INILAH SELURUH SISA HIDUPKU (Kesinambungan daripada Kegagalan Punk) Oleh Pam
HERE'S THE REST OF YOUR LIFE
Why settle for what we're shown When there it so much more? Sometimes the Book of Law Is only half the story Means and ends: Deciding where to draw the line Loss of work in Sellafield homes Or the threat of cancers yet to come? The choice is obvious: There is no choice Only the optlon of looking outside This narrow definition of "What you see is all there will ever be" There comes a time -that time is now- When every second, every day When every action, every thought Will tell the world how you cast your vote
They break our legs And we say "Thank you" when they offer us crutches
Tired of mild reform Sick of hand-me-downs We topple all the theories to the ground: All reai change Must come from below Our bosses must live in fear Of the factory floor And when they smile And they ask for my support, I'll give them these words And a bloody nose: You don't help your enemy When you're at war There are moments in all of our lives Tiny sporks still deep inside When a new-bom baby cries When you're watching clouds in a summer sky The first time you walked out on strike Love and sex and holding tight Things that can't be bought By promises and votes I hate the things I love being criminalised I hate the straight-jacket schools I grew up in I hate MPs, judges and magistrates I hate being taught to base my life on TV stars I hate being kept waiting by bureauocrats I hate wars, and all the people who love them I hate the idea of living on other people's backs
I hate being filed, registered and classified I hate being watched and monitored I hate police I hate the way you talk down to me I hate being told what to do I hate you when you don't listen I hate the way you distort my sexuality with pomography I hate the pain we inflict on each other, On animals, and on the earth, And I hate how love songs have become cliches through endless, shallow repetition Each angry word Every cynical put-down Every song in carefully bom From a hope of something better to come All jumbled-up Love and hate and love Each prompted by the other: For the cause of peace we have to go to war Refusing to sleep Whilst there's a world to win Yet happy to dream Dreams make the plans to change this world Not just some future heaven But today and every day In our place of work In the queue for the metrobus Organisel Here's the rest of our lives! ...A tiny spark still deep inside We can and will run the foctories and milfs We can and will educate ourselves We can and will work the fields We can and will police ourselves We can and will create and build Organisel Here's the rest of our lives!
Lirik lagu diatas diambil dari sebuah band anarkis, Chumbawamba, dalam album 'Nevermind The Ballot'. Ya, aku menyukai bend tersebut walaupun begitu banyak pula yang mengatakan bahwa band tersebut bukanlah band punk. Bagiku tak masalah saat aku mellhat apakah sebuah band edalah band punk atau bukan, tetepi yang pasti... bagiku Chumbawamba adalah band punk dengen melihat darimana mereka tumbuh, dengan slapa mereka berkembang dan apa serta bagaimana band tersebut dalam kesehariannya. Belum lama ini, aku juga mendapatkan kaset terbaru Chumbewamba yang ada di tokotoko kaset biasa. Ya. Mereka sudah berangkat ke mayor label sejak pemunculan album mereka Tubthumping'. Tapi memangnya kenapa? Aku tidak ada masalah dengan hal itu sejak aku mempelajari mengenai taktik-taktik perlawanan dewasa ini. Masuk kedalam jaringan mayor label, membuat musik yang dapat dinikmati oleh banyak kalangan, ataupun berpenampllan seperti layaknya orang-oreng biesa, itu adalah sah-sah saja bagi budaya punk itu sendiri dilihat dengan kacamataku pribadi. Ah, tapi berbicara mengenai punk? Apa itu maslh relevan saat ini disaat punk dalam komunitas lokal sudah tak bertaring lagi?
"Il became necessary to destroy the town to save it."
Pemikiran logis dari seorang militer di abad ke-20
Indonesia akhir abad ke-20 adalah merupakan sebuah era beru bagi banyak orang. Tak peduli siapa yang mengambil keuntungan dari hal ini sejak kerusuhan ataupun tergulingnya rezim Suharto yang kemudian berganti rupa setelah Pemilu dengan rezim Gus Dur - Megawati, yang pesti kerusuhan-kerusuhen dan kekacauan yang terjadl telah meninggalkan luka yang dalam begi rakyat Indonesia sendiri. Hal tereebut menciptakan kekosongan yang mengerikan dan dalam kekosongan tersebut tumbuh sebuah rasa keputus asaan diantara rakyat Indonesia sendiri, sebuah ketakutan bahwa masyarakat tidak belajar sesuatu dari pelajaran tragis tentang kerusuhen, perkosaan, dalam kasus beberapa kota di Indonesia, ataupun perang saudara yang mengerikan di Sambas, Ambon, Timor Leste dan berbagai tempat lainnya. Tampak bahwa mereka-yang duduk di kursi kekuesaan telah menset-up planet Ini dalam sebuah kehancuran total. Belum ditambah dengan masalah Internasional, tenteng bagaimana di negara-negara dunia ketiga angka kemiskinan semakin bertambah tinggi sementara negara dunla pertama hanya terlihat peduli peda negeranya sendiri. Dalam kengerian akan datangnya dunia baru ini, orang-orang beralih kepada cara-cara yang absurd untuk meredakan ketakutan mereka.
Untuk mengabaikan masalah, adalah hal terbodoh dalam hidup manusia. Tetapi berlaku masa bodoh adalah kunci utama sebagai Individual untuk menguburkan diri mereka dalam lautan konsumerisme tanpa otak. Abad konsumtif sudah lahir. Bila kamu tidak menemukan ketenangan dalam hatimu, maka mungkin dengan mengumpulkan banyak uang dan bekerja keras di kantor ateu pebrik akan membuatmu merasa lebih tenang. Bila hidup sudah kehilangan arti, maka membeli pakaian yang menjadi mode terbaru akan membuat hidup lebih baik. Kepemilikan, ini adalah millkku, itu milikku, semua milikku, perkuat keamanan dan kau tak akan dapat memiliki apa yang kumiliki. Beli, beli, bell. Penuhl hasratmu. Perketat keamanan. Dunia TV ada di hadepan kita semua, dan apa yang sebenarnya nyata? Inlkah? Itukah? Tak peduli apa yang nyata dan yang tidak, dunia virtual telah menjebak diri kita semua dalam kesemuan hidup yang tak berotak. Beli inl, beli itu. Slapa yang dapat mengatakan apa yang telah cukup bagi diri kita semua? Sebuah layar palsu telah menutupl fakta nyata bahwa hidup kita semua ini ada dibawah neungan korporasi-korporasi yang tidak memikirkan epa-epa selain profit bagi mereka sendirl.
Disaat yang sama, pemerintah membuat bisnie-bisnis internasional leluasa untuk berkembang disini, di negara-negara dunia ketiga yang terlibat penuh hutang dan semakin terperosok dengan hutang-hutang tersebut. Mudah mendapatken apapun yang kita butuhkan, begitu kita selalu diberitahukan oleh berbagai media. Dan tidak hanya kita, melainkan seluruh populasi dimanepun di dunia ini, dibutaken oleh konsumerisme dan sampah-sampah media, dibuat senang dan bahagia untuk menerima berbagal kebohongan dan kepalsuan. Selame seseorang merasa senang, maka tak ada seorangpun yang akan mempertanyakan mereka yang duduk di kursi kekuesaan yang dengan nikmatnya bermain-main dengan uang yang semakin tertimbun dalam saku mereka
Apabila mayoritas massa selalu merasa bahagla dengan apa-epa yang membutaken mereka saat ini dan mengikuti saja kemana angin dari penguasa dihembuskan, maka juga akan selalu ada mereka yang tetap berdiri tegak melawan itu semua. Dan apebila akhir abed ini, Indonesia seakan dihadapkan akan kelahiran era konsumerisme, hal tereebut juga menghasilkan dua fenomena, yaitu fenomena perlawanan dan fenomena rock'n'roll. Keduanya merupakan sebuah reaksi melawan sebuah dunia yang didominasi oleh korporasi den korupsl para penguesa. Keduanya menolak kekosongan dan kepalsuan konsumerisme dan keduanya merepresentasikan sebuah revolusi melawan nilai-nilal 'normal dalam tatanan masyarakat saat ini.
Gerakan perlewanan massa yang seakan dipicu oleh perlewanan-perlewanan kecil yang dimotori oleh PRD yang pada awel dekade lalu masih berada dalam posisi 'underground'. Perolkan api perlewanan yang semakin lama semakin membesar dikobarkan oleh gerakan mahasiswa dan mengakibatkan munculnya gerakan mesive dari messa yang pada tahun 1998 berhasil menumbangkan tiran Suherto dari kursi kepresidenan. Ribuan messa di berbagai kota yang membanjiri jalanan agar suara mereka depat didengar, sermua seekan semakin marak pada akhir dekade yang juga merupakan akhir dari abad lalu.
Sebuah suara yang keras masih dapat terdengar di jalan-jalan kota-kota indonesia pada saat ini melalui berbagai pengeras suara dalam berbagai aksi protes dan demonstrasi. Suara ini juga diimbangi dengan suara-suara vulgar dari dunia rock'n'roll yang semakin membanjiri tiap kota di Indonesia dengan berbagai rekaman dan panggung-panggung pertunjukannya. Saat gerakan perlawanan yang didominasi mahasiswa didominasi oleh mereka yang berasal dari kelas menengah, musik rock tidak melihat edanya perbedean kelas walaupun dalam kenyataennya watak-watak deri berbagal kelas yang ada tetaplah eksis.
Dengan sedih, seiring dengan telah tergulingnya rezim Suharto dan kemunculan era rezim baru Gus Dur - Megawati, gerakan perlewanan dari mahasiswa mulai mendapati dirinya semakin mandul dan Impoten. Teriakan protes mereka semakin tersamarkan oleh suara-suara yang memoderasi semua bentuk perlawanan messa. Tujuan-tujuan dari gerakan mahasiswa menjadi semakin digunakan oleh berbagal kepentingan para oportunis dan partai-partal yang masih menutup-tutupi diri mereka, sehingga gerakan mahasiswa semakin dilanda ketakutan akan pengambilan keuntungan dari tiap gerakan mereka. Hal ini membuat gerakan mahesiswa jadi penuh dengan kecurigaan dan ketakutan yang semakin lama semakin tak beralasan dan berakibat dengan saling memusuhi dari tiap gerakan organisasi mahasiswa yang ada. Kemenangan rezim Gus Dur - Megawati dalam Pemilu adalah merupakan sebuah deringan baru di kursi pemerintahan. Tahun 1998 saat mereka belum menjabat sobagai penguesa negara, mereka menjanjikan sebuah kondisi yang lebih baik di Indonesia, baik itu perekonomian maupun kondisi sosial masyarakat. Begitu selesal Pemilu dan beberapa saat mereka berjalan, maka mereka mulai menelurkan berbagai 'kebijakan' seperti memotong subsidi-subsidi pokok rakyat seperti BBM, listrik serta pendidikan dan kesehatan, sehingga blaya untuk mendapatkan semua itu oleh rakyat semakin tinggl harganya. Kemunefikan telah mendapatkan kemenangan mereka:
Gus Dur yang saat dulu selalu dlelu-elukan massa karena merupakan pemimpin yang cemerlang dari salah satu partal yang tampak' relijius yang kini menjadi presiden Indonesia, saat ditanyakan mengenai masalah pemotongan subeidi tersebut malah menjawabnya dengan tenang, "Rakyat harus siap menghedapi kenaikan harga-hargal", dan disaat yang sema dia mengusulkan agar negera menyediakan pesawat terbang pribadi bagi presiden.
Munoulnya kesadaran-kesadaran baru bahwa slapapun pemerintah di negara Indonesia tidak akan bisa mengubah situesi soslal menjadi lebih balk, membuat gerakan-geraken yang berbasiskan tiep kota-kota di Indonesia balk kota besar maupun kocil, untuk kenudlan melakukan lagi gerakan perlawanannya dan kali ini gerakan perlawanan tersebut bukan hanya didominasi oleh para mahasiswa, melalnkan oleh berbagai masyarakat dari berbagai sektor. Orasi-orasi di depan gedunggedung DPRD tiap daerah ditujukan langeung kepada para penguasa. Tetapi masih Juga, para demonstran tersebut mengharapkan untuk meruntuhkan kekuasaan yang ada sekarang dan hanya mencari bentuk pemerintah baru yang dapat membuat hidup mereka lebih baik. Kaum kiri merasa mendapat angin segar dalam melihat adanya kecenderungan massa yang menyatakan ketidak sukaannya kepada pemerintah sekarang ini, agitator-agitator kiri tersebut dengan senang hati berbagi kepedihan dengan para massa yang marah di depan gedung-gedung DPRD. Mereka kini menjanjikan untuk benarbenar memperjuangkan kepentingan massa apabila mereka dapat duduk di kursi kekuasaan negara; apakah ini adalah program partal untuk depat memenangkan Pemilu bila lalu diadakan Pemilu pada masa yang akan datang? Puluhan pertai poiitk berlomba-lomba memberikan janji manis kepada massa untuk meningkatkan taraf perekonomlan di Indonesia yang selalu saja mereka lalu menenggelamkan kekuatan-kekuatan demokrasi yang sesungguhnya di berbagai sungai dengan tonpa meninggaikan jejak apabila partal-partal tersebut memegang tampuk kekuasaan negara. Menaikkan taraf ekonomi rakyat dan lsu-isu yang lebih luas seperti meningkatkan kesejahteraan dan mendahulukan perdamalan sejati seharusnya tidek menjadi sebuah drama opera-sabun polltik dimana mereka yang haus akan kekuasaan dapat memainkan peran mereka semau mereka sendirl
Tampak menyedihkan seat disini masih banyak orang-orang, dari Partal Sosialls Indonesia, PSI, yang mesih 'underground" hingga para pengurus PRD yang bukannya berkontribusi dengan sesuatu yang konstruktif, melainkan malahan mengeksploitasi demonstrasi organisasi-organisasi independen dengan menggunakan nama mereka untuk meraih populeritas demi menggolkan propaganda dan isu politik mereka sendiri.
Selama march demonstrasi PRD di Bandung pada pertengahan tahun 2000, ribuan leaflet disebarkan di jalanan dengan moneriakkan isu untuk pembubaran Golkar dan diadilinya mantan rezim, Suharto. Di permukaan leaflet tertulls tidak beda dengan berbagal selebaran naif lainnya yang membuat massa berpikir bahwa satu-satunya Jalan lain adalah mengganti pemerintahan yang ada, bukannya memperkuat diri mereka sendiri. Tetapi di akhir leaflet tersebut tertulis nama Utopian. Utopian adalah organisasi anti-hirarkis dari anarkis-anarkis muda yang didominasi oleh pemuda-pemuda dari subkultur bentukan dari rock'n'roil.
Tidak. Leafiet tersebut tidak diproduksi oleh Utopian, ataupun mengekspresikan pandangan den keyakinan yang kami pegang. Mereka, pera pengurus PRD yang entah siepa, telah meletakkan nama tersebut demi kepentingan mereka pribadi. Kaml telah digunakan untuk memenangkan lsu-lsu politik mereka sendil, padahal program dan visi kaml berbeda. Inl juga tidak berbeda dengan kondisi di Jakarta, dimana organisasi AFRA digunakan untuk memenangkan Isu-lsu politik oleh beberapa pihak, dan ajakan untuk mengelabui mereka adalah dengan mengibarkan bendera anarki, menggunakan kata anarki, tapi disaat yang sama berusaha menggolkan isu-isu yang sama sekal tidak berkaitan dengan konteks anarkis yang mengutamakan terbentuknya sebuah tatanan masyarakat yang tidak memerlukan pemimpin dan pemerintah.
Untuk menjelaskannya lebih jeuh, dapat dilihat dari kata-kata yang tertera dalam leaflet yang didistribusikan oleh organisasi Utoplan, "Jangan pemah percaya elit politik! Kekuatan ada pada dirimu sendiri, bukan pada pemerintah dan para elitnya!" Hal ini merupakan isu berbahaya bagi partai-partai politik yang ada karena dengan mengabaikan kekuatan elit politik serta lebih mengutamakan kekuatan independen, maka massa akan turut mengabalkan kepercayaannya terhadep pemerintah, epapun bentuk pemerintah tersebut
Periawanan dalam scene kemudian juga menjadi tunggangan kepentingan para pemilik modal yang ketertarikan mereka sekarang adalah melalui bisnis musik Independen. Perlawanan kemudian menjadi komoditas yang dapat diperjual belikan, sebush produk trendy, den memapankan label-label musik independen, musik press dan band-band lokal, yang dalam kesaharian mereka menentang kepedulian terhadap makna pentingnya perlawanan, kini menggunakan logo-logo dan simbolsimbol serta berbagal slogan perlawanan dan tampak mendukung gerakan perlawanian itu serdiri. Satu-satunya kepentingan yang mereka dukung sebenamya adalah kepentingan mereka pribadi, yaitu promosi yang bagus, penjualan produk yang juga bagus, dan juga depat mengkatrol popularitas mereka sendirl dan mereka akan melakukan hal tersebut selama hal tersebut masih menjadi 'In' den sesuatu yang bagus untuk dlusung oleh mereka, dan saat hal tersebut sudah:dianggap tidak cocok legi dengan iklim berikutnya, maka mereka akan meninggalkan hal tersebut, meninggalkan perlewanan tersebut.
"Are you in it for life or just for today? Are in it for life or just to pose?"
Extreme Noise Terror
Masyarakat indonesla dikejutkan oleh kemunculan barisan pemuda dengan dandanan 'aneh' dan rambut yang berwama-warmi. Para orang tua merasa kawatir saat mendapati kesayangan mereka mulal berubah wujud menjadl makhluk yang blasanya hanya dilihat di TV dan media-media messa dan kini mereka mulal berjalan dalam demonstresl-demonstrasi yang beresiko tinggi akan berhadepan dengan kekuatan negara seperti polisl dan bahkan juga tentara. Simbol-simbol anarkis dladopsi sebagai emblem dan slogan-slogan kerusuhan menjadl kebanggaan mereka dengan semakin menggejalanya budaya tersebut dalam kehidupan remaja di berbagai kota bahkan juga merasuki daerah pedesaan yang biasanya hanya dijumpai orang-orang yang berpenampilan 'normal'. Medla yang telah melihat fenomena ini, membutuhkan sebuah label baru bagl hal tersebut ager dapat iperjual belikan sebagai sebuah bentuk komoditi, dan sistem yang menggunakan media sebagai alat pertama mereka dalam melawan perubahan sosial yang mulai terjadi, membutuhkan sebuah visi baru bagi massa yang dapat mendiskreditkan gerakan baru tersebut.
Punk dan hardcore dl Indonesla yang masih membawa spirit pemberontakan dari rock'n'roll telah menerima sesuatu yang tidak pernah diterima sebelumnya dalam tatanan masyarakat Indonesia dan juga dalam gerakan perlewanan massa di Indonesia sendiri, sebuah gerakan yang tidak melihat kepada kelas, suku, sektor delam masyarakat dan tidak membawa kepentingan politik tertentu. Batasan soslal telah diruntuhkan, tidak peduli slapa dirimu, tak peduli darimana asalmu atau epa yang kau lakukan sehari-harl, selama kamu bergabung dengan aksl demonstrasi massa, maka kamu akan tarmpak 'cool".
Punk dan hardcore tetap tidak depat dipolltisir, tak pedull apakah dia adalah seorang pengikut Crass, The Casualties alaukah pengagum Karl Marx, katakanlah. Punk dan hardcore adalah tentang diri kita semua, ini adalah suara kolektif dari dirl kita semua, tentang pemberontakan diri kita semua melewan kemapanan seat ini. Punk dan hardcore adalah tenteng kebebasan, kemerdekaen, bukan perbudakan, ini adalah mengenal revolusl hati dan jiwa, bukan kepanjangan tangan dari budaya feodal den kepemodalan. Punk dan hardcore adalah mengenai penghancuran batasan antar suku, antar kota, antar negara dan antar agama. Punk adalah sebuah teriakan pembangkangan dan bentuk penyerangan terhadep seluruh sistem tatanan masyarakat komoditas saat ini, yang juga mengabaikan stereotipikal kaum revolusioner saat ini, mengabaikan bagaimana kulit yang menyelimuti diri kita saat ini. Punk dan hardcore adalah gerakan pro-kemerdekean bagi kekuatan proletar dan menghancurkan serta menolak tatanan nilai dari kaum borjuis, walaupun banyak dari para pengikutnya berasal deri kalangan tersebut, tetapi lihat juga sekarang, apakah kamu pikir kamu telah merasa terbebaskan? Oi, sebuah geakan kelas pekerja yang dipromosikan oleh berlembar-lembar halaman dari tabloid di Inggris bemama Sounds, sebagai sebuah gerakan budaya darl 'real punk', punk yang sebenarnya. Tetapi bukan, mungkin pecundang yang eebenarnya, tetapi pokoknya bukan punk yang sebenamya. Disaat Oi menggembar-gemborkan kekuatan kelas pekerja dengan slogan 'working class proud'-nya, pada kenyataannya mereka para penglkutnya hanya menerima budaya tersebut secara buta dengan sama sekali menutup mala dan telinga dari kepedihan dan pemiskinan serta penghisapan kelas pekerja itu sendiri.
Tell me, why do you glorify violence? Ain't there nothing better to give?
Why fuck up the only chance to be yourself and really live?
You tell me you're a working class loser, well what the fuck does that mean?
Is the weekly fight at the boozer gonna be the only action you've seen?
Are you gonna be one of the big boys, well, we've-seen it all before
Muscies all akimbo as they boot down another door
Will you see yourself as the hero as you boot in another head
When you're just a pathetic victim of the media you've been fed
0 You're lost in your own self pity, you've bought the system's lie
They box us up and sit pretty as we struggle with the knots they tie
Okay, so you're right about one thing, no-one's got the right to shit on you
But what's the point of shitting on yourself, what's that gonna do?
Working class hero beats up middle class twit
Media labels, system's shit
When it looks like the people could score a win
The system makes sure that the boot goes in
Yeah it's the greatest working class rip off, oi, oi, of Just another fucking rip off, a fucking media ploy It's the greatest working class rip off, oi, oi, oi Ain't it just e rip off, ain't it just a rip off, ain't it just a rip off, oi
The Greatest Working Claes Rip-Off, Crass.
Pencipta nama Oi tersebut, Garry Busholl, menggunakan nama 'kelas pekerja' dengan tiada arti dan menggantinya dengan fantasi 'kelas menengah' tentang siapakah sobenamya mereka yang patut digolongkan kedalam konteks 'kelas pekerja'. Pendangannya yang tidak realistis mengenai para pekerja yang menggunakan topi pet ala pekerja, peminum bir, pelawak yeng seneng berkelahi menjadi sempurma apabila dia dapat melihat kondisi di Indonesia, dimana semua itu diadopsikan secera buta oleh para pengikutnya disini. Para pengikut Oi yang menggembar-gemborkan kebanggaan kelas pekerja sementara disaat yang sama justru mendiskreditkan dan mengaburkan pandangan tentang apa itu arti dari 'kelas pekerja' itu sendiri yang semakin kehilangan arti.
Oi tidak akan mengganggu konteks perlawanan dari punk dan hardcore apabila Oi tetap menjadi sekedar karakter karikatur dari komik lentang 'pekerja' dan tidak menampakkan pandangan reaksioner mereka -- yang sering disebut sebagai sayep kenen'. Bukannya menolak pengikut dan pondefinislan baru tentang Oi yang menjadikannya sebuah kekuatan antiperubahan, para pengikut lama dari Oi malahan semakin menjelaskan posisi mereka sebagal kaum kanan dan memperkuat imej musik mereka sebagai 'musik jalanan para nasionalis' yang dengan ironisnya tetap menggunakan lirik berbahasa asing.
Pada saat seharusnya sesuatu masih dapat dilakukan untuk membalikan imej baru yang mulai terbentuk sebagal kekuatan kanan dan anti-perubahan, kelompok-kelompok nasionalis mulal terbentuk dan memperkuat dirl mereka dengan alasanelasan yang tidak masuk diakal sama sekali. Mereka mulai menyerang kekuatan-kekuatan punk dan hardcore yang beroposisi dangan kekuatan pemerintah baik itu dengan verbal secara langsung maupun sekedar bisik-bisik di balik punggung hingga penyerangan fisikal. Kekuatan Oi menjadi sebuah kekuatan baru yang memperkuat kedudukan sistem dan pemerintahen yang secara otomastis segera menjadi kekuatan lain yang berhadapan dengan kekuatan punk dan hardcore yang menginginkan porubahan. Mereka yang mengagungkan kebanggaan kelas pekerja dalam aktifitas hariannya justru semakin memojokkan kelas pekerja dan mendukung pelanggengan penghisapan ates kelas pekerja serta memperkuat fondasi kekuatan borjuis dan para pemodal.
Buka hati dan pikiranmu kamerad, dan perhatikan apa-epa yang telah kau kerjakan selama ini yang hanya peduli pada keadaan dirimu sendiri, mengenyangkan perutmu sendiri, dan mengilusi kesadaranmu sondiri, kau telah digunakan oleh sistem den media menggunakanmu seperti halnya media menggunakan orang-orang lainnya seakan dirimu seorang pecundang. Oi adalah cara Bushell untuk memecah belah sesuatu yang dirinya dan media serta kekuatan borjuis yang berdiri dibelakangnya tak dapat mengontroinya lagi - energí yang nyata, energi pemberontakan dari punk dan hardoore. Apapun label yang mereka kenakan untuk kita, kekuatan pemberontakan itu seharusnya tidak padam. Media dan sistem menset-up label-label bagl dlri kita semua dan apabila kita termakan oleh trik-trik mereka, maka mereka akan menempatkan kita pada halaman depan majalah dan koran mereka dengan berita yang mendiskreditkan kita semua.
Musik press lokal juga turut bersalah karena membuat pemisahan dan pengkotakkan menjadi seakan tanpa akhir dan mereka mengontrol energi yang dimiliki oleh band-band yang mereka liput dengan memberlkan pertanyaan-pertanyaan yang memoderasi int pemberontakan dart kekuatan yang dimiliki oleh punk dan hardcore. Melalul revlew dan pengeditan yang hat-hat mereka memperlebar perbedaan dan pengkotakan antara band-band yang justru dalam kenyataannya perbedean itu sama sekall tidak eksis. Band-band seringkali tidak cepat tanggap mengenal keagresifan yang tidak menyenangkan dari taktik yang digunakan untuk mengkatrol penjualan yang digunakan oleh perusahaan rekaman atau oleh musik press.
Karenanya cukup esensial apabila kita mengutuk orang-orang seperti Bushell yang berusaha mencuri energi kekuatan kita dan membuatnya menjadi sebuah lelucon mingguan dalam berita-berita di media massa, kita tidak membutuhkan dia dan orang-orang seperti dia merip-off kita. Punk den hardoore bukanlah fashion media massa, ini semua adalah tentang hidup kita -- dan terserah kepada kita untuk menolak media massa dan bisnis industri musik yang datang kepada kita. Kita semua bisa melakukannya, kita akan melakukannya, menangani manajemen kita sendiri. Punk dan hardoore adalah musik yang dspat dimiliki oleh semua orang, bukan sebuah komodit... dan blarkanlah hal itu tetap berjalan seperti apa edanya.
Dengan semakin meraknya gerakan-gerakan perlawanan massa, masyarakat yang 'normal' dan negara mulal merasa torancam dengan kehadiren enak-anak muda yang berwarna-warni dalam aksi-aksi demonstrasi maupun kerja-kerja pengorganisiran; mereka tidak ingin negerl mereka yang kelabu dicat dengan warma-warni pelangi yang indeh, revolusi dengan wana psychedelic mulai menampakkan wujudnya dan hal itu harus segera dihentikan.
Masalah-masalah yang Irasional mulal terjadi dimana para anak mude dalam scene punk dan hardcore mulai sering disudutkan. Kasuskasus pelacakan dan pembersihan obat bius dan genja selalu menjadi alasan utame untuk mencarl-cari cara menghentikan kegietankegiatan perlawanan dari punk dan hardcore. Penangkapan-penangkapan llegal mulal disusun oleh aperat kepolislan, teror-teror mental atau apapun caranya agar suara mereka akhimya depat dibungkam. Tapi tidek bise; karena meslh ada segelintir yang terus membuka mulutnya untuk mengataken sesuatu yang dirasa bener.
Seat represlfitas mulal meningkat, polisi disertal dengan jajaran intelnya memulai perang dengan pera pemicu gerakan perlawanan massa. Perang telah di deklarasikan kepada para punk dan hardcore yang memulai segala gerakannya dengan resa cinta, tetapi cinta adalah sesuatu yang tidak depat didepatkan begitu saja tanpa adenya perjuangan ataupun perlawanen.
Punk dan hardcore adalah sebuah budaya yang baik-baik selama mereka menerima diri mereka menjadi warga negara kelas tiga yang tidak perlu mengharapkan apapun selain sempah-sampah masyarakat konsumer, punk dan hardcore akan tetep baik-baik saja kondisinya selama mereka siap untuk berkompromi dengan sistem den tidak menolak untuk diperlakukan... seperti sebuah kotoran. Saat mereka menolek untuk menerima Itu semua, maka punk dan herdcore sudeh pasti akan berhadapan dengan kekuatan negera. Berhedepan dengan kekeresan negara, yang menggunekan nama: hukurn.
Setiap hari, TV, redio dan berbagal media maesa seperti koran den majalah, memanipulasi dan secara langsung mengontrol poia pikir publik secara geris besarmya, memberitahukan apa yang harus publik lakukan den bahkan juga memberitahukan bagaimana caranya berplkir, tetapi hal itu bukanlah deml kepentingan publik Itu sendiri melainkan demi kepentingan mereka yang berdiri dibalik hal itu semua, para elit penguasa, badan sensor jadi tidak penting, den uang telah terbukti dapat berbicara lebih keras daripada kata-kata biesa.
Ya. Punk dan hardcore selalu disudutkan dengan problem-problem penyalah gunean obat bius. Budaya punk dan hardcore seringkali diserang karena dianggap bertentangan dengan adat timur yang semakin tidak jeles arah dan tujuannya serta disudutkan oleh fanatisme agama yang telah mapan dalam pola pikir masyarakat kita semua. Dari nabi Muhammed hingga Sigmund Freud, para pengagum dan penglkutnya selalu mencari kontrol dan kekuatan dengan memainkan perasean kesepien dan allenasi dari seseorang lainnya dan menggunakannya deml kepentingan dirinya sendiri.
Bagaimanapun juga, mengabaikan usaha-usaha yang mendiskreditkan punk dan herdcore sebagai budaya yang tidak beradab, gerakannya, walaupun semakin terdesak untuk bergerak secara lebih rapi, semakin hari semakin banyak jumlahnya dan semakin banyak dan meningkat juga kepeduliannya terhadap isu-isu politik negara saat ini.
Tetapi hal tersebut mendorong juga para elit-elit negara beserta para aparatnya untuk semakin memperhatikan juga setiep gerakan dari anak-anak muda berwama-warni ini. Elit-elit negara dan aparatnya yang selelu dilbaratkan dengen seekor babi. Ya. Babi.
"I am very proud to be called a pig. It stands for pride, integrity and guts."
Ronald Reagan
Satu dekade kebelakang, punk di Indonesia memang dídominasi oleh mereka-mereka para pecandu obat bius. Tetapi bukan berarti seat ini semua itu adalah sesuatu yang sama dan terulang kembali. Politik menjadi sebueh pemicu perbedean antara generasi lama dan generasi baru dari gerakan punk dan hardoore, walaupun sesungguhnya mereka semua memiliki satu kesamean dalam perilaku mereka sehari-hari; tatanan masyarakat, negara dan sistemnye. Gerakan mahasiswe telah dihancurkan oleh kerakusan politik den saling tikam menikam dibalik selimut diantara sesama organisasi gerakan mahasiswa. Maka katakanlah kepada para politisi untuk segera menyingkir dari dunia punk dan hardcore, karena sekali lagi, rock'n'roll tak akan dapat dipolitisir dengan kepentingan-kepentingan politik yang bertujuan untuk memenangkan isu-isu polltik deml sebuah kursi di parlementer. Tetepi pada kenyataannya, tatanan masyarakat, negara dan sistemnya, tidaklah mau minggir darl dunia punk dan hardcore. Mereka tidak hanya tetap berdiri di tempat mereka semula, tetapi mereka malah mulai memperkuat diri.
Perlahan, orang-orang mulal menyadari dan mellhat kenyatean bahwa pemerintah sekarangpun tidak ada artinya bagi perubahan hidup mereka. Mimpi-mimpi indah mereka akan perbaikan ekonomi telah pudar, bayangan mengerikan mengenai keadaan masa depan yang memiskinkan hampir semua orang seakan dipeksaken untuk diterima oleh massa dan tak ada yang mampu untuk melerikan diri dari hai tersebut, kecuali dengan mengkonsumsi obat bius. Revolusi dengan menggunakan obat bius sangatlah menyenangkan, tetapi tanpa disadari itu juga merupakan sebuah akhir dari revolusi itu sendiri. Diatas ruang dan dimensi baru, waktu baru dan warna-warna baru, bayangan kenyataen dunla kelabu yang masih sama juga tetap berada pada kedudukannya - dan mimpi indahpun berakhir Kengerian akan kenyataan muncul menggentikan semua mimpi-mimpi lndah pera pecundang yang berusaha melarikan diri dari kenyatean:
Padahal mimpi yeng sebenamya belumlah berakhir, hanya apabila kita semua membangun hidup kita sendiri, berdiri Independen dari sistem. Tapl apakah mungkin disaat yang sama kita begitu begantung kepada produk-produk yang dihasilkan oleh sistem komoditas ini yang semakin menjebak seluruh meesa menjadi konsumennya. Dan usaha pembangunan independensi diri kita jelas akan selalu ditentang oleh nilai-nilai yang berlaku dalam mesyarakat dan mereka juga semakin diperkuat oleh pemikiran-pemlkiran dangkal para orang tua kita semua yang hanya berpikir secara praktis saja. Tetapi mengabaikan semua tentengan yang ada, gerakan punk dan hardoore telah menemukan dirinya sebagal front yang militan sebagai dirinya sendirl den dengan caranya sendiri.
"We are a generation of obscenities. The most oppressed people in this country are not the blacks, not the poor, but the middle class. They don't have anything to ríse up against and fight against. We will have to invent new laws to break... the first part of the yippy program Is to kill your parents ... until your prepared to kill your parents you're not ready to change this country. Our parents are our first oppressors."
Jerry Rubin, leader of the Yipples (militant hipies), speaking at Kent State University, USA
Sistem menduduki peringkat pertama, tetapi ada kecenderungan lain dalam tatanan keluarga dewasa ini. Cukup banyak ditemukan bagaimana masih terdapat banyak orang tua yang siep untuk mengenyahkan anaknya daripada harus menerima perubahan dan pembaharuan.
Mother, Anyone who appears on the streets of a city like Kent with long hair, dirty clothes or barefooted deserves to be shot.* Question; "Is long hair a Justification for shooting someone?"
Mother; "Yes We have got to clean up this nation, and we'll start with the long-hairs."
Question; "Would you permit one of your sons to be shot simply because he went barefooted?"
Mother; "Yes."
Seorang wawancara dengan seorang ibu yang anak-anaknya sedang bersekolah di Kent.
Karenanya, kita harus mempersiapkan segalanya. Memasuki dunia hardcore punk, terlebin lagi dengan menyadari bahwa harus ada yang diperjuangkan dalam hidup ini, harus ada perubahan dalam sistem yang beriaku di dunia ini, berarti kita juga harus menyiepkan diri untuk hal yang paling dekal dengan diri kita, pertentangan dengan keluarga kita sendiri.
Akhir abad-20 dan seiring dengan bergantinya milenia baru, di sepanjang penjuru dunia, orang-orang telah kembali ka jalanan. Implan para borjuis kembali berbenturan dengan mimpi buruk. Di Perancis, pemerintah hampir selalu dihadapkan pada kenyatean bahwa sopir-sopir truk, dan juga sopir-eopir taksi selalu melakukan pemogokan yang otomatis memperlambat pengoperasionalan sistem ekonomi dl negara tersebut; di Kuba, jutaan massa memenuhi jalanan menuntut dikembalikannya Elias, seorang anak kecil Kuba yang ditahan di Amerika dan diindoktrinasi dengan berbagai implan Amerika seperti Disneyland dan berbagai kemewahan lalnnya; di India, ribuan buruh melakukan pemogokan di berbagai pabrik dan berhasil melumpuhkan hampir seperempat perekonomian negara; di Cheznia, Isu soal perdamaian menjadi lsu yang lebih besar dibandingkan dengan isu perang: di Peru, gerekan revolusioner bersenjata, MRTA, mengacaukan dan menembaki para borjuis di gedung kedutaan Jepang dalam menolak kebijakan pemerintah Jepang-Peru yang menerapkan sistem neo- überalisme yang hanya akan memiskinkan rakyat di Peru; dan di Indonesia sendiri di berbagal pelosok kota gerakan-gerakan massa -walaupun terlihat lebih kecil daripada gerakan tahun 1998- tetep munoul walaupun negara juga masih bertindak represif terhadap semua perlawanan. Orang-orang dimanapun bangkit dan berusaha merebut kembali hidup mereka tanpa rasa takut, dunia tanpa batas yang bukan hanya berarti untuk dimanfaatkan oleh sistem global dan menuntut kemerdekaan penuh darl penguasa-penguasa yang telah bertahun-tahun berusaha mengubur semua gerakan perlawanan massa. Sistem, yang telah begitu lama bertahan dengan caranya sendiri. Diantara massa sendiri, bagaimanapun juga, anonimous dan independensi yang seharusnya telah kita bawa dalam diri kita sendiri, semakin kabur maknanya dan di Indonesia mulai terjadi konflik baru diantara gerakan perlawanan, perbedaan Interes antara enarkisme dan komunisme.
Sejak semula pada abad ke-18, saat Karl Marx pertama kali mengajukan ide-idenya, anarkis juga mulai menyatakan perbedaannya, dan sejak itu mulai juga terjadi benturan, yang terkadang dengan menggunaken kekerasan, dalam mempraktekkan definisl dan pendekatan mereka mengenai apa yang dinamakan dengan 'kebebasan'.
Di awal abad 20, selring dengan meledaknya Revolusl Russia, anarkis juga telah banyak melakukan baik itu kerja-kerja pengorganisiran massa, membawa revolusi dan juga turut berpartisipasi dalam memenangkannya. Para pengikut Marx yang telah teridentiflkasi menjadi gerakan komunis yang diplmpin oleh Lenin, tidak hanya melupakan peran para anarkis, tetapi juga dengan aktif membasmi dan dengan penuh kekerasan menyapu habis semua gerakan anerkis disana. Anarkis-anarkis di Kronstadt yang mendeklarasikan independensi mereka dari negara segera dihablsi, ribuan dibantai tanpa ampun oleh Tentara Merah. Para petani Makhnovist di Ukraina yang juga telah berdiri secara independen dan hidup saling berbegi diantara sesamanya, dibasmi dengan penuh kekerasan dan darah ratusan petani tumpah ruah di atas salju yang begitu putih di bawah pucuk-pucuk senjata dari Tentara Merah komunis Russia. Dekade tahun tigapuluhan, anarkis dan komunis berbenturan dan saling menghabisi selama periode Revolusi Spanyol karena komunis justru malah turut memperkuat gerakan fasis yang dipimpin oleh Franco. Di akhir tahun 60an, anarkis-anarkis Perancis yang dikenal dengan gerakan situasionis, bangkit dan memperkuat diri, memberlkan dukungannya kepada serikat-serikat buruh komunis untuk bersama-sama menyingkirkan pemerintah Perancis, dan dimana kemudlan para komunis tersebút tidak balik mendukung para anarkis sehingga momen Insureksi tersebut dihancur leburkan.
Anarkis menolak kepemimpinan partal komunis deri Lenin yang merupakun konsep 'kediktatoran proletar' dari Marx yang mereka lihat tidak ada bedanya dengan kediktatoran dari kaum borjuis yang ada dalam kursi pemerintahan selama ini. Bagi anarkis, semua pemerintah apapun bentuk pemerintahannya, adalah tetap merupakan perbudakan dan penindesan tak pedull siapapun yang ada di kursi pemerintahan tersebut.
The anarchist revolution that we want transcends the interests of a single class, it envisages the liberation of all humanity which is at present enslaved, either economically, politically, or morally.
Errico Malatesta.
Anarkis percaya bahwa adalah merupakan hak individual untuk menentukan keputusannya sendiri dalam hidup dan pilihan tersebut sangatlah esenslal begi semua kebebasan yang nyata. Mereka menolak semua bentuk pemerintahan dimenapun yang 'memerintah rakyatnya sehingga rakyat harus hidup terikat dan terantai dalam aktifites seheri-herinya. Kerenanya, ide-ide komunis dalam pembentukan sistem organisasi dan sentralisasinya yang jelas-jelas merupakan kepentingan dari sedikit orang diatas hidup banyak orang, merupakan sebuah perbudakan begi anarkis.
Komunisme, seperti juga musuh mereka yang seharusnya, kapitalisme, setelah merebut kekuasaan menjadi tak ada bedanya sama sekali diantara keduanya. Memiliki karakter tua yang sama: hak istimewa untuk menentukan hidup rakyat banyak.
Mengesampingkan ketidak setujuan-ketidak setujuan dan perbedaan tersebut, gerakan untuk meraih perubahan terus berlanjut. Anarkis, komunis, pasifis, teroris, buruh, tani, kelas menengah, kulit putih, kulit coklat, hitam - salah satu hal yang dapat mempersatukan semua hal tersebut, sebuah faktor yang sangat sangat universal -- rock'n'roll beserta seluruh varian yang menglkuti perkembangannya seperti puńk dan hardoore.
ABC No Rio di New York, klub 121 di Inggris, menyelenggarakan konser-konser musik, membangun sebuah tradisi musik rock yang kemudian berkembang menjadi gaya hidup kita -- festival kebebasan. Musik yang bebas, tempat gratis, kebebasan mengungkapkan ide, makanan yang saling berbagi dan siapapun boleh hadir; yang pada akhimya, seperti kalimat 'pada suatu hari", telah menjadi sebuah letupan-letupan kecil dimana semua cerita mengenai kebebasan ini terus berlanjut.
Banyak pertentangan dan benturan diantara penguasa dengan gerakan pemuda di akhir abad-20 ini adalah antara lain karena seperti yang selalu diperdebatkan, platform mengenai kebebasan hak menentukan hidup itu sendiri. Festival kebebesan adalah perayaan kebebasan yang anarkistik, sebagai salah satu bentuk lain dari demonstrasi kormunis melawan penindasan dan menjadi sebuah pertanyaan lain yang muncul dalam benak para kita semua - epakah sebuah perubahan yang dicapai adelah dengan cara menghentikan semua orang untuk bersenang-senang?
Massa yang melihat demonstrasi-demonstrasi jalanan di berbagai penjuru kota di Indonesia mulai menemui kebosanannya. Ide untuk mengadekan sebuah demonstrasi jalanan yang menjadi sebuah festival kebebasan, sangat jarang sekali ditemukan. Demonstrasi selalu menjadi hal yang sama, barisan panjang para demonstran yang berteriak dan membagikan selebaran, sebuah hal yang menjadi sebuah kesamean yang berujung pada kebosanan. Disaat kita tidak lagi menghadepi pesta-pesta jalanen dalam bentuk tarian-tarian kebebasan saat berbenturan dengan barisan eparat negara, semuanya menjadi bosan. Damai? Ya. Aparat edalah juga merupakan barisan dari orang-orang yang sama tertindasnya dengan para demonstran tetapi mereka tidak berusaha untuk pemah lepas dari ketertindesannya, mereka sama sokali tidak memllikl keberanlan untuk mengekspresikan kabebasannya. Maka benturan dengan mereka eecara fisik adalah salah sebuah bentuk perayaan kebebesan itu sendirl. Tapl diseat aparat mulai memilih untuk tidak melakukan epepun terhadap para demonstran? Hal itu akan mengarah kepada kebosanan. Maka harus dicari sebuah bentuk-bentuk aksl demonstresi yang lebih barwama, tsdak seperti konteks pemikiran demonstresi pare komunis yang cenderung mengesampingkan keinginan untuk bergenang-senang.
"Boredom is counter-revolutionary."
Graffity di tembok-tambok kota Paris saat revolusi tahun 1968.
Selerna beberepa tahun, Taring Padi di Yogyakarta telah membuka sebuah gedung terbuka, kita dapat menempati gedung tersebut dengan tak perlu mengingat epakah kita memiliki uang untuk membayar sewa ataupun tidak, kita hanya perlu saling berbagi dan bersosialisasi dengan mereka yang tinggal di tempat tersebut, juga dengan masyarakat yang ada di sekitar mereka. Kita telah mempunyal sebuah contoh nyata di negeri ini, dimana sebuah tempat dapat dijadikan sebuah jalan bagl pencapaian kebebasan yang kita idamkan semua dimana orang-orang dapat saling bekerja sama dan tinggal dalam sebuah atmosfir kreatf daripada hanya berkutat dengan rumah-rumah pribadi yang dihuni oleh keluarga-keluarga yang dalam fungai nyatsinya sebagal keluarga justru tidak pernah terbentuk. Kelompok Taring Padi telah memberikan visl baru kepada kita somua, seperti juga ABC No Rio di New York, klub 121 di Inggris dan ribuan lain squat yang tersebar di seluruh dunia, bahwa kita depat melangkah ke depan dengan membangun kolektifitas diantara kita sendil, membangun sebuah komunal independen yang berdiri sendirl dan lepas mengesampingkan peranan negara dan pemerintah dalam aktifitas seharl-harinya.
Taring Padi yang telah menjadi salah satu fenomena menarik bagi punk dan hardcore, juga menawarkan sebuah ide baru mengenal festival kebebasan itu sendirl. Beberapa kali, sebuah festival musik punk dan hardcore digelar di tempat tereebut dimana profit dari acara pertunjukan murah tersebut digunakan untuk keglatan sosial, bukannya untuk diraup demi memperkaya diri seperti layaknya banyak acara-acara entertainmen yang diselenggarakan di kota Bandung yang padą intinya hanya demi memperkaya diri pera organisatornya. Taring Padi juga merupakan tempat bagi semúa orang untuk saling berbagl ide dan pengalaman, tetapi selalu kembali kepada satu hal, usaha dan keyakinan bahwa kebebasan harus diraih dan diperjuangkan. Kita depat berblcara, berdiskusi atauppun sekedar tertawa-tawa berbagi kisah lucu.
Ada satu waktu dimana Taring Padi memfasiltasikan tempat mereka bagi sebuah festival musik kebebasan dengan menggunakan nama 'Anarchism and Black Revolution' sebagai nama acaranya. Seperti blasa, punk dan hardoore selalu berkaitan dengan makna kebebasan. Penampilan beberapa band hardoore punk Jelas-Jelas menarik puluhan massa punk dan hardcore lokal maupun beberapa kota lainnya untuk dalang ke tempat tersebut yang seakan menjadi sebuah novel dan kisah menarik mengenal kelndahan kebebasan Itu sendirl, dan tentu saja, festival kebebesan tersebut menarik para aktivis lokal dan kader-kader komunis partal, berbagai fraksi dan sektor massa berdatangan. Atmosfer yang terbangun terkhat rileks dan seperti abu yang ditumpahkan dari tangan kita ke lantal, massa mulal memenuhi ruangan dan bersama-sama menikmati alunan muslk dar band-band yang tampil di hadapan audiena. Tetapl seperti blasa juga, bahwa makna kebebasan' tersebut seringkal disalah artikan dan didistorsikan. Dengan alasan sederhana, yaitu Punk dan hardoore adalah tidak lebih dar sekedar muslk." seorang punk lokal berdiri, mabuk dan memberikan penghineannya kepada beberapa band yang mengekapresikan kebebasan berpendapat dan menyampalkan pendapet. Tidak ada kekerasan yang terjadi karena para personel band yang tampil tersebut dapat mengerti bagaimana sistem yang kita Jalani seSap hari Inl telah begitu merasuki benak orang-orang sehingga mereka masih terlalu takut akan adanya sebuah perubahan. Tetapi maesa mendapat sebuah pelajaran penting harl ltu, sebuah pelajaran mengenal kebebasan berbicara yang terkadang berbenturan tidak hanya darl sisl pengussa, melainkan juga dari sisi kita sendin.
Beberapa saat setelahnya, sebuah kabar beredar bahwa punk tersebut adalah seorang punk mabuk yang memang tidak mengerti sama sekali mengenai konteks dan makna dari apa itu kebebasan, secrang korban dari sistem dunla ini epatisme massal Pembodohan massa!
Dunia punk dan hardcore adalah sebuah fenomena kaum muda, dimana dunia tersebut juga sama seperti dunia kaum muda lainnya yang seringkall kehilangan jiwa dengan otak yang lebih diperintah oleh alkohol dan obat-obatan. Mereka sdalah orang-orang yang mengalami kebosanan, kecewa dengan bagaimana segalanya berjalan dalam realita sistem yang kita semua jalani ini. Tapi mereka di Taring Padi terlihat berbeda. Ganja, alkohol bukanlah sesuatu yang digunakan untuk menglusi kesadaran, melainkan sesuatu yang merupakan kawan bagi kenyataan hidup yang begitu berwarna-wami dan harapan-harapannya yang mereka harapkan dapat dengan aktif membawa kelndahan tersebut kembali ke dunia yang kelabu dan kehilangan jiwa. Mereka menggunakan ganja dan alkohol dengan kreatif dan hati-hati, bukan untuk 'melarikan dirl, tetapi untuk semakin membantu merealisaslkan 'makna melarikan din" darl sistem ini.
Dalem banyak respek yang muncul, Taring Padi tidak pemah dideskripsikan sebagal punk ataupula hardoore. Walaupun apa yang mereka lakukan dengan aktifitas mereka adalah merupakan sesuatu yang sangat sangat punk dan akan menjadi semakin menarik apabila mereka yang mengklalm diri mereka punk dan hardcore melakukan hal serupa yang juga telah dilakukari oleh Tering Padi. Merefleksikan kebebasan dan maknanya dengan terarah dan nyata delam kehidupan seheri-heri, bukan hanya menjadi sebatas lirlk, slogan dan desain yang dikonsumsi sehari-heri.
Di Bandung, dengan mengambil tempat yang sama dengan tempat bagi kolektif Harder membuka tokonya, beberapa orang dari scene punk dan hardoore membuka tempat untuk sekedar diskusi dan berbagi serta menyediakan sebuah perpustakaan kecil yang terbüka. Apa yang disebut sebagai 'gerakan komunal' adalah hasll alemiah dari orang-orang seperti jugadiri kita semua untuk mengharepkan dan membangun hidup berdasarkan kepada kerje same, ko-operael, pengertian dan saling berbagi. Sikap individual dan tak mau berbagi adalah salah satu penyebab kefrustrasian maesa akan kobersamaen, hidup komunal adalah salah satu solusi praksis bagi masalah tersebut. Apabila mungkin, kita depat mulai berbagi sesuatu yang kita miliki, pun itu adelah sekedar becaan, dengan begitu kita dapat mulai untuk berbagi dunia kita dan hal itu adalah sebuah langkeh kedepan delam membentuk tatanan masyarakat tanpa pemerintahan, tatanan masyarakat anarkis.
Kembali kepada Taring Padi, masalah berbagi dalam hal perumahan, rumah bukanlah eebuah tempat dimana orang-orang dapet sekedar pulang dan menyimpan barang untuk kemudian kernbali lagi keluar dari rumah dan bergabung dengan dunia mereka sendiri. Rumah adalah tempat untuk berbagi dunia dan melihat kenyataan bahwa disaat mereka saling memberikan waktu dan berbagi tempat, maka mereka akan dapat membangun tujuan mereka sendiri dan alasan-alasannya, dan yang terpenting, edalah membangun hidup mereka sendirl. Kita semua menginginkan sebuah tempat dimana orang-orang dapat menjadi sesuatu yang oleh sistem tidak pernah diperkenankan - menjadi diri kita sendirl. Dalam banyak pandangan, dengan begitu taring Padi akan dapat menjadi lebih dekat kepada tradisi anarkis daripada tradisi-tradisi lainnya yang mengalienasikan diri kita semua. Disinilah kita seharusnya mulai mengerti makne den guna dari kata interaksi sosial.
Kita harus mulal berbagi ide komunal itu dengan masyarakat biasa, sebuah tatanan masyarakat yang menempatkan nilal-nilai property dlatas nilal manusia, yang lebih merespek kemakmuran pribadi daripada kemakmuran bersama. Kita mendukung visi komunal dari Taring Padi dimana oraing-orang mengambll kembali dari negara apepun yang telah negara curi dari rakyatnya, dari diri kita semua. Squat adalah statement politis yang berakarkan kepada pemikiran akan kebebasan. Mengapa kita harus membayar untuk sesuatu yang seharuenya menjadi milik kita? Dunla siepekah yang kita tinggali ini?
Dengan melihat melalui kacamata tersebut, squatting eks-gedung ISl yang dilakukan oleh Taring Padi, membuke perpustakaan kecil untuk umum, bukanlah sebuah ide yang buruk.
The lives of millions upon millions of people are run by a small handful of ruling elites who own all the wealth, all the land and who have all the control. We are expected to be grateful to them for the privilege of having them rule our lives. We are expected to be grateful to them for the privilege of paying them for the roof over our heads. We are expected to be grateful to them for the privllege of being slaves in thelr fectories and offices and for the privilege of accepting the miserable wages that they pay us. They grow richer at our expense, but we're expected to look up to them as examples of success We are expected to be grateful for the privilege of peying them their huge taxes so that they can finance their oppression of us, the people. Finally, we are expected to be grateful to them for the privilege of fighting for them in their wars and killing other people like ourselves, or being killed by other people like ourselves. We are expected to love, honour and obey this wife beater til death, qufte probably premature, do us part - in this particular marriage divorce is a herd case to fight for. Do they owe us a living? - Of course they fucking do!"
Petikan essay Penny Rimbaud dari Crass
Ido-ide anarkis, dalam berbagal bentuknya akan tetap ada dalam hidup kita. Sementara Taring Padi mengambil alih eks gedung ISI daripade ditinggelkan dan dibiarkan runtuh dimakan usla oleh pemilik sebelumnya, seorang skinhead di Bandung mengambil property pemerintah untuk kemudian digunakan untuk memblayai gerakan perlawanan messa. Sebuah aksi tinggal di gedung pemerintah deerah DPRD Bandung, melibatkan puluhan buruh komunis yang menuntut perbaikan sistem kerja di pabrik tempat mereka bekerja dan keadilan bagi kamerad-kamerad mereka yang diperlakukan dengan sangat tidak adil oleh boss mereka. Aksi yang berjalan berhari-hari siang malam tersebut jelas membutuhkan biaya setidaknya untuk bertahan hidup sehari-hari. Melihat hal tersebut, seorang skinheed yang bergabung dalam aksi tersebut mengambil koran-koran gratis yang sedianya dibagikan untuk para anggota DPRD setiap hari sebelum sampai ke tangan para sampah borjuls tersebut, kemudian menjualnya dengan harga rendah kepada para pengedar koran jalanan. Hasil penjualan ralusan koran curian tersebut, digunakan untuk membiayai aksi para buruh tersebut. Aksi pencurian yang tidak dapat disalahkan sama sokali.
"Ask them for jobs. If they don't give you jobs, ask thern for bread. If they don't give you bread, TAKE BREAD!"
Yá. Sekali lagi, ide-ida anarkis akan solalu datang kepada kita semua dalam berbagai bentuknya.
Sebuah band punk lokal dengan ide-ide pop dan komunisnya, Kontaminasi Kapitalis juga memulai sebuah rencana barunya. Antusiasme band tereebut pada penampilan ketiganya di Dago Tea House, Bandung, pertengahan tahun 1999 lalu, memulal rençana ewalnya.
Then called King Arthur with loud voice, "Where here before us the heathen hound, who slew our ancestors, now march we ro them ... and when we come to them, myself foremost of all the fight I will begin.
'Bruf Layamon
Beberapa hari sebelum hari penampilan mereka, ratusan booklet diperbanyak dengan foto-kopl untuk sedianya dibagikan pada waktu tampil nanti dengan harapan bahwa audiens akan mendapatkan sesuatu dari sebuah acara musik, lebih daripada hanya mendapatkan sekedar musik dan kepuasaan temporer saja. Booklet tersebut difoto-kopi oleh seorang porsonel band tereebut yang bekerja sama dengan seorang pegawai di sebuah perusahaan foto-kopi dengan gratis. Pegawai tersebut memiliki kesamaan visi bahwa kebebasan harus diraih dengan cara epepun juga, tetapi mengingat bahwa dia tak dapat meninggalkan pekerjaannya yang merupakan satu-satunya penopang hidupnya seharl-hari, maka dia memilih untuk membantu epapun bentuk gerakan kebebasan dengan segenap kemampuannya sendiri. Maka ratusan bookiet diperbanyak dengan mesin foto-kopi tanpa bayaran sedikitpun juga pada malam hari disaat perusahaan foto-kopi tersebut telah tutup dan boss pemilik perusahaen tersebut pulang dan tidur di rumah yang penuh oleh berang-barang hasil penghisapan keringat dan hak buruh-buruh pegawai foto-kopi tersebut. Tidak ada bayaran apapun bagi pegawai lersabut, tetapi dia lebih dari bahagia dengan kontribusinya dalam membantu penapakan jalan menuju dunia yang bebas.
Bookiet tersebut berisi lrik-lirik band tersebut yang berorientasi Marxist dan juga propaganda mengenai penolakan kenaikan arga BBM dan listrik yang notsbene adalah akibat dipolongnya subsidi bagi BBM dan listrik oleh negara karena dianggep pemberian subsidi tersebut same sekali tidak membawa keuntungan bagi mempertebal dompel para penguasa negara. Pemotongan subsidi BBM dan listrik, dimana dana yang sedianya digunakan untuk mensubsidi kedua hal tersebut digunakan untuk menambah jumlah geji pendapatan bagi para anggota parlemen. Alasannya, negeri Indonesia ini terialu banyak dikotori oleh pera koruptor yang duduk di kurei parlemen, sehingga untuk mengurangi aktifitas kotor torsebut maka gaji pendapatan para anggota parlemen yang jelas sudah sangat tinggi harus ditambah. Dana untuk mensubsidi kebutuhan tersebut sebenarnya masih ada, tetapi negara juga berpendapat bahwa militer lebih membutuhkannya untuk memperkuat posisinya yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan diri kita semua sehari-hari. Semakin jelas bahwa posisi negara tidak ada segi posltifnya sama sekali, mereka ada hanya untuk memerintah klta, memperkaya dirl mereka yang monguasainya, dan memperkuat kedudukan mereka dengan aparat dan birokrasinya. Hal yang sangat jauh berseberangan cengan tujuan para anarkis yang mendambakan sebuah dunia bebas bagi semua orang, bukan hanya bagi sebagian orang saja.
Bookletpun dibagikan dan dalam beberapa menit, ratusan booklet talah habis tordistribusikan. Dari mereka yang menerima booklet tarsebut, diharapkan akan muncul kesadaran-kesadaran palsu yang akan menghancurkan kesadaran semu yang talah dijejalkan ke kepala kita semua oleh sistem selama ini. Membuka dunia kelabu dengan wama-warna baru, menceritakan sabuah kisah nyata dan menyalakan percikan api delam hati para pembacanya, dan suatu seat nanti akan menjadl kobaran api yang depat merubah tatanan sistem dan mendobrak kebosanan dan kefrustrasian dunia ini. Punk dan Iardoore adalah budaya kaum muda, budaya mereka yeng memillki semangat baru ditengah kefrustrasien dan stagnansi para mereka yang telah tua, dan dengan musik dan agitasi dalam festival kebebasan, ide-ide baru akan muncul demi kebebasan sesungguhnya bagai air yang terus mengalir.
Our generation is the best mass moverment in history - experimenting with anything in our see search for love and peace. Knowledge, kicks, religion, life, truth, even if it leads us to our death, at i least we're oil trylng, together. Our temple is sound, we fight our battles with music, drums like thunder, cymbals like lightning, banks of electronic equipment like nuclear missiles ofsound. We have guitars instead of tommy-guns.
Phil Russell, 1974.
Ravolusi rock'n'roll, dari hari ke hari, pembicaraan den diskusi terus berlanjut, hujan turun dan apabila tahun lalu hanya ada beberepa kaset lama yang meneriakan pesan-pesan kobebasan, maka tehun ini dan tahun berikutnya kita harus bisa melakukan banyak hal yang lobih baik lagi.
Pada kenyataannya, pemerintah telah mencium hel ini, bahwa subkultur punk dan hardcore ini adelah sebuah șubkultur yang sangat simultan untuk menjadi sebuah gerakan perlawanan kaum muda. Maka, mulailah pendiskreditan punk dan hardcore di mata maayarak umum dengan menggunakan alat yang telah terbukti sejak dulu ampuh untuk mempermainkan dan mengontrol serta membentuk opin publik, media massa. Pada saat sekitar pergantian tahun 1998-1999, sebuah media massa nasional, tabloid Adil, memajang fóto Toro seorang drummer dari band lokal Keparat dengan ukuran yang dapat dilihat dengan cukup jelas walaupun dari jarak beberapa meter. Yang menjadi masalah adalah bahwa foto Toro tersebut yang jelas dinilai depat menarik perhatian messa karena penampilannya yan dengan mudah teridentifikasi dengan budaya punk, disebelahnya dicetak kalimat dengan huruf-huruf besar bertullskan 'Bendung Laut Geng'. Saat kita membuka lembaran-lembaran tabloid murahan tersebut, kita akan mendapati bahwa dl dalamnya sama sekall tak adk berita yang mengkaitkan foto Toro di muka tabloid tersebut dengan berita mengenal kebrutalan geng-geng motor yang ade di Bandun sendiri. Sama sekali tak ada berita mengenal kaitan kedua hal tersebut. Tetapl apa yang menjadi misi utama dari media tersebut telah berhasil. Opini publik mengenal bahwa punk tidak lain dengan sebuah gerakan geng-geng berandalan tanpa otak, mulai terbentuk, da disamping itu, memuat foto yang tidak lazim di halaman depan sebuah tabloid dengan sangat besar jelas-jeles mengkatrol penjualan oplah tabloid itu sendiri. Sebuah taktik kuno yang termyata masih ampuh hingga seat ini.
Kita yang berdiri disamping kebenaran obyektif, membanjiri meja redaksi tabloid murahan tersebut dengan berbagai surat bernada protes dan menggunakan LBH sebagai bentuan bagi ketidakpuasan kita terhadap media massa. Tetapi semua surat protes yang masi ke meja redaksi dan dimuat dalam tabloid kacangan dalam edisl mereka berikutnya, selalu mengalami proses editing yang begitu terencana, karena selalu saja mengedit bagian-bagian yang memuat ide-ide terpenting yang kita sampalken. Surat protes yeng dimuat menjadi terbaca hambar sehingga tidak dapat mengembalikan imej yang mulai terbangun dalam masyarakat mengenai punk dan hardcore itu sendirl. Lalu kita dengan jejas meilhat adanya keteribatan negara dalam hal ini. Sebuah surat tanggapan darl editor tablol tersebut menyatakan bahwa dia menerima berita yang sangat terdistorsi tersebut dari pihak kepolislan Bandung. Polisl menyatakan bahwa klta semua, punk dan hardcore adalah preman-preman yang sok bergaya bak reformis yang didominasi oleh imej mahasiswa. Terlihat jelas behwa hal ini ada kaltannya dengan gerakan-gerakan dan aksi-aksi yang kita organisir bersama selama ini. Terlihat jelas bahwa dibalik semua ini, sebenamya pemerintah, aperat negara dan medla massa adalah sebuah monster berkepela tiga yang tak terpisahkan satu sama lainnya. Bahwa media massa hanya merepresentesikan apa-apa yang menjadi keinginen pemerintah untuk membentuk imej dan opini publik. Kita yang putus asa menanggapi tebloid yang selalu membela diri mereka seakan mereka tak bersalah tersebut juga mellhat kenyataan, bahwa ternyata LBH tak dapat berbuat banyak delem membantu rakyat daiam bidang hukur
Kita seakan disadarkan kembali dari mimpi-mimpi dan ilusi behwa kita dapat meletakkan hidup kila kepada negara, aparat keamanan, media messa dan LBH yang terlihat seakan eksis untuk membantu semua yang mendapat proses ketidak edilan di negeri ini. Tak ada lagl alasan yang dapat membuat kita semua memperoayakan hidup kita kepada mereka semua. Kita harus mulai untuk belajer mengambil kontrol penuh atas hidup kita sendiri, mengatasinya secara bersama dengen mereka yang berade di sekiter kita dan mengabaikan semua pertolongan dari lembaga-lembaga negara. Kita harus belajar untuk menjadi polisi bagi diri kita sendirl, kita heru: belajar untuk menjadi hakim yang adil bagi dir kita sendiri, kita harus belajar untuk menjadi pemerintah bagl diri kita sendiri, belejer un hidup tanpa pemerintah, belajar untuk hidup secera anarkis.
Media massa dan aparat negara seperti polisl dan tentaranya adalah alat pemapanan kekuasaan pemerintah dan pelanggengan perbudakan. Pemerintah selalu berusaha secara kontinyu untuk membuat publik berpikir bahwa sesuatu yang positif sedang mereka lakukan dalam berbagal situesl dimana sistem mulai terlihat jelas keluar jalur. Hal-hal tersebut membuet pemerinteh untuk melakukan kejahatan-kejahatan melewan rakyatnya sendirl dengan cara yang tampak positif dan depal dienarkan oleh hukum yang borlaku di sebuah negara, Taktik yang sama digunakan dimana-mana dan oleh pemerintah manapun juga, seperti kasus kekeresan polisi dan mlliter Inggris dl Belfast; penghancuran lingkungan seperti merebaknya limbah radlasi mematiken dari sebuah staslun tenaga seperti d Windscale; penggusuran paksa rumah-rumah penduduk aklbet proyek Paspati dl Bandung; kasus Kedung Ombo; perampokan daratai demi pembangunan pertambangan, lapangan golf, pembangunan Jalan alaupun pembangunan pabrik, cdan semue yang lerlihat merupakan rencana dari pemerintah untuk kepentingan diri mereka sendiri bukannya kepentingan publik. Kesalahan lain seperti korup oleh para pejabet pemerintah, penganlayaan tahanan dl penjara maupun dalam sel-sel polisi, kekerasan dari guru-guru di sekoleh terhadap muridnya, pembunuhan penduduk oleh aparat militer di berbagai tempat, atau epapun itu, dalam faktanya, pemerintah memerlukan sebuah tirai untuk menutupi semua keborokan ektifitas mereka yang sebenarnya.
Mereka yang duduk di kursi pemerintahan sebenemya telah mengetahui dengan pasti bahwa morekn dan pemerintah boserla seluruh perangkatnya, melakukan kejahatan harlan melawan publik, dan masih juga, kecuali mareka teleh lerekspos oleh publik sebagai penjahat, mereka akan terus berdiem diri seakan tak terjadi epa-ape
Dalam kasus dimana publik mulai menjadi sadar bahwa pemerintah tidak berpihak kepada mereka, maka dengan segera pula pemerintah membuat setting dan mengajukan beberapa lsu yang akan mengamankan posisi mereka. Sesuetu kesus akan segera a hadnan nhlil dimana nenennenan nemerintah beserta semue peranakatnva akan membuat publik kembali terdiam puns dan kembali terilusi bahwa keadilan tolah ditegakan oleh negara'. Padahal kenyataan yang kejam adalah sebagal borikut, bahwa pemerintah sebonamya tidak melakukan epa-epa kecuali memproduksi dan mengeluarkan perintah untuk menceták beberepa kertas putih' dimana semua orang dapat membacanya dan menyusun beberapa sandiwara sehingga publik ták akan peduli lagi eknn kejahetan pemorintah. Sementara itu, kojahatan legal yang Jelas dilindungi oleh hukum akan terus berlanjut den seakan menjedi tek nampek lagi dimata publik
"I saw the police dragging away a young boy, punching and kicking him, I saw a pregnant woman being kicked in the belly and a lito boy being punched in the face. All eround the police were just laying into people. I went to one policeman who had just knocked out a woman's teeth and asked him why he'd done it, he told me to fuck off or I'd get the same. Later on, I did." Wally Hope, setelah kasus penyerbuan polisi dalam sebuah festival musik punk di Stonehenge.
Sodikit demi sedikit kita mulai belejar. Hari-hari yang penuh aktifitas yang berdiri pada garis yang 'aman' telah berakhir, kita harus mulal mengambil langkah tegas, apakah ini yang kita mau ataukah bukan seperti ini yang kita impikan. Mimpi buruk mulei menjadi kenyataan. Para anak muda dalam subkultur punk dan hardcore mulai menyadari bahwa apa yang selama ini mereke nyanyikan dalam lagu-lagu mereka, yang mereke coretken pada pakaian mereka, adalah bukan sesuatu yang mainmain. Perlewanan menentang pemerintah adalah buken sesuatu yang bisa dilakukan dengan sebelah mata. Belum lagi ditambah dengan tekanan dari orang tua kita di rumah mesing-masing yang seringkall masih tidak mengerti juga mengapa kita memilih jalan lni, Jalan yang terlihet begitu sulit. Orang tun kite mulal menjedi penindas kita yang terdekat karena mereka momsksa kita untuk meninggalken hidup yang kila pillh.
Whero today are the miny powerlul tibes of our people? They have vanished before the greed and oppression of the White Mon, as snow bofore the sumner's sun.
Indian Chief.
Punk dan herdcore mulai mengalami demoralisasi. Kekerasan aparat militer dan polisi mulai sering terjadi, walaupun terkadang dilancarkan dengan alasan-alasan yang Jelas sangat dibuat-buat. Belum lama berselang, di kampus Moestopo, Jekerta, diadakan sebuah festival musik yang dihadiri oloh banyak punk dan hardcore lokal. Di tengah-tengah borlangsungnya ecara, satu mobil Brimob datang, berkata-kata yang tidak mengenakkan telinga dan segera direspon oleh pars audiens dengan lemparan botol. Para Brimob tersebut turun dan marah atas penyerangan balik tersebut, tapi audiens belik melawan dan mempertahankan diri. Lalu dikirim satu pasukan Brimob yang juga mendapat perlawanan, hingga akhirnya dikirim pasukan Brimob lebih banyak lagi dan diperlengkapi dengan senjata. Gas air mata ditembakan membabi buta ke arah kerumunan meesa yang mengakibalkan bubarnya massa dan terjadi tindak penangkapan-penangkapan den kokerasan negara lainnya.
Tapi eda satu hal yeng menarik dalam peristiwa tersebut. Diantara banyak massa, ditemukan pula banyak orang-orang yang berdandan 'sangat punk', dengan atribut yang sanagat lengkap den tentu saja dengan simbol-simbol dan slogan-slogan perlawanan yang menempel di pakaiannya. Tapi apa yang terjadi setolah bentrokan keras melawan Brimob tersebut adalah bahwa merekalah yang pertama melarikan diri dari tempat kejadian. Tidak semuanya memang, tapi sebagian besar. Masih ada yang tetap tinggal dan melawan dengan segala kemampuan dan senjata-senjata dari apapun yang bisa didapat seperti batu, tongkat atau apapun yeng berada disekitar mereka. Para punk dan hardcore tersebut juga dihadapkan pada kenyataan bahwa perlawanan melawan negara sekali lagi, bukan sesuatu yang main-main. Beberapa bulan kebelakang, di Bandung terjadi penyerangan tarhadep beberapa orang punk hardcore lokal yang terlibat dalam aktifitas-aktifitas polltik dan gerakan messa. Mareka dipukuli dan dianiaya oleh belasan aparat militer dalam sebuah wartel sempit hanya karena masalah yang sepole.
Portengahan tahun awal abad 21 ini, disebuah pertunjukan kecil di sebuah bar di Bandung, terjadi penangkapan beberapa orang audiens oleh para aparat kepolisian. Di bar tersebut, sejak dulu sudah sangat biasa apabila ditemukan seseorang yang mabuk. Tepi pada acara tersebut, beberapa ditangkap dan setelah digeledah, ditemukan ganja. Tentu saja ini semua juga alasan yang sangat dibuat-buat walaupun memang ditemukan ganja pada mereka yang ditangkap karena mereka ditangkap justru sebelum ganja tersebut ditemukan
Sejak awal, isu soal penyalah gunean obat-obatan dan pemakaian ganja telah menjadi senjata politik yang sangat kuat untuk melewan mereka yeng mencari, ataupun mengoperasikan perubahan-perubahan sosial. Terlalu banyak definisi dari masalah kecanduan atsupun sebagal pengedar menjadl tuduhan terbaik yang dimana pemerintah dapat menyudutkan merekamereka yeng berani mempertanyakan tontang kenyataan hidup dibewah penindasan sistem saat ini. Terkadang tak ada bukti fisik bahwa mereka memeng sebagal pecandu ataukah henya pengguna blasa ataukah sebegal pengedar dalam kondislkondísi setelah tertangkap karena dibalik itu semua sebenarnya apa yang pemerintah carl adalah mereka-mereka yang aktifitasnya filak dapat lagi dijering dengan hukum-hukum subveralf yang telah ditentang dan dicabut dari tata huküm:pemerintahan Indonesia. Labellabel seperti pengguna ataupun pengedar adalah sebuah metoda untuk berurusan dengan individual-individual dan memerangkapnya untuk dapat terpisahkan dari kritik-kritik sosial dan perubahan nyata yang mereka para individual itu harepkan. Tapi terkadang untuk menutupi kegagalan dan keimpotenan mereka, para aparat negara tersebut tidak terlalu mempedulikan apakah yang mereka tęngkap memang benar-benar orang yang mereka cari ataukah bukan, karena siapapun yang mereka tangkap, akan mereka tuduh dengen alasan-alasan yang mendadak muncul yang tentu saja interogasi mereka dengan menggunakan kekeresan fisik dan penganiayaan. Tak ada cara yang lebih baik daripada memaksa seorang tersangka untuk patuh dan tunduk pada epapun perintah mereka. Hanya satu yang mereka pedulikan, yaitu bahwa para tersangka yang ditangkap semena-mena dapat menjadi sebuah pelajaran bagi yang fain sgar tidak permah mempertanyakan apapun dibawah sistem Ini dan jangan pernah menjadi seorang pembuaten onar yang depat mengganggu jalannya sistem sekarang inl. Sebuah terror mental dari kekeresan negara.
Dengan melihat kenyataan seperti diatas, maka hanya orang-orang yang dlanggap 'gila' yang masih akan mau mempertanyakan sistom ini. Kerja-kerja dari para psikologis seperti Sigmund Freud, Jung, dan sekolah-sekolah yang mengikuti ajaran-ajaran mereka mengisolasiken bentuk pemikiran' dan mendefinisikan beberapa dari mereka sebagai yang memiliki taraf 'kegilaan', termasuk berbagai bentuk yang mengarah kepada penolakan ilusi kenyataen yang kita alami. Dengan memblarkan orang-orang untuk mempelajari pengalaman-pengalaman dan pemikiran-pemikiran dari mereka yang disebut 'gila', bukannya dengan menghukum mereka, maka sebuah cera pandang dan cara pikir radikal dapat direallsasikan, sebuah perspektif baru akan dibangun den sebuah horizon baru akan dicapal, Molalui cara apalagl pemikiran manusia tumbuh dan berkembang? Hampir semua perubahan besar dalam tatanan magyaraket dunia ini telah dibuat oleh mereka-mereka, orang-orang yang selalu dikritik, diejek, dilecehkan dan kadang dihukum pada saat hidup mereka, hanya untuk dikenang sebegal 'pemlkir besar' jauh setelah kematian mereka semua. Selama kesehatan mental dan fislkai menjadi semakin dikontrol oleh obat-obatan, kita akan menjadi semekin dekat kepada dunia yang penuh dengan mereka yang 'normai' yang dalam hidup mereka hanya memiliki satu tujuan yaitu melayani sistem ini dengan tanpa berpikir dan tanpa otak, kemajuan meroke dan penumpulan otak mereka akan memenangkan perang melawan semangat manusia yang sesungguhnya.
Seorang personel dari band Atomicratraps, Niang ditangkap karena membawa ganja, sedengkan beberapa yang lainnya dilepaskan setelah mendapatkan 'kenang-kenangan' dari pihak babi-babi polisi itu berupa beberapa kekerasan fisikal. Niang tetep didakwa bersalah dan dia akan dihadapkan kepada pengadilen untuk dihukum dan dimasuken kedalam penjara karena ganja yang ditemukan bersamanya.
Ganja? Ya. Pemerintah masih terus mengllusi rakyatnya dengan mengatakan bahwa ganja adalah sesuatu yang berbahaya begi kehidupan kita semua. Apabila kita mau lebih memperluas wawasan kita, sebenarnya ganja tidak berbahaya tepi tidak pula sama sekaii tidak merusak. Betul epabila dengan memberikan ganja untuk dihisap sewaktu-waktu, hal itu akan membuat kita semua lambat delam berfikir dan melakukan sesuatu walaupun dalam kondisi tertentu juga dapat membuka pemikiren kita atau membantu otak kita untuk berkonsentrasi. Kaum muda kita hanya mengetahui bahwa kegunaan ganja satu-satunya adalah untuk dihisap, atau dimaken dalam bentuk sayuran. Kita hanya tahu hal tersebut karena kita tidak pernah diberi pengertian lain tentang kegunean ganje itu sendiri. Dan pemerintahpun tidak pernah sekalipun mengupas sisi positif dari kegunaan ganja itu sendiri.
We need fuell We need paperl It's almost gonel Where are we gonna get more? The answer, for centuries, has been right under our nose: grow more potl
And we did, tool Guess what Levi jeans were originally made out of? And guess what American flags used to be made out of? And guess what the early drafts of the Declaration of Independence and the U.S. Constitution were written on? And if that's too un-Christian for you, guess what they made Guttenberg and King James Bibles out of? Guess what you can use to power a car? You can get at least four times as much cellulose to make gasohol or methanol from hemp stems as you can from a com stalk. Which along with solar energy would be a great way to avoid dying for oil in Saudi Arabla.
In the 1920s and 1930s most Amerícan cars and farm machinery had the option of running on gas or on methanol; most racing cars still do run on methanol. And George Washington and Thomas Jefferson grew cannabis on their plantations and smoked it, tool
Jello Biafra dari essay spoken word dalam 'I Blow Mind For a Living'
Ya. Ganja dapat digunakan untuk berbagai keperluan sehari-harl. Tetapi mengapa ganja di diskreditkan? Dan mengapa mereka yeng membewa dan menanem ganja dapat dijatuhi hukuman yang cukup berat dan kegiatan itu selalu ditumpas oleh pemerintah dengan penuh kekeresan?
Dulu di Amerika, penanaman ganja dilegalkan. Tak ada seorangpun yang ditangkep hanya karena menanam tumbuhen ganja. Bahkan George Washington den Thomas Jefferson menanam tanaman Itu sendiri dan juga menghisepnya! Ganja digunakan sebagal obat untuk panyakit glaucoma dan menyembuhkan rasa sakit yang diderita oleh pongidap kanker, dan kita dapat meraih lebih banyak protoin dari dedaunan tanaman tersebut apabila kita makan dengan cara memasaknya menjadi seyuran, leblh banyak daripada sayuran lainnya. Ganja juga menampakkan sinyal kemungkinan untuk memerangi herpes. Dan tebak, apa yang menjadi bahan dasar paresut yang digunakan oleh Tuen Drugs War' eks-presiden George Bush saat dia melompat dari pesawat pembomnya saat terjadi Perang Dunie II?
Tahun 1936 saat di Spanyol suasana sedang panas-panasnya karena terjadi perang sipil, di Amerika sebuah majalah Popular Mechanics telah berhasil merakit sebuah mesin baru untuk memproses ganja, dan memprediksikan bahwa ganja sakali lagi akan menjadi tanaman paling dicari di seluruh dunia. Hal ini jelas-jeles sangat mengganggu bagi orang-orang dalam pabrlk kertas seperti Hearet Paper Manufacturing atau Kimberty-Clark atau juga perusahaan kertas multinasionel lainnya yang memiliki sistem penebangan hutan terbesar. Hal ini juga sangat mengganggu bagi perusahean rokok multinasional karena penemuan ganja inl akan memotong penghesilan mereka yang sangat besar dari hasil penjualan rokoknya. Dan tentu saja hal ini juga sangat mengganggu bagi kerabat-kerabat multinasional lain seperti DuPont. Pemrosesan ganja hanya menggunakan seperlima baglan darl bahan kimia yang digunakan untuk memproses bubur kayu dan DuPont telah mendepatkan lisensi ekslusif atas penggunaan proses pengasaman bubur kayu dan DuPont juga telah mendapatkan hak paten atas plastik fiber yang apablla ganja digunakan sebagal panggantinya maka plastik fiber yang dimiliki hak patennya oleh DuPont akan menjadi turun ke urutan nomor dua darl kualitas fiber dari daun ganja. Dan mereka semua menolak hal tersebut karena akan memotong pendapalan mereka dalam meraup profit.
Dan terakhir, perusahaan-perusahaan obat-obatan multinasional akan kehilangan pasaran karena dengan adanya potensi tumbuhan ganja untuk menjadi obat-obatan alamiah, maka pasaran obat-obatan kimla mereka akan terpotong den kepentingan ekonomi mereka terganggu. Jelas saja, bayangkan apablla kita diperbolehkan menanam ganja sendiri, den setelah kita belajar memproseenya sendiri, maka kita akan dapat mengurangl ketergantungan penggunaan kita pada obalobetan kimla produksl pabrik, dan apabila semua bahan yang digunakan untuk memproses ganja adalah tumbuhan alami dan mudah didapat, maka tak akan bisa hal tersebut dijaga dan dicap dengan hak paten.
Sementara itu, lebak siepa yang memiliki kongres di Amerika sebenamya? Tidak ada bedanya dengan negara manapun, mereka yang duduk dl kongres adalah mereka yang mempunyal kepentingan untuk memperkuat keduduken ekonoml mereka pribadi. Maka ganja dianggap ilegal pada tahun 1937 dan mereka menghembuskan nafas rasis untuk memperparah dan mendiskreditkan ganja seperti apa yang mereka lakukan untuk mendiskreditkan rock'n'roll, rap ataupun hip-hop. Mereka menyebarkan lsu rasis, bahwa dengan menghisap ganja maka hal tersebut akan membuatmu terinfluence oleh musik jazz dan blues. Kongres juga mengatakan bahwa ganja harus dillegalkan karena apabila para kullt hitam menghisapnya, maka orang kulit hitam tersebut akan melirik seorang perempuan kulit putih dua kall. Pergllegalan tersebut juga didukung dengan pembuatan film propaganda negara seperti film dokumenter berjudul 'Reefer Madness', sama seperti apa yang pemerintah Indonesia lakukan untuk mendiskreditkan PKI dan gerakan komunis di Indonesia dengan membuat film mengenal peristiwa G-30-S dan peristwa pemberontakan Madiun. Maka ganja dianggap ilegal den dianggap kejahatan untuk memilikinya sejak tahun 1937. Maka kini semakin jelas mengapa negara selalu ketakutan bahwa rakyatnya akan mendapatkan keterangan dan inlormasi yang jelas mengenai apa-apa yang sebenarnya terjadi. Bayangkan apabila massa mengetahui dengan jelas bahwa temyata penyebab masalah penyalah gunaan obat bius selama ini adalah diakibatkan oleh pemerintah itu sendiri, bukan oleh rakyat dan para penggunanya. Dan bayangkan pula bagaimana mudahnya setiap orang termasuk dirl kita secara individual mangurangl krisis manusia dan lingkungan dengan tidak perlu menerima ide-kde pemerintah seperti pembunuhan penduduk dan pencemaran lingkungan deml mendapatkan minyak bumi dan mengapa dengan begitu kita bisa tidak terpengaruh oleh kenaikan harga-harga BBM. Pemerintah tidak Ingin kita berdiri seoera Independen dan menolak peran pemerintah dalam kehidupan kita. Lalu menjewab pertanyaan mengapa negara Indonesia Juga memberlakukan hukum yang sama dengan di Amerika dalam menanggapi masalah ganja? Jawebannya sangat mudah, lihet siapa yang berkuasa di duna Ini sebenarnya dan kepada siapa pemerintah Indonesia sejek dulu patuh dan menundukan kepala mereka seperti seekor kambing terhadap gembalanya. Amerika.
Yang paling ditakuti oleh pemerintah adalah mereka-mereka yang dapat mandiri, berdiri secara independen dan semakin Jauh ketergantungannya terhadap peran pemerintah. Karena dengan keberadaan mereka yang seperti itu, hal tersebut akan melenyapkan pendapatan mereka untuk meraup profit dari ketergantungan kita.
Maka tidak sepantasnya Niang dijebloskan ke dalam penjara karena apa yang ditemukan saat dia ditangkap!
Dalam dunia gerakan massa dan aktifitas politik Indonesia, isu mengenai pengadilan Suharto makin marak. Dimana-mana terfihat demonstrasi-demonstraei mengenal penuntutan pengadllan Suharto. Sebuah lsu yang sama sekali tidak relevan bagi anerkis. Menuntut agar Suharto diadili edalah sama dengan memberikan kepercayaan kembali kepada negara dan sistem peradilannya untuk bertindak. Memberikan kepercayaan kepada negara adalah sama dengan sebuah langkah terburuk bagi keum anarkis. Bayangkan apa yeng akan kebanyakan dari kita pikirkan apabila Suharto dijebloskan kedalam penjara oleh pengadilan negara? Publlk akan kembali percaya bahwa negara telah berplhak kepada mereka, dan hal tersebut hanya akan semakin mengüusi kesadaran publik bahwa kite tidak membutuhkan pemerintah dan negara untuk mengatur hidup kita sehari-hari.
Lalu para penuntut pengadilan Suharto tersebut sangatlah tidak realistis. Mereka tidak melihat bagaimana kondisi dan sistem yang berjalan di penjara. Dalam penjara, tak ada bedanya sama sekali dengan kondisl diluar penjara, bahwa mereka yang memiliki uang besar akan hidup nyaman walaupun di dalam penjara. Berbagai fasilitas akan dipenuhi demi kenyamanan sang narepidane, sementara mereka para narapidana yang tidak memillki uang sama sekalilah yang mengalami tekanan-tekanan mental maupun fisikal baik dari sesama narapidana maupun dari sipir penjara ditambah tekanan alienasi penjara terhadap kehidupan diluar penjara. Kita semua depat melihat ulang kepada ide apabila Suharto dijebloskan ke dalam penjara, akankah dia merasakan perbedaan hidup dalam penjera ateu di luar penjara? Berapa kekayaan yang dimiliki olehnya? Berapa ratus bangunan penjara yang dapat dibangun olehnya apabila dia mau? Ya. Pengadilan Suharto adalah isu yang sia-sia belaka. Hal Itu hanya mungkin apabila sistem yang berlaku juga dirubah. Selama sistom tidak berubah, maka pengadilan Suharto tidak akan ada gunanya selaln hanya menguras energi kita dan menyerap dana finansial kita yang seharusnya dapat kita gunakan untuk keperluan lain yang leblh berguna dan menyenangkan bagi diri kita.
Organisasi-organisasi punk dan hardcore yang melakukan perlawanan selama ini Juga banyak terilusi oleh isu diates. Tidaklah mengherankan karena setiap organisaal tersebut selalu didekati dan dijejali oleh propaganda-propaganda merah dari para komunis den mereka yang mengaku sosialls. Punk dan hardcore dianggap sebagal kelompok bodoh yang tidak mampu berpikir, digunakan oleh berbagal kepentingan yang sama sekali tak ada kaitannya dengan kepentingan kita sendiri. Bendera-bendera dengan logo huruf A yeng dilingkari telah berkibar dimana-mana, tetapl apakah sebuah gerakan bisa dinllai berdasarkan sebuah simbol? Sebuah gerakan dinlai melalul apa yang mereka lakukan dan begalmana cara gerakan tersebut bergerak.
Organisasi kita sdaklah bodoh, tidak gila, tidak seekstrim pandangan publik, tapl kita adelah sebuah organisasi perlewanan yang juga mengutamakan kemanusiaan yang tidak Ingin menerima dunia kelabu dimana dalarn hidup ini kita dipaksa untuk menerimanya. Kits ingin sesuatu yang lebih dan bersiap untuk meninggalkan sistem yang berjalan seperti inl. Kita tidak melihat mengapa kits harus berperang dengan sesama kita dan tinggal seperti musuh diantara kita sandiri. Kita percaya, seperti juga layaknya kebanyakan para enarkis, bahwa pada desamya semua orang adalah balk dan ramah dan sistem Inilah yang telah memekea dan membentuk kita semue menjadi penuh dengan kekerasan, kerakusan dan menjedi jehat terhadap sesama kita sendiri.
"What is evil but good tortured by its own hunger and thirst?"
The Prophet Phil Russeli 1974
Kita semua terlahir bebas, tetapi selalu kita menjadi obyek bagi pengkondisian untuk membentuk budek-budak dari sistem ini. Kita diperangkap oleh orang tua kita, guru kita, boss-boss kita dan mereka yang berkuasa untuk menjadi seperti apa yang mereka inginkan dari dirl kita, bukannya untuk menjadi apapun yang kita inginkan kita jadi sesuai dengan keinginan kita, hasrat kita, keunikan kita. Anarkis peroaya bahwa sifat alamlah kita semua untuk hidup damal dan kooperatif telah dlhapuskan dari kehidupan kita dan dirubah menjadi sifat kompetitif yang melayani kepentingan kelas borjuls yang berkuasa. Hidup adalah sebuah pengalaman yang indeh den sangat menarik. Mengesampingkan apa yang para politisl katakan kepada kita, kita seharusnya melihat bahwa dunia ini sebenamya cukup besar bagi kita semua epablla kita depat belajar untuk saling respek dan saling berbagi dalam kehidupan kita semue. Jutaan orang diperintah oleh sedikit orang; jutaan orang hidup dalam dunia perbudakan yang kelabu hanya agar mereka yang sedikit dapat menikmati keistimewaan dan hak-hak lebih yang seherusnya adalah hak kita semua yang kita bawa sejak kita lahir. Tentu saja, dengan melihat jumlah kita yang sangat besar sebagai orang-orang yang digunakan untuk kepentingan mereka yang sangat sedikit, kita seharusnya dapat mengambil kembali apapun yang seharusnya milik kita tetapi tercuri oleh mereka.
358 people own half the world. Let's kill them!"
Jello Biafra
Taktik perebutan kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita, terkadang berubah menjadi ide untuk merebutnya dengan kekuatan senjata. Ide-ide eeperti ini begitu kuat merasuki otak-otak dari punk dan hardcore yang mulai mengalami demoralisasi karena seekan melihat kebuntuan jalan dalam hal mengorganiair massa untuk bersema-sama merebut kembali milik kita semua tersebut.
Tidak ada yang salah apabila kita membalas kekerasan dengan kekerasan. Tetapi kita tidak boleh melupakan satu hal penting, bahwa dunia yang kita dambakan adalah dunia yang penuh cinta kasih dan penuh kedamaian. Kite tidak boleh melupakan sebuah pendekatan hati ke hati', kita harus mulal belajar untuk memberikan cinta kesih kita kepada sesama kita. Dari kekeresan domestik hingga perang global, aturan mainnya tetap sama saja, "hencurkan apa yang tidek kau mengerti". Sementara anerkis, harus depat menceri jelan yeng lebih kroatif deripnde sekedar:menghancurkan tanpa solusi yang lebih jauh. Kita tidak hanya menghancurken lawan, tapi kita juga membuat cden membangun fatanan masyarakat Idamen kita yang hidup berdampingan dengan damai, bekerja sema dan saling berbegi
Pertongalhsn tehun 2000 ini, terjadi beberepa kasus poledakan bom di Jekarta. Salah satu kesus terjadi di gedung BEJ, Elurse Efek Jakarte. Tidak ada salahnya dongan kasus peledakan bom di gedung BEJ tersebut, tetapi satu kesalahannya adeleh mengapn bom toreebut dlledekan dl tempat parkir mobil dimana banyak sopir-sopir yang tidak berslah ates hancurnya perokonomian meledak bereama ledaken bom tersebut. Target peledakan seharusnya adalah dalam gedung BEJ sendil. Mongapa dalam gedung? Karena dalam gedung tersebut berkumpul mereke-mereka yang depat dengan seenaknya mompormainken herga demi keuntungan mereka pribadi, mereka yang tidak merasakan betepa sulitnya hidup dalam kondisi harga yang terus melambung tinggi yang salah satunya dipermainkan oleh mereka-mereka di dalam gedung BEJ yang sama sekali tidek bekerja meleinkan henya berteriak-teriak, memperhatikan naik turunnya indeks saham, membeli saham ini, melepas saham itu, sementara dunia yang leblh luas diluar gedung Itu, nyawa jutaan massa dipertaruhkan dengan naik turunnya harge. Kekerasan mernang tidak menyolesalkan mesalah, tetepi kekerasan dapat menaikan tingkat kesadaran messa yang celnma Ini selalu terbuai dengan berbegai ilusi dari negara.
Solama ini revolusi bersenjata selalu diadvokasikan oleh para leftist. Kebanyakan dari sejarah organisasi-organisasi terroris intemasional selalu dimulai oleh para Marxist yang frustrasl dalam kerja pengorganisirannya dan segera mengadvokasikan untuk membentuk sayap bereenjata dan revolusi bersenjata dari kaum proletar untuk menyingkirkan penindasnya. Sebueh kasus yang sudah sangat blasa terjadi dalam dominasi geraken politik, mereka yang berada dalam kemakmuran selalu saja mengadvokasiken sesuatu yang pada akhimya akan dikerjakan oleh kelas proletar den mereka yang miskin. Negara selaku saja monglrimkan mereka-mereka para keles proletar ke garis depan saet mereka sedang berperang, dan menggunakan kelas proleter tersebut untuk menjaga kekuasaan mereka. Dan apa bedanya dengan mereka para leftist yang menganjurkan revolusi bersenjeta saat diri mereka kebanyakan hanya duduk di ballk meja dalam kantor-kantor pusat sentralisme demokrasl? Bentuk pombebesan proleter seperti epa yang menggunakan nyawa kelas proletar yang biaeenya tidak mengerti apa-epa, deni mencapel tujuennya?
Para loftist-leflist yang berpikiran ekstrim secara luas dikendalikan oleh orang-orang yang mendapat pendidikan tinggi den taraf kehidupannya ada diatas rata-rata, dan karena latar belakang sosialnya pula maka mereka mendapat kemungkinan untuk menginfiltrasi berbegai organisasi, dari sekolah-sekolah hingga media, dimana mereka akan dapat meng'gol'kan propaganda-propaganda mereka dan menaikan isu-isu mereka sendiri. Karenanya, sebenamya menggunakan kekerasan sama sekali tidak salah, tetapi kita harus berhati-hati dan lebih waspada karena kekuatan-kekuatan bersenjata selalu menjadi kekuatan yang diperebutkan oleh banyak plhak.
Kita mempunyai kekuatan kita sendiri, dengan menolak untuk digunakan sebagai alat demi pencapalan hasrat orang lain yang ternyata maleh menaikan tingkat penindasan yang kita lawan; tetapl apakah kita mempunyal keberanian untuk berdiri sendiri tanpa 'keanggotaan partai" atau 'buku merah' dan menuntut hak kita untuk hidup?
Kita dapat mendorong terbentuknya perubahan ini secara cepat dalam hidup kita sendiri. Kita dapat berusaha hidup dalam harmoni bersama kamerad kita dan diantara orang-orang yang ada di sekitar kita serta bersama lingkungan alam dimanapun kita berada. Kita dapat berusaha untuk menjedi kreatif dengan fasllitas-fasilitas yang kita miliki dan dipergunakan orang lain. Kita dapat belajar untuk menolak fungsi tolol dimana kita selalu dijejall dengan hal tersebut seperti bahwa laki-laki ada diatas perempuan dan bahwa homoseks tidak layak hidup berdampingan dengan kita. Kita dapat belajar untuk berbagi dan bekerja sama secara ko-operatif dengan slepepun, untuk mengembalikan kepada kehidupan apa-apa yang telah kita ambil dari kehidupan itu sendiri. Kita dapat belajar mengenal den memahami fungsl-fungsi elamiah dari dunie di sekeliling kita, cuaca, musim, sumber daya alam dan apapun yang tumbuh di planet kita ini. Kita dapat belajar untuk memahamí apa yang orangorang lakukan pada bumi ini, dan mengepa mereka melakukannya. Kita dapat belajar untuk menolak sampah-sampah kelabu mereka dimana kita selalu dijejali bahwa hal tersebut adalah merupakan fakta kehidupen'. Kita dapat menuntut dan membangun sesuatu yang lebih baik. Diantara semua hal tersebut, dan lebih jauh lagl, kita dapat belajar bersama-sama dengan mereka yang juge peduli dan kemudian sebagai individual kita dapat kembali kepada kehidupan kita sendiri, memiinta kemball dúnia kita yang seeungguhnya dengan cera kita sendiri -dan kita dapat memulainya dengan saling bekerja sama membangun sesuatu demi kepentingan bersama yang lebih baik. Semua hal ini kembali diserahkan kepada kita sendiri sebegai Individual-Individual, untuk bersama-sama melawan sistem yang telah menggerogoti hidup kita semua.
Kita harus belajar untuk tidak takut kepeda mereka yang berkuesa -kita harus berani berdiri diatas epa yang kita yakini edalah benar daripada hanya tunduk dan mementingkan dan melayanl kepuasan diri kita pribadi dan ego kita sendiri dan dengan itu pula kita harus belajar untuk mencari jalan yang kreatif untuk 'mematahkan tulang punggung sistem'. Kita harus mençoba berbagal cara, seperti menulls lagu dan puísi, membuat rekaman, majalah, buku, memproduksi film dan video, menyemprotkan pesanpesan di tembok-tembok kota dengan aksi grafiti dan berusaha untuk meraih akses kedalam berbagal media massa dimana suara kita dapat didengar. Dan kita harus -bagaimanepun juga memback-up setiap kata yang kita hasilkan dengan aksi kita.
Sangattah tidak bijak apabila kita mengadvokasikan 'direct action'. Hal tersebut sudah seharusnya dilakukan, bukannya untuk diperbincangkan. Setiap individu memiikl level ketakutan dan kecemasan yang berbeda-beda dan dalam melakukan direct action' sebagai bentuk dari sebuah protes dan perlawanan, kita semua harus dapat melakukannya semampu dan semaksimal diri kita mampu lakukan. Tetapl keberanlan yang kita mlliki juga harua dback-up dengan pemikiran untuk mempertahankan diri karena kita tdak akan mau menyerahkan hidup kita begitu saja seperti seorang martir. Kita harus belajar untuk sedikit demi sedikit mengikis rasa takut kita bukannya semakin menjadlkan rasa takut kita sebagai pembenaran kepasifan dirl kita yeng tak akan menghasilkan apapun selain memperpanjang barisan perbudakan dalam sistem ini.
Di Seattle, saat terjadi protes besar-besaran menentang kebijakan-kebijakan sidang WTO pada akhir tahun 1999 lalu, para demonstran yang anti kekerasan melakukan penghanouran-penghancuran pada perusahaan-perusahean korporasl multinasional seperti McDonald's, Nike, Starbuck dan berbagal korporasl lainnya. Mereka menolak melakukan tindak kekerasan terhadap semua bentuk kehidupan, maka karenanya mereka memlth untuk menghancurkan private-property mereka-mereka yang sedang bersidang dalam gedung untuk menentukan bagalmana cara untuk membuat semakin miskinnya penduduk dunia dan semakin kayanya diri mereka. Di India, kerusuhan terjadi sebagal bentuk protes akbat dinaikannya harga BBM akibat kebijakan-kebljakan neo-liberallsma yang juga mulai masuk ke negeri India. Di Brasil, beberapa restoran pinggir jalan yang dimillki oleh perusahean multinasional seperti McDonaid's, KFC dan lain sebegainya menemul Jendela-Jendelanya pecah berantakan dihantam oleh massa yang merasa dirampas hak hidupnya. Di Melboume pada aksl intermasional s11, jalanan penuh massa memprotes jalannya sidang WEF yang tak lain adalah sebuah penentuan kebijakan neo-lberallame yang semakin gencar dilancarkan kepada negara-negara dunia ketiga seperti negara kita. Di Praha, Cheznia, ribuan orang memadati jalanan menutup tempat sidang para representatif negara-negara pendukung pesar bebas bertemu, sebush kereta api dibejak deml mengantarkan para demonstran dari Italia menuju Cheznia. Di Kanada, bank-bank Intemasional tak dapat dibuka pintu-pintunya karena seseorang telah mengelem pintu-pintu masuk bank tersebut dengan lem super-glue sebagal aksi protes. Darl aksi-aksi demoentrasi, akel sabotase di tempat kerja, dari aksi penutupan jalan hingga aksi pendudukan gedung instansi pemerintahan, dari aksl mogok hingga aksi pencurian dan pendistribusian barang-barang dan produk melalui pintu belakang untuk dibagikan kepada semua yang membutuhkan. Setiap orang memiliki caranya sendiri, Idenya sendiri mengenai apa yang harus dilakuken untuk balik menggerogot kekuatan pemerintah yang selama ini menggerogoti hidup kita. Apapun yang kallian lakukan, tutup mulutmu dan Ingat bahwa mereka yang terlalu banyak berbicara Justru memperbesar resiko untuk tertangkap.
Disaat yang sama dengan semakin banyaknya aktifitas ekstrim dilakukan, ada hal-hal yang juga harus dilakukan dalam struktur sosial yang masih eksis inl yang bertujuan untuk semakin memperlemah cara kerja struktur saat ini dengan cara saing membantu sesama dan memberikan berbagal solidaritas.
Apablia memungkinkan, kita dapat membuka squat seperti yang mereka di Taring Padi lakukan, seperti mereka di ABC No Rio lakukan, kemudian memulal pelayanan informasl untuk mereka semua yang ingin melakukan hal yang sama, atau epabila masih sulit terutama dengan melihat kondisi obyektif di Indonesia, kita dapat membangun kelompok ko-operatif sendiri dan kolektif kita sendiri untuk berbagi tanggung jawab untuk membayar blaya sewa atau blaya pembellan sebuah property untuk dijedikan milik bersama. Di tempat-tempat dimana kita telah menetap, kita dapat membuka pintu bagl orang lain, membentuk asoelasi bereama pera tentangga dan bersama-sama membangun perbalkan-perbalkan kondisl dan faslitas yang dapat digunakan bersama dalam area disekitar kita tinggal. Kita dapat membentuk kelompok perkebunan dimana kita memiliki lahan kosong dimana kita depat memproduksi makanan kita sendiri yang lebih bebas dari bahaya penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang seringkall beakibat fatal bagi mereka yang memakannya. Menanam tanaman-tanaman obat untuk keperluan penyembuhan penyakit-penyakit ringan. Membentuk kelompok-kalompok kesehatan dimana kita bisa lebih menggunakan obat-obatan herbal yang alaml daripada menggunakan obat-obatan kimlawi yang dihesilkan oleh robotrobot di pabrik yang semakin kaya pemiliknya apabila kita semakin tergantung kepadanya. Kita juga dapat belajar untuk mencintel dan meraspek badan dan fisik sesama kita, bukannya melihatnya sebagal obyek seksual belaka ataupun merendahkan bentuk fisik tertentu. Kita dapat membentuk sekolah bebas dimana pengetahuan dapat dibagkan secara terbuka bukannya dijejakan dengan paksa kedalam otak kita. Pendidikan, daripada diberikan oleh negara yang hanya membentuk budak-budak dan menghisap mereka yang sekoleh dengan blaya tinggl, dapat dibagikan dengan konteks mutual-aid dimana semua orang adalah guru dan semua orang adalah murid delam dunla kita yang tidak mengenal hirarkl soslal. Kita dapat membangun pusat-pusat keglatan komunitas dimana orang-orang dapal menemukan alternatif tempat untuk sekedar sharing dan berkumpul, membicarakan aktifitas-aktifites yang sebaiknya dilakukan dan juga sebagal langkah untuk menolak pemikiran yang berorientasi profit dalam menyewakan tempat-tempet yang dbutuhkan oleh banyak orang. Di Skottandie, sekelompok punk den anarkis menemukan sebuah tempat yang tak tarpakal, yang kemudlan cleh mereka dijadikan sabuah squat dan segera direnovasi oleh mereka sendiri untuk kemudian dijadikan tempat mengadakan koneer-konser kecil dan forum-forum kelompok dişkusi: Penduduk lokal daerah tersebut sangat terkesan dengan apa yang mereka lakukan sehingga para penduduk tersebut membantu mereka menuntut agar para punk dan anarkis yang membuka squat di tempat torsebut tidak diusir dan diperbolehkan untuk menetap disana. Kita dapat menjalankan ko-operasl makanan yang dibell dan didistribusikan disntara sesame orang-orang yang kita kenal atau kita bell darl orang-orang yang kita kenal dengan baik dan kita percayal tidak mengeksploitasi pasaran dan orang yang memproduksinya. Tertalu banyak supermarket yang menjual bahan makenan di negara-negara dunia ketiga seperti halnya di Indonesia, dimana para pekerja yang menanam dan memproduksl bahan makenan tersebut dibayar sangat minim sementara perantara pihak ketiganya mendapatkan keuntungan yang sangat besar, melihat hal ini, pembentukan ko-operasi makanan akan memutuskan rantai ini. Kita depat memulainya dengan menjalankan ko-operasi dari tempat tinggal kita yang mensuplai beberapa rumah sebanyak yang kita mampu dimena bahan makanan yang kita dapatkan adalah merupakan hasil kerja dari kita sendiri bersema-sama dengan para pekerja penanam, yang dengan dernlklan jelaslah bahwa kita telah membangun sebuah rantal ko-operasi diluar rantal sistem kapitalistik yang berorientasikan profit. Kita juga dapat membentuk "bank kerja' dimena kita depat bertukar keahlian dan menyalurkan keakhlian yang kita miliki dengan dan kepeda yang lain. Bilamana semakin banyak orang yang bergabung dalam bank kerja' demiklen, maka semakin tidak dibutuhkanlah uang dalam kehidupan kita dan semakin tidak dibutuhkanlah pemerintah untuk mengatur hidup kita.
Satu-satunya batas dari itu semua adalah imajinasl kita sendiri. Kita dapat meninggalkan struktur sistem yang menindas kita, tetup/ hanya epabila kita telah siap untuk bekerja keraslah maka hal itu akan mungkin untuk dapat dllakukan dan direalisasikan. Kita sermua memlliki kekuatan kita sendiri, kita memiliki jumlah yang sangat besar dan keberanian untuk melakukannya dan dengan demikian maka kita dapat meraup kembali hak kita untuk menjalani kehidupan kita sendiri. Sebuah revolusl sosial dengan demlklan akan dapat, dan segera menjadi sebuah kenyataan.
Punk dan hardcore adalah sebush budaya yang mementingkan sebuah sikap ko-operatif bukannya sikap kompetitif diatas segalanya. Dengan subkultur ini kita juga memupuk kekuatan kita dan keberenian kita serta kesadaran kita. Punk dan hardoore menawarkan sebuah budaya yang menuntut hak untuk hidup dalam kehidupan yang kita pllih walaupun dengan demiklan kita pasti akan berhadapan dengan kekerasan dan kekuatan tran. Telah begitu banyak dari kita yang menjadi korban deri kekejaman sistem ini yang merasa bahwa 'semua orang harus tunduk pada pemerintah'. Dan sistem ini pulalah beserta ratusan sistem lainnya yang serupa, yang bersifat hirarkis, yang menindas jutaan rakyat di seluruh dunia ini. Penindasan negara dengan memaksa rakyatnya untuk patuh dan tunduk deml kepentingan pemerintah, atau orang tua yang memsksa enaknya untuk patuh pada perintahnya karena sang orang tua merasa bahwa dialah yang paläng mengerti mengenai apa arti hidup ini, atau pula suami yang memaksa istrinya untuk tunduk pada aturannya karena merasa bahwa lak-Haki adalah superior dalam sebuah keluarga, apakah itu semua ada bedanya?
Penjara dan rumah sakit mental di dunia ini penuh oleh orang-orang yang tidak melakukan apapun selain karena mereka tidak setuju dengan 'norma-norma' yang dipaksakan untuk diterima di seluruh lapisan masyarakat dimana mereka tinggal. Pembangkang negara edalah pahlawan bagi para pemberontak, dan penghianat para pemberontak adalah pahlawan bagi negara; dan semua semakin bertambah kelam. Untuk melawan dan mengalahkan para penindas, kita harus belajar untuk menggunakan cara ini, atau cara lain sesual dengan imajinesi kita, atau kita akan dimatikan, seperti mereka yang hanya mengerti satu jalan, yang dengan segera dapat dibungkam oleh kekuatan negara.
"Wally sought peace and creativity as an altemative to war and destruction. He was an anarchist, a pacifist and, above all, an individualist, but because of the times in which he naively lived, and innocently died, he was labeljed a 'hippy'. In the coroner's court, the police officer responsible for investigating Wally's death dismissed him in one sarcastic sentence, "He thought he was Jesus Christ, didn't he?" Wally certainly did not think of himself in that light, but judging by the way in which the state dealt with him, they did."
The Last Of The Hippies' Penny Rimbaud.
Beberapa, bahkan banyak dari kalangan kita sendiri mencap kita, mendiskreditkan kita dengan label seekan kita adalah nabinabi pembawa kebenaran. Sistem inl telah menciptakan begitu parahnya keadaan dan kondisi pemikiran publik sehingga menjadi benar-benar egois dan apatis, sehingga begitu ada seseorang atau beberapa orang yang mengusulkan sesuatu demi sebuah perubahan yang lebih mendasar, kita selalu dicap dengan pelabelann-pelabelan seperti itu dengan tujuan mendiskreditkan gerakan ini.
Beberepa berkata bahwa bukan tempatnya punk dan hardoore dipolitisir oleh kepentingan-kepentingan kita sendiri. Tidak Kita ádak berbicara mengenai politik, kita hanya berbicara mengenal hidup kita, berbicara mengenal hidup Itu sendiri. Dan yang pada intinya, kita berbicara mengenal bagaimana kita mengambil alih kembali kontrol dan hak atas hidup kita sendiri, bukan mencari kekuatan plitik seperti halnya yang dilakukan oleh para komunis untuk merebut negara. Pare penerus sistem yong telah begitu terilusi oleh bagaimana sistem ini berjalan, tersenyum mengejek kita yang dengan bangga menolak, memprotes, dan menyingkirkan spapun yang menjadi keputusan demi kepentingan pemerintah, dan kita melihat mereka sebagai orang-crang yang kelabu yang tidak memliki kekuatan apapun selain kekuatan untuk melayani sistem ini lebih jauh.
Melihat kembali kepada kasus bagaimana sekelompok tentara yang berjumlah belasan, menyerang bebarapa dari kita di sebuah wartel dan segera melarikan diri. Terlihat bahwa negara sangat Ingin menghancurkan semangat pemberontakan dan perlawanen kaum muda, seandainya memang tidak dapat menghancurkan gerakannya, sebuah gerakan tanpa rasa takut yang diharapkan dapat membantu membuka jalan menuju dunia yang lebih oerah.
Kisah penyerangan tentara terhadap beberapa orang di wartel tersebut adalah sebuah mimpi buruk yang penuh dengan permainan penghinaan, kekuasaan dan juga kekejaman militer. Tapl tidak sekalipun kisah penyerangan tersebut akan diangkat ke meja hğau. Tak ada gunanya. Kita semua telah melihat bagaimana sistem ini semua termasuk sistem pengadilannya telah digoreskan dengan tebal dengan kata-kata kebohongan, kekerasan, kerakusan dan ketakutan. Tak ada seorangpun dari ktia yang telah mempersiepkan dri atas penyerangan-penyerangan mendadak seperti hal tersebut, dunia semakin terasa sebagal tempat yang kecil mungil serta dilipul oleh kegelapan.
Untuk dihadapkan ke meja hijau? Untuk apa? Pilihan bagi mereka yang miskin saat diajukan ke meja hijsu adalah penjara atau rumah sakit jiwa apabila memang dianggep mengalami kelainan mental dan kejiwaan. Kita semua telah belajar dari pengalaman merska yang telah menjalanl sebagian hidupnya di dalam penjera. Kita telah belajar mengenai begaimana perlakuan terhadap narapidana di panjara balk secara mental maupun fisik. Dokter yang menangani para narapidanepun, yang sebenamya tahu dengan pasti bagaimana kondisi penjara bagi mereka yang tidak memiliki banyak uang, tidak akan mungkin dapat mengungkapkan kondisl penjara sebanarnya dikarenakan ketertundukannya pada negara dan ketakutannya akan aparatnya. Penyiksaan narapidana dan para tahanan semekin dlenggap sesuatu hal yang wajar terjadl. Para pengunjung tidak dapat melakukan apa-apa selain hanya menerima bahwa memang saperti itulah kehidupan di penjara. Kita telah belajar dari pengalaman mereka yang telah terpuruk hidupnya di dalam penjara. Kita semua tahu bagaimana kepala penjara beserta para sipimya selalu mempertahankan konflik diantara sesama narapidana agar tek ada yang permah dapat mempersatukan semua narapidana untuk melawan kepala penjara dan semua sipimya, sementara mereka para sipir akan mendapatkan banyak barang bagus serta uang dari hasil sumbangan' dari para narepidananya yang terkadang juga dalam bentuk kenikmatan seksual. Kita juga telah belajar untuk mengetahui bagaimana periakuan para dokter dan perawatnya di rumah sakit jiwa, yang seringkali berbentuk penylksaan terhadap para pasiennya. Menurut keterangan resmi pemerintah, tujuan dari diberiakukannya pönjara adalah sebagai sebuah 'reform' bagi para narapidananya dan rumah sakit jiwa adalah sebagal 'obat bagi para paslennya. Sebuah tujuan yang tidak masuk akal apablla kita melihat kondisi yang terjedi di dua tempat tersebut. Kasar, kejam dan simpel, tujuan sebenamya hanya satu: hukuman.
Kita semua telah menemukan dimana kasus pembunuhan ditutupi oleh polisi dan institusi negara lainnya, bagalmana salah-tangkap adalah hal yang sangat biasa, serta kasus penjeblosan seseorang ke penjara kadang dimanipulasi dengan berbagal cerita. Kita mulai belajar mengenail kasus penyerangan mental dan fisikal bagi mereka yang ada di penjara. Kita berhadepan dengan dunia yang tomyata kejam yang dimapankan oieh negara dan aparatnya. Tepl tak ada yang berani bertanya kepada penguasa sekarang ini. Tidak juga para tentara. Para tentara tersebut tahu soal penyalahgunaan dan kekejaman, mereka tahu soal korupsl, mereka tahu soal jual beli senjata, tetapi tetap mereka menolak untuk bergabung dengan kita. Karena dengan semakin peduli pada masalah seperti diatas, maka pera tentera tersebut di hadapkan dengan kepentingan mereka sendirí. Itu karenanya mengepa para tentara rendahan tersebut memilih untuk diam dan memperhatikan malam harl di bandung. Mereka tetep diam dan menunggu perintah. Ya. Mereka akan tetep menjadi bagian mayoritas dari masyarakat, yaitu untuk tetap diam dan menerima.
Dibalik permukean rambut rapi yang berkilauan dan pakalan yang licin terseterika dengan baik dan repi, dibalik kilauan mobil-mobß mewah, restoran-restoran elit dan pub-pub glamour, dari keluarga yang mapan dan sangat bermasa depan, dari kemakmuran den keamanan yang terbaik, dari kekuasaan dan kejayaan, hanya ada satu kesimpulan, yaitu bahwa merekalah sebenarnya yang benarbenar dapat disebut sebagai kaum fasis yang sesungguhnya. Mereka semua tahu epa yang salah dengan kondisi sosiai masyarakat saat ini, tetapi mereka tetap diam.
They know, but they remain silent. First they came for the Jews and I did not speak out - because I was not a Jew. Then they came for the communists and I did not speak out - because I was not a communist. Then they came for the trade unionists and I did not speek out - because I was not a trade unionist. Then they came for me - and there was no one left to speak out for me."
Pastor Niemoeller, seorang korben kekejaman Nazi
Mereka tetap diam seat para pedegang kaki lima di sepanjeng jalenan utama dipukuli oleh pera polisi untuk dipaksa pergi Mereka tetop diam saat rumah-rumah kaum miskin digusur dengan semena-mena oleh para penguasa hanya demi pembangumen mall-mall mewah, hotel be:bintang, lapangan golf maupun jalan layang. Hanya terdengar beberapa bisik kata, bisikan yang hampir tak terdengar sama sekali, "Kaslhan mereka." Dan mereka cuma dapat berbisik, lebih baik hanya sekedar berbisik tetapi keselamntan dan kəemanan serta kemakmuran akan tetap menjadi milik mereka. Kemudian kesunyien legi yang ada, sesunyi pare aperat meninggalkan korbannya. Saat mereka mendengar bahwa puluhan bahken ralusan atau ribuen mali di Timor Leste, Aljeh maupun Pepua serta di negeri-negeri lainnya maupun di sekeliling mereka, moreka juga akan tetap dinm. Karena keamanan adalah dewa mereka, tuhan mereka, dan ketertundukan adalah bentuk poieyanen mereka terhadep dewa dan tunannya. Melawen semua ketidak adilan, melewan semua kesalahan yang mereka lihat, mereks akan tetap diam dalom kesunyian, karena keblasaan dan adat istiadat mengatakan demiklan -bahwa melawan mereka yeng ada diatas, mereka yang lebih tua, itu tidak boleh. Kesunylan, keamanan, ketertundukan dan adat kebiasaan; semue ecdaleh ekar dari fasisme. Kesunyien mereke adalah bagian mereka dari kekerasan yang terjadi, deri kekuatan yeng boegr, kesunyinn deri sunira-sunra, dan kejayaen fasisme.
Ini ssmua bukan tentang Pemude Panca sila di seluruh Indonesie, atau Angkatan Muda Sillwangi di Jawa Barat, atau organisesi premen terorganisir leinnya yang merepresentasikan kekuatan ancaman sayap kanan; mereka yang tetap diam acdelah bagian terbesar dari kemepanan publik yang merepresentasikan ancaman fasisme yang sangat nyata. Fasisme yang ada di hti orang-orang kebanyakan adeleh fesisme yang ada di otak para pemlmpin negara yang potensial.
Suara kesunyian, adalah salah satu kekuetan terbesar yang membuat investigasl kita hampir-hampir menjadi sangat tidak mungkin. Respek yang diberikan mayoritas masyarakat adalah respek peda keemanan pribadl mereka, yang menempatkan rospek deripeda beresiko membuat pera penguasa marah dengan mengatakan kepada kita apa-epa yang benar menurut pemimpin mereka. Mereka sebenamya tahu dan bisa tahu, dan kita tahu bahwa mereka semua bukan orang-orang bodoh, meroka hanye tidak mau tehu. Tepi tídek eda bedanya seandainya mereka menjadi tahu, karena mereka akan tetep memilih untuk terlbnt delam kesunyien.
Dari berbbagei data dan dokumentnsi ynng didapalkan dari berbagai sumber mongenai ketidak adilan dan penggunaan kekuatan nogara yang mengancnm kehidkupen masyarakat banyak, kita telah berhasil mengumpulkan banyak data sehingga kila mulai bergerak dengan semakin yakin. Dan selama itu pula, kita telah menerima ancaman dari berbagal sumber den baberapa dari kita telah dlkunjungi oleh pera aparat dengan berbagal alasan yang begitu dibuat-buat, yang membiarkan diri kita tahu bahwa mereka felah mengetahui apa yang kita lakukan selama ini, dan hanya satu yang mereka inginkan dari kita... bergabung dalam kesunyian.
Kita merasa sendiri dan mudah patah. Pada akhimya, pada bulan Mel 2000, kami memilih untuk menghancurkan apa yang dalam satu tahun lalu kaml pertahankan. FAF yang merupakan singkatan darl Front Anti-Fasis, sebuah organisasi komunis muda di Bandung yang menjadi organisasi dibewah naungan partai Mards-Leninis Indonesia, PRD. Satu tahun tepat dari saat pembentukannya. Kami melemparkan segala sesuatunya kedalam kegelepan malam dan menatap hari esok dengan kegelapan juga. FAF telah mati dan merrang seharusnya dihancurkan apabila memang tak dapat lagi dipertahankan. Hanya ada satu kecerahen dalam hati kami, bahwa perjalanan menembus kegelapan menuju terangnya kebebasan, telah kami tapski dan akan kami tapaki terus.
Seiring hancurmya FAF, semua yang berkaitan dengan FAF hanya tinggal sekedar dokumentasi yang mungkin rencana dari kami untuk menyusun sebuah enthologl mengenai terblt dan tenggelamnya FAF akan terealisasikan suatu saat nanti sebagal bahan referensi bagi puluhan organisasl-organisasi pembebasan lainnya yang terbentuk dalam subkultur punk dan hardoore di Indonesia Ini.
Kita semua tidak pemah memilih untuk menjadi bagian dari sistem ini, dan kami memutuskan untuk menentukan sendiri begalmana kami menjalani hidup kami sendiri, dengan cara kami sendiri, dan telah beberapa lama tampaknya hal tersebut masih dapat berjalan. FAF telah terbentuk disaat kami masih tengah mempertanyakan apa yang kami lakukan selama ini dan apakah yang kami lakukan selama ini telah cukup. Dan pengalaman dari sebelum dan sesudah FAF memperlihatkan kepada kami bahwa semua ini sama sekali tidak cukup. Kita semua telah diajarkan sejak kecil untuk meyakini bahwa sistem yang ada saat ini tidaklah terlalu buruk, bahwa apablla kita berlaku baik terhadap sistem ini, maka sistem inipun akan berlaku baik kepada kita. Selama ini kita selalu diajarkan melalui berbagai media bahwa sistem pemerintahan beserta semua yang duduk di kursi pemerintahan dan aparatnya selama ini selalu melayani kepentingan kita semua sebagai rakyatnya, tetapi pengalaman kami, pengelaman kalian, pengaleman kita semua telah memperlihatken dengan sangat jelas, bahwa kitaleh yang sebenarnya melayani sistem dan pemerintah.
Kita telah menooba untuk mendemonstrasikan perasaan kita, keinginan kita untuk bebes dengan menggunakan humor den cinta, juga melalui musik. Beberapa tahun ke belkang, sebuah band hardcore dari Yogyakarta bernama Sabotage, telah beberapa kali mendepatkan imbalan berupa kekerasan dari eparat kepolisian saat mereka mengkumandangkan diri mereka yang Ingin mendepetkan kebebasannya. Lirik-lirik lagu mereka yang mengekspreslkan ketidak puesan mereka terhadep kondisi yang terjadi daiam hidup merekn adalah merupakan sebuah kejahatan bagi negara yang ingin dimapankan bagl kepentingan kelas borjuis. Tak pedull apapun alasan yang mereka ungkapkan, mereka akan tetap dianggap bersalah. Maka jelas terlihat bahwa kita semua telah gagal dalam mendemonstrasikan perasean kita dengan keceriean musik.
Kita pada akhirnya dapat melihat, bahwa negara, mereka yang bekerja di dalamnya dan mereka yang hidup mekmur dari berjalannya sistem tata pemerintahan, adalah musuh dari kebebasan kital Dan bahwa kita harus mencari jalan yang lebih nyeta dalam melawen mereka, bukan hanya sekedar melawan mereka dalam bentuk kata-kata ataupun sekedar beradu argumen.
Sietem ini memliki segalanya yang berguna untuk mengontrol massa dan meyakinkan bahwa hal tersebut masih selalu menjadi bagian peling dominan dalam kehidupan di sebuah negara. Negara memiliki ide mengenai sebuah keluarga yang ideal untuk membetasi gerakan-gerakan pembebesan dan menstabilkan kondisi tersebut. Negara memiliki sekolah-sekolah dan kampus untuk meluruskan pola pikir dan mencuci otak massa. Negara memiliki pekerja dan sistem pajak untuk meyakinkan agar segalanya berjalan dengan baik dan menghasilkan sumber pemasukan dana begl negara. Negara memillki hukum, pengadilan dan polisi untuk memaksakan kondisi yang dilnginkan oleh negara. Negara memiliki tentara untuk melindungi kepentingan negara. Negara memiliki penjara dan rumah sallt jiwa untuk menghukum siapapun yang menolak kondisi negara. Negara memiliki medla untuk mempromosikan ide-idenya. Negara memiliki agama lengkap dengan sistem feodal dan patriarkisnya untuk membuat mereka yang percaya merasa terancam secara spiritual epabila mereka melawan perintah ataupun sekedar mempertanyakannya. Negara momiliki sejarah dan tradisi yang membuktikan bahwa negara memang dibutuhkan oleh dirl kita semua. Negara memiliki masa depannya sendiri dimana semua orang ingin memiliki maea depan tersebut, sehingga kondisi negara tak akan pemah mendapat tentangan. Negara memlliki semuanya -- tetapl kita hanya memiliki diri kita sendiri, dan sebuah perasean saling memiliki.
Sistem dengan tenang membunuh orang-orang seperti Marsinah, Udin, Widji Thukul, dan masih juga slstem ini mendapatkan respek yang besar dari kaum mayoritas. Sistem ini dengan sangat terbuka melakukan pembunuhan torhadap rakyat seperti yang terjadi pada tragedi Semanggi dan kasus penculikan para aktivis pada masa reformasi lalu, tetapi mesih juga sistem ini mendapatkan respek yang begitu tinggi dari kaum mayoritas. Dengan penuh gembar-gembor sistem ini begitu ingin membunuh orang-orang seperti Xanana Gusmao, tetapl masih juga sistem ini mendapatkan respek yang begitu tinggi dari kaum meyoritas. Sistem ini mengkumandangkan perang saudara yang kejam, seperti yang terjadi dl Timor Leste, dan selalu masih juga sistom ini mendapatkan respek yang begitu tingg dari kaum mayoritas
Sistem inl beserta semua yang mendukungnya -baik yang mendukung langsung ataupun yang mendukung dengan sikap kesunyiannya-- bersalah atas terjadinya kematian darl ribuan orang, dari para individu seperti Plus yang lenyep seperti ditelan bumi, hingga kepada seorang aktivis pro-kemerdekaan Timor Leste yang mati akibat tembakan polioi indonesia dimana kejadien tersebut berhasil diabadikan oleh seorang fotografer asing sehingga foto tersebut begitu mendunia, hingga mereka yang tak tertuliskan namanya dan tak terabadikan kisahnya dalam perang-perang dan periawanan melawan kekuasaan negara. Sistem dan pendukungnya tereebut telah bersalah atas 'penghancuran planet bumi, manusia, binatang, tumbuhan, atau apapun yang kita kenal sebagal kehidupan'. Disane, di kursl-kursi kekuasaan, bersembunyi dibalik topeng alasan dan rasionalitas, duduk orang-orang yang Bdak hanya memperslapkan penghanouran dunia kita ini, mereka juga bahkan bangga melekukannya. Merekalah sebenamya yang sangat menikmati keberadaen diri mereka sebagai pembunuh massa yang paling potenslal yang mendapatkan lijin dari diri kita untuk menentukan hidup mati diri kita.
Kita semua telah mengetahui bahwa mereka sama sekali tidak cocok untuk menentukan jalan hidup kita, tetapi kita masih juga mengijinkan mereka untuk terus melakukannya. Kita terus memblarkan diri mereka membangun dunia sekeliling kita sebuah lingkungan yang berbahaya bagi kehidupan kita semua. Indonesla telah beresiko untuk menjadi sasaran penjajahen baru oleh negara-negara dunis pertama setelah runtuhnya blok komunis serta berkembangnya neo-llberalisme di Amerika Latin. Pemerintah Indonesia telah mengalokesikan dana mllyaran rupiah setiap tahunnya demi kepentingan millter, dan itu belum termasuk anggaran dana yang dialokasikan demi kepentingan yang masih berhubungan dengan militer, seperti memberikan mobll dan rumah secara cuma-cuma kepada para pejabat militer sementara membiarkan para tentara berpangkat rendah untuk tetap hidup dalam kemiskinan. Pabrik senjata mendapat pasokan dana lebih demi menjalankan tugasnya untuk mempersenjatai kekuatan militer, dan latihan-latihan militer yang juga menghambur-hamburkan anggaran negara terus berlangsung di hutan-hutan liar maupun di hutan lindung dan cager alam. Hutan-hutan di Ujung Pandang, hutan-hutan di Jawa Timur, tidak perlu dipertanyakan lagi berapa puluh binatang yang lerbunuh 'tanpa sengaja karena daerah hidup mereka dilempari bom dan ditembaki dengan berbagai macam peluru demi pelatihan perang
Apakah kita harus menunggu terjadi sebuah momen yang akan dan pasti terjadi, yang akan membunuh jiwa ribuan orang. sebelum pemerintah memikirkan semua hal yang beresiko bagi keselamatan manusia daripada sekedar reputasi bagi diri mereka sendirl? Program UU PKB telah disusun sedemikian rupa sebagai bagian dari program sistem keamanan dan stebilitas negara. Jadi tidak hanya mereka yang bergeraklah yang akan menderita akibat pemberlakuan program tersebut, molainkan somua dari kita yang akan merasakan bagaimana negeri kita ini akan dengan copat menjadi sebuah negara militer. Dan untuk memapankan hal tersebut, pemerintah dengan cepat membangun kekuatannya dengan cara menset-up 'keamanan rakyaf': sebuah kekuatan massa yang dilatih untuk berurusan dengan masalah domestik dan hal Itu berarti masalah aku dan kamu. Maka jangan pemah tertipu dengan dongeng-dongeng keamanan rakyat, karena hal ini sama sekali bukan sebuah pertunjukan komedi.
Pemerintah juga telah masuk kedalam sendi-sendi kehidupan pribadi kita. Dari pengerahan intelejen-intelejen hingga pengambilan data sensus penduduk, hidup kita menjadi sebuah file-file di ruangan arsip kantor-kantor pemerintah yang gelap. Pemerintah kinl juga semakin memanfeatkan tehnologi komputer guna mengoptimalkan kerja-kerja mereka, sehingga seluruh informasi dan data mengenal hidup setiap lakl-laki, perempuan dan anak-anak sekalipun yang tinggal di Indonesia tersedia lengkap
Dengan menghubungi kantor-kantor badan intelejen dengan mudah data seseorang yang dienggep 'bermasalah' karena menolak untuk tunduk kepada sistem, dapat dilihal secara lengkep dan mendetall. Secera natural, kita selalu dicap sebagai seseorang yang paranold, tetapi memang begltulah apa yang terjadi dalam kantor pemerintahan. Dengan semakln berkembangnya dunia komputer, maka semakin berkembang pula permainan kotor memasuki daerah pribadi kita. Kehidupan pribadi tinggal kenangan - kita menjedi bukan slapa-siapa melainkan sebuah angka-angka dalam sebuah permainan lotre yang memuakkan. Angka-angka yang dapat dimasukan dan diarahkan kemana mereka suka, tetapi selalu Ingat, bahwa angka-angka tersebutpun dapat mereka hapuskan knpan saja mereka mau!
Saal pemerintah memborikan anggaran dana tak terbatas bagi kepentingan militer, anggaran dana yang diperuntukan bagi apa yang disebut sebagai "kesejahteraan soslal' akan dipotong bahkan bukan tidak mungkin apabila dihapuskan. Kita dinsrapkan dapat hidup semakin kurang disaat pemerintah mengalokasikan lebih dan semakin lebih dalam permainan perang-perangannya. Sejak krisis ekonoml berlangsung di Indonesia beberapa tahun ke belakang, semakin banyak orangorang yang menderita kekurengan gizi hanya karena mereka tidak dapat legi mencukupi kebutuhan makannya; semakin banyak anak-anak terlantar di jalanan, yang apabila tidak menderita karena kelaparan dan kedinginan atau mereka meti menjadi korban dari kekerasan hidup di jalanan; mereka dibuat tak mempunyai rumah tinggal karena mereka tidak dapat membayar sewa rumah yang semakin tak terhingga nilainya, dan ketika mereka jatuh sakit, yang dapat dilakukan edalah hanya menunggu saat penyakit tersebut hilang dengan sendirinya ataupun menunggu saat kematiannya karena pemerintah tidak menyediakan tempat pengobatan yang layak dan dapat digunakan oleh semua orang. Sementara Itu pemerintah tetap tak peduli berapapun nalknya angka kemiskinan di Indonesia, mereka terlalu dlsibukan oleh perang-perangannya yang menghabiskan dana milyaran ruplah setiap tahunnya, belum lagi dalam membangun sistem komunlkasi yang juga hanya demi kepentingan akumulasi modal para kapltal, seperti dikatakan oleh Karl Marx dalam buku Das Kapitalnya dan blah blah blah blah... helo halo... ehm, masih ada yang mau meneruskan membaca?
Penduduk Indonesia masih terus membayar pajak bagi pemerintah sehingga pemerintah masih bisa terus mensuplai angkatan perangnya ke daerah Atjeh dan bertahan dalam pendudukannya. Seandainya saja setengah saja dari anggaran dana untuk militer digunakan untuk kepentingan sosial seperti pembangunan rumah-rumah murah dan pembangunan sarana sosial, maka kekuatan tentara pendudukan di Atjeh akan hancur, sehingga setidaknya sedikit solusi akan muncul. Tapi tentu saja pemerintah tidak ingin solusi seperti itu, pemerintah harus mencarl jalan dimana mereka akan dapat terus menikmati keuntungan dari hasil pengeksploitasian massa dan alam tanpa adanya oposisi dari faksi-faksi musuh. Tentara di Atjeh bukanlah pesukan penjaga perdamaian walaupun pemerintah menyebutnya sebagai apapun, mereka adalah tentara pendudukan. Dan semua orang disana, tak peduli Itu Islam atau bukan, lahir di Atjeh atau bukan, mengalami penderitaan. Seperti juga apa yang terjadi di Papua Barat, pemerintah Indonesialah yang menciptakan problem kesukuan' disaat puluhan tahun yang lalu mereka menginvasi Papua Barat dengan alasan yang benar-benar sama dengan alasan Portugis dan Beianda dulu menginvasi Indonesia, yaitu mengekeploitasi kekayaan alam disana. Selama kekayaan alam disana masih tarus dapat menghasilkan profit bagl pemerintah Indonesia dan para kapital disana, maka selama itu pula 'problem kesukuan ekan terus eksis.
Di Maluku, anak-enak muda yang hanya berbeda oleh pemisahan daerah yang tak terlalu jauh yang mungkin memisahkan tempot lahir mereka dan keluarga yang membesarkan mereka, saling membunuh dalam atmosfir yang bemuansakan kebencian. Apa sebenarnya yang mereka ketahui mengenai kebencian tersebut? Mereka tidak mengetahui apapun, tetapi mereka diberi tahu cleh para pemuka agamanya masing-masing, yang tak pedull apapun pada kematian anak-anak muda tersebut kecuali tentang apa yang akan mereka dapatkan dari adanya konflik agama tersebut. Buku-bukù agama menggembar-gemborkan perang agama tetapl dimana diri mereka, para penulis buku tersebut saat perang agama yang mereka gembar-gemborkan beriangsung? Apakah mereka ada di tempat kejadian? Kapan kita akan belajar?
Saat artikel ini ditulis, konflik agama masih torus berlangsung di Maluku bahkan semakin menyebar ke daerah Poso dan sekitarnya, mengilustrasikan kepada kita bagaimana para penguasa semakin berkutat dengan kegilaan mereka. Bagaimana mungkin dua sgema yang keduanya mengajarkan saling kasih mengasihi diantara sesama manusia, dapat seakan menjadi doktrin yang membenarkan segala tindak penyembelihan,penembakan, pembunuhen, pembantaian dan pembakaran diantara sesama kaum muda demi arogansi mereka yang ada dibalik itu semua?
Puluhan tahun lalu, tentara Indonesla menginvasi Papua karena sumber kekayaan alamnya yang dapat dimanfaatkan demi kepentingan para kapital. Perebutannya dengan pemerintah Belanda akhimya dimenangkan oleh pihak Indonesia, dan dicantumkanlah nama Irian Jaya dalam peta provinsi Indonesla. Ya. Irian yang berarti 'Ikut Republik Indonesia Anti Netherland". Dekade tahun 70an, perusehaan multinasional Amerika, Freeport McMoran menawarkan kerjasama dengan para kapital di Indonesia untuk bekerja sama mengeksplotasi kekayaan di alam Papua, beberapa tahun kemudlan disusul dengan masuknya perusahean-perusahean lain yang turut serta dalam pengeksplotasian alam disana. Penduduk asli deerah Papua dirubah sedemikian rupa tata cara hidupnya sehingga mereka semakin tergantung kepada modernisasi yang tidak monewarkan apa-apa kepada mereka selain budaya kompetisi.
"Aktvitas suku Masita Lembah yang tinggal di kawasan Lembah Juk, Kecamatan Kaureh, Jayapura, misalnya. Suku ini hidup berkeliling di deerah itu selama puluhan tahun dalam area perburuan seluas 10.000 - 20.000 hetar. Hidup tradisional antara alam dengan suku Masita menghasilkan ketenangan dan ketentraman.
Kemudian pembangunan mulal merambah tanah suku Masita. ljin HPH mulal diberlkan. Kehidupan damai dan tentram suku mulei terusik. PT YLS darl Korea memanfeatkan HPH seluas 367.000 hektar hutan. HPH PT Rifi sebesar 197.000 hektar. Sebuah perkebunen kelapa sawit seluas 50.000 hektar sudah dibentuk di daerah Lembah Juk areal perburuan suku Masita Lembah yang otomatis menghabiskan lahan hidup mereka. Pembangunan ini memutuskan rantal kehidupan suku Masita Lembah dengan hutan, binetang, dan tanaman asli yang mereka gunakan sebagal bahan pembuat obat.
Untuk menghíndari konflik dengan penduduk di tempat tersebut, dan demi keamanan property mereka, maka para pemilik modal dari perkebunan tersebut menawarkan kerjasama. Banyak warga suku Masita Lembah yang kehilangan tempat hidupnye, dipekerjakan sebagal buruh kelapa sawit dan buruh di perusahean kayu di tempat dimana mereka dulu sering berburu untuk bertahan hidup. Meskipun banyak darí suku Masita bekerja di perkebunan tersebut, mereka selalu bertanye untuk siapa mereka bekerja dan untuk kepentingan apa tanah mereka dijadikan kebun kelapa sawit.
Salah seorang suku Masita pemah bertanya kepada reporter, "Untuk apa kebun kelapa sawit ini?"
Reporter berkata, "Untuk dibuat minyak goreng.
Suku Masita tersebut berkata lagi, "Untuk epa saya setiap hari melihat kelapa sawit tapi untuk membeli Bimoli 250 mililiter saja saya herus bayar Rp. 7.000?"
Maka suku tersebut beramal-ramal menolak membeli Bimoli dan menanam sendirl pohon kelapa untuk digunakan beramai-ramai dientara mereka sendiri."
'Ketika Hutan Irian Jaya Berubah Fungsi", Berita Dunia Ketiga, Edisi 51/Desember 1998
Dalam beberapa laporan lain disebutkan bahwa kondisl yang terjadi disana makin tidak menentu. Seringkali terjadi konflik antar suku dikarenakan semua suku mulai kehilangan lahan berburu akibat pembangunan semu tersebut sehingga mereka mengharapkan kerja di pabrik-pebrik, pertambangan dan perkebunan. Sementara jumlah buruh yang dibutuhkan dibuat sedemikian sedikit, agar para kapital dapat memperlakukan buruhnya seenaknya dengan membayamya dengan upah minimum, seperti contohnya apabila ada buruh yang menuntut kenaikan upah atau perbaikan taraf kerja, maka masih akan banyak barisan pengangguran yang siap menggantikan poslai kerja mereka. Maka yang terjadi adalah kondisi atmosfir persaingan diantara mereka sendiri. Yang akibatnya adalah mulal menghlangnya budaya saling bantu diantara mereka, tergantikan oleh suasana saling menjatuhkan. Para anggota suku asli tersebut saling berbenturan, tapi apakah pemah para pemillk perusahaan itu ambil pusing selama konflik yang terjadi Sdak merusak property mereka?
Pemerintah dengan dalih pembangunannya telah merusak cara hidup masyarakat adat di Papua yang awalnya hidup tentram. Lalu siapa yang mendepatkan keuntungen derl hasil pembangunan tersebut? Pemerintah tak akan peduli peda apapun yang terjadi pade pendpjuk disana -- proßst dan kekayaan alam adalah satu-satunya yang moreka pedulikan, kemakmuran dan kekuasaan yang dopal meroke eksploitasl dan apabila ternyata ratusan jwa harus mati demi kemakmuran dan kejayaan mereka – peduli setnn! Seet rakyat Papua menuntut komball tanah mereka, tentu saja pemerintah tidak akan meleepskannya dengan suka reln. Nasionalistik den patriotisme Indonesla dijejalkan ke benak generasi muda Indonesia lainnya untuk menutupi kepontingan pemerintah dengan menglrimkan tenteranya ke Papua Barat bertempur mempertahankan daerah, dan mombunuh sorta melokukan opepun untuk menghebisi rekyat Papua yang mereka lihat sebagai 'musuh negara'.
Cbawah perintah rezim Gus Dur - Mogawati, dibicarakan 'solusl damal membahas mengenal persoalan Pepua Barat, tetapi disenl yang bersemean dilakuknn pernbentalan besar kepada rakyat Papua yang berdemonstrasi dengan damal dan mongbarkon bendera kemerdekean mereka -- Bintang Kejora. Juga berbicara bahwa Indonesia harus dijaga dari perpecahan, walau apapun alasannya: Ya. Apapun alasannya walaupun rakyat Papua harus menderita hidup di bawah modernisasi eemu bernama 'pembangunan'. Semua pemerintah sama saja, mereka adalah para pembohong dan penipu Sempai kapen lagi enek-anak muda harus mati demi kerakuean pemerintah? Harus berapa lama lagi laki-laki harus pergi borperang demi menghidupi diri dan keluarganya? Harus berapa lama lagi perempuan mengekspoitasi diri mereka untuk mendukung fantasi psiko-seksuel tentang pereng? Ledakan besar, persetubuhan besar... cukup! Cukup adalah cukup. Kita harus belajar untuk berkata, "Cukup!"
"Ya Basta! (Enough Is enough!)"
Slogan perjuangan Zapatista.
Melelui penariken pajak diantern kite, pemerintah membiayal penindasannya terhedep kita semua. Atjeh dan Pepua adelah ajang latihan perang bagl tentara pemerintah yang mereka yakini pada suatu seat ada kemungkinan terjadi di berbagai doerah di Indonesia. Jurang pemisah antara mereka yang bisa membayar dan mereka yang tidak, dan semakin sulitnya mendnpetkon lahen pekerjnan, meningkatnya kobosanan dan ketiada artlan ketika mereka berhasil emndapatkan pekerjaan, meka keseluruhen kualitaa hidup menjadi sia-sia dan alasan-alasan untuk mendukung mereka yang ebrtanggung jawab terhadap hal tersebut menjadi tak berarti lagi. Selama mereka yang ada di kursi kekuasaan dapat mengkomandoi loyalites publik yang mereka anggap sebegai budak, mereka akan terus menggunakan massa untuk menyalahkan massa --maka mereka yang kaya ekan semakin kaya dan massa aken berperang dlantara sesama mereka sendiri.
Perkotaan, dimana mayoritas populasi bekerja -setidaknya tinggalsemakin menjadi sebuah lautan kelebu dimana karbon monoxida meraouni udara; dimana dikarenakan pengkomodittan perumahan, rumah adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin untuk bisa didapatkan bagi mereka yang tidak mempunyai uang banyak; dimana jadanan bukan lagi tempat dimana kita dapat moncari teman dan berhubungan dengan masyarakat, melainkan jalanan adalah sebuah tempat berbahaya dimana banyak sekali musuh -atau 'penjahat-- berkellaran dan mengincar diri kita; dimana orang-orang menjadi terlalu takut untuk saling berhubungan dengan saling bertatap mata; dimana orang-orang hanya akan berhenti saat mereka melihat poster-poster penuh warna atau jendela toko-toko dan outet seduktif mendorong mereka untuk merogoh dompetnya. Mereka telah diperslat, beli produk ini, bell produk itu. Advertising dan dunia model, gadis-gadis muda dipertontonkan seksualitasnya demi memanipulasi massa, konsumsi ini, konsumsi itu. Parasit menjadi sebuah simbol kemakmuran, parasit itu sendiri telah menjedi publik, seperti ular yang telah menggigit ekomya sendiri. Iklan-lklan mewah menjadi tak berarti lagi, mereka ada di benak kita semue. Siapa yang dapat mengkonsumsi sampah tersebut? Tetapi semua tetap sama, mereka yang mampu akan membelinya dan yang tak mampu dipersilahkan terus bermimpi. Beli ini. Beli itu. Konsumsi ini. Konsumal itu. Segala level dari poster tersebut memperlihatkan impotensi diri kita, membuat dirl kita merasa tak pemah cukup. Kamu bukan seorang laki-laki sejati kecuali... kamu bukan seorang perempuan sejati kecuali... kecuali?... Kecuali apa? Kecuali para lelakl dapat berlayar berlibur ke pulau implan bersama Sarah Azharl?... Sarah Azharl? Ide bagus... mungkin ide bagus, tapi slapa yang bisa membiayal liburan ke pulau impian dengan menyewa perahu layar pribadi? Slapa yang depat mengadaptasikan norma standar dari seksualitas dimana para model didisplay sangat sensual? Apakah milikku cukup besar? Siapa yang bisa membeyarkan minuman, atau setidaknya yang telah menjadi gaya hidup remaja perkotaan? Tetapi semúa sama saja, mereka yang mampu akan membelinya dan merasa dirinya lebih, dan mereka yang tak mampu akan menjadi marah. Beli ini. Belí itu. Maka kita dipaksa untuk menerima epapun yang sistem katakan kepada kita, dan bagaimana kita harus beraspirasi. Kita dijojali pemikiran bahwa agar kita dapat 'dlterima' kita harus dapat menyesualkan diri sesual dengan stereotipikai sosial. Dan disaat yang sama, sistem menciptakan stereotipikal-stereotipikal yang tahu dengan persis bahwa hanya sedikit orang yang akan mampu menjadi stereotipikal tersebut. Media membantu penciptaan stereotipikal tersebut dan mempromosikan rekruitmen standar, dari video game hingga liburan ke Australia, bahwa hanya yang berada di taraf makmurlah yang akan dapat memenuhi hal tersebut, sementara mereka yang tidak mampu atau tak mau hal tersebut silahkan tinggal dalam alienasi sosial. Semua tetep sama saja, mereka yang mampu akan membelinya dan mempertontonkannya, sementara yang lidak mampu akan meledak menjadi kebencian dan nafsu membales dendam, menghancurken jendela-jendela toko dan merampes apepun dari orang-orang yang dianggap memanipulasi mereka, mereka akan merampas yang juga bukan kebutuhan mereka, mereka akan merampas apapun yang juga selama inl ditawarkan oleh media. Tak ada bedanya. Mereka bukan merampas kembali hak mereka, tetapi mereka hanya merampas selayaknya orang-orang yang mampu membeli dan mengkonsumsi. Tak ede bedanya. Bell ini. Beli itu. Rampas ini. Rampas itu. Tak ada bedanya.
Jekarta rusuh peda tahun 1998. Pusat-pusat pertokoan dibakar, rumah-rumah orang-orang kaya dirampas dan terjadi penjarahan besa:- besaran, sistem bukannya makin tersudutkan, tetapi sistem makin kuat dan ketat. Polisi makin mendapat kesempatan untuk mermukuli messa, tentara yang terlatih di medan perang Timor Leste menunggu di kegelapan dan dlantara bayang-bayang gedung tinggi Pemerintah, mereka yeng duduk di kursl kekuesaan tetap tidak bergeming. Pemerintah akan tetap kuat. Mengganti pemerintah dengan pemerintah lain adaleh bukan sebuah solusi.
Abad konsumerisme, lahir setelah petaka horor Perang Dunia II, telah gagal untuk mematerialkan mimpi massa dan memenuhl janijanjinya. Tak peduli apakah itu BMW terbaru ataukah sebuah telefon genggam Erricson model terbaru berhiasil membebaskan manusia dari ketertindasannya. Setidaknya, produk-produk tersebut hanya melengkapi hidup manusia, tidak membebeskan, tetapi menyudutkan manusia ke jurang konsumerisme tingkat tinggi. Mobil tidek dilihat sebagal alat transportasi, telefon selular tidak dienggap sebagai elat komunlkesi. Semua dilihat sebagai produk dan merek serta gengsi. Dalam kasus lain, bahwa epabila memang hal itu yang diinginkan, maka hanya sedikit mereka yang mampu mendapatkannya.
Penguesa telah kehilangan kekuatan bargainnya, mereka tidak lagi memiliki sesuatu untuk ditawarkan dengan meminta pengorbanan kita eebagai gantinya, maka mereka tidak lagi meminta kita, mereka kini memberi tahukan kepeda kita. Mereka memberi tahukan kepada kita untuk bekerja agar kita dapat mendpatkan produk yang tidak mampu kita beli, agar mereka depat terus menjalankan sistem mereka yang tanpa kita dan uang kita yang mereka ambil, mereka tak akan berjalan sempuna. Sementara sistom semakin menyadari kegagalannya, maka sietem memperkuat batas-batas yeng eksis dlantara 'mereka' dan 'kita' dengan potensi mereka yang depat momerintah kita, semua yang dapat diperintah oleh pemerintah hanyalah kita, jadi siepakah 'mereka' itu?
Kita talah sampai pada titik balik.
Pemerintah tak akan eksis tanpa nilai dan dukungan yang kita berikan. Selama kita, massa, orang-orang, rakyat, tunduk kepeda pemerintah maka selama itu pula pemerintah beserta seluruh sistemnya akan eksis. Disaat kita menerima hidup kita sebegai robot tanpa otak dalam dunia yang berputar mendekati kehancurannya, dimana keamanan merupakan jaminan sosial yang mahal, dimana di jalanan akan dipatrolikan tank-tank dan di udara dipatrolikan helikopter-helikopter, dimana orang-orang tak lagl berani mengemukakan pendapat dan perasaannya dan merasa takut sehingga mereka memilih hanya terus menjadi pendengar yang paslf, dimana cinta tinggal sebuah kenangan, kedamaian menjadi sekedar sebuah impian dan kebebasan sama sekali tidak eksis - ataukah kita memilih untuk menuntut hak-hak kita, menolak untuk menajdi bagian dari sistem ini, menolak mereka para pemerintah beserta keputusan-keputusannys dan menamukan serta membuktikan bahwa sietem ini adalah kebohongan terbesar darl sekelompok kecil kelas borjuis yang sebenarnya sama sekali tak memiliki kekuatan apapun tanpa dukungan kita. Kita semua memiliki kekuatan, tepi apekah kita memiliki keberanian?
Kita harus belajar untuk hidup dengan ketakutan kita, ketidak mampuan kita, dan menolak superiorites mereka. Kita harus belajar untuk hidup dengan rasa cinta kita, nafsu dan gairah kita, serta menolak seksualitas yang mereka tawarkan. Kita harus belejar untuk hidup dengan kepedulian kita, keterlibatan kita, soslalitas kita sendiri dan menolak definisl hal-hal tersebut yang dipromosikan oleh mereka. Kita herus belejar untuk hidup dengan moralitas kita, nilal-nilal kita, standar kita den menolak yang mereka katakan. Kita harus belajer untuk hidup dengan prinsip-prinsip kita, filosofi kita dan menolak milik mereka.
Dan diatas semua hal tersebut, kita harus belajar untuk hidup dengan kekuatan kita sendiri dan belajar menggunakannya untuk melawan mereka, seperti juga mereka menggunekannya untuk melawan kita. Adalah kekuatan kita yang mereka gunakan melawan kita sepanjang sejarah untuk memapankan kemakmuran mereka dan posial mereka. Ini semua tergantung pada diriku sendirí, aku, sendiri, dan juga pada dirimu, kamu, sendiri, untuk menggigit tengan mereka yang telah melukai diri kita semue.
Tak akan ada masa depan selain masa depan kita sendiri karena tnk ada pemerintah selain diri kita sendiri. Dirimu dan diriku. Yang mencintai planet ini adalah mereka yang berhak untuk mendepatkannya kembali. Sudah waktunya untuk mengkalim kembali apa-apa yang sebenarmya adalah milik kita.
Selama sejarah perkembangan subkultur punk dan hardcore di Indonesia, telah terbentuk organisasi-organisasi kebebasan yang melakukan perlswanan dan pembentukan kolektif-kolektif. Beberapa diantara kita telah terlibat aktif maupun pasif didalamnya atau sekedar berjelan bersama dalam demonstrasi-demonstrasi mereka, kegiatan-kegiatan mereka, dan beberapa telah mendapati dirinya terpuruk dalam keputus aonan sant segalanya digerogoti oleh kepentingan-kepentingan kerakusan poltik yang sama sekell tak ada hubungannyn dengan kepentingan kita seindiri. Sanget menyedihkan juga saet melihat bagaimana punk tampil hanya seivedar untuk semakin memperparah kondisi konsumerisme yang melanda dunia secera global sementara disaat yang sama juga berteriak mengenai kebebasan.
Kita telah mencoba den mesih torus mencoba dan berusaha untuk memberikan wama-warma baru pada dunia yang kelabu ini, dengan berbagai rasa cinta. Sangatlah aneh apebila kita semua melihat bagaimena dulu kita tidak lebih dari sekedar orang-orang yang kebingungan dengan epa yang tengah berlangsung saat ini di dunla. Memanasnya suhu politik dan gerakan-gerakan massa di Indonesia ternyata telah membantu diri kita semua untuk semakin menyadari apa sebenamya yang sedang terjadi dan apa yang harus kita lekuken saat ini. Kegagalan-kegagalan beberapa organisasi geraken juga telah mengajarkan kepada kita untuk tidak sekeder "duduk dan memblarkan segalanya terjadi". Dalam bagian kita, kegagalen tersebut bukan sesuatu yang harus disesall, karena justru itulah tanggung jawab kita untuk melakukan apapun yang dapat kila lakukan. Sogalanya masih belum cukup.
Keinginan untuk kebebasan haruslah dipersatukan dengan gairah untuk melakukan sesuatu, yang tidak sekedar melawan pemerintah, tetapl juga merepresentesikan bagalmana kita melakukan sesuatu yang berlawanan dengan tata cara hidup yang diajarkan oleh sistem tersebut
Tahun 1976, Sex Pistols merilis singel 'Anarchy In The U.K.' dan festival fim internasional di Jakarta pada bulan November lalu, Jifest, mompertontonkan sebuah film dari Sex Pistols, 'Filth And Fury'. Mungkin bagi panitia Jifest tersebut, mereka tidak bermaksud mempertontonkan sebuah pemberontakan, tetapi bagiku itu adalah sebuah teriakan perang kegbali. Seat Rotten berteriak mengenai ketladaan masa depan, aku melihatnya sebagal sebuah tantangan begi kreativitasku dan kemampuanku – aku yakin, akan ada masa depan bagi kita semua apabila memang kita semua dapat bekerja sama mereallsesikannya, mematerielkan mimpi klta.
úni adalah dunia kita, ini adalah milik kita dan kiní telah terampas dari kita. Kita harus bersiap untuk mengambilnya kembali, hanya mungkin keli ini mereke tidak akan menyebut dirl kita sebagal punk' walaupun semangatnya masih tetap sama, entah epa yang akan mereka sebutken kepada kita. Label tidak penting, karena ada semangat yang selalu lebih penting.
RONIN PRESS B 78B BANGGOL LIMAU 212OO KUALA TERENGGANU TERENGGANU MALAYSIA
UNKNOWN PEOPLE