Baca PDF (OCR): 1998-09-1-7_Politik_Perintah-Culik-dari-Soeharto_Detak_1-11_20231228_0011-2-scaled

1 halaman · 1 halaman diproses dengan OCR· 9679 ms

Daftar isi
  1. Rp. 2500
  2. SINTESA
  3. 022700694
  4. DeTAK
  5. ekarang bukan jamannya lagi main gebug. Jadi presiden
  6. PERINTAH CULIK DARI
  7. SOEHARTO?
  8. Menendang Beddu Amang
  9. Supersemar Todong- todongan
Rp. 2500

Luar Jawa Rp. 2700

SINTESA

COORPORATE PROMOTION Layanan Cepat & Tepat

022700694

Sdill Rompi· Golf Accesory

BACAAN BAGI YANG BERPIKIR MERDEKA 1-7 SEPTEMBER 1998 TAHUN 001/ NOMOR: 008 Lain Soeharto Lain Habibie

DeTAK

ekarang bukan jamannya lagi main gebug. Jadi presiden

pun, jangan lagi cari menang sendiri. Maunya menilai orang, tapi tak mau dinilai orang lain. Apalagi dikritik. Kalau ada orang mengkritik langsung tunjuk hidung dan

PERINTAH CULIK DARI

berkata gebug. Semua 'punggowo' kemudian saling berlomba menyetejui dan mengerjakan, karena bagi mereka 'dawuh' itu diterjemahkan sebagai perintah. Kata gebug pernah jadi begitu seram. Selama 32 tahun jadi kepala negara, tak ada yang secara terbuka berani menilai dan mengkritik Soeharto. Tapi sekarang aturan main yang amat sepihak seperti itu tidak berlaku lagi. Makanya, walau Senin (31/8) lalu Habibie baru genap 100 hari jadi presiden, ia sudah menerima kritik kanan-kiri. Bahkan ada yang secara terang-terangan menilai apa yang sudah dikerjakan Habibie selama 100 hari menjadi RI-1. Lantas memberinya angka merah. Buku rapor Presiden Habibie ternyata lebih banyak angka merahnya. Sugito, seorang Satpam di stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menyebut sekarang memang jaman reformasi. "Jadi presidennya juga harus direformasi. Tapi saya memang mengakui, presiden

SOEHARTO?

yang sekarang amat beda dengan presiden yang dulu. Sekarang ngomong apa saja bebas. Saya dan teman-teman sering ngomong soal ini," kata Sugito yang tinggal di Pamulang. "Tapi," lanjutnya, "Nggak enaknya apa-apa sekarang mahal. Gaji jadi tidak cukup. Tapi lumayanlah, daripada nganggur," kata Sugito. Seratus hari memang waktu yang pendek untuk menilai keberhasilan kerja seorang presiden. Namun, menurut Sri Bintang Pamungkas, Ketua PUDI (Partai Uni Demokrasi Indonesia), kondisi sulit saat ini tidak terlepas dari kebijakan ekonomi dan politik Habibie vang kurang transparan, sehingga tetap saja melectaril.kodo' KKN dan menimbulkan ketidakpercayaan. irabdan menorghkan seiparan dalam bidang ekonomi, kata Bintang, adalah soal persediaan beras. Habibie selalu bilang bahwa stok beras cukup, padahal gudang beras di Bulog telah kosong. Dalam bidang politik, Habibie mengizinkan berdirinya parpol-parpol. Namun pada sisi tertentu, dia tidak menghapuskan adanya lembaga pembina politik. Lebih dari itu, menurut Ketua PUDI tersebut, kondisi sulit juga diperparah dengan sifat Habibie yang tak peka terhadap banyak persoalan. Dan Habibie keras kepala. Tapi menurut Baktiar Chamzah, anggota DPR-RI dari FPP, masyarakat jangan apriori dahulu kepada Habibie. "Badai krisis saat ini akibat kebijakan yang salah selama 32 tahun masa Orde Baru. Habibie kan baru 100 hari menjadi presiden," katanya. Memang, sebelum Habibie 'dilantik' 21 Mei lalu, perekonomian bangsa sudah terpuruk, meskipun waktu itu harga beras masih Rp 1.500,- Kata Bachtiar, orang tidak boleh menutup mata terhadap langkah Habibie menciptakan perubahan. Misalnya, pembebasan tapol/napol atau pengapusan ŠIUPP. Kalau soal PDI, nanti dulu.. Oleh Nurcholis Madjid, Habibie diberi nilai 10, tetapi dengan beberapa catatan misalnya soal pemberian rumah untuk Soeharto di TMII senilai Rp 26 miliar dan pemberian anugerah Bintang Mahaputra kepada beberapa orang dekatnya. "Kalau saya gambarkan tentang egaliternya sangat positif. Semua itu merupakan antibody dari gerakan Pak Harto. Di situ kita bisa menilai seratus persen. Nilainya sepuluh lah," kata Cak Nur saat ceramah di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (30/8). Tapi kepemimpinan Habibie cuma sementara saja. Tahun depan akan diadakan lagi pemilu, lantas Sidang Umum untuk memilih presiden baru. Siapapun presiden yang terpilih kelak, harus tahu, di negeri ini haram hukumnya main gebug.widadi dan ma

Menendang Beddu Amang

Kabulog Beddu Amang dicopot. Berakhirlah sudah 'perang antara Bulog 'melawan' Deperindag dan Depkop, untuk memperebutkan pengaturan distribusi minyak goreng, beras dan gula. Tapi, ada surat dari Deperindag yang ditujukan ke Bulog, yang menanyakan soal tender raw sugar. Mengapa Presiden sampai harus íkut cawe-cawe soal tender raw sugar. Siapa saja tujuh peserta tender yang didiskualifikasi? Dan, kapan harga beras, gula dan minyak goreng bakal turun? Apakah pemerintah akan membersihkan Bulog yang konon jadi sarang KKN?

Supersemar Todong- todongan

Dari Yogya muncul kegemparan. Seorang yang mengaku bekas anggota Dinas Security Presiden Soekarno, Soekardjo Wilardjito, memberikan pengakuan mengejutkan. Katanya, saat menan- datangani Supersemar, Bung Karno ditodong senjata. Bung Karno disodori stofmap berisi Supersemar oleh Brigjen M Yusuf, sementara Mayjen Basuki Racmat dan Mayjen Panggabean menodongkan pistol FN 46. Benarkah? Panggabean langsung membantah pengakuan Soekardjo. Bagaimana sebenarnya misteri Supersemar?