Baca PDF (OCR): Bujang kadaran

57 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 168 ms

Daftar isi
  1. Cerita Rakyat Bengkulu Berbahasa Rejang
  2. Bujang Kedaran
  3. Penyadur Absir Hady
  4. KANTOR BAHASA PROVINSI BENGKULU
  5. BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA
  6. KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
  7. Bujang Kedaran
  8. KATA PENGANTAR KEPALA KANTOR BAHASA PROVINSI
  9. BENGKULU
  10. Bengkulu, Oktober 2022
  11. Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum.
  12. SEKAPUR SIRIH
  13. Absir Hady
  14. DAFTAR ISI
  15. KATA PENGANTAR ~ iii SEKAPUR SIRIH ~ v DAFTAR ISI ~ vii
  16. BUJANG KEDARAN
  17. BIODATA PENULIS ~ 45 BIODATA EDITOR ~ 46 BIODATA ILUSTRATOR ~ 47
  18. Anak Sego
  19. Cito Denem Kerno Mipoi
  20. Permaisuri coa jemawab, si senyum baè.
  21. Utusan
  22. Suling Beraè
  23. Kenlak Tun Tuwoi
  24. Rataè
  25. Coa Adè Kut
  26. Kejoi
  27. Sebei Bibik
  28. “Ipe, Nok?” simet Suling Beraè.
  29. Maè Kutoi Rajo
  30. Jijoi Rajo
  31. Bujang Kedaran.
  32. BIODATA PENULIS
  33. BIODATA EDITOR
  34. Tentang Editor
  35. BIODATA ILUSTRATOR
  36. Kontak
  37. Pengalaman Kerja
  38. Pendidikan

Cerita Rakyat Bengkulu Berbahasa Rejang

Bujang Kedaran

Penyadur Absir Hady

KANTOR BAHASA PROVINSI BENGKULU
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

Bujang Kedaran

Penyadur : Absir Hady
Penanggung jawab : Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu
Penyelia : Dwi Laily Sukmawati
Editor : Hellen Astria, Resy Novalia
Ilustrator : Didin Jahidin
Penata Letak : Tim Arti Bumi Intaran

Diterbitkan pada tahun 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Jalan Zainul Arifin Nomor 2, Timur Indah, Singaran Pati, Bengkulu, 38225

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Isi buku ini, baik sebagian atau seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apapun tanpa izin dari penerbit, kecuali dalam pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.

KATA PENGANTAR KEPALA KANTOR BAHASA PROVINSI

BENGKULU

CERITA rakyat adalah bentuk sastra lama yang relatif masih bertahan hingga sekarang. Cerita rakyat dapat disampaikan dengan mudah oleh orang tua atau nenek-kakek kepada anak-cucu melalui aktivitas mendongeng sebelum tidur. Penyampaian cerita sering ditujukan untuk mendidik anak-cucu tentang karakter dan nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat.

Nadiem A. Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dalam sambutannya pada acara Hari Mendongeng Nasional di Perpustakaan Nasional Jakarta, 26 November 2019 menyampaikan bahwa aktivitas mendongeng dapat menciptakan semangat membaca dan bercerita bagi anak-anak. Kisah yang dibangun dalam dongeng dapat menciptakan imajinasi dan melatih kreativitas anak. Menurutnya, berbagai hal di dunia tidak akan terjadi tanpa imajinasi. Jadi, kemampuan berpikir dan berimajinasi adalah kunci kesuksesan masa depan. (https://gaya.tempo.co./read/1276953/banyak- manfaat-nadiem-makarim-minta-bacakan--dongeng-untuk-anak).

Pola pendidikan karakter melalui cerita rakyat dan aktivitas mendongeng tetap disukai oleh anak-anak dari zaman ke zaman. Melalui cerita rakyat, kearifan lokal masyarakat pemilik cerita dapat ditransfer kepada generasi muda dengan cara menyenangkan. Oleh sebab itu, upaya penerbitan buku-buku cerita rakyat yang memuat kearifan lokal dipandang cukup efektif untuk membangun karakter dan penumbuhan budi pekerti luhur anak bangsa di tengah gempuran budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Kuntan Berangin nga Malin Budiman | iii

Di samping itu, cerita rakyat biasanya penuh dengan berbagai entitas lokal, seperti kuliner, pakaian, perhiasan, destinasi wisata, kebiasaan, dan nama serta istilah-istilah khas yang hanya terdapat di daerah tersebut. Penyebarluasan cerita rakyat melalui upaya penerjemahan naskah berbahasa daerah ke bahasa Indonesia menjadi peluang untuk memperkenalkan semua entitas lokal itu ke seluruh pelosok Indonesia dan dapat menjadi salah satu media promosi daerah tersebut.

Pada tahun 2021, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menargetkan penyediaan 1250 buku bahan literasi yang berasal dari penerjemahan naskah-naskah berbahasa daerah ke bahasa Indonesia. Karena keterbatasan naskah sumber berbahasa daerah di Bengkulu, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu menjaring naskah sumber berbahasa daerah tersebut melalui “Sayembara Menulis Cerita Rakyat Berbahasa Daerah”. Setelah mencetak tiga dari delapan buku terbaik sayembara tersebut pada tahun 2021, pada tahun 2022 Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu mencetak lima judul selanjutnya, salah satunya adalah cerita rakyat yang berjudul Bujang Kedaran. Cerita Bujang Kedaran merupakan cerita rakyat Bengkulu berbahasa Rejang yang ditulis oleh Absir Hady, seorang putra daerah asli suku Rejang, yang berdomisili di Bengkulu Utara.

Sejalan dengan program gerakan literasi nasional (GLN) yang diharapkan dapat meningkatkan indeks minat baca anak Indonesia, penerbitan buku-buku bacaan yang bersumber dari naskah-naskah berbahasa daerah menjadi sangat penting. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemertahanan bahasa dan sastra daerah dan diharapkan bahwa buku cerita rakyat berbahasa daerah ini dapat menjadi media pembelajaran bahasa daerah bagi anak-anak agar mereka tetap menguasai bahasa daerahnya.

Akhir kata, kami berharap penerbitan buku cerita rakyat berbahasa daerah di Bengkulu ke bahasa Indonesia ini dapat memperkaya khazanah kekayaan intelektual bangsa Indonesia.

Bengkulu, Oktober 2022
Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum.

iv | Cerita Rakyat Bengkulu Dialek Serawai

SEKAPUR SIRIH

ALHAMDULILLAH, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang setulusnya pada pihak-pihak yang telah memotivasi dan membantu penulis hingga selesainya tulisan ini. Kepada Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu khususnya, penulis menyampaikan apresiasi yang tinggi karena memberi kesempatan kepada penulis untuk ikut berpartisipasi dalam sayembara ini. Penulis berharap kegiatan atau program penggalian dan pelestarian unsur-unsur kebudayaan tradisional seperti ini ke depan lebih variatif dan berkelanjutan.

Kemudian penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna. Hal itu karena minimnya pengetahuan dan keterampilan yang penulis miliki. Oleh karena semua itu, penulis mengharapkan kritik dan sarana dari berbagai pihak untuk kebaikan dan perbaikan bagi penulis di masa akan datang.

Tulisan ini diangkat dari dongeng yang pernah penulis simak, penulis hanya menuangkan ke dalam bentuk tulisan, kemudian disadur dengan sedikit imajinasi penulis. Dongeng ini ditulis dalam bahasa Rejang dialek daerah Kematan Pematang Tiga, Bengkulu Tengah. Meskipun demikian, penulis juga tahu bahwa dongeng dengan judul yang sama ada juga ada di Bengkulu Utara.

Akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangsih dalam usaha menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya tradisonal, khususnya berbentuk cerita atau prosa.

Catatan yang perlu penulis sampaikan untuk ketepatan pengucapan kata dalam tulisan ini agar sesuai dengan pengucapan bahasa asli penutur (bahasa Rejang) adalah:

  1. è dilafalkan pepet/jelas seperti dalam kata tempe, toge.
  2. Vokal tebal bergaris bawah a/i/u/o/e/è dilafalkan dengan vokal berat
    Kuntan Berangin nga Malin Budiman | v

dan ditekan, tanpa pengaruh sengau atau konsonan yang mendahulu atau yang mengikutinya, misal kata inok, umung, imo dst.

Demikian semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk menambah bahan bacaan yang bernuansa tradisional.

Absir Hady

vi | Cerita Rakyat Bengkulu Dialek Serawai

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ~ iii SEKAPUR SIRIH ~ v DAFTAR ISI ~ vii
BUJANG KEDARAN

Anak Sego ~ 1 Cito Denem Kerno Mipoi ~ 5 Utusan ~ 9 Suling Beraè ~ 14 Kenlak Tun Tuwoi ~ 16 Rataè ~ 18 Coa Adè Kut ~ 24 Kejoi ~ 27 Sebei Bibik ~ 29 Maè Kutoi Rajo ~ 33 Jijoi Rajo ~ 41

BIODATA PENULIS ~ 45 BIODATA EDITOR ~ 46 BIODATA ILUSTRATOR ~ 47

Kuntan Berangin nga Malin Budiman | vii

viii | Cerita Rakyat Bengkulu Dialek Serawai

Anak Sego

DIO adè cerito, adè nanei Bujang Kedaran. Nanei yo adèba cerito gi senapei cao tuun temuun, kunei mulut maè mulut, mulai kunei ninik muyang te meno o.

Menoo, adè debuak negeroi, adè debuak kutoi. Coa tau penanne kutoi yo, buliakba nadeak nak negeroi antah berantah. Lem cerito, coa kulo adè tun gi madeak jano gènne kutoi o. Coa kulo tau nak ipe penanne. Tun madeak negroi o adeba debuweak kerajaan. Debuweak kutoi Rajo.

Negeroi o neriteak kaè Rajo gi arif bijaksano. Rakyatne senang magea Rajone. Sayangne Rajo o bi kedau-kedau taun nikeak ti adè pengeliak. Bi dau dukun serto piawang cubo mubet, tapi nati adè gi berasèane. Bi idea kulo besaè, nati kulo ketèn asèane. Rajo ngèn Permaisuri cuma pasrah baè magea takdir Uleak Talo. Si maep diwo-diwo ibo kesien hingo magiak anak.

Pado suatu malem Rajo mipoi. Nak lem mipoine, adè tun magea Rajo. Adè tun tuwoi betokot buluak dengan. Tun o madeak bangso Rajo baka nagiak anak. Cigoi an igoi Permaisuri amel, anak o siang selawei. Kerno o Rajo aepba besabar.

Siang, amen anak o bi lahèr, Rajo ngèn Permaisuri harusba merawatne ngèn baik kerno anak o baka jijoi Permaisuri nak negeroi kayangan das lèngèt. Saei oba pesen tun lem mipoi Rajo o.

“Woi, Bagino Rajo, siap-siapba kumu, sebab cigoi an igoi Permaisuri kumu akan amèl. Kumu baka nagiak Uleak Talo anak selawei. Siang, tengèn si bi lahèr, rawatba baik-baik. Anak o baka jijoi Permaisuri Rajo agung nak kayangan. Tengèn omorne bi mulaè menyemulen jibeak semanyo si kelwea umeak. Kunyauba si dien nak bilik bae,” nadeak tun lem mipoi Rajo o.

Nati spet Rajo lak jemawab, tun tuwoi bukuk o bi lenyep. Rajo tejagoi. Mipoi o buliak nadeak mipoi teus. Kabuk menne Rajo cemritoba mipinne o ngèn

Kuntan Berangin nga Malin Budiman | 1

Permaisuri. Permaisuri arok nien temimo bito mipoi Rajo o.

Berkat kernio Uleak Talo, coa an sudo o Permaisuri amèl nien kulo. Rajo serto kute keluargo istana serto riang nien. Rakyatne arok kulo temiuk kabar bangso Permaisuri amèl o. Mako utuk o Rajo meriteak ulau balang semyap kejoi tujuak biloi tujuak malem. Kute rakyatne rami-rami hadir maè istana, muk bermuk tuak gi ade seliro. Mecem-mecem upan adè, mulaè kunei lapen lema, jeuk, serto kete dekem upan baik adè. Bujang semulen menaoi senreto ngèn mecem-mecem kesaei ketabuak. Gung klitang kemriting-kemritung, sedem-kerilu terus kulo betelulit. Sunei, terupèt terus besaei. Kete bunyi-bunyian o terus tenabuak. Taoi-menaoi terus kulo coa pakei peraè selamo tujuak biloi tujuak malem. Anak yatim, tun saro, tun peset, becapua ngen tun kayo, tun bepaket.

Batin u oi, batin tuwoi, adè gi menganak, adè gi berjong, adè kulo gi besaèr, serto patun, adè kulo gi mdulane. Pokokne kute mecem kesenian adè nak umung kejoi o. Awei oba cao Rajo bersukur magea Uleak Talo kerno Permaisuri amèl o.

Nemakte petesne, mako sapeiba waktaune Permaisuri besèlèn. Anakne, awei nak lem mipoi Rajo oba. Ternyato benea pumen selawei nein. Rajo ngèn Permaisuri serto kute-kute keluargo istana ngèn rakyatne arok nien. Kete senang ngèn kelahiran cupik o. Mako makin sepernoba kebahagian Rajo ngèn Permaisuri.

Anak Rajo o gacang nien mengeloi. Nati waktaune pacak makak si bi pacak makak. Nati waktaune pacak miling si bi pacak miling. Nati waktaune pacak bepaneo si bi pacak bepaneo. Awakne awei o kulo, omorne detaun awei tun lemo taun, omorne lemo taun awei semulen depuluak tahun. Tameak biloi, kebaesne makin betameak kulo.

An bi kean, bulen terus begitei, taun begitei taun, genepba omor Meteroi anak Rajo yo bi cukupba pat belas taun. Tekadeak nak lem cerito, alepne Meteroi yo luwea biaso. Adè gi madeakne, mukone awei bulen malem pat belas, matoine jeniak awei kelèrèng, dagaune awei saang medau tegatung, bukne meleo awei aang natiak, obonne awei oron semut lado, betisne awei umut depucuk. Pokokne coa adè cacetne agak didik.

2 | Cerita Rakyat Bengkulu Dialek Serawai

Bito tang kebaes Meteroi yo bi tesebar magea seluruh rakyat. Bi tekebar kulo maè negeroi-negeroi leyen. Sehingo kebaes Meteroi yo jijoi buak kècèk, jijoi kebanggaan kute rakyat. Bi dau kulo anak-anak rajo leyen, pengiran-pengiran kunei negeroi leyen gi tertarikne. Sayangne ketene hanyo dapat mbayangne baè, tapi coa pernah dapet kemliak ulesne.

Mulai omor duwoi belas, telau belas taun, Meteroi yo cigoi buliak kelwea. Si hanyo bekeung nak istana, menep nak bilikne. Si kenwat kaè dayang istana. Meteroi cuma kelwea debat-debat kalau si lak menoi atau nedeo kaè Rajo atau Permaisuri.

Menurut cerito, bilik Meteroi yo kukuat nien. Papenne rapat serto kuwet. Jibeak kulo gi tun, semut baè coa nam masuk. Jibeak kulo gi benatang loi, get baè coa nam magea. Dooba keadaan pelaboi Meteroi bekeung biloi-biloi. Tip biloi uleak Meteroi o menyulam ngèn merino, kadang-kadang menganem najea kaè dayang pengasuhne.

Bulen-bulen, betaun-taun awei oba kerjo Meteroi. Kebaesne tameak biloi tameak alep kulo.

Cito Denem Kerno Mipoi

RUPONE cerito kebaes Meteroi o sapei kulo maè das lèngèt. Sapei kulo tiuk Bujang Kedaran, anak Rajo Kayangan. Pengiran, anak Rajo Kayangan das lèngèt yo penasaran. Ade asei cito denemne nak ateine.

Paras Bujang Kedaran o baes. Babakne putiak mesak, yungne macung awei saang galoi, mukone awei tiris dawen iben, bukne ikal bumak meleo awei aang natiak. Perngaène baik kulo, pemiling lemuak liet, caone arif bijaksana awei tiakne. Omorne bi dong baes kulo betunak, tapi si nati nam toi mediak-mediak awei anak bujang leyen gi debayeak ngèn si. Iso si coa adè tun lak, tapi rupone ateine nati tebukak magea selawei. Bi dau putri-putri rajo leyen, anak-anak sedagar kayo, anak-anak tun bepaket tun beradè gi tepiket magea si, tapi ateine gi masiak tetutup.

Keadaan Bujang Kedaran coa telepas kunei perhatian Rajo ngèn Permaisuri. Kemliak anak bujangne awei o, timoa raso was-was, asoi saben nak atei Rajo ngèn Permaisuri. Saben jibeak kulo Bujang Kedaran jijoi bujang tuoi.

“Inok Bujang Kedaran, gèn kemliaknu anakte o. Gemne sapei uyo, omorne bi lebiak duwoi puluak si nati tertarik ngèn semulen-mulen dau o,” nadeak Rajo ngèn Permaisuri. Sudo o cèt kulo uku miuk saei mengeronyot awei tun mengeluhne,” tanyo Rajo.

“Coa hamo namen doo, Tuan Rajo. Uku kemliak kulo doo. Doo kulo gi jijoi pèkèranku. Padahal bi dau nien semulen-mulen cemubo gemrènèng si o. Gemneba ateine coa tetarik,” jawab Permaisuri.

Awei oba bacang Rajo ngèn Permaisuri kemliak anak bujangne nati adè minat lak mediak-mediak o.

Perngaè Bujang Kedaran awei o, rupone an-an mulaè bubeak. Bi kedau-

kedau biloi yo tameak duguk. Si lebiak dau menep lem bilikne. Muk mei kuang lak. Dunguk awei monok nemuk kuyang.

“Cubo ko semlidik, kenliakku bi duwoi telau biloi yo Bujang Kedaran o bi agak leyen ketènne. Mukin adè jano-jano gi gemangau pèkèranne,” nadeak Rajo Kayangan.

“Au gi Tuan, uku kemliak kulo doo. Bi kedau-kedau biloi yo Bujang Kedaran o agak bubeak ketènne. Si lebiak dunguk kunei biasone, awitba gi menep nak bilikne. Muk mei kuang lak kulo. Sabenku titik o coa baik asoi awak, ” jenawab Permaisuri.

“Na, dooba maksudku, cubo ko semlidik, cubo tanyè ngèn si goyo-goyo! Siapi namen, adè semulen-mulen gi mulaè gemangau pèkèrne, mukin si mulaè lak mediak-mediak. Meak-meak si o sakit,” nadeak Rajo igai.

Siket cerito, pelbeak siangne, Permaisuri cemuboba masuk maè bilik Bujang Kedaran. Pelan-pelan si bepaneo. Sudo o cubo si temèpèk tiukne nak bang bilik Bujang Kedaran. Sayup-sayup si temiuk Bujang Kedaran saei temarik napas panyang, mengemus saei dung lepang u oine.

Permaisuri tetegun nak muko bang bilik o. Si cubo bepèkèr janoba uleak anak bujangne o, gemne si agak ineak rupone o.

Pelan-pelan Permaisuri cemubo mukak bang bilik Bujang Kedaran o. Senèngèngne didik bang o, kenliakne Bujang Kedaran dong temot tunuk nak das katèane. Mukone ketèn agak kosot. Kenliakne sudo o Bujang Kedaran agak megum tinyau, senyum didik. “Gèn toiba anakku aweiyo, yo, jano adè tela ma ung. Cuboba uku temanyène,” pèkèr Permaisuri.

Rupone kunei nano, Bujang Kedaran coa namen kalau inokne masuk goyo-goyo maè bilikne o. Permaisuri bi tegak nak adepne, baru si tegagaè.

“La..., tengèn kumu masuk miyo, Nok,” nadeak Bujang Kedaran gugup. Gemne kumu sapei ripot maè miyo? Kalau kumu adè perlu ngèn uku cukup baè kumu semayo dayang medeo uku.”

Permaisuri coa jemawab, si senyum baè.

“Kumu adè kelak semayo?” tanyè Bujang Kedaran.

“Coa. Uku lak kemliak baè keadaannu. Sebab bi kedau biloi yo kenliakku, anak bujangku yo kuang kelwea bilik. Agak dunguk ketènne,” nadeak Permaisuri.

Bujang Kedaran tunuk, nèkèrne, sahè inokku yo mulaè ceriga diyè. “Coa kulo adè jano-janone. Jibeak kulo kumu merènyèng uku yè,” nadeak Bujang Kedaran.

“Kenliakku ko agak kuang semangat bi kedau biloi. Ami ko sakit? Amen adè asoi sakit, atau adè kenlak kadeakba ngèn uku, inoknu yo. Amen perlu Rajo tiaknu namen, pacak uku magiak namen ngèn si,” nadeak Permaisuri mumuk anakne o.

“Maap, Nok. Uku coa adè jano-jano, uku baik-baik baè. Jibeak kumu ngèn bapak merènyèng uku! Uku coa adè jano-jano,” nadeak Bujang Kedaran pelan. Aweine si cubo lak semnang inokne.

Siketba cerito, temeine Bujang Kedaran coa lak makau jano gi gemangau pèkèranne. Kerno inokne terus cemriga, terus kulo mumuk akhèrne pelan-pelan Bujang Kedaran mengakau. Bangso sebeneane gi jijoi pèkèranne o adèba kerno adè kabar bito kunei denio taneak metau. Kebar nak kerajaan denio adè Meteroi, anak Rajo denio gi baes luwea biaso. Perngaène baik kulo. Meteroi o uyo, bekeung nak bilik istana. Coa adè gi dapet temmau si seleyen kunei Rajo ngèn Permaisuri serto dayang-dayangne.

Bujang Kedaran betemau Meteroi o nak mipoi. Nak lem mipoine, Meteroi mengadau samoi menangis. Si lak minaè tulung supayo Bujang Kegaran kemluwea si kunei istana o. Gèn akuak baè caone, si lak kelwea alau kunei istana kerno si cigoi taen tekeung awei o. Nadeakne si lak kemliak matoi biloi, lak kulo meding teniup angin.

Nadeakne, inok ngèn bapakne cigoi sayang magea si. Tun tuwoine cigoi kulo duloi tengèn ulaune pening, pengasoi coa baik. Jibeak kulo gi majak meto, majak berayak, semulau baè si nak lem bilik inok bapakne jaang.

Bujang Kedaran ibo kesien temiuk cerito Meteroi lem mipoine. Asoi denem, cito kasiakne mulaè kulo metau. Rupone, iso si kerno ibo baè ngèn Meteroi o, tapi Bujang Kedaran mulaè kulo adè asoi cito. Ateine asoi senisit, pesayanne asoi nelomok cabè mun kerno mèkèr Meteroi.

Sesudo bemipoi oba, Bujang Kedaran agak medunguk. Dunguk kerno beet mèkèr Meteroi. Awei padeak tun meno o dunguk kerno cito coa tau tumuk, inau coa tau kemutau. Tip biloi tip malem si terus tebayang ngèn si o adè Meteroi. Renyeng kerno si coa coa tau pelaboi nak ipe Meteroi o. Pèkèrne beet kerno coa

tau gèn akuak si lak mesoa. Misalne si dapet mesoa si coa kulo gèn akuak kulo si lak temulungne.

Lak mesoa maè ipe si mesoa. Meteroi o coa tau lureak gi tenungaune, coa kulo tau kutoi gi denugo. Tuun maè denio asoine percuma. Misalne si tau pelaboi istana o si coa kulo nam cao lam betemau Meteroi. Meteroi o coa nam keluwea, si coa kulo buliak masuk. Lak minaè tulung api gi baka temulung kerno pasti tun di coa nam pet si.

Makin Bujang Kedaran meker Meteroi o, pèkèrne makin kosot. Kerno oba, kulo mako si makin dunguk, makin pediem awei tun kurang warasne. Kerno o kulo si kuang nyut muk bermuk. Aweie semangat idupne benea-benea lenyep.

Utusan

BUJANG Kedaran o adèba anak diwo, anak duwatè, anak Rajo gilia megilia. Kerno o kete makhluk, kete benatang namen pesayan Bujang Kedaran awei o, temasukba benatang-benatang nak gelung istana. Sèkèp, sekumang, semut, serto gi leyen-leyen.

“Klik...klik,” padeak Sèkèp semoi menaoi nak das natet. Sudo o, “Nguuung,” padeak Sekumang tebang, ingep nak ujung pacang taris. “Ngum,” padeak Tebuwen kulo, tèpèk nak pejuau isia Bujang Kedaran temnung pelbeak o.

Mako tekadeakba Sèkèp, Tebuwen ngèn Sekumang cemubo temanyè gèn mene Bujang Kedaran o agak ineak slè, perngaène bi agak leyen kedau-kedau biloi o.

“Kèmè kemliak kumunyo, agak ineak slè kedau-kedau biloi yo. Ketènne kumu dong beet pèkèr, dong suseak atei. Amen buliak kèmè namen, cubo kumu cemrito magea kèmè, kalau-kalau kèmè dapet magiak petulung,” padeak kaè Tebuwen. “Keliakba doo Sekumang nak pacang taris o. Adè kulo Sèkèp menaoi das natet yo. Ketene namen kalau kumu nyo dong adè hal. Cubo kumu cerito kalau-kalau kèmè nyo nam genuno,” nadeak Tebuwen mengumuk.

Mulo-mulone Bujang Kedaran coa lak madeak, tapi makin si munyin, ateine tameak beet mèkèr Meteroi o. Amen terus si munyin pesayanne makin tesikso kulo. Ateine makin pelgiak asoi senisit semilau.

Kerno densak terus kaè tobo telau o, penyudone Bujang Kedaran cemritoba mipoine. Bangso si bemipoi betemau Meteroi anak Rajo denio taneak metau o. Meteroi o minai tulung ngèn sepayo mbibas si kunei kesaro idupne. Si minae najak maè das lèngèt. Nadeakne cuman Bujang Kedaran oba pelaboine maep.

Temiuk cerito Bujang Kedaran o tobo telau o basen. Sen diasen, mako nutusba Sekumang utuk tuun maè denio. Tugasne maè mesoa nak ipe negeroi pelaboi Meteroi o. Amen bi betemau semlidik kulo gèn akuak aka betemau Meteroi. Terus akuak kiro-kiro cao kemluwea Meteroi kunei bilikne. Sudo o gèn cao majak maè kayangan negeroi das lèngèt awei kenlak Bujang Kedaran.

Bedenyusba Sekumang tuun maè denio. Sapei denio si bekeliling kunei negeroi maè negeroi, kenèk tebo tuun tebo, masuk rureak kelwea rureak, milia biyoa semlusua nuak, akhèrne betemauba si debuak negeroi. Kemliakne adè debuak umeak gi paling loi, adè kulo kebun-kebun bungoi nak natet. Si tingepba nak bungoi gi adè isia pengdan umeak o. Nèkèr-nèkèrne awei yoba umeak gi nadeak Bujang Kedaran gi adè lem mipoine o.

Sekumang cubo bekaliak, si cubo tingep nak papen lis das pengdan o. Si cemubo kemlicik maè lem bilik. Kenliakne Meteroi ngèn dayangne dong menyulam. Si cemubo manek lebiak an, ternyato selawei o persis awei cenrito kaè Bujang Kedaran. Kerno o si yakin bangso selawei oba Meteroi gi cenrito kaè Bujang Kedaran o.

Bi yakin ngèn pengeliakne Sekumang segero bèlèk maè lèngèt. Samoi tebang si terus cubo-cubo mèkèr gèn akuak cao lak kemluwea Meteroi. Akuak kulo kiro-kiro lak majak maè das lèngèt.

Sapei lèngèt Sekumang majak Tebuwen ngèn Sèkèp magea Bujang Kedaran. Si cemrito kete penemaune nak denio taneak metau. Si cemrito kulo bangso Meteroi gi adè lem mipoi Bujang Kedaran o adè nien. Meteroi o rupone anak Rajo nak denio taneak metau. Nadeakne si bi cemubo semlidik benea Meteroi o tekeung lem bilik it. Menurut Sekumang, keadaan Meteroi o persis awei mipoi Bujang Kedaran oba.

Mako Bujang Kedaran mutus Sekumang ngèn Tebuwen. Sementaro Sèkèp nati tenugas, si gi masiak kemwat Bujang Kedaran. Sekumang tenugas utuk gemiik gedung istana Rajo pelaboi bilik Meteroi o. Tebuwen tenugas gemungung peak iben gi sudo senubang kaè Bujang Kedaran.

Siket cerito, Sekumang ngèn Tebuwen alauba tuun maè denio. Tebuwen mengetba peak iben gi nagiak Bujang Kedaran. Bi teliwet bang lèngèt Sekumang ngèn Tebuwen bedengung tuun pas nak das bilik istana Rajo pelaboi Meteroi ken-ung. Ngèn goyo-goyo, sekumang temtup pagau bilik Meteroi.

“Ngit...ngiit....ngiiit,” padeak Sekumang gemgut, gemiik pagau bilik Meteroi

o. Coa kulo an sudo o mako bepetup ba pagau o pas nak das Meteroi gi dong menyulam. Kemliak pagau bi bepetup kaè Sekumang, Tebuwen bedenyos masuk kaè lubang o samoi gemungung peak iben. “Celapèk,” saei peak iben tenucia kaè Tebuwen. Cuciane keno, tesakut nak kain gi dong senulam Meteroi. “Woi, jano gèn cucia kunei das pagau yo?” nadeak Meteroi kemliak peak iben nak kain senulamne o. “Woi, dio peak iben rupone, cubo uku muk, uku dong malas menyubang,” pèkèr Meteroi. Sudo kemrejo tugasne o Sekumang ngèn Tebuwen bèlèk maè lèngèt. Maè madeak ngèn Bujang Kedaran bangso si sudo maneo tugas gi nagiak Bujang Kedaran. Si cemrito awei ipe pesen Bujang Kedaran o, awei oba naneone. Rupone kedau-kedau mingau sudo muk peak iben o Meteroi ineak pengasoi. Pengasoine coa baik, teneine agak mual serto muteak-muteak coa lak sapei. Akuak madeakne muteak angin baè. Seliro bermukne kuang. Dayang-dayangne mulaè rènyèng kemliak keadan Meteroi awei o. Padeak kaè dayang, “gemne kumu awei yo, Meteroi? Gen toi awei tun mulaè belabuakne? Jano gèn gi nemuk kumu gi ineak slène?” “Coa kulo adè gi slè nemukku. Nadeak coa cuman adè muk peak iben. Peak iben coa tau penekone, tucia maè kain senulamku,” padeak Meteroi. “Peak iben? cucia kunei ipe? Coa adè seromong nak pagau bilik yo?” nadeak Dayang mulaè ceriga. Nèkèrne kunei ipe kulo peneko peak iben o. Doo sahè peak iben coa sembarang. Meteroi cemritoba bangso peak iben gi nemukne o adèba peak iben gi cucia coa tau penekone. Cuman ineakne didik waktau o adè dikup sekumang ngèn dikup tebuwen gi tebang lem bilik. Sakone peak iben o adèba upan tebuwen cucia. Jijoi si coa ceriga jano-jano. Temiuk Meteroi madeak saei o, dayangne menangeak maè pagau. Kenliakne adè lubang sekumang pas nak das pelaboi Meteroi menyulam. “Woi Meteroi, keliakba doo adè petup sekumang. Tengèn-tengènba si temtup doo?” nadeak Dayang samoi manek petup sekumang o. Meteroi menangeak kulo maè pagau. Kenliakne adè nien lubang titik petup sekumang nak das ulaune. Kerno Meteroi o anak diwo anak duwatè anak Rajo gilia megilia, mako petup sekumang o awei teropong teus maè lèngèt. Temus

maè negeroi kayangan, maè istana Rajo Kayangan. Kemliakne adè bujang baes dong temenung nak kebun bungoi istana. Rupone bujang o kemliak kulo si, tawoi serto melamaè tangen.

Bibiane awei miling magea Meteroi. Ineakne, suaro o, sayup-sayup sapei maè tiuk Meteroi. Saei tun sibisik nak tiukne. Si madeak dangba Meteroi tekanyet atau saben. Nadeakne bangso peak iben gi nemuk Meteroi adèba peak ibenne. Alus nien suaro Bujang o sapei tiuk Meteroi. Amen Meteroi o asoi coa baik, pesayan kidèk sudo muk peak iben o, beratoi pentano baik. Doo berartoi meteroi amèl anakne. Berartoi kulo Meteroi nerustui diwo-diwo.

Kerno o pesenne, jibeak saben, jibeak temes. Bujang o baka demapet majak Meteroi o maè kayangan das lèngèt. Sapei waktaune menurut uleak talo, siang jijoi Permaisuri Rajo Kayangan das lèngèt. Nadeakne ngen cao oba si dapet temulung Meteroi kelwea kunei istana. Tepakso si menea awei o kerno petunyuk diwo-diwo.

Si cemrito kulo bangso si adèba Bujang Kedaran. Si o anak Rajo Kayangan das lèngèt. Nadeakne, bangso Meteroi oba gi netakdir uleak talo baka kennèk maè lèngèt, jijoi Permaisuri negeroi kayangan. Meteroi o bi sudo ketentuan kunei sang pencipto baka melahirkan calon Rajo-Rajo kayangan. Meteroi oba gi tenunyuk diwo-diwo utuk temrus juei Rajo Kayangan das lèngèt.

Kerno keadaanne nati mukin, aepba Meteroi sabar. Kemotba sapei waktaune si demapet majak maè kayangan. Nak lem maso belmot o Meteroi harus meresiokan kete kejadian gi menimpane. Pesenne maso o Meteroi dang kulo kelwea-kelwea. Tengèn anak o lahèr siang, dang sapei Rajo ngèn Permaisuri namen. Dang kulo sapei namen tun leyen seleyen kunei dayang gi musikne. Kalau sapei hal o tekebar, mako sahè Rajo sèlèk kerno awei nadeak serameak kejadian o barat piawang mecuak timo. Kerno o pastiba Rajo murko, pastiba Meteroi baka dapet saksaran.

Saei o pesen Bujang Kedaran ngen Meteroi. Kunyauba suaro Bujang Kedaran o tengoa sayup-sayup nak tiuk Meteroi, tapi Meteroi dapet temiuk tip pateakne. Sudo bemanat awei o, Bujang Kedaran lenyep. Si cigoi ketèn liwet petup Sekumang o. Meteroi musep-musep matoi, mesoa mai ipe alaune Bujang Kedaran, tapi cigoi ketèn.

Coa sadar Meteroi awei kebekeone. Si medeo-medeo Bujang Kedaran,
“Bujang... Bujang Kedaran,... Bujang Kedaran,” tangenne kapaè-kapaè awei tun

bekedeo kunei ku uak. Coa kulo meding si kelongon kunei temotne, lak tejè awei tun lak alau.

Pei tegak ketot lak tejè, si temot igoi samoi tunuk. Senyum gi adè nak bibiane cigoi ketèn. Matoine baesne sayu, adè ketèn biyoa jeniak geminang nak sudut matoi.

Temeine Dayang gi temot nak isiane kemliak baè uleak Meteroi o. Nak ateine mengadeak mene Meteroi awei o. Ineak nak pengeliakne. Bi taun-taun di bunak ngèn Meteroi, mulaè kunèi Meteroi lahèr nati si kemliak Meteroi awei yo.

Kerno omorne bi tuwoi, Dayang cuma demugo, kalau Meteroi o dong demnem tun. Teakba bujang atau siapiba. Gentèkne baau Meteroi. “Meteroi,.. Meteroi...,” nadeakne samoi tempuk baau Meteroi. “Gèn mene kumu awei yo? Jano kumu sakit?” tanyè Dayang bingung.

Meteroi tegagaè. Si musep-musep papane. Si tawoi didik. Sudo o ngèn pelan si cemritoba kete pengeliakne liwet petup Sekumang o. Nisikne kulo kete pesen Bujang Kedaran magea si. Biyoa matoine berlemas kerno mèkèr pesen Bujang Kedaran.

Meteroi saben nien amen Rajo ngèn Permaisuri namen hal o. Kerno o si minaè dayang dapet meresiokan keadaanne o ngèn siapi baè. Nadeakne dooba manat Bujang Kedaran.

Suling Beraè

NEMAKTE petesne, mako Meteroi amèl ba awei tun biasone. Lem maso o, tip-tip teang bulen malem pat belas diem-diem Bujang Kedaran tuun maè semulau. Tip tuun Bujang Kedaran coa kulo kulep min pemuk pangen kunei kayangan. Sewaktau coa nam tuun si semayo Tebuwen ngèn Sekumang maè magiak bito magea Meteroi. Tobo o senayone kulo semlidik keadaan Meteroi.

Makin tameak biloi, betukar mingau ngèn bulen kanungan Meteroi makin loi kulo. Rajo coa namen, Permaisuri coa kulo sako. Tun-tun nak istana coa kulo kemkiro. Gi namenne adèba dayangne mesi.

Sapeiba waktaune Meteroi belpas, melahèr anak Bujang Kedaran. Pumenne o semanei. Mukone serto betuk pengawakne mirip ngèn Bujang Kedaran. Sesuaè ngèn pesen Bujang Kedaran, anakne o ten-gènne Suling Beraè.

Suling Beraè yo rupone nati waktaune mengeloi si bi mengeloi. Nati waktaune nam tawoi si bi tetawoi, nati waktaune nam bepaneo si bi bepaneo. Nati waktaune nam miling si bi pacak kulo miling. Meteroi inokne ngèn dayang riang nien kerno nak bilikne adè tun titik gen yayam, gen kuwat usik.

Kemujuane sapei waktau o, Suling Berae nati kulo menangis angèk. Kalau misalne si menangis angèk, sahè Rajo atau tun nak istana miuk ceriga.

Sapei waktau o kete tun istana nati adè gi namenne bangso Meteroi bi belpas, bi adè anak nak bilikne.

Sementaro o, Bujang Kedaran mulaè kulo jaang tuun. Menurut bito serto kabarne, Bujang Kedaran nak kayangan bi naket jijoi Rajo temukar Rajo bi sudo usur. Hanyo kadang-kadang baè, Bujang Kedaran mutus sèkèp atau tebuwen jano sekumang utuk tuun magea Meteroi, maè kemliak Suling Beraè, anakne. Magiak bito ngen Meteroi.

Tip tobo o tuun sahè kulo Bujang Kedaran magiak pesen serto manat supayo Meteroi ngèn Suling Beraè jibeak merènyèng si, si baik-baik baè. Meteroi naepne lebiak sabar mot si demapet, mot sapei waktaune, mot biloi baik bulen betuweak, si pasti demapet.

Biloi o sèkèp tuun pengeluak Bujang Kedaran. Sèkèp o menaoi-naoi nak das natet istana. Kemliak sèkèp menaoi nak das natet istana, Suling Beraè mengimak kaè pengdan. Sudo o sèkèp tingep nak pengdan pelaboi Suling Beraè medenong

o. Ngèn takdir Uleak Talo, sèkèp o betenoaba nak telapak tangen Suling Beraè. Sudo o si tebang bèlèk igoi maè kayangan, bèlèk maè lèngèt. Suling Beraè terus demnong sèkèp o tebang sapei teklimang kaè mun putiak. Suling Beraè megumba teneo sèkèp o, magiak ngèn Meteroi inokne. Rupone Meteroi bi namen bangso sèkèp o adèba pengeluak Bujang Kedaran, kerno o tenoa o naikne baik-baik sepayo coa pecuak. An bi kean, rupone tenoa sèkèp metes. Tenoa sèkèp o rupone metesne anak monok. Monok anak sèkèp o rupone sebong. Rupone awei monok tapi sebeneane sèkèp. Awei lem cerito, anak monok o jijoiba yayam Suling Beraè.

Kenlak Tun Tuwoi

BÈLÈK maè negeroi kayangan nak das lèngèt. Kerno kesibukanne Bujang Kedaran makin jaang tuun magea Meteroi. An bi kean Bujang Kedaran coa adè teko, sapeiba bito bangso Bujang Kedaran cigoi an igoi lak nikeak. Bujang Kedaran lak nikeak ngèn Meteroi das lèngèt kerno oba si jaang adè waktau lak tuun maè denio.

Sebeneane atei Bujang Kedaran bi tutup utuk selewei leyen. Sayangne magea Meteroi serto anakne Suling Beraè coa dapet tenukar ngèn api baè. Sebeneane si inau lak kemliak, lak betemau Meteroi ngèn Suling Beraè. Adè teniat nak ateine lak alau, meliloi kunei istana. Tuun maè denio idup besamoi Meteroi ngèn anakne Suling Beraè tapi padeak diwo-diwo nati sapei waktaune.

Si coa lak jenudau. Si coa tetarik ngèn Meteroi gi jenudau inok bapakne o. Ateine bi tekuto kaè Meteroi inok Suling Beraè, tapi temtang kenlak inok bapak si coa kulo sapei atei. Kerno o, Bujang Kedaran jijoi pediem, seliro muk meine cigoi. Kerno oba awakne mengurus. Sementaro tiak ngèn inokne bi jemudau si ngen Meteroi kayangan. Si tepakso nikeak, kerno tun tuwoine.

Malem-malem, biloi-biloi Bujang Kedaran bepèkèr gèn caone lak mbuyè asenne ngen Meteroi kayangan o. Si terus bepèkèr gèn akuak caone supayo Meteroi serto ngèn Suling Beraè anakne o dapet najak maè kayangan, maè istana Rajo lèngèt pelaboine bekuaso yo. Si terus kulo mesoa aka sepayo niat inok-bapakne semayo si nikeak gacang o coa kesapei. Lak temulak si coa sapei atei. Padeak ateine, si coa gi mukin senang kalau si nekeak ngèn tun leyen. Idup mateine si citone magea Meteroi inok Suling Beraè.

Sementaro, inok bapakne sapei waktau o nati kulo namen kalau Bujang Kedaran o bi adè anak ngèn Meteroi. Bujang Kedaran kulo nati cemrito soal o ngen inok bapakne. Nèkèr Bujang Kedaran bok si cemrito pastiba inok bapakne coa pecayo.

Rataè

AN-AN bepèkèr penyudone Bujang Kedaran dapet aka. Si lak mak, si lak demapet Meteroi, lak min maè kerajaan das lèngèt. Niatne bi bulet. Si lak mulua rataè kunei das lèngèt nak das atep bilik Meteroi nak istana Rajo denio. Rencano o lak nelaksanane mot biloi baik bulen betuweak, malem teang malem pat belas.

Utuk melaksano rencanone o, Bujang Kedaran mutusba Tebuwen ngèn Sekumang magiak namen ngèn Meteroi. Supayo Meteroi ngèn Suling Beraè siap-siap pado malem pat belas bulen adep. Adè rataè gi tegatung kunei lèngèt nak das atep bilik Meteroi. Tengèn Meteroi temiuk adè saei bederang, Meteroi ngèn Suling Beraè gacangba bekenèk maè das atep, bepegong it-it nak ujung rataè. Rataè o baka tenarik minas kunei bang lèngèt.

Supayo niat o dapet telaksano, Meteroi coa buliak magiak namen kete rencano ngèn api baè. Dooba saei pesen gi senapei Tebuwen ngèn Sekumang magea Meteroi.

Awei gi jenanyoi o, bulen mukone, mulaè kunei malem telau belas Meteroi besiap-siap. Bepenyep, bekipes, menyep butèa lak bekenèk maè das lèngèt, maè negeroi kayangan negeroi diwo-diwo. Keracak dau coa nemin. neminne keracak gi perlune baè. Keracak Suling Beraè awei o kulo, gi petingne baè. Iso si coa lak min kacak dau, tapi si coa binoi meak beet ige ban, saben meak tiloi rataè o putus.

Biloi luwèng biloi telau belas o butèane bi sudo siap. Debiloi o Meteroi bepenyep nak bilikne. Kute nebersi, nerapine kerno padeak ateine, bilik yo harus bersi ngèn rapi. Pengdan nukak supayo tun coa gacang ceriga. Dong si bepenyep o, Suling Beraè terusba melyam monok sebong titik kesayanganne o. Rupone monok o maè ipe baè nemin. Rupone monok o coa kulo lak uak kunei Suling Beraè.

Biloi o teraso lebiak an, biloi lebeak asoine cenok kunei biaso, sinyo asoine makin telat sapeine. Debiloi o samoi bepenyep pesayan Meteroi coa tau gi bekenone.

Ketiko sinyo mulaè ketèn pelbeak o, pelbeak malem pat belas o, Meteroi temimuk Suling Beraè, semyuk baik-baik. Sudo o si menoi kulo bersi-bersi, besiyuk, bebadak baik-baik. Nerisone kulo barang-barang gi lak nemin. Sudo o si medeo Dayang, madeak kete rencanone malem o.

Awei pesen Bujang Kedaran, Dayang coa kulo buliak magiak namen ketene ngèn siapi baè. Coa buliak magiak namen ngèn Rajo ngèn Permaisuri sapei waktaune padeak Uleak Talo. Kalau keadaan mimang memakso, cigoi mukin semipen resio o, mako Dayang harus cemrito ketene kunei ayak sapeiba mai ipe Meteroi alau. Dooba pesen Meteroi ayak si berakat.

Mako pado malem o, mulaè kunei tèktèrèu miling, mulaè bulen becayo, Meteroi bekenèk maè das pagau bilikne. Suling Beraè bekenèk kulo samoi kempit monok. Butèa titik tegayut nak baau Meteroi, menyebibit bekenèk samoi megong tangen Suling Beraè. Nyut gi adè nak atei Meteroi, ketiko bulen teang, cayo matoi biloi bi cigoi, si beduwoi banak o bi sapei das atep. Tinga si mot tengèn Bujang Kedaran demapet, tengèn tiloi rataè o mejutei kunei das lèngèt.

Atei Meteroi bi bulet, tèkatne bi sudo lak alau maè das lèngèt, temotoa tiak Suling Beraè. Inaune ngèn Bujang Kedaran cigoi dapet ubet, cito kasiakne ngèn Tiak Suling Beraè o cigoi kulo dapet tetangung. Asoi menyebuaune kerno adè bito Bujang Kedaran lak nikeak makin menea atei Meteroi cigoi tau pesayan. Si coa lak kalau Bujang Kedaran sapei nikeak ngèn tun leyen. Kerno o, si gacang sapei das lenget, lak gacang betemau Bujang Kedaran.

Sapei das atep, kenliakne pucuk nyoa-pinang melamei-lamei seninea cayo bulen. Denio sunyoi, cuma adè sayup-sayup saei inok bapakne bacang nak ruang utamo istana. Suaro bacang o coa tau pakukne nak tiuk Meteroi, coa jelas jano pao gi nadeak, tapi si pecayo doo suaro inok ngèn bapakne. Gi agak tetiuk ngèn si cuma adè gènne nadeak nak lem bacang o.

Meteroi cigoi duloi gèn kejijoine men sebiloi. Istana sahè gerau ketiko inok bapakne namen kalau si cigoi nak bilikne nak istana o. Meteroi bi sudo betèkat ngèn bulet atei lak alau maè das lèngèt.

Debiloi ayak o, adè bito bangso Rajo mulaè ceriga kerno si adè tekliak tun titik liwet pengdan bilik Meteroi. Rupone waktau o Suling Beraè dong medenong

nak pengdan sewaktau Rajo mlitas beakne. Bito-bito o makin temitik atei Meteroi lak betemau ngèn Bujang Kedaran. Sebab kalau sapei Rajo namen bangso si bi adè anak, sedangkan Rajo nati mikeak si, mako celako gi baka tejijoi. Pasti Rajo murko. Dang-dang baè si baka nukum, mukin nuang maè beak imo bano. Kalau Rajo sapei namen, pasti istana gerau si dapet necap semèlèk Rajo, semèlèk kutoi natet kerno nangap pengenea kidèk, melpas anak apang.

“Aduh...,” pekik Meteroi pelan kerno tebayang gèn akuak kejijoine kalau sapei Rajo namen kete doo.

“Mene, Nok?” nadeak Suling Beraè ketiko temiuk inokne mengaduh saei o.

“Coa benene. Uku tepèkèr alang ke cenokne tiaknu demapet itu piyo. Dio biloi bi an kelmen, bulen bi teang bederang, tapi tiaknu nati adè kabar bitone. Jibeak-jibeak si coa tinget!” nadeak Meteroi.

Lem atei titikne, Meteroi ibo, kesien kerno baka beceei ngèn inok bapakne, beceei kulo ngèn dayang serto kete tun nak istana o. Kerno si yakin, debat si lalau mukin selamone cigoi gi bèlèk. Sebeneane si ibo ngen inok bapakne, pasti sedingen.

Makin uak malem Meteroi makin liseak kerno mot-mot rataè tejutei das atep nati sapei-sapei. Coa an sudo o, ketiko teang bulen agak kelobok kerno adè mun putiak kemlimang, kenliakne adè awei tiloi tejutei das ulaune.

“Trang...,” saei rataè cucia das atep isia awakne. Meteroi mejeling, kenliakne adè rataè panyang tejutei kunei bang lèngèt gi kenliakne adè keloi petup Sekumang. Si bekasup mèkèt butèa it-it, sudo o semamèa Suling Beraè. Bi sudo kete, si betegongba it-it nak ujung rataè o. Tangen kanenne betegong maè rataè, tangen kideone megong monok Suling Beraè. Bi yakin ketene sudo siap, si magiak kudè ngèn gemunyang rataè o. Maksudne sepayo rataè gacang tenarik. Rataè o beguyang, sudo o mulaè bekenèk didik-didik. An-an rataè o makin mengelkat. Sapei kelkat pucuk nyoa, begoyo mengelkat igoi, mengelkat igoi sapeiba cigoi ketèn istana Rajo beak yo. Sudo o bi sapeiba betengeak lèngèt.

Bi telitas didik betengeak lèngèt, rupone utung coa dapet senapei malang coa kulo dapet milak. Tibo-tibo rataè o putus. Meteroi ngèn anakne, Suling Beraè tucia. Demalem o si melayang coa tau arah. Melayang temotoa arah angin. Angin betiup medèk si melayang medèk, angin betiup milot si melayang arah lot.

Menit betukar jam, jam terus kulo beputea. Makin an tobo beduwoi banak

o makin tuun, makin temeak maè bumoi. Biloi luwèng Meteroi beduwoi banak o tekebeak kulo maè bumoi, denio ato. Nak ipe si us Meteroi coa namen. Si coa kulo tau pelaboi negeroi ipe si teltak o. Cuma si sadar bangso si beduwoi banak o tucia nak beak imo. Nak negeroi ipe, jano gi masiak lem kerajaan tiakne, si coa tau. Jano si us nak negeroi semat, negeroi jin si coa kula namen.

Ketiko kèkèane tepijak maè taneak beak imo o, Meteroi baru sadar bangso si ngèn anakne baka jijoi mangso benatang buas. Si baka teseset nak imo coa tau kemutau. Angan-anganne lak sapei magea Bujang Kedaran o putus. Harapanne lak idup senang ngèn Tiak Suling Beraè abis kulo. Pèkèrne cuma do, gèn caone dapat betaen idup, dapet semlamat diroi, mesoa dalen kelwea kunei beak imo bano o.

“Kalau uku harus matei, anakku Suling Beraè harus tep idup temrus jueiku, temrus cerito,” nadeak Meteroi lem atei. “Uku yakin dio iso mipoi, dio nyato. Kèmè beduwoi banak yo gi masiak idup, masiak nak alam denio.”

Coa Adè Kut

NAK negeroi kayangan das lèngèt, bito rataè putus serto Meteroi ngèn anakne lenyep coa tau pelaboi sapei tiuk Bujang Kedaran. Bujang Kedaran pisan, tapi sepet semayo tun mesoa Meteroi o sapei dapet. Coa tau kedau keanne Bujang Kedaran pisan. Si tesadar ketiko dayang-dayang istana temtik biyoa besaman kokok nyaboi maè bibiane. Detik-detik biyoa dapet si temlen sapeiba Bujang Kedaran tesadar.

Tebuwen, Sekumang, Sèkèp, serto kete tun cedik, tun pitar nak istana ibo kesien kemliak nasip Bujang Kedaran. Kete-ketene cubo usaho lak temulungne. Tekadeakba Sekumang, Tebuwen, Sèkèp, serto kedau-kedau tun cedik tun pitar tuun maè denio, mesoa Meteroi beduoi banak o. Bebulen-bulen kulo tobo o alau nati adè kulo bitone.

Dong cao o, Bujang Kedaran terusba menyedingen beet. Betameak biloi awakne betmeak pucet, makin kurus. Seliro bermuk cigoi. Biloi-biloi uleakne hanyo temenung nak bilikne samoi mot-mot kabar bito kunei denio. Jibeak kulo gi usik, tetawoi awei biasone, Bujang Kedaran bubeak awei tun ku ang waras.

Biloi begitei biloi, mingau betukar mingau, bulen pun bi telonot, dan maso bi begitei. Keadaan Bujang Kedaran nati kenaè puliak. Bi kedau-kedau umuk upei nati berasèa. Bi kedau-kedau semulen baes cemubo kulo gemrènèng nati kenaè adè gi temusne, termasukba Meteroi gi jijoi buung inok bapakne.

Awei oba biloi-biloi. Sapeiba waktaune Bujang Kedaran bepèkèr, cigoi gi mukin si dapet betemau ngèn Meteroi, cigoi kulo gi kalène si dapat betemau ngèn Suling Beraè, anakne o. Si bi yakin Meteroi ngèn anakne o pastiba bi nemuk benatang buas nak beak imo. Idup menyikso diroi awei o coa adè kutne, rakyatne coa turus. Didik-didik Bujang Kedaran masiak kenaè mèkèr inok bapakne, masiak

kulo tinget magea rakyatne. Amen si matei, apiba gi temrus juei, manyang cerito keluargone.

Pelan-pelan Bujang Kedaran mulaè menyadar bangso si harus madè keturunan utuk temrus juei, manyang cerito. Nèkèrne amen coa adè keturunan, api gi baka temimoa asep opoi, gi baka mabo amen ulaune pening, siang. Kerno o si harus nikeak. Tapi ngen siapi? Ateine bi tetutup lak temimo semulen leyen.

Bujang Kedaran bepèkèr utuk madè keturunan, madè tuweak lak penerus juei keluargo si harus nikeak. Kunyauba si cemubo nikeak ngèn selawei leyen. Mudah-mudahan Uleak Talo mubeak pèkèrne sehinggo si dapat melupo Meteroi inok Suling Beraè. Si yakin Uleak Talo pasti magiak dalen gi baik magea si. Kerno o si besedio nikeak ngèn Meteroi gi jenudau inok bapakne o.

Kejoi

BITO Bujang Kedaran lak nikeak ngèn Meteroi lèngèt o segero menyebar nak kalangan istana. Rajo ngèn kete keluargo istana riang. Kerno o Rajo meriteakba kute upas, kute meteri, serto ulau balang istana semyap kejoi tujuak biloi tujuak malem. Kete rakyat nagiak namen bangso nak istana baka kejoi tujuak biloi tujuak malem mikeak Bujang Kedaran. Kete ketabuak, kete kesaei sen-yap kulo.

Mako sesuaè asen, pada biloi o Bujang Kedaran bi nerias, Meteroi lèngèt, mengeyanne awei o kulo. Kete ketabuak, kete kesenian bi mulaè kulo tenabuak. Coa an sudo o, Bujang Kedaran ngèn mengenyanne bi besaning kulo nak umeak lamin.

Nak luwea pekarangan istana dau kulo pemupuk-mupuk besaman kokok monok. Mecem-mecem monok bi siap-siap lak besaman kokok. Adè gi megong monok mileak, monok urik, monok putiak, monok bi ing, monok kumang ade kute. Adè kokok luus, kokok penak, kokok panyang, kokok bekilok. Mecem-mecem saei kokok tetiuk rami.

Utuk pemuk pangen umung kejoi o tujuak likup kebeo, tujuak likup kaming serto coa tau kedau monok bi senbeliak kute. Pokokne kute rakyat, kute tun besenang-senang, riang nak lem iruk pikuk kejoi o.

Taoi menaoi luwèng kelmen coa beparaè. Ketabuak tang kritung terus kulo beasei. Kete coa meding asoi payeak asoi litak nak lem iruk-pikuk kejoi loi o. Sebab kete tun beriang-riang.

Teak kerno benea-benea cigoi tinget Meteroi ngèn anakne, Suling Beraè, teakba nea-nea, Bujang Kedaran ketènne riang kulo. Cuma debat-debat matoine agak sayu awei tun sedingen. Kadang-kadang ketèn awei tun beet pèkèr. Tapi coa dau tun kemliak, sebab Bujang Kedaran dau senyum awei tun riang.

Coa adè gi namen sebeneane jano pengasoi Bujang Kedaran waktau o. Ibo, sedingen atau riang coa adè gi namen. Ketènne awei riang. Matoine debat-debat sayu o coa kulo adè gi kemliakne. Cuma Tebuwen, Sekumang, ngèn Sèkèp ba gi dapet maham atei Bujang Kedaran waktau o.

Meteroi mengenyanne aweine coa kulo namen jano pesayan Bujang Kedaran waktau o. Waktau si senayo menaoi ngèn mengenyanne o, si menaoi kunyauba gerak taoine kuang lincah awei bujang leyen. Meteroi kiro Bujang Kedaran menaoi samoi megong tangenne o kerno riang. Nèkèr Meteroi Bujang Kedaran bi benea-benea lupo ngèn Meteroi kunei denio atok o. Bujang Kedaran sahè kulo cigoi maep Meteroi ngèn anakne Suling Beraè o. Sako Meteroi sahèba Bujang Kedaran o bi jijoi pengatenne lahèr batin. Kerno kenliakne Bujang Kedaran awei tun riangne.

Sebei Bibik

SIKET cerito, ite bèlèk maè denio taneak metau. Biloi-biloi, be mingau-mingau, bulen bi getei bulen, Meteroi ngèn Suling Beraè meruto nak beak imo. Bi coa tau kedau muaro bi senbeang, bi dau kulo lureak bi nelitas. Bekenèk tebo tuun tebo, masuk nuak kelwea nuak. Kèkèa bi meltua, paneo bi picang. Pakei nak awak bi tecaik-caik tesakut unak ngèn tebok. Awak bi kurus serto payeak, tenei bi kenyèmèn, nati kenaè betemau dalen kelwea.

Biloi-biloi terus bepaneo. Nak ipe payeak diba singeak, nak ipe kelmen diba temalem. Suling Beraè terus merèngèk kerno nyèmèn serto payeak. Monok titik bi mengeloi, mulaè kulo pacak bekokok. Tip monok o bekokok kete burung bekeik coa binoi, cikak tupei becicit saben. Nak ipe singeak monok o neletak, tengèn lalau monok o kenpit. Tengèn nyèmèn muk pucuk, semwep kamut. Awei oba penemau Meteroi ngèn Suling Beraè bebulen-bulen, bemaso-maso. Cigoi tau kedau itung bulen, cigoi kulo tau kedau itung mingau.

An-an awei o, akhèrne sapeiba si nak puak imo. Kenliak Meteroi sayup-sayup uak adè ketèn mar asep opoi.

‘Suling Beraè, cubo ko keliak, Jang, uak doloi o, gemne pengeliakku adè awei asep opoi,” nadeak Meteroi.

“Ipe, Nok?” simet Suling Beraè.

“Doo, doloi o,” nadeak Meteroi samoi temunyuk kèkèa tebo nak adepne.

“Au gi, Nok. Doo awei asep opoine,” nadeak Suling Beraè riang.

“Amen benea doo asep opoi, toine adè tun peleo o. Ite harus mini. Ite uyo asoiku bi sapei puak imo. Kinaète asep opoi o iso si asep opoi semat, coa kulo asep opoi jin sitan tungau tebo, tungau taneak tanoi. Kinaète amen si adè tun peleo o iso kulo si semat tungau imo, tungau bukoa.”

Meteroi ngèn Suling Beraè alauba semsung arah asep opoi o. Ayak megerib betemauba jamoi tinga demaso. Kenliakne adè ponok buuk nak tengeak jamoi. Rupone kunei ponok oba peneko asep opoi o.

Goyo-goyo tobo duwoi banak o magea ponok buuk o. Kenliakne adè tun dikup dong bediang madep opoi. Tun o rupone mei tuwoi bi bukuk, èpènne cigoi, bukne putiak pao. Coa adè ketèn tun leyen nak ponok o.

Kerno biloi mulai bekelem, lak kelmen, tun duwoi banak o cemuboba mekuak magea ponok o. “Amen ponok o ponok tun si lak temupang temalem. Amen doo iso si tun, doo adèba semat, jin, sitan, kunyauba si muk ite kepalang,” nèkèr Meteroi. Bi paak, Meteroi cemuboba medeo mei tuwoi o.

“Bei, adè kumu nak ponok, Bei,” nadeak kaè Meteroi goyo medeo tun nak ponok o.

o jemawab. “Haaah, ipe adè saei tun, mau tun, adè suaro manusio yo?” nadeak Sebei

“Kèmè, Bei. Uku ngèn Suling Beraè, anakku. Kèmè limau coa tau kedau kean nak beak imo. Kèmè lak nupang temalem,” nadeak Meteroi kemtea.

Sebei o mejeling. Rupone si bi kemliak, si bi namen Meteroi duwoi banak o. Suarone mongoa saei tun coa adè kulik-kulik. “Woi, ko pau. Kunei ipe udi, kunei ipe asal udi, lak maè ipe sajoi udi? Gemne sapei piyo?” tanyè Sebei o ngèn suaro mongoa. Kenliakne keracak nakei tobo duwoi o bi cengkemarèng kete, awak bi baing-baing kulo.

Rupo-rupone, ponok o adèba ponok Sebei Bibik, manusio iso-iso. Si o adèba manusio betengeak semat. Mei o biasone idup suang, beponok dèwèk nak beak imo. Kerno si manusio betengeak semat, mako ilmaune dau. Kerno o kulo tun madeak Sebei Bibik. Lak madeak sebei iso, nedeo bibik coa kulo sesuaè.

Meteroi cemritoba kete penemau idupne, mulai kunei adè sekumang temtup pagau bilikne sapei si betemau ngèn ponok serto betemau ngèn Sebei Bibik o.

Samoi cerito coa mengeding biyoa matoi Meteroi tuun. Semlatep cerito Meteroi o, Sebei Bibik makin namen siapi Meteroi duwoi banak o. Ibo ateine temngoa nasip Meteroi o, tapi lak temulung si coa nam temulung, lak minaè tulung ngèn tun api gi baka temulung. Si baè idup suang nak ponok buuk nak

puak bukoa biding imo yo. Betaun-taun si tinga nak di coa kulo adè ibet inau tun gi teko, seleyen kunei Meteroi beduwoi banak ngèn Suling Berae o.

Kerno iso si tun biaso, si o manusio betengeak semat, si bi namen kulo adè bito bangso waktau o nak istana Rajo kayangan das lèngèt adè kejoi tujuak biloi tujuak malem. Kejoi o kejoi mikeak Bujang Kedaran ngèn Meteroi.

“Woi...pau, coa mudeak magea kutoi Rajo kayangan das lèngèt o. Uku coa sangup mes udi maè mini. Amen nadeakku, lebiak baikba udi tinga nak piyo. Mot biloi baik bulen baik sapei Bujang Kedaran namen pelaboi te yo,” nadeak Ninik Sebei.

“Coa, Bei. Kèmè lak nupang temalem agak duwoi telau biloi baè. Sudo o kèmè lak temrus pemaneo. Kèmè lak cubo mesoa negeroi penan Bujang Kedaran tinga o. Janoba kesapeine kèmè cubo temangung,” nadeak Meteroi pelan, saben meak Sebei Bibik tesingung.

Bi cukup cao Sebei Bibik mumuk Meteroi, Meteroi bi betikat lak temrus pemaneone mesoa Bujang Kedaran o.

“Amen nyaboiku harus silem uku rela,” nadeakne. “Kèmè lak temumuk nasip, lak temmau bagoi. Kèmè harus mesoa Bujang Kedaran, tiak Suling Beraè yo. Jano ba penyudone kèmè siap temangung,” nadeak Meteroi.

Awei oba demalem o Meteroi coa dapet tidua. Sebei Bibik terus baè cerito tang api Bujang Kedaran, gèn akuak keadaanne uyo. Sebei Bibik rupone terus lak mumuk Meteroi supayo Meteroi lebiak sabar. Kerno o, padeak Sebei Bibik, pemuk pangen ala kadarne adè, ponok pelaboi kunèi ujen panes adè kulo. Sebei Bibik lak majak Meteroi diem besamoine, jijoi kepaune, jijoi kuwatne, paling coa sementaro waktau.

“Kemotba piyo, Pau! Sebei coa adè kuwat, sebei idup suang, mujuaku amen adè udi gèn kuwatku piyo. Siang, amen tekdirne baik, sahè Bujang Kedaran namen udi nak piyo,” nadeak Sebei Bibik terus mumuk Meteroi. Tapi rupone atei Meteroi nati kenaè rètèk. Si gi masiak lak alau temrus pemaneo mesoa Bujang Kedaran.

Siket cerito, kerno Meteroi coa nam bedan lak mesoa Bujang Kedaran o, mako Sebei Bibik magiakba lemau, magiak kulo petunyuk kaè ipe dalen. Si magiak petunyuk gèn akuak cao Meteroi beduwoi banak o magea Bujang Kedaran. Menurut Sebei Bibik, utuk sementaro Meteroi diemba ngèn si nak ponok buuk

o. Kunyauba Suling Beraè baè berakat temrus pemaneo mesoa tiakne. Padeak Sebei Bibik, Meteroi harus besabar sapei waktaune, siang Bujang Kedaran sahè demapet majak maè istana nak kayangan das lèngèt. Uyo nati tekdirne menurut diwo-diwo ngèn Uleak Talo, kerno o Meteroi dangba titik atei.

Maè Kutoi Rajo

BILOI gi masiak kelem didik-didik Suling Beraè berakat semlusua dalen coa tau arah, cuman temotoa pesen Sebei Bibik. Biyoa matoi Meteroi geminang mpas pemaneo Suling Beraè kabuk o. “Atei-atei baè nak dalen au, Jang. Amen ko asoi payeak, kèkèanu litak, singeakba nak beak kiyeo gi umaune. Amen ko asoi limau, denongba arah matoi biloi timoa. Amen ko asoi sleak dalen, totoaba biyoa monot,” pesen Meteroi ngèn Suling Beraè.

“Au, Nok. Uku alau. Coa ku tau kedau kean pemaneoku yo. Uku coa kulo dapet muwen teak dapet bèlèk miyo teak cigoi. Cuma dua inokba gi jijoi senyatoiku. Hanyo manat Kumuba gi jijoi petunyukku,” nadeak Suling Beraè samoi menut biyoa matoine.

“Bei, tulung Kumu jemagoi inokku sepeningaku. Uku alau teak bèlèk teak cigoi,” nadeak Suling Beraè.

“Au, Pau,” padeak Sebei Bibik. “Alauba, kinaete ko gacang betemau tiaknu!”

Sesuaè ngèn petunyuk Sebei Bibik, Suling Beraè terus bepaneo. Cigoi si namen bi kedau lureak bi nelitas, bi kedau tebo bi neliwet, bi kedau muaro bi senbeang. Cigoi kulo si tekitung bi kedau kiloi luwèng begitei kelmen. Nak ipe payeak diba si singeak, nak ipe kelmen diba si temalem. Monokne terus kenpit.

Akhèrne, sapeiba Suling Beraè nak debuak talang. Sadei titik o nak teluk, tunne gi masiak sunyoi. Umeak-umeak tun gi masiak berupo ponok. Buliakba nadeak doo ponok kelopok.

Kenliakne adè tun dong usik nak natet debuak umeak. Suling Beraè magea, si betanyè kai ipe dalen maè kutoi Rajo.

“Woi, semanei titik, ko kunei ipe? Maè ipe pemaneonu? Gènne ko awei tun limau, awei tun linglungne o?” tanyè tun sadei o.

“Uku yo tun teluk, tun imo. Uku lak maè kutoi Rajo, uku lak mesoa Bujang Kedaran,” nadeak Suling Beraè.

“Haaah, ko lak maè kutoi Rajo? Gi uak nien doo semanei titik. Ko lak mesoa Bujang Kedaran? Dooba Rajo kèmè. Uyo nak kutoi Rajo dong adè kejoi tujuak biloi tujuak malem mikeak Bujang Kedaran, Rajo kèmè. Coa gi mukin ko nan betemau ngèn Bujang Kedaran o!” nadeak tun o.

“Kunyauba ne. Sajoiku lak maè kutoi Rajo, tulung tunyuk kaè ipe dalen!” nadeak Suling Beraè

Tun temunyukba arah dalen maè kutoi Rajo. Suling Beraè alau temrus pemaneone. Monok kenpit terus. An bi kean bepaneo, bi coa tau kedau kulo imo bi nelitas, bukoa bi tenpuak, sapeiba si debuak sadei. Si terusba bepaneo nak dalen sadei o. Sudo o kenliak adè tun dong belunguk. Si begutèkba magea. Rupone tun belunguk dong jemajè monok.

“Woi, semanei titik ko lak maè ipe? Maè ipe ko min monok? Maro ite besaman kokok?” nadeak tun dau o. Kenliak Suling Beraè monok nak di o loi-loi kete. Teniukne macem-mecem saei kokok monok.

“Coa ku dè, monokku nati nam bekokok. Kerno o coa gèn toine monokku milau besaman kokok. Monokku sahè aleak. Uku cuman lak minaè tulung tunyuk kaè ipe dalen maè kutoi Rajo!” nadeak Suling Beraè.

“Coa..., amen ko lak maè kutoi Rajo ite harus besaman kokok monok kileak. Amen ko menang ko buliak alau maè kutoi Rajo, amen monoknu aleak, ko harus jijoi budak kèmè?” nadeak tun sadei o.

“Coa dè.... Uku coa lak besaman kokok, monokku aleak, monokku nati nam bekokok. Tulungba kagiak namen, kaè ipe dalen maè kutoi Rajo, uku lak mesoa Bujang Kedaran!”

“Ah..., gènmene ko madeak Bujang Kedaran. Dooba Rajo, dooba junyungan kèmè. Jano pesayannu yo? Si uyo dong nikeak, kejoi tujuak biloi tujuak malem. Coa gi kale ko dapet betemau Bujang Kedaran. Amen ko lak mini ite harus besaman kokok kileak. Sudoo baru kèmè magiak petunyuk arah dalen!” nadeak kaè semanei sokot. Rupone semanei oba gi jijoi pemipin romongan o.

Kerno terus densak, Suling Beraè cigoi dapet milak. Tibo-tibo monok kenpitne bekokok, awei magiak namen ngèn Suling Beraè bangso si siap besaman kokok, si sahè menang. Ineakne kokok monok Suling Beraè o coa awei

kokok monok biaso. Kokokne belegau mengibo, saei yo:

“Sekumang gemirik gedung, tebuwen gemungung epah, tapakne anak Bujang Kedaran”

Kete tun di hiran temiuk kokok monok Suling Beraè o. “Semanei titik, gemne kokok monoknu saei o? Gènmene gi madeak-madeak Bujang Kedaran, Rajo kèmè o?”

“Coa ku tau dè, tanyèba ngèn monokku!” nadeak Suling Beraè.

Tun dau nak di o, adè gi mareakne kerno kokok monok Suling Beraè saei o, kerno nadeakne mino Rajo.

“Monoknu mino Rajo. Ipe te mak Bujang Kedaran bi adè anak, si gi masiak bujang. Doo uyo dong nikeak”

Adè kulo tun di gi mulaè bepèkèr bangso Suling Beraè o iso si tun biaso, monok gi kenpitne o iso kulo monok biaso. Adè kulo tun nak di o gi lak cemubo kemliak gerot monok Suling Beraè o gemne si bekokok saei o.

Nemakte petesne, mako Suling Beraè tepaksoba milau besaman kokok monok. Si meltakba monokne nak biding pelabar. Monokne teltak lasung bekokok magiak namen ngèn Suling Berae bangso si sahè menang:

“Sekumang gemirik gedung, tebuwen gemungung epah, tapakne anak Bujang Kedaran”

Temiuk kokok monok Suling Beraè o, monok dau gi leyen bekeik kete. Monok leyen cigoi gi adè binoi bekokok. Adè kulo monok gi tebang meliloi, adè kulo gi mekep kerno saben. Monok gi masiak negong tun mberucit, mengelucum kete. Kerno mimang monok Suling Beraè, iso monok biaso, tapi adeba monok anak sèkèp.

Kemliak awei o tun dau o cigoi adè gi besaeine. Monok tun dau o aleak kete. Sudo o tun dau di o mulaè bubea. Mako tun temunyukba arah dalen maè kutoi Rajo. Adè gi ibo kesienne kemliak Suling Beraè, adè kulo gi mujuane kerno monokne bekeik saben ngèn monok Suling Beraè.

Tun-tun tuwoi gi cedikne adè kulo gi pecayo sebeneane Suling Beraè o adèba diwo atau anak Rajo dong menyamar. Amen si tun biaso kunei ipe penekone, nak ipe keluargone.

Sudo o, Suling Beraè begutèkba temrus pemaneone. Monokne sudo kenpit, si terus bepaneo maè arah ujung sadei. Suling Beraè terusba masuk bukoa kelwea bukoa, melitas jamoi. Terus masuk imo kelwea imo. Nak ipe payeak diba singeak, nak ipe kelmen diba temalem. Tengèn nyèmèn muk pucuk semwep kamut.

An-an, sapeiba Suling Beraè nak puak sadei. Sadei o sadei loi, tun amoi milot medèk. Kete tun bepakei baes. Rupone nak tengeak sadei dong adè kejoi. Mulaè kunei puak sadei dau kulo tun megelumung. Kenliakne adè kulo dekelopok tun dong besaman kokok monok coa uak kunei dalen lak nelitasne.

Kemliak adè Suling Beraè kempit monok, tobo o lak majak Suling Beraè besaman kokok monok. Kenliakne monok Suling Beraè titik pasti coa gi baka menang.

“Woi..., semanei titik. Kunei ipe ko? Lak maè ipe ko min monok o? Maro ite besaman kokok?” tanyè tobo dau o. “Kenliak kèmè, monoknu o sebong pasti nam bekokok. Cubo ite jemajè kileak!” nadeak tobo o.

“U...uku Suling Beraè. Uku kunei denio taneak metau. Uku lak maè kutoi Rajo, lak mesoa Bujang Kedaran,” nadeak Suling Beraè saben.

“Kunei denio taneak metau? Jibeak beragam tun titik!”

“Co....coa...., uku lak nupang betanyè baè, kaè ipe dalen maè kutoi Rajo.
Monokku yo titik si nati nam bekokok. Kerno o coa gi mukin nam milau besaman kokok,” jawab Suling Beraè tameak saben.

“Pokokne ite harus besaman kokok monok. Namen ko, dioba kutoi Rajo. Keliak doo tun amoi o, dooba kejoi, kejoi mekiak Bujang Kedaran, Rajo kèmè. Amen ko lak mini, ite harus besaman kokok monok kileak,” nadeak semanei loi lekat buk krètèng. Rupone siba ketuoi besamaan o.

“Coa ku dee.... Coa gen toi uku milau besaman kerno monokku nati nam kokok. Tuuakku coa kulo,” nadeak Suling Beraè.

Tobo o terus mekuak Suling Beraè besaman kokok monokne. Jano baè alasan Suling Beraè coa tobo o lak temimo. Penyudone, kerno bekenèk asoi saben meak si tokoa tun, Suling Beraè tepakso besaman kokok. Kerno si coa

adè tuuak, mako nadeak tobo o amen monok Suling Beraè menang, mako si buliak maak kejoi mikeak Rajo o. Amen monokne aleak mako si harus nukum serto jijoi budak tobo o. Awei oba asen tobo o, dooba tuuakne.

“Semanei titik, letakba monoknu o. Ite kemliak semapakne!” Ngèn agak kemtea Suling Beraè meltak monokne. Monokne teltak lasung bekokok saei kokokne ayak yo, kokokne belgau mengibo:

“Sekumang gemirik gedung, tebuwen gemungung epah, tapakne anak Bujang Kedaran”

Kete tun gi temiuk kokok monok Suling Beraè tekanyet. Tun hiran gènmene kokokne ineak saei o.

“Semanei titik, gèn gi saei o kokok monoknu o. Gènmene gi madeak-madeak Bujang Kedaran. Coa ko namen kejoi yoba kejoi mikeak Bujang Kedaran ngèn Meteroi. Bujang Kedaran oba Rajo, coa buliak sembarang madeak gènne.”

“Coa ku tau dè.., tanyèba ngèn monokku yo,” nadeak Suling Beraè. “Uku coa meluak, uku coa semayo si bekokok saei o.”

Temiuk kokok monok Suling Beraè o, monok dau gi leyen bekeik kete. Monok leyen cigoi gi adè binoi bekokok. Adè kulo monok gi tebang meliloi, adè kulo gi mekep kerno saben. Monok gi masiak negong tun mberucit, mengelucum kete. Kerno mimang monok Suling Beraè, iso monok biaso, tapi adeba monok anak sèkèp.

Tobo dau o adè gi mulaè mareak ngèn Suling Beraè kerno monokne bekokok saei o. Adè gi tecengangne. Adè kulo gi mulaè tepèkèr bangso monok o iso monok sembarang monok tapi monok diwo. Suling Beraè o kulo mukin anak diwo, iso si tun biaso.

Siket cerito, monok Suling Beraè menang, tapi Suling Beraè harus kenaè nukum kerno kokok monokne nangap tun mino Rajo. Kokok monok Suling Beraè o aweine cemrito bangso Rajo Bujang Kedaran bi adè anak, mukin anak apang. Padahal waktau o Bujang Kedaran dong besaning ngèn Meteroi nak umeak lamin. Tun-tun coa perneak kulo miuk kalau Bujang Kedaran bi betunak. Jijoi coa gi mukin Bujang Kedaran bi adè anak.

Suling Beraè tenakep. Sudo si nukum kerno kokok monokne nangap mino Rajo, Bujang Kedaran. Kokok monokne anèh saei o nangap tun mefitnah Rajo. Kerno o si ngèn monokne harus nukum. Jano baè alasan gi senapei Suling Beraè coa tun temimo, kerno coa adè saksoi coa kulo adè buktine.

Nadeak tun dau o, amen coa adè saksoi atau bukti berarti gi nadeak Suling Berae o pelsu. Kerno o alasanne coa tenimo, maka si harus nukum. Nukum kerno fitnah.

Jijoi Rajo

RUPONE utung coa dapet kenjar, malang coa kulo dapet tenulak. Ngen kuaso Uleak Talo, monok Suling Beraè terus baè bekokok. Mulaè-mulaène kokok monok Suling Beraè biaso baè. Tameak biloi kokokne makin mengibo, makin kulo angèk.

An bi kean, teak bi kedau biloi Suling Beraè nukum, kokok monokne tetiuk kaè Bujang Kedaran gi dong besaning ngèn Meteroi o. Ateine begetea, pesayanne ibo miuk kokok monok o. Mako Bujang Kedaran medeoba inang pelayanne, si temanyè kunei ipe suaro ineak, suaro slè gi sayup-sayup madeak gènne o.

Inang pelayan alauba cubo temanyè magea tun dau, temanyè kulo ngèn ulau balang, meteri, serto opas istana. Tun madeak, tun cemrito bangso suaro o adèba kokok monok Suling Beraè kunei ruang ukum. Cenrito tun kulo bangso Suling Beraè o tun coa tau peneko, tun coa tau asal. Monok gi kenpitne oba bokok slè gi teniuk kaè Bujang Kedaran o.

Temiuk cerito saei o, inang pelayan o melaporba magea Bujang Kedaran. Si cemrito jano gi kedapet, jano gi teniukne.

Temiuk bito saei o, Bujang Kedaran kemtea, papane pucet. Dong cao o kokok monok Suling Beraè terus tengoa lebiak jelas nak tiukne. Bujang Kedaran tekejut tuun kunei umeak lamin, minaè tulung inang pelayang mes si maè pelaboi Suling Beraè nukum. Si lak kemliak, si lak namen gèn keruman monok bekokok saei o.

Sapei nak ruang ukuman kenliak Bujang Kedaran adè semanei titik dong mecuguk samoi megong monok. Monok negong semanei titik kemliak Rajo, kemliak Bujang Kedaran. Monok o bekokok ngèn lebiak mengibo samoi temunuk ulau awei tun menyemeak.

Bujang Kedaran maakba Suling Beraè o. Si temanyèba kunei ipe peneko, kunei ipe asal Suling Beraè. Siapi tiak, siapi inokne, nak ipe kutoine. Suling Beraè cemritoba kete pemaneo, kete penemaune. Si cemrito bangso si o adèba anak Meteroi nak denio taneak metau. Si ngèn inokne us melayang kerno rataè gi tenuun kunei das lèngèt o putus. Limau sero meruto bebulen-bulen, bemaso-maso beak imo bano. Si ngèn inokne lak alau maè kayangan, negeroi das lèngèt lak mesoa tiakne, Bujang Kedaran.

Si beduwoi binok o senlamat kaè Sebei Bibik. Nadeakne, uyo inokne ade nak ponok Sebei Bibik, nak biding imo bano.

Temiuk cerito Suling Beraè saei o, Bujang Kedaran mikum Suling Berae, senyumne. Bujang Kedaran sadar bangso Suling Beraè o anakne, anak Meteroi gi sakone bi cigoi. Samoi menangis si min Suling Beraè keluwea kunei ruang ukuman. Si mikum majak maè istana. Si meriteak kulo tun semyap kete mecem upan baik, pakei baik serto baes. Si minaè tulung ngèn dayang utuk temimuk Suling Beraè bersi-bersi. Sudo o sennyuk baik-baik ngèn keracak paling baik, paling baes.

Sudo o si semayo semyar magea kete tun, kete rakyat bangso Suling Beraè o adèba anakne ngèn Meteroi. Bi betaun-taun si minau, bi betaun-taun kulo si mesoa.

Sudo besiyuk ngèn keracak istana, sudo muk mei, awakne bi puliak kulo, Rajo Bujang Kedaran semayo ulau balang serto menteri majak Suling Beraè keliling istana.

Dong cao o, Bujang Kedaran majak Meteroi mengenyanne o, setuwang serto tun pacak, tun bijak maè bilik khusus. Bujang Kedaran cemrito kete ngèn tobo o, siapi Suling Beraè, siapi inokne. Kete cenritone bangso Suling Beraè adèba anakne ngèn Meteroi anak Rajo bumei taneak metau. Cenritone gèn akuak si temugas, sekumang, tebuwen ngèn sèkèp. Sapeiba akuak cao si lak min Suling Beraè ngèn inokne maè istana kayangan, jano gi tejijoi. Sapeiba si cigoi adè harapan mesoa Suling Beraè beduwoi binok o.

Ngèn asoi besaleak, Bujang Kedaran cemrito magea tobo o. Si maep tobo o, terutamo Meteroi mengenyanne o dapet memaklumi keadaanne. Si madeak bangso kete doo adèba sureak Uleak Talo, serto pengeneane o adèba kerno petunyuk diwo-diwo.

Sudo o si megong samoi semnyum tangen Meteroi mengenyanne o. “Maap nien Meteroi, iso si coa mego ko, iso si lak semèlèk ko ngèn keluargonu. Iso kulo doo kenlakku, tapi dooba tekdir idupku. Kerno o, amen ko coa sangup madau, mako uku mutus nikeak te yo buyè. Uku coa mukin melawen tekdir idupku. Bangso Suling Beraè o anakku, Meteroi inokne o adèba calon permaisuriku sesuai sureak Uleak Talo serto keputusan diwo-diwo. Ko mukin baka dapet tun gi lebiak bekeno, tun gi lebih kayo, tun gi lebiak bekuaso kuneiku. Kerno o uku mbibas ko kunei ikatan pernikahan te yo,” jenlas kaè Bujang Kedaran pelan.

Debat igoi si minaè maap magea Meteroi, magea setuwang serto kete tun gi adè nak di. Akhèrne, Meteroi mengenyanne ngèn beet atei temimo kete alasan Bujang Kedaran. Si sadar bangso coa gi mukin manusio nam melawen tekdir. Nikeakne buyè o nangapne kulo sebagai tekdir idupne. Setuwangne bi magiak maap kulo, serto kute tun gi hadir nakdi bi maklum kulo.

Keputusanne, pernikahan Bujang Kedaran ngèn Meteroi kayangan o nebatal. Keputusan o perlu sembar maè kete rakyat sepayo rakyat namen duduk pekaro gi sebeneane.

Coa an sudo o Bujang Kedaran majak Suling Beraè demapet Meteroi nak ponok Sebei Bibik nak puak bukoa biding imo. Bujang Kedaran ngèn Suling Beraè senreto kaè ulaubalang-ulaubalang istana bepaneo semlusua dalen gi tempuak kaè Suling Beraè waktau si maè kutoi Rajo o bel o.

Bi an bepaneo, bi coa tau kedau kulo lureak gi senlusua, bi dau kulo lureak gi nasuk, tebo gi denaki, bi dau kulo muaro bi senbeang, akhèrne sapeiba nak ponok Sebei Bibik.

Waktau o Meteroi dong sem ang biyoa nak morong. Tapi, rupone Sebei Bibik bi namen Bujang Kedaran baka teko.

“Meteroi, Meteroi, doo Suling Beraè bèlèk. Doo Bujang Kedaran teko, besiapba ko!” nadeak Sebei Bibik ngèn suaro mongoane.

Meteroi kelwea ketiko Bujang Kedaran ngèn Suling Beraè sapei puak natet. Nikum ngèn sennyumne Suling Beraè samoi beruraè biyoa matoi. Sudo o nanekne Bujang Kedaran. Bujang Kedaran senyum, sudo o sennyumne ning Meteroi. Biyoa matoi meteroi makin dees mengalua maè papane.

“Kenutba biyoa matoinu Meteroi. Jibeakko sedingen igoi, dio uku teko demapet ko. Maroba ite bèlèk maè istana, inok ngèn bapak bi an mot,” nadeak

Bujang Kedaran.

Siketba cerito, Meteroi ngèn Suling Beraè najakba bèlèk maè istana Rajo kayangan. Sapei nak istana Meteroi seniyuk ngèn keracak kerajaan, pakei permaisuri. Suling Beraè awei o kulo. Coa an sudo o, Rajo Bujang Kedaran mumumba supayo kete opas, kete ulubalang, kete meteri serto rakyat semyiap kejoi tujuak biloi tujuak malem semamut Meteroi inok Suling Beraè. Istana beriang-riang, rakyat besenang-senang.

Kete ketabuak, kete kesenian harus tuun, rakyat buliak buliak maè serto muk bermuk sepuwesne.

Mulae biloi o semangat idup Bujang Kedaran bèlèk igoi, kerno dapet betemau ngèn Meteroi ngèn Suling Beraè.

Awei oba ceritone, akhirne Meteroi ngèn Bujang Kedaran serto Suling Beraè idup senang nak kayangan. Jijoi Rajo ngèn Permaisuri, meriteak ngèn adea bijaksana sapei tuwoi.

Jano bito Meteroi lèngèt gi jijoi mengenyan buyè Bujang Kedaran o cigoi adè ceritone. Teak si nikeak ngèn tun leyen atau awei ipe nasipne cigoi kulo tun madeak.

Kerno idup Bujang Kedaran, Meteroi ngèn Suling Beraè bi senang, bi jijoi Rajo ngèn Permaisuri negeroi kayangan nak das lèngèt, mako ceritone abis kulo sapei yo, naneine sudo.


Cenrito kae : Mulya (almh) binti Ali Jedim (alm)

Tenulis kae : Absir, S.Pd alias Absir Hady

BIODATA PENULIS

Absir, S.Pd yang lebih dikenal dengan Absir Hady, lahir di Tiambang Kecamatan Pematang Tiga (waktu itu Kabupaten Bengkulu Utara, sekarang Bengkulu Tengah). Putra bungsu dari tujuh bersaudara ini lahir pada 26 Agustus 1970.

Mengenyap pendidikan SD di desa asal tamat 1984, kemudian SMP Negeri Lubuk Durian (1987), SPG Negeri Kota Bengkulu (1990). Pernah kuliah di FBS-FKP Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Bengkulu hingga 1996.

Dari Januari 1997 sampai dengan Maret 2000 mengajar di SMPN Pematang Tiga. Sejak Maret 2000 sampai sekarang mengajar di SMA Negeri 2 Bengkulu Utara, mengajar Bahasa Indonesia. Pernah menjadi tim kurikulum dan bahan ajar mata pelajaran muatan lokal, Bahasa dan Budaya Rejang Kabupaten Bengkulu Utara (2010-sekarang).

Di Bengkulu Utara, pria berbintang virgo yang memiliki 3 putri ini dikenal juga sebagai “Budayawan Rejang.” Bersama tim pernah menulis buku Pelajaran Bahasa dan Budaya Rejang untuk siswa SD, SMP dan SLTA (2010). Secara pribadi telah menghasilkan beberapa buku tentang Budaya Rejang dan karya- karya non-buku pada ruas bambu, batok kelapa, dan tanduk berkaiitan dengan budaya Rejang dalam huruf Rejang (Ka-Ga-Nga). Menjadi salah satu inisiator dan pendiri Komunitas Penulis Bengkulu Utara (KOPRA) 2017.

BIODATA EDITOR

Nama Lengkap : Hellen Astria Ponsel : 085267564249 Pos-el : [email protected] Akun Facebook : Hellen Astria

Tentang Editor

Lahir di Bengkulu pada tanggal 19 Juli 1986, puteri tunggal dari pasangan Saharudin dan Nurbaiti ini menghabiskan masa kecil di Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan pendidikan menengahnya di Kota Curup, Hellen lalu melanjutkan pendidikannya di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Bengkulu. Setelah mengabdi pada beberapa institusi pendidikan, Hellen akhirnya diangkat sebagai ASN di Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu pada tahun 2014 sebagai seorang Pengkaji Bahasa dan Sastra. Istri dari Ardiansyah, S.Pd. dan ibu dari empat orang anak ini memiliki ketertarikan yang tinggi pada dunia bahasa dan sastra, apalagi jika dituntut untuk tampil di depan umum untuk berbagi ilmu dan beragi cerita tentang dunia yang digelutinya. Setelah mengalami beberapa proses baik di bidang UKBI, BIPA, Literasi, Hellen akhirnya menjatuhkan pilihan pada bidang Penerjemahan sebagai pilihan hatinya.

BIODATA ILUSTRATOR

Didin Jahidin, ilustrator handal yang memiliki kemampuan dalam berbagai menggambar bermacam corak dan gaya untuk Animasi dan Ilustrasi (cergam,komik, Buku, dan majalah).

Kontak

Ponsel: 0857 1505 6675 Posel: [email protected]

Pengalaman Kerja

PT. Bintang Jenaka Cartoon Film, 1992 – 1996, Dogaman / Inbetweener PPFN, 1996 – 1997, Key Animator, mengerjakan proyek film animasi layar lebar Malaysia “Silat Legenda’ Asiana Wang ANIMATION, 1997 - 2003 Layout, 1997-2001 Key Animator, 2001-2003 PUSTAKA LEBAH, 2003 - 2014 Ilustrator dan Pimpro Animasi 2D, dan Koordinator team Visual BINAR CAHATA SEMESTA, 2014 Ilustrator dan Koordinator team Visual

Pendidikan

SDN 02 Kadugede, 1986 MTsN Kadugede, 1989 SMKN 02 Kuninggan 1992