KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2018
ST PPERUNDUNGAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2018
ST PPERUNDUNGAN
Judul: STOP PERUNDUNGAN Cetakan Pertama 2018 Catatan. Buku ini merupakan buku yang ditujukan untuk pembaca usia remaja. Buku ini adalah produk dari subdit Pendidikan Anak dan Remaja, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan buku ini dapat menumbuhkan lebih banyak minat baca pada anak dan remaja. buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.
Diterbitkan oleh: Pengarah : Sukiman Penanggung Jawab : Nanik Suwaryani Penyusun : Diena Haryana, Nanik Suwaryani, Aria Ahmad, Purwanto, Anik Budi Utami, Asih Priamsari Penelaah : Rita Pranawati, Zoya Dianaesthika Amirin, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dinda Denis P Putrantya, Anisah, Queen
| Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga | Dinda Denis P Putrantya, Anisah, Queen | |
|---|---|---|
| Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan | Nara, Puspa Safitrie, Adi Sutrisno, Agus | |
| Pendidikan Masyarakat | Saptono | |
| Ilustrator | : Dian Kartika | |
| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Penata Letak | : Dian Kartika, Ibrahim Fanshuri |
| Jalan Jenderal Sudirman | Sekretariat | : Emmi Dhamayanti, Badarusalam, Atih |
| Gedung C lt. 13 Senayan Jakarta 10270 | Jumiarsih, Linang Wahyu Srirejeki, Justina | |
| Telepon: 021-2527664 ISBN: 978-602-427-252-4 | Esti Utami, Parluhutan L Manik, Esih Warnesih |
Sambutan
Anak-anak yang Bapak sayangi,
Perundungan atau bullying seringkali terjadi di sekitar kita, tak terkecuali di kalangan remaja. Dampak perundungan bisa mempengaruhi kondisi emosi anak yang bisa berakibat pada turunnya prestasi akademis dan non akademis. Bentuknya bisa bermacam-macam.
Kita semua ingin lingkungan kita aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga, kita bisa bebas belajar dan berkreasi. Dampak perundungan ini sangat berat bagi korban, pelaku, guru, maupun orang tua karena lebih bersifat psikis dan emosional. Efeknya tidak dapat langsung terlihat dan prosesnya bisa berlangsung lama dan perlahan. Untuk itu kita perlu mengenal.
Apa itu perundungan, di mana saja terjadinya, dampaknya, dan bagaimana mencegah serta memberi dukungan kepada teman yang mengalami perundungan.Semoga kalian menjadi remaja-remaja utama yang selalu bahagia, berprestasi, dan juga peduli.Booklet ini dipersiapkan agar kamu terhindar dan mampu mencegah perundungan. diharapkan juga kamu bisa membantu teman yang mengalami perundungan.
Salam, literasi,
Sukiman Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga
Daftar Isi
Apa, dimana, dan kapan perundungan terjadi?....................................................................................2
Dampak Perundungan..................................................................................................................................8
Pelaku, korban, dan respon terhadap perundungan...........................................................................13
Ayo Kita jadi upstanders..............................................................................................................................26
vivi
Apa, dimana, dan kapan perundungan terjadi
Pastinya kamu punya banyak impian yang ingin kamu raih. Kemauan, optimisme, dan semangat yang kamu miliki adalah kunci untuk meraih impianmu dan mengatasi berb- agai rintangan yang menghadang.
Salah satu rintangan yang mungkin menghadang adalah perilaku perundungan (bully- ing). Pernahkah kamu mengalami perundungan misalnya dikucilkan atau dihina teman? Setiap remaja menanggapi perundungan dengan cara yang berbeda. Ada yang tak terusik namun ada juga terganggu. Ada yang menderita hingga mengalami depresi berkepanjangan. Bahkan ada yang kemudian bunuh diri. Ternyata 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah (UNICEF, 2015)
Ayo belajar tentang apa itu perundungan, serta kapan dan dimana itu terjadi.
Apasihperundunganitu?
Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya.
Perundungan bisa diibaratkan sebagai benih dari banyak kekerasan lain, misalnya: tawuran, intimidasi, pengeroyokan, pembunuhan, dll.
Sebagai benih kekerasan, bila perundungan bisa ditekan, maka kekerasan yang lebih parah akan bisa dicegah
Apasajakahbentuk-bentukperundungan
Verbal
Verbal Fisik Sosial
Membentak, berteriak, Menampar, Mengucilakan, memaki, bergosip, mendorong, mencubit, membeda-bedakan, menghina, menjambak, mendiamkan, dll. meledek, mencela, menendang, meninju, mempermalukan, dll. dll.
Perundungan di dunia maya (cyber bullying)
Memperolok di media sosial (mengirimkan berbagai pesan yang menyakiti, menghina, mengancam, dll Pesan teror Menyebarkan kabar bohong Mengubah foto tidak semestinya Perang kata-kata dari dunia maya (flaming) Membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang Memperdaya seseorang untuk melakukan sesuatu yang memalukan Mengucilkan seseorang dari grup daring
Di mana dan kapan terjadi perundungan
Di sekolah: di kelas, di halaman, di kantin, di kamar kecil, di perpustakaan, di lorong lorong Kapan Terjadi sekolah dan di tempat-tempat sepi Perundungan: Di rumah Di tempat-tempat anak berlatih Perundungan dapat olahraga/seni tari/nyanyi/lukis terjadi dimana saja Di tempat ibadah dan kapan saja, dapat Di restoran berlangsung dalam 24 DI dunia maya: jam, baik di dunia nyata media sosial dan pesan elektronik ataupun dunia maya (cyber bullying)
Dampak perundungan
Emosi Fisik
Akademis
Sosial
1. Akademis
Sulit berkonsentrasi
Berkurangnya
| Penurunan | minat pada tugas |
|---|---|
| tingkat | dan kegiatan |
| kehadiran di | sekolah lainnya |
sekolah Drop out dia sukai
| Penurunan | dari sekolah |
|---|---|
| prestasi | atau kegiatan |
| akademis | yang tadinya |
| 2. Sosial | |
|---|---|
| • • • • • • 10 10 | Tidak percaya diri, pemalu, tidak mampu menyampaikan pendapatnya dan cenderung mengikuti kemauan orang lain Punya sedikit sekali teman, tak populer, cenderung menarik diri Kurangnya rasa humor Sering diejek, ditertawakan Kadang dipukul, didorong, ditendang, tanpa mampu membela diri Bahasa tubuhnya lemah, misalnya: tak ada kontak mata, kepala menunduk, dan badan membungkuk |
3. Fisik
- Sakit berkelanjutan
- Keluhan pusing, sakit perut (mulas)
- Gagap
- Sulit tidur
- Lemah
- Mual
- Luka-luka pada tubuh korban
- Tampak lemah tak berdaya
anak memegang
kepala
4. Emosi
Catatan khusus: Pada anak-anak tertentu
- Suasana hati yang berubah-ubah perundungan yang dialaminya
- Sensitif, was-was, takut, cemas, gelisah, membuatnya menjadi tak aman, minta didampingi ke tempat agresif (penuh kemarahan), tempat tertentu di mana dia telah dengan ingin membalas sakit mengalami perundungan hatinya dengan melakukan sebelumnya perundungan terhadap orang
- Murung, sedih, lain. Ia cenderung menjadi mudah menangis pelaku.
- Menyalahkan diri sendiri
Pelaku, korban, dan responsterhadap perundungan
| Apakah aku seorang perundung? Kita cari tahu dengan menjawab Y(ya) dan T(tidak) pada pertanyaan di bawah ini. | |
|---|---|
| No | Pertanyaan Y T |
| 1 | Apakah aku sering memanggil temanku dengan nama panggilan yang buruk? |
| 2 | Apakah aku sering bersikap menentang atau bermusuhan dengan orang lain? |
| 3 | Apakah aku selalu ingin mengendalikan orang lain? |
| 4 | Apakah aku sering kasar dengan orang lain, misal mendorong atau berkelahi? |
| 5 | Apakah aku marah jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginanku? |
| 6 | Apakah aku peduli dengan perasaan orang lain? |
| 7 | Apakah aku tertawa saat seseorang terluka atau merasa malu? |
| 8 | Apakah aku sering memaksa orang melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan? |
| 14 14 |
| No | Pertanyaan | Y T | |
|---|---|---|---|
| 9 | Apakah aku suka memaksa orang lain untuk memberi uang atau barang pribadi atau ‘meminjam’ barang tapi tidak mengembalikannya? | ||
| 10 | Apakah aku sering melanggar peraturan? | ||
| 11 12 13 | guru? | Apakah aku kadang-kadang kasar terhadap orang dewasa, misal orang tua dan Apakah aku sering membuat lelucon tentang orang berdasarkan ras, budaya, agama atau siapa yang mereka sukai? Apakah aku tertawa saat ada orang lain diancam atau ditakut-takuti? Jika kamu menjawab ya untuk sebagian besar pertanyaan itu, mungkin saja kamu termasuk perundung. apa yang bisa kamu lakukan agar dapat berhenti dari perilaku perundungan? | 15 |
Jika ternyata aku perundung, aku bisa menghentikannya dengan :
- Meminta maaf kepada orang yang sudah kita rundung. Jika kamu malu meminta maaf secara langsung kamu bisa melakukannya lewat telfon, surat atau media komunikasi lainnya.
- Bersabarlah ketika kamu tidak langsung dimaafkan atau teman yang kamu rundung akan mengabaikanmu karena semuanya membutuhkan proses.
- Lakukan kerja sosial
- Temukan kegiatan atau bergabung di klub yang sesuai dengan minatmu.
- Kamu dapat bercerita pada seseorang yang kamu percaya untuk meringankan bebanmu dan menolongmu bebas dari perilaku merundung.
- Terima konsekuensi dari sekolah, teman atau lingkungan karena perilaku merundung yang kamu lakukan.
- Belajarlah untuk saling menghormati dalam berinteraksi dengan teman dan lingkungan.
Mengapa Seseorangbisa melakukan perundungan?
- Adanya dorongan kuat untuk menunjukkan kekuatan/kekuasaan agar dianggap pemberani/ hebat atau sebagai jagoan.
- Pernah menjadi korban perundungan yang membuatnya marah dan sakit hati sehingga memiliki dorongan kuat untuk membalas
- Merasa iri hati atas kepopuleran, kelebihan dan kekayaan orang lain
- Mengikuti temannya
Siapakahyangcenderungmenjadi korbanperundungan?
Anak yang dianggap berbeda oleh lingkungan sekitar, misalnya: tidak mampu secara akademis, canggung, salah kostum, kurang gaul, pendiam, tidak berdaya, aksen bicara berbeda, tidak/lebih cantik/ganteng, dari keluarga berada atau tidak.
Anak yang dianggap menyebalkan dan menantang pembuli, tapi tak mampu membela diri
Anak yang dianggap sering ‘ngocol’ ke pelaku perundungan
Apa yang harus kamu lakukan jika mengalami perundungan?
- Tetaplah bersikap tenang, misalnya dengan ambil nafas dalam-dalam selama 1 menit kemudian hembuskan keluar.
- Sembunyikan kemarahan atau kesedihanmu di depan perundung.
- Berdiri tegak, angkat kepalamu, pandang pelaku dengan tegas, hadapi pelaku dengan tenang atau tinggalkan perundung.
- Tanyakan permasalahan atau tolak permintaan pelaku dengan sopan.
Segera menyingkir bila kamu dalam bahaya
Cari bantuan untuk menghentikan perilaku perundungan yang kamu alami.
- Blok akun media sosial pembully bila kamu mengalami perundungan siber dan ubah pin akun media sosial kamu.
- Simpan perilaku perundungan yang kamu terima sebagai barang bukti.
- Ceritakan atau laporkan perilaku perundungan yang kamu terima.
- Hindari bersikap mendendam dan membalas perilaku perundungan yang kamu terima.
Respons anakdalam menghadapi
perundungan
Fight (membalas): Merasa marah, sakit hati, dendam pada pelaku kekerasan. Menyalurkan kemarahan tersebut terhadap anak yang dianggapnya lemah. Cenderung menjadi pelaku perundungan dikemudian hari
Flight (melarikan diri): Merasa sakit hati, namun cenderung melarikan diri dengan melakukan hal-hal positif atau negatif Positif : belajar bela-diri, musik, melukis, main gitar, dll Negatif : lari ke narkoba, minuman keras, gawai, online games, pornografi, dll
Freeze (tak berdaya/ketakutan): Kehilangan motivasi hidup karena merasa sangat tertekan. Ia cenderung menarik diri, tertutup dan lupa pada impian impiannya. Terkadang ia menyakiti diri sendiri, contoh: membenturkan kepala ke tembok, tidak mau makan, dll. Bila ia berada di sekolah, ia bisa menjadi korban para pelaku perundungan.
Mengapa korban perundungan jarang melapor?
- Seringkali korban tak melapor, karena takut menghadapi risiko bila ia akan semakin diintimidasi oleh pelaku.
- Korban terbenam dalam emosi negatif seperti takut, sedih, kecewa atau marah dan sakit hati, sehingga ia tak mampu berpikir untuk menghubungi orang lain untuk membantunya.
- Ia ragu bahwa orang yang dilaporinya akan mampu menolongnya, Ia khawatir orang tersebut justru akan menyalahkannya dan semakin memperburuk deritanya.
korban perundungan Jangan menjadi penonton jarang melapor?
Yaitu melihat perundungan, namun tidak melakukan apa-apa… (bystanders) Mengapa menjadi penonton:
- Takut menghadapi konsekuensi diperlakukan sama oleh pelaku.
- Tidak tahu harus berbuat apa, atau kemana harus melaporkan kejadian yang dilihatnya.
Ayo kitajadi upstanders
Upstanders adalah melakukan tindakan berempati ketika melihat perilaku perundungan untuk mengurangi derita korban perundungan. contoh:
- hindari ikut menjadi perundung atau ikut menertawakan perilaku perundungan yang dilakukan temanmu
- Jangan menonton perilaku perundungan karena terkadang perundung melakukannya untuk menarik perhatian teman.
- Katakan pada perundung untuk menghentikan perilaku mereka (hanya jika kamu merasa aman melakukan tindakan ini).
- Berteriak atau cari bantuan dari orang yang lebih dewasa untuk menghentikan perilaku perundungan
- Gunakan telepon genggam untuk meminta bantuan (menelpon, merekam perilaku perundungan, atau berkirim pesan)
- Tidak menyebarluaskan video, text, atau gambar perundungan
- Dukung korban perundungan
- Ajak teman kamu untuk melakukan hal yang sama
STOP
PERUNDUNGAN
Ayo dukung teman yang mengalami perundungan
- Dekati dan tanyakan kondisi temanmu.
- Tawarkan apa yang dia butuhkan, untuk membuatnya nyaman misalnya air minum, tissue, atau pergi ke tempat yang tenang.
- Tanyakan apa yang dapat kamu bantu
- Minta dia bercerita untuk meringankan bebannya
Dengarkan ceritanya, jangan menyela atau memotong, jangan menghakimi.
Dukung dan antarkan temanmu untuk menceritakan perilaku bully yang telah ia terima pada orang tua, guru atau pihak lain.
- Jangan membocorkan perilaku perundungan yang ia terima pada pihak yang tidak berkepentingan.
- Ajak temanmu untuk melakukan aktivitas positif yang menyenangkan dan bermanfaat.
Bagaimanamelindungidiridariperundungan?
- Dekat dengan seluruh anggota keluarga
Terbuka dengan orang tua dan saudara lainnya tentang kejadiankejadian di sekitarmu, serta di dunia maya
Beraktivitas bersama anggota keluarga secara rutin, misalnya: makan malam bersama, jalan-jalan di akhir pekan, membereskan rumah bersama, masak bersama, dll.
- Berteman dengan anak-anak lain yang memiliki kesadaran untuk berprestasi dan punya kewaspadaan untuk melindungi diri.
- Mengeluarkan orang-orang yang cenderung negatif dari akun media sosial, untuk menghindari perundungan siber.
- Menjalin komunikasi dengan guru dan teman, serta berbagi cerita tentang kejadian-kejadian yang kamu alami.
Sanksi atas perilaku perundungan
- Sesuai dengan Permendikbud Nomor 82 tahun 2015, pelaku perundungan dapat diberikan sanksi berupa: a. teguran lisan, tertulis atau sanksi lain yang
bersifat edukatif kepada peserta didik.
b. teguran lisan, tertulis, pengurangan hak, pemberhentian dari jabatan sebagai guru dan tenaga kependidikan.
- Sesuai dengan UU nomor 35 tahun 2014 perilaku perundungan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta.
- Sesuai UU Nomor 11 tahun 2008, perilaku perundungan secara siber dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun atau denda maksimal 6 milyar.
- Diberi cap sebagai perundung oleh teman atau lingkungan dan diabaikan, bahkan ketika kamu berniat untuk meminta maaf dan tidak menjadi bully lagi.
Kemana kamu dapat melaporkan kasus perundungan?
Kamu bisa melaporkan kasus perundungan ke orang tua, guru, atau orang lain yang kamu percaya. selain itu, kamu juga bisa melaporkannya ke: **Laman pengaduan http://sekolahaman.kemdikbud.go.id**
| SMS | : 0811-976-929 |
|---|---|
| Telepon | : 021-5790-3020 atau 021-570-3303 |
| : [email protected] |
Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Unit Pelayanan Perempuan dan Anak di Polres setempat
Bersama kita hentikan perundungan dan semai
persahabatan
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas: ([email protected])
- Nanik Suwaryani
- Aria Ahmad Mangunwibawa
- Poerwanto
- Anik Budi Utami
- Asih Priamsari
- Puspa Safitri
- Adi Sutrisno
- Agus Saptono Yayasan Sejiwa:
Kontributor
Diena Haryana
Naskah Komite Perlindungan Anak:
Rita Pranawati Praktisi/Psikolog: Zoya D. Amirin
Praktisi Pendidikan Anak dan Remaja: Dinda Denis P. Putrantya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Anisah Hasiah SMPN 180 Jakarta: Queen Aura
NARAHUBUNG
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga
Jalan Jenderal Sudirman, Gedung C lt. 13 Senayan Jakarta 10270 Surel: [email protected] Telp/Fax: 021-5703336
Sahabat Keluarga KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
**http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/**
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA