Baca PDF (OCR): 66.NeverOkayProject_2020_NewAbnormalSituasiPelecehanSeksualdiDuniaKerjaSelamaWorkFromHome

32 halaman · 32 halaman diproses dengan OCR· 35219 ms

Daftar isi
  1. #NewAbnormal
  2. Situasi Pelecehan Seksual di Dunia Kerja selama
  3. Work from Home (WfH)
  4. Periode Survei: 6-19 April 2020
  5. Daftar Isi
  6. 31 Tentang Kami
  7. Kata Pengantar
  8. Metodologi Penelitian
  9. E品
  10. Jumlah Responden
  11. Demografi Pekerja WfH
  12. Identitas Gender Usia
  13. 58%2
  14. Tingkat Pendidikan
  15. 8% 19% 68% 15% 1% SD SMP 00|05 SMA Diploma Sarjana Magister Doktor
  16. Demografi Pekerja WfH
  17. Relasi Kerja
  18. 54% 24% 8% 4% Magang
  19. Demografi Pekerja WfH
  20. Domisili Perusahaan
  21. Semua Bisa
  22. Jadi Korban
  23. 08 非
  24. Mereka yang Paling Rentan Jadi
  25. Perempuan Laki-Lakikaryawan tetap
  26. Tidak Diketahui
  27. TranspuanPekerja di perusahaan yang mayoritas
  28. 18-24
  29. Tahukah kamu?
  30. 60% 26%
  31. 33% 9%
  32. Hal yang Dilakukan Korban Setelah Mengalami Pelecehan Seksual saat WfH
  33. 55% 79%
  34. 40% nyaman dan hal tersebut salah
  35. 6%dokumentasi kejadian saat kamu
  36. 0%pelecehan seksual. Kamu bisa
  37. 986666mencatat kronologis, memotret,
  38. 12 | 4
  39. 38% 1 1
  40. Tidak Hanya Perempuan!
  41. Faktanya...
  42. 79%ketika mengalami hal tersebut 69%senior
  43. 62% 47%
  44. 29% 11%
  45. Perempuan Laki-laki
  46. 9% 5%
  47. Pelecehan Seksual Terjadi
  48. 20%Perusahaan
  49. dari praktik pelecehan seksual selama WfH
  50. 16% lya bener, ruang privat dan profesional
  51. 19% bisa bertindak tegas yah kepada
  52. Situasi Kerja
  53. 20 | 品
  54. Nyatanya,
  55. Berita Baik
  56. Banyak Saksi yang Aktif Membantu Korban!
  57. Tahukah kamu?
  58. Hal yang dilakukan saksi ketika
  59. Oh, Tidak!
  60. Pelecehan Seksual Masih Dianggap Wajar!
  61. 23% korban dan 19% saksi pekerja
  62. masih menganggap wajar
  63. praktik pelecehan seksual
  64. MENYERANG-MERENDAHKAN-MENGANGGAPWAJAR
  65. Harapan Pekerja
  66. Terkait Praktik Pelecehan Seksual selama WfH
  67. Rekomendasi untuk
  68. Kementrian Ketenagakerjaan
  69. Rekomendasi untuk
  70. Perusahaan
  71. Rekomendasi untuk
  72. Serikat Pekerja
  73. Rekomendasi untuk
  74. Pekerja
  75. Tentang Kami
  76. @neverokayprjct Never Okay
  77. @NeverOkayProject
  78. 00| 31
  79. SAFEnet

awas KBGOI NEVER OKAY SAFEnet

#NewAbnormal

Situasi Pelecehan Seksual di Dunia Kerja selama

Work from Home (WfH)

Periode Survei: 6-19 April 2020

E M [email protected] www.safenet.or.id [email protected] Never Okay Project www.neverokayproject.org SAFEnet

Daftar Isi

03 Kata Pengantar 04Metodologi Penelitian 05Demografi Pekerja WfH 08Semua Bisa Jadi Korban 09Pelecehan Seksual Pekerja Marak Terjadi saat WfH Mereka yang Paling Rentan Jadi Korban Pelecehan 10 Seksual selama WH 11 Ini yang Dirasakan Para Korban Pelecehan Seksual 12 Hal yang Dilakukan Korban Setelah Mengalami Pelecehan Seksual saat WfH 13 94% Korban Tidak Lapor ke HRD, tapi Diamnya Bukan Emas 14 Tidak Hanya Perempuan!

15 Perilaku Pelecehan Seksual Selama Work from Home 16 9 Bentuk Pelecehan Seksual Ini Paling Sering Dialami Korban selama WfH! 17Siapapun Bisa Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual selama WfH 18Pelecehan Seksual Terjadi di Multi-Platform 19WfH Mengaburkan Sekat antara Ranah Profesional dan Privat

20 Situasi Kerja saat Work from Home 21 Nyatanya, Sebagian Besar Perusahaan Belum Memiliki Kebijakan Terkait Pelecehan Seksual selama WfH 22Berita Baik: Banyak Saksi yang Aktif Membantu Korban! 23 Oh, Tidak! Pelecehan Seksual Masih Dianggap Wajar!

24 Harapan Pekerja dan Rekomendasi Kebijakan 25 Harapan Pekerja Terkait Praktik Pelecehan Seksual selama WfH 263 Langkah yang Bisa Diterapkan Perusahaan agar Terhindar dari Praktik Pelecehan Seksual di Kondisi New Normal 27 Rekomendasi untuk Kementerian Ketenagakerjaan 28 Rekomendasi untuk Perusahaan 29 Rekomendasi untuk Serikat Pekerja 30 Rekomendasi untuk Pekerja

31 Tentang Kami

02|oo

Kata Pengantar

Never Okay Project dan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) melakukan pemantauan risiko pelecehan seksual di dunia kerja pada masa bekerja di rumah (work from home/WfH). Situasi kerja yang berubah ini merupakan ekses dari kebijakan Pemerintah yang menetapkan pembatasan sosial sejak Maret 2020 sebagai respon atas masifnya penyebaran Covid-19. Akibatnya, perusahaan-perusahaan di beragam sektor harus mengubah pola dan sistem kerja secara tatap muka di kantor menjadi jarak jauh.

Secara umum, terdapat dua temuan mendasar yang perlu ditindaklanjuti secara serius oleh perusahaan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh. Pertama, risiko pelecehan seksual pada masa bekerja di rumah tetap tinggi karena tidak didukung dengan instrumen-instrumen keselamatan kerja, dalam hal ini kebijakan anti-pelecehan seksual. Situasi kerja yang mengharuskan bekerja dari rumah dan tidak diikuti pengawasan yang ketat serta perlindungan terhadap pelapor hanya akan melanggengkan impunitas. Risiko ini juga semakin bertambah akibat lingkaran kekerasan domestik. Padahal sudah banyak kajian dan rekomendasi yang menemukan bahwa langkah awal dalam mencegah praktik pelecehan seksual di dunia kerja adalah dengan membangun instrumen anti-pelecehan seksual, termasuk saat bekerja dari rumah.

Kedua, praktik pelecehan seksual saat bekerja dari rumah dilakukan secarà daring karena penggunaan teknologi digital sebagai sarana komunikasi kerja tidak dapat dihindari. Survei ini menemukan pelecehan seksual yang dialami oleh pekerja terjadi secara lintas platform kerja dengan frekuensi yang tidak sedikit. Hal ini mengukuhkan temuan dari SAFEnet mengenai

kasus-kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang kerap terjadi secara multi- dan lintas platform digital, kali ini dalam konteks dunia kerja. Video konferensi dan aplikasi tukar pesan (individual dan keľompok) yang pada umumnya terdapat banyak pesertanya di dalamnya, justru menjadi tempat pelecehan seksual terbanyak yang dialami oleh pekerja. Artinya, budaya pemakluman atau normalisasi terhadap bentuk pelecehan seksual masih sangat kuat, bahkan datang dari rekan-rekan kerjanya sendiri.

Berangkat dari temuan-temuan ini, Never Okay Project dan SAFEnet mendorong perusahaan-perusahaan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh agar menerapkan langkah-langkah strategis guna mencegah terjadinya pelecehan seksual. Pelecehan seksual merupakan praktik pelanggaran terhadap hak-hak pekerja, sehingga perusahaan wajib memberikan upaya-upaya perlindungan yang maksimal. Para pekerja yang menjadi korban berharap perusahaan dapat segera mengambil inisiatif pencegahan sedini mungkin, mulai dari edukasi risiko pelecehan seksual, membangun instrumen kebijakan yang berperspektif korban, hingga merancang sistem dan mekanisme pengaduan kasus yang imparsial. Jika inisiatif-inisiatif ini dimulai, maka akan sangat berdampak nyata bagi kesejahteraan fisik dan mental pekerja, dan tentu akan berimplikasi positif dalam menciptkan iklim kerja yang aman dan sehat. Alvin Nicola – Inisiator Never Okay Project Ellen Kusuma – Digital At-Risks, SAFEnet

0 o03

Metodologi Penelitian

Latar belakang Terbatasnya data mengenai praktik pelecehan seksual di dunia kerja selama pandemi Covid-19

Tujuan Mendapatkan gambaran umum mengenai praktik pelecehan seksual yang dialami pekerja selama work from home (WfH) di masa karantina karena pandemi Covid-19 Rekomendasi penanganan pelecehan seksual di dunia kerja saat situasi pandemi Covid-19

E品

Periode Survei 6 - 19 April 2019

Metode Kuantitatif dengan survei daring (online) dan non-probability sampling

Jumlah Responden

315 orang pekerja WFH orang 88 orang bukan pekerja WFH pekerja

Demografi Pekerja WfH

Identitas Gender Usia

1% 2% > 55 tahun 10045 - 54 tahun 35 - 44 tahun1% < 18 tahun 75 71% 12% 5026% 83 orang 18-24 tahun 27% 223 25 1% 1% 182 orang 86 4 25-34 tahun

58%2

PerempuanLaki-lakiTranspuanTidak diketahui

Tingkat Pendidikan

8% 19% 68% 15% 1% SD SMP 00|05 SMA Diploma Sarjana Magister Doktor

Demografi Pekerja WfH

Pendapatan per Bulan Jabatan di Tempat Kerja 39% 39% 100 25% 75 20% 49% 9% 50 7% 25 16% 0% 15% 10% ~3 ~4,8 3% 3% 2% 2% <1,8 ~7,2 >7,2 0 *dalam juta rupiah StafManajerialTenagaFreelance Magang Eksekutif WirausahaSuka-Kontrak relawan

Jabatan responden survei terdiri dari 49% staf, 16% manajerial, 15% tenaga kontrak, dan 10% freelance

Relasi Kerja

4% Karyawan paruh waktu

54% 24% 8% 4% Magang

3% Wirausaha 3% Outsourcing Karyawan Karyawan Karyawan tetapkontrak freelance

06|oo

Demografi Pekerja WfH

Domisili Perusahaan

DKI Jakarta Kalimantan Sulawesi 184 orang 5 orang 12 orang Maluku 1 orang Sumatera 16 orang

Banten 25 orang

Jawa Barat 25 orang Bali & Nusa Tenggara Jawa Timur13 orang Luar Negeri 19 orang orang Jawa Tengah DI Yogyakarta 16 orang 9 orang

00|07

Semua Bisa

Jadi Korban

08 非

Pelecehan Seksual Pekerja Marak Terjadi saat WfH

Korban Pelecehan Seksual 86

Saksi Pelecehan Seksual w 68 Korban dan Saksi Pelecehan Seksual

09 非

Mereka yang Paling Rentan Jadi

Korban Pelecehan Seksual selama WfH

Semua Identitas Gender Relasi Kerja Outsourcing*, tenaga kontrak, dan

Perempuan Laki-Lakikaryawan tetap

  • 70% tenaga kerja outsource pernah menjadi korban!

    Tidak Diketahui

TranspuanPekerja di perusahaan yang mayoritas

karyawannya adalah laki-laki lebih rentan. Perusahan yang jumlah Kelompok Usia Posisi/jabatan karyawan laki-laki dan perempuannya Tenaga kontrak, magang, dan relatif setara cenderung lebih aman

18-24

staf. Di sisi lain, tidak ada dari praktik pelecehan seksual. wirausaha yang pernah 45-54tah menjadi korban.800

Tahukah kamu?

Praktik pelecehan seksual seringkali terkait relasi kuasa, tak heran jika pelaku biasanya memilih korban yang iebih lemah dari dirinya, entah berdasarkan usia, status kerja, dll. 非

Ini yang Dirasakan Para Korban Pelecehan Seksual

Marah dan Gelisah, merasa tidak stres, hingga nyaman depresi

60% 26%

Malu dan Terpikir menjadi tidak untuk percaya diri bunuh diri

33% 9%

Aarrrgh, ingin lenyap saja rasanya!!!

非11

Hal yang Dilakukan Korban Setelah Mengalami Pelecehan Seksual saat WfH

Diam karena tidak tahu harus berbuat apa

55% 79%

Berbicara ke pelaku bahwa ia tidak

40% nyaman dan hal tersebut salah

Lapor ke teman/keluarga di luar kantor 23%

Lapor ke rekan kerja sekantor 15%

Mendokumentasikan kejadian Tahukah kamu? 11% Sangat penting untuk melakukan Melapor ke HRD

6%dokumentasi kejadian saat kamu

menjadi korban atau menyaksikan Melapor ke lembaga negara

0%pelecehan seksual. Kamu bisa

986666mencatat kronologis, memotret,

mengambil screenshot, ataupun merekam bukti-bukti kejadiannya!

PerempuanLaki-laki

12 | 4

94% Korban Tidak Lapor ke HRD, Tapi Diamnya Bukan Emas

Korban tidak percaya HRD akan berpihak dan melindunginya

Korban merasa HRD tidak akan melakukan apapun

38% 1 1

Korban khawatir kariernya akan terpengaruh 35%

Korban khawatir tidak akan ada yang percaya padanya 27%

Korban takut disalahkan 24%

13 非

Tidak Hanya Perempuan!

1 dari 4 laki-laki pernah menjadi korbanSEMUA orang bisa jadi korban, loh! pelecehan seksual C tersenyum selama WfH.

Stigma membungkam mereka.

Faktanya...

laki-laki hanya bisa diam dan pelakunya adalah bingung harus berbuat apa atasan/rekan kerja

79%ketika mengalami hal tersebut 69%senior

laki-laki tidak melaporkan/ pelakunya memiliki menceritakan kejadian tersebut posisi penting di 95%kepada siapapun21%perusahaan

14非

Perilaku Pelecehan Seksual selama Work from Home

9 Bentuk Pelecehan Seksual Ini Paling Sering Dialami Korban selama WfH!

Menerima candaan atau lelucon seksual

62% 47%

Dikirimkan foto, video, audio, email, pesan teks, atau stiker 34% 58% seksual tanpa persetujuan Menerima komentar, hinaan, atau kritikan negatif terhadap

29% 11%

bentuk fisik tubuh

Menerima rayuan seksual tanpa persetujuan 25% 11% Digosipi tentang perilaku seksual yang tidak relevan 20% 0% dengan pekerjaan Diperlakukan oleh rekan kerja sebagai alat pemuas hasrat 15% 5% seksual Difoto atau direkam secara diam-diam saat bekerja secara 14% 37% daring (online) Diintimidasi atau mendapat ancaman agar terlibat dalam 9% 5% aktivitas seksual

Perempuan Laki-laki

Disebarnya foto atau video diri dengan nuansa seksual

9% 5%

tanpa persetujuan 16x

Siapapun Bisa Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual selama WfH

57% Rekan kerja sebaya atau setara 56% Atasan atau rekan kerja senior 31% Rekan kerja dari luar organisasi 14% Bawahan 9% Orang tidak dikenal

Pelecehan Seksual Terjadi

di Multi-Platform

Selama WfH, pekerja menggunakan lebih dari 1 teknologi komunikasi

Messaging App WhatsApp, Line, Telegram, dIl 90%

Video Conference App Zoom, Meet, Skype, dll 75%

E-mail 61%

Telepon 32%

Social Media App Sayangnya....
Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, Blog 22% Hal ini membuat 78% korban pernah Aplikasi Komunikasi Internal dilecehkan di 2 sampai 7 teknologi

20%Perusahaan

komunikasi sekaligus dalam jangka waktu satu bulan WfH! SMS 7%

WfH Mengaburkan Sekat antara Ranah Profesional dan Privat

5% 3%Tidak ada teknologi komunikasi yang aman Telepon SMS

dari praktik pelecehan seksual selama WfH

7% E-mail

10% 40% Messaging App WhatsApp, Line, Telegram, dIl Duuhhh sesungguhnya,

16% lya bener, ruang privat dan profesional

Video Conference kehidupan di sosmed itu privat udah blur gara-gara WFH :( App banget ga sih? Seharusnya ga Zoom, Meet, Skype, dll Walaupun sosmed bukan termasuk berhubunga sama alat kerja utama, semoga kantor tetap profesionalisme? Kecuali aku

19% bisa bertindak tegas yah kepada

Social Media mimin. Bēpelaku pelecehan seksual : Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, Blog

D Social Media App yang jarang digunakan untuk bekerja malah menempati posisi ke-2 ruang paling berisiko selama WfH! Pelakunya adalah rekan kerja sebaya, atasan, dan rekan kerja di luar organisasi

Situasi Kerja

saat Work

from Home

20 | 品

Nyatanya,

Sebagian Besar Perusahaan Belum Memiliki Kebijakan Terkait Pelecehan Seksual selama WfH

Perusahaan dengan Kebijakan Pelecehan Seksual selama WFH

15% punya Jadi, sebenernya kita ga kebijakan bikin kebijakan karena ribet. Sekian dan terima kasih 85% tidak punya kebijakan

21 品

Berita Baik

Banyak Saksi yang Aktif Membantu Korban!

Tahukah kamu?

Praktik pelecehan seksual bukan hanya berpengaruh negatif pada korban, namun juga kepada saksi-saksi yang terlibat. Pelecehan seksual di tempat kerja dapat membentuk lingkungan kerja yang tidak

Hal yang dilakukan saksi ketika

nyaman bagi seluruh karyawan. melihat pelecehan seksual:

  • 50%
    50% Menanyakan 47% keadaan rekan Marah dan kerja yang tidak nyaman dilecehkan 38% Membantu rekan –25% kerja yang dilecehkan untuk bisa mengambil keputusan tepat 22 | 品

Oh, Tidak!

Pelecehan Seksual Masih Dianggap Wajar!

23% korban dan 19% saksi pekerja

masih menganggap wajar
praktik pelecehan seksual

Anggapan ini bisa disebut juga sebagai normalisasi pelecehan seksual.

Normalisasi pelecehan seksual cukup berbahaya, karena ia merupakan awal dari terbentuknya budaya perkosaan di suatu lingkungān. Budaya perkosaan terbentuk melewati tahapan 3M, yaitu: Menganggap wajar, Merendahkan, lalu Menyerang.

Oleh karenanya, untuk mencegah terbentuknya budaya perkosaan di suatu lingkungan, tidak boleh ada normalisasi praktik pelecehan seksual dalam bentuk apapun.

EXPLICIT VIOLENCE Perkosaan, Inses, Pembunuhan, Pembiusan REMOVAL OF AUTONOMY

Perkosaan dibawah umur, pemberian narkoba, pemaksaan seksual, pelanggaran safeword dalam BDSM, melepas kondom diam-diam

DEGRADATION Cat call, revenge porn, mengirim gambar kelamin, penguntitan berujung ancaman, meraba-raba

VICTIMIZATION Candaan seksual, Homo/Transpobia, lelucon perkosaan, sentuhan non-seksual yang tidak diinginkan, gosip, perilaku seksis, penyebaran informasi pribadi, victim blaming

MENYERANG-MERENDAHKAN-MENGANGGAPWAJAR

Sumber Herman, Dianne F. 1984. "The Rape Culture." In Women: A Feminist Perspective, 3d ed., edited by Jo Freeman, 45-53. Mountain View, CA:Mayfield.

Harapan Pekerja dan Rekomendasi Kebijakan

Harapan Pekerja

Terkait Praktik Pelecehan Seksual selama WfH

100 Ya, kurang lebih begitulah harapannya, ga susah kok. 75 76% 67% 66% 50

Hotline aduan Proses pelaporan Sanksi tegas 用 25 kasus pelecehan buat pelaku yang jelás

Langkah yang Bisa Diterapkan Perusahaan agar Terhindar dari Praktik Pelecehan Sēksual di Kondisi New Normal 3

Buat sosialisasi kepada karyawan mengenai bentuk pelecehan seksual

Buat alur pelaporan yang jelas dan sanksi tegas untuk pelaku

Buat hotline aduan kasus pelecehan seksual 國

Rekomendasi untuk

Kementrian Ketenagakerjaan

Segera berkomitmen meratifikasi Konvensi ILO No. 190 Tahun 2019 dan Rekomendasi No. 206 tentang Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja agar para pekerja mendapatkan jaminan perlindungan dari praktik pelecehan seksual, terutama bagi pekerja-pekerja perempuan.

Ratifikasi ini semakin mendesak karena hingga saat ini UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan maupun RUU Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan tidak mengatur kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kerja. 用 27

Rekomendasi untuk

Perusahaan

Segera merancang berbagai inisiatif dan strategi pencegahan pelecehan seksual selama bekerja dari rumah. Upayanya dapat dimulai dengan melakukan:

Edukasi risiko pelecehan seksual Membangun instrumen kebijakan yang berperspektif korban O Memperkuat mekanisme pengawasan kerja berbasis sanksi 京 Merancang sistem dan mekanisme pengaduan kasus yang imparsial

Secara khusus, perusahaan juga perlu meninjau risiko pelecehan seksual di internal perusahaannya dan menaruh perhatian besar pada pelecehan seksual berbasis daring.

28 民

Rekomendasi untuk

Serikat Pekerja

Segera mendorong terselenggaranya mekanisme tripartit yang melibatkan lembaga negara, perusahaan, dan serikat pekerja untuk memastikan keselamatan dan keamanan pekerja selama masa bekerja dari rumah, khususnya dari risiko praktik pelecehan seksual.

Serikat pekerja atau serikat buruh perlu menjadi inisiator wadah pelaporan kasus pelecehan seksual yang memihak pada korban.

用 29

Rekomendasi untuk

Pekerja

Mendesak perusahaan agar segera membangun inisiatif anti-pelecehan seksual, terutama untuk situasi bekerja dari rumah.

Membangun solidaritas dengan menolak budaya normalisasi pelecehan seksual.

Membentuk koalisi sekutu korban dan saksi aktif dengan mengidentifikasi risiko-risiko pelecehan seksual selama bekerja dari rumah. 30 民

Tentang Kami

NEVER OKAY Never Okay Project adalah inisiatif berbasis misi pertama di indonesia yang mendukung komunitas dan institusi dalam menciptakan dunia kerja yang bebas dari pelecehan seksual.

[email protected]

https://neverokayproject.org/ Never Okay Project

@neverokayproject

@neverokayprjct Never Okay

@NeverOkayProject

00| 31

SAFEnet

Southeast Asia Freedom of Expression Network adalah organisasi non-profit yang mengadvokasi hak-hak digital sebagai bagian dari hak asasi manusia di kawasan Asia Tenggara.

awas KBGOI

Awas KBGO! adalah inisiatif SAFEnet untuk mengupas tuntas isu kekerasan berbasis gender online. O @safenetvoice @awaskbgo https://s.id/contactSAFEnet https://safenet.or.id/ [email protected]

awas KBGOI NEVER OKAY SAFEnet

Sumber gambar: M C SAFEnet [email protected] [email protected] www.safenet.or.id Never Okay Project www.neverokayproject.org figma | icons8 | Freepik