Baca PDF (OCR): 1998-05-13_Politik_Desmond-Mahesa_Penculikan-Waswas-1_Bali-Post_1-scaled

1 halaman · 1 halaman diproses dengan OCR· 8241 ms

Daftar isi
  1. Pengakuan Desmond J. Mahesa
  2. "Konsekuensinya Saya akan Dihabisi'
  3. yang menghilang sejak 3 Fe- yang tidak dapat ia identi- hanya hari pertama. Selebih-
  4. selama satu jam Desmond
  5. nya, selama satu setengah bu-
  6. lan, ia dipindah-pindahkan.
  7. "Dari satu sel ke sel lain," ujar
  8. bertemu Pius Lustrilanang,

Pengakuan Desmond J. Mahesa

"Konsekuensinya Saya akan Dihabisi'

yang menghilang sejak 3 Fe- yang tidak dapat ia identi- hanya hari pertama. Selebih-

bruari hingga 3 April 1998 fikasikan letaknya. "Namun,

a,

I. n Jakarta (Bali Post) - V Sekalipun jaminan keama- k
nannya belum jelas, Desmond

J. Mahesa tetap mengungkap-
p i- kan kisahnya ketika menjadi-orang hilang. Dengan pengakuan ini, berarti bertambah satu lagi pengakuan orang a yang pernah hilang, setelah 1 Pius Lustrilanang dan Harjan- u to Taslam. "Saya mengalami peristiwa +5 民 yang serupa dengan yang dial- a ami Pius dan Taslam, yang ru- panya dilakukan sebuah organ- isasi yang rapi," kata Direkur LBHN cabang Jakarta Des- n kmond J.Mahesa, di LBHJakar- ta, Selasa (12/5), kemarin. 60 Didampingi penasihat hu- t-kum dari DPP Ikadin, Kon- utras, PBHI serta anggota Ko- a mnas HAM Albert Hasibuan, a

selama satu jam Desmond

memberikan kesaksian dan pengakuannya di depan para wartawan dalam dan luar negeri. Menurut pengakuan Desmond, dirinya diculik 3 Febru- ari 1998 di depan gedung GKMI Jalan Salemba oleh tiga orang yang diketahui salah seorangnya berambut keriting. "Mereka menyuruh masuk ke mobil sambil menodongkan senjata," katanya. Serupa dengan yang diala- mi Pius, cerita Desmond, ke- palanya ditutupi tas hitam dan dibaringkan di dalam mobil yang diketahui jenis Vitara dengan warna abu-abu. Selama perjalanan, dengan kepala ditutup, Desmond diba- wa menuju ke sebuah tempat

saya sempat mendengar mes- in pesawat di sekitar lokasi, ujarnya. Di lokasi penyekapan, dengan muka ditutupi, para penculik, selama tiga jam melakukan interogasi seputar keter- libatan dan aktivitasnya dengan kekerasan. "Dengan tan- gan dan kaki diborgol, saya disetrom dan dipukul," kata Desmond. Selama di ruang penyekapan, ia mengaku ditempatkan di ruang sel No. 6 dan sempat

Harjanto Taslam, Feisal Riza serta beberapa orang yang dinyatakan hilang. Perlakuan penyiksaan dan intimidasi yang dialaminya, menurut Desmond, dilakukan

nya, selama satu setengah bu-
lan, ia dipindah-pindahkan.
"Dari satu sel ke sel lain," ujar

Desmond. Hal itu terjadi, tam- bahnya karena tiap hari, seca- ra silih berganti ada orang baru yang masuk dan diculik. "Termasuk kedatangan Pius, katanya. Sehari sebelum pembe- basannya, Desmond ditawari skenario alasan kepergiannya oleh para penculik. Menurut- nya, para penculik menyuruh mengakui bahwa kepergiannya selama ini, untuk melakukan penelitian di Irian Jaya."Selain itu, saya disuruh menghubungi para penculik lewat pager tiap saat," paparnya. Hal. 11 Waswas terhadap Ancaman

bertemu Pius Lustrilanang,