a HOW SOON IS TOMORROW?
(i) Rusa ular orang utan Tersedu sedan Tak mampu lagi berjalan Di depan dan di belakang Asap pekat menerjang Ikan tupai monyet. Duduk berderet Dibawah pohon karet Menyimak api merembet
Babi hutan burung, dan trenggiling Bara sudah disekeliling Telaga mengering Matahari hanya mengerling Riuh redam asap terdengar lirih Kelap kelip bara berpendar samar Bulir-bulir abu terbang bersama kutukan Ibu masih terjaga Menunggu asap reda
(ii) Perih Mataku pedih Bukan karena sedih Kami merintih
Butiran asap
Menguap Dari dalam gambut Berakhir kabut
Debu mengambang
Menghadang jarak pandang
Pohon-pohon tumbang Lirih pilu hutan Serupa puputan Terdengar hingga ke awan Belukar jadi arang Pergilah kelam Anak-anak jatuh demam Ibu tertunduk muram Bapak menggeram
②
(
We're tired of feeling bewildered
(- Tired of helpness We want many, many things to end soon. -GY!BE
to end soc
Setiap tahunnya, di penghujung musim kemarau. Kalimantan dan beberapa wilayal di Sumatera dilanda 'bencana asap'yaug disebaslan oleh kegiatan pemsalaran hutan dan lahan,
Karhutla Ini diduga berleaitan dengan legiatan lorporas- dalam pralter pembukaan Lahan sawit.
Asap Pellat melanda han' dem hani, berminggu- minggu bahken lebih dan' sebulan. Mulai dav' level 'tidal sehat' hingga 'berbaha ya'
(iii) Kabut Asáp
Pengap
Kabut Pekat Lekat
Kabut Merayap Cepat Aku terdesak Tersedak Sesak Lalu rusak Bumi membara Gambut menyala dibalik rawa
④
(iv) Hutan menjelma makam Anggrek-anggrek merengek Rusa mengiba
Pucuk tengkawang terpanggang
Tertidur dipangkuan bara
Terlelap dalam dekapan pekat asap
Terbaring disisi sebongkah abu
Bulir abu merajam nafas tak bergeming
Arang jadi teman Abu jadi pemandu Ibu menjelma kelabu
⑤
We're tired of feeling bewildered
Tired of helpness
We want many, many things
to end soon. -GY!BE