Solidaritas Untuk Para Kombatan Sosial Dan Para Pembangkang Sistem Hari Ini
Jumat, 7 Oktober 2o11. Jam 2 pagi, ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) di pelataran parkir Vikita Swalayan, Jalan Gejayan Nomor 29, Sleman, DIY, terbakar dan diduga akibat lemparán bom molotov. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengungkapkan, berdasarkan hasil olah TKP polisi ditemukan bahwa pemicu ledakan bukan berasal dari bom molotov. Bilik ATM tersebut disiram dengan bensin dan dibakar dalam keadaan pintu bilik tertutup.
Seorang saksi mata melihat satu orang melarikan diri setelah terjadinya ledakan. Dion Hirmawan (23), saksi yang sempat mendatangilokasi setelah ATM terbakar, mengatakan bahwa orang yang diduga pelaku peledakan itu berlari kencang meninggalkan lokasi kejadian.
"Dia lari kenceng banget ke arah utara, tas dan dompetnya jatuh. Dia lari terus sampai gak terkejar, waktu itu saya keluar tak lama setelah ada orang teriak-teriak," ujar Dion kepada Tribunnews.com.
Karyawan toko yang bersebelahan dengan ATM BRI Vikita sempat membuka dompet orang tersebut. Dalam dompet terdapat uang Rp 5o.ooo, kartu perpustakaan, serta KTP asal Balikpapan. "Namanya Romy atau Rony saya kurang jelas, rambutnya dibelah tengah dengan tinggi sekitar 17o sentimeter. Posisinya gelap dan panik jadi saya tak begitu jelas melihatnya,"katanya.
Tak lama berselang. polisi datang mengamankan satu orang yang mencurigakan. Ia datang setelah ATM terbakar, di motornya ada selebaran dan di helm ada stiker yang berkaitan dengan isi selebaran tersebut. Di dalam selebaran itu terdapat kalimat, "Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: ATM, bank, gedung korporat adalah target yang penting, karena mereka adalah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini."
Dibawah ini adalah isi selebarannya :
NEGARA-KORPORASI-POLISI-MILITER ADALAH TERORIS SEBENARNYA
"Pemberontakan sosial akan terus berlanjut karena mentari terus bersinar."
Kali ini kami mengatakan, bahwa ápa yang kami lakukan merupakan puncak dari semua kegelisahan serta kemarahan kami terhadap sístem yang sedang berjalan ini. Sistem yang memberhalakan uang, sistem yang merecoki keseharian masyarakat dengan televisi, agar mereka membeli barang-barang yang tak mereka perlukan agar mereka terus bekerja seperti mesin. Sistem yang mengharuskan kami beserta masyarakat lainnya tidak memiliki kendali atas hidup kita sendiri.
Sistem yang lainnya menguntungkan borjuis, para pebisnis, dan para birokrat negara yang menjadi sekutu setianya. Bagi kami semua, ini bukan saatnya untuk diam, bukan saatnya untuk tenang menonton acara di depan televisi dan berkata bahwa "semua baik-baik saja".
Untuk setiap penindasan di Papua Barat.
Untuk setiap penindasan di Kulon Progo
Untuk setiap penindasan bersejarah di Aceh.
Untuk setiap penindasan di Wera, Bima
Untuk setiap penggusuran dan perampasan lahan di Takalar dan Pandang Raya di Makasar.
Untuk setiap penindasan terhadap kawan-kawan kami yang berjuang.
Untuk Tukijo dan para kombatan sosial yang mendekam di penjara hanya karena berjuang mempertahankan hak hidupnya.
Untuk setiap konsensi hutan yang akan menghancurkan setiap keanekaragaman hayati mengatasnamakan uang dan bisnis!
Dan untuk setiap penjara yang seharusnya terbakar rata dengan tanah.
Maka selama negara dan kapitalisme masih eksis, tak pernah akan ada kata damai antara mereka yang tak berpunya dengan mereka yang berpunya.
Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: ATM, bank, gedung korporatadalah target yang penting, karena mereka adalah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini. Ini bukanlah terorisme karena kami tidak mengadvokasikan untuk menyerang orang-orang, terorisme adalah peperangan antar negara. Terorisme adalah beras dan pangan di dapurmu yang semakin menipis. Terorisme adalah bajingan berseragam yang membawa senjata ke mana-mana. Terorisme adalah pembantaian orang-orang tak berpunya.
Maka kami mengatakan: sudah cukup!
Dan ini juga untuk kalian! Para kombatan yang tak pernah surut untuk berjuang di luar sana, meski kalian harus mendekam di jeruji besi karena keyakinan kalian akan kebebasan: Conspiracy of Cells of Fire (Yunani), kombatan Chile: Tortuga Lives on! Gabriel Pombo da Silva, Thomas Meyer Falk (Jerman), Polykarpos Georgiades, Revolutionary Struggle! Salut bagi kombatan Manado, Makassar dan
"Biarkan apimenyala dalam kegelapan!"
Long Live Luciano Tortuga Cell - International Revolutionary Front - FAI
Akibat kejadian itu, dua orang kombatan sosial Jogjakarta Billy Agustan (Billy) dan Reyhard Rumbayan (Eat), ditahan. Dalam kasus ini kedua kombatan tersebut didakwa dengan tuduhan, Tindak Pidana Terorisme, tindak pidana dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang (pengeroyokan), tentang pembakaran, dan perusakan barang milik oranglain.
Sidang pertama mereka jatuh pada hari Senin 31 Januari 2o11, Billy dan Eat, yang mengambil tanggung jawab atas serangan ini dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Sleman.
Awalludin (pengacara Eat dan Billy) menyayangkan penggunaan pasal UU Terorisme oleh JPU dan pasal tambahan lainnya. Menurutnya tindakan kedua kombatan tersebut yang diwakilinya tidak mengandung unsur terorisme karena tak ada unsur bahan peledak dalam pembakaran ATM BRI. Alasan kedua kombatan tersebut tidak terlibat dalam lembaga atau jaringan terorisme di Indonesia. Aksi pembakaran yang dilakukan seharusnya termasuk dalam kategori tindak pidana murni dan tidak berkaitan dengan terorisme.
Persidangan kedua dua kombatan Jogjakarta diadakan pada tanggal o7 Februari 2o12 kemarin di Pengadilan Negara Sleman, Jogjakarta.
Surat Dari Eat & Billy, Kamerad Yang Dipenjara Dari Sel Long-Live Luciano Tortuga - FAI Indonesia
Dear kamerad, dengan respek, cinta dan kemarahan
Sudah 35 hari semenjak kami dipenjara dan kami meminta maaf karena menulis surat ini terlalu panjang karena satu-satunya kemungkinan berkomunikasi yang bisa kami dapatkan hanyalah dari teman-teman kami dan kekasih-kekasih kami yang masih memiliki keinginan untuk bertemu kami di sini. Surat langsung tidaklah mungkin.
Kami telah menunggu untuk mendapatkan kabar dari kalian semua dan seperti kehangatan yang bertiup di tengah iklim represi, kami kembali mengisi energi dan menguatkan diri untuk mendengar suara dari solidaritas revolusioner dan kehangatan cinta para kamerad dari seluruh kombatan-kombatan dan tahanan yang berada di seluruh belahan dunia - terutama saat kami masih mendapatkan kesempatan untuk membaca berita terbaru di Koran tentang insureksi yang sedang terjadi di Roma, Italia, hal ini memberikan perasaan hangat kepada kami berdua bahwa masih banyak kamerad yang masih terus berjuang untuk perubahan revolusioner yang sesungguhnya dan sémangat dari insureksionalisme masih mengudara seperti cahaya dari harapan - dalam keremangan penjara yang represif ini.
Kami mengirimkan salam peluk untuk semua anggota FAI di seluruh belahan dunia (baik yang bebas maupun yang dipenjara) dan juga kepada anggota CCF di Yunani, salam hangat dan revolusioner yang sesungguhnya kami berikan kepada kalian semua.
Dan sebagai tambahan yang menyedihkan, kami sangat menyesal bahwa beberapa kamerad lokal kami yang termakan oleh ketakutan dan sensasionalisme media yang
Kami menyampaikan rasa hormat, salut, dan kagum, serta salam hangat kepada kamerad Eat & Billy yg saat ini tengah mengahadapi tindakan represi dari negara dan penjaranya. Keberanian kalian melakukan aksi langsung merupakan bara api yg tidak akan pernah kami biarkan padam. Eat dan Billy adalah partisipan dari sebuah grup insureksi urban bernama Long Live Tortuga Cell - FAI Indonesia.
Surat Dari Eat & Billy, Kamerad Yang Dipenjara Dari Sel Long-Live Luciano Tortuga-FAI Indonesia
Dear kamerad, dengan respek, cinta dan kemarahan
Sudah 35 hari semenjak kami dipenjara dan kami meminta maaf karena menulis surat ini terlalu panjang karena satu-satunya kemungkinan berkomunikasi yang bisa kami dapatkan hanyalah dari teman-teman kami dan kekasih-kekasih kami yang masih memiliki keinginan untuk bertemu di sini. Surat kami langsung tidakdah mungkin.
Kami telah menunggu untuk mendapatkan kabar dari kalian semua dan seperti kehangatan yang bertiup di tengah iklim represi, kami kembali mengisi energi dan menguatkan diri untuk mendengar suara dari solidaritas revolusioner dan kehangatan cinta para kamerad dari seluruh kombatan-kombatan dan tahanan yang berada di seluruh belahan dunia - terutama saat kami masih mendapatkan kesempatan untuk membaca berita terbaru di Koran tentang insureksi yang sedang terjadi di Roma, Italia, hal ini memberikan perasaan hangat kepada kami berdua bahwa masih banyak kamerad yang masih terus berjuang untuk perubahan revolusioner yang sesungguhnya dan semangat dari insureksionalisme masih mengudara seperti cahaya dari harapan - dalam keremangan penjara yang represif ini.
Kami mengirimkan salam peluk untuk semua anggota FAI di seluruh belahan dunia (baik yang bebas maupun yang dipenjara) dan juga kepada anggota CCF di Yunani, salam hangat dan revolusioner yang sesungguhnya kami berikan kepada kalian semua.
Dan sebagai tambahan yang menyedihkan, kami sangat menyesal bahwa beberapa kamerad lokal kami yang termakan oleh ketakutan dan sensasionalisme media yang enda sidang kedua tersebut adalah menghadirkan dan mendengarkan erangan dari para saksi --saksi yang memberatkan Eat & Billy, dan aligus perangkat yang digunakan oleh negara untuk menyerang kedua nerad tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku akan nghadirkan 3o saksi untuk membuktikan serta meyakinkan hakim wa kedua kombatan tersebut dapat di dakwa dengan pasal terorisme. npir dapat dipastikan bahwa JPU -sebagai alat represi negaratidak npu menghadirkan saksi untuk membuktikan bahwa kedua kamerad ebut terlibatdalamjaringan terorisme internasional.
ng ketiga akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2o12, dengan ada yang masih sama seperti persidangan kedua, yaitu: mendengarkan rangan dari saksi. Sampai saat ini kami masih belum mendapatkan ır mengenai hasil dan jalannya persidangan ketiga.
Solidaritas Untuk Para Kombatan Sosial dan Para Pembangkang Sistem Hari ini
Solidaritas, Cinta, dan Anarki!
Beberapa waktu yg lalu terjadi pendudukan pelabuhan Sape oleh para petani Bima - Nusa Tenggara Barat, sebagai bentuk aksi langsung penolakan tambang PT Sumber Mineral Nusantara di atas tanah hidup mereka. Sebuah aksi yg seharusnya bisa membuka mata dan hati kita bahwa negara dan kapital adalah musuh besar dan penyebab segala kerusakan tatanan masyarakat saat ini: bahwa perselingkuhan negara dan kapital harus dibakar habis sampai tidak bersisa. Represi dan kebrutalan militer dengan menembaki para pelaku okupasi pelabuhan Sape merupakan jalan yg ditempuh oleh negara dan kapital untuk menghentikan perjuangan para kombatan di Bima, karena perputaran modal adalah hal yg lebih suci daripada nyawa seseorang.
Tindakan represi dari negara dan kapital ini mendapat respon langsung dari para kombatan di Makassar dengan cara menyerang dan menghancurkan properti milik negara dan kapital. Mereka, para individu pemberani dan bebas, memilih untuk melukiskan kemarahan mereka dengan memilih aksi langsung merusak properti milik negara dan kapital: serangan langsung terhadap negara dan kapital! Dan seperti sejarah di masa lalu, negara dan kapital tidak akan tinggal diam dan akan selalu mencari kambing hitam aksi pengrusakan properti milik mereka yg nilainya tidak sebanding dengan nyawa petani di Bima yg mereka represi beberapa waktu lalu Aksi di Makassar menyeret seorang kamerad bernama Hidayat ke penjara dengan tuduhan pengrusakan properti, dan negara melalui hukumnya akan selalu membela kepentingan kapital. Aksi yg dilakukan para kombatan di Makassar patut mendapat respect yg mendalam dari saya, kamu, kita, dan kalian yg tengah berjuang meruntuhkan negara dan kapital, berjuang untuk merebut otonomi hidup. Saya secara pribadi bersolidaritas kepada keberanian kamerad Hidayat (dan kameradkamerad sosial lainnya) yg terus memperjuangkan hak untuk hidup mereka dengan terus memilih berkonfrontasi langsung melawan negara dan kapital tanpa kompromi.
Kita tidak bisa lagi berpura-pura dan menafikkan energi insureksi dan perlawanan yg dikirimkan oleh kombatan sosial di luar sana: bahwa perjuangan melawan negara dan kapital haruslah dilakukan saat ini juga, dan chaos tidak akan bisa dihindari. Karena ada beberapa hal yg memang tidak bisa didialogkan lagi, karena kemarahan tidak bisa dikanalisasi, karena mereformasi dan berharap bahwa sistem hari ini akan menjadi ramah di kemudian hari adalah hal konyol, karena menjadi pasifis itu sangat membosankan, dan karena kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Kini sudah saatnya untuk berpikir tentang balas dendam dan menuntut yg tidak mungkin! Bakar sistem tua hari ini, biarkan rata dengan tanah, dan abunya terbang menghilang diserap sang angin!
Nyalakan api solidaritas, sampaikan, dan sebarkan ke berbagai arah untuk membangunkan para pembangkang dari sudut-sudut gelap peradaban dengan terus menjaga kebencian dan kemarahan terhadap negara dan kapital. Bersolidaritaslah untuk mereka yg direpresi karena menentang negara dan kapital. Jika kalian masih menoleransi kebengisan negara dan kapital maka bersiaplah karena kalian akan menjadi korban selanjutnya. Pemberontakan akan selalu mentransformasikan budak menjadi merdeka: menjadi manusia seutuhnya walaupun hanya satu hari; dan ingatlah bahwa hanya pemberontak yg dicatat oleh sejarah kehidupan. Bakar semangat kita untuk terus memperjuangkan kehidupan yg sesungguhnya.
Panjang Umur Solidaritas! Panjang Umur Perlawanan! Panjang Umur Pemberontakan! Panjang Umur Insureksi! LongLive Anarchy!
Untuk kehidupan yg lebih baik dan menyenangkan
Malang, 10 Januari 2012 07:10 am Posted by >> Venomous Butterfly di 7:18 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Pesan Singkat Kamerad Hidayat Dari Balik Penjara
Lebih baik habis terbakar ketimbang padam perlahan.
"Pengrusakan terhadap properti bukanlah kekerasan. Kekerasan adalah ketika kau melakukannya terhadap individu, dan itu tidak kami lakukan. Lagipula properti-properti itu diproduksi oleh buruh-buruh yang digaji murah."
(Hidayat, kombatan sosial dari Makassar yang dipenjara setelah tertangkap usai aksi solidaritas untuk para insurgen Bima yang menduduki pelabuhan Sape.)
Disadur bebas dari, negasi-negasi.blogspot.com,kokumi.blogspot.com
Tukijo meuk erra ib iar ema
kokelicom
nttta
ntu
beriasta
Hidayat
il Agan
Reyhar uan
erda
EAN
2012 [email protected]