ZINEKESMASMARET 2020
VOL2
BERPERANG DALAM
KEGELAPAN:
CORONA VS KITA
31 Desember 2019 Pemerintah Wuhan melaporkan kasus adanya peningkatan kasus
radang paru (pneumonia) yang tidak diketahui sebabnya.
8 Januari 2020
Ilmuwan di China berhasil mengidentifikasi virus baru yang
dikenal sebagai virus Corona Baru atau SARS-CoV-2 sebagai penyebab pneumonia. Penyakitnya disebut dengan COVID-19.
20-25 Januari 2020
Kasus infeksi Corona mulai ditemukan di luar China (Jepang,
Korea Selatan, Hongkong, Filipina, Thailand, Australia, Vietnam dan United States). Belum ada tanda-tanda kehadiran Corona di Indonesia.
30 Januari 2020 WHO (World Health Organization) menetapkaninfeksi virus Corona sebagai 'Global Health Emergencies'. Beberapa negara
memberlakukan travel restrictions kepada wisatawan yang
berasal dari China atau transit di China.
Beberapa hari sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat menyambut
kedatangan turis China di Bandara.
2 Februari 2020
Pemerintah Indonesia mengevakuasi 243 WNI dari Wuhan, China dan diisolasi di Pulau Natuna selama 2 minggu. Seluruh WNI dinyatakan sehat.
5 Februari 2020
Kapal cruise, Diamond Princess, yang berlayar mengelilingi
Asia Tenggara mengarantina 3.600 penumpang beserta awak kapal
di Yokohama, Jepang. Diantaranya terdapat 77 WNI, dimana 9 orang dinyatakan positif infeksi virus Corona. Penderita
dirawat di Jepang.
15 Februari 2020 Kasus infeksi virus Corona di Indonesia = 0. Menurut Menteri Kesehatan, dr. Terawan, ini semua terjadi karena doa.
Kasus infeksi virus Corona semakin meningkat di banyak negara. Seperti Iran, Italia, Korea Selatan, dan di benua
Eropa.
25 Februari 2020
Pemerintah mengatakan virus Corona menginfeksi ekonomi domestik dan menyiapkan budget 72 Miliar rupiah untuk 'Social Media Influencer' untuk meningkatkan ekonomi dari sektor pariwisata.
2 Maret 2020
Dua kasus pertama positif Infeksi virus Corona di Indonesia diumumkan Jokowi. Penyebaran melalui Turis Jepang yang berkunjung ke Indonesia
6 Maret 2020 Hanya 450 Individu yang dites untuk deteksi virus Corona dari 270
juta populasi di Indonesia 9 Maret 2020
Total kasus infeksi Corona di Indonesia naik menjadi 13 kasus. Belajar dari sebelumnya, dimana data pribadi pasien 01 dan 02 tersebar, Pemerintah tidak memberitahukan lokasi infeksi dan riwayat perjalanan pasien Corona.
11 Maret 2020 Total 34 Kasus ditemukan di Indonesia. 1 Pasien positif virus Corona,
merupakan WNA dari Inggris, meninggal di RS Sanglah Bali.
Pemerintah Bali tidak mengetahui pasien sudah positif Corona sampai pasien meninggal. Pasien hanya diketahui suspek infesi virus Corona.
Tidak pernah ada laporan hasil uji laboratorium yang dikirim ke
kementerian kesehatan mengenai status Corona pasien tersebut.
WHO menetapkan infeksi Virus Corona sebagai Pandemi Global.
14 Maret 2020
Beberapa wilayah di Indonesia telah memberlakukan larangan terhadap beberapa kegiatan yang melibatkan kumpulan massa, termasuk kegiatan pembelajaran dan perkantoran. Serta menutup beberapa tempat wisata.
Anies Baswedan melakukan konferensi pers, yang menjelaskan persebaran pasien Corona di Jakarta (belum dilakukan pemerintah pusat) sebagai
bentuk transparansi informasi. Untuk pertama kalinya Anies Baswedan
dipuji oleh warga Jakarta.
21 Maret 2020
Total positif corona di Indonesia berjumlah 450, 38 meninggal dunia,
20 dinyatakan sembuh.
FA KTA-FAK TANYA
Jahe dan temulawak tidak memiliki bukti kuat untuk mencegah ataupun mengobati infeksi virus corona/SARS-CoV-2 (penyakit covid-19).
SARS-CoV-2 dapat menyebar di cuaca panas maupun dingin.
Penyebaran virus dapat melalui droplets atau air liur kecil yang keluar saat menghembuskan napas, batuk atau bersin.
Virus yang menempel pada permukaan benda dapat bertahan hidup beberapa jam hingga 9 hari. Virus juga dapat bertahan di udara selama beberapa jam.
Semua usia dapat terinfeksi covid-19.
Gejala tersering covid-19 adalah demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan dan sesak.
Orang yang postif covid-19 tanpa gejala masih dapat menularkan virus ke orang lain.
Virus corona ini masih sangat baru. Penelitian mengenai virus ini masih belum cukup sehingga ketidaktahuan kita membuat karakteristik dan perkembangan virus ini sulit untuk diprediksi.
ANAK-ANAK PENDERITA DIABETES
PENDERITA HIVLANSIA
MEREKA
PENDERITA
YANG
KANKER
RENTAN
ORANG YANG RENTAN TIDAK ADALAH MEREKA PENDERITA
MAMPU
DENGAN iMUNiTAS PENYAKIT PARU RENDAH
MEREKA SEMUA ADA Di SEKiTAR KiTA, DAN TiDAK BERBEDA DENGAN KiTA.
Tidak hanya itu, petugas kesehatan juga menjadi korban kelalaian pemerintah. Ketidakseimbangan fasilitas kesehatan, terutama di
PRIHATIN.
daerah terpencil, membuat beberapa Rumah Sakit yang tidak memadai Sejak awal tahun 2020 ini, manusia dihadapkan dengan kondisi yang untuk merawat pasien infeksi virus Corona terpaksa bersiap sangat tidak biasa, yang merubah bentuk kebiasaan dari manusia di menerima pasien Corona. Dan pada beberapa daerah, pemerintah masa kini. Yaitu merebaknya virus Corona atau Covid-19 yang daerah tidak menunjukkan adanya usaha membantu, seperti penyediaan terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, hal ini Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan. Ataupun memang sedikit terlambat terjadi. Entah karena sistem tubuh penerbitan peraturan yang menguntungkan seluruh masyarakat dalam masyarakat Indonesia yang berbeda dari negara lain, atau mencegah infeksi virus Corona. Mungkin bagi petugas kesehatan, pemerintah yang acuh tidak seperti beberapa negara lain (karena saat ini terasa pergi berperang dengan mata tertutup dan masih ada Amerika Serikat dengan Trumpnya). tanpa senjata apapun. Saat ini, netizen Indonesia seperti sedang setuju bahwa Indonesia Sehinggą, saat ini rasanya senjata yaņg,tersisa adalah rasa tidak siap dalam memasuki peperangan biologis ini. Dalam beberapakemanušiaan untuk membantu satu sama låin untuk memenangkan perang ini. Tidak haruș mengulurkan tangan, tapi bisa dari hari, kasus virus Corona di Indonesia berkembang menjadi ratusan, Sadar akan diri sendiri dan melakukan yang sepatutnya dengan tingkat kematian nomor 2 di dunia. Hal yang tidak lazim dilakukan. ini memperlihatkan ketidaksigapan pemerintah dalam menangani pandemi ini. Sejak awal pemerintah tidak transparan dalam pemberian informasi penyebaran virus Corona, menunjukkan kurangnya langkah pencegahan berkembangnya angka kasus. Bahkan, Menteri kesehatan yang masih berkeliaran membuat acara yang dihadiri banyak massa, menambah bentuk keabaian pemerintah terhadap himbauan dari ahli dunia dalam menghadapi corona.
Dan ada satu hal yang terlupakan, bahwa Indonesia sangat luas. Untuk saat ini, ketersediaan pemeriksaan infeksi virus Corona masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Namun, banyak daerah di luar Jawa yang merupakan daerah pariwisata, dimana banyak turis mancanegara masuk dan membuat tingkat risiko penularan yang tinggi. Apabila ada suspek infeksi Corona, pemeriksaan menjadi hal yang tidak mudah. Sampel yang dikirim akan memakan waktu lama, belum lagi dengan kemungkinan penolakan dari sarana transportasi. Sehingga dengan sedih, hal ini dapat menghambat penanganan kasus infeksi virus Corona.
bisa beli masker. hand sanitizer, Persediaan makanan yg banyak =
bisa hidup 7 turunan
kalau egois apa gunanya?
tidak bisa beli
masker, hand sanitizer,.
dan makanan = bisa hidup?
MASIH ADA
KEMANUSIAAN
Ternyata masih ada terang dalam kegelapan ini. Harapan-harapan kecil yang tumbuh setelah terbitnya aksi-aksi manusia menggalang dana hingga milyaran untuk pejuang kita di garda terdepan. Aksi turun ke jalan membagikan masker. Tak luput juga tenaga medis segala usia bahkan yang berusia 80 tahun pun ikut turun demi kemanusiaan. Sesungguhnya Indonesia Raya sangat bersyukur kepada semua yang beraksi, berkontribusi dalam bencana ini. Sekecil apapun itu kontribusinya. Semudah untuk tetap berada di rumah saja. Terima kasih juga kepada seluruh tenaga medis yang
telah berjuang dan direnggut
nyawanya dalam bencana ini. Terima kasih kepada cleaning service, perawat, analis laboratorium, dokter, supir ambulans juga kepada pekerja di ruang publik, transportasi, satpam dan lain sebagainya yang banyak sekali.
1. Ambil air bersih
mengalir dan sabun secukupnya. Usapkan
RITUAL
pada tangan selama 40-60 detik. Lakukan 6 langkah berikut agar
CEGAH
mujarab:
CORONA
RATAKAN SABUN DAN GOSOKKAN PADA KEDUA TELAPAX TANGAN GOSOK PUNGGUNG TANGAN DAN SELA-SELA GOSOK KEDUA TELAPAK JARI, LAKUKAN PADA DAN SELA-SELA JARI KEDUA TANGAN KEDUA TANGAN
GOSOK PUNGGUNG JARI KEDUA TANGAN DENGAN POSISI TANGAN GOSOK KEDUA IBU JARI SALING MENGUNCI DENGAN DIPUTAR DALAM GENGGAMAN TANGAN USAPKAN KEDUA UJUNG KUKU TANGAN DENGAN DIPUTAR DI TELAPAK TANGAN
- Ambil masker bila kamu sedang sakit. Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau
bersin apabila masker tidak tersedia. Buang tisu di tempatnya dan ganti masker sesering
mungkin. 3. Lakukan social distancing.
TAPi SESUNGGUHNYA, HAL TU TETAPLAH AKSi SOSiAL.
KARENA MANUSiA TETAP TERHUBUNG MENYELAMATKAN SATU SAMA LAiN
AMBIL JARAK
MINIMAL IMETER
DiAM Di RUMAH JiKA TiDAK ADA
HAL MENDESAK
TETAP TANYAKAN KABARKERABATU
ONLINE
UNTUK SESAAT, MANUSIA SEPERTi DiMiNTA UNTUK TERLEPAS DARi STATUSNYA SEBAGAi MAKHLUK SOSiAL.
DENGAN SOCiAL DiSTANCiNG. MENGAMBiL JARAK ANTARA SATU SAMA LAiN.
APAKAH KAMU PERLU
KE RUMAH SAKIT?
PERNAH KONTAK DENGAN PASIEN POSiTiF COViD-I9 (BERADA DALAM I RUANGAN/KONTAK DALAM JARAK I METER) ATAU BERKUNJUNG KE NEGARA/DAERAH TiNGGi KASUS COViD-19 DALAM 14 HARi TERAKHiR
TiDAK YA
SEDANG/PERNAH SEDANG/PERNAH MENGALAMi: MENGALAMi: DEMAM (>38C) DEMAM (>38C) PiLEK PiLEK BATUK BATUK SESAK NAPAS SESAK NAPAS
T i DAK YA T iDAK YA
KARANTiNA DiRi
HUBUNGi 119 SELAMA 14 EXT 1 HARI TERHITUNG PERIKSAKAN SETELAH DIRI KE RS KONTAKI RUJUKAN KÜNJUNGAN
SETELAH KARANTINA 14 HARi.MENGALAMi: DEMAM (>38C)
YA Pi LEK
BATUK SESAK NAPAS HUBUNGi 119 EXT 9 1 PERIKSAKAN DiRi KE RS RUJUKAN
PERIKSAKAN TiDAKPERLU PERIKSA KE DIRI KE DOKTER. DOKTER JAGA TERDEKAT DAN KESEHATAN ISTIRAHAT SELALU YANG CUKUP
TiDAK
TIDAK PERLU PERIKSA KE DOKTER. JÁGA KESEHATAN SELALU
Daerah terjangkit
Covid-19 di Indonesia
PER 20 MARET 2020
DKI JAKARTA BANTEN JAWA BARAT JAWA TENGAH JAWA TIMUR DI YOGYAKARTA BALI KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU LAMPUNG RIAU SULAWESI UTARA SULAWESI TENGGARA SULAWESI SELATAN
Zine Kesehatan Masyarakat: bukan mau ngobatin cuma mau ghibah isu kesehatan.
ZINEKESMAS
email: [email protected] instagram: @zinekesmas