingga aku dengannya memutuskan untuk menghabisi nyawa si lelaki tak beradab itu secara diam-diam dan terencana begitu bersih lalu kabur dari rumah, mencoba untuk mengenyam pendidikan dengan identitas palsu yang aku dan dirinya buat sebegitu rapi lalu dinyatakan lulus dari sana dan kemudian, kini aku dengannya pun bertindak sebagai buronan dengan nama yang diciptakan publik selama sekitaran 5 tahun belakangan ini; Puan Sunyi!

Allison Ann

; hula! Aku akhirnya kembali lagi setelah melewati beberapa perentelan kecil yang terjadi dalam hidupku di waktu akhir-akhir ini. Dan seperti biasa, aku menggunakan nama pena yang berganti untuk kesekian kalinya agar keberadaanku sulit untuk digapai, selayaknya yang penulis terkenal kebanyakan lakukan, hihi!

TFOEJSJ CVLBO CFSBSUJ

BO LFTFQJ

sebagai makhluk sosial, menghabiskan waktu dengan sesama manusia adalah hal yang penting, menyenangkan, dan cukup bermanfaat. tapi itu tidak semudah kelihatannya. beberapa orang lebih bahagia sendirian, atau setidaknya dengan orang-orang yang terpilih, dan sama sekali tidak ada yang salah dengan itu. untuk orang-orang dengan kecenderungan tertutup, yang tidak terlalu suka melakukan kontak dengan orang lain, banyak momen-momen emas sederhana yang bisa membahagiakan, seperti:

ketika mereka yang membatalkan rencana yang memang sudah direncanakan untuk kamu batalkan sebelumnya. jangan lupa pura-pura kecewa karena tidak jadi pergi padahal kamu senang karena jadi punya waktu lebih banyak untuk dihabiskan dengan tidak berbuat apa-apa.

TFOEJSJ CVLBO CFSBSUJ

BO LFTFQJ

ketika kamu harus menghubungi layanan pelanggan dan mereka mempunyai fitur pesan, sungguh menyenangkan karena kamu tidak perlu repot-repot berbasa-basi berbicara dengan orang yang tidak kamu kenal betul untuk menceritakan masalah-masalahmu. ketika duduk di sebelah orang yang sama-sama enggan memulai percakapan tanpa perlu merasa canggung. seolah-olah semesta sudah menakdirkan bahwa akan ada seseorang yang dengan senang hati berbagi sepi denganmu.

ketika bertemu seseorang yang kurang akrab di jalan dan hanya saling melambaikan tangan, menganggukan kepala, atau hanya saling bertatap mata. tanpa perlu ada percakapan kecil yang hanya akan mengarah pada kecanggungan tidak penting yang tidak mau kamu rasakan. ketika duduk di sisi jendela di dalam bus untuk perjalanan panjang, tanpa ada orang yang duduk di sampingmu. sehingga kamu hanya perlu menyibukkan diri dengan hal-hal di kepalamu sendiri, menyumbat telingamu dan mendengarkan alunan lagu kesukaanmu. ketika hujan, kopi, cemilan, buku bagus, atau maraton acara favoritmu. sendirian.

ketika ada di dalam lift. sendirian. berkendara malam hari. sendirian. tidur. sendirian.

@joeyaholic as always...

Panjang umur black international Panjang umur anarki.

(Untuk akses jurnal 325 #12 edisi Indonesia secara keseluruhan, kalian bisa pantau akun IG: @semerdeka_zine, dan segera di situs

web sea.theanarchistlibrary.org untuk dibaca secara daring, atau tautan unduhan PDF di situs web darknights.noblogs.org dan

acforfree.noblogs.org. - Rudal Jelajah)

Redaksi Juli 2020

Selamat datang di 325, sebuah proyek anti-info anarkis dari kritik pembakar dan aksi langsung. Melawan Negara, melawan kapitalisme, dan melawan sistem tekno-industri. Melanjutkan dari edisi terakhir kami, yang memperluas perspektif anti-teknologi anarkis dan menandai perjuangan melawan singularitas teknologi yang konvergen, berikut adalah serangkaian teks yang berbeda dari hamburan anarkis internasional yang semuanya berkonsentrasi pada tema serupa, semuanya dengan analisis singkat dan tajam tentang realitas baru Revolusi Industri Keempat dan Kelima. Teks-teks ini melihat transformasi industri dan sosial yang akan datang selama apa yang disebut pemusnahan biologis dari peristiwa kepunahan massal ke-6, keruntuhan iklim dan ekologi yang sedang berlangsung dan penuh gejolak, yang disebabkan oleh cara hidup yang sepenuhnya beradab yang tidak seimbang dan ketinggalan zaman.

Publikasi ini disusun pada Desember 2019, melibatkan beberapa kelompok dan individu yang berbeda, dan bertujuan untuk menjadi kontribusi lain untuk pembaruan teori praksis anarki abad ke-21. Menuju Insureksi, afinitas, dan informalitas.

Absen dari masalah ini adalah faktor kunci tertentu dari reportase di ruang anarkis: laporan represi, laporan protes dan rapat, berita aksi, dll. Tentu saja beberapa kamerad mungkin bertanya apakah kita mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk mempertimbangkan masa depan, daripada hadir dalam realitas perjuangan kelas, yang kami jawab bahwa bahkan istilah ini, dan apa yang pernah dirujuk, telah diubah menjadi bagian penting dari

dunia tekno-penjara yang sudah ada dan yang meningkat pada setiap saat, telah menggeser dan mengubah metode-metode produktif dan bentuk-bentuk perlawanan tradisional, yang sedang dicabut satu demi satu, oleh akar-akarnya.

Kami berada di persimpangan kritis sebelum munculnya kecerdasan mesin umum yang lebih pintar-dari-manusia yang akan mengatur masyarakat dan Negara, yang mengarah ke jurang yang semakin lebar antara yang disertakan dan yang dikecualikan, belum lagi realitas penindasan yang menakutkan.

Tahun-tahun mendatang adalah janji akan ketimpangan sosial, kemiskinan, dan eksploitasi yang lebih besar. Perang dingin asimetris antara Amerika Serikat yang membusuk di tahun-tahun senjanya, kebangkitan Rusia, dan China yang berkuasa juga menandai realitas baru otoritarianisme modern. China adalah musuh kebebasan yang berbahaya dan merupakan mode kontemporer yang sedang berkembang untuk masyarakat-penjara global baru yang didasarkan pada kepatuhan teknologi, pengendalian-pikiran, kebrutalan, dan penahanan massal. Banyak pabrik yang memproduksi produk keamanan, robotika, senjata, segala jenis racun, berbasis di sana dan melalui kekuatan ekonomi para kapitalis dan Negara China mempersiapkan abad yang mereka inginkan untuk menjadi milik mereka. Setiap negara maju sekarang terlibat dalam perlombaan untuk mengembangkan kecerdasan buatan umum untuk mengendalikan populasi mereka dan mengobarkan perang sibernetik tingkat lanjut.

Dunia cermin dari arsitektur informasi online habitat baru- menghasilkan masyarakat pengawasan total yang terus-menerus menghitung dan mengukur. Negara sekarang akan dalankan oleh saintis-data dan algoritma tata kelola. Melalui pengkondisian, sosialisasi-berlebihan, reformasi dan pemulihan keinginan, manusia baru sedang dibentuk, bahkan sebelum pisau ahli bedah transhumanis atau cawan-petri ahli genetika. Pada saat diterima secara luas bahwa teknologi telah memasuki setiap sel dan atom, setiap pikiran, sudah terlambat untuk menolaknya.

Sebagai antagonis terhadap kekuasaan dan peradaban, kaum anarkis selalu terampil menggunakan teknologi baru melawan penguasa dan pemilik kehidupan kita, menggunakan alat sistem untuk melawan sistem itu sendiri. Di masa lalu, kaum anarkis adalah pembuat bom yang mahir, penangan senjata, pencetak, pemalsu, dan didistribusikan di antara dan terlibat dalam dunia yang konstruktif, teknis, serta artistik. Di mana-mana ada pengrajin dan mereka yang tahu keahlian mereka, ada anarkis. Segera, melalui teknologi baru, kaum anarkis akan memiliki senjata baru untuk digunakan.

Itulah mengapa penting, dalam pandangan kami, untuk memetakan rencana para elit baru dan lama, saat pergeseran dimulai dari-dunia Bendera hitam harus kembali. Propaganda dengan perbuatan. Serangan yang menyerang yang kuat di hati mereka dan membuat ketakutan berubah sisi. Tindakan yang menyabotase mesin sosial dan membuatnya mengejang. Penghancuran properti kapitalis, penghancuran alat produksi budaya pemangsa yang berbahaya.

selengkapnya silakan kunjungi IG: @semerdeka_zine

actforfree.noblogs.org/post/2022/10/25/journal-325-12-indonesian-edition-out-now/

mengetik dalam sepi

Pelarian Nomor Satu

Dini terlalu pekat gelapnya. Dingin menyelubungi seluk-beluk kota. Pikiranku melantur pada tenda-tenda, berharap penjual jamu belum merindukan rumahnya.

Reminensi Pekan Masa Lalu

Malam sendu, kumengetuk pintu kamar cuci badan, juga cuci perut. Menanya kabar kehadiran pada siapapun yang seolah menari di bawah tangis hujan.

Malam sendu, aku melangkah masuk ke dalam kamar cuci yang kosong, begitupula dengan aku yang berjiwa kosong.

mengetik Sepi

Sepi beranak-pinak: dalam sepi hasil zina dari jiwa yang rapuh. Sepi berkoloni: ekosistem parasit berdomisili dalam diri. Sepi terlihat: abstrak dan menyergap dengan abu-abu.

Tiga Menit Qobla Subuh

Malam selalu gelap menakutkan: dikepul polusi dan kemaslahatan. Tapi, tak pernah selamanya kita tejebak. Waktu bergulir dan subuh pun akan tiba.

Binar akan melawan remang, bagi mereka yang memaknainya. Aku tidak mau pelihara malam kelam. Yang menakutkan, biarlah datang dan berlalu.

Ariavico Junaedi

IG: @micko.cok.bandung | TW: @Pemakan_Permen

Ariavico Junaedi lahir sebagai sebuah persona pesimistis yang ga berani unjuk diri dalam dunia nyata. Di sisi lain, ia terlalu sering masturbasi karya dan draft-draftnya menuhin storage aja.

TFQJEJ LPMVNCBSJVN

Aku membenci anak kecil. Bukannya aku mengeneralisir semua anak kecil, namun kebanyakan anak yang kutemui begitu menyebalkan berisik, konyol dan penuh rasa ingin tahu tentang cara kerja dunia dan segala isinya. Belakangan ini aku menyadari alasanku membenci karakteristik itu; karena mereka adalah bagian dari kepribadianku juga. Rasa kesal ini membuatku maju-mundur memikirkan apakah nanti aku harus punya anak setelah menikah (jika Tuhan memberkahiku dengan keluarga nantinya).

Bulan Juli lalu adalah kali pertamaku mengunjungi kolumbarium. Dinding-dindingnya terbuat dari rak kaca yang tersusun manis. "Tempat ini mirip perpustakaan, aku berpikir. Di balik pintu kaca yang terkunci ada guci berisi debu orang mati dan beberapa pernak-pernik peninggalan mendiang yang bersangkutan.

Aku tidak salah. Ada cerita yang tersaji di setiap rak.

Plakat bertuliskan nama lengkap terpampang di depan pintu kaca, berikut tanggal lahir dan tanggal meninggalnya. Sebagian besar rak berisi foto-foto almarhum dan almarhumah, kertas dan kartu ucapan, guci abu suami-istri yang disimpan bersamaan, ponsel mati, bunga kering, kacamata beserta kotaknya, ornamen mungil yang dipajang seolah mencerminkan kepribadian mendiang; dari miniatur cup milk tea bobba, furnitur hingga Elvis Presley.

Aku terus melangkah menyusuri lorong panjang krematorium tanpa rasa takut. Didorong rasa penasaran, aku semakin cermat menerka kisah-kisah mendiang yang diceritakan oleh isi lemari kaca mereka. Langkahku berhenti di depan satu lemari kaca di depan mata. isi lemari kaca itu tak banyak; hanya bongkahan lego, mainan mobil-mobilan dan sebuah foto bocah laki-laki bertubuh gempal. Sorot matanya mampu menahanku untuk berdiri lebih lama dan membaca nama di plakatnya; Gerardo.

Pria kecil itu lahir di bulan September 2015. Ia meninggal belum lama ini. Seharusnya tahun ini ia bisa merayakan ulang tahunnya yang ketujuh, namun untuk alasan yang tidak kuketahui ia berakhir menjadi debu yang disimpan di dalam guci.

Tak butuh waktu lama bagiku untuk menangis. Aku belum pernah menangisi anak kecil sebelumnya, apalagi seorang anak yang tak kukenal. Mataku yang berair bertemu pandang dengan mata Gerardo yang berbinar jenaka. Mendadak aku diterjang gelombang kedukaan yang merambat masuk dan meremas-remas ulu hatiku. Semuanya menjadi tak masuk akal.

Aku memang tidak punya hak untuk menentukan siapa yang pantas hidup atau mati. Tapi yang ada di pikiranku adalah Gerardo seharusnya berulangtahun yang ketujuh tahun ini. Aku juga memikirkan sorot matanya yang mampu meluluhkan sesuatu di dalam diriku yang tak pernah kuketahui pernah ada. Mungkin aku pernah melihat Gerardo di suatu pusat perbelanjaan sebelumnya. Mungkin Gerardo dan aku pernah menghadiri satu misa yang sama. Atau mungkin reinkarnasi itu benar-benar ada; aku dan Gerardo adalah ibu-anak dalam satu siklus kehidupan. Gerardo, kita memang belum pernah bertemu, tapi aku sudah merindukanmu.

dalam upaya mengenang Gerardo yang berulangtahun ke-tujuh tahun ini. selamat ulang tahun, pria kecil jangan biarkan heningnya kolumbarium mengubur eksistensimu.

anak flora IG: @toastrine sepi dikit, sepi banyak, seringnya sepi ditelan sendiri

@dead_lawmen

5IF -POFMZ #SBWF

"Untuk menyendiri, dibebaskan dari belenggu kehidupan kolektif. Inilah cara yang paling logis untuk menjadi benar-benar bebas bebas dari konvensi, dari ketergantungan dan pemerasan orang lain. Hanya kesendirian yang membuat individu benar-benar bebas."

- Marilisa Fiorina Sepi. Begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi ketika tidak ada teman, sahabat, keluarga atau pasangan untuk menemani atau sekedar untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan. Namun apakah kita benar-benar kesepian? Apakah kita benar-benar sendirian?

Bagiku kita tidak benar-benar merasakan kesepian.

Tidak benar-benar sendirian Selalu ada yang menemani Setiap hari setiap jam setiap menit setiap detik...

Siapa? Diri kita sendiri.

Dia lah yang selalu menemani, menghibur, dan membuat kita merasa tidak sendirian Namun terkadang kita tidak sadar akan kehadirannya dikarenakan ada eksistensi orang lain.

Orang lain terus menerus mencuri, merampas mencintai dan membenci dari hidup kita

Orang lain... Orang lain... Selalu orang lain.

Berhentilah mengharapkan apapun dari orang lain Rebut kembali kebahagiaan mu dalam kesepian

Mari menjadi pemberani yang kesepian namun tidak benar-benar kesepian Carilah kebahagiaan dalam kesepian didalam dirimu sendiri.

Tulisan dan Gambar oleh @dead_lawmen

R | IG: @dead_lawmen

more info DM account above

PROPHETS OF LONELINESS

Do you remember the last time you felt happy and fulfilled? Me neither.

Think about it for a second. Our relationships are slowly ruining our lives.

But why?

I have a theory and mind you, this is just a theory for which I have no concrete research to back. Just a random train of thoughts that Id like to share right now.

So, I think the core problem as to why we feel unsatisfied with our relationships lies in the piss-poor quality that we gladly accept. How did it plummet into oblivion? Beats me. I do know one thing for a fact, though. Were now too used to meeting people through social networks. I know, I know, Im going to boomer territory now, but hear me out.

If you or your parents were born in the 50s-60s, chances are, there are quite a lot of friends of decades. I mean, sure we all have that one friend from kindergarten whos been with us forever, but thats about it. The friends you make along the way tend to slip away as time goes on.

It gets harder and harder to form meaningful connections. Were

PROPHETS OF

used to having things handed to us, as is the case with relationships. A prime example of this would be how youd be mutuals with some people on social media but never actually interact with them. Nothing wrong with that, but it can kinda feel pointless, you know what Im saying?

LONELINESS

Two words come to mind: instant gratification. Fast food to our body is what social media is to our relationships. Instead of getting that fulfillment after consuming it, youre left feeling shittier. Empty. Guilty, even.

Ah, my theory? Its simple. As a part of modern society, your need for relationships is heavily monetized.

Our brains are conditioned to want company, and its been that way forever. It was for survival, and now its for fulfillment. Imagine if that primal instinct gets hacked. What then?

I cant even begin to describe how many disasters Ive heard about or even experienced myself. Connecting is easier than ever, yes, but the quality of the alleged connection is just laughably worse. We rush into relationships, romantic or otherwise, and we lament why were more miserable than ever.

Instead of taking the time to build meaningful connections, we go on social platforms to get our fix of social interactions. Feeling like showing off? Post that cute lame-ass selfie on your Instagram story. Feeling horny? Dating apps are your best friend (YMMV), but the point is, were used to that instant gratification. We want it, and we want it now.

As you can probably imagine, that instant rush burns out faster than you can say blueberry. The aftermath is that youre left feeling unfulfilled, wanting more, and more, and more.

My solution? Take as much time as you can for yourself. It sounds like a broken record at this point, but get yourself busy, so busy that you simply dont have the capacity to think about how lonely you are or how much you need a significant other.

Think about it this way:

Do I choose to be happy or be okay? Do I chase after happiness in being with someone or do I feel content knowing that I am okay being on my own?

Because the vast majority of people seek romantic relationships to feel happy, theyre unknowingly trading that sense of contentment with a facile sense of happiness. In doing so, theyre likely to get into the wrong relationship repeatedly. Theyd rather be with someone whos clearly not right for them than be alone. Take a step back. Realize that youre an addict and that youll go through severe withdrawals, but also realize that youll be a-ok on your own.

Knowing that youre just okay and not happy is almost always the safest bet. Its alright to make the safest bet. You dont want to be spending the rest of your life chasing tail, after all.

Damn. Im just rambling, and Im realizing Im not being very coherent. Blame the lack of sleep or my pressing anxiety, but I guess what Im trying to say is that its better to be alone than to be in the wrong company. If you have poor company, youll feel much shittier than alone. Guaranteed.

Keep in mind that youre not to blame since this is all a byproduct of the business of capitalizing on our very own survival instinct.

Learn to appreciate your own company. Go out and actually meet people. Go to social gatherings. Go hang out at a bar and talk to people. The connections youll be making via these actions have a better chance to be more fulfilling. I’m saying all this not for the sake of saying it, but I genuinely want to see people forming stronger bonds that are just of higher quality. Speaking from experience, making friends the old-fashioned way is just... irreplicable, and this is coming from a massive introvert. I mean, if I can do it, then you really have no excuses.

Social networks, including dating platforms, have made connecting more effortless than ever, but at what cost? I dont think your sanity and overall well-being are worth the price of admission, do you?

Yeah, loneliness kills, but its also highly profitable.

Asura | IG: @falsewisdom

Fuck. Why am I still here?

UFSCFMJU UFSCFMJU salju yang tiba-tiba turun di queenstown orang-orang riang menciptakan boneka salju
sesepi itu kah manusia? hidup hanya bermodal harapan sedang mulutnya penuh dengan wewangian puisi yang tak pernah ikhlas dilantunkan untung saja hari masih sempat terik aku dengan jendela yang setengah retak semilir angin menitipkan resah aku berselingkuh dengan nyawa di ujung memori bersemayam rapih di lingkaran dendam orang orang menginginkan matahari terbit di matanya yang tak begitu cakrawala pelan pelan menyeret langka nya dengan ragu tak lelahkah mereka bersiteru dengan dirinya sendiri? menunggangi harapan yang megap-megap UFSCFMJU
aku terlalu tersesat untuk berkaca yang hatinya belati para penyair di gang gang sempit aku mungkin nada nada yang menggema dalam lagu-lagu kematian cermin tua tinggalan ibu, selalu dalam memaknai september aku tak seperti orang orang yang ku temui di penghujung agustus yang kedua tangannya begitu berkelok layaknya omong kosong
selayak apa kau memaknai hidup? ucap seseorang dalam cermin dengan senyumnya yang tajam
dengan darah yang mengucur dari dadanya tanpa perlu aba-aba, dia menutup perjumpaan kau harus pulang pada malam ke 27 semuanya sudah begitu saja dengan sumpah serapah sepenuh samudera
tanpa waktu untuk ibu menitipkan doa salju berakhir di malam ke 27 dan aku menutup jendela untuk kesekian kalinya lalu menjatuhkan diri di tebalnya kabut selagi sempat selagi selamat
UFSCFMJU IG: @satyasintesis

UFSCFMJU

terbelit

rest in pride

(Tak ada kesepian yang paling sepi, setelah kepergian seseorang yangkitacintaisetelah 40 hari.)-Agamwispi//Terzina Maut.

terbelit

Andrian DinataXDepartemen Penyesatan R1 IG: @andriandinata137

Apalahsayaini,,, Hanyapengangguranyangingincepatkaya, biarbisaimigrasike Jermanbersamambaknya, terimakasih

kesepian dan kekosongan

kesepian

Sepi dan kekosongan ini memaksaku untuk memikirkan dirimu.

Namun sepertinya tidak ada gambaran dan rangkaian kata untuk perasaan ini, dan aku tidak tau harus membuang ke mana semua ini.

Apakah kepadamu? Apakah kepada setiap butir yang aku tenggak?

Aku pikir itu bisa, namun ternyata kamu tidak memahaminya sama sekali karena kamu bergerak bukan karena perasaan tapi karena kasihan dan akhirnya kamu bebas melakukannya semua tanpa mempertimbangkan apakah semua perkataanmu itu membuatku berpikir dan merasakan sakit.

Apa ini hidup? Iya.. Apakah ini mati? Mungkin.. Hidup dan mati apa bedanya? Semua hanya ambisi.. Apa ini sebuah tali? Yg akan mengikat leherku dgn manja Dan apa ini pisau? sepertinya juga ingin menyentuh kulitku dengan mesra.. Ternyata juga ada beberapa pil di sini, seakan memanggil diriku.. Aku berlutut, naluri berbisik lirih.. Tapi tali itu ingin memeluk leherku, Pisau itu ingin menari dengan indah di pergelangan tanganku, Dan racun itu ingin bercumbu dengan bekas lukaku..

Seketika aku membuka mata ternyata aku sedang duduk di depan cermin. dan yang ada "HANYA AKU DAN BAYANGAN"

Enki | IG: @anu.elohim

Aku tidak tau dengan kutukan ini, namun aku dipaksa menikmatinya dengan arak dan ciu

BLVLFTFQJBO NBLBBLV CFSTFMJOHLVI

EFOHBO LFSBNBJBO

UJHBQBHJ

saat tiga pagi tiba yang harus mati dan berpisah dengan kesepian serta rasa sakit yang setia menemanimu hingga detik recommendeath terakhir. engga ada info

BLVLFTFQJBO NBLBBLV CFSTFMJOHLVI

EFOHBO LFSBNBJBO

Silence is Betrayal.

Namun, diam bisa menciptakan suasana sepi. Hening dapat membantuku menyendiri untuk menemukan keotentikan pribadi yang tidak akan ku temukan dalam kerumunan publik. Sepi adalah lawan dari ramai, sepi tidak akan dapat bertahan dalam keramaian. Ia akan selalu diam dipengaruhi keadaan sekitar, membuyarkan fokus membuat ramai pikiran. Maka menyendiri di dalam keramaian adalah sebuah utopia yang diciptakan oleh para pelompat kesimpulan. Seperti aku.

Sepi menciptakan ruang yang dapat didiami oleh siapapun, hal-hal baik ataupun sebaliknya. Diam adalah sebuah kebenaran dan kesalahan dalam kesepian. Sama halnya dengan bergerak, ia adalah sebuah kesalahan dan kebenaran dalam keramaian. Karena dalam keramaian juga dapat menciptakan ruang yang dapat didiami oleh siapapun, hal-hal buruk ataupun sebaliknya. Baik dan sebaliknya merupakan hal-hal yang relatif sama halnya dengan kebenaran. Sesuatu yang mutlak atau absolut merupakan hal-hal yang menyangkut keyakinan dan pengekangan. Sejatinya, keadaan sepi dan ramai juga merupakan kondisi yang membutuhkan pengekangan. Maka apa itu arti kebebasan?

Sepi diadakan dengan menyingkirkan hal-hal yang mengganggu keadaan sepi, artinya mengekang ramai untuk menjauh. Begitu juga sebaliknya. Ramai dan sepi akan selalu bergesekan untuk mengadakan dan meniadakan satu sama lain. Lantas mengapa merasa sepi? Dan ramai. Aku juga tidak tahu sebabnya, terkadang. Namun aku juga tahu sebabnya, terkadang. Masalahnya adalah ketidakpastian, hal-hal yang bersifat relatif, tidak mutlak. Sebenarnya untuk menjadi sepi solusinya sederhana, yaitu menjadi mutlak. Namun, menjadi mutlak terkadang tidaklah rasional, ada hal-hal mutlak yang tidak rasional. Contohnya, sepi itu sendiri.

Terombang-ambing dalam perasaan sepi dan ramai, ini bisa membuat gila. Seperti seseorang di atas perahu yang mengarungi lautan di bawah langit bumi tanpa pernah bersandar menemukan daratan sendirian.

Sepi adalah sebuah kebohongan, dan ramai juga merupakan sebuah ilusi. Keduanya nyata dan tidak nyata. Melakukan pembandingan dua hal tersebut adalah sebuah kebodohan dan sia-sia. Maka sebaiknya diam. Sekali lagi diam adalah sebuah penghianat. Ia akan mengelabuhi siapapun untuk menampakkan keberadaannya. Terus berputar dan terus berputar tanpa konteks akan membuat diam dan ramai menenggelamkan semuanya ke dasar laut atau membuat melayang hingga lapisan atmosfir. Keduanya akan membuat kehabisan nafas.

Membawa konteks ke dalam pembahasan sepi dan ramai merupakan hal yang akan membuat perbedaan. Namun, itu juga merupakan hal yang akan membuat sepi dan ramai semakin kuat. Hasilnya akan ditentukan oleh kuantitas dan kualitas. Maka sadarlah, jangan pernah sepi dan ramai. Sadarlah, bangun dalam lamunanmu yang dipenuhi keramaiana. Sadarlah, sejatinya kita sedang dikendalikan olehnya. Jangan pernah mau dikhianati oleh diam.

Kuda-Man | TW: @navajo_casava

Jelas-jelas tidak jelas

LVCVSBO OBOTFQJ NFOKFMBOH

LJBNBUbertempat di kuburan

berbantalkan batu nisan berguling dengan bungkusan lemper memakan bunga melati dikalungi untaian pandan wangi dejali kapas putih berseragam bak pengantin

kini aku telah terbantai oleh rindu yang tak pernah sampai jangankan untuk bertemu mau menyapa saja sudah malu ah... mungkin aku cupu atau terlampau insecure

dia memakai jas sedang aku berkalung sampah kamu memakai rolex sedang wajahku nampak laksana t-rex saya sering membawa korek sedang kamu pergi bawa x-pander bermotif lorek

hoalah, dasar kau berdasi wira-wiri mnebar janji menanam padi sambil foto selfie lu kira lu akademisi? kayaknya aku sudah memantik api dari kobaran timah, knuckle, dan kapak besi

mungkin cukup sampai di sini aku tak mau basa-basi aku takut sabdo palon ninggal janji tahun besi mulai meninggi merah sudah tak menarik hati saatnya yang muda yang pegang kendali

cukup sekian dan terima gaji nikmati sertifikasi pulang lalu ngaji yok waktunya kembali jangan lupa solat sama ngaji gaji aji ji i

kiamat sudah dekat. tabik. shil yaa nabi~

el baron ( bocah rada oon)

IG: @sonnydzulfaqeer | TW: @muhshonhaji

Mahasiswa sering pindah kampus yang ingin segera lulus

sepi tetaplah sepi jika sepi itu
bersemayam dalam internal
TFQJZBOH tubuh ini. beda dengan sepi
eksternal, seperti menunggu
sendirian di lorong atau sendirian
dalam kamar kos dengan sprei
CFSXBSOB pasaran kotak kotak hitam putih.
Namun sepi internal (sebutan karanganku sendiri) walau dalam keramaian, atau berkumpul dengan
keluarga, kerabat, teman tetap terasa sepi. Berjuang dalam fase ini sungguh menyiksa, tapi bagaimana pun
itu tetap harus menjalani kehidupan yang begini begini aja. Karena waktu terus berjalan.
IG: @momolciao

Single Perdana dari Pulau Dewata

(Audinanto) September lalu band asal Bali bernama Sourmilk merilis single perdana mereka yang bertajuk Sick Girl. Pulau dewata dikenal dengan musik kerasnya, seperti SID, Navicula, atau Nostress yang memiliki nilai keras terhadap movement atau pergerakan. Namun, genre lain seperti yang dilakukan band ini mulai mewarnai scene pulau ini.

Sekilas saat didengarkan, Sick Girl mengingatkan gue terhadap band alternative indie-pop 90-an. Ditambah dengan vokal perempuan yang rendah, namun tetap melodis, single ini makin mengingatkan gue terhadap Sonic Youth. Sound guitar yang sedikit reverb dan drum yang lo-fi membuat band ini makin terasa bukan seperti band Bali, in a good way.

Kini arus segar Sick Girl sudah dirilis di berbagai platform digital yang tentunya lo bisa dengerin sendiri. Kalo lo suka dengan Dinosaur Junior, Pixies, atau bahkan Bedchamber, this might be your cup of tea.

sourmilkclub.bandcamp.com IG: @sourmilkclub

The Things that Shaped us Together: Sebuah kompilasi untuk generasi berikutnya

(Audinanto)

Emo sebuah genre yang sangat populer di akhir 2000-an ini tentu membentuk kultur, influence, dan juga selera pada generasi yang tumbuh bersamanya. Ini yang memotivasi album kompilasi dari Haum Entertainment yang bertajuk “The Things that Shaped us Together”. Sebagai generasi yang tumbuh dengan emo dan pop punk mereka berusaha meneruskan legacy ini ke generasi berikutnya.

Uniknya, kompilasi ini berisikan band dari Jawa sampai Bali, seperti The Future (Malang), Settle (Kuta), Displacement (Depok), Nervous Strain (Jakarta), dan Car Crash Coma (Surakarta). Bisa jadi, ini adalah sebuah kolaborasi yang unik untuk memperlihatkan warna emo Indonesia saat ini (setidaknya Jawa dan Bali). Di dalamnya juga ada beberapa nomor yang unik seperti Emotionally Exhausted dari Settle dan Cant Blame dari Nervous Strain. Selain itu yang menarik adalah track 6 yang mengingatkan gue terhadap Foo Fighters, entah mengapa.

Final Verdict, walaupun belum dirilis secara sempurna perihal teknik dan materi, kompilasi ini cukup membuat kita bernostalgia tentang era band distro Crooz dan semacamnya. Semoga lo juga bisa menikmatinya.

haumrecords.bandcamp.com/album/v-a-the-things-that-shaped-us-together IG: @haumentertainment

re:NAN-Gorgon A Requiem for the Cat

(Audinanto)

Kecintaan terhadap binatang bisa diungkapkan melalui media seni, tak terkecuali musik. Ini yang dilakukan oleh re:NAN, band asal Malang yang merasa sedih atas kepergian kucing mereka, Gorgon. Requiem yang berwujud single ini di-release 21 Oktober lalu untuk menjadi penghormatan terakhir bagi sang kucing dan juga bertajus sama, Gorgon.

Meski berwujud requiem, musik dari Gorgon ini terasa sangat dance-able, namun tetap terasa gelap. Beat synth-pop atau new wave yang khas dengan tentunya alunan melodi yang mengajak merayakan kehidupan terdengar jelas dalam single ini. Namun, bila kita meresapi liriknya, tentu kita mengetahui jelas ironi yang tertampil.

Gorgon sudah di-release di berbagai platform digital yang tentunya bisa lo dengerin. Tenggak minummu dan telan pil kesedihanmu, lets dance with re:NAN to celebrate Gorgons live.

renantheband.bandcamp.com/track/gorgon IG: @renan____________________

Bersedih dengan Medium yang Pantas: Ghost Fever-Night Flight (Single)

(Shoni Hawari | @ran66ila)

Skema yang biasa tergambar di kebanyakan lantunan fuzzy/dreamy pop adalah melodi yang monoton, harmoni yang ala kadarnya, dan kemegahan yang terasa kosong. Namun, siapa sangka bahwa Ghost Fever mampu mematahkan itu semua di dalam Night Flight, single ketiga dari EP Here Comes the Neighbors yang dibungkus begitu apik, proporsional, dan layak menjadi kado manis bagi para kaum doyan bersedih. Kota Depok, kalian patut perhatikan dan jaga baik-baik kumpulan yang satu ini!

Sebenarnya, tidak ada struktur maupun aransemen yang begitu mencolok dari single ini. Namun, di situlah ajaibnya; kesederhanaan Night Flight seakan mampu membawa siapapun yang mendengarnya ingin terbang pelan secara nyaman di ketinggian rendah 3,000 meter tanpa tahu kapan akan berhenti. Kalau boleh berasumsi lebih lanjut, aroma kesedihan yang direpresentasikan oleh Night Flight rasanya juga sangat cocok ditempatkan dalam sebuah bar sepi di jam baru buka, lengkap dengan pengunjung yang tanpa ragu sudah memesan segelas vodka Stoli on the rocks yang berkeringat, sembari muncul senyum tipis lugu nan malu-malu yang tersungging di bibirnya.

Akhir kata, jika anda ingin bersedih, maka bersedihlah dengan medium yang pantas. Dan, kali ini medium tersebut bernama Night Flight dari Ghost Fever. Top!

ghostfever.bandcamp.com IG: @ghostfevers

Ikan Terbaru di Lautan Shoegaze yang Bernama Glazed dari Contemporary Art

(Shoni Hawari | @ran66ila)

Masih setuju dengan narasi bahwa musik adalah bahasa yang universal? Jika iya, silakan tantang diri anda sendiri dengan menilik baik-baik Glazed, rilisan mini album terbaru milik unit dreamo (yes, thats how they describe themselves) asal Cibubur, Contemporary Art. Jika sudah selesai, utarakan pendapat anda sejujur-jujurnya: bahasa apa yang anda tangkap? Tulis di kolom komentar (begitu ujar budak engagement setempat).

Mungkin, bagi Contemporary Art di dalam Glazed, bahasa universal yang mereka anut adalah bahasa yang umumnya terdapat di nomor-nomor emo/shoegaze/dream pop lainnya; vokal yang terkubur dalam-dalam seakan-akan mengejawantahkan keputusasaan, lirik lagu yang sebenarnya bisa diganti dengan kata apapun jika dimau, serta balutan kord mayor tujuh yang beceknya melebihi kubangan dekat tempat pecel lele favorit anda; tidak ada yang spesial.

Meski begitu, seperti nama dan urutannya, trek #1 Flare tampaknya layak menjadi jagoan yang berapi-api dari mini album ini (jujur, red light, so bright / that kiss was right di chorus-nya cukup membuat kepala bergoyang kiri-kanan). Namun, jika boleh kembali jujur, Forever Nothing, Hopeless Romantic, hingga Daphne terkesan tidak bisa menyaingi pesona kakak pertamanya, dan malah jadinya terbakar perlahan oleh flare yang muncul paling pertama.

contemporaryart.bandcamp.com IG: @carttheband TW: @carttheband

Overcome dari EP Terbaru Devdan, Awaken: Bukan untuk Hati yang Lemah

(Shoni Hawari | @ran66ila)

Butuh waktu dua tahun bagi Devdan untuk merampungkan proses kreatif mini album Awaken, namun hanya butuh waktu sekitar 3 menit 30 detik bagi single-nya yang berjudul Overcome untuk menampar wajah kita secara jantan, namun juga begitu sopan dan nyaman.

Berkolaborasi dengan Faizal Permana (510 & KILMS), Overcome merupakan sekian dari banyak karya gambaran zeitgeist pandemi yang telah menyelimuti bumi selama kurang lebih hampir tiga tahun ini. Campuran emosi marah, sedih, putus asa, sampai semangat yang menggebu-gebu terpampang dengan begitu cantik nan gagah di lagu ini. Tidak percaya? Tunggu hingga datang menit 2:01 untuk mendengar kombinasi breakdown sistematis dan harmoni pembangkit nurani saat lirik it will not be easy, we’ve tried to stay away / light up the darkness, never mourn and shatter white flag” berkumandang.

Overcome merupakan sebuah materi ciamik dengan durasi yang tepat guna, langkah awal yang pas bagi Devdan untuk kembali membakar hati dan menusuk jiwa. Siarkan kabar gegap gempita ini ke sekitar sekarang juga.

www.disasterposse.com IG: @devdanofficial bit.ly/OvercomeVideo

@plagiarmola

A7L

MALP<3

ICE

AC1312AB1

@plagiarmola

POLICIA

JOR

W/E KEEP US SAFE

acab 1312

W心Y

1312 acab

NOEBAD PROTESTORS N0 GOOD COPS

ABOLISH POLICE ABOLISH PRISONS

Coal Miners In Belgium Crammed IntoACoal Mine Elevator, Coming Up AfterADay Of Work, Circa 1900

YOUR Choose FIGHCER

K18753BN PANITIA Mr.Ompong Hari Kiamat PANITIAHARIKIAMAT

PANITIA MARI KIAMAT NJABALEKAT

HARIKIAMAT

PANITIA

PANITIA hari klamat

PANITIA HARI KIAMAT PANITIA

HARI

KIAMAT

GU H

PANITIA PANITIA HARI HARI KIAMAT

KIAMAT

182338608136

ChOOSE YOURFIGHCER

sudah selesai bacanya? apa scroll-scroll doang? (bebas aja, sih)

semua yang telah kalian nikmati (atau tidak?) adalah hasil jerih payah, kerja keras, dan buah pikir orang-orang yang ikut serta dalam proyek nirlaba ini.

dukungan kalian dalam bentuk apapun dengan lapang dada akan kami terima.

hujatan, cacian, makian, kritik, saran, pujian, semoga tetap membuat kami akan tetap ada.

jangan lupa, apabila setelah membaca submisi zine kalian menemukan orang asshole dan cabul yang terindikasi melakukan kekerasan seksual sempat menjadi salah satu kontributor, tolong beritahu kami karena kami kadang ga sempet background checking dll.

mudah-mudahan sih ga ada ya~

kalau tidak terhalang kiamat, kami akan berusaha untuk terbit dua bulan sekali. jadi kalian punya lebih banyak waktu untuk membuat sesuatu yang lebih maksimal. (kalo mau itu juga)

jadi, jangan ragu untuk mengeluarkan isi kepala kalian. karena meskipun tidak semua orang akan setuju dengan pendapat dan gagasan kalian, tapi semua ide punya porsi yang sama untuk didengarkan. (tapi usahakan untuk tidak membuat opini jelek)

akhir kata, kami akan berusaha terus hadir. semampunya. sekuatnya.

semoga kami bisa memantik pergerakan-pergerakan serupa, dan bisa saling mendukung.

tabik, submisi.

HARI JUMAT KLAMAT