Baca PDF (OCR): Komik Peng_Pengantar Pemeriksaan Masalah dan Fasilitasi Diskusi

53 halaman · 42 halaman diproses dengan OCR· 58903 ms

Daftar isi
  1. SYIKIL ARAFAT, D.K.K (ED.)
  2. REFLEKSI DAN INSPIRASI
  3. PENGORGANISASIAN BURUH SAWIT
  4. PENGANTAR
  5. FASILITAS
  6. EDISI 1
  7. CETAKAN PURWARUPA
  8. REFLEKSI DAN INSPIRASI
  9. PENGORGANISASIAN
  10. BURUH SAWIT
  11. DARI MASALAH HARIAN HINGGA MASALAH RUANG HIDUP
  12. PENGANTAR
  13. FASILITAS EDISI 1
  14. SAWIT WATCH
  15. Bekerjasama dengan:
  16. Sajogyo
  17. Didukung oleh:
  18. 品 HEKS
  19. Refleksi dan Inspirasi Pengorganisasian Buruh Sawit:
  20. Dari Masalah Harian hingga Masalah Ruang Hidup
  21. Edisi Pengantar Fasilitasi Pertama
  22. Refleksi dan Inspirasi
  23. Kelompok Belajar Transisi yang
  24. Adil di Industri Sawit:
  25. Refleksi dan Inspirasi Pengorganisasian Buruh Sawit:
  26. Dari Masalah Harian hingga Masalah Ruang Hidup
  27. Edisi Pengantar Fasilitasi Pertama
  28. Narasi:
  29. Penyunting:
  30. Ilustrasi dan Tata Letak:
  31. Daftar Isi
  32. PENGANTAR
  33. Mengapa Memulai dari Masalah Harian
  34. PENGANTAR
  35. Pendekatan “Hadap-Masalah”
  36. Cara Membaca dan Menggunakan
  37. Buku Ini
  38. BAGIAN I
  39. Keterampilan Mendengarkan
  40. Profil
  41. BAGIAN I
  42. Penggerak
  43. Keterampilan
  44. Mendengarkan
  45. Peng
  46. Mengobrol dengan Buruh Sawit
  47. Membangun Keakraban
  48. Bertanya Lebih Detil
  49. Menyelami Emosi
  50. Membahasakan Ulang Pernyataan Buruh
  51. Ayo Merefleksikan!
  52. Refleksi 1: Bias pemahaman fasilitator
  53. Refleksi 2: Setiap pernyataan memiliki alasan
  54. Refleksi 3: Emosi adalah fakta
  55. Refleksi 4: Dialog yang sehat dan dinamis
  56. Mari berbagi:
  57. BAGIAN II
  58. Keterampilan
  59. Memeriksa
  60. Masalah Buruh
  61. 10 ?
  62. Menanyakan Kondisi/ D
  63. Masalah Buruh Lain
  64. 000 ?
  65. Menanyakan Cara
  66. Mengatasi Masalah
  67. Menelusuri
  68. Bukti
  69. BURUH JANGKOS
  70. KALAU PAK ANTO?"
  71. BURUH PANEN
  72. 100 ? Menelusuri
  73. Bukti
  74. Anto: A50k+250Yant1:322k
  75. RIni:666,6K
  76. Marno:430k
  77. Melakukan
  78. Observasi
  79. 000 ?
  80. Melakukan
  81. Observasi
  82. Setelah tiba di kebun, Peng menghampiri Bu Ani dan suaminya.
  83. BAIK PAK.
  84. NYEMPROT AJA, GAK USAH PEDULIIN
  85. SAYA. HEHE.
  86. kawan-kawannya berjalan mengitari pohon sawit seperti angka 8 dalam pakaian hazmat, sarung tangan karet, dan
  87. menggunakan motor. Ada mandor yang mengawasi langsung nekerjaan buruh.
  88. Melakukan
  89. Observasi
  90. Setelah buruh menyelesaikan pekerjaannya di tengah hari, Peng baru bisa menghampiri Bu Ani dan
  91. MELUNCUR BU.. INI
  92. MAKAN DULU, AGAR TIDAK
  93. AIR YA, PENG. AYO, PERUSAHAAN, NIH.
  94. Biasanya, setelah istirahat makan siang, beberapa buruh masih harus melanjutkan target kerjanya hingga pukul
  95. 12:00. Setelah itu, buruh-buruh penyemprot dan pemupuk harus mandi dan mencuci tangki agar racun tidak
  96. pulang meletakkan tangki ke gudang, kemudian pulang ke rumahnya masing-masing. Selama perjalanan pulang,
  97. Peng melihat banyak sampah minuman berenergi berserakan di antara pohon-pohon sawit.
  98. Berbaur dalam Obrolan
  99. Sekelompok Buruh
  100. SINI YA, KAYAKNYA SERU
  101. ITU. KAYAKNYA JUGA
  102. Menggali Akar
  103. Masalah Lebih Dalam
  104. menggali masalah Bu Lia lebih dalam.
  105. PENGELUARAN BU LIA YA?" HK YA, BU?
  106. Ayo Merefleksikan!
  107. Refleksi 1: Kejelian menelusuri bukti
  108. Refleksi 2: Temuan tak terduga
  109. Refleksi 3: Kelindan dan Akar masalah
  110. Mari berbagi:
  111. BAGIAN III
  112. Membangun Tim
  113. Diskusi Rutin
  114. Membentuk
  115. IYA, PERLU ITU. BAGUS KALAU ALAU SAYA, SUSAH NGATUR WAKTUNYA YA,
  116. IYA, ITU DIA. ITU KEDENGARAN SUARANYA DI SEBELAH.
  117. Pengorganisas
  118. Membentuk
  119. Tak lama setelah pak Adi meninggalkan ruangan, Kak Siti masuk menemui Peng.
  120. BARENG-BARENG. SIAPA TAHU NANTI BISA
  121. BOLEH KAK.
  122. Melakukan Pemetaan Awal
  123. HALLO, KAK. DARI MANA?
  124. Melakukan
  125. Pemetaan Awal
  126. DI SERIKAT. MENURUT KAK FLO DAN
  127. Melakukan Pemetaan Awal
  128. DISIPLIN LAH. JANGAN-JANGAN,
  129. 100 ?
  130. Melakukan
  131. Pemetaan Awal
  132. ASAM-KERJA
  133. Melakukan
  134. Pemetaan Awal
  135. Melakukan
  136. Pemetaan Awal
  137. Melakukan
  138. Pemetaan Awal
  139. Menemukan Fokus
  140. dan Lingkup Masalah
  141. KE MANA KAK SITI?
  142. Menemukan Fokus
  143. dan Lingkup Masalah
  144. KITA PERLU LIHAT LAGI
  145. 010 ?
  146. Menemukan Fokus
  147. dan Lingkup Masalah
  148. PENYEBAB KONSEKUENSI
  149. (LK/PR)
  150. ASAM
  151. LAMBUNG,
  152. INSTAN
  153. Menemukan Fokus
  154. dan Lingkup Masalah
  155. Merancang Format Diskusi yang Dinamis
  156. PENGALAMANNYA YA.
  157. Merancang Format
  158. Diskusi yang Dinamis
  159. PAKAI 'GAMBAR PEREMPLIAN YANG
  160. TANGKI SEMPROT.' MUNGKIN KITA KALAU INI DIAMBIL DARI
  161. DISKUSINYA SUDAH DINAMIS DAN
  162. MULAI DARI PERTANYAAN-
  163. PEMANTIKNYA JUGA YA.KEBUN KAN YA?
  164. 000 ?
  165. Merancang Format
  166. Diskusi yang Dinamis
  167. Merancang Format
  168. Diskusi yang Dinamis
  169. Mengagendakan
  170. Diskusi Rutin
  171. PEMERIKSAAN KONDISI KEBUN DIBIKIN SAMA TEMAN-TEMAN
  172. Mengagendakan
  173. Diskusi Rutin
  174. RUTIN DARI FORMAT DISKUSI YANG KITA SUSUN YA.
  175. AGENDA DISKUSI RUTINNYA BISA DISEPAKATI BESOK KITA MULAI AJAKIN TEMAN-TEMAN
  176. NAMM.
  177. Ayo Merefleksikan!
  178. Refleksi 1: Tim yang kuat
  179. Refleksi 2: Pemfokusan Masalah
  180. Refleksi 3: Diskusi yang Dinamis
  181. Refleksi 4: Mengembangkan Diskusi Rutin
  182. Diterbitkan oleh:
  183. Bekerjasama dengan: Didukung oleh:
SYIKIL ARAFAT, D.K.K (ED.)

REFLEKSI DAN INSPIRASI

PENGORGANISASIAN BURUH SAWIT

DARI MASALAH HARIAN HINGGA MASALAH RUANG HIDUP

PENGANTAR

FASILITAS

EDISI 1

CETAKAN PURWARUPA

REFLEKSI DAN INSPIRASI

PENGORGANISASIAN

BURUH SAWIT

DARI MASALAH HARIAN HINGGA MASALAH RUANG HIDUP

PENGANTAR

Diterbitkan oleh:

FASILITAS EDISI 1

SAWIT WATCH

Bekerjasama dengan:

Sajogyo

Institute Kajian Gender, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia

TPOLS

Didukung oleh:

品 HEKS

Brot für alle.

Refleksi dan Inspirasi Pengorganisasian Buruh Sawit:

Dari Masalah Harian hingga Masalah Ruang Hidup

Edisi Pengantar Fasilitasi Pertama

Refleksi dan Inspirasi

Pengorganisasian Buruh Sawit: Dari Masalah Harian hingga Masalah Ruang Hidup Edisi Pengantar Fasilitasi Pertama

Kelompok Belajar Transisi yang

Adil di Industri Sawit:

Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk) Komite Wilayah Kalimantan Barat Diterbitkan oleh: FSP-IPSI (Federasi Serikat Pekerja

FSP-IPSI (Federasi Serikat Pekerja Sawit Watch
Industri Perkebunan Sawit
Indonesia) Bekerjasama dengan:
SBSS (Serikat Buruh Sawit Sajogyo Institute
Sejahtera) Kajian Gender, Sekolah Kajian
SEPASI (Serikat Pekerja Kelapa Sawit Stratejik dan Global (SKSG)
Indonesia) Universitas Indonesia
Tim Fasilitator: Transnational Palm Oil Labour
Aisha Putri Utami Solidarity
Hariati Sinaga Didukung Oleh:
Hotler Parsaoran Swiss Church Cooperation
Moch.Ikhsan Rizal Assalam Muhamad Khorik Saifulloh HEKS/EPER
Perdana Putri Roswaldy Narahubung:
Salma Rizkya Kinasih Syiqqil Arafat [email protected] Bogor, 2024

Refleksi dan Inspirasi Pengorganisasian Buruh Sawit:

Dari Masalah Harian hingga Masalah Ruang Hidup

Edisi Pengantar Fasilitasi Pertama

Narasi:

Hariati Sinaga Salma Rizkya Kinasih Syiqqil Arafat

Penyunting:

Syiqqil Arafat

Ilustrasi dan Tata Letak:

Ridho M. S. Siregar & Raw Studio

Daftar Isi

iii v vi vii viii 1 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 15 18 19 20 21 22

iii

PENGANTAR

Mengapa Memulai dari Masalah Harian

Krisis iklim menjadi kenyataan sehari-hari bagi kelas buruh, termasuk buruh perkebunan. Tidak pelak lagi, bencana iklim mendesak proses transisi yang

PENGANTAR

berkeadilan, khususnya adil menurut perspektif buruh. Hanya saja, membayangkan transisi yang adil bukanlah perkara yang mudah, khususnya bagi buruh yang ruang hidupnya telah terlebih dahulu terampas. Proses perampasan ini dapat saja berlangsung lintas generasi sehingga pemahaman akan transisi yang adil secara sosial ekologis sudah tercerabut. Hal ini diperparah dengan perkebunan monokultur sawit yang tidak hanya mendesakkan legitimasi penguasaan lahan, tetapi juga beroperasi dengan sistem kerja yang mengaburkan pembelahan ruang kerja dan ruang menjalani kehidupan sehari-hari. Buruh semakin sulit untuk membangun imajinasi mengenai transisi yang berkeadilan.

Perbincangan mengenai transisi yang adil semestinya dimulai melalui pengembangan diskusi-diskusi, baik informal maupun formal, di luar maupun dalam serikat. Serikat buruh berperan penting sebagai sarana edukasi bagi buruh, dengan memfasilitasi diskusi-diskusi terkait beragam masalah, dari masalah harian dan industrial hingga masalah ruang hidup bersama, termasuk pendidikan mengenai transisi yang berkeadilan. Dalam konteks perkebunan, hal ini memiliki tantangan tersendiri. Selain karena perkebunan sawit di Indonesia memiliki sejarah kelam dalam hal gerakan buruh, terisolasinya perkebunan sawit memudahkan pengusaha untuk melakukan pemberangusan serikat buruh perkebunan. Selain itu, tuntutan produktivitas kerja yang makin tinggi memeras waktu dan tenaga buruh, yang kemudian dapat menimbulkan tantangan bagi pengorganisiran serikat buruh. Oleh karena itu, pengorganisasian diskusi rutin menjadi fundamen yang penting dalam proses memperjuangkan transisi yang berkeadilan. Modul ini merupakan bagian pertama dari serangkaian instrumen yang dapat digunakan menjadi panduan bagi serikat buruh dalam memperjuangkan transisi yang berkeadilan.

vi vi

Pendekatan “Hadap-Masalah”

Buku refleksi ini berisi tentang kisah perjalanan Penggerak (pemeran utama) sebagai fasilitator serikat buruh sawit. Alur dan nama-nama tokoh dalam cerita sepenuhnya bersifat fiktif, meski beberapa data diambil dari hasil kunjungan lapang di beberapa perkebunan sawit. Namun, tujuan utama penulisan buku ini adalah menjadikan cerita fiksi ini sebagai bahan refleksi dan inspirasi untuk pengorganisasian diskusi rutin, penguatan kolektivitas, dan demokratisasi serikat buruh.

Sebagai bahan refleksi untuk penguatan kolektivitas yang demokratis, buku ini menggunakan pendekatan “hadap-masalah” yang dikembangkan oleh Paulo Freire. Sistem pendidikan, ekonomi dan politik, pada umumnya memposisikan peserta, anggota, atau rakyat untuk pasif, patuh dan menerima nasib, sedangkan pendekatan “hadap-masalah” menekankan pada praksis, yaitu proses “aksi-refleksi” yang bergerak berkesinambungan: anggota serikat/komunitas terlibat penuh secara aktif dalam mengurai dan menganalisis masalah, menyusun rencana aksi, merefleksikan kembali, memperkaya wawasan, mengambil keputusan, dan seterusnya, untuk mengupayakan transformasi sosial-ekologis yang adil dan demokratis, dari masalah harian hingga masalah ruang hidup.

vii vii

Cara Membaca dan Menggunakan

Buku Ini

Buku refleksi ini dapat dibaca dengan dua cara: sebagai bahan refleksi dan Inspirasi. Sebagai bahan refleksi, pembaca bisa melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Membaca kisah pengalaman Peng dalam satu topik.
  2. Memerhatikan alur cerita, situasi dan masalah, yang dihadapi Peng (sekali lagi, ini hanya cerita fiktif), yang tentunya dapat berbeda pada konteks yang berbeda.
  3. Menyimak dan mendiskusikan poin-poin dalam “bahan refleksi”, yang sudah disiapkan untuk memudahkan proses refleksi.
  4. Membandingkan kisah Peng dengan kehidupan nyata yang dialami pembaca, terkait sejauh mana sesuai dengan kehidupan nyata.
  5. Mengembangkan analisis terkait masalah-masalah yang berhubungan, yang belum ditangkap dalam kisah Peng.
  6. Merenungkan apa yang bisa dilakukan terkait masalah-masalah tersebut, baik secara personal maupun kolektif. Dengan kata lain, pembaca perlu mengembangkan ceritanya sendiri. Sebagai bahan inspirasi, buku ini menyajikan metode dan teknik yang bisa digunakan fasilitator, dari keterampilan mendengar dan bertanya, membentuk tim, merancang dan memfasilitasi forum diskusi, dan menyusun rencana aksi kolektif dan demokratis. Metode dan teknik tersebut hanya sebagai inspirasi, tidak harus digunakan persis sama. Sebaiknya fasilitator mengembangkan kreativitas dan menyesuaikan metode dan teknik fasilitasi dengan kondisi-kondisi di lapangan. Bagaimanapun juga, menyusun cerita fiksi jauh lebih mudah ketimbang praktik-praktik lapangan. Fasilitator perlu berani melakukan percobaan-percobaan, mengidentifikasi tantangan dan hambatan, untuk terus menerus mengupayakan transformasi sosial ekologis yang berkeadilan dan demokratis. Selanjutnya, para pembaca diharapkan bisa berbagi pengalaman dan memberikan masukan untuk pengembangan bahan refleksi-aksi di masa mendatang. Selamat belajar dan berjuang!
    viii viii

BAGIAN I

Keterampilan Mendengarkan

dan Bertanya

Profil

BAGIAN I

Penggerak

Keterampilan

Penggerak, yang biasa dipanggil

Mendengarkan

"Peng", adalah anak buruh sawit. Peng tinggal bersama nenek dan bibinya di kampung. Sejak kecil Peng sudah dan Bertanya ditinggalkan kedua orang tuanya yang merantau untuk menjadi buruh sawit di luar kota. Peng hanya tahu kalau orang tuanya selalu mengirimkan uang untuk biaya sekolahnya.

Peng sering mendengar bahwa banyak masalah terjadi di perkebunan sawit. Peng begitu penasaran. Oleh karena itu, dia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator serikat buruh di perkebunan sawit yang paling dekat dari kampung- nya. Serikat buruh setuju. Petualangan Peng dalam mempelajari masalah perkebunan sawit dan memfasilitasi forum diskusi buruh sawit pun dimulai!

Peng

Mengobrol dengan Buruh Sawit

Awalnya, Peng bingung terkait masalah apa yang penting dipela- jari dari sekian banyak masalah yang pernah didengarnya:

Benarkah masalah-masalah itu merupakan masalah buruh?

Karenanya, Peng memutuskan untuk mengabaikan masalah-masalah yang pernah didengarnya, tapi berupaya mendengarkan langsung dari buruh sawit Jangan-jangan hanya anggapan itu sendiri. orang-orang luar saja?

Peng mendatangi dan mengobrol dengan seorang buruh sawit terkait aktivitasnya sehari-hari, dari bangun tidur hingga tidur lagi. Peng hanya mendengarkan dan menggali cerita dari buruh sawit. Peng menandai topik-topik obrolan yang banyak menyita perhatian buruh sawit, serta ungkapan-ungkapan yang sering dilontarkannya.

Membangun Keakraban

Ketika bertemu di depan warung, Peng menyapa Ani dan menanyakan kabarnya. Saat itu, Ani nampak ragu menceritakan kehidupan hariannya. Peng tid0ak langsung melontarkan banyak pertanyaan, tetapi berupaya menciptakan suasana nyaman dan memulai obrolan dari topik ringan yang menjadi perhatian Ani. Peng menunjukkan keantusiasannya pada topik obrolan Ani. Setelah semakin akrab, Ani lebih terbuka menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada Peng.

Ibu dari mana barusan? Kok kayak kecapean? Tiap hari itu cari jamurnya ya, Bu? Ini habis cari jamur jankos

Iya, kan cuma ini yang bisa didapat gratis

Boleh dong Bu, Enaknya gak kapan-kapan saya jamurnya, Bu? belajar masak

Kalau saya yang Ah, gak perlu, biar masak, pasti enak Ibu masakin buat dong. Haha.. makan bareng nanti!

Bertanya Lebih Detil

Sayangnya, Ani hanya menceritakan rutinitasnya secara umum yang terdengar biasa saja. Peng hampir tidak ditemukan masalah dalam cerita itu. Nampaknya, Peng perlu menyusun pertanyaan lebih detail, yang tidak menyudutkan, tetapi mampu menggugah buruh untuk bercerita lebih banyak. Lantas, Peng mengulangi satu topik obrolan sambil menambahkan pertanyaan terkait detail-detail kondisinya.

DETIL JUMLAH DETIL BERAT Kalau nyemprot pestisida Berapa berat-ke kebun, biasanya tangki semprot membawa apa saja, Bu? nya itu, Bu?

Tangki semprot 12 liter. Kami harus isi ulang sendiri 8 sampai 13 kali. Ya lumayan bikin pegel

DETIL WAKTU DETIL JARAK Di mana lokasi Itu dilakukan nyemprotnya, jauh setiap pagi ya Bu? gak Bu?

Tergantung yang ditugasi mandor. Tapi akhir-akhir ini Iya, kecuali Sabtu dan Minggu. Atau, saya sering dapat di blok kalau hujan biasanya aku menebas. yang jauh, sekitar 2 kilo dari Nah, kalau Sabtu ya kayak hari ini, nyari sini. Tanahnya lengket pula! jamur jangkos (janjang kosong)

KADAR CURAHAN EMOSI

Banyak, dong. Dari rumah harus bawa sarung tangan, masker, topi, sepatu boot, dan bekal buat makan siang. Lalu ambil tangki semprot di gudang pas lingkaran pagi. Racunnya mandor yang bawakan

Kan naik motor dianter suami ke kebunnya, jadi gak terlalu cape bawanya. Tapi yang disiapain. Bosan nunggunya. Bahkan saya bikin jengkel itu kalau tangkinya belum masih bantu nyiapin tangkinya. Suami juga jadi telat ke blok. Wah, bawa tangki 12 liter sejauh 2 kilo di tanah lengket, capek banget pasti ya Bu?

|同元m只|KAN

Menyelami Emosi

Selama mendengar, Peng tidak lupa memerhatikan luapan perasaan yang muncul saat buruh sawit itu bercerita, seperti mengeluh, gelisah, ragu, khawatir, berharap, dan sebagainya. Peng menyelami emosi buruh sawit, sambil mengidentifikasi sedalam apa masalah yang dialami buruh beserta alasan-alasannya.

Kapan biasanya Ibu mengalami Eh, setiap pulang pegel-pegel? pasti pegel-pegel lah. Rebahan aja itu, males ngapa-apain. Sering juga ketiduran sampek lupa masak. Tiba-tiba dibanguni anak yang belum makan. Wah, gak sempat masak sudah. Beli mie instan saja akhirnya. Mana suami suka nongkrong di warung kalau malam, gak bisa dia bantuin masak

Wah, memang gak Sering. Makanya, pas di bisa terhindari kebun saya sering kalau sudah merasa mual, entahlah kelelahan begitu kenapa. Kayaknya asam ya, Bu. Apakah lambung. Makan gak sering kejadian teratur sih ya seperti itu?

Membahasakan Ulang Pernyataan Buruh

Ketika tenggelam dalam emosinya, Ani cenderung menceritakan banyak hal secara acak. Karenanya, Peng perlu merumuskan ulang topik obrolan supaya lebih runut dan jelas, sehingga bisa dikonfirmasi langsung oleh Ani.

Memperjelas Makna

Asam lambung itu sakit yang dirasakannya seperti apa bu?

Kadang mual ingin muntah. Lama-lama kok juga pusing. Kata teman-teman itu asam lambung atau maag

Mengulas Kembali Masalah Penting

Ooh.. Jadi Ibu kena asam lambung sampai mual dan pusing itu karena sering makan gak teratur, gara-gara kelelahan bekerja

Iya, seperti itu

Ayo Merefleksikan!

Kisah Peng sebagai fasilitator serikat buruh berawal dari kesadaran tentang pentingnya memiliki keterampilan “mendengarkan dan bertanya” yang dapat menjadi bahan refleksi bagi pembaca:

Refleksi 1: Bias pemahaman fasilitator

Sebelum ngobrol, Peng menanggalkan semua pemahaman terkait buruh sawit dan masalahnya. Peng mendengarkan langsung masalah harian buruh sawit untuk menyingkap kenapa dan bagaimana masalah itu muncul dan bertahan. Pertanyaan Refleksi: Apa yang terjadi kalau sejak awal Peng sudah menentukan atau mendefinisikan masalah buruh? Apa konsekuensi-konsekuensinya bagi buruh sawit itu sendiri?

Refleksi 2: Setiap pernyataan memiliki alasan

Saat ngobrol, Peng berupaya menciptakan suasana nyaman dan membangun keakraban. Peng tidak pernah menyela, menyalahkan, apalagi menghakimi pernyataan buruh. Pertanyaan Refleksi: Apa yang terjadi kalau Peng menghakimi pernyataan buruh? Apa konsekuensi-konsekuensinya bagi buruh sawit itu sendiri?

Refleksi 3: Emosi adalah fakta

Peng berupaya membaca luapan emosi di setiap pernyataan buruh sawit. Pertanyaan Refleksi: Kenapa Peng perlu menyelami emosi buruh? Sebesar apa luapan emosi berhubungan dengan kenyataan harian buruh sawit.

Refleksi 4: Dialog yang sehat dan dinamis

Peng merasa perlu mengulangi pernyataan buruh sawit pada waktu-waktu tertentu. Pertanyaan Refleksi: Apa kira-kira alasan Peng mengulangi pernyataan buruh

sawit? Apa konsekuensinya kalau buruh sawit menganggap Peng tidak menyimak ceritanya? Apa konsekuensinya kalau Peng salah menangkap cerita buruh sawit?

Mari berbagi:

Silakan tulis: kesan, pengalaman-pengalaman, hambatan dan tantangan, serta kritik dan saran terkait topik mendengarkan dan bertanya.

BAGIAN II

Keterampilan

Memeriksa

Masalah Buruh

010 0 ? D 5

10 ?

Menanyakan Kondisi/ D

Masalah Buruh Lain

Setelah mengetahui adanya masalah asam lambung, Peng penasaran dan bertanya kepada Bu Ani terkait seberapa banyak kira-kira buruh sawit yang mengalami gejala asam lambung.

Iya, itu kemarin Bu Siti juga mengeluh mual dan pusing. Bukan Buruh semprot yang lain mengalami gejala asamcuma buruh semprot, buruh mupuk Bu Dewi ngalami juga itu. Kayaknya lambung juga gak Bu? hampir semua buruh perempuan di sini ngalami asam lambung.

Mungkin ada juga buruh laki-laki yang kena. Kok cuma buruh perempuan yang Kalau suami saya ya gak kena. Makannya ngalami asam lambung? Kalau buruh teratur soalnya. Kalau lapar, suami saya laki-laki memang g gak bisa kenalangsung beli makan ke warung. Gak ada uang asam lambung? juga dia gak peduli, kan bisa ngutang, sampek numpuk hutangnya di warung.

D

000 ?

Menanyakan Cara

D

Mengatasi Masalah

Tidak berhenti pada pengetahuan terkait masalah asam lambung, Peng tergugah untuk mengetahui bagaimana buruh menangani masalah asam lambung.

APA YANG IBU LAKUKAN KALAU GEJALA ASAM BELI OBAT MAAG KE LAMBUNG ITU MUNCUL? WARUNG BU TUTI.

BURUH-BURUH YANG LAIN JUGA SAMA? BELI OBAT MAAG?

GAK TAHU JUGA, KAYAKNYA SIH SAMA

Menelusuri

D

Bukti

Setelah berpamitan dengan Bu Ani, Peng pergi ke warung Bu Tuti untuk membeli obat maag. Peng mencari cara untuk bisa akrab dan ngobrol dengan Bu Tuti.

IBU, BANYAK BURUHIYA, MAKANYA SAYA HERAN,HAHA, KAYAKNYA YANG BELI OBAT MAAG KAMU YANG BARU DATANG KARENA SAYA GAK DI SINI? KOK SAMA PENYAKITNYA SERING MALES KAYAK BURUH SAWIT DI SINI MAKAN YA, BU

MAKAN KOK MALES. MAKAN HARUS SEMANGAT DONG

SIAPA SAJA YANG YANG PALING SERING SERING BELI OBAT ITU, BU DEWI, BU YATI, MAAG DI SINI? PAK ANTO

BU YATI ITU BURUH BAGIAN APA, BU?

BURUH JANGKOS

KALAU PAK ANTO?"

BURUH PANEN

100 ? Menelusuri

D

Bukti

BISA NGUTANG GAK DI BISA, ASAL BAYAR BERAPA BANYAK SINI, BU? AJA NANTI PAS YANG NGUTANG DI GAJIAN SINI, BU?

ITU BON PENUH. ADA YANG BELUM BAYAR SAMPEK 3 BULAN LAGI

BOLEH LIHAT DAFTAR HUTANGNYA, BU?

BOLEH.

Anto: A50k+250Yant1:322k

RIni:666,6K

200k

Marno:430k

Bu Tuti menunjukkan daftar hutang. Peng mencermati daftar itu: seberapa banyak buruh yang berhutang, seberapa besar hutangnya, dan apa yang paling banyak dihutangi. Dari daftar hutang, Peng menemukan bahwa barang yang paling banyak dihutangi ternyata “rokok”.

Melakukan

C

Observasi

Melakukan ObservasiKeesokan harinya, Peng bangun pagi sekali dan nongkrong di depan sekretariat buruh untuk memperhatikan aktivitas buruh. Biasanya, keluarga buruh di kebun sudah bangun sejak pukul 04:30 pagi untuk masak, mandi, mencuci pakaian, dan membuat kopi. Tidak hanya di dalam rumah, di luar juga banyak buruh yang sudah mulai berjualan. Mereka berjalan menuju ke arah lapangan depan kantor untuk apel pagi.

Peng menunggu di depan warung supaya bisa melihat aktivitas apel pagi. Nampak dari kejauhan, Bu Ani dan suaminya tergesa-gesa mendatangi lokasi apel pagi. Mandor berteriak agar anggotanya cepat masuk ke dalam lingkaran. Kemudian Mandor menjelaskan pembagian tugas dan lokasi kerja untuk hari ini. Setelah itu, Peng menghampiri Bu Ani dan bertanya apakah dia bisa ikut serta ke kebun.

NGAPAIN MAU IKUT KE BAIKLAH. KALAU MAU KE KEBUN NANTI KEBUN, JALANNYA JANGAN SENDIRIAN, YA.. RUSAK LOH. JANGAN LUPA PAKAI SEPATU BOOT, TOPI, GAK APA-APA, BU. BAWA BEKAL MAKAN DAN MINUM. PINGIN JALAN-JALAN AJA, BIAR GAK BOSEN DI SINI.

000 ?

Melakukan

D

Observasi

Sebelumnya Peng sudah meminjam motor dari pengurus serikat buruh. Peng mengikuti suami Bu Ani dari belakang.

Setelah tiba di kebun, Peng menghampiri Bu Ani dan suaminya.

BAPAK LANGSUNG PERGI LAGI, YA. MAU PANEN DI BLOK SANA. BAIKLAH. KALAU MAU KE JANGAN JALAN-JALAN KE KEBUN NANTI JANGAN SEMAK-SEMAK. HATI-HATI, BANYAK ULAR DI SITU.SENDIRIAN, YA.. JANGAN LUPA PAKAI SEPATU BOOT, TOPI, BAWA BEKAL MAKAN DAN MINUM.

BAIK PAK.

IBU JUGA HARUS BEKERJA, NIH. TERUS, KAMU MAU NGAPAIN DI SINI? GAPAPA KOK, SAYA MAU LIHAT-LIHAT SAJA. SAYA NYARI TEMPAT DUDUK NYANTAI DULU YA, BU. IBU LANJUT 0

NYEMPROT AJA, GAK USAH PEDULIIN

SAYA. HEHE.

Peng memperhatikan aktivitas Bu Ani dan buruh semprot lainnya dari kejauhan. Peng tidak berani mendekat supaya tidak mengganggu buruh kebun yang sedang berusaha memenuhi target satu HK (Harian Kerja). Bu Ani dan

kawan-kawannya berjalan mengitari pohon sawit seperti angka 8 dalam pakaian hazmat, sarung tangan karet, dan

respirator moncong babi dari plastik. Tangan kanan mengarahkan moncong semprot sembari tangan kiri memompa tangki. Pelipis Ani terlihat basah oleh keringat, akan tetapi ia kesulitan menyeka keringat. Mereka harus berjalan jauh sekitar 1 - 3 hektar dengan kondisi lahan menanjak. Kadang, mereka juga harus bergeser dari satu blok ke blok lainnya

menggunakan motor. Ada mandor yang mengawasi langsung nekerjaan buruh.

Melakukan

Observasi

Setelah buruh menyelesaikan pekerjaannya di tengah hari, Peng baru bisa menghampiri Bu Ani dan

kawan-kawannya.

MELUNCUR BU.. INI

AIRNYA!

PENG SINI, BANTU KAWANKU BAWAKAN AIR DI JOK MOTORNYA UNTUK CUCI TANGAN!

NAH PENG, KAMU JUGA CUCI TANGAN, YA. TERUS SANA BERGABUNG DENGAN KAWAN-KAWANKU YANG SEDANG DUDUK BERALASKAN KARUNG DI SEMAK-SEMAK. KITA MAU

MAKAN DULU, AGAR TIDAK

PINGSAN.

TERIMAKASIH LIHAT PENG, AKU MENYEDUH HAHAHA, BENAR JUGA SUDAH AMBILKAN SUSU KENTAL MANIS DARI BU. SUSU KENTAL MANIS

AIR YA, PENG. AYO, PERUSAHAAN, NIH.

KAN KOMPOSISINYA KATANYA BISA BUAT SINI CICIPI KUE HANYA GULA DAN TIDAK GULA MERAH INI. NGATASI RACUN, PADAHAL ADA SUSUNYA. SIH BIAR AKU GENDUT NIH BESOK-BESOK KITA WAH.. ASYIKNYA GULANYA! MINTA SUSU MURNI YUK! KITA MAKAN BERSAMA. BAWA APA SAJA, NIH BU?

HAHAHA, BISA SAJA KAU, PENG!

Biasanya, setelah istirahat makan siang, beberapa buruh masih harus melanjutkan target kerjanya hingga pukul

12:00. Setelah itu, buruh-buruh penyemprot dan pemupuk harus mandi dan mencuci tangki agar racun tidak

terbawa pulang sampai ke rumah. Kadang mereka akan mandi di sungai atau di kantor. Bila sudah selesai, buruh akan

pulang meletakkan tangki ke gudang, kemudian pulang ke rumahnya masing-masing. Selama perjalanan pulang,

Peng melihat banyak sampah minuman berenergi berserakan di antara pohon-pohon sawit.

Berbaur dalam Obrolan

Sekelompok Buruh

Saat menjelang sore, Peng pulang ke sekretariat serikat buruh. Tidak jauh dari sekretariat serikat buruh, nampak tiga buruh perempuan sedang mengobrol. Peng menghampiri tiga buruh perempuan itu.

BU, SAYA BOLEH NIMBRUNG DI

SINI YA, KAYAKNYA SERU

OBROLANNYA. KAU YANG SEJAK MINGGU LALU MONDAR-MANDIR DI SERIKAT KAN YA? ADA KEPERLUAN APA DI SINI?

CUMA PINGIN BELAJAR-BELAJAR AJA SAMA SERIKAT, BU. KEBETULAN SAYA NGANGGUR HABIS LULUS SEKOLAH. MUNGKIN ADA LOWONGAN KERJA DI SINI. HEHE."

BU LIA KAYAKNYA SERING TADI IBU BU LIA, KENAPA DITANYAIN BU NGALAMI PUSING KAYAK PULANG CEPAT TUTI LOH. GITU YA? SUDAH PERIKSA TADI? EMANG KAYAKNYA DIA KE KLINIK BELUM SIH, BU?" SUDAH NYELESAIN MAU NAGIH TARGET HK? HUTANG.

GAK, HABIS MUPUK SATU BARIS, TIBA-TIBA PUSING. GAK KUAT LAGI, LANGSUNG PULANG AJA. INI MASIH TERASA PUSINGNYA.

KELAS BERAPA ANAKNYA SEKARANG? KELAS 3 SMK. SUDAH HAMPIR LULUS, SAYÁNG KALAU TIDAK LULUS. SEMOGA BU TUTI BISA MEMAKLUMI LAH YA. NUNGGU ANAK SAYA LULUS, BARU BAYAR HUTANG WARUNG."

ITU JUGA YANG BIKIN TAMBAH MALES KE KLINIK, PALING PUSING. HUTANG MASIH JUGA DIKASI OBAT NUMPUK. PENAHAN SAKIT DAN DISURUH ISTIRAHAT. BESOKNYA MALAH ANAK DI KAMBUH LAGI. BIASANYA KAMPUNG MASIH BISA SAYA TAHAN SUDAH TIBA TAPI TADI SUDAH GAK WAKTUNYA KUAT NAHAN. BAYAR SEKOLAH.

BU LIA SERING NGALAMI MUAL-MUAL JUGA GAK?

IYA, MUAL-MUAL JUGA, UDAH JADI LANGGANAN SAYA

ITU. KAYAKNYA JUGA

Menggali Akar

Masalah Lebih Dalam

Peng kaget setelah mengetahui masalah Bu Lia yang tidak sederhana. Peng tambah penasaran, lalu terdorong untuk

menggali masalah Bu Lia lebih dalam.

BERARTI PENDAPATAN SEBAGAI BURUHTAPI KALO SAKIT-SAKITAN KAYAK SAWIT GAK SEBANDING SAMA GINI KAN SUSAH NGEJAR TARGET

PENGELUARAN BU LIA YA?" HK YA, BU?

IYA, KALAU TERCAPAI HK, CUMA DAPAT UPAH 3 JUTA-AN PER BULAN. SEDANGKAN BUAT BIAYA MAKAN SEHARI-HARI AJA BISA SAMPEK 2 JUTA-AN LOH, BELUM BIAYA LAIN-LAIN, LISTRIK, PULSA INTERNET, BENSIN, DAN ENTAH APA LAGI, SAMPE HABIS POKOKNYA DAN HARUS NGUTANG BIAR TETAP BISA MAKAN.

IYA, APALAGI KALAU ITU JUGA YANG BIKIN PENING KEBAGIAN LOKASI KEBUN KEPALA. SAYA HARUS BERUSAHA YANG JAUH DI SITU TU, SEHAT DI SINI. MANA SUSAHJALANNYA HANCUR, NYARI TANAMAN OBAT DI SINI, GAK KAYAK DI KAMPUNG. EMANG SUSAH BANYAK ULAR, SUSAH DAPAT TARGET HKPAYAH KITA NYELESAIN YA BU? TARGET. JANGAN TERLALU DIPAKSA KERJA KALAU LAGI SAKIT, BU LIA!

EMANG PIHAK PERUSAHAAN GAK PEDULI SAMA PERBEDAAN KONDISI KEBUN DAN KONDISI PEKERJA YA BU? BISA GAK KALAU MINTA DIRINGANKAN TARGETNYA?" GAK GITU JUGA, BU. NANTI IYA, MO GIMANA KITA COBA OBROLIN DI LAGI. KITA BURUH SERIKAT YA. SETIDAKNYA AH, MANA PEDULI PIHAK MAH PASRAH SAMA MUNGKIN KITA BISA NYARI PERUSAHAAN. MEREKA MAH NASIB AJA. CARA BUAT MERINGANKAN TAHUNYA NYELESAIN TARGET AJA. BEBAN BU LIA YA. KALAU NGGAK, UPAH DIPOTONG-POTONGIN.

Ayo Merefleksikan!

Peng penasaran terkait sebanyak, sedalam, dan sebesar apa masalah-masalah di perkebunan sawit. Peng berusaha meningkatkan keterampilan “memeriksa masalah buruh” dengan berbagai cara yang dapat menjadi bahan refleksi sebagai berikut:

Refleksi 1: Kejelian menelusuri bukti

Peng menemukan cara untuk mencari informasi di warung terkait masalah maag (seberapa banyak dan siapa saja yang membeli obat maag) dan masalah hutang (memeriksa daftar hutang). Pertanyaan Refleksi: apakah bukti-bukti yang diperoleh Peng di warung bisa berguna? Apakah bukti-bukti itu sudah cukup untuk memetakan aktor dan masalahnya?

Refleksi 2: Temuan tak terduga

Peng melakukan observasi untuk mengetahui aktivitas buruh sawit. Namun, dalam perjalanannya, Peng menemukan banyak hal yang nampak tidak saling berhubungan, seperti adanya pengawasan mandor, susu kental manis dari perusahaan, dan banyak sampah minuman berenergi di kebun. Pertanyaan Refleksi: Apakah Peng perlu mencatat dan memperhatikannya atau cukup mengabaikannya saja? Apakah temuan-temuan itu penting dan berguna untuk dianalisis lebih lanjut?

Refleksi 3: Kelindan dan Akar masalah

Saat nimbrung dalam obrolan sekelompok buruh, Peng menyadari kompleksitas masalah yang dialami Bu Lia: sakit tidak kuat bekerja, ditagih hutang, dan biaya sekolah anak. Pertanyaan Refleksi: Bagaimana Peng menyikapi masalah Bu Lia yang sudah terlanjur semrawut? Kenapa Peng terus bertanya untuk menggali lebih dalam akar masalah? Apa yang tersisa dan bisa dilakukan untuk membantu Bu Lia, baik secara personal maupun kolektif?

Mari berbagi:

Silakan tulis: kesan, pengalaman-pengalaman, hambatan dan tantangan, serta kritik dan saran terkait topik memeriksa masalah buruh.

BAGIAN III

Membangun Tim

dan Mengagendakan

Diskusi Rutin

100 0 ? D 5

Membentuk

Tim

Pada malam hari, Peng menceritakan kejadian-kejadian yang dialaminya kepada Pak Adi, ketua serikat buruh. Peng menjelaskan masalah yang banyak dialami buruh sawit.

GAK PERLU LANGSUNG DIKUMPULIN SEMUANYA PAK, MASALAH HARIAN BURUH SIH, PAK. DIMULAI PELAN-PELAN SAJA SAWIT INI KAN MIRIP-MIRIP YA,DARI YANG TERTARIK KE MASALAH TERTENTU DULU KAYAK PEGEL-PEGEL, ASAM LAMBLING, HUTANG. NANTI BARU DIKEMBANGIN KE MASALAH-MASALAH KIRA-KIRA PERLU GAK DIBIKIN PUTARAN DISKUSILAINNYA. TAPI MUNGKIN, PERLU ADA BEBERAPA BUAT MEMPELAJARI MASALAH HARIAN INI ORANG YANG BISA KONSISTEN NGIKUTI BARENG-BARENG? SIAPA TAHU NANTI PROSES-PROSES DISKUSINYA. SIAPA KIRA-KIRA BISA KETEMU CARA MENANGANINYA, YANG BISA SAYA AJAK NGERANCANG PROSES YANG BISA MERINGANKAN BEBAN BURUH DISKUSINYA YA, PAK?

Q

IYA, PERLU ITU. BAGUS KALAU ALAU SAYA, SUSAH NGATUR WAKTUNYA YA,

ANGGOTA-ANGGOTA SERIKAT INISERING ADA AGENDA KE LUAR KOTA. SERING NGLMPUL. TAPI MASALAHNYA, MUNGKIN KAK SITI ITU, SEKRETARIS SERIKAT, SUSAH LOH NGUMPULIN ANGGOTA SERIKAT. YANG BISA KONSISTEN NGIKUTI DISKUSI-DISKUSINYA SUDAH SERING DICOBA BERKALI-KALI. DIA ITU YANG SERING NEMENIN BURUH PALING YANG DATANG CLMA 5 SAMPAI 10 ORANG. KALAL ADA MASALAH. BELLIM PERNAH KETEML YA?

OH, TADI SEMPAT NGOBROL DI LUAR, BARENG IBU-IBU JUGA.

IYA, ITU DIA. ITU KEDENGARAN SUARANYA DI SEBELAH.

NANTI OBROLIN AJA SAMA KAK SITI.

Pengorganisas

SAYA PAMIT PULANG DULLIAN, ADA PANGGILAN DARI ISTRI NIH. SEBENTAR, SAYA PANGGILIN KAK SITI YA.

BAIK PAK, TERIMA KASIH BANYAK.

Membentuk

Tim

Tak lama setelah pak Adi meninggalkan ruangan, Kak Siti masuk menemui Peng.

HALO, YANG IKUT NIMBRUNG TADI SORE KAN YA?

IYA, KAK. BARUSAN NGOBROL SAMA PAK ADI TERKAIT MASALAH-MASALAH HARIAN YANG SAYA TEMUI SELAMA DI SINI. TERUS, SAYA NGASI USUL BUAT BIKIN Pengorganis2s DISKUSI RUTIN, BIAR KITA BISA MEMPELAJARI

BARENG-BARENG. SIAPA TAHU NANTI BISA

KETEML CARA NANGANI MASALAH-MASALAH HARIAN ITU.

OH, BAGUS ITU. GIMANA CARANYA YA? LANGSLING NGAJAK ANGGOTA-ANGGOTA SERIKAT BUAT NGUMPUL SAJA?"

KAYAKNYA KITA PERLU NGERANCANG DULLI DEH KAK, DARI MASALAH APA YANG AKAN DIDISKUSIKAN, SIAPA YANG AKAN DIAJAK BERDISKUSI, BAGAIMANA ALUR DISKUSINYA."

IYA, MASALAH APA YANG MAU BOLEH ITU. KALAL BESOK MALAM DIDISKUSIKAN DULUAN YA. KITA BIKIN PEMETAAN AWAL, BAGAIMANA? BANYAK BANGET SOALNYABESOK SAYA AJAKIN YANG TERTARIK MASALAH BURUH SAWIT NIH. BUAT TERLIBAT YA?

BOLEH KAK.

MUNGKIN KITA PERLU BIKIN PEMETAAN MASALAH DULU DI TIM KECIL, 3 ATAL 4 ORANG, YANG KIRA-KIRA TERTARIK DAN MAU TERLIBAT TERUS DALAM PROSESNYA. GIMANA, MENURUT KAK SITI?

Melakukan Pemetaan Awal

Keesokan harinya, setelah jalan-jalan dari kebun sawit di sore hari, Peng duduk santai di depan sekretariat buruh. Peng melihat Siti dan dua buruh perempuan sedang menghampirinya.

HALLO, KAK. DARI MANA?

HALLO, INI DARI BARAK. TADI SAYA NGOBROLIN SAMA TEMAN-TEMAN TERKAIT RENCANAMU KEMARIN ITU, DAN MEREKA TERTARIK. BAGAIMANA KALAU KITA NGOBROLIN SEKARANG SAJA? OH IYA, KENALIN INI BELLA DAN FLO. MEREKA BIASANYA YANG BANTUIN AKU KALAU ADA MASALAH-MASALAH BURUH DI SINI.

IYA, YUK MASUK. HALLO KAK BELLA. HALLO KAK FLO. KITA DISKUSI DI DALAM SAJA KALI YA?

Melakukan

Pemetaan Awal

Di dalam ruang sekretariat, Peng berkenalan lebih lanjut dengan Flo dan Bella yang keduanya bekerja sebagai buruh semprot. Flo berasal dari Flores dan baru dua tahun bekerja di kebun sawit, sedangkan Bella berasal dari luar kota tetapi masih dalam satu provinsi. Setelah berkenalan, Siti mempersilahkan Peng untuk memulai diskusi.

NGAJAK DISKUSI SIH

KEMARIN SAYA DISKUSI MUNGKIN SAJA, KALAU SEKIRANYA PENTING DISKUSI APA DULU?
KEMUNGKINAN BIKIN DISKUSI RUTIN BUAT BURUH-BURUH SAWIT BISA RUTIN. DAN BERGUNA BUAT BISA SAJA DISKUSINYA

SAMA KAK SITI TERKAIT TAPI BELUM TENTU BURUH-BURUH SAWIT DI SINI,

DI SERIKAT. MENURUT KAK FLO DAN

KAK BELLA, BAGAIMANA? ITU BERLANJUT

KEMARIN KAN KITA NGOBROL TERKAIT MASALAH-MASALAH BURUH SAWIT YA: BU LIA YANG PUNYA MASALAH HUTANG, BU ANI YANG PUNYA MASALAH ASAM LAMBUING, DAN BANYAK LAGI MASALAH-MASALAH BURUH SAWIT DI SINI. PENTING SEMLA SEBENARNYA DIDISKUSIKAN, TAPI KALAU GAK ADA SOLUSINYA MALES JUGA KITA DISKUSII TERUS

KALAU MASALAH-MASALAH INI IYA, SAYA SETUJU. DIBIARKAN BEGITU SAJA KAN BISA MASALAH APA KIRA-KIRA YANG SEMAKIN RUNYAM YA, SETIDAKNYA BISA MENARIK MINAT BURUH-BURUH KITA BISA NYICIL DISKUSI SATU MASALAH SAWIT UNTUK DIDISKUSIKAN DULUAN DAN MENCOBA MENCARI SOLUSINYA PELAN-PELAN

Melakukan Pemetaan Awal

Di dalam ruang sekretariat, Peng berkenalan lebih lanjut dengan Flo dan Bella yang keduanya bekerja sebagai buruh semprot. Flo berasal dari Flores dan baru dua tahun bekerja di kebun sawit, sedangkan Bella berasal dari luar kota tetapi masih dalam satu provinsi. Setelah berkenalan, Siti mempersilahkan Peng untuk memulai diskusi.

YANG PALING MENDESAK ITU

SUDAH BANYAK BURUH YANG MASALAH HUTANG ITU PENTING. YANG MENGALAMI KECELAKAAN KITA KAN BELUM TAHU YA ALASAN TERJADINYA KECELAKAAN ITU.
GAK SANGGUP BAYAR HUTANG, KERJA. BELUM ADA PENANGANAN YANG BAIK. PIHAK MANAJEMEN KAN SELALL NYALAHIN BURUH YA KARENA
TERUS KABUR CARI KERJAAN LAIN, DAN BELUM TENTU DI TEMPAT KURANG HATI-HATI LAH, KURANG
LAIN ITU GAK NGUTANG LAGI. GAK DAPAT UPAH JUGA. BURUH YANG MENGALAMI

HABIS KECELAKAAN, MEREKA

DISIPLIN LAH. JANGAN-JANGAN,

KASIHAN ITU. KECELAKAAN ITU SEBELUMNYA MEMANG SEDANG NAHAN SAKIT. KAYAK YANG DIALAMI BU LIA ITU, DIA TETAP KERJA SAMBIL NAHAN SAKIT MAAG-NYA.

BAGAIMANA KALAU KITA BIKIN PEMETAAN SEDERHANA DULU TERKAIT BURUH DAN MASALAHNYA. SEBATAS YANG KITA TAHU SAJA DULU. BOLEH, COBA KAL BIKIN TABELNYA PENG. 日 KITA SUSUN YANG KITA TAHU DULU YA.

100 ?

Melakukan

D

Pemetaan Awal

Peng membuat tabel di kertas plano, menuliskan daftar masalah, sambil berdiskusi dengan Siti, Flo dan Bella, terkait aspek-aspek yang berhubungan dengan masalah-masalah itu. Mereka berhasil menyusun tabel sementara sebagai berikut:

PERKIRAAN JUMLAH

JENIS KERJA KONSEKUENSI
PEMUPUKAN - KONDISI TIDAK BISA
(3 PEREMPLIAN) (3 LAKI-LAKD) BEBAN KERJA BERAT KERJA
ANI, LIA, RANI, DEWI,PEMUPUKAN - MAKAN TIDAK TERATUR TERGANGGU
(6 PEREMPLIAN) - PUSING
PEMUPUKAN PENYEMPROTAN UIPAH RENDAH - MENGHEMAT POTONG GAJI
CDARI DAFTAR BIAYA SEKOLAH ANAK MAHAL DITETAPKAN - MENGHEMAT

MASALAH BURUH DI BULAN PENYEBAB INI (LK/PR)

KECELAKAAN SELA, ROSI, DILA KERJA PENYEMPROTAN JALAN/KEBUN CKERACUINAN, ANTON, RUDI, ALI PRUNING BURUK BUTUH BIAYA TERKENA PANEN-TIDAK TAMBAHAN HATI-HATI UNTUK ALAT TAJAM,一 PENGOBATAN DLL) DAN PEMULIHAN

ASAM-KERJA

LAMBUNG, YATI, LENI PENYEMPROTAN MAAG-KECAPEKAN-MUAL-MUAL TIDAK KUAT KERJA

HUTANG 9 PEREMPLAN 12 LAKI-LAKI BOROS一 一 PANEN DITAGIH TERUS HUTANG WARUNG-KABUR BU TUTID BAHAN POKOK MAHAL

UPAH SEMUA SEMLA PERUSAHAAN-HUTANG RENDAH

Melakukan

Pemetaan Awal

Setelah menyusun tabel pemetaan awal, mereka berdiskusi untuk menentukan masalah apa yang akan didiskusikan Oduluan.

KALO UPAH RENDAH KANKALAL MASALAH HUTANG,

BAGAIMANA CARA KITA MENENTUIKAN MASALAH YA, SUDAH GAK BISA SUDAH DARI PERUSAHAAN NANTI BALIK LAGI KE MASALAH UPAH RENDAH,
APA YANG AKAN DIBIKIN DISKUSINYA DULUAN YA? MUNGKIN HUTANG TUH, SUSAH BUAT DISKUSI
YANG PALING BANYAK KECELAKAAN KERJA SAJA

DIOTAK-ATIK LAGI ITU TERKAIT SOLUSINYA. KALAU NGALAMI. BAGAIMANA? KONSEKUENSINYA ITU BISA BESAR DAN PANJANG ITU KALAU KECELAKAAN KERJA.

TAPI KALAU KECELAKAANIYA, SAYA SETUJU TUH. SETUJU. SEBENARNYA KITA KERJA KAN KEJADIAN YANG KITA MULAI DARI MASALAH KAN SERING YA NGOBROLIN DIALAMI SEBAGIAN BURUH YA, ASAM LAMBLNG SAJA, MASALAH-MASALAH HARIAN BELUM TENTU BANYAK KAYAKNYA NANTI DISKUSINYA KALAU LAGI DUDUK NYANTAI BURUH YANG TERTARIK IKUT BISA NYAMBUING KE MASALAH-HABIS KERJA, TAPI YA HILANG DISKUSINYA. MENURUTKU, MASALAH HARIAN LAINNYA.BEGITU SAJA TUH MENDING KITA AWALI RENCANA BIKIN AGENDA OBROLANNYA. KAYAKNYA DISKUSINYA DARI MASALAH DISKUSI RUTINNYA JUGA BISA PENTING KITA BIKIN FORUM HARIAN, YANG ASAM JALAN ITU. DISKUSINYA DI SERIKAT YA. LAMBUNG ITU. KAYAKNYA, HAMPIR SEMUA BURUH DEH TERKENA, SADAR ATAU TIDAK. APALAGI KAU BISA KITA TARIK PENYEBABNYA KE FAKTOR KECAPEAN YA. KAYAKNYA BANYAK TUH IBU-IBU YANG TERTARIK IKUT DISKUSINYA.

Melakukan

Pemetaan Awal

MUNGKIN KITA PRIORITASKAN YANG PERNAH TERKENA ASAM LAMBUNG YA, MULAI DARI IBU-IBU YANG SUDAH KITA IYA, ITU SAJA. SIAPA SAJA YANG TULIS NAMANYA DI SINI AJA. AKAN KITA AJAK? KALAU YANG LAINNYA TERTARIK IKUT YA KITA AJAKIN AJA. NAH, BERARTI KITA SEPAKAT NIH AKAN BIKIN DISKUSI TERKAIT MASALAH ASAM LAMBUING?

MUNGKIN KITA PERLU NYIAPIN RANCANGAN BENTUK DISKUSINYAPROSES DISKUSINYA YA. KITA DISKUSIIN BAGAIMANA? SAJA DULU KIRA-KIRA RANCANGANNYA APA KITA NGLMPUL SEPERTI APA. KAYAK SEKARANG KAN DAN NGOBROL SAJA GITU? BIASANYA IBL-IBU BAGUS YA PROSES DISKUSI KITA, KALAU NGOBROL BISA SAMPEK BISA MEMETAKAN MELEBAR KE MASALAH DAN NENTUIN MANA-MANA, BISA GAGAL TOPIK DISKUSINYA. NANTI KITA FOKUSIN KE MASALAH ASAM LAMBUNG.

Melakukan

Pemetaan Awal

IYA, SIMPEN BAIK-BAIK KERTAS PETA MASALAH YANG KITA BIKIN INI YA, PENG. SIAPA TAHU ASIK YA KITA DISKUSI KAYAK INI. SAYA JADI SEMANGAT NIH, NANTI KITA BUTUH LAGI. DISKUSINYA GAK BIKIN BOSAN.

SUDAH MALAM INI. KITA LANJUTKAN BESOK SAJA YA.

OKEEE, KITA PAMIT DULUNAH, SARAN YANG MENARIK

BOLEH, BESOK MALAM KITA DISKUSI TERKAIT RANCANGAN KALAU BEGITU. ITU KAK. HAHA.. SAMPAI KETEMU BESOK DI RUMAH
PROSES DISKUSINYA YA? TEMPATKU SAJA KAK SITI BERARTI YA..

EH, BESOK DISKUSI DI BAGAIMANA? BIAR SEKALIAN AKU SIAPIN MAKANAN RINGAN.

Menemukan Fokus

dan Lingkup Masalah

Keesokan harinya, Peng mendatangi rumah Siti untuk menyusun rancangan proses diskusi. Flo dan Bella sudah duduk menunggu di depan rumah Siti.

HALLO, KAK. GAK KOK, SUDAH LAMA NUNGGU DI SINI? KITA JUGA BARU NYAMPEK.

KE MANA KAK SITI?

u ITU DI DALAM, NGAMBIL MAKANAN KATANYA.

HALLO, INI BIAR SEMANGAT, GAK USAH REPOT-REPOT KAK. AKU SIAPIN MAKANAN BUAT KALIAN. KELLUARIN SEMUANYA AJA. HEHE. (SITI MUNCUL DARI DALAM RUMAH)

Menemukan Fokus

dan Lingkup Masalah

IYA, KATA KAK SITI MAU DISKUSI APA KITA

MAL NGERANCANG PROSES DISKUSI KEMARIN ITU TUH,
LAMBUING KAN YA? TERKAIT ASAM BIAR DISKUSINYA TIDAK

SEKARANG? BAGAIMANA CARANYA

MELEBAR KE MANA-MANA, LEBIH TERFOKUS DAN TERARAH.

KITA PERLU LIHAT LAGI

OK, KITA LANGSUNG MULAI AJA BERARTI YA. KEMARIN DEH TABEL YANG KITA INI SAYA BAWAIN KERTASNYA.
KAN KITA SUDAH MENENTUKAN TOPIK YANG SUSUN KEMARIN. DAN MENUNJUKKAN

(PENG MENGELLIARKAN AKAN DIDISKUSIKAN,TABEL) TERKAIT ASAM LAMBLING. BAGAIMANA CARANYA BIAR DISKUSINYA TERFOKUS?

010 ?

Menemukan Fokus

dan Lingkup Masalah

PENYEBAB KONSEKUENSI

PERKIRAAN JUMLAH JENIS KERJA BURUH DI BULAN INI MASALAH

(LK/PR)

PEMUPUKAN ANI, LIA, RANI, DEWI,

ASAM

YATI, LENI PENYEMPROTAN

LAMBUNG,

MAAG (6 PEREMPLIAN)

KERJA MAKAN TERGANGGU TIDAK MUAL-MUIAL TERATUR 一PUSING KECAPEKAN TIDAK KUAT MAKAN MIE KERJA

INSTAN

NAH, KALO KITA LIHAT TABEL INI, BETUL KAK. COBA KITA SUSUN LILANG LINGKUP MASALAHNYA IYA, KITA JUGA PERLU DISKUSIKAN DULU TUH,
KAN KELIHATAN TUH ASAM MEMBACANYA YA. KAYAKNYA KITA PERLU PAKAI

BIAR LEBIH MUDAH LAMBUNG ITU BERKAITAN DENGAN APA SAJA, LINGKUP DISKUSINYA INI KAN YA? NAMA-NAMA MASALAH YANG LEBIH LMUM BIAR TERGALI SEMLIA ASPEK MASALAHNYA ITU, KARENA BELLM TENTU ALASAN-ALASANNYA SAMA KAN YA. KAYAK MAKAN TIDAK TERATUR INI KAN TERKAIT POLA MAKAN.

Menemukan Fokus

D

dan Lingkup Masalah

MAKAN KERJA PUSING KERJA BERAT MALES GAK KUAT MUAL-MLAL CAPEK MASAK KERJA PERUT NYERI MAKAN MIE GAK DAPAT INSTAN HK KONDISI KERJA

NAH, CUKUP INI KAYAKNYA BUAT JADI LINGKUP MASALAH. TINGGAL BAGAIMANA CARANYA MENYAJIKAN DAN MENGEMBANGKAN DISKUSINYA.

Merancang Format Diskusi yang Dinamis

Setelah menyusun fokus dan lingkup masalah, mereka berdiskusi terkait penyajian masalah dalam diskusi.

MUNGKIN KITA PERLU PENYAJIAN BISA BEGITU, KITA TAMPILKAN SAJA MASALAH YANG AGAK LIMLM DAN TAPI BOSAN GAK LINGKUP INI DI KERTAS KALAU DISKUSI BERBASIS PENGALAMAN, LALL PLANO, DAN DIDISKUSIKAN KAYAK ITU? KITA AJUKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PEMANTIK SATU PER SATU. KHAWATIRNYA TEMAN-DISKUSINYA, APAKAH TEMAN BURUH JUGA PENGALAMANNYA MIRIP BINGUNG APA YANG MAU ATAL BEDA. DIDISKUSIKAN, SOALNYA KAN BEDA-BEDA

PENGALAMANNYA YA.

KALO MINTA KAK ANI BUAT BERCERITA DENGAN LINGKUP MASALAHNYA, KITA OOH, KITA MINTA BISA GAGAL MENDISKUSIKAN KAK ANI SAJA PERBEDAÁN-PERBEDAANNYA. BUAT BERCERITA BELUM TENTU MUAL-MUAL ITU SINGKAT YANG AKIBAT POLA MAKAN GAK MENCAKUP LINGKUP TERATUR KAN? KHAWATIRNYA MASALAHNYA. KITA NANTI DISKUSINYA JUGA GAK NYUSUN LINGKUP JALAN KARENA SEOLAH MASALAH INI KEBANYAKAN SUDAH DITENTUKAN DARI PENJELASAN KAK ANI ALURNYA SEJAK AWAL. KAN YA.

IYA JUGA YA. MUNGKIN KITA TAMPILKAN PENGGALAN SITUASI DULU SAJA. MISALNYA, KAK ANI YANG SEDANG MUAL-MUAL SAAT KERJA DI KEBUN GITU, BUAT JADI PEMANTIK DISKUSINYA.

Merancang Format

Diskusi yang Dinamis

BISA BEGITU. BAGAIMANA KALAU

PAKAI 'GAMBAR PEREMPLIAN YANG

SEDANG KESAKITAN SAMBIL MEGANG PERUT DAN MEMIKUL

TANGKI SEMPROT.' MUNGKIN KITA KALAU INI DIAMBIL DARI

JUGA GAK PERLU BILANG DULU BOLEH ITU, KAMU BISA BIKIN GAMBARNYA KAN YA? GAK HARUS BAGUS
PENGALAMAN KAK ANI. KALAU GAMBARNYA KAN YA PENG?

HEHE..

DISKUSINYA SUDAH DINAMIS DAN

TERUNGKAP PERBEDAAN-PERBEDAAN PENGALAMAN PESERTA, BISA TUH SETELAH ITU KITA MINTA KAK ANI BERCERITA.

MULAI DARI PERTANYAAN-

PERTANYAAN UNTUK BOLEH KAK, TAPI NANTI KITA MENJELASKAN GAMBARNYA SUSUN DULUI BARENG-BARENG SAJA. GAMBAR ITU JUGA KAN IYA, JANGAN LUPA KAMU SIAPIN MENCOBA MENGHANTARKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PEMANTIKNYA YA. PERHATIAN PESERTA KE SITUASI

PEMANTIKNYA JUGA YA.KEBUN KAN YA?

000 ?

Merancang Format

Diskusi yang Dinamis

SAYA SETUJU, GAMBAR INI BISA JADIBERARTI BEGINI

MASALAH KESEHATAN YANG PEMFOKUSAN PERHATIAN KE UIRUITANNYA YA: NAH, BAGAIMANA CARANYA
TERJADI SAAT BEKERJA DI MENAMPILKAN TUH BIAR DISKUSINYA JADI
KEBUIN, TANPA MEMBATASI DETAIL DISKUSINYA. PEREMPLIAN YANG 'GAMBAR

PERTAMA, AKTIF?

SEDANG KESAKITAN SAMBIL MEGANG PERUT DAN MEMIKUL TANGKI SEMPROT DI KEBUN'; KEDUA, MENGAJUKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PEMANTIK TERKAIT DESKRIPSI GAMBAR DAN MASALAH-MASALAH YANG NAMPAK DI GAMBAR.

TARGETNYA TADI KAN TAPI, BERAT GAK SIH BUAT NGINGET-MENGGALI MASALAH DARI TADI ITU SEMPAT NGINGET PENGALAMAN, KAN PENGALAMAN-PENGALAMAN DISINGGUNG SAMA LUIMAYAN PANJANG JUGA LINGKUP PESERTA YA, TAPI TETAP PENG YA: APAKAH DAN ASPEK MASALAHNYA INI. DALAM BATASAN LINGKUP PESERTA MEMILIKI

MASALAH YANG KITA SUSUN INI BIAR DISKUSINYA TIDAK PENGALAMAN YANG MIRIP ATAL BERBEDA
MELEBAR DULU. DENGAN KAK ANI? KITA

MINTA PESERTA UNTUK MENCERITAKAN KESAMAAN DAN PERBEDAAN PENGALAMANNYA.

Merancang Format

Diskusi yang Dinamis

KAYAKNNYA PERLU NGASI WAKTU BUAT MENGINGAT PENGALAMANNYA DEH, ATAU KITA PECAH KECIL-KECIL SAJA LINGKUP DISKUSINYA. SAYA ATAU KAK SITI INI YANG AKAN MENGAJUKAN PERTANYAAN PEMANTIKNYA, ATAU KAK FLO, KAK BELLA?

KAMU SAJA, PENG. SUPAYA TAMBAH AKRAB SAMA BURUH-BURUH SAWIT DI SINI KAN. SIAP KAK.

Mengagendakan

Diskusi Rutin

Setelah menemukan format diskusi, tim kecil ini berdiskusi terkait kemungkinan menyelenggarakan diskusi rutin di serikat buruh.

NASALAH-NVASALAH DUKUHGAK MUNGKIN CUKUY LAH, NAH, ITU JUGA PK KITA, GIMANA KAN BANYAK YA DI SINI, BAIK YANG PENG. MAKANYA KITA PERLU CARANYA BIAR BURUH-BURUH TERHUBUNG MAUPUN TIDAK. NGAGENDAIN DISKUSI RUTIN. TETAP ANTUSIAS BUAT NGIKUTI CUKUP GAK SIH KALAU CUMA DI PERTEMUAN PERTAMA JUGADISKUSI RUTIN. DISKUSI SEHARI? BELUM TENTU BERHASIL LOH DISKUSINYA.

AKU KEMARIN KAN NGIKUTI ACARA KONFERENSI "TRANSISI YANG KITA BISA MENGEMBANGKAN WAH, MENARIK ITU KAK. AAMIIN. AKU JUGA PERNAH IKUT
BERKEADILAN" YANG DIBIKIN SAMA WORKSHOP-WORKSHOP YANG
JARINGAN TPOLS. ITU BANYAK TOPIK-TOPIK DISKUSI YANG BIKIN LEBIH LUAS. SEMOGA TEMAN-TEMAN BURUH YANG TPOLS. ADA TEKNIK-TEKNIK FASILITASI YANG BISA KITA PAKE
KAGET LOH, MISALNYA TERKAIT RACUN PESTISIDA, PENCEMARAN LAIN JUGA TERTARIK YA! TUBUH DAN PENYAKIT, PEMETAAN JUGA LOH, KAYAK PEMETAAN
HUTANG, PLASMA, DAN LAIN-LAIN. NANTI AKU COBA HUBUNGI
DIALAMI DAN TERJADI DI LOKASI TEMAN-TEMAN TPOLS YA,

PEMERIKSAAN KONDISI KEBUN DIBIKIN SAMA TEMAN-TEMAN

AIR, UPAH LAYAK, BEBAN KERJA, KEBUN DAN KONDISI KERJA. TOPIK-TOPIK ITU KAYAKNYA KITA JUGA LOH.MUNGKIN MEREKA PUNYA' TEKNIK-TEKNIK FASILITASI YANG BISA KITA GUNAKAN.

Mengagendakan

Diskusi Rutin

SIAP KAK, SAMBIL LALU KAK ANI MENGLIMPUILKAN METODE DAN TEKNIK FASILITASI, KITA TETAP MENGUPAYAKAN DISKUSI

RUTIN DARI FORMAT DISKUSI YANG KITA SUSUN YA.

IYA, KITA PERLU MEMULAINYA DULL. OK, SUDAH MALAM INI. KITA AKHIRI DULU YA,

AGENDA DISKUSI RUTINNYA BISA DISEPAKATI BESOK KITA MULAI AJAKIN TEMAN-TEMAN

BERSAMA TEMAN-TEMAN BURUH YANG LAIN. YANG DEKAT DULL SUPAYA TERTARIK IKUT DISKUSI.

NYAM..

NAMM.

Ayo Merefleksikan!

Peng mengajak Siti untuk membentuk tim kecil untuk menyelenggarakan diskusi rutin di serikat buruh, yang dimulai dari pemetaan singkat masalah buruh sawit, penentuan topik dan perencanaan forum diskusi. Tim kecil ini berdiskusi untuk menyusun format dan desain diskusi, yang dapat menjadi bahan refleksi sebagai berikut:

Refleksi 1: Tim yang kuat

Peng mengajak Siti untuk membentuk tim kecil untuk menyelenggarakan diskusi rutin di serikat buruh, yang dimulai dari pemetaan singkat masalah buruh sawit, penentuan topik dan perencanaan forum diskusi. Pertanyaan Refleksi: Kenapa Peng perlu membentuk tim kecil? Apakah Peng sudah berhasil membentuk tim kecil yang kuat? Apa syarat-syarat atau kriteria-kriteria sebuah tim bisa dianggap kuat? Apa saja kira-kira yang bisa melemahkan sebuah tim?

Refleksi 2: Pemfokusan Masalah

Tim kecil menyusun lingkup masalah dan menentukan fokus diskusi sebelum merancang proses diskusi. Pertanyaan Refleksi: kenapa tim kecil perlu menyusun fokus masalah? apa yang terjadi kalau proses diskusi tidak memiliki fokus pembahasan? Apa kira-kira yang perlu dilakukan kalau pembahasan diskusi melebar dan gagal fokus?

Refleksi 3: Diskusi yang Dinamis

Ciri-ciri diskusi yang dinamis adalah keterlibatan aktif peserta untuk berbagi pengalaman dan masalahnya. Tim kecil berusaha mencari cara supaya semua peserta diskusi bisa aktif menyuarakan pendapatnya. Pertanyaan Refleksi: Kenapa peserta perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpendapat? Apa kira-kira alasan peserta pasif berdiskusi? Apa yang kira-kira perlu dilakukan kalau ada peserta yang terlalu aktif menguasai forum seolah tidak memberi kesempatan berpendapat buat peserta lain?

Refleksi 4: Mengembangkan Diskusi Rutin

Tim kecil mencapai kesimpulan tentang kebutuhan menyelenggarakan diskusi rutin. Pertanyaan Refleksi: apakah diskusi rutin memang diperlukan? Mana yang lebih baik antara diskusi informal atau diskusi formal? Apa saja kira-kira tantangan dan hambatan untuk menyelenggarakan diskusi rutin? bagaimana cara mengelola diskusi rutin?

Diterbitkan oleh:

SAWIT WATCH

Sebagai bahan refleksi untuk penguatan kolektivitas yang demokratis, buku ini menggunakan pendekatan "hadap masalah” yang dikembangkan oleh Paulo Freire. Sistem pendidikan, ekonomi dan politik, pada umumnya memposisikan peserta, anggota, atau rakyat untuk pasif, patuh dan menerima nasib, sedangkan pendekatan "hadap masalah" menekankan pada praksis, yaitu proses "aksi refleksi" yang bergerak berkesinambungan: anggota serikat/komunitas terlibat penuh secara aktif dalam mengurai dan menganalisis masalah, menyusun rencana aksi, merefleksikan kembali, memperkaya wawasan, mengambil keputusan, dan seterusnya, untuk mengupayakan transformasi sosial ekologis yang adil dan demokratis, dari masalah harian hingga masalah ruang hidup.

Bekerjasama dengan: Didukung oleh:

Kajian Gender,品 Sekolah Kajian Stratejik Sajogyodan Global (SKSG) Institute Universitas Indonesia HEKS TPOLS Brot für alle.