Baca PDF (OCR): Apa Penguasa Kira

12 halaman · 12 halaman diproses dengan OCR· 8639 ms

Daftar isi
  1. Apa Penguasa Kira
  2. Wani, Bapakmu Harus Pergi
  3. Kekuasaan yang
  4. Sewenang-wenang
  5. Hujan Malam Ini
  6. Turun
  7. Apa Penguasa Kira
  8. Ayo Kita Tebakan!
  9. ayo kita tebakan!
  10. tapi negaranya rangking tiga
  11. Sajak Suara
  12. namun siapa mampu menghentikan
  13. Maklumat Penyair
  14. 窓と紙

Apa Penguasa Kira

“apa penguasa kira rakyat hidup hari ini saja” ~Wiji Thukul

Apa Penguasa Kira ialah judul dari puisi Wiji Thukul dalam pelarian yang diterbitkan oleh Tempo tahun 2013 berupa kumpulan puisi.

Kumpulan puisi ini menjadi pengantar untuk dapat merefleksikan situasi saat ini dan mengkomparasinya dengan apa yang terjadi di masa orde baru, menjadi pembelajaran bagi kita untuk bergerak dan berkarya. Karena, bukankah dewasa ini harusnya kita sudah mampu bergerak satu atau dua

langkah “lebih” dari kondisi sebelumnya? Atau, kita hanya berjalan memutar di tempat yang sama?

Pada bagian pertama zine ini memuat puisi-puisi yang dibikin Thukul selama pelarian. Bagian selanjutnya merupakan Puisi pilihan dengan judul "Sajak Suara" dan"Maklumat Penyair".

Penyusun : Woituah Ilustrasi oleh : Pilegroove

  • Puisi Pelarian -

Wani, Bapakmu Harus Pergi

Wani, bapakmu harus pergi kalau teman-temanmu tanya kenapa bapakmu dicari-cari polisi jawab saja: “karena bapakku orang berani” kalau nanti ibu didatangi polisi lagi menangislah sekuatmu biar tetangga kanan kiri datang dan mengira ada pencuri masuk rumah kità

Kekuasaan yang

Sewenang-wenang

kekuasaan yang sewenang-wenang membuat rakyat selalu berjaga-jaga dan tak bisa tídur tenang

sampai mereka sendiri lupa batas usianya tiba

dan dalam diamya rakyat ternyata bekerja menyiapkan liang kuburnya lalu mereka bersorak ini kami siapkan untukmu tiran! penguasa yang lalim ketika mati tak ditangisi rakyatnya

sungguh memilukan kematian yang disyukuri dengan tepuk tangan

Hujan Malam Ini

Turun

hujan malam ini turun untuk melindungiku

intel-intel yang bergaji kecil pasti jengkel dengan yang memerintahmu

hujan malam ini turun untuk melindungiku

agar aku bisa istirahat ağar tenagaku pulih setelah berhari-hari lelah agar aku tetap segar dan menang

hujan malam ini turun untuk melindungiku

bunyi kodok dan desir angin membikin pelupuk mataku membesar

aku ngantuk dan ingin tidur biarlaħ para serdadu di ibukota berjaga-jaga dengan senapan M-16nya biarlah penguasa sibuk sendiri dengan ketakutannya karena telah mereka taruh sendiri bom waktu di mana-mana

mereka menciptakan musuh dan menembaknya sendiri

mereka menciptakan kerusuhan demi mengamánkannya sendiri

hujan malam ini turun untuk melindungiku

malam yang gelap ini untukku malam yang gelap ini selimutku

selamat tidur tanah airku selamat tidur anak-istriku saatnya akan tiba akan tiba bagi merdeka untuk semua

Apa Penguasa Kira

apa penguasa kira rakyat hidup hari ini saja

apa penguasa kira ingatan bisa dikubur dan dibendung dengan moncong tank

apa penguasa kira selamanya ia berkuasa tidak! tuntutan kita akan lebih panjang umur ketimbang usia penguasa

derita rakyat selalu lebih tua walau penguasa baru naik menggantí penguasa lama

umur derita rakyat panjangnya sepanjang umur peradaban

umur penguasa mana pernah mēlebihi tuanya umur batu akik yang dimuntahkan ledakan gunung berapi?

ingaan rakyat serupa bangunan candi kekejaman penguasa setiap jaman terbaca di setiap sudut dan sisi yang menjulang tinggi

Ayo Kita Tebakan!

ayo kita tebakan!

dia raja tapi tanpa mahkota punya pabrik punya istana coba tebak siapa dia? dia adalah aku!

dia kaya keluarganya punya saham di mana-mana

tapi negaranya rangking tiga

paling korup di dunia coba tebak siapa dia? dia adalah aku!

dia tua tapi ingin tetap berkuasa tak boleh ada calon lain selain dia kalau marah mengerahkan angkatan bersenjata rakyat kecil yang tak bersalah ditembak jidatnya coba tebak siapa dia? dia adalah aku!

dia sakti tapi pasti mati meski seakan tak bisa mati coba tebak siapa dia? dia adalah aku!

siapa aku? aku adalah diktator yang tak bisa tidur nyenyak!

  • Puisi Pilihan -

Sajak Suara

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam

namun siapa mampu menghentikan

nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?

sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ialah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya apābila engkau tetap bertahan aku akan memburumu seperti kutukan!

Maklumat Penyair

pernah bibir pecah ditinju tulang rusuk jadi mainan tumit sepatu tapi tak bisa mereka meremuk: kata-kataku!

seperti rampok mereka geledah aku darah tetes di baju tapi tak bisa mereka rebut senjataku: kata-kataku!

ketika aku diseret diancam penjara si kecil yang bernama ketakutan kutendang keluar dan kuserukan maklumat “kalian bisa bikin tubuhku lebam membiru tapi tak bisa kalian padamkan marahnya kepalan kata-kataku!"

窓と紙

WINDOW AND PAPER