JAKARTA KONTRAS
Kopassus)
22 DESEMBER 1998
REKONSTRUKSI KASUS PENCULIKAN
KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN
(Pengantar Untuk Menilai Persidangan 11 Anggota
1130198011
元 1 Pengantar kemanusaian dan pertangungan jawab, maka KONTRAS mengajukan semacam eksposisi. tanda tanya besar mengenai korban dan pertangung jawaban politik serta kemanusiaan di dalamnya. "menyelesaikan" soal keterlibatan Let.Jen. TNI. Prabowo, Mayjen. Muchdi dan Kolonel Chaerawan. perkara yang sebenarnya. Dan apakah dengan persidangan itu, soal yang sebenarnya bisa diselesaikan. menuntaskan kasus penculikan pasca DKP (Dewan KehormatanPerwia), yang dengan mekanisme tersendiri telahpenculikan terhadap sejumlah aktivis. Persidangan ini, bisa dipandang sebagai kelanjutan berbagai upaya pemerintah dalamTanggal 23 Desember besok, pemerintah akan mulai mengadili 10 anggota Kopassus yang dituduh melakukan tindakan Untuk mengajak publik secara bersama-sama mengapresiasi serta menilai dan mendefinisikan persidangan itu dalam perspektifmendefinisikan apa sebenarnya persidangan ini. Apakah persidangn itu secara substansial memang berkesesuain denganDengan melihat kapasitas siapa-siapa yang disidangkan, dan sikap pemerintah dalam merespon soal yang belum selesai -dipersoalkan. Singkatnya, dengan persidangan itu, kasus penculikan akan ditutup layarnya dengan memendam misteri dan misalnya soal ke mana 14 (?) orang yang masih hilang- maka jelaslah, publik perlu dengan segera dan secara tepat-yang melibatkan begitu banyak pihak dalaminstitusi-institusi resmi negara- bisa dianggap diselesaikan dan tak lagi perludan justifikasi atas hukum diletakan oleh pemerintah, sehingga dengan demikian segala hal ihwal yang menyangkut penculikanDalam kacamata politik resmi, persidangan ini bisa dianggap sebagai puncak soal penculikan. Di mana di dalamnya legitimasi MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
makin jelas hari-demi hari. menguak kasus ini, secara persis. Tabel I: Rekonstruksi Kasus Penculikan Menurut Media Massa.
BAB I Rekonstruksi Kasus Penculikan
Keseluruhan dinamik itu secara sederhana bisa tergambarkan dalam tabel sebagai berikut:
orang hilang dengan publik domestik yang didukung oleh publik internasional itu, mendesak negara sedemikian rupa hinggadialaminya, sehingga beban dalam tubuh negara agaknya memang semakin berat, sehingga mau tak mau pergumulan soaldemikian sebaliknya. Dan "untungnya", secara struktural Indonesia mulai memaski babak terberat dalam krisis yangyang diwvakili organisai—organisasi, keluarga korban maupun korban sendiri, melahirkan respon-respon dari negara, jugaKejelasan hari demi hari itu, bergerak seiring persilangan atau dinamika dalam relasi publik versus negara. Setiap respon publikitu, satu demi satu, seperti permainan menyusun gambar (puzzlle), gambar yang utuh satu demi satu tersusun, dan soal menjadiini juga dikuatkan dengan mulai munculnya, satu demi satu laporan mengenai penculikan setelah satu kasus itu dibuka. Setelahwilayah ketakutan dalam masyarakat. Menghentikan desas-desus, berarti menghentikan teror kepada diri sendiri. Kenyataanbahaya besar: desas-desus mengenai teror akan melahirkan atau merupakan teror itu sendiri, dan setiap teror berarti meluasnyadesas-desus. Pengalaman masa lampau, secara jelas membuktikan kenyataan bahwa desas-desus selamanya mengandungmengumumkannya kepada masyarakat luas. Tanpa dimulai dengan keberanian itu, kasus itu selamanya hanya akan menjadiKasus orang hilang, bergerak dari desas-desus menjadi masalah publik setelah solidaritas dan keprihatinan muncul terekspresi secara konkret dengan tumbuhnya keberanian sementara kalangan sipil, untuk melaporkan soal itu secara resmi danMONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
人
1 04 98 13 04 98 20 2 98 31 03 9830 03 9825 02 98 23 02 98 Tanggal
ADIL Merdeka Kompas Kompas Kompas Sinar Pagi Sumber
Angkatan Bersenjata
ADIL PBHI 3 Da'i Bactiar Mokodongan Andul Wahab
Ratna (SIAGA) HM Arief Makhya Subyek Kapuspen Abdul Wahab
Mokodongan (Kapuspen)
1998.
hilang. diculik,
Kuldiph SinghIsi Tidak benar ABRI Da'I bachtiar dan terlibat kasus orangdari rusun Klender.
Anaknya Andi Ariefhilangnya dua aktivis diketahui oleh Polisi Surati PANGAB soallaporan orang hilang.
Maret Aan, Mugiyantoaparat yang tidak jelas.(tanggal 26 Naret) oleh
dan Nezar sudah diculikSebelumnya, tanggal 14 Pus tanggal 10 februari Pisu seharusnya sudah
terhadap ABRI, bisa sajaJangan negatif thingking ia sudah melaporkan ke Hilangnya Desmon dan
Penangkapan Andi Arief bahwa Polri akan tangapiTangal 19 ia mengatakan karena sebelumnya (21-2)
melaporkan ke Resort Jak
Konteks
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
22 04 98 20 04 98 17 04 9816 04 9815 04 9814 04 98 MI ADIL Kompas Kompas Jawa Pos Republika 4 YLBHI YLBHI Andi Arief Komnas HAM Haryanto taslam YLBHI dan Muladi PBB hilang. sejak 29 Maret. Ia hari sejak 2 Maret, orang-orang yang hilang di Indnesia. tanggal 28. Dalam berkumpul kembali Muladi mengatakan mikirin ekonomi..hutan karena psing harus dicegah. PBB dengan keluarganya. komisi untuk orangYLBHI membentuk sedang jalan-jalan di Haryanto dikabarkan dikabarkan hilang itu dinyatakan hilang sejak Komnas akan mencek kisah penculkana. Polisi ulang soal orang hilang. Mengirim surat ke PBB Setelah hilang sekitar 40mengecam kasus otrang resolusi untuk Indonesia Mengirim surat ke badan mengaku mennahan AndiBersedia mengungkapkan untuk kasus orang hilang.
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
9 06 985 06 98 4 05 98 25 05 98 15 04 98 14 04 98 27 04 98
MI Merdeka Kompas Kompas S. Pemb Jayakarta Merdeka
Pius 5 Desmon Hendardi Waluyo jati
Polda Metro jaya Hartono (mendagri) Aan, Nezar, Mugyanto
YLBHI. ABRI Tidak Ungkap kasusUngkap kasus penculikannya. hingga 3 April. Pisu dnyatakan penculikanya dan ABRI hendaknya ini dijelaskan oleh karepe dewe kok" Edward Aritonan. ABRI berkewajiban TPF ABRI di kantor jaminan keamanan di mengetahui di mana meminta perlindungan bertanggungjawab atas annya sejak 4 Februari soal penculkan di depanMemberikan keterangan Pembentuikan TPF oleh Feisal Reza, Waluya jati sehat di Palembang. Halditemukan dalam keadan
melbatkan kalangan LSM orang hilang "wong ilang Mengungkapkanpenculikdan Herman Hendrawan. ceritanya Andi menhgaku
mencari orang hilang, tapi
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
小 3 07 98 1 07 98 18 06 98 25 06 98 28 06 98 26 06 9819 06 98
S Karya Kompas Kompas Kompas Kompas Pik Rakyat Suara Karya
Pangab 6 Puspom Kontras Korban TPF ABRI
KSAD dan Reza Presiden BJ. Habibie
prosedur. YLBHIl. orang hilang. penculikannya.
YLBHI korban penculikan Reza termasuk sejumlahkasus oranh hilang, harus pnya bukti" Ajak saksi korban
kasus orang hilang, penculikan mereka. Mengadu ke ICRC namun kesalahan ituoknum ABRI dalam Smentara di Kantor KSAD mengatakan
40 orang sehubungan Mengakui keterlibatan Keluarga korban gagal Menginstruksikan agar hanya bersifat kesalahn
anggota ABRI dan telah menceritakan perisitiwa curiga. Jika ada apa-apa
Puspom telah memeriksa bertemu F-ABRI di DPR. ABRI menuntaskan kasus
bahwa "kita jangan salingmerekonstruksi hal ihwal
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
12 07 98 4 07 98 4 09 98 10 07.98 08 07 98
MI Mi Jak Pos Kompas Kompas
7 Puspom Kontras Kontras PANGAB
Kontras dan Komnas
Polda. dimaksud. orang hilang.
terlebih dahulu. kepada Prabowo. Wiranto menolak Andi Arief segera lambat, seharusnya hilang oleh puspom
ABRI), korban yang siapa 40 orang yang sebelum 40 orang itu bertambah menjadi 43 mmberi perintah BKOmenjelaskan siapa yang
Sebelumnya ketua DKP
mana. Namun Puspon Untuk membantu kasus Penyidikan kasus orang penculikan, nama pamen dibebaskan dari tahanan Mengundang badan PBBmasih diculik dibebaskan
orang dari ABRi dan sipil. Ada Pamen terlibat kasus diproses (tidak semuanya
saksi untuk kasus ini telaholeh PANGAB. Selain itutersebut akan diumumkan tidak mengungkap siapa-
didentifikasi dari kesatuan
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
16 07 98 14 07 98 15 07 98
MI Kompas Kompas Kompas
Puspom kapuspen Syamsu Djalal Dewa putu Ray TPF ABRI melalui Kadispenad Brigjen I
ABRI. terlibat. Prabowo. Darusman. analisis BKO. perintah untuk syamsul Ma'arif TPF yang diketuai Kopassus ditahan. biasa oleh Marzuki menjelaskan bahwa
Apa yang dilakukan adalah pil pahit bagiKasus penculikan ini meminta keterangan Tujuh orang anggota Prabowo adalah hasil pimpinan ABRi tidak pernah mengeluarkan ada oknum Kopassus seijin panglima ABRI. melakukan penculikan. Prabowo, namun harus Mayjend Syamsu, dapat Dalam kasus penculikan
mengatakan bahwa tidak Tindakan ini disebut luar
Di tempat lain Kapuspen
ada pemeriksaan terhadap
MONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
21 07 98 17 07 98 17 07 98 MI MI Jayakarta
S. Karya
Republika Bisnis Indonesia KSAD Syamsu Pangab Syamsu-9 Kapolda Marzuki darusman
1998)
prosedur. Mengusulkan yang melanggar. kepatutan, yang kapuspen Syamsul Oknum Kopassus sudah ada dan akan Ma'arief mengatakan pimpinan Kopassus atasan dan kesalahn pembentukan DKM Dewan Kehormatan melampaui petunjuk bertindak di luar batas selasa malam. (setelahAndi Arief dibebaskan untuk kasus penculikan. tanggal 17 April setelah Penculikan atas perintah disekap (sejak 28 maret Penyelidikan mengarah Perwira (DKM) di ABRI ke pimpinan satuan elit.
bahwa DKM untuk kasus berfngsikalau ada perwira
diserahkan ke polisi pada
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
24 07 98 23 07 98
Kompas Merdeka Repiblika
Wiranto Danpuspom Danpsupom
di tahan. digodok) Media, Kasum penyekapan itu. (DI Suara Karya korban lain tidak Sementara kasum berbintang empat. dikutip menyatakan
diperiksa. Menurut Feisal Tanjung tidak tersangka). Di Suara orang hilang sedang Nasib 12 orang yang ditemukan di tempat dikemukankan bahwa
hilang masih diselidiki. akan dipimpin perwira bahwa tersangka kasusPembaharuan, Syamsu
akan dipimpin oleh Pati Koonel Khaerawan jadi disekap di Cijantung. 12Para aktivis yang diculik penculikan 11 orang kini
mnegatakan bahwa DKP mengatakan bahwa DKP
yang bintangya lebih tingi terlibat dalam penculikan.
satu tingkat dari Pati yang
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
- 08 98 3 08 98 31 07 98 30 07 98 29 08 98 27 09 98 MI MI MI MI Kompas Kompas Pangab Kontras 11 Habibie di Davao. KONTRAS Feisal tanjung Kapuspen ABRI memastikan bahwa Namun keterangan ini Hendrawan yang dicari dibantah oleh Konjen RI Kontras berada di Davao.seorang bernama Herman dsb. tidak akan Lampung. sistem tersendiri. Herman di Davao dterima PANGAB) adanya 14 mayat diMenelusuri laporan (KONTRAS hari itu Blamnbangan Umpu buknlah Herman yang kalau ada hal-hal yang"Operasi itu semua di karena ABRi memilikiSoal kasus penculikan bawah Pangab, namun khusus saya tidak tahu. menggunakankekerasan yang masih hilang, ABRiTidak diketahui 12 orang diserahkan kepada ABRI,
MONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
6 08 97 + 08 98 08 09 98 07 08 98
MI BI Merdeka Kompas Kompas Sinar Pagi
DKP DKP Pangab 12 Wiranto Gus Dur
Seorang petugas
Onrus. diculik. oleh DKP. orang hilang. Di persidangan dulu.Sebaiknya melaluiselesaikan maslah. chaerawan segera International yang Kopassus di Pulau Bowo, Muchdi dan tanggal 17 Mei, polisi DKP baik tapi belum diperikasa DKP yang memrgoki 40 anggota Kelanjutan penemuan dipimpin oleh KSAD.
menyerahkan 20 kasus sudah diperiksa duluan dampinmgi Clemnetino sebelumnya ChaerawanMuchdi mulai diperiksa
Periksa mako Cijantung.
Aramarl dan BN Marbun. Bertemu dengan Amnesty mayat di kepulaian seribu
MONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
26 08 98 25 08 98 15 08 98 13 08 98
NII MI MI Kompas
Republika
DKP DKP Wiranto 13
Prabowo Saiful Sulun
ABRI. Pangab. dan siap Prabowo. bahwa Prabowo maupun Pangab. diberhentikan drai bukan dari Pangti jabatan, sementara semua tergantung Prabowo mengaku Yusuf Hasyim dan nya. Perintah BKO hendak menghibur masukan dari DKP, menemui Prabowo ke Mahmil. Tapi itu Ahmad sumargono, dibebsatugaskan dari Setelah mendapatkan
jabatan struktural dari Pangab memustuskan agar Prabowo, Muchdi
Sanksi Unytuk prabowo Chaerawan dan Muchdi dan Chaerawan di bawa bersalah (analisis BKO)
akan merekomendasikan
DKP kemungkinan besar mempertangungjawabkan
MONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
4 09 98 08 09 98 31 08 98
MI
Jakarta Post Republika, MI
Pius
Hendardi Nayjen Syamsu Keluarga Orang Hilang
negeri. mahmilkan. masih hilang. Parbowo bisa terlalu ringan. Cijantung untuk kasus Prabowo. keprihatinan dan dur juga Prabowo.
menklarifikasi lokasi Mengadakan kemah Sahala radjagugkguk, mengingat statusnya,Muladi mengatakan Sementara menurut Tanjung jangan lepas Bermaksud menuntuttanggung jawab dalam
Amien, Mega dan Gusmengundang kehadiran Prabowo ke pengadilan. hasnan habib, Prabowo
Pisu dan Syamsu akan ke mengatakan bahwa Feisal seharusnya sudah bisa di
Polisi Wajib mencari yang disidangkan di pengadilan
MIONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
16 09 98 15 09 9814 09 98 1109 98 MI MI Merdeka Kompas Andi Muladi Pius Amin Rais 15 Kerry Brogan Desmon, Taslam dan Indonesia. Prabowo. penculikan. Puspom ABRI. sipil untuk pelakumenegakan HAMsungguh-sungguh penyekapannya. menyetujui bahwa di Puspom ABRI. Meno;lak panggilan Amnesty International Di tenda keprihatinan dibantu secara politk. harus meminta ijin dari pemerintah untuk dapat Habibie memahmilkanYLBHI Amin meminta Mendesak ABRI untuk kontras memang patut Sementara korban dan
melakukanpenyelidikan di danmelakukan peradilan
Kontras menemui Amin
menyatakan simpati sertadan Megawati. Keduanya Memberikan keterangan
keluarga korban bersama
MONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
besar: 17 08 98 1. Fase Pelaporan
SP
keprihatinan yang terbatas, beredar seputar aktivis. 2. Fase Investigasi Publik dan pembongkaran pelaku.
Adi Andojo Keluarga korban
Dalam konteks dinamik publik, usaha yang dilakukan menyangkut fase sebagai berikut:
Internasional. dengan PANGAB. semula ingin bertemu Mereka ke dephankamorang hilang. Kasus inisecara jujur soal kasus
orang yang masih hilang,menanyakan nasib ke 14 Rejim harus menjelaskan bisa dibawa ke pengadilan
ini, sejumlah kasus penculikan kemudian juga muncul. Dalam tahap ini kasus orang hilang masih berada dalam wilayah,hilangnya dua orang aktivis kepada aparat yang berwenang. Laporan ini menyudahi desas-desus kehilang mereka. Dari kasusDalam fase ini sejumlah organ di dalam tubuh masyarakat yakni kelompok-kelompok LSM, menlaporkan secara resmi bagimana denyut kasus penculikan ini. Di tinjau dari sudut aktor yang terlibat, secara umum kasus ini terdiri atas beberapa faseMelalui paparan peristiwa dalam tabel di atas kita dengan segera dapat menyusun semacam kronologis sederhana tentang
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
Mahasiswaatus Sastra UGM Faisol Reza (25) Nama/Usia/St 2. Fase Pelepasan 1. Fase Penculikan dalam 3. Fase penemuan kembali
penculikan Fase Penculikan
Soeharto. Ia juga ditanya tentangdituduh berencana menggulingkanpolitik, yakni aktivitas PRD yangditampar, dan diinterogasi persoalandiborgol, dipukuli, dinjak,injak,tangannyaDiculik tanggal 12/3/98 pkl. 14.30 di
RSCM, Jl. Diponegoro. Selama
Sementara dari sudut pelaku secara khusus terpeta fase sebagi berikut:
Fase Pelepasan Ini dikuatkan dengan fakta mengenai nasib mereka yang dihilangkan sebagai berikut:
surat pernyataan disertai ancaman.sudah dialami dengan membuattidak memberitahu apa saja yangsebelumnya diperingatkan untukkerata api Gambi. Setelahpukul 18.00 di depan stasiunDilepas pada tanggal 25/4/98,
sosial-politik. Dalam fase pencarian, tekanan kepada pemerintah terjadi secara intens dan keras.
ber-skala penculik
Setelah investegasi berhasil membongkar peran danpelaku penculikan, sejumlah aktivis kemudian dibebaskan.
Menurut Faisol Reza: Tentang Pelaku terorganisir, didukung dananasional,profesional, lingkup operasikualifikasi kerja mereka,keahlian khusus yang menjadimenunjukkanOperasi yang dilakukan para
Dari sini persoalan bergerak dari keprihatinan sejumlah aktivis menjadi keprihatinan publik. Dari soal personal menjadi soalmaka persoalan kemudioan ditangani dalam bentuk-bentuk investegasi yang lebih terkoordinir, terkonsolidir dan sistematis.Dengan makin besarnya jumlah laporan mengenai orang hilang, tuntutan publik untuk menuntaskan soal ini makin membesar,
MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
SMID UGM, AktivisAlumnus FilsafatNezar Patria (28) dengan kaki meja. serta soal politik PRD. Amien Rais dan Megawati. PRD/SMID oleh Sofyan Wanandi,sendiri. Ditanya soal pendanaanaktivitas mereka dan aktivitasnyajuga disuruh bercerita tentangHendrawan, Pius dan Desmon. IaJato, Faisol Reza, Herman dan juga ditanyakan tentang Waluyojuga ditanya keberadaan Andi Arief,disterum, ditendang dan dipukulipenyekapan diinterogasi, disiksa,di rumah susun Klender. SelamaDiculik tanggal 13/3/1998 pkl. 19.00 Juga kualifikasi gerakan Gus Dur,Sofyan Wanandidan JB Sumarlin.tahu soal keterlibatan LB Moerdani,penculik selalu berusaha mencarisudah 10 bulan ditahan. ParaMenurut Soni dan Yani mereka14/3/1998, Pius, Desmon dan Jati. Avri dan Sony yang "dilepas" tanggalSelama di sel bertemu dengan Yanidicabuti bulu kakinya, kakinya diinjakinterogasi disetrum, disundut rokok,keberadaan Andi Arief. Selama Proese18 bulan. Hingga 5/6/1998pelepasan dan diisolasi selama sekitar 3tindak pidana subversi. Ditahandengan dugaan telah melakukanmenandatangani surat penahananJaya dan diperiksa lagi. DisuruhBAP), dibawa ke Polda Metrosebelumnya diperiksa dan di-kijang (setelah di tempat “X" 15/3/1998, dibawa dengan mobilmulai oleh perwvira Menurut Nezar: militer, karenalokasi adalah• Sela disekap orang-orangsedang baris berbaris orang berbadan tegap takproses penangkapan BAP)ABRI. Mereka menanyakandari PuspomPolda pernah dipanggil• Selama dalam tahanan mendengar derap langkah Pendulik sebanyak 6sepatu lars militer yangseringkawasanciri-ciri tujuan target politik tertentu. yang besar, serta mempunyai MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
A.
(24) Rahardjo MahasiswaMugiyanto Aktivis SMID Mahasiswa danRusdianto orang. Diculik tanggal 12 Maret (sama Suatu kali interogasi dilakukan oleh 7soal Andi Arief dan Bimo Petrus.struktur organisasi PRD, terutamasaat diinterogasi. Ditanya soal"X" disiksa, dipukul, disterum padaKodim Jakarta Timur. Di tempatbersama 4 orang PM dibawa kebak terbuka Polisi Militer (PM) sama dan bersamaan dengan Nezar ke Koramil. Kemudian dengan mobildi rumah susun Klender, lalu dibawaDiculik tanggal 13/3/1998 pkl. 20.00 Diculik tanggal 13/3/1998. Kejadian 19 melakukan Mugi di Polda Patung Marinir. yang pintunya tindak Polda. Pkl. 14.00 dibebaskanpenangguhan penahanan Dilepaskan tanggal 25 April,daridisuruh menandatangani suratterhadap mereka. Tanggal 5 juniPuspom ABRI sebagai saksi atasbersama Nezar dan Aan diperiksa sebelumnya ia diperintahkan oleh kasus penculikan yang terjadiselama 3 bulan. Tanggal 17/5subversi. Ditahan di sel isolasipidana21.00, dari pemeriksaan didugapkl. 16.00, diperiksa sampai pukul15/3/1998 ke Polda Metro Jaya
- Bertemu dengan Nzar danbertuliskanMugi, lalu dibawa ke tempat
- Dipisah dengan Nezar dan
cukup cirinya Lokasi Menurut Aan: jelas,dengan Nezar sama meneriakkan yel-yel dikenal tersebut. Menurut Mugiyanto: dari 2 orang, tegap dan besar.Penculiknya berjumlah lebih militer yang dilakukan sambilpernah mendengar orang senam gayamendengar suara azan yangyaknipenyekapan ciri-badan tegap, dan besar.lebih dari 2 orang ciri-cirinya: Penculik yang berjumlah terbang. Selebihnya samaterdengar suara pesawatlantang dan tegas. Kadangdiringi nyanyian yanglangkah sepatu serentakberlari-lari dalam deraporang di luar ruanganpenyekapan sekelompokPagi dan sore selama MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
Pius Taslam Haryanto UGM Mahesa Desmond Andi Arif Lustrilanang Mahasiswa
J.Waluyo Jati (28)
2 marettertentu. aktivitas Kepala Gading. dengan Faisol Reza) politiknya sel dengan tangan terborgol. seorang sopir, aktivis Tangal 17 April di bawa ke Polri ia diinterogasi sama dengan Reza
keterkaitannya dengan tokoh-tokohsertasiksaan, diinterogasi terutama soal4 Feruari, selama diculik mengalami
bom dan hendak meledakan bom diPerjuangan yang dituduh merakitPDIdi sel ia bertemu dengan Yani Afridiinterogasi soal kegiatan politiknyasekitar pukul 14.30 di depan GMKI jalanm Proklamasi. Selama diculikDiculik pada tanggal 3 februariDi siksa selama sepuluh hari dalamToko di Lampung di bawa ke Jakrta. Tanggal 28 Maret pkul 11 di culik diselalu menguntit. Dalam penculikansejak 11 Maret, dengan adanya gerak-
gerik dari orang tak dikenal yangIndikasi akan diculik sudah dirasakan
3 April 20 belakang Cengkareng tahanan Polda diperintahkan Dilepaskan 2 APRIL diskotik dengan diantar ke airportTanggal 3 April dilepaskan Tangal 24 April dilepaskan darimenghentikan aktivitas politiknya. dan penculiknya untuk mengatakan untukbahwa ia diculik oleh mafia di yel. pesawat. Desmond tinggi, besar. berseragam Polisi Militer. Sama dengan yang menculikpistol jenis FN, berpostuerorang yang menodongkanPenculiknya sendiri dua berseragam militer, di wilayah yang sering terdengar derusana ia melihat orangDi tahan di sel, selama di Di culik oleh sekitar 8 orang, diantaranya ada dua orang senam a la tentara serta yel-suara ajan, dan ritme suara Selama disekap mendengar MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
avariatif:
Fase Menolak
Fase solusi politik 2. Fase Mendengar
Fase solusi hukum.
- Fase Pencarian data Namun sikap mereka masih sangat hati-hati.
Bagan Relasi Negara-Publik dalam Kasus Peneulikan yang menyidangkan Prabowo, Muchdi dan Chaerawan. 10 orang anggota Kopassus disidangkan dalam pengadilan militer. 21
Dalam keseluruhan proses itu kita melihat dinamika puncak sebagi berikut: Di sini mereka membentuk TPF, terutama setalah Pius, Desmon dan Taslam dibebaskan. cucui tangan. Hal ini bisa dilihat dari sikap mantan Mendagri Hartono dan Mantan Kapuspen Abdul Wahab Mokodongan.
Prabowo dipensiunkan secara terhormat, Muchdi dan Chaerawan di bebastugaskan dari jabatan apapun dalam struktur ABRI, Setelah data diperoleh dan tekanan publik makin mengarah kepada keterlibatan elit Kopassus, pemerintah membentuk DKP mitos tentang negara yang super dan legenda tentang betapa agungnya kultur militer di Indonesia perlahan-perlahan terbuka.
Dengan tuntutan dari masyarakat yang kian luas, mau tak mau unsur-unsur dalam negara mendengar soal penculikan ini. Dalam fase ini sejumlah unsur resmi dalam negara mengajukan argumentasi dan sikap yang sangat dingin, bahkan cenderungSementara itu, dari sudut institusi negara, secara umum terlihat beberapa proses yang variatif dari unsur-unsur yang jugkubu publik. Dari sini, para korban yang dilepas secara terbuka mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dengan demikian Dengan sebaran data ini terlihat bahwa pelepasan dilakukan setelah masa-masa investegasi dan tekanan yang cukup kuat dari MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
SOLUSI AKHIR semakin meluas serta korban yang lain 22 Mengumkan secara terbuka Dinamika Publik terutama kepada militer makin kuat unsur tertentu dalam Angkatan darat Melaporkan Secara Resmi Kepada aparat Teridentifikasinya pelaku penculikan sebagaiKembalinya Taslam, Pius dan Desmond, Tekanan untuk membongkar kasus iniLaporan Publik mengenai kasus penculikan sinis. Prabowo MenolakMenolak terhormat disidangkan 11Orang aparat militer, Dibentuk DKP Dipensiunkan Respon Negara orang termasuk sipil diperiksa. angota kopassusseluruh tanggung jawab dalam militerChaerawan dibebastugaskan dariDanjen Kopassus dan Kolonelsecara ABRI membentuk TPF, sekitar 43Mokodongan menolak dan bersikapUnsur militer seperti Hartono danotonom negara dan respon dari Muncul respon dari lembaga semi MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS
bagian di atas memperjelas situasi ini. dan kepercayaan masyarakat yang menurun.
dijatuhkan ke atas pundak Let.Jen Prabowo Subianto. 23
AnalisaBab III
pemerintahan yang ada secara terbuka, masiv dan kontinyu yakui melalui gerakan mahasiswa. masing-masing. Yang jelas dalam atmosfer itu, sebagain besar berada dalam kubu yang non status quo. tengah akan menghadapi mas krusial mengenai keabsahan dan kelanjutan kekuasaan, yakni didang umum. membandingkan dan memberikan penilaian. Mengenai bobot itu kita bisa mengungkap hal-hal sebagai berikut:
ditutp dan diafirmasi dengan faka bahwa seiring dengan mundurnya Suharto, maka kesalahan dalam penculikan secara resmitengah memasuki wilayah yang paling hangat untuk meminta perubahan dalam kekuasaan. Kenyataan ini secara aklamasiyang berkuasa tengah berada dalam situasi yang paling sensitif untuk mempertahankan kekuasaanya, sementara masyarakatDengan demikian secara sederhana bisa disimpulkan bahwa kasus penculikan itu sendiri terjadi di dalam kondisi di mana rezimtubuh negara sendiri maupun antara unsur-unsur masyarakat dengan unsur dalam negara, respon negara yang tergambar dalam Kelima, dalam kondisi demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa tengah terjadi konflik yang cukup manifes baik dalamKeempat, dalam situasi krisis yang multidimensional itu, telah tumbuh juga gerakan masyarakat untuk menentangKetiga, secara struktural rezim itu sendiri tengah menghadapi krisi yang multidimensi setelah ekonomi yang amkin terpuruk Kedua, rangkaian penculikan yang menonjol secara politis berada dalam wilayah waktu di mana rezim politik yang berkuasaaktvis pemuda dengan derajad keterlibatan dan intensitasnya masing-masing terhjadap gerakan politik yang digeluti olehPertama, sebagian besar dari mereka yang diculik adalah subyek-subyek yang berada dalam atmosfer politik tertentu: yakni menilainya kita perlu melihat dulu bobot atau makna sosi-politik dalam tragdei penculikan, baru kemudian kita bisaDengan merekonstruksi kembali seluruh kejadian penculikan itu, maka kita melihat bahwa ujung dari semua ini seolah sudah dituntaskan dengan "memecat" Prabowo, dan menyidangkan 11 orang anggota Kopassus lainnya. Apakah ini adil ? Untuk MONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
tapi tidak mampu menjelaskan di mana ke empat belas orang yang masih hilang.
masyarakat, mengingat yang harus bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung tidak hanya mereka.
terhadap Prabowo, Muchdi serta Chaerawan, sebenarnya tidak cukup layak untuk memenuhi unsur-unsur keadailan dalammoral politik, seluruh pejabat lainnya tidak lebih baik dan lebih bersih dari Prabowo. Artinya, kalau hanya peradilan dan sangsidiletakan di atas pundak Prabowo semata melainkan juga kepada seluruh pendukung Suharto pada waktu itu. Artinya secaramempertahankan status quo, maka tidak dapat tidak secara politik pertanggungan jawab kasus itu tidak dapat secara parsialDari sini kita kembali dapat mengajukan pertanyaan: pertama, kalau penculikan itu berhubungan dengan upaya mendorong dibawanya Prabowo sebagai pelaku utama penculikan. Hanya sayangnya, reformasi itu hanya menyeret PrabowoDengan demikian diakui atau tidak, haru diperhitungkan fakta yakni bahwa situasi reformasi atau jatuhnya Suhatrto turut sertaMONITORING DAN KAJLAN KONTRAS
penculikan ini. oleh penculik hidup atau pun mati. 25 Bab IV Kesimpulan dan Seruan
Secara hukum, Pangti dan Pangab harus bertangung jawab atas terjadinya kasus penculikan.
Dengan kesimpulan-kesimpulan ini maka KONTRAS menuntut kepada pemerintah sebagai berikut : rakyat Indonesia atas keterlibatan mereka sebagai pendukung status quo selama Suharto berkuasa. Kopassus semata, melainkan termasuk seluruh pendukung status quo semasa akhir jabatan Suharto. Kepolisian. Dengan demikian kepada mereka pun secara hukum patut dikenakan proses yang semestinya. Berdasarkan analisis di atas maka, mengenai kasus penculikan ini KONTRAS menyimpulkan sebagai berikut:Meminta pemerintah untuk secara lengkap dan utuh mengumumkan hasil temuan-temuan DKP kepada publik.1. Sebagai warisan pemerintahan Suharto, Presiden dan Panglima ABRI harus meminta maaf kepada seluruh
membuktikan itu semua adalah dengan menegakan hukum dan mengembalikan mereka yang masih disimpankontras terhadap sikap dan watak pendahulunya, salah satu urusan besar yang perlu dilakukan dalam rangkaberbeda dengan rezim Suharto. Dengan demikian secara moral dan politik rezim ini berkewajiban untuk bersikapKeempat, pasca jatuhnya Suharto, secara aklamasi rezim yang baru mendefiniskan sebagai rezim refromasi yang penculikan meliputi berbagai institusi dalam militer seperti unsur BIA, unsur Kodam Jaya, dan unsur dalamKetiga, secara hukum, telah terbukti dari kesaksian sebagian besar saksi, bahwa uns*ur-unsur yang terlibat dalamtingi- harus dilihat sebagai bagian dari hubungan hirarki kekuasaan, dengan demikian -minimal secara politk- seluruh pejabat militer yang langsung berada di atas Prabowo harus ikut bertanggung jawab terhadap kasusKedua, secara kenegaraan, tidak dapat tidak, sebagimana prinsip-prinsip dalam hirarkhi kekuasan yang berlaku di Indonesia, pertanggungan jawab hukum resmi dari setiap bawahan dalam militer -apalagi untuk militer tingkatjawab persoalan ini tidak dapat diletakkan dalam punggung Prabowo, Chaerawn dan Muchdi serta 11 anggotaPertama, penculikan terhadap aktivis harus dilihat sebagai bagian dari upaya status quo untuk mempertahankan kekuasaanya. Dengan demikian secara etik politik di hadapan nilai ke-Tuhanan dan kemanusiaan, penanggung MONITORING DAN KAJIAN KONTRAS