Baca PDF (OCR): BUKU-PERUNDUNGAN-REVISI

26 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 132 ms

Daftar isi
  1. PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERUNDUNGAN DI SATUAN PAUD
  2. Pencegahan dan Penanganan
  3. Perundungan di Satuan PAUD
  4. Sdinamika masyarakat modern saat ini. Anak-anak yang seharusnya
  5. Mrekan mereka tanpa gangguan, nyaman dan aman. Sayangnya kadang
  6. Pendahuluan
  7. Sagar mereka dapat berkembang secara optimal. Guru
  8. Selayang Pandang tentang Perundungan
  9. Indikator Umum Perundungan pada Anak Usia Dini
  10. Dampak Perundungan pada Anak Usia Dini
  11. Faktor Penyebab Anak Melakukan Perundungan
  12. Anak yang Berpotensi Menjadi Korban Perundungan
  13. Pencegahan Perundungan yang Dapat Dilakukan
  14. Satuan Pendidikan PAUD
  15. Penanganan Perundungan
  16. Mewujudkan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
  17. di Satuan PAUD

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERUNDUNGAN DI SATUAN PAUD

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat

Pencegahan dan Penanganan

Perundungan di Satuan PAUD

Ditulis oleh: Diena Haryana, SEJIWA

Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD

Penulis: Diena Haryana, SEJIWA

Desain dan Tata Letak: Deka Witara, Arita WA

Copyright © Edisi November 2023

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengutip sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian

Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

SAMBUTAN

ungguh besar tantangan yang dihadapi oleh anak usia dini di tengah

Sdinamika masyarakat modern saat ini. Anak-anak yang seharusnya

menikmati kehidupan aman, nyaman saat beraktivitas, nyatanya suasana ideal tersebut sulit didapatkan. Padahal di usia emas, mereka membutuhkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang secara optimal. Salah satu yang menjadi tantangan terhadap kehidupan anak-anak adalah menjadi korban perilaku perundungan yang faktanya bisa terjadi pada usia berapapun. Tanggungjawab guru dan orang tua sangat besar agar anak-anak terlindungi dari ancaman perundungan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Diperlukan kerjasama semua pihak yang berkepentingan agar anak-anak bisa terhindar dari perundungan sehingga mereka bisa menikmati masa bermain sekaligus belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. Sesungguhnya sudah banyak upaya untuk mencegah terjadinya perundungan terhadap anak-anak. Namun demikian, kami memandang perlu untuk membuat panduan kepada para guru dan tenaga kependidikan (GTK) khususnya di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) agar mampu mencegah dan menangani kasus perundungan yang dialami peserta didik. Karena itu, kami menyambut baik penerbitan “Buku Saku untuk Guru-Guru PAUD Pencegahan dan Penanganan Perundungan” yang diharapkan bisa membantu mencegah dan menangani kasus-kasus perundungan yang terjadi di PAUD. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada para penulis, editor, layouter, dan pihak-pihak lain yang mendukung penerbitan buku saku yang sederhana namun sangat berharga bagi siapa saja yang membacanya, khususnya pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Semoga usaha kita bersama pendidik dan tenaga kependidikan, sekaligus juga orang tua akan mendapatkan hasil yang positif demi masa depan peserta didik PAUD yang berkualitas. w

iii

KATA PENGANTAR

erupakan impian semua anak-anak bisa belajar dan bermain bersama

Mrekan mereka tanpa gangguan, nyaman dan aman. Sayangnya kadang

ada saja gangguan yang merusak kebahagiaan anak-anak. Seperti yang sering dipublikasikan media massa, salah satu gangguan terhadap anak-anak adalah berupa perundungan. Secara umum, perundungan berarti perilaku tidak menyenangkan yang sengaja dilakukan untuk menekan, mengintimidasi dan menyakiti korban sehingga korban merasa tertekan, tak berdaya dan trauma. Perundungan terjadi di seputar anak di usia berapapun, termasuk di usia dini, dimanapun anak-anak berkumpul dan beraktifitas bersama. Perundungan terjadi bila ada pelaku, dan ada korbannya. Pada anak usia dini, bentuk perundungan fisik bisa terjadi dalam beragam bentuk seperti menjambak, mendorong, memukul, merebut, mencubit, menendang, menonjok dan menampar. Ada pula perundungan dalam bentuk verbal, antara lain mengata-ngatai, membentak, menghina, menekan, dan meledek. Perundungan terhadap korban berpotensi menghambat perkembangan mental anak seperti menjadi murung, menyendiri dan tak bersemangat, sulit diajak berbicara, gampang marah, dan berujung kehilangan rasa percaya diri. Pelaku perundungan juga menim dampak buruk seperti sering membuat masalah, arogan, agresif, pemarah, suka melanggar aturan, membantah perkataan guru dan sebagainya. Dalam praktinya, tidak mudah bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencegah dan menangani kasus perundungan. Banyak aspek yang perlu dipejari pendidik dan tenaga kependidikan untuk memahami mengapa anak-anak melakukan perundungan? Siapa saja anak yang sering jadi korban perundungan? Siapa pelaku dan korban perundungan di satuan PAUD? Dimanakah perundungan sering terjadi di satuan PAUD? Lalu bagaimana Pencegahan Perundungan yang Dapat Dilakukan Satuan Pendidikan PAUD. Diharapkan pada pendidik dan tenaga kependidikan terus melakukan berbagai cara kreatif untuk menemukan pendekatan yang tepat agar bisa mencegah dan menangani kasus perundungan yang terjadi. w

iv4

DAFTAR ISI

SAMBUTAN • iii KATA PENGANTAR • iv DAFTAR ISI • v 1 Pendahuluan 3 Selayang Pandang Tentang Perundungan 6 Indikator Umum Perundungan pada Anak Usia Dini 7Dampak Perundungan pada Anak Usia Dini 10 Faktor Penyebab Anak Melakukan Perundungan 10 Anak yang Berpotensi Menjadi Korban Perundungan 11Tempat yang Berpotensi Tinggi Terjadi Perundungan di Satuan PAUD

12Pencegahan Perundungan yang Dapat Dilakukan Satuan Pendidikan PAUD 12 Penanganan Perundungan Mewujudkan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan PAUD Rujukan-Rujukan

v

Pendahuluan

etiap anak berhak untuk merasa aman, nyaman, dan beraktivitas di lingkungan mereka belajar. Hal itu diperlukan

Sagar mereka dapat berkembang secara optimal. Guru

memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak-anak. Pembentukan karakter itu bertujuan agar mereka dapat menjadi individu yang cerdas, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, beriman,

dan bertakwa.

Pembelajaran bagi anak berusia dini terjadi sambil bermain, berkomunikasi, dan mengeksplorasi lingkungannya dengan penuh

antusias serta rasa ingin tahu. Namun, situasi itu dapat terganggu oleh perilaku anak-anak yang mengganggu teman-temannya,

baik secara verbal maupun fisik. Hal itu sering terjadi pada anak usia dini. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan itu dapat menimbulkan dampak berupa luka fisik, tangisan, rasa takut, atau

ketidaknyamanan yang membuat korban kehilangan semangat untuk belajar atau hadir di sekolah. Hal itu akan menghambat

perkembangan serta kemampuan optimal mereka dalam menyerap pengetahuan baru yang penting untuk meningkatkan

nalar, fisik, dan emosi mereka. Buku ini bertujuan untuk memberikan informasi penting dan praktis bagi para guru PAUD tentang pencegahan dan penanganan

perundungan di satuan PAUD. Buku ini diharapkan dapat membantu upaya pencegahan dan penanganan kasus perundungan yang

terjadi di satuan PAUD. Upaya itu akan membantu korban bangkit dari perasaan terpuruk. Selain itu, upaya tersebut diharapkan

akan membantu para pelaku menyadari kesalahan mereka dan memperbaiki perilaku mereka di masa depan. Guru-guru PAUD

diharakan untuk lebih waspada serta mampu mencegah dan menangani kasus-kasus perundungan yang mungkin terjadi di

sekitar sekolah dengan cara yang tepat dan bijak. Sasaran Pengguna Buku:

1. Pendidik/guru di Satuan PAUD.
2. Orangtua/masyarakat yang memiliki anak usia dini.
3. Pemangku kepentingan terkait dengan Pendidikan anak usia dini.
Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD PAUD

Selayang Pandang tentang Perundungan

Perundungan dapat terjadi di lingkungan anak di usia berapa pun, termasuk pada anak usia dini. Perundungan itu juga dapat muncul di manapun anak berkumpul dan beraktifitas bersama. Perundungan dapat terjadi jika ada pelaku, kesempatan, dan korban.

Definisi Perundungan Perundungan adalah perilaku tidak menyenangkan yang sengaja dilakukan untuk menekan, mengintimidasi dan menyakiti korbannya sehingga korban merasa tertekan, tak berdaya dan trauma, dan berpotensi dilakukan berulang (SEJIWA, 2008). Pada anak usia dini perundungan yang sering terjadi disebabkan ketidaksengajaan pelaku anak. Namun, jika tidak ada upaya guru untuk menghentikannya, maka pelaku dapat kembali melakukan perundungan secara berulang.

Bentuk-bentuk Perundungan pada Anak di Usia Dini: Secara umum bentuk perundungan pada anak usia dini lebih sederhana dari perundungan yang terjadi pada anak yang lebih tua. Perundungan secara fisik, verbal, dan psikis merupakan bentuk-bentuk perundungan yang umum terjadi pada anak usia dini.

Perundungan Fisik Perundungan Verbal Perundungan Psikis
Menjambak Mengata-ngatai Mengucilkan
Mendorong Membentak Mengacuhkan
Memukul Menghina Melotot
Merebut Meledek Mendiamkan
Mencubit Menolak dengan
Menendang Kasar

Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD

Indikator Umum Perundungan pada Anak Usia Dini

Berikut gejala umum yang perlu diperhatikan sebagai indikator seorang anak mungkin telah mengalami perundungan.

1. Murung, menyendiri, dan tak bersemangat.
2. Luka atau lecet pada tubuh.
3. Baju robek atau kotor.
4. Sering menangis.
5. Sulit diajak berbicara.
6. Mudah marah.
7. Nafsu makan berkurang.
8. Enggan bermain dengan teman-temannya.
9. Takut dan cemas.
10. Tidak mau masuk ke ruang kelas.
11. Sering mengikuti guru kemana-mana Jika guru mendapati anak menunjukkan salah satu atau beberapa gejala tersebut, maka guru perlu menyadari bahwa perundungan mungkin telah terjadi pada anak itu. Guru perlu segera melakukan tindakan penanganan. Jika tidak segera ditangani, anak dapat mengalami dampak yang cukup serius.
Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD PAUD

Dampak Perundungan pada Anak Usia Dini

Jika peristiwa perundungan tidak ditangani oleh guru, perundungan dapat terjadi berulang-ulang sehingga berdampak pada perubahan karakter anak. Di usia dini, korban kesulitan untuk menyampaikan perasaannya setelah mengalami perundungan. Guru perlu teliti dalam mengamati perilaku anak dan mewaspadai jika seorang anak mengalami perubahan perilaku yang mungkin disebabkan perundungan. Secara umum, perilaku anak dapat berubah akibat perundungan dari yang semula ceria, senang bermain, mudah bergaul, dan senang bergerak. Perundungan pada anak dapat mengubah mereka hingga berperilaku pasif, agresif, atau pasif-agresif.

Dampak bagi Korban Perundungan Agresif Dampak perundungan pada anak usia dini dapat muncul dalam

1.1.1. Mudah marah Mudah marah Mudah marah
perubahan perilaku berikut.

2.2.2. Impulsif Impulsif Impulsif
3.3.3. Menangis keras Menangis keras Menangis keras
Pasif

4.4.4. Berteriak-teriak Berteriak-teriak Berteriak-teriak
1.1.1. Menolak bersekolah Menolak bersekolah Menolak bersekolah 5.5.5. Menendang-nendang Menendang-nendang Menendang-nendang
2.2.2. Tidak bersemangat Tidak bersemangat Tidak bersemangat 6.6.6. Melempar barang Melempar barang Melempar barang
3.3.3. Enggan berbicara Enggan berbicara Enggan berbicara 7.7.7. Tidak sabaran Tidak sabaran Tidak sabaran
4.4.4. Murung dan menyendiri Murung dan menyendiri Murung dan menyendiri 8.8.8. Memukul orang Memukul orang Memukul orang
5.5.5. Hilangnya rasa percaya Hilangnya rasa percaya Hilangnya rasa percaya terdekat, misalnya terdekat, misalnya terdekat, misalnya diri diri diri ibunya ibunya ibunya
6.6.6. Lemah dan tak berdaya Lemah dan tak berdaya Lemah dan tak berdaya

Pasif Agresif Pada tahap awal, anak yang menjadi korban perundungan akan tampak berperilaku pasif. Ia masih mampu mengontrol diri walaupun sangat tertekan. Namun, ketika anak tersebut tidak tahan lagi dengan perundungan yang dialaminya, maka anak tersebut akan memunculkan ledakan kemarahan yang tak terbendung. Pada titik ini, anak tersebut tidak dapat mengontrol diri dan muncul perilaku agresif, seperti sering marah, berteriak, atau memukuli orang terdekat. Guru perlu waspada pada perubahan perilaku anak. Guru perlu segera menangani perundungan yang terjadi dengan cepat, tepat dan bijak. Jika penanganan tepat, anak dapat segera pulih serta terhindar dari dampak yang lebih buruk.

Agresif

Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD

Dampak bagi Pelaku Perundungan

Perundungan tidak hanya berdampak bagi korban, tetapi juga pada pelaku. Ada beberapa dampak yang dapat terjadi pada pelaku

perundungan, misalnya pelaku perundungan dikenali sebagai pribadi yang sulit mengontrol diri, pemarah, arogan, kasar, agresif,

pembantah, tidak disukai sehingga dijauhi oleh teman-temannya. Dampak jangka panjang pada pelaku perundungan adalah perubahan sikapnya menjadi pribadi yang suka mengintimidasi,

mau menang sendiri, sulit mengontrol emosinya, dan sulit bekerja sama dengan orang lain.

Dengan memahami dampak pada korban serta pelaku perundungan, guru diharapkan dapat memberikan pendampingan

yang baik. Guru perlu mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak agar anak mengerti bahwa perbuatan perundungan

akan menyakiti teman dan merugikan diri sendiri.

Faktor Penyebab Anak Melakukan Perundungan

Anak pelaku perundungan biasanya memiliki permasalahan perundungan yang dialaminya di rumah, baik oleh orang tua maupun anggota keluarga. Ia tak mampu menghadapi tekanan di rumah. Jika tidak ditangani oleh guru atau orang dewasa lain dengan baik, maka kemarahan pada situasi di rumah dapat terbawa ke sekolah. Akhirnya, ketika ia ada di sekolah terjadi letupan emosi yang mengakibatkan perundungan kepada teman.

Anak yang Berpotensi Menjadi Korban Perundungan

Anak-anak yang rentan menjadi korban perundungan biasanya memiliki ciri tertentu berikut.

  1. Anak yang memiliki perbedaan fisik dengan anak lain, misalnya anak yang berbadan kurus, gemuk, atau anak penyandang disabilitas.
  2. Anak yang pendiam, lemah, dan sulit bergaul. Mereka cenderung tidak mampu membela diri serta mudah menyerah
  3. Anak yang sulit berbicara, misalnya gagap dan sulit menangkap serta merespon pembicaraan
    Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD
4. 5. menangani kasus perundungan yang terjadi. Tempat yang Berpotensi Tinggi Terjadi Perundungan di Satuan PAUD Anak yang mendapat perhatian lebih dari guru. Mereka sering dibenci oleh anak- anak yang merasa tidak disukai oleh guru. Anak-anak yang memiliki kelebihan fisik maupun prestasi akademik. Para guru di jenjang PAUD perlu memahami siapa saja yang rentan menjadi korban perundungan agar dapat membangkitkan kesadaran guru PAUD untuk selalu siap sedia melindungi, mencegah, dan Pada anak berusia dini, semua tempat anak berkumpul, bermain, belajar bersama, dan berkreatifitas dapat berpotensi menjadi lokasi terjadinya perundungan. Tempat itu, misalnya ketika antri di wastafel untuk mencuci tangan, antri di depan kamar mandi, di
10 11 depan dan di dalam ruang kelas, di halaman sekolah, dan di tempat ibadah. N H O Z P

Pencegahan Perundungan yang Dapat Dilakukan

Satuan Pendidikan PAUD

Tidak, Pergi, dan Lapor (No, Go, Tell) Ajari anak untuk dapat melakukan 3 hal berikut,

  1. Berkata “Tidak!” atau “Hentikan!” atas kekerasan yang dialami.
  2. Pergi atau lari secepat mungkin.
  3. Menyampaikan kejadian yang dialami kepada guru atau orang tua. Simulasikan dengan bermain peran bersama anak agar mereka mampu menyampaikan hal berikut. “Jangan cubiti aku! ”
    ” “Jangan pukul aku!

“Jangan teriak- “Jangan jambak aku! teriak ke aku!” ”

” “Jangan dorong dorong aku!” “Jangan ambil makananku!

Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD

Ajari anak untuk memiliki bahasa tubuh yang percaya diri sehingga pelaku perundungan enggan melakukan aksinya kepada dirinya. Bahasa tubuh tersebut, misalnya berdiri tegak, memandang mata lawan bicara, berjalan serta duduk dengan tegak, dan berbicara dengan jelas serta cukup keras. Membangun Kesepakatan Guru dan anak-anak dapat membangun kesepakatan terkait hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan di sekolah. Hal-hal yang harus dilakukan anak-anak, meliputi

  1. bertutur kata santun,
  2. mempraktikkan secara berulang ungkapan terima kasih, tolong, dan maaf,
  3. memandang mata dengan positif lawan bicara,
  4. menyimak pembicaraan lawan bicara,
  5. berbicara secara bergantian, dan
  6. memuji orang lain yang melakukan kebaikan.
    Hal-hal yang tidak boleh dilakukan di sekolah ataupun di rumah, meliputi

  7. memukul orang lain,

  8. berkata kasar,
  9. mendorong-dorong teman,
  10. menjambak,
  11. mencubit,
  12. membentak, dan
  13. merebut barang teman.

Penanganan Perundungan

Berbagai upaya dapat dilakukan dalam penanganan perundungan yang terjadi di satuan PAUD. Upaya itu meliputi hal berikut.

A.A.A. Dukungan Psikologis Awal: Perhatikan ( Dukungan Psikologis Awal: Perhatikan ( Dukungan Psikologis Awal: Perhatikan (Look Look Look), Dengarkan ), Dengarkan ), Dengarkan (((Listen Listen Listen), dan Hubungi (), dan Hubungi (), dan Hubungi (Link Link Link)))
1.1.1. Perhatikan ( Perhatikan ( Perhatikan (Look Look Look).).). Guru perlu menemui korban, menenangkan, Guru perlu menemui korban, menenangkan, Guru perlu menemui korban, menenangkan, memberi minum, dan perhatian penuh terhadap korban. Guru memberi minum, dan perhatian penuh terhadap korban. Guru memberi minum, dan perhatian penuh terhadap korban. Guru perlu memeriksa secara saksama adanya luka, memar, atau perlu memeriksa secara saksama adanya luka, memar, atau perlu memeriksa secara saksama adanya luka, memar, atau hal yang mengkhawatirkan pada diri korban yang perlu segera hal yang mengkhawatirkan pada diri korban yang perlu segera hal yang mengkhawatirkan pada diri korban yang perlu segera mendapatkan penanganan. mendapatkan penanganan. mendapatkan penanganan.
2.2.2. Dengarkan ( Dengarkan ( Dengarkan (Listen Listen Listen).).). Guru perlu mengajak korban Guru perlu mengajak korban Guru perlu mengajak korban berkomunikasi dan mendengarkan hal yang berkomunikasi dan mendengarkan hal yang berkomunikasi dan mendengarkan hal yang telah dialami korban. Guru perlu bertanya yang telah dialami korban. Guru perlu bertanya yang telah dialami korban. Guru perlu bertanya yang perasaan korban dan memvalidasi perasaan itu. perasaan korban dan memvalidasi perasaan itu. perasaan korban dan memvalidasi perasaan itu. Selanjutnya guru perlu menunjukkan empati Selanjutnya guru perlu menunjukkan empati Selanjutnya guru perlu menunjukkan empati kepada korban sehingga ia merasa aman dan kepada korban sehingga ia merasa aman dan kepada korban sehingga ia merasa aman dan terdukung. terdukung. terdukung.
3.3.3. Hubungi Hubungi Hubungi (((Link Link Link).).). Guru segera Guru segera Guru segera menghubungi orang tua agar mereka menghubungi orang tua agar mereka menghubungi orang tua agar mereka dapat segera datang dan mendukung dapat segera datang dan mendukung dapat segera datang dan mendukung anak. Jika diperlukan guru dapat anak. Jika diperlukan guru dapat anak. Jika diperlukan guru dapat membantu untuk menghubungkan membantu untuk menghubungkan membantu untuk menghubungkan korban dengan pihak yang tepat untuk korban dengan pihak yang tepat untuk korban dengan pihak yang tepat untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan mendapatkan layanan yang dibutuhkan mendapatkan layanan yang dibutuhkan terhadap kondisi yang dialami korban, terhadap kondisi yang dialami korban, terhadap kondisi yang dialami korban, misalnya rumah sakit, layanan konseling, misalnya rumah sakit, layanan konseling, misalnya rumah sakit, layanan konseling, atau hukum. Referensi yang mungkin atau hukum. Referensi yang mungkin atau hukum. Referensi yang mungkin diperlukan dapat dilihat pada bagian akhir diperlukan dapat dilihat pada bagian akhir diperlukan dapat dilihat pada bagian akhir buku saku ini. buku saku ini. buku saku ini.
Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD PAUD

B. Tindakan Guru terhadap Pelaku Guru perlu melakukan hal berikut kepada pelaku sebagai upaya penanggulangan terhadap perundungan di satuan PAUD.
1. Tanyakan tentang kejadian perundungan yang telah terjadi.
2. Dengarkan alasan pelaku melakukan perundungan.
3. Sampaikan dampak atas perbuatannya terhadap korban.
4. Ajari pelaku untuk memahami bahwa hal yang dilakukannya telah menyakiti korban.
5. Bahas peristiwa perundungan tersebut. Ingatkan pada kesepakatan tentang perilaku baik yang harus dilakukan di sekolah sehingga pelaku menyesal atas perbuatannya.
6. Jika telah mampu merasakan penyesalan tersebut dan pihak korban mengizinkan guru dapat memperpertemukan kedua pihak dan ajak keduanya untuk berdamai.
7. Komunikasikan peristiwa perundungan yang telah terjadi kepada orang tua pelaku untuk perbaikan perilaku anak pelaku.
C. Menangkan Orang Tua Korban Guru perlu melakukan hal berikut kepada orang tua korban agar mereka mampu menolong dan mendukung anak yang menjadi korban sehingga kondisi anak dapat segera pulih.
1. Orang tua yang mendapati anaknya menjadi korban perundungan biasanya akan bereaksi dengan memarahi ibu korban. Tenangkan orang tua korban dan ajak mereka untuk lebih berfokus pada penanganan kondisi krisis anak yang sangat membutuhkan dukungan penuh.

  1. Ajak orang tua membahas langkah yang perlu dilakukan supaya korban segera mendapatkan ketenangan serta bantuan yang tepat sesuai dengan kondisinya.
  2. Jika korban telah melewati masa krisis, orang tua korban dan pelaku dapat diajak untuk saling bertemu. Hal itu bertujuan untuk rekonsiliasi kedua pihak. Selain itu, diharapkan juga kedua pihak dapat kembali berinteraksi dan membangun pertemanan yang lebih baik. Melalui pendampingan serta dukungan guru dan kedua orangtua, anak-anak akan mampu bertumbuh dengan damai, tegar, dan tangguh.
    Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD PAUD

Mewujudkan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

di Satuan PAUD

Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD dilakukan Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD dilakukan Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD dilakukan Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD dilakukan Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD dilakukan melalui hal berikut. melalui hal berikut. melalui hal berikut. melalui hal berikut. melalui hal berikut.

1.1.1.1.1. Guru menyusun tata tertib dan merancang program pencegahan Guru menyusun tata tertib dan merancang program pencegahan Guru menyusun tata tertib dan merancang program pencegahan Guru menyusun tata tertib dan merancang program pencegahan Guru menyusun tata tertib dan merancang program pencegahan kekerasan di satuan PAUD. Tata tertib dan program itu kemudian kekerasan di satuan PAUD. Tata tertib dan program itu kemudian kekerasan di satuan PAUD. Tata tertib dan program itu kemudian kekerasan di satuan PAUD. Tata tertib dan program itu kemudian kekerasan di satuan PAUD. Tata tertib dan program itu kemudian disosialisasikan secara berkala kepada seluruh pihak di satuan disosialisasikan secara berkala kepada seluruh pihak di satuan disosialisasikan secara berkala kepada seluruh pihak di satuan disosialisasikan secara berkala kepada seluruh pihak di satuan disosialisasikan secara berkala kepada seluruh pihak di satuan PAUD. PAUD. PAUD. PAUD. PAUD.
2.2.2.2.2. Kepala satuan PAUD menerbitkan surat keputusan pembentukan Kepala satuan PAUD menerbitkan surat keputusan pembentukan Kepala satuan PAUD menerbitkan surat keputusan pembentukan Kepala satuan PAUD menerbitkan surat keputusan pembentukan Kepala satuan PAUD menerbitkan surat keputusan pembentukan satuan tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan satuan tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan satuan tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan satuan tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan satuan tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang beranggotakan tiga orang dari unsur guru, (TPPK) yang beranggotakan tiga orang dari unsur guru, (TPPK) yang beranggotakan tiga orang dari unsur guru, (TPPK) yang beranggotakan tiga orang dari unsur guru, (TPPK) yang beranggotakan tiga orang dari unsur guru, perwakilan komite sekolah, dan tenaga administrasi sekolah. perwakilan komite sekolah, dan tenaga administrasi sekolah. perwakilan komite sekolah, dan tenaga administrasi sekolah. perwakilan komite sekolah, dan tenaga administrasi sekolah. perwakilan komite sekolah, dan tenaga administrasi sekolah.
3.3.3.3.3. Warga Warga Warga Warga Warga PAUD PAUD PAUD PAUD PAUD bersama-sama bersama-sama bersama-sama bersama-sama bersama-sama memastikan memastikan memastikan memastikan memastikan pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD. pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD. pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD. pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD. pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan PAUD.

Rujukan-Rujukan Guru PAUD dan orang tua yang membutuhkan layanan kesehatan, kesehatan jiwa, trauma, atau kondisi darurat, dapat menggunakan layanan publik terkait, baik yang dikelola pemerintah maupun lembaga-lembaga sosial. Beberapa layanan berikut dapat menjadi rujukan.

1. SAPA 129 adalah hotline Sahabat Perempuan dan Anak 129 yang dikelola oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia.
2. Call Centre 119 yang dikelola Kementerian Kesehatan ini memberikan layanan kepada masyarakat yang perlu berkonsultasi terkait masalah kesehatan jiwa.
3. Call Centre 112 yang dikelola oleh pemerintah daerah ini dapat membantu dalam mempercepat pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kondisi darurat, seperti masalah kesehatan, kecelakaan, bencana alam, kebakaran, dan gangguan alam lainnya.
4. Call Centre 110 yang dikelola oleh Kepolisian Republik Indonesia dapat digunakan untuk layanan terkait kecelakaan, perundungan, tindak kekerasan, kerusuhan, dan bencana.
5. Layanan Pengaduan Online KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dengan kontak WhatsApp 08111772273, telepon 021- 31901556, dan pos-el [email protected] ini dapat digunakan untuk semua pengaduan terkait kasus-kasus yang dialami anak.
6. Helpline SEJIWA-Psimas Bersamamu merupakan layanan konseling daring gratis dan dikelola oleh Sejiwa dan Psimas bersama psikolog dan konselor. Layanan itu dapat didapatkan dengan mengakses laman www.sejiwa.org.
7. Yayasan Pulih dengan nomor kontak 0811 843 6633 dan berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini memberikan layanan penanganan trauma, kekerasan, dan psikososial terkait Perempuan dan anak.
Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Satuan PAUD

Penutup

Anak-anak usia dini cenderung reaktif, impulsif, dan sulit mendengarkan Anak-anak usia dini cenderung reaktif, impulsif, dan sulit mendengarkan kata-kata guru dan orang tua ketika mereka sedang dalam kondisi kata-kata guru dan orang tua ketika mereka sedang dalam kondisi emosional. Para guru PAUD perlu memahami kondisi itu dalam membangun emosional. Para guru PAUD perlu memahami kondisi itu dalam membangun upaya pencegahan dan penanganan perundungan sehingga mampu upaya pencegahan dan penanganan perundungan sehingga mampu merespons dengan cepat dan tepat atas segala kemungkinan perundungan merespons dengan cepat dan tepat atas segala kemungkinan perundungan pada anak-anak. Korban diharapkan dapat lekas pulih, bebas dari rasa pada anak-anak. Korban diharapkan dapat lekas pulih, bebas dari rasa takut, dan kembali bersekolah dengan penuh semangat. Pelaku juga dapat takut, dan kembali bersekolah dengan penuh semangat. Pelaku juga dapat segera terbantu untuk menyadari perilaku agresifnya serta dapat bergaul segera terbantu untuk menyadari perilaku agresifnya serta dapat bergaul dengan baik bersama semua teman-temannya. dengan baik bersama semua teman-temannya. Guru PAUD diharapkan benar-benar siap dalam mencegah dan Guru PAUD diharapkan benar-benar siap dalam mencegah dan menangani kasus-kasus perundungan di satuan PAUD. Kesiapan itu menangani kasus-kasus perundungan di satuan PAUD. Kesiapan itu mencakup kemampuan guru untuk dapat meregulasi emosi ketika mencakup kemampuan guru untuk dapat meregulasi emosi ketika berhadapan dengan situasi-situasi sulit. Harapannya, guru PAUD dapat berhadapan dengan situasi-situasi sulit. Harapannya, guru PAUD dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, aman, dan menyenangkan. menciptakan suasana belajar yang kondusif, aman, dan menyenangkan. Guru dengan kesabaran, kesantunan serta cara-cara berkomunikasi Guru dengan kesabaran, kesantunan serta cara-cara berkomunikasi yang menyenangkan akan berada dekat di hati anak. Selain kemampuan yang menyenangkan akan berada dekat di hati anak. Selain kemampuan meregulasi emosi, guru PAUD juga perlu kemampuan meregulasi emosi meregulasi emosi, guru PAUD juga perlu kemampuan meregulasi emosi para peserta didik. Anak perlu diajari manajemen konflik dengan cara yang para peserta didik. Anak perlu diajari manajemen konflik dengan cara yang santun dan merangkul. Guru yang sabar dan ulet akan membentuk karakter santun dan merangkul. Guru yang sabar dan ulet akan membentuk karakter anak didik yang berempati dan bijak. Guru yang demikian mampu menjadi anak didik yang berempati dan bijak. Guru yang demikian mampu menjadi teladan dan dekat di hati anak. teladan dan dekat di hati anak. Peran guru PAUD yang sangat penting bagi peletakan fondasi karakter Peran guru PAUD yang sangat penting bagi peletakan fondasi karakter anak didik, yaitu peran sebagai pendidik, pengajar, pelatih, pengembang, anak didik, yaitu peran sebagai pendidik, pengajar, pelatih, pengembang, dan serta pelindung anak. Dalam praktiknya, guru PAUD perlu mendukung dan serta pelindung anak. Dalam praktiknya, guru PAUD perlu mendukung setiap anak didik agar mampu mengembangkan seluruh potensi secara setiap anak didik agar mampu mengembangkan seluruh potensi secara optimal. Semoga buku saku ini dapat memberikan sumbangsih bagi guru optimal. Semoga buku saku ini dapat memberikan sumbangsih bagi guru PAUD dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman serta PAUD dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman serta mampu mengembangkan karakter yang baik bagi seluruh anak didik mampu mengembangkan karakter yang baik bagi seluruh anak didik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

gurupauddikmas.kemdikbud.go.id gurupauddikmas Guru PAUD Dikmas Guru PAUD Dikmas