Baca PDF (OCR): KEGAGALAN PUNK - Inilah Seluruh Sisa Hidupku (Kesinambungan daripada Kegagalan Punk)

30 halaman · 30 halaman diproses dengan OCR· 109416 ms

Daftar isi
  1. INILAH SELURUH SISA HIDUPKU
  2. HERE'S THE REST OF YOUR LIFE
  3. Of the factory floor
  4. You don't help your enemy
  5. dengan berbagai selebaran nalf lainya yang membuat massa berpikir bahwa satu-satunya jalan lain adalah mengganti
  6. Utopian adalah organisasi anti-hirarkis dari anarkis-anarkis muda yang didominasi oleh pemuda-pomuda dari subkultur
  7. beberapa plhak, dan ajakan untuk mengelabui mereka adalah dengan mengibarkan bendera anarki, menggunakan kata
  8. Pertawanan dalam scene kemudlan juga menjadi tunggangan kepentingan para pemilik modal yang ketertarikan mereka
  9. bisa melakukannya, kita akan melakukannya, menangani manajemen kita sendiri. Punk dan hardcore adalah musik yang
  10. Karenanya, kita harus memperslapkan segalanya. Memasuki dunia hardcore punk, terlebih lagi dengan menyadari bahwa
  11. berhasil melumpuhkan hampir seperempat perekonomian negara; di Cheznla, lsu soal perdamaian menjadi lsu yang lebih
  12. besar dibandingkan dengan isu perang: di Peru, gerakan revolusioner bersenjata, MRTA, mengacaukan dan menembaki
  13. represif terhadap semua perlawanan. Orang-orang dimanapun bangkit dan berusaha merebut kembali hidup mereka tanpa
  14. yang telah begitu lama bertahan dengan caranya sendir. Diantara massa sendiri, bagaimanapun juga, anonimous dan
  15. memperkaya diri sepert layaknya banyak acara-acara entertainmen yang diselenggarakan di kota Bandung yang pad.
  16. sringali disalah artkan dan didistorsikan. Dengan alasan sederhana, yattu,Punk dan herdoore dalah tdak lebih dar
  17. sekedar muslk." seorang punk lokal berdir, mabuk dan memberikan penghineannya kepada beberapa band yang
  18. mengekspresikan kebebasan berpendapat dan menyampalkan pendapet Tidak ada kekerasan yang terjadi karena para
  19. belik møławan dan mempertahankan diri. Lalu dikirim satu pasukan Brimob yang juga mendapat perlawanan, hingga
  20. alasan yang sangat dibuat-buat walaupun memang ditemukan ganja pada mereka yang ditangkap karena mereka ditangkap
  21. label sepert pengguna ataupun pengedar adalah sebuah metoda untuk berurusan dengan individual-individual dan memerangkapnya
  22. nose: grow more potl
  23. lainnya yang memiliki sistem penebangan hutan terbesar. Hal Ini juga sangat mengganggu bagi perusahaan rokok
  24. peradilannya untuk bertindak. Memberikan kepercayaan kepada negara adalah sama dengan sebuah langkah terburuk begl kaum
  25. Sangatah tidak bljak apabila kita mengadvokasikan 'direct action'. Hal tersebut sudah seharusnya dilákukan, bukannya untuk
  26. diperbincangkan. Setiep Individu memilikl level ketakutan dan kecemasan yang berbeda-beda dan dalam melakukan direct action'
  27. memperpanjang barisan perbudakan dalam sistem ini.
  28. mønyingkikan spapun yang menjadi keputusan demi kepentingan pemerintah, dan kita melihat mereka sebagal orang-orang yang
  29. yang seringkali berbentuk penyiksaan terhadap para pasiennya. Menurut keterangan resmi pemerintah tujuan dari diberiakukennya
  30. Pastor Niemceller, seorang korban kekejaman Nazi
  31. ade satu kecerahan dalam hati kami, bahwa perjalanan menembus kegelapan menuju terangnya kebebasan, telah kami
  32. bahan referensi bagi puluhan organisasi-organisasi pembebasan lainnya yang terbentuk dalam subkultur punk dan hardcore
  33. di Indonesia Ini.
  34. dan tak terabadikan kisahnya dalam perang-perang dan perlawanan melawan kekuasaan negara. Sistem dan pendukungnya tereebut
  35. Kita talah sampai pada titik balik.

INILAH SELURUH SISA HIDUPKU

(Kesinambungan daripada Kegagalan Punk) Oleh Pam

INILAH SELURUH SISA HIDUPKU Oleh: tank_boy, Akhir November 2000.

HERE'S THE REST OF YOUR LIFE

Why settle for what we're shown When there it so much more? Sometimes the Book of Law Is only half the.story Means and ends: Deciding where to draw the line Loss of work in Sellafield homes Or the threat of cancers yet to come? The choice is obvious: There is no choice Only the option of looking outside This narrow definition of "What you see is all there will ever be" There comes a time -that time is now-When every second, every day When every action, every thought Will tell the world how you cast your vote

They break our legs And we say "Thank you" when they offer us crurtches

Tired of mild reform Sick of hand-me-downs We topple all the theories to the ground: All real change Must come from below Our bosses must live in fear

Of the factory floor

And when they smile And they ask for my support, I'll give them these words And a bloody nose:

You don't help your enemy

When you're at war There are moments in all of our lives Tiny sporks still deep inside When a new-bom baby cries When you're watching clouds in a summer sky The first time you walked out on strike Love and sex and holding tight Things that can't be bought By promises and votes I hate the things I love being criminalised 0r2 I hate the straight-jacket schools I grew up in I hate MPs, judges and magistrates I hate being taught to base my life on TV stars I hate being kept waiting by bureauocrats I hate wars, and all the people who love them I hate the idea of living on other people's backs

Ihate being filed, registered and classified I hate being watched and monitored I hate police I hate the way you talk down to me Ihate being told what to do I hate you when you don't listen I hate the way you distort my sexuality with pomography I hate the pain we inflict on each other, On animals, and on the earth, And I hate how love songs have become cliches throuğh endless, shallow repetition Each angry word Every cynical put-down Every song in carefully bom From a hope of something better to come All jumbled-up Love and hate and love Each prompted by the other: For the cause of peace we have to go to war Refusing to sleep Whilst there's a world to win Yet happy to dream Dreams make the plans to change this world Not just some future heaven But today and every day In our place of work In the queue for the metrobus Organisel Here's the rest of our lives! ...A tny spark still deep inside We can and will run the foctories and mills We can and will educate ourselves We can and will work the fields We can and wil police ourseves We can and will create and build Organisel Here's the rest of our lives!

Lirik lagu diatas diambil dari sebuah band anarkis, Chumbawamba, dalam album 'Nevermind The Ballot'. Ya, aku menyukai bend tersebut walaupun begitu banyak pula yang mengatakan bahwa band tersebut bukanlah band punk. Bagiku tak masalah saat aku melihat apakah sebuah band adalah band punk atau bukan, tetapi yang pasti.. bagiku Chumbawamba adalah band punk dengan melihat darimana mereka tumbuh, dengan slapa mereka berkembang dan apa serta bagalmana band tersebut dalam kesehariannya. Belum lama ini, aku juga mendapatkan kaset terbaru Chumbawamba yang ada di toko- toko kaset biasa. Ya. Mereka sudah berangkat ke mayor label sejak pemunculan album mereka Tubthumping'. Tapi memangnya kenapa? Aku tidak ada masalah dengan hal itu sejak aku mempelajari mengenai taktik-taktik perlawanan dewasa ini. Masuk kedalam jaringan mayor label, membuat musik yang dapat dinikmati oleh banyak kalangan, ataupun berpenampilan seperti layaknya orang-orang biasa, itu adalah sah-sah saja bagi budaya punk itu sendiri dilihat dengan kacamataku pribadi. Ah, tapi berbicara mengenai punk? Apa itu maslh relevan saat ini disaat punk dalam komunitas lokal sudah tak bertaring lagi? "It became necessary to destroy the town to save it." Pemikiran logis dari seorang militer di abad ke-20

Indonesia akhir abad ke-20 adalah merupakan sebuah era baru bagi banyak orang. Tak peduli siapa yang mengambil keuntungan dari hal inl sejak kerusuhan ataupun tergulingnya rezim Suharto yang kemudian bergant rupa setełah Pemilu dengan rezim Gus Dur-Megawatl, yang pasti kerusuhan-kerusuhan dan kekacauan yang terjadl telah meninggalkan luka

yang dalam bagi rakyat Indonesia sendirl. Hal tersebut menciptakan kekosongan yang mengerikan dan dalam kekosongan tersebut tumbuh sebuah rasa keputus asaan diantara rakyat Indonesia sendiri, sebuaħ ketakutan bahwa masyarakat tidak belajar sesuątu dari pelajaran tragis tentang kerusuhan, perkosaan, dalam kasus beberapa kota di Indonesia, ataupun perang saudära yang mengerikan di Sambas, Ambon, Timor Leste dan berbagai tempat lainnya. Tampak bahwa mereka yang duduk di kursi kekuasaan telah menset-up planet ini dalam sebuah kehancuran total. Belum ditambah dengan masalah Internasional, tentang bagaimana di negara-negara dunia ketiga angka kemiskinan semakin bertambah tinggi sementara negara dunla pertama hanya terlihat peduli pada negeranya sendiri. Dalam kengerian akan datangnya dunia baru ini, orang-orang beralih kepada cara-cara yang absurd untuk meredakan ketakutan mereka.

Untuk mengabaikan masalah, adalah hal terbodohdálam hidup manusia. Tetapi berlaku masa bodoh adalah kunci utama sebagai 9Individual untuk menguburkan dirí mereka dalam lautan konsumerisme tanpa otak. Abad konsumtif sudah lahir. Bila kamu tidak menemukan ketenangan dalam hatimu, maka mungkindengan mengumpulkan banyak uang dan bekerja keras di kantor atau pabrik akan membuatmu merasa lebih tenang. Bila hidup sudah kehilangan arti, maka membeli pakaian yang menjadi mode terbaru akan membuat hidup lebih baik. Kepemlikan, ini adalah millkku, itu milkku, semua milikku, perkuat keamanan dan kau tak akan dapat memiliki apa yang kumiliki. Beli, beli, bl Penuhl hasratmu. Perketat keamanan. Dunia TV ada di hadapan kita semua, dan apa yang sebenarnya nyata? Inikah? Itukah? Tak peduli apa yang nyata dan yang tidak, dunia virtual telah menjebak dirí kita semua dalam kesemuan hidup yang tak berotak. Beli Inl, beli itu. Šlapa yang dapat mengatakan apa yang telah cukup bagi diri kita semua? Sebuah layar palsu telah menutupl fakta nyata bahwa hidup kita semua ini ada dibawah neungan korporasi-korporasi yang tidak memikirkan apa-apa selain profit bagi mereka sendiri.

Disaat yang sama, pemerintah membuat bisnis-bisnis internasional leluasa untuk berkembang disini, di negara-negara dunia ketiga yang terlibat penuh hutang dan semakin terperosok dengan hutang-hutang tersebut. Mudah mendapatkan apapun yang kita butuhkan, begitu kita selalu diberitahukan oleh berbagai media. Dan tidak hanya kita, melainkan seluruh populasi dimanapun di dunia Ini, dibutakan oleh konsumerisme dan sampah-sampah media, dibuat senang dan bahagia untuk menerima berbagai kebohongan dan kepalsuan. Selama seseorang merasa senang, maka tak ada seorangpun yang akan mempertanyakan mereka yang duduk di kursi kekuasaan yang dengan nikmatnya bermain-main dengan uang yang semakin tertimbun dalam saku mereka.

Apabila mayoritas massa selalu merasa bahagia dengan apa-apa yang membutakan mereka saał ini dan mengikuti saja kemana angin dari penguasa dihembuskan, maka juga akan selalu ada mereka yang tetap berdiri tegak melawan itu semua. Dan apabila akhir abad inl, Indonesia seakan dihadapkan akan kelahiran era konsumerisme, hal tersebut juga menghasilkan dua fenomena, yaitu fenomena perlawanan dan fenomena rock'n'roll. Keduanya merupakan sebuah reaksi melawan sebuah dunia yang didominasi oleh korporasi dan korupsl para penguasa. Keduanya menolak kekosongan dan kepalsuan konsumerisme dan keduanya merepresentasikan sebuah revolusi melawan nilai-nilal 'normal' dalam tatanan masyarakat saat ini.

Gerakan perlawanan massa yang seakan dipicu oleh perlawanan-perlewanan kecil yang dimotori oleh PRD yang pada awal dekade lalu masih berada dalam posisi'underground'. Percikan api perlawanan yang semakin lama semakin membesar dikobarkan oleh gerakan mahasiswa dan mengakibatkan munculnya gerakan masive dari massa yang pada tahun 1998 berhasil menumbangkan tiran Suharto dari kursi kepresidenan. Ribuan massa di berbagai kota yang membanjiri jalanan agar suara mereka dapat didengar, semua seakan semakin marak pada akhir dekade yang juga merupakan akhir dari abad lalu

Sebuah suara yang keras masih dapat terdengar di jalan-jalan kota-kota indonesia pada saat ini melalui berbagai pengeras suara dalam berbagai aksi protes dan demonstrasi. Suara ini juga diimbangi dengan suara-suara vulgar dari dunia rock'n'roll yang semakin membanjiri tiap kota di Indonesla dengan berbagai rekaman dan panggung-panggung pertunjukannya. Saat gerakan perlawanan yang didominasi mahasiswa didominasi oleh mereka yang berasal dari kelas menengah, musik rock tidak melihat edanya perbedaan kelas walaupun dalam kenyataannya watak-watak darl berbagal kelas yang ada tetaplah eksis Q Dengan sedih, seiring dengan telah tergulingnya rezim Suharto dan kemunculan era rezim baru Gus Dur-Megawat, gerakan perlawanan dari mahasiswa mulai mendapati dirinya semakin mandul dan Impoten. Teriakan protes mereka semakin tersamarkan oleh suara-suara yang memoderasi semua bentuk perlawanan massa. Tujuan-tujuan dari gerakan mahasiswa menjadi semakin digunaken oleh berbagal kepentingan para oportunis dan partai-partai yang masih menutup-tutupi diri mereka, sehingga gerakan mahasiswa semakin dilanda ketakutan akan pengambilan keuntungan dari tiap gerakan mereka. Hal ini membuat gerakan mahasiswa jadi penuh dengan kecurigaan dan ketakutan yang semakin lama semakin tak beralasan dan berakibat dengan saling memusuhi dari tiap gerakan organisasi mahasiswa yang ada. Kemenangan rezim Gus Dur-Megawati dalam Pemilu adalah merupakan sebuah deringan baru di kursi pemerintahan. Tahun 1998 saat mereka belum menjabat sebagai penguasa negara, mereka menjanjikan sebuah kondisi yang lebih baik di Indonesia, baik Itu perekonomian maupun kondisi sosial masyarakat. Begitu selesal Pemilu dan beberapa seat mereka berjalan, maka mereka mulai menelurkan berbagai 'kebijakan' seperti memotong subsidi-subsidi pokok rakyat seperti BBM, istrik serta

pendidikan dan kesehatan, sehingga blaya untuk mendapatkan semua itu oleh rakyat semakin tinggl harganya. Kemunafikan tełsh mendapatkan kemenangan mereka:

Gus Dur yang saat dulu selalu dlelu-elukan massa karena merupakan pemimpin yang cemerlang dari salah satu partai yang 'tampak'relljius yang kini menjadi presiden Indonesia, saat ditanyakan mengenai masalah pemotongan subeidi tersoebut maiah menjawabnya dengan tenang, "Rakyat harus siap menghedapi kenaikan harga-harga!", dan disaat yang sama dia mengusulkan agar negara menyedlakan pesawat terbang pribadi bagi presiden.

Munoulnya kesadaran-kesadaran baru bahwa slapapun pemerintah di negara Indonesla tidak akan bisa mengubah situasi soslal menjadi lebih baik, membuat gerakan-gerakan yang berbasiskan tiap kota-kota di Indonesia baik kota besar maupun kecll, untuk kemudian melakukan lagi gerakan perlawanannya dan kali inl gerakan perlawanan tersebut bukan hanya didominasi oleh para mahasiswa, melalnkan oleh berbagai masyarakat dari berbagai sektor. Orasi-orasi di depan gedung-gedung DPRD tiap daerah ditujukan langsung kepada pare penguasa. Tetapi masih juga, para demonstran tersebut mengharapkan untuk meruntuhkan kekuasaan yang ada sekarang dan hanya mencari bentuk pemerintah baru yang dapat membuat hidup mereka lebih baik. Kaum kiri merasa mendapat angin segar dalam melihat adanya kecenderungan massa yang menyatakan ketidak sukaannya kepada pemerintah sekarang ini, agitator-agitator kiri tersebut dengan senang hati berbagi kepedihan dengan para massa yang marah di depan gedung-gedung DPRD. Mereka kini menjanjikan untuk benar- benar memperjuangkan kepentingan massa apabila mereka dapat duduk di kursi kekuasaan negara; apakah ini adalah program partai untuk dapat memenangkan Pemilu bila lalu diadakan Pemilu pada masa yang akan datang? Puluhan partai poitik berlomba-lomba memberikan janji manis kepada massa untuk meningkatkan taraf perekonomian di Indonesia yang selalu saja mereka lalu menenggelamkan kekuatan-kekuatan demokrasi yang sesungguhnya di berbagai sungal dengan tanpa meninggalkan jejak apabila partal-partai tersebut memegang tampuk kekuasaan negara. Menaikkan taraf ekonomi rakyat dan isu-isu yang lebih luas seperti meningkatkan kesejahteraan dan mendahulukan perdamalan sejati seharusnya tidak menjadi sebuah drama opera-sabun polltik dimana mereka yang haus akan kekuasaan dapat memainkan peran mereka semau mereka sendiri.

Tampak menyedihkan seat disini masih banyak orang-orang, dari Partai Sosialis Indonesia, PSl, yang masih 'underground hingga para pengurus PRD yang bukannya berkontrībusl dengan sesuatu yang konstruktif, melainkan malahan mengeksploitasi demonstrasi organisasi-organisasi independen dengan menggunakan nama mereka untuk meraih popularitas demi menggolkan propaganda dan isu politk mereka sendiri.

Selama march demonstrasi PRD di Bandung pada pertengahan tahun 2000, ribuan leafiet dieebarkan di jalanan dengan meneriakkan isu untuk pembubaran Golkar dan diadilinya mantan rezim, Suharto. Di permukaan leaflet tertulls idak beda

dengan berbagai selebaran nalf lainya yang membuat massa berpikir bahwa satu-satunya jalan lain adalah mengganti

pemerintahan yang ada, bukannya memperkuat diri mereka sendir. Tetapi di akhir leaflet tersebut tertull nama Utopian.

Utopian adalah organisasi anti-hirarkis dari anarkis-anarkis muda yang didominasi oleh pemuda-pomuda dari subkultur

bentukan dari rock'n'roll.

Tidak. Leaflet tersebut tidak diproduksl oleh Utoplan, ataupun mengekspresikan pandangan dan keyakinan yang kami pegang. Mereka, para pengurus PRD yang entah siepa, telah meletakkan nama tersebut demi kepentingan mereka pribadi. Kami telah digunakan untuk memenangkan isu-lsu politik mereka sendirl, padahal program dan visi kami berbeda. Inl juga tidak berbeda dengan kondisi di Jakarta, dimana organisasi AFRA digunakan untuk memenangkan lsu-lsu politik oleh

beberapa plhak, dan ajakan untuk mengelabui mereka adalah dengan mengibarkan bendera anarki, menggunakan kata

anarki, tapi disat yang sama berusaha menggolkan isu-isu yang sama sekali tidak berkaitan dengan konteks anarkis yang mengutamakan terbentuknya sebuah tatanan masyarakat yang tidak memerlukan pemimpin dan pemerintah.

Untuk menjelaskannya lebih jauh, dapat dilihat dari kata-kata yang tertera dalam leaflet yang didistribusikan oleh organisasi Utopłan, "Jangan pemah percaya lit politik! Kekuatan ada pada dirimu sendiri, bukan pada pemerintah dan para elitnya!" Hal ini merupakan isu berbahaya bagi partai-partai politik yang ada karena dengan mengabaikan kekuatan elit politik serta lebih mengutamakan kekuatan independen, maka massa akan turut mengabalkan kepercayaannya terhadap pemerintah, epapun bentuk pemerintah tersebut.

Pertawanan dalam scene kemudlan juga menjadi tunggangan kepentingan para pemilik modal yang ketertarikan mereka

sekarang adalah melalui bisnis musik Independen. Perlawanan kemudian menjadi komoditas yang dapat diperjual belikan, sebush produk trendy, dan memapankan label-label musik independen, muslk press dan band-band lokal, yang dalam kesaharien mereka menentang kepedulian terhadap makna pentingnya perlawanan, kini menggunakan logo-logo dan simbol-

simbol serta berbagal slogan perlawanan dan tampak mendukung gerakan pērlawanan itu sendir. Satu-satunya kepentingan yang mereka dukung sebenamya adalah kepentingan mereka pribadi, yaitu promosi yang bagus, penjualan produk yang juga begus, dan juga dapat mengkatrol popularitas mereka sendirl dan mereka akan melakukan hal tersebut selama hal tersebut másih mernjadi 'In' dan sesuatu yang bagus untuk dlusung oleh mereka, dan saat hal tersebut sudah:dianggap tidak cocok lagi dengan iklim berikutnya, maka mereka akan meninggalkan hal tersebut, meninggalkan perlawanan tersebut.

"Are you in it for life or just for today? Are in it for life or just to pose?" Extreme Noise Terror

Masyarakat Indonesla dikejutkan oleh kemunculan barisan pemuda dengan dandanan 'aneh' dan rambut yang berwarma-warni. Para orang tua merasa kawatir saat mendapati kesayangan mereka mulal berubah wujud menjadì makhluk yang blasanya hanya dilihat di TV dan media-media massa dan kini mereka mulal berjalan dalam demonstrasl-demonstrasi yang beresiko tinggi akan berhadapan dengan kekuatan negara seperti polisi dan bahkan juga tentara. Simbol-simbol anarkis dladopsi sebagai emblem dan slogan-slogan kerusuhan menjadi kebanggaan mereka dengan semakin menggejalanya budaya tersebut dalam kehidupan remaja di berbagai kota bahkan juga merasuki daerah pedesaan yang biasanya hanya dijumpai orang-orang yang berpenampilan 'normal'. Medla yang telah melihat fenomena ini, membutuhkan sebuah label baru bagl hal tersebut agar dapat iperjual belikan sebagai sebuah bentuk komoditi, dan sistem yang menggunakan media sebagai alat pertama mereka dalam melawan perubahan sosial yang mulai terjadi, membutuhkan sebuah visi baru bagi massa yang dapat mendiskreditkan gerakan baru tersebut.

Punk dan hardcore di Indonesia yang masih membawa spirit pemberontakan dari rock'n'roll telah menerima sesuatu yang tidak pernah diterima sebelumnya dalam tatanan masyarakat Indonesia dan juga dalam gerakan perlawanan massa di Indonesia sendiri, sebuah gerakan yang tidak melihat kepada kelas, suku, sektor dalam masyarakat dan tidak membawa kepentingan politik tertentu. Batasan soslal telah diruntuhkan, tidak peduli siapa dirimu, tak peduli darimana asalmu atau apa yang kau lakukan sehari-harl, selama kamu bergabung dengan aksl demonstrasi massa, maka kamu akan tarmpak 'cool'.

Punk dan hardcore tetap tidak dapat dipolltisir, tak pedull apakah dia adalah seorang pengikut Crass, The Casualties ataukah pengagum Karl Marx, katakanlah. Punk dan hardcore adalah tentang diri kita semua, ini adalah suara kolektif dari diri kita semua, tentang pemberontakan diri kita semua melawan kemapanan saat ini. Punk dan hardcore adalah tentang kebebasan, kemerdekaan, bukan perbudakan, Ini adalah mengenal revolusi hati dan jiwa, bukan kepanjangan tangan dari budaya feodal dan kepemodalan. Punk dan hardcore adalah mengenal penghancuran batasan antar suku, antar kota, antar negara dan antar agama. Punk adalah sebuah teriakan pembangkangan dan bentuk penyerangan terhadap seluruh sistem tatanan masyarakat komoditas saat ini, yang juga mengabaikan stereotipikal kaum revolusioner saat ini, mengabaikan bagaimana kulit yang menyelimuti diri kita saat Inl. Punk dan hardcore adalah gerakan pro-kemerdekaan bagl kekuatan proletar dan menghancurkan serta menołak tatanan nilai dari kaum borjuis, walaupun banyak dari para pengikutnya berasal dari kalangan tersebut, tetapi lihat juga sekarang, apakah kamu pikir kamu telah merasa terbebaskan? Oi, sebuah geakan kelas pekerja yang dipromosikan oleh berlembar-lembar halaman dari tabloid di Inggris bemama Sounds, sebagai sebuah gerakan budaya darl 'real punk', punk yang sebenarnya. Tetapi bukan, mungkin pecundang yang sebenarnya, tetapl pokoknya bukan punk yang sebenamya. Disaat Oi menggembar-gemborkan kekuatan kelas pekerja dengan slogan working dass proud'-nya, pada kenyataannya mereka para pengikutnya hanya menerima budaya tersebut secara buta dengan sma sekali menutup mata dan tellnga dari kepedihan dan pemiskinan serta penghisapan kelas pekerja itu sendiri.

Tell me, why do you glorify violence? Ain't there nothing better to give? Why fuck up the onty chance to be yourself and really live? You tell me you're a working class loser, well what the fuck does that mean? Is the weekly fight at the boozer gonna be the only action you've seen? Are you gonna be one of the big boys, well, we've-seen it all before Muscles all akimbo as they boot down another door Will you see yourself as the hero as you boot in another head When you're just a pathetic victim of the media you've been fed You're lost in your own self pity, you've bought the system's lie They box us up and sit pretty as we struggle with the knots they tie Okay, so you're right about one thing; no-one's got the right to shit on you But what's the point of shitting on yoursielf, what's that gonna do? Working class hero beats up middle class twit Media labels, system's shit When it looks like the people could score a win The system makes sure that the boot goes in

Yeah it's the greatest working class rip off, oi, oi, oi Just another tuèking rip off, a fucking media ploy It's the greatest working class ríp off, oi, oi, oi Aint it just a rip off, ain't it just a rip off, ain't it just a rip off, oi The Greatest Working Class Rip-Off, Crass.

Pencipta nama Oi tersebut, Gerry Busholl, menggunakan nama 'kelas pekerja' dengan tiada arti dan menggantinya dengan fantasi 'kelas menengah' tentang siapakah sebenamya moreka yang patut digolongkan kedalam konteks 'kelas pekerja'. Pandangannya yang tidak realistis mengenai para pekerja yang menggunakan topi pet ala pekerja, peminum bir, pelawak yang senang berkelahi menjadi sempurna apabila dia dapat melihat kondisi di Indonesia, dimana semua itu diadopsikan secara buta oleh para pengikutnya disini. Para pengikut Oi yang menggembar-gemborkan kebanggaan kelas pekerja sementara disaat yang samà justru mendiskreditkan dan mengaburkan pandangan tentang apa itu arti dari kelas pekerja'itu sendiri yang semakin kehilangan arti.

Oi tidak akan mengganggu konteks perlawanan dari punk dan hardcore apabila Oi tetap menjadi sekedar karakter karikatur dari komik lentang 'pekerja' dan tidak menampakkan pandangan reaksioner mereka-yang sering disebut sebagai 'sayap kanan'. Bukannya menolak pengikut dan pendefinislan baru tentang Oi yang menjadikannya sebuah kekuatan anti-perubahan, para pengikut lama dari Oi malahan semakin menjelaskan posisi mereka sebagai kaum kanan dan memperkuat imej musik mereka sebagai 'musik jalanan para nasionalis' yang dengan Ironisnya tetap menggunakan lirik berbahasa asing.

Pada saat seharusnya sesuatu masih dapat dilakukan untuk membalikan imej baru yang mulai terbentuk sebagal kekuatan kanan dan anti-perubahan, kelompok-kelompok nasionalis mulal terbentuk dan memperkuat dirl mereka dengan alasan- alasan yang tidak masuk diakal sama sekali. Mereka mulal menyerang kekuatan-kekuatan punk dan hardcore yang beroposisl dengan kekuatan pemerintah baik itu dengan verbal secara langsung maupun sekedar bisik-bisik di balik punggung hingga penyerangan fisikal. Kekuatan Ol menjadi sebuah kekuatan baru yang memperkuat kedudukan sistem dan pemerintahan yang secara otomastis segera menjadi kekuatan lain yang berhadapan dengan kekuatan punk dan hardcore yang menginginkan porubahan. Mereka yang mengagungkan kebanggaan kelas pekerja dalam aktifitas hariannya Justru semakin memojokkan kelas pekerja dan mendukung pelanggengan penghlsapan atas kelas pekerja serta memperkuat fondasi kekuatan borjuis dan para pemodal.

Buka hati dan pikiranmu kamerad, dan perhatikan apa-apa yang telah kau kerjakan selama ini yang hanya peduli pada keadaan dirimu sendiri, mengenyangkan perutmu sendiri, dan mengllusi kesadaranmu sendiri, kau telah digunakan oleh sistem dan medla menggunakanmu seperti halnya media menggunakan orang-orang lainnya seakan dirimu seorang pecundang. Oi adalah cara Bushell untuk memecah belah sesuatu yang dirinya dan media serta kekuatan borjuis yang berdiri dibelakangnya tak dapat mengontrolnya lagi-energi yang nyata, energi pemberontakan dari punk dan hardoore. Apapun label yang mereka kenakan untuk kita, kekuatan pemberontakan itu seharusnya tidak padam. Media dan sistem menset-up labeH-label bagl diri kita semua dan apabila kita termakan oleh trik-tik mereka, maka mereka akan menempatkan kita pada halaman depan majalah dan koran mereka dengan berita yang mendiskreditkan kita semua.

Musik press lokal juga turut bersalah karena membuat pemisahan dan pengkotakkan menjadi seakan tanpa akhir dan mereka mengontrol energi yang dimiliki oleh band-band yang mereka liput dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memoderasi inti pemberontakan dar kekuatan yang dimiliki oleh punk dan hardcore. Melalul review dan pengeditan yang hat-hati mereka memperlebar perbedaan dan pengkotakan antara band-band yang justu dalam kenyataannya perbedaan itu sama sekall tidak eksis. Band-band seringkali tidak oepat tanggap mengenai keagresian yang tidak menyenangkan dari taktik yang digunakan untuk mengkatrol penjualan yang digunakan oleh perusahaan rekaman atau oleh musik press.

Karenanya cukup esensial apabila kita mengutuk orang-orang seperti Bushell yang berusaha mencuri energi kekuatan kita dan membuatnya menjadi sebuah lelucon mingguan dalam berita-berita di media massa, kita tidak membutuhkan dia dan orang-orang seperti dia merip-ofí kita. Punk den hardcore bukanlah fashion media massa, Ini semua adalah tentang hidup kita-dan terserah kepada kita untuk menolak media massa dan bisnis industri musik yang datang kepada kita. Kita semua

bisa melakukannya, kita akan melakukannya, menangani manajemen kita sendiri. Punk dan hardcore adalah musik yang

dapat dimiliki oleh semua orang, bukan sebuah komoditi. dn blarkanlah hal itu tetap berjalan seperti apa aedanya.

Dengan semakin maraknya gerakan-gerakan perlawanan massa, masyarakat yang 'normal' dan negara mulai merasa terancam dengan kehadiren anak-anak muda yang berwarna-warnl dalam aksi-aksi demonstrasi maupun kerja-kerja

pengorganisiran; mereka tidak ingin negeri mereka yang kelabu dicat dengan warna-warnt pelangi yang indah, revoluisi dengan warna psychedelic mulai menampakkan wujudnya dan hal itu harus segera dihentikan. 5 Masalah-masalah yang irasional mulai terjadi dimana para anak muda dalam scene punk dan hardcore mulí sering disudutkan. Kasus- kasus pelacakan dan pembersihan obat bius dan ganja selalu menjadi alasan utama untuk mencarl-cari cara menghentikan kegiatan- kegiatan perlawanan dari punk dan hardcore. Penangkapan-penangkapan ilegal mulai disusun oleh aparat kepolislan, téror-teror mental, atau apapun caranya agar suara mereka akhimya dapat dibungkam. Tapi tidak bisa; karena meslh ada segelintir yang terus membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang dirasa benar.

Saat represlfitas mulal meningkat, polisi disertal dengan jajaran intelnya memulaí,perang dengan para·pemicu gerakan perlawanan massa. Perang telah di deklaraslkan kepada para punk dan hardcore yang memulai segala gerakannya dengan rasa cinta, tetapi cinta adalah sesuatu yang tidak dapat didapatkan begitu saja tanpa adanya perjuangan ataupun perlawañan.

Punk dan hardcore adalah sebuah budaya yang baik-baik selama mereka menerima diri mereka menjadi warga negara kelas tiga yang tidak perlu mengharapkan apapun selaln sampah-sampah masyarakat konsumer, punk dan hardcore aken tetep baik-baik saja kondisinya selama mereka siap untuk berkompromi dengan sistem dan tidak menolak untuk diperlakukan.. seperti sebuah kotoran. Saat mereka menolak untuk menerima itu semua, maka punk dan hardcore sudah pasti akan berhadapan dengan kekuatan negara. Berhadapan dengan kekerasan negara, yang menggunakan nama: hukumn.

Setiap hari, TV, radio dan berbagai media massa seperti koran dan majalah, memanipulasi dan secara langsung mengontroí poła pikir publik secara garis besarnya, memberltahukan apa yang harus publlk lakukan dan bahkan juga memberitahukan bagaimana caranya berplkir, tetapi hal itu bukanlah demi kepentingan publik itu sendiri melainkan demi kepentingan mereka yang berdiri dibalik hal itu semua, para elit penguasa, badan sensor jadi tidak penting, dan uang telah terbukti dapat berbicara lebih keras daripada kata-kata biasa.

Ya. Punk dan hardcore selalu disudutkan dengan problem-problem penyalah gunaan obat bius. Budaya punk dan hardcore seringkali diserang karena dianggap bertentangan dengan adat timur yang semakin tidak jelas arah dan tujuannya serta disudutkan oleh fanatisme agama yang telah mapan dalam pola pikir masyarakat kita semua. Dari nabi Muhammad hingga Sigmund Freud, para pengegum dan pengikutnya selalu mencari kontrol dan kekuatan dengan memainkan perasaan kesepian dan allenasi dari seseorang lainnya dan menggunakannya deml kepentingan dirinya sendiri.

Bagaimanapun juga, mengabaikan usaha-usaha yang mendiskreditkan punk dan hardcore sebagai budaya yang tidak beradab, gerakannya, walaupun semakin terdesak untuk bergerak secara lebih rapi, semakin hari semakin banyak jumlahnya dan semakin banyak dan meningkat juga kepeduliannya terhadap lsu-isu politik negara saat ini.

Tetapi hal tersebut mendorong juga para elit-elit negara beserta para aparatnya untuk semakin memperhatikan juga setiap gerakan dari anak-anak muda berwama-warni inl. Elit-elit negara dan aparatnya yang selelu dilbaratkan dengan seekor babi. Ya. Babi.

"I am very proud to be called a pig. It stands for pride, integrity and guts." Ronald Reagan

Satu dekade kebelakang, punk di Indonesia memang didominasi oleh mereka-mereka para pecandu obat bius. Tetapi bukan berarti saat inl semua itu adalah sesuatu yang sama dan terulang kembali. Politik menjadi sebuah pemicu perbedaen antara generasi lama dan generasi baru dari gerakan punk dan hardcore, walaupun sesungguhnya mereka semua memiliki satu kesamaan dalam perilaku mereka sehari-hari; tatanan masyarakat, negara dan sistemnye. Gerakan mahaslswa telah dihancurkan oleh kerakusan politik dan saling tikam O menikam dibalik selimut diantara sesama organisasi gerakan mahasiswa. Maka katakanlah kepada para politisi untuk segera menyingkir dari dunia punk dan hardcore, karena sekali lagì, rock'n'roll tak akan dapat dipolitisir dengan kepentingan-kepentingan politik yang bertujuan untuk memenangken isu-isu polltk demi sebuah kursi di parlementer. Tetapi pada kenyataannya, tatanan masyarakat, negara dan sistemnya, tidaklah mau minggir darl dunia punk dan hardcore. Mereka tidak hanya tetap berdiri di tempat mereka semula, tetapi mereka malah mulai memperkuat diri.

Perlahan, orang-orang mulai menyadari dan mlhat kenyataan bahwa pemerintah sekarangpun tidak ada artinya bagi perubahan hidup mereka. Mimpi-mimpi indah mereka akan perbaikan ekonomi telah pudar, bayangan mengerikan mengenai keadaan masa depan yang memiskinkan hampir semua orang seakan dipaksakan untuk diterima oleh massa dan tak ada yang mampu untuk melarikan diri dari hal tersebut, kecuali dengan mengkonsumsi obat bius. Revolusi dengan menggunakan obat bius sangatlah menyenangkan, tetapi tanpa disadari itu juga merupakan sebuah akhir dari revolusi itu sendiri. Diatas ruang dan dimensi baru, waktu baru dan warna-warna baru,

bayangan kenyataan dunla kelabu yang masih sama juga tetap berada pada kedudukannya-dan mimpi indahpun berakhir. Kengerian akän kenyataan muncul menggantikan semua mimpi-mimpi Indah para pecundang yang berusaha melarikan diri dari kenyataan;.

Padahal mimpi yang. sebenarnya belumlah berakhir, hanya apabila kita semua membangun hidup kita sendiri, berdiri indepeņden dari sistem. Tapl apakah mungkin disaat yanġ sama kita begitu begantung kepada produk-produk yang dihasllkan oleh sistem komoditas Ini yang semakin menjebak seluruh massa menjadł konsumennya. Dan usaha pembangunan independensi diri kita jelas akan selalu ditentang oleh nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dan mereka juga semakin diperkuat oleh pemikiran-pemikiran dangkal para orang tua kita semua yang hanya berpikir secara praktis saja. Tetapi mengabaikan semua tentengan yang ada, gerakan punk dan hardcore telah menemukan diinya sebagal front yang militen sebagai dirinya sendirl dan dengan caranya séndiri.

"We are a generation of obscenities. The most oppressed people in this country are not the blacks, not the poor, but the middle class. They dont have anything to rise up against and fight against. We will have to invent new laws to break.. the first part of the yippy program is to kill your parents. until your prepared to kill your parents you're not ready to change this country. Our parents are our first oppressors." Jerry Rubin, leader of the Yipples (militant hipies), speaking at Kent State University, USA

Sistem menduduki peringkat pertama, tetapi ada kecenderungan lain dalam tatanan keluarga dewasa ini. Cukup banyak ditemukan bagaimana masih terdapat banyak orang tua yang siap untuk mengenyahkan anaknya daripada harus menerima perubahan dan pembaheruan.

Mother; Anyone who appears on the streets of a city like Kent with long hair, dirty clothes or barefooted deserves to be shot." Question; "Is long hair a justification for shooting someone?" Mother; "Yes We have got to clean up this nation, and we'll start with the long-hairs." Question; "Would you permit one of your sons to be shot simply because he went barefooted?" Mother; "Yes." Seorang wawancara dengan seorang ibu yang anak-anaknya sedang bersekolah di Kent.

Karenanya, kita harus memperslapkan segalanya. Memasuki dunia hardcore punk, terlebih lagi dengan menyadari bahwa

harus ada yang diperjuangkan dalam hidup ini, harus ada perubahan dalam sistem yang berlaku di dunla inl, berarti kita juga harus menyiapkan diri untuk hal yang paling dekat dengan diri kita, pertentangan dengan keluarga kita sendiri.

Akhir abad-20 dan seiring dengan bergantinya milenia baru, di sepanjang penjuru dunia, orang-orang telah kembali ke jalanan. Implan para borjuis kembali berbenturan dengan mlmpi buruk. Di Perancs, pemerintah hampir selalu dihadapkan pada kenyataan bahwa sopir-sopir truk, dan juga soplr-eopir taksl selalu melakukan pemogokan yang otomatis memperlambat pengoperasionalan sistem ekonomi di negara tersebut, di Kuba, jutaan massa memenuhi jalanan menuntut dikembalikannya Elias, seorang anak kecll Kuba yang ditahan di Amerika dan diindoktrinasi dengan berbagai Impian Amerika səperti Disneyland dan berbagai kemewahan lalnnya; di India, ribuan buruh melakukan pemogokan di berbagai pabrik dan

berhasil melumpuhkan hampir seperempat perekonomian negara; di Cheznla, lsu soal perdamaian menjadi lsu yang lebih

besar dibandingkan dengan isu perang: di Peru, gerakan revolusioner bersenjata, MRTA, mengacaukan dan menembaki

para borjuis di gedung kedutaan Jepang dalam menolak kebijakan pemerintah Jepang-Peru yang menerapkan sistem neo- liberalisme yang hanya akan memiskinkan rakyat di Peru; dan di Indonesia sendiri di berbagal pelosok kota gerakan-gerakan massa -walaupun terlihat lebih kecil daripada gerakan tahun 1998- tetap munoul walaupun negara juga masih bertindak

represif terhadap semua perlawanan. Orang-orang dimanapun bangkit dan berusaha merebut kembali hidup mereka tanpa

rasa takut, dunia tanpa batas yang bukan hanya berarti untuk dimanfaatkan oleh slstem global dan menuntut kemerdekaan penuh dari penguasa-penguasa yang telah bertahun-tahun berusaha mengubur semua gerakan perlawanan massa. Sistem,

yang telah begitu lama bertahan dengan caranya sendir. Diantara massa sendiri, bagaimanapun juga, anonimous dan

independensi yang seharusnya telah kita bawa dalam diri kita sendir, semakin kabur maknanya dan di Indonesła mulai terjadi konflik baru diantara gerakan perlawanan, perbedaan Interes antara anarkisme dan komunisme.

Sejak semula pada abad ke-18, saat Karl Marx pertama kali mengajukan ide-Idenya, anarkis juga mulai menyatakan perbedaannya, dan sejak itu mulai juga terjadi benturan, yang terkadang dengan menggunakan kekerasan, dalam mempraktekkan definisl dan pendekatan mereka mengenai apa yang dinamakan dengan 'kebebasan'.

Di awal abad 20, selring dengan meledaknya Revolusi Russia, anarkis juga telah bányak melakukan baik itu kerja-kerja pėngorganisiran massa, membawa revolusi dan juga turut berpartisipasi dalam memenangkannya. Para pengikut Marx yang telah teridentifikasi menjadi gerakan komunis yang diplmpin oleh Lenin, tidak hanya melupakan peran para anarkis, tetapi juga dengan aktif membasmi dan dengan penuh kekerasan menyapu habis semua gerakan anarkis disana. Anarkis-anarkis di Kronstadt yang mendeklarasikan independensi mereka dari negara segera dihablsi, ribuan dibantai tanpa ampun oleh Tentara Merah. Para petani Makhnovist di Ukraiña yang Juga telah berdiri secara independen dan hidup saling berbagi diantara sesamanya, dibasmi dengan penúh kekerasan dan darah ratusan petani tumpah ruah di atas salju yang begitu putih di bawah pucuk-puouk senjata dari Tentara Merah komunis Russle. Dekade tahun tigapuluhan, anarkis dan komunis berbenturan dan saling menghablsi selama periode Revolusi Spanyol karena komunis Justru malah turut memperkuat gerakan fasis yang dipimpin oleh Franco. Di akhir tahun 60an, anarkis-anarkis Perancis yang dikenal dengan gerakan situasionis, bangkit dan memperkuat dir, memberikan dukungannya kepada serikat-serikat buruh komunis untuk bersama-sama menyingkirkan pemerintah Perancis, dan dimana kemudian para komunls tersebút tidak balk mendukung para anarkis sehingga momen Insureksi tersebut dihancur leburkan.

Anarkis menolak kepemimpinan partal komunis dari Lenin yang merupakan konsep 'kediktatoran proletar' dari Marx yang mereka lihat tidak ada bedanya dengan kediktatoran dari kaum borjuís yang ada dalam kursi pemerintahan selama Ini. Bagi anarkis, semua pemerintah apapun bentuk pemerintahannya, adalah tetap merupakan perbudakan dan penindasan tak pedull siapapun yang ada di kursi pemerintahan tersebut.

The anarchist revolution that we want transcends the interests of a single class, it envisages the liberation of all humanity which is at present enslaved, either economically, politically, or morally. Errico Malatesta.

Anarkis percaya bahwa adalah merupakan hak individual untuk menentukan keputusannya sendiri dalam hidup dan pilihan tersebut sangatah esenslal bagi semua kebebasan yang nyata. Mereka menolak semua bentuk pemerintahan dimanapun yang 'memerintah' rakyatnya sehingga rakyat harus hidup terikat danterantai dalam aktifitas sehari-harinya. Karenanya, ide-ide komunis dalam pembentukan sistem organisasi dan sentrallsasinya yang jelas-jelas merupakan kepentingan dari sedikit orang diatas hidup banyak orang, merupakan sebuah perbudakan bagi anarkis.

Komunisme, seperti juga musuh mereka yang seharusnya, kapitalisme, setelah merebut kekuasaan menjadi tak ada bedanya sama sekali diantara keduanya. Memiliki karakter tua yang sama: hak istimewa untuk menentukan hidup rakyat banyak.

Mengesampingkan ketidak setujuan-ketidak setujuan dan perbedaan tersebut, gerakan untuk meraih perubahan terus berlanjut Anarkis, komunis, paslfis, teroris, buruh, tani, kelas menengah, kulit putih, kullt ooklat, hitam-salah satu hal yang dapat mempersatukan semua hal tersebut, sebuah faktor yang sangat sangat universal – rock'n'oll beserta seluruh varian yang mengikuti perkembangannya seperti puńk dan hardcore.

ABC No Rio di New York, klub 121 di Inggris, menyelenggarakan konser-konser musik, membangun sebuah tradisi musik rock yang kemudian berkembang menjadi gaya hidup kita-festival kebebasan. Musik yang bebas, tempat gratis, kebebasan mengungkapkan ide, makanan yang saling berbagi dan siapapun boleh hadir; yang pada akhirnya, seperti kalimat 'pada suatu harl", telah menjadi sebuah letupan-letupan kecil dimana semua cerita mengenai kebebasan ini terus berlanjut.

Banyak pertentangan dan benturan diantara penguasa dengan gerakan pemuda di akhlr abad-20 ini adalah antara lain karena seperti yang selalu diperdebatkan, platform mengenai kebebasan hak menentukan hidup itu sendiri. Festival kebebasan adalah perayaan kebebasan yang anarkistik, sebagai salah satu bentuk lain dari demonstrasi komunis melawan penindasan dan menjadi sebuah 9pertanyaan lain yang muncul dalam benak para kita semua -- apakah sebuah perubahan yang dicapai adalah dengan cara menghentikan semua orang untuk bersenang-senang?

Massa yang melihat demonstrasi-demonstrasi jalanan di berbagai penjuru kota di Indonesia mulai menemui kebosanannya. lde untuk mengadakan sebuah demonstrasí jalanan yang menjadi sebuah festival kebebasan, sangat jarang sekali ditemukan. Demonstrasi selalu menjadi hal yang sama, barisan panjang para demonstran yang berteriak dan membagikan selebaran, sebuah hal yang menjadi sebuah kesamaan yang berujung pada kebosanan. Disaat kita tidak lagi menghadapi pesta-pesta jalanan dalam bentuk tarian-tarian kebebasan saat berbenturan dengan barisan aparat negara, semuanya menjadi bosan. Damai? Ya. Aparat adalah juga merupakan barisan dari orng-orang yang sama tertindasnya dengan para demonstran tetapl mereka tidak berusaha untuk pemah lepas dari ketertindesannya, mereka sama sekali tidak memlliki keberanian untuk mengekspresikan kebebasannya. Maka benturan dengan mereka secara fisik edalah salah sebuah bentuk perayaan kebebasan itu sendirl. Tapi disaat aparat mulai memilih untuk tidak melakukan apepun terhadap para demonstran? Hal itu akan mengarah kepada kebosanan. Maka harus dicari sebuah bentuk-bentuk aksl demonstrasi yang lebih

berwama, tidak seperti konteks penikiran demonstrasi pare komunis yang cenderung mengesampingkan keinginan untuk bereenang-senang.

"Boredom is counter-revolutionary." Graffity di tembok-tembok kota Paris saat revolusi tahun 1968.

Selarma beberapa tahun, Taring Padi di Yogyakarta telah membuka sebuah gedung terbuka, kita dapat menempati gedung tersebut dengan tak perlu mengingat apakah kita memillki uang untuk membayar sewa ataupun tidak, kita hanya perlù saling berbagi dan bersosiallsasi dengan mereka yang tinggal di tempat tersebut, juga dengan masyarakat yang ada di sekitar mereka. Kita telah mempunyal sebuah contoh nyata di negeri ini, dimana sebuah tempat dapat dijadikan sebuah jalan bagl pəncapalan kebebasan yang kita ldamkan semua dimana orang-orang dapat saling bekerja sama dan tinggal dalam sebuah atmosfir kreatf daripada hanya berkutat dengan rumah-rumah pribadi yang dihuni oleh keluarga-keluarga yang dalam fungsi nyatanya sebagal keluarga justru tidak pernah terbentuk. Kelompok Taring Padi telah memberikan visi baru kepada kita semua, seperti Juga ABC No Rio di New York, klub 121 di Inggris dan ribuan lain squat yang tersebar di seluruh dunia, bahwa kita dapat melangkah ke depan dengan membangun kolektifitas diantara kita sendir, membangun sebuah komunal independen yang berdiri sendirl dan lepas mengesampingkan peranan negara dan pemerintah dalam aktifitas sehari-harinya.

Taring Padi yang telah menjadi salah satu fenomena menarik bagi punk dan hardoore, juga menawarkan sebuah ide baru mengonal festival kebebasan itu sendirl. Beberapa kali, sebuah festival musik punk dan hardcore digelar di tempat tersebut dimana profit dari acara pertunjukan murah tersebut digunakan untuk keglatan sosial, bukannya untuk diraup demi

memperkaya diri sepert layaknya banyak acara-acara entertainmen yang diselenggarakan di kota Bandung yang pad.

intinya hanya demi memperkaya diri para organisatornya. Taring Padi juga merupakan tempat bagi semúa orang untuk saling barbagl ide dan pengalaman, tetapl selalu kembali kepada satu hal, usaha dan keyakinan bahwa kebebasan harus diraih dan diperjuangkan. Klta dapat berblcara, berdiskusl atauppun sekedar tertawa-tawa berbagi kisah lucu.

Ade atu waktu dimana Taring Padi memfasilltasikan tempat mereka bagi sebuah festival musik kebebasan dengan menggunakan nama 'Anarchism and Black Revolution' sebagai nama acaranya. Seperti biasa, punk dan hardcore selalu berkaitan dengan makna kebebasan. Penampilan beberapa band hardcore punk Jelas-jelas menarik puluhan massa punk dan hardcore lokal maupun beberapa kota lainnya untuk datang ke tempat tersebut yang seakan menjadi sebuah novel dan kisah menarik mengenal kelndahan kebebasan Itu sendirl, dan tentu saja, festival kebebasan tersebut menarik para aktivis lokal dan kader-kader komunis partal, berbagal fraksi dan ektor massa berdatangan. Atmosfer yang terbangun terihat rileks dan seperti abu yang ditumpahkan dari tangan kita ke lantai, massa mulal memenuhi ruangen dan bernsama-sama menikmatl alunan muslk dari band-band yang tampil di hadapan audiens, Tetapl eepert blasa uga, bahwa makna kebebasan' tersebut

sringali disalah artkan dan didistorsikan. Dengan alasan sederhana, yattu,Punk dan herdoore dalah tdak lebih dar

sekedar muslk." seorang punk lokal berdir, mabuk dan memberikan penghineannya kepada beberapa band yang

mengekspresikan kebebasan berpendapat dan menyampalkan pendapet Tidak ada kekerasan yang terjadi karena para

pereonal band yang ampil tersebut dapat mengerti bagalmana ststem yang kta Jalanl seap har in tlah begitu merasuki bonak orang-orang sehingga mereka masih terlalu takut akan adanya sebuah perubahan. Tetapi massa mendapat sebuah pelajaran penting hari tu, sebuah pelajaran mengenal kebebasan berbicara yang terkadang berbenturan tidak hanya dari sisl penguasa, melainkan juga dari sisi kita sendiri.

Beberapa saat setelahnya, sebuah kabar beredar bahwa punk tersebut adalah seorang punk mabuk yang memang tidak mengerti sama sekall mengenai konteks dan makna dari apa ltu kebebasan, seorang korban dari sistem dunla Ini-apatisme massal Pembodohan massal

Dunla punk dan hardcore adalah sebuah fenomena kaum muda, dimana dunia tersebut juga sama seperti dunia kaum muda lainnya yang seringkali kehilangan jiwa dengan otak yang lebih diperintah oleh alkohol dan obat-obatan. Mereka adalah orang-orang yang mengalami kebosanan, kecewa dengan bagaimana segalanya berjalan dalam realita sistem yang kita semua jalani Ini. Tapi mereka di Taring Padi terlihat berbeda. Ganja, alkohol bukanlah sesuatu yang digunakan untuk mengllusi kesadaran, melalnkan sesuatu yang merupakan kawan bagi kenyataan hidup yang begltu berwarna-wami dan harepan-harapannya yang mereka harapkan dapat dengan aktif membawa keindahan tersebut kembali ke dunla yang kelabu dan kehilangan jwa. Mereka menggunakan ganja dan alkohol dengan kreatif dan hat-hati, bukan untuk 'melarikan dir', tetapi untuk samakin membantu merealsaslkan 'makna melarikan diri' darl sistem Ini.

Dalam banyak respek yang muncul, Taring Padi tidak pemah dideskripsikan sebagal punk ataupula hardoore. Walaupun apa yang mereka lakukan dengan aktifitas mereka adalah merupakan sesuatu yang sangat sangat punk dan akan menjadi

semakin menarik apabila mereka yang mengklelm diri mereka punk dan hardcore melakukan hal serupa yang juga telah dilakukan oļeh Taring Padi. Merefleksikan kebebasan dan maknanya dengan terarah dan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanyà menjadi sebatas lirik, slogan dan desain yang dikonsumsi sehari-hari.

Di Bandung, dengan mengambil tempat yang sama dengan tempat bagi kolektif Harder membuka tokonya, beberapa orang dari scene punk dan hardoore membuka tempat untuk sekedar diskusi dan berbagi serta menyediakan sebuah perpustakaan kecil yang terbüka. Apa yang disebut sebagai 'gerakan komunal' adalah hasíl alamiah dari orang-orang sepert juga-diri kita semua untuk mengharapkan dan məmbangun hidup berdasarkan kepada kerja sama, ko-operasi, pengertian dan saling berbagi. Sikap individual dan tak mau berbagi adalah salah satu penyebab kefrustrasian massa akan kebersamaan, hidup komunal adalah salah satu solusi praksis bagi masalah tersebut. Apabila mungkin, kita dapat mulai berbagi sesuatu yang kita miliki, pun itu adalah sekedar bacaan, dengan begitu kita dapat mulai untuk berbagi dunia kita dan hal itu adalah sebuah langkeh kedepan dalam membentuk tatanan masyarakat tanpa pemerintahan, tatanan masyarakat anarkis.

Kembali kepada Taring Padi, masalah berbagi dalam hal perumahan, rumah bukanlah sebuah tempat dimana orang-orang dapat sekedar pulang dan menyimpan barang untuk kemudian kernbali lagi keluar dari rumah dan bergabung dengan dunia mereka sendiri. Rumah adalah tempat untuk berbagi dunia dan melihat kenyataan bahwa disaal mereka saling memberikan waktu dan berbagi tempat, maka mereka akan dapat membangun tujuan mereka sendiri dan alasan-alasannya, dan yang terpenting, adalah membangun hidup mereka sendiri. Kita semua menginginkan sebuah tempat dimana orang-orang dapat menjadi sesuatu yang oleh sistem tidak pernah diperkenankan – menjadi dirl kita sendirl. Dalam banyak pandangan, dengan begitu táring Padi akan dapat menjadi lebih dekat kepada tradlsi anarkis daripada tradisi-tradisi lainnya yang mengalienasikan diri kita semua. Disinilah kita seharusnya mulal mengerti makna dan guna dari kata interaksi soslal.

Kita harus mulai bèrbagi ide komunal itu dengan masyarakat biasa, sebuah tatanan masyarakat yang menempatkan nilal-nilai property dlatas nilai manusia, yang lebih merespek kemakmuran pribadi daripada kemakmuran bersama. Kita mendukung visi komunal dari Taring Padi dimana oráng-orang mengambil kemball dari negara apapun yang telah negara curi dari rakyatnya, darl diri kita semua. Squat adalah statement politis yang berakarkan kepada pemikiran akan kebebasan. Mengapa kita harus membayar untuk sesuatu yang seharusnya menjadi mllik kita? Dunla slepakah yang kita tinggall ini?

Dengan melihat melalui kacamata tersebut, squatting eks-gedung ISl yang dilakukan oleh Taring Padi, membuke perpustakaan kecil untuk umum, bukanlah sebuah ide yang buruk.

"The lives of millions upon millions of people are run by a small handful of ruling elites who own all the wealth, all the land and who have all the control. We are expected to be grateful to them for the privilege of having them rule our lives. We are expected to be grateful to them for the privilege of paying them for the roof over our heads. We are expected to be grateful to them for the privilege of being slaves in thelr factorles and offices and for the privilege of accepting the miserable wages that they pay us. They grow richer at our expense, but we're expected to look up to them as examples of success We are expected to be grateful for the privilege of paying them their huge taxes so that they can finance their oppression of us, the people. Finally, we are expected to be grateful to them for the privilege of fighting for them in their wars and killing other people like ourselves, or being killed by other people fike ourselves. We are expected to love, honour and obey this wife beater til death, qutte probably premature, do us part-in this particular marriage divorce is a hard case to fight for. Do they owe us a living? - Of course they fucking do!" Petikan essay Penny Rimbaud dari Crass

Ide-ide anarkis, dalam berbagai bentuknya akan tetap ada dalam hidup kita. Sementara Taring Padi mengambil alih eks gedung ISi daripada ditinggalkan dan dibiarkan runtuh dimakan usia oleh pemilik sebelumnya, seorang skinhead di Bandung mengambil property pemerintah untuk kemudian digunakan untuk memblayai gerakan perlawanan massa. Sebuah aksi tinggal di gedung pemerintah daerah DPRD Bandung, melibatkan puluhan buruh komunis yang menuntut perbaikan sistem kerja di pabrik tempat mereka bekerja dan keadilan bagi kamerad-kamerad mereka yang diperlakukan dengan sangat tidak adil oleh boss mereka. Aksi yang berjalan berhari-hari siang malam tersebut jelas membutuhkan biaya setidaknya untuk bertahan hidup sehari-hari. Melihat hal tersebut, seorang skinhead 4yang bergabung dalam aksi tersebut mengambil koran-koran gratis yang sedianya dibagikan untuk para anggota DPRD setiap hari sebelum sampai ke tangan para sampah borjuls tersebut, kemudian menjualnya dengan harga rendah kepada para pengedar koran jalanan. Hasil penjualan ratusan koran curian tersebut, digunakan untuk membiayai aksi para buruh tersebut. Aksi pencurian yang tidak depat disalahkan sama sekali.

"Ask them for jobs. If they don't give you jobs, ask them for bread. If they don't give you bread, TAKE BREAD!" Emma Goldman

Yá. Sekali lagi, ide-idə anarkis akan selalų datang kepada kita semua dalam berbagai bentuknya.

Səbuah band punk lokal dengan ide-ide pop dan komunisnya, Kontaminasi Kapitalis juga memulai sebuah rencana barunya. Antusiasme band tersebut pada penampilan ketiganya di Dago Tea House, Bandung, pertengahan tahun 1999 lalu, memulal rencana awalnya.

Thên called King Arthur with loud volce, "Where here before us the heathen hound, who slew our ancestors, now march we ro them .. and when we come to them, myself foremost of all the fight I will begin." 'Brut Layamon

Beberapa hari sebelum hari penampilan mereka, ratusan booklet diperbanyak dengan foto-kopł untuk sedianya dibagikan pada waktu tampil nanti dengan harapan bahwa audiens akan mendapatkan sesuatu dari sebuah acara musik, lebih daripada hanya mendapatkan sekedar musik dan kepuasaan temporer saja. Booklet tersebut difoto-kopi oleh seorang personel band tersebut yang bekerja sama dengan seorang pegawai di sebuah perusahaan foto-kopi dengan gratis. Pegawai tersebut memiliki kesamaan visi bahwa kebebasan harus diraih dengan cara apapun Juga, tetapi mengingat bahwa dia tak dapat meninggalkan pekerjaannya yang merupakan satu-satunya penopang hidupnya seharl-hari, maka dla məmilih untuk meibantu epapun bentuk gerakan kebebasan dengan segenap kemampuannya sendir. Maka ratusan booklet diperbanyak Jengan mesin foto-kopi tanpa bayaran sedikitpun Juga pada malam hari disaat perusahaan foto-kopl tersebut telah tutup dan boss pemilik perusahaan tersebut pulang dan tidur di rumah yang penuh oleh barang-barang hasil penghisapan keringat dan hak buruh-buruh pegawal foto-kopi tersebut. Tidak ada bayaran apapun bagi pegawai tersebut, tetapi dia lebih dari bahagia dengen kontribusinya dalam membantu penapakan jalan menuju dunia yang bebas.

Bookiet tersebut berisi ilrik-firik band tersebut yang berorientasi Marxist dan juga propaganda mengenai penolakan kenaikan harga BBM dan listrik yang notabene adalah akibat dipotongnya subsidi bagi BBM dan listik oleh negara karena dianggep pemberlan subsidi tersebut sama sekali tidak membawa keuntungan bagi mempertebal dompet para penguasa negara. Pemotongan subsidi BBM dan listrik, dimana dana yang sedianya digunakan untuk mensubsidi kedua hal tersebut digunakan untuk menambah jumlah geji pendapatan bagi para anggota parlemen. Alasannya, negeri Indonesia ini terlalu banyak dikotori oleh para koruptor yang duduk di kurei parlemen, sehingga untuk mengurangi aktfitas kotor tersebut maka gaji pendapatan para aniggota parlemen yang jelas sudah sangat tinggi harus ditambah. Dana untuk mensubsidi kebutuhan tersebut sebenarnya masih ada, tetapi negara juga berpendapat bahwa militer lebih membutuhkannya untuk memperkuat posisinya yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan diri kita semua sehari-hari. Semakin jelas bahwa posisì negara tidak ada segl positifnya sama sekali, mereka ada hanya untuk memerintah kita, memperkaya diri mereka yang menguasainya, dan memperkuat kedudukan mereka dengan aparat dan blrokrasinya. Hal yang sangat jauh berseberangan cengan tujuan para anarkis yang mendambakan sebuah dunia bebas bagi semua orang, bukan hanya bagi sebagian orang saja.

Bookletpun dibagikan dan dalam beberapa menit, ratusan booklet talah habis terdistribusikan. Dari mereka yang menerima booklet tersebut, diharapkan akan muncul kesadaran-kesadaran palsu yang akan menghancurkan kesadaran semu yang təlah dijejalkan ke kepala kita semua oleh sistem selama ini. Membuka dunia kelabu dengan wama-wama baru, menoeritakan sebuah kisah nyata dan menyalakan percikan api dalam hati para pembacanya, dan suatu saat nanti akan menjadi kobaran epl yang dapat merubah tatanan sistem dan mendobrak kebosanan dan kefrustrasian dunia ini. Punk dan ardoore adalah budaya kaum muda, budaya mereka yang memiliki semangat baru ditengah kefrustrasien dan stagnansi para mereka yang telah tua, dan dengan musik dan agltasi dalam festival kebebasan, ide-ide baru akan muncul demi kebebasan sesungguhnya bagai air yang terus mengalir.

"Our generation is the best mass moverment in history-experimenting with anything in our see search for love and peace. knowledge, kicks, religion, life, truth, even if it leads us to our death, at i least we're oil trying, together. Our temple is sound, we fight our battles with music, drurs like thunder, cymbals like lightning, banks of electronic equipment like nuclear missiles of sound. We have guitars instead of tommy-guns." Phil Russell, 1974.

Revolusi rock'n'roll, dari hari ke hari, pembicaraan dan diskusi terus berlanjut, hujan turun dan apabila tahun lalu hanya ada bəberepa kaset lema yang mneneriakan pesan-pesan kebobasan, maka tehun ini dan tahun berikutnya kita harus bisa melakukan banyak hal yang lebih baik lagi.

Pada kenyataannya, pemerintah telah mencium hal ini, bahwa subkultur punk dan hardcore ini adalah sebuah şubkultur yang sàngat simultan untuk menjadi sebuah gerakan perlawanan kaum muda. Maka, mulailah pendiskreditan punk dan hardcore di mataməyarak umum dengan menggunakan alat yang telah terbukti sejak dulu ampuh untuk mempermainkan dan mengontrol serta membentuk opin publik, media massa. Pada saat sekitar pergantian tahun 1998-1999, sebuah media massa nasional, tabloid Adil, memajang fóto Toro seorang drummer dari band lokal Keparat dengan ukuran yang dapat dilihat dengan cukup jelas walaupun dari jarak beberapa meter. Yang menjadi masalah adalah bahwa foto Toro tersebut yang jelas dinilai dapat menarik perhatian massa karena penampitannya.yanç dengan mudah teridentifikasi dengan budaya punk, disebelahnya dioetak kalimat dengan huruf-huruf besar bertuliskan 'Bandung Laut Geng'. Saat kita membuka lembaran-lembaran tablold murahan tersebut, kita akan mendapati bahwa di dalamnya sama sekali tak ad berita yang mengkaltkan foto Toro di muka tabloid tersebut dengan berita mengenai kebrutalan geng-geng motor yang ada di Bandun sendiri. Sama sekali tak ada berita mengenal kaitan kedua hal tersebut. Tetapl apa yang menjadi misi utama dari media tersebut telah berhasil. Opini publik mengenai bahwa punk tidak lain dengan sebuah gerakan geng-geng berandalan tanpa otak, mulai terbentuk, da disamping itu, memuat foto yang tidak lazim di halaman depan sebuah tabloid dengan sangat besar jelas-jelas mengkatrol penjuałan oplah tabloid itu sendiri. Sebuah taktik kuno yang ternyata masih ampuh hingga saat ini. Kita yang berdiri disamping kebenaran obyektif, membanjiri meja redaksi tabloid murahan tersebut dengan berbagai surat bernada protes dan menggunakan LBH sebagal bantuan bagi ketidakpuasan kita terhadap media massa. Tetapi semua surat protes yang masi ke meja redaksi dan dimuat dalam tablold kacangan dalam edisl mereka berikutnya, selalu mengalami proses editing yang begitu terencana, karena selalu saja mengedit baglan-bagian yang memuat ide-Ide terpenting yang kita sampalkan. Surat protes yang dimuat menjadi terbaca hambar sehingga tidak dapat mengembalikan imej yang mulai terbangun dalem masyarakat mengenai punk dan hardore itu sendir. Lalu kita dengan jelas melihat adanya keteribatan negara dalam hal ini. Sebuah surat tanggapan dari editor tablol tersebut menyatakan bahwa dia menerima berita yang sangat terdistorsi tersebut dari pihak kepolislan Bandung. Polisl menyatakan bahwa kita semua, punk dan hardoore adalah preman-preman yang sok bergaya bak reformnis yang didominasi oleh imej mahasiswa. Terihat jelas behwa hal ini ada kaitannya dengen gerakan-gerakan dan aksi-aksi yang kita organisir bersama selama ini. Terihat jelas bahwa dibalik semua ini, sebenarnya pemerintah, aparat negara dan medla massa adalah sebuah monster berkepala tiga yang tak terpisahkan satu sama lainnya. Bahwa media massa hanya merepresentasikan apa-apa yang menjadi keinginan pemerintah untuk membentuk Imej dan opini publik. Kita yang putus asa menanggapl tablold yang selalu membela diri mereka seakan mereka tak bersalah tersebut juga mellhat kenyataan, bahwa ternyata LBH tak dapat berbuat banyak dalam membantu rakyat daiam bidang huku

Kita seakan disadarkan kembali dari mimpi-mimpi dan ilusi bahwa kita dapat meletakkan hidup kita kepada negara, aparat keamanan, media massa dan LBH yang terlihat seakan eksis untuk membantu semua yang mendapat proses ketidak adilan di negeri ini. Tak ada lagl alasan yang dapat membuat kita semua mempercayakan hidup kita kepada mereka semua. Kita harus mulai untuk belajar mengambil kontrol penuh atas hidup kita sendiri, mengatasinya secara bersama dengan mereka yang berada di sekiter kita dan mengabaikan semua pertolongan dari lembaga-lembaga negara. Kita harus belajar untuk menjadi pollsi bagi diri kita sendirl, kita harus belajar untuk menjadi hakim yang adil bagi diri kita sendirl, kita harus belajer untuk menjadi pemerintah bagl diri kita sendiri, bełajer un hidup tanpa pemerintah, belajar untuk hidup secara anarkis. Meda massa dan aparat negara seperti polisi dan tentaranya adalah alat pemapanan kekuasaan pemerintah dan pelanggengan perbudakan. Pemerintah selalu berusaha secara kontinyu untuk membuat publik berpikir bahwa sesuatu yang positif sedang mereka lakukan dalam berbagal situasi dimana sistem mulai terihat jelas keluar jalur. Hal-hal tersebut membuat pemerinteh untuk meiakukan kejahatan-kejahatan melawan rakyatnya sendiri dengan cara yang tampak positif dan dapat dibenarkan oleh hukum yang berlaku di sebuah negara, Taktik yang sama digunakan dimana-mana dan oleh pemerintah manapun juga, seperti kasus kekerasan polisi dan militer Inggris di Belfast; penghancuran Iingkungan seperti merebaknya limbah radlasi mematiken dari sebuah staslun tenage sepertl d Windscale; penggusuran paksa rumah-rumah penduduk akibat proyek Paspati dl Bandung; kasus Kedung Ombo; perampokan daratai demi pembangunan pertambangan, lapangan golf, pembangunan jalan ataupun pembangunan pabrik, dan semua yang lerlihat merupakan rencana dari pemerintah untuk kepentingan diri mereka sendiri bukannya kepentingan publik. Kesalahan laln seperti korup oleh para pejabat pemerintah, penganiayaan tahanan di penjara maupun dalam sel-sel polisi, kekerasan dari guru-guru di sekolah terhadap muridnya, pembunuhan penduduk oleh aparat militer di berbagai tempat, atau apapun itu, dalam faktanya, pemerintah a memerlukan sebuah tirai untuk menutupi semua keborokan aktifitas mereka yang sebenarnya. Mereka yang duduk di kursi pemerintahan sebenamya telah mengetahui dengan pasti bahwa mereka dan pemerintah beserta seluruh perangkatnya, melakukan kejahatan harian melawan publik, dan masih juga, kecuali mareka telah terekspos oleh publik sebagai penjahat, mereka akan terus berdiam diri seakan tak terjadi apa-ape. Dalam kasus dimana publik mulal menjadi sadar bahwa pemerintah tidak berpihak kepada mereka, maka dengan səgera pula pemerintah membuat setting dan mengajukan beberapa lsu yang akan mengamankan posisi mereka. Sesuatu kasus akan segera mban thadanan nuhlik dimana nenanaanan nemerintah beserta semue perangkatnva akan membuat publik kembali terdiam

puas dán kembali terilusi bshwa 'keadilan telah ditegakan oleh negara'. Padahal kenyataan yang kejam adalah sebagai berikut, bahwa pemerintah sebonamya tidak melakukan apa-apa kecuali memproduksi dan mengeluarkan perintah untuk menceták beberapa kørtas putih' dimana semua orang dapat membacanya dan menyusun beberapa sandiwara sehingga publik ták akan peduli lagi akan kejahatan pemerintah. Sementara itu, kejahatan legal yang jelas dilindungi oleh hukum akan terus berlanjut dan seakan menjadi tak nampek lagi dimata publik.

"I saw the police dragging away a young boy, punching and kicking him, I saw a pregnant woman being kicked in the belly and a litle boy being punched in the face. All around the police were just laying into people. I went to one policeman who had just knocked out a woman's teeth and asked him why he'd done it, he told me to fuck off or I'd get the same. Later on, I did." Wally Hope, setelah kasus penyerbuan polisi dalam sebuah festival musik punk di Stonehenge.

Sedikit deml sedikit kita mulai belejar. Hari-hari yang penuh aktifitas yang berdiri pada garis yang 'aman' telah berakhir, kita harus mulal mengambil langkah tegas, apakah ini yang kita mau ataukah bukan sepert ini yang kita impikan. Mimpi buruk mulei menjadi kenyataan. Para anak muda dalam subkultur punk dan hardcore mulai menyadari bahwa apa yang selama ini mereke nyanyikan dalam lagu-lagu mereka, yang mereka coretkan pada pakaian mereka, adalah bukan sesuatu yáng main-main. Perlawanan menentang pemerintah adalah bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan sebelah mata. Belum lagi citambah dengan tekanan dari orang tua kita di rumah masing-masing yang seringkall masih tidak mengert juga mengøpa kita memilih jalan ini, jalan yang terlihat begitu sulit. Orang tua kita mulai menjadi penindas kita yang terdekat karena mereke momaksa kita untuk meninggalkan hidup yang kita pillh.

"Whero todày are thie many powerful tribes of our people? They have vanished before the greed and oppression of the White Man, as snow before the summner's sun." Indian Chief.

Punk dan hardcore mulai mengalami demoralisasi. Kekerasan aparat militer dan polisi mulai sering terjadi, walaupun terkadang dilancarkan dengan alasan-alasan yang jelas sangat dibuat-buat. Belum lama berselang, di kampus Moestopo, Jakarta, diadakan sebuah festival musik yang dihadiri oleh banyak punk dan hardcore lokal. Di tengah-tengah berlangsungnya acara, satu mobil Brimob datang, berkata-kata yang tidak mengenakkan telinga dan segera direspon oleh para audiens dangan lemparan botol. Para Brimob tersebut turun dan marah atas penyerangan balik tersebut, tapi audiens

belik møławan dan mempertahankan diri. Lalu dikirim satu pasukan Brimob yang juga mendapat perlawanan, hingga

akhirnya dikirim pasukan Brimob lebih banyak lagi dan diperlengkapi dengan senjata. Gas air mata ditembakan membabi buta ke arah kerumunan massa yang mengakibatkan bubarnya massa dan terjadi tindak penangkapan-penangkapan dan kekerasan negara lainnya.

Tapi ada satu hal yang menarik dalam peristiwa tersebut. Diantara banyak massa, ditemukan pula banyak orang-orang yang berdandan 'sangat punk', dengan atribut yang sanagat lengkap dan tentu saja dengan simbol-simbol dan slogan-slogan perlawanan yang menempel di pakaiannya. Tapi apa yang terjadi setelah bentrokan keras melawan Brimob tersebut adalah bahwa merekalah yang pertama melarikan diri dari tempat kejadian. Tidak semuanya memang, tapi sebagian besar. Masih ada yang tetap tinggal dan melawan dengan segala kemampuan dan senjata-senjata dari apapun yang bisa didapat seperti batu, tongkat atau apapun yang berada disekitar mereka. Para punk dan hardcore tersebut juga dihadapkan pada kenyataan bahwa perlawanan melawan negara sekali lagi, bukan sesuatu yang main-main. Beberapa bulan kebelakang, di Bandung terjedi penyerangan terhadep beberapa orang punk hardcore lokal yang terlibat dalam aktifitas-aktifitas politk dan gerakan massa. Mereka dipukull dan dianiaya oleh belasan aparat militer dalam sebuah wartel sempit hanya karena masalah yang sepele.

Portongahan tahun awal abad 21 ini, disebuah pertunjukan kecil di sebuah bar di Bandung, terjadi penangkapan beberapa orang audiens oleh para aparat kepolisian. Di bar tersebut, sejak dulu sudah sangat biasa apabila ditemukan seseorang yang mabuk. Tapi pada acara tersebut, beberapa ditangkap dan setelah digeledah, ditemukan ganja. Tentu saja ini semua juga

alasan yang sangat dibuat-buat walaupun memang ditemukan ganja pada mereka yang ditangkap karena mereka ditangkap

justru sebelum ganja tersebut ditemukan.

Sejak awal, isu soal penyalah gunean obat-obatan dan pemakaian ganja telah menjadi senjata politik yang sangat kuat untuk melawen mereka yang mencari, ataupun mengoperasikan perubahan-perubahan sosial. Terlalu banyak definisi dari masalah kecanduan ataupun sebagai pengedar menjedi tuduhan terbalk yang dimana pemerintah dapat menyudutkan mereka-mereka yang berani mempertanyakan tontang kenyataan hidup dibawah penindasan sistem saat ini. Terkadang tak ada bukti fisik bahwa mereka memang sebagal pəcandu ataukah hanya pengguna blasa ataukah sebagal pengedar dalam kondisl-

kondisł setelah tertangkap karena dibalik itu semua sebenarnya apa yang pemerintah carl adalah mereka-mereka yang aktiftasnya lidak dapat lagi dijaring dengan hukum-hukum subversif yang telah ditentang dan dicabut dari tata hukum:pemerintahan Indonesia. Labeł-

label sepert pengguna ataupun pengedar adalah sebuah metoda untuk berurusan dengan individual-individual dan memerangkapnya

untuk dapat terplsahkan dari kritik-krltik sosial dan perubahan nyata yang mereka para individual itu harapkan. Tapi terkadang untuk menutupi kegagalan dan keimpotenan mereka, para aparat negara tersebut tidak terlalu mempedulikan apakah yang mereka tęngkap memang benar-benar orang yang mereka cari ataukah bukan, karena siapapun yang mereka tangkap, akan mereka tuduh dēngan alasan-alasan yang mendadak muncul yang tentu saja interogasi mereka dengan menggunakan kekerasan fisik dan penganiayaan. Tak ada cara yang lebih baik daripada memaksa seorang tersangka untuk patuh dan tunduk pada apapun perintah mereka. Hanya satu yang mereka pedulikan, yaitu bahwa para tersangka yang ditangkap semena-mena dapat menjadi sebuah pelajaran bagi yang lain agar tidak permah mempertanyakan apapun dibawah sistem Ini dan jangan pernah menjadi seorang 'pembuatan onar yang dapat mengganggu jalannya sistem sekarang inl. Sebuah terror mental dari kekerasan negara. 2 Dengan melihat kenyataan seperti diatas, maka hanya orang-orang yang dianggap 'gila' yang masih akan mau mempertanyakan sistem ini. Kerja-kerja dari para psikologis seperti Sigmund Freud, Jung, dan sekolah-sekolah yang mengikuti ajaran-ajaran mereka d menglsolasikan 'bentuk pemikiran' dan mendefinisikan beberapa dari mereka sebagai yang memiliki taraf 'kegiláan', termasuk bertbagai bentuk yang mengarah kepada penolakan ilusi kenyataan yang kita alami. Dengan membiarkan orang-orang untuk mempelajari pengalaman-pengalaman dan pemikiran-pemikiren dari mereka yang disebut 'gila', bukánnya dengan menghukum mereka, maka sebuah cara pandang dan œare pikir radikal dapat direalisasikan, sebuah perspektif baru akan dibangun dan sebuah horizon baru akan dicapal. Melalui cara apalagl pemikiran manusia tumbuh dan berkembang? Hampir semua perubahan besar dalam tatanan masyaraket dunia ini telah dibuat oleh mereka-mereka, orang-orang yang selalu dikritük, diejek, dilecehkan dan kadang dihukum pada saat hidup mereka, hanya untuk dikenang sebagal 'pemlkir besar jauh setelah kematian mereka semua. Selama kesehatan mentai dan fislkal menjadi semakin dikontrol oleh obat-obatan, kita akan menjadi semakin dekat kepada dunia yang penuh dengan mereka yang 'normal yang dalam hidup mereka hanya memiliki satu tujuan yaitu melayani sistem inl dengan tanpa berpikir dan tanpa otak, kemajuan mereke dan penumpulan otak mereka akan memenangkan perang melawan semangat manusia yang sesungguhnya.

Seorang personel dari band Atomicratraps, Niang ditangkap karena membawa ganja, sedangkan beberapa yang lainnya dlepaskan setelah mendapatkan 'kenang-kenangan' dari pihak babi-babi polisi itu berupa beberapa kekerasan fisikal. Niang tetap didakwa bersalah dan dia akan dihadapkan kepada pengadilen untuk dihukum dan dimasukan kedalam penjara karena ganja yang ditemukan bersamanya.

Ganja? Ya. Pemerintah masih terus mengllusi rakyatnya dengan mengatakan bahwa ganja adalah sesuatu yang berbahaya bagi kehidupan kita semua. Apabila kita mau lebih memperluas wawasan kita, sebenarnya ganja tidak berbahaya tapi tidak pula same sekaii šdak merusak. Betul apabila dengan memberikan ganja untuk dihisap sewaktu-waktu, hal itu akan membuat kita semua lambat dalam berfikir dan melakukan sesuatu walaupun dalam kondisi tertentu juga dapat membuka pemikiran kita atau membantu otak kita untuk berkonsentrasi. Kaum muda kita hanya mengetahui bahwa kegunaan ganja satu-satunya adalah untuk dihisap, atau dimaken dalam bentuk sayuran. Kita hanya tahu hal tersebut karena kita tidak pernah diberí pengertian lain tentang kegunaan ganje itu sendiri. Dan pemerintahpun tidak pernah sekalipun mengupas sisi positif darí kegunaan ganja itu sendiri.

We need fuell We need paperl It's almost gonel Where are we gonna get more? The answer, for centuries, has been right under cur

nose: grow more potl

And we did, tool Guess what Levl jeans were originally made out of? And guess what American flags used to be made cut of? And guess what the early drafts of the Declaration of Independence and the U.S. Constitution were written on? And if that's too un-Christian for you, guess what they made Guttenberg and King James Bibles out of? Guess what you can use to power a car? You can get et lesst four times as much cellulose to make gasohol or methanol from hemp stems as you can from a com stalk. Which along with solar energy would be a great way to avoid dying for oil in Saudi Arabia. In the 1920s and 1930s most American cars and farm machinery had the option of running on gas or on methanol; most racing cars still do run on methanol And George Washington and Thomas Jefferson grew cannabis on their plantations and smoked it, tool Jello Biafra dari essay spoken word dalam 'I Blow Mind For a Living' Ya. Ganja dapat digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Tetapi mengapa ganja di diskreditkan? Dan mengapa meraka yang membawa dan menanam ganja dapat dijatuhi hukuman yang cukup berat dan kegiatan itu selalu ditumpas oleh pemerintah dengan penuh kekerasan?

Dulu di Amerika, penanaman ganja dilegalkan. Tak ada seorangpun yang ditangkap hanya karena menanam tumbuhan ganja. Bahkan George Washington dan Thomas Jefferson menanam tanaman Itu sendiri dan juga menghisapnya! Ganja digunakan sebagal obat untuk penyakit glaucoma dan menyembuhkan rasa sakit yang diderita oleh pengidap kanker, dan kita dapat meraih lebih banyak protein dari

dedeunan tanaman tersebut apabila kita makan dengan cara memasaknya menjadi sayuran, lebih banyak daripada sayuran lainnya. Ganja juga menampakkan sinyal kemungkinan untuk memerangi herpes. Dan tebak, apa yang menjadi bahan dasar paresut yang digunakan oleh Tuan 'Drugs War eks-presiden George Bush saat dia melompat dari pesawat pembomnya saat terjadi Perang Dunia II?

Tahun 1936 saat di Spanyol suasana sedang panas-panasnya karena terjadi perang sipil, di Amerika sebuah majalah Popular Mechankcs telah berhasil merakit sebuah mesin baru untuk memproses ganja, dan memprediksikan bahwa ganja sakali lagi akan menjadi tanaman paling dicari di seluruh dunia. Hal ini jelas-jelas sangat mengganggu bagi orang-orang dalam pebrik kertas seperti Hearst Paper Manufacturing atau Kimberly-Clark atau juga perusahaan kertas multinasional

lainnya yang memiliki sistem penebangan hutan terbesar. Hal Ini juga sangat mengganggu bagi perusahaan rokok

multinasional karena penemuan ganja Ini akan memotong penghasilan mereka yang sangat besar dari hasil penjualan rokoknya. Dan tentu saja hal ini Juga sangat mengganggu bagi kerabat-kerabat multinasional laln seperti DuPont Pemrosesan ganja hanya menggunakan seperlima baglan dari bahan kimla yang digunakan untuk memproses bubur kayu dan DuPont telah mendapatkan lisensl ekslusif atas penggunaan proses pengasaman bubur kayu dan DuPont juga telah mendapatkan hak paten atas plastik fiber yang apablla ganja digunakan sebagal penggantinya maka plastik fiber yang dimiliki hak patennya oleh DuPont akan menjadi turun ke urutan nomor dua dari kualitas fiber dari daun ganja. Dan mereka semua menolak hal tersebut karena akan memotong pendapalan mereka dalam meraup profit.

Dan terakhir, perusahaan-perusahaan obat-obatan multinasional akan kehilangan pasaran karena dengan adanya potensi tumbuhan ganja untuk menjadi obat-obatan alamiah, maka pasaran obat-obatan kimla mereka akan terpotong dan kepəntingan ekonomi mereka terganggu. Jelas saja, bayangkan apablla kita diperbolehkan menanam ganja sendiri, dan seteleh kita belajar memprosesnya sendiri, maka kita akan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan kita pada obat-obatan kimia produksi pabrik, dan apabila semua bahan yang digunakan untuk memproses ganja adalah tumbuhan alami dan mydah didapat, maka tak akan bisa hal tersebut dijaga dan dicap dengan hak paten.

Sementara Itu, tebak siapa yang memiliki kongres di Amerika sebenarnya? Tidak ada bedanya dengan negara manapun, mereka yang duduk di kongres adalah mereka yang mempunyal kepentngan untuk memperkuat kedudukan ekonomì mereka pribadi. Maka ganja dianggap ilegal pada tahun 1937 dan mereka menghembuskan nafas rasis untuk memperparah dan mendiskreditkan ganja seperti apa yang mereka lakukan untuk mendiskreditkan rock'n'roll, ap ataupun hip-hop. Mereka menyebarkan isu rasls, bahwa dengan menghisap ganja maka hal tersebut akan membuatmu terinfluence oleh musik jazz dan blues. Kongres juga mengatakan bahwa ganja harus dillegalkan karena apabila para kulit hitam menghisapnya, maka orang kulit hitam tersebut akan melirik seorang perempuan kulit putih dua kall. Pengllegalan tersebut juga didukung dengan pembuatan film propaganda negara seperti film dokumenter berjudul 'Reefer Madness', sama seperti apa yang pemerintah Indonesia lakukan untuk mendiskreditkan PKI dan gerakan komunls di Indonesla dengan membuat film mengenal peristiwa G-30-S dan peristiwa pemberontakan Madiun. Maka ganja dianggap ilegal dan dianggap kejahatan untuk memilikinya sejak tahun 1937. Maka kini semakin jelas mengapa negara selalu ketakutan bahwa rakyatnya akan mendapatkan keterangan dan informasi yang jelas mengenai apa-apa yang sebenarnya terjadi. Bayangkan apabila massa mengetahui dengan jelas bahwa temyata penyebab masalah penyalah gunaan obat bius selama ini adalah diakibatkan oleh pemerintah itu sendiri, bukan oleh rakyat dan para penggunanya. Dan bayangkan pula bagalmana mudahnya setiap orang termasuk dirl kita secara individual mengurangl krisis manusia dan lingkungan dengan tidak perlu menerima ide-lde pemerintah seperti pembunuhan penduduk dan pencemaran lingkungan demi mendapatkan minyak bumi dan mengapa dengan begitu kita blsa tidak terpengaruh oleh kenaikan harga-harga BBM. Pemerintah tidak Ingin kita berdiri secara Independen dan menolak peran pemerintah dalam kehidupan kita. Lalu menjawab pertanyaan mengapa negara Indonesia juga memberlakukan hukum yang sama dengan di Amerika dalam menanggapì masalah ganjá? Jawabannya sangat mudah, lihat siapa yang berkuasa di duna Ini sebenarnya dan kepada siapa pemerintah Indonesla sejek dulu patuh dan menundukan kepala mereka seperti seekor kambing terhadap gembalanya. Amerika.

Yang paling ditakuti oleh pemerintah adalah mereka-mereka yang dapat mandiri, berdlri secara independen dan semakin Jauh ketergantungannya terhadap peran pemerintah. Karena dengan keberadaan mereka yang seperti itu, hal tersebut akan melenyapkan pendapatan mereka untuk meraup profit darí ketergantungan kita.

Maka tidak sepantasnya Niang dijebloskan ke dalam penjara karena apa yang ditemukan saat dia ditangkap!

Dałam dunia gerakan massa dan aktifitas politik Indonesla, isu mengenai pengadilan Suharto makin marak. Dimana-mana tertihat demonstrasi-demonstrasi mengenal penuntutan pengadilan Suharto. Sebuah isu yang sama sekall tidak relevan bagi anerkia. Menuntut agar Suharto diadili adalah sama dengan memberikan kepercayaan kembali kepada negara dan sistern

peradilannya untuk bertindak. Memberikan kepercayaan kepada negara adalah sama dengan sebuah langkah terburuk begl kaum

anarkis. Bayangkan apa yang akan kebanyakan dari kita pikirkan apabila Suharto dijebloskan kedalam penjara oleh pengadilan negara? Publik akan kembali percaya bahwa negara telah berplhak kepada mereka, dan hal tersebut hänya akan semakin mengilusi kesadarän publik bahwa kita tidak membutuhkan pemerintah dan negara untuk mengatur hidup kita sehari-hari.

Lalu para penuntut pengadilan Suharto tersebut sangatah tidak realistis. Mereka tidak melihat bagaimana kondisi dan sistem yang berjalan di penjara. Dalam penjara, tak ada bedanya sama sekali dengan kondisl diluar penjara, bahwa mereka yang memiliki uang besar akan hidup nyaman walaupun di dalam penjara. Berbagai faslitas akan dipenuhi demi kenyamanan sang narapidana, sementara mereka para narapidana yang tidak memilki uang sama sekalilah yang mengalami tekanan-tekanan mental maupun fisikal baik dari sesama narapidana maupun dari sipir penjara ditambah tekanan alienasi penjara terhadap kehidupan diluar penjara. Kita semua dapat melihat ulang kepada ide apabila Suharto dijebloskan ke dalam penjara, akankah dia merasakan perbedaan hidup dalam penjara ateu dí luar penjara? Berapa kekayaan yang dimiliki olehnya? Berapa ratus bangunan penjara yang dapat dibangun olehnya apabila dia mau? Ya. Pengadilan Suharto adalah isu yang sia-sla belaka. Hal Itu hanya mungkin apabila sistem yang berlaku juga dirubah. Selama sistem tidak berubah, maka pengadllan Suharto tidak akan ada gunanya selaln hanya menguras energi kita dan menyerap dana finanslal kita 41 yang seharusnya dapat kita gunakan untuk keperluan lain yang lebih berguna dan menyenangkan bagi diri kita.

Organisasi-organisasi punk dan hardcore yang melakukan perlawanan selama ini Juga banyak terilusi oleh isu diatas. Tidaklah mengherankan karena setiap organisasi tersebut selalu didekati dan dijejali oleh propaganda-propaganda merah dari para komunis dan mereka yang mengaku sosialis. Punk dan hardœore dianggap sebagal kelompok bodoh yang tidak mampu berpikir, digunakan oleh berbagal kepentingan yang sama sekali tk ada kaltannya dengan kepentingan kita sendiri. Bendera-bendera dengan logo huruf A yang dilingkari telah berkibar dimana-mana, tetapi apakah sebuah gerakan bisa dinilai berdasarkan sebuah simbol? Sebuah gerakan dinlai melalui apa yang mereka lakukan dan bagaimana cara gerakan tersebut bergerak.

Organisasi kita tdaklah bodoh, tidak gila, tidak seekstrim pandangan publik, tapl kita adalah sebuah organisasi pertewanan yang juga mengutamakan kemanusiaan yang tidak Ingin menerima dunía kelabu dimana dalam hidup ini kita dipaksa untuk menerimanya. Kita Ingin sesuatu yang lebih dan berslap untuk meninggalkan sistem yang berjalan seperti inl. Kita tidak melihat mengapa kita harus berperang dengan sesama kita dan tinggal seperti mueuh diantara kita sendiri. Kita percaya, seperti juga layaknya kebanyakan para anarkis, bahwa pada dasarnya semua orang adalah baik dan ramah dan sistem Inilah yang telah memaksa dan membentuk kite semue menjadi penuh dengan kekerasan, kerakusan dan menjadi jahat terhadap sesama kita sendiri.

"What is evil but good tortured by its own hunger and thirst?" The Prophet Phil Russell 1974.

Kita semua terlahir bebas, tetapi selalu kita menjadi obyek bagi pengkondisian untuk membentuk budak-budak dari sistem ini. Kita diperangkap oleh orang tua kita, guru kita, boss-boss kita dan mereka yang berkuasa untuk menjadi seperti apa yang mereka inginkan dari diri kita, bukannya untuk menjadi apapun yang kita inginkan kita jadi sesual dengan keinginan kita, hasrat kita, keunikan kita. Anarkis percaya bahwa sifat alamlah kita semua untuk hidup damal dan kooperatif telah dihapuskan dari kehidupan kita dan dirubah menjadi sifat kompetitif yang melayanl kepentingan kelas borjuis yang berkuasa. Hidup adalah sebuah pengalaman yang indah dan sangat menarik. Mengesampingkan apa yang para politisi katakan kepada kita, kita seharusnya melihat bahwa dunia ini sebenamya cukup besar bagi kita semua apabila kita dapat belajar untuk saling respek dan saling berbagi dalam kehidupan kita semua. Jutaan orang diperintah oleh sedikit orang; Jutaan orang hidup dalam dunia perbudakan yang kelabu hanya agar mereka yang sedikit dapat menikmati kelstimewaan dan hak-hak lebih yang seharusnya adalah hak kita semua yang kita bawa sejak kita lahir. Tentu saja, dengan melihat Jumlah kita yang sangat besar sebagai orang-orang yang digunakan untuk kepentingan mereka yang sangat sedikit, kita seharusnya dapat mengambil kembali apapun yang seharusnya milik kita tetapi tercuri oleh mereka.

"358 people own half the world. Let's kill them!" c0 Jello Biafra

Taktik perebutan kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita, terkadang berubah menjadi ide untuk merebutnya dengan kekuatan senjata. lde-ide seperti ini begitu kuat merasuki otak-otak dari punk dan hardcore yang mulai mengalami demoralisasi karena seekan melihat kebuntuan jalan dalam hal mengorganisir massa untuk bersama-sama merebut kembali milik kita səmua tersebut.

Tidak ada yang salah apabila kita membalas kekerasan dengan kekerasan. Tetapi kita tidak boleh melupakan satu hal penting, bahwa dunta yang kita dambakan adalah dunia yang penuh cinta kasih dan penuh kedamaian. Kita tidak boleh melupakan sebuah pendəkatan 'hati ke hati', kita harus mulal belajar untuk memberikan cinta kasih kita kepada sesama kita. Dari kekeresan domestik hingga perang głobal, aturan mainnya tetap sama saja, 'hancurkan apa yang tidak kau mengerti. Sementara anarkis, harus depat mencari jelen yang

lebih kroatif deripnda sekedar menghancurkan tanpa solusi yang lebih jauh. Kita tidak hanya menghancurken lawan, tapi kita juga membuat den membangun fatanan masyarakat ldaman kita yang hidup berdampingan dengan damai, bekerja sama dan saling berbagi

Pertengahan tahun 2000 ini, terjadi beberapa kasus peledakan bom di Jakarta. Salah satu kasus terjadi di gedung BEJ, Burse Efek Jakarta. Tidak ada salahnya dengan kasus peledakan bom di gedung BEJ tersebut, tetapi satu kesalahannya adaleh mengapa bom tersebut dlledakan dl tempat parkir mobil dimana banyak sopir-sopir yang tidak bersalah atas hancurnya perekonomian meledak bersama ledakan bom tersebut. Target peledakan seharusnya adalah dalam gedung BEJ sendirl. Mongapa dalam gedung? Karena dalam gedung tersebut berkumpul mereka-mereka yang dapat dengan seenaknya merpermainkan herga demi keuntungan mereka pribadi, mereka yang tidak merasakan betapa sulitnya hidup dalam kondisi harga yang terus melambung tinggi yang salah satunya dipermainkan oleh mereka-mereka di dalam gedung BEJ yang sama sekali tidak bekerja meleinkan hanya berteriak-teriak, memperhatikan naik turunnya indeks saham, membeli saham ini, melepas saham itu, sementara dunla yang leblh luas diluar gedung Itu, nyawa jutaan massa dipertaruhkan dengan naik turunnya herga. Kekerasan memang tidak menyelesaikan masalah, tetapl kekerasan dapat menaikan tingkat kesadaran massa yang celama Ini selalu terbuai dengan berbagai ilusi dari negara.

Selama inl revolusi bersenjata selalu diadvokasikan oleh para leftist. Kebanyakan darl sejarah organisasi-organisasi terroris intemasional selalu dimulai oleh para Marxist yang frustrast dalam kerja pengorganisirannya dan segera mengadvokasikan untuk membentuk sayap bereenjata dan revolusi bersenjata dari kaum proletar untuk menyingkirkan penindasnya. Sebuah kasus yang sudah sangat blasa terjadi dalam domínasi gerakan politk, mereka yang berada dalam kemakmuran selalu saja mengadvokasikan sesuatu yang pada akhirnya akan dikerjakan oleh kelas proletar dan mereka yang miskin. Negara selalu saja menglrimkan mereka-mereke para kelas proletar ke garls depan saat mereka sedang berperang, dan menggunakan kelas proletar tersebut untuk menjaga kekuasaan mereka. Dan apa bedanya dengan mereka para leftist yang menganjurkan revolusi bersenjata saat diri mereka kebanyakan hanya duduk di balk meja dalam kantor-kantor pusat sentralisme demokrasl? Bentuk pombebasan proletar seperti apa yang menggunakan nyawa kelas proletar yang biasanya tidak mengerti apa-apa, demni moncapal tujuennya?

Para leftist-leftist yang berpikiran ekstrim secara luas dikendalikan oleh orang-orang yang mendapat pendidikan tinggi dan taraf kehidupannya ada diatas rata-rata, dan karena latar belakang sosialnya pula maka mereka mendapat kemungkinan untuk menginfiltrasi berbagai organisasi, dari sekolah-sekolah hingga media, dimana mereka akan dapat meng'gol'kan propaganda-propaganda mereka dan menaikan isu-Isu mereka sendiri. Karenanya, sebenamya menggunakan kekerasan sama sekali tidak salah, tetepi kita harus berhati-hati dan lebih waspada karena kekuatan-kekuatan bersenjata selalu menjadi kekuatan yang diperebutkan oleh banyak pihak.

Kita mempunyai kekuatan kita sendiri, dengan menolak untuk digunakan sebagai alat demi pencapaian hasrat orang lain yang ternyata malah menaikan tingkat penindasan yang kita lawan; tetapl apakah kita mempunyai keberanian untuk berdiri sendiri tanpa 'keanggotean partai' atau 'buku merah' dan menuntut hak kita untuk hidup?

Kita dapat mendorong terbentuknya perubahan ini secara œepat dalam hidup kita sendiri. Kita dapat berusaha hidup dalam hamoni bersama kamərad kita dan diantara orang-orang yang ada di sekitar kita serta bersama lingkungan alam dimanapun kita berada. Kita dapat berusaha untuk menjedi kreatif dengan fasllias-fasilitas yang kita miliki dan dipergunakan orang lain. Kita dapat belajar untuk menolak fungsi tolol dimana kita selalu dijejali dengan hal tersebut seperti bahwa lakí-laki ada diatas perempuan dan bahwa homoseks tidak layak hidup berdampingan dengan kita. Kita dapat belajar untuk berbagi dan bekerja sama secara ko-operatif dengan slapapun, untuk mengemballkan kepada kehidupan epą-apa yeng telah kita ambil dari kehidupan itu sendiri. Kita dapat belajar mengenal dan memahami fungsi-fungsi ałamiah dari dunia di sekeliling kita, cuaca, musim, sumber daya alam dan apapun yang tumbuh di planet kita ini. Kita dapat belajar untuk memahaml apa yang orang-orang lakukan pada bumi Inl, dan mengąpa mereka melakukannya. Kita dapat belajar untuk menolak sampah-eampah kelabu mereka dimana kita selalu dijejali bahwa hal tersebut adalah merupakan 'fakta kehidupan'. Kita dapat menuntut dan membangun sesuatu yang lebih baik. Diantara smua hal tersebut, dan lebih jauh lagi, kita dapat belajar bersama-sama dengan mereka yang jugə peduli dan kemudian sebagai individual kita dapat kembali kepada kehidupan kita sendiri, meminta kemball dunia kita yang sesungguhnya dengan cara kita sendiri —dan kita dapat memulainya dengan saling bekerja sama membangun sesuatu demi kepentingan bersama yang lebih balk. Semua hal ini kembali diserahkan kepada kita sendiri sebagai Individual-individual, untuk bersama-sama melawan sistem yang telah menggerogoti hidup kita semua.

Kita harus belajar untuk tidak takut kepada mereka yang berkuasa -kita harus berani berdiri diatas apa yang kita yakini edalah benar daripada hanya tunduk dan mementingkan dan melayani kepuasan dir kita pribadi dan ego kita sendiri dan

dengan itu pula kita harus belajar untuk mencari jalan yang kreatif untuk 'mematahkan tulang punggung sistem'. Kita harus mencoba berbagal cara, seperti menulls lagu dan puisi, membuat rekaman, majalah, buku, memproduksi film dan video, manyemprotkan pesan- pesan di tembok-tembok kota dengan aksi grafiti dan berusaha untuk meralh akses kedalam berbagal media mass dimana suara kita dapat didengar. Dan kita harus -bagaimanapun Juga- memback-up setiap kata yang kita hasikan dengan aksi kita.

Sangatah tidak bljak apabila kita mengadvokasikan 'direct action'. Hal tersebut sudah seharusnya dilákukan, bukannya untuk

diperbincangkan. Setiep Individu memilikl level ketakutan dan kecemasan yang berbeda-beda dan dalam melakukan direct action'

sebagai bentuk dari sebuah protes dan perlawanan, kita semua harus dapat melakukannya semampu dan semaksimal diri kita mampu lakukan. Tetapl keberanlan yang kita miliki juga harus diback-up dengan pemikiran untuk mempertahankan diri karena kita tidak akan mau menyerahkan hidup kita begitu saja seperti seorang martir. Kita harus belajar untuk sedikit demi sedlkit mengikis rasa takut kita bukannya semakin menjadikan rasa takut kita sebagai pembenaran kepasifan dirl kita yang tak akan menghasilken apapun selain

memperpanjang barisan perbudakan dalam sistem ini.

Di Seattle, saat terjadi protes besar-besaran menentang kebljakan-kebijakan sidang WTO pada akhir tahun 1999 lalu, para demonstran yang anti kekerasan melakukan penghancuran-penghancuran pada perusahaan-perusahaan korporasl multinasional seperti MoDonald's, Nike, Starbuck dan berbagal korporasl lainnya. Mereka menolak melakukan tindak kekerasan terhadap semua bentuk kehidupan, maka karenanya mereka memlih untuk menghancurkan private-property mereka-mereka yang sedang bersidang dalam gedung untuk menentukan bagalmana cara untuk membuat semakin miskinnya penduduk dunia dan semakin kayanya diri mereka. Di India, kerusuhan terjadi sebagal bentuk protes akibat dinaikannya harga BBM akibat kebjakan-kebjakan neo-liberalsme yang juga mulai masuk ke negeri India. Di Brasl, beberapa restoran pingil jalan yang dimilki oleh perusahaan multinasional seperti MoDonaid's, KFC dan laln sebagainya menemui jendela-jendelanya pecah berantakan dihantam oleh massa yang merasa dirampas hak hidupnya. Di Meboume pada aksi Intemaslonal s11, jalanan penuh massa memprotes jalannya sidang WEF yang tak lain adalah sebuah penentuan kebijakan neo-lberalleme yang semakin gencar dilancarkan kepada negara-negara dunia ketiga seperti negara kita. Di Praha, Cheznia, ribuan orang memadati jalanan menutup tempat sidang para representatif negara-negara pendukung pasar bebas bertemu, sebueh kereta apl dibajak deml mengantarkan para demonstran darl Italia menuju Cheznla. Di Kanada, bank-bank Intemasional tak dapat dbuka pintu-pintunya karena seseorang telah mengelem pintu-pintu masuk bank tersebut dengan lem super-glue sebagal aksi protes. Dari aksl-aksi demosntrasi, aksl sabotase di tempat kerja, dari aksi penutupan jalan hingga aksi pendudukan gedung instansi pomerintahan, dari aksi mogok hingga aksi pencurian dan pendistribusian barang-barang dan produk melalul pintu belakang untuk dibagikan kepada semua yang membutuhkan. Setiap orang memiliki caranya sendiri, Idenya sendin mengenal apa yang harus dilakukan untuk balik menggerogoti kekuatan pemerintah yang selama ini menggerogoti hidup kita. Apapun yang kalian lakukan, tutup mulutmu dan ingat bahwa mereka yang terlalu banyak berbicara Justru memperbesar resiko untuk tertangkap. Disaat yang sama dengan semakin banyaknya aktifitas ekstrim dilakukan, ada hal-hal yang juga harus dilakukan dalam atruktur sosial yang masih eksis inl yang bertujuan untuk semakin memperlemah cara kerja struktur saat ini dengan cara saling membantu sesama dan memberikan berbagal solidaritas.

Apabla memungkinkan, kita dapat membuka squat seperti yang mereka di Taring Padi lakukan, sepert mereka di ABC No Rio lakukan, kemudian memulai pelayanan Informasl untuk mereka semua yang ingin melakukan hal yang sama, atau apabila masth sulit terutama dengan melhat kondisi obyektif di Indonesla, kita dapat membangun kelompok ko-operatf sendiri dan kolektif kita sendiri untuk berbagi tanggung jawab untuk membayar blaya sewa atau blaya pembellan ebuah property untuk dijadikan milik bersama. Di tempat-tempat dimana kita telah menetap, kita depat membuka pintu bagl orang lain, membentuk asoslasi bersama para tentangga dan borsama-sama membangun perbalkan-perbalkan kondil dan fasllits yang dapat digunakan bersama dalam area disekitar kita inggal. Kita depat membentuk kelompok perkebunan dimana kita memiliki lahan kosong dimana kita dapat memproduksi makanan kita sendini yang lebih bebas dari bahaya penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang seringkall beakibat fatal bagi mereka yang memakannya. Menanem tanaman-tanaman obat untuk keperluan penyembuhan penyakit-penyakit ringan. Membentuk kelompok-kelompok kesehetan dimana kita bisa lebih menggunakan obat-obatan herbal yang alami daripada menggunakan obat-obatan kimiawi yang dihasltkan olsh robot- robot di pabrik yang semakin kaya pemiliknya apablla kita semakin tergantung kepadanya. Kita juga dapat belejar untuk mencintei dan merespek badan dan fislk sesama kita, bukannya melihatnya sebagal obyek seksual belaka ataupun merendahkan bentuk fisik tertentu. Kita dapat membentuk sekolah bebas dimana pengetahuan dapat dibagikan secara terbuka bukannya dijejalkan dengan paksa kedalam otak kita. Pendidikan, dartpada diberikan oleh negara yang hanya membentuk budak-budak dan menghisap mereka yang sekolah dengan blaya tnggl, dapat dibagikan dengen konteks mutual-aid dimana semua orang edalah guru dan semua orang adalah murid dalam dunla kita yang tdak mengenal hirarkl soslal. Kita dapat membangun pusat-pusat keglatan komunitas dlmana orang-orang dapet menemukan altemnatif tempat untuk sekedar sharing dan berkumpul, membicarakan aktifita-aktifits yang sebaiknya dilakukan dan juga sebagal langkah untuk menolak pemikiran yang berorientasi profit dalam menyewakan tempat-tempat yang dibutuhkan oleh banyak orang. Di Skottandia, sekelompok punk dan anarkis menemukan sebuah tempat yang tak terpakal, yang kømudian cleh mereka diadikan sebuah squat dan segera direnovasi oleh mereka sendiri untuk kemudian dijadikan tempat mengadakan konser-konser kecél

dan forum-forum kelompok dişkusi: Penduduk lokal daerah tersebut sangat terkesan dengan apa yang mereka lakukan sehingga para penduduk tersebut membantu mereka menuntut agar para punk dan anarkis yang membuka squat di tempat tersebut tidak diusir dan diperbolehkan untuk menetap disana. Kita dapat menjalankan ko-operasi makanan yang dibell dan didistīibusikan diantara sesamę orang-orang yang kita kenal atau kita bell darl orang-orang yang kita kenal dengan baik dan kita percayai tidak mengeksploitasi pasaran dan orang yang memproduksinya. Terlalu banyak supermarket yang menjual bahan makanan di negara-negara dunia ketiga seperti halnya di Indonesia, dimana para pekerja yang menanam dan memproduksl bahan makanan tersebut dibayar sangat minim sementara perantara pihak ketiganya mendapatkan keuntungan yang sangat besar, melihat hal ini, pembentukan ko-operasi makanan akan memutuskan rantal ini. Kita dapat memulainya dengan menjalankan ko-operasl dari tempat tinggal kita yang mensuplal beberapa rumah sebanyak yang kita mampu dimana bahan makanan yang kita dapatkan adalah merupakan hasil kerja dari kita sendiri bersama-sama dengan para pekerja penanam, yang dengan demikian jelaslah bahwa kita telah membangun sebuah rantal ko-operasi diluar rantal sistem kapitalistik yang berorientasikan profit. Kita juga dapat membentuk 'bank kerja' dimana kita dapat bertukar keahlian dan menyalurkan keakhlian yang kita miliki dengan dan kepada yang lain. Bilamana semakin banyak orang yang bergabung dalam 'bank kerja' demiklan, maka semakin tidak dibutuhkanlah uang dalam kehidupan kita dan semakin tidak dibutuhkanlah pemerintah untuk mengatur hidup kita.

Satu-satunya batas dari itu semua adalah imajinasi kita sendiri. Kita dapat meninggalkan struktur sistem yang menindas kita, tetapi hanya apabila kita telah siap untuk bekerja keraslah maka hal itu akan mungkin untuk dapat dllakukan dan direallsasikan. Kita semua memlliki kekuatan kita sendiri, klta memiliki jumlah yang sangat besar dan keberanlan untuk melakukannya dan dengan demikian maka kita dapat meraup kembali hak kita untuk menjalani kehidupan kita sendiri. Sebuah revolusl sosial dengan demklan akan dapat, dan segera menjadi sebuah kenyataan.

Punk dan hardcore adalah sebuah budaya yang mementingkan sebuah sikap ko-operatif bukannya sikap kompetitif diatas segalanya. Dengan subkuitur ini kita juga memupuk kekuatan kita dan keberanian kita serta kesadaran kita. Punk dan hardoore menawarkan sebuah budaya yang menuntut hak untuk hidup dalam kehidupan yang kita pllih wałaupun dengan dəmikian kita pasti akan berhadapan dengan kekerasan dan kekuatan tiran. Telah begltu banyak dari kita yang menjadi korban dari kekejaman sistem ini yang merasa bahwa 'semua orang harus tunduk pada pemerintah'. Dan sistem ini pulalah beserta ratusan sistem lainnya yang serupa, yang bersifat hirarkis, yang menindas jutaan rakyat di seluruh dunia ini. Panindasan negara dengan memaksa rakyatnya untuk patuh dan tunduk demi kepentingan pemerintah, atau orang tua yang memaksa anaknya untuk patuh pada perintahnya karena sang orang tua merasa bahwa dialah yang paling mengerti mengenai apa arti hidup ini, atau pula suami yang memaksa istrinya untuk tunduk pada aturannya karena merasa bahwa lakHaki adalah superior dalam sebuah keluarga, apakah itu semua ada bedanya?

Penjara dan rumah sakit mental di dunia ini penuh oleh orang-orang yang tidak mełakukan apapun selain karena mereka tdak setuju dengan 'norma-norma' yang dipaksakan untuk diterima di seluruh lepisan masyarakat dimana mereka tinggal. Pembangkang negara adalah pahlawan bagi para pemberontak, dan penghianat para pemberontak adalah pahlawan bagi negara; dan semua semakin bertambah kelam. Untuk melawan dan mengalahkan para penindas, kita harus belajar untuk menggunakan cara ini, atau cara lain sesual dengan imajinasi kita, atau kita akan dimatikan, seperti mereka yang hanya mengerti satu jalan, yang dengan segera dapat dibungkam oleh kekuatan negara.

"Wally sought peace and creativity as an altemative to war and destruction. He was an anarchist, a pacifist and, above all, an individualist, but because of the times in which he naively lived, and innocently died, he was labelled a 'hippy'. In the coroner's court, the police officer responsible for investigating Wally's death dismissed him in one sarcastic sentence, "He thought he was Jesus Christ, didn't he?" Waly certainly did not think of himself in that light, but judging by the way in which the state dealt with him, they did." The Last Of The Hippies' Penny Rimbaud

Beberapa, bahkan banyak dari kalangan kita sendiri mencap kita, mendiskreditkan kita dengan label seakan kita adalah nabi- nabi pembawa kebenaran. Sistem ini telah menciptakan begitu parahnya keadaan dan kondisi pemlkiran publik sehingga menjadi benar-benar egois dan apatis, sehingga begitu ada seseorang atau beberapa orang yang mengusulkan sesuatu demi sebuah perubahan yang lebih mendasar, kita selalu dicap dengan pelabelann-pelabelan seperti itu dengan tujuan mendiskreditkan gerakan ini.

Beberepa berkata bahwa bukan tempatnya punk dan hardoore dipolitisir oleh kepentingan-kepentingan kita sendiri. Tidak Kita tidak berbicara mengenai politik, kita hanya berblcara mengenai hidup kita, berbicara mengenal hidup Itu sendiri. Dan yang pada intinya, kita berbicara mengenai bagaimana kita mengambil alih kemball kontrol dan hak atas hidup kita sendiri,

bukan mencari kekuatan politk seperti halnya yang dilakukan oleh para komunis untuk merebut negara. Para penerus sistem yeng tetah begitu terilusi oleh bagaimana sistem ini berjalan; tersenyum mengejek kita yang dengan bangga menolak, memprotes, dan

mønyingkikan spapun yang menjadi keputusan demi kepentingan pemerintah, dan kita melihat mereka sebagal orang-orang yang

kelabu yang tidak memlliki kekuatan apapun selaln kekuatan untuk melayanì sistem ini lebih jauh.

Melihat kembali kepada kasus bagaimana sekelompok tentara yang berjumlah belasan, menyerang beberapa dari kita di sebuah wartel dan sogera melarikan diri. Terlihat bahwa negara sangat Ingin menghancurkan semangat pemberontakan dan perlawanan kaum muda, seandainya memang tidak dapat menghancurkan gerakannya, sebuah gerakan tanpa rasa takut yang diharapkan dapat membantu membuka jalan menuju dunla yang lebih oerah.

Kisah penyerangan tentara terhadap beberapa orang di wartel tersebut adalah sebuah mimpi buruk yang penuh dengan permalnan penghinaan, kekuasaan dan juga kekejaman militer. Tapl tidak sekalipun kisah penyerangan tersebut akan diangkat ke meja hiau. Tak ada gunanya. Kita semua telah melihat bagaimana sistem ini semua termasuk sistem pengadilannya telah digoreskan dengan tebal dengan kata-kata kebohongan, kekerasan, kerakusan dan ketakutan. Tak ada seorangpun dari ktia yang telah mempersiepkan dii atas penyerangan-penyerangan mendadak seperti hal tersebut, dunía semakin terasa sebagal tempat yang kecil mungil serta diliputí oleh kegelapan.

Untuk dħhadapkan ke meja hijau? Untuk apa? Pilihan bagi mereka yang miskin saat diajukan ke meja hijau adalah penjara atau rumah sakit jiwa apabila memang dianggap mengalami kelainan mental dan kejiwaan. Kita semua telah belajar dari pengalaman merska yang talah menjalani sebagian hidupnya di dalam penjara. Kita telah belajar mengenai begaimana perlakuan terhadap narapidana di panjara balk secara mental maupun fisik. Dokter yang menangani para narapidanapun, yang sebenamya tahu dengan pasti bagaimana kondisi penjara bagi mereka yang tidak memiliki banyak uang, tidak akan mungkin dapat mengungkapkan kondisi penjara sebenarnya dökarenakan ketertundukannya pada negara dan ketakutannya akan aparatnya. Penyiksaan narapldana dan para tahanan semakin díanggap sesuatu hal yang wajar terjadi. Para pengunjung tidak dapat melakukan apa-apa selain hanya menerima bahwa memang seperti itulah kehidupan di penjara. Kita telah belajar dari pengalaman mereka yang telah terpuruk hidupnya di dalam penjara. Kita semya tahu bagalmana kepala penjara beserta para sipimya selalu mempertahankan konflik diantara sesama narapidana agar tak ada yang pemah dapat mempersatukan semua narapidana untuk melawan kepala penjara dan semua sipimya, sementara mereka para sipir akan mendapatkan banyak barang bagus serta uang dari hasil 'sumbangan' dari para narapidananya yang terkadang Juga dalam bantuk kenikmatan seksual. Kita juga telah belajar untuk mengetahui bagaimana periakuan para dokter dan perawatnya di rumah saklt wa,

yang seringkali berbentuk penyiksaan terhadap para pasiennya. Menurut keterangan resmi pemerintah tujuan dari diberiakukennya

pönjara adalah sebagal sebuah 'reform' bagi para narapldananya dan rumah sakit jiwa adalah sebagal 'obat bagi para pasiennya. Sebuah tujuan yang tidak masuk akal apablla kita melihat kondisi yang terjedi di dua tempat tersebut. Kasar, kejam dan simpel, tujuan sebenamya hanya satu: hukuman.

Kita semua telah menemukan dimana kasus pembunuhan ditutupi oleh polisi dan institusi negara lainnya, bagalmana salah-tangkep adalah hal yang sangat biasa, serta kasus penjeblosan seseorang ke penjara kadang dimanipulasi dengan berbagai cerita. Kita mulei betajar mengenail kasus penyerangan mental dan fisikal bagi mereka yang ada di penjara. Kita berhadapan dengan dunia yang tomnyata kejam yang dimapankan oleh negara dan aparatnya. Tapl tak ada yang beranl bertanya kepada penguasa sekarang ini. Tidak juge para tentara. Para tentara tersebut tahu soal penyalahgunaan dan kekejaman, mereka tahu soal korupsl, mereka tahu soal jual beli senjata, tetapl tetap mereka menolak untuk bergabung dengan kita. Karena dengan semakin peduli pada masalah seperti diatas, maka pera tentera tersebut di hadapkan dengan kepentingan mereka sendiri. Itu karenanya mengapa para tentara rendahan tersebut memilih üntuk däam dan memperhatikan malam hari di bandung. Mereka tetap diam dan menunggu perintah. Ya. Mereka akan tetap menjadi bagian mayoritas dari masyarakat, yaitu untuk tetap diam dan menerima.

Dibalik permukaan rambut rapi yang berkilauan dan pakalan yang licin terseterika dengan baik dan rapi, dibalik kilauan mobil-mob mewah, restoran-restoran elit dan pub-pub glamour, dari keluarga yang mapan dan sangat bermasa depan, dari kemakmuran dan keemanan yang terbaik, dari kekuasaan dan kejayaan, hanya ada satu kesimpulan, yaitu bahwa merekalah sebenarnya yang benar- benar dapat disebut sebagai kaum fasłs yang sesungguhnya. Mereka semua tahu apa yang salah dengan kondisi sosial masyarakat saat inl, tetapi mereka tetap diam.

"They know, but they remaln silent. First they came for the Jews and I did not speak out-because I was not a Jew. Then they came for the communists and I did not speak out-because I was not a communist. Then they came for the trade unionists and I did not speak out

  • beceuse I was not a trade unionist. Then they came for me-and there was no one left to speak out for me."

    Pastor Niemceller, seorang korban kekejaman Nazi

Merekę tetąp diam saal para pedegang kaki lima di sepanjang jalanan utama dipukuli oleh para polisi untuk dipaksa pergi. Mereka tetap diarn saet rumah-rumah kau n miskin digusur dengan semena-mena oleh para penguasa hanya demi perbangunan mall-mall mewah, hotel be:bintang, lapangan golf maupun Jalan layang. Hanya terdengar beberapa bisik kata, bisikan yang haimpir tek terdengar sama sekali, "Kasihan mereka." Dan mereka cuma dapat berbisik, lebih baik hanya sokedar berbisik tetapi keselamatan dan kəamanan serta kemakmuran akan tetap menjadi milik mereka. Kemudian kesunyian lagi yang ada, sesunyi para aperat meninggalkan korbannya. Saat mereka mendengar bahwa puluhan bahkan ratusan atau ribuan mati di Timor Leste, Atjeh maupun Papua serta di negeri-negeri lainnya maupun di sekeliling mereka, mereka juga akan tetap diám. Karena keamanan adalah dewa mereka, tuhan mereka, dan ketertundukan adalah bentuk poieyanan mereka terhadap dewa dan tunannya. Melawan semua ketidak adilan, melawan semua kesalahan yang mereka lihat, mereka akan tetap diam dalam kesunylan, karena keblasaan dan adat istiadat mengatakan demiklan -bahwa melawan mereka yeng ada diatas, mereka yang lebih tua, itu tidak boleh. Kesunylan, keamanan, ketertundukan dan adat kebiasaan; semue adalah akar darì fasisme. Kesunyiın mereke adalah bagian mereka dari kekerasan yang terjadi, dari kekuatan yang besar, kesunyian dari suara-suara, dan kejayaan fasisme.

Ini ssmua bukan téntang Pemude Pancasila di seluruh Indonesie, atau Angkatan Muda Sillwangi di Jawa Barat, atau rganisasi preman terorganisir leinnya yang merepresentasikan kekuatan ancaman sayap kanan; mereka yang tetap diam adalah bagian terbesar dari kemapanan publik yang merepresentasikan ancaman fasisme yang sangat nyata. Fasisme yang ada di hati orang-orang kebanyakan adaleh fasisme yang ada di otak para pemimpin negara yang potensial.

Suara kesunyian, adalah salah stu kekuatan terbesar yang membuat investigasi kita hampir-hampir menjadi sangat tidak mungkin. Respek yang diberikan mayoritas masyarakat adalah respek pada keamanan pribadi mereka, yang menempatkan respek daripoda bereslko membuat para cenguasa marah dengan mengatakan kepada kita apa-apa yang benar menurut pomimpin mereka. Moreka sobenamya tehu dan blsa tahu, dan kita tahu bahwa mereka semua bukan orang-orang bodoh, mareka hanye tidak mau tahu. Tapi tidek eda bedanya seandainya mereka menjadi tahu, karena mereka akan tetap memilih untuk terlibat dalam kesunyian.

Dari bertbagei data dan dokumentasi yang didapatkan dari berbagai sumber mengenai ketidak adilan dan penggunaan kekuatan negara yang mengancam kehidupan masyarakat banyak, kita telah berhasil mengumpulkan banyak data sehingga kita mulai bergerak dengan semakin yakin. Dan selama itu pula, kita telah menerima ancaman dari berbagal sumber dan beberapa dari kita telah dlkunjungi oleh pera aparat dengan berbagai alasan yang begitu dibuat-buat, yang memblarkan diri kita tahu bahwa mereka telah mengetahui apa yang kita lakukan sełama Ini, dan hanya satu yang mereka inginkan dari kit.. bergabung dalam kesunyian.

Kita merasa sendiri dan mudah patah. Pada akhimya, pada bulan Mei 2000, kami memilih untuk menghancurkan apa yang dalam satu tahun lalu kaml pertahankan. FAF yang merupakan singkatan dari Front Ant-Fasis, sebuah organisasi komunis muda di Bandung yang menjadi organlsasi dibawah naungan partai Manxds-Leninis Indonesia, PRD. Satu tahun tepat dari saat pembentukannya. Kami melemparkan segala sesuatunya kedalam kegelapan malam dan menatap hari esok dengan kegelapan juga. FAF telah mati dan merrang seharusnya dihancurkan apabia memang tak dapat lagi dipertahankan. Hanya

ade satu kecerahan dalam hati kami, bahwa perjalanan menembus kegelapan menuju terangnya kebebasan, telah kami

tapakì dan akan kami tapaki terus.

Seiring hancurnya FAF, semua yang berkaitan dengan FAF hanya tinggal sekedar dokumentasi yang mungkin rencana dari kami untuk menyusun sebuah anthologl mengenai terblt dan tenggelamnya FAF akan terealisasikan suatu saat nanti sebagal

bahan referensi bagi puluhan organisasi-organisasi pembebasan lainnya yang terbentuk dalam subkultur punk dan hardcore

di Indonesia Ini.

Kita semua tdak perah memilih untuk menjadi bagian dari sistem iní, dan kami memutuskan untuk menentukan sendiri bægalmana kami menjalani hidup kami sendiri, dengan cara kami sendiri, dan telah beberapa lama tampaknya hal tersebut masih dapat berjalan. FAF telah terbentu disaat kami masih tengah mempertanyakan apa yang kami lakukan selama ini dan apakah yang kami lakukan selama ini telah cukup. Dan pengalaman dari sebelum dan sesudah FAF memperlihatkan kepada kami bahwa semua ini sama sekali tidak cukup. Kita semua tełah diajarkan sejak kecil untuk meyakini bahwa sistem yang ade saat Ini tidakłah terlalu buruk, bahwa apablla kita berlaku baik terhadap sistem inl, maka sistem inípun akan bertaku baik kepada kita. Selama ini kita selalu diajarkan melalui berbagei media bahwa sistem pemerintahan beserta semua yang duduk di kursi pemerintahan dan aparatnya selama ini selalu melayani kepentingan kita semua sebagai rakyatnya, tetapi pengalaman kami, pengalaman kalian, pengalaman kita semua telah memperlihatkan dengan sangat jelas, bahwa kitalah yang sebenarnya melayani sistem dan pemerintah

Kita telah menooba untuk mendemonstrasikan perasaan kita, keinginan kita untuk bebas dengan menggunakan humor dan cinta, juga melalui musik. Beberapa tahun ke belakang, sebuah band hardcore dari Yogyakarta bernama Sabotage, telah bèberapa kali møndepatkan imbalan berupa kekerasan dari eparat kepolisian saat mereka mengkumandangkan diri mereka yang Ingin mendepetkan kebebasannya. Lirik-lirik lagu mereka yang mengekspresikan ketidak puasan mereka terhadap kondisi yang terjadi dałam hidup mereka adałah merupakan sebuah kejahatan bagi negara yang ingin dimapankan bagl kepentingan kelas borjuis. Tak pedull apapun alasan yang mereka ungkapkan, mereka akan tetap dlanggap bersalah. Maka jelas terlihat bahwa kita semua telah gagal dalam mendemonstrasikan perasaan kita dengan keceriaan musik.

Kita pada akhirnya dapat melihat, bahwa negara, mereka yang bekerja di dalamnya dan mereka yang hidup makmur dari berjalannya sistem tata pemerintahan, adalah musuh dari kebebasan kita! Dan bahwa kita harus mencari jalan yang lebih nyata dalam melawan mereka, bukan hanya sekedar melawan mereka dalam bentuk kata-kata ataupun sekedar beradu argumên.

Sistem ini memlliki segalanya yang berguna untuk mengontrol massa dan meyakinkan bahwa hal tersebut masih selalu menjadi bagian paling dominan dalam kehidupan di sebuah negara. Negara memiliki ide mengenai sebuah keluarga yang ideal untuk membatasi gerakan-gerakan pembebasan dan menstabilkan kondisi tersebut. Negara memiliki sekolah-sekolah dan kampus untuk meluruskan pola pikir dan mencuci otak massa, Negara memiliki pekerja dan sistem pajak untuk meyakinkan agar segalanya berjalan dengan baik dan menghasilkan sumber pemasukan dana bagl negara. Negara memiliki hukum, pengadilan dan polisi untuk memaksakan kondisi yang dinginkan oleh negara. Negara memiliki tentara untuk melindungi kepentingan negara. Negara memiliki penjara dan rumah saldt jiwa untuk menghukum siapapun yang menołak kondisi negara. Negara memillki meda untuk mempromosikan ide-idenya. Negara memiliki agama lengkap dengan sistem feodal dan patriarkisnya untuk membuat mereka yang percaya merasa terancam secara spiritual apabila mereka melawan perintah ataupun sekedar mempertanyakannya. Negara memiliki sejarah dan tradisi yang membuktikan bahwa negara memang dibutuhkan oleh diri kita semua. Negara memiliki masa depannya sendiri dimana semua orang ingin memiliki masa depan tersebut, sehingga kondisi negara tak akan pernah mendapat tentangan. Negara memiliki semuanya -- tetapl kita hanya memiliki diri kita sendiri, dan sebuah perasaan saling memiliki.

Sistem dengan tenang membunuh orang-orang seperti Marslnah, Udin, Widji Thukul, dan masih juga slstem inì mendapatkan respek yang besar dari kaum mayoritas. Sistem ini dengan sangat terbuka melakukan pembunuhan terhadap rakyat seperti yang terjadi pada tragedi Semanggi dan kasus penculikan para aktivis pada masa reformasi lalu, tetapi masih juga sistem Ini mendapatkan respek yang begitu tinggi dari kaum mayoritas. Dengan penuh gembar-gembor sistem ini begitu ingin membunuh orang-orang seperti Xanana Gusmao, tetapl maslh juga sistem ini mendapatkan respek yang begitu tinggi dari kaum mayoritas. Sistem ini mengkumandangkan perang saudara yang kejam, seperti yang terjadi di Timor Leste, dan selalu masih juga sistem inl mendapatkan respek yang begitu tinggi darl kaum mayoritas.

Sistem inl beserta semua yang mendukungnya -baik yang mendukung langsung ataupun yang mendukung dengan sikap kesunyiannya-- bersalah atas terjadinya kematian dari ribuan orang, dari para Individu seperti Pius yang lenyep seperti ditelan bumi, hingga kepada seorang aktivle pro-kemerdekaan Timor Leste yang mati akibat tembakan pollsi Indonesia dimana kejadian tersobut berhasil diabadikan oleh seorang fotografer asing sehingga foto tersebut begitu mendunia, hingga mereka yang tak tertuliskan nemanya

dan tak terabadikan kisahnya dalam perang-perang dan perlawanan melawan kekuasaan negara. Sistem dan pendukungnya tereebut

telah bersalah atas 'penghancuran planet bumí, manusia, binatang, tumbuhan, atau apapun yang kita kenal sebagal kehidupan'. Disana, di kursl-kursi kekuasaan, bersembunyi dibalik topeng alasan dan rasionalitas, duduk orang-orang yang tidak hanya memperslapkan penghanouran dunia kita inl, mereka juga bahkan bangga melakukannya. Merekalah sebenamya yang sangat menikmati keberadaan diri mereka sebagai pembunuh massa yang paling potensial yang mendapatkan ljin darl diri kita untuk menentukan hidup mati diri kita.

Kita semua tetah məngetahui bahwa mereka sama sekali tidak cocok untuk menentukan jalan hidup kita, tetapi kita masih juga mengijinkan mereka untuk terus melakukannya. Kita terus memblarkan diri mereka membangun dunia sekeliling kita sebuah lingkungan yang berbahaya bagi kehidupan kita semua. Indonesla telah beresiko untuk menjadi sasaran penjajahan baru oleh negara-negara dunis pertama setelah runtuhnya blok komunis serta berkembangnya neo-liberalisme di Amerika Latín. Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana mlyaran rupiah setiap tahunnya demi kepentingan millter, dan itu belum termasuk anggaran dana yang dialokasikan demi kepentingan yang masih berhubungan dengan militer, seperti memberikan mobil dan rumah secara cuma-cuma kepada para pejabat militer sementara membiarkan para tentara berpangkat rendah untuk tetap hidup dalam kemiskinan. Pabrik senjate mendapat pasokan dana lebih demi menjalankan tugasnya untuk mempersenjatai kekuatan militer, dan latihan-latihan militer yang juga menghambur-hamburkan anggaran negara terus berlangsung di hutan-hutan liar meupun di hutan lindung dan cagar alam. Hutan-hutan di Ujung Pandang, hutan-hutan di Jawa Timur, tidak perlu dipertanyakan lagi berapa puluh binatang yang lerbunuh 'tanpa sengaja' karena daerah hidup mereka dilempari bom dan ditembaki dengan berbagai macam peluru dermi pelatihan perang.

Apakah kitä harus menunggu terjadi sebuah momen yang akan dan pasti terjadí, yang akan membunuh jiwa ribuan orang, sobelum pemerintah memikirkan semua hal yang beresiko bagi keselamatan manusa daripada sekedar reputasi bagi diri mereka sendiri? Program UU PKB telah disusun sedemikian rupa sebagai baglan dari program sistem keamanan dan stabilitas negara. Jadi tidak hanya mereka yang bergeraklah yang akan menderita akibat pemberłakuan program tersebut, melainkan semua dari kíta yang akan merasakan bagaimana negeri kita Ini akan dengan cepat menjadi sebuah negara militer. Dan untuk memapankan hal tersebut, pemerintah dengan cepat membangun kekuatannya dengan cara menset-up 'keamanan rakyat': sebuah kekuatan massa yang dilatih untuk berurusan dengan masalah domestik dan hal ltu berarti masalah aku dan kamu. Maka Jangan pernah tertipu dengan dongeng-dongeng keamanan rakyat, karena hal inl sama sekali bukan sebuah pertunjukan komedi.

Pemerintah juga telah masuk kedalam sendi-sendi kehidupan pribadi kita. Dari pengerahan intelejen-Intelejen hingga pengambilan data sensus penduduk, hidup kita menjadi sebuah file-file di ruangan arsip kantor-kantor pemerintah yang gelap. Pemerintah kinl juga semakin memanfaatkan tehnologi komputer guna mengoptimalkan kerja-kerja mereka, sehingga seluruh informasi dan data mengenal hidup setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak sekalipun yang tinggal di Indonesia tersedia lengkap.

Dengan menghubungi kantor-kantor badan intelejen dengan mudah data seseorang yang dianggap 'bermasalah' karena menolak untuk tunduk kepada sistem, dapat dilhat secara lengkep dan mendetall. Secara natural, kita selalu dicap sebagai seseorang yang paranold, tetapl memang begltulah apa yang terjadi dalam kantor pemerintahan. Dengan semakin berkəmbangnya dunia komputer, maka semakin berkembang pula permainan kotor memasuki daerah pribadi kita. Kehidupan pribadi tinggal kenangan – kita menjadi bukan slapa-siapa melainkan sebuah angka-angka dalam sebuah permainan lotre yang memuakkan. Angka-angka yang dapat dimasukan dan diarahkan kəmana mereka suka, tetapi selalu Ingat, bahwa angka-angka tersebutpun dapat mereka hapuskan kapan saja mereka mau!

Saal pemerintah memborikan anggaran dana tak terbatas bagi kepentingan millter, anggaran dana yang diperuntukan bagi apa yang disebut sebagai 'kesejahteraan soslal' akan dipotong bahkan bukan tidak mungkin apabila dihapuskan. Kita diharapkan dapat hidup semakin kurang disaat pemerintah mengalokasikan lebih dan semakin lebih dalam pemainan perang-perangannya. Sejak krisis ekonomi berlangsung di Indonesia beberapa tahun ke belakang, semakin banyak orang-orang yang menderita kekurengan gizi hanya karena mereka tidak dapat lagi mencukupi kebutuhan makannya; semakin banyak anak-anak terlantar di jalanan, yang apabila tidak menderita karena kełaparan dan kedinginan atau mereka mati menjadi korban dari kekerasan hidup dì jalanan; mereka dibuat tak mempunyai rumah tinggal karena mereka tidak dapat membayar sewa rumah yang semakin tak terhingga nilainya, dan ketika mereka jatuh sakit, yang dapat dilakukan adalah hanya menunggu saat penyakit tersebut hilang dengan sendirinya ataupun menunggu saat kematiannya karena pemerintah tidak menyediakan tempat pengobatan yang layak dan dapat digunakan oleh semua orang. Sementara Itu pemerintah tetap tak peduli berapapun nalknya angka kemiskinan di Indonesla, mereka terlalu dleibukan oleh perang-perangannya yang menghabiskan dana milyaran ruplah setiap tahunnya, belum lagi dalam membangun sistem komunikasi yang juga hanya demi kepentingan akumulasi modal para kapital, seperti dikatakan oleh Karl Marx dalam buku Das Kapitalnya dan blah blah
blah blah... halo halo... ehm, masih ada yang mau meneruskan membaca?

Penduduk Indonesia masih terus membayar pajak bagi pemerintah sehingga pemerintah masih bisa terus mensuplai angkatan perangnya ke daerah Atjeh dan bertahan dalam pendudukannya. Seandainya saja setengah saja dari anggaran dana untuk militer digunakan untuk kepentingan soslal seperti pembangunan rumah-rumah murah dan pembangunan sarana sosial, maka kekuatan tentara pendudukan dí Atjeh akan hancur, səhingga setidaknya sedikit solusi akan munoul. Tapi tentu saja pemerintah tidak ingin solusi seperti itu, pemerintah harus mencarl jalan dimana mereka akan dapat terus menikmati keuntungan dari hasil pengeksploitasian massa dan alam tanpa adanya oposisi dari faksi-faksi musuh. Tentara di Atjeh bukanlah pasukan penjaga perdamaian walaupun pemerintah menyebutnya sebagai apapun, mereka adalah tentara pendudukan. Dan semua orang disana, tak peduli ltu lslam atau bukan, lahir di Atjeh atau bukan, mengalami penderitaan. Seperti juga apa yang terjadi di Papua Barat, pemerintah Indonesialah yang menciptakan problem kesukuan' disaat puluhan tahun yang lalu mereka menginvasi Papua Barat dengan alasan yang benar-benar sama dengan alasan Portugis dan Belanda dulu menginvasi Indonesia, yaitu mengekeploitasi kekayaan alam disana. Selama kekayaan alam disana masih terus dapat menghasilkan profit bagi pemerintah Indonesia dan para kapital disana, maka selama itu pula 'problem kesukuan' akan terus eksis.

Di Maluku, anak-anak muda yang hanya berbeda oleh pemisahan daerah yang tak terlalu jauh yang mungkin memisahkan tempat lahir mereka dan keluarga yang membesarkan mereka, saling membunuh dalam atmosfir yang bemuansakan kebancian. Apa sebenarnya yang mereka ketahui mengenai kebencian tersebut? Mereka tidak mengetahui apapun, tetapi

mereka diberi tahu oleh para pemuka agamanya masing-masing, yang tak pedul apapun pada kematian anak-anak muda tersebut kecuali tentang apa yang akan mereka dapatkan darl adanya konflik agama tersebut. Buku-bukú agama menggembar-gemborkan perang agama tetapl dimana diri mereka, para penulis buku tersebut saat perang agama yang mereka gembar-gemborkan berlangsung? Apakah mereka ada dì tempat kejadian? Kapan kita akan belajar?

Saat artikeł ini ditulis, konflik agama masih terue berlangsung di Maluku bahkan semakin menyebar ke daerah Poso dan sekitarnya, mengilustrasikan kepada kita bagaimana para penguasa semakin berkutat dengan kegilaan mereka. Bagaimana mungkin dua sgama yang keduanya mengajarkan saling kasih mengasihi diantara sesama manusia, dapat seakan menjadi doktrín yang membenarkan segala tindak penyembelihan, penembakan, pembunuhan, pembantaian dan pembakaran diantara sesama kaum muda demi arogansł mereka yang ada dibalik itu semua?

Puluhan tahun lalu, tentara Indonesla menginvasi Papua karena sumber kekayaan alamnya yang dapat dimanfaatkan demi kepentingan para kapital. Perebutannya dengan pemerintah Betandá akhirnya dimenangkan oleh pihak Indonesia, dan dicantumkanlah nama Irian Jaya dalam peta provinsi Indonesla. Ya. Irian yang berarti 'Ikut Republik Indonesia Anti Netherland'. Dekade tahun 70an, perusahaan multinasional Amerika, Freeport MoMoran menawarkan kerjasama dengan para kapital di Indonesia untuk bekerja sama mengeksplotasi kekayaan di alam Papua, beberapa tahun kemudlan disusul dengan masuknya perusahaan-perusahaan lain yang turut serta dalam pengeksplotasian alam disana. Penduduk asli deerah Papua dirubah sedemikian rupa tata cara hidupnya sehingga mereka semakin tergantung kepada modernisasi yang tidak menawarkan apa-apa kepada mereka selain budaya kompetisi.

"Aktivitas suku Masita Lembah yang tinggal di kawasan Lembah Juk, Kecamatan Kaureh, Jayapura, misalnya. Suku íni hidup berkeliling di daerah itu selama puluhan tahun dalam area perburuan seluas 10.000 - 20.000 hetar. Hidup tradisional antara alam dengan suku Masita menghasilkan ketenangan dan ketentraman.

Kemudian pembangunan mulal merambah tanah suku Masita. jin HPH mulai diberikan. Kehidupan damai dan tentram suku mulei terusik PT YLS dari Korea memanfaatkan HPH seluas 367.000 hektar hutan. HPH PT Rifi sebesar 197.00 hektar. Sebuah perkebunen kelapa sawit seluas 50.000 hektar sudah dibentuk di daerah Lembah Juk areal perburuan suku Masita Lembah yang otomatis menghabiskan lahan hidup mereka. Pembangunan inl memutuskan rantal kehidupan suku Masita Lembah dengan hutan, binatang, dan tanaman asi yang mereka gunakan sebagaí bahan pembuat obat.

Untuk menghindari konflik dengan penduduk di tempat tersebut, dan demi keamanan property mereka, maka para pemilik modal dari perkebunan tersebut menawarkan kerjasama. Banyak warga suku Masita Lembah yang kehilangan tempat hidupnya, dipekerjakan sebagal buruh kelapa sawit dan buruh di perusahaan kayu di tempat dimana mereka dulu sering berburu untuk bertahan hidup. Meskipun banyak darí suku Masita bekerja di perkebunan tersebut, mereka selalu bertanya untuk siapa mereka bekerja dan untuk kepentingan apa tanah mereka dijadikan kebun kelapa sawit.

Salah seorang suku Masita pemah bertanya kepada reporter, "Untuk apa kebun kelapa sawit ini?" Reporter berkata, "Untuk dibuat minyak goreng." Suku Masita tersebut berkata lagi, "Untuk apa saya setiap hari melihat kelapa sawit tapi untuk membeli Bimoli 250 mililiter saja saya herus bayar Rp. 7.000?"

Maka suku tersebut beramal-ramai menolak membeli Bimoli dan menanam sendiri pohon kelapa untuk digunakan beramai-ramai diantara mereka sendiri." 'Ketika Hutan Irian Jaya Berubah Fungsi, Berita Dunia Ketiga, Edisi 51/Desember 1998.

Dalam beberapa laporan lain disebutkan bahwa kondisl yang terjadi disana makin tidak menentu. Seringkali terjadi konflik antar suku dikarenakan semua suku mulai kehilangan lahan berburu akibat pembangunan semu tersebut sehingga mereka mengharapkan kerja di pabrik-pabrīk, pertambangan dan perkebünan. Sementara jumlah buruh yang dibutuhkan dibuat sedemikian sedikit, agar para kapital dapat memperłakukan buruhnya seenaknya dengan membayamya dengan upah minimum, seperti contohnya apabila ada buruh yang menuntut kenaikan upah atau perbaikan taraf kerja, maka masih akan banyak barisan pengangguran yang siap menggantikan posisi kerja mereka. Maka yang terjadi adatah kondisi atmosfir persaingan diantara mereka sendiri. Yang akibatnya adalah mulal menghitangnya budaya saling bantu diantara mereka, tergantikan oleh suasana saling menjatuhkan. Para anggota suku asli tersebut saling berbenturan, tapi apakah pemah para pemilk perusahaan Itu ambil pusing selama konflik yang terjadi tidak merusak property mereka?

Pemerintah dengan dalih pembangunannya telah merusak cara hidup masyarakat adat di Papua yang awalnya hidup tentram. Lalu siapa yang mendapatkan keuntungan dari hasil pembangunan tersebut? Pemerintah tak akan peduli pada apapun yang terjadi pøda

pondedjuk disana-profit dan kekayaan alam adalah satu-satunya yang mereka pedulikan, kemakmuran dan kekuasaan yang dapat mereka eksploitasi dan apabila ternyata ratusan jlwa harus mati demi kemakmuran dan kejayaan mereka-peduli setan! Seat rakyat Papua menuntuț kemball tanah mereka, tentu saja pemerintah tidak akan meleapskannya dengan suka rela. Nasionalistik dan patriotisme Indonesla dijejalkan ke benak generasi muda Indonesia lainnya untuk menutupi kepentingen pemerintaħ dengan menglrimkan tentaranya ke Papua Barat bertempur mempertahankan daerah, dan msmbunuh sorta melakukan apapun untuk menghablsi rakyat Papua yang mereka lihat sebagai 'musuh negara'.

Dibawah perintah rezim Gus Dur-Megawati, dibicarakan 'solusi damal' membahas mengenai persoalan Papua Barat, tetapi diseal yang bersamean dilakukan pemnbantalan besar kepada rakyat Papua yang berdemonstrasi dengan damal dan menglbarkon bendera kemordekean məreka -- Bintang Kejora. Juga berbicara bahwa Indonesia harus dijaga dari perpecahan, walau apápun alasannya. Ya. Apapun alasannya walaupun rakyat Papua harus menderita hidup di bawah modernisasi eemu bernáma 'pembangunan'. Semua pemerintah sama saja, mereka adalah para pembohong dan penipu. Sampai kapan lagi anak-anak muda harus mati demi kerakusan pemerintah? Harus berapa lama lagi laki-laki harus pergi borperang demi menghidupi diri dan keluarganya? Harus berapa lama lagi perempuan mengekspoitasi diri mereka untuk mendukung fantasl psiko-seksual tentang perang? Ledakan besar, persetubuhan besar.. cukup! Cukup adalah oukup. Kita harus belajar untuk berkata, "Cukup!"

"Ya Basta! (Enough Is enough!)" Slogan perjuangan Zapalista.

Meletui penarikan pajak diantara kita, pemerintah membiayai penindasannya terhadap kita semua. Atjeh dan Papua adalah ajang latihan perang bagl tentara pemerintah yang mereka yakini pada suatu saat ada kemungkinan terjadi di berbagai deerah di Indonesia. Jurang pemisah antara mereka yang bisa membayar dan mereke yang tidak, dan semakin sulitnya merciapstkan lahen pekerjaan, meningkatnya kobosanan dan ketiada artian ketika mereka berhasil emndapatkan pekerjaan, meka keseluruhan kualitae hidup menjadi sia-sia dan alasan-alasan untuk mendukung mereka yang ebrtanggung jawab terhadap hal tersebut menjadi tak berarti lagi. Selama mereka yang ada di kursi kekuasaan dapat mengkomandoi loyalitas publik yang mereka anggap sebagai budak, mereka akan terus menggunakan massa untuk menyalahkan massa --maka mereka yang kaya akan semakin kaya dan massa akan berperang diantara sesama mereka sendiri.

Pərkotaan, dimana mayoritas populasi bekerja -setidaknya tinggal– semakin menjadi sebuah lautan kelabu dimana karbon monoxida meracuni udara; dimana dikarenakan pengkomoditan perumahan, rumah adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin untuk bisa didapatkan bagi merəka yang tidak mempunyai uang banyak; dimana jałanan bukan lagi tempat dimana kita dapat mencari teman dan berhubungan dengan masyarakat, melainkan jalanan adalah sebuah tempat berbahaya dirnana banyak sekali musuh -atau penjahat'-- berkeliaran dan mengincar diri kita; dimana orang-orang menjadi terlalu takut untuk saling berhubungan dengan saling bertatap mata; dimana orang-orang hanya akan berhenti saat mereka melihat poster-poster penuh warna atau jendela toko-toko dan outet seduktif mendorong mereka untuk merogoh dompetnya. Mereka telah diperalat, beli produk ini, beli produk itu. Advertising dan dunia model, gadis-gadis muda dipertontonkan seksualltasnya demi memanipulasi massa, konsumsi ini, konsumsl itu. Parasit menjadi sebuah simbol kemakmuran, parasit itu sendiri telah menjadi publik, səperti ular yang telah menggigit ekornya sendiri. Iklan-Iklan mewah menjadi tak berarti lagi, mereka ada di benak kita semua. Siapa yang dapat mengkonsumsi sampah tersebut? Tetapi semua tetap sama, mereka yang mampu akan membelinya dan yang tak mampu dipersilahkan terus bermimpl. Beli iní. Beli itu. Konsumsi Ini. Konsumsi itu. Segala level dari poster tersebut memperlihatkan impotensi diri kita, membuat diri kita merasa tak pemah cukup. Kamu bukan seorang laki-laki sejati kecual.. kamu bukan seorang perempuan sejati kecual.. kecuali... Kecuali apa? Kecuali para lelakl dapat berlayar berlibur ke pulau implan bersama Sarah Azhari?.. Šarah Azharl? Ide bags... mungkin ide bagus, tapi slapa yang bisa membiayal liburan ke pulau impian dengan menyewa perahu layar pribadi? Siapa yang depat mengadaptasikan norma standar dari seksualitas dimana para model didisplay sangat sensual? Apakah milikku cukup besar? Siapa yang bisa membayarkan minuman, atau setidaknya yang telah menjadi gaya hidup remaja perkotaan? Tetapi semúa sama saja, mereka yang mampu akan membelinya dan merasa dirinya lebih, dan mereka yang tak mampu akan menjadi marah. Belini. Bali itu. Maka kita dipaka untuk menerima apapun yang slstem katakan kepada kita, dan bagaimana kita harus beraspirasi. Kita dijejali pemikiran bahwa agar kita dapat 'dlterima' kita harus dapat menyesuaikan diri sesual dengan stereotipikal sosial. Dan disaat yang sama, sistem menciptakan stereotipikal-stereotipikal yang tahu dengan persis bahwa hanya sedikit orang yang akan mampu menjadi stereotipikal tersebut. Media membantu penciptaan stereotipikal tersebut dan mempromosikan rekruitmen standar, dari video game hingga liburan ke Australia, bahwa hanya yang berada di taraf makmurlah yang akan dapał memenuhi hal tersebut, sementara mereka yang tidak mampu atau tak mau hal tersebut silahkan tinggal dalam atienasi sosial. Semua tetap sama saja, mereka yang mampu akan membelinya dan mempertontonkannya, sementara yang lictak mampu akan meledak menjadi kebencian dan nafsu membalas dendam, menghancurkan jendela-jendela toko dan

merampas apapun dari orang-orang yang dianggap memanipulasi mereka, mereka akan merampas yang juga bukan kebutuhan mereka, mereka akan merampas apapun yang Juga selama inl ditawarkan oleh media. Tak ada bedanya. Mereka bukan merampas kembali hak mereka, tetapi mereka hanya merampas selayaknya orang-orang yang mampu membeli dan mengkonsumsi. Tak ade bedenya. Beli inl. Beli itu. Rampas ini. Rampas itu. Tak ada bedanya.

Jekarta rusuh pada tahun 1998. Pusat-pusat pertokoan dibakar, rumah-rumah orang-orang kaya dirampas dan terjadí penjarahan beser- besaran, sistem bukannya makin tersudutkan, tetapi sistem makin kuat dan ketat. Polisi makin mendapat kesempatan untuk memukuli massa, tentara yang teriatih di medan perang Timor Leste menunggu di kegelapan dan dlantara bayang-bayang gedung tinggi. Pemerintah, mereka yeng duduk di kursi kekuasaan tetap tidak bergeming. Pemerintah akan tetap kuat. Mengganti pemerintah dengan pemerintah lain adalah bukan sebuah solusi.

Abad konsumerisme, lahir setelah petaka horor Perang Duni II, telah gagal untuk mematerialkan mimpi massa dan memenuhi jani- janjlrya. Tak peduli apakah itu BMW terbaru ataukah sebuah telefon genggam Erricson model terbaru berhasil membebaskan manusia dari ketertindasannya. Setidaknya, produk-produk tersebut hanya melengkapi hidup manusla, tidak membebaskan, tetapl menyudutkan manusia ke jurang konsumerisme tingkat tinggi. Mobil tidak dilihat sebagal alat transportasi, telefon selular tidak dianggsp sebagai alat komunßkasi. Semua dilihat sebagai produk dan merek serta gengsi. Dalam kasus lain, bahwa apabila memang hal itu yang diinginkan, maka hanya sedikit mereka yang mampu mendapatkannya. Penguasa telah kehllangan kekuatan bargainnya, mereka tidak lagi memiliki sesuatu untuk ditawarkan dengan meminta pengorbanan kita sebagai gantinya, maka mereka tidak lagi meminta kita, mereka kini memberi tahukan kepada kita. Mereka memberi tahukan kepada kita untuk bekerja agar kita dapat mendpatkan produk yang tidak mampu kita bell, agar mereka dapat terus menjalankan sistem mereke yang tanpa kita dan uang kita yang mereka ambil, mereka tak akan berjalan sempurna. Sementara sistem semakin menyadari kegagalannya, maka sistem memperkuat batas-batas yeng eksis diantara 'mereka' dan 'kita' dengan potensi mereka yang dapat memerintah kita, semua yang dapat diperintah oleh pemerintah hanyalah kita, jadi siapakah 'mereka' itu?

Kita talah sampai pada titik balik.

Pemorintah tak akan eksis tanpa nilai dan dukungan yang kita berikan. Selama kita, massa, orang-orang, rakyat, tunduk kepada pəmerintah maka selama itu pula pemerintah beserta seluruh sistemnya akan eksis. Disaat kita menerima hidup kita sebagai robot tanpa otak dalam dunia yang berputar mendekati kehaņcurannya, dimana keamanan merupakan jaminan sosłal yang mahal, dimana di jalanan akan dipatrolikan tank-tank dan di udara dipatrolikan helikopter-helikopter, dimana orang-orang tak lagl berani mengamukakan pendapat dan perasaannya dan merasa takut sehingga mereka memilih hanya terus menjadi pendengar yang pasif, dimana cinta tinggal sebuah kenangan, kedamaian menjadi sekedar sebuah impian dan kebebasan sama sekali tidak eksis-ataukah kita memilih untuk menuntut hak-hak kita, menolak untuk menajdi baglan dari sistem ini, menolak mereka para pemerintah beserta keputusan-keputusannya dan menamukan serta membuktikan bahwa sistem ini adalah kebohongan terbesar darl sekelompok kecil kelas borjuis yang sebenarmnya sama sekali tak memiliki kekuatan apapun tanpa dukungan klta. Kita semua memiliki kekuatan, tepi apakah kita memiliki keberanian?

Kita harus belajar untuk hidup dengan ketakutan kita, ketidak mampuan kita, dan menolak superioritas mereka. Kita harus belajar untuk hidup dengan rasa cínta kita, nafsu dan gairah kita, serta menolak seksualitas yang mereka tawarkan. Kita harus belajar untuk hidup dengan kepedulian kita, keterlibatan kita, sosialitas kita sendiri dan menolak definisł hal-hal tersebut yang dipromosikan oleh mereka. Kta harus belajar untuk hidup dengan moralitas kita, nilal-nilal kita, standar kita dan menolak yang mereka katakan. Kita harus belajer untuk hidup dengan prinsłp-prinsip kita, filosofi klta dan menolak milik mereka.

Dan diatas semua hal tersebut, kita harus belajar untuk hldup dengan kekuatan kita sendiri dan belajar menggunakannya untuk meławan mereka, seperti Juga mereka menggunakannya untuk melawan kita. Adalah kekuatan kita yang mereka gunakan melawan kita sepanjang sejarah untuk memapankan kemakmuran moreka dan posisl mereka. Ini semua tergantung pada diriku sendirí, aku, sendiri, dan juga pada dirimu, kamu, sendir, untuk menggigit tangan mereka yang telah melukai diri kita semua.

Tek aken ada masa depan selain masa depan kita sendiri karena tak ada pemerintah selain diri kita sendiri. Dirimu dan diriku. Yang mencintai planet ini adalah mereka yang berhak untuk mendepatkannya kombali. Sudah waktunya untuk mengkalim kembali apa-apa yang sebenamya adalah milik kita.

Selama sejarah perkembangan subkultur punk dan hardcore di Indonesia, telah terbentuk organisasi-organlsasl kebebasan yang melakukan perlawanan dan pombentukan kolektif-kolektif. Beberapa diantara kita telah terlibat aktif maupun pasif didalamnya atau eekedar berjalan bersama dalam demonstrasi-demonstrasi mereka, keglatan-keglatan mereka, dan beberapa telah mendapati dirinya terpuruk dslam keputus aenan saat segalanya digerogoti oleh kepentingan-kepentingan kerakusan polltik yang sama sekeli tak ada

hubungannya dəngan kepentingan kita sendiri. Sanget menyedihkan juga saat melihat bagaimana punk tampil hanya sekedar untuk semąkin memperparah kondisi konsumerisme yang melanda dunia secara global sementara disaat yang sama juge berteriak menigenai kebebasan.

Kita telah mencoba dân masih terus mencoba dan berusaha untuk memberikan warna-warna baru pada dunia yang kelabu ini, dengan berbagai rasa cinta. Sangatlah aneh apabila kita semua melihat bagaimana dulu kita tidak lebih darí sekedar orang-orang yang kebingungan dengan apa yang tengah berlangsung saat ini di dunla. Memanasnya suhu politik dan gerakan-gerakan massa di Indonesia ternyata telah membantu diri kita semua untuk semakin menyadari apa sebenamnya yang sedang terjadi dan apa yang harus kita lakukan saat ini. Kegagalan-kegagalan beberapa organisasi gerakan juga telah mengajarkan kepada kita untuk tidak sekedar 'duduk dan memblarkan segalanya terjadi'. Dalam bagian kita, kegagalan tersebut bukan sesuatu yang harus disesall, karena justru itulah tanggung jawab kita untuk melakukan apapun yang dapat kila lakukan. Segalanya masih belum cukup.

Keinginan untuk kebebasan haruslah dipersatukan dengan gairah untuk melakukan sesuatu, yang tidak sekedar melawan pemerintah, tetapl juga merepresentasikan bagalmana kita melakukan sesuatu yang berlawanan dengan tata cara hidup yang diajarkan oleh sistem tersebut.

Tahun 1976, Sex Pistols merilis singel 'Anarchy In The U.K.' dan festival film internasional di Jakarta pada bulan November lalu, Jifest, mempertontonkan sebuah film dari Sex Pistols, Filth And Fury'. Mungkin bagi panitia Jifest tersebut, mereka tidak bemaksud mempertontonkan sebuah pemberontakan, tetapi bagiku itu adalah sebuah teriakan perang kebali. Saat Rotten bertsriak mengenai ketladaan masa depan, aku melihatnya sebagal sebuah tantangan bagi kreativitasku dan kemampuanku

  • aku yakin, akan ada masa depan bagi kita semua apabila memang kita semua dapat bekerja sama merealsasikannya, memateriełkan mimpi kita. ini eđalah dunia kita, ini adalah milik kita dan kini telah terampas dari kita. Kita harus bersiąp untuk mengambilnya kembałi hanye mungkin kali ini mereke tidak akan menyebut dirl kita sebagal 'punk' walaupun semangatnya masih tetap sama, entah apa yang akan mereka sebutkan kepada kita. Labeł tidak penting, karena ada semangat yang selalu lebih penting.

RONAN PRESS B 7SB BANGGOL LIMAU 21200 KUALA TERENGGANU TERENGGANU MALAYSIA