Baca PDF (OCR): Djalan Baru untuk Republik Indonesia

38 halaman · 38 halaman diproses dengan OCR· 56731 ms

Daftar isi
  1. Djalan Baru
  2. Republik Indonesia
  3. Jajasan Pembaruan"
  4. b. H. Basuni
  5. 4 Mpril sB.-
  6. Djalan Baru
  7. Republik Indonesia
  8. Tjetakan ke-VII
  9. Jajasan ,Pembaruan"
  10. an lain-; tetap tinggal dalam lingkungan Commonwealth"
  11. PKI menolak perundingan dengan Belanda jang tidak
  12. Dalam politiknja terhadap Soviet Uni PKI mengan-
  13. Lagi pula dalam pekerdjaannja sehari-hari PKI harus
  14. 1. Klas buruh dengan pelopornja, jaitu PKI, belum
  15. lainkan harus dirubah dan didasarkan atas kepenti-
  16. gara jang baik jang dapat memenuhi kewadjibannja de-
  17. njata dengan memuntjaknja kesukaran² tentang hal
  18. 8. Kelalaian dalam membangun koperasi² Rakjat,
  19. 9. Kelalaian dilapangan sosial, jaitu terutama jang
  20. schap djuga. Teori kita ini meneguhkan kejakinan, menadjamkan kewaspadaan, membesarkan keberanian dan
  21. Djokjakarta, Agustus 1948.
  22. Isi diluar tanggungan Pertj. SENO N.V.
  23. Harga Rp. 2.—

Djalan Baru

untuk

Republik Indonesia

Jajasan Pembaruan"

1447930 A

b. H. Basuni

4 Mpril sB.-

Djalan Baru

untuk

Republik Indonesia

(Rentjana Resolusi Polit-Biro untuk dima- ¿jukan pada Kongres ke-V dari Partai Ko- munis Indonesia. Disetudjui oleh Konperensi PKI pada tanggal 26 dan 27 Agustus 1948).

Tjetakan ke-VII

Jajasan ,Pembaruan"

Djakarta 1953

Musso

Kata pengar(ar Dengan penerbitan ini entah berapa puluh ribu ,Djalan Baru" sudah disiarkan. Sedjak terbitnja, bulan Agustus 1948, Djalan Baru" sudah disiarkan dengan segala matjam djalan: ditjetak, distensil, ditik, dan di- tulis. Ia ditjetak di Djawa, ia ditjetak diluarnegeri oleh Partai sekawan, ia distensil di Sumatera, Sulawesi, dll. Pendeknja, Djalan Baru" sudah banjak tersiar. Walau- pun demikian, mengingat pentingnja isi buku ketjil ini, kita berpendapat bahwa Djalan Baru" belum tjukup banjak disiarkan. Oleh karena itu, kali ini kita terbitkan lagi ,,Djalan Baru". Kita akan sangat bergembira djika djuga diusahakan penerbitan jang banjak dalam bahasa² daerah seperti bahasa Djawa, Sunda, Madura, Minang- kabau, Bugis dll. Djalan Baru" tidak hanja penting untuk anggota dan tjalon-anggota PKI. Tiap² orang revolusioner dan prog- resif di Indonesia jang mau bekerdja baik untuk keme- nangan revolusi tanahairnja diwadjibkan menguasai isi Djalan Baru". Untuk mengerti PKI dan mengerti Revolusi Indonesia, hingga sekarang hanja Djalan Baru" satu-satunja jang bisa memberi pendjelasan; isinja padat dan menggambarkan strategi jang djitu dan taktik² jang tepat dalam tingkat perdjuangan nasional sekarang. Me- mang diakui bahwa ada perkataan² dan kalimat² jang masih perlu dirubah (misalnja perkataan RIS supaja dibatja RI). Perlunja ada perubahan² dalam bahasa ini, perubahan mana samasekali tidak mengubah isinja, adalah tidak mengurangi sedikitpun pentingnja Djalan Baru", sebagai pedoman untuk pekerdjaan² politik dan organi- sasi se-hari². Djalan' Baru" adalah dasar dari fikiran Kawan Musso, seorang zeni revolusioner bangsa Indonesia, seorang Kawan jang djudjur, ichlas, tadjam dan berani. Musso mem-

punjai tjaranja sendiri dalam melawan imperialisme dan melawan musuh² Rakjat, jaitu tjara jang keras, tjara jang tidak kenal ampun atau tjara Musso. Djalan Baru" menggambarkan pada kita apa jang dinamakan tjara Musso itu. Setjara singkat: Djalan Baru" adalah per- djuangan jang tidak mengenal ampun terhadap oportunis- me Kiri" dan Kanan didalam dan diluar Partai. Djakarta, 23 Mei 1951. Redaksi "Bintang Merah"

Keterangan penerbit pada jetakan ke-VI Sebagaimana diterangkan dalam Kata Pengantar dari Red. "Bintang Merah", Djalan Baru" ini telah banjak sekali disiarkan dengan berbagai djalan. Sekalipun demi- kian, sekarang masih sangat banjak kami terima permintaan akan Djalan Baru" ini. Karena persediaan dari tjetakan ke-V jang diterbitkan oleh Bintang Mc- rah" telah habis terdjual, maka kami lakukan tjetakan jang ke-VI ini. Penerbit Djakarta, Djuli 1952.

Keterangan penerbit pada tjetakan ke-VII Tjetakan jang ke-VII dari Djalan Baru" ini sebenar- nja sudah hendak dilakukan satu — dua bulan jang lalu karena banjaknja permintaan, sedangkan tjetakan jang ke-VI sudah lama habis. Tetapi atas permintaan CC PKI, pentjetakan kembali jang ke-VII ini telah ditunda, karena akan ada kemungkinan perubahan². Demikianlah dalam tjetakan ke-VII ini telah diada- kan perubahan² oleh CC PKI atas dasar putusan Sidang Plenonja pada bulan Oktober 1953. Penerbit Djakarta, 5 Oktober 1953.

Rapat Polit-Biro CC PKI pada tgl 13-14 Agustus 1948 di Djokjakarta, setelah mendengar uraian Kawan Musso tentang pekerdjaan dan kesalahan Partai dalam dasar² organisasi dan politik serta setelah mengadakan dis- kusi se-dalam²nja memutuskan, mengambil resolusi se- bagai berikut : 夏

Lapangan organisasi Untuk dapat memahamkan kesalahan² PKI dilapangan organisasi, sebaiknja diuraikan lebih dahulu sedikit riwa- jat PKI. Dalam tahun 1935 PKI dibangunkan kembali setjara illegal atas inisiatif Kawan Musso. Selandjutnja PKI illegal inilah jang memimpin perdjuangan anti-fasis se- lama pendudukan Djepang. Kesalahan pokok dilapangan organisasi jang dibuat oleh PKI illegal jalah, tidak di- mengertinja perubahan keadaan politik didalamnegeri sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebenar- nja pada saat itulah, PKI harus melepaskan bentuknja jang illegal dan muntjul dalam masjarakat Indonesia Mer- deka dengan terang²an. Akan tetapi karena pada saat itu dan seterusnja bentuk jang illegal ini masih dipegang teguh, maka dengan demikian PKI telah mendorong orang² jang menghendaki adanja PKI, untuk medirikan PKI legal, dan telah memberi ke- sempatan kepada anasir² avonturir jang berhaluan Trot- skis untuk mendirikan PBI. Dengan berdirinja PKI legal

dan PBI ini, maka timbullah keharusan bagi PKI illegal untuk merebut se-lekas²nja pimpinan atas Partai² ini, supaja perdjuangan klas buruh djangan sampai me- njimpang dari rel revolusioner. Dengan sendirinja keharusan ini mengakibatkan terbagi-baginja kader illegal kita, jang sudah tentu melemahkan organisasi. Oleh sebagian kawan² dari PKI illegal, didirikan Partai Sosialis Indonesia, jang kemudian membuat kesalahan besar karena mengadakan fusi dengan Partai Rakjat Sosialis dari Sutan Sjahrir dan mendjelma mendjadi Partai Sosialis. Dengan adanja fusi ini, maka terbukalah djalan bagi Sutan Sjahrir dan kawan²nja untuk memperkuda Partai Sosialis. Kedjadian ini dimungkinkan oleh kurang sedar dan kurang waspadanja kawan² dari PKI illegal jang turut mengemudikan Partai Sosialis. Kemudian tidak sedikit djumlah kader² illegal kita jang diperlukan baik didalam Pemerintahan maupun didalam Badan Pekerdja KNIP. Sehingga dengan sendirinja tidak mungkin lagi bagi kawan² ini mentjurahkan segenap tena- ganja kepada pekerdjaan dalam ketiga Partai tsb. diatas (PKI legal, PBI, Partai Sosialis). Hal ini lebih melemahkan organisasi. Berhubung dengan semua ini, maka kedudukan dan rol Partai Komunis Indonesia sebagai Partai klas buruh dan pelopor revólusi telah diperketjil. PKI ditempatkan pada tempat jang tidak semestinja, sehingga sebagai Partai dan organisasi samasekali tidak mewudjudkan kekuatan jang berarti. Dengan demikian sangat berkuranglah tradisi baik dan popularitet PKI dalam waktu sebelum dan selama perang dunia ke-II. Kesalahan besar dalam lapangan organisasi ini diperbesar lagi, karena kaum Komunis sangat mengetjilkan kekuatan klas buruh dan Rakjat seluruhnja dan karena kaum Komunis terpenga- ruh oleh propaganda dan antjaman Amerika. Oleh sebab itu telah mendjadi takut dan kurang pertjaja kepada ke-

kuatan tenaga anti-imperialis jang dipelopori oleh Soviet Uni. Dengan demikian PKI membesar-besarkan kckuat- an imperialisme umumnja dan imperialisme Amerika chususnja. Dengan demikian pula PKI memberikan ter- lampau banjak konsesi kepada imperialisme dan klas bur- djuis. Adanja tiga Partai klas buruh sampai sekarang (PKI legal, PBI dan Partai Sosialis), jang semuanja dipimpin oleh Partai Komunis illegal, mengakui dasar² Marxisme-Leninisme dan sekarang tergabung dalam Front Demo- krasi Rakjat serta mendjalankan aksi bersama berdasar- kan program bersama, telah mengakibatkan ruwetnja gerakan buruh seumumnja. Hal ini sangat menghalangi kemadjuan dan perkembangan kekuatan organisasi klas buruh, djuga sangat menghalangi meluas dan mendalam- nja ideologi Marxisme-Leninisme jang konsekwen. Dengan demikian telah memberi banjak kesempatan kepada musuh klas buruh untuk menghalangi kemadjuan gerakan Komunis dengan djalan mendirikan ber-matjam² Partai Kiri jang palsu dan jang memakai sembojan² jang semestinja mendjadi sembojan PKI (diantaranja: Pe- rundingan atas dasar Kemerdekaan 100%"). Oleh karena sikap jang anti-Leninis dalam hal politik-organisasi ini, maka dilapangan serikatburuhpun kaum Komunis dengan demikian telah sangat menghalangi tum- buhnja keinsafan politik kaum buruh seumumnja sebagai pemimpin Revolusi Nasional. Kaum Komunis jang me- mimpin gerakan buruh (senikatburuh) lupa, bahwa me- nurut Lenin serikatburuh itu adalah sekolahan untuk Komunisme. Melalaikan propaganda· Komunisme dikala- ngan kaum buruh, berarti dengan langsung menghalangi bertambah sedarnja kaum buruh sebagai pemimpin Revolusi Nasional jang anti-imperialisme dan anti-feodalis- me. Berarti melupakan arti gerakan kaum buruh se-

bagai sumber jang terpenting bagi PKI untuk mendapat kader²nja. Pengaruh daripada kesalahan dalam lapangan organisasi jang telah dilakukan oleh kaum Komunis dengan djelas dan terang nampak djuga dikalangan perdjuangan tani, dimana pengaruh PKI djuga sangat lemah. Padahal kaum tani amat besar artinja sebagai sekutu kaum buruh dalam Revolusi Nasional. Dengan tidak adanja bantuan jang aktif dari kaum tani, Revolusi Nasional tentu akan kalah. Dari sudut organisasi kaum Komunis mempunjai pengaruh jang tidak ketjil dikalangan pemuda, terutama dalam Pesindo. Akan tetapi karena gerakan ini tidak langsung terkenal sebagai massa organisasi PKI, sedang- kan PKI sebagai Partai tidak terang²an memeloporinja, maka ideologi Komunisme dikalangan pemuda terbukti kurang terang dan ruwet, sehingga pendirian pemuda ragu². Akibat jang langsung dari politik organisasi sema- tjam ini jalah, terhalangnja kemadjuan perkembangan pro- paganda Komunisme dikalangan pemuda. Pun dikalangan wanita, kaum Komunis tidak mempunjai pengaruh jang agak penting. Terang bahwa kaum Komunis mengetjilkan rol kaum wanita dalam Revolusi sekarang. Dikalangan pradjurit, kaum Komunis mempunjai pengaruh jang agak penting djuga. Akan tetapi karena ada-. nja tiga Partai kaum buruh, maka kaum proletar dan kaum tani jang bersendjata ini dalam prakteknja tidak bersikap terang terhadap PKI dan dengan demikian sim- pati golongan pradjurit pada Komunisme tidak dapat di- perluas. Dilapangan organisasi, PKI tidak mempunjai akar jang kuat dan dalam dikalangan pradjurit. Semua keruwetan dalam lapangan organisasi djuga me- njebabkan tidak kuatnja PKi dalam gerakan sosial dan

kebudajaan seperti sport, kesenian dll.nja, baik dalam lapangan organisasi maupun dalam lapangan ideologi. Berhubung dengan kesalahan² jang mengenai azas dalam lapangan organisasi seperti tsb. diatas dan menarik peladjaran dengan se-baik²nja dari kedjadian di Jugosla- via, maka rapat Polit-Biro PKI memutuskan untuk mengadakan perubahan jang radikal, jang bertudjuan su- paja:

  1. Selekas-lekasnja mengembalikan kedudukan PKI se- bagai pelopor klas buruh.
  2. Selekas-lekasnja mengembalikan tradisi PKI jang baik pada waktu sebelum dan selama perang dunia ke-II.
  3. PKI mendapat HEGEMONI (kekuasaan jang terbe- sar) dalam pimpinan Revolusi Nasional ini. Dalam pekerdjaan jang maha sukar ini, Polit-Biro ja- kin, bahwa PKI akan dapat melakukan perubahan radikal tersebut diatas dengan tjepat. Waktu achir² ini, kala- ngan kaum Komunis sendiri, oleh karena pekerdjaan se- hari² dikalangan Rakjat lebih diperhatikan dan bertambah terasanja keruwetan dan kekatjauan, telah mulai mentja- ri djalan untuk keluar dari djurang reformisme dengan mengadakan" kritik dan self-kritik, terutama didalam rapat pleno CC PKI tgl. 10-11 Djuni 1948 dan dalam rapat Polit-Biro tgl. 2 Djuli 1948. Akan tetapi oleh karena kritik dan self-kritik ini belum benar² merdeka dan bersifat bolsjewik, maka rapat tsb. belum dapat mengetahui kesalahan² jang benar² mengenai strategi dalam lapangan organisasi maupun politik. Akan tetapi selama pertukaran fikiran dengan Kawan Musso dalam rapat Polit-Biro kritik dan self-kritik didjalankan dengan leluasa. Semua anggota Polit-Biro seia-sekata mengakui kesalahan²nja dengan terus-terang dan sanggup akan memperbaiki selekas-lekasnja.

Djalan satu²nja untuk melikwidasi kesalahan pokok itu dengan tjara radikal jalah mengadakan hanja SÂTU Partai jang LEGAL daripada klas buruh. Ini berarti diha- puskannja pimpinan PKI jang illegal. Seperti tsb. diatas, PKI jang dibangunkan kembali oleh Kawan Musso setjara illegal pada tahun 1935 itu melandjutkan perdjuangannja pada waktu pendjadjahan Djepang sampai zaman Repu- blik, dan hingga waktu ini masih memimpin gerakan anti- imperialis. PKI illegal ini hingga sekarang didjadikan sasaran oleh kaum Trotskis jang langsung atau tidak langsung tergabung dalam Pari, dengan maksud untuk mengatjaukan gerakan Rakjat dengan mengatakan, bahwa PKI itu adalah PKI jang diperkuda oleh Belanda atau PKI Van der Plas", artinja PKI jang didirikan untuk kepentingan Belanda. Tuduhan ini lebih² lagi menundjukkan ketju- rangan golongan Trotskis untuk membusukkan PKI illegal, jang benar dibangunkan kembali oleh Kawan Musso dengan kawan² jang lain, diantaranja kawan² almarhum Pa- mudji, Sukajat, Abdul Aziz, Abdul Rachim dan kawan² Djokosudjono, Achmad Sumadi, Ruskak, Marsaid, ke- mudian diteruskan oleh kawan² Amir Sjarifuddin, Wikana, Sudisman, Sardjono, Subijanto almarhum, Sutrisno, Aidit dll. Semua kesalahan² dilapangan politik organisasi jang tsb. diatas, pada pokoknja jalah mengetjilkan rol Partai Komunis Indonesia sebagai satu²nja kekuatan jang se- harusnja memegang pimpinan daripada klas buruh dalam mendjalankan revolusi. Berdasarkan itu, maka rapat Polit-Biro PKI telah memutuskan, bahwa seterusnja harus hanja ada satu Partai jang berdasarkan Marxisme-Leninisme dalám kalangan kaum Buruh. Polit-Biro PKI memutuskan mengadjukan usul, supaja diantara tiga Partai jang mengakui dasar² Marxisme-Leninisme jang sekarang telah tergabung dalam Front Demokrasi Rakjat serta telah

mendjalankan aksi bersama, berdasarkan program bersama, selekas-lekasnja diadakan fusi (peleburan) *), se- hingga mendjadi SATU Partai klas buruh dengan mema- kai nama jang bersedjarah, jaitu Partai Komunis Indone- sia, disingkat PKI. Hanja Partai sedemikian itulah jang akan dapat memegang rol sebagai pelopor dalam ge- rakan Kemerdekaan sekarang ini. Revolusi kita adalah Revolusi Nasional atau Revolusi Demokrasi Burdjuis dalam zaman imperialisme dan Revolusi Proletar unia. Menurut kodratnja dan dipandang dari sudut sedjarah maka hanja klas buruhlah, sebagai klas jang paling revolusioner dan konsekwen anti-imperialisme, jang semestinja memimpin revolusi ini, dan bukan klas lain. Adapun tjara mewudjudkan fusi ini dengan selekas-lekasnja hendaknja sbb.:

  1. Membersihkan PKI dari anasir² jang tidak baik.
  2. Membentuk Komite Fusi jang berkewadjiban :
    a. Mendaftar anggota² PBI dan Partai Sosialis jang dapat diusulkan dengan segera mendjadi anggota PKI.
    b. Menjiapkan masuknja anggota² lainnja jang masih kurang madju dengan memberi kepada mereka kewadjiban untuk mempeladjari buku-buku Marx- isme-Leninisme, kursus², pekerdjaan jang ter- tentu dsb.
  3. Setelah semua ini selesai, lalu mengadakan Kongres Fusi daripada ketiga Partai, dimana ketiga Partai dilebur *) Pikiran jang orisinil dari Kawan Musso tidak menghendaki diadakannja fusi tetapi menghendaki supaja Partai Sosialis dan PBI dibubarkan sedangkan anggota²nja setelah disaring supaja meleburkan diri dalam PKI.

mendjadi satu dengan memakai nama Partai Komunis Indonesia dan dipilih Central Comite jang baru setjara demokratis. Dengan adanja hanja satu Partai klas buruh jaitu PKI, maka pekerdjaan akan mendjadi lebih sederhana dan ra- sionil. Adanjá satu PKI jang legal, memudahkan dan mene- gaskan pekerdjaan tiap² Komunis dalam serikatburuh, dalam perdjuangan tani, pemuda, wanita, dalam gerakan sosial dll. Oleh karena PKI adalah Partai klas jang miskin dan jang tertindas, seharusnja susunan pimpinan dan susunan Partai seluruhnja sebagian besar terdiri dari elemen² proletar sedangkan kaum intelektuil seharusnja mendjadi pem- bantu jang tidak dapat diabaikan dalam semua hal; ter- utama daļam pekerdjaan pembentukan kader² dan dalam mempertinggi tingkatan teori anggota PKI. Kesalahan² pokok hingga sekarang, disebabkan pula oleh karena ku- rangnja elemen-elemen proletar dalam pimpinan Partai. Rapat Polit-Biro memperkuat putusan CC PKI untuk membentuk suatu organisasi-massa baru, jalah : ,Lembaga Persahabatan Indonesia-Soviet Uni". Ini perlu sekali, oleh karena di Indonesia terdapat sangat banjak orang jang bersimpati kepada Soviet Uni dan jang masih segan memasuki PKI. Perlu sekali adanja lembaga itu, supaja Rakjat djelata mengetahui lebih banjak tentang Soviet Uni, supaja Rakjat djelata mempunjai kepertjajaan lebih besar kepada gerakan demokrasi Rakjat jang dipimpin oleh Soviet Uni. Kekuatan Soviet Uni dan kekuatan² anti-imperialis lainnja diseluruh dunia sebenarnja adalah djauh lebih besar daripada kekuatan blok impe- rialisme jang dipimpin oleh Amerika Serikat, jang djuga berniat mendjadjah kembali tanahair kita.

II

Lapangan politik

Politik luarnegeri Dalam lapangan politik luarnegeri, rapat Polit-Biro berpendapat, bahwa kesalahan² besar jang telah dibuat oleh kaum Komunis Indonesia selama tiga tahun ini tidak bersifat kebetulan, melainkan mempunjai akar jang ber- asal semendjak meletusnja perang dunia II dan pendudu- kan tanahair kita oleh Djepang dan jang selandjutnja dipengaruhi oleh pendirian jang salah dari partai² seka- wan, jaitu Partai-partai Komunis Eropa Barat (Perantjis, Inggris dan Belanda). Pendirian politik jang salah dari Partai² Komunis di Eropa Barat ini pada umumnja, jalah karena tidak dime- ngertinja perubahan² jang besar dilapangan politik inter- nasional dan perubahan² keadaan dinegerinja masing² sesudah perang dunia II berachir dengan hantjurnja negeri² fasis Djerman, Italia dan Djepang. Semendjak perang dunia II meletus, maka gerakan kaum buruh revolusioner di-negeri² kapitalis, untuk sementara waktu, harus melakukan politik bekerdja-sama dengan semua tenaga-anti-fasis dinegerinja masing² termasuk pemerintah Amerika, Inggris, Perantjis, Belanda dsb. Pun djuga gerakan revolusioner dari Rakjat di-negeri² djadjahan, untuk sementara harus melakukan politik sematjam itu. Setelah Soviet Uni terlibat dalam perang dunia II karena serangan fasis Djerman, maka bagi Soviet Uni djuga timbul keharusan untuk erat bekerdja bersama dengan negara² besar jang bersekutu melawan negeri² fasis.

Semuanja ini bermaksud memperhebat perlawanan ter- hadap penjerang² fasis, musuh jang paling berbahaja pada waktu itu, bukan sadja bagi negeri² kapitalis dan imperialis, tetapi djuga bagi Soviet Uni, bagi gerakan buruh revolusioner di-negeri² kapitalis dan imperialis dan bagi gerakan revolusioner dari Rakjat dinegeri djadjahan. Setelah perang dunia II berachir dengan hantjurnja ketiga negeri fasis tadi, maka bagi Partai² Komunis dinegeri² kapitalis dan imperialis dan bagi perdjuangan revolusioner di-negeri² djadjahan sudah tidak ada alasan lagi untuk melandjutkan kerdjasama dengan pemerin- tahnja masing². Apalagi sesudah ternjata, bahwa kaum burdjuis sudah mulai menggunakan tjara-tjara untuk me- nindas gerakan kemerdekaan dinegeri djadjahannja. Kesalahan dari Partai² Komunis Perantjis dan Inggris dan djuga Partai Komunis Belanda jang terpengaruh oleh Partai Komunis Perantjis, jalah karena tidak dimengerti- nja perubahan besar jang telah berlaku dalam lapangan politik internasional sesudah perang dunia, terutama jang mengenai perdjuangan kemerdekaan dari Rakjat di-negeri² djadjahan. Pada saat perang dunia II berachir dengan hantjurnja negeri² fasis, maka perdjuangan kemerdekaan di-negeri² djadjahan harus dikobar-kobarkan lagi dengan sehebat- hebatnja dan Partai² Komunis di-negeri² pendjadjah harus menjokong se-kuat²nja. Kerdjasama dalam perdjuangan kemerdekaan Rakjat jang didjadjah dengan negeri² imperialis sudah tidak lagi pada tempatnja! Akan tetapi, karena tidak faham tentang perubahan keadaan politik ini, maka CPN (Partai Komunis Belanda) beranggapan, bahwa perdjuangan Rakjat Indonesia tidak boleh keluar dari batas dominion status dan oleh karenanja sembojan jang paling baik untuk Indonesia menurut pen- dirian mereka jalah: ,Uni-verband", atau dengan perkata-

an lain-; tetap tinggal dalam lingkungan Commonwealth"

Belanda. Djadi Rakjat Indonesia harus terus-menerus ,kerdjasama" dengan imperialisme Belanda. Demikian pula pendirian Partai Komunis Perantjis terhadap per- djuangan kemerdekaan Vietnam. Hal jang tidak boleh dilupakan jalah, bahwa di Indonesia selama pendudukan Djepang sudah ada' Komunis² palsu dan komunis2-renegat (pengchianat), jang suka men- djalankan kerdjasama dilapangan politik dengan fasis Djepang. Politik jang reformis dari Partai² Komunis di-negeri² Eropa Barat, disebabkan karena tidak fahamnja akan perubahan² keadaan internasional jang penting sesudah perang dunia II berachir. Oleh kawan² bekas anggota CPN jang tiba di Indonesia, dengan otomatis dengan tidak di- pikirkan dalam-dalam, djuga dengan tidak ditjotjokkan dengan keadaan objektif (proklamasi kemerdekaan tanggal 17-8 tahun 1945), politik reformis ini telah dipraktekkan, sehingga akibatnja sangat membahajakan kemadjuan Re- volusi Nasional kita. Perlu ditegaskan, bahwa politik reformis jang ber- asal dari luarnegeri ini djustru memberi kesempatan berkembangnja aliran reformis jang menguasai politik luarnegeri Republik dan jang dipimpin oleh kaum sosialis kanan (Sutan Sjahrir). Politik reformis ini dapat dinja- takan dengan dua hal:

  1. Mentjari keuntungan dan bantuan dengan kerdjasama, bukan dengan golongan anti-imperialis melain- kan dengan golongan imperialis. Jaitu dengan meng- gunakan pertentangan² diantara imperialisme Inggris dan Amerika dan diantara imperialisme Inggris dan imperialisme Belanda. Pada permulaannja imperialisme Inggrislah jang diadjaknja bermain-mata. Dasar dari-pada politik reformis ini diletakkan dalam Manifes Politik Pemerintah Republik November 1945.

  2. Menghadapi imperialisme Belanda tidak dengan perdjuangan jang konsekwen revolusioner dan anti-imperialis, melainkan dengan politik reaksioner atau politik kompromis jang bersembojan: bukan keme- nangan militer jang dimaksudkan, melainkan keme- nangan politik". Djadi bukannja perdjuangan dengan sendjata jang diutamakan, melainkan perdjuangan politik, sedangkan imperialisme Belanda terus-me- nerus berusaha memperkuat tenaga militernja. Kaum Komunis jang membiarkan berkembangnja dan meradjalelanja politik reaksioner ini, malahan turut serta menjokongnja, telah membuat dua matjam kesalahan:
    a. Lupa akan peladjaran teori revolusioner kita, bahwa Revolusi Nasional anti-imperialis dizaman seka- rang ini sudah mendjadi bagian daripada Revolusi Proletar dunia. Kesimpulan daripada peladjaran ini jalah, bahwa Revolusi Nasional di Indonesia harus berhubungan erat dengan tenaga² anti-imperialis lainnja didunia, jaitu perdjuangan revolusioner diseluruh dunia, baik di-negeri² djadjahan atau negeri setengah- djadjahan, maupun di-negeri² kapitalis-imperialis. Sebab semua ini adalah sekutu daripada Revolusi Nasional kita. Negeri Soviet Uni sebagai tenaga anti-imperialis jang terbesar dan terkuat harus dipandang sebagai pang- kalan, sebagai benteng jang terkuat, atau sebagai pe- mimpin dan plopor daripada semua perdjuangan anti-imperialis diseluruh dunia. Sebab hanja ada dua golongan didunia jang berhadapan dan berlawanan satu sama lainnja, jaitu golongan imperialis dan golongan anti-imperialis. Bagi Revolusi Nasional Indonesia tidak ada tempat lain selainnja difihak golongan anti-imperialis! Hanja dari fihak golongan anti-imperialis sebagai sekutu jang sedjati, Revolusi Nasional Indonesia dapat memperoleh keuntungan dan bantuan jang di- perlukan, dan bukan dari fihak golongan imperialis.

b. Kesalahan jang kedua jalah, bahwa tidak tjukup di- mengerti perimbangan kekuatan antara Soviet Uni dan imperialisme Inggris-USA, setelah Soviet Uni berhasil dengan sangat tjepatnja menduduki seluruh Tung Pai (Mansjuria). Pada waktu itu sudah ter- njata kedudukan Soviet Uni jang sangat kuat dibenua Asia, jang mengikat banjak tenaga militer daripada imperialisme USA, Inggris dan Australia dan dengan demikian memberi kesempatan baik bagi Rakjat Indonesia untuk memulai revolusinja. Pada saat itu kaum Komunis Indonesia sudah membesar-besarkan kekuatan Belanda dan imperialisme lainnja dan me- ngetjilkan kekuatan Revolusi Indonesia serta golong- an anti-imperialis lainnja. Konsekwensi jang sudah semestinja dari politik kaum sosialis kanan (Sutan Sjahrir) jang reaksioner itu, jalah penanda-tanganan truce agreement 1946 dan selandjutnja penanda-tanganan persetudjuan Lingga- djati jang memungkinkan imperialisme Belanda me- njiapkan perang kolonial, jang meletus pada tanggal 21 Djuli 1947. Akibat kesalahan pokok dalam lapangan politik tidak habis disitu sadja; konsekwensi jang lebih mentjelakakan lagi jalah tidak lain daripada penanda-tanganan persetudjuan Renville. Persetudjuan Renville ini adalah puntjak akibat kesalahan² jang reaksioner, jang telah membawa Republik pada tepi djurang kolonialisme. Targgung-dja- wab jang berat ini terletak dipundak kaum Komunis. Kesalahan selandjutnja jang besar pula jalah bahwa kabinet Amir Sjarifuddin mengundurkan diri dengan suka- rela dan dengan tidak ada perlawanan samasekali. Kaum Komunis pada waktu itu tidak ingat akan peladjaran Lenin: Soal pokok daripada tiap revolusi adalah soal kekuasaan negara". Dengan bubarnja kabinet Amir Sjarifuddin terbukalah djalan bagi elemen² burdjuis kompra-

dor untuk memegang pimpinan pemerintahan dan dengan demikian djuga pimpinan Revolusi Nasional kita, sedang- kan kaum Komunis mengisolasi dirinja dalam oposisi. Dapat dikatakan, bahwa saat itulah Revolusi Nasional kita benar² berada dalam bahaja, jang makin lama makin mendjadi besar. Sedjak saat itulah Revolusi Nasional kita makin lama makin djelas merosot kedalam djurang kapitulasi (penjerahan) kepada imperialisme Belanda cs, akibat politik kompromis jang sangat reaksioner dari- pada elemen² burdjuis Indonesia jang memegang pimpinan pemerintahan. Politik kompromis jang reaksioner ini makin mengun- tungkan imperialisme Belanda dan makin membesarkan bahaja bagi Republik kita. Sesudah kaum Komunis tidak lagi duduk didalam pemerintahan dan setelah mereka mulai giat bekerdja dikalangan Rakjat djelata, maka mereka mulai sedar akan kesalahan² dan kekurangan-kekurangannja, diantara lain kelemahan² organisasi Partai serta organisasi massa, terutama dikalangan kaum buruh dan tani. Mereka mulai insaf, bahwa terutama harus diusahakan penjelesaian soal agraria dengan se-lekas²nja, jang dahulunja sangat ku- rang mendapat perhatian mereka, padahal masaalah tani adalah masaalah jang penting bagi Revolusi Nasional Indonesia. Djuga mulai diinsafi, bahwa dengan tidak adanja so- kongan, terutama dari Rakjat pekerdja (buruh, tani-pekerdja dan pekerdja lainnja) jang berorganisasi rapi, tidak- lah mungkin mewudjudkan hegemoni klas buruh dalam Revolusi National kita ini, dan tidak mungkin pula mem- bentuk suatu pemerintahan kerakjatan jang kuat dan sta- bil (jang berdiri tegak). Oleh karenanja kaum Komunis berdaja-upaja dengan segiat-giatnja mengorganisasi massa Rakjat pekerdja, agar dalam waktu jang pendek dapat

menjusun massa-organisasi jang rapi dalam berbagai ka- langan Rakjat pekerdja, jang berkewadjiban mendjalan- kan rol sebagai tulang-punggung Revolusi Nasional kita. Ternjata bahwa didalam 6 bulan jang belakangan ini, sedjak pimpinan negara dipegang oleh elemen² burdjuis komprador, tumbuhnja politik jang reaksioner berdjalan dengan tjepatnja. Malahan pada beberapa bulan jang belakangan sudah tampak tanda², bahwa politik pemerintah jang reaksioner itu akan tumbuh ketingkatan kontra-re- volusioner. Hal ini sebagian disebabkan, karena agitasi dan pro- paganda dari fihak kaum Komunis untuk menjedarkan massa Rakjat pekerdja tentang kekeliruan² politik pemerintah, disana-sini telah didjalankan dengan tjara jang kurang bidjaksana, hingga menjinggung perasaan. Akan tetapi sebagian lagi disebabkan, karena tindakan² jang reaksioner dari fihak pemerintah terhadap hak² demokrasi Rakjat pekerdja, sedangkan Rakjat pekerdja sudah makin sedar akan rol dan kewadjibannja serta hak²nja dalam Revolusi Nasional. Tindakan² reaksioner jang telah njata diantaranja jalah :

a. Penghapusan hak² demokrasi jang pokok misalnja hak berdemonstrasi, walaupun buat sementara.
b. Niat untuk mengekang hak mogok bagi kaum buruh, dengan tidak mengindahkan samasekali faktor² jang njata, jaitu .jang memaksa kaum buruh menggunakan sendjata perdjuangannja jang paling tadjam itu untuk membela nasibnja. dan membela Revolusi Nasional.
c. Politik dalam lapangan ekonomi jang terang-terangan reaksioner, jang menentang dan memperkosa UUD Republik kita fasal 33 dan jang sangat merugikan penghidupan Rakjat pekerdja, serta kedudukan negara dan Revolusi Nasional kita. Ini semua hanja me-

nguntungkan beberapa orang burdjuis komprador jang dengan terang²an menundjukkan sikap anti-nasional.

d. Politik dilapangan agraria jang reaksioner dan antja- man terhadap kaum tani jang sudah sedar akan rol dan kewadjibannja sebagai tenaga jang penting dalam pelaksanaan Revolusi Nasional dan karenanja telah bergerak menghilangkan segala sisa feodalisme dilapangan agraria.
e.Perintah untuk mendaftar nama² dan mengamat-amati tindakan² pemimpin² Rakjat pekerdja. Teranglah, bahwa tindakan pemerintah jang reaksioner itu, jang bermaksud mempertahankan kedudukannja dan menguntungkan beberapa kelompok kaum burdjuis, tidak boleh tidak tentu makin meruntjingkan pertentangan an- tara Rakjat pekerdja dan pemerintah. Djadi bukannja kaum buruh jang meruntjingkan pertentangan klas, me- lainkan kaum burdjuis sendiri. Sudah mendjadi kewadjiban kaum Komunis untuk me- njedarkan Rakjat pekerdja dan kaum progresif terhadap berkembangnja politik reaksioner jang berbahaja dari pemerintah jang achirnja pasti akan mendjerumuskan Revolusi Nasional kita kedjurang kegagalan dan kemusna- han. Dengan demikian dimaksudkan supaja tenaga massa Rakjat pekerdja bersama dengan tenaga progresif lainnja dapat merubah haluan politik pemerintah jang tidak sehat dan berbahaja itu kearah djurusan jang sehat. Walaupun kaum Komunis sekarang telah mendapat pengaruh lebih besar daripada diwaktu sebelum mening- galkan pemerintah, akan tetapi oleh karena tidak tahu tentang kesalahannja jang pokok dalam lapangan politik, maka sikap sebagian besar daripada Rakjat terhadap Ko- munisme djuga masih belum tjukup terang dan tegas.

Berhubung dengan itu, rapat Polit-Biro menetapkan, bahwa PKI dalam susunan jang baru dengan tegas harus membatalkan persetudjuan Linggadjati dan Renville, jang dalam prakteknja telah mendjadi sumber daripada bermatjam-matjam keruwetan diantara pemimpin² dan Rakjat djelata. Hapusnja persetudjuan Linggadjati dan Renville berarti bahwa Republik Indonesia merdeka se- penuhnja dan Rakjat tidak terikat lagi oleh persetudjuan² jang mengikat dan memperbudak. Dengan demikian Rakjat didaerah pendudukan akan mendapat kemerdekaan luas untuk beraksi terhadap Belanda. Hapusnja persetudjuan Linggadjati dan Renville berarti djuga, bahwa orang Indonesia boleh menganggap adanja kekuasaan Belanda di Indonesia sebagai pelanggaran kedaulatan Republik jang merdeka, dan oleh karena itu tentara Belanda harus diusir se-lekas²nja. Hapusnja persetudjuan Linggadjati dan Renville menghilangkan segala kebimbangan dikalangan beberapa partai lain untuk memperluas dan meneguhkan hubungan Republik dengan negeri² asing. Dengan demikian Republik djuga mendapat kesempatan untuk menerobos blokade Belanda jang mengisolasi Republik dari negeri² luar dalam lapangan ekonomi dan politik. Kaum Komunis menolak persetudjuan Linggadjati dan Renville, bukannja karena Belanda terbukti tidak setia dan telah mengindjak-indjak persetudjuan itu. Tidak! Sekali-kali tidak! Komunis prinsipiil menolak persetudjuan Linggadjati dan Renville, oleh karena persetudjuan-persetudjuan itu djikalau dipraktekkan, akan mewudjudkan negara jang pada hakekatnja sama sadja dengan djadjahan, jang berbeda dengan India, Birma, Filipina dan djadjahan lain² hanjalah kulitnja sadja. Sebab itu PKI tetap bersem- bojan : Merdeka se-penuh²nja".

Penolakan persetudjuan Linggadjati dan Renville ber- arti djuga selfkritik jang keras dikalangan PKI. Dan pengakuan salah ini harus dipopulerkan djuga kepada Rakjat-banjak.

PKI menolak perundingan dengan Belanda jang tidak

didasarkan atas hak jang sama. Komunis prinsipiil tidak menolak perundingan, akan tetapi harus didasarkan atas hak² jang sungguh-sungguh sama. Dalam perundingan se-kali² tidak boleh disinggung soal kedaulatan -Republik atas seluruh Indonesia. Dalam perundingan² ini PKI sanggup memberikan se- kedar konsesi dilapangan ekonomi dan kebudajaan kepada orang² Belanda jang tidak menentang Revolusi kita, lebih daripada jang sekarang biasa diberikan di-negeri² kapitalis.

Dalam politiknja terhadap Soviet Uni PKI mengan-

djurkan se-bulat²nja supaja diadakan perhubungan lang- sung antara Republik Indonesia dengan Soviet Uni dalam segala lapangan. Soviet Uni adalah sekutu jang semesti- nja dari Rakjat Indonesia jang melawan imperialisme oleh karena Soviet Uni memelopori perdjuangan melawan blok imperialis jang dipimpin oleh Amerika Serikat. Tjukup djelas bagi kita bahwa Amerika Serikat membantu dan mempergunakan Belanda untuk mentjekek Republik kita jang demokratis. PKI harus menerangkan kepada Rakjat-banjak, bahwa pengakuan Soviet Uni membawa kebaikan semata-mata, sebab Soviet Uni sebagai negara kaum buruh tidak mungkin bersifat lain daripada anti- imperialis. Dengan demikian Soviet Uni tidak mempunjai kepentingan lain terhadap Indonesia ketjuali membantu Indonesia dalam perdjuangannja jang djuga bersifat anti- imperialis.

Dalam perdjuangannja melawan imperialisme, PKI harus menghubungkan diri dengan gerakan² anti-im- perialis di Asia, di Eropa dan di Amerika, terutama se- kali dengan Rakjat negeri Belanda jang progre- sif, jang sebagian besar dari mereka dipimpin oleh CPN. Partai ini walaupun sudah membuat kesalahan², adalah satu-satunja Partai klas buruh dinegeri Belanda jang sungguh. membantu gerakan kemerdekaan kita pada waktu sebelum dan sesudah peperangan dunia kedua. CPN adalah djuga mendjadi sekutu kita jang semestinja, dan perhubungan kita dengan CPN harus lebih dikokoh- kan lagi. Lain daripada itu PKI harus terus-menerus men- desak CPN supaja benar2 meninggalkan politik jang ber- sembojan : ,Unie-verband" jang djahat itu dan menggan- tinja dengan politik ,,INDONESIA MERDEKA SE-PENUH-PENUHNJA". Tudjuan PKI jalah mendirikan Republik Indonesia berdasarkan Demokrasi Rakjat, jang meliputi seluruh daerah Indonesia dan jang bebas dari pengaruh imperialisme serta tentaranja. Politik Dalamnegeri Soal jang penting jalah, bahwa PKI dengan semua dja- lan harus menghalangi pemerintah sekarang ini djangan sampai terus-menerus memberi konsesi kepada imperialisme karena ini berarti menjerahkan Republik kedalam tangan impérialisme.

Lagi pula dalam pekerdjaannja sehari-hari PKI harus

dengan giat membela kepentingan² kaum buruh dan kaum tani. Selandjutnja PKI harus djuga berusaha, se-lekas²nja melikwidasi segala kelemahan Revolusi kita. Kelemahan itu jalah :

1. Klas buruh dengan pelopornja, jaitu PKI, belum

memegang hegemoni daripada pimpinan Revolusi Nasio- nal kita. Untuk mewudjudkan hegemoni ini dengan tegas

dan teguh, maka perlu sekali dipenuhi sjarat² jang penting, jaitu adanja organisasi Partai jang rapi dan kuat jang meliputi tiap² pabrik, perusahaan, bengkel, kantor, kampung dan desa, dengan anggota² dan kader² jang sebagian besar terdiri dari kaum buruh dan tani-pekerdja. Selandjutnja djuga adanja organisasi² massa jang kuat jang meliputi sebagian besar daripada Rakjat pekerdja dari berbagai golongan, terutama dari kalangan kaum buruh dan tani, sedangkan pimpinannja harus ditangan Partai.

  1. Pimpinan Revolusi Nasional kita, walaupun hege-
    moninja harus ada ditangan klas buruh, harus diwudjud- kan oleh PKI ber-sama² dengan partai² atau elemen² lain jang progresif berdasarkan sebuah program nasional jang revolusioner, jang disetudjui oleh bagian terbesar daripada Rakjat kita. Dengan demikian dapat terbentuk sua- tu pimpinan revolusi jang seia-sekata dan jang erat be- kerdja bersama dengan dan disokong oleh seluruh Rakjat atau se-tidak²nja oleh sebagian terbesar daripadanja. Hingga sekarang hal ini belum tertjapai.

  2. Hingga sekarang Revolusi Nasional kita belum me-
    likwidasi alat² kekuasaan negara jang lama, jang djiwa, susunan ataupun tjara bekerdjanja masih sangat berbau pendjadjahan. Dalam hal ini PKI tidak boleh melupakan peladjaran Marx jang mengatakan, bahwa kewadjiban tiap revolusi jalah menghantjurkan alat kekuasaan negara jang lama dan menjusun alat kekuasaan negara jang baru. Dengan demikian dapatlah ditjegah usaha musuh untuk merebut kembali kekuasaan negara. Revolusi kita dengan melalaikan kewadjiban ini telah membahajakan nasibnja sendiri. Oleh karena itu mendjadi kewadjiban jang penting bagi PKI dan semua tenaga progresif untuk selekas-lekasnja memperbaiki kesalahan jang besar ini. Alat² kekuasaan negara jang dengan segera harus dirubah dan disusun kembali jalah:

a. Pemerintahan dalamnegeri Hingga sekarang alat ini boleh dibilang masih hampir samasekali alat lama jang bersifat feodal-kolonial, baik dalam susunan maupun dalam tjara bekerdjanja. Pun orang²nja sebagian besar adalah orang² lama. Harus segera diusahakan agar supaja susunan pemerintahan desa sampai kabupaten dirubah samasekali setjara radikal, berdasarkan pemerintahan kolegial (kedewan- an) jang dipilih langsung oleh Rakjat. Jang penting terutama jalah pemerintahan desa, agar Rakjat tani segera dapat dibebaskan dari belenggu² feodalisme jang hingga sekarang masih mengikatnja. Perubahan ini harus di- laksanakan dalam tempo jang se-singkat²nja. Dengan sendirinja anasir² jang reaksioner dan kontra-revolusioner harus segera disingkirkan dari kalangan pemerintahan dalamnegeri.
b. Kepolisian negara Baik anggota² maupun kader²nja harus diberi pendi- dikan jang sesuai dengan arti dan isi Revolusi Nasional kita dan kewadjiban kepolisian negara sekarang, jalah membela kepentingan Revolusi Nasional, jang berarti djuga membela kepentingan Rakjat pekerdja chususnja. Djadi kewadjiban mereka sekarang adalah bertentangan samasekali dengan kewadjiban mereka dahulu dizaman pendjadjahan. Terang, bahwa bagi anasir² jang reaksioner atau kontra-revolusioner tidak ada tempat lagi didalam kepolisian negara. Kepolisian harus dipimpin oleh kader² jang progresif.
c. Pengadilan negeri Tjara bekerdjanja pengadilan negeri harus tidak lagi setjara lama, jang hingga sekarang masih berlaku, me-

lainkan harus dirubah dan didasarkan atas kepenti-

ngan Revolusi Nasional kita. Terutama jang menge-

nai perkara² politik. Anasir² jang reaksioner dan kontra-revolusioner harus segera disingkirkan dari aparat ini.

d. Ketentaraan Tentara sebagai alat kekuasaan negara jang terpenting harus istimewa mendapat perhatian. Kader2 dan anggota²nja harus diberi pendidikan istimewa jang se- suai dengan kewadjiban tentara sebagai aparat terpenting untuk membela Revolusi Nasional kita, jang berarti pula membela kepentingan Rakjat pekerdja. Tentara harus bersatu dengan dan disukai oleh Rakjat. Tentara harus dipimpin oleh kader² jang progresif. Dengan sendirinja dan terutama dikalangan kader²- nja harus dibersihkan dari anasir² jang reaksioner dan kontra-revolusioner.
e. Alat² negara lainnja jang penting² seperti djawatan² jang mengurus keuangan negara, alat² produksi dan distribusi, pada umumnja harus dibersihkan dari anasir² jang reaksioner dan kontra-revolusioner, terutama dalam pimpinannja, agar supaja kepentingan negara dan Rakjat dapat terdjamin.
4. Kelalaian memberikan djaminan kepada anggota-
anggota ketentaraan dan kepolisian negara chususnja, dan kepada Rakjat pekerdja umumnja (buruh dan pe- gawai negeri), hingga menjebabkan terlantarnja nasib mereka ini. PKI harus memperdjuangkan se-lekas²nja tertjapainja djaminan sekurang-kurangnja keperluan hidup se-hari³ bagi Rakjat pekerdja tersebut diatas. Selain itu harus diperdjuangkan pula segera terlaksana- nja:

a. bagi kaum buruh: hak² demokrasi disegala lapangan, oleh karena mereka sebagai pelopor revolusi harus terutama diberi keuntungan banjak.

b. bagi kaum tani : hapusnja sisa² peraturan zaman feodal dan peraturan² imperialis dilapangan pertanian, jang bagi Rakjat tani merupakan rintangan hebat untuk mendapat perbaikan nasib. Adapun politik PKI untuk kaum tani diseluruh Indonesia jalah: Tanah untuk kaum tani". Djadi tiap orang tani harus diberi tanah, supaja ia merasakan benar² buah revolusi. Akan tetapi kaum Komunis harus ingat, bahwa sekarang dan dalam beberapa tahun jang akan datang belum mung- kin melaksanakan sembojan ini, berhubung dengan kurangnja luas tanah di Djawa dan Madura, sedang- kan djumlah kaum tani terlampau besar. Oleh karena itu buat sementara waktu, Rakjat tani dapat diberi pertolongan jang lebih baik tidak dengan membagi- bagikan kepada mereka tanah² jang dapat dibagikan kepadanja sebagai hasil penghapusan sisa² peraturan feodal dilapangan agraria. Tetapi tanah ini diserahkan kepada desa dan desalah jang mengatur penggarapannja oleh buruh-tani dengan tjara jang menguntungkan mereka.
c.Bagi pekerdja intelektuil : penghargaan jang lajak oleh pemerintah, sebab banjak pekerdja intelektuil jang me- rasa diri dan pekerdjaannja samasekali tidak dihargai oleh pemerintah.
5. Kelalaian dalam memperluas alat² produksi jang
lama dan membangun alat² produksi jang baru jang di- kuasai negara serta mengerdjakannja dengan se-hebat²nja untuk mempertinggi kemakmuran Rakjat.

  1. Kelalaian dalam mengadakan aparat distribusi ne-

    gara jang baik jang dapat memenuhi kewadjibannja de-

ngan beres.

  1. Kelalaian dilapangan keuangan negara jang ter-

    njata dengan memuntjaknja kesukaran² tentang hal

uang, jang betul² dirasai oleh seluruh masjarakat, terutama dikalangan Rakjat pekerdja.

8. Kelalaian dalam membangun koperasi² Rakjat,

tentang koperasi dilapangan keradjinan tangan dan perusahaan ketjil, dilapangan kredit dan distribusi jang dapat bekerdja bersama dengan pemerintah, baik dalam usaha pengumpulan bahan² makanan, maupun dalam usaha distribusi barang² dari pemerintah.

9. Kelalaian dilapangan sosial, jaitu terutama jang

mengenai pemberian pertolongan kepada tentara jang berhidjrah, pengungsi, djuga jang mengenai perumahan jang lajak bagi kaum buruh, perawatan kesehatan dan pemberian obat kepada Rakjat.

  1. Tidak adanja perhatian samasekali dari fihak
    pemerintah kepada masaalah golongan minoritet, jang se- bagian besar terdiri dari orang² jang memiliki perusahaan² ketjil dan dari orang² intelektuil. Harus diperdjuangkan oleh PKI supaja segala kelemah- an ini dengan se-lekas²nja dapat diatasi. Jang mengenai hal produksi dilapangan industri harus diandjurkan kepada kaum buruh, bahwa produksi harus diperbesar se-banjak²- nja dengan sjarat, bahwa peroduksi dan distribusi serta perdagangan barang² milik negara harus diawasi oleh serikatburuh. Dengan pendek dapat dikatakan, bahwa dalam pekerdja- an se-hari² PKI harus membela dengan giat kepentingan² Rakjat pekerdja umumnja. Kepada pemerintah harus di- tuntut dengan tegas oleh PKI, supaja sebab² jang dapat menimbulkan pemogokan segera dihilangkan. Dalam menetapkan kewadjiban tersebut diatas, ditam- bah dengan kewadjiban melawan imperialisme jang mana sadja dengan tjara jang se-hebat²nja, maka kaum Komu- nis se-kali² tidak boleh melupakan bahwa kewadjiban PKI pada saat ini dalam tingkatan revolusi sekarang ini jalah tidak melebihi daripada penjelesaian REVOLUSI NASIONAL atau REVOLUSI DEMOKRASI BURDJU-

IS TYPE BARU, sebagai tingkatan persediaan untuk revolusi jang lebih tinggi jaitu Revolusi Sosialis atau Revolusi Proletar. Pendorong Revolusi Nasional sekarang ini jalah Rakjat progresif dan anti-imperialis seluruhnja terutama se- kali klas buruh sebagai pemimpinnja dan kaum tani sebagai sekutu klas buruh jang terpenting. Djikalau diantara Rakjat progresif itu tidak ada persatuan, maka revolusi tidak akan menang! Sebaliknja, hanja persatuan jang kuat diantara seluruh Rakjat jang anti-imperialis itu akan membawa Revolusi kita kepada kemenangan. Wudjud satu²nja daripada persatuan itu, jalah Front Nasional jang disusun dari bawah jang disokong oleh se- mua Partai dan golongan serta orang² jang progresif.

III Front Nasional Setelah menindjau riwajat gerakan kemerdekaan se- mendjak permulaan pendudukan negeri kita oleh Djepang hingga kini, maka Polit-Biro menetapkan dengan menjesal bahwa kaum Komunis telah lalai mengadakan Front Nasional sebagai sendjata Revolusi Nasional terhadap im- perialisme. Walaupun kemudian mereka mulai sedar akan kepentingan Front Nasional itu, akan tetapi kaum Komunis belum faham sungguh² tentang hakekat Front Persatuan Nasional dan tentang tjara membentuknja. Beberapa ma- tjam bentuk Front Nasional selama tiga tahun ini telah didirikan, akan tetapi selalu tinggal diatas kertas belaka, bahwa hanja berupa konvensi diantara organisasi² atau diantara pemimpin² sadja, sehingga djikalau ada sedikit perselisihan diantara pemimpin² Front Nasional itu lalu menjebabkan bubarnja. PKī berkejakinan, bahwa pada saat ini Partai klas buruh tidak dapat menjelesaikan sendiri revolusi demokrasi burdjuis ini dan oleh karena itu

PKI harus bekerdja bersama dengan partai² lain. Kaum Komunis sudah semestinja berusaha mengadakan persatuan dengan anggota² partai dan organisasi² lain. Satu²- nja persatuan sematjam itu jalah FRONT NASIONAL. Dalam menjusun ini PKI harus mengambil inisiatif dan dalam Front Nasional itu PKI harus djuga memainkan rol jang memimpin. Ini se-kali² tidak berarti, bahwa kaum Komunis memaksa partai lain atau orang lain supaja me- ngikutinja, melainkan PKI harus mejakinkan dengan setjara sabar kepada orang² jang tulus hati, bahwa satu²nja djalan untuk mendapat kemenangan jalah membentuk Front Nasional jang disokong oleh semua Rakjat jang progresif dan anti-imperialis. Tiap Komunis harus jakin be- nar2, bahwa dengan tidak adanja Front Nasional kemenangan tidak akan datang. Oleh karena pada dewasa ini telah ada program nasional jang sudah disusun, disetudjui dan diterima pula oleh semua partai, maka tidak salah djika program nasional ini dipakai dengan segera sebagai dasar untuk me- wudjudkan Front Nasional. Front Nasional jang tulen harus disusun dari bawah, semua anggota partai² jang sudah menjetudjui Front Nasional seharusnja memasukinja setjara individuil. Selain daripada itu diberi djuga kesem- patan kepada beribu orang jang tidak berpartai dan jang progresif turut serta dalam Front Nasional. Komite² Front Nasional, baik didaerah maupun dipusat, harus dipilih setjara demokratis dari bawah. Front Nasional sematjam ini, sekali berdiri, tidak akan mudah hantjur, bahkan tidak terlalu bergantung lagi kepada kehendak pemimpin² partai. Front Nasional sematjam itu memungkinkan djuga pengurangan perselisihan politik dan djuga memperketjil adanja oposisi sampai pada batas minimum. Bersamaan dengan itu, PKI harus berdaja-upaja supaja pemerintah sekarang se-lekas²nja diganti dengan pemerintah FRONT NASIONAL jang berdasar atas program na-

sional dan jang bertanggung djawab. Hanja pemerintah sematjam itulah jang akan berakar kuat dikalangan Rakjat dan sanggup mengatasi kesukaran² dalamnegeri serta meneruskan perlawanan anti-imperialis setjara konsekwen. IV PKI dan daerah pendudukan

Polit-Biro menganggap perlu dan memutuskan, bahwa PKI harus sungguh² mengatur dan memimpin perlawanan Rakjat terhadap Belanda didaerah pendudukan. Strategi PKI didaerah pendudukan terutama harus menghalangi Belanda dalam usahanja memperteguh kekuasaannja dan memperbesar produksinja. Kalau Belanda berhasil dalam usahanja itu, maka lambat laun Belanda dapat memadam- kan semangat perlawanan Rakjat djelata. Perlawanan jang selalu bertambah, jang dilakukan oleh kaum gerilja didaerah² pendudukan di Djawa, di Sumatera dan di-pulau² lain harus mendjadi tanda bagi semua Komunis untuk aktif dan berani menjokong dan memimpin perlawanan² itu. V Ideologi

Polit-Biro berpendapat, bahwa kesalahan² prinsipiil tsb. diatas terutama disebabkan karena lemahnja ideologi Partai. Kelemahan² tsb. diatas harus lekas diperbaiki. Dengan tidak adanja teori revolusioner tidak ada gerakan revolusioner kata Lenin. Pendapat Lenin ini terbukti kebenar- annja dalam pekerdjaan kita. Oleh karena teori Marxisme-Leninisme adalah suatu ilmu (wetenschap) jang terting- gi, maka iapun harus dipeladjari sebagai weten-

schap djuga. Teori kita ini meneguhkan kejakinan, menadjamkan kewaspadaan, membesarkan keberanian dan

memudahkan pekerdjaan kita dalam keadaan jang sulit. Partai Komunis jang benar² berdasar atas peladjaran² MARX, ENGELS, LENIN dan STALIN tidak akan mu- dah djatuh dalam keadaan kebingungan, dan bagaimanapun djuga sulitnja keadaan dan suasana politik Partai Komunis selalu akan mendapat djalan jang tepat untuk mengatas- inja. Berhubung dengan itu, mulai sekarang djuga tiap Komunis DIWADJIBKAN membatja dan mempeladjari setjara sistematis teori revolusioner dan diwadjibkan me- ngadakan kursus² dikalangan kaum buruh dan kaum tani, agar supaja dengan djalan demikian mereka selalu dapat menghubungkan teori dan praktek dengan erat. Teori jang tidak dihubungkan dengan massa, tidak dapat merupakan kekuatan, akan tetapi sebaliknja teori jang berhubungan erat dengan massa, merupakan kekuatan jang maha hebat. Kawan Stalin mengatakan, bahwa tidak ada satu ben- tengpun djuga jang tidak dapat direbut oleh kaum Bolsjewik. Maka itu jakinlah, bahwa kaum Bolsjewik Indonesia akan dapat merebut benteng jang terantjam bahaja dihadapan mereka, jaitu benteng Indonesia Merdeka.

Polit-Biro Central Comite Partai Komunis Indonesia

Djokjakarta, Agustus 1948.

Isi diluar tanggungan Pertj. SENO N.V.

Harga Rp. 2.—