Serie No. 198 gf-/', Harganja f 2.50
*** v
Ijf^j HABIS oelap ter-|pEj
jfpl BÏTLAH terang. |M|
I : boeah pikiean
: Radén Adjeng KART1NI.
!! • itel
MH5M®^S s
ï SSfe-UITGAVE VAN DE i®5»!. COMMISSIE VOOR DE ||j(^i
| VOLKSLECTUUR jRttgjj I DIKELOEABKAToIèh iS^K:
I BALA! POESTAKA löSiJl
P97-2946
CENTRALE BOEKERD
ISN=217878
14 0000 0273 2141
Serie N®. 198 Harganja f 2.50
_
! HABJS QELAP TER- : BITLAH TERANG. §
f BOEAH PIKIRAN i
»
Radén Adjeng KARTINI. I
Dimelajoekan oléh i
EMPAT SAUDARA
Dihiasi dengan 17 boeah gainbar.
DIKELOEARKAN OLÉH
BALAI-POEST AKA
1922.
DRUKKERIJ VOLKSLECTUUR WELTEVREDEN.
r» v/ix*
Po
Matini
ISI KITAB. Moeka.
| Permoelaan | kalam | . I. | ||
|---|---|---|---|---|
| Pendahoeloean | III. | |||
| Soerat-soerat | dalam tahoen 1899 | ... | . • | 1 |
| Soerat-soerat | dalam tahoen 1900 | 26 | ||
| Soerat-soerat | dalam tahoen 1901 | 99 | ||
| Soerat-soerat | dalam tahoen 1902 | 174 | ||
| Soerat-soerat | dalam tahoen 1903 | •. <• | 326 | |
| Soerat-soerat | dalam tahoen 1904 | . 382 | ||
| Boeah | pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja | jang | ||
| tiada | disiarkan | 395 | ||
| Berilah orang Djawa pendidikan! | 398 |
g Raumawi jang ditjétak dibelakang aneka-aneka ahoen, menoendjoekkan nama-nama orang tempat R A Kartini berkirim soerat; orang-orang itoe ialah:
li. SaVc. S S vtol l''S "-
| Z h n | [a r0 eiSekarai | jonja Harlshalt | |
|---|---|---|---|
| ni | nia | B K A"ton | ,liJena |
HI' TD™rman) ° ^ ' ' '> IV. Toean Dr. N. Adriani.
V. Njonja H. G de Booij-Boissevain. VI. Toean H. H. van Kol VII. Njonja N. van KoL VIII. Njonja R. M. Abendanon-Mandri. IX. Toean Mr. J. H. Abendanon.
X. Toean E. C. Abendanon.
«\£s «>«•» "" ">•»» dipoelau DÏW laiKaia memboeat perdjalanan
PERMOELAAN KALAM.
Pendoedoek tanah Hindia tentoe banjak jang kenal akan
S. P. toean Mr. Abendanon, Directeur van Onderwijs, Eere- dienst en Nijverheid, jang' telah berhenti dan sekarang bertem- pat dikota den Haag' ditanah Belanda. Toean itoe seorang Be landa jang ta' tahoe akan djerih pajah, djika akan bekerdja oentoek menolong memadjoekan tanah Hindia dan pendoedoek- nja. Sedjak dahoeloe waktoe jang moelia masih di Hindia, sam- pai sekarang ditanah Belanda selaloe beliau beroesaha dengan sekoeat-koeatnja oentoek kebaikan dan keselamatan Boemi- poetera tanah Hindia. Siapa jang dahoeloe membatja soerat kabar Bintang Hindia, tentoelah ada membatja boeah pikiran toean Abendanon semasa beliau masih mendjabat pangkat Di recteur van O. E. en N. di Hindia. Boeah pikiran toean itoe dioerai dan dipaparkan oléh engkoe Dr. 'Abdoel Rivai jang dé- wasa itoe mendjadi Hoofdredacteur s.k. Bintang Hindia. Banjaklah djasa dan kebaikan toean Abendanon kepada kita pendoedoek tanah Hindia; tetapi hal itoe ta' oesahlah diperbin- tjangkan lebih landjoet; hanjalah satoe dari pada kebaikannja itoe jang perloe dipaparkan dan jang bergoena oentoek kita ini. Toean Abendanon sesoeai sekali pikirannja dengan Radén Adjeng Kartini tentang maksoed hendak memadjoekan tanah Hindia. Pertimbangannja itoe ialah: „Djikalau sekiranja tanah Hindia betoel-betoel hendak dimadjoekan, boekanlah laki-laki sadja, tetapi perempoean-perempoean bangsa Boemipoeterapoen wadjiblah dimadjoekan poela, karena dari pada perempoeanlah keloear bermoela-moela pendidikan akan anak-anak jang kelak akan mendjadi besar. Oléh sebab itoe haroeslah poela perempoean beroléh pendidikan jang baik dan berboedi pekerti jang sempoerna." Boeah pikiran itoelah menjoeroeh toean Abendanon mengoem- poelkan soerat-soerat R. A. Kartini, dan mendjadikan dia se- boeah kitab dan menjoeroeh mentjétak kitab itoe, soe- paja bangsa Belanda boléh tahoe hal-hal apakah jang dapat memadjoekan pendoedoek tanah Hindia. Tetapi pekerdjaan itoe beloemlah tjoekoep, bila bangsa Belanda sadja mengetahoei hal itoe; bangsa R. A. Kartini sendiripoen wadjib poela me ngetahoei apa jang patoet diperboeat oléh meréka itoe oentoek memadjoekan diri meréka itoe sendiri. Oléh karena itoelah, toean Abendanon meminta kepada kami menerbitkan kitab ini dengan bahasa Melajoe,
rv
Pekerdjaan menterdjemiahkan itoe soeatoe pekerdjaan jang berat; soenggoehpoen demikian, kami ta' dapat menolak 'permintaan itoe, karena hal itoe kami pandang soeatoe kewadjiban pada kami dan haroes dengan segera kami lakoekan. Setelah pikiran kami boelat akan mengerdjakan peker djaan jang berat itoe, maka kami hadapkan permintaan kepada Commissie voor de Volkslectuur di Betawi, kalau-kalau Com missie itoe soeka mentjétak kitab jang hendak diterdjemahkan itoe. Pada boelan Februari 1917 kami mendapat soerat dan Commissie jang terseboet, bahwa dengan segala soeka hati madjelis itoe soedi mentjétak kitab ini. Dengan besar hati toean Abendanon serta kamipoen mengoetjap terima kasih kepada ( ommissie voor de Volkslectuur atas kesoedian itoe. Kepada bangsa kami, bangsa Hindia, kami berharap dan me- minta, soepaja ia akan mempoenjaï kitab ini dan membatjanja soenggoeh-soenggoeh. Achirnja kami hadapkan péna kami kepada pembatja-pembatja kitab ini serta kami minta pertolongan, moedah-moedahan toean-toean soedi akan memberi tahoekan kepada kami kesalahan jang terdapat dalam kitab ini, soepaja pada tjétakan jang kedoea kesalahan itoe dapat dioebah.
PENJALTN.
PEN DAHOELOEAN.
I ada 8 Augustus 1900 sa ja datang ke Djapara bersama-sama dengan isteri saja. Waktoe itoe saja mendjabat pangkat Di recteur van Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid. Maksoed saja pergi ke Djapara hendak membitjarakan diengan marhoem regén Djapara, Radén Mas Adipati Ario Sosroningrat dan i ster in ja, radén ajoe serta anak-anaknja jang perempoean, bagaimana patoetnja dan apa 'akal akan meloeaskan peman- dangan dan mempertinggi pikiran anak-anak perempoean Dja- \va jang bangsawan dan anak orang kebanjakan. Hari itoe ialah hari jang ta' moedah kami loepakan dalam hidoep kami. Adapoen berkenalan dengan regén itoe dan radén ajoenja menjenangkan hati kami sekali; akan tetapi jang terlebih-leb'ih meriangkan hati kami ialah anak-anak perempoean boepati jang peramah itoe, apalagi pertemoean dengan ketiga orang anak perempoeannja jang tertoea jang seolah-olah tiga setang- kai seperti daoen laiknja, sangat menggirangkan hati kami. Akan anak-anak perempoeannja jang lebih moeda pada masa itoe masih ketji 1 -ketji 1. Kira-kira seboelan kemoedian dari pada itoe datanglah regén itoe dengan radén ajoe serta ketiga anak perempoeannja jang molék itoe ke Betawi mendjelang kami dan tinggal beberapa hari diroemah kami. Waktoe itoelah persahabatan kami bertam- bah rapat, jang seorang lebih mengenal dan lebih menghargaï akan seorang; maka jang djadi 'akibat perkenalan itoe: sedjak itoe kami setia berkirim-kiriman soerat; lebih-lebih dengan jang tertoea dari ketiga anak perempoean itoe, jaïtoe Radén Adjeng Kartini, kami selaloe berbalas-balasan soerat. Maka soerat-soeratnjalah poela jang terlebih menarik hati kami, karena dalam pikirannja, tinggi hématnja dan haloes pe- rasaannja serta keras kehendaknja akan memadjoekan bang sa Djawa, lebih-lebih akan memadjoekan perempoean bangsa Djawa. Karena itoe kamipoen hati-hati sekali membalas soeratnja itoe, sebab kami merasa beratnja tanggoengan jang terpikoel atas kami dalam membalas soerat-soerat itoe. Bahwa sanja moedah sekali toeroet mendjaring angin ber sama-sama dengan orang jang besar tjita-tjitanja. Akan tetapi karena tjita-tjita itoe tidak dapat ditjapai dengan tidak me- roesakkah barang sesoeatoe jang telah berzaman-zaman lama-
VI
nja, wadjiblah atas tiap-tiap orang mengoerangi tjita-tjitania itoe. Besainja bahaja meroesakkan barang jang telah beroerat- berakar itoe, tidak terkirakan. Dan kalau kedjadiannja mendoekatjitakan, maka dcekatjita itoe tiada selamanja dapat dihilangkan orang. Itoelah sebabnja maka kerap kali kami terpaksa menahan hati kami, soenggoehpoen sebenarnja kami lebih soeka sama-sama bergirang hati dengan R. A. Kartini dan saudara-saudaranja dalam hal memoeliakan tjita-tjita meréka itoe.
R. A. Kartini sendiri merasa berat tanggoengannja dalam
hal membiarkan saudara-saudaranja jang perempoean bersama-sama bekerdja dengan dia akan menjampaikan maksoednja itoe: „Saja tahoe, djalan jang saja hendak djalani dan toeroeti ialah soeatoe djalan jang soesah, jang penoeh ditaboeri dengan doeri dan randjau, dan banjak lekoek-lekaknja; djalan itoe sangat berbatoe-batoe, toeroen naik dan litjin; ja, djalan itoe beloem lagi ditebas." Tetapi saudara-saudaranja menghiboerkan dia dengan per- katakan ini: Boekan kakanda, boekan orang lain jang dapat memberi kami tjita-tjita, djika benihnja tidak ada pada kami sendiri. Bagaimanapoen djoega kita pergi bersama-sama, baik kesoerga ataupoen kenaraka." Adapoen jang disoekaï R. A. Kartini pengetahoean, soepaja moedah ia dapat mendjalankan pekerdjaannja jang telah di- djandjikannja dalam hatinja sendiri, jaïtoe menambahi kepan- daian dan boedi perempoean Djawa, soepaja ia tjakap memeli- harakan anak-anaknja. Lain dari pada itoe meiepaskan anak perempoean Djawa dari pada kawin terpaksa dan dari segala ganggoean jang mengoerangi kebébasan si anak itoe. Dengan tjara demikian R. A. Kartini hendak menjampaikan maksoed nja, soepaja perempoean-perempoean mendjadi sahabat jang berharga oentoek soeaminja. Dalam pada itoe berapapoen ke- ras hati R. A. Kartini hendak menjampaikan niatnja itoe, ia- poen sekali-kali tidaklah maoe mendoekatjitakan ajahanda jang ditjintaïnja. Adapoen perbédaan Kartini dengan ajahandanja, hanjalah dalam perkara ini sadja, jaïtoe karena R. A. Kartini hendak bébas sama sekali dari pada 'adat-'adat jang lama. Datangnja perbédaan itoe moedah dipikirkan, jaïtoe R. A. Kartini berdiri lebih djaoeh dari 'adat jang lama-lama itoe dari pada ajahan danja. Adapoen ajahandanja itoe anak pengéran Demak jang toea; dari moedanja ia mendapat peladjaran bangsa Eropah seperti saudara-saudaranja djoega; diantara saudara-saudara nja itoe hanjalah regén Demak, Pengéran Ario Hadiningrat, jang masih hidoep. Bagaimana sekalipoen bébas pikiran ajahan-
VII
da R.A. Kartini, si bapak ta' dapat djoega menoeroeti kehendak si anak, soenggoehpoen si bapak telah banjak poela mengoe- bahi adat-'adat jang lama itoe. Sepandjang pikiran R. A. Kar tini, dinding jang membatasi zaman doeloe dan zaman sekarang ta ada lagi, pada hal dinding jang terseboet masih berdiri; keiap kali ia tertoemboek pada dinding itoe, bila diketahoeinja, banjak diantara orang-orang jang ditjintaïnja tidak dapat dioebahnja pikirannja menoeroet kemaoeannja. Demikianlah hal itoe selama-lamanja, bila si pemboeka djalan memandang kepada meréka itoe, jang beloem dapat mem- bebaskan dirinja dari pada pikiran jang lama-lama. Akan R.
A. Kartini tiadalah sia-sia menggerakkan dinding jang diatas itoe. Boekan sadja ajahandanja dapat dipoetar oléh R. A. Kar tini menoeroet pikiran jang baroe itoe, tetapi boendanjapoen achirnja membenarkan pikiran R. A. Kartini. Achirnja radén ajoe mendjadi sepakat dengan pikiran jang menoedjoe kema- djoean itoe; karena pikiran itoelah radén ajoe-mendjadi lebih mentjintaï dan menjajangi anak-anaknja, dan djalan itoelah se- laloe ditoeroetnja sampai sekarang. Saudara perempoean Kar tini jang toea jang lebih doeloe bersoeamipoen achirnja mem benarkan boeah pikiran Kartini, soenggoehpoen pada permoela- annja ia membantahi pikiran itoe dengan keras. Demikian poela saudara-saudaranja jang laki-laki mengiakan pikiran jan# moeha itoe. Lama-kelamaan boeah pikiran Kartini itoe tentoe makin di- moehakan orang dan mend'apat kemenangan, dan Kartinipoen tidaklah sia-sia bekerdja dan menanggoengkan kesoesahan ka rena boeah pikirannja itoe. Dengan segera tanah Belanda telah menarik hati R. A. Kar tini; ia berkehendak bertoekar pikiran dengan anak-anak pe rempoean di Eropah; oentoek menjampaikan kehendaknja itoe dimasoekkannja soerat adjakan dalam seboeah soerat-boelanan perempoean. Itoelah sebabnja ia berkirim-kiriman soerat de ngan nona Estelle H. Zeehandelaar, sekarang njonja Hartshalt. Dengan lekas kedoea anak perempoean itoe mendjadi bersaha- bat dan jang seorang mempertjajaï jang lain, soenggoehpoen mereka itoe beloem pernah berdjoempa. Lain dari pada itoe banjak lagi orang tempat R. A. Kartini berkirim soerat di bropah. Beberapa orang dari pada meréka itoe saja ketahoei naman ja. Dan meréka itoelah dapat saja menjalin soerat-soerat Kartini jang bergoena akan ditjétak. Isteri saja, anak saja E. C. dan saja sendiripoen banjak poela menerima soei'at Kartini. Seberapa jang perloe soerat-
soeiat itocpoen disalin dan diatoerkan. Mengatoerkannja itoe menoeroet hari boelan soerat-soerat itoe.
VIII
Lagi poela saja telah mendapat izin akan menjoeroeh tjétak soerat-soerat itoe dari pada Radén Adipati Ario Djojo Adi Ningrat, regén Rembang, jaïtoe soeami R. A. Kartini dan dari boendanja Radén Ajoe Adipati Ario Sosroningrat, djanda bapaknja jang baroe berpoelang kerahmatoe'llah. Dan lagi poela saja tahoe, bahasa sandara-saudaranja laki- laki dan perempoean ta' ada sangkoetan baginja menjoeroeh tjétak soerat-soerat itoe. Achimja saja pertjaja soenggoeh, bahwa mengeloearkan segala boeah pikirannja itoe akan banjak menolong menjampai- kan tjita-tjitanja jang terdapat pada hati noeraninja itoe. Saja ta' akan memberi tahoekan segala soerat-soeratnja jang dipertjajakannja kepada saja dan tidak poela segala isi soerat-soerat itoe, hanjalah sebahagian sadja saja soeroeh salin, karena menoeroet pikiran saja bahagian itoe akan diizinkan djoega oléh R. A. Kartini mengeloearkan 11 ja. Hanjalah soerat-soeratnja jang kesoedahan sekali saja soeroeh tjétak semoeanja, karena soerat-soerat itoe adalah seolah-olah oetjapan selamat ting- gal kepada negeri jang fana ini. Dari segala soerat-soeratnja jang ta' ditjétak seloeroehnja adalah beberapa pikirannja jang pandak jang didjadikan satoe, ditjétak dibelakang soerat-soerat itoe. Loekisian-loekisan jang dalam kitab ini ialah roemah regén Djapara, roemah tempat R. A. Kartini berperang dalam kehi- doepan beberapa tahoen lamanja dan ada lagi beberapa tempat lain-lain jang dinamaïnja „soedoet jang diloepakan", jang teroetama jaïtoe Laoet Boeloe Oedjoeng di Djapara atau „Schev-eningen ketjil" jang ditjintaïnja, tempat ia dloedoek bersa'at-sa'at menanggoengkan kesedihan hatinja, dan ditempat itoelah poela ia merasa kesoekaan jang menjoeroehnja meminta terima kasih. Loekisan Kartini jang ditanda tangani sendiri itoe dikirim- kannja kepada kami pada tahoen 1902, jaïtoe pada loekisannja beiliga beisaudara jang hampir sama besar itoe. Gambar-gambar jang lam diperboeat dengan pinsil oléh ..boenda" (Njonja Abendanon). Boenda itoe baroe ini mentjo- ba menggambar-gambar itoe, karena kasih dan tjintanja kepada Kartini djoega. Kedalam kitab ini ditambahkan poela seboeah soerat peri- ngatan jang dikarangkan oléh R. A. Kartini dan dengan segala soeka hati telah diberikan kepada saja oléh njonja A. Buyn-Glaser jang dahoeloe mendjadi goeroe perempoean di Djapara dan sahabat kepada Kartini serta kedoea saudaranja. Maksoed kitab ini ditjétak lain dari pada menerbitkan ke soekaan hati, ialah akan meminta pertolongan orang banjak
IX
oentoek mendirikan sekolah oentoek anak-anak gadis bangsa pmji seperti jang dimaksoed oléh R. A. Kartini, moela-moela berdikit-dikit dan lambat laoennja dibesarkan dan diloeaskan dengan kekoeatan sendiri. Pada sekolah itoe haroeslah anak-anak sanggoep memboeat oedjian goeroe pembantoe oentoek pengadjaran Boemipoetera. Sekahan keoentoengan jang akan saja terima dari toekang tjetak, akan dipergoenakan oentoek mendirikan sekolah Raden jeng Kartini; sebagian dari pada oeang oentoek mendirikan itoe soedahlah tersedia. fambahan lagi, bila kitab ini telah ditjétak, maksoed saja hendak memmta pertolongan kepada beberapa njonja akan mendirikan seboeah komisi jang akan mengoempoelkan oeang oentoek mendirikan sekolah itoe pada seboeah negeri jangséhat di Ujawa Tengah Saja berharap wang jang diberikan oléh pihak partikoelir akan ditambah dan ditolong oléh Pemerintah dengan wang bantoean. Kabar kawat jang mewartakan wafat Kartini jang ta' di- sangka-sangka pada 17 September 1904, mendatangkan soeatoe Kedoekaan jang amat sangat kepada kami. Adalah serasa kami kehilangan anak kandoeng sendiri. Bagaimana kedoekaan sa- habat kenalannja jang lam-lam dapatlah dibatja orang daiam at boelanan Hollandsche Lelie pada 30 November; dalam soerat kabar itoe njonja Ovink-Soer meratapi Kartini ianü- rSJ^mJa ue' d
| aP loeda1h | mo dajh | an | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| me | d adl Au | usta ioek Ningrat | SOerat Atas | kepada | Re én | Rad |
| Ja g terseboet | Jan |
hnpïf "-e. anak jang engkau tinggalkan itoe boekan sadja akan djadi seorang terpeladjar dan boediman, Stv T " J seorang moelia seperti boendanja djoega. gkau akan selaloe tinggal meridjadi ingat-ingatan pada saja." & de Wit mengoeraikan hal keadaan hidoep Kartini dalam soerat kabar hari-hari dan njonja Nellie M i! n' u^ ^ én Adi
-Permintaan djoeroe ka-
Locomotief di Semarang telah disiarkan soerat itoe dalam ïwwt > K!!-g sebenamja isi soerat itoe njonja itoe berharap, soepaja Radén Mas Sienggih beroesia pandjang dan mendjadi seorang jang senilai dengan boenda
| nja jang ternama | itoe. | |
|---|---|---|
| ada Sek | ia n | j nê dikatakan |
| e | rne ghl | 1 |
Knïi?-f-!.?>' itoe saja hendak menam- bahkan ini sedikit: „Boeah pikiran pahlawan jang moelia itoe w° ^, " if namanja sendiri. Pada sekalian orang -ntoe akan terbit pikiran jang sama doeka mengingat, betapa
X
Kartini, orang jang mengoerbankan hidoepnja kepada kema djoean bangsanja itoe hanja beberapa hari sadja dapat meme- lihara anak kandoengnja. Tetapi nama iboenja itoe tentoe akan mengingatkan si anak itoe kepada kewadjiban jang tertanggoeng diatas bahoenja." Bahwa sanja nama Kartini itoe tentoelah akan tinggal mern- beri berkat kepada bangsa Djawa dan bangsa lain-lainpoen di- tanah Hindia. Kepada bangsa-bangsa itoe adalah Kartini itoe sebagai fadjar jang sedang menjingsing jang menoendjoekkan djalan dari tempat kegelapan kepada tjahaja kemadjoean jang terang-benderang, ja'ni kemadjoean jang hanja dapat diperoléh dengan meninggalkan pikiran dan memoeliakan kalboe noerani. Kepada bangsa koelit poetihpoen pastilah nama itoe akan memberi berkat poela. Ialah jang telah mendekatkan bangsa itoe dengan boeah pikirannja kepada bangsanja sendiri.
Mr. J. H. ABENDANON.
's Gravenhage, April 1911.
Djalan besar diantara Dppok dan Bogor.
Djapara, 2o Mei 1899 (I).
Saja sangat beringin hendak berkenalan dengan seorang „ga dis kaoem moeda, anak g"adis jang tjakap dan sanggoep tegak sendiri, jang tjepat kaki ringan tangan serta berani menentang kehidoepan dengan hati jang riang dan pikiran jang soeka, lagi dengan gembira dan keras hatinja bekerdja, boekan oentoek keoentoengan dan keselamatan dirinja sendiri sadja, tetapi soeka mengoeibankan diri akan goena keperloean dan kese lamatan orang banjak djoega. Itoelah anak gadis jang saja soekai. Saja beriang hati, bersoeka raja, menjamboet zaman jang baroe, bahkan saja dapat katakan, jang saja, kalau menilik pikiran dan perasaankoe, ta' hidoep lagi bersama-sama dengan bangsa Hmdia, melainkan adalah pikiran dan perasaankoe itoe sesoeai betoel dengan saudara-saudarakoe bangsa koelit poetih jang masoek kaoem kemadjoean ditanah Eropah jang djaoeh 1 LU\3« Djikalau kiranja 'adat lembaga tanah airkoe mengizinkan saja berboeat sedemikian, ta' adalah jang lain jang lebih saja soekai, melamkan toeroet beroesaha oentoek kemadjoean perem- poean kaoem moeda ditanah Eropah. Tetapi 'adat lembaga jang teiah berzaman-zaman oesianja itoe, jang ta' moedah di- hiiangkan dan ditinggalkan itoe, mengikat dan merantai kaki kami dengan tangannja jang koekoeh. Tentoe pada soeatoe keti- ka kami akan terlepas dari pada belenggoe itoe, tetapi waktoe itoe masih djaoeh, ja, teramat djaoeh antaranja pada kami. HABIS GELAP TERBITLAH TEHANG. j
2
Jang ia akan datang, tahoelah s,aja, tetapi datangnja itoe tiga, empat ketoeroenan kemoedian dari pada kami. Saja kira, ta' dapat toean mengirakan betapa sedihnja hati kami dalam hal seroepa ini: hati kami tjinta dan 'asjik sekali memandang za man jang baroe, jaïtoe zamanmoe, zaman jang disoekaï hati djantoengkoe, pada hal kaki dan tangan kami masih terikat terbelenggoe oléh 'adat lembaga, 'adat poesaka tanah air kami, jang beloem boléh lagi kami tinggalkan sadja. Akan 'adat lem baga, 'adat poesaka negeri kami itoe berlainan benar dengan kemaoean zaman baroe, jang hendak saja masoekkan kedalam doenia bangsa kami. Siang dan malam saja pikir dan hening-t kan daja oepaja, soepaja saja dapat meloepoetkan dirikoe dari 'adat-'adat lembaga tanah airkoe jang keras itoe, tetapi paham-s koe tertoemboek djoega. Boekan karena 'adat-'adat lembaga bangsa Timoer jang lama, itoe koeat dan koekoeh, kalau itoe sadja tentoe akan dapat saja meleboer, menghantjoerkannja akan meiepaskan dirikoe. Teta-j pi ada lagi soeatoe ikatan jang lebih koeat dan tegoeh dari | 'adat-'adat jang telah berzaman-zaman itoe, jang menambatkan i saja pada doeniakoe. Adapoen ikatan itoe jaïtoe pertjintaan jang ada padakoe akan meréka, jang melahir menghidoepkan dakoe, jang memelihara dan membesarkan dakoe. Boléhkah saja memiloekan hati meréka, jang selama hidoepkoe selaloe memberi dan menoendjoekkan kesajangan dan kebaikan pada koe serta jang memeliharakan saja dengan bersoesah pajah itoe? Adakah hak saja akan itoe? Hati meréka itoe akan saja roesakkan sekali, bila saja menoeroetkan kehendak hatikoe itoe, bila saja kerdjakan perboeatan jang diingini seloeroeh toeboeh- koe itoe, tiap helai boeloe, setiap sa'at, sepandjang waktoe. Boekan sadja soeara-soeara, jang dari loear, dari Eropah, negeri jang ber'adat haloes dan jang pendoedoeknja soedah ter-i peladjar itoe masoek kehatikoe dan menjebabkan saja beringin akan peroebahan tentang hal keadaan jang ada sekarang ini, tetapi waktoe saja masih kanak-kanakpoen, tatkala perkataan „kemerdékaan" beloem saja dengar, beloem saja ketahoei artinja, serta soerat-soerat dan kitab-kitab tentang hal itoe masih djaoeh dari padakoe, soedah ada djoega bidji keinginan dalam hatikoe jang makin lama makin besar itoe, jaïtoe: ke inginan akan kebébasan, kemerdékaan dan tegak sendiri. Adapoen jang membangoenkan keinginan itoe ialah keadaan jang koelihat berkelilingkoe jang menjedihkan hatikoe, dan mentjoetjoerkan air matakoe, karena kedoekaan jang ta' berhingga. Dan soeara-soeara, jang selaloe datang dari loear, jang semakin lama semakin keras tibanja kepadakoe, menjebabkan toemboehnja bibit keinginan itoe dan ditambah oléh perasaan
SEKOLAH RENDAH Dl DJAPARA.
3
toeroet berdoekatjita den ga n orang kin jang saja sajangi amat sangat, sampai pada hati ketjilkoe; achirnja bibit itoe telah beroerat berakar dan toemboeh dengan soeboernja. Tetapi hingga inilah perkara itoe doeloe, kemoedian hari di- hoeboeng poela. Sekarang saja hendak mentjeriterakan tentang diiikoe sendiri kepada toean, seolah-olah akan berkenalan. Adapoen saja ini anak perempoean jang kedoea oléh regén Djapara, saudara saja ada lima orang laki-laki dan lima orang peiempoean. Kekajaan besar, boekan.? Marhoem nénékkoe, Pengéran Ario Tjondronegoro, regén Demak, seorang jang soeka akan kemadjoean, ialah regén jang pertama-tamja sekali di Djawa Tengah, jang memboekakan pintoe roemahnja oentoek djamoe jang djaoeh datang dari seberang laoetan: jaïtoe kema djoean orang Eropah. Sekalian anak-anaknja jang pendidikan- nja tjara Eropah semoeanja, memoesakaï kemadjoean bapa meréka itoe setelah meréka itoe mendjadi bapa poela, memberi anak-anaknja pendidikan seroepa pendidikan jang telah diteri- manja sendiri doeloe. Banjak.anak-anak bapa moedakoe dan ka- kak-kakakkoe telah menammatkan sekolah menengah (H.B.S.), seboeah sekolah jang setinggi-tingginja, jang ada ditanah air koe, dan kakakkoe laki-laki jang moeda sekali (dia ada tiga oiang) telah lebih dari tiga tahoen ditanah Belanda, beladjar oentoek meiandjoetkan kepandaiannja, dan doea orang jang lain itoe telah mendjabat pangkat pada Goebernemén. Kami anak-anak perempoean jang terikat kaki tangan kami oléh 'adat adat koeno tadi, hanjalah sedikit-sedikit boléh merasaï kela- zatan kemadjoean tentang pengadjaran itoe; sebenarnja kami anak-anak perempoean, keloear pergi beladjar dan setiap hari memnggalkan roemah pergi kesekolah itoe soedah soeatoe kesalahan jang besar pada 'adat lembaga jang koeno itoe. Ka- lena adat tanah air kami melarang anak-anak perempoean pergi keloear roemahnja. Pergi kenegeri lain kamipoen ta' boléh, sedang sekolah jang ada dinegeri kami jang ketjil ini hanja «r i rendah jang biasa, sekolah Belanda Goebernemén. Waktoe saja telah ber'oemoer doea belas tahoen, maka saja di- keloearkan dari sekolah itoe. Saja wadjib masoek „koe- roengan", saja ditoetoep didalam roemah dan sekali-kali tidak boléh keloear lagi. Kami tidak boléh. lebih dahoeloe keloear dari roemah, kalau tidak bersama-sama dengan seorang soeami seorang laki-laki jang tidak kami kenal, jang dipilih oléh orang toea kami oentoek kami dan dengan si laki-laki itoe kami dika- winkan dengan tidak setahoe kami. Sahabat kenalan kami orang-orang Belanda — sepandjang pendengaran saja kemoe dian harinja — telah mentjoba dengan bermatjam-matjam daja oepaja akan mengoebahkan pikiran orang toea saja, soepaja dioebahnja kepoetoesan jang bengis, jang ditetapkan atas diri-
koe itoe, seorang anak jang masih ketjil dan mandja, tetapi oesaha meréka itoe sia-sia sadja. Orang toeakoe ta' mendengar- kan pikiran meréka itoe — sa ja teroes dimasoekkan kedalam koeroengankoe. Empat tahoen lamanja saja tinggal berchalwat diantara empat dinding jang tebal itoe dengan tiada pernah keloear-keloear sekali djoeapoen. Bagaimana saja menghabis- kan waktoe empat tahoen itoe ditempat itoe, ta' tahoelah saja lagi — hanja jang saja ketahoei, bahasa waktoe itoe amat seng- sara adanja. Soeatoe keoentoengan jang amat besar bagikoe, hanjalah ka^- rena akoe tidak dilarang membatja kitab-kitab bahasa Belanda dan berkirim-kiriman soerat dengan sahabat-sahabatkoe bangsa Belanda. Itoelah sadja jang menjenangkan hatikoe dalam waktoe jang sial dan mendoekatjitakan itoe dan itoelah sadja tempat akoe bergantoeng; kalau tiada barang jang doea perka ra itoe, barangkali sampai adjalkoe atau lebih dari pada itoe — jaïtoe pikirankoe barangkali boléh hilang sama sekali karena itoe. Oentoenglah datang penolong dan pelindoengikoe, jaïtoe peroebahan zaman memboenjikan langkahnja jang keras dan dahsjat itoe. Kedatangan waktoe jang baroe menggojangkan gedoeng-gedoeng 'adat jang koekoeh-koekoeh dan toea-toea dari sendinja dan memboeka pintoe-pintoe gedoeng itoe, jang di-Koentji dan didjaga koeat-koeat itoe. Setengahnja terboeka sendirinja dan ada poela jang diboeka dengan kekerasan, tetapi terboeka mesti, tidak boléh tidak. Dari pintoe-pintoe jang terboeka itoelah masoek djamoe jang ta' disoekaï itoe kedalam gedoeng-gedoeng itoe. Pada sekalian tempat jang ditempoeh si djamoe itoe kelihatanlah selaloe bekas djedjaknja. Adapoen si djamoe itoe ialah 'ilmoe kepandaian bangsa Eropah. Achir- nja, ketika saja telah ber'oemoer 16 tahoen, boléhlah poela saja keloear roemah. Sjoekoer! beriboe sjoekoer! Seperti seorang bébas boléhlah meninggalkan pendj arakoe dan kaki tangankoe tiadalah tertambat kepada seorang soeami jang dipaksakan sa dja kepada saja. Enam boelan kemoedian dari pada itoe baroe saja boléh pergi keloear roemah poela; soedah itoe terdjadilah bertoeroet- toeroet beberapa kedjadian, jang makin lama makin banjak memberi kebébasan kami kembali jang doeloe telah lenjap itoe, dan tahoen jang laloe, waktoe radja kita jang moeda, radja Belanda, naik nobat, maka orang toea kami menganoegerah- kan kebébasan itoe kembali dengan berterang-terang. Waktoe itoelah jang pertama-tama kali selama kami hidoep, kami boléh meninggalkan tempat toempah darah kami dan bersama-sama pergi keiboe negeri, akan menghadiri alat ke- ramaian oentoek memoeliakan hari radja Belanda dinobatkan itoe. Hal itoe ialah soeatoe kemenangan lagi jang patoet kami
•
5
hargaï dan kamipoen ta' loepa menghargaïnja. Maka hendaklah toean ketahoei, bahwa anak-anak gadis orang patoet-patoet di- negei i kami biIfi berdjalan keloear dimoeka orang banjak, ton- toelah anak negeri tertjengang-tjengang melihat jang demi'kian. Urang-jang pandjang lidah tentoelah akan ramai mem- pertoetoerkan kedjadian jang 'aib itoe, tetapi sahabat kenalan kami bangsa Eropah bersorak, beriang hati dan kami merasa beroentoeng sekali, ja, lebih beroentoeng dari pada machloek jang seberoentoeng-beroentoengnja didoenia ini. Tetapi saja beloem berpoeas hati, sekali-kali beloem. Lebih banjak, ja, lebih banjak lagi saja kehendaki kebébasan itoe. I>oekan, boekan keramaian, boekan kesoekaan jang saja ingini dalam mentjintaï kebébasan itoe. Maksoed saja bébas ialah soepaja boléh tegak sendiri dan tidak bergantoeng pada orang T' S6lta sekali-kali tidak akan kawin, karena terpaksa SclQJcl. Tetapi kami wadjib kawin, wadjib, wadjib. Tiada bersoeami ialah soeatoe dosa jang sebesar-besarnja jang dapat diboeat oleh seorang perempoean jang beragama Islam dan soeatoe maloe jang sebesar-besarnja bagi seorang anak gadis Boemi- poetera dan sanak saudaranja. Kawin dinegeri kami ialah soeatoe kesengsaraan besar; se- benarnja kata kesengsaraan beloem lagi sampai kerasnja. Ba- gaimana perkawinan tidak akan djadi kesengsaraan, kalau hoe- koem dan 'adat semoeanja memberi hak kepada laki-laki sadia perempoean sedikitpoen tiada? Dan ta' héran hal jang demikian djika adat dan agama kedoeanja oentoek si laki-laki; semoea nja diberikan dan diizinkan kepadanja? Tjinta. Apakah jang kami ketahoei tentang perkara tjinta. Bagaimanakah kami dapat mentjintaï seorang laki-laki dan si laki-laki mentjintaï kami, djikalau kami tiada berkenalan seorang dengan jang lain, ja, sedangkan melihat si laki-laki kami ta boleh? Anak-anak gadis dan anak laki-laki dipertie- raikan benar-benar.
Ja dengan segala soeka hati saja hendak mendengar seka- nan hal keadaan pekerdjaan toean, pekerdjaan itoe roepanja amat bagoes pada perasaan saja. Dan soekakah toean mentje- nterakan kepadakoe segala pengadjaran dan sekolah, jang ber- goena oentoek mendjadi jang demikian? Lagi poela saja amat soeka mendengarkan lebih landjoet tjeritera Toynbee-avondjes, demikian poela tjeritera tentang geheel-onthoudersbond = perserikatan orang jang ta' soeka minoeman keras; dalam per- senkatan itoe toeanpoen mendjadi anggota jang beroesaha sekali roepanja. Sekalian hal jang matjam itoe ta' adalah pada Kami di Hindia. Tetapi saja soeka benar mengetahoei hal itoe
6
Soekakah toean nanti mentjeriterakan kissah Toynbee-avondjes itoe kepada saja? Saja ingin benar hendak mendengar lebih banjak kebaikan kerdja itoe oentoek kita sesama manoesia, lebih banjak dari pada jang dikissahkan oléh soerat-soerat chabar hari-hari, dan soerat minggoean dan boelanan dengan pandak sadja. Dalam doenia pendoedoek Boemipoetera beroentoenglah be- loem ada penjakit minoeman keras itoe akan diperangi — tetapi saja takoet, saja takoet, bila kemadjoean bangsa Eropah telah beroerat berakar poela dinegeri kami, kamipoen nanti akan mc- nanggoengkan kedjahatan minoeman keras itoe poela — ma'af- kan saja.karena hal ini — Kemadjoean bangsa Eropah ialah soeatoe berkat bagi kami, tetapi dalam itoe ada poela keboe- roekannja, menoeroet pikirankoe. Kesoekaan hendak meniroe- niroe soedah ter'adat pada manoesia. Ra'jat jang kebanjakan biasanja soeka meniroe 'adat-'adat orang baik, — orang baik-baik itoe meneladan orang bangsawan jang lebih tinggi poela dan bangsawan itoe achirnja mengambil dari pada orang jang ber'adat haloes sekali, jaïtoe: orang Eropah. Soeatoe peralatan tiadalah sedjati, bila pada peralatan itoe orang tidak minoem minoeman jang keras-keras. Sekarang orang selaloe melihat pada peralatan bangsa Boemipoetera, seboeah botol jang empat segi atau lebih dari seboeah, jang tiada dengan hémat ditoeangkan oléh meréka itoe kedalam moeloetnja. Boemipoetera jang demikian ialah meréka jang koerang koeat memegang agamanja — kebanjakan anak Boe mipoetera mendjadi Islam, hanjalah sebab bapa dan nénék mojangnja beragama Islam; jang sebenamja meréka itoe ta' be- rapalah lebih koerangnja dari pada orang jang tiada beragama. Seboeah benda jang djahat, lebih djahat, teramat djahat lagi dari pada alcohol disini ialah tjandoe.. O, betapa besar ketje- lakaan iang dibawa oléh benda jang djahat itoe kenegerikoe, kepada bangsakoe, ta' dapatlah dikatakan. Tjandoe penjakit pest jang seganas-ganasnja ditanah Djawa, ja-, tjandoe djaoeh lebih djahat lagi dari pada pest. Penjakit pest tidak selaloe berdjangkit, dan lambat laoennja penjakit itoe dapatlah di- djaoehkan, tetapi penjakit jang disebabkan oléh tjandoe makin lama makin hébat dan semakin lama semakin berdjangkit, dan tiada akan dapat, ja, sekali-kali ta' dapat dihilangkan. Sebabnja? Moedah sadja; karena tjandoe itoe dibawah perlin- doengan Goebernemén. Makin banjak orang meminoem tjan doe, makin penoeh kantoeng wang Goebernemén. Memadjak- kan tjandoe ialah seboeah dari mata pentjarian jang teroetama ditanah Hindia oentoek Pemerintah. Berpaédah tidak berpaé- dahnja perboeatan itoe bagi anak negeri tidak pedoeli, asal Pe merintah mendapat keoentoengan, habis perkara. La nat jang
7
djahanam itoe mengisi kantoeng Pemerintah dengan beratoes- ratoes riboe, ja, berdjoeta-djoeta roepiah. Banjak orang me- ngatakan, minoem tjandoe itoe boekanlah kedjahatan dan ketjelakaan pada anak negeri, tetapi orang jang berkata demikian, beloem pcrnah melihat tanah Hindia, atau mata meréka itoe boeta akan memandang hal jang demikian. Boekan kedjahatan! Apakah dia itoe pemboenoehan, memba- kar roemah, ketjoerian, jang ta' terhingga banjaknja itoe, jang sebabnja semata-mata dari karena meminoem tjandoe? Tidak, minoem tjandoe boekan kedjahatan, selama orang sanggoep mengerdjakannja dan ada mempoenjaï wang akan membeli ra- tjoen jang djahanam itoe; tetapi bila orang ta' dapat minoem itoe lagi, wangpoen ta' ada akan pembelinja dan orangpoen te lah mendjadi hamba tjandoe itoe, maka orang itoe mendjadi berbahaja dan iapoen tjelakalah. Peroet jang lapar boléh men- djadikan orang pentjoeri, tetapi menagih akan tjandoe men- djadikan seorang machloek pemboenoeh orang. Kata orang Djawa: „Moela-mbela engkau jang merasaï lazat tjitarasa tjan doe itoe, achirnja dia jang menelan engkau". Sebenar-benar- njalah perka.taan itoe. Sedih, soenggoeh sedih hati kita melihat > kedjahatan jang berkeliling dan kita ta' berdaja akan mendja- oehkannja. Kitab njonja Goedkoop jang bagoes itoe telah saja batja be- berapa kali. Tidak lelah saja membatja kitab itoe, melainkan tiap-tiap saja oelang membatjanja, selaloe ia menambahi sajang saja kepadanja. Betapalah soeka saja mengeloearkan wang, bila saja boléh dan dapat hidoep dalam zaman Hilda itoe. Alangkah baiknja.djika kami di Hindia telah sampai sedjaoeh orang dinegeri toean itoe, sehingga kitab Hilda van Suylenburg itoe dapat mendatangkan gerakan jang besar, seperti gerakan jang telah disebabkan oléh kitab itoe dinegeri toean! Tiadalah diindahkan boeroek atau baik, asal kitab itoe dapat menggerak- kan hati bangsakoe, bahwa bangsakoe tiada tidoer lagi. Waktoe sekarang tanah Djawa masih dalam tidoer jang njenjak. Teta pi betapakah dapat saja kehendaki bangsakoe sadar dari tidoer- nja, kalau meréka jang haroes mendjadi tjontoh teladan oemtoek kami, masih menjajangi tidoer jang njenjak itoe poela? Tidak berbohong saja kalau saja katakan, bahwa kebanjakan perempoean bangsa Eropah (maksoed saja boekan perempoean-perempoean bangsa Belanda, jang ditanah Belanda) jang di-Hindia sedikit atau tidak sekali-kali mengindahkan pekerdjaan dan kemadjoean saudara-saudara jang ditanah Belanda. Kedja- dian jang baroe-baroe ini dalam doenia perempoean bangsa Be landa telah menjatakan hal itoe dengan seterang-terangnja. Tidakkah njonja-njonja bangsa Belanda di Hindia hati-hati (!) beroesaha membantoe Pertoendjoekan Perboeatan Perempoean
8
Bangsa Belanda (Nationale Tentoonstelling van Vrouwenar beid) ditanah Belanda? Kamipoen dapat panggilan, akan bekerdja bersama-sama oentoek pekerdjaan itoe dan kamipoen dengan segala soeka hati menjamboetnja. Pekerdjaan perempoean jang besar itoe menjoekakan hati saja amat sangat. Kami setoedjoe sekali dengan perkara jang baik itoe, dengan oesaha perempoean-perempoean jang gagah perkasa dinegeri toean itoe dan kami merasa beroentoeng, jang kami dapat dan boléh menolong sedikit mendirikan goenoeng jang besar itoe, goenoeng jang akan dan haroes memberi berkat kepada perempoean-perempoean bangsa koelit poetih dan kepada perempoean bangsa koelit hitampoen. Kamipoen dapat soerat adjakan poela. Tetapi pada bangsa kami soerat adjakan itoe ta' adalah goenanja, seorangpoen tiada hendak menolong. Bagaimana sekalipoen kami terangkan dan paparkan kepada meréka itoe, meréka itoe ta' mengerti djoega dan ta' soeka djoega mehdengarkan perka- taan kami. Dengan poetoes asa larilah kami kesoedahannja meminta tolong kepada orang Eropah. Kepada kenalan dan boekan kenalan, kami kirim kartoe pos dan toelis soerat akan memohon bantoean meréka itoe. Pekerdjaan kami itoe sebenamja mengada-adaï sekali. Ka mi, orang Djawa, pergi kepada orang Eropah memperkatakan perkara bangsa Eropah sendiri, sombong, boekan? Orang boléh djadi marah karena hal itoe kepada kami, tetapi akan kemarah- an dan lain-lainnja itoe tiadalah kami pikirkan; pikiran kami, maksoed kami hanjalah seboeah sadja waktoe itoe, jaïtoe: bekerdja dengan sekoeat-koeatnja oentoek perkara jang kami moeliakan sampai kedalam hati itoe. Akan orang Eropah itoe menolong kami sekeras-keo*asnja. Roepan ja meréka itoe ber- soeka hati, jang kami, anak-anak Djawa meminta pertolongan- nja dan barangkali Padalah, orang telah menolong mengasoet kami dengan baiknja; sedangkan meréka, jang telah bersoempah, tiada sedikit djoea hendak mengindahkan pertoendjoekan itoe, mendjadi berlemah hati dan memboeka tali kan- toeng wangnja oentoek pertoendjoekan itoe. Hanja seorang perempoean Belanda jang amarah kepada kami, karena kami berboeat jang demikian; tetapi hal itoe tia dalah kami indahkan. Soenggoehpoen pertolongan kami oentoek pertoendjoekan itoe achirnja koerang menjenangkan hati kami, tetapi kami tiadalah menjesal barang sekedjap mata djoeapoen, jang kami telah .toeroet bersama-sama bekerdja oentoek peker djaan itoe. Toean tjeriterakanlah kepadakoe banjak-banjak tentang kerdja dan haloean, pikiran dan perasaan perempoean-perempoean zaman sekarang, jang ditanah Belanda. Kami sangat menjoekaï segala hal tentang gerakan perempoean-perempoean.
9
Sajang, saja ta' tahoe bahasa Perantjis, Inggeris dan Djérman. Adat kami tiada mengizinkan kami mempeladjari bahasa-bahasa itoe. Tahoe berbahasa Belanda ini telah terlam- pau- lampau amat benar. Dengan hati djantoengkoe saja ber- ïngin hendak mempeladjari bahasa-bahasa itoe, melainkan soepaja boleh merasaï kelazatan kital>kitab jang bagoes dan banjak, jang tertoelis oléh pengarang-pengarang bangsa Perantjis, Inggeris dan Djérman dalam bahasa meréka itoe sendiri. Meskipoen salinan kitab-kitab itoe baik dan bagoes, te tapi salinan itoe selamanja tidak sebagoes asalnja. Asalnja itoe selamanja lebih baik dan lebih bagoes.
Kami soeka sekali membatja-batja; membatja kitab-kitab jang bagoes kelazatan jang sebesar-besarnja pada kami. Kami lalah adik-adikkoe perempoean dan saja sendiri. Kami bertiga sama-sama dibesarkan dan selaloe tinggal bersama-sama. 'Oe moer kamipoen berselisih satoe tahoen, satoe tahoen sadja. Antara kami bertiga adalah soeatoe tali persahabatan jang' koeat sekali. Tentoe sadja sekali-sekali berselisih djoega pikiran kami, tetapi hal itoe tiadalah sedikit djoega menggojangkan tali peisaudaraan jang memperhoeboengkan kami bertiga. Menoeroet pikirankoe perselisihan jang ketjil-ketjil itoe énak sekali; maksoedkoe, jang énak perdamaian jang terdjadi soedah itoe.'. oekankah soeatoe djoesta jang besar adanja, djika ada orang jang beikata, bahwa ada doea orang jang selaloe sepikiran dalam segala hal. Menoeroet pikirankoe hal itoe ta' boléh djadi, perkataan jang demikian itoe djoesta. Kepada toean saja beloem tjeriterakan, berapa 'oemoerkoe. Boelan jang telah laloe saja betoel oemoer doea poeloeh tahoen. Héran, waktoe saja ber- oemoei enam belas tahoen, saja rasa saja soedah seorang jang toea, dan kerap kali berdoekatjita; tetapi sekarang, saja ber'oemoer doea poeloeh tahoen, saja rasa diri saja masih moe da, sem,ata-mata soeka menentang kehidoepan dan dan djoega soeka berperang. Na.makan sadjalah saja Kartini, karena demikianlah namakoe. Kami, orang Djawa tiada memakai nama bapa atau keloe- aiga jang lain. Kartini nama ketjilkoe sambil namakoe kalau telah besar. Radén Adjeng' ialah doea patah kata, jang menoen- djoekkan gelarkoe. Waktoe saja memberikan 'alamat soerat oentoek saja kepada Njonja van Wermeskerken, ta' dapatlah saja mengatakan kepadanja Kartini sadja, hal itoe tentoelah menghérankan orang nanti ditanah Belanda, dan menjeboetkan saja nona atau lain-lainnja dimoeka namakoe; akan memakai gelai nona itoe ta ada hakkoe, boekan, karena saja hanja se orang Djawa sadja. Sekarang tjoekoeplah soedah pengetahoean toean peri hal
saja, boekan.? Kemoediam hari saja tjeriterakan kepada toean tentang hal kehidoepan kami di Hindia. Djikalau toean hendak mengetahoei barang sesoeatoe hal ke- adaan Hindia, boléh toean tanjakan sadja kepada saja; dengan segala soeka hati saja akan memberi toean keterangan tentang tanah air dan bangsakoe. Jang hendak saja ketahoei ja'ni: Kenal benarkah toean pada njonja Goedkoop? Kalau toean kenal, soekakah toean nanti mentjeriterakan kepadakoe barang sesoeatoe tentang hal- nja? Saja sangat ingin mengetahoei sesoeatoe tentang perempoean tinggi pikiran dan berani itoe, jang sangat bersetoedjoe dengan hati saja. *
- • 18 Augustus 1899. (I).
Banjak terima kasih atas soeratmoe jang pandjang dan sedap itoe, kata-katamoe jang lemah lemboet dan toeloes ichlas itoe, jang meriang dan menjoekakan hatikoe. Tidakkah engkau akan ketjéwa nanti, bila engkau mengetahoei berkenalan dengan saja sebetoel-betoelnja? Saja soedah katakan kepadamoe, jang saja ta' tahoe satoe apapoen. Kalau saja bandingkan saja dengan engkau, terasa oléhkoe bahwa akoe ini seorang jang bebal sekali. Engkau roepan ja soedah tahoe benar akan gelar-gelar bangsa Djawa. Sebeloem engkau menoelis tentang itoe kepadakoe, tiadalah pernah saja pikirkan dengan sesoenggoehnja jang saja seperti menoeroet katamoe anak bangsawan jang tinggi. Se orang poeterikah saja? Boekan, melainkan orang biasa seperti kamoe djoega. Radja jang achir sekali dari pihak bapa saja, kalau saja ta' salah telah 25 toeroenan telah terdahoeloe. Akan boen da saja masih dekat perhoeboengannja lagi dengan radja radja Madoera. Mojangnja jang laki-laki waktoe hidoepnja ra dja jang memerintah dan nénéknja jang perempoean demikian poela. Tetapi segala hal itoe ta' lah berharga bagi kami. Pada saja hanja doea matjam bangsawan, jaïtoe: „Bangsawan pi kiran dan bangsawan hati". Pada pcmandangan saja tiadalah orang lebih gïla dan bodoh dari pada meréka jang sombong dan angkoeh akan asalnja jang tinggi itoe. Djasa apakah jang terkandoeng oléh gelaran graaf atau baron Saja seorang jang doengoe ini ta' dapatlah memikirkan itoe. Bangsawan dan berboedi ialah doea boeah perkataan, jang sekawan dan hampir searti betoel. Kasihan pada kedoea kata itoe. Alangkah djahatnja hidoep didoenia ini, hai bangsawan dan berboedi jang tiada menaroeh kasihan mempertjeraikan engkau kedoea oentoek selama-lamanja. Bila bangsawan sela- loe seperti ma'nanja, maka mémang soeatoe kehormatan kepada
11
saja, karena berasad tinggi itoe; tetapi sekarang? Saja masih ingat betapa marah kami, tatkala njonja-njonja den Haag pada tahoen j.1. menamakan kami pada Pertoen dj oekan oesaha Pe- rempoean „poeteri-poeteri Djapara." Dinegeri Belanda roepan ja, orang menjangka, siapa djoega jang datang dari tanah Hindia, jang boekannja „baboe" atau „spada", semoeanja dikira orang poeteri atau poetera radja. Bangsa^ Eropah di Hindia ta' banjak menamakan kami „Raden Adjeng", tetapi kebanjakan menegoer kami dengan „freule." Karena hal itoe kerap kali saja poetoes asa. Telah beberapa kali saja katakan kepada meréka itoe, jang kami boekan freu le, apalagi boekan poeteri, tetapi meréka itoe ta' maoe djoega mendengarkan kata saja dan selaloe menamakan kami „freule." Begitoe poela, baroe-baroe mi datang keroemah kami seorang- orang Eropah; roepanja ia ada mendengar tentang hal kami; laloe di min tan ja kepada orang toea kami, soepaja ia diperkenal- kan dlengan „poeteri-poeteri." Permintaannja itoe dikaboelkan. O, alangkah besar hati kami. „Regén," katanja lambat-lambat kepada bapa, tetapi kamipoen dapat djoega mendengamja de ngan terang dan boenji soearanja menoendjoekkan, jang ia ke tjéwa. „Poeteri₂, saja sangka berpakaikan pakaian jang indah- indah, seperti pakaian bangsa Timoer jang penoeh bertatahkan dengan ratna moetoe manikam', tetapi anak-anak toean berpa- kaian sederhana sadja." Soesah kami menahan gelak kami, tat kala kami mendengar itoe. Dengan tiada disengadjanja telah di- poedjinja kami dengan amat sangat. Beloem pemah kami men dengar poedjian orang demikian. Ta' dapatlah engkau pikir- kan, betapa besar hati kami, mendengar ia mengatakan kami bei pakaian sederhana; kami takoet sekali akan dikatakan orang sombong dan pesolék. O, Stella, saja sangat berbesar hati, jang engkau menjamakan saja dengan sahabat-sahabatmoe bangsa Belanda, dan meman- dang saja seperti saudara sepikiran dengan dikau. Ta' lain kehendakkoe melainkan engkau haroes menjeboet namakoe sa dja dan berengkau dan berkamoe kepadakoe. Lihatlah bagoes- nja saja telah meniroe engkau. Bila engkau bertemoe dalam soeratkoe seboetan „toeanham- ba" atau „toean", djanganlah engkau pandang itoe sebagai kekakoean, tetapi seperti kealpaan. Sajapoen moesoeh kekakoean. Apakah goenanja bagikoe 'adat-'adat jang kakoe itoe? Saja girang, jang saja dapat memboeangkan 'adat-'adat Djawa jang soesah itoe sementara saja bertjakap-tjakap padamoe dalam soerat ini. Adat lembaga, peratoeran, jang diboeat orang itoe lain tidak perkara jang menjakitkan hati sadja kepada saja. Engkau ta' dapat memikirkan, betapa kerasnja 'adat-'adat koe- no jang bersimaharadjaléla dalam doenia bangsawan di Djawa.
12
Bila engkau sedikit sadja menggerakkan dirimoe, maka si 'adat koeno itoepoen dengan marahnja menéngok kepadamoe. Di- roemah kami 'adat-'adat jang kakoe-kakoe itoe tiadalah kami indahkan benar lagi. Jang kami moeliakan perkataan: „Kebébasan itoe kegirangan." Pada kami, moelaï dari saja, 'adat-'adat jang kakoe itoe telah dihapoeskan, hanja perasaan kami sendiri haroes menga- takan kepada kami, sehingga mana kami boléh menoeroeti ba- tas kemerdékaan itoe. Bahwa sanja 'adat-'adat kami bangsa Djawa itoe terlaloe amat soekarnja. Bangsa Eropah, jang bertahoen-tahoen di Hindia dan lama bertjampoer gaoel dengan orang besiar-besar bangsa Djawapoen ta' dapat mema'loemi 'adat-'adat bangsa Djawa itoe, bila meréka itoe tidak dengan soenggoeh-soenggoeh mempeladjari dia. Saja terpaksa mentjeriterakannja kepada sahabat kenalankoe; tetapi bila telah sedjam saja berbitjara dan kerongkongankoepoen telah kering, pengetahoean meréka itoe masih sebanjak kepandaian anak jang baroe lahir tentang perkara 'adat-'adat kami itoe. Akan menjatakan bagaimana soesahnja 'adat-'adat kami itoe, marilah saja oeraikan satoe doea misalnja. Adik saja perem- poean atau laki-laki wadjib merangkak, bila ia laloe dimoeka saja. Kalau adik saja doedoek diatas koersi dan sajapoen laloe dimoekanja, haroes ia mendjatoehkan diri doedoek kelantai dan menoendoekkan kepala sampai saja ta' kelihatan lagi. Kepada saja ta' boléh adik-adik saja itoe berengkau dan berkamoe, ia boléh bertjakap dengan 'hanjalah memakai bahasa Djawa tinggi; dan sesoedah tiap-tiap kalimat, jang keloear dari moeloetnja, wadjib ia menjembah saja, menjoesoen djari dan mengang- katnja kemoeka. Djikalau adik-adik saja membitjarakan saja dengan orang lain, wadjib ia selaloe memakai bahasa Djawa tinggi, demikian poela djikalau ia mempertjakapkan segala barang-barang kepoenjaan saja oemp: pakaian, tempat doedoek, tangan, kaki, mata saja d.1.1. Kepala saja jang moelia, ta' boléh sekali-kali dirabanja; djika ia lebih dahoeloe meminta izin dan menjembah beberapa kali, baroelah boléh ia meraba kepala saja. Kalau ada barang jang énak-énak diatas médja, ta' boléh diambil oléh adik-adik saja, sebeloem saja mengambil apa jang saja soekaï. Wah, gementar kita, bila kita datang dalam lingkoengan bangsawan jang moe lia itoe. Bertjakap dengan orang jang lebih tinggi haroes lambat-lambat, hanja orang jang dekat disitoe sadja jang dapat mendengarnja. Djika anak gadis tertawa, ta' boléh ia mem- boeka moeloetnja. „Ja, Allah", koedengar soearamoe me- ngatakan, ja, banjak lagi barang jang 'adjaib-'adjaib jang akan
13
engkaii dengar bila engkau hendak tahoe semoeanja tentang keadaan kami bangsa Djawa., !J'f seora"g' gadis berdjalan, patoetlah ia perlahan-lahan berdjalan itoe dengan langkah jang pandak dan bagoes, adalah epeiti semoet berdjalan. Bila anak gadis melangkah agak tje- pat, dmamakan orang ia koeda liar. Padalah kita bitj arakan hal itoe, tjeritera mi tentoelah membosankan engkau boekan? SSïJa lakl"]akl dan Perempoean selaloe saja pakai adat^adat it°e; karena saja ta' maoe mengoerangi kehormatan- X+4 « f₁? Jengan saja ta' ada,ah kami memakai 'adat adat jang kakoe itoe; jang kami soekaï dan pegang hanja „kebebasan, kesamaan dan persaudaraan." Adik-adik saia laki-laki dan perempoean selaloe bébas dan sama dengan saia f°eiSf i Kekakoean ta' ada pada kami; hanjalah per- sahabatan dan keramahan jang akan engkau lihat pada per-, "1 T j₆" A.dlk"adik saJ'a Perempoean berkamoe dan bei engkau kepada saja dan bertjakap dalam bahasa jang saia pakai. Pergaoelan jang bébas dan sama, antara beradik kakak itoe sangat ditjatjat orang; oléh karena itoe kami dinamakan rang anak jang ta terpeladjar, saja sendiri beroléh nama „koeda kore artmja koeda har, sebab saja djarang berdjalan, keran Sf "ielomPat-11omPat-Ditjela orang saja karena saja kerap kali tertawa gelak-gelak, sehingga gigi saja kelihatan oleh orang-Kelakoean seperti itoe tiada senonoh. Sebab 'adat adat jang kakoe itoe telah kami boeang, maka pergaoelan kami selaloe meriangkan kami dan persaudaraan kami mendjadi erat serta kamipoen selaloe sepakat, lebih-lebih antara kami ber- tiga. bekalian keadaan itoe mendatangkan kedengkian pada orang lam. 1 Bila kaulihat, Stella, bagaimana hidoep orang bersaudara da- a™ kaboepaten jang lain-lain apalah nanti akan katamoe. Me- reka itoe bersaudara hanjalah karena seiboe sebapa. Sedarah itoelah sadja jang mendjadi tali persaudaraan meréka itoe. Perempoean beradik kakak jang hidoep bersama-sama, hanja pada moekanja dapat kaulihat, jang ia bersaudara, tetapi lain dan pada itoe ta' dapat engkau mengetahoeinja. Teiima kasih, Stella, atas poedjimoe jang bagoes itoe; besar amat hatikoe mendengarnja. Saja sangat tjinta akan bahasa- moe; semendjak dari waktoe saja masih pergi kesekolah, saia selaloe beringm amat sangat hendak mengetahoei dia dengan baik dan soenggoeh. Sampai sekarang saja masih djaoeh dari tempat jang koeingini itoe ...tetapi, saja telah dekat selangkah pada tempat itoe; demikianlah kata poedjianmoe jang sangat menggirangkan hati saja. Sebenarnja saja ta' per- loe kaumandjakan lagi, karena diroemiah dan oléh sahabat ke- nalan sajapoen amat sangat saja dimandjakan.
14
O, Stella, saja oetjapkan padamoe terima kasih atas pikiran- moe jang baik itoe tentang bangsa kami, bangsa Djawa. Dari doeloe saja telah ketahoei, jang engkau tidak memperbédakan bangsa koelit poetih dan koelit hitam; dari sekalian orang jang sebenar-benarnja berboedi dan terpeladjar ta' pernah kami men- dapat lain dari pada kebaikan. Soenggoehpoen bangsa Djawa bodoh, ta' berpengetahoean, ta' berboedi, bangsamoe tentoe akan memandang dia seperti sesama manoesia djoega, jang didjadi- kan Allah seperti bangsa jang berboedi bahasa itoe. Bangsa Djawapoen ada djoega berhati berdjantoeng dalam toeboeh- nja dan berperasaan poela oentoek kesakitan, meskipoen moeka- nja ta' bergerak, dan matanja ta' mengedjap, menoendjoekkan apa jang terasa dihatinja itoe. Keringkas.an isi kitab „Hilda van Suylenburg" jang engkau berikan kepadakoe, telah membesarkan hatikoe dan soeratmoe jang pertama menambah ketjintaankoe padamoe, tetapi soerat moe jang achir itoe merampas hati djantoengkoe. Diroemah kami berbahasa Djawa; bërtjakap bahasa Belanda hanja dengan orang Belanda sadja. Kadang-kadang kami me- makai bahasa Belanda djoega sama-sarna kami oemp: soeatoe oiokan, jang ta' dapat diterdjemahkan, soepaja ma'na oiokan itoe djangan hilang.
*
- 4i 6 November 1899 (I).
O, Stella, ta' dapat saja katakan banjak terima kasih saja pada iboe bapakoe atas pemeliharaannja jang bébas jang di- berikannja kepadakoe. Lebih baik saja merasaï peperangan dan kesoesahan se'oemoer hidoep, dari pada tidak mengetjap pemeli- haraan bangsa Eropah, jang telah koeterima dari ketjilkoe. Saja tahoe, bahwa banjak, ja, amat banjak kesoekaran menoenggoe saja, tetapi saja ta' gentar dan ta' ngeri menantikannja. Saja ta' dapat kembali kepada 'adat-'adat jang lama itoe, madjoe memasoeki doenia zaman sekarangpoen ta' dapat poela, karena masih beriboe-riboe belenggoe jang mengikat akoe dengan se- koeat-koeatnja kepada doenia jang lama itoe. „Apa jang patoet ditoeroet sekarang?" tanja handai tolankoe bangsa Eropah pada dirinja sendiri. Bila saja sendiri tahoe akan djawab per tan j aan itoe, tentoelah dengan soeka hati saja katakan kepada meréka itoe. Sekaliannja tahoe dan mengerti, jang keadaan kami ini serba salah. Orang mengatakan, jang hal ini kesalahan bapa' saja, karena saja dipeliharatnja menoeroet tjara pemeli- haraan jang telah saja terima. Tetapi sekali-kali boekan bapa' saja jang bersalah; ia sekali-kali tidak bersalah dakum hal ini.
15
Bapakoe ta' dapat menolong, ia ta' dapat mengetahoei lebih doeloe, bahasa pemeliharaan jang diberikannja oentoek anak-anaknja, akan menjoesahkan seorang dari pada si anak itoe. Banjak regén-regén jang lain telah memeliharakan atau tengah memelihiairakan anak-anaknja seperti kami. Tetapi pemeliha raan itoe tiadalah lain hakékatnja, melainkan anak-anak itoe hanja pandai bertjakap bahasa Belanda dan memakaikan 'adat- 'adat Belanda sedikit. Lebih dalam tiadalah terpaham benar kehaloesan 'adat Eropah itoe oléh anak-anak perempoean bangsa Djawa, jang dipelihara seperti bangsa Eropah itoe. „Apa hendak diboeat sekarang?" tanja meréka, jang telah berkenalan dengan kami kepada njonja Ovink-Soer. Meréka itoe tahoe dan mengerti, jang kami lambat laoen wadjib kem- bali kepada kehidoepan jang lama dan disitoelah kami nanti merasaï diri kami mendjadi tjelaka dan tiada berbahagia. Ta' dapat sedikit djoega dioebah lagï. Bésok atau loesa ten- toelah saja dipersoeamikan dengan seorang jang tidak saja ke- tahoei. Pertjintaan pada bangsa Djawa hanjalah soeatoe tjerite- ra dongéng sadja. Bagaimana orang laki isteri dapat tjinta men tjintaï, kalau meréka itoe baroe bertemoe, waktoe ia telah di-Kawinkan ? Saja sekali-kali ta akan dapat mentjintaï soeami jang demi- kian. Menoeroet pendapatan saja, haroeslah kita moela-moela menghormati seseorang laki-laki, dan kemoedian baroelah dapat mentjintaï dia. Akan saja ta' dapatlah menghormati anak-anak moeda bangsa Djawa. Bagaimana saja dapat menghormati se orang jang telah beristeri dan soedah mendjadi bapa; kemoedi an si bapa itoe mengambil perempoean jang lain poela djadi is- terinja, karena ia telah poeas beristerikan iboe anak-anakrija itoe. 'Adat jang seperti itoe tidak terlarang dalam agama Is lam. Siapa jang ta akan memboeat seperti itoe? Mengapa orang tidak akan memboeatnja Pekerdjaan itoe tidaklah mendatang- kan dosa dan boekan soeatoe ketjelaan; karena agama Islam mengizinkan orang laki-laki beristeri empat orang. Soenggoeh- poen seriboe kali orang berkata beristeri banjak boekannja dosa dalam agama Islam, tetapi saja dengan tetap mengatakan, jang beristeri banjak itoe soeatoe dosa kadim adanja. Jang saja kata- kan dosa, ialah barang sesoeatoe pekerdjaan jang menjakiti badan atau hati sesamanja manoesia dan binatang. Engkau ten- toelah dapat memikirkan, berapa doekatjita jang wadjib ditang- goengkan oléh seorang perempoean, bila soeaminja dengan pe- 1 empoean jang lain datang keroemahnja dan ia wadjib menga- koe, bahwa perempoean jang baroe datang itoe isteri soeaminja jang halal. Si soeami tadi boléh menjiksa dan menjakiti perem- poeannja dengan sesoekanja sampai matinja. Bila perempoean itoe menangis sampai kelangit sekalipoen hendak meminta ke-
16
bébasan, tiadalah dapat diperoléhnja, kalau si soeami ta' soeka memberin ja. Dalam segala hal si soeami berkoeasa, tetapi si perempoean ta' ada sedikit djoega berhak dian berkoeasa. De- mikianlah adanja agama kami. Dalam soeratmoe jang achir sekali tertoelis: „Kebangsawanan itoe membawa kewadjiban." Alangkah bodohkoe diahoeloe rae- ngira jang bangsawan pikiran itoe selaloe bersama-sama dengan bangsawan boedi; bahwa ber'ilmoe banjak itoe sama artinja de ngan berboedi pekerti jang moelia. Betapakah ketjéwa saja tentang itoe. Mengertikah engkau sekarang apa sebabnja maka saja bentji akan perkawinan? Kerdja jang serendah-rendahnja lebih soeka saja mengerdjakannja, dari pada dikawinkan orang. Dengan besar hati dan terima kasih saja soeka mengerdjakan kerdja jang lebih rendah itoe, asal pekerdjaan itoe membébaskan sa ja. Tetapi karena pangkat dan daradjat bapakoe, ta' boléh saja mein gerdj akan barang sesoeatoe apapoen. Djikalau saja memilih sesoeatoe kerdja, wadjiblah kerdja itoe sesoeai dengan kedoedoekan saja. Pekerdjaan jang kami tjintaï jang tiada akan merendahkan bangsa saja dan kaoem keloearga saja, jang berpangkat tinggi-tinggi (jaïtoe beberapa orang regén di Djawa Timoer sampai ke Djawa Tengah) ta' akan tertjapai oléh kami. Akan mendapat pekerdjaan itoe wadjib kami lama tinggal ditanah Eropah dan oentoek itoe kami ta' ada beroeang. Kami hendak terbang terlampau tinggi, sekarang kehendak itoe ta' dapat disampaikan, karena itoe kami sendirilah jang me- nanggoeng kesoesahannja. Tetapi mengapakah Allah menerbit- kan nafsoe orang hendak beladjar, kalau orang itoe ta' diberi ichtiar oentoek beladjar itoe. Kedoea saudara saja jang perem poean dengan tiada sedikit djoega bergoeroe, telah pandai se karang menggambar dan meloekis. Menoeroet timbangan orang jang ,ahli tentang gambar menggambar, kedoea adikkoe itoe boléh dilandjoetkan kepandaiannja. Tetapi ditanah Djawa ta' dapat dilandjoetkan; pergi ke Eropah kamipoen ta' sanggoep. Akan menjampaikan maksoed itoe wadjiblah dengan izin s.p.j.
m.m. Minister van Financiën, tetapi s.p.j.m.m. itoe tiada mem- beri izin kami. Kami wadjib menolong diri sendiri, bila kami hendak madjoe. O, Stella, tahoekah engkau, berapa sakitnja itoe, bila engkau bertjinta sekali hendak mengerdjakan sesoeatoe, tetapi kehen- dakmoe itoe tidak dapat kaulakoekan oléh karena ketiadaan dan kekoerangan ? Djikalau bapakoe dapat menolong kami, pastilah dan ta' doea hati ia mengirim kami ketanah airmoe jang djaoeh dan dingin itoe. Saja pandai djoega menggambar dan meloekis, tetapi karang-mengarang dan menoelis lebih saja soekaï dari pada meng-
17
gambar. Mengertikah engkau sekarang apa sebabnja, maka sa ja mgm benar hendak mengetahoei bahasamoe jang bagoes itoe dengan sebaik-baiknja? Djanganlah engkau memper da jakan saja. Saja sendiripoen telah merasa, bahwa kepandaian sa ja dalam bahasa Belanda beloem sempoema. Bila pengetahoean saja dalam bahasa Belanda dengan setjoekoep-tjoekoepnja, maka bolehlah dikatakan nasibkoe oentoek hari kemoedian soedah tentoe. Sebidang padang jang loeaspoen akan terbentanglah tem- pa„ saja bekerdja dan sajapoen mendjadi orang jang bébas. bebab saja seorang perempoean Djawa sedjati, saja tahoe dan Kenal akan segala hal keadaan dalam doenia bangsa Djawa. Meski seorang Eropah, jang bertahoen-tahoen telah tinggal di Djawa, dan tahoe hal keadaan Boemipoetera sekalipoen, tiada- lah seperti anak Boemipoetera sendiri mengetahoei 'adat-'adat boemipoetera itoe. Banjak hal jang sekarang masih tersemboe- nji dan jang ta dima'loemi oléh bangsa Eropah sanggoep saja menerangkannja dengan kata sepatah doea sadja. Tempat-tempat jang ta' boléh dimasoeki oléh bangsa Eropah, dapatlah di- datangi oléh anak Boemipoetera. Sekalian perkara jang peiik- pelik, jang terdapat dalam doenia bangsa Boemipoetera, jang beloem diketahoei oléh ahli jang termasjhoer-masjhoer tentang tanah Hmdia, dapatlah dioeraikan oléh anak Boemipoetera. Sa ja merasaï sendiri jang saja ta' berpengetahoean jang tjoekoep dalani bahasa Belanda, Stella. Tontoelah orang" akan tertawa gelak-gelak, bila ia dapat mcmbatja kertas jang setjarik ketjil un dari belakang saja. Betapakah gila pikiran saja, boekan? baja, seorang jang tiada terpeladjar dan tiada berpengetahoean secukit djoeapoen, hendak mentjoba-tjoba poela mempeladjari ïlmoe kitab bahasa Belanda. Soenggoehpoen engkau menterta- vvakan saja, saja tahoe, jang engkau ta' soeka mentertawakan saja—maka ta' lah akan saja boeangkan maksoed saja itoe. Be- toel, pekerdjaan itoe soeatoe pekerdjaan jang sia-sia. „Tetapi siapa jang tiada mentjoba, tidaklah menang." Demikianlah a- saskoe. Madjoe sadja, toenggang hilang berani mati. Siapa jang berani, dapat mengalahkan tiga perempat doenia. Bersama-sama ini saja kirimkan kepada engkau seboeah karangan dari Koninklijk Instituut voor Land-, Taal- en Volken- kunde tanah Hindia. Karangan itoe saja toelis telah empat tahoen jang" laloe, telah lama saja ta' pedoeli lagi akan karafigan itoe, baroe-baroe ini, waktoe saja membongkar kertas jang lama-lama, maka terlihat oléh saja akan dia. Karangan itoe dikirimkan oléh bapakoe kepada pengoeroes Koninklijk Instituut jang kebetoelan meminta bantoe kepadanja. Tidak berapa lama sesoedah karangan itoe dikirimkan, saja terima tjétakan ka rangan itoe. Saja kirimkan-karangan ini kepadamoe, karena saja pikir, engkau barangkali soeka membatjanja. HABIS GELAP TERBITLAH TEEANG. O
18
Karangan tentang hal batik membatik, jang saja boeat tahoen jang laloe oentoek „Pertoendjoekan peroesahaan Perem- poean" ta' pemah saja mendengar beritanja lagi. Karangan itoe dimasoekkan orang kedalam seboeah kitab jang teroetama tentang batik membatik. Ta' lama lagi akan dikeloearkan tjétak- an kitab itoe. Wah, betapa besar hatikoe, waktoe saja baroe-baroe ini mendengar chabar itoe dengan tiba-tiba, karena hal itoe telah lama hilang dari kenang-kenangankoe. Engkau ber- tanja kepadakoe, bagaimana, maka saja doedoek diantara empat boeah dinding batoe jang tebal. Engkau tentoe menjangka, jang saja doedoek dalam pendjara atau koeroengan. Boekan, Stella, koeroengan saja itoe seboeah roemah besar dengan pekarangan jang loeas kelilingnja dan dipagari dengan dinding batoe jang tinggi. Disitoelah kami dikoeroengkan, tempat itoelah saja na- makan pendj ara. Berapapoen loeasnja roemah dan pekarangan, djikalau kita selaloe wadjib tinggal didalamnja, tentoelah ia menjesakkan dada kita. Sekarang teringat oléh saja, bagaimana saja menghempaskan badan saja dengan kebodohan dan poetoes asa kepada pin toe jang selaloe tertoetoep itoe dan kepada din ding batoe jang sedjoek itoe. Kemana djoega haloean perdjalan- ankoe saja toedjoekan, selaloe saja tertoemboek kedinding batoe dan pintoe jang terkoentji. Pintoe itoe baroe terboeka waktoe Seri Baginda Maharadja Wilhelmina naik nobat. Sedjak itoelah pintoe pendj arakoe se- lama-lamanja terboeka. Pemboekaan pintoe itoe soeatoe kedja- dian jang besar jang telah lama dioesahakan lebih dahoeloe. Soedah bertahoen-tahoen sahabat kenalan kami bangsa Eropah menolong meroentoehkan dinding batoe jang koekoeh itoe, jang memagari kami. Moela-moelanja dinding batoe itoe tegoeh sekali. Lama kelamaan batoe dinding itoe terbongkarlah seboeah lepas seboeah; sehingga waktoe Seri Baginda .Maharadja Wil helmina dinobatkan, maka dinding itoe robohlah dan kami me- lompatlah kepadang jang bébas, ditarik oléh orang toea kami dengan sekali tarik. Selang berapa lama ini njonja Ovink kerap kali berkata ke padakoe: „Hai anak-anakkoe, adakah baik perboeatan kami, membawa engkau sekalian keloear dari dinding kaboepatén jang tinggi itoe? Tidakkah lebih baik, bila toean-toean selaman ja tinggal didalam kaboepatén itoe ? Sekarang apa hendak diboeat. Hendak kemana kamoe pergi?" Apabila ia melihat loekisan dan gambaran kami, maka berteriaklah ia dengan poetoes asa." „Wahai anak-anakkoe; ta' adakah pekerdjaan lagi bagimoe?" Tidak ada djalan jang lain jang terlebih bagoes, jang saja ketahoei hanjalah kami bertiga melompat keoedara, meloepakan iboe bapa kami dan bahwa ia soedah membesarkan kami. Ber- oentoeng, jang saja seorang, jang ta' lekas bersoesah hati dan
ta' moedah menoendoekkan kepala. Sekarang, apabila saja ta' dapat mendjadi sesoeatoe jang saja ingini, biarlah saja mendjadi koki sadja. Engkau haroes tahoe, bahasa saja „seorang jang pandai sekali" dalam perkara masak memasak. Kaoem keloear- ga dan sahabat kenalan saja, ta' perloe takoet lagi akan oen- toeng nasib saja pada hari kemoedian, boekan? Seorang toe- kang masak-masak jang baik selaloe dapat dipergoenakan orang dan kemana-mana ia boléh pergi. Alangkah sedikitnja gadji-gadji ditanah Belanda kalau di- bandingkan dengan gadji-gadji amtenar-amtenar di Hindia. Soenggoehpoen demikian meréka itoe mengeloeh djoega menga- takan bahwa gadji di Hindia sedikit. Bila orang 20 tahoen telah bekerdja di Hindia, (pendéta-pendéta 10 tahoen) maka meréka itoe telah berhak mendapat pensioen. Soenggoehpoen demikian kebanjakan orang Belanda memaki-maki tanah Hin dia „tanah monjét jang tjelaka." Djikalau saja dengar onang berkata „Hindia jang tjelaka" itoe, maka sajapoen boléh djadi marah amat sangat. Telah kerap kali orang meloepakan, bahwa „tanah monjét jang tjelaka itoe" mengisi kantoeng bangsa Be landa jang kosong dengan emas, bila ia poelang kembali keta- nah Belanda sesoedah bekerdja ta' berapa lama di Hindia. Ta' akan berapa goenanja kalau kitab Hilda van Suylenburg diterdjemahkan kedalam bahasa Melajoe. Siapakah jang mem- batja boekoe dalam bahasa itoe, ketjoeali orang laki-laki? Lagi poela sedikit sekali perempoean-perempoean bangsa Djawa, jang pandai membat ja bahasa Melajoe. Soepaja kitab Hilda dapat dibatja meréka itoe, wadjib ia beroesaha mempeladjari bahasa itoe. Tentoelah ia menjangkakan salinan H.v.S. hanjalah sebagai soeatoe tjeritera jang bagoes sadja. Tidak akan terasa betoel oléhnja maksoed isinja. Peroebahan dalam doenia kami bangsa Boemipoetera ta' dapat tiada akan datang, gerakan peroebahan telah ditakdirkan Allah, tetapi bila ia akan datang? Itoe soeatoe pertanjaan jang besar. Sa'at peroebahan itoe ta' sanggoeplah kami melekaskannja. Apa- kah sebabnja maka kami benar jang haroes mempoenjaï pikiran hoeroe hara dalam hoetan rimba, jang djaoeh terletak ditengah- tengah tanah jang ta' bertanah lagi dibaliknja ini? Sahabat ke nalan saja berkata, jang kami lebih baik tidoer seratoes tahoen lagi lamanja. Bila kami nanti terbangoen, tentoelah waktoe itoe, soeatoe masa jang baik oentoek kami. Tanah Djawa tentoelah telah beroebah; peroebahan itoe soeatoe peroebahan jang kami kehendaki. Kitab „Maatschappelijk werk in Indië" ada padakoe. Saja dapat dari bapakoe, kitab itoe pemberian poela dari njonja van Zuylen Tromp. Njonja itoe mengirim kitab itoe kepada ba- pak dan ia memohon permintaan, soepaja bapa soeka memper- baiki dan mengoebahi apa jang salah dalamnja. Njonja itoe hen-
20
dak mengeloearkan soeatoe karangan tentang perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera. Saja minta ma'af karena ta' dapat menolongnja. Banjak saja dapat mentjeriterakan hal ke- adaan perempoean-perempoean bangsa Djawa, tetapi saja ma- sih moeda sekali, ta' tjoekoep, ja, hampir ta' ada mempoenjaï pendapatan hidoep. Perkara jang wadjib saja oeraikan itoe per kara jang amat penting dan termoelia, ta' boléh dipermoedah- moedah sadja. Sekarang saja dapat memboeat karangan itoe kalau kiranja saja soeka, tetapi saja tahoe betoel, jang saja akan menjesal kemoedian hari, djika saja boeat karangan itoe. Apa sebabnja? Sebab saja sekarang banjak dirintangi beberapa mat jam pikir- an; sekaJian itoe meragoekan saja, tetapi kalau tiga empat ta- hoen lagi, boléhlah saja barangkali mempoenjaï pemandangan jang tadjam dalam beberapa perkara itoe. Tentang agama Isiam ta' dapatlah saja mentjeriterakan kepadamoe, Stella. Aga ma Islam melarang orang Islam mentjeriterakan perkara agama kepada orang jang beragama lain. Dan lagi sebenamja, saja seorang Islam, hanjalah karena nénék mojang saja orang Islam. Bagaimana saja dapat mentjintaï agama saja kalau saja tidak mengetahoei dia, ja, ta' boléh mengetahoeinja? Koeran ta' boléh diterdjemahkan kedalam bahasa apapoen, karena ia soeatoe kitab jang tersoetji. Ia haroes tertoelis dalam bahasa 'Arab. Di- negeri 3aja ta' seorang djoega jang tahoe bahasa 'Arab. Orang negeri saja diadjar membatja koeran, tetapi apa jang dibatjanja itoe, tidaklah seorang jang mengerti. Menoeroet pendapatan saja pekerdjaan jang seperti itoe, soeatoe pekerdjaan jang bo- doh. Orang diadjar membatja, tetapi apa jang dibatjanja tidak lah diketahocinja. Samalah keadaannja, bila engkau mengadjar saja membatja kitab Inggeris dan semoea haroes saja hafalkan diioear l::pala saja, pada hal satoe patah katapoen tidaklah saja ketahoei artinja. Djikalau saja hendak mengetahoei dan me ngerti agama saja, maka patoetlah saja pergi ketanah 'Arab mempeladjari bahasa 'Arab itoe. Biarpoen, orang tidak saléh, tetapi berhati soetji, tentoelah orang itoe seorang jang baik djoega, boekan, Stella? Hati jang soetji itoelah pokok kebaikan jang teroetama. Agama jang sebenarnja soeatoe rahmat oentoek segala orang, dan ialah jang memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim antara segala hamba Allah. Kita sekaxian bersaudara, boekan karena kita seiboe dan sebapa' sadja, tetapi djoega sebab kita hamba Toehan jang esa, jang berkeradjaan dilangit. Orang-orang jang bersaudara wadjib tjinta mentjintaï, tolong menolong dan ban toe membantoe. Orang-orang bersaudara, meskipoen bersaudara laki-laki atau perempoean, wadjib meréka sa jang menjajangi, tolong menolong, koeat mengoeatkan, bantoe membantoe. Ja
21
Allah, kadang-kadang saja berkehendak, soepaja ta' ada seboeah djoega agama didoenia ini. Karena agama jang sepatoetnja me- njatoekan segala machloek didoenia ini, ialah niendjadi pokok peperangan dan menjebabkan manoesia berbagai-bagai, serta ialah asal pemboenoehan jang ngeri dan jang mentjoetjoerkan daiah. Manoesia jang seiboe sebapa, bermoesoeh-moesoehan, oléh karena djalan meréka menghormati Toehan jang esa dan seroe sekalian 'alam itoe berlainan. Orang-orang jang kalboenja diperhoeboengkan oléh kasih tunta jang amat sangat, niendjadi berdendam kesoemat hingga djatoeh sengsara, karena agama itoe. Mesdjid dan gerédja, tempat meréka itoe menjembah Toehan jang esa 'itoe, mendjadi dmding jang mentjeraikan hati meréka jang soeka tjinta men- tjintaï dan sajang menjajangi itoe. „Adakah agama itoe mendatargkan berkat kepada manoe sia? Tan ja saja kerap kali pada dirikoe sendiri. Hai agama, engkaulah jang haroes mendjaoehkan kami dari pada dosa, tetapi berapakah banjaknja dosa jang dilakoekan orang atas namamoe. Saja ada menaroeh kitab Max Havelaar. Tetapi pertanjaan: „Toendjcekkanlah kepadakoe tempat, jang telah engkau taboeri bibit! tidaklah saja ketahoei. Tetapi itoe akan saja tanjakan kepada orang lain karena saja amat soeka, ja, amat soeka benar pada Multatuli. Tentang keadaan orang kebanjakan dan kepala-kepala ne- geri boléhlah kemoedian hari saja tjeriterakan kcpadamoe. Se- karang telah sampai pandjangnja saja menoelis dan lagi per kara itoe tidak akan sedikit menghabiskan kertas dan waktoe. Engkau bertanja bahasa apa iang kami pakai dalam roemah. Jang kami pakai dalam roemah kami tentoelah bahasa kami, ja ni bahasa Djawa. Bahasa Melajoe kami pakai, kalau kami bertjakap dengan orang Melajoe, orang Keling, orang 'Arab Tjina d.1.1. Bahasa Belanda hanjalah kami pakai, kalau kami bertjakap dengan orang Belanda. O, Stella, waktoe saja membatja pertanjaanmoe, saja sangat tertawa gelak-gelak, pertanjaanmoe: ,.Boléhkah engkau meme- loek tiioem orang toeamoe dengan seizin meréka itoe?" De- ngarlah, Stella, saja beloem pernah mentjioem orang toea dan saudara-saudara saja perempoean dan laki-laki. Bertjioem-tjioeman boekannja soeatoe 'adat pada bangsa Djawa. Hanja anak- anak jang ber'oemoer dari satoe sampai enam tahoen boléh di- tjioem-tjioem. Kami ta' pernah bertjioem-tjioeman. Ja, hal itoe tentoelah mendatangkan héran bagimoe. Tetapi sesoenggoeh- nja begitoe. Hanja sahabat-sahabat kami perempoean bangsa Belanda mentjioem kami, dan kamipoen mentjioem dia poela. Bertjioem-tjioem itoe beloem lama kami lakoekan, dahoelöeka-
22
mi biarkan sadjakami ditjioem orang. Kami beladjar mentjioem, semendjak kami bersahabat dengan njonja Ovink-Soer. Djikalau ia mentjioem kami, dimintanja kami mentjioemnja poela. Moela-moelanja kami ta' biasa memboeat itoe, sebab itoe kami mentjioem itoe djanggal sekali. Tetapi pekerdjaan itoe ta' lama kami peladjari. maka kamipoen biasalah mengerdja- kannja. Bagaimana sekalipoen sa ja mentjintaï seseorang, ta' adalah niatan saja dengan kehendak sendiri akan mentjioem nja. (Orang Belanda selaloe bertjioem-tjioeman, kami bangsa Djawa ta' pernah bertjioem-tj ioeman). Sebabnja, saja ta' maoe mentjioem orang, karena saja ta' tahoe, soekakah ia ditjioem atau tidak.
Kalau benar seperti katamoe, jang saja ta'kalah kalau diban- dingkan dengan beberapa anak-anak perempoean bangsa Belan- dia, kepandaian saja itoe teroetama pekerdjaan njonja Ovink, seorang jang soeka bertjampoer gaoel dengan kami, bangsa Djawa; dan ia bertjampoer gaoel itoe seperti orang bersaudara. Pergaoelan dengan njonja-njonja bangsa Belanda jang sedjati, terpeladjar dan berboedi itoe amat baik oentoek bangsa koelit hitam. Iboe saja tahoe, jang iboe bapakoe ditjintaï dan disajangi oléh anak-anaknja jang perempoean. Bapa telah berdjandji kepada kami (jang sebetoelnja njonja Ovink menjoeroeh bapa ber djandji) akan membawa kami ke Djombang kepada njonja Ovink. Toean Ovink dengan segera soeka membawa kami. Kami sangat mentjintaï meréka itoe hampir sebagai mentjintaï iboe bapa kami. Kalau meréka itoe ta' ada lagi dekat kami, seperti kami kehilangan barang jang kami tjintaï. Saja ta' dapat me- mikirkan, jang meréka itoe telah bertjerai dengan kami. Kami bersama-sama telah banjak menanggoeng soesah dan senang. Dengan santoen menjantoeni kami telah hidoep bersama-sama seperti sekaoem sekeloearga lajaknja.
- *
November 1899. (II).
O, njonja jang tertjinta, betapa riang kami hart Minggoe kemarin doeloe. Bapa dan adik saia jang ketjil pergi berkeréta; ta' berapa lamanja, maka meréka itoepoen kembalilah keroemah. Setiba diroemah dengan girang hati bertieritera adikkoe itoe: „Ja, kakanda, ada seboeah kapal perang dipelaboehan. Dipasar berkeroemoen kelasi kapal. Doea orang dari pada meréka itoe menoeroet dengan kami. Pergilah lekas lihat; ia sekarang di- serambi dengan bapa'." Mendengar kata kapal perang itoe kamipoen melompatlah
PEMANDANGAN DILAOET BOELOE OEDJOENG, DJAPARA.
SERAMBI MOEKA KABOEPATÉN DJAPARA. PENDOPO KABOEPATÉN DJAPARA.
23
seperti kami digi git lebah. Sebeloem habis adikkoe itoe bertje- ritera, kami berlari dari bilik kami pergi kemoeka. Dimoeka tampak oléh kami doea orang toean-toean berpakaian poetih; moelanja meréka itoe maloe masoek kedalam pekarangan kami. Tiada berapa lama antaranja kami lihat meréka itoe telah doe- doek dengan bapa' ditengah-tengah serambi moeka. Kemoedian dari pada itoe da tang seorangboedjangmengatakankepada ka mi, jang kami haroes datang kepada bapa'. Hal itoe kami soekaï benar-benar. Satoe, doea, tiga kami saroengkan kebaja jang bersih dan sebentar kemoedian dari pada itoe kamipoen doe- doeklah bergojang-gojang dikoersi gojang dan ramai berbin- tjang-bintjang dengan doea orang opsir kapal perang „Edie". Saja ta' tahoe apa sebabnja, tetapi dengan segera kami senang hati bertjakap-tjakap dengan kedoea toean2 itoe, seroepa kami telah bertahoen-tahoen berkenalan dengan dia. Apa sebabnja, maka kedoea toean itoe sampai kekaboepatén ? Marilah saja tjeriterakan kepada njonja. Seperti saja soedah tjeriterakan di atas ini, bapa' pergi berkeréta. Ditengah djalan bertemoe ia em- pat, lima orang toean-toean. Tiga orang diantaranja menoeroet djalan jang lain, dan jang doea orang lagi mengikoet keréta bapa kekaboepatén. Toean-toean itoe baroe datang ketanah Djawa. Meréka itoe menjangka, jang dijalan kekaboepatén, jang ditoeroet keréta bapa, djalan jang biasa. Roemah kami disangkanja seboeah goedang atau toko jang besar. Bapa menjoeroeh orang kepada toean-toean itoe meminta dia masoek kedalam. Meréka itoe tentoe terkedjoet, tatkala dikè- tahoeinja jang ia salah persangkaan dan telah menoeroet orang keroemahnja. Apa hendak diboeat sekarang? Meréka itoe ke- maloe-maloean roepan ja, apalagi karena ia tiada mengetahoei bahasa kami, melainkan ia bertjakap bahasa Melajoe sedikit. Bapa menghilangkan maloe orang itoe dengan bertjakap bahasa Belanda kepadanja. Mendengar itoe sangat héran dan soekalah meréka itoe. Sekarang ia soeka sekali masoek keka boepatén. Roepan ja jang seorang dari toean-toean itoe kaoem keloearga dari seorang, jang dikenal betoel oléh bapa. Saja tidak ingat lagi, jang saja pernah merasa senang hati bertjakap de ngan bangsa asing, seperti waktoe itoe. Ta' sedikit djoega saja pikirkan, bahwa saja se'oemoer hidoepkoe beloem pernah meli- hat orang itoe dan sa japoen ta' tahoe, jang meréka itoe lima menit lebih dahoeloe ada didoenia. Héran,héran, selamanja ka mi lekas sekali berketahoean dengan orang kapal. Kami sangat mentjintaï laoet; apa sadja jang berhoeboeng dengan laoet senantiasa menarik hati kami. Njonja telah tahoe, betapa besar kegirangan hati kami, orang memperbintjangkan perkara bersampan-sampan atau berlajar-lajaran. Njonja sen- diripoen tahoe, jang kami soeka sekali pada laoet, Tatkala saja
24
hampir setengah mati, waktoe saja terbaring dalam perahoe jandoe itoe, saja merasa senang jang saja dilamboeng-lam- boengkan cleh gelombang itoe. Semendjak dahoeloe laoet jang indah itoe meniarik hati kami. Kalau saja seorang anak laki- jaki, tidaklah saja berpikir lagi dan dengan segera saja mendjadi elasi. rahoekah njonja, apa jang dikatakan bapa' kepadaopsir aoet itoe. Bapa' berkata: „Anak-anak saja jang perempoean soeka sekali berlajar-lajaran dan hendak pergi kekapal." Bapa' kami jang tertjinta itoe; bapa tahoe sekalian barang jang kami ingini dan soekai> itoe. Soenggoehpoen hal itoe ta' pernah di- jeiuerakannja, tetapi saja tahoe betoel bahwa begitoe keada- annja. Kadang-kadiang bapa mentjeriterakan hal kami kepada oiang lain-lain; jang ditjeriterakannja itoe bersamaan betoel dengan perasaan kami, jang kami simpan sadja dihati kami. Jang sangat menghérankan kami, bagaimana dapat bapa' me- ng'etahoei segala barang jang kami pikirkan sendïri dan jang tidak kami tjeriterakan kepada orang lain-lain itoe. Sebabnja ta lam, melainkan karena bapa' menjajangï dan mengasihi ka- rni dan kamipoen begitoe poela akan bapa'. Témpoh-témpoh bapa tiba-tiba menggirangkan hati kami dengan mentjeriterakan ba- 'asesoeatoe, jang masih tersemboenji dihati noeranikoe, dan jang saja sangka tidak seorang djoega mengetahoeinja lain dari pada saja sendiri. Itoekah jang dinamakan persatoean pikiran ? Djikalau seonang jang banjak kepertjajaan, tentoelah sa ja menjangka, ;bahasa bapa pandai membatja boeah pikiran dihati kami. Ta oesahlah saja pandjangkan lagi tali kawat jang 'adjaib itoe, jang memperhoeboengkan hati kami dengan hati bapakoe jang tertjinta itoe. Marilah saja hoeboeng mentjeriterakan kegirangan kami pada minggoe jang laloe itoe. Opsir-opsir itoe merasa sajang benar jang kapal perang „Edie" ta' lama tinggal dipelaboehan kami; kalau tidak, meréka itoe soeka sekali menjamboet kedatangan kami dikapal. Kapal itoe haroes pergi kepoelau Karimoen Djawa mentjari gosong-gosong atau beting-beting. Seharoesnja ia ta' perloe datang kenegcri kami, tetapi komandan kapal perang itoe soeka melihat-lihat Djapara. Kedoea toean-toean itoe nuaoe men- tjoba meminta kepada komandannja, soepaja kapal „Edie" hari Sabtoe dan Minggoe datang kembali ke Djapara dan hari Senin baroe berangkat ke Soerabaja. Bila peiTnintaan meréka itoe di- perkenankan, soepaja kapal Edie hari Sabtoe datang ke Djapara, maka akan diletoeskannjalah sepoetjoek meriam dari kapal memberi tahoe kami. Saja lcira permintaan meréka itoe tidak akan dikaboelkan. Tetapi akan soeatoe kesoekaan jang besarlah bagi kami, bila kapal itoe datang kembali. Saja katakan kepada toean-toean itoe, bila ia melaloei Djapara sekali lagi, haroeslah
25
ia mematahkan soemboe mesin kapal itoe seboeah, soe-paja kapal itoe teipaksa tinggal dipelaboehan kami. Tatkala opsir-opsir itoe ta' ada lagi dan kamipoen kembali kebilik kami, kami sangkakan, segala jang terd.iadi nada hari i oe soeatoe mimpi. Ja, sebenarnja, senerti kami telah bermimpi. engan tiba-tiba datang orang kepada kami, dengan sekonjong- oniong iapoen hilanglah. Tetapi hal itoe soeatoe soekatiita .iang ïdak disangka-sangka, boekan? Saja selaloe maoe tertawa, bila saja^ mgat akan hal itoe. O, njonja, iboe kami, alangkah besar hati saja djika njonja soedah ada poela kami lihat. Kami, anak-anak njonja, merasa kehilangan njonja sekali. Kami ingin sekali ke nbali kepada waktoe kita bersama-sama dooloe. lebih- lebih sa at dan masa kami dalam bilik tempat doedoek-doedoek
n.ionja. Dibilik njonja menjoeroeh kami merasaï lazat tjita- rasa kitab-kitab jang bagoes dan berpaédah. Disitoelah 'kita banjak memperkatakan barang sesoeatoe jang moeskil-moeskil. Feitjakapan janf demikian ta' danatlah saja lakoekan sekarang dengan njonja. Boeah pikiran, jang menerbitkan katjau-bilau pikirankoe, dan perasaan, jang senantiasa ta' menjenargkan hatikoe, waktoe bertjakap-tjakap itoelah doeloe saja boekakan kepada njonja, o! boendakoe jang tertjinta. Bila saja tidak ber- senang, kalau saja lihat moeka njonja jang djernih dan soeka itoe, maka sajapoen mendjadi seorang anak jang beriang hati dan mandia poela, serta sajapoen dapatlah bernjanii me- nianjïkan: „Piarpoen langit itoe roontoeh keboemi. saiapoan akan memikoelnja dengan bahoekoe dengan perkasa." Ja, njo-
n.ia, toean telah terlampan memandiakan kami. Sekarang ta' lam, jang kami ingin dan tjintaï, hanjalah waktoe kita bersama-sama seperti doeloe, jaïtoe waktoe jang lazat dan senang itoe. Soenggoehpoen kami sangat beringin hendak berdioemna de ngan njonja. tetapi kami berharap amat sangat, soepaja perdjalanan hendak ^pergi ke Djombang itoe selambat-lambatnja ainioendoerkan. Njonja tentoe bertanja: „Mengapa maka begi- toe. Ja, kami tahoe dan kami rasa, jang di Djombang akan ter- diadi perdjoempaan iang achir sekali antara kita. Pei-temoean itoe boléh djadi pertjeraian jang selama-lamanja. Ke Djapara tentoelah njonja ta' akan datang lagi dan kamipoen tentoclah tidak moedah-moedah sadja datang kepada njonja. Oléh karena itoe biarlah perdjalanan itoe dimoendoerkan seberapa boléh. Amat sedapnja bila sesoeatoe kegirangan hendak didanat Kesedapan itoe kami hendak merasaï selama-lamanja boléh Perdioempaan kembali boléh meriangkan hati. soedah itoe habis- lah kegirangan itoe. Tidak! kenang-kenangannja tentoe akan tin
26
kalian itoe ta' lain dari pada kelobaan hati sendiri, djika kami sekali-kali berboeat baik dan berlakoe manis itoe? Karena ta' adalah jang lebih menjenangkan hatikoe, lain dari pada mener- bitkan tersenjoem orang, apalagi pada orang jang kami tjintaï. Tiadalah jang terlebih meriangkan hati kami, hanjalah bila me- mandang paras jang riang dan kasih terhadap kepada kami, apalagi, djika kami ketahoei, bahwa keriangan itoe asalnja tersebab oléh kami. Besar hati kami, jang koki masih teringat kepada kami.
*
- *
12 Januari 1900 (I).
Pergi ke Eropah. Itoelah soeatoe tjita-tjita saja, jang akan tinggal sampai hari maoetkoe. Sekiranja saja dapat memper- ketjil toeboehkoe sampai siaja dapat menjoeroek dalam boeng- koesan soerat ini, pergilah saja bersama-sama dengan soerat ini mengoendjoengi engkau, Stella, dan kepada saudara saja laki-laki jang koetjintaï dan kepada Diam, padalah hingga ini. Boekan kesalahan saja, Stella, djikalau saja disana sini me- noelis perkataan jang ta' bergoena. Gamelan kat ja dipendopo lebih tahoe mentjeriterakan hal itoe kepadamoe dari pada saja. Ia menjanjikan lagoe kami bertiga. Ia boekan njanjian, boekan lagoe, melainkan boenji dan soeara, amat lemah, amat lemboet dan bertoekar-toekar, mendengoeng-dengoeng ta' berketentoe- an, tetapi bagoes, sehingga merawan dan membimbangkan hati orang. Boekannja boenji gelas atau boenji koeningan dan ka- joe, jang terdengar dipendopo itoe; boenji itoe ialah soeara njawa manoesia, jang berkata-kata kepada kita. Boeah katanja sebentar keloeh kesah, sebentar lagi ratap tangis dan sekali-sekali tertawa kegirangan. Maka semangat sa japoen rasa ter- banglah bersama-sama dengan boenji jang lemboet dan merdoe itoe keatas oedara jang tinggi, biroe dan renggang itoe pergi ke- awan jang poetih dan kebintang-bintang jang bertjahaja-tja- haja. Sementara itoe soeara jang lembabpoen naiklah poela keoedara; sajapoen merasa diri saja dibawa poela oléh boenji itoe melaloei lembah jang gelap, djoerang jang dalam, melaloei hoetan rimba jang moeram, semak beloekar jang ta' dapat diaroengi. Maka hati saja gementar dan lisoet rasanja, karena ketakoetan, kesakitan dan kedoekaan. Soenggoehpoen demikian, héran sekali, meski telah beriboe kali terdengar oléh saja „Ginondjing", tetapi satoe boenji dan soeara gamelanpoen ta' dapatlah saja artikan. Apabila gamelan telah diam, ta' seboeah lagoe jang saja ketahoei lagi; semoeanja hilang dari ingatankoe. Saja ta' dapat mendengar Ginondjing lagi, dengan tiada mera-
wankan hati. Bila saja mendengar boenji jang pertama sadja dari lagoe jang bagoes itoe, maka melajanglah semangatkoe. Saja sebenarnja ta' soeka mendengar lagoe jang moeroeng itoe, tetapi ta' dapat saja tahan hati saja mendengarkan soeara jang lemah lemboet itoe, jang mentjeriterakan kepada saja, hal ke- adaan doeloe kala dan jang akan datang. Roepanja seperti boenji-boenjian jang merdoe itoe bernapas mengemboeskan kain seloeboeng, jang menjeloeboengi barang sesoeatoe jang soelit- soelit jang akan datang. Terang seperti boelan, siang seperti hari roepanja dimata saja segala sesoeatoe jang akan datang itoe. Gementar sekalian toelang sendikoe, bila saja lihat seolah- olah orang-orangan jang moeram dan gelap itoe laloe dimoeka saja. Saja ta' soeka melihatnja, tetapi apa hendak diboeat, matakoe ta' maoe dipedjamkan, ia selaloe terboeka. Pada kaki saja terbentang seboeah djoerang jang amat dalam, jang amat memoesingkan kepala dalamnja. Bila saja melihat keatas, ter bentang langit jang hidjau diatas kepalakoe. Sinar matahari jang sebagai emas itoe memantjar dengan mand jan ja seolah- olah bermain-main dengan awan jang poetih dan bagoes itoe; dalam hati sajapoen terbitlah poela soeatoe tjahaja. Nah, lihatlah betapa gila dan bodoh saja. Semata-mata per- boeatan bodoh, boekan, jang saja soeratkan diatas ini. Tetapi tjoekoeplah ten tang hal itoe. Sekarang saja tjobalah bertjakap benar-benar seperti seorang jan«- séhat. Segala kegilaan dan kebodohan itoe kita boeangkan djaoeh-djaoeh, boekan, Stella? Tanah airkoe jang panas, tanah jang engkau ingini melihat nja itoe, telah berapa hari lamanja sekali-kali tidak panas. Se- tiap hari toeroen hoedjan lebat; minggoe jang terlampau soengai Djapara telah melimpah airnja. Banjak kampoeng-kampoeng dan kota Djapara sendiripoen penoeh dilipoeti oléh aimja jang mérah dan bertjampoer loempoer itoe. Pagi-pagi tadi badai kent jang sekali disini. Dalam pekarangan kami doea tiga pohon litjin tandas ditoembïingkannja. Dahan- dahan kajoe habis patah-patah seperti kajoe api-api. Batang koebis Belanda kami jang bagoes itoe telah seroepa pokok ka joe jang poetih dan boeloes. Tentoelah kampoeng-kampoeng binasa amat sangat. Dengan atap-atap roemah habis diterbang- kan angin. Pada hari menoelis soerat ini bapakoe pergi komisi. Banjak lagi kampoeng-kampoeng jang djaoeh-djaoeh jang dibawah perintah bapa' jang dilipoeti air sekali lagi. Bapa sangat banjak kerdjanja dalam beberapa hari ini; hari ini datang ban djir, bésok tanah jang roentoeh dan loesa badai jang amat hébatnja. Sepohon randoe jang besar baroe-baroe ini ditoem- bangkan poela oléh angin. Pohon itoe berdiri ditepi djalan besar. Waktoe ia toembang itoe doea orang perempoean jang laloe disitoe ditimpanja. Kedoeanja loeloeh lantak dibawah po-
28
hon kajoe itoe. Sehari-harian dan semalam-malaman itoe ta' lam jarig kami dengar hanjalah boenji laoet jang menderoe- deioe dan mengaoem-aoem. Di Klein-Scheveningen badai .lang amat kentjangnja. Djalan pergi keroemah mandi ditepian itoe habis dipoekoel oléh gelombang. Pantai dimoeka tepian itoe telah hilang lenjap ditelan oléh laoet jang ta' pernah kenjang itoe. Djikalau hari petang nanti tidak hoedjan lebat, saja hen dak meminta izin kepada bapa', akan pergi kesitoe. Beberapa'pekan jang laloe kami di „Klein Scheveningen." Ka mi tegak bertifa diatas seboeah batoe besar, jang terlantar di- tepi pantai. Kami melihat pada permainan gelombanoj jang bagoes itoe. Karena pemandangan itoe sangat menarik 'hati kami, ^ sehingga tidak tampak oléh kami, tempat kami berdiri itoe telah didekati oléh gelombang jang bergoe- loeng-goeloeng itoe. Kami baroe tahoe, tatkala anak-anak ketjil difepi pantai dengan ketakoetan memanggil kami, sebab kami telah dilingkoengi oléh air laoet jang berboeih-boeih. De- npan bacah pakaian sehingga loetoet kamipoen sampailah kembali kepada tempat anak-anak ketjil itoe. Beloem beberapa lama doeloe dari pada itoe engkau bertanja kepadakoe hal keadaan orang ketjil pada masa sekarang. Tetapi oléh karena soerat saja ketika itoe soedah pandiang sekali. saja lampaui sadia pertaniaan itoe doeloe; sebab akan mendiawab ta' tjoekoeplah sepatah doea patah kata sadja. Tetapi saja doeloe berdjandji kepadamoe, jang saja kemoedian hari akan kembali memperkatakan hal itoe dan sekarang saja hendak menjampai- kan djandji itoe. Tetapi sebeloem saja mentjeriterakan perkara itoe, saja hendak mendjawab lebih doeloe soeratmoe jang ke moedian sekali. Terima kasih, Stella, atas penphiboeranmoe oen- toekkoe. Saja harap bitjaramoe itoe terdjadi djoealah hendak- nja, Tahoekah engkau pepatah jang saia pegang? „Saja maoe." Doea patah kata jang pandak itoe telah beberapa kali menolong saja melalcei goenoenjr kesoesahan. „Saja ta' tjakap." Ketiga patah kata itoe menghilangkan keberanian. „Saja maoe," meng- gembirakan orang. Saja berani soenggoeh-soenpgoeh dan selaloe gembira. Stella, njalakan selaloe api keberaniankoe itoe. Djangan kaupadami ia. Gembirakan hatikoe, gembirakan dia sampai bersinar-sinar, Stella, saja sembah engkau, djangan lepaskan saja. Saja nohonkan terima kasih pada Allah, jang pertanjaanmoe: ,,Be+orlkah keadaan anak nepen' sekarang sangat boeroek seperti jang dikatakan Multatuli?" dapat saja djawab dengan: „Boekan." Menoeroet sepandiang pen^etahoean saia, tjentera seperti Saidjah dan Adinda sekarang tidak terdjadi lagi. Betoel kadang-kadanp ada kelanaran. jang ditanperoensrkan o'éh anak negeri, tetapi hal itoe boekannja kesalahan kepala-kepala negeri.
29
Kepala-kepala negeri tentoelah ta' dapat menanggoeng, bila ha- ri lama ta' hoedjan-hoedjan, jang sangat bergoena oentoek sawah-sawah „orang ketjil." Meréka itoepoen ta' sanggoep me- nolakkan air jang amat banjak, jang ditoeroenkan oléh langit kesawah-sawah orang ketjil itce. Bila kehasilan padi dircesakkan oléh binatang-binatang jang ketjil, atau oléh kekoerangan air, atau karena moesim panas terlaloe lama, maka negeri jang ditimpa ketjelakaan itoe, dibébaskan oléh Pemerintah dari membajar ceang kepala (padjak). Waktoe moesim kelaparan kepala-kepala negeri membagikan wang dan makanan oentoek orang-orang jarg dapat tjelaka itce. Kalau sawah-sawah itoe dibinasakan oléh tikoes, maka Pemerintah memberi hadiah ke pada siapa jang memboenoeh binatang jang ketjil-ketjil. Kalau moesim hoedjan seperti sekarang, maka air soengai mendjadi bandjir dan segala tambak-tambak soengai mendjadi .petjah. Ketika itoelah kepala-kepala negeri mentjari daja oepaja, akan memperbaiki sekalian jang roesak-roesak itoe. Tahoen jang laloe sepekan lamanja seboeah kampoeng jang banjak b?rkolam ikan dilipoeii oléh air, waktoe itoe siang dan malam bapa' tinggal ditempat jang kena sengsara itoe. Dengan wang partikoelir dibajar segala kerdja akan memperbaiki ke- ï'oesakan tambak-tambak soengai itoe. Kemoedian wang parti koelir itoe dibajar kembali oléh Pemerintah. Tetapi siapa jang akan membajar sekalian keroegian anak negeri jang disebabkan oléh air itoeï Sebeloem bandjir 100.000 ékor ikan dalam kolam- kolam itoe, sesoedah bandjir hanja tinggal 15 ékor sadja lagi. Setelah beberapa lamanja sesoedah ketjelakaan jang besar itoe, datang seorang dari Insinjoer Waterstaat bertjeritera kepada bapa, bahwa ia jang salah maka kampoeng itoe dilipoeti air. Ia salah menghilirkan air itoe. Kemoedian af deeling L'emak, af deeling jang dibawah perintah bapa' moeda saja. ^.fdeeling itoe ta' dapat dima'moerkan, bagai- mana sekalipoen orang mengerdjakannja. Kaiau tidak kesengsaraan ini kesengsaraan itoe jang mengganggoenja. Waktoe moesim panas sekalian soengai-soengai mendjadi kering dan waktoe moesim hoedjan negeri itoe digenangi oléh air bah. Te- lah beriboe-riboe wang dikeloearkan oléh Pemerintah, soepaja ia mendapat air waktoe moesim kemarau dan soepaja djangan ke- datangan bandjir pada moesim penghoedjan, tetapi semoeanja ta' menolong. Banjak saloeran dan sérokan jang bagoes-bagoes digali disitoe, tetapi roepanja tidaklah sedikit djoea bergoena. Menggaii sérokan dan saloeran itoe mendatangkan soeatoe pen- tjaharian pcela kepada beriboe-riboe manoesia. Soenggoehpoen demikian, pada moesim kemarau selaloe negeri itoe kehaoesan dan pada moesim hoedjan semoeanja terapoeng-apoeng diatas air. Boekan, Stella, Pemerintah ada mendjaga baik-baik oentoek
keselamatan anak negeri Djawa. Tetapi, adoeh, Pemerintah ter- lampau banjak menjoeroeh meréka itoe membajar oeang bia. Boekan, Stella, anak negeri tiadalah lagi dengan sengadja dirampas oléh kepala-kepala negeri. Bila seperti itoe sekali-sekali kedjadian, maka kepala negeri jang bersalah itoe diperhentikan, atau ditoeroenkan pangkatnja. Tetapi jang masih terdjadi, lebih baik dikatakan, jang masih bertjaboel ialah kedjahatan ini: „Menerima persembahan dan pemberian, jang menoeroet penda- patan saja, sama kedji dengan merampas harta benda orang ketjil," sebagai terseboet dalam Max Havelaar. Tetapi saja ta' boléh menjalahi meréka itoe, soenggoehpoen saja ketahoei ke djadian hal itoe, tetapi saja patoet poela menimbang peri keadaan orang jang bersalah itoe. Pertama-tama sekali bangsa Boemipoetera memandang pekerdjaan mempersembahkan soeatoe pemberian kepada orang jang lebih tinggi,' seperti soeatoe kehormatan dan kemoeliaan baginja. Menerima per sembahan itoe dilarang oléh Pemerintah pada orang-orang jang berpangkat. Tetapi kepala-kepala negeri jang lebih rendah men- dapat gadji sedikit, sehingga kadang-kadang mendatangkan ke- héranan, jang meréka itoe dapat hidoep dengan gadji jang ke tjil itoe. Oempaman ja, seorang djoeroetoelis kampoeng, jang mendjadi boengkoek karena menoelis setiap hari sepandjang waktoe, bergadji tiada tepermanaï bamjaknja, jaïtoe ƒ 25 se- boelan. Dengan wang itoe ia wadjib hidoep dengan anak bininja, dengan wang itoe ia membajar séwa roemah, membeli pakaian jang sederhana dan dengan wang itoelah ia memperlihatkan ke- megahannja, soepaja kehormatannja dimata orang jang lebih rendah djangan koerang. (Saja harap, djangan engkau menja lahi meréka itoe amat sangat, karena keadaan jang achir itoe; lebih baik kasihanilah meréka itoe, karena ia masih anak-anak jang besar, dan begitoelah kebanjakan bangsakoe itoe). Bila kepada djoeroetoelis kampoeng jang seperti itoe dipersembah- kan sesisir pisang atau jang sebagainja oléh seorang-orang kam poeng, maka pertama kali tiadalah diterimanja, kedoea kalipoen tiada diambilnja, tetapi ketiga kali doea hatinja menolak per sembahan itoe dan keempat kalinja diterimanjalah persembah an itoe dengan tiada bimbang. Karena menoeroet pikiran- nja, tidaklah salah, bila ia berboeat jang sedemikian; barang itoe boekan dimintanja, tetapi diberikan kepadanja; tentoelah ia gila dikatakan orang, bila pemberian itoe ditolaknja, apalagi pemberian itoe boléh dipeigoenakannja. Memberi persembahan itoe boekannja tan da kehormatan sadja, tetapi djoega seperti soeatoe pagar oentoek si pemberi, bila ia bésok atau loesa dapat kesoesahan dengan kepala negeri. Oempaman ja bila ia ditangkap oléh wedana, karena ia memboeat kesalahan sedikit. Dalam hal itoe diharapnja pertolongan sahabatnja, djoeroetoelis kampoeng
31
itoe. Gadji pegawai-pegawai negeri soenggoeh tidak tjoekoep. Seorang asistén wedana kelas doea bergadji delapan poeloeh lima roepiah seboelan. Dengan delapan poeloeh lima roe piah itoe haroes ia menggadji seorang djoeroetoelis. Asistén-asistén wedana itoe tidak diberi djoeroetoelis oléh Pemerintah, soenggoehpoen ia banjak dapat kerdja toelis menoelis sama banjak dengan wedana-wedana, djaksa-djaksa dan lain-lain). Lam dari pada koeda toenggang, jang bergoena oentoek pergi memeriksa hoetan-hoetan, haroeslah ia niempoenjaï seboeah béndi atau sado dengan koeda, roemah dan perkakasnja haroes poela dibelinja; tambahan poela ia'haroes membelandjaï roemah tangganja. Achirnja ia haroes menei'ima kemendoer-kemendoer, regén dan kadang-kadang asistén residén, bila meréka itoe da- tang kedalam djadjahannja oentoek mengerdjakan barang sesoeatoe hal. Dan kalau asistén wedana djaoeh tinggal dari kota, maka toean-toean jang terseboet tadi tinggal dipesenggerahan. Dengan hal jang demikian, asistén wedana merasa mendapat soeatoe kehormatan jang tinggi, karena ia boléh menjediakan makanan oraing besar-besar itoe. Tjeroetoe, air Belanda, ber- mat jam-mat jam minoeman keras dan makanan dalam kaléng. Saja dapat mensahkan kepadamoe, jang semoeanja itoe berharga mahal dan sekalian itoe soeatoe beland ja jang banjak bagi asis tén wedana jang begitoe. Engkau mengerti, jang ia ta' maoe me njediakan barang-jang ada padanja oentoek djamoenja jang tinggi itoe. Segala sedap-sedapan itoe haroeslah semoeanja di- djempoet kekota. Jang sebenarnja hal itoe ta' perloe begitoe, tetapi si pendjamoe memandang soeatoe kewadjiban akan me njediakan jang terbaik oentoek toean jang besar itoe, biarpoen barang itoe tidak ada padanja. Dalam afdeeling bapa beroen- toeng ta kedjadian seperti itoe. Djikalau bapa' pergi komisi dan iapoen haroes bermalam ditempat lain, maka selaloe ia mem- bawa makanan oentoek dirinja sendiri. Kemendoer dan asistén residénpoen memboeat poela begitoe. Kalau sekadar semangkoek air téh jang diminoem toean-toean itoe pada asistén wedana, tiadalah mendjadikan ia miskin. Kalau kedjadian pemboenoehan atau pentjoerian dalam djadjahan asistén wedana itoe, wadjib- lah ia mentjari keterangan jang sesoenggoehnja dalam perkara itoe, karena itoe soeatoe kewadjiban baginja. Akan menjelidiki orang jang bersalah haroeslah ia banjak mengeloearkan wang dari kantoengnja. Kerap kali telah kedjadian jang kepala-kepala negeri menggadaikan perhiasan anak isterinja, akan mendapat oeang jang wadjib ada oentoek mentjari keterangan sesoeatoe perkara jang gelap. Dapatkah ia menerima oeang itoe kembali dari Pemerintah, oentoek mentjari keterangan kehendak Pe merintah itoe? Mengoetjap sjoekoerlah saja bila benar begitoe. Oléh sebab tiada demikian halnja maka banjak pegawai-pe-
32
gawaï itoe mendjadi orang minta-minta. Allah, apakah jan? oleh pegawai-pegawai, jang tiada bergadji tjoe- koep dan tiada beriboe bapa' dan bersanak saudara, jang boléh menolong mereka itoe dengan wang? Anak negeri senantiasa membawa persembahan kepada meréka itoe dan ia melihat jang anak ïstermja berdjalan dengan pakaian robék-robék Djangan disalahi amat, pegawai-pegawai itoe, Stella." baja tahoe kesoesahan kepala-kepala negeri dan saja tahoe akan kesoekaan dan kedoekaan anak negeri. Apa akan diper- boeat Iemermtah sekarang? Pemerintah hendak mengadakan peroebahan dalam hal pemerintahan negeri. Pegawai-pegawai Boemipoetera hendak disoesoeti, oentoek keoentoengan pega\ ai-pegawai bangsa Eropah. Oléh karena kesoesoetan itoe adalah wang tersimpan setahoen ƒ 164800. Wang itoe akan aiberikan oentoek pegawai-pegawai bangsa Eropah, dalam pe- menntahan negeri, karena pegawai-pegawai bangsa Eropah itoe diberi gadji seperti anak tiri, pada hal pegawai-pegawai bangsa Eropah daiam goiongan lain diberi gadji sepeiti anak kandoeng. letapi, mengapa Pemerintah meroegikan pegawai-pegawai Boemipoetera akan memperbaiki kesaiahan-kesalahan itoe? Betoel a an pengganti kesoesoetan jang diatas itoe, pegawai-pegawai Boemipoetera jang bergadji sedikit ditambah gadjinja dan asis- ten w edana mendapat djoeroetoelis dari Pemerintah. Tetapi apakah artmja peroebahan sedikit itoe, djika diperbandingkan de ngan penghapoesan pangkat-pangkat jang tinggi itoe? Dan lagi beloem ada kenjataannja, jang pangkat-pangkat itoe tiada ber- goena. Karena peratoeran Pemerintah itoe banjak orang ber- soengoet. Peratoeran oentoek peroebahan itoe dikaboelkan oléh madjelis persidangan kedbea ditanah Belanda dan boelan Juli
j.a.d. didjalankan peroebahan pemerintahan negeri itoe. Hampir sekalian residén-residén melawani peratoeran itoe, tetapi Goe- bernoer Dj enderal mengehendaki begitoe. Meskipoen kehendak itoe dilawani oléh residén-residén, maka peroebahan itoe di- madjoekan djoega. baja beiharap, jang Pemerintah nanti ta' akan memetik boeah kelat dari perboeatannja itoe. Sekarang teng"tang hal anak negeri, teroetama keadaan pen- doedoek tanah Djawa. Bangsa Djawa itoe boléh disamakan de ngan anak jang telah besar. Apa jang telah diboeat oléh Pe merintah oentoek kemadjoean anak negeri? Oentoek anak2 orang berbangsa dalam negeri diadakan Sekolah Ménak, Sekolah Radja dan Sekolah Dokter Djawa. Dan sekolah Boemipoetera oentoek sekalian orang ada terdapat dalam tiap-tiap distrik seboeah sadja. Sekolah Boemipoetera dibagi atas doea djenis oléh Peme rintah; jaïtoe: Sekolah kelas satoe, jang didapatinja hanja pada iboe-iboe negeri sadja; disekolah itoe diadjarkan pengadjaran, jang seperti pengadjaran dalam sekolah Boemipoetera sebeloem
SS
ia teibagi doea, tetapi dalani sekolah kelas doea anak-anak di- adjari hanja menoelis dan membatja bahasa Djawa dan berhi- toeng sedikit. Bahasa Melajoe ta' boléh diadjarkan lagi seperti dahoeloe; apa sebabnja, ta' tahoelah saja. Menoeroet pertim- bangan saja Pemerintah menjangka, bila anak negeri mem pel a-
d.iari itoe, maka ia ta' maoe lagi mengerdjakan tanah. Tentang hal pengadjaran bapa' telah mempersembahkan sepoetjoek soerat nota kepada Pemerintah. O, Stella, saja soeka engkau dapat membatja soerat itoe. Engkau haroes tahoe jang sebahagian besar dari pada orang-orang berbangsa sangat berbesar hati karena perboeatan Pemerintah itoe. Bangsawan bangsa Djawa makin lama makin moendoer tenaganja. Pemerin tah di Hindia dan ditanah Belanda d!an beberapa orang Djawa jang beibangsa soeka menolong bangsawan itoe dan maoe memadjoekan meréka itoe. Dengan hati koerang senang dipandang oleh bangsawan itoe anak-anak orang kebanjakan memadjoekan dirinja dan karena pengetahoean, kepandaian dan keradjinannja ïapoen disamakan doedoeknja oléh Pemerintah dengan anak-anak bangsawan. Anak-anak orang kebanjakan memasoeki se kolah Belanda dan disitoe ia menoendjoekkan, jang ia didalam segala hal dapat berloemba-loemba dengan anak-anak oriamg ber bangsa tinggi. Sekalian orang bangsawan soeka 'alam ini oen- toeknja sadja; pangkat jang tinggi-tinggi dalam negei'i dalam tangannja sadja dan ia sendiri hendak berkepandaian dan ber- boedi pekerti seperti bangsa Eropah. Pemerintah menolong dan membantoe meréka itoe, lebih-lebih karena Pemerintah sendiri mendapat oentoeng dalam hal itoe. Pada tahoen 1895 ia telah memberi penntah, boenjinja: „Anak-anak Boemipoetera (ber-oemoer dari 6 sampai 7 tahoen) tidak boléh diterima masoek sekolah Belanda kalau anak itoe beloem tahoe bertjakap bahasa Belanda atau kalau tidak seizin Goebernoer Djenderal." Ba- gaimana anak-anak Boemipoetera jang ber'oemoer 6 atau 7 ta hoen akan beladjar bahasa Belanda? Akan boléh begitoe hanjalah bila anak itoe mempoenjaï seorang pengasoeh bangsa Be landa. Tambahan lagi, biarpoen ada waktoe oentoek mempela- djari bahasa Belanda itoe, anak Boemipoetera itoe wadjib me- ngetahoei bahasanja lebih doeloe, sebeioem ia beladjar bahasa Belanda; dan haroeslah ia tahoe menoelis dan membatja dalam bahasa Djawa lebih doeloe. Hanjalah regén-regén jang memo- honkan permintaan, soepaja anak tjoetjoenja boléh dimasoekkan kesekolah Belanda. Kepala-kepala jang lebih rendah takoet jang permintaannja tidak akan dikaboelkan, oléh karena itoe tiadalah dimintanja. Pongahkah bapakoe sebab ia menoendjoekkan ke pada Pemerintah hal jang sesoenggoeh-soenggoehnja terdjadi, jaitoe anak-anak orang Afrika dan Ambon segera dimasoekkan kesekolah Belanda dengan tiada mengerti bahasa Belanda se- HABIS GEL AP TEEBITLAH TEBANG. q
patah kata djoeapoen? Stella, waktoe saja masih sekolah, saja sendiri tahoe betoel, bahasa banjak anak-anak Belanda sendiri jang sama banjak kepandaiannja dalam bahasa Belanda dengan saja, waktoe saja moela-moela sekolah. Bapa mengatakan dalam notanja itoe: „Pemerintah ta' tja- kap menjediakan nasi oentoek segala orang Djawa akan dima- kannja, tetapi Pemerintah sanggoep memberi ra'jat oepaja akan mentjari soeatoe tempat dan ditempat itoe didapati makan- an, maka oepaja itoe ialah „pengadjaran". Memberi anak negeri pengadjaran jang baik samalah keadaannja seperti Pemerintah memberikan seboeah soeloeh ketangannja. Dengan soeloeh itoe tjakaplah ia sendiri mentjari djalan jang baik dan djalan itoe membawa dia ketempat jang ada bernasi. Tidak, Stella, ta' oesahlah saja pandjangkan perkara itoe lagi, barangkali bésok atau loesa dapat saja mengirimkan nota bapa- koe itoe kepadamoe, dan disitoe dapatlah kaulihat, bagaimana hal keadaan anak negeri pada masa sekarang. Bapa akan bekerdja dengan keras, hendak memadjoekan anak negeri dan sajapoen hendak bekerdja bersama-sama dengan dia. Bapa seorang jang setia sekali djoega pada asal oesoelnja, tetapi hak tinggal hak, dan mana jang 'adil di'adilkannja. Dalam hal kepandaian dan boedi pekerti, kami hendak sama tinggi dengan bangsa Eropah. Hak jang kami tagih oentoek diri kami sendiri itoe haroes kami berikan poela kepada siapa jang memintanja. Mengalangi kemadjoean anak negeri samalah ke adaannja dengan perboeatan Czaar tanah Roeslan, jang meng- oetjapkan perdamaian bagi seloeroeh doenia, pada hal ia meng- aniaja dan mengindjak anak ra'jatnja sendiri. Itoe namanja menjoekat dengan doea boeah gantang, boekan? Bangsa Eropah sakit hati melihat sipat-sipat bangsa Djawa, oemp. sipat-sipat jang lalai dan malas dll. Hai orang Belanda, bila sekaliannja itoe menjakitkan hati toean, mengapakah toean tidak sedikit djoega mengichtiarkan diri toean hendak memoesnahkan segala kedjahatan itoe? Mengapa ta' toean oendjoekkan tangan toean akan memadjoekan saudara toean jang hitam itoe? Pertjajalah kepadakoe, jang kedjahatan itoe dapat dihapoeskan. Boeangkan- lah dari otaknja selimoet kebodohan itoe, boekakan matanja, nanti dapat toean lihat, bahwa padanja ada sipat-sipat jang lain didapati lain dari pada kesoekaan hendak berboeat djahat jang asalnja sebahagian besar oléh karena kebodohan dan kekoe- rangan pengetahoean. Tjontohpoen terlampau banjak, Stella, ta' oesahlah koetjari djaoeh-djaoeh tjontoh itoe dan engkaupoen demikian, Stella. Disini dimoekamoe sendiri kaudengar boeah pikiran, jang ma- soek bilangan bangsa koelit hitam jang dihinakan itoe. Apa
35
jang dapat disalahkannja tentang hal karai dan tingkah lakoe kami? Kenalkah meréka itoe kepada kami? Meréka itoe ta' mengenal kami, sebagai kami ta' mengenal mereka itoe. Djikalau engkau soeka mengetahoei hal itoe, lihat- lah soerat boelanan Neerlandia nomor boelan October. Di sitoe ada seboeah pidato saudara saja pada soeatoe persidangan tentang bahasa "dan 'ilmoe kitab Belanda dikota Gent, ditanah Belgia. Professor Kern membawa dia kesitoe dan memintanja bertjakap disitoe. Periasaan jang dioeraikannja disitoe samalah dengan perasaan saja dan kami semoea. Engkau bertanja kepadakoe: „Banjakkah kekoeasaan bapa/- moe?" Apakah jang sebenarnja kekoeasaan? Bapa betoel ada mempoenjaï kehormatan jang besar; tetapi kekoeasaan itoe hanja ada pada bangsa jang memerintah. Saudara saja berkata didalam pidatonja itoe, jang bahasa Belanda wadjib didjadikan bahasa dalam pekerdjaan. Bat ja, Stella, batjalah pidato itoe, soenggoehp.en boekan oentoek kesoekaan hatimoe, tentoe akan kesoekaan bagikoe. Orang-orang Belandla mentertawakan dan mengédjékkan kebodohan kami, tetapi bila kami mentjoba hendak memadjoekan diri sendiri, maka iapoen mGmandang" kami seperti moesoehnja. Alangkah banjak doekatjita saja doeloe, waktoe saja masih dalam sekolah. Goeroe-goeroe dan kawan- kawan saja sesekolahpoen memandang kami seperti moesoehnja. Tetapi, tetapi boekan sekalian goeroe-goeroe dan moerid-moerid jang membentjii kami. Banjak poela jang mengenal kami dan jang menjajangi kami seperti menjajangi anak-anak jang lain. Banjak goeroe-goeroe jang koerang soedi memberikan nomor jang tertinggi kepada anak Djawa, soenggoehpoen anak itoe berhak mendapat itoe. Saja hendak mentjeriterakan kepadamoe tjeritera seorang anak Boemipoetera jang boediman dan terpeladjar. Anak itoe telah memboeat oedjian penghabisan H. B. S. di Djawa. Anak moeda itoe bersekolah dikota Semarang dan memboeat oedjian di Betawi. Waktoe ia di Semarang ia diterima oléh segala orang jang temama dan moelia diroemah meréka itoe. Ia seorang anak moeda jang beradab dan sopan, jang tahoe akan 'adat sopan santoen serta peramah. Tiap-tiap orang bertjakap bahasa Be landa dengan dia, dalam bahasa itoe iapoen dengan moedah dan baik mengeloearkan pikirannja. Baroe-baroe keloear dari doenia jang terseboet diatas, datanglah ia keroemah orang toea- nja. Disitoe menoeroet pikirannja ta' lain jang lebih baik akan diboeatnja, lain dari pada pergi menghadap orang besar-besar dinegerinja. Waktoe ia berhadapan dengan residén, jang bertjakap dengan dia, sahabat saja itoe memboeat soeatoe kesalahan. Bagaimana- kah ia seorang-orang Djawa, berani mentjoba, mendjawab per-
36
kataan toean besar itoe dengan bahasa Belanda ? Itoelah kesalah- annja itoe. Bésoknja ia dapat soerat angkatan oentoek mendjadi djoeroetoelis kemendoer digoenoeng-goenoeng. Disitoelah si anak moeda itoe tinggal memenoengkan „dosanja itoe" dan me- loepakan segala 'ilmoe jang dahoeloe dikoempoelkannja dalam sekolah. Beberapa tahoen kemoedian datang kesitoe seorang kemendoer baroe, jang sebenarnja aspiran kemendoer, jang akan mentjoekoepkan sengsaranja sampai melimpah-limpah. Ke- palanja jang baroe itoe seorang dari pada kawannja masa di- sekolah doeloe dan si kepala itoe boekanlah seorang ternama ka~ rena ketadjaman otaknja. Si anak moeda tadi, jang dahoeloe selaloe nomor satoe dalam segala hal, wadjiblah djongkok ditanah kepada kawannja jang bodoh doeloe itoe dan iapoen mesti bertjakap bahasa Djawa tinggi dengan dia, sedang toean itoe dengan bahasa Melajoe tangsi mendjawabnja. Dapatlah engkau memikirkan penanggoengan dan sengsara si moeda remadja, jang sangat dihinakan itoe? Betapalah banjak kekoeatan hati jang tersemboenji dalam perbendaharaan si moeda itoe, akan menahan segala 'azab dan antjaman selama itoe. Tetapi achir- nja ta' dapatlah ia menanggoengkan lagi; ia berangkat ke Betawi dan mohon permintaan hendak menghadap Goebernoer-Djenderal; permintaan itoe dikaboelkan. Kepoetoesan permin- taannja itoe ia dikirim ketanah Priangan dengan perintah akan mempeladjari hal peroesahaan bertanam padi. Disitoe ia ber- boeat soeatoe kebaktian, oléh karena ia menterdjemahkan soerat-soerat tentang peroesahaan tanam-tanaman dari bahasa Belanda kedalam bahasa Djawa dan Soenda. Karena itoe ia dapat anoegerah dari Pemerintah doea tiga ratoes roepiah. Pada Sekolah Kemendoer di Betawi terboeka pangkat seorang goeroe oentoek bahasa Djawa. Goeroe bahasa Djawa dise- kolah itoe poelang kenegeri Belanda. Banjak sahabat-saha- batnja, bangsa Eropah jang soeka kepadia bangsa Djawa, mentjari daja oepaja, soepaja ia diangkat kesekolah itoe djadi goeroe bahasa Djawa, tetapi daja oepaja itoe tiadalah ber- hasil. Tidakkah pikiran jang amat gila, seorang Boemipoete- ra mengadjar bangsa Eropah, apalagi bangsa Eropah bakal djadi pegawai-pegawai Pemerintahan negeri? Boeang sadja per mintaan jang gila itoe. Sa ja maoe bertanja: Siapa jang lebih pandai mengadjarkan bahasa Djawa lain dari pada orang Djawa sedjati? Si moeda itoepoen kembali kenegerinja; dan sementara itoe datang ketempatnja seorang residén jang lain, laloe si moeda koelit hitam jang tjerdik dan pandai itoe diangkat ke- soedahannja mendjadi asistén wedana. Boekannja sia-sia sa dja ia diboeang ketempat jang djaoeh tadi itoe, karena disitoe lah ia menghimpoenkan 'ilmoe hidoep, misalnja: bekerdja pada bangsa Eropah, wadjib berdjongkok ditanah pada meréka itoe
37
dan dekat meréka itoe ta' boléh sekali-kali orang bertoetoer bahasa Belanda. Sekarang orang lain jarig memegang perintah. Tatkala pangkat djoeroe-basa dalam bahasa Djawa terboeka, maka pangkat itoe diserahkanlah bagi sementara kepada si moeda itoe. Stella, saja kenal seorang asistén-residén jang bertjakap bahasa Melajoe dengan seorang regén, soenggoehpoen ia tahoe bahasa regén itoe tahoe betoel bertoetoer bahasa Belanda. Lagi poela tiap-tiap orang berbintjang-bintjang dengan kepala negeri itoe dalam bahasa Belanda, hanjalah asistén-residén itoe sadja jang tidak soeka. Saudara-saudara saja laki-laki ber tjakap bahasa Djawa tinggi kepada orang-orang diatasnja, meréka itoe menjahoet dalam bahasa Belanda atau Melajoe. Jang menjahoet dalam bahasa Belanda itoe, orang-orang jang bersahabat dengan kami dan beberapa orang diantaranja me- minta kepada saudara-saudarakoe, soepaja ia memakai bahasa Belanda dengan meréka itoe, tetapi saudara-saudarakoe ta' ma- oe dan bapapoen ta'lah mengizinkan itoe. Bapa dan anak-anak- nja lebih tahoe, apa jang lebih baik baginja tentang hal itoe. Pegawai-pegawai bangsa Eropah pada pemerintahan negeri jang menjangkakan dirinja diawan tinggi itoe, takoet sekali roepan ja kehormatannja akan hilang, sebab itoe sebentar-sebentar meréka itoe mengingatkan kehormatan itoe. Saja tidaklah mempedoelikan antjaman meréka itoe. Sebenarnja saja selaloe soeka tertawa melihat kelakoean meréka itoe hendak memeli- harakan kehormatannja itoe terhadap kepada kami, bangsa Djawa. Dengan beberapa pegawai pemerintahan negeri bangsa Eropah jang bersahabat dengan saja selaloe saja memperbin- tjangkan perkara itoe. Perkataan saja itoe tidaklah dibantahi- nja dan tidak poela diiakannja, soenggoehpoen saja tahoe betoel, bahasa dalam hatinja ia membenarkan perkataankoe itoe. Menjemboenjikan kebenaran itoe tentoelah oentoek ke hormatannja poela. Mengertikah engkau sekarang, apa sebab- nja saja kadang-kadang ta' dapat menahani gelak saja? Soea- toe keriangan melihat bagaimana toean-toean besar itoe men- tjari daja oepaja hendak meninggikan kehormatannja itoe ke pada kami. Saja gigit bibirkoe, akan menahani gelakkoe, waktoe saja baroe-baroe ini didalam perdjalanan, melihat seorang asistén-residén dari kantor pergi keroemahnja berpajoeng emas diatas kepalanja jang moelia itoe jang dipegang oléh opasnja. Loetjoe sekali roepanja. O, djoendjoengan, tahoekah toean betapa orang banjak, jang sekarang menghindarkan pajoeng bagoes itoe dengan hormat- nja, mentertawakan engkau nanti dibelakangmoe ? Bagaimana- kah timbanganmoe, Stella, tentang kelakoean kepala2 negeri
38
bangsa Eropah, jang banjak, ja, amat banjak soeka menjoeroeh mentjioem kaki atau loetoetnja kepada kepala2 negeri bang sa Boemipoetera? Mentjioem kaki soeatoe tanda kehormatan jang tertmggi padia bangsa Djawa kepada iboe bapa dan kaoem keloearga jang lebih toea atau kepada kepala2 negeri kami sendiri. Kepada bangsa asing, hanja kami lakoekan dia dengan .ti jang enggan, bila ia wadjib dilakoekan. Ja, bangsa Eropah jang demikian mendjadikan tertawa sekali, djika meréka itoe menagih kehormatan itoe dari pada kami; karena jang berhak akan kehormatan itoe, hanjalah kepala-kepala negeri Boemipoe tera sadja. Kalau residén-residén dan ass.-ass. residén mena- makan dirinja ,,kangdjeng" soedahlah lajaknja, tetapi djika mandoer-keboen dan djambatan dan bésok barangkali seta- sioen chef menjoeroeh boedjangnja memanggilkan „kangdjeng" kepadanja, boekankah pekerdjaan jang sebodoh-bodohnja itoe? Tahoekah orang-orang itoe arti kata „kangdjeng?" Meréka itoe menagih kepada orang-orang dibawahnja kehormatan, jang di- berikan anak negeri kepada kepala-kepalanja sendiri sadja. O, o, saja sangka hanjalah si Djawa bodoh itoe sadja jang soeka melihat orang mengambil moeka. Tetapi sekarang saja lihat, bangsa Eropah jang beradab dan terpeladjar itoe tidak poela membentjii dia, ja, lebih gila lagi akan itoe. Ta' pernah saja izinkan, perempoean jang lebih toea dari saja, biar bangsanja koerang dari sa japoen, bila ia hendak memberi hormat kepada saja, soenggoehpoen saja berhak menagih itoe. Saja tahoe, bahwa ia soeka sekali mengerdjakan itoe. meskipoen saja djaoeh lebih moeda dari padanja, saja seorang ketoeroenan dari orang bangsawan asal jang telah biasa disembah didjoen- djoengnja, dan akan goena orang bangsawan itoe maoelah me réka itoe menjerahkan harta benda dan njawanja. Sangat merawankan hati, melihatkan kesetiaan orang jang rendah- rendah kepada orang-orang besarnja. Menjemboer darah didada saja, bila orang-orang jang lebih toea dari saja djongkok dita- nah bagi saja. Dengan sedih hati banjak bangsa Eropah di Hindia melihat kan, bangsa Djawa, orang jang diperintahinja, perlahan-lahan memadjoekan dirinja dan atjap kali timboellah seorang koelit hitam, jang menerangkan, bahwa ia sama berotak baik dikepala- nja dan sama berhati terang ditoeboehnja seperti orang koelit poetih. Tetapi tjobalah, hai bangsa koelit poetih; akan menahani kemadjoean zaman sekarang tentoe toean-toean tidak akan sanggoep. Saja amat sangat menjajangi orang Belanda dan ba- njaklah terima kasih saja kepada meréka itoe atas sesoeatoe jang keér.akannja telah saja rasaï. Banjak, ja, amat banjak diantara meréka itoe boléh kami namakan sahabat karib kami,
39
tetapi banjak, ja, sangat banjak poela orang Belanda, jang memandang kami seperti moesoehnja. Hal itoe ta' lain sebab- nja melainkan karena kami mentjoba berloemba-loemba ke- padang kemadjoean dan kebaikan boedi pekerti dengan dia. Dengan djalan jang kasar diperlihatkannja kepada kami: „saja orang Eropah, kamoe orang Djawa", maksoednja: „saja orang memerintah, kamoe orang terperintah." Boekan sekali sadja, tetapi beberapa kali orang Eropah menegoer kami dengan bahasa Melajoe tangsi, soenggoehpoen ia tahoe betoel, bahasa kami tahoe bertjakap bahasa Belanda. Saja ta' pedoeli, dalam bahasa apapoen orang menegoer kami, asal ia memakai seboeah bahasa jang sedjati. Baroe-baroe ini ada seorang raden ajoe ditegoer oléh seorang toean; dengan tjakap djawab raden ajoe itoe: „Toean, beri ma'af saja, jang saja me- minta kepada toean, soepaja toean memakai bahasa toean sendiri, bila toean hendak menegoer saja. Saja mengerti dan ber tjakap bahasa Melajoe, tetapi saja hanja tahoe bahasa Melajoe sedjati, boekan bahasa Melajoe tangsi." Maka si toean itoepoen mendjadi maloe sadja. Mengapa ba njak orang Belanda ta' soedi bertjakap-tjakap dengan kami dalam bahasanja sendiri? O, ja, sekarang tahoelah saja sebab- nja itoe; bahasa Belanda terlampau bagoes akan ditoetoerkan oléh moeloet orang jang berkoelit hitam. Beberapa hari jang laloe kami mengoendjoengi orang Belanda totok. Orang-orang jang bekerdja padanja, sahabat-sahabat lama kami. Kami tahoe bahasa meréka itoe mengerti dan bertjakap bahasa Belanda. Hal itoe saja tjeriterakan kepada orang baroe itoe dan apakah djawab toean pendjamoe kami itoe? „Tidak, ia tidak boléh ber tjakap bahasa Belanda." „Mengapa tidak?" tanjakoe kepadanja. Djawabnja: „Anak Boemipoetera ta' boléh mengetahoei bahasa Belanda." Tertjengang saja memandang kepada orang jang ber- kata itoe. Dengan segera kehéranan saja hilanglah, dan oedjoeng moeloet sajapoen bergerak-geraklah oléh karena hendak tertawa. Moeka toean itoe mendjadi mérah seperti api, dan iapoen ber- soengoet-söengoet dengan djanggoetnja serta ia merasa apa-apa jang 'adjaib pada sepatoenja, jang goenanja barangkali akan menghilangkan toetoer katanja jang telandjoer tadi. Sekarang ada seboeah tjeritera lagi, jang kedjadian ditanah Priangan. Pada soeatoe malam regén anoe menerima djamoe dikaboepaténnja. Djamoe itoe ialah seorang partikoelir dan residén ditempat itoe. Tiada berapa lamanja datang seorang aspiran kemendoer kedalam perkoempoelan itoe. Anak regén itoe seorang moerid H. B. S., jang sedang diroemah karena wak toe témpoh. Anak itoe berdjalan dipendopo. Tatkala dilihatnja, boekan bapanja sadja doedoek, maka iapoen hendak mendjaoeh- kan dirinja, tetapi residén melihat daa memanggil dia datang
kepadanja. Toean besar itoe menjahoeti tabik anak moeda itoe dengan soeka hati, tlan lama dan ramah bertjakap-tjakap dengan dia. Tatkala pertjakapan itoe telah habis, maka anak moeda itoe datang kepada aspiran kemendoer itoe dan memberi tabik dengan hormat. Toean ketjil itoe menimbang ta' perloe, akan mend.iawab tabik hormat itoe, hanjalah dianggoekkannja ke- palanja sedikit dan matanja dengan pemandangan jang meng- hmakan mengamat-amati anak moeda itoe dari poentjak kepala sampai kekakinja serta meroengoetkan kata ini dari moeloetnja: ,,Tabee. Anak moeda itoe mendiadi poetjat, dan bibirnja ber- gerak-gerak dan tangannja ditindjoekannja. Beberapa lamanja kemoedian dari pada itoe ditjeriterakannja kepada orang partikoelir, jang doedoek bersama-sama pada waktoe hal itoe terdjadi: „Saja soeka sekali kepada orang Belanda, toean, banjak sahabat kenalan saja orang Belanda, sahabat-sahabat karib, tebapi „tabee" aspiran itoe sekali-kali ta' uapat saja loepakan, hal itoe menggorés hati saja." O, Stella, saja soedah kerap kali menoedjoekan pemandang an saja pada segala hal keadaan dalam doenia kehidoepan ditanah Hindia; dengan tiada sengadja terlihat oléh saja di- belakang-belakang doenia pegawai-pegawai itoe loeboek2 jang amat da-lam. O, Stella, melihat sekalian itoe sadja telah boléh memoesingkan kepalamoe. O. Allah. Alanjrkah banjak perboeat- an jang djahat dan ngeri didoenia ini! Ada residén-residén dan asistén-asistén residén jang djaoeh koerang baik lagi dari pada toean Slymering dalam Max Havelaar. Tidak, saja ta' soeka mendjadikan soerat saja ini sepoetjoek soerat kediahatan. O, sekarang saja mengerti, mengapa orang Belandla ta' soeka. kami bangsa Djawa mendjadi madioe. Apabila si Djawa telah berpengetahoean, tentoelah ia tidak akan mengia dan meng- aminkan sadja lagi akan barang sesoeatoe jang dipikoelkan orang jang lebih tinggi diatas bahoenja. Lihatlah, sekarang soerat chabar Belanda „Locomotief", soe rat chabar jang teroetama di Hindia, telah memasoekkan karang-karangan, jang ditoelis oléh anak Boemipoetera dalamnja. Dalam karang-karangan itoe diboekakannja boeah pikirannja, jang telah beirtahoen-tahoen bertjaboel didalam hati pegawai-pegawai anak negeri, soenggoehpoen boekan pada segala pega wai-pegawai, tetapi pada sebagian besar dari pegawai-pegawai anak negeri itoe. Boeah pikiran itoe doeloe selaJoe didiamkan sadja. Boekannja pegawai-pegawai jang berpangkat tinggi sa dja didalam negeri, sedangkan pegawai-pegawai jang lebih rendahpoen sekarang memboekakan soearanja poela. Soerat chabar hari-hari menamakan hal itoe soeatoe tanda jang baik dan menjorakkan keadaan itoe amat sangat. Bagaimana pikiran pegawai-pegawai Eropah tentang hal itoe, tiadalah saja keta-
41
h.oei; hanjalah jang* sa ja ketahoei, bahwa seorang kemendoer
meminta peroebahan dalam golongan pemerintahan negeri. Per oebahan itoe tiada sedikitpoen mendatangkan keroegian kepada Pemerintah, tetapi mendatangkan keoentoengan, boekan sadja keoentoengan oentoek' pegawai Belanda, tetapi memberi keoen toengan poela kepada pegawai Boemipoetera. Kemendoer itoe menegaki kegoenaan pemerintahan anak negeri, ditangan kepala-kepalanja sendiri. Pikiran itoe telah dihadapkan dimoeka madjelis kamer kedoea ditanah Belanda. lapoen meminta, soe- paja didalam pekerdjaan pegawai-pegawai Belandia diwadjib- kan memakai bahasa Pelanda dengan pegawai-pegawai Boemi poetera. Bagoes! kakakkoe tiada berdiri sendiri sadja menegaki perkara itoe. Seperti dinegerimoe bangsa perempoean bergerak meminta disamakan haknja dengan laki-laki, demikian poela bangsakoe hendak memerdehékakan dirinja. Sebagai dinegerimoe perem poean dan gadis-gadis selaloe dirintangi oléh meréka, jang ber- zaman-zaman telah mendjadi toeannja, demikian poela bangsa Djawa dalam pergerakannja diganggoe oléh bangsa jang lebih tinggi. Pergerakan bangsa Djawa itoe baharoe moelaï. Beroentoeng benar orang-orang temama dan terpandang memperhatikan pe"- kara kami. Tentoelah pergerakan itoe akan mendjadi peperangan jang hébat, orang jang memperperang-perangkannja boekan- nja akan berlawan dengan moesoehnja sadja, tetapi ia akan ber- djoeang poela dengan kebodohan bangsanja sendiri, jaïtoe orang jang diperperangkannja itoe. Djikalau peperangan si laki-laki sangat hébatnja, maka perempoean-perempoeanpoen tentoelah akan terbangoen. Adoehai bangsakoe laki-laki, betapakah ba njak kerdjamoe nanti. Beroentoeng sekali rasanja kami hidoep pada zaman sekarang. Peroebahan dari zaman koeno kepada zaman kaoem moeda. Beloem selang berapa hari ini saja membatja: ,,Djanganlah engkau tjela, hai orang toea-toea, barang sesoeatoe jang baroe. Pikirkanlah bahasa barang jang toea sekarang, doeloe moeda djoega." (Kata-kata itoe saja seboetkan dari kepala saja sadja). Alangkah pandjang soerat ini, Stella; koeharap, soerat ini djangan terlampau memajahkan engkau, oléh karena membatja dia. Dan ma'afkan saja, bila ada dalam soerat ini kata-kata saja jang menjedihkan hatimoe, saja toelis sekalian itoe oléh karena kegembiraan saja. Stella, ma'afkan, jang semata-mata loepa, kepada siapa saja sekarang menoelis soerat. Pada dirimoe saja dapati seorang jang sepikiran dengan saja. Kepadakoe telah kaukatakan, jang saja ta' lain dari pada seorang saudara sepikiran bagimoe. Dan be-
gitoe poela saja memandang engkau. Pada pemandanganmoe saja boekan orang Djawa, boekan anak bangsa koelit hitam jang dihmakan itoe; maka begitoe poela engkau dalam pemandang- ankoe boekan seorang bangsa koelit poetih, jang membentiii mentertawakan dan menghinakan si Djawa. Padakoe, engkau poetih sebenar-benarnja poetih, poetih koelit dan poetih hati- moe. Engkau saja pandang tinggi; engkau saja tjin- tai amat sangat. Tentoelah banjak bangsakoe membenarkan katakoe itoe, bila meréka itoe mengenal engkau. O, kalau seka lian orang Eelanda seperti engkau dan sahabat kenalankoe bang sa koelit poetih jang lain, jang saja hormati tinggi dan tjintaï amat sangat ! Kitab Carthold Meryan telah didjandjikan kepada saja, tetapi sampai sekarang beloemlah djoega datang, boléh djadi si pen- ajoeal kitab-kitab itoe haroes memesan lebih doeloe keneereri Eelanda. Tetapi selang beberapa hari ini saja membatja kitab „Moder ne \ rouwen ', jang diterdjemahkan dari bahasa Perantjis kedalam bahasa Eelanda oléh Jeanette van Riemsdyk. Dengan ketjéwa saja letakkan kitab itoe kembali. Banjak soerat-soerat chabar mengatakan kitab itoe soeatoe kitab jang bagoes sekali dan tjeriteranja didalam segala hal djaoeh lebih tinggi dari pada hikajat Hilda van Suylenburg, serta iapoen seboeah hikajat jang sempoerna jang ta' ketjelaan dan kekoerangannja. Tetapi menoeroet pikirankoe, kitab H. v. S. masih selaloe ra- tee dan sekalian kitab-kitab jang telah tertjétak tentang kemerdekaan perempoean. Biarlah saja nantikan dahoeloe me- ngeloearkan bandingan saja peri hal kitab „Moderne Vrouwen," tetapi sepandjang pendapatan saja kitab itoe ta' menghidoepkan dan menggembirakan hati seperti kitab H. v. S. Pertjajakah engkau bahasa saja tidak berhenti-henti mem batja kitab H.v. S. sehingga tammat? Saja toetoep dirikoe dalam bilik kami, saja loepakan sekalian pekerdjaan saja, saja ta' dapat mendjaoehkan kitab itoe dari tangan saja. Kitab itoe me- narik saja amat sangat. Sajang, jang kitab peringatan saja telah hilang. Saja hen dak menjoeroeh batja kepadamoe, seboeah karangan jang baroe-baroe ini saja batja. Ia itoe seboeah karangan dalam bahasa Inggeris, jang telah diterdjemahkan kedalam bahasa Eelanda dan bernama „Het doel der Vrouwenbeweging" = „Maksoed gerakan perempoean-perempoean". Saja ta' tahoe betoel lagi karangan itoe dimoeatkan, entah dalam soerat chabar de „Gids", entahkan dalam soerat chabar „Wetenschappelijke bladen". Dan lagi haroes engkau batja, bila engkau beloem membatja karangan „Wajang-Wong" dikarangkan oléh Martine Tonnet dalam soerat chabar de „Gids" nomor boelan November. Ka-
48
rangan itoe amat bagoes tentang keadaan orang Djawa dan kepandaiannja dan hal keadaan dalam istana di Djokdjakarta. Engkau tentoe akan merasa kesedapannja, bila engkau membatja itoe. Baroe-baroe ini telah doea kali saja membatja „Minne brieven" (soerat tjinta-tjinta) jang dikarangkan oléh Multatuli. Alangkah pandainja Multatuli itoe. Oentoenglah, ta' lama lagi akan dikeloearkan, segala karangan-karangan dengan harga moerah. Oentoek hendak mendapat boekoe-boekoe itoe saja hen dak memboedjoek-boedjoek bapa. Bapa Asistén Residén kami seorang sahabat baik Multatuli dan dari padanja kami mendengar beberapa ke'adjaiban hidoep orang jang pandai itoe. Couperus selaloe masih di Hindia; bila ia kembali ke Belanda, tentoe ia menoeroet pikirankoe, akan mengeloearkan seboeah kitab, jang bagoes peri hal tanah airkoe. Alangkah bagoes dan molék kalimat dan soescenan kata-katanja.
Rimba bamboe dengan kandang kerbau dek;tt Depok.
Permoelmn 1900 (II).
Njonja tahoe, bagaimana ingin kami hendak pergi ke Eropah. Karena tanah Eropah ta' dapat kami tjapai, maka kamipoen bersenang hatilah, beladjar disini sadja. Tahoen jang laloe kami telah berbesar hati akan pergi ke Betawi, meskipoen kenang- kenangan kami tatkala itoe telah terbang ke Eropah. Kami minta kepada Pemerintah Hindia, soepaja kami dikirim keta- nah Eropah atas tanggoengan Pemerintah. Apabila permintaan itoe diperkenankan, maka Roekmini akan beladjar oentoek per kara gambar menggambar dan memboeat patoeng, soepaja ke- moedian ia dapat mengadjari bangsanja, akan menghidoepkan kepandaian Boemipoetera kembali tentang perkara itoe; kepandaian itoe salah soeatoe mata pentjaharian oentoek anak ne- geri. Kleintje, adikkoe pergi kesekolah perkara roemah tangga; ia nanti akan mengadjar segala perempoean jang mendjadi iboe dan perempoean roemah, dan mengadjarkan harga wang dan kehématan serta kebadjikan, jang bergoena oentoek bangsa Djawa jang lalai, sia-sia dan jang soeka kebagoesan dan keindahan itoe. Dan saja oentoek djadi pengadjar, akan menoendjoeki perempoean-perempoean jang akan mendjadi iboe itoe, pengerti- an kata tjinta dan 'adil, serta 'ilmoe jang lain-lain, jaïtoekata- kata jang telah ditoendjoekkan bangsa Eropah kepada kami. Pemerintah soeka mema'moerkan tanah Djawa, hendak menga-
dj ar bangsa Djawa berhémat. Kalau hendak memboeat itoe wadjiblah Pemerintah moelaï mengadjar pegawai-pegawainja berhémat. Apa goena Pemerintah memaksa si laki-laki menjim- pan wang, kalau si perempoean jang memegang wang oentoek roemah tangga, ta' tahoe menghargakan wang itoe? Pemerintah hendak memadjoekan bangsa Djawa. Akan me- moelaï pekerdjaan itoe dipaksa orang-orang bangsawan Djawa mempeladjari bahasa Belanda doeloe. Karena sekarang, bila Pe merintah hendak mengangkat seseorang, maka Pemerintah me- nilik kepandaian meréka itoe. Tetapi kepandaian sadja tjoekoep- kah oentoek mendjabat soeatoe pangkat? Djika Pemerintah betoel-betoel hendak mengadjar dan mem- baiki bangsa Djawa, haroeslah ia djangan memadjoekan kepan daian sadja, tetapi boedi pekerti djoega. Siapakah jang teroetama dapat mengerdjakan perboeatan jang achir itoe, ialah poela jang banjak menolong meninggikan kadar kelakoean manoesia? Orang jang sanggoep mengerdja- kannja ialah perempoean. Karena si iboelah, jang memberi- kan pendidikan jang pertama-tama sekali kepada manoesia. Diatas pangkoean si iboe, anaknja manoesia jang ketjil itoe moelaï beladjar merasa, berpikir dan berkata. Pendidikan jang bermoela-moela sekali adalah baktinja oentoek se'oemoer hidoep. Seboeah kelakoean jang tidak baik, jang wadjib dihilangkan dari bangsa Djawa ialah kesombongan. Hal itoe banjak akan menolong keselamatan bangsa Djawa. Akan menghapoeskan itoe hanjalah pendidikan boedi pekerti jang baik. Banjak kekoeatan, jang boléh mendjadi keoentoengan dan ke selamatan pada bangsa dan negeri, jang tiada dipergoenakan, karena orang jang empoenja dia ta' maoe memakainja, karena kesombongannja. Orang-orang bangsawan lebih soeka menang- goeng kemiskinan dan kesengsaraan, dari pada mempoenjaï har- ta benda, asal pajoeng emas menoedoengi kepalanja jang bang sawan itoe. Orang-orang bangsawan menghinakan segala barang jang tidak ditoedoengi oléh barang jang ditjintaïnja, jaïtoe pa joeng keemasan itoe Bangsa kami ta' ada mempoenjaï keinginan jang banjak dan kenang-kenangan jang tinggi. Kami haroes menghérankan dia dengan seboeah tjontoh, jang menarik hati dan memaksa me réka itoe meniroenja; kami hendak menjampaikan maksoed kami oentoek mendjadi pemboeka djalan dan soeloeh. Sebab itoe kami hendak pergi kenegeri Belanda; oentoek sekaliannja, oen toek pengadjaran dan bagi kami sendiri amat baik, djika kami pergi kesitoe; njonja, bantoelah maksoed kami ini. Djikalau kami telah tammat beladjar dan kembali ketanah Djawa, kami akan mendirikan seboeah sekolah oentoek anak- anak perempoean orang bangsawan; kalau dapat, sekolah itoe,
sekolah Goebernemén. Kalau tidak dapat, kami tjoba mendiri- kan sekolah partikoelir dengan wang- loterai dan lain-lain. }-ila maksoed kami telah sampai, dapatlah poela 'akal pendiri- kan sekolah itoe. Sekarang jang amat mengalangi kami akan peigi l.e Eropah itoe, hal keadaan kami diroemah; izin jang1 akan diberi bapa, lebih besar dari izin jang dikaboelkan radja. O, bila kami boléh mendapat izin itoe? Wah, njonja, sakit, ja, sengsara jang amat besar jang di- ï asaï, bila oiang seorang gadis Djawa dan mempoenjaï perasaan jang haloes. Kasihan nasib iboe bapa jang mempoenjaï anak seperti kami. Kami berharap akan meminta pada Allah, soepaja oemoei oesia orang toea kami dipandjangkannja dan meréka itoe nanti akan beriang hati karena kami, meskipoen kami tiada berdjalan dibawah pajoeng keemasan. llai sahabat kami, tolonglah kami, soepaja kami berangkat dari negeri Djawa, pergï bekerdja oentoek menjampaikan tjita- tjita dan kenang-kenangan kami. Déwasa inilah moela ke'adilan dan achir kelaliman, jang telah beriboe-riboe meloekaï hati pe- i empoean dan gadis-g'adis. Akan pembéla itoe saja akan mem- peladjaii bahasa Belanda sebaik-baiknja dan sesempoema-sem- poeraanja, soepaja saja dapat bekerdja dengan bahasa itoe, dan dapat saja pergoenakan menoeroet kesoekaan saja. Dengan pé- nakoe boléh saja tjoba mengambil hati orang jang dapat mem bantoe dan bersama-sama dengan dia akan memperbaiki oen- toeng nasib bangsa perempoean Djawa. Tentoe njonja akan berkata kepada kami bila membatja soerat ini: „Hai anak-anak gila dan malang. Engkau dengan kedoea adikmoe hendak meng- gojangkan goedang 'adat jang besar itoekah, maoe engkau me- robohkannja?" „Ja, njonja," djawabkoe, „kami hendak menggojang goedang 'adat itoe dengan segala kekoeatan kami; biaipoen seboeah batoe sadja jang djatoeh, kamipoen berbesar hati. Karena de ngan tjara begitoe, tiadalah kami hidoep sia-sia didoenia ini. Sebeloem kami memoelaï pekerdjaan itoe, kami tjoba doeloe mentjari pertolongan seorang laki-laki Djawa jang terpeladjar sekali. Kami hendak berhoeboeng dengan bangsa kami laki-laki jang terpeladjar dan soeka akan kemadjoean; dan dengan hal jang demikian hendak mentjahari persahabatan dengan meréka itoe dan kemoedian meminta pertolongannja. Kami tidak hen dak berlawan dengan laki-laki, tetapi hanja berhadapan dengan orang kaoem koeno, jang berpikiran bodoh, ber'adat jang ta' baik lagi oentoek tanah Djawa zaman sekarang dan jang akan datang. Sekarang telah ada orang jang lain, jang bersama-sama dengan kami mendjadi si penebas djalan setiap hari sepandjang waktoe, dan dimana-mana akan menanggoeng kesoesahan dan kesengsaraan. Amat bagoes, bila seseorang ada mempoenjaï
tjita-tjita dan kemaoean hati. Namakanlah kami gila, bodoh dan apapoen djoega njonja soeka menamakan kami; kamipoen tiadalah akan beroebah; karena kemaoean itoe telah masoek dalam darah daging kami. Nénék sa japoen seorang si penebas djalan poela doeloe. Se- tengah abad jang laloe ia telah memberi anaknja laki-laki perempoean pendidikan tjara Eropah. Kami ta' berhak akan mendjadi bodoh dan akan mendjadi orang ta' berharga sedikit djoea. Orang bangsawan itoe ada kewadjibannja. Demikian poe la bangsawan jang tertinggi haroes madjoe kemoeka. Sekarang kami beloem dapat berhoeboeng dengan laki-laki bangsa Boemipoetera jang berhaloean kemadjoean. Djika kami boeat pekerdjaan itoe, dengan segera orang tentoe membentja- nakan kami, karena persahabatan antara perempoean-perempoean jang ta' bersoeami dengan laki-laki soeatoe pekerdjaan jang ta' pernah kedjadian; biarpoen si laki-laki soedah atau beloem kawin sekalipoen. Nanti, apabila kebébasan telah kami peroléh, nistjajalah pe kerdjaan itoe kami lakoekan. Saudara sa ja laki-laki kenal kepa- da meréka itoe oléh karena berkirim-kiriman soerat atau sebab bertemoe sendiri. Kami tahoe bahwa ada laki2 jang menghargaï perempoean jang pandai berpikir dan bersopan santoen. Saja mendengar seorang Boemipoetera berpangkat tinggi mengata- kan, bahwa perempoean jang terpeladjar dan tahoe 'adat sopan santoen soeatoe pertolongan dan bantoean jang besar bagi laidnja.
* * 13 Augustus, 1900. (VIII).
Kami merasa diri kami tjelaka, soenggoeh tjelaka, karena ke- benaran jang sesoenggoeh-soenggoehnja itoe mengantjam hen dak menghapoeskan tjita-tjita kami. Boedi jang tawar itoe me- njoeroeh memboeang dan mengoeboerkan mimpi dan tjita-tjita itoe, karena tjita-tjita jang seperti itoe ta' bergoena dalam doe- nia kami Boemipoetera Dan tiba-tiba bertemoelah njonja dengan kami Ta' sanggoep kami rasanja mengeloearkan dengan kata-kata, apa jang bertjaboel dalam hati kami. Perkataan jang semanis-manis- nja dan setoeloes-toeloesnja ta' dapat menggambarkan perasaan hati kami itoe. Ketahoeilah, njonja jang berboedi, bahasa selama hidoep kami, kedoea nama toean itoe selaloe akan tinggal pada kenang- kenangan kami dengan banjak terima kasih. Tatkala bapa boelan jang laloe bertjeritera, bahwa toean Di-
48
reeteur y. O. E. en N. akan datang kemari, dan maksoed kedatangan itoe kami dengar, maka kamipoen segera sangat meng- hormati dan memoeliakan s.p.j.m. soeami njonja itoe, soeng- goehpoen jang moelia itoe beloem kami kenal. Kami telah tahoe, bahwa j.m. menaroeh kasih pada orang Djawa, laki-laki dan perempoean. Dengan keinginan jang ta' terkira, kami me- nantikan kedatangan beliau j.m. datang dan disisinja berdja- lan seorang njonja jang lemah lemboet pekertinja, tangannja jang pengasih menaboerkan boenga-boengaan ditaman hati noe-] ani kami. Toetoer katanja jang manis dan baik itoe keloear dari bibirnja seperti lagoe jang merdoe boenjinja pada telinga kami dan masoek kedalam hati djantoeng kami. Kata-katanja itoe adalah semisal sinar matahari, jang menerangi kalboe ka mi serta meriang dan menghiboerkan ,hati kami. Kami oetjapkan terima kasih kepada' Allah, karena Allah telah menggerakkan njonja pergi kepada kami dan kamipoen mendapati njonja seorang pengasih dan penjajang. Doea, tiga hari j.1. kami beloem sedikit djoega tahoe kepadla njonja dan sekarang kami mentjintaï njonja sebagai kami telah se'oemoer hidoep berkenalan dengan njonja. Alangkah gandjil dan 'adjaib- nja pertjintaan itoe. Ia ta' maoe dipaksa dan ta' maoe terikat dimana djoeapoen; ia datang tidak dipanggil dan tidak disang- ka-sangka. Dengan sepatah kata sadja ia mengikat doea kalboe, jang permoelaannja ta' berkenalan, dengan tali tambatan jang erat dan koeat dan ialah memandang dengan pemAndangan jang teroes pada hati kedoea belah pihak meréka itoe! Alangkah amat lazat, amat berbahagia rasianja mengetahoei, bahwa perasaan dan kenang-kenangan, jang terasa oléh kita dan jang kita tjintaï terdapat poela pada orang lain. Itoelahsoe- atoe tali jang ta' kelihatan, tetapi jang koekoeh. jang teren tang dari soeatoe hati kehati jang lain dan itoelah achirnja jang membawa kita berhampiran, jang menjebabkan pergaoelan jang bertahoen-tahoen. O! kami soeka bersorak-sorak karena kegirangan dan maoe bemjanjikan lagoe-lagoe poedjian dan terima kasih bersama- sama dengan boeroeng-boeroeng diatas pokok kajoe kepada Toehan sarwa sekalian 'alam, dan dengan si penjanji jang ber- sajap itoe bersorak-sorak ter bang kelangit kepada Toehan jang esa mengoetjap terima kasih atas kehidoepan jang bagoet» dan indah ini. Biarpoen hidoep itoe banjak poela ketjelaannja, te tapi iapoen indah dan bagoes dan dalam ketjelaannja itoe ba- roelah terang kelihatan kebaikan dan kebagoesannja itoe. Allah selaloe bermaksoed jang baik kepada kita. Hidoep diberikan kepada kita sebagai rahmat dan boekan seperti beban. Kita manoesia sendiri memboeat hidoep itoe mendjadi tonggak gan- toengan.
49
Kebaikan dan rahmat Allah pada kita itoe jang terbaik kita rasaï dan ketahoei, bila kita memandang kemoeliaan 'alamnja. Di Klein Scheveningen kami atjap kali ta' poeas merasaï bahagia kami. Sekalian jang kami pandang disitoe berna- paskan rahmat Toehan, kesentosaan dan keselamatan. Rasanja hidoep kami seolah-olah bertoekar, jaïtoe semakin lama, semakin bagoes. 0! alangkah besar kekoeasaan dan kebesaran bangsawan pi- kiran dan bangsawan, jang setiap masa dan ketika sanggoep mendatangkan peroebahan dalam hidoep manoesia.
#
- *
Augmtus 1900 (VIII).
„Ta' adalah didoenia ini bahasa, bagaimana sekallpoen pandai kita memakainja, jang dapat mentjeriterakan perasaan itoe de- ngan baik. Bahasa seperti itoe soenggoeh-soenggoeh tiadalah ada." Sajapoen berpikir demikian poela seperti njonja itoe, bahasa jang sedemikian ta' ada didapat; ja'ni ta' ada dalam bahasa-bahasa jang ditoetoer dan ditoeliskan orang. Tetapi ada seboeah bahasa jang gandjil dan 'adjaib, jang tidiak mempergoe- nakan kata-kata dan hoeroef-hoeroef, tetapi dapat dikenal dan diketahoei oléh masing-masing jang merasaï dia. Dan bahasa itoe boléh dipertjaja amat sangat, karena perkataan „doesta" tiadalah didapat dalam kitab kamoesnja. Bahasa itoe bahasa mata jang soetji dan terpilih dan ialah tjermin kalboe manoesia! Dan djika njonja dapat melihat saja pada petang, waktoe kertas jang lima thelai jang haroem dan sedap baoenja gementar ditangankoe dan air mata jang panas djatoeh berlinang-linang dipipikoe, maka akan mengertilah njo nja, apa jang terasa dihatikoe, soenggoehpoen ta' sepatah kata djoeapoen njonja dengar dari moeloetkoe. Apa jang ta' dapat oléh moeloet mengatakan dan oléh péna menoeliskan, dapatlah njonja melihat pada matakoe, jang basah oléh air mata menéngok keatas seperti mentjari seorang dian- tara bidadari disitoe, jang akan toeroen kebawah, akan memboe-. djoek hati kami jang piloe ,dan berdoekatjita oléh karena ke- sengsaraan, jang banjak didoenia ini dan dialah jang akan mem- boedjoek kami sebagai didalam soerga nanti. Sjoekoer, sjoekoer, sjoekoer, kata ,hatikoe, setiap kali darah toeroen naik dan tiap-tiap napaskoe, itoelah mendjadi oetjapan mohon terima kasih. Kami hanja anak-anak manoesia biasa sadja, ja'ni orang ber- boedi boeroek dan baik sebagai berdjoeta-djoeta orang jang lain. Boléh djadi pada masa ini lebih banjak jang baik dari HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.
jang boeroek ada pada kami, tetapi sebabnja maka begitoe ta* oesahlah ditjari lebih djaoeh. Bila orang hidoep dalani ling- koengan jang sederhana, tentoelah tiada akan soesah ia men- djadi orang baik. Dengan ta' disangka ia akan baik djoega jang sebenarnja boekan kepandaian, boekan djasa, akan memboeat jang tidak djahat, kalau 'orang ta' sempat memboeat kedja- hatan itoe dan djika ia masih didalam pendjagaan orang toeanja. 1 Nanti, djikalau kami keloear dari roemah orang toea kami jang baik dan sentosa itoe, dan soedah berdiri sendiri dalam penghidoepan jang loeas 'ini, serta tidak kami rasaï lagi lengan orang toea kami jang lemah lemboet memangkoe kami akan me- lindoengkan kami, kalau badai kehidoepan datang menjerang menggoda kami. Djika tangan jang pengasih tiada lagi mem- bimbing dan memegang kami, soepaja kaki kami djangan dja- toeh tergelintjir dalam kehidoepan Padla déwasa itoelah baroe kami akan menjatakan, siapa kami! Saja minta pada Allah, soepaja kami djangan akan memper- tinggi poela goenoeng ketjéwaan, jang telah menjoesahkan ke hidoepan njonja. Oléh sebab itoe kami minta pada njonja amat sangat, soepaja njonja djangan menjangkakan kami orang jang semanis dan semolék itoe djoega. Karena pekerdjaan itoe ta' dapat tidak achimja mengetjéwakan njonja dan kalau demikian tentoelah hal itoe akan mendoekatjitakan kami. Dengan perlahan-lahan saja hendak mentjeriterakan kepada njonja berdikit-dikit peri hal keadaan kami jang sebenar-benar- nja, soepaja njonja dapat mengetahoei tingkah lakoe kami, soe paja njonja, karena baik hati njonja, djangan memandang kami bersipat-sipat baik, karena sipat jang demikian ta' adalah pada kami. Kami masih moeda, kami lagi boléh hidoep, 'biar nanti kita lihat, apa jang dapat kami perboeat. Njonja menoelis kepada saja: „Saja menaroeh kasihan kepada perempoean-perempoean, nasibnja menarik hati saja, ia masih dihina dan dianiiaja di- dlalam kebanjakan negeri-negeri diboemi ini dalam abad „ke- madjoean" seperti sekarang. Dengan soeka dan setia saja me- negaki dan melindoengi meréka itoe." Saja mohon banjak terima kasih kepada njonja atas toetoer kata njonja jang manis dan pengasih itoe. Dalam kata-kata jang diatas itoe njata kepada kami, bahasa njonja menjajangi sesama manoesia dan dapat merasaï penanggoengan berjoeta- joeta perempoean, jang telah berzaman-zaman 'dianiaja oléh sesamanja manoesia, jaïtoe si laki-laki. Sjoekoer! Mengoetjap sjoekoer banjak-banjak kepada Allah, karena 'ada roepan ja orang jang berhati dan pikiran jang moelia, jang menaroeh kasih kepada nasib perempoean-perem-
51
poean Boemipoetera jang doeka itoe. Orang-orang itoelah hen dak menerangi doenia perempoean jang gelap dan moeram itoe. Perempoean-perempoean Boemipoetera telah padalah disiksa dan si gadis-gadis moeda remadja itoe telah banjaklah penang- goengannja. Hai saudara perempoean bangsa koelit poetih, jang berhati pengasih dan penjajang, oendjoekkanlah tanganmoe kepada kami, dengan pemandanganmoe jang loeas, otakmoe jang tadjam dan hélakanlah kami dari pada loempoer kesoekaran dan kesakitan ini. Kelobaan si laki-lakilah jang memiasoekkan dan menahani kami keloempoer jang tjelaka itoe. Tolong kami memerangi dadjal kelobaan si laki-laki jang ganas, jang telah beratoes-ratoes tahoen menjiksa dan mengindjaki kami itoe, dan jang menjangka perboeatannja itoe perboeatan jang biasa dan tiadalah ia memikirkan bahasa perboeatannja itoe lalim adanja. Serta ia dengan sabar memandang perboeatannja itoe sebagai hak jang patoet bagi si laki-laki, atau seperti soeatoe poesaka akan kedoekaan si perempoean. Soenggoehpoen saja masih moeda, saja tidak pekak dan boeta, sehingga saja telah banjak mendengar dan melihat, ja, barang- kali telah terlampau banjak penglihatan dan pendengaran, jang menjakiti kalboekoe, dan menjoeroeh saja melawan dengan ga- gah kepada 'adat-'adat koeno jang boeroek itoe, jang mendjadi soeatoe la'nat kepada perempoean-perempoean dan anak- anak! Dengan poetoes asa dan berdoekatjita amat sangat, saja per- poelaskan tangan saja memikirkan diri sendiri, seorang jang ta' berdaja akan berhadapan dengan soeatoe kedjahatan jang amat besar itoe. Kedjahatan jang dilindoengi oléh agama Islam dan dïhidoepi oléh kebodohan perempoean jang djadi koerban kedjahatan itoe! Adoeh, bila koekenangkan oentoeng nasibkoe jang akan me- maksa saja mendjalani atoeran 'hidoep jang bernama permadoean, kelaliman jang bengis itoe: „Saja ta' maoe!" teriak lidah saja dengan kerasnja, dan hati sajapoen mengoelang teriak itoe beriboe-riboe kali Kemaoean! adakah kita manoesia mempoenjaï kemaoean? Semendjak hari lahir kita sampai kepada hari maoet, kita mesti mesti, tidak boléh tidak. Hai, hidoep, alangkah banjak ke'adjaiban dan masaalah jang soekar-soekar dalam dirimoe! Kami menjangka, jang kami telah mengenal engkau dan ke- adaanmoe, tetapi sebenar-benarnja kami ta' tahoe peri halmoe sedikit djoega! Kami menjangka mempoenjaï kemaoean, 'soea toe kemaoean jang 'keras sebagai besi dan kami sangka diri kami koeat dan sanggoep memindahkan goenoeng Te-
52
tapi, bila kami melihat air mata orang jang berdoekatjita itoe, maka 'lemahlah kekoeatan kami. Boléhkah saja mentjeriterakan kepada njonja soeatoe tjeritera, jang tidak rnenarik dan menjoekakan hati, melainkan men- djemoekan, pand jang dan beroelang-oelang, dan memaksanjo- nja berhati sabar ? Lebih doeloe saja minta kepada njonja, soe- paja njonja memberi mia'af saja, bila tjeritera itoe nanti mem- bosankan njonja dlan menghabiskan waktoe. Saja berani men tjeriterakan itoe kepada njonja, karena njonja telah menoelis kepada saja: „Toelislah soerat kepada saja seban jak-ban jak dan sepandjang-pandjang engkau dapat memboeatnja." Ah, kalau njonja ketahoei lebih doeloe, jang kebaikan njonja itoe akan diroesakkan, tentoelah toetoer kata jang merdoe di atas itoe tidak akan njonja keloearkan. Tjeritera itoe soeatoe hikajat tiga orang perempoean bangsa koelit hitam; anak orang sebelah Timoer, dinegeri jang amat panas. Ketiga anak itoe lahir dengan bermata boeta, kemoedian, sesoedah matanja diobati, dapatlah meréka itoe melihat, sekarang dapat ia merasa dan mengoetjap kemolékan dan kemoeliaan doenia. Setelah mata meréka itoe telah biasa pada tjoeatja dan kebagoesan dan mentjintaï matahari, jang menerangi seloeroeh alam dan tempat sekelilingnja jang bagoes itoe, maka datang- lah perasaan pada dirinja, bahwa kain penoetoep matanja akan terikat kembali dan meréka itoepoen ditolakkan kembali ketem- pat jang gelap, tempat 'asal datangnja, jaïtoe tempat segala kaoem keloearga dan nénék mojang meréka itoe dipeliharakan! Orang mempersalah kitab-kitab jang penoeh dengan „perkataan sia-sia," jang datang dari tanah sebelah Barat, tanah jang djaoeh itoe masoek ketengah-tengah negeri, tempat jang soetji dan damai dipesisir tanah Djawa jang hidjau itoe. Disitoelah tinggal ketiga anak perempoean jang terseboet tadi; ketiganja itoe bersaudara. Ketiga saudara itoe ta' soeka dan ta' maoe memikoel dibahoenja beban jang biasa dipikoel oléh nénék mojangnja jang perempoean dengan sabar dan kesoekaan: Sekarang beban itoe tergantoeng dan terbanting dioedara, setiap sa'at'ia boléh djatoeh diatas bahoe orang jang ta' menjoekaïnja itoe. Perkataan orang jang mempersalah kitab-kitab itoe tiadalah sekaliannja benar. Boekan kitab-kitab sadja jang menjoeroeh dia melawan, dan menjoeroeh ketiga anak itoe membentjii hal keadaan dinegerinja, jang sedjak doeloe kala telah terdiri dan jang djadi soeatoe la'nat kepada segala manoesia jang bernama perempoean atau gadis! Kehendak kepada kebébasan, kemerdékaan, dan maoe tegak sendiri, boekannja kehendak masa sekarang. Tetapi kehendak itoe telah ada waktoe meréka itoe masih
53
ketjil, sebeloem ia mengetahoei „kemerdékaan", dan waktoe kitab-kitab dan soerat-soerat jang berisi tentang hal itoe beloem ada dialam tjapaian meréka itoe, waktoe itoepoen kehendak jang terseboet telah ada dalam kalboe seorang dari ketiga sau- dara itoe; keadaan jang dilihatnja dan didengamja sehari-hari membangoenkan kehendak itoe padanja. Kedatangan kehendak pada anak jang seorang itoe, beginilah kissahnja. « Pada waktoe bermain-main disekolah Belanda dinegeri ketjil Djapara, dibawah pohon baroe jang berdaoen koening, jang ter- diri dalam pekarangan sekolah, doedoeklah bertoempoek-toem- poek anak-anak perempoean ketjil dan besar diatas roempoet jang sebagai pennadani hidjau roepanja dan lemboet rasanja. Waktoe itoe hari sangat panasnja dan seorangpoen ta' soeka hendak bermain-main. Déwasa itoe berkata anak perempoean bangsa koelit 'hitam jang diatas itoe; boekan sadja karena koelitnja hitam, tetapi pada pikirannjapoen tampaklah, bahasa ia seorang anak Boe- mipoetera, katanja: „Tjoba, Letsy, bertj eritera sedikit atau batjakan apa-apa kepadakoe!" Seorang anak perempoean bang sa koelit poetih, jang besar dan doedoek bersandar dipokok ka- joe membatja seboeah kitab ketjil menéngok pada si anak tadi dan menjahoet, katanja: „Ah, tidak, sa ja haroes menghafalkan pengadjaran bahasa Perantjis." „Diroemah dapat kamoe menghafalkan itoe, karena kita ta' ada kerdja. Sekolah oentoek bésok", kata anak koelit hitam tadi lagi. •, „Betoel, tetapi kalau saja tiada mempeladjari bahasa Peran tjis baik-baik, ta' boléhlah saja doea tahoen pergi kenegeri Be landa. Saja ingin hendak pergi beladjar kesekolah goeroe perem poean, barangkali saja ditempatkan disini, djika demikian saja tidak doedoek dibangkoe lagi, melainkan dikoersi dimoeka kelas. Tetapi, Ni, tjoba tjeriterakan kepadakoe; maoe djadi apa engkau nanti? Hal itoe beloem pernah kautjeriterakan kepadakoe," tan ja anak Belanda itoe. Kedoea mata si koelit hitam jang besar itoe memandang kepada jang bertanja dengan hérannja. „Nah, tjeriterakanlah", kata si Belanda lagi. Anak Djawa itoe poen menggéléngkan kepalanja serta berkata dengan ringkas: ,,'ndak tahoe". Ia betoel-betoel ta' tahoe, ia beloem pernah memi- kirkan hal itoe, ia masih amat ketjil masih melompat-lompat. Pertanj aan sahabatnja bangsa koelit poetih itoe termakan dalam hatinja. Ta' dapat ia meloepakannja dan selaloe mendesoes di- telinganja perkataan: „Maoe mendjadi apa engkau nanti?" Dimenoeng-menoengkannja sehingga kepalanja mendjadi sakit. Pada hari itoe ia beberapa kali mendapat hoekoeman me- noelis disekolah, ia mendjadi bingoeng, dan memberi djawab
jarig bodoh bila orang bertanja barang sesoeatoe kepadanja dan memboeat kesalahan jang bodoh sekali dalam kerdjanja. Ten- toe sadjalah begitoe, karena pikiran dan otaknja tidak pada pengadjaran; pikirannja selaloe pada 'kata-kata jang didengar- nja waktoe bermain-main tadi. Jang moela-moela diboeatnja, setiba ia diroemah, ialah pergi kepada bapanja, akan 'mentje- riterakan pertanjaan jang tergorés dihatinja itoe: „Hendak mendjadi apa sa ja nanti?" « Si bapa tiada berkata apa-apa, melainkan ia tertawa sadja dan memidjit pipi si anak itoe. Tetapi dengan tjara demikian ta lah si anak itoe bersenang hati dan selaloe merengoet menan- tikan djawab. Kakaknja laki-laki laloe disitoe, mendengar per tanjaan si anak itoe, telinga si anak jang tadjam itoe mendengar djawab ini: „Akan mendjadi apa anak-anak perempoean? Ten- toelah mendjadi raden ajoe!" Si anak itoe bersenang hati dan berlari dengan kesoekaan. „Raden ajoe," dioelangnja kerap kali dalam hatinja. Apa itoe „radén ajoe?" Pikiran jang baroe itoe ta' dapat poela diloepakannja, selaloe pikirannja pada kedoea patah kata „radén ajoe" itoe sadja. Ia wadjib mendjadi itoe poela. Ia menéngok kiri kanan, ia melihat dan beramah-ramahan dengan kebanjakan radén ajoe. Sedjak itoe selaloe diperhatikannja beberapa radén ajoe dan dipeladjarinja kehidoepan meréka itoe. Apa jang dapat diketahoei si anak itoe dari pada kehidoepan perempoean-perempoean itoe, menimboelkan kedoerhakaan da lam hatinja kepada kata „radén ajoe", kepada 'adat jang telah. berzaman-zaman didjoendjoeng-djoendjoeng bangsanja itoe: „Anak-anak perempoean wadjib kawin, wadjib mendjadi milik seorang laki-laki dengan tiada boléh bertanjakan, apa, siapa dan bagaimana 'si laki-laki itoe!" Beberapa lama kemoedian dari pada itoe si anak perem poean tadi telah ber'oemoer doea belas setengah tahoen dan waktoepoen datanglah, ia akan meninggalkan kehidoepan anak-anak jang selaloe mandja itoe; bangkoe sekolah, bangkoe jang sangat disoekaïnja haroeslah ditinggalkannja dan iapoen haroes bertjerai dengan sahabat kenalannja bangsa Eropah, soeng- goehpoen ia soeka amat 'bermain-main dan bertjampoer ga- oel dengan meréka itoe. 'Oemoernja telah tjoekoeplah akan tinggal diroemah, akan menjerahkan dirinja kepada sekalian 'adat-'adat tanah airnja; 'adat-'adat jang menjoeroeh anak-anak gadis tinggal diroemah, menjoeroeh hidoep berchalwat jang amat sangat dalam doenia jang soenii sampai datang seorang laki-laki, jang didjadikan Allah oentoek tiap-tiap anak gadis me- nagihnja akan membawanja keroemahnja. Apakah jang ta' ada pada kepala si anak itoe dan ta' timboel dalam hatinja, tatkala ia kesoedahan sekali menempoeh djalan
dari sekolah pergi keroemah. Matanja jarig hitam itoe dxlipoeti oléh air mata, dadanja jang ramping mendjadi kembang kempis dengan hébatnja. Bibirnja jang ketjil itoe'bergerak-gerak akan menahani sedan-sedannja. Ia tahoe betoel bahwa segala sesoe- atoe jang ditjintaïnja telah tertoetoep baginja, sebagai pintoe sekolah. Pertjeraian dengan goeroe jang menjajanginja, jang berkata manis dan merdoe padanja, waktoe ia akan berangkat itoe, pertj eraian dengan kawan-kawannja, jang berdjabat ta- ngan dengan dia dengan mentjoetjoerkan air mata, dan pertjeraian dengan tempat doedoeknja, tempat jang telah banjak memberi kesoekaan kepadanja, semoeanja mendoekakan dia tiada berhingga; tetapi kedoekaan itoe tiadalah sebesar kesedihan hatinja karena hendak berhenti beladjar. Ia sangat soeka dan tjinta akan beladjar dan ia tahoe, bahasa lain dari pada pela- djaran disekolah rendah tiada tepermanaï banjaknja lagi jang akan diketahoei dan dipeladjari orang. Ia agak loba akan ke- hormatan, tentang „kepandaian", ia ta' soeka tertinggal di- belakang kawan-kawannja bangsa Eropah, jang berangkat ke Eropah itoe dan ta' maoe tertjétjér pada kakak-kakaknja, jang memasoeki sekolah menengah (H. B. S.). Disembahnja bapanja, meminta, soepaja ia dikirim ke Semarang bersama-sama dengan anak laki-laki memasoeki sekolah menengah dan ia berdjandji akan beladjar dengan seradjin-ra- djinnja, dan orang toean ja ta' lah akan bersoesah hati padanja. Ia berloetoet dimoeka bapanja, tangannja jang tersimpoel ter- letak diatas loeloet bapa' itoe, dan matanja jang besar dan se- perti mata bonéka itoe terboekalah menentang si bapa' dengan penoeh keinginan dan pengharapan, serta dengan hati berdebar- debar dinantinja djawab si bapa' itoe. Dengan kasih sajang, si bapa mengoeroet-oeroet kepala si anak jang hitam itoe, dan ramboet jang koesoet pada dahi si anak dihindarkan oléh si bapa' dengan djarinja dari dahi itoe, semoeanja itoe kedjadian dengan lemah lemboet, tetapi dari moeloet si bapa' berboenjilah perkataan „tidak!" Ia ta' boléh beladjar ke Semarang. Ia me- lompat, ia tahoe, arti kata „tidak," jang keloear dari moeloet bapaknja. Ia berlari kebiliknja, menjoeroek kebawah tempat tidoer akan menjemboenjikan dirinja, soepaja djangan kelihat- an oléh orang lain. Ia maoe sendiri sadja, dengan kedoekaan, jang mendjadikan ia tersedoe-sedoe keras, sedoe jang ta' dapat disabarkan. Pada soeatoe ketika goeroe bertanja, kalau-kalau ia soeka pergi kenegeri Belanda bersama-sama dengan Letsy, anak goeroe itoe, sahabatnja akan meiandjoetkan pengadjaran. Dengan gemar dan mata jang bertjahaja-tjahaja didengarnja perkataan goeroe itoe: „Bagaimana, maoekah engkau?" „Djangan tanjakan pada saja, saja soeka? Tanjakan sadja: „saja boléh?" djawab si anak itoe waktoe itoe dengan soeara
56
jang lemboet, jang keloear dari bibir jang gementar itoe. Tatkala ia dibawah tempat tidoer itoe, ia berpikir, jang goe roe itoe seorang baik, dan goeroe itoe bermaksoed baik dengan dia. Sebentar lagi si anak itoe berpikir lain poela: Orang asing seperti dia, jang ta' tahoe 'adat-'adat Boemipoetera, ta' tahoelah akan kekedjaman, bertanjakan pertanjaan jang sedemikian ke- pada si anak itoe. Menghadapkan makanan jang énak dan lazat, jang melapar- kan si anak itoe melihatnja, tetapi si anak tadi ta' dapat dan ta' boléh mengetjap makanan itoe. Si anak itoe anak perempoean jang gila. Ia ta' tahoe, bahasa maksoed orang toean ja jang baik itoe, menjoeroeh ia pergi kesekolah, boekannja hendak memboeat pikirannja mendjadi hoe- roe-hara. Ia pergi kesekolah lain tidak melaink'an akan beladjar bahasa Belanda dan 'adat-'adat Belanda, tentoelah ia kemoedian akan terhinaar dari kesengsaraan jang banjak itoe. Tetapi anak 'ketjil dan bodoh itoe boekanlah memboeat dirinja sendiri sengsara, ia ta' dapat menolong, jang Allah mem berin ja hati jang demikian, hati itoe memandang segala penga- djaran jang bagoes dikatakan bahasa Belanda padanja. Anak jang malang! Dalam kalboemja pikiran bangsa Barat berarak dengan tempik soraknja, tetapi kaki tangannja teri- kat pada 'adat-'adat bangsa Timoer. Kaki dan tangannja itoe masih lemah dan lemboet, oentoek memoetoes mematahkan ikat- an dan belenggoe, jang mengikatnja itoe. Dan kemoedian bila ia merasa dirinja koeat akan memetjahkan belenggoe dan ikat- an itoe dengan sekali renggoet, waktoe itoelah tetapi djanganlah kita terlampau hendak lekas, karena hal itoe be- loemlah kedjadian. Pintoe sekolah dibelakangnja telah tertoetoep dan roemah orang toeanja soeka dan riang menerima dia Roemah itoe besar, pekarangannja loeas sekali, tetapi dinding jang me- ngelilingi pekarangan itoe tinggi dan tebal. Tempat jang empat segi dan tertoetoep itoelah jang akan datang mendjadi doenia dan 'alamnja. Bagaimana 'sekalipoen loeas dan bagoes serta penoeh kese- nangan seboeah sangkar, maka ia tinggal SANGKAR djoega pada pemandangan boeroeng jang dikoeroeng dalamnja! Telah laloe! hari moedanja jang mandja itoe telah laloe! se- kalian keriangan jang diketjapnja pada masa ketjilnja, telah laloe. Tetapi dirasanja dirinja masih anak-anak, sebenarnjapoen ia masih anak-anak; tetapi 'adat negerin ja membilang dia de ngan segera masoek bilangan seorang jang telah sampai 'oemoer. Padanja ta' ada sérokan jang lébar jang ta' dapat dilompatinja, dan ta' ada pohon tinggi jang ta' dipandjatnja dan iapoen ta'
•
SEKOLAH RENDAH Dl DJAPARA.
57
pemah berdjaJan, melainkan selaloe melompat-lompat sebagai anak koeda jang man dj a ditengah padang; sekarang ia haroes djadi pendiam dan sopan seperti lajaknja pada anak-anak gadis orang bangsawan tinggi. Pada mata bangsa Djawa, anak gadis dinamakan seboeah permata dari 'segala gadis-gadis, bila ia pendiam dan ta' ber ge rak seperti bonéka, berkata ketika perloe sadja dengan soeara jang haloes, sehingga semoetpoen ta' dapat mendengar, berdja- lan haroeslah selangkah doea sebagai sipoet, tertawa djangan kedengaran dan bibirpoen selaloe tertoetoep, tidak senonoh la- koen ja bila giginja kelihatan sedang tertawa, djika kelihatan maka dikatakan roepanja seperti „loeak" atau moesang. Ni, jaïtoe si anak tadi, setiap waktoe melanggar 'adat sopan santoen itoe. Hidoep jang soenji dan jang sama sadja berkepandjangan hari itoe moelaïlah. Dari sehari kesehari ia haroes memboeat pekerdjaan jang ta' bertoekar-toekar dalam lingkoengan jang tidak berganti-ganti, serta bergaoel dengan orang-orang jang selaloe dilihat djoega. Dalam hidoep jang sedemikian jang dapat membesarkan hati- nja hanjalah kedatangan sahabatnja Letsy. Keriangan besar baginja, djika Letsy ada padanja, ia kembali mendjadi seorang anak jang mand ja dan loepalah ia akan pendjaranja, jaïtoe pen- djara jang akan membalas keloepaannja itoe dengan kesedihan jang bertambah lebih lagi, bila Letsy poelang keroemahnja. Keriangan itoepoen ta' lama, kemoedian lenjaplah dari hidoepnja jang soenji itoe, karena Letsy, sahabatnja itoe, berangkat kenegeri sebelah Oetara jang djaoeh itoe. Djadi ta' adalah sa habatnja lagi. Akan persahabatannj a itoe tidaklah poetoes, soe- rat dapat djoega memperhoeboengkan meréka itoe, soenggoeh- poen meréka itoe berdjaoehan. Tetapi hidoepnja karena itoe makin bertambah-tambah soenji dan tidak bertjahaja Dengan keinginan jang amat sangat Ni melihat kepada adik- adiknja perempoean, bila meréka itoe lengkap dengan batoe dan kitabnja, keloear dari roemah akan pergi kegoedang 'ilmoe hendak mengoempoelkan pengetahoean disitoe. Ada beberapa lamanja ia sendiri memadjoekan pengadjaran- nja dengan kitab-kitab; tetapi kemoedian ia ma'loem, bahasa beladjar dengan tiada goeroe, pekerdjaan jang sia-sia adanja; maka disimpannjalah kitab-kitabnja dengan keloeh jang amat sangat. Djikalau sekiranja ban tal dan goeling tahoe bertoetoer, pasti- lah ia akan dapat bertjeritera banjak; dan tentoe ia akan men- tjeriterakan kesengsaraan seorang anak ketjil, jang dari sema- lam kesemalam meritjoetjoerkan air mata jang amat sedih! Si anak itoe ta' dapat menjabarkan dirinja! Dalam kepala-
58
nja jang gila dan hatinja jarig- rawan itoe timboel silih berganti dengan tiada berhenti-hentinja beratoes-ratoes pikiran jang hoe- roe-hara. Ia merasa dirinja ditempat jang soenji senjap, soeng- goehpoen ia dikelilingi beberapa orang jang selaloe hari bersama-sama diam dan hidoep dengan dia. Betoel ia bersaudara de ngan meréka itoe, dan setiap hari bersama-sama dengan dia, tetapi perasaannja dan pendapatannja berlainan sekali dengan perasaan dan pendapatan meréka itoe dan roepan ja-keadaan itoe akan tinggal demikian.' Ia ada mempoenjaï seorang kakak perempoean, jang sama-sama dalam pendjara itoe dengan dia. Benar ia sajang pada kakaknja itoe, tetapi tali persahabatan jang memperhoeboeng- kan si kakak dan si adik itoe, tiadalah berapa tegoehnja, karena perasaan dan boeah pikiran kedoea saudara itoe berbéda amat sangat. Si kakak itoe pendiam, penjabar, tenang dan soeka sendiri-sendiri sadja. Tetapi si adik, seorang anak jang semata-mata berhati mand ja dan riang. Boeah pikiran, jang terdapat pada si adik semoeanja pikiran jang salah pada pemandangan si kakak, jang soeka dan keras pada 'adat-'adat jang lama. Telah kerap kali si adik itoe datang kepada si kakak dengan mata jang bertjahaja-tjahaja dan berhati jang besar mentjeri- terakan pendapatannja dan meminta pertimbangan dalam be berapa hal. Kalau si adik telah habis bertjeritera, betoel si kakak tiada melarang si adik itoe, tetapi si kakak selaloe mendjawab dengan tiada pedoeli: „Toeroetlah kehendakmoe, akoe ORANG DJAWA!" Hati si Ni mendjadi ketjoet, sebagai diraba oléh tangan jang kasar dan seloeroeh toeboehnja mendjadi gementar. Adik-adiknja jang perempoeanpoen telah mendjaoehkan diri dari padanja. Kakaknja jang toea ta' soeka melihatkan adik-adiknja 'jang ketjil kerap bertjampoer gaoel dengan si Ni, ka rena si Ni mempoenjaï boeah pikiran jang gila-gila. Si kakak itoe keras sekali. Adik-adiknja jang ketjil amat takoet kepadanja. Hal itoe meroesakkan hati si Ni sekali, tetapi iboenja lebih lagi dari itoe mendoekatjitakan hatinja. Hati iboenja itoe lebih-lebih lagi tertoetoep kepada si Ni, ka rena pikiran si Ni berlainan sekali dengan pikiran iboenja itoe. Ni, anak jang malang benar, hati noeraninja mentjintaï kasih sajang, tetapi seorangpoen ta' hendak memberikan kasihnja kepadanja, pada hal ia sendiri selaloe menghamboerkan kasih mesra kepada orang lain. Itoe sebenamja boekan salah orang, mengapa si Ni selaloe asing dan lain, ja, berlain benar dengan orang-orang lain? lapoen sebenarnja telah kerap kali mentjoba mengoebah di rinja, soepaja ia mendjadi seroepa saudaranja jang lain-lain djoega, tetapi tiap-tiap kali bila ia akan hampir beroebah itoe,
59
maka tiba-tiba datanglah pikiran dalam hatinja jang diba- ngoenkan oléh pengetahoean bahasa* Belandanja melarang dia mempertoeroetkan jang baroe itoe, seolah-olah'ia ta' setia pada pengetahoeannja. Sesoedah itoe ia biasanja menjesal, laloe me megang pikirannja jang lama itoe lebih keras lagi dari sampai pada waktoe itoe. Dalam pada itoe hidoepnjapoen tiada terlampau soenji senjap benar. Karena dalam antara keloearganja adalah djoega doea orang jang menjajanginja, sebagai ia menjajangi meréka itoe, jang mentjintaïnja seperti jang ditjita-tjitanja sendiri, jaïtoe dengan kesajangan dan pertjintaan jang soenggoeh dan soetji. Kedoea orang itoelah poela jang ditjintaïnja dengan pertjinta an jang sampai kedalam hati noeraninja. Kedoea orang itoe ia- lah bapanja dan seorang saudaranja jang laki-laki jaïtoe kakaknja jang ketiga, ja'ni jang boengsoe dari kakaknja jang bertiga itoe. Betoel bapa'nja ta' dapat memenoehi kehendaknja jang sangat ditjintaïnja itoe, jaïtoe: memberi dia kebébasan! Betoel bapanja itoe ta' tjakap mentjoekoepi .keinginannja akan ke- pandaian; tetapi bapaknja itoe soenggoeh baik kepadanja dan menjajangi dia, si gadis gila itoe dengan sehabis-habis kasih- nja. Bahwa bapanja mentjintaïnja itoe diketahoei dan dirasaï oléh si anak. Bapa itoe pandai benar memandang dia dengan pemandangan kesajangan dan setiawan. Djarinja jang lemah itoe soenggoeh pandai meraba pipi anaknja itoe dengan lem- boetnja serta menjelisik ramboetnja, ramboet jang hitam dan pand jang itoe, serta tangannja jang koeat itoepoen pandai nian memeloek léhér dan bahoe si anak itoe. Si adik itoe tahoe, bahwa kakaknja tadi sajang padanja, mes- kipoen si kakak ta' pernah menampakkan sajangnja itoe dengan toetoer kata jang manis dan ta' sekali djoea memboedjoek meng- hiboerkan dia! Tetapi hiraunja akan adiknja itoe menjatakan kepada si adik, bahwa kakaknja itoe menaroeh kasih sajang kepadanja. Kakaknja itoe tidak mentertawakan dia bila ia me- ngeloearkan boeah pikirannja padanja, melainkan selaloe dide- ngarkannja dengan soenggoeh-soenggoeh dan ta' pernah ia menggementarkan si adik itoe dengan perkataan: „Toeroetlah kehendakmoe, akan akoe tinggal orang Djawa." Soenggoehpoen ia tidak mengatakan, jang ia menjetoedjoei tjita-tjita adiknja itoe, tetapi si adik tahoe, bahwa kakaknja itoe dalam hatinja membenarkan pikirannja. Si adik tahoe, menilik kitab-kitab jang dioendjoekkan si kakak ketangannja. Ni, merasa dirinja kaja beroléh kasih sajang kedoea orang itoe dan karena pikirannja disetoedjoei pikiran kakaknja itoe. Bapanja tidak selaloe dekatnja, karena bapa' itoe banjak ker- djanja, ketempat ia bekerdja itoe ta' boléh si Ni datang, karena ia ta' boléh keloear dari dalam biliknja jang tertoetoep itoe dan
kakaknja jang ditjmtaïnja itoe hanja beberapa kali boléh datang keroemah, karena ia*bersekolah di Semarang. Jang tetap tinggal diroemah ialah kakaknja jang soeloeng, sebab sekolah- nja telah tammat;,ia telah mendapat pangkat dtinegerinja dan am bersama-sama dengan orang toeanja. Kediamannja ber sama-sama dengan orang toeanja itoe tiadalah meriangkan ha- si Ni melainkan kebalikannja ja'ni mendoekatjitakannja., ^ahoeloe sebeloem kakaknja jang soeloeng itoe datang, Ni telah banjak penanggoengannja, sebab tidak diindahkan oléh hatnpir segala orang seroemahnja, sebab ia dipendjarakan itoe, sebab mehhatkan 'adat-'adat koeno, jang ta' dapat disetoedjoei- nja itoe. Kmi datang poela oesikan dan ganggoean kakaknja jang soeloeng itoe menambahi penanggoengan jang menjakiti hatinja itoe. Ni ta' soeka dan ta' dapat menoeroet segala kehendak kakak nja itoe. Selaloe dikatakan kepadanja: „Jang lebih moeda haroes menoeroet perintah jang lebih toea; lebih-lebih anak-anak perempoean wadjib menoeroet kehendak kakak-kakaknja iang- laki-laki." Tetapi Ni, seorang anak jang memakai pikiran sendiri, ia ta' mengelti mengapa hal itoe wadjib demikian. Ni berkata: „Boe kan salah saja, jang sa ja kemoedian dilahirkan dari kakak-kakak saja itoe." Sepandjang pikirannja bodoh sekali, jang ia kaïena itoe wadjib menoeroet kehendak kakak-kakaknja itoe. Sepandjang pikirannja, tidak seorangpoen mesti ditoeroetnja, lain dan pada pikiran dan hatinja sendiri. Dan ia tia.da akan membenarkan perkataan kakaknja itoe, kalau ia ta jakin, bahwa si kakak berkata benar dan bermak- soed baik. Adapoen kakaknja jang soeloeng itoe seorang anak jang telah ïoesak, anak kesajangan iboenja. Tiap-tiap orang berloemba-loemba memoedjinja dan memperlakoekan kehendaknja, karena orang maloe akan pangkat bapanja jang tinggi itoe. Sebab itoe sepandjang pikirannja telah 'adatnja tiap-tiap orang, jang dipandangnja rendah dari padanja, wadjib menoe roet kehendaknja. Moela-moela ia héran, kemoedian djadi marah ia, tatkala di- lihatnja adiknja perempoean, jang setengah loesin tahoen lebih moeda dari padanja itoe, berani menjanggah „kemaoeannja". Ia berdjandji kepada dirinja, bahwa anak jang ta' ber'adat itoe haroes, ja, mesti ditaioekkannja. Pada pemandangannja sekalian jang diperboeat si -Ni salah. Bila Ni bersalah sedikit sadja di- marahinjalah dengan keras. Hampir setiap hari si kakak dan si adik berselisih, si kakak dengan moeka asam dan toetoer kata jang kasar, menjakiti hati si adik sampai berloemoer darah, dan si adik dengan bibir jang bergerak-gerak dan soeara jang gementar membéla dengan perkasa hak miliknja, jang hendak
61
diindjak oléh si kakak itoe. Si adik tegak sendiri melawan kela- liman kakaknja itoe, kakaknja jarig nanti akan -melindoengi- nja, bila tjelaka datang atasnja, ja'ni bila orang toean ja ta' ada lagi, sebeloem ia dibawa keroemahnja oléh seorang laki-laki jang didjadikan Allah oentoeknja!!! Tetapi dekat bapanja tentoelah si kakak tiada berani meng- goda si adik tadi, karena bapa' sekali-kali ta'kan maoe mengizinkan hal jang demikian, dan lagi si kakak itoe tahoe, jang si Ni ta' maoe mengadoekan dia, sebab Ni boekannja si pengoempat. Akan orang-orang lain jang seroemah dengan dia dan melihat perselisihan itoe setiap hari, membiarkan sadja de ngan berdiam diri, meskipoen meréka itoe tahoe, jang 'si adik menoeroet djalan jang benar. Si adik perempoean itoe mendjadi kasar dengan tiada berhingga, karena si kakak selaloe menerbit- kan kekerasan itoe padanja. Kekasaran si adik amat sangat, sehingga ia berani mengatakan „tidak", bila si kakak menje- boetkan „ia" biarpoen ia masih moeda, dan si kakak djaoeh lebih toea. Seorang anak perempoean ta' boléh mempoenjaï hak jang akan meroegikan seorang laki-laki dalam sebarang perkara. Hak seorang anak perempoean hanjalah barang sesoeatoe jang diizinkan baginja oléh kakak laki-lakinja jang ta' loba. Bebe- rapa tahoen kemoedian, ketika Ni teringat akan perselisihan itoe, mengertilah ia, mengapa laki-laki sangat loba. Moelaï dari waktoe ketjilnja, si ' laki-laki telah diadjar mendjadi loba, moela-moela sekali oléh iboenja. Sedjak ketjilnja diadjar ia memandang anak perempoean sebagai seorang machloek jang rendah kedoedoekannja dari padanja. Boekankah selaloe dide- ngar oléh si Ni, iboenja, atau saudara perempoean iboenja atau sahabat kenalannja peirempoean-perempoean mengatakan de ngan soeara jang menghinakan: „seorang gadis, hanja seorang anak perempoean sadja?" Djadi perempoean sendiri jang me- ngadjar si laki-laki menghinakan perempoean. Darah Ni poen mendidih, bila ia mendengar seorang perempoean memperbin- tjangkan seorang gadis dengan soeara jang merendah dan menghinakan itoe. „Perempoean-perempoean ta' ada harganja." „Perempoean-perempoean didjadikan oentoek laki-laki, akan kesoekaan meréka itoe; si laki-laki boléh memperboeat perem poean-perempoean menoeroet kesoekaannja." Bila Ni mendengar itoe, matanja berapi-api, dengan rnarah ditindjoekannja tangannja dan dikatoepkannja bibirnja akan menahani kemarahannja jang ta' berhingga-hingga itoe. „Sekali-kali boekan begitoe," teriaknja dalam hatinja. „Tidak, tidak, kamipoen manoesia djoega sebagai laki-laki itoe. Berilah akoe menoendljoekkan, bahwa kamipoen orang djoega. Boeka- lah belenggoekoe! dan izinkan saja, tentoe saja toendjoekkan,
jang sajapoen seorang manoesia, manoesia jang sama dengan seorang laki-laki. lapoen berpoesing-poesing menarik dan me- ïenggoetkan.rantai itoe amat sangat koeatnja, rantai itoe meng- ïkat kaki tangannja dengan seerat-eratnja. Rantai itoe ta' dapat dipoetoeskannja melainkan kaki dan tangannja jang loeka ka- i GH9i itx)c • Dapatkah ia menjabarkan dirinja? Dalam kepalanja ian»- moeda bertj aboel beratoes-ratoes pikiran dengan tidak berhentf- hentinja. Dalam hatinja telah masaklah pikiran jang hendak melawan keadaan jang koeno-koeno itoe; ia soeka, ia wadjib mengikoet djalan jang baroe. Bagaimana akan mentjari djalan itoe, beloemlah diketahoeinja; hal itoe masih gelap, dan koesoet dalam otaknja jang bodoh itoe, tetapi ia tahoe, jang ia maoe menempoeh djalan itoe. f Itoelah nasib anak jang lekas ber'akal! Anak-anak jang ber- oemoei sebagai dia itoe, biasanja ta' lain dalam kenang-kenang- an, melainkan bermain-main dan bermandja-mandja, tetapi si anak mi selaloe memikirkan hal jang pelik-pelik dalam kehi- doepanitoe, jang selaloe menjakitkan hatinja dan mendoekatji- laKan dia,. Hal itoe ta'bole^h tidak tentoe terdjadi begitoe; ia tidak pekak dan tidak boeta, dan ia hidoep dalam doenia jang pintjang dan timpang, jaïtoe dlidoenia bangsa Boemipoetera, jang tidak menaroeh kasihan kepada anak-anak moeda dan tidak mempoeinjaï perasaan jang haloes. Dengan mendadak mata jang moeda dan haloes itoe telah terboeka melihat kehidoepan manoesia jang sebenarnja, jaïtoe kehidoepan jang penoeh berisi kekasaran, ke- kotoran dan kebengisan jang ganas. Dari orang toeanja sendiri ta pei-nah ia mendengarkan perkataan jang kasar, jang meng- hoeroe-harakan kalboenja «jang soetji dan meloekakan hatinia jang berperasaan haloes itoe; tetapi ia hidoep tidak hanja ber-sama-sama dengan orang toeanja; ia hidoep didoenia manoesia; doenia jang ta menaroeh kasih kepada anak-anak moeda dan perasaannja jang haloes itoe. O, maoet! mengapakah engkau dinamakan orang moesoeh jang amat ditakoeti? Boekankah engkau jang meiepaskan ma noesia dan hidoep jang bengis itoe ? Ni tentoe akan memohonkan terima kasih padakau dan dengan soekatjita mengikoetmoe!
- j u seorang djoea, jang menoendjoekkan kepada Ni, ke- mdahan dan kemoeliaan hidoep diloear kedjahatan dan kekedji- annja itoe. 'Adat-'adat Boemipoetera mengharoeskan, soepaja anak dan orang toea djangan «terlaloe beramah-ramahan. Me- reka itoe boléh dan dapat 'djoega berdjinak-djinakan dan bera mah-ramahan, tetapi berdjinak-djinakan jang soenggoeh-soenggoeh seperti pada kebanjakan bangsa Eropah antara anak dan orang «toeanja, tidak boléh djadi. Ni mentjinta dan menjajangi
63
bapanja dan iapoen tiadalah akan memboeat barang sesoeatoe- nja dengan tiada sepengetahoean orang toeanja; soenggoehpoen ta' dapatlah ia memboekakan «sekalian jang tersemboenji dalam «hati noeraninja kepada meréka itoe. Keras dan kasar berdiri 'adat-'adat koeno bangsa Djawa itoe mentjeraikan si bapa dlari si anak. Ni melarikan dirinja sedapat-dapatnja dari pada meréka jang merendahkan dia dari pada kelakoean meréka itoe. Karena 'adat lembaga negerinja tidak mengadakan dia mentjari penghiboeran hatinja pada pangkoean orang toeanja, terpaksalah ia mentjari penghiboeran «hatinja jang doeka nestapa itoe pada sahabat- sahabatnja jang ta' pandai berkata-kata, jaïtoe: „kitab-kitab." Dahoeloe djoega ia soeka membat ja-bat ja, tetapi sekarang kesoekaan itoe mendjadi ke'asjikan. Kalau sekiranja ia ta' ada kerdja, atau kerdja jang disoeroeh boeat kepadanja telah soedah, maka dengan segera ia mentjapai seboeah kitab atau sehelai soerat chabar. Semoea dibatjanja, apa sadja jang terlihat oléh matanja, dibatjanja, masak mentah kabar-kabar itoe seolah-olah ditelannja kesemoeanja. Kadang- kadang ada poela terdjadi, jang ia memboeangkan seboeah kitab dari padanja karena bent j in ja. Boekankah ia membat ja itoe hendak meloepakan barang jang hidoep, barang-barang jang seperti itoe ta' perloe ditjarinja dalam kitab-kitab, sebab dida- lam hidoep jang sebenar-benamja soedah sampai banjak benda kedji-kedji, dan jang men dj emoekan orang? Oléh karena hal itoelah ia melarikan dirinja dari doenia jang kedji itoe, dan me- masoeki doenia kitab-kitab, doenia jang didirikan oléh 'akal dan boedi manoesia. Ada kitab-kitab jang bagoes, jang tiada terka- takan lazatnja. Kebagoesan dan kelazatan itoelah jang menghilangkan kesoesahan dan kemelaratan hidoepnja. Boedi pekerti jang baik, pikiran jang tinggi orang moelia dan boediman dalam kitab-kitab itoe menggembirakan hatinja dan menglipoerkan laranja. Ia hidoep bersama-sama dengan sekalian apapoen jang dibatjanja dan iapoen tiada kekoerangan kitab-kitab jang akan dibatjanja. Ia hanja perloe mendjoeloerkan tangannja dan men tjapai kitab-kitab dan soerat chabar dalam teromol pembatjaan jang tiap-tiap pekan selaloe membawa perbekalan jang baroe- baroe baginja. Bapanja jang selaloe beroesaha akan menjoeka- kan hatinja dan jang bersoekatjita sendiri melihat anaknja soe ka bat ja membatja itoe meroesakkan dia dengan kitab-kitab jang dihadiahkannja kepadanja. Ia ta' mengerti semoea, apa jang dibatjanja, tetapi itoe ta' menghilangkan gemar hatinja. Bila ia pada pertama kali tidak mengerti isi seboeah kitab, maka pada kedoea kali mengertilah ia sedikit-sedikit, dan pada ketiga atau keempat kali membatja kitab itoe mengertilah ia se- moeanja. Tiap-tiap kata jang ta' diketahoeinja, ditoeliskannja dalam
' 64
kitab peringatannja, soepaja nanti bila kakak kesajangannja ada diroemah, boléh ia bertanjakan arti kata-kata itoe kepadanja. Si kakak itoe setia sekali kepadanja dan dengan segala soeka hati menolong adiknja. O, betapakah besar hatinja, bila kemoedian hari diketahoei- nja, jang membatja kitab-kitab itoe boekan sadja memberi ni'- mat jang lazat tjitarasanja padanja, melainkan memberin ja pengadjaran jang ta' berhingga djoega. O, bila ia ta' mempoenjaï bapanja jang ditjintaïnja itoe dan kakak jang setia, dan kitab-kitab jang indah-indah, tentoelah ia akan berhati doeka setiap hari, sepandjang waktoe. Ia ten toelah akan merasa dalam kesengsaraan, jang meroesakkan hi- doepnja jang moeda remadja dan njawanja jang lemah itoe de ngan kesedihan jang amat sangat. Bapa' dan kakaknja itoelah jang memoeaskan kelaparan hatinja kepada ketjintaan dan ki tab-kitab itoelah jang memberi makanan oentoek pikirannja jang lapar, pikiran jang telah dibangoenkan olëh bahasa Be- landa! Kemoedian iboenja melahirkan seorang anak laki-laki. Kedja- dian itoelah jang menarik dia kembali dari djalan jang salah, membawanja kedjalan jang baik, djalan jang telah lama ta' ditoeroetnja lagi. Ia hampir-hampir mendjadi anak jang doer- haka kepada iboenja. Doeloe hatinja soedah hampir tertoetoep kepada boendanja itoe. Sekarang adiknja jang baroe lahir itoe memboekakan pintoe hatinja itoe kembali. Adiknja jang ketjil itoe mengadjar dia apa jang sebenarnja I b o e itoe dan apakah kewadjiban si anak pada iboenja. Keliling peloepoek mata iboenja berwarna hidjau.dan roepa- nja seperti orang ta' koeat dan lelah; adiknja jang ketjil itoe jang menjebabkan sekalian itoe. Karena, adiknja itoe selaloe mengoesik boenda dan jang semalam-malaman berteriak-teriak, sehingga iboe ta' dapat tidoer. Soenggoehpoen adik sangat me- njoesahkannja, tetapi boendapoen ta" pernahlah memasamkan moekanja barang sedikitpoen karena oesikan itoe. Apabila adik berteriak dan ,menangis mendjerit-djerit, maka dengan seke- dijap mata iapoen telah ada dekat adik dan dengan lemah lem- boet diambilnja adik, dipangkoenja, dan sebeloem adik terti- doer njenjak dipangkoeannja, beloemlah dilepaskannja dari tangannja. Boekankah Ni seorang anak jang ketjil dan ta' berdaja seper ti adiknja itoe doeloe? Tidakkah boendanja tatkala doeloe bersoesah pajah poela ka- renanja? Awan jang melipoeti hati Nipoen hilang dan kalboenja gembira lagi akan mentjinta menjajangi perempoean, jang me lahirkan dia kedoenia ini! Pada tahoen jang pertama adikpoen séhat dan wal'afiat dan kemoedian dari pada itoe ia mendjadi sakit-sakit, dan tiga tahoen lamanja ia ta' pernah senang, jang
sebenar-benarn ja seolah-olah ia berperang jang hébat hendak mempertahankan njawanja. Melihat adik^adiknja sakit itoe, Ni bel ad j ar dengan sebaik- baiknja arti anak bagi si boenda. Dengan tjara demikian tahoelah Ni, bahasa ia koerang penge el loean tentang hal itoe, sekaranglah ia mengenangkan diri nja sendin dan baroelah ia tahoe, bahwa sampai waktoe itoe ia nja selaloe memikirkan kesoesahan sendiri, dan ta' pernah memikirkan kesengsaraan orang lain. Waktoe itoelah baharoe ia insaf akan kesalahannja sendiri lapoen doeloe seperti adiknja itoe poela, ia ta' akan datang ke- doenia mi kalau ia ta ada berboenda. Laloe teringat poela oléh- nja kelakoeannja dengan kitab-kitab tadi, jang mendjaoehkan dia dari ïboenja. ïboenja itoe tentoelah banjak penanggoengan waktoe itoe dan Darangkali sekarangpoen masih ada penanggoengannja itoe. Nipoen tentoe ta dapat menolong, jang moela-moelanja berselisih piknan dengan boendanja, tetapi soenggoehpoen begitoe, iapoen sangat menjesali dirinja doeloe bei'kelakoean jang sedemikian. Adiknja jang ketjil itoe mengadjar Ni, menjebabkan dia insaf a can dirinja dan mengadjar dia berhati sabar serta mengoetjap terima kasih, lagi mengadjar dia memberi orang lain dengan tiada mengharap pemberian orang jang lain itoe kembali. Empat tahoen lamanja waktoe telah laloe; orang jang tiada dalam pikirannja tentoelah menjangka, bahwa waktoe itoe berdjaian senang dan sentosa sadja, tetapi meréka jang tadjam penglihatannja tentoe mema'loemi, bahwa waktoe itoe bagi Ni waktoe peperangan adanja, lahir dan batin. Dalam tiga tahoen i oe banjaklah jang dipeladjarinja, ja'ni: memerintah diri sen diri, berhati sabar dan tidak lebih doeloe memikirkan oentoek dui sendiri sadja, tetapi berserah diri beloemlah dipeladjarinja- dan iapoen ta' sanggoep mempeladjari itoe. Dalam kepalanja selaloe lertjaboel dan berkatjau pikiran jang bimbang dan goen- dah goelana disertaï oléh penglihatan jang berkelilingnia dan jang terdjadi pada tempat jang lain-lain. Sekalian itoe menjedihkan hatinja dan mendjadikan darahnja mendidih. Soeara jang datang dari üinah Eropah jang djaoeh itoe jang tertera dalam kitab-kitab, soerat-soerat boelanan dan soerat-soerat kabar sei-ta warkah-warkah dari sahabat-sahabat- nja bangsa Belanda menambahi bimbang pikirannja itoe dan soeara itoe masoek kedalam hati noebarinja. Dalam empat tahoen itoe hanja beberapa kali ia keloear dari ïoemah orang toeanja. Waktoe boelan poeasa djikalau orang toea pergi kekoeboeran maka saudara-saudaranja perempoean dan Nipoen boléh pergi' beisama-sama dan pada .soeatoe hari orang toeanja membawa HABIS GELAP TERB1TLAH TERANG. K
saudaranja perempoean jang soeloeng dan Ni sendiri pergi kepada bapak moedanja jang tinggal dinegeri lain. Setahoen lamanja ia bersama-sama dengan saudara-saudaranja perempoean mendapat pengadjaran dalam djahit-mendjahit dari seorang perempoean Belanda, aedjam lamanja pada tiap- tiap petang. Oentoek Ni djam itoe soeatoe sa'at jang memberi kesenangan, karena ketika itoe ia dapat bertjakap-tjakap bahasa Belanda, bahasa jang ditjintaïnja itoe. Sementara itoe kakaknja jang soeloeng dipindahkan ketempat lain. Kepindahan itoe membesarkan hati Ni. Jang sebenarnja Ni maloe mengatakan jang ia berbesar hati karena itoe, sebab jang pindah itoe kakaknja, betoel si kakak itoe ta' sajang ke- padanja. Waktoe dan perantaraan telah berboeat pekerdjaan jang 'adjaib. Kedoea hal itoe menghapoeskan dendam chasoemat dari hati Ni. Ia telah sajang kepada kakaknja itoe kembali dan me- naroeh kasihan pada kakaknja jang moeloetnja manis dan ber- kata merdoe itoe. Betapa soeka hati Ni, tatkala ia melihat ka kaknja litoe lama kelamaan insaf akan kesalahannja itoe. Soenggoehpoen hal itoe tidak dikabakannja kepada Ni, tetapi lakoe dan perangainja menjatakan jang ia menjesali dirinja ber boeat jang tidak 'adil pada adiknja. Dengan air mata jang ber- tjoetjoeran Ni mengoetjapkan terima kasih dan sjoekoer pada Allah, sebab kakaknja sekarang menjajanginja. Dahoeloe Ni dibentji dan digoda oléh ,kakaknja itoe, sekarang Ni mendjadi kesajangannja. Orang lain-lain, biarpoen isterinja sekalipoen, ta' dapat mengambil hati si kakak itoe, tetapi Ni selaloe dapat mengambil hatinja. Telah setengah tahoen datang adiknja, Bemi mengawani Ni dalam pendjara itoe. Bemi beroentoeng, karena ketika Ni ber- 'oemoer sebagai Bemi, ia telah lama dikoeroengkan dibelakang dinding jang tebal dan tinggi itoe, tetapi Bemi waktoe ber'oemoer sedemikian masih bébas melompat kian kemari dan boléh berdjalan-djalan memboeat barang jang lain-lain jang dahoeloe ta' boléh diboeat Ni. Bemi telah ber'oemoer empat belas sete ngah tahoen, baroe haroes tinggal dïroemah. Déwasa itoe Ni telah ber'oemoer enam belas tahoen, saudaranja perempoean jang tertoea telah dipersoeamikan. Perkawinan itoe mendatang- kan peroebahan dalam hidoep Ni. Ia mengadjar kenal adik-adiknja jang sebeloem dari waktoe itoe disangkakannja seperti orang asing sadja. Dengan adik-adiknja itoe ia hidoep berdjinak- djinakan. Saudaranja perempoean jang tertoea itoe ta' ada lagi jang akan mempertjeraikan meréka itoe. Ni mendjadi saudara jang tertoea dalam roemah, tetapi ia ta' soeka ditoeakan seperti kedoea kakaknja laki-laki dan pe,rempoean itoe...ia maoe disa- jangi, tidak ditakoeti. Kebébasan dan kesamaan dimintanja pada
dninja sendiri. Tiadakah ia memberi kebébasan dan kesamaan kepada orang jang lain-lain? Pergaoelan dengan adik-adiknja haroeslah bébas dan tidak dipaksa, diboeangnja segala barang sesoeatoe jang menjangkoeti dan menahani kebébasan dan ke samaan itoe. Dengan adik-adiknja, Bemi dan Wi, jang soedah wadjib poela tinggal diroemah, ia mendapat bilik saudaranja jang toea itoe .Dibilik itoe datang tiga orang machloek jang moela- moelanja tiada berkenalan satoe dengan jang lain, disitoelah ineiéka itoe sama-saraa bertemoe dan berkoempoel mendjadi satoe. Serta ditempat itoelah permoelaan tjeritera anak tiga ber- saudara itoe.
*
- #
Augustus 1900 (II).
Héran benar, kekasih kami jang djaoeh dari kami, apalah sebabnja maka ta dapat kami mimpikan, sedang ia selaloe dalam kenang-kenangan kami dan selaloe kami perbintjangkan! Tetapi adalah pada soeatoe malam anak njonja jang tertoea ini bermimpikan njonja. Toean kedoea rasanja datang kembali ke Djapara dan waktoe itoe kami pergilah menjongsong toean dan njonja sampai ke Semarang. Pertemoean kami dengan njonja itoé sangat merawankan hati kami, dan dengan tiada meng- hamboerkan kata sepatah djoeapoen. Kami masing-masing ber- ganti-ganti njonja peloek dengan peloek jang sampai kehati noerani dan njonja pegang kami dengan tegoeh seperti kami ta' akan dilepaskan lagi rasanja. Dan dalam pangkoean njonja itoe berderailah air mata kami, karena merasa beroentoeng jang ta' dapat dihinggakan. Tatkala anak njonja tersadar 'dari pada tidoernja, maka ban- talnja dilihatnja telah basahlah oléh air matanja. Sehari-harian itoe ia berhati sajoe, karena mengenangkan perdjoempaan di atas ini, hanjalah semata-mata soeatoe mimpi sadja. Kami takoet, kami takoet benar njonja dan toean tidak akan berdjoempa lagi dengan kami, anak-anak njonja, bila kelak njo nja telah meninggalkan kami. Sekarang kami rasa soekatjita kami mendjadi soesoet. Makin lama makin kami ketahoei, bah- wa kami sekarang tidaklah seperti dahoeloe lagi. Pengetahoean dan keinsafan itoelah mendjadi soeatoe benda jang mendoe- kakan hati kami. 0, hidoep! apakah jang telah engkau perboeat atas anak-anak perempoean mama Mies, dan apakah djadinja anak-anak gadis itoe sekarang? Kemanakah perginja kegembiraan kami jang amat besar itoe? Karena kegembiraan jang ta' dapat dini-
68
lai itoelah maka kami dapat sampai keseberang laoetan kesoe- sahan, dan kegembiraan itoe wadjib kami taroeh senantiasa oentoek mengaroengi rimba raja dalam doenia penghidoepan jang akan kami tempoeh tentoelah dengan s o e s a h dan soe- k a r. Kemanakah perginja keradjinan dan kegirangan kami jang menghiboerkan hati selaloe maoe bekerdja, dan jang ba njak menghasilkan berbagai-bagai pertjintaan? Kemanakah perginja si penglipoer hati jang menghilangkan dan meloepa- kan djemoe dan bosan jang tertera dalam kitab kamoes? Tiap-tiapnja, jang selama mi kami indahkan dan menggi- rangkan hati kami, semoeanja sekarang telah meninggalkan kami. Wahai, ma' Mies, dapatkah toean memikirkan, bahasa ta' adalah orang jang lebih tjelaka dari pada orang jang ta' ten- toe toedjoean maksoed hidoepnja? Nistjaja akan mendjadi orang sia-sialah kami, kalau ta' ada sesoeatoe apa-apa terdjadi, jang menggembirakan hati kami da lam keadaan ta' berhawa nafsoe dan ta' berdaja ini. Begitoelah keadaan kami sekarang. Segala kesoekaan kami jang dahoeloe, telah terloepa terletak, bertjendawan ditempat jang soenji. Gambar-menggambar, moesik, djahit-mendjahit, masak-memasak, berkirim-kiriman soerat, ja, sedangkan bat ja-membat ja jang dahoeloe mendjadi bahagian hid'oep kamipoen sekarang telah kami abaikan. Kami boléh dikatakan telah mendjadi orang jang semalas-malas- nja semasa ini. Wadjib kami memaksa diri sendiri akan meng- habiskan membatja soeatoe kitab ketjil. Soeatoe paksalah rasa- nja bagi kami sekarang bat ja-membat ja itoe, sedang dahoeloe- nja itoelah soeatoe kesoekaan jang amat sangat bagi kami, lebih dari jang lain. O, ma', demikianlah kemoendoeran kami seka rang. Kemanakah perginja kemaoean dan kekoeatan kami da hoeloe itoe? Soenggoeh ta' dapatlah ditjeriterakan bagaimana penanggoengan kami ini, jang disebabkan oléh kelalaian dan kesia-siaan jang menjerang kami. Kami seolah-olah ta' bekerdja sedikit djoega. Dan djikalau ada apa-apa jang perloe kami perboeat, maka kami kerdjakanlah keperloean itoe seperti mesin sadja. Apakah kiranja jang koe rang bagi kami? Sakit kamipoen tidak. Boléh djadikah agaknja sekalian itoe disebabkan oléh kesengsaraan jang telah kami tanggoengkan dahoeloe ? O! Kesedihan hati! Kesakitan itoe soenggoeh kadang-kadang ta' dapat ditahani! Akan penolak ba- haja^itoe wadjiblah kami hendaknja menaroeh barang sesoea toe, teroetama ialah soeatoe pekerdjaan tetap, jang menarik hati kami semata-mata, ja'ni pekerdj aan jang ta sempat membiarkan diri oentoek memikirkan kesengsaraan, meskipoen barang sekedjap mata sekalipoen! Itoelah soeatoe oepaja jang baik, jang akan dapat membangoenkan pikiran kami jang telah
hatikami W tTu "f •' mengembalikan kemaoean
| Ja | Sangë oep | ||
|---|---|---|---|
| J Keilan | ke | ||
| kan m n | at | ||
| a n | benar Kami | san at |
teisemC^i melajang itoe. Dalam bekerdja, disitoelah rnSÏï tT" 8'" iiangan kepada beringin
in'nï ÏSï ï, f. faP kerdja jang kami kasihi, itoelah
bila kTm m, v', ' «' beriba hati, oio i i merasa jang badan sendiri berhati maoe dan koeat akan bekerdja, tetapi oleh karena oentoeng malang, kemaoean dan kesoekaan
| itoe ta' dapat | dilangsoengkan! | |
|---|---|---|
| e eSah n Ial | d kesen | saraan |
kemS^\ï 1° ^ f" 8' itoe membawa kami Ï SS ke aian dan kemalasan. Anak njonja jang tertoea heianlah akan dmnja sendiri melihatkan soerat jang sepan- djang mi dapat ditoelisnja, tetapi mengapa tidak mïrbi r lalah 0ent0,ek ma' Mies J'an«' koetjintaï akan mengabarkan kesengsaraan, djadi ta' héranlah jang kata-kata
| itoe sebagai | mengalir | sadja | dari pénakoe ini. | ||
|---|---|---|---|---|---|
| dan | an ma06 | ta S01ek se pertl P pertja | mem hld a dan | ert a a | |
| n | n ma ? J J kami | dekat ltoe | kami makin | ||
| a Ja | K11 11 | piklran | kami | ||
| a | 8ang | Pada hid | 6P jang | bar0e jang |
kaJT^l^ï '. f P J.]aï, bahwa hidoep 5n! ï ', °ep j ng banjak sadja; tetapi, j sekali-kali ta' dapat me- w ï jang mimpi kami jang bagoes itoe akan terdjadi kediadiS tütTS v ^ t berdiri pada perasaan
f.uni /n ,,f ' sangatlah kami mentjin- J" " ,,- Ringkasnja, kami menjangka sekarang, bahwa seakan-akan hanja boberapa hari sadjaiah an- £gtó b™ar₁itoef ^ °' kami Sangat sedihlah hati kami memikirkan hal itoe kembali Ta' maoelah kami mentjeriterakan dia lagi disini, soenggoehpoen S"1., ?mi berdiam din> boekanlah poela artinja maoe mem- biarkan sadja penanggoengan kami atau mengizinkannja. Oléh SfQna u T ?ekara"8' dengan peladjaran kami telah sampai sedjaoeh itoe berdjalan, ta' maoelah kami memboeangkan apa jang 1telah .ter aroeh bagi kami, dan sedjak dari dahoel^, se* p t1. ,tiadalah kami berhadjat hendak memboeangkannja. Baik tidaknja perboeatan kami ta' tahoelah kami, tetapi kami ta dapat dan ta soeka menoeroet kehend'ak soeara jang lain la- m dari pada soeara hati kami sendiri. Sesoeatoe tjita-tjita kami jang besar sekali, ja'm hendak mengasihi orang dan dalam hal itoe mentjoba, soepaja mendapat kasih sajang orang, jang daoat kami harapkan akan mempertinggi pikiran kami. Boelan Juni jang laloe, ketika kami diroemah toean Sythoff, bertanjalah toe-Snr^S1?n'V₀f Tff fak 5ljonja-'an8
soeloeng ini, kalau-kalau si anak itoe telah tahoe, bahasa Directeur van Onderwijs ada mentjari seorang goeroe kepala perempoean oentoek seboe- ah sekolah gadis, jang bakal didirikan. Sebeloem anak njonja "qnSv'Tf tfKia" rfsldfn memoetar tan ja itoe kepada bapa: „boedahkah toean tjeriterakan hal itoe kepada anak-anak toean,
regén?" Dan setelah mendapat djawab, ia bertanja lagi kepada anak njonja ini: „Soekakah engkau mendjadi goeroe kepala se- kolah itoe?" Si anak tiada berkata apa-apa melainkan diboeang- nja moekanja ketempat lain, soepaja bapa dan residén jang doedoek berhadapan dekat kami, ta' dapat melihat mata si anak, jang telah siap dengan segala gambar tjita-tjita jang tersem- boenji dihatinja itoe. Ia tiada berdjandji akan mendiamkan kehendak dan tjita-tjitanja itoe, tetapi ia ta' tahoe, bahwa bapa- 11 ja ta' soeka, jang si anak mem perbint jangkan hal itoe de ngan orang lain. Dalam segala hal haroes nama bapa' dipeliha- rakan, dan pertjakapan jang terseboet diatas ini ialah sebagai soeatoe mimpi, jang menakoeti dan mengerikan bapa „Kami sedianja wadjib mendjadi anak laki-laki, dan kalau demikian boléhlah kami mendjadi laki-laki jang koekoeh," itoelah perkataan jang atjap kali kami dengar, sehingga djemoelah te- linga kami mendengarnja. Djikalau benar hal itoe dan ada bagi kami sifat-sifat jang boléh mendjadikan kami laki-laki jang koekoeh, apakah sebabnja maka kami sebagai keadaan kami se- karang ini, ta' boléh mendjadi perempoean jang koekoeh dan perkasa? Atau mestikah hendaknja orang menaroeh otak, jang asing zat-zat jang mendjadikannja, oentoek tjétakan laki-laki jang koekoeh dan perkasa itoe? Atau barangkali ta'ber- goenakah perempoean jang berani dan koekoeh didoenia ini?" Tetapi mémanglah soedah djadi nasib kami perempoean jang sedemikian; ja'ni kami perempoean Djawa ini haroes teroeta- ma bersifat patoeh, penoeroet dan mesti berserah diri sadja. Kami sebenamja boléh disamakan dengan tanah liat, jang dapat diperbagai-bagaikan orang bangoennja, menoeroet seperti kehendak laki-laki sahadja. Tetapi apakah goenanja kita mem-perbint jangkan keadaan itoe? Kalau demikian ta' adalah oe- bahnja seperti orang menjajangi kapal jang tenggelam, dan mengatakan apakah sebabnja maka kapal itoe tiada ditinggal- kan sadja dipelaboehan ? Karena kalau demikian tentoelah ia ta' akan tenggelam. Dan lagi dengan salah-menjalahi dan mem- bongkar segala kesalahan dan menjelidiki siapa jang bersalah, sekali-kali ta' dapatlah kita menolong, soepaja kapal itoe dja- ngan tenggelam. Tetapi bila kita membanting toelang, bekerdja keras memberi pertolongan dan memompa air pada tempat jang botjor, nistjaja boléhlah ketjelakaan itoe tertolak; kalau tidak demikian dilakoekan terbaiklah orang membiarkan dirinja mati lemas sadja ••••. •. Pada setahoen jang baroe laloe ini sadja perasaan hidoep kami lebih banjak dari pada perasaan pada tahoen-tahoen jang lain, sama sekali dikoempoelkan. > Adalah anak soeloeng njonja ini menaroeh sangka, jang bapa' bemiat hendak mengatakan barang sesoeatoenja padakoe, tetapi
71
bapa' enggan hatinja mengatakan itoe, karena hal itoe pastilah a can menjedihkan hati si anak. Dapatkah ma' memikirkan be- tapa beraitnja hal itoe, sehingga dapat menjedihkan hati bapa serta anaknja itoe? Telah berapa lamanja kemoedian dari padia itoe, tatkala si anak menjesak bapa', meminta menjelesaikan ketetapan kedoe- aoekan kami, maka dapatlah si anak melihat pada mata bapa' dengan penglihatan jang piloe kepada si anak, seperti ia hendak berkata: „O, soeka benarkah engkau dengan selekas-lekasnja hendak memnggalkan sa ja, hai anakkoe?" Si anak memalingkan mn AnJaü"i' h1iltlnj'a mendJ'adi Püoe, piloe jang amat sangat!, lah, benarlah tjinta itoe soeatoe benda jang amat 'adjaib, jalan soerga dan naraka pada manoesia. Mentjintaï dan meng- hormati bapa.k, itoelah soeatoe keperloean dalam hidoep bagi ann. [Jan tjmtanja itoelah poela bahagian jang besar dari pada bahagia kami. Kalau hidoep kami tiada dengan ketjinta- annja, tentoelah hidoep kami selaloe gelap. Sebab itoelah maka bahagia itoe dengan soekatjita kami menerima dari tangannja. bahagia jang ta' datang dari bapa sendiri, kami pandang tidak- lan sebagai bahagia jang menjelamatkan kami. Lebih djaoeh kamipoen pertjaja poela, bahwa hidoep dengan tiada mempoe- njai kasih tjinta bapa', ta' pennahlah kami akan hidoep selamat- cian hidoep beserta dengan kasih tjintanja, ta' pemahlah akan membawa kami sama sekali kepada hidoep melarat.
*
* * 23 Augusfots 1900 (I).
Stella, pertjajalah engkau kepadakoe, djikalau tjita-tjita saja atau tjita-tjita kami sampai, „sampai" seperti menoeroet mak- soedmoe atau seperti maksoed saja, maka keadiaan itoe tentoelah torajadi °léh karena pekerdjaanmoe. Saja menoelis kata ini ti- daklah dengan semena-mena sadja, tetapi kata ini koekatakan, keloeanija dan hatikoe. Telah banjak engkau mengadjari saja, betoel-betoel amatlah banjaknja, dan adjakanmoe itoelah soea toe bantoean jang tegoeh, .dan soeatoe kekoeatan bagikoe. feaja soeka sekali hendak menoentoet kebébasankoe. Kerdja itoe akan koekerdjakan. Saja soeka, saja mesti, terdengarkah oléhmoe katakoe itoe? Bagaimanakah saja akan menang, djika saja tidak pergi berperang menoentoetnja? Ba- gaimana saja akan mendapat, kalau saja tidak mentjari? Dengan tidak berperang ta' adalah kemenangan. Saja soeka berperang Stella, sebab saja maoe mendapat kebébasan. Ta' gentar saja akan bertentangan dengan keberatan dan kesoe- salian. Menoeroet perasaankoe dirikoe sama koekoeh akan
menoeroet kebébasan; tetapi adalah soeatoe hal jang amat koetakoeti, ja'ni bapa' saja. O, Stella! telah kerap kali saja tjeriterakan kepadamoe jang saja tjinta dan sajang kepada bapakoe. Ta' tahoelah saja entah adalah kiranja keberanian dalam dirikoe hendak memadjoekan kemaoeankoe itoe, bilamana saja ketahoei, jang saja kelak dengan keberanian itoe akan meroesakkan hatinja jang tjinta dan sajang padakoe itoe. Saja mentjintaï bapakkoe dengan tjinta jang tiada berhing- ga. Bapakoe telah toea, telah beramboet poetih, poetih ramboet- nja itoe ialah karena .memeliharakan kami, dan memeliharakan saja. Dan djika sekiranja adalah seorang diantara kami jang patoet mendapat tjelaka, biarlah saja jang .menanggoeng tjelaka itoe. Demikianlah kerélaan jang tersemboenji dalam hatikoe; karena moestahillah saja akan beroentoeng, meskipoen saja men dapat kebébasan, kemerdékaan dan tegak sendiri, kal au sekira nja saja dalam hal itoe mentjelakakan .dan meroesakkan hati bapakoe. „Adakah engkau maioem benar bahwa hal itoe ialah hal keadaan jang amat soekar?" katamoe kepadakoe. O ja, de ngan sebenarnja! Saja sendiripoen telah membajang-bajang- kan kepadamoe dahoeloe, betapa moedahnja berboeat demikian, dan dengan girang hatikoe mangatakannja témpoh itoe, tetapi sekarang Maoekah engkau mendengarkan katakoe? Perdjalanan hidoep anak-anak perempoean Djawa telah ditentoe dan dihing- gakan, serta dengan koekoeh lagi dibatasi oléh 'adat jang koeno. Kami ta' bolch mempoenjaï tjita-tjita hati. Tjita-tjita jang boléh saja mimpikan ialah: bésok atau loesa saja akan mendjadi isteri jang kesekian dari seorang laki-laki. Saja maoe menentang ke- ras meréka itoe, jang dapat menidakkan bitjara itoe. Djikalau dipikirkan dan dibandingkan hal keadaan Hindia dan Eropah, tentoelah engkau akan membenarkan, bahwa tingkah lakoe laki-laki disitoe tiadalah sedikit djoega lebih baik dari pada laki-laki disini, dan perempoean-perempoean disitoe sama menang goeng nasib tjelaka seperti perempoean-perempoean disini. Ha- njalah ini sadja perbédaannja: kebanjakan perempoean-perempoean disana bersoeami dengan seorang laki-laki, jang bekal di- toeroetnja menoempang bersarpa-sama dikapal perkawinan, jang berhaloean bébas; tetapi perempoean-perempoean disini tiada menaroeh kebébasan jang demikian, melainkan ia dikawinkan sadja, karena menoeroet kemaoean orang toeanja atau walinja. Meréka itoe kawin dengan laki-laki jang disetoedjoei oléh pikir- an orang toea atau .wali itoe, jang memandang bahwa si laki-laki itoe orang baik dan patoet. Dalam agama Islam mengawin- kan orang tiadalah dengan izin si perempoean, ja, tidaklah di- hadapannja kedjadian hal itoe. Boléh sadja oempamanja: Bapa datang hari ini keroemah dan berkata kepadakoe: „Ni, engkau
73
telah dikawinkan dengan si Anoe." Sekarang saja wadjib me- noeroetkan soeamikoe itoe. Boléh djoega tidak saja toeroetkan, tetapi hal itoe memberi si laki-itoe berhak boléh merantai saja se oemoer hidoep, dengan tiada mengindahkan dan mempedoeli- an saja sedikit djoeapoen. Meskipoen saja tidak menoeroet- kannja, maka sajapoen tinggal isterinja djoega; sebab ia ta' niaoe mentjeraikan saja, dan sajapoen dengan hal itoe selama hidoep selaloelah terikat kepadanja, sedang ia sendiri boléh ting gal bébas memboeat barang sesoeatoenja. Ia boléh beristeri se- berapa soekanja sadja, dengan tiada mempedoelikan saja sedikit djoeapoen. Djikalau sekiranja bapak mempersoeamikan saja seperti itoe, maka maoelah rasanja saja memboenoeh dirikoe sendiri, tetapi bapakkoe tentoelah tiada akan memboeat seperti itoe. Allah mendjadikan perempoean oentoek mendjadi kawan si laki-laki dan oentoéng nasibnja ialah akan dikawinkan. Betoel pikiran itoe tiadalah akan saja bantahi, dan dengan soeka hati saja mengakoe bahasa oentoeng perempoeanlah kelak, jang se- besar-besarnja, biarpoen oentoeng itoe akan terdjadi pada zaman-zaman jang akan datang, ja'ni bilamana si perempoean dengan soeaminja hidoep dengan berdjinak-djinakan dan damai. Moestahillah akan dapat diperoléh hidoep jang berdjinak-djinak an dan damai itoe, djikalau oendang-oendang oentoek kami pe- ïempoean masih berlakoe sebagai oepaja, jang telah saja oerai- kan kepadamoe diatas ini. Ta' patoetkah saja membentjii dan menghinakan perkawinan jang sedemikian itoe, sebab si perem poean dengan hal jang sedemikian terang dianiajanja? Sjoekoerlah, tidak tiap-tiap orang Islam beristeri empat orang. Tetapi masing-masing perempoean • Islam jang bersoeamipoen tahoelah, bahwa tiadalah ia seorang sadja jang berhak mendjadi isteii si laki-laki itoe. Bésok atau loesa boléhlah lagi soeaminja membawa isterinja, perempoean jang lain, keroemahnja itoe. Perempoean jang baroe itoe sama banjak haknja dengan dia tentang kepada soeaminja, karena menoeroet roekoen Islam perempoean itoepoen isteri gahara djoega. Dalam negei'i-negeri Goebernemén tiadalah begitoe banjak kesengsaraan perempoean-perempoean, seperti penanggoengan saudara-saudaranja ditanah Solo dan Djokdja. Disitoe banjak benar perempoean-perempoean jang tjelaka bersama-sama dengan satoe, doea, tiga, empat perempoean jang lain jang bemama „selir" soeaminja. Dinegeri- negeri Solo dan Djokdja itoelah perempoean-perempoean dise- boetkan permainan ana k-a n a k! Pada negeri-negeri itoe tiada seorang djoega laki-laki jang beristeri seorang. Dalam ling'koengan orang-orang bangsawan lebih-lebih dalam lingkoengan Soesoehoenan, ada banjak laki-laki jang beristeri lebih dari pada doea poeloeh enam orang. Boléhkah keadaan jang demikian itoe dibiarkan sadja, Stella?
Meréka itoe telah biasa memakaikan keadaan jang demikian, sehingga roepanja tiadalah dirasaïnja kesengsai'aan itoe lagi, tetapi soenggoehpoen demikian, jang sebenanija banjak djoega perempoean-perempoean -jang menanggoengkan kesakitan itoe dengan diam-diam. Hampir sekalian perempoean jang saja kenal disini semoeanja menjoempahi hak si laki-laki jang menganiaja itoe. Tetapi dengan soempah itoe siadja tidaklah akan menolong melainkan sekalian itoe wadjiblah diperangi bemar-benar. Iiai perempoean-perempoean dan gadis-gadis! Bangoenlah engkau, marilah kita bersoenggoeh-soenggoeh dan bekerdja bersama-sama oentoek mendatangkan peroebahan dalam hal me- nolak bahaja jang telah menoelar selama itoe. Ja Stella, saja tahoe bahasa dibenoea Eropah boedi pekerti si laki-lakipoen kedji poela. Saja bersama-sama dengan engkau menghormati anak .moeda laki-laki jang •membelakangi 'adat- 'adat koeno dan penggodaan itoe. Dan saja hormati lagi akan gadis-gadis zaman sekarang, jang tidak maoe menoeroetkan laki-laki jang ta' senonoh kelakoeannja, dengan hidoep tjemar lagi tiada berpengetahoean. Tentoelah iboe-iboe jang masih moeda lebih pandai mendjaga kedjahatan itoe. Kepada saudara-sau- darakoe telah atjap kali saja beri tahoekan hal itoe. Saja soeka beranak laki-laki dan perempoean jang akan di- pelihara dan diberi pendidikan seperti kehendak hatikoe. Moela- moela saja hendak menghapoeskan 'adat-'adat koeno, jang memandang anak.laki-laki lebih tinggi daradjatnja dari pada anak perempoean. Saja ta' héran melihat kelobaan si laki₂, bila saja ingat bagaimana si laki-laki itoe masa ketjilnja, dilebihi pemeli- haraannja dari pada anak perempoean, saudaranja. Waktoe ke- tjil si laki-laki telah diadjar menghinakan anak perempoean. Boekankah kerap sekali saja dengar si polan berkata kepada anaknja jang laki-laki, bila si anak itoe terdjatoeh dan menangis: „Tjis, anak laki2 menangis sebagai anak perempoean!" Sa ja akan mengadjar anak-anak saja memandang anak laki-laki dan perempoean sama rata, dan memberi meréka itote pendidik an jang sama benar, menoeroetkan kekoeatan otaknja masing- masing. Oempamanja, saja ta' akan menjoeroeh seorang anak perempoean beladjar, djika ia ta' soeka dan tidak mempoenjaï otak oentoek beladjar, biarpoen maksoed saja hendak mendja- dikan si anak itoe seorang perempoean moeda; tetapi haknja akan saja koerangkan dari pada hak saudaranja jang laki2 sekali-kali tidak! Dan sajapoen akan berichtiar menjoeroeh me- roentoehkan dinding jang membatasi si laki-laki dan si perem poean itoe. Saja mengakoe bahasa, djika dinding itoe telah roen- toeh, adalah kebaikannja, lebih2 kepada si laki₂. Saja ta' dapat dan ta' akan pertjaja, bahasa laki2 jang berpengetahoean dan bersopan santoen, dengan sengadja akan menjisihkan perkoem-
poelan perempoean-perempoean, jang sama tinggi kedoedoek- annja dalam hal pengetahoean dan sopan santoen, atau akan pergi menjamarkan dirinja kedalam tangan perempoean jang ta' ada kehormatannja. Apakah jang melarang si laki-laki ber- tjampoer gaoel dengan perempoean-perempoean jang berboedi pekerti, dan apakah jang menegahkan djika seorang laki-laki hendak bergoerau .dengan seorang anak gadis jang tiada berha- djat hendak kawin? Sekalian itoe boléhlah hilang lenjap, bila pergaoelan laki-laki dan perempoean boléh bébas, ja'ni seperti pergaoelan jang telah biasa bagi anak-anak jang telah ber'oemoer. Engkau berkata: „Kita anak-anak perempoean sanggoep memboeat anak laki-laki selaloe menoeroet djalan jang baik, te tapi sa jang amat sedikit benar kita mengetahoei djalan hidoep meréka itoe/' Pada waktoenja tentoelah sekaliannja akan ber- oebah, tetapi dalam itoe kami haroes bekerdja keras, dan kalau tiada demikian, waktoe itoepoen tiadalah poela akan datang. Kami disini, ditanah Djawa, sekarang baroe berdiri dimoeka pintoe peroebahan itoe. Haroes poelakah kami menempoeh seka lian djalan-djalan jang engkau sekalian telah aroengi, soe- paja sampailah poela kami kepada waktoe jang dipakai oléh bangsa Eropah dalam zaman ini?
Diantara kitab-kitab jang baroe sa ja terima, terdapatlah oléh- koe kitab „Het Jongetje,'' dikarangkan oléh toean Borel. Benar- lah katamoe itoe bahasa kitab itoe jang bagoes sekali. Kebanjak- an orang disini .memikirkan jang isi kitab itoe terlampau di- lebih-lebihi dari pada keadaan jang sebenanija. Tetapi saja tidak sepakat dengan pikiran meréka itoe. Isinja itoe tiadalah berlebih-lebihan. Betoel, banjak hal keadaan jang tiada sesoeai dengan kitab „Het Jongetje" itoe, tetapi dinegeri saja ini adalah saja ketahoei hal-hal jang seperti itoe. Demikian- lah halnja seorang anak toean asistén-residén disini oempama- nja telah mendjelma mendjadi „het jongetje" dalam kitab toean Borel itoe. Pada soeatoe kali ia berkata kepada Kardinah: „Ma' moeda, saja soeka benar kepada anak perempoean-perempoean, karena anak-anak itoe pandai tertawa gelak-gelak, .dan meréka berlainan betoel dengan anak-anak laki-laki; anak-anak perem poean manis dan lemah lemboet kelakoeannja." Jang mengata- kan seperti itoe ialah seorang anak jang ber'oemoer lima tahoen. Tjobalah pikir oléhmoe, dirabanja dan diamat-amatinja tangan Kardinah, kemoedian ia berkata lagi: „Ma' moeda, apakah se- babnja maka anak-anak perempoean lemah lemboet?" Kemoe dian dirabanja tangannja sendiri dan soedah itoe berkata poela ia: „Soenggoehpoen saja masih ketjil, tetapi saja laki-laki, sebab itoelah saja kasar." O, anak itoe seorang anak jang sangat ma-
ms tingkah lakoenja dan bermata boelat dan besar, ramboetnja hitam dan ikal. Sebeloem ia datang kemari ia telah melihat gambar kami pada seorang sahabat kenalan kami di Soerabaja. Iboenja mentjeriterakan kepadanja, bahasa dinegeri, kemana ia hendak pergi, adalah tinggal disana ma'-ma' jang penjajang. Anak itoe berpikir, bahwa .ia haroes kawin dan bertanja: „Boendakoe! haroeskah saja kawin dengan ketiganja, atau dlengan salah satoe dari pada meréka itoe?" Tatkala ia datang kemari dan berkenalan dengan kami, maka iboenja bertanja: „Hai anakkoe, soedahkah engkau pilih siapa jang kausoekaï? Dengan ma' moeda jang manakah engkau soeka kawin?" „O, ma', saja ta' dapat memilih, karena ketiganja sama-sama manis," djawab si anak ketjil itoe, dan katanja kepada masing- masing kami: „Saja soeka kepadamoe, kepadamoe dan kepada- P?e,', •'a' sa-'a soe^a kepada segala jang baik dan manis didoenia ini!" Kalau orang lain mentjeriterakan hal itoe kepada saja, tentoelah saja tidak akan pertjaja, tetapi hal itoe saja lihat de ngan mata sendiri dan saja dengar dengan telinga sendiri
Perkara jang diingini oléh njonja van Zuylen-Tromp meli- hatnja, ialah tentang, „hidoep anak2 Boemipoeetera." Tentang hal itoe lebih baik ta' oesah saja toeliskan sekarang. Tentang perkara itoe banjak jang akan saja tjeriterakan dan sekarang moestahillah saja akan dapat memboeat tjeritera jang seno- noh tentang hal itoe. Barangkali doea tiga tahoen lagi, djikalau saja telah berpikiran jang lebih sempoerna dan mendjadi agak sabar, baroelah saja memboeatnja. Sekarang pikiran saja terpoesing-poesing, tiada berketentoean, adalah semisal daoen- daoen jang djatoeh, jang dihamboes oléh angin. Alangkah bagoesnja perbandingan itoe boekan?
Pagi-pagi hari disini sangat bagoes, malampoen demikian poe- la, dan waktoe tengah-tengah hari maoelah saja selaloe beren- dam dalam air, djikalau sekiranja air waktoe itoe tiadalah ngiloe-ngiloe koekoe seperti sekarang. Alangkah énaknja perasaan disini waktoe pagi-pagi; sebab hari masih sedjoek dan pemandanganpoen amat bagoes. Kami pergilah berdjalan-djalan keliling keboen, jang penoeh berisi dengan boenga-boengaan jang haroem dan sedap baoenja. Ber djalan-djalan pagi-pagi dikeboen itoe soeatoe kesedapan jang sebenar-benarnja. Keboen kami jang kami boeat dan tanami sendiri, sekarang telah moelaï berboenga. Betapa bagoesnja, bila engkau dapat sama-sama berdjalan-djalan dengan .kami dalam keboen itoe; soekakah engkau pada boenga-boengaan dan pohon-pohonan? Ma' berkeboen sajoer-sajoeran dan berke-
11
ÏÏ imm f °eka bilik kami. Bila
| 1 letaknja | dim | ||
|---|---|---|---|
| Ja 8 Sang | at menarik | ||
| ekdl tara P | 0k0k k0k | 06 jang bera | a merdoe ! s |
| e ahan | hatini G |
da, ,., ^ nama maka pemandangari disana seperti peman- saSra saS Sa ' "' ' hati. Saudara- saudara saja jang perempoean membawa ketjapinia keloeir tt\S ^,-P° J »£ rendah, sambil meme- 1'iQ-oP Vtïï h\ f₈'-Sesoedah berlagoe- tjang daï tertwa «* >-°<*a. berbtatjang-bin-
f.i₁i "^"?, 'kepada Perboeatan bangsa Êropah ja!ne- lelah ditanggoeng oleh doea bangsakoe jang berpengetahoean dan bersopan-santoen menjenangkan hatikoe. Pertjajalah eng- k ï'?° nnja °T? jan2
sadja, jang berhati ting- fnpl-fada,°[angDjawa-Beberapakali sajatelah bertemoe orang po^h>-lang semata-mata tidak bodoh, ja, meréka itoe soenggoeh terpeladjar dan bangsawan pikiran, tetapi o sangat nggi hatmja dan Hal itoe
| sombong, sombong | boekan kepalang. | |
|---|---|---|
| kan bo | atan dan | at a k |
| n gSa | P etih | Jang |
den^M kpha^ï? K f > J' P ali saja bertemoe dan if °' memperlihatkan dan menjoeioeh kami m e r a s a, jang kami bangsa Djawa boe- kannja manoesia, Bagaimanakah kami akan dapat mentiintaï demikifn^Titnt ^ me/'éka ito,e selaIoe memperboeat kami se- demikian. fjinta membangoenkan tjinta jang lain. Tetapi de- tidaklah akan dapat
| ngan kehmaan | jang hina itoe sekali-kali | |||
|---|---|---|---|---|
| ng( | an tjinta ra]g | Kami B anda | banjak a | |
| angl Ja | lebl | dari ltoepoen | m |
h*r^T^ f-mempoenjaï saha- ° J?' J' "g' kami tjintaï dan sa- ^,' ' .^ Pada sahabat kenalan bangsa kami sendm. Mereka itoe telah beroesaha mengenal dan mengetahoei mentiintaï 'X engertilah maksoed kami, serta Sn ja menjajangi kami poela dengan setoeloes
Kami soeka sekali kepada bangsa Belanda jang demikian, dan kami ootjapkan banjak-banjak terima kasih atas segala kebaik- annja, karena kami telah diadjarnja. Kami ta' akan meloepakan w°e' ;';,inK telah membangoenkan kami dari doenia ke- bodohan dan telah menolong memadjoekan kami. Orang Belanda memang boleh memboeat jang ta' 'adil pada kami, dan .saja sendm akan mentjmtai mereka itoe djoega serta mengoetjapkan terima kasih tentang perboeatan-perboeatan meréka itoe jang baik oentoek kami. Orang Belanda mémang boléh mengatakan apa sadja soekanja tentang bangsa Djawa, tetapi dalam hal itoe ta' pertjaja saja jang bangsa Djawa ta' berboedi. Bangsa Djawa sebenar-benar- -1 dan,m®réka ltoe Pandai mengoetjapkan terima kasih atas kebaikan tentang pemberian harta benda, ataupoen pemberian ïlmoe kepadanja. Soenggoehpoen tanda terima kasih
78
ta' kelihatan dimoekanja, tetapi dalam hati meréka itoe sangat- lah ia soekoer dan terima kasih. Ta' oesahlah hal itoe sa ja te- rang-kan kepadamoe, Stella, karena engkau memiandang sekalian manoesia diboemi ini sama rata sadja, biarpoen ,hitam atau poetih koelitnja seperti engkau. O, saja bergirang hati, ja, bergirang hati amat sangat, sebab saja boléh menaroehmoe. Saja tiadalah akan meiepaskan engkau, Stella. Saja sajang sangat akan engkau, sehingga ta' dapatlah saja memikirkan betapa nanti kesoedahannja, bila hidoep jang diberikan Allah datang mentjeraikan kita. Kalau hidoep masih dalam diri kita masing-masing, maka laoetan jang besar dan loeas itoe ta' dapatlah mentjeraikan kita. Roepanja, pikiranlah jang menerbitkan persahabatan dan tjinta- mentjintaï, dengan tiada mengindahkan perantaraan jang dja- oeh. Bersesoeaian pikiran itoelah titian antara laoet-laoetan jang besar dan tanah-tanah jang loeas, itoelah titian jang memperhoeboengkan kita. Berkirim-kiriman soerat itoelah pen- dapatan jang amat baik! Selamatlah hendaknja orang jang moela-moela mendapatnja! Pekan jang soedah, datang kepada kami Directeur van O. E. en Nijverheid bersama-sama dengan isteri jang moelia dari Betawi Stella, saja sangat bersoekatjita, sebab Directeur itoe datang sendiri kemari dengan maksoed akan mendengarkan pikiran bapak, tentang boeah pikiran kami, hendak memintia kepada Pemerintah, soepaja didirikan sekolah-sekolah oentoek anak- anak perempoean! Saja ketika itoe sakit, saja merasa diri saja sebagai sengsara, karena boekan sadja badankoe jang sakit, te tapi hatikoepoen mendjadi piloe. Stella, saja pertjaja jang mimpi saja oentoek kebébasan segera akan hilang. Kepertjajaan itoe datangnja tatkala bapak memberikan soerat dari toean Direc teur kepada saja. Dalam soerat itoe ia meminta kepada bapak memperbintjangkan dan mengoeraikan hal itoe. Soerat itoe sa ngat membesarkan dan menghiboerkan hati saja. Sekalian itoe memberi tahoe kepadakoe bahasa adalah seorang dari pegawai- pegawai Pemerintah jang berpangkat tinggi di Betawi kiranja, jang berhati kasih kepadia bangsa Djawa dan perempoean bangsa Djawa. Tatkala mama' datang kebilikkoe melihat saja seben- tar, maka didapatinja saja sedang dengan air mata berlinang- linang dimata. O, saja amat beroentoeng dan mengoetjap banjak terima kasih waktoe itoe! Saja haroes dan tentoe akan semboeh bila .toean Directeur itoe datang, karena saja hendak berbitjara dengan jang moelia itoe. Toean Directeur datanglah tiada sendiri sadja isterinjapoen datang bersama-sama. O, Stella, beloem pernah se- 'oemoer hidoep kami berkenalan dengan orang jang meriangkan
79
dan membesarkan hati kami seperti sekarang. Saja telah men- tjintaij.m tatkala saja tahoe maksoed kedatangannja itoe. Pertjmtaankoe djadi bertambah-tambah, tatkala saja melihat jang moelia masoek berkeréta kedalam pekarangan kami, j.m. doedoek dibangkoe dimoeka dan isterinja dengan bapak saja doedoek dibangkoe belakang. Bapak saja pergi mendjempoet kedoeaj.m. kesetasioen. Saja tahoe jang bapak ta' maoe doedoek dekat ïsteri j.m. itoe, kalau j.m. ta' meminta jang sedemikian dengan sesoenggoeh-soenggoehnja. Bagimoe, Stella, tentoelah hal itoe ta laan dari pada soeatoe kehormatan jang biasa sadja, te tapi, btella, tertawakankh saja oléhmoe bila saja mengatakan bahwa itoe membesarkan hati saja, dan itoelah menjatakan poela epada saja kerendahan hati j.m. itoe. Ketinggian jang ditaroeh oleh hampir sekalian pegawai-pegawai disini, tidaklah dapat dalam toeboeh jang moelia itoe. Saja biasa melihat bapak disini bertempat disebelah kiri dari residén, asistén-residén, biarpoen toean-itoe lebih djaoeh moeda dari bapak saja. Boekan sadja saja, sedangkan bangsa Eropahpoen sakit hatinja melihat ke- akoean orang berpangkat jang gila akan kehormatan. Diper- oempoelan kepala-kepala negeri, hanjalah pegawai-pegawai bangsa Eropah dan regén-regén sadja jang boléh doedoek di- koersi, sedang wedana-wedana jang telah beramboet poetih, haroes doedoek dilantai jang dingin, beralas dengan tikar bam boe sadja, kadang-kadang tidak poela beralas. Bangsa Eropah biarpoen berpangkat rendah sekali berhak doedoek dikoersi- tetapi pegawai-pegawai .Boemipoetera jangta' seberapa koerang pangkatnja dan pada pangkat regén, telah toea lagi bangsawan dan pandai, wadjib doedoek dilantai jang dingin itoe. Atoeran hina itoe wadjib ditoeroet, bila pegawai bangsa Eropah ada hadir disitoe. Soenggoeh naik benar darah dihati melihat, bagaimana seorang wedana jang telah toea beramboet poetih djongkok ditanah oentoek kangdjeng toean aspiran, seorang anak ketiil jang kemarin baroe keloear dari sekolah. .Tetapi padalah hal ini Berbéda soenggoeh dengan kehormatan j.m. itoe se orang jang berpangkat tinggi, itoelah sebabnja maka ia meri- angkan hatikoe boekan boeatan. Kami dengar toean Directeur itoe berkata kepada bapak: „Saja. telah pergi kemana-mana ditanah Djawa dan telah ber- moesjawarat dengan kepala-kepala negeri, regén. Toean sendiri telah memberi tjontoh menjoeroeh anak-anak perempoean pergi beladjar kesekolah. Saja bertanja kepada anak-anak perempoean jang masih bersekolah, ada soekakah meréka itoe meneroeskan pengadjarannja. Sekalian meréka itoe mendjawab dengan bereoekatjita: „Ja!" Toean Directeur itoe bertanja kepada bapak, bagaimana patoetnja sekolah oentoek anak-anak peiempoean itoe akan diatoerkan, dan dimana baik
80
didirikan dahoeloe oentoek pertjobaan, di Djawa Barat, Tengah atau Timoerkah? O, Stella, matakoe mendjadi bertjahaja-tjahaja, telingakoe mendjadi tadjam dan kalboekoe berdebar-debar, karena keri- angan tatkala mendengar sekalian itoe. Tentoelah akan datang soeatoe tjahaja, jang akan menerangi doenia perempoean lagi, jang gelap .goelita dan tjelaka itoe. Waktoe toean Directeur itoe bertjakap-tjakap dengan bapak, maka njonjapoen berbin- tjang-bintjang dengan kami. Alangkah besar hati kami men- dengarkan toetoernja! Njonja mentjeriterakan kepadakoe, apa-apa maksoed soeaminja dan bertanjakan bagaimiatna pikirankoe dalam hal itoe. „Njo nja, pikiran kami bila disampaikan, tentoelah akan mendjadi berkat bagi doenia perempoean bangsa Boemipoetera. Berkat itoe bertambah besar bila anak-perempoean itoe dapat poela mempeladjari .soeatoe 'ilmoe pekerdjaan, jang kemoedian hari kelak dapat menolong dirinja, oentoek mentjari penghidoepan sendiri, kalau-kalau meréka itoe nanti mendapat kesoesahan, karena kemadjoeannja itoe; djadi 'ilmoe itoe boléhlah menolongnja oentoek mentjari rezeki. Anak perempoean jang telah berpenge- tahoean dan loeas pemandangan tiadalah lagi dapat hidoep senang dalam doenia nénék mojangnja jang koeno itoe. Setelah orang mengadjarnja bébas sedikit, teroeslah ia dimasoekkan orang kedalam pendjara, dan seteliah ia diadjar orang te r- ban g, laloe ia dimasoekkan orang dalam sangkar. Tidak moengkin perempoean jang sebenarnja terpeladjar, moestahil- lah akan merasa senang dalam doenia bangsa Boemipoetera, kalau sekiranja doenia ini masih tinggal seperti sekarang ini. Sampai sekarang hanjalah seboeah sadja djalan jang terboeka jang boléh ditempoeh oléh anak-perempoean Boemipoetera oen toek masoek kedalam hidoep bersama-sama ja'ni „kawin." Ba- gaimana tjaranja perkawinan dalam doenia Boemipoetera, ten toelah njonja telah tahoe. Njonja telah sekian lama ditanah Djawa. Kami merasa beroentoeng, jang soeanji njonja akan memberi pendidikan dan pengetahoean oentoek anak-anak pe rempoean, tetapi dalam sekolah itoe baiklah diadjarkan poela barang sesoeatoe 'ilmoe pekerdjaan. Kalau demikian tentoe ber- tambahlah kebadjikan, jang diberikan oléh soeami njonja dalam doenia bangsa Boemipoeterai, ja, itoe 1 ah soeatoe ber kat jang sebenar-benarnj a." „Hai soeamikoe, adakah kaud'engar katanja itoe?" tanja njo nja itoe kepada soeaminja dengan bersoekatjita. „Si gadis ini meminta sekolah jang berpengadjaran bermat jam-mat jam 'il moe pekerdjaan oentoek anak-anak perempoean bangsa Boemi poetera." Dengan héran toean Directeur itoe bertanja kepadakoe: „Be-
81
toelkah Radén Adjeng meminta Baeai
| sekolah | jang demikian? | ||
|---|---|---|---|
| l P ke | balah d kter? e makaJsa | Saja a €n | k merasaï |
| Soea | amo c | ||
| katakan | huendak |
KLkduSfZri. 'r "l ?? «-ito. an kepaSo, Sfmata Lrtt J₀₆₈"/', ° " ketika itoé serasa mihS Padakoe lebih-lebih mata orang toeakoe kan keoïa DainrnT'f l'' J' P° laloe menoendoek- an KepaJa. Dalam telingakoe mendengoeng-dengoene- dan men ÊoeLrtTL ;' Stelta' .-J'4 meSka„ C- tL'Tw ' beianikan dmmoe, djangan gentair!" so4knï? O? u' mendjadi apa jang toean oekai. 0, Saja tahoe toean hendak mendjadi pengarang tetapi oentoek hal itoe ta' lah oesah toean diadjari lagi. Sebab kalau toean hendak mendjadi pengarang, dapatlah toean me nolong dm sendirir kata toean Directeur i^^ela ™ ntoek beladjar, sajang waktoenja itoe bagikoe telah laloe- walanpoen demikian dalam hal itoe saja ta' boléh mengedjapkan
Jïteng kemX. W ' bera"i m6maI>da»« 1»» me-
Stella, Stella, djanganliah kiranja engkau lepaskan sain genggamlah tangankoe dalam tanganmoe dan bimbinglah saja' Pan ®fgkaulfh datan^ja kekoeatan jang memberanikan hati- k°®' dJanganlah engkau biarkan sadja saja seorang diri! Bila mpai kiranja maksoedkoe, maka kedjadian itoe ialah oléh karena kerdjamoelah, wahai kekasihkoe! Njonja itoe lama dan itoe dengan saj^artoe mem-
| memperbmtjangkan | ini | |
|---|---|---|
| n an | perk ara | |
| w a kala | kami |
nprW if. Jans'telah atjap kali kita berdoea mem- peikatakannja, „perkara perempoean." J ^ malam itoe hendak pergi tidoer, njonja itoepoen engambil tangan saja dengan kedoea belah tangannja, dan digenggamnja tangankoe sampai panas, seraja berkata: „Saha- batkoe, tentang hal itoe nanti kita hoeboeng lagi pertjakapan maoekïhat^ hf h10el1S Piind'an" dan keraP kali kepada toean, maoekah toean berboeat sederrukian poela kepadakoe? Tjeritera- canlah banjak-banjak kepadakoe, tjeriterakan semoea!" -besok paginja kami antarkan meréka itoe berangkat. Tifra djam lamanja karm doedoek bersama-sama dengan njonja dan SL 7 dalam k6réta dan dikeréta api' maka sementara itoe njonja dan sajapoen senantiasa bertjakap-tjakap sadja. Soeno- hpvt ,v°en kemai'lr\ malam soedah poekoel doea belas kami baroe beitjeim pergi tidoer, tetapi njonja roepanja malam itoe djoe- ga telah mentjeriterakan sekalian jang ddketahoeinja tentang hal kami kepada soeaminja. ''? fr®gén"' l^rkata nJ°nja itoe atjap kali, „berikanlah anak- anak toean im kepadakoe, soeroeh dia pergi ke Betawi Lepas- lah si gadis mi datang kepadakoe, saja sendiri soeka datano- nendjempoetnj a. Bapak berkata kepada njonja, jang ia soeng- goeh telah bermaksoed, dalam tahoen ini akan meiepaskan dia PABIS OELAP TEHBITI.AH TERAXG. O
82
pergi ke Betawi: „Tetapi tinggal disana tentoelah diroemah iboenja, boekan, njonja?" Maksoed bapak mengatakan „dia" jaïtoe saja sendiri. Ta' tahoelah saja akan maksoed perkataan itoe, entah main-main sadja, entah sebenar-benarnja? Njonja soeka jang kami mestilah hendaknja pergi ke Betawi, ialah akan bertjakap-tjakap sendiri dengan orang-orang besar disitoe, oentoek membéla oentoeng nasib perempoean bangsa Boemipoetera. O, Stella, saja berharap jang saja dapat dan boléh membéla itoe dengan baik. Njonja akain pergi ke Bogor, pergi bertanja kepada njonja Roseboom, kalau-kalau njonja besar itoe ada sempat akan mendengarkan tjeritera keadaan bangsa Djawa. Ketika akan bertjerai, njonja itoe berkata kepadakoe: „Dja ngan takoet₂, selaloe berani dan p e r t j a j a. Keadaan jang hina itoe ta' boléh lebih lama dibiarkan begitoe sadja, sekalian itoe wadjib dan patoet akan diperangai. Djangan tjemas." Stella, sedang bermimpikah atau sedang bangoenkah saja? Adakah soenggoeh2 akan datang peroebahan bagi kami? Boléhkah kami berharap, jang mimpi kami itoe dapat disampaikan dengan sebenarnja? Banjak lagi jang saja dengar. Banjak lagi njonja Directeur mentjeriterakan kepadakoe; tetapi saja ta' berani mentjeriterakannja kepadamoe. Karena sekalian hal itoe masih djaoeh tempatnja, tetapi tj aha jan ja dan sinarnja telah sampai- lah kemoekakoe. Nanti, nanti, Stella, kekasihkoe, kalau keadaan itoe telah ada dalam tangankoe dan telah koepegang tegoeh₂, sehingga ia ta' dapat lari lagi, pada waktoe itoelah engkau dapat mengetahoei, apa jang sebenarnja jang telah koerahsiakan itoe. Saja telah bertanja kepada saudara-saudarakoe, masih hidoep- kah saja? karena hatikoe sekarang merasa amat beroentoeng dan berbahagia jang tiada berhingga! Berdo'alah engkau oen- toekkoe, Stella, moga-moga sekalian itoe djangan hendaknja tinggal tjita-tjita dan kenang-kenangan sadja! Karena ma'loem- lah, kalau sekiranja harapan itoe poetoes, mémanglah semata- mata ia akan mendoekakan hati benar! Oléh sebab itoe ta' oe- sahlah saja sekarang terlaloe bersoekatjita benar, karena hal itoe beloem ten toe, dan lagi dalam. hal itoe boléh poela salah dja- lannja dan boeroek kesoedahannja. Goeroe sekolah nomor doea akan segera pergi ke Eropah; ta' baikkah menoeroet pikiranmoe, jang goeroe itoe diganti dengan seorang goeroe perempoean? Toean Directeur akan menjoeroeh seorang goeroe perempoean Belanda kemari, toea atau moeda samalah sadja bagi kami; tetapi ia wadjib hendaknja seorang berpengetahoean dan bersopan santoen, jang boléh tempat kami bertanja dan beladjar. Itoelah jang moela-moela dapat diboeat toean Directeur itoe oentoek kami dan kemoedian; o, Stella, fcat- kala ia melihat-lihat diroemah hasil pekerdjaan kami seperti:
83
Ëf ai-gambaran patoeng-patoeng dan sebagainja, maka tiba-tiba bertanjalah ia: „Dapatkah dalam témpoh setahoen la- manja menjediakan sekaliannja itoe, oentoek dipertoendjoekkan pada pasar malam?" Ia merasa sajang sekali jang kami ta' lagi mengirim barang-barang oentoek pertoendjoekan besar di Pe- ïantjis. Besoknja ia berkata, jang ia akan memperbintjangkan Janf befk°easa di Betawi, soepaja pada tahoen jang akan datang dapat diadakan pertoendjoekan peroesahaan anak. Boemipoetera di Betawi. „Raden Adjeng mesti mengirim sekalian baiang-barang jang telah kami lihat disini." O, Stella, ta dapat saja berkata ketika itoe, hanja saja pan- dang sadja toean dan njonja dengan air mata jang berlinang- imang dimatakoe, oléh karena kebesaran hati. Apakah kiranja sebabnja maka kami mendapat sekian ba- njaknja kasih sajang dan bahagia? Dahoeloe dari pada itoe beloemlah kami mengetahoei njonja dan toean Directeur itoe. Kami hidoep sekarang sebagai dalam mimpi. Bagi kami ta' ada- lah han kemann atau hari bésok, hanjalah jang kami ketahoei ïalah hari sekarang, jang bersinar-sinar dengan oentoeng dan winagia. Ivebagoesan jang banjak itoe memeningkan kepala dan menakoetkan hatikoe. O, kebalikannja akan menjedihkan hati kami bila mimpi dan tjita-tjita, jang ada pada kami itoe akan hilang lenjap seperti asap sadja. Setiba saja diroemah, dengan segera saja ambillah kertas dan péna, laloe menoelis sepoetjoek soerat jang riang dan bersoekatjita kepada sahabat kami, njonja Ovmk, karena drtea tiga hari jang laloe tentoelah ratap tangiskoe telah sampai kepadanja, dan ma'loemlah jang njonja itoe, ïalah seorang ma'koe jang baik boedi, haroeslah poela mengetahoei bahwa saja, anaknja, telah tiba-tiba beroentoeng kembali. Ta' sedikit djoega saja bertjeritera kepadanja, sekalian apa jang telah saja tjeriterakan ketika ini kepadamo.e; hanjalah saja kabarkan dengan ringkas, jang saja sekarang ada merasa dirikoe sangat beroentoeng, hidoep bergirang hati dan penoeh dengan kesoekaan. Tetapi kepadamoe semoeanja saja tjeriterakan, ketjoeali jang satoe tadi. Engkau berhak men- dengar dia, karena sekalian kerdja itoe jang sebenarnja ialah kerdjamoe, tetapi oentoek kebaikankoe. Djikalau saja poetoes asa tentoelah pertolonganmoe jang 'oe"moem itoe akan memim- pmkoe, adj akan dan boedjoekanmoe itoe akan mengoeatkan hatikoe, sekiranja saja merasa jang saja ta' berdaja lagi. Stella bila saja pernah-pernah dapat memboeat barang sesoeatoê oentoek saudara-saudara saja dipoelau Djawa, tentoelah kea- daan itoe semata-mata oléh karena pertolonganmoe. Saja telah mentjeriterakan kepadamoe, bahasa njonja Ter lloist telah berdjandji kepadakoe, jang saja boléh mengarang dalam soerat kabarnja, oentoek pembéla oentoeng nasib perem-
poean bangsa Boemipoetera, dan ia berdjandji poela akan me- njemboenjikan nama saja, dan akan memperboeat karang-karangankoe nanti sebagai pertjakapan doea orang anak regén perempoean. Njonja itoe soeka memboeat segala apa, jang dapat dikerdjakannja oentoek memadjoekan perkara-perkara jang baik, asal saja soeka mengatakan bagaimana patoet diboeat. O! Stella, Stella, alangkah banjaknja sekarang keriangan jang telah diberikan orang ketangankoe. Bapakkoepoen telah mengizinkan saja poela memboeat itoe. Saja berharap jang Toehan akan memberi saja kekoeatan oentoek mengerdjakannja. Bantoe serta koeatkanlah saja ini, wahai sahabatkoe! Kirim- lah soerat pandjang-pandjang kepadakoe, Stella! Saja beladjar karang-mengarang itoe dengan mengarangkan barang sesoeatoe, jang biasa kedjadian pada hidoep kami sendiri. Seboeah dari pada karangankoe telah keloear dalam soerat chabar „Echo." Nama samaran jang saja pilih, ialah „tiga saudara", karena kami bertiga mendjadi satoe. Tetapi dengan segera diketahoei orang siapa „tiga saudara" itoe. Dalam soerat kabar Hindia „Locomotief" adalah soeatoe poedjian tentang karangan itoe. Hal itoe menggadoeh hatikoe. Sedianja saja lebih soeka jang orang merahsiakan sekalian jang saja karangkan. Koerang senang hatikoe, bila saja diperkatakan orang seperti itoe. Ba- rangkali orang menjangka jang saja mempermain-mainkannja, tetapi betoel-betoel saja ta' soeka kepada poedji-poedjian itoe. Tetapi kabar jang didalam soerat kabar itoe ada kebaikannja, ja, adalah kebaikannja jang amatsangat. Lihatlah, boelan jang laloe doea helai soerat boelanan jang baroe, oentoek bangsa Boemipoetera dikirimkan orang kepada bapa, serta berikoet dengan sepoetjoek soerat, jang isinja meminta soepaja „tiga saudara" soedi membantoe soerat boelanan itoe. Itoelah soerat boelanan jang pertama-tama kali dalam bahasa Belanda, jang telah didirikan oentoek bangsa Boemipoetera. Oetjapkanlah selamat kepadakoe, karena soerat boelanan jang sedemikian te lah terbit. Saja berharap, banjaklah hendaknja keselamatan „bahasa Belanda" oentoek bangsakoe, oentoek kami bangsa Boe mipoetera. Soerat boelanan jang baharoe itoe haloeannja seperti
s.b. Lelie! Boenga Belanda, jang telah menébarkan baoenja dan kebagoesannja sampai ketanah Hindia, tanah jang sedjaoeh itoe! Sekarang soerat kabar „Echo," bertoekar dengan „Nederlandsche Taal"! Engkau tentoe boléh ma'loem, bahasa saja sekarang telah menoelis sepoetjoek soerat, dengan bergi- rang hati, kepada djoeroe kabar dan orang jang mendirikan soerat kabar itoe (Directeur sekolah Ménak di Probolinggo) dan mengabarkan jang saja maoe mengarang dalam soerat kabar- nja. Baroe sebentar ini orang datang membawa balasan soerat itoe kepadakoe. Dalam soerat itoe ia memberi pokok-pokok jang
85
, ë*an. Stella, tjobalah engkau
| Jang | akan saja | karan |
|---|---|---|
| a ng m | ela mo la | sa a |
| 2 | ||
| 1 | awa tjakap t1eta jai | i katak ngkau akan |
toe ^in? P?-^ J batja dalam soerat boelanan remnneS»' V^^aran]Boemipoetera oentoek anak-anak pe- rempoean, kemoedian „'Adat Boemipoetera," dan achirnia kepadakoe^ ^ " Tentoelah engkau akan berkata epadakoe Ivartini, djanganlah engkau mengatakan engkau poelfsJSa St ff ' P anlah: „saja soeka." Saja poen soeka, Stella, saja soeka dan maoe sekali mentjobanja Saia koe biarlafwf f .® menghargaï kekoeatan- koe biarlah djangan berlebih-lebihan. Kalau demikian tentoelah saja akan bekerdja dengan sebaik-baiknja. Jang hendak saia iHÏ r akan sekarang lagi, ïalah bahasa kami bertiga telah moe- imempeladjan bahasa Perantjis dengan memakai kitab-kitab peladjaran karangan Servaas de Bruijn. Telah kami tammat- an tiga empat boeah kitab itoe, dan sekarang kami hendak me- minta kepadamoe, soepaja engkau mengatakan kepada kami nama-nama kitab pembatjaan dalam bahasa Perantjis jang moe- ah-moedah jang akan kami batja-batja periangkan hati. Bapak
J.zin kami boléh beladjar lagi bahasa Djérman,
tetapi bila peladjaran bahasa Perantjis kami habiskan, kemoedi- -0ka™ berharapakan memoelaï poela mempeladjari bahasa
l.Jf. /•,, pi. piku.'f" kami bahasa Djérman kemoedian se- nll. V 1 maslh hldoep ^joega. Sekarang kami mentjoba membatja soerat-soerat kabar bergambar dalam bahasa Peran tjis, tetapi membatja dan mengerti itoe doea matjam, boekan? Moela-moela sekali kami telah memboeat salinan jang segila-
s9ekoerlah, makin lama adalah makin bertambah baik. Masih banjak harapan kami. Roekmini adalah bertjeritera pada soeatoe han jang ia bermimpi dalam bahasa Perantjis, ia Wf" Chateaubriand di Louisiana, soeatoe ta- ïah adjaib, jang ditjeriterakan oléh Chateubriand itoe. Bahasa rerantjis banjak bersamaan dengan bahasa kami, tentang t«!!?eoau kata'kata dan, hoeroefnja sama benar dengan bahasa kami. bahabat baharoe kami, njonja Directeur, berkata kepada soeaminja:, Saja soeka beladjar bahasa₂, wahai soeamikoe, betapalah soeka hatikoe kalau sekiranja saja sendiri dapat meng- adjarkan bahasa-bahasa itoe kepada si gadis itoe!" Kemarin saja telah mendapat sepoetjoek soerat jang 20 halaman pan- djangnja Alangkah mams isi soerat itoe. Ia berkata, bahasa menoeroet perkataannja, ia akan bertjakap-tjakap lagi dengan ^"11,na"tl ,sekah lagl' dan iapoen pertjaja jang perasaan itoe akan teidjadi. Sajapoen bersama-sama berharap demikian. „Ber- tanjalah pada waktoe jang akan datang!" kata soeratnja kepadakoe. Dan sajapoen pertjaja soenggoeh, sekiranja engkau dan njonja itoe ada selaloe disisikoe. Soeratnja selaloe memboeat saja mendjadi kemaloe-maloean seperti soeratmoe djoega, eng-
kau dan 11 jon ja itoe selaloe berpikir baik oentoek hal keadaan- koe. O, moga2 djanganlah hendaknja saja akan mengetjéwakan meréka itoe, jang sekian moedahnja telah mempertjajaï saja! Perasaan itoe datangnja dari hati ketjilkoe, sebagai soeatoe do'a dalam waktoe jang soenji dan baik. Soenggoehpoen begitoe, Stella, mémanglah kita ini penoeh dengan lingkoengan teka-teki dan rahsia, apalagi manoesia tiada berhati tetap. Hal itoe boe- kanlah menoendjoekkan manoesia berpekerti boeroek. Bahwa sa- nja amat banjak hal keadaan jang boléh mendatangi hidoepnja itoe. Adalah hal itoe jang mendjadikan seorang berani dan ada poela mendjadikan seorang penakoet. Djanganlah lekas disalahi seseorang jang roepan ja telah memboeat kelakoean jang hina, sebeloem engkau ketahoei sebab-sebabnja. Saja amat banjak merasa dalam beberapa hari jang achir ini. Kebanjakan perasaan itoe merawankan hatikoe. Moela-moela saja hampir poetoes asa, karena saja menjangka bahasa mimpi kebébasankoe rasanja dengan tiba-tiba telah dikoeboerkan de ngan sedalam-dalamnja, dan saja wadjib dengan sekoeat-koeat- nja mengangkat kembali keatas. Setelah itoe datang sahabat- sahabat dari Betawi, dan perasaan jang berbahagia melipoeti segenap toeboehkoe, sehingga mendjadikan saja pening dan pingsan karena soekatjita. Waktoe itoe mémanglah saja dalam maboek kesoekaan jang amat sangat, hampir saja ta' dapat bernapas lagi. Terperandjat besarlah jang membangoenkan saja dengan ganas dari maboek kesoekaan itoe. Dalam hal itoe dirikoe sendiri tidaklah koeingat lagi, karena ingatankoe, toe- djoeannja hanjalah kepada seseorang jang saja tjintaï amat sangat. Sajapoen laloe mengeloeh dan dipapah. O, mengapa? Mengapakah soeka dan doeka itoe wadjib selekas itoe bertoeroet-toeroet? Saja ta' dapat memikirkannja, hanjalah merasa sadja kesakitan jang amat sangat itoe dalam hatikoe. Sekarang darahkoe telah poelang kembali seperti semoela dan boléhlah berpikir sebagai biasa. Kasihan bapakoe jang ditjinta itoe, ia telah banjak benar menanggoeng doekatjita, sebab hidoepnja selaloe membawa ke- tjéwa jang menjakitkan hatinja. Stella, bapakoe ta' ada lain jang disajanginja lain dari pada anak-anaknja, kami semoeanja boeah hatinja dan penglipoer doekanja. Saja dalam hal itoe sa ngat mentjintaï kebébasan. O, itoelah jang bergoena oentoek hi- doepkoe dan oentoek hidoep saudara-saudarakoe perempoean. Saja soenggoeh soeka sekali menolong adik-adikkoe dan maoelah saja mendjadi koerban masing2 meréka itoe, bila koerban itoe mendatangkan kebaikan oentoeknja. Saja pandang keadaan jang seperti itoe sebagai soeatoe kewadjiban jang berbahagia. Te- tapi dari pada ketiga saudara itoe, bapakkoelah jang lebih saja tjintaï dan saja sajangï dan badankoepoen terserahlah ke-
87
padanja. Stel la, engkau ten toe mengatakan penakoet, dan ta' beipikiran jang tetap, benarlah itoe, ta' dapat sa ja oebah lagi. b ab a bapak ta' maoe, jang saja akan mengoerbankan diri- koe, betapa sekalipoen ratap tangis dalam hatikoe, mestilah saja akan menoeroet kata bapakoe. Saja ta' berani lagi meloekaï hatinja jang setia, jang selaloe mentjintaï dan menjajangi saja. Hatinja jang setia itoe telah padalah hendaknja mengeloearkan daiah. Soenggoehpoen hal itoe terdjadinja boekannja karena kesaiahankoe. Engkau berkata jang engkau ta' dapat mengerti apa sebabnja orang wadjib kawin. Engkau selaloe memperlawankan mesti dengan „maoe". Itoe benar, tetapi saja sendiri ta' dapat memperlawankan itoe, karena tjintakoe kepada bapakkoe boekan sedikit. Apalagi ta' sanggoep saja, karena saja tahoe, perboaatan itoe boléh mendatangkan sengsara jang amat ei at kepadanja. Apa-apa sadja jang* hendak saja boeat seka- lang, boekanlah saja pandang seperti soeatoe „kewadjiban", te tapi hanjalah kerdja itoe mendatangkan soeka „bapak." Saja menoelis, menggambar, dan bekerdja sekalian itoe karena bapak berbesar hati sebab itoe. Saja akan bekerdja keras dan dengan soenggoeh hati akan memboeat barang sesoeatoe jang baik, jang boléh meriangkan hatinja. Stella, engkau tentoe akan mengata" kan saja gila, berlebih-lebihan, tetapi itoelah jang dapat saja pei boeat, soepaja bapakkoe tetap menjajangi dan mengasihi saja. Saja tentoelah akan berdoekatjita amat sangat, bila bapak koe melawani maksoedkoe oentoek mentjari kebébasan, tetapi lebih-lebih lagi doekatjitakoe, bila sekiranja kehendakkoe sam- pai, dan dalam hal itoe kasih sajang melajang dari toeboehkoe. Kasih sajang itoe mémanglah tiada akan hilang, saja'ta' per- tjaja ia akan lenjap sama sekali, perboeatankoe itoe tentoelah mei oesakkan hatinja. Dari perboeatan orang lain barangkali dapat ia menahan ketjéwa itoe, tetapi dari saja tentoelah akan meloekaï hatinja, karena ia lebih menjajangi dan mengasihi saja dari pada orang jang lain. Kepada bapakoe, tjinta dan sajangkoe boekan boeatan! Stella, alangkah 'adjaibnja halkoe mi. Seorangpoen boléh dikatakan ta' pernah menggoda dan mendoekatjitakan saja, tetapi saja selaloe ada berpenang- goengam O! perasaan jang dalam, itoelah penanggoengankoe, tetapi ta lain lagi kehendakkoe ialah penanggoengan itoe. Mes- kipoen penanggoengan itoe meloekaï hatikoe, tetapi iapoen kadang-kadang memberi bahagia jang ta' ada hingganja kepa- dakoe. Betapa besarnja bahagia itoe ta' dapatlah poela dikira-ki- rakan oléh djauhari dan bidjaksana.
88
Augustus 1900 (II).
Saja bertanja kepada bapak: „Sekarang kalau kami ta' boléh pergi kenegeri Belanda, boléhkah saja pergi ke Betawi beladjar 'ilmoe dokter?" Bapak mendjawab dengan ringkas dan baik: „Anakkoe wadjib, ta' boléh meloepakan jang engkau anak Dja- wa dan sekarang beloem boléh anak perempoean menoeroet dja- lan itoe boléh djadi 20 tahoen lagi keadaan itoe akan bertoekar tetapi sekarang beloemlah boléh atau kalau ditoeroet djoega tentoelah engkau akan mendapat kesoesahan, karena dalam hal ini tentoelah eng kau anak perempoean pertama-tama sekali." Bapakoe tentoelah ta' dapat menentoekan hal itoe dengan sekedjap mata. Bapakkoe tentoelah lebih dahoeloe akan memikirkannja pand jang lébar dan bermoesjawiarat dengan orangorang lain. Itoelah soeatoe tanda jang menjatakan, bahasa bapa semata-mata ta' me- nolak boeah pikirankoe? dian bapapoen tahoe djoega jang saja setiap masa dan ketika selaloe hendak djadi bébas, merdéka dengan tegak sendiri, ia poen tahoe djoega jang saja tidaklah akan beroentoeng dalam hidoep perkawinan seperti 'adat jang lazim sekarang. Setelah itoe saja bertanja lagi: „Tetapi apabila sekolah anak perempoean Boemipoetera jang akan diboeat oléh toean Mr. Abendanon itoe sampai terdiri, boléhkah saja mendjadi goeroe disitoe?" Dan lagi saja tjeriterakan poela lebih pandjang, apa-apa jang telah diminta oléh njonja Abendanon kepadakoe, dan apa-apa jang lain, jang dikenangkannja djoega. O, ma', sebagai mendapat goenoeng intanlah saja rasanja, dan seakan-akan terbanglah rasanja saja diawang-awangan, karena kegirangan hati, tatkala koedengar bapak mendjawab: „Itoe baik, itoe bagoes! Itoe mémang boléh engkau kerdjakan!" Kalau demikian perloelah saja lebih dahoeloe pergi beladjar oentoek pekerdjaan itoe. Saja wadjib tiga empat tahoen beladjar disekolah ge réd ja, dan kemoedian te roes memboeat oedjian. Se- bab kalau sekiranja tiada mempoenjaï soerat tammat beladjar, ta' maoelah saja mendjadi goeroe sekolah. Bapapoen membenarkan hal itoe, dan meloeloeskan kehendak- koe. O, ma', alangkah beroentoeng saja sekarang ini, ta' per- nahlah saja sangka-sangka hal itoe dengan moedahnja sadja d'apat diperkenankan oléh bapa. Sepatah djoeapoen ta ada kata-kata jang keras, pedih dan tadjam dari bapa, meskipoen telah banjaklah jang terpikir diotakkoe karena hendak menjam- paikan maksoed ini biai'lah, saja terima soekoeilah sekalian itoe dengan hati jang ichlas. Tetapi bapa berlakoe dalam hal itoe njatalah benar-benar dengan lemah lemboet dan dengan kasih sajang.
89
O, sekali-kali ta adalah sedikit djoea salah sangka-sangkakoe entang kesajangan bapak kepadakoe, ia merasa dan hidoep ï-6]00 bersama-sama dengan anaknja. Sajapoen ma'loem kalau saja menanggoengkan soeatoe kesoesahan, maka bapak sendin lebihlah menanggoengkan hal itoe dari pada saja; dan ïarapannja sama-sama besar dengan pengharapankoe, tentang menantikan soeatoe kepoetoesan .jang memberi kebadjikan di atas dmkoe. O, ta dapat saja rentjanakan betapa hatikoe bersoeka raja tersimaharadjaléla, waktoe saja mendapat ketentoean jang berbahagia itoe, ja'ni ketika saja mengetahoei, bahasa bapak- koe jang koetjintaï dan akoe sajangi itoe meloeloeskan boeah pikiran, kehendak dan keinginankoe dengan tidak mendoeka- kan dirinja sendiri! Oléh karena memikirkan bapaklah maka saja merasa dirikoe poetoes asa, dan berboelan-boelan lamanja pikinankoe bimbang dan lemah, ja, takoet-takoe-tan, karena saja sekali-kali ta' sampai hati akan merawankan hatinja. Sekalian itoe mestilah saja lakoekan demikian, karena saja sekali-kali ta' maoe, ta' soeka meiendahkan kehormatan hati dan daradjat kemanoesiaan pe- lempoean jang ada dalam dirikoe. Saja haroes melawani segala maksoed meréka itoe jang akan menghinakan perempoean. Saja peiloe sekali dalam hal itoe, dan ta' boléh berdiam diri sadja. Se jenai-benarnja mémanglah keras dan hébat peperangan da- am hatikoe pa.da masa itoe. O, bapak sekarang telah berkawan- lah dengan saja, karena itoelah kesoesahan jang sebesar-besar- nja sekarang telah terhapoes poela, dan alangan jang sebesar- besainjapoen telah lenjaplah. Karena saja tahoe bahasa bapa ada disisikoe, sekarang saja ta' gentar dan ta' ngeri lagi, me- lamkan dengan soeka dan riang, dengan langkah jang ringan dian tersenjoem-senjoem dapat pergi menentangi moesoeh. Sekarang hainja tergantoeng kepada kemaoean dan kesang- goepankoe sendiri sadja lagi, oentoek akan menjampaikan maksoed-maksoedkoe itoe! Harapankoe sangat besar dan keberani- ankoe ta' koerang. Ma', tolonglah beranikan hatikoe selaloe! De ngan segera telah saja minta kepada bapak, boléhkah saja ka- barkan kabar baik ini kepada njonja Abendanon, djawabnja: boléh. Pada malam itoe djoega saja toelislah sepoetjoek soerat kepada njonja Abendaaion dan sepoetjoek kepada ma' sendiri. Sekarang tinggallah lagi soeatoe angan-angankoe, dapatlah kelak didirikan sekolah anak perempoean itoe, tetapi dalam hal itoe saja poetoes asa. Beberapa tanda-tanda telah membajang, menjatakan bagaimana soesah orang-orang' jang berpang- kat tinggi, hendak mempertinggi kedoedoekan doenia bangsa Boemipoetera dan hendak memantjarkan tjahaja kedalam 'alam perempoean bangsa Boemipoetera dan hendak mengeloearkan
perempoean-perempoean itoe dari keadaan jang penoeh berloe- moer dengan kesengsaraan. Biarlah orang-orang jang berpangkat tinggi seperti itoe sekarang masih beloem banjak didapati. Di Djokdja kami pergi mengoend j oengi njonja Ter Horst se- bagai jang telah sa ja kabarkan, kepadla njonja. Ia amat baik dan periamah, didjempoetnja kami dari setasioen, tetapi ia ta' berte- moe dengan kami disetasioen itoe, karena kami telah toeroen dari keréta disetasioen lain, dan diroemahnja disediakannjalah ma- kan-makanan oentoek kami. Kami datang kepadanja hanja hen dak berdljabat tangan sadja, tetapi ia banjak hendak berbintjang dengan saja. Ia bertjeritera kepadakoe bahasa residén de B, jang beloem lagi mendengar maksoed toean Mr. Abendanon, telah bermaksoed dengan soenggoeh-soenggoeh, hendak mendirikan seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean daiï kepala-kepala bangsa Boemipoetera. Maksoed itoe seboléh-boléh- nja dilangsoengkan dengan pertolongan Pemerintah, kalau tidak dapat, dengan pertolongan partikoelir sadja. Residén itoe me- minta kepadanja akan mengatoerkan maksoed itoe, dan se telah itoe boléhlah residén itoe sendiri nanti meneroeskan pekerdjaan itoe, laloe saja terangkan, bahwa barang sesoeatoe jang baik tentang pengadjaran dan penge.tahoean oentoek anak-anak perempoean hendaklah disama ratakan sadja, meski oentoek anak-anak kepala-kepala jang berpangkat tinggi, atau jang berpangkat rendah, sóepaja kema'moeran dan boedi pekerti anak negeri djadi bertambah-tambah dalam dan lébar. Bahwa san ja mémang adalah orang jang berhadjat dengan soenggoeh-soenggoeh hendak memberi pengadjaran oentoek anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera. Bila oesaha toean Mr. Abendanon oentoek mendirikan sekolah anak perempoean itoe ta' sampai, tetapi saja harap Allah akan menolongnja akan menjampaikan djoea maksoednja, dan tentoelah saja tidak akali mendjadi goeroe, saja minta kepada njonja, jang njonja tidak membiarkan saja sendiri sadja, boekajn ma'? Dan soekakah njonja poe la menolongkoe memintakan saja izin kepada bapak, soepaja saja boléh beladjar mendjadi dokter? Atau ta' soekakah toean kedoea saja mendjadi dokter itoe? Kalau toean soeka maka toean kedoealah jang dapat memintakan itoe kepada bapak. Semendjak petang jang ta' moedah diloepakan itoe, kasih bapak dioea kali lebih ganda kepadakoe. Bitjaranja sangat lemah lemboet, dirabanja kepalakoe dan dipeloeknja dengan kedoea tangannja, seolah-olah tangannja itoe hendak melindoengi saja dari ketjelakaan jang akan datang. Saja ketahoei sekali itoe, dan saja rasa kasih sajangnja jang tiada berhinggia itoe, sebab itoelah saja mendjadi mandja dan berbahagia benar!
91
Sedjak kami kembali dari Betawi, adalah perasaan kami se karang, seo ah-olah kami poelang keroemah, hanjalah akan me iepaskan lelah dan pergi berdjabat tangan sadja, setelah itoe hendak terbang kembali Kemana????? Saja sekarang hendak merasai benar-benar kesedapan tinggal diroemah, karena dimana djoeapoen di'alam ini tiadalah sebaik tinggal di roemah orang toea sendiri, dan hal itoelah jang telah memmboelkan terima kasih dalam hatikoe, apabila ésok atau loesa saja meninggalkan roem ah orang toeakoe; pergi itoe tentoelah dengan berkat do'a bapakoe. Saja harap soenggoeh- soenggoeh, demikianlah poela hendaknja dengan saudara-sau- darakoe jang lain. palioeloe saja beladjar adalah dengan moedah saja ta pernah tertjétjér dibelakang tetapi antara dahoeloe dengan sekarang telah amat lama. Sekalian jang telah saja pela- ctjan disekolah peroebel, saja telah loepa. Waktoe 'oemoerkoe doea belas setengah tahoen, tatkala itoelah saja meninggalkan sekolah itoe. Tetapi kalau maoe, hampir semoeanja boléh dapat, boekan, ma' ? Dalam segala hal saja akan mengoesaha- kan diri dan akan bekerdja keras. Do'akanlah saja oléh toean kedoea. I\loga-moga hatikoe te tap selaloe, tjoekoep dengan kemaioean ^dan keberanian jang hidoep, hai kekasihkoe! Seka- ïang semoeanja dengan toeloes dan ichlas telah saja tjerite- rakan kepada toean, o, ma'koe! Bagaimana pikiran toean ke doea tentang sekalian hal itoe? Katakanlah dengan terang ke- padakoe boeah pikiran toean kedoea, saja semata-mata anak toean, dan toean tahoe, betapa besarnja saja hargaï boeah pikran toean kedoea. Saja menoelis soerat dengan kepertjajaan sesoenggoeh-soeng- goehnja, bahasa ta' adalah orang jang lain, jang lebih mengin- dahkan hal keadaankoe, hanjalah toean kedoea. Hal itoe berhoe- boeng koeat dengan nasibkoe piada waktoe jang akan datang. Lain dari itoe sa japoen tahoe djoega, bahasa saja setiap wak toe boléh datang kepada toean kedoea, akan meminta nasihat, peitolongan dan pergi melipoerkan hati. Oléh karena itoelah kelak saja akan datang' kerap kali kepada toean.
*
7 October 1900 (VIII).
Saja menanti waktoekoe dengan sabar. Apabila waktoe itoe datang kelak, disitoelah nanti orang akan melihat, jang saja boekanlah soeatoe benda jang ta' ada bernjawa, tetapi ialah sebenamja seorang manoesia, jang berotak dan berhati, ada berpikiran dan ada berperasaan.
Mémang mendjadi soeatoe kelobaan jang terlampau kepada- koe, karena saja akan mendjadikan njonja seorang kawan jang sama-sama bepertjintaan. Pertjintaan itoe koetaroeh, koesem- boenjikan dalam kalboekoe dan mendatangkan keriangan kepa- dakoe, tetapi kepada njonja, njonja mendjadi kedoekaan! Djadi doekatjita itoelah jang saja berikan kepada sekalian meréka jang sajang kepadlakoe! O, sekarang maoelah saja berteriak keras mengatakan kepada njo nja, karena saja sangat tjinta kepada njonja: „Lepaskanlah saja, dan tariklah diii serta kasih njonja kembali dari saja! Boeanglah saja dalam ingatan toean! dan dari hati njonja! Biarkanlah saja berperang sendiri! O, Allah Toehan jang kaja, roepan ja tiadalah njonja tahoe berapa dalamnja dan besarnja loebang, jang njonja hamboeri karena njonja mengasihikoe! Biarkanlah saja sendiri! Biarkanlah saja selaloe soekoer kepada Allah, karena saja telah menerima kasih sajang dan pertolongan dari njonja; bahwa njonjalah djoea jang menjimpangkan djalan hidoepkoe kedjalan jang telah njonja taboeri dengan intan per- mata dan boenga-boengaan. Misalkanlah perdjoempaan kita jang soedah2 sebagai kapal-kapal jang bersaboeng dilaoetan loeas, pada malam gelap goelita. Kita berdjoempa dalam kelam, beri-memberi selamat dengan riang, kemoedian tampaklah dje- diak kapal dimoeka air, dan sesoedah itoe hilanglah sekaliannja! Tetapi saja takoet, saja tahoe bahasa njonja ta' sanggoep berboeat sedemikian, meskipoen njonja boléh berboeat lakoe begitoe. Lebih baik ta' oesahlah saja pandjangkan kalam ten- tang itoe.
Beloem berapa lamanja telah laloe iboe dengan siaja mem- pertjakapkan hal ihwal perempoean, dan dalam pertjakapan itoe saja njatakanlah kepadanja, bahasa ta' adalah jang lebih menghiboerkan serta menarik hatikoe, dan ta' lain jang saja ingini, lain dari pada maksoed hendak mentjari penghidoepan oentoek dn*i» Iboe berkata: „Tetapi sampai sekarang beloem seorang djoe- ga diantara kita jang berboeat sedemikian." „Kalau begitoe mémang telah datang waktoenja sekarang, jang kita akan berboeat sedemikian," djawabkoe poela. „Tetapi engkau telah tahoe, bahasa segala permoelaan itoe soekar adanja, tahoekah engkau lagi bahwa tiap-tiap oiang jang bermoela memboeat sesoeatoe pekerdjaan, amat soesah oentoeng nasibnja? Ketjelaan, ketjéwa, datang berganti-ganti dan ba- njaklah poela penggodaan jang akan menimpanja, tahoekali engkau sekaliannja itoe?" kata iboe. „Ja, tahoe keadaan itoe! Hal-hal jang sedemikian boe kan kemarin dan sekarang sadja telah terkandoeng dalam kal-
ALOEN-ALOEN Dl DJAPARA.
93
boekoe, tetapi telah bertahoen-tahoen lamanja," djawabkoe
na'fsoenwe? DapiSla'SdTjJ h ™««ekoepi sahoet iboe poela "JendjiKhkar, «Urkau beroentoeng?»
»»ts^srpe^r&tnt s"ja, temrh«"
banjak berloebang-loebano-beiïsi Hen f' d°en dan randjau, dan tadjam, lagf be&k ké ot dZLrE me djalan itoe masih SLTl lberIoemP°€r' K sebab saja karena menempoeh di-ilm it f ïf oran8"-' Meskipoen ataupoen karena itoe sa ia akS m ^ akan beroentoeng, lam, biarlah senaneïah Irt mening-gal doenia ditengah dja- n^an tjara seS£ Apabïa ^ahmatoeW de- ngan oesahakoe, mesWpotrdS^^f-^06^61^ terboeka de" mendjadi koerbannja saiaDoen' Uk™ J ?lr^?e sendiri akan ketahoei, jang saia telah mAmh i Glsoekatjita, karena saja boléh membawa perempoean-peremnoean ,SOeatoe djalan-jang kepadang kebébasan dan oandai f"sa Boemipoetera bersama-sama. Alangkah sinpknpm • • S6in 11 'am hidoep orang-orang toea anak-anak peremnoea?''S. }ada Allah' d-'ika poela hendak tegak sendiri ta' ^ f J "g am> menggemari perempoean: Jeloem ada Lr/nis™ bfrkata kePada a»ak loearga kita jang telah berboeat ka°em ke_
bat,STtoe,a££bt?ksSikiïïfa Wakt°e Saja "«"seloearkan ri dan gentai-, mSakan SL S TT t*°« «f dan sabar, sajang hatikl Ln, L "i ' °C •betoe|-betoel bera"' poela dalam hal itoe kepiloea? ja"a™t Sga"' meni
October 1900 (II).
dapat doea boeahdliton^H'aïüje Som dl g°ei'oe/ hendak men- loma goeroe kenal-i fi.„, ,J, oe diploma goeroe bantoe dan dip-
mendjaga orang sakit. ' oet orang loeka dan
toek'memSa «SS kehendak beladjar oe„- dhi Dan setelah kamrtammnt lÏÏT bahaS?' ^«koe sen-
karena ta„ah BelandaLhJang u££2S£SSL
lam segala hal, oentoek pikoelan jang' berat dan besar, jang hendak saja pikoelkan kebahoekoe.
Telah kerap kali selama hidoepkoe, saja merasaï bahwa la- loenja kehendak hati itoe kebiasaan bersama-sama dengan ke- loekaan hati. Roepa-roepa kedjadian dalam waktoe-waktoe jang laloe telah menjatakan, jang kita manoesia hanja memikirkan, dan Allah djoealah jang mendjadikan. Sekaliannja itoe hendaknja men- djadi kiasan bagi kita manoesia, jang ta' loeas pemandangan, ja'ni kiasan, soepaja manoesia itoe djangan terlampau berbesar hati sekali mempertjajaï dirinja sendiri sadlja, mengirakan bahasa kita betoel-betoel mempoenjaï „kemaoean" sendiri sambil meloepakan Allah. Mémang adalah soeatoe kekoeasaan, jang lebih keras dan lebih koeasa dari pada kemaoean sekalian manoesia, di'alam ini. Soenggoeh sia-sialah orang jang membesarkan dirinja dan menjombong mengatakan: kemaoeannja besar dan keras seke- ras besi! Hanjalah sesoeatoe sadja kemaoean jang wadjib dan patoet kita poenjaï ja'ni: kemaoean memoeliakan dia, Toehan jang baik! Ta' oesahlah saja katakan kepada njonja, karena njonja sen diri telah tahoe bahasa kami kedoea sangat berharap dan ber- ingin hendak bertemoe lagi dengan toean kedoea di Semarang atau ditempat lain. Pertemoean itoe sangat kami ingini, o, ke- kasih kami jang ditjinta, tetapi keinginan kami ta' dapatlah kami mengharapkan soenggoeh-soenggoeh. Hanjalah kami ber harap dan meminta, Allah akan mengaboelkan tjita-tjita kami itoe! Tentoelah telah banjak peroebahan dalam hati kami, maka kami berkata sedemikian. Ja, amat banjaklah soedah, jang beroebah dihati kami, boekan boeatan banjaknja! O, ma', kami ta' da pat mengatakan kepada toean betapa gi- rang dan terima kasih kami, karena kami telah berkenalan de ngan njonja van Kol. „Orang jang sebaik-baiknja dan sebagoes-bagoesnja, ialah machloek jang lemah dan moerah hatinja," kata njonja itoe... Dan kami tambah lagi: „Manoesia itoe bersifat fana!" Djangan harap kepada manoesia! Boekantah ta' salah sekalian itoe saja katakan kepada njonja, karena tempat kami berharap ialah manoesia? kami mentjari kekoeatanpoen pada manoesia djoega Segala kedjadian-kedjadian jang kami rasaï dalam hidoep kami pada tahoen-tahoen jang achir ini, menjatakan kepada kami betapa kami telah menempoeh djylan jang sesat.
Kami banjak mengoetjap terima kasih kepada Nellie van Kol karena ia telah menoendjoekkan kepada kami djalan jang sebe- nai-benamja kepadang kebébasan. Ta ada seorang manoesia jang bébas apabila kasihnja telah teitoempah kepada seseorang jang lain. Berharap kepada seseorang artmja menjerahkan dirinja dijadi tawanan kepada orang itoe. Djalan kepada Allah dan kepadang kebébasan jang sebenarnja hanjalah seboeah sadja. Siapa jang memper- hambakan dirmja kepada Allah, tidaklah ia mendjadi tawanan oiang, melainkan ialah sebenar-benamja orang jang bébas. Dalam beberapa hari ini adalah sesoeatoe jang ta' menjenang- kan hatikoe, jang mendjadikan kami poetoes asa, sebeloem peroebahan Allah datang. Tetapisekarang kami pegang tegoeh-tegoeh tangan peroebahan itoe, dan kepadanja kami tentangkan benar-benar mata ka mi, dengan tiada menoléh-noléh kekiri dan kekanan. Ia tentoe- lah akan mengemoedikan kami poela menimbang hal ke- adaan kami dengan kasih sajang Waktoe itoelah wak- oe Jang gelap akan mendjadi terang, dan angin riboet akan mendjadi angin jang lemah lemboet. Sekalian jang mengelilingi kami tinggallah seperti sediakala, tetapi bagi kami tidaklah rasanja dia seperti dahoeloe lagi Peroebahan jang sebenarnja telah ada dihati kami, peroebahan itoe menjinari sekahannja, dengan tjahaja jang terang. Damai dan sentosa timboellah dihati kami Ma', kami sekarang beroentoeng dan berbahagia. Bahagia itoe boekanlah dengan bergila-gila dan bersorak- soiai, tetapi ialah dengan damai, sabar dan insaf. Boekan kepalang soeka hati kami hendak memperbintjangkan hal itoe sekahannja dengan njonja. Toean van Kol telah mengirimkan kepada kami setjarik ketjil kojakan soerat ïstennja dan terseboetlah dalamnja „tetapi sekali-kali djangan- lah maoe mengangkat diri! karena segala kemoeliaan semata- mata ialah rahmat Allah!" Sesoeailah dengan jang telah atjap kali dikatakan iboe kepada kami. Peringatan itoe amat bergoena kepada kami, sebab semendjak ketjil kami selaloe hidoep didoe- nia dengan mand ja dan penoeh poedjian. Kepada kami, teroetama kepada kami bergoena amat per ingatan itoe oentoek mendjaoehkan kami dari penjakit meng angkat diri itoe, karena ialah soeatoe gosong tempat kapal ter- dampar dan berbahaja, bila njawa manoesia berpoelane; kerah- matoe'llah! Kami selaloe mendo'a meminta kodrat dan kekoeatan, soepa- ja dapatlah kami dengan sempoerna menanggoeng soeka dan doeka. Lebih-lebih oentoek kesoekaan hati, karena dalam soeka itoe biasanja adalah penggodaan jang besar. Kebanjakan kapal-
kapal jang bermoeat dengan hidoep anak-anak moeda beroebah haloeannja, bila sadja angin riboet kesoekaan telah datang menghamboesnja, dan pada waktoe itoelah poela ia kerap kali seg'era tenggelam! Alangkah sombongnja perkataankoe, boekan.'' Bila njonja bertemoe dengan saja nanti, hélakanlah telingakoe. Betapalah gerangan perasaan kita kedoea belah pihak, hila kita nanti dapat bertemoe lagi! Saja tahoe rasanja apa jang moela-moela akan njonja katakan kepadakoe: „Hai 'nak, alang kah gemoeknja engkau sekarang!" Saja mendjawab dlengan berbisik kepada njonja: „Dimoekakoe roepanja saja telah mendjadi toea, tetapi dihatikoe adalah tertoelis dengan hoeroef emas, kata: tjinta, jang senantiasa tinggal tetap, selaloe moeda." *
- *
1 November 1900 (VIII).
Kabar baik! O, saja amat beroentoeng dan berbahagia! dan saja tahoe oentoek mendjadi goeroe! oetjapkanlah kepadakoe selamat! Peloeklah saja dalam kenang-kenangan njonja, pan- danglah bahagia jang bertjahaja-tjahaja jang keloear dari mata- koe! Saja telah bertjakap dengan bapak dan bertjeritera kepa- danja, apa jang telah njonja minta kepadakoe dahoeloe, ketika njonja masih tinggal disini! Bapakpoen soeka memperkenan- kan hal itoe! Soeka sekali mengaboelkannja! Sekarang boléh- lah saja doedoek dibangkoe sekolah, soepaja nanti saja boléh lagi berdiri dimoeka bangkoe itoe, bila telah ada berhak mem- perboeat demikian. Boléh dan maoe ! maoe dan boléh! ta' ada jang se- bagoes soesoenan kedoea kata itoe! dan dengan kata „tjakap" sempoernalah dia mendjadi tiga sedjoli! Maoe artinja tjakap, boekan? O, saja boléh! saja boléh, saja boléh pergi beladjar jang toean kedoea akan beriang hati mendengarkan oentoeng bahagiakoe itoe. Sekarang betoellah saja beloem mendjadi a p a-a p a, tetapi nanti 'boléh saja menajadi barang sesoeatoenja, soenggoeh senang sekali! „Berharaplah, pertjajalah dan hendaklah berani!" Ketiga kata-kata itoe, ja'ni kata-kata njonja jang selaloe saja kenang-Kenangkan, dan selaloe kata-kata itoe setia mengiring- kan saja, ketika saja tadi pergi menghadap bapak dar. bertja kap dengan dia. Saja amat sabar dan riang sedikit waktoe itoe, soenggoeh-poen lebih dahoeloe saja telah merasa, jang pertjakapan it<~9 akan baik kesoedahannja. Bapak menjoekaï benar pikirankoe,
Seaiaka"Seanaknja dan
a ïï:,:sttt öSS- ^?=ési ***&*fai-ki-"s
s es? SE hfiïïdïï fiSïïhidoepkoe iang ata datans' s *
- *
£ November 1900 (II).
hendak koebisikkan ke
| Soeatoe | rahsia jang | penting sekali |
|---|---|---|
| a nja | kekasihko | |
| n e JaJ | Jan rahs,a | mi sedikit |
5?.T' * jang ditjinta, saja beïarap ïnlt" d i r|, i!' ^ hari lagi ta' a k a n me n-
J. ^ r a h s ï a 1 a g ï! O, sa ja sangat beroentoeng' Peloeklah saja dengan kedoea belah taijgan, dan rengkoehlah moekakoe SS nj°"-]a'1 ^'.oemlah kepalakoe dan oetjapkan selamat ke pa danetidiielrihk0€! Boekanlah kenang-kenangan^Lm- pa dan tidaklah mimpi jang kosong jang saia kediar itnp Ho ngarlah „léhmoe, ma', saja telah Méh m e m b é b a s k a n dt kidjaan" Sedhk ïil li !" ui l n ' S»'« boléh mendjabat pe: Keidjaan. bed jak kemarin saja merasa dirikoe seakan-akan ta' hidoep lagi, tetap, rasanja tempatkoe djaoeh dan SS rtÏi dalam soerga bahagia dan rahniat! J Saja boléh! Saja boléh! Saja boléh! telah beriboe-riboe kali saja oelangi kata itoe dan selaloe hendak saja oelangi lagi'
anggotakoe hati, bersoeka raia
| O sekalian | toeroet | beriang |
|---|---|---|
| J an8 | nJ nja | ma loemk |
| tal ehl | bahasa | bol !m |
hh f °' an, boekan, ma'? Njonj'a-. mengenal saja sampai kedalam hati ketiilkoe dan S'ÏTi. T "°' « anSjra,S"
djadi soeatoe kesengsaraan bagikoe jang telah saja-peranoï dengan mendatangkan kf-
| hebat. Tetapi semoeanja | itoe adalah | ||
|---|---|---|---|
| s | em,?an | ja 8 hébat | |
| a | Ua rkamIdi | BetaWi dan | |
| HABIS GELAP | TERBITLAH | TERANG. |
men^£!rk]ÏF " dalam "atikoe itoe telah
se£a7 inSh r-di ModJ'owarno telah selesai, tentoelah akan moelai peperangan jang hébat bao-ikoe Kedoea tempat itoe menghéla hatikoe; pihak jang satoe karena
98
dekat pada njonja, dan dapat bersama-sama dengan saudarakoe, jang tentoe akan datang ke Modjowarno, bila kabar jang kami terima nanti tentang halkoe, kabar baik disana negeri ketjil, djaoeh dari rioeh rendah seperti dikota, dan djaoeh dari asoeng fitnah manoesia dan diam ditengah- tengah meréka, jang berhati soetji dan bersih, jang hidoep da- lam oedara jang soetji, sambil berkasih-kasihan sesamanja manoesia dan pihak jang satoe lagi ? „Barang soeatoe dengan moedah dan kemalasan boléh dida- pat, ta' adalah jang lama boléh berharga dan lama boléh mem- beri soekatjita oentoek kita," kata njonja Abendanon. Tetapi ta' oesahlah saja petjahkan kepalakoe oentoek pemilihan itoe. Per- lahan-lahan dan dengan sabar boléhlah djoega kita sampai ke- tempat jang kita toedjoei, apalagi pekerdjaan jang gopoh-ga- pah biasanja melambatkan. Biarlah saja dengar sadja soeara, jang dibisikkan oléh kalboekoe, dan apa-apa kata soeara itoe akan saja band in gl ah dengan pikiran jang keloear dari otakkoe. Baikkah dilakoekan sedemikian, ma'?
r emandangan pada sopngai Tjilioeng (I)epok\
9 Januari 1901 (I).
Adalah hal keadaan jang baroe, jang akan datang kedalam doenia bangsa Boemipoetera, meskipoen tidak terdjadi karena peiboeatan kami tetapi boléh djoega karena orang jang lain ks^Alhlh₆^". membajang dioedara, ia telah ditakdir- kan Allah Dan barang siapa jang telah dinasibkan, jang akan mendjadi kepala oentoek jang baharoe itoe, mestilah berpe- nanggoengan. Hal itoe mendjadi 'adat doenia telah berzaman- zaman lamanja: „Siapa jang hamil wadjib merasaï keberatan dan kesakitan bersalin! Tetapi anak jang dilahirkan oléh si ïboe itoe dtengan segala kesoesahan dan kesakitan jang tidak berhingga, selaman ja dikasihi, ditjintaï dan disajanginja!"
ada Pera,sa,an ,jal18' lebih tjelaka dari pada perasaan kekoeatan maoe bekerdja, jang tiba-tiba bertoekar mendiadi .;l°f ^ /tt, ma!'e bekerdja. Sjoekoer, sjoekoerlah perasaan itoe telah terhmdar dan badankoe. Beloem berapa lama ini adalah seorang professor dari Jena datang kepada kami. Toean itoe namanja Professor Dr Anton ia dengan ïstermja, sedang tamasja oentoek 'ilmoe pengetahoe- an, datang kemari hendak berkenalan dtengan kami. Saja takoet pemandangan orang terlampau tinggi kepa- dakoe. Saja tahoe betoel lagi, bahasa orang memperdajakan di- rinja dengan kebagoesan jang baroe dan barangkali'oléh karena kasihannja ia berboeat sedemikian.
100
Bagï orang banjak kami sekarang berpendapatan baroe, ja, bagi orang- disinipoen baroe. Segala jang baroe kebiasaan disoe- kaï dan di'adjaibkan orang. Professor itoe menjangka dalam hatinja, jang kami masih setengah biadab; sekarang'dilihatnja sendiri, bahwa kami disini seperti mainoesia jang biasa sadlja. Jang 'adjaib kepadanja, hanjalah warna koelit kami, pakaian dan sekalian jang ada dalam lingkoengan kami, karena sekalian itoe ta' biasa diilihatnja. Boekankah kita merasa amat se nang hati, bila boeah pikiran kita, kita dapati poela pada orang jang lain? Dan djika orang itoe orang asing, orang bangsa lain, dari benoea jang lain, berdarah, berkoelit dan ber'adat lain poela, maka bertambahlah dalam hati kita kesoekaan persau- daraan sepikiran itoe. Saja pertjaja benar jang orang tidak sedikit djoega akan mengindahkan bila kami sekiranja kami tidak memakai saroeng dan kebaja, melainkan mengenakan pakaian nona-nona dan demikian djoega djika sekiranja kami tiada memakai nama Djawa, melainkan mema kai nama Belanda serta berdarah Eropah dan boekan berdiarah Djawa dalam toeboeh kami. Baroe sebentar ini kami terima anoegerah doea tiga boeah kitab, diantara kitab itoe, jang bagoes sekali karangan B. van Suttner, bernamja: „De wapens neer gelegd" (Sendjata diletak- kan). Saja telah membat ja bermat jam-mat jam kitab, tetapi kitab jang bernama „Moderne Maagden" (Gadis-gadis kaoem moeda) itoelah kitab jang amat bagoes, sangat menarik dan merawan- kan hatikoe, karena sekalian jang telah saja pikiri dan rasaï dan jang hidoep dihatikoe sendiri itoe, sekaliannja terseboetlah dalam kitab itoe. Sesoenggoehnja Marcel Prévost telah mem- perhatikan sekalian hal itoe baik-baik, dan ia taboe lagi me- njoeratkan penglihatan, pikiran dan perasaannja dengan be nar. Menoeroet pendapatankoe kitabnja itoe amat bagoes. Sam- pai sekarang kepadakoe beloem ada lagi kepoetoesan tentang perkara jang besar itoe, dan halkoe dalam itoe tinggallah se- bagai biasa, sebeloem berkenalan dengan M. M., tetapi meli- hat orang jang pandai menerangkan maksoed gerakan perempoean dengan kebenaran dan kekoeatan, jang seterang dan se- djelas itoe, saja beloem pernah. Si pengarang itoe ta' berhenti- hentinja memaki akan djoeara2 dalam gerakan perempoean itoe, ketjoeali djoeara seperti Fedi dan Lea. Djoeara-djoeara jang ba njak itoe dikatakannja kedji, tiada sempoerna, ta' beratoeran. Sekalian itoe tiadalah mendjadikan saja marah. Amat bagoes dan manis toetoer kata Pirnet, seorang djoeara perempoean iang b6S.ar dan mcskipocn berbadcin roGsak, tötapi amat disa- jangi orang. Batjalah keadaan itoe, lebih-pada penghabisan ki tabnja. Toetoer katanja, semoeanja terang dan benar, dengan
101
an RPS' -i? J maksoed gerakan perempoe-
| n8I1 a | dl eraikann | a | |
|---|---|---|---|
| ai Ja merasaï | |||
| n | 8 | nja | |
| &ng | sahabat | kari | |
| 1 ten] h | |||
| sjeiat |
ftoe Anpwf?ï f lazat rasanja kata-kata dan'ntntS, l karena seorang laki-laki jang memikirkan ? ^?t ,an,- Sebeloem sa ja membat ja kitab itoe, sa ja telah menoelis doea poetjoek soerat jang pandjang kepada sS ™--bkoe, tentang hal itoe. Sekiranja M M^nf! "! soerat Itoe sesoedah saja membatja kitab Ik' «Lif t f°e a saja akan menjangka, bahwa saja menoe- itoe, ïalah sebab telah membatja kitab M.M., oléh ka- ïena boeah pikiran jang terloekis d'idalam kitab itoe, berse- soeaian benar dengan isi kedoea soeratkoe itoe. Saja soeka sekali, bila adalah orang disini, tempat saja bo- eh memperbintjangkan isi kitab M.M. itoe. Banjak perkara J ig terseboet didalam kitab itoe hendak saja perkatakan dengan orang jang telah banjak penanggoengan dan penda- patannja.
Banjak poela jang hendak saja tjeriterakan kepadamoe tentang maksoed hendak mendirikan sekolah-sekolah perempoean oentoek bangsa Boemipoetera. Sekarang maksoed itoe telah diketahoei oleh sekalian orang. Adalah banjak lagi haJ jang lain- ain hendfik saja. kabarkan, tetapi pada hari ini maksoedkoe hendak berkirim soerat jang ringkas sadja. Hanja soeatoe hal 3AUS j saja tjeriterakan kepadamoe: maksoed toean Mr. Abendanon itoe adalah disoekaï orang dimana-mana djoeapoen. -banjak orang-orang Eropah jang berpangkat tinggi dengan soeka hati mendengarkan boeah pikiran toean Mr. Abendanon itoe dan kepada meréka itoelah lagi bergantoengnja maksoed sahabat kami itoe, boléh sampai atau tidaknja. Banjak sahabat enalan kami diantara pegawai-pegawai bangsa Eropah, iano- soeka menolong menjampaikan hadjat toean Mr. Abendanon jam soeka mempertiriggi kedoedoekan doenia perempoean bangsa Boemipoetera, jang sekarang soenggoeh-soenggoeh da- lam kesengsaraan. Dan banjak poela orang-orang lain, jang be- oem kami kenal, menjoekaï djoega maksoed jang moelia itoe. Sedikit hari lagi maoelah saja mengirimkan soerat édaran toean Mr. Abendanon itoe, kepada kepala-kepala negeri bangsa Eropah dan Boemipoetera tentang maksoed hendak mendiri kan sekolah-sekolah itoe. „Dari dahoeloe sampai sekarang ke- madjoean oentoek perempoean-perempoean senantiasa mendja- di soeatoe perkara jang penting, oentoek kehormatan bangsa." „Kepa.nda.ian dan pengetahoean bangsa Boemipoetera tanah Hindua urn, tiadalah akan madjoe dengan selekas-lekasnja, apa- bila keperloean perempoean-perempoean selaloe ditinggalkan di- belakang. Perempoean ialah manoesia jang memikoel kehormat an. Demikian boenji soerat édaran toean Mr. Abendanon
102
itoe, Stella, tiadakah boe ah pikiran toean Mr. Abendanon itoe menghiboerkan hatimoe? Telah setengah tahoen lamanja kelihatan, bahasa bangsa Boemipoetera soeka benar hendak mempeladjari bahasamoe jang bagoes itoe. Sajang kebanjakan orang Eropah ta' senang hatinja melihat keadaan itoe, tetapi orang Belanda jang berpikiran moelia adalah menjoekaï, dan menggembirakan hati kami menjoeroeh menjampaikan maksoed itoe. Dikota-kota besar, telah terdirilah sekolah-sekolah Belanda, sebagai tj en da wan toemboeh. Sekolah-sekolah itoe dimasoeki oléh anak-anak ketjil, dan oléh orang-orang jang telah ber'oe- moer, jang telah bertahoen-tahoen lamanja bekerdja pada Goebernemén. Banjak pegawai-pegawai besar Goebernemén, jang dikepalaï oléh Goebernoer Dj enderal menjoekaï benar, soepaja bahasa Be landa diadjarkan kepada anak Boemipoetera, karena bahasa Belanda itoe boléh mendjadi perkakas, jang dapat memadjoe- kan bangsa Hindia dan mendekatkan bangsa Djawa kepada bangsa Belanda, dan soepaja bangsa Belanda itoe tiadalah lagi mendjadi orang jang ditakoeti, tetapi mendjadi orang jang disajangi oléh bangsa Djawa, jang akan melindoengi dan rne- nolongnja. Kalau demikian tentoelah mimpi kakakkoe dan be- berapa orang Eropah jang berpikiran jang moelia, kelak akan mendjadli barang jang sebenarnja. Bersoraklah engkau, Stella, bersama-sama dengan sa ja akan tanda bergirang hati!
*
** ** 21 Januari 1901 (VIII).
Petang tadi kami dengan njonja Gonggrijp pergi ketepi la- oet dan mandi-mandi disana. Waktoe itoe laoetan sedang he lling dan warnanja bagoes sama rata, saja ketika itoe doedoek diatas tebing dengan kakikoe terdjoentai kedalam air, dan pe- mandangankoe menoedjoe arah ketepi langit jang djaoeh itoe. O, alangkah bagoesnja boemi ini! Keriangan serta terima ka- sih timboellah dihatikoe. 'Alam ini selaloe menghiboerkan hati kami, bila kami datang kepadanja minta dihiboerkan Telah lama dan soedah banjak saja memikirkan tentang pendidikan, lebih-lebih baroe-baroe ini, dan menoeroet penda- patankoe, pendapatan itoe ialah soeatoe kewadjiban jang moe lia dan bertoeah; dalam hal itoe saja menjangka dirikoe ber- boeat soeatoe kedjahatanlah, bila saja mengadjarkan 'ilmoe pendidikan itoe dengan pengetahoean jang tidak sempoerna. Apalagi haroes njata lebih dahoeloe, boléhkah saja mendjadi goeroe pendidlik. Bagi saja pendidikan artinja mengadjar orang
berpikir dan berperasaan. O, saja ta' pernah akan bersenang a,ta,s dmkoe' blla saja nanti telah mendjadi goeroe, tetapi saja ta sanggoep melakoekan kewadjibankoe sebaik-baiknia menoeroet pikirankoe tentang pekerdjaan goeroe pendidikan jarig sepatoetnja, meskipoen dalam hal itoe ta' adalah orang lam jang ta bersenang hati melihatkan pekerdjaankoe ianc uada. sempoerna itoe. Menoeroet timbangankoe, bila si goeroe sekadar memboekakan pikiran si anak itoe sadja, beloemlah ia o en dikatakan tjoekoep melakoekan kewadjibannja. ja demikian poela beloem boléh dipandang tjoekoep; karena si goeroe itoe wadjib poela membentoek boedi si anak itoe, soeng- goehpoen ta' ada oendang-oendang jang memaksa dia berboeat sedemikian, tetapi hendaklah hatinja sendiri si goeroe itoe wadjib menjoeroeh mengerdjakan hal itoe. Kadang-kadang saja tanjaï dirikoe sendiri. sanggoepkah saja mengerdjakan sekalian itoe. Saja sendiri, jang masih wadjib perloe lagi mempoenjaï pendidlikan jang sedemikian? Kerap kali saja mende- ïigai oiang mengatakan, bahasa sekaliannja itoe kelak akan da- tang sendirinja, karena dengan mempoenjaï 'ilmoe pengetahoean, maka perasaan sopan santoen jang haloes dan moeliapoen datanglah; tetapi telah saja perhatikan, dan saja merasa sajang sekali, karena keadaan itoe sekali-kali ti adalah selamanjia sedemikian. Bermatjam-mat jam peladjaran dan pengetahoean boekanlah dia mendjadi soeatoe diploma dari boedi pekerti jang haloes dan moelia. Oléh sebab itoe djanganlah kita lekas salah tampa melihat beberapa banjak meréka itoe jang telah tinggi pengetahoeannja, tetapi kelakoeannja tinggal biadab dan ti ada senonoh, karena ketiadaan pekerti dan 'adat sopan santoen jang baik itoe boekanlah kesalahannja sendiri, rrielain- kan sebab pendidikannja ta' sempoerna. Amat banjak orang jang mendjaga dan beroesaha benar-benar soepaja otak si anak mendjadi tadjam dan tangkas, tetapi meréka itoe kerap kali loepa sama sekali mendidik si anak itoe, soepaja berkelakoean dan betertib sopan jang élok! O, bstapa soekatjita hati saja membatja dan membenarkan boeah pikiran toean jang sedjelas dian seterang itoe dalam soe- ïat édaian tentang pengadjaran oentoek anak-anak perempoean bangsia L>oGmipoet6ra itoo* ,,Perempoean ialah jang* memikoel kehormatan! boekanlah karena perempoean jang dipandang memikoel kemoeliaan itoe, tetapi ialah karena saja sen- diripoen pertjaja bahasa dari perempoeanlah djoea diatangnja kekoeasaan jang besar, jang boléh memperbaiki ataupoen me- roesakkan manoesia semasa hidoepnja, sebab itoelah poela saja pertjaja benar, bahasa perempoeanlah jang' pandai memper- tinggi tertib sopan dan boedi pekerti manoesia dalam boemi ini." Bahwa sanja mémang dari pada perempoeanlah diterima
orang jang moela2 sekali pendidikan itoe, dan diatas pangkoean- njalah si anak beladjar merasa, berpikir dan bertoe- t o e r; sekarang bertambah masoek dalam pikirankoe, bahasa pendidikan jang pertama-tama itoe tidaklah sedikit artinja dalam hidoep manoesia. Kalau demikian bagaimanakah kiranja perempoean bangsa Boemipoetera dengan sempoema dapat memeliharakan anaknja, djikalau ia sendiri tidak dididik? Oléh sebab itoelah maka saja sangat gembira mendengarkan maksoed hendak memberi anak-anak perempoean 'ilmoe pen didikan dan pengetahoean. Telah lama saja ma'loem bahasa pendidikan dan pengadjaran itoelah, jang sanggoep membawa peroebahan dalam hal keadaan perempoean-perempoean bang sa Boemipoetera jang kedji itoe. Paédah peladjaran itoe kelak boekan lah sadja oentoek doenia perempoean, tetapi sama ada oentoek sekalian bangsa Boe mipoetera dalam hidoep bersama-siama. Dimana-mana sadja sekarang kami dengar orang memper- katakan, hendak mendirikan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean. Mata kami djadi bertjahaja-tjahaja, karena ke- girangan hati, bila kami mendengar orang memperbintjangkan hal itoe dengan soenggoeh dan soekatjita; dan kerap kali kami terpaksa menggigit lidah. Tangan kami, kami genggamkan tegoeh-tegoeh akan menahan kesoekaan hati, jang hendlak ter- hamboer dari moeloet kami. Dalam doenia perempoean bangsa Boemipoeterapoen orang bersoekatjita mendengar kabar tentang maksoed itoe. Se kalian perempoean jang telah ber'oemoer tempat kami memper bintjangkan maksoed itoe, semoeanja berkehendak maoe kem- bali mendjadi anak-anak, soepaja meréka dapat poela merasaï lazatnja pengadjaran itoe. Sekolah-sekolah Boemipoetera di Pa- ti, Koedoes dan Djapara dan dltempat jang lain-lain, dapatlah nanti menoendjoekkan kepada njonja dengan njata segala ke- badjikan jang pertama-tama, hasil dari pekerdjaan jang moe- lia itoe. Disekolah-sekolah itoe telah diterima djoega anak-anak perempoean orang kebanjakan jang banjaknja makin la ma makin bertambah-tambah. Soenggoehlah soeatoe kegirang- an! Bésok iboe akan menjerahkan seorang anak perempoean anak piatoe, dari anak mas iboe, pergi kesekolah; dan pada boelan jang laloe orang-orang toea kami telah menjoeroeh poe la seorang magang anak moeda jang radjin dan baik kelakoe- annja pergi beladjar bahasa Belanda.
31 Januari 1901 (VIII).
no?t Sno-^-° J'a keloear memandang kela-
| a b | en eng | melihatlah sa |
|---|---|---|
| n a ff | djaU | warnan a s |
wab !• j; eolah-olah saja menantikan dja- wab jang tergores-gores dalam hatikoe itoe.
awan fa n maka matakoeP°en menoeroetilah Hian i • ««aiak dalam lapangan jang loeas itoe dan kemoe- j knjaplah awan itoe dibalik daoen pohon njioer ianTÏl Sjlah₆S^ Tlbaiï dvlhamboes anê'in-Waktoe itoe terpan- kiïatk™Ti kaJOe Jang ^rgojang-gojang berkilat- oerhmZ? ' Jjahaja matahari, dan tiba-tiba timboellah 1 pernah orane- bertanin
| tanjaan | dalam | hatikoe: | „Adakah |
|---|---|---|---|
| a abn | a r | atahari a jaja ltoe a aka, ng m e | J n sinari 1 a JmS |
?anï dikiJ-™ bertjahaja? Apakah dan siapakah tnt^m j •" Wahai mataharikoe, matahari- oe ernas semata saja maoe hidoep didoenia ini, soepaja kema-
Sin tSLÏt ' " ' T' tjahajaï da" ££Tni.!..° :;. "a„ mem-
Sebab itoe ta' oesahlah berdoekatjita, wahai kekasihkoe, a soerat permintaankoe itoe ta' baik balasannja, sebab hi' doepkoe tidaklah akan mendjadi sia-sia karena itoe, dan de- rfSiif1 S6 gai parang ada djoega apa2 jang baik, diapat d boeat. Saja maoe, dan tentoelah akan mendjadi sedemikian' biapa jang memperhambakan diri kepada malikoe'rrahim ten toelah hidoepnja tiada akan sia-sia dan siapa jang mentjahari malikóe'rrahim, tentoelah akan mendapat bahagia, jam bahagia jang sebenar-benarnja: damai dan senang dalam hati dan itoepoen boléhlah djoega didapat di Modjowari10 siapa tahoe barangkali di Modjowarno lebih lekas kesenangan itoe diperoléh dari pada ditempat-tempat ï'1!" u ai^gan bersoesah hati! Kamipoen sekarang mémang- ah banjak menerima kasih, karena pokok maksoed kami jang te roe ta ma telah kami peroléh, ja'ni: bébas, merdéka dan tegak sendiri .. dan biarlah mendjadi doekoen bera- nak, dapatlah djoega kami berboeat baik oentoek hidoep ber- «wnifl-fiamQ
19 Maart 1901 (IV). Jang moelia toean Doktor (1) Adriani,
Telah lama saja hendiak menoelis soerat kepada toean tetapi karena bermat jam-mat jam alangan, lebih-lebih karena
(1)' tanah Hindia'' boekannja doktor orang, tetapi doktor bahasa-bahasa
106
hampir sekalian ahli dalam roemah, sakit belaka; itoelah jang telah melintangi saja benar menjampaikan maksoedkoe hendak menoelis soerat kepada toean. Sekarang oentoenglah sekalian ka mi dikaboepatén, besar dan ketjil, adalah dalam selamat wa'l'a- liat, djadi ta maoelah saja menantikan lebih lamia lagi hendak memboeat soerat, jang telah lama dalam kenang-kenangankoe ini, dan barangkali toeanpoen telah lama menoenggoe-noeng- goe kedatangannja. Ma'afkanlah saja, bila benar sangkakoe ini. Saja sendiripoen amat beringin hendak menoelis isi soerat ini, karena hendak mengoetjapkan banjak terima kasih kepada toean atas soerat toean jang sedemikian ramahnja, jang di'alamatkan kepada adikkoe Roekmini, dan atas penêrimaan kitab-kitab jang telah toean kirimkan, jang sangat meriangkan hati kami ketiganja dari bermoela sampai sekarang. Kami amat bersoekatjita mema'loemi, jang toean telah mengenang kami dengan kenang-kenangan jang baik dan kasih sajang. Kami selaloe memikirkan hal itoe, dan atjap kali poela kami memperbintjangkan toean dan kekasih toean, Boemipoetera Toradja, serta pekerdjaan toean disana; pandaknja sekalian jang telah kami dengar pada malam itoe dari toean dan njonja Abendanon tentang toean, semoeanja kami perbintjangkain. Malam kita doedoek di Betawi itoe ber- tjengkerma bersama-sama, malam itoe selaloeLah mendjadi tinggal kenang-kenangan jang menjenangkan hati kami. Dengan hati jang toeloes dan ichlas kami berharap, hendaknja djanganlah sekali itoe sadja kita dapat berdjoempa, tetapi hingga ini keatas atjap kalilah hendaknja kami dapat bertemoe dengan toean. Semendjak pertjeraian kita di Betawi itoe, selaloelah mendjadi tjita-tjita dalam hati kami hendak bertemoe dan bertjakap-tjakap dengan toean barang sekali la gi. Betapakah besar dan girang hati kami, bila sekiranja kami dapat menjamboet kedatangan toean di Djapara. Persangkaan toean betoel ta' salah; kami betoel-betoel meng- hargaï pekerdjaan zendeling-zendeling ditanah Hindia Bélanda dan kami indahkan soenggoeh-soenggoeh akan kerdja, oesaha dan hidoep meréka itoe berhati soetji, jang tinggal ditempat jang sedjaoeh itoe, soenji dan dalam rimba, lagi djaoeh dari ta- nah air, djaoeh dari pada kaoem keloearga dan kawan sepikiran meréka itoe; péndéknja dljaoeh dari doenia jang didiami manoesia jang bertertib sopan jaïtoe dengan maksoed hendak mema- soekkan kepamdaian, jang akan memperbagoes dan memper- tinggi hidoep sesamanja manoesia, bangsa, jang dinamakan oléh bangsa jaiig terpeladjar, „bangsa jang biadab!" Dengan segala soeka hati saja telah membat ja kedoea ka- rangan toean itoe, dan saja mengoetjapkan banjak terima ka sih kepada toean, karena toean telah memberi kami kesem-
tw\n° l ï, S ahoei perkara jang penting-nen-
| eP J | d apat | rnen et | |
|---|---|---|---|
| membat a | |||
| ln lndle | |||
| a PerSld | n Pada | Waktoe | |
| 1 | t0ean | Ja g terseboet |
ti«8, jang dahoeloenja beloem kami ketahoei Werïin IS'7P J karangan „Maatschappelijk (Pekerdjaan pendoedoek di Hindia) ia'ni ranm- stemnrvïn vT" K ^-Nationale Tentoon stelling-van Vrouwenarbeid di den Haag 1898, dan senerti
laniÏkamTmr'ï ian poela kami ^"^ memikirkan dan membatja " kabar-kabar tadi, peker lama- djaan zendeling-zendeling Nasrani ditanah Hindia jang terse
melaïdanVner"?POr ^ °K haÜ Saja Sangat bersoekatjita Pekerdjaan jang bagoes dan moelia itoe, dan de- sekallanniaehnnï!f ,meréka itoe ^ki-laki dan perempoean, sekaliannja ba ngsawan-bangsawan pikiran, jang telah menger- djakan pekerdjaan jang semoelia dan sebagoes itoe teSpi £- sabiï lagi jakin dan
| boeatan, | dengan | hati kasih sajang | |
|---|---|---|---|
| 896 | ka | ||
| Bara 8 kali | kami akan | da | a akn a |
| e | e elah hhat d; | jang Jan8 | kami den ar |
| serasa | se |
re^tifr ï ™ beroentoeng dan berbesar hati, karena kami dapat menghadiri peralatan menaiki gerédja baroe sÜfo»- J "' ^ J' selama hidoep kami S-H Jf w .. Pat menghadiri peralatan jang se- loik °'] i° ° Pertama-tama kali kami mema- soek geredja Nasrani sambil menghadiri orang sembahiang- nar^WM? Q \" ' 8' disaTla terasa be- nar dihati kami. Soenggoehpoen hal itoe telah lama kedjadian tetapi karena kebebasan peralatan itoe amat menawan hati aml' perti kemarinlah sadja terdjadinja. Alangkah eidoenja boenji njanji jang keloear dari moeloet meréka jang sekian banjaknja itoe, dan njanji itoe besar bahananja da- am geredja jang seloeas itoe, dan boenga2 jang menghiasinja e ap sekali mata memandangnja. Bersama-sama dertgan orang banjak jang doedioek hening dengan fcepekoernja itoe kami poen toeroetlah poela dengan hati-hati mendengarkan seka- lian jang dipidatokan dari atas mimbar, dalam bahasa Djawa jang sedjati. Lain dari pada toean Hubert adalah lagi tiga °wu 8'°e.r°c~8'oef°e zendeling jang berganti-ganti membatja cnotbah diatas mimbar itoe. Dan jang menambah lagi moelia- nja peralatan itoe ialah soeatoe sa'at, tatkala seorang toea bangsa Djawa laloe tegak berdiri dan berpidato kepada orang-orang Djawa, baik jang seagama dengan dia atau tidak. Hal itoe sekaliannja menimboelkan kesoekoeran kepada Allah; dan banjaklah lagi hal jang lain, jang menjebabkan saja sekal'i-kali ta dapat meloepakan peralatan digerédja itoe. Sedjak saja keloear dari sekolah, haharoe pagi itoelah saja bermoela sekali dapat pergi keloear roemah, melihat doe- ma jang loeas ini. Toean tentoe telah mengetahoei, bahwa te lah mendjadi soeatoe 'adatlah bagr kami, mengoeroeng anak-
108
auak gadis^ didalam roemah, dan mentjegah meréka sekeras- kerasnja ta' boléh pergï keloear roemah, sampai padlai waktoe kedatangan seorang laki-laki meminta si gadis itoe akan mendjadi isterinja. Pada déwasa itoelah koeroengan itoe boléh diboeka- kan, dan boeroeng ;ang terpendjara dalamnja itoe poen ter- banglah keloear, beralih tempat dan „pertoeanan" lain. „Keloe ar roemah" seperti jang dimaksoed oléh doenia, a ta' dal ah s e d i k i t djoega goenanja bagi orang perempoean. Tetapi bagi kami, orang jang mentjintaï kebébasan, adalah koeroengan seperti itoe sematarmata mendjadi soeatoe penanggoengan jang amat besar. Kami selaloe mengoetjap banjak terima kasih kepada orang toea kami, karena meréka itoe telah meroentoeh- kan 'adat koeno itoe. Kemoedian dari perdjalanan kami jang amat berkat, pergi ke Kedoeng-Pendjalin itoe, kerap kalilah kami pergi keloear roemah; moela-moela sekali-sekali, kemoe dian bertambah kerap dan djaoeh kami boléh pergi dari roe mah; pada tahoen jang laloe sampailah perdjalanan kami ke Betawi. Dihalaman soerat kabar jang menerangkan nama-nama pe- noempang kapal, telah kami batja, jang njonja isteri toean telah balik kembali ketanah Hindia, dan tentoelah ia segera akan datang kepada toean; kamipoen toeroet bergirang hati dalam hal itoe! Dengan pos jang akan datang, kami akan mengirimkan gambar kami kepada toean dan njonja, akan memberi selamat kepada toean kedoeanja atas kedatangan itoe dan meskipoen beloem berkenalan, kami oetjapkanlah kepada njonja selamat sampai di Mapane. Tidakkah kiranja orang-orang Toradja berbesar hati karena „boenda" meréka itoe boléh dikelilinginja lagi bersama-sama?
*
- *
20 Mei 1901 (I)
Meskipoen saja masih moeda, sesoenggoehnja telah banjak- lah penanggoengan jang telah saja rasaï dalam hidoepkoe, te tapi sekalian itoe beloemlah seberapa, kalau dibandingkan dengan doekatjita hatikoe, tatkala bapak dalam sakit. Waktoe itoelah saja ta' ada.bernafsoe, selaloe gementar dan takoet lahir dan batin, moeloetkoe jang dahoeloenja dengan gagah mengatakan: „datanglah apa sadja jang hendak datang!" sekarang moeloetkoe itoe menggigil dan berdo'a mengatakan: „Ja Allah kasihanilah hambamoe ini!" Keramaian pada waktoe hari lahir- koe mendjadi kesoekaan jang berlipat ganda, bertambah dari biasa karena kesemboehan bapakpoen dirajakan poela waktoe itoe. Saja telah perlihatkan kepada bapak pemberianmoe dan
saja telah tjeriterakan djoega kepadanja kegirangan hatimoe karena memperoleh poterétnja. Waktoe i'toe bapak sed&ng- tidoer
SSnik' d?r₀SPandjlnf da? Saja doedoek dilantai disisinja, tangannja dnabakannja kekepalakoe. Pada waktoe itoelah s'iii mempertjakapkan engkau kepadanja. Bapak^ tersenSeihÏÏe- tatkala saJf men tjenterakan poedjianmoe jang baik dan jang sebenarnja itoe, jang terhadap kepadanja. Moeloetnja ter- enjoem dan pikirannja tentoelah kepada orang jang menghor-
Cnia jang,ïfrib dari ini'd^Si toe maka si sakitpoen tertidoerlah. Begitoelah dekatni-i Padak°e' dan kepada kami sekalian, Stella. Pertja- kpnaHa611 sekarang. bahasa kami sekali-kali ta' bentjilah Pf moe, maka kami berdiam diri selama ini dan dapatkah igkau mema afkan saja karena berdiam diri itoe? Marilah
dan kasihmoe' ianï't M? t61'ima kfsihkoe atas Persahabatan W l \ us telah memnggikan hidoep dan daradjat- oe, dan marilah engkau dalam ingatankoe koeneloek dan koepangkoe tegoeh-tegoeh akan mendjadi tanda betapa tiinta hatikoe kepadamoe. O! .betapalah baiknja djika saja sanggoep kenanïLnfneaï₁^ den^an(sebenf "benarnja, tiadalah dalam f f enangan sadja, ja ni sebenar-benarnja kita doedoek bertentangan, bermoeka-moeka, akan mengeloearkan boeTh p kirankoe jang sedang penoeh dengan kedoekaan. Stella saia h!S ° ^ °-melihat engkau
| gg | S €nlgg0eh1nja | Soeka | benar | hendak |
|---|---|---|---|---|
| e jang | TOenU>e e daT | maksoed | kami | |
| ng | Ja sekah r0eS saja | kah ka akan | ta s | |
| Ja tel | ah | berpoetar | ||
| rkara | Jam |
berbahagia dan bersoekatjita karena menerima sepoetjoek soe- fa ' bergirang hati dan bersorak-sorai meriangkan hatimoe dengan kabar jang baik.. jang dapat menjatakan jang AdoeM tr^ l-' telah sampai! Adoeh! kekasihkoe, soerat mi boekanlah isinja perkataan jang meriangkan dan menghiboerkan hati, melainkan ialah soeatoe !f if'-' °eka menjesal, tetapi hal jang kaïH dan )I^, 5- Sekonjong-konjong hal keadaan hah ISS T,' Sekarang hal ini bertam- bah leb'h soekar dan pada jang soedah*, dan ta' boléh dibiarkan sadja demikian. Hal itoe bergantoeng kepada salah satoe dari J ' hidoep atau mati, menang atau kal ah sama sekali, dan tangan kami dalam hal itoe t enk at dengan belenggoe. Adalah soeatoe kewadjiban jang bernama „terima kasih" dan adalah lagi kewadjiban jang tinggi dan moelia, jang bernama "kasih kepada anak ', tetapi lain dari pada kedoea kewadjiban itoe, adalah poela soeatoe kedjahatan jang hina dan kedji, jang bernama „kelobaan oentoek diri sendiri". Ja, kadang-kadang amatlah soesahnja menoendjoekkan dimana oedjoeng kebaikan dan dimana poela pangkal kedjahatan. Djikalau dipikirkan hal itoe lebih landjoet, baroelah sedikit sekali batas kedjahatan dan
110
kebaikan itoe boléh kelihatan. Keséhatan toeboeh bapakoe se karang demikian halnja, was-was hati kami jang sangat men- doekakan hati, w a d j i b dihindarkan. Tahoekah engkau apa ar- tinja ini ? Kami tiada berdaja lagi, dan mestilah sadja berse- rah kepada n a s i b jang beloem kami ketahoei. Dahoeloe telah hampirlah kami sampai ketempat jang kami mgmi, tetapi sekarang telah djaoeh poela kami terhindar'dari tompat itoe, dan diatas kepala kami tergantoenglah sekarang apa-apa jang hébat, jang akan menimpa kami. Sesoedah kami beimimpi baik, jang menghapoeskan sekalian kesoesahan hati kami, kami poen terbangoenlah dengan hati jang sedih. Kasihan- lah hatikoe jang sengsara, jang selaloe berteriak-teriak dengan soeara ketakoet-takoetan: apakah kewadjibankoe, dengan ta' ada djawabnja, sedang orang jang wadjib mendjawabnja itoe masih meraba berpoetar-poetar dalam gelap goelita. Ja Allah, berilah kami tjahaja, tjahaja jang terang! dan bantoelah kanui! kami ta' tahoe bagaimana hal itoe dan dimana nanti kesoe- dahannja! Kami mendengar jang Pemerintah benar-benar bermaksoed akan mendidik anak-anak gadis regén oentoek djadi goeroe, ialah akan memboedjoek atau meriangkan hati kami sadja. Sekarang maksoed itoe ta' dapat disampaikan, karena banjak regén jang mentjegah maksoed itoe, karena ia berlawanan dengan 'adat, ja'ni bila anak-anak gadis itoe menerima peng- adjaran diloear roemah. Itoelah soeatoe keadaan sekarang bagi kami jang meroesakkan hati, karena dahoeloe kedatangannja jang baik telah kami harapkan. Doeka dan piloe benar hati kami, karena harapan kami telah mendjadi soeatoe mimpi sadja, dan terlampau bagoes akan didjadikan hal jang sebenar-benar- nja! O, tjoba sekiranja ada diketahoei meréka oléh itoe apa jang telah ditjegah dan ditolaknja itoe! Tetapi soedahlah, biarlah kami berdiam diri. Kami ta' boléh lekas salah sangka, dan ta' boléh menjalahi benar-benar meréka, jang mempoenjaï perasaan toempoel akan maksoed Pemerintah jang menoedjoe kemadjoean dan kebaikan oentoek anak-anak perempoean itoe. Soepaja dapat orang menghargaï barang sesoeatoe- nja, maka wadjiblah orang itoe moela-moela mengerti akan paédahnja, dan sekarang bagaimanakah meréka itoe dapat mengerti akan kehendak dan keinginan kami kaoem moeda ini, karena meréka itoe ta' lain jang diketahoeinja dan jang dirasaï- nja hanjalah lazat tjita 'adat koeno itoe sadja? Sedangkan dibenoea Eropah, poesat djala poempoenan 'ilmoe pengetahoean, benoea jang telah terpeladjar, dari sana terpantjar segala tjahaja kepandaian, dibenoea itoepoen masih hébat perang oen toek memperoléh hak si perempoean, apalagi di Hindia ini, jang telah berzaman-zaman selaloe dan sekarang masih tidoer nje-
SSgMSptt: SUKU SS ssigsssas
Sa"*at ^eroentoenë dan berbahagia, ssssiss» i=s«teSi?IÉsl
mmmmwï, TetomSainbaVkami '?nt' di Betawi «*arang dalam tcmasa
£Ü « "m-;
karaay hendak menoe'lis „XoS Ja° S^O^f" '
Hffi^SSffiSsSS RSSF^SSSSSS
poen ta' tehoe sedS H ' Jan8' dalam lin^k°engan kami-
iisssssi stamsm&mm
112
berkata. Kedoeanja laki isteri menjokong tjita-tjitakoe, meréka itoepoen menjoekaï poela akan kemerdékaan dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera. Ia seorang pegawai Peme- rintah negeri dan sanggoep poela menolong kami dalam perkara itoe. Isterinja berdj andji akan menolong saja pada hari jang akan datang. Besar hati kami melihat betapa gembira hatinja, dan ma'loemlah kami bahwa ia seorang jang amat soeka memboeat soeatoe kebaikan, tetapi ia ta' tahoe bagaimana djalan memboeatnja itoe. Ta' lama lagi soeaminja akan naik pangkat, kalau ia telah naik pangkat, pada waktoe itoelah meréka itoe dapat bekerdja banjak oentoek meninggikan daradjat bangsa kami. Telah kami peroendingkan tentang daja oepaja meréka itoe, soepaja ia dapat memboeat kebaikan, dan soearanja boléh didengar orang poela. Djika soeaminja telah mendjadi asistén-residén, ia hen dak menjoeroeh anak-anak gadis pegawai jang dibawah perin- tah soeaminja, datang keroemahnja beladjar merénda, mema- sak-masak, dan barangkali djoega diadjarnja meréka itoe me- noelis dan membatja. Kalau demikian tentoelah ia memboeat soeatoe pekerdjaan jang haroes dihormati dan dimoeliakan! Ia sangat berbesar hati mengenang-ngenang hal itoe, marilah kita berharap jang maksoed si njonja itoe akan disampaikan Allah. Ta' bagoeskah maksoed itoe? Sajapoen telah bertjerite- ra kepadanja tentang halmoe. engkau dipandangnja serta di- hormatinja tinggi dan dimoeliakannja; keadaan itoe sangat me- njenangkan hatikoe. lapoen soeka poela mendjadi anggota per- serikatan „Onderlinge Vrouwenbeweging" (Pergerakan sesa- ma Perempoean). Ia ada mempoenjaï doea orang anak perem poean dinegeri Belanda, jang seorang akan mendjadi advocaat, dan jang seorang lagi akan beladjar kepandaian jang lain. Pa da soeatoe hari tatkala katakoe telandjoer mengatakan, bahwa sebeloemnja saja pergi mengaroengi doenia hidoep bersama- sama, saja hendak bekerdja dahoeloe diroemah sakit, biarpoen barang setengah tahoen sadja lamanja, soepaja dapatlah saja mengetahoei dan mempeladjari betapa mendjagaï orang sakit, dan kalau sekiranja nanti adalah seseorang jang sakit diroe mah .kami, djadi dapatlah saja mendjaganja dengan tiada ber- salah. Dengan segera njonja itoe berkata kepadakoe, bahwa adalah iparnja jang berpangkat dokter, soedi menolong saja mengadjarkan segala rahsia tentang djaga-mendjaga orang sakit, dan itoelah sebenarnja soeatoe pengetahoean jang amat bergoena bagikoe setiap masa oentoek menolong orang jang berdekatan idengan saja. Dokter itoe orang baroe, dan ta' tahoe bertjakap bahasa Djawa, hanjalah ia pandai sedikit bertoetoer bahasa Melajoe, dalam hal itoepoen saja dapatlah poela menolongnja sebagai
113'
djoeroe bahasanja, karena orang-orang sakit jang datang-ke- padanja kebanjakan anak Boemipoetera dan orang Tjina Sai'a bermaksoed bekerdja barang lama-
| benar | hendak | beberapa | |
|---|---|---|---|
| S | 6m h | saklt | |
| a Pada | ndid ikank0e gaim | HaI na | itoe telah |
^nPif " ^. " Pekeidjaan itoe haroes mendjadi saja3ki£f R? w,-lama koe itoe "o ^,lS f ^ .pikiranmoe tentang maksoed- oe itoe O, adalah soeatoe hal jang mengetjoetkan hatikoe ia .oenggoeh mengetjoetkan hatikoe benar, ja'ni melihat oi'ano'
SnïlihaTt^H₆^ dan mendrnt karena kesakitan, tetapi sl karfna h-il itnl men,n,8'ankan kesakitannja itoe, melainkan karena hal itoe si penghhatpoen merasa lebih menangg-oeno- kesakitan dan pada si sakit itoe sendiri. Telah kerap kali saja doedoek disisi orang sakit, dan itoelah sebabni'a ke- neHcara ifmaSp iC6tjl1 telah tjakap saJ'a memperbintjangkan peikaia itoe. Pada soeatoe hari ketika saja doedoek dekat empat tidoer si sakit, maka timboellah pikiran dalam hatikoe hendak mempeladjari pengetahoean mendjaga orang sakit-moela-moela pikiran itoe terbajang-bajang sadja achirnia mendjadi njata dan terang, dan sekarang ia telah'mendiadi
Ktao SS" ,"fr hatikr Lnti biét bei tjakap ai tin la boleh mengeloearkan segala jang terasa chhati saja tentang pendidikan anak perempoean, maka sajapoen pengetahoean tentang keséhatan
| akan | mengoeatkan | paédah | |
|---|---|---|---|
| )0 | 60 | pengetahoean | |
| nf! | e ar | saj dirikan | ltoe |
a.i.i. dT oentoek'kenT? oentoek kepeiloean perempoean. tentang
toeboeh manoesia
f₀^J"\^ " > bila sekalian jang terseboet diatas ini da- pat diadjarkan djoega dalam sekolah anak-anak perempoean iin LvTv,-Kasihan boekan, karena moerid-moe- ïd sekolah jang terseboet lain dari pada peladjaran jang bia- sa wadijib poe a menelan pengadjaran itoe. Sekolah anak- perem poean oentoek bangsa Boemipoetera jang demikian, nistjaia
hatlahmlna S? a ^-ang temilai har^anJa-boekan? Li- hatlah apa-apa pengadjaran jang akan diterimanja: kepan- dS masak-masakan, perkara roemah tang-ga, djahit-mendjahit, ïlmoe kesehatan toeboeh dan pengadjaran tentang soeatoe kerdja jang tentoe perloe mestiffh poela diadjarkan. Bermimpilah,' mimpikanlah sekaliannja ito« asal sadja hatimoe boleh senang. Boekantah ta' adalah orang jang akan melarangmoe bermimpi itoe?
Apa sadja jang saja karangkan sampai sekarang"oentoek orang banjak, sekaliannja itoe hanjalah perkataan jang sia-sia dan pemandangan sadja dalam beberapa hal jang telah kedja- dian. Perkara jang penting-penting beloem boléh saja oeraikan sajang sekali, boekan? Nanti apabila kami telah terlepas dari belenggoe besi adat- adat koeno itoe, tentoelah sekalian keadaan HABIS GELAP TEUBITLAM TERANG.
114
itoe akan beroebah. ('Adat-'adat itoe masih kami toeroet ïalah karena kasih dan tjinta kami sadja kepada orang-orang toea kami). Bapak ta' soeka jang anaknja mendjadi boeah toe toer orang lain. Bila saja nanti telah boléh tegak sendiri, bolehlah saja mengatakan boeah pikiran saja. Sabarlah dahoeloe Stella, kepadamoe boekanlah perkataan jang kosong saja kataka. Djikalau saja mengarangkan apa-apa jang saja soekai itot 1 soeatoe boekti jang benar-benar terbit dan hatikoe, dan te toelah karangan itoe mesti saja kinmkan kepadamoe.
* * 10 Juni 1901 (UI).
Karangan toean Borel jang bagoes itoe tentang gamelan (moesik njawa dinamaï oléh pengarang) teiah kami batja ckii kitabnja adalah kami poenjaï. Tahoekah toe^ k^b"gt1Jj!) lain jang telah dikarangkannja? misalnja „Het Jongetje am molék dan bagoes isinja. Banjak orang mengatatam jong Bord katania berlebih-lebihan dan antjak-antjak, tetapi kami teian merasa lazat isi kitab-kitabnja itoe! Kitabnja jang bagoes poe- S S bernama „De laatste incarnatie", dan jang terlebih VviPOPS"laei kitabnja jang bernama „Droom uit Tosan. Dalan kitnb itoe ia memaparkan kebagoesan 'alam digoenoeng-goe- noeng tanah DjawaP jang senantiasa berwarna hidjau itoe, soeii'i'ffoeh merdoe benar toetoer bahasanja., • Siana dioeapoen jang telah merasa kelazatan toetoer katanja itoe TntoSPaka^ pfrtjaja, bahwa si pengarang rtoe Woel sebenar-benarnj a ahli pengarang, ataupoen setidak-tidaknja mesti ada mempoenjaï perasaan jang sedjati it rakan Hor, merasaï keindahan 'alam mi. Akan mentjeiiteiaKaii keindahannja itoe haroeslah si pengarang itoe seorang mach- foek jang berbahagia, jang keningnja mémang telah ditjioem
dapat mempela- diari benar-benar bahasa toean jang mams dan merdoe itoe.Se
terbang dao
115
pada soeatoe ketika jang baik, tentoelah lagi toean akan m*-
.lÏcifjcM tZ 'diatas oedara di- mldapaSnCïaTiT ™ d"ri «•«*. datang Seharoesnja saja dilahirkan mendjadi anak laki-laki Kilo.,,
kan kcui. oeKarang mi saja, sTfa^f ïalah h°seorang e 'ian8' tinggi peremnoean it06 dapat dalam di^mpai-rW,,;., Boemipoetera pada zaman sekarang paikan maksoed jang terseboet itoe. Maksoed itoe soeatoe per p J£n8 moestahil, ta' boleh dioebah lagi. Sedangkan dibenoea Eropah poesat djala bagi sekalian 'ilmoe p^gSahoeln Tn kepandman, masih hébat orang berperang, oentoek mempt Djangan lagi ditanih
| oleh hak | perempoean | jang | sedjati. | kata |
|---|---|---|---|---|
| ft K | b tad a<, | Phendoedoekn diPa | a d 2 éh | laki ki |
pengetehoean J masih biadab, dan tiada be'r- pen etanoean, tanah jang perempoean-perempoeannia telah
loeTS' h S "t | ", f °'-'»
oe jang Mna...... ja, beramlah saja mengatakan lam bahwn
perempoean disim dipandang oléh laki-laki seperti bfnda rvn bernjawa sadja. Tentoelah orang akan lama menanti janfS tanah Hindia mi laki-laki akan memandang anak-anak perem- p eau sebagai manoesia sedjati, manoesia sedjati kata saja ia Dikir'hJS J.ang' b,jrhak' berhati bébas, bébas dalam hal ber- pikn, belaas dalam hal perasaan dan bekerdja? Baroe-baroe ini saja membatja dalam soêrat kabar bahwa hh temmt-m₁!1! bfrma,ksoed akan mendirikan seboeah seko- tempat anak-anak gadis regen beladjar oentoek mendi idi goeioe. Siapa jang beroesaha oentoek meniamnaikan maksóoH jang moelia itoe. ta' oesahlah saja kabarSTepaï, toaS S Sr,rSafl ,me"de""'ar kabar itoe, maka adalah semisal pintoe =ao!fcl ® °®ka dimoekakoe, dan matakoepoen memandang-lah segala ni mat jang tiada tepermanaï banjaknja didalam soerga itoe dengan bersoekatjita. Mendengar boenji soerat kabar itoe kami hampir setengah gila karena kegirangan hati f dan hal itoe telah membawa kami selangkah lagi madjoe kemoeku *rt'kata. pepatah: „Pokoknja asal langkah jang pertama telah dilangkahkan. O, pandailah hendaknja sekalian merék'i menghargakan
| jang akan mendapat | kebaikan itoe | kebaikan |
|---|---|---|
| Paja | boléh da at | |
| la SO Pe an J | nff | SOekai ta da a |
tof' u P menghargakan barang sesoe'a- toenja, haroeslah orang itoe mengerti lebih dahoeloe, dan akan
SamthS ia t?°d t \ f amat '' ' P " ni-t t u i' • ' dapat setahoenpoen mempeladiarin ia Oleh sebab itoe moestahillah kebanjakan kepala-kepalf lna£ anak negei 1 akan dapat memoeliakan maksoed Pemerintah oentoek keselamatan dan keoentoengan anak-anaknTa Tanï perempoean bilamana keselamatan dan keoentoengan itoe meskipoen oleh kami bangsa kaoem moeda sangat tinggi har-
116
ganja, tetapi dalam pemandangan meréka itoe adalah maksoed itoe seperti teka-teki dan barang rahsia sadja? Adoeh, ketakoetan kami itoe benar roepanja! Maksoed Pemerintah jang bagoes, jarig boléh banjak menjampaikan pengharapan kami, tiadalah akan makboel, karena kebanjakan kepala-kepala negeri tempat Pemerintah bertanja oentoek melangsoengkan maksoed itoe, mentjegah maksoed itoe, oléh sebab ia berlawanan dengan 'adat. Menoeroet sepandjang 'adat, anak-anak gadis ta' boléh beladjar diloear roemahnja. Tinggallah engkau, wahai kenang-kenangkoe! Mimpikoe seba- gai emas disepoeh oentoek waktoe jang akan datang, tinggal lah engkau! Adoeh, telah kerap kali benar saja oelang-oelangi dalam hati saja dan berteriak dengan soeara jang keras, bahasa mimpi dan kenang-kenangan itoe semata-mata beban, jang ta' bergoena dalam doenia bangsa Boemipoetera, dialah poela soeatoe benda jang sia-sia dan berbahaja! tetapi seka- lian itoe hanjalah moeloet sadja, jang mengatakannja, sebab diemboeskan oléh pikiran jang tawar dan dingin itoe; dan hati kami jang bodoh dan gila ini ta' maoe meiepaskan kenang-kenangan dan mimpi itoe. Mimpi kebébasan dan tjita-tjita jang lain-lain telah beroerat dan berakar dalam hati kami, sehingga ta' moedahlah ia ditarik dan dihélakan, djikalau sekiranja pohon tempat ia melekat itoe ta' dimoesnahkan lebih dahoeloe. Menoeroet pendapatankoe hati toean sangat baik sekali, ka rena toean telah menjoesahkan diri toean oentoek memikirkan oentoeng nasibkoe pada waktoe jang akan datang. Saja banjak meminta terima kasih kepada toean atas hal itoe. Tetapi dja- nganlah kiranja toean soesahkan benar akan halkoe atau lebih baik saja katakan, bahwa kami telah tahoe apa jang akan datang kepada kami. Kami bertiga akan pergi berpegang- pegang tangan menempoeh djalan doenia, jang banjak akan mendatangkan peperangan, ketjéwaan dan kedoekaan kepada kami! Djalan jang telah kami pilih, tiadalah ditaboeri dengan boen ga ros, tetapi djalan itoe mémanglah penoeh de ngan doeri dan randjau; kami pilih djalan itoe ialah karena tjinta hati kami akan dia. Dengan tjinta hati dan soeka kami- lah akan menempoeh djalan itoe. Djalan itoelah poela jang akan kami tolong menebaskan bersama-sama, dan dialah nanti jang akan membawa beriboe-riboe hamba Allah jang teraniaja, saudara-saudara kami, kepadang kebébasan dan keoentoengan. Djalan jang akan membawa berdjoeta-djoeta bangsa kami kepada boedi pekerti jang lebih tinggi. Bersama-sama beker- dja akan menjempoemakan pekerdjaan jang berzaman-zaman dikerdjakan oléh orang jang ternama, soepaja kedoedoekan boedi pekerti dalam kemanoesiaan boléh bertambah tinggi,
117
ja, péndéknja akan membawa 'alam kami jarig bagoes ini ke- padang kesempoernaan. Boekankah kesoekaran pekerdjaan itoe ada berharga besar oentoek menerangi kesoesahan hidoep? noeantrri f "Tuga Saudara" ja'ni ketiganja anak perem-
I)1'awa dltanah panas jang djaoeh ini. O, dapatlah mi ketanah jang moesimnja berganti-ganti,
etanah panas dan dingm, tanah air sekalian 'ilmoe pengeta- hoeansoepaja dapatlah kami disitoe melengkapkan diri kami oentoek peperangan besar, jang akan kami tempoeh, oentoek mentjari keselamatan dan bahagia bangsa kami. Beladjar' beladjar di Eropah, mengoempoelkan 'ilmoe pengetahoean' di- kami dengan kesoetjian dan kebagoesan, soepaja bila kami kembali ke,tanah air sendiri dapatlah kami beker- dja oentoek mengembangkan tjita-tjita kami! Masing-masing ïaioes mempoenjai otak dan kepandaian, soepaja dapat memboeat barang sesoeatoenja; lebih-lebih akan memboeat sesoeatoe pekerdjaan dengan sebaik-baiknja; hal itoe ta' dapat dibantahi f£i' soen.poehP°en masih ada djoega orang membantahi ke- dan f' M^ab berboeat pekerdjaan dengan sebaik-baiknja l P, rdjaan den"an 'akal hoedi, itoelah doea per- ^aL Jun,ê. ^f-wanan, jang ta' dapat disedjalankan. Tetapi dalam hal itoelah poela tersemboenji kebidjaksanaan jang besar, djikalau sekiranja orang pandai menjatoekan kedoea kekoea- ®aan Ja"g berlawanan itoe, jang tersemboenji dalam hati ma- noesia. O, kerap kali telah sajia lihat, bahwa memboeat peker- &Vde"ga" suebaik"baik"ja itoe tidak dengan pikiran atau kebaikan mendatangkan kedjahatan dari pada
damthVnmf₀Hath! E,Th! selamanjakah kiranja engkau ta' dapat kami datangi. Kami jang senantiasa dengan hati dan njawa kami mengingini toean? Ta' dapatlah dan ta' maoelah ,:;:,l"TPer^a! ü 'j06 ' tetapi roepan ja soenggoeh- lah demikian halnja. Perdjalanan pergi ke Eropah dan tinggal disana memanglah sangat mahal. Minister van Financiën kita ta dapat mengoerniaï kami dengan ni'matnja. Tetapi dalam hal itoe ta' oesahlah kami bersoesah hati. Hi- hati
| doep itoe amat | senang | dan bagoes | tempat | meloeloehkan | |
|---|---|---|---|---|---|
| a kA | atas segala an8 | 8 karena n Boekanka ada | sesoeatoe pa a kami | hal dan sia | an a |
| aP | an? | ka | dan |
bahf iflof RP f^ T J' g ta' dapat dioe- oani lagi Biarlah kami meminta soekoer kepada Allah dan selaloe tinggal soekoer soedahlah mendjadi kebias^an ™"r-V--. berkat dan ni'mat jang dihadiahkan Tnil i t!'f\ f ï' h kami ini telah diberkati oléh Toehan lebih baik dari pada beriboe-riboe hambanja jang lain? rimih tvih! \ ", f P kami ini. Kami Sat SStï il ™ ^"t^ kedoeanja adalah walafiat, ja, banjaklah lagi kebaikan jang lain, jang
118
telah menghiasi hidoep kami. 0, hidoep itoe mémang penoehlah dengan kebagoesan, bila kami soeka.memperhatikan sekaliannja itoe, — betoel adalah poela hal-hal jang menjoesahkan kami, tetapi kami dalam hal itoe mestilah selaloe mempertinggi keba goesan dan meringankan kedoekaan itoe. Banjaklah soenggoeh hal-hal jang menjoeroeh kami meminta terima kasih! Apabila kami merasa kelazatan njanji boeroeng dioedara, atau moesik jang merdoe jang meriangkan hati, ma- ka kamipoen mengoetjap terima kasih kepada Allah, karena Ia tiadalah mendjadikan kami orang jang pekak! Bila kami doedoek di Klein Scheveningen, tempat jang sederhana ditepi laoet, tempat jang soenji, damai lagi permai itoe, sedang mata- hari hendak terbenam, kelihatanlah kekajaan Allah disana de ngan moléknja. Ta' tjoekoeplah kiranja kami memohonkan terima kasih, sebab kami ada bermata jang séhat dan dengan mata kami itoe dapatlah kami memandang sekalian jang ba- goes dan memperhatikan tjahaja-tjahaja jang manis dan ber- warna-warna dipoentjak gelombang, dan dilangit itoe jang hening dengan sedapnja, karena itoe timboellah do'a jang meminta sjoekoer kepada Toehan jang mahakoeasa, jang men djadikan serta memerintah seloeroeh 'alam ini. Terima kasih! Sjoekoer alhamdoeli'llah! demikianlah soeara jang riang dan gembira dalam hatikoe. Sjoekoer, karena saja dapat dan boléh melihat segala keindahan diatas doenia ini. Berapa banjak orang jang ta' dapat merasa kelazatan akan keindahan dan kebagoesan itoe? Tidak sadja meréka jang memandang siang dan malam sama halnja, ja'ni selaloe dalam gelap goelita, tetapi amat banjak poela meréka, jang mempoenjaï mata dengan setjoe- koepnja, tetapi meréka itoepoen ta' dapatlah djoega melihat keindahan dan kebagoesan itoe. Itoelah jang menjebabkan kami insaf bagaimana kelebihan kami dari pada sesama manoesia jang lain, dan kamipoen karena itoe meminta terima kasih akan rahmat Toehan jang rahim jang memenoehi roeang-rong- ga kalboe kami! Oléh karena memikirkan, bahwa banjaklah diantara kita manoesia jang bersedih hati mengingatkan diri sendiri, wadjiblah insaf kita akan kelebihan kita itoe. Amat banjak perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera jang lebih pandai dan lebih terpeladjar dan lebih boediman dari pada kami, jang tjoekoep mempoenjaï kekoeatan dan ke- koeasaan, jang tidak bersifat kekoerangan, jang berotak dan berpikiran sempoerna, jang berpendidikan 'ilmoe pengetahoean, sehingga tidak adalah alangan baginja akan melébaikan dan mengoeraikan kekoeatan pikirannja, ja, betoel-betoel soeng goeh mendapat segala pekerdjaan jang disoekaïnja. Meréka itoe semoeanja ta' ada memboeat apa-apa, dan ta' sanggoep mentj apaikan apa-apa, oentoek menoendj oekkan djalan akan
119
mempertinggi kedoedoekan bangsa dan 'adatnja. Setengah meréka itoe telah soeroet kembali kedalarn doenia jang koeno, dan setengah lagi semata-mata telah mendjadi dan teroes ber- 'adat bangsa Eropah. Kedoea djalan jang ditoeroet oléh meréka itoe sekali-kali ta' bergoenalah oentoek bangsanja, meréka itoe boléh dikatakan telah hilang lenjap dari bangsanja. Tetapi kalau meréka itoe soeka dan maoe, tentoelah ia akan mendjadi sema- rak oentoek bangsanja, karena dapatlah ia membawa perempoean-perempoean sesamanja kedoenia jang terang, jang mem- beri meréka itoe pendidikan jang bébas. Boekankah soedah mendjadi kewadjiban bagi tiap-tiap orang, jang lebih berboedi dan lebih terpeladjar dari pada sesamanja jang lain, akan membantoe kawan-kawannja jang koerang pandai, dan mene- rangkan barang sesoeatoenja kepada meréka akan pengetahoe- annja itoe? Sebenarnjalah ta' ada oendang-oendang jang memaksanja mesti mengerdjakan pekerdjaan jang sedemikian, te tapi boedi pekertinja jang terpoedji itoelah jang memaksanja wadjib melakoekan hal jang sedemikian. O, kata-katakoe telah telandjoer poela, ma'afkanlah sa ja, sekiranja kata-katakoe itoe membosankan dan meroesakkan hati toean. Apakah jang memberanikan saja sampai menoelis sekalian itoe kepada toean, sambil merampas waktoe toean dengan pertjakapan jang kosong itoe? Ma'afkanlah saja! tetapi toean sendiripcen bersalah poela dalam hal itoe, karena soerat-soerat toean kedoea jang terletak dimoekakoe, kata-katanja sangat menarik hatikoe. Waktoe saja membat ja toetoer kata jang semanis itoe, sajapoen menjangka jang toean kedoea se- misal hadir dihadapankoe doedoek bei*tjengkerma. Dalam persangkaan itoelah teroes saja menoelis apa-apa jang terasa. dihatikoe. Seboeah dari goenoeng api dipoelau Djawa Timoer telah memperlihatkan kekoeasaannja jang hébat dan telah mengoer- bankan njawa beberapa hamba Allah, tentoelah toean telah mendengar. Tentang hal itoe ta' oesahlah saja oeraikan lagi pand jang lébar. Menoeroet sepandjang soera t-soerat chabar doea tiga boeah goenoeng berapi jang lain, akan moelaï poela memperlihatkan kegagahannja. O, goenoeng-goenoeng hidjau jang bagoes, jang berbahaja! Waktoe gerhana matahari pada 18 Mei, gerhana jang me narik hati segala orang pandai-pandai didoenia ini datang ke Hindlia pada waktoe itoe, hanjalah sebentar sadja melihat gerha na itoe, karena kemalangan kami, langit pada waktoe itoe di- lipoeti oléh awan jang hitam, dan hoedjanpoen toeroenlah poe la! Tetapi teriak kemalangan kami ini, bagi orang tani mendjadi soeatoe berkat! Bapakpoen merasa dirinja beroentoeng karena hoedjan itoe, sebab ia mendatangkan kebaikan oentoek
120
sekalian tanah jang kering dan koeroes. Kepada hoedjan itoe- lah bergantoeng'nja sekalian itoe. Alangkah besar berkatnja hoedjan jang lebat itoe! Mendjadi kema'moeran dan kesento- saan oentoek beratoes-ratoes, ja, oentoek beriboe-riboe ma- noesia! *
- *
6 Juni 1901 (V).
Ililda jang tertjinta! Marilah saja moelaï, poen diatas nama adik-adikkoe, memberi selamat kepada toean atas kelahiran anak laki-laki toean jang kedoea itoe, dan berharap kami, soepaja ia akan mendjadi seorang anak jang séhat sebagai kakaknja, dan berangsoer-ang- soer akan mendjadi seorang anak laki-laki jang tangkas, sehing- ga toean kedoea karena itoe boléh berhak akan bersombong diri. Bagaimanakah tingkah lakoe sahabat kami jang ketjil jang sekarang telah berpangkat „kakak?" Tidak maoekah ia ber-main-main dengan ségera dengan adiknja si Alfred itoe? Boe- kankah itoe nama si ketjil itoe? Si anak dalam boelan Mei! Toean de Genestet telah mem- boeat sja'ir jang amat bagoes tentang anak-anak jang lahir dalam boelan Mei. Achir sja'ir itoe amat masjgoel, tetapi oen toek anak Mei toean, kami harap jang do'a permintaan si toe- kang sja'ir itoe dalam doea boeah sja'irnja pada bahagian jang pertama, akan dikaboelkan oléh Toehan jang esa. Soenggoeh- poen sja'ir itoe toean kenal, tetapi amat soeka hatikoe akan menoeliskannja sekali lagi dibawah ini:
Wahai déwata moesim jang segar, Taboerkan dikakinja si boenga mawar, Wahai déwata si tjinta hati, Koerniakan padanja setia sedjati!
Selamatlah toean ditaman ajah, Boenda membimbing ta' tahoe pajah, Toean sebagai boenga melati, Anak boelan Mei Allah berkati!
Saja dengar toean mentertawakan dirikoe sendiri bila toean membat ja jang diatas ini, alangkah gilanja? Djanganlah toean menghérankan diri dalam hal itoe, karena segala bibit-bibit jang telah ber'oemoer, mémanglah selaloe lekas berhati rindoe, dan jang bertanda tangan dibawah inipoen telah masoek mendjadi bibit jang telah toea.
121
1 Augustus 1901 (VIII).
Boenga-boengaan dan doepa perasapan ta' boléh tinggal bagi kami bangsa Djawa dalam segala hal. O, baoe boenga dan baoe doepa bangsa Boemipoetera jang sedap itoe moedah benar menerbitkan soesoenan pikiran dan perasaan kepadakoe, tiap-tiap kali apabila saja membaoeinja, timboellah soesoenan jang terseboet dalam dirikoe. Sepandjang hari ia membangoenkan kenang-kenangankoe dan menegoeh- kan perasaankoe ada berdarah Djawa jang mengalir diseloeroeh toeboehkoe. O, njawa bangsakoe, jang moela-moelanja amat soetji, bagoes, moelia dan bersifat chidmat, apakah kedjadian toean sekarang? Didjadikan apakah toean oléh waktoe jang berzaman-zaman lamanja, waktoe jang sia-sia itoe? Kerap kali orang mengatakan jang kami dalam hati lebih menjoekaï tjara Belanda dari pada tjara Djawa. Alangkah sa- joenja pikiran itoe! Biarlah kami dikatakan orang berpikir dan berperasaan sebagai tjara Eropah, tetapi darah Djawa kami jang sedjati, jang hidoep dan panas mengalir diseloeroeh toe- boeh kami ta' dapatlah disemboenjikan. Kami rasaï hal itoe senantiasa, bila kamii membaoei boenga dan asap doepa, mendengar boenji gamelan dan desir angin dipoentjak pohon njioer, mendengar boenji boeroeng tekoekoer, boenji poepoet batang padi dan boenji den tam lesoeng padi Soenggoeh ta' sia-sialah kami akan tinggal se'oemoer hidoep dalam soeatoe lingkoengan, jang telah mendjadikan 'adat lem baga jang sedjati, tetapi dalam hal itoe telah kami peladjari dan selidiki poela kehampaan 'adat lembaga itoe, sehingga koeketa- hoei benar-benar jang ia ta' ada berisi. Sekarang itoelah sebab- nja maka selaloe kami mendengar ratap tangis dan soeara poetoes-poetoes asa, jang keloear dari hati noerani kami: „Apa goe- nanja lembaga jang ta' berisi itoe?" Soeatoe lembaga patoetlah boeatannja sempoerna, tetapi jang teroetama sekali ialah isinja. Soenggoehpoen demikian adalah banjak jang lain jang baik pada bangsa Djawa. O, kami soeka benar bila njonja datang kepada kami, akan melihat kebagoesan jang terdapat pada bangsa kami. Djika saja melihat barang sesoeatoe kebagoesan jang sebenar-benamja kepoenjaan bangsa Djawa, selaloe saja berpikir: „Alangkah baiknja, bila njonja A. bersama-sama diam dengan kami. Tentoelah ia amat soeka melihat sekaliannja itoe, apalagi karena adalah orang disisinja, jang dapat mene- rangkan kepadanja barang sesoeatoe jang tidak dikenalnja itoe, jang dipandangnja barangkali hanja sebagai teka-teki dan benda jang gaib sadja. Ia tentoelah akan merasa kelazatan dan kamipoen akan berbesar hati dan menghormatinja, sebab ialah
122
orang jang mempoenjaï penglihatan benar oentoek segala benda jang bagoes dan molék." Si Djawa ahli oekir, demikian namanja njonja seboetkan, sekarang telah poela mengoekir apa-apa jang bagoes, jaïtoe seboeah peti, penoeh dioekimja dengan tjeritera wajang, toetoep peti itoe diloear dan didalam serta keempat dindingnja dioekiv dengan gambar-gambar wajang; dan lagi adalah poela seboeah kotak jang bergoena oentoek menjimpan barang perhiasan, itoe- poen telah dihiasinja poela dengan oekir-oekiran. Peti itoe akan sa ja lapisi dengan soetera koening sebelah kedalamnja serta dibeiï bertepi pérak; jang akan memboeat itoe ialah anak Boe- mipoetera djoega. Peti itoe mestilah bagoes sekali hendaknja, karena akan digoenakan oentoek menjimpan porterét regén-regén tanah Djawa dan Madoera, jang akan dipersembahkan kepada Seri Baginda Maharadja Wilhelmina. Pikiran jang bagoes itoe keloearnja dari si pemesan kotak itoe, jaïtoe regén Garoet. Akan menghiasi kedoea barang itoe dipoelangkan orang kepadakoe, sa ja boléb mengeloearkan oeang seberapa sadja oentoek mengerdjakannja, asal peti dan kotak itoe boléh bagoes roepanja.
*
- *
8 — 9 Augustus 1901 (VIII).
Sekarang saja lihat lagi ditepi laoet jang bagoes itoe, ja, boekan boeatan moléknja disinari oléh tjahaja boelan jang koe ning seperti emas, sinar jang mana sekarang berdjoeta-djoeta kali pantjar-memantjar diatas ombak dan aloen dalam laoetan jang loeas. itoe, sehingga kelihatanlah roepanja sebagai oelar jang bertjahaja-tjahaja, jang dipaloet dengan emas dan pérak! Dan saja dengar lagi desir daoen njioer jang sedang bergo- jang-gojang, dan melambai-lambai sebagai boeloe-boeloe pérak jang amat besar, ditioep oléh angin malam jang amat sedap terasa dipipi, dan desir lemah lemboet kedengaran ditelinga kami. Amat merdoe lagi boenji itoe karena ditjampoeri oléh boenji ombak dan gelombang jang gagah dan mand ja, memaloekan dirinja diatas pantai jang poetih dan berkilat-kilat itoe. Hal itoe sekaliannja ialah mimpi kebagoesan dan bahagia! Kami doedoek waktoe itoe adalah dikelilingi oléh laoetan mas dan pérak, dan ditoedoengi oléh langit berwania kilau-kilauan dan ditaboeri lagi oléh bintang jang sedang memantjarkan tjahajanja kian kemari, soenggoeh serasa kami doedoek dalam soerga doenia, dengan penghabisan kelazatan dan keriangan hati; bertambah- tambah lagi karena kami mendengarkan soeara jang merdoe jang mentjeriterakan kabar jang bagoes-bagoes dari negei'i-
MENOOEKIR KAJOE DIKABOEPATÉN DJAPARA.
CENTRALE BOEKERI
MENGOEKIR
negeri asing, jang djaoeh, djaoeh dibalik laoetan, laoetan jang lébar dan bersinar-sinar dimoeka kami, ja'ni kabar ten tang tempat toempah darahnja sendiri.
Masakan saja dapat meloepakan perdjalanan jang menggi- rangkan hati, ketika kami mengantarkan njonja pergi kese- tasioen? Waktoe itoe sampai sekarang telah setahoen lamanja, tahoen jang penoeh dengan hidoep rahim dan ni'mat, tahoen pada waktoe saja sangat bersoeka raja, terkadang meratap dan menangis, dan berhati sedih, tahoen pada waktoe saja hidoep dalam sa'at jang lazat tjita, tetapi djoega berpoetoes asa dan berbimbang hati, sa'at ketjelakaan, kesiksaan dan berpe- nanggoengan jang mengangoeskan hati. Saja telah hidoep dalam setahoen ini lebih berharga dari pada doea poeloeh satoe tahoen jang soedah sama sekali bersama-sama! Soenggoehpoen demikian tiap-tiap hari dalam tahoen ini masih terang tergaris diotakkoe. Hanjalah menit-menitnja sadja jang telah saja loepakan, tetapi tidak 365 kali 24 djam! Sekarang hatikoe masih gembira, dan njawakoe masih bergojang, karena mengenal dan mengingatkan keberatan jang besar, jang telah mendatangi saja dalam hidoepkoe! Alangkah terangnja sekalian itoe, masih ter- toelis rasanja dimentagikoe. Ja, sekalian jang saja lihat pada njonja, waktoe njonja disini, masih teringat oléhkoe. Njonja memakai pakaian jang kehidjau-hidjauan dengan molék dan sederhananja Kamipoen berpakaian jang kehidjau-hidjauan djoega. Adalah seolah-olah telah dimoepakatkan lebih dahoeloe akan memakai pakaian jang berwarna hidjau, warna kesetiaan itoe! Setia, ialah sepatah kata jang ketjil sadja, tetapi artinja boe kan boeatan besarnja! Setia lebih besar artinja dari pada tjinta; setia kerap kali menagih kekoeatan jang amat besar. O, hati anak-anak moeda! hati jang berdebak-deboer, dibalik warna jang hidjau jang melindoenginja, moga-moga boléhlah hendak- nja engkau koeat dan perkasa akan meninggikan arti warna jang toean pakai itoe selaloe waktoe, jaïtoe: „setia!" Lihatlah disaria adalah laloe koernia Allah sebagai seboeah kendaraan jang penoeh berisi dengan kiasan Allah jang tiada ternilai harganja; kendaraan itoe menempoeh djalan jang panas dan bertjahaja, melaloei djalan jang dipagari dengan ka- joe jang rindang dan padang jang loeas jang berselimoetkan terang tjoeatja seperti mas. Koernia itoe ialah: „setia" nama- nja. 'Alam ini sama sekali ialah kegirangan dan tjahaja, telah mendjadi satoe dengan njawa kami, poen sedang hidoep dalam oedara keriangan dan soekatjita! Patoetkah pertemoean jang sebaik itoe dengan lekas sadja
124
dipertjeraikan ? Ta' dapatkah pergaoelan itoe dilamakan bebe- ïapa hari lagi? Waktoe njonja berang'kat dari roemah kami, njonja berkata kepada kami: „Toean ta' tahoe betapa soeka hati kami lebih la ma tinggal disini, lebih-lebih karena soeamikoe banjak lagi hen dak memperkatakan apa-apa jang lain dengan bapak toean, tetapi soeamikoe sajang ta' dapat tinggal lebih lama, sebab waktoe- nja telah dihinggakan amat sedikit. Bila kami pandai memante- rakan waktoe itoe tentoe boléhlah kami tinggal tjobalah dji- ka sekiranja kami dapat membawa toean ke Betawi, itoelah jang sebaik-baiknja!" Kami menjahoet: „Kami mengoetjap terima kasih akan toean kedoea, karena toean telah datang kemari." Dengan tiada berkata sepatahpoen lagi njonja berdjabat tangan dengan saja, dan sajapoen ta' meiepaskan tangannia itoe. ,,Hati jang sederhana lekas mengerti soeatoe dengan jang lain," kata njonja kepada dirinja sendiri, tatkala dilihatnja moeloetkoe ta' sanggoep menjemboenjikan rahsia diam-diam, jang pada halnja tidaklah mendjadi rahsia lagi kepada njonja. „Amat beroentoenglah saja diapat berkenalan dengan meréka kedoea, dan mendapat kasih sajang dari padanja." Waktoe itoelah sa'at jang berni'mat kepadakoe, sa'at ketika saja bersama-sama dengan meréka itoe! Saja maboek rasanja waktoe itoe karena kekajaan, maboek karena berbahagia dan. saja merasa dirikoe seringan kapas, moedahlah dapat diemboes- kan oléh angin laloe kelangit jang hidjau, kepada tjahaja jang gilang-gemilang! Apakah artinja oentoeng bahagia, lain dari pada sa'at-sa'at jang bergirang hati, bcrsoeka raja, sehingga ta' sadarkan diri, girang hati, goendah goelana? sa'at-sa'at jang menje- sakkan dada karena debar-deboer hati jang amat sangat, sehing ga serasa melajanglah kami kelangit membawa kegirangan dan kesoekaan tiada berhingga-hingga itoe sa'at-sa'at jang seperti kilat itoe tjepatnja, tetapi amat lama dan banjak me- ngandoeng kedermawanan pada hari kemoedian! Kasih sajang baroe dapat mendjadikan orang berbahagia, djikalau sekiranja si peoierimanja sendiri adalah poela mempoenjaï kasih sajang itoe!
Penoempangpoen segeralah poela naik, karena keréta mesti berangkat. O, binatang boeas jang berteriak dan berboenji hi- roek-pikoek, lambatkanlah dan koerangkanlah larimoe! Djangan engkau terlaloe lekas membawa kami sampai ketempat pertje- raian kami, ja'ni ditempat jang kemarin tempat kami berdjoem- pa. Adoeh! Si toekang menjalakan api ta' mendengar katakoe itoe, keréta teroes berlari seperti biasa, meskipoen didengarnja benar katakoe itoe, tentoelah ta' akan dipedoelikannja kehendak,
125
i einginan anak perempoean gila ini. Dengan sabar melantjar- an keieta itoe sebagai biasa diatas réi besi jang terbentang itoe; dan pada waktoe jang telah tertentoe keréta itoepoen masoeklah kesetasioen jang kami takoeti itoe. Dengan perkasa saja soeroetkan kembali gelemboeng, jang terbekang dikerong-
126
10 Augustus 1901 (IV).
Ma'afkanlah saja dahoeloe karena baroe sekaranglah saja mendjawab tentang kiriman doea boeah porterét toean, akan djadi anoegerah toean oentoek kami. Anoegerah itoe sangat membesarkan hati kami, dan amat tinggi harganja kepada kami. Atas pemberian itoe kami pohonkan banjak terima kasih kepada toean. Apakah jang ta' timboel dalam kenang-kenangankoe, tatkala saja melihat porterét toean itoe. Kerap kali djika saja bermoe- ram doerdja dan bersoesah hati dan poetoes asa, karena melihat bermat jam-mat jam ketjelakaan, ketjelakaan jang ta' koeasa saja menentangnja, serta melihat sekian banjaknja kelaliman dan sekian banjaknja orang jang ta' menaroeh iba-kasihan, maka hatikoe segera mendjadi senang, djika ingatankoe mela- jang kepada sahabat kami jang djaoeh itoe. Saja sekarang boléh me nam ai toean sahabat kami, boekan? Sahabat jang bertani memboeang dirinja dari doenia kesendirian, karena kasihnja jang sedjati kepada sesamanja manoesia, dan gagah menempat- kan dirinja dihoetan rimba, ditengah-tengah bangsa jang bia- dab, memberi dan mengadjar meréka itoe arti kata kasih. ka sih jang dirasaïnja soenggoeh-soenggoeh dalam hati sanoebari- n
Soerabaja. ........,,
Beroentoenglah jang di Semarang penjakit itoe hanjalan sa dja satoe2 jang dihinggapinja; tetapi koléra itoe roepan ja soe- atoe penjakit jang seboeas-boeasnja, karena hampir ta adalah orang jang kena penjakit itoe jang semboeh kembali. Lain dan pada penjakit koléra itoe, ialah penjakit demam kepialoe pe njakit jang djahanam sekali jang ditanggoeng oleh pendoedoek beberapa negeri ditanah Djawa; penjakit itoe asalnja karena. ,,ta' tjoekoep makan." Kami berharap soepaja Allah akan men-
127
wf j ta"al;.kami segala soeatoe bahaja jang sangat esengsaraan dan ketjelakaannja dan jang tjakap memoesnah- kan seboeah negen, jaitoe jang bernama: bahaja kelaparan. Hampir ta dapat dipertjajaï, bahwa ditanah Djawa, tanah jang ma moer dan soeboer, boléh ditanami dengan bermatjam- matjam toemboeh-toemboehan, disana boléh kedjadian kekoe- rangan makanan Hal itoe sesoenggoehnja amat menjedihkan nati, Kasihan! Bahaja jang sedemikian dengan hébat telah ke djadian di Poerwodadi, dan beloem selang berapa hari ini saja telah membatja dalam soerat kabar, jang membesarkan hati bahwa I emenntah telah mengeloearkan wang tiga ratoes lima poeloeh nboe roepiah banjaknja, oentoek pembeli sapi-sapi pem- badjak akan dipakai di Poerwodadi dan Demak. Demak ialah seboeah negen jang dibawah pemerintahan pamankoe, regén iJemak. Iiap-tiap tahoen anak negeri amat takoet melihat keda- tangan moesim hoedljan disana, sebab moesim itoe selaloe me- nenggelamkan negeri itoe. Ta' tahoelah saja telah beberapa nboe mas, jang telah dikeloearkan oléh Pemerintah oentoek be land ja perkakas penahan air, tetapi soenggoehpoen demikian tiap-tiap moesim hoed jan selaloelah disana ada bandjir besar. /'igamiana oeg'a besarnja ketjelakaan itoe disini, tetapi orang dismi masih beroentoeng, djikalau dibandingkan dengan sau- dai ah-saudara kami jang miskin, laki-laki dan perempoean jang diam ditanah Eropah jang djaoeh itoe, jang telah biasa me- nanggoeng kelaparan dan kedinginan dalam -moesim dingin. ï adakoe disini ada seboeah kitab toean Fielding jang baroe saja terima dari negeri Belanda. Kitab itoe meriwajatkan hal ih- wal agama Boedha, dan menoeroet pembeli tahoean jang telah saja batja dalam beberapa soerat-soerat kabar, kitab itoe amat bagoes. Kitab itoe diterdjemahkan dari bahasa Inggeris kedalam bahasa Belanda, oléh toean Felix van Ort, djoeroe kabar dari soerat kabar „Waarheid en Vrede" (Kebenaran dan Damai). Tentoe toean telah mengenal pengarang itoe. Ia seorang jang mempoenjaï banjak tjita-tjita jang hendak mengembangkan kejakinan pikirannja oentoek „mengalahkan kedjahatan dengan kesajangan. Hal itoe amat bagoes dalam kenang-kenangan, te tapi dalam hidoep bersama-sama amat soekar melakoekannja. Kami amat menjoekaï hal itoe, dan kamipoen telah membatja djoega kitabnja jang bernama: „Naar het groote Licht" (Pergi ketjahaja jang bestair). Kitab itoe isinja mengoeraikan berma- tjam-matjam pertanjaan, jang biasa bertemoe tiap-tiap hari dalam hidoep hari-hari. Telah hampir setahoen lamanja, sesoedah kita berdjoempa di Dépok. Tatkala itoe ta' adalah pikiran kami sedikit djoega, jang perkenalan kita disana akan meriangkan hati sebag'ai se- karang ini. Hingga ini masih teringat kepadakoe, toean datang
128
berdiri dekat keréta api, dan bertanjakan, kalau-kalau „regén Djapara datang poela bersama-sama." Ta' dapat saja memikir- kannja, bahwa hal itoe telah kedjadian pada tahoen jang laloe, bagikoe rasanja seakan-akan baroe kemarin. Alangkah lekasnja terbang waktoe itoe! Dari pada njonja A. saja baroe sebentar ini mendapat sepoe- tjoek soerat; njonja dan toean kedoeanja sekarang tidaklah be- gitoe séhat Tiap-tiap hari, waktoe kami tinggal di Betawi itoe, sekaliannja hari soeka raja bagi kami! Kami sahabat-sahabat toean gaais-gadis Djawa ini, sangat tama' kepada persahabatan, ke- sajangan dan kesoekaan itoe. Ketiga perkara itoe ta pernah membosankan meréka itoe. Sekaliannja itoe didapatinja diroe- mah toean amat banjak! Kemarin doeloe tjoekoeplah setahoen lamanja, jang Toehan rabboe'l'izati mendatangkan soeka ïaja itoe sehari-hari kepada kami, dan sedjak itoe ta dapatlah ke- nang-kenangan kami, kami tjeraikan dari hidoep kami lagi. Pada hari tahoen perkenalan kami itoe, kami rajakanlah di Klein Scheveningen, ditepi pantai kami jang amat tjantik; tempat itoe amat kami kasihi, karena disitoelah kami dapat meman- dang sekalian jang bagoes-bagoes dalam doenia hidoep kami. Laoetpoen waktoe itoe amat bagoes, amat tenang, hening dan permai serta disinari oléh beberapa djenis warna jang di- manterakan oléh matahari akan terbenam! Adalah roepanja seolah-olah orang melihat seboeah karang moetiara jang amat besar sekali. Disebelah barat langit warnanja amat menjala sebagai matahari sedang terbakar roepanja. Dipihak selatan tem pat pertemoean langit dan laoet warnanja keoengoe-oengoean. Waktoe itoe betapalah poela énaknja melihat warna hidjau toea jang bagoes dan molék diatas kepala kami, sesoedah meman- dangi segala jang bersinar-sinar jang meraboenkan mata itoe. Ditengah-tengah sekalian kebagoesan itoe doedoeklah kami di- pantai poetih jang soetji itoe dengan kaki kami terdjoentai ke- dalam air, dan hidoeplah kami rasanja dengan hidoep jang pe- noeh dengan mimpi jang berbahagia! Toean tentoelah berpikir, alangkah gilanja anak-anak itoe. Ja, moeda dan kegila-gilaan, remadja dan asjik, selamanja diatas doenia sedjalan dan sepasang! Kami berharap sangat iang kami selaloe boléh bergila-gila sebagai itoe, dan ta pernah mendjadi 'arif dan bidjaksana, jang akan mendjadikan kami nendiam dan kakoe! Kami gementar melihat si pendiam dan si kakoe itoe, tetapi lebih baik kakoe dan pendiam dan pada ke-DlllTlff kcikoc ^ Saiang dan berdoekatjitalah kami jang kami sampai sekarang beloem dapat mengoendjoengi sahabat kami, njonja dan toean Ovink di Djombang. Kami sama-sama beringm hendak bertemoe,
129
- t(rtapi atJ'apkali djika kami hendak pergi kesitoe selaloe ada alangannja. Djikalau kami datarig kesitoe Dpstilah bmi l pergi ke Modjewarno, jaltoe tempttTangtelïh taSrttamfi" ngai tjenteranja. Njonja Ovink mentjeriterakan kepadi kami seka ,an kebaikan njonja dan toean BeiUefcTjang SSakan! [« '"S'/rï? re8en D«nak dengan anak isterinja telah keadLn dkitc» Sr™?0, man>en,kan xeaaaan disitoe. Djika sekiranja toean nanti hendak meneei- langkankoe dengan sepoetjoek soerat, baiklah toean baniak2
^ Sendi"' kerdja'toeTdan ïereKa itoe, jang hidoep bersama-sama dengan toean kedoen disitoe; karena sekalian itoe soeatoe kelazatan jang amat saingat k^adakce hendak mendengarnja. Alangkah lamlnTdidSn soerat jang dikirim dan Gorontalo maka sampai ke Djawa! Hampir sama lama perdjalanan soerat itoe dengan soerat iane dikmrn kenegeri Belanda. Dalam boelan Juli jfng S laTof beikoempoellah kami sekalian sanak saudara, ipar bésan anak joetjoe, ja, segala kaoem keloearga kami. O, sekaliannja katakoe ïdak benar, adalah lagi seboeah tempat, jang tinggal kosong- dalam perkoempoelan itoe, jaïtoe tempat kakakkoe jang tertiinta
^"btsamf^fïr ' ' ÏÏMÊ
| hat me ihat | Wadjah | |||
|---|---|---|---|---|
| rawan | po€la | kami | ||
| kakak Jang dltjmta itoe | ta ha | |||
| e ran | Jai 8 | baik hatl | kami | |
| epadaT1Jla | p | t06a daglngl a | bahwa sekalian sendiri | ad |
k™ Snt f J f ' ^ mengenang- ' dir déwasa itoe Kakan- V / °-i? ?'-sekalian soeka dan sa- v. rfv-astilah soeatoe kenang-kenangan jang mera- kasihTaianinS ' anak-anaknja, nanti ?J > P a soeatoe ketika ? ™~stilah akan menmggalkannja dan tidaklah lagi men- djadi hak miliknja, karena masing-masing perloe pergi menoeroet oentoeng nasibnja sendiri-sendiri.
| 19 Augustus | 1901 (V). | ||
|---|---|---|---|
| 06 d | bahaf a |
berdTarn SS ^ * lakoe saja ta' baik, karena toeat S sekian lama, dan tidak hendak membalas soerat toean jang merdoe itoe, apalagi ta' maoe mengindahkan panir- gila,n toean serta tidak memberi kabar tentang kiriman por- let toean jang bagoes itoe, jang amat menggirangkan hatikoe Berdiam diri itoe boekanlah sekali-kali disebabkan oléh karena sebaik^top' T 5artini jan^ mempoenjaï keséhatan sebaik itoe, telah memboeat dirinja poera* sakit oentoek pertoe- oraT,nSeP«' v benngin hendak dimandjakan sebagai sakit seSktt rSvhtoelah menoeroet pikirankoe, ta' apalah sakit- sedikit dilebih-lebihi menanggoengkannja. Kalau sekiranja habis gelap terbitlah terang.
ta' ada mata dari belakang, jang saja takoeti, jang melihat sa ja menoelis.dan membat ja soerat itoe, soenggoeh amat banjak jang akan saja toeliskan. Wah betapalah marah adik-adikkoe kepa- dakoe, bila maksoed itoe saja sampaikan! Adik-adikkoe mémang pandai poela memarahi orang, hal itoe boléhlah saja sahkan kepada toean! Tetapi apakah jang saja boeat sekarang, hendak ment jeriterakan keboeroekan adik-adikkoe jang koetjinta, itoe ta' baik!
Ta' ada jang moestahil didoenia ini! Apa-apa jang kita teriak- kan moestahil pada hari ini, bésoknja telah kedjadian. Dalam doenia bangsa Boemipoetera telah ada gerakan, jang bermaksoed hendak „madjoe." Gerakan itoe telah beroerat dalam kenang- kenangan, dan mémanglah menggembirakan hati. Tetapi sajang gerakan itoe maoe bertoemboek dengan bidji mata bangsa Djawa, ja'ni 'adatnja jang telah toea itoe. Akan memperoléh kemadjoean itoe mestilah. lebih dahoeloe banjak pepeiangan dengan diri sendiri, dan peperangan jang lain-lain, jang haroes di- lakoekan oentoek mengalahkan bermat jam-mat jam boeah pikir- an dan 'adat-'adat lama jang tiada berpadanan dengan kema djoean, jang patoet dikoeboerkan dengan sedalam-dalamnja, soepaja ta' pernah lagi bangoen kembali.
*
- *
Augustus 1901 (VII).
Saja sangat jakin, bahwa dari perempoean boléhlah timboel kekoeasaan besar jang bergoena oentoek hidoep bersama-sama, karena itoelah maka ta' ada keinginankoe jang lam dan pada beladjar oentoek mendjadi goeroe perempoean, soepaja saja nanti sanggoep mempergoenakan dirikoe mendidik anak-anak perempoean kepala-kepala negeri. O, amat sangat keinginankoe, soepaja saja tjakap membimbing hati anak-anak, memperbaiki tingkah lakoe, menadjamkan otaknja jang masih moeda itoe, mendjadikan meréka itoe oentoek perempoean jang akan diha- rap» perempoean jang kelak pandai menanam dan mengem- bangkan segala bidji jang baik dalam hidoep meréka itoe. Oentoek perempoean-perempoean sendiri, kamipoen sangat beringinkan pengadjarian dan pendidikan itoe, baginja tentoelah soeatoe berkat dan rahmat jang ta' ternilai harganja. Dalam doenia perempoean bangsa Djawa banjak benar hal- hal jang menjoesahkan hati, dan amat banjak poela penang- goengan jang sedih-sedih. Djalan toenggal jang terboeka oen toek anak-anak perempoean bangsa Djawa, lebih-lebih bagi anak-anak perempoean bangsawan ialah: „kawm.
131
tn^o l ^. saan 'adat perkawinan itoe se-
| (aka | dlboeat oIéh | kebi |
|---|---|---|
| aka |
kaïang, jang asalnja moela-moela perintah Allah soeatoe rop " darïïjft Kawm, jang seharoesnja mendjadi soeatoe daradjat jang moelia sekaiang telah mendjadi soeatoe kerdja jang biasa sadia' o' hA!™''! pe,r j'indjian jang menghinakan dan merendahkan ke- hormatan kemanoesiaan, wadjiblah perempoean Djawa maoe ta' kTakSS r a it0e pLTatïu
| w^ | h/, ' | »>apak | ||
|---|---|---|---|---|
| 1 | tehmpat la J | Pikiran n nja han alah | ta' nprino P | SP i, ,;i • demiklan |
, f., f?1' wadjiblah si gadis boeta toeli menoeroetkan SPn rang laki-laki asing ja'ni laki-laki, jang kei^S tóiKS"
ShTiS tama 'w J-!f" si gadis itoe tidak-Sla wiMop ™,L-.'-> menoeroet perintah bciaja. wak toe peikawman itoe si sradis r ivv djoega kaboelnja tidak perloe diminta ' Djaoeh dan dekat kami ketahoei penanggoengan iane sene-- sara, jang disebabkan oléh roekoen Islam, jang amat memoe dahkan kewadjiban si laki-laki, tetapi sangat menjSSTn mentjelakakan si perempoean! Perempoean-perempoean telah diboeat sedemikian dan hal itoe ta' dirasania kata orano- jang segala ,.tahoe." Kalau hal itoe tiada setoedjoé dengan pi-SS f®ngapa la membiarkan hal jang sedemikian itoe' Biailah saja mi seorang anak bangsa Djawa jang dibesarkan dalam pangkoean bangsa itoe, dan selaina hidSK ünS didoenia bangsa Djawa, berani menjatakan kepada toean bahasa pei empoean-perempoean bangsa Boemipoetera ada berhati ma- noesia djoega, hati jang dapat merasa dan menanggoen°-kan seperti hati perempoean jang berboedi pekerti dinegeri toean' Tetapi dismi hal itoe tmggal ditanggoengkan sadja oléh pe rempoean-perempoean dengan diam-diam, berserah diri ta' koeasa dan ta koeat sekali-kali, karena meréka itoe ta''ada berkepandaian dan berpengetahoean. Dalam hikajat nabi adalah ditjeriterakan begini: Soeami Fa timah pergi kawin sekali lagi, waktoe itoe Fatimah ditaniaï oleh nabi Moehammad, bagaimanakah perasaannja, karena soe- aminja bensten seorang lagi. Fatimah mendjawab Ta' adt apa-apa bapak, sekali-kali ta' adalah apa-apa perasaankoT» tan? r ^ ber-kata ltoe Fatimah sedang bersandar pada seba- ?-fanf Jang' moela-moelanja berdaoen segar dan soeboer, tiba-tiba daoen pisang itoe mendjadi lajoe dan nohon- nja tempat ia bersandar itoe mendjadi angoes. bekali lagi nabi bertanja akan perasaan Fatimah. Fatimah- poen mendjawab lagi: „Ta' ada apa-apa, bapak, sekali-kali ta' apa-apa perasaankoeT Nabi laloe memberi Fatimah sebidti teloei mentah, dan dimmtanja meletakkan teloer pada dada Fatimaii. Kemoedian nabi meminta teloer itoe kembali serta dipetjahnja dan dilihatnja waktoe itoe teloer itoe telah masak'
132
Semendjak itoe hati perempoean-perempoean sebelah timoer ti- adalah beroebah-oebah. Hikajat jang diatas ini menerangkan djoega kepada kita betapa pikiran kebanjakan perempoean, tentang hak si laki-laki jang amat bengis itoe. Banjak perempoean-perempoean memandang, bahwa mendjadi soeatoe kehormatanlah kepadanja, pandai menjabarkan diri dengan tiada mengoebah air moeka, bila doedoek berdekatan dengan isteri-isteri soeaminja jang lain, tetapi djanganlah di- tanja apa jang tersemboenji dan teroekir-oekir dalam dadanja jang terloepoet sama sekali dari pada mata orang banjak, ialah: hati perempoean jang san gat disakiti, dan njawa se- bagai njawa kanak-kanak jang ta' patoet berpenanggoengan dan kena siksa hidoep-hidoep. Sekali lagi saja berkata, bahwa amat banjak penanggoengan jang ditanggoeng dengan kesedihan dan dahsjat dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera jang membawa meréka mela- rat. Penanggoengan meréka itoe jang saja pandang ketika saja masih ketjil itoelah jang moela₂, jang menerbitkan dan mera- bangoenkan keinginankoe hendak memerangi kebiasaan hina itoe, jang roepan ja terpandang 'adil, karena telah beroerat ber- akar dari doeloe kala. Oesaha kami adalah doea maksoednja, pertama akan bekerdja bersama-sama oentoek meninggikan da- rad jat bangsa kami dan menebas djalan oentoek saudara-saudara kami jang perempoean kepadang keadaan jang lebih bagoes, keadaan hak kemanoesiaan. Kepada toean sekalian jang menaroeh kasih dan tjinta bagi tanah Djawa dan kepada pendoedoeknja, anak Djawa, kami po- honkan permintaan jang amat sangat: „Tolonglah kami me- njampaikan tjita-tjita kami, kaoem perempoean." Berilah perempoean-perempoean pendidikan, boekakan hati dlan pikirannja; dan toean sekalian jang mendjadi sahabat tanah Djawa, tentoelah toean akan mendapat penolong-penolong jang tangkas dalam pekerdjaan toean jang berat, bagoes dan moelia itoe, ja'ni: kesopanan, pengetahoean dan daradjat jang tinggi dari soeatoe bangsa! Adjarlah meréka sesoeatoe kepandaian, soepaja meréka itoe ta' lama lagi tinggal mendjadi barang rampasan, ta' ada berdaja, bila orang jang melindoenginja, berkehendak akan mengawin- kannja. Perkawinan itoe kalau sekiranja ia beranak, akan m^ng- hamboerkan dia dan anak-anaknja itoe kedalam loerah ketjela- kaan itoe. Kami telah banjak melihat kemelaratan dalam doenia perkawinan bangsa Djawa, hal itoe ialah disebabkan oléh kare na hak laki-laki orang Islam jang sangat bengis itoe. Doeka hati perempoean dalam perkawinan jang demikian dan kemelarat an anak-anak jang toemboeh sebab perkawinan jang demikian,
133
membakar hati kami, dan djalan itoe mentjamboek kami akan melawani hal keadaan itoe! Hanja seboeah sadja djalan tempat kami lari akan meiepaskan diri dari pada hidoep jang sedemikian, jaïtoe si gadis itoe wa- djib sanggoep berperang mentjari penghidoepan sendiri. Beloem seorang djoega perempoean jang memboeat sedemiki an, ataupoen jang berani memboeat sedemikian! Karena maloe besar, bila anak gadis tidak dikawinkan, demikianpoen djika se orang perempoean tinggal tidak bersoeami. Tjita-tjita kami ialah apabila kami ada berkepandaian jang tjoekoep boléh mengadakan seboeah sekolah oentoek anak-anak gadis kepala-kepala negeri, maka disekolah itoe akan kami adjar- kan lain dari pada pengetahoean biasa jang bergoena oentoek hidoep setiap hari, ialah 'ilmoe kesopanan, jang meninggikan pikiran dan menjoetjikan hati. Dapatkah akan terdiri seboeah sekolah jang sedemikian? Kami berani mengatakan „boléh". Meskipoen kebanjakan ke pala-kepala negeri jang telah mengirim anak-anak gadisnja sekarang pergi beladjar kesekolah, hanjalah oentoek pemoedjikan dirinja sadja, karena meréka ta' maoe kalah oléh kawan sedja- watnja jang lain, dan sekali-kali boekanlah sebab ia insaf akan goena peladjaran perempoean-perempoean oentoek si poen ja diri sendiri dan orang sekaliannja; tetapi hal itoe tiadalah kira- nja mendatangkan keroegian bagi doenia perempoean, karena makin lama makin banjak poela kepala-kepala negeri dan orang besar-besar jang betoel-betoel berkehendak akan pendidikan jang bébas oentoek anak-anak gadisnja. Sekolah-sekolah Goe- bernemén dan partikoelir dapat menjatakan kebenaran perkata- an jang diatas ini. Sedangkan Soesoehoenan Solo telah mengi rim anak-anak gadisnja kesekolah. Ditanah Priangan jang soeka madjoe itoe, jaïtoe ditempat anak-anak perempoean sekarang soedah mendjadi kebiasaan pergi bersekolah, telah diboeka orang lagi seboeah sekolah partikoelir oentoek anak-anak pe rempoean bangsawan, jang dibantoe oléh Pemerintah. Disitoe- lah anak-anak gadis regén-regén bersekolah beramai-ramai, terpisah dari roemah orang toea meréka itoe. Banjak orang toea-toea jang soeka sekali hendak menjoeroeh anak-anak gadisnja beladjar kesekolah, tetapi tidak membiar menjampaikan maksoed itoe, karena meréka itoe ta' senang hatinja mengirim anak-anak perempoeannja kesekolah, jang dalamnja anak-anak perempoean beladjar bersama-sama sadja dengan anak-anak laki-laki. Akan menggadji seorang goeroe perempoean Belanda datang keroemah terlampau mahal oentoek orang kebanjakan, dan hanjalah satoe-satoe orang sadja jang sanggoep melakoekan pe- kerdjaan jang semahal itoe; soenggoehpoen demikian adalah
134
seorang wedana, tidak „terpeladjar" dan tidak kaja, telah bera- ni menggadji seorang goeroe perempoean Belanda oentoek mengadjar tjoetjoenja jang perempoean dalam roemahnja. Doeloe adalah seorang iboe jang moeda jang telah menjoeroeh soeaminja berdj andji, waktoe ia sedang sakit keras dan hendak meninggalkan doenia, bahwa bila si soeami berpangkat jang lebih tinggi kelak, si soeami akan menjampaikan tjitartjita si isteri, ja'ni: „Akan menjerahkan anaknja perempoean pergi kesekolah Belanda." Kami telah beberapa kali memperkatakan perkara itoe dan tjita-tjita oentoek perempoean-perempoean jang boléh tegak sendiri, dan jang sanggoep mentjari penghidoepan sendiri, dengan isteri kepala-kepala negeri. Sekaliannja itoe mempertegoeh pengharapan dan kepertjajaan kami, bahwa akan menjampaikan tjita-tjita itoe; pokoknja, hanjalah melangkahkan langkah jang pertama, artinja wadjiblah ada hendaknja soeatoe tjontoh jang bermoela sekali dahoeloe dan apabila hal itoe roepanja betoel-betoel bergoena oentoek hidoep bersama-sama dan dapat disesoeaikan dengan hal jang lain-lain, pastilah keadaan itoe akan ditoeroeti oléh orang lain. Tentoe adalah anak-anak gadis lain jang berpikir dan merasa seperti kami, dan jang soeita djoega mematah dan memoesnah- kan rantai dan belenggoe jang menegoehkan 'adat, jang meng- ikat perempoean-perempoean orang Islam. Meréka itoepoen se kaliannja sedang berhenti poela sekarang dimoeka pintoe: „Be- loem ada lagi perempoean jang memboeat sedemikian?" Sebab itoe mestilah ada satoe tjontoh jang pertama! Sekarang adalah seorang kepala negeri jang telah memohon- kan permintaan kepada Directeur v. O. E. en N., soepaja anak nja jang perempoean boléh diterima disekolah dokter. Bapa dan anak jang berbahagia! Si anak itoe tentoelah akan mendjadi soeatoe kebadjikan besar nanti oentoek tan ah airnja. Saja harap, jang si anak itoe akan menjampaikan maksoednja dengan soenggoeh-soenggoeh! Adikkoe Roekmini, soeka benar gambar-menggambar; tjita- tjitanja jang besar, ialah hendak memasoeki sekolah tinggi menggambar, soepaja dapat ia mempergoenakan dirinia kelak, boeat menghidoepkan kembali segala kepandaian anak Boemi- poetera. Boekankah kepandaian anak negeri itoe soeatoe djalan poela pergi kepadang kemadjoean dan keselamatan anak negeri ? Djikalau sekiranja disekoiah tinggi menggambar itoe ia tidak doedoek pada tempatnja, artinja ta' tjoekoep ketjakapannja oentoek beladjar disana, ia akan pergi beladjar kesekolah meng- oeroes roemah-tangga, soepaja nanti ia dapat mengadjarkan harga wang kepada anak-anak gadis jang akan mendjadi perem poean, ja'ni soeatoe peladjaran jang sangat bergoena sekali
135
oentoek doenia bangsa Boemipoetera. Sedangkan Pemerintah telah bermaksoed hendak mengadjar pegawai-pegawai Boemipoe tera berhémat. Tetapi apakah paédahnja Pemerintah memaksa si laki-laki menjimpan wang, kalau isterinja, orang jang meme gang oeroesan roemah-tangga, ta' tahoe akan harga wang itoe? Adikkoe dan saja akan bekerdja bersama-sama. Jang kami soekaï lagi, soepaja dalam sekolah jang kami ke- hendaki itoe diadjarkan poela: pengadjaran keséhatan dan penjakit, dan kepandaian paloet-memaloet orang loeka! Pengetahoean itoe soeatoe pengetahoean jang lajak kepada kami dan sangat bergoena dalam hidoep bersama-sama. Tiap- tiap orang lambat laoennja mestilah akan melajani orang sakit, dan mémanglah mendjadi soeatoe kesedihan kepada kita melihat kekasih kita menanggoeng kesakitan, sedang kita dalam hal itoe ta' tahoe bagaimana ichtiar akan meringankan kesakitan itoe. Pengadjaran tentang keséhatan, penjakit dan paloet-mema loet orang loeka, itoelah pengadjaran jang wadjib dimasoekkan kedalam bahagian pendidikan. Berapa banjak ketjelakaan jang tidak akan terdjadi, atau banjak jang boléh dikoerangi kesakit- annja, djikalau sekiranja dari dahoeloe-dahoeloe orang telah mengadjarkan pengetahoean jang bergoena itoe kepada laki-laki atau perempoean-perempoean jang maoe mempeladjarinja. Kami sekali-kali tidak bermaksoed akan mendjadikan bangsa Djawa bangsa Djawa-Eropah oléh karena meréka diberi pen didikan jang bébas; tjita-tjita kami hanjalah hendak memberi meréka itoe barang jang bagoes, jang asalnja dari bangsa-bangsa lain, akan penambah sipat-sipat jang bagoes, jang ada pada meréka sendiri, dan boekanlah poela akan penghalau sipat-sipat meréka jang telah lazim, tetapi teroetama akan memperbaiki sipat-sipat jang ada itoe!
Alangkah besar soekatjitakoe membat ja permoelaan kata toean dalam karangan toean jang bernama „Land en Volk van Java" (Tanah dan bangsa Djawa). Hal itoe sangat meriang dlan membesarkan hatikoe, tatkala saja membat ja kata-kata jang gembira, jang mengoeraikan dan memaparkan kebagoesan tanah airkoe dan dan memboekakan goetji wasiat jang berisi dengan keboeroekannja. Perasaan jang berbahagia lagi berkoeasa kerap kali baroe da- pat menghiboerkan kami, apabila kami ada diloear, dipadang jang loeas dan bébas, koernia Allah. Terdjaoeh, djaoeh dari toetoer kata orang banjak jang doengoe dan bebal. Berhati dan berpikiran sendiri dalam oedara jang sedap, dibawah langit jang hidjau, dekat laoetan jang lébar dihadapan kami, dan dibelakang kami daoen njioer jang me-
136
lambai-lambai. O, disitoelah perasaan kami jarig berbahagia berlipat ganda! Kerap kali terbit dalam pikirankoe jang sangat loba: „Ja Allah, biarkanlah saja sendiri hidoep dalam oedara jang soetji, djaoeh dari rioeh dan rendah, djaoeh dari berdjenis-djenis perkara, hanja sendiri sadja dengan 'alam dan kalboekoe! Itoelah loba, sebenar-benarnja loba! Salah sekali, sebab kemaoean jang demikian boekanlah maksoed hidoep kami, kami wadjib hidoep bersama-sama dan bertolong-tolongan dengan sesama manoesia jang lain. Memperbagoes hidoep, itoelah had jat kami sebenarnja. Tetapi sekarang saja telah terlaloe lama menggoda toean, toean ten toe adalah bekerdja jang lain, jang lebih bergoena dari pada mendengarkan pertjakapan seorang gadis Djawa, jang bersedih hati berlebih-lebihan.
*
- *
U September 1901 (VIII).
O, kami ta' dapat, kami ta' maoe pertjaja, bahwa hidoep kami akan berpenghabisan jang biasa dan soesah seperti hidoep beriboe-riboe orang jang lain jang dahoeloe dan jang kemoedian dari pada kami. Tetapi kadang-kadang roepan ja sebagai barang jang moestahil! Kadang-kadang maksoed jang kami tjintaï benar-benar itoe roepan ja seakan-akan sampai, dan tiba-tiba boe kan boeatan djaoeh antaranja dari kami. Sekali-sekali adalah hati manoesia jang sedang diajoen dan diempaskan kian kemari oléh sjak dan waham, bertanja: „O, Allah, apakah artinja kewadjiban?" Mengoerbankan diri bernama kewadjiban, dan memenangkan diri bernama djoega kewadjiban. Boekankah moestahil doea perkara jang mémang berlawanan, kedoeanja sama-sama ber nama dan berarti kewadjiban? „Teroes", teriak soeatoe soeara jang njaring dalam hatikoe: „Teroeslah perangi kehendak dan keinginan toean, karena me- noeroet kemaoean meréka jang toean tjinta dan sajangi, dan karena meréka jang mentjinta dan menjajangi toean, sebab pe- perangan toean jang seperti itoe memoeliakan kemanoesiaan. Teroeslah!" Kemoedian berboenji poela soeatoe soeara jang lain, sama-sama koeat dan keras: „Pergilah bekerdja oentoek menjampai- kan tjita-tjita toean, bekerdjalah oentoek waktoe jang akan datang, bekerdjalah oentoek keselamatan beriboe-riboe hamba Allah, jang telah boengkoek dliimpit oléh bermatjam-matjam oendang jang ta' 'adil dan oléh pengertian jang lantjoeng ten-
137
tang boeroek dan baik, pergilah, pergilah, tanggoengkan dan beiperanglah, ja, bekerdjalah soenggoeh-soenggoeh oentoek ke- selamatan jang kekal!" Kewadjiban manakah jang tertinggi? Kewadjiban jang pertama atau jang achir? Kelobaan selaloe saja pandang sebagai kedjahatan jang se- kedji-kcdjinja, jang terdapat didoenia ini, dan jang saja bentjii benar, demikian poela bersipat tidak terima kasih. Dan hal jang lain jaïtoe tjita-tjita kami, telah mendjadi satoelah dengan hidoep kami. Kami ta' dapat hidoep dengan ta' ada bertjita-tjita, dan kamipoen ta' dapat poela hidoep dengan ketiadaan tjinta kasih sajang dari meréka jang kami tjinta dan sajangi itoe. Bilangan meréka tidaklah banjak, jang sebenar-benarnja mengerti dan ma'loem soeatoe dengan jang lain, sebagai bapakoe mengerti dan ma'loem kepadakoe, biarpoen meréka itoe berhoe- boeng sedekat-dekatnja, karena sedarah dan sedaging. Amat banjak kesesoeaian dan kesamaan sipat-sipat dan kemaoean ka mi berdoea, dalam segala hal kami soeka-menjoekaï dan sajang- menjajangi, dan hanjalah dalam soeatoe hal sadja kami ta' da pat sesoeai. O, mengapa maka sedemikian, dan apakah sebabnja itoe? 'Agaknja benarkah seperti kata orang, bahasa didalam 'alam jang loeas dan lébar ini ta' adalah didapat doea boeah benda jang seroepa benar₂, dan ta' adalah poela doea orang ma- noesia jang semata-mata sama sipatnja? O, bapakkoe jang ter- tjinta, kita kedoea sama-sama mengetahoei betapa kita timbal balik kasih-mengasihi, kami tahoe benar-benar, bahasa djalan jang telah dipilih oléh anak-anak perempoean toean banjak ber- taboer dengan doeri, tetapi toeanpoen tahoe djoega, o, kekasih- koe, bahwa dalam hal itoe boekanlah kegilaan hati jang mem- bimbing kami, dan jang kami pergantoengi ialah tjita2 kami dengan toeloes ichlas kami, seoempama kami mempergantoengi toean; mengapa, mengapakah kiranja maka djalan jang telah soekar dan soesah itoe, toean persoesah lagi dengan keizinan toean, jang selaloe toean tahan oentoek kami itoe? Bahwa hidoep kami tiada akan beroentoeng, kalau sekiranja kami tiada mendapat berkat dari toean, toeanpoen telah tahoe, demikianpoen kalau tjita-tjita kami ta' dapat kami sampaikan. Berkat rahmat toean, tentoelah dimoeka kami selaloe akan bert j aha ja, dan djalan jang sangat soekarnja nistjaja akan ter- tempoehlah! Bapak, bapakkoe, mengapakah toean ta' maoe mengizinkan kami dalam hal jang satoe itoe? Tjinta itoe mahakoeasa, dan telah berzaman-zaman diingat dan dimasjhoerkan. Tjinta antara kita kedoea amat besar. O, tjinta jang sangat moelia, dan jang telah atjap kali mendjatoeh- kan air matakoe, berilah kami berkat kerdjamoe: hapoeskanlah perselisihan sipat kami itoe, padoelah sipat itoe mendjadi satoe! Saja sangat mengasihi bapakoe, njonjapoen tahoe sendiri,
138
tetapi kasih bapak kepada kami lebih besar lagi. baja lekas kesal, tidak sabar, ja, pandaknja: „peradjoek." Tetapi betapa sabar bapakkoe menahan tingkah ragamkoe! Ta' pernah saja mendengar sepatah kata jang kasar atau pedih. Bapak selaloe berkata manis dan lemah lemboet! Oléh karena itoelah dapat saja merasaï kasihnja jang tiada berhingga itoe! Betapa lama- nja telah laloe, tatkala saja menjesakkan kepoetoesan perkara kami, melihatlah bapak kepada koe dengan pemandangan jang amat berdoekatjita. Matanja jang bersoesah hati itoe adalah seolah-olah seperti hendak bertanja: „Hendak lekas benarkah engkau maoe meninggalkan dakoe, o, anakkoe?" Ketika itoe segeralah saja palingkan moekakoe, saja ta' maoe menéngok mata jang setia dan jang koekasihi itoe, saja hendak menegapkan dan ta' maoe melemahkan diri. Hati sajapoen hampir hantjoerlah rasanja, tatkala kami ber- doea doedoek berhadapan, sambil bapak memangkoekoe dlengan kedoea belah tangannja dan bertanja: „Wadjibkah diperboeat benar-benar sedemikian? Ta' dapatkah dioebah lagi? Wadjibkah meréka itoe semoea seperti engkau? Ta' boléh dioebah lagi?" Sekaliannja terasalah kepada kami masing-masing dengan air mata berlinang-linang dipipi, pada waktoe kami bertentangan
Tatkala itoe sangatlah beratnja penanggoengankoe diatas doenia. Hal itoe kedjadian beberapa hari sebeloem bapak sakit. Kemoedian setelah bapak semboeh, berkatalah boenda kepada- koe: „Wahai anakkoe, sabarkanlah dirimoe!" „Saja ta' dapai menjabarkannja," djawabkoe dengan soeara jang piloe. Sedjak itoe boendapoen ta' pernah lagi memperkatakan hal itoe diengan saja. Asal sadja bapak mengizinkan kami, maka boendapoen toeroetlah poela memberikan berkat dan rahmatnja kepada kami. Meréka sekalian kasih dan sajang kepada kami, karena hal itoelah poela maka peperangan kami mendjadi lebih dahsjat. ' f. Penanggoengan penanggoengan ta lain dari pada penanggoengan jang kami masoekkan kedalam segala hati meréka, jang amat setia dan kasih itoe! *
* * 30 September 1901 (VIII).
Ditanah Priangan banjak perempoean-perempoean dan gadis gadis jang telah bersekolah dan pandai bertjakap bahasa Belanda. Kebanjakan meréka jang berkenalan dengan kami ber tjakap bahasa Belanda dengan kami. Senang sekali! Betoel amat bersoekatjita kami disitoe berkenalan dengan bangsa dan ka- oem kami sendiri. Pergaoelan dengan meréka itoe membesarkan
139
hati, bébas dan tiada kakoe. Meréka itoe gemar bersoeka-soeka- an, bersenda goerau dan tersenjoem-senjoem! Apa jang saja lihat dan saja dengar dalam perdjalanankoe itoe, senantiasa mengoeatkan pikirankoe, bahwa kalau manoesia itoe hanja berpikiran tinggi sadja, beloem tjoekoep oentoek hidoep bersama-sama, lain dari pada itoe manoesia wadjiblah poela ada mempoenj aï soeatoe 'ilmoe jang lebih dalam jang akan menolong dan membawa manoesia ketempat jang haroes di- toeroetnja. Dekat ketadjaman otak wadjiblah hadir kesoetjian hati, kalau tidak demikian, tentoelah 'adat kesopanan tidak dalam, melainkan tinggal dikoelit sadja.
O, djanganlah dibangoenkan djoega tjita-tjita, sia-sia sadja, karena pasti ia akan mati, dan demikian djoega djanganlah di- kenangkan poela hendak bermimpi, karena mimpi itoe telah kita ketahoei boléh tiba-tiba menjadarkan orang dengan bengis. Itoe soeatoe lial jang bengis dan ganas! O, alangkah besarnja niatkoe hendak mempoenjaï kepandaian jang sempoerna hanja dalam soeatoe bahasa sadja, jaïtoe bahasa sendiri atau bahasa Belanda, soepaja dapat saja benar-benar mengoeraikan segala jang saja pikirkan dan rasaï, tentang sekalian jang menjoekakan menghérankan saja, atau tentang sekalian jang menjakiti ha- tikoe, seperti ketjelakaan jang dimoeliakan dan dipergantoengi oléh bangsakoe ja'ni: kelobaan si laki-laki dalam hal memiliki dan memerintah perempoean, dan kelemahan si perempoean da lam hidoep bersama-sama, karena koerang pengetahoean meréka itoe, dan soepaja dalam segala hal itoe dapat diberi ke'adilan- nja! Saja adalah mempoenjaï pikiran jang keras dan tadjam tentang tjita2 itoe. Kadang-kadang amat gatal djari saja hén dak menoelis segala boeah pikirankoe itoe kepada orang tempat kepertjajaankoe, demikian poela hendak menampalkannja ke- moeka orang jang patoet mengetahoeinja. Tetapi apakah pa- édahnja sekalian itoe? Tentoelah orang akan mengangkat bahoenja sadja mendengarkan itoe, jang lain lagi akan menter- tawakan, dan jang kebanjakan tentoelah tidak akan mengindah- kan hal itoe. Sebab dikiranja pekerdjaan orang gila atau poesoeng! Barangkali lebih baik saja tiada mengetahoei bahasa itoe de ngan sepertinja, soepaja ta' dapat saja memboeat tjita-tjita, jang saja soekaï dengan bahasa itoe. Siapa tahoe betapa kedjahatan jang akan diterbitkan oléh péna orang jang keras kepala, jang beloem banjak penanggoengannja, dan dalam hal itoe maksoed jang baik boléh djadi boeroek. Mengetahoei bahasa itoe dengan sebenar-benamja tiadalah akan banjak goenanja bagikoe déwasa ini, karena saja ta' boléh berseroe keras-keras.
140
Setelah segala kesengsaraan jang terseboet diatas ini, hendak saja kabarkan poela, jang akan menjenangkan hati njonja. Beloem 'berapa lamarija jang laloe datanglah bertandang njonja dan toean Quartero dengan seorang kernendoer lain ke- roemah kami. Waktoe itoe toean-toean itoe memperbintjangkan seorang regén jang dikenal baik oléh kemendoer lain itoe. „Se orang jang sangat terpeladjar," katanja kedengaran oléh kami dan sebentar lagi ia berkata: „Tidak, ia ta' beristeri, tetapi ia ada beristeri seorang perempoean jang boekan djodohnja, 'ta' dapat dibawanja kemédan, sebab isterinja itoe seorang perem poean anak orang kebanjakan 'sadja, dan dengan perempoean itoe ada beranak doea orang. Ia ta' bermaksoed lagi akan ber isteri, ia ta' soeka 'mengawini radén ajoe, karena ia ta' maoe mentjeraikan perempoean itoe, atau ta' soedi mendjadikan is terinja itoe seorang perempoean jang tidak berhak dalam roemah. Salah soeatoe dari perkara itoe tentoelah akan menjakiti hati perempoeannja itoe, dan ia ta' soeka memperboeat pekerdjaan jang sedemikian." Hatikoe terboeka tatkala saja mendengar tjeritera itoe, sam- bil berpikir, kalau demikian adalah djoega roepan ja laki-laki jang baik dalam doenia bangsa Djawa! Patoet dipoedji, boekan ! Njonja Quartero mentjeriterakan kemoedian dari itoe kepada kami, bahwa ia dan soeaminja tiba-tiba memandang kepada kami, tatkala meréka itoe mendengar tjeritera itoe, dan ke- doeianja sama-sama berpikir: „Adakah pertjakapan itoe didte- ngar oléh anak-anak gadis itoe? Alangkah tingginja kehor- matan regén jang terseboet dalam hati meréka itoe!" Ja, kami- poen sangat menghormati regén jang seperti itoe. Kami berharap soenggoeh-soenggoeh jang regén itoe akan tinggal tetap seperti itoe dan sedikitpoen ta' akan soeka mengoebah kepoe- toesan pikirannja jang bagoes itoe. Sekarang kami dengan girang hati hendak berkenalan dan bertjampoer gaoel dengan regén itoe, kami berharap jang mak- soed itoe akan lekas sampai. Kaoem moeda jang berpikir demikian, baik laki-laki atau perempoean wadjib lekas memperhoeboengkan tali salatoe 11a- him soeatoe dengan jang lain. Tiap-tiap orang mémang dapatlah memboeat sesoeatoenja, oentoek meninggikan nama dan keso- panan bangsa kami, tetapi apabila kami sepakat serta menja- toekan kekoeatan dan bekerdja bersama-sama, tentoelah akan mendapat hasil lebih banjak. Dalam kata sepakat itoelah tersemboenji kekoeatan dan ke- koeasaan.
141
11 October 1901 (I).
Hai sahabatkoe jang setia, sekaranglah akan saja tjeriterakan kepadamoe tentang hal ihwal maksoed kami, memaparkan hal itoe tentoelah karena kepertjajaankoe penoeh kepadamoe. Djalan-djalan jang terboeka bagi kami oentoek mentjari penghidoepan sendiri sambil boléh mempergoenakan diri kami oein- toek hidoep bersama-sama, ialah mendjadi dokter, doekoen ber- anak, goeroe, pengarang, ahli dalam perkara memboeat patoeng- patoeng. Mémang adalah lagi djalan-djalan lain, jang terboeka bagi kami oentoek mentjari penghidoepan diri sendiri, tetapi djalan itoe tiadalah kami maoe toeroet dan ingini, karena ia tidak bergoena oentoek bangsa kami. Apalah gerangan paé- dahnja oentoek bangsa kami, djika kami perempoean-perempoean djadi pembantoe apotheker, toekang boekoe, toekang ka- wat, djoeroetoelis pada bermatjam-matjam kantor dan lain-lain sebagainja? Kerdja-kerdja dan hidoep jang berhoeboeng dengan kerdja itoe tiadalah menarik hati kami. Kami maoe bekerdja hendak mentjari penghidoepan sendiri sambil hendak mempertinggi ke- doedoekan kemanoesiaan bangsa kami, dan boedi pekertinja. Kami ingin hidoep jang tjoekoep dan sempoerna. Engkau telah tahoe, bahwa pada Pemerintah ada bermaksoed lagi, jang se- dang dioeraikan oléh Directeur van O. E. en N. jaïtoe maksoed akan mendirikan sekolah-sekolah oeroesan roemah-tangga oen toek anak-anak perempoean Boemipoetera dan oentoek pertjo- baan akan didirikan sadja dahoeloe seboeah sekolah bagi anak-anak gadis kepala-kepala Boemipoetera. Pada tahoen jang laloe, tatkala kami sendiri mendengar maksoed jang baik itoe, dari moeloet padoeka toean itoe sendiri, maka bertanjalah isterinja, kalau-kalau saja soeka mendjadi goeroe pada sekolah jang terseboet itoe. Saja mendjawab, bahasa saja menjoekaï benar pekerdjaan itoe, tetapi saja ta' sanggoep mendjabatnja, sebab saja beloem beladjar oentoek mendjabat pekerdjaan itoe, itoelah sa dja alangannja. Waktoe itoe njonja jang terseboet mendjawab, jang soeaminja soeka mengangkat saja mendjadi goeroe disekolah itoe, teroetama ialah akan membimbing hati anak-anak itoe dan membangoenkan tingkah lakoe meréka itoe jang baik. Disekolah itoe saja wadjib bertjampoer gaoel dengan anak-anak itoe sebagai saudaranja jang tertoea, dan akan mendjadi tjon- toh kepada meréka itoe. Itoe soeatoe pangkat jang moelia, te tapi saja ta' boléh disalahkan, sebab saja ta' maoe mendjabat pangkat itoe; alangannja-sebab saja tiada berkepandaian jang disahkan (menoeroet oendang-oendang). Oentoek mendjalankan djabatan goeroe itoe, njonja itoe berkata poela, kalau sekiranja saja soeka benar hendak beladjar oentoek djadi goeroe itoe,
142
maka saja haroes pergi beladjar pada salah satoe sekolah Nor maal di Betawi atau-ditempat jang' lam, barang beberapa lama- nja oentoek mengambil diploma. Dan hal itoe boekanlah mendjadi soeatoe keberatan. Sekarang bergantoenglah pekerdjaan itoe kepada kemaoeankoe lagi. Jang bapakkoe menjoekaï hal itoe, engkaupoen telah tahoe. Tentoe saja akan pergi ke Betawi, disitoe segala bantoean dan pertolongan oentoek menjampaikan hadjatkoe itoe, soedah- lah poela didjandjikan oléh directie 1) sekolah menengah oen toek anak-anak perempoean kepadakoe. Dengan directie itoe baroe sekali sadja kami bertemoe dan bertjakap-tjakap. Ke- baikan hatinja, seorang jang baroe kami kenal, sangat meriang- kan hati kami. Jang ia lekas menjajangi pergerakan kami itoe sangatlah poela mengoeatkankoe. Sjoekoerlah! Dimanakah saja boléh dapat bantoean dan pimpinan, jang lebih baik lagi dari pada seorang nona, jang telah mendjadi kepala pada seboeah sekolah menengah? Tiada ditjari dan tidak disangka-sangka, telah djatoehlah soeatoe pertolongan jang amat besar diatas pangkoeankoe. Saja amat gembira, merasa dirikoe sebagai ter- bang diawan jang tinggi dan menjangka bahwa saja akan be- rangkat ke Betawi ta' lama lagi, boléh djadi dalam sepekan doea pekan ini atau selambat-lambatnja dalam seboelan doea lagi. Sajapoen telah mentjeriterakan kepadamoe, bahwa kami sekali-kali boekanlah orang beradla, soenggoehpoen bapakoe ber- gadji besar, tetapi ia wadjib lagi banjak mengeloearkan belan- dja, sehingga gadjinja jang besar itoe hanja tjoekoep oentoek kami hidoep sederhana, dan akan memberi saudara-saudarakoe laki-laki pendidikan jang baik. Anak laki-laki dalam segala hal wadjib ditolong lebih dahoeloe! Sajapoen telah memikirkan djoe- ga tentang keberatan dalam perkara wang itoe, karena itoelah saja telah bermaksoed hendak mengoebah toedjoean dan haloe- ankoe, jaïtoe hendak pergi ke Sekolah Dokter di Betawi, sebab keberatan oentoek beladjar mendjadi goeroe itoe terlaloe besar; oentoek menjampaikan maksoed itoe haroes bapakkoe mengeloearkan wang dalam setahoen kira-kira seriboe doea ratoes roepiah, ja'ni sebanjak gadji bapakkoe dalaam seboelan; hal itoe boekanlah perkara ketjil menilik keperloean oentoek roemah tangga kami, jang sebesar itoe. Akan beladjar djadi dokter ta' goena orang mengeloearkan wang sedikit djoeapoen, tetapi sa- jang moerid-moerid jang diteiima disitoe hanjalah anak laki-laki sadja; moerid-moerid perempoean sampai sekarang beloem pemah diterima. Sekalian keperloean peladjaran oentoek djadi dokter, semoea ditanggoeng oléh Pemerintah. Moerid-moerid mendapat roemah tempat tinggal, dan diberi oeang
1) Nona E. van Loon.
143
tiap-tiap boelan oentoek membajar makan, pembeli pakaian dan mendapat pertolongan dokter dengan tiada membajar. Ketika saja di Betawi saja tanjakan kepada Directeur van
O. E. en N., kalau-kalau anak-anak perempoean boléh diterima disekolah jang tcrseboet, karena sekolah itoe masoek pendja- gaan Departeménnja. Toean Mr. A. boekan ta' soeka, melain- kan soeka benar, ia bergirang hati akan maksoedkoe itoe; ke- beratannja moerid2 perempoean wadjiblah hendaknja tinggal diloear sekolah. Tjita-tjitakoe meminta kepada Pemerintah, soepaja saja diterima di Sekolah Dokter, dengan perdjandjian jang saja akan mendapat hak, betoel-betoel seperti hak jang diperoléh moerid-moerid laki-laki dalam sekolah itoe. Tiap-tiap orang moedahlah memikirkan, kegoenaan dokter perempoean itoe, apalagi oentoek perempoean-perempoean anak negeri, ka rena bodohnja, lebih soeka ia mati dari pada badannja diraba oléh seorang dokter. Kepala Departement van Onderwijs dengan segala soeka hati akan menolong permintaankoe itoe, tentoe besarlah harapankoe, jang Pemerintah akan mengaboelkan permintaankoe itoe. Saja selaloe menjoekaï kepandaian dokter itoe, hanjalah saja takoet, karena lamanja beladjar disitoe. Oentoek orang jang beloem ber'oemoer doea poeloeh tahoen, bila beladjar lamanja toedjoeh tahoen, menoeroet timbangankoe, ta' adalah alangan- nja; tetapi bila 'oemoer orang itoe telah léwat dari doea poeloeh tahoen, menoeroet pikirankoe adalah agak lama waktoe itoe. Dan lagi anak gadis jang telah sampai 'oemoer wadjib setiap hari doedoek diantara anak-anak laki-laki jang ber'oemoer 13-18 tahoen, dan beberapa lamanja kemoedian akan mendjadi seo rang perempoean toenggal dalam laki-laki jang sebanjak itoe; koeranglah menarik hatikoe. Tetapi sekalian hal itoe, hanjalah perkara ketjil sadja, moedah dapat saja hapoeskan. Tetapi adalah lagi alangan jang lain. Bapak dan sahabat kenalankoe ta' menjoekaï hal itoe; miasing2 adalah dengan sebabnja. Bapak mengatakan ta' maoe, karena saja sadjalah nanti seorang anak perempoean didalam koempoelan laki-laki dan boedjang2 jang banjak itoe — hal jang seperti itoe beloem pernah terdjadi di- sini; dan sahabat kenalankoepoen ta' soeka, sebab meréka itoe chawatir, bahwa perasaan jang koeat oentoek peladjaran itoe, barangkali ta' ada kepadakoe. Mendjadi dokter mémanglah satoe kerdja jang baik, tetapi kerdja itoe ta' dapatlah dikerdjakan oléh tiap2 orang. Meréka jang beladjar mendjadi dokter perloe ada kepadanja, kemaoean jang koeat, kekerasan hati dan pera saan jang te tap. Itoelah jang dikoeatirkan oléh sahabat kenal ankoe, tetapi saja dalam hal itoe tiadalah takoet. Menoeroet pikiran bapak, pekerdjaan goeroelah jang sebagoes-bagoesnja oentoek kami, demikian poela pikiran sahabat-sahabatkoe di
144
Betawi. Menoeroet timbangan meréka itoe lagi, kerdja goeroe itoelah jang amat bagoes dan pantas sekali oentoekkoe, sepadg,n benar dengan tjita-tjitakoe. Dan dimanakah lagi saja boléh lebih baik, dapat memaparkan tjita-tjitakoe, lain dlari pada mendjadi seorang pendidik anak2 gadis, jang kelak akan mendjadi perempoean dan boenda dalam hidoep bersama-sama. Dalam tangan si anak itoelah terletak keadaan jang akan datang, dan ditangan si boenda tergenggam keadaan si anak itoe. Bila saja mendjadi pengarang tentoelah banjak dapat saja bekerdja oentoek pendjelmakan tjita-tjitakoe dan mempertinggi kedoe- doekan kesopanan bangsakoe; dan kalau saja mendjadi goeroe hanjalah sedikit sadja padang tempat saja bekerdja, tetapi saja boléh dengan segera dapat mendidik meréka itoe, dan padang jang sedikit itoe tentoelah lama-lama boléh mendjadi loeas dan kembang, dan ditoeroet orang, asal sadja tjontoh jang diberikan disitoe tjontoh jang baik. Engkau tahoe jang kesoekaankoe ialah membat ja kitab-kitab dan dalam itoe kenang-kenangankoe, soepaja kesoekaankoe itoe dapat mendjadikan saja seorang jang berarti tentang oesaha dalam 'ilmoe bahasa. Tetapi orang ta' dapat mengerdjakan doea kerdja dalam soeatoe waktoe, itoelah sebabnja maka ta' ada harapankoe akan mendjadi goeroe, ja'ni goeroe jang siaja ke- hendaki, jang sanggoep menadjamkan pikiran si anak, dan me- nimboelkan boedi pekerti jang baik, goeroe jang sepandjang hai'i mestilah mengindahkan si anak itoe, dan dalam itoe hen dak beroesaha lagi oentoek 'ilmoe bahasia. Saja soeka bekerdja satoe sadja, tetapi saja' rnaoe memboeat kerdja itoe dengan sebaik-baiknja. Sekarang kedoedoekankoe antara doea benda jang soetji, Stella. Bila saja mendjadi dokter atau jang lain, agaknja ta' oesahlah saja meninggalkan kerdja jang sangat saja sajangi itoe ja'ni: „pendjilat péna!" Tetapi menoeroet pikirankoe pengadjaran dan pendidikan jang dipertjajakan orang kepadakoe, itoelah kerdja jang amat soetji dan memberi berkat, sehingga karena itoe saja ta' bersenang hati mengerdjakannja, bila saja merasa, bahwa saja ta' tjakap melakoekan kewadjiban itoe ja'ni kewadjiban jang saja sendiri tahoe, mestilah dilakoekan oléh seorang pendidik jang tjakap. Sekiranja mendjadi goeroe disekolah oeroesan roemah tangga, tentoelah sepandjang hari saja mes- ti berdjinak-djinakan dengan anak-anak, dan malam haripoen, ja, sampai laroet malam, tentoelah saja beloem akan bébas, karena anak-anak itoe telah dipertjajakan kepadakoe. Keper- tjajaan mendatangkan kewadjiban jang besar, dan mendjadi goeroe disekolah itoe artinja menerima penanggoengan jang amat berat. Barangkali menoeroet pikiranmoe ingatankoe dalam hal itoe terlampau pand jang, tetapi ta' dapat saja oebah
145
ingatan itoe dan saja kira mendljadi soeatoe kesalahanlah, bila saja berani memikoel pendidikan anak-anak, ja'ni meréka jang menggenggam keadaan jang akan datang, sebab saja mengi- ngatkan, bahwa saja ta' tjakap berboeat kerdja jang sebesar itoe, moelia dan soetji pada pemandiangankoe. Sajapoen tiada- lah poela akan bersenang hati akan mendiapat poedjian dari pada kepala-kepalakoe, bila kerdjakoe itoe tiada sesoeai me- noeroet kehendak hatikoe. Tjita-tjita bapakkoe dan sahabat kenalankoe, ialah djika sekiranja saja benar-benar hendak mendjabat sesoeatoe djabat- an dan maoe bekerdja oentoek keperloean orang banjak, miaka wadjiblah saja mendjadi goeroe kepala pada seboeah sekolah perempoean. Dan engkau, Stella, oentoek mendjadi apakah saja, jang baik dalam pikiranmoe? Dan djalan mana jang patoet saja toeroet? Katakan kepadiakoe dengan hati jang toeloes ich- las, keloearkanlah pertimbanganmoe seterang-terangnja dalam hal ini, dan dari padamoe ta' lain jang saja harapkan hanjalah sekalian jang baik sadja. Engkau selaloe menjatakan kepa- dakoe jang engkau seorang sahahatkoe jang baik d!an toeloes hati, sekarang engkau boeatlah djoega sedemikian itoe. Adalah djalan lain lagi jang terboeka oentoek kami. Adalah seorang doktei-pendéta beloem berkenalan benar dengan kami, jang temama lagi amat moelia, telah kerap kali men den gar hal kami dari sahabat kenalan kami. Pada soeatoe hari atas kemaoeannja sendiri, telah mengoendjoekkan dirinja kepada kami, menerangkan, bila mana kami soeka hendlak be- ladjar kepadanja oentoek mendjadi doekoen beranak, maoe- lah ia mengadjar kami dengan tiada membajar oeang seko lah. Pada pihak lainpoen adalah datang poela pertolongan jang sedemikian kepada kami. Dalam hal itoe sangatlah kami mengoetjapkan terima kasih! Engkau ten toe telah mendengar atau membatja peri hal orang Boemipoetera jang beragama Nasrani di Modjowarno dalam residénsi Soerabaja? Dalam ra- por „Maatschappelijk Werk in Jndië" (Pekerdjaan bersama-sa- ma di Hindüa), dari rapat-rapat Pei-toendjoekan peroesahaan. Perempoean, hanjalah terseboet namia dokter pendéta 1) itoe, demikian poela di Modjowarno amat mashoer naman ja. Engkau tentoe telah kerap kali mendengar, bahasa doekoen beranak amat bergoena sekali ditanah Hindia. Pada tiap-tiap tahoen djika dipoekoel rata-rata, adalah kira-kira 20.000 pe rempoean ditanah Hindia jang mati beranak, dan adalah kira-kira 30.000 anak-anak mati waktoe lahir, karema tiada mendapat pertolongan dari doekoen beranak. Dalam hal itoe masih banjaklah oesaha jang boléh kami kerdjakan, oentoek
1). jaïtoe Dr. H. Bervoets. HABIS GELAP TERBITLAH TEBANG.
146
berboeat djasa dlan paédah bagi saudara-saudara kami dalam hidoep bersama-sama. Kami soenggoeh menjoekaï sekali kerdja doekoen beranak itoe; tetapi tentoelah kami akan berdoesta bila kami berkata, bahwa mendjadi doekoen beranak itoe telah soeatoe tjita-tjita kami. Soenggoehpoen demikian mendjadi doekoen beranak itoe mémanglah seriboe kali lebih baik dari pada tinggal bergan- toeng sadja kepada kaoem keloearga, apalagi dari pada per- kawinan jang terpaksa. Dari bapak kami telah mendapat izin pergi ke Modjowarno, oentoek beladjar mendjadi doekoen beranak, kalau sekiranja djalan-djalan jang lain tidak da pat kami tempoeh lagi. Kaoem keloearga jang lain sekali-kali ta' menjoekakan kerdja itoe, karena menoeroet pikiran meréka itoe kerdja doekoen beranak itoe amat hina bagi tangan kami, anak orang bangsawanü! Sahabat kenalan kamipoen tiada akan bersoekatjita, bila kami menoeroet djalan itoe, tetapi meréka ada mempoenjaï sebab jang lebih moelia, ja, sebab jang lebih tinggi. Menoeroet timbangan meréka, sangat soesah bagi kami bekerdja seperti itoe, karena kami ada menaroeh tjita-tjita jang lain. Pada hal jang sebenarnja boekanlah meréka ta' soeka jang kami pergi ke Modjowarno, sekali-kali tidak, menoeroet pemandangannja kerdja doekoen-doekoen itoe soeatoe kerdja jang tinggi dan moelia, tetapi maksoed kami hendak mendjadi tjontoh dan mendjadi soeri teladan itoe, boléhkah dapat kami sampaikan dengan tjara demikian? Sedangkan di Eropah jang pendoedoeknja telah terpeladjar, disanapoen orang masih menghi- nakan kerdja doekoen beranak itoe, apalagi ditanah Hindia, jang pendoedoeknja masih gila akan kehormatan dan kemoe- ïiaan, tentoelah meréka itoe ta' dapat menghargakan kerdja jang baik itoe dengan sepatoet-patoetnja. Tentoelah meréka itoe akan memandang pangkat itoe hina; apa-apa jang ta' tinggi, ta' bertjahaja dan ta' haroem selaloe dipandang oléh bangsakoe koerang, ta' ada berharga. Engkau tentoe mengerti jang kami sendiri tiada akan meng- hinakan kerdja itoe, tetapi oentoek diri kami haroeslah ka mi mengindahkan keadaan itoe djangan mendjadi sesalan kelak. Kami jang maoe memboekakan djalan oentoek kebébasan dan hidoep tegak sendiri oentoek perempoean-perempoean bang- sa Djawa! Tjontoh jang akan kami berikan wadjib sesoeai dan sepadan dengan orang lain. Barang sesoeatoe jang dipandang orang hina tentoelah tidak akan ditoeroet orang. Bila kita ber- niat jang orang lain hendaknja menoeroeti djedjak kita, ha roeslah tjontoh jang kita berikan itoe soeatoe benda jang baik dan menghérankan orang, serta memberahikan orang akan meniroenja. Dalam hal itoe boekanlah kita men gin gatkan ke-
DJALAN KE DJAPARA DENOAN POHON KENARI SEBELAH-MENJEBELAH.
hendak kita sendiri sadja, tetapi patoetlah kita ingat benar akan keadaan bangsa, jang hendak kita adjari dan kita bcri tjontoh itoe. Pada masa sekarang' ditanah Belanda dan teroetama di den Haag telah timboel soeatoe gerakan, jang hendak menghidoep- kan dan menerbitkan kembali kepandaian anak Hindia jang telah lenjap. Perserikatan „Oost en West", ialah toenas dari „Pertoendjoekan peroesahaan Perempoean." Engkau tentoe te lah mendengar hal keadaan perserikatan itoe, jang teroetama kerdjanja iaLah hendak memperhatikan roepa- keadaan Hindia. Perserikatan itoe ada mempoenjaï soeaióe afdleeling oentoek 'ilmoe kepandaian dan afdeeling itoe dipimpin oléh bebe- ïapa oi-ang pandai-pandai, ahli dalam 'ilmoe kepandaian. Afdeeling 'ilmoe kepandaian itoe bermaksoed hendak me- ngirim orang pandai-pandai (tentang perkara patoeng) per- gi ketanah Hindia, akan membantoe dan memperbaiki 'ilmoe kepandaian anak Hindia, teroetama kepandaian membatik, jang sekarang tidak sedjati lagi, karena telah ditjampoeri oléh kepandaian bangsa asing, bangsa Eropah dan lain-lain, jang meroesakkan dan meroentoehkan kepandaian asal bangsa Hin dia itoe. Kesoekaan orang ditanah Belanda, soepaja kepandaian bangsa Hindia diterbitkan oléh kemadljoean pertoendjoekan kepandaian bangsa Timoer dan Barat. Ditanah-tanah jajng lain kepandaian bangsa Hindia, lebih-lebih kepandaian batik-mem batik, moelaïlah dikenali dan diketahoei orang. Sa ja menjangka, jang sa ja telah mentjeriterakan kepada- moe, bahwa Roekmini ada berotak baik dan tjakap oentoek mempeladjari perkara gambar-menggambar; tjita-tjitanja senantiasa hendak mendjadi pandai-gambar. Oentoek peker- djaan itoe haroes ia beladjar ditanah Eropah, tetapi sajang hal itoe ta' dapat dilakoekannja. Dengan wang kami sendiri ta' sanggoeplah kami menolong menjampaikan tjita-tjita adikkoe itoe. Tahoekah engkau kemana kami hendaknja meminta tolong? Kami bermaksoed hendak memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim dengan perserikatan „Oost en West" dan meminta pertolongan pex-serikatan itoe, soepaja adikkoe dapat menjampaikan tjita-tjitanja jang bagoes itoe, sehingga ia dengan pertolongan perserikatan „Oost en West", atau perserikatan jang lain dapat memasoeki sekolah tinggi gambar-menggambar, loekis-meloekis di den Haag, dlan nanti setelah tammat peladjarannja ia boléh mengoesahakan dirinja oentoek kepandaian bangsa kami. Siapakah jang boléh lebih baik mengoesahakan dirinja oentoek hal keadaan kepandaian bangsa Djawa, lain dari pada anak bangsa itoe sendiri, jang mémang ada menaroeh tjinta sedjak ketjilnja, akan kepandaian bangsa Boemipoetera?
148
Karena Roekmini seorang anak diari pada bangsa Djawa sendiri, maka dlapatlah ia memasoeki sekalian tempat, jang ta' dapat dimasoeki oléh bangsa Eropah, biarpoen orang itoe berniat baik kepada bangsa Djawa. Kami adalah mengenal beberapa orang diantara pengoeroes-pengoeroes „Oost en West" dan afdeeling 'ilmoe kepandaian itoe. Bila pertjobaan kami ini ta' berhasil, maka Roekmini bermaksoed hendak beladjar mendjadi doekoen beranak. Ia maoe mendjadi pandai gambar atau doekoen beranak, tetapi apa djoeapoen jang akan diboeatnja, ia maoe memperboeat kerdja itoe dengan sebaik-baiknja. Oléh sebab itoe bila nasibnja telah menjoeroehnja mendjadi doekoen beranak, oentoek mentjari penghidoepannja, dan akan memberi paédah kepada orang banjak, ia amat soeka berdjerih pajah mempeladtjari 'ilmoe itoe ditanah Eropah. Dinegeri Be- landa tentoelah dapat 'ilmoe itoe dipeladjarinja dengan setjoe- koep-tjoekoepnja, dan apabila tammatlah peladjarannja, tentoe lah 'ilmoenja itoe besar sekali faédahnja bagi perempoean-perempoean disini. Dokter-dokter disini dapat mengadjamja hanjalah oentoek mendjadi doekoen beranak, jang selaloe mesti bekerdja dibawah pengadjaran seorang dokter. Pada pemandangan bangsa kami, jang beloem mempoenjaï tjita-tjita jang besar dan boeah pi- kiran jang tinggi, ja'ni bangsa jang hanja pandai memoelia- kan keindahan dan kebagoesan sadja, besarlah perbédaannja bagi meréka, bila Roekmini beladjar disini atau beladjar di Eropah oentoek mendjadi doekoen beranak itoe. Bila ia ber- diploma dari Eropah, orangpoen tiadalah akan memandang rendah kerdjanja, dan meréka itoe tentoelah soeka menoeroet kerdjanja itoe. Dalam hal itoe kami hendak meminta pertolongan kepada Professor Hector Treub di Amsterdam dan Dr. Stratz di den Haag, jaïtoe meréka jang kerap kali telah mem- perbint jangkan tentang pertolongan jang patoet diberikan kepada perempoean-perempoean jang sakit beranak di Hindia, soepaja karena pertolongan itoe beriboe-riboe manoesia tiap-tiap tahoen akan terlepas dari pada bahaja maoet. Dalam madjelis persidangan Tweede Kamer, kalau saja ta' salah perkara itoe telah dioeraikan djoega oléh toean van Kol. Ka- bamja toean itoe akan datang ketanah Hindia, saja berharap soepaja saja diapat bertemoe dan bertjakap-tjakap dengan dia. Kakakkoe tahoe benar kepadanja. Pemerintah ditanah Hindia telah berhadjat akan mengada- kan peroebahan jang baik atas hal keadaan jang boeroek itoe. Segala dokter ditanah Djawa jang soeka mengadjar pe rempoean-perempoean jang maoe beladjar oentoek mendijadi doekoen beranak akan mendapat oeang bantoean tiap-tiap boelan dari Pemerintah. Dan perempoean-perempoean itoe se-
149
lama beladjar itoe, mendapat poela oeang bantoean dari Pe- merintah oentoek pembajar séwa roemah dan lain-lain, dan setelah meréka itoe memboeat oedjian, maka diberilah gadji oléh Goebernemén. Maksoed adikkoe Roekmini, djika telah tammat peladjarannja di Eropah oentoek doekoen beranak itoe, akan mendirikan seboeah sekolah oentoek mengadjarkan kepandaian doekoen itoe. Akan kepandaian dokter-dokter jang memberi peladjaran tentang hal itoe disini, tentoelah tidak dapat ditjatjat, tetapi apakah goenanja dan artinja kepandaian itoe, kalau dokter dokter itoe ta' dapat menerangkan peladjarannja kepada moerid-moeridnja dengan sempoerna, karena si goeroe dan si moerid masing-masing hanja mengerti dalam bahasanja sendiri-sendiri ? Hampir sekalian dokter-dokter disini betoel mengeta- hoeï bahasa anak negeri ja'ni bahasa Melajoe, tetapi sedikit, ja, amat sedikit benar, bahasa itoelah djoega jang dipakai dokter dokter itoe bila ia bertjakap-tjakap dengan anak negeri. Bahasa Djawa hampir ta' ada seorangpoen dokter jang mengerti. Dian- tara orang-orang Djawa jang sebanjak itoe, hanjalah amat sedikit poela, jang mengerti bahasa dan bertjakap Melajoe. Tahoekah engkau sekarang betapa kesoesahan dokter-dokter itoe bertjakap bahasa Melajoe, ja'ni bahasa jang amat sedikit diketahoeinja, akan menerangkan apa-apa kepada moerid-moeridnja, perempoean-perempoean dan anak-anak gadis dari désa, jang sedjak dari ketjilnja ta' pernah mendapat penga- djaran, dan ta' kenal serta ta' mengerti soeatoepoen bahasa asing, ketjoeali bahasanja sendiri? Sekalian kesoesahan itoe tentoelah akan hilang lenjap, bila orang jang mendjabat pangkat oentoek mengadjar perempoe an-perempoean Djawa mendjadi doekoen beranak itoe, me ngerti benar-benar bahasa anak negeri. Karena Roekmini sendiri anak Djawa, itoepoen boléh poela menolong menjampaikan maksoed itoe lebih lekas. Bangsa Boemipoetera selaloe setia kepada orang-orang bangsawan bangsanja, dan apa-apa jang diboeat oléh bangsawan, jang di- hormati oléh anak negeri, moedah diterima dan dipertjajaï oléh meréka itoe. Pada 24 hari boelan October berhentilah saja menoelis soe- rat ini, sekarang saja moelaï lagi menghoeboengnja. Kartoepo^ jang saja kirimkan sementara itoe kepadamoe, telah menga- barkan betapa soesah hal keadaan jang telah menggoda kami, dan sekarang beroentoeng kami karena kesoesahan itoe ta' ada lagi. Jang Roekmini dahoeloe sakit keras, engkaupoen telah tahoe. Telah idoea kali njawanja seakan-akan bergantoeng pada sehelai ramboet, tetapi sekarang dengan pertolongan Allah ia telah moelaï semboeh, dan aetiap hari adalah beiijambah
séhat, sehingga pada hari ini ia telah pergi keloear. Bagaimana kami bersoekatjita dan betapa kami meminta terimia kasih ka rena kesemboehannja itoe. ta' dapatlah sa ja katakan kepada- moe. Adikkoe Kardinahpoen telah berdjalan-djalan poela sampai-sampai seperempat djam lamanja, dan moekanja jang poe- tjat dan koe roes dahoeloe itoe, sekarang telah moelaïlah ber- warna. Soenggoeh banjak benar kesoesahan kami sekali ini. Dimana-mana djoeapoen sekarang hawa negeri koerang séhat, karena moesim panas jang amat sangat. Wahai tanah jang malang, itoelah jang toean tanggoengkan, lain dari pada berma- tjam-matjam penjakit jang berbahaja? Oléh karena moesim panas jang amat sangat itoe hampir sekalian sawah di- seloeroeh negeri kami mendjadi roesak binasa. Di Grobogan ta' djaoeh dari sini dalam keSoesahan jang besar sekali, sebab dilanggar bahaja kelaparan, dan anak negeri Demak sekarang takoet boekan boeatan menanti kedatangan moesim penghoedjan, jang menenggelamkan,negeri itoe tiap-tiap tahoen; dan disana sawah jang tidak mendjadi, karena dilanggar paraas, ta' koerang 26000 H.A.; dan dalam hal itoe dinegeri itoe sekarang berdjangkit poela penjakit koléra amat sangat. O, tainah jang malang, dalam moesim kemarau, engkau tjelaka karena ke- koerangan air, dan moesim penghoedjan engkau melarat ter- benam karena kebanjakan air! Ta' oesah saja pandjangkan lagi tentang kesengsaraan itoe, biarlah saja hoeboeng teroes tjeriterakoe pada empat belas hari jang laloe. Adikkoe Kardinahpoen maoe mendjadi goeroe djoega dan pengadjaran jang disoekaïnja, ialah kepandaian oeroesan roemah-tangga dan masak-memasak. Maksoed kami selaloe akan tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama, soepaja ka mi dapat sekoetoe menjampaikan hadjat kami jaïtoe: hendak meninggikan kesopanan bangsa kami. Bila nasib kami baik, kami bersama-sama akan memboeka seboeah sekolah, tempat mengadjarkan segala pengadjaran seperti disekolah rendah dan ditambah lagi dengan kepandaian: djahit-mendjahit, oeroesan roemah-tangga dan lain-lain sebagainja; lagi poela akan di- adjarkan disitoe kepandaian membatik, menggambar d.1.1. atau 'ilmoe doekoen beranak. Oentoek beladjar mendjadi goeroe dalam 'ilmoe oeroesan roemah-tangga dan masak-memasak haroeslah orang pergi kenegeri Belandla. Sekolah jang sedemikian ta' ada disini. Ke- inginan Kardinah jang teroetama sekali ialah moesik dan itoe lah tjitar-tjitanja jang .dihati ketjilnja benar dan itoelah se- babnja maka ia selaloe 'asjik mengoesahakan dirinja mempe- ladjari moesik itoe, tetapi maksoed itoe sekali-kali ta' dapatlah disampaikannja. Adikkoe jang boengsoe itoe telah memboeang- kan tjita-tjitanja itoe, dan mengambil maksoed jang lain. Ia
151
akan merasa beroentoeng, bila tjita-tjitanja jang lain itoe dapat mendjelmakan dirinja. Ia berkehendak benar-benar akan menolong meninggikan kedoedoekan kehormatan bangsanja. Djika ia mendjadi goeroe dalam peladjaran oeroesan roemah-tangga, banjaklah jang akan dapat diboeatnja. Makin lama makin banjak Pemerintah memperlihatkan kesoekaannja, soepaja anak negeri dan pegawai-pegawainja bersipat hémat. Karena hal keadaan oeroesan roem ah-tan gga tergenggam dalam tangan perempoean, maka patoetlah orang lebih dahoe- loe moelaï mengadjar perempoean bersipat hémat,. soepaja sipat itoe boléh kembang dalam bangsanja. Apakah paédahnja laki-laki diadjar berhémat itoe, kalau sekiranja perempoean jang mendjaga roemah-tangga ta' mengenal harga wang? Itoe- lah sebab jang akan kami hadapkan kepada Pemerintah, bila kami memohonkan permintaan soepaja Kardinah diadjar men djadi goeroe dalam oeroesan roemah-tangga, soepaja nanti sanggoeplah ia memberi pengadjaran tentang kepandaian itoe ditanah Djawa. Adikkoe itoe maoe memikoel beban jang berat itoe dengan bahoenja, akan mengadjar perempoean-perempoean dan iboe-iboe pada waktoe jang akan datang, ditanah Djawa, soepaja meréka itoe pandai berhémat dan tahoe akan harga oeang. Oentoek dirikoe sendiri saja boléhlah madjoe disini, artinja mengambil diploma disini sadja; tetapi beladjar di Eropah ten- toelah lebih baik dari pada di Hindia, karena di Eropah orang dapat lebih moedah mempertinggi pikiran dan memperloeas pemandangan dan sebagainja. Lebih-lebih masa sekarang Pemerintah telah memperlihat kan betapa ia mengindahkan kesopanan dan kepandaian pegawai-pegawainja, hal itoe njata sekali waktoe mengangkat regén-regén baroe-baroe ini, ja'ni Pemerintah telah memilih doea orang moeda, meskipoen menoeroet sepandjang atoeran jang biasa, meréka itoe tidaklah masoek bilangan waris, karena meréka boekanlah kaoem keloearga regén jang digantikan itoe menoeroet sepandjang atoeran biasa bapak digan tikan oléh anaknja, dan bila si bapak ta' beranak laki-laki atau ta' beranak jang tjakap oentoek menggantikannja, maka bo léhlah diangkat seseorang dari kaoem keloearga regén jang berhenti itoe Tetapi regén-regén jang baroe diangkat itoe, karena terpeladjar dan telah menerima pendidikan ditanah Eropah. Sekalian itoe menjatakan, bahwa pada Pemerintah adalah tersimpan maksoed jang moelia hendak memadjoekan dan mempertinggi kedoedoekan kehormatan tanah Hindia, teroe- tama oentoek bangsa Djawa. dan lebih-lebih bangsawan-bangsawan Boe mi poetera, jang kebanjakan akan mendjadi pegawai
152
negeri, diberi lebih dahoeloe 'ilmoe kepandaian dan pengadjaran jang haroes ditaroehnja. Toean Abendanon telah berkata: „Ta' oesahlah diperkatakan lagi, bahwa doenia Boemipoetera tidaklah akan lekas madjoe kemoeka, kalau sekiranja perempoean-perempoean bangsa Boe mipoetera selaloe tertinggal dibelakang. Setiap hiari sepan- djang waktoe telah njata, bahwa kemadjoean perempoean itoe soeatoe perkara jang penting oentoek kemadjoean soeatoe bangsa." Kebanjakan bangsa Boemipoetera masih enggan menjoeroeh anak-anaknja perempoean pergi kesekolah, karena disana laki- laki jang mengadjar. Sebab itoe goeroe-goeroe perempoeanpoen haroeslah poela ada disitoe. Lima belas tahoen jang telah laloe Pemerintah mengirim empat orang anak moeda-moeda bangsa Boemipoetera dengan ongkos Pemerintah pergi beladjar kenegeri Belanda, dengan pendjagaan seorang goeroe kepala jang pandai; disana meréka itoe diadjar oentoek mendjadi goeroe. Meréka itoe soeka sekali pergi kenegeri Belanda oentoek beladjar mendjadi goeroe itoe, karena beladjar disana lebih banjak mendatangkan faédah dari pada djika meréka beladjar ditanah Hindia, dan soepaja nanti sanggoeplah meréka bekerdja oentoek kesopanan dan ke madjoean bangsanja, boekanlah kemaoean meréka sendiri, hanjalah kemaoean jang datangnja dari pada seseorang jang benar-benar soeka hendak memadjoekan tanah Hindia. Keadaan kami berlainan dengan hal meréka itoe. Bagi kami ialah soeatoe kemaoean, keinginan hendak mempoenjaï „tjaha- ja" kemadjoean, jang keloear dari hati jang jakin, jang diter- bitkan oléh kedoekaan hati sendiri, karena kasihan memikir- kannja dan sama-sama merasa sedih dengan meréka jang seng- sara dalam hidoep bersama-sama.
Akan melakoekan tjita-tjita kami itoe hanjalah kami me- nantikan izin bapak sadja lagi. Ma'afkanlah bapakkoe dalam hal itoe, Stella, karena ia chawatir meiepaskan anak-anaknja kedalam soeatoe hal jang akan datang, jang beloem njata ke- padanja. Orang jang mendjadi pemboeka djalan seperti kami ini, wadjiblah memerangi dan mena'loekkan segala sjak dan waham itoe lebih dahoeloe; bahwa hal itoe ta' moedah dan akan mendatangkan banjak ketjéwa dan doekatjita bagi kami, kami- poen ma'loemlah poela. Dan orang-orang toea dimanakah jang ta' gemar melindoengi anak-anaknja dari pada kedoekaan? Orang-orang toea dimanakah poela jang tidak akan berhati ketjoet dan berat membiarkan anak-anaknja kedalam doenia jang penoeh dengan peperangan dan ketjéwaan? Demikianlah
153
nasibnja sekalian meréka jang mendjadi orang pemboeka djalan. Sa ja ta' tahoe jarig sa ja nanti betoel-betoel maoe pergi beladjar ketanah Belanda. bila sekiranja adalah orang menjoeroeh saja kesana. Hal itoe dahoeloe soeatoe tjita-tjita padakoe, dan sekarang iapoen masih demikian djoega, hendak pergi beladjar kenegeri Belanda itoe. Tahoen jang soedah tatkala kenang-ke- nangan itoe diperkatakan, dan saja akan disoeroeh beladjar diroemah, maka saja melawani maksoed itoe dengan sekoeat- koeatnja. Bila saja beladjar, saja maoe beladjar baik-baik, be ladjar baik-baik itoe hanja dapat saja lakoekan dinegeri Belanda atau di Betawi. Negeri Belanda ta' dapat saja tjapai, kalau saja wadjib beladjar disana dengan oeang sendiri; achirnja negeri Betawilah jang tinggal dikepalakoe. Diroemah tentoelah ta' dapat beladjar sebaik-baiknja, arti- nja sekali-kali ta' dapatlah saja mengoesahakan dirikoe benar- benar oentoek peladjarankoe; hal itoe sangat, ja, sangat bergoena sekali oentoek meréka jang telah ber'oemoer seperti saja ini. Kewadjiban dalam roemah dan kewadjiban menerima dja- moe, tentoelah banjak akan merintangkoe dalam pengadjaran- koe. Apabila saja ada diroemah, tetapi ti;ida bekerdja oentoek keperloean roemah, itoelah poela pekerdjaan jang moestahil. Djadi dengan hal jang demikian nistjajalah 'amat soesah. Hal itoe terdjadinja tahoen jang laloe, tatkala bapakkoe séhat dan koeat; sekarang bapakkoe tidaklah seséhat dan sekoeat itoe lagi, sajang! Ma'afkanlah seorang anak gadis, Stella, kalau-kalau ia me iepaskan maksoednja, bilamana ia ditolong orang akan menjam- paikan hadjatnja itoe, jang mémang bertali kemoedian hari dengan keselamatan orang-orang lain, karena hati si gadis itoe ta' meiepaskan bapaknja jang se'oemoer hidoepnja men djadi soeatoe ketjintaan dan keberkatan kepadanja. Ia sekv loe mengoetjapkan terima kasih kepada si bapak, si djantoeng hatinja itoe, sekarang didalam 'oezoer dan kerap kali sakit- sakit, djadi jang wadjib didjaga dan disajangi oléli si anak lipat ganda dari jang soedah-soedah. Stella, saja ini seorang anak, saja ini seorang anak gadis dan boekanlah sadja perempoean. jang semata-mata amat ber- ingin memberikan dan mengoesahakan dirinja oentoek kerdja jang bagoes dan moelia, jang bergoena dan berkat bagi orang banjak; tetapi saja inipoen seorang anak jang jakin dan sangat sajang kepaüa bapakkoe jang sekarang telah toea dan beramboet poetih, jang telah mendjadi toea dan beramboet poetih karena memeliharakan anak-anaknja, dan diantara anak-anak itoe, sajalah barangkali jang sangat menjajanginja, karena
154
tingkah lakoe kami banjak jarig bersamaan, sebab kami sepi- kiran dan seperasaan. Stella, engkau jang telah mengetahoei betapa kasih sajang- koe kepada bapakkoe dan lagi mengetahoei poela, bahwa tjinta itoe sa ja pandang sebagai seroean Allah kepada kita, dan eng kau tahoe djoega betapa persangkoetankoe dengan adik-adikkoe, jang sangat koeatnja, tentoelah engkau akan mengerti poela betapa hébat peperangan dalam hatikoe, bila saja mesti memilih salah soeatoe dari pada doea djalan jang hendak koetoeroet: pertama tinggal dengan bapakkoe, bertjerai dengan adik-adikkoe dan mengabaikan sebahagian besar dari seroean Allah itoe atas dirikoe, atau saja tinggalkan bapakkoe dan pergi bersama- sama dengan adikkoe, serta menjerahkan dirikoe benar-benar kepada seroean itoe! Bapakkoe sekarang koerang koeat, ia haroes selaloe didjaga dan selaloe dipelihara; mendjaga dan memeliharanja itoelah soeatoe kewadjiban bagikoe. Katakanlah itoe perkara ketjil, tetapi o, Stella, saja sekali-kali tidaklah akan bersenang hati barang sekedjap mata djoeapoen dalam mengerdjakan soeroeh Allah, djaoeh dari bapakkoe, se- dang sajapoen tahoe, bahwa bapakkoe jang koetinggalkan itoe dalam sakit-sakit dan selaloe wadjib ditolong! Soetji, moelia kerdja jang ditakdirkan Allah kepada kami itoe, sebab menjoeroeh kami mengoesahakan diri oentoek hal keadaan jang besar-besar, oentoek meninggalkan kedoedoekan kemanoesiaan bangsa perempoean Boemipoetera jang senantiasa dalam teraniaja, ja, ringkasnja soepaja doenia Boemipoetera boléh berarti, dan arti itoe akan tinggal selama-lamanja; tetapi saja sekali-kali ta' dapatlah menanggoengkan kesedihan dalam hatikoe, apabila saja bekerdja dan beroesaha oentoek orang lain, dan dalam itoe bapakkoe jang telah toea itoe, jang teroetama berhak akan dirikoe, akan koebiarkan sadja menanggoeng kesakitan dan kesoesahan. Satoe dari pada tjita-tjitakoe jang hendak saja kembang- kan ialah: hormati segala jang bernjawa. hormati hak dan perasaannja. Takoetilah menjakiti orang lain, biar sedikit se- kalipoen, dan takoetilah poela menjakiti itoe, meski dipaksa atau tidak dipaksa mengerdjakannja. Tjita-tjita itoe semata- mata dapatlah melindoengi sesama kita manoesia, ja'ni dengan sedapat-dapatnja kita melindoengi dia dari pada segala seng- sara, dan dengan hal jang demikianlah kita boléh menolong memperbagoes hidoep meréka itoe. Itoelah soeatoe kewadjiban jang soetji dan moelia, jang bernama terima kasih. Maoekah bangsakoe mempertjajaï tjita-tjitakoe itoe djikalau sekiranja saja sendiri orang jang rrienasihatkanfija, tidak mengerdjakan sebagai nasihat itoe?
Kewadjiban anak kepada bapaknja ta' boléh saja moengkir- kan, tetapi saja ta' boléh poela menjangkal kewadjiban jang wadjib saja lakoekan atas diri sendiri, lebih-lebih lagi djikalau kewadjiban itoe paédahnja boekanlah oentoek saja sendiri, tetapi bertali poela dengan paédah oentoek orang-orang lain. Adalah doea boeah kewadjiban besar jang berlain-lainan lagi wadjib saja kerdjakan; sekarang oepajakoe ialah akan menjatakan kedoea kewadjiban itoe dengan seboléh-boléhnja. Oepaja itoe oentoek sementara ialah, jang saja akan tinggal disisi bapakkoe, dan sementara itoe beladjarpoen tiadalah poela akan saja abaikan. Diroemah dengan sedapat-dapatnja saja maoe beladjar sen diri oentoek mendjadi goeroe, ja'ni seberapa jang dapat dibantoe oléh kemaoean hati dan pikiran tetap. Akan mengam- bil diploma goeroe kepala wadjib orang menaroeh diploma goeroe bantoe serta soerat keterangan jang menjatakan, bahwa ia telah doea tahoen mengadjar disekolah. Saja sendiri telah lama memikirkan maksoed itoe, tetapi ke- tetapan maksoed itoe baroe saja dapat. tatkala njonja Aben- danon baroe-baroe ini telah menimboelkan poela maksoed itoe kepada kami. Sementara menanti kepoetoesan nasib kami jang bimbang itoe, maka kami bertigapoen telah moelaïlah beladjar sendiri. Bagaimana djoeapoen nasib adik-adikkoe itoe nanti, sekalian jang dipeladjarinja adalah goenanja oentoek hari kemoedian. Telah doea boelan lamanja kami mendapat seorang goeroe perempoean diinegeri ini, jang telah bersahabait baik dan tjin- ta-mentjintaï dengan kami. Ia masih moeda, seorang anak gadis jang tjakap dan baik hati, jang telah meninggalkan ka- oem keloearganja, kampoeng halamannja dan pergi kemari mentjari penghidoepannja sendiri. Ia kerap kali datang ke pada kami, dan tatkala saja mentjeriterakan maksoed kami ke- padanja, dengan segera ia soedi menolong kami dengan seda pat-dapatnja dalam segala hal. Lain dari pada diploma goeroe bantoe, ia ada poela mempoenjaï diploma bahasa Perantjis. Dengan segera ia pergi menanjakan kitab-kitab jang dipakai orang di Sekolah Normaal di Soerabaja dan di Betawi oentoek oedjian goeroe bantoe. Sekalian kitab-kitab jang ada padanja boléh kami pakai, dan kitab-kitab jang ta' ada padanja, akan kami terima dari njonja dan toean A. Nanti saja maoe poela memboeat oedjian dalam bahasa-bahasa Boemipoetera, bahasa Djawa dan bahasa Melajoe. Tetapi sajang sementara itoe datanglah penjakit menggoda kami, kalau tidak karena itoe tentoelah sekarang kami sedang 'asjik beladjar, dan didalam sakit itoe ta' dapatlah saja mem- boeka kitab-kitab itoe. Annie Glaser, itoelah nama goeroe
156
jang terseboet tadi, ta' berapa lama lagi akan pindah dari roemah makan keroemah lain disini. Kalau tempatnja nanti telah teratoer, maka ia akan membantoe kami atau saja sen- diri bekerdja. Adik-adikkoe jang malang itoe ta' dapat dan ta' boléh lagi bekerdja dengan tangan, apalagi bekerdja dengan otak. Meréka itoe ta' bersenang hati, bila ia ta' dapat menger- djakan barang sesoeatoenja; tetapi apa jang hendak dikata, tangan dan otaknja masih lemah. Apa pikiranmoe mendengar- kan sekalian maksoed-maksoed jang terbang tinggi itoe? Djanganlah hendaknja engkau berkata: „Ni, Ni, pikiranmoe terbang terlampau tinggi", kalau demikian senanglah hatikoe. Tahoekah engkau apa jang telah saja perhatikan bagi keba- njakan sahaDat-sahabat kami? Meréka itoe mempoenjaï peng- hiarapan terlaloe banjak kepada kami. Meréka mengarangkan bermatjam-matjam kepandaian kami, tetapi meréka membe- narkan poela jang kami ta' mempoenjaïnja. Kadang-kadang kami haroes tertawa, karena keriangan hati meréka itoe. Pe- patah Belanda jang mengatakan bahwa: tjinta itoe boeta atau memboetakan, sebenarnjalah. Sesoenggoeh 11 jalah amat banjak pada sangka-sangka meréka itoe sanggoep boléh kami kerdja- kan! Kami merasa benar-benar keketjilan kami, apabila sahabat kenalan kami itoe mengandjoengkan kami sampai kelangit. Ke- tjil, tetapi, 0, betapa terima kasih kami atas kesajangan meréka jang terbit dari hati ketjilnja itoe. Seorang sahabat kami soeka sekali melihat saja bekerdja dengan pénia oentoek meninggikan kedoedoekan kemanoesiaan bangsa kami. Saja haroes, katanja, mengeloearkan soerat minggoean atau soerat boelanan,- jang isinja teroentoek bagi hal-ihwal anak negeri sadja, dan pada soerat kabar itoe haroeslah saja hendaknja jang mendjadi djoeroe-kabarnja; atau kalau tidak hendaklah saja mendjadi pembantoe soei'at-soerat kabar atau soerat-soerat minggoean jang ternama ditanah Hindiia ini, dan dalam soerat-soerat ka bar itoe mestilah siaja mengarangkan roepa-roepa hal, jang wadjib membangoenkan dan menjadarkan bangsakoe jang masih tidoer njenjak itoe!!! Tidak benarkah apa jang saja katakan tadi, jang tjinta itoe memboetakan?. Djika saja telah mempoenjaï diploma goeroe bantoe, tentoe- lah saja wadjib keloear roemah akan pergi beladjar oentoek mengambil diploma goeroe kepala dan pergi mengadjar djoega kesekolah. Akan menjampaikan maksoed itoe, saja telah men- dapat izin dari sekolah-sekolah gerédja di Betawi. Disitoe nan ti saja memberi pengadjaran disekolah rendah, dan pembalas djasakoe saja dapat pengadjanan oedjian goeroe kepala, dan lagi dapat roemah, makan, peitolongan dokter, serta pakaian- poen ditjoetjikan orang poela. Tetapi oentoek itoe beloem aHa waktoenja. Moela-moela mesti diambil diploma goeroe bantoe,
157
dan kemoedian datanglah waktoe itoe, datanglah poela 'akal! Soeatoe kenang-kenangan jang arnat merawankan hati akan bertjerai dengan adik-adikkoe. Meréka itoe ta' bei-senang hati karena itoe, dan sajapoen demikian poela, lebih-lebih djika memikirkan kalau-kalau peimintaannja itoe diperkenankan. Tentoelah ia akan djaoeh dari pada kami, djaoeh dinegeri orang. Beroentoenglah karena ada kakak laki-lakinja dis&na, amat kasih kepada adik-adiknja, ta' oebahnja seperti sa ja. Kakak kami itoe amat menjoekaï dan setoedjoe dengan tjita-tjita kami, karena dlidalam tjita-tjita kami itoelah dida- patnja kembali tjita-tjitanja sendiri. Kami telah memboeat per- djandjian jaïtoe, kalau ia telah tammat beladjar, ia akan tinggal didekat kami, akan bekerdja bersama-sama menjampai- kan tjita-tjita kami itoe! Kami berbesar hati mendengar, jang ia bertjita-tjita djoega seperti adik-adiknja perempoean. Hal itoe tambah memberani- kan hati dan meninggikan nafsoe serta menolak kita kemoe- ka, soenggoeh seperti kekoeatan kegirangan dan kesaj angan- moe poela kepada kami. Adalah poela seorang anak moeda, orang Eropah, jang kenal kepada kami karenia boendanja sahabat kami. Ia bergirang hati dan bersoekatjita poela dengan maksoed-maksoed kami itoe. Keriangan hati jang toeloes dan kesoekaan jang soenggoeh dari sahabat kenalan kami, djaoeh dan dekat, itoelah jang mendjadi soeatoe bantoean jang besar bagi kami. Bantoean kesoetjian hati itoe amat bergoena kepada kami! Berilah saja selaloe bantoean itoe, o, Stella!
*
* * 18 October 1901 (VIII).
Kadang-kadang kedjadianlah dalam hidoep kami, seolah- olah sekaliannja berkoempoel, akan mematahkan kekoeatan hidoep kami. Semoeanja sama-sama tiba, goeroeh dan topan toeroenlah dengan hébat serta kentjahgnja menimpa kami, se- olah-olah ia berkata: „Soedjoed engkau, hai machloek jang hina, soedjoed sampai ketanah!" Hanjalah meréka jang keras hati dan tadjam pikiran jang sanggoep berdiri dalam angin topan jang sedemikian, dan jang dapat melawani kegalakan dan kekerasan kekoeatan doenia itoe. Roepan ja sekalian meréka jang keras hati dan tadjam pi- kiranlah jang kerap kali didatangi oléh sesoeatoe hal jang di- namakan orang: „boeroek nasib!" Bah, mengapakah saja ber- doekatjita sekarang? Itoe tentoelah disebabkan karena saja dalam beberapa hari ini banjak melihat dan memiandang ke-
158
sengsaraan. O, dirikoe, orang jang hina ini, saja lekas rneng- gigil dan gementar, djika saja seakan-akan merasa poekoelan tongkat jang tiba dibadankoe; bagaimanalah 'akalkoe akan rae- njenangkan dan meriangkan dirikoe? Njonja ta' boléh meninggalkan tanah airkoe sebeloem kami sekali lagi berdjoempa dengan njonja dan sebeloem njonja tahoe, bahwa anak-anak njonja ketiga ini beroen- toeng, sebeloem kami sebenar-benarnja mendapat kemenangan dai'i meréka, jang hendak merendahkan kami ketanah, dan maoe mendjadikan kami manoesia jang bodoh dan ta' berharga. Tetapi kemaoean meréka itoe tiadalah akan laloe; meréka tentoe dapatlah mematahkan hati anak-anak njonja, tetapi memboedjoek kami sekali-kali tidak. Dengan pertolongan toe an kedoea, kami mesti sampai ketempat jang kami toedjoei! Disini adalah tiga orang anak gadis, jang hatinja mentjin- taï dan menjajangi toean, serta setianja tegoeh kepada toean, hati ketiganja soenggoeh-soenggoeh mempertjajakan dirinja kepada toean! Tentoelah toean tidak sekali-kali akan mening galkan kami, boekan? Meskipoen perantaraan jang mentjerai- kan kita itoe amat djaoeh, tetapi perantaraan itoe mémanglah dapat diseberangi oléh kapal jang tangkas dalam beberapa pe- kan sadja. Waktoe ini, karena iapoen akan datang djoea, lebih baik tidaklah kami pikirkan. Kami ta' dapat bersenang hati memikirkan, jang toean akan sekian djaoehnja dari kami, djaoeh jang ta' dapat kami tjapai lagi. Roekmini dan Kardinah telah bermaksoed tidak akan memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim lagi; meréka ta' maoe menjajangi orang lain lagi, lam dari pada toean kedoea. Adfik- adikkoe jang gila, siapakah orang jang boléh mengatakannja lebih dahoeloe bagaimana hendaknja kemaoean hatinja? Tjinta dan sajang datangnja tidak oléh -sebab dipanggil; maoe ta' maoe tjinta dan sajang itoe mengikat hati kita dengan sekoeat- koeatnja. i
- *
20 November 1901 (VIII).
Jang sebenamja sekali-kali ta' boléh kita mendijandjikan apa-apa, ketjoeali dengan dirinja sendiri, karena manoesia itoe ta' dapat mengetahoei lebih dahoeloe, apa jang akan terdjadi. Dengan hal jang demikian ta' adalah kita akan mengetjéwakan hati orang lain. Bagaimana sekalipoen toeloes dan ichlas perdjandjian itoe, dan bagaimanapoen kemaoean hati kita hendak menepati djandji itoe, tetapi alangan jang tidak di- sangka-sangka, oeinp. sakit, boléhlah menghambat kita mene-
159
patinja. Bagi kami ;bangsa D.iawa ada soeatoe kepertjajaan jaïtoe sipat jang tiada menepati djandjinja, ia nanti akan di- datangi oléh oelar weling namanja. Oelar itoelah jang akan mengingatkan kepada meréka jang telah jberdjandji itoe akan djandjinja. Bila meréka ta' lekas menepati djandjinja, maka datanglah poela kepadanja oelar welang namanja, jaïtoe oelar jang sangat bisa, jang gigitnja boléh memboenoeh. Bila hal itoe terdjadi, djanganlah nanti menjesal, djika meréka masih enggan djoega akan menepati djandjinja, karena tentoe adalah sesoeatoe ketjelakaan jang akan menimpa meréka jang moengkir djandji itoe. Hal itoe boléh kedjadian bilamana orang berdjandji ditem- pat-tempat keramat atau kepada orang keramat. Misalnja djika orang berdjandjikan boenga, doepa, kendoeri dll. kepada arwah orang-orang keramat. Oelar-oelar itoe ialah disoeroeh oléh arwah meréka akan mengingatkan orang, soepaja menepati djandjinja. Tetapi apalah goenanja saja mentjeriterakan keper tjajaan orang Djawa kepada njonja? Ma'aflah saja, sekalian itoe teringat sadja dalam hatikoe sedang menoelis. Seharoesnja saja kena marah, karena saja telah lama ber- diam diri, hal itoe teroetama ialah karena kelalaiankoe. Saja tidak bersenang hati atas dirikoe sendiri! Apa sebabnja saja bo léh mendjadi semalas itoe dan ta' ada bernafsoe oentoek bekerdja, saja sendiripoen ta' mengerti. Hanjalah jang saja ke- tahoei, bahwa badankoe ngeri-ngeri sadja rasanja. Sakit benar-benarpoen saja tidak, betoel-betoel séhatpoen tidak poela, malas, segan, lelah dan djemoe, kosong sadja! — doekatjita — itoe dia! Saja haroes mengoesahakan dirikoe dan bekerdja banjak banjak. Itoelah jang sebenamja; kerdja jang bergoena ada padakoe, demikianpoen kerdja jang koetjintaï. Sekarang kebo- dohankoe ialah: karena saja ta' boléh mendapat barang jang koekehendaki, maka meradjoeklah saja berpaling diri, dan doe- doek termenoeng-menoeng memikirkan sekalian hal itoe. Se- moeanja itoe mémanglah kelemahankoe, kelemahan jang besar sekali. O, alang-alangan meroesakkan dirikoe, jang setiap hari datang beroelang-oelang, sangat melelahkan sendi anggota! Lebih baik saja dipoekoel dengan tongkat dari pada me- nanggoengkan toesoek-toesoekan djaroem, jang tidak berhenti- hentinja itoe. Dalam beberapa hari ini banjak benar penang- goengan dan perasaankoe. Oerat-oerat saraf saja mendjadi ta' berketentoean djalannja, dokterpoen mengatakan: „bekerdja". Sifatkoe jang mandjapoen meninggalkan saja, sekarang apa- apa jang telah timboel dikepalakoe, ta' moedah saja hilangkan, mestilah saja pikirkan selaloe.
160
29 November 1901 (VIII).
Kami tahoe bahasa kabar jang diberitakan oléh soeraikoe ini akan mendoekatjitakan hati toean kedoea. Toean kedoea tentoe akan bersoeka hati mendengar, jang kami sekarang telah mendjadi sabar, meskipoen kedoedoekan hal ihwal kami beloem beroebah. Sekarang dikalboe kami ta gelap lagi, damai dan sentosa telah merajap disitoe. Dalam gelap goelita itoe kami melihat soeatoe badan jang amat bagoes dan bertj aha ja-t ja- ha ja, sambil melambai-lambai kami dengan tangan jang ramah: hai tjita-tjita kami!,. Sekarang tahoelah kami benar-benar, bahwa hal itoe ta dapat kami djaoehi lagi, ia telah mendjadi satoe dengan kami. Bertj erai dengan dia menenggelamkan kami. Boekanlah hari ini, boekanlah poela kemarin sadja kami telah memikirkan, merasaï, menanggoengkan dan hidoep bersama-sama dengan hal keadaan kami itoe. Soepaja kami boléh mengoebah pikiran dan perasaan kami, hendaklah orang memberi kami hati jang baroe, otak dan da- rah jang baroe oentoek toeboeh kami. Siapa jang telah menge- nal njawanja ja'ni soeatoe benda jang hidoep dalam toeboeh manoesia serta telah mendengar dan mengerti akan seroean njawa itoe meminta „tjahaja" kemadjoean, ta dapatlah lagi meloepakannja...,, Apa jang telah njonja toeliskan kepadakoe, semoeanja telah saja pikirkan, rasaï dan tjobaï. Telah lama lama doeloe sebe- loem perdjoempaan kita, telah beberapa kali saja katakan kepada adik-adikkoe, meminta dan memohon kepada mereka, me iepaskan dirikoe, dan sedikitpoen djangan hatmja bergantoeng IfpminP KOP • Apakah saja, siapakah saja, saja anak gila jang tinggi hati, apakah sebabnja maka saja sabarkan memandang dan niem- biarkan adik-adikkoe pergi bersama-sama dengan saja^ Saja jang mendjalani djalan-djalan jang 'adjaib dan beloem dikenal, iang moelanja haroes membawa saja kesoerga, tetapi jang sebenarnja sekarang membawa saja kenaraka. Pergi kenarak mémang lebih lekas dari pada kesoerga, karena naraka itoe lebih dekat dan moedah ditjapai, tetapi soerga amat djaoeh
'^Betoek" kata adik-adikkoe: „Meski toean sendiri, meskipoen orang lain. ta' sanggoeplah mcmasoekkan beiroatjam-matjam perasaan dengan sempoerna dan sampai, h ^tak. kepala kami, djikalau sekiranja kami sendiri tidak telah ditak dirkan Allah akan mendapatnja. Biarlah kita sama-sama per-
jang «ak.ah
engkau jang beladjar kepadakoe hanja saja sedjak dahoeloe sampai sekarang masih mendjadi moëridlmoe. O, alangkah ba- njaknja jang telah engkau adjarkan kepadakoe! Dimanakah boléh djadi sekalian itoe kalau sekiranja kami tiada sepikiran dan seperasaan? Sekaliannja, lahir dan batin bekerdja ber&ama-sama menjatoekan kami. Selama hidoep ka mi selaloe kami bersama-sama. Sebagian besar dari pada bilangan oesia kami itoe haroes diboeangkan, karena waktoe itoe hidoep pertjampoeran kami, hanja roepanja sadja jang baik; tetapi enam tahoen jang kesoedahannja amat besar harganja dan baik diperhatikan benar. Hati meréka jang telah sajang-menjajangi amat sangat, biarpoen dalam sekedjap mata, ta' dapat ia diloepakan; apalagi waktoe jang lamanja enam tahoen, selaloe hidoep dengan setia dan sepakat dan berkasih- kasihan. Keenam tahoen itoe sepoeloeh kali lebih harganja dari pada harga jang sebenarnja. Setiap hari kami sama-sama melihat, dan sama-sama men dengar barang sesoeatoenja, dan sama-sama poela memperka- takannja. Dalam segala hal kami sepikiran, sekesoekaan dan seperasaan. Kami membatja soerat-soerat kabar, soerat-soerat boelanan dan kitab-kitab jang sama dan seroepa. Kami per- katakan, paparkan dan bertoekar pikiran tentang segala hal jang telah kami batja. Orang-orang toea kami bergirang hati melihat kami sepakat, serta memberanikan hati kami benar-benar, soepaja tiap-tiap boeah pikiran itoe, boekannja diperkata- kan sadja, tetapi lebih-lebih haroes diperboeat dan dilakoekan djoega. Kesoekaan hatinja atas sepakat kami itoe amat besar, sehingga orang-orang toea itoe kadang-kadang telah berlakoe jang koerang 'adil kepada orang-orang lain, karena hendak melebihkan kami bertiga dari pada meréka itoe
Betoel-betoel soeatoe 'adat jang amat siallah, perkawinan pada bangsa kami terdjadinja tidak dengan setahoe si anak gadis. Kalau seorang perempoean akan kawin, jang bergoena ialah izin dari bapa, paman atau saudara jang laki-laki perem poean itoe. Apabila toenangannja akan mendjabat kaboel, sekali-kali ta' goena dihadirinja. Hanjalah diminta ia datang menghadiri itoe, kalau ia tiada berbapak, berpaman atau bersaudara laki-laki. Meréka jang melindoengi kami boléhlah mengawinkan kami dengan siapa jang disoekaïnja, dan hanjalah dalam soeatoe hal sadja orang toea kami ta' boléh memaksa kami kawin, jaï- toe apabila si laki-laki itoe bangsanja koerang dari pada kami. Iboe bapa ta' boléh memaksa anak-anaknja perempoean kawin dengan laki-laki jang koerang bangsanja dari pada bangsanja. HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.
162
Itoelah soeatoe sendjata kami jang boléh melawani kehendak meréka jang melindoengi kami itoe. Oentoek sesoeatoe perkawinan, jang perloe hanjalah si laki-laki jang mendjadi toenangan dengan bapak atau paman atau saudara laki-laki si gadis pergi kepada penghoeloe atau orang lain, disitoe dikawinkanlah si laki-laki itoe, biarpoen hal itoe sekali-kali tiada disoekaï oléh si gadis itoe. Ia mesti kawin, bila orang toean ja telah menjoekakan. Mamak adalah mengenal seorang perempoean jang ta' maoe dikawinkan. Lebih baik ia mati, dari pada dikawinkan dengan laki-laki jang telah dioentoekkan orang toeanja baginja. Allah, Toehan jang pengasih, tiga boelan lagi ia akan dikawinkan, maka njawapoen melajanglah, karena penjakit koléra. Bila ia masih hidoep tentoelah orang tiada akan mengindahkan ban- tahan si gadis itoe; soenggoehpoen ia ta' soeka, tentoelah ia mesti dikawinkan djoega. Hal itoe boekannja keadaan baharoe, dari dahoeloe adalah djoega anak-anak gadis jang melawani perkawinan meréka itoe. Senantiasa orang mengatakan ketelinga kami, bahwa kami haroes menoeroet sadja segala jang dikatakan orang toea kami kepada kami. Dan demikianlah poela kata orang kepada seorang perempoean moeda, mestilah menjerahkan diri kepada laki-la ki jang djadi soeaminja dan menoeroet segala perintahnja, sebab itoe si perempoean merasa dirinja tjelaka dengan laki-laki itoe: „Kosong, banjak tingkah, mengapakah maka perem poean itoe maoe kawin? Bila orang telah kawin, tandanja ia telah mendapat kesoekaannja." Djika si perempoean menoe- roetkan soeaminja, mémanglah sebab kesoekaannja; tentang apa-apa jang disoekaï, ta'boléh mengoempat. Tatkala sa ja menerima soerat dan doea boeah karangan toean kami telah siap akan pergi menghadin soeatoe alat ka win 'Boekanlah 'adatnja, anak-anak gadis pergi kealat iano- seperti itoe, dan doedoek bersama-sama dalam perkoem- noetan jang demikian, tetapi meskipoen demikian mama telah mengizinkan kami pergi kesitoe. Seorang perempoean sahabat lama kami boenda anak dara, meminta kami dengan seboleh- boléhnja menghadiri peralatan besar itoe, karena kedatangan kanui 'disitoe, katanja mendjadi soeatoe „kehormatan bagi meréka itoe; kalau tidak demikian, kami dengan segala soeka- tiita akan tinggal diroemah. Waktoe kami hendak berangkat telah kami lihat perarakan mempelai pergi kemesdjid. Hoedjan waktoe itoe sangat lebatnja; keréta tempat mempelai doedoek bertoetoep, demikian poela keréta lam jang mengirmg- kannia Pajoeng-pajoeng keemasan jang beragi-ragi telah meléwati aloen-aloen. Perarakan. itoe roepanja amat moeram, kamipoen menaroeh kasihan melihat hal itoe. Karena perais v
Kosinklik Insstital
CENTRALE BOEKERU
MESDJID Dl DJAPARA.
'
163
ah pengantin itoe roepan ja seakan-akan perarakan orang- mati. Waktoe kami sampai keroemah anak dara itoe, kami dapati si anak dara itoe sedang doedoek dengan sikapnja diatas soea- toe kedoedoekan jang bernama dalam bahasa Djawa „kwade", menantikan mempelai jang masih ada dimesdjid. Bapakoe pergi poela bersama-sama dengan kami dan roepanja amat poet jat! Kasihan, bapakoe jang malang itoe! Kami doedoek diatas tikar dekat pintoe, ma' diantara adik- koe kedoea. Baoe doepa dan boenga-boengaan memenoehi bilik anak dara tempat kami doedoek itoe. Boenji gamelan dan soeara jang lemah lemboet datang dari loear masoek ketelinga kami. Dalam hal itoe sa ja pandangkanlah matakoe kepada anak-dara, kemoedian kepada anak gadis jang doedoek dekat saja, dan setelah itoe kepada bapak jang sedang doedoek diloear. Gamelan berboenjilah berlagoe selamat datang, dan mempelaipoen da- tanglah. Doea orang perempoean memegang tangan anak-dara dan membawa serta membimbing dia pergi menjongsong mem pelai itoe, jang dibimbing poela oléh doea orang datang mendekati anak-dara. Beberapa langkah antaranja, maka anak-dara dan mempelai masing-masing melémparkan sirih bergoe- loeng, beberapa langkah lagi meréka itoepoen berdekatanlah, dan kedoeanja doedoeklah berloetoet bsrhadap-hadapan dia tas tikai. Dengan loetoet anak-dara itoe pergilah menging- soet-ingsoetkan dirinja mendekati mempelai itoe dan menoen- djoekkan kerendahannja kepada mempelai itoe dimoeka orang banjak. Setelah mempelai itoe dekat benar, maka anak-dara itoe menjembah dan kemoedian mentjioem kaki mempelai itoe> dengan sabarnja. Sekali lagi menjembahkan sembah jang ms- njajoekan hati itoe, laloe berdiri kedoeanja berpegang-pegangan tangan pergi kekoersi kajangan jang djahat itoe, serta doedoek lah disana. „Joe, joe, ' bisik Kardinah ketelingakoe dengan matanja jang- beitjahaja-tjahaja dan gerakan jang djenaka dimoeloetnja: „W ah. alangkah soekakoe kalau dapat melihat pengantin jang bertemoe itoe masing-masing tersenjoem-senjoem dan melém- pai kan sirih dengan mata jang gembira. Tentoelah pengantin jang sedemikian itoe, ialah meréka jang masoek kaoem moeda, jang >elah beikenalan dengan isterinja itoe lebih dahoeloe. Alangkah bagoesnja djika begitoe, boekan, joe? Boléhkah nanti terdjadi sedemikian itoe? Saja soeka benar melihat keadaan jang seroepa itoe." „Waktoe jang sedemikian, tentoelah akan datang djoega," djawabkoe dengan lekas dan tersenjoem-senjoem, tetapi da-
•
164
Jam hatikoe, o, hatikoe ketika itoe seakan-akan ditikarn de ngan keris. Dan disisikoe jang sebelah lagi doedoeklah adikkoe Roek mini dengan moekanja berseri-seri dan matanja bertjahaja- tjahaja! Sesoedah saja memandang seorang moeda jang bersikap haloes, jang doedoek disebelahkoe itoe, maka pemandangankoe- poein djatoehlah kepada seorang jang koekoeh badannja lagi besar, jang sedang doedoek dilingkoengi oléh kepala-kepala negeri. Kebetoelan waktoe itoe orang itoe menéngok kepihak kami. Saja lihat moeka orang besar itoe poetjat dan moeram. Penglihatan itoe menjedihkan hatikoe poela. O, apakah sebabnja maka de- mikian? Sebabnja? beginilah seroean dalam hatikoe, dengan poetoes asa dan ketjéwa. Esok harinja saja ambillah seboeah kitab, sembarang sadja hendak saja batja oentoek merintang-rintang hatikoe. Saja boe- kalah kitab itoe, dan apalah kiranja jang terbatja oléhkoe? Ialah „Gebed van onwetende" (Do'a orang jang ta' ber'ilmoe), karangan Multatuli. Pada beberapa hari jang laloe terambil poe la oléhkoe, seboeah kitab karangan Multatuli djoega, dan saja boeka poela kitab itoe, maka terlihatlah oléhkoe bermoela se- kali „Thugater." Sampai sekarang masih mendentjing dite- lingakoe segala kata-katanja: „Bapak, katakan kepada si ga dis, bahwa mengetahoei, mengerti dan berkehendak semata- mata dosalah kepada anak perempoean." Penoelis jang ternama itoe tentoelah tiada menjangka-njang- ka, tatkala ia menoeliskan kata-kata itoe, bahwa kata-kata itoe akan dirasaï soenggoeh-soenggoeh akan kebenarannja oléh anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera, bangsa jang di- sajanginja dan dikasihinja itoe, dan lagi karena bangsa itoelah maka pengarang itoe berperang, ja, berperang dengan hébatnja. Kamipoen tahoe djoega seperti Barthold Meryan, apakah jang akan menantikan kami, apabila kami selaloe tinggal soe- djoed, dimoeka mimbar tjita-tjita kami jang soetji dan moe- lia, ja'ni mimbar jang hanjalah bersendikan onggok-onggok batoe, jang asalnja roemah dari roemah toea jang terboeat dari pada segala benda jang sesootji-soetjinja dan sebagoes-ba- goesnja diatas doenia ini. Adalah seorang perempoean bangsa orang kebanjakan mendjadi isteri jang kedoea dari seorang pegawai. Isterinja jang pertama kegila-gilaan lari meninggalkan soeaminja dan bebe rapa orang anaknja pada soeaminja itoe. Isterinja jang kedoea itoelah jang mendjadi isteri jang sebenarnja bagi pegawai itoe, ia telah mendjadi boenda jang pengasih, lagi hati-hati mendjaga anak-anak tirinja itoe; ia sangat radjin dan be- kerdja keras oentoek menambah gadji soeaminja, soepaja
165
dapat memberi anak-anak tadi pendidikan jang baik. Anak- anaknja jang laki-laki semoeanja mendjadi ,orang baik-baik, ialah karena oesaha iboe tiri itoe. Sekarang datanglah rahmat terima kasih dari soeaminja kepadanja. Pada soeatoe hari per- gilah soeaminja kekota dan waktoe laroet malam baroelah ia poelang. Pegawai itoe laloe memanggil isterinja keloear, ka rena adalah seorang djamoe datang bersama-sama, jang haroes didjagaïnja, dan haroes diberinja seboeah bilik oentoek djamoe itoe dll. Tatkala isterinja itoe tiba diloear, maka tampak oléh- nja bahwa djamoe itoe ialah seorang perempoean moeda. Dan tatkala itoe. tatkala itoe soeaminja mentjeriterakan kepadanja, jang djamoe itoe ialah isteri moe- danja dan dia isterinja jang toea, haroeslah hingga ini kea- tas hidoep bersama-sama dengan perempoean itoe. Héran serta tertjengang, berdirilah ia mermandang soeami nja, karena ta' mengerti akan perboeatan si laki itoe; tetapi sesoedah kebenaran jang sangat piloe masoek kedaliam hati- nja, maka iapoen djatoeh pingsanlah dan tiada berkata-kata. Setelah ia sadar akan dlirinja, sebentar itoe djoega ia meminta tjerainja. Moela-moela soeaminja itoe ta' maoe mendengarkan hal itoe sedikit djoeapoen, tetapi isterinja itoe menjesakkan dan memaksanja, sehingga soeaminja achirnja té was, laloe memberi isterinja soerat jang diminta itoe. Malam itoe djoega ia keloear dari roemah itoe berdjalan kaki, melaloei hoetan rimba, scmak beloekar pergi keroemah orang toean ja dikota. Tjara bagaimana ia sampai kesana tiadalah diketahoeinja. Ketika ia telah pandai berpikir lagi, maka iapoen tahoelah bahwa ia sekarang diroemah kaoem keloearganja, dan meréka itoe mengatakan kepadanja, bahwa ia telah lama sakit terba ring. Kemoedian ketika ia telah semboeh benar, maka dibatjanja- lah soerat jang diterimanja dari soeaminja pada tengah ma lam perbantahan dahoeloe; roepan ja ia beloem bertjerai de ngan soeaminja. Karena isi soerat itoe hanjalah menerangkan jang ia lari dari soeaminja itoe. Soeaminja itoe sekali-kali tiadalah bermaksoed hendak me- ngembalikan kebébasan isterinja itoe. Kemoedian ia berbaik kembali dengan soeaminja itoe. Perempoean jang lain itoe ke- loearlah dari roemahnja, dan pergi diam keroemah jang lain. Isterinja jang toea dalam hal itoe mendapat kekoeasaannja jang lama kembali. Pada tengah malam perbantahan itoe ia bersoempah dengan nama Allah, sambil menelan pasir, jang ia sekali-kali tidak akan menolong meréka jang hendak meroe- sakkan hak orang lain. Waktoe ketjilnja ia telah bersoem pah demikian itoe. Orang toeanja teiah mengawinkannja ke tika ia ber'oemoer empat belas tahoen. Ia dahoeloe ta' tahoe
166
apa jaiig- akan diboeatnja, ia hanja menoeroet kata orang toea-
n.ja, dan sebab itoelah ia sekarang mendapat hoekoem- annja. Sekarang ia tahoe betapa kesakitan api naraka, bila seorang perempoean dioesir oléh seorang perempoean jang lam, ïsteri soeammja jang baroe. Ia selaloe setia akan soempahnja itoe. Beloem bergpa lama ini soeammja menga- winkan adiknja perempoean dengan seorang laki-laki jang te- ah beristeri. Ia sekali-kali ta' soeka mengoendjoekkan ta- ngannja menolong perkawinan itoe dan ditahannjalah kema- lahan soeaminja. Peralatan itoe tiadalah diroemahnja dikerdja- kan orang. Kami tahoe ben ar kepada perempoean itoe dan sangat menghormatinja. Hidoepnja seperti sekarang, sekalian- nja ïalah karena oesahanja sendiri. Ia telah bekerdja sendiri meninggikan kedioedoekan kemanoesiaannja. Dari ketjilnja ta' ada jang dipeladjarinja, hanjalah ia beladjar mom bat ja sadja dan lapoen telah membatja bermatjam-mat jam kitab dengan berhasil. Kenap'kali kami héran mendengarljan bitjaranja jang menjaksikan kepada kami, bahwa ia menaroeh pikiran jang dalam dan berotak jang tadjam. Ia betoel-betoel seorang pe- 1 empoean jang adjaib (tentoelah ada lagi perempoean-perempoean jang lain, jang seperti itoe) jang tidak sedikit djoega beladjar dan ta' djaoeh pemandangannja, tetapi pandai ber- pikir dan merasa seperti kami. Sahabat kami itoe telah banjak penanggoengannja jang amat dahsjat. Sebagai penanggoengannja itoe boekanlah ia seorang sahadja jang menanggoengkan itoe, tetapi banjak lagi perempoean-perempoean jang lain, jang telah menanggoeng seperti dia itoe. Dimanakah saja dapat berhenti menoelis, djikalau saja selaloe mentjeriterakan kepada toean sekalian penanggoengan dalam doenia perempoean Boe- mipoetera? Siapa jang ta' boeta matanja ta' pekak telinga- nja, tahoelah ia betapa penanggoengan itoe didalam 'alam kami. Hélakan hati kami dari dalam toeboeh, dan otak dari kepala kami, djikalau sekiranja soenggoeh-soenggoeh orang hendak mengoebahi nasib kami. Beberapa antaranja sebeloem njonja mengirimkan kepadakoe boeah pikiran Sangwill jang keloear dari kitabnja: „Droomen van het Ghetto" (Mimpi-mimpi dari tanah Ghetto), maka Roekminipoen telah mengeloearkan djoega pikiran. jang hampir seroepa dengan itoe, soenggoehpoen kata-katanja itoe tidak sebagoes itoe benar. Pada soeatoe hari kami sedang me- makan koeé boloe dan koeé jang lain-lain, adikkoe itoe datang dan maoe poela sedikit. Ketika itoe ta' ada tersedia piring jang beirsih, dan Kardinahpoen berkata: „Makanlah dalam piring joe, joe, dan boléhlah engkau nanti pandai seperti dia poela." Roekmini mendjawab dengan tangkasnja: „Tidak, saja ta' soeka, biarlah saja tinggal bodoh. Pandai itoe boe-
kanlah een toe ng bahagia bagi tiap-tiap orang. Pandai ialah tjelaka bagi seorang jang tadjam pikiran, tetapi ia ta' sanggoep melakoekannja. Dan lebih tjelaka lagi, apabila kita dapat me- rasa bahwa kita tjakap dan maoe; tetapi ta' boléh mengerdja- kannja. Biarlah saja tinggal bodoh." Dalam kata-kata itoe ter- semboenjilah seroean jang memoetoeskan pengharapan.
Pada soeatoe hari saja bersandar didindling dengan tiada bergerak-gerak, karena kesedihan hati: waktoe itoe mata saja membelalak, tetapi ta' dapat melihat, memandang teroes keoeda- ra, dan pada telingakoe terdengar soeara jang menjedihkan hati, soeara jang membawa hatikoe ketempat kebenaran. Bapakpoen melindoengi saja dengan tangannja memangkoe saja, dlan ia- poen menghiboerkan hatikoe, tetapi moekanja dipalingkannja melihatkoe. Hal itoelah soeatoe seroean jang sedih dari hati jang loeka, jang berkata dengan gementar: „Ah, boekan, boe- kannja begitoe, Ni, bapak bermaksoed akan mempertjakapkan hal ini dengan orang lain, sabarlah dahoeloe!" „Sétan iblis," teriak dalam hatikoe, „mengapakah engkau soeroeh bapakkoe menanggoeng seperti itoe, djahanam?" Dengan tangannja memeloek saja, jpergilah saja dengan bapak keserambi belakang mendapatkan orang lain-lain jang ada disana. Soeatoe perasaan jang amat piloe terasalah diseloeroeh toe- boehkoe! O, bapakkoe, mengapa toean ta' mendengarkan soeara hati toean sendiri dan ta' maoe mengikoetnja? Mengapa toean maoe mendengarkan soeara orang lain? Mengapa orang lain, orang jang ta' sedikit djoega berhati baik kepada kami, jang tiada mengindahkan kami dipanggil memperkatakan perkara ini, perkara jang wadjib dipoetoes d!an diselesaikan oléh toean sendiri, sedang orang jang bersangkoetan dalam perkara ini hanjalah ia meminta soeara toean sadja! O, tjoekoeplah soeatoe perboeatan, tjoekoeplah soeatoe perboeatan jang berani sadja, dan tanah jang ternganga jang hendak menelan kami itoe, tentoelah tadi boléh tertimboen! Bapak mengatakan tjita-tjita kami bagoes dan mengiakan, jang kami senantiasa beringin akan 'ilmoe dan ke'adilan. Hal itoe bockanlah main-main, tahoen jang laloe bapak telah meng- izinkan kami, boléh bekerdja mentjari penghidloepan oentoek tegak sendiri. Sekalian itoe mengasoet pikiran kami mendjadi hoeroe hara, bila kami pikiri mengapakah maka kami selaloe dianiaja dan mengapakah maka kami haroes soeroet kembali? Mengapakah maka kami direndahkan serta dihinakan sedemiki- an? Lain tidak karena bitjara meréka, jang tjemboeroelah maka kami diboeat demikian.
168
Oléh karena itoelah maka karni haroes meninggalkan tjita-tjita kami, soepaja dapatlah kami menjenangkan hati orang banjak jang tjemboeroe itoe. Djika hal itoe perloe, ja, soeng- goeh amat perloe, jang kami mesti meninggalkan tjita-tjita kami itoe, ja, tentoelah wadjib kami boeangkan; tetapi hal itoe se- benarnja boekan begitoe, sekaliannja berpoetar pada soeatoe soemboe, dan soemboe itoe ialah pikiran orang banjak. Oléh sebab itoelah maka hal itoe semoeanja mendjadi roesak! Sekalian hal itoe haroes kami koerbankan. Orang banjak itoe tentoelah akan berkata ini dan itoe, ka- lau kami memboeat sesoeatoe jang kami soekaï. Siapakah orang banjak itoe? Bah, oléh karena orang banjak itoe, haroes- lah roepanja kesoekaan kami dihambat dan dimatikan, dan kami wadjiblah kembali kedoenia jang gelap goelita? Bila kami memikirkan sekalian hal itoe, maka darah kami- poen mendidihlah. Kesajangan meréka jang memakai pikiran 'alam jang loeas, mémanglah banjak harganja, ja, hal itoe benar sekali. Kami tahoe benar betapa besar hati meréka itoe, bila kami dipoedji dan dikasihi oléh meréka jang terpeladjar dan pandai-pandai, tetapi gelak senjoem meréka jang bodoh, manoesia jang ba njak diatas doenia ini, roepanja amat banjak dihargaï orang, lebih dari pada pikiran jang tersisip dihati. Dapatkah kiranja kami menjabarkan hati kami dalam hal itoe? Telah banjak diperkatakan dan dikarangkan orang tentang kemadjoean kaoem keloearga kami, ja'ni kemadjoean ke- toeroenan Tjonderonegoro. Nénékanda telah lama meninggal doenia, tetapi namanja masih hidbep, betapa hormat dan ka- sih orang jang tahoe akan dia menjeboet nama marhoem itoe, atau jang mendengar tjeriteranja. Nénékandalah jang pertama- tama sekali membei'i anak-anaknja laki-laki dan perempoean pendidikan bangsa Eropah. Nénékanda ialah seorang jang me- nebas djalan, ia seorang jang tinggi pikiran. Sebab itoelah maka ta' adalah hak bagi kami akan mendjadi bodoh. Bapakkoe seorang jang dimaloei dian dihormati bangsa Ero pah dan oléh bangsanja sendiri, apakah sebabnja? Seorang regénpoen ta' adalah jang diambil oléh bapak mendjadi me- nantoe, tetapi bapak mendjadikan anak-anaknja laki-laki dan perempoean orang jang berpikiran. Itoelah kebaikan, ja'ni kebaikan jang menjebabkan bapak dipandang dan dihormati oléh orang banjak. Kehormatan dan kesajangan meréka jang berpikiran tiadalah akan berkoerang-koerangan, tetapi selaloe akan bertambah, apabila bapakoe menghiasi pekerdjaannja de- ngan memberi kami izin meinjampaikan tjita-tjita hati kami jang dibangoenkan oléh bapakkoe sendiri. Tetapi sajang terta-
169
wa orang banjak, jang ta' mengerti itoe, itoelah jang lebih berharga, o, Allah! Pendiidikan kami samalah dengan soeatoe komidi, karena maksoednja hanjalah keindahan sadja. Kami wadjib senan- tiasa tinggal bertjahaja-tjahaja, biarpoen karena mengenakan intan permata, ataupoen mengenakan intan lantjoeng roepa- roepan ja. Hal jang seperti itoe ta' boléh mendjadikan kami berketjil hati; demikian djoega dalam doenia jang telah kami kenal, jang memandang tinggi .sekalian jang poera-poera. Malang, malang, karena kami anak-anak jang menjajangi ke- benaran, lebih kami sajangi dari pada radja jang ber- koeasa, jang bernama: „Poera-poera itoe." Kamipoen terpaksa akan bermain komidi poela, komidi ,jang mewadjibkan kami mempermainkannja, ialah oentoek meninggikan hati kami ka rena kami ta' maoe memperlihatkan loeka dan kesedihan hati kami kepada orang banjak.
*
31 December 1901 (VIII).
Kami ta' soeka lama berlajar dengan kapal jang telah roesak binasa itoe. Patoet benar dikerdjakan soenggoeh-soenggoeh akan pengoebah perkara jang boeroek itoe. Alangkah besar hati kami, kalau orang pandai-pandai memikirkan hal itoe. Kerap kali saja berbitjara dengan isteri-isteri kepala negeri dan perempoean-perempoean dikampoeng tentang hal kemerdékaan, membanting toelang sendiri serta dengan djerih, peloeh, men- tjahari penghidoepan bagi anak gadis Boemipoetera, dan poe- toeslah pikirannja begini: „Haroeslah ada seorang, jang akan memberi tjontoh." Kami pertjaja soenggoeh, sekiranja ada seorang jang berani memoelaï pekerdjaan itoe, banjaklah orang jang akan menoeroetnja. Sebenarnjalah pekerdjaan itoe boekan pekerdjaan jang sia-sia. Pokoknja asal: seorang madjoe kemoe- ka, dan jang menoeroetinja orang-orang baik dan sedjati. Se- karang jang seorang menanti jang lain: ta' seorang djoega jang berani moela-moela, jang pertama memboeatnja: orang-orang toea nanti-menantikan. Siapa jang berani soenggoeh-soenggoeh akan mengasoeh anaknja perempoean, soepaja mendjadi perempoean jang merdéka, tahoe berdiri sendirinja? Kami kenal se orang gadis anak regén, jang se'oemoer dengan kami, jang djoe ga berhati gembira oentoek kemerdékaan. Ia soeka benar hen dak menambah pengadjarannja, lagi pandai berbahasa Belanda dan telah banjak kitab-kitab jang dibatjanja. Ia seorang ga dis, anak regén Koetoardjo: ada doea orang anaknja perem poean, jang amat baik boedi bahasanja. Kami amat sa jang
170
kepadanja. Saja tahoe dari seorang sahabatkoe, seorang goeroe perempoean, bahwa anak gadis regén itoe jang toea, soeka benar hendak beladjar lebih landjoet. Dari goeroe perempoean itoe sendiri saja dengar, bahasa anak gadis itoe soeka benar hendak melihat tanah Eropah. Anak gadis jang kedoea, seorang anak, jang bagoes dan tjantik. Beberapa tahoen jang laloe, ia menoempang diroemah kami. Ketika ia kembali keroemahnja, segeralah ia beladjar menggambar dan sekarang amat pandai ia. Ajahnja berkata, bahwa pertolongan besar bagi laki-laki, sekiranja perempoean terpeladjar. Dihargaïnja benar perem poean jang ber'adat baik dan terpeladjar. Kamipoen telah bertjakap-tjakap dengan anaknja jang telah kawin. Soenggoeh- poen ia tiada pandai berbahasa Belanda, tetapi pandai berbin- tjang dalam segala hal, dan ia djoega soeka akan kemerdékaan sebagai perempoean Eropah. Itoelah niat dan kenang-kenang- annja, soepaja Boemipoetera Hindia merdéka sebagai bangsa Eropah. Ada poela anak regén kemari dahoeloe, anak gadis dari tanah Soenda, jang ta' tahoe berbahasa Djawa, tetapi bertjakap-tjakap dengan kami dalam bahasa Belanda. Pertanjaannja jang pertama kepadakoe: „Berapa orang iboe- moe?" sajapoen melihatnja dengan sedïh hati. (Ia dipelihara- kan diroemah orang Belanda). Soedah itoe ia menjamboeng perkataannja (djanganlah pembatja terkedjoet): „Iboekoe 53 orang banjaknja dan anak bapak kami 83 orang. (Batjalah se- kali lagi delapan poeloeh tiga). Saja ta' kenal akan saudara- saudarakoe jang laki-laki dan perempoean semoeanja. Saja anak jang boengsoe, ajahkoe tiada poela koekenal, karena ia telah meninggal doenia sebeloem saja lahir. Tidaklah hal itoe menjedihkan hati jang amat sangat?" Pada beberapa tempat diresidénsi Priangan, anak-anak gadis bangsawan dapat memilih, dan kebanjakan meréka itoe kenal akan djodohnja. Anak-anak moeda disana kenal seorang dengan jang lain, dan bertoenangan sebagai 'adat Eropah. Itoe lah tanah jang berbahagia, tetapi, tetapi ! Disana ada- lah seorang anak gadis, tjoetjoe toenggal dari seorang regén (orang toeanja telah mati). Ia telah menerima pemeliharaan dan pendidikan jang baik. Menoeroet pengadjaran jang diteri- manja, ten toe ia anak jang berkepandaian jang tiada teper- manaï: ia berpidato, dll. Ia bertoenangan sebagai 'adat-'adat Belanda dan kawin dengan seorang — jang beristeri banjak dan telah mempoenjaï anak satoe pasoekan. Diantara anaknja itoe; ada jang telah balig. Saja telah berkenalan dengan menan- toenja, seorang perempoean jang pandai berbahasa Belanda, iboe oléh seorang anak jang ber'oemoer doea tahoen; ketika itoe perempoean itoe ber'oemoer 17 tahoen — setahoen doea
171
lebih moeda dari pada isteri mentoeanja jang laki-laki. Ia sendiri telah memilih soeaminja itoe, katanja kepadakoe bahwa hidoepnja amat beroentoeng.
Boeah pikiran dalam segala hal jang telah koepikirkan dan koerasaï tentang perkara jang boeroek-boeroek, jang haroes dihapoeskan dari 'alam perempoean Islam, telah lama hendak koesiarkan. Pikirankoe hendak mengeloearkan seboeah kitab, jang mentjeriterakan doea orang anak regén, seorang perem poean Soenda dan seorang Djawa, berkirim-kiriman soerat. Telah beberapa poetjoek soerat soedah koetoelis akan djadi pen- dahoeloean kitab itoe, dan lagi banjaklah poela koeboeat per- ingatannja. Kenang-kenangan itoe tiadalah akan saja boeang- kan, meskipoen pekerdjaan itoe baroe beberapa tahoen lagi dapat koesoedahkan. Maksoed itoe tiada akan saja hilangkan, apa-lagi karena saja tahoe, bahasa toean bermaksoed begitoe poela. Kesoesahan jang besar ialah karena bapak tidak mengizinkan saja menjiarkan karang-karangan itoe. „Saja pandai berbahasa Belanda itoe bagoes," kata bapak; „tetapi kepandaian itoe ta' boléh saja pergoenakan akan menjatakan pikirankoe." Kami anak perempoean ta' boléh mengeloearkan pikiran, kami haroes mengatakan, ja dan amin sadja, kami haroes mem- benarkan apa jang dikatakan orang baik bagi kami. Beberapa tahoen jang telah soedah, adalah seorang penoelis bangsa Be landa, jang koekasihi, djoeroe kabar dari seboeah soerat kabar oentoek perempoean, tempat saja berkirim-kiriman soerat, meminta kepadakoe akan menjiarkan soerat-soeratkoe dalam soe rat kabarnja. Dalam soerat itoe saja tjeriterakan seperti hal jang terseboet diatas. Boléh djadi, kalau hal jang begitoe disi- arkannja, akan mengadjak ahli pikiran mengeloearkan pikir- annja, dan dengan hal itoe boléh poela akan memperbaiki pi kiran itoe. Djoeroe kabar itoe akan merahsiakan benar-benar: nama saja, tempat tinggal, dll. Sekalian hal tentang dirikoe- poen akan disemboenjikannja, dan hanjalah fasal 'adat isti- 'adat jang akan diwartakannja. Soerat karangan itoe diki- rimnja ke Djawa, soepaja bapak dapat memikirkannja. Bapak tidak soedi memperkenankan — nantilah ?? Saja tahoe apa artinja kata nanti itoe, nantikan kalau saja tiada ber- bahaja lagi, kalau namakoe Radén Adjeng berganti dengan Radén Ajoe. Entjik sitti si pengarang itoe meminta beberapa kali lagi, tetapi (selaloe) ta' boléh. Baroe-baroe ini ia meroendingkan poela perkara itoe sekali lagi. Njonja Ter Horst, pengarang dan jang mengeloearkan soerat kabar oentoek perempoean Hindia ,,de Echo", menje- diakan tempat disoerat kabarnja oentoekkoe. Njonja itoe tahoe benar dan melihat dengan mata sendiri bagaimana kehidoepan
172
perempoean Boemipoetera, dan ia merasa kasihan akan gadis gadis bangsawan di Djokdja dan di Solo. Soerat kabar itoe di- siaikannja kemana-mana, mendjadi anoegerah kepada jang soeka. Diadjarnja saja mengarang pertjakapan antara doea orang perempoean anak-anak regén. Apa jang patoet dirahsia- kan, akan ditanggoengnja. Djoega tjeritera jang boléh mem- peibaiki kehidoepan bangsa baik djoega dikarangkan. Saja batjakan soerat itoe kepada bapak, laloe dapatlah izin: tetapi sebeloem saja sempat mengarang apa-apa, izin itoe ditarik kembali. Beloem boléh saja mengeloearkan boeah pikirankoe sekali lagi bapak berkata nantilah. Toean Boes di Probolinggo berkirim soerat kepada bapak, dan meminta pertolongankoe oentoek soerat kabamja jang ber- nama_: „de Nederlandsche Taal" jaïtoe soerat kabar oentoek Boemipoetera. Permintaan itoe adalah dikaboelkan. Toean Boes meminta karangankoe tentang: „Pengadjaran oentoek anak pe rempoean Boemipoetera", „Apa-apa tentang kepandaian Boemi poetera" dan „Soeatoe peratoeran anak negeri jang berpaé- dah." Ketika itoe kami pergi ke Betawi. Lagi poela banjak perkara jang mengganggoe saja mengarang, hari ini saja maoe menoelis karangan itoe, tetapi bésok tiada lagi, sehingga achimja poetoeslah harapankoe, dan kertas-kertas itoepoen koetjabi'k- lah. Alangkah bodohnja pekerdjaankoe itoe. Sekali-sekali saja keras kepala dan marah sebagai ini, karena itoe poetoeslah harapankoe. Saja hanja boléh menoelis karangan jang tiada ber- arti sadja, perkara jang soekar-soekar ta' boléh saja ganggoe. Ketika itoe saja bei'pikir: djikalau saja mengarang perkara jang penting-penting, tentoelah sekalian Boemipoetera akan djadi moesoehkoe, dan sekiranja saja djadi goeroe, siapakah jang akan menjerahkan anaknja kepadakoe? Tentoelah saja dikatakan orang gila. Soenggoehpoen demikian ingin benar hatikoe akan memperkatakan segala hal itoe didalam soerat-soerat kabar. Tjobalah pikirkan, sekolah jiug ta' ada bermot- rid-— goeroe-goeroe jang tiada bermoerid— tptapi harapankoe masih tegoeh. Kami haroes mentjari 'akal dahoelue, bagaimana akan dapat teroes beladjar. Baiklah bapak kami boediock akan membantoe permintaan kami kepada toean besar Goeber- noer-Dj enderal. Ta' baiklah kami lekas bergirang hati mengatakan, bahwa permintaan kami itoe akan dikaboelkan. Ja Allah, kalau tiada diperkenankan, bagaimanakah nanti? Hanjalah seboeah djalan oentoek kami jang terboeka, ja'ni: baik mendjadi doekoen beranak. Tentoelah kami haroes menghapoeskan peringatan, jang maksoed kami hendak mendjadi tjontoh dan pedoman itoe: tentoalah kami hanja sanggoep menolong manoesia kadar be-
173
berapa orang sadja, tetapi itoepoen baik djoega, lebih baik dari bekerdja ditoko atau diroemah obat oempaman ja, karena dalam pekerdjaan itoe tentoelah kehidoepan kami kosong, tiada berharga. Tentoelah hidoep sedemikian oentoek diri sendiri, tetapi kami soeka hidoep oentoek tanah air, dan maoeJah kami mengoerbankan diri oentoek keselamatan kemanoesiaan jang seperti kami tjintaï itoe. Telah banjak saja dapat keterangan ten tang sekolah doekoen beranak di Amsterdam. Disana orang boléh beladjar dengan tiada membajar. Djikalau kami hendak pergi kesana, tentoelah haroes meminta pertolongan toean Prof. Hector Treub. Anak negeri bangsa kami kelak dapat membédakan, dimana kami telah beladjar mendjadi doekoen beranak itoe. Tiadalah meréka itoe akan menghinakan kami, djikalau sekiranja kami bela djar di Eropah. Beladjar disana doea tahoen lamanja. Bagaimanakah 'akal kami akan dapat pergi ke Eropah? Ta' tahoelah kami, tetapi kami haroes mentjari 'akal dahoeloe. Ta'soeka kami mem- boeang maksoed itoe, sebeloem sekalian ichtiar, jang boléh kami harap akan menjampaikan maksoed kami, kami tjoba mend j alankannj a.
Wahai, alangkah baiknja, kalau dapat kami berkenalan de ngan anak-anak moeda bangsa kami jang telah terpeladjar, dan jang mentjintaï kemadjoean, seperti Abdoel Rivai dll. Alangkah baiknja kalau dapat kami mengambil hati meréka itoe akan menolong memadjoekan maksoed kami jang moelia itoe. Adóeh, apabila gerangan waktoenja anak-anak moeda, laki-laki dan perempoean, dapat bertjampoer gaoel seperti bersaudara jang sama haknja? Seperti sekarang didalam doenia bangsa Boemipoetera, bah! boekan boeatan rasanja kami perempoean-perempoean dihina- kan, selaloe, setiap hari!
Désa T.jipoetri dekat Patjefc (Prian^an).
3 Januari 1902 (VIII).
Tetapi toean residén akan melihat kami dan akan bertjakap- tjakap dengan kami. Toean besar itoelah jang membawa kami moela-moela keloear roemah 6 tahoen jang laloe. Oléh permin- taannja, dapatlah kami berdjalan keloear. Dahoeloe dari waktoe itoe ta' pernah kami pergi keperdjamoean, sehingga pendopo- poen beloem pernah kami djedjak, dan sekalian orang jang hendak melihat atau bertjakap dengan kami, haroes pergi ma- soek kedalam atau pergi keserambi dibelakang. Senang hati kami mengingatkan bagaimana kami selangkah-selangkah menempoeh djalan kemerdékaan. Toean S ij t h o f f itoelah poela jang moela-moela menolong kami melangkahkan langkah jang pertama menempoeh djalan itoe. Sekarang kami telah bersiap akan menempoeh zaman jang baroe. Enam tahoen soedah lama- nja jang boléh kami namakan tahoen beroentoeng betoel didalam tahoen-tahoen itoe kami banjak menangis, tetapi ba njak poela bersoekatjita.
Ketika kami tiba di Semarang, datanglah saudara perempoe- an kami jang soeloeng jang tinggal di Kendal, melihat kami. Ta' senanglah hatinja sebeloem berdj oempa dengan kami ber- tiga: „Adik, adikkoe," itoelah sadja katanja ketika melihat kami. Tangannja jang memeloek kami gementar dan air mata- njapoen berlinang-linang dipipinja. Ketika kami berhadap-hadapan dan bertentangan dengan
175
saudara itoe, ta' dapatlah kami mengeloearkan kata sepatah djoeapoen, mengertilah kami apa jang' terasa dihati pada wak toe itoe. Sekaranglah baroe kami dapat bertemoe dengan hati jang sesoeai. Kasih dan iba hati kami melihat saudara kami itoe. Dimoekanja tampak oléh kami, bahwa ia soeka benar hendak menoeroet kepada kami, dan tahoe poela ia akan ke- lemahannja. Baroelah sekarang, setelah beberapa tahoen, baroe dapat ia menghargaï kami dan menjoekaï maksoed kami. Sekalian itoe mengoeatkan dan menegoehkan tjita-tjita hati kami serta menambah keberanian hati. Saudara kami itoe moela- moelanja soenggoeh-soenggoeh bentji kepada sekalian 'adat jang baroe, ia soenggoeh kaoem koeno, tetapi sekarang ? Alangkah ta'adjoebnja ia melihat keadaan kedoea adik-adikkoe jang masih ketjil itoe. Besar hatinja boekan boeatan melihat peroebahan itoe. Djanganlah kiranja toean terkedjoet melihatkan kami, berani memoedji diri dan berhati gadoek se- bagai ini! Sebenarnjalah besar hati kami, melihatkan bagaimana ia dengan ta'adjoeb mengakoe, bahwa kami tiada djahat seperti perasaan hatinja dahoeloe; tetapi iba poela hati meng- ingatkan bagaimana ia berdoekatjita melihatkan kami ber- kelakoean jang demikian. Soeaminja seorang laki-laki jang baik hati. Baroe inilah saja tahoe, bagaimana dan siapa ia. Dahoeloe kami bertemoe sekali-sekali dengan dia, dan bertjakap sepatah doea sadja. Sekaliannja ta' tahoe saja bagaimana dia. Baroe-baroe ini ketika kami bertemoe dengan dia, lama kami bertjakap-tjakap pada pikirankoe saudarakoe perempoean beroentoeng mendapat soeami jang demikian. Soeaminja itoe dahoeloe bersekolah di H.B.S. dan beladjar disana hanjalah pada beberapa kelas, ke- moedian pergilah ia mendjadi pegawai. Iparkoe itoe ta' berba- pak lagi. Sekalian adiknja perempoean dan laki-laki bersekolah Belanda. Seorang adiknja laki-masih bersekolah di H.B.S. Ia sekarang dikelas 4 dan akan naik kekelas 5. Anak itoe tadjam otaknja. Paman iparkoe itoe, seorang regén, menjoeroeh adik nja jang di H.B.S. itoe dikeloearkan dari sekolah. Regén itoe akan menolong soepaja ia mendapat kerdja. Selaloe iparkoe diasoetnja, tetapi ia ta' maoe mengeloearkan adiknja dari se kolah itoe. „Apa, menjoeroeh adikkoe keloear dari H. B. S. itoe? Dan akan mendjadi djoeroetoelis asistén-wedana jang bergadji ƒ 15 atau ƒ 20? Ta' maoe saja," katanja, „Ia haroes meinjam- paikan peladjarannja di H. B. S. Nanti ia boléh bekerdja per kara dagang atau dikeréta api." Iparkoe itoe mémang gagah, ia ta' soeka memimpikan pajoeng emas atau boeah badjoe leter W. Dan iboenjapoen djoega ber- maksoed demikian, ja'ni maoe menjoeroeh anaknja beladjar sampai tammat, soenggoehpoen ia tahoe, bahasa anaknja di-
176
ïoemah adalah 4 orang lagi. Baik benar maksoed iboenja itoe, boekan ? Alangkah senangnja orang jang beroeang banjak. Dengan oeang itoe banjak orang dapat ditolongnja soepaja berbahagia. Besar kemaoeankoe hendak beroeang beriboe-riboe roepiah, dan kalau ada oeang itoe dapatlah saja mengirim anak itoe pergi beladjar ke Eropah. Ada poela seorang anak gadis kenalan saja, jang telah be ladjar disekolah gerédja di Semarang, tetapi kasihan si gadis itoe sekarang telah koeroes, karena angan-angan sadja. Kehi- doepannja sekarang berlainan dari dahoeloe. Ia sekarang telah tinggal diroemah seperti anak wedana biasa, ta'boléh bertjam- poer gaoel atau bertjakap-tjakap dengan orang asing. Seperti di- ratjoen oranglah rasa hatinja. Djikalau sekiranja adalah kepan- daiannja, jang memoedahkannja mentjahari penghidoepan sendiri tentoelah tidak begitoe halnja? Kepada anak jang seperti itoe haroes diberi tjontoh, soepaja tahoe, bahwa „bekerdja itoe meninggikan diri" dan anak gadis bangsa Boemipoetera ta' per- l°e selaloe bergantoeng hidoepnja kepada kaoem keloearganja, kalau ia ta' soeka. Apakah kehinaan jang lebih besar lagi lain dari pada selaloe bergantoeng sadja kepada Orang lain? Djikalau adalah ia be ladjar sesoeatoe kepandaian, jang boléh menghasilkan oeang, tentoelah ia akan bébas dan pandai tegak sendiri. Sekarang apa kah nasib jang akan ditanggoengkannja, kalau 'oemoemja di- pandjangkan Toehan? Tentoelah ia akan kawin. Baroe-baroe ini da tang bermain kemari soeatoe wajang orang. Diantara perempoean-peirmpoean anak wajang itoe adalah se orang tjoetjoe perempoean dari seorang regén. Apakah asalnja terdjadi kehinaan jang sedemikian itoe? Dahoeloe boekanlah mendjadi 'adat menjoeroeh anak-anak pergi beladjar: tetapi sekarang telah mendjadi keperloean biasa. Kalau ada seorang jang beranak 25 orang banjaknja, tentoelah ia ta' diapat memberi sekalian anaknja itoe pendidikan jang sempoerna. Orang ada bertanja sekarang, apakah sebabnja bangsawan Boemipoetera kehormatannja mendjadi koerang? Adakah orang jang bertanja itoe. memikirkan lebih djaoeh, bahwa ma- noesia itoe ta' berhak menjebabkan hamba Allah lahir kedoenia, djikalau sekiranja tidak akan dihidoepkan dengan sempoerna? Soenggoehlah amat bodoh saja ini! Kalau koepikirkan segala hal itoe, timboellah dihatikoe, soe atoe keinginan jang amat sangat: „Beri apalah kiranja orang Djawa pendidikan jang baik." Pendidikan itoe boekanlah saha- dja hendaknja penambah pikiran, tetapi djoega bergoena oen- toek penjoetjikan hati. Tiap-tiap saja mendengar atau meli-
177
liat perkara jang menjedihkan hati itoe, timboellah dihatikoe permmtaan „Beri apalah kiranja orang Djawa pendidikan jang baik! Besai tjita-tjitakoe hendak berkenalan dan beroending de ngan segala orang pandai-pandai dan orang jang berkehendak kemadjoean ditanah Hindia ini. Sc01 ang diri sadja ta adalah kekoeasaanko©; tetapi djikalau sekalian anak-anak moeda jang berkehendak kemadjoean itoe mendjadikan seboeah perserikatan, tentoelah dapat kami bersama-sama berboeat baik. Tiadalah tepermanaï besarnja hati ami, kalau kami membat ja karangan bangsa kami jang berisi. Jiagainianakah daja kami dapat berkenalan dengan meréka itoe' Koepanja itoelah soeatoe hal jang moestahil. Tentoelah orang mengatakan kami nanti hendak bermaksoed djahat. Persaha- batan antara anak-anak moeda laki-laki dan perempoean oemlah rnflS0ek dalam pikiran orang masa sekarang. Kalau saudara kami jang laki-laki poelang dari negeri Belanda, baroe- lah dapat kami moelaï berboeat seperti kemaoean kami itoe
......... Koepikir sendiri-sendiri dihatikoe, djikalau sekiranja
saja berboeat kesalahan jang sebenar-benarnja, tentoelah mereka itoe akan memisahkan dirinja dari saja, dan tentoelah saja akan dioesir dan dihmakannja; tetapi maoekah bapak dan iboekoe berboeat djoega sedemikian akan dakoe? O, tidak, ten- toe ta' maoelah ia berboeat demikian. Saja ini tinggal anaknja cljoea, tempat hatinja, meskipoen saja berdosa besar. JJan ketika itoe timboellah dihatikoe, kasih sajang jang tidak berhmgga akan orang toeakoe. Ketika kami sedang doedoek merenda pakaian adikkoe Roekmini (kamilah sadja jang diizin- an memboeatnja) selaloe pintoe bilik terboeka, dan bapak masoeklah kedalam hanja akan meraba kepala anaknja ini, jang penoeh berisi pikiran berlawan-lawanan. Empat pekan lagi antaranja saudarakoe itoe tidaklah akan tmggal lagi bersama-sama dengan kami. „Saja tahoe jang engkau kedoeanj a akan tertjanggoeng bila koetinggalkan", ka- anja. lelah biasa kami hanja bertjampoer gaoel bertiga sadja, selaloe berkoempoel bertiga, tetapi sekarang? Tiadalah sekali-kali kami dapat meloepakan hal itoe.
* * 15 Februari 1902 (I).
Kalau ada orang berboeat apa-apa jang ta' patoet kepadakoe, maka darahkoepoen naiklah, marahkoe terbitlah, tetapi sesoe- dah itoe datanglah kesoekaan dalam hatikoe: Saja girang ka- rena meréka itoelah jang berboeat salah kepadakoe dan tiada-HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.
178
lah sa ja berboeat djahat kepadanja, dan pekerdjaan jang se- demikian ta' patoetlah saja memboeatnja. Kalau saja berdoekatjita, ta' lain sebabnja, ialah karena mcréka itoe telah berke- lakoean jang tiada patoet dan tidak 'adil kepadakoe. Ma'afkan- lah saja, sebab saja baroe sekarang berkirim soerat kepada- moe; setelah adikkoe bidji matakoe itoe berangkat, tiadalah dapat saja mengenangkan hendak berkirim soerat. Soenggoeh- poen demikian tiadalah hilang wadjah toean dari dalam peman- dangankoe. Adikkoe berangkat tanggal 31 Januari dari sini keroemahnja jang baroe itoe. Moga-moga Toehan memberin ja oentoeng dan rahmat seperti oentoek seorang anak jang soetji hati dan jang tiada berdosa. Engkau tahoe bahasa kami bertiga sangat berkasih-kasihan, dan Roekmini ialah bidji mata, dan tangkai hati kami, karena ia seorang anak jang lemah, dan haroes banjak mendapat per- tolongan dari saudara-saudaranja. Sebeloem ia kawi.n, banjak perasaan-perasaan jang kami tanggoengkan, karena mengingat- kan kami akan bertjerai itoe, sehingga tatkala waktoe itoe datanglah, kamipoen seakan-akan ta' merasa lagi, adalah se- bagai manoesia jang tiada berhati. Ketika itoe kami soenggoeh amat sabar, tiadalah kami berpikir dan tiadalah merasaï apa- apa djoeapoen. Waktoe berangkat kami lihat dengan mata jang kering. Kami takoet akan diri kami sendiri, kami biarkan sadja ia berangkat dengan hati jang dingin, ta' ada perasaan apa- apa jang menarik hati kami. Hal jang seperti itoe ta' pernah kami tanggoengkan, dan tabi'at berhati dingin itoe tiadalah tabi'at kami. Kami takoet, kalau-kalau ada bahaja jang akan datang, atau tjelaka jang tersemboenji seperti sakit dsb. Ke- palakoe rasanja seperti tiada berisi, dan badankoe lemah seperti tiada bertoelang. Annie Glasser, sahabat kami, atjap kali datang keroemah, ialah sebab permintaan adik kami itoe. Pada soeatoe malam ketika ia datang bertandang, ia bermain lagoe-lagoe jang amat disoekaï oléh adik kami, dan djoega lagoet-lagoe jang lain jang kami soekaï dipiano. Lama-lama hilanglah doeka- tjita kami, karena merdoenja boenji lagoe-lagoe itoe. Dan se- kedjap itoe djoega piloe poela rasanja hati kami mengenangkan hal jang telah laloe. Sjoekoerlah jang perasaan kami telah kembali semoela dibadan diri kami! Sjoekoerlah kata kami, karena barang siapa jang tiada merasaï kepiloean hati, tiadalah poela ada perasaannja oentoek kesoekaan hatinja. Dan siapa jang beloem pernah berdoekatjita, beloemlah poela dapat ber- soekatjita. Adikkoe telah djaoeh dari mata kami, jang ta' dapat kami memikirkan jang ta' ada bertjampoer lagi dengan kami, adik kami jang kami kasihi itoe. Selaloe wadjahnja terbajang-ba- jang dimata kami, ia seperti selaloe ada disisi kami. Bédanja
179
hanja kami sekarang ta' dapat lagi bertjakap-tjakap seperti dahoeloe, hanja berkata-kata dalam kenangan sadja. Alangkah adjaibnja bagi kami, bahwa kami haroes mengambil kertas dan da wat, kalau kami hendak bertjakap-tjakap dengan dia. Bidji matakoe, tangkai hatikoe, betoelkah toean telah ber- tjearai dengan kami? Wahai adikkoe jang ditjinta, beroen- toenglah hendaknja toean dalam hidoepmoe jang sekarang ini, dan taboeikanlah disana oentoeng dan bahagia, seperti jang telah engkau perboeat disini. Moedah-moedahan dapatlah toean menghoeboengkan hati meréka itoe kepada dirimoe. Stella, sabarlah engkau dahoeloe akan saja, soeka benar saja sekarang hendak mengirim soerat jang meriangkan hati, tetapi beloem dapatlah rasanja saja menoelis soerat jang se perti kehendakkoe itoe. Meskipoen demikian djanganlah kiranja toean berketjil hati, karena sampai sekarang beloemlah pemah kami berniat hendak memboeangkan tjita-tjita kami. Kami selaloe bekerdja oentoek penambah daradjat kami. Sjoekoerlah bertambah banjak djoega sekarang orang jang mentjintaï maksoed kami. Adalah seorang anak moeda, jang amat pandai, lagi boedi- man, jang kami kenal, tetapi djoega bertjintakan maksoed kami, dan selaloe ia bertanjakan hal kemadjoean kami, seolah-olah ia sebagai saudara kami lakoenja. Kami selaloe berkirim-ki- nman soerat dengan dia, dan nanti ia akan datang kemari de*- ngan adik-adiknja perempoean hendak berkenalan dengan kami. Alangkah besar bédanja anak moeda itoe dengan laki-laki jang lain jang kami kenal. Pada soeatoe kali adalah saja membatja, bahwa harta jang mahal sekali didoenia ini, ialah hati laki-laki jang moelia. Kamipoen pertjaja akan kebenaran kata itoe, hati laki-laki jang moelia itoe mémanglah harta jang mahal sekali, tetapi amat soekar»mentjarinja. Soenggoeh beroentoeng perempoean-perempoean jang dapat mestika itoe. Kamipoen ber oentoeng, karena adalah kami mengenal beberapa orang jang ada mempoenjaï benda jang mahal didapat, soekar ditjari itoe. Lihatlah sekalian jang baik, selaloe memberi kami bantoean dan menambah kekoeatan dan keberanian hati akan bekerdja dan memerangi kesoesahan hidoep.
Adikkoe Roekmini, sangat sajang kepadamoe dan tinggi ke- hormatan toean dimatanja. Ia itoe anak jang baik lagi setia. Engkau tentoe dapat bertjampoer beramah-ramahan dengan dia, apabila engkau telah berkenalan dengan dia. Tetapi toean sendiripoen tahoe kepadanja karena saja, boekan? Ketika saja sakit, koeminta dia mengirim soerat kepadamoe, tetapi ia ta maoe, sebab takoet kamoe nanti berdoekatjita.
180
Rendah goenoeng, tinggi harapankoe, soepaja tjita-tjitania lekas akan sampai. Tahoekah engkau apa jang tergorés dihatikoe dan jang me- lemahkan pengharapankoe ? Ketika adikkoe itoe sakit, dan kemoedian saja poela dalam sakit, tepekoerlah saja: „Lihatlah disini adia terbaring seorang hamba Allah jang senantiasa dalam gembira hendak men- tjapai maksoednja jang moelia, dan berkehendak soenggoeh- soenggoeh, selaloe hendak berboeat baik, seperti terkata dalam hatinja. Menoeroet doegaannja ia sampai koeat akan- mengang- kat seboeah goenoeng, tetapi lihatlah ia sekarang terbaring dengan tiada berdaja dan tiada berkoeasa! Kalau sekiranja adalah seorang mengangkatnja dan melém- paikannja kedalam soemoer, tentoelah dibiarkannja sadja, ka- ïena ia sekali-kali tiada berdaja dan tiada berkoeasa. Sekarang baroe kami mengerti benar-benar apa jang dikata- kan oléh de Genestet dalam sja'irnja jang bernama „Terug blik (Melihat kebelakang) : Wat wij wenschen, willen, streven,
Pengarang itoelah jang menghiboerkan hati kami dalam waktoe kesoesahan dan kesakitan itoe.
*** # •
18 Februari 1902 (VIII).
Kami pandai poela bermandja-mandja dan beriang hati, se perti orang moeda-moeda — o, betapalah besar hati kami, kalau sekiranja toean dtengan sekedjap mata bol^h kami terbangkan kemari. Hari Ahad jang laloe sesoedah menerima soerat njonja, dan hari Ahad ini djoega kami dengan Anneke pergi ke- tepi laoet. Kami terkenang akan .njonja dan selaloe memper- katakan toean. Wah, betapa baiknja kalau njonja sekarang ada disini, melihat ombak jang berkedjar-kedjar itoe, dan warna langit sedang bagoes dan 'adjaib, disinari oléh tjahaja matahari jang hendak terbenam. Anginpoen memperlihatkan kesoekaannja poela dan dengan sebentar sadjapoen ramboet kami koesoet-koesoet ditioepnja dan pakaian kami, kami pe- ganglah erat-erat soepaja djangan diemboesnja. Keriangan roepan ja terbebar dimana-mana, dipohon-pohon kajoe, dimoeka laoet ditepi 'langit, demikian poela dihati kami sedang bermain- main dan membiarkan diri dikedjar-kedjar ombak. Alangkah soekatjitanja hati kami! Diantara boenji ombak jang men- dajoe-dajoe itoe kedengaranlah soeara dan gelak kami. Itoe-
181
lah perboeatan „goeroe perempoean" dan „poeteri-poeteri" jang betertib sopan, gila berlari-lari dan berkedjar-kedjar- an, sehingga ramboetnja mendjadi koesoet dan pakaiannja berkibaran diterbangkan angin. Kami sekarang bersoeka- soeKaan seperti anak moeda-moeda jang mandja! Koesir kami dan orang jang laloe disana ternganga moeloetnja héran melihat pekerti kami. Bésoknjapoen kami pergilah poela kepantai, laoet waktoe itoe soedah tenang, telah berhenti memperlihatkan kegagahannja. Laoetan jang tiada tepermanaï loeasnja itoe- poen telah tedoeh, hening tiada bergerak terkembang dimoeka kami; hanjalah disana-sini tampak ombak2 ketjil, bersinar- sinar seperti intan oléh tjahaja matahari, dan dalam laoet jang seperti tjermin itoe kelihatanlah poela wama langit jang hi- djau bagoes itoe. Kamipoen pergilah berenang kelaoet; tanah- nja datar ta' berbatoe, tiada berloemoet dan tiada berloempoer. Djaoeh kami berenang ketengah laoet, sehingga air sampai kedagoe kami. Baboe kami jang doedoek ditepi pantaipoen ta- koetlah melihat dan soeara kami masing-masing kedengaran oléh kami berkatjau bilau sadja. Seperti orang gila si baboe ditepi laoet melambaikan tangannja memanggil kami. Tetapi ia kami tertawakan dari djaoeh, karena ketakoetannja itoe. Dari djaoeh dilihatnja ditengah laoet adalah 5 boeah kepala orang terapoeng-apoeng, dan dalam itoe kamipoen gila melon- tjat-lontjat dan menari-nari didalam laoet. Dan jang kede ngaran waktoe itoe hanjalah soeara kami sadja sediang bemjanji dengan gembira. Dengan perasaan jang segar dan bertambah moeda, keloe- arlah kami dari dalam laoet dan teroes poelang keroemah de ngan lapar jang amat sangat. Setelah kami kenjang makan, maka Annie pergilah kepiano. Oléh kegirangan hati dimainkan- njalah dengan 'asjiknja lagoe jang meminta terima kasih ke- pada Toehan dan kamipoen toeroetlah bernjanji bersama-sama. Sementara itoe haripoen telah poekoel setengah sebelas. Se karang haroeslah kami pergi bekerdja. Diserambi dibelakang telah sedia kotak gambar. Berlima-lima doedoeklah kami menge- lilingi médja dan sebentar lagi kamipoen 'asjiklah poela meng- gambar; tiadalah djari tangan sadja jang bekerdja, moeloet ka mipoen toeroet poela bergerak, ta' sekedjap djoea dapat tertoe- toep. Selaloe kami bertjakap-tjakap dan tertawa-tawa serta bernjanji-njanji. Beberapa antaranja poekoel satoe berboenji- lah, dan kamipoen pergilah poela makan. Petang-petang kami pergi bersiar-siar dengan keréta, soedah itoe berdjalan-djalan ditepi laoet. Sesoedah berdjalan-djalan itoe kalau sekiranja hari beloem kelam, kami minoemlah téh dalam keboen, dibawah po- hon2 kajoe jang amat rindang daoennja, dan diatas kepala kami kelihatanlah langit dengan bagoes warnanja, serta ditaboeri
182
oléh bintang-bintang jang tjemerlang, dan boelanpoen terbit- ah poela menambah kebagoesan malam. Soedah itoe kami per- giJah membat ja kitab atau pergi bennain moesik. Kalau Annie bermain piano, kamipoen doedoeklah mendjahit atau menoelis senang hati bekerdja, djika waktoe itoe moesik berboenji. Ker- t japoen lekas habis. Tiap hari kamipoen beladjar bertanak dan menggoelai dan pekerdjaan itoe kami lakoekan petang, sesoe- dah makan tengah hari. Datanglah toean kedoea kemari akan meiepaskan lelah se- soedah bekerdja di Betawi itoe. Ajoehlah, tjobalah toean kedoea datang, soepaja boléh kami meriangkan hati toean. Boléh kami melipoerkan hati toean, hidoep dikampoeng dengan senang sen.osa, damai dan ma'moer; kami nanti menjamboet toean dengan gembira, kami akan gembira bersama-sama dengan pohon-pohonan, angin, laoetan dan boeroeng-boeroeng, semoea itoe akan memberi selamat datang akan toean kedoea dan bernjanji mengeloearkan soearanja jang merdoe itoe setiap pagi. Datanglah, wahai sahabat kami kedoea, datanglah keroemah kami jang soenji dan sederhana ini, soepaja dapatlah toean kedoea mengambil kekoeatan jang baroe dengan segeranja!
Sekarp ng koetjeriterakan lagi tentang peralatan kawin adikkoe, anak-dara jang tjantik roepanja. Ia kawin dengan berpa- kaian seperti wajang, amat élok roepanja. Malamnja ketika dalam alat besar itoe, roepanja seperti seorang poeteri jang terseboet dalam hikajat seriboe satoe malam. Ia memakai mah- kota emas dikepalanja. Ta' oebahnja kami sebagai bermimpi melihatnja, tentoelah keadaan itoe akan d'itiroe orang nanti. Residén Sijthoff jang soeka melihat adikkoe mendjadi anak-dara itoe. toeroet menghadiri peralatan itoe sampai pengha- bisannja. Meréka itoe bemiat benar hendak mendjabat tangan adik kami, akan memberi selamat, tetapi tiadalah dapat; hanja- lah dengan mata sadja meréka itoe dapat memberi selamat, karena anak-dara itoe seperti patoeng jang hidoep tetap doedoek diatas „kwadé", ja'ni singgasana keemasan, jang tjemer lang tjahajanja: adikkoe itoe selaloe disana doedoek loeroes sebagai mertjoe, kepalanja tegak dengan sikapnja, dan matanja teroes melihat kemoeka, memenoengkan nasib jang akan datang, jang dalam sedikit hari lagi moelaï ditanggoengkannja. Sebagai 'adatnja air matapoen bertjoetjoeranlah waktoe itoe; tetapi adikkoe dan kami berdoea tinggal berdiam diri, hening sebagai majat. Gamelan, moesik, kemenjan dan boenga-boengaanpoen ta' dapatlah menjediihkan kami dalam hal itoe. Kami tiada berperasaan lagi. Sekalian orang bersangka, bahwa pertjeraian kami tentoelah akan menghantjoerkan hati
183
kami benar-benar. Sekarang soenggoeh tertjenganglah meréka itoe melihat kami. Banjak orang datang melihat kami, meréka itoe makin lama makin bertambah banjak. Sekalian meréka itoe ingin hendak melihat, bagaimana kami .akan menanggoeng kesoekaran, pada waktoe pertjeraian kami itoe. Malam itoe djoega kami mengabarkan tjita-tjita hati kami kepada toean residén. Tjobalah toean pikirkan: ditengah per- alatan jang sebagai itoe, kami hendak memperkatakan djoega perkara jang penting dan soelit sebagai itoe. Tetapi pada waktoe itoelah sadja kami dapat menghadapnja, dan pekerdjaan itoe haroes dilekaskan. Ditengah boenga-boengaan dan tjahaja emas dan intan itoe serta diantara orang beramai-ramaian itoe, pada waktoe itoelah kami dengan memegang gelas jang berisi anggoer, memperkatakan perkara jang penting. Ketika itoe hari telah laroet malam. Sedjak bermoela kami telah ketahoei, bahasa ia akan/mentertawakan kami, dan tentoelah akan menga- takan kami „gila". Tetapi tiadalah kami indahkan. Moela-moela ia berkata dengan saja, kemoedian dengan Roekmini akan mengetahoei kalau-kalau kami ada bersedih hati dalam hal perkawinan adik kami itoe. Sedang ia bertjakap-tjakap dengan kami itoe, atjap kali ia pergi dari tempat kami, dengan tiada berbesar hati, tetapi ke moedian datang lagi kembali menjamboeng perkataannja tadi.
Kalau sekiranja kami dapat pergi beladjar kenegeri Belanda, manakah jang baik bagi kami dalam pikiran toean, kami pergi kesana atau kami tinggal disini? Maoekah toean mendjawab pertanj aan ini? Karena toean ta' dapat melihat matakoe ketika menoelis soerat ini, baiklah koekatakan kepada njonja, bahasa saja bertanja dengan moeka jang manis dan mata jang tje- merlang! Seboeah lagi permintaankoe. Maoekah njonja dengan hati jang baik pergi menanjakan kepada sahabat toean, Dr. Snouck Hurgronje, adakah dalam oendang-oendang agama Islam terseboet, bahwa kalau seorang anak telah ber'oemoer sekian tahoen, ia boléh berdiri sendiri, ta' oesah lagi bergantoeng djoega kepada orang toeanja? Atau baikkah saja sendiri bertanjakan kepada toean itoe? Soeka benar saja hendak mengetahoei tentang hak dan kewa- djiban, menoeroet oendang-oendang agama Islam, lebih-lebih tentang hak gadis dan perempoean. Tentoelah a*mat bagoes tje- riteranja; tetapi maloelah kami menanjakan, karena kami sendiri orang Islam ta' tahoe akan hal itoe. Alangkah sedikit- nja pengetahoean kami!
184
Saja sangat bersedih hati mendengar kabar, jang sekolah
H. B. S. perempoean akan ditoetoep, sajang!
* *
28 Februari 1902 (VIII).
Darah asal itoe tiadalah akan mendoestakan dirinja. Besar harganja kepadakoe 'mengetahoei dari mana asalnja barang- barang jang mengelilingi akoe. Dalam perasaankoe barang- barang, jang asalnja dari me ré ka jang koekasihi dan hormati, akan memberi oentoeng akan dakoe! Kitab jang datang dari njonja tentoelah dengan berahi, gembira dan moedah saja pela- djari! Perasaan gila, perasaan hatikoe itoe, boekan? Saja ini ta' oebahnja seperti anak-anak jang telah ber'oemoer, jang berke- hendak selaloe akan dikasihi, dan soeka hendak mengetahoei sekaliannja, soepaja dapat ia memperhatikan keadaan benda itoe. Itoelah niat kami jang sebenarnja! Mengetahoei itoe ialah soeatoe kepandaian jang soekar boe kan, kekasihkoe? — soesah mempeladjarinja, kalau Toehan be- loem mentakdirkan kepadanja. Mengetahoei dalam soeatoe perkara, menjoeroeh kita berhati 'adil dan soeka mengampoeni kesalahan orang. Itoelah jang memboeat kita berhati jang sempoerna baik. Berapa banjaknja toean kedoea telah berboeat baik kepada kami, sebab itoe karrii- poen banjak meminta terima kasih, karena toean kedoealah jang mengadjar kami mengetahoei keadaan bermatjam-mat jam hal. Malam Djoem'at, jaïtoe malam kami bermain gamelan, bermatjam-matjam lagoe jang kami soekaï, kami lagoekanlah! Hati jang sebagai batoe waktoe itoe mendjadi lemah dan tjahajanja bertjemerlang menjinari toeboeh jang dingin. Seka- rang baroelah perasaan kami hidoep kembali! Sedang angin mencjajoe-dajoe dipendopo, mengandoeng lagoe jang manis dan soeara jang merdoe itoe, rasa terbanglah njawa kami kesoerga kenang-kenangan! Bermimpilah wahai dirikoe, teroeslah toean bermimpi s-eda- pat-dapatnja! Kalau sekiranja ta' adia mimpi didoenia ini, di- manakah hidoep akan senang. Hidoep jang sebenarnja boekan main beratnja. Barangkali benarlah seperti kata orang, bahwa kami haroeslah tinggal dipoelau jang tiada didiami orang! Te- tapi itoelah kelobaan manoesia jang sebenar-benarnja, boekan? Pikirankoe, kita haroes hidoep bersama-sama dan bertolong- tolongan, itoelah goenanja kita dilahirkan kedoenia akan mem- bagoeskan „hidoep bersama-sama!" Sengsara itoe menjoetjikan hati, kalau orang jang ditimpanja itoe berhati baik. Sekiranja
185
djahat hatinja, maka iapoen masoeklah kedalam naraka doenia. Kamipoen sekarang telah beroebah poela, tetapi bagaimana peroebahan itoe pada hari jang akan datanglah dapat menen- toekannja, hanja jang kami ketahoei sekarang, bahwa kami tiadalah lagi anak-anak mand ja seperti dahoeloe. Sekalian barang-barang jang ta' bergoena dibilik kami, ka mi boeang, kami hadiahkan kepada anak-anak akan pembesar- kan hatinja. Bilik anak gadis jang indah dahoeloe, tempat ia bermimpi, bemiat dan berpikir, mengeloearkan kepiloean hati dan tempat tertawa karena kebesaran hati, tempat ia bekerdja memerangi kesengsaraan hidoep dlan tempat menanggoeng 'azab sengsara, sekarang telah beroebah sama sekali. Hanjalah tempat lemari kitab kami jang ta' beroebah dan sahabat-sia- habat lama kami masih selaloe bermoeka manis melihat kami, selaloe mendidik kami, dan menambah karib persahabatan kami! Seorang dari sahabat kami, jaïtoe seorang toea jang tiada dipandang orang lagi, karena ia masoek kaoem koeno, sehing- ga kalau dilihat roemahnja sampai kedalam, tampaklah oléh kita, bahasa ia masoek bahagian manoesia zaman dahoeloe. Banjak orang jang mengédjékkan orang toea itoe, tetapi kami kasih akan dia dan dialah jang beloem pernah soeka mening- galkan kami dan ialah jang selaloe toeroet bersoekatjita dalam kesenangan kami, dan memberi kami boedjoekan dalam hari kedioekaan. Orang toea itoe de Genestet. Ialah jang memboedjoek kami pada waktoe jang laloe, jang beloem lama terlampau!
- # •
5 Maart 1902 (VIII).
Tahoekah njonia siapa jang selaloe menggambarkan wajang oentoek kami ? Ta' dapatlah toean terka. Ialah toekang ga melan kami. 'Adjaib kita melihatkan bagaimana pandainja memboeat itoe dengan bagoesnja. Roepan ja pandai menggam- bar di Djapara, soedahlah mendjadi kebiasaan orang disana. Boedak-boedak ketjil toekang gembala kerbau, bagoes-bagoes wajang digambarnja, baikpoen ditanah, didinding, didjambatan atau dipagar-pagar. Dinding dibelakang roemah kami penoeh dlioekir orang dengan gambaran wajang. Kalau pagar djambatan hari ini dipoetihkan dengan kapoer, bésoknja djambatan itoe penoehlah poela dengan gambaran wajang, jang digambar dengan arang atau batoe témbok oléh boedak-boedak, jang ber- telandjang boelat, jang penoeh badannja berloemoer dengan loempoer. Soenggoeh amat moedah bagi kami disini akan me-
186
naroeh toekang gambar. Kami hanja perloe mengatakan dan menerangkan sadja kepadanja apa jang akan diboeatnja. inS 'Ivnf toeka"f oeklr.itoe sedang memboeat barang jang indah, ja m seboeah lemari kitab, terboeat dari kajoe diati dan tepinja terboeat dari kajoe sena. Pintoenja diberi berLtla diopL rf bl"gkai. doea laPls J'ang terboeat dari kajoe sena djoega dan pada beberapa tempat beroekir dengan gambar wajang. Diantara bmgkai dibawah dengan bingkai diatas teroekir oelar-oelar jang membelit-belit diri sedang berkelahi' seperti akar Tjina. Pada bingkai diatas teroekir gambar wa jang dan kahmat poedjian. Kepala lemari itoe berdiri antara r£w. ? jang beroekir, terboeat dari kajoe sena. SnpttaTMaiV kami khat di Moentingan, dikoeboeran boeltan Moentingan jang djaoehnja lebih koerang setengah djam dari sim. Gambar itoe disana tidaklah teroekir pada kajoe melainkan teroekir pada batoe. Oekiran itoe asalnja dan tanah Tjina, dan soeltan itoe dahoeloe telah pergi kesana. 1 andjang tjeriteranja koeboer itoe. Koeboer itoe keramat • karrn atjap kali pergi kesana. Seorang Tjina jang menoe- roetkaii soeltan itoe kemari, telah meninggal doenia di- aini. Dekat koeboernja adalah pohon patje'. Pohon itoe kera mat poela kata orang. Perempoean jang tiadla beranak per- gilah kesana bernazar, soepaja boléh mendapat anak. Dikoe- boei soeltan itoe dibakarnja kernen jan dan ditaboerkannja boenga. Kalau boeah patje' itoe goegoer keatas koeboer Tjina itoe, maka dipoengoetlah oléh perempoean jang bernazar itoe, dan diboeatnjalah roedjak laloe dimakannja. Itoelah tanda maksoednja akan sampai. Banjak orang mengatakan kepada kami, bahwa barang siapa jang berniat ditempat itoe, kebanjak- an maksoednja sampai. Benarlah kata si Edi, bahwa bangsa Djawa ^ïalah soeatoe bangsa jang banjak bertjeritera jang adjaib- adjaib. Kata orang* sekalian perempoean jang* bernazar dikoeboer Soeltan Moentingan beranak perempoean belaka! Kasihan perempoean-perempoean jang bemazar itoe! Kami hanjalah maoe bernazar kekoeboer keramat jang memberi anak laki-laki sadja, karena soedah terlampau banjak anak perempoean didoenia ini! Ja Allah, betapa maka saja tersesat sampai kemari." Saja tadi menoeliskan perkara lemari, tetapi sekarang itoe telah loepa. Lemari itoe diboeat oentoek Kardinah, pemberian toean dan njonja Ovink. Adikkoe soenggoeh beroentoeng mendapat lemari itoe! Boelan jang laloe soedah doea boeah sekeram diboeatnja oentoek seorang kemendoer, jang hendak pergi kenegeri Be- landa. Bagoes benar sekeram itoe, beroekir-oekir dengan gam bar wajang, jang seboeah berlipat tiga, terboeat dari kajoe
187
djati, dan jang seboeah lagi hanja terboeat dari sebilah papan kajoe djati sadja dan bertepikan kajoe sena. Betoel bagoes! Besar hatikoe, melihat banjak orang meminta barang-barang oekiran Djapara. Tjobalah njonja pikirkan, apa jang terdjadi baroe-baroe ini. Didalam seboeah soerat kabar terseboet, bahwa perkara oekir-mengoekir di Djapara telah moendoer, karena diroesakkan oléh beberapa orang perempoean, anak-anak dari seorang jang berpangkat tinggi disana, jang selaloe menjoeroeh mengoekir menoeroet loekisan Eropah. Tertjengang kami mem- batja kabar itoe, karena dalam pikiran kami, bahwa loekisan wajang itoe ialah loekisan Hindia, tetapi roepanja sekarang ka mi salah sangka, karena kata orang oekiran itoe, oekiran Ero pah, karena loekisannja datang dari kaboepatén. Tetapi bersa- lah sangka itoe soedahlah mendjadi 'adat manoesia, boekan? Apalagi kami ini hanja manoesia seperti manoesia jang banjak djoega, lagi poela kami ini hanjalah seorang Djawa sadja. Amat soesah kami dahoeloe menjoeroeh toekang-toekang itoe, soe- paja meréka maoe memboeat bonéka-bonéka wajang itoe. Me réka itoe takoet kalau-kalau semangat wajang itoe marah kepadanja. Setelah bapak mengakoe bahasa bapak jang akan menanggoeng sekalian hal, baik kemarahan, atau antjaman semangat wajang-wajang itoe, dan tiadalah akan menggoda meréka itoe, melainkan bapak jang akan digodanja, karena ialah jang menjoeroeh memperboeatnja, baharoelah meréka itoe bekerdja seperti sekarang. Tertawa kita melihat keadaan itoe, begitoe djoea dalam hal jang lain-lain! Dahoeloe amat soesah memboeat gambar porterét dikam- poeng-kampoeng. Menoeroet kepertjajaan orang disini, sing- kat 'oemoer, kalau diboeat gambar diri sendiri, dan toekang gambamja itoe berdosa besar. Sekalian gambar porterét itoe nanti akan meminta njawanja pada hari kemoedian. Ketika kami dengan seorang toekang gambar pergi kekampoeng, menangislah beberapa orang perempoean, karena takoet akan digambar. Kesoedahannja adalah seorang jang berani, dan karena itoe jang lainpoen mengeringkan air matanja. Ke tika kami datang sekali lagi, datanglah meréka itoe sendiri meminta digambar. Begitoelah pergerakan dalam doe- nia ini, satoe orang mestilah berani dahoeloe, oentoek memberi tjontoh! Adikkoe Roekmini sedang bekerdja memboeat gambar adikkoe Kardinah sebagai anak-dara. Ia menggambar tiada bertjontoh, tetapi diloear kepala sadja. Bibir diatas dan hi- doeng beloem seroepa benar, dan jang selebihnja boléhlah: apa lagi pakaian anak dara itoe bagoes benar digambarnja. Ia nanti hendek mentjoba lagi menggambarkan gambar itoe dipapan seperti jang njonja katakan kepadanja. Didalam kitab gambar- nja adalah digambarkannja adikkoe Kardinah. Soenggoeh pin-
188
Madta «ada dengan ueladjar, tetapi ta heranlah karena ia anak Djapara. Disini anak gembala kerbaupoen paiidai menggambar. Beroentoeng- hAti^SS? Djapara itoe! Ta' tahoelah toean betapa besarnja !w, ^rena kami anak Djapara. Banjak poela orang ja ïg tinggal dismi menjoempahi kemalangan, karena meréka beroemah dinegen jang boeroek ini. Perasaan berlain-lainan' Sekarang sedikit perkara kegadoekan hati. Baroe-baroe ini saja bertanja kepada seorang perempoean pengarang Belanda bagaimanakah menoeroet pikivannja bahasa Belandakoe' \ l ,fJa daPat soerat dan padanja dan dalam soerat itoe ada tertoempang lagi seboeah soerat dari seoranc njonja tempat ia meminta pertimbangan, sesoedah ia telah membatja soeratkoe! Besar hatikoe mendengamja! Pekan jang terlampau itoe poela, saja diminta oléh seorang njonja pengarang seboeah soerat kabar pemadjoekan perempoean, kalau2 soeka saja mendjadi pembantoe disoerat kabar itoe, soepaia saja sekali 14 hari menoelis disana. Jang menjampaikan per- mmtaan itoe, ïalah seorang njonja sahabatkoe dan saja haroes mengirim soerat tiap-tiap soerat kabar itoe dikeloearkan. Sa habatkoe itoe mentjeriterakan peri hal kami kepada njonia itoe aan njonja itoe menjoekaï sekali maksoed kami dan soedi memberi tempat disoerat kabarnja oentoek kami, akan pen- didik perempoean Djawa. Dan dalam pertimbangannja patoet benar anak perempoean bangsa Djawa sendiri mengeloearkan soearanja, akan menoendjoekkan kepada bangsa Belanda, ba- gaimana benar keadaan bangsa Djawa itoe dan menjoeroeh bangsa Belanda itoe mengasihi bangsa itoe. Saja soeka benar memperkenankan maksoednja itoe, tetapi kami haroes lebih dahoeloe mendapat izin dari bapak. Sekarang adalah ha- rapankoe, jang permintaankoe akan dikaboelkannja.
1U Maart 1902 (I).
Pada soeratmoe koelihat engkau berhati masgoel. Boeang- kanlah kesoesahan hatimoe itoe, karena beloemlah ada seorang djoeapoen jang berboeat djahat kepadakoe. Tetapi kesoekaan- koe mémang soeka menggoenting hati sendiri. Sipat itoe ialah soeatoe keboclohankoe, boekan? Banjak orang berkata: „Penanggoengan itoe boléh mendatangkan kegirangan hati," teta pi tahoekah meréka itoe betapa ganasnja penanggoengan itoe? Tentang adikkoe telah koetjeriterakan dalam soerat jang dahoeloe. Soenji benar kami sekarang, karena bidji mata, tang- kai hati kami ta' ada lagi. Seperti kehilangan saudaralah kami
189
rasanja; tetapi oentoenglah selaloe kami menerima soerat jang meriangkan hati dari padanja. O, itoelah anak jang baik boedi dan berhati moelia. Ia lebih berharga dari pada kami berdoea. Ia adalah dalam selamat diroemahnja jang baroe itoe dan banjaklah poela orang kasih akan dia disana. Kaoem keloearga soeaminja menjajangi dia, seperti menating minjak jang pe- noeh, dan kemana sadja ia pergi selaloe ia diterima orang dan disaimboet dengan baik dan hati jang soetji, baik oléh bangsa Boemipoetera ataupoen oléh bangsa Eropah. Orang Eropah berharap jang ia akan memadjoekan isteri pegawai-pegawai Boemipoetera disana. Adikkoe itoe sekarang banjak dapat memboeat apa-apa jang kami maksoedi. Apa pangkat soeaminja, tentoelah engkau telah tahoe, ketika kami mengirim kartjis perkawinannja dahoeloe. Ia patih jaïtoe pangkat jang kedoea jang tertinggi dalam doenia pegawai Boe mipoetera, tetapi ia tjakal mendjadi regén djoega, kalau ajah- nja nanti berhenti dari pekerdjaannja. Kalau ia telah mendjadi isteri regén, tentoelah banjak ia dapat memadjoekan perem- poean bangsa Boemipoetera, lebih banjak dari pada kami. Ka mi berharap jang soeaminja itoe akan menolong membantoe- nja, apalagi kabarnja ia soeka benar menjokong tjita-tjita toean Abendanon. Ia amat kasih akan isterinja, selaloe berhati besar dan ramah, dan kepada orang lain pengasih dan penja- jang. Itoelah sebabnja maka banjak sekali kaoem keloearganja jang dipeliharakannja, baik hati ia, boekan? Banjaklah anak Boemipoetera jang berboeat jang sedemi- kian tilan siapa jang berada selaloe mengenal akan sanak saudaranja jang miskin. Ta' adalah kepala anak negeri jang tiada memeliharakan kaoem keloearganja diroemah. Tiadalah sia-sia orang mengatakan, bahasa orang Hindia peramah dan pemoerah. Tentoe engkau berbesar hati, karena engkau telah mendengar sekalian hal ihwal adikkoe itoe. Hanjalah sekarang ia didalam ketjemasan sadja, mengingat- kan keketjilannja, sebab banjak orang jang berharap akan ke- baikannja, dan saudaranja jang tertoea merasa djoega sede- mikian, apalagi ketika seorang Belanda memoedjinja di Am sterdam, dalam soerat kabar. Sebenarnja, Stella, djanganlah engkau berboeat begitoe poela. Tentoe engkau saja oempat dengan sedjadi-djadinja, kalau saja tiba-tiba diterbangkan oléh Toehan keribaanmoe. Engkau menjangka bahwa saja soenggoeh baik hati dan 'arif bidjak- sana. Sekalian itoe beloemlah berharga sedoeit djoeapoen oen- toek badankoe, soenggoeh katakoe itoe. Tetapi betoel ada lah seboeah benda dalam hatikoe jang tidak akan mengetjé- wakan toean, jaïtoe kesajangankoe kepadamoe!
190
Baroe-baroe ini sa ja mendapat sepoetjoek soerat dari seorang toean jang telah toea, mengatakan jang saja berhati lemah-lemboet, ber'adat bagoes dan pandai berbahasa Belanda. bajapoen tersenjoem ketika membatja soerat itoe dan tim- boellah pikiran dalam hatikoe, tahoe benarkah toean itoe akan dakne. Pada penghabisan tahoen jang laloe maksoednja akan datang kemari, hendak mengoendjoengi kami; tetapi adalah alangan jang merintangi maksoednja itoe; karena penja- kitnja haroeslah ia dengan selekas-lekasnja pergi kembali ke-Eropah. Dan isterinjapoen toeroetlah poela bersama-sama, me- mnggalKan negeri jang panas ini, jang selaloe disinari oléh matahari. Sajang sekali ia ta datang; kami beringin benar hendak bertemoe dengan dia akan memperkatakan maksoed kami. Ba- ïoe-baroe ini ketika kami menjangka, jang kami akan teroes pergi beladjar kenegeri Belanda, berharaplah kami akan pergi bersama-sama dengan toean dan njonja itoe dalam moesim panas. Sajang pengharapan itoe telah mendjadi angin. Kema- 1111 kami mendapat soerat dari negeri Belanda, dan saja ber- kata dalam hatikoe: „Hai dirikoe, tegakkan kepalamoe, karena bef kanlah sadja ketjéwa jang akan menggodamoe semasa hi- doepmoe, pertjajalah engkau, bahwa waktoe jang akan datang, banjak lagi mengandoeng kesengsaraan jang akan engkau tsinggoengkan!" Sajapoen ta' memikirkan hal itoe lagi. Hidoep kita nanti akan mengadjar kita berhati berani. Sekarang koeperkatakan lagi permintaan nona Van der Mey. Marilah koeminta dahoeloe terima kasih atas segala kesoe- sah.mmoe telah menolongkoe, dan lagi koeoetjapkan terima kasih atas karanganmoe tentang „hak dan keoentoengan". Soerat jang berisi permintaan itoe koebatjakan kepada bapak. Bapak maoe dahoeloe menantikan kedatangan toean van Kol, baroelah ia memoetoeskan perkara itoe. Besar harapankoe jang bapak akan mengaboelkannja. Perloe djoeakah siaja mengata kan bahwa „saja maoe?" Engkau tahoe bahwa saja soeka be nar menoelis dan kerdja karang-mengarang selaloe menarik ha tikoe, dan engkaupoen telah beberapa kali poela mengatakan bahasa saja pandai mengarang. Ja Stella, saja maoe menoelis dan mengarang, tetapi saja ta' soeka memberi tahoekan namakoe jang sedjati, ia haroes di- rahsiakan, katakan hal itoe kepada nona Van der Mey. Adakah itoe akan memberi paédah!!! Kalau orang Hindia membatja ka- rangan seorang perempoean Djawa, tentoelah ia lekas boléh menoendjoekkan, siapakah jang berboeat salah itoe. Hal jang demikian mendjemoekan hatikoe. Saja ta' soeka bi la orang memperkatakan boeah pénakoe (jang tiada sempoerna), apa- lagi kalau orang selaloe memoedjikoei, bah! Kalau perempoean
191
Djawa mengarang dalam bahasa Bclanda, roepanja hati orang djadi tertarik membatjanja, itoelah rahsianja akan mendapat oentoeng dengan moedah. Soenggoehlah membesarkan hatikoe! Tetapi marilah dahoeloe koekatakan apa benar goenanja „pe- narikan hati?" Itoelah sekali-kali ta' dapat koeloepakan. Betoel besar paédahnja. Engkau dan sajapoen mengakoe, bahasa anak negeri sendiri haroes mengeloearkan soearanja. Banjak paédahnja kalau bangsa Djawa sendiri mentjeriterakan sakit senang kehidoepan bangsanja. Poen amat banjak perempoean bangsa kami, jang menang- goeng sengsara dalam hidoepnja. Tapi sebeloemnja saja mengeloearkan soearakoe, mengabarkan perkara jang lalim- lalim, jang ditanggóengkan perempoean bangsa kami, ha- roeslah saja berpikir benar-benar lebih dahoeloe; saja mesti tahoe betoel-betoel apa jang akan koeperboeat. Kalau koeboe- kakan soearakoe, nistjaja sekalian orang jang memperoléh ke- oentoengan karena kelalimannja akan bentji kepadakoe, tetapi saja ialah hendak melawan kelazimannja itoe. Oentoek diri saja sendiri tiadalah saja indahkan permoe- soehan ini, tetapi ia dapat meroesakkan tjita-tjita kami. Seki- ranja saja mendjadi goeroe, tentoelah meréka itoe ta' soedi menjerahkan anaknja kepadakoe, karena saja telah bersalah, melawan 'adat-'adat jan£ telah beroerat berakar itoe. Akan menoelis karangan jang domikian ta' maoe bapa memberi izin saja, apalagi pada waktoe ini. Kerap kali orang meminta kepa dakoe mengarangkan sekalian hal ihwal itoe. Tetapi saja ta' boléh melakoekannja. Tetapi apa jang diminta oléh nona Van der Mey, ialah fasal jang lain poela. Saja harap permintaannja itoe dapat dikaboelkan. Tetapi seperti jang telah koekatakan tadi, engkau mesti berdjandji akan merahsiakan namakoe. Seorang sahabatkoe telah menjoeroeh saja djoega menga rang, betoel seperti itoe, oentoek orang banjak. Jang baik saja karangkan ialah perkara-perkara jang dapat diperbintjangkan dimana-mana, ja, boléh hendaknja diperbintjangkan dalam persidangan Tweede Kamer, sehingga dengan perintah persidangan itoe disoeroeh periksa lebih terang dan landjoet ten-tang segala perkara itoe. Saja selaloe berniat djoega hendak mengeloearkan karangan ten tang segala hal keadaan itoe, tetapi saja sendiri merasa, bahwa masa sekarang beloemlah ada waktoenja oentoek me- njampaikan maksoedkoe itoe, banjak rahsia jang beloem koe- selidiki, dan lagi beloemlah tjoekoep kekoeatankoe menger- djakannja. Saja haroes lebih banjak melihat dan mendengar segala jang terdjadi disini, sekalian itoe haroes koetimbang dan koepikiri baik-baik.
I
192
, ,^,oeah Pikirankoe beloemlah masak, Stella, kalau sekiranja telah masak tiadalah saja akan enggan mengabarkan hal ke- adaan itoe kepada orang banjak. Kalau kami menghadapkan permmtaan kami itoe kepada Koningin Wilhelmina, itoe artinia boekanïah kami meminta pertolongan kepada keradjaan, soe- rivlt p • ^ ? Se1'1. Baginda dapatlah kami pertolongan Pemermtah, lam tidak, melainkan dalam hal itoe kami meminta kepada Seri Baginda, soepaja Seri Baginda sendiri menolong kami Djikalau engkau sekiranja mengetahoei akan ketmggian hati kami, tentoe mengertilah poela engkau, bagai- tofongan ^ kami memoetoeskan hendak meminta per-
Tetapi seperti katamoe djoega: kalau ada keperloean iang hoeloé m keperloean jang ketjil haroeslah didiamkan da-
Dan ketinggian hati kami itoe., kami hilangkanlah, soepaja ,11. dapat bekerdja oentoek kebadjikan orang banjak. Selaloe kami bentji kepada minta-minta, soenggoehpoen kami telah mengetahoei, bahwa permintaan ito© akan diperkenankan. Dan dalam hal jang demikian, meminta itoelah djalan jang toenjr- gal akan memperoléh maksoed itoe.. Adalf «aupg jang telah pergi menghadap kedoea Seri Ba ginda Maharadja dinegeri Belanda, rtiengatakan dengan soeng- goeh kepadakoe, bahwa Seri Baginda Iboe Soeripoen banjak poela mengetahoei dan amat mengindahkan tentang hal ke- adaan tanah Hindia. Kami maoe benar mempertjajaï kabar itoe. Tatkala kami menjembahkan beberapa persembahan kepada Seri Baginda Maha radja Wilhelmina, waktoe Pertoendjoekan peroesahaan Pe- rempoean, maka Seri Baginda Iboe Soeripoen menitahkan ke- I>ada sekertarisnja, menanjakan kepada presidente perserikatan itoe, jang mengoeroeskan kirim-kiriman dari Hindia, apakah ïsinja persembahan kami dahoeloe itoe. Bagindalah jang mie- minta kepada presidente pertoendjoekan itoe, jang selaloe menginngkan Seri Baginda dalam pertoendjoekan itoe, mem- batjakan ïsi soeratkoe sedikit kepada Seri Baginda. Kepada Pemermtah atau kepada Seri Baginda Maharadjalah tempatkoe menjembahkan permintaankoe itoe. Kalau permintaankoe tiada diperkenankan oléh Seri Baginda atau oléh Pemermtah, maka pergilah saja ke Modjowarno, meskipoen disana tiadalah se perti jang dimaksoedi benar. Tahoekah engkau, kalau saja ke- poetoesan asa, kemana saja hendak pergi? Kenegeri lain di- loear tanah Djawa, kepada seorang sahabat kami (1) jang
1). Doktor-pendéta N. Adriani didanau Poso (Selébés).
193
tinggal djaoeh ditengah soeatoe poelau jang Boetmi poeteranja masih biadab, dan disanalah ia berboeat baik akan meréka itoe dan menolong meréka itoe memberi obat-obat. Sebagai ajam kena kepala saja hendak pergi kepadanja, tentoelah ia akan meraba-raba kepalakoe, sampai keloehkoe hilang' dan napaskoe jang sesak djadi berhenti, dan dari ta- ngannja jang dingin akan mengalirlah perdaniaian jang me- lipoeti segenap toeboehnja, masoek kedalam dirikoe! Soeng- goehpoen demikian iapoen seorang manoesia djoega, jang selaloe menanggoeng sakit dan senang, dan kesoesahan hati, jang mesti dilawannja. Stella, Stella, kalau sekiranja saja dapat memeloek léhér- moe sekarang dan menjandarkan kepalakoe kedadamoe, alang- kah senangnja. Barangkali djadi djoega saja pergi ke Selébés kepada saha- batkoe itoe dan meréka jang biadab, pemotong kepala itoe. Dengan djalan apa sekalipoen kita berboeat baik, ta' goenalah diindahkan benar, asal sadja perboeatan itoe baik. Wah, dja- nganlah engkau terkedjoet dan djangan barpikir pandjang lagi, Stella, barangkali ta' perloe lagi saja pergi kesana, dan teka- teki jang soekar itoe barangkali dapat diterka dengan djalan jang menjenangkan hati. Dalam badankoe masih ada kemaoean dan kekoeatan, sjoekoerlah! Perbanjak do'a, ingatlah sadja kepada jang baik, dan dja- nganlah engkau loepa kepadakoe, Stella, kekasihkoe.
*
- *.. 21 Maart 1902 (V).
Benarlah kata njonja itoe. Adikkoe berangkat itoe, sebagai kami kehilangan besar. Kami telah lama dan selaloe hidoep damai dan riang bersama-sama dengan dia. Tiadalah salah djika orang mengatakan bahasa kami bertiga telah mendjadi satoe, satoe. dalam pikiran, satoe dalam perasaan. Rasanja beloem pertjaja benar kami, bahwa si adik itoe meninggalkan kami oentoek selama-lamanja; sangatlah menggoendahkan hati kami mengenangkan, jang ia telah berangkat dan tidak akan kembali lagi. Kami bersangka bahasa ia hanja pergi menoem- pang oentoek beberapa hari sadja dan sedikit hari lagi akan poelang kembali. Kami soenggoeh tertjanggoeng karena kehi langan si tjantik ketjil itoe. Tetapi lebih baiklah kami ta' me- mikirkan hal itoe, karena pertjeraian jang meremoekkan hati itoe, boekanlah seboeah sadja. Tentoe ada poela nanti pertje raian jang lain, jang akan menoeroeti pada hari jang akan datang. Lambat laoennja manoesia didoenia ini akan bertjerai HABIS ÖELAi' TEHB1TLAH TEHAN'U.
194
djoea, „bertjerai", itoelah kata jang selaloe kita dengar selama hidoep! Sekali-sekali baik tali persahabatan jang koeat dan soetji itoe dipoetoeskan, kata de Genestet, tetapi nasihat itoe moedah dïseboetkan, tetapi amat soekar akan dilakoekan, betoelkah atau tidak? Kami selaloe menerima soerat jang berisi kabar baik dan kegirangan hati dari pada adik kami itoe. Ia adalah dalam se- lamat wa'l'afiat sadja. Sjoekoer, alhamdoeli'llah! Rahmat jang diperoléhnjapoen mendjadi rahmiat kami poela. Sekarang marilah saja perkenankan kehendak toean, mentje- riterakan ini dan itoe tentang alat perkawinan adikkoe itoe. Alat perkawinan anak negeri selaloe amat banjak hoeroe- haranja. Beberapa hari dan beberapa pekan dimoeka sebeloem alat itoe dilangsoengkan, maka disediakanlah sekalian alat ke- ramaian itoe. Ketika itoe tiadalah kami bersoeka-soekaan be- nar, karena adalah seorang keloearga kami jang meninggalkan doenia, jaïtoe seorang saudara perempoean, adik oléh mempelai itoe, telah berpoelang kerahmatoe'llah sebeloem peralatan itoe mendjadi. Kasihan sekali, ia masih moeda dan meninggalkan anak beberapa orang. Ketahoeilah oléh njonja, bahwa adik koe kawin ialah dengan anak saudara perempoean bapak, dja- di kawin bei-saudara naman ja. Dahoeloe adalah ia datang sekali kemari, tetapi ketika itoe ia masih ketjil sedang berse- kolah dan seorang djoeapoen tiadalah jang mengenang akan perkawinan itoe. Atjap kali didapati adalah anak-anak jang dipertoenangkan ketika ketjil dan nanti kalau meréka telah besar laloe dikawinkan sadja. Adikkoe mengoelangi persahabatannja dengan soeaminja itoe, ketika toean besar Goebernoer Djenderal ada di Semarang. Menoeroet sepandjang 'adat ta' boléh sekali-kali anak-anak gadis pergi keloear roemah, ketjoeali kalau ia pergi menoe- roeti soeaminja, biarpoen beloem peraah dikenalnja. Tetapi seperti jang telah saja katakan, banjaklah dari pada 'adat- 'adat itoe jang tiada kami toeroet lagi, karena tiada sepadan dengan pendidikan kami jang bébas itoe. Kami bermaksoed sekarang banjak lagi hendak menghapoeskan 'adat-'adat koeno dan boeroek itoe! Lebih-lebih beberapa lamanja mendjelang anak gadis jang akan dikawinkan, ia sekali-kali ta' boléh ke loear dari roemah. Ia haroes tinggal diroemah atau kalau ia ada berbilik, dikoeroeng didalam biliknja. Boelan December jang laloe kami ada di Semarang, dan sekalian toko-toko disana semoea kami masoeki, pergi mem- beli apa-apa jang kami soekaï. Ke-pada anak gadis Djawa jang baroe bertoenangan, tiadalah
195
dioetjapkan orang selamat, demikianpoen hal itoe tiadalah di- perkataan orang dengan dia, dan ia sendiripoen lebih-lebih ta' soeka memperkatakan pertoenangannja itoe, dan berlakoe seperti ia ta' tahoe sadja. Djikalau sekiranja boléh, maoelah sa ja masoek kedalam hati bangsakoe hendak membatja, apa jang tergorés didalamnja, ketika adikkoe dengan moed'ahnja memperkatakan perkawinannja dengan meréka itoe. „Terlaloe sekali" kami ini. Oh, ja, sedangkan bagi orang jang ber'adat sopanpoen boekankah begitoe poela? Meréka itoepoen soeka sekali menjalahkan barang sesoeatoe pekerdjaan jang tiada dapat dima'loeminja. Ta' boléhlah kami marah kepada bangsa kami jang beloem berpengetahoean itoe dan karena ta' tahoelah maka meréka seperti itoe. Sehari doea sebeloem perkawinan itoe akan dilangsoengkan, kamipoen kendoeri dan mendo'a, menjeroe arwah-arwah kaoem keloearga jang telah miati. Lihatlah itoe, betapa bagoesnja 'adat kami. Dengan segala soekatjita selaloe kami mengenang kepada keloearga kami jang telah meninggalkan doenia. Kendoeri arti- nja makan-makan bersama-sama, sesoedah itoe bersama-sama poela dengan 'oelama menadahkan tangan arah kelangit me- minta kepada Allah dan rasoel, rahmat dan ni'mat oentoek se gala arwah-arwah orang toea-toea dan ahli lam jang telah meninggal itoe, dan berkat meréka itoe moedah-moedahan perkawinan itoe akan diselamatkan Toehan. Mendo'a itoe dilakoekan dii'oemah anak-dara. Iparkoepoen datang dengan kaoem keloearganja, waktoe bésoknja akan kawin. Mempelai Belanda setibanja dinegeri kekasihnja itoe, tentoelah ia jang pertama-tama sekali akan pergi keroemah anak-dara itoe, te- tapi menoeroet 'adat kami ta' boléh diperboeat jang demikian. Mempelai ta' boléh melihat isterinja, sebeloem ia mendjawat kaboel, demikianpoen kaoem keloearganja ta' boléh djoega me lihat anak-dara itoe. Bésoknja alat akan dilangsoengkan, dimandikanlah anak-dara hari ini dengan air boenga-boengaan; setelah itoe baroelah ia diserahkan ketangan toekang paés atau toekang sanggoel na- manja, jaïtoe seorang perempoean jang digadji, jang faham dalam menghiasi dan pakai-memakaii anak-dara dan mempelai. Anak-dara itoe didoedoekkan diatas tikar jang berlapis dengan kain sekelat dan soetera jang telah dilengkapkan oen toek hari jang moelia itoe. Tikar itoe kelak mendjadi kepoe- njaan toekang sanggoel. Berkeliling anak-dara itoe terletak makan-makanan, sirih dan pinang, pisang, air sekendi, beras, ajam panggang dan lagi seékor ajam hidoep dan pelita ketjil jang menjala. Kemenjanpoen dibakar oranglah dan toekang sanggoel
196
moelaïlah mentjoekoer boeloe roma dipipi dan dikodok anak-dara itoe. Ramboet jang dikening digoentingnja sanm pan- djang, demikian djoega ramboet jang dekat telinga, alis mata diperbaiki dan ditjoekoer ditepi-tepinja. Melihat ramboet ke ning dan ramboet dekat telinga jang telah digcenting dan alis mata jang telah ditjoekoer itoe, maka tahoelah kita, bahasa perempoean Djawa baharoe kawin. Poekoel empat petang moelaïlah onang mengenakan pakaian si anak-dara tadi. Keningnja dihiasi dengan loekisan jang berwarna hitam sampai ketelinganja dan moekanja dibedaki poetih-poetih, serta ramboetnja disanggoel seperti bangoen kepala tjapoeng, jang dihiasi dengan boenga-boengaan. Pada sanggoel anak-dara itoe ditjotjokkanlah toedjoeh boeah toesoek sanggoel permata, jang beranting-anting dan selaloe memantjarkan tjahajanja. Kain jang bertaboeri emas dan kebaja jang dihiasi, dikenakanlah kepadanja. Dan banjak- lah lagi perhiasan jang dipakainja, seperti: pending, dokoh, gelang, soebang, boeah badjoe lengan dan lain-lain, tjoekoeplah semoeanja. Anak gadis Djawa ta' boléh memakai boenga diramboet, hanjalah perempoean jang telah kawin sadja boléh memakainja. Itoelah sebabnja maka perempoean jang telah ber'oemoer banjak kelihatan memakai boenga diramboet. ^ Malam bésok akan kawin, malam itoe bernama „widodaréni'. „Widodari" artinja „bidadari" dalam bahasa Melajoe, jang ber- t'empat disoerga. Pada malam itoe anak gadis, jang bésoknja akan dipersoeamikan, dipandang seperti bidadari dan iapoen dimoeliakanlah poela seperti itoe. Njonja barangkali telah melihat porterét-porterét oekiran- oekiran boeatan Djepoen diroemah njonja Pvooseboom. Boekan- kah diantaranja adalah. seboeah porterét sebagai singgasana jang mempoerijaï tiga boeah pintoe gerbang? Singgasana itoe namanja dalam bahasa Djawa „kwadé, jaïtoe soeatoe peikakas roemah jang dipakai ketika beralat kawin. Kwadé beroekir-oekir itoe, iang berwarna mérah toea dan berloekis dengan air emas, terletak dikaboepatén dalam bilik besar dibelakang. Sekalian médja, koersi dan bangkoe dipindahkan dari bilik itoe ketempat lain, setelah itoe dikembangkanlah disana sehelai permadam besar. _, Sebelah menjebelah kwadé jang dihiasi dengan talm aan boenga-boengaan itoe terletak doea boeah djambangan tembaga, jang"dihiasi dengan poetjoek pohon kelapa dan boenga-boe ngaan. Djambangan itoe namanja „kembang majang dan pada tiap-tiap peralatan kawin ta' boléh ditinggalkan. Kira-kira poekoel setengah delapan malam, tatkala djamoe perempoean telah berkoempoel dibilik „kwadé" itoe, doedoek beiléret diatas permadani sebelah menjebelah kwadé itoe, maka- adikkoepoen
197
masoeklah kedalam bilik itoe dibimbing oléh saudara perempoean jarig- telah kawin dan oléh ipar perempoean kami serta diikoeti oléh seorang perempoean jang membawa tjerana dan tempat loedah. Adikkoe doedoeklah dipintoe gerbang kwadé jang tengah-tengah, diapit oléh kaoem keloearganja dan orang patoet-patoet. Tjerana tempat sirih itoe diletakkan dimoekanja, asal menoeroet 'adat sadja, sebab adikkoe si gadis ketjil itoe tiada biasa memakan sirih. Dibelakangnja adalah seorang-anak gadis toekang mengipas-ngipasnja. Dimoeka kwadé jang tjemerlang tj aha jan ja itoe serta diapit oléh djamoe perempoean-perempoean isteri kepala-kepala negeri, jang doedoek teratoer menoeroet pangkatnja serta berpakaian jang indah-indah, disanalah adikkoe doedoek bersila berdiam diri seperti patoeng Boedha. Orangpoen segera menghidangkan makan-makanan, jang disertaï dengan air téh. Masing-masing meréka itoe mendapat semangkoek téh dan doea piring koeé- koeé, dan si anak-dara dengan djamoe-djamoe jang ternama masing-masing mendapat seboeah doelang jang penoeh berisi makan-makanan. Waktoe itoe roepanja bilik itoe adalah seperti sehelai permadani jang penoeh ditaboeri dengan sedap- sedapan dan disana-sini disela dengan tjerana dan tempat loedah jang terboeat dari pada emas, pérak, tembaga dan koelit penjoe. Sekalian djamoe itoe perempoean jang telah bersoeami; dan kami jang beloem bersoeami ta' boléh doedoek bersama- sama dengan meréka itoe. Njonja barangkali telah mendengar djoega, bahwa tiadalah kemalangan dan maloe jang lebih besar bagi seorang perem poean, kalau ia tiada bersoeami. Ditanah Eropah, jang telah berkesopanan terang tjoeatja, beloem berapa lama jang laloe- poen orang masih berpikir demikian itoe djoega, boekan? Sebab itoe ta' patoetlah kita marah atas kepertjajaan bangsakoe, bangsa Hindia jang masih doengoe dan bodoh itoe. Kalau sekiranja iboe mempelai masih hidoep, toeroetlah ia djoega doedoek pada malam itoe meramaikan alat menantoenja. Djamoe jang laki-laki doedoek dengan bapak dipendopo, dan mempelai tinggallah sadja berdiam diri diroemah tempatnja menoempang. Betapa besar hati adikkoe, ketika hari telah poekoel setengah sepoeloeh, ta' dapat dikatakan, karena ia telah boléh berorak sila. Dengan segala 'adat tertib sopan, berdja- lanlah ia perlahan-lahan dari madjelis radén-radén ajoe itoe, dan setiba diloear pintoe, berlarilah ia kebiliknja akan me- nanggalkan sekalian pakaiannja itoe. Sekarang ia telah men- djadi adik kami kembali, si gadis jang soeka berbesar hati itoe, tidaklah lagi doedoek sebagai patoeng Boedha. Malam itoe malam Mauloed. Kami kendoeri dan bersedekah tidaklah diroemah, hanja sekali itoe dimesdjid, dan waktoe itoe
orangpoen memintakan do'a selamat kepada Toehan, soepaja perkawinan itoe akan berbahagia. Ditempat kendoeri itoe hanjalah laki-laki sadja, kami perempoean-perempoean makan diioemah, demikian djoega regén-regén jang datang mengha- ain alat kami. Pada 24 Januari, sebeloem padjar terbit, telah ramailah orang dikaboepatén, jang telah dihiasi dengan gaba-gaba dan bendéra-bendéra. Ditengah djalanpoen riang dan ramai poela. Bendéra si tiga wama, jang berpantjangan pada gaba-gaba, jang menoedjoe ïoemah anak-dara itoe, selaloe berkibar-kibar mem- besarkan hati. Dipeséban jang dihiasi dengan boenga-boengaan dan daoen-daoenan dan dipanggoeng-panggoeng ditanah lapang, dimoeka kaboepatén, berboenjilah gamelan samboet-menjam- boet dengan gembiranja. Diserambi belakang tersedialah beberapa kerandjang boenga kenanga, boenga melati dan boenga tjempaka; disanalah poela doedoek perempoean-perempoean mengatoer boenga-boengaan itoe atau menderai-deraikan akan ditaboerkan nanti ditempat anak-dara dan mempelai akan berdjalan. Kaboepatén waktoe itoe penoeh dengan manoesia, boenji gamelan dan baoe boenga-boengaan jang haroem itoe. Dibilik kami anak-dara moela-moela sekali dihiasi orang. Keningnja diloekisi dengan warna hitam dan loekisan itoe dihiasi dengan emas. Adikkoe doedoeklah seperti orang jang akan dibedah. Dibelakang loekisan itoe ditaroeh orang rénda lilin pada kedoea belah pihak, jang berwarna hitam. Pada loebang-loehangnja itoe dihiasi dengan intan permata. Kebiasaannja rénda lilin itoe terboeat dari pada ramboet anak-dara sendiri jang diberi berlilin. Tetapi adikkoe, kami beri rénda lantjoeng, karena memboeat rénda itoe dengan ramboet benar, si gadis nanti banjak menanggoeng kesakitan, lebih-lebih adik koe itoe baroe semboeh dari sakitnja; tentoelah ta' dapat ia menanggoengkan. Dibelakang rénda itoe disisipkan toesoek koendai emas bepermata moetoe manikam. Dalam hal itoe ram boet disanggoel seperti boelan sebelah dan dihiasi dengan boenga-boengaan. Bei'keliling kepalanja teig'antoeng boenga me lati bersoesoen teroembai-oembai sampai kebahoe. Pada sang- goel itoe disisipkan lagi toedjoeh boeah boenga intan beranting- anting dan dibelakang telinganja sebelah-menjebelah tergantoeng enam boeah rantai boenga, terdjoerai-djoerai sampai kedada dan kepinggangnja. Rantai boenga itoe besarnja sebe- sar djari, diatoer dari boenga poetih disela dengan geloeng- geloeng dan dioedjoengnja tergantoeng seboeah boenga kenanga koening, jang diapit dengan boenga-boenga melati. Kalau bei'pakaian seperti wajang hai'oeslah léhér, btihoe dan lengan diatas ditampakkan. Sekalian itoe digosok dengan
KABOEPATÉN DJAPARA.
199
minjak koeniug jang haroem baoenja, melainkan moeka sa- djalah jang dibedaki. Adikkoe memakai kain jang bertaboerkan emas dan dipaloet lagi dengan kain soetera, itoepoen bertaboer poela dengan emas dan berikat pinggang jang terboeat dari pada soetera koening, jang oedjoengnja beroembai-oembai, terboeat dari pada soetera mérah bertatahkan emas. Sehelai kain pand jang berwarna hidjau daoen toea, amat bagoes roe- panja, bertekat dengan benang emas, jang ditengah-tengahnja berwarna hidjau moeda dan dipaloetkanlah kebadannja, sedang lengan dan bahoe sama sekali kelihatan. Ikat pinggangnja soetera koening jang bernama „mendologiri" dipaloet dengan emban, tiga djari lébamja, bertatah poela dengan moetoe manikam. Diikat pinggang itoe dengan oedjoeng pangkalnja terdjoembai-djoembai, dililitkan lagi rantai boenga dari se- lx>eah paha kepaha jang lain. Pada léhérnja tergantoeng dokoh intan berdjila-djila sampai kepinggangnja. Pada lengannja dibawah dipakainja gelang tangan, dan pada lengan diatas gelang oelar-oelar. Kepala dan ékor oelar itoe menengadah keatas, dan disana tergantoenglah oeang tali emas terdj oembai-dj oembai. Dalam pada itoe haripoen telah sampai kira-kira poekoel lima petang. Dibilik kwade itoe telah berkoempoel sekalian isteri kepala-kepala negeri, jang berpakaikan pakaian kehor- matan. Dari kwadé sampai kependopo djalannja penoeh dita- boeri dengan boenga-boengaan, seakan-akan permadani pan- djang lajaknja. Disanalah nanti pengantin itoe berdjalan. Adikkoe dibimbinglah oléh saudara-saudaranja keloear dan berdirilah dimoeka kwadé itoe. Lampoe-lampoepoen telah di- pasanglah dan dipendopo penoehlah berdiri regén-regén ber- pakaian kebesaran. Beberapa orang kenalan kami bangsa Be- landa ada djoega disana hendak melihat adikkoe oentoek peng- habisan. Ditanah lapang dan dipekarangan kaboepatén penoeh manoesia seperti semoet banjaknja, hanjalah didjalan-djalan jang dihiasi dengan gaba-gaba dan bendéra tinggal lapang. Dari djaoeh kelihatan mengoening pajoeng-pajoeng emas angkatan. Bertambah lama bertambah dekat, kiranja itoelah kedatangan kepala-kepala anak negeri Boemipoetera, jang ber- pakaian kebesaran dan berdjalan masing-masing dibawah pajoeng keemasannja. Dan dibelakang meréka itoe kelihatanlah oepatjara mempelai. Mempelai doedoek dengan regén-regén didalam keréta jang terboeka dan berpajoeng emas. Dari pe- séban dan kaboepatén kedengaranlah boenji gamelan tanda memberi selamat datang kepada meréka itoe. Oepatjara itoe setiba dikaboepatén berhentilah dimoeka pendopo; sekalian kepala-kepala negeri doedoeklah berdjongkok; dan mempelaipoen toeroenlah dari kerétanja diiringkan oléh
200
regén-regén laloe naik ketangga teroes pergi ketengah-tengah pendopo dan docdoeklah ketiganja disana diatas parmadani, memberi hormat kepada bapak dan regén-regén jang lain-lain. Regén-regén jang mengiringkan mempelai itoe berloetoet moen- doer kebelakang serta meninggalkan mempelai jang berpakaian wajang itoe ditengah-tengah pendopo; sebentar antaranja da- tanglah kepala-kepala negeri itoe mengelilinginja dan dibelakang meréka itoe doedoeklah 'oelama-'oelama. Dioedjoeng pendopo itoe, disitoelah doedoek regén-regén bersila diatas permadani. Bapak dan penghoeloe doedoek dekat mempelai. Bapak laloe mengatakan kepada meréka jang hadir, apa maksoednja me- manggil meréka itoe beramai-ramai datang pada hari itoe dan kemoedian dimintakannjalah penghoeloe mengawinkan anak- nja dengan mempelai itoe, Sementara penghoeloe itoe mendo'a, kedengaranlah dipendopo itoe boenji soeara ma- noesia jang sebanjak itoe beroelang-oelang menderoe-deroe, sajoep-sajoep sampai seakan-akan diawang-awangan rasanja menjeboetkan: amin, amin! Sajang sekali kami ta' dapat mendekati benar madjelis itoe. Seorang goeroe perempoean, sahabat kami, Roekmini dan saja, kami bertiga sadjalah perempoean dipendopo itoe jang hadir. Oentoenglah ada diizinkan orang kami berdiri disana, dengan sesoeka hati kami. Tetapi akan doedoek dekat laki-laki jang banjak itoe, mendengarkan perkawinan itoe sekali-kali kami ta' boléh. Soenggoeh Sajang sekali: kami soeka benar hendak mendengar sjahadat nikah dan melihat keadaan penghoeloe mengawinkan orang dari bermoela sampai kesoedahannja. Hanja jang kami ketahoei, bahwa ketika ia membatja sjahadat nikah dipegangnjalah tangan mempelai dan mempelai wadjib menjeboet sjahadat itoe sekali "lagi. Selama-lamanja keadaan itoe dilakoekan dalam seperempat. djam sadja, tetapi bagi kami serasa bei'djam-djam lamanja. Waktoe itoe orang doedoek tepekoer dan berdiam diri, mela- inkan jang kedengaran ialah soeara 'oelama jang sajoep-sa joep sampai membatja do'a selamat. Setelah itoe moelaïlah kerapatan itoe bergerak, karena 'oela ma-'oelama itoe mengandjoer dirinja beringsoet-ingsoet kebela kang. Itoelah tanda perkawinan itoe telah selesai. Regén-regénpoen berdirilah, doea orang diantaranja pergilah membimbing mempelai dan berdjalanlah meréka itoe bersama- sama diatas permadani boenga-boengkan itoe diiringkan oléh regén-regén jang lain. Dibilik kwadé adikkoepoen dibimbinglah poela oléh saudara-saudaranja dan pergilah poela berdjalan di- djalan jang berboenga-boengaan itoe, diiringkan oléh iboekoe dan sekalian djamoe perempoean. Ketika mempelai dan anak- dara beberapa langkah lagi akan bertemoe, dilepaskan
oranglah meréka itoe dan kedoea pengantin itoe teroeslah lémpar-melémparkan sirih bergoeloeng, jang berisi dengan boenga-boengaan. Böberapa langkah lagi meréka itoe akan berhadapan, kedoeanja laloe berdjongkok, demikian poela sekalian pengiring meréka itoe. Senientara mempelai doedoek, datanglah anak-dara bering- soet-ingsoet dengan loetoetnja, pergi menghampiri mempelai; setelah berdekatan benar, laloe menjembah dan mentjioem loetoet mempelai jang sebelah kanan. Setelah sekali lagi ia menjembah, maka mempelaipoen berdirilah, laloe mengangkat isterinja dan berbimbing-bimbinglah meréka itoe, pergi kekwadé diiringkan oléh pesemandan. Regén-regén itoe baliklah kembali kependopo. Kedoea pengantin itoe doedoeklah dimoeka kwadé itoe, kedoea-doeanja seperti patoeng Boedha roepan ja. Pada sebelah menjebelahnja doedoeklah keloearga dan sekalian djamoe perempoean. Dibelakang pengantin itoe doedoeklah doea orang anak gadis mengipas-ngipas pengantin itoe. Menoeroet 'adat jang biasa disitoelah pertemoean jang pertama kali antara laki dan isteri, jang baroe-baroe kawin. Kira-kira poekoel setengah toedjoeh, masoeklah regén-regén itoe kedalam dan doedoeklah seperti boelan sebelah dimoeka pengantin itoe. Dibelakang pengantin itoe doedoeklah poela kaoem keloearga perempoean. Sesoedah itoe pergilah kedoea pengantin itoe mentjioem kaki keloearganja jang toea-toea. Anak-daralah jang lebih dahoeloe berdiri, dan pergilah berloetoet kepada iboekoe, laloe menjembah dan mentjioem loetoet iboe; demikianlah djalannja ia menerima rahmat dari pada iboe atas perkawinannja. Dari iboe itoe pergilah adik- koe kepada mamak-mamak moeda. saudara-saudara jang toea akan meminta rahmat seperti tadi. Kemoedian pergilah ia lagi kepada bapak mentjioem loetoetnja meminta rahmat, sesoedah itoe pergilah ia kepada mentoeanja jang laki-laki dan bapak-bapak moeda dan saudara-saudara laki-laki sekalian. Sesoedah itoe doedoeklah ia kembali ketempatnja dan mempelaipoen moelaïlah pergi mentjioem loetoet sekalian meréka itoe, seperti jang telah diperboeat oléh anak-dara tadi. Setelah soedah ber- boeat jang demikian itoe, maka berdirilah regén-regén itoe pergi minoem téh dan makan makan-makanan jang telah dihi- dangkan orang, seperti tadi malam. Poekoel tengah delapan baroelah diizinkan pengantin berdiri dari tempatnja. Berbimbing-bimbingan berdjalanlah meréka itoe keloear. Sepatoetnja meréka itoe berdjalan berloetoet, tetapi karena meréka itoe kedoeanja baroe semboeh dari pada sakitnja, di izinkan ia berdjalan berdiri. Pada kaoem regén jang lain: mempelai itoe setiba diroe-
iï-kaliTa^hoS'h haroeslah merangkak menaiki tangga, seka-Itoelah m-u₁'1' sebeIoem la bertemoe dengan isterinja.
| 1 sebeIoem | la | ||
|---|---|---|---|
| ai pergi,ah | nggan S kalia n | kebilik pakaiann pakaian | a |
| e | asan dlkeni |
ah adat oiang besar-besar namanja • kPlSPv. anak-dara dan adikkoe pergilah 1-mo n H T J' akan menjamboet keda- tangan djamoe bangsa Eropah. n, anak-dara itoe sehari lamanja, api menanggalkan hanjalah dalam lima menit sadja. Sanc- fnnlïn" P' "fimja tidaklah kami tanggalkan. Kami anak-anak gadis, jang sebenarnja ta' boléh mengenakan pakaian anak-dara, tetapi hal itoe tiadalah kami pedoelikaTkamiW- lah sadja pekerdjaan itoe. Pikiran jang seperti itoe/pada sanïka deïïaï nakaif Mjf?kan. kami ta' boléh memakaii adik kami hpS f anak-dara! Kami beri adikkoe berkain soetera jeitekat emas dan kebaja beledoe bersoedji pérak. Kami kenakan dilehernja dokoh intan jang lain. Boenga-boenga emas jang diramboetnja dan teesoek koendainja kami tanggalkan laiahSwni San 1 dlkePalanJ'a mahkota emas dan dengan; i ' Dikepalanja kami toesoekkan intan permata jang bertangkai berpilin-pihn. Demikianlah adikkoe kami pakaii bermahkota berlajah, ta' oebahnja seperti poeteri dalam tjeritera senboe satoe malam. Bagoes sekali roepanja ia memakai pakaian itoe, demikianpoen berpakaian seperti wajang. Sajanglah ta' dapat kami me!oe- roeh memboeat porterétnja.
| Mempelai | waktoe itoe memakai | badjoe angkatannja. Sekali laei | ||
|---|---|---|---|---|
| lt06 düedo | ek kem | |||
| iek me reka | ltoe | |||
| ja nj0 nj a | dar11 | |||
| e dallam | b hasa | |||
| u me ian | rnen 1 | Ja djalanlah | ela |
lrumS nnTT 'i, °eka kwadé, dan tatkala hampn poekoel delapan, pergilah meréka itoe berkepit tangan kesei ambi moeka, doedoek dikoersi keemasan jang tersedia ^."^,,.--ïang dilingkoengi dengan pohon pinang. isana berdirilah mereka itoe menerima oetjapan selamat dari "^" :,, toean-toean bangsa Eropah. Itoelah namanja uï'!;i a Belanda; dalam pada itoe dipendopo beiboenjilah moesik, amat merdoe-merdoe sekali lagoenja, dan ,'.!;' d.)adilah poela; kedoea pengantinpoen dengan beberapa k-ilF" P° berkeliling pendopo
Poen menoeroet 'adat jang biasa, anak-anak gadis ta' boléh pergi kealat kawm. Itoepoen tidaklah kami indahkan. Masakan kami akan tmggal dibelakang sadja, waktoe memperalatkan perkawinan adik kami itoe! Hampir poekoel doea belas, toean residén jang datang djoega menghadiri peralatan itoe berpidatolah, mengoetjapkan selamat kepada pengantm. Pidato itoe didjawab bapak. Setelah
i) Jiijaii telekueng (ulnierj
203
itoe maka djamoe bangsa Eropah memberi selamat tinggal laloe poelang keroemahnja masing-masing, tetapi toean residén dan beberapa orang toean-toean jang lain dan seorang nona sahabat kami, tinggal disana menghadiri keramaian Boemipoetera. Setelah djamoe bangsa Belanda berdjalan, maka datanglah kepala-kepala negeri Boemipoetera jang tadinja doedoek disisi pendopo, laloe masoek ketengah dan doedoek seperti boelan sebelah mengelilingi mempelai, jang waktoe itoe akan memperlihatkan kepandaiannja ten tang menari. Regén-regén dan kepala-kepala negeri jang lain masing-masing sekarang berpakaian angkatan jang biasa. Gamelanpoen berboenjilah dan toekang tari seorang gadis djogét moelaïlah menari. Patih Djapara menjembahkan kepada mempelai sehelai kain soetera diatas seboeah doelang' pérak. Setelah diterimanja seléndang soetera itoe, maka Patih itoepoen balik ketempatnja. Gamelan teroeslah diboenjikan dengan lemah lemboet, tanda meminta datang djoeara alat, akan memboeka peralatan itoe. Mempelaipoen berdirilah dari tempatnja laloe pergilah ketengah-tengah pendopo. Seléndang soetera itoe diikatkannja pada kerisnja dan dimintanja orang memboenjikan lagoe jang disoekaïnja. Permintaan itoe segeralah dikaboelkan. Ta' maoelah saja mentjoba mentjeriterakan keadaan tari itoe, karena ta' tjakap rasanja pénakoe merentjanakannja. Hanjalah jang dapat saja katakan, bahwa amat senang mata meman- dang djogét jang lemah gemalai itoe menarikan dirinja. Pergerakan badannja amat sesoeai dipandang dengan boe- nji lagoe gamelan itoe, dan dibelakangnja itoe menarilah gadis djogét itoe sei'ta menjanji sekali. Kepala-kepala anak negeri jang doedoek berkeliling itoe bertempik dan bersoraklah beramai-ramai dan menjanji bersama-sama. Ketika mempelai hampir habis menari, maka toean residénpoen tiba-tiba datang membawa doea gelas berisi minoeman kepada si pandai tari itoe, jaïtoe pada waktoe goeng berboenji penghabisan, akan penoetoep lagoe itoe, dan ketika kedoea pandai tari itoe sedang doedoek berloetoet. Dengan mengangkat sembah diterimanja oléh si pandai tari jang laki-laki segelas minoeman itoe dari toean residén, dan kedoea orang besar-besar itoe meminoem habislah isi gelas masing-masing, dan orangpoen bersorak-sorak dan gamelan berboenjilah poela melagoekan lagoe jang bersoekatjita. Seorang boedjang pergilah mengambil kedoea gelas jang kosong itoe, dan toean residénpoen mohonlah berangkat poelang. Setelah mempelai berdiri sekali lagi, laloe menari. Sekarang bapakkoe minoemlah memberi selamat menantoenja. Sambil menari itoe datanglah kedoeanja dekat- mendekati dan ketika goeng penghabisan akan berboenji ber-
oe toe tl ah si pandai tan jang moeda menjembah menerima noeman dan pada men toean ja, tanda oetjapan terima kasih ^egen-regén jang hadir, mengoet japkan sela- hnï'nïw f i menari dan pergi doedoek kem-
| la | 1)erhentl | |
|---|---|---|
| n,a Tloe | )angsa |
n ' | ïstennja. Sebentar lagi pengantinpoen berangkatlah. h' '' Eropah jang masih ada lagi poelanglah Keioemahnja masing-masing; tetapi kepala-kepala negeri boemipoetera teroeslah beramai-ramai sampai pagi. Toean- (iean itoe sekaliannja toeroetlah djoega menari, apalagi toean asisten-residen kami sangat pandai benar menari tjara Djawa. 1 boekoe, serta sahabatkoe jang perempoean dan saja bersa- ma-sama Roekmini doedoeklah djoega melihat keramaian itoe sampai waktoe djamoe bangsa Eropah habis poelang semoeanja. besokn.ia tinggallah kedoea pengantin itoe diroemah menie- •nangkan dm. Dan pada malamnja itoe haroeslah meréka itoe ment.ioekoepi lagi 'adat perkawinannja, ja'ni kedoea pengantin i oe pei oe peigi mendjelang roemah orang toea mempelai Urang Djawa mengatakan 'adat itoe „ngoendoeh mantoe" artinja kalau dibahasa Melajoekan: „memetik menantoe perem poean. Menantoe perempoean dimisalkan oléh orang-orano- toea mempelai seperti boenga jang dipetik oléh meréka 'itoe oentoek anaknja jang laki-laki. Jang sebenarnja kedoea pengantin haroeslah hendaknja berpakaian pengantin seperti pergi berarak, tetapi karena banjak mendatangkan leesoesahan kepada pengantin, sebab itoelah tiada dipakaikan. Mempelai berpakaian seperti biasa, adikkoe bersaroeng kaïn keemasan dan memakai kebaja soetera. Ram- boetnja disanggoel seperti kepala tjapoeng. Pada tempat jang koeben bertanda ini, diben berboenga-boenga. ja, sama sekali diatas kepalanja penoehlah dengan boenga melati iang bagoes soesoenannja. Pada sanggoelnja itoe disisipkanlah iagi boeno-a- boenga intan jang gilang-gemilang tjahajanja. Kedoea pengantin itoe doedoeklah' dikeréta, dimoeka dan di- )elakang keréta itoe berdjalanlah sekalian kepala-kepala negeri, jang toeroet berarak pergi mendjelang roemah tempat bapak mempelai menoempang. Beihari-hari, berpekan-pekan sesoedah pêi'kawinan itoe, ke doea meiéka itoepoen dikatakan orang djoega anak-dara dan mempelai. Dan anak-dara dikatakan orang sampai ia beranak. Adalah djoega perempoean-perempoean dan iboe-iboe, jang' selama hidoepnja dikatakan orang „ngantén", ja'ni kepéndékan dan pada „pengantin". Bebarapa haii sesoedah beralat, pergilah meréka itoe me- ngoendjoengi sahabat-sahabatnja bangsa Eropah dan handai tolannja. Lima haii sesoedah ka win, beralatlah sekali lagi dikaboepa-
tén; karena hari pekan jang pertama sesoedah kawin menoe- roet 'adat Djawa haroes dimoeliakan. Sepekan sesoedah beralat besar itoe, maka kedoea pengantin- poen berangkatlah meninggalkan roemah orang toeanja. Dima- na-mana meréka berhenti, selaloe disamboet dengan segala ke- hormatan dan soekatjita oléh sanak saudara. Di Tegal peralatan itoe dioelang sekali lagi; "disana meréka itoe tinggal sepekan, kemoedian baroelah pergi ketempatnja sendiri di Pemalang. Demikianlah tjeritera peralatan kawin orang Djawa jang besar-besar. Adikkoe kawin dikatakan dengan peralatan ketjil, sebab kami tiadalah memakai sekalian 'adat oepatjara. Walau- poen demikian boekan boeatan soesah kami mengerdjakannja; dan betapakah soesahnja lagi kalau beralat dengan 'adat jang selengkapnja? Kami sesoedah beralat hampir tiada berdaja lagi. Pemberian jang dibawa orang ketika beralat kawin, ja'ni: kain saroeng, kain pinggang, kain kepala, dan soetera oentoek kebaja, laken bakal badjoe djas dan ada djoega makan-makanan seperti: beras, teloer, ajam dan kerbau; sekalian itoe teroetama diper- goenakan selama dalam beralat. Kardinahpoen ada mendapat seékor sapi djantan jang bagoes dari bapak moeda. Dan pemberian itoe patoetnja diperlihatkan poela bersama-sama dengan barang-barang anoegerah jang lain!!! O ja, ada lagi jang hendak saja tjeriterakan, kalau orang menjembelih kerbau ketika beralat kawin itoe — biasanja menjembelih lebih dari pada seékor — maka pada beberapa djorong digali orang loebang dan dimasoekkan kedalam loebang itoe se- boeah ketiding jang berisi sirih, koeé', pinang, daging sesajat, darah kerbau jang disembelih itoe sedikit dan boenga-boengaan, atau diletakkan ketiding jang berisi itoe disimpang-simpang djalan, djamhatan dan disoemoer; sekalian itoe goenanja oen toek sedekah kepada djin dan sétan jang tinggal disana. Kalau tiada diboeat demikian, maka djin dan sétan jang tinggal di- djorong, disimpang, didjambatan dan disoemoer itoe marah nanti kepada meréka jang beralat itoe, dan merékapoen ten- toelah akan ditjelakakannja. Demikianlah kepertjajaan Boemi- poetera! Dari mana asal kepertjajaan itoe ta' tahoelah saja. Bagaimana pikiranmoe tentang hal itoe sekaliannja, Hilda? Seorang sahabat kami mengatakan bahwa bangsa Djawa itoe, jaïtoe satoe bangsa jang penoeh dengan tjeritera dan kabar jang 'adjaib-'adjaib. Siapakah jang akan membawa bangsa kami jang penoeh de ngan tjeritera wajang dan tjeritera jang 'adjaib-'adjaib itoe kepadang kemoedian, hidoep jang sebenarnja? Kesanalah kami
haroes pergi. Kalau kepertjajaan jang sia-sia itoe telah hilang lenjap, nistjaja ta' goenalah kami mengindjak-indjak kehéranan dan kebagoesan dalam tjeritera-tjeritera itoe. Apa poelakah jang koekatakan itoe? Dari pada membitjara kan itoe lebih baik saja bertanja kepadamoe, besarkah hatimoe membatja karangan jang pandjang ini, dan soekakah engkau mema'afkan kesalahankoe, karena telah menjoeroeh engkau me- noenggoe sekian lama? Sesoenggoehnja banjaklah hal jang bagoes dan 'adjaib-'adjaib dihati dan 'alam bangsa kami, ter- oetama banjak kehéranan dalam kepertjajaan hatinja jang masih seperti anak-anak itoe. Tentoe engkau tertjengang mendengarkan sekalian hal itoe, tetapi benarlah katakoe itoe, bahwa engkau bangsa Eropah telah mengadjar saja mengasihi dan mentjintaï bangsa dan tanah airkoe sendiri. Pendidikan kami jang seperti 'adat Belanda, tiada akan mendjaoehkan kami dari pada bangsa kami, melainkan ialah jang membawa kami bertambah dekat kepadanja. Pendidikan itoelah jang memboeka mata dan hati kami akan mengetahoei kebagoesan jang tersimpan pada tanah dan bangsa kami, dan ialah poela jang memboekakan ma ta kami akan mengetahoei kesoesahan dan kesengsaraan meréka itoe. Boekan boeatan tjinta kami kepada tanah dan bangsa kami! O! dapatlah kiranja kami hendaknja menolong nasib meréka jang malang itoe. Kalau dapat berapalah soekatjita kami! Tetapi ta' goenalah saja lebih lama lagi menggadoeh engkau, dengan tjakar ajam seorang anak gadis Djawa jang „gila" ini. Tjoekoeplah sehingga ini dahoeloe. Hoeboengan soerat: Pada beberapa tempat, 'adatnja ketika kedoea pengantin itoe baroe bertemoe, maka sebeloem anak-dara mentjioem loetoet soeaminja, haroeslah lebih dahoeloe membasoeh kaki mempelai akan tanda si perempoean memperhambakan dirinja. Djikalau seorang djanda laki-laki kawin dengan anak gadis, atau djanda perempoean kawin dengan seorang anak boedjang, maka sesoedah melémparkan sirih, maka djanda itoepoen me- noendjoekkan sekerat kajoe jang masih berapi kepada si gadis atau si boedjang jang beloem kawin; dan dalam hal itoe si djanda menerima poela seboeah kendi jang berisi air akan pemadamkan api itoe. Setelah api itoe padam dan air dalam kendi kosong, maka kajoe itoepoen diboeangkan dan kendi itoe dipetjahkanlah. Apa maksoed atau arti perboeatan itoe, ta' goena saja terangkan, karena moedahlah dima'loemi. Engkau hendaknja patoet sekali melihat adikkoe tatkala ia doedoek bersama seperti patoeng Boedha dimoeka kwade itoe, betoel-betoel bagoes. Baik benarlah sedianja disoeroeh porterét atau jang lebih baik lagi disoeroeh gambar dengan tangan, se-
hingga sekalian warna jang dipakainja itoe dapat dilihat dengan seterang-terangn j a. Betapa haloes tertib dan sopannja waktoe berdjalan diatas permadani dengan boenga-boengaan sebanjak itoe serta haroem- nja ditambah lagi dengan baoe doepa, ta' dapat saja perikan. Tetapi roepanja hampir seperti Boedhisatwa. Kalau saja sekarang mendengar boenji gamelan dan mentji- oem baoe boenga-boengaan jang bertjampoer dengan baoe doepa, maka terkenanglah oléhkoe keadaan adikkoe jang telah laloe. Banjaklah meréka itoe jang memoengoet boenga-boengaan jang tertaboer diatas permadani tempat adikkoe berdjalan itoe, karena menoeroet kepertjajaannja, boenga itoe membawa oen- toeng baik kalau disimpan; dan kalau anak-anak gadis jang menjimpannja, akan beroetoeng mendapat soeamiü! Padakoe sekarang adalah seboeah kitab agama Boedha, jang bernama „De ziel van een volk" (Njawa soeatoe bangsa); isinja amat bagoes!
#
- # 27 Maart 1902 (VIII).
t Tjelaan dan penghinaan orang banjak tiadalah kami in- dahkan; tetapi kesajangan meréka itoe jang bsrboedi, jang seriboe kali lebih tinggi daradjatnja dari pada meréka itoe, amat besar harganja kepada kami, karena ialah jang membe- sarkan hati bekerdja, memberi kekoeatan, pertolongan dan penghiboeran hati. Bagaimana djoega kesoedahannja, djangan- lah toean djemoe berboeat baik; itoelah kalimat jang saja batja tadi, dan menoeroet pikiran kami sekalian tjita-tjita kami mé- manglah baik. Sekalian orang tahoe, bahwa biasanja anak gadis bangsa Djawa dikawinkan oléh orang jang mengasoehnja dengan tiada setahoe si anak. Betoel ditanah Soenda anak-anak perempoean kenal akan djodohnja, pernah melihat dan bertemoe dengan dia, tetapi tjobalah tanjakan, ditempat manakah jang lain ditanah Djawa diperboeat orang demikian? Wahai, tjobalah lihat diroemah orang jang „baik-baik dan berada!" misalnja dikaboepatén. Tiadalah saja tanjakan, bagai mana pikiran perempoean-perempoean dan perasaannja ten- tang hal itoe, tetapi saja tahoe betapa anak-anak gadis jang mendapat pendidikan tjara Eropah memikirkan hal itoe. Sekiranja hal itoe ta' dapat dipikirkan oléh meréka itoe, tetapi tentoelah sekoerang-koerangnja ia merasa, betapa ia dihinakan orang.
208
„Meréka itoe hidoep bersenang-senang!" Kesenangan melipoerkan kedoekaan dan perasaan perempoean. Meréka itoe ta' boléh mengadoekan halnja, karena ia telah memboeat hal itoe menoeroet kehendak hatinja sendiri! Tetapi bagaimana anak-anaknja? Apakah jang lebih lagi menghan- tjoerkan hati lain dari pada kalau melihat kehidoepan anak-anak jang tjelaka dalam kesengsaraan, karena anak-anak jang semoeda itoe telah merasaï selekas itoe akan kesoesahan dan kekedjian hidoep? Apalagi anak-anak gadislah jang teraniaja benar, karena setiap hari meréka dipaksa memboenoeh perasaan hatinja. Tiadakah namanja itoe meroentoehkan kemaoean 'alam, djika seorang laki-laki tiada berboedi, memaksa isteri-isterinja wadjib berdjinak-djinakan seorang dengan jang lain? Patoet benarlah sekarang anak perempoean bangsa Boemipoe- tera sendiri berani mengeloearkan soearanja! Dan maoekah djoega nanti orang mengatakan dengan hati jang tetap: „Meréka itoe hidoep bersenang-senang, kalau se- kira dilihatnja poela apa-apa jang telah kami lihat, dan dike- tahoeinja poela apa-apa jang telah kami ketahoei?" Saja telah menjalin boeah pikiran toean Prof. Max Müller, seorang Djérman jang pandai dalam bahasa-bahasa tanah Timoer, babad, tarnbo d.1.1. Beginilah boenjinja: „Beristeri ba njak seperti 'adat bangsa-bangsa disebelah timoer, itoelah soea- toe „kebaikan" bagi pereimpoean-perempoean dan gadis-gadis, jang ta' dapat hidoep ditanah airnja kalau tiada bersoeami, atau kalau ta' ada seorangpoen jang akan mendjaganja." Max Müller telah meninggal, ta' dapat lagi kami memanggil- nja kemari akan menjoeroeh memperlihatkan kepada kami, dimana benar „kebaikan" beristeri banjak itoe terdapatnja. Atjap kali orang mengadjar kami serta mengatakan, bahasa kalau perempoean ta' kawin, itoelah jang sebesar-besar maloe, lagi bei'dosa besar. Ja, kerap kali benar orang mengatakan sedemikian kepada kami. O, dihinakan dan ditjela orang benar perempoean jang tiada bersoeami itoe. Kami ingin benar hendak pergi ketanah Belanda, karena tanah Belanda itoelah jang akan membébaskan kami. Tanah Eropahlah jang akan memberi kami berdinding besi, jang akan menangkis dan mengalangi segala asoetan dan peng- hinaan orang banjak di Hindia ini! Akan mendjadi bébas haroes kawin dahoeloe, sesoedah itoe bertjerai lagi! Tetapi bertjerai ta' moedah poela. Kalau soeami ta' soeka, kelangitpoen perempoean berteriak ta' akan dapat kebébasan itoe; tetapi kalau si laki hendak bertjerai, ta' oesah ia menanja kemaoean isterinja, setiap waktoe boléh perem poean itoe dioesimja. O, Allah! dimanakah letaknja rahmat dan ke'adilan oentoek doenia perempoean dalam hal itoe? Boléh
209
djoega perempoean membébaskan dirinja jaïtoe dengan oeang, ia wadjib membajar oeang sekian banjaknja. Itoelah poela soeatoe keadaan jang boeroek benar, jang dilakoekan oléh laki-laki kepada ikan dalam belanganja! Tetapi bagaimanakah kami akan dapat meminta ke'adilan, kalau ditanah Barat, tanah jang telah tinggi kesopanannja, masih djoega menjamakan perem poean dengan anak-anak atau oi'ang-orang gila? Ta' goena saja memperkatakan hal itoe lagi, nantilah poela saja hoeboeng.
*
* * 8 April 1902 (VIII).
Tambo tanah Belanda jang dahoeloenja, ketika saja masih bersekolah, ta' pernah menarik hatikoe oentoek mempeladjarinja karena mendjemoekan hati, sekarang baroelah membesarkan hatikoe. Girang hati membat jan ja, apalagi banjak kabar jang indah-indah didalamnja. Kitab jang koebatja sekarang djaoeh berlainan dengan kitab jang koebatja disekolah. Beladjar ketika telah ber'oemoer ada poela kebaikan- nja; sekaranglah baroe kami mengerti dan dapat memahamkan perkara-perkara jang diadjarkan dengan moedah. Banjak perkara jang dahoeloe seperti benda jang „mati" sadja, ta' dapat menarik hati kami, sekarang telah bersemangat dan ber- njawa, soeka benar kami hendak mengêtahoei sekarang keadaan benda-benda itoe. Dahoeloe ta' maoe kami mengindahkannja, karena kami ta' dapat mema'loerninja. Alangkah beroentoeng kami, kalau sekiranja ada kami menaroeh sekarang goeroe jang pandai mengoeraikan perkara-perkara jang hendak kami ke- tahoei! Goeroe-goeroe jang berdiam diri diroemahlah jang wa djib memberi kami djawaban akan sekalian pertanjaan kami. Hari ini saja mengadjarkan 'ilmoe „bahasa". Anak-anak ketjil itoe tertjengang-tjengang sadja melihat apa-apa jang saja per- boeat, sebab meréka tiada mengerti, tetapi mestilah diadjarkan djoega. Apabilakah akan tiba masanja kami dapat memeloek kepandaian dimoeka boemi ini, seperti seorang laki-laki jang mengasihi isterinja?
Kita haroes mentjahari dalam ingatan kita sekalian pikiran jang baik-baik; kalau tiada kedapatan biarlah jang ada dalam- nja meski jang ta' baikpoen digosok bersih₂, soepaja boléh bertja- haja; itoeiah soeatoe 'akal, soepaja hidoep boléh mendapat ke- soekaan, boekan? Telah banjak koepikirkan tentang hal jang dikatakan orang „hidoep senang". Dalam beberapa hal jang koelihat dalam beberapa hari jang baroe laloe ini atjap kali terkenang oléhkoe akan kalimat itoe, dan pahitlah senjoemkoe HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.
210
memikirkannja. O, njonja jang koetjintaï! Roepan ja tidaklah akan sekali ini sadja orang merahsiakan dan menidakkan sesoe- atoe hal jang kedjadian! Doenia ini masih penoeh berisi manoe- sia jang mengatakan dirinja mempoenjaï kesopanan tinggi. Karena itoelah maka meréka itoe ta' maoe melihat keadaan dan kebenaran jang sesoenggoehnja, sebab sekalian itoe dioempa- makannja seperti seorang perempoean jang bertelandjang boelat, dan dipalingkannjalah moekanja, sambil mentjela dan menghinakan perempoean itoe.
Petang ini roentoehlah rasanja hati kami melihat soeatoe tjontoh kesengsaraan hidoep. Adalah kami bertemoe dengan seorang anak jang ber'oemoer 6 tahoen sedang mendjoeal roempoet. Anak itoe kira-kira sebesar anak bapak moeda. Waktoe memikoel roempoet itoe tiadalah tampak badannja, hilang diantara kedoea radjoet roempoet jang dipikoelnja itoe, hanjalah seperti doea boeah radjoet roempoet jang tampak oléh kami berdjalan. Bapak menjoeroeh memanggil anak itoe, dan disa- nalah kami dengar kabar penanggoengannja, perasaan jang ditanggoeng oléh beratoes-ratoes, ja, beriboe-riboe kawannja jang lain didésa-désa. Anak itoe tiada berbapak lagi, iboenja pergi bekerdja dan diroemah tinggallah doea orang adiknja laki- laki. Ialah anak jang toea. Kami tanjakan kepadanja: soedahkah ia makan? „Beloem," djawabnja. Meréka itoe makan nasi sekali sehari, jaïtoe malam hari, kalau iboenja telah poelang; tengah hari dimakannja koeé sagoe seboeah jang berharga setengah sén. Saja pandanglah anak jang sengsara itoe, kemoedian saja pandang lagi anak moeda jang sama besar dengan dia itoe, dan teringatlah oléhkoe, bahwa makan kami 3 kali sehari; itoelah jang menghantjoerkan hati kami. Kami beri ia makan, tetapi ia ta' maoe memakan makanan itoe disana, makanan itoe dibawanja poelang. Sajapoen memandang anak ketjil itoe sampai hilang dari matakoe; perkakasnja hanjalah seboeah pemikoel dan seboeah sabit. Banjaklah pikiran jang timboel dikepalakoe dan perasa an dihatikoe ketika memandang anak itoe dari djaoeh. Maloelah saja memikirkan kelobaan dirikoe sendiri. Saja ha- nja memikirkan dan mengenangkan halkoe sendiri; tetapi lihat- lah diloear roemahkoe, amat banjak orang jang lebih tjelaka dan sengsara! Sebentar itoe djoega seperti kedengaranlah oléh koe orang dikelilingkoe mengeloeh dan memekik meminta tolong sampai keoedara karena kesengsaraan. Lebih koeat lagi dari pada keloeh dan pekik jang terdengar ditelingakoe, soeara jang mengatakan: „Bekerdja, bekerdja! bekerdja! Berperanglah engkau mereboet kebébasanmoe itoe! Kalau engkau telah bébas
211
oléh karena bekerdja itoe, baroelah dapat engkau menolong orarig lain! Bekerdja! Terang sekali kedengaran oléhkoe soeara itoe sedemikian terangnja, sehingga seperti tampak oléhkoe tertoelis dipemandangankoe, menjoeroeh sa ja menoeliskannja kepada toean, karena toeanlah jang maoe menoeroet bersama-sama menanggoeng perasaan kami. Toean kedoea saja taroeh dihatikoe, dan kaoem keloeargakoe sekalipoen tiadalah koe- kasihi demikian. Dalam pikirankoe bersama-sama dengan toean lah hati dan njawakoe, toean kedoea telah mendjadi hati djan- toengkoe sedjak kita berkenalan! Alangkah 'adjaibnja hidoep didoenia ini, beloem berapa lamanja jang laloe, saja ta' tahoe, bahasa toean kedoea adalah hidoep didoenia ini dan toeanpoen ta' tahoe poela kepadakoe, tetapi sekarang toean ta' dapat di- pertjeraikan lagi dengan saja!
*
- # 27 April 1902 (VII).
Dari sedjak ketjil saja soeka beladjar dan selaloe niat dan maksoed saja jang teroetama sekali hendak mengetahoei sekalian hal, soepaja saja boléh mernberi paédah dalam hidoep ber sama-sama. Berapa soekanja hatikoe hendak toeroet beladjar bersama-sama dengan anak laki-laki bangsa kami disekolah menengah (H.B.S.), tetapi sajang tiada dikaboelkan! Telah beroentoenglah kami, karena kami telah dapat mengoendjoengi sekolah Belanda itoe, sebab boekanlah 'adatnja anak-anak gadis pergi kesekolah; dalam hal itoe kami meminta terima kasih kepada bapak kami, karena keberaniannja telah meroesakkan 'adat, menjoeroeh kami bersekolah. Pengetahoean dalam bahasa Belanda mernberi kami kesoekaan jang tiada tepermanaï banjaknja. Ialah jang memboekakan kazanah ni'mat bagi kami, jang dahoeloenja ta' tahoe kami akan keadaannja. Apa-apa jang bagoes pada bangsa asing, soeka kami memberi- kannja kepada bangsa sendiri, tetapi ta' adalah maksoed bagi kami hendak memboeang apa-apa jang bagoes pada bangsa kami dan menggantinja dengan benda-benda bangsa asing; melainkan itoe bergoena kepada kami akan menambah keba- goesan kepoenjaan kami. Ja'ni akan mengangkat daradjat bangsa dan membawanja kepada kelakoean dan kesopanan jang lebih tinggi, sehingga keadaan kemanoesiaannja mendjadi baik dan beroentoeng; itoelah tjita-tjita kami. Sekalian peperangan hidoep kami bergoena oentoek mentjapai tjita-tjita itoe. Tetapi bagaimanakah kami akan mentjapainja? dan apakah moela- moela akan dikerdjakan? Kita haroes moelaï bekerdja pada permoelaannja. Dan permoelaan itoe bernama: pendidikan!
212
O! atjap kali timboel dihati ketjil kami, tiap-tiap kali apa- bila kami mengienangkan kesoesahan dan ratap-tangis meréka itoe, ka ren a kesengsaraan badan dan hati, soeatoe pengharapan jang amat sedih: „Berilah orang Djawa pendidikan jang baik." Sama sekali, sekalian anak negeri sekarang akan diberi pendi dikan jang baik, tentoelah ta' dapat, hanja boléh djadi kalau dimoelaï dahoeloe dengan orang jang patoet-patoet dan kemoedian berangsoer-angsoer dilébarkan sampai kepada bangsa jang dibawahnja!
*
- #
17 Mei 1902 (I).
Ta' dapat koekatakan kepadamoe betapa besar hatikoe, karena baroelah sekarang saja boléh lagi teroes beladjar. Sekarang saja mengoelang pengetahoean jang telah koeketahoei dahoeloe. Telah lebih dari 10 tahoen saja keloear dari sekolah; dan héranlah saja karena tiada sekaliannja telah saja loepakan. Adalah poela keélokan dan keoentoengankoe lambat beladjar itoe, jaïtoe saja sekarang lebih moedah mengerti dan memahamkan pengadjaran dari pada témpoh masih ketjil. Sajang sekali 'oemoerkoe sekarang telah 23 tahoen, tidak lagi tiga belas tahoen seperti dahoeloe. Waktoe itoe tentoelah saja dapat banjak menambah pengadjarankoe, tetapi saja sekarang terikat oléh 'oemoerkoe. Moela-moela saja hendak mengambil diploma goeroe Belanda dan kemoedian saja toèroet dalam oedjian mengambil diploma satóe atau doea bahasa anak negeri. Sebentar ini saja haroes berhenti bekerdja, karena tangkai pénakoe patah, beloem pernah kedjadian hal sebagai itoe padakoe! Kasihan, pada pénakoe itoe! Saja sajang kepadanja, karena telah lama kami bekerdja bersama-sama dengan hati jang girang. Saja ini seperti orang gila, karena siapakah jang mengeloeh demikian, sebab tangkai pénanja jang patah? Pada boelan April jang baroe laloe, kami pergi berdjalan djaoeh, karena kami hendak pergi melihat adik kami. Ketika kami berangkat dari roemah, tiadalah kami berhadjat pergi kepadanja, melainkan kami hendak pergi melihat saudara perem- poean kami jang toea, jang déwasa itoe sedang sakit. Disana kami terima soerat dari pada adik kami, jang bersoenggoeh- soenggoeh meminta, soepaja perdjalanan kami itoe mestilah di- teroeskan sampai ke Pemalang. Bésok harinja kami berkeréta- apilah pergi kesitoe. Ta' dapatlah saja mentjeriterakan perte- moean kami itoe! Betoel-betoel sangat menggirangkan hati ka mi! Moela-moela tiadalah lain, jang kami perboeat hanjalah
213
seorang melihat jang lain, laloe tertawa tersenjoem-senjoem dengan berpegang-pegangan. Meminta sjoekoerlah saja melihat adikkoe itoe dalam séhat wa'l'afiat. Lebih-lebih dari dahoeloe roepa badannja sekarang, adalah semisal boenga jang baharoe kembang. Pipinja mérah sebagai paoeh dilajang. Bertambah- tambah banjak saja meminta sjoekoer melihatkan betapa soe- a min ja menghormati dan menghargaïnja. Betoel girang soenggoeh hatikoe memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim dengan saudarakoe jang baharoe itoe. Ia seorang jang baik hati dan banjak sipat jang baik-baik terdapat padanja. Ia selaloe berkata benar, 'adil dan setia serta berhati jang pengasih dan pen ja jang. Adikkoe itoe tidak sadja isterinja, tetapi djoega mendjadi kawannja, sahabatnja jang perempoean dan iboe dari pada anak-anaknja, jang tiga orang itoe, jang mengasihi adikkoe sebagai iboe kandoengnja sendiri. Anak-anak itoe selaloe menoeroetkannja kemana-mana, seperti koetjing maoe. Anaknja jang soeloeng ber'oemoer toedjoeh tahoen, tinggal diroemah nénéknja. Adikkoe itoe soeka benar hendak membawa si anak itoe keroemahnja, dan anak itoepoen amat sa jang kepadanja dan maoe poela datang kesitoe, tetapi nénéknja ta' maoe melepaskannja. Anaknja jang doea orang la- gi anak perempoean baroe ber'oemoer 4 dan 6 tahoen; sekarang adikkoe mengadjar meréka itoe diroemah, dan anak-anak itoe- lah nanti bakal djadi moerid-moeridkoe, Stella! Soeaminja me- njerahkan pendidikan anaknja sama sekali kepada adikkoe, ten- toelah adikkoe akan mengasoeh anak-anaknja itoe seperti tjita-tjita kami. Adikkoe tatkala masih gadis ta' dapat menjampai- kan kenang-kenangan kami, tetapi kerdja jang ditanggoengnja' sekarang koerang bagoeskah itoe ? Ia selaloe boléh menaboerkan kebadjikan kesana sini. Djalan jang kami toeroet soenggoehlah berlain-lainan, tetapi kami kedoea dalam itoe sama-sama bermaksoed akan menghasil- kan tjita-tjita kami itoe. Kalau djalan jang ditoeroet itoe ber-lainan sekalipoen tiadalah ia akan mendjadi alangan, boekan? asal sadja djalan itoe baik dan kitapoen sampai ketempat jang ditoedjoei itoe.
Saja berniat soenggoeh-soenggoeh hendak pergi kenegeri Belanda, adalah beberapa sebabnja. Pertama karena disana lebih baik dari pada disini melengkapkan sekalian keperloean oentoek kerdjakoe nanti, jang akan koetanggoeng; kedoea saja hendak bernapas dalam oedara ditanah Eropah akan memboeangkan ketjelaan jang masih ada pada dirikoe; soenggoehpoen ta' banjak, tetapi ia mengganggoe oesahakoe. Negeri Belanda wadjib dan akan mendjadikan saja seorang perempoean jang bébas sebenar-benarnja. Oedaramoe, kedinginan tanah airmoe wadjib
214
menarik dan memboeangkan sekalian ketjelaan jang ada pada dirikoe; sesoedah itoe baroelah saja bébas! Dengarlah oempamanja ini: Saja tiadalah akan berhati gen- tar dan maloe-maloe akan menempoeh seboeah bilik besar, jang penoeh dengan toean-toean bangsa Eropah; tetapi amat bi- ngoeng saja rasanja akan menerima seorang laki-laki bangsa koe jang tidak koekenal, dan jang beloem beristeri mendjadi djamoekoe. Engkau tentoe mengatakan kelakoeankoe jang se- demikian bodoh, ta' patoet dan gila, tetapi sekalian itoe benar; saja ta' berani oempamanja, laloe dimoeka orang laki-laki asing, kalau ta' ada pengiringkoe. Sekiranja ada pengiringkoe tiadalah senang hatikoe menempoehnja, karena maloe! Sekarang ma'loemlah engkau, soenggoehpoen besar kehendak- koe akan bébas, ta' dapatlah djoega saja mendjaoehkan diri koe dari pada kekerasan pendidikan bangsakoe, jang memper- tjeraikan soenggoeh-soenggoeh doenia anak-anak perempoean dengan doenia anak-anak laki-laki. Selaloe dipertaroehkan orang kepadamoe, bahasa ta' patoet anak gadis menampakkan dirinja kepada mata laki-laki asing dan haroes senantiasa mendjaoehi tempat laki-laki; dan dengan hal jang demikian ta' héranlah lagi, jang anak gadis itoe sangat sekali takoet akan bertemoe dengan machloek itoe. Hal jang seperti itoe mestilah beroebah; dan ketjelaan itoe wadjiblah hilang. Kalau tiada hilang bagai- manakah kami boléh bekerdja bersama-sama dengan laki-laki nanti? Itoelah tjita-tjita kami jang amat besar! Oedara ditanah Eropah sadjalah jang dapat membersihkan kekerasan pendidikan bangsakoe jang ada pada dirikoe ini; tanah airmoe, Stella, jang akan memboeangkan tjelaan jang merintangi kemadjoean itoe. Tertawakanlah saja sesoeka hatimoe atas perkataankoe jang ta' sempoema itoe. Tetapi pastilah tanahmoe jang akan mem- bébaskan dirikoe, betoel-betoel bébas! Pada 19 April baliklah kami dari perdjalanan itoe. Bapakkoe mendjempoet kami dari setasioen, jang tiada berapa djaoehnja dari roemah, dan. ditjeriterakannjalah kepada kami dengan riang, bahwa ia dapat soerat kawat jang pand jang isinja, dari pada toean residén, mengatakan kabar baik, ja'ni toean van Kol akan datang bésok ke Djapara. Itoelah soeatoe soerat selamat datang jang amat menggirangkan hatikoe, apalagi diroemah telah menanti poela soeratmoe. Sekalian pegawai jang berke- doedoekan disepandjang djalan jang akan dilaloei oléh toean van Kol dapat perintah dari pada toean residén akan menoenggoe kedatangan toean itoe. Dalam perdjalanannja dari Semarang ke Djapara sekaliannja diperhatikannja dengan soenggoeh-soenggoeh. Alangkah radjin dan tadjam otaknja! Ta' ada jang tiada
215
diselidikinja. Melihat, mendengar, memasoekkan kepikiran, me- mahamkan, sekalian itoe telah 'mendjadi satoe padanja. Hari Ahad kira-kira poekoel 3 petang sampailah toean van Kol ke Djapara dengan seorang djoeroe kabar, jang mendjadi pe- noendjoek djalan serta djoeroe bahasanja, bersama-sama dengan bapak jang pergi menjongsong meréka itoe kebatas. Ditengah djalan meréka itoe mendapat ketjelakaan, jaïtoe soemboe roda keréta meréka itoe patah, dan perdjalanan itoe diteroeskanlah dengan sado jang amat lam bat larinja. Beroentoeng benar toean itoe! karena dimana-mana sadja, kalau perloe, dapatlah ia me iepaskan lelahnja; diatas sado jang terbanting-banting itoe dapatlah ia tidoer njenjak seperti ditempat petidoeran jang berkasoer. Toean itoe ta' maoe menoempang ditempat-tempat lain, lain dari pada diroemah makan, sebab itoelah selaloe ditolaknja permintaan orang jang h?ndak mendjamoenja menoempang di roemah meréka itoe. Ketika ia baroe datang, ia bermaksoed ójoega hendak menoempang diroemah makan; tetapi setelah ia berkenalan dengan kami, maka diterimanjalah permintaan kami, soepaja sekali itoe ia menoempang diroemah kami. Kemoedian kami dengarlah, bahasa karena kamilah maka toean van Kol memoetoeskan maksoednja itoe. Dilihatnja disini ba- njaklah hal-hal jang hendak didjadikannja pengetahoean dan pemeriksaan. Ia hendak menjelidiki, bagaimanakah kebaikan pendidikan bangsa Eropah oentoek anak-anak perempoean bangsawan dan itoelah sebabnja maka ia ta' maoe meiepaskan sa'at jang baik itoe. Oentoeng benarlah kemoedian baroe kami tahoe akan mak soednja itoe; djika sekiranja waktoe itoe kami tahoe, bahwa kami akan djadi benda jang akan diselidikinja, tentoelah kami akan bergoesar hati dan tiadalah akan berlakoe seperti jang biasa sadja. Ketika makan tengah hari selaloe kami memperbintjangkan anak isterinja. Besar hati kami mendengarkan bagaimana ia menghormati isterinja. Karena berkirim-kiriman soeratlah ia kenal akan isterinja. Itoelah jang memperhoeboengkan meréka itoe, Stella. la berkirim-kiriman soerat dengan isterinja itoe dahoeloe, ialah tentang karangan njonja itoe. Dengan tiada disangka-sangkanja diketahoeinjalah sekarang, bahwa ia adalah menaroeh rahmat Toehan jang amat baik itoe, ja'ni pandai mengarang. Ia dahoeloe djadi pendidik, dan pada soeatoe hari ia pergi dengan kawan-kawannja tamasja kepada seboeah gedoeng dikaki goenoeng Penanggoengan. (Menoeroet nama gedoeng itoelah nanti roemahnja di Prinsenhage dinamaïnja poela sedemikian: „Lali Djiwa"). Seorang diantara meréka itoe haroes mengarangkan perdjalanan itoe. Ketika dioendi» njonja
216
itoelah jang- kena. lapoen mengirimkan karangannja tentang perdjalanan itoe, dan sesoedah itoe djoeroe kabar kerap kali meminta karangannja lagi. Toean van Kol mengoendj oengi sekalian negeri tempat ia diam dahoeloe dan tempatnja bekerdja. Anak-anak jang dahoe loe bermain-main dengan anak perempoeannja, sekarang dilihat- nja telah mendjadi iboe. Ia masih tahoe akan nama meréka itoe. Di Djawa Tengah ia hendak tinggal 4 hari lamanja, dan dalam hari jang empat itoe ia hendak tinggal sehari bersama-sama dengan kami. Stella, kesoekaan hati kami seperti pada, hari'itoe dan malamnja bersama-sama dengan toean van Kol, telah lama tidak kami rasaï. 0, alangkah baiknja kalau adikkoe ada diroe mah ketika itoe, betapakah ia akan bergirang hati dan djikalau engkau ada disini, Stella, tentoelah engkau akan toeroet ber- besar hati bersoeka raja; tetapi engkau pada masa itoe ada bersama-sama, karena engkau ada selaloe dalam kenang- kenangankoe, ketika saja doedoek dekat toean van Kol. Hatikoe berdebar-debar mengatakan: Stella, Stella. Sekalian itoe per- boeatan engkau, hai kekasihkoe, karena engkaulah jang sebe- narnja toean van Kol doedoek bersama-sama dengan kami, bertjakap, bertjengkerma, mengeloearkan pikiran jang menggi- rangkan hati benar-benar, ialah akan mendjadi penebas djalan oentoek kami! Saja selaloe banjak meminta terima kasih kepa- damoe, ta' terbalas djasamoe oléhkoe, Stella. Kami semoeanja doedoek dimoeka dipendopo jaïtoe djamoe kami, orang toea kami, Annie Glaser, Roekmini dan saja sendiri. Kami perlihat- kan kepadanja sekalian barang-barang hasil kepandaian bangsa kami. Toean van Kolpoen tertjengang tersenjoem-senjoem melihatnja, sambil ditoeliskannjalah nama barang-barang itoe dalam seboeah kitab peringatannia. Beberapa orang dalam madjelis itoe, berdirilah meninggalkan tempatnja, maka sajapoen beralihlah doeloe kepada seboeah koersi jang kosong, dekat toean van Kol itoe. lapoen moelaïlah bertania: „Betoel Radén Adjeng hendak pergi kenegeri Belanda? Melchers, jang mengatakan kepada- koe." Sajapoen membenarkan katanja itoe, dan ia laloe teroes berkata: „Tetapi soesah bagi toean balik kemari nanti. Dan akan balik kemari itoelah soeatoe'kesoesahan jang amat besar." „Apakah maksoed toean berkata demikian?" lapoen laloe meminta hendak berkata teroes terang dan me ngeloearkan pertimbangannja. Djawabkoe: „Itoelah jang saia kehendaki kepada toean." lapoen berkata poela: „Bagi Radén Adjeng nanti soesah, kalau kawin. Kalau Radén Adjeng telah pergi kenegeri Belanda, tentoelah toean tidak akan bersenang hati lagi, kalau toean mendjadi isteri seorang kepala negeri." Diberinja bermatjam-matjam oempama, bahwa banjak sa-
217
habatnja nona-nona Hindia jang terpeladjar, jang telah kawin dengan Belanda totok. Meréka itoe betoel amat tjinta-men- tjintaï, tetapi nona Hindia itoe ta' dapat hidoep tjara Belanda dan soeaminja ta' dapat hidoep tjara Hindia; itoelah sebabnja banjak perselisihan diantara meréka itoe." Moela-moela saja berdiam diri sadja membiarkan dia menge- loearkan boeah pikirannja. Sesoedah itoe baroelah saja mene- rangkan pertimbangankoe: „Toean van Kol, maksoedkoe pergi kenegeri Belanda hendak beladjar mentjari kepandaian oentoek mendjadi goeroe, dan kalau balik nanti ke Hindia, saja hendak memboeka sekolah oentoek anak-anak kepala-kepala negeri jang perempoean. Saja hendak memberi pendidikan kepada meréka itoe." Ia tertjengang melihatlcoe, matanja jang hidjau itoe bersinar- sinarlah bergirang hati serta memandang saja, seakan-akan ia berkata dalam hatinja: „Itoe bagoes, hagoes kehendakmoe itoe, berbahagia maksoedmoe itoe," dan katanja kepadakoe: „Tiadakah besar hati Radén Adjeng menaroeh sesoeatoe mak- soed hidoep?" Ia bertanja itoe dengan beriang hati. keriangan itoe kelihatan pada matanja jang bertjahaja-tjahaja itoe Hatikoepoen besar mendengarkannja; dengan tiada setahoekoe, keloearlah sepatah kata dari moeloetkoe mengatakan: „Stella". Stella, djikalau sekiranja saja dapat mendjelmakan engkau kemari, dekatkoe barang sebentar, biarpoen sekedjap mata, maka boemi ini rasa- nja ketjillah bagikoe, karana pada sa'at itoe saja mengerti soenggoeh-soenggosh akan maksoedkoe sendiri; dan hal inilah. mendjadi soeatoe oentoeng dan bahagia serta rahmat bagikoe, apalagi tjita-tjitakoe itoe dihargaï oléh orang besar seperti toean van Kol itoe; perasaan hati jang demikian mestilah poela dirasaï hendaknja oléh iboe-iboe, kalau dilihatnja pikiran anaknja dima'loemi dan dihargaï orang. Toean itoe sangat memoedahkan kerdjakoe; saja ta' goena banjak berkata, ia mengerti lekas akan maksoedkoe dengan se- bsnar-benarnj a. Ia bertanja kepadakoe; soedahkah saja memperbintjangkan hal itoe dengan njonja Rcoseboom? Tidak, saja ta' sempat mengabarkan hal itoe, karena doea kali kami telah bertemoe dengan njonja itoe, selaloe pertemoean itoe dalam madjelis besar, sekali dalam keramaian menari dan sekali lagi dalam per- djamoaan jang besar. Roepan ja meréka itoe diistana di Bogor, mentjeriterakan hal kami, karena toean van Kol setiba diroemah kami, tiba-tiba bertjeritera kepada kami, bahwa toean besar Goebernoer Dj enderal kenal akan kami ketiganja. Sa jang saja ta' dapat pergi ke Bogor akan bertjakap-tjakap dengan njonja Rooseboom. Dalam perbintjangan lebih moe-
218
dah kita mengatakan apa-apa, jang kita pikirkan dan jang kita maksoed. Baroe-baroe ini saja didjamoe oléh seorang njonja, ia meminta saja datang ke Bogor menoempang diroemahnja. Njonja itoe kerap kali datang kepada njonja Rooseboom. Annie Glaser kalau ia telah témpoh pada boelan jang akan datang, akan pergi ke Betawi dan ke Bogor; ia akan pergi djoega menjampaikan pesan kami kepada toean dan njonja A., dan akan mem- perkatakan apa-apa jang terasa dihati kami, dan djoega akan pergi kepada njonja jang koeseboetkan diatas tadi. Ah, kalau sekiranja saja dapat pergi bersama-sama dengan dia, alangkah baiknja. Toean van Kol akan mengirim kabar nanti dari Betawi, apa jang patoet kami perboeat, misalnja, menoelis soerat permintaan dll. dan seboeah lagi, kalau ia telah kembali ke Betawi, haroeslah kami mengirim sepostjoek soerat kepadanja, menga takan nama dan 'oemoer kami, ringkasnja sekalian apa-apa jang kami kehendaki. Dan soepaja dinegeri Belanda dapat ia mie- ngenangkan kami, haroeslah saja mengirim soerat kepada is- terinja. Permintaan itoe telah kerap kali dimintanja dan saja- poen soeka benar mengaboelkannja. Maksoed Roekminipoen hendak pergi kesekolah tinggi; itoelah soeatoe maksoed jang disoekaï toean itoe dan djoega maksoed- nja hendak pergi kesekolah oeroesan roemah tangga oentoek pe- rempoean, jang akan dimasoekinja, djikalau diketahoeinja nanti bahwa ia tidak akan tjakap beladjar tentang hal kepandaian jang dimaksoednja itoe. Ia lebih soeka, kalau Roekmini pergi dahoeloe beladjar kesekolah tinggi beberapa boelan lamanja, sebeloem ia menetapkan pikirannja oentoek pergi beladjar tentang perkara oeroesan roemah tangga itoe. Baik benar menoeroet pendapatannja; kami berdoea akan bekerdja ber sama-sama, jang seorang akan memenoehi dan menolong jang lain. Ia selaloe berkata: „Pada pendapatankoe, bagoes benar kedoea Radén Adjeng bermaksoed jang demikian dan berani akan mengerdjakannja." Dan djoega saja perkatakan tentang hal pengadjaran pada segala sekolah 'ilmoe keséhatan toeboeh dan segala ke pandaian jang bersangkootan dengan 'ilmoe itoe; saja katakan kepadanja jang saja nanti hendak bersekolah dalam 'ilmoe ke séhatan toeboeh dan kepandaian paloet-memaloet orang loeka, membela orang jang sakit, dan segala pengetahoean itoe nanti akan saja adjarkan disekolah kami. Menoeroet pertimbangannja bagoes benar maksoed kami itoe. „Di Hindia ta' dapat Radén Adjeng akan menjampaikan maksoed itoe, atau boléh djoega disampaikan disini, tetapi de ngan kesoesahan jang amat besar. Ditanah Éropah moedah be nar menjampaikannja, karona disitoe semoeanja boléh didapat, dan dalam beberapa tahoen sadja, tentoelah toean akan tammat
219
beladjar. Radén Adjengpoen telah pandai bertjakap, menoelis, membatja dalam bahasa Belanda." Achirnja ia bei-kata: „Kita haroes pergi kenegeri Belanda. Kalau maksoed Radén Adjeng demikian haroeslah toean pergi ke Eropah, karena disini toean ta' dapat menjampaikan maksoed jang moelia itoe. Sajang soenggoeh sa ja kalau toean ta' dapat menjampaikan tjita-tjita hati toean itoe." Saja tjeriterakan djoaga kepadanja, apa se- babnja maka kami hendak tinggal beberapa lamanja ditanah Eropah. lapoen membenarkan perasaan kami itoe. Ia membenarkan poela kata kami, ja'ni kami akan memberi tjontoh teladan kepada orang banjak, tentoe soekalah orang akan menoeroet boeah pikiran kami; tetapi tentoelah akan bertambah-tambah kesoekaan itoe, kalau kami dididik dan dibawah perlindoengan Pemerintah bekerdja. Bangsa Djawa jang boléh dimisalkan seperti seorang anak jang besar, amat soeka akan keindahan dan keemasan. Djadi dimana sadja Pemerintah jang berkoeasa itoe mentjampoerkan dirinja, nistjajalah pekerdjaan itoe akan dihormati oléh orang banjak. Ketika saja katakan kepada toean van Kol sekalian tjita-tjita dan boeah pikirankoe itoe, maka bertanjalah ia kepadakoe menanjakan, dari manakah saja mendapat pikiran jang sede- mikian. Dengan soenggoeh-soenggoeh hati ia mendengarkan sekalian jang saja tjeriterakan itoe. Sebentar-sebentar ia bertanja kepadakoe: „Maoekah toean menoelis soerat kepada isterikoe ?" Kamipoen memperkatakan tentang hal pendidikan (kalau boléh diseboetkan) oentoek anak-anak perempoean bangsa wan.. Toean van Kol tahoe akan isteri regén-regén dan tahoe poela, bahwa meréka itoe hidoep soenji dan senjap. Telah adalah waktoenja sekarang akan memberi dengan seda- pat-dapatnja pendidikan oentoek anak-anak perempoean bangsa Djawa. Toean itoelah orang jang penghabisan sekali, tempat saja memperkatakan apa arti perempoean-perempoean dimoeka boemi ini. Betapa tjinta, hormat dan baktinja bila ia memper katakan isterinja, dan besar poela ia menghargakan, bahwa isterinja itoe seorang perempoean jang tinggi daradjatnja, lagi boediman jang mendjadi pedoman dan jang memberi petoea kepadanja! Orang besar itoe sangat mengetjilkan dirinja oentoek isteri nja hanjalah badannja jang ketjil itoe, tetapi hatinja dan pikirannja sangat besarnja. Itoelah jang merawankan hatikoe! Saja tatkala dihadapan toean jang terseboet berhati lemah lemboet. Betapakah baiknja bagikoe kalau Toehan jang pe- ngasih penjajang mendjelmakan saja nanti ke „Lali Djiwa", sehingga saja berpekan-pekan boléh bertjampoer dengan ma- noesia jang berhati soetji dan berpikiran moelia itoe.
220
Bolehkah hal itoe terdjadi, Stella? Saja tahoe benar, bahasa sekalian itoe bagoes sekali kalau kedjadian. Telah beberapa kali, pada waktoe jang baroe inipoen, koesangka jang tjita-tjita- koe itoe hampir-hampir akan terdjadi, tetapi jang sebenainja sekahan itoe ialah angan-angan sadja. Dan kalau ada apa-apa jang akan meroesakkan hati, baroelah ia datang dengan sebenarnja. Soedah banjaklah jang telah kami tanggoengkan oentoek tjita-tjita kami itoe, Stella; sekalian itoe kami ketahoei, demikian djosga banjak, ja, lebih banjak lagi jang akan ^ng' Jan" akan kami tanggoengkan. Moedah-moedahan Allah memberi berkat dan paédah bagi sekalian penang- goengan dan peperangan hati kami itoe, dan timboellah hendaknja karena itoe boenga-boengaan jang haroem oentoek sesama kami perempoean. Kamipoen akan meminta sjoekoer djoega, kalau sekiranja peperangan kesedihan hati dan ratap tangis kami itoe hanja menghasilkan seboeah boenga sadja oen toek meréka itoe! Kalau kami ta' dapat pergi ketanah Belanda, biarlah kami pergi ks Modjowarno. Banjaklah tjita-tjita kami nanti jang akan hilang lenjap, tetapi toean toeroetlah bersama-sama dengan kami mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami telah pandai mendjaga boedi pekerti kami selaloe tinggal tinggi. Pergi ke Modjowarno artinja kepada kami, bahwa telah berpoelang kerahmatoe'llah dari doenia tjita-tjita kami oen toek hidoep bersama-sama, tempat kami tinggal selama ini, dan sekarang kami hidoep lagi oentoek beberapa orang jang soeng- goeh kasih kepada kami, dan jang pikirannja kami hargaï benar-benar, ja, oentoek meréka itoelah sadja keperloean hidoep kami. Kami ta' dapat lagi berboeat barang sesoeatoe oentoek kemanoe- siaan perempoean-perempoean bangsawan, jang hidoep dalam sengsara (kebanjakan diantaranja bernasib jang demikian) dan itoelah poela jang amat mengibakan hati kami. Kami dapat memberi peitolongan kepada meréka itoe, hanjalah dengan péna dan dawat sadja. Tetapi boekti seboeah tjontoh jang njata, lebih baik dari pada seroean seriboe kata-kata jang bernjawa. Tjontoh itoelah jang dapat mengoeatkan arti kata-kata itoe. Bagi kami pergi ke Modjowarno soeatoe pekerdjaan jang moedah, disana tiadalah kami akan mendapat kesoesahan, dan tiadalah poela tjelaan akan kami tanggoeng. Anak negeri disana soeka benar menerima kami. Peperangan jang akan ditanggoengkan disana, ialah peperangan dengan diri sendiri, dengan bermatjam- mat jam keadaan jang gandjil dalam pendidikan kami. Adalah orang jang memberi saja pikiran menjoeroeh me- noeliskan sekalian jang telah koepikirkan dan koerasaï, tentang kelaliman laki-laki dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera, sehingga banjaklah diantaranja jang menang-
221
goeng hidoep tjelaka dan sengsara itoe. Sekalian ini baik koe- toeliskan dalam sepoetjoek soerat atau seboeah kitab, dan soerat atau kitab itoe dipersembahkan kepada Seri Baginda Maharadja Belanda. Nistjaja banjaklah kebaikannja perboeatan itoe oen- toek tjita-tjita kami, sebab perempoean bangsa Djawa sendiri jang menoendjoekkan kelaliman itoe. Tetapi saja haroes benar tahoe, apa jang akan saja perboeat itoe. Kalau saja mengeloear- kan soeara tentang hal itoe, maka sekalian laki-laki bangsa Djawa tentoelah akan marah dan bentji kepadakoe. Saja tahoe betoel hal itoe, dan bagi dirikoe sendiri tiadalah saja takoet akan kemarahan dan kebentjian meréka itoe, tetapi kalau saja nanti mendjadi goeroe, boléh djadi saja berdiri dimoeka kelas jang tiada bermoerid. Kepada orang jang demikian halnja, tentoelah meréka itoe ta' kan maoe menjerahkan anaknja. Kalau saja berboeat jang demikian itoe, ta' oebahnjalah seperti saja me- moekoel kelobaan hati laki-laki. Djagalah hati-hati meréka jang berani mengoesik doenia kesenangan laki-laki jang telah beroerat berakar itoe! Djawab tentang pertanjaankoe, apabilakah anak gadis Is lam berhak mendapat kemerdékaan, telah koeterima. Boenjinja: „Anak gadis bangsa Islam ta' pernah mendapat kemerdékaan; kalau ia hendak bébas haroeslah ia kawin dahoeloe, soedah itoe boléhlah ia bertjerai dengan soeaminja itoe." Kami anak-anak gadis haroes mensahkan sendiri hak kemer- dékaannja, dan memaksa doenia ini menjoeroeh mengakoe akan kebébasan itoe; hal itoe mesti kami lakoekan! Engkau telah ta hoe bahwa toean van Kol datang kemari dengan seorang djoe- roe kabar, toean itoe mengarangkan perdjalanannja bersama-sama dengan toean van Kol. Kedatangan meréka itoe kekaboe- patén Djaparapoen ditjeriterakannja poela. Tjobalah engkau pikir, dalam karangannja itoe ditjeriterakaimja poela sedikit perbintjangan kami dengan toean van Kol. Sekarang tahoelah orang kemana toedjoean kami. Saja harap benar jang pemberi tahoean itoe djanganlah hendaknja meroesakkan tjita-tjita kami, melainkan akan memberi paédahnja. Baroe sekali itoelah namakoe diseboet orang dalam hidoep bersama-sama jang bertali dengan bangsakoe, mémang disanalah nanti tempat namakoe itoe! Keadaan itoe amat membesarkan hatikoe, Stella, karena namakoe diseboet setali dengan bangsakoe, bangsa Djawa!
Simpanlah oléhmoe portelt itoe akan djadi soeatoe tanda mata dari perserikatan kami bertiga. Sajang si tiga sedjoli waktoenja telah laloe, telah habis dan amat bagoes keadaannja'; itoelah^ sebabnja maka sekarang kami haroes bertjerai-berai. Porterét itoe ialah porterét jang sebaik-baiknja, gambar kami
222
bertiga, dan seroepa benar masing-masing kami didalamnja. Porterét itoe diboeat pada hari Mauloed nabi Isa. Ja'ni porterét kami jang kesoedahan, ketika kami bertiga masih mendjadi anak-anak gadis. Porterét itoe menimboelkan doekatjitakoe melihat perkoempoelan kami bertiga itoe. Soenggoeh bagoes benar keadaan kami dahoeloe itoe, hati tiga bertangkai satoe, dan sekarang jang seboeah telah goegoer dari tangkainja. Boléhkah loeka jang sedemikian akan mendjadi semboeh? Saja ta' tahoe, dan kalau ia tersinggoeng sedikit sadja, maka darahpoen keloearlah. O, Stella, engkau ta' tahoe betapa kesoesahan hati kami ke- hilangan adikkoe itoe. Sekaliannja menimboelkan ingatan me- ngenangkannja, dan sekaliannja membisikkan adik kekasih ka mi itoe. Pada perasaan kami sekarang kami telah terlaloe taea, pertjampoeran kami seperti telah berzaman-zaman lamanja te lah laloe. Tetapi jang sebenarnja beloemlah tjoekoep setengah tahoen adikkoe itoe meninggalkan kami!
*
- #
26 Mei 1902 (V).
Soerat njonja jang kemoedian sekali jang didalamnja mene- rangkan kesoekaan dan kesajangan njonja tiada berhingga kepada bangsa Djawa, kerap kali koeoelang-oelang membatja- nja. Besar soenggoeh-soenggoeh hatikoe melihat toean ber- hati penjajang dan peramah oentoek memikirkan bangsakoe bangsa koelit hitam itoe. O, kalau sekiranja saja boléh berdekat- an dengan toean sekalian disini, sceka benarlah saja hendak memperlihatkan berbagai-bagai keadaan bangsa kami kepada toean. Dimanakah dapat orang memperhatikan dan mema'loemi akan hal keadaan sesoeatoe bangsa dengan sebaik-baiknja, ka lau tiada pada tempat meréka itoe sendiri, dan disini kami betoel-betoel dalam kampoeng Djawa? Njonja telah tahoe, baha- sa toean sekalian selaloe boléh datang kepada kami, dan kami- poen dengan soetji hati menerima kedatangan toean itoe. Pada perasaankoe baik soenggoeh hati njonja soeka menerima saja diroemah toean, tetapi apa boléh boeat, karena saja sekarang hanjalah boléh menerima sekadar kesoekaan toean itoe sadja. Sedangkan pergi berdjalan ke Bogor waktoe ini masih banjak alangannja. Tetapi siapa tahoe kalau-kalau peroebahan dalam hal itoe akan lekas datang! Siapa tahoe, sebab banjak kali apa- apa jang sekarang moestahil, ésok harinja telah kedjadian. Bangsa Djawa jaïtoe bangsa jang penoeh dengan kenang-ke- nangan dan tjeritera jang 'adjaib-'adjaib, dalam bermimpi dan
223
kenang-kenangan, banjaklah kedjadian hal-hal jang 'adjaib- 'adjaib. Dan hatikoe, hati Djawa itoe memegang kenang-kenangan itoe sangat tegoeh-tegoeh; kalau sekiranja pada zaman poerbakala boléh terdjadi hal jang gandjil-gandjil, tentoelah sekarang boléh dj oega terdj adi hal j ang sedemikian! O, sekiranja njonja tahoe apa jang dimimpikan anak-anak Djawa sahabat njonja itoe! Kalau saja tjeriterakan, boléh djadi toean akan tertjengang mendengarnja, tentoelah gandjil pada pikiran toean. Tetapi saja berharap, djanganlah toean beriba hati dan akan mengangkat bahoe mendengarkannja. Njonja tahoe, bahwa saja soeka soenggoeh hendak pergi ketanah air toean, boekan? Tetapi toean ta' tahoe apa sebabnja dan apa perloenja kami pergi kesana. Sekalian orang tentoe akan mengatakan, bahasa kami akan pergi melihat tanah dan keadaan bangsa asing dan akan tamasja dan berbesar hati sadja disana. Kami soenggoeh merasa sajang akan bangsa kami, sekalian ke- soekaan dan kedoekaannja, menjoekakan dan menjedihkan hati kami. Hérankah njonja mendengarkan kami telah berniat soenggoeh-soenggoeh akan memperboeat apa-apa jang baik, asal boléh memberi rahmat kepada bangsa kami? Apakah pertalian katakoe itoe dengan niat hendak pergi ketanah air toean ? Kami benar-benar disana hendak mengoempoelkan kepandaian oentoek bangsa kami. Apa-apa jang bagoes pada bangsa lain, pada bangsa toeanlah jang teroetama benar, hendak kami berikan kepada bangsa kami, dan dalam hal itoe tiadalah poela kami akan memboeang dan mengganti tabi'at meréka itoe, melainkan semata-mata akan menambah kehormatan tabi'at jang baik-baik, jang ada padanja. Itoelah maksoed kami jang teroetama sekali! O, hendak beleerd ja bersama-sama oentoek menghabiskan kerdja jang bagoes dan moelia jang akan meninggikan keso- panan dan kehormatan bangsakoe, itoelah kenang-kenangan kami, jang sa,ma harganja dengan sekalian peperangan hidoep. Sajang sekali saja tinggal berdjaoeh-djaoehan dengan toean, betapalah besarnja hatikoe kalau kita tinggal berdekatan, ten toelah selaloe saja boléh dapat bertanding pikiran dengan toean. Dan dalam pertjakapan itoe lebih moedah kita mengeloearkan pikiran dan kemaoean hati. Kita berkirim-kiriman soerat, makin lama makin menjenang- kan hatikoe, dan pikiran kita roepanja banjaklah jang sesoeai. Betapa soeka hatikoe hendak memperkenalkan toean dengan bangsakoe dan mema'loemkan hal keadaannja kepada toean, betoel seperti saja mengenal mema'loeminja. Amat banjak hal jang bagoes dan tersemboenji pada bangsakoe. Patoetnja se karang telah lahirlah seorang pandai, ahli pengarang jang pandai mengatakan kepada bangsanja sekalian tjita-tjita dengan
kata-kata jarig- menarik hati, seperti Fielding pandai berkata kepada bangsa Burma. Jang seperti itoe beloem ada pada kami, jang ada ialah kitab jang ternama karena pedih isinja, karangan toean Veth, jang menjebabkan banjak péna bergerak, dan kemarahan hati jang amat sangat! Manakah tanah jang ta' ada tjatjatnja? Tanah Hindia dan sekalian tanah dimoeka boemi ini masing-masing ada tjatjatnja. Kasihan, wahai engkau tanah Hindia! Ditanah asing orang hampir ta' tahoe kepadamoe dan kitab-kitab jang seperti ka rangan toean Veth, tentoelah tiada akan menarik hati orang akan n^engasihi engkau, tetapi tentoelah orang akan menolak dan membentji engkau! Augusta de Wit djaoeh berlainan pikirannja dengan pikiran pengarang-pengarang jang lain-lain. Ia menoelis meriangkan hati tentang tanah Hindia, dan betapa poela bagoes bahasa- nja! Dengan girang hati kami membatja karangannja didalam soerat kabar „de Gids". Tentang hal keadaan dan kepandaian anak negeri, Henri Borellah, jang seperti bermimpi, mentjeriterakan tanah Hindia dengan sebagoes-bagoesnja. Tetapi tentang hal jang lain-lain ta' senanglah hati membatja karangan Henri Borel itoe, sama- lah keadaannja dengan karangan sahabatnja toean Veth. Soedahkah njonja batja karangan Borel tentang „gamelan?" Pada perasaan kami karangan itoe ialah permata moetoe ma- nikam dari karang-karangan! Dan soedahkah toean mem batja karang'an Martine Tonnet tentang wajang orang di- istana Soeltan Djokdja, didalam soerat kabar de Gids? Karang an itoepoen mahkota dari segala karang-karangan poela. Borel haroeslah hendaknja pergi melihat orang menari serimpi. Alangkah bagoesnja sja'ir jang akan diboeatnja, setelah ia me lihat tari itoe! Tari poeteri-poeteri Solo dan Djokdja betoei seperti tari bidadari dikajangan. Itoelah tari sebenar-benar tari! Sajang kami ta' dapat pergi kesana. Atjap kali orang meminta kami akan pergi kesana, tetapi kami ta' soeka, karena kami mesti berpalcaian seperti anak-anak radja perempoean, ja'ni haroes berpakaian seperti anak-dara. Tetapi sekarang pénakoe telah tersesat lagi. O ja, kami soeka benar membatja, tetapi sajang, sajang kami ta' tahoe bahasa-bahasa asing dan ta' dapat kami mempeladjarinja di- sini. Telah beroentoeng bcnarlah kami dapat berkata-kata dalam bahasa toean. Ah, kami dahoeloe soenggoeh berniat benar hendak mempeladjari bahasa-bahasa itoe. O, betapa harapan kami hendak bersoeka hati, membatja kitab-kitab tjeritera bangsa asing didalam bahasa itoe sendiri. Betapa djoega bagoes nja kitab jang diterdjemahkan, tetapi kitab dalam bahasa asal-
nja ta' dapat tiada lebih bagoes. Tahoekah njonja kitab tjeritera-tjeritera 'adjaib jang bagoes, karangan Marie Marx-Koning? Kitab itoe pada pendapat kami amat bagoes. Pada perasaankoe ia sangat menjoekaï karang-karangan van Eeden. Boeah pikirannja dalam kitab jang bernama ,,'t Viooltje, dat weten wilde" menoeroet sepandjang pikirankoe samalah bagoes isinja dengan kitabnja jang bernama „De kleine Johannes". Bagaimanakah tentang isi kitab itoe menoeroet pikiran njonja? Pada pikir ankoe, isi kitab itoe amat bagoes, pikirannja benar dan karang- annja élok. Dengan soeka hati saja membat ja apa jang njonja tjeritera- kan kepadakoe tentang pendidikan anak toean dan peri keadaan orang-orang miskin ditanah Belanda. Ja, kesengsaraan orang miskin jang amat sangat dalam moesim dingin itoe telah banjak saja dengar. Kasihan, ja, kasihan soenggoeh kita kepada meréka jang sengsara dan tjelaka itoe! Saja sekarang berkirim-kiriman soerat poela dengan seorang anak gadis bangsa Friesch; anak gadis itoe kerap kali mentjeri- terakan kepadakoe hal keadaan dinegeri Belanda dan lebih-lebih keadaan di Friesland. Ia atjap kali doedoek dilantai jang dingin pada moesim bekoe bersama-sama dengan orang miskin jang tinggal diroemah-roemah boeroek dipadang pasir disana. Dalam moesim bekoe meréka itoe ta' dapat bekerdja, dan karena itoe ta' poela mendapat makanan dan pakaian, demikian lagi apipoen ta' ada dalam roemahnja oentoek memanaskan roemah tangganja serta anak-anaknja jang dalam menangis. Boekan boeatan sengsara meréka dalam hal itoe. Sengsara dan tjelaka jang seperti itoe ta' adalah kami keta- hoei; tetapi nantilah dahoeloe, djanganlah terboeroe-boeroe saja mengatakan itoe. Ta' djaoeh dari tempat kediaman kami boekan boeatan poela sengsara jang ditanggoengkan disana. Meréka tidaklah kedinginan, tetapi selaloe dalam kelaparan, batoe dan tanah sadjalah jang beloem dimakan oléh meréka itoe. Bermatjam-matjamlah kesengsaraan jang didengar dan dilihat jang ditanggoengkan oléh manoesia dimoeka boemi ini. Ini lagi. Bagaimanakah kelak kesoedahannja? Njonja tentoe telah mendengar kabar, bahasa adalah 5C0 orang anak-anak mendjadi jatim piatoe, jang ajah boendanja mati karena pe ri jakit koléra. Kasihan benar melihat boedak-boedak itoe di- timpa oléh mara bahaja dan kesengsaraan itoe; karena meréka masih ketjil beloem berdaja dan ber'akal, telah kehilangan iboe bapaknja. Tetapi karena pertolongan kiri kanan, sekarang meré ka itoe lebih beroentoenglah dari pada kalau meréka itoe tinggal pada iboe bapaknja. Sekarang meréka itoe dipelihara dan di- djagaï orang, tetapi dahoeloe ketika orang toeanja masih HABIS GELAP TERBITLAH TERAXG
226
hidoep, boléh dikatakan tiadalah diindahkan dan dipeliliarakan seperti sekarang.
- *
10 Juni 1902 (VIII).
Bahasa Belanda ialah soeatoe kepandaian jang sa ja soekaï benar-benar, sedjak dari dahoeloe banjak orang berkata, jang saja pandai berbahasa Belanda. Tetapi berperasaan dalam soea toe bahasa beloemlah artinja ada berpengetahoean dalam baha sa itoe! Beroentoenglah saja karena saja sajang benar kepada bahasa Belanda!. Mengertilah saja sekarang, bagaimana halnja orang jang ta' ada perasaannja dalam bahasa itoe, dan tentoe- lah ia akan mempeladjari bahasa itoe seperti soeatoe hoekoem- anlah baginja. Lain dari pada 'ilmoe bahasa, 'ilmoe boemipoen saja soekaï benar dan demikian poela berhitoengpoen; tetapi kepada 'ilmoe tambo (babad) selaloe saja berhati berat. Éoekannja karena saja ta' soeka akan 'ilmoe tambo itoe, ta' soeka mendengarnja, sekali- kali tidak, sajapoen tahoe benar bahwa banjak pengadjaran di- dalamnja. Tetapi orang mengarangkannja oentoek pengadjaran disekolah rendah, ta' pandai sepandjang pikirankoe. 'Ilmoe itoe haroeslah saja peladjari hendaknja kepada goeroe jang pandai bertjeritera, jang dapat membagoeskan dan menerangkannja. Pada 'ilmoe babad itoe, bahagian jang pertamalah jang amat saja soekaï ja'ni hal keadaan tambo jang lama-lama. Sajang sekali sedikit sadja tjeriteranja dalam kitab itoe. Itoelah baha- giannja jang saja soekaï, misalnja babad orang Masir, orang Gerik dan orang Roem. Dengan besar hati selaloe saja bat ja dalam soera t-soerat kabar tentang pasar malam ditempat toean. Berdebar-debar hati kami dan mata kamipoen bersinar-sinar, karena membat ja kebagoesan pasar malam itoe! Toean-toean sekalian ada berhati maoe dan soeka hendak memboeat pekerdjaan jang baik itoe. Kami semoea dan bangsa kami sekalian, jang akan mendapat rahmatnja, mengoetjapkan selamat dan terima kasih atas ke- ramaian dan kebaikan pasar malam itoe. Girang benar hatikoe mendengarkan oekir-oekiran Djapara banjak menarik hati penontonnja. Ja, betapalah girang hati kami hendak melihat barang-barang tembaga jang bagoes-bagoes itoe; beloemlah banjak barang itoe kami lihat, apalagi benda-benda jang gandjil-gandjil jang lain. .besar hati kami melihatkan kegirangan hati orang Belanda hendak memadjoekan pertoekangan dan kepandaian Boemi-
BÉNTÉNG LAMA Dl DJAPARA.
CENTRALE BOEKERI
DI
poeteia, soenggoeh besar hati kami mendengamja! Kami be- tcel-betoel hendak berpongah hati akan bangsa kami, ja'ni bangsa jang amat sedikit diindahkan dan terlaloe banjak di- hmakan orang.
Tetapi hati dan pikiran kami ketika bertjaka'p-t'j'akap' dengan toean van Kol, ta' adalah oebahnja seperti kami berhadapan dengan seorang sahabat karib dan loepalah kami bahwa ia seorang asing bagi kami. Tetapi apa hendak dikata, ia terlampau sederhana, ramah dan seperti bapakteh lakoenja bagi kami. itoelah poela jang menarik hati kami menerangkan sekalian kehendak kepadanja. Dimoedahkannja kami berkata-kata itoe aan dengan riang hatinja menerima pertjakapan kami. Ta' ODsah lagi kami berkata pandjang kepadanja: ia lekas mengerti akan maksoed kami dan mema'loemi malcsoed kami itoe dengan sebaik-baiknja! 6 Sekaranglah poela boeroeng noeri jang didalam hatikoe itoe dapat bersoekatjita menjanjikan bermatjam-matjam lagoe setelah sekian lamanja tinggal diam membisoekan dirinja. Itoelah soeatoe waktoe jang berbahagia, ja'ni ketika'kami bersama-sama bertj akap-tj akap itoe. Amat soekarlah rasanja kami akan mentjeriterakan keci- rangan hati kami itoe. Besar benar hati kami menerima apa-apa jang baik pada pemandangan kami. apalagi kalau sekiranja sendiriJang 'CGS ' ^idji mata dan kenang-kenangan kami
Terkenanglah poela oléhkoe masa jang laloe pada penghabis- an tahoen 1900. Boerceng noeri dalam hatikoe-masa itoepoen beisoekatjita menjanjikan lagoe jang amat merdoe meminta terima kasih atas segala kegirangan dan keoentoengan jang telah koeterima itoe.
| 8 e h S n | 0eh | adalah |
|---|---|---|
| aktoe | an |
hn^f,?° J i " °t?" kiranja waktoe jang amat ber bahagia dalam hidoep manoesia dimoeka boemi ini. Kenantr- ^ J' & berbahagia itoelah benda jang amat mdah dalam hidoep didoenia ini; ialah jang akan mendjadi soeatoe tjahaja pada hari jang gelap-goelita dan mendjadi obat jang dingin ketika hati dalam kedoekaan. i,!?-, a ^ J itoe> karena telah datang
| ö e tap baik | hatin | a toean | van Ko1 |
|---|---|---|---|
| 1 | J£ | ta | ei r a |
kemari dan pergi berpajah ketempat kami jang soenii me- seKloe i T '. P; h dikenalnja, biarlah ia tidak selaloe, o, tidak selamanja sehaloean dengan pikiran kami!
Kami sekali-kali ta' soeka akan mendjadikan moerid-möerid «TMT setengah Belanda atau mendjadi Belanda Dja- \aT den"r,n Pendidikan jang bébas itoe, ialah akan memboeat bangsa Djawa mendjadi Djawa jang sedjati
228
jarig berhati kasih dan tjinta kepada tanah dan bangsanja, lagi bermata dan berhati terang akan kebagoesan dan kesengsara- an bangsanja! Kami hendak memberikan kepadanja 'adat tertib-sopan orang Eropah, dengan tiada hendak memboeangkan 'adatnja sendiri, meiainkan kalau boléh, kami hendak memper- tinggi kehormatan 'adat bangsa kami itoe. Karena pertjampoeran beberapa toemboeh-toemboehan atau binatang-binatang jang berlainan bangsanja, boléhlah orang mendapat bibit toemboeh-toemboehan atau binatang jang lebih baik keadaannja. Dan ta1, dapat tidak nistjaja begitoe poela keadaannja dengan 'adat isti'adat bangsa-bangsa dimoeka boemi ini, boekan? Apabila 'adat kita jang baik ditjampoer dengan 'adat orang jang baik poela, tiadakah kiranja akan bertambah kebaikan keadaan 'adat itoe nanti? Sekarang saja djawab pertanjaan toean: „Apakah sebabnja maka kami mesti hendaknja pergi kenegeri Belanda?" Pertanjaan itoe tel ah toean tan j akan dahoeloe. Oentoek Roekmini karena salah satoe dari kedoea kepandaian jang dimaksoednja itoe, hanjalah dinegeri Belanda dapat dipeladjarinja. Dan bagikoe? Apakah akan djawabkoe? Saja dapat djoega disini mempeladjari sekalian maksoedkoe itoe, seperti dinegeri Belanda. Betoel, tetapi bila saja mendapat peladjaran dinegeri Belanda, tiadakah lebih tjakap dan lebih pandai saja menger- djakan kerdja mendjadi goeroe dan mendjadi pendidik itoe nanti? Disana pemandangankoe akan bertambah loeas, pikirankoe bertambah tadjam dan pand jang, dan-sekalian itoe tentoelah akan menolong memoedahkan pekerdjaan jang akan saja tanggoeng itoe. Tanah Eropah akan mengadjar dan mem- beri saja pengetahoean, jang ta' dapat saja minta dan pela- djari disini, ditanah air sendiri. Lain dari pada kepandaian oentoek mengadjar disekolah ren- dah atau pekerdjaan mendjahit dan merénda, kami soeka benar nanti hendak mengadjarkan disekolah kami pengetahoean dalam hal badan manoesia, bahagian badan jang diloear dan didalam, serta kegoenaan dan pekerdjaan tiap-tiap bahagian itoe, soepaja kita seboléh-boléhnja hidoep dengan badan jang séhat. Banjaklah ketjelakaan jang ta' akan terdjadi atau akan koe rang hébatnja, djikalau banjak orang mengetahoei 'ilmoe jang amat bergoena itoe! Mariiah saja seboetkan oempaman ja: Baroe-baroe ini adalah seorang anak perempoean jang digiling .keréta api; ia dibawa kekota soepaja dapat diperiksa akan diobati oléh dokter, tetapi setiba disana ia telah seperti ma jat, karena darahnja habis tertoempah sepandjang djalan. Pegawai polisi dan pegawai keréta api ta' tahoe akan keadaan oerat- oerat dalam badan dan ta' tahoe poela memaloet loeka-loeka.
Pengadjaran keséhatan toeboeh, membela orang sakit dan memaloet orang loeka, menoeroet perasaankoe haroes dima- soekkan dalam peladjaran pendidikan. Adalah waktoe ketikanja dalam hidoep kita ini, kita terpaksa wadjib mendjaga orang sakit. Perempoean-perempoeanlah jang atjap kali akan berboeat demikian. Oempamanja: ada kaoem keloearga kita atau orang asing jang sakit keras dalam roemah. Berbahaja benar kalau kita salah membela orang sakit. Tentoelah kita moedah salah membelanja, djikalau kita tiada berpengetahoean dalam hal itoe. Bahaja jang demikian telah saja tanggoeng ketika seorang kesajangankoe sakit keras. 'Ilmoe itoe hendak saja ketahoei, sehingga dapatlah saja nanti mengadjarkannja disekolah kami; sekalian hal itoe moe dah saja peladjari dinegeri Belanda, karena sekalian perkakas 'ilmoe itoe telah ada tersedia disana. Dan apa poelakah lagi sebabnja .maka kami patoet tinggal beberapa lamanja dinegeri Belanda? Goenanja, jaïtoe akan menjoetjikan kami dari pada kekerasan pendidikan 'adat Djawa jang telah mengotorkan kami itoe, sehingga kami sampai se- karang ta' dapat menjembcenjikan diri disini dari pada keke rasan itoe. „Bertsmoe dengan orang Eropah jang ta' kami kenal, mes- kipoen sepasoekan banjaknja," kata Roekmini, ,,ta' ngeri kami, dan hal kami tinggallah sebagai biasa sadja"; tetapi bertemoe dengan seorang Djawa, takoetlah kami, segeralah kami mela- rikan diri kami. Dan banjaklah lagi sebab-sebabnja jang lain. Kami hendak meiepaskan diri kami dari pada 'adat-'adat jang boeroek dan mergikat kami, lagi ta' dapat kami mele- paskannja disini; sekalian ketjelakaan jang ada tertaroeh pada diri kami dan mengalangi kerdja, hendak kami boeangkan, soepaja dapatlah pikiran kami mendjadi bébas dan sempoema. sehingga dapatlah kami nanti mengembangkan sajap. Djika sekiranja sekalian hal itoe telah terboeang, tentoelah peker'dja- an jang hendak kami kerdjakan itoe moedah diperboeat. Sebab itoelah haroes kami pergi ketempat jang lain, kene- geri asing, jang lain 'adat lembaganja serta keadaannja dari pada dinegeri kami. Besar pengharapan kami, tanah Eropah akan mendidik kami, soepaja kami lebih tjakap dan lebih pandai menjampaikan maksoed, jang hendak kami ker djakan nanti; dan boléh kami disana mengoeatkan badan kami sampai kebal dan tahan menanti panah-panah jang berbisa, jang akan dipanahkan oléh bangsa kami kepada kami, karena kami berani mclakoekan diri lain dari pada kebiasaan meréka itoe. Tanah Eropahlah jang akan mengadjar kami betoel-betoel bébas! Adakah terang sekalian pendjawabankoe tentang per- tanjaan „apa sebabnja" itoe? Saja harap njonja mengerti akan
230
maksoedkoe. Dan sesoeaikah pikiran njonja dengari pikiran- koe itoe? Banjak lagi sebab-sebabnja, kami perloe tinggal oentoek sementara dinegeri Belanda; tetapi saja berharap apa- apa jan^ telah saja tjeriterakan diatas tadi, telah tjoekoeplah itoe bagi toean.
17 Juni 1902 (V).
Baroe sebentar ini saja bat ja dalam soerat kabar, bahwa ada beberapa orang anak pc.rempoean Tjina memohonkan permin- taan, soepaja dapat toeroet bersama-sama dalam oedjian men- djadi goeroe. Selamat! atas kemadjoean itoe! Besar hatikoe mendengarkan hal itoe. Orang-orang Tjina terlampau keras memakaikan 'adat-'adatnja jang toea; tetapi sekarang dapat kita melihat, bahwa 'adat jang keras dan toea itoe lambat lekasnja betoel boléh dipatahkan! Itoelah poela jang memberi saja keberanian dan jang menambah pengharapankoe! Alangkah besar pengharapan saja hendak berkenalan dengan anak-anak Tjina perempoean jang berani itoe. Maoe benar saja hendak mengetahoei pikiran, tjita-tjita dan perasaan hati meréka itoe. Saja hendalc mengetahoei benar bagaimana hati ketjilnja. Sedjak dahoeloe saja hendak bersahabat dengan se- seorang gadis anak Tjina! Soeka benar saja hendak menge tahoei apa jang terkandoeng dalam hati ketjil anak perem poean Tjina jang demikian. Tentoelah didalamnja banjak ter- simpan keadaannja jang baik. Adakah njonja melihat orang Tjina beralat kawin? Saja ada melihat baroe sekali, tjcekoep; peralatan itoe ta' dapat saja loepakan. Orang Tjinapoen merajakan djoega ke- soekaan dan kedoekaan jang berhoeboeng dengan arwah-arwah kaoem keloearganja jang telah meninggal doenia. Di Semarang ada seorang Tjina radja oeang mempoenjaï seboeah taman jang amat permai. Taman itoe terletak diléréng seboeah boekit, o, boekan boeatan bagoesnja. Disana diboeatnja goea-goea batce dan boekit-bcekit jang ditanaminja dengan pohon rasam, boenga-boengaan dan pohon boeah-boe- ahan jang ketjil-ketjil. Tiap-tiap mat jam didalam keboennja itoe dihiasinja dan dibatasi oléh djalan-djalan ketjil jang ber- kélok-kélok, simpang-sioer kian kemari. Ditengah-tengah keboen itoe adalah seboeah kolam jang berdjoeroe banjak, didalamnja penoeh beiisi ikan goera- mi dan ikan mas jang "berenang-renang disana. Dan di tengah-tengah kolam itoe poela adalah seboeah roernah per- anginan ketjil. Dekat kolam itoe ada lagi seboeah boekit jang
231
bergoea dan berbilik mandi: denman tangga jang berkélok-ké- lok melaloei goea itoe, boléhlah kita pergi kepoentjak boekit itoe. Disana adalah terdiri keienting ketjil doea boeah dan pohon boeah-boeahan serta boon ga-boengaan bermatjam- matjam. Ta' oebahlah penglihatan disana seperti soeatoe tje- ritera dongéng; jang koerang lagi hanjalah orang-orang tjébol penoenggoa taman dan déwa-déwa jang keloear dari tjelah-
t.ielah batoe dan loebang-loebang diboekit itoe. Si tjébol dan dewa-déwalah jang haroes mentjoekoepi taman itoe, soepaja mendjadi dongéng. Boeah pikiran jang menggambar taman sebagoes itoe dikepala, itoelah sja'ir namanja dan peker-
d.'aan numboeat taman itoe, itoc.lah sceatoe kepandaian jang moeJia. Tetapi dimanakah kepandaian jang tiada menaroeh kebagoesan sebagai sja'ir? S:kalian jang baik dan tinggi dara- djatnja, jang kerarnat atau bertoeah, péndéknja sekalian apa- apa jang moolia dalam hidoep bersama-sama, itoelah jang di- namakan dengan haloesnja: sja'ir! Kami telah melihat Tjina toekang jang pandai memboeat taman sebagoes itce. Tjina itoe hanjalah seorang baba jang miskin sadja! Patoeng-patoeng jang diboeatnia seperti naga naga, harimau-harimau, dll. itoe, sekaliannja didirikannja kian kemari diatas roempoet, amat hagoes. Sajang sekali dipintce gerbang oentoek masoek kedalam taman soerga doenia jang bagces itoe, ada terdiri doea boeah Ptitoong* boeatan Éropah, kedoea patosng itoe mengg'ang'goe kebagoesan patoeng-patoeng jang banjak itoe. Adakah njonia pergi dahoeloe ke Betawi melihat pasar ma- lam disana? Tentoelah ada! Bagaimanakah pikiran njonja tentang bangsa koelit hitam? Apakah jang boléh toean katakan tentang kepandaiannia? O. alangkah soekanja saja berpongah din atas bangsakoe itoe! Meréka adalah djoega berkepandaian, biarpoen sedikit! Tetapi toean, orang-orang Belanda, haroeslah membimbingnja! Njonja tentoelah maoe berboeat demikian, boekan? Kami. ini boléh dioempamakan seperti anak-anak, dan orang-orang Belanda seperti pendidik kami. Bangsa toeanlah jang akan membimbing^ kami dan membela kami, soepaja kami boleh mendjadi laki-laki dan perempoean jang sebenamja! Saja pertjaja, bahwa tiadalah seorang djoega diantara anak-anak didikan atau moerid-mcerid itoe, jang akan bersipat koe rang terima kasih!
*
21 Juni 1002 (VI).
Radén Adjeng Kartini, anak Radén Mas Adipati Ario Sosro-
diningrat, Regén Djapara, ber'oemoer 23 tahoen, lahir di Mojong afdeeling Djapara, pada 21 April 1879, bermohon hendak beladjar mendjadi goeroe (bermaksoed hendak mengambil diploma goeroe bantoe dan goeroe kepala), dan menerima pengadjaran dinegeri Belanda. Pergi kenegeri Belanda itoe pertama-tama akan menambah pemandangan, melandjoetkan pikiran dan mentjoetji ketjelaan-ketjelaan jang melekat pada dirinja lagi mengalangi oesahanja, akan memasoeki beberapa sekolah peng adjaran dan pendidikan, soepaja ia dapat mengetahoei hal keadaan mendidik dan mengadjar dalam sekolah dinegeri Be landa; sekalian itoe maksoednja soepaja lebih berhasil nanti bi la ia mengerdjakan djabatan, jang amat disoekaïnja dan akan ditanggoengkan kepadanja. Kedoea, akan mempeladjari 'ilmoe keséhatan toeboeh, mem- bela orang sakit dan 'ilmoe memaloet orang loeka, dan 'ilmoe membori pertolongan jang bermoela bagi ketjelakaan, soepaja 'ilmoe jang berpaédah dan jang amat perloe itoe dapat dntdjar- kannja nanti kepada perempoean-perempoean Djawa. Maksoed jang teroetama sekali kesopanan bangsa Belanda ' jang bagoes itoe akan diberikannja kepada bangsanja, soepaja 'adat bangsa Djawa bertambah tinggi kehormatannja; a,kan membawa bangsanja kepadang pikiran dan perasaan jang lebih baik, soepaja meréka itoe boléh sampai kepada keroe- koenan jang lebih beroentoeng dalam hidoep bersama-sama. Dan oesahanja jang akan dilakoekannja nanti, ialah mendiri- kan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean Djawa. Moela-moela akan djadi pertjobaan, didirikan dahoeloe seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala negeri, dan anak-anak itoe mestilah tinggal disekolah itoe djoega. Maksoed dengan sekolah itoe akan membe.ri tanah Djawa iboe-iboe jang bertabi'at sopan dan berpengetahoean, soepaja meréka itoe nanti dapat memberikan kesopanan dan pengetahoeannja ke pada anak-anak perempoean jang nanti akan mendjadi iboe poela, dan laki-laki jang nanti akan mendjaga kesoesahan dan kesentosaan dalam negeri! Dengan hal jang demikian boléhlah iboe-iboe itoe mengem- bangkan kesopanan bangsa Belanda kepada bangsa Djawa. Permintaan saja ialah kalau boléh Pemerintah soedi mem- beri pertolongan, soepaja dapat saja menjampaikan maksoed seperti jang terseboet diatas: akan menanggoeng segala biaja pengadjaran (pelajaran poelang balik, pengadjaran dan tempat tinggal); dan kalau saja telah tammat beladjar, saja boléh memboeka sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala negeri dengan moerid-moerid itoe tinggal disekolah itoe sekali. Soeka benar kami hendak mendengar dari toean, apakah jang
238
patoet kami perboeat. Wadjibkah kami mengirim soerat per mintaan? Betapakah baiknja, kalau sekiranja soerat permintaan itoe ta' perloe ? tetapi kalau wadjib djoega diperboeat, siapakah jarig akan memboeatnja, bapak atau kamikah? Dan kepada siapa di'alamatkan ? Kepada Goebernoer Djenderal atau kepada persidangan Tweede Kamer? Toeanlah jang kami ha- rap akan men.ielesaikan hal kami itoe. Kami tahoe dan merasa, bahwa toeanlah jang akan memberi pertolongan jang besar bagi kami, dan jang pandai serta berani mengemoekakan hal kami, dan toeanlah poela jang so-eka memboeat sekalian jang perloe, soepaja permintaan Rami itoe diperkenankan. Tambahan lagi toeanlah jang akan menoendjoekkan djalan kepada kami, jang sebaik-baiknja akan kami toeroet, karena toeanpoen ber- maksoed dan menaroeh tjita-tjita: hendak memboeat bangsa Djawa mendjadi beroentoeng dan berbahagia. Dari pada orang-orang toea kami, kami telah mendapat izin boléh mengoesahakan diri kami oentoek menjampaikan tjita-tjita kami jang bergoena bagi bangsa kami. Ta' moedah ia memberi kami izin itoe, soesah dan piloe hatinja, karena kami ini, ialah kekajaan dan kekasihnja jang ditjintaïnja diatas doenia ini. Betoellah tjita-tjita kami hendak berboeat baik, tetapi djalan jang akan kami tempoeh penoeh dengan ke- soesahan, karena demikianlah soedah nasibnja sekalian meréka jang merambah djalan, sedjak dahoeloe sampai sekarang. Tetapi ketika dilihatnja, bagaimana soenggoehnja dan toeloes hati kami hendak mentjapai maksoed kami itoe, dan ketika dilihatnja poela, bahwa nasib kami telah terikat mendjadi sa- toe dengan tjita-tjita kami, maka ta' maoelah lagi meréka itoe menolak permintaan kami dan baharoelah meréka mengatakan, bahwa hidoep dan oesaha kami itoe amat tinggi oentoek bang sa kami. Orang-orang toea jang kami kasihi itoe telah memberi berkat akan kami, soepaja kami nanti mendjadi berbahagia oentoek hidoep bersama-sama. Telah berkatlah oentoek mak soed kami itoe! Soesahlah hati kami dan poetoeslah _ pengharapan kami, kalau sekiranja kami memperboeat pekerdjaan itoe, dengan tidak mendapat berkat dari pada orang toea kami jang sangat kami kasihi. Ta' dapatlah kami akan hidoep damai dengan hati kami sendiri, djikalau kami selaloe menoeroetkan kasih dan sa- jang kami kepada orang toea kami itoe; tetapi soeara jang ada dalam hati kami itoe, kami toetoep, soepaja kami boléh beker- dja dan berperang oentoek kebaikan kemanoesiaan, dan itoelah poela maksoed hidoep jang dinamakan orang, hidoep jang sempoerna! Sebab itoelah kami banjak meminta terima kasih kepada
234
orang toea kami, karena meréka itoe telah memberi izin akan kami.
- **» ***
12 Juli 1902 (II).
Iboe dan bapak kedoeanja telah memberi izin akan kami. Kami telah mengirakan bahwa tidaklah akan menerima izin, melainkan angin riboet, goeroeh dan petir jang akan datang. 0! saja ta' dapat memikirkan hal itoè. Jang bapak akan menga- boelkannja, adalah persangkaan kami, tetapi boenda akan toeroet mengizinkan itoe poela tiadalah berani kami memimpi- kannja! Kami sekarang tiadalah berdjaoeh hati lagi kepada boenda, karena sekarang telah njata baginja apa benar mak- soed kami itoe. Ja Allah, siapakah akan dapat menjangka, bahwa kami karena hal itoe mc.ndjadi bertambah-tambah dekat kepadanja! Kesoedahannja datanglah waktoenja pada kami akan mem beri kenjataan itoe. Dari mana saja dapat hati jang sabar itoe, dan dari mana saja peroléh kepandaian berkata-kata dengan hati jang sabar demikian, ta' dapatlah saja katakan. Ti adalah lebih dahoeloe saja pikirkan, apa jang hendak saja ka takan; saja ta' dapat berpikir karena banjak barang jang menggoda dan memeningkan kepalakoe. Tetapi setelah saja moelaï berkata itoe, datanglah sendiri kata-kata jang benar itoe dari moeloetkoe. Siapakah jang memboeatnja sedemi- kian, dan memberi saja kata-kata jang seperti itoe pada moe loetkoe? Siapa, siapakah itoe? Adalah soeatoe kekoeasaan jang lebih tinggi dan lebih besar dari pada segala kekoeasaan jang terdapat dimoeka boemi ini. Tentoelah ada déwa-déwa jang baik hati jang mengelilingi ka mi dan menoendjoeki kami memakai kata-kata jang sedemi- kian dimoeloet kami, ketika kami hendak menjatakan bagaima- na perasaan hati, pikiran dan tjita-tjita kami! Lagi poela masih terdengar ditelingakoe iboe dengan doekatjita me'ngata- kan: „O anakkoe, mengapa engkau tiada mempertjaiaï saja, iboemoe?" Kamipoen mengakoe kesalahan kami itoe, dan kami tjeriterakanlah sekaliannja kepada iboe? Kasihan, iboe. keka- sihkoe itoe! Beloemlah berharga kami rasanja mentjioem kaki iboe jang pengasih, penjajang.dan setia itoe! Saja ta' dapat rasanja mengatakan kepada njonja siapa iboe bagi kami dahoeloe, dan apa ia sekarang, meskipoen toeboeh- nja masih seperti dahoeloe djoea! Sekarang baharoelah kami mengetahoei benar-benar, betapa banjaknja oetang boedi kami kepadanja, soeatoe doenia jang penoeh dengan kasih dan tjinta
235
itoe! Kamipoen mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami dengan damai boléh pergi dari iboe akan bekerdja oentoek kebaikan, jang sekarang telah dikenal dan diakoe sendiri oléh boenda. Sekarang tiadalah kami bersoeka raja oléh kebesaran hati seperti dahoeloe, melainkan kami sekarang hanjalah meminta sjoekoer dengan hati jang toeloes dan ichlas! Sesoedah itoe kepada bapak kami meminta izin. Saja telah bersedia akan menerima kabar jang boeroek dari bapak, ketika kami minta izin itoe. O! dari mana saja mendapat hati jang dingin dan penjabar itoe. Ta' dapatlah saja katakan! Sajapoen mendengar soeara jang saja keloearkan dari hati jang pendiam dan penjabar itoe. Saja jang sebagai tali api, lekas menjala, sekarang telah begitoe sabar dan hatipoen ta' bergerak lagi. Badankoepoen ta' bergerak poela; tetapi ketika saja mengeloe- arkan kata, apa benar perloenja saja menghadap bapak itoe, maka ketika itoe tampaklah oléh saja betapa doeka hati bapak mendengarnja, dan hati saja jang keras seperti batoe itoepoen mendjadi lemboetlah. O, betapa besar kehendak hati- koe hendak memeloek bapak serta menghiboer-hiboerkan hatinja, tetapi ketika itoe sekalian kekoeatan dan soeara saja poen hilanglah. Saja doedoek dimoekanja diatas tikar dan selaloe melihatnja dengan air mata borlinang-linang. Terasa benar oléhkoe betapa remoek hati bapak dan sajapoen toe- voetlah poela berdoeka hati. O, sekaliannja maoelah saja mem bei ikan kembali kepada bapak! Palam hati saja timboellah permintaan: „Bapak ampoenilah saja, o bapakkoe, ampoenilah anak toean ini, karena ia ta' dapat berboeat jang lain!" Ketika itoe tanggal 21 boelan Juni; saja sengadja mengambil hari itoe, ja'ni hari lahir njonja pergi dengan kaki jang berat kepada bapak, karena saja maoe menjangkakan njonja, jang seperti itoe bagikoe, ada disisikce pada waktoe jang soesah itoe. Déwa-déwapoen mengelilingi saja ketika itoe. „Bapak saja jang dilangit", menolong saja dalam peperangan dengan bapa- koe jang didoenia ini. Ketika saja soedah mendapat apa jang dimin'a itoe, dcedoeklah saja seorang diri memikirkan hal itoe dan tidaklah sedikit djoega girang hati koe, karena sajapoen toeroet penoeh beriba hati merasaï kedoekaan hati bapak jang koekasihi itoe. Oentoeknjalah air matakoe tertjoetjoer, boekan- lah oléh karena kegirangan hati atau akan meminta sjoekoer. Dari hati ketjilkoe keloearlah permintaan: „Ja Allah, moga- moga timboel apalah kiranja dari pada pe.mberian bapak bagikoe itoe boenga-boengaan dan boeah-boeahan oentoek tanah air dan bangsa kami!" Pada 21 Juni itoe djoega kami menoelis soerat-soerat kepada toean van Kol di Betawi, sei>erti permintaannja dahoeloe itoe.
Soerat-soerat itoe berisi dengan keterangan nama, 'oemoer, kehendak dan tjita-tjita kami. Jaiip' perloe bagi kami ialah izin bapak, kalau ia tiada memberi izin, ta' dapatlah meréka itoe menolong kami. Sekarang kesoesahan itoe telah hilang dan batoe besar jang melintangi djalan kami itoe telah terhindar. Sekarang ada poela hal jang kedoea mengalangi: perkara oeang. Orang toea kami ta' dapat membajar peladjaran kami dan kami poen ta' soeka meminta belandja itoe kepadanja. Doea hari jang telah laloe saja mendapat soerat jang pan- djang dan perloe dari njonja van Kol. Kalau ta' perloe soerat itoe bagi saja dan kalau djari saja jang kakoe ini dapat me- njalinnja, maoelah saja mengirimkan soerat itoe kepada njonja, soepaja dapat memperkatakan isinja. Sekarang kami hanjalah dapat menerangkan beberapa fasal dari isi soerat itoe. Me- noeroet perasaan kami, patoet kami mengoetjap sjoekoer men- dengar boenji soerat itoe. Ketjoeali nasihat jang telah diberi- kannja itoe lebih banjak lagi ia memberi pertolongan lain. Ialah jang telah memberi kami seboeah benda jang hidoep tertaroeh dalam hatinja. Adalah soeatoe tjahaja jang telah dimasoekkannja kebadan kami, jaïtoelah tjahaja jang tinggi daradjatnja lagi bertoeah. Kami seakan-akan mendapat berkat dari padanja! Kami ta' gentar dan ta' takoet lagi, kami sekarang berhati dingin, pertjaja dan mengakoe kepada kebesaran Toehan. O, betapalah rendahnja kedoedoekan kami, rendahlah dari tanah lajaknja. O, moedah-moedahan dapatlah djoega kami sampaikan maksoed itoe; tetapi kami sendiri tiadalah agaknja akan hidoep lagi, entahkan arwah jang ada dalam toeboeh kamilah, jang akan melihatnja. Soenggoeh ta' adalah kegirangan dan kesoe- kaan jang memenoehi hati ketika itoe, melainkan kami berdiam dirilah sadja mengoetjap sjoekoer! Ja Allah, kami meminta terima kasih, dan mengoetjap sjoekoer kepada engkau, karena kami telah mendapat bahagia itoe. Berapa banjak hal-hal jang dahoeloe tiada saja pertjajaï, ta' saja akoei, tetapi sekarang baroelah kami pertjaja. Ta' dapat saja mentjeriterakan kepada toean, apa benar jang tersisip dihati kami kedoea sekarang. Kami soenggoeh ta dapat mentjeriterakannja, tetapi hanjalah dapat merasaïnja sadja. Sekadar jang dapat kami kabarkan kepada toean ja'ni kami ta' poetoes mengoetjap sjoekoer dengan soekatjita, karena hi doep kami ini telah bertambah bagoes dan maksoed kamipoen telah bertambah tinggi harganja. Banjak, ja, amat banjak hal-hal jang telah laloe kami pikir- kan. Senantiasa amat djaoeh, terlaloe djaoeh kami tjahari tja-
287
haja hati itoe, kiranja tempatnja terlaloe dekat pada kami, se- laloe ada dalam toeboeh kami! Perasaan kami, kami sekarang telah bertambah koeat dan "barang sesoeatoenja sekarang kami lihat dengan pertolongan tjahaja itoe. Roepanja telah lama ia bekerdja dan hidoep dalam hati kami, hal itoe tiadalah kami ketahoei. Njonja van Kollah jang memboekakan pintoe jang tertoetoep selama ini oentoek kami. O! oléh karena itoelah maka kami banjak mengoetjapkan terima kasih kepadanja, lebih banjak dari pada djasa-djasanja jang lain jang telah diperboeatnja oentoek kami, ataupoen jang akan diperboeatnja lagi. Sebeloem saja menerima soerat njonja itoe, bertanjalah iboe kepadakoe: „Siapakah jang memberi engkau pikiran jang demikian itoe?" Dan ketika itoelah djoega saja djawab: „Toehanlah jang memberikannja kepada kami." Tentoelah sadja iboe moela-moela mentjoba mengoebah pi kiran kami akan memboeangkan maksoed kami itoe, tetapi ketika dilihatnja kami ta' maoe mengoebah pikiran itoe, maka iapoen berkata dengan mengenangkan Allah soebhanahoe- wata'ala: „Ja anak-anakkoe, sekarang ma'loemlah dan pertjajalah saja, bahwa itoelah roepanja nasib engkau kedoea dan Toehaniah djoega jang telah menjoeroeh engkau hidoep dengan djalan jang demikian." Njonja van Kol mengatakan kepada kami: „Banjaklah ini dan itoe jang diperoléh orang dengan pertolongan manoesia, tetapi lebih banjak lagi hal-hal lain, jang hanjalah dengan per tolongan Allah sadja baroe dapat diperoléh. Toehanlah jang menjoeroeh kita bekerdja oentoek mendapat barang sesoeatoe nja, dan Ialah djoega jang dapat memberi kita kekoeatan batin dan ketetapan hati oentoek beroesaha. Pertjajalah kepada koe, bahwa sekalian jang koekatakan itoe sebanar-benarnja me- noeroet penanggoengankoe sendiri pada waktoe jang soedah- soedah. Toean sekarang baroe berdiri dimoeka pintoe hidoep toean dan dipintoe kerdja toean jang akan toean tanggoeng dalam doenia ini. Kalau sekiranja toean kelak telah ada dida- lam hidoep toean, baharoelah toean akan mengetahoei, bahwa kita ini ialah manoesia jang bébas dan koeat, dan baroelah poe- la sebenar-benarnja kita djadi sahabat dan pe.nolong bagi sesa- ma kita manoesia, ja'ni asal pertolongan jang akan kita berikan itoe tidaklah teroetama kita tjarikan pada orang lain, melainkan hendaklah pada diri kita sendiri dan pada Allah, Toehan jang bersifat rahmat dan rahim itoe. Dengan pertolongan lahir ja'ni dengan barang sesoeatoenja toean mestilah ditolong, meskipoen bagannana djoea hendaknja hal keadaan toean. „Karena tidak-
238
lah tiap-tiap hari dapat orang mentjahari dipasar hidoep ber-sama-sama, kekoeatan jang soetji dan bagoes seperti kekoeatan toean oentoek kerdja jang baik itoe. Kekoeatan jang sedemi- kian haroes diterima dan diselenggarakan dengan sebaik-baik* nja. Kalau sekiranja Pemerintah tidak hendak menolong toean, maka perserikatan „Oost en West" mestilah maoe menolong toean." Dengan tiada diminta-minta, perserikatan „Oost en West" telah mengatakan: ia soeka hendak membantoe kami dan maoe bekerdja oentoek menjampaikan maksoed kami itoe. Njonja van Kol mengirimkan soerat kabar jang berisi hal itoe kepada kami. Moela-moela kissah perdjalanan toean Stoil terse- boet didalamnja, dan diachir karangan itoe baroelah penoelis mentjeriterakan hal kami, demikianlah boenjinja dalam „Oost en West." „Kami pertjaja, bahasa toean van Kol jang mendjadi ang- gota dalam perserikatan itoe sedjak dari bermoela sampai sekarang tiada loepa akan mengatakan kepada kedoea anak gadis itoe, bahwa maksoed meréka kedoea, jang moelia dan soetjHtoe selaloe akan ditolong dan dibantoe oléh perserikatan kita." Karena membatja kabar itoe maka njonja van Kolpoen me- nambah poela soeatoe karangan ketjil dalam soerat lcabar itoe, jang menerangkan bagaimana pikirannja tentang kami, jaïtoe sesoedah njonja itoe membatja isi soerat kami kepadanja. Njonja itoelah dengan djalan itoe telah memboekakan hati seka- lian meréka jang kasih akan bangsa Djawa, pembatja „Oost en West", oentoek kami. Njonja van Kol meminta poela dibelakang itoe, soepaja saja memberi izin kepadanja akan menjoerosh memasoekkan isi soeratkoe, jang ber'alamat kepadanja, kedalam soerat kabar itoe. Hal itoe ta' menjenangkan hatikoe, tetapi porloe „oentoek ichtiar akan menjampaikan maksoed kami itoe." Dengan tiada memboeat barang sesoeatoe, kata njonja itoe kepadakoe lagi, ,,ta' dapat sahabat-sahabat pembatja soerat kabar itoe me- ngenal hati toean dengan baik, dan menghargaï maksoed toean dengan sepatoetnja; botcel sepei'ti keadaankoe sekarang ini, sesoedah membatja soerat jang sepoetjoek itoe bagaimana toe- loesnja seorang persmpoean moeda bangsa Djawa telah menge- loearkan perasaan hatinja kepada seorang perempoean jang lebih toea, jang disangkanja dapat akan membsri pertolongan ke padanja dan soeka akan maksoednja jang baik itoe. Ta' ada sepatah kata djoea dalam soerat itoe jang ta' boléh dibatja oléh orang banjak. Dan sebenarnjalah saja ta' tahoe djalan jang lebih baik lagi akan membawa toean kedalam perhim-
239
poenan orang jang menjajangi tanah Djawa dan bangsanja itoe. rsoeangkanJah maloe-maioe toean dan katakanlah kepadakoe: yjU a, OHik! ientang hal itoe beloemlah saja memberi kepoetoesannja lagi. baja haroes meminta izin lebih dahoeloe kepada bapakoe. Pak telah meminta soepaja perkara itoe seboléh-boléh- nja cürahsiakan. Kalau Pemerintah telah mengatakan „baik", boiehlah doenia dan pendoedoeknja mengetahoei hal itoe. Sebe- toelnjalah kami haroes berhati-hati mentjari djalan jang akan di empoeh itoe, tetapi menoeroet pendapatan kami sekarang, bahwa lebih banjaklah kami beroentoeng, apabila hal kami di- tjeriterakan kepada orang banjak dari pada kalau dirahsiakan; jaitoe kepada orang banjak seperti jang dimaksoed oléh njonja van Kol itoe, dan kalau dalam hal itoe Pemerintah menolak per- mmtaan kami, tentoelah kami tiada akan roegi. Dan siapakah jang tiada tahoe, bahwa boekan sedikit diatas doenia ini per- mmtaan jang ditolak orang sadja? Boekanlah jang meragoekan saja karena saja akan menga takan „ja, baiklah," ataupoen karena saja akan merasa hati dji- a au kenang-kenangan hatikoe itoe direntjanakan kepada orang banjak dimoeka boemi ini, sekaii-kali tidak. Perasaan hatikoe sendiri, tiadalah koehitoeng, hanja jang saja pandang ialah tjiia-tjita kami itoe sadja! Dalam soerat itoe telah saja tjoengkii poela soeatoe fasal, jang tentoe tiadalah akan me- njenangkan hati bangsa kami, jaïtoe perkara kawin! Barang- kali orang boiéh menghinakan saja, tetapi hal itoe sekah-kali tiadalah akan membinasakan saja; jang boléh hanjalah membinasakan maksoed kami itoe. Adakah orang nanti, djikalau saja telah mendjadi goeroe, maoe menjerahkan anak-anaknja oentoek diben pendidikan, kalau sekiranja telah diketahoei oléh moreka itoe dengan siapa meréka beriawanV Atau barangkaii ebih baiklah kami akan berperang berhadap-hadapan oentoek mentjahan kebenaran dan dikatakan kepada meréka itoo sekarang pada pihak mana kami berdiriV Sedjak dari da- 0 inüah kenang-kenangankoe ja'ni: akan mengelcearkan piknankoe tentang hal perkawinan itoe; tetapi beloemlah saja akoekan, sebab saja hendak menoenggoe dahoeloe, sampai saja dapat merampas kebébasankoe. Boeah pikiran kami barangkaii akan diterima orang dengan baik pada pihak bangsa Eropah; dan dalam beberapa hal tentang' pengadjaran dan pendidikan tentoe banjaklah djoega mereka bangsa Djawa, jang soeka akan meneiimanja. Tetapi agaimanakah boeah pikiran jang saja terangkan pada hala- nian jang bersama-sama dengan itoe, entah akan diterima oiang, la tahoelah saja! Kami pestilah maoe menanggoeng se- gala kesoesahannja. Bagaimanakah pikiran njonja tentang hal
itoe? Maoekah toean memberi saja pikiran jang baik? Dengan iboekoe hendak saja perkatakan djoega hal itoe.
*
15 Juli 1902 (VIII).
Adikkoe Roekmini tentoe telah memberitakan kepada njonja akan kabar jang baik itoe, boekan? Bahasa orang toea kami telah memberi kami izin. Jang ta' disangka-sangka se- kalipoen sekarang telah mendjadi: Iboekoe tiadalah sadja telah berdamai dengan maksoed dan kenang-kenangan kami, tetapi sekarang iapoen toeroet poela bermimpikan tjita-tjita itoe! Karena kami sekarang menerangkan segala hal itoe ke pada iboe, ta' adalah kami berselisih lagi dengan dia. Bahwa sebenarnialah setelah kami terangkan sekaliannja kepada iboe, maka serasa berdekatlah pertalian kami sekarang dengan iboe jang baik, kekasih kami itoe. Beloemlah berharga kami rasa- nja°akan mentjioem kaki iboe jang pengasih itoe. Soenggoeh ta' dapatlah saja mengabarkan kepada njonja, bagaimana dan apa iboekoe bagi kami pada waktoe jang soedah jang berpoe- loeh-poeloeh tahoen lamanja, dan apa ia bagi kami pada masa ini!
Tidak, kami ta' soeka lagi memboeat kenang-kenangan, hanja seboeah dari pada kenang-kenangan kami akan kami simpan dan tjoekoeplah jang satoe itoe sadja. Dan kenang-kenangan jang satoe itoe, soenggoehpoen telah banjak membawa- kan kami penanggoengan, kesoekaan dan kesoesahan, dapatlah djoega hendaknja dengan itoe kami memboeat apa-apa, mes- kipoen ta' banjak jang bergoena oentoek bangsa kami, lebih- lebih oentoek keperloean pereanpoean-perempoean bangsa kami. Djika sekiranja ta' dapat kami memboeat sedemikian, berharap- lah kami kesengsaraan dan peperangan kami itoe dapat hen daknja menarik pemandangan dan pikiran orang banjak oen toek bei-mat jam-mat jam hal jang perloe dioebah. Dan djika sekiranja ta' poela sampai maksoedkoe itoe, ja, apa boleh boeat, tetapi kamipoen selaloelah djoega berniat hendak bei hoedt baik, dan kami pertjaja soenggoeh, bahwa air mata kami jang seka rang. roepanja tjoema-tjoema sadja tertjoetjoer, nanti akan mendjadi bibit tanam-tanaman dan akan menghamboerkan boeah dan boenga kelak, mendjadi obat bagi meréka jang akan datang..,., Pesan toean kedoea jang dibawa Anme, menjebabkan nati kami mendjadi bimbang memikirkannja! Benar sekali kata toean kedoea itoe dan kamipoen sebab meminta terima kasih
241
banjak kepada toean. Pesan toean: kalau sekiranja sekalian maksoed kanii baik lakoenja dan kaïni djadi pergi kenegeri Be- anda, haroeslah djoega kami pikirkan bagaimanakah hal kami kalau kami poelang kembali nanti? Siapakah jang akan kami dapati di Betawi lagi? Tentoelah ta' ada seorang djoea lagi jang menjoekai maksoed kami itoe! Sekaliannja tentoelah akan beroebah! Apa 'akal lagi? Sekarang tentoelah kami, dengan tiada berpikir pandjang akan memihh negeri Betawi, soepaja kami dapat berdekatan dengan toean keduea, i tooi ah jang amat kami soekaï, tetapi ka lau demikian tentoelah adikkoe akan memboeang sekalian ke- nang-kenangan dan maksoednja itoe, biaipoen hal itoe dilakoe- kannja dengan sesenang-senang hatinja. Djika sekiranja kami tinggal disini, haroeslah ia beladjar oentoek mendjadi goeroe, tetapi hatinja amat berat beladjar mendjadi goeroe itoe. Berapa soesahnja poela akan menanggoeng sesoeatoe kerdja seperti mendjadi goeroe itoe, telah kami lihat, ( apaiagi djikalau kita tiada tjinta mengerdjakan kerdja itoe. roekmini sendii'i telah berkata kepadakoe: kemana sadja engkau pergi, sajapoen toeroet bersama-sama, dan djikalau saja ta' dapat kerdja lam-lain dari beladjar oentoek mendjadi goeroe, biarlah saja beroesaha dengan sedapat-dapatnja, akan menang goeng kerdja dengan sebaik-baiknja. Tetapi dalam hal itoe sa ja amat merasa hati sajang kepadanja dan sajang kepada tjita- tjuanja jang selama ini! Karena mendjadi soeatoe keroegian jang besar. Pikirlah sekolah oe,roesan roemah tangga dan rénda- merénda, tentoelah akan menarik hati perempoean-perempoean Ujawa. Itoelah tjita-tjita perempoean-perempoean Djawa; anak- nja nanti boléh pandai masak-memasak, menggoelai dan rénda- meiénda. Nistjaja amat sedikit sadjalah baroe orang jang taajam pikirannja tentang mengerdjakan kerdja jang saia ingm itoe dan ta' banjaklah poela diantara meréka itoe jang ada menaroeh perasaan oentoek pendidikan pikiran dan kehor- matan hati itoe. Haroeslah ada barang sesoeatoenja jang akan diperlihatkan dan dapat diperhatikan oléh meréka itoe, ja'ni barang jang dapat dilihat bagoes oléh pemandangan mata dan oléh pera saan hati. Dengan djalan begitoe, baroelah dapat bangsa kami menerirna dan memoeliakan maksoed kami itoe. kami haroes memperhatikan kehendak dan pikiran bangsa kami, sebeloem kami mengerdjakan kerdja jang kami tjintaï itoe Pekerdj aan dalam 'ilmoe memperlihatkan benda-benda itoe dapati ah ditanggoeng oléh adikkoe dan iapoen soeka ben ar niongei djakannja. Dan kamipcen sceka poela akan mengadjar- kan 'ilmoe oeroesan roemah tangga, karena 'ilmoe itoe"dalam peiasaan hati kami bergoena benar bagi bangsa Djawa, oem-HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. ie
242
pamanja: 'Ilmoe menghitoeng dan mengeloearkan belandja dan memboeat poringatan, 'ilmoe keséhatan toeboch, 'ilmoe mema- loet loeka dsb. Sajang benar kami ta' dapat bertjakap-tjakap memperkata- kan sekalian hal itoe dengan toean. Tentoelah banjak lagi ke- hendak kami jang patoet ditjoréng dalam daftar tjita-tjita kami itoe. Hal itoe perloe dan haroes diperboeat. Kami ta' soni- bong soeka mengatakan, bahwa boeah pikiran kami itoelah pikiran jang sebaik-baiknja oentoek bangsa kami. Soeka benar kami hendak mendengar pertimbangan dari pada orang, jang lebih toea dari pada kami, lagi telah banjak perasaian dan pe- nanggoengan, soepaja dapat kami nanti memperhatikan dan memilih pikiran mana jang baik. O, betapa baiknja kalau kami ada berdekatan dengan toean kedoea, apalagi sekarang karena kami telah diizinkan oléh orang toea kami boléh mengerdjakan kerdja jang kami tjintaï itoe. Karena izin itoe seperti terhin- darlah bagi kami seboeah batoe besar jang merintangi kami didjalan. Dan alangan jang kedoea lagi ialah: perkara oeang dan perkara jang lain! Marilah saja kabarkan kepada toean apa poela, jang membe- sarkan hati kami lain dari pada jang telah kami tjeriterakan itoe. Baroe-baroe ini saja mendapat soerat dari pada njonja van Kol. Soerat noe isinja perloe dan pandjang serta menjoekakan hati kami benar. Didalam soerat itoe dikabarkannja betapa soe ka hatinja tentang maksoed kami itoe, dan diperkatakannjalah poela keperloean maksoed itoe. Ia sekali-kali ta' soeka menga- barkan apa-apa jang mendjadi kesenangan dalam hidoep jang akan kami tempoeh, demikianpoen tinggal dinegeri Belanda: „Tiadalah dapat toean akan melenjapkan diri dari pada kesoesahan dan doeri-doeri jang akan menimpa toean, tetapi poela ta' adalah seorang djoega boléh sampai maksoednja, kalau tiada menanggoeng kesoesahan dan kesakitan, Sekalian hal itoe bei- goena bagi manoesia, soepaja ia mendjadi koeat dan pertjaja kepada Toehan dan kepada dirinja sendiri." Begitoelah katanja dalam soeratnja kepadakoe. Njonja van Kol menolong kami lebih dari pada nasihat jang telah diberikannja itoe; ia telah memberikan kepada kami ba- rang sesoeatoe jang datang dari hatinja sendiri dan jang hi- doeo bersama-sama dengan njawanja Tentoe sadja hingga ini keatas kami wadjib berhati-hati, te tapi menoeroet pendapatan. kami sekarang, kerdja jang dirahsiakan itoe, ta' adalah memberi faédah, melainkan boléh- lah hal itoe membawa kami keloerah jang dalam; dan menga- barkan kepada orang banjak membawa kami lebih lekas sampai ketempat jang dimaksoed. Saja mengerti poela apa sebabnja bapak menjoeroeh merahsiakan hal itoe dahoeloe, ialah karena
243
ta senang' hatinja, kalau-kalau Pemerintah menolak perminta- an itoe, dan kalau demikian tentoelah orang banjak akan mein- tertawakan kami. Sebab itoelah saja disoeroeh bapak meminta kepada toean, soepaja jang moelia tiada akan mengabarkan hal itoe dahoeloe kepada orang, atau memasoekkan kedalam soeiat kabai', dan dalam hal itoe soedi menolong bapak, soepaja ia dalam sehari doea ini boléh datang akan memohonkan per- mintaan itoe. Djikalau sekiranja perkara oeang itoe telah sele- sai, baroelah sekalian orang boléh mengetahoei kemaoean dan maksoed kami itoe. Kami sengadja benar berlakoe sedemikian, karena kami hen dak mendjaoehkan diri kami dari pada meréka, jang koerang pikiran dan tiada berboedi itoe. Tjatjat jang pertama dan sindiran meréka itoe, jang datangnja seperti angin topan, telah kami rasaïlah.
*
- •
18 Juli 1902 (II).
O, boenda! kami ta' tjakap mentjeriterakan perasaan hati kami itoe dengan sempoernanja. Sekaliannja roepan ja telah ka- boer, telah mendjadi pembitjaraan anak ketjil, perasaan hati kami amat kaja dan amat berkoeasa rasanja! Ja rabbi, saja mengoetjap terima kasih, begitoelah kata hatikoe, begitoelah toetoer dimoeloetkoe dan begitoelah poela bcenji pénakoe, serasa dioedara atau disoergalah saja sekarang-, ditempat ïoehan jang esa berdiam diri, dan kepadanjalah saja mengoetjap sjoekoer itoe! O, boenda! kasihilah kami selaloe dengan kasih jang sedjadi- djadinja. Ivasihmoe itoe amat bergoena oentoek kami, karena djalan jang akan kami tempoeh sangatlah soekarnja!
*
. 21 Juli 1902 (VII).
Dalam hidoep didoenia ini adalah kedapatan sa'at-sa'at jang amat bagoes benar. Kita rasanja tidaklah berpidjak di- lx)emi ini, hanja hidoep kita terasa dihati, kita seperti terbang- terba/ig diawang-awangan, karena kegirangan dan soekatjita, apalagi kalau kita memperoléh keperloean kita jang sangat kita tjmtaï dan kita moeliakan! Sa'at jang demikian soedahlah kami peroléh, ja ni ketika kami membatja soerat toean dengan hati jang girang bertjampoer rindoe. Dari soerat itoe beremboes rasanja oedara jang amat sedjoek dengan bersih dan sedapnja,
244
jarig asalnja dari langit pikiran jang amat tinggi dan moelia, mentjoetji dan mengoeatkan hati kami! Bagaimanalah dajakoe mengabarkan kepada njonja pera saan hatikoe jang girang bertjampoer rindoe itoe, ketika kami membat ja kata-kata emas jang terseboet dalam soera t toean itoe. Sesoenggoehnja itoelah soeatoe rahmat jang datang davi langit, kata kami! Sesoenggoehnjalah njonja telah menolong kami lebih berharga dari pada nasihat jang toean berikan itoe. Njonja telah memberikan kepada kami barang sesoeatoe jang moelia, lagi kelocar dari hati toean sendiri dan hidoep bersama-sama dengan njawa toean. Telah djaoeh dan telah lama kami mentjaharinja, tetapi tia- dalah kami ketahoei bahwa tempatnja sedekat itoe, disisi kami: ia ada ditoeboeh kami! Allah atau „uod" kata orang Belanda, tidaklah lagi soeatoe kata jang kosong kepada kami sekarang. Kata itoe jang atjap kali dipakai orang dengan moedahnja sadja, kami seka rang mendjadi soeatoe boenji jang soetji dan moelia. lerima kasih dan sjoekoer kami kepada njonja, sebab toean telah mem- boekakan dimata kami benda jang amat moelia dan telah kami tjari-tjari sekian lamanja! Ta' dapat saja mengatakan betapa senangnja dan damainja hati kami sekarang dan betapa riang dan sjoekoer hati kami; hati kami ta' takoet dan ta' gentar lagi. Pada perasaan kami sekarang kami telah selamat dan sedjahtera. Dalam perasaan kami adalah selaloe seseorang jang mendjaga kami, seseorang disisi kami. Ia poela jang akan menghiboerkan hati, ialah jang akan memberi kami pertolongan dan kepadanjalah tempat kami bergantoeng dalam hidoep kami jang akan datang, sekalian itoe terasalah oléh kami. Benarlah kata njonja itoe, bahwa kepada To&han ta adalah kerdja seseorang jang terlampau berat. Ialah poela jang mem beri kita kekoeatan oentoek kerdja kita jang disoeroehkannja. Jang kami sekarang telah mendapat toean kedoea ini, itoelah soeatoe rahmat Toehan kepada kami. Toehan jang mahakoeasa telah mengirim toean kedoea, meréka jang telah mendjadi pah- lawan dari kemaoean hatinja jang moelia dan dari pesoeroeh Toehan bemama kasih dan tjinta kepada kami, laskar jang masih moeda lagi beloem berpengetahoean, soepaja toean ke doea akan menolong kami, akan membimbing kami, meréka jang beloem koeat berdjalan didjalan jang soekar ditempoeh. Sjoekoerlah, ja goestikoe atas pemberiaanmoe itoe! Sebab itoelah maka kata-kata de Genestet, dalam sjairnja „Teiug- blik" amat kami moeliakan dan bagoes pada pemandangan kami, Waktoe itoe perasaan kami, bahwa hati kami ada kelaparan
245
apa-apa, kami tjari tetapi kami ta' tahoe apa jang' kami tjari itoe Sekarang soenggoehlah kami telah mendapat berkat dari pada Toehan, dan hidoep kami sekarang dalam pemandangan kami lebih bagoes, oesaha kami lebih baik dan badan kami sen- diripoen lebih senang dan koeat rasanja Ta dapat kami meloepakan toean, semendjak kami telah mendengar soeara toean berkata-kata dengan kami. Selaloe mendengoenglah ditelingakoe kata-kata njonja seperti boenji soeara jang keramat mengatakan: „Tidaklah lagi hidoep oen- toek dirinja sendiri, melainkan hidoep dengan roeh didalam toeboehnja." Saja sangat berharap soepaja kekoeasaan perkataan itoe ada padakoe, biarpoen barang sesa'at sadja akan mengabarkan kepada toean perasaan hatikoe dengan seloeroes-loeroesnja dan sesoetji-soetjinja, seperti jang tergambar dalam hatikoe! Sajang, ta' adalah kekoeasaan itoe bagikoe, sebab itoe lebih baik saja berdiamkan diri! Terkenanglah oléh kami akan perkataan toean itoe, ketika kami mengoelang membat ja soerat njonja jang meminta akan memasoekkan karangankoe kedalam soerat kabar, laloe berta- njalah kami kepada diri sendiri: ,,Bagaimanakah kesoedahannja kalau hal itoe djadi diperboeat demikian?" Oléh karena perka taan jang ramah dalam soerat kabar „Oost en Weest" itoe, ten- toelab kami akan diterima oléh sahabat-sahabat kami bangsa Eropah dengan baik, tetapi bagaimanakah kalau isi soeratkoe itoe akan dibatja oléh bangsakoe sendiri? Boléh djadi permin- taan kami tentang pengadjaran dan pendidikan itoe akan dite rima meréka itoe dengan besar hati, tetapi kebesaran hati itoe akan hilanglah oléh kemarahan jang timboel dalam hati meréka itoe, kalau membatja boeah pikirankoe tentang perkara kawin, dan jang pertama-tama sekali jang akan marah kepada kami ialah orang laki-laki. Saja ta' maoe menarik boeah pikirankoe itoe kembali, biar barang sepatah kata djoeapoen. Jang sebenamja banjak lagi jang hendak koetjeriterakan tentang hal keadaan itoe, dan itoelah maksoedkoe sedjak dahoeloe hendak mengeloearkan soeara tentang hal itoe dengan sekeras-kerasnja akan mengabarkan kepada orang banjak, karena itoelah menoeroet pikirankoe soeatoe djalan jang sebaik-baiknja, patoet ditempoeh, dan akan mempeibaiki segala hal jang tiada dimakan benang sikoe-sikoe. i etapi lebih dahoeloe saja hendak menantikan waktoenja, soe paja perdiriankoe tegoeh dan loeroes diatas djalan jang koepilih itoe, jaïtoe djikalau sekiranja saja telah memperoléh kebébasan dan kemerdékaan. I etapi sekarang lebih baik berperang berhadap-hadapan, dan
246
sedjak dari bermoela sampai sesoedah-soedaVyi j a diterangkan kepada bangsa Boemipoetera sekalian boeah pikiran jang ter- simpan dalam hati kami. Siapa jang melémpai'kan raga, kata orang Belanda, mestilah menjamboet raga itoe kembali. Sebab itoelah saja berharap, djika njonja hendak memasoekkan djoega karangankoe itoe kedalam soerat kabar, baiklah njonja sabar dahoeloe barang beberapa lamanja. Sepatah katapoen saja ta' maoe menarik kem bali apa jang telah saja katakan tentang keganasan laki-laki Djawa itoe, jang telah mendjeroemoeskan perempoean-perempoean dan anak-anak bangsa kami kedalam loerah-loerah ke- sengsaraan, tetapi perloenja saja minta njonja sabar sedikit, ialah karena saja hendak mengoekoehkan dirikoe lagi dengan beberapa hal jang lain, kalau-kalau kelak saja diserang orang, sehingga boléh meroesakkan kebenaran. Didalam karangan itoe saja katakan bahwa makin lama makin banjak iboe bapak anak-anak Boemipoetera mengehendaki pen- didikan jang bébas oentoek anak-anaknja perempoean. Sekalian itoe boléh dipersaksikan dengan mata sendiri, bila dilihat betapa banjaknja anak perempoean dalam sekolah Goebernemén dan dalam sekolah partikoelir. Apa jang saja toeliskan diatas ini soedahlah kedjadian dengan sebenar-benarnja; kita sekali an telah mengetahoeinja, baik dilihat sendiri atau didengar dari sahabat kenalan kita dan orang lain, tetapi kami sendiri beloem mendapat keterangan jang njata. Bilangan jang menja- takan berapa banjaknja anak perempoean jang telah bersekolah amat perloe sekarang kami ketahoei. Sesoedah itoe saja hendak mentjeriterakan dalam karangan itoe tentang sekolah Belanda oentoek anak-anak perempoean bangsawan di Manondjaja (Priangan). Kabar jang membesar- kan hati itoe saja bat ja dalam soerat kabar ,,de Echo", tetapi waktoe ini saja ta' dapat mentjari nomor soerat kabar itoe lagi; nomor jang berisi kabar jang mentjeriterakan, bah wa sekolah Belanda oentoek anak-anak perempoean bangsawan itoe mendapat wang bantoean dari Pemerintah adalah saja simpan. Maksoedkoe maoe bertanjakan hal itoe lebih djaoeh. Baikkah maksoed itoe pada pikiran njonja? Saja telah meng- izinkan sekarang, njonja akan menjiarkan karangankoe itoe dalam soerat kabar, tetapi bertoenggoelah njonja dahoeloe beberapa hari lagi akan melangsoengkannja, sampai njonja mendapat kabar dari padakoe. Tetapi pada badankoe sendiri tiadalah akan saja indahkan, djikalau orang menjerang saja, karena saja berani memperka- takan 'adat jang seboesoek itoe, jang menjoeroehkan laki-laki bersenang-senang menoeroet sekehendak hatinja dengan hi- doep soerga, pada hal dalam itoe perempoean-perempoean
bersengsara dan teraniaja seperti sekarang ini. Saja telah sedia menanti serangan meréka itoe, menoeroet pikirankoe mestilah meréka itoe akan membéla dïrinja dan menjerang saja. Saja hanjalah wadjib mendjaga dengan hati-hati kebenaran jang saja peitahankan, soepaja seorangpoen ta' dapatlah akan mem- binasakannja, boekan? Kemarahan dan sindiran meréka itoe jang pertama-tama se- kali telah toeroenlah seperti hoedjan lebat menggoda kami, disebabkan oléh karangan toean Stoll dalam soerat kabar „Loco- motiel. Tetapi kami tiada mengindahkan hal itoe. Kami se laloe beroesaha soenggoeh-soenggoeh akan mendjaoehkan diri kami daii sekalian hal, jang terpandang hina dan rendah seperti jang telah dibiasakan oléh meréka itoe jang kekoerangan pikiran dan kekoerangan tertib-sopan. Sindiran dan kiasan orang itoe tiadalah kami atjoehkan be- nar, tetapi jang meroesakkan hati kami betoel, ialah oléh ka- ïena kami ini selaloe setia kepada tjita-tjita kami, itoelah poela jang amat meroesakkan dan menggoda hati orang toea kami! letapi hal itoe dari dahoeloe sampai sekarang ta' dapat kami oebah. Hal orang toea itoe moedah poela dapat dipikirkan, ja'ni amat soesah dan sedihlah hatinja akan mengalangi anak-anak- 11 ja, kekasihnja jang teroetama dalam doenia ini, akan hidoep dengan maksoed jang sebagoes itoe, meskipoen banjak kesoe- sahannja, tetapi soedahlah demikian nasib meréka, toekang menebas djalan, dalam perkara apa djoegapoen dari dahoeloe sampai sekarang. Soekoer, soekoerlah sekarang meréka itoe dengan réla hati telah memberi kami izin, soepaja kami boléh hidoep dan beroesaha menjampaikan tjita-tjita kami itoe. Boekan boeatan besarnja terima kasih kami dalam hal itoe! Amat soesah hati meréka itoe memberi kami izin dan sekian poela soesahnja kami memintanja. Dalam waktoe jang telah aloe amat banjak penanggoengan kami: pikiran selaloe ber- katjau, hati soesah dan piloe, kerdja banjak moebazir dan ha- iapan atjap kali poetoes. Itoelah sebabnja maka kami sangat sjoekoer dan terima kasih atas keizinan orang toea kami itoe. Apalagi meréka itoe telah memberi berkat atas maksoed kami dan berkat itoelah jang mendjadi kawan kami poela, ke- mana kami pergi akan bekerdja oentoek mentjari kebaikan. Betapalah soesah hati kami, bila sekiranja kami pergi itoe tidak dengan berkat orang toea kami, tentoelah hal jang demi kian akan menghinakan dan menjoesahkan hidoep kami; kami MK'iiggoeh-soenggoeh sajang dan kasih kepada orang toea kami itoe dan dalam hal itoe kamipoen wadjib poela menempoeh djalan jang kami kehendaki itoe, dan ta' dapatlah kami akan
248
dengar soeara jang keras, keloear dari hati menjoeroeh kami berperang dan bekerdja oentoek kebaikan zanian jang akan da- tang! Saja rasanja masih mendengar iboekoe berkata: „Wahai anak-anakkoe, saja pertjaja bahwa itoelah nasib toean kedoea. Toehanlah jang menjoeroeh engkau kedoea hidoep sedemikian." Soearanja itoe sebagai soeara orang jang menjerahkan diri dan beriba hati, perkataannja itoe akan tinggal selaloe dalam hati kami, akan menolong dan menghiboerkan kami ditengah djalan jang akan kami tempoeh. Dan hal bapak lagi! Iba hatikoe boekan boeatan melihatnja bersoesah hati dan sajapoen toeroetlah poela berdoekajita. „O, bapakkoe", kata hatikoe, „ampoenilah saja ini, ampoenilah anak toean ini, ia terpaksa berboeat demikian." Peperangan itoelah jang sehébat-hébatnja lagi telah kami tanggoengkan. Betapa sjoekoer kami sekarang, tentoelah njonja dapat memikirkannja, apalagi karena keizinan itoe tiadalah mempertjeraikan kami dengan orang toea kami, melainkan ialah menambah koekoeh dan erat pertalian antara bapak de ngan anaknja kedoea belah pihak. Itoelah rahmat Toehan! Kami sekarang masih berdiri dimoeka pintoe hidoep kami, tetapi menoeroet perasaan kami, sekalian hidoep didoenia ini seperti telah habislah kami djalani, jaïtoe jang penoeh dengan perasaan sedih dan peperangan jang hébat dalam hati kami. Banjaklah kitab boléh dipenoehi bila kami maoe mentjeritera- kan sekalian itoe kepada njonja. tetapi lambat lekasnja ten toelah toean akan mengetahoeinja djoega, biarpoen dengan soerat ataupoen dengan moeloet, djikalau kita kelak dapat bertemoe. Sebagai seorang sahabat, sahabat kami jang sesoeng- goehnja lahir dan batin, tentoelah toean berhak mengetahoei hal hidoep kami sekalian dengan setjoekoep-tjoekoepnja. Seka lian itoe akan toean ketahoei nanti. t Apabila saja sekarang mengingat waktoe jang telah laloe, maka tampaklah oléhkoe sekalian perboeatan dan per- tolongan Allah atas dirikoe, dan sajapoen' mengoetjap sjoe koer, lebih-lebih saja memikirkan segala kesoesahan dalam sa'at jang telah laloe itoe, sesoenggoehnjalah Toehan tiada me- ioepakan dan meninggalkan hambanja. Siapakah jang mengirimkan sahabat-sahabat itoe kepada kami waktoe dalam kesoesahan. sedang dilamoen ombak seng- sara, hampir-hampir poetoes asa? Siapakah jang membawakan orang-orang asing jang tinggal sedjaoeh itoe ketempat jang soenji ini, soepaja meréka boléh memberi kekoeatan dan harapan kembali dalam hati jang berpoetoes asa ini? Pertemoean itoe boekanlah pertemoean tiba-tiba, melainkan itoelah soeatoe perintah Toehan kita! Toehan Allah, Toehan seroe sekalian 'alamlah jang mengi-
249
rim meréka itoe kemari, soepaja boléh memberi kami, anak-anak moeda, jang sedang pajah berperang dengan tjita- tjitanja, kekoeatan dan keberanian jang-baroe. Pertemóean itoelah jang menjebabkan hati kami mendjadi beroebah. Dahoe- oe hati kami masih bimbang, tetapi sekarang telah tetaplah hati kami hendak mentjapai tjita-tjita kami itoe, meskipoen berapa djoega soesahnja. Dahoeloe perasaan kami tentang hal itoe diawang-awangan sadja, tetapi sekarang semoeanja telah terang dan moedah tampaknja. Toehari Allah sadjalah jang tahoe akan rahsia doenia ini. bekalian jang ada diboemi ini, semoeanja didalam tangannja dan dalam penntahnja. Tahih jang mempertemoekan djalan-djalan jang djaoeh-
d.iaoeh letaknja akan mendjadi djalan jang baroe. Demikian halnja Allah telah mejnpersatoekan djalan saha- bat kami itoe dengan djalan kami, soepaja hati dan njawa kami )üleh mendjadi koeat, karena bertemoe dan bersekoetoe dengan hati dan njawa meréka jang koeat itoe, sehingga dapatlah kami memboeat djalan jang baroe oentoek kemanoesiaan jang ada diuelakang kami. Dahoeloe kami ta' kenal seorang dengan jang Lin, dan ta tahoe kami siapa meréka itoe. Sekarang sekonjong-Konjong berdirilah kami berhadap-hadapan dan tjinta-kasih- sajang sebelah-menjebelah bekerdjalah sekoeat-koeatnja mem- peihoeboengkan tali persahabatan kami. Hanjalah beberapa öjam sadja kami doedoek bersama-sama dan ketika kami ber- tjerai, baroelah tahoe kami bahwa kami akan l)ersahabat selama hidoep. Hal jang 'adjaib itoe telah moelaïlah bekerdja dan teroeslah bekerdja memperlihatkan kebesarannja! Seboelan lamanja se- soedah pertemóean kami itoe terdjadilah soeatoe hal jang ta' pei nah kami pikirkan dan ta' pernah poela kami mimpikan Njonja tahoe bahwa berdjalan keloear roemah tiadalah di'adat- kan oléh anak-anak gadis bangsa Djawa, melainkan meréka itoe haroes tinggal diroemah, doedoek bersemboenji dibalik duiding sampai seseorang laki-laki jang tiada dikenalnja, ja'ni soeami jang diberikan Toehan kepadanja meminta si anak gadis itoe serta membawanja poelang keroemahnja. beloemlah lama lagi kami mengetahoei doenia ini dan kebé- basan, tetapi sekarang kami telah toeroetlah terbang dengan mereka itoe pergi menempoeh djalan-djalan jang berpagar besi itoe. ( 'T;'.n^. ta,' pernah kami kenang-kenangkan sekarang telah lei djadi. Kami telah menoempang di Betawi diroemah sahabat- sanabat baharoe kami.
250
„Ta' oebahnialah saja ketika itoe seperti mengaroengi sekalian janp saja tjahari, dan toean kedoealah poela haroes saja temoei. Dan betapalah besarnja hatikoe ketika saja telah bertemoe dengan toean." Kami lahir kedoenia maksoednja, soepaja kami boléh ber temoe dimoeka boemi ini dan soepaja meréka itoe boléh me- noendjoeki kami dengan sebaik-baiknja oentoek hidoep kami jang akan datang. Sebeloem meréka itoe datang kamipoen telah melajang-lajang, tetapi ketika itoe sekeliling kami masih gelap- goelita. Dengan tiada disangka-sangka datanglah meréka itoe memberi kami haloean jang tetap dalam penerbangan kami jang melajang-lajang ta' bertoedjoean itoe. Kesanalah toedjoe- an kami, djalan itoelah jang akan membawa kami ketempat tjita-tjita kami!
Saja berharap didalam soerat jang akan datang, saja akan mentjeriterakan tentang agama dengan seterang-terangnja. Se nang hati kami karena njonja maoe memperkatakan hal itoe dengan kami, karena dengan njonja boléhlah kami memperka- takannja dengan sebébas-bébasnja. Marilah saja katakan dahoe- loe kepada njonja akan menjenangkan hati toean: pertjajalah toean bahwa kami akan tinggal selaloe menoeroet agama kami. Besar harapan kami moga-moga dapatlah kami membagoeskan maksoed roekoen-roekoen agama kami pada pemandangan me réka jang beragama lain. Selaloe kami mengetahoei dan ma'loem, bahwa pada „batin- nja" oedjoed segala agama ja'ni: „kebaikan". Segala agama maksoednja baik dan bagoes, tetapi ó, manoesia! „apakah jang telah kamoe perboeat dengan agama itoe?" Agama maksoednja rahmat, akan mempertalikan sekalian machloek diboemi ini, poetih dan hitam, tiada memandang pang- kat, kepertjajaan laki-laki atau perempoean. Sekaliannja anak tjoetjoe nabi Adam dan hamba Toehan jang esa! Ta' ada Toehan jang lain, melainkan Allah, kata kami orang Islam, dan demikian poela kata sekalian meréka jang ber Toehan jang esa. Allah itoelah Toehan jang mendjadikan boemi dan langit. Karena sekalian machloek. asalnja dari nabi Adam, boléh di- katakan sebagai bersaudara segala laki-laki dan perempoean dan haroeslah hendaknja berkasih-kasihan, tolong-menolong dan bantoe-membantoe seorang dengan jang lain. Bahwa sesoeng- goehnja tolong-menolong dan bantoe-membantoe dan berkasih-kasihan itoelah jang teroetama mendjadi sendi sekalian agama. Ja, ja, djikalau sekiranja sekalian orang mengetahoei dan melakoekan jang demikian itoe, tentoelah agama itoe mem-
251
peroléh seperti oedjoednja jang asli, ja'ni: rahmat bagi ke- manoesiaan diatas doenia! Itoeiah jang memanaskan hati kepada agama, karena meréka jang mempoenjaï sesoeatoe agama mentiela, menghinakan dan terkadang-kadang memerangi meréka jang beragama lain. Hingga itoeiah dahoeloe perkara agama itoe. Sajang! Diantara bahasa-bahasa tanah Eropah, bahasa Belanda sadjalah jang pandai kami membatjanja. Iba hati kami memikirkan hal itoe. Soeka benar kami hendak mem- peladjari bahasa-bahasa Eropah jang lain. Kenang-kenangan kami jang besar sekali hendak bersoeka raja membat ja kitab-kitab jang bagoes, karangan bangsa-bangsa asing itoe dalam bahasanja sendiri. Tetapi ta' adalah orang tempat kami akan mempeladjarinja disini. Sekarang maksoed kami hendak me- moelaï beladjar bahasa Perantjis, karena oentoenglah ada di sini sekarang seorang goeroe perempoean, sahabat kami jang soeka menolong kami mengadjarkannja. Ia dahoeloe toeroet poela berkenalan dengan soeami njonja.
Adakah kitab-kitab jang toean katakan dahoeloe, karangan toean Lessing dan tjeritera pendéta Ramabai, diterdjemahkan oiang dalam bahasa Belanda? Telah atjap kali kami mendengar kabai, bahwa pendéta Ramabai itoe ialah seorang perempoean Ilindia jang berani. Ketika saja masih dalam sekolah, disanalah saja moela-moela mendengar namanja. Masih teringat oléh- koe sekahan tjeriteranja itoe. Saja ketika itoe masih ketjil, bei oemoer kira-kira 10 atau 11 tahoen. Tiadalah terkira-kira besar hatikoe ketika mendengar tjeriteranja didalam soerat ka- bar. Gementar badankoe karena kegirangan. Roepan ja tiadalah perempoean bangsa koelit poetih sadja jang dapat hidoep mer- dan membébaskan dirinja! Poen pei'empoean bangsa koelit hitam, dapat poela membébaskan diri, hidoep merdéka. Leberapa hari lamanja kenang-kenangankoe kepadanja dan ta pemahlah saja dapat meloepakannja. Lihatlah tjontoh jang >aik memberanikan hati itoe, soenggoeh dapat menggerakkan hati jang lain; demikianlah kekoeasaannja atas dirikoe! Sekarang saja djawab tentang permintaan njonja jang moe- lia uoe, meminta kami bekerdja bersama-sama oentoek perben- dahai aan kitab-kitab pembatjaan anak-anak. Dengan segala soeka hati saja mengatakan, baiklah. Adikkoe dan saja amat bergirang hati karena beroentoeng boléh bekerdja bersama-sa ma dengan njonja, artinja dapatlah kami membesarkan hati toean; kami berharap soenggoeh dapatlah hendaknja kami me- ngerdjakan pekerdjaan itoe, dan djikalau ta' ada aral jang me-Imtangi kami, kami bermaksoed pada achir tahoen ini akan
252
mengirimkan kepada toean tanda mata kami sedikit oentoek kerdja njonja jang bagoes itoe. (1) Alangkah bagoesnia keadaan itoe, karena telah ada dalam pe- rasaan hati kami jang njonja akan memintanja kepada kami. Sepekan sebeloem kami menerima soerat njonja itoe kami doe- doek diloear roemah didalam keboen, dan ketika itoe malamnja amat bagoes dïterangi oléh boelan. Toean tahoe bahasa anak- iinak Djawa biasanja pada boelan terang bermain-main dan bernjanji diloear roemah. Dimoeka kami adalah bermain-main sekawan anak-anak ketjil. Ketika itoe terkenanglah oléh kami, betapa hal kami pada waktoe kami masih ketjil seperti itoe. Disanalah timboel pikirankoe hendak mengarangkan waktoe jang beroentoeng itoe. Laloe saja ambil kertas dan pinsil dan saja toeliskanlah sedang boelan memantjarkan tjahajanja itoe sekalian pevmainan dan lagoe njanjian anak-anak, jang keloear dari moeloetnja itoe. Alangkah sekonjong-konjong keadaan itoe, boekan? Tiada berapa lamanja kemoedian dapatlah saja se- poetjoek soerat dari pada toean dengan permintaan jang ter-
seboet itoe. ....
Sekarang saja dan adik-adikkoe meminta banjak terima kasih atas kitab-kitab jang njonja kirimkan oentoek kami itoe. Ta- hoekah toean apa jang kami katakan setelah membat ja kitab-kitab itoe? Kitab-kitab itoe betoel kitab-kitab oentoek anak-anak, tetapi orang toea-toea boléh djoega dan patoet sekali membatjanja, karena banjaklah pengadjaran jang dapat dipetik oléh meréka itoe didalamnja. Pandjanglah karangankoe nanti bila saja katakan pikiran koe tentang kitab itoe seboeah-seboeah, tetapi pertjajalah njonja, bahwa djaranglah kami membatja kitab-kitab dengan berhati girang, seperti membatja kitab jang toean kirimkan itoe. Tiadaïah sadja kitab-kitab itoe kami batja oentoek pem- besarkan hati seketika lamanja, dan sesoedah itoe meloepakan- 11 ja, tetapi sekalian jang terseboet dalamnja kami toeliskan dalam hati dan tiadalah lagi dapat kami loepakan. Betapa besar hati kami mendengar njonja ada mempoenjaï boeah pikiran jang sebanjak itoe. Kami banjak meminta terima kasih akan kebaikan njonja itoe. Tentoelah banjak didalamnja jang dapat dipetik, lagi boléh didjadikan pengadjaran. „Perbintjangan jang perloe tentang perkara jang penting-penting" dalam kitab itoe, kami pandang sebagai djadi hoeboengan isi soerat njonja jang achir kepada kami. Kami kedoeanja sebagai mendapat idjazah rasanja! O, banjak kami meminta terima kasih kepada njonja atas sekalian pemberian njonja jang kami misalkan seperti intan
1). Sajang sekali maksoed Kartini itoe ta' sampai.
253
mestika itoe. Djikalau sekiranja toean dapat melihat ketika saja menoelis soerat ini, tentoelah toean dapat menjaksikan sendiri, bahVa matakoe lebih banjak lagi mengoet japkan sjoe- koer dari pada péna dan moeloetkoe, dan lebih njata lagi mengatakan apa jang terasa didalam hati ketjilkoe tentang toean. Karangan njonja .jang bernama „Boeah tangan poelang moe safar", boekan boeatan bagoesnja, dan dengan itoelah dapat toean menambatkan hati bangsa Djawa kehati toean dengan koekoehnja. Karangan itoe seperti seboeah manikamlah dimata kami. Ta' dapatlah lagi saja mengatakan telah berapa kali saja soedah merasaï kelazatan karangan toean itoe, selaloe membesarkan hatikoe. Kalau sekiranja saja mendjadi bapak toea itoe, tentoelah saja akan berboeat demikian djoega, karena sangat kasih sajangnja akan anak jang ditjintanja itoe, dapatlah njonja mengambil hati si toea itoe. Seperti tampak oléh matakoe sekarang bahasa si bapak dengan anaknja jang bagoes itoe fltilam pangkoeannja, dan tampaklah poela oléhkoe seorang njonja Eropah, jang tiada maloe dan enggan mengambil si anak itoe dalam ribaannja, memeloek dan mentjioemnja, setelah itoe berdjabat tangan lagi dengan seorang désa jang bodoh serta soedi minoem diroemahnja dengan tjangkir jang seboe- roek itoe! Boekan boeatan senang rasa hatinja dan soekanja melihat kelakoean jang demikian! Orang Djawa mémang adalah mem- poen jaï soeatoe perasaan jang amat tadjam atas hati jang pe- ïamah dan penjajang, apalagi kalau sekalian itoe datangnja dan pada bangsa koelit poetih, bangsa jang tinggi kedoedoekan- nja dalam pemandangan meréka itoe. Ah, betapakah baiknja kalau sekiranja sekalian bangsa koe lit poetih mengetahoei, betapa moedahnja meréka boléh me- narik hati saudara-saudaranja bangsa koelit hitam itoe. Berilah meiéka itoe kasih dan sajang, tentoelah toean-toean akan ditjmtai dan dikasihinja poela. Mengeloearkan kata jang ta berapa soesahnja bagi toean, lihatlah betapa hasilnja. Karangan toean: „Apakah jang akan dibatja anak-anak?" telah saja batja dalam soerat kabar „de Gids" pada doea ta- hoen jang telah laloe. Ketika itoe saja telah menjoekaï djoega membat] a boeah-boeah pikiran dalam hal itoe. Pasal itoe be- oemlah sekali djoega diindahkan oléh bangsa Boemipoetera, beloem pernah sedikitpoen meréka mengerdjakan apa-apa oen- toek pembatjaan anak-anak itoe. O, berapalah beroentoengnja kami, hidoep pada waktoe ini dimana-mana sadja banjaklah kerdja jang patoet diperboeat! öebentar sadja dioendjoekkan tangan telah dapatlah kami ker dja jang baik dan berharga! Keadaan itoe amat membesarkan hati kami! Apabilakah gerangan waktoenja akan datang, bang-
254
sa kami akan terbangoen dari pada tidoernja dafcpergi bekerdja mengerdjakan kerdja, jang telah beroenggoen-oenggoen ba- njaknja disana-sini, jang sekarang sedang menantikan tangan-tangan jang ringan! Adakah hidoep djoega kami kalau waktoe itoe datang ? O, tidak, djanganlah kami berkehendak sebanjak itoe. Biar- lah kami mengoetjap sjoekoer, djikalau sekiranja dapatlah ka mi menebas djalan akan pergi kesana. Dan bilakah waktoen ja jang kita sebenar-benamj a akan ber- hadap-hadapan, dan akan berdjabat tangan akan mermnta terima kasih kepada toean atas sekalian jang bagoes dan moelia, jang telah toean berikan kepada kami itoe dan jang akan kami terima lagi? Sabarlah! ! harapan dan keberanian kami masih banjak. Selaloelah kami mengoetjap sjoekoer, karena kami telah mendapat toean, dan sekali-kali tiadalah kami akan meiepaskan toean lagi, o, tidak! Boekankah sekarang njonja telah soeka mendjadi sahabat kami, selaloe akan memberi kami nasihat, dan akan mendjadi penoendjoek djalan kepada kami selama-lamanja? Toean djawablah: soeka; karena itoe boekan- lah oentoek seorang doea sadja, tetapi oentoek bangsa kami sekalian, teroetama oentoek sekalian perempoean Djawa! Tentoelah kami akan beriba hati, kalau sekiranja waktoe itoe telah datang, ja'ni waktoe kami akan memberi selamat tinggal kepada sekalian meréka jang telah bertjampoer-gaoel dengan kami dan toeroet bersama-sama bersoeka ïaja dan bei- bahagia dalam hidoep kami. Tetapi maoelah kami berangkat, setelah mendapat rahmat dari pada orang toea, kekasih kami. Rahmat itoelah jang akan menerangkan haloean kami jang ge- lap goelita, jang akan mendinginkan hari jang panas. dan jang akan melemah-lemboetkan angin jang keras! Soeatoe kehéranan besar, jang ta' pernah masoek kedalam pikiran kami dan be- loemlah poeia pemah kami mimpikan, tetapi sekarang betoel- hetoel telah terdjadi: Iboe kami, jang lam pendidikannja dan pada kami, dan tiada sekali-kali sesoeai dengan pendidikan kami, sekarang telah menoeroet kemaoean kami dan merasa sepei'ti kami djoega, kehendaknja dan mimpinja betoel seperti kami poela. Itoelah soeatoe rahmat dari pada jang mahatinggi dan jang mahakoeasa, jang datangnja dari Toehan raboe 1- 'alamin' Sebenarnjalah djoega kami lebih dahoeloe telah berdjalan didjalan jang pandjang dan berdoeri, tetapi lihatlah seka- ïang, bahwa kamipoen telah sampailah djoega kepintoe hati iboe 'kami itoe, dan sehingga dapatlah masoek sekalian tjita- tjita kami kedalamnja; apabila pintoe telah terboeka sekali, tentoelah akan terboeka oentoek selamanja. Banjaklah seng-
255
sara jang telah ditanggoeng oléh iboe kami jang baik hati itoe. dan banjaklah poela kedoekaan hati kami, karena hal itoe pada waktoe jang telah laloe, sebeloem kami sampai kemoeka pintoe itoe dan bertemoe disana dengan iboe kami.
*
* * 28 Juli 1902 (VIII).
Awan melindoengi langit tiadalah berzaman-zaman lamanja demikian poela sinar matahari meneranginja. Sesoedah malam jang gelap goelita, datanglah siang jang amat tjoeatja. Dengan keadaan itoelah saja menghiboerkan hatikoe. Hidoep manoesia mi soenggoehlah sebagai keadaan 'alam. Jang kami pohonkan siang dan malam kepada Toehan ialah • kekoeatan! Hoed jan jang bermoelalah, jang menjebabkan sebatang pohon beidaoen dan bertoenas, oléh hoedjan jang kemoedian ditoem- bangkanlah pohon itoe keboemi dan boeroeklah ia disana.
*
* * 8 Augustus 1902 (X).
Berkirim-kiiïman soerat itoelah soeatoe keadaan jang ter- oetama dalam hidoep kami. Hampir sekalian pengetahoean kami, kami peroléh karena berkirim-kiriman soerat; kalau tidak karena berkirim-kiriman soerat itoe, moestahillah kami akan berani meroesakkan 'adat isti'adat dan kebiasaan jang telah setoea itoe. Engkau ta tahoelah, atau jang sebenamja mestilah engkau tahoe apa benar artinja kepada kami soerat-soerat sahabat- sahabat kami itoe, karena meréka semoea ahli pikiran dan boe- diman belaka. Dari kemanoesiaan meréka itoe keloearlah pi kiran jang soetji dan moelia, jang membersihkan hati dan me- nmggikan daradjat. Meréka itoelah jang mengasah pikiran dan menghaloeskan boedi pekerti kami. Dari kantor pos banjaklah kami terima jang bagoes-bagoes, jang molék-molék, jang ma- nal-mahal, bemiat jam-mat jam intan dan moetiara, oentoek kepala dan dada kami. Sekalian perbintjangan mémanglah terloekis djoega didalam hati. Tetapi tentoelah engkau akan membenarkan poela, bahwa kata-kata dalam perbint jangan itoe lama-lama mendjadi loe- poet, meskipoen pokok perbint jangan itoe akan tinggal tersisip
256
dihati. Tetapi soerat-soerat dapatlah mengoelang sekalian kata- kata jan»' ada didalamnja dengan loeroes dan tetap, pada setiap waktoe, hila sadja dikehendaki.
*
* * 10 Augustus 1002 (VI).
Apa jang toean katakan kepada kami itoe, iboekoe telah atjap kali mengatakannja kepada kami: ,,Sekalian kepandaian ialah koernia goesti Allah. Djanganlah engkau menjangka kalau sekiranja engkau telah memboeat barang sesoeatoe jang baik, bahwa pekerdjaan itoe perboeatanmoe sendiri. Kita manoesia hanjalah mendjadi perkakas dan toekang jang mengerdjakan sekalian kemaoean Toehan sadja. Kebidjaksa- naan dan kepandaian dikoemiakan kepada kita; dan dalam hai itoe kewadj iban kita ja'ni mendjaga sekalian itoe dengan se- baik-baiknja." Itoelah kepertjajaan iboekoe jang amat tegoeh, telah diperöléhnja, seteïah merasaï bermat jam-mat jam penang- goengan. Karena kepertjajaan itoelah maka ia maoe membei i kami izin. Sekali-kali tidaklah kami memaksanja memberikan izinnja itoe. Sekarang tawakkallah ia dalam hal itoe, dan toe- ïoetlah poela memimpikan tjita-tjita kami bersama-sama. Djikalau orang mengoempatnja tentang hal kami, djawabnja péndék sadja: „Meréka itoe anak kami, tetapi boekanlah kepoenjaan kami. Meréka itoe kepoenjaan Fochan jang mendja- dikannja dan Toehan poela jang mengatoer hidoep dan nasib- nja. Djalan kepadang „kebadjikan" lahir dan hatin, amat banjak; Allah telah menjoeroeh meréka itoe menempoeh dja- ian jang soekar dan 'adjaib; kami, orang toeanja pertjaja dan berharap kepada Allah, bahwa djalan jang* ditoedjoei meiéka itoe, ialah pergi kepada „kebaikan." Betapalah besar hati iboekoe nanti kalau kami kabarkan kepadanja apa jang telah toean katakan kepada kami itoe. Sekarang iboekoe ta' adia diroemah; ia pergi melihat sese- orang adik kami jang perempoean sakit. Iboekoe itoe sahabat kami, dan iapoen banjak meminta terimia kasih atas sekalian pertolongan toean kepada kami itoe. Iboekoe telah berkata ke- padakoe: „Saja berharap sekali hendak bertemoe dengan njonja van Kol akan meminta terima kasih, sebab ia telah memboe- kakan pintoe hatimoe kedoea. Soenggoehpoen ia tiada seagama dengan kita, ta' adalah alangannja, karena Toehannja Toehan kita poela, Toehan segala machloek." Beroentoeng benar kami rasanja, toean telah memberi kami
257
nasihat, soepaja kami djangan bersombong diri. Kami baniak memmta tenma kasih atas nasihat toean itoe Tetapi senangkanlah hati toean. Kami ialah anak dari se- orang bapak jang berpangkat moei ia dan berkoeasa, toean te- f tahoe apa artinja dalam doenia Boemipoetera kekoeasaan dan kemoeliaan jang seperti itoe. Dimana sadja berkoempoel- nja kekoeasaan, kemoeliaan, masjhoer dan ternama, disitoelah poentjak toeah jang setinggi-tingginja dalam pemandangan dan kepertjajaan bangsa kami; kami sedjak dari ketjil dimandjakan aan climoehakan orang, tetapi sekarang moentah dan bentiilah kami melihat hal itoe. O, boekan boeatan-piloenja hati kami melihat seseorang toea, jang telah poetih ramboet dikepalanja wadijib mendjongkokkan dirinja kepada anak-anak. ItoeLah 'adat naman ja!!! Soenggoehpoen kami ta' dapat menolak segala 'adat jang menghinakan itoe, tetapi ta' pernahlah kami menjoekaï orang mentjioem kaki kami. Banjaklah hal jang telah menjoeroeh kami berfikir dan tepe- koer; makin lama makin teranglah hal itoe pada hati kami, bah- wa: Kewadjiban kami, kewadjiban jang amat tinggi sekali, ' jaïtoe kami wadjib bersoenggoeh-soenggoeh dengan segala kekoeatan mendjalankan daja oepaja kami, soepaja hasil seka- han oesaha kami itoe dapatlah setimbang dan berharga se- bagai goenoeng kehormatan dan kemoeliaan jang diberikan oléh anak Boemipoetera kepada kami itoe. Tjita-tjita bangsawan Boemipoetera wadjiblah hendaknja* ,,kebangsawanan kami haroes berbanding dan sama harganja dengan kehormatan bangsa kami!" Hanjalah dari pada beberapa orang sadja kami soeka men- dengar kata-kata jang haloes dan manis, karena kepada meréka itoe pertjajalah kami, meréka dalam hal itoe sekali-kali tidaklah bermaksoed hendak memandjakan atau memoedji kami. Tetapi kata-kata meréka itoe isinja ialah kekoeatan jang amat berkat. jang mengoekoehkan dan memberanikan hati kami pergi ber- boeat baik.
*
* * 15 Augustus 1902 (I).
Karangan Nellie van Kol, jang amat menggembirakan hati didalam soerat kabar ,,Oost en West" itoe, telah dipetik oléh beberapa soerat kabar disini; dan soerat kabar „De Echo" oem- pamanja, telah menambah poela karangan itoe dibawahnja, memmta soepaja sekalian perempoean ditanah Hindia, terboe- ka hatinja soeka membantoe dan menolong kami. Sekalian hal itoe membesarkan hati kami. Soerat kabar „De Echo" itoe HABIS GELAP TERBITLAH TEHANG.
258
telah mengoetip poela beberapa perkataan dai'i soeratkoe dan memasoekkannja seperti perboeatan Nellie djoega, dalam ka- rangaraija. Soerat kabar itoe meminta poela kepada kami, soepaja isi soerat itoe sekaliannja atau sebahagian boléh di- masoekkannja kedalam soerat kabarnja. Menoeroet pikirankoe ta' oesahlah itoe; tjoekoeplah seboeah sadja soeratkoe disiar- kan didalam soerat kabar, apalagi didalam soeratkoe jang kepada Nellie, telah diterangkannja segala halkoe itoe. Ada poela seorang lagi meminta izin kepadakoe hendak menjiarkan soeratkoe jang berisi karangan tentang alat kawin orang Djawa. Hilda de Booylah jang memintanja itoe, ia anak perem- poean toean Charles Boissevain, directeur soerat kabar „Al gemeen Handelsblad". Disalinnja soerat itoe dan dikirimnja kenegeri; dan sekarang kakaknja jang laki-laki jang mendjadi sekertaris dikantor soerat kabar itoe meminta menjiarkan. karangankoe itoe didalam soerat kabamja. Karena adalah akan memberi paédah besar bagi bangsa kami. Dalam tiap-tiap hal orang Belanda lebih mengerti kalau membat ja soerat-soerat jang demikian, bahwa bangsa Djawa dalam beberapa hal mé- mang lebih tinggi daradjatnja dari pada meréka itoe dan da lam bermatjam-matjam hal sama tinggi, dan dalam pada itoe- poen beloem tentoelah poela, bahwa bangsa Djawa dalam bebe rapa hal jang lain rendah daradjatnja dari pada bangsa Be landa. Begitoelah kata toean Boissevain. Bagaimanakah pikiranmoe tentang hal itoe, Stella? Saja sekarang sedang moelaï menoelis seboeah karangan oentoek s.k. „Belang en Recht". Saja harap karangan itoe akan diterima orang! Saja mengarangkan karangan itoe dengan be sar hati. Kalau karangan itoe ta' diterima orang, biarlah ia koeoebah sedikit oentoek soerat kabar jang lain. Oentoek Nellie koekoempoelkan dongéng-dongéng Djawa dan adikkoe R. (1) sekarang sedang memboeat gambar-gam- barnja.,, O, Stella, betapa banjaknja hal keadaan jang bagoes-bagoes, jang telah kami dengar dari moeloet anak Boemipoetera. Kebidjaksanaan dan kebenaran, dikatakannja dengan moedahnja dan dengan merdoe boenjinja. Betapakah baiknja kalau ba- hasamoe koepeladjari sampai pandai, betoel seperti orang Belanda benar, dan kemoedian koeartikan kata-kata jang manis dan jang merdoe boenjinja oentoek lagoe itoe! Sekira- nja toean-toean sekalian mema'loemi tjita-tjita. hati kami, betapalah sajangnja engkau sekalian kepada kami. Kedoedoek- an kami ini masih dekat kepada 'alam, kepada asal kedjadian. Kebidjaksanaan bangsa kami tidaklah memetjahkan benak
1). R. singkatan: Roekmini.
259
oentoek mengertikannja. Sekaliannja kata-kata jang péndék- pendek, tetapi amat bagoes boen j in ja dengan sederhananja. Alangkah baiknja kalau sekiranja dapat sa ja mengadjarkan bahasa kami kepadamoe; sehmgga dapatlah engkau hendaknja bersoeka hati memetik sekalian jang bagoes-bagoes dalam bahasa itoe. Semakm dalam pengetahoeankoe tentang tjita- tjita hati mereka itoe, makin tinggilah daradjat meréka 'itoe tampaknja dalam pemandangankoe. Pada bangsamoe orang- ')ldj^k^in,a. dan Pengarang-pengai ang kitab, hanja-HaaPï-j1 1-^mpoeïan orang jang patoet-patoet sadja, demikian d.icega tertib dan kesopanan; dan'orang ba-
njaknja, bolehkah saja katakan teroes terang?.... kasar
Tentoe adalah djoega diantara orang banjak itoe jang 'tingoi kesopanannja, tetapi jang banjak sekali diantara itoe, Stel la*' Hal itoe tentoelah engkau lebih ma'loem dari padakoe letapi tjobalah engkau pergi berdjalan-djalan dengan saja kekampoeng-kampoeng, dan marilah kita masoeki pondok-Clïri Janlb°rtit0e' dan dengarkanlah disana toeteer meieka dan boeah pikirannja Meréka itoe sekaliannja tiadalah bersekolah, tetapi kata-kata jang di- toetoerkannja itoe ta' oebahnja seperti kata-kata dalam sja'ir Lemah-lemboet, rmgkas-ringkas dan merendah diri! Djikalau kita kedoea bertemoe nanti boléhlah saja tierite- lakan kepadamoe bermatjam-matjam hal tentang bangsa ka mi jang ber'adat haloes itoe, demikianlah djoega tentang pikïi annja dan perasaan hatinja. Engkau haroes mengetahoei keadaan itoe dan mengasihi bangsa kami seperti kami menga- sininia. Ahh-ahli sja'ir dan ahli-ahli jang lain-lain banjaklah keda- patan diantara mereka itoe; djikalau pada soeatoe bangsa adalah perasaannja oentoek kebagoesan, keindahan dan ke- tj antikan hidoep, moestahillah kesopanan batin, jang tersem- boenji dalam hati bangsa itoe rendah kedoedoekannja. Sekalian jang soetji dan moelia dalam hidoep kita dinamaï-SS™ "ïri s®Jan£» kasih, kesetiaan, kepertjajaan dan kepan- daian, pendeknja sekalian jang dimoeliakan, dihormati dan jang menambah keindahan, bernama: sja'ir. Keadaan bangsa Djawa dan sja'ir itoe boléhlah dikatakan sehati dan senjawa Sebab itoe orang banjak, jaïtoe orang Djawa jang serendah-ren- tenS lTh°eanJfa PHndai bereja'ir-Bagaimanakah pikiranmoe tentang kehoimatan jang amat memiloekan hati jang dibe- iikan anak-anak moeda kepada orang toea-toea? Dan tentang- memoehakan dan menghormati arwah-arwah meréka jan°- telah meninggalkan doenia itoe? meIéka ljers0€ka ra ja, selaloe meréka menge- angkan arwah-arwah kaoemnja jang telah meninggal dan me-
minta do'a kepada Allah, soepaja dilapangkan Toehan djoega hendaknja meréka itoe dalam koeboer. Dalam kesoekaan dan kedoekaan selaloelah kami mengenangkan ai*wah-ai'wah kaoem keloearga kami jang telah meninggal itoe. Dan perkataan iboe itoe amatlah soetjinja pada kami! Da lam waktoe kepoetoesan asa dan kesakitan, selaloelah bibir jang poet jat, jang ta' berdarah itoe menjeboet-njeboet kata „iboe" itoe. „O, iboe, berilah kami pertolongan, berilah anak toean bantoean." Menjeboet perkataan „iboe" itoe dalam waktoe kesakitan dan kesoesahan, disanalah tampaknja bangsa Djawa amat memoeliakan iboenja. Apakah sebabnja maka kami ta' me- manggil bapak dan mengapakah maka „iboe" benar, jang kami panggil-panggil? Itoe ta' lain sebabnja, karena manoesia itoe sedjak dari ketjilnja tahoe dan merasa, bahwa „iboe" artinja doen ia pendjagaan dan kasih sajang! Tiap-tiap barang jang terdjatoeh dari tangan, dipoengoetlah lekas kembali sambil mengatakan: „Ja Allah, anakkoe!" Apakah arti kalimat itoe dan apakah tandanja itoe? Perloekah lagi saja akan menerangkannja? Stella, saja bermaksoed hendak meanpeladjari bahasamoe soenggoeh-soenggoeh, sehingga pandailah saja hendaknja me- ngertikan kepadamoe, sekalian hal keadaan jang haloes, ter- dapat pada bangsa kami. Sa japoen mesti poela mempeladjari benar-benar bahasakoe sendiri, soepaja dapatlah lagi saja me- ngertikan bahasa Belanda kepada bangsa kami, seperti jang telah koeketahoei, betapa haloesnja boedi pekerti dan moelia- nja hati bangsamoe itoe. Maréka itoe haroes mengetahoei, nienghormati dan mengasihi orang-orang boediman dan orang-orang besar bangsa Belanda, sekalian itoe patoet dilakoekannja. Kadang-kadang saja hendak bertangan sepasang lagi, soepa ja saja tjakap mengerdjakan sekalian jang koesoekaï. Kema- oeankoe amat besar, tetapi kekoeatankoe terlaloe ketjil. Saja tentoelah ta' boléh bekerdja, sampai saja mendjadi sakit, ka rena bekerdja jang demikian, ialah soeatoe pekerdjaan jang sangat bodoh. Tetapi mémang kerap kalilah saja mendjadi bodoh, ja, karena kerap kali saja bekerdja sampai laroet malam; hal itoe ta' baik oentoek dirikoe. Dengan hal jang demikian ba- roelah boléh maksoedkoe sampai. Saja selaloe hendak beker dja, tetapi achimja nanti nistjajalah saja ta' dapat bekerdja lagi, karena badankoe mendjadi lemah. Alangkah malangnja saja kalau demikian. Sebab itoelah sekarang saja beroesaha, soepaja saja tidak terlampau keras bekerdja dan boléh hidoep sempoerna.
*
PENGGILINGAN TEBOE D1DÉSA BATE, DJAPARA.
2(51
15 Augustus 1902 (X).
Selamat! selamat! madjoelah kepandaian dan keradjinan, oemipoetera; tentoelah kepandaian dan keradjinan itoe amat besar paedahnja pada waktoe jang akan datang! T-ï saja katakan kepadamoe betapa besar hatikoe melihat kemadjoean itoe. Saja mengoetjapkan banjak sjoekoer epada Allah atas hal itoe. Kami soeka sekali memoedji bangsa kami dan mengangkat diri kami karenanja! Bangsa kami tiada terpandang, kerap kali dihinakan dan dianiaja orang! Oesaha toekang-toekang Djapara telah membei'i berkat. loean Zimmerman tertjengang melihat perboeatan toekang- ^oe "ang bangsa koelit hitam, jang tiada diindahkan orang itoe. \epandaian bertoekang kajoe, bertoekang emas, batik-mem- batïk dan bertenoen disini telah berarti. Toekang-toekang itoe njak menerirna pesanan dari perserikatan „Oost en West oentoek keramaian St. Nicolaas. Kamipoen toeroet bei'- besai hati. Sekarang* dapatlah toekang-toekang itoe memperboe- at kenang-kenanganiija jang bagoes-bagoes, boeah pikiran jang mdah-mdah, jang terloekis dan tersemboenji dalam hatinja mengatoerkan ragi jang berombak-ombak dan wama ian,r berkilat-kilat, kilau-kilauan. O, itoelah jang amat membesarkan dan menjoekakan hati, djikalau kita selaloe boléh mentjahari apa-apa jang bagoes dan baik. Tjahaja jang asalnja dari Toehan itoe adia terkan- doeng dalam tiap-tiap badan, biarpcen badan itoe amat boe- Y??, ' oepan.ja pada pemandangan orang. Kebenaran itoe wa- djib hendaknja diketahoei oléh sekalian orang pada waktoe lndoepnja, karena itoelah kewadjiban manoesia jang memba- poeskan hidoep, baik oentoek hidoep orang lain, baik oentoek hidoep diri sendiri. Adalah seoiang anak miskin datang kepada seorang perem- poean toea. Orang toea itoe bertanja, apakah kehendak si anak itoe. Makan-makanan ta' ada padanja, apalagi perhiasan dan pakaian. Anak itoe mendjawab: „Saja tidaklah hendak meminta makan-makanan, perhiasan dan pakaian. Ja iboekoe benlah saja boenga jang kembang dalam hati." Bagaimanakah pikiranmoe itoe? O, tjobalah engkau dengar permintaan anak itoe dalam bahasa Djawa, betapa manis dan merdoenja: „Njoewoen sekar melati, hingkang mekar hing- poen djering hati." Perkataan jang demikian senantiasa boléh didengar. Kami sekarang sedang 'asjik menoeliskan apa-apa jang bagoes, jang Kami dengar ^ keloear dari moeloet anak negeri itoe. Pei^ kataan „sja'ir" ta' ada dalam bahasa kami; „sja'ir" kata orang
262
Djawa „bahas^-boenga", ta' benarkah perkataan itoe? Kami sekarang mempeladjari lagoe-lagoe bangsa Djawa. Tetapi boekanlah lagoe jarig meriangkan hati. Soedahkah engkau mendengar lagoe-lagoe itoe dari bangsa kami sendiri? Gamelan ta' pemah berlagoe riang, sedangkan dalam keramaian jangbergila- gilapoen, lagoe gamelan itoe, selaloelah jang merindoekan hati, barangkali itoelah sebabnja maka hidoep itoe selaloe merindoe dan tidaklah ber-girang hati! Soerat ini sedjak dari bermoela sampai kehalaman ini saja toelis sedang mendengar njanji jang merdoe, jang lagoenja amat merindoekan hati. Ketika itoe hari telah malam, pintoe dan djendéla masih terboeka, pohon tjempaka jangtoemboeh dimoeka bilik kami itoe sedang berboenga; sementara itoe datang- lah angin jang lemah-lemboet mendajoe-dajoe kemoeka kami, membawa baoe boenga jang semerbak itoe, memberi selamat. Saja ketika itoe doedoek diatas tikar seperti sekarang, meng- hadapi médja rendah, disebelah kirikoe doedoeklah adikkoe Roekmini jang sedang menoelis djoega, dan disebelah kanan- koe doedoeklah Annie Glaser, poen diatas tikar sedang men- djahit, dan dimoeka kami doedoek seorang perempoean mem- batja kitab hikajat dengan berlagoe-lagoe. O, berapalah énak- nja! Seakan-akan dalam bermimpilah kami rasanja. Soearanja jang bagoes dengan njanjinja jang amat merdoe sepertuboeloeh perindoe itoe serasa menerbangkan hati dan njawa kami tinggi keatas kajangan, tempat bidadari beirsoekatjita. Betapa tjita- tjitakoe ketika itoe soepaja engkaupoen toeroet bersama-sama doedoek dengan kami dan bersama-samalah kita merasaï, ber- besar hati dan bermimpi. O, Stella, bermimpi bersama-sama' Hidoep ini boekanlah mimpi, tetapi ialah soeatoe kedjadian jang sebenamja lagi mengetjoetkan hati, dan apa-apa jang benar itoe ta' perloelah boeroek djika kita ta' soeka. Kebenaran itoe tidaklah boeroek, melainkan bagoes, ia bagoes selaloe, ka- lau jang ada didalam hati kita itoe bagoes poela. O, sebab itoelah saja beharap agar pendidikan itoe akan diperhatikan orang benar, tei'oetama tentang boedi pekerti jang bergoena oentoek kemadjoean pengoeatkan kemaoean hati. Kemaoean itoe haroeslah selaloe soeboer toemboehnja dalam pendidikan anak-anak, ja, selaloe Tetapi sekarang telah sesat poela ketempat lain. Saja hendak membitjarakan kepadamoe tentang bangsa kami; boekanlah tentang pendidikan; hal itoe nantilah koetjeriterakan, boekan ? Disini adalah seorang perempoean toea tempat saja meminta sedekah boenga, ja'ni boen ga-boen gaan jang kembana: dalam hatinja, jang haroem baoenja. Telah banjak saja diberinja, tetapi masih banjak lagi ada padanja, sangat banjaknja; dan saja inipoen hendak meminta lebih banjak poela. Ta maoe me-
nambahnja, tetapi sa ja haroes beroesaha akan memperoléh- nja; boenganja itoe haroes saja beli Dibeli dengan apa! Dengan apa mesti saja beli? Dan keloearlah soeara jang penting dari moeloetnja:. Poea- salah engkau sehari semalam, dan berdjaga-djagalah engkau seorang diri, terpisah dari jang lain."
„Habis malani datanglah siang, Habis topan datanglah reda, Habis perang datanglah menang, Habis doeka datanglah soeka,"
terdengar dengan merdoenja sebagai do'a ditelingakoe. Itoelah boeah pikiran jang dikatakan oléh orang toea perempoean itoe. Poeasa dan berdjaga-djaga itoe hakikinja: „Menang- goeng kekoerangan, kesengsaraan, insaf akan diri sampai tjahaja datang. Moestahil tjahaja akan datang sadja kalau tidak didahoeloei oléh gelap goelita; bagoes, boekan? anoai menahan lapar, itoelah soeatoe kemenangan pikiran jang soetji dari pada kelobaan lidah; dan tempat jang soenii itoelah sekolah tempat bei-pikir. Ketika saja masih ketjil sekalian hal itoe telah koeperboeat karena biasa sadja, tiadalah -saja bertan ja-tan ja, karena orang-orang jang lebih toea dari pada saja dan meréka jang sama dengan saja berboeat demikian, saja boeatlah poela. betelah itoe datanglah waktoenja hatikoe moelaï bei-tania pada dinkoe sendiri: „Apakah sebabnja maka saja boeat hal jang demikian, dan apakah sebabnja ini begini dan itoe begitoe ? Apakah sebabnja apakah sebabnja? daiam hatiko' ! pertanj aan jang ta' berkepoetoesan lagi
Sedjak itoe ta' maoelah saja lagi memboeat barang sesoe- atoe jang tidak saja ketahoei hal keadaannja. Ta' soekalah saja memboeat menoeroet seperti jang biasa sadja, kalau saja fa menge^ahoei betoel apa sebabnja. Apa goenanja dan apa maksoednja. Saja ta' maoe lagi beladjar membat ja koeran, mengapalkan pepatah dalam bahasa asing, pepatah jang tiada saja ketahoe1 apa artinja, barangkali djoega goeroekoe jang Jaki-laki atau jang perempoean tiadalah djoega mengerti pe patah itoe. „Katakan kepadakoe dahoeloe apa artinja, ba- haroelah saja maoe mempeladjarinja." Saja telah bsrdosa, karena koeran kitab jang soetji amat tinggi dan moelia akan diartikan kepada kami. Sedjak itoe kami ta' soeka poeasa dan memboeat apa-apa «otJi fm tiada memikirkan pand jang, dan sekarangpoen setelah memikirkannja, tiadalah poela dapat kami memboeat
itoe. Poetoeslah pikiran orang kamipoen poetoes asa poela, karena ta' maoe orang menerangkan kepada kami, apa-apa jang ta' dapat kami artikan itoe. Toehan kami ketika itoe ialah angan-angan hati kami sadja, kalau kami berboeat salah angan-angan kami menghoekoem kami, dan djika kami berboeat baik, maka kamipoen mendapat berkat kami. Soerga dan naraka kami ketika itoe ialah angan-angan hati kami djoega. Dari tahoen ketahoen kami bernama orang Islam, karena bapak kami orang Islam. Kami waktoe itoe orang Islam hanjalah namanja sadja, lain tiada. Allah bagi kami ketika itoe hanjalah soeatoe panggilan, sepatah kata, seboeah boenji jang tiada berarti Begitoelah hi- doep kami sampai kepada soeatoe masa jang pikiran kami djadi beroebah. Pada hari Toehan jang telah lama, telah bertahoen-tahoen, jang kami tjintaï dihati kami, sekaranglah baroe kami dapat. Demikianlah lamanja dan sekianlah djaoehnja kami telah mentjahari. Dahoeloe kami ta' tahoe, jang Ia didekat kami, selaloe Ia ada dikeliling dan disisi kami. Ia ada didalam toeboeh karai. Siapakah orang jang menoendjoekkannja kepada kami? Be- toel telah lama terasai-rasa dihati kami, tetapi orang jang menoendjoekkan Toehan kepada kami, jang telah sekian lama kami mentjahari itoe ialah Nellie van Kol. Dan siapakah orang jang membimbing kami dan menoendjoekkan djalan kepada- nja, ialah iboe kami sendiri. Betapalah doengoe dan bebalnja kami ini, tiada mengetahoei hal itoe telah sekian lamanja, bahwa dekat kami adalah goenoeng mestika jang tiada kami lihat dan kami ketahoei. Bodoh, keras kepala dan mémang tinggi hatilah kami ini. O, ta' dapatlah engkau pikirkan betapa besar hati iboekoe melihat kami dengan peroebahan ini, dan sekalian orang toea disinipoen toeroe tlah poela bersoekatj ita. Ta' ada sepatah kata jang keloear dari moeloet meréka itoe lagi, jang memarahi kami, dan ,djikalau kami menjesal dan menjalahi dii'i sendiri, karena boedi pekerti kami jang sombon g dan bo doh itoe, maka merékapoen berkatalah dengan ,lemah lemboet serta memboedjoek dan mema'afkan kami: „Baroelah sekarang Toehan berkehendak memboeka hatimoe, dan haroeslah engkau mengoetjap sjoekoer atas pemberiannja jang moelia itoe! ' O, ta' dapatlah saja mengatakan kepadamoe betapa tawakkal dan senang hati kami sekarang, betapa sjoekoer dan terima kasihnja, dan bagaimana poela aman dan sentosa perasaan kami, karena kami telah mendapatnja, dan sebab kami telah mengetahoeinja. Kami merasa sekarang, bahwa selaloe adalah rasanja orang dekat kami dan jang mendjaga kami. Toe- hanlah dioea jang akan membantoe dan memboedjoek kami,
BILIK KERDJA RADÉN ADJENG KARTINI.
w«ïtPOe-la ten,pat ^Vmi berfindoeng didalam hidoep kami pada waktoe jang akan datang, itoe!ah perasaan kami.
17 Augustus 1902 (X).
Selamiat pagi, hhatlah saudaramoe ini datang lagi kepadamoe akan berbmtjang. Hari masih pagi, sedjoek dengan se- e ^ek sekaran8" disoedoet dekat djendéla, moe- dah boleh memandang kedalam keboen. Sekali lagi saja tie- ï iterakan .kepadamoe kead,aan kampoeng halaman kami roe- mah tangga kami doenia kami dan koeroengan kami! oekarang saja hoeboeng lagi perbintjangan kita jang ke- mann. O, djatoehlah air .miafakoe melihatkan kegirangan hati orang toea-toea karena kami jang telah sesat didjalan ini, bekaiang telah balik kembali kepada djalan j'ang benjar. Ada- ah seorang toea disini telah memberikan kepada kami, karena kebesaian hatinja, satoe soesoenan kitab-kitab dan hikajat- mkajat tanah Djawa, jang ditoelis dengan hoeroef 'Arab. oelisan itoe akan kami peladjari sekali lagi membatja dan menoelisnja. Engkau ,tahoe bahwa kitab-kitab Djawa amat soekar mendapatnja, karena kitab-kitab itoe ditoelis dtengan tangan; amat sedikit sekali jang ditjétjak. Kami sekarang se- dang membatja soeatoe sja'ir jang bagoes dan berisi penga- djaran jang baik-baik, terkarang dalam „bahasa boenga". betapalah besar pengharapankoe, jang engkau pandai hendak- nja berbahasa kami. O, betapa soeka hatikoe hendak meriang- kan hatimoe bila engkau pandai membatja soerat tjeritera jang bagoes-bagoes itoe dalam bahasa' Djawa sendiri. Kalau diter- cljemahk.m tiada»ah sebagoes asalnja lagi. Adakah ingin hatimoe hendak beladjar bahasa Djawa? Be- toel mem peladjari bahasa itoe soesah, tetapi bagoes! Itoelah soeatoe bahasa perasaan, jang penoeh dengan sja'ir dan tadjam Kerap kali kami anak Djawa sendiri, tertjengang meiïhat betapa tadjamnja kadang-kadang perkataan bangsa hnlThi Saf La Ja,n8' engkau kehendaki dengan bahasanja bolehlah dapat diperboeatnja. Tjobalah katakan oléhmoe apa-apa sadja atau toendjoekkan olehmoe sesoeatoe barang, maka orang Djawa jang 'arif bi- djaksana, banjaklah kedapatan diantara orang Djawa jano- sedjr.ti, jang dapat dengan lekas mensja'irkan barang-barang itoe, sehmgga tertjengang engkau mendengar betapa tadjam dan geli perkataannja. Sepandjang pikirankoe hal itoe ialah aii 5, fngSf Tliri°er. Sajang benar, ketika anoegerah Allah itoe toeroen kepada bangsa kami, saudara-saudara-
moe ini tertinggal dibelakang sadja. Djanganlah engkau menjangka bahwa sa ja hendak meminta poedjianmoe, ka re na sebenarnja demikianlah timbangankoe. Lihatlah .kenjataannja: Oléh karena déwa-déwa itoe memandang kami seperti ber- anak tiii, hanja sedikitlah memberi kami kebidjaksanaan dan ketjerdikan itoe, tetapi oentoenglah datang déwa jang lain memberi kami dengan sepenoeh-penoehnja, hadiahnja jang bernama perasaan. Pada pikirankoe terbanjak benar ia memberikan perasaan itoe. Kami haroes memakai soenggóeh- soenggoeh dan mendjaga hati-hati kebadjikan itoe, soepaja djangan mendjadi kedjahatan. Perasaan tadjam mémanglah baik, tetapi terlampau tadjam ta' baik lagi. Engkau lama lambatnja, barangkali sekarang engkau telah mengetahoei, bahwa bagi saudara-saudaramoe ini amat banjak sekali soesah padanja menempoeh djalan pertengahan. Apalagi bagi orang jang djaoeh sekali dipinggir, pertengahan itoe sangatlah soe- kamja akan dihampirinja. Saja mengatakan kesalahankoe ini dengan teroes terang, karena adalah permintaankoe da- lamnja. Mengertikah engkau apa maksoedkoe itoe? Ja'ni: To- longlah saja memerangi dan mengalahkan kesalahankoe, maoekah engkau? maoekah engkau menoendjoekkan kepada sau dara-saudaramoe mana-mana ,hal jang ta' baik itoe? maoekah engkau? maoekah engkau melakoekan seperti jang telah kami sangka, benar-benar seperti perboeatan seorang saudara, atau perboeatan seorang sahabat kami jang toeloes dan iehlas? Masih teringatkah oléhmoe boenji soeratmoe pada boelan Januari, jang memperkatakan tentang boenji-boenjian, ahli-ahli kepandaian dan meréka jang bei-perasaan haloes? Dalam hal itoelah sahabat kami, seorang ahli pikiran jang pan da i sja'ir, telah mengadjar kami dengan haloesnja. Engkau ten- toelah segera akan mengetahoei, djikalau .sekinanja engkau bertjampoer-tjampoer tiap-tiap hari dengan kami, bahwa pengadjaran itoe soenggoeh-soenggoeh kami pegang tegoeh, kami genggam erat. Dan ketahoeilah oléhmoe, bahwa doekatjita tidaklah memerintah kami, melainkan ialah dibawah perintah kami. Mentjcengkil-tjoengkil kesakitan dalam hati itoe artinja: mentjari doekatjita sendiri. Kewadjiban kita ialah ,dengan sekoeasa-koeasa badan, wadjib mentjoba soepa ja kita selaloe lebih koeat dan perkasa dari pada kedoekaan hati itoe, soepaja kedoekaan itoe boléh bekerdja dibawah pe rintah kita. akan meninggikan daradjat kita! Setelah beberapa hari lamanja hoedjan toeroen disini, kami pergi melihat keboen boenga-bcengaan kami, jang telah binasa oléh hoedjan lebat. Disana kami lihatlah pohon boenga- boengaan jang binasa itoe. penoeh dengan toenas-toenas jang hidjau. Habis haii berganti hari pohon-pohon boenga
? dTeTngan » koentoemnja jang
| 1 | poela | dao<311 | da | |
|---|---|---|---|---|
| O HA n a | S Gpi ja | 3oen Ja | Ja h POek | jang |
sangat haroem baoenja. Hoedjan, ja, hoedjanlah jang perloe -l' ^ i' sa-b°engaan itoe boléh mendjadi' seba- ttfte tiita ha°S k«m-' S u ber8<*na oentoek SiS, K S10e[)aja toemboeh dan berboenga. Sekarang tahoelah kann. Air mata kami jang tertioetioer sekarang mlah bergoena oentoek menghidoepkan bidji soeka- toemboeh soeboer pada waktoe jang
| akan daTang | dengan | ||
|---|---|---|---|
| ganlah | terab a raba | d an | |
| a a | m e | meIakoekan |
nJDif₁L •, "'-]' 8'anlah menjesal-njesal, dia- !Sl •. "Joempah-njoempah, djikalau sekiranja engkau didatangi oleh kedoekaan, karena kedoekaan itoe perloe poela kanlah ke<£ek > kewadjibannja. Izin- ., ' kedoekaan itoe ,d«ngan ichlas hatimoe meninggikan daiadjatmoe sekalian itoe boléhlah dikerdjakannja, kalau eng kau berhati baik. Benarlah kata boediman: „Am jang mem- bersihkan emas api itoelali poela jang menghantjoerkan kajoe sehmgga mendjadi aboe." J
n. S^aran8'. hfroes ,saJ'a mentjeriterakan kepadamoe bagaima- na djalannja kami berkenalan dengan Nellie van Kol. Barang- ali engkau soedah membatja dalam soerat kabar tentang hal itoe Apa jang akan
| saja tjeriterakan | kepadamoe ini, ialah akan | ||
|---|---|---|---|
| a Ja | kepadain 3 | Pa | |
| Pei P0ean memb | Be anda ntjangl an de 8 an utoean | ian tjita tjita van | itüe Kol d |
kiT Amll t £ f ° •' da pertengahan boe- an Api toean van Kol menoempang semalam diróemah kami t,W?lHL'7?' « menjoekaï benar akan tjita-tjita saudaramoe ,im, menjoeroeh toean itoe pergi kema- rTP€ J i "-Itoelah asalnja, T ?' > an pertemoean itoe T^o esarkan hati kami, ta' dapat kami katakan. -Jang sebenarnja ia telah lebih dahoeloe menarik hati kami karena mengmgatkan boedinja oentoek tanah Djawa dan
*etapi karena perdjoempaan itoe lebih koekoeh- ah ia dalam kehormatan karni, bertempat dihati kami. Betoel tabat Itoe a O bertemoe d-ngan orang jang tinggi mar- tabat itoe. O, senang, senang sekali hatikoe. Sesoene-coah- njalah soeatoe kedjadian jang ta' akan hilang dari kenang- kenangan kami, ketika kami bertemoe dengan' orang-orang toeamoe jang penjajang itoe. Tahoekah engkau bahwa sedjak itoelah moelai peroebahan dalam hidoep kami? Pertemoean itoe membangoenkan ka,mii, menjoeroeh hidoep dengan sebenarnja-dahoeloe dan pada itoe hidoep kami tinggal dimana sadja, jano' ^ kara ™\,7?™ 11 Tat' tldi°er' f,dc€r nJenJak dan bermimpL Sekaiang hidoeplah kami berperang dan berkelahi, berharao dan berpoetoes asa, menanggoeng dan bersoekatjita, menangis ;i^TiSOral^°flah arti1nja hidoeP Jang sebenar hidoep! Kami telah merasai betapa enaknja menaiki poentjak goenoeng
kesoekaan dan mentjoba betapa pahitnja setelah menoeroeni lembah kedoekaan. Sekalian itoe tentoelah telah engkau dengar dari pada iboemoe. Saja sekarang berbesar hati, karena saja masih hidoep. Dari iboemoe saja tahoe, bahwa engkau soeka benar akan maksoed tjita-tjita kami. Engkaupoen sendiri (telah mengata- kan djoega hal itoe kepada kami. Tentoelah engkau akan ber besar hati poela mendengar,, bahwa adalah lagi meréka, tiadalah sebarang orang sadja, tetapi meréka j ang tinggi marta- batnja, poen soeka benar akan kemaoean kami itoe. Meréka itoe, ialah toean van Kol dan isterinja. Kepada toean van Kol kami tjeriterakanlah sekaliannja, dan kami miïita soepaja ia soeka mengoeroeskan hal kami itoe, sebab itoelah maka ia datang kemari dan iapoen telah bei- djandji, bahwa ia dengan segala kekoeatannja akan memban toe maksoed' kami, betoel seperti ajahmoe hendak membantoe kami .poela. Tidakkah besar hatimoe mendengarnja bahwa hal-hal saudara-saudaramoe ini akan dioeroeskan nanti oléh seorang jang bidjaksana dinegeri Belanda dalam _persidangan negeri? Se kalian jang dapat diperboeatnja akan dikerdjakannja hendak menolong saudara-saudaramoe ini, soepaja tjita-tjitanja dapat disampaikannja. Ketika kami bertjakap-tjakap dengan dia tentang tjita-tjita hati kami itoe selaloe ia meminta, agar saja hendaklah lekas berkirim soerat kepada isterinja. Iste- rinjalah jang dapat .memberi kami nasihat. Mendengar hal itoe hatikoepoen bertjaboellah dengan kegirangan. Betapa ka- sih serta honnatnja ia memperkatakan dan memoeliakan is terinja itoe, jang menoendjoekinja dan memberinja nasihat boekan boeatan. Tetapi lekaslah saja ma'loem, bahwa ialah bangsa laki-laki jang sebenarnja dan boekanlah sebarang laki-laki jang berkata sedemikian terhadap kepada perempoean. Bagi kami sa'at-sa'at jang demikian itoelah waktoe kami bersoeka ra ja naman ja. Laki-laki jang seperti itoe tentoelah banjak lagi, ja'ni laki-laki jang maoe meman- dang perempoean tinggi dan menghormatinja karena ia perempoean. Tiadalah saja toenggoe lagi memboeat itoe. Sesoedah toean van Kol berangkat, maka saja toelislah soerat itoe. Ta' tahoe saja entah apa, entah bagaimana perasaankoe waktoe menoelis soerat itoe, tetapi jang saja tahoe hanjalah saja la' ada berperasaan seperti kepada orang asing, pada hal beloem peinah saja berkenalan ketika berhadapan dengan dia dan ketika berkata-kata menoelis soerat itoe; dan begitoelah poela perasaankoe ketika bertjakap-tjakap dengan soeaminja. Ketika menoelis soerat itoe, maka njonja itoe koesangkakan se-
bagai iboekoe; dengan tiada berpikir pand jarig, koetioerah- kanlah sekalian jang terasa dalam hatikoe. Kepadasoeami nja ta' heranlah jang sa ja ta' oesah maloe-malï menga- barkan sekahan halkoe itoe, karena ia sangat peramah dan X ghnn^hlTi sT £. bitjara kami selalce dengan
| dj0ې meneri | ma | |
|---|---|---|
| Soe | g oeh | |
| Sebab | saja | telah |
| 11 S0 | at lt0e! Kami | merasa |
fJ f wu " » seperti bapaklali lakoenja bagi kami Sw i [ menoeroetkan hatikoe dengan k ® berknim soerat kepada njonja van Kol. Kamipoen de- igan lekas poela mendapat soerat dari padanja dan betapa Im₀₀^? boekan boeatan kajanja kami dengan sekian banjaknja kesoekaan hati jang ditoem- pahkannja bagi kami itoe. Toehan telah memberi kami lagi seoiang sahabat-hati, dan sahabat itoelah poela jang men°-a- djar kami pergi mentjahari Toehan jang esa sampai Lrtemoe Ta dapat saja terangkan kepadamoe betapa besarnja oen- oeng kann 1111. Kami ta' maoe bersoeka raja atas oentoeng kami, jang kami telah beroebah mendjadi baik ini, tetapi kann, sengadja diam-diam dengan hati jang tawakkal mengoe tjap sjoekoer kepada Allah" tentang sekalian jaC S kami peroleh itoe. .Dalam beberapa hari ini kami telah mene- ma4mglhoe?h° J°? S°ei'at dT NelHe' berisi bermatjam- "2am boeah. Plkll'an jang bagoes dan moelia. Seperti soeatoe soengai mengalirlali kesoetjian hati dari toelx>eh nja. Itoelah anoegerah Toehan kepada kami bertemoe de ngan seorang perempoean jang soetji hati, lagi tinggi mar- tabatnja. Ia berkata: „Baharoelah kita boléh bernama saha- ba„ manoesia jang berhati toeloes, djika kita menolong meré- oranï Lin₆^1-L l leblh dahoeloe mentjahari bantoean oiang lam, hanja bantoean itoe kita tjahari teroetama nada baoan k.ta sendiri dan pada Toehan kita." KaSnSSakTe- mmta terima kasih akan perkataannja itoe. Kata itoe lebih aiganja kepada jang telah di-
| kami dari | pada sekalian | nasihat, |
|---|---|---|
| nt0ek kami | ata | |
| 1 | ||
| Sekar n | ia terkilta | la i: |
r,' «Poen jang akan'datang Apa iadf ï '. batmja dan jang diberikannja ke- ^ itoelah „kasih jang keloear dari hatinja, dari baiknH t . 8' »<>rang jang sebaik- baiknja dan jang berhati pengasih dan penjajang, meréka JSlTr ma,10fla jans' lemah dan moedah bersalah. Se- ïahkanlah dirimoe kepada Toehan. Ialah jang akan menjem- b^an loeka hatimoe dan jang akan menghapoeskan air ma-
,, j.',a(?a so.eatoe bari, ketika saja sedang menoelis soerat ini adalah saja mendapat kedoekaan jang boléh meremoekkan hati dan memoetoeskan harap, djika sekiranja kami beloem meïtW? n Tf NellKr Tetapi sekarang tiadalah lagi kami ent.ian penghiboeran hati pada manoesia, melainkan kami
bergantoenglah dengan sekoeat-koeatnja pada tangan Allah. Oléh sebab itoelah ge lap goelita mendjadi terang dan topan halilintar mendjadi reda. Kami ta' takoet, sesoenggoehnja kami ta' takoet. kemana sadja kami pergi, selaloelah ada Toehan jang mendjagaï kami, melihatkan kami dan membimbing kami dengan kasih sa jang. Apakah goenanja kami mengindahkan manoesia, kalau kami telah mengetahoei akan Toehan kami? Sekalian itoe pekerdja- annja dan telah ditakdirkannja lebih dahoeloe apa jang kami perboeat. Ialah jang akan memberi kekoeatan oentoek me- ngerdjakan kerdja itoe. Kami soedi memberikan sekalian apa jang ada pada kami, dan soeka memberikan diri kami send'iri, demikianpoen mene- rima: kesedihan jang meloekakan hati. Air mata dan darah pastilah akan bertjoetjoeran dengan banjaknja, tetapi ta' meng- apa; sekalian itoe ialah akan membawa kami ketempat ke- menangan. Ta' ada terang tjoeatja jang tiada didahoeloei oléh gelap goelta. Habis malam baharoelah fadjar menjingsing. Sekarang tahoelah kami akan Toehan, dan hicloep kami poen serasa bertambah bagoes, had jat kami beitambah bagoes dan bertambah baik. Allah telah memberi berkat sekalian itoe! Bagaimana pikiranmoe tentang sekalian hal itoe, Edie ? Hanja seboeah jang koeketahoei benar, ialah: engkau berhati besar mendengar hal keadaan saudara-saudaramoe demiki- an itoe. Sekarang sa ja hendak bertjakap-tjakap dengan engkau se- bentar, soedah ,itoe haroeslah soerat ini berdjalan. Kalau ti- dak, lama benar ia tertahan dan lagi ia telah terlaloe pan- djang. Barangkali djoega soerat ini nanti mendj emoekan engkau. Katakanlah teroes terang kepadakoe! Berhati loeroes itoelah hendaknja sendi persahabatan kita. Djanganlah engkau maloe mengatakan apa-apa jang terasa dihatimoe, asal ada bergoena bagikoe, meskipoen hal itoe menjedihkan hatikoe. Maoekah engkau sedemikian, saudarakoe? Makin bertambah- lah hormatkoe kepadamoe, djikalau engkau mengaboelkan itoe. Kepadamoe tidalah kami akan bersjak hati, bahwa engkau soeka dan akan membiarkan sadja, orang-orang koeli jang di- bawah perintahmoe dipoekoel dan diteradjangi. Sajapoen ta' soeka melihat orang dipoekoel itoe. Piloe hatikoe boekan boeatan melihat sipat binatang jang ada dalam hati manoesia, sipat jang telah menarik hati manoesia itoe beroebah mendjadi binatang jang boeas dan ganas menghinakan kehormatan ma noesia itoe. Kami ta' mengerti adalah manoesia, ja, ada poela perempoean-perempoean jang soeka sekali pergi melihat orning di-
271
SS dï'if ™fak°ekan Wkerdj-Jn memoetS K uenaan dan hmalah, kalau orang Djawa jano- melakoekan kerdja Hoe, dan bertambahlal, rendoh da hiitmia S! orang Eropah jaag soeka berboeat demikian. ' oaja telah melihat betapa seorane-Eronah hnoi-onn;„ „ bodoh, 1;etapi terpeladjar, telah memoekoel móela-moela seoranf anak ketjil kemoedian seorang perempoean dan seorane-
| kami melihat | sampai | |
|---|---|---|
| me kan | hati dan | |
| e n | Pandai | atau tertawa |
JïTksSiMelfi₁₀® T°f ™manaskan da- lah kami. Melihat orang berboeat demikian kamipoen diam
dan ibf wilth'frkata-Kemarahan dan ïba hatilah jang menoetoep moeloet kami itoe. Seoranp- kenalan kami tahoelah akan perasaan kami itoe, laïoe berka- talah ia Kami haroes berboeat demikian, kalau tidak bairai- manakah kami jang hanja berpoeloeh-poeloeh orang ini dapat mendjaga keamanan dan kesentosaan meréka jang beriboe- boe banjaknja itoe? Telah lamalah kami lari dioesir Si rfbiW ïeka itoe tidak fntVi takoet Tfrkannja kepada kami." keliaoet kalau sekiranja me-
Menoeroet perintah karena takoet! Apabilakah poela wak- toenjfi akan datang, soepaja orang akan menoeroet perintah
damt mJso ek keH»ini sesama man°esia,
| e a | kaSih | Sajang |
|---|---|---|
| mano la | an |
nïknia S U f. J £ berdjoeta-djoeta ba- ilj; i seriboe sembilan ratoes doea tahoen pe- adjaian kasih sajang itoe telah diadjarkan, dan berapa riboe tahoen lagikah maka kasih sajang itoe boléh tersimpan dalam hati orang banjak mendjadi haknja? Tboemoe sama sekali tahoe akan hal hidoep kami; soedahkah
272
ditjeriterakannja kepadamoe hal keadaan kami, ketika kami masih ketjil, selaloe dalam sengsara, karena diperintahi oléh saudara-saudara kami laki-laki dan perempoean, jang berke- lakoean seperti radja-radja jang lalim? Bagi kami telah di'adatkan bahwa orang moeda haroes menoeroet sekalian perintah orang jang toea. Saudara Kartini jang sedjak ketjil telah mengehendaki kebébasannja dan mer- déka, ta' soeka diperboeat sedemikian. Kesoedahannja tentoe- lah saja selaloe berbantah dengan kakak-kakakkoe laki-laki dan perempoean, karena saja ta' maoe menoeroet perintah meréka jang sekehendak hatinja sadja itoe. Saja maoe rne- ngerdjakan perintah itpe, bila menoeroet pertimbangankoe pe rintah itoe 'adil dan baik. Demikianlah halkoe tatkala saja seorang anak ketjil jang masih ber'oemoer 12 tahoen, senan- tiasa berdiri dimoeka satoe pasoekan moesoeh. Ketika itoe- poen Toehan tiadalah meiepaskan saja. Ialah jang menolong mempertahankan saja waktoe jang soekar itoe. Banjaklah air mata jang memiloekan hati, jang telah kami tjoetjoerkan ke tika ketjil. Tahoekah engkau siapa sahabat kami waktoe itoe jang selaloe membantoe dan menolong kami? Kartono, tetapi ia biasanja ta' adalah diroemah, ia tinggal di Semarang. Per- sahabatan kami itoe telah lama. sedjak kami masih ketjil. Se- mendjak saudarakoe perempoean jang soeloeng telah dikawm- kan, dan saudarakoe laki-laki jang tertoea pergi dari sini, ber- oebahlah hal keadaan hidoep kami. Tjita-tjita kami masing- masing; „Kemerdékaan, sama rata, sama rasa dan persauda- yaan!" Kami soeka dikasihi dan disajangi, tetapi tidak dita- koeti oléh saudara-saudara kami jang lebih moeda. Tiadalah saja hendak meninggikan diri apabila saja ber-kata, bahwa saudara-saudara kami jang ketjil lebih soeka ber- tjampoer gaoel dengan kami dari pada dengan orang lain. Dalam pertjampoeran kami selaloe ada atoeran dan peiban- dingan, ta' ada ketakoetan. Kasih dan sajang mendjadi tali jang koeat memperhoeboengkan kami sekalian. Berapalah banjaknja kami mendapat kesoekaan dan keriangan dari saudara-saudara kami jang ketjil itoe! Banjak kami diadjarnja. Demikian djoega meréka jang telah bertahoen-tahoen menjiksa kanu itoe, ketika masih ketjilpoen djadi goeroe kami. Meréka itoelah jang mengadjar kami, bagaimana kami wadjib bekeidja, ja ni tidak seperti meréka itoe. Itoelah lagi soeatoe keterangan jang menjatakan, bahwa kesengsaraan dan kesedihan hati perloe ada diatas doenia. Meréka jang dahoeloe keras membantahi dan miemerangi kami, sekarang datanglah kepada kami dengan kasih dan per- sahabatan jang baik. Sekalian hal itoe tiadalah ditoendjoekkan meréka itoe dengan kata-kata, melainkan dengan perboeatan-
273
Bolehkah kiranja tjeritera hidoep kami jaag- péndék itoe didjadikan poela mendjadi tjeritera hidoep doea bLTgsf ia'ni
S'hatfwir fiSjSTT* Bïn"'i?, Adaka" «hm termen kelakf """" ^ ke?eSrann»^e?i>erb°ea'niil.Soepaja ki""1 sampai kepada keadaan itoe t-' t •!an? jketeh kami perboeat oentoek Keaaaan itoe ta tahoelah kami Tplnh afinn i™i;,, njakan hal itoe kepada kami^anjS ja^kaml tSof bSwa"
raEiaTekahanhaMtie ansia seKalian hal itoe ^iT pada perasaankoe. ^ kami amat banjak" Itoelah baudanakoe jang tertjinta, sekarang saja berharan bahwn soerat jang pandjang-ini tiadalah akan menakoetkan' engkau
Snk«T;n
ainkan ambillah ITu akan rrat mendjadi dengan tanda, jang kami dengan toe ba? kami.1' men->an&ka engkau seperti saudara dan 'saha-
Dengan girang hati kami berharap soepaja baniaklah lae-i hendaknja soerat-soerat dari Sawah Loento jang akan pergi ke Djapara. Kabarkanlah sekalian hal kepada kami, tjeriterakan- disana annja' baikpoen tentan2 kerdja, hidoepmoe dan doenia
Sajang! perkakas norteiéf- itno to CïAnl/Tinii 1 11 o-fltiin Tvniu,, 4-.*j i *,, jimg manai nar- ganja. Kalau tidak, soeka benar.kami memboeat Dorterét- poiteret jang bagoes-bagoes Kami
| Djawa | dan gandjil-gandiil | |
|---|---|---|
| e kema a | k : UK | £u 1 |
ban*,rkamf'v t' '"''I' T'8', *'""'^" " meükat keadaan nerff, " Wamoe ta' boléh w, ivcöcllltl.
20 Augustus 1902 (VII).
an", a ,1Kan djamoe dari Betawi, meréka soenggoeh- ifni18ê°6 ,mentjmtaï kepandaian bangsa kami dan meréka toe maoe dan sanggoep memadjoekan kepandaian itoe. Seka- annja ïalah anggota-anggota pengoeroes „Oost en West" di Hindia, jang hendak memboeka seboeah kedai barang-ba- ïang hasil kepandaian dan pertoekangan bangsa Boemipoetera oentoek keramaian Sint Nicolaas-jang akan datang ini. Meré- a jjj®. 's°eka benar' soepaja hasil kepandaian dan pertoekang an dan Djapaia banjak tersedia disana. HABIS GEI.AP TEEBITLAFI TERANG. 1Q
274
Akan mengoeroeskan pekerdjaan itoe telah terserah kepada kami dan kamipoen amat soeku mengerdjakannja, itoelah sebabnja maka saja ta' dapat lebih dahoeloe dari ini akan ber- tjakap-tjakap sekali lagi dengan sahabat kami di Princenhage. Soeami toean tentoelah akan bertjeritera nianti betapa ting- ginja pertoekangan oekir-mengoekir dan kepandaian bertenoen disini. Besarlah kesoekaan hati kami, kalau kami dapat memberi tahoekan kepada orang banjak akan kepandaian bangsa kami. Mendjadi penolong seperti itoe ialah soeatoe kebadjikan ke pada kami, sebab dengan hal jang demikian dapatlah kami menoendjoekkan djatem kedoenia jang baroe oentoek melakoe- kan kepandaian jang keloear dari hati anak Boemipoetera, ja'ni kepandaian jang menjoeroeh orang ta'adjoeb dan menghormati toekangnja jang hina, orang Djawa, jang hampir ta' dihargaï oléh sesama manoesia. Kalau kita melihat barang jang indah-indah itoe, dan ke- moedian dilihat poela toekang jang memboeatnja jang amat hina itoe, demikianpoen perkakasnja jang amat sedikit itoe. tentoelah kita akan ta'adjoeb dan menghormati akan kepandaiannja itoe, dan datanglah poela perasaan bagi kita, bahwa toekang itoe ialah toekang jang sebenar-benamja pandai. Pada soeatoe kali ketika kami tertjengang melihat kepandaiannja itoe, maka bertanjalah kami: „Hai toekang, dari manakah engkau ambil sekalian jang bagoes-bagoes itoe?" Matanja jang tadinja melihat kebawah itoe dipandangkannja sebentar kepada kami dan moeloetnjapoen tersenjoem, laloe mendjawab dengan moedahnja: „Dari hatikoe, bendoro!" Betapa besar hati kami menden gar djawabnja itoe, dan be tapa poela bentji kami akan diri kami, sebab kami waktoe itoe doedoek diserambi, tetapi ia doedoek ditanah berdjongkok dimoeka kami, menghinakan dii'inja, sedang martabatnja sera- toes kali lebih tinggi dari pada kami. Mengapa? Apakah sebabnja? Karena kami dengan tiada disengadjanja lahir kedoenia miendjadi anak seorang bapak jang berkoeasa dan berpangkat tinggi. O, betapakah boeroek- nja hal itoe! Sjoekoerlah! oesaha toean serta kawan-kawan toean jang lain, tentang keperloean jang penting itoe telah memboekakan mata negeri Belanda, ja'ni tentang pendidikan: pembatjaan oentoek anak-anak. Beroentoenglah tanah Belanda sebab mempoenjaï kekoeasaan jang moelia sebagai toean-toean jang bekerdja dengan hati-hati itoe memperbaiki hati dan pikiran anak-anak Belanda. Dalam hal jang demikian beroentoeng benar anak Belanda kalau dibandingkan dengan anak Djawa jang tiada mempoe njaï seboeah djoeapoen kitab pembatjaan, lain dari pada kitab-
kitab pengadjaran disekolah. Seorang toean jarig ada bermak- berkoeasa
| oed dan ada | poela | oentoek | membaiki | pendidikan | |
|---|---|---|---|---|---|
| a | P | mKer endin bebera a mendengar | kan | sedikit | d |
| 1 p et v a | ai lka kami 11 men an | kami ai,aIt lnak ditjétakIah | den | Cr |
tenteng h^°ftoe °fa'fS ïw ° 8 P^da soeatoe kali tetapf sekaranff ta nHat f p *^*en jang soedah, lagftentïng hal itoe ^ ^Poen Kami masih ketjil ketika seorang inspekteur sekolah anat ritera feffl karangkan'tj item,tje-BoemmSre ï f " anak-amik oemi ° eia, dan kaïang-karangan itoe akan dibeiï her
SH KeUka'katT £<™ 2'ambar itoe ,,,., tengah menoelis ibu> karang-karane-an ,!fni lf f" J gka-njangka sedikit djoeapoen bahwa eS SKLTS diocT .^poean, peiebi d/alan S ne en l>elanda, jang memberi anak-anak disana kitab wm batjaan oentoek pendidikan., akan meminta kepada Si ^ Skn.?T SOef1 menolonS' -bekerdja memboeat mahligai' pen didikan .lang bermenara indah-indah dan tinggi mentiami oedara diberi jang bertfeS
| jang | soetji, | serta | berdjendéla |
|---|---|---|---|
| Ü m ami seka ra er ter | boedlak ranfi PG rmaman dan € ao | banjak ban masih gen don | ak Jang: di an |
SS.iï < " J > tempat memandang kepada kekasihmVJ^plk Pertx,eatnja oentoek ' "boedak ketjil jang nanti akan mendiadi o ang-orang besar pada waktoe jang akan datang! Kami me-
- ™ kepada Toehan, moga-moga biarpoen sedikit dapatlah kami menolong kerdja jang moelia itoe. aapatlah
;,' mengoempoelkan dongéng-dongéng £ ï "ï i \, P toen-pantoen oentoek jang dimaksoedi itoe. Pada pikirankoe, ta' moedah bagi kami akan Pertama-kf° " ^ ^ itoe dengan toelisan moesik. Pertama karena kami, soenggoehpoen soeka benar akan moe sik, tiadalah pernah mempeladjarinja. Tetapi hal itoe ta' meng- apa di'akali. Kesoesahan jang terbe-
| '. F £ | ï | djoega |
|---|---|---|
| ka e a | da)atlah na lk | kl oe |
sar ïalah karena toeroen naik lagoe pada bangsa kami ta' sama itoe^adalal^rfnol. ^ Pada bangsa toean, dan dalam hal Eropah beberapa boenji jang ta' ada dalam moesik
Pada pekan jang laloe kami bertjakap-tjakap dengan se- tSmSJang telah 20 tahoen mengoempoelkan berma- ii hasil kepandaian anak Boemipoetera, pantoen-pantoen dlam lagoe-lagoe, semoeanja disimpan oléh toean itoe Poen maksoednja hendak mengambil beberapa lagoe Djawa. agoe gamelan akan penambah koempoelannja itoe, tetapi' sekarang beloemlah dapat ia menoeliskan lagoe itoe barang seboeah djoeapoen, dengan toelisan moesik, oléh karena kesoesahan jang terseboet itoe. Lagoe-lagoe gamelan itoe mé- manglah amat soesah, tetapi lagoe-lagoe njanjian anak-anak
amat moedah. Adalah berapa boeah njanjian anak-anak, jang telah kami tjoba melagoekannja dipiano, hal itoe dapat dila- koekan; sekaliannja berboenji tinggi dan rendiah. Roepan ja adalah talipon jang ta' kelihatan, terentang dan „Lali Djiwa" kemari, jang selaloe dipergoenakan oléh toeboeh- koe jang tiada kelihatan poela. Karena kalau sekiranja ta' be- gitoe halnja, ta' mengertilah kami, apa sebabnja ada beberapa pasal isi soerat njonja telah kami pikirkan, telah kami perbintjangkan, ja, telah kami toeliskan poela sewaktoe toean menoelis soerat-soerat itoe. Dalam soeratkoe jang bersaboeng dengan soerat toean, dapatlah njonja membatja djawaban dalam beberapa hal jang telah njonja tanjakan itoe. Demikiain- poen pikiran toean tentang lagoe-lagoe, permainan dan dongéng-dongéng jang njonja miinta kirimkan itoe telah poela kami perbintjangkan sebeloem kami menerimia soerat toean. Soenggoeh sajang sekali, kalau ta' dapat ditoeliskan dengan toelisan moesik, karena njanjian itoelah jang membagoeskan permainan dan dongéng-dongéng itoe. Ketika kami masih anak-anak, kami ta' soeka kalau toekang kabar jang bertje- ritera itoe tidak bernjanji sedang berkabar, sebab demikianlah galibnja. Beberapa hari jang laloe, kami telah berbantah tentang keperloean kitab-kitab. Lawan kami mengatakan, bahwa sekalian itoe ta' berharga: tjita-tjita da[n sja'ir semoeanja peker- djaan orang gila, kitab-kitab itoe ta' ada sedoeit harganja, sama sekali ta' ada paédahnja. Berapa besar hati kami ketika ésok harinja kami membatja didalam soerat kabar „Amsterdammer" seboeah karangan njonja tentang keperloean kitab-kitab itoe. Kami orang jang bodoh, masih doengoe, dalam timbang-me- nimbang beloem pandai; tetapi sekarang seorang ahli dalam hal itoelah jang mengatakan. Orang lawan kami itoe betoel gandjil, sebab itoelah maka soeka benar kami memperhatikannja dan mendengar pertim- bangannja tentang hal itoe. Ia seorang jang banjak bersipat baik, tetapi hatinja terlampau lemah. Padanja makin terang- lah bagi kami, apa jang perloe sekali dimadjoekan oentoek pendidikan anak-anak: „kemaoean hati". Kalau ta' ada kemaoean hati itoe, sekalian sipat-sipat jang baik itoe ta' berapa atau ta' ada harganja. O, ta' dapat saja katakan kepada toean, betapa terima ka- sih kami kepada toean, jang telah menoendjoekkan kepada ka mi djalan kepadang kesenangan jang sebenar-benarnja, kepadang kemerdékaan jang moelia kepada Toehan jang maha- koeasa. Siapa jang sebenar-benarnja mengerdjakan soeroeh Allah,
ïalah .jang bebas, ta' dapat ditawan orang. Meminta bantoe ke pada manoesia, artinja menawankan diri kepada mianoesia. oerapalah bagoesnja dan berapalah tingginja pengadjaran jang njonja toendjoekkan kepada kami itoe. Kesenangan iang sebenar-benarnja, dimanakah tempatnja? 1 Ia ta' djaoeh,_ tetapi terlampau soesah mentjapainja; ta' aapat orang pergi kesana dengan tram, dengan keréta api, atau dengan kapal, dan oeang emaspoen ta' dapat membawa kita kesana. Bajaran perdjalanan kesana amat mahal, ja'ni: air ma- ta, darah dihati dan insaf mengenal diri. Dimana dia ditjari? Dibadan sendiri. Banjak benda boléh didapat didoenia ini, .lang membesarkan liati dan inenjoekakan kita, jang telah sekian lamanja kita tjahari, jang be.rnama: kesenangan. Tetapi tiap-tiap kali mendapat jang bernama kesenangan itoe, sekian kalilah poela kita merasaï kesedihan, sebab jang kita peroléh itoe tidaklah jang sebenar-benarnja. Kesenangan jang sebenarnja, kesenangan jang selaloe ting- gal kekal, ))ertempat dalarn toeboeh dan bernama „kesenangan nati. Itoe telah lama saja rasaï dan njonjalah poela jang mengadjar saja menjeboet nama itoe. Allah itoe ta' maoe kelintasan, kata orang. Ia ta' soeka kalau mang menjembah allah-allah. jang lain dari padanja, dan dihoekoemnjalah meréka jang memboeat-boeat dan menghor- mati allah-allah itoe seperti Allah jang mahatinggi, dengan kekesalan dan kesedihan jang amat sangat. Poen adalah kami bertemoe dengan soeatoe kalimat jang isi- nja do'a kasih sajang, boenjinja: „Tiadalah engkau boléh ber- (mempoenjaï) allah-allah, jang lain dari padakoe." Tidalah bo- eh lagi dima loemi dalam kalimat itoe, bahwa manoesia itoe mggal manoesia djoega, ja'ni machloek jang moedah bersalah Sesoenggoehnja djika sekiranja dapat orang mema'loemi maksoed kalimat itoe_ dengan sebaik-baiknja, berapalah bagoesnja. Tentoelah banjak kedoekaan jang akan terdjaoeh dari pada meréka itoe! Benai • djoegalah bahwa banjak poela hal jang menjoe- roeh kami senantiasa be,rinsaf diri, tetapi tiadalah kami hendak meloepakan, bahwa njonjalah jang telah memasang pe- lita dihati kami. Boendakoe amat berbesar hati dan meminta sjoekoer akan peroebahan, jang telah terdjadi dihati kami. Ia amat in gin hendak bertemoe dengan njonja akan mengoe- tjapkan sendiri terima kasih atas kebadjikan jang telah toean perboeat oentoek anak-anaknja ini: „memboekakan hati kami akan Toehan jang pengasih dan penjajang itoe!"
278
Apakah sebabnja maka kami dahoeloe masoek bahagian meréka jang ta' pertjaja akan Toehan? Karena amat banjak kami melihat hal jang hina, jang diboengkoes bagoes-bagoes dengan sjarat-sjarat agama. O, tambahnja lagi dengki chianat dalam hati meréka itoe satoe dengan jang lain, sama-sama orang jang 'alim! Kami ketika itoe masih anak-anak dan berapalah pandjang- nja pikiran anak ketjil? Ta' dapat kami mengetahoei dan mema'loemi, bahwa ma- noesialah kiranja, jang berboeat djahat sambil menjeboet- njeboet naraa Toehan, akan pelipoeti kedjahatan jang telah diperboeatnja. Ta' dapat kami mengetahoei, bahwa sekalian jang ada didoenia ini moela-moelanja bagoes, tetapi kemoedian oléh manoesia diboeroekkannjalah sekalian jang bagoes itoe. Sedjak dahoeloe kami bertanja dan sekarangpoen kami bertanja djoega kepada siapa-siapapoen bagaimanakah peidjalan- an hidoepmoe? Kami ta' maoe menanjakan, apakah agama- moe? Kebaikan, itoelah dahoeloe jang mendjadi Toehan kami, dan selaloelah kami maoe memperhambakan diri kepadanja; sekarang kamipoen tahoelah poela: Kebaikan dan Tahoen esa adanja!
Sekarang kami sedang membatja seboeah sja'ir jang berisi nasihat jang bagoes-bagoes dalam bahasa boenga. Ka- ta sja'ir ta' ada dalam bahasa kami, kami mengatakannja ba hasa boenga, benarkah atau tidak? Adakah terkenang djoega oléh njonja malam-malam Hindia jang sedjoek dengan terang- nja, djikalau sekaliannja telah hening belaka, ketjoeali jang terdengar hanjalah lesir-lesir dipoentjak kelapa, karena di- emboes oléh angin jang mendajoe-dajoe, bersih dengan haroem- nja, membawa baoe kemoening, baoe tjempaka dan mela- ti jang amat semerbak? Tiadakah sekali-sekali njanji-njanji jang merindoekan hati datang mendjelang toean? Misalnja seperti njanji seorang Djawa jang berlagoe-lagoe diroemahnja oentoek isi roemahnja dan orang sebelah-menjebelah roemahnja, mentjeriterakan hal ihwal kasih sajang pahlawan jang ga- gah berani, bermatjam-mat jam alat keramaian dan tentang perempoean dan laki-laki jang molék-molék, ber'ilmoe dan bar- koeasa; peri hal poetera-pcefera atau poeteri-poeteri pada masa poerbakala ? Sekalian kitab bangsa kami terkarang dalam sja'ir, dan membatjanja mestilah dilagoekan. Waktoe jang menjenangkan hati, ialah djikalau orang Djawa telah pajah sesoedah bekerdja siang hatri, pergilah ia meiepaskan lelalmja dengan bernjanji-njanji menghilangkan
sekalian kesoesahan hidoep, bernjanji mengenangkan waktoe poerbakala, waktoe jang amat permai itoe; sekalian itoelah jang dmjanjikannja seakan-akan ia membawa njawanja dan diri- 11 ja ketempat itoe. „Bangsa Djawa bangsa jang penoeh kenang-kenangan," kata seorang sahabatkoe jang masih moeda dengan sebenarnja. „Mémanglah sangat senangnja bermimpikan ka- jangan dalam tidoer jang berzaman-zaman lamanja." Keadaan itoe benar; tetapi kami masih hidoep dan kami per- loe hidoep, artinja kami wadjib bergerak, madjoe kemoeka! Sahabat kami itoe berkata poela: „Soepaja sekaliannja soenggoeh-soenggoeh radjin bekerdja dan dengan sebenarnja mengeloeaikan kekoeatannja, wadjiblah kami membangoen- kan bangsamoe!" Karena hal itoe banjaklah nanti kenang-kenangan jang ba goes-bagoes jang akan mendjadi hilang lenjap; dan boléhkah kami, karena menakoeti kehilangan itoe, menahan diri soepaia kami djadi bangoen? Bermimpi énak, mimpi itoe bagoes, tetapi apakah goenanja kalau mimpi tinggal mimpi sadja? Kita haroes menambah ke- senangan dan keindahan mimpi itoe, ja'ni mentjoba soepaja mimpi itoe mendjadi hal jang sebenarnja. Amat banjak jang bagoes-bagoes pada bangsa Djawa! Ka- ïena toeanlah, maka dalam beberapa hari jang laloe ini, ba njak kami mendengar bermat jam-mat jam kebagoesan dari moeloet anak Boemipoetera. Jaïtoe sebab kami sekarang me- ngoempoelkan dongéng-dongéng itoe, djadi banjaklah kami bertemoe dengan beroepa-roepa orang bangsa kami, dan amat- lah senang hati kami mendengarkan boeah pikiran meréka itoe. Keterangan-keterangan meréka itoe selaloe ringkas, tetapi bahasanja amat bagoes, dan sangat memiloekan hati, karena kebenarannja dan kebidjaksanaannja. Betapalah ingin hatikoe hendak me.ngirimkan kepada toean sekalian boeah pikiran jang bagoes-bagoes itoe dalam bahasa jang amat merdoe boenjinja itoe: karena kalau diterdjemah- kan hilanglah kemerdoeannja itoe. Boléhkah banjak-banjak kami menerangkan kepada njonja tentang hal keadaan bangsa kami? Pertanjaan itoe ta' goenalah ditanjakan; karena tentoelah toean soeka mendengar sekalian hal keadaan bangsa kami, sebab toean kedoea mémang sajang dan kasih kepada bangsa kami. Oléh karena tjinta toean ke- doealah maka kami mendapat kebagoesan itoe dalam hidoep kami. Bersama-sama dengan toean pertjajalah kami, bahwa jang sebenar-benarnja itoe tempatnja ialah dihati, dan tiadalah di- doenia. > Kami rasanja amat kaja dan senang karena telah menda-
pat sahabat-sahabat jang ada dihati kami itoe. Amat lobakah kami ini karena dari siapa djoeapoen maoelah kami beladjar? — ...apalagi hendak bsladjar kepada meréka jang menambah pikiran dan meloeaskan pengetahoean kami itoe dengan dj alan berkirim-kiriman soerat? Bentji benar kami menerima soerat jang ta' ada isinja, apalagi hendak membalas soerat itoe; sebab soerat-soerat jang sedemikian menjoeroeh kami bertanja: „Apakah goenanja ia ditoelis?" Kami. betoel-betoel orang jang beroenfoeng, karena kami dapat bertjampoer dengan meréka jang tinggi martabatnja itoe. Djaoeh ditengah-tengah poelau Selébés adalah seorang sahabat kami, manoesia jang berhati bangsawan dan berpikiran moelia. O, alangkah hérannja kami melihat pekerdjaannja jang moelja itoe. Eagi 'kami seperti soeatoe keramaianlah, djika kami menerima soerat dari Dr. Adriani, jang senantiasa amat bagoes dan psnoeh berisi pengadjaran. Betapa besar hati kami ketika kami bertemoe dengan dia diroemiah toean Abendanon. Njonja Abendanon mempertemoekan kami dengan dia, karena ia tahoe, berapa banjaknja pengadjaran jang akan kami terima dalam perdjoempaan itoe. Mengenangkannja dan memikirkan pekerdjaannja sadja, kepada kami soedah mendjadi soeatoe boedjoekan, djikalau sekiranja kami disini melihat atau mendengar orang jang loba dan ta' ada mena- roeh kasih sajang. Jang menjakitkan hati kami benar, ialah melihat kelobaan manoesia, jang terkadang-kadang-soenggoeh ta' ada batasnja. O, berapalah senangnja hati kami jang selaloe tinggal dalam doenia meréka, jang kakoe dan dingin ta' maoe mengatjoeh- kan apa djoeapoen, dan kebanjakan diantaranja tiadalah berhati dan berotak, djikalau sekiranja sekali-sekali kami dapat bertemoe dsngan seorang, jang hatinja penoeh dengan kasih-sajang, kegembiraan dan kebidjaksanaan. Sjoekoer, ja. sjoekoer kepada Allah, karena adalah kami berkenalan dengan manoesia jang demikian, baik dékat atau- poen djaoeh.
Sajang sekali, toean ta' kami kenal pada waktoe perserikatan kami sedang madjoe. Sekiranja ada, ta' dapat tidak toean akan berbesar hati. Tiga boeah njawa bersipat satoe didalam tiga boeah toeboeh jang berdekat-dekatan lahir kedoenia mendjadi saudara! Banjaklah riboet jang telah menggoda kepala anak moeda-moeda itoe dan banjaklah poela topan jang msnjêrang hati meréka itoe. Saja ingat akan kata-kata toean, „akan menjampaikan tjita-tjita wadjiblah diboenoeh beberapa kenang-kenangan."
281
„,5?" Poetik-poetik boenga jang mati timboellah boeah-boe- alian jangsampai masak; demikianlah poela halnia hidoen manoesia, boekan? Karena dari kenang-kenanganjang maïh moede, dan laloe nuati. bolehlah terkadang-kadang timboel ke "aSk-aTn i' Jan"' samPai masak mendjadi boeah Tatkak latKaia kamige™wT kami mengoeboerkannja dengan Jang air besar mata felah dan ™tilah. kedoe- kaan jang amat sangat, terasalah oléh kami seperti seboeah soengai d£a
| mengalir | dalam | badan kami | dan | wakt^ Ttoe |
|---|---|---|---|---|
| dlhatl | kami | |||
| a S | d lebih a fJa | koeat! amat | Kami ban ak | ma |
| J |
i™b°f Jfv. soeatoe kenang-kenangan jang baroe X hal itoe ^ f, ^ dan rasaï kesedihan hat'i S ^ ' ^'' J lagi air mata dan kan dahLant hnl7 ^it.,oetjoer, soepaja dapat meiepas-Kan oahaganja boeah jang masih moeda itoe, hine-g-a sammi menajadi boeah jang masak. '"»8ga sampai Sabar, perbanjaklah sabar! Sekarang baroelah kami ma'loemi apa ia menS-
| jang | dimaksoedi | toean | Abendanon, | ketika |
|---|---|---|---|---|
| Ja | men atakan | k8 teIah | ada | b9rarti Ja kami |
| yj oe | f !1 | |||
| S erkenan | t e anJa f P | ha da n ah seora m< ndengar | PCrd)alalla moesik |
kh kiranS / «abaran itoe kepada kami. Banjak- lah ki ranja jang dahoeloe hanja bcenji sadja kedengaran oléh
bSéh boleh dan wadjib berdjalan lambat-lambat; " ' perdjalanan Ca itoe
;' H if amat nandjang; dan djalan itoe amat tjoeram dan soekar! Bersoesah hati sendiri tiadalah mengapa; tefaoi
tjoS"„Üti kamt°' "" » «WW. menge-
J glah saja pada soeatoe malam, beloemlah lagi be- k'imi hTrdrp ' i "£ kenalan kami membawa ff' : diroemah komidi di Jemarang Loelah pertama kali selama hidcep kami jang kami berdoea sadja, tidak bersama-sama dengan adikkoe de ngan bapak atau dengan iboekoe, doedoek didalam manoesia jang sebanjak itoe. Kami hanjalah berdoea sadja, diantara orang-orang asing jang banjak itoe. Dan sebentar terpikirlah oleh kami: Beginilah hidoep kami nanti pada waktoe jang akan datang Kami hanjalah berdoea sadja dilaoetan hidoep jang tefarr ltoeH' Tetapi tawakkallah kami, karena adalah Toehan jang mendjaga kami! Pada 20 hari boelan ini pikiran kami adalah di Tandioene-Penoek. Disanalah tampak oléh kami kapal Willem II sedan'-- berlajar memnggalkan pantai poelau Djawa, membawa soeatoe moeatan jang amat mahal harganja, jaïtee seorang sahabat jang inggi martabatnja dan soetji hatinja, jang amat kasih [an, ®ajang akan tanah Djawa, pergi ketanah Belanda akan bei bmtjang-dalam persidangan Tweede Kamer, lebih keras dan perkasa dari pada jang soedah-soedah oentoek keperloean berdjoeta-djoeta anak negeri tanah Hindia ini.
282
Willem II! Bawalah ia dengan selamat, oentoek Hind'ia dan oentoek anak isterinja! Dalam hatikoe adalah mengoetjap sjoekoer, berasa piloe dan berharap, tetapi jang lebih terasa benar ialah penghiboeran; kasih akan manoesia, tjinta akan kebenaran sekalian itoe benar belaka, ta' kosong dan boekanlah kata-kata jang sia-sia Kami pertjaja kepada kasih sajang! Sekarang, o, goeroe kami, jang ditjinta dan setia dan sa- habat kami jang moelia dan pengasih, terimalah salam kami dan oetjapan terima kasih banjak atas soerat toean, jang sangat membesarkan hati kami itoe. Ialah jang menjoeroeh kami berinsaf diri dan menambah kekoeatan serta memboe- kakan pikiran kami jang baroe.
#
- # 2 September 1902 (VIII).
Sombonglah rasanja kami ini, karena kami maoe melakoe- kan diri kami mendjadi seperti iboe bagi anak-anak jang lebih toea 'oemoernja dari kami. Tetapi apalah goenanja dipikirkan 'oemoer itoe? Sekalian manoesia ingin kepada kasih sajanc:, baik orang toea-toea ataupoen anak-anak ketjil. Sesoenggoehnjakah bahwa perempoean itoe hanja kalau telah kawin baroe boléh tjoekoep kemoeliaan jang diberikan Allah jang tersimpan dalam hatinja itoe? Karena kemoeliaan dan kehormatan jang terbesar bagi perempoean-perempoean, ialah mendjadi iboe? Tetapi haroeskah selamanja perempoean itoe „beranak kandoeng" maka boléh mendjadi iboe, menoe- roet sebagai artinja kata itoe: satoe machloek jang penoeh dengan tjinta kasih sajang? Kalau sekiranja benar arti kata itoe, iboe mesti beranak kandoeng, berapalah rendahnja pi kiran manoesia didoenia ini, karena jang akan dikasihi oléh manoesia hanjalah darah dagingnja dan sibiran toelangnja, 1) jang dilahirkannja kedoenia sadja! Tetapi kalau demikian be rapalah banjaknja iboe jang dikatakan orang iboe dimoeloet sa- hadja, karena ia telah melahirkan anak kedoenia ini, dan pada Lalnja ta' lajaklah ia mendapat nama iboe jang moelia itoe. Seorang perempoean jang menjerahkan dirinja kepada se- seorang jang lain dengan segala kasih sajang jang ada diha- tinja, dan dengan segala oesaha jang ada pada dirinja, maka perempoean itoelah jang boléh dikatakan iboe, jang sebenar- benarnja iboe, ja'ni iboe dihati.
1 (. sibinm toi^lnng koratan torlan^r.
283
Iboe dihati djaoeh lebih tinggi kemoeliaannja dari pada iboe dimoeloet dlalam pemandangan kami. Kami berharap dan minta do'a soenggoeh-soenggoeh, moe- dah-moedahan djikalau kami nanti dapat mentjapai tjita-tjita mi, ja ni mendjadi goeroe sekolah, jang moerid-moerid kami itoe nanti tiadalah akan menamaï kami iboe dimoeloet sadja, melainkan meréka itoe akan memandang dan merasa sendiri, bahwa kami sebenarnja „iboe" bagi meréka itoe, baik dimoeloet, baik dihati.
Kami berharap benar-benar Anneke di Bogor akan men- dapati orang baik-baik dan peramah, karena ia di Hindia tinggal seorang diri akan menghiboerkan hatinja dan pengganti iboe bapa dan roemah tangganja jang ada dinegeri Belanda. Anneke disini telah merasaï bagaimana hidoep seperti orang Djawa. Djika sekiranja boléh, berapalah bagoesnja kalau njonja dapat melihat Anneke dari soedoet pintoe, bagaimana ia disini seperti saudara kami lakoenja, doedoek bersama-sama dengan kami diatas tikar. Pada soeatoe malam ia'doedoek ber sama-sama dengan kami dibilik kami, dielcat médja rendah, betoel seperti saja sekarang doedoek dekat médja itoe poela; ia inendjahit dan kami menoelis; lain dari pada itoe adalah lagi jang nomoi empat, seorang' sahabat kami, doedoek bersama-sama membatjakan kepada kami hikajat dengan bernjanji. Njonja barangkali tahoe djoega, bahasa sekalian kitab tjentera bangsa kami tertoelis dalam sja'ir, atau „bahasa boe- nga kata kami, dan membatjanja selaloe dengan bernjanji. Pintoe dan djendélapoen terboeka belaka; dimoeka bilik ka mi adalah sepohon batang tjempaka sedang berboenga, jang mengirimkan baoenja jang haroem dan wangi itoe kepada kami dengan angin jang lemah-lemboet. Berapalah senang hati kami mendengarkan soeara jang haloes dan merdoe itoe, senang telinga mendengar lagoenja, jang membawa hati kami kepada zaman poerbakala, jang penoeh dengan oepatjara jang kee- masan, dengan djauhari dan bidjaksana. dengan pahlawan dan radja-radja jang gagah berani, sakti dan keramat Sangatlah senangnja hati mendengarkan mimpi tjita-tjita jang bagoes itoe! Dalam menoelis dan mendengarkan mimpi itoe lebih banjak kami menggigit péna dari pada melajangkan- nja diafcas kertas. Dan dalam lingkoengan orang Djawa jang sebenarnja itoelah doedbek ditengah-tengah anak-anak jang berkoelit hitam, Boemipoetera negeri jang panas, seorang anak perempoean jang berkoelit poetih. jang datang dari benoea sebelah barat. O! berapalah soekanja hati kami djikalau sekira nja toean dapat poela tinggal seperti itoe bersama-sama dengan kami.
284
Sekarang kamipoen telah mempeladjari lagoe-lagoe itoe, dan djikalau kami tiada kemaloe-maloean, maoslah kami ber- mimpi menjanjikan lagoe itoe oentoek toean. Kemarin Annie telah memboeat sesoeatoe kerdja meniroe seperti orang Djawa benar. Ia ingin sekali hen dak pergi dari Djapara, djadi kami katakanlah kepadanja: ,,Mintalah kepada Soenan Mantingan; djandjikan kepadanja bahasa engkau akan menaboerkan boenga dimakamnja itoe, djikalau maksoedmoe sampai." Ia telah memboeat hal itoe. Doea hari jang telah laloe, dipi- kirkannjalah baik-baik hal itoe. dan bésoknja pergilah ia ber- nazar. Dengan beberapa orang 'oelama pergilah kami kemarin kekoeboer keramat itoe, kamipoen mêmbawa boenga dan ke- menjan. Anneke bersama-sama dengan kami, setelah sampai ketempat keramat itoe, doedoeklah dikaki koeboer Soenan itoe. Maka kemenjanpoen dibakarlah, dan soeara 'oelama-'oelama jang mendtengoeng-dengoeng itoe kedengananlah seakan-akan pergi kelangit, moela-moela lambat, tetapi makin lama makin keras dan makin 'asjik boenji soeara jang keloear dari moeloet orang 'alim-'alim itoe. Waktoe itoe perasaan amat soetji rasanja, dan berarti moelia. Kami doedoek semoeanja dengan menoendoek- kan kepala, dan diatas kepala kami terdengarlah do'a 'oelama- 'oelama itoe dan asap kemenjanpoen naiklah keoedara. Seorang dari pada 'oelama-'oelama itoe, berbangkitlah laloe berdjalan loetoet mcmbawa boenga-boengaan Anneke, dan di- taboerkannjalah dengan ta'zimnja diatas koeboer Soenan itoe dan diatas koeboer jang lain-lain. Didekatkoe kedengar- an oléhkoe orang tersedoe-sedoe menangis. Kiranja jang menangis itoe, ialah Annie! Dengan kaki telandjang tanda kehormatan, masoeklah ia kedalam gobah itoe, dan kamipoen memlx> ri hormat dan salamlah poela seperti 'adat kami kepada sekalian arwah meréka jang berkoeboer disana. Dari tempat itoe pergilah kami kesoengai jang mengalir di- belakang koeboer itoe, pergi membasoeh kaki kami. Kami minta kepada 'oelama-'oelama itoe, soepaja meréka itoe akan memintakan dan mendo'akan kepada Allah, moga- moga sampailah hendaknja maksoed Annie itoe. Kekasihkoe, kami ingin benar bersama-sama dengan toean memboeat keadaan jang seperti itoe. Adalah banjak lagi dalam hidoep bangsa Djawa jang me- loeioehkan hati, oemnamanja kehormatan oentoek arwah-arwah sekalian kaoem keloearga kami jang telah mati, dan oen toek orang toea-toea kami. Apa-apa sadja jang kami perboeat, baik karena soekatjita atau karena doekatjita, senantiasa kami
285
tidak meloepakan kaoem keloearga kami jang telah meninjrffal- kan doenia. Anneke tentoelah sekali-sekali akan mengenangkan djoegu negen Djapara, djikalau ia telah senang tinggal di Bogor, wa- laupoen hidoepnja disana boléh djadi seriboe kali lebih'baik dari pada di Djapara. Siapa jang telah mengetahoei Djapara. njawa dan semangatnja negeri itoe, tiada moedah dapat me loepakan negeii itoe, baikpoen karena kasih atau karena ben- tjmja. Kemarin petang pergilah kami ketempat toekang oekir. alangkah indah-indahnja perboeatan meréka itoe. Adalah 15 orang laki-laki dan toekang jang bekerdja disana. Semoeanja bekerdja dengan berdikit-dikit, tetapi hasil kerdjanja seka-Iiannja haloes dan rapih! Adikkoe Roekmini segeralah poela toeroet bekerdja, dan doedoek bersama-sarna diatas bangkoe, mengoekir dengan se- gala kesoekaannja, seperti orang jang telah biasa doedoek be kerdja disana. *
* * 15 September 1902; (VIII).
Bagaimanakah katakoe hendak mengatakan kepada njonja, betapa perasaan hati kami tatkala melihat kapal Willem II membawa kekasih kami berlajar! Kami melihat meréka itoe dengan tersenjoem simpoel, tetapi air mata kami djatoeh dihati. Lihatlah meréka itoe sebahagian dari hati dan semangat kami telah berangkat. Iboe kesajangan kami telah berangkat, dan sahabat kamipoen telah pergi poela; ta' adalah lain bagi kami, lain dari pada toean. Maoekah njonja mendjadi iboe kami sekarang? dan menambah sajang dan kasih kepada kami? O, kekasihkoe, kekasihkoe, soeka benar rasanja saja sekarang hendak terbang kepangkoean njonja, meniarap dan bernaoeng dihati toean, akan mendengarkan betapa kasihnja hati toean kepada kami. Tinggallah toean selaloe mengasihi kami dan mempertjajaï kami! O, kekasihkoe, sesoenggoehnjakah ta' ada lagi nasib kita akan oertemoe kembali dalam doenia ini? Kami ta' dapat dan ta' maoe mempertjajaï itoe. Toean Royaards jang menoempang diroemah toean re- sidén, peorgi poela mengantar-antar sahabat kami berangkat dari sini; dan kamipoen lekaslah tahoe kepadanja, sebab kami telah atjap kali melihat porterét-porterétnja. Saja soeka benar melihat tingkah lakoenja, dan ia amat ramah kepada kami. Ia ta' dapat pergi ke Djapara, katanja dengan tiba-tiba kepada ka mi; ia akan bersoekatjita kalau sekiranja kami dapat melihat- nja main komidi dan sebab itoe dimintanjalah kami datang
pergi melihatnja bermain, seperti Julius Ces-ar, pada hari Sabtoe jang akan datang ini, tentoelah tjeritera itoe akan me- narik hati kami. Kartjis panggilannja akan dikirimkannja kepada saudara kami jang laki-laki dan kalau sekiranja ta' dapat kami mengaboelkan permintaannja itoe, tiada poela mengapa. Baik benar ia, boekan? Ia berharap akan bertemoe dengan kami nanti dinegeri Belanda; kamipoen berharap poela demikian. Kami mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena ka mi telah bertemoe dengan dia, meskipoen kami barangkali ta' dapat mendengarnja bermiain; kami berbesar hati telah dapat bertjakap-tjakfip dengan dia. Tiadalah kami menjangka- njangka akan memperoléh hal jang sedemikian itoe. Ta' pernah kami selama ini mendapat pekan jang sedemi kian penoehnja dengan kedjadian-kedjadian jang menggoen- dahkan pikiran dan beberapa banjak lagi hal jang berlain- lainan keadaannja, seperti jang telah terdjadi pada pekan jang laloe. Dipekan itoe telah timboel soeatoe kedjadian pada sahabat kami jaïtoe kedjadian jang kemoedian hari boléh memberi paédah besar bagi hidoepnja. Kamipoen tjampoer dalam per kara itoe. Dan sebab kami telah memboeat apa-apa oentoek menolong sahabat kami itoe. karena itoelah bapak ta' dapat meng- ampoeni dosa kami. Masih terkenanglah oléhkoe ketika saja doedoek dimoeka bapak, dan berani menentang ma tan ja, sebab ta' adalah dalam perasaankoe, jang saja ta' berboeat salah. Dengan moeka moeram dan soeara sedih berkatalah ia: „Ni, inikah balasan djasakoe? Saja telah pertjaja kepadamoe. Engkau ta' pernah menjakiti hatikoe, tetapi sekarang engkau perboeatlah itoe. Saja beloem pernah marah benar kepadamoe. Apa sadja jang telah engkau perboeat tiadalah jang mema- rahkan hatikoe; tetapi sekarang sebenarnjalah engkau telah menjakiti hatikoe.", Sajapoen tiada berkata sepatah djoeapoen, tetapi saja ta maoe menoendoekkan kepalakoe, karena saja pertjaja jang saja tiada bersalah. Doeka hatikoe jang bapak menjakiti hatinja dalam perkara itoe; tetapi betapa besar hatikoe mendengai pengakoeannja, bahwa saja jang soedah-soedah beloem sekali djoea pernah menjakiti hatinja, dlan iapoen ta peinah maiah benar kepadakoe. Dan dalam hal itoe pertjajalah saja, bahwa adalah waktoenja nanti, jang bapak akan beroebah pikirannja tentang kesalahankoe itoe. Ta' adalah kami berboeat barang sesoeatoenja, jang ta' boléh kami kabarkan. Tetapi hal itoe benarlah tiada kami tjeriterakan kepada bapak, boekannja ka rena kami takoet, melainkan karena ia rahsia onang lain. Dan kami tentoelah ta' boléh senantiasa mengenal diri sendiri, te tapi itoe benarlah kemaoean bapak. Kami boléh menolong orang lain, asal kami tiada sedikit djoega akan dapat bahaja.
287
f>aiangkali pikiran itoe amat sein poema tetani tirlnViak o-i soeai dtengan pendapatan kami, jang
ïat' l4kh
sadja, ta' ada dalam bahasa kami oen™eK dm sendn t
SSf^S^SS
Soh!ami ^ b6rb0eat baik' « dengan bolktilïn
nJekarai18' bapak telah beroebah pikirannja lebih lekas dari pada sangka-sangkakoe. Pada malam hari jang ^rtama aktoe saja dalam bersoesah hati itoe, sajapoen +elah menda pat ilham dan tiadalah sekali-kali saja memikirkan bahwa nasi hnliJanif ?i sajaTberikan itoe-adalah poela akan memben ba hagia kepadakoe Ketika itoe banjaklah saja memikïkan hal orang, jang saja beri nasihat itoe sadja; tetapi lihatlah sekarane- betapa paédahnja nasihat itoe kepada diriLfs^rf Bapak ï'u~^ telah bermoeka man is lagi kepadakoe dan bertjakap-KaSf it"gan Saja SGperti tiada ked)adian soeatoe apapoen Ivalau sekiranja saja sampai sekarang ini beloem berkenalaii dengan Nellie van Kol, betapalah soesah hati d™n seSsar" koe melihat bapak marah dan ta' maoe mengampoeni dosa ka mi itoe; tetapi sekarang adalah Toehan tempat kami meminta bantoe dan temp>at kami pertjaja, sebab itoelah maka kami sekarang mendjadi tawakkal memikirkan keadaan jang seperti
, lah ,haI jtoc kedjadian baroelah kami mengoetjapkan selamat djalan kepada Annie. Betapa soesahnja hati kami ke- 1 jl°e f c'aPatl^h kami seboetkan; tetapi dimoeka kami kesedihan liati kami itoe ta' dapat dilihat orang. Barangkali Anniepoen merasa. jang kami tiada mengiifdahkan pei 1 tjeiaian itoe, tetap! tahoelah kami sekarang: bahwa mendiam- can diri, itoelah soeatoe tanda kemoeskilan jang amat dalam Sesoedah kami mengoetjapkan selamat djalan kepada An-
*. ••••••'a dapatlah toean menerka, apa jang telah kedia- dian pada kami; kami mendjadi iboe dari seorang jang 'oemo»r- nja telah doea kali lipat ganda dari kami, ja'ni tempatnia mengadoekan sekalian hal ihwalnja boeroek dan baik.
288
Hal jang gandjil itoe melemboetkan hati kami. Banjak lah hal jang gandjil-gandjil jang telah terdjadi pada kami, tetapi hal itoelah jang segandjil-gandjilnja. Kami mendengarkan hal ihwalnja itoe ialah dengan seizin orang toea kami. Oléh karena hal itoe, dapatlah kami seorang sahabat, jang akan berboeat baik kepada orang Djawa dlan ialah poela jang akan mendjadi seorang sahabat kami jang mentjintaï djoega tjita- tjita kami. „Engkau kedoea betoellah djenaka, berani menga- djar dan memarahi orang jang telah toea." Demikianlah kata toean seakan-akan terdengar oléh kami, tetapi mendengar itoe kamipoen gelak tertawa-tawa. Betoel 'adjaib, karena dalam oesaha kami hendak menolong orang, menoendjoekkan djalan jang baik dan kesenangan jang sebenar-benarnja, dan mentjahari perdamaian hati, maka se- laloelah kami bertemoe dengan orang-orang jang kadang- kadang lebih toea dari pada kami, jang gemar memegang ta- ngan kami. Senang sekali perasaan kami djika kami me n ge tahoe i bahwa kami sanggoep menolong orang. Kami tiada sekali-kali menjangka, bahwa kami ini sebagai „pelita," dan sebab itoe lah maka orang jang berhati soesah datang kepada kami me- minta bantoe dan boedjoekan, tetapi hanjalah kami sangka, ialah karena orang-orang itoe mengetahoei dan merasa pada dirinja, bahwa meréka itoe adalah akan mendapat kasihan djika meréka pergi kepada kami. Besar hati kami mengetahoei jang kami dapat mengasihi orang dan menjerahkan diri kami képadanja. Amat miskinlah hati meréka jang ta' dapat me ngasihi orang lain! Kami tanjakan képadanja mat jam-mat jam pertan jaan jang gila-gila, tetapi kami boléh berboeat sekalian itoe, karena ia telah berdjandji kepada kami. Kami tanja oempamanja: „Apabila seorang laki-laki kasih dan tjinta kepada seorang perempoean, apakah jang dipikir- kannja lebih dahoeloe tentang perempoean itoe; adakah ki- ra-kiranja laki-laki itoe berpikir: ,,Dapatlah saja menjenang- kan hati perempoean itoe?" atau „boléhkah saja bersenang hati karena perempoean itoe?" Orang toea jang koeganggoe itoe menggaroek kepalanja: „pertanjaan itoe amat soekar mendjawabnja, tetapi saja telah berdjandji akan mendjawab sekaliannja dengan toeloes dan ichlas. Pada pikirankoe pertanjaan jang kedoealah jang moe- laj-moela ditoeroet orang, dan apa perasaankoe lagi sekalian laki-laki, ketjoeali beberapa orang, sekaliannja memanglan berpikir demikian, karena kebanjakan laki-laki itoe amat loba akan kesenangan dirinja sendiri; engkau perempoean-
perempoean lebih tinggi martabatmoe dari pada laki-laki tentang-kebaikan hati." Kami tahoe, bahwa sebenarnjalah pendapatannja itoe. Ia uuah mengadjar kami berhati sabar dlan mengemoedikan ha ti; dan atjap kali poela ia mengoedji hati kami dengan berba- gai-bagai hal keadaan jang penting-penting. Tjita-tjitanja dan oesahanja jang teroetama ialah harta-benda; sebab itoelah ia atjap kali menjalahi apa^apa jang kami kasihi dan kami tjmtaï. Kalau ia soenggoeh-soenggoeh mempermain-mainkan dan membatal-batalkan tjita-tjita kami, soesahlah kami me- nahan hati kami soepaja tinggal tawar dan dingin. Sekarang ia telah mengakoe bahwa ia telah sengadja hendlak memper main-mainkan kami, karena ia tiada maoe membenarkan de ngan moeloetnja, bahwa apa jang kami katakan itoe adalah terasa dihatinja, dan atjap kali ia tengah malam ta' dapat ti- doer karena memikirkan hal itoe. Dahoeloe ta' pernah ia memi kirkan hal-hal jang sedemikian dan hidoepnja seada-adanja sadja. Sekarang tahoelah ia betapa benar kosong kepalanja. Kami katakan kepadanja, bahwa hidoep menanti gerak Allah sadja amat moedah; tetapi tjita-tjita jang ada didalam hati itoe, moestahillah dapat diboenoeh, lambat-laoennja ia akan tim boel djoega. Kalau tjita-tjita itoe ta' penoeh isinja atau ko song, disitoelah nanti ia akan berteriak meminta makan! „Se- benarnjalali hidoepkoe ini ta' ada isinja; tetapi apakah sebab- nja maka tjinta-tjinta hatikoe ini dahoeloe tiada maoe men- djerit!" „Ada, tetapi toean ta' maoe mendengamja dahoeloe." Ia tertjengang mendengarkan bagaimana kami memikirkan beberapa hal jang bersamaan dengan pikirannja. „Kalau be- gitoe benar djoega kata orang tentang persaudaraan hati dll; takoetlah saja memikirkannja," katanja sambil matanja lx;rtjahaja-tjahaja, hendak berolok-olok. Sekarang kami- poen dapatlah menanggoengkan olok-oloknja itoe, karena kami telah tahoe, bahwa olok-olok itoe ialah akan djadi perisai kepadanja, menandakan perasaan jang gembira moelaï timboel dalam hatinja.
*
* * 22 September 1902 (VIII).
Terimalah oetjapan terima kasih kami, jang toean telah toeroet berdoekatjita atas berangkatnja sahabat-sahabat karib kami itoe. ,Kami dahoeloe berharap benar-benar jang njonja akan bertemoe dengan meréka itoe. Menoeroet boenji soerat njonja njatalah, bahwa meréka itoe ta' dapat bertemoe de-HABIS GELAP TERBLTLAH TEEANG.
29Ö
iigan njonja. Sebab masa meréka itoe ada disana, njonja se- dang ada di Bogor. Pesiar betoel roepanja njonja waktoe itoe! Ivekasihkoe, iboelcoe jang dütjinta, lepaskan benarlah hati toean, tentoelah toean akan berbalik moeda, karena kegirangan hati! Saja batja didalam soerat kabar, bahwa moesik orang lta- lia pada waktoe patjoean itoe boekan boeatan bagoesnja. Dan Toean Besar Goebernoer Djenderal beserta djamoenja sekalian atjap kali menoendjoekkan kegirangan hati meréka itoe. Saja ta' tahoe ketika itoe bahwa diantara djamoe itoe, kekasihkoo poen ada poela disana! Barangkali djoega perasaan kami tiada haloeis benar, karena hati kami tiadalah tertarik hendak melihat patjoean koeda, soenggoehpoen kami terlaloe soeka melihat koeda-koeda jang bagoes, jang terkadang-kadang boléh mena- wan kami! Tetapi melihat koeda-koeda digertak dan dipoekoel dalam berlari itoe, ta' dapatlah kami akan bertempik dan bersorak melihatnja; itoe haroes kami peladjari dahoeloe. Tetapi berha- raplah kami soepaja djanganlah hal itoe kami peladjari. Pa tjoean béndi njonja-njonja, itoelah doegaan kami, jang se- bagoes-bagoesnja dalam patjoean itoe. Berapalah sedapnja mata memandiang anak-anak gadis, jang masih moeda rema- dja, dengan moléknja berpakaian poetih dan berboenga-boe- nga, berkeréta berkeliling-keliling ditarik oléh koeda jang tangkas dan bersikap bagoes. Ketahoeilah oléh njonja, bahwa kami disini adalah poela dahoeloe mempoenjaï patjoean koeda. Tetapi beberapa tahoen jang laloe, patjoean koedia Djapara dengan moesik, boenga- boengaan dan dengan anggoer sempanje, telah kami koeboer- kan diiboe negeri jang lama, jaïtoe dikota Pati. Perloekah djoega saja katakan betapa besar hati kami mengatakan sekeram itoe bagoes sekali ? Baik benarlah itoe! Bertambah senang hati kami karena toean sama-sam,x mengatakan sekeram itoe bagoes sekali! Baik benarlah ingatan njonja, telah menjampaikan dengan segera kepadakoe. Maoekah njonja mengatakan kepada padoeka toean, bahwa saja banjak meminta terima kasih atas kepertjajaan padoeka itoe kepa dakoe ? Saja akan mengerdjakannja dengan bersoenggoeh-soenggoeh, sehingga tiada akan memberi maloe, artinja: anak-gadis njo nja ini maoe mentjobakan kekoeatannja menoelis karangan itoe, dan lihatlah nanti bagaimana djadinja. Tetapi adalah permintaankoe seboeah: djanganlah njonja lekas menjangka, bahwa karangan itoe tentoelah bagoes, dan sabarlah sedikit! Pekan jang laloe saja telah menolak soeatoe permintaan dan pada seorang njonja, jang meminta saja mengarang tentang
291
Kepandaian oekir-mengoekir di Djapara, oentoek soerat kabar „de Echo. Jarig sebenarnja maoelah saja, tetapi sekarang saja banjak mempoenjai kerdja toelis-menoelis, sebab itoelah maka saja balas soerat itoe dengan mengatakan, bahwa saja ta' berani memboeatnja. Itoe sebenarnja boekanlah olok-olok sadja Njo- nja itoe akan mengarangkan hal itoe didalam soerat-soerat kabar Betawi dan Soerabaja.
*
- *
2U September 1902 (IV).
Saja ta' dapat mengabarkan bagaimana kegirangan hati ka mi ketika menerima kartoe pos jang terbit dari hati jang soetji dan seboeah kitab ketjil dari toean. Kami soenggoeh mengoetjap soekoer karena toean telah mengirimi kanii soe-
- rat itoe. Sekarang beranilah poela kami membalas soerat itoe. Kedji benar perboeatan kami jang* kami telah mengalpakan toean, maloe benar kami mengenangkan hal itoe! Kesalahan itoe Li dapat dima afkan, dan lagi kamipoen ta' maoe memo- li onkan ma'af kepada toean, biarlah segala kesalahan kami kepada toean itoe kami tanggoengkan dengan sabar da*i toeloes ichlas. Kelemahan hati kamilah djoea, jang menjebabkan maka se- ama mi kami berdiajn diri sadja. Betapalah sedihnja hati kami mengakoe kesalahan ini, kami jang hendak memikoel pekerdjaan sebesar itoe. Toean, jang semata-mata berhati pengasih, nistjajalah menimbang hal itoe tidak terlaloe berat, kalau toean mengingat 'oemoer kami jang masih moeda dan kepandaianpoen beloem seberapa. Besar kesalahankoe kepada toean, tetapi lebih besar lagi kedjahatan jang tertimpa pada badankoe sendiri, karena telah berboeat jang sedemikian. Arn- poenilah kami dahoeloe! Kami jang soedah-soedah terlaloe le- mah benar. Alaoekah toean menolong kami soepaja boléh men- djadi koeat ? kami perloe koeat, soepaja dapat'kami mengerdjakan dengan patoet akan pekerdjaan besar, jang soenggoeh-soenggoeh kami hendak tanggoeng itoe. Kami masih moeda, masih baroe berdiri pada permoelaan, baroe berdiri dimoeka pekerdjaan kami, dimoeka doenia peng- hidoepan, kami anak-anak moeda lagi bodoh, beloem pandiai hidoep, hanja berdiri berdoea sadja. Telah banjaklah pikiran jang menggoda kepala kami jang masih moeda ini dan telah banjaklah poela perasaan, jang menggoda hati remadja kami. Selaloelah poela .besar harapan kami akan bekerdja oentoek sahabat-sahabat kami; tetapi kami anak-anak jang masih bodoh, beloemlah pandai mereng-
koeh meiepaskan diri dari pada pikiran dan perasaan jang telah menawan kami. Adikkoe telah mentjeriterakan kepada toean, apa-apa jang telah mendjadi kenang-kenangan dihati aan dikepala kami, apa-apa jang terdjadi dalam hidoep kami pada beberapa boelan jang baroe laloe ini, tentang maksoed-maksoed dan mimpi-mimpi kami oentoek waktoe jang aka'i datang. Kami berharap benar, jang toean akan menoendjoekkan kesoekaan hati toean akan maksoed kami itoe. Dalam waktoe jang goendah goelana, dan hari jang penoeh dengan kesoesahan, selaloelah kenangan kami kepada toean kedoea, sahabat kami jang berhati moelia, akan memboedjoek hati kami, dan akan membantoe dan menetapkannja. Jang senan- tiasa menjedihkan hati kami didoenia ini, ialah kelobaan manoesia oentoek keoentoengan diri sendiri, jang atjap kali ta' ada hingganja. Dan djikalau kami berhati goesar, karena melihat dan mengetahoei kelobaan oentoek diri sendiri „dadjal jang boeas itoe" mengangakan moeloetnja kian kemari pada sekalian pendjoeroe 'alam ini; maka teringatlah oléh kami toean kedoea, dan hati kami jang sedih tadipoen mendjadi lemboetlah. Kasih sajang itoelah djoega roepanja, meskipoen bagaimana djoega kelobaan manoesia itoe oentoek diri sendiri, jang me- merintah doenia ini. Ketika kepalakoe rasanja seperti terbakar karena berpikir dan hatikoe loeloeh karena kesedihan melihat hal keadaan 'alam, maka kami kenanglah dengan segera toean kedoea, dan karena pengenangan itoe, lepaslah dahaga kami dan timboel poela kekoeatan kami. Kerap kali kami memperkatakan toean, mengingat toean kedoea, dan sangatlah senang hati kami berboeat demikian. Dengan tiada setahoe toean, toeanpoen telah memberi kami ban toean dan boedjoekan dalam waktoe-waktoe jang soekar. Kami mengoetjap sjoekoer kepada Toehan, karena kami telah bertemoe dengan toean dalam perdjalanan kami ini, dan kami berharap serta mendo'akan soenggoeh-soenggoeh, soepaja persahabatan kita ini akan tinggal selama-lamanja. Toean te lah tahoe sekarang sekalian kenang-kenangan kami, sekalian maksoed dan tjita-tjita kami; ta' oesahlah kami meminta pertolongan lagi kepada toean, karena hati kamipoen soedahlah mengatakan kepada kami, bahwa toean telah lama berboeat demikian dan selaloe akan berboeat djoega ja'ni: memintakan do'a oentoek sahabat-sahabat toean perempoean Djawa ini, kepada Toehan jang mahatinggi, Toehan jang nuahakoeasa, Toehan seroe sekalian 'alam! Bagaimana djoegapoen lainnja djalan-djalan jang kita tem- poeh. tetapi sekalian itoe toedjoeannja ialah pergi kepada oedjoed jang satoe: „kebaikan". Kamipoen bekerdja oentoek
293
kebaikan jang „God" namanja kepada toean, dan Allah kepada Kami. 1 Apakah sebabnja sekalian itoe ta' akan kami kabarkan kepada toean? Kami selaloe hendak berhati toeloes dan ichlas kepada toean sebab persahabatan, atau pertambatan apa djoeapoen hendaknja jang tiada bersendi dengan hati jang toeloes dan ichlas itoe, ten toe pertambatan itoe tiada akan hidtoep selama-lamanja; tetapi kami ini berharap benar jang persahabatan kita, jang-amat kami kasihi itoe, akan tinggal hendaknja selama hidoep kami Jang soedah- soedah kata Allah itoe, hanjalah kata seroean sadja bagi kami.
b.ioekoei alhamdoeli'llah nama jang bagoes itoe, sekarang telah mendjadi soeatoe boenji jang amat soetji dan berarti besar bagi kami. O! bagaimanalah hendaknja saja tjeriterakan kepada toean, betapa tawakkal dan senangnja hati kami sekarang, karena mendapat Allah jang mahakoeasa itoe, dan dapatlah seka rang kami menjerahkan diri kepadanja, meminta bantoe dan mempertjajaïnja. Hati kami sekarang tiadalah goesar sedikit djoeapoen, se laloe kami merasa aman dan sentosa dibawah pendjagaannja. Karena Toehan jang mengenal kita, jang melindoengi kita dan jang menimbang kita dengan kasih-sajang! Siapakah jang menoendjoekkan kami kepada Toehan jang moelia itoe, dan jang membangoenkan kepertjajaan kami akan Toehan jang mahakoeasa itoe? Jaïtce njonja Nellie van Kol. Benarlah djoega barangkali, bahwa telah lama sebeloem hal itoe kedjadian, hati kami telah bergcvak dan bekerdja memi- kirkannja dan dengan tiada setahoe kami, kamipoen telah bekerdja memperbaiki diri scndiri, tetapi jang ta' dapat di-
l)antahi lagi, bahwa njonja van Kollah jang menghapoeskan awan jang terbentang dimoeka kami, sehingga dapatlah seka rang: ..tjahaja jang terang itoe masoek kedalam hati kami. Ialah jang menoendjoekkan kami djalan kepada Toehan jang amat pengasih dan penjajang jang toean namaï, „God", dan kami Allah. Kami merasa amat beroentoeng telah mendapat moetiara didalam hati kami sendiri, ja'ni kepertjajaan jang sesoeng- goehnja atas adanja Allah, Toehan jang mahakoeasa itoe. Kepertjajaan itoelah jang membawa kami melihat sekalian hal kedjadian jang ada diboemi ini dengan tjahaja jang lain daii pada tjahaja jang biasa, jang lebih berbahagïa; ja'ni tja haja jang' menjenangkan dan menghiboerkan hati kami serta memberi kami lebih bébas dan lebih beroentoeng₁.. 0! ta' poeas rasanja kami mengoetjap sjoekoer atas pem-
berian Toehan kepada hambanja, jang ber-iama „berkirim- kiriman soerat". Telah banjak ia memberi kebadjikan dan kasih sajang kepada hidoep kami. Bagaimanakah kedjadian hidoep kami gerangan didoenia ini, kalau sekiranja pemberian jang mahabesar, kepandaian ber- kirim-kiiim soerat itoe ta' ada diboemi ini! Pikiran jang bagoes-bagoes dari pada meréka jang boediman dan bidjaksana jang tertoelis dtidalam kitab-kitab, atau tjétak- tjétakan lain, jang da tang kepada kami, sekaliannja bekerdja sekarang oentoek pendidikan, penambah pikiran, memoeliakan dan meninggikan daradjat kami makin besarlah kekoeasaannja boeah pikiran itoe memadjoekan kami, djikalau asalnja dari boediman jang empoenja sendiri; keloear dari hati dan otaknja jang soetji itoe. Ta' poetoes-poetoesnja kami mengoetjap soekoer akan ke- oentoengan kami ini, jang telah menghoeboengkan tali persa- habatan kami dengan boediman-boediman pikiran itoe. Itoelah jang menjenangkan hati dan memoeliakan hidoep kami. Bagi kami sebagai menghadiri keramaianlah kegirangan kami, dji kalau menerima soerat jang datang dari toean-toean, sebab ta- hoelah kami bahwa soerat-soerat itoe, seperti kata Nellie, berisi: „kesenangan hidoep dan pikiran-pikiran jang menaboerkan kasih sajang." Toean tentoelah dapat menerka. siapakah meréka jang selaloe meriangkan hati kami dengan keramaian, jang diki- rimkannja dengan pos itoe. Dengan segala kemaoean dan ke- soekaan hati, senantiasa kami batjalah sekalian karang-karangan jang telah toean berikan kepada kami itoe. Betapalah besar bahagia kami, karena kami telah berkenalan sendiri dengan pengarang karang-karangan jang amat berharga itoe, dan telah menerima karang-karangan itoe dari si penga- rangnja sendin. Njonja Abendanon telah banjak mentjeriterakan kepada kami tentang pidato toean di Betawi, doea tahoen jang telah laloe. Dengan girang hatinja mentjeriterakan hal itoe kepada kami. Amatlah besar harapan kami hendak membatja isi pidato toean pada 3 September 1900 itoe. Betapalah besar hati kami mendengar, jang toean dengan tiada setahoe kami, telah memperlakoekan permintaan kami itoe. Senantiasa senanglah hati kami membatja barang sesoe- atoenja, dalam soerat-soerat kabar jang kami terima, tentang hal toean sendiri! Apabilakah wakoenja akan datang, soepaja maksoed dan tjita-tjita kami dapat berlakoe? Kami berharap, jang waktoe itoe tentoelah akan datang djoea, dan ta' lama lagi kami akan menoenggoenja. Sekarang kami banjak meminta terima kasih. atas kebaikan
295
toean, telah mengirimi kami kitab .iang' penoeh berisi dengan peladjaran jang indali dan bag'oes; kami soeka benar mem ba tjan ja, karena banjaklah pengadjaran didalamnja jang boléh kami petik. Dengan segala soeka hati kami telah memperhati- kan poela tjeritera hidoepnja „Njaï Magdalenah." Jang soedah-soedah telah banjak kami membatja tjeritera-tjeritera tentang perempoean jang saléh dan ber'ibadat itoe; jang penghabisan sekali, didalam soerat kabar „Hollandsche Revue". Sa jang benar jang* neg*eri Mapane amat djaoeh dan soesah dja- lannja. Kalau tidak, berapalah besar hati kami hendak mengden- djoengi toean! Banjaklah hal jang hendak kami roending- kan dengan toean, jang soesah diperkatakan dalam soerat. Pandjang-pandjang dan sepenoeh-penoeh isinja sepoetjoek soerat, ta dapatlah dibandingkan kebaikannja dengan berbin- tjang dan bertjakap barang sedjam lamanja. Didalam per- tjakapan lebih moedah kita memperkatakan apa-apa jang ter-Pikir dihati dan diotak kita. Bei'ita tentang oedjian penghabisan dari moerid-moerid sekolah g<».roc di Tomohon menarik hati kami benar. Makin pandjang kami batja berita itoe, makin bertambah girang' dan soekatjita hati kami. bagi kami itoeilah kegirangan hati jang terbesar sekali, ja'ni djikalau kami melihat tanda-tanda kemadjoean anak Boemipoetera. Kami selalos hendak memoedji meréka itoe dan me- ninggikan diri kami karenanja! Betapalah soeka hati kami hendak pergi ke Minahasa, hendak berkenalan dengan Boemipoetera disana. Apa-apa sadja jang datang dari sana, senantiasa menarik hati kami hendak mem- l>ei'hatikannja. Boekan boeatan besarnja tjita-tjita kami hendak mengetahoei hal ihwal tanah air dan bangsa meréka itoe. Deimkian djoega hendak mendengar keadaan sekolah oesaha roemah tangga oentoek gadis-gadis Boemipoetera di Tomohon. Sekahan itoe perloenja, ialah oentoek menambah peladjaran kami. Hendak mema'loemi hal ihwal tanah Minahasa dan Boemi- poeteianja, selaloelah mendjadi kesoekaan kami. Apalag'i kare na sekarang adalah dekat negeri itoe tinggal seorang sahabat kami, jang sedang moelaï bekerdja memadjoekan orang-orang .jang biadab disana, djadi makin bertambah tertariklah hati kami hendak mengetahoei bangsa dan tanah itoe. Moga-moga beroentoengiah toean hendaknja dengan pekerdjaan toean jang moelia itoe, itoelah soeatoe do'a jang terbit dihatikoe tiap-tiap kali, apabila saja terkenangkan toean atau memikirkan pekerdjaan toean. Betapalah soeka hati kami, kalau sekiranja kami dapat ting gal barang beberapa lamanja ditempat toean, bersama-sama
dengan pendéta-pendéta jang lain. Tentoelah senang hati dan pikiran tinggal bersama-sama dengan meréka jang soetji hati itoo, jang hidoepnja hanjalah hendak memberi kasih dan sajang sadja. Djikalau hati sedang goesar dan masgoel karena ditimpa oléh nasib jang malang, berapalah senangnja hati nanti disana dalam oedara jang soetji penoeh dengan kasih dan sajang itoe, masoek kedalam hati mendamaikannja! Pergaoelan dengan manoesia jang soetji lagi berhati kasih, jang tiada mengindahkan dirinja oentoek kesenangan sendiri, tentoelah keadaan itoe menjoetjikan hati sekalian meréka dalam pergaoelan itoe. Siapa tahoe entah maksoed kami akan diperlakoekan. Maksoed jang baik itoë atjap kali kedjadian, setelah banjak mengeloear- kan air mata terbit dari hati jang sedih. Kalau kami boléh pergi ke Modjowamo, tentoelah sekalian tjita-tjita dan mimpi-mimpi kami jang lain akan kami boeang dan sekalian itoe akan kami boenoeh dan kami koeboerkan dalam-dalam. Adikkoe telah mentjeriterakan kepada toean apa maksoed kami nanti, djikalau kenang-kenangan kami tiada sampai; dji kalau kami ta' dapat beladjar sehingga mendapat djabatan jang akan kami tanggoeng itoe, maka kami akan memboeangkan tjita-tjita kami hen dak memboeat sekolah oentoek anak-anak ga dis bangsawan bangsa Boemipoetera itoe. Sekali-kali tiadalah sebab kami takoet di Modjowarno; dahoeloe telah saja kabarkan kepada toean, bagaimana hal kami nanti disana: pada lahirnja radjin selaloe bekerdja. dibatin bersenang hati. Tetapi toeanpoen ma'loem djoega, berapalah sedihnja kami nanti, djikalau kami wadjib memboeangkan sekalian tjita-tjita, jang telah kami kandoeng dihati dan jang amat kami kasihi itoe soedah sekian lamanja.
*
* * 1+ October 1902 (III).
Sebenarnjalah, telah atjap kali saja mengambil péna hendak menoelis soerat kepada toean, tetapi selaloe ada 'aral ini dan itoe jang mengganggoe, sehingga terpaksalah saja mengoen- doerkan menoelis soerat itoe. Saja dahoeloe menantikan waktoe jang baik tetapi sekarang saja lihat, bahwa waktoe itoe tiada akan tiba; melainkan waktoe itoe wadjiblah diboeat sendiri. Soerat-soerat jang terhadap kepada meréka jang tiada kita atjoehkan, amat moedah menoelisnja, artinja lebih lekas kita
mengerdjakannja dari pada soerat-soerat oentoek meréka jang kita sajangi dan hormati. Oentoek meréka jang pertama ta' banjaklah atau hampir tiadalah apa-apa, jang akan kita kabar- kan kepadanja, sepatah doea sadja tjoekoeplah; tetapi oentoek sahabat-sahabat kita soekalah kita menoelis sepandjang-pan- djangnja. Pada tahoen jang telah laloe kami senantiasa bersoesah hati dikaboepatén Djapara. Karena isinja berganti-ganti sadja di- langgar oléh penjakit keras, jang menimboelkan ketakoetan, kalau-kalau adalah diantara kekasih kami itoe jang akan sampai adjalnja. Tetapi sjoekoer sekalian meréka itoe telah semboeh kembali! Tahoen baharoe jang laloe membawakan kami soekatjita membesarkan hati kami, tetapi ia beserta poela doekatjita. Pada 24 Januari kami disini baralat kawin, mengawinkan adikkoe Kardinah, jang ketjil sekali diantara kami bertiga, dan itoe- lah kedjadian jang membesarkan hati. Kegirangan itoe sajang tertjampoer poela dengan kedoekaan; kami jang dahoeloe hi- doep bersama-sama dengan berkasih-kasihan, sekarang telah bertjerai-berai. Setelah adikkoe berangkat, boekan boeatan soe- njinja kami disini. Bersama-sama dengan Kardinah, banjaklah kasih sajang jang keloear meninggalkan roemah. Kami telah pergi sekali mengoendjoenginja, pada boelan April. Ketika itoe ia amat séhat dan roepanjapoen gemoek; dahoeloe diroemah tiadalah demikian, pipinja telah mérah se- perti djamboe. Iboekoe telah pergi poela melihatnja sekali lagi dalam boelan Augustus jang laloe. Iboekoe pergi kesana dengan hati ta' senang, karena waktoe itoe adikkoe itoe sakit keras. Pipinja jang mérah itoe sekarang telah mendjadi poetjat, karena ia diserang oléh penjakit malaria. Sekarang sjoekoerlah, adikkoe telah semboeh kembali, dan tinggal digoenoeng oentoek sementara soepaja hawa jang dingin disana dapat memberinja kekoeatan kembali. Amatlah gembira hati kami membatja karangan toean jang berarti dalam itoe jang bernama: „Perserikatan bahasa dengan tanah Belanda '. Kami mengoetjapkan banjak terima kasih akan kebaikan hati toean telah mengirimi kami karangan itoe. Ting- gi harganja keramahan hati toean bagi kami. Kami banjak poela membatja karang-karangan jang lain, jang ditoelis orang, sebab membatja karangan toean itoe. Menoeroet karangan toean Mr. P. Brooshooft kepala penga- rang soerat kabar ,,de Locomotief", kami batja bahwa isterinja jang sangat ditjintanjalah jang menterdjemahkan karangan Professor Anton itoe. Berapalah senangnja hati seseorang laki-laki, jang isterinja boekanlah mendjadi goesti dalam roemah tangganja dan men-
298
djadi iboe dari anak-anaknja sadja, tetapi poela mendjadi sa- habatnja, jang soeka memperhatikan kerdjanja, dan hidoep ber- sama-sama dengan dia dalam pekerdjaannja itoe. Itoelah soeatoe hal jang tiada ternilai harganja oléh laki-laki, asal sadja laki-laki itoe tiada pandak pikirannja dan tiada sombong. Karena banjaklah laki-laki jang bersipat sedemikian, jang mengatakan isterinja soeka memperhatikan pekerdjaamija, sebab hanjalah hendak mengetahoei rahsianja sadja. Dengan memperka- takan hal itoe, telah moelaï saja berangsoer-angsoer men- djedjak médan peperangan kemerdékaan perempoean jang tentoelah telah atjap kali dan telah poeas toean mendengarnja di-Eropah. Kemerdékaan itoe tentoelah amat menarik hati toean, dan pada tahoen jang akan datang, tentoelah toean akan lebih landjoet memikirkan hal itoe, karena toeanpoen sekarang perloe poela mendidik seorang anak toean jang perempoean. Djikalau kami disini meminta pengadjaran dan pendidikan oentoek anak-anak gadis, ja, bermohon soenggoeh-soenggoeh sampai makboel, maka keadaan itoe boekanlah karena kami hen dak menjoeroeh anak-anak gadis berlawan dengan anak laki-laki dalam peperangan hidoep, sekali-kali tidak, melainkan ialah karena kami pertjaja benar akan kekoeasaan besar, jang di- kandoeng oléh perempoean, ja'ni: memadjoekan dirinja, sehing- ga tjakaplah ia menanggoeng kewadjiban jang amat besar, jang dikoerniakan Allah kepadanja: mendjadi iboe, pendidik jang pertama-tama oentoek kemanoesiaan diboemi ini! Boekan- kah dari perempoeanlah manoesia itoe menerima pendidikannja jang bermoela sekali, jang bekasnja atjap kali tiadalah koerang artinja oentoek si anak dalam hidoepnja? Perempoeanlah, ja, iboe itoelah jang moela-moela sekali me- nanamkan bidji kebaikan atau bidji kedjahatan dihati manoe sia, jang nanti akan toemboeh dan tinggal selama hidoep dihati manoesia itoe. Tidaklah sia-sia orang berkata: „Ta disoesoekan dengan air soesoe boendanja." Telah beberapa lamanja jang laloe, senantiasa kami menjang- ka, bahwa sekalian orang pandai jang banjak pengetahoean- nja, moelialah poela boedi pekertinja. Sajang! tetapi oentoenglah lekas kami tersadar dari pada mimpi itoe...oentoenglah lekas kami mengetahoei, bahwa kepandaian jang banjak itoe se kali-kali boekanlah ia mendjadi keterangan dari boedi pekerti jang moelia. Betapa goesar dan sedihnja hati kami ketika me- ma'loemi keadaan itoe. Dan ketika kami telah sadar dari kegoe- saran jang amat sangat itoe, maka kamipoen memikirkanlah hal itoe dalam-dalam, dan laloe mentjari sebab-sebabnja maka djadi sedemikian. Dalam hal itoe. bertemoelah poela kami dengan kebenaran jang kedoea. „Sekolah itoe sadja ta' dapatlah menjem-
poernakan pengadjaran anak-anak, teroetama ahli roemahpoen wadjiblah serta mendidiknja! Sekolah oen toe k memadjoekan pikiran, isi roemah oentoek pendidikan boedi pekerti!" Iboe mendjadi tiang dalam roemah dan memikoal soeatoe pe- kerdjaan jang besar dalam pendidik anak-anaknja tentang boedi pekerti. Oléh sebab itoe berilah anak-anak gadis pendidik an jang sempoerna, dan oesahakanlah soepaja ia tjakap kelak memikoel pekerdjaannja jang seberat itoe. O, djika sekiranja diketahoei oléh sekalian iboe jang telah diterimanja dalam pangkoeannja itoe, tatkala mendapat bahagia jang sebesar-besarnja bagi peremipoean: boeah hati, bidji matanja! Dengan anak itoelah ia moelaï menempoeh waktoe jang akan datang. O! tahoe benar hendaknja meréka itoe, terang dan djelaslah hendaknja dalam pemandangannja, apa pekerdjaannja, karena ia telah mendjadi iboe itoe. Tiadalah oentoek dirinja sendiri ia melahirkan anak itoe kedoenia. Ia wadjib mendidik anaknja oentoek ahli roemah jang amat besar diatas doenia ini, jang bernama: Perkoempoelan hidoep bersa- ma-sama! Karena keperloean jang amat besar, jang terseboet diatas itoelah maka kami. minta pengadjaran dan pendidikan oentoek anak-anak gadis. Kami soenggoeh-soenggoeh amat pertjaja, bahwa kesopanan bangsa Djawa moestahil akan madjoe dengan sekoeat-koeatnja, selama perempoean-perempoean tidak diadjar dan dididik dalam 'ilmoe kesopanan itoe. Kepada perempoean-perempoean itoe, wadjiblah dibeiikan dalam genggamannja kerdja oentoek memadjoekan kesopanan, kalau demikian baroelah kesopanan itoe akan berkembangan de ngan sekoeat-koeatnja kepada Boemipoetera bangsa Djawa. Adakanlah iboe-iboe jang ringan tangan dan tadjam pikiran, soepaja tanah Djawa boléh mendapat perempoean-perempoean jang pantas dan tjakap bekerdja oentoek kemadjoean. Meréka itoelah nanti jang akan menanamkan lagi bidji kesopanan dan 'ihnoe kepandaian itoe kepada anak-anaknja. Anak-anaknja jang perempoean itoelah jang akan mendjadi iboe poela dan anak-anaknja jang laki-lakilah jang akan mendjaga kelak se- gala keperloean bangsanja. O, apabilakah waktoen ja akan tiba, jang bangsakoe akan membenarkan boeah pikirankoe ini? Saja menjangka, bahwa waktoe itoe masih djaoeh, djaoeh benar lagi! Tetapi djikalau sekarang tiada djoega datang permoelaannja, tentoelah waktoe itoe masih bertambah djaoeh djoega tempatnja dan masih bertambah lama lagi akan didapat. Sekalian permoelaan itoe amat soesah mengerdjakannja, dan" bagi kebanjakan meréka toekang penebas djalan hidoep didoenia
300
ini penoeh dengan ratjoen penanggoengan. Sebab itoelah moe- dah kita memahamkan, bahwa orang-orang toea lebih soek.i menjoeroeh anaknja memilih salah soeatoe nasib jang dapat mendjamin, bahwa si anak akan beroentoeng dengan hidoep se nang dari pada nasib jang diketahoeinja sedjak dari bermoela akan hidoep dengan ratjoen penanggoengan. Djikalau seseorang menjimpan dalam hatinja sesoeatoe tjita-tjita jang moelia, dan tjita-tjita itoe tiadalah maksoednja oentoek kesenangan diri sendiri, melainkan oentoek kesenangan diri orang lain, berdosakah ia, djikalau ia hendak mentjoba men- tjapai tjita-tjita itoe, tambahan poela karena ia berboeat demikian, ialah akan meroesakkan hati beberapa orang kekasihnja? Atau itoekah kewadjibannja jang teroetama, ja'ni mentjaboet tjita-tjita itoe dari hatinja, soepaja kekasihnja djangan berhati soesah ? Bagaimanakah seseorang patoet bekerdja jang berfaédah oentoek hidoep bersama-sama, dengan mengoerbankan dirikah? Atau dengan memadjoekan dirikah? Manakah kiranja jang baik, mengoerbankan diri, soepaja djangan meroesakkan hati kekasih atau memadjoekan diri oentoek kebadjikan ahli roemah besar jang bernama perkoempoelan hidoep bersama-sama itoe? O, berapalah bagoesnja, kalau kita maoe, dapat dan boléh mengerdjakan barang sesoeatoenja. Perkoempoelan jang bagoes demikian, sajang, hanjalah sedikit sadja orang jang dapat mem- peroléhnja.
Dengan besar dan soeka hati kami telah berkenalan dengan kitab tjeritera Frits Reuter. Wah, itoelah seboeah tjeritera jang dapat menggelikan hati dan menjegarkan badan. Besar kegi- rangan kami mendapat anoegarah jang bagoes itoe dari toean! Lagi poela orang-orang lainpoen disini telah merasaï djoega lazatnja tjeritera kitab itoe. Meréka itoe. telah memboeat poela sebagai kami: ketika meréka itoe telah moelaï membatjanja, ta' dapat lagi meréka itoe mentjeraikannja! Bagaimanakah pikiran toean, sedjak dari poekoel toedjoeh malam sampai poekoel tiga pagi teroes sa ja membatja kitab itoe. Itoe boekanlah pekerdjaan jang élok, hanja hal jang seperti itoe. moedahlah kedjadian, djikalau orang bertjengkerma dengan djamoe jang segirang itoe. Lagi djikalau sekiranja maksoed toean memberi- kan boekoei itoe, soepaja kami boléh kasih dan sajang kepada pengarang sja'ir jang pandai itoe, boléhlah toean laerbesar hati, karena maksoed toean itoe telah berlakoelah. Frits Reuter se- karang telah kami kasihi dihati kami dan kami moeliakan dalam ingatan kami. Kitab Couperus jang amat bagoes itoe telah menjoekakan hati kami. Biasanja kami soeka membatja kitab-kitabnja karena
301
bahasanja jang amat bagoes itoe. Orang-orang jang didalam kitabnja itoe selaloe ta' tangkas, ta' segar, sepandjang penda- patan kami. letapi bahasa dan isi kitabnja telah masoek kedalam hati kami. Toetoer katanja amat merdoe! Tanah Belanda boléhlah berpongah diri karena ahli pengarang jang seperti itoe! Dan djoega kitab toean Vosmaer jang amat bagoes itoepoen menjoekakan hati kami. Dengan hati jang piloe kami membatja kitabnja jang bagoes jang bernama „Inwijding-" itoe. Baroe sekali itoelah, kami berkenalan dengan pengarang bangsa Belanda itoe, kamipoen banjak mengoetjap terima kasih akan perte- moean kami jang amat menggirangkan hati sebagai itoe. Sesoedah membatja kitab „Inwijding" itoe, kami mendapat kitab tentang dongéng orang Gerika dengan bergambar déwa-déwa dan déwi-déwi. Sedap hati melihat gambar-gambar itoe dan memba tja tjeritera-tjeriteranja sesoedah membatja kitab „Inwijding"! O, melihat sekalian keindahan dengan mata kepala sendiri dan merasaï kesenangan hati seperti kegirangan hati Sietske dan Frank itoe, melihat roepa jang mahabesar, melihat sekalian mahabagoes itoe! Tidak, tidak, ta' boléhlah kami berharapan sebanjak itoe! Biarlah kami mengoetjap sjoekoer, bah- wa adalah orang dikaroeniakan Toehan jang pandai dan berkoeasa tentang bahasanja, telah menggambarkan sekalian jang maha bagoes itoe dimata kami, dan kamipoen adalah me- ngerti akan bahasanja jang bagoes itoe! Telah doea boelan adalah seorang diantara ahli komidi bangsa Belanda da tang ketanah Djawa, ke tanah airkoe jang bagoes ini. Willem Royaards, ahli komidi dan ahli bitjara, telah sekian lamanja mendjalani tanah matahari kami dengan kemoeliaannja; dan pada setiap tempat, dimana sadja ia ber- main, senantiasa ia menggirangkan hati penonton dengan kepandaiannja jang amat berkoeasa itoe. Betapa soeka hatinja tatkala kami hendak mendengar ia ber- main. Pada boelan jang laloe kami telah berniat hendak meli hat kepandaiannja itoe, tetapi sa jang, ketika itoe tjeritera jang akan dimainkan ta' djadi dilakoekannja. Soenggoehpoen kami ta' dapat mendengar orang pandai itoe main komidi, tetapi ada kegirangan hati kami jang lain, jang telah kami peiroléh. Kami telah bertjakap-tjakap dengan toean itoe sendiri. Tiadalah sekali-kali kami dahoeloe menjangka keadaan itoe, karena dengan tiada disengadja kami bertemoe dengan dia. Itoelah soeatoe ke- oentoengan jang menjenangkan hati kami, ialah jang mendjadi obat djerih perarai (1) demam kepada kami pada waktoe itoe.
1). Bah. Min. artin.ja penghilangkan (pentjeraikan).
302
Adalah soeatoe hal pertjeraian jang menjedihkan hati, jang membawa kami kepada pertemoean jang tiada disangka-sangka itoe. Kami ketika itoe psrgi mengantar-antarkan sahabat-sahabat kami, jaïtoe toean dan njonja Ovink kekapal, jang akan membawa meréka itoe balik ketanah airnja. Kapal ketjil jang membawa kami kekapal besar itoelah jang mempertemoekan kami dengan toean Royaards, jang waktoe itoepoen toeroet djoega mengantar-antarkan toean dan njonja Ovink itoe. Waktoe itoelah jang memasgoelkan hati kami. Toehan sadja- lah jang lebih mema'loemi, bahwa kami dengan sahabat-sahabat itoe barangkali selama-lamanja tiadalah akan bertemoe lagi, karena tiadalah meréka bermaksoed akan balik ketanah K ind ia lagi. Ta' adalah harapan kami akan bertemoe lagi dengan meré ka itoe, kalau sekiranja tiada Toehan menggerakkan kami dapat pergi ketanah airnja itoe! Boléhkah kami berharap demikian? waktoe, jang akan memberi djawaban sekalian pertanjaan didoenia, hidoep ini, tentoelah lama lambatnja akan memberi poela pendjawaban pertanjaankoe itoe! Meréka itoe kami sajangi! Kami merasa seakan-akan seba- hagian dari badan kami lepas teranggoet, ketika kedoea kapal itoe berlajar bertolak belakang! Meréka itoe dengan kami se- bagai senjawalah rasanja! „Ta' adalah persahabatan jang tegoeh, dan ta' adalah per saudaraan hati jang tetap kedapatan diantara doea orang jang berlainan bangsanja, dan jang lahir dinegerinja masing-masing", kata orang atjap kali. Hal kami itoe menerangkan kata orang itoe ta' benar, djoesta adanja! Ta' adalah persahabatan antara meréka itoe jang sebangsa boléh lebih tegoeh dan setia lagi dari pada persahabatan kami, antara anak-anak orang poetih tanah Barat dan anak-anak orang hitam tanah Timoer! Njawa jang gaib dibadan, jang hidoep selama-lamanja dari doenia sampai keachirat, ta' samalah halnja dengan jang lahir; dan tiadalah ada padanja ba tas bangsa dan agama, dan dialah djoega jang akan menghormati dengan gembiranja njawa lain, jang diam didalam badan lain poela jang berkoelit asing, karena dirasanja bahwa ia bersaudara dengan njawa jang lain itoe. Persaudaraan njawa itoe lebih tegoeh dan lebih dalam dari pada persaudaraan seiboe-sebapa. Beroentoeng benarlah meréka jang hidoep didoenia ini, jang tidak sadja sesoeai, karena persaudaraan seiboe dan sebapa, tetapi djoega meréka itoe beradik dan berkakak, laki-laki dan perempoeanpoen bersaudara senjawa poela! Toean kemendoer jang bartemoe dengan toean disini dahoe- loepoen sahabat kami, ialah jang menggantikan toean Ovink
KALI DJAPARA DILIHAT DARI KANTOR BOM ( PEBIAN) DJAPARA.
•
SOS
mendjadi assistent-resident di Djombang, itoelah poela kehert- dak Allah jang tiada disangka-sangka! Perdjalanan hidoep didoenia ini banjak jang 'adjaib! Bahagia itoe kadang-kadang mentjahari djalan-djalan jang sesoekar-soekarn ja akan menemoei kita, dan kita manoesia jang berpikiran pandak atjap kali lekas benar berkesal hati, kalau kita ta dapat mengetahoei tentang sesoeatoe hal jang kadim itoe ! Tetapi jang sebenarnja sekalian hal itoe amat moedah, asal sadja kita maoe mema'loeminja. Ta' adalah tjahaja jang tim boel, jang tiada didahoeloei dengan gelap goelita; hal itoe boléh diperhatikan dari sehari kesehari, dari semalam kesemalam, ha- bis malam berganti siang! Berapalah girangnja hati kami, djikalau toean di den Haag nanti bertemoe dengan sahabat-sahabat kami, toean dan njonja Ovink! Masih sedih hatikoe mengingat jang toean dahoeloe ta' sempat pergi ke Djombang. Disana sedianja toean moedah boléh pergi melihat pendéta^pendéta di Modjowarno; tentoe adalah paédahnja oentoek toean pergi kesana. Kamipoen soeka benar hendak pergi kesana, tetapi sajang, sampai sekarang beloemlah dapat kami menjampaikan maksoed itoe. Kamipoen telah ber- maksoed djoega hendak tinggal beberapa lamanja disana, ka- rena dalam perasaan kami, hidoep didalam oedara jang soetji, jang penoeh dengan kasih sajang, boléhlah membersihkan hati dan mengoeatkan badan! Ia' adalah manoesia, walau bagaimana djoeapoen djahatnja, jang ta' dapat dikoeasaï oléh kasih dan sajang, jang ichlas dan moelia itoe!
*
- *
11 October 1902 (1).
O! ta' tahoelah engkau, betapa senangnja hatikoe, jang barang-barang hasil kepandaian anak negeri kami sekarang dike- tahoei dan dihargaï orang. Soesah hatikoe. mengenangkan, sia- pakah jang akan menghoeboejig pekerdjaan kami ini, djikalau kami tiada ada lagi disini? Kepada adik-adik kami perempoean beloem dapat kami menjerahkannja. Meréka itoe masih ketjil benar, apalagi kalau pengakoean tentang perkara orang wa- djib ditanggoengnja. Sekiranja adalah seorang Eropah jang datang mengerdjakan pekerdjaan itoe disini, tentoelah toekang-toekang bangsa kami itoe akan disoeroehnja bekerdja oentoek mengisi kantoengnja sahadja. Oentoek kekoeasaan hatinja atau akan menolong orang Djawa dengan tjoema-tjoema sahadja, mendjadi orang ditengah dan djoeroetoelis, antara toekang-toekang Djapara dan pasar pendjoealan. hasil kepandaian meréka
304
iloe tentoelah orang poetih itoe ta' maoe. Wadjib adalah kasih dffitiSïpSaina bagi kepandaian itoe, dan kedoea bag! orang Diawa, maka baroelah orang itoe dapat mengerdjakan peker djaan itoe dengan tiada mengharapkan oeang, dan dengan s -
^"oentoenglah perserikatan „Oost en West" telah mengasihani meréka jang kami lindoengi itoe, tetapi perserikatan itoe patoet poela mengangkat seseorang mendjadi wakilnja disini, karena perserikatan itoe ta' dapat berhoeboeng sendiri dengan toekang- toekang itoe, sebab meréka itoe hanjalah pandai membatja dan menoelis dalam bahasanja sendiii sadja
Jang pekerdjaan orang penebas 'djalan itoe, ij^kannja i^ker- diaan anak-anak dan boekan poela pekerdjaan jang mei ia. g kan hati, telah lama dan selaloe kami ketahoei ;bahwa ^ penoeh dengan ratjoen penanggoengan, ^ ^ ÏÏAMï Steiia dioeo-a; tetapi bahasa naraka jang ditaroeh dihati, tidak btella tidaklah kami ketahoei; o, tetapi biarlah seriboe kali adan.ia naraka dihati kami, itoepoen djaoeh lebih baik baPk^™da' nada tiada berperasaan! Sekalian barang jang teidjoeloei dl kerat orang; sekalian jang bertjahaja-tjahaja ditjemarkan dan dikotorkannja. Sedjak dar, dahoeloe meréka i toe selaloe besar penanggoengannja. Doema in s®na"t\asab^_ maoe mencrima manoesia jang bcrsipa.-sipat lam, ja S lainan denman sipat sipat jang telah lazim. Dan kalau seoiaiit, tiada berlakoe sepeiti orang banjak, tentoelah selama hidoep- nia akan diganggoe orang, soepaja terpaksa ia memboeangkan pakaian jang dipakainja itoe dan ditoekarinja dengan pakaian jang biasa dipakai oléh orang banjak poela.
Saja ta' da pat mendjandjikan apa-apa djoeapoen, ta' soekasa- ii berdiandji itoe kepadamoe, Stella, karena saja ta tahoe, dapatkah atau tidak perdjandjian itoe saja sampaikan. Amat boeroekkah Modjowarno itoe pada pemandanganmoe T^ manakah jang baik kepadamoe., kami mendjadi gila diroema, S pergi mengobati kesedihan dan kedoekaan kami ketempat ?Sg SgaTwoLg oedar» kasih.sajang itoe? Kesanalah kam. akan pergi, djikalau kenang-kenangan kami tiada sampai, kare na ta' maoe lebih lama lagi tertawan disini, dikoeroeng oleh pi- kfraf, i^pandak dan b£di pekelt, jang hina, seperti biasanja disini. Kami terlaloe pemanas hati, ta' dapat kami roembiai,'l' sadja meréka itoe memboeat sesoekanja, seperti jang telah bia sa iansf sangat kami hinakan dan bentji. Boekanlah moesoeh kami bangsa asing jang mematahkan s- iap kami atau jang kami takoeti benar, melainkan moesoeh kami bangsa kami sendiri, itoelah jang memakan hati dan jang mene-
305
lan otak kami. Tiadalah siapa djoea jang dapat memboedjoek kami dan menolong kami, ketjoeali Allah dan kami sendiri! O, Stel la, katakanlah kepadakoe, bahwa engkau tiada akan ber- sedih hati dan berpoetoesasa, djikalau mendapat soerat dari pa- dakoe memberi tahoekan, jang soerat-soeratmoe kepadakoe hen dak lah hingga ini keatas ber'alamat ke Modjowarno. Berilah ka mi boedjoekan, Stella. Dan lepaslah kami, meskipoen dengan hati jang piloe, tetapi djanganlah hendaknja dengan hati jang loeka ke Modjowarno. Tempat itoei tiadalah menakoeti kami. Kami pertjaja soenggoeh₂, bahwa tempat itoe dan 'alam se- kelilingnja jang tinggi soetji, berhati kasih-sajang, dapatlah akan menjemboehkan hati kami jang loeka, jang selaloe gemar mengoerbankan diri sampai séhat dan bersih kembali. Tentoe sadjalah kedatangan kami disana dengan hati jang loeka dan loeloeh, tetapi dalam hal itoe Modjowarno ta' ada bersalah sedikit djoea. Kalau demikian boléhlah sekaliannja akan hilang lenjap, Stella! Engkau sendiri telah kerap kali menoendjoekkan hal keadaan pénakoe. Iapoen di Modjowarno masih koetaroeh nanti; karena disana ta' adalah soeatoepoen jang akan menga- lahkan dan memberanikankoe dari pada badankoe sendiri! Di sini banjak benar jang melantjarkan moeloetkoe, asal sadja dapat koeseboet sekalian jang terasa dihatikoe. Kalau saja men djadi goeroe pendidik, maka baroe senang hatikoe melihat jang maksoed saja sampai, ialah djikalau orang pertjaja kepadakoe dan menghargaï saja. Kalau tidak demikian, tentoe ta' maoelah meréka itoe menjerahkan anaknja kepadakoe oentoek diberi pendidikan. Tiadalah orang jang akan menjerahkan anaknja kepadakoe djikalau saja katakan sekalian, jang telah koepikir- kan dan sekalian jang terasa dihatikoe; keadaan itoelah jang akan memarahkan hati orang kepadakoe. Tetapi seperti jang telah saja katakan kepadamoe, kalau kami pergi ke Modjowarno hanjalah sadja kepergian kami itoe dengan hati jang loeka dan ingatan jang kelam kaboet. Tahoekah engkau apa artinja sekalian itoe pada pénakoe? Ta' adalah jang lebih pandai berkata-kata dengan hati, lain dari pada darah jang ada dihati itoe. Kedjadian jang baroe-ba- i'oe ini telah mendjadi soeatoe tanda poela dan mengingatkan kepadakoe, bahwa saja dapat menghélakan dirikoe dengan p'é- nakoé, sehingga sampailah pénakoe itoe tertjetjah ke- dalam darah dihati. Banjaklah hati jang telah koesoeroeh men djadi iba dan piloe, dan air matapoen djatoeh bertjoetjoeran. Engkau tentoelah telah tahoe kepada harapankoe, sehingga engkau tiadalah akan menjangka, bahwa sekalian itoe koetjeri- terakan tidaklah karena saja hendak meninggikan dirikoe. Ia bergoena kepadakoe akan menerangkan betapa tingginja harga péna itoe, kalau berdawat dengan darah dihati. Beberapa boelan HABIS GELAP TERBITLAH TEKANG.
jang soeclah, telah tersedoe-sedoe poela seseorang perempoean jang tiada koekenal sedikit djoea, ketika ia membatja bebera- pa patah katakoe; karena ia merasa betapa hatikoe sedih dan loeka seperti disajat-sajat dengan sembiloe, ketika kata-itoe mengalir dari pénakoe. Begitoelah keras tertarik hatinja, se- hingga dengan sebentar itoe djoega, bekerdjalah ia pei'gi meno- long kesoesahan ito©. Bésok harinja dapatlah ia memberi ichtiar kepada kami, tetapi sajanglah ichtiar itoe terboeang sadja sebab diboenoeh oléh pikiran. Orang tentoe akan menjangka, jang saja senantiasa berbesar hati, djika orang mengatakan kepadakoe, bahwa saja soeng- goeh „pandai" mengarang. Apakah goenanja poedjian itoe kepadakoe? Saja soeka tiap-tiap karangankoe itoe selaloe melekat dihati meréka itoe, Stella, dan be.rapa dalamnja maksoed karangan itoe, boléhlah diketahoei, apabila digali. Didalam hatikoe dan didalam ingat- ankoe selaloe digotjoh dan digali, dan djika telah tersemboer darah dari hatikoe, maka baroelah karangankoe itoe tetap harganja. Piloe hati mengingatkan kedalam itoe, tetapi katakoe itoe benar sekali!
*
- *
12 October 1902 (VIII).
Telah setahoen saja mendengar dari diri sendiri soeatoe si- patkoe jang menjedihkan hati. Saja gila bertjantik diri. Djangan toean bersemboenji hati keptidakoe, djawablah benar-benar: Saja gila bertjantik diri? Kaliau benar, dalam hal manakah? Sedih hatikoe mendengarkannja, karena saja soeka pada diri sendiri, atau pada orang lain, berkelakoean demikian. Seseorang, boekanlah toekang fitnah mengatakan, bahwa saja berkata dengan bermain mata. Benarkah itoe? Telah saja minta kepada adik-adikkoe akan memperhatikan sekalian pergerakan dan perboeatankoe, dan mengatakan kepadakoe apa-apa jang gandjil dilihatnja dan adakah saja biasa bermain mata? Adikkoe jang selaloe berkata benar, mengabarkan, bahwa sedjak da- hoeloe ia tahoe, jang matakoe senantiasa bertjahaja-tjahaja, kalau saja 'asjik bertjakap meski dengan siapa djoeapoen. Pertjajalah toean jang keadaan itoe, tiadalah dengan sengadja koeperboeat, dan ta' pernahlah saja berpikir, maoe bertjan tik diri hendak menjenangkan hati orang, djikalau ada se- soeatoe jang koeperboeat; bilamana adalah meréka jang berkata demikian, maka keadaan itoe sesoenggoehnja tiadalah dengan sengadja saja perboeat.
307
Itoelah perasaan jang amat menjedihkan hati, karena semen- tara kita beroesaha selaloe mendjadi seorang gadis jang bersi- pat jakin, tetapi sekonjong-konjong kedengaran orang berkata, bahwa kita seorang machloek bertjantik diri dan biasa bermain mata. Tertjenganglah saja mendengar hal itoe, dan sedihlah hatikoe boekan boeatan. Pertjajalah kepadakoe bah wa saja tiada sekali-kali akan berniat dan berboeat seperti itoe., Orang soeka jang saja selaloe hendaknja betertib, atau kema- loe-maloean menoendoekkan kepala. Saja ta' soeka berboeat demikian; saja soeka melihat orang pada matanja, dan sekali-kali ta' soedi saja menoendoekkan kepala menoeroetkan sadja apa jang dikatakan orang itoe. Saja tahoe djoega apa jang akan disoeroeh djandjikan orang kepada kami, barangkali djoega kemaoeannja dengan soempah, bahwa djikalau kami pergi dari sini tiadalah akan berboeat maloe bagi meréka itoe, ja'ni jang kami sama-sama menanggoeng sakit dan senang dengan bangsa Eropah. Ten tang hal itoe djanganlah meréka itoe goesar. Dari hati sendiri tiadalah kami hendak berpikir berboeat jang sedemikian; kalau begitoe boekankah kami akan meroesakkan sekaliannja? Kami sendiripoen ta' boléh memperboeat itoe; karena kami orang jang soeka memberi tjontoh-tjontoh dalam hal kebaikan. N jon japoen tahoe, jang kami ta' sedikit djoega maoe menga- tjoehkan apa kata „orang." Tetapi dalam hal itoe sekali-kali ta' patoet orang berkata: „Lihatlah keadaan itoe, djikalau anak-anak gadis diberi pendidikan tjara Eropah, maka kawin- lah ia dengan orang Eropah." Itoelah perboeatan jang amat meroesakkan tjita-tjita kami, itoe ta' boléh diroesakkan. Tetapi jang sebenarnja kita semoea dalam hidoep bersama- sama dengan orang Eropah sama menanggoeng sakit dan se- * nang. Apakah jang saja perboeat pada waktoe ini? Tiadakah orang Eropah hidoep dengan mengindahkan perasaan hati kita? Dan tiadakah kita hidoep dengan menghormati perasaan hati orang Eropah? Amat banjak boléh orang merampas, ja, sekalian jang ada padakoe boléh dirampasnja; tetapi pénakoe moestahil. Dia mestilah tinggal mendjadi hakkoe, dan senantiasa dengan ra- djin memakainja mendjadi sendjata. Djanganlah hendaknja orang banjak benar menggoda kami, karena hati jang terlaloe sabarpoen boléh poela hilang, dan terpaksalah kami memakai nanti sendjata itoe, meskipoen badan kami sendiri jang akan loeka oléhnja. Pertjajalah toean djikalau kami sampai pergi ke Modjowarno, kami akan memakainja benar-benar. Lain
dari pada badan sendiri, soeatoepoen ta' ada jang kami roegi- kan dan beranikan.. Ta' oesahlah kami katakan kepada toean, betapa kami, lebin- lebih pada waktoe ini, mentjintakan sahabat-sahabat kami jang berhati setia! Kami sekarang telah berhati bekoe, sebab itoelah kami hendak memanaskannja dengan kasih sajang dan dengan hati toean. Kami atjap kali menjalahkan hati kelobaan orang lain, tetapi bagaimanakah hati kami sekarang ini? Sangat lo- banja! Tidakkah naman ja kelobaan jang sebenar-benarnja, djikalau menjoeroeh orang lain bersama-sama menanggoeng kesedihan dan kepiloean hati kami sendiri? Dan meminta kasih sajang, pada hal kami tahoe bahwa kasih sajang oentoek kami itoe ta' dapat bertjerai dengan kepiloean hati? Tiadakah terasa oléh toean, bahwa sipat kami sekarang telah moendoer? Sesoenggoehnja kami sekarang keras, tiada me- naroeh kasih sajang lagi, dan tadjam. O! atjap kali kami ter- kedjoet melihat diri kami sekarang.. Ja Allah, berilah kami kekoeatan, bantoe dan tolonglah kami ini! Dan oléhmoe, o kekasihkoe, berilah saja ma af diatas hati toean jang telah piloe itoe, karena membatja soeratkoe ini. Berdiam diri sadja ta' baik poela, ta' toeloes. Ampoenilah saja, kasihanilah anak-anak toean jang berkoelit hitam ini.
*
* * 27 October 1902 (VIII).
01 alangkah baiknja djikalau sekiranja kami dapat me- ngatakan kepada toean, betapa senang dan lemboet hati kami, tiap-tiap kali, setelah toean menoendjoekkan tjinta dan kasih sajang toean kepada kami. Dalam kesengsaraan jang sebagai
- ini, kamipoen machloek jang berbahagia djoega, menoeroet liertimbangan kami. Banjaklah orang miskin jang lebih ber- sengsara dari pada kami, jang hidoep sebatang kara, tiada tersanak-saudara, berperang sendiri dalam hidoep ber sama-sama ini, ta' pernah mendengar kata jang lemah lemboe., jang menjoekakan hati, ta' pernah menerima pemandangan orang kasih kepadanja, ataupoen berdjabat salam meiepaskan rindoe hatinja seperti kami. Kami merasa, bahwa besarlah koernia dan kekajaan jang djatoeh kediri kami karena peisa- habatan dan kasih sajang toean kepada kami. Kasihanilah kami dan pertjajalah kepada kami selamanja, o iboekoe jang ditjinta, karena dengan hal jang demikian dapat- lah kami bersenang hati. Kami banjak minta terima kasih akan tjinta dan kasih toean. Téngoklah kami sekarang, telah moelaï madjoe poela, sebab
309
itoelah kami dahoeloe menantikan djawab soerat toean, jang telah kami pahamkan itoe. Kami simpan dia sebagai djimat. Wahai toean jang; ditjinta, kami memohon bersoenggoeh- soenggoeh, djangan toean memikirkan djoega akan kesenangan kami. Telah atjap kali kami katakan kepada toean, bahwa tiadalah kami mentjari kesenangan oentoek diri sendiri, meJainkan oentoek orang lain. Pertjajalah, bahwa ta' adalah kami harapkan lagi dari tan ah Eropah, dan demikian djoega nasib kami pada waktoe jang akan datang, boekanlah boenga ros oentoek diri sendiri. Hanjalah satoe sadja mimpi kami lagi, satoe sadja kenang-kenangan kami kepada tanah Eropah, ja'ni melengkapkan kami oentoek pe- perangan, jang telah kami kehendaki, jang bergoena akan men tjari keselamatan bangsa kami, saudara-saudara kami jang perempoean. Sebenarnjalah, tiadalah kami berharap lagi apa djoeapoen dari tanah Eropah seperti mimpi anak-anak gadis Eropah: ,.bersoeka raja." Tiadalah poela kami hendak mentjahari lagi persahabatan dan ketjintaan orang disana bagi kami; dan demikian poen tiadalah kami akan berbesar hati, sebab pergaoel- an dengan bangsa Eropah; hanjalah sadja jang kami harapkan dari sana, dan jang hendak kami tjari pergi kesana, ja'ni apa iang perloe bagi maksoed kami itoe: kepandaian dan pengeta- hoean. Itoelah sadja jang kami pikirkan. Ta' adalah alangannja bagi kami, djikalau kami ditanah Eropah nanti, tiada senang dan ta' dapat bertjampoer gaoel dengan orang Eropah itoe, asal sadja kami dapat mentjari apa jang bergoena oentoek maksoed kami? Itoelah goenanja kami pergi kesana dan tia dalah akan bersoeka raja. Jang mentjahajakan hati kami pergi kesana, ialah hendak hi- doep bersama-sama dengan kakanda kami jang baik hati, jang ada disana, dan tiadalah kami bersaudara dengan dia karena seiboe dan sebapak sadja, tetapi kamipoen bersaudara sehati dan sepikiran dengan dia! Sebenarnja, tiadalah kami berharap jang benoea Eropah akan memberg kami lebih berbahagia. Waktoe itoe telah lama loe- poet dari kami. Kami menjangka dahoeJoe soenggoeh-soenggoeh, bahwa „benoea Eropah itoelah doenia jang sebenar-be- narnja, jang sebaik-baiknja dan jang sebagoes-bagoesnja." Ampoeni kami karena berkata sedemikian. Tetapi menoeroet pikiran toean sendiri telah sempoernakah benoea Eropah itoe? Kamilah orang jang kesoedahan sekali nanti jang tiada akan mengakoe dengan sjoekoer, bahwa banjak soenggoeh kebaikan datangnja dari doenia itoe; tetapi maoekah toean menidakkan, bahwa diantara sipat-sipat jang amat bagoes, jang amat ting-
310
gi dan moelia didoenia toean itoe, atjap kali kedapatan disana, jang kesopanan mendjadi permainan olok-olok sadja? Kami selaloe berketjil hati melihat pekerti .jang kedji-kedji dan jang hina-hina dalam doenia hidoep kami, tetapi djangan- lah toean menjangka, bahwa sifat-sifat jang rendah itoe dalam doenia hidoep jang akan kami aroengi, oentoek mentjapai maksoed kami itoe, tidak akan bertemoe. Barangkali djoega lebih soesah kami menanggoengkan kea- (laan itoe; karena pada meréka itoe jang namanja telah ada mempoenjaï „kesopanan" sepatoetnja sipat-sipat itoe ta moengkin ada. _. Toean sendiri tentoelah lebih mengetahoei hal itoe dan pada kami; bahwa diantara beriboe-riboe meréka itoe jang dikatakan oléh doenia berboedi pekerti, tetapi jang sebenarnja hanjalah sedikit sadja diantara meréka itoe jang bersipat demikian. Loeas pemandangan dan pandjang pikiran itoe, beloemlah men djadi kepoenjaan masing-masing orang Eropah, jang menoeroet patoetnja dan wadjibnja telah mestilah hendaknja meréka itoe bersipat demikian; tetapi sedangkan pada kebanjakan sa lon, jaïtoe bilik jang sebagoes-bagoesnja dalam roemah-roemah orang Eropah jang dihiasi dengan perkakas jang mahal-mahal harganja, tempat menerima djamoe jang pilihan doedoek ber- tjakap-tjakap, masih ada djoega didapat orang jang doengoe dan bebal, jang ta' loeas pemandangannja. Sesoenggoehnja tiadalah kami mengira lagi, bahwa negen Belanda seperti soeatoe negeri dikajangan; bahkan menoeroet penglihatan dan perasaan kami tentang orang-orang Belanda disini, dapatlah kami mengirakan, bahwa dinegeri jang ketjil dan dingin itoe, banjaklah kami akan melihat dan merasaï kea- daan jang menjedihkan dan menjakitkan hati. Adalah orang jang menoedoeh kami, mengatakan, bahwa kami orang Djawa pembohong jang sedjati, ta' boléh dipertjaja, lagi koerang terima kasih. Hal itoe tiadalah sadja kami batja dalam soerat-soerat, tetapi telah atjap kali kami mendengarnja keloear dari moe loet orang Belanda sendiri disinilah kami dapat mentjoba akan kehaloesan hati orang berkata itoe. Kamipoen tersenjoem djikalau mendengar atau membatja kata-kata jang terlaloe manis itoet, dan dalam hal itoe terpikir- lah oléh kami peri hidoep pergaoelan bangsa Eropah, ja'ni ba- gaimana meréka itoe telah atjap kali benar menoendjoekkan tanda tjinta, tanda benar dan tanda berhati toeloes kepada bangsa Boemipoetera, dan sebab itoelah maka ia melihat kebawah, dan mentjatji orang Djawa jang pendoesta dan jang soenggoeh ta' boléh dipertjaja itoe, dengan sekalian isi empedoe jang ada didalam peroetnja! •
311
Sampai pada beberapa tahoen jarig telah laloe beloemlah banjak benar kami bertemoe dengan orang Eropah. Waktoe jang pertama kali kami hadir didalam perkoempoelan orang Belanda, ialah pada waktoe Seri Baginda Maharadja Wilhelmi- na naik nobat. O! betapalah kami hendak mentjeriterakan berapa besar hati kami ketika moela-moela mengetahoei tinggi, bagoes dan moelianja orang bermain komidi dalam doenia bangsa Eropah! Waktoe meramaikan radja naik nobat dan karena melihat keramaian itoelah, maka kehormatankoe bagi bangsa Eropah mendjadi hilang lenjap. Kami melihat doea orang n jon ja tengah berbintjang-bintjang, berkepit tangan dengan ramahnja, jang seorang bersandar kepada jang lain. Kami mendengar kata-kata kasih sajang dari seorang kepada jang lain. Dan dalam pikiran kami tentoelah kedoeanja bersahabat baik. Tiba-tiba datanglah seorang toean mentjerai- kan kedoea meréka itoe, dan kedengaranlah kepada kami, apa kata n jon ja jang ditjari oléh toean tadi kepadianja „koetjing betina!" (') Dan njonja jang tinggal sendiri itoe berkata kepada kawannja tadi: „Lihatlah perempoean pasik itoe, memakai dinnja seperti orang gila." Baharoe sebentar tadi ia telah mengatakan dengan soenggoeh-soenggoeh, bahwa kekasihnja itoe amat tjantik roepanja karena pakaian itoe." Sebentar-sebentar kami menjaksikan sendiri pada malam itoe Iterbagai-bagai permainan komidi jang memoeliakan perasaan liati seperti itoe. Adalah kami melihat moeka laki-laki jang roe panja mérah padani, jaïtoe „toean-toean" namanja jang me- nafaskan baoe minoeman keras dari moeloetnja, djikalau me réka itoe berkata-kata o, tempik sorak meréka itoe sehingga petjah anak telinga mendengarnja Kamipoen mendjadi koejoe karena itoe, dan beringinlab kami bendalc mélarikan diri kami kepada pergaoelan jang ada kesopanannja. O, djikalau sekiranja kami toekang fitnah dan soeka mentje riterakan kembali apa-apa jang telah dikabarkan oléh sahabat-sahabat itoe dari seorang kepada jang lain, tentoelah disini akan timboel soeatoe peperangan diantara meréka itoe. Baroe-baroe ini seorang anak gadis sahabat kami menoelis soerat kepada kami, atas kegirangan hatinja telah didjamoe oléh seorang pe rempoean. Kamipoen minta terima kasih kepadanja, sebab telah menerima sahabat kami itoe dengan hati jang baik. Tetapi apakah djawab perempoean itoe kepada kami? „Menoeroet pendapatankoe ia seorang gadis jang tiada berkelakoean, ia selaloe bermoeka masam, ta' pernah ia melihat dengan berhati senang, moeloetnja selaloe tadjam."
1). Maksoednja: perempoean jang aoeka berbantah.
312
Atjap kali benar kami dapat menjaksikan dengan mata sendiri, betapa meréka itoe berpeloek tjioem, tetapi pada hal jang sebenarnja meréka itoe seorang dengan jang lain sangat ber- bentji-bentjian..,,, • j-u-i Tiadalah nona-nona peranakan jang telah biasa dihmaKan orang jang berboeat demikian, melainkan orang-orang poetih jang berdarah Eropah sedjati, jang telah diberi pendidikan, berboedi-pekerti dan berpengetahoean. Kami djoega telah melihat betapa nona-nona Hindia jang bodoh dipermain-mainkan oléh orang-orang Belanda jang pandai dan berboedi pekerti. Orang Djawa itoe ialah pendoesta jang asli, dan sekali-kali ta'boléh dipertjaja! Tentang toedoehan itoe ta' oesahlah dipandjangkan lagi, hanjalah kami bertanja: Djikalau ada seorang anak ber boeat salah karena kebodohannja, dan adalah seorang lagi telan balig dan telah berpikiran, berboeat salah dengan sengadjanja dan dengan tipoe moeslihatnja, siapakah diantara kedoea nu-réka itoe, jang berdosa besar? Kadang-kadang kami bertanja kepada diri kami sendiri, apakah maksoednja kesopanan? la- ^ah iakah kepandaian jang amat haloes tentang pandai berminjak air, dan mengoelas tidak mengesan ? O, apakah jang telah kami perboeat ini? Apakah poela jang telah kami katakan itoe? Ampoenilah kami, o, iboekoe! Toean tentoelah tahoe djoega, jang kami boekanlah bermaksoed hendak menjedihkan hati toean, dan menista toean, melainkan semata- mata ialah hendak berhati toeloes kepada toean. Hati toeloes itoelah jang tei'oetama sendi persahabatan kita, itoelah jang amat kita kasihi, boekan?..,, Djikalau kita berhati toeloes atjap kali dikatakan orang, kita ta' tahoe berboedi bahasa. Djikalau sekiranja tidak mesti, maka ta' soekalah kami tidak memakai boedi bahasa itoe; karena kepada kami bangsa Djawa boedi bahasa itoe boléh dikatakan soedah mendjadi darah daging. Tjahaja jang asalnja dari toean, menjoeroeh kami melihat dan bertanja: ,,Apakah goenanja kotak jang tiada bensi. Pada pendapatan kami toean wadjib ma'loem, bagaimanakah pikiran kami tentang beberapa hal didoenia bangsa Eropah; karena toean roepanja menjangka, bahwa doenia bangsa toean itoe dalam perasaan kami ialah soeatoe tjita-tjita jang amat tinggi. Apa jang kami katakan „boedi pekerti atau kesopanan jang sebenarnja" soedahlah toean ketahoei dan kamipoen tahoe poela, bahwa pikiran toean tentang hal itoe sesoeai benar de ngan pendapatan kami, jaïtoe: „kesopanan jang sebenar-be- namja, sekali-kali tiadalah mendjadi hak milik dan tanah- tanah jang mempoenjaï kesopanan sadja." Kesopanan jang sebenar-benarnja itoe adalah djoega terdapat pada bangsa-bangsa,
313
jang dihinakan oléh kebanjakan bangsa koelit poetih, jang ha njalah pc rt ja ja akati kemoeliaannja sendiri. Pada bangsa kami mémang adalah sipat-sipat jang hina, tetapi bersipat-sipat jang baikpoen adalah poela, ja'ni jang boléh ditiroe diteladan oléh bangsa-bangsa asing. Toean telah melihat bahwa tabi'at kami telah beroebah; kalau tiada demikian, tentoelah tiada perloe kami akan mengatakan sendiri sesoeatoe sipat kami jang amat baik dan telah 'oemoem bagi bangsa Djawa ja'ni sipat „pemaloe". Bapak telah mengatakan sekali kepadakoe: „Ni, djanganlah engkau menjangka, bahwa banjaklah orang Eropah jang sajang benar-benar kepadamoe. Hanjalah sedikit sahadja diantara meréka itoe jang betoel-betoel berhati demikian." Hal itoe ta' goena bapak mengatakan kepadakoe; kami sendi- ripoen telah mengetahoeinja dengan sebaik-baiknja; kami boléh menghitoeng dengan djari tangan sebelah dan ta' goenalah dengan djari kedoea belah tangan kami, siapa-siapalah jang berhati toeloes kepada kami. Kebanjakan diantara meréka itoe soeka kepada kami hanjalah oentoek meninggikan daradjatnja atau karena keperloean lain-lain sadja. Soenggoeh kedji benar! Jang sebaik-baiknja, baiklah kami tertawa sadja melihat keadaan itoe, soepaja djanganlah hati kami mendjadi panas dan marah. O, manoesia itoe kerap kali amat kedji pekertinja dan bertabi'at seperti orang gila. Tiada^ kah toean ma'loem, bahwa banjak benarlah diantara meréka jang berteriak-teriak akan kemadjoean kepandaian pertoekang- -an Boemipoetera, dan jang ta' poetoes memoedji-moedji per- toekangan itoe; berboeat sedemikian hanjalah karena toeroet- toeroetan sadja, dan sekali-kali tiadalah oléh karena disebabkan hati jang ada merasa sajang akan kepandaian itoe? Beberapa orang jang ternama 'asjik mengindahkan kepandaian Boe mipoetera itoe, dan tiap-tiap orang boléh dikatakan amat sangat menjoekaïnja! Adakah orang-orang itoe berboeat demikian, karena kepertjajaannja benar-benar? Hal itoe apakah goenanja dipedoelikan, sebab jang perloe boekankah maksoed sahabat- sahabat jang berkata sajang kepada orang-orang Djawa dan kepandaian orang Djawa itoe moedah boléh sampai? Ta tahoekah Jcami, pada pikiran toean, apa sebabnja soerat kabar „de Echo soeka sekali menerima karang'-karang'an kami, meskipoen kami bodoh dan doengoe? Itoelah soeatoe daja oepaja akan melariskan soerat kabar itoe. Soerat kabar „de Holland- sche Lelie memberikan beberapa roeang oentoek karangan ka mi, dan kepala pengarangnja jang dahoeloe senantiasa meminta izin kepada kami akan memasoekkan karangan kami* kedalam soerat kabarnja; apakah sebabnja? Oentoek pelariskan soerat kabar itoe! Soerat-soerat dari anak perempoean Timoer jang
314
sedjati ,,anak gadis Djawa sedjati", boeah pikiran manoesia iang setengah biadab, dan dikarangkannia sendiri dalam bahasa Èropah, o, betapakah bagoesnja oentoek menarik hati! Dan djikalau dengan poetoes asa kami meratapkan kesoesahan kami dalam bahasa Belanda, maka itoepoen lebih lagi menarik hati. Dan o, Allah djoealah jang akan mendjaoehkan- njat djikalau sekiranja kami meninggalkan doenia dengan hati iang hantjoer loeloeh, karena tjita-tjita kami mati kena tikam, ja, ja, hal itoelah poela jang lebih bagoes menarik hati pembatja soerat-soerat kabar itoe. O! adalah banjak orang jang amat menjoekaï benar, berma- t jam-mat jam daja oepaja penarik hati.
Bahwa sanja amat banjak keadaan jang bagoes-bagoes dalam pengadjaran tertib sopan bangsa Djawa. Tetapi sajangbenar, karena tiap-tiap orang tiadalah mengerti akan hakikinja. Orang hanjalah membatja apa jang tertoelis sadja, apa jang diadjarkan oiéh orang" pandai-pandai. Oempama menahan lelah dan lapar; hakikinja itoe maka orang wadjib poeasa dan tidoei- sekoerang-koerangnja, soepaja hidoep kita (lidoenia ini dan di- achirat nanti boléh baik. Boeah pikiran jang moelia itoe tiada lah diketahoeinja! „Boekanlah makan dan tidoer maksoed hidoep didoenia." Saja anak Boedha, tahoekah toean ? Itoelah sebabnja maka saja ta' makan daging. Dahoeloe ketika saja masih ketjil, saja sakit keras, dokter-dokter ta' dapat menolong saja; meréka, itoepoen poetoes 'akal. Sesoedah itoe datanglah seorang Tjina (orang hoekoeman) sahabat kami, minta hendak menolong saja. Orang toea saja menerima permintaannja itoe, dan sa ja poen semboehlah. Apa jang ta' dapat ditolong obat-obat dokter dokter itoe dapatlah ditolong obat „doekoen-doekoen" jang tiada terpeladjar. Ia menjemboehkan penjakitkoe hanjalah dengan menjoeroeh saia meminoem air aboe, iang telah diman- terakannja pada tepékong Tjina. Oléh sebab saja tela,h me minoem obat itoe, maka sajapoen mendjadi anaklah dari kera^- mat Tjina Santikkong Welahan. Beberapa tahoen jang soedah kami telah mengoendjoengi keramat itoe. Keramat itoe ialah seboeah patoeng emas jang diasapi dengan asap doepa siang dan malam. Pada waktoe penjakit sampar berdjangkit, dibawa oranglah patoeng itoe kesana-sini, berkeliling dengan segala oepatjara akan menjoempahi dj in dan sétan penjakit itoe. De ngan segala keramaian tiap-tiap tahoen dimoeliakan oranglah hari lahif keramat itoe. Orang Tjina dari sana-sini datanglah pada hari itoe mengoendjoenginja. Dari orang-orang toea bang sa Tjina boléhlah didengar tjeritera patoeng emas itoe. Me-
315
noeroet kepertjajaan orang Tjina patoeng itoe hidoep sebenai-- benarnja. Tanah air kami tanah jang gaib, penoeh dengan wajang, tje- ritera jang 'adjaib, dongéng dan 'riwajat. Toean tentoe telah mendengar, betapa sabarnja hati orang Djawa meskipoen ia dipoekoel oléh nasib jang malang dengan sedahsjat-dahsjatnja. Tjemboeroe kita melihat hatinja jang sesabar itoe. „Inilah takdir" katanja, dan dalam takdir itoelah diambilnja penghi- boerkan hatinja dan tawakkal. Nasib manoesia itoe telah tentoe, sebeloem ia melihat tjahaja 'alam. Sebeloem ia lahir oentoeng dan malangnja telah ditakdirkan oléh Toehan. Ta' ada seorang manoesia jang dapat menolak, apa jang soedah tertentoe itoe. Tetapi sebeloemnja kemalangan itoe terdjadi, wadjiblah kita ment jan 'akal akan menolaknja. Kalau kemalangan itoe datang djoega, niaka itoelah tandanja takdir dari Toehan. Ta' ada jang lebih berkoeasa didoenia ini dari pada' takdir itoe. Tahoekah toean apa artinja keadaan itoe bagi kami? Kami wadjib tetap beroesaha, madjoe menjampaikan maksoed kami, biarpoen sekalian hal jang datang itoe mesti mendjadi. Meréka itoepoen nanti akan sabar dan berkata: „Inilah takdir". Sebeloem sekalian itoe terdjadi, tentoelah meréka itoe akan mengganggoe kami; dan djikalau meréka melihat apa- apa perboeatan jang telah kedjadian, maka dikatakannjalah: „ini takdir' dan sabarlah meréka. Ja Allah, berilah kami akan kodratmoe! Soesah amat memikirkan hal itoe; kami sekarang sedang menjisihkan diri kami dari pada kekasih-kekasih kami itoe, mengoengkai tali persahabatan, jang dahoeloe telah mendjadi keoentoengan bagi kami. Tetapi lebih baik berpondok ketjil jang sempoerna dari pada beristana jang telah roentoeh; lebih baik bersampan jang sem poerna dari pada terapoeng-apoeng dikapal jang bagoes dan telah petjah. Telah lama antaranja saja pergi tidoer, dengan tiada mendapat oetjapan selamat tidoer dari bapa sendiri. Beberapa boelan jang telah laloe ta' pemah bapak pergi tidoer sebeloem pergi kebilik kami, dan berhenti dimoeka bilik kami sebentar, akan melihat anak jang dikasihinja ini, dan menjeboet nama si anak, sebeloem ia pergi tidoer. Djikalau pin- loe bilikkoe tertoetoep, maka diketoeknjalah pintoe itoe; si anak g_adisnja itoe wadjib mendengar, bahwa bapak kekasihnja itoe tiadalah meloepakannja. Waktoe jang manis dan berbahagia itoe sekarang telah le- njap! Dahoeloe saja banjak mendapat kasih sajang, ja, lebih dari pada sepatoetnja. Dan djikalau seseorang mendapat lebih tentoelah orang lain mendapat koerang.
316
Allah itoe amat 'adil. Sekarang gilirankoe lagi akan hidoep dengan koerang, karena sa ja telah lama benar hidoep ber- lebih-lebihan. Sedih hatikoe mengenangkannja, tetapi baginja, bapak jang koekasihi itoe, sa.ia berharap dan bermohon soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan, dapat apalah kiranja ia tnemboeangkan saja dalam hatinja. Bapak, kekasihkoe jang ditjinta itoe, tidaklah akan berhati soesah benar djikalau dapat memboeat jang sedemikian. Saja masih kasih dan tjinta kepadanja dengan sepenoeh- penoeh hatikoe, meskipoen apa djoega jang akan kedjadian kelak, ia koesajangi djoega seperti dahoeloe; hanja saja wadjib membinasakan dirikoe sekarang, berhati kasih dan tjinta tiada dengan tjahaja seperti tjita- tjitakoe. Alangkah bagoesnja waktoe jang laloe, ja, amat bagoes! Saja banjak mengoetjapkan sjoekoer atas kenang-kenangan jang koekasihi itoe dan atas tahoen-tahoen jang amat berbahagia itoe! Adoehai bapakkoe jang malang, baginja lebih baik saja dahoeloe ta' mendjadi anak Boedha, dan kalau begitoe dapatlah ia menaroehkoe dengan hati jang ta' roesak, walaupoen saja ditaroehnja hanjalah dalam kenang-kenangan sadja. Benar kata Nellie: Hidoep itoe kadang-kadang lebih galias mentjeraikan kita dari pada maoet; kasih dan sajang jang tiada ternilai harganja dan salatoe'rrahim jang amat soetji, jang dirampas oléh malakoe'lmaoet, lebih tegoeh tinggalnja terpateri dalam hati dari pada djikalau ia dirampas oléh hidioep. Adoehai malangnja bapakkoe jang toea itoe, soedahlah tak- dir kepadanja pada hari toeanja menanggoengkan hal sedemi kian oléh karena anak jang dikasihinja ini. Alangkah piloe hatinja menanggoengkan itoe. Ja Allah, am- poenilah dosakoe itoe. Tiadalah ia sadja jang banjak berpenang- goengan dan berdoeka hati pada waktoe sekarang dan pada waktoe jang akan datang, tetapi kamipoen telah berperang dan menanggoengkan kesengsaraan jang berat itoe. Kami memo- honkan soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan jang mahakoe- asa, moga-moga djanganlah banjak ia terlaloe berdoekatjita karena kami. dan berharaplah kami moedah-moedahan dapat lah ia nanti meninggikan dirinja atas keadaan kedoea anak- anaknja jang perempoean ini. Hal itoelah kelak jang akan memperdamaikannja dengan ha tinja jang sekarang amat ketjéwa oléh karena kami itoe.
317
21 November 1902 (VIII).
Djikalau kami menaroeh kasih dan tjinta, maka wadjiblah kami berbesar hati dan mengoetjap sjoekoer, djikalau sekiranja kekasih kami itoepoen berbesar hati poela menerima dan memberi kasih sajang, boekan? Djikalau kami menaroeh ka sih sajang, maka harapan kami jang sebesar-besarnja, ialah jang kekasih kami itoe akan beroentoeng dan berbahagia. Dan berbahagialah meréka jang banjak memberi orang kasih sajang, dan banjak poela orang jang mengasihinja. Maksoedkoe disini boekanlah kasih sajang antara laki-isteri, karena hal itoe amat haloes, ta' dapatlah sa ja mema'loeminja. Saja berkata disini ialah tentang kasih sajang jang boléh dirasaï oléh orang • banjak, soenggoehpoen perasaan itoe bagi seorang ta' sama dengan bagi seseorang jang lain. Kelobaan dirikah itoe, djikalau saja berharap, soepaja me- ïéka tempatkoe kasih itoe, kasih poela kepadakoe, demikian- poen meréka akan berbesar hati kali poela atas bahagiakoe, mes- kipoen bahagiakoe itoe datangnja karena saja telah memberikan hatikoe kepada orang lain?
*
* * 21 November 1902 (X).
I Ketahoei oléhmoe, bahwa lemarikoe jang berting'kat empat itoe, tiga tingkat telah penoeh dengan kitab-kitab. Pada tingkat jang keempat kami lapangkan oentoek porterét-porterét sahabat-sahabat kami dan tanda mata jang lain-lain; dengan se- tjara demikianlah sahabat kami, adalah kami koempoelkan. I oiteiétmoe tei'letak antara porterét iboekoe dan porterét ka- kanda Kartono; terdjaoeh sedikit dari porterét Dr. Adriani se orang pandai jang boediman dan seorang sahabat orang banjak jang moelia. Soedah itoe tei'letak porterét seorang anak jang manis lagi soetji dan segar roepanja, sebagai sekoentoem boe- nga jang baroe kembang, jang amat kami kasihi. Porterét ba- pakpoen adalah poela dengan pakaian angkatan. Porterétmoe terletak betoel dalam soeatoe perkoempoelan orang jang baik-baik, soenggoeh! Itoelah tempat jang setiap hari wadjib kami koendjoengi; tiap-tiap hari sebeloem kami melihat wadjah sahabat-sahabat jang kami kasihi dan jang setia itoe, beloemlah ada permoelaannja hari itoe bagi kami,
Kalau kami pikirkan betoel-betoel, baik benarlah tiada se- kalian maksoed kami Allah sampaikan. Djikalau sekiranja se- kalian maksoed kami berkenan, berapakah hinanja kami ini; karena dengan hal jang demikian tiadalah kami akan menaroeh
318
tjita-tjita lagi, dan orang jang tiada bertjita-tjita itoe amat boeroek keadaannja. Atjap kali poela terdjadi djikalau kami bei'maksoed apa-apa tiadalah berpikir; dan djikalau maksoed itoe sampai, maka baroelah kami menjesal. Menoeroet penda- patan kami sendiri tahoelah kami, bahwa tjita-tjita hati jang sampai itoe atjap kali bertjampoer dengan air mata. Adalah perasaan kami, jang kita nanti akan bertemoe djoega, tetapi ta' lama, hanjalah beberapa ketika sadja. Setelah kita bertemoe berdjabat salam, laloe bertjerai poela, sekalian itoe terdjadi dalam beberapa sa'at sahadja. Kita sebelah-menjebe- lah hanjalah sebentar sadja memperlihatkan diri, kemoedian bertjerailah oentoek selama-lamanja. Soenggoeh gila, boekan, ' perasaan kami itoe, dan ta' dapatlah poela kami memboeangkan perasaan itoe dari kepala kami. Apakah sebabnja maka kami berharap hendak bertemoe lagi, apabila pertemoean pikiran kita telah sebaik itoe; lebih dari itoe agaknja ta' bergoena lagi; boekankah pikiran itoelah jang sebaik-baiknja ada pada kita? Dan djikalau kita kedoea belah pihaknja telah mempoenjaï benda jang sebaik-baiknja itoe, apakah lagi jang kita kehendaki?
Bagaimanakah pendiapatanmoe tentang sekeram api boe- atan Djapara jang beroekir-oekir itoe? Tiada bagoeskah? O! ta' dapat sa ja katakan kepadamoe, berapa besarnja bahagia kami, jang kepandaian tanah air kami makin diketahoei dan makin dihargaï orang. Selamatlah sekalian sahabat-sahabat orang Djawa jang moelia itoe, jang telah memasjhoerkan ke pandaian itoe keloear Hindia, dan bersama-sama dengan hasit kepandaian itoe ialah lagi tjita-tjita bangsa Boemipoetera jang bagoes; jang tersemboenji dalam hati meréka itoepoen dike tahoei orang asinglah poela. Kami berharap soenggoeh-soenggoeh, bahwa kegemaran me réka itoe tentang kepandaian Hindia itoe djanganlah hendaknja seperti jang atjap kali kedjadian, mendjadi soeatoe kesoekaan jang lekas akan hilang lenjap. Tidak, kesoekaan itoe tidaklah akan hilang lenjap; kami ber harap djanganlah hendaknja begitoe, meskipoen kami wadjib mengakoe, bahwa kebanjakan orang sekarang ini jang me- noendjoekkan kesoekaannja tentang kepandaian kami, berboeat demikian ialah karena toeroetan sadja orang-orang jang pertama kali membangoenkan pekerdjaan itoe, meréka itoelah jang bekerdja dengan hati dan kepertjajaannja sendiri, dan meréka itoelah poela lama-lambatnja jang akan mengalahkan kesoekaan orang jang hendak meniroe-niroe itoe sadja. Tetapi tiadakah hal jang seperti itoe telah biasa kedjadian
GEROBAK (TJIKAR) DIDÉSA BAWOE, DJAPARA.
319
bagi sekalian hal jang baroe-baroe, dan kemoedianpoen akan beroesia pand jang? Ta' oesahlah lagi saja oeraikan hal itoe dengan pandjang lébar.
Téngoklah, saja soeka benar hendak merasaï hidoep bersama-sama dengan berbagai-bagai koempoelan manoesia diatas doenia ini. Misalnja hidoep bersama-sama dengan koeli-koeli tambang d itempat menambang, atau hidoep dikampoeng Boemipoetera Serani bersama-sama dengan anak negeri jang beragama Serani itoe, tinggal dikampoeng Tjina, dikampoeng Melajoe, ja, diimana djoeapoen. Apalagi jang koesoekaï benar ialah hendak tinggal hidoep dikampoeng dan désa bersama-sama dengan bangsa sendiri. Itoelah jang amat meriangkan hatikoe benar, karena saja ketahoei bahwa dengan tjara demikian, makinlah hatikoe akan tertawan kepada bangsakoe nanti. Tjita-tjita hati bangsa apa djoeapoen, baroe boléh dikenal dengan sebaik-baiknja ialah dji- kalau kita tinggal beberapa lamanja bersama-sama dan hidoep bersama-sama dengan meréka itoe. Banjaklah 'adat-'adat jang bagoes telah koelihat pada bang sakoe; sekalian itoe mendjadi permoelaan jang menarik kese- nangan hatikoe, sekiranja saja boléh menjampaikan maksoed hidoep bersama-sama dengan meréka itoe. Seboléh-boléhnja kami tjahari pergaoelan dengan orang-orang kampoeng keba- njakan, dan kalau sekiranja kami berdjalan sendiri sadja, se- laloe kami mengoendjoengi seboeah doea roemah dikampoeng. Moela-moelan ja amat gandjil dan héranlah meréka itoe melihat kami, tetapi sekarang telah mendjadi biasa sadja. fangan anak ketjil lekas penoeh kalau diisi; begitoe tangan soeatoe bangsa jang masih seperti anak-anak. Meréka itoe amat haloes perasaannja akan hati jang ramah, dan amat besar kesoekaannja oentoek bersenda goerau. Senda goerau jang ketjil moedahlah membawa meréka itoe tertawa-tawa, dan kerdja jang berat dikerdjakannja dengan bersoeka-soeka hati. Telah bebe- ïapa boelan lamanja, tiap-tiap hari beberapa banjak orang koeli negeri bekerdja dipekarangan kami. Meréka itoe sedang mem- perbaiki roemah dibelakang, dan dekat itoe kami akan mendapat seboeah pendopo jang bagoes. Pada waktoe témpoh ketika orang meiepaskan lelah, atjap kali kami pergi ketempat bekerdja itoe akan bertjakap-tjakap dengan orang-orang koeli itoe. Tjobalah engkau pikirkan, sau- da,ra-saudaramoe itoe doedoek dioenggoenan pasir, dan berke- lilingnja doedoeklah orang-orang koeli jang telah pajah bekerdja itoe. Meréka itoe hampir tiada berpakaian pada badannja sam- bil merokok dan makan sirih. Akan bertjakap-tjakap dengan meréka itoe, wadjiblah kami dahoeloe jang mengeloearkan kata; kalau ta' perloe maoelah orang jang dibawah kita sehari-harian
320
berdiam diri sadja, dari pada memoelaï berkata dengan orang jang diatasnja. Betoel bagoes benar kebiasaan itoe; daJam pertjakapan itoe banjaklah kami dengar hal meréka itoe, jang kalau selaranja tiada kami berboeat sedemikian, tiadalah kami akan mendengai- nja. Orang2 koeli itoe bekerdja dibawah perintah seorang Be- landa peranakan (senjoer). Ia moela2 amat pendiam, selaloe memisahkan dirinja dan tiadalah poela ia maoe memberi tabik kepada kami kalau ia poelang atau pergi. Sekarang kami telah berkenalan dengan dia kamilah jang moela-moela memberi tabik kepadanja dan menjapa dia. Ia moela-moela amat maloe, tetapi sekarang telah pandailah ia berbintjang dengan riangnja!.,, Ia orang jang baik hati, dan pandai bertjampoer gaoel dengan koeli-koelinja; soenggoehpoen meréka itoe bekerdja bébas, tetapi selaloe hormat kepadanja. Atjap kali kami dengar orang-orang koeli itoe berkelakar dengan „toean" itoe, itoelah soeatoe tanda, bahwa kepala kerdja itoe baik hati kepada mereka itoe Djikalau meréka itoe kena marah atau wadjib mengoebah pekerdjaannja sekali lagi, tiadalah kami dengar meréka me- radjoek. Bagoes itoe, boekan? kepada senjoer itoe banjaklah kepaia-kepala boléh mengambil tjontoh.
*
* * 12 December 1902 (VIII).
Maksoed tentang oekiran itoe telah sampailah bagoes; pada pendapatan kami médja njonjalah jang sebagoes-bagoesnja di- antara perboeatan si Singo, dan selaloelah kami tertjengang melihat pekerdjaannja itoe.,, Senang hati melihat betapa si toekang itoe selaloe bertambah madioe. Sjoekoerlah baroe-baroe ini ia dapat terlepas dan pada soeatoe kesengsaraan jang amat besar. Adalah sebelas roemai jang berkeliling roemahnja habis terbakar. Pohon-pohon kelapa iang dipekarangan roemahnja semoeanja telah menjala, tetapi ta'adjoeblah kita melihat karena roemahnja itoe ta bmasa. beisi kampoengnja itoe pergilah melihat ke'adjaiban itoe, berta- njalah kepada si poen ja roemah jang beroentoeng itoe, ïlmoe atau djimat dan sihir apakah jang dipakainja, maka ta bmasa sedikit djoea, sedang roemah-roemah jang berkelilmgnja habis moesnah dimakan api. „Tidak" ia tidak ber'ilmoe, ta bei- diimat, ta' ada sihir jang dipakainja, hanjalah jang ada paaa- nia, Goesti Allah" jang memeliharakannja dan anak ïsterinja. Bagoes benar djawabnja itoe, boekan? Tetapi ketahoeilah lagi oléh njonja, bahwa pada bésok harinja sesoedah kebakaran itoe,
datanglah toekang itoe kepada kami, dan pikirlah oléh toean, kedatangannja itoe ialah meminta sjoekoer kepada kami, sebab roemahnja tinggal selamat tiada binasa. Ta' dapat kami rne- nolak kepertjajaannja, bahwa rahmat dari kamilah maka api itoe ta' datang memoesnahkan roemahnja. Itoelah kekoeatan do'a kami kepadanja, maka roemahnja terpelihara tiada men-dapat ketjelakaan! Apa pikiran toean tentang hal itoe? Betoel- lah sedih hati melihat kepertjajaan jang semoedah dan setoeloes itoe, betoel kepertjajaan anak ketjil! Sajapoen bertanja kepada dirikoe sendiri, baikkah saja boeang akan kepertjajaan hati meréka jang toeloes sebagai anak ketjil itoe, dan jang memberi bahagia kepadanja itoe? Dan kepertjajaan apakah jang lain jang akan saja berikan ke pada meréka itoe penoekar kepertjajaannja itoe? Sebodoh-bo- doh orang dapatlah meroesakkan barang sesoeatoe, tetapi mem- perbaikinja? Kepertjajaan kami beloemlah dapat kami berikan kepadanja. Moestahilkah orang boléh mem berikan kepertjaja annja kepada orang lain? Kepertjajaan jang sebenar-benamja, jang sebetoel-betoelnja, ja'ni kepertjajaan jang tiada dipoe- ngoet atau tiada dipoesakaï, terbitnja semata-mata dari hati. Ta' senanglah hati kami mendengar jang kami dikatakan oléh meréka itoe berkekoeasaan sedemikian. Kami dan orang lain- poen ta' adalah jang berkoeasa sebagai itoe. Banjaklah kami menerima kebaikan hati dari sahabat-sahabat kami, orang kebanjakan itoe. Sebab itoe adalah beberapa lamanja kami membentji sekalian agama, karena banjak benar kami lihat meréka itoe jang ta' menaroeh kasih sa jang sedikitpoen, dan agama itoe didjadikannja selimoet penoetoep hatinja jang bersipat kedji itoe. Tetapi lama-lama baharoelah kami tahoe, bahwa boekanlah agama jang salah dalam hal itoe, melainkan manoe- sialah djoea jang memperboeroek sekalian pemberian Toehan jang baik-baik diatas doenia ini. Agama jang sebaik-baiknja dan setinggi-tingginja jaïtoe menoeroet pendapatan kami, ialah „kasih sajang". Oléh sebab itoe perloe benarkah mesti orang masoek mendjadi orang Serani, maka baroe boléh hidoep dengan perintah Toehan jang sebagoes itoe? Orang jang beraga- ma Boedha, Berahma, Jahoedi, Islam dan orang biadabpoen, bo- léhlah hidoep soetji dalam doenia kasih sajang itoe.
Adalah barang sesoeatoe jang sangat menjoesahkan hatikoe, sehingga lenjaplah badankoe rasanja didalam hal itoe: men dengar moesik jang merdoe. Orang boléh melakoekan sekehen- dak hatinja diatas kami, djikalau kami sedang dimaboek lagoe moesik. Djikalau kami hendak memboeat barang sesoeatoe jang perloe dilakoekan dengan hati jang berani, baroe dapat HABIS GELAP TEKBITLAH TERANG.
322
oléh kami mengerdjakan itoe, apabila kami telah melenjap- kan diri kami dahoeloe dengan moesik jang merdoe. Begitoelah keras kekoeasaan moesik bagi kami. Tetapi adalali poela sekali-sekali kekoeasaan moesik tiada kami indahkan. Kalau tiada demikian tentoelah atjap kali kami wadjib me- nahan diri kami, soepaja djari-djari kami ini djangan bergerak diboeaikan oléh boenji gamelan, jang menoeangkan api gembira pada oerat-oerat badan kami. Dan adik-adik kami jang perem- poean merasaï poela sedemikian djikalau mendengar boenji gamelan itoe. Ketika kami masih -anak-anak, telah pandai kami menari, kami beladjar sendiri sadja; dan ketika kami sedang pandai berdjalan sedikit-sedikit telah moelaïlah tangan dan ba dan kami bergerak-gerak, mendengar boenji gamelan. Dan ke tika masih boedak-boedak, kami berniat hendak mendjadi pan dai tari, laloe bersahabatlah kami ketika itoe dengan pandai tari. Atjap kali iboekoe memakaii kami seperti pakaian pandai tari, dan sajapoen menarilah sampai djatoeh tergoeling-goeling. 0! dosa jang soetji; dengan segala senang hati berpangkoelah kami diatas ribaan pandai-pandai tari itoe; kami héran meli- hatkan kebagoesan kepandaiannja itoe, dan meréka itoepoen amat sajang kepada kami. Kemoedian, amat lama sekali kemoedian dari pada itoe, ba- haroelah kami ma'loemi, siapakah meréka jang amat kami moe- liakan itoe, dan kami hinakanlah kepandaian meréka itoe karena pekerti meréka itoe, dan maloelah kami akan diri kami se- bab kami telah penoeh bèrniat hendak mendjadi pandai tari dahoeloe. Dan kemoedian itoe lagi, beladjarlah kami menjisihkan ke pandaian dari orang jang melakoekannja dan sampai sekarangpoen kami masih mempeladjarinja djoea, kami tiada- lah maoe mengindahkan bagaimana hidoep si pengarang, tetapi hanjalah kami wadjib menghormati kepandaiannja sadja, seperti Multatuli, kebidjaksanaannjalah jang dihormati. Seperti jang telah saja terangkan dahoeloe, kami berniat benar hendak bertjampoer gaoel dengan orang-orang jang lain bangsa, lain kepertjajaan dan lain toedjoeannja. Baroe-baroe ini di Semarang kami telah berkenalan dengan beberapa orang kaoem Said. Kakandakoe banjak berkenalan dengan orang-orang jang baik dan saléh. Ia telah membawa kami kepada seorang kapitan 'Arab, dan disanalah kami ketahoei bahwa kami bersaudara dengan dia. Karena kami seorang dengan seorang bertanja-tanjakan hal itoe, maka kami ketahoeilah bahwa keloearganja, ja'ni nénéknja jang laki-laki bersahabat dengan nénók kami, bapaknja dan pamannja dahoeloe kawan-kawan sama-sama bermain dengan bapak, paman dan anak angkat nénék kami.
323
Oléh karena beberapa hal maka sahabat-sahabat itoe telah ber- tjerai-berailah dan sekarang dengan sekonjong-konjong tjoe- tjoe-tjoetjoenja telah bertemoelah dan berkoempoellah poela kembali. Senanglah hati melihat roemah orang asing didalamnja, dan seisi roemahnja menerima kami sangat ramah. Keadaan jang seperti itoe atjap kali kami dapati, kalau kami bertemoe dengan orang-orang bangsa a^ing, jang tidak kami kenal, tetapi meréka itoe atau orang toean ja adalah berkenalan dahoeloe dengan nénék kami. Begitoelah djoega adalah kami bersahabat lagi dengan orang-orang kampoeng Habsi, dan orang toea meréka itoe dahoeloe bersahabat dengan nénék-nénék kami. Kami selaloe diterimanja dengan ramah diroemahnja. Baroe-baroe ini seorang anaknja laki-laki kawin dengan seorang gadis Habsi disini. Ivami adalah datang pada peralatan itoe. Banjak diantara adat-adat meréka itoe jang toea-toea telah diboeangnja, se- hingga karangankoe tentang peralatan jang demikian ta' benar lagi. Karangan itoe telah lama saja karangkan ketika saja ma- sih ketjil, dan pada beberapa tahoen jang telah soedah tersiar- lah karangan itoe didalam „Tijdschrift voor taal- land en vol kenkunde van Nederlandsch Indië". Saja ta' tahoe, patoet- kah saja berbesar hati melihat beberapa 'adat-'adat toea me réka itoe telah terboeang, apalagi melihatkan apa-apa telah dipakai oléh meréka itoe akan pengganti 'adat-'adat jang toea itoe. Amat boeroeklah roepanja meniroe-niroe 'adat2 Eropah dan di- tjampoerkan kedalam 'adat sendiri. Sebenamjalah meréka itoe menjoeroeh orang-orang Eropah tertawa melihatnja. Chodja jang ternama itoe hina baginja, djikalau pada alat kawinnja itoe ia akan mengoendjoekkan tjerana emas jang bagoes, jang berisi sirih kepada isterinja, ketika meréka itoe bertemoe. Mempelai jang baroe-baroe ini kami lihat memberi isterinja soeatoe karangan boenga boeatan, dari pada pelbagai kertas berwarna, dan diikat dengan bermat jam-mat jam pita-pita jang berkibaran kain kemari. Boenga kenanga, tjempaka dan melati tiadalah dipakai lagi oléh meréka itoe oentoek menghiasi pa- kaian anak dara itoe, melainkan sekaliannja boenga boeatan dari pelbagai warna. Boekantah meréka itoe menoeroet 'adat Eropah? Adalah soeatoe 'adat jang diboeangnja, jang amat menggi- rangkan hati kami. Soedah mendjadi 'adatlah bagi meréka itoe, bahwa pengantin dalam tiga hari jang bermoela kawin ta' boléh pergi keloear roemah. Orang-orang toea pengantin itoe, jang ta' lama boléh tinggal disini, ingin sekali hendak mem- bawa pengantin itoe keroemah kami, tetapi tiadalah dapat, karena hari jang tiga itoe beloemlah habis. Betapa tertjengang-
324
nja dan besarnja hati kami mendengar ketika ia berkata kepada isterinja: „Bésok petang-petang pengantin saja bawa kekaboepatén." „Dimana boléh itoe, hari beloem habis? masakan boléh?" djawab isterinja. Dan chodja itoepoen mendjawab lagi: „Kangdjeng regén mengatakan, boekanluh atoeran jang demikian, hanjalah 'adat sahadja. 'Adat itoe ta' ada jang diikoetinja; oentoeng dan tje- laka itoe pembawaan orang sendiri. Kalau hati kita ichlas memboeang 'adat, selamatlah kita dan tiadalah soeatoe apa djoeapoen jang akan menggoda kita. Hati saja menoeroet seperti kata kangdjeng. Pekerdjaan ini soedahlah selamat, dan tiadalah lagi apa-apa jang datang menggoda kita." Mata kamipoen bertjahaja-tjahajalah melihatnja, maoelah rasanja kami mendjabat tangannja ketika itoe. lapoen sebagai seorang Timoer jang tegoeh dan setia memakai 'adat-'adatnja, sekarang iapoen mengakoe, bahwa 'adat-'adiat itoe ta' lain dari pada atoeran jang kebiasaan sadja, jang boléh diboeang seperti memboeang pakaian jang telah toea, djikalau ia tiada memadaï lagi, dan 'adat itoe sekali-kali tiadalah bersangkoetan dengan oentoeng dan malang nasib hidoep kita. Kami seriboe kali lebih beroentoeng. Kami bermaksoed jang moelia dan kami menaroeh kasih sajang! Alangkah baiknja kalau kiranja kami boléh memberikan sedikit dari kekajaan kami ini. Tetapi kesenangan hati ta' dapatlah seorang djoega memberikannja kepada kita, djikalau kita sendiri tidak maoe mengehendakin j a. Kami ta' berani memikirkan hal itoe, apalagi mengharapkan- nja, tetapi tetapi berapalah senangnja hati kami, dji kalau hati jang telah bekoe itoe dapat dihidoepkan kembali oléh tjahaja Allah, sehingga teranglah ia bersinar-sinar! Oléh karena mengingatkan hal itoe sekalian, maka datanglah perasaan jang mendamaikan hati kami jang amat 'adjaib itoe, dan kamipoen mengoetjap sjoekoerlah. Kajalah hidoep kami didoenia ini, soenggoehpoen banjak berisi ratjoen didalam- nja, tetapi banjaklah poela manisan-manisan jang amat lazat sertanja. Amat senanglah rasanja hati kami serta banjaklah rahmat bagi kami, sekiranja kami dapat menolong sesama manoesia. Harta benda ta' ada pada kami. Dan apa jang ada dapat kami berikan, kami berikanlah jaïtoe kasih sajang kami. Kadang-kadang 'adjaib benar kami melihat, orang-orang jang toea dari pada kami, jang telah kawin dan iboe dari pada be- berapa orang anak-anak, telah menangis mengatakan kesoe- sahannja diribaan kami. Betapalah kami akan mengoetjap
325
sjoekoer kalau sekiranja dapat kami menghapoeskan air mata meréka, biarpoen barang setitik. Barang siapa jang telah mengenal akan perasaan jang demikian, ta' dapat dan ta' maoelah ia meloepakannja. Djanganlah toean bersoesah hati memikirkan hal kami, wa- hai kekasihkoe, djikalau sekiranja nasib kami pada waktoe jang akan datang ada berbahaja. Djika sekiranja masih ada didoenia ini air mata jang akan dihapoes, dan ada djoega lagi hati jang mengehendaki kasih sa jang, maka sahabat-sahabatmoe jang berkoelit hitam ini masih ada kerdjanja dan tentoelah meréka masih bersenang hati. Sesoenggoehnja djanganlah toean bersoesah hati memikirkan hal kami, baikpoen sekarang atau nanti, djanganlah toean berboeat demikian. Serahkanlah kami kepada Toehan seroe sekalian 'alam, Toehan jang amat penga- sih dan penjajang. Ialah jang akan menolong dan memboedjoek serta memban toe dan menerangkan kami djalan. Tawakkallah toean, djangan lah bersoesah hati, kami tahoe akan Toehan kami. Dan Toehan- poen tahoe poela akan kami, ialah akan menoendjoekkan kami dengan segala ketjintaan djalan jang terang. Djikalau kami hendak berboeat jang baik, ialah akan meno long kami, dan djikalau kami hendak berboeat jang djahat, tentoelah sadja kami tiada akan terlepas dari pada hoekoeman. Kepertjajaan itoelah jang memikoel kami, dan jang memberi hati kami mendjadi tawakkal dan senang. Kami bemiat soenggoeh-soenggoeh hendak mendjadi koeat
benar-benar......... sehingga dapatlah kami hendaknja meno
long diri sendiri. Menolong diri sendiri atjap kali lebih soesah dari pada menolong orang lain. Dan siapa jang dapat menolong dirinja sendiri tentoelah lebih moedah menolong orang lain.
Désa Tjikeumeuh dekat Cultuurtuin (keboen tanam-tanaman) di Bogor.
3 Januari 1903 (VII).
Bagaimanalah saja akan meminta terima kasih kepada toe an tentang isi soerat dan pidato toean dalam kerapatan Tweede Kamer pada 26 November jang baroe laloe ini; sesoenggoehnja ta' dapatlah kami dengan tjoekoep meminta terima kasih ke pada njonja atas segala kebadjikan toean bagi kami. Beroe- tang boedilah kami kepada toean, ta' dapat kami akan mem- bajar, ialah jang akan kami bawa kedoenia jang baka. O, ba gaimanalah saja dapat mentjeriterakan kepada toean, apa jang terasa dian telah mengalir dihati dan dipikirankoe ketika mem bat ja soerat toean dan sebahagian dari pidato itoe, jang bergaris dibawahnja. Tertjoetjoerlah air mata kami membatjanja. Toehan itoe mahabesar, Toehan itoe mahakoeasa dan Toehan itoelah jang pengasih dan penjajang. Itoelah soeatoe rahmat Toehan. Kamipoen melihat seorang akan seorang, tetapi tiadalah tam- pak soeatoe djoeapoen, karena pikiran kami telah memandang sedjaoeh-djaoehnja, mengenangkan tanah-tanah seberang jang djaoeh itoe, dan sahabat-sahabat kami jang bertempat disana, lagi kami kenangkan poela akan waktoe dan kedjadian jang akan timboel pada hari jang akan datang. Kami kedoea sama memikirkan dan mengenangkan sekalian itoe pada waktoe itoe. Sedang hati jang penoeh dengan perasaan jang meminta tei'ima kasih pada ketika itoe, timboellah poela didalamnja kesedihan dan kepiloean jang amat sangat.
327
Hati kami mendjadi sajoe, karena kami ta' dapat ketika itoe djoega meminta terima kasih kepada sahabat-sahabat kami jang setia dan moelia hati itoe, mendjabat tangannja atau meme- loeknja, jang telah memberi kami kegirangan hati itoe. Sajoe hati kami mengenangkan orang-orang toea kami, ke- kasih hati kami, djantoeng hati kami itoe, bahwa kepada me réka kedoea soeatoe tanda kedoekaan jang akan menghantjoer- kan hatinja, djikalau mendengar kabar jang membesarkan hati kami itoe. Wahai orang toeakoe jang malang! Djikalau maksoed kami sarnpai, maka hal itoe artinja bagi meréka, bahwa meréka akan bertjerailah dengan anak-anaknja, dan ditambah lagi dengan berdoeka hati. Betapalah remoek dada dan hantjoernja hati meréka itoe, djikalau kapallah jang akan mempertjeraikannja dengan anak-anak jang amat dikasihinja dan membawa si anak itoe ketanah asing jang sedjaoeh itoe. Adiakah meréka akan kembali lagi dengan selamat? Adakah lagi meréka akan bertemoe poela dengan orang toean ja nanti? Meréka itoe amat kasih akan kami, lebih-lebih bapakkoe ke- padakoe, sebab apabila bapak melihat wadjahkoe, teringatlah ia akan iboenja, poen amat dikasihinja; apalagi moekakoe itoe seroepalah poela dengan porterétnja sendiri. Moga-moga Toehan akan melemboetkan hati meréka jang amat piloe, soesah dan menanggoeng pertjintaan itoe apabila tjita-tjita kami akan kami sampaikan. Keadaan itoe mémanglah soeatoe kelobaan hati benar, tetapi kami berharap sekali jang waktoe itoe akan lekas datang. Saudarakoe, Stella dan sahabat-sahabatkoe jang lain tentoe- lah akan bersoeka hati benar, kalau sekiranja pekerdjaan toean jang moelia itoe sampai berhasil. Dengan besar hati kami telah membatja pidato toean, meminta pertolongan kepada Pemerin- tah akan membantoe beberapa orang anak negeri jang amat toean kasihi; setelah itoe kami batja poela pendjawaban men- teri djadjahan, dan kemoedian oetjapan terima kasih toean! Kepada toean saja berkata dengan toeloes dan ichlas hatikoe, meminta terima kasih. Kepada njonja toean, kami berharap jang sedjaoeh itoe, tempat kami berharap akan mengoesahakan kepada toean-toean kedoea, bahwa kesajangan toean, telah beroesaha dengan sedjadi-djadinja oentoek kami. tiadalah tertjoerah kepada orang jang koerang terima kasih. Berhati tetaplah toean bekerdja oentoek pekerdjaan jang moelia, wahai sahabatkoe! Boekan sedikit rasanja peperangan dan penanggoengan kami karena tjita-tjita hati itoe. Dan kami pertjaja, bahwa banjaklah lagi kesoesahan jang akan kami tanggoengkan,
328
sebeloem kami dapat meninggalkan sekalian hal jang akan menjedihkan hati, dan dalam pada itoepoen lebih banjak poela hal keadaan jang kami sajangi dan kasihi, akan pergi kenegeri jang sedjaoeh itoe, tempat kami' berhanap akan mengoesahakan diri kami, soepaja tjakap dan pandailah kami kelak dalam pekerdjaan jang hendak kami tanggoeng itoe. Akan dapat moesoeh jang ganas, kita sekali-kali tiada perloe berboeat djahat ataupoen mengganggoe orang lain. Sekarang oempaman ja banjaklah orang sedang mengasoet-asoet kaoem keloearga kami, soepaja kami seboléh-boléhnja djangan dapat menjampaikan maksoed kami. „Ta' pantas," kata meréka itoe jang kami maoe pergi kenegeri Belanda. Dan berapa poela maloe jang akan ditanggoeng nanti karena pergi kesana itoe „dengan ongkos orang lain". Dan ada poela diantara meréka itoe jang bersedih hati melihat saja mengarang, dan diberinja saja isjarat, soepaja saja berhenti memperboeat hal itoe. ,,Ta' pantas, seorang anak gadis," mengarang soerat oentoek orang banjak. Bah, seorang perempoean jang beloem kawin, namanja terbebar kesana sini: kalau ia ada bersoeami ta' mengapalah, boléhlah dima'afkan kalau ia berboeat demikian! Dari Dr. Adriani baroe-baroe ini saja mendapat sepoetjoek soerat jang amat pandjang, membitjarakan berbagai-bagai hal jang tentoe akan menjoekakan hati toean djoega. Saja men- tjeriterakan kepadanja, apa jang telah toean perboeat oentoek kami, dan ia amat berbesar hati mendengarnja. Ia menoelis kepadakoe: „Apa jang telah dikatakan njonja van Kol kepada toean, itoelah oedjoed segala agama; pengakoean atas memper- tjajaï Toehan seperti seseorang, tidaklah soeatoe pengertian, tidaklah poela soeatoe kebaikan, melainkan itoelah jang sebe- nar-benarnja Malikoe'rrahman!" Banjak lagi hal-hal jang bagoes dan berpaódah didalam soe- ratnja. Betapa soeka hatikoe hendak membatjanja bersa- ma-sama dengan toean, dan memperkatakan isinja dengan toean. Saja perloe lagi membalas soerat itoe. Adalah poela dikatakannja kepadakoe: „Tetapi sepandjang penglihatankoe., bahwa agama Serani itoe oedjoednja tiadalah akan memberi orang berbahagia, hanja akan mendjadii djambatan antara manoesia dengan Toehannja, itoelah mak soed agama Serani."
*
- *
1U Januari 1903 (IX).
Adikkoe jang ketjil, sekali-kali ta' maoe mendjadi priaji, apa-
329
lagi priaji dalam golongan pemerintah negeri; dan djikalau njonja sekali-kali ada memperkatakan soerat-soeratkoe dengan toean, tentoelah toean akan mengetahoei, bahwa saja tiada- lah bersedih hati dalam hal itoe, melainkan mémanglah amat besar hati kami mendengar maksoed dan hadjat adik kami itoe. Senang hati kami, jang adikkoe ta' ada bermaksoed seperti maksoed beriboe-riboe meréka bangsa kami; meréka itoe me- njangkakan, bahwa mendjadi priaji itoelah bahagia jang se- tin ggi-tingginja dalam doenia ini, sebab meréka mema'loemi keénakan seperti radja ketjil, berbadjoe berkantjing letter W., dan berpajoeng emas! Girang hati kami, bahwa segala tjahaja dan oepatjara itoe ta masoek dihatinja; lebih senang lagi hati kami mengingat- kan hal itoe karena ia semoeda itoe telah ada berpengakoean jang demikian, dan ia hendak mentjahari djalan sendiri, tiada- lah seperti djalan jang telah pasar ditempoeh oléh beriboe-riboe orang. Lebih baik menoeroet pikirankoe, ia beroesaha oentoek me- nolong meréka jang dilanggar oléh kesakitan, dan pergi ber- sekolah oentoek mendjadi dokter. Boléh djadi djoega dalam hal itoe masoeklah kelobaan diri saja sedikit; karena saja soeka melihatnja mendjadi dokter, sebab dalam hal itoe amat banjak dan bagoes jang patoet diperboeat dan karena dapat- lah poela ia menjampaikan kenang-kenangan kami. Berapalah banjak paédahnja nanti, kalau bangsa Eropah dan bangsa Boemipoetera timbal-balik dapat hormat-menghormati. Ia boléh beroesaha soepaja anak negeri akan mempertjajaï obat-obat Eropah, dan dokter Eropah boléhlah poela memperhatikan obat-obat Boemipoetera jang amat moedah itoe, jang telah dipasti- kan moedjarrabnja. Saja telah bertjakap-tjakap dengan adikkoe itoe tentang kol ah Dokter D.jawa, tetapi ta' adialah niatnja hendak pergi beladjai kesana, dan kaïnipoen ta' soeka poela menggagahinia dalam hal itoe.
*
* * 17 Januari 1903 (VII).
Telah tiga pekan lamanja disini ta' toeroèn hoedjan sedikit djoeapoen. Sekarang disini terlampau panas. Beloem pernah kami merasaï panas sebagai itoe, baikpoen ketika moesim ke- marau jang sekeras-kerasnja. Bapakkoe telah poetoes asa, bibit padi disawah telah mérah, karena kepanasan. Wahai bangsakoe jang malang! Dahoeloe anak negeri di-
afdeeling ini tjoekoep makannja, dan ta' tahoelah meréka itoe akan kesengsaraan kekoerangan makanan. Tetapi apa jang tidak ada, tentoelah boléh datang; dan kekeringan jang amat sangat didalam moesim penghoedjan itoe telah memberi tanda, bahwa bermatjam-matjamlah kesengsaraan jang akan tiba. Bagaimanakah gerangan halnja nanti, djikalau sekiranja hari selaloe sadja panas seperti itoe? Soedah datangkah sekarang pertoekaran moesim? Alangkah lekasnja kalau demikian, karena telah doea kali pagi bertioeplah angin, jang biasanja datang dalam boelan Mei. Dan telah moelaïkah sekarang moe sim kemarau? Betoel soesah sekali hati kami sekarang; seorang djoeapoen ta' berkoeasa akan mengoebahnja. Amat piloe hati melihat sekalian bibit-bibit, jang telah ditaboerkan dan ditanam orang, semoeanja sekarang telah mérah karena kekoerangan air, semoeanja hampir mati dan ta' dapat ditolong sedikit djoeapoen. Sajang ta' pandai orang memboeat hoedjan! Dan hari jang sepanas itoe melesoe dan meletihkan badan poela, ta' soeka bekerdja. Apa pikiran toean tentang ratap tangis seorang anak negen ditanah panas ini! O, betapa soesah hati meréka jang bekerdja disawah dan diladang didalam panas seperti disini sekarang apalagi naman ja sadja diseboetkan didalam moesim hoedjan! Kirimilah kami sebahagian dari hawa dingin negeri toean itoe dan toean ambillah panas disini seba- njak toean soeka. Sekiranja dapat kita berboeat dimikian, be- tapalah bagoesnja!
•
- *
25 Januari 1903 (IX).
Lamalah saja doedoek memandang kekertas ini dan ta' tahoelah saja apa jang hendak saja toeliskan lain dari pada permoelaan kata; banjaklah pikiran jang merawankan hatikoe, banjaklah poela fierasaan jang timboel dalam ingatankoe. Pada waktoe itoe terkenanglah oléhkoe sekalian hal jang ter- djadi didalam hidoepkoe, dalam beberapa tahoen jang laloe. Dalam kegirangan dan soekatjita datanglah poela ke- doekaan jang amat sangat, kepoetoesan asa dan was was jang menjedihkan liati. Bagi kami rasanja pada waktoe jang soedah-soedah, telah bermatjam-matjam hidoep didoenia jang kami tanggoengkan. Tahoen-tahoen jang kami ini ta' bersoeka ria lagi sebagai anak-anak, telah djaoeh benar rasanja terletak dibelakang kami. Tiap-tiap hari dalam pekan jang baroe ini, ba njaklah poela hal-hal jang kedjadian seperti dahoeloe bagi kami. Adalah hal jang merajoekan hati, dan adia poela jang
ooi QOl
menjoeroeh kami minta terima kasih. Sekalian perasaan pada ketika itoe adalah didalam hatikoe; tetapi perasaan jang memiloekan hati itoelah jang berkoeasa benar diantara sekaliannja. Ketika saja menoelis soerat ini terasalah poela dalam aatikoe sekalian perasaan itoe; karena itoe lemaslah saja rasa- nja. Tetapi sekali-kali saja ta' soeka menoeroetkan hatikoe mi; sekalian kata-kata toean jang pagi tadi, hendak saja pegang soenggoeh-soenggoeh didalam hatikoe. Saja ta' soeka dikoeasai oleh pikiran jang menjoesahkan hatikoe itoe, tetapi sekalian kepiloean hati itoe, wadjiblah sekarang dibawah pe- rmtah saja. Atas sekalian jang toean katakan ditepi pantai dan dikeréta tadi pagi kepada kami, o, betapalah hendaknja kami akan minta terima kasih kepada toean?((1) Ta' ad&lah kata-kata mgikoe, akan menjatakan perasaan kami itoe kepada toean. Ia hanjalah terasa Sadja, tetapi ta' dapat dikatakan! Kami amat mengoetjap sjoekoer dan amat beroentoeng, karena telah berbmtjang dengan toean. Demikianlah sedapnja kata-kata dan seorang sahabat jang berhati toeloes. Kemarin semalam- malaman itoe saja selaloe mengenangkan kata-kata toean, dan sekaliannja mengoeatkan hatikoe. Kami berdoea lama mempei katakan hal itoe kemarin dan hari inipoen djoega; dan
d.jikalau bapak telah bei-tambah semboeh sedikit dai-i pada sa- kitnja, kamipoen hendak mengabarkan hal itoe kepadanja. Sekarang boléhlah kami angsoer memberi tahoe dahoeloe kepada i boekoe, dan memoelaï perlahan-lahan menoelis keringkasan pennmtaan kami itoe. Djikalau perkara itoe telah selesai, kami toelislah nanti wbeiapa poetjoek soerat kenegeri Belanda. Sekarang amat etaplah hati kami. Itoelah jang perloe sekali bagi kami dahoe loe; kata jang loeroes, benar dan menetapkan hati dlari pada seorang saliabat jang toeloes hatinja, telah tegoehlah melekat dihati kami. Kami ingin benar dahoeloe hendak berbintjang dengan toean kedoea. Dengan segala soetji hati saja meminta terima kasih kepada toean atas kata-kata dan nasihat toean kedoea. Jang menjoeroehka» kami lagi berniat hendak pergi kene- geii I>elanda, ialah tjita-tjita hati kami hendak mendjaoehi oentoek sementara doenia, jang telah meloekaï hati kami dengan ganasnja itoe. Sengsara jang seperti dinaraka itoe ta' patoet kami tanggoengkan lagi. Negeri Belandalah jang akan mem- boeangkannja dan akan menggantinja poela dengan kesoekaan lain, jang bergoenoeng-goenoeng banjaknja.
1). Isi perfcjakapan itoe adalah terseboefc dalam soerat jang borikoet ini.
332
Terimalah oetjapan terima kasih kami, karena toean telah menoendjoekkan hal itoe kepada kami.
- # *
27 Januari 1903 (X).
Saja mengenangkan waktoe jang telah laloe, ketika kami 'dengan ajah boendamoe bersoeka hati, berdjalan-djalan ditepi laoet disini, laoet kami! Itoelah waktoe jang moelia, ta' dapat diloepakan! Dan waktoe jang baroe laloe ini, ja'ni waktoe kami doedoek ditepi pantai bersama-sama dengan ajahmoe, akan tinggallah poela selaloe dalam kenang-kenangan kami. Disanalah bapakmoe berbintjang dengan kami tentang maksoed-maksoed kami. Berapalah besar harganja perbintjangan itoe, jang keloear dari hati seseorang jang amat kami moeliakan dan kami ka- sihi, apalagi ia seorang dari pada sahabat kami, jang kami keta- hoei berhati toeloes dan ichlas. Apakah hasilnja perbintjangan itoe bagi kami? Saja sema- lam-malaman itoe ta' dapat tidoer. Saja tidoer pada malam itoe bergoeling kekanan bergoeling kekiri, karena kepalakoe pe- noehlah dengan kata-kata bapakmoe jang soenggoeh-soenggoeh, lagi terbit dari hatinja jang kasih sajang itoe! Itoelah jang amat perloe bagi kami, itoelah jang telah lama kami kenang-kenangkan, ja'ni kami hendak mendengar kata jang sesoenggoehnja, jang keloear penoeh dengan kasih sajang, dari hati masoek kehati, bertentangan mata dengan mata. Bésoknja pagi-pagi benar bapakmoe mesti berangkat poela. Sedihlah hati kami memikirkan itoe. Kami pergi mengan- tar-antarkan jang moelia itoe, dan dikeréta kami hoeboenglah poela pertjakapan jang ditepi pantai kemarin. Achir kalam, ialah kami hendaklah selekas-lekasnja mengirim sepoetjoek soerat permintaan kepada Goebemoer Djenderal, dengan seizin orang-orang toea kami, soepaja Pemerintah akan membantoe kami, menjampaikan pendidikan kami, bergoena oentoek pe~ rempoean Djawa pada waktoe jang akan datang dan pendidikan itoe akan koeterima di Betawi! Tidakkah engkau héran mendengar kabar itoe, saudarakoe? Saja ta' tahoe bagaimana pendapatanmoe tentang hal itoe. Tetapi tiadakah engkau akan mengatakan, jang saja selaloe berpoetar pikiran? Moela-moela dengan segala kekoeasaan hati hendak pergi kenegeri Belanda; boemi dan langit telah ber- gerak soepaja maksoednja itoe dapat disampaikan, dan karena oesaha sahabat-sahabatnja, dapatlah meréka pergi kesana; tetapi sekarang meréka berkata: „Saja tinggal disini!"
333
Apakah katamoe tentang pikiran jang selaloe bertoekar- toekar itoe. Tetapi lebih baik, djika sesat berbalik soeroet, dari pada sesat telandjoer, jang kadang-kadang karena kesombong- an hati ta maoe mengakoe akan kesalahan itoe. rahoekah engkau apabilakah maksoed kami hendak pergi ketanah Belanda itoe telah boelat? Dalam boelan December tahoen 1901, ketika kami sedang menanggoeng kesoesahan hati, jang tidak tepermanaï itoe. Ketika itoe timboellah dihati kami maksoed jang boeas hendak pergi berdjalan djaoeh, berpisah diri dari tempat jang telah meratjoen menjakiti hati kami itoe. Berdjalan, berdjalan dja oeh pergi ketempat jang beroedara lain, bernapas, hidoep pada hawa jang lain, dan djikalau hati kami jang loeka parah telah semboeh, pikiran serta barangkali djoega badan kami telah koeat, berbaliklah kami mendjelma seperti lahir kembali kedoema, kedalam pergaoelan jang lama akan bekerdja oentoek peroebahan jang baik Kesoesahan jang seperti dinaraka itoe, ta' boléh kami tanggoengkan lagi. Tanah Belandalah jang akan mendjaga, soepaja^ kesoesahan itoe tiada akan datang kembali, dan orang- poen ta akan mengenangkan kami lagi; sajang sekali hendak meloepakan kami itoe lekaslah akan kedjadian. Demikian djoe ga oleh sebahagian dari doenia bangsa Boemipoetera lekaslah poela kami diloepakannja, ja'ni oléh Boemipoetera, jang hendak kami oesahakan, kalau nanti kami kembali dari nefféri Belanda. Apakah jang menanti kami ditanah Belanda? Kesoesahan jang bergoenoeng-goenoeng, jang beloem sedikit djoea kami ma loemi hal keadaannja. Bapakmoelah jang menerangkan sekalian hal itoe kepada kami, dan ditoendjoekkannjalah poela kesengsaraan jang akan kami tanggoeng nanti disini, jang diatangnja dari pada rneréka jang akan kami tolong itoe djikalau kami kembali kelak dari tanah Belanda. Sekalian itoe soenggoeh benar, o tjita-tjitakoe jang malang! Engkau tahoe, bahwa itoelah soeatoe tjita-tjita kami jang amat besar hendak beladjar ketanah Belanda, oentoek pekerdjaan jang hendak kami tanggoeng kelak] Demikian poela keadaan bapakkoe jang baroe-baroe ini telah sakit keras menjoeroeh kami poela lebih landjoet berpikir. Jang moelia itoe amat sajang kepada kami Segala jang kedjadian baroe-baroe ini ditempat sakitnja itoe masih tergambar dimatakoe. Disanalah kami lihat betapa sajangnja si djantoeng hati kami itoe kepada kami. Tetapi bertanjalah saja kepada dirikoe sendiri, dapatkah kami akan mengoebah maksoed kami itoe, djikalau sekiranja bapakmoe ta' datang kemari, dan jang moelia ta' berkata sedemikian
334
kepada kami? Ta' tahoelah saja ietapi sesoenggoehnjalah katakoe ini, bahwa orang toeakoe kedoeanja patoet benar banjak meminta terima kasih kepada bapakmoe. Dan kamipoen sendiri sangatlah terima kasih kepada jang moelia itoe! Lamalah kami berdoea beradik memperbintjangkan kata-kata bapakmoe itoe, serta memikirkannja. Achir kalam ialah: Pergi ketanah Belanda itoe biarlah kami loepakan dahoeloe dalam hati, dan sekarang kami berharap, soepaja kami boléh lekas pergi ke Betawi. Sekalian itoe ialah kemaoean dirikoe sahadja. Tetapi dalam hal itoe haroeslah kami ma'loemi baik-baik, apakah keha- ikannja jang teroetama benar, djikalau kami beladjar di Betawi. Tentoelah di Betawi kami boléh lekas moelaï bekerdja, tetapi djikalau kami pergi ketanah Belanda, tentoelah kami masih lama akan menanti. Saja selaloe memikirkan kata bapakmoe: „Apakah sebabnja ta' diboeat lekas apa-apa jang dapat dikerdjakan? Pekerdjiaan itoe lekaslah habis kalau dikerdjakan; tetapi dengan djalan pergi kenegeri Belanda, masih djaoeh tempatnja pada waktoe jang akan datang." Bapak moe berkata sambil mengambil oempama: Adalah seorang jang loeka parah meminta pertolongan, maka datanglah sese- orang, dan berkata: „0, sahabatkoe, sekarang saja ta' soeka menolongmoe, karena saja akan beladjar dahoeloe, bagaimana orang memaloet loeka." Orang itoepoen berdjalanlah pergi beladjar; dan djikalau telah diketahoeinja kepandaian paloet- memaloet loeka itoe, maka orang jang loeka tadi telah lama mati. Bapakmoe berkata poela: „Adalah seboeah moetiara jang terletak dilaoet jang amat dalam. Engkau tahoe bahwa ia ada disana, tetapi engkau ta' tahoe dimana benar tempatnja itoe. Engkaupoen masoeklah kelaoet, hendak mengambilnja tjara begitoe sadja. Air laoet sementara itoe telah sampai kedagoemoe, kemoedian datanglah seorang berkata: „Hai sahabatkoe, djanganlah berboeat demikian, djanganlah pergi lebih djaoeh, air telah sampai kedagoemoe, kalau engkau tenggelam, ta' dapatlah moetiara itoe oléhmoe. Baiklah kembali dan masoek lah engkau kedialam seboeah perahoe, adjoeklah dahoeloe laoet itoe, dan kemoedian baharoelah engkau pantjing moetiara itoe." Bapakmoe berkata, djikalau benar-benar kami soeka, dengan segera kami boléh memboeka seboeah sekolah, ta oesahlah kami memboeat oedjian soeatoe apapoen. Ta' adalah terseboet dalam oendang-oendang negeri, bahwa orang haroes memboeat oedjian dahoeloe, maka boléh memberi pengadjaran kepada anak-anak gadis Boemipoetera. Kami boléh mengambil lagi beberapa orang goeroe-goeroe perempoean Belanda, hal itoe
perkara ketjil. Tetapi bagaimanakah pikiranmoe daoatkah J'T^a seboeah sekolah, kalau tidT'dffijart '"u i ^agaimana luii keadaan raengadjar? Benarlah dioes>i bahwa kami mendirikan sekolah kami itoe... (teAawa ita mendengar hanjalah
| kata itoe, | lagi sombong | boenjinja) | |
|---|---|---|---|
| nia S | nja oentoek lt0e dldmkan oléh rang | moe pait!koelir | ke andaia sad a |
5 ^ Pendidiikan boedi pekerti, 'lebih kan i tV soekl ik f ^ ^] P "- Sebab itoelah ÏÏdk lirl^ r Pemerintah, melainkan toelah w«5fih 1 ° J > kalau tidak ten-toelah wadjib kami menoeroet bebe^apa oendang-oendaiif>- peratoeian sekolah. Kami hendak memboeat sekolah ketiil
ïperti dfsekoS hkan" Sa¥djf' men^adJ'ar anak-anak tiada
jsMSStoir-a ™seperti seora'"toc g men-
meïiïïlan w°' °K 2 sekolah biasa,
| G te b | h dibandinffkan | den an |
|---|---|---|
| 8 a se |
Jj.f/J "' " boeah roemah-tangga jang besar, dan segala anggotanja akan berkasih-kasihan, jang seoranjï menga jan jang lain, dan iboenja tiadalah seperti iboe dimoe- >et sahadja, melainkan iboe sebenar-benarnja iboe perempoean jang mendidik badan dan pikiran anak-anaknja! hP^HS°n-v? T°e •ltf, atjap kali kami P^rkan, tetapi i" ™ t-Jlkaklu ka™1 ta daPat Pei'g'i beladjar, haroeslah kami tinggal diroemah sahadja; dalam hal itoe ta' dapatkah kiranja kami mengambil beberapa orang anak gadis regén- regen diroemah seberapa keboepatén kami dapat menerima? 'i |^ka, ^oe disoeroeh bersekolah disini seperti biasa, dan dnoemah kami ah akan menanggoeng pendidikan boedi peker- tmja, sambil bermain-main membela anak-anak itoe mem- peibaiki tmgkah lakoenja;'dan ketika anak-anak kami itoe pergi keseKolah, kami ambil lagi anak-anak kepala negen jang hit^d sT an meréka itoe diroemah merénda, mendja-
Sementara itoe dlengan tiada setahoe meréka itoe kami votoek-ketoeklah hatinja, soepaja maoelah meréka itoe mengam bil boeah pikiran jang tersimpan dalam maksoed kami itoe letapi djikalau dapat kami mendirikan seboeah sekolah, kami lebih soeka dahoeloe beladjar. Benarkah atau tidak pendapat- ankoe mi, saudarakoe? Sekolah itoe ten toe akan didirikan di I lagelang atau di Salatiga. Bapakmoe telah memperkatakan hal itoe dengan bapakkoe, dan ta' adalah alangannja lagi-alangannja hanjalah pergi ketanah Belanda itoe sahadja' benanglah hati, boekan? Tjara jang seperti terseboet diatas itoe, demikianlah halnja nenekkoe jang laki-laki dahoeloe mendidik anak2 kepala negeri Nenekkoe dahoeloe menjoeroeh datang kemari seorang goeroe oentoek mendidik anak-anaknja dan lagi pengéran-pengéran
336
dari Solo, dan seorang regén di Djawa Tengahpoen mengi- rimkan poela anak-anaknja jang laki-laki kepada nénék oentoek pendidikan itoe. Lihatlah pendapatan itoe boekanlah pendapatan baroe; djadinja miaksoed kami jang dikatakan orang baroe benar itoe, ialah jang sebenarnja pendapatan jang telah toea, berasal dari nénék kami. Maksoed dan boeah pikiran kami itoe poesaka dari nénék kamilah. Nénék kami itoelah orang jang menebas djalan; kami ini hanjalah melandjoetkan pekerdjaannja sahadja. Nénékkoe jang laki-laki dan jang perempoean itoe kedoeanja orang baik hati. Bapakmoe telah menoendjoekkan kepadia kami apa jang akan djadi isi soerat permintaan itoe; hanjalah sebaris perkataan sahadja, tetapi kami perloe mengirim sepoetjoek soerat peringatan bersama-sama dengan soerat permintaan itoe. Dida- lamnja wadjib kami toeliskan seterang-terangnja maksoed aan kenang-kenangan kami. Soerat peringatan itoe haroeslah keloear dari hati kami sendiri, ta' boléh sedikit djoega dipikirkan, bahwa ia akan dihadapkan kepada Goebernoer Djenderal, melainkan kami toeliskan sahadjalah apa jang terasa dlihati kami. Bapakmoe soeka membatjanja lebih dahoeloe djikalau kami kehendaki, tetapi menoeroet pikiran jang moelia ta' oesahlah kami menjerahkan soerat itoe kepadanja. Kami wadjib menoelis dengan seada-adanja apa jang keloear dari dalam hati kami sahadja. f *
* * 31 Januari 1903 (X).
Hari ini soeratkoe wadjib habis, karena bésok pos ditoetoep. Dengan pos itoe ia akan koekirimkan. Soenggoehlah waktoé itoe lekas sekali melajang! Pada hari ini telah sepekan lama- nja bapakmoe datang kemari. Marilah sekarang kita perkatakan keperloean kita. Ma- oekah, engkau? Médja ketjil dan papan tempat kitab- kitab itoe telah koesoeroeh kerdjakan kepada toekang oekir. Ia masih bekerdja djoega. Tetapi engkau tentoe akan sabar sedikit doeloe, boekan? Toekang itoe amat banjak kerdjanja oentoek perserikatan „Oost en West." Médja ketjilmoe itoe kami boeat bersegi delapan dan beroekir seperti tjontoh kain batikkoe, loekisan Djawa sedjati! Kajoenja seperti médja itoe djoega, dari kajoe sana (berwama hitam), itoelah kajoe jang sebaik-baiknja jang boléh didapat disini. Papan tempat kitab- kitab itoe kami soeroeh boeat dari doea bilah papan, tidaklah terlaloe besar betoel seperti permintaanmoe kepadakoe. Oekoer-
33?
an JanIT sebenarnja sa ja telah loepa. Sekarang doea boeah medja saja soeroeh boeat, berlain-lainan bangoennja. Marilah koeterangkan keadaannja sedikit, Médja itoe berkaki tiga beroekir-oekir, dan ditengah-tengahnja itoelah terletak papan medja itoe. Sekeiam ketjil jang baroe-baroe ini kami kirimkan kepada Goebernoer Djenderal, betoel amat bagoes. Bapakmoe jang telah mehhatnja disini, memoedji benar kehaloesan perboeat- annja. Sekarang kami soeroeh boeat lagi doea boeah sekeram api, jang seboeah bangoennja seperti lokan, terboeat dari padla tiga. bilah papan seperti akar jang berlipat tiga, dan seboeah lagi bangoennja seperti garoeda dan sajapnja boléh digerak- gerakkan. Selaloe keloearlah dari kepala kami pikiran jang baroe-baroe, dan sangatlah kami bersenang hati, jang perserikatan „Oost en West maoe menjoeroeh memperboeat sekalian itoe. Kadang-kadiang terbitlah pikiran itoe ketika kami telah ter- goeling ditempat tidoer, dan sebentar itoe djoega melompatlah kami dari tempat tidoer, te roes memasang lampoe, dan boeah pikiran itoe kami ganibarkanlah; karena boléh djadi bésok pagï- 11 ja kami loepa, djadi sajanglah kalau tidak digambarkan lekas. Katakanlah kepada iboemoe, bahwa kami telah memperka- takan dengan orang toea kami tentang maksoed hendak pergi ke. Betawi itoe, dan tentang sekolah di Meester Cornelis atau di Salemba itoe. Ta' ada alangannja lagi bagi meréka itoe. Telah senanglah hati, boekan? Meréka itoe amat bergi- i ang hati jang kami masih tinggal ditanah Djawa. „Soesah hatikoe, djika engkau pergi," kata bapakkoe, „saja haroes selaloe hendaknja dapat melihatmoe," kasihan, bapakkoe itoe! Seka- lang telah baiklah begitoe. Meréka amat mengoetjiap sjoekoer kepada orang toeamoe. Kami wadjib berd|jandji kepada iboekoe soepaja tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama. Boléhkah lebih bagoes lagi dari itoe? Itoelah kemaoean kami benar. Boekankah baik dahoeloe itoe jang kami hanjalah soeka pergi ketanah Belanda sahadja? Sekarang meréka itoe bersoeka hati dengan Letawi. Djikalau kami dahoeloe itoe hendak pergi ke Betawi sahadja, tentoelah ada poela alangannja. Sekarang dengan moedah dan lekas soerat permintaan kami berlajar beserta dengan soerat peringatan kami, dan soerat keterangan dari bapakkoepoen menerangkan ta' ada beralangan tentang maksoed-maksoed kami. Betapalah akan girangnja hati Annie Glaser nanti! Tentoe lah kami akan berkoempoel bersama-sama poela, dan sebagai sahabat jang setia akan bersama-samalah kami merasaï pahit dan manis, sakit dan senang. Kemarin kami mendapat sepoe-HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. O O
338
tjoek soerat dari padanja, tjohalah pikir oléhmoe, bersama- sama dengan soerat itoe ada dikirimnja seboeah daftar pertanjaan jang patoet koedjawab dari seorang toean. Toean itoe amat soeka menjelidiki hal-hal jang perloe sekarang oentoek pendidikan bangsa Djawa. Ia amat soeka hendak mendengar pertimbangan kami tentang hal itoe. Toean itoe ialah Mr. Slingenberg jang bekerdja digedoeng ministerie van Koloniën. Ia disoeroeh Pemerintah kemari akan memboeat oendang-oendang hoekoeman baroe. Annie berkata, bahwa toean itoe soenggoeh-soenggoeh hendak bertanja, dan ia bekerdja dengan sekoeat-koeatnja serta hendak mentjahari daja oepaja jang dapat diperboeatnja oentoek kami. Ia ta' dapat lagi akan datang kemari, karena pada pertengahan boelan Februari jang akan datang, ia hendak berangkat kembali ke Eropah. Sebab itoelah maka pertanjaan itoe wadjib lekas didjawab dengan seterang-terangnja!!! Pertanjaan jang diberikannja kepada kami itoe soenggoeh amat berharga, ja'ni pertanjaan jang selaloe terkandoeng dalam hati kami. Sebab itoelah poela maka kami ta' nuaoe dan ta' dapat mendjawabnja dengan lekas dan ta' senonoh sahadja. Marilah koeseboetkan oempamanja: Pertanjaan jang pertama begini boenjinja: „Atoer-atoeran manakah jang baik dilakoekan penambah kepandaian dan kema'moeran bangsa Djawa?" Itoelah soeatoe pertanjaan jang diselidiki oléh orang pandai- pandai jang telah poetih ramboetnja, dlan dapatkah kami mendjawab pertanjaan itoe dengan satoe, doea, tiga sahadja lagi dengan terangnja! Kedoea: „Dengan djalan manakah pengadjaran wadjib di- perbaiki dan diloeaskan?" Dapatkah kami mendjawab perta njaan itoe dengan sepatah kata sahadja? Tentoelah sekoerang- koerangnja beberapa lembar kertas bergoena pendjawab. Pertanjaan jang kelima dapat didjawab dengan lekas atau dengan sepatah kata sahadja: „Tiadakah harga atau arti kemanoesiaan perempoean dalam hal memadjoekan bangsa Djawa terlaloe sedikit sekali diperhatikan oléh orang besar- besar negeri?" Toean jang memboeat pertanjaan itoe, tentoelah seorang jang baroe memikirkan hal itoe. Pertanjaan jang penghabisan amat senang hati mendjawabnja. „Dengan tjara bagaimanakah jang sebaik-baiknja dilakoekan soepaja dapat dimoelaï menam- bah kesopanan dan kepandaian perempoean Djawa, baik bangsawan ataupoen orang banjak? Djikalau hal itoe sampai kedjadian tiadakah nanti akan bersalahan dengan 'adat isti'adat negeri?" Sekalian pertanjaan itoe bagoes-bagoes benar, kami akan memperbintjangkannja lebih terang: baikkah?
339
Mereka itoe telah menjoeroeh kami mengeloearkan pikiran dan perasaan hati kami. Kalau sekiranja ta' ada dipeïbÏÏnla sebi"!aTtoo,t0K tmdalai} k;u,ni akan berpikir dan merasa tbagai itoe. Kami malam kemarin sampai laroet malam
M d""akan kami ^
| ss^a | Sk-Lr | ngatannia |
|---|---|---|
| w n h | 8 ai ld ilIah | D n Janfcr |
f-fr',;i perdjalanan doenia ini! Jang satoe beS° AdlhTjf l •' if sebenarnJ'a sekalian itoe tali- bertah. Adalah lagi pikiran jang timboel dihati kami, jane- aiangkah tiadalah akan menjenangkan hati Pemerintah.'dji- kaJau boeah pikiran kami itoe dapat didengarnja, karena emenntah jang sekarang koeat akan agama Seraili ti•,HPa 1 klnm°e tentang (zending) jang
| P | soeatoe | oetoesan | |
|---|---|---|---|
| Rk men se al | eroeh agama | tetapi |
Spran,• H ufRk menJ°eroeh oi'ang' masoek agama LlL ITff₀? ?.? ™ ' maksoednja hanjalah hendak berboeat baik akan bangsa Djawa, pertjintaan kepada ba ik sahadja? maka tia' dapat
| jang | Apakah | sebabnja |
|---|---|---|
| s Pei | lain ditanah | D awa |
J' diboeat sekolah- ïh Lf i ï-Modjowarno, dengan tiada dilindoengi eh soeatoe bendera agama? Dengan hal jang demikianlah dapat orang mengelakkan tombak jang diatjoekan oléh orang Islam kepada dirinja. Orang Islam senantiasa menghinakan mereka jang moela-moela seagama dengan dia, tetapi kemoedian menmggalkan agama itoe, dan masoek kepada Islam berboeat
| agama | jang lam. | Dalam | pemandangan | orang |
|---|---|---|---|---|
| 6 | m | iala h | SOeat e | J an |
| a | Islam | an |
'Si/! !, ° dosa ' 8' sebesar-besarnja. ^ :'-sekarang beragama Serani menghinakan poela mereka jang beragama Islam, karena ia sekarang telah beragama sebagai orang Belanda. Disangkanjalah bahwa da- radjatnja karena itoe siama tinggi dengan Belanda. Ta' goe- nalah lagi saja oeraikan benar, apa kesoedahannja hal iang seperti itoe dalam hidoep bersama-sama. Djikalau orang soenggoeh-soenggoeh hendak mengadjar bangsa Djawa sesoeatoe agama, baik, dan adjarkanlah kepa- clanja soepaja ia tahoe miangenal Toehan jang satoe, Toehan jang pengasih dan penjajang, Toehan segala machloek, Toehan bagi orang Serani, orang Islam, orang Boedha, orang Jahoedi
d. s. b. Adjarkanlah kepada mereka agama jang sebenarnja, ja ni: agama dihati. Agama itoe mémanglah dapat dipakai oléh orang Serani, oléh orang Islam d.s.b. Pikiran kami negeri Belanda hendaklah mengirim ke Hindia ini orang-orang jane- berboedi pekerti, jang berpeladjaran, jang tinggi kemanoesia" annja, jang maoe hidoep bersama-sama dengan bangsa Djawa, karena kasih akan sesamanja manoesia; hidoep dengan bangsa itoe berkasih-kasihan serta mengadjar, mengobat dan meno- l°ng mereka itoe dida-Iam segala hal apabila perloe.
Anak negeri itoe hendaklah dibiarkan hidoep dengan seder- hana, dan djangan diadjar boros, tetapi perloe ditegoer meréka itoe baik-baik, bila meréka itoe mengerdjakan 'adat dalam negeri jang bersalahan dengan kasih dan tjinta! Pekerdjaan itoe nanti boléhlah ditanggoengkan kepada anak negeri sendiri, pada waktoe ini, beloemlah ada diantara anak negeri jang koeat mengerdjakannja Péndéknja, adakanlah pekerdjaan oetoesan itoe, tetapi tidaklah dengan air serani. Boléhkah dikerdjakan demikian? Sebenarnja amatlah soesali mentjari orang jang tjakap-tjakap mengerdjakan kerdja itoe. Tetapi nantilah saja oelangi lagi memperkatakan hal itoe kembali. Lebih dahoeloe mestilah diadakan sendiri kesoetjian hati, dan pada sekalian pengadjaran liaroes hal itoe diperha- tikan. Bagaimanakah memasoekkan kepada orang jang telah balig dan jang hampir balig sendi kesoetjian hati itoe? Pada pikirankoe dangan kitab-kitab tjeritera. Orang haroeslah mengeloearkan soerat-soerat kabar jang banjak berisi dengan tjeritera jang menarik hati, soepaja banjak orang membatja- nja, tetapi tjeritera itoe wadjiblah beralasan dengan peng adjaran pendidikan. Maksoed jang sedemikianlah jang hendak kami adjarkan kepada anak-anak kami, sambil bermain-main meréka itoe diadjar dan diberi pendidikan. Apakah sebabnja dengan djalan jang demikian ta' dapat poela diadjar orang-orang jang soedah balig? Di Betawi kami berharap nanti banjak kami akan berke- nalan dengan moerid-moerid Sekolah Dokter Djawa, soepaja banjaklah kami dapat memperkatakan hal itoe dengan meréka itoe, dan mentjoba-tjoba barangkali dapatlah beberapa orang jang soeka mengerdjakannja. Meréka itoelah nanti boléh diharap, jang akan mengerdjakan pekerdjaan djadi oetoesan tidak dengan air serani. * Adikkoe jang pererrfpoean jang boengsoe, Soematri, baroe- baroe ini telah memboeat oedjian klein-ambtenaar. Ialah anak gadis Djawa jang pertama sekali telah memboeat oedjian itoe! Bagoes, boekan?
- # *
1 Februari T903 (IX).
Sekarang tentang orang-orang toea kami sendiri. Iba hati melihat kegii'angan hati meréka itoe oléh karena kami akan tinggal disini. Djoega meréka itoe amat menerima kasih kepada toean! Kalau dipikir-pikir benar, baik djoega kami dahoeloe meminta soenggoeh-soenggoeh hendak pergi kenegeri Belanda. Sekarang kedoea orang toea itoe berbesar hati dengan ke
341
Betawi dan tiadalah poela ada beralangan oentoek maksoed- maksoed kami jang lain, hanjalah iboekoe meminta jang kami berdoea selaloe hendaknja tinggal bersama-sama dan bekerdia bersama-sama. Adakah jang lebih bagoes dari itoe lagi? Itoelah poela jang kami kehendaki benar. Saja wadjib meminta terima kasih lagi atas nasihat toean jang tei bit dari hati persahabatan itoe. Amat besar kebaikan pertjakapan toean itoe bagi dfirikoe. Apalah poela sebabnja maka ta akan saja katakan kepada toean, bahwa kebenatan aan pihak-pihak sanak saudara beloemlah kami pikirkan, jam tentang pergi kenegeri Eelanda itoe adalah akan memben berbahaja 'bagi hal keadaan kami sendiri. Tetapi meréka itoe jang dibibirnja menamaï sahabat-sahabat kami, tentoelah amat soeka menjiarkan kabar, bahwa kami tentoelah akan mendjadi Belanda benar, kalau kami telah pergi kenegeri Belanda itoe, dan banjaklah nanti iboe-iboe jang goe- sar hatmja akan menjerahkan anak-anaknja kepada kami. bjoekoer alhamdoeli llah jang toean lekas memboekakan mata kami sebeloem hal itoe kedjadian, sebab itoelah maka saja banjak meminta terima kasih kepada toean! Tadi pagi, ketika kami dalam keréta, kami telah memper- saksikan lagi dengan mata sendiri soeatoe kepertjaiaan anak- negeri jang benar-benar seperti kepertjajaan anak-anak. Ketika itoe meréka ada ditanah lai>ang. Manoesia dan bi na- tang berkoempoel bersama-sama meminta do'a kepada Toehan jang mahatinggi, soepaja tanah jang dahaga itoe akan ditoe roen i hoed.jan. Dimoeka sekali doedoeklah beberapa-orang 'alim dan dibelakang meréka itoe senteri-senteri perempoean berpakaian poetih, dan sebelah menjetelahnja doedoeklah beratoes-ratoes orang laki-laki dan perempoean serta anak-anak. Biri-biri kambing, koeda dan kerbau ditambatkan orang pada beberapa pantjang. Seorang 'oelama jang mengepalaï sekalian itoe ber- fliiilah dimoeka dan meminta do'a dengan soeara jang* njaring Orang jang banjak itoe mendjawab „amin", „amin"; sementara itoe kambing dan biri-biripoen toeroetlah poela mengembik. Itoelah sembahjang ,,istira' namanja. Itoelah soeatoe kepertjajaan dalam agama jang memiloekan hati dan jang diper- tjajaï oléh bangsa kami jang masih bertabi'at seperti anak-anak itoe. Sembahjang meminta rahmat itoe tiga hari tiga malam lamanja. Tentoe mengertilah toean betapa besarnja hati meréka itoe, dan betapa sjoekoernja kepada Allah, karena sesoedah itoe haripoen hoedjanlah dengan lebatnja. Do'a meréka itoe telah berlakoe! Tahoekah toean apa kata orang? Oléh karena kami ditempat mendo'a itoe ada hadir bersama-
sama! Ta' dapat kami memasoekkan kepertjajaan dalam hati- nja, bahwa kami dalam hal itoe ta' ada berboeat apa-apa djoeapoen. Dahoeloe dari itoe ditempat-tempat lain, adalah poela diada- kan oléh meréka itoe sembahjang istira, dan setitikpoen ta' toeroenlah hoed jan; kebetoelan pada tiap-tiap tem pat itoe ta' adalah kami hadir, dan pada persangkaan meréka itoe karena kami ta' menghadiri orang sembahjang disanalah, maka ta' toeroen hoedjan. Sebab itoelah maka anak-anak negeri pertjaja soenggoeh, bahwa kamilah jang memberi berkat sembahjang itoe. Sebab itoelah poela do'a itoe lekas dikaboelkan! Benarlah amat piloe hati melihat meréka itoe mempertjajaï agama dengan kepertjajaan anak ketjil itoe! Atjap kali saja berharap, soepaja saja ada menaroeh perkakas porterét dan pandai memporterét, oentoek hal-hal jang gandjil jang ada pada bangsa kami itoe, lebih-lebih dimanar rnana orang Belanda ta' dapat masoek. Banjak benar jang hendak kami perlihatkan dan perkatakan hal-hal bangsa kami dengan sebaik-baiknja, sehingga orang Belanda boléhlah tahoe benar-benar nanti akan keadaan bangsa Djawa. Adalah orang jang berdjandji kepadakoe hendak mempor terét orang menanam padi, sedjak dari bermoela sampai kesoedahannja, kerbau-kerbau dan botjah angonnja (anak ketjil toekang gembala), sekaliannja akan diporterétnja. Saja nanti akan memberi keterangan porterét-porterét itoe, ja'ni menoeroet perasaan dan pemandangankoe tentang kepertja jaan anak negeri, bangsakoe sendiri. Toean tentoelah mengetahoei, bahwa saja amat soeka memboeat apa djoeapoen oentoek toean kedoea. Demikianpoen oentoek keperloean perserikatan „Oost en West" selaloe saja maoe mengerdjakannja, karena dalam hal itoe tiadalah orang lain jang saja tolong, melainkan dirikoe sendiri, sebab sekalian itoe bergoena oentoek bangsa kami, dan perasaankoe telah mendjadi satoe dengan bangsa itoe. Sekalian jang saja per- boeat oentoek bangsakoe bergoena poela oentoek dirikoe. Minta sadjalah apa-apanja kepadakoe, soeroehlah saja atjap kali, djanganlah toean takoet, bahwa sekalian itoe akan memberati saja. Hanjalah dalam hal itoe jang saja minta atas kesoedian hati toean sekalian, djikalan-sekiranja kehendak toean itoe ta' lekas datang seperti kemaoean toean, toean akan sabar sediikit. Saja telah bertjakap dengan pandai emas, tentang pergi ke Solo, soepaja ia disana boléh beladjar mengerdjakan koelit penjoe. Si toekang itoe maoe sekali, ketika koekatakan hal itoe kepadanja. Ta telah pandai memboeat sisir dan ada lah perkakas baginja, tetapi mentjat beloemlah ia pandai
343
5'di in r a" it0eP°en nanti akan dipeladjarinja
d ïu tS a lagl ?sana oran^ Pandai poela menger- d g/an-m0etlara' PekerdJaan itoe haroes pocla
dipeladjannja dan ïapoen soeka poela mempeladjarinja.
'ami sekarang dalam waktoe permoelaan benar hendak memadjoekan kembaU kepandaian bangsa kami jang bagoes Dan sekallan Pekerdjaan itoe tentoelah ta' lekas akan sempoerna seperti patoetnja. Saja mendapat sepoetjoek soerat jang baik isinja dari toean Eim dan kepala pengarang soerat kabar " i! j • beserta beberapa boeah gambar ten tan »• pekerdjaan mengoekir. Gambar-gambar itoe soenggoeh bagoes tjetaknja, boekan? Sa.;a peroléh adalah beberapa boeah, d tjetak diatas kei-tas tebal jang bagoes. Tahoekah toean lagi pa jang menjoekakan hatikoe? Karena njonjalah jang moela-TpTiniSt-a menjoeroe,h s,aJ'a mengarang dengan nama sedjati. P ta fenan& P°ela hati kami, sebab adalah orang jang memboeat kami oentoek mend di perkakas melakoekan ba- ïangnja. Koepanja hal itoe telah mendjadi 'adatlah kepadanja. Senang hati kami mendengar] abar, bahwa ditanah Mina- ïasa ada poela seorang anak gadis Bocmipoetera janc mem- poenjai tjita-tjita „gila" seperti tjita-tjita kami. Lihatlah, roepanja boekanlah kami sadja orang jang „gila". Djikalan bangsawan disim ta berkenan akan kami, dan anak' nege- ii!x>en ta poela soeka kepada kami, maka kami pergilah lari kepada saudara djaoeh jang sepikiran itoe, kami pisahkanlah r₁!'1, ™ dan Pada tempat jang ramai ini ketempat jang tidiak dikenal orang, dan disana mentjari kerdja oentoek kepala, hati dan tangan. Tentoelah ada tempat didoenia jang amat Ioeas itoe, jang orangnja soeka akan menerima kami. Siiudamkoe perempoean jang soeloeng baroe-baroe ini ada disim kemarin ia telah berangkat kembali, tetapi ia tiada akan teroes pergi ke Kendal, melainkan singgah dahoeloe ke Koedoes kepadla mentoeanja jang perempoean, akan mempertahankan diri kami pada mentoeanja itoe. Sekalian hal jang ka- nn tanggoengkaii baroe-baroe ini, menjebabkan kami mendiadi pendiam dan insaf. Lihatlah ke Koedoes, telah pergi seorang jang hendak mempertahankan diri kami, ialah jang dahoeloe- nja sangat melawan pikiran kami. Sekali-kali tiadalah kami pet jankan kepala kami akan memboeat seboeah pidato, jantr dapat mengibakan hatinja kepada kami. Kami hanjalah berkata dan hati kehati, dan tiba-tiba piloelah hati kami melihat saudara kami itoe, dengan air matanja berlinang-linang, dan dengan soeara jang gementar, berkata: „Baik, sampaikanlah maksoed-maksoedmoe itoe, sampaikanlah tjita-tjitamoe, saja
akan memintakan engkau do'a kepada Toehan, soepaja Ia akan memberi engkau rahmat!" Kami bertanja lagi kepadanja: „Tiadakah engkau akan merasa hati, djikalau orang-orang lain menghinakan dan menjalahi kami?" Ia mendjawab: „Orang-orang jang berkata sekarang sekeras-kerasnja itoe, nanti akan menoetoep moeloet- nja djoega!" Saudarakoe meiyangka, jang mentoeanja itoe maoe, dan soeaminjapoen maoe djoega memperkenankannja. Bagaimanakah hal kami sekarang diroemah? Dahoeloe ta' boléh kami memperkatakan maksoed kami dengan orang lain; sekarang meréka itoe sendiri memperkatakannja. Kami baroe-baroe ini memperkatakan bermatjam-matjam hal keadaan dengan seorang asing; berapalah besarnja hatikoe melihat, karena ketika itoe selaloe saja berdiri dekat bapak. Dalam doenia pikiranpoen, saja anaknja djoega, itoelah njanjian dalam hatikoe ketika itoe! Bapak meminta orang itoe datang kemari, ialah akan mengoedji pikiran seorang dengan jang lain, karena hal jang seperti itoe berpaédah oentoek kami. 0! adalah akan sampai roepanja mimpi kami itoe, bahwa per- moelaan perdjalanan kami itoe dengan segala berkat meréka itoe! O, tjobalah toean pikir, sebeloem kami mengirim soerat kepada toean &i.ithoff, kami pekan jang laloe telah mendapat soerat jang baik isinja dari padanja. Dalam soerat itoe ia mengatakan, bahwa ia menjesal karena telah mengatakan kami keras kepala, dan kekerasan kepala itoelah, jang memaksanja menghormati kami serta berdjandjilah poela ia dengan segala soeka hati maoe menolong kami. Apabila kami perloe akan pertolongan itoe, boléhlah kami segera memberi tahoekan kepadanja.
*
* * U Maart 1903 (VIII).
Saja baroe-baroe ini sangat sakit. Beberapa hari lamanja orang bersoesah hati oléh karena saja, dan penanggoengankoe waktoo itoe boekan boeatan sakitnja. Sjoekoerlah, kesengsa- raan itoe telah hilang, dan kesoesahan itoe telah ditanggoeng. O! dengan obat jang amat moedah sadja orang memboeangkan penjakit itoe. Kami telah menceliskan nama-nama obat itoe dalam kitab peringatan kami, jang bergoena nanti oentoek anak-anak kami. Kemarin telah saja moelaï lagi bekerdja, adalah baik sadja, dan hari ini saja moela-moela berkeréta sesoedah sakit.
345
Piloe hatikoe melihat betapa bapak meminta sjoekoer atas kesemboehan dirikoe ini. Saja tentoelah doedoek dekatnja, dan bapak selaloe memegangkoe seakan-akan takoetlah ia jang saja akan hilang. Itoelah waktoe jang amat berbahagia, kenang-ke- nangan jang berharga bagikoe, itoelah mestika oentoek wak toe jang akan datang! O, kami berdoea telah banjak menang- goeng, dihati dan dibadan.
*
- #
9 Maart 1!)03 (VIII).
Kami telah mendapat soerat, bahwa didalam sedikit hari lagi penjoe itoe akan tiba disini, setelah itoe baroelah pandai emas itoe akan pergi ke Solo. Senang hatikoe sekarang, karena telah tiga tjabangnja kepandaian anak negeri ditempat toem- pah darahkoe, jang telah moelaï hidoep kembali, dan kami se karang bekerdja akan mentjari djoega tjabang-nja jang lain, hendak menghidoepkannja. Meréka itoe tahoe dan ma'loem se karang, bahwa maksocd kami ialah hendak menjelamatkan me réka itoe; meréka itoe mengerti sekarang akan keoentoengan- nja; dan dihormatinja kerdja kami. Dengan segala soeka h~ti dan radjin meréka itoe sekarang bekerdja bersama-sama dengan kami. Sekalian apa jang kami boeat oentoek meréka itoe, tentoelah akan mendjadi sia-sia sadja, djikalau sekiranja me réka ta' tahoe, bahwa kami bermaksoed baik dan memandang oentoek keselamatannja. Saja mengoetjap sjoekoer sebab me réka itoe telah mengerti akan hal itoe. Senanglah hati melihat betapa sekarang tjabang-tjabang ke pandaian itoe telah hidoep kembali. Perempoean-perempoean jang menenoen kain „dringin" telah banjak sekarang moe laï bekerdja, sampai dikampoeng, berkeliling kampoeng Mela- joo banjaklah anak Boemipoetera jang bekerdja. Sekaliannja adalah madjoe sadja. Pandai emas itoe sekarang telah banjak orang oepahannja dan moerid-moeridnja. Dan lagi ada poela boedak-boedak jang minta beladjar oentoek mengoekir ka- joe. Itoelah soeatoe hal jang menggirangkan hatikoe. Diantara anak2 itoe adalah seorang anak dari kota, djadi tidaklah anak kampoeng Belakang Goenoeng, kampoeng orang pandai-pandai oekir. Moerid-moerid jang lain kami sendiri mentjaharinja; tetapi moerid jang seorang, jang datang dari kota itoe, ia sen diri memintanja kepada kami. Itoelah jang sebenarnja. soeatoe tanda akan menjenangkan dan menjoekakan hati! Sjoekoer ha tikoe dalam hal itoe! Anak-anak jang masih ketjil diro< mah, nanti akan menjam- boeng pekerdjaan kami itoe, djikalau kami ta' ada diroemh lagi;
kami akan menoendjoeki meréka itoe dari djaoeh, kalau sekiranja meréka itoe patoet ditoendjoeki.
Adalah seorang mengadoe kepada kami tentang orang jang tiada terima kasih, dan tentang dengki chianat kepada sesama manoesia. Kami katakan kepadanja, bahwa djikalau ia kesal hati, karena manoesia tidak terima kasih itoe, tentoelah kesalahannja sendiri. Ia melihat kami tertjengang dengan matanja jang besar, ser- ta bertanja: „Kesalahankoe djikalau orang koerang terima ka sih kepadakoe?" „Ja, kesalahan toeanlah itoe, kalau toean bersoesah hati ka rena itoe; djanganlah sekali-kali kita berboeat baik karena hen dak mendapat terima kasih dari orang lain; kita berboeat baik maksoednja hanjalah karena pekerdjaan itoe baik, 'dan kita sendiri bersoeka hati mengerdjakannja." Menoeroet pikiran dan sangkakoe obat jang sebaik-baiknja, cospaja diri kita djadi bersenang hati, dan hidoep orang lain dapat kita perbagoes, hendaklah kita mentjoba dengan seba- njak-banjaknja mema'loemi berbagai-bagai hal. Makin banjak kita ma'loemi, makin koerang kesakitan hati kita, makin kasih dan makin 'adil timbangan kita oentoek orang lain. Hal jang achir itoe menjebabkan hidoep orang lain mendjadi bagoes, dan hal jang pertama itoe memperbagoes hidoep diri sendiri; tidak bersakit hati akan sesoeatoenja, itoelah artinja berbahagia. Ia bertanja kepada kami lagi: „Apakah jang akan engkau perboeat, djika engkau bertemoe dengan seorang jang menarik hatimoe?" „Saja akan berbesar hati dan miengoetjap sjoekoer, karena keadaan itoe artinja, jang saja telah bertemoe dengan seorang saudara sepikiran, dan makin banjak saudara sepikiran itoe kita peroléh, makin baiklah hal kita, dan makin senanglan hati kita." „Saudara-saudara sepikiran ta' pernah akan engkau per oléh!" Keras sekaii katanja itoe; tentoelah ia menjangka, bahwa sekaJian laki-laki bangsa kami amat rendah boedi pekertinja, atau boléli djadi djoega ia menjangka, jang kemanoesiaankoe amat tinggi! Sekiranja diketahoeinja betapa saja telah bergirang hati, karena menerima sepoetjoek soerat dari pada seseorang jang ta' kami kenal, seorang moeda, saudara sepikiran, nistjaja beroe- bahlah persangkaannja itoe! Saja hendak mengirimkan soerat itoe nanti kepada toean, kalau ada sempat. Soerat itoe. soerat dari seorang moerid Sekolah Dokter Djawa. Dan isinja soerat itoe ialah soeatoe tanda bersoeka hati, jang timboelnja tiada
disangka-sangka, karena ia membatja karangankoe didalam soerat kabar „Eigen Haard", jang bepermoelaan dengan kata pendahoeloean dari toean itoe. Seperti lakoe anak—anak be- toe 1. amat nioeda kesoekaan hatinja jang b&rtjahaja- tjahaja itoe, tetapi boeah pikirannja seperti kepoenjaan orang kebanjakan sadja sendi jang tegoeh tampak dalam di- rinja. Itoelah keindahannja orang pandai mengarang, meréka jang tiada dikenalnja mengatakan sahabat kcpadanja, karena segala katanja berkenan dihati meréka itoe ! Saja berbesar hati memi- kirkan, bahwa toeanlah jang moela-moela membawa saja kesana dengan memakai nama sendiri. Tentoelah ada berkat- nja, djikalau kami dibela orang jano' amat kami kasihi. sehacai mpan Djikalau karangan itoe ada memberi paédah, maka keadaan itoe mende roet kepertjajaankoe, terdjadinja sebab toeanlah jang membawanja kedoenia jang terang ini. Banjak pendapatankoc bertambah karenanja, dan iapoen telah sampai poela ketempat jang dimaksoednja. Oentoek toekang-toekang oekir kami, karangankoe itoe amat menjenangkan hatinja. Oléh karena karangan itoe telah ber- timpalah pesanan datang.
1'J April 1003 (IX).
^ia^' sei}^iri, itoelah jang perloe benar saja peladjari. J >aik IK nar banjaklah meréka itoe dalam waktoe jang achir mi telah memberi saja nasihat dalam hal itoe. Saja atjap kali melihat tempat penjimpanan kertas toeliskoe clengan hati kasihan; tetapi saja haroes menjabarkan hatikoe: kesoekaankoe hendak menoelis ta' boléh selaloe saja ïruindja- kan; kesoekjiankoe hendak menoelis ta' boléh koeperboeat akan meiepaskan lelahkoe sadja. Sedikit kabar jang menjenangkan hati. Mentoea saudarakoe Doelastri jang perempoean, soeka benar hendak menolong kami, dimana djoeapoen; jang sebaik-baiknja baginja tentoelah di Magelang karena disanalah kaoem keJoearga dan sahabat-sa- nabatnja diam, dan sekalian meréka itoe menjoekaï pendidttkan jang bebas. iparkoe iekas sekali menjoekaï maksoed itoe. *
- *
25 April 1903 (I).
Penakoet, itoelah kesalahan jang ta' dapat diampoeni, karena uum sendiri tiadalah dengan selekas-lekasnja mengirim soerat
348
kepadamoe, ketika telah poetoes moepakat, bahwa kami oentoek semcntara ta' dapat memetik boeah dari hasil pakerdjaanmoe jang moelia itoe Ta' adalah orang lain jang lebih héran iagi tentang kepoetoesan itoe, lain dari pada kami ^ sendiri. ^e' aliannja telah kami sangka akan datang, tetapi ta' pernah sokali-ka.i kami meniangka dahoeloe, bahwa kami akan ber- kata dengan kemaoean kami sendiri: „Kami tinggal disini! Djanganlah cngkau pikirkan oentoek diri kami, kaupikirkan- lah sahadja keperloean kami itoe, dan apa daja oepaja jang -sebaik-baiknja oentoek menjampaikannja; bagaimana jang akan baiknja, kami serahkanlah diri kami. O, djanganlah engkau menjangka, bahwa kami telah ber- toekar pikiran; tidak sekali-kali. Sedangkan sekarang soerat permintaan kami telah terkirim kepada Goebernoer Djenderal, kami masih pertjaja soenggoeh-soenggoeh, bahwa oentoek moerid-moerid kami kelak, pendidikan ditanah Eropah itoélah jang sebaik-baiknja bagi kami. Tetapi ada lagi kebenaran jang lain, jang melintangirija: Oentoek keperloean kami pada waktoe ini lebih baik kami tinggal di Hindia! Engkau tahoei bahwa dahoeloe itoelah soeatoe tjita-tji- takoe jang terbesar, dan sekarangpoen masih begitoe djoega, ja'ni menjempoernakan pendidikan kami mestilah hendaknja di Eropah. Mengertikah engkau betapa soesah hati kami hen dak bert j er ai dengan tjita-tjita itoe, apalagi pada waktoe seka rang, waktoe jang boléh menjampaikannja? Sekiranja kami berboeat seperti kesoekaan hati sadja, tentoelah kami dengan hal jang demikian hendak mentjahari kesoekaan oentoek diri kami sendiri, karena kamipoen tahoe, bahwa keperloean jang besar itoe dengan djalan jang lain dari pada pergi ke Belanda, lebih baik boléh dikerdjakan. Kami sekarang bekerdja tiadalah oentoek diri kami sendiri, melainkan oentoek keperloean itoe sad ja. Pada waktoe. ini terbaiklah kami mengerdjakannja ting gal disini. Maksoed kami jang teroetama sekali, hendak be kerdja oentoek orang banjak. Meréka itoe haroes tahoe dahoe loe kepada kami; djikalau kami sekarang pergi sadja dari sini, tentoelah kami akan mendjadi orang asing kepadanja. Dan djikalau bebe
349
moelai bekerdja, dan mengatakan kepada orang banjak soeatoe keadaan jang benar: lihatlah, sekarang adalah seboeali sekolali oentoek anak gadis Boemipoetera! Pada waktoe ini orang sedang 'asjik memperkatakan kami, diseloeroeh tanah Djawa orang tahoe kepada kami, dan api itoe haroes selaloe kami njalakan. Kalau kami pergi dari sini, lama merantau, tentoelah kesoekaannja kepada kami itoe makin la ma makin koerang, kesoedahannja hilang sama sekali. Kami se karang dengan badan sendiri perloe memberi tahoekan diri kami kepada orang banjak, dan mentjoba mengambil hatinja serta mengadjar meréka itoe mempertjajaï kami. Sekiranja kami telah mendapat hati dan pekerdjaan itoe, baroelah boléh kami madjoe berdjalan kemoeka. Maksoed pergi kenegeri Belanda itoe tidaklah sekali-kali kami boeang habis, Stella. Kami selaloe boléh pergi kesana. Dan 'Ijikalau kami dari Betawi pergi kesana, lebih baiklah dari pada kami pergi dari sini kenegeri Belanda. Pertama-tama: oentoek orang-orang toea kami. Tentoelah meréka itoe boléh biasa nan- ti berdjaoehan tempat dengan kami, dan dengan hal itoe me- t éka itoe. lama-lama tiadalah akan tjanggoeng lagi mengenangkan jang kami telah pindah lebih djaoeh ketempat lain. Bagi kamipoen baik poela begitoe. Lihatlah, kami beloem pernah keloear roemah. Sekarang tiba-tiba tempat jang baik ini, tanah air kami, ditoekari dengan tanah asing, djaoeh dari sekalian jang kami kasihi. Peroebahan itoei amat besarlah bagi kami. Tetapi sekalian hal itoe ialah perkara ketjil, dalam hal itoe kami tahoe selaloe melakoekan diri, dan tiadalah kami takoeti. eikaia jang teroetama, ialah: kebentjanaan oentoek maksoed kami sendiri. Hal itoe ta' pernah kami pikirkan, barangkali loe- pa kar"na kepongahan dan keberanian, atau karena terlampau berani dan terlampau pongah; pilihlah mana jang enerkau soekaï! Oléh karena kebesaran hati kami atas tjita-tjita itoe tiadalah lagi kami mengenangkan sedikit dj00a pikiran orang* banjak, ja, kehormatanlah bagi kami dahoeloe djika dapat melawan pikiran meréka itoe jang bersalahan dengan pikiran ka mi, pikiran kami itoe; kami moeliakan sendiri, dan tiadalah kami mengatjoehkan tjelaan orang, karena kami pertjaja soeng- goeh acas kebaikan kemaoean hati serta kenang-kenangan dan pekerdjaan kami itoe. Kami sampai sekarang masih mengatakan pikiran kami baik, tetapi dalam hal itoe ta' boléh kami ber- l>oeat de.mikian. Kami haroes mendengar boeah pikiran orang banjak. Boekantah kami hendak bekerdja oentoek bangsa kami, sebab itoelah perloe kami berboeat soepaja meréka hendaknja djangan melawani kami, artinja: kami ta' boléh dengan kasar mentjela boeah pikirannja, jang sedjak ketjil sampai besar ber-
sama-sama hidoep den ga n dia, ja'ni pikiran meréka jang koeno itoe. Sabar! Kata orang-orang jang boediman kepada kami, kami adalah mendengarnja, tetapi sekaliannja kami ta' mengerti. Sekarang baroelah kami mengerti, Stella, sekarang baroelah kami tahoe, maksoed kata jang selaloe dipakai si pengoebah doenia: Sabar! Kami ta' dapat mempertjepat perdjalanan keadaan itoe, me- lainkan boléh djadi memperlambatnja, karena tergesa-gesa itoe. Kalau orang banjak tiada menjoekaï kami, tentoelah ke- perloean itoe akan mendjadi lambat. Sebab tentoelah orang akan bergoesar hati memberi anak-anak gadisnja pendidikan jang bébas, takoet jang meréka itoe nanti akan mendjadi seperti kami, mendjadi tjontoh jang tiada disoekaï oléh meréka itoe. Sabar, sabar sampai achir zaman, Stella! Saja amat bersedih hati ketika kebenaran itoe masoek kedalam hatikoe. Kami haroes menahan hati, mendjaganja, soepaja karena kesoekaan liaiti itoe maksoed kami djangan terganggoe. Njonja van Kol menoelis dalam soeratnja kepada kami: „Akan mentjapai tjita-tjita itoe, haroeslah orang memboenoeh beberapa kenang-kenangan." Kenang-kenangan jang pertama telah kami boenoeh; membe- rikan diri kami seperti seadanja kepada orang banjak. Tidak, ta' boléh orang banjak tahoe, apa jang kami perangi. Nama moesoeh jang akan kami perangi itoe ta' boléh didengar orang. „Beristeri banjak," itoelah namanja. Djikalau diketa- lioei orang nama moesoeh kami itoe, tentoelah ta' ada seorang djoega jang akan menjerahkan anaknja kepada kami, oentoek diberi pendidikan. Saja amat bersedih hati memikirkan hal itoe; seperti dengan doestalah kami memoelaï mengerdjakan pekerdjaan kami itoe. Kenang-kenangan kami ialah soepaja orang mesti tahoe benar-benar kepada kami, dan karena kepertjajaannja kelak, ba roelah meréka itoe maoe menjerahkan anaknja kepada kami. Hal itoe ta' boléh djadi. Kami masih berdiri dihadapan kerdja kami, dan kami lihat kenang-kenangan kami telah berangsoer seboeah2 telah hilang ! O, Stella, djanganlah engkau memberati menjalahi kami, karena memboeangkan kenang-kenangan jang besar itoe de ngan berdoekatjita atas kehilangannja itoe. Doekatjita seperti sekarang telah mentjoekoepilah. Engkau selaloe mengetahoei, bahwa itoelah soeatoe kenang-kenangan kami jang besar: hen dak pergi ketanah airmoe dan disana kami hendak mengoem- poelkan pengetahoean oentoek bangsa kami. Ta' oesahlah saja memperkatakan itoe lagi. Saja banjak meminta terima kasih, dan orang toeakoepoen demikian djoega kepadamoe atas seka-
351
IS-^V₃^06 ,ba8'ikoe' dan jang ta' berhasil Hoe! iidak, Stella, pekerdjaanmoe itoe ta' hilang, pekerdjaan toean-toean sekahan, ta' kami memakan boeahnja sekarang; tetapi oentoek keperloean kami ia amat bergoena. Pikiran orang banjak telah memandang keperloean itoe, dan ahli pikir- a^oen teiah menincirl^n poela hal itoe. Hasil pikiran sekalian itoe tentoelah nanti akan memberi berkat bagi bangsa kami. Sekarangpoen telah adalah orang jang berkoeasa bertanjakan kepada kami tentang pendidikan bangsa Djawa. Adakah moestahil orang-orang itoe akan berboeat demikian, kalau toean sekahan tiada menarik hati ahli-ahli pikiran ïï? kami? Adakah Pemerintah dan orang banjak itoe maoe bekerdja menolong kami, kalau toean-toean lebih dahoeloe tiada bekerdja oentoek kami? Stella, seriboe kali saja meminta te- n,na kasih atas haümoe jang berkasih sajang sebanjak itoe. Iidak kekasihkoe pekerdjaan dan kepandaianmoe tiadalah ni lang. Atas nama bangsakoe saja meminta terima kasih k«-
aSTrbahaïa₀™1" ^ ^ Pajahm«! itoc Alaksoed kami ialah kalau soerat permintaan itoe dikaboel- dengan segera kami akan berangkat ke, Betawi. Roekmini oentoek beladjar menggambar, mendjahit dan merénda, 'ilmoe kesehatan toeboeh, membela orang sakit dan memaloet orang ^°sen^eï menggambar ia akan beladjar kepada seorang Koeioe sekolah gymnasium; oentoek 'ilmoe keséhatan toeboeh diadfï^rnp1 <ïfDokter Djawa. Saja beladjar akan men- lirrnnSÏ.J h saja Pela^jari beberapa boelan lamanja kepada seorang goeroe kepala. Saja hanjalah hendak memboeat seboeah oedjian sadja. Kalau soedah koeboeat itoe sekolah kami poen akan diboekalah di Magelang atau di Sala- dcfkterSanja sedjoek dan banjaklah
| T" / | berhawa | |
|---|---|---|
| nefe | iang | |
| P U | m at | disana |
| kalau sek | la | |
| J | 1 hendak |
- mat ih oii-k i' i ,?.-Maksoed-maksoed kami ïn 2 ' ? h itoe telah sedia dan sekaliannja an nPnSk Jtkm"f i™ mengadakan peladjar- sakSf rhf tabib-tabib perempoean, perempoean pembela orang 1 dan doekoen beranak. Dokter-dokter opsir itoe akan mengadjar mereka itoe dan Roekmini akan mengepalaï pela- djaian itoe. Pekerdjaan jang seperti itoe hanjalah dapat di-
SSLt™ïSSrempoean'iang b6rb0Kii 1)Ckert'
Kami telah meminta kepada Pemerintah oeang bantoean (lin ITl mfndir*kan. sekolah itoe. Kalau permintaan itoe tiada f™r ï> rmi 1 meminta tolong kepada orang parti- koHn. Barangkah permintaan itoe akan diperkenankan djo^ga kalau sekiranja kami meminta pertolongan kepada Seri Ba- ginda Maharadja Wilhelmina.
352
Demikianlali djoega dahoeloe pikiran bapakkoe: beladjar di Hindia, sesoedah itoe oentoek meloeaskan pemandangan per en Yetanah Eropah. Tidaklah seperti maksoed kami dahoeloe, beladjar di Eropah dan tinggal disana beberapa tahoenlamanja. Telah setahoen sampai sekarang jang saja amat bersoeka- tiita berkirim soerat kepadamoe atas kedatangan toean van Kol. Dan betoel setahoen sesoedah itoe, engkau mendapat soerat ini. Stella, kasihilah saja sedikit lagi! Oléh karena hormat- moe kepada segala sajang jang telah engkau toempahkan kepa- dakoe itoe, saja berharap soenggoeh-soenggoeh kepadamoe: Ka sihilah saja sedikit lagi. •
- *
U Mei 1903 (IX).
Baroe-baroe saja mendapat porterét-porterét sawah jang amat bagoes; saja nantikan dahoeloe sampai padi masak, soe- paja boléhlah saja bermimpi-mimpi. Kalau karangan mimpi itoe ada baik, akan saja kirim bersama-sama dengan portere- üorterét itoe pergi ketanah Belanda oentoek ditjetak. Kami kemarin pergi ke Belakang Goenoeng. Berapa senangnja hati kami melihat kepandaian meréka itoe jang amat bagoes clan melihat keselamatan hidoep toekang-toekang kami itoe. Kami Uhat roemah si Singo telah beroebah sedjak kami pergi baroe-baroe ini kesana. Ia sekarang telah mempoenjaï seboeah roemah kajoe dan seboeah roemah batoe! Senang hati melihatnja. ho panja meréka itoe amat berbahagia! 0, tjobalah toean pei- ei melihatnja sedang bekerdja! Kanak-kanak jang diadjarnja itoe sekarang telah pandai poela. Senang hati melihat kanak-kanak bekerdja! Kami kemarin pergi kesana dengan beberapa orang kenalan baik kami. Betoellah seperti sangkakoe dahoe loe; sebab sekarang meréka itoe telah pergi kesana, maka ke pandaian toekang-toekang jang hina itoe bertambah tinggila pada mata meréka itoe.
7 Juni 1903 (VIII).
Baroe-baroe ini saja telah berkenalan dengan seorang perem- noeun ..w>\niU aim iiuiöin wiAn^n niutua vnm a rl i ï\ ' Wtt.fl —-••' iahii ia hammr • seroepa.
i. i:^...v,i-mini/!i-idi motia.ïit,n^ Loean. n
dengan anaK gaai» ja.UK —,, amat bagoes, o, amat bagoes benar dan memandang kemana mana dengan berbesar hati serta berbahagia; meskipoen demi kian telah banjak penanggoengan si moeda itoe! Lihatiah begi-
GOENOENG MOERIA DILIHAT DARI SAWAH DÉSA BATE, DJAPARA.
353
toe hendaknja sekalian anak-anak gadis toean ini! Kalau demikian tentoelah meréka itoe akan sepadan dengan i boen ja jang mams itoe. Kami menjangka anak moeda itoe baroe ber- oemoer lo-16 tahoen, dan hampir ta' pertjajalah kami bahwa
- ia telah mendjadi iboe. Toeboeh jang lemah lampai dan ha loes itoe telah mendjadi iboe! Sa jang benar sa ja doedoek ber- djaoehan dengan dia, sehingga ta' dapatlah saja bertjakap- tjakap dengan dia. Kami bei temoe dengan dia dan dengan beberapa orang lain diroemah bapak moeda. Kami lebih dahoeloe telah berniat, pada malam itoe akan mendjawab sekalian tanja-tanja dan kata-kata orang kepada ami dengan kata „ia" atau „tidak" sadja, karena kami berha- rap, kalau demikian diperboeat, tentoelah orang tiada maoe mendekati kami. Hal itoe baik djalannja, sampai seorang moeda. soeami si iboe jang bagoes itoe, datang doedoek bersama-sama dengan kami Ia moela-moela mentjeriterakan jang ia berkenalan baik de ngan Kartono, dan bersama-sama dengan dia memboeat oedjian Dengan tiada disengadja tertariklah hatikoe mendengarkan katanja itoe, tetapi saja lawani djoega sedapat-dapatnja. Tiba- tiba ia memperkatakan kepandaian kami, bermatjam-mat jam kepandaun bangsa Djawa, hal bangsa kami, agama Islam dsb. dan tiada dengan disengadja saja telah 'asjiklah berbintjang- bintjang dengan dia. B Njonja, lihatlah bagaimana maksoed kami jang soengw>eh ta- di, sekarang telah mendjadi sia-sia sadja!
fla mala™ ltoe banjaklah saja mendengar hal jang indah- mdah, jang dahoeloe ta pernah saja ketahoei! Betapa girangnja hati kami melihat tari wajang sebagoes itoe
fgTnJa ^ menari' sehingga ta' dapat kita mema- haSï t& padanja. Ia menari amat haloes dan amat•+ Jang ,seberiarnja se°rang perempoean, tetapi ketika per e ia menankan tari seorang laki-laki. Senang
nati melihat apa-apa jang dipertoendjoekkannja itoe! Pertoen- me"jatakf" kekoeata" dan keberanian, tetapi berapalah haloes dan moleknja jang ditarikannja. Itoelah keba- goesan dan kemdahan kepandaian kami, tiap-tiap gerakan badan dan tiap: tiap gansannja itoe haloes dan moelia dipandang! hnïf;? meloepakan keramaian di Demak jang doea hari itoe. Tahoe benar saja akan hal itoe! Kami telah laroet malam baharoelah pergi tidoer, tetapi kami ta' dapat tidoer nje-
Dimanakah boléh? Karena diloear roemah kede- lebiïaShf)fnff rmam 8'ar!ielan J'ang amat merdoe boenjinja dan ebih-lebih soeara orang bernjanji jang amat indah. Kami ta' HABIS GELAP TEBBITLAH IKIiAKG. Jo
354
dapat tidoer njanji jang amat merdoe sepsiti boe- loeh perindo© itoe menarik hati kami, dan dalam hati kami tim- boellah pikiran: Itoelah barangkali kesoedahannja kami men- dangarnja.. Gamelan dan njanjian ta' dapat kami dengar di Betawi se- bagoes itoe... •, Pada hari itoe sebagai bermimpilah sa ja memberi selamat tinggal kepada 'oemoerkoe jang sedang remadja, demikianlah perasaan hatikoe ketika itoe. _ Tiap-tiap peroebahan dalam doenia hidoep kami, adalah ke- bagoesannja masing2 dan tiap-tiap pertjeraian mendoekakan hati kami... Wahai iboe jang koekasihi, maoekah njonja menolong kami nanti lalam waktce jang baroe-baroe 'ditempat asing itoe. Tambahlah kasih toean kepada kami, djikalau telah datanglah waktoenja nanti jang kami ta' dapat lagi melihat wadjah-wadjah kekasih kami sekalian, karena meréka itoelah jang perloe oentoek menjenangkan hati kami. Kami pandai, banjak menanggoeng kekoerangan, tetapi „ka sih sajang" tidak. Njonja telah tahoe boekan, bahwa soerat permintaan kami telah berdjalan beberapa lamanja? Apakah akan djawabnja nanti?
27 Juni 1903 (IV).
TnnfAüloVl X 11 WViMllnpVprdiaancltoean kenada kami telah hilang, karena ta' adalali sepoetjoek djocga soerat jang cuuanfi c.ari padakoe. Ampoenilah saja, wahai mamanda jang baik boedi. Adikkoe tentoe telah mengatakan kepada toean, jang saja da lam boelan Februari dan Maart sakit keras, dan kemoedian se- gala waktoekoe habis dirampas oléh pengadjaran. Banjak pe- kerdjaan jang telah saja tinggalkan dahoeloe. Telah banjak be- nar kesalahankoe, apalagi kepada sahabat-sahabatkoe. la adalah saja mengirim kepada meréka itoe sepatah katapoen. Sekarang saja ma'loemi betapa salahnja, perboeatankoe jang dahoeloe itoe; sepatah kata selamanja lebih baik dari pada ber- diam diri sadja. Dalam waktoe beistirahat ta maoe saja dahoe loe mengambil témpoh itoe oentoek kesenangan dirikoe, melain- kan makin keraslah saja maoe bekerdja, karena banjaklah lagi jang hendak saja peladjari. Tetapi hidoepkoe sendiri telah memberi saja témpoh dengan tjara jang tiada senang. Hari inilah saja baroe bangoen dari tempat tidoer, sesoedan sakit jang doea pekan lamanja terbaring sadja. Hampir seka-
355
lian penjakit telah datanglah kepadakoe. Selesma, demam, sakit béngék, poesing kepala, sakit peroet dan kesoedahannja sakit poeroe tjampak dan sakit tjatjar air (ketoemboehan). Benar-benar sekalian itoe telah mengantjam saja. Orang toeakoe dan adik-adikkoe ta' pernah keloear dari tempat tidoerkoe; kekasih saja itoe semoeanja amat soeng'goeh mendjaga dan menielihara- koe. Pendjagaan meréka itoe. boléh benar mendjadi tjontoh. Adikkoe Roekmini seperti bidadari kasihnja mendjagakoe. O! ta' tahoelah toean betapa sajangkoe kepada anak itoe; setiap han roepanja makin tegoehlah ia terikat dihatikoe. Ia selaloe mengatakan, bahwa saja lebih moelia dari padanja, tetapi itoe ta benar; ialah jang lebih moelia dari padakoe; tentoelah pengakoean toean tentang hal itoe demikian djoega. Laroe-baroe ini kami mendapat sepoetjoek soerat jang pan- djang isinja dari njonja van Kol, jang telah membesarkan hati kami benar, karena mendengar kabar jang toean telah mengi- lim soerat kepadanja tentang hal kami. Disanalah kami meli- hat kesajangan toean jang soenggoeh dan persahabat&n toean jang toeloes bagi kami. Saja banjak meminta terima kasih kepada toean, wahai sahabat jang koesajangi dan jang berhati soetji! Sekarang toean tentoe ta' bergoesar hati lagi, karena kami akan tinggal di Hindia djoega. Kami haroes menjampaikan teiima kasih dan salam kepada toean dari toean dan njonja van Kol. \ aktoe ini amat banjak kerdjanja, kalau ada témpoh ia akan berkirim soerat kepada toean. Sekarang biarlah kami sadja raembalas soerat jang kepada toean dan njonja itoe. Ten tang hendak pergi kenegeri Belanda itoe, sebenarnja sama pikirannja dengan toean. Bahwa sebenarnjalah ta' pernah njo nja \au Kol membajang-bajangkan kepada kami, bahwa kami akan bersenang-senang hati nanti kalau telah tinggal dinegeri Belanda, tetapi sedjak dari semoelanja ia menoendjoekkan ke pada kami dengan soenggoeh-soenggoeh akan keberatan, ke-Scilian, ketjéwaan dan kes€dihan hati jang' bBrgoonoeng"- goenoeng itoe, jang menanti kami dinegeri Belanda. Tetapi ka rena sedemikian harapan kami dahoeloe, maka iapoen berboeat sedapat-dapatnja, soepaja harapan kami jang besar itoe dapat disampaikan. Betoel héran kita karena ialah, jang beroesaha dengan seda- I'at-dapa.nja, soepaja kami dapat pergi kenegeri Belanda, dan ialah poe a sekarang dengan lemah lemboet dan kasih sajang jang telah menimbang" maksoed kami jang" bertoekar itoe. Doenia hidoep bersama-sama ini telah banjak mengadjar ka mi lebih-lebih dalam beberapa boelan jang baroe laloe ini Ialah poela jang mengadjar kami membédakan antara persahabatan jang benar dengan persahabatan jang poera-poera.
356
Tentoelah sadja pengadjaran itoe kami peroleh dengan meioeKa- kan hati kami. Boekan boeatan banjaknja kami telah beroetang boedi kepada Nellie. Ia telah mengadjar kami menimbang de ngan lemah lemboet. Do'akanlah kami! Kami selaloe meman- dang dan mengingat kepada Toehan. Sekalian kemaoeannja mes- tilah mendjadi! Harapankoa besar benar hendak borkirim soerat kepada toe an, sebab itoe berbaringlah sa ja diatas seboeah koersi pandjang menoelis soerat ini dengan pinsil. Saja berharap jang toean laki isteri menerima soerat ini dalam segala keselamatan. Teri- malah dari adikkoe hormat jang ter bit dari hati jang soetji dan salam ta'zim dari anak toean,
KARTINI.
Kami beloem mendapat djawab tentang soerat permin- taan kami itoe. Kami amat ingin hendak menerimanja.
*
- *
U Juli 1903 (VIII).
Telah banjak benar kami berperang dan menanggoeng kesengsaraan. Pada pikiran kami telah tjoekoeplah itoe, dan oléh karcna penanggoengan dan peperangan itoe telah patoet- lah rasanja kami mendapat bahagianja: Mendjadi pengantin bangsa kami, bangsa jang kami tjinta itoe! Maksoed hati kami itoe roepan ja aka.n sampai benarlah, tetapi sekarang tiba-tiba telah terdjaoeh poela kami dari maksoed itoe. Iboe, wahai iboekoe! Diamlah toean, djanganlah meratap, djanganlah me- ngeloeh, djanganlah menangis. Saja maoe mendo'a, mendo'a sampai keachir zaman, meminta soenggoeh-soenggoeh; walaupoen apa djoea jang akan kami peroléh pada waktoo jang akan datang", tetapi tetaplah kami meminta, moga-moga kami dapatlah tinggal seperti biasa: berhati berani, pertjaja dan berserah diri! Atjap kali benar kami mengatakan kepada orang lam: Dja nganlah berpoetoes asa, dan djanganlah menjoempahi kesengsaraan karena poetoes harapan. Dalam kesengsaraan itoe adalah terletak kesenangan. Ta' adalah sesoeatoe hal jang terdjadi, jang bersalahan dengan kata kasih-sajang. Apa jang disoempahi sekarang, bésok akan mendjadi rahmat. Pertjobaan itoe ialah pendidikan dari Toehan jang maha- koeasa. Siapa jang mengatakan dan mempertjajaï hal itoe di- hatinja sendiri, haroeslah poela pandai menanggoengkannja. Sekarang gilirankoelah poela menanggoengkan dengan diri
357
sendiri sekalian nasihat-nasihat jang telah koeadjarkan dahoeloe itoe. Saja sekarang sekali-kali tiada maoe lagi memikirkan pepe- rangan, penanggoengan, kesoesahan dan pertjobaan itoe; seka- liannja memboeat kepalakoe poesing dan hatikoe sakit; saja hendak bernapas sekarang dalam hawa boenga-boengaan jang semerbak baoenja, dan mandi dalam tjahaja matahari; seka- üan itoe adalah poela tersedia dan itoelah poela jang akan djadi pemboedjoek dan penjenangkan hatikoe. Sekarang saja tjeriterakan kepada toean boenga-boengaan jang semerbak baoenja dalam taman kami itoe. iboekoe, kami telah moelaï mengerdjakan pekerdjaan kami jang menjenangkan hati itoe. Sampaikanlah kepada soeami njonja terima kasihkoe atas nasihatnja, menjoeroeh kami bekerdja selekas-lekasnja dengan tiada menaroeh soerat oedjian. O! tjobalah toean pikirkan. Sekolah kami telah bermoerid toedjoeh orang, dan selaloe datang permintaan hendak mendjadi moerid. Senang hatikoe sekarang! Kami dahoeloe ta' berani berharap jang pekerdjaan itoe akan begini ajadmja. Anak-anak itoe amat senang hatinja, dan orang-orang toea- nja bergirang hati! Moerid-moerid jang pertama ialah anak seorang pegawai jang amat saléh dalam djadjahan negeri kami. Kami telah bertjakap-tjakap dengan iboenja. Karena telah te- rang kepadanja sedikit-sedikit, maka maoelah ia kesoedahannja menjerahkan anak gadisnja kepada kami. Adik si gadis itoe jang perempoean beloem lagi ber'oemoer lima tahoen, ta' soeka tinggal diroemah, ia soeka benar dan haroes toeroet poela bersekolah. Ja Allah, sekian^ketjilnja, sehingga ia hampir ta' dapat melihat keatas médja. Kalau saja tidak menjoeroehnja doedoek diatas bangkoe-kaki, saja ambillah ia diatas pangkoeankoe. Anak ke- tjil itoe dengan segala kekerasan hatinja hendak toeroet beker dja bersama-sama. Kemoedian dari pada anak-anak itoe, datanglah po^la gadis-gadis anak soorang collecteur dan seorang lagi gadis anak assistén collecteur. Doea hari jang telah soedah, djaksa di Karimoen Djawa mengirim anaknja kemari beladjar. Tjobalah iboekoe pikirkan, meréka itoe mengirimkan anaknja kemari, dan diséwakannjalah disini tempat tinggal dengan membajar makan! Kami amat mengoetjap sjoekoer! Orang toea anak-anak itoe amat berbesar hati akan maksoed kami itoe, sehingga adalah beberapa orang jang memberikan anak nja benar-bennr kepada kami tetapi kami beloem soeka menerimanja nanti, dengan segala soeka hati kami menerimanja. Pada hari ini telah datanglah adik perem poean si Hoesin, moerid Sekolah Dokter Djawa, maoe beladjar CIISJM. Kemarin telah datang poeja seorang iboe jang masih
358
moeda kepada kami, dengan sesalnja mengatakan kepadakoe, jang roemahnja amat djaoeh dari tempat kami, kalau tidak, maoelah ia sendiri datang beladjar. Sekarang ia ta' dapat beladjar, sebab itoelah sekalian pengadjaran jang ta' dapat diterimanja akan diserahkannjalah kepada anaknja. Dan tjoba poela toean pikirkan, anaknja itoe beloem lagi ber'oemoer se- tahoen. Kalau ia telah ber'oemoer enam tahoen akan diserah- kannja anak itoe kepada kami, meskipoen dimana djoega kami tinggal; iapoen meminta soenggoeh-soenggoeh sospaja kami akan menerima anaknja itoe. Anak-anak moerid kami itoe datang kemari empat kali se- pekan dari poekoel 8 sampai poekoel 121/2- Meréka itoe bela djar menoelis, membatja dsb., mendjahit dan merénda serta beladjar masak-memasak. Kami mengadjar meréka itoe boe- kanlah seperti atoeran jang biasa disekolah, melainkan menoeroet pendapatan kami sendiri, sebagaimana kesoekaan anak-anak Djawa beladjar. O! iboekoe, toean kedoea baiklah datang melihat anak-anak itoe, tentoelah toean akan berbesar hati melihatnja. Meréka itoe datang dengan berpakaian bagoes, dan amat manislah roepanja, toeboehnja segar dan hatinja masih soetji. Meréka itoe memoedahkan poela pekerdjaan kami, sebab kent jang otak- nja, lekas dapat menerima pengadjaran dan tjakap, apalagi lekas maoe menoeroet apa jang dikatakan. Meréka lekas per- tjaja kepada kami dan bébas bertjakap-tjakap dengan kami. Adalah poela diantara meréka itoe seorang anak jang bagoes, moela-moela amat banjak tingkahnja, tetapi sekarang besar hati kami melihatnja, ta' bertingkah lagi. Ia tidak maoe lagi mendjilat-djilat bibimja, dan ta' maoe lagi bermain-main dengan matanja jang bagoes itoe, melainkan bersoenggoeh-soenggoeh mengerdjakan pekerdjaannja. Roepanja tingkahnja jang ooe- roek dahoeloe itoe asalnja karena ta' ada kerdjanja! Betapa bagoesnja meréka itoe bertjampoer gaoel bersama- sama. Meréka bertjakap-tjakap seorang dengan seorang, dalam bahasa Djawa tinggi dengan haloesnja, sedikitpoen ta' adalah kakoenja. Pada hari ini adalah seorang diantara kami dalam roemah jang akan merajakan hari lahirnja. Kami hendak mendjamoe meréka itoe dengan tjara jang amat gandjil. Meréka itoe pagi ini patoetnja merénda dan mendjahit, tetapi kami boeat hari ini hari memasak-masak. Berapalah sikapnja tangan-tangan jang ketjil dan jang haloes-haloes itoe bekerdja! Jang seorang memboeat koeé poetoe, jang seorang lagi memboeat koeé lapis dan jang seorang memboeat koeé serikaja. Mérah padam moe- ka meréka itoe mengerdjakannja. Lihatlah poela mata meréka itoe bertjahaja-tjahaja! Dengan
359
bes,ar hati meréka itoe poelanglah keroemah masing-masmg memperlihatkan masakannja itoe kepada orang toeanja. Lihat- lah, itoelah soeatoe rahmat, rahmat jang besar bagi kami. Kami- lah jarig memboeat pekerdjaan itoe jang moela-moela sekali oentoek adik-adik kami jang perempoean itoe. Kardinahlah nanti jang akan mengadjar mendjahit, merénda dan masak-memasak dan Soematri akan mengadjarkan kepan- daian jang lain. Beroentoenglah kami masih ada lagi menaroeh perkakas oen toek mendjahit dan merénda; selama barang-barang itoe masih ada djoega, meréka itoe akan memperoléhnja dari kami dengan tiada membajar; dan kemoedian anak-anak, jang orang toeanja berada, tentoelah haroes menjediakan sendiri perkakas oentoek anaknja. Tetapi perkakas sekolah jang lain ta' adalah pada kami. Dimanakah dapat kami membeli kitab-kitab batjaan bahasa Belanda dan bahasa Djawa? Maoekah iboe memintanja kepada toean? Kalau sekolah itoe tinggal baik dan moerid-moe- ridnja bertambah banjak, maka adalah harapan kami akan meminta oeang bantoean. Boléhkah hal itoe pada pikiran njonja? Bantoean itoe boekanlah oentoek kami sendiri, tetapi bergoena oentoek pembantoe ongkos-ongkos sekolah itoe. Pegawai-pegawai negeri jang berpangkat rendah, sekali-kali ta' dapat sedikit djoega mengeloearkan oeangnja. Kepala-kepala negnri jang bergadji ƒ 50.— hanjalah dapat memelihara anak- isterinja sadja, dian kadang-kadang isterinjapoen toeroetlah poela bekerdja keras; ta' adalah lagi oeangnja berlebih oentoek pembeli apa-apa jang lain. Dan kamipoen ta' dapat poela se- lamanja memberi sekalian keperloean anak-anaknja itoe. Njo- njapoen tentoelah ma'loem hal itoe. Kalau sa ja telah boléh berdjalan, kami akan pergi ke Sema- rang; saja haroes diperiksa oléh dokter disana. Penjakit béngék dan poesing kepala itoe haroeslah hendaknja hilang benar-benar, ta' boléh datang lagi beroelang-oelang kepadakoe. Dan waktoe itoe kami akan pergi poela membeli barang-barang jang perloe oentoek anak-anak kami. Kami disini sekarang tiadalah mem- poen jaï djaroem rénda dan batoe-toelis barang seboeah djoe- apoen.
*
5 Juli 1903 (VI).
Berapalah baik dan sajangnja toean kepada kami, selaloe toean hendak menggirangkan hati kami. Dan djikalau saja pikirkan betapa kami, apalagi saja, hendaknja membalas se kalian kebaikan dan kesajangan toean itoe. Roepanja amat
360
koerang terima kasih kami, hampir ta' adalah oebahnja, se- akan-akan sa ja ta' menghargaï sekalian kebaikan dan kesa- jangan toean Anakanda K. betoel pandai benar berdiam diri seperti orang bisoe. Ampoenilah saja, wahai mamanda jang baik hati! Pada doea hari jang terlampau, toean berkirim salam dengan mengirimkan seboeah kitab „Album Kern", ketika itoe pikiran sajapoen melajanglah ke Sonder, dan saja ber- djandji akan mengikoet pikiran itoe dengan toetoer katakoe. Dan saja sekarang amat berbesar hati karena djandjikoe dapat Loesampaikan. Kami meminta terima kasih kepada toean atas salam jang terbit dari hati toean jang kasih-sajang lagi amat berharga itoe; dan kitab itoe telah saja batja dengan girang hati. Djikalau sekiranja sekalian boeah pikirankoe peri hal toean saja toeliskan, tentoelah bergoenoeng-goenoeng soerat jang akan toean terima dari sini! Njonja van Kpl dengan ramahnja dan baik hatinja mem- perbintjangkan toean, itoelah jang membesarkan hati kami, ka rena itoelah soeatoe tjita-tiita kami benar, bahwa sekalian meréka jang kami kasihi dan kami hormati itoe, hendaknja akan bertemoe satoe dengan jang lain, dengan hati jang baik. Bagaimanakah toean kedoeanja sekarang. mamanda? Adakah toean kedoeanja didalam séhat dan baik-baik sadja di Sonder? Adakah pernah toean melihat disana orang-orang dari Toradja? Saja dapat memikirkan soenggoeh-soenggoeh jang toean bersoesah hati, karena toean haroes meninggalkan pekerdjaan toean beberapa lamanja. Dimana hati kita telah ter- toempah, ta' moedah kita meninggalkan tempat itoe; disitoelah adanja nasib kita jang akan datang, dan disanalah doen ia hi- doep kita. Sekarang saja tjeriterakan. kepada toean kabar jang menje- nangkan hati. Sambil menanti-nanti apa-apa jang akan datang, kami telah memoelaï djoega pekerdjaan kami itoe. Di- roemah telah kami dirikan seboeah sekolah, dan telah ada bermoerid toedjoeh orang banjaknja, anak-anak gadis kepala-kepala negeri. Tapi kami mendapat kabar, bahwa ésok akan datang lagi tiga orang anak-anak dari loear negeri. Kami bermoela sekali bermoerid hanjalah seorang sadia, te- tapi ta' berapa lamanja moerid itoe telah mendjadi lima orang dan keésokan harinja mendjadi delapan orang, dan beberapa hari lagi moerid kami akan mendjadi sepoeloeh orang. Selaloe kami berbesar hati melihat anak-anak kami itoe. Scv gar toeboeh meréka, lagi soetji hatinja, dan betapalah poela bagoesnja meréka itoe bertjampoer-gaoel bersama-sama. Me réka itoe lekas pertjaja kepada kami; meskipoen meréka itoe
361
porloe memperhatikan 'adat tertib sopan, tetapi meréka itoe seJaloe bébas, tiadlalah ada perbédaan pangkat dan daradjat dalam pergaoelan kami. Kesanalah poela kami hendak pergi. Betapalah poela anak-anak itoe memoedahkan kerdja kami karena kentjang otak meréka itoe, lekas masoek pengadjaran Kppadanja, lagi tjakap dan maoe menoeroet sekalian apa jang dikatakan. Beloemlah sekali djoega kami terpaksa mesti men°-- hoekoem meréka itoe. Anak-anak itoe amat soeka datang dan beladjar dengan ri- ang hati lagi radj in, dan orang-orang toeanja sangat bersoeka- tjita dalam hal itoe. Sekalian itoe menoendjoekkan kepada kami, bahwa kami hanjalah mengerdjakan apa-apa, jang sepatoetnja telah lama diboeat orang. Besar rahmat jang ditjoe- rahkan oleh Toehan jang pengasih penjajang kepada kami. Ba- goes dan berbahagia benar pekerdjaan jang diberikannja ke pada kami itoe. Moga-moga dapatlah kami mengerdjakannja dengan sepatoetnja, dapatlah poela kiranja kami selaloe me- moehakan kepertjajaan orang kepada kami! Itoelah jang kami kehendaki benar-benar, jang kami minta soenggoeh-soenggoeh, soepaja boléh kami mendidik hati ketjil mereka itoe, jang soetji, segar dan jang beloem ada bernoda ' "oe, /ia^1 jang poetih seperti katja, dan dapatlah kiranja kami membentoek boedi pekerti didalamnja. Mendo alah toean oentoek kami. Moga-moga toean akan memberi rahmat akan maksoed dan pekerdjan kami itoe! O! adalah poela orang nanti hendaknja, jang soeka berboeat seperti kami. Mémang banjaklah orang sekarang jang tjakap berboeat demikian, tetapi meréka itoe patoet digotjoh dahoeloe soepaja bangoen. Kami telah mentjoba menghoeboengkan sa- latoe rrahim kami dengan anak-anak gadis dan perempoean- perempoean jang sama banjak pengetahoeannja dengan kami tetapi maksoed itoe ta' berlakoe. Membebarkan kemaoean itoe,' biarlan kami bekerdja sendiri. Seperti perboeatan kami seka rang ini barangkali lebih moestadjab. Dan ta' adalah oesaha jang lebih baik dari pada memberi tjontoh jang bas-oes dan berani bekerdja dahoeloe. Seorang anak moeda jang ta' kami kenal, moerid Seko!ah okter, telah mengirim sepoetjoek soerat kepada kami, menje- i ahkan doea ora.ng adiknja, anak mamak moedanja kepada kami. •f u. boléh kami akan membentoek dengan se- oaik-baiknja boedi pekerti anak-anak itoe. Kami wadjib mengi- nm soerat kepada anak gadis-gadis itoe. Kami soeka sekali mengerdjakan kerdja itoe, tetapi ta' tahoelah kami entah mak- soednja itoe adalah akan sampai. Anak moeda itoe amat gembira dan banjak tjita-tjitanja. Ada lah lagi seorang anak moeda tempat saja berkirim-kiriman soe-
362
rat. Anak itoe ialah anak paman kami. Berapalah besar hatinja ketika ia boléh berkirim soerat kepadakoe! Kami lebih banjak berbahagia dari pada orang-orang lain, oléh karena asal kami dan pangkat bapakkoe. Itoelah jang ter- oetama sebabnja, dan ada poela lagi hal jang lain-lain, jang menjebabkan kami moedah memboeat barang sesoeatoenja. Apa jang kami perboeat sekarang semoeanja baroe. Dahoe- loe ta' pernah anak-anak gadis berkirim-kiriman soerat dengan anak-anak moeda. Sekarang seperti biasa sadjalah kami berboeat sedemikian, dan seakan-akan begitoelah biasanja. Ka mi bertjampoer-gaoel dengan meréka itoe seperti orang bersahabat, dan meréka itoe memandang kami seperti saudara-saudaranja jang perempoean. Itoelah soeatoe keadaan bagi meréka itoe jang baroe benar; karena kami jang berasal tinggi, sekali-kali tiadalah hina bagi kami akan bertjampoer-gaoel seperti bersahabat dengan meréka jang berasal rendah. Saudara sepoepoe kami itoe telah mempertj ajaï kami dan memandang kami seperti saudaranja jang. lebih toea dari pada- nja, tempat ia meminta nasihat, dan iapoen amat soeka mende- ngarkan kata kami. Selaloe saja méminta, kepada Toehan soenggoeh-soenggoeh, moga-moga kami tiadalah akan mendapat ma- loe atas kepertjajaannja itoe; kami berharap soepaja kami selaloe boléh memberi apa-apa jang dimintanja dan jang di- tjarinja pada kami. Besar boekan boeatan hati kami berkenalan dengan boedi pekerti jang moeda, soetji dan gembira itoe! O! kami berharap moga-moga doenia hidoep bersama-sama ini tiadalah akan meroesakkan tjita-tjitanja itoe!. Ta' pernah rasanja kami lebih besar berbahagia, lam dari pada bahagia jang kami peroléh karena membantoe orang lain. Héranlah kami memikirkan, karena kami selaloe merasa jang kami lebih toea dari pada meréka, jang sebaja dengan kami, dan kadang-kadangpoen dari pada orang-orang jang mémang lebih toea dari pada kami. Tentoelah itoe sebabnja karena kami telah banjak merasaï penanggoengan, dan telah banjak poela hal jang telah dipikirkan dan dioeroengkan. Amat sombong boenjinja, djikalau kami disini menjeboetkan anak-anak kami, pada hal meréka itoe patoetlah kami namai adik-adik kami jang tiada sebegitoe moeda dari pada kami. Tetapi meréka itoe sendiri telah menjangka kami seperti ïboe- nja, dan tidaklah seperti saudara-saudaranja. Iboe dan saudara perempoean dari orang bersama-sama, ba njak-banjak, o, moga-moga Toehan akan mendjadikan djoega kami jang demikian!. .. ^ Sekolah kami kalau boléh djanganlah keadaannja seperti se-
363
kolah benar-benar, dan kamipoen djanganlah seperti goeroe sekolah, melainkan sekolah itoe haroeslah keadaannja betoel-betoel seperti seboeah roemah tangga jang besar, dan kami mendjadi iboe-iboe anak-anak itoe. Kami akan mengadjar meréka itoe bersipat kasih sajang dengan berboekti sekali, seperti jang telah kami ma'loemi dan kami pakaikan. Ketika kami masih moeda adalah soeatoe pedóman jang kami pakai dan jang moedah sekali diikoet: Apa-apa jang tidak engkau soekaï diperboeat orang diatas dirimoe, djanganlah sekali-kali engkau perboeat diatas diri orang lain. Njonja van Kol banjak mentjeriterakan kepada kami tjeri- tera nabi Isa dan rascel2 Petrus dan Paulus. Sekalian itoe me- njenangkan hati kami mendengarnja. Apa pedoelinja kita agama mana jang dipakai orang, dan bangsa apa dia. Orang berhati tinggilah ia mendjadi orang baik, dan boedi pekerti jang bangsawan, tinggal bangsa wan djoega. Hamba Allah jang bersipat demikian adalah didalam tiap-tiap agama dan segala bangsa. Saja telah membatja kitab „Quo Vadis,"-dan héranlah saja memikirkannja, dan saja kasihilah orang-orang jang berseng- sara karena agama itoe, sebab dalam penanggoengan jang se- berat itoe meréka masih mengoetjap sjoekoer dan amat pertjaja kepada Toehan jang mahatinggi, serta menghormati Toehan dengan njanjian jang bagoes-bagoes. Saja telah tceroet berpiloe hati dengan meréka itoe, ataupoen bersoekatjita bersama-sama. Tahoekah toean kitab „Wij beidén" karangan Edna Lyall? Itoelah kitab jang amat bagoes djoega. Ia memperkatakan me réka jang tiada mengakoe akan keadaan Toehan dan orang-orang Serani, poen djoea memperkatakan, bahwa agama Serani itoelah agama jang sebenar-benarnja, dan keadaan agama Serani jang telah dipoetar-poetar dan dioebah-oebah orang, seperti jang telah atjap kali kedjadian didoenia ini. Luke Raeburn ialah seorang jang moelia hatinja, meskipoen ia tiada mengakoe kepada Toehan, dan anaknja Frica Raeburn, bagoes dan moelia hati, jang moela-moelanja tiada mengakoe kepada Toehan, tapi kemoedian mendjadi orang Serani jang pertjaja soenggoeh kepada Toehan dengan toeloes dan saléh. Bapak dan anak jang berkasih-kasihan satoe dengan jang lain, sehidoep dan semati bersama-sama. Telah kami batja poela: „De ziel van een volk" tentang aga ma Boedha. Itoelah poela hikajat jang amat bagoes. Sekarang kami amat soeka benar hen dak membatja tentang agama Jahoedi. Barangkali kitab-kitab karangan toean Zangwill jang
364
akan memberi kami apa jang kami tjari itoe: „Droomen van het Ghetto."
7 Juli 1903 (VIII).
Bésok kami akan mengadjar poela itoelah jang me- njenangkan hati kami kedoea sembilan orang moerid-moerid, dan banjak poela lagi meréka jang meminta masoekkan anak-anaknja, diantaranja ada poela anak-anak orang Melajoe. Itoelah soeatoe kemenangan! Demikianlah doenia hidoep ini, ada jang djatoeh ada jang berdiri, ada jang tertaroeng ada jang berdjalan, ada jang kalah ada jang menang.
Antara soerat ini dengan soerat jang akan da tang, adalah soerat-soerat jang ta' dapat disiarkan. Dalam soerat-soerat itoe adalah diterangkan djoega, bahwa pengarang soerat itoe dan adiknja Raden Adjeng Roekmini telah menolak besluit Goebernemén, ta' soeka menerima oeang bantoean jang ƒ 4800.— itoe oentoek beladjar di Betawi itoe; dan demikian lagi dikabarkannja tentang perkawinannja jang akan terdjadi se- perti terseboet dalam soerat 1 Augustus 1903 (VII).
*
- » 2U Juli 1903 (VIII).
Sekarang adalah pengharapankoe jang besar sekali kepada njonja, tetapi jang sebenarnja kepada toean. Maoekah njonja menjampaikan permintaankoe itoe kepada soeami njonja jang moelia itoe? Hati kami sangat tertarik kepada seorang anak moeda, dan kami soeka benar melihatnja, soepaja hidoepnja berbahagia. Anak moeda itoe bemama Salim 1), anak Soematera datang dari Riau. Pada tahoen ini ia telah memboeat oedjian penghabisan di H.B.S. Diantara sekalian moerid-moerid jang memboeat oedjian itoe, dari ketiga H.B.S. di Hindia ini, ialah jang mendapat nomor satoe dalam oedjian. Anak itoe amat
(1). H. Agoes Ralim seorang anak Minangkabau, anak engkoe SoeHan Moehammad Salim. boofddjak^a Riau pensioen. Tahoen jang laloedi- angkat oléh Pemerintah mendjadi lid Volksraad. Penjalin.
365
soeka sekali hendak pergi beladjar kenegeri Belanda oentoek mendjadi dokter. Sajang sekali maksoednja itoe ta' dapat di- sampaikannja, karena kekoerangan belandja. Bapaknja hania bergadji ƒ 150.— sadja. Meskipoen ia akan mendjadi kelasi, maoelah ia asal dapat pergi ke Belanda. Tanjakanlah tempatnja kepada Hasim. Ia kenal kepada anak itoe, dan iapoen teiah mendengarnja bertja- kap-tjakap di Stovia. Anak itoe berani dan pandai, patoet benar ditolong! Ketika kami mendengar keadaannja serta tjita-tjitanja itoe, timboeLah hasrat dihati kami jang sebesar-besarnja hen dak menoiongnja akan memoeaahkan menjampaikan tjita-tji tanja itoe. Waktoe itoe terkenanglah kepada kami akan bes luit Goebernemén jang terbit pada 7 Juli 1903 itoe bes luit pendjawaban jang kami nanti-nanti dengan hati jang piloe, dan demikianpoen menerima dengan hati jang piloe poela. Wadjibkah hasil da ja oepaja sahabat kami jang moelia itoe, clan hasil harap-harapan, do'a dan tjita-tjita kami akan hilang- lenjap sadja, tidak dipergoenakan ? Ta dapatkah orang lain mempergoenakannja? Goebernemén telah memberi kami oeang bantoean ƒ 4800.— oentoek menjem- poernakan pendidikan kami. Ta' dapatkah oeang itoe diberikan kepada orang lain, jang barangkali lebih perloe, tetapi sekali- kali ta' koeranglah dari pada kami, jang haroes poela ditolong? Berapalah baiknja djikalau sekiranja Pemerintah soeka membajar ongkos pengadjarannja itoe semoeanja jang besarnja kiia-jviia f 8000.—; kalau ta' dapat sekian banjaknja, kami- poen akan mengoetjap sjoekoer, apabila Salim boléh kiranja menerima oeang jang ƒ 4800.— jang telah diberikan kepada kami itoe. Dan berapa kekoerangannj a, biarlah kami min- takan pertolongan kepada orang lain. O! berilah ia merasaï lazat tjita kesoekaan, jang telah lama mendjadi tjita-tjita dihati ketjil kami, dan jang ta' dapat ka mi peroléh itoe. Djadikanlah kami berbahagïa, dengan memberi orang lain, jang mempoenjaï kenang-kenang, perasaan dan maksoed jang sama dengan kami itoe, bahagia. Kami telah mengetahoei bagai- niana halnja menjimpan perasaan jang hidoep dalam hati, tjita-tjita seperti api dalam dedak didada jang boesoeng. O! dja- i ganlah hidoep jang moeda sebagoes itoe, dan kekoeatan jang sesegar itoe dibiarkan sadja hilang melajang! Ia wadjib dioe- sahakan dengan sebaik-baiknja oentoek keperloean bangsa Boe- mipoetera, karena kekpeatan jang demikian amat bergoena be nar bagi meréka itoe. Djika Salim nanti sampai mendjadi dokter, alangkah ba njaknja kebadjikan jang boléh diboeatnja oentoek bangsanja!
366
Tjita-tjita Salimpoen: bekerdja oentoek bangsa kami. Permintaan kami ini ialah soeatoe permintaan jang gila, hal itoe kami ketahoei; tetapi ja Allah, djika sekiranja ia dapat dikaboelkan! Wahai iboekoe, tentoelah peperangan jang telah berboelan-buelan, bertahoen-tahoen jang telah kami tang- goengkan, tiadalah akan hilang lenjap, tiadalah akan mendjacii sia-sia sadja. Berilah kiranja kami merasaï kelazatan hadiah jang djarang- djarang bertemoe itoe, melihat dalam hidoep kami hasil pe- nanggoengan kami itoe, ja'ni: Tjita-tjita Salim wadjib disam- paikan.... Moga-moga Toehan akan mengaboelkan do'a kami mi! Salim sendiri ta' tahoe akan kerdja kami ini; sedangkan ba- hasa kami ada didoenia inipoen ia ta' tahoe. Ia hanjalah menge- tahoei, bahwa ia dengan segala kesoenggoehan hatinja berniak- soed hendak menjampaikan peladjarannja, soepaja dapatlah ia nanti bekerdja oentoek bangsanja, tetapi sekalian itoe ta' dapat dilakoekan, karena ia ta' beroeang. Kami hidoep, berharap dan berdo'a oeaitoek Salim*)
*
1 Augustus 1903 (VII).
Inilah sepoetjoek warkah jang pandak akan mengabarkan kepada toean dengan selekas-lekasnja, tentang peroebahan jang baroe dalam nasib hidoepkoe. Saja tiadalah lagi akan mendjadi seorang perempoean jang berdiri sendiri sadja oen toek menjampaikan maksoed kami; seorang laki-laki jang koeat dan moelia hatinja akan berdiri disisikoe, menolong menjam paikan oesahakoe, jang berpaédah oentoek bangsa kami! Dalam hal itoe oesahanja telah djaoeh, dan telah adalah boek- tinja padanja, sedang saja ini ialah baroe memoelaï. O, ia seorang jang baik, pengasih dan pcnjajang, selainnja dari pada berhati moelia, ia berkepala terang dan tjakap. Ia telah pergi kesana, ketempat jang ditjintaï oléh toenang- annja ini, tetapi Ni ta' boléh pergi, karena ta' diizinkan oléh bangsanja: kenegeri Belanda. Itoelah soeatoe peroebahan jang amat besar, kami berdoea bantoe-membantoe, dan tambah-menambah mana jang koerang, akan berdjalan teroes, menempoeh djalan jang singkat, pergi menjampaikan tjita-tjita kami, oentoek keselamatan bangsa kami.
Salim bekerdja pada
| Nederlandsch | Consulaat | dl Djoedah | sebagai | secretaris-drogman. |
|---|
1). Toean sampai sefcirang soedah empat tahoen
367
Banjak boeah pikiran kami jang sama. Tetapi sekarang njo- nja beloem djoega tahoe, siapakah toenangankoe itoe: Radén Adipati Djojo Adiningrat, Regén di Rembang. Hingga inilah dahoeloe! Dengan lekas dibelakang ini saja akan menoelis lagi, dan harapankoe lebih pandjang dari pada soerat ini.
#
- *
1 Augustus 1903 (VIII).
Sa ja bei'hadjat, hen dak menghargakan benar-benar nama jang diberikan orang kepadakoe itoe: anak kekasih Allah. Boekankah soedah kami katakan kepada toean, bahwa kami telah lama mendjaoehkan diri dari sekalian bahagia oentoek diri sendiri? Sekarang hidoepkoe jang mentjinta demikian itoe telah meminta soepaja saja menjampaikan djandjikoe itoe. Sekarang soeatoepoen tiadaiah hal jang akan teramat sedih menjoesah- kan hati kami, jang teramat berat, dan jang teramat keras, asal sadja kami dengan hal jang sedemikian dapat menolong dengan seboetir pasir oentoek memboeat mertjoe jang amat bagoes itoe, jang bernama: bahagia Boemipoetèra. Sekarang saja hendak mengoedji: berapakah harga kema- noesiaan dirikoe? Kemarin, betoel-betoel soeatoe hari jang penting poela bagi kami. Kami mendapat soerat dari Departement van Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid menanjakan kepada kami, soedikah kami menerima pemberian Pemerintah itoe, ja'ni kami akan diadjar oentoek mendjadi goeroe dll. Sekiranja kami ta soedi, haroeslah kami memb&ri keterangannja hitam diatas poetih, soepaja dapat dikirim kepada Goebernoer Djen- deral. Bagaimanakah hendaknja keterangan jang diminta itoe pa- toet diatoerkan ? Dengan péndék dan boeang koelit tampak isi sadjakah, jaïtoe dikatakan sadja jang saja ta' dapat menerima pemberian itoe, karena saja telah bertoenangan; atau saja ta' soedi menerima karena saja sekarang telah mendapat djalan bekerdja jang lebih baik akan menjampaikan tjita-tjitakoe oentoek bangsakoe? Beroesaha disisi seorang laki-laki jang tja- kap dan berhati moelia, jang saja hormati tinggi, dan bersa- ma-sama dengan saja amat tjinta akan bangsanja, dan jang soedi poela monolongkoe dengan soenggoeh-soenggoeh dalam oesahakoe, tentoelah dalam hal itoe saja boléh bekerdja berboe- at baiiv oentoek bangsa kami itoe, lebih banjak dari pada djika kami berdoea sama-sama perempoean sadja, jang masing-masing berdiri sendiri, mengerdjakan pekerdjaan itoe. Dan Roekminipoen ta' maoe poela menerima pemberian itoe,
368
karena ia ta' dapat, ta' ijakap dan ta' maoe berdjalan sendiri. la bermaksced denman djalan jang lain hendak menjampaika.n tjita-tjitanja. Kemoedian tentoelah kami meminta banjak terima kasih dan menghormati Pemerintah, jang telah me- noendjoekkan lagi sebenar-benarnja teroetama bermaksoed maoe memadjoekan keperloean jang bergoena oentoek anak Boemipoetera; asal sadja seseorang dari pada anak Boemipoetera mengeloearkan soearanja, tentoelah soearanja itoe akan di- dengar oléh Pemerintah; dan djika sekiranja anak Boemipoete ra mengeloearkan soearanja oentoek bahagia anak negeri pada waktoe jang akan datang, tentoelah maksoednja itoe akan di- sampaikan oléh Pemerintah. Djika Pemerintah telah berboeat begitoe, nistjajalah tanah Belanda akan bertambah dekat dida- lam hati anak negeri. Sekarang kami telah mengakoe, bahwa Pemerintah maoe berboeat demikian; dan tanah Belanda maoe memberi bahagia akan tanah Hindia. Sekalian katakoe itoe boe- kanlah kata jang bohong, kami pertjaja benar-benar.
Sekalian anak negeri jang kenal kepadakoe telah berharap dan memintakan do'a: „Bendoro Adjeng Tini ta' boléh pergi kelain tempat lain dari pada kekaboepatén." Dan meréka jang berhati sederhana itoe, sekarang telah bergirang hati, karena maksoednja akan sampai. Dan anak nege- ripoen berbesar hati, karena begitoelah poela niatnja oentoek „bendoronja." Lihatlah oléh toean betapa sahabat-sahabatkoe itoe bergirang hati. Vox populi vox dei. (Soeara Boemipoetera itoelah soeara Toehan). Djikalau benar kata itoe maka ialah akan mendjadi soeatoe kenjataan, bahwa Toehan telah meng- oebah djalankoe, lain dari pada djalan jang hendak koetem- poeh dahoeloe. Moga-moga toean akan mendjadi soeatoe rahmat, tempat orang banjak akan bernaoeng, seakan-akan seboeah pohon jang rindang, tempat orang banjak bernaoeng meiepaskan le- lahnja dalam panas terik. Begitoelah niat beberapa orang toea akan sa ja. Moedah-moedahan dapatlah kiranja sa ja menjampaikan niat orang-orang toea jang berhati sederhana itoe. Adalah sekarang seboeah pekerdjaan jang berat menanti saja; benar-benar terlampau beratnja; tetapi djika saja dapat menjampaikannja, maka tiadalah ada kebadjikan jang lain, jang sebaik-baiknja dapat koeperboeat oentoek bangsakoe. Soeroehan atas dirikoe, bekerdja hendaklah sampai-sampai, karena itoelah perboeatan jang sebaik-baiknja oentoek hidoep didoenia. Meski bagaimana djoeapoen halnja oentoengkoe sekarang ini, itoelah oentoeng bahagia jang sebaik-baiknja dan jang se-
369
bagoes-bagoesnja dalam hati anak Boemipoetera. Perkawinan- koe itoe akan memberi kebaikan hagi tjita-tjita kami itoe. Ialah akan memadjoekan pikiran orang-orang perempoean, iboe anak-anak, soepaja meréka akan menjoeroeh anak-anak gadis diben pendidikan. Keadaankoe ini lebih berharga dari pada seriboe kata-kata jang menggembirakan hati, sebab keada ankoe ini teioes masoek kedalam hati meréka itoe sendiri. Me réka itoe sekarang telah mendapat kebenaran, bahwa kebagoes- an „dan kekajaan terlipoerlah oléh boedi pekerti dan pikiran jang sempoerna. Sekarang teringat oléhkoe akan katakoe sendiri, ketika seorang bertanja kepadakoe, bagaimana patoetnja orang men- didik anak-anak gadis dan perempoean bangsa Boemipoetera maka sa japoen berkata: Bangsa Djawa itoe samalah dengan bangsa-bangsa lam di Hindia ini, jang soeka akan tjahaja dan pantjawarna, karena meréka itoe sekalian anak jang bertjaha- jakan matahari. Kalau demikian berilah meréka itoe kehendak- nja itoe; tetapi apa jang diberikan kepadanja itoe, haroeslah baik dan sedjati.
- kami seka.rang berkasar-kasar mengoebah 'adat ïsti adat tanah kami ini; anak Boemipoetera bangsa kami ini tentoe akan mendapat tjahaja dan tjemerlang jang dike- nendakmja itoe. Kebébasan perempoean tentoelah akan datang ia soenggoeh akan datang; tetapi kami ta' dapat melekaskan kedatangannja itoe. Kami ta' dapat menolak kedatangan sesoeatoe ketjelakaan; ia mesti datang, tetapi sesoedah itoe datanglah kemenangan! Kami tiadalah akan hidoep lagi apabila kemenangan itoe da tang; tetapi biarlah, apatah salahnja? Kami telah toeroet menolong memboeka djalan, jang pergi menoedjoe ketempat itoe ingatan itoepoen telah mem- besarkan hati kami! Djanganlah toean bersoesah hati; soeamikoe itoe tiadalah akan melemahkan sa japkoe; karena saja pandai terbanglah, maka saja tmggi dilihatnja dalam pemandangannja. Ialah jang akan memberi saja waktoe banjak-banjak, soepaja saja dapat membebarkan sajapkoe kian kemari; ialah jang akan meloe- askan padang kerdjakoe. Ia soedi menerima anak toean ini, dan tiadalah ia akan me- njoeroehkoe akan mendjadi orang didapoernja sadja.
- # •
8 Augustus 1903 (VIII).
Tahoekah toean hari ini, apakah? Hari inilah hari jang HABIS GELAP TEBBITLAH TERANG. q.
menjatakan, bahwa kita telah tiga tahoen bersahabat. Tiga tahoen jang telah laloe kita moela-moela bertemoe. Tiga tahoen jang telah laloe, ketika itoelah poela tiga orang anak-anak gadis bersoeka raja atas pemberian Toehan kepadanja: sahabat-sahabat jang disoekaï oléh hatinja! Anak-anak gadis itoe sekarang telah mendjadi perempoean besar, keningnja te lah berkeroet dan hatinjapoen telah seperti keloear dari dalam api. Telah angoes dan mendjadi deboekah hati itoe, atau telah mendjadi soetjikah dia sekarang, karena telah mandi dal^m api itoe?
Kami tahadi amat bergirang hati, berkeliling médja tempat saja doedoek sekarang; tadi kami berlima doedoek disana sama-sama bekerdja. Justinah, doekoen beranak dan kami berempat. Ia datang kemari tadi pagi dan menoempang disini sampai pekan jang akan datang. Kami sa jang sekali kepadanja, sebab ia seorang jang baik dan bagoes. Ia mempergoenakan waktoen ja disini dengan sebaik-baiknja, dan beladjar kepada kami mendjahit dan merénda; tahadi ia sedang menekat selop. Tjepat sekali ia beladjar, dengan sebentar sadja telah pandai ia mengerdjakan pekerdjaan itoe. Berapalah besarnja hati dan senang perasaankoe tadi pagi, ketika ia merebahkan kepalanja seperti seorang saudara kandoeng kebahoekoe, ketika saja menerangkan kepadanja kerdja me rénda dan mendjahit itoe. Sekarang ia merasa seperti diroe- mahnja sendiri. Saja amat soeka melihat nuatanja jang selaloe riang dan bertjahaja-tjahaja itoe, dan banjaklah poela berarti. Ia anak orang désa. O, berapalah banjak berkatnja, djika pengadjaran itoe datang dari hati jang penoeh dengan kasih tjinta! Njonja tentoelah akan berbesar hati melihatnja. Ia selaloe berhati gembira mendengarkan kata saja, dan betapa soeka hatinja bertanja-tanjakan apa jang ta' diketahoeinja itoe. Sekiranja toean ada dekat kampoe-ng halaman kami, maoelah saja membawanja kepada toean nanti. Perempoean itoe telah menolong 48 orang perempoean jang bersalin. Wah, ia masih ketjil, hampir seroepa anak-anak. Regén Rembang akan datang kemari pada tanggal 17 boe- lan ini; saja telah meminta kepadanja jang ia akan membawa anak-anaknja sekali; saja soeka benar hendak berkenalan dengan meréka itoe, karena merékalah jang akan mendjadi bahagia bagi kami pada waktoe jang akan datang. Oentoek meréka itoe, djikalau perloe, maoelah saja bekerdja dan hi- doep, berperang dan menanggoeng kesengsaraan. Saja berha- rap jang meréka akan tjinta dan kasih kepadakoe. Itoelah jang saja minta kepada bapanja, jang ia akan memberikan anak-anak itoe sekaliannja kepadakoe. Kenang-kenangan saja:
371
banjak-banjak meréka itoe hendaknja jang akan mendj-adi anak kepadakoe, roepan ja tjita-tjita itoe sekarang akan sampax. Banjak lagi orang jang hendak memberikan anaknja ke padakoe, oemp: assistén collecteur disini, jaïtoe seorang anak regen jang kaja. Ia berkata kepadakoe: „Djadikanlah anak saja boedjang toean, soeroehlah ia menjapoe lantai roemah toean, mengambil air, dan kerdja lain-lain, asal sadja ia boléh tinggal dengan toean." Saja mendengar katanja itoe sambil teisenjoem, tetapi dalam hatikoe saja menangis. Saja ta' berkata sepatah djoeapoen kepadanja, dan saja ta' maoe berdjandji apa-apa kepadanja, melainkan saja meminta doa moga-moga sekalian anak-anak jang diserahkan orang Kepadakoe itoe, dapatlah saja peloek dalam hatikoe, dapatlah saja pehharakan dengan kasih sa jang. Hanjalah seorang anak ketjil sadja jang akan saja bawa ke Rembang, seorang gadis jang kira-kira ber'oemoer delapan tahoen, jang telah diberikan orang toeanja kepadakoe. Ia anak seorang goeroe dan telah pergi kesekolah. Anak itoe betoel-betoel baik, tadjam pikirannja dan tjakap. Kalau ada ketjakapannja, maka sajapoen hendak menjerahkannja oentoek beladjar soeatoe kepandaian jang disoekaïnja. Sekarang ia lianja mendapat pengadjaran mendjahit dan rnerénda dari pada adik-adikkoe. Dikeiesicténan Rembang adalah gadis-gadis dan perempoean- pererapoean jang sama peladjarannja dengan kami; dengan meieka itoeJah saja hendak berkoempoel bersama-sama. ïparkoe jang perempoeanpoen, seorang jang telah kena penjakit kesopanan" Eropah, sangatlah menjenangkan hati koe. Waktoekoe tinggal diroemah orang toeakoe, ta' berapa lagi; hanjalah tinggal doea boelan sadja, kemoedian datanglah oiang jang akan melindoengïkoe itoe mendjempoet saja. Ia 3ersama-sama dengan adiknja, Regén Toeban, baroe-baroe ini datang kemari. Harinja telah ditentoekan pada tanggal 12 boe an November jang akan datang; sekalian itoe akan dila- koekan dengan diam-diam, hanjalah kaoem keloearga sadja jang akan menghadirinja, kami kedoeanja tiada akan memakai pakaian pengantin, ia akan berpakaian angkatannja, dan saja akan berpakaian seperti jang biasa toean lihat. Sekalian itoe lalah permintaankoe dan permintaannja. Anak-anaknja sa.ja.ng ta dapat datang kemari bersama-sama, meréka masih ketjil dan perdjalanan kemari amat soesah.
25 Augustus 1903 (VIII).
Di Rembang nanti banjak dan loeaslah pekerdjaankoe, dan sjoekoerlah saja tiada akan bekerdja seorang diri sadja; ia telah berdjandji akan m,enolongkoe dengan soenggoeh-soenggoeh. Itoelah kehendak, harapan dan maksoednja: akan meno- longkoe jang berkehendak akan berboeat djasa bagi anak Boemipoetera. Ia sendiripoen telah bertahoen-tahoen bekerdja memboeat sedemikian. lapoen berkehendak akan memberi anak-negeri pendidikan dian pengadjaran; oléh sebab ia sendiri ta' dapat memberi, sebab itoelah ia menjoeroeh orang lain mengerdjakannja. Banjaklah kaoem keloearganja jang disoe- roehnja beladjar, dan ialah jang memberi meréka beland ja pengadjaran. Jang diharapkannja kepadakoe ialah: jang saja akan mem beri rahmat kepada anak-anaknja dan anak-anak negerinja. Moga-moga maksoednja itoe dapat saja sampaikan dan dja- nganlah ia mendjadi ketjéwa. Saja mengoetjap lagi karena kaoem keloearganjapoen soeka benar akan pilihannja itoe. Meréka itoe mengharapkan jang saja akan memberi anak-anaknja pendidikan. Dengan beker dja seperti pendidik, itoelah saja akan datang kesana, dan pekerdjaan jang lain tiadalah saja atjoehkan lagi. Kadang-kadang loepalah saja, bahwa berboeat seperti s^ka- rang ini banjaklah tjita-tjitakoe jang akan hilang; saja berpikir, bahwa sekarang djalan lainlah jang akan saja toeroet, lain dari pada djalan jang telah saja rentangi dahoeloe. Dan sa japoen memikirkan dan mengenangkan hal itoe selaloe, karena ialah jang memberi saja hati jang sabar dJan jang membesarkan hatikoe. Soeatoepoen ta' adalah jang sempoerna didoenia ini, dan soeatoepoen ta' boléh poela sempoerna benar dalam 'alam ini. Saja dahoeloe berharap, bermaksoed dan meminta do'a soepaja saja akan mendjadi iboe bagi orang banjak atau men djadi saudara bagi meréka, dan sekarang Toehan telah memberi saja koernianja itoe, meskipoen koernia itoe sedikit dari maksoedkoe dahoeloe itoe. lapoen bermaksoed demikian djoega hendak memadjoekan daradjat bangsa kami. Ia soenggoeh amat baik bagi anak Boemipoetera dan pegawai-pegawainja; meréka itoe kasih kepadanja seperti menatang min jak jang penoeh. Doea hari jang laloe assistén collecteur itoe semalam- malaman doedoek dekat bapak memperkatakan anak gadisnja itoe. Ia hendak memberikannja, soepaja dapat beroléh pendi dikan. Isterinjapoen telah memperkatakan hal itoe poela
dlengan saja, dan sekarang soeaminja poela jang datang meminta kepada bapak. Anak-anak jang lain dari sini ada poela jang menoeroet dengan dakoe; ta tahoelah saja, entah akan saja bawalah anak-anak itoe sekaliannja atau tidak; sedih hatikoe menolak permintaan meréka itoe, dan sajapoen ta' maoe mendjandjikan- nja. Biarlah kita lihat dahoeloe, bagaimana keadaankoe nanti disana. Saja sekali-kali tiadalah bermaksoed hendak memboeang- boeang témpoh, oentoek tandang-bertandang. Oentoek keper- loean itoe akan kami tentoekan hari-harinja, dan pada hari-hari jang lain tiadalah orang akan saja terima, ketjoeali dalam hal jang perloe. Orang têntoelah akan mema'afkan saja, djika diketahoeinja, bahwa saja berboeat demikian, boekanlah karena sombong saja, melainkan karena waktoe amat bergoe- na kepadakoe oentoek menolong orang banjak, barangkali djoega oentoek menolong anak-anaknja sendiri. Oentoenglah negeri Rembang negeri jang soenji; dan beta- palah senang hatikoe karena iapoen ta' soeka poela berdjalan- djalan seperti saja. Besar hatikoe lagi karena residén disanapoen soeka poela akan tjita-tjita kami itoe. Tentoelah saja ta' akan tjanggoeng tinggal disana. Tahoekah toean siapa jang akan saja dapati lagi disana jaïtoe sahabatkoe jang besar sekali: laoet! Laoet disana hanjalah 100 langkah sadlja djaoehnja dari roemah kami. Ketika orang mengatakan kepadanja, bahwa saja amat soe ka memadjoekan pertoekangan emas dan oekir-mengoekir, maka iapoen berkata, bahwa disanapoen ada poela toekang emas dan toekang oekir, meréka itoe hanjalah menantikan orang jang akan memberi atoerannja sadja. Iapoen pandai poela bertoekang. Kerdja itoe menjéhatkan badan. Dan dengar- lah poela soeatoe kabar jang baik Barangkali Singowirio pergi bersama-sama; itoelah toekang oekir jang tinggal di Belakang Goenoeng. Ke Betawi ta' maoe ia menoeroetkan bendoronja itoe, tetapi sekarang karena djalan kami telah beroebah, maoelah ia menoeroetkan saja. Banjaklah maksoed kami jang baik oen- toeknja. Akan memadjoekan perkara pertoekangan, maka haroeslah dahoeloe sedia oeang dan petoendjoek. Bermoela sekali haroes diboeat roemah pertoekangan jang besar dan mempoenjaï toekang banja,k-banjak, dan anak-anak jang patoet diadjar oentoek mendjadi toekang; anak-anak itoe haroes diperhati- kan selajoe pekerdjaannja, sebab itoelah meréka akan beker- dja dekat roemah kami. Sekiranja adalah oeang oentoek
374
mendirikan roemah pertoekangan itoe, dan oentoek membeli perkaka^nja dan membajar prang oepahan, serta memelihara beberapa orang moerid, maka Singo soeka mendjadi kepala pertoekangan itoe. Pada pikirankoe pokok oentoek mendirikan pertoekangan itoe dalam setahoen, selama-lamanja dalam doea tahoen boléhlah dapat kembali. Saja dahoeloe hendak mendirikannja disini, tetapi oléh ka- rena maksoed hendak pergi ke Betawi itoe, maka maksoed itoepoen tiadalah mendjadi. Adik-adik kami tentoelah boléh djoega akan mengoeroeskan pertoekangan itoe, tetapi pekerdjaan itoe amat pajah oentoek anak-anak ketjil itoe. Lagi amat besar penanggoengannja. Tetapi sekarang keadaan itoe telah lain. Kami sendiri diapat mengerdjakannja, asal kami dapat mengoempoelkan oeang oentoek mengerdijakannja, dan ten toelah pertoekangan anak negeri Boemipoetera akan madjoe dan berbahagia. Baroe-baroe ini kami berdijalan bersama-sama dengan toean Brandes, adik Dr. Brandes; ia soeka sekali mendengar kabar tentang hasil pertoekangan anak negeri. Ketika saja berkata tentang hendak mendirikan seboeah toko ketjil oen toek hasil pertoekangan anak Boemipoetera itoe di Semarang, maka iapoen soeka poela hendak menolong dengan segera. Toean haroes mengetahoei poela, bahwa orang di Semarang ta' soeka memesan barang-barang ke Betawi, djika barang-barang itoe dapat dibeli di Semarang. Banjak orang hendek mendi rikan toko itoe dan meminta pertolongan kepada kami, tetapi kami ta' dapat berdjandji, melainkan kami menjoeroeh meréka pergi minta pertolongan kepada perserikatan „Oost en West". Roepanja orang telah mendapat djalan jang baik. Perserikatan „Oost en West" wadjib memboeka seboeah toko di Semarang. Oentoek berboeat sedemikian perloe oeang, dan perserikatan „Oost en West" ta' banjak menaroeh oeang. Ketika saja mengatakan hal itoe kepada toean Brandes, maka iapoen berkata: „Djanganlah toean bersoesah hati tentang perkara oeang itoe. Oeang itoe boléhlah didapat asal toean inaoe mengoeroeskan hal jang lain." Sajapoen mendjawab: „Sepatoetnja orang jang haloes perasaannja, jang akan men dirikan toko d: i Semarang itoe. Orang jang demikianpoen boléhlah dapat, asal sadja toean soeka menjoeroeh toekang- toekang- itoe memperboeat benda-benda jang bagoes." Saja telah mendapat soerat dari padanja, ia telah memper- bintjangkan perkara itoe dengan beberapa orang sahabatnja, dan banjaklah meréka jang soeka menolong pekerdjaan itoe dengan oeang. Saja katakan djoega kepadanja bermatjam-matjam daja
oepaja tentang hendak memadjoekan kepandaian oekir- mengoekir. Dengan segera ia bertanja berapa banjaknja oeang jang perloe bagi kami oentoek mengerdjakan pekerdjaan itoe. Saja beloem mengatakan kepadanja, berapa oeang bergoena, karena saja harces bertanja dahoeloe kepada orang pandai-pandai : berapa oepah mendirikan roemah pertoekangan itoe, dan be rapa harga kajoe, berapa oepah orang mengerdjakannja, dan berapa oepah toekang-toekang oekir itoe dibajar, oentoek meréka itoe bekerdja dalam beberapa boelan. Roemah pertoekangan itoe moela-moelanja haroeslah seder- hana sadja, ta' oesah bagoes. Perkara jang teroetama, ialah oeang mestilah ada sekian banjaknja, sehingga kira-kira lima poeloeh orang toekang dapat bekerdja selaloe; artinja meréka itoe ta' oesah lagi menantikan basil pekerdjaannja lakoe dahoeloe, maka dapat oepah. Rembang itoelah tempat jang amat baik oentoek toekang oekir, sebab disitoe banjak toemboeh pohon djati dan pohon sono (sana). Singopoen menjoekaï maksoed itoe. Sekiranja ada beroeang sekarang! Kalau pekerdjaan itoe baik djalannja, banjaklah orang nanti jang soeka menoeroetkan saja! Sebab itoelah poe la maka saja mendjadi seorang perempoean kaoem moeda. Sebenarnjalah itoe, bahwa saja akan membawa oeang djoedjoer- an jang gandjil. Regén Rembang ka win dengan seisi kota. Apa poela sebab- nja maka ia akan berdiri antara anak Boemipoetera dan isterinja itoe? Ja, alangkah malangnja saja ini, karena waktoe saja tiba di- sana nanti dalam waktoe banjak keramaian, poeasa, lebaran dan tahoen baroe. Saja telah katakan bahwa saja ta' maoe, jang orang akan mentjioem kakikoe. Ta' pernah saja mengizinkan orang berboeat demikian kepadakoe. Saja soeka dikasihi oléh meréka itoe dalam hatinja, tetapi ta' soeka hormat-hormat diloear sahadja!
Ta' dapat saja mengenangkan waktoe jang akan datang, kalau tidiak bersctma-sama dengan Roekmini. Bag*aimanakah halkoe djika ia ta' ada, dan bagaimanakah poela halnja nanti kalau tiada saja? Kalau saja mengenangkan hal itoe, maka semalam-malaman mata sajapoen ta' maoe lelap sedikit djoeapoen.
376
19 October 1903 (VIII).
Soedah tahoekah toean? Tanggal jang soesah ditetapkan, sekarang atas permintaannja jang sekeras-kerasnja, telah dilekaskan Tidaklah pada 12 hari boelan akan dilang- soengkan, melainkan pada 8 hari boelan November, kira-kira poekoel 5 petang, dan hari Raboe tanggal 11 hari boelan sa ja poen berangkatlah dari roemah.
#
- *
3 November 1903 (VIII).
Anak njonja telah hidoep kembali, ia hidoep benar-benar. Hatinja gembira dan bergerak kembali. Gerakan itoe boekanlah karena doeka dan sengsara, boekanlah karena kepoetoesan asa jang pedih dan moeram, melainkan karena tjinta jang penoeh dan sedjati, mendesir-desir dalam hatikoe. Alangkah koerangnja terima kasihkoe atas kekajaan jang sebanjak itoe dalam dirikoe! Tjinta jang sebanjak-banjaknja! Ja, tjinta jang dapat memberi sekaja-kajanja. Saja sebagai anak kekasih Allah boléh memberikan jang ada padakoe, dan sajapoen maoe memberikannja, penoeh dengan tjinta dan sa- iang kepada sekalian jang mengelilingikoe. Apa jang telah njo nja dan sahabat-sahabat jang lain berikan kepadlakoe, akan saja berikan poela dengan boenganja sekali kepada orang jang lain. O, amat banjak, ja, amat banjak benar orang jang lapar dan haoes kepada tjinta! Alangkah gandjil dan 'adjaibnja hal keadaan dalam hidoep manoesia. Terang sekali tampaknja, bagaimana lekat hatinja kepada bapakkoe, sedjak meréka itoe moela-moela bertemoe, doea tahoen jang laloe. Semendjak itoe selaloelah ia dlatang- datang kepada kami, dan achirnja bapakkoe bersahabatlah dengan dia. Dan kepada isterinja jang malang itoe adalah soeatoe tjita-tjita hendak datang kepada kami, bersama-sama de ngan soeaminja dan anak-anaknja akan pergi berkenalan dengan kami. Regén Rembang dan isterinja itoe kedoeanja memanggil bapakkoe „bapak" poela. Si isteri jang soeka sekali hendak berkenalan dengan kami itoe, sajang sebeloem ia dapat menjampaikan tjita-tjitanja itoe, maka iapoen berpoe- langlah kerahmatoe'llah. Beberapa hari ia akan berpoelang itoe, dilihat-nja isterinja dalam mimpi: isterinja sedang doedoek tepekoer tengah sembahjang dan meminta dengan soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan jang mahatinggi: „Soepaja Allah mempersahabat-
377
kannja dengan Radén Adjeng Kartini dari dbenia sampai keachirat tmggal kekiaJ selama-lamanja." Sedjak itoe maka namakoepoen ta dapat diloepakannja lagi dari kenanc- kenangannja. Ja, sebetoelnja regén itoe banjaklah penanggoengannja; ke- matian isteri itoe soeatoe kehilangan jang amat besar kepa- aanja, ia sangat tjinta dan sajang kepada isterinja itoe. Pengharapannja jang teroetama oentoek dirinja sendiri ïalah, soepaja bidji mata bapakoe, „wasiat-djati"nja demikian- lah saja dinamaï oléh regén itoe akan menolongnja dalam kedoekaan dan kesengsaraannja itoe. 0, ja, berilah saja db'a jang berkat, bila saja pada sebelas hari boelan ïni menaiki roemahkoe jang baroe itoe. Tentoelah do a itoe akan memberi berkat bagikoe, bila hakékatnja tangan toean jang moelia itoelah membimbing saja masoek kedalam hidoep jang baroe dan beban ianc-besar itoe'
- *
7 November 1903 (VIII).
Boendakoe jang ditjinta, terimalah salamkoe pada malam jang achir dari anak toean, jang masih gadis ini, sebeloem ia akan dikawinkan. Bésok poekoel setengah enam kawinlah kami. Sajapoen tahoelah siapa pada hari bésok, semata-mata akan mengenangkan saja dalam hatinja jang penjajang itoe. Wahai kekasihkoe, sampaikanlah djoega salamkoe kepada soeami toean dan sangkakan dalam ingatan toean, jang toean aipeloek dan ditjioem oléh anak kandoeng toean jang sebenar- nja.
K.
*
- •
Rembang, 11 Dec. 1903 (VIII dan IX).
Sahabat-sahabatkoe jang baik dan ditjinta. Seperti saja ta' tahoe, jang toean mentjintaï kedatangan soeratkoe ini, soerat jang pertama-tama sekali dari roemahkoe jang baroe ini. Sjoekoer kepada Allah, roemah dalam segala hal baik oen- toekkoe dan penoeh dengan sekalian jang saja tjintaï, tempat kami sekalian bersama-sama beroentoeng dan berbahagia. Betapalah sedih hatikoe, jang saja sebab beberapa alangan, baroe sekaranglah dapat menoelis soerat ini kepada toean kedoea. Ma afkanlah saja, hai kekasihkoe! Baroe-baroe saja datang amat banjak kerdjakoe, kemoedian anak-anak kami
378
ditimpa oléh penjakit, dan kesoedahannja sekali saja sendiri mendjadi koerang* séhat, karena lelah dan pajah pada waktoe jang soedah-soedah. Saja merasa badankoe koerang senang dan dalam hal itoe saja haroes mendjaga dirikoe baik-baik. Sekarang saja telah segar dan rianglah poela kembali seperti dahoeloe, dan saja lihat waktoe jang akan datang dengan pemandangan jang bersoekatjita. Perloekah djoega hal itoe saja tjeriterakan kepada toean, o kekasihkoe? Saja do'akanlah hari waktoe saja mengoendjoek- kan tangankoe kepadanja, kawan jang telah diberikan oléh Toehan kepadakoe, jang akan mendjadi sahabat bagikoe dalam perdjalanan hidoepkoe jang amat berharga dan kerap kali boekan boeatan soekarnja itoe. Sekalian jang bagoes dan moelia jang terbajang-bajang dahoeloe dimatakoe boléhlah saja lakoekan dan saja sampai- kan sekarang disini. Mimpi jang sampai sekarang masih saja mimpikan, kiranja soedah beberapa tahoen jang laloe adalah jang telah dilakoekan oléh soeamikoe, tetapi ada poela jang masih dimimpikannja djoega. Kerap kali saja mendjadi héran dan ta'adjoeb karena karmi dalam segala hal semata-mata boléh dikatakan seperasaan dan sepikiran serta tjita-tjita kamipoen sama poela. Toean kedoea tentoelah akan sajang kepadanja, bila toean telah kenal kepadanja, toean tentoelah akan tertjengang meli- hatnja betapa terang kepalanja, dan akan menghargakan kebaikan hatinja jang amat soetji itoe. Karena itoelah saja sekarang berpikir, jang orang bangsawan mestilah hendaknja oentoek orang banjak; dan itoelah poela sebabnja maka saja kehendaki, soepaja orang-orang bangsawan itoe ma'loem hendaknja akan kewadjibannja, dan kewadjiban itoelah jang patoet diperloekan benar-benar oléh orang-orang bangsawan itoe; ia, radja-hatikoe, telah dahoeloelah melakoekan kewa djiban itoe. Pada hari ini telah seboelan lamanja saja dibawa oléh soeamikoe kemari, keafdeelingnja, menaiki roemahnja jang sekarang telah mendjadi roemah kami berdoea. Agaknja menerima radja Belanda sekalipoen tiadalah akan lebih kehormatan orang disini. Seloeroeh negeri Rembang bersoeka raja; sedjak dari batas pada tiap-tiap roemah, ter- kibarlah bendéra si tiga warna; béndi-béndi séwaanpoen ber- bendéra poela. Anak negeri betoel-betoel bergirang hati, kegirangan dan kesoekaan itoe semata-mata terbit dari hatinja jang ichlas. Meréka bersama-sama bersorak dan bersoekatjita, karena soeamikoe membawakoe keberanda moeka; sebab anak negeri mesti poela melihat Goesti Poeteri jang baroe itoe. Saja doedoek atau berdiri senantiasa didekatnja dengan
379
tiada berkata-kata, dengan air mata berlinang-iinang, dan dengan hati jang perasaannja melimpah-limpah; dalam hatikoe adalah terima kasih, ada kesombongan, sombong karenanja, karena ia tahoe benar mengambil hati ra'jatnja jang amat sajang kepadanja itoe. Saja mengoetjap terima kasih karena seboeah tjita-tjitakoe jang besar telah mendjelma atas dirinja; dan berbahagia besarlah rasanja saja doedoek disisinja. Hendaknja dapatlah toean melihatkoe semendjak telah ber- soeami dan mendjadi boenda ini, betapa kesenangan hatikoe telah memantjar-mantjar terbit dimatakoe, moeloet dan péna- koe ta dapat mengatakan atau -menoeliskan kegirangan hati koe karena kekajaan ini! Dan anak-anak kami! Bagaimanalah saja akan mentjerite- rakan kepada toean betapa kekajaan kami ini? Sekaliannja anak-anak jang manis lakoenja, sehingga hatikoepoen lekaslah melekat kepadanja; dan meréka makin lama makin koeat bergantoeng dihatikoe. Bapaknja telah meletakkan sendi jang koekoeh pada hati meréka itoe, dan telah mendidïknja seperti pendidikan jang selaloe saja ingini, sederhana dan rendah hati. Anak-anakkoe itoe tiadalah menjangkakan dirinja lebih tinggi dari pada orang jang serendah-rendahnja dalam roemah; sekalian orang sama kepadanja. Disini telah saja dapati tanah jang dikerdjakan, kerdjakoe hanjalah akan menanaminja sa- dja lagi. Saja berharap dalam boelan Januari sekolah kami dapat didirikan. Kami sekarang mentjari seorang goeroe perempoean jang baik. Selama kami beloem mendapat goeroe itoe, sajalah jang akan rnemberi pengadjaran oentoek sementara; dan apabila saja karena bermatjam-matjam hal ta' boléh memberi pengadjaran itoe, maka salah seorang dari pada adik-adikkoelah jang akan mengerdjakan pekerdjaan itoe, sampai saja boléh mengadjar kembali. Ada doea tiga orang toea, jang telah meminta kepa- dakoe akan mengadjari anak-anaknja. Maksoed kami disini bila kami boléh mendapat seorang goeroe perempoean jang baik, akan memboeka seboeah sekolah diroemah kami, oentoek anak-anak gadis kepala-kepala negeri. Kalau sekiranja kami boléh mendapat seorang goeroe perem poean jang baik, goeroe itoelah nanti jang akan memberi anak-anak kami pengadjaran jang menadjamkan pikirannja dan lagi pendidikan oentoek boedi pekertinja. Djikalau pekerdjaan itoe telah madjoe djalannja, dapatkah kami mengharapkan oeang bantoean dari Goebernemén? Wang sekolah wadjiblah hendaknja serendah-rendahnja, anak-anak itoe dapat makan dan tempat tinggal dari kami. Boléhkah saja memboeat peringatan tentang hal itoe?
380
Orang-orang toea anak-anak itoe sangat pertjaja kepada kami, dan meminta kalau boléh sekarang sekolah itoe diadakan- nja dan kamipoen wadjib mcmberinja. Soedahlah; nantilah saja toelis lebih landjoet tentang hal itoe kepada toean. Saja pertjaja soenggoeh-soenggoeh jang diroemah kami akan terdiri seboeah sekolah anak-anak perempoean, jang di- pimpin oléh seorang goeroe perempoean bangsa Eropah dan. oléhkoe sendirï, sebagai goeroe'jang „tertinggi" sekali! Maksoed kami bersama-sama terlampau besar. Maoelah rasanja saja membajar berapa djoeapoen banjaknja, asal kami dapat memperbintjangkan sekalian itoe dengan toean kedoea. Saja toelis soerat ini poekoel linua pagi-pagi. Anak-anakkoe telah bangoen, dan bergantoeng berkeliling koersikoe. Boenda wadjib memberi meréka itoe soesoe dan roti. Toean hendaknja mesti melihat anakkoe jang boengsoe, ia beloem ber'oemoer 2 tahoen, tetapi ia amat tjerdik. Bila saja doedoek, maka datanglah ia membawa bangkoe kaki kepadakoe. Bangkoe itoe tiadialah terangkat oléhnja, melainkan selaloe dihélakannja kepada boendanja. Kaki boendanja tiadalah boléh tergantoeng. Setelah itoe kesajangankoe itoe memandjatlah dengan segera keatas pangkoeankoe. Djikalau saja soedah memboeat barang sesoeatoenja, maka sekalian anakkoe itoe be- reboét-reboet, berdoega-doega mengoendjoekkan ini dan itoe kepadakoe, dan kesajangankoe si Sis jang ketjil sekali memba- wakan saja sendoek dan garpoe bertamboen-tamboen. Siapa jang nakal ta' boléh datang kepada boendanja. Keriangan jang sebesar-besarnja bagi anak-anak itoe, ialah apabila meré ka itoe mandi bersama-sama dengan saja, dan sajapoen ber-soekatjita boekan bóeatan. Soeatoe kesoekaan besarlah kepada koe melihat moeka anak-anak ketjil jang bersih dan tertawa- tawa itoe. Sekarang saja selaloelah membitjarakan hal keadaankoe sadja. Saja beloem lagi mengoetjapkan terima kasih kepada toean atas kesajangan toean jang tiada berhingga, jang telah saja dapati dalam beberapa hari ini. Toean kedoea telah meri- angkan hatikoe dengan soerat-soerat toean jang telah saja terima di Djapara tiada dapat koeperikan. Atas soerat toean itoe koepohonkan banjak terima kasih kepada toean, kekasihkoe. Dan njonja, boenda, boeah hatikoe, saja tjioemlah toean dengan segala soekatjita pada kedoea telah pipi toean atas kesela- matan toean menjamboet kedatangankoe, jang bermoela sekali disini. Karena itoe saja sangat bersenang hati dan berba- hagia! 16 December. Baroelah soenji sekarang. Sekalian kerdja telah selesailah.
381
iniStelahai'afoePat mengho-boen8' soeratkoe sebeloem kedjadian
siapa iane- telah
| Toean | sekali-kali | ta' dapatlah | menerka, | |
|---|---|---|---|---|
| kami dan | V' | ' | ||
| m0e | a | Pei gi | ke Dja | ara |
| men | ||||
| Sjo | a r | |||
| a mgm | benar m | Kein | inan | |
| J n | n kedoe | hamba | Allab |
S°eSS p siaP an8 teIah berangkat tiis
pagi. Njonja dan toean Bervoets dari Modjowarno! Meréka ïvn H ?' P kepada orang-orang sÏÏroeha^To^ • J°eroehnja datang kemari. Itoelah eroehan Toehan jang amat menjenangkan hati; kami me-Hi^rf, ® berhpat ganda, karena keadaan jang tiada disangka-sangka telah membawakan kami ni'mat. Amat, ƒ, hatikoe hendak berkenalan dengan njonja Dai dW finish °? f hatikoe itoe telah sam- I, dan tjaia bagaimana poela sampainja! Dahoeloe selaloe de ncan seS * jang berhati moelia ini tplah L f soekatjita, sekarang kesoekaan hatikoe itoe telah kasih
| bertjiampoer | dengan | sjoekoer | dan terima |
|---|---|---|---|
| m | soean | ikoe | itoe |
| d n | |||
| oléh | |||
| ta | soeamik sai ka san H mpU | ka t6ngah rg an | malam hati kami |
| 6 menjangka | Jan | ia |
se?ar daï ? sehari-harian itoe dalam
T. llang> f petangnja itoelah datang njonja dan
, •»«» "<• beni LC rV^'V-, oe pada malam itoe, dan denman tidak Jkiflfp ^ " °' doea djam kemoedian ia men-DSS tSLZ t' waktoe kami aka.n ÏJti l f", ir g ' oetjapkanlah sela- ïïa £ t djamoekami itoe. Sedjam kemoedian dari rïo tl f tiba-tiba mendjadi sakit keras; dalam waktoe tiga memt sadja ia merasa amat keras sakitnja se la üiBal^rnn 8' ésoknja tiada akan hidoep nik W^ qi soesahkoe waktoe itoe, tentoelah dapat toean orang Dokter Ber-
| vftph m | Saja | soeroeh | membangoenkan |
|---|---|---|---|
| b rmaksoed | akan | ||
| g a etapi | a kami aksoed am 1 tatkala ltoe | sendlri | dalam ei ri |
delaLf' w ? berangkat bésok poekoel delapan pagi, tetapi ia dan ïstennja ta' sampai hati akan Sebah?tn^ l! kesoesahan jang demikian. Sebab itoelah mereka itoe berangkat poekoel satoe tengah „ "' * ™!toepoen tiadalah poela sampai, karena soeamikoe waktoe itoe perloe mendapat pertolongan dokter non'i V'f₁', P'fe komisi. Penjakit itoe ialah penjakit memoelas-moelas, jaitoe soeatoe penjakit jang beloem pernah dirasai oleh soeamikoe selama hidoepnja. Petang ke- marm baroelah ia berangsoer semboeh dan dapat tidoer Be- tapa sjoekoer saja kepada Allah, tentoelah toean dapat f1 P°ekoel delaPan Pagi baharoelah berang kat sahabat baroe kami itoe. Soeamikoe rnakin lama bertam- tLSThrh' hanjalah badannJ'a sekarang masih koerang koeat Pada waktoe ini ia telah setengah djam lamanja tidoer njenjük. Saja harap Toehan akan menjemboehkannja dengan
382
Héran, héran benarlah jang isteri soeamikoe jang pertama itoe sampai pada hari maoetnja selaloe memperbintjangkan saja. Ia sangat ingin berkenaltan dan bersahabat dengan saja. Tjita-tjitanja selaloe hendak pergi ke Djapara dan membawa anak-anaknja kepadakoe. Porterétkoe ta' sekedjap djoea lepas d'ari tangannja, sehingga sampai ia berpoelang selaloe porterét itoe adalah ditangannja. Sesoedah ia berpoelang kerahmatoe'llah dan doekatjita telah hilang, maka sekalian orang, demikianpoen kepala-kepala bangsa Boemipoetera, mempoenjaïlah satoe maksoed sadja ja'ni maksoed jang telah disampaikan pada 8 Novem ber. Sebab itoelah boléh dikatakan sekalian orang bersoeka- tjita, tatkala menerima kedatangan kami. Soeamikoe menerima soerat toean sangat berbesar hati. Pakaian koeda oentoek perserikatan „Oost en West" telah lama soedah, dan sekarang telah diboengkoes, dan apabila soe amikoe telah semboeh, maka dengan segeralah akan dikirim- kan. Soeamikoe poen telah memesan poela bermatjam-matjam tempat rokok terboeat dari boeloe boeroeng merak, dan dalam itoe kami sedang mentjari kain Lasem jang bagoes dan se- djati. Tjobalah nanti kita lihat apa jang dapat kami kerdjakan oentoek „Oost en West." Akan menjoeroeh toekang-toekang oekir Djapara bekerdja disini, amat bagoes menoeroet timbangan soeamikoe. Ia akan menolong saja dengan sekoeat-koeatnja dalam hal itoe, démi- kian djoega dalam segala hal lain-lain jang hendak saja perboeat. Akan mendirikan seboeah sekolah pertoekangan centoek Boemipoetera, itoelah soeatoe tjita-tjitanja jang telah lama tersimpan dalam hatinja. Soeamikoe soeka benar melihat, jang saja akan mengarang seboeah kitab tjeritera-tjeritera dan babad Djawai. Ia hendak rnengoempoelkan tjeritera-tjeritera itoe oentoekkoe, dan kami akan berdaja bersama-sama niengerdjakan pekerdjaan itoe. Maksoed itoe menjenangkan hatikoe! Adalah banjak lagi kerdja jang lain, jang hendak diboeat- nja bersama-sama dengan saja; diatas médja toeliskoe telah ada doea boeah karangan bekas tangannja.
*
- *
Rembang, 6 Maart 1904 (VIII).
Boenda kandoengkoe jang ditjinta. O, hendaknja dapatlah kiranja oléhkoe memeloekkan tangan- koe keléhér toean, karena saja sangat berahi hendak mentjeri- terakan sendiri ketelinga toean dan akan mendjadikan toean
383
kawarikoe dalam rahsia kami jang baik tentang bahagiakoe
padt SrZK1 f" ïati' !V'aIaU ada den&n «r Allah paaa achn boelan September akan datanglah rahmat kenada
tZhTtujrhag0eSkr hkloe» k8"" 0»" ata «Xet
tegoeh tali kasih sajang kami jang sekarang telah memner- hoeboengkan kami. Boendakoe, o boenda kandoengkoT be£- palah senang perasaankoe akan lahir
| kelak, | bila anak | jang | |
|---|---|---|---|
| eraSa | kami | ked ea | men eboe |
| t h n | itoe? SaJa djadikan | oran |
kepadakoe^ °' J tkan iboe
kanS ït T.^ ™Ttirkan Saj'a akan mendjadi iboe karena ïoe! ' £ toealah toean
Saja boeat toean akan mendjadi ma' toeanja! Datangkah toean nanti mehhat tjoetjoe toean itoe? Akan pergi ke Betati '. Patlah J lakoekan. Maksoed kami moela-moela hendak
| d a | sa a | ||
|---|---|---|---|
| Ja Wadjlb | tém | 1h baran | |
| 6 1 | mi | a Ja ta | boléh |
| P S | jala lagl jaitoe | ,é kare selan |
52* kam? f° ^ seboelan, tetapi seka- hphf,„, v, menghilangkan maksoed itoe. Dalam ai^Sni,? ^ u,' mengendaraï keréta dan lain-Jamnja. Dan apabila anak kami telah lahir saianoen fa'
San s a7i lihaf S?' ° 1 ™ «adalah sekaranp AÏSSÏ,' « toean masih di Betawi
Sóe„bSS„\kareM ^
ltoelah sadja lagi jang koerang dalam bahagia kami.
*
- #
Rembang, 10 April 190U (III).
Sahabat-sahabatkoe jang terhormat
diSPmkeÏHflnt?vnjK toeAan™li^> jang toean ta' sedikit jiS terbit dari SSf*-tentang soerat-soerat toean ïani M S 3&n\ SOetjl .dan tentang pemberian toean jang indah itoe, pemberian jang san«-at meriano-Vnn menjoekakan hati kami. Djika sekiranfa tfap-tiap P2£ Selal0G d6ngan men^tjap banjak i, ' sekahan itoe saja toeliskan, tentoelah akan bertimboen-tmiboen toean mendapat soerat dari padakoe soeAt an?tV?amt° f^f^a^tjoe jang ditjinta, karena soerat mi ta dapat lebih lekas mendapatkan toean
mend?a^a^ten LSf°Hang aMk gadis jang sedterhana telah menajadi ïsteri, iboe dan perempoean dari seoranc kemlq. negen jang tertmggi,—jfi'rii soeatoe peroebahan dalam doenia Boemipoetera jang ta' sedikit artinja-amat besar™ehTngga
saja sedjak bermoela ta' dapat sedikit djoea memikirkan hal jang lain dari pada mengenangkan daja oepaja bagai- mana patoetnja saja melakoekan kewadjibankoe jang baroe itoe. Boekanlah kewadjiban itoe sadja jang saja ichtiarkan, tetapi adalah poela soeatoe pertjobaan jang haroes saja tanggoeng- kan. Ta' berapa lamanja sesoedah kami kawin, maka soeamikoe djatoeh sakit keras. Kemoedian saja sendiri moelaï poela sakit-sakit. Sampai sekarang hawa negeri Rembang beloemlah begitoe sesoeai dengan badankoe. Kamipoen disini tinggal ditepi laoet djoega. Dalam hal tinggal ditepi laoet di Djapara mendjadikan soeatoe kesoekaan, maka diam ditepi laoet di Rembang mendatangkan soeatoe ganggoean. Disini kami haroes hati-hati mendjaga angin laoet, jang koerang séhat itoe karena mengandoeng hawa kerang dan loempoer. Tetapi rnarilah sekarang saja, poen djoea atas nama soeamikoe, meng- oetjapkan terima kasih dahoeloe kepada toean kedoea, atas tanda mata jang bagoes itoe, jang toean berikan kepada kami pada hari kawin kami. Lebih-lebih poela saja amat menjoekaï hadiah itoe, karena ia menggambarkan Thuringerwoud, jang masjhoer lagi tèlah atjap kali toean tjeriterakan kepadakoe, jaïtoe soeatoe tempat poela, kemana sahabat-sahabatkoe bangsa Djérman soeka sekali pergi tamasja. Gambaran jang indah dan porterét kota Jena jang bagoes itoe, kami gantoengkan dibilik tempat kami doedoek-doedoek, tempat soeamikoe menjimpan kekajaannja dalam hal gambar- menggambar, karena iapoen seorang jang amat soeka kepada gambar-gambar dan patoeng-patoeng jang bagoes-bagoes. Kerap kali saja melihat akan gambar-gambar itoe dengan se- gala soeka hati, dan dalam hal jang demikian melajanglah beberapa pikirankoe dengan tjinta dan terima kasih kepada sahabatkoe dï Jena. Betapalah baik hati toean, sesoenggoehnjalah aimat baik, karena toean hendak mengirimi saja „boomkoek", soeatoe matjam koeé asal dari Djérman, jang ta' boléh tinggal dalam peralatan. Toean ta' dapat menjampaikan kenang-kenangan itoe mendjadi soeatoe hal jang sesoenggoehnja kedjadian; tetapi bagikoe sekalian itoe, saja pandang seperti telah kedja- dianlah dan saja hormatilah ia benar-benar. Sekarang saja hendak mentjeriterakan kepada toean hal keadaan hidoepkoe jang baroe dan ka ja sekarang ini, boe- kankah toean soeka sekali mendengar hal itoe? Toean dahoeloe selaloe mengatjoehkan benar betapa hidoepnja sahabat toean anak perempoean Djawa itoe, dan atjap kali bersoesah hati memikirkan nasibnja pada. waktoe jang akan datang. Sjoekoer, sjoekoerlah apa jang toean takoetkan dahoeloe,
385
roepanja tiadalah perem-
| ada bersebab. | Boekankah sekarang | |
|---|---|---|
| t0€l | tclah | menoelis |
| ll altl | h ela | |
| a | Jang | akan |
kpnaüa^np !q ^ kalimat-kalimat itoe lil i! ^ ^ P° dimatanja betapa bahagia dan fa t ^ bersinar-sinar, sehingga ta' dapatlah Ito ^ i! ,, mentjeriterakan sekalian kesoekaan hatmja dan bahagia itoe! Soeamikoe boekan sadja ia soeami kepadakoe, tetapi ïapoen sahabatkoe sepikiran djoega. Kalau tidak demikian masakan sa ja akan diam.bilnja mendjadi isterinja, dan masa kan saja dapat menambahkan diri sa ja kepadanja! Seloeroeh tanah Djawa orang telah tahoe, bahwa saja ini berlainan dari pada perempoean jang lain. Segala jang saja pikirkan dahoeloe, soedahlah poela dipikir- kannja dan telah banjak poela jang telah dikerdjakannja: saja pikir hidoepkoe seperti sekarang ini telah mendjadi lebih oekoeh oentoek mentjari hak kebébasan perempoean bangsa iJjawa dan akan mendjadi penoendjoek djalan bagi meréka itoe. Karena pertama-tama sebagai isteri seorang jang ter- pandang tinggi kehoi*matannja, dan kedoea dapat mengharap-Pertolongan dari pada soeamikoe akan menjampaikan tjita tjitakoe, jang dahoeloe membajang-bajang dalam peman- angankoe, sehingga sekarang saja telah mempoenjaï doea tjoekoep P' jaïtoe: hidoeP jang kaja dan hidoep jang
Saja tahoe jang toean kedoea akan bersoekatjita mendengar- kan hal itoe. Sahabat toean kedoea, anak Djawa jang ketjil ini telah sampai ketempat jang sentosa, soenggoehpoen dahoeloe ia selaloe menaroeh pikiran jang bertjaboel. Saja soeka benar jang toean kedoea dapat melihat saja dalam doenia hidoepkoe jang sekarang ini. Tcteaii tahoe, jang saja ta' sedikit djoea soeka akan kekajaan dan daradjat jang tinggi dalam doenia Boemipoetera. Kedoea keadaan itoe ta' adalah harganja kepadakoe, kalau sekiranja tiadalah soeamikoe jang memberikannja kepadakoe. Sekarang kedoeanja itoe mendjadi soeatoe perkakas kepadakoe, soepaja maksoedkoe itoe lekas sampai. Hati anak negeri bangsa Djawa sangat melekat kepada orang bangsawannja; sekalian jang datang dari kepala-kepala negeiinja meréka itoe amat soeka dan moedah menoeroet. Kalau denga.n tjara demikian saja berdiri disisi soeamikoe, tentoelah lebih lekas dan lebih moedah saja sampai kehati anak negeri. Maksoed kami ten tang pengadjaran dcOi pendidikan akan diteroeskan djoega, meskipoen saja telah kawin. Diroemah orang toeakoe telah kami moelaï pekerdjaan itoe, dan sekarang adik-adikkoe jang perempoeanlah jang mema- djoekan pekerdjaan kami itoe. Sekolah kami di Djapara telah HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.
386
mempoenjaï doea poeloeh doea orang moerid, anak-anak perempoean kepala-kepala negeri; adik-adikkoelah jang mieimiberi pengadjaran. Disini saja telah moelaï poela pekerdjaan itoe, anak-anakkoe jang perempoeanlah jang mendjadi moerid- moeridkoe jang pertama-tama. Dengan hal jang demikian, dapatlah anak-anak perempoean Djawa menjampaikan kenang- kenangan dan mimpi-mimpinja ketika ketjil dahoeloe.
Rembang, 8 Juni 1904 (VIII).
Kami ta' pergi keloear roemah dan djarang poela menerima orang, soenggoehpoen demikian hidoepkoe selaloe ramai. Se nang, senanglah hatikoe! Tiap-tiap hari waktoekoe telah saja bahagi-bahagi oentoek soeamikoe, roemah tanggakoe, anak-anakkoe dan anak-anak piarakoe. Sebahagian besar dari waktoe itoe, habislah oentoek anak-anak itoe. Djikalau bapak telah pergi kekerdjanja, maka anak-anakpoen bekerdjalah de ngan saja sampai poekoel doea belas. Poekoel setengah satoe bapak mendapati sekawan anak-anak jang telah bersih, soedah mandi, tetapi o, sedang lapar benar-benar. Poekoel setengah doea meréka itoe disoeroeh pergi tidoer, dan kalau bapak telah pergi ketempat tidoer poela, dan saja waktoe itoe tidak ter- laloe pajah, maka bekerdjalah saja dengan anak-anak gadis. Poekoel empat saja telah hadir dimédja tempat minoem téh. Djika anak-anak telah soedah minoem soesoe dan telah diman- dikan,maka boléhlah meréka pergi menghalaukan ternak ajam kedalam kandang, atau pergi berdjalan-djalan bersama-sama dengan kami, atau bermain-main dalam keboen. Kemoedian kami doedoeklah sebentar pada waktoe matahari hendak terbenam, sambil memperkatakan ini dan itoe. Kalau pasoekan anak-anak kami telah masoek, maka haripoen malam- lah. Bapak doedoek membatja soerat kabar dan anak-anakpoen doedoek mengelilingi boendanja. Saja doedoek diatas koersi malas, dan diatas pangkoeankoe doedoeklah doea orang jang ketjil sekali pada sebelah-menjebelah koersikoe seorang, dan pada loetoetkoe doea orang jang tertoea. Kami doedoek bermain-main atau bertjeritera. Dengan tjara demikian maka waktoe makanpoen datanglah. Oléh karena anak-anak itoe maka kamipoen lekaslah poela pei'gi makan. Si anak jang ketjil sekali doedoek dekat boenda. Si ketjil itoe selaloe memboekakan toetoep gelas minoem boendanja dan kemoedian ia poela akan menoetoepnja kembali. Tiada seorang dioea iang boléh mengerdjakan pekerdjaan itoe lam dan pada si ketjil itoe. Dan bila ia ta' boléh mengerdjakannja,
387
tahoelah ia bahwa ia telah mendapat hoekoeman. Poekoel dela- pan sekalian anak-anak dibawa ketempat tidoer, laloe ditidoer- silaZret ;t0e- vDan kami 0ra"8' toea"to-doedoek ber- sama-sama bertjengkerma, memperbintjangkan seg-ala hal dan lain-lam sebagamja, sampai mata jang mengamtoek me- ngerahkan kami poela pergi kepoelau Kapoek, dan hal itoe tiadalah selaroet di Djapara, melainkan lebih lekas. Kami ba- ngc^npoen lekas poela, pagi-pagi benar. Hari Mmggoe hari témpoh oentoek kami berdoea; pada hari e pagi-pagi benar pergilah kami berdjalan-d jalan Sesoedah makan pagi saja adjarlah anak-anak gadis' itoe sebentar masak-memasak, dan kemoedian baroelah boenda memasak-masak, soeatoe pekerdjaan jang pada hari lain tiada dapat dïkei'djakannja. Pekerdjaan itoe tiada banjak, tetapi soeamikoe lebih soeka, jang saja doedoek dtekatnja. Ia mendjamoe saja dengan bermain gamelan sambil bernjanji. Sajapoen merasa lebih soeka, jang saja doedoek dekatnja. Tetapi lagoe-lagoe gamelan itoe sangatlah merawankan hatikoe, karena ia menge- nangkan keinbah dalam mgatankoe waktoe-waktoe jang doeloe mn i°e^-fng Saja, leh PJkirkan dan kenangkan lagi. Ia mendjadikan saja lemah dan bermoeram doerdja. Dengan hal jang begitoelah saja menghabiskan waktoe setiap hari dengan mpno'ór^wT ,amai Sebagai seboea-h anak soengai, jang engalir dalam rimbapoen dengan senang dan darnai poela • 1 poeLa jang merasaï kesedapannja. Djikalau anak jang dalam kandoengankoe ini, anak perem- ^>ealrn' apakah tjita-tjitakoe oentoeknja? Saja berharap jang y f ?P.' hidoep jang kaja dan sempoerna! Hidoep, jang telah dimoelai oleh iboenja, saja harap ialah jang akan menjempoernakannja. Ia tentoelah tiada akan dipaksa niera- boeat barang sesoeatoenja, jang tiada setoedjoe dengan perasaannja. Apa jang diboeatnja, ia akan mengerdjakan itoe dengan kemaoeannja sendiri. Ia tentoe akan mempoenjaï se- oiang boenda, jang akan mendjaga keadaan perasaan hatinja dan mempoenjaï seorang bapak, jang tiada akan memaksanja memboeat apa-apa. Kepada bapaknja tiadalah mengapa, kalau anaknja jang perempoean se'oemoer hidoepnja tiada bersoe- ami. Jang dnndahkan oléh bapaknja, ialah jang ia tiada akan Tieiendahkan kehormatan kami. Jang bapaknja menghormati tmggi perempoean-perempoean, jang sebagai anakkoe jang koetjmta-tjinta keadaannja, soedahlah dinjatakannja dengan mengambil saja djadi isterinja. O, djika sekiranja toean tahoe, bagaimana asoet dan fitnah atas dirikoe, jang telah dibebarkan orang kian kemari! Apa jang telah sampai ketelingakoe, sebeloem saja kawin ialah soeatoe poedjian, kalau dibandingkan dtengan sekalian jang
388
saja ketahoei, sesoedah saja telah kawin. Pertjajalah saja, bahwa soeamikoe dloeloe wadjiblah mempoenjaï keberanian akan memberikan hati, tangan dan naman ja kepadakoe. Dahoeloe ia ta' sedikit djoea mempertjajaï hal keadaankoe, jang ditjeriterakan orang kepadanja. Dalam hatinja adalah soeatoe kepertjajaan jang ta' dapat digojang oléh seorang djoeapoen, kepertjajaan itoe ja'ni: „kami adalah mempoenjaï tjita-tjita jang baroe, tjita-tjita jang ta' dapat diketahoei oléh orang banjak, dan karena itoelah maka ia melindoengi tjita-tjita itoe dengan sekoeat-koeatnja." Isteri soeamikoe jang pertama masih hidoep, tatkala soeamikoe mempertahankan saja, bila orang mentjoba hendak meng'aibkan namakoe. Dan ia merasa, jang saja akan memboeat sesoeatoe pekerdjaan jang besar dalam hidoepnja, dan sekalian ahli dalam roemah itoe amat tjinta kepadakoe. Roepan ja adalah perasaan, ketjin- taan jang gaib, jang seolah-olah akan djadi tanda-tanda jang mengisjaratkan, bahwa adalah apa-apa jang akanterdjadi pada waktoe jang akan datang. Melainkan saja sendirilah jang tiada memikirkan dan memimpikan, bahwa tanda-tanda itoe akan terdjadi pada nasibkoe jang akan datang. Saja beloem lagi memberi moerid-moeridkoe témpoh; meréka itoe mendapat témpoh nanti boelan September, bila anakkoe telah lahir kedoenia. Empat belas hari sesoedah beranak, tentoelah saja wadjib bersenang diri doeloe. Sesoedah empat belas hari itoe, maka anakkoepoen masoeklah kebilik sekolah. Siaja telah memboeat seboeah bilik ketjil dalam sekolah, tempat menidoerkannja, bila boendanja mengadjar saudara-saudaranja iaki-laki dan perempoean. Kalau demikian hampir sama benar- lah halkoe nanti dengan tjeritera Hilda van Suylenburg, jaïtoe seorang iboe jang pergi bekerdja mentjari rezeki dengan anaknja jang masih menjoesoe.
*
- «
Rembang, 30 Juni 190k (VIII).
Bilakah poela saja dapat berkirin>kiriman soenat kembali seperti dahoeloe dengan toean? Dari segala pihak datanglah tjatjatan mengatakan karang- ankoe jang sekarang terlaloe boeroek. Tetapi lain diari itoe, saja tiada dapat memboeat. Saja sekarang ada mempoenjaï soeatoe kerdja jang berat, dan itoelah soeatoe kewadjiban jang amat soekar melakoekannja dengan sebaik-baiknja. Moerid-moeridkoe beladjar radjin dan hati-hati. Sekarang adalah banjaknja doea belas orang, dan doea orang diantaranja telah ber'oemoer.
389
Saja sekarang sedang 'asjik bekerdja memboeat pakai-pakai- an, jang bergoena oentoek tjoetjoe toean jang akan lahir itoe. Adik-adikkoe jang perempoean berharap anak perempoeanlah hendaknja, dan soeamikoe, anak.laki-laki. Bila anakkoe kelak perempoean, berganda-gandalah kasihkoe kepadanja, karena sekalian ahli roemah disini beringin kepada anak laki-laki.
- *
Rembang, 17 Juli 1904- (VIII).
Boenda kandoengkoe jang ditjinta! Djanganlah toean oekoer kasihkoe kepada toean, dan kesoe- kaankoe jang bertali dengan segala hal-ihwal toean dan soeami toean dengan loeasnja atau banjaknja soerat-soeratkoe. Sekarang walaupoen dengan sebaik-baiknja kehendak doenia ini, ta' dapatlah oléhkoe akan menoelis banjak dan kerap kali biar kepada siapa djoeapoen. Lebih-lebih sekarang tidak benar, karena saja kerap kali sakit-sakit. Saja baroe-baroe ini telah sakit keras dan sakit selesma serta telah banjak merasaï penanggoengan. Berkat pertolongan Allah semoeanja telah lepas! Soenggoehpoen demikian saja wadjib djoega ber- hati-hati. O, saja wadjib, saja maoe séhat oentoek anak kami itoe. Boekan boeatan banjak soesah pajahnja seorang iboe oentoek mendjaga anaknja! Segala sakit-sakit itoe tentoelah datangnja dari iboe. O, iboekoe, saja wadjib ingat-ingat dan hati-hati betoel dalam segala hal. Telah seboelan lamanja saja terinra hanjalah kaoem keloearga sadja, dan meréka itoe boléh- lah datang kedalam bilikkoe. Saja toelis soerat ini sedang ber- baring diatas koersi pand jang, doedoek' seperti biasa amat soesah. Pekan jang laloe iboekoe ada disini. Iboe jang ditjinta itoe ta' tahoe merasaï beban jang berat, asal sadja beban itoe oentoek kebaikan anak-anaknja. Setelah ia datang dari Pema- lang melihat Kardinah sakit, dan dari sitoe dengan segera iapoen berangkat poela kemari, tatkala soeamikoe telah mengi- rim kawat kepadanja, karena kepoetoesan asa melihat kesa- kitankoe. Soeami jang baik itoe takoet benar mengenangkan hal jang akan terdjadi itoe. Ia ta' dapat melihatkoe menanggoeng kesakitan. Kasihan saja kepada soeamikoe jang malang itoe, karena dalam hatinja lebih banjak ia menanggoeng dari padakoe, tatkala saja sakit keras itoe. Ia maoe membalikkan boemi ini, asal saja terpelihara dari pada penanggoengan dan kesakitan itoe,
390
Rembang, 10 Augustus 1904-(VIII).
Boendakoe jang ditjinta, saja kerap kali wadjib mengenangkan toean, lebih-lebih dalam beberapa hari ini. Dan atjap kali apabila saja mengenangkan toean, tibalah padakoe soeatoe perasaan jang lemah lemboet, jang bertjampoer dengan hati jang amat rawan. Rawan hatikoe, karena toean sekian djaoehnja dari padakoe, dan beberapa lamanja lagi entah ta' kan dapat koetjapai poc-la. Apakah sebabnja maka meréka jang sama hatinja dan jang bersaxidara pikiran, satoe dengan jang lain amat ber- djaoehan tempatnja? Saja boléh mendjadi sangat bersoesah hati, apabila saja amat bertjinta kepada toean. Saja adalah jang doedoek tertjengang, ta' mendengar dan ta' melihat apa jang sebenarnja terdjadi dikelilingkoe. Rasanja saja ada, dan hidoep dalam waktoe jang lama telah laloe, waktoe jang penoeh dengan soeka dan doeka, waktoe jang amat saja soekaï dalam hidoepkoe, karena pada waktoe itoelah kasih sajang toean kepadakoe semisal kembang tjahaja dalam hatikoe. Saja me- nanggoeng dan saja bersoekatjita sekali. Hatikoe penoeh dengan rawan dan piloe, tetapi dalam itoe amat kaja dengan terima kasih, terima kasih jang terbit dari pada hati jang senang dan bahagia jang manis, jang diberikan oléh ketjintaan toean kepadakoe. Ta' poeas-poeasnjalah saja mengoetjap sjoekoer kepada Allah, jang ia telah membawa toean kepada kami.
„Apakah sebabnja maka orang Djawa mendjadi semiskin itoe?" tanja orang. Pada halnja meréka jang bertanja itoe telah mendjadi bingoeng memikirkan, bagaimanakah 'akalnja soepaja ia boléh mendapat oeang. Dan siapakah jang mesti djadi miskin? Tentoelah orang ketjil, anak-negeri, dan tentang sakit dan senang meréka itoelah poela jang sangat beroesaha, bersoesah pajah, sehingga orang perloe mengangkat soeatoe komisi jang mahal beland jan ja oentoek memeriksa asal-asal kemoendoeran anak-negeri itoe! „Apakah sebabnja maka orang Djawa mendjadi semiskin itoe?" Dan toekang-toekang menjabit roempoet, jang pentja- hariannja dari sepoelceh sampai doea belas sén sehari dikena- kan belasting. Tiap-tiap seékor kambing atau biri-biri jang disembelih, orang wadjib membajar bia doea poeJoeh sén. Djadi njatalah toekang-toekang mendjoeal satai jang membantai doea ékor biri-biri tiap-tiap hari mesti membajar bia 144 roepiah seta- hoen. Dan berapakah keoentoengan toekang-toekang satai itoe? Hanjalah tjoekoep akan dimakannja.
391
Dari orang toeakoe diroemah telah banjaklah saja ketahoei, tetapi disini, dari soeamikoe, jang senantiasa samiarsama ber- pikir dengan saja, dan sajapcen semata-mata hidoep bersama- sama dengan dia dan dengan kerdjanja dan dengan oesaha- nja, lebih lagi, o, lebih banjak lagi saja dapa,t mengetahoei, jang moela-moelanja saja ta' tahoe, ja, ta' saja sangka-sangka bahwa hal itoe sebenarnja terdjadi. O, boekan boeatan banjaknja kelaliman jang amat dahsjat, dan orang jang berhati 'adil, jang mendjadi pegawai negeri mestilah banjak penanggoengannja. Ia wadjib banjak melihat dan mengerdjakan sekali, segala jang berlawanan dengan ke'adilan itoe.
Tabik boendakoe! Barangkali soerat ini soeratkoe jang penghabisan sekali kepada toean! Kenangkanlah kerap kali anak toean ini, jang amat mentjintaï toean kedoea. Sampaikan salam kami kedoea kepada soeami toean, dan toeanpoen saja tekankanlah dengan eratnja kehatikoe.
Anak kandoeng toean,
KARTINI. *
- *
# Rembang, 2U Augustus 190U (VIII).
Boendakoe jang ditjinta, djadinja boekanlah soerat jang achir, soeratkoe jang baroe-baroe ini toean terima dari padakoe. Saja telah takoet, barangkali soerat itoelah jang achir sekali, karena waktoekoe telah sangatlah diekatnja, hal itoe telah terasa oléhkoe. Boendakoe, barangkali tjoetjoe toean lebih lekas lahir kedoenia dari pada waktoe jang kami sang- kakan dahoeloe. Tabik kekasihkoe. Tegoehkanlah hati toean kedoea! Dalam hatikoe selaloe saja mendo'a: „O Allah, peliharakanlah seka- lian sahabat-sahabatkoe jang koetjintaï!" Dengan tegoeh saja tekankan toean kehatikoe.
Anak kandoeng toean,
KARTINI. *
- *
Rembang, 7 September 1904. (VIII).
Boendakoe jang ditjinta. Bagaimanalah kiranja saja akan
392
mengoetjapkan terima kasih kepada toean atas badjoe jang sebagoes itoe jang toean kirimkan oentoek anak kami. Badjoe itoe amat besar harganja bagi kami, karena kami mengetahoei bagaimana soesahnja toean mengerdjakan pemberian itoe oentoek tjoetjoe toean. Dari Roekmini kami mendengar, jang toean selaloe koerang séhat sedjak kembali ke Bè ta wi dari perdjalanan toean itoe. Apalagi kalau dipikirkan, sedang toean didalam koerang senang itoe banjak lagi kerdja jang memoesingkan kepala toean, dan senantiasa poela banjak digoda oléh kesoesahan hari-hari, masih ada djoega dkpat waktoe oléh toean, akan memboeat pekerdjaan jang haroes dilakoekan dengan sabar oentoek pakaian anak kami. Sesoenggoehnja amat tegoehlah persahabatan toean dengan anak toean ini, dan amat dalam beroerat dan berakarnja dalam hati toean, sa jang toean itoe kepadakoe. Dengan air mata berlinang-linang, dengan banjak sjoekoer kepada Allah dan dengan hati jang amat senang koelihatlah pakaian itoe kemarin, dari sekali kesekali, beroelang-oelang dengan tiada djemoe-djemoenja. Boekan boeatan banjaknja jang dikatakan pakaian itoe kepadlakoe! O, boendakoe jang ditjinta! Dengan keadaan itoelah toean mendjadikan anak toean amat berbahagia. Dokoh jang bagoes itoe nanti mestilah saja kenakan diléhér tjoetjoe toean, bila badjoe itoe ta' dapat dipakainia lagi. Bagi sementara sajalah akan menjimpannja, sampai ia boléfi mengerti kalau saja tjeriterakan padanja tentang toean jang koetjinta, jang telah dikirimkan oléh Toehan jang mahakoeasa kepada boendanja ini, soepaja dokoh itoe boléhlah disajanginja seperti iboenja menjajangi tanda-mata itoe sekarang. Soeamikoe berkata kepadakoe kemarin waktoe menerima hadiah toean itoe: „Toelislah lekas soerat kepada boenda, Ni, kalau tidak nanti terlambat!" Saja ikoetlah perkataannja itoe, hatikoepoen soedahlah poela berkehendak demikian. Anak kami beloemlah lahir, tetapi setiap sa'at boléhlah terdjadi. Saja merasa kedatangannja itoe soedah dekat benar! Terimalah oetjapan dan terima kasihkoe banjak-banjak atas nasihat jang me.riangkan hatikoe itoe, wahai kekasihkoe! rikiran jang datangnja sedjaoeh itoe, dari seorang kekasihnja jang koetjintaï sebagai badankoe, jang berharap dan meminta do'a bagi saja, sangatlah kiranja mengoeatkan toelangkoe, menjegarkan badankoe, ja, sesoenggoehnja menjegarkan toe- boehkoe benar! Meréka jang melihat saja baroe-baroe ini mengatakan saja amat bergirang hati.
393
Bagaimanalah saja tidak ajtan bérgirang hati, karena sekian besarnja bahagia jang koenantikan? Alangkah lamanja wakto© kesakitan ini? Dan sesoenggoeh- nja soedahlah senilai dengan bahagia jang ditjinta itoe. Saja telah bertjinta benar-benar kepada bidji matakoe itoe. Sangat- lah poela menjenangkan hatikoe mengetahoei, bahwa dalam beberapa hari ini banjaklah meréka jang bersama-sama hidoep dengan dakoe menanggoengkan dalam hatinja seperti perasaankoe sekarang. Masakan saja tidak ma'loem, betapa hal keadaan toean diroemah toean, hidoep berdjam-djam memikirkan halkoe, berharap dan mendo'akan anaknja. Djikalau sekalian banjaknja meréka jang mendo'akankoe, tentoelah Toehan jang mahatinggi tidak akan bertoeli diri. Boen dakoe, saja pertjaja soenggoeh, jang penanggoengan anak toean ini akan baik djoega achirnja. Tentoelah toean akan mendengar kabar dengan segera, djika kedjadian jang besar itoe telah berlakoe. O, kekasihkoe, kalau sekiranja dapat toean berdiri dekat ajoenan anak kami itoe! Alangkah besarnja bahagiakoe menoeroet perasaan dirikoe! Saja tahoe jang toean mestilah akan menjajangi anak kami itoe, biarpoen ia lebih doengoe dari pada boendanja! Asal otak dan hatinja tiada doengoe, tiadalah mengapa, boekankah, boendakoe? Kalau sekiranja tiadalah djin dan sétan mengganggoenja, moestahillah hal itoe akan terdjadi. Tetapi 'azimat toean tentoelah akan mendjaga- nja dan mengoesir sekalian djin jang djahat itoe dari pada tjoetjoe toean. Iboekoe telah doea pekan tinggal disini, bersama-sama dengan seorang nénék toea akan mendjaga dan menolongkoe dalam sa'at-sa'at kesakitan jang akan datang itoe. Disinilah saja dibela, dimandjakan serta didjagaï sebagai seorang poeteri. Tempat berbaring-baring dan tempat tidoer semoeanja telah sedia dibilik kami menanti kedatangan bidji-mata kami itoe. Boendakoe, ^ apa kabar sekarang, wahai toean jang akan mendjadi ma' toea, dan bagaimana poela kabarnja soeami toean sekarang? O, saja berharap soenggoeh-soenggoeh, b.ila soerat ini sampai ketangan toean, jang toeanpoen dalam sela- mat waTafiat djoea hendaknja. Apa kabar Edie sekarang? Masih dinegeri Tjina djoeakah ia? Dengan segala soeka hati saja telah membat ja seboeah karangannja dalam soerat-boelanan „Elseviers." Alangkah pandainja ia mengarang! Saudarakoe Edie, adakah ia akan mengenangkan saja? Saja selaloe bersedih hati,
394
karena saja beloem pernah bertemoe moeka dlengan dia! Dan sekarang harapankoe tentoelah sama sekali poetoes! Djikalau toean menoelis soerat kepadanja, saja harap toean toempangkan salam saudaranja Kartini ini, dan tjeriterakan- lah kepadanja betapa bagoesnja bahagia saja sekarang, dan kami kedoea mengenangkannja selaloe dengan soekatjita. Alangkah haroem baoenja boeah itoe, samalah dengan be- dak langir Boemipoetera. Badjoe kiriman toean itoe saja telah simpan dalam seboeah peti ketjil bersama-sama dengan pakaian-pakaian jang lain, soepaja boléh mendjadi haroem poela. Alangkah haroemnja baoe bidji matakoe itoe nanti! Selamat malam, boendakoe jang ditjinta, terimalah oetjapan terima kasihkoe sekali lagi. Sampaikan salam kami kedoea kepada soeami toean dan terimalah tjioem jang terbit diari hati.
Anale Jcandoeng toean,
KARTINI.
*
- #
Soerat itoe ialah soerat Kartini jang achir sekali. Pada 13 hari boelan September lahirlah anaknja seorang laki-laki, dan empat hari kemoedian daii pada itoe, maka Kartinipoen dengan sekonjong-konjong poelanglah kerahmatoe'llah. Ia waktoe itoe ber'oemoer lebih sedikit 25 tahoen, dido'akan dan ditjintaï dengan hati jang amat sedih oléh sekalian meréka, jang mengenal dan menjajanginja dalam hidoepnja.
BOEAH PIKIRAN JANG DIPETIK DARI SOERAT-
SOERATNJA JANG TIADA DISIARKAN.
Saja peitjaja akan Toehan jang rahman dan rahim, kepada koernia jang penoeh dengan tjinta dan sajang, jang memberi berkat bagi kita. Ivami menempoeh djalan dengan kebenaran, pengharapan
c.an kepertjajaan; Toehan, jang menjooroeh kami menger- djakan kerdja itoe, Toehan itoelah jang mendjaga kami; Toehan akan menjamboet, memapah, djikalau kami berdjalan gojang, dan mendirikan djikalau kami djatoeh! Dari mianakah saja mendapat boedjoekan dan kekoeatan oentoek dirikoe? Ialah dengan sekoerang-koerangnja memikirkan hal oentoek diri sendiri, sebanjak-banjaknja dan jang tei oetama sekali ialah sekalian oentoek bahagia orang" lain. Sekarang^ tahoelah saja, apa rahmat dan berkat jang keloear dari pengadjaran jang bagoes itoe: „Loepakan diri sendiri, sajangi diri sendiri kemoedian sekali." Tentang bersifat jang seperti itoe, saja hanjalah orang jang baioe memoelaï. Kami selaloe telah mengatakan, dan sesoenggoehnja dengan hati jang ichlas, bahwa bagi kami ta' ada sedikit djoea jang menjoesahkan kami, apabila dalam hal itoe kami dapat menolong orang lain. Kami telah memikirkan soeatoe djalan oentoek memberi pertolongan, dan lain dari pada djalan itoe tiadalah kami pikirkan. Kami mengira akan berbahagialah kami, djikalau sekiranja kami dengan djalan jang demikian dapat memberi pertolongan. Dalam djalan itoe mémang tersemboenjilah kelobaan oentoek diri sendiri, karena kami telah menjatoekan diri kami dengan djalan jang memberi paédah oentoek orang-orang lain dan oentoek mendjadi koerban. Kesampaian kehendak kami itoe menjebabkan diri kami mendjadi berbahagia. Karena itoelah maka kami mengatakan, bahwa sesoenggoehnjalah banjak sedikitnja ada tersemboenji kelobaan didalam djalan jang kami toeroet itoe.
396
Kemenangan jang bagoes sekali dan jang sesoekar-soekarnja boléh didapat oléh manoesia, ialah mena'loekkan diii sendiri.
Kami ta' soeka dan ta' dapat mempertjajaï, bahwa laki-laki jang menjajangi dan mentjintaï boendanja dengan sebenar-benarnja boléh mendjadi orang djahat. Hal itoe seakan-akan soeatoe keadaan jang moestahillah bagikoe.
Sekali-kali tiadalah meréka itoe laki-laki jang sedjahat- djahatnja, djikalau meréka itoe mendjadi sahabat-sahabat jang setia dari pada saudara-saudaranja jang perempoean.
Persahabatan jang tiada bersendikan keloeroesan hati jang sebenar-benarnja, ta' dapatlah mendjadi persahabatan jang sedjati, dan moestahil dia akan kekal.
Amatlah senangnja akan mempoenjaï kekoeasaan, tetapi iapoen mendatangkan ketakoetan poela. Kadang-kadang amat soekar benar akan menoendjoekkan dimana batasnja antara djahat dengan baik.
O, kein'ginan dalam hatikoe kerap kali berteriak-teriak hendak pergi kepada meréka jang berhati sederhana. Kami tidaklah hendak memoesnahkan kesederhanaannja, dan tiadalah poela hendak mengadjarkan hal-hal jang lain kepa danja. Kami soeka membiarkan meréka itoe dalam keseder- hanaan dan boedi pekertinja itoe, tetapi kami soeka mentjoba membawa peroebahan pada kedoea hal jang terseboet tadi, djikalau sekiranja 'adat lembaga dalam kesederdahanaan dan boedi pekerti meréka itoe adalah berlawanan dengan roekoen ketjintaan.
Renggoetkanlah soeatoe pohon jang mendjalar sampai akar-akarnja jang beriboe-riboe dan mentjengkam itoe terle-
397
pas dari djoendjoengnja, dan tentoelah pohon itoe akan tergantoeng atau njawanja akan melajang. Lamalah waktoe- nja sesoedah itoe, maka ia akan hidoep kembali. Pikiran dan pendapatan jang telah toea ta' moedah diboe- angkan orang, dan diganti dengan tjita-tjita jang baroe. Boeah pikiran jang lama-lama itoe masih berkoeasa selama masih dimoeliakan dalam negeri, tetapi kemaoean jang baroe dengan segamja pestilah akan mendapat kemenangan. Dari jang mati timboellah hidoep jang baroe! Hidoep jang baroe itoe ta' dapatlah dimoesnahkan; betoel hari ini dapat memboenoehnja, tetapi ésoknja hidoep itoe akan lahir poela kembali dengan kekoeatan, dan kesegarannja selaloe bertam- bah-tambah!
Peringatan Radén Adjeng Kartini, jang terloekis dalam. soeatoe soerat, jang berkepala:
BERILAH ORANG DJAWA PENDIDIKAN!
Djapara, Januari 1903.
Akan memberi soeatoe bangsa jang banjaknja 27 djoeta orang pendidikan dengan sekali djalan sadja semoeanja, itoelah soeatoe hal jang moestahil, tetapi oentoek sementara tentoelah boléh dididik dan diadjar baik-baik orang-orang bangsawan itoe dahoeloe, sehingga boléhlah mendatangkan rahmat oentoek meréka orang-orang banjaknja. Orang banjak bangsa Djawa sangat setia kepada bangsa,wann ja; apa sadja jang datang dari bangsawan itoe moedah sekali ditoeroet oléh orang banjak. Dengan hal jang demikian berapalah besar paédahnja, jang akan menjenangkan hati lagi boléh diterima oléh segala pihak, baik pihak Pemerintah, baik pihak bangsawan, baik pihak orang banjak? Sampai sekarang jang teroetama dioesg-hakan hanjalah kesentosaan negeri sadja, dan soepaja sekalian jang mendjadi hasil negeri te tap diterima seperti jang telah d'iatoerkan! Dalam hal itoe Pemerintah dan orang bangsawan mémanglah banjak mendapat paédahnja, tetapi apakah jang didapat oléh anak-negeri sendiri-? Apakah paédahnja kepada anak-negeri orang-orang bangsawan jang dimoeliakan sekian tingginja, jang dipakai oléh Goebernemén oentoek memerintahi meréka itoe? Sampai sekarang ta' ada apa-apa, atau amat sedikit benarlah kebaikannja; tetapi terbanjaklah kedjahatan dari pada kebaikan, kalau sekiranja bangsawan itoe salah meng- goenakan kekoeasaannja; hal jang sedemikian boekanlah djarang-djarang terdjadinja. Sekalian itoe wadjib beroebah, orang-orang bangsawan wadjib mendjadi djoendjoengan anak-negeri hendakla.h dengan narganja, jang akan memberi paédah jang ta' berhingga ke pada anak-negeri. Kepada keperloean itoelah Pemerintah wadjib membawa orang-orang bangsawan itoe; soepaja orang boléh mendapat keperloean jang terseboet, haroeslah orang-orang bangsawan itoe diberi pendidikan jang senonoh, jaïtoe pendidikan jang boekan sadja bersendi pada 'ilmoe kepandaian, tetapi djoega
PASAR Dl DJAPARA.
399
pendidikan jang soenggoeh membangoenkan tingkali lakoe, dan boedi pekerti jang baik. Hal itoelah jang haroes diingat lebih doeloe, kalau hendak memben orang Djawa pengadjaran! Ada orang jang berkata, bahwa boedi pekerti jang baik akan datang sadja sendiri, apabila orang telah ber'ilmoe dan berkepandaian. Ta teibilanglah tjontoh-tjontoh, jang telah menerangkan, bahwa ïlmoe kepandaian jang tinggi itoe sekali-kali tidaklah mendjadi soeatoe pengakoean oentoek berboedi bahasa iane: haloes! Orang ta boléh menjalahi dengan terboeroe nafsoe apabila mereka jang ber'ilmoe dan berpengetahoean tinggi itoe ber- adat kasar dan tidak berboedi pekerti, karena kebanjakan dalam hal itoe boekanlah kesalahannja sendiri, hanja salah dan pendidikannja. Orang sangat bersoesah pajah oentoek memadjoekan 'ilmoe kepandaiannja, tetapi apalah jang telah diboeat oleh meréka itoe oentoek membaiki boedi bahasa? la ada apa-apa. Ketiadaan pendidikan tingkah lakoe dan boedi-pekerti, maka peladjaran jang sebagoes-bagoesnjapoen a sanggoeplah dapat menghasilkan boeah, jang diharap orang kepadanja. Apalagi oentoek didoenia Boemipoetera amat perloe benar ada soeatoe sendi jang lebih baik oentoek pendidikan boedi- pekeiti, sebab apabila sendi itoe tidak ada, biarpoen berapa djoea baiknja atoer-atoeran Pemerintah hendaknja bagi meréka itoe, nistjajalah amat sedikit akan memberi paédah atau boléhlah poela sama sekali akan mendatangkan keroegian sadja. Dan itoelah sebabnja maka orang haroes lebih dahoeloe memperbaiki sendi-sendi pendidikan boedi-pekerti oentoek Boemipoetera itoe. Bila sendi jang koekoeh telah diboeat dan dipakai, maka baroelah boléh orang mendirikan bermatjam- matjam roemah dengan sedjahtera. Siapakah jang akan membantahi, bahwa dalam hidoep bersama-sama itoe perloe sekali memikoel soeatoe pekerdjaan jang besai oentoek pendidikan boedi-pekerti? Perempoean, ja, peiempoeanlah jang lajak sekali oentoek mengei'djakan kerdja itoe; betoel tidaklah sekaliannja, tetapi amat banjak ia dapat menolong mempertinggi kedoedoekan boedi-pekerti Boemipoetera dalam hidoep bersama-sama. Alam sendiri telah membahagikan pekerdjaan itoe kepada peiempoean. Bila ia telah mendjadi iboe, teroeslah ia mendjadi pendidik jang per lama oentoek kemanoesiaan; dalami pangkoe- annjalah si anak moela-moela beladjar merasa, berpikir dan berkata; dan dalam segala hal pendidikan jang pertama-tama itoe, boekanlah pendidikan jang ta' ada berarti oentoek selama hidoep. Tangan boendalah, jang moela-moela sekali meletak-
kan bidji kebaikan atau bidj i kedjahatan dalam hati manoesia, jang atjap kali tinggal dan toemboeh disana selama hidoepnja. Itoelah sebabnja ta' sia-sia orang berkata, bahwa kebaikan atau kedjahatan itoe telah ditjoetjoep orang bersama-sama dengan air soesoe boendanja. Bagaimanakah boenda-boenla bangsa Djawa akan dapat mendidik anak-anaknja sekar&ng, kalau ia sendiri tiada dididik ? Ta' boléhlah kesopanan dan kepandaian bangsa Djawa akan dapat madjoe kemoeka, apabila perempoean dalam hal itoe masih tinggal dxbelakang, dan tidaK ada mempoenjaï kewadjiban dalam hal hidoep bersama-sama. Boekakanlah hati dan otak perempoean bangsa Djawa, dan kalau demikian tentoelah orang akan mendapat kawan Dekei- dia jang tjakap oentoek mengerdjakan kerdja jang amat bagoes dan besar, jaïtoe pekerdjaan membaiki kesopanan soeatoe bangsa jang berdjoeta-djoeta banjaknja. Berilah tanah Djawa boenda-boenda jang tjakap de boediman, dan kalau itoe telah ada maka kesopanan dan kehormatan soeatoe bangsa lambat laoennja tentoelah aka sendiri 1 Lebih dahoeloe didiklah dan adjarlah anak-anak perempoean orang-orang bangsawan, dan dari mereka itoe wadjib ah kesopanan itoe pergi kelak kepada anak-negeri; adjarlah anak-anak perempoean itoe sehingga dapat mendjadi boenda jang tjakap, boediman dan berpikiran jang tetap, dan ten toelah nanti dengan sekoeat-koeatnja mereka itoe akan mengembangkan kesopanan itoe kepada bangsanja. Kesopanan kepandaiann j a itoe pastilah akan diborfe^--kepada anak-anaknja; anak-anak perempoean mereka itoe tentoelah akan mendjadi iboe poela; dan anak-anaknja jang laki-lak tentoelah akan mendjaga soesah dan senang bangsaitoe.Da latri dengan beberapa djalan jang lam mereka itoe jani, orang jang telah berboedi pekerti, dapatlah selaloe mcmbei sÓeS* teladan jaag bergoena oentoek ^t»eka ha.Jan nenadiamkan pikiran bangsanja dan orang seKemn g j
—Ven^ntS
P0|ïj.hin"eSannfa^selaloe „oetoes ditengah Hal itoe sebabnja, karena keseganan mereka sendiri, mereka j g akan mendapat kebaikan dan keoentoengan dan P«k^J
401
anak-anak perempoean regén-;t*ogén dan kepala-kepala negen jang lain, sekarang beloemlah da tang. Tetapi apakah jang kelihatan sekarang setiap hari? Regén- ïegén jang mengatakan waktoe itoe beloem datang telah menimbang sendiri, bahwa waktoe itoe soedahlah datang, tetapi hanjalah oentoek anak-anak perempoeannja sadja, sebab itoelah diberinja meréka itoe pendidikan itoe. Hal itoe sebabnja ialah. Pendidikan tjara Eropah beloem lagi mendjadi soeatoe kebiasaan, lebih-lebih pada anak-anak perempoean Boemipoetera, dan dalam hal itoe masing-masing orang oentoek dirinja sendiri, dengan segala soekatjita memberi anak-anaknja pendidikan jang terbaik, lagi boléh didapatnja, tetapi tidak maoe menjoeroehkan orang lain memboeat jang sedemikian, atau mengadjak orang lain mengerdjakan itoe, karena jang teroetama ia sendiri soeka terpeladjar, dan tidak soeka melihat orang' lain mendjadi terpeladjar poela. Bila sekolah-sekolah itoe didirikan sekarang, tentoelah tiap-tiap orang dapat menjoeroeh anaknja pergi mema- soeki sekolah itoe, dan meréka itoe dengan orang banjak tentoelah akan mendapat pengadjaran jang sama; pada hal ia lebih soeka, ia sendiri hendaknja mempoenjaï kepandaian itoe selama-lamanja. ïtoepanja kalau demikian, benarlah perkataan jang dikatakan oléh seorang kepala negeri, jang teroetama dan terpeladjar, jaïtoe: „Orang Djawa, lebih-lebih orang bangsawannja oen- toeknja sendiri soeka sekali memakan nasi, dan orang lain ka lau boléh, djangan; dan oentoek orang lain nasi beras mérah soedah bagoes benar.". Kebanjakan orang Djawa jang berpangkat tinggi jang amat dengki melihatkan orang-orang lain berdoega-doega mentjari 'ilmoe kepandaian, telah berkata: „Biarkanlah sadja oiang banjak itoe tinggal bodoh, soepaja kekoeasaan selaloe tergenggam ditangan kita." Telah masjhoeiriah soedah, bahwa kebanjakan doekoen, janc tahoe rahasianja mengobati penjakit ini atau itoe, membawa rahasianja bersama-sama kekoeboernja, sehingga kepada anak-anaknja ta' maoelah memboekakan rahasianja itoe. Perasaan-koeat, menegoehi djandji sekali-kali ta' ada didapati dalam doenia bangsa Boemipoetera; perasaan itoe wadjiblah benar ditanamkan dalam kalboe Boemipoetera, kalau ta' ada perasaan itoe moestahillah soeatoe bangsa dapat dimadjoekan. Hendak mempoenjaï jang terbaik dan menjangka hal itoe haknja sendiri, ja'ni menoeroet sepandjang pikiran orang-orang bangsawan, itoelah telah terbit dari hatinja, jang telah beroe- rat berakar dengan pengertian sesat, dan demikianpoen me reka itoe selaloe memandang, bahwa orang-orang bangsawan HABIS GELAJP TERBITLAÏI THRANS. nfi
itoe manoesia jang lebih baik, dan machloek jang lebih tinggi asalnja dari pada orang banjak, djadi karena itoelah maka orang-orang bangsawan itoe menjangkakan dirinja berhak me- miliki sekalian barang jang terbagoes! Akan memoesnahkan pengertian jang niengalangi sekalian kemadjoean itoe dapat- lah poela boenda-boenda itoe beroesaha dengan sebaik-baiknja. Tetapi kelakoean boenda jang bangsawan sekarang, djanganlah akan memoesnahkan pengertian itoe, melainkan selaloe dengan sengadja memandjakan anaknja, jang ketjil lagi beloem pandai berdjalan itoe dengan mengojak rahangnja, memanggil-mang gil si anak itoe dengan golaran bangsawan jang baroe didapat oléh anaknja itoe! Jang sebenar-benarnja, jang mendjadi soeatoe kepenoean besar oentoek kesopanan bangsa, ialah kemadjoean perempoean bang sa Djawa! Karena itoe soeatoe kewadjiban jang perta- ma sekali pada Pemerintah akan meninggikan kemanoesiaan perempoean bangsa Djawa, mendidik, mengadjar dan mendja- dikannja boenda jang tjakap dan boediman serta pendidik! Sekolah-sekolah partikoelir dan sekolah-sekolah Goebernemén telah menjatakan, bahwa kepala-kepala negeri makin lama makin banjak poela mengehendaki pendidikan jang baik oentoek anak-anaknja jang perempoean. Sekarang telah kedapatan djoega adalah beberapa regen jang menjoeroeh isterinja bersama-sama dengan anak-anaknja perempoean beladjar kèpada goeroe-goeroe perempoe an bangsa Belanda. Banjaklah lagi orang toea, jang maoe menjoeroeh mengadjar anak-anaknja jang perempoean, apabila adalah tempat meréka itoe beladjar, karena tidaklah pada segala negeri ada didapati sekolah anak perempoean, dan orangpoen banjak jang enggan menjoeroeh anaknja kesekolah jang bertjampoer anak-anak laki-laki dengan anak-anak perempoean.. Ditanah Priangan telah doea tahoen lamanja terdiri seboe- ah sekolah partikoelir jang dibantoe oléh Pemerintah; sekolah itoe semata-mata sekolah anak-anak bangsawan, goeroenja se- orang goeroe perempoean bangsa Ero^ah. Anak-anak laki-laki dan anak-anak perempoean pergi kesekolah itoe, tetapi berlain- lainan kelas; dan anak-anak laki-laki lebih doeloe disoeroeh poelang keroemah, sehingga anak-anak laki-laki dan anak-anak perempoean menoeroet sepandjang 'adat tiadalah dapat bei- djoempa.. Djanganlah kiranja diperbintjangkan djoega lebih lama, te tapi lihatlah sekarang soeatoe kedjadian dalam doenia Boemi- poetera, ja'ni sekolah oentoek anak-anak perempoean bangsa wan telah ada!. Sifat-sifat sendiri, nama jang baik, kepandaian jang sedjati
dari pada orang-orang jang mengadjar disekolah itoe, tentoe- 'ah akan menanggoeng kemadjoean sekolah itoe, dan Pemerin- tahpoen tentoelah mempoenjaï kewadjiban poela dalam sekolah itoe. Ia dapat menambah kemadjoean itoe, pertama mem bantoe kekoerangan dalam sekolah itoe, dan kedoea menoendjoekkan beberapa djalan diengan njata, jang ia mengindahkan kema djoean perempoean bangsa Djawa! Bangsa Djawa betoel seperti bangsa-bangsa jang lain djoega, beloem terpeladjar, masih berperasaan jang tadjam oentoek kebagoesan, keharoeman dan keindahan. Tjoekoepilah pe- rasaannja itoe, tetapi beri meréka itoe barang sesoeatoe jang baik, jang sedjaü dan jang tahan lama! Ingatlah betapa halnja anak-anak, jang disoeapi orang de ngan obat jang menambah keséhatan toeboeh meréka itoe. Kalau dihadapkan kepadanja pil-pil oempamanja seperti biasa sadja, tentoelah si anak itoe, biarpoen dengan toetoer kata jang manis, nasihat jang baik dan achimja antjaman engganlah djoega akan menelan obat itoe; tetapi berilah pil itoe bergoela, dan boengkoeslah dengan kertas berpérak atau beremas-emas, dalam sepoeloeh adalah sembilan anak-anak, jang segera akan menoendjoekkan tangannja hendak meloeloer pil itoe. Pada anak jang-lebih ber'akal tentoelah ta' bergoena goela atau boengkoes jang indah oentoek menelan pil itoe, karena ia tahoe jang pil itoe akan menjemboehkan penjakitnja. Tjontoh jang diberikan oléh almarhoem Pangéran Demak, i/jontoh jang setengah abad lamanja, maoekah orang menoe- roetnja, bilamana Pemerintah tidak menoendjoekkan soeatoe tanda jang njata, jang ia menghargakan perboeatan itoe? Pa- ngéian Demak, seorang Djawa jang pertama-tama sekali membei 1 anak-anaknja pendidikan tjara Eropah. Empat orang anak dan doea orang tjoetjoe Pangéran jang terseboet telah dan masih mendjadi regén. Orang-orang jang pandai menimbang hal itoe, semoeanja memoedji keadaan anak-isteri resrén-reerén itoe. Sebenarnjalah Pemerintah lekas mendapat kebadjikan atas perboeatan kepala negeri itoe; tetapi tentang paédah- njT. kemadjoean perempoean bangsa Djawa oentoek sekalian pendoedoek Boemipoetera soedahlah dinjatakan diatas tadi de ngan seterang-terangnja, dan tiap-tiap orang dapatlah mema'- loemi hal itoe, asal dipikirkannja baik-baik. Sekolah-sekolah sadja ta' dapatlah memadjoekan doenia Boe mipoetera, sebab itoe ahli roemahpoen wadjib poela bekerdia bersama-sama. Lebih-lebih dari ahli roemahlah wadjib datang kekoeatan jang mendidik itoe karena bertjampoer dengan ahli roemah
siang dan malam, tetapi dalam sekolah hanjalah beberapa djam sadja kami dalam sehari. Bagaimanakah ahli roemah itoe boléh dengan berkat dapat mendidik, apabila orang jang teroetama dalam roemah, ja'ni perempoean, iboe jang ta' tjakap mendidik? Djikalau Pemerintah sekarang menoendjoekkan jang ia da lam bermatjam-matjam hal mengindahkan bangsa Djawa, de- mikianpoen kemadjoean perempoean bangsa Djawa, tentoelah ia dengan sekoeat-koeatnja akan mengemoekakan hal itoe. Djalan itoe tentoelah lebih baik lagi dari pada djalan-djalan jang lain, karena hal jang seperti itoe mendjadi soeatoe adjakan jang baik. Hal itoe tentoe lebih banjak dan lebih besar menda- tangkan kebadjikan dari pada kalau Pemerintah misalnja lekas memberi perintah, jang segala kepala negeri menjoeroeh analt- anaknja pergi kesekolah, dan itoelah soeatoe perintah, jang sekali-kali tidak perloe dipaksa oléh Pemerintah! Bilamana orang-orang bangsawan mengetahoei, bahwa Pe merintah bersoeka hati, kalau anak-anak perempoean meréka itoe terpeladjar dan berboedi-pekerti, maka bangsawan itoe da lam beberapa tahoen jang pertama, tentoelah menjoeroeh sadja anak-anaknja itoe kesekolah dengan tiada mengetahoei akan paédahnja, tetapi dari gerakannja sedirilah akan terdjadi. Dan kedalam hal jang demikianlah haroes dibawa bangsawan itoe! Ta' oesahlah dipandang dahoeloe dengan da ja oepaja apa djoeapoen orang maoe menjoeroeh anak-anaknja jang perem poean pergi kesekolah. Perkara jang teroetama ialah, jang orang itoe menjoeroeh anak-anak perempoeannja pergi kese kolah! Kepada orang-orang jang memberi pengadjaran, dipi- koelkanlah soeatoe kewadjiban akan mendjadikan anak-anak perempoean, jang dipertjajakan kepada pengadjar-pengadjar itoe, menoeroet pengetahoeannja jang sebaik-baiknja dan de ngan segala kekoeatannja, ja'ni perempoean jang berboedi dan terpeladjar serta insaf dalam hatinja akan kèwadjibannja da lam hidoep bersama-sama akan mendjadi iboe jang ditjintaï, pendidik jang boediman dan pandai lagi sanggoep berboeat djasa dalam segala hal bagi sesamanja manoesia, didoenia Boe- mipoetera, jang perloe dalam tiap-tiap hal selaloe mendapat pertolongan! Bagi sementara orang haroeslah mendirikan lebih dahoeloe seboeah sekolah dengan tempat tinggalnja sekali, soepaja goe roe-goeroe dapat benar mendidik anak-anak itoe sebagai jang dikehendaki; tetapi sekolah itoe boléh poela hendaknja dima- soeki oléh anak-anak jang tinggal diloear. Bahasa dalam sekolah itoe haroeslah dipakai bahasa Belanda! Hanjalah pengetahoean dalam bahasa Eropah, dan teroetama
tentooi ah bahasa Belanda, jang dapat membawa bagi semen- taia orang berbangsa dari pendcedoek Boemipoetera kepadang kemadjoean, kepada kebébasan pikiran! 'Akal jang sebaik-baiknja oentoek mempeladjari bahasa itoe, ïalah banjak berpikir dan bertjakap dalam bahasa itoe. Tetapi oléh karena itoe djonganlah poela orang mengabaikan bahasa nja sendiri. Dalam1 hal itoe oentoek bahasanja sendiri patoetlah orang mengoesahakan dirinja dengan sebaik-baiknja. Tjita-tjita hendak menterdjemahkari kitab-kitab Eropah ke pada bahasa Djawa, jang berisi dengan pengadjaran dan pen- didikan, tentoelah amat besar. Itoepoen mestilah poela dilakoe- kan! Tetapi ito© sekarang beloem terdjadi, dan oentoek semen- tara beloemlah hal itoe boléh terdjadi. Wadjibkah orang Djawa dalam waktoe menantikan itoe akan dibiaikan sadja tinggal doengoe dan bodoh, sedang 'ilmoe kepandaian sekarang ini sangat berpaédah oentoek doenia Boemipoetera, jang-mengehendaki sendi kesopanan jang bergoena oentoek mendapat keselamatan pentjaharian jang lebih baik? Saja tidak bermaksoed monjoeroeh sekalian orang* Djawa beladjar bahasa Belanda; apakah paédahnja pengetahoean ba hasa Belanda itoe bagi si peladang, toekang pemotong kajoe, toekang" roempoet d.1.1.? Goeroe-goeroe haroes mengadjarkan bahasa itoe hanjalah kepada meréka jang tjakap dan te- lang hatinja oentoek beladjar bahasa Belanda itoe. Goeroe-goe- 10e haroes mengadjarkan bahasa itoe dengan seterang-terang- nja, dan memaloemkan baik-baik kepada moerid-moeridnja, bahwa mempoenjaï kepandaian bahasa Belanda itoe sadja, ta' adalah artinja, dan sekali-kali tidaklah artinja meréka itoe te- lah mempoenjaï tertib-sopan, karena kesopanan itoe tempatnja tidaklah dalam pandai bertjakap bahasa Belanda dan tahoe se- f-i 11 ? jta,dat Belanda, apalagi kesopanan itoei tempatnja tidaklah didalam pakaian meniroe tjara Belanda. Pengetahoe an bahasa Belanda ialah koentji, jang akan memboeka goedang perbendaharaan kesopanan dan kepandaian bangsa Eropah. Dan masing-masingnja wadjiblah bekerdja, soepaja boléh mendapat narta benda jang didalam perbendaharaan itoe. SGsoenggoehnja perloe benar banjaklah Boemipoetera jang .erpeladjar hati dan otaknja, dan mengetahoei soenggoeh-soenggoeh bahasanja dan hal bangsanja sendiri, dan dalam hal itoe agi mengetahoei bahasa Belanda dan 'ilmoe kepandaian bangsa ^ropah Meréka itoe masing-masing wadjiblah memaparkan baik-baik segala jang baroe kepada bangsanja, sehingga hal itoe bolen dapat rlisesoeaikan oléh meréka itoe dengan hal keada- annja! Terdjemahkanlah waktoe itoe nanti segala kitab-kitab bangsa Eropah jang mengembirakan hati kepada bahasa' Djawa, dan
406
hadapkan kepada bangsa Djawa; lihatlah disana betapa orang banjak akan menjoekaïnja!
Bagi meréka jang pada waktoe ketjilnja dan waktoe moeda- nja tiada mendapat pendidikan tertib-sopan jang baik, dan hampir sekalian bangsa Djawa demikianlah halnja, patoetlah hal jang sangat pcnting itoe ditambahkan dalam pendidikan me réka itoe. Kadang-kadang terdjadinja pendidikan itoe tidaklah dengan sengadja; boléh djadi kita bertjampoer dengan orang-orang pandai dan jang berhati moelia lagi soeka memandaikan dan mengadjari kita, dan dengan tiada setahoe kita orang mendidik kita dengan tjontoh-tjontoh jang moelia. Soeatoe 'akal jang baik oentoek pendidikan dan jang boléh mendatangkan keselamatan, ialah: „membatja kitab-kitab." Membatja itoe soeatoe pendidik jang bagoes. Orang Djawa hampir ta' ada mempoenjaï kitab-kitab batjaan. Jang ada padanja, ialah sja'ir-sja'ir pahlawan, dan nasihat-nasihat hidoep, itoepoen ta' banjak poela orang membatjanja, karena ia ditoelis dengan tangan; diantara kitab-kitab itoe adalah poela harta poesaka, jang telah toeroen-temoeroen dari bapa kepada anaknja, poen koerang dibatja orang, karena bahasanja atjap kali kiasan dan 'ibarat sadja, ta' dapat diartikan oléh orang kebanjakan. Lagi poela orang Djawa selaloe memaham- kan kebanjakan isi kitab-kitab itoe seperti apa jang tersoerat sadja, karena itoelah pengertian dan keperloean isi kitab-kitab itoe kepadanja, semoeanja atau sebagian besar mendjadi hilang. Dalam sja'ir-sja'i-r nasihat Djawa hal keadaan tidak makan dan tidak tidoer, amat dipoedji benar dan dikatakan, bahwa itoelah soeatoe djalan jang soetji dari negeri jang fana kene- geri jang baka. Banjaklah boeah pikiran didalamnja jang bagoes-bagoes kiasannja, tetapi keindahan itoe bagi orang banjak telah hilang. Kalau meréka itoe telah poeasa, menahan lapar dan berdja- ga-djaga, maka dalam pikiran meréka itoe telah sampailah mak- soednja menempoeh djalan jang soetji itoe, dan dalam hal itoe boeah pikiran jang baik tadi, jang perloe di'amalkannja tiap- tiap hari, hilang lenjaplah. „Ta' makan, ta' minoem dan ta' ti doer, itoelah sangkanja maksoed hidoep! dan karena penanggoengan itoe (sabar, menahan diri dan ta wak- kal) sampailah meréka itoe kesoerga tempat bersenang-senang!" Seperti keadaan itoe banjaklah lagi jang diperboeat oléh me réka itoe.
Berilah orang Djawa kitab-kitab, jang tertoelis dalam bahasa jang disoekaï dan jang diketahoei oléh orang banjak, djangan- lah sekali-kali tjeritera-tjeritera jang soekar, berisi kosong, tjoelas dan ta' berpaédah, tetapi hendaklah tjeritera-tjeritera jang moedah, baik dan indah, ja'ni tjeritera peri hal hidoep jang sebenar-benarnja terdjadi, sekarang dan dahoeloe, boléh djoega tjeritera-tjeritera jang diboeat-boeat, asal oedjoednja selaloe adalah oentoek pembaiki tingkah lakoe dan penambah 'ilmoe kepandaian! Dalam berbintjang bertjengkerma seboléh-boléhnja hendak lah diberi orang Djawa makanan oentoek hati dan otaknja ser- ta nasihat jang bergoena oentoek hkloepnja sehari-hari. Wadjiblah diadakan kitab-kitab ketjil dan besar jang ber goena oentoek meréka jang telah balig, dan oentoek anak-anak ketjil, dan lagi soerat-soerat kabar, jang keloear tiap-tiap pe- kan dan tiap-tiap boelan jang berisi berdjenis-djenis hal keadaan, jang meloeaskan pemandangan, memboekakan pikiran dan mempersoetji hati. Sekali-kali soerat-soerat kabar itoe, ta' bergoena diisi dengan kabar-kabar jang biasa, seperti kebakaran, ketjoerian, pemboenoehan dan perang péna, jang hina-menghinakan dan tjela-mentjela orang. Pembatja-pembatjanja haroeslah boléh bertanja tentang segala hal, jang di- djawab oléh djoeroe kabar atau pembatja-pembatja jang lain. Seboléh-boléhnja soerat kabar itoe hendaknja oentoek mema- djoekan pembatja-pembatjanja bertanding dan bertoekar pi kiran dan timbangan. Sebagai orang mendirikan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala-kepala negeri, jaïtoe biarlah ketjil permoe- laannja, demikianlah poela wadjibnja soerat kabar itoe didi- rikan. Pekerdjaan itoe tentoelah nanti moedah dengan perlahan- lahan dibesarkan, tetapi apabila orang memoelaï dengan jang besar dan kemadjoeannja ta' berapa, pastilah orang akan le- kas berhati ketjoet. Kelahiran soerat kabar „Bintang Hindia" mémanglah me- riangkan hati, itoelah baroe soeatoe soerat kabar Melajoe-Belanda jang diberi bergambar-gambar, dikeloearkan ditanah Belanda dan dikemoedikan oléh soeatoe perserikatan anak moeda-moeda jang berhaloean kemadjoean, dan jang sedang bertapa mentjoekoepi pengadjarannja disekolah-sekolah tinggi disana. Meréka itoe ialah anak-anak moeda jang bertjinta dan berhati gembira. oentoek tanah air dan bangsanja, jang hendak dito- longnja kelak kepadang kemadjoean! Saja berharap soepaja orang membantoe dan menjokong oesaha itoe! Pengetahoean jang disoekaï oléh orang banjak tentang tanah Hindia dan pendoedoeknja, haroeslah dikembangkan ke- pada orang-orang Belanda. Dengan tjara demikian baroelah da-
pat orang mengenal bangsa Djawa dengan sebenar-benarnia, sehmgga karena itoe tjela dan nista dapatlah hilang hendak- nja; dan pada waktoe jang akan datang tidaklah orang-orang Belanda jang terpilih-pilih sadja, tetapi orang-orang Belanda .lang kebanjakanpoen hendaklah memandang orang-orang jawa sebagai sesamanja manoesia. Bangsa Djawa itoe sekali- kali tidaklah bersalah, jang ia koerang pandai dari pada bangsa Belanda dan berkoelit hitam. Kitab-kitab jang sedemikian, jang dikarang oentoek orang-orang Belanda tentoelah akan banjak paédahnja, baik'oentoek tanah Djawa, baik oentoek tanah Belanda sendiri. Lebih besar agi harga dan kekoeatan kitab itoe, apabila anak Djawa sendi- rilah jang memperkenalkan bangsa Djawa dengan tanah Be landa. karena itoelah poela teramat bagoes, jang bahasa Belan da itoe cnadjarkan kepada bangsa Djawa. Orang Belanda ten toelah akan mengerti dengan sebaik-baiknja apa jang dikata- an oleh anak Djawa tadi, bilamana ia bertjakap dalam bahasa elanda mentjeriterakan kehendak, kekoerangan dan keseng- saraannja. ' ', Tetapi mengapakah pada waktoe orang2 Belanda, telah ber- oemoer, maka kesoekaan hati meréka itoe oentoek tanah Hin- dia baroe dibangoenkan ? Ta' dapatlah hal itoe lebih lekas diter- pitkai!. Sekolah-sekolah itoelah soeatoe tempat jang sebagoes- bagoesnja oentoek mengerdjakan itoe, baik sekolah di Belanda atau sekolah di Hmdia. Orang haroes memakai kitab-kitab ke-]i disekolah-sekolah itoe, ja'ni lcitab-kitab jang mengoeraikan dengan ^seterang-terangnja. hal keadaan tanah, hangsa dan adat-adat Kmdia; boekanlah kitab-kitab jang soekar, sangat eipeladjar dan tinggi, hanja kitab-kitab jang meriangkan hati, f-eper 1 kitab-kitab jang disoekaï oléh anak-anak membatjanja, dan jang berisi pengetahoean jang sedjati tentang tanah-'tanah kami jang bagoes, dengan pendoedoeknja, bangsa jang berkoelit hitam dan lemah lemboet jang djaoeh diseberang laoetan itoe. Akan memberi pengetahoean jang sedjati tentang tanah ll mdia oentoek anak-anak itoe beloemlah tjoekoep, apabila orang hanja meipakai kitab-kitab pembatjaan itoo sadja, mes- k]poen sekaliannja telah dikarangkan dengan seindah-indahnja, dan dengan pengetahoean jang seloeas-loeasnja. Tetapi wadjib- lah lagi goeroe-goeroe mempoenjaï poela pengetahoean tentang tanah Hmdia lebih banjak dari pada jang terseboet. Meski- poen goenanja ialah sekadar, soepaja goeroe-goeroe itoe tiada- lah akan menoetoep moeloetnja, bilamana anak-anak itoe ber- tanja barang sesoeatoe hal, jang telah dibatjanja pada kitab-kitab batjaannja itoe. Tiada baikkah dalam sekolah-sekolah goeroe ditambah lagi
409
seboeah pengadjaran jang baroe, jaïtoe: pengetahoean jang baik dan landjoet tentang tanah Hindia? ioh?v, idK-tnah Pflanda Pfrloe sekali ditjari segala daja oepaja, _ 3 h-lebih oentoek anak rnoeda-moeda akan membangoenkan kesoekaan meréka itoe kepada tanah Hindia. Karena anak-anak jang sekarang lagi beladjar, meréka itoelah nanti, pada waktoe jang akan datang, jang akan memerintah tanah Hindia! Jang lebih baik lagi dan pekerdjaan jang sebagoes-bagoes- nja akan membangoenkan kesoekaan kepada tanah Hindia dan pendoedoeknja dinegeri Belanda, ialah dengan memperlihatkan" bermatjam-matjam gambar, perkakas dan Jain-lain tentang tanah Hindia dan pendoedoeknja. ^frt,°endj'^,kan' sePerti jang kerap diboeat oléh u" u "°1ost en,West di den Ilaag, jaïtoe pertoendjoekan barang-barang kepandaian dan peroesahaan Boemipoetera ta nah Hindia, dan kalau dapat ditoendjoekkan benar-benar bagai- mana hidoep bangsa Hindia dalam doenia sendiri, oempama: aiadakan roemah dengan isinja (orang Djawa sedjati) dan gamelannja; dipertoendjoekkan dalam beberapa negeri-negeri diseloeroeh tanah Belanda, dan oeang bajaran akan masoek ke- dalam pertoendjoekan itoe, haroeslah diminta semoerah-moerah- dapat masoek melihatnia.
| nja, soepaja | sekahan | anak | negeri |
|---|---|---|---|
| n ja g1se | e 1 | ||
| er | 06 | tanah | Belanda |
| 6raPa | liam | ir ta | ada |
| Sneb ah r] jang kan | daja |
dSnprnpS^, " P ^ ^ semoeanja dikoempoelkan dan disoeroehlah mendjalani tanah Belanda, dari seboeah negeri kenegeri jang lam. Ê Sangatlah mendoekatptakan bagi tanah Hindia dan amat h /u J- J'ang orang-orang Belanda bodoh dan pandai rata-rata, boléhlah dikatakan sekaliannia Hin^a' ^ P' mengetahoei hal keadaan tanah
- ' °f oepaja jang patoet dilakoekan oléh Pemerintah ja ig akan memadjoekan keselamatan pendoedoek tanah Djawa Z™ :. ^ mendatangkan kebaikan kepada tanah Belanda i j mengembangkan pengetahoean tentang Hindia kepada orang-orang Belanda, dan membangkitkan kesoekaan mereka itoe oentoek „Hindia." Kesoexaan Dari orang-orang Belanda boléhlah datang soeatoe kekoeasaan jang memberi berkat kepada anak Boemipoetera; masing- wtmg oranf Eropah jang terpeladjar, lebih-lebih meréka itoe arena pangkatnja mestilah bertjampoer gaoel dengan orang
aUU de"?a" orw« ba°'ak-benar m" „dfadi pendidak dan orang jang berboeat baik oentoek orang Djawa. va,rena mereka itoe dapatlah melakoekan kekoeasaannja jang baik dan memboeat kebadjikan, bi lamana meréka itoe sS nembea1 pertolongan kepada orang-orang sakit dan loeka. Berapalah besarnja dan berkatnja kekoeasaan jang dapat
410
dilakoekan oléh pegawai-pegawai negeri bangsa Belanda, jang bert jam poer dengan orang-orang besar Boemipoetera, ja'ni kepala-kepala dan orang2 bangsawan. Apakah kebaikan kekoeasaan pegawai itoe, jang sekarang boléh dilihat? Poekoel rata-rata amat sedikit, ja, terlaloe amat sedikit! Dan kepada pegawai-pegawai bangsa Eropah, jang menaroeh kasihan kepada bangsa koelit hitam, jang diperintahnja, jang memandang pegawai-pegawai bangsa Boemipoetera jang dibawahnja itoe, dalam segala hal boekanlah orang jang hina dan boekanlah akan me- njembah-njembahnja, hanja memandang orang-orang Djawa ini sebagai sesamanja manoesia dan sahabatwjaa, selaloelah di- oetjapkan terima kasih. O, saja harap, soepaja pergaoelan pegawai Eropah dengan pegawai Boemipoetera mendjadi baik, dan pergaoelan jang baik itoe akan mendjadi soeatoe 'adat kebiasaan hendaknja, sehingga perbédaan kedoea djenis pegawai itoe tidaklah kiranja akan tinggal lama lagi! Dinding jang mentjeraikan pegawai Eropah dan Boemipoe tera, ialah „kemegahan" namanja. Tiadakah lebih baik oentoek tanah Belanda dan oentoek tanah Hindia djikalau orang-orang Belanda, lebih-lebih pegawai-pegawai jang berpangkat kepala negeri mentjahari „kemegah an" meninggikan pangkatnja itoe dengan djalan jang lain, dari pada djalan jang ditoeroet sampai sekarang? Lama-kelamaan roepanja hati jang belas kasihan dan tabi'at jang baiklah jang lebih bagoes, ja, itoelah soeatoe djalan jang sebagoes-bagoesnja akan memperhoeboengkan tanah Djawa dengan tanah Belanda, dari pada djika orang2 Belanda, lebih-lebih pegawai-pegawai negeri, jang menerbitkan ketakoetan Boe mipoetera kepada kekoeasaan tanah Belanda, ja'ni dengan me ninggikan dirinja „keatas kajangan jang mahatinggi." Pegawai-pegawai Boemipoetera menghormati pegawai bangsa Ero pah, seperti meréka itoe menghormati orang-orang besarnja sendiri, karena pegawai-pegawai Djawa tahoe, jang toean-toean itoe dalam hatinja soenggoeh-soenggoeh menjoekaï kehormatan itoe; tetapi meréka itoe menghormati si toean itoe sedemi- kian, adakah karena. kemaoean hati meréka itoe sendiri ? ? ?! Moga-moga pegawai Belanda jang sebenarnja akan mening gikan dirinja, sekali-kali ta' maoe menerima kehormatan jang tidak terbit dari hati jang soetji! Dari perempoean bangsa Eropah boléhlah poela didapati soeatoe berkat jang besar oentoek doenia Boemipoetera. Telah kerap kali kedjadian, jang anak-anak gadis Boemipoe tera telah ada djoega berkepandaian dan pengetahoean sedikit-sedikit jang dibawanja dari roemah orang toean ja. Dan tam- bahnja pengetahoean itoe diperoléhnja ialah dari kebaikan hati
411
perempoean bangsa Eropah, bahwa pengetahoean itoe amat bergoena kemoedian hari oentoek doenia Boemipoetera adalah dima'loemi oléh anak-anak gadis itoe, karena meréka itoe telah mengerti poela akan kewadjibannja dalam hidoep bersama- sama. Belas kasihan perempoean-perempoean Belanda itoe mendjadi soeatoe perboeatan, jang mendatangkan keoentoengan kepada tanah Belanda sendiri. Perempoean-perempoean itoe dalam hal itoe menanamkan tjinta dalam hati gadis-gadis Boemi poetera dan kaoem keloearganja oentoek tanah dan bangsa Be landa. Dan perempoean-perempoean itoe sendiri telah menge- nali poela bangsa Djawa dengan djalan jang lebih baik. Djalan itoelah jang membimbing perempoean-perempoean Belanda dan Djawa sama-sama moelia-memoeliakan, dan sama-sama pertja- ja-mempertjajaï, jang mendatangkan kebaikan besar oentoek kedoea belah pihaknja. Amat banjaklah kebaikan ditanah Hindia, jang boléh diper- boeat oléh laki-laki dan perempoean Belanda. Dengan oesaha jang baik sedikit sadja, dapatlah meréka itoe dengan moedahnja menarik hati bangsa Boemipoetera. Adalah orang jang berkata, bahwa orang Djawa ta' tahoe mengoetjapkan terima kasih. O, apabila orang mendengarkan „si koerang terima kasih" itoe mempertjakapkan tjintanja jang memiloekan hati dan kehor- matannja oentoek bangsa Eropah, jang telah menjajang me- ngasihinja, pastilah orang itoe akan mengoebah katanja. Orang Djawa berperasaan jang amat tadjam oentoek mera- &aï keramahan dan kesajangan jang terbit dari hati jang ichlas. Orang-orang Eropah haroeslah lebih dahoeloe mendekatkan dirinja kepada orang Djawa, akan orang Djawa sendiri ta' bera- mlah mendekatkan dirinja dahoeloe kepada orang Belanda, ka- ïena ia terlampau pemaloe dan penakoet; dan lagi orang Ero pah itoe boekankah wadjib mengambil hati dan kepertjajaan meréka itoe lebih dahoeloe? Orang baroelah sampai ketempat jang dimaksoed itoe, ialah apabila orang ditanah Belanda telah mengembangkan pengetahoean tentang hal keadaan Hindia jang sedjati. Kembangkan- lah pengeiahoean itoe disekolah dan diroemah kepada anak-anak dan kepada orang-orang- moeda, dan masoekkanlah kedalam ha- tmja, bahwa tanah Belanda itoe adalah mempoenjaï soeatoe ke- wadjiban boedi jang moelia kepada tanah Hindia, tanah jang bagoes, kaja dan djaoeh diseberang laoetan, ja'ni tanah, tempat Groot-Nederland mengoetjapkan terima kasih, karena ialah jang menjebabkan maka tanah Belanda telah mendjadi soeatoe keradjaan berdjadjahan jang berarti. Ditanah Belanda haroes lah orang beladjar, bertanja, dan memikirkan baik-baik perta-
412
njaan ini: „Apakah fcelak djadinja tanah Belanda. kalau ta' ada lagi bertanah Hindia?" Dan lagi jang haroes poela diadjarkan oléh tanah Belarida kepada Hindia: „Apakah djadinja nanti Hindia kalau ta' ada bertanah Belanda?" Ten tang pengadjaran anak negeri batjalah boeah pikiran uegen Ngawi *) jang sekarang. Tambahan lagi nistjaja adalah djasanja kalau sekiranja „rang memperhatikan dengan sebaik-baiknja hal keadaan peng adjaran, pendidikan, sekolah d.1.1. di Modjowarno dan hasil kebaikan sekolah disitoe. Mengapakah maka sekolah-sekolah .lang baik seperti di Modjowarno itoe tidak dicjapati djoega di- negeri-negeri jang lain ditanah Djawa? Djika sekiranja boekanlah perkara agama jang diadjarkan dalam sekolah itoe, atau tentang perkara agama orang boléh melakoekan kehendaknja, tentoe ta' adalah mara bahaja jang ditakoetkan orang dari pihak-pihak orang jang saléh dalam doenia Boemipoetera. Kalau tidak perkara mengembangkan agama Serani, karena hal itoe menimboelkan kebentjian bagi orang-orang Djawa jang tegoeh akan agamanja, tentoelah pekerdjaan jang bagoes itoe akan mendatangkan soeatoe keberkatan oentoék tanah Djawa. Orang Djawa mempertjajaï dalam hatinja, bahwa s oeatoe kehi- naanlah bagi bangsanja, jang doeloe seagama dengan dia, tetapi sekarang telah moertad mendjadi orang Serani. Pekerdjaan itoe Pada pemandangan orang Islam, dosa jang sebesar-besarnja. Dan ora-ng Djawa jang telah mendjadi Serani itoepoen meman- danji bangsanja, jang masih beragama Islam jang doeloe seagama dengan dia itoe, hina poela. Menoeroet pikirannja ia telah tinggi kedoedoekannja dari pada mei éka itoe, karena ia sekarang seagama dengan orang poetih, dan menjangkakan jang kedoedoekannja telah sama tinggi dengan kedoedoekan orang poetih itoe dalam hidoep bersama-sama. Didiklah orang Djawa, adjarlah ia pandai ber- pikir sendiri, dan bila ia telah berpikiran jang sempoerna, biar- kanlah ia sendiri memilih agama jang disoekaïnja. Biar- kanlah ia dengan kepertjajaannja sendiri masoek agama Serani, seorangpoen ta adalah jang menegahkannja memboeat sede- mikian. Dengan djalan jang seperti itoe, tentoelah agama Se rani akan menang, dan tentoelah banjak akan didapati dianta- ra meréka itoe orang jang toeloes hatinja, saléh dan pertjaja
1). Regén itoe Kaden Mas ToemenggoengOetoyo, sekarang Rpgén Djapara S?n... J1 di Betawi, dan seorang dari saudara-saudara Kartmi, Raden Mas Toemenggoeng Ario Sosro Boesono, jang meng- gantikannja mendjadi Regén Ngawi. Penjalin.
413
benar kepada agamanja. Bila orang soeka beragama seperti né- har°eslah poela dibiarkan hal jang sedemikian! djailah oiang Djawa dengan perkataan dan perboeatan apa artinja j ang sebenar-benarnja boedi pekerti dan kasih sajamg dSSIw h ï d boekanlah pada pakaian, tidaklah pada adat- adat jang didjalan-djalan, boekan lah da lam bahasa jang ditjakapkan orang, dan tidaklah poela dalam nama agama jang diimankan, terletaknja boedi pekerti jang sebenar-benarnja itoe. Boedi pekerti jang sedjati itoe tem-SrW-• dihati orang sendiri, ja'ni bertivgkah lalcoe dan oertiati jang moeha! jang tfro?tama wadjib ditanamkan dalam hati segala bc iigsa dan pada bermatjam-matjam agama, menjembah dan
tenar'Srajï " ^ T°eh8n ^ Se"
SI IM*MÉH MENDATAR'8-
| TAXÈNSMSS, | D 7J:L7 | ||
|---|---|---|---|
| lach ek0 | al m énak | haroeslah | |
| dan | a 6 | Ja ekerd aan | sa sekolah |
Re?^ l L!i c ^itambah lagi, seboeah di Betewi, seboeah di Semarang, dan seboeah di Soerabaja, dan P da- itoe seboeah lagi sekolah jang goenanja semata- hpInrliÜ!"? ^ i l ' tempat anak-anak moeda ^ i? i u P J jang terseboet. Bahasa jang di- pakai dibekolah-sekolah haroeslah bahasa Belanda. 2) iiap-tiap tahoen selaloe lehih banjak anak-anak hendak ïasoek, ja, hma kali lebih banjak dari pada banjaknja Ditkaf^if tJ&hgh di,te™la oentoek sekolah ménak itoe. Djikalau telah banjak sekolah jang demikian, tentoelah pegawai-pegawaï oentoek han jang kemoedian boléh diambil dari moend-moend jang tammat beladjar dari sekolah-sekolah itoe neJlrf KOe MauJar akann mendatangkan kebaikan oentoek negen, ta oesahlah dioeraikan lagi. Sekarang pegawai-pegawai negeri asalnja kebanjakan ialah dari magang-magang jang berpengadjaran, tiadalah begitoe sempoerna. ' tiampir sekalian magang hanjalah menerima pengadjaran dan sekolah rendah Boemipoetera, bila tammat penga" djaian disekolah itoe, pergilah meréka itoe mendjadi magang kepada pegawai bangsa Eropah atau pegawai Boemi poetera, menolong menoelis atau menjalin-njalin soerat.
2). Kehendak itoe kebanjakan telah makboel. Sedjak itoe telahi^fS^T didnikan sekolah-sekolah ménak jang baroe iaïtoe • dt^itwa^r ifv DfBetawft5ih
w adid didnikan (i>i'kWa poela seboeah ^jaWa Teng sekolah 'ah da hafciWoentoek 2^ÖJ^'a Timoer»." Boe-
SSSMJSTRS a*"m wn,
1 "V/
414
Sesoedah bekerdja jang demikian itoe, jang lanianja sampai beberapa tahoen. kerap kali tiada bergadp, maka iapoen diang- katlah, atas poedjian kepalanja, „toean pegawai", jang terseboet tadi; biasanja mendjadi dj oeroetoelis, seperti pekerdjaan jang tadi djoega, hanjalah perbédaannja, ia sekarang mendapat gadji dari Goebernemén; djadi setelah bertahoen-tahoen lama- nja ia bekerdja pada Goebernemén itoe, baroelah masoek hi- toengan perkoempoelan pegawai-pegawai dan mempoenjaï hak- hak jang sangat diingini oléh bangsa kami jang masih seperti anak-anak lakoenja, ialah: boléh memakai pajoeng dan boeah badjoe letter W! Dengan tjara jang demikianlah amat banjak orang jang telah tóea, baroe dapat na ik keanak djand jang jang dibawah sekali dalam golongan pegawai-pegawai itoe. Adakah hal jang sepeiti itoe memberi paédah kepada peker djaan? Orang jang telah toea barangkali lebih banjak peng- lihatan dan pendengarannja dari pada orang moeda (apakah jang dapat dilihat dan didengar orang, apabila ia selaloe ta' boléh tjampoer tangan dalam segala hal?); tetapi jang tidak dapat dibantahi kelebihan orang moeda dari pada orang toea, jaïtoe: „kesegaran." Apabila kesegaran itoe bersama-sama dei- ngan ketjakapan, apakah jang ta' boléh diharapkan kepada orang moeda itoe? Oléh karena itoe haroeslah hendaknja didja- dikan soeatoe peratoeran jang tetap, bahwa kenaikan pangkat
- itoe tidaklah akan ditilik dari pada 'oemoer orang, malainkan dari pada kepandakvn dan ketjaka/pan pegawai jang akan diangkat itoe. Peratoeran jang ditoeroet oléh Pemerintah dalam waktoe jang achir ini, tentang keangkatan pegawai-pegawai Boemi- poetera jang tertinggi, jaïtoe regén-regén, sangatlah membe- sarkan hati. Tiga orang moeda telah dititahkan mendjahat pangkat jang tinggi itoe; doea orang diiantara meréka itoe masih terlaloe moeda dan jang seorangpoen tiadalah masoek golongan pega wai-pegawai, tetapi ia seorang jang amat boediman. Ketiganja telah tammat beladjar disekolah menengah (H.B.S.), sehingga jang seorangpoen diantaranja beladjar doeloe ditanah Belanda. Keadaan itoe membawa kesegaran kedalam golongan pegawai-pegawai itoe, dan paédahnja jang lain. soepaja meréka itoe dalam doenia Boemipoe^ra boléh insaf, bahwa kebangsawanan itoe tidakloA ada artinja pada masa sekarang, sebab orang jang berbangsa itoepoen wadjiblah poela ada kepandaiannja, soepaja boléh memegayg pekerdjaan jang amat tinggi itoe. Hal itoe tentoelah soeatoe asoetan oentoek orang bangsawan dan orang berpangkat tinggi, soepaja meréka itoe menjoeroeh anak- anaknja beladjar dengan sebaik-baiknja. Lain dari pada tiga orang regén jang terseboet diatas tadi, ada
415
lagi tiga orang regén lain, jang keloear dari sekolah menengah (H. B. S.) itoe. Lama-kelamaan tentoelah akan diadakan soeatoe peratoer- an: „Bahwa ta' seorang djoea boléh mendjadi regén, apabila ia tidak beladjar doeloe pada sekolah menengah dan tidak ter- peladjar benar dan ta' tjakap betoel oentoek mendjabat pang- kat itoe. Telah term as j hoer bahwa Hindia ini amat banjak kekoe- rangan pertolongan oentoek orang sakit. Pegawai-pegawai dan goeroe-goeroe tentoelah boléh hendaknja sedikit membantoe kekoeiangan itoe. Pada sekolah ménak dan sekolah goeroe haroes diadakan soeatoe pengadjaran jang baroe; ja'ni: ,,pengadjaran keséhatan toeboeh dan bebat-membebat orang loeka." 0, tentoelah ta' akan banjak orang akan poelang kerah- matoe llah lagi bilamana adalah orang jang ber'ilmoe sedikit-sedikit dalam hal keséhatan toeboeh dekat meréka itoe. Atjap kalilah soedah terdjadi orang-orang jang loeka teroes meninggalkan doenia, karena darahnja terlatoe banjak keloear sebeloem dokter, jang datang dari tempat jang berpal-pal djaoehnja dapat memberi pertolongan kepada meréka itoe. Adalah seorang anak jang digiling keréta api; dokter jang sedekat-dekatnja doea djam perdjalanan djaoehnja dari tempat itoe, anak itoepoen dibawa oranglah kepada dokter itoe, dan ditengah djalan matilah anak itoe, sebab darahnja selaloe men- tjcetjoer keloear, karena ta' seorang djoea disana jang tahoe membebat loeka itoe. Kepala-kepala negeri tentoelah boléh mengadjarkan pengeta- hoeannja tentang keséhatan toeboeh kepada kepala-kepala désa, dan dalam hal itoe tentoelah didésa-désa telah ada orang jang dapat sedikit memberi pertolongan. Goeroe-goeroe wadjib meng adjarkan kepandaian keséhatan toeboeh itoe disekolah. Di Magelang jang ada; bersekolah ménak, dan lagi 'banjak bei dokter opsir, boléhlah dengan segera orang mengadjarkan pengadjaran keséhatan toeboeh dan bebat-membebat loeka ke pada moend-moerid sekolah itoe. Demikian poela di Djokja, jang bersekolah goeroe dan ada poela berdokter opsir, orang- poen dapat poela memoelaï pekerdjaan itoe. Pada sekolah-sekolah ménak dan sekolah-sekolah goeroe haroeslah diadakan orang seboeah Chazanatoe'lkitab jang kaja seboleh-boléhnja penoeh dengan kitab-kitab bahasa Djawa, Me- ajoe dan Belanda, jang bersisi dengan bermatjam-matjam hal keadaan jang boléh meloeaskan pemandangan, menadjamkan memoeliakan perasaan hati. Goeroe-goeroe haroes- ah dengan sedapat-dapatnja berdaja oepaja akan menimboelkan nafsoe moend-moerid oentoek membatja kitab2 itoe. Dan soe- paja adalah hasilnja apa-apa jang dibatja itoe haroeslah kerap
416
kali diperbintjangkan. Pertoekaran dan pergosokan pikiran bagi moerid-moerid itoe, wadjiblah dihidoepkan dengan sebaik-baiknja. Moerid-moerid haroeslah oempamanja mengadakan „malam pertjakapan" dengan bantoean goeroe-goeroe, dan pada malam itoe diperkatakan perkara dan kedjadian jang penting-penting. Moerid-moerid itoe wadjib memikirkan hal jang akan dibitjara- kannja lebih dahoeloe dan pada malam pertjakapan itoe dike- loearkannjalah pikirannja itoe. Orang djanganlah menter- tawakannja, bilamana meréka itoe mengeloearkan timbangan jang gandjil-gandjil, melainkan tolonglah meréka itoe dengan kekoeatan, kehaloesan dan kesajangan kepada djalan jang benar. Kalau orang moelaï mentertawakan, maka moeloet dan hati meréka itoe akan tertoetoeplah sadja. Orang wadjib meng- adjar meréka itoe berpikir sendiri. Orang telah kerap kali berkata, bahwa goeroe-goeroe itoe adalah doea pekerdjaannja, jaïtoe: mendjadi pengadjar dan mendjadi pendidik! Sebab goe roe-goeroe itoe wadjib memikoel doea matjam pendidikan ja'ni: pendidikan pikiran dan pendidikan kesopanan! Moerid-moerid itoe mestilah hendaknja insaf akan dirinja, bahwa meréka itoe oentoek bangsanja dalam hidoep bersama-, sama, dalam meréka itoe mendjalankan djabatannja, adalah mempoenjaï soeatoe kewadjiban boedi dalam hatinja. Demikian djoega apabila meréka itoe telah keloear dari sekolah, hendak- lah perasaan persaudaraan antara moerid-moerid selaloe hidoep. Dan soepaja hal itoe boléh terdjadi moerid-moerid jang lama dan jang masih disekolah, baiklah mengeloearkan sehelai soerat kabar jang dikemoedikan oléh goeroe-goeroenja dan dibantoe oléh moerid-moerid jang terpandai. Soerat kabar itoe, baik lah dikarangkan dalam bahasa Belanda, goenanja pertama- tama akan memeliharakan bahasa Belanda masing-masing dan soepaja boléh dibatja djoega oléh orang-orang Belanda tentang pendapatan dan perasaan moerid-moerid jang telah tammat beladjar dalam pekerdjaannja. Hal itoe wadjib dipertjakapkan dan didjawab oléh goeroe-goeroe dengan moerid-moeridnja. Demikianlah selaloe diperboeat bertoeroet-toeroet. Amatlah bagoesnja peratoeran jang diadakan oléh Pemerin- tah telah doea tahoen lamanja, jang maksoednja akan memper- loeas pemandangan goeroe-goeroe bangsa Boemipoetera. Tiap- tiap tahoen dalam boelan poeasa disoeroehlah beberapa orang goeroe dengan ongkos Goebememén pergi ,tamasja melihat- lihat salah soeatoe dari ketiga iboe negeri di Djawa. Meréka itoe wadjib memboeat seboeah karangan tentang penglihatan dan perdjalanannja itoe, karangan itoe sebaik-baiknja ditoelis dalam bahasa Belanda. Apabila kesopanan dan kepandaian dalam doenia Boemipoe tera bertambah-tambah madjoe, pastilah amat bergoena sekali
orang memboekakan bermatjam-mat jam pekerdjaan jang baroe oentoek anak-anak orang bangsawan. Lagi poela baiklah diingatkan disini, bahwa pekerdjaan mendjadi pegawai kepala-kepala negeri tiadalah amat disoekaï oléh anak moeda-möeda, jang telah dan jang sedang beladjar disekolah-sekolah menengah. Hal itoe sebabnja ialah karena kebé- bo^an jang dirasaïnja semasa dalam sekolah itoe, ja'ni kebé- basan dalam bekerdja dan dalam berpikir, jang telah mendjadi darah daging kepadanja, didalam djabatan kepala-kepala negeri bangsa Boemipoetera itoe, boléh dikatakan tidaklah sekali-kali diindahkan, dan dalam hal itoe ta' dapatlah meréka itoe akan menjesoeaikan dirinja dengan tiada berhati doeka dalam men- djalankan pekerdjaan itoe. Pekerdjaan klerk jang menoempoelkan dan memboenoeh pi- kiran, ja'ni pekerdjaan jang roepanja semata-mata mestilah mendjadi djabatan permoelaan dalam hidoep pegawai-pegawai Boemipoetera itoe, pekerdjaan itoepoen tidaklah lagi menerbit- kan kesoekaan bagi anak-anak moeda jang baroe keloear dari sekolah menengah. Keadaan didapatnja dalam pekerdjaan, dji- kalau ia mendjadi pegawai Boemipoetera jang rendah itoe, per- bédaannja dengan waktoenja jang bébas masa ia disekolah menengah itoe sebagai boemi dengan langit. Ia haroes menjim- pan sekalian pengetahofean jang dipeladjarinja dalam lima ta- hoen dengan radj in, oesaha dan soesah pajah itoe dalam seboeah almari ketjil, sebab oentoek hidoepnja dan pekerdjaan klerk itoe ta' goenalah ia mempoenjaï pengetahoean jang sebanjak itoe. Berapalah banjaknja tjita-tjita jang dikoeboerkannja dengan keloeh jang dalam, tatkala ia mentjeloepkan pénanja pertama- tama kali dalam berpangkat klerk itoe! Kadang-kadang adalah poela terdjadi, bahwa diantara kawan- kawannja, anak-anak Eropah disekolah menengah itoe, kemoe- dian harinja dalam hidoep bersama-sama mendjadi kepalanja; dan kepada kepalanja itoe haroeslah djoega ia djongkok men- dekatinja dan menghormatinja, sebagai seorang anak bangsa wan atau seseorang dari pada kaoem keloearganja jang ter- toea, jang soenggoeh-soenggoeh berhak menerima kehormatan itoe dari padanja. Anak-anak moeda bangsa Boemipoetera jang berhati maoe dan tjakap, seboléh-boléhnj a hendaklah diberi kesempatan pergi beladjar kesekolah-sekolah tinggi ditanah Eropah oentoek meiandjoetkan pengetahoean m'eréka itoe. Meester-meester kehakiman bangsa Boemipoetera boléh be- nar mendatangkan kebadjikan jang besar oentoek negerinja. Bilamana telah tammatlah pengadjaran meréka itoe disekolah HABIS GEIJAP TERBITLAH TERANG.
418
tinggi, soeroehlah meréka itoe melandjoetkan pengetahoeannia dinegeri tempat toempah darahnja masing-masing, didalam doe- nia bangsanja, jang berbahasa bahasanja sendiri. Soeroehlah ia mempeladjari oendang-oendang 'adat bangsa Boemipoetera.
- eieka itoe tentoe dapat menjatakan dan metéhirkan barang seso oe •ian8' bergoena oentoek Pemerintah dan oentoek ne- germja. Ka,rena meréka itoe anak-anak bangsa Boemipoetera, nistjaja dapatlah mereka itoe masoek kemana-mana dan mengaroengi doema hidoep bangsa Boemipoetera lahir dan batin dengan sedalam-dalamnja. Meréka itoe kemana-mana boléh datang biarpoen ketempat jang sekali-kali ta' dapat didatangi dan dimasoeki oleh orang-orang Eropah. Dan tiap-tiap hal keadaan jang sangat dibatmkan oléh anak negeri kepada bangsa asing, bolehlah dima loemi oléh meréka itoe, karena ia sebangsa dan senegen. x F^ahm mer.éka itoe mendjadi presidén Landraad, bertam- bahiah poela paedahnja. Karena meréka itoe ta' goena memakai joeioe bahasa, meréka itoe sendiri dapat dengan segera bersoal djawab dengan orang jang terda'wa; anak-anak negeri itoe kebanjakan hanjalah bertjakap sematjam bahasa sadja, jaïtoe bahasanja sendiri. Ma'loemlah betapa halnja djikalau dalam
sidang peng adilan itoe orang wadjib memakai bahasa anak negeri, jaïtoe: bahasa Djawa, atau bahasa Madoera, atau bahasa boenda. Apakah sebabnja maka presidén-presidén Landraad soeka sekali bekerdja dengan djaksa-djaksa jang pandai berbahasa Belanda? Ialah karena presidén-presidén itoe amat moedah bertjakap dalam bahasa Belanda, bahasanja sendiri. Tetapi tidaklah sekalian djaksa pandai bertoetoer bahasa Belanda! DöKter-dokter bangsa Boemipoetera jang telah béladjar di Liopah dapatlah poela banjak memboeat kebadjikan jang ber- haiga oentoek tanah aimja. Kebaikan dan paédah kalau anak negei i sendii i mendjadi dokter itoe, tentoelah akan bertambah terang dimata kita sendiri, lebih-lebih apabila meréka itoe per- l°e mendjalankan sesoeatoe pemeriksaan dalam hidoep bersama- sama bangsa Boemipoetera, atau mengerdjakan djabatan mereka itoe jang bertali dengan Boemipoetera. Dokter-dokter Boemipoetera jang telah beladjar di Eropah, jang berpengeta- hoean peikara obat-obatan lebih dalam dari pada dokter-dokter Djawa itoe, tentoelah lebih banjak boléh mendatangkan keba djikan, sebab dokter-dokter Boemipoetera jang beladjar di Eropah itoe tahoe benar-benar bahasanja dan kerdjanja. Dan lagi mereka itoepoen dengan seterang-terangnja boléh poela mempeladjari obat-obatan Boemipoetera, jang baik dan tidak diboeat-boeat sadja, soepaja obat-obatan itoe boléh poela di- atoerkan sebagai obat-obatan orang Eropah dan dibawa kedoe-
419
iis x' sisTsnaakan ™
adalah memberi berkat Anthti, J 'r>Jang betoel-betoel
sebenamja, dan banjakïh lIÏÏT £ï SOGat°e keadaan ^
a^m^n™S«]ah^Z'\nnj^t-penjakit data s<*-
negeri itoe sradiri DiSS t b tan
| ?f ? f | •i«"8 | ada | dalam |
|---|---|---|---|
| Jang | banj ak | itoe | |
| dan iendjadi | dib | ||
| ah k | P ek jang pi setekh | sebena |
mémanglah banjak poelaï™ hnh 1 .a Jang banj'ak itoe sadja, tetapi keadaan 'iti«JSïT
las^moeIas?"^di/senfrie'''°*ruiïn ar"^ f^ Penjakit peroet memoe tor-doktor Eropah. jamr nanrln^' ^ .dapat diobati oléh dok- itoe memakan obat-' meréka dengan segera semboehlah meréka itoedaTSta™'^"^
««»»
poetoesan pemeriksaannii tPn+ •, -mengatakan ke- berbahaja sekali pada seorang anlKd^ per0n?k0fgan jang tanja penjakit anak gadis ito? JE K + Boemipoetera. Ka- janja dan didalam témpoh d
| - | Pergilah | memintakan | |
|---|---|---|---|
| P g; bat P lan | itoepoen masih lah sama dlm | di hidoe doktei ana | er a s |
| dengan | Sedih a rama 0 | hati ket iJ S | aka |
| P mendapat | p kab |
oléhnjakh. Ana?Sdisrt^ "^•P°Tg; °bat itoepoen diPer" ngan séhat dan segar vSiïS?* P de- soearanja timboellah seperti « ™. !" S sekali, dan Eropah mengetahoei apa-a'ja obst ifn t ï^l-'-dokter itoe, tentoelah meréka "itoe selllhïl? ? akan k g di mengangkat bahoe Obat itri S » ditangkap orangdiswah \ '' ™™' J J^ng Pisang mas. Obat bangsa'jang Sab'-aS^ ^ i? ^ dan doekoen kampoeng adalah ia m nri ', salahnja?— dan dokter jang pandfi, tidak P^olongan, tetapi
membebarkaa ber- «lakoekanaja. Takoetkah rnerék^
420
tawakan oléh dokter-dokter Eropah? Tetapi djikalau sekiranja dokter-dokter Boemipoetera itoe telah sama dalani pengeta- hoeannja dengan dokter-dokter Eropah, tentoelah niereka itoe boléh berani membebarkan dan mempertahankan barang soeatoenja, jang telah dilihatnja dan dimaloemmja dengan
S€I)emHd^i;,kigi diantara Boemipoetera tentoelah boléh dida- pati djoega meréka jang baik dan tjakap oentoek mendjadi insinjoer-insinjoer dan toean-toean rimba, jang kela banjak dapat memberi paédah, baik bagi Goebernemen
baIekarang teranglah hendaknja, bahwa djikalau negen Belanda memberi Boemipoetera tanah Djawa laki-laki dan pe- rempoean kesempatan oentoek memperoléh berma^mag 'ilmoe kenandaian, jang akan memadjoekan ketadjaman otaK dan kemoeliaan hati jang akan membawa bangsanja kepadang keselamatan, — itoelah kelak jang akan mendjadi „mahkota dan „kehormatan" bagi negen Belanda!