Baca PDF (OCR): RUBAH & SERIGALA TALESZINE

10 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 80 ms

Daftar isi
  1. Rubah & Serigala Taleszine
  2. DIANTARA
  3. MALAM
  4. ----Diantaramalamdenganjatuhnyakehangatan
  5. Menarimenujuapayangengkaumaksudkan
  6. Setelahkitasalingmemuntahkancerita
  7. Dansemestamenumbuhkanbungauntukmuyangmembawa
  8. bertanya i t u,
  9. Gött & Göttin
  10. Rubah&Serigala
  11. Rubah&Serigala
  12. Sajak Harmoni Malam
  13. -A ku Merdeka !
  14. Sajak Harmoni Malam,
  15. Aku Merdeka!
  16. "SEUMPAMA TEMPAT ITU ADALAH SEORANG PENYAIR
  17. MUNGKIN PUISINYA SUDAH SEBANYAK RUMPUT YANG RIANG-RIANG"
  18. Melalui peta dalam jiwa menuju Negeri Rahasia, Seluruh rangkaian kata terlahir murni,
  19. Dengan tepat tanpa kata tetapi yang bertumpahan, Atas ijin Semesta Alam,
  20. Rubah & Serigala Taleszine Terwujud -

Rubah & Serigala Taleszine

DIANTARA
MALAM
Ada yang terungkap dari pandangmu
Ialah yang beberapa kali tak dipedulikan
Dan kehadiran ia datang lagi beriringan dengan

alunanmelalui

Aliran itu membasahi keringnya kekosongan
Memberi jutaan lembaran kepahitan hidup yang b a r u, yang di antara
Ada yang terucap dari rahasiamu
Ialah kejujuran raut wajah dan gaya dudukmu

subur

----Diantaramalamdenganjatuhnyakehangatan
Menarimenujuapayangengkaumaksudkan
Setelahkitasalingmemuntahkancerita
Dansemestamenumbuhkanbungauntukmuyangmembawa

cinta

bertanya i t u,
Maka jangan lagi kau pada hatimu terkait
juga karena janganlah ketidaktahuanmu berpasrah pada takdir
Karena aku hidup bersama apa yang engkau rasakan…
Gött & Göttin

S uatu sore di tepian sungai S pree, di kota B randenburg.. G ö ttin menceritakan padaku bagaimana dia mencintai G ott. D engan seksama dia menari-nari sambil mengenakan pakaian berwarna hitam yang panjang menutup kakinya dengan samar. T angan yang melambai ke sana kemari di iringi dengan suaranya yang lantang serta tegas.. " E mily.. T olong catat ini, aku ingin mengirimkannya untuk G ott.. A ku mengagumimu pun aku menyukaimu wahai G ott.. K au adalah adiksi bagiku, entah sampai kapan kita bagaikan sepasang dadu yang akan tetap bergoyang dan bergerak ke sana dan kemari.. T ak bisa ku pastikan akan semuanya pun denganmu, ku yakin itu, G ott. T api, fenomena langka ini menggiringku pada nuraniku, dimana aku mendapatkan personal perspektif yang baru, yang ku sadari aku lebih berani menghentakkan kaki kuda yang ada di depanku hanya dengan hembusan napas panjang penuh kelembutan.. G ott, kau adalah simbol ikatan kebijaksanaan, kau adalah panah yang melesat dengan seluruh racun yang telah paten dan rumit di jelaskan bagaimana bisa anak busur dapat menancap bagaikan jangkar kapal milik perompak yang siap untuk berlabuh selamanya di pesisir pulau B idadari yang di penuhi harta karun berupa nada, irama, cinta, gemuruh gulungan ombak yang terdengar riuh namun menyisakan warna-warni pelangi dengan membentuk garis yg melengkung begitu agung dari ujung ke ujung.. G ott, bagaimana ku padamkan api jika aku sebagai tanah benar-benar menikmati hangatnya kemungkinan adanya dirimu yg ternyata singkat sekali ? B agaimana aku tidak takjub memandang mu, sedangkan pancaran dirimu bagaikan bunga daisy bermekaran di musim panas ? G ott, bisakah kau jelaskan padaku, bagaimana aku dapat berakhir di pelukanmu ? G ott, aku yakin, kau memberikan surat-suratmu untukku melalui angin yang melintasi dedaunan-dedaunan di pohon-pohon yg begitu rindang dan terus bersemi, sesaat berguguran tetapi guguran itu tetap menyampaikan bagaimana dirimu padaku.. G ott, bisakah kita bertemu di masa mendatang ? " B egitulah G ö ttin mengakhiri hidupnya dengan penuh suka & cita untuk G ott di M asa S ekarang. D an G ott adalah kemustahilan yang hanya di pandang sejauh G ö ttin terus terdiam.

Rubah&Serigala

Dedaunanterusberjatuhan Seiringangindatangmenggiringsalju Ditengahsemestayangmerinducuaca Seusailelahdengarkanmentaribercerita

Saljuterusmenerusmenebal Disanjungdesiranangindaribaratdaya Menyapudarihulukehilirtaktersisa Sangrubahberlarianmenyambutnyagembira

Rumah-rumahmulaikibarkanasapnya Penghangatpikirandankeadaan Sekelilingyangterjatuhidedaunan Yangberhamburanmesradanceria

Sang rubah yang tak terasa sudah berkilo-kilo meter kakinya melangkah
Terkejutkan Berlabuh riang di dekat langkah menyambut rumah yang orang mendekatinya keadaan sekitar
Di luar Mata dugaan terbelalak ia seakan tak bercermin percaya seketika
Dengan Memastikan ekor bergoyang siapa yang kesana-kemari datang menghampiri berkali-kali

Tetap

Setelah waktu memisahkannya pada dua titik yang berbeda
Akibat keadaan serupa yang mengenangnya
Kerap kali mencari saat musim berganti
Dengan berlarian mengikuti irama menjauh tak terhenti

Sangrubahmasihberdiamkeheranan

Teringatkejadiansewinduyanglalu Iaberhasilkalahkanasa Telahlunaspadapertemuantakterkira

Sangserigaladatangmenemuinya Merekahidupberduasepanjangmasa Melupakansegalastigmamanusia Bersamahinggaufukmenyalamiusia

Rubah&Serigala

Serigaladatangmenemuinya Merekahidupberduasepanjangmasa Melupakansegalastigmamanusia Bersamahinggaufukmenyalamiusia

Molekul, Batas, Laut
-----KAU, KOMA ATAU TITIK?-----KAU, KOMA ATAU TITIK?-----KAU, KOMA ATAU TITIK?
Dari sisa-sisa waktu, semua memang tepat Secerah itu mata bersinar Berkobar dan berdegup kencang
Namun keadaan menyesakkan dada Karena batas lautan dan langit tetaplah batas
Dalam nyata, samar, bahkan kebutaan terlihat dan terasa aneh mengawali cerita dengan berakhir
Tetapi, berakhir adalah sebuah awal yang akan terus mengalir Mengalir bagai hulu bertemu dengan hilir
Setelah semua perjalanan panjang yang diantarkan oleh waktu
Dan akhir dari segalanya adalah sekumpulan senyawa atom
hidrogen dan oksigen akan bertemu pada satu ruang yang
memiliki batas begitu jelas namun tak terhingga, Laut.
KAU, KOMA ATAU TITIK? KAU, TITIK.

Sajak Harmoni Malam

Dalam gemerlap malam kembali ku tuliskan sajak tentang mentari dan rembulan

Bisakah kita pergi malam ini? Atau haruskah meminta rembulan datang merayu mentari?

Sekedar bergabung minum sebotol bir dan menikmati temaram bermandikan bintang darat...

Dalam pelukan hangat angin, langit sedikit berawan, ibu bumi dan goyangan rerumputan, sesekali langit penuh percikan bintang--bintang berpendar

Harmoni malam mewangi tertiup dari senyum dan tatapan penuh makna...

-A ku Merdeka !

Bersamamu,

Sajak Harmoni Malam,

Aku Merdeka!
"SEUMPAMA TEMPAT ITU ADALAH SEORANG PENYAIR
MUNGKIN PUISINYA SUDAH SEBANYAK RUMPUT YANG RIANG-RIANG"

--- Pengelana dari Negeri Barat

Melalui peta dalam jiwa menuju Negeri Rahasia, Seluruh rangkaian kata terlahir murni,

Dengan tepat tanpa kata tetapi yang bertumpahan, Atas ijin Semesta Alam,

Rubah & Serigala Taleszine Terwujud -

#markaspusat