Baca PDF (OCR): Aku-Sayang-Tubuhku

45 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 302 ms

Daftar isi
  1. Aku Sayang
  2. Tubuhku
  3. Sambutan
  4. Daftar isi
  5. Teman-teman yang baik, Tuhan memberi kita anugerah tubuh yang harus kita jaga dan kita lindungi.
  6. Caranya bagaimana ya?
  7. Kita harus menjaga tubuh kita agar tetap sehat
  8. Kita juga harus menjaga diri
  9. 2agar tetap aman
  10. Kita harus menjaga tubuh kita agar tetap sehat
  11. MENGENAL DAN MENJAGA TUBUH AGAR BERSIH DAN SEHAT
  12. Kadang aku harus
  13. Sentuhan yang tidak boleh
  14. 4nyaman, aku akan menghindar dan berkata dengan tegas
  15. YANG HARUS
  16. Aku Sayang Tubuhku
  17. Kontributor
  18. Naskah

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2018

Aku Sayang

Tubuhku

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2018 Aku Sayang Tubuhku
Untuk anak usia PAUD, buku ini dibacakan oleh orang tua atau guru. Untuk anak usia SD kelas awal, buku ini bisa dibaca sendiri dengan didampingi orang tua atau guru.

Judul: AKU DAN TUBUHKU CETAKAN PERTAMA TAHUN 2018 Catatan. Buku ini merupakan buku yang ditujukan untuk pembaca anak usia dini. Buku ini adalah produk dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan buku ini dapat membuat anak paham tentang cara menjaga tubuh dan melindungi diri termasuk dari kekerasan seksual. buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Diterbitkan oleh: Pengarah : Sukiman Penanggung Jawab : Nanik Suwaryani Penyusun : Nanik Suwaryani, Aria Ahmad M, Purwanto, Anik Budi Utami, Asih Priamsari, Diena Haryana,Retno Wibowo Penelaah : Rita Pranawati, Zoya Dianaesthika Amirin, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dinda Denis P Putrantya, Anisah, Queen

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dinda Denis P Putrantya, Anisah, Queen
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Aura, Puspa Safitrie, Adi Sutrisno, Agus Saptono.
Pendidikan Masyarakat Ilustrator : Dian Kartika, Ibrahim Fanshuri
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Penata Letak : Dian Kartika, Ibrahim Fanshuri
Jalan Jenderal Sudirman Sekretariat : Emmi Dhamayanti, Badarusalam, Atih Jumiarsih, Linang Wahyu Srirejeki, Justina
Gedung C lt. 13 Senayan Jakarta 10270 Esti Utami, Parluhutan L Manik, Esih
Telepon: 021-2527664 ISBN: 978-602-427-250-0 Warnesih

Sambutan

Anak-anak yang Bapak sayangi,

Kita semua mendapat karunia dari Tuhan tubuh yang harus kita rawat dan lindungi. Kalau kita merawat tubuh, kita akan sehat dan bisa melakukan apapun yang kita mau, seperti belajar, bermain, dan berolahraga. Kalau kita melindungi tubuh kita dengan baik, kita akan bugar dan sehat.

Anak-anak, kalian bisa belajar merawat dan melindungi tubuhmu dengan membaca buku ini. Kalau ada yang tidak kamu pahami, tanyalah kepada teman, kakak, guru, atau Ayah Bundamu.

Semoga anak-anak menjadi anak yang sehat, cerdas, berani, dan bahagia.

Salam, literasi,

Sukiman Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga

Daftar isi

Pengantar.......................................................................................................................5

Mengenal dan menjaga tubuh agar tetap bersih..................................................6

Menjaga diri agar aman..............................................................................................10

Mengenal sentuhan yang boleh dan tidak boleh...................................................20

Yang harus dilakukan..................................................................................................37

Teman-teman yang baik, Tuhan memberi kita anugerah tubuh yang harus kita jaga dan kita lindungi.
Caranya bagaimana ya?
Kita harus menjaga tubuh kita agar tetap sehat

1

Kita juga harus menjaga diri

2agar tetap aman

Kita harus menjaga tubuh kita agar tetap sehat
MENGENAL DAN MENJAGA TUBUH AGAR BERSIH DAN SEHAT

1

Tubuhku begitu mengagumkan dan spesial. Ada bagian tubuh yang dapat aku lihat, misalnya kepala, dada, kaki, tangan, perut, dan alat kelamin. Ada juga bagian tubuh yang tidak terlihat karena tertutup kulit, misalnya tulang, otak, otot, jantung, dan usus.

Semua bagian tubuh itu diciptakan Tuhan dengan fungsinya masing- masing. Untuk itu aku harus merawat, menjaga, dan melindunginya.

Aku merawat tubuhku dengan mandi, menggosok gigi, makan, dan minum yang sehat, tidur yang cukup, dan berolah raga.

Aku juga menjaga dan melindungi tubuhku dengan berpakaian yang nyaman dan sopan.

Agar aku sehat, aku banyak makan buah, sayur, minum susu dan air putih. Aku tidak mau makan, minum, dan jajan sembarangan.

Aku juga tidak mau tidur terlalu malam karena akan membuatku terlambat sekolah.

Aku juga senang berolahraga bersama ayah, bunda, dan teman-temanku.

2 MENJAGA DIRI AGAR AMAN
Aku juga menjaga dan melindungi tubuhku dengan berpakaian yang nyaman dan sopan.
10

Aku berganti pakaian di tempat tertutup, seperti kamar mandi atau kamar tidur. Aku malu jika orang lain melihatku berganti pakaian.

Aku selalu berhati-hati saat bermain agar tidak cedera.

Aku tidak membuka pakaianku di tempat umum, misalnya di tempat bermain.

Aku juga tidak memfoto bagian tubuhku yang biasa tertutup baju dan tidak membiarkan orang lain mangambil foto bagian tubuhku.

Aku juga tidak mau bermain di tempat sepi apalagi di malam hari.

Aku juga tidak akan mau diajak orang lain tanpa izin orang tuaku.

Ada lho orang dewasa yang suka memberi anak kecil makanan atau mainan agar mau pergi dengan dia. Kata ayah bundaku, kita harus menolak ajakan orang itu.

Aku tidak memisahkan diri dari ayah bunda, guru, kakak, atau temanku
saat sedang pergi di tempat ramai seperti pasar, toko, atau tempat wisata.
15

Ayah bundaku berpesan, kalau aku terpisah dari mereka saat di tempat ramai, aku bisa berteriak memanggil mereka. Aku juga bisa meminta bantuan penjaga toko, restoran, atau petugas keamanan untuk membawaku ke bagian informasi.

Bagian informasi nanti akan memanggil ayah bundaku melalui pengeras suara atau menelpon mereka. Aku selalu ingat nomor telepon ayah bundaku.

Aku akan meminta izin ayah bunda ketika ada orang yang menawarkan permen, makanan, minuman, atau mainan.

Aku selalu berpamitan ke ayah bundaku ketika akan pergi bermain.

Ayah bunda selalu tahu dimana aku berada.

Ketika aku sedang tidak bersama ayah bunda, mereka bisa menghubungiku.

Mereka punya nomor telepon guru dan orang tua teman-temanku.

3 MENGENAL SENTUHAN YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH

Teman-teman, ayah bunda dan guruku pernah berpesan, untuk melindungi diri kita, kita harus tahu sentuhan-sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain ke kita.

Sentuhan yang boleh adalah sentuhan yang membuat kita nyaman dan senang karena merasa diperhatikan dan disayang.

Sentuhan yang tidak boleh adalah sentuhan yang membuat kita merasa tidak nyaman, risih, dan sakit.

Sentuhan yang boleh
22 Aku senang saat ayah dan bunda memeluk atau membelaiku ketika mereka pulang dari bekerja atau ketika mereka memujiku.

Sungguh menyenangkan saat ayah dan bunda membangunkanku dengan mencium pipiku di pagi hari.

Bahagia rasanya saat nenek membacakan cerita untukku. Saat bercerita nenek kadang merangkul atau membelai rambutku.

Aku bisa tertawa girang saat bercanda dengan kakak atau ayah bundaku. Kadang-kadang mereka menggelitikku

Aku gembira saat bermain dengan teman-teman. Ketika bermain kadang-kadang kami bergandengan dan berpegangan tangan.
26
Kadang aku harus

berdekatan dengan seseorang untuk menunjukkan sikap sopan.

Aku bersalaman saat berkenalan dengan teman baru.

Aku mencium tangan bapak dan ibu guruku.

Ketika aku sakit, ayah dan bunda akan mengantarku ke dokter.

Dokter akan memegang beberapa bagian tubuhku untuk mengetahui aku sakit apa.

Satpam membantuku saat menyeberang jalan
agar aman.
30

Guru menepuk pundakku ketika aku menangis untuk membuatku nyaman.

Aku memegang tangan temanku untuk membantunya berdiri ketika terjatuh.

Sentuhan yang tidak boleh

Kadang-kadang aku tidak suka disentuh karena aku merasa risih, tidak nyaman, atau sakit.

Aku juga tidak akan menyentuh temanku kalau mereka merasakan hal yang sama.

Aku merasa tidak nyaman ketika orang menyentuh atau memegang bagian-bagian tubuh pribadiku.

Aku bisa marah sekali kalau orang lain melakukan itu.

Aku tidak suka orang memaksa untuk mencium atau memelukku walaupun aku mengenal orang itu.

Aku tidak suka saat orang lain menyakiti tubuhku. Aku bisa marah atau menangis karena itu.

Ketika ada orang mendekatiku dan aku merasa tidak

4nyaman, aku akan menghindar dan berkata dengan tegas

YANG HARUS

“Jangan sentuh aku”, “Jangan pegang-pegang”, DILAKUKAN “Aku tidak mau”.

Jika orang itu masih memaksaku aku akan berlari dan berteriak “Jangan”, “Tidak”, “Tolong”.

Jika orang itu tetap memaksa, aku akan berontak dengan memukul, menggigit, menendang, dan terus berteriak.

Jika ada orang yang mengganggu dan membuatku tidak nyaman aku akan bercerita kepada ayah, bunda, guruku, atau orang lain yang aku percaya.

Aku juga akan bercerita kepada ayah dan bunda kalau ada orang yang memaksa menyentuh tubuhku.

Tubuhku sangat berharga, karena itu aku harus melindunginya.

Aku Sayang Tubuhku

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas: ([email protected])

  1. Nanik Suwaryani
  2. Aria Ahmad Mangunwibawa
  3. Poerwanto
  4. Anik Budi Utami
  5. Asih Priamsari
  6. Puspa Safitri
  7. Adi Sutrisno
  8. Agus Saptono Praktisi Pendidikan Anak dan Remaja:

    Kontributor

Retno Wibowo Dinda Denis P. Putrantya

Naskah

Yayasan Sejiwa: Diena Haryana Komite Perlindungan Anak: Rita Pranawati Praktisi/Psikolog: Zoya D. Amirin Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Anisah Hasiah SMPN 180 Jakarta: Queen Aura

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA