1997
A 4784
katakan sudah menerima... buruh Indonesia boleh di
susun diluar negerl. Kasta susun menerima.....
sudahlah terlebih dulu ter-sudahlah terlebih dulu ter-10 10 baris besar besar para tani itu bukan mulut13 baris para tani itu. Bukan mulut 9
menjempurnakan inisiatif. merupakan inisiatf....
8 18 baris perlu menjampur perlu... azas² Marxisme-Leninisme 8 azas2 Marxisme-Leninisme16 baris me. me berazas Marxisme-Leninis-berazas Marxisme-Lininis-19 baris1
bulkan.... bulkan .....
kasta buruh muda menim 5 kasta buruh mudah menim-24 baris
buruh, sudahlah past.. pentingan dan kebutuban
tidak memperdjoangkan. ke-lah pasti.....
partai kasta buruh, sudah- partal kasta buruh, tetapl 5 4 baris
atas bawah mestinja tertjetak darl dari
161 409 547
lu kesalahan2 tjetak sebelum membatja risalah ini)
0216 4109
(Dari pada mengganggu harap diperbaiki lebih du-
BIBI
RALAT 1997 A4784
l-
dari dari tertjetak mestinja bawah kata atas
10 karena sudah tersedia ... karena diluar negeri. Kas- 12 baris ta buruh Indonesia boleh dikatakan sudah tersedia..
18 baris harus ada. Vaksentral jan 12 harus ada Vaksentral jang
12 baristenaga² potensi² 12 tenaga² potensi ...
2 baris 14 tani mlarat buruh tanah.. tani mlarat, buruh tanah.
14 18 baris Didjaman Hindia Blanda-Didjaman Hindia-Djepan Djepang …. Semua lapisan buruh tani Semua lapisan buruh dan 14 17 baris tani
luka....
14 15 baris17 Agustus 194517 Agustus 19451
14 lengkap peralatannja.
12 baris lengkap peralatannja Bor-
Bordjuis baik djuis baik 14 meneruskan gerilja. meneruskan gerilja K.M.B. 9 baris modal pendjadjah... K.M.B., modal pendjadjal
PENGANTAR KALAM Atas permintaan kawan2, sekedar untuk menambah bahan2 per- timbangan penggugah kesadaran kasta buruh, dihimpunlah prae-advies serta beberapa pemandangan saja dalam Kongres Kesatuan Buruh Gula (S.B.G.), Malang 14/17 Djuli 1951. Prae-advies tersebut berkepala Djalan kearah konsolidasi organisasi kasta buruh Indonesia". Disamping prae-advies tersebut ditengah-tengah per- debatan Kongres mengenai masaalah2 lain ada kesempatan untuk memadjukan pemandangan2 jang fundamentil (pokok) jang patut mendjadi bahan tukar fikiran antara kawan dan kawan. Pemandangan2 lain dapatlah dikutip dari notulen Kongres dan masing2 diberi kepala sebagaimana tertera dalam kitab ketjil ini. Dalam Kongres tsb. saja berhadapan dengan para pemimpin dan kader buruh gula jang sudah barang tentu djauh lebih madju dari pada massa buruh gula jang diwakilinja. Demi penerbitan kalam laporan Kongres Kesatuan Buruh Gula ini, maka sebenarnja amat dibutuhkan bahan pendahuluan jang sedikit banjak dapat dipergu- nakan sebagai bahan untuk mempermudahkan soal bagi massa buruh jang memang ada hadjat untuk madju. Harapan kita tiada lain dapatlah agaknja Menara Buruh ini ber- laku sebagai menara pemantjar sinar jang sedikit banjak memper-
sembahkan pegangan diatas arus tjita-tjita dengan gelombang tu- djuan hilangnja nista papa. Tetap untuk kemerdekaan BURUH DAN RAKJAT PEKERDJA!1 Dari seorang kawan,
IBNU PARNA.
al9igt
3 njak menimbulkan pengangguran itu dalam prakteknja berhadapan
Memusuhi kemadjuan mesin2 dengan merusak mesin2 jang ba-
pengangguran. modal dengan perbaikan alat2 produksi jang mudah menimbulkanTuntutan djam bekerdja sependek-pendeknja disambut oleh
han sehari-hari.Kenaikan upah selalu disusul dengan. kenaikan harga kebutu-
dapat disimpulkan seperti dibawah ini : kat Buruh itu kasta buruh lambat laun beroleh pengalaman jang rekat Buruh. Dalam ichtiar perbaikan nasib dengan susunan Sare- sendjata jang bernama organisasi. Organisasi ini diberi nama Sa-Dalam perdjuangan perbaikan nasib diatas kasta buruh beroleh Sendjata dan pengalaman kasta buruh. ngangguran itu.Memusuhi kemadjuan mesin jang banjak menimbulkan pe-
Menuntut djam bekerdja sependek-pendeknja.
I. Menuntut pembajaran upah setinggi-tingginja.
kapitalis itu dengan djalan : memperbaiki nasibnja dengan mengurangi nilai lebih dari tangan Sebaliknja kasta buruh jang menanggung kemlaratan, mentjobaMemperbaiki alat2 produksi.
- Memperpandjang waktu bekerdja.
I. Membajar buruh serendah-rendahnja.
lebih sebanjak-banjaknja dari pada tenaga buruh dengan djalan: kemodalan sebagai prahu dan benteng, kaum modal memerás nílai tung raksasa jang bernama negara, serta mempergunakan badan2 Dengan mempermainkan kebodohan buruh, bersendjatakan pen- nja tiada lain dari pada perebutan mengenai nilai lebih. kok antara modal dan buruh. Adapun pertentangan tsb. pada dasar Disegala lapangan dalam abad XX ini berlaku pertentangan po-Pertentangan pokok. KASTA BURUH INDONESIA. DJALAN KEARAH KONSOLIDASI ORGANISASI TANGGAL 14/18 - DJULI - 1951. AN SAREKAT BURUH GULA (S.B.G.) DI MALANG PRAE-ADVIES IBNU PARNA DALAM KONGRES KESATU-IBNU PARNA oleh :
Menara Buruh"
dengan kekerasan negara (polisi. tentara dll.) jang dalam praktek- nja tak mungkin dihadapi oleh gerombolan buruh masing2. mala- han tidaklah dapat dihadapi oleh kekuatan kasta buruh sendiri. Pengalaman dalam gerak-gerik perbaikan nasib itu mengadjar- kan kepada kasta buruh, bahwa sesungguhnja tidaklah tjukup bagi buruh sekedar menuntut perbaikan nasib. Disamping ichtiar perbaikan nasib kasta buruh perlu bergerak madju kearah perobahan nasib. Perdjuangan perobahan nasib ini achirnja melahirkan sen- djata baru disamping Sarckat Buruh ialah Partai kasta buruh. Sarekat Buruh dan partai kasta buruh. Untuk berolch pedoman sekedar kearah konsolidasi organisasi kasta huruh Indonesia perlulah ada kepastian diantara kita:
Tentang kedudukan perdjuangan perbaikan nasib dalam ichtiar
perobahan nasib.Tentang persamaan, perbedaan dan sangkut paut Sarekat Bu-
ruh dan partai kasta buruh. Dengan bahan kepastian tsh. dapatlah disusun rentjana2 praktis kearah konsolidasi kasta buruh Indoncsia. Perbaikan nasib dan perobahan nasib. Perdjuangar perbaikan nasib terbatas kepada perbaikan nasib buruh dalam lingkaran masjarakat kapitalis. Sebaik-baiknja nasib buruh dalam masjarakat kapitalis, kasta buruh tidak berkuasa atas hatsil pekerdjaannja dan kasta buruh tidaklah pula kuasa atas nilai lebih jang diperas dari tenaganja itu. Sebaik-baiknja nasib buruh dalam masjarakat kapitalis. kasta buruh tetap tiada dapat hidup tenteram. karena tetap terantjam kenaikan harga kebutuhan sehari-hari jang tiadalah seimbang dengan kenaikan upah, tetap terantjam bahaja pengangguran, bahaja perang dll. Sebaliknja perobahan nasib tidaklah didapat dalam masjarakat kapitalis Perobahan nasih hanja dapat diperoleh diatas kuburan masjarakat kapitalis. Untuk dapat merobohkan masjarakat kapitalis amatlah dibutuhkan kesadaran massa buruh. Itulah sebabnja tiap kepintjangan dalam masjnrakat kapitalis jang banjak menimpa nasib buruh itu perlu dipergunakan sebagai latihan guna menambah kesadaran buruh. sebagai saluran untuk memperkaja pengalaman buruh. Demikianlah perdjuangan perbaikan nasib tidaklah boleh dipandang sebagai soal jang tersendiri. melainkan harus dipandang dan dilaki- kan sebagai bagian dari pada perdjoangan perobahan nasib. Persamaan antara Sarckat Buruh dan Partai kasta buruh.
I. Baik Sarekat Buruh maupun Partai kasta buruh kedua-duanja
adalah alat perdjuangan kasta burub, artinja kedua-duanja adalah alat untuk mentjapai tudjuan buruh. Demikianlah Sarekat Buruh dan Partai kasta buruh tétap ada dan tetap perlu dipertahankan sela- 4
manja masih dibutuhkan oleh kasta buruh. Djelasnja Partai kasta buruh dan Sarekat buruh pasang surut sepadan dng. perkembangan kasta buruh. Begitulah badan jg. menamakan diri sebagai Sarekat buruh atau partai kasta buruh, sudahlah pasti dan tentu akan menda- patkan hukuman jang setimpalnja dari amarah kekuatan kasta buruh. Badan2 sematjam itu jang patut disinjalir oleh kasta buruh, karena badan2 tsb. bersembojan buruh tiada lain hanja untuk memukul kasta buruh. Sarekat buruh dan Pártai kasta buruh jang bunglon itulah jang perlu dilenjapkan dari muka bumi ini. II. Sebaliknja tidak tjukup kita memandang Sarekat Buruh dan Partai kasta buruh sebagai alat perdjuangan kasta buruh. Baik Sarekat Buruh maupun Partai kasta buruh kedua-duanja adalah tempat perdjuangan kasta buruh, artinja kedua2nja adalah tempat bagi buruh untuk berdjoang guna mentjapai tudjuan kasta buruh. Djelasnja dlm. Sarekat Buruh dan Partai kasta buruh bukanlah pengurus semata2 jg perlu membanting tulang. Pekerdjaan dlm. Sarckat buruh dan Partai kasta buruh sepenuhnja mendjadi tanggungan penuh dari pada segenap anggauta2nja. Baik dlm Sarckat buruh maupun dlm Partai kasta buruh,pengurus dan bukan pengurus se-mata2 ialah pembagian pekerdjaan, bukan pemborongan pckerdjaan. Kebiasan memandang Sarekat buruh dan Partai kasta buruh se-mata2 sebagai alat perdjoangan kasta buruh dg. menolak pendapat bahwa Sarekat buruh dan Partai kasta buruh disamping mendjadi alat djuga mendjadi tempat perdjoangan kasta buruh muda menimbulkan penjakit sentralisme jg tiada sehat seperti:
- Main terserah kepada pengurus.
- Main borong semua pekerdjaan. Sentralisme jang tiada schat ini perlu dibrantas karena kita sama
sama mengerti, bahwa dasar organisasi kita memang tiada lain dari pada demokrasi sentralisme. pemusatan jang demokratis dan demokrasi jang berpusat. III. Sebagai alat dan tempat perdjuangan kasta buruh Sarekat buruh dan Partai kasta buruh menudju masjarakat baru. Artinja keduanja tiada tjondong kepada masjarakat kapitalisme dan kedua-duanja bekerdja menggalang persiapan menjongsong lahirnja masjarakat baru. Demikianlah Sarekat buruh dan Partai kasta buruh jang mengharapkan perobahan nasib dalam lingkaran masjarakat kapitalis ini sesungguhnja adalah alat kapitalis untuk menipu dan menimbulkan salah ukur dikalangan kasta buruh. Perbedaan antara Sarekat buruh dan Partai kasta buruh. Mengetahui persamaan2 jang didapat antara Sarekat buruh dan Partai kasta buruh bukanlah patut didjadikan alasan untuk mem- persamakan Sarekat buruh dan Partai kasta buruh atau memper- samakan Partai kasta buruh dengan Sarekat buruh. Mempersama- 5
7 rakat kapitalis jang amat pintjang itu. Partai kasta buruh mendjadi chususnja tiadalah mungkin bagi buruh untuk merobohkan masja- longan rakjat tertindas umumnja, para tani melarat dan buruh tani melarat dan buruh tani chususnja. Dengan tiada bantuan semua go- sama dengan semua golongan rakjat tertindas umumnja, para petani kemenangan jang terachir kasta buruh harus ada keberanian kerdja antara Sarekat Buruh dan Partai kasta buruh. Untuk mendapatkan buruh dan tani. Disini tampak pembagian pekerdjaan jang lebih luas tai kasta buruh sebaliknja meliputi persekutuan revolusioner antara II. Sarekat buruh terbatas kepada pemusatan kasta buruh. Par- massa buruh dapatlah diterima dalam Partai kasta buruh. berat dari pada dalam Sarekat buruh. Ringkasnja hanja pimpinan tuan sjarat2 keanggautaan dalam Partai kasta buruh djauh lebih tidak semua buruh dapat diterima dalam Partai kasta buruh. Keten-Begitulah Sarekat Buruh menghimpun massa buruh. Sebaliknja masuki Sarekat Buruh. Tiap buruh dalam lingkaran pekerdjaan jang tertentu dapat me- mengumpulkan pimpinan massa buruh.
I. Sarekat buruh mengumpulkan massa buruh. Partai kasta buruh
rekat Buruh dan Partai kasta buruh. ngan ini dapatlah kiranja dimengerti djuga sangkut paut antara Sa- antara perdjuangan nasib dan perdjoangan perobahan nasib. De-Buruh dan Partai kasta buruh. Sudahlah diketahui sangkut pautnja Sudahlah diketahui persamaan dan perbedaan antara Sarekat Sangkut paut antara Sarekat buruh dan Partai kasta buruh nudju masjarakat baru) berazas Marxisme-Lininisme. berazas sosialisme. Sebaliknja Partai kasta buruh (jang djuga me- kat buruh (jang menudju masjarakat baru) sebenarnja tjukuplah djauh lebih longgar dari pada azas Partai kasta buruh. Maka Sare-Demikian dapatlah dimengerti bila azas Sarekat Buruh ada
- Tjara jang tertentu untuk melaksanakan program.
tjara berfikir jang tertentu.
I. Kritik terhadap masjarakat sekarang dengan mempergunakan
adanja: pro atau anti masjarakat baru. Partai kasta buruh berkepentingan baliknja Partai kasta buruh tidaklah tjukup puas dengan kesimpulan sebagai tingkatan jang mutlak untuk menudju masjarakat baru. Se- pul dan bergerak menolak dasar2 dari pada masjarakat sekarang Bagi Sarekat buruh soalnja hanja asal massa buruh mau berkum- berfikir. sedangkan Partai kasta buruh mengutamakan kepada kesatuan tjara III. Sarekat buruh mengutamakan kepada kesimpulan jang sama,
- Dan lain-lain banjak lagi.
Pensitaan modal pendjadjah.
6 terbanjak.Pembubaran parlemen jang tidak mewakili golongan rakjat
Pembentukan Pemerintah rakjat. mengenai soal2 jang besar seperti :
Partai kasta buruh adalah tempat untuk mengadukan nasib buruhdan lain2 banjak lagi.
- soal pensiun.
- kerewelan mengenai perawatan selagi sakit.
- rame2 mengenai pemetjatan kawan sekerdja. ngadukan nasibnja mengenai soal2 harian seperti:
Djelasnja Sarekat buruh adalah tempat massa buruh untuk me- pat bagi perdjuangan kasta buruh. kasta buruh, sedangkan Partai kasta buruh adalah tempat jang ra-II. Sarekat buruh adalah tempat jang longgar bagi perdjuangan adalah sama halnja dengan djendral zonder pradjurit. Sarekat buruh. Partai kasta buruh dengan tiada Sarekat2 buruh tidak boleh diartikan sebagai alasan untuk meniadakan peranan Kesempurnaan dari pada Partai kasta buruh bukanlah berarti dan gerak dalam suasana legal. sifatnja tidaklah dapat bergerak setjara illegal, Sarekat buruh ber- mengambil keputusan jang tepat dan Sarekat buruh sesuai dengan dengan Sarekat buruh. Sarekat buruh tidaklah dapat dengan' segera buruh tidaklah menghentikan kegiatannja. Tidaklah demikian halnja bil dari pada Sarekat buruh. Baik legal maupun illegal Partai kasta jang djauh meningkat pula. Partai kasta buruh lebih gesit dan mo- dalam perdjuangan jang sudah djauh meningkat untuk perdjuangan
Hal ini dapat dimengerti karena Partai kasta buruh dilahirkan
sempurna dari pada perdjuangan kasta buruh. ngan kasta buruh, sedangkan Partai kasta buruh adalah alat jang
- Sarekat buruh adalah alat jang sederhana dari pada perdjua-
kasta buruh.
Perlu diperhatikan perbedaan antara Sarekat buruh dan Partai
melemahkan kekuatan kasta buruh. rekat buruh dan Partai kasta buruh jang sudah barang tentu akan buruh dalam prakteknja akan melahirkan pertumbukkan antara Sa- persamaan jang kita djumpai antara Sarekat buruh dan Partai kasta
perbedaan antara Sarekat buruh dan Partai kasta buruh disamping
daan antara Partai kasta buruh dan Sarekat buruh. Menolak adanja
kat buruh dan Partai kasta buruh perlu pula ditarik garis perbe-Disamping memperhatikan dan mentjari persamaan antara Sare-Partai kasta buruh.
kasta buruh dengan Sarekat buruh dalam prakteknja mempertjair
persulit himpunan massa buruh. Sebaliknja mempersamakan Partai kan Sarekat buruh dan Partai kasta buruh dalam prakteknja mem-
alat dan tempat kasta buruh untuk mendatangkan bantuan dari pada golongan tertindas lain, terutama tani melarat dan buruh tani. Lebih dari pada itu partai kasta buruh menempatkan kasta buruh dalam pimpinan persekutuan revolusioner buruh dan tani. Malahan Partai kasta buruh menempatkan kasta buruh dalam pimpinan persekutuan nasional anti modal pendjadjah. III. Sarekat Buruh adalah sebuah tjabang dalam susunan massa aksi. Partai kasta buruh adalah pimpinan dari pelbagai tjabang susunan massa aksi. Singkatnja Partai kasta buruh adalah pimpinan dalam susunan massa aksi jang teratur. SUATU KETIKA massa mengerumuni orang2 berpengaruh. Orang2 berpengaruh ini memimpin Sarekat buruh, Sarekat Tani. Pasukan2 bersendjata, persa- tuan wanita, rukun2 kampung d.1.l. Partai kasta buruh mengichtiar- kan adanja kesatuan ideologie dan tjara berfikir antara orang2 berpengaruh itu. Partai kasta buruh jang merupakan himpunan orang2 berpengaruh jang terikat kepada azas2 Marxisme-Leninisme menjam- pur perlu membuktikan ketjakapannja untuk mengkoordineer dan merupakan inisiatif orang2 berpengaruh jang dikerumuni oleh massa itu. Demikianlah Partai kasta buruh memegang peranan sebagai pe- lopor dalam susunan massa aksi. Persekutuan nasional anti modal pendjadjah. Bersendjatakan Sarekat Buruh dan Partai kasta buruh.kasta buruh terdjun dalam perlawanan anti modal. Dalam perlawanan tsb. kasta buruh perlu bekerdja bersama dengan golongan manapun djuga jang kiranja merasa dirugikan oleh pemusatan modal. Pelak- sanaan dari pada pendirian ini membawa kasta buruh Indonesia dalam gelanggang persekutuan nasional anti modal pendjadjah. sebagai Gerak gerik persekutuan nasional ini harus dipandang bagian dari ichtiar kearah perobahan nasib kasta buruh. Kasta buruh Indonesia dimasa jang lalu menjerahkan pimpinan persekutuan nasional anti modal pendjadjah kepada kasta bordjuis nasional. Hal ini berarti bahwa kasta buruh Indonesia dimasa jang lalu menjerahkan nasibnja kepada bordjuis nasional. Sudahlah mendjadi kenjataan sedjarah jang tidak mungkin ditutup-tutup atau dipungkiri lagi, bahwa bordjuis nasional kita tidaklah petjus untuk memimpin persekutuan nasional anti modal pendjadjah. Diba- wah pimpinan para bordjuis itu, kasta buruh Indonesia terus menerus terpaksa dan dipaksa mengorbankan kepentingan dan kebutuhannja guna persekutuan nasional jang lambat laun achirnja terbukti anasional. karena ternjata mendjadi embel-embelmodal pendjadjah jang mendjadi lawan persekutuan nasional itu. Pengalaman pahit dimasa jang lalu itu mengadjarkan kepada kasta buruh untuk merobah sikapnja. Kasta buruh Indonesia tidak perlu mengorbankan kepentingan dan kebutuhannja guna kepentingan 8
nasional jang terbukti anasional itu. Kasta buruh Indonesia harus tampil kemuka bergerak menggantikan pimpinan persekutuan nasional anti modal pendjadjah. Persekutuan nasional anti modal pendjadjah harus mendjadi alat dan tempat bagi kasta buruh Indonesia kearah perobahan nasibnja. Disinilah terasa sekali kebutuhan orang akan Partai kasta buruh. Partai kasta buruh diperlukan sebagai alat dan tempat djaminan jang mendudukkan kasta buruh tidak hanja sebagai kasta pimpinan dalam persekutuan revolusioner buruh persekutuan dan tani, melainkan djuga sebagai pimpinan dalam nasional anti modal pendjadjah. Tjatatan : Persekutuan nasional anti modal pendjadjah lazim disebut front nasional malahan banjak djuga di-sebut-sebut sebagai partai. Sudah barang tentu partai sematjam itu bukanlah partai kasta pekerdja. melainkan partai massa atau lebih tepat front nasional jang mema- kai nama partai. Sebagaimana halnja dengan front nasional begitu pula halnja dengan partai massa, ke-dua2nja adalah soal pimpinan. Proses ketjakapan dan kegiatan kasta buruh. Sebagaimana halnja dengan perobahan nasib kasta buruh jang tidak begitu sadja djatuh dari atas langit, begitu pula tidaklah men- dadak dan setjara kebetulan kasta buruh Indonesia dapat meningkat mendjadi kasta pimpinan. Kasta buruh Indonesia perlu mengalami proses jang tidak sedikit dan proses itulah jang akan menggembleng dan memberi ketjakapan dan kegiatan kepada kasta buruh Indonesia untuk tampil kemuka sebagai kasta pimpinan. Kasta buruh Indonesia tidaklah mungkin dipertjaja oleh tani, bila kasta buruh Indonesia tidak berdjoang djuga untuk kepentingan dan kebutuhan tani. Kasta buruh Indonesia tidak mungkin diterima sebagai pimpinan persekutuan revolusioner antara buruh dan tani sebelum kasta buruh Indonesia dapat membuktikan hatsil jang njata bagi para tani itu bukan mulut besar, bukan lagak, bukan grama- foon jang melagukan kasta buruh sebagai kasta pimpinan jang di- butuhkan oleh para tani, melainkan dengan tegas dan njata kaum tani mitsalnja menantikan pembagian tanah. Ringkasnja para tani ingin melihat praktek revolusioner dari pada kasta buruh Indonesia. Kaum buruh Indonesia tidaklah mungkin dipertjaja oleh segenap lapisan nasional, bila kasta buruh Indonesia tidak dapat membuktikan sikap jang setjara nasional dapat dimengerti dan diterima oleh segenap lapisan nasional itu. Kasta buruh Indonesia benar2 akan diterima sebagai persekutuan nasional anti modal pendjadjah, bila benar2 dalam teori dan praktek kasta buruh Indonesia berada diba- ris muka dalam perdjoangan membela kepentingan dan kebutuhan nusa dan bangsa. Djelasnja kasta buruh Indonesia harus dapat me- 9
11 sekarang ini djelasnja kita belum mentjapai: berhatsil mentjapai kesatuan dalam organisasinja. Bagi kongres kita alihan ini patutlah diketahui, bahwa kasta buruh Indonesia belum antara masa pengalaman dan masa persiapan aksi. Dalam masa per-Marilah kita insjafi, bahwa kita berada dalam masa perobahan Kenjataan organisasi buruh Indonesia sekarang. rak sebagai daja pembaharuan disegala lapangan.
- Pertumbuhan2 tenaga2 dari kalangan kasta buruh jang berge-
mempertahankan diri.
I. Pertjobaan jang terachir bagi para pengchianat buruh untuk itu dengan gembira. Kekeruhan dewasa ini harus ditafsirkan sebagai: naga2 jg. sudah lama kita nanti2-kan. Sambutlah datangnja tenaga2 tersimpan dan terpendam benih2 tenaga perlawanan kasta buruh, te- disambut dengan gembira, karena dalam keruwetan2 tersebut adalah sesungguhnja keruwetan jang tampak bergulet dewasa ini patutlah ini, Tjarilah pangkal. Pilihlah pihak. Kita berada difihak buruh. Dan dja dng. alasan2 jg. tjukup prinsipieel. Terdjunlah dalam keruwetan itu harus beserta alasan jang patut. Lihatlah diri kita untuk beker- jang tidak prinsipieel. Djagalah bahwa tiap2 tuduhan dan makian nama, merek, makian dll. Pisahkanlah mana jang prinsipieel mana ruh. Dan dalam hal ini djanganlah kita dapat dibingungkan oleh Sekarang hanja berlaku pertentangan pokok antara modal dan bu- sampai dapat di ruwetkan oleh kekeruhan jang tampak bergolak. pertentangan mati-matian antara modal dan buruh djanganlah kita Sadarlah. Undang kemadjuan berdasarkan pertentangan. Dalam Djangan salah menafsirkan kekeruhan dewasa ini. wannja dan kasta buruh Indonesia harus mendjundjung kawannja. dihukum. Tegasnja kasta buruh Indonesia harus menggantung la- sudah2, lawan ditjium oleh kasta buruh, sedangkan kawan djustru ditarik dengan tegas. Djangan sekali2 sampai terdjadi seperti jang pada kuburnja. Garis demarkasi mana kawan dan mana lawan harus luaslah perkembangan hadjat kita dan makin dekatlah mereka ke- keras mereka memaki, makin keras mereka mendakwa, makin me- kasta buruh dan tani itulah jang berdaulat? Sesungguhnja makin kita laporkan kepada kasta buruh dan tani Indonesia. Bukankah Kita harus mengerti betapa besar faedahnja bila semua tadi segera semua itu kita tutup mendjadi persoalan kamar antara kita dan kita. ngan makian, tuduhan dan fitnahan, maka sesungguhnja tiada patut dng. segala kedjudjuran disusun dan diadjukan itu hanja dibalas de- ini hanja mendapat perlakuan jang tidak lajak, bila usul kita jang dan ketjerdasan mereka. Tetapi kalau achirnja maksud baik kita kasta buruh Indonesia. Ada baiknja kita menharapkan kedjudjuran adjakan jang praktis untuk mempertjepat proses kesatuan organisasi Dengan tenaga2 tsb. ada faedahnja kita memadjukan usul dan
a 10 sioner dikalangan buruh. kepada tenaga2 jang kita anggap sebagai tenaga2 potensi revolu-Memang ada faedahnja suatu saat kita tudjukan perhatian kita Garis demarkasi antara kawan dan lawan. Indonesia. berdasarkan kepentingan dan kebutuhan serta kekuatan kasta buruh kan hatsil perdjoangan jang tangkas, ligat dan tiada bimbang ragu goa lipat, bukanlah tjiptaan keramat satu, dua tiga djadi, melain- nesia sendiri, Kesatuan organisasi kasta buruh bukanlah hatsil pat2 gulatan jang tiada lepas dari pada pergulatan2 kasta buruh Indo- ngumpulan atau peringkasan schema, melainkan suatu proses per- organisasi kasta buruh tidaklah boleh dipandang sebagai ichtiar pe- kasta buruh Indonesia sendiri. Begitulah ichtiar kearah kesatuan schema, melainkan proses dari pada pertumbuhan dari dalam tubuh Njatalah proses kesatuan organisasi Indonesia bukanlah proses buruh Indonesia sendiri. tiada lain dari pada dalil2 jang diperas dari pada pengalaman kasta oleh kasta buruh Indonesia guna memberantas penjlewengan2 itu kasta buruh Indonesia itu sendiri dan dalil2 jang dapat dimengerti naran dalil semata-mata, melainkan dalam pengalaman dari pada berantas penjlewengan2 itu tidak semata-mata terletak dalam kebe- dapat diatasi, tetapi patut dimengerti bahwa kekuatan2 guna mem- njlewengan2 dibawah selimut dalil2 serba beres itu, achirnja pun djarnja, setjara terbuka sesuai dengan proses pertumbuhannja. Pe- memberantas penjlewengan2 jang berlaku dengan dalil2 jang sewa-
8心 njlewengan2 sematjam itu sudah barang tentu lebih berat dari pada
bawah selimut dalil jang tersedia serba beres itu. Memberantas pe-Sudahlah kita alami bersama. Banjak penjlewengan2 berlaku di-beres" itu. Indonesia menanggung kerugian2 akibat ,sadjian jang sudah serba belum Indonesia mulai dengan ichtiarnja. Tetapi tiada sedikit pula leh dikatakan sudah tersedia ukuran2 dan batas2 jang tertentu se- beroleh keuntungan karena diluar negeri. Kasta buruh Indonesia bo- dan beres. Sudah barang tentu dengan ini kasta buruh Indonesia sudahlah terlebih dulu tersusun menerima sadjian setjara lengkap Patut diinsjafi bahwa theori sekeliling organisasi kasta buruh akan merupakan perdebatan dan pertikaian schema semata2. dari pada perluasan kesadaran dikalangan buruh pasti dan tentu itu sendiri. Konsolidasi organisasi jang tidak merupakan bajangan dari pada bajangan jang berlaku dalam pertumbuhan kasta buruh Sesungguhnja ichtiar konsolidasi organisasi kasta buruh tiada lain Proses kesatuan organisasi kasta buruh. gunakan kekajaan tanah airnja untuk kemakmuran nasional. rebut produksi dan distribusi tanah airnja dan harus dapat memper-
Kesatuan S:B.G.
1.
2.Kesatuan Vaksentral revolusioner untuk seluruh Indonesia. Kesatuan partai kasta buruh. Dengan bahan tersebut kita perlu:
1. Menempatkan kasta buruh dalam pimpinan persekutuan revo-
lusioner antara buruh dan tani.
- Menempatkan kasta buruh dalam pimpinan persekutuan na-
sional revolusioner anti modal pendjadjah. Tiada lain djalan sebelum kesatuan organisasi buruh Indonesia tertjapai guna melajani situasi nasional dan Internasional perlulah digalang kesatuan2 aksi disegala lapangan mengenai soal2 jang
praktis jang perlu dihadapi bersama oleh kasta buruh Indonesia.
Usul kepada Kongres Kesatuan S.B.G.
I. Memandang dan mempergunakan Sarekat Buruh Gula jang
berkongres di Malang tg. 14 s/d 18 Djuli 1951 (selandjutnja disebut
S.B.G. proklamasi) sebagai modal kearah Kesatuan S.B.G. seluruh Djawa. Kongres ini sudah banjak mengeluarkan biaja. Bila hatsil jg. maxi- mum tidaklah dapat ditjapai maka hendaklah hatsil jg. minimum di kedjar Pergunakanlah hatsil jang minimum itu sebagai pangkal ber- diri. Kedalam perkuatlah pangkal itu dan keluar djanganlah diting- galkan politik persatuan. 2Memandang dan mempergunakan Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia sebagai modal kearah Kesatuan Vaksentral revolusioner untuk seluruh Indonesia. Dengan S.B.G. sadja kurang kuatlah kita. Hubungan organisatoris dengan lain2 S.B. harus ada Vaksentral jang mendjalankan politik persatuan jang mendjadi djundjungan kawan2 kita ini perlu ditjari. Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia perlu diperkuat sebagai pangkal kearah kesatuan Vaksentral revolusioner seluruh Indonesia.
3. Memandang dan mempergunakan Sentral Organisasi Buruh
Republik Indonesia sebagai salah satu medan pertemuan tenaga2 potensi2 (pokok) Sarekat2 Buruh. Tenaga2 potensi mana jang dapat diadjukan sebagai bahan penjusun kesatuan Partai kasta Buruh. Partai jang menamakan diri sebagai pimpinan kasta buruh sudah lah ada. Tetapi Partai jang benar2 mendjadi pimpinan kasta Buruh di Indonesia belum dirasa, sedangkan perlunja Partai kasta buruh sudalah sama2 dimengerti. Soal2 mengenai pimpinan Partai kasta buruh ini mendjadi tanggungan kita bersama. Kita berkepentingan untuk menemukan tenaga2 potensi S.B.G. dng. tenaga2 potensi dari
S.B. lain. Demikianlah memang Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia merupakan salah satu medan pertemuan tenaga2 potensi kearah kesatuan Paratai kasta buruh. 12
4. Mengusulkan kepada Sentral Organisasi Buruh Republik Indo-
nesia untuk masuk kedalam Badan Permusjawaratan Partai2 (B.P.P.)
dengan sjarat:
a. Perobahan nama Badan Permusjawaratan Partai2 (B.P.P.)
mendjadi Badan Persatuan Perdjoangan (B.P.P.) atau nama lain jg. tiada beserta kata2 partai.
b. Penghapusan peraturan B.P.P. jang memperbedakan hak suara
antara badan2 jang bernama partai dan badan jang disebut organisasi.
Alasan lebih djauh tidaklah perlu ditjari. Kita sama mengerti bah-
wa peraturan dalam B.P.P. tsb. dalam hakekatnja tiada lain dari pada birokrasi jang menutup pertumbuhan tenaga2 dari bawah, birokrasi jang merupakan pertjobaan dari pada birokrat2 borbjuis tjilik jang berlindung erat2 dibelakang schema jang tidak sesuai dan tidaklah diterima oleh perkembangan2 baru dari bawah. Ketjuali peraturan birokrasi diatas pada umumnja B.P.P. dapatlah dipergunakan sebagai front anti imperialis.
5. Menggalang kesatuan aksi setjara insidenteel dengan S.B.2
dan Sarekat Tani manapun djuga untuk menghadapi soal2 jang
praktis jang perlu dihadapi oleh kasta buruh dan tani bersama.
Kesatuan aksi ialah pelaksanaan dari pada ichtiar memilih dan
memperkuat pangkal dengan tiada meninggalkan politik persatuan. PENUTUP. Sebagai penutup dari pada prea-advies ini pada tempatnja agak-
nja bila dalam kongres ini diperingatkan kepada kawan2 buruh gula
untuk kembali mengenangkan kedjajaan Laskar Buruh Gula pada pembukaan revolusi kita kurang lebih lima tahun jang lalu. Kedjajaan itu perl: kita kenangkan, karena kedjajaan tsb. sungguh kita butuhkan djustru dalam tingkatan perdjoangan sekarang ini. Tam- bahlah kedjajaan jang lalu itu dengan pengalaman kita selama ini. Kita pasti lebih djaja dan kemenangan terachir pasti dan tentu ada difihak kita.
undang agraria kolonial d.I.1. lajak dalam ichtijar perdjuangan anti Cuba-systeem, anti Undang-pokok. Mudah-mudahan dengan ini dapatlah diperoleh bahan jang perhatian, tetapi sekali2 tidak dapat didjadikan pengkal perhitungan Panas dinginnja tani sedang dan kaja sekalipun patut didjadikan tani melarat itulah jang didjadikan pangkal perhitungan. hendaklah panas dinginnja kasta buruh mesin buruh tanah dan otak saudara-saudara jang patut didjadikan ukuran, melainkan selangkah atau untuk madju selangkah bukanlah panas dinginnja sekutuan buruh mesin, buruh tanah dan tani melarat. Untuk mundur maupun hendak mundur selangkah berdirilah pada pangkal per- ini berarti sikap mundur selangkah. Baik hendak madju selangkah, dalam prateknja menjokong pembangunan modal pendjadjah, hal distribusi didaerah kepulauan kita. Kalau buruh terus ragu, dan
- madju selangkah bergerak kearah perebutan produksi dan buruh, berarti kembali bangkit ke perlawanannja seperti 17 Agustus persekutuan Nasional anti modal pendjadjah. Hal ini bagi kasta maka sekaranglah saatnja jang sebaik-baiknja untuk menggalang Bila kasta buruh mesin tjukup kuat semangat perlawanannja,
mendjadi sekutunja itu. mengukur kesadaran dari pada buruh sendiri dan tani sendiri jang guan tsb. sungguh dirasa. Kuwadjiban Konggres tiada lain hanja gerilja rajat dan swasana pembangunan modal pendjadjah. Kera- dan buruh tanah masih dalam keadaan bimbang antara swasana dan tani kaja itu. Sebaliknja keadaan buruh mesin dan tani melarat perlawanan anti modal pendjadjah, sekarang ada pada tani sedang Tani sedang dan tani kaja sekarang merasa terpukul. Benih-benih rat dan buruh tanah). tiada lain dari pada persekutuan antara buruh dan tani (tani mela- pang djalan. Demikian pangkalan perdjuangan kita jang pokok kita berada dalam satu front, tetapi ada kalanja pula kita bersim-Sebaliknja dengan tai sedang dan kaja dan bordjuis kota ada kalanja berada dalam satu front dengan buruh tanah dan tani melarat. ngalaman sedjarah. Menilik pengalaman jang lalu kita buruh selalu Dalam keruwetan ini ada baiknja kita berpegangan kepada pe- sekarang ruwet seperti sediakala. dan buruh tanah merasa terantjam mata pentjahariannja. Keadaan
14 untuk menutup pabriknja. Demikianlah buruh mesin, tani melarat gi-tingginja, begitu tinggi sampai ragu2lah modal dan mengantjam ku kembali. Tani sedang dan tani kaja menuntut sewa tanah seting-Persoalan jang kita djumpai dimasa Hindia Belanda mulai berla- bali bekerdja dipabrik2 modal pendjadjah. tanah jang sudah meninggalkan gerilja achirnja mulai rame2 kem- djadjah mulai mendjadi persoalan. Buruh, tani melarat dan buruh netap di Indonesia. Persewaan tanah untuk kepentingan modal pen- kembali meneruskan gerilja K.M.B. modal pendjadjah kembali me- berada di fihak modal. Buruh dan tani (tani melarat dan buruh tanah) desa (tani sedang dan tani kaja) mulai bimbang untuk selandjutnja djah jang serba lengkap peralatannja Bordjuis baik kota maupun Gerilja berkobar menghadapi kenjataan. pendaratan modal pendja-Merdeka, Merdeka dari pada penindasan menurut tafsirannja masing2. 17 Agustus 1945 Merdeka, semua lapisan buruh dan tani ingin Disini buruh dan tani mempunjai sasaran jang sama. Proklamasi lapisan buruh tani luka hatinja. Tani sedang dan kaja mendjadi korban perampasan padi. Semua habis2an, Tani melarat dan buruh tanah mendjadi korban romusha. Belanda-Djepang, keadaan bertukar. Buruh mesin tjelaka diperas buruh dan tani tidak memiliki sasaran jang sama. Didjaman Hindia Njatalah keadaan jang dilaporkan diatas menundjukkan, bahwaharian. tanah serta buruh mesin mengeluh karena kehilangan mata pentja- jang djauh lebih menguntungkan. Sebaliknja tani melarat dan buruh- bira, karena tanah2nja dapat dikerdjakan sendiri dalam keadaan2. Dimasa pabrik tutup, tani kaja dan tani sedang merasa gem- serta buruh mesin merasa gembira karena beroleh mata pentjaharian. djakan oleh tani sendiri. Sebaliknja tani melarat dan buruh-tanah jang amat merugikan. Tanah2 tsb. lebih menguntungkan bila diker- terpukul, karena tanah2nja dipaksa untuk disewakan, dengan harga
- Dimasa pabrik bekerdja, tani kaja dan tani sedang merasa
landa : pada keadaan sebelum Perang Dunia ke II, didjaman Hindia Be- belum lagi bertemu dlm. suatu titik sasaran. Kiranja kita kembali lagi Dalam simpang siur perdebatan, tampaklah bahwa buruh dan tani hadapan dengan tani kaja, tani sedang, tani melarat buruh tanah. Sdr. Ibnu Parna: Kita berhadapan dengan Tani, artinja kita ber-IBNU PARNA Uraian dari :
Pangkal Perhitungan"
Sekeliling Nasionalisasi
Uraian dari : IBNU PARNA
Pendjelasan dari sdr. Ibnu Parna sekitar nasionalisasi. Dalam perdebatan sidang ini diperoleh kesan, bahwa diantara kita masih belum ada pengertian jang tepat, lagi sama tentang nasionalisasi. Untuk menhindari salah faham baiklah disadjikan seke- dar bahan tentang nasionalisasi. (Nasional). Nasionalisasi adalah proses kearah milik bangsa Sembilan puluh sembilan prosen perekonomian di Indonesia dikuasai oleh monopoli modal pendjadjah. Begitulah untuk kemakmuran bangsa Indonesia, nasionalisasi bukanlah soal jang ditjari-tjari, me- lainkan benar-benar soal vitaal. Indonesia tidak mempunjai bordjuis jang berarti. Begitulah proses nasionalisasi bagi Indonesia, tidaklah mungkin dilakukan setja- ra djual beli. Nasionalisasi di Indonesia hanja dapat dilakukan dengan djalan pensitaan (perampasan). Nasionalisasi belum lagi me- neatukan tjorak perekonomian Negara, soalnja dibawah pimpinan siapakah nasionalisasi itu dilakukan. Dibawah pimpinan bordjuis nasional, nasionalisasi akan mendjadi djembatan kearah kapitalisme nasional. Sebaliknja dibawah pimpinan kasta buruh nasionalisasi akan mendjadi djembatan kearah sosialisme Indonesia. Entah hendak dibawa kemana, baik kearah kapitalisme nasional. maupun kearah sosialisme, satu2nja djalan bagi Indonesia tiada lain dari pada pensitaan. Demikianlah nasionalisasi bagi Indonesia ialah soal revolusi, soal kekuatan. Sedjarah telah membuktikan kepada kita, bahwa bordjuis kita jg. tidak berarti, ketjuali tidak mampu mendjalankan nasionalisasi dengan djalan membeli. bordjuis kitapun tidak berani mendjalankan nasionalisasi dengan djalan pensitaan. Lebih dari itu bordjuis kita telah mendjadi kaki tangan modal pendjadjah untuk memberantas perisitaan jang dilakukan oleh kasta buruh dan rakjat berdjuang atas pabrik2, tambang2. perkebunan dll. Bordjuis kita telah meng- chianati revolusi dengan mengembalikan pabrik2. tambang2. per- kehunan dIl. kepada modal pendjadjah. Demikianlah kita menghadapi kenjataan, bahwa nasionalisast se- mata2 mendjadi soal, tanggungan dan sasaran kasta buruh. Daiam hal ini kasta buruh tidak pada tempatnja mengharapkan tertjapainja nasionalisasi dari kasta bordjuis. Kasta buruh jang berkcpentingan akan nasionalisasi, kasta buruh pula jang akan memimpin proses nasionalisasi. :16
Bila dikatakan nasionalisasi itu sekarang baru propaganda, memang tidak dapat dipungkiri kenjataan itu. Kasta buruh perlu tjukup memiliki kesadaran kasta dan kesang- gupan memimpin persekutuan nasional anti modal pendjadjah untuk kembali bergerak melakukan pensitaan sebagai satu2nja djalan kearah nasionalisasi. Kepahitan hidup rakjat tjukuplah memberi dorongan bagi kita, se- muanja untuk mendesak kepada pemerintah untuk segera mendjalankan nasionalisasi. Bila pemerintah untuk kemakmuran rakjat tidak berkesanggupan untuk mendjalankan nasionalisasi maka sudalah tiba pada waktunja bagi pemerintah itu untuk mengundurkan diri dan selandjutnjamemberi kesempatan kepada golongan buruh jang memang tjukup memiliki keberanian, keuletan dan kejakinan untuk mendjalankan nasionalisasi. Memang nasionalisasi di Indonesia hanja dapat dilakukan olch kasta buruh jang berkuasa.
:17
kekuataniah jang mendjadi djaminan kesatuan. buruh dan kegiatan organisasi kesatuan kita berkembang. Hanja dari pada pengchianat, pengatjau kasta buruh. Dengan kesadaran
giatan organisasi itulah jang akan mentjabut akar-akar pengaruh
organisasi jang meningkat pula. Djelasnja kesadaran buruh dan ke- nisasi. Meningkatnja kesadaran buruh harus dilajani dengan kegiatan jang aktif. artinja kita lakukan sikap defensif dengan kegiatan orga-
tjukup hersikap defensif semata-mata. Defensif kita adalah defensif
kesadaran buruh jang berarti menambah kekuatan kita. Kita tidak
tikaian kepada soal2 jg. principieel jg. lambat laun pasti menambah menambah kesadaran buruh. Dengan sikap defensif kita batasi per-Dengan sikap defensif kita djauhi pertikaian perseorangan jang tidak tjau buruh, tetapi dengan sikap defensif kita melajani massa buruh. sikap defensif kita tidak melajani gerombolan pemetjah dan penga-
Dengan sikap defensif kita sambut tuduhan2 dengan bukti. Dengan
Dengan sikap defensif kita sambut makian dengan pengertian.
pengchianat dan pengatjau kasta buruh. Dengan kekuatan kita, kita harus melenjapkan pengaruh kaum penchianat buruh dan pengatjau meradjalela dalam susunan buruh. ukuran kita. Kita bersikap aktif, artinja kita tidak membiarkan para butuhan buruh. Djasa terhadap buruh itulah jang mendjadi dasar
memang benar2 mempertahankan kehormatan, kepentingan dan ke-
ruh. Artinja kita tidak menjerang golongan mana pun djuga jang ruh, mempertahankan kehormatan, kepentingan dan kebutuhan bu-Kita bersikap defensif, artinja kita bertahan atas kesadaran bu-
18 mendjadi djaminan kesatuan jang mendjadi idam-idaman kita. kan dengan kekuatan kita. Tegasnja hanja kekuatan kita jang dapat kaum pengatjau dikalangan kaum buruh gula hanja dapat dilenjap- dengan kekuatan kita laksanakan kesatuan S.B.G. Artinja pengaruh Keluar : Djanganlah ditinggalkan politik persatuan. Djelasnja, Kedalam: Perkuatlah S.B.G. kita. gai pangkal. ini mendorong kepada Kongres kita untuk memilih S.B.G. kita seba- djar kesatuan itu dari bawah. Pelaksanaan dari pada haluan baru mentjari haluan lain. Kesatuan tetap mendjadi sasaran kita. Kita ke- ini ternjata tidak dapat mentjapai sasaran jang ditudju. Kita perlu Ichtiar kearah kesatuan jang sudah tiga kali kita lakukan dari atas lupa berteriak, memaki dan menuduh kepada kawan2 persatuan. bisa diterima oleh golongan lain itu. Djuga sekarang mereka tidak buruh gula diadakan Kongres Kesatuan S.B.G. Djuga Kongres tidak Sekarang dalam lingkungan Tjabang perusahaan antara sama2 pada tempatnja. Mereka pun tidak malu2 melemparkan fitnahan2 jang sungguh tidak hendaki pemusatan dan persatuan revolusioner amat mengetjewakan. gentingan nasional dan internasional dewasa ini jang benar2 meng- rapkan kedjudjurannja dan ketjerdasannja untuk dapat mengerti ke-Umum di Bandung. djuga ichtiar ini gagal. Golongan jang kita ha-Kemudian ada ichtiar kearah kesatuan melalui Kongres Buruh golongan lain terhadap kawan2 persatuan. bukan2 dilemparkan kepada Front Pembela Buruh dan Tani oleh gala kedjudjuran itu praktis gagal. Tuduhan2 dan makian2 jang
G. Sajang front pembela buruh dan tani jang diadjukan dengan se- dah akan mentjapai sasarannja jang maximum jalah kesatuan S.B. Vaksentral revolusioner untuk Indonesia dan Kongres S.B.G. ini mu- dapat tersusun pula lebih mudah bagi kita untuk mentjapai kesatuan Pembela Buruh dan Tani. Andaikan Front Pembela Buruh dan Tani Nama jang diusulkan sebagai gelar front tersebut ialah: Front
potensi revolusioner dalara satu front. diusahakan untuk mentjari koordinasi jang patut diantara tenaga2 luran dikalangan gerakan kasta buruh dan rakjat pekerdja pernah Dalam kalangan partai2/organisasi jang dipandang mempunjai sa- memadjukan pendjelasannja sebagai berikut: Selandjutnja mengenai sikap defensief aktief sdr. Ibnu Parna
IBNU PARNA Uraian dari :