zine//picnic
SIKLUS HIDUP
OMNIBUS Aik “SubChaos” | Anitha Silvia | Bagus Priyo | Bembibum Kust
vol 001
Oktober 2012
Selamat datang di zine//picnic : omnibus vol 001.
Ide membuat suatu omnibus muncul saat saya membaca zine omnibus dari Malaysia, isinya adalah tulisan dari zinester Malaysia yang masih aktif sampai yang sudah lama hiatus, sangat menarik bagaimana dengan membuat omnibus mencuatkan kembali hasrat yang surut setelah manusia menjadi kelas pekerja, menikah, punya anak. Setelah tahun lalu dengan girangnya kami menyelengarakan zine//picnic di C2O Library & Collabtive, maka tahun ini kami kembali girang membuat suatu kompilasi dengan tema Siklus Hidup, kenapa tema itu yang dipilih, yah karena gak ada yang kasih usulan tema lain maka saya mengajukan tema Siklus Hidup. Setahun ini saya lagi rajin membaca buku buku etnografi koleksi C2O, siklus hidup menjadi kajian utama, bagaimana masyarakat merayakan dan memaknai setiap tahapan dalam kehidupan mulai dari kelahiran, pernikahan, kehamilan, kematian, dan itu adalah sebuah siklus, sebuah lingkaran, tidak dibatasi dengan ketat mana yang awal atau yang akhir, sebuah konsep kehidupan yang sangat kaya dan menarik untuk diapa- apakan. Kawan kawan zinester Surabaya (dan juga Sidoarjo) memberikan sumbangan di tiap tiap bagian dari siklus hidup, dan jadilah sebuah lingkaran yang menyatukan kami :)
Sama seperti tahun lalu, zine//picnic menjadi bagian dari Design It Yourself--festival & konferensi design yang diselenggarakan oleh C2O Library & Collabtive. Terimakasih kepada C2O Library & Collabtive yang telah memberikan ruang kepada kami. Terimakasih buat Pindang, Eko Ende, dan Kadeer yang telah berniat bergabung tapi belum ada kesempatan untuk membuat karya. Sampai jumpa tahun depan, mari menandai hidup.
Surabaya, 28 Oktober 2012 @anithasilvia
02 | zine//picnic : OMNIBUS-vol 001
KONTRIBUTOR
Aik seorang zinester mula mula di Surabaya, sangat dikenal dengan zine-nya yang bertajuk SUBCHAOS dan aktif menulis di http://undergroundtauhid.com. Untuk zine//picnic : omnibus, Aik menulis "untuk apa kita diciptakan?” Bagus Priyo Akrab dipanggil Bagong, seorang seniman muda handal pecinta musik shoegaze dan beruang. Sekarang aktif bergerak di Milisi Fotokopi. Untuk zine//picnic : omnibus, Bagong membuat ilustrasi beruang melahirkan. Iyan Fabian seorang freelancer graphic design, pegiat wheatpaste, untuk zine//picnic : omnibus, Iyan membuat ilustrasi tentang reinkarnasi. Lihat portfolionya di http://iyanfabian.blogspot.com/ Novielisa Opet adalah ilustrator dan copywriter asal Gresik. Zine terakhirnya yang menggemparkan adalah Sometimes I Do Mind The Animals. Untuk zine//picnic : omnibus, Opet menyajikan ilustrasi dan cerpen tentang masa pubertas. http://novielisa.blogspot.com/ Prinka Saraswati seorang fotografer muda berbakat yang mempunyai selera apik atas literasi, filem, dan musik. Intip karyanya di http://prinkasaraswati.blogspot.com. Untuk zine//picnic : omnibus, Prinka memamerkan kisah dirinya sebagai seorang remaja dan pastinya foto foto ciamiknya. Redi Murti Inyo baru saja menjadi mahasiswa S2 ISI Yogyakarta, begitu banyak pujian atas karyanya. Untuk zine//picnic : omnibus, Inyo menyanyikan puisi puisi yang mengharubirukan, Tropical Rembulan kembali mengguncang. http://redimurti.blogspot.com/ Tubagus Riski Darmawan Bagus baru lulus dari DKV ITS dengan tugas akhir yang memukau berupa komik dengan karakter dirinya sendiri. Aktivis di milisi fotokopi.
Anitha Silvia jalan kaki, buku, dan musik menjadi subyek favoritnya, masih aktif menulis untuk halimun--personal zinenya tentang perjalanan. Untuk zine//picnic : omnibus, Tinta menulis diari pernikahan sang adik. http://makantinta.blogspot.com Bembibum Kusuma Pria berkacamata frame hitam tebal ini adalah pembuat KurangXajaR. Doi menjadi editor untuk omnibus ini dan maskot zine//picnic. Untuk zine//picnic : omnibus, Bembi merekam kelompok usia 20-40 tahun (bagian dari siklus saat remaja dan dewasa) konsumerisme fatalis.. Nita Darsono Nitchii adalah ilustrator handal dan pecinta kucing, doi juga suka bikin kerajinan tangan, bisa dilirik di situsnya http://nitchii.net. Untuk zine//picnic : omnibus, Nitchii akan membuat kita menangis melihat karyanya tentang masa kanak kanak. FYI, Nitchii dan Bembi adalah sepasang suami istri :D Pinkan Victorien Wanita ini sedang mempersiapkan diri untuk bersalin, sudah 8 bulan, ingin bersalin dengan metode water birth. Mari menikmati diari visualnya di http://poystories.blogspot.com/. Untuk zine//picnic : omnibus, Pinkan berbagi pengalaman semasa kehamilan. Rakhmad Dwi Septian Kuro adalah pria muda yang memiliki kecintaan atas musik indiepop sekaligus seorang seniman visual yang berbahaya. Salah satu pengagas Milisi Fotokopi. Untuk zine//picnic : omnibus, Kuro menyajikan ilustrasi mengenai kematian. Rici Alric Seorang bapak muda beranak satu beristri satu, personel band skacore De Morte, dan pecinta komik. Untuk zine//picnic : omnibus, Rici mempersembahkan A tribute to Siti Jenar = Mati adalah Kehidupan Yang Hakiki.
zine//picnic : OMNIBUS-SIKLUS HIDUP | 03
Dapatkan kompilasi
1 compilation http://www.archive.org/details/ZinepicnicCompilation
SIKLUS HIDUP
desain kover Kehadiranmu Kisahku oleh : Redi Murti
Editor : Anitha Silvia Lay Out : Bembibum Kusuma Ilustrator : Nita Darsono Produksi : Anitha Silvia
ilustrasi beruang melahirkan
oleh : Bagus Priyo
zine//picnic : OMNIBUS-SIKLUS HIDUP OMNIBUS ZINE-SIKLUS HIDUP | 05 | 05
BAPAK NGAJARIN
DULU ITU
DANSA PAKE
WAKTU
"INJEK KAKI"
KECIL...
PALING ASYIK KALO
DIBALIK
BIAR FALS YANG PENTING BERANI
MELETUSIN PLASTIK KRUPUK DI TEMPAT UMUM
DUAR!!
DI'PANGGUL' AKU JADI PALING
TINGGI
AH JADI
INGATNITCHII.NET_2012
BUAT BAPAK
aya sebenarnya bingung juga mau mengawali tulisan ini dengan apa.
SRencananya sih akan bertemakan
remaja. Saya memilih ini karena menjadi remaja adalah hal yang saya alami sendiri dan sedang terjadi saat ini. Saya, Prinka Saraswati, adalah seorang remaja akhir jamannya. Kenapa akhir jamannya? Karena di umur saya yang sudah 18 tahun ini, waktu yang tersisa untuk memiliki angka 1 di depan usia hanya tersisa satu tahun lebih lagi.
Kalau ditanya, bagaimana rasanya menjadi remaja, saya akan jawab “WENUK CUK!”. Ya, wenuk, ini adalah masa dimana saya dan kebanyakan teman – teman saya, serta orang – orang berusia sepantaran dengan saya, merasa menjadi yang nomer satu. Kami merasa kami sudah sangat dewasa untuk melakukan segalanya. Kami merasa sangat sehat dan memiliki anti – oksidan yang cukup banyak untuk menolak segala macam penyakit yang akan kami idap tiga puluh tahun lagi. Kami mau kebahagiaan, serta kebebasan yang membuncah dan menyatu dengan rasi bintang di angkasa. Kalau pun kami mau merasakan kesedihan, kesedihan itu harus nyata,. Kami mau melakukan segala hal dengan berani. Kami mau dosa. Kami mau berdosa.
Boleh di bilang, kami ini berpikiran pendek. Kami hanya hidup untuk hari ini. Terserah. Tapi ada kalanya, kami juga mulai berpikir lebih serius. Kami, remaja akhir jamannya, sudah mulai dituntut untuk memahami dan berusaha menjadi salah satu dari ribuan partikel di dalam masyarakat. Kami sudah mulai dipertanyakan tentang fungsi sosial kami. Kami sendiri belum tahu. Kami mau jadi apa, kami mau melakukan apa dan bagaimana kami akan melakukannya. Ada yang ambil jurusan komunikasi, ada yang ambil jurusan sastra, padahal
mimpi untuk menjadi pujangga pun tidak ada, ada yang masih berharap menegakkan hukum dengan masuk jurusan hukum, tiap Hari Buruh ikutan demo di depan kantor pemerintahan, ada yang terjebak di jurusan manajemen, ada juga, yang dipaksa orang tuanya untuk masuk kedokteran, cuma karena orang tuanya dokter dan berpikir dengan menjadi dokter akan menyelamatkan gengsi keluarga. Ada juga yang memilih tidak berkuliah dan memilih untuk bekerja. Tapi ada juga yang memilih untuk titip absen dan bekerja. Katanya sih bekerja, lebih enak timbang kuliah, meskipun gajinya tidak sebanding dengan biaya kuliah yang dibayarkan di awal semester.
Well, tiap orang punya caranya masing – masing. Standard kehidupan kan tidak mengikuti orang lain. Kalau bicara masalah standard, menurut saya, hanya individu tersebut yang memahami apa yang baik buat dia dan apa yang buruk dan harus dihindari. Bukan masyarakat yang punya standard itu. Mungkin tulisan ini terkesan egois dan naif, dan suatu saat nanti saya akan malu membaca tulisan saya ini. Tulisan ini cuma tumpahan rasa resah saya atas tanggung jawab yang saya tanggung sendiri. 18 tahun dan masih terkesan rancu. Cuk. Saya rasa, kalau pertanyaan “mau jadi apa?” itu kembali dilontarkan ke saya. Saya akan jawab,”Saya mau jadi Prinka Saraswati, yang menjalani hidup sebagai kekasih dan pecundang.”. Apa artinya itu? Ah, bodo amat. We'll see.
cara kerja kue oleh : Redi Murti
10 | zine//picnic : OMNIBUS-vol 001
seribu kaki berjalan bunyi mesin menggiling berputar berbalik arah tanpa bicara bau keringat, semangat berkelewat nada mesin penggiling cara bersautan kerja tanpa menyerah kue oleh : Redi Murti berirama bersama kasih
a=xfi·t
Bagian dari siklus hidup ketika kita memiliki “uang” Sdan bingung mau diapakan, maka kita larut dalam :
SME MERI ONSU
LIbersama:
Fbembibum
KONSUMSI
merupakan fenomena bawah sadar, yang dengan demikian masuk ke dalam kawasan psikoanalisis. sebagai satu proses reproduksi hasrat dan reproduksi pengalaman bawah sadar yang bersifat KONS primordial. UMSI konsumsi menjadi adalah subsitusi atau sekarang ini SEMAKIN KOMPLEKS pengganti dari kesenangan tidak semudah & MENUNTUT POLA yang hilang tersebut, yang sesederhana dulu&yang kompleks pula tersimpan dalam bentuk
BUKAN SAJA KEGIATAN
bawah sadar
UNTUK BERTAHAN HIDUP(Gilles Deleuze dan Felix Guattari,
Anti-Oedipus: Capitalism and konsumsi saat ini, masyarakat tidak hanyaSchizophrenia) membeli barang tetapi membayar Objek-objek konsumsi :
& pe status berperan sebagai media yang mengkomunikasikan atau simbrobl,epdreasatn ise
mempresentasikan makna-makna tertentu. sehingga Sebagai contoh, mengkomunikasikan kekayaan & status sosial kita. semakin semakin tinggi tinggi pula oleh karena ia selalu direproduksi dalam KONSUMSI TINGKATH A S R ATbentuk yang lebih tinggi oleh MESIN HASRAT GENGSITIeDraAsK ApKAuNmereproduksi perasaan kekurangan m a ter en hi di dalam diri manusia secara terus menerus. (Gilles Deleuze & Felix Guattari)
sehingga akan terus-menerus OBJEK HASRAT ini telah hilang
untuk selamanya, dan hanya dapat
mengKONSUMSI objek-objekmencari substitusi-substitusinya
dalam dunia objek atau simbol- simbol yang dikonsumsi (Yasraf KEBUTUHAN kebalikannya HASRATmuncul secara Amir Piliang, Hipersemiotika). dapat terpenuhi olehOBJEK bawah sadar pada tahap imajiner
POLA BELANJA IMPULSIF
5% 39% 21%
| sudah menjadi hal yang | pembelanja | |
|---|---|---|
| semakin umum (survey : Nielsen, 2011- | tidak membeli | selalu membeli |
2012) barang diluar item tambahan
tidak membuat daftar belanja daftar belanja
INJEKSIiklan EmeMUTASIkan pola konsumsi kita
Kpola konsumsi personal maupun Imasyarakat tidak lagi didasari oleh logika IMA DARI P
JI leb
ADA Lih meyakinkan
Ikebutuhan, melainkan oleh logika hasrat.
KENYATAAN itu sendiri
MediaIKLAN TV 60% Imajalah Sothers Ikoran 3% 34%
5% tidak mempunyai tv dirumah
95% mempunyai tv dirumah
pemilik TV menonton tayangan tv setiap hari, rata-rata menontonB
96%4,5 jam / 4'22" per hari
dariO pengiklan menggunakan
B N B
71 jaringan content provider 0 E S E
U L masyarakat memiliki rata-rata 1,5 jam I K M I
22%akses internet perhari untuk akses internet
O S N B
71% 50%-nya digunakan untuk
memiliki ponsel akses internet S E 35%-nya adalah smartphoneU L
(survey : Nielsen, 2011-2012)M
Bombardir
Imaji-imajiHASRAT
Visual membuat hasrat menjadi :
KONSUMENŸ seolah-olah dapat dengan mudah
hasilnya dikenali dan ditandai Ÿ seolah-olah dapat dengan mudah Hasrat bersifat instan direngkuh tanpa proses pencarian dan pengendapan cepat – datang Ÿ hanya dengan membeli.
?lalu menguap kembali
lelaki macho berbobot konsumsi
susu merk X tubuh
berotot
terdapat tiga bentuk kekuasaan yang beroperasi di belakang produksi dan konsumsi objek-objek, yaitu: Sehingga menentukan OBJEK KONSUMSI BENTUK DAN GAYA akan terus hadir dalam kekuasaan area konsumsi yang PRODUSEN pada praktik sosial, meliputi TIDAK
PRODUKSI
kekuasaan & KONSUMSINYA(AKAN) KAPITAL
PERNAH
(Yasraf Amir Piliang, Hipersemiotika) bisa untuk memenuhi kekuasaan KEBUTUHAN MEDIA MASSA Dalam masyarakat konsumer kontemporer Ÿ hampir setiap waktu dihabiskan untuk mengkonsumsi, Ÿ tanpa ikut terlibat aktif dalam proses kreasi penciptaan baru. Ÿ melahap setiap imaji yang ditawarkan atau dikomodifikasikan
yang
HANYAmengantarkankita untuk TERUS
BELANJAsampaiMATI
DAFTAR PUSTAKA Ÿ Gilles Deleuze dan Felix Guattari, Anti-Oedipus: Capitalism and Schizophrenia, (New York: The Viking Press, 1977). Ÿ Y a s r a f A m i r P i l i a n g, Hipersemiotika, (Jogjakarta: Jalasutra, 2003). Ÿ Irawati Pratignyo, Biaya Iklan Yang Dikeluarkan di Indonesia M engalami K enaikan 23% Karena Pemirsa TV Makin Banyak, (Nielsen Indonesia,
2011).
Ÿ Catherine Eddy dan Irawati Pratignyo, Menggapai Pasar Kelas Menengah di Indonesia, (Nielsen Indonesia, 2012). Ÿ Jicek, Aku Membeli Maka Aku Ada,(Ciputat: kata zine #02,
2007).
Ÿ bembibum, Menikmati Hidup sebagai Komoditas, (Surabaya: kurangxajar funzine #02, 2010). Ÿ bembibum, Masyarakat Kelas
KONSUMERISME
M e n e n g a h, ( S u r a b a y a : kurangxajar funzine #06, 2012).
FATALIS
Puberty
oleh : Novie Elisa
when you're no longer a girl
oleh Novie Elisa
Saya tidak tahu bagaimana mengukur kesedihan anak jaman sekarang. Dia tiba-tiba pulang entah dari mana. Tiba-tiba saja pintu depan dia terjang begitu saja. Saya mendengar langkahnya tergesa bergerak menaiki tangga menuju kamar di loteng. Pintunya yang berat berdebum keras. Saya bisa merasakan debu mengepul ke bawah, memercik pada bolu pandan yang baru saja dikeluarkan dari oven.
Saya juga tidak tahu kenapa dia lebih memilih kamar di loteng untuk bersedih hati. Kamar itu sempit oleh kardus dan album foto yang ingin kami sekeluarga lupakan. Foto wisuda yang murung, mantan pacar, kakek neneknya yang tersenyum palsu, lukisan yang tidak pernah selesai, monitor CRT. Semua membangkitkan mimpi buruk. Untuk apa dia mengawetkannya di dalam sana? Bukankah seharusnya dia menangis di kamar memeluk bantal merahmuda seperti yang dulu saya lakukan ketika diputus pacar?
Dan seperti biasa. Saya mengetuk pintu loteng dan menanyakan apakah dia baik- baik saja. Apa yang kurang. Apa yang membuatnya marah dan bersedih. Saya tahu hal itu tidak begitu berguna. Dia tetap akan
bersedih dan melupakannya setelah beberapa waktu. Persis seperti saya ketika gagal masuk IPA.
Hening di dalam sana. Saya melongok keluar jendela. Matahari memanggang atap rumah dan masjid.
Sempat terpikir untuk menyelesaikan novel yang saya pinjam 2 minggu lalu. Novel itu bercerita tentang pembunuhan dan tebal. Saya malas sekali membacanya, tapi anak saya suka. Dan dia masih saja bergelung di dalam loteng. Kaki saya mulai pegal.
“krek” Entah berapa lama saya tertidur di depan pintu. Novel detektif sialan itu tertelungkup di dekat saya duduk. Pintu loteng terbuka sedikit. Dia duduk di balik pintu. Matanya sembab dan hidungnya merah. Cantik sekali. Dia selalu semakin terlihat cantik ketika menangis atau kepedasan. Saya mengelus bahunya.
“ibu memasak apa?” “sop dan perkedel” “aku lapar” “makanlah dahulu, ibu mau membereskan kamar ini”
Saya memutuskan untuk membuang isi kamar itu agar anak saya bisa lebih nyaman jika nanti dia bersedih hati lagi. Walaupun mungkin juga dia merasa aman di antara barang-barang berdebu itu.
suatu kebahagiaan, iya kan? Le Agung akan menggantikan posisi Bapak yang telah meninggalkan kami lebih dari sepuluh tahun yang lalu, saya gak ikut menyaksikan akad nikah, alasannya karena saya mengatur keberangkatan keluarga besar Bani Setiadji dari rumah Pasuruan, tapi mungkin alasannya
Sabtu, 15 September 2012
am 4 pagi, mata terbuka, Pakde Biyanto merokok di dekat pintu, saya tidur di
Jdepan TV di ruang keluarga. Terlihat
Mama mondar mandir, saya membalikkan badan, Simson--adik kandung saya--sudah terbangun tapi masih merebahkan diri sama seperti saya, hari ini adalah hari pernikahannya. Mama dan kakak kakaknya : Bude Sri, Bude Tarti, Bude Tuti sibuk menyiapkan sarapan yang adalah sarapan besar. Mama menyuruh Simson segera mandi, saya ikutan bangun, siap bertugas di tempat kora kora alias cuci piring, ya ampun mereka memasak sarapan super-berat : semur daging, perkedel kentang, ayam goreng tepung, udang goreng, bakmi ayam, dan khusus untuk saya adalah tahu goreng.
Jam 5 pagi, Simson dan Mama sudah mandi, mereka akan segera berangkat ke Surabaya bersama Le Agung, jam 9 pagi adalah akad nikah Simson dan Dhika. Akad Nikah menjadi konsep yang baru dalam keluarga kecil saya meskipun Bani Setiadji sebagian besar adalah penganut agama Islam. Saya, Simson, dan Linda--anak anak Mama Eri Budiningsih dilahirkan dan dibesarkan dengan agama Kristen Protestan dan Katolik karena kami sekolah di sekolah katolik. Simson memilih ganti agama dari Kristen Protestan menjadi Islam karena tuntutan pernikahan, keputusan yang sangat disayangkan oleh saya dan keluarga besar Bani Setiadji, pindah agama karena menikah bukan karena keinginan sendiri. Tapi apapun bisa ditoleransi demi
karena saya takut menyaksikan sang adik mengucapkan kata kata dalam bahasa Arab untuk meresmikan pernikahannya, hal yang tak terbayangkan, teringat masa kecil kami yang sangat sangat menyukai ritus Paskah dan Natal. Meskipun saat ini saya tidak lagi melakukan ritual agama Kristen Protestan, salah satu kerinduan saya adalah merayakan Paskah bersama lagi, mungkin itu tidak akan kesampaian. Ahh lagi lagi berpikir kenapa pernikahan di Indonesia harus berlandaskan agama.
Jam 8 pagi, keluarga besar Bani Sutiadji siap berangkat ke Surabaya dengan menumpang 3 mobil, saya semobil dengan para Bude, dengan supir kesayangan kami : Mas Mul. Bude Tuti dengan santainya bilang kalau hari ini adalah hari spesial : ada yang menikah (Simson dan Dhika), ada yang bulan madu
(Pakde Biyanto baru saja menikah dengan Tante Ade), ada yang sedang berantem (Bude Tuti sedang berantem sama Pakde Tono), itulah percintaan, imbuh Bude Tuti.
Jam 10 pagi, kami tiba di gedung yang bersejarah : Gedung Nasional Indonesia, di Jalan Bubutan, Simson dan Dhika menjadi pusat perhatian kami, Simson memang ganteng, teringat teman teman saya pas kuliah
gebet Simson, dan dia terlihat bahagia, itu yang utama. Dhika pun cantik dan terlihat bahagia, tapi karena memang saya jarang banget berinteraksi dengan dia, saya gak bisa banyak kata kata, dia cantik dan hari ini berpakaian pengantin yang mewah tapi gak norak. Saya langsung memeluk sang adik, mencium pipinya, dan mengucapkan selamat dan semoga bahagia, Simson membalas berkata "kapan ita nyusul", saya menjawabnya d e n g a n m e n a m b a h e r a t p e l u k a n.
Resepsi di pendopo cukup nyaman karena hanya dihadiri keluarga dan teman teman dekat Simson dan Dhika, saya pun luluh, sirna sudah keresahan saya atas Simson menjadi penganut agama Islam, saya yakin Simson akan menjadi suami yang baik, dia pasti belajar dari kesalahan Bapak. Kawan kawan dekat Simson datang dari Jakarta, resepsi ini membuat anggota klab sepupu ngiler pengen nikah, resepsi yang menyenangkan dihadiri hanya keluarga dan teman dekat. Simson juga memperhatikan apakah saya sudah makan, mengingat makanan yang dihidangkan adalah kebanyakan daging, saya bilang ke dia saya puas makan kentang. Meskipun saya dan Simson tinggal di kota yang sama, kami jarang bertemu, jadi hari ini juga kesempatan saya bermanja manja dengan sang adik. Saya juga menyempatkan diri berterimakasih secara pribadi sambil menangis kepada Le Agung-- adik Mama yang paling bungsu--yang telah menjadi Bapak untuk keluarga kecil saya.
Jam 1 siang, rombongan Bani Setiadji meninggalkan pendopo Gedung Nasional Indonesia, acaranya selanjutnya adalah beristirahat di Bromo, disponsori oleh Le Agung, saya memilih bergabung dengan kawan kawan di c2o library, maka sepupu saya mengantarkan saya ke Jalan Dr Cipto 20. Bersua dengan para personel ayorek! dan geng RUJAK (Elisa, Dian, Marco), sore ini mereka sharing mengenai proses pembuatan buku Kata Fakta Jakarta dan Tata Ruang Kota Kita, sehubungan dengan program ayorek! m e m b u a t b u k u t e n t a n g S u r a b a y a kontemporer. Sore sudah hampir habis, rombongan ayorek! dan RUJAK menuju
Artotel--hotel tempat kawan kawan RUJAK menginap, kami lanjut ngobrol disana setelah meninjau kamar mereka, maklum nih hotel menarik mata karena memamerkan dan menjual karya seniman Indonesia macam Darbotz, Hendra Hehe, Faisal Habibie.
J am 5 sore, di lobby hotel, M arco mengeluarkan notebook-nya, cover-nya adalah cukilan dari Parasit Lajang-Ayu Utami : "berkeluarga itu bagus untuk orang lain", dan kami membahas agenda besok hingga malam datang. [anithasilvia]
oleh : Pinkan Victorien
| Udang, kerang, kepiting | Daging kambing juga. | |
|---|---|---|
| ngga boleh dimakan Iho. | Ikan lele, patin, | Susu kedele. |
| Jangan makan nanas, durian, pepaya muda | salmon, tuna. | Air es. |
ungkin ada beberapa orang diantara kita menganggap hidup itu hanyalah
Mmain-main belaka. Setiap waktu yang
dimiliki hanya dibuat untuk segala sesuatu yang membuat dirinya senang. Semua hal yang dia anggap bisa menjadikan hatinya bahagia harus dikejar untuk dinikmati. Jika ditanya, mengapa dia berpikir seperti itu? Jawabnya biasanya simpel, “Hidup ini kan cuma sekali, ya dinikmati aja!”
Benarkah hidup yang diberikan Sang Pencipta kepada kita ini hanyalah sebatas itu? Benarkah Allah Swt (Tuhan semesta alam) menciptakan kita di dunia ini hanya agar kita bersenang-senang saja, having fun, lalu tidak dimintai pertanggung-jawaban apapun atas apa yang sudah kita kerjakan? Apakah benar kita ini didunia hanya sebatas hidup begitu saja, lalu kemudian tua dan mati?
Jika memang benar ada diantara kalian yang berpikir bahwa hidup hanya seperti itu, maka tidak ada bedanya hidup kalian dengan hidup hewan! (#ups..) ***
Di usia yang memasuki 30-an ini, saya cukup sering menemui pola hidup orang-orang disekitar saya yang berbeda-beda. Ada yang semakin bertambahnya usia, semakin besar spiritualitasnya alias semakin dekat dengan agamanya. Tapi disisi lain ada juga yang semakin bertambahnya usia, justru semakin
menjauhkan dirinya dari nilai-nilai agama. Entah apa yang salah, tapi secara fitrah, seharusnya manusia semakin dia dewasa maka semakin dirinya mencari makna hidupnya yaitu kenapa dirinya diciptakan di dunia ini. Jika pertanyaan itu semakin mengusik pikirannya, maka itu akan membuatnya mencari jawaban yang tepat. Jika jawaban itu tidak dapat ditemukannya dari orang-orang disekitarnya, maka secara naluriah manusia akan bertanya kepada Sang Pencipta-nya. Dan itu harus melalui proses-proses yang melibatkan spiritualitas seperti mulai dekat dengan ibadah, ilmu tentang agama, dan mencoba mencari petunjuk- petunjuk (ayat-ayat) Allah Swt di alam sekitar.
Pencarian makna hidup, seperti dengan menjawab pertanyaan mendasar “untuk apa saya diciptakan didunia ini?” sebenarnya adalah proses yang umum akan dialami oleh setiap manusia. Dari berbagai penelitian di Amerika, orang-orang ultra kaya disana ternyata juga sering merasa hampa hidupnya padahal seluruh kesenangan telah terpenuhi didunia. Bahkan konon di Oddissey Business School, Harvard University, banyak orang- o r a n g u l t r a k a y a y a n g s e n g a j a 'menyekolahkan diri' disana demi mencari makna hidup yang sebenarnya. Mereka rela merasakan pekerjaan-pekerjaan orang miskin seperti mengecat rumah, menyapu, bersih- bersih taman, dll demi merasakan (baca: mencari) makna hidupnya didunia.
Dalam suatu agama yang saya yakini, Islam, selama 24 jam dengan aktivitas-aktivitas ritual kami tidak perlu mengalami proses pencarian tersebut. Jika sesempit itu arti beribadah, makna hidup yang panjang dan kadang maka tidak akan ada satupun manusia di dunia
| makna | hidup yang | panjang | dan kadang | maka tidak akan ada satupun manusia di dunia | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| melelahkan. Kami juga tidak perlu harus merasa galau dalam menjawab pertanyaan klasik “untuk apa saya diciptakan?”. Mengapa | ini yang disekolah, berekreasi, berolahraga, dan lain sebagainya. Semua manusia hanya akan | bekerja | mencari | nafkah, | belajar | |||
| begitu? Karena Allah Swt sudah memberikan jawabannya secara jelas dan tegas di dalam | menginap melakukan ibadah yang bersifat ritual saja. | di masjid-masjid | dan | hanya | ||||
| Al-Quran petunjuk dan pedoman hidup setiap manusia. | – sebuah | kitab | yang menjadi | Namun bukan seperti itu yang dimaksud didalam ayat tersebut. Menurut banyak ulama, | ||||
| Dalam surat Adz-Dzariyaat ayat 56, Allah Swt berfirman: | maksud didalam ayat tersebut adalah melakukan amal | mengabdi | dalam | bentuk | ibadah |
“...dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat 56)
Maksud dari ayat ini sangat jelas bahwa tujuan diciptakannya manusia di muka bumi ini tidak lain adalah untuk mengabdi, yaitu beribadah kepada Allah Swt. Hal ini merupakan misi yang diemban oleh setiap manusia yang lahir dimuka bumi tanpa terkecuali. Misi ini telah fix. Tidak akan pernah berubah. Dan turun dari perintah Sang Pencipta secara langsung untuk manusia melalui firmanNya. Pengabdian yang diartikan sebagai “ibadah” ini bukan berarti hanya berbentuk shalat, puasa, zakat dan haji saja. Jika seperti itu saja yang dianggap sebagai ibadah maka tidak akan mampu diri kita memenuhi waktu itu
perbuatan baik dalam bentuk apapun dengan diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah Swt saja. Maka bersekolah akan menjadi aktifitas ibadah non-ritual jika diniatkan untuk mendapatkan ilmu dari Allah Swt. Begitu juga dengan aktivitas bekerja di kantor, berolahraga, berekreasi, dll. Bahkan dalam Islam, seseorang yang ingin masuk ke WC sekalipun bisa menjadi ibadah jika melakukannya dengan cara-cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, seperti masuk WC dengan kaki kiri, mengucapkan doa, dan berharap pahala dari Allah Swt saja. Al-Quran adalah guide book. Iya, guide book untuk seluruh manusia tanpa terkecuali agar hidupnya tidak tersesat. Jika seseorang jauh dari Al-Quran, maka jelas hidupnya akan rusak, tujuan hidupnya menjadi tidak jelas, dan mudah stress. Itu merupakan keniscayaan. So, untuk apa kamu diciptakan?[]
rambut ibu diatas
sayur bening
oleh : Redi Murti
A tribute to Siti Jenar = Mati adalah Kehidupan Yang Hakiki
oleh : Rici Alric
dari hidup menjadi mati
oleh : Rakhmad Dwi Septian
LALU MATi
iiff zine//picnic : OMNIBUS-SIKLUS HIDUP | 25
Hidup setelah mati bagi para penjajah sex
oleh : Tubagus Riski Darmawan
Reinkarnasi
oleh : Iyan Fabian
ZinE Picnic
02
25 Oktober 2012 / Jalan Raya 0armo / 07.00 pagi peluncuran zine//picnic "omnibus", potluck dan barter zine