Baca PDF (OCR): Kerusuhan Mei 1998 Fakta, Data & Analisa : Mengungkap Kerusuhan Mei 1998 Sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

450 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 1587 ms

Daftar isi
  1. Jakarta, November 2005
  2. Para Penulis.
  3. Dari Penulis iii
  4. Daftar Isi v
  5. I. Latar Belakang Situasi
  6. Fakta Umum Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta
  7. JI.Kyai Tapa
  8. Jakartapada 13-15 Mei 1998
  9. Ciri-ciri kelompok Pelaku
  10. Dimana Aparat?
  11. LAMPIRAN A :
  12. LAMPIRAN B : Pemberitaan Media 239
  13. LAMPIRAN C : Resume Kronologi Kerusuhan Mei 1998 diJakarta273
  14. I.I. Dari ICMI Hingga Peristiwa 27 Juli I 996
  15. 1.2. Krisis Moneter dan Ekonomi
  16. Grafik fluktuasi Rupiah
  17. '•
  18. Grafik Penurunan Inflasi
  19. Inflation declining
  20. Grafik Kondisi Impor dan Ekspor Indonesia
  21. Trade performance deteriorating
  22. Grafik Indeks Jakarta Stock Exchange
  23. Stock market showing new life
  24. /'Jakarta Stock Exchange Index)
  25. 1.3. Rangkaian Konflik dan Kerusuhan Sebelum Mei 1998
  26. Tabei Kerusuhan Etnis dan Agama Sebelum Kerusuhan Mei 1998
  27. 30 Oktober 1918, Kudus,
  28. Jawa Tengah
  29. Kronologis
  30. Kerugian
  31. Kampung pecinan habis terbakar, harta benda dijarah.
  32. Penyelesaian
  33. Kerugian
  34. Penyelesaian
  35. 30 Desember 1 996-06Januari1 997, Sanggauledo, West Borneo
  36. Kronologis
  37. 30Januar1 997, Rengasdengklok,Jawa Barat
  38. Kronologis
  39. 1.3.2. Kerusuhan Makassar 15-17 September 1997
  40. 1.3.3. Kerusuhan Medan dan sekitarnya
  41. 2 Mei 1998JI. Perintis Kemerdekaan, Medan
  42. JI. IskandarMuda,JI.Letjen Suprapto,
  43. 1.3.4. Ciri-Ciri Pelaku Saat Kerusuhan
  44. 1.4. Situasi Sosial dan Politik Menjelang Kerusuhan
  45. Tabei Menteri yang dianggap kontroversial
  46. Nama Jabatan
  47. Jenderal TNI (purn.)R. Hartono Menteri Dalam Negeri
  48. Jenderal TNI(purn.) Feisal Tandjung Menko Polkam
  49. 1.4.1. Perpecahan di Kubu Militer?
  50. 1.4.2. Gelombang Demonstrasi
  51. BULAN KOTA KELOMPOK MASSA LOKASI AKSI JUMLAH MASSA KETERANGAN
  52. Januari Dili-ratusan.
  53. JakartaKelompok Cipayung Umumnya berjumlah
  54. Maret Kampus
  55. April Abepura Kampus Umumnya berjumlah ribuan
  56. Mei Umumnya berjumlah ribuan
  57. Bidang sosial ekonomi.
  58. Bidang sosial budaya.
  59. 1.4.4. Kasus Penculikan
  60. Nama Tgl Penculikan
  61. Organisasi
  62. Nama Perkiraan waktu hilang Organisasi
  63. Wiji Thukul
  64. Januari1998 kemudian mendorong Mayor (Inf.) Bambang
  65. 1.4.5. Soeharto Meninggalkan Jakarta
  66. Hari-hari menjelang kerusuhan terjadi pada bulan Mei 1998,
  67. 2.1. Kerusuhan di Palembang
  68. 2.1.1. Kronologi Kerusuhan di Palembang
  69. 13 Mei 1998
  70. Pukul (WIB) Kronologi
  71. 14 Mei 1998
  72. Pukul (WIB) Kronologi
  73. 0830 Tengkuruk Permai
  74. 12.30 Tengkuruk Permai
  75. 14.00 Sekitar Universitas Muhammadiyah
  76. 15.00 Sekitar Universitas Muhammadiyah
  77. Jumatmelewati pasar.
  78. 13.00 WIB
  79. 13.30 WIB
  80. 18.00 WIB
  81. 21.00 WIB
  82. 13.00 WIB
  83. 14.00 WIB
  84. Jl.Veterantetapi kemudian
  85. 14.15 WIB
  86. 14.20 WIB
  87. 14.30 WIB
  88. 14.30 WIB
  89. 15.00 WIB
  90. 16.00 WIB
  91. 2.1.2. Ciri-ciri pelaku di Palembang
  92. 2. 1.3. Peralatan yang digunakan
  93. 2.2. Kerusuhan di Solo
  94. 2.2.1. Kronologi Aksi Mahasiswa di UMS
  95. 2.2.2. Kronologi Kerusuhan di Luar Kampus UMS
  96. 14 Mei 1998
  97. Pukul (WIB) Kronologi
  98. 09.00-14.00 Colomandu, Lanud Panasan. Kopassus
  99. 10.00 Simpang empat Colomandu, Kartosuro dan jalan-jalan disekitar
  100. Kartosuro
  101. Hingga 1 2.00 Sebelah selatan kampus UMS (arah barat dan timur)
  102. 12.00 Sekitar UMS
  103. 13.00 Polsek Pasar Kliwon
  104. 13.30 Mendungan dan Kleco
  105. 13.30-14.00JI. Adi Sucipto dan Perum Fajar Indah
  106. 14.30 SMA Batik
  107. 15.00JI. Slamet Riyadi
  108. membakar Toserba Sami Luwes dengan melemparkan molotov dan
  109. 15.30JI. Slamet Riyadi
  110. Sore hari Lanud Adisumarmo
  111. 18.30-20.00 Solo Baru
  112. 20.00JI. Sudirman (belakang Kantor Polantas), Sukoarjo
  113. 22.00 Sukoharjo
  114. 15 Mei 1998
  115. Pukul (WIB) Kronologi
  116. 00.00 Beteng/Gladak
  117. 1 1.30 Grogol
  118. 16.00 Asrama Brimob
  119. putra Brigjen. Purnawirawan,
  120. Kronologi keberangkatan Grup-2 Kopassus
  121. No. Penerbangan
  122. Al 3 10
  123. Korban dan Kerugian
  124. Jenis JumlahKeterangan
  125. 2.2.3. Adanya kelompok terorganisir
  126. 2.2.4. Ciri-ciri kelompok pelaku (provokator) kerusuhan di Solo
  127. Jakartadan sebagian
  128. 2.3. Kerusuhan di Surabaya 2.3.1. Kronologi kerusuhan di Surabaya
  129. 14 Mei 1998
  130. Pukul (WIB) Kronologi
  131. Siang hariJI. Protokol Kota
  132. 2.4. Kerusuhan di Lampung 2.4.1. Kronologi kerusuhan di Lampung
  133. I 5 Mei 1998
  134. Pukul (WIB) Kronologi
  135. 09.00 Bandar Jaya
  136. 10.00 Bandar Jaya
  137. 12.00 Bandar Jaya
  138. 17.00 Kota Bumi
  139. 18.00 Kota Bumi
  140. 22.00 Kota Bumi
  141. April 1998. Dalam rapat
  142. 3.2. Peristiwa Trisakti
  143. Sekitar pukul 10.30 WIB.
  144. Sekitar pukul I6.30 WIB.
  145. Sekitar pukul 17.05 WIB
  146. Sekitar pukul 17.20 WIB.
  147. Penyerangan oleh pihak pengamanan terus dilakukan hingga sebagian
  148. Hingga pukul 18.30 WIB.
  149. 3.3. Kerusuhan awal di diJI.Kyai Tapa
  150. 3.3.1. Kronologi Sekitar Kampus Universitas Trisakti
  151. Waktu Kronologi
  152. 12 Mei 1998
  153. JI. KyaiTapa mengarahkan tembakan ke mahasiswa di
  154. 3.3.2. Kronologi Kerusuhan Sekitar Pusat Pertokoan Tomang Plaza,JI. K.H. Tapa
  155. Waktu Kronologi
  156. 3.4. Sebaran kerusuhan di Jakarta pada 13-15 Mei 1998
  157. 13 Mei, hingga 14.00 WIB
  158. 14 Mei, titik awal 09.00 WIB
  159. 14 Mei, hingga 11.00 WIB
  160. Total lokasi kerusuhan 14 Mei
  161. IIJ1 0 1 1 14 Mei 1998 Sekitar Ul-PerempatanJakartaPusat
  162. JI. Casablanca
  163. Megaria dan sekitarnya
  164. Atrium Senen
  165. Gajah Mada Plaza
  166. J1307
  167. 14 Mei 1998
  168. 13 Mei 1998
  169. 14 Mei 1998
  170. 14 Mei 1998
  171. 14 Mei 1998
  172. 14 Mei 1998
  173. J 1308
  174. J1309
  175. J1310
  176. J1 3 1 1
  177. J¹³¹²
  178. J1313
  179. J¹³¹⁴
  180. J¹³¹⁵
  181. J1316
  182. J1317
  183. J¹³¹⁸
  184. J¹³¹⁹
  185. JI320
  186. JI32I
  187. JI322
  188. JI323
  189. JI324
  190. JI325
  191. JI40I
  192. J¹⁴⁰²
  193. IKIP Rawamangun-Pool
  194. DLLAJ, JI. Pemuda
  195. Jakarta Timur
  196. Jakarta Timur
  197. Jakarta Timur
  198. Jakarta Timur
  199. Jakarta Timur
  200. Jakarta Timur
  201. J¹⁴⁰⁶
  202. J¹⁴⁰⁷
  203. J 1408
  204. J¹⁴⁰⁹
  205. J¹⁴¹⁰
  206. JI4I
  207. JI4I2
  208. J¹⁴¹³
  209. J¹⁴¹⁴
  210. J1501
  211. JI502
  212. J1503
  213. J1504
  214. J1505
  215. J1506
  216. J 1507
  217. J1508
  218. J 1509
  219. J1 51 0
  220. J1601
  221. J 1602
  222. J1603
  223. J¹⁶⁰⁴
  224. J1701
  225. IIO J 1702
  226. IIIJ1703
  227. Darurat Kapuk, Kapuk
  228. JI. Ir.H. Juanda,
  229. Sekitar Metropolitan Mall
  230. GrafikJumlah Lokasi Per Wilayah
  231. Grafik Jumlah Peristiwa Per Wilayah
  232. Jumlah Peristiwa Per Wilayah
  233. 3.5. Pola Kerusuhan
  234. 3.5. 1. Pola umum kerusuhan di berbagai kota
  235. 3.5. 1. 1. Kerusuhan Palembang
  236. 3.5. 1.2. Kerusuhan Solo/Surakarta
  237. 3.5. 1.3. Kerusuhan Medan
  238. 3.5. 1.4. KerusuhanJakarta
  239. 3.5. 1.5. Kerusuhan Surabaya
  240. 3.5. 1. 6. Kerusuhan Lampung
  241. Tabei Kejadian Menonjol Selama Kerusuhan Pada Berbagai Kota
  242. Palembang Lampung Surabaya
  243. Jakarta Solo Medan
  244. Pembakaran ban di tengah jalan V y/ yl
  245. 3.5.2. Pola Umum Kerusuhan
  246. Jakartadan Sekitarnya
  247. Secara kronologis peristiwa kerusuhan dapat dibagi dalam tiga
  248. Awal Kerusuhan
  249. I. Terjadi kerumunan massa di jalan-jalan atau
  250. Tabei Tindakan dan Kejadian Menonjol Saat Kerusuhan
  251. Saat Kerusuhan
  252. 1. Sekelompok atau seseorang melakukan aksi perusakan awal.
  253. 3. Terjadi beragam bentuk tindakan merusuh:
  254. Akhir/Pasca Kerusuhan
  255. 3.5.2. 1. Awal Kerusuhan
  256. Grafik Bentuk Tindakan Yang Berhubungan dengan Tahap Awal Kerusuhan
  257. 3.5.2.2. Saat Kerusuhan
  258. Grafik Tindakan/Peristiwa Saat Kerusuhan Berlangsung
  259. Tindakan/Peristiwa Saat Kerusuhan
  260. 3.5. 2.3. Akhir/Pasca Kerusuhan
  261. Grafik Tindakan/Peristiwa Menonjol Pada Akhir/Pasca Kerusuhan
  262. 3.5.3. Catatan Atas Fakta Umum Terjadinya Kerusuhan di Jakarta
  263. Kerusakan dan Korban
  264. 4. 1. Kerusakan dan Kerugian
  265. Tabei Data Kerusakan Versi TGPF
  266. Bangunan Kendaraan Fasilitas Umum
  267. Tabei Data Kerusakan dan Korban Versi Pemda DKI Jakarta
  268. Jenis Kerusakan Jumlah Jenis Kerusakan Jumlah
  269. Pompa Bensin
  270. II II
  271. Total Bangunan 5723
  272. Total Kendaraam 1948
  273. Total Fasilitas Umum 516
  274. Tabei Data Kerusakan Versi Kodam Jaya
  275. JenisKorban/kerusakanJumlah
  276. Tabei Data Kerugian Bisnis Properti Akibat Kerusuhan
  277. No Jenis Bangunan Jumlah Harga per m /unit Unit
  278. 1 80 unit
  279. Tabei Data Kerusakan Versi Tabloid Berita Mingguan Adil
  280. Wilayah No. Material Jumlah
  281. JAKARTA
  282. TANGERANG
  283. 4.2. Korban
  284. Tabei Jumlah Korban Versi TGPF
  285. Wilayah KorbanJiwa
  286. JakartaUtara 35
  287. JakartaPusat 8
  288. JakartaSelatan 4
  289. Tabei Jumlah Korban Versi Pemda DKI Jakarta
  290. Jenis Korban/kerusakan Jumlah
  291. Tabei Jumlah Korban Versi Truk
  292. Jenis Jumlah
  293. Meninggal akibat senjata/lain
  294. Lokasi KorbanJiwa Jumlah
  295. Supermall Lippo 43
  296. Tabei Korban Versi TRUK (Hari Per Hari)
  297. Meninggal
  298. HilangJumlah
  299. Luka/sakit
  300. Tabei Korban tercatat pada RSCM
  301. JakartaTgl 15/5/98
  302. Utara Tanjung Priok
  303. Jakarta
  304. Tabei Korban Versi Kodam Jaya
  305. Jenis Korban/kerusakan Jumlah
  306. Total Korban Jiwa 463
  307. Tabei Korban Jiwa dan Luka-Iuka Versi Tabloid Berita Mingguan Adil
  308. Luka-
  309. Wilayah Lokasi Korban Jiwa
  310. Iuka
  311. 4.2.2. Korban perkosaan dan pelecehan seksual
  312. Jumlahkorban perkosaan dan pelecehan seksual merupakan perdebatan paling
  313. Laporan oleh TGPF menyebutkan sebagai berikut:
  314. Tabei Data Perkosaan TGPF
  315. Seksual
  316. Jakartadan
  317. Medan
  318. Jumlah
  319. Jenis Kekerasan Surabaya sekitarnya Total
  320. Tabei Data Tindakan Kekerasan Seksual Berdasarkan Kesaksian
  321. Korban Perbuatan Dampak
  322. Korban Kekerasan dan Penyerangan Seksual Kerusuhan Mei 1998
  323. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)
  324. Nama/
  325. Jumlah korban
  326. Korban tidak
  327. Perkosaan tidak
  328. Wt (psikolog)
  329. 17. 14/5/98 NN 1 4 tahun Perkosaan
  330. -Tidak
  331. biru, tubuh penuh dijarah, korban
  332. JakartaUtara penolong dan perawatan
  333. Perkosaan Pantai Indah
  334. Perkosaan Korban diperkosa
  335. terus menerus itu massa masuk
  336. pada orang asing.
  337. JakartaPb (ayah/sua-mi
  338. Jalan Dt (korban) Korban berobat ke
  339. Mi, korban Setelah kejadian
  340. Penyerangan Ketakutan Di tengah Perempatan Ny. DF (Saksi
  341. Jakarta Setelah perawatan,
  342. -Rumah korban
  343. 5.1. Tindakan Pelaku
  344. Grafik Berbagai Tindakan Menonjol Kelompok Pelaku
  345. 5.1.1. Memulai tindakan/perusakan awal
  346. 5.1.2. Berkelompok menuju lokasi/sasaran
  347. 5.1.6. Melakukan penghadangan (sweeping)
  348. 5.1.7. Memperhatikan Situasi
  349. 5.2. Ciri-ciri kelompok Pelaku
  350. 5.2.1. Ciri fisik
  351. Ciri Fisik dan Penampilan Kelompok Pelaku
  352. 5.2. 1. 1. Berpenampilan seperti massa umumnya (celana pendek).
  353. 5.2. 1.2. Badan tegap, rambut cepak, muda (usia berkisar 20-25), tidak pendek.
  354. 5. 2. 1. 3. Penampilan seperti preman, kucel (berantakan), gondrong.
  355. 5. 2. 1.4. Badan tegap, keriting, Indonesia Timur.
  356. 5.2. 1.5. Berpakaian berbeda dengan massa yang menjarah (rapi).
  357. 5.2. 1.6. Berseragam SMU (tampang dengan usia yang wajar) dan berseragam SMU
  358. dengan tampang lebih tua, badan kekar.
  359. 5.2.2. Terorganisir dan terlatih
  360. 5.2.2. 1. Berkelompok menuju sasaran tertentu.
  361. 5. 2.2. 2. Berkelompok menuju pusat massa.
  362. 5.2.23. Gerakan Tangkas, Cepat, Terlatih dan Sistematis
  363. 5. 2. 2.4. Membawa Peralatan Tertentu
  364. 5. 2.2.5. Membawa peralatan (linggis, kampak, martil, batu, pentungan dll).
  365. 5. 2.2.6. Membawa bahan bakar.
  366. 5.2.2.7. Membawa pengeras suara, megaphone.
  367. 5. 2.2.8. Membawa alat komunikasi, memperhatikan situasi.
  368. 5.2.2.8. Upaya Mendompleng Aksi Mahasiswa
  369. 5.2.2.9. Menggunakan isu-isu tertentu
  370. 5.2.2.9.a. Makian/Sentimen Rasial
  371. 5.2.2.9.b. Meneriakan yel-yel reformasi atau simbol-simbol sejenis (merah putih dll)
  372. 5.2.2.9.C. Isu Penyerangan ke Pemukiman
  373. Dimana Aparat?
  374. 6.1. Rencana dan Persiapan Pengamanan
  375. 6.1.1. Rencana Pengamanan
  376. l-ll Maret 1998. Sidang Umum MPR itu sendiri merupakan kelanjutan dari proses politik
  377. 6.1.2. Wilayah Pengamanan
  378. dipertahankan secara maksimal (mati-
  379. 4. Kerangkap Barat (Glodok dan Penjaringan)
  380. 6.1.3. Gelar Pasukan4
  381. 6. 1.3.1. Kekuatan pasukan yang digelar
  382. JakartaBarat dan Cengkareng
  383. 6.1.4. Pelaksanaan Pengamanan Saat Kerusuhan8
  384. 2. Amunisi tajam harus disimpan pada Komando Kompi masing-masing dan dikeluarkan atas
  385. JawaTimur untuk menggerakkan pasukan. Selanjutnya Kasdam mengendalikan
  386. 6.2. Fakta-Fakta Pengamanan Selama Kerusuhan
  387. 6.2.1. Keberadaan Aparat Keamanan
  388. Tabei Keberadaan Aparat Pada Seluruh Lokasi di Jakarta
  389. Utara Pusat Timur Selatan Barat Depok
  390. Tangerang
  391. Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Bekasi Total
  392. 6.2.2. Tindakan Aparat Keamanan
  393. Grafik Tindakan Aparat di Lokasi Kerusuhan
  394. Tindakan Aparat di Lokasi Kerusuhan
  395. Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Jakarta Utara
  396. Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Utara
  397. Hanya menjaga lokasi tertentu
  398. Tidak ada dilokasi saat kerusuhan
  399. Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Pusat
  400. Jakarta
  401. Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Pusat
  402. Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Jakarta Timur
  403. Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Timur
  404. Grafik Tindakan Aparat di WilayahJakartaSelatan
  405. Grafik Tindakan Aparat di WilayahJakarta Barat
  406. Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Barat
  407. Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Depok
  408. Tindakan Aparat Di Wilayah Depok
  409. Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Tangerang
  410. Tindakan Aparat Di Wilayah Tangerang
  411. 012345678 9 10
  412. JumlahLokasi
  413. Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Bekasi
  414. Tindakan Aparat Di Wilayah Bekasi
  415. 6.2.3. Tindakan Menonjol Aparat Keamanan diJakarta
  416. 6.2.3. 1. Aparat berada atau tidak jauh dari lokasi.
  417. Grafik Tindakan Aparat Pada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
  418. Tindakan Aparat
  419. Pada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
  420. Hanya menjaga lokasi tertentu
  421. Grafik Tindakan Kelompok Pelaku Rada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
  422. Tindakan Kelompok Pelaku
  423. Pada Lokasi Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
  424. Grafik Catatan Lain Pada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
  425. Catatan Lain
  426. Pada Lokasi Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
  427. Dropping massa
  428. 6.2.3.2. Aparat Tidak Terlihat Pada Saat Kerusuhan Berlangsung
  429. Grafik Tindakan Aparat Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
  430. Tindakan Aparat
  431. Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
  432. Grafik Tindakan Kelompok Pelaku Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
  433. Tindakan Kelompok Pelaku
  434. Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
  435. Grafik Catatan lain Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
  436. Catatan Lain
  437. Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
  438. 6.2.33. Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
  439. Grafik Tindakan Aparat
  440. Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
  441. Tindakan Aparat
  442. Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
  443. Tumlah Lokasi
  444. Grafik Catatan Lain
  445. Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
  446. Catatan Lain
  447. Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
  448. 6.2.3.4. Aparat Membiarkan Kerusuhan
  449. Grafik Tindakan Aparat
  450. Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
  451. Tindakan Aparat
  452. Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
  453. Grafik Tindakan Kelompok Pelaku Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
  454. Tindakan Kelompok Pelaku
  455. Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
  456. Grafik Catatan Lain
  457. Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
  458. Catatan Lain
  459. Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
  460. 6.2.4. Berbagai Isu dan Berkaitan Dengan Pengamanan Kerusuhan
  461. 6.2.4. 1. Upacara di Malang
  462. 6. 2.4. 2. Pertemuan Makostrad
  463. Pengakuan Setiawan Djodi
  464. Pengakuan W.S. Rendra
  465. Pengakuan Hashim Dojohadikusumo
  466. Pengakuan Fahmi Idris
  467. Pengakuan dan pernyataan Fadli Zon16
  468. Pernyataan Wiranto
  469. 6.3. Catatan Analisis dan Fakta
  470. Indikasi Keterlibatan Aparat Keamanan
  471. 16- 17Juli1997
  472. 14 Agustus 1997
  473. 29 Agustus 1997
  474. 3 September 1997
  475. 4 September 1997
  476. 1 6 September 1 997
  477. 1 2 Desember 1 997
  478. 20 Desember 1 997
  479. 22 Desember 1997
  480. 3 1 Desember 1 997
  481. 1 2Januari1 998
  482. 1 5Januari1 998
  483. 25Januari1 998
  484. 10 Pebruari 1998
  485. yang dipimpinnya secara langsung. Prof.
  486. 1 2 Pebruari 1998
  487. 16 Pebruari 1998
  488. 1 7 Pebruari 1998
  489. 18 Pebruari 1998
  490. 20 Pebruari 1998
  491. 21-22 Pebruari 1998
  492. 27 Pebruari 1998
  493. 1 Maret 1998
  494. 2 Maret 1998
  495. 3 Maret 1998
  496. 7 Maret 1998
  497. World Bank memberikan dukungan terhadap sikapIMF yang menolak
  498. 10 Maret 1998
  499. 13 Maret 1998
  500. 14 Maret 1998
  501. 17 Maret 1998
  502. 19 Maret 1998
  503. 23 Maret 1 998
  504. 24 Maret 1998
  505. 30 Maret 1998
  506. 1 April 1998
  507. -3.2% of GDP*
  508. 497/F 000/98/S3.
  509. 8-10 Mei 1998. Pertemuan Tokyo -Dalam pertemuan ini, delegasi Indonesia
  510. Utang luar negeri perusahaan swasta.
  511. Company
  512. VE Wong Corp.
  513. 225JutaUSD mengikuti
  514. 4Juni 1998Kesepakatan Frankfurt (Frankfurt Agreement): Indonesia dan Bank
  515. Ketua DPR: Ubah UU Politik
  516. Mereka Kini hanya Makan Nasi Berlauk Garam
  517. Kamis, 7 Mei 1998
  518. Jakarta, Kompas
  519. Bentrokan Aparat dengan Mahasiswa di Tiga Kota
  520. Kerusuhan Meluas ke Pinggiran Kota Medan
  521. Jumat, 8 Mei I 998
  522. Jakarta, Kompas
  523. Aksi Mahasiswa Meluas, Korban Terus Berjatuhan
  524. Medan Terkendali, Padang Lumpuh
  525. Sabtu, 9 Mei 1998
  526. Jakarta, Kompas
  527. Aksi Mahasiswa
  528. Bentrok di Solo, Yogya, dan Samarinda
  529. 16 Guru Besar Berembuk di ITB: Ajak Wujudkan Reformasi Menyeluruh
  530. Minggu, 10 Mei 1998
  531. Jakarta, Kompas
  532. Aksi Mahasiswa Tewaskan Perwira Polisi
  533. Kerusuhan Medan bukan Shock Therapy
  534. Jakarta, Kompas
  535. Presiden Soeharto:
  536. Peliharalah Stabilitas
  537. Selasan, 12 Mei 1998
  538. Delapan Aktivis Dinyatakan Hilang
  539. Jakarta, Kompas
  540. Insiden di Universitas Trisakti
  541. Enam Mahasiswa Tewas
  542. Rabu, 13 Mei 1998
  543. Mahasiswa Trisakti Bentrok Dengan Aparat, 6 Orang Tewas
  544. Kamis, 14 Mei 1998
  545. Cairo, Kompas
  546. Kalau Rakyat tak Lagi Menghendakinya
  547. Presiden Siap Mundur
  548. Kamis, I 4 Mei I 998
  549. Jakarta, Kompas
  550. Masyarakat Berkabung
  551. KeJakarta Mencari llmu, Mendapat Peluru
  552. Jakarta, Kompas
  553. Protes dan Berkabung Warnai Aksi Mahasiswa
  554. Jakarta, Kompas
  555. Staf Pengajar UI:
  556. Jajaran Komando Operasi Pengamanan Kampus Trisakti Harus Dikenai Sanksi
  557. Jakarta, Kompas
  558. Insiden di Universitas Trisakti Tindak Kejahatan
  559. Jakarta, Kompas
  560. Jakarta Dilanda Kerusuhan Massa
  561. SelamatJalan BungaReformasi
  562. 'Semoga yang Diperjuangkannya Dikabulkan Allah'
  563. Jumat, 15 Mei 1998
  564. Jakarta, Kompas
  565. Perusuh Menjarah
  566. Jakarta, Kompas
  567. Menhankam/Pangab:
  568. Hentikan Penjarahan dan Pembakaran
  569. Sabtu, 16 Mei 1998
  570. Jakarta, Kompas
  571. Presiden Bantah Katakan "Siap Mundur"
  572. Jakarta, Kompas
  573. Perwira Angkatan '45 dan PB NU
  574. Sambut Presiden untuk "Lengser Keprabon"
  575. Jakarta, Kompas.
  576. Ratusan Penjarah Tewas Terpanggang
  577. Jakarta, Kompas
  578. Harga BBM dan Tarif Listrik Dikoreksi
  579. *Beberapa Kalangan Tetap tidak Puas
  580. Jakarta, Kompas
  581. Menhankam/Pangab:
  582. Penembakan di Trisakti Pakai Peluru Tajam
  583. Jakarta, Kompas
  584. Halim Padat Pengungsi Warga Asing
  585. Jakarta, Kompas
  586. Meningkat, Tuntutan Sidang istimewa MPR
  587. Minggu, I 7 Mei I 998
  588. Jakarta, Kompas
  589. Presiden Segera "Reshuffle" Kabinet
  590. Jakarta, Kompas Dialog Presiden dengan Universitas Indonesia Setiap Saat Presiden Siap "Lengser Keprabon"
  591. Selasa, 19 Mei 1998
  592. Jakarta, Kompas
  593. Pimpinan DPR:
  594. Sebaiknya Pak Harto Mundur
  595. Jakarta, Kompas
  596. ABRI: Itu Pendapat Individual
  597. *Usulkan Pembentukan Dewan Reformasi
  598. Jakarta, Kompas
  599. Soal Pernyataan Pimpinan DPR
  600. Harus Diikuti Langkah Konkret
  601. Jakarta, Kompas
  602. Presiden Tanggapi dengan Tegar
  603. Jakarta, Kompas
  604. Ribuan Mahasiswa ke DPR
  605. Mendesak, Diadakannya Sidang Istimewa MPR
  606. Jakarta, Kompas
  607. WNA Masih Antre Tinggalkan Indonesia
  608. Jakarta, Kompas
  609. Menpora Agung Laksono:
  610. Gerakan Moral Murni Mahasiswa Dinodai
  611. Pimpinan DPR: Demi Persatuan, Presiden Sebaiknya Mundur
  612. JAKARTA-Tuntutan reformasi masyarakat akhirnya dijawab Dewan Perwakilan Rakyat
  613. Jakarta, Kompas
  614. Puluhan Ribu Mahasiswa "Duduki" DPR
  615. Jakarta, Kompas
  616. Perihal Pernyataan Presiden Soeharto
  617. Ada yang Berharap, Ada Pula yang Kecewa
  618. Jakarta, Kompas
  619. Keempat Fraksi Dukung Pimpinan DPR
  620. Proses Pengunduran Diri Harus Konstitusional
  621. Selamat Tidur di Gedung DPR/MPR...
  622. Jakarta, Kompas
  623. Gema Madani:
  624. "Lengser Keprabon" Secara Sukarela
  625. Jakarta, Kompas
  626. AH Nasution: Pernyataan DPR Harus Dihormati
  627. Jakarta, Kompas
  628. Mahasiswa Duduki RRI, Siarkan "Siaran Mahasiswa"
  629. Proses Terjadinya Kesimpulan Rapat Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi
  630. Surabaya, Kompas
  631. Aparat Bubarkan Aksi Mahasiswa di Surabaya
  632. *21 Mahasiswa dan Seorang Petugas Terluka
  633. Jakarta, Kompas
  634. ImbauanJenderalSenior ABRI
  635. Jaga agar Aksi Tetap Damai, dengan Kawalan ABRI
  636. HUT Ke-90 Kebangkitan Nasional
  637. Kamis, 21 Mei 1998
  638. Jakarta, Kompas
  639. Selamat Datang Pemerintahan Baru
  640. *I I Menteri Ekuin Mundur
  641. Yogyakarta, Kompas
  642. Sultan HB X Ajak Rakyat Dukung Reformasi
  643. Jakarta, Kompas
  644. F-KP dan F-PDI Minta Sidang Istimewa MPR
  645. Jakarta, Kompas
  646. Kebangkitan Mahasiswa di "Hari Reformasi Nasional"
  647. Jakarta, Kompas
  648. Kita Masuki Babakan Baru
  649. Jakarta, Kompas
  650. Nurcholish Madjid:
  651. Yang Terbaik, Pak Harto Mundur
  652. Jumat, 22 Mei I 998
  653. Jakarta, Kompas
  654. Ketua DPR/MPR:
  655. Soeharto Mendengar Aspirasi Masyarakat
  656. Jakarta, Kompas
  657. BJ Habibie Minta Dukungan Rakyat
  658. Jakarta
  659. Kode : J 1401
  660. -15.00 WIB
  661. -15.00 WIB
  662. -15.00 WIB
  663. -15.00 WIB mengambil bensin dengan memotong saluran bensin mobil, kemudian digunakan
  664. -15.00 WIB, pada Apartemen Bahari,JI.Gedung Panjang, warga sekitar semakin banyak
  665. -16.00 WIB pertokoan di sepanjang jl gedong panjang telah terbakar. Kemudian toko peti
  666. 'Hingga situasi kembali normal penyerangan ke pemukiman penduduk tidak
  667. 1 1.00 WIB
  668. 15 Mei 1998
  669. -1 1.00 WIB. dari seberang jalan. Toko dilempari hingga pecah kaca-kacanya. Kemudian mereka
  670. -12.00 WIB komplek 30, yaitu di sekitar gang Abdul Hamid. Mereka terlihat dengan paksa
  671. warga di sekitar lokasi menyebutkan bahwa kebanyakan aparat
  672. Catatan
  673. Jalan KapukRaya.
  674. Warga melakukan ronda selama satu minggu.
  675. Kode
  676. Sekitar 10.30
  677. Sekitar 1 1.00
  678. Sekitar 14.00,
  679. Sekitar 12.00-
  680. : 14 Mei 1998
  681. Kronologi
  682. 15 Mei 1998
  683. Kode : JI₄₀₉
  684. Kode : J1410
  685. Sekitar 19.00
  686. 16 Mei 1998
  687. Waktu
  688. 13 Mei 1998
  689. Komplek ruko terlihat di jaga aparat Kepolisian.
  690. : J141 1
  691. Sekitar 16.00
  692. Tanggal Awal Kejadian
  693. Sekitar 23.00
  694. Sekitar pukul
  695. Pukul 14.00
  696. JI.Daan Mogot, terlihat asap
  697. elektronik-Sinar Apolo)-- selanjutnya massa membakar toko elektronik Sinar
  698. Waktu
  699. 14 Mei 1998
  700. Kronologi
  701. Sekitar 1 1.30-
  702. Sekitar 12.00
  703. Sekitar 1 1.30
  704. Sekitar 1 1.30
  705. -13.00 WIB
  706. JI. Letjen. Suprapto, JakartaPusat
  707. Kode :
  708. JI.Galur), dekat dengan kampus mereka, sedang melakukan
  709. -. ..
  710. kantor/perusahaan, hingga habis.
  711. : J101 1
  712. “Polisi
  713. JakartaMei 1998".
  714. Waktu
  715. 14 Mei 1998
  716. Waktu
  717. 14 Mei 1998
  718. :J1013
  719. Tanggal Awal Kejadian
  720. Tanggal Awal Kejadian
  721. -14.00 WIB (Chinese Food). Setelah pintu berhasil dijebol, kemudian massa masuk untuk
  722. Jarah! '.
  723. :J¹⁰¹⁷
  724. :J¹⁰¹⁸
  725. Tanggal Awal Kejadian
  726. dari kampung setempat.
  727. Sore hari.
  728. Sekitar 17.00
  729. Catatan:
  730. 15 Mei 1998
  731. 16 Mei 1998
  732. Sekitar 12.00
  733. JI. Pemuda.
  734. Tanggal Awal Kejadian
  735. -19.00 WIB menyuruh massa keluar dari Artomoro.
  736. J1308
  737. yang mengarah ke Cawang.
  738. Catatan:
  739. 16 Mei 1998
  740. Swalayan Grasera buka seperti biasa
  741. Kode : J₁₃₁₂
  742. JIRaya Bogor, sebagian massa masuk Ramayana
  743. -13.00 WIB jumlah mereka kira-kira 1.000 orang. Mereka berbondong-bondong hendak
  744. -19.00 WIB
  745. -1 1.00 WIB Cawang.
  746. -13.00 WIB Mahasiswa karena siap membuka diri (kepada masyarakat) dan telah
  747. Jembatan LayangCawang terlihat telah dibakar.
  748. Catatan
  749. JI.Tebet Raya (showroom Mitshubisi)
  750. : J₁₃₂₄
  751. : JakartaTimur
  752. Waktu Kronologi
  753. Waktu Kronologi
  754. : JI20I
  755. JI. JakartaSelatan
  756. JI.Mampang Prapatan VIII.
  757. JI 204
  758. 14 Mei 1998
  759. Sekitar 08.30
  760. Sekitar 16.00-
  761. Sekitar 17.00
  762. Waktu
  763. 14 Mei 1998
  764. : J1208
  765. : Pasar Ciputat,JakartaSelatan
  766. Tanggal Awal Kejadian
  767. : 14 Mei 1998
  768. Tanggal Awal Kejadian
  769. Setelah Ashar
  770. Setelah Magrib
  771. Kode Lokasi
  772. Tanggal Kejadian
  773. Waktu
  774. 14 Mei 1998
  775. JI2I4
  776. : Pertokoan Mitra, Sekitar Mayestik,
  777. Pukul 13.00-
  778. Kode : J₁₂₁₅
  779. 14 Mei 1998
  780. Kode
  781. Kronologi
  782. Waktu
  783. April 1998
  784. 13 Mei 1998
  785. :J¹²¹⁸
  786. J 1 1 01
  787. : Sekitar Topaz, JI. K.H. Tapa, Jakarta Barat
  788. Ribuan massa terlihat memenuhiJI.Kyai Tapa.
  789. Tanggal Awal Kejadian
  790. Waktu Kronologi
  791. Pagi hari
  792. Catatan
  793. JembatanBesi peristiwa berlangsung
  794. Catatan
  795. 15 Mei 1998
  796. Kode : JI 106
  797. barang-barang jarahan menuju pemukiman penduduk di sekitar lokasi.
  798. Kode :JII 1 2
  799. JI.S. Parman saat itu sangat sepi.
  800. JakartaBarat (150-200 meter) dan terlihat
  801. : JI
  802. : Supermarket TOP, Green Garden,
  803. Waktu Kronologi
  804. -16.30 WIB.
  805. Waktu
  806. 14 Mei 1998
  807. : J 1 1 1 7
  808. Tanggal Awal Kejadian
  809. Sekitar 20.00
  810. Kode
  811. :J1602
  812. : Depok Timur II
  813. : 13-15 Mei 1998
  814. Kronologi
  815. 14 Mei 1998
  816. 15 Mei 1998
  817. Waktu
  818. Sekitar 21.00
  819. Waktu
  820. 14 Mei 1998
  821. :J 1 604
  822. : JI. Margonda, Depok
  823. : 13 Mei 1998
  824. Kronologi
  825. Tanggal Awal Kejadian
  826. Tanggal Awal Keejadian
  827. perkembangan di sekitar lokasi.
  828. -17.30 WIB
  829. 15 Mei 1998
  830. IS Mei 1998,
  831. Waktu Kronologi
  832. 13 Mei 1998
  833. Siang hari
  834. 15 Mei 1998
  835. :JI504
  836. Waktu
  837. 1 1.00 WIB
  838. Waktu Kronologi
  839. 14 Mei 1998
  840. : JI 506
  841. Waktu
  842. berdatangan sambil berteriak-teriak melepaskan umpatan dengan marah dan
  843. : Tangerang
  844. Waktu Kronologi
  845. 14 Mei 1998
  846. Kode :JI70I
  847. Kode :JI 702
  848. Kode : JI₇₀₃

Nusa Bangsa (SNB) dan Asosiasi Penasehat Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (APHI) yang difasilitasi oleh Yayasan TIFA.

Penulis : Ester IndahyaniJusuf Hotma Timbul Olisias Gultom Sondang Frishka Editor : Raymond R. Simanjorang Design muka dan layout: David Jhony

Tebal Buku : vi, 454 him.; 21 cm X 29,5 cm Judul: KERUSUHAN MEI 1998: FAKTA, DATA DAN ANALISA Mengungkap Kerusuhan Mei 1998 Sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan ISBN xxx-xxxxx-x-x Cetakan pertama, November 2005

data dan analisa mengenai Kerusuhan Mei 1998, akan tetapi juga suatu analisa hukum yang lengkap bahwa berdasarkan fakta dan data tersebut terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan dalam Peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Akan tetapi karena masalah teknis, yaitu keterbatasan dan ketebalan halaman buku, maka rencana tersebut tidak seluruhnya dapat terlaksana, sehingga dalam buku ini hanya disajikan mengenai fakta, data dan analisa mengenai Kerusuhan Mei 1998 saja. Penyajian fakta, data dan analisa itupun masih memakan 400 halaman lebih. Analisa hukum yang lengkap akan disajikan terpisah pada penerbitan SNB berikutnya. Ungkapan terima kasih ditujukan kepada para narasumber yang yang menjadikan buku ini lebih komprehensif karena melengkapi gambaran umum peristiwa dengan kesaksian lapangan yang lebih detail. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada TIFA Foundation yang membantu penerbitan buku ini.

Jakarta, November 2005
Para Penulis.
Dari Penulis iii
Daftar Isi v
BAB I
1. 1. Dari ICMI Hingga Peristiwa 27 2
1.2. 1.3. 1.4. Krisis Moneter dan Rangkaian Konflik dan Kerusuhan Sebelum Mei 1998 Situasi Sosial dan Politik Menjelang Kerusuhan 1 0 14 35
BAB 2. Kerusuhan Mei ’98 di Berbagai Kota 59
2.1. Kerusuhan di Palembang Kerusuhan di Solo 59 66
2.3. Kerusuhan di Surabaya 79
2.4. Kerusuhan di Lampung 81
BAB 3. 3.1. Situasi Menjelang Kerusuhan Mei 85 85
3.2. Peristiwa Trisakti 87
3.3. Kerusuhan awal di di 90
3.4. Sebaran kerusuhan di 97
3.5. Pola Kerusuhan 112
BAB 4. Kerusakan dan Korban 127
4. Kerusakan dan Kerugian Korban 127 130
BAB 5. Siapa pelaku? 159
5.1. Tindakan Pelaku 161
5.2. 165
BAB 6. Rencana dan Persiapan Pengamanan 177 177
I. Latar Belakang Situasi

Juli1996 Ekonomi

2.2.

Fakta Umum Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta
JI.Kyai Tapa
Jakartapada 13-15 Mei 1998

I.
4.2.

Ciri-ciri kelompok Pelaku
Dimana Aparat?

6.1.
V

Fakta, Data dan Analisa

Fakta-Fakta Pengamanan Selama Kerusuhan 186
6. 3. Catatan Analisis dan Fakta 216
Kronologi Ekonomi 221

6.2.

LAMPIRAN A :
LAMPIRAN B : Pemberitaan Media 239
LAMPIRAN C : Resume Kronologi Kerusuhan Mei 1998 diJakarta273

vi

J

1998 tidak bisa dipahami sebagai sebuah peristiwa yang terpisah dengan berbagai peristiwa yang terjadi sebelum maupun bersamaan dengannya, yang merupakan paduan dari proses dinamika sosial, politik dan ekonomi yang melibatkan berbagai kepentingan di dalamnya. Karena itu tinjauan historis menjadi kebutuhan yang penting untuk dapat membantu memahami jalannya dinamika tersebut. Harus diakui merupakan hal yang tidak mudah untuk meninjau satu per satu peristiwa yang terjadi secara mendetail. Oleh karenanya, tanpa mengurangi banyaknya fakta, beberapa peristiwa besar dapat dipilih sebagai usaha untuk memahami proses dinamika tersebut. Melalui pembacaan terhadap beberapa rangkaian peristiwa yang telah terjadi, diharapkan dapat menjadi alat bantu untuk memahami latar belakang kondisi yang mendahului dan sekaligus memberikan konteks terjadinya peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Terdapat beberapa hal menonjol berkaitan dengan Peristiwa Kerusuhan Mei 1998, yaitu isu rasial. ekonomi dan politik. Tetapi apakah sentimen rasial terhadap etnis tertentu merupakan penyebab utama terjadinya Kerusuhan Mei 1998? Demikian juga terhadap isu ekonomi. Apakah kondisi ekonomi sebagai penyebab utama terjadinya Kerusuhan Mei 1998? Sementara tidak bisa dielakkan adanya dinamika politik dan proses sosial lainnya yang juga memainkan peran penting bahkan mungkin sangat penting. Tetapi bagaimanapun itu, fakta-fakta jelas menunjukkan bahwa kedua isu tersebut (ekonomi dan rasial) telah muncul menjadi isu penting selama Kerusuhan Mei 1998 terjadi. Sebagai upaya untuk memahami penyebab terjadinya Kerusuhan Mei 1998, maka terdapat beberapa hal yang perlu menjadi catatan. Pertama adalah pembedaan antara "penyebab” dan “pemicu" kerusuhan. "Penyebab" tentunya mengajak kita melihat lebih jauh dan komprehensif atas peristiwa yang terjadi. Sementara "pemicu” lebih mudah dilihat dari fakta-fakta atau peristiwa yang terjadi menjelang atau bersamaan dengan terjadinya Kerusuhan Mei 1998. Salah satu asumsi yang paling menonjol adalah asumsi bahwa pemicu terjadinya Kerusuhan Mei 1998 adalah terjadinya peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti, sehari sebelum kerusuhan terjadi. Tetapi pada kenyataannya asunsi tersebut tidak dapat dipahami secara sesederhana itu. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mencoba memahami konteks yang melingkupi terjadinya kerusuhan dengan merunut peristiwa-peritiwa menonjol yang terjadi sebelumnya. Tidak mudah memang mengkaitkan berbagai peristiwa yang terjadi sebelumnya dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pola, tindakan, waktu dan momentum terkadang tidak sama persis. Terkadang malah bisa membawa kita terjebak dalam suasana konspirasi yang ada (walaupun hal

I

Data dan Analisa

tersebut juga merupakan bagian yang perlu dikaji secara tersendiri). Terdapat beberapa hal yang terlihat jelas secara makro yaitu adanya krisis ekonomi, keresahan sosial (akumulasi kekecewaan masyarakat yang akhirnya menciptakan krisis sosial) dan pertarungan politik yang akhirnya memberi arah kepada proses pergantian kekuasaan. Hal tersebut pada akhirnya memberikan konteks terjadinya kerusuhan Mei 1998.

I.I. Dari ICMI Hingga Peristiwa 27 Juli I 996

Setidaknya terdapat beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun sebelum Kerusuhan Mei 1998. Tidak mudah memang untuk memastikan relasi atau keterkaitan antara peristiwa-perisitiwa tersebut, karena tidak selalu menunjuk kaitannya secara langsung dan terbuka. Tetapi bagaimanapun juga, tetap dapat terlihat benang merah kaitan dan muara dari peristiwa-peristiwa besar yang terjadi. Situasi yang terbentuk dari rangkaian peristiwa-peristiwa itulah yang dapat memberikan konteks memahami terjadinya peristiwa kerusuhan Mei

  1. Keterkaitan antara peristiwa-peristiwa yang ada secara umum berhulu
    pada kondisi kekuasaan negara yang mulai memasuki fase penting, yaitu pergantian kekuasaan presiden. Usia Soeharto, presiden pada saat itu, telah memasuki 77 tahun, cepat ataupun lambat menciptakan keyakinan bagi seluruh kelompok politik dan masyarakat bahwa kekuasaan tersebut pasti akan berganti. Persoalannya kemudian adalah bagaimana menjawab: Kapan? Oleh siapa? Dengan cara seperti apa? Sejak terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden dan Try Sutrino sebagai Wakil Presiden pada tahun 1992, wacana pergantian kekuasaan mulai merebak dan menjadi pembicaraan di hampir semua kalangan, khususnya komunitas-komunitas sosial dan politik. Pergantian kepemimpinan Golkar (sebagai alat politik utama Orde Baru) menjadi hal penting dalam isu suksesi periode selanjutnya (1998). Beberapa skenario dan wacana mulai bermunculan. Salah satu yang paling menonjol adalah keyakinan bahwa posisi wakil presiden periode selanjutnya merupakan posisi yang sangat strategis dalam menentukan presiden baru/pengganti. Isu pergantian presiden tidak hanya beredar di kalangan elit politik. Bagi banyak kelompok masyarakat, khususnya aktivis politik dan sosial yang menginginkan terjadinya perubahan (baik yang telah lama melakukan aktifitas maupun baru), seolah mendapatkan peluang yang semakin besar untuk melakukan perubahan pada proses pergantian kekuasaan Soeharto yang telah lebih tigapuluh tahun tersebut. Berbagai wacana melalui berbagai diskusi, aksi demonstrasi dan lain sebagainya mulai meningkat baik kualitatif maupun kuantitatif. Bentuk-bentuk perlawanan terbuka mulai terlihat seperti pada kasus dan selama pengadilan Sri Bintang Pamungkas pada tahun 1995-1996.

Situasi

Pembentukan ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) pada tahun 1990 yang dimotori dan diketuai pertama kali olehB.J.Habibie, menjadi isu hangat yang dihubungkan dengan proses pergantian kekuasaan Indonesia. Berdirinya organisasi yang memasukkan begitu banyak keterlibatan perguruan tinggi dan ormas di berbagai wilayah ini memunculkan reaksi beragam pada banyak kalangan. Setelah pembentukan kabinet baru pada tahun 1993, beredar opini yang menyebutkan bahwa beberapa menteri kabinet tersebut memiliki latar balakang ICMI.1 Hal ini semakin menambah hangat suasana politik dan berkembangnya berbagai isu yang bermuara pada isu pergantian kekuasaan. Popularitas Habibie sebagai Menristek sejak saat itu melonjak begitu tinggi dan menjadi kandidat penting menjelang proses pemilu 1997. Setelah ICMI mendapatkan dukungan dari Soeharto, mulai bermunculan organisasi serupa seperti FCHI (Forum Cendikiawan Hindu Indonesia) pada tahun 1991 serta Forum Demokrasi (Fordem) dengan tokohnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Marsilam Simanjuntak, Bondan Gunawan dan tokoh-tokoh politik, LSM (lembaga swadaya masyarakat) dan lainnya. Kemudian berdiri PCPP (Persatuan Cendikiawan Pembangunan Pancasila) dan Cendikiawan Muda Indonesia pada tahun 1995. Pada tahun yang sama berdiri juga Yayasan Kerukunan Persaudaraan Kebangsaan (YKPK), yang banyak beranggotakan para purnawirawan jenderal serta masyarakat sipil dari kalangan parpol dan LSM. Kemudian juga berdiri Persatuan Nasional Indonesia, yang bila singkat mengingatkan akan nama PNI (Partai Nasionalis Indonesia). Pada waktu yang bersamaan dengan munculnya berbagai organisasi-organisasi tersebut muncul pula istilah OTB (Organisasi Tanpa Bentuk). Sebuah istilah yang pernah digunakan oleh kelompok PKI (Partai Komunis Indonesia) untuk melakukan sebuah gerakan bawah tanah. Isu ini dimunculkan oleh beberapa tokoh pemerintah waktu itu yang didukung oleh kelompok ABRI (seperti Kasum ABRI saat itu, Mayjen Soeyono)2 melalui berbagai pernyataannya kepada pers. Organisasi ini ditujukan kepada pribadi-pribadi ataupun kelompok-kelompok yang dianggap sebagai kelompok bawah tanah, subversif dan dicap membawa aliran komunis. Banyak kelompok mahasiswa yang kemudian dikait-kaitkan dengan istilah tersebut. Pada akhirnya isu tersebut memunculkan perdebatan-perdebatan di antara petinggi pemerintahan saat itu. Beberapa nada bantahan bermunculan seperti dari mantan Wapres (Sudharmono), Menteri Kehakiman (Oetoyo Usman), Menteri Negara Lingkungan Hidup (Sarwono Kusumaatmadja). Hal ini memperkuat lahirnya opini bahwa isu OTB memiliki kaitan dengan kepentingan pertarungan politik elit saat itu. Dalam situasi politik yang mulai menghangat tersebut, pada tahun 1992 muncul konflik pada tubuh organisasi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Proses pergantian kepemimpinan tersebut, menciptakan ketegangan yang melahirkan adanya dua kubu di dalamnya. Konflik internal

1 Republika. I Nopember 1 995. Rosihan Anwar: ICMI, YKPK, OTB, PNI 2Forum Keadilan. edisi 14. akhir Oktober 1995.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

tersebut semakin menguat dan menjadi opini yang meluas. Konflik yang mulai berkepanjangan pada tubuh HKBP mulai direspon oleh para anggota gereja tersebut di banyak wilayah di tanah air. Sinode Agung HKBP (Sidang Besar/Tertinggi) yang merupakan forum pengambilan keputusan sakral, dikarenakan alasan keamanan, akhirnya dihentikan oleh Pangdam Bukit Barisan, Mayor JenderalPramono. Penutupan dilakukan dengan memasuki ruang sidang dan kemudian membubarkan pertemuan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi setelah sebelumnya pasukan TNI bersenjata lengkap menutup wilayah sekitar pertemuan Sinode Agung tersebut. Sebagai organisasi keagamaan independen yang berdiri pada tahun 1931 dan dikukuhkan oleh pemerintah R.I pada tahun 1958, HKBP merupakan gereja tertua di Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta jiwa, yang memiliki jaringan luas dan berpusat di Tarutung, Sumatera Utara. Selain itu, Gereja HKBP merupakan gereja terbesar di Asia Tenggara, yang mayoritas anggota gereja ini adalah masyarakat etnis batak. Secara historis hampir pada setiap sinode besar memunculkan konflik internal di dalamnya. Tetapi konflik-konflik tersebut sebelumnya selalu dapat selesai pada Sinode Agung tanpa intervensi pihak luar. Sinode Agung pada tahun 1992, yang diintervensi melalui Surat Keputusan (SK) Bakorstanasda Sumbagut (Sumatera Bagian Utara), yang ditandatangani oleh MayorJenderal Pramono, akhirnya mengangkat Pdt. Dr. S.M Siahaan menjadi pimpinan gereja (pejabat Ephorus HKBP). Peristiwa tersebut merupakan hal yang luar biasa karena merupakan hal yang pertama kalinya dalam sejarah HKBP sejak berdiri sekitar 130 tahun yang lalu, sebuah instituasi di luar gereja (Bakorstanasda Sumbagut) mengangkat seorang pejabat Ephorus HKBP. Berdasarkan SK tersebut akhirnya dilakukan “Sinode Agung Istimewa” pada 13-14 Februari 1992 di Hotel Tiara, Medan yang menghasilkan keputusan untuk mengukuhkan Pdt. Dr. PWT Simanjuntak sebagai Ephorus dan Pdt. Dr. SM Siahaan sebagai Sekjen. Dengan demikian maka kubu S.A.E Nababan dikalahkan secara formal. Konflik terjadi tidak hanya dalam pertarungan argumentatif dan opini, tetapi menguat menjadi konflik fisik dan konflik terbuka di antara para jemaat gereja. Dalam situasi yang telah panas tersebut, Presiden Soeharto menerima Ephorus terpilih, yang memberikan legitimasi bagi ephorus terpilih pada posisi barunya tersebut. Konflik pun terus meluas di berbagai wilayah Indonesia. Di mulai dari beberapa propinsi di Sumatera hingga konflik berdarah di kota Bandung, JawaBarat. Konflik menjadi semakin dalam dan pada beberapa daerah menjadi konflik antar marga atau klan. Struktur adat masyarakat batak pun sempat terguncang dengan konflik tersebut. Walaupun konflik sempat terjadi diJakartatetapi tidak terjadi secara terbuka. Konflik HKBP dalam suhu tertinggi terjadi antar tahun 1992-1995. Pada periode 1995-1998 situasi konflik semakin mereda walaupun tetap fluktuatif dan bersifat lebih internal. Akhirnya melalui Sinode Godang pada tahun 1998 arah penyelesaian konflik semakin terlihat.

Belakang Situasi

Sementara itu di penghujung tahun 1994, konflik di tubuh Nahdatul Ulama (NU) juga terjadi. Konflik ini dipicu saat proses pemilihan ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama). Muktamar ke-29 yang dilakukan di Cipasung pada akhir tahun 1994 memunculkan konflik internal sebagai dinamika persaingan antar kandidat ketua. Salah satu kandidat terkuat adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur), putra Wahid Hasyim, seorang pendiri NU. Tokoh yang dikenal berani, kritis dan memiliki pengaruh besar di kalangan NU dan LSM tersebut, dalam posisinya sangat berpotensi menjadi kendala bagi kelompok politik lain saat itu. NU, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, walaupun menyatakan tidak memposisikan diri sebagai organisasi politik (dengan kembali ke Khittah 1926 pada tahun

1984), namun, disukai atau tidak, tetap memiliki posisi politis yang kuat. Peran dan kontribusi NU pada proses peralihan kekuasaan Orde Baru merupakan catatan penting bagi organisasi ini. Semua latar belakang tersebut ditambah hadirnya Gus Dur sebagai ketua, akhirnya menempatkan NU menjadi sasaran dari banyak kepentingan politik termasuk pemerintah dan elit politik yang ada di dalammnya. Sebelum Muktamar NU diselenggarakan, telah ramai muncul desas-desus yang menyebutkan adanya keterlibatan pihak eksternal yang berusaha untuk mempengaruhi proses pemilihan tersebut. Desas-desus tersebut menyebutkan keterlibatan R. Hartono (Kasospol ABRI saat itu) yang membentuk kelompok ABG (Asai Bukan Gus Dur). Upaya-upaya yang dilakukan dengan mempengaruhi pimpinan basis-basis massa NU agar menolak Gus Dur (dilakukan melalui pangdam) serta memunculkan calon tandingan, yaitu Chalid Mawardi. Pada proses selanjutnya, akibat kekurangan dukungan, akhirnya skenario berubah dengan memunculkan nama Abu Hasan.3 Kapuspen ABRI saat itu, Brigjen TNI Syarwan Hamid, sempat membantah tuduhan adanya keterlibatan ABRI dalam Muktamar NU.4 Akan tetapi belakangan diketahui bahwa R. Hartono saat itu memang terlibat dalam upaya menghambat Gus Dur5, tetapi tidak berhasil. Muktamar NU yang berjalan tegang tersebut, akhirnya menetapkan kembali Gus Dur menjadi ketua PBNU. Konflik ternyata belum selesai. Dalam penyusunan kepengurusan barunya, Gus Dur tidak memasukkan nama Abu Hasan (saingan terkuat dalam pemilihan ketua). Alasannya karena ia menerima komisi dalam proyek pelabuhan Tanjung Priok sebesar 36 milyar.6 Protes pun kemudian terjadi dengan mempertanyakan keabsahan hasil Muktamar NU. Akhirnya Abu Hasan membentuk KPPNU (Koordinasi Pengurus Pusat Nahdatul Ulama) sebagai organisasi tandingan PBNU. Pada awal 1996, KPPNU melaksanakan Muktamar Luar Biasa di Pondok Gede,Jakarta. Beberapa media 3Lihat: Nasib Pers di Tangan Hartono, Kabar Dari Pijar (KDP), juni-Juli. 1997. 4Lihat: ABRI Hanya Ikut Mendoakan Merdeka, 21 November 1994 5 “ Setelah Muktamar Cipasung, Abdurrahman Wahid makin percaya diri. Sementara para penumbangnya seperti JenderalHartono, kala itu sebagai Kassospol ABRI, yang mengakui terus terang berada di belakang upaya penyingkiran kiai dari jombang ini, berbalik melakukan rujuk dengannya ketika menjadi KSAD dan mengatakan tidak terpikirkan lagi untuk menumbangkan tokoh itu". Fathi Siregar, Pengamat politik dan anggota KAHMI, dalam tulisannya berjudul “Gus Dur mungkin sudah Berubah”. 2001. 6Lihat: Ada Cipasung, Ada Pondok Gede, Gatra, ( No.I I /11), 27
Januari1995.

1998: Fakta. Data dan Analisa

massa dalam pemberitaannya secara tidak langsung menyebutkan bahwa Muktamar tersebut hanya bisa dilaksanakan karena dukungan pemerintah dan kelompok-kelompok elit yang berkepentingan. Upaya menghambat Gus Dur akhirnya bergeser menjadi situasi membelah dan melemahkan NU dengan munculnya organisasi tandingan dan penguatan pendukung hingga pada basis-basis NU. Kedua kubu bersitegang dan mengganggap masing-masig sebagai pengurus yang sah. Dalam situasi tersebut kemudian Abu Hasan berupaya mengajak pihak ketiga (pemerintah) menjadi penengah. Tetapi rupanya pemerintah, melalui Menteri Agama (Menag) tidak berani mengambil langkah tersebut dan menyatakan konflik PBNU sebagai konflik internal yang sebaiknya diselesaikan secara internal.7 Melemahnya sikap pemerintah (serta kelompok elit lainnya) akhirnya semakin memperkuat posisi Gus Dur secara politis. Situasi yang sebelumnya telah memanas akhirnya dapat dikendalikan Gus Dur dan tidak menjadi konflik horizsntal terbuka di antara basis-basis NU. Sekali lagi upaya menghambat Gus Dur, gagal. la masih dapat mengendalikan basis massa NU dan roda organisasi NU. Walaupun PBNU dibawah pimpinan pimpinan Gus Dur telah diakui sebagai pengurus yang sah. tetapi tidak diinginkannya Gus Dur dapat terlihat pada sikap Soeharto yang menolak melakukan audiensi dengannya8. Sebaliknya upaya-upaya lain agar Gus Dur mundur dari pimpinan NU tetap terjadi.9 Berbeda dengan Muhammadiyah, suksesi organisasi ini tidak memunculkan konflik yang tidak berarti. Hal yang cukup menonjol pada situasi itu adalah adanya dukungan secara tidak langsung dari Soeharto dengan memberikan sinyalemen mendukung salah satu calon terkuat saat itu. Muktamar yang menempatkan Amien Rais sebagai ketua tersebut akhirnya selesai tanpa konflik atau ketegangan yang berarti. Hal ini sekaligus memberi dampak lain terhadap Amien Rais yang dianggap condong mendekat dengan Soeharto. Terjadinya berbagai konflik pada tubuh organisasi-organisasi berbasis massa besar di Indonesia, sulit dilepaskan dari kepentingan politik saat itu. Hal ini dikarenakan potensi politik yang dimiliki masing-masing organisasi tersebut. Terjadinya berbagai konflik tersebut bersamaan semakin meningkatnya wacana suksesi kepemimpinan nasional. Berbagai media massa pun mulai secara terbuka membicarakan wacana-wacana tentang kriteria dan proses pergantian kepemimpinan nasional. Keyakinan yang muncul pada masa itu adalah pelaksanaan agenda-agenda kelompok elit politik sebagai sebuah pra kondisi dalam rangka proses suksesi nasional. Tidak mudah memang memetakan siapa saja yang dimaksud sebagai elit politik yang berperan. Hal ini

7Sikap ini sangat berbeda dengan peristiwa dihentikannya Sinode Godang oleh Pangdam Bukit Barisan dalam konflik HKBP. 8Pertemuan (audiensi) dengan Presiden Soeharto saat itu menjadi legitimasi atau pengakuan secara politis. Ini bisa dibandingkan terhadap kasus HKBP dimana kubu Simanjuntak diterima beraudiensi. 9Mereka baru bertemu kemudian dan berjabat tangan pada November 1996 di Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo. jawa Timur

Belakang Situasi

disebabkan, selain karena tidak hanya satu kelompok, juga akibat selalu terjadi pergeseran dan pengelompokkan sesuai dengan perubahan posisi yang dimilikinya. Satu hal yang pasti adalah kelompok-kelompok tersebut adalah kelompok yang memiliki kekuasaan ataupun akses terhadap kekuasaan. Adanya agenda-agenda tertentu di balik berbagai peristiwa menonjol, khususnya terhadap organisasi berbasis massa besar, semakin terlihat dalam konflik yang terjadi pada Partai Demokrai Indonesia. Konflik di tubuh PDI memasuki tahap awal10 bersamaan dengan mulai meningkatnya konflik di tubuh NU. Berselang meredanya konflik di tubuh NU, berangsur-angsur konflik di tubuh PDI justru semakin meningkat dan memasuki puncaknya. Konflik dalam tubuh PDI sesungguhnya telah berlangsung cukup panjang. Di awali konflik dalam kongres IV di Medan,Juli1993, yang mana ketua terpilih Soerjadi digagalkan oleh kelompok DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Peralihan pimpinan Ahmad Subagyo. Kongres akhirnya bubar setelah satgas PDI anti Soerjadi pimpinan Yakob Nuwa Wea berhasil masuk ke dalam ruang kongres dan membubarkan kongres. Setelah bubarnya kongres tersebut, selanjutnya dibentuk DPP caretaker yang diketuai Latief Pudjosakti (ketua DPDJawaTimur). Tidak didukungnya Soerjadi sebagai ketua umum dikabarkan berhubungan dengan kritiknya terhadap pembatasan jabatan presiden dan praktek monopoli dalam bisnis serta dampak dari kepemimpinannya yang mampu mengangkat suara PDI pada pemilu 1992. Fase selanjutanya adalah pelaksanaan Kongres Luas Biasa (KLB) di Surabaya pada Desember 1993. Dua kandidat utama dalam pemilihan pada KLB tersebut adalah Megawati dan Budi Hardjono. Budi Hardjono dikabarkan mendapatkan dukungan dari elit pemerintahan saat itu. Tapi KLB yang berjalan penuh dengan gejolak massa di sekitar lokasi kongres, memberikan dukungan kuat kepada Megawati. Setidaknya 310 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) memberikan dukungan kepada Megawati, sementara Budi Hardjono hanya mendapat dukungan 30 DPC. Sidang ternyata tidak berjalan lancar. Para caretaker yang tidak datang hingga waktunya membuat sidang menjadi dead-lock. Belakangan diketahui bahwa para caretaker tersebut sedang menghadap Direktur Pembinaan Masyarakat Ditjen Sospol Depdagri. Menghilangnya caretaker membuat KLB akhirnya mengambil keputusan mengangkat Megawati secara defactomenjadi ketua umum DPP PDI.11 Konflik terus berlanjut dengan munculnya kelompok Yusuf Merukh yang membentuk DPP PDI*reshuflle.*Dengan memunculkan isu adanya ratusan kader PDI yang “tidak bersih lingkungan”,12 kelompok ini kemudian melakukan tekanan terhadap kubu Megawati. Konflik semakin menguat hingga ke basis-basis PDI. Akibatnya Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah)JawaBarat akhirnya

10Konflik dalam tubuh PDI merupakan sesuatu yang sebelumnya telah menjadi salah satu ciri dinamika dalam tubuh partai tersebut. Tahap awal disini lebih dimaksudkan sebagai fase awal hingga terjadi perpecahan PDI dan PDI Perjuangan. 11Disarikan dari berbagai sumber. 12Isu ini juga dikenakan kepada Taufik Kiemas, suami Megawati. Selain itu pada tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) isu tidak bersih lingkungan juga terjadi.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

harus meletakkan jabatan. Penculikan juga terjadi seperti terhadap Sekjen DPP PDI Alex Litaay dalam upaya menekan untuk menolak kepemimpinan Megawati. Konflik juga terjadi pada DPD JawaTimur. Basofi Sudirman, GubernurJawaTimur saat itu, mengambil sikap mengakui kepemimpinan DPD Latief Pudjosakti, bukan Ir. Soetjipto seperti yang ditetapkan DPP PDI Megawati. Politik "belah bambu”13 yang dimainkan ternyata belum efektif dan Megawati masih mendapatkan dukungan yang besar dari basis massa PDI. Selanjutnya dengan dukungan 16 DPD dan restu Menteri Dalam Negeri (Mendagri)14 kemudian muncul Fatimah Ahmad yang mengajukan permintaan diadakannya sebuah “Kongres”. DPP PDI Megawati menolak permintaan tersebut. Kelompok penggagas kemudian tetap ngotot menjalankan rencananya dan akhirnya semakin memicu dan memperluas konflik pada basis-basis PDI di berbagai wilayah. Dalam situasi tersebut, beberapa tokoh TNI dan pemerintahan seperti Panglima ABRI Jend. FeisalTanjung, Kassospol ABRI Letjen Syarwan Hamid, Mendagri Yogie SM dan Dirjen Soetojo NK secara terang-terangan memberikan dukungan atas pelaksanaan “Kongres”.15 Alasan yang diberikan adalah karena banyaknya jumlah DPD dan mayoritas cabang yang mendukung dilaksanakannya "Kongres”.16 Untuk data dukungan cabang ini, menurut Kwiek Kian Gie, telah dilakukan dengan cara yang tidak sah. Akhirnya Kongres jadi dilaksanakan di Medan pada 20-23 Juni 1996 dengan dukungan penuh dari pemerintah dan aparat kamanan yang menjaga ketat kongres tersebut.17

13Taktik politik dengan menaikkan yang satu menurunkan yang lain, atau mengangkat yang satu memadakan atau membuang yang lain. 14"Esok harinya tim penjegal Mega dengan dipimpin Mbah Mario (ketua umum DPD jawa Tengah) datang memmta ijin penyelenggaraan Kongres ke Depdagn. Mendagri langsung menanggapinya positif*",Perjuangan Merebut Keadilan-TPDI,Juli.1 997. Desas-desus menyebutkan adanya rapim Rapim ABRI pada tanggal 6 Maret 1996 yang menghasikan gagasan tentang pentingnya kongres PDI sebelum Pemilu 1997. Karena bila Megawati berpotensi menjadi pesaing dalam pencalonan presiden. Lihat: "Kronologi Penggusuran Mega ", Kabar dari PIJAR, edisi cepat. juni, 1 996. 15Sikap ini berbeda dan kontradiktif dengan pernyataan pemerintah atau pimpinan ABRI dalam kasus pemilihan ketua PBNU tahun 1994. Desas-desus yang beredar menyebutkan bahwa pada tanggal 2 Mei 1996, Soerjadi. diundang Kasospol ABRI Letjen. Syarwan Hamid yang memberitahukan bahwa Soeharto meminta Suryadi untuk menggusur Megawati dari kursi ketua umum. Lihat: Kabar dari PIJAR, edisi cepat, juni, 1996. 16Pada tanggal 2 Juni1996, Asisten Sosial Politik Kasospol ABRI Mayjen. Suwarno Adiwijoyo mengundang beberapa pemimpin redaksi media massa di Hotel Equatorial, JakartaPusat. Dalam pertemuan itu Suwarno "menghimbau" pers untuk mendukung jalannya kongres. Selain itu ia juga meminta agar tidak menggunakan kata "Megawati Digoyang." Hal mi untuk menghindari kesan kongres direkayasa pemerintah. Lihat: Kabar dari PIJAR, edisi cepat, Juni, 1996. 17Beberapa peristiwa terjadi mejelang Kongres Medan di lakukan, seperti: pemanggilan Ketua DPC PDI Asahan, H.A. Azhari. 25 April 1996, oleh Komandan Kodim Asahan untuk diminta mendukung kongres. Begitu juga Bagian Sitopu dan Suwardi (Ketua dan Sekretaris DPC Pematang Siantar), oleh Komandan Kodim 0207 Simalungun diminta memberikan dukungan terbuka terhadap Kongres. Mereka juga diminta untuk berhubungan dengan Fatimah Ahmad dan Suryadi. Pada tanggal 6Juni.Fatimah Ahmad terbang ke Medan menemui Pangdam Bukit Barisan. Mayjen Sedaryanto, membicarakan tempat kongres dilaksanakan. Setelah mendapat lampu dari Pangab ABRI Jenderal. FeisalTanjung. 7 juni 1996, Pangdam menyatakan siap mengamankan jalannya kongres. Tanggal II Juni 1996, Kapuspen ABRI Letjen. Syarwan Hamid memanggil pemimpin redaksi media massa nasional di Mabes ABRI. meminta agar mendukung ide kongres. "Sikap ABRI sudah jelas bahwa ABRI mendukung kongres,". Lihat: “Kronologi Penggusuran Mega“,Kabar dari PIJAR,* edisi cepat, Juni, 1996.

Belakang Situasi

Selama kongres dilaksanakan, konsolidasi DPP PDI Megawati terus dilakukan di Jakarta. Dukungan dan simpati terhadap Megawati tidak hanya berasal dari kader dan simpatisan PDI. Berbagai kelompok masyarakat seperti pedagang, profesional, mahasiswa, pemuda dan kelompok-kelompok LSM serta Ormas juga turut memberikan dukungan. Semangat mendukung PDI Megawati saat itu selain dilandasi oleh rasa empati, juga dikarenakan adanya semangat perlawanan terhadap rejim yang berkuasa. Gelombang dukungan terhadap Megawati semakin hari semakin besar, terlebih setelah dilaksanakannya Mimbar Demokrasi, yang mana siapa saja boleh naik ke atas panggung dan melakukan orasi secara terbuka.18 Aksi massa pun dilakukan beberapa kali. Aksi terbesar dilakukan dengan sebuah long march sepanjang kurang lebih 5 Km, dari kantor DPP PDI diJI.Diponegoro menuju gedung DepdagriJI. Merdeka Utara, melewati Stasiun Gambir. Aksi yang diikuti belasan ribu massa tersebut akhirnya terhenti setelah dihadang pasukan aparat dengan bersenjata lengkap dan menggunakan panser. Korbanpun tidak bisa dihindari. Aksi saat itu tidak menelan korban jiwa. Puncak dari konflik PDI akhirnya melahirkan “Peristiwa 27Juli".Yaitu peristiwa yang diawali dengan perebutan kantor DPP PDI oleh kubu hasil Kongres Medan. Kelompok massa dengan mengenakan atribut PDI “pro kongres” melakukan penyerbuan pada dini hari tanggal 27 Juli dibawahpimpinan Buttu Hutapea. Penyerbuan tersebut mendapat dukungan dari pihak aparat keamanan (Pangdam saat itu adalah Sutiyoso, terlihat di sekitar lokasi) dengan cara melindungi kelompok penyerbu dari kelompok massa pro Megawati yang berada di luar kantor DPP. Akhirnya kantor DPP berhasil direbut dan segera diserahkan ke tangan pihak keamanan. Selanjutnya upaya aparat keamanan menghalau massa yang berkumpul di sekitar wilayah DPP, yang mendapatkan perlawanan sehingga bentrok menjadi tidak bisa dihindari. Aksi perusakan dan pembakaran pun terjadi disekitarJI.Diponegoro danJI.Salemba hingga JI.Matraman. Setidaknya beberapa pertokoan, kantor pemerintah, gedung (Gedung Persit Kartika Chandra), bank, beberapa bangunan lain serta dua bis rusak atau dibakar massa.19 Kerusuhan dengan segera dapat dihentikan dan tidak meluas keseluruh wilayahJakarta. Ujungdari peristiwa 27Julitersebut akhirnya membuat sebagian massa PDI tidak menjadi peserta pemilu dan kemudian berdirilah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dampak peristiwa 27Julitidak hanya terjadi terhadap PDI dan kubu Megawati, tetapi juga merembet ke berbagai kalangan lainnya. Kelompok-kelompok mahasiswa dan LSM serta kelompok-kelompok politis lainnya tidak terlepas dari sasaran penangkapan dan pemeriksaaan. Tuduhan berbau “kiri” dan OTB gencar dilakukan untuk melegitimasi pemeriksaan dan penangkapan. Beberapa aktifis mahasiswa dan LSM kemudian di tangkap bahkan beberapa diculik.

18Suatu hal yang sangat prang terjadi dan tergolong tindakan '‘berani” pada masa itu. 19Tidak peroleh angka pasti korban jiwa yang diakibatkan kerusuhan tersebut. Komnas HAM menyebutkan angka 74 korban jiwa. Lihat: Perjuangan Merebut Keadilan-TPDI, Juli, 1 997.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Organisasi PRD (Partai Rakyat Demokratik) dituduh menyusup dalam tubuh PDI dan dianggap sebagai kelompok yang berbau "komunis” dan mendalangi "peristiwa 27 Kemudian muncul Juli”. pelarangan terhadap organisasi ini dan penangkapan terhadap aktivisnya. Dari rangkaian beberapa peristiwa besar sejak tahun 1990 hingga konflik yang terjadi pada tubuh PDI semakin jelas memperlihatkan adanya peran-peran (penting) tertentu yang dimainkan tokoh-tokoh dalam pemerintahan maupun militer pada masing-masing peristiwa tersebut. Dari tindakan dan sikap-sikap yang dilakukan tersebut akhirnya ikut memunculkan indikasi adanya keterlibatan Soeharto dalam men-des/gn berbagai peristiwa sesuai dengan peran dan posisi yang dimilikinya. Selain peristiwa-peritiwa besar yang sudah disebutkan, masih banyak peristiwa lain hingga tahun 1998 bahkan masih menjadi misteri. Beberapa peristiwa penting menonjol lainnya seperti: ramainya kasus Marsinah tahun 1993-1995, kasus pembredelan Tempo-Detik-Editor 1994-1996, kasus persidangan Sri Bintang tahun 1995-1996, kasus korupsi dan kaburnya Edy Tansil tahun 1994-1996, kasus pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) tahun 1996 dan lainnya. Hampir semua peristiwa tersebut pada akhirnya menunjukkan adanya indikasi keterlibatan tokoh-tokoh politik dan militer atau kekuasaan lainnya.

1.2. Krisis Moneter dan Ekonomi

Kondisi ekonomi Indonesia menjelang tahun 1998 merupakan faktor penting yang mempengaruhi kondisi sosial dan politik di Indonesia. Walaupun tetap harus dipahami bahwa tidak ada faktor tunggal yang mempengaruhi situasi tersebut. Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia diawali dengan terjadinya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997. Diawali dengan jatuhnya mata uang Bath Thailand pada Juni1997, kemudian dengan cepat diikuti mata uang Peso Filipina, Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia. Seperti efek berantai (efek domino) maka nila mata uang Rupiah pun jatuh. Rupaih merosot cepat terhadap mata uang Dolar Amerika (USD). Pengaruh praktek ekonomi rente20 sebagai akibat praktek “Korupsi, Kolusi dan Nepotisme" dengan cepat mempengaruhi jatuhnya mata uang Rupiah dan bangunan perbankan Indonesia. Sejak Oktober 1997 pemerintah sudah tidak mampu lagi mempertahankan sistem kurs devisa mengambang terkendali yang telah dipraktekkan sejak lama, yaitu selama masa pemerintahan Orde Baru. Ketergantungan pemerintah terhadap utang luar negeri semakin membuat nilai rupiah jatuh. Soeharto yang pada awalnya masih bersitegang dengan pimpinan IMF, akhirnya bersedia tunduk melaksanakan persyaratan yang diberikan IMF, yang mana untuk

20Arief Budiman menyebutkan Indonesia sebagai negara Otoriter Birokratis Rente.

Belakang Situasi

mendapatkan pinjaman baru, maka pemerintah diharuskan menandatangani 50 butir paket IMF yang tertuang dalam LetterofIntent (Lol) pada tanggal 3 I Oktober 1 997. Salah satu butir dalam kesepakan tersebut adalah kesediaan untuk menutup 16 bank swasta. Butir yang bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan ini justru meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank nasional. Selanjutnya justru secara beramai-ramai masyarakat menarik dananya dari bank hingga terjadi rush yang luar biasa. Efek selanjutnya membuat semakin parah dan merembet ke berbagai sektor. Berbagai pabrik terpaksa tutup akibat mahalnya bahan dan suku cadang impor, sehingga banyak dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Akibatnya pengangguran jumlahnya bertambah dengan cepat dan tersebar di berbagai wilayah, khususnya di pulau jawa. Musim kemarau yang panjang dan pengaruh El Nino telah membuat banyak panen pada 1997 gagal total (puso), yang semakin memperburuk situasi dan membuat pukulan yang hebat baik bagi pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Penggangguran yang kebanyakan pulang kampung bertemu dengan petani-petani yang gagal panen. Akibat kenaikan harga dimana-mana dan terganggunnya jalur dan proses perdagangan, barang kebutuhan khususnya sembilan bahan pokok (sembako) menjadi semakin langka di pasaran. Masyarakat pun mulai resah dan panik akan kelangkaan barang-barang kebutuhan. Pemerintah melalui Bulog kemudian memberikan reaksi dengan melakukan operasi pasar dan penjualan minyak goreng dan beras murah, yang kesemuanya ternyata tetap tidak banyak menolong. Sementara itu nilai rupiah semakin anjlok memasuki angka Rp. 1 0.000/USD. Situasi panik semakin menjadi dan masyarakat khususnya orang-orang kaya mulai melakukan aksi borong barang khususnya sembako. Situasi semakin bertambah parah. Krisis menjadi semakin luas, mulai dari persoalan ekonomi sehari-hari, birokrasi hingga format politik, hingga bangunan sosial dan pencarian kebudayaan baru. Kepanikan terjadi dimana¬ mana. Aksi-aksi mahasiswa bertambah tinggi dan diikuti oleh aksi-aksi LSM dan kelompok masyarakat lainnya. Selain persoalan moneter dan situasi kondisi makro ekonomi lainnya terdapat juga faktor eksternal yang ikut mempengaruhi kondisi seperti jatuhnya harga minyak dunia, turunnya harga pada banyak produk ekspor dan musim kering yang menghancurkan petani-petani.. Berbagai catatan peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan sektor ekonomi yang cukup berpengaruh sejak setahun hingga menjelang Kerusuhan Mei 1998 dapat dilihat pada lampiran A. Informasi tersebut merupakan rangkuman dari catatan beberapa lembaga konsultan ekonomi dan bisnis di Indonesia serta catatan yang dikeluarkan IMF dan lembaga keuangan internasional lainnya. Berikut ini disajikan beberapa data parameter ekonomi hingga menjelang Mei 1998.

Il

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Grafik fluktuasi Rupiah

Rupiah relatively stabile following partial recovery (Daily Rupiah per CSS spot rate)

2,030 3.MOt 2 000
COO, 4 0C03000
5,000 5 000
€.030 ! 6 000
7.000 : 7.000
9.030€.0» 0000
10 030 10.000
V.0O3 11,000
12,003 12,000
13.030] 13,000
14.030 14,000
15.KO i 15.000
I7.3M 16.030 16.00017,000
16.030 Sumber: World Bank 18,000 RjpiahUSS
  • I •

i

  • 9.000

    '•

' I | ' -

Lonjakan nilai rupiah mulai terjadi pada bulan Juli1 997 dan lima bulan kemudian, yaitu pada bulan Desember 1 997, mengalami lonjakan tajam menembus angka Rp. 5000. Lonjakan ini terus berlanjut tetap dengan fluktuasi yang tinggi, selang satu bulan pada bulan 1 998, menembus Januari angka Rp. 1 3000. Walaupun pada bulan Pebruari-Maret terjadi penurunan setelah mengalami sedikit kenaikan, memasuki bulan Mei 1 998, nilai mata uang mengalami kenaikan mendekati Rp.

7000.

Grafik Penurunan Inflasi
Inflation declining

(12 month percentage change in Consumer A Food Price Inder) '40I 140 I j 120 •30I FcxxIPnc* *• IOC.

Sumber: World Bank

Belakang Situasi

Kenaikan harga-harga terjadi bersamaan dengan anjloknya nilai mata uang. Grafik menunjukkan menjelang sejak September 1997, harga-harga barang telah mengalami kenaikan dan dari bulanJanuari1997 hingga Mei 1998 harga-harga telah naik dengan begitu tinggi dan cepatnya.

Grafik Kondisi Impor dan Ekspor Indonesia
Trade performance deteriorating

(Seminal me andi)in USS millii

Memasuki bulan Mei 1998, perdagangan Indonesia juga mengalami penurunan yang tajam, baik pada nilai impor maupun ekspor.

Grafik Indeks Jakarta Stock Exchange
Stock market showing new life
/'Jakarta Stock Exchange Index)

Sumber: World Bank

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Indeks saham pada bursa saham juga mengalami penurunan drastis yang dimulai sejak bulan Juli 1997. Menjelang bulan Mei1998, indeks mengalami penurunan setelah terjadi kenaikan sejak Januari1998. Dalam situasi krisis moneter dan meluas menjadi krisis ekonomi, Soeharto menandatangani Letterof Intent (Lol) dengan IMF.

1.3. Rangkaian Konflik dan Kerusuhan Sebelum Mei 1998

Konflik masyarakat dalam berbagai bentuk hingga terjadinya kerusuhan massa bukanlah hal baru di Indonesia. Berbagai bentuk konflik dan kerusuhan bahkan telah terjadi sebelum kemerdekaan Indonesia. Salah satu isu menonjol pada kebanyakan konflik adalah isu suku, ras dan antar agama, atau yang sering dikenal dengan sebutan SARA. Pada jaman pemerintahan Soeharto istilah SARA selalu muncul dalam hampir semua konflik yang melibatkan kelompok massa. Selain SARA, salah satu yang menonjol menjelang tahun 1998 adalah munculnya isu ninja pada tahun 1996 yang di mulai di JawaTimur. Isu ninja ini terjadi dengan munculnya sekelompok orang (bisa mencarai ratusan orang) dengan berpakaian ala ninja, mendatangi rumah-rumah penduduk yang dicurigai melakukan praktek dukun santet. Selain melakukan pengusiran dan penganiayaan, mereka juga melakukan pembakaran rumah dan pada beberapa lokasi menimbulkan korban jiwa. Aksi ala ninja ini menciptakan teror bagi masyarakat, tidak hanya di JawaTimur tetapi juga ke wilayah sekitarJawa Tengahdan pada beberpa kasus tercatat terjadi di sekitar JawaBarat. Aksi ini memunculkan juga nama kelompok seperti Penyapu Dukun Santet (PDS). Nahdatul Ulama (ND) adalah kelompok sosial politik yang paling terkena dampak dari aksi-aski tersebut. Karena selain terjadi di wilayah basis massa NU, tokoh-tokoh lokal NU juga turut menjadi korban aksi-aksi tersebut. Bagaimanapun juga aksi-aksi yang bersifat provokatif tersebut berhasil menciptakan teror bagi masyarakat. Pada perkembangannya, isu ninja kemudian bergeser menjadi isu politik setelah munculnya opini-opini yang mengaitkan aksi tersebut dengan aktor-aktor politik di Jakartadan melibatkan tokoh-tokoh militer, khususnya angkatan darat. Opini tersebut muncul setelah sebelumnya aksi tersebut dikaitkan dengan model yang sama seperti yang terjadi di Timor-Timur. Tokoh yang paling menonjol dalam mengangkat keterlibatan militer pada aksi ninja adalah Abdurachman Wahid (Gus Dur). Aksi-aksi tersebut pada menjelang akhir tahun 1996 mulai surut, tidak lama setelah meningkatnya opini keterlibatan politisi dan militer di dalamnya. Walaupun aksi tersebut pada akhirnya surut, tetapi modus yang sama juga terjadi di sekitar JawaTimur danJawa Tengahpada akhir tahun 1998, beberapa kasus pada tahun 1999 dan pada tahun 2003. Aksi-aksi ninja maupun “dukun satet" yang terjadi setelah tahun 1996 cenderung memiliki motif politik lokal didalamnya.

Situasi

Untuk memberikan gambaran konflik-konflik menonjol yang terjadi berikut ini disajikan catatan historis berbagai kerusuhan etnis dan agama yang terjadi di Indonesia hingga menjelang bulan Mei 1998 serta kerusuhan massa di Sumatera Utara pada bulan Mei 1998.

1.3.1. Sekilas Isu Rasial di Indonesia Isu diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia bukan merupakan peristiwa baru dan telah menjadi rahasia umum. Tindakan diskriminatif terhadap etnis Tionghoa di Indonesia telah lama terjadi. Setidaknya sejarah mencatat di Batavia pada tahun 1740, yaitu pada jaman pemerintahan kolonial Belanda, pernah terjadi pembantian massal. Sejak masa awal orde baru aksi-aksi anti Tionghoa semakin meningkat dan kemudian berkembang pada spektrum yang lebih luas. Penyebutan “Cina" bagi etnis Tionghoa sendiri berkonotasi penghinaan dan sangat merendahkan. Sama seperti sebutan "inlander" bagi orang-orang Indonesia atau “nigger” bagi orang-orang Afro Amerika. Sebutan “Cina” hanya digunakan bila seseorang ingin mengejek dan menghina warga etnis Tionghoa dan keturunannya yang telah menjadi warga negara Indonesia. Penggunaan istilah “Cina” diawali pada seminar Angkatan Darat 2 yang kemudian dilanjutkan pemerintah Orde Baru dengan mengeluarkan Surat Edaran Presidium Kabinet RI. No SE- 6/PresKab/6/ 1 967 tanggal 20Juni1967 yang berisi instruksi untuk mengganti sebutan Republik Rakyat Tiongkok dan orang Tionghoa menjadi Republik Rakyat Cina dan orang Cina. Pada masa-masa awal berdirinya orde baru, isu anti Tionghoa dikaitkan dengan sentimen anti komunis. Kegiatan anti Tionghoa kemudian meluas pada kalangan pengusaha etnis lain. Bahkan muncul dalam bentuk keputusan-keputusan pemerintah seperti pada tanggal 6 Desember 1967, Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden No. 14/1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina. Dalam instruksi tersebut ditetapkan bahwa seluruh upacara agama, kepercayaan dan adat istiadat Tionghoa hanya boleh dirayakan di lingkungan keluarga dan dalam ruangan tertutup. Instruksi Presiden ini bertujuan melikuidasi pengaruh seluruh kebudayaan Tionghoa termasuk kepercayaan, tradisi, adat istiadat dan agamanya dan mendorong terjadinya asimilasi secara total. Demikian juga setiap warga negara Indonesia etnis Tionghoa dan anak-anaknya melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia SKB 0l-UM.09.30-80,No 42 wajib memiliki Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia atau SBKRI. Setidaknya terdapat 32 keputusan negara pada bermacam tingkatan yang dinilai berbau rassialis yang dibuat pada kurun waktu 1969-1998. Berbagai peristiwa kerusuhan baik dalam skala kecil ataupun besar di tanah air, pada banyak kasus menimbulkan korban bagi etnis Tionghoa. Walaupun tidak khusus sebuah kerusuhan anti-Tionghoa, tetapi nuansa sentimen rasial cukup terlihat didalamnya. Misalnya saja kerusuhan Makasar pada tahun 1997, kerusuhan yang dipicu oleh kasus pembubuhan seorang perempuan oleh

Mei 1998 Fakta. Data dan Analisa

seorang etnis Tionghoa pada akhirnya memicu terjadinya kerusuhan anti Tionghoa yang melebar dan meluas. Terjadinya pembakaran bangunan dan fasilitas publik, serta coretan-coretan yang dengan terang menunjukkan adanya sentimen rasial di dalamnya. Salah satu argumen banyaknya kasus etnis Tionghoa menjadi korban dalam banyak peristiwa kerusuhan adalah kondisi dan letak pemukimannya. Telah sejak 1980 pada pejabat negara pernah mempersoalkan pemukiman etnis Tionghoa yang dianggap "ekslusif’ dan “mengelompok" pada suatu wilayah tertentu.21 Pemukiman Tionghoa dipersepsikan sebagai tempat hunian etnis Tionghoa yang diindentikan dengan dunia usaha, yang oleh karenanya dianggap sebagai tempat kelompok pemilik modal. Pandangan ini biasanya dipertajam dengan stereotip-stereotip negatif lainnya seperti: sifat eksklutif dan tidak suka bergaul atau berbaur; pelit; suka cari untung dan lain sebagainya22 Persepsi tersebut dianggap sebagai kenyataan dan terus diperkuat dengan pernyataan- peryataan yang pada akhirnya membentuk gambaran stereotip terhadap etnis ini. Secara konseptual, perumusan berbagai peraturan seperti “masalah minoritet" atau dalam masa pemerintahan Soeharto disebut sebagai “masalah Cina (Tionghoa)" tidak pernah diselesaikan dengan sungguh-sungguh. Persoalan konseptual menjadi terbengkalai ketika asimilasi dianggap sebagai satu-satunya jalan penyelesaian. Pendefinisian "masalah cina (Tionghoa)" yang juga tidak sungguh-sungguh akhirnya membentuk sifat intepretatif terhadap persoalan tersebut. Definisi persoalan menjadi tidak pernah jelas dan berubah-ubah sesuai kondisinya. Menjelang Kerusuhan Mei 1998, berbagai kerusuhan sosial yang terjadi sejak 1996 telah memicu terganggunya distribusi berbagai barang khususnya barang kebutuhan pokok. Akibat kerusuhan sosial yang kerap menjadikan etnis Tionghoa sebagai korbannya, akhirnya membuat pasokan bahan makanan terganggu. Hal ini disebabkan karena jaringan retailer umumnya di pegang oleh etnis ini. Ketika krisis ekonomi mulai terjadi pada tahun 1997, naiknya harga-harga dan pengangguran akhirnya mendorong frustasi masyarakat untuk melakukan penjarahan pada pusat-pusat penyalur bahan-bahan makanan. Sebagian besar penyalur adalah etnis Tionghoa. Akibatnya situasi menjadi berkembang dengan munculnya semacam tuduhan bahwa pedagang Tionghoa sengaja menimbun barang dan berusaha mendapat untung besar. Kondisi membuat kebencian terhadap etnis Tionghoa mendapatkan kembali momentumnya. Sejumlah kerusuhan yang terjadi di berbagai tempat seperti di Situbondo, Kebumen, Rengasdengklok, telah memunculkan beberapa aksi bersifat rasialis. Berbagai makian dan selebaran gelap bernada menghasut untuk melakukan penjarahan toko dan rumah milik warga etnis Tionghoa mulai bermunculan. Dalam situasi kerusuhan yang terjadi, banyak masyarakat yang berusaha menghindari toko, rumah atau bangunannya, menjadi sasaran amuk massa, kemudian justru

*21Angkatan Bersenjata.*23 Desember 1988 22Ibid., hal. 211.

tuasi

melakukan tindakan rasialis dengan membuat berbagai tulisan seperti “rumah milik pribumi”, "rumah milikJawaasli”, “pribumi muslim” dan sebagainya. Dengan demikian maka secara bertahap krisis ekonomi yang semakin meningkat, meningkatkan pula kebencian terhadap etnis Tionghoa. Situasi anti Tionghoa terus berkembang. Sejumlah pihak kelihatannya ikut bermain dalam mengobarkan kebencian terhadap etnis Tionghoa. Di Bogor misalnya, dengan dipimpin seorang yang mengaku sebagai dukun santet, masyarakat setempat membentuk Barisan Anti Cina.23 Kelompok ini kemudian melakukan aksi pembokaran kuburan (bong) Tionghoa untuk menghina keluarganya serta mengambil harta yang berada di dalamnya. Selanjutnya kelompok ini juga dengan aktif mengajak masyarakat untuk merampas rumah-rumah milik etnis Tionghoa.24 Sementara situasi tersebut berjalan, di sisi lain, Siti Herdiyanti Rukmana (Mbak Tutut), yang diangkat menjadi Menteri Sosial, melalui sejumlah televisi menggelar dialog bertajuk “Aku Cinta Indonesia” dan “Aku Cinta Rupiah”. Acara yang dipromosikan oleh TVRI ke seluruh wilayah Indonesia secara berulang-ulang dengan intensitas yang tinggi akhirnya memunculkan dialog yang menghasilkan wacana tentang orang Tionghoa sebagai penyebab terjadinya krisis. Salah satu sebabnya adalah akibat konglomerat bermasalah yang sebagian besar beretnis Tionghoa dan melarikan uangnya ke luar negeri. Orang Tionghoa dianggap tidak memiliki rasa nasionalisme. Gerakan anti Tionghoa secara masif terlihat dari kota Bandung yaitu sejak September

  1. Sepasang muda-mudi Tionghoa yang sedang berpacaran dicegat sejumlah pemuda. Sang pemuda dirampok dan dianiaya, sang perempuan diseret masuk ke dalam mobil dan diperkosa secara bergiliran.25 Isu-isu penyerangan terhadap etnis Tionghoa juga muncul bersamaan dengan isu penggusuran terhadap tukang becak dan pedagang kaki lima di Bandung. Berbagai selebaran yang menghargai kepala orang Tionghoa serta ajakan melakukan penjarahan, perusuhan dan kekerasan terhadap orang Tionghoa juga bermunculan pada beberapa wilayah sekitar kota Bandung. Bersamaan dengan perkembangan di Bandung tersebut, suasana kebencian terhadap etnis Tionghoa diJakartajuga mulai terlihat.
    23Lihat tabloid Dobrak. edisi perdana No 01 Tahun I, 1998. Lihat juga wawancara Tajuk dengan Ki Gendeng Pamungkas dalam Tajuk, Edisi No. 14. Th. I, 1-3 September 1998, hal 20-21. 24Lihat *Kompas,*6 Oktober 1 998. 25Media massa memberitakan pada akhir tahun 1997 hingga Julidi Bandung intensitas aksi pelecehan dan perkosaan terhadap perempuan Tionghoa menunjukkan adanya peningkatan. Selain perkosaan beredar juga selebaran gelap pada masyarakat ekonomi lemah berupa ajakan menghabisi dan merampok harta milik orang Tionghoa. Hal ini telah dilaporkan ke Kodam Ill/Siliwangi. PadaJuli1998 fotokopi gambar pemerkosaan dan film dalam bentuk keping VCD dijual dan diedarkan secara terbuka. Selain itu pemberian tanda terhadap rumah-rumah milik warga etnis Tionghoa di Bandung seperti silang, salib atau nol berkaki dilakukan oleh kelompok orang misterius yang membuat sebagian warga terpaksa mengungsi karena kuatirakan keamanan mereka. Lihat Suara Karya, 25/7/98 dan 31/7/98.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Tabei Kerusuhan Etnis dan Agama Sebelum Kerusuhan Mei 1998
30 Oktober 1918, Kudus,
Jawa Tengah
Kronologis

Pemicu kerusuhan di Kudus adalah adanya perbedaan agama pada orang "non Tionghoa” dengan orang Tionghoa. Kudus adalah kota yang terkenal dengan agama Islam yang kuat. Oleh karena itu kebencian dan rasa sentimen rakyat non Tionghoa Kudus dengan para orang asing (Tionghoa) yang berbeda agama mampu mengobarkan permusuhan yang tidak kencara. Disamping perbedaan agama, didalam dunia perdagangan orang Tionghoa usahanya lebih maju dibandingkan orang-orang Pribumi sehingga menimbulkan rasa iri dan rasa tidak adil dikalangan orang-orang Pribumi.

  • Puncak kerusuhan berawal dari adanya kesalah pahaman yang terjadi pada saat adanya arak-arakan Toa Pek Kong, yang menurut kepercayaan orang Tionghoa arak-arakan tersebut dapat menghilangkan penyakit yang sedang menjalar di kota Kudus. Didalam perjalanan arak-arakan tersebut, terjadi pertikaian antara orang non Tionghoa dengan orang-orang pribumi. Akibatnya pertikaian tersebut meluas dan memakan banyak korban harta dan jiwa.
    Kerugian
Kampung pecinan habis terbakar, harta benda dijarah.
Penyelesaian

Tentara yang didatangkan dari Semarang untuk mengamankan kota Kudus berjumlah 50 orang dibawah pimpinan Kapten Sikman. Dari peristiwa tersebut aparat menahan 69 orang pribumi 27 Maret 1963, Cirebon, West Java Kronologis Kerusuhan yang bernuansa rasial, yang diawali dengan adanya suatu peristiwa tabrakan antara mobil pick up yang dikemudikan oleh seorang pelajar non Tionghoa dengan sebuah scooter yang dikemudikan oleh seorang Tionghoa. Akibatnya pemuda Tionghoa tersebut meninggal dunia. Kasus ini mendapat perhatian besar dari pihak pemuda pelajar Indonesia asli dan pemuda Tiong Hoa pada saat persidangan. Pada saat itu timbullah percecokan yang tidak direncanakan lebih dahulu dan kemudian menjadi perkelahian yang berakhir dengan kekalahan di pemuda ndonesia asli. Akibatnya peristiwa inipun meluas kedaerah-daerah lain.

Belakang Situasi

Kerugian

Harta : toko, rumah, kendaraan milik orang Tionghoa. Jiwa: 1 orang warga Tionghoa meninggal dunia. Penyelesaian Tidak ada tindakan yang efektif untuk mencegah terjadinya kerusuhan. 10 Mei 1963, Bandung, EastJava Kronologis Kerusuhan bernuansa rasial, diawali oleh perkelahian antara seorang mahasiswa ITB non Tionghoa dengan mahasiswa Tionghoa. Peristiwa menjalar menjadi perkelahian antara kelompok. Peristiwa ini merambat keseluruh kota Bandung. Kerugian Harta : pembakaran kendaraan bermotor milik mahasiswa Tionghoa. Penyelesaian Tidak ada tindakan yang efektif untuk mencegah terjadinya kerusuhan 18-19 Mei 1 963, Sukabumi, west Java Kronologis Kerusuhan bernuansa rasial yang merupakan imbas dari peristiwa tanggal 15 Mei 1963, yaitu adanya penikaman terhadap seorang pelajar Indonesia Non Tionghoa asal Sukabumi (desa Sukaradja) oleh keluarga Tionghoa di Bogor yang mengakibatkan meninggalnya pelajar tersebut. Gerakan gelombang ke II pun berlanjut keesokan harinya (19 Mei) dan massanya bukan hanya pelajar saja tetapi juga beratus-ratus rakyat dari dalam dan luar kota Sukabumi dan anak-anak kecil (SD) yang membuat aparat Polisi tidak sampai untuk menggunakan pistol. Kerugian Harta : Bangunan: 813 toko/rumah dibakar dan dirusak, 42 Perusahaan dirusak, 24 los pasar dibakar.

  • Kendaraan : 419 sepeda dirusak dan dibakar, 17 becak dibakar, 60 motor dirusak dan dibakar, 134 mobil dirusak dan dibakar, dan 66 angkutan umum (bus dan oplet) dibakar dan dirusak. liwa : 8 orang Iuka, dan 4 orang meninggal dunia.
    Penyelesaian

Tindakan Pemerintah daerah : Pihak kepolisian mendatangi masing-masing korban dan mencatat kerusakan yang diderita dan mengeluarkan pengumuman bahwa yang

1998: Fakta, Data dan Analisa

mengambil barangselama gerakan tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya kalau tidak akan diambil tindakan. Pemda mengeluarkan pengumuman bahwa para korban boleh membangun rumah/tokonya lagi, dan semua kendaraan umum yang luput dari perusakan boleh beroperasi dengan diawasi oleh Pemerintah. 28 April 1995, Sikka, NTT Kronologis Kerusuhan bernuansa Agama, yaitu adanya isu SARA tentang pelecehan agama. Kerugian liwa : 1 orang tewas 1 5 Oktober 1 995, Purwakarta, Jawa Barat Kronologis Perlakuan tidak wajar pemilik toserba kepada Yul yang dituduh mencuri coklat. Kerugian Harta : 5 mobil, 1 motor, dan 3 toko rusak. Penyelesaian 65 pelaku perusakan ditangkap. 01 November 1995, Purwakarta, Jawa Barat Kronologis Selebaran gelap berisi hasutan SARA berkaitan dengan peristiwa gadis Yul. Akibatnya peristiwa ini berkembang menjadi kerusuhan etnis. Kerugian Harta : 1 toko, 1 rumah, 1 kulkas, 1 TV, 2 gudang rusak Penyelesaian Aparat menyita selebaran gelap dan memblokir jalan. 26-27 Desember 1 996, Tasikmalaya, Jawa Barat Kronologis Berawal dari adanya penganiayaan oleh beberapa oknum Polres terhadap 3 orang ustadz yang mengasuh pesantren Condong, sebagai akibat dari ketidakpuasan pihak orang tua yang kebetulan anngota Polres atas perlakuan terhadap anaknya yang dibina di pesantren tersebut. Akibat penganiayaan tersebut berkembang isu keagamaan yang mengakibatkan kerusuhan massal Kerugian liwa; 3 orang tewas Harta : 16 kantor Polisi, 5 buah gereja, 1 buah gedung Khong Hucu, 1 10 buah

Belakang Situasi

pabrik, puluhan toko, bank-bank swasta, rumah-rumah WNI etnis Tionghoa dirusak dan dibakar, 107 kendaraan roda empat dibakar, 22 sepeda motor dibakar. Penyelesaian

  • Pangdam Siliwangi, selaku ketua BakorstanasdaJawaBarat dan Gubernur JawaBarat mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama dan alim ulama se-Tasikmalaya untuk menentramkan keadaan. Pihak Kepolisian memvonis 4 orang dari pihak polisi dan 4 orang dari pihak masyarakat.
    30 Desember 1 996-06Januari1 997, Sanggauledo, West Borneo
Kronologis

Kerusuhan yang bernuansa etnis, Faktor pemicunya adalah penganiayaan oleh sekelompok orang Madura terhadap 2 orang suku Dayak yang dianggap menyenggol seorang gadis Madura dalam sebuah kerumunan menjelang perayaan Tahun Baru Kerugian iiwa : 5 orang tewas, 21 orang hilang. Harta : 1094 rumah rusak, 1 mesjid dan 4 surau dibakar. Penyelesaian

6.105 penduduk diungsikan.

30Januar1 997, Rengasdengklok,Jawa Barat
Kronologis

Kerusuhan ini diawali dengan adanya peristiwa pertikaian mulut antara seorang ibu etnis Tionghoa dengan beberapa remaja muslim yang sedang membangunkan umat Islam untuk sahur. Peristiwa ini kemudian dilanjutkan dengan adanya pembakaran rumah-rumah ibadah dan penjarahan serta perusakan harta benda milik orang¬ orang Tionghoa. Peristiwa ini semakin meluas hingga keseluruh pelosok kota Rengasdengklak. Dan menjadi kerusuhan rasial. Kerugian Harta : 77 buah rumah; 73 toko; 4 gereja; 2 vihara; 4 pabrik; 26 mobil; 2 bank swasta; 1 sekolah dan satu bioskop. Iiwa : 126 pelaku kerusuhan ditangkap. Di antaranya, 55 orang diproses sesuai hukum yang berlaku. Penyelesaian

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Ada 1 26 pelaku kerusuhan yang ditangkap dan ada 55 orang yang diproses sesuai hukum. Tetapi proses peradilannya terlihat sekali tergesa-gesa karena pada saat persidangan adalah saat-saat menjelang dimulainya kampanye pemilu 1997. Sementara dari pihak pemerintah sendiri tidak ada satu tindakan tegas yang diambil terhadap kasus Rengasdengklok ini. 15-17 September 1 997, Ujung Pandang Kronologis Pembunuhan keji terhadap seorang gadis kecil oleh seorang warga Indonesia Tionghoa. Akibat dari peristiwa tersebut berkembang menjadi kerusuhan etnis. Kerugian Harta : 1417 rumah/toko rusak, kerugian sekitar Rp. 17,5 milyar liwa : 3 orang tewas dan 1 orang hilang Penyelesaian Dari peristiwa tersebut Polisi menahan 73 tersangka Sumber: Solidaritas Busa Bangsa (SNB)

1.3.2. Kerusuhan Makassar 15-17 September 1997

Kerusuhan Makassar yang terjadi pada tahun 1997 adalah sebuah kerusuhan berbau rasial yang menonjol dan terjadi pasca kerusuhan 27Juli1996, sebelum Kerusuhan Mei 1998. Kerusuhan ini paling tidak dapat menjadi pembanding terhadap kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998. Kerusuhan tersebut dipicu oleh terbunuhnya seorang gadis berusia 9 tahun akibat bacokan yang dilakukan Benny Karre, seorang penjual botol, beretnis Tionghoa, pada tanggal 15 September 1 997. Pelaku kemudian mati setelah dikeroyok massa. Matinya pelaku tidak menghentikan persoalan. Setelah memporakporandakan rumah dan bangunan milik pelaku, kemarahanpun kemudian meluas dengan sasaran merusak dan membakar bangunan milik warga etnis Tionghoa. Sasaran lain dalam kerusuhan tersebut adalah rumah-rumah hiburan dan pelacuran.26 Dengan cepat situasi berubah menjadi kerusuhan anti Tionghoa. Segala bangunan seperti toko dan rumah serta barang-barang seperti mobil, motor dan lainnya menjadi sasaran amuk massa. Pada sisi lain, dengan cepat dan serentak banyak bangunan dan pertokoan membuat
spanduk atau coretan seperti “WNI”, “milik pribumi”, “milik haji....” dan sejenisnya untuk
melindungi properti miliknya. Kerusuhan menjadi sangat besar dan terjadi dengan cepat. Kerusuhan tahun 1997 tersebut tercatat merupakan kerusuhan terbesar dibandingkan kerusuhan yang hampir sama di Makassar pada tahun 1965, 1978 dan I980.27

26Lihat:"Bila SARA Kebakaran jenggot, Jago Merah pun Merenggut Makassar", Suara Demokrasi, No. Vl/November/I997 27Idem

Situasi

Puncak kerusuhan yang terjadi dalam 2 hari (15-17 September 1997) tersebut menyebabkan 5 orang tewas, 13 mahasiswa Iuka tembak, dan I 16 orang ditahan. Selain itu 80 mobil dan 168 sepeda motor habis dirusak dan dibakar. Tercatat pula 1,471 bangunan dan toko yang dirusak, 25 gedung di antaranya hangus terbakar. Belakangan diketahui bahwa pemicu kerusuhan yang menyebabkan kerugian hingga 17,5 miliar tersebut, Benny Karre, mengidap Schizophrenia Paranoid, semacam gangguan jiwa.28 Isu-isu menonjol yang muncul selama kerusuhan adalah isu anti Tionghoa dan PKI/Komunis. Hal itu dapat dilihat dari banyak coretan di berbagai tempat seperti “Cina (Tionghoa) penghianat bangsa”, “PKI/Komunis.,.."29 Beberapa analisis menyebutkan bahwa kedua isu itu merupakan isu lama yang muncul pada saat terjadinya penumpasan PKI pada Maret 1965. Orang-orang Tionghoa dianggap dekat dengan komunis. Pada peristiwa tahun 1965 tersebut banyak harta warga etnis Tionghoa yang dirampas begitu saja dan sebagian orang dibunuh. Sejak itu hubungan warga lokal dengan etnis Tionghoa menjadi sulit erat.30 Peristiwa yang hampir sama dengan kerusuhan 1997 adalah peristiwa kerusuhan pada tahun 1980 yang juga terjadi secara luas di Makassar (dahulu Ujungpandang). Pemicu pada saat itu ialah pembunuhan seorang perempuan pembantu rumah tangga keturunan Toraja. Pembantu tersebut dihamili oleh majikannya yang beretnis Tionghoa, yang selanjutnya meminta untuk dinikahi. Sang majikan akhirnya membunuh pembantu tersebut. Peristiwa tersebut menggemparkan kota dan dengan segera menjadi kerusuhan di hampir seluruh wilayah dengan semangat anti Tionghoa. Kerusuhan Makassar tahun 1997 tidak berhenti begitu saja. Beberapa waktu setelah puncak kerusuhan terjadi, beberapa kerusuhan kecil masih terjadi secara sporadis di beberapa tempat. Pada tanggal 20 September 1997 terlihat 20-30 an orang mendekati toko Matahari di sebuah kompleks pertokoan untuk melakukan perusakan. Beberapa orang dalam kelompok ini terlihat membawa pentungan dan batu. Tetapi kemudian massa bubar dan berlari setelah aparat keamanan berjaga dan melepaskan tembakan peringatan. Massa tidak sempat melakukan perusakan.31

28Idem 29Foto-foto pada berbagai bekas bangunan menunjukkan hal ini dengan dengan jelas. 30“Menurut catatan Guru Besar llmu Komunikasi dan Hukum Universitas Hasanuddin, A. Muis, 70 persen kekayaan (uang dan barang) berada di bawah penguasaan golongan ekortomi superkuat (WNI etnis Cina). Kesenjangan sosial-ekonomi antara pribumi dengan nonpri itu seakan mencapai puncaknya ketika muncul banyak supermarket. Toko-toko kecil milik pribumi banyak yang terpaksa gulung tikar karena tak sanggup bersaing dengan toko-toko swalayan milik WNI Keturunan. A. Muis juga membeberkan, bahwa peranan birokrasi memperkuat kesenjangan itu. Golongan ekonomi kuat (WNI Keturunan) sangat mudah memperoleh kredit bank pemerintah dan segala macam izin dari instansi-instasi yang berwenang Seperti pernah diutarakan secara blak-blakan oleh seorang mantan Wali Kota dalam sebuah Seminar Saudagar Bugis-Makassar, yang dihadiri Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad tahun 1995”. Dalam “Bila SARA Kebakaran jenggot, Jago Merah pun Merenggut Makassar”, Suara Demokrasi, No. Vl/November/I997 31Lihat: ''Habis Rusuh Terbitlah Preman", *Tempointeraktif,*31/02 -03/Okt/ 1 997.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Malam harinya beredar isu adanya massa yang akan kembali ke toko Matahari dan melakukan perusakan. Situasi kota yang telah berangsur tenang kembalitegang. Masyarakat sekitarnya mulai menutup pintu dan jendela rapat-rapat. Toko Matahari ditutup lebih awal dari biasanya. Pasukan keamanan memblokir dan dan berjaga-jaga di sekitar pertokoan. Malam itu tidak terjadi apa-apa dan berangsur aparat dipindahkan dan kondisi menjadi lebih tenang. Pada tanggal 24 September 1997, terjadi tawuran massal antara mahasiswa di Universitas Hasanuddin. Perkelahian yang memang sering terjadi itu, dalam beberapa tahun terakhir semakin menunjukkan peningkatan. Pemicu perkelahian bisa apa saja. Persoalan kecil pun bisa menyebabkan perkelahian terjadi. Pada tanggal 29 September 1997, terjadi lagi pelemparan terhadap toko dan rumah warga etnis Tionghoa. Berita tersebut menjalar dengan cepat hingga ke kawasan pertokoan etnis Tionghoa dan sekitarnya. Pertokoan segera tutup. Pemicu pelemparan tersebut adalah perselisihan antara warga.32 Tawuran antar warga yang terjadi berbuntut pada pelemparan toko milik etnis Tionghoa. Pelemparan yang terjadi dalam waktu setengah jam itu baru berhenti setelah aparat keamanan datang menjelang pukul lima sore. Pihak aparat keamanan terlihat serius menangani kerusuhan dan bekerja dengan cepat. Pengakuan Pangdam saat itu, Mayjen. Agum Gumelar, kerusuhan tidak diperkirakan sebelumnya. Gubernur maupun Pangdam menolak alasan kesenjangan sosial merupakan penyebab terjadinya kerusuhan di Makassar. Selanjutnya keduanya menyebutkan adanya kelompok tertentu yang berada di balik peristiwa yang terjadi. Pangdam secara spesifik menyebutkan kerusuhan terjadi karena “massa sudah kehilangan nalar” dan dimanfaatkan kelompok esktrim yang metodenya mirip cara-cara komunis.33

1.3.3. Kerusuhan Medan dan sekitarnya

Pada tanggal 4-8 Mei terjadi kerusuhan di Medan, Sumatera Utara. Kerusuhan ini bukan hanya sebagai pendahulu tetapi ternyata berbagai pola peristiwa didalamnya memiliki kesamaan dengan kerusuhan di berbagai tempat lainnya. Berikut ini kronologi terjadinya kerusuhan di Medan yang disarikan dari laporan TGPF dan sumber-sumber lainnya.

2 Mei 1998JI. Perintis Kemerdekaan, Medan

Mahasiswa di 9 perguruan tinggi melakukan demonstrasi. Kampus yang melakukan aksi: UHN (Universitas HKBP Nommensen), UMSU, IKIP

32Dalam beberapa waktu sebelum kerusuhan terjadi. tingkat perkelahian warga yang biasanya dipicu oleh perkelahian pemuda (antar “geng”) semakin sering terjadi. Lihat: "Habis Rusuh Terbitlah Preman", *Tempointeraktif.*3 1/02 - 03/Okt/I997. 33Lihat:"Bila SARA Kebakaran jenggot, Jago Merah pun Merenggut Makassar”, Suoro Demokrasi, No. Vl/November/1997

Situasi

Negeri Medan, UISU, ITM, AMIK Kesatria, UNIKA, UDA dan USI XII. Pkl 14.00 WIB, ketika mahasiswa UHN sedang melakukan aksi, tiba-tiba massa yang menonton bergabung dengan mahasiswa dan kemudian bergerak menuju showroom mobil Timor, di depan kampus UHN. Massa selanjutnya mulai melakukan perusakan bangunan showroom, mengeluarkan mobil dari dalam showroom. Setelah membalikkan mobil tersebut kemudian membakarnya. Pada saat yang bersamaan massa lain di tempat yang tidak jauh merusak sebuah sedan dan minibus. Perusakan lain dilakukan dengan melempar kaca-kaca showroom. Beberapa bangunan lain disekitarnya juga menjadi sasaran pelemparan seperti Hotel Elbruba dan KFC. Pada tempat lain terjadi perusakan (pelemparan) pada Hotel Angkasa diJI.Sutomo serta rumah penduduk dan kantor yang ada di disekitarnya. Aparat berhasil menangkap 10 orang yang diduga sebagai penggerak kerusuhan. 4 Mei 1998JI. Pancing, JI. Aksara, JI. Serdang dan JI. M.H. Yamin, Medan Pada kira-kira pukul 1 1.00 WIB, mahasiswa IKIP yang berjumlah kurang lebih 500-an orang melakukan aksi di depan kampus. Pkl. 1 1.45 aparat keamanan telah berada di depan kampus dan memblokir jalan. Kemudian aksi mulai memanas, terjadi bentrok yang diikuti aksi pelemparan batu dan molotov ke arah aparat keamanan serta pembakaran ban-ban bekas di jalanan. Menjelang sore (Pkl. 17.00 WIB), setelah dilakukan negosiasi antara purek 1 dan II IKIP dengan Dandim 020, bahwa pasukan akan ditarik malam itu juga, akhirnya mahasiswa berangsur masuk ke dalam kampus. Beberapa mahasiswa yang pulang selepas magrib dihentikan aparat (kepolisian) di sekitar gerbang kampus, dekat mesjid. Aparat menyuruh mahasiswa/i tersebut berjalan jongkok sambil di bentak dan dibilang "Lonte!". Kemudian mereka ditangkap, seorang mahasiswa jilbabnya ditarik hingga robek, lalu diremas payudaranya, dipeluk serta seorang aparat menunjukkan kemaluannya. Seorang mahasiswi SN pingsan akibat perlakuan tersebut. Massa bersama mahasiswa yang melihat kejadian itu kemudian bereaksi dan berusaha mencari polisi yang melakukan tindakan tersebut. Hingga pukul 20.30 WIB, pencarian masih dilakukan. Setelah aparat keamanan meninggalkan lokasi pada pukul 19.30 WIB, aksi

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

kemudian berlanjut. Berlanjutnya aksi ini akibat warga yang semakin banyak datang dan beragabung dari berbagai wilayah di sekita lokasi. Massa kemudian bergerak menuju Pos Lantas. Kemudian aparat yang berada disekitar pos berusaha membubarkan massa. Upaya tersebut akhirnya menyulut emosi massa. Polisi yang telah terkepung akhirnya meminta bantuan tambahan pasukan. Massa menjadi semakin beringas ketika pasukan tambahan datang. Akhirnya massa mulai menghancurkan pos, membakar truk dan sepeda motor yang berada di dalam pos serta membakar brankas dan mengobrak-abrik seisi pos. Pembakaran Pos Lantas didahului dengan pelemparan molotov oleh massa yang disertai dengan pelemparan batu. Aksi pembakaran terjadi hingga pukul 20.00-21.00 WIB. Selama peristiwa ini terjadi, terdengar kabar bahwa massa akan menyerbu Mapoltabes Medan, akhirnya listrik dipadamkan. Pukul 21.15 WIB, massa kemudian bergerak ke beberapa pusat pertokoan di sekitarjl. Pancing (kurang lebih 2 Km). Massa melakukan perusakan dan pembakaran. Sebuah ruko dan 4 mesin cetak di dalamnya dibakar bersamaan dengan sebuah ban bekas di sampingjl. Perjuangan. Kerusuhan merebak dan terjadi di beberapa lokasi.

  • JI.M.H. Yamin, massa melakukan perusakan dan penjarahan di Buana Plaza. Beberapa toko di sekitarjl. Aksara menuju Sukaramai juga dirusak. JI.Letda Sujono Ruko, 1 truk tronton, 1 pickup dan 1 sepeda motor (milik polisi) dirusak massa. JI.Bersama, massa merusak dan menjarah swalayan/supermarket. *JI.M. Yakub, massa merusak rumah dan mejarah barang-barang di dalamnya. *JI.Buruh Perindu, massa membakar 2 mobil. Massa merusak dan menjarah barang-barang di Aksara Plaza dan pertokoan disekitarnya. Aksi penjarahan ini tidak dilakukan mahasiswa, tetapi oleh massa yang berada disekitarnya seperti tukang becak dll.
    Aparat keamanan kemudian datang dan membubarkan massa dengan sempat melepaskan tembakan ke udara. 5 Mei 1998 Pos Polisi Percit Sei Tuan dan Tembung, Medan

Belakang Situasi

Pagi hari, sekitar Pkl. 10.00 WIB, massa disekitarJI.Pancing (wilayah kerusuhan malam harinya) mendengar kabar sekitar 50-an orang ditangkap Polisi di Pos Polisi Percit Sei Tuan. Massa yang berasal dari Percut dan Tembung bergerak mendatangi Polsek dan mempertanyakan tahanan yang ditangkap. Sementara dialog antara massa dan Polisi sedang berlangsung, datang sejumlah bantuan aparat di sekitar lokasi. Kedatangan pasukan ini membuat massa menjadi emosi dan mulai mengamuk. Massa akhirnya melakukan perusakan dan membakar 2 mobil. Massa juga kemudian membuat barikade dan membakar ban-ban bekas di JI.Letda Sujono,JI.Mandala,JI.Medan Denai danJI.Sutrino. Aksi ini diikuti penjarahan terhadap gudang betas dan beberapa bahan pangan lainnya. Diperkirakan ratusan ton berhasil di jarah massa. Barang jarahan diangkut dengan becak, sepeda atau berjalan kaki. Sekitar 1 1.00 WIB, massa kemudian bergerak ke arah Tembung. Sepanjang jalan antara Tembung ke Bandar Slamat (5 Km) massa melakukan perusakan dan pembakaran. Sekurangnya 14 mobil hangus (puluhan lainnya dirusak), seratusan bangunan (umumnya rumah dan ruko) dihancurkan massa. Pukul I2.00.WIB, Pasar Tembung, terjadi penjarahan toko yang mengarah pada tindakan rasial. Pemilik toko yang umumnya etnis Tionghoa, dipaksa keluar dan tokonya dijarah. Pemilik toko non etnis Tionghoa memasang sajadah, menuliskan tembok-tembok dengan tulisan "Pribumi” dan sejenisnya serta ada juga yang memasang bendera merah putih.34 Pelaku perusakan dan penjarahan umumnya anak-anak, orang tua, dan ibu-ibu. Mereka tumpah ke jalanan sambil melakukan pelemparan yang diikuti penjarahan. Aksi perusakan dan penjarahan ini terjadi hingga siang hari tanpa hambatan yang berarti. Pukul 18.00 WIB, aparat keamanan mulai melakukan patroli dan melepaskan gas air mata untuk menghentikan dan menghalau massa. Pengendalian massa tidak berjalan dengan mudah. Pada beberapa wilayah sepertiJI.Mandala Bypass, massa melakukan aksi “kucing-kucingan” dengan aparat keamanan. Misalnya, satu orang tertangkap, yang lainnya

3,1Umunya cara ini berhasil. Berbeda dengan di Simalungun. cara seperti mi tidak berhasil. Hal ini di karenakan adanya kelompok yang mengarahkan sasaran tertentu. Lihat laporan TGPF.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

membuat ulah di tempat lainnya. Kabupaten Deli Serdang Di luar kota Medan, yaitu di Deli Serdang, juga terjadi kerusuhan. Sekitar pukul 19.30 WIB, sekumpulan orang yang tidak jelas berasal dari mana berkumpul di JI.Sutomo. Anggota organisasi pemuda PP (Pemuda Pancasila) terlihat berada dalam gerombolan tersebut. Massa berkumpul tersebut ketika ditanya mengatakan bahwa mereka akan menghadang massa perusuh. Setelah massa semakin bertambah, tiba-tiba massa yang berkumpul tersebut menyerang sebuah rumah makan. Penyerangan tersebut merembet ke bangunan lainnya. Sebuah toko buah-buahan yang ikut dirusak, oleh pemiliknya disebutkan bahwa sebelumnya penyerangan, tokonya didatangi anak-anak PP tersebut. Setelah itu tiba-tiba tokonya sudah dilempari massa berikit pertokoan lainnya. Setelah aksi penjarahan dan perusakan berjalan satu jam, terlihat empat orang (mencurigakan) meninggalkan lokasi dengan menggunakan becak menuju Delimas. Kemudian setelah itu massa semakin banyak berdatangan, hingga ribuan orang. Kerusuhan menjadi semakin brutal dan tak terkendali. Aparat keamanan tidak mengambil tindakan dengan alasan kalah jumlah dengan massa yang telah mencapai ribuan orang. Sebelum peristiwa perusakan dan penjarahan ini terjadi, terlihat beberapa orang dengan helm di kepala mendatangi beberapa toko tertentu. Beberapa orang dengan ciri : badan yang hampir sama, menggunakan kaos, badan bersih dan gerak badan cepat ini seperti memberi komando yang kemudian diikuti massa yang langsung menyerang toko-toko tersebut. Kerusuhan ini terjadi hingga tengah malam. 6 Mei 1998 Simpang Limun, JI. Sisingamangaraja, Medan Pada hari ketiga, kerusuhan terjadi semakin keras dan semakin meluas pada banyak wilayah di kota Medan. Pukul 09.30 WIB, massa berkumpul di sekitar Ps. Simpang Limun dan mulai melakukan perusakan, penjarahan dan pembakaran. Massa menjebol pertokoan, menjarah isinya dan menganiaya pemiliknya. Sebagian massa lain membakar kayu-kayu dan ban di jalan sebagai blokade. Pukul 1 1.25 WIB, aparat keamanan berpakaian sipil dengan sekitar 10 kendaraan roda dua mendatangi wilayah tersebut dan menghalau massa

Belakang Situasi

dengan melepas tembakan. Massa bubar, melarikan diri lewat gang atau lorong-lorong di sekitar lokasi. Penangkapan terjadi terhadap beberapa beberapa orang seperti: Tertangkap saat melarikan diri. Tertangkap di dalam toko.

  • Dihajar petugas hingga berlumuran darah.
    Kemudian datang pasukan dari Kujang Kostrad. Pasukan ini mendapat sambutan baik dari massa akibat sikap mereka yang lebih tenang. Setelah itu massa berangsur-angsur mereda. Pada hari yang sama aksi terjadi lagi di sekitarJI. TanjungMorawa. Massa merusak sebuah studio foto dan membakar mesin foto kopi. Kebakaran merembet ke pertokoan di sebelahnya (milik non etnis Tionghoa). Peristiwa ini terjadi pada saat aparat melakukan tindakan pengamanan. Kabupaten Deli Serdang Deli Serdang (diluar kota Medan) yang semalam sebelumnya terjadi kerusuhan, pada pagi hari kerusuhan berlanjut, dimulai dari Pasar Lima Kebun Kelapa, Baringin, Deli Serdang. Massa menjarah mesin Giling Padi. Pemilik giling padi kemudian melapor ke Koramil. Dandim yang datang ke lokasi mencoba menenangkan massa, tetapi tidak diperdulikan massa. Ketika Dandim melepas tembakan, justru mendapat serangan dari massa. Pukul 10.00 WIB, setelah selesai menjarah penggilingan padi, massa kemudian bergerak menuju ke Kecamatan Lubuk Pakam. Massa yang tidak diketahui dari mana datangnya ini, sepenjang perjalanan menuju Pakam melakukan penjarahan terhadap rumah-rumah penduduk dan pertokoan di sepanjang jalan (JI. Bakuran Batu,JI.Sutomo,JI.Serdang) yang dilalui. Penjarahan dilakukan dengan menghabiskan seluruh isi bangunan. Barang-barang yang sulit dibawa kemudian dihancurkan (dirusak). Aparat keamanan akhirnya dapat menghadang massa yang hendak menuju kantor Koramil tersebut. Pada malam hari, beberapa pemuda PP ditangkap aparat kemudian diberi pengarahan oleh Dandin 121. Setelah itu tidak terjadi lagi aksi perusakan dan penjarahan. Kabupaten Tebing Tinggi Malam hari setelah mendengar kabar peristiwa yang terjadi di Deli Serdang, suasana kota Tebing Tinggi mulai mencekam. Masyarakat mulai

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

kuatir peristiwa tersebut terjadi di kota mereka. Sebuah acara pada pukul

19.00 WIB, yang rencananya dihadiri Gubenur dan Walikota akhirnya dibatalkan mendadak. Pada malam itu juga 8-10 penggilingan padi dan beberapa toserba dijarah massa. Di tengah kota seperti di

JI. IskandarMuda,JI.Letjen Suprapto,

malam itu mulai dilempari massa yang umumnya anak-anak berusia tanggung (seusia anak SLTP). Kabupaten Simalungun Pada tanggal 6 Mei 1998, seluruh warga diinstruksikan Muspika melakukan siskamling (sistem keamanan lingkungan) karena seminggu sebelumnya terdengar isu akan adanya penjarahan. Sejak malam 6 Mei, warga melakukan ronda. Pada pukul 24.00 WIB, datang 2 truk pasukan yang hendak melakukan pengamanan. Hingga pagi tidak terjadi peristiwa apapun. 7 Mei 1998 Kabupaten Tebing Tinggi Tebing Tinggi yang malam sebelumnya kerusuhan mulai terjadi, pada pukul

06.00 WIB telah dijaga aparat keamanan (militer) dalam rangka antisipasi. Pasukan di tempatkan di persimpangan-persimpangan jalan di kota Tebing Tinggi. Karena adanya pasukan yang berjaga, pemilik toko merasa aman dan tetap membuka toko mereka. Pada pukul 08.30 WIB, peristiwa kerusuhan pertama terjadi yaitu pada sebuah toko emas. Kaca-kaca dilempari massa dengan batu kemudian disusul dengan menjarah isi toko. Aparat kemudian mulai bertindak dengan mengejar massa yang malakukan perusakan. Setelah pengejaran tersebut massa malah semakin bertambah dan mulai melempari rumah-rumah dan pertokoan yang ada disekitarnya. Terlihat juga dalam perusakan tersebut, apabila massa berhasil melempar kaca bangunan, sebagian massa memberi tempuk-tangan (aplause), bahkan sebagian massa terlihat memberi semangat kepada kelompok anak-anak yang melempar bangunan. Akibat kerusuhan yang semakin membesar, pemilik toko lainnya memutuskan untuk menutup toko mereka. Pukul 08.00 WIB, sebuah toserba (Toko Kasan) habis dijarah setelah sebelumnya massa berhasil mendobrak pintu toko. Massa semakin bertambah banyak khususnya orang-orang dewasa. Sekitar pukul 10.00 WIB, massa kembali berhasil mendobrak pintu

Belakang Situasi

Swalayan Grosir diJI.K.H. Ahmad Dahlan dan menjarah semua isinya. Dalam peristiwa ini massa dewasa sudah terlihat ikut masuk kedalam toko yang didobrak dan menjarah. Pada bagian lain, apabila aparat mulai mengambil tindakan, massa meneriaki dengan kalimat seperti "Pak masa' bangsa sendiri akan ditindak?”. Terlihat dari kerumunan massa ada sekelomok orang (4 orang) yang memulai perusakan (pendobrakan toko) awal dengan menggunakan besi. Setelah berhasil mendobrak, kemudian masuk kedalam toko dan mengambil beberapa barang, selanjutnya berpindah ke toko lainnya. Mereka mengenakan kaos, bercelana mirip seragam SMU, rambut cepak, berbadan kekar dan terlihat cekatan (seperti orang yang terlatih). Setelah Toserba Kasan, mereka berpindah ke Toko tetap Sohor dan ke Toko Makmur yang berada di depannya. Selesai mendobrak, mereka kemudian meninggalkan lokasi sementara massa lain mulai menjarah. Mereka tidak dikenal (tidak dikenal warga setempat). Penjarahan terjadi setidaknya hingga pukul 18.00 WIB, yaitu setelah aparat datang dan membubarkan massa. Masih dalam kota yang sama, perusakan dan penjarahan yang lebih hebat terjadi diJI.Suprapto. Penjarahan yang semakin malam semakin hebat dan baru selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut juga terlihat adanya sekelompok orang yang tidak kenal warga. Pada lokasi lain diJI.Sudirman, kedai kecil juga menjadi sasaran perusakan dan penjarahan.. Di Bukit Tinggi, rumah penduduk juga dirusak dan dijarah massa. JI. Platina Titi Papan-Medan Delidan Pasar Vll-Percut Sei Tuan, Medan. Kira-kira pukul 14.00 WIB, sekitar 200-an warga berkumpul diJI.Platini Titi Papan. Massa yang telah berkumpul ini kemudian melakukan perusakan 2 ruko dan menjarah seluruh isinya. Selain itu massa juga merusak 2 mobil di jalan pada lokasi itu. Aparat berhail mengamankan 12 orang sebagai tersangka dalam peristiwa ini. Sekitar 15.00 WIB, di Pasar VII terjadi kerusuhan oleh sekitar 300-an massa. Massa menjarah, menghabiskan isi pasar. Aparat berhasil menangkap 8 orang yang diduga sebagai pelaku. Sekitar 17.50 WIB, kerusuhan terjadi di tempat lain diJI.Bangka Belawan

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

oleh sekitar 200-an orang. Massa menjarah sebuah toko. Kabupaten Simalungun Pagi hari, pukul 07.00 WIB, terdengar informasi bahwa perdagangan akan dihancurkan pada malam hari. Informasi ini diperoleh seorang saksi yang baru tiba dari Tebing Tinggi (kota yang berdekatan dekat Simalungun) yang sebelumnya telah dijarah dan dihancurkan. Kira-kira pukul 19.00 WIB, seorang warga mendapat telepon untuk mengamankan barang-barang, karena setelah Tebing Tinggi, Simalungun adalah kota sasaran berikutnya. Sekitar pukul 19.00 WIB, 7 Mei 1998, aparat Koramil tiba di lokasi dan marah-marah karena melihat warga melakukan ronda malam. Komandan pasukan kemudian menyuruh warga masuk ke rumah masing-masing. Pukul 20.20 WIB, tiba patroli pasukan yang melakukan kontrol lokasi malam sebelumnya (tanggal 6 Mei 1998). Mereka datang dengan berbaris, berbanjar lima-lima hingga bagian depan (berjumlah 40 personil). Pasukan tiba di wilayah pertokoanJI.SM. Raja. Selama bergerak, barisan pada sisi luar baik kiri maupun kanan menghardik warga yang terlihat masih melakukan ronda. Pukul 2 1.00 WIB, pada persimpanganJI.Kartini danJI.SM. Raja terlihat serombongan massa yang diduga sebagai preman-preman. Tidak lama kemudian pasukan keamanan tiba di persimpangan yang sama. Pasukan tidak membubarkan massa yang telah berkumpul tersebut. Massa yang telah bergerombol tersebut kemudian bergerak ke arah pertokoan diJI. SM. Raja diikuti pasukan dari belakang. Pukul 22.00 WIB, gerombolan massa (preman) yang telah bergabung dengan massa (warga) tiba di pertokoanJI.SM. Raja dan mulai melakukan pelemparan kearah pertokoan. Pukul 23.00-24.00 WIB, massa tiba di depan toko sembako Sehati, sekitar 10 orang dari massa (seorang warga mengenal salah satunya sebagai preman) mulai mendobrak dan merusak pintu dengan menggunakan besi dan tiang-tiang yang diambil dari sekitar lokasi. Massa kemudian ikut mendobrak pintu toko. Aparat yang melihat dan berada di sekitar lokasi tidak bertindak untuk menghentikan. Akhirnya 10 orang tersebut berhasil mendobrak pintu, masuk ke dalam toko dan melempar-lemparkan isi toko (sembako) ke luar bangunan. Massa kemudian ikut menjarah toko.

Situasi

Saat pendobrakan dan penjarahan massa terlihat seperti terkomando. Ada kelompok yang mendorong dan memberi semangat kepada massa selama peristiwa terjadi. Penjarahan terjadi hingga pagi hari. Pukul 03.00 WIB, terdengar letusan sejata api aparat keamanan yang datang mengamankan keadaan. Masyarakat kemudian bubar. Terlihat kemudian mobil patroli Polsek tiba. Mendengar di tempat lain terjadi penjarahan, seorang warga segera menuju toko saudaranya. Setiba di sana terlihat 3 orang berpakaian AD (Angkatan Darat) berjaga di luar toko. Pintu toko telah terbuka dan terlihat puluhan anggota AD sedang menjarah isi toko. Warga tersebut berusaha memohon agar tidak menguras semua isi toko, tetapi tidak digubris. Mereka membawa barang-barang dengan tandu. Mereka diperkirakan berasal dari Batalyon 122 Rindam. Warga tersebut keesokan harinya melapor kepada Danramil. Salah satu informasi yang diperoleh yaitu terdapat kabar adanya 2 truk pasukan yang membawa barang hasil jarahan, tetapi tidak diketahui dibawa kemana. 8 Mei 1998 Kecamatan Medan Deli, Medan. Pagi pukul 09.30 WIB, terjadi kerusuhan diJI.Yos Sudarso Simpang Sicanang dan Kampung Kurnia. Ratusan massa melakukan perusakan dan penganiayaan terhadap warga etnis Tionghoa. Aparat menangkap 12 orang dalam peristiwa ini. Sekitar pukul 13.00 WIB, aksi perusakan dan penjarahan terjadi diJI. Potong Hewan, Medan Deli. Awalnya kerusuhan terjadi setelah massa yang berkumpul mulai melakukan pembakaran ban-ban bekas di jalan. Aksi massa ini kemudian dibubarkan aparat keamanan. Pukul 13.45 WIB, di Martubung, Medan Pelabuhan, terjadi pembakaran kandang ayam milik Ali Herban, warga etnis Tionghoa. Pembakaran terjadi setelah massa yang membobol kandang mendapatkan kandang tersebut telah kosong. 27 Mei 1998 Kabupaten Tanjung Balai Pada pukul 1 1.00 WIB, masyarakat melakukan unjuk rasa dengan tema "reformasi”, sementara di dalam gedung Pemda Tanjung Balai sedang diadakan pertemuan antar tokoh masyarakat dengan aparat Pemda. Pukul 14.00 WIB, menjelang makan siang, massa mulai meninggalkan Balai Pertemuan Pemda.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Siang itu juga diJI.Sudirman telah terjadi aksi lempar yang dimulai oleh anak-anak remaja (seusia SLTP). Massa yang berada di sekitar balai pertemuan yang kemudian bergabung dengan kelompok massa lain akhirnya tiba di lokasi di mana anak-anak sedang melempar bangunan. Tanpa adanya aparat keamanan segera massa yang membesar tersebut melakukan aksi lempar ke pertokoan yang ada disekitarnya. Pukul 1 6.00 WIB, Kota kecil Tanjung Balai yang beradius 12 KM, segera dengan serentak dipenuhi massa yang kemudian melakukan perusakan, pembakaran dan penjarahan. Umumnya barang-barang hasil jarahan tidak dibawa pulang tetapi diletakkan di tengah jalan dan dibakar. Kerusuhan terjadi di beberapa lokasi sepertiJI.Sutomo,JI.SM. Raja, JI.Teuku Umar, JI.Asahan,JI.Veteran,JI.Pahlawan,JI.S. Parman,JI.Sudirman.JI.A. Yani danJI.Imam Bonjol. Penjarahan terjadi hingga sekitar pukul 2 1.00 WIB dan berhenti setelah datang bantuan keamanan dari Brimob Berawa. Dalam peristiwa ini setidaknya terdapat 75 kios yang habis terbakar. Pembakaran kios yang berada di pinggir sungai ini dilakukan oleh sekelompok orang yang lewat sungai (menyelam terlebih dahulu) sehingga tidak terlihat (sulit diidentifikasi). Setidaknya 300 orang kemudian ditangkap dan menjalani proses peradilan. Anak-anak dihukum 3 bulan.

1.3.4. Ciri-Ciri Pelaku Saat Kerusuhan

Ciri-ciri umum dari fakta yang ada dapat disebutkan sebagai berikut:

I. Terdapat indikasi kerusuhan didalangi atau dilakukan oleh sekelompok pemuda yang dikenal warga setempat sebagai pemuda preman, termasuk yang berasal dari organisasi kepemudaan.
2. Massa terdiri dari massa pelajar dan remaja yang dalam kerusuhan mengawali tindakan perusakan dan penjarahan.
3. Massa provokator umumnya berpakaian kaos, warna dan celana mirip seragam siswa SMU, berambut cepak, berbadan kekar dan terlihat telah terlatih.
4. Terdapat indikasi keterlibatan aparat keamanan dari Angkatan Darat (AD) dalam proses kerusuhan seperti yang terjadi pada kabupaten Simalungun, bahkan saat peristiwa terjadi ditemukan adanya anggota Kopassus yang diduga diperintahkan dariJakartauntuk mengejar GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) dan perdagangan senjata gelap. Pada saat kerusuhan terjadi anggota Kopassus yang membawa senjata lasar panjang M- 1 6 dan pistol

Belakang Situasi

jenis FN-45 tersebut, ditangkap Polisi ditengah kerumunan massa. Oleh aparat Kepolisian akhirnya diserahkan ke Kodim dan kemudian dilepaskan.

  1. Adanya indikasi massa yang didatangkan dari lokasi lain (dalam skala lokal), tetapi kebanyakan mereka dikenal warga setempat.
  2. Adanya massa yang berfungsi sebagai massa provokator dengan berciri menggunakan sepeda motor RX King, rambut gondrong, ada yang cepak dan bertampang seram/sadis, sebagian dikenal warga sebagai preman.
  3. Terdapat indikasi keterlibatan organisasi kepemudaan sebagai provokator atau penggerak massa (seperti yang terjadi di Deli Serdang).
    1.4. Situasi Sosial dan Politik Menjelang Kerusuhan

Gejolak politik di Indonesia terjadi secara akumulatif setidaknya sejak tahun 1995. Berbagai isu, informasi, analisis dan skenario mulai bermunculan. Salah satu opini yang berkembang menyebutkan bahwa Pemerintahan Soeharto sebetulnya sudah tidak mampu lagi menjaga keutuhan dan kekompakan barisannya.35 Walaupun penangkapan, tekanan dan ’’penanganan" terhadap kelompok oposisi atau kelompok "potensial" lainnya telah banyak dilakukan, tetapi belum ada sebuah strategi yang utuh dalam menghadapi gejolak sosial dan politik yang berkembang. Elit politik lebih banyak berjalan sendiri-sendiri dengan berbagai agenda dan skenarionya. Setiap kelompok bersaing untuk mengambil hati atau mendekati Soeharto.36 Kabinet sudah tidak kompak dan banyak orang-orang dekat Soeharto bahkan sudah tidak lagi merasa aman. Sikap Kosgoro yang mengeluarkan pernyataan hendak menjauh dari Soeharto dan lebih mendekat kepada Habibie dapat menjadi salah satu petunjuk atas situasi tersebut. Sikap seperti itu muncul seelah adanya tawaran memunculkan figur baru, yaitu Habibie untuk menggantikan Soeharto. Situasi ini terus berkembang menjadi konflik di antara elit. Salah satu persoalan yang akhirnya membuat fragmentasi di kabinet adalah soal penyikapan terhadap sikap ”anti-Cina (Tionghoa)" dan menyangkut Islam. Di tubuh ABRI kemudian muncul ABRI Merah Putih dan ABRI Hijau. Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto, dikabarkan memiliki keinginan menduduki posisi puncak di TNI.37 Sementara itu Soeharto sendiri lantas berupaya merangkul kelompok Islam dengan berdirinya ICHI, Bank Muamalat dan lainnya sebagai sumber legitimasi baru.

35Wawancara Sarwono Kusumatmadja dengan majalah Forum Keadilan, "lr. Sarwono Kusumaatmadja: "Saya Prihatin Terhadap Kabinet Yang sekarang..." dalam Forum Keadilan Edisi No. 1 6, Tahun IV, 20 November 1995. 36Ibid. 37Untuk membangun kekuatan Kopassus. Prabowo mengembangkan sejumlah bisnis di bawah bendera PT Kobame (Korps Baret Merah). Dengan hasil bisnis ini pula ia pada akhir 1997 membeli sejumlah pesawat helikopter Sykorshi untuk keperluan peningkatan kekuatan Kopassus saat KSAD TNIJendralHartono menolak permintaannya untuk menggunakan satuan heli di bawah Penerbad AD ke dalam satuan Kopassus. Lihat: Kompas. Desember 1 997.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Sejak tahun 1995, sekelompok elit dalam taktik politiknya telah memutuskan mengambil sikap "anti-Cina/Tionghoa" dengan maksud agar bisa mendapatkan legitimasi populis.38 Sejak itu pula mulai terjadi “depersonalisasi dan disintegrasi” dalam perpolitikan Indonesia. Bahkan lebih jauh lagi terjadinya disintegrasi kekuasaan yaitu ketika Presiden Soeharto mulai jarang berkantor di Bina Graha dan menerima para menteri di kediamannya JI.Cendana. Dalam kondisi seperti itu muncul peran baru untuk putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (“Mbak Tutut”), sebagai pendamping sang bapak dalam tugas-tugas formal dan non formal. Tutut menjadi tokoh penting komunikasi kepada Soeharto sebagai presiden.39 Hal ini membuat Tutut menjadi sebuah kekuatan politik tersendiri dan menciptakan konspirasi-konspirasi baru di tubuh elit politik. Ini menjadi petunjuk lain telah terjadinya krisis pemerintahan pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Soeharto. Dekatnya Jend.Purn. Hartono dengan Tutut (selama berbulan-bulan hingga menjelang Kerusuhan Mei 1998 selalu tampil berdua) pada sisi lain, akhirnya menyeret ABRI ke dalam kancah konspirasi yang telah semakin terbuka itu. Sewaktu menjabat sebagai KSAD, Hartono dalam pernyataannya menyatakan bahwa ABRI merupakan kader Golkar. Kebijakan tersebut mendapat banyak kritik dan kontra (tidak semua dilakukan secara terbuka) dari banyak kalangan termasuk di dalam tubuh ABRI sendiri.40 Berita perpecahan di kalangan militer juga mulai bermunculan bersamaan dengan munculnya berita-berita pelanggaran HAM yang dilakukan TNI di Aceh, Timtim dan Papua. Pemerintah yang mencoba melakukan kontrol terhadap media massa, lewat Departemen Penerangan, ternyata tidak cukup efektif akibat munculnya teknologi baru internet. Semua rumors ataupun informasi menyangkut intrik dan perpecahan dalam pemerintahan Soeharto semakin mudah dibaca setiap saat oleh pengguna internet.41 Dalam suasana ekonomi dan sosial yang sedang krisis, situasi politikpun berkembang dengan pesat. Beberapa skenario muncul dan menjadi perbincangan di berbagai kelompok politik baik besar maupun kecil. Begitu juga pada elit politik saat itu, terlebih menjelang akhir 1997, menjelang sidang MPR (Maret 1998). Faktor usia merupakan salah satu topik pembicaraan penting. Soeharto yang telah memasuki usia 77 tahun membuat banyak kalangan dan masyarakat menjadi peka terhadap rumor kesehatan Soeharto. Faktor usia tersebut memunculkan berbagai pemikiran soal perlunya pertimbangan apabila mencalonkannya kembali menjadi pesiden. Berbagai komentar pro dan 38Dalam diskusi dengan Sarwono Kusumaatmadja, tahun 2002 39Tutut memiliki peran penting dalam pembentukan kabinet akibat kepercayaan yang diberikan Soeharto. bapaknya, dalam kiprah politik. Sebagian besar calon menteri diberitahu bukan oleh Soeharto langsung tetapi diwakili oleh Tutut. Lihat: Politik Huru-Hara Mei 1998, Fadli Zon, Institutefor PolicyStudies, 2004. 40Hartono pernah memberi contoh tindakan berdasarkan kebijakan ini dengan mengenakan "jaket kuning” Golkar pada sebuah acara resmi di Solo. Banyak perwira yang diam-diam maupun terang-terangan menolak untuk mengenakan jaket kuning Golkar itu. Ryamizard Ryacudu, yang waktu itu masih berpangkat kolonel (kemudian menjadi Pangkostrad dengan pangkat letnan jenderal), beranggapan, “tentara hanya mengenal satu warna jaket, yaitu hijau, bukan kuning atau yang lam-lainnya." 41Lihat Krishna Sen dan David T. Hill, Media, Budaya dan Politik, ISAI, Jakarta. 2001.

Belakang Situasi

kontra mulai bermunculan.42 Sementara pro kontra mulai bermunculan, tidak ada tokoh-tokoh yang berani tampil untuk menantang dan bersaing dengan Soeharto secara terbuka. Pilihan lebih banyak diarahkan kepada posisi wakil presiden dan peran yang akan dilakukannya selama masa jabatan tersebut. Soeharto sendiri menyatakan bahwa ia akan mengambil posisi sebagai "pandito" dan menyukai proses lengser keprabon, madheg pandito. Pernyataan ini kemudian diterjemahkan bahwa Soeharto akan mengambuil posisi menjaga moral sistem politik dan memberikan "kebijakan" akan tetapi tidak menjalankan pemerintahan sehari-hari.43 Pernyataan tersebut memperkuat berbagai skenario dengan memposisikan Soeharto akan tetap menduduki kursi kepresidenan selama lima tahun ke depannya44 dan perubahan baru akan terjadi setelah masa pemerintahan tersebut. Dalam skenario ini posisi wakil presiden diyakini menjadi begitu penting, karena akan memiliki banyak peran dalam melaksanakan pekerjaan keseharian kepresidenan, tidak seperti posisi Wakil Presiden sebelumnya yang lebih bersifat pasif/seremonial. Peran wakil presiden yang lebih dominan tersebut memberikan peluang besar bagi wakil presiden tersebut menjadi pengganti pada masa selanjutnya. Peluang lainnya adalah apabila Soeharto dalam massa tersebut tidak bisa lagi menjalankan tugasnya, maka Soeharto akan memberikan kekuasaan kepada Wakil Presiden sebagai pengganti. Karena posisi yang akan demikian maka Wakil Presiden dianggap menjadi “putra mahkota" pengganti Soeharto. Tanggal 20Januari1998, Soeharto mencalonkan diri menjadi Presiden untuk ketujuh kalinya. Hal ini meruntuhkan beberapa skenario politik lain yang dikembangkan berbagai kalangan. Dalam proses pemilihan wakil presiden, sempat muncul nama Prof. Emil Salim yang mengajukan din sebagai calon presiden. Tetapi hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti. Akhirnya melalui Sidang Umum MPR yang berjalan lancar, Soeharto dilantik kembali menjadi presiden dan

B.J.Habibie duduk sebagai wakilnya. Masyarakat politik, khususnya mahasiswa menyambut pelantikan tersebut dengan semakin meningkatkan aksi-aksi demonstrasi di lapangan. Kabinet baru yang dibentuk Soeharto memunculkan nama-nama yang kontroversial. Banyak dari antara menteri dalam kabinet tersebut dianggap tidak memiliki kualitas atau merupakan kroni dari Soeharto. Nama-nama tersebut seperti terlihat pada tabel berikut ini:
42Lihat, *Kompas.*3 April 1997.
43“....la (Soeharto) menggunakan istilah Jawa, lengser keprabon, madheg pandito. Kira-kira berrarti turun dari panggung
kekuasaan, untuk mengambil peran sebagai “pendeta bangsa”. Perdebatan di kalangan pengamat umumnya berkisarn apakah lengser berarti "turun” (stepping down) atau sekedar "menyingkir ke samping" (steppinf aside) Dalam Lawanl, Hermawan Sulistyo, Pensil-324, 2002, hal 17. 44Lawanl, Hermawan Sulistyo. Pensil-324, 2002, hal 18

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Tabei Menteri yang dianggap kontroversial
Nama Jabatan
Jenderal TNI (purn.)R. Hartono Menteri Dalam Negeri
Jenderal TNI(purn.) Feisal Tandjung Menko Polkam

Haryanto Dhanutirto Menteri Perhubungan Mohammad (Bob) Hasan Menperindag Abdul Latief Menteri Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Siti Hardiyanti Rukmana Menteri Sosial

Berbagai reaksi masyarakat kemudian muncul menanggapi hal ini. Media massa pun semakin gencar membuka persoalan tersebut.

1.4.1. Perpecahan di Kubu Militer?

Salah satu isu paling hangar menjelang Kerusuhan Mei 1998 adalah isu perpecahan pada tubuh militer. Walaupun tidak ada anggota ABRI yang menyatakan secara terbuka, bahkan berupaya menyangkal adanya perpecahan di tubuh militer, tetapi opini dan wacana tentang hal itu telah berkembang pesat di masyarakat. Lewat teknologi internet yang mulai marak, pada tahun 1996, informasi-informasi alternatif yang sebelumnya tidak dimuat media massa dapat beredar pada masyarakat luas. Keterbatasan akses internet tetap membuat informasi-informasi tersebut beredar dalam bentuk hardcopy dari tangan ke tangan. Salah satu informasi yang beredar lewat cara tersebut sehubungan dengan isu perpecahan di tubuh militer dapat dilihat pada dokumen CPDS (CentreforPolicy Development Studies) yang diterbitkan oleh jurnal Istiqlal lewat internet. Nama CPDS memunculkan nama-nama yang disebutkan sebagai analis yaitu, Dr. Amir Santosa, Dr. Dien Sjamsuddin, Muchlis Anwar, Lukman Harun dan Robik Mukav. Dokumen tersebut merupakan analisis yang dibuat dalam rangka memetakan kekuatan-kekuatan yang dianggap berseberangan atau anti Soeharto. Analisis tersebut dimulai dengan membagi dua pengelompokan besar yaitu kelompok anti Soeharto (kelompok "pro demokrasi” atau "anti kemapanan”) dan kelompok pro Soeharto yang sering disebut sebagai kelompok “anti demokrasi" atau “pro kemapanan". Pada tubuh militer disebutkan adanya Kelompok Perwira Tinggi ABRI yang sedang mengumpulkan kekuatan dan strategi untuk mendapatkan kekuasaan. Kelompok tersebut dipimpim oleh Letjen Wiranto45. Beberapa nama termasuk dalam kelompok ini antara lain Bimo Prakoso (Akabri 1968), Agus Wijoyo (Akabri 1970), dan Susilo Bambang Yudhoyono (Akabri 1973). Susilo

45Waktu itu masih berpangkat Letjen. Dokumen tersebut mengatakan bahwa Wiranto menyusun kekuatan tersebut setelah dijanjikan oleh Feisal Tanjungakan menjadi KSAD pada tahun 1997 dan Pangab pada tahun 1998.

tar Belakang Situasi

Bambang Yudhoyono (menantu Sarwo Edhi) sendiri dikatakan memiliki kelompok perwira lain antara lain: Agus Wirahadikusumah, Agus Wijoyo (menantu tokoh PNI Isnaeni) dan sejumlah perwira yang memperoleh gelar MA dari universitas-universitas di AS. Kelompok ini disebutkan dekat dengan tokoh sipil seperti Dr. Syahrir dan dikaitkan dengan Benny Moerdani yang bisa mengarahkan dari belakang. Kelompok ini dikatakan menyebut dirinya sebagai "ABRI Merah Putih". Lawan dari kelompok ini dijuluki sebagai ‘‘ABRI Hijau" di bawah pimpinan Hartono dan Prabowo. Disebutkan pula adanya peranan CSIS dan Benny Moerdani. CSIS, yang diyakini berada dibelakang berbagai aksi anti Soeharto dan anti pemerintah/ABRI. Hal ini terjadi sejak tahun l990an, yaitu ketika kepercayaan Soeharto terhadap CSIS berangsur mulai berkurang. Nama-nama yang dimasukkan dalam kelompok ini antara lain: Harsudiono Hartas, Hariyoto PS, Arie Sudewo, Bambang Triantoro, I B. Sudjana, Luhut Panjaitan, dan Try Sutrisno (saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden). Mereka dianggap sebagai binaan dan loyal terhadap Benny Moerdani. Bersama mereka dan perwira lain yang loyal terhadap Edi Sudradjat disebutkan mempunyai peran tertentu dalam menjegal perintah lewat Mabes ABRI maupun Mabes AD. Hal itu dicontohkan pada penanganan Gus Dur dalam Kongres NU di Cipasung yang mengalami kegagalan akibat adanya perintah berbeda kepada satuan di lapangan. Kongres tersebut akhirnya memenangkan Gus Dur sebagai pimpinan NU. Adanya peran intelektual asing seperti Bilveer Singh juga dituliskan dalam laporan tersebut. Bilveer Singh disebutkan mendorong Susilo Bambang Yudhoyono (saat menjabat Kasdam Jaya) untuk membuka komunikasi politik dengan Prabowo dengan bersamaan berupaya memisahkan Prabowo dari kelompok Hartono. Ini dilakukan agar dapat menyempurnakan kelompoknya bersama Wiranto. Selain kelompok-kelompok militer juga disebutkan adanya kelompok sipil lainnya yang berseberangan dengan Soeharto. Koalisi Pelangi sebagai kelompok oposisi disebutkan merupakan kumpulan individu dari berbagai paham, aliran politik dan agama yang merasa belum atau tidak diakomodasi oleh sistem politik saat itu. Mereka adalah beberapa pejabat tinggi sipil dan militer, mantan pejabat tinggi, beberapa tokoh agama Kristen/Katholik dan sejumlah kecil tokoh Islam, beberapa tokoh beraliran Nasionalis/Soekarnois (terutama PNI-ASUdan ex-Partai Murba). Selain itu disebutkan nama-nama yang dikatakan sebagai mantan PSI seperti Soebadio Sastrosatomo, Marsilam Simandjuntak, Rahman Tolleng dan anak-anak muda pengikut mereka. Kelompok Kiri, disebutkan sebagai kelompok yang terdiri dari aktifis ex-PKI atau keturunan PKI yang telah dewasa dan menyusup dalam berbagai kegiatan. Beberapa nama disebutkan seperti Mulyana Wira Kusumah, Pramudya Ananta Toer dan Rewang.

i

Mei 1998: Fakta. Data dan Anahsa

Kelompok Nasionalis dan Sukarnois, disebutkan sebagai kelompok yang memiliki ideologi Marhaemsme/Sukarnoisme. Kebangkitannya diawali melalui pembentukan Yayasan Bung Karno46 pimpmannya antara lain Rachmawati dan Drs. Ridwan Saidi. Selain itu putri Soekarno lainnya Sukmawati yang mendirikan "Gerakan Rakyat Marhaen" (GRM) bersama Sunardi juga dimasukkan dalam kelompok ini. Nama-nama lain yang masuk dalam kelompok berideologi Nasionalis/Sukarnois dan anak-anak PKI antara lain Siswono dan Eros Djarot. Eros bersama Aberson Marie Sihaloho, Sabam Sirait, Sophan Sophiaan, Kwik Kian Gie, Sukowaluyo, Taufik Kiemas, Laksamana Sukardi dan beberapa orang lainnya (yang merupakan inner circle ‘‘Kelompok Mega") dikatakan sebagai kelompok yang berperan mengarahkan sikap politik Megawati. Peranan JaringanJesuitdan Kelompok Kristen/Katolik dengan tokohnya seperti Romo Sandyawan Sumardi, Romo Mudji Sutrisno dan Romo Frans Magnis Suseno, juga disebutkan memainkan peran pada banyak kelompok dan berbagai aktifitas anti Soeharto. Kelompok dan aktifitas lain yang dikaitkan bersama kelompok antara lain PRD (Partai Rakyat Demokratik) dan jaringan Kasebul. Terdapat juga kelompok yang secara diam-diam bersikap anti Soeharto, yaitu kelompok pejabat tinggi yang sering bersikap kritis. Mereka di antaranya adalah Edi Sudradjat, Soesilo Soedarman, Siswono Judohusodo, dan Moerdiono. Edi Sudradjat bersama Siswono dan Sarwono disebutkan sebagai pendukung pembentukan PCPP dan YKPK, organisasi yang dibentuk untuk menandingi ICMI. Tokoh lain yang bersifat individual seperti Ali Sadikin, Bambang Triantoro, dan Kharis Suhud disebutkan sebagai tokoh lain yang anti Soeharto. Begitu juga dengan KH Abdurrahman Wachid (Gus Dur), Dachlan Ranuwihardja, Drs. Ridwan Saidi, Dr. Sri Bintang Pamungkas, dan Drs. Arbi Sanit yang disebutkan sebagai tokoh Islam yang juga anti Soeharto. Sementara itu Goenawan Mohammad (mantan Pemred Majalah Tempo) dimasukkan dalam kelompok para “pangeran" yang pernah menikmati kedudukan dan kekayaan semasa dekat dengan kekuasaan, tapi kemudian beroposisi terhadap pemerintah karena kedudukan, kekayaan, atau usahanya, ditutup oleh pemerintah. Begitu juga dengan pengusaha seperti Peter Gontha disebutkan sebagai contoh dalam kelompok yang berusaha mendekati keluarga Soeharto, tetapi dibalik itu, tetap membangun kekuatan kelompoknya dan mendukung aksi-aksi kelompok anti Soeharto baik secara langsung maupun tidak. Peranan LSM luar negeri (Australia, Inggris dan Belanda) beserta jaringannya juga disebutkan memainkan peran tertentu dalam membangun aktifitas anti Soeharto. Antara lain TAPOL (Carmel Budiardjo) di Inggris, AKSI (Max Lane) di Australia, CNRM (Jose Gusmao), Fretilin cabang New South Wales Australia (Harold Mucho), dan LSM pimpinan Gil Serine. Begitu

46Pada kenyataannya Rachmawati mendirikan Yayasan Pendidikan Soekarno. dimana banyak aktifitas diskusi intelektual dilakukan.

juga Asia Watch, Amnesty International, dan Human Right Watch yang selalu memojokkan Indonesia dengan bekerjasama dan mendapat informasi dari beberapa LSM dalam negeri. Salah satu saran yang diberikan dalam dokumen tersebut adalah agar segera dilakukan reposisi perwira tinggi dan pejabat yang berada dalam kelompok anti Soeharto ke jabatan-jabatan yang kurang strategis. Juga perlu segera dilakukan pergantian pimpinan ABRI dan pejabat sipil yang mungkin loyal tetapi tidak cerdas dalam membaca arah perkembangan sehingga sering memberikan saran serta analisis yang keliru pada Pak Harto. Dokumen tersebut pada prinsipnya hanya menyebutkan kekuatan-kekuatan atau kelompok-kelompok yang berseberangan dengan Soeharto. Secara logis maka kubu seperti ICMI maupun kelompok militer (Prabowo, Hartono, Feisal Tanjung) dan sipil lainnya (Habibie, mbak Tutut, dan lainnya) dianggap berada pada kubu yang berseberangan, yaitu pro terhadap Soeharto. Bukan merupakan hal yang mudah membuktikan kebenaran isi dokumen CPDS tersebut. Sikap pro dan kontra pun bermunculan di antara banyak kelompok sosial dan politik saat itu. Sebagian mempercayai bahwa dokumen tersebut merupakan laporan yang diberikan kepada Soeharto, tetapi tidak sepenuhnya lengkap. Sebagian lagi menganggap dokumen tersebut hanya merupakan bentuk “black propaganda”. Sementara itu melalui beberapa sikap dan pernyataan petinggi TNI, baik secara langsung maupun tidak langsung, memberikan dukungan atas kebenaran sebagian dari informasi tersebut.47 Hal ini pada akhirnya memperkuat pandangan berbagai kelompok akan adanya pertentangan dalam tubuh TNI.

1.4.2. Gelombang Demonstrasi

Setelah terjadinya peristiwa 27Julitahun 1996 di Jakarta, gelombang aksi dan demonstrasi menunjukkan penurunan yang drastis. Sebelumnya, sejak pengadilan Sri Bintang pada tahun 1994 hingga terjadinya peristiwa 27 Juli, gelombang aksi khususnya yang dilakukan mahasiswa meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas. Memasuki akhir tahun 1997, situasi kembali berbalik. Kelompok-kelompok mahasiswa seperti yang tergabung dalam organisasi formal baik internal kampus (senat, himpunan mahasiwa dan sejenisnya)48 maupun eksternal (kelompok Cipayung seperti HMI, PMII, GMNI dan GMKI) mulai melakukan aksi-aksi kecil baik di instansi pemerintah maupun di lingkungan kampus. Selain itu kelompok-kelompok mahasiswa lain (non Cipayung) yang sebelumnya aktif melakukan berbagai aksi membentuk komite-komite aksi pemuda setelah bergabung dengan kelompok-kelompok pemuda non mahasiswa maupun profesional muda.

47Beberapa media massa mencoba melakukan klarifikasi atas adanya pengelompokan dalam kubu sipil dan militer. Walaupun reaksi dan komentar yang muncul cukup beragam. akan tetapi sulit dihindari adanya pengelompokan atau pengkubuan dalam tubuh militer. Bagi kelompok-kelompok organisasi sipil hal itu bahkan lebih sulit diingkari karena pada kenyataannya hampir sebagian besar keberadaan kelompok politik yang disebutkan dalam dokumen tersebut memang ada. 48Sebagian kelompok ini di motor! oleh aktivis mahasiswa yang sebelumnya aktif melakukan aksi-aksi di jalanan.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Setelah terjadinya kepanikan akibat jatuhnya nilai rupiah, aksi-aksi mahasiswa dan kelompok pemuda tersebut mulai meningkat. Beberapa kali aksi dengan jumlah massa yang cukup banyak dilakukan di gedung DPR7MPR di Jakarta.Aksi-aksi mahasiswa di kota-kota besar di luar Jakartaseperti Yogya dan Bandung juga mulai terjadi. Hal penting yang perlu dicatat bahwa aksi-aksi tersebut terus menjadi pemberitaan oleh berbagai media massa, khususnya media TV yang mulai berkembang di Indonesia. Pada bulanJanuari1998, aksi-aksi dilakukan oleh berbagai kelompok seperti mahasiswa baik kelompok Cipayung maupun non Cipayung, koalisi LSM, Ormas dan kelompok pemuda dan buruh. Aksi terjadi dibeberapa kota seperti Solo, Bandung, Dili, Bandar Lampung, Yogyakarta, Bogor danJakarta.Lokasi aksi umumnya adalah kantor-kantor instansi pemerintah dan kampus. Jumlahmassa yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut antara puluhan hingga ratusan orang. Isu-isu utama yang menonjol adalah isu-isu ekonomi. Pada bulan Pebruari aksi semakin meningkat baik dari jumlah massa dan kelompok maupun jumlah kota. Kelompok massa mulai didominasi mahasiswa tetapi beberapa aksi kelompok pemuda, LSM dan ormas masih terjadi. Kelompok masyarakat seperti sopir, tukang becak dan masyarakat lainnya juga mulai ikut melakukan aksi di beberapa kota. Lokasi aksi umumnya terjadi di kantor-kantor instansi pemerintah dan kampus. Jumlahmassa dan jumlah aksi semakin meningkat. Aksi-aksi umumnya dilakukan puluhan orang, walaupun aksi dalam jumlah ratusan mulai terjadi di beberapa kota, khususnya di luar Jakarta.Isu-isu utama umumnya berkisar isu ekonomi. Diluar Jakartabentrokan antara mahasiswa dengan aparat keamanan mulai terjadi di beberapa kota. Bulan Maret aksi didominasi mahasiswa dan semakin meningkat dari bulan sebelumnya baik dari jumlah kampus maupun massa. Jumlahmassa umumnya mencapai ratusan orang dan pada beberapa kota mencapai ribuan orang. Hal ini diikuti juga dengan meningkatnya jumlah kota terjadinya aksi. Aksi umumnya dilakukan di dalam kampus, walaupun beberapa kampus melakukan aksi diluar gerbang kampus atau jalan raya. Isu ekonomi mulai bergeser pada tuntutan kepada pemerintah yang lebih bersifat politik. Pada beberapa aksi, tuntutan terhadap Soeharto mulai muncul dan menjadi pemberitaan. Masyarakat mulai menunjukkan respon mendukung aksi-aksi mahasiswa. Bulan April, jumlah aksi terus bertambah baik dari jumlah kampus dan massa, maupun jumlah kota terjadinya aksi. Aksi-aksi semakin didominasi mahasiswa. Umumnya aksi masih dilakukan di kampus-kampus, walaupun beberapa aksi turun ke jalan semakin bertambah. Bentrok dengan aparat pun mulai meningkat. Isu politik semakin meningkat. Tuntutan reformasi, anti KKN dan menurunkan Soeharto mulai semakin gencar. Dukungan masyarakat semakin bertambah, begitu juga dari kelompok profesional. Pada bulan Mei, aksi mahasiswa telah semakin meningkat, terlebih setelah pemerintah menaikkan harga BBM dan terjadinya penembakan di Trisakti yang diikuti oleh kerusuhan di

Belakang Situasi

berbagai kota. DiJakartaaksi mahasiswa terakumulasi pada Gedung DPR/MPR yang mencapai puncak dengan turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Rangkaian aksi mahasiswa menjelang terjadinya kerusuhan pada 13-15 Mei, menjadi pemberitaan utama bersamaan dengan efek krisis ekonomi seperti kenaikan harga, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan langakah-langakah politik Soeharto dalam upaya mengendalikan krisis ekonomi yang terjadi. Berbagai bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan, khususnya Polri, justru memberikan simpati bagi masyarakat. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya dukungan masyarakat dalam aksi-aksi mahasiswa. Upaya-upaya persuasif dilakukan pihak aparat keamanan dengan menggelar dialog dengan mahasiswa pada 18 April 1998. Dialog tersebut walaupun dihadiri beberapa perwakilan mahasiswa dan pejabat kampus, tidak memberikan hasil yang signifikan. Dialog tersebut secara prinsip tidak memberikan solusi (kalau tidak mau disebut gagal) atau rekomendasi yang berdampak pada mahasiswa-mahasiswa yang sementara itu tetap terus menggelar berbagai aksi demonstrasi. Salah satu penyebabnya adalah karena mahasiswa dan pejabat kampus yang menghadiri pertemuan tersebut tidak cukup representatif mewakili kelompok-kelompok mahasiswa yang tengah melakukan berbagai aksi. Mahasiswa menolak dialog yang dianggap sebagai upaya penguasa (pemerintah) untuk meredam aksi-aksi yang sedang mereka dilakukan.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

BULAN KOTA KELOMPOK MASSA LOKASI AKSI JUMLAH MASSA KETERANGAN
Januari Dili-ratusan.
Bandar Lampung Mahasiswa, Pelajar Pengadilan Negeri Puluhan
Bandung Kantor Bulog
Bogor Solo Organisasi mahasiswa non puluhan orang.
Yogyakarta formal Organisasi Profesional Organ PDIP Organisasi Buruh Patung Ang. 66 Walikota DPR RI Kantor Sekwilda II
JakartaKelompok Cipayung Umumnya berjumlah

Kampus

Kelompok pemuda LSM Pebruari Umumnya berjumlah

Bandung Lebak Ormas CSIS Mulai terjadi
Bima Medan Mahasiswa DPRD II ratusan, tetapi beberapa kali aksi bersama
Samarinda DPRD 1 mencapai ribuan massa antar kampus
Sumedang Pemuda Kejaksaan Agung
Lahat Yogyakarta Sopir Tukang Becak Masyarakat Pelajar dan Masyarakat Kantor Gubernur Kedubes Spanyol
Bandar Lampung Padang Pemuda Umumnya berjumlah ratusan Aksi bersama
Bandung Purwokerto Mahasiswa DPR RI dan beberapa kali mencapai antar kampus
Bogor Salatiga Petani DPRD 1 ribuan orang (lebih banyak mulai

Depok Kelompok Cipayung Jakarta Kampus

Maret Kampus

Belakang Situasi

OrmasJalanandibanding bulan Pebruari).

Denpasar Semarang bertambah.
Solo Aksi keluar
Tegal
Medan Yogyakarta jalanan mulai

Depok Balaikota Jakarta kampus dan

terjadi.

April Abepura Kampus Umumnya berjumlah ribuan
Medan Mahasiswa Aksi bersama
Bandung Padang Kelompok Cipayung DPRD 1 dan beberapa kali mencapai antar kampus
Banjarbaru Palembang OKP MPR RI angka puluhan ribu. mulai
Banjarmasin Alun-alun bertambah.
Bogor Pekanbaru Fasilitas Umum (Mesjid) Aksi keluar
Cirebon Pontianak Purwokerto Keluar Kampus jalanan semakin
Samarinda Kantor Gubernur sering terjadi.
Semarang Bandar Udara Dikbud

Pekalongan

kampus dan DenpasarJalanan Jakarta Jambi Kudus Yogyakarta Kupang Mataram

Mei Umumnya berjumlah ribuan
Bandar Lampung Klaten Mahasiswa Balaikota Aksi bersama
Sopir Angkutan DPRD 1 dan beberapa kali mencapai antar kampus
Banjarbaru Medan DPR-RI Senayan angka puluhan ribu. semakin

Bandung Kupang

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Banjarmasin Padang banyak.
Biak Palangkaraya Terbentuk
Bogor Palembang Purwokerto organisasi mahasiswa dari

Jalanan Kampus

Denpasar Depok Salatiga gabungan JakartaSamarinda berbagai JambiSemarang perguruan Karawang Yogyakarta tinggi. Aksi keluar kampus dan jalanan di berbagai titik semakin sering terjadi.

Belakang Situasi

1.4.3. Catatan Situasi Keamanan Sebelum Kerusuhan Salah satu agenda nasional sebelum terjadinya Tragedi Kemanusiaan Kerusuhan Mei 1998 dan sangat mempengaruhi strategi dan kebijakan keamanan adalah Sidang Umum MPR (SU-MPR) setelah agenda Pemilu 1997 setahun sebelumnya. Perkembangan situasi keamanan sangat dinamis sesuai dengan perkembangan situasi sosial, ekonomi dan politik saat itu. Dalam rangka menyusun strategi pengamanan dan antisipasi, pihak keamanan, TNI dan Polri (ABRI saat itu) telah memiliki dan menyusun perkiraan keadaan baik secara umum maupun khusus menyangkut perkembangan situasi dan gangguan keamanan. Berikut ini adalah gambaran pihak keamanan terhadap perkembangan situasi Indonesia memasuki (awal) tahun 1998. Secara umum terdapat dua hal yang menjadi catatan penting dalam meninjau situasi keamanan saat itu. Pertama adalah SU MPR yang akan dilaksanakan padaI- 1I Maret 1998. Saat akan berlangsungnya SU-MPR, situasi ekonomi Indonesia sedang mengalami gangguan berat akibat tidak stabilnya rupiah yang cenderung semakin memburuk. Dampak dari situasi tersebut diyakini akan mempengaruhi dan dirasakan oleh semua sendi kehidupan sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial budaya. Kedua adalah krisis moneter sejakjuli 1997 yang telah berkembang dengan cepat menjadi resesi. Situasi tidak stabil tersebut menyebabkan masyarakat akan berjaga-jaga menunggu kebijakan pemerintah. Hal ini diperkirakan akan menciptakan kelesuan ekonomi dan keresahan masyarakat serta memberi dampak timbulnya gejolak sosial dan meningkatnya kriminalitas. Kedua hal di atas akhirnya memberikan kecenderungan situasi akan meningkatnya gangguan Kamtibmas baik secara kualitas maupun kuantitas dalam berbagai bentuk. Secara lebih rinci terdapat peristiwa yang telah dan sedang berlangsung saat itu (saat memasuki tahun 1 998) dan menjadi catatan penting terhadap perkembangan situasi Kamtibmas.
- Bidang sosial politik.
Perkembangan pada tahun sebelumnya (1997) menyebutkan dalam beberapa catatannya bahwa terdapat kecenderungan sistem politik yang ada mengakibatkan timbulnya penggunaan mekanisme di luar sistem politik yang semakin meningkat, ditandai dengan aksi-aksi unjuk rasa dan keberingasan massa yang mengarah pada anarkisme. Selain itu pada bidang organisasi dan kemasyarakatan menunjukkan bahwa pemuda dan mahasiswa menonjolkan kegiatannya melalui PRD, SMID dan PPBI dalam wujud aksi-aksi unjuk rasa yang mengeksploitisir kerawanan pertanian, tenaga kerja, peradilan adn solidaritas terhadap aksi pemuda Tim-Tim anti integrasi. Begitu juga dengan kelompok pemuda, Pelajar dan Mahasiswa yang selalu mengangkat aspirasi mereka seperti isu-isu kesenjangan sosial, transparansi, Dwi Fungsi ABRI dan

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

pertahanan. Agitasi kelompok ini selalu berupaya menunjukkan eksistensi “poeple power untuk mewujudkan aspirasi atau tuntutannya melaluii berbagai demonstrasi. Kemudian dalam perkembangan memasuki tahun 1998 beberapa perkembangan disebutkan seperti:

Persoalan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden. Persoalan ini telah semakin ramai dibicarakan berbagai kalangan khususnya politisi, akademisi, berbagai praktisi dan masyarakat lamnya. Terlebih setelah munculnya pernyataan Siti Hardiyanti Rukmana (putri Soeharto) yang menyatakan bahwa pihak keluarga menginginkan agar Soeharto tidak lagi terpilih menjadi presiden. Situasi ini akhirnya semakin mendorong munculnya penolakan terhadap pencalonan Soeharto secara terbuka oleh masyarakat tertentu dan munculnya nama-nama calon yang lain.

Kegiatan anggota NII dan DIITII atau aliran sejenis. Tertangkapnya beberapa anggota organisasi ini di Bekasi, Jambi, Bogor dan aktifitasnya di Malang,JawaTimur.

Kegiatan kelompok anti kemapanan. Kelompok-kelompok seperti KNPD, PIJAR, ALDERA. AJI, SBSI dan kelompok Aliansi atau Forum Solidaritas serta LSM bermasalah49 masih aktif melakukan kegiatan menyerang sisi kelemahan pembangunan dengan memanfaatkan momen-momen tertentu. Beberapa catatan aktifitas dari kelompok ini antara lain: Berlangsung rapat pemikir DNPD (Dewan Nasional Untuk Perjuangan Demokrasi) di Hotel Priangan Subang, Jawa Barat. Rapatini menghasilkan konsep-konsep “Rencana Program dan Seruan”, yaitu: Bersatu mengganti Soeharto, Pemeriksaan kekayaan Presiden dan para pejabat, Pencabutan Dwi Fungsi ABRI dan 5 UU Politik, Parpol untuk duduk di Kabinet, Bebaskan Tapol, Kembalikan masalah Timor-Timur kepada masyarakat Timor-Timur, sebarkan selebaran dan bacakan politik kepada masyarakat Indonesia untuk mengetahui situasi negara kita yang sebenarnya, dirikan kelompok untuk kumpulkan orang yang menginginkan perubahan dan dorong untuk berjuang menuntut keadilan, lakukan protes/aksi untuk melawan ketidakadilan dan penindasan, sebarkan dokumen yang berjudul "Kita mesti belajar untuk menggulingkan Soeharto dari rakyat Philipina pada saat marcos ditumbangkan oleh kedaulatan rakyat”.

49Istilah ini digunakan saat itu terhadap LSM-LSM yang memiliki aktifitas politik dan kntis terhadap pemerintah.

Belakang Situasi

Pembentukan aliansi Ormas dan LSM oleh beberapa organisasi GMNI, GMKI, BMKRI, KMHDI, PMII, IPPNU, KIPP, LBHN, FKGMNU, KNPD, PIJAR, PUSPIPHAM, Pemuda Demokrasi dan IPNU. Pernyataan sikap menyebutkan bahwa berbagai krisis yang terjadi (kebijakan pembangunan nasional) telah menjauh dari cita-cita luhur didirikannya RI, karena itu penyelenggara negara sebagai pengemban amanat sudah seharusnya memberikan pertanggungjawaban politik dan hukum. Dilakukan diskusi di gedung YLBHI dan peluncuran buku tentang pemilihan dan penggantian presiden dalam hukum politik karya Prof. Harun Al Rasyid dihadiri LSM-LSM bermasalah.

Kegiatan kelompok Megawati Kelompok Megawati masih melakukan berbagai kegiatan konsolidasi baik di pusat maupun di daerah dengan dukungan kelompok anti kemapanan. Beberapa aktifitas seperti: mengadakan kegiatan sosial ke berbagai daerah seperti Purwokerto, Yogyakarta, Jambi, Bukit Tinggi, Pekan Baru, Palembang dll; Sekitar 150 rombongan dan simpatisan Megawati di wilayah DPC DKI, Tangerang dan Bekasi mendatangi kediaman Megawati dan melakukan diskusi tentang krisis moneter dan masalah Kongres Medan (25 Nopember 1997); Terjadi keributan antara massa PDI pro Soejadi dengan kelompok Megawati (6 Desember 1997). Pada tanggal 23 Desember 1887 berlangsung HUT PDI hasil munas di Kediaman Megawati, dihadiri sekitar 400 orang. Beberapa catatan pidato Megawati saat itu seperti: Krisis moneter terjadi akibat arogansi kekuasaan yang berlebihan; Tidak ada kepastian hukum, hukum hanya alat pemerintah sebagai alat kekuasaan; DPR/MPR telah berubah fungsi dan tidak berdaya menghadapi krisis moneter; Tragedi 27Juli1996 merupakan pemaksaan kekuasaan; Pemaksaan kekuasaan Soeharto yang sudah terlalu lama dimanfaatkan pihak ketiga untuk memperkaya diri sehingga perbedaan kaya dan miskin semakin jauh; Soeharto telah 32 tahun menjadi Presiden dan rakyat terlalu mengkultuskan Soeharto sebagai presiden seumur hidup, rakyat perlu perubahan pemerintahan yang baru. Megawati membuat pernyataan akhir tahun, "Hanya ada satu jalan yaitu perubahan dan perbaikan, oleh karena itu harus segera dilakukan reformasi politik, hentikan penyalahgunaan hukum dan kembalikan hukum yang menjamin kedaulatan di tangan rakyat serta bentuk pemerintahan yang bersih dan berwibawa”.

Kegiatan unjuk rasa mahasiswa/pelajar Unjuk rasa yang dilakukan baik secara massal maupun berkelompok dengan menggunakan spanduk, poster atau mimbar bebas telah menjadi mode dan menjadi sarana

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

mengungkapkan keinginan adanya perubahan atau mencetuskan solidaritas. Beberapa kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: Aksi Penolakan Ikatan Mahasiswa Hukum Indonesia di gedung DPR/MPR atas pencalonan Soeharto sebagai Presiden periode 1998-2003 dan mengajukan 5 calon (5 Nopember 1997). Unjuk rasa 100 mahasiswa (Formasal) di gedung perpustakaan IAIN Yogyakarta dengan poster bertuliskan: Hentikan pemborosan uang negara; Mari tidak percaya DPR: Kembalikan dana buruh dari anggota dewan atas uang jamsostek; Abdul Latief segera mundur (26 Nopember 1997). Unjuk rasa Ikatan Mahasiswa Pelajar Tim-Tim se-lndonesia (IMPETTU) memperingati 6 tahun insiden 12 Nopember 1991 di Tim-Tim (12 Nopember 1997). Unjuk rasa 100 mahasiswa UNSULA, UNDIP, IKIP PGRI dan UNIKA meminta pertanggungjawaban Presiden atas pelanggaran HAM selama masa Orde Baru; Menuntut kebebasan berserikat; Mengutuk keras pelanggaran HAM di Tim-Tim (10 Dessember 1997). Perwakilan Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa Jakartake gedung DPR/MPR RI meminta Golkar meninjau kembali keputusan pencalonan Soeharto, meminta fraksi lain tidak mencalonkan Soeharto dan tidak meneruskan budaya pemilihan dengan calon tunggal (22 Desember 1997).

Bidang sosial ekonomi.

Naiknya harga sembako menjelang Idul Fitri dan habisnya beberapa stok bahan pangan (beras, minyak gorang dll) di pasar akibat isu akan adanya pemotongan uang dan membuat masyarakat atau spekulan (penimbun) melakukan aksi borong. Krisis moneter sangat mempengaruhi dunia usaha sehingga terpaksa melakukan PHK untuk mengurangi bebannya (aksi PHK ini juga dilakukan pengusaha tidak bermasalah yang hanya memanfaatkan situasi). Beberapa data menyebutkan bahwa 39 perusahaan berbagai bidang usaha (sepatu, garmen dan elektronik) telah melakukan PHK terhadap 16.961 karyawan. Sementara itu 60 perusahaan dengan 4.536 karyawan sedang dalam proses PHK dan 10 perusahaan dengan 6.243 karyawan sedang dalam kesulitan. Proses PHK terhadap 8.827 karyawan 16 bank yang dilikuidasi juga sedang berlangsung. Pada banyak daerah juga menghadapi situasi yang sama. Diperkirakan 10.000 karyawan di jawa Timur akan di PHK. Sedangkan 200.000 PHK akan terjadi di JawaBarat setelah lebaran, mengikuti 30.563 lainnya yang telah di PHK pada bulan Oktober 1997.

so

Belakang Sicuasi

Penyerbuan barang-barang di berbagai pusat perbelanjaan (rush). Muncul isu yang membuat panik masyarakat sehingga melakukan aksi borong, khususnya sembako di berbagai pusat belanja sehingga kehabisan stok. Isu yang beredar antara lain: Rupiah akan mencapai Rp. 12.000 per I dolar AS; Harga sembako akan naik; Akan ada pemotongan uang (senering); David Soros (adik George Soros) telah ada diJakartamembawa 400 juta dollar AS untuk membeli saham BUMN; Telah terjadi kerusuhan di pinggiran Jakarta, Pluit dan Tanjung Priok.

Bidang sosial budaya.

Pelarangan Pementasan Marsinah di Bandung dan Surabaya, sementara tidak terjadi saat di Jakarta, menimbulkan pertanyan bagi banyak masyarakat. Terjadi unjuk rasa perkerja di berbagai perusahaan pada berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Serang, Depok, Karawang, Subang, Bandung, Semarang, Sidoarjo, Medan, Samarinda, Ujung Pandang dan Palu. Aksi-aksi tersebut menuntut hak-hak normatif maupun non normatif yang tidak dipenuhi sementara oleh pengusaha. Menteri Tenaga Kerja menyebutkan jumlah pengangguran terbuka meningkat menjadi 5,8 juta orang dari 4,4 juta orang pada tahun sebelumnya. Data Depnaker menyebutkan pekerja yang kehilangan pekerjaan di sektor properti sebanyak 800.000 orang, sektor tekstil

300.00 orang dan sektor lainnya sebanyak 100.000 orang. Lebaran yang berdekatan dengan pelaksanaan SU-MPR memberikan dampak tersendiri. Tradisi membawa teman/saudara dari kampung setelah lebaran ke kota-kota besar khususnya Jakartaakan menyebabkan semakin banyaknya pengangguran. Keadaaan ini akan bisa dimanfaatkan oleh kelompok tertentu atau kelompok anti kemapanan untuk melakukan berbagai aksi seperti unjuk rasa, demonstrasi, pemogokan (menggunakan isu kenaikan upah atau menuntut penurunan harga) dan bentuk aksi lainnya yang dapat mengganggu kelancaran SU-MPR. Selain itu selama bulan puasa dan lebaran aksi kriminal diperkirakan akan meningkat dengan indikasi: Belum berakhirnya kemarau pada beberapa daerah; Kenaikan harga sembako; Situasi moneter yang belum pulih; Meningkatnya pengangguran; Semua pihak berkonsentrasi pada SU-MPR; Adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan kegiatan keagaaman untuk tujuan politik selama bulan puasa; Bencana banjir dan tanah longsor di wilayah dengan curah hujan tinggi. Selain itu pada beberapa kampus seperti Trisakti dan UKI berkembang isu Soeharto akan mengundurkan diri.
si

Data dan Analisa

  • Bidang Hankam
    Aksi-aksi keberingasan massa/kerusuhan yang melibatkan sementara kalangan di beberapa daerah masih terjadi seperti pada Jakarta, Bekasi, Tangerang, Sragen, Kudus, Jepara, Malang, Bondowoso, Bandung, Ambon dan Jayapura. Aksi-aksi itu terjadi oleh beragam sebab seperti: Persoalan politik lokal; Penertiban kaki lima; Praktek prostitusi dan lain sejenisnya. Gerakan Pengacau Keamanan Tim-Tim yang walaupun secara fisik kecil, namun akibat terorganisir dan kemampuan mobilitasnya tetap merupakan ancaman yang perlu diwaspadai. Hal ini terbukti dengan terungkapnya kegiatan terorisme Brigada Negra (gerakan klandestein GPK Tim-Tim) di Demak,JawaTengah dan daerah lainnya. Sementara itu gerakan IMPETTU telah semakin eksis dalam menentang upaya integrasi. Angka kriminalitas menunjukkan peningkatan. Pada tahun 1997 kolusi pada beberapa bank bermasalah telah merugikan negara sebesar Rp. 1,4 Trilyun. Pada tahun 1997 terjadi

9.668 kasus Curas (Pencurian dengan Kekerasan). Tercatat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang sebanyak 966 kasus pada tahun 1997. Terdapat juga kasus-kasus penyalahgunaan bahan peledak dan senjata api. Selama tahun 1 997 terungkap 45 kasus penyalahgunaan bahan peledak antara lain pada daerah: Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan,JawaTengah dan Timor-Timur. Dari 26 pelaku yang telah ditangkap, 6 diantaranya terlibat langsung dalam kelompok Brigada Negara. Sementara lainnya umumnya merupakan kasus-kasus bom ikan. Sementara itu terungkap juga 60 kasus Curas dengan menggunakan senjata api dan temuan beredarnya CD yang berisi cara merakit bahan peledak dari Hongkong. Selain kasus-kasus tersebut juga terdapat kasus internal ABRI. Tercatat 52 kasus keributan antara anggota ABRI sepanjang tahun 1997 serta temuan terjadinya berbagai penyimpangan pelaksanaan tugas anggota. Juga terjadinya kasus perebutan senjata api dari anggota ABRI yang sedang menaiki kendaraan umum. Situasi-situasi dalam berbagai bidang tersebut akhirnya membuat beberapa penyimpulan
antara lain:

  • Kegiatan situasi ekonomi nasional yang tidak menguntungkan memberi dampak terhadap tingkah laku/tempramen sebagian masyarakat Indonesia, khususnya pada golongan masyarakat menengah ke bawah. Mereka cenderung cepat emosi akibat stress berat dalam menghadapi kehidupan sehari-hari sehingga menjadi gampang tersinggung dan karena persoalan yang cenderung kecil (tetapi haknya terganggu), dapat menimbulkan aksi fatal di luar kontrol seperti pada kasus-kasus penganiayaan, pembunuhan dan kriminal lainnya.

Belakang Situasi

Kegiatan oleh simpatisan Megawati, aktivis mahasiwa maupun LSM dalam berbagai bentuk (mimbar bebas, unjuk rasa serta lainnya) dan aksi kegiatan bawah tanah DNPD dengan mengangkat masalah aktual, hanyalah merupakan manuver politik yang bermuara pada sikap menginginkan pergantian pimpinan nasional. Aksi-aksi tersebut merupakan ancaman terhadap keamanan, ketertiban dan kelancaran SU MPR tahun 1998 dan diperkirakan akan meningkat dan merata terjadi di kota-kota besar dan tidak tertutup kemungkinan akan mendapat dukungan baik moril maupun materiil dari pihak luar yang memiliki kepentingan politis terhadap kepemimpinan nasional maupun pembangunan nasional. Sementara itu salah satu catatan kesimpulan yang dilakukan pada tahun 1997 terhadap perkembangan situasi saat itu (saat memasuki tahun 1997), salah satunya menyebutkan bahwa salah satu sumber gangguan yang dapat memberikan kemungkinan yang diperkirakan akan terjadi adalah kegiatan yang dilakukan oleh golongan yang menentang kepemimpinan Orde Baru yang bertujuan untuk berusaha menggagalkan dan menggangu pelaksanan Pemilu 1997 dan SU-MPR.

1.4.4. Kasus Penculikan

Menjelang SU-MPR (l-ll Maret 1998), sebelum peristiwa Kerusuhan Mei 1998, terjadi Kasus Penculikan terhadap sejumlah aktivis mahasiswa, LSM, Ormas dan partai antara bulan Februari hingga Maret 1998. Penculikan tersebut kemudian hari diketahui dilakukan oleh Tim Mawar, merupakan satu dari tiga tim yang dibentuk oleh Komandan Batalyon 42, Group IV Kopassus, Mayor. (Inf.) Bambang Kristiono atas perintah Letjen. Inf. Prabowo Subianto50. Kasus penculikan, kemudian menjadi pembicaran hangat setelah berbagai aksi demonstrasi dan unjuk rasa dilakukan. Reaksi berbagai pihak, baik sipil dan militer di dalam negeri memberi tekanan keras khususnya kepada pimpinan TNI/Polri. Situasi menjadi semakin hangat setelah pihak internasional (Amerika Serikat dan Uni Eropa) memberikan reaksi dan tekanan yang sama kerasnya. Setelah ramai menjadi polemik dan isu, akhirnya kasus tersebut terungkap dan dilanjutkan dengan pembentukan Tim Pencari Fakta oleh Pangab yang dilanjutkan dengan pembentukan DKP (Dewan Kehormatan Perwira) dan digelarnya pengadilan militer terhadap kasus tersebut. Nama-nama korban penculikan yang diakui oleh Tim Mawar adalah:

50Mayor (Inf.) Bambang Kristiono diketahui membentuk tiga (3) tim yaitu: Tim Mawar (ditugaskan untuk mendeteksi golongan radikal, pelaku aksi krusuhan dan teror), Tim Garda Muda (ditugaskan untuk menggalang dan mengorganisasikan kelompok-kelompok anak muda di daerah tertentu seperti Aceh, Jakartadan lainnya), dan Tim Pendukung yaitu sebuah tim yang dibentuk untuk menunjang suksesnya satuan yang di BKO-kan ke Kodam-Kodam. Pembentukan tersebut berdasarkan perintah lisan Pimpinan Kopassus dan Komandan Grup 4 Kopassus (yang disusul dengan perintah tertulis Danjen Kopassus). Lihat Berbagai Peristiwa dan Penanganannya. 1998-1999, Mabes TNI, hal 9-

13.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Nama Tgl Penculikan
Organisasi
Desmond 3 Februari 1998 LBHN
Pius Lustrilanang 4 Februari 1998 8 Maret 1998 ALDERA,
Waluyo 12 Maret 1998 KNPD.SMID, PRD
Faisol Riza 12 Maret 1998
Aan Rusdianto 13 Maret 1998 SMID, PRD
13 Maret 1998 SMID, PRD
Nezar Patria 13 Maret 1998 SMID, PRD
Andi Arief 28 Maret 1998 SMID, PRD

PIJAR Haryanto Taslam PDI-Megawati Jati KNPD. SMID, PRD

Mugiyanto

Dalam perkembangannya kemudian terdapat nama-nama orang hilang lainnya dan hingga tahun 2005 masih belum mendapatkan kejelasan. Di antara nama-nama tersebut terdapat orang¬ orang yang memiliki kaitan organisasi dengan orang-orang yang diakui telah diculik oleh Tim Mawar. Sebagian dari nama-nama tersebut selain memiliki kaitan organisasi juga memiliki indikasi pernah ditahan pada tempat yang sama dengan korban penculikan lainnya. Berikut ini nama-nama orang yang dinyatakan hilang pada periode waktu I997-I99851.

Nama Perkiraan waktu hilang Organisasi
Herman Hendrawan 17 Pebruari 1998 KNPD, SMID, PRD
Yani Afrie 26 Maret 1997
Sonny 26 Maret 1997
Dedi Hamdum 29 Mei 1998 PPP
Noval Alkatiri 29 Mei 1998 PPP
Ismail 29 Mei 1998 PPP
Lucas
Boby
Petrus Bima Anugerah SMID, PRD
Suyat 10-14 Pebruari 1998 KNPD, SMID, PRD
PRD
Gilang PRD

10- PDI-Megawati PDI-Megawati

) Berkait Timor-Timur )? Akhir Maret-awal April 1998

Wiji Thukul

Meninggal

51Selain nama-nama tersebut kemudian muncul nama-nama lainnya yang juga dinyatakan hilang dan tejadi diperkirakan bersamaan dengan kerusuhan pada bulan Mei yaitu: Ucok Munandar Siahaan. Muhammad Yusuf, Yidin Muhidin. Hendra Hambali dan Abdul Naser

Situasi

Terdapat dua dasar pemikiran dibentuknya Tim Mawar52. Pertama adalah pemikiran yang memandang perlu mengambil langkah-langkah preventif, khususnya dalam rangka menjaga stabilitas nasional menjelang Pemilu 1997 dan SU-MPR 1998. Kedua, telah semakin banyak kegiatan kelompok radikal yang berupaya menggagalkan kedua agenda nasional tersebut, khususnya SU MPR

  1. Pada faktanya, walaupun nama-nama orang yang telah diculik berkaitan dengan nama-nama organisasi (KNPD, PRD, PIJAR, ALDERA, PDI Megawati dan lainnya) yang dianggap bermasalah dan berpeluang membahayakan keamanan masyarakat dan negara, sebagian besar dari orang-orang tersebut justru diculik setelah SU-MPR selesai dilaksanakan. Selain itu fakta juga menunjukkan bahwa gelombang aksi dan perkembangan situasi terus meningkat sekalipun orang-orang tersebut telah diculik. Dengan demikian terdapat kesulitan untuk memastikan bahwa orang-orang yang diculik tersebut hanya berkaitan dengan pengamanan SU-MPR. Pada akhirnya Kasus Penculikan oleh Tim mawar tersebut juga menyeret Prabowo Subianto, Muchi PR dan Chairawan ke hadapan DKP (Dewan Kehormatan Perwira) yang dibentuk oleh Pangab. Berdasarkan temuan TGPF setelah melakukan wawancara dengan Subagyo HS yang saat iu menjadi ketua DKP dapat diketahui beberapa hal sehubungan pemeriksaan Prabowo53. Saat menjalankan tugasnya, memberikan rekomendasi kepada Pangab untuk mengambil keputusan, DKP melakukan penilaian terhadap prosedur, kedislipinan, atitute, tingkah laku maupun tabiat dan apa yang dilakukan Prabowo ternyata memiliki penyimpangan-penyimpangan dan ketidaktepatan. Prabowo sendiri saat dihadapan DKP mengakui telah “mengambil” (menculik) beberapa orang yang telah merencanakan pemboman dan telah terbukti dengan adanya kasus tanah Tinggi. Prabowo juga mengaku telah memiliki dokumen tentang hal tersebut54. Tetapi apa yang dilakukan oleh Prabowo menurut DKP juga mengandung kesalahan prosedur. Kopassus yang operasionalnya berada di bawah Pangab, telah melakukan operasi intelijen tanpa sepengetahuan Pangab. Operasi yang dilakukan juga ternyata bukan merupakan BKO (Bawah Kendali Operasi) karena dilakukan sendiri oleh Prabowo (Kopassus). Akhirnya setelah melakukan beberapa penilaian, DKP kemudian 52Terjadinya peristiwa ledakan di Rumah Susun Tanah Tinggi
    Januari1998 kemudian mendorong Mayor (Inf.) Bambang

Kristiono mengintenskan kerja Tim mengumpulkan data intelijen tentang siapa dibalik peledakan tersebut. Pada 27 Januari1 998, mengadakan briefing dan menjelaskan adanya dokumen hasil rapat kelompok radikal Gerakan Rakyat Marhaen (GRM) di Jagakarsa,JakartaSelatan, yang berencana menggagalkan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden melalui sabotase ekonomi dan kerusuhan untuk menggagalkan SU MPR. Selanjutnya diperintahkan kepada Kapten (Inf.) Multhazar dan Kapten (Inf.) Nugroho Sulistyo Budi melakukan penangkapan tokoh-tokoh yang hadir kecuali wanita yaitu DesmondJ.Mahesa dan Pius Lustrilanang dan kemudian dilanjutkan terhadap aktivis lainnya. Sebelumnya telah ditetapkan bahwa penangkapan dilakukan ketentuan: belum berkeluarga. jenis kelamin laki-laki. belum populer namun mempunyai intensitas kegiatan yang menonjol. Lihat, Berbagai Peristiwa dan Penanganannya, 1998-1999. Mabes TNI. hal 9-13. 53Lihat Laporan TGPF Seri 5. 54Prabowo mengatakan dalam wawancara kepada Panji mengatakan telah mendapatkan dokumen nama-nama tersebut dari Soeharto. Panji No.28 TH.II. 27 Oktober 1999.

Data dan Analisa

memberikan rekomendasi kepada Pangab yang dilanjutkan dengan mengambil keputusan melepas Prabowo dari kemiliteran (pension dini).

1.4.5. Soeharto Meninggalkan Jakarta
Hari-hari menjelang kerusuhan terjadi pada bulan Mei 1998,

situasi Politik telah berkembang semakin memanas. Aksi-aksi mahasiswa yang telah terjadi hampir setiap hari dengan jumlah yang semakin membesar, juga mulai menyebar tidak hanya di Jakartaataupun pulauJawa, tetapi di hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Himbauan pihak keamanan baik Angkatan Darat maupun Polri tidak menghentikan ataupun mengurangi aksi-aksi mahasiswa tersebut. Tuntutan-tuntutan aksi yang diawali dengan mengangkat isu-isu sosial-ekonomi, seperti menolak kenaikan harga, kenaikan harga listrik, bahan bakar minyak (BBM) dan lainnya, telah berkembang kepada tuntutan-tuntutan yang lebih politis seperti tuntutan pergantian kabinet, sidang istimewa hingga tuntutan menurunkan Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden. Upaya-upaya persuasif pihak keamanan dengan menggelar dialog bersama mahasiswa yang telah gagal menghentikan aksi-aksi mahasiswa, justru dalam perkembangannya mahasiswa semakin berani mengadapi tindakan represif aparat keamanan. Bentrokan-bentrokan aksi mahasiswa di Jakarta sendiri mulaiterjadi setelah sebelumnya terjadi bentrokan pada aksi-aksi mahasiswa di luar Jakarta. Pada situasi tersebut pada Sabtu, 9 Mei 1998, Soeharto meninggalkan tanah air menuju Cairo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G- 1 5. Sebelum meninggalkan tanah air, Soeharto sempat mengeluarkan beberapa pernyataan kepada pers, yang bagaimanapun pernyataan-pernyataan tersebut menjadi indikasi bagi perkembangan situasi di dalam negeri. Beberapa hal penting di antaranya adalah Soeharto menyatakan keyakinannya bahwa rakyat Indonesia memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas nasional. Karena kayakinan itulah maka ia berani meninggalkan tanah air. Pada saat yang bersamaan ia juga berusaha meyakinkan pentingnya menjaga stabilitas khususnya bagi upaya menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Selain memberikan sanggahan atas kritik yang muncul sehubungan dengan kenaikan BBM (yang mneurutnya sudah tidak bisa dihindari) dan fasilitas subsidi kepada bank-bank hingga 100 triliun, ia juga mengkritik pers yang dianggapnya memperkeruh keadaan melalui pemberitaannya. Terhadap masalah politik ia menyebutkan bahwa pemerintah juga telah bertekad untuk melaksanakan reformasi dan pembaruan dalam bidang politik. Tetapi hal itu harus dilaksanakan secara konstitusional dan menyerahkannya kepada DPR untuk menjalankannya sesuai fungsi kerjanya. Pemerintah dengan kabinet yang telah ia susun (ia menyatakan bahwa orang-orang yang dipilihnya adalah orang-orang terbaik yang sanggup melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya) akan siap membantu DPR dalam melakukan proses reformasi. la menyatakan bahwa reformasi

Belakang Situasi

akan mulai dilaksanakan setelah Sidang Umum MPR 2003. la juga mengingatkan agar selama ia meninggalkan tanah air, agar situasi tetap terjaga dan jangan sampai keinginan-keinginan reformasi kemudian mengorbankan segala-galanya. Keberangkatan Soeharto membuat seolah-olah terjadi kekosongan kekuasaan mengingat posisinya yang sangat dominan dan dikelilingi orang-orang yang dianggap loyal.55 Beberapa hari setelah keberangkatan Soeharto kemudian terjadi penembakan terhadap mahasiswa Trisakti yang segera diikuti terjadinya kerusuhan diberbagai kota di Indonesia khususnya Jakarta sebagaipusat kekuasan negara. Pada tanggal 14 Mei (pada saat puncak kerusuhan terjadi di Jakarta), Harian Kompas memberitakan bahwa dalam sebuah acara temu muka dengan masyarakat Indonesia di Mesir pada tanggal 13 Mei (yaitu pada saat kerusuhan mulai terjadi, setelah penembakan mahasiswa Trisakti), Presiden Soeharto mengemukakan, kalau memang rakyat tidak lagi menghendaki dirinya sebagai Presiden, maka ia siap mundur. la tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. la akan mengundurkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, dan dengan keluarga, anak-anak dan cucu-cucu. Soeharto menggarisbawahi bahwa semua itu harus dilakukan secara konstitusional. "Kalau ada yang ingin melakukannya secara inskonstitusional, maka itu berarti mengkhianati Pancasila dan UUD 1 945."56 Sementara itu di tanah air, mewakili pemerintah, Wakil PresidenBJHabibie di Istana Wakil PresidenJalanMerdeka Selatan, pada Rabu malam, atas pesan Presiden Soeharto mengungkapkan rasa prihatin yang amat mendalam atas musibah yang terjadi dalam unjuk rasa mahasiswa. Pemerintah menyerukan agar semua pihak menahan diri dalam memelihara ketenteraman dan stabilitas. Menhankam/PangabJenderal TNI Wiranto, mengemukakanbahwa ABRI menyesali dan sedih atas tewanya lima mahasiswa Universitas Trisakti dan berjanji akan mengusut tuntas sesuai prosedur dan hukum tanpa memandang pelakunya. Pernyataan tersebut diikuti Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) ABRI Brigjen TNI Abdul Wahab Mokodongan dan Komandan Pusat Polisi Militer (Dan Puspom) ABRI Mayjen TNI Syamsu D. Syamsu bahkan mencurigai adanya kesalahan prosedur dalam peristiwa tersebut karena telah dengan tegas diingatkan Pangab untuk tidak menggunakan peluru tajam. Menjelang tibanya Soeharto di Jakarta, kerusuhan mulai ditangani dengan tegas dan kemudian mereda. Pada saat Soeharto tiba di Jakarta, kerusuhan sudah hampir tidak ada dan situasi Jakartatelah sepenuhnya dikuasai oleh ABRI. Hampir di setiap sudut kota, khususnya daerah-daerah strategis dan bekas kerusuhan telah dipenuhi anggota ABRI dari berbagai angkatan yang

55Hal ini terlihat dari hampir tidak adanya pendapat lain yang dimunculkan di publik tanpa menyebutkan hal tersebut berasal dari Soeharto. Dapat terlihat dari berbagai pernyataan Wapres Habibie, Menhankam/PangabJendWiranto maupun menteri-menteri lainnya. 56"Kalau Rakyat tak Lagi Menghendakinya, Presiden Siap Mundur", Kompas 14 Mei 1998.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

diperlengkapi senjata lengkap. Situasi "chaos” selama kerusuhann akhirnya berganti menjadi situasi siap berperang. Pada tanggal 15 Mei 1998 (setelah tiba di tanah air, yaitu pada saat kerusuhan mulai mereda dan mendapat penanganan tegas dari aparat keamanan), Soeharto (melalui Menpen Alwi Dahlan) membantah kalau ia tidak pernah menyatakan siap mundur. Walaupun sebaliknya ia mengatakan tidak mengapa bila masyarakat sudah tidak lagi memberi kepercayaan. Karena ia akan madeg (menjadi) pandito, mendekatkan diri kepada Tuhan, membimbing keluarga, serta memberi nasihat dan tut wuri handayani (membimbing dari belakang) kepada masyarakat.57 Pemberitaan ini menjadi simpang siur karena bebrapa pejabat lain menegaskan bahwa Soeharto menyatakan siap mundur tetapi penjabat pemerintah lainnya menyatakan tidak demikian. Tetapi kemudian hal ini menjadi jelas setelah Soeharto membuat pernyataan secara langsung melalui media televisi, bahwa kalau memang diminta oleh seluruh rakyat maka ia siap mundur, asal tetap konstitusional. Soeharto tiba di Jakartapada pukul 04.41 WIB (situasiJakartatelah terkendali), dan segera mengadakan rapat dengan Wakil Presiden BJHabibie, Mensesneg Saadillah Mursjid, Mendagri Hartono, Menhankam/Pangab Wiranto, Menko Polkam Feisal Tanjung, Menkeh Muladi, Menpen Alwi Dahlan, Kepala Bakin Moetojib, dan JaksaAgung Soedjono C Atmonegoro. Setelah tiba di Jakarta, kemudian berbagai media memunculkan berbagai pemberitaan perihal skenario pergantian presiden. Diantaranya adalah, penyerahan kepada wakil presiden, pembentukan MAR (Majelis Amanat Rakyat), Sidang Istimewa maupun melalui mekanisme Pemilu. Setelah tiba, Soeharto kemudian melakukan serangkaian pertemuan-pertemuan politik terhadap berbagai kelompok (baik politik maupu akademisi) dan mengumumkan pada tanggal 16 Mei 1998 akan melakukan "Reshuffle" Kabinet. Tindakan ini kemudian diikuti dengan mundurnya 14 menteri dari jabatannya pada tanggal 19 Mei 1998. Semua tindakan tersebut diakhiri dengan pernyataan pengunduran dirinya pada tanggal 21 Mei 1998 dan penyerahan kekuasaan kepada Habibie. Pergantian tersebut sebelumnya telah diawali aksi puluhan ribu (hampir mencapai 100 ribu) mahasiswa yang memadati gedung DPR/MPR RI. Beberapa rangkaian peristiwa yang dicatat pada media massa selama bulan Mei dapat dilihat pada Lampiran A. Cuplikan pemberitaan tersebut diharapkan setidaknya dapat tergambar situasi menjelang maupun setelah kerusuhan terjadi baik di Jakartamaupun beberapa kota lainnya.

57Presiden Bantah Katakan "Siap Mundur". Kompas 16 Mei 1998

di Indonesia pada bulan Mei 1998 membentuk sebuah rangkaian peristiwa yang memiliki keterkaitan. Keterkaitan dalam waktu terjadinya peristiwa (bersamaan atau berdekatan), pada pola-pola kerusuhan yang hampir sama, pola pelaku, isu yang muncul bersamaan dengan kerusuhan serta lainnya. Hal itu dapat dilihat dari data dan fakta yang terjadi selama peristiwa berlangsung. Berikut ini adalah kumpulan data dan fakta kerusuahn yang terjadi pada beberapa kota di luarJakartayang diperoleh berdasarkan kesaksian-kesaksian dan hasil investigasi TGPF pada tahun 1998.

2.1. Kerusuhan di Palembang

2.1.1. Kronologi Kerusuhan di Palembang

13 Mei 1998
Pukul (WIB) Kronologi

08.00JI. Radial dan JI. Iskandar
- Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi di kampusnya masing-masing. Mahasiswa berencana keluar kampus menuju kantor DPRD.
* Mahasiswa bentrok dengan aparat keamanan ketika mencoba ke luar kampus. Akhirnya mahasiswa berhasil ke luar kampus dan melakukan long march menuju DPRD. Mahasiswa STIKIP PGRI yang sedang berjalan (long march) mendapat lemparan batu saat berada di wilayah Plaju.
- Pada persimpangan Rumah Sakit Charitas, rombongan mahasiswa tersebut bertemu dengan rombongan mahasiswa IAIN, Universitas IBA, Unitas serta Unanti. Barisan mahasiswa akhirnya bertambah besar. *Di depan showroom Yamaha, tidak jelas siapa yang memulai, terjadi pelemparan batu dari arah mahasiswa dan memecahkan kaca showroom tersebut. Polisi segera mengamankan dan mengiringi mahasiswa hingga ke gedung DPRD.
10.30 Gedung DPRD
Sekelompok kecil mahasiswa yang telah datang sebelumnya di gedung DPRD

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

berusaha menurunkan bendera merah putih setengah tiang. Awalnya dihalangi oleh aparat Kepolisian, tetapi akhirnya dibiarkan. Rombongan massa mahasiswa lainnya tiba di gedung DPRD dan mulai melakukan orasi dan mimbar bebas. Mahasiswa sempat meminta dialog dengan anggota dewan tetapi ditolak. 1 1.00 Gedung DPRD Seorang aparat keamanan melakukan dokumentasi dengan videocam. Mahasiswa menjadi marah dan berusaha menangkap aparat tersebut. Aparat tersebut berhasil melarikan diri. Kemarahan ini semakin bertambah setelah anggota dewan menolak melakukan dialog. Akhirnya mahasiswa mulai melakukan aksi pelemparan pada kaca-kaca gedung DPRD. Mahasiswa merusak lampu dan pagar halaman.

12.00 Gedung DPRD
Mahasiswa masih melempari gedung DPRD, sambil menunggu beberapa utusan mahasiswa yang sedang berunding di dalam gedung.

13.00 Gedung DPRD
Setelah utusan mahasiswa keluar dari gedung, tidak lama kemudian mahasiswa beranjak keluar dari gedung. Mahasiswa yang masih marah kemudian menghancurkan pintu gerbang.

13.00-15.00JI. A Rivai.
Barisan mahasiswa terpecah dua. Sebagian menuju kantor Gubernur dan sebagian lagi menujuJI.Radial danJI.Iskandar. JI. Radial dan JI. Iskandar. Setelah tiba di lokasi ini, tiba-tiba (tidak diketahui siapa yang memulai) terjadi pelemparan ke arah pertokoan. Puluhan ruko hancur dan enam kendaraan rusak. Pusat Perbelanjaan International Plaza (IP) Sebagian mahasiswa lain ketika tiba di pusat perbelanjaan IP juga mengalami hal yang sama. Oleh massa non mahasiswa terjadi pelemparan dan kemudian diikuti dengan penjarahan.

15.00JI. Radial dan JI. Iskandar.
Aksi mereda setelah aparat keamanan datang dan menembakkan peluru karet, serta cairan berwarna kuning dari kendaraan lapis baja (panser). Pusat Perbelanjaan International Plaza (IP) Aksi mahasiswa dibubarkan diJI.Iskandarsyah, sempat dilakukan penembakan gas air mata oleh aparat keamanan.

Mei '98 di Berbagai Kota

Aksi perusakan dan penjarahan terjadi (oleh media disebutkan pelakunya adalah kelompok preman).

14 Mei 1998
Pukul (WIB) Kronologi
0830 Tengkuruk Permai

Akibat cederanya beberapa mahasiswa pada hari sebelumnya, mahasiswa dari beberapa kampus (IAIN R.aden Fatah, ABA Methodist, Amink Sigma) beramai-ramai mendatangi Mapolda Sumsel. Mereka berada di Polda hingga pukul 12.00 WIB.

12.30 Tengkuruk Permai

Saat mahasiswa IAIN keluar dari Polda Sumsel, tidak diketahui asalnya secara tiba-tiba seseorang mulai melakukan perusakan pagar pembatas jalan raya. Selanjutnya sejumlah orang tidak dikenal melakukan pelemparan toko-toko yang berada disekitarnya. Setelah itu terlihat sekelompok orang berpakaian seragam menyerbu dan merusak Modern Foto. Setelah karyawan yang berada di dalam gedung keluar dan melarikan diri, penjarahan pun terjadi. Pertokoan dan bangunan disekitarnya turut menjadi sasaran perusakan dan penjarahan. Massa baru bubar setelah aparat keamanan datang dan melepaskan tembakan.

14.00 Sekitar Universitas Muhammadiyah

Mahasiswa Muhammadiyah melakukan aksi mimbar bebas di trotoar (selebar 8 meter) di depan kampus. Selama aksi berlangsung terjadi pengumpulan massa seperti pelajar dan masyarakat lainnya.

15.00 Sekitar Universitas Muhammadiyah

Sebuah mobil yang mengangkut ternak ayam meluncur melalui jalan di depan kampus. Tiba-tiba seseorang dari antara kerumunan massa meneriaki mobil yang dikemudikan warga keturunan Tionghoa tersebut dengan teriakan “Ini mobil Cina (Tionghoa), ini mobil Cina (Tionghoa), Bakar! Bakar!”. Massa terpancing dan segera menghentikan mobil tersebut. Setelah sopir dipaksa turun dari kendaraan, massa lalu membalikkan mobil dan membakarnya. Setelah peristiwa tersebut massa kemudian bergerak menyebar. Sebagian menuju arah Lorong Banten dan sebagian lainnya menuju arah Plaju. Mahasiswa sendiri kemudian bergerak menuju arah Plaju.

16.00Jembatan Ampera, Gedung DPRD

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Rombongan mahasiswa UMP yang dalam perjalanan bertemu dengan rombongan mahasiswa STIE-STIEMIK Bina Darma, bergabung dan berjalan menuju arah kota melewati jembatan Ampera. Saat berada di atas jembatan, kemudian sejumlah massa dan pelajar bergabung dan mulai terjadi aksi pelemparan terhadap toko¬ toko sepanjang jalan di sekitar jembatan. Sebuah swalayan kecil yang telah tutup sejak siang habis dirusak dan dijarah, tetapi tidak dibakar. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju JI. MerdekadanJI.Rivai. Mereka tiba di Gedung DPRD saat hujan lebat. Sampai disana aksi pelemparan juga terjadi dan mengakibatkan banyak kaca gedung rusak. Massa bertambah besar dan merusak pertokoan di sekitar Tengkuruk Permai. Massa semakin besar saat tiba di perempatan Mesjid Agung.

17.30JI. Rivai, Mesjid Agung, Tengkuruk Permai dan Veteran.
Terjadi pembakaran dan titik api awal terlihat dari toko Panca Usaha. Perusakan terjadi dalam jumlah besar dalam wilayah ini.

00.00 Pasar 1 6 Ilir
Sekelompok orang yang bersama massa dan pelajar terlihat membawa senter dan peralatan. Mereka mendongkel pertokoan yang telah tutup 30 menit sebelumnya. Setelah toko-toko terbuka, massa kemudian mengikutinya dengan menjarah. Setelah penjarahan terjadi, sekelompok orang yang mengenakan pakaian pelajar mulai mambakar bangunan dengan cairan bahan bakar yang dibawa di dalam botol air mineral.

15 Mei 1998 Lokasi Kronologi Pasar 10.00 WIB Lemabang Toko-toko di dalam pasar telah tutup, tetapi banyak penghuni masih berada di dalam bangunan. 1 1.00 WIB Massa mulai berkerumun di jalan-jalan sekitar pertokoan.

13.30 WIB Sejumlah orang setelah selesai melakukan sholat

Jumatmelewati pasar.

Sekelompok massa dan pelajar bergabung bersama mereka. Tidak lama kemudian kelompok pelajar melakukan pelemparan ke arah pertokoan yang

'98 di Berbagai Kota

diikuti massa lainnya. Aksi ini tidak berjalan lama karena berhasil dihentikan dan dibubarkan aparat keamanan yang telah berjaga sebelumnya. Pasar KM 5 10.00 WIB Beredar isu akan ada kerusuhan setelah sholat Jumat.Pemilik toko segera menutup toko-toko. Sebagain besar penghuni meninggalkan toko mereka.

13.00 WIB

Setelah sholatJumatsekelompok massa dan pelajar melintas di sekitar pertokoan. Massa semakin bertambah banyak setelah terjadi pelemparan yang dimulai oleh para pelajar.

13.30 WIB

Sebuah kendaraan jenis Kijang berhenti di sekitar lokasi pertokoan. Beberapa orang berbadan besar turun dan berteriak memberi komando "Serbu!”. Para pelajar yang telah membawa batu di dalam tasnya segera melempar ke arah gedung. Gedung BDNI terlihat rusak berat. Sebuah toko onderdil juga didobrak. Terlihat seorang pengendara motor (Vespa) menunjuk-nunjuk ke arah toko (seperti memberi pengarahan). Terlihat juga seorang pelajar membawa bahan bakar cair yang dimasukkan ke dalam botol. Mereka masuk dan membakar bangunan. Kebakaran kemudian menjalar ke bangunan disekitarnya. Toko onderdil, elektronik, apotik dan gedung BCA ikut terbakar.

18.00 WIB

Api mulai padam dengan sendirinya. Pemadam kebakaran yang berusaha mendekati lokasi diusir oleh massa.

21.00 WIB

Terlihat sekelompok orang yang mengendarai mobil membakar lagi pertokoan di lokasi tersebut. JI. Veteran10.00 WIB

  • Terlihat massa berkerumun di pinggir jalan. Serombongan massa bergerak dari arah "Kebub Ubi” di ujung jalan. Diantara kelompok ini berteriak “laju-laju” (terus jalan!). Terlihat seseorang yang memimpin barisan berusaha menahan dan berteriak "nanti setelah sholat jumat!". Akhirnya massa yang berada di sepanjang jalan hanya mondar-mandir tetapi tidak berpindah dan melakukan perusakan.
  • Auto 2000 yang juga berada diJI.Veteran telah ditutup oleh pihak manajemen. Tetapi beberapa pegawai masih berada di dalam bangunan.

1998 Fakta, Data dan Analisa

Barang-barang telah dipindah ke daerah Plaju.

13.00 WIB

Serombongan massa datang dengan sekelompok pelajar diantaranya. Mereka mulai melakukan pelemparan ke arah pertokoan.

14.00 WIB

Massa mulai melakukan perusakan dan menjarah toko-toko. Sekelompok pelajar yang berada di antara massa terlihat membawa molotov dan melemparkan ke toko pelumas. Kebakaran terjadi di sekitar pertokoan.

  • Sekelompok anak-anak berseragam (sebagian tidak berseragam) bergerak dari arah Charitas. Mereka menuju ujung
    Jl.Veterantetapi kemudian

berbalik akibat tertahan blokade aparat keamanan.

14.15 WIB

Kelompok anak-anak pelajar tersebut berhenti di depan bangunan Auto 2000. Terlihat beberapa orang berpakaian hitam berkendaraan sepeda motor, turun dan memberikan pengarahan kepada kelompok massa tersebut. Selain itu terlihat juga sekelompok orang (dewasa) yang mengenakan pakaian hitam juga memberikan pengarahan kepada massa pelajar tersebut.

14.20 WIB

Anak-anak terlihat mulai memecahkan kaca kantor Auto 2000 dan masuk ke dalam bangunan. Mereka kemudian mengeluarkan kursi-kursi dan membakarnya diluar bangunan. Pembakaran juga terjadi pada bangunan.

14.30 WIB

Massa menahan petugas kebakaran yang hendak memadamkan api. Api baru padam sekitar pukul 1 7.30 WIB. Hotel Sintera 14.00 WIB Seteleh sholat jumat massa telah memenuhiJI.Sudirman. Sebagian datang dari arah Mesjid Agung. Massa kemudian mulai melakukan pelemparan terhadap pertokoan yang berada di sepanjang jalan.

14.30 WIB

Beberapa orang terlihat bergabung dengan massa yang telah penuh di atas jembatan penyeberangan. Kemudian orang-orang tersebut membuat jembatan dengan menggunakan papan yang menghubungkan jembatan dengan hotel Sintera. Hotel yang menyatu dengan pertokoan ini sehari sebelumnya sudah menjadi sasaran pelemparan massa.

15.00 WIB

Mei 98 di Berbagai Kota

Terlihat seorang berbadan tegap mencabut tiang besi rambu lalulintas seorang diri dan menghancurkan papan reklame hotel. Selanjutnya dengan tiang yang sama mendobarak pintu toko Bangkok. Kemudian ia masuk ke dalam toko dan membagi isi toko kepada massa. Massa akhirnya ikut masuk ke dalam toko. Selanjutnya orang tersebut berpindah ke hotel Sintera. Setelah berteriak meminta gerbang dibuka dan tidak berhasil, akhirnya ia mulai mendobrak dan masuk ke dalam hotel. Massa mengikuti dan mulai menghancurkan serta menjarah isi hotel.

16.00 WIB

Api terlihat dari toko sepeda di sekitar hotel. Petugas pemadam kebakaran yang berusaha mendekat dicegah massa. Tidak lama setelah itu api juga terlihat dari lantai 2 hotel.

2.1.2. Ciri-ciri pelaku di Palembang

Terdapat beberapa hal yang menonjol saat kerusuhan terjadi di kota Palembang. Pada banyak lokasi terlihat kelompok pelajar atau orang-orang yang menggunakan pakaian pelajar memiliki peran penting dalam aksi-aksi kerusuhan, khususnya dalam melakukan aksi-aksi awal. Pada banyak lokasi juga ditemukan adanya orang-orang tertentu yang mengarahkan massa atau mengkordinir kelompok orang yang menggunakan seragam pelajar. Selain itu terlihat juga beberapa orang yang memiliki keberanian dan kemampuan tertentu yang kemudian memimpin massa dalam melakukan aksi kerusuhan. Orang tersebut tidak terlihat mengambil keuntungan pribadi (seperti menjarah) tetapi lebih pada memprovokasi dan mengawali aksi-aksi perusakan dan penjarahan. Berdasarkan data dan informasi yang ada maka diperoleh ciri-ciri fisik pelaku/provokator selama kerusuhan di kota Palembang, yaitu:

  • Sekelompok orang yang menggunakan seragam sekolah Sekelompok orang yang mengenakan baju hitam-hitam Sekelompok orang yang berbadan tegap, berkulit hitam dan bertenaga kuat.
    2. 1.3. Peralatan yang digunakan

Selain ciri-ciri fisik, kelompok pelaku/provokator diketahui telah memiliki persiapan-persiapan tertentu. Hal itu terlihat dari peralatan yang telah dibawa sebelumnya dan penggunaan kendaraan oleh orang-orang tertentu. Hal tersebut seperti:

  • Bahan bakar cair yang dimasukkan ke dalam botol. Batu yang telah disiapkan dan ditaruh di dalam tas/ransel. Menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Mei 1998: Fakta. Data dan Anahsa

2.2. Kerusuhan di Solo

Kerusuhan di kota Solo pada tanggal 14 Mei 1998 meluas di berbagai wilayah dan lokasi hingga malam hari. Pada beberapa lokasi bahkan terjadi hingga dini hari.

2.2.1. Kronologi Aksi Mahasiswa di UMS

14 Mei 1998, Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pabelan Pukul (WIB) Kronologi Kampus UMS bagian selacan dan utara diblokade aparat keamanan. Blokade ini

07.30 memisahkan mahasiswa yang berada di dalam kampus dan massa yang mulai
berkumpul di luar kampus. Mahasiswa mulai berkumpul di depan kampus, pada sisi kanan dan kiri jalan, di sekitar jembatan. Aparat kemudian meminta mahasiswa untuk masuk ke dalam

08.00
kampus. Sekitar 500 meter dari jalanan di depan kampus, dibersihkan oleh aparat. Arus lalu lintas dialihkan ke jalan lain. Aparat menambah barikade menjadi dua lapis dengan 1 peleton Dalmas Polres

08.10
Sukoharjo dan Yonif 408 Kostrad yang berjaga di belakangnya. Mahasiswa mulai melakukan aksi keprihatinan atas meninggalnya 4 mahasiswa

09.00
Trisakti. Aksi terus berjalan dengan berbagai orasi dari pihak mahasiswa, dosen hingga ke

09.30-1 1.00
rektor. Massa mahasiswa mulai bergerak keluar kampus dan dihadang barikade aparat. Terjadi negosiasi antara ketua SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) dan

10.30 aparat keamanan (Kapolres Sukoharjo). Mahasiswa meminta agar bisa lewat
karena hendak menujuJI. A.Yani. Permintaanditolak. Negosiasi yang gagal tersebut memicu suasana menjadi tegang dan memanas. Mahasiswa melakukan Shalat Ghaib untuk mahasiswa Trisakti yang gugur. Setelah itu orasi dilanjutkan dengan suasana yang telah "panas". Suasana menjadi semakin emosional, baik pada pihak mahasiswa maupun aparat keamanan. Kemudian dari antara mahasiswa mulai melempar ke arah aparat yang berjaga. Aparat segera 1 1.00 memberi reaksi dengan menembakkan gas air mata. Aksi menjadi "panas" dan mahasiswa semakin banyak melempar. Kemudian satuan URC (Unit Reaksi Cepat) menyemprot mahasiwa dengan air “comberan”. Akibatnya massa semakin beringas dan pelemparan menjadi lebih brutal hingga terjadi hujan baru. Aparat

Mei '98 di Berbagai Kota

keamanan akhirnya melepas tembakan peluru karet. Mahasiswa kemudian mengajak massa mahasiswa melakukan shalat dhuhur, sementara di sisi lain keributan tetap terjadi. Bentrok fisik terjadi antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Aparat selain melepas tembakan peluru

12.00
karet, sesekali melepas gas air mata. Korban dari pihak mahasiswa terjadi. Tim medis PMI (Palang Merah Indonesia) dan KSR mulai bergerak mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Islam. Mahasiswa berhasil menarik dan merobohkan barikade yang dipasang petugas, kemudian dibuang ke sungai. Aksi pelemparan terus terjadi. Mahasiswa mulai

12.30
melempar molotov ke arah aparat. Petugas akhirnya menembakkan gas air mata dan mendesak mundur mahasiswa hingga ke arah gapura depan kampus UMS. Aksi semakin brutal, Kapolres meminta mahasiswa untuk bernegosiasi dan

13.00 menghentikan pelemparan. Permintaan Kapolres tidak dihiraukan, aksi
pelemparan terus terjadi. Kendaraan Perintis (Rantis) dan panser Brimob memasuki lokasi dan berupaya

14.50 memecah barisan mahasiswa. Tembakan berkali-kali dengan air dari Rantis dan
panser tidak membuat suasana menjadi reda. Sementara “perang” terus berlanjut, seorang mahasiswa (Budi Prasetyo), muncul ditengah-tengah massa (belakangan diketahui ia berusaha menghentikan pelemparan dan mengajak melakukan negosiasi dengan aparat keamanan). Upaya

15.00 tersebut gagal. Mahasiswa terus melempar dan ia akhirnya berlari ke arah aparat
keamanan. Selanjutnya ia dikeroyok dan dihajar aparat hingga “babak belur” (versi aparat mengatakan bahwa aparat justru menyelamatkannya akibat terkena lemparan mahasiswa). Aksi pelemparan terus berjalan.

15.05 Kapolres memerintahkan menembakkan peluru hampa (tidak mendapat
penjelasan lebih lanjut yang dimaksud peluru hampa) ke arah atas.

15.15 Seorang mahasiswa dengan bendera Merah Putih maju ke arah petugas meminta
menghentikan tembakan dan meminta Rantis berikut Panser mundur. Mahasiswa akan menghentikan pelemparan. Permintaan tersebut disetujui Kapolres. Kemudian setelah Panser dan Rantis mundur, mahasiswa berhenti, tetapi tetap tidak beranjak dari lokasi.

17.30 Mahasiswa mulai mereda dan berkomunikasi dengan aparat keamanan. Kemudian
saling berjabat tangan.

17.45 Aksi mahasiswa bubar dan satu persatu mahasiswa meninggakan lokasi.

1998: Fakta. Data dan Analisa

2.2.2. Kronologi Kerusuhan di Luar Kampus UMS

Selama mahasiswa melakukan aksi demonstrasi yang berubah menjadi bentrok fisik, diluar kampus UMS (Universitas Muhammadiyah) dan ATMI juga terjadi unjuk rasa. Masyarakat yang berada di luar kampus hendak bergabung dengan mahasiswa yang berada di dalam kampus tetapi dapat dipisahkan oleh barikade aparat keamanan. Upaya masyarakat tersebut akhirnya gagal. Kemudian massa terprovokasi dan terlibat dalam aksi-aski perusakan, penjarahan dan pembakaran di berbagai lokasi di kota Solo. Berikut ini kronologi peristiwa kerusuhan yang terjadi di kota Solo.

14 Mei 1998
Pukul (WIB) Kronologi
09.00-14.00 Colomandu, Lanud Panasan. Kopassus

Pukul 10.30 WIB, terlihat 5 sampai 6 truk menggangkut anggota Kopassus memasuki Lanud secara bergiliran. Sebagian memasuki Lanud lewat jalur arah Boyolali.Jumlah pasukan diperkirakan3 sampai 4 SSK (Satuan Setingkat Kompi = sekitar 1 20-an person'll) Pukul 1 1.00-12.00 WIB, saat kerusuhan terjadi, pasukan Kopassus masih berkumpul di Lanud.

  • Pukul 14.00 WIB, pasukan Kopassus diterbangkan dengan pesawat hercules dan boeing. Tujuan tidak diketahui.
    10.00 Simpang empat Colomandu, Kartosuro dan jalan-jalan disekitar
Kartosuro
  • Suasana jalanan telah ramai oleh massa yang bergerombol. Telah terjadi pembakaran ban dan merupakan awal terjadinya kerusuhan. Polsek Psr. Kliwon Komandan Kodim menyalami Kapolsek dan mengatakan "Sudah Siap".
    Hingga 1 2.00 Sebelah selatan kampus UMS (arah barat dan timur)

Massa menyaksikan demonstrasi mahasiswa yang dilakukan di dalam kampus UMS. Massa tidak bisa masuk ke dalam kampus karena diblokir aparat keamanan. 1 1.30 Sebelah selatan kampus UMS (arah barat dan timur) Aparat keamanan membubarkan massa yang berada di luar kampus. Massa kemudian bergerak terpecah dua. Sebagian menuju Kartosuro sebagian lagi menuju kota Solo. 1 1.30 Depan mini market Relasi, Mendungan. Terlihat jeep berwarna merah, mengajak massa merusak kota. Massa kemudian

Mei '98 di Berbagai Kota

melempar ban ke tengah jalan protokol dan membakarnya.

12.00 Sekitar UMS

Terlihat beberapa sepeda motor, diantaranya berstiker Kopassus dan belati (simbol kesatuan), men’drop" beberapa orang (bukan mahasiswa) di sekitar lokasi aksi. Ciri-ciri orang yang di “drop" dan berbaur dengan mahasiswa tersebut: badan “berisi”, gesit, sesekali menggerakkan tangan (seperti memberi komando). Mereka berbaur dengan massa yang berada di sekitar kampus. Massa yang berada di luar kampus (sekitar RS. Islam dan Kp. Mendungan) berusaha masuk bergabung dengan mahasiswa. Tetapi gagal, tidak bisa menembus barikade aparat.

  • Terlihat 4 (empat) pemuda mengenakan jaket hitam dan pengikat kepala, bergabung dengan mahasiswa. Sesekali terlihat sangat aktif di depan massa mahasiswa, mendorong agar terjadi bentrok dengan aparat yang berjaga. Terlihat adanya provokasi pada massa di luar kampus untuk bergerak menuju kota Solo.
    13.00 Polsek Pasar Kliwon

Terdapat informasi melalui HT (Handy Talky) pada seluruh jajaran kepolisian bahwa massa perusuh akan menuju Mako (Markas Komando) Polisi untuk melakukan perusakan. Dari arah Barat

  • Massa bergerak menuju pusat kota melakukan aksi-aksi perusakan. Kelompok massa ini jumlahnya tidak terlalu banyak. Kemudian dari arah barat terlihat ribuan massa bergerak. Di depan Makorem (Markas Komando Resort Militer) massa tersebut sempat tertahan aparat keamanan di bawah jembatan Kerten. Kemudian massa bisa bergerak ke arah timur yaitu menuju Kota Solo dan ke arah utara yaitu menuju Perumahan Jajar.

    13.30 Mendungan dan Kleco
  • Sekelompok pemuda di sekitar jalan masuk kampus Pignatelli dan ATMI (500 meter dari kampus UMS) berbaur dengan massa yang tidak bisa masuk ke dalam kampus UMS. Mereka menyusun ban-ban bekas di tengah jalan raya. Sebuah jeep terbuka terlihat menurunkan beberapa ban mobil yang siap dibakar. Blokade ban tersebut kemudian dibakar dan menimbulkan asap tebal dan pekat. Terlihat 2 (dua) pemuda berbaju hitam dengan sigap memasang blokade dan membakar dengan menggerakkan beberapa orang.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Massa mendobrak dan menjarah Variasi Gandprix. Barang jarahan diletakkan di tengah jalan dan kemudian dibakar. Massa juga terlihat melempar dealer Bimantara dan Mitsubishi. JI. Slamet Riyadi

  • Terlihat asap membumbung tinggi dari arah kota dan menarik permatian masyarakat. Terlihat beberapa pemuda dengan menggunakan sepeda motor keluar masuk ’ gang dan jalan-jalan kampung memprovokasi warga agar keluar ke rumah dan bergabung dengan massa lainnya di jalan-jalan. Warga kemudian tumpah ke jalan sepanjangjl. Slamet Riyadi. Dalam waktu singkatJI.Utama kota Solo telah dipenuhi ribuan massa dan bergerak ke arah pusat kota.
    13.30-14.00JI. Adi Sucipto dan Perum Fajar Indah

Ban-ban dan sebuah motor dibakar di gerbang Perum Fajar Indah. Penyalur Coca-Cola dijarah. Botol minuman dipecahkan di jalanan. Ratusan massa memenuhiJI. Adi Sucipto dan bergerakke arah barat. Sun Star Motor dan garasi PO Giri Indah dirusak, kaca-kaca dipecahkan, dua bis dibakar di tengah jalan dan sekitar 25 bus di bakar di belakang Sun Star.

14.00JI. Slamet Riyadi
Kerumunan massa di sepanjang jalan bergabung dengan gerombolan massa yang datang dari arah barat. Pertokoan sepanjang jalan yang sudah dirusak oleh kelompok kecil sebelumnya akhirnya dijarah oleh massa. Pasar kembang Sebuah diskotik (Legend) di pasar kembang dibakar. Dari Arah Kartosuro Pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, ribuan massa melakukan perusakan sepanjang jalan yang dilewati. Banyak bangunan seperti Bank, pertokoan, swalayan, ruko, restoran, dealer dan kendaraan bermotor dirusak dan dibakar. Perusakan dan pembakaran terjadi sepanjangjl. Slamet Riyadi, JI.Sudirman,JI. Urip Sumoharjo,JI.Ir. Sutami dan seluruh jalan di dalam kota.

14.30 SMA Batik

Terlihat sekumpulan orang (bertampang terlalu tua dari umumnya anak usia SMU) mengenakan pakaian seragam SMU turun dari bus % kemudian bergerak menujuJI.Slamet Riyadi melalui samping SMU Batik. Polsek Psr. Kliwon.

di Berbagai Kota

Massa menuju arah Polsek Kliwon yang terletak di tikungan jalan. Sebagian besar massa tersebut adalah anak-anak SLTP yang bercelana pendek. Massa melempari dan merusak mobil-mobil yang parkin di halaman sebelah kiri Polsek. Terlihat seorang berbadan tegap memerintahkan massa membakar Mako (Markas Komando) Polsek. Namun berhasil dicegah.

  • Saat peristiwa terjadi Danrem berada di lokasi dan melarang aparat Polisi saat hendak memberi peringatankepada massa yang mendekati Mako. Seorang anggota Polsek melepaskan tembakan, terlihat massa menjadi takut.
    15.00JI. Slamet Riyadi

Massa bergerak ke arah timur dipimpin seorang dengan ikat kepala hitam. Setelah menghancurkan kaca Wisma Lippo dengan batu, mereka memaksa masuk bangunan yang telah dijaga aparat keamanan. Akhirnya mereka dapat masuk dan membakar bangunan dengan bensin yang diminta dari sepeda motor yang lewat. Aparat keamanan tidak melakukan upaya berarti untuk menghentikan atau menghalau massa. Gladag " Massa berkumpul dan memenuhi jalan akibat asap tebal yang mengepul di jalan. Kemudian muncul sekelompok orang yang mendorong massa yang telah berkumpul untuk ikut dalam kerusuhan.

  • Massa bergerak menuju pompa Bensin Loji Wetan (SPBU), namun berhasil dihalau seorang warga secara persuasif (memberi minuman kepada massa). Hotel Sheraton, JI. Adisucipto. Massa dari arah timur yang hendak memasuki kota Solo berhasil dihalau aparat keamanan. Massa akhirnya bergerak menuju Colomandu. Setelah sampai di depan Hotel Sheraton, massa hendak melakukan perusakan tetapi berhasil dihentikan oleh aparat dari Kopaskhas AU (Angkatan Udara) yang datang 5 menit lebih awal. Pada sore hari tiba pasukan Kopassus yang hendak mengambil alih pengamanan di lokasi tersebut. Terjadi ketegangan antara Kopassus dan Kopaskhas soal penjagaan keamanan di lokasi tersebut. JI. Slamet Riyadi dan Toserba Luwes, Ngapeman Massa mulai mengamuk sementara pasukan keamanan tidak terlihat dilapangan. Setelah gagal membakar Hotel Novotel (dicegah pekerja hotel dan sekelompok pemuda), massa yang dipimpin seorang yang menggunakan penutup muka berwarna hitam, menyeberang dan merusak serta serta

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

membakar Toserba Sami Luwes dengan melemparkan molotov dan

melempar keset yang telah terbakar ke lantai 2 (dua) bangunan. Toko kelontong di depan toserba tersebut pun tidak lepas dari sasaran jarahan.

  • Seorang saksi pelaku menyatakan bahwa sebuah carry putih membawa botol-botol yang telah berisi bensin dan dibagikan kepada massa untuk membakar Toserba Sami Luwes. Selain itu mobil tersebut juga membawa minuman anggur dan besi bendard (panjangnya sekitar satu meter).1 Korban jiwa dalam pembakaran toserba ini berjumlah 12 orang. Arah Kartosuro Massa yang bergerak ke arah Kartosuro mulai melakukan perusakan dan pembakaran pertokoan, bank, showroom, mobil, sepeda motor, bangunan mewah, pos polisi dan Iain-Iain. JI. Coyudan dan Plaza Singosari
  • Massa yang dipimpin oleh 3 (tiga) orang (salah satunya wanita), membawa massa merusak dan membakar pertokoan, toserba Matahari dan bank yang berada disekitarnya.
  • Massa semakin brutal, hampir semua pertokoan di sepanjang jalan Coyudan dirusak dan habis dijarah.
  • Terlihat juga selama massa melakukan perusakan, mereka sangat “anti Polisi". Seorang Polisi yang sedang melakukan pemantuan diserbu massa. Polisi tersebut akhirnya berhasil melarikan diri.
  • Massa menjarah sebuah toko sepatu Bata. Pada saat massa masih menjarah, toko tersebut dibakar. Terlihat juga bahwa lantai atas toko tersebut roboh akibat banyaknya massa.2 JI. Sutan Syarir, Widuran Sekelompok orang berseragam SMU memulai pembobolan toko Ganep dengan besi kemudian dilanjutkan dengan penjarahan dan pembakaran. Kelompok tersebut selanjutnya bergerak meninggalkan lokasi. Warga setempat kemudian berusaha memadamkan api.
    15.30JI. Slamet Riyadi

Kapolres dari HT mendengar bahwa di JI.Slamet Riyadi teah banyak massa yang berkumpul, melakukan perusakan dan pembakaran.

16.00JI. A. Yani, Ngemplak
1 Best bendard digunakan untuk membuka mobil yang terkunci. 2Keesokan paginya (15 Mei), aparat dari kepolisian yang hendak melakukan pengecekan korban kerusuhan di lokasi tersebut dicegah aparat dan Konstrad dengan alasan perintah Komandan. Lihat: laporan Akhir TGPF Seri II, hal. I 1 5.

di Berbagai Kota

Terlihat 2 (dua) orang mengendarai sepeda motor, membawa ransel memprovokasi massa dengan membakar ban-ban bekas.

  • Massa terus bergerak, merusak dan menjarah pertokoan seperti : toko roti Aneka dan sepatu Natalia. Matahari dan Pertokoan Singosari Menjelang pukul 16.00 WIB, massa dengan membabi-buta membakar Dept. Store Matahari, pertokoan di sekitarnya dan kendaraan bermotor. Solo Baru Massa di Solo Baru bergerak dan melakukan pembakaran yang dimulai dari toko jati Kondangjaya.
    Sore hari Lanud Adisumarmo

Terlihat adanya ketegangan antara Dan Lanud (Komandan Pangkalan Udara) dengan Dandim Boyolali soal pengamanan bandara. Dandim yang hendak mengambil alih pengamanan Lanud ditolak oleh Dan Lanud. Sebelumnya pengamanan Lanud telah dilakukan oleh Dan Lanud.3 Menurut informasi, terlihat adanya penyusup di dalam Lanud yang berpakaian Ninja. Penyusup diperkirakan anggota Kopassus.4

18.00JI. Slamet Riyadi, Purwoeari, Pertigaan Jongke Lawean
* Terjadi penjarahan dan pembakaran beberapa gedung seperti: BCA, BHS, Sinar Baru, Sin Sin, rumah makan Orient, Super Ekonomi (SE) dan Solo Indonesia Motor. " Terlihat aparat yang berada di depan SE hanya berdiam dan tidak mengambil tindakan apa-apa untuk menghentikan tindakan massa. Terlihat seorang anggota Korem “mengacungkan jempol" kepada massa perusuh. Massa bergerak menuju Jongke dan melakukan perusakan dan pembakaran 14 toko kecil milik warga keturunan Tionghoa. Sementara peristiwa tersebut terjadi, aparat keamanan yang melewati lokasi tersebut dengan menggunakan truk dan panser tidak mengambil tindakan pengamanan.

18.30-20.00 Solo Baru

Bioskop “Atrium 21” telah habis terbakar. Gedung terbakar dengan cepat dan terlihat warna biru saat terbakar. Terlihat seorang dengan sepeda motor

3Lanud di dalamnya berisi berbagai peralatan vital serta gudang persenjataan AU. Pengamanan Lanud ini merupakan kewenangan pihak Lanud (AU). Apa yang dilakukan Dan Lanud telah sesuai dengan Protap (prosedur Tetap). Lihat laporan Akhir TGPF Seri II, hal. I 14. 4Lihat loporan Akhir TGPF Seri II, hal. I 14

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

mengeluarkan sesuatu dari ransel gendong dan dilemparkan ke gedung atrium untuk membakar. Benda tersebut terbakar dengan cepat dan mengeluarkan suara desis.5 Banyak rumah di jalan utama Solo Baru dilempar dengan batu.

  • Rumah pribadi H. Harmoko6 dibakar massa. Merupakan satu-satunya rumah yang dibakar di lokasi tersebut. Perusakan dan pembakaran terjadi di wilayah Kartosuro, Sukoharjo dan Grogol. Penjarahan dan pembakaran terjadi hingga malam hari. Kaca bangunan stasiun radio SAS FM pecah dilempar massa dan sempat menghentikan siarannya.
    20.00JI. Sudirman (belakang Kantor Polantas), Sukoarjo

Massa yang berkumpul di luar rumah seorang warga7 secara kasar digertak oleh anggota Kopassus untuk masuk ke dalam rumah. Kelompok massa tersebut akhirnya melarikan diri ketakutan. Seorang Kopassus8 mendobrak pintu rumah dan menodongkan senjata laras panjang ke kening anak perempuan pemilik rumah. Anak perempuan tersebut mengalami shock. Terlihat kelompok pasukan tersebut datang dengan menggunakan kendaraan PHH jenis Unimooc dengan lampu rotator berwarna biru.

22.00 Sukoharjo

Seorang siswa kelas III, SMU Muhammadiyah Sukoharjo, tewas ditembak aparat keamanan berseragam loreng dan berbaret merah.9 Petugas tersebut bermaksud membubarkan kerumunan massa di depan Ramayana Sukoharjo.

Kerusuhan yang terjadi di hampir seluruh kota Solo membuat warga berjaga-jaga semalaman penuh. Mereka melakukan ronda/jaga malam dan barikade di hampir semua jalan/gang sebagai upaya menjaga agar perusuh tidak memasuki wilayah mereka masing-masing.

15 Mei 1998
Pukul (WIB) Kronologi
00.00 Beteng/Gladak

Pembakaran ulang terjadi di kawasan pertiokoan dan perkantoran Beteng Plaza,

5Diperkirakan mengandung asam nitrat. 6Ketua DPR/MPR saat itu. 7Lihat: laporan TGPF, Tentang Kerusuhan Solo, hal 1 17. 8Lapran TGPF menyebutkan nama anggota tersebut. Lihat laporan Akhir TGPF Seri II, hal. I 1 7. 5Seorang saksi melihat bahwa korban ditembak pada dada sebelah kiri dengan senjata laras panjang. Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit Muwardi. Lihat laporan Akhir TGPF Seri II, hal. I 18.

di Berbagai Kota

Matahari, pusat grosir, Bank Lippo dan Iain-Iain.

04.00-09.00 Matahari Beteng
Massa merusak, menjarah dan membakar toserba Matahari. Massa kemudian mulai memasuki kampung-kampung mencari rumah dan toko-toko milik warga keturunan Tionghoa. Siang Pasar Legi,JI. Tarakan, Bali, Stabelan Penjarahan dan pembakaran masih terjadi di berbagai tempat. Massa menjarah dan membakar pasar Legi. Terjadi pembakaran mobil di Proliman.

  • “Ratu Luwes" habis dijarah dan dibakar massa. Begitu juga dengan toko sepatu Medis. Showroom Bridgestone dan studio foto di Kentingan juga dibakar massa.
  • Jalanantara Panggung-Jurug sebuah bus dibakar dan massa membuat blokade. Sumber dan Nusukan Toko-toko milik warga keturunan Tionghoa seperti Swalayan Planet, Sampurna dan pertokoan lainnya dibakar. Begitu juga dengan pabrik plastik di Sumber. Gading Perusahaan Otobis (PO) Raya dijarah massa. Jebres Penjarahan dan pembakaran terjadi pada Hotel Asia berikut 3 (tiga) mobil yang berada di depan hotel. Beberapa mobil di depan RS. Muwardi dan restoran Mitra habis dibakar massa. Jongke Beberapa ruko warga keturunan Tionghoa (ekonomi menengah) habis terbakar berikut pompa bensin disekitarnya.
    1 1.30 Grogol

Massa bergerak dari alun-alun, sampai di perempatan Kraton kemudian menjarah dan membakar toko Sumber Cahaya dan toko Sepeda.

16.00 Asrama Brimob

Karena adanya isu anti Polisi, akhirnya 1 SSK aparat Polri menjaga asrama brimob grogol. 16 Mei 1998 Kota Solo Banyak tawaran menjaga keamanan terhadap warga yang dilakukan oleh preman dan oknum aparat keamanan.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Catatan penting lain pada laporan TGPF terhadap peristiwa kerusuhan di Solo.

I. Kelompok provokator (kelompok awal) yang melakukan berbagai pelemparan dan
perusakan pada sebuah lokasi terdiri dari kelompok kecil yang berjumlah sekitar 5-15 orang serta kelompok yang beraksi dengan menggunakan sepeda motor. Kelompok ini terlihat melewati beberapa markas aparat keamanan (Korem dan Kodim) tetapi tidak dicegah dengan serius oleh aparat yang ada. Upaya serius sebenarnya bisa dilakukan seperti menahan atau memasukan kelompok yang masih kecil tersebut ke dalam markas. Massa kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Pada beberapa lokasi terlihat aparat keamanan (berbaju hijau) memberikan tanda tertentu kepada kelompok perusuh seperti "acungan jempol”. Hal ini cukup jelas menunjukkan adanya “toleransi” dan pembiaran dari pihak keamanan.

  1. Selama kerusuhan terjadi, pada banyak lokasi terlihat aparat hanya memperhatikan dan tidak mengambil tindakan pencegahan atau menghentikan aksi yang
    berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya indikasi kesengajaan “membiarkan” massa melakukan kerusuhan tersebut.

  2. Fakta menunjukkan adanya mobil Landcruiser Hardtop merah, melakukan
    dropping ban-ban bekas di sepanjangjl. Slamet Riyadh

  3. Fakta lain juga menunjukkan bahwa pemadam kebakaran tidak diperboleh keluar menghentikan kebakaran akibat perintah Dandim. Kemudian diketahui mobil
    pemadam hanya bisa dikeluarkan bila mendapat ijin dari Dandrem.

  4. Terlihat adanya kesimpangsiuran tentang jam malam. Oleh aparat Kepolisiaan dikatakan tidak ada jam malam. Tetapi di lapangan beredar berita diberlakukannya jam malam.

  5. Anggota kepemudaan PP (Pemuda Pancasila) yaitu seorang
    putra Brigjen. Purnawirawan,

terlihat terlibat dalam pelemparan terhadap gedung Telkom. Berkas pemeriksaan terhadap pemuda ini akhirnya dikembalikan oleh pihak kejaksaan. Seorang anggota PP lain juga akhirnya dilepaskan setelah dilakukan penahanan terhadapnya.

  1. Seorang saksi pelaku mengaku bahwa dalam pembakaran yang terjadi pada “Luwes” sekitar hotel Novotel, terdapat minibus yang membawa molotov dan berbagai
    peralatan yang digunakan untuk merusak dan membakar bangunan.

  2. Seorang saksi pelaku menyatakan bahwa ia disuruh melakukan perusakan oleh seseoran yang menggunakan sepeda motor. Orang tersebut menggunakan baju kaos berwarna gelap dan sepatu lars serta ikat pinggang berlambang ABRI. Pada tanggal 10 Mei 1998,sekelompok orang yang menggunakan jeep berwarna hijau, baju doreng dan baret merah menyuruhnya untuk ikut ‘‘berdemo" tanggal 14 Mei 1998.

  3. Pada saat kerusuhan terjadi, pasukan Kopassus ditempatkan di Lanud Adi Panasan dari kira-kira jam 10.00 WIB hingga diberangkatkan kira-kira pukul 14.00 WIB. Pasukan
    tersebut menunggu selama kurang lebih 4 jam di bandara, yaitu pada saat Solo sedang dalam puncak kerusuhan.

Mei '98 di Berbagai Kota

Kronologi keberangkatan Grup-2 Kopassus
No. Penerbangan
Tanggal Berangkat Pesawat Keterangan
13 Mei 1998 Boeing B707 A7002 Mendarat 14.15 WIB
14 Mei 1998 08.30 WIB 14.00 14.05 14.10 14.15 C-130 C-130 C-130 Boeing B707 A7002 A 1302 AHOS A7002 146 personil Penerbangan Kedua Penerbangan Ketiga Penerbangan Keempat Penerbangan Kelima

Boeing B707

Al 3 10

Ket: Penerbangan sore sebanyak 321 personil dengan bersenjata lengkap. Berdosorkon loporan Kodan Jaya pasukon Kopassus dari Surakarta sebanyak 467 personil.

  • Mendarat di Halim PK,Jakarta
    Korban dan Kerugian
Jenis JumlahKeterangan
Korban manusia 31 Terpanggang di "Ratu Luwes” dan toko Bata. Satu korban
Apotik 2 Dirusak
Toko 196 Dibakar
Showroom/Dealer 65 Dibakar
Bank 50 Dibakar
Pos Polisi 9 Dibakar
Bengkel 6 Dirusak
Kantor/PT 22 2 Dirusak Dirusak dan dibakar
Diskotik 2 Dibakar
Rambu lalu lintas 80% 17 Dirusak Dirusak
Rumah penduduk 25
Pabrik 8 Dirusak
Mobil 289 Dibakar
Bus 55 Dibakar
Truk 7 Dibakar Dibakar
Gedung Bioskop 1 Dibakar

sexual assault pasca kerusuhan (8Juli1998)

Hotel

Telepon Umum Dirusak

Sepeda Motor 570

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

2.2.3. Adanya kelompok terorganisir

Terdapat fakta yang menunjukkan adanya penggalangan dan pengorganisasi yang dilakukan sebelum peristiwa kerusuhan terjadi yaitu pada tanggal 10 Mei 1998. Kelompok penggalang saat menjumpai sekelompok orang yang diajak melakukan demo diketahui menggunakan jeep bernomor militer, pakaian doreng-doreng, berbaret merah dan badge yang ditutupi dengan plester. Kepada kelompok yang digalang dikatakan demo akan dilakukan pada tanggal 14 Mei 1998 (diingatkan kembali saat mereka akan berpisah). Oleh orang tersebut mereka diminta menunggu di suatu tempat untuk bergabung dengan kelompok massa yang lain. Sebelum berpisah pada pertemuan itu mereka diberikan uang. Pada tanggal 14 Mei 1998, setelah menunggu pada tempat yang telah ditentukan, kelompok massa (tergalang) tersebut kemudian bergabung dengan massa lain yang datang melintasi lokasi. Dalam kelompok massa yang telah membesar, mereka kemudian ikut melakukan aksi-aksi perusakan, penjarahan dan pembakaran. Kelompok penggalang (yang menyuruh) selama kerusuhan terjadi terlihat berada disekitar kelompok massa tersebut. Ada yang menggunakan sepeda motor dan ada yang menggunakan mobil. Mobil yang menyertai kelompok massa ini membawa botol-botol berisi bensin yang digunakan untuk membakar bangunan atau sasaran-sasaran tertentu. Selain itu juga berisi peralatan seperti besi yang digunakan untuk mencongkel mobil atau merusak barang lainnya. Mobil tersebut juga membawa minuman keras jenis anggur yang diberikan kepada kelompok massa tersebut (perusuh).

2.2.4. Ciri-ciri kelompok pelaku (provokator) kerusuhan di Solo

Provokator dalam aksinya berkelompok dalam 5- 1 5 orang. Mereka terlihat berteriak-teriak menyuruh massa yang berada disekitarnya untuk melakukan perusakan dan penjarahan hingga pembakaran. Mereka hanya memprovokasi massa (yang sebelumnya pasif) dan setelah kerusuhan terjadi mereka berpindah ke lokasi lainnya.

  • Kelompok ini berpenampilan cukup beragam. Ada yang berambut cepak maupun gondrong, ada yang tegap maupun kurus.
  • Di antara mereka juga menggunakan bermacm kendaraan seperti becak, motor atau mobil. Beberapa saksi melihat pada beberapa kendaraan yang mereka gunakan terdapat stiker berlambang Kopassus.
  • Dalam aksinya, banyak dalam kelompok ini menutup wajah mereka dengan menggunakan saputangan lebar sehingga wajah mereka tidak terlihat jelas. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Indonesia, sebagian berlogat
    Jakartadan sebagian

yang berbahasaJawatidak berlogat Solo. Saat melaksanakan aksinya mereka terlihat terlatih, sigap dan rapi. Begitu juga saat memobilisir massa.

Mei '98 di Berbagai Kota

Beberapa saksi melihat pada kelompok-kelompok ini menggunakan semacam ilmu bela diri (silat) tertentu yang menggunakan semacam tenaga dalam. Hal itu terlihat dari tindakan dan dampak yang dihasilkannya.

2.3. Kerusuhan di Surabaya 2.3.1. Kronologi kerusuhan di Surabaya
14 Mei 1998
Pukul (WIB) Kronologi
Siang hariJI. Protokol Kota

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi turun ke jalan bersama dengan masyarakat. Selain berjalan kaki, aksi juga dilakukan dengan menggunakan sepeda motor. Arak-arakan kendaraan terjadi hingga malam hari. Mahasiswa yang melakukan demonstrasi tersebut antara lain IAIN (7.000 orang), IKIP (2.000 orang), Ubhara, Al-Fallah, Untag, Unitomo, Unair, ITS, UPN, Petra, Ubaya, UWK, UPB, ITATS, serta pelajat dari berbagai sekolah. Konsentrasi utama aksi adalah DPRD II Surabaya dan DPRD 1JawaTimur.

19.00JI. Iskandar Muda 01. Danakarya)
* Amuk massa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, yaitu ketika arak-arakan kendaraan berhenti di depan Polsek Semampir,JI IskandarMuda. Setelah arak-arakan tiba, massa kemudian berdatangan dan bertambah banyak. Polsek sendiri hanya dijaga 3 orang karena anggota lainnya sedang melakukan pengamanan di kota. Tidak diketahui siapa yang memulai, massa kemudian bergerak merusak dan menjarah 4 (empat) toko yang masih buka di sekitar Polsek. Barang jarahan ada yang dibakar dan dibawa pulang.
* Empat orang diantara massa ditahan oleh Polsek Semampir. Tindakan ini memicu kemarahan massa yang kemudian menyerbu dan melempar Polsek hingga memecahkan kaca bangunan. Tuntutan massa melepas empat orang yang ditahan akhirnya dikabulkan.
- Pada saat yang sama, sebagian massa merusak dan menjarah bengkel Bandung yang terletak tidak jauh dari Polsek. Massa memporak-porandakan dan menjarah isi bengkel. Dua (2) mobil di bakar dan 1 1 (sebelas) lainnya dihancurkan. *Aparat keamanan yang terdiri dari 2 SSK Marinir, 2 SSK AD, 1 SSK Brimob

Fakta, Data dan Analisa

dan beberapa peleton Dalmas Polres Surabaya Utara datang dan membuat blokade. Kekuatan aparat masih ditambah dengan 3 mobil PMK dan 3 mobil penghalau massa. Massa akhirnya berangsur mereda tetapi suasana tetap mencekam hingga pukul 22.30 WIB. Sebagian massa masih berkumpul di sekitar lokasi. Sekitar JI. Wonokusumo dan JI. Nyamplungan Pada kedua jalan ini, dua toko dijarah dan dibakar. Dalam peristiwa tersebut sebuah toko yakni toko Fajar Jaya hangus terbakar api.

15 Mei 1998 Pukul (WIB) Kronologi

16.30JI. Urip Sumohardjo
Terlihat sekelompok massa tiba-tiba menyerbu showroom mobil Timor. Tindakan ini mendorong massa yang lain yang berada di sekitar lokasi ikut merusak bangunan. Massa kemudian masuk ke dalam bangunan dan mendapati bangunan telah kosong (mobil telah dipindahkan). Mereka hanya menemukan peralatan kantor seperti meja kursi dan lainnya. Barang-barang tersebut dikeluarkan dan dibakar di tengah jalan. Setelah api berkobar terdengar sorakan massa "Hidup reformasi! Hidup rakyat!”. Perusakan, penjarahan serta pembakaran merembet ke kantor biro perjalanan dan sebuah Money Changer. Massa yang awalnya memaksa masuk, karena dihambat satpam yang berjaga akhirnya marah dan mulai melempar bangunan bertingkat tersebut. Setelah kaca bangunan hancur, massa kemudian masuk dan mengeluarkan isi bangunan seperti komputer, meja kursi, kertas dan lainnya, juga kendaraan yang sedang parkir di depannya. Barang-barang tersebut dibakar di tengah jalan. Sebuah mobil dan pos satpam juga tidak lolos dari sasaran pembakaran. Kekacauan tersebut berhenti setelah aparat keamanan datang membubarkan massa dengan melepas tembakan. Mendengar tembakan massa berlarian dan dalam waktu singkat aparat berhasil menguasai keadaan. SekitarJI. Gubernur Suryo Dua bangunan kantor dan sebuah bank mengalami kerusakan dan kaca bangunan pecah akibat lemparan. SekitarJI. Tunjungan Dua toko diJI. Tunjungan mengalamipecah kaca akibat pelemparan. Sebuah

Mei '98 di Berbagai Kota

mobil rusak berat, semua kacanya hancur di depan Tunjungan Plaza. SekitarJI. Indrapura Sebuah pompa bensin dikuasai massa. Arak-arakan yang lewat mengisi bensin hingga terkuras habis. Selain itu uang yang terdapat di dalam pompa bensin juga dijarah massa. Sekitar JI.Kenjeran dan JI. Kedung Cowek Puluhan massa yang tidak dikenal dengan cepat menyerbu dan mejarah dua gudang beras diJI.Kenjeran danJI.Kedung Cowek.

2.4. Kerusuhan di Lampung 2.4.1. Kronologi kerusuhan di Lampung
I 5 Mei 1998
Pukul (WIB) Kronologi
09.00 Bandar Jaya

Terjadi pengumpulan massa dari depan pemukiman Transmigrasi Angakatan Darat Bandar Agung (Ijam dari Bandar Jaya). Kelompok massa tersebut diketahui adalah para supir angkutan umum dan massa lain yang tidak jelas identifikasinya.

10.00 Bandar Jaya

Massa yang menggunakan kendaraan lebih kecil dan pick up melewati wilayah Poncowati. Waktunya bersamaan dengan jam pulang sekolah dan anak-anak baru keluar dari sekolah. Tidak jelas bagaimana prosesnya, akhirnya anak-anak sekolah yang masih mengenakan seragam tersebut ikut dalam rombongan massa. Beberapa terlihat naik di atap kendaraan yang menuju Bandar Jaya. Kota Bumi Terdengar isu akan ada rombongan massa perusuh dari Bandar Jaya. Toko-toko segera tutup. 1 1.00 Bandar Jaya Massa tiba di kantorDLLAJRBandar Jaya. Mereka hendak bertemu pimpinan kantor, tetapi tidak berhasil. Masa kemudian bergerak melebar ke berbagai lokasi dan mulai melempari toko¬ toko di sekitar Pasar Bandar Jaya, terutama yang menghadap jalan utama. Polsek Bandar Jaya hanya dijaga 3 orang, Kapolsek sendiri tidak di tempat. Polisi saat itu sedang dikonsentrasikan mengantisipasi kerusuhan di wilayah Bandar Lampug.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

12.00 Bandar Jaya

Mobil-mobil yang mengangkut massa serta beberapa sepeda motor mondar-mandir di jalan utama Bandar Jaya. Sebagian massa mulai menjarah toko grosir, toko manisan. Penjarahan yang dilakukan tidak disertai pembakaran.

13.00 Bandar Jaya
Setelah Pasar Bandar Jaya, massa kemudian bergerak keluar kota Bandar Jaya. Pada jalan yang dilewati massa melempari Bank Danamon dan dilanjutkan dengan merusak Hotel Wisata. Isi hotel dirusak, dibawa keluar dan selanjutnya dibakar. Kemudian seperti mendapat komando, massa bergerak kerumah salah satu pedagang terkaya di wilayah tersebut.

13.10 Bandar Jaya
Massa tiba di rumah tersebut, menghancurkan pintu dan masuk ke dalam rumah. Sebagian massa terlihat masuk melalui atap dan terjatuh. Massa selanjutnya menjarah barang-barang dagangan yang kebetulan telah terkumpul (oleh pemilik barang-barang sengaja dikumpulkan untuk menghindari penjarahan).

14.00 Bandar Jaya
Rumah pedagang tersebut akhirnya dibakar massa. Kota Bumi Mahasiswa STIH (Sekolah Tinggi llmu Hukum) Muhammadiyah turun ke jalan dan melakukan orasi diJI.Raden Saleh. Selama aksi berlangsung, terjadi konsentrasi massa di 4 (empat) titik yaitu:JI.Pemuda (pasar pagi),JI.A. Yani, TuguJI.Raden Intan, dan didepanBCAJI.Raden Intan.

15.00 Bandar Jaya
Polisi tiba dan segera melepaskan tembakan (peluru karet) ke udara. Kota Bumi Sebuah sepeda motor datang dengan 2 (tiga) orang yang tidak dikenal, mondar-mandir sepanjangjl. Raden Intan. Mereka mendekat ke mahasiswa, dengan membawa bendera besar lalu berteriak “Hidup reformasi!”, berulang-ulang sambil memutar-mutar bendera. Teriakan tersebut diikuti anak-anak remaja dan sekolah.

16.00 Kota Bumi
Massa mulai melempar pertokoan yang dimulai dari toko Ria. Massa kemudian menghancurkan seluruh kaca-kaca rumah warga keturunan Tionghoa di sepanjang JI.Raden Intan. Massa mendongkel pintu-pintu toko, melakukan perusakan dan penjarahan. Toko Bata yang kebetulan pintunya terbuka kacanya habis dirusah — ———— —

Kota

dan isinya habis dijarah massa. Selama perusakan dan penjarahan terlihat adanya orang-orang yang memimpin dan mengarahkan massa terhadap sasaran perusakan dan penjarahan. Terlihat juga kelompok tersebut berteriak, “itu toko Cina (Tionghoa), itu toko Cina (Tionghoa)!”.

17.00 Kota Bumi

Pasukan Dalmas yang tadinya dikirim ke Bandar Jaya tiba di lokasi dan segera mengambil tindakan pengamanan. Terjadi kejar-kejaran dengan massa.

18.00 Kota Bumi

Ditemukan plastik berisi bensin yang belum sempat digunakan. Massa akhirnya bubar setelah polisi menghalau dengan melakukan tembakan ke udara. Tidak toko yang terbakar.

22.00 Kota Bumi

Banyak warga keturunan Tionghoa mengungsi ke rumah warga pribumi.

masa peristiwa terjadi masih dalam tekanan dankontrol pemerintah yang ketat, tetapi akibat perkembagan situasi masyarakat, media akhirnya tidak mampu lagi menutupi berbagai fakta-fakta terjadi. Menjelang bulan Mei, berbagai pemberitaan menunjukkan perkembangan situasi, khususnya di Jakarta, dengan dinamika yang tinggi. Baik ekonomi, sosial,, politik dan hankam. Salah satu yang menonjol selain perkembangan kondisi perekonomian nasional, adalah aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang terus meningkat dan meluas pada hampir di semua kota-kota besar di Indonesia. Isu-isu utama olehmahasiswa adalah isu ekonomi dan reformasi. Sementara itu upaya dialog antara pemerintah dan mahasiswa yang diprakarsai oleh Jend.Wiranto tidak membuahkan hasil yang berarti. Dialog tersebut justru mendapat tentangan keras dari sebagian besar mahasiswa yang terus melanjutkan aksi-aksinya dan justru semakin meluas. Pada perkembangan situasi tersebut akhirnya bentrok antara aparat keamanan dan mahasiswa dalam aksi demonstrasi mulai mengisi pemberitaan di berbagai media. Bentrokan pada mulanya terjadi pada kota-kota di luarJakarta hinggamulai terjadi pada beberapa kampus di Jakarta.. Sementara aksi mahasiswa semakin meluas, situasi ekonomi sendiri menunjukkan kondisi yang semakin memburuk. Upaya-upaya perbaikan moneter yang terus dilakukan pemerintah belum memperlihatkan ke arah perbaikan. Hal in terlihat dengan tetap merosot dan tingginya fluktuasi nilai rupiah. Beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah akhirnya justru memberikan beban berat yang harus dirasakan masyarakat. Kenaikan harga yang begitu tinggi pada hampir seluruh barang, khususnya kebutuhan pokok, memberikan dampak yang menciptakan keresahan masyarakat secara nasional. Keresahan menjadi semakin meningkat apalagi setelah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada banyak perusahaan. Bertambahnya pengangguran bersamaan dengan kenaikan harga jelas menciptakan keresahan dan ketidakyakinan tersendiri bagi masyarakat terhadap pemerintah. Dalam situasi seperti itu terjadi beberapa peristiwa pemicu menjelang kerusuhan seperti yang disebutkan dalam laporan TGPF. peristiwa tersebut dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu peristiwa-peristiwa yang diduga kuat terkait dengan kerusuhan 13-15 Mei 1998 dan pra kondisi menjelang terjadinya kerusuhan.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Untuk wilayahJakartaperistiwa-peristiwa yang diduga kuat berkaitan dengan kerusuhan 13-15 Mei 1998 adalah: Penculikan aktivis. Penembakan mahasiswa Trisakti.

  • Peristiwa pemakaman mahasiswa Trisakti yang tewas dalam penembakan. Isu-isu dan selebaran mengenai akan adanya kerusuhan diJakarta. Sementara itu pra kondisi menjelang terjadinya kerusuhan adalah:
  • Provokasi ke arah aksi keprihatinan mahasiswa Trisakti pada tanggal 13 Mei 1998, dengan yel-yel, pembakaran mobil, perusakan pagar pembatas jalan dan rambu lalu lintas.
  • Provokasi ke arah mahasiswa UI di Salemba pada tanggal 14 Mei 1998, sebagian massa meneriakkan yel-yel "UI pengecut”, sebagian merusak rambu lalu lintas. Berbagai isu mengenai akan adanya serangan-serangan perusuh dari daerah-daerah tertentu pada sepanjang malam tanggal 13 Mei 1998.
  • Dropping kelompok perusuh melalui berbagai jenis kendaraan. Selain mahasiswa UI, provokasi juga dialami mahasiswa UPN (Universitas Pembangunan Nasional) di Pondok Labu,JakartaSelatan, beberapa hari menjelang 13 mei 1998. Yaitu ketika mahasiswa sedang berdemontrasi di dalam kampus, kemudian datang sekelompok massa mendekati kampus dan mengajak mahasiswa untuk keluar dari kampus. Tetapi permintaan tersebut ditolak mahasiswa. Massa selanjutnya memberi berbagai makian kepada mahasiswa. Situasi keamanan dan ketertiban Indonesia tercatat sedang dalam keadaan yang memprihatinkan, khususnya pada wilayah Pihak keamanan (intelejen) menyebutkan telah mencium adanya indikasi akan terjadi kerusuhan diJakarta.Hal tersebut dapat dilihat dari laporan BIA (Badan Intelejen ABRI) yang saat itu dijabat oleh Zacky Anwar Makarim. Melalui testimoni yang diberikan Zacky diketahui bahwa: BIA yang di dalam strukturnya membawahi satuan intelejen, hanya memiliki hubungan kordinasi dengan itelejen di wilayah (Kodam, dll). Salah satu tugas BIA adalah memberikan voeding intellegence ke bawah dan ke atas dalam rangka pengambilan keputusan-keputusan. Pada tanggal 12 Maret 1998, BIA telah membuat pos komando selama 24 jam tentang gejolak ekonomi dan krisis moneter. Pada tanggal II April 1998, BIA telah mengirimkan telegram Rahasia kepada Pangdam-Pangdam dan Kapolda-Kapolda tentang early warning, yang menyebutkan adanya keterlibatan pondok pesantren dan konsulat asing. BIA juga memberikan peringatan mewaspadai penggabungan kelompok-kelompok pelajar, pekerja dan kelompok miskin, serta peringatan untuk mencegah timbulnya martir. Beberapa tanggal yang harus diwaspadai adalah 15, 16, 18, dan 20 Mei 1998.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

  • BIA kemudian mengirimkan telegram rahasia kepada pimpinan Kostrad, Danjen Kopassus, dan Kapolda, untuk melakukan rapat koordinasi intelejen pada 18
    April 1998. Dalam rapat

koordinasi itu ternyata intelejen Polri sudah mencium adanya eskalasi ancaman. Akan ada mimbar bebas tanggal I dan 2 Mei dan puncaknya akan dilakukan tanggal 20 Mei 1998 bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional. Zacky membuat early warning kepada wilayah agar mewaspadai dan menghindari terjadinya bentrok fisik dan melarang penggunaan tembakan.

  • BIA memperkirakan akan terjadi martir di Yogyakarta, tetapi ternyata dalam perkembangannya terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di Trisakti. Akibatnya, terjadi proses percepatan pada
    tanggal 1 3 Mei. Zacky sebagai ketua BIA saat itu telah menyampaikan informasi tentang massa dan pergerakan massa kepada Koops (Komando Operasi) dan Dan Sub Koops. Menurut Zacky, begitu korban martir jatuh, automatically semua orang akan berpikir sesuatu akan terjadi, automatically semuanya tidak perlu diberitahu. Selain itu, BIA juga menyebutkan analisi bahwa tayangan televisi pada tanggal 13 Mei 1998 ikut mempercepat proses terjadinya kerusuhan. Masyarakat menurutnya meniru apa yang ditayangkan di televisi. Pada kenyataannya, apa-apa yang perlu dihindari atau dikendalikan berdasarkan early warning yang diberikan BIA itu justru terjadi dan meledak dalam bentuk kerusuhan di berbagai lokasi baik diJakartamaupun beberpa kota besar di Indonesia.
3.2. Peristiwa Trisakti

Pada laporan TGPF1 disebutkan adanya rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan menjelang terjadinya kerusuhan 13-15 Mei di Jakarta.Dua peristiwa yang terjadi paling dekat dengan kerusuhan 13-15 Mei 1998 adalah penembakan dan pemakaman mahasiswa Trisakti pada tanggal 12 dan 13 Mei 1998. Atmosfir kerusuhan dipicu dari terjadinya Tragedi Trisakti2. Tragedi Trisakti menjadi isu isu sentral yang memungkinkan terciptanya massa aksi yang besar dan masif. Analisis ini terbentuk dari pemahaman bahwa telah semakin rneningkatnya demonstrasi mahasiswa dengan membawa isu-isu reformasi yang terjadi bersamaan dengan krisis ekonomi yang sudah memuncak. Aksi demonstrasi mahasiswa sendiri telah meluas dan semakin meningkat pada banyak kota di Indonesia. Situasi itu pada akhirnya mendorong rneningkatnya ketegangan politik, di Indonesia, khuhusnya di Jakartadan ketegangan sosial. Ketegangan sosial yang terjadi dapat terlihat seperti rneningkatnya kriminalitas di berbagai wilayah tanah air seperti pada wilayah pantai utara jawa.

1 laporan TGPF seri 2, Dato-dota Kerusuhan, Bab III, Hal. 153 2laporan TGPF sen

2.Data-data Kerusuhan, Bab III, Hal. 154

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Mahasiswa Trisakti pada waktu-waktu sebelum terjadinya tragedi bukanlah kampus yang aktif melakukan aktifitas politik seperti demonstrasi, mimbar bebas dan sejenisnya. Kampus Trisakti tergolong kampus yang baru kemudian melakukan aksi demonstrasi. Sebelum terjadinya tragedi, tercatat kampus Trisakti baru melakukan beberapa (2-3 kali) aksi di dalam kampus. Pada tanggal 12 Mei 1998 tersebut, adalah kali pertama mahasiswa Trisakti melakukan aksi hingga turun ke jalan setelah kurun waktu yang lama. Berikut ini kronologi singkat terjadinya peristiwa Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei

1998.

Sekitar pukul 10.30 WIB.

Mahasiswa Trisakti melakukan aksi mimbar bebas di lapangan parkir depan Gedung M Kampus Trisakti. Setelah melakukan aksi mimbar bebas tersebut akhirnya mahasiswa melanjutkan dengan melakukan aksi turun ke jalan dengan tujuan gedung MPR./DPR. Saat mahasiswa baru keluar dari area kampus (200 meter), mereka dihadang satu peleton Dalmas PolresJakartaBarat di sekitar Kantor lama WalikotaJakartaBarat. Ketegangan mulai terjadi antara mahasiswa dan aparat keamanan. Kemudian terjadi proses negosiasi antara wakil mahasiswa dan wakil birokrasi kampus (Dekan Fakultas Hukum Usakti) dengan Wakapolres dan DandimJakartaBarat. Proses negosiasi berjalan cukup lama hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Massa mahasiswa masih terlihat tetap bertahan diJI.S Parman.

Sekitar pukul I6.30 WIB.

Muncul seseorang berteriak mengeluarkan kata-kata makian terhadap massa mahasiwa. Akibat provokasi tersebut mahasiswa segera bereaksi dan beberapa mahasiswa terlihat mengejar seseorang tersebut yang kemudian berlari ke arah aparat yang berjaga. Ketegangan antara kedua kubu pun (mahasiswa dan aparat) menjadi tinggi.

Sekitar pukul 17.05 WIB

Tidak lama setelah itu, massa mahasiswa mulai bergerak mundur kembali ke dalam kampus. Saat mahasiswa mulai bergerak, sebaliknya terlihat beberapa aparat kepolisian mengeluarkan kata-kata ejekan dan kotor kepada mahasiswa. Aksi itu membuat beberapa mahasiswa menjadi panas dan berbalik hendak menyerang ke arah aparat, tetapi berhasil dicegah oleh mahasiswa lainnya. Saat massa mahasiswa sedang bergerak mundur dan sebagain mahasiswa mulai memasuki area kampus, terdengar suara tembakan yang diikuti penyerangan oleh satuan

Mei 1998: Fakta. Dau dan Anahsa

pengamanan (yang berjarak sekitar 50 meter dari mahasiswa) dengan memukul dan melepaskan tembakan gas air mata. Beberapa korban dari pihak mahasiswa pun terjadi.

Sekitar pukul 17.20 WIB.
Penyerangan oleh pihak pengamanan terus dilakukan hingga sebagian

mahasiswa berhamburan masuk ke dalam kampus. Penyerangan juga terjadi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Sebagian mahasiswa dan masyarakat banyak berlarian menyelamatkan diri ke dalam kantor lama Walikota JakartaBarat dan kampus I Untar yang berada persis di samping kampus Trisakti. Terlihat beberapa mahasiswa dan masyarakat menjadi korban pada serangan tersebut..

Hingga pukul 18.30 WIB.

Serangan pihak aparat terus dilanjutkan hingga ke arah jalan Tol, Citraland, kampus Untar II, ke arah jalan S. Parman/Tanjung Gedong. Serangan tersebut semakin menambah jumlah korban di pihak mahasiswa maupun masyarakat. Sementara mahasiswa berlarian memasuki area kampus, aparat tetap terus melakukan pemukulan, penganiayaan, dan mengeluarkan tembakan serta gas air mata saat menghalau dan membubarkan mahasiswa agar masuk ke dalam kampus. Tidak berhenti sampai disitu, aparat keamanan, baik berseragam polisi maupun militer, terus mengejar dan melepaskan tembakan saat mencari mahasiswa yang bersembunyi di dalam kampus I Untar. Membalas serangan tersebut, mahasiswa yang berada di dalam kampus I Untar akhirnya melakukan pelemparan aparat dengan batu yang sekaligus dimaksudkan untuk membantu menyelamatkan mahsiswa yang sedang dipukuli aparat. Akibat serangan batu tersebut, terlihat aparat mulai menahan dan bergerak mundur. Tetapi kemudian berbalik membalas melemparkan batu ke arah mahasiswa dan merusak Pos Satpam dan Tiket Parkir kampus Untar. Serangan tersebut semakin menambah jumlah korban pada pihak mahasiswa. Pada situasi itu (dimana banyak tembakan dilepaskan) beberapa mahasiswa meninggal akibat tembakan, di samping korban-korban lainnya akibat pemukulan, Iuka tembak dan gas air mata. Setelah peristiwa penembakan tersebut terjadi, suasana kampus Trisakti akhirnya menjadi bertambah ramai dengan berdatangannya berbagai elemen mulai dari mahasiswa kampus lain, tokoh-tokoh masyarakat, wartawan dalam dan luar negeri serta masyarakat lainnya. Kampus terus bertambah ramai hingga malam dan keesokan harinya.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

3.3. Kerusuhan awal di diJI.Kyai Tapa

Kerusuhan yang terjadi di sekitariJI.Kyai Tapa terjadi bersaman saat mahasiswa sedang melakukan aksi mimbar bebas di halaman kampus Trisakti. Massa yang berada di luar kampus terus bertambah banyak dan mulai melakukan aksi-aksinya sendiri. Sementara mahasiswa sendiri tetap bertahan melakukan aktifitasnya di dalam kampus. Setelah terjadi bentrok antara massa yang berada di luar kampus dengan aparat yang berjaga, aksi-aksi kerusuhan mulai terjadi dan semakin membesar. Hal itu ditandai dengan terjadinya pembakaran seperti pada pompa bensin dan truk pada perempatan Trisakti, sekitar jembatan layang. Berikut ini rangkaian fakta pada perusakan disekitar Kampus Trisakti danJI. KyaiTapa.

3.3.1. Kronologi Sekitar Kampus Universitas Trisakti
Waktu Kronologi
12 Mei 1998

Sekitar 20.00-Di RS. Sumber Waras terlihat banyak mahasiswa terluka dan dirawat akibat

21.00 WIB penembakan dan bentrok dengan aparat keamanan yang terjadi di sekitar
kampus Trisakti. Bentrok ini mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia. Sekitar 22.00 Terlihat dua Polisi Militer mendatangi RS. Sumber Waras dan disusul Letjen WIB Prabowo Subianto. Kehadiran Prabowo Subianto yang melayat jenasah memancing kemarahan mahasiswa, tetapi tidak sampai terjadi bentrokan karena berhasil dilerai beberapa dosen dan mahasiswa. 13 Mei 1998 Sekitar 01.00 Sjafrie Syamsuddin dan ajudan mendatangi kampus Trisakti. Saat tiba di lokasi, WIB. walaupun sempat bersitegang dengan mahasiswa, tidak terjadi bentrok. Sekitar 03.00 Sjafrie Syamsuddin beserta ajudan meninggalkan kampus. WIB Sementara itu jenasah mahasiswa korban penembakan dibawa ke Kampus Trisakti dengan iringan mahasiswa. Pagi hari Mahasiswa mengadakan acara berkabung di dalam kampus Trisakti. Kampus sendiri mulai dipadati mahasiswa dan Menwa (resimen mahasiswa) terlihat berjaga di sekitar kampus dan menyeleksi siapa-siapa saja yang akan masuk ke dalam kampus. Hanya mahasiswa dan orang-orang tertentu yang boleh memasuki halaman kampus. Banyak mahasiswa dari kampus lain terpaksa memasuki Trisakti melalui kampus Untar yang berada disebelahnya. Pagi itu

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

direncanakan banyak tokoh-tokoh masyarakat akan mendatangi kampus Trisakti. Sementara itu di luar kampus massa masyarakat sudah mulai banyak berkumpul. Catatan:

  • Soot itu mahasiswa memutuskan untuk cooling down. Di antara mahasiswa berkembang isu akan adanya eskalasi massa setelah penembakan di Trisakti dan akan muncul skenario seperti peristiwa Malari tahun 1 974.
    Pagi hari Terjadi keramaian di luar kampus Trisakti. Sebagian mahasiswa ingin keluar kapus tetapi sebagian lagi memilih bertahan di dalam. Karena situasi di luar telah ramai, terlihat ada mahasiswa yang meminta masyarakat untuk masuk, namun ditolak. Sekitar jam Tiba-tiba di jalan layang (depan kampus Trisakti) dari arah Tomang ke Grogol

09.00 (menuju Latumenten) terlihat pasukan berseragam Polisi dengan mengendarai
motor melintas. Jumlahnya berkisar 20 motor, satu motor berisi dua orang. Mereka terlihat seperti memanas-manasi mahasiswa dan massa. Mereka bolak-balik di jalan tersebut dan sempat melepas tembakan. Suasana akhirnya jadi memanas. Kondisi memanas tersebut sempat menimbulkan bentrok antara Polisi dengan mahasiswa dan masyarakat. Sementara itu terlihat pasukan dari Kodim bersenjata lengkap, kira-kira 100-an orang, di sepanjang jalan Untar ke arah Tomang, mereka diam saja melihat perkembangan situasi yang terjadi. Di antara mereka terdengar sesekali berteriak "udah masuk, masuk!”. Sekitar 09.00-Ribuan mahasiswa berkumpul di dalam kampus saat melakukan mimbar bebas

10.00 WIB dan mengikuti upacara pelepasan jenazah di lapangan parkir kampus. Sekitar 1 1.00 Mayjen Sjafrie Syamsudin datang ke Kampus Trisakti. Sempat terjadi kericuhan WIB kecil antar mahasiswa dengan Sjafrie Syamsudin, beberapa mahasiswa berteriak
“pembunuh, usir, tidak pantos dia datang ke sini, tentara pembunuh mahasiswa”. Situasi akhirnya terkendali setelah dilerai dosen dan mahasiswa lainnya. Tidak terjadi bentrok. Diluar kampus, selain massa yang semakin bertambah banyak, penjagaan oleh aparat terlihat ketat. Sekitar 500 aparat yang terdiri dari PHH dan Polisi tersebar diJI.Kyai Tapa, *fly over,*pompa bensin dan JI.Daan Mogot (depan mall Citraland). Sesudah Sjafrie Syamsudin meninggalkan Kampus Trisakti sempat terjadi aksi lempar mahasiswa yang kemudian dibalas oleh tembakan dan gas air mata oleh

Mei 1998 diJakarta

aparat. Sekitar 1 1.00-• Suasana hiruk pikuk terlihat di dalam kampus Trisakti, banyak karangan

13.00 WIB bunga tanda simpati. Beberapa tokoh politik dan masyarakat seperti
Hariman Siregar, Wimar Witular, Megawati, Amien Rais berkumpul melakukan orasi. Mereka memberi dukungan reformasi yang dipelopori mahasiswa. Sementara massa di luar kampus terus bertambah. Terlihat sekelompok massa (sekitar 20 orang) datang dari arah Roxy ke depan kampus Trisakti. Tidak berapa lama, kemudian mereka berbalik ke arah perempatan jalan dan akhirnya bergabung dengan massa yang sebelumnya telah berkumpul di JI.Daan Mogot dan jalan yang mengarah ke RS.JiwaGrogol. Massa berteriak-teriak dan menyuruh mahasiswa keluar. Di antara massa terlihat ada yang membawa kayu dan besi, tidak terlihat membawa senjata tajam. Saksi mata lain menyebutkan tidak jauh dari waktu ini terlihat gas air mata disemprotkan ke dalam kampus. Sementara mahasiswa terlihat tidak berbuat apa-apa. Tidak diketahui asal gas air mata. Kemudian jenazah mahasiswa korban penembakan diberangkatkan.

  • Dalam selang waktu tersebut terlihat beberapa helikopter berputar-putar di atas kampus Trisakti. Beberapa saksi melihat berisi penumpang berbaret kemerahan. Terlihat helikopter turun di depan kantor WalikotaJakarta Barat dengan pasukan, mereka tidak langsung ke Trisakti, tetapi berkumpul lebih dahulu, tidak tahu ke mana setelah itu. Mereka ber senjata lengkap, pistol dan laras panjang, serta ransel. Helikopternya jenis Puma berwarna hijau, lambang angkatan darat dengan puluhan pasukan. Saksi lain menyebutkan telah melihat 3 buah helikopter (berwarna hijau dan abu-abu hitam) terbang rendah. Helikopter tersebut terlihat pada waktu yang hampir bersamaan saat muncul asap dan kobaran api yang berasal dari lokasi parkir Citraland dan dari Hotel Daan Jaya. Bangunan rumah yang terletak sekitar 500 m dari hotel Daan Jaya terbakar.
  • Tiba-tiba terlihat 4-8 tronton (kemungkinan besar pasukan kostrad), mereka melakukan penembakan “acak”. Mahasiswa membalas dengan pelemparan. Tidak ada mahasiswa yang menjadi korban. Kemudian pasukan tersebut meninggalkan kampus Trisakti menuju jin. S. Parman.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Tidak berapa lama kemudian sebuah truk sampah berwarna orange tiba-tiba bergerak dari bawah jembatan layang menuju terminal. Truk tersebut kemudian menabrak trotoar dekat Polsek Grogol. Kemudian truk tersebut dibakar massa. Saat itu tidak terlihat Aparat Kepolisian berada di dalam Polsek.

  • Terlihat sebuah truk berpenumpang dan dihadang massa dan penumpangnya dipaksa turun. Terlihat seseorang mengganjal pedal gas truk dan kemudian truk tersebut meluncur kencang ke arah pasukan Marinir yang mungkin dikira Polisi. Truk tersebut akhirnya menabrak Pos Polisi. Kemudian massa mengobrak-abrik pos dan truknya serta membakar bangunan POM Bensin. Setelah itu baru terlihat molotov dilempar-lempar.
  • Setelah sebuah truk dibakar di perempatan jalan, sekitar 8-12 orang terlihat mengarahkan massa membakar pom bensin dan Pos Polisi yang berada dekat triminal Grogol (depan kampus Trisakti). Aksi tersebut tidak berhasil dilakukakan karena dihadang aparat Kepolisian dengan melepaskan tembakan ke arah massa.
  • Setelah pebakaran truk, massa terlihat mulai melakukan perusakan. Dimulai dengan menggoyang-goyang tiang lampu jalan hingga rubuh. Dari arahJI.Daan Mogot terlihat kelompok adanya massa lain. Mereka saling lempar dengan massa yang berasal dari arah Roxy.
  • Massa di depan kampus Trisakti diperkirakan sekitar 2000-an orang.
  • DariJI.Latumenten terlihat asap tebal mengepul di daerah Grogol dekat Citraland
    Sekitar 14.00 Di antara massa terlihat 3 kelompok yang datang dalam waktu berbeda dan WIB terlihat saling kenal. Saat bertemu, kelompok-kelompok massa ini melakukan tos-tosan tangan. Sekitar 1 5.00-Kesaksian lain menyebutkan, melihat sekitar sepuluh tentara berada di dekat

15.30 WIB pompa bensin Grogol

JI. KyaiTapa mengarahkan tembakan ke mahasiswa di

Kampus Trisakti. Saksi lain juga melihat bentrokan antara mahasiswa dan aparat berlangsung sampai sore. Saat bentrok terjadi, telah ramai orang di sekitar lokasi karena banyak orang pulang kerja. Sekitar 16.00 Massa sebelumnya berkumpul di sekitar kampus Trisakti mulai menyebar ke WIB arah Roxy, Tomang, S. Parman, Daan Mogot dan Citraland. Setelah massa bubar terjadi pembakaran di beberapa lokasi yang dilewati.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Sekitar 16.00-Massa yang berada di depan kampus mengajak mahasiswa untuk keluar dan

17.00 WIB bergabung. Massa yang mengajak tampak saling mengenal. Ajakan tersebut tidak
diikuti oleh mahasiswa. Terlihat pasukan berseragam abu-abu membawa senjata dan tameng berjumlah ratusan orang. Mereka berasal dari arah Slipi menuju terminal Grogol. Pasukan ini tidak mempergunakan identitas apa-apa. Pasukan ini sama sekali tidak berusaha menghalau massa. Mereka hanya berbaris sambil memandang ke arah kampus Trisakti, kemudian balik ke arah mereka datang dan berhenti di depan kampus Trisakti. Terlihat dua helikopter terbang rendah di atas kampus Trisakti dan menyemprotkan gas air mata ke arah mahasiswa. Dari helikopter tersebut, tampak 2-4 orang turun dengan pakaian terntara dan bersenjata lengkap. Asap gas air mata mulai mengganggu mahasiswa di dalam kampus maupun massa yang berada di luar kampus. Kemudian mahasiswa menyemprotkan air hidran untuk menghalau asap tersebut. Sebagian mahasiswa kemudian terlihat meninggalkan kampus. Banyak yang keluar melalui kampus Untar. Sementara itu tampak banyak mobil tronton parkir diJI.S. Parman.

3.3.2. Kronologi Kerusuhan Sekitar Pusat Pertokoan Tomang Plaza,JI. K.H. Tapa
Waktu Kronologi

April 1998 Muncul edaran dari KodimJakartaBarat kepada pihak pengelola TOPAZ yang menawarkan jasa pengamanan selama bulan Mei 1998 13 Mei 1998 Sekitar 09.00 Banyak toko terlihat masih buka di dalam komplek Tomang Plaza. WIB. Sekitar 10.00 Ribuan massa terlihat memenuhiJI.Kyai Tapa. WIB. Sekitar 1 1.00 Terlihat massa dalam jumlah yang sangat besar berkumpul di sebelah timur WIB Rumah Sakit Sumber Waras, di belakang Tomang Plaza. Mereka memadati jalan selebar sekitar 8 meter di timur RS Sumber Waras dan membentuk barisan sepanjang sekitar 100 meter. Sebagian orang-orang tersebut memakai jaket baik yang berwarna kuning maupun biru. Berbaur dengan massa yang berpakaian biasa tanpa mengenakan jaket atau atribut lain.

1 998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar tengah Massa terlihat sedang siap-siap menuju kejl. Kyai Tapa. Sementara itu Pos Polisi hari tertutup dan tampak bangku-bangku penghalang jalan berada di sekitarnya. Kemudian massa terlihat semakin bertambah banyak memenuhi jalan sepanjang perempatan Grogol hingga di depan Tomang Plaza. Banyak massa terlihat datang dari arah Roxy Mas. Mereka rata-rata orang dewasa laki-laki dan sebagian kecil adalah ibu-ibu dan anak-anak. Sekitar 12.00 Pengelola Topaz (Tomang Plaza) lewat Satpam Matrix memerintahkan semua WIB. toko agar ditutup (termasuk gerbang depan dan koridor). Sekitar 13.00 Dari sekitarJI.Latumenten terlihat asap tebal mengepul di daerah Grogol dekat WIB Citraland. Sementara itu Pospol yang berada disudut RS. Sumber Waras telah juga dibakar massa. Massa terlihat berusaha menjarah ATM BNI di Topaz. Sekitar 15.00 Sekitar Tomang Plaza terlihat pasukan dengan baret ungu, kira-kira enam-tujuh WIB. orang duduk-duduk dengan senjata laras panjang. Dibelakangnya dua truk tentara berterpal parkir melintang di depan Rumah Sakit Sumber Waras. Sementara itu massa mencoba menyerbu ATM BCA tapi tidak berhasil. 14 Mei 1998 Sekitar 8.30 Terlihat beberapa toko di Topaz pada bagian kaca depan maupun rolling door WIB. telah ditempel kertas dengan tulisan “milik Haji... / Pribumi". Sekitar 9.30 Ribuan massa telah berkerumun di sekitar Topaz. Terdengar salah satu orang WIB. berbadan tegap di tengah massa berteriak mengajak massa menjarah Topaz. Setelah itu terlihat massa bergerak menuju arah Harmoni. Sepanjang jalan menujuJembatanKali Banjir Kanai telah ada batu-batu dan potongan-potongan kayu (terdapat paku menempel), yang kemudian diambil oleh massa. Sementara itu di Roxi Mas banyak tentara telah berjaga. Tidak lama kemudian kemudian beberapa orang terlihat mengajak massa kembali ke Topaz dan diikuti sebagian massa. Diantara massa tersebut ada yang membawa potongan besi dan martiL Massa saat dikomando tiga orang anak muda berbadan tegap dengan memakai tas pinggang menuju Topaz dari Roxi Mas. Mereka berjalan kaki melewati kali Jeling. Kemudian dari tengah massa terdengar teriakan “serbu Topaz!". Massa kemudian berusaha dicegah masuk ke dalam Topaz oleh pengurus pertokoan Topaz dan seorang Satpam. Di depan Topaz massa mulai melempari bangunan dengan batu-batu. Terlihat juga di antara mereka membawa Molotov dan melemparnya ke Pos Satpam dan toko Bond-Bond. Mereka akhirnya merusak gembok-gembok pintu gerbang.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Setelah pintu gerbang terbuka massa yang masuk semakin bertambah banyak. Massa akhirnya mulai menjarah toko elektronik dan salon DANIEL. Barang-barang dikeluarkan dan dibakar di halaman parkir. Sekitar 10.00 Tedengar beberapa kali letusan dengan api di toko BOND-BOND (satu-WIB. satunya toko di Topaz yang buka saat itu). Setelah itu massa bergerak ke arah RS Somber Waras. Sementara itu di sekitarJI.Susilo (berpotongan dengan jalan utama) terlihat sweeping oleh sekelompok massa terhadap etnis Tionghoa. Terlihat seorang etnis Tionghoa dalam angkutan mokroletJB03 dipaksa turun dan dipukuli lalu merampas barang-barangnya. Kelompok tersebut sebagian besar adalah anak-anak remaja dengan 3 orang yang berbadan tegap berpakaian lusuh yang terlihat memberi perintah kepada anak-anak remaja tersebut. Saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Sekitar 14.00 Dari stasiun TV terlihat Topaz dan toko-toko di dalamnya telah terbakar. WIB Sekitar 14.00 Massa mulai melempari dan menjarah BCA maupun Salon Rudi Hadisuwarno WIB. yang bersebelahan dengan RS Sumber Waras. Satu mobil kemudian di bakar di halaman belakang Salon. Tetpai Tumah Makan Padang yang berada di antara BCA dan salon tidak ikut dijarah, tapi terbakar akibat rembetan api dari BCA dan salon. Api di Topaz mulai membesar dan merembet keseluruh pertokan plaza. Sementara itu sepanjangjl. Kyai Tapa sangat sepi kendaraan bermotor. Sekitar 17.30 Di sekitar ITC terlihat beberapa tentara berjaga. Setelah jumlah massa telah WIB. jauh berkurang, mereka mulai mengamankan beberapa penjarah dan memasukkannya ke dalam truk tentara bersama dengan barang jarahan. Selanjutnya tentara menyuruh massa masuk ke gang-gang yang berada di sekitar jalan. Catatan Selama peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan berada di sekitar lokasi. Saat massa berbalik dari ITC Roxy Mas menuju Topaz dan sebelum Topaz dijarah atau dibakar, tentara yang berada di Roxy Mas tidak melakukan tindakan pencegahan. Setelah massa berkurang baru terlihat mereka mengambil tindakan terhadap massa.

  • Beberapa pemilik toko di Topaz pasca kerusuhan melakukan gugatan terhadap

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

penge/o/o gedung (YALA SENA). Pengadilan telah mengabulkan gugatan mereka (ganti kerugian). Sekitar 20.00 Di sekitar wilayah Tambora, tersebar kabar akan diserbu preman-preman yang WIB. disewa orang-orang etnis Tionghoa dari Kelurahan Krendang. Warga akhirnya melakukan ronda malam. 16 Mei 1998 16 Mei 1998. Tomang Plaza terlihat hangus total. ..

Setelah kerusuhan terjadi di sekitar Grogol dan kampus Trisakti, perusakan dan pembakaran mulai juga terjadi di beberapa lokasi yang berdekatan dan mulai meluas ke arah Utara. Aksi-aksi peruskan dan pembakaran terjadi hingga malam hari dan akhirnya terhenti. Pada keesokan paginya, peristiwa perusakan hingga pembakaran (disebut sebagai kerusuhan) justru terjadi pada lokasi yang begitu luas, hampir merata di wilayah DKI Jakarta, itu dapat dilihat pada sebaran lokasi terjadinya kerusuhan berdasarkan waktu awal terjadinya peristiwa.

3.4. Sebaran kerusuhan di Jakarta pada 13-15 Mei 1998

Kerusuhan diJakartadi mulai dari wilayah sekitar kampus Trisakti. Aksi tersebut kemudian meluas ke arah UtaraJakartadan kemudian meluas ke arah Timur (JI. Kyai Tapa hinggaJI.Hayam Wuruk), Barat (JL.Daan Mogot hingga sekitar Cengkareng) dan Selatan di sekitar Slipi. Berikut ini dapat dilihat peta sebaran terjadinya kerusuhan yang berhasil dicatat oleh Lembaga Penelitian Universitas Trisakti.

Umum Kerusuhan Mei 1 998 diJakarta

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

13 Mei, hingga 14.00 WIB

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analtsa

14 Mei, titik awal 09.00 WIB

1 00

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

14 Mei, hingga 11.00 WIB

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

Umum Kerusuhan Mei 1 998 diJakarta

Total lokasi kerusuhan 14 Mei

1 03

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Berdasarkan data-data yang telah berhasil dikumpulkan (lihat lampiran C) baik melalui kesaksian langsung maupun laporan TGPF, akhirnya dapat disusun fakta-fakta lapangan yang susun secara kronologis. Akibat berbagai keterbatasan dan kendala, memang tidak semua proses kejadian dapat terekam dengan detail pada setiap lokasi, begitu juga dengan jumlah lokasi yang tepat. Dengan demikian maka jumlah lokasi yang diperoleh dapat diartikan sebagai jumlah minimum lokasi terjadinya kerusuhan. Penentuan luas area yang mewakili sebuah lokasi juga merupakan kendala tersendiri dalam menentukan jumlah lokasi terjadinya kerusuhan. Pada banyak tempat, kerusuhan terjadi pada wilayah yang terbatas dan tidak ditemukan kaitan (perpindahan atau pergeseran masa atau kelompok provokator) walaupun tidak jauh dari lokasi lain yang juga mengalami hal yang sama. Pada banyak tempat lainnya kerusuhan terjadi pada wilayah yang cukup luas, dimana terdapat kaitan antara lokasi satu dengan lokasi lainnya yang berdekatan. Menghadapi persoalan tersebut maka penentuan lokasi disusun berdasarkan pada wilayah-wilayah yang menjadi pusat atau sentral terjadinya kerusuhan baik sebagai lokasi awal ataupun sebagai pusat-pusat berkumpulnya massa saat kerusuhan terjadi. Berdasarkan pengelompokan tersebut maka diperoleh data sebagai berikut:

Tabei Lokasi terjadinya Kerusuhan 13-15 Mei 1998 di Jakarta No Kode Tanggal Lokasi 1J1001 13 Mei 1998JI. HasyimAshariJakartaPusat 2J 100213 Mei 1998JI.KH. Mas MansyurJakartaPusat 3J¹⁰⁰³13 Mei 1998JembatanLima,JI.KH. MasJakartaPusat Mansyur 4J¹⁰⁰⁴13 Mei 1998JI.Bendungan HilirJakartaPusat 5J¹⁰⁰⁵14 Mei 1998 Cempaka Putih Tengah.JI.JakartaPusat Letjen. Suprapto 6J 100614 Mei 1998 Pasar Cempaka Putih,JI. JakartaPusat Letjen. Suprapto 7J 100714 Mei 1998 Pertokoan Poncol,JI.Letjen.JakartaPusat Suprapto, 8J1008 14 Mei 1998 Galur,JI.Letjen. SupraptoJakartaPusat 9J 100914 Mei 1998 Pecenongan BaratJakartaPusat 10J 1010 14 Mei 1998JI.Gunung SahariJakartaPusat

IIJ1 0 1 1 14 Mei 1998 Sekitar Ul-PerempatanJakartaPusat

Matraman

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

12 J1012 14 Mei 1998 JI. Tanah Abang Jakarta Pusat
13 J10 1 3 14 Mei 1998 Jakarta Pusat
14 J¹⁰¹⁴ 14 Mei 1998 JI. Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat
15 J1015 14 Mei 1998 JI. Gunung Sahari, Pasar dan Jakarta Pusat
16 J¹⁰¹⁶ 13-14 Mei 1998 JI. Hayam Wuruk sekitar Jakarta Pusat
17 J 1017 14 Mei 1998 JI. Letjend. Soeprapto, Jakarta Pusat
18 J 1 018 14 Mei 1998 Jakarta Pusat
19 J¹⁰¹⁹ 14 Mei 1998 Jakarta Pusat
20 JI 101 13 Mei 1998 JI. K.H. Tapa Jakarta Barat
21 JI 102 12 Mei 1998 JI. Kyai Tapa Jakarta Barat
22 JI 103 14-15 Mei 1998 JI. Raya Tugabus Angke Jakarta Barat
23 JI 104 13-14 Mei 1998 JI. Raya Jakarta Barat
24 JI 105 13-14 Mei 1998 JI. Raya Daan Mogot Jakarta Barat
25 JI 106 13-14 Mei 1998 Jakarta Barat
26 JI 107 13 Mei 1998 Jakarta Barat
27 JI 108 13-14 Mei 1998 Jakarta Barat
28 JI 109 13-14 Mei 1998 JI. Kyai Tapa Jakarta Barat
29 JI 1 10 14 Mei 1998 JI. Pinangsia Jakarta Barat
30 JI 111 14 Mei 1998 Jakarta Barat
31 JI 1 12 14 Mei 1998 Jakarta Barat
32 JI 1 13 14 Mei 1998 Jakarta Barat
33 JI 1 14 12-14 Mei 1998 Jakarta Barat
34 JI 1 15 14 Mei 1998 Jakarta Barat
35 JI 1 16 14 Mei 1998 JI. Jakarta Barat
36 JI 1 17 14 Mei 1998 JI. Jakarta Barat
37 JI 1 18 14 Mei 1998 JI. Jakarta Barat
38 J 1201 14 Mei 1998 JI. Jakarta Selatan
39 J 1202 14 Mei 1998 Jakarta Selatan
JI. Casablanca
Megaria dan sekitarnya
Atrium Senen
Gajah Mada Plaza

Pertigaan Cempaka Putih Cideng Barat Pasar Tanah Abang sekitarnya Tomang Plaza, Sekitar Trisakti,

Perempatan Slipi, Palmerah,

Ramayana Cengkareng Sekitar Rawa Buaya, JI. Jelambar Roxi Mas, Sekitar Glodok, Puri Mal Indah Pertokoan Meruya Ilir Sekitar Slipi Jaya (plaza) City Hotel, Medan Glodok Supermarket TOP, Green Garden Mangga Besar Sawah Besar Hayam Wuruk, sekitar Show Room Motor Besar Fatwamati Cipete Warung Buncit (sekitar Blue

Umum Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta

40J¹²⁰³ 41J 1204

42J¹²⁰⁵

43J¹²⁰⁶ 44J1207 45J1208 46J¹²⁰⁹ 47J¹²¹⁰ 48J1 2 1 1

49J¹²¹² 50J1213 51J¹²¹⁴

52J1215 53J1216

54J1217 55J121 8 56JI30I

57JI302

58J¹³⁰³

59J¹³⁰⁴

60J 1305 61J¹³⁰⁶

J1307

13 Mei 1998 14 Mei 1998

14 Mei 1998

14 Mei 1998 14 Mei 1998 14 Mei 1998 13-14 Mei 1998 13-14 Mei 1998 13-14 Mei 1998

13 Mei 1998

16 Mei 1998 14 Mei 1998

14 Mei 1998 14 Mei 1998

14 Mei 1998 14 Mei 1998 14 Mei 1998

14 Mei 1998
14 Mei 1998
14 Mei 1998

14 Mei 1998 14 Mei 1998

14 Mei 1998

Bird dan BCA) Pasar Rumput JI.Raya Kebayoran Lama no. 41 GORO,JI.Raya Pasar minggu, Robinson, sekitar Ps. Minggu Perempatan Pasar Rebo Pasar Ciputat JL. WolterMonginsidi Golden Trudy,JI.Tendean Hero,JL.Raya Mampang Prapatan Bintaro Jaya Sekitar Arteri Pondok Indah Pertokoan Mitra (Arteri-Kebayoran Lama) JI. Ampera Sekitar Pasar Kebayoran lama (JI. Sanusi) SekitarJI.Radio Dalam Kampus UPN, Pondok Labu JL1 Gusti Ngurah Rai. Yogya Plaza, Klender Hembo dept. Store,JI. Inspeksi Saluran Kalimalang SekitarJI.Kincan-Jembatan Layang, Kalimalang JL.Pahlawan Revolusi no. 10, Pondok Bambu JL.Raya Bekasi, Pulogadung Jin. Pemuda, Arion Plaza, Rawamangun Pertokoan Artomoro,Jin. Pegambiran, Rawamangun

JakartaSelatan JakartaSelatan

JakartaSelatan

JakartaSelatan JakartaSelatan JakartaSelatan JakartaSelatan JakartaSelatan JakartaSelatan

JakartaSelatan JakartaSelatan JakartaSelatan

JakartaSelatan JakartaSelatan

JakartaSelatan JakartaSelatan JakartaTimur

JakartaTimur

JakartaTimur

JakartaTimur

JakartaTimur JakartaTimur

JakartaTimur

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

63 14 Mei 1998
64 14 Mei 1998
65 14 Mei 1998
66 14 Mei 1998
67 14 Mei 1998
68 14 Mei 1998
69 14 Mei 1998
70 14 Mei 1998 TB. Gramedia sekitarnya Matraman Raya,
71 14 Mei 1998 Plaza Jatinegara
72 14 Mei 1998 Sekitar stasiun Jatinegara,
73 12 Mei 1998
74 14 Mei 1998 Sekitar Sahardjo dan
75 14 Mei 1998 Pondok Bambu,
76 14 Mei 1998 Sekitar Terminal Kampung
77 14 Mei 1998 Sekitar Gedung Suara
78 15 Mei 1998
79 14 Mei 1998
80 14 Mei 1998 Sekitar Perintis
81 14 Mei 1998 Mitra Bahari, Penjaringan
Utara
82 14-16 Mei 1998 14 Mei 1998 13 Mei 1998 Pluit Muara Karang
85 13 Mei 1998
J 1308
J1309
J1310
J1 3 1 1
J¹³¹²
J1313
J¹³¹⁴
J¹³¹⁵
J1316
J1317
J¹³¹⁸
J¹³¹⁹
JI320
JI32I
JI322
JI323
JI324
JI325
JI40I
J¹⁴⁰²

83J¹⁴⁰³ J 1404 J¹⁴⁰⁵

IKIP Rawamangun-Pool
DLLAJ, JI. Pemuda

Rawasari By Pass Pertokoan Pulo Mas JI.D.l. Panjaitan No. 4, Pertokoan Grasera Cililitan-Kramat Jati, Jin.Raya Bogor SepanjangJI. Kalimalang Naga Swalayan,JI.Jatiwaringin Raya JI.

Timur Jakarta

Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta

Timur Jakarta

Jakarta Timur

JakartaTimur

Jakarta Timur
Jakarta Timur

JakartaTimur

Jakarta Timur
Jakarta Timur

JakartaTimur

Jakarta Timur

JakartaTimur

JakartaTimur Jakarta Timur Jakarta Timur

JakartaUtara

JakartaUtara JakartaUtara JakartaUtara JakartaUtara

Jatinegara Perempatan Cawang, Cawang JI. Menteng Dalam PertokoanMalioboroJI.Raya

Melayu

Pembaruan,JI.Dewi Sartika Sekitar Pasar Pondok Gede Sekitar terminal Pulo Gadung JI. Kemerdekaan

  • Mangga Dua Pantai Indah Kapuk, Kapuk SekitarJI. Kapuk Raya-Pasar

Umum Kerusuhan Mei 1 998 di

86 14 Mei 1998 Bandengan Utara
87 88 14 Mei 1998 14 Mei 1998 Pengadilan Negeri Sentosa, Sunter Utara Utara
89 14 Mei 1998 Sunter Podomoro Utara
90 14 Mei 1998 Sekitar Danau Agung, Sunter, Utara
91 1 13 Mei 1998 Ruko Robinson, 3-Utara
92 13 Mei 1998 Sekitar Utara
93 13 Mei 1998 Tanah Pasir dan Tanah Utara
Merah
94 14 Mei 1998 Plumpang -Semper, Koja Utara
95 14 Mei 1998 Super Mall, Lippo Karawaci Tangerang
96 14 Mei 1998 Pertokoan Pamulang Permai Tangerang
97 14 Mei 1998 Sekitar Ramayana Cileduk Tangerang
98 14 Mei 1998 Kreo, Cileduk Tangerang
99 14 Mei 1998 Cipulir Plaza, Cileduk Tangerang
100 14 Mei 1998 Mall Shinta Tangerang
101 14 Mei 1998 Supermarket Mitra, Perumnas II, Tangerang Tangerang
102 103 14 Mei 1998 14 Mei 1998 Mall Permata Cimone Jatiuwung Tangerang Tangerang
104 105 106 107 108 14 Mei 1998 14 Mei 1998 14 Mei 1998 14-15 Mei 1998 14-15 Mei 1998 Sekitar Ciputat Pasar Agung Depok II Baru Depok II Sekitar Tangerang
109 14 Mei 1998 Bulak Kapal -Tambun Bekasi
14 Mei 1998 Pondok Gede Plaza Bekasi
J¹⁴⁰⁶
J¹⁴⁰⁷
J 1408
J¹⁴⁰⁹
J¹⁴¹⁰
JI4I
JI4I2
J¹⁴¹³
J¹⁴¹⁴
J1501
JI502
J1503
J1504
J1505
J1506
J 1507
J1508
J 1509
J1 51 0
J1601
J 1602
J1603
J¹⁶⁰⁴
J1701
IIO J 1702

IIIJ1703

Darurat Kapuk, Kapuk

Jakut Komplek Ruko Griya Inti

JakartaUtara Jembatan Jembatan2, Penjaringan JI. JembatanDua JI.

JI.

Jakarta

Jakarta Jakarta Jakarta

Jakarta Jakarta

Jakarta

Jakarta Jakarta

Jakarta

Wilayah sekitar Cikupa-

JI. Ir.H. Juanda,

Jalan Sekitar Stasiun Depok JI. Margonda

Sekitar Metropolitan Mall

Depok Depok Depok Depok

Bekasi 14 Mei 1998

Fakta, Data dan Analisa

Berdasarkan I I I lokasi yang berhasil didata dapat diketahui jumlah sebaran lokasi terjadinya kerusuhan berdasarkan wilayah di DKI Jakartadan sekitarnya.

GrafikJumlah Lokasi Per Wilayah

Peristiwa kerusuhan secara umum dibagai dalam tiga bentuk tindakan yaitu Perusakan, Pembakaran dan Panjarahan. Tidak pada semua tempat tindakan perusakan selalu disertai penjarahan atau pembakaran. Hal itu dapat terlihat pada grafik berikut ini.

Grafik Jumlah Peristiwa Per Wilayah
Jumlah Peristiwa Per Wilayah

Perusakan Penjarahan Pembakaran

Berdasarkan grafik di atas maka dapat dilihat bahwa terdapat lokasi kerusuhan dimana terjadi aksi perusakan oleh massa tetapi tidak dilanjutkan dengan aksi menjarah atau membakar.

HO

Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Sebaliknya terlihat juga adanya aksi pembakaran tetapi tidak didahului oleh aksi perusakan atau penjarahan. Hal ini umumnya terjadi dalam bentuk pembakaran ban-ban bekas atau barang-barang tertentu di tengah jalan atau wilayah-wilayah publik lainnya.

3.5. Pola Kerusuhan

Kronologi terjadinya peristiwa kerusuhan seperti pada Bab II dan terlampir pada lampiran C (khusus untuk wilayah Jakarta) merupakan bahan yang menjadi dasar dalam upaya mendapatkan pola dan karakter kerusuhan yang terjadi. Data-data tersebut pada akhirnya memberikan penyimpulan-penyimpulan seperti: proses/pola terjadinya peristiwa; kelompok menonjol/ provokator/pelaku dan dampak dari kerusuhan itu sendiri. Pengetahuan akan hal tersebut diharapkan dapat membantu upaya-upaya dalam menjawab berbagai macam hal seperti salah satunya, apakah terdapat desain tertentu (dalam skala besar) pada peristiwa kerusuhan atau memang merupakan fenomena sosial yang terjadi secara alamiah.

3.5. 1. Pola umum kerusuhan di berbagai kota

Berdasarkan data yang ada maka dapat terlihat beberapa pola dan karakter kerusuhan secara umum pada masing-masing kota.

3.5. 1. 1. Kerusuhan Palembang

Kerusuhan yang terjadi di Kota Palembang umumnya terjadi bersamaan dengan aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa. Mahasiswa sendiri dalam aksinya melakukan tindakan-tindakan perusakan terhadap beberapa bangunan dan fasilitas, tetapi lebih jelas nuansa politiknya. Saat mahasiswa berjalan melintasi wilayah pertokoan dan perkantoran, kelompok provokator mulai memanfaatkan situasi tersebut hingga akhirnya terjadi perusakan dan penjarahan. Data juga menunjukkan adanya kelompok-kelompok orang tertentu (pada banyak lokasi menggunakan seragam pelajar) memulai aksi perusakan. Selain itu juga terlihat adanya orang-orang tertentu yang mengarahkan atau memimpin massa dan orang-orang yang mengkordinir kelompok massa tertentu. Adanya berbagai peralatan yang dibawa dan bentuk-bentuk kordinasi oleh kelompok-kelompok provokator tersebut sangat jelas menunjukkan telah adanya perencanaan dan persiapan tertentu dalam aksi-aksi yang mereka lakukan.

3.5. 1.2. Kerusuhan Solo/Surakarta

Data yang diperoleh pada kerusuhan yang terjadi di Surakarta/Solo menunjukkan dengan cukup jelas adanya keterlibatan preman setempat dan aparat keamanan, terutama dari kesatuan

hi

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

tertentu. Kerusuhan di Solo memberikan indikasi adanya keterkaitan. Adanya kelompok terorganisir (adanya penggalangan, mempersiapan peralatan, penggunaan kendaraan dll) dan kurangnya aparat kemananan yang disertai lemahnya kordinasi pada saat yang bersamaan terlihat pada kota ini. Aksi kerusuhan yang dimulai dengan memanfaatkan aksi-aksi mahasiswa juga terlihat selain adanya isu rasial yang menyertai saat peristiwa berlangsung.

3.5. 1.3. Kerusuhan Medan

Kerusuhan di Medan terjadi pada tanggal2-7 Mei 1998 dan terkahir pada tanggal 27 Mei 1 998 di berbagai lokasi berbeda. Kerusuhan di Medan diawali dengan berdekatan atau bersamaan (memanfaatkan) aksi-aksi mahasiswa yang saat itu mulai bertindak anarkis akibat berbagai provokasi situasi. Kerusuhan kemudian terjadi tanpa lagi berhubungan dengan aksi-aksi mahasiswa dan menyebar dan meluas ke beberapa wilayah di sekitar Medan. Terdapat indikasi kuat adanya kelompok-kelompok provokator yang telah memiliki keseiapan tertentu seperti membawa peralatan dan terorganisir. Selain itu terlihat juga adanya keterlibatan anggota kelompok-kelompok kepemudaan setempat dalam aksi-aksi kerusuhan yang terjadi. Terdapat indikasi yang kuat adanya peran aparat kemanan dalam kerusuhan yang terjadi, khususnya yang terjadi di Kabupaten Simalungun. Selain itu diketahui juga adanya oknum aparat keamanan yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penjarahan pada beberapa toko.

3.5. 1.4. KerusuhanJakarta

Kerusuhan memiliki kerangka tersendiri dengan skala keluasan dan dampak yang lebih besar. Kerusuhan terjadi di seluruh wilayah kotamadya Jakartatermasuk wilayah-wilayah perbatasan seperti Tangerang, Bekasi dan Depok. Beberapa aksi terjadi berdekatan atau berbarengan dengan kampus, tetapi di banyak kampus hal tersebut gagal. Walaupun kerusuhan di Jakartadi mulai bersamaan atau berdekatan dengan aksi mahasiswa di Trisakyi, tetapi mirip dengan situasi di Solo, aksi-aksi mahasiswa lebih terlokalisir di dalam kampus atau area sekitarnya dan tidak berbaur dengan kelompok massa. Kerusuhan diJakartakemudian lebih memperlihatkan adanya peran kelompok-kelompok tertentu (provokator) yang memanfaatkan massa yang umumnya adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi-lokasi kerusuhan.

3.5. 1.5. Kerusuhan Surabaya

Kerusuhan di kota Surabaya awalnya terjadi bersamaan atau berdekatan dengan aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa. Terlihat adanya kelompok-kelompok tertentu yang memanfaatkan aksi-aksi mahasiswa hingga terjadinya kerusuhan. Kerusuhan kemudian terjadi lagi tanpa dibarengi aksi-

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

aksi mahasiswa. Kerusuhan di Kota ini ini relatif kecil dan tidak menyebar atau meluas pada area yang lebih besar.

3.5. 1. 6. Kerusuhan Lampung

Tidak jauh berbeda dengan Surabaya. Aksi kerusuhan diawali dengan adanya pengerahan kelompok masyarakat tertentu. Sementara kerusuhan lainnya terjadi bersamaan atau berdekatan, yaitu memanfaatkan aksi mahasiswa yang dilakukan di beberapa tempat. Ciri-ciri menonjol pada kerusuhan di berbagai kota dapat terlihat pada tabel berikut ini.:

Tabei Kejadian Menonjol Selama Kerusuhan Pada Berbagai Kota

Palembang Lampung Surabaya

Jakarta Solo Medan

Pembakaran ban di tengah jalan V y/ yl

Pembakaran hasil jarahan di tengah jalan yj yj yl yl ylV Provokator berpakaian pelajar/SMU dengan tampang lebih tua yj yl yl Menggunakan molotov yl\ Adanya kelompok yang membawa peralatan yj y/ yl Adanya kelompok yang terlihat terlatih yl yl y1 yl Berdekatan / bersamaan (memanfaatkan) aksi-aksi mahasiswa yl yl*y/ yl yl* Isu rasial yj yl yl yl yl \ Adanya kelompok terorganisir/provokator yj yl yl yl yl yl

Salah satu persoalan yang dihadapi dalam mendapatkan pola atau karakter kerusuhan adalah tidak tersedianya cukup data yang bisa menggambarkan urutan peristiwa pada setiap lokasi secara utuh. Hal ini khususnya pada kerusuhan di Jakarta, dimana pada banyak lokasi hanya diperoleh potongan-potongan peristiwa pada waktu-waktu tertentu. Terdapat beberapa perbedaan situasi di awal terjadinya kerusuhan pada kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di berbagai kota. Perbedaan tersebut umumnya terjadi akibat perbedaan kondisi dan karakter wilayah masing-masing yang memang tidak sama. Komposisi posisi pemukiman penduduk, pusat perbelanjaan, perkantoran dan jalan-jalan utama, ditambah lagi dengan jarak antara kota dan pusat-pusat keramaian (khususnya perekonomian) yang umumnya menjadi sasaran kerusuhan, membuat karakter yang sedikit berbeda pada masing-masing kota.

1 998: Fakta, Data dan Analisa

3.5.2. Pola Umum Kerusuhan
Jakartadan Sekitarnya
Secara kronologis peristiwa kerusuhan dapat dibagi dalam tiga

tahap yaitu: Awal Kerusuhan, Saat Kerusuhan dan Akhir/Pasca Kerusuhan. Awal kKerusuhan, dimaksudkan sebagai kurun waktu sebelum kerusuhan terjadi hingga terjadinya aksi-aksi awal perusakan. Saat Kerusuhan, dimaksudkan sebagai kurun waktu dimana aksi-aksi perusakan awal mulai terjadi dan berkembang hingga penjarahan dan terjadinya pembakaran. Sementara Akhir/Pasca Kerusuhan, adalah waktu dimana kerusuhan mulai berakhir hingga beberapa waktu setelah kerusuhan berakhir (terdapat beberapa peristiwa di sekitar lokasi setelah aksi-aksi kerusuhan berakhir). Berdasarkan pembagian tahap-tahap tersebut kemudian dilakukan pengelompokan terhadap tindakan atau peristiwa menonjol yang terjadi. Tindakan atau peristiwa menonjol tersebut dapat dilihat pada Tabei 2.3. Data yang ada menunjukkan bahwa selama kerusuhan terjadi terdapat tidakan-tindakan lain disamping perusakan, penjarahan dan pembakaran. Tindakan tersebut seperti perampasan, penganiayaan, makian/sentimen rasial, sweeping, perkosaan dan pembunuhan. Berbagai tindakan oleh kelompok provokator seperti, cara memulai aksi kerusuhan hingga cara mengarahkan massa dan tindakan lainnya memilikikemiripan di banyak lokasi. Sementara itu isu yang muncul bersamaan dengan aksi kerusuhan tidak selalu sama di setiap lokasi. Isu-isu rasial seperti “anti cina” (anti Tionghoa) merupakan isu yang paling dominan terjadi. Secara umum terlihat terjadi pada seluruh wilayah Jakarta. Khususnya lokasi-lokasidimana banyak terdapat pemukiman dan pertokoan milik etnis Tionghoa. Tetapi isu-isu lain yang berbeda juga muncul pada lokasi yang berbeda atau pada lokasi yang sama. Isu “anti Soeharto" misalnya, terlihat sangat menonjol pada kerusuhan yang terjadi di Goro, Pasar Minggu, JakartaSelatan. Teriakan-teriakan atau jargon-jargon “reformasi" juga muncul pada beberapa lokasi bersamaan dengan isu rasial. Kemiripan lain yang terjadi pada saat kerusuhan adalah adanya pra kondisi yang mendahului aksi perusakan awal hingga penjarahan dan pembakaran. Pengkondisian tersebut terjadi dalam beberapa bentuk seperti, adanya isu-isu yang akhirnya membuat massa berkerumun di sekitar tempat tinggalnya, adanya aksi-aksi yang menarik perhatian warga/massa, adanya sekelompok atau seseorang yang mengajak massa berkumpul atau menuju lokasi tertentu, adanya isu-isu yang menyebutkan pada lokasi tertentu telah terjadi kerusuhan atau akan datangnya kelompok perusuh ke pemukiman warga. Serta bentuk lainnya. Pengkondisian tersebut secara umum membentuk kerumunan massa pada lokasi tertentu atau lokasi-lokasi di sekitar pemukiman. Setelah kerumunan massa terjadi kemudian aksi-aksi lain yang mendorong terjadinya perusakan dan penjarahan mulai terjadi.

Umum Kerusuhan Mei 1 998 diJakarta

Awal Kerusuhan
I. Terjadi kerumunan massa di jalan-jalan atau

lokasi tertentu Melakukan penjagaan kemanaan disekitar lokasi. Umumnya akibat isu akan datangnya kelompok perusuh ke wilayah pemukiman.

  • Adanya isu kerusuhan atau keramaian disekitar pemukiman.
  1. Adanya sekelompok atau seseorang yang mengajak warga keluar dari rumah/pemukiman menuju jalan atau lokasi tertentu.
  2. Adanya sekelompok atau seseorang yang membuat keributan, pembakaran atau perusakan awal yang menyebabkan warga/massa lainnya berkumpul.
  • Pembakaran ditengah jalan
  • Perusakan fasilitas umum
  • Berkelahi Membuat keramaian dengan kendaraan
    Tabei Tindakan dan Kejadian Menonjol Saat Kerusuhan
Saat Kerusuhan
1. Sekelompok atau seseorang melakukan aksi perusakan awal.

Warga/massa awalnya menonton akhirnya ikut merusak dan menjarah.

  • Sekelompok atau seseorang tersebut (provokator) meninggalkan lokasi atau berpindah lokasi.
  1. Sekelompok orang memimpin massa Memimpin secara terbuka. Memimpin langsung dan mengarahkan massa (memiliki kelompok pengikut). Memimpin tidak secara terbuka. Memilih atau menahan sasaran tertentu
    3. Terjadi beragam bentuk tindakan merusuh:

Hanya perusakan. Perusakan — Penjarahan. Perusakan-Penjarahan-Pembakaran.

  1. Pembakaran di tengah jalan. Pembakaran barang jarahan. Pembakaran ban bekas.
  2. Terjadi berbagai tindakan lainnya saat kerusuhan berlangsung seperti:
    IIS
Akhir/Pasca Kerusuhan
  1. Kerusuhan berhenti dengan sendirinya.
  • Setelah isi bangunan habis dijarah. Terjadi pembakaran hingga padam.
  1. Berhenti setelah aparat mendatangi lokasi. Aparat melepas tembakan tembakan atau menambah pasukan. Aparat hanya mendatangi lokasi dan massa berhenti melakukan aksinya.
  • Massa di lokasi melakukan perlawanan terhadap aparat.
  • Isu akan datangnya aparat membubarkan massa.
  1. Muncul isu akan adanya penyerangan dari kelompok tertentu ke

1998: Fakta, Data dan Analisa

bermotor. Perkosaan. pemukiman dan warga melakukan

  1. Adanya sekelompok atau seseorang berjalan Makian atau sentimen rasial. ronda. mendatangi kerumunan massa yang telah • Sweeping. 4. Warga di sekitar lokasi terbentuk sebelumnya. • Hanya memeriksa/menahan orang-orang tertentu menghentikan kerusuhan. Mengajak massa menuju lokasi tertentu. Menghentikan kendaraan dan membakar di tengah Menghalau massa Melakukan perusakan pada lokasi dimana jalan. • Menghadang massa massa telah berkerumun. • Penganiayaan. Mengusir massa perusuh
  2. Sekelompok orang mendatangi lokasi dengan Perampasan. menggunakan kendaraan (dropping). • Pembunuhan.
  3. Massa berkumpul di depan kampus saat Pelecehan mahasiswa melakukan demonstrasi dan 6. Aparat berpindah dari lokasi dan massa mulai melakukan kemudian melakukan aksi perusakan sendiri. perusakan hingga pembakaran.
  4. Aparat berada atau tidak jauh dari lokasi saat kerusuhan terjadi.
  5. Massa melakukan perlawanan saat aparat datang.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

3.5.2. 1. Awal Kerusuhan

Terdapat setidaknya 6 (enam) tindakan atau peristiwa menonjol yang terjadi pada tahap awal kerusuhan. Peristiwa-peristiwa tidak berdiri sendiri tetapi pada banyak kasus berhubungan dengan bentuk peristiwa lain pada tahap awal kerusuhan.

Grafik Bentuk Tindakan Yang Berhubungan dengan Tahap Awal Kerusuhan

Terjadinya kerumunan massa di jalan-jalan atau lokasi tertentu merupakan bentuk paling menonjol yang terjadi hampir pada semua lokasi. Kerumunan tersebut terjadi oleh beberapa sebab seperti adanya isu di sekitar pemukiman yang menyebutkan akan datangnya kelompok-kelompok perusuh. Isu tersebut membuat massa kemudian berjaga-jaga disekitar pemukiman atau mulut-mulut jalan yang berhubungan dengan jalan besar atau jalan raya. Pada banyak lokasi, warga yang berjaga tersebut terlihat membawa beragam peralatan seperti kayu, pentungan, parang dan lainnya. Sikap warga tersebut akhirnya menciptakan ketegangan dan kecurigaan di antara warga yang berbeda jalan atau gang. Penyebab kerumunan lainnya adalah akibat adanya isu-isu yang menyebutkan di lokasi tertentu yang berdekatan dengan pemukiman warga telah atau akan terjadi aksi kerusuhan dan sejenisnya. Isu-isu tersebut akhirnya membuat warga mulai berkumpul dan berkerumun atau bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Kerumunan massa juga terjadi bersamaan dengan adanya aksi sekelompok atau seseorang yang mengajak warga untuk keluar dari rumah/pemukiman menuju jalan atau lokasi tertentu. Isu yang digunakan cukup beragam, seperti isu-isu yang telah disebutkan sebelumnya atau dalam bentuk lain seperti adanya keributan atau ajakan untuk menjarah dan lainnya. Warga yang berhasil diajak kemudian berkumpul pada lokasi tertentu. Pada beberapa lokasi massa yang telah berkumpul

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

tersebut kemudian seperti menunggu massa lainnya. Setelah tiba di lokasi, selama beberapa waktu mereka hanya berkerumun dan tidak melakukan aksi perusakan apapun. Baru setelah ada semacam komando atau perusakan awal oleh sekelompok atau seseorang, massa mulai ikut terlibat. Adanya sekelompok atau seseorang yang membuat keributan (dalam berbagai bentuk) juga memberikan dapak terjadinya kerumunan atau berkumpulnya warga hingga menjadi kelompok massa. Bentuk-bentuk keributan tersebut cukup beragam seperti melakukan pembakaran di tengah jalan atau tempat-tempat tertentu, melakukan aksi-aksi perusakan (umumnya pada fasilitas umum), perkelahian antar kelompok (umumnya oleh pelajar atau berseragam pelajar/SMU) dan keributan-keributan dengan menggunakan kendaraan bermotor yang mengeluarkan suara keras. Setelah kerumunan warga/massa tersebut terbentuk, muncul peristiwa lainnya seperti adanya sekelompok atau seseorang yang berjalan mendatangi kerumunan massa tersebut. Kelompok atau seseorang ini kemudian mulai mengajak atau mengarahkan massa untuk melakukan perusakan pada lokasi tersebut. Dalam bentuk yang lain, kelompok atau seseorang yang mendatangi kerumunan massa tersebut kemudian mengajak warga/massa yang berkerumun untuk bergerak/berpindah menuju lokasi-lokasi tertentu. Pada sebagian besar lokasi kerusuhan, kelompok-kelompok ini kemudian memulai aksi-aksi perusakan awal yang akhirnya mendapat respon dan diikuti oleh massa yang berada disekitarnya. Selain berjalan kaki, pada banyak lokasi terlihat juga sekelompok orang yang mendatangi kerumunan warga/massa dengan menggunakan kendaraan roda empat (umumnya truk). Setibanya di lokasi kelompok ini segera melakukan perusakan awal yang umumnya dilanjutkan dengan penjarahan atau pembakaran. Tidak semua kerusuhan didahului oleh terbentuknya kerumunan warga/massa. Pada banyak lokasi kerusuhan justru dimulai oleh sekelompok orang ke lokasi tertentu dan segera melakukan aksi-aksi perusakan. Akibat aksi-aksi tersebut, waraga/massa kemudian berdatangan dan memenuhi lokasi tersebut. Setelah kelompok massa tersebut mulai melakukan penjarahan massa akhirnya mengikuti dan semakin bertambah banyak. Pola ini dilakukan baik dengan berjalan kaki maupun dengan menggunakan kendaraan. Terdapat juga data dimana sekelompok orang datang dengan menggunakan kendaraan dan diturunkan di sekitar lokasi kemudian berjalan menuju lokasi tertentu. Selain menggunakan kendaraan roda empat, dropping juga dilakukan dengan menggunakan kereta listrik. Fakta yang ada menunjukkan bahwa kelompok-kelompok orang tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam proses terjadinya kerusuhan. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya lokasi dimana telah terjadi kerumunan massa (pada beberapa lokasi bisa hingga beberapa jam) tetapi tidak terjadi aksi-aksi perusakan. Kerumunan massa terlihat pasif hingga didatangi oleh sekelompok atau seseorang (provokator) tersebut.

1 18

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Selain pola-pola awal kerusuhan yang telah disebutkan, terdapat satu pola lain yaitu terjadinya kerumunan massa disekitar kampus-kampus yang melakukan aksi demostrasi. Pada model ini, kerumunan terbentuk sebagai akibat adanya keramaian akibat demonstrasi mahasiswa. Setelah massa terkumpul cukup banyak dan situasi cukup kondusif, kemudian muncul aksi-aksi provokatif dari antara massa tersebut. Umumnya mereka mengajak mahasiswa untuk turun ke jalan dan bergabung dengan kelompok massa tersebut. Fakta menunjukkan hampir pada semua kampus menolak bergabung dengan massa tersebut. Akibatnya massa yang telah berkumpul tersebut mulai melakukan berbagai aksi perusakan dan terpisah dengan mahasiswa.

3.5.2.2. Saat Kerusuhan

Setelah kerumunan massa berubah menjadi kerusuhan, berbagai peristiwa kemudian mulai terjadi bersamaan atau berdekatan dengan lokasi tersebut. Urutan dan bentuk-bentuk peristiwa yang terjadi tidak sama pada seluruh lokasi. Umumnya aksi-aksi kerusuhan di awali dengan adanya sekelompok atau seseorang yang melakukan aksi-aksi perusakan awal sementara warga/massa hanya menonton. Setelah berjalan cukup lama dan kualitas aksi semakin meningkat, massa akhirnya mulai mengikuti. Penjarahan (yang dilakukan setelahnya) merupakan pemicu penting terlibatnya massa (yang sebelumnya pasif) menjadi pelaku aktif dalam aksi-aksi kerusuhan. Setelah penjarahan terjadi dan umumnya dilanjutkan dengan pembakaran, pada banyak lokasi kelompok provokator tersebut tidak lagi terlihat atau berpindah ke lokasi lain dengan memulai perusakan di lokasi baru tersebut.

Grafik Tindakan/Peristiwa Saat Kerusuhan Berlangsung
Tindakan/Peristiwa Saat Kerusuhan

Perusakan dan pembakaran di jalan Memulai aksi awal Aparat tidak ada dilokasi saat kerusuhan Mengajak, memanasi, mengarahkan155 Aparat berada tidak jauh dari lokasi Membiarkan kerusuhan (massa) Makian/sentimen rasial Mengarahkan sasaran Membawa peralatan tertentu Memimpin massa secara terbuka Bentrok dengan massa. Memulai tindakan lalu menghilang Hanva memberi perintah/komando Membawa bahan membakar Melakukan sweeping _ Menggunakan motor, mengajak massa.11 Yel reformasi atau sejenisnya.H3 0 10 Jumlah Lokasi

1998: Fakta, Data dan Analisa

Adanya kelompok yang memimpin massa selama melakukan berbagai aksi kerusuhan merupakan salah satu ciri yang menonjol pada banyak lokasi. Tindakan memimpin massa tersebut dilakukan oleh sekelompok atau orang-orang yang berkait dengan tindakan-tindakan sebelumnya seperti: memulai perusakan awal atau menarik perhatian massa dalam berbagai bentuk. Tindakan memimpin massa tersebut dilakukan baik secara terbuka maupun secara tidak langsung (tertutup). Tindakan secara terbuka dapat terlihat jelas dimana mereka berada di depan massa dan memberikan arahan-arahan tertentu yang diikuti oleh massa yang ada bersama dengannya. Pada banyak lokasi menunjukkan bahwa orang-orang tersebut telah memiliki pengikut (anggota dari kelompok tersebut) dan berada di antara massa. Terlihat juga pada beberapa lokasi orang-orang terebut menggunakan pengeras suara (megaphone) saat mengarahkan massa. Memimpin massa juga terlihat dilakukan dengan menggunakan kendaraan, baik motor maupun mobil. Tindakan secara tidak langsung dapat dilihat dengan adanya sekelompok atau orang-orang tertentu dari tengah massa yang memberikan arahan atau perintah-perintah tertentu saat massa sedang melaksanakan aksinya. Arahan tersebut seperti, memilih atau menahan/menghalangi aksi pada sasaran-sasaran tertentu. Bentuk tindakan yang paling menonjol sebagai bentuk kerusuhan adalah Perusakan, Penjarahan dan Pembakaran. Ketiga tindakan ini merupakan satu rangkaian tindakan yang terlihat hampir pada semua lokasi dan terjadi secara berurutan. Tetapi data juga menunjukkan bahwa pada beberapa tempat perusakan yang dilakukan tidak selalu berkembang menjadi aksi penjarahan, begitu juga dengan penjarahan, tidak selalu selalu dilanjutkan dengan melakukan pembakaran. Walaupun secara umum pembakaran bangunan merupakan bagian akhir dari keseluruhan rangkaian aksi pada sebuah lokasi, terdapat juga data yang menujukkan bahwa pembakaran justru terjadi di awal rangkaian aksi. Hal itu terlihat seperti pada pembakaran ban-ban bekas atau barang-barang lainnya ditengah-tengah jalan. Selain itu, juga terdapat data yang menunjukkan terjadinya pembakaran (umumnya ban-ban bekas) sebagai peristiwa tunggal. Dampak dari pembakaran ban tersebut terlihat sangat khas menimbulkan asap tebal berwarna hitam yang dapat terlihat dari berbagai sudut dan jarak yang jauh. Pembakaran barang jarahan atau yang diambil dari dalam bangunan di tengah jalan merupakan tindakan paling menonjol yang terjadi pada Saat Kerusuhan. Umumnya pembakaran ini dilakukan atas perintah sekelompok atau seseorang dari antara massa. Selain barang-barang yang berhasil diambil dari dalam bangunan, pembakaran dengan cara seperti ini juga terjadi terhadap kendaraan, baik mobil maupun motor, yang melintasi lokasi kerusuhan maupun lokasi-lokasi lain yang dipenuhi massa. Bersamaan dengan aksi-aksi kerusuhan pada suatu lokasi, peristiwa lain juga terjadi seperti: perkosaan, makian atau sentimen rasial, sweeping, penganiayaan, pelecehan, perampasan dan pembunuhan. Walaupun pada beberapa lokasi peristiwa-peristiwa tersebut terjadi secara tunggal,

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

pada umumnya peristiwa-peritiwa tersebut merupakan satu rangkaian dari keseluruhan aksi pada sebuah lokasi kerusuhan. Perkosaan umumnya terjadi di rumah, toko/ruko dan jalanan. Walaupun korban perkosaan umumnya adalah etnis Tionghoa, juga terdapat kasus yang terjadi pada non etnis Tionghoa. Secara umum korban perkosaan berasal dari keluarga menengah ke atas, tetapi juga terjadi pada keluarga miskin (etnis Tionghoa). Makian atau sentimen rasial secara umum ditujukan terhadap etnis Tionghoa. Tindakan ini dilakukan dalam berbagai macam bentuk dan umumnya dilakukan pada saat melakukan aksi-aksi kerusuhan. Apabila bentuk-bentuk tulisan seperti "Milik Pribumi ” dan sejenisnya dimasukkan dalam kategori yang sama, maka dapat dikatakan bahwa isu rasial muncul hampir pada seluruh kelurahan diJakarta. Aksi sweeping dapat dibagi dalam dua bentuk. Pertama terhadap kendaraan umum dimana, hanya dilakukan pemeriksaan atau penahanan terhadap orang-orang tertentu. Paling menonjol dalam aksi ini dilakukan terhadap etnis Tionghoa. Kedua adalah sweeping yang dilakukan terhadap kendaraan, baik motor maupun mobil, yang melintas di sebuah lokasi. Aksi ini pada banyak kasus diikuti dengan perusakan, penganiayaan, perampasan, pembakaran hingga terjadinya kematian (pembunuhan). Penganiayaan dilakukan terhadap orang-orang tertentu yang umumnya etnis Tionghoa. Penganiayaan selain terjadi pada peristiwa sweeping, juga terjadi pada lokasi-lokasi kerusuhan umumnya. Begitu juga dengan berbagai bentuk perampasan dan pembunuhan. Pada beberapa lokasi pembunuhan terjadi bersaman dengan dilakukannya pembakaran. Beberapa ciri menonjol lain yang terlihat selama aksi kerusuhan terjadi adalah keberadaan dan tindakan aparat keamanan. Pada banyak lokasi aparat tidak terlihat saat kerusuhan berlangsung. Sementara itu pada banyak lokasi lainnya, kerusuhan tetap terjadi walaupun aparat berada tidak jauh (sepengelihatan mata) dari lokasi terjadinya kerusuhan. Selain itu, massa yang melakukan perlawanan terhadap aparat keamnan bahkan hingga terjadi bentrok, juga menonjol terjadi pada tahap Saat Kerusuhan.

3.5. 2.3. Akhir/Pasca Kerusuhan

Berakhirnya aksi-aksi kerusuhan pada sebuah lokasi secara umum terjadi setelah adanya pembakaran pada bangunan (toko, kantor, rumah atau pusat perbelanjaan). Yaitu setelah pembakaran terjadi sebagian lokasi atau api telah begitu besar sehingga menyulitkan massa melakukan tindakan lainnya. Skala kebakaran pada setiap lokasi berbeda-beda tergantung besar dan luasnya bangunan yang menjadi sasaran aksi kerusuhan. Di samping itu, data juga menunjukkan bahwa pada beberapa lokasi aksi pembakaran justru tidak terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa berakhirnya kerusuhan tidak selalu ditandai dengan terjadinya pembakaran.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Terdapat beberapa pola berakhirnya kerusuhan pada suatu lokasi. Pada banyak lokasi aksi kerusuhan berangsur berhenti setelah bangunan habis terbakar atau setelah tidak ada lagi barang-barang yang bisa dijarah oleh massa. Pada situasi tersebut massa mulai berangsur-angsur berkurang dan meninggalkan lokasi. Akibat situasi yang tidak sama pada rnasing-masing lokasi, maka proses berakhirnya kerusuhan berlangsung dalam durasi waktu yang berbeda-beda pula. Pada lokasi dimana terjadi kebakaran dengan skala besar, umumnya massa masih tetap banyak berkerumun di sekitar lokasi. Tetapi situasi telah berubah dimana massa hanya menonton, menyelamatkan massa yang terjebak dalam bangunan atau mencari anggota keluarganya. Berakhirnya kerusuhan dengan sendirinya, merupakan bentuk yang menonjol terjadi di banyak lokasi.

Grafik Tindakan/Peristiwa Menonjol Pada Akhir/Pasca Kerusuhan

Bentuk lain berakhirnya kerusuhan adalah setelah aparat keamanan mendatangi lokasi dan berhasil membubarkan atau menghalau massa. Pada banyak lokasi kerusuhan baru berakhir setelah aparat datang dan melepaskan tembakan. Tetapi terlihat juga massa yang membubarkan diri hanya dengan melihat datangnya aparat keamanan, sehingga aparat tidak terlihat melepaskan tembakan. Pada beberapa lokasi bahkan massa membubarkan diri hanya karena adanya isu aparat sedang menuju ke lokasi tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan yang terjadi pada lokasi lainnya dimana massa terlihat melakukan perlawanan bahkan terjadi bentrok dengan aparat kemanan yang mendatangi lokasi kerusuhan. Reaksi warga pemukiman di sekitar lokasi yang mengusir atau menghalau massa hingga berakhirnya aksi kerusuhan merupakan bentuk lain berakhirnya kerusuhan di beberapa lokasi. Peristiwa umumnya terjadi setelah melibatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat atau setelah warga pemukiman mengambil sikap keras terhadp kelompok massa yang berada di sekitar lokasi.

Umum Kerusuhan Mei 1 998 diJakarta

Selain bentuk atau pola berakhirnya kerusuhan, terdapat peristiwa menonjol lainnya yaitu beredarnya isu di antara warga pemukiman akan datangnya kelompok perusuh ke wilayah mereka. Rada bentuk lain, isu yang muncul adalah akan adanya serangan balasan dari masyarakat etnis Tionghoa (dengan menggunakan preman atau lainnya) ke wilayah pemukiman. Bersamaan dengan munculnya isu-isu tersebut, pimpinan aparatur keamanan (Kapolda, Pangdam maupun Panglima TNI) memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan di wilayahnya masing-masing. Sebagai akibatnya, warga masyarakat pada banyak pemukiman akhirnya mulai melakukan penjagaan atau ronda malam selama beberapa kurun waktu sampai situasi mulai dirasakan lebih aman.

3.5.3. Catatan Atas Fakta Umum Terjadinya Kerusuhan di Jakarta

Fakta-fakta menonjol yang muncul selama terjadinya kerusuhan perlu untuk dicermati sehingga kerusuhan secara umum dapat dikenali dengan lebih baik dan dalam. Berikut ini beberapa anlisis singkat atas fakta-fakta umum menonjol yang terjadi selama kerusuhan di Jakarta. Peristiwa dimana warga di sekitar lokasi (terlihat pada 1 5 lokasi) mencegah, menghalau atau menghentikan aksi-aksi massa dan penjarahan paling tidak menunjukkan adanya keterpisahan antara kelompok tertentu yang terlibat aktif dalam aksi-aksi kerusuhan dengan warga di sekitar lokasi. Warga di sekitar lokasi pada akhirnya merasa terganggu atas aksi-aksi tersebut dan memberikan perlawanan. Tentunya tindakan warga seperti ini hanya bisa terjadi apabila kekuatan yang dimiliki warga berimbang dengan massa yang ada. Peristiwa ini pada sisi lain juga membantu menunjukkan kepada kita bahwa pola meluasnya kerusuhan di Jakartatidak serta merta disebabkan oleh reaksi masyarakat di sekitar lokasi. Sehingga pandangan yang menyebutkan bahwa kerusuhan terjadi secara spontan (tunggal), mendapat keragu-raguan atas fakta ini. Adanya dropping massa, datangnya sekelompok orang pada kerumunan massa dan adanya kelompok orang yang melakukan aksi dan menarik perhatian sehingga menimbulkan kerumunan massa merupakan kejadian menonjol pada saat kerusuhan berlangsung. Pembakaran barang-barang jarahan dan kendaraan di tengah jalan, selain memberikan dampak kekacauan situasi juga berakibat terputusnya jalur transportasi untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan pembakaran di tengah jalan tersebut dilakukan seperti membentuk barikade pada jalanan di sekitar lokasi. Sementara itu pembakaran terhadap barang jarahan itu sendiri, dimana pada banyak lokasi dilakukan akibat adanya perintah dari sekelompok atau orang-orang tertentu, dapat memberikan petunjuk bahwa penjarahan bukan merupakan aksi spontan massa (karena tidak dibawa pulang oleh semua orang), tetapi terdapat indikasi adanya maksud-maksud tertentu. Pembakaran terhadap ban-ban bekas yang menghasilkan asap tebal berwarna hitam dan membumbung ke udara, sangat menarik perhatian massa dan dapat terlihat dari kejauhan. Pada

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

beberapa tempat asap tersebut terlihat seolah-olah pada lokasi dimana asap berasal sedang terjadi terjadi pembakaran besar dan kekacauan yang disertai massa. Tetapi saat didatangi, ternyata hanya satu atau beberapa ban yang dibakar dan tidak ada aksi kerusuhan serta massa disekitarnya. Dampak seperti ini dan kesengajaan yang dilakukan (terdapat orang-orang tertentu yang hanya khusus membakar ban dan langsung meninggalkan lokasi) jelas menunjukkan adanya maksud-maksud tertentu dan terencana atas tindakan tersebut. Pembakaran dalam bentuk lain juga terlihat mengakibatkan terbakar/terbunuhnya orang atau banyak orang di dalam bangunan. Terjadinya peristiwa penggembokkan atau menghambat dengan sengaja orang untuk keluar dari bangunan yang akan atau sedang dibakar, bagaimanapun dapat diartikan sebagai sebuah pembunuhan terencana, terlebih mengingat banyaknya orang yang terkurung dan menjadi korban di dalamnya. Hal ini setidaknya terjadi pada pembakaran yang di lokasi Yogya Mali-Klender, Ramayana-Cileduk dan Mega Mall-Lippo Karawaci. Isu yang muncul bersamaan dengan terjadinya kerusuhan ternyata bukan sebuah isu tunggal. Terdapat setidaknya 3 (tiga) isu umum yaitu: isu anti etnis Tionghoa, Reformasi dan anti Soeharto. Banyaknya korban pada masyarakat etnis Tionghoa dan munculnya isu anti etnis Tionghoa, keduanya memang merupakan fakta yang dominan, membuat beberapa pandangan umum mengartikan bahwa Kerusuhan Mei terjadi semata-mata akibat kebencian rasial tersebut. Tetapi fakta-fakta juga menunjukkan bahwa korban tidak hanya diderita oleh etnis ini dan isu yang berbeda mucul pada beberapa lokasi lain. Jargon-jargon atau simbol-simbol reformasi misalnya, juga terlihat pada beberapa lokasi. Hal ini cenderung terlihat sebagai adanya upaya menghubungkan tindak kerusuhan dengan isu politik yang sedang populer dan berhubungan dengan situasi mahasiswa saat itu. Sebagai pembanding dapat dilihat pola kerusuhan yang terjadi di Makasar pada tahun 1997. Berdasarkan fakta tersebut, maka isu yang muncul pada saat kerusuhan cederung lebih berfungsi sebagai legitimasi dengan memanfaatkan situasi yang telah ada pada masyarakat secara umum3. Hal ini tentunya dipahami dengan memperhitungkan adanya kelompok terorganisir yang berperan penting dalam proses terjadinya kerusuhan. Sementara itu dengan munculnya isu penyerangan ke pemukiman penduduk menciptakan ketegangan di masyarakat dan munculnya pengamanan lokal di hampir semua wilayah. Walaupun hal ini terlambat dilakukan, karena tidak dilakukan sebelumnya pada saat atau menjelang kerusuhan berlangsung4, situasi keamanan wilayah akhirnya dengan cepat mulai berangsur aman dan terkendali.

3Lihat latar belakang isu rasial pada Bab I. 4Hal menjadi kontradiktif karena BIA sebelumnya telah membuat anahsis perkiraan kondisi tentang akan terjadinya kerusuhan yang diberikan kepada semua Pangdam dan Kapolda. Sementara itu tidak ada antisipatif seperti pengamanan lokasi seperti yang dilakukan setelah kerusuhan terjadi. Keterlambatan pengambilan langkah pengamanan ini bersamaan dengan munculnya isu penyerangan ke pemukiman penduduk akhirnya terlihat lebih berdampak pada terjaganya ketegangan masyarakat dan perhatian yang lebih terfokus pada situasi horizontal (terhadap sesama masyarakat) dibanding vertikal (situasi politik dan negara).

Kerusakan dan Korban

Kerusuhan yang terjadi pada 13 hingga 15 Mei 1998, khususnya di Jakarta, pada akhirnya memberikan dampak yang begitu berarti terhadap sendi kehidupan sosial, ekonomi, politik dan keamanan di Indonesia secara umum. Kerusakan yang begitu besar dan korban yang mengenaskan menjadi gambaran betapa getirnya peristiwa tersebut. Pada sisi yang lain, dampak dari kerusuhan tersebut ternyata memberikan celah bagi terjadinya proses perubahan politik (yang berkaitan dengan perubahan ekonomi dan sosial) di Indonesia. Karenanya, bagi banyak kalangan, khususnya kalangan politik dan ekonomi, hal ini merupakan keceriaan tersendiri ditengah-tengah puing duka dan reruntuhan air mata korban. Dualisme tersebut bagaimanapun juga merupakan fakta dari dampak atas terjadinya Tragedi Kemanusian Kerusuhan Mei 1998. Apapun dampak tersebut, yang jelas paling nyata adalah begitu banyaknya kerusakan, kerugian serta korban yang terjadi saat kerusuhan yang hanya berlangsung selama (efekftif) 3 hari tersebut.

4. 1. Kerusakan dan Kerugian

Tidak ada satupun yang dapat menolak bahwa dampak kerusuhan yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 telah memberikan kerusakan yang begitu besar. Kerusakan tersebut terjadi pada berbagai jenis bangunan, kendaraan dan fasilitas umum. Selain itu kerusakan, kerusuhan juga terjadi pada skala wilayah yang luas. Terjadi pada semua wilayah kotaJakartaditambah wilayahJawaBarat dan Banten yang berbatasan denganJakarta. Jumlahkerusakan yang besar dalam skala wilayah yang luas pada akhirnya membuat pencatatan kerusakan secara detil menjadi lebih sulit. Pencatatan terhadap kerusakan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mendapatkan nilai kerugian. Persoalannya diakibatkan oleh tidak semua korban mau melaporkan kerusakan, terlebih kerugian, yang diderita. Berbagai versi jumlah kerusakan telah dibuat oleh banyak institusi, organisasi maupun media massa. Walaupun semua itu tidak memberikan jumlah atau angka yang tepat, tetapi data-data tersebut setidak telah cukup untuk memberikan gambaran seberapa besar kerusakan yang diakibatkan oleh kerusuhan selama (efektif) 3 hari tersebut. Berikut ini berbagai laporan yang telah terpublikasi kepada masyarakat pada kurun waktu

1998.

1998: Fakta, Data dan Analisa

Tabei Data Kerusakan Versi TGPF
Bangunan Kendaraan Fasilitas Umum

Rusak Bakar Rusak Bakar Rusak Bakar Jakarta Utara 40 103 12 379 Jakarta Pusat 241 1232 84 180 4 4 Jakarta Timur 16 14 37 Jakarta Barat Jakarta Selatan 320 102 1 Cototon: I. Diolah dari laporan TGPF

2. Bangunan dimaksud sebagai komplek bangunan

Tabei Data Kerusakan dan Korban Versi Pemda DKI Jakarta
Jenis Kerusakan Jumlah Jenis Kerusakan Jumlah
Pasar 13 Hotel 12
Ruko 2479 9
Mall/Plaza/Swalayan 40 Bus dan Metromini 8
Toko 1604 Mobil 1119
Bengkel 45 821
Kantor Kecamatan 2 Rambu Lalulintas 486
Kantor Polisi Taman
Kantor Pemerintahan lainnya 8 18
Kantor Swasta 383 Fasilitas Umum lain 1
Bank 65 Rumah Penduduk 1026
Restoran 24 Rumah Ibadah/gereja 2
Pompa Bensin

Motor

II II

Pagar

Total Bangunan 5723
Total Kendaraam 1948
Total Fasilitas Umum 516

Sumber: Pemda DKIJakarta

Tabei Data Kerusakan Versi Kodam Jaya
JenisKorban/kerusakanJumlah

Mobil 1521 Motor Toko

dan Korban

Bank 257
Rumah penduduk 675
Pasar 16
Pos Polisi 9
22
Super Market 291
Diskotik 7
3
Perkantoran 8
Show Room 45
Tempat Ibadah 4
Gudang 1

Pompa Bensin

Hotel

I Total Kendaraan 2693 Sumber: TGPF

Tabei Data Kerugian Bisnis Properti Akibat Kerusuhan
No Jenis Bangunan Jumlah Harga per m /unit Unit
1 Ruko 4800 US$ 15.000 US$7,2 juta
2 Bank US$ 25.000 US$ 25.000
3 Pusat Perbelanjaan 120.000 Milyar US$ 12 (sewa) US$ 10 (renovasi) US$ 1 6,8 juta US$ 25,2 juta
1 80 unit

Sumber: Bisnis Indonesia, 8Juni1998 ( I US= (+/-) Rp. 13.750)

Tabei Data Kerusakan Versi Tabloid Berita Mingguan Adil
Wilayah No. Material Jumlah
1 Pasar Swalayan, restoran, hotel 4204
2. Pasar Tradisional 13
3 Bank 535
4 Kantor Pemerintah dan polisi 21
5 Kantor Swasta 157
6 SPBU 9
7 Rumah 1026
8 Mobil 1119
9 Sepeda Motor 821
10 Angkutan Umum 8
JAKARTA

1998: Fakta, Data dan Analisa

1 Ruko, hotel 569
2 Pasar Swalayan 24 21
4 Mobil 53
4
6 19
1 1272
2 Bank 13
3 Mobil 23
4 Mal,hotel,restoran 302

Bank 3 BEKASI

5 Sepeda motor Angkutan Umum Ruko

TANGERANG

5 Sepeda motor 7 Sumber: Tabloid Berita Mingguan Adil 27Mei-2Juni1 998

4.2. Korban

Mendapatkan jumlah korban manusia yang tepat merupakan hal yang lebih sulit lagi dibandingkan mendapatkan angka kerusakan dan kerugian. Secara logis seharusnya tidak demikian, karena korban jiwa lebih mudah terpantau dari laporan yang diberikan keluarga korban. Tetapi kenyataan menunjukkan hal berbeda. Berbagai versi yang dipublikasikan menunjukkan jumlah yang berbeda bahkan jauh berbeda. Situasi ini akhirnya menciptakan kontroversi, terlebih lagi akibat data resmi pemerintah menunjukkan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan laporan institusi atau organisasi lainnya. Beberapa media massa mencatat adanya indikasi upaya-upaya yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menutupi jumlah korban sesungguhnya. Indikasi tersebut diperlihatkan oleh adanya kesaksian yang menyatakan telah melihat sejumlah korban dibawa oleh aparat pemerintah pada wilayah tertentu1 tetapi tidak tertera dalam laporan resmi tersebut. Di luar kontroversi perbedaan jumlah korban, yang membuatnya menjadi semacam misteri, secara logis terdapat alasan-alasan tertentu sehingga pencatatan korban menjadi lebih sulit. Sebab yang dominan adalah akibat tidak semua keluarga korban mengetahui apakah keluarganya yang hilang adalah korban kerusuhan atau keluarga korban tidak melaporkan penyebab kematian korban. Situasi ini didukung oleh adanya korban yang habis terbakar sehingga terdapat kesulitan dalam melakukan identifikasi.

1 Lihat kronologi kerusuhan Slipi Jaya. Yogya Mall dan Lippo Karawaci.

telah dipublikasikan oleh berbagai lembaga maupun organisasi.

Tabei Jumlah Korban Versi TGPF
Wilayah KorbanJiwa
JakartaUtara 35
JakartaPusat 8
JakartaSelatan 4

Catalan: I. Dio/oh dari laporan TGPF

Tabei Jumlah Korban Versi Pemda DKI Jakarta
Jenis Korban/kerusakan Jumlah

KorbanJiwa288 Somber: Pemda DKIJakarta

Tabei Jumlah Korban Versi Truk
Jenis Jumlah
Orang Hilang 31
27
Meninggal akibat dibakar 1 190
Luka/sakit 91
Meninggal akibat senjata/lain
Lokasi KorbanJiwa Jumlah

Yogya Departement Store, 288 Jakarta Tempat lain,Jakarta101

Ramayana Plaza, Tangerang 144
Pertokoan Matahari, Tangerang 10
Sabar Subur Simone, Tangerang 8
Plaza Aria 2
Supermall Lippo 43

Somber: Tertera dolam laporon TGPF

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Tabei Korban Versi TRUK (Hari Per Hari)
Meninggal
HilangJumlah
Luka/sakit
Tanggal Senjata/ bakar korban
lain
12/5 5 6 21
13/5 10 10
14/5 - 43 55
15/5 27 3 564 6 600
16/6 1 84 1 86
17/5 1 4 476 481
18/5 19/5 1 1
20/5 1 1
24/5 - 4 4
27/5 5 5
28/5 1 1 15 17
30/5 1 1
2/6 2 2
31 27 1 190 91 1339

-- --- -12

- - --- --55 55


-- --- - --- --- Total Sumber: TRUK (Tim Relawan Untuk Kemanusioan)

Tabei Korban tercatat pada RSCM

Lokasi Pria Wanita? Jml BM Koli

20 4 5 29
1 0 0 1
21 4 2 27
Taman Sari 12 0 0 12
1 0 0 1
Slipi Jaya 16 1 0 17
Rawa Bening 2 0 0 2
79 6 6 91
2 1 0 3
1 2 3
2 1 3
3 0 1 4
JakartaTgl 15/5/98
Utara Tanjung Priok

Tgl 15/5/98 Jakarta Barat Jogja-D.mogot

Jakarta

Klender Timur Gramedia Jakarta Pusat Tanah abang 0 JakartaRobinson Ps. Selatan Minggu

dan Korban

Tangerang Cileduk Jumlah242 25 20 287 72 252 Ket.: BM = Bagian Manusia Sumber: RSCM

Tabei Korban Versi Kodam Jaya
Jenis Korban/kerusakan Jumlah
Korban jiwa perusuh/penjarah 456
Korban jiwa mahasiswa 4
Korban jiwa aparat keamanan 3
Korban Iuka-Iuka 69
Total Korban Jiwa 463

Sumber: TGPF

Tabei Korban Jiwa dan Luka-Iuka Versi Tabloid Berita Mingguan Adil
Luka-
Wilayah Lokasi Korban Jiwa
Iuka

Yogja Department Store 288 Jakarta Tempat Lain 101 Ramayana Plasa Cileduk 144 Pertokoan Matahari 10 Tangerang Sabar-Subur Cimone 8 Plasa Aria 2 Supermal Lippo Karawaci 43 Jumlah101 495 Sumber: Diolah dari Tabloid Berita Mingguan Adil 21Mei-2Juni1 998

4.2.2. Korban perkosaan dan pelecehan seksual
Jumlahkorban perkosaan dan pelecehan seksual merupakan perdebatan paling

kontroversial selama proses pencatatan korban. Tak urung dalam tubuh TGPF sendiri sempat terjadi perdebatan panjang yang sempat menimbulkan konflik dalam proses penyelidikan terhadap korban perkosaan dan pelecehan seksual. Apapun perdebatan tersebut, hasil kerja yang dilakukan oleh TGPF dan berbagai organisasi lainnya bagaimanapun telah memberikan petunjuk atas fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus perkosaan dan pelecehan seksual.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Laporan oleh TGPF menyebutkan sebagai berikut:
Tabei Data Perkosaan TGPF
Seksual
Jakartadan
Medan
Jumlah
Jenis Kekerasan Surabaya sekitarnya Total

Perkosaan 50 1 2 53 Perkosaan dengan penganiayaan 14 14 Penyerangan seksual/ penganiayaan 9 1 10 Pelecehan 5 6 4 15 Jumlah Total78 8 6 92

Selain laporan TGPF tersebut, laporan organisasi atau institusi lain juga menyebutkan adanya perbuatan tindakan kekerasan seksual yang terjadi selama masa-masa kerusuhan. Hal itu dapat ditujukkan pada tabel berikut ini:

Tabei Data Tindakan Kekerasan Seksual Berdasarkan Kesaksian
Korban Perbuatan Dampak
Tubuhnya
A Usaha perkosaan tulang rahang patah, tulang panggul patah.
Terlihat ditarik 4 pemuda • Mengalami Iuka-Iuka di daerah dada, muka,
B dengan keadaan hampir tanpa busana dan pangkal paha memar. • Mengalami gangguan kejiwaan dan ingatan.
C Usaha pemerkosaan Ketakutan mendalam.
Pelecehan seksual oleh Trauma
Pelecehan seksual oleh Trauma
E
F Pemerkosaan Hamil
  • Iuka-Iuka, gigi atas depan ompong,
    • • D sekelompok orang. • sekelompok orang. • Sumber: 5NB

Lokasi terjadinya perkosaan dan tindak kekerasan seksual lainnya secara umum terjadi di dalam rumah, jalan dan tempat usaha (toko, ruko dll). Sebagian besar kasus terjadi di dalam rumah korban, seperti yang disebutkan dalam laporan TGPF. Selain itu laporan TGPF juga menyebutkan bahwa tindak kekerasan seksual dan perkosaan secara umum merupakan hal yang berkait dengan peristiwa kerusuhan yang terjadi. Hal itu dikarenakan peristiwa tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sama atau berdekatan.

dan Korban

Laporan TGPF juga menyebutkan adanya perkosaan oleh kelompok orang (gang rape) yang dilakukan secara bergantian oleh pelaku pada waktu dan lokasi yang sama. Ditemukan juga bahwa tindakan tersebut dilakukan di depan umum yang ditonton oleh orang lain. Setelah melakukan verifikasi kemungkinan terjadinya peristiwa semacam itu oleh beberapa ahli, disimpulkan kemudian bahwa pelaku perkosaan merupakan sekelompok orang tertentu yang telah terlatih atau menggunakan obat-obatan tertentu (untuk mempengaruhi tubuh pelaku) dalam melakukan aksinya. Korban perkosaan dalam laporan TGPF tidak menyebutkan bahwa semua korban perkosaan berasal dari etnis Tionghoa. Begitu juga terhadap tingkat ekonomi korban. Walaupun umumnya berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, kasus perkosaan juga terjadi pada etnis Tionghoa yang berasal dari keluarga miskin. Berikut ini disajikan temuan kasus-kasus perkosaan dan pelecehan seksual seperti yang berhasil dikumpulkan oleh TGPF.

Korban Kekerasan dan Penyerangan Seksual Kerusuhan Mei 1998
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)
Nama/
Tanggal Jenis Umur/ Kondisi Umum Deskripsi dan Tempat Pasca Peristiwa Sumber
No Kekerasan dan
kejadian Status Seksual (KU) Korban Kronologi Kejadian Informasi Keterangan lain
1. 1 3- 1 5/5/98 Tidak Perkosaan dijelaskan Tidak dijelaskan Tidak dijelaskan Jakarta IDI (Ikatan Disampaikan dalam Dokter pertemuan tim Indonesia) TGPF
2. 1 4/5/98 Al 20 tahun Perkosaan Sulit berkomunikasi, ketika dilakukan pemeriksaan korban menangis, gemetar dan sangat ketakutan Tidak diceritakan. Korban hanya mengatakan, dirinya diserang oleh 1 5 orang pria ‘macho’ dan kemudian dia tidak sadarkan diri. Cengkareng, Jakarta Barat dr. Id (yang Pada kemaluan memeriksa korban ditemukan korban) adanya cairan sperma, dan dalam cairan sperma tersebut ditemukan adanya 5 jenis sei sperma.
3. 14/5/98 Mm 1 6 tahun Perkosaan Korban dan ibunya mengalami kegoncang-an jiwa, bengong dan pandangan mata kosong Tidak diceritakan Barat Jakarta dr. Id (yang memeriksa korban)
4. 14/5/98 Ls 24 tahun Perkosaan Korban sama sekali tidak bisa berkomuni-kasi Tidak diceritakan Tidak diceritakan dr. Id (yang memeriksa korban)
5. 1 4/5/98 An 20 tahun Perkosaan Vagina memar dan bengkak Korban sedang menginap di rumah saudaranya, ketika terjadi kerusuhan. Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dr. Id (yang memeriksa korban)
6. 14/5/98 In 20 tahun Perkosaan (saudara kembar Daerah sekitar kemaluan memar Korban sedang menginap bersama saudara Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dr. Id (yang memeriksa korban)
Jumlah korban

2 orang

dan Korban
An) kembarnya di rumah saudaranya. Rumah dijarah dan korban diperkosa.
7. 14/5/98 Ma mahasiswi Perkosaan Korban berulang- Tidak diceritakan Sunter, ulang menangis Jakarta dan merasa dirinya terhina dr. Id (yang memeriksa korban)
8. 14/5/98 It 1 5 tahun Perkosaan Ruptur, korban Tidak diceritakan Tidak minta disuntik diceritakan mati dr. Id memeriksa korban)
9. 14/5/98 Mth Mth 15 Perkosaan Tidak dijelaskan Tidak disebutkan Petojo, Korban
Db tahun Jembatan Ibu korban oleh seorang
Db 19 tahun Lima Kakak korban dokter di daerah Saksi mata Kota. Korban kemudian pergi ke Perth.
10. 13-14/5/98 NN 1 7 tahun Perkosaan Kondisi kejiwaan Korban diperkosa Mauk, destruktif, sering di rumahnya pada Tangerang ngamuk, terutama saat kerusuhan bila ketemu laki- oleh orang-orang laki tak dikenal. Akibat perkosaan itu, korban menderita gangguan jiwa yang destruktif. dr. Mr (psikiater), di melakukan Jakarta Barat perawatan secara tuntas
II. 1 4/5/98 NN 27 tahun Perkosaan Hamil Korban dalam Barat Jakarta perjalanan di stop oleh massa. Korban diseret dan diperkosa oleh 2 (dua) orang laki- laki berpakaian rapi, bertubuh Tdh (Konselor, Korban melakukan yang merawat aborsi dan korban) kemudian mengungsi ke Australia

Utara

(yang

dan Korban diperiksa

Korban tidak

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

kekar, berkulit hitam dan berkeringat, berwajah sangar dan punya kekuatan yang luar biasa. Kedua pelaku seluruh tubuhnya berbau alkohol. NN 23 tahun Perkosaan Ruptur Sudirman,

12. 14/5/98 Korban dalam dr. Mo (dokter
taksi. Taksi korban diperkosa yang memeriksa korban) L (kerabat korban)

JI. perjalanan naikJakarta Pusat

dihadang massa,

oleh orang-orang tak dikenal. Korban hendak dibunuh tapi diselamatkan oleh sopir.

  1. 14/5/98 3 orang Ny. Ik (28 Perkosaan Stress, linglung, Korban adalah Bekasi
    dr. Id (yang Pada saat dokter (Ny. Ik, Fn th, punya tak mau menyusui etnis Tionghoa memeriksa Fn datang, suami dan Fy) bayi umur bayinya dan tidak miskin. Korban dan Fy) korban menolak 2 bulan). lagi bisa dan dua anaknya Ky (saksi mata) dan tidak Fn 9 tahun mengerjakan diperkosa di membukakan Fy 6 tahun pekerjaan rumahnya oleh pintu. Akhirnya, rumahtangga. orang-orang tak suami mengijinkan Sehari-hari hanya dikenal. Korban dokter memeriksa diam, bengong dan ditolong oleh anaknya. Dokter menangis. Fn dan tetangganya dan menawarkan Fy terlihat stress. tetangganya ini bantuan untuk Vagina dan anus pula yang merawat para Fy rusak. membawa-kan korban di rumah
sakit tetapi ditolak
6 tahun diperkosa. oleh suami, dengan alasan aib. Suami mengatakan “Sampai mati anak saya tidak boleh dibawa”. Suami korban tidak dapat bekerja karena istrinya stress. Bayi korban dirawat oleh tetangganya.
14. 1 4/5/98 LI. Lk, J 10-14 Menutup diri di Dua anak Mauk, Ny. Pg (ibu Korban
tahun kamar, tidak mau perempuan dan berkomuni-kasi seorang sepupu dengan orang lain. Ny. Pg diperkosa 1 korban hampir di rumahnya oleh bunuh diri orang-orang tak dikenal pada saat kerusuhan. Tangerang korban) mendapatkan Ek (rohani-wan, perawatan medis, pendam-ping karena orang tua korban) korban miskin dan merasa malu. Korban dan keluarganya telah diungsikan ke Sukabumi.
15. 14/5/98 4 orang Seorang 1 korban Perkosaan 4 orang Tidak saksi korban Hanya 1
korban meninggal disuruh wanita keturunan disebutkan saksi mata yang diperiksa
berumur ibunya minum Cina, masing- dr. Df (yang dokter
19 tahun, baygon masing digilir oleh memeriksa
baru 7 orang. Sesudah korban)
pulang itu, seorang
dari studi korban perkosaan
di USA disuruh ibunya minum Baygon.
16. 14/5/98 2 orang Ny. N 50 Korban gelisah Rumah korban Surabaya Ny. N (korban) Setelah kejadian
(ibu dan th bila berada di dirusak dan dijarah Ns (korban) Ns diungsikan ke
anak) Ns 28 th antara orang- habis, korban Ht (pendam- luar pulau
I
Perkosaan tidak

Perkosaan korban

Perkosaan

Mei 1998 Fakta. Data dan Analisa

orang asing diperkosa oleh 4-6 Ping)
orang.
Mendekati gila, Korban di rumah Tdh (konselor Korban telah
hamil bersama adik lelakinya yang berumur 10 tahun. Korban diperkosa di rumahnya oleh orang-orang tak dikenal setelah rumahnya dijarah. yang merawat korban) sembuh dan bersama kota. Dalam pengungsian korban mengalami keguguran.
Wt (psikolog)
17. 14/5/98 NN 1 4 tahun Perkosaan

-Tidak

disebutkan

keluarganya diungsikan ke luar

Adik korban dipaksa menyaksikan kakaknya diperkosa. Ibu korban menemukan kedua anaknya duduk di sudut rumah, dan terlihat ceceran darah. Akibat perkosaan itu, korban menjadi gila. Yang selalu diucapkan korban hanyalah “Jangan ngomong- ngomong”. NN 34 tahun Perkosaan HamilJakarta

18. 14/5/98 Korban diperkosa Utara Tdh (konselor, Korban melakukan
di depan tunangannya. Rumah tunangannya yang merawat korban) aborsi, sampai sekarang masih dalam perawatan konselor.

dan Korban

dijarah dan dibakar. Tunangannya yang hendak menolong malah dipukul. Pelaku pemerkosaan berpenampilan tidak rapi dan masuk bersama para penjarah.

  1. 1 3/5/98 NN Perkosaan Hamil Kapuk,
1 5 tahun, Korban di rumah Ny. NE Korban melakukan
pelajar sendirian, ibunya Utara aborsi, dengan
SMP berdagang. Sampai di rumah, ibu korban menemukan korban, yang membawa dokter) dibantu oleh Ny. NE. Korban sekarang diungsikan ke
anaknya dalam Ga (rohani-wan) Bandung.

Jakarta(penolong

korban ke

keadaan pingsan dan bajunya tidak karuan. Korban diperkosa oleh orang-orang tak dikenal di rumahnya. Akibat perkosaan, korban hamil.

  1. 14/5/98 Ny. MW- 40 tahun Perkosaan Anak 18 tahun Ruko dijarah Ruko di Yr (saksi mata, Korban telah
    dan 2 lebih meninggal, ny. massa, Ny. MWJembatanmengungsikan diungsikan ke anaknya-1 8 tahun MW dan seorang dan 2 anaknya Lima,Jakartakorban) Pontianak oleh Yr. -1 5 tahun anaknya dalam diperkosa. Anak Barat Ny. Iv (teman Korban dibawa keadaan stress yang 18 tahun korban) kembali keJakarta berat melompat dari karena kondisi jendela dan psikologisnya

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

meninggal. Ny. Mw memburuk. dan seorang anaknya selamat, bisa keluar.

  1. 14/5/98 Nk 1 6 tahun Perkosaan Nyeri pada vagina,
Rumah korban Barat Nk, korban Korban mengeluh
lebih banyak diam dijarah dan Bb, ibu korban nyeri pada vagina
/bengong dirusak, korban orang-orang tak Lk, pendamping tetapi tidak mau dibawa ke dokter. Orang tua dan

Jakarta

diperkosa oleh

dikenal. pendamping membujuk korban untuk mau ke dokter, tetapi baru 3 minggu kemudian korban bersedia. Sesampai di tempat dokter dan siap untuk diperiksa, korban menolak dan marah-marah,. Akhirnya dokter hanya memberikan obat dan tes kehamilan dilakukan di rumah. Lc Depresi Berat

22. 1 3/5/98 22 tahun Perkosaan Korban diperkosa dr. Gt Setelah kejadian
(DSM.300.4) oleh 5 orang pria di rumahnya. Rumah korban dijarah dan dibakar. menangani korban) (kakak korban) korban dibawa ke Belanda dan hingga sekarang ada dalam perawatan psikiater.
23. 14/5/98 23 tahun Perkosaan Muka bengkak dan Rumah korban Ny. DF. Korban dalam

JakartaBarat Dysthemi (psikiater, yang

Km dan IG NN Bandengan,

dan Korban

biru, tubuh penuh dijarah, korban
JakartaUtara penolong dan perawatan

Iuka, mulut sulit diperkosa oleh 4 pendam-ping konselor di Perth. dibuka, sulit orang laki-laki. korban Korban ganti nama menelan makanan, Satu orang (memberi dan diangkat anak memakai celana memegang kaki tumpangan, oleh keluarga di dalam berlapis-kiri, satu orang membawa Australia. lapis, mandi memegang kaki dokter dan dengan pakaian kanan, satu orang mengungsikan lengkap, dan sulit menindih badan korban ke luar berkomuni-kasi dan memperkosa negeri). dengan orang lain. dan satu orang lagi berada di atas kepala korban dan memasukkan penisnya ke mulut korban. Rumah korban dibakar habis.

  1. 14/5/98 SS Perkosaan
1 5 tahun, Pada saat Ss (korban) Setelah kejadian,
pelajar korban mengeluh kerusuhan, korban Ny. Af (Ibu korban dan
SHA vaginanya nyeri. yang tinggal di sedang berada di rumah temannya. Rumah teman korban dirusak dan dijarah massa, korban diperkosa. korban) Ny. Ak (tante korban) mengungsi ke rumah tantenya. Ketika korban hendak dibawa ke dokter, ibu korban menolak dan korban hanya

Vagina bengkak, Tanjung Priuk,Jakarta Utara keluarganya JembatanLima

diberi jamu dari Sinshe. Korban dan keluarganya kemudian pulang ke Sintang (Kalimantan).

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa
25. 14/5/98 NN dan 1 4 tahun nn (putri pemilik rumah) 17 tahun (pemba- ntu) NN vaginanya rusak Ketika satpam memerintah-kan warga berkumpul di lapangan golf, korban ada di rumah bersama pembantu-nya. Rumah korban orang tak dikenal, rumah dijarah, korban dan pembantunya diperkosa Kapuk, Jakarta dr.Ap (yang memeriksa korban, sebelum dibawa ke luar negeri)
26. 14/5/98 Ny. Nn Ibu rumahtang ga, punya anak umur 2,5 tahun Trauma dan ketakutan (mendekati gila) Korban dan keluarganya tidak mencerita-kan detil kejadian. Tidak diceritakan dr.Ug (psikiater) Korban dirawat Ld (psikolog, oleh dr Ug di pendam-ping) sebuah RS
27. 14/5/98 NN Mahasiswi Shock dan hanya mau berbicara bahasa Mandarin Tidak dapat diceritakan. EB (Rohani- Korban diungsikan wati, pendam¬ di sebuah rumah ping korban) aman
28. 1 3/5/98 Jet 29 tahun Meninggal dunia bunuh diri di pinggir jalan. Satu bulan kemudian korban tidak menstruasi. Korban panik dan tidak bisa menerima kenyataan ini. la lalu minum racun serangga (baygon) dan meninggal, Tidak disebutkan Ny. Lg (konselor pendam-ping korban) Pk (ayah korban)
Perkosaan Pantai Indah

Utara

diserbu kelompok

Perkosaan

Perkosaan

Perkosaan Korban diperkosa

dan Korban

tidak dapat diselamatkan.

  1. 13/5/98 NII Perkosaan
22 tahun, Korban banyak Korban diperkosa Barat R (teman Selama dua minggu
mahasiswi diam, bengong dan kemudian menangis di tempat kos oleh 3 orang tak dikenal. korban, saksi mata) Da (Ibu korban) korban tidak mendapat pertolongan medis,

Jakarta

karena korban dan teman-temannya tidak berani keluar rumah. Kemudian korban dijemput saudaranya dan dibawa pulang. Pada bulan Juli, korban dan keluarganya mengungsi ke Singapura

  1. 14/5/98 Re 26 tahun Perkosaan Hamil, lebih Korban pulang ke Di jalan, di Lk (kakak Pada tanggal 1 4
    banyak rumah dari tempat daerah perempuan juli, korban diam/bengong, kerja dalam Tangerang korban) melakukan aborsi kalau bicara sangat keadaan acak-Sp (sahabat dan pada tanggal emosional. Sehari acakan. Korban korban) 1 8Julikorban dan mandi 10-15 kali, diperkosa di jalan kakaknya dan berniat bunuh oleh 2 orang tak mengungsi ke diri ketika tidak dikenal. Singapura. menstruasi. Sekarang korban menetap di Taiwan.

  2. 14/5/98 Ni 21 tahun Perkosaan Mendekati gila, Pada saat kejadian, Taman Gh (kakak Setelah kejadian
    hanya bisa bicara korban baru Harapan korban) korban dalam sepatah-sepatah sebulan di Jakarta, Indah, Angke,Jf(kerabat perawatan dengan pandangan menginap di rumahJakartaBarat korban, saksi psikiater di sebuah kosong. Yang kerabatnya. Malam mata) rumah sakit di luar

Mei 1998: Fakta, Data dan Anahsa

terus menerus itu massa masuk

Jawa. diucapkan dengan dan menjarah habis mimik ketakutan isi rumah serta adalah kata: memperkosa Ni “Cina”, “Babi" dan 2 putri pemilik rumah. Korban adalah pribumi asli Palembang yang berwajah Cina.

  1. 1 4/5/98 Rv 1 7 tahun Perkosaan Stress, Iuka pada Toko korban
    Pertokoan di Wn (ibu Setelah kejadian, dubur. dijarah dan JakartaTimur korban) orang tua korban dibakar, korban Ol (ayah menghubungi diperkosa oleh korban) kelompok beberapa orang Bk (rohani-wan, rohaniwan di tak dikenal. pendam-ping sebuah vihara. korban) Hy (rohaniwan pendam-ping korban)

  2. 14/5/98 7 orang 15-23 Perkosaan 1 orang meninggal Ruko korban
    Ruko Ny. Tn Setelah kejadian, tahun bunuh diri dijarah habis dan Kalideres, (penolong dan korban ditampung JI. dibakar. Korban Peta Selatan, pendam-ping di sebuah rumah diperkosa olehJakartaBarat. korban) aman. Sekarang orang-orang tak Ntc (rohaniwan korban telah dikenal yang masuk pendam-ping) diungsikan ke bersama para Singapura. penjarah. Satu kompleks ruko habis dijarah dan dibakar.

  3. 14/5/98 SN 22 tahun, Perkosaan Korban linglung, Dalam perjalanan
    Kapuk, Elk (Ibu korban) Beberapa hari karyawan selalu ingin pulang dengan JakartaUtara Pk (paman setelah kejadian, sebuah telanjang, marah-kendaraan, korban korban) korban dibawa ke bank marah dan dihadang massa di sebuah RS di

dan Korban

ketakutan jika daerah kapuk. Barat,
bertemu orang tak Uang dan ATM dokter
dikenal. Suhu korban diambil, menyarankan
tubuhnya panas tasnya dibuang. untuk rawat inap,
tinggi. Akhirnya Korban diperkosa tetapi kondisi
korban meninggal oleh beberapa korban tidak
bunuh diri. orang dan ditinggalkan di jalan. Korban ditolong seorang ibu dan diantar pulang. memungkinkan, karena korban sangat ketakutan Kemudian korban ditangani oleh

Jakarta

pada orang asing.

psikiater, tetapi juga gagal karena korban tidak akomodatif dan menolak kehadiran orang lain.

  1. 14/5/98 NN 23 tahun Perkosaan. Luka pada dubur Setelah semalam Pantai Indah On (sahabat Korban mengungsi
    tinggal di lapangan Kapuk korban) ke Australia golf dan tidak ada Vk (keluarga kejadian apa-apa, korban, saksi korban dan mata) keluarganya kembali ke rumah. Ternyata di rumah sudah banyak orang yang menjarah. Korban ditangkap oleh orang-orang yang sangat kumuh dan diperkosa oleh beberapa orang.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Korban tidak mengenali pelakunya, hanya dia melihat pelakunya berpakaian sangat kumuh dan berusia muda.

  1. Mei’ 98 1 orang 9 tahun Perkosaan Tidak dijelaskan
    Tidak dijelaskan Medan Wakapolda -

  2. 1 4/5/98 LLN dan LLN:
    LLN Iuka pada Pada saat Tubagus Ny. SR, Korban diungsikan NN Perkosaan, vagina, kerusuhan korban Angke, (penolong dan ke Singapura NN : NN Iuka pada ada di kamar JakartaBarat pendam-ping penyerangan payudara ketika rumahnya korban) seksual diserbu massa. Sx (keluarga Kamar dibuka korban) paksa, dan lima orang masuk. Dua di antaranya berkulit hitam, berbadan besar, berambut keriting. Tinggal seorang yang memperkosa LLN. Yang lain menyingkir. NN diserang oleh orang yang berciri sama di tempat lain. Payudaranya dilukai tetapi tidak diperkosa. /

  3. 1 4/5/98 Ln 1 9 tahun Perkosaan Vagina robek, Toko dijarah, ibu Toko Bp. Ehn (ayah Korban diungsikan
    dengan jahitan 5, telinga korban diikat dan Sembako di korban) ke luar kota. penganiayaan sobek. korban diperkosa. Tanjung Priuk Gs (Rohani-

wan) He (Rohani-tutup wati) kepala, ada tattoo di dada. Korban dibawa ke UGD sebuah RS di JakartaPusat.

  1. 14/5/98 Vv 1 8 tahun, Perkosaan Pucat, ketakutan, Diperkosa oleh 7 Tidak dr. Sp (yang Setelah keluar dari
    mahasiswi dengan asosial, shock, orang disebutkan memeriksa RS dan sebelum penganiayaan berbicara sulit dan korban) berangkat ke luar terputus-putus. negeri, korban Badan memar di diperiksa di sebuah kepala, tangan dan hotel. memar besar di sekitar paha dan vagina

  2. 1 4/5/98 A,B,C

A 26 Perkosaan 1 korban Pelecehan dan Sebuah Af (saksi mata)
tahun B (tidak diketahui) C (Kakak B) dengan penganiayaan meninggal dunia perkosaan dilakukan mulai dari lantai 5 s/d lantai 18. Di lantai 5 hingga 9 gadis apartemen, Fd (saksi mata)

JakartaUtara

dan wanita keturunan Cina disuruh telanjang dan, menari-nari dengan disaksikan ratusan orang pendatang maupun penghuni lain. Korban diperkosa, masing-masing oleh 7

Mei 1998 Fakta. Data dan Analisa

orang.

  1. 14/5/98 Ad dan 18 dan 21 Perkosaan
    Sekitar 60-an Petak Ad (korban) Ag tahun dengan wanita keturunan sembilan, Ag (korban) penganiayaan Cina disuruh JakartaKota Lw (saksi mata) keluar rumah-rumah mereka, lalu dilakukan pelecehan dan penyerangan seksual. Mereka ditelanjangi, disuruh menari-nari dan kedua korban diperkosa oleh sekelompok lelaki berambut cepak, bertatto, berseragam sekolah tetapi berwajah dewasa.

  2. 14/5/98 2 orang ibu dan Perkosaan Ibu meninggal
    Ibu, anak dan Jalan tolkeJH(suami dan Anak meninggal di anaknya dengan suami menuju Bandara ayah korban) sebuah rumah umur 9 penganiayaan bandara. Dalam sakit. tahun perjalanan dikepung oleh belasan pria berbadan tegap, berambut cepak, 5-7 orang bertatto dan berbadan sedang. Empat orang pria ikut naik mobil korban menuju bandara.

Korban

Di bandara, korban dijarah, istri dan anaknya diperkosa dan istrinya dibunuh. Suami ditinggal bersama anaknya tanpa apa-apa. Mayat istrinya ditinggal di Cengkareng. Beberapa orang lain di TKP dijarah, ditelanjangi, diserang secara seksual di area bandara.

  1. i 4/5/98 2 orang Ibu (36 th) Perkosaan Meninggal Korban diperkosa Utara
    JakartaPb (ayah/sua-mi

Anak (17 dengan dan dibakar pada korban) th) penganiayaan saat kerusuhan. Saksi mata

  1. 1 3- 1 5/5/98 Am Perkosaan Muka dan tubuh Korban ditemukan Sunter,
    dr. Ugl Korban dirawat dengan memar, vagina dalam keadaanJakartaUtara Ma (Rohani-oleh psikiater di penganiayaan Iuka, amnesia, sulit acak-acakan dan wati) sebuah RS. berkomuni-kasi hampir tanpa My (pendam-dengan orang lain. pakaian. Korban P'ng) disergap oleh beberapa orang, dianiaya dan diperkosa.

  2. 1 3/5/98 Nya 27 tahun Perkosaan Luka pada paha Korban pulang Depan
    Nya (Korban) Korban mengungsi dengan dan vagina sakit, kantor, ketika gedung BII, JI.Tn (sahabat ke luarJawa penganiayaan korban merasa melintasi jalan Daan Mogot korban) takut tinggal di Daan Mogot Jakarta, merasa korban dicegat

Mei 1998 Fakta, Data dan Analisa

stress. oleh sekelompok orang tak dikenal, kemudian korban ditelanjangi, Perkosaan dan pahanya dilukai.

  1. 1 5/5/98 NN Di jalan tol,
20-an Perkosaan Situasi kejiwaan Korban baru dr. UG, yang
tahun dengan penganiayaan memberikan kesan stres berat, secara makro ada keluhan nyeri. kembali dengan mobil sendirian tak dari Bandung. Setiba di Jakarta,di jalan tol mobil korban dihadang korban dan untuk konsultasi medis. Yh (rohani-wan)

diJakartadidatangi

keluarga-nya

massa. Korban dipaksa keluar dan dibekap. Korban tak sadarkan diri. Ketika sadar, korban merasakan kemaluannya sakit dan pakaian berantakan.

  1. 1 4/4/98 Ny. NN 43 tahun
Perkosaan Luka pada Dalam perjalanan Bs (korban) Setelah kejadian,
dengan pergelangan ke bandara, mobil Ny. NH korban mengungsi
penganiayaan tangan korban dihadang oleh massa. Sopir diancam, suami korban dipukuli. Korban ditarik, tangannya dipukulkan ke kaca mobil dan diseret korban) ke Malaysia. Korban pulang kembali ke Indonesia untuk perawatan medis. Sekarang kondisi psikologis korban sudah mulai pulih.

JakartaBarat (pendam-ping

ke pinggir jalan. Korban diperkosa

ISO

dan Korban

oleh 3-4 orang.

  1. 13/5/98 Dt 1 7 tahun Penyerangan Kedua putting Korban menunggu Layang
    Jalan Dt (korban) Korban berobat ke

seksual/peng payudaranya putus kendaraan umum, Slipi, Pp (ibu korban) Singapura Jakarta a-niayaan kemudian diseret Barat Np (ayah oleh seorang tak korban) dikenal dan dipaksa masuk ke dalam mobil kijang yang didalamnya sudah ada 5 orang. Korban digerayangi, ditelanjangi, dipotong kedua putting payudaranya dan kemudian dilempar keluar.

  1. 13/5/98 Mi 26 tahun Penyerangan Ketakutan Korban dan Sebuah
    Mi, korban Setelah kejadian

seksual suaminya berada di diskotek di Nm (suami korban pulang ke sebuah diskotek.JakartaUtara korban) JawaTengah. Massa menyerang Sekarang sudah Diskotek sambil kembali keJakarta berteriak “bakar”, “hajar Cina”, “Bunuh Cina”. Yang pri disuruh pulang, yang non pri dikumpulkan. Korban (yang pribumi tetapi berparas Cina) dan perempuan-perempuan Cina

Mei 1998 Fakta. Data dan Anahsa

ditarik, baju dirobek-robek dan digerayangi. Suami korban (pribumi bertampang Cina) dan sekelompok pria Cina diikat, dipaksa menyaksikan perempuan-perempuan ditelanjangi. Salah seorang pelaku berpakaian luar putih dan di dalamnya berkaos doreng-doreng.

  1. 1 3/5/98 NN Usia muda
    Penyerangan Ketakutan Di tengah Perempatan Ny. DF (Saksi

Korban dibawa ke seksual kerusuhan mobil Cengkareng, mata, yang sebuah RS di /penganiaya-korban dihentikan JakartaBarat menolongJakartaBarat an massa. Di antara korban) massa berteriak “Ada Cinanya, nggak?” Korban disergap, diseret keluar dan digerayangi. Ketika seorang lelaki hendak menyentuh kemaluan korban, ada yang berteriak “He, punya Cina haram”. Kemudian kemaluan korban

dan Korban

disodok pakai kayu.

  1. 14/5/98 Mo 1 tahun Penyerangan Vagina Iuka dan Rumah korban Utara dr. Mo (dokter
    Jakarta Setelah perawatan,

seksual/peng-terus mengeluar-dijarah habis dan yang merawat korban dan aniayaan kan darah. korban disergap korban) keluarganya orang-orang tak Pi (rohani-wan, mengungsi ke luar dikenal, vaginanya pendam-ping negeri. ditusuk dengan keluarga jari. korban)

  1. 14/5/98 NN Ibu rumah Pelecehan Meninggal karena Ruko diserbu Ruko di Nd (saksi mata) Korban meninggal
    tangga, pendarahan akibat orang-orang tak Glodok, Pj (suami di RS sedang keguguran dikenal, barang-JakartaBarat korban) hamil 4 barang dijarah bulan habis, korban ditelanjangi. Suami korban dipukul. Korban berhasil iolos. Karena panik dan shock, korban terjatuh dari tangga saat menyelamatkan diri. Korban keguguran dan meninggal karena pendarahan.

  2. 14/5/98 5 anak 12 - 26 Pelecehan Ketika terjadi Ruko di Ny. Ly (ibu
    tahun kerusuhan, ruko Cengkareng, korban) korban dijarah,JakartaBarat Ag, HK, JH dibakar. Korban (tetangga yang bersembunyi korban) di lantai atas dipaksa turun dan digerayangi.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Korban berhasil menyelamat-kan diri dan ditampung di rumah Ibu Haji.

54. 14/5/98 Sfy 49 tahun Pelecehan
55. 14/5/98 2 Pelecehan
tahun
56. 14/5/98 Pengantin Pelecehan

Pada saat Surabaya Sfy (korban) rumahnya Wi (pendam¬ dimasuki penjarah, ping) korban bersembunyi di kamar. Massa menemukan korban dan menelanjanginya. Wd dan Ketakutan Wd pada malam Apartemen di Wd (korban) LL. 26 kejadian menginap Utara LL (korban) Jakarta di apartemen LL. Tiba-tiba apartemen diserbu dan dijarah massa, Wd dan LL ditarik oleh sekelompok orang dan digerayangi. Korban berteriak. Ada yang menolong korban dan mengantar-nya ke rumah RT. Korban bersama para penghuni lain diungsikan dan bermalam di rumah Rt. NN Apartemen di Ns (saksi mata)

-Rumah korban

dan Korban

baru diserbu dan dijarahJakartaUtara Wd (saksi mata) massa. Korban yang ada di kamar ditelanjangi di depan suami. Suami yang berusaha melindungi malah diancam dan dipukul. Korban berhasil lolos dari usaha perkosaan.

  1. Mei’ 98 1 orang 1 5 tahun Pelecehan Tidak dijelaskan Tidak dijelaskan Medan Polwitabes
    dan percobaan perkosaan

  2. Mei’98 5 orang mahasiswi Pelecehan Tidak dijelaskan Korban mengalami Medan Kepolisian TGPF juga
    pelecehan oleh mendapat laporan aparat keamanan adanya ratusan korban pelecehan oleh aparat keamanan. Dari keseluruhan korban, hanya 5 orang yang melapor.

Mei 1998 diJakartaterjadi dalam skala besar dengan wilayah yang luas dan melibatkan begitu banyak masyarakat di dalamnya. Salah satu ciri umum yang menandai terjadinya kerusuhan adalah adanya massa yang berkerumun. Kerumunan massa umumnya adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi atau orang-orang yang kebetulan melintasi lokasi tersebut. Kerumunan massa tanpa kendali, khususnya tanpa adanya pihak keamanan, memberikan peluang yang besar bagi warga atau masyarakat yang berasal dari sekitar lokasi menjadi terlibat dalam proses kerusuhan. Pada banyak lokasi, awal kerusuhan (perusakan awal) berlangsung dalam waktu yang singkat. Perusakan awal ini kemudian dilanjutkan dengan proses penjarahan atau dilanjutkan dengan pembakaran.1 Warga yang tinggal disekitar lokasi umumnya ikut terlibat pada proses penjarahan.2 Situasi ini akhirnya memberikan kesulitan tersendiri dalam menentukan siapa yang menjadi pelaku kerusuhan. Pada sisi lain situasi ini juga sepintas memberikan pembenaran bahwa pelaku kerusuhan adalah warga atau masyarakat yang umumnya berada disekitar lokasi. Berbeda dengan kerusuhan yang terjadi di kota Solo dimana terdapat data yang lebih jelas dan terbuka tentang adanya kelompok-kelompok teroganisir yang juga melibatkan aparat keamanan di dalamnya. Walaupun begitu, kerusuhan di Jakartatetap saja menunjukkan indikasi dan temuan-temuan adanya kelompok-kelompok tertentu, baik dalam jumlah kecil maupun besar, yang sangat signifikan berperan penting pada proses terjadinya kerusuhan. Karena kelompok-kelompok tersebut berbaur dengan massa yang ada disekitar lokasi, maka perlu memberikan pemisahan antara kelompok tersebut dengan warga yang sesungguhnya berada pada posisi ter”ikut” atau ter"ajak” sebagai massa perusuh. Secara formal, siapa saja yang terlibat melakukan tindakan kerusuhan (perusakan, pejarahan dan pembakaran) baik secara langsung maupun tidak langsung dapat dikatakan sebagai pelaku kerusuhan.3 Tapi definisi ini tidak bisa dipakai untuk mengungkapkan adanya kelompok-kelompok yang memiliki dan memainkan peran tertentu selama proses kerusuhan. Tanpa

1 Tidak pada semua lokasi diakhiri dengan pembakaran. 2Anak-anak remap atau pemuda pada banyak lokasi telah juga mulai terlibat sejak proses perusakan awal. 3Pendefinisian formal ini lebih sering digunakan oleh institusi-institusi formal (pemerintahan). Perkembangan selan|utnya setelah peristiwa terjadi, mulai muncul instilah penjarah atau perusuh. Penggunaan istilah ini untuk menunjukkan adanya kelompok yang melakukan aksi-aksi tertentu sehingga membuat masyarakat (warga) ikut terlibat dalam perusakan dan penjarahan. Bila hal ini tidak muncul, maka banyak sekali masyarakat yang harus disalahkan. Hal mi tentunya mengandung resiko yang sangat besar. khususnya bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Pelaku?

menghilangkan pendefinisian formal tersebut maka pelaku kerusuhan dapat dipilah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah massa (massa umum) dan kedua adalah provokator. Massa adalah kumpulan orang-orang atau masyarakat yang berkerumun dalam suatu lokasi seperti di jalan, gang-gang atau lokasi-lokasi stretegis lainnya dan berasal dari berbagai tempat. Bisa merupakan orang yang kebetulan melewati lokasi tersebut, atau orang-orang yang sengaja mendatangi lokasi (adalah kelompok terorganisir) dan warga sekitar lokasi yang umumnya merupakan jumlah terbesar dari massa. Umumnya mereka berasal dari pemukiman kumuh atau sederhana lainnya. Massa ini sebelumnya merupakan massa pasif (berkerumun tanpa ada tujuan yang pasti) tetapi kemudian terprovokasi atau terkondisi oleh sekelompok orang tertentu atau situasi tertentu. Mereka kemudian berubah menjadi massa aktif dan terlibat berbagai tindakan pada proses kerusuhan. Tidak semua warga atau massa tersebut terlibat aktif. Pelaku aktif diantara warga ini umumnya adalah anak remaja atau pemuda (usia sekolah SMPT maupun SMU/STM). Pelaku aktif ini umumnya dalam bertindak tidak menggunakan peralatan tertentu. Tindakan mereka bersifat spontan dan kalaupun menggunakan alat hanya sebatas benda yang ada di sekitar dan bisa mereka gunakan. Provokator adalah sekelompok orang (bisa berjumlah 5 hingga puluhan orang) yang memasuki suatu wilayah atau kerumunan massa dan kemudian mempengaruhi suasana atau massa yang berada disekitarnya hingga kerusuhan terjadi. Pada banyak tempat mereka terlihat mendatangi lokasi dengan menggunakan kendaraan tertentu. Mereka merupakan kelompok yang memiliki peran penentu selama proses kerusuhan berlangsung, khususnya dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi kerusuhan. Mereka dikenali dari peran dan tindakannya baik pada tahap awal (pra) kerusuhan hingga proses berlangsungnya peristiwa tersebut. Mereka yang dimasukkan dalam kelompok ini umumnya bukan warga setempat dan tidak dikenali oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kelompok ini pada banyak lokasi terlihat membawa peralatan tertentu seperti linggis, kampak, dan peralatan lainnya yang bisa dipergunakan untuk menghancurkan pintu dan bagian bangunan atau kendaraan lainnya. Mereka juga di antaranya terlihat membawa batu dan jirigen atau kantung plastik berisi bahan bakar. Mereka memiliki penampilan yang bisa berbeda. Ada yang menggunakan seragam sekolah (tetapi tidak lengkap), atau berpakaian seperti masyarakat umumnya. Ada juga yang terlihat berpenampilan rapi. Beberapa orang terlihat menggunakan alat komunikai seperti HT atau Handphone. Tindakan yang mereka lakukan umumnya memasuki suatu pemukiman dan memancing perhatian warga untuk keluar. Kemudian menciptakan keributan baik dengan berkelahi, menggunakan motor sambil melempar dan lain sebagainya. Mereka mendahului perusakan kemudian memancing massa lain untuk ikut merusak dan menjarah. Umumnya mereka menghilang setelah penjarahan atau pembakaran terjadi.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Fakta-fakta juga mengungkapkan bahwa kelompok ini pada banyak lokasi merupakan kelompok yang menentukan lokasi atau sasaran kerusuhan serta jenis-jenis tindakan atau aksi yang dilakukan. Seperti menghancurkan dan membakar barang jarahan4, menentukan lokasi mana yang hanya dirusak tanpa dibakar atau keduanya dan lain sebagainya. Hal ini dapat terlihat dari pola peristiwa yang terjadi. Pola atau ciri tindakan kelompok provokator ini seperti: memiliki kesamaan ciri fisik, membawa peralatan tertentu, berjalan dalam kelompok (bergerombol), diangkut dengan kendaraan, kesamaan karakter (beringas, galak, mengajak massa, memerintahkan massa dll) dan terlihat bertindak secara terorganisir, akhirnya mendapatkan berbagai sebutan oleh warga. Ada yang menyebutkan kelompok ini sebagai gerombolan, kelompok perusuh, massa tertentu maupun provokator. Melihat peran dan tindakan yang mereka lakukan kelompok provokator ini disebut sebagai kelompok pelaku. Berikut ini gambaran terhadap kelompok pelaku kerusuhan diJakartasesuai dengan data-data yang berhasil dikumpulkan.

5.1. Tindakan Pelaku

Kelompok pelaku oleh banyak saksi pada awalanya dikenali melalui tindakan-tindakan tertentu yang mereka lakukan sebelum hingga akhir terjadinya kerusuhan. Selain itu kelompok pelaku juga dikenali melalui ciri-ciri fisik atau penampilan tertentu, walaupun pada akhirnya ciri-ciri tersebut tetap ditentukan oleh tindakan yang mereka lakukan. Terdapat berbagai jenis tindakan yang dilakukan oleh kelompok pelaku (provokator) yang terkadang tindakan tersebut sulit dibedakan dengan reaksi umum massa dalam situasi tersebut. Tetapi kemudian setelah dirangkaian dengan tindakan-tindakan lain yang oleh mereka atau kelompoknya, maka dapat ditentukan bahwa sekelompok atau seseorang tersebut dapat diindikasikan sebagai kelompok pelaku atau provokator. Demikian juga dengan proses pengumpulan data-data yang dilakukan dan digunakan dalam buku ini.

4Pada banyak lokasi massa mendapat larangan membawa pulang hasil jarahan.

Pelaku?

Grafik Berbagai Tindakan Menonjol Kelompok Pelaku
5.1.1. Memulai tindakan/perusakan awal

Ciri tindakan kelompok pelaku paling menonjol yang ditemukan dalam kasus Kerusuhan Mei 1998 adalah adanya kelompok orang tertentu yang diketahui memulai tindakan atau perusakan awal pada lokasi kerusuhan. Perusakan awal tersebut akhirnya diikuti oleh warga/massa yang berada disekitarnya atau yang telah mengikuti mereka. Kelompok orang yang bertindak seperti itu dapat dibagi menjadi empat kelompok. Pertama, adalah kelompok yang memulai aksi perusakan setelah sebelumnya mereka berhasil mengajak massa untuk bergabung dengan mereka. Umumnya mereka berjalan kaki dan mengajak massa yang mereka lalui untuk bergabung dan dengan bersama-sama menuju lokasi tertentu. Setelah itu mereka mulai melakukan aksi perusakan awal yang kemudian diikuti oleh massa yang lain. Kedua, adalah kelompok yang mendatangi sebuah lokasi tertentu dan segera melakukan aksi perusakan awal. Pada beberapa lokasi terlihat selain perusakan, mereka juga melakukan aksi pembakaran. Perusakan atau dengan pembakaran tersebut akhirnya memancing perhatian warga yang berada di sekitar lokasi dan akhirnya mulai mendatangi lokasi dan membuat kerumunan massa. Setelah kerumunan cukup besar, kelompok tersebut mulai meningkatkan kualitas perusakan dan melakukan aksi penjarahan isi bangunan. Kelompok ini pada beberapa tempat terlihat mendatangi lokasi dengan menggunakan kendaraan (umumnya truk). Ketiga, adalah kelompok yang mendatangi tempat dimana telah ada kerumunan massa. Setelah mendatangi lokasi tersebut, segera mereka melakukan aksi perusakan awal yang diikuti

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

oleh massa yang berada di sekitarnya. Pada beberapa lokasi, kelompok ini juga terlihat datang dengan menggunakan kendaraan (umumnya truk). Keempat, adalah kelompok yang berada diantara massa yang berkerumun pada suatu lokasi dan setelah waktu atau kondisi tertentu, mereka kemudian melakukan aksi perusakan awal. Kelompok ini cenderung terdiri merupakan kelompok kecil dan berbaur di antara massa. Terdapat sedikitnya 3 cara kelompok-kelompok tersebut meninggalkan lokasi. Pertama, kelompok tersebut tetap tinggal di lokasi hingga kerusuhan mereda (atau setelah aparat keamanan mendatangi lokasi) dan meninggalkan lokasi bersamaan dengan massa yang berada di sekitarnya. Kedua, setelah mereka melakukan berbagai aksi tertentu, mereka kemudian terlihat berpindah ke lokasi lainnya dan melakukan aksi-aksi yang sama. Setelah itu, mereka berpindah ke tempat lain dan meninggalkan lokasi-lokasi tersebut. Pada beberapa tempat mereka terlihat meninggalkan lokasi dengan menggunakan kendaran yang telah menunggu di suatu tempat tertentu. Ketiga, kelompok atau orang-orang tersebut setelah melakukan perusakan awal, satu persatu mulai tidak terlihat di antara massa. Tidak diketahui dengan jelas bagaimana mereka meninggalkan lokasi. Secara umum kelompok-kelompok tersebut terlihat seperti memberikan contoh kepada massa saat melakukan perusakan awal. Banyak terlihat diantara hanya melakukan aksi perusakan dan pembakaran tetapi tidak menjarah (membawa pulang). Barang jarahan umumnya dibakar di tengah jalan.

5.1.2. Berkelompok menuju lokasi/sasaran

Ciri lain, seperti telah disinggung sebelumnya, adalah adanya sekelompok orang yang berjalan dengan berkelompok menuju lokasi atau sasaran tertentu. Kelompok ini umumnya dimulai dalam kelompok kecil (berjumlah belasan hingga puluhan orang) dan semakin bertambah setelah berhasil mengajak orang atau massa yang mereka lalui. Pada beberapa lokasi mereka terlihat sebelumnya dibawa oleh kendaraan (umumnya truk) dan diturunkan pada tempat tertentu setelah itu mereka mulai berjalan dalam kelompok-kelompok-kelompok.Berjalan dengan kelompok yang semakin membesar tesebut, pada sisi lain merupakan bentuk tersendiri yang menarik perhatian warga/massa. Melihat tempat-tempat mereka diturunkan dan jalan yang mereka lalui menuju sasaran tertentu, memberikan indikasi adanya relasi kelompok massa ini dengan orang-orang yang sebelumnya menyebarkan isu pada pemukiman-pemukiman di sekitar lokasi yang mereka lalui. Bila demikian, maka pola berjalan secara berkelompok ini telah direncanakan dan diorganisir sebelumnya.

Pelaku?

5.1.3. Mengajak, Memanasi dan Mengarahkan Massa Adanya sekelompok atau seseorang yang mengajak, memanasi atau mengarahkan massa melakukan berbagai tindakan selama kerusuhan berlangsung menjadikan ciri
yang lain bagi kelompok pelaku. Mereka umumnya berteriak-teriak mengarahkan atau memberi "semangat" kepada massa saat melakukan aksi-aski perusakan. Pada banyak lokasi, mereka cenderung tidak terlalu aktif (melakukan perusakan) dan hanya berteriak-teriak memberikan semacam komando atau arahan. Tetapi pada banyak lokasi lainnya, mereka terlihat sangat aktif saat melakukan perusakan dan cenderung berposisi memimpin. Pada beberapa lokasi mereka terlihat memimpin massa dengan menggunakan kendaraan (umumnya motor). Setelah berbagai aksikerusuhan terjadi, pada banyak lokasi mereka terlihat mulai tidak terlihat di sekitar lokasi atau berpindah ke lokasi lain. Umumnya mereka terlihat menonjol di antara massa akibat sikap dan tindakan mereka saat melakukan berbagai aksi kerusuhan. Tetapi mereka juga bisa terlihat menonjol akibat ciri-ciri fisik .atau penampilan mereka seperti: lebih rapi, atau seperti preman, berbadan tegap dan lain sebagainya.

  1. 1.4. Memancing perhatian massa (buat keributan, dll) Seperti telah disinggung sebelumnya, ciri lain dari tindakan kelompok pelaku adalah memancing perhatian massa. Cara memancing perhatian dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara yang paling umum adalah dengan melakukan aksi-aksi perusakan awal (melempar/merusak bangunan) atau keributan dan berjalan dengan berkelompok/ bergerombol. Pada beberapa lokasi mereka juga terlihat melakukan pembakaran barang-barang tertentu di tengah jalan atau tempat-tempat strategis lainnya sehingga dapat menarik atau memancing perhatian massa. Pembakaran yang paling efektif menarik perhatian warga adalah pembakaran ban-ban bekas, seperti yang terjadi pada banyak tempat.
  2. 1.5. Memimpin massa secara terbuka. Memimpin massa secara terbuka dimaksudkan sebagai adanya orang atau sekelompok orang yang bertindak secara terbuka (terang-terangan) memimpin massa baik saat berjalan meuju lokasi kerusuhan maupun saat melakukakn berbagai aksi perusakan. Selain memimpin arak-arakan massa, meerka juga terlihat mengarahkan atau menentukan apa-apa saja yang menjadi sasaran perusakan. Terkadang mereka terlihat menahan massa atau mengarahkan massa melakukan atau memasuki suatu bangunan atau lokasi. Pada beberapa lokasi mereka terlihat memimpin massa dengan menggunakan kendaraan (umumnya motor). Mereka juga terlihat beberapa menggunakan pengeras suara (megaphone) saat

Fakta, Data dan Analisa

memimpin massa. Saat berhadapan dengan aparat keamanan, ada yang terlihat menenangkan dan mengarahkan massa untuk terus melakukan aksi perusakan atau berjalan menuju lokasi tertentu.

5.1.6. Melakukan penghadangan (sweeping)

Tindakan menonjol lain yang dilakukan kelompok pelaku adalah penghadangan, khususnya terhadap kendaraan, baik motor maupun mobil, yang melintasi lokasi tertentu. Penghadangan atau yang dikenal dengan istilah sweeping, dilakukan terhadap berbagai macam kendaraan baik kendaraan umum maupun pribadi. Penghadangan umumnya dilakukan bersamaan atau berdekatan dengan lokasi dimana massa melakukan perusakan, penjarahan atau pembakaran. Tetapi pada beberapa lokasi sweeping dilakukan sebagai peristiwa/aksi tunggal. Terlihat juga aksi sweeping dilakukan oleh sekelompok remaja yang dipimpin oleh seseorang yang lebih dewasa. Isu paling menonjol pada aksi sweeping adalah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang tertentu, khususnya etnis Tionghoa. Tindakan ini pada banyak lokasi kemudian dilanjutkan dengan tindakan-tindakan perusakan hingga pembakaran bahkan perkosaan. Umumnya disertai penganiayaan terhadap pengemudi atau penumpang yang berada di dalamnya. Pada beberapa lokasi diketahui tindakan tersebut hingga memakan korban jiwa.

5.1.7. Memperhatikan Situasi

Selain tindakan-tindakan aktif, pada beberapa tempat terlihat orang-orang yang hanya memperhatikan atau mengamati situasi dan tidak berada atau berhenti dengan lama pada suatu lokasi. Orang-orang tersebut umumnya terlihat saat berada di lokasi melakukan komunikasi dengan berbagai alat seperti seperti HT (Handy Talky) atau HP (HandPhone). Sebagai catatan, bahwa pada saat itu HP masih merupakan bahan mahal yang tidak dimiliki oleh banyak orang secara massal. Pada sebuah lokasi orang seperti ini bahkan terlihat mengarahkan massa melakukan tindakan tertentu (melawan aparat) atau menghalau (melempari) aparat yang datang ke lokasi. Terlihat juga pada lokasi lain orang seperti ini meninggalkan lokasi setelah massa mendatangi lokasi atau telah melakukan kerusuhan.

5.2. Ciri-ciri kelompok Pelaku

Fakta-fakta yang ditemukan menunjukan adanya beberapa ciri fisik dan tindakan tertentu pada kelompok yang dikenali warga ataupun saksi sebagai provokator. Beragam ciri fisik yang sama terlihat pada banyak lokasi. Walaupun tidak pada semua lokasi kerusuhan memiliki ciri yang sama. Ciri fisik ini diperoleh berdasarkan apa yang terlihat di lokasi terhadap seseorang atau sekelompok orang yang melakukan tindakan-tindakan tertentu, mendorong dan memastikan terjadinya kerusuhan. Ciri-ciri pelaku tersebut kemudian dibagi dalam 4 (empat) kategori umum, yaitu: ciri

Pelaku?

fisik, terorganisir dan terlatih, mendompleng aksi mahasiswa, membawa peralatan dan menggunakan isu-isu tertentu.

5.2.1. Ciri fisik

Fakta-fakta yang ditemui menunjukkan setidaknya terdapat 6 (enam) kelompok ciri fisik yaitu: berpenampilan seperti militer, berpenampilan seperti anak SMU, berpenampilan seperti orang dari Indonesia Timur, berpenampilan seperti preman, berpenampilan seperti massa pada umumnya dan berpenampilan rapi.

Ciri Fisik dan Penampilan Kelompok Pelaku

Penampilan seperti massa umumnya Bcrkelompok dengan ciri fisik yang hampir sama Badan tegap, rambut cepak, usia 20-25, tinggi besar Penampilan seperti preman (kucel, gondrong, galak) Berseragain SMU/pelajar Badan tegap, keriting, Indonesia timur Pakaian berbeda dengan massa (rapi) Berseragam SMU, tampang lebih tua, badan kekar 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Jumlah Lokasi

5.2. 1. 1. Berpenampilan seperti massa umumnya (celana pendek).

Kelompok ini sedikit lebih sulit dikenali karena penampilan mereka yang tidak jauh berbeda dengan umumnya massa yang berada di sekitar lokasi (seperti menggunakan sendal, berbaju kaos, celana pendek dan sebagainya). Tetapi sekelompok orang dengan ciri ini pada beberapa tempat terlihat memiliki peran yang penting dalam mendorong terjadinya kerusuhan. Tindakan mereka seperti, memanas-manasi massa, menyuruh massa bergerak atau berteriak-teriak memberi komando, menjarah atau membakar. Selama melakukan tindakan tersebut mereka terlihat melakukan semacam kordinasi dengan beberapa orang lainnya di antara massa. Pada beberapa lokasi terlihat berperan sebagai pendahulu dalam kerusuhan. Pada beberapa lokasi lain kelompok dengan ciri ini juga terlihat membawa peralatan yang secara khusus telah disiapkan untuk melakukan perusakan bangunan.

Mei 1998: Fakta, Data dan Anahsa

5.2. 1.2. Badan tegap, rambut cepak, muda (usia berkisar 20-25), tidak pendek.

Poseur tubuh ini oleh beberapa saksi di berbagai wilayah dikenali sebagai postur khas orang yang memiliki badan terlatih, mirip dengan umumnya postur anggota TNI/Polri. Fakta lain menunjukkan bahwa sekelompok orang dengan postur seperti itu terlihat memiliki ciri kemampuan bergerak dan bertindak yang cepat dan terlatih. Pada banyak 'okasi bahkan terlihat sekelompok orang dengan ciri ini membawa peralatan tertentu seperti linggis, palu dan sejenisnya. Kelompok dengan ciri ini juga terlihat mengambil peran dalam mendorong massa seperti berteriak-teriak memaki atau memberikan instruksi untuk membakar, merusak, menjarah atau mengeluarkan barang dari dalam bangunan untuk dirusak maupun dibakar. Mereka juga terlihat juga melakukan berbagai tindakan awal seperti perusakan barang atau bangunan. Di sekitar wilayah Poncol, Jakarta Pusat, beberapa orang dengan ciri seperti ini terlihat menggunakan sepatu lars.

5. 2. 1. 3. Penampilan seperti preman, kucel (berantakan), gondrong.

Kelompok orang dengan ciri seperti ini umumnya diidentifikasikan/dikenal sebagai preman (tukang pukul). Pada beberapa lokasi kerusuhan menunjukkan karakternya yang kasar seperti mengancam dan membentak-bentak. Mereka mendorong (cenderung memaksa) massa yang berada di sekitar lokasi untuk melempar, merusak. menjarah atau membakar. Di banyak lokasi terlihat mereka memulai tindakan perusakan.

5. 2. 1.4. Badan tegap, keriting, Indonesia Timur.

Ciri fisik kelompok inisangat khas dengan postur tegap, berwarna dan rambut serta kulit yang khas, seperti umumnya etnis di Indonesia bagian timur. Karakter kelompok ini terlihat kasar dan brutal dalam aksinya serta cenderung memaksa massa yang berada disekitar lokasi untuk ikut merusak dan menjarah. Pada beberapa lokasi mereka terlihat membawa berbagai peralatan untuk merusak pintu, gembok atau bagian bangunan lainnya serta memulai perusakan dan penjarahan. Adanya ciri seperti kelompok ini, setidaknya menunjukkan bahwa kelompok penggerak kerusuhan tidak hanya berasal dari satu kelompok masyarakat tertentu.

5.2. 1.5. Berpakaian berbeda dengan massa yang menjarah (rapi).

Kebalikan dari kelompok yang berpenampilan seperti umumnya massa (pakaian seadanya), kelompok ini justru terlihat berpenampilan berbeda dan cukup menyolok dibanding massa pada umumnya. Penampilan kelompok ini terlihat rapi seperti umumnya pakaian kantoran atau pakaian untuk di dalam ruangan. Selain itu mereka terlihat lebih intelektual dan berpenampilan seperti umumnya masyarakat kelas menengah tetapi tidak bergaya seperti orang kaya. Mereka teridentifikasi dari gerak-gerik mereka yang lebih memantau situasi dan pada beberapa lokasi terlihat memiliki perlengkapan komunikasi seperti HT (Handy Talky) atau HP (Hand Phone). Mereka

orang di antara kerumunan massa. Pada sebuah lokasi terlihat melakukan pemantauan sebelum sekelompok massa perusuh mendatangi sebuah lokasi. Ketika massa tersebut tiba, mereka segera “menghilang" dari lokasi.

5.2. 1.6. Berseragam SMU (tampang dengan usia yang wajar) dan berseragam SMU
dengan tampang lebih tua, badan kekar.

Terdapat sekelompok orang yang bergerak atau berperan mendorong terjadinya penjarahan atau perusakan dengan menggunakan seragam Sekolah Menengah Umum (SMU). Pada kelompok dengan ciri ini masih terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang memiliki tampang (wajah dan tubuh) lebih tua, kekar, tidak seperti umumnya anak SMU dan yang memiliki tampang seperti umumnya anak SMU. Ciri fisik lain dalam kelompok berseragam SMU ini adalah tidak semua terlihat menggunakan seragam dengan lengkap. Ada yang hanya celana atau bajunya yang berseragam. Ada yang terlihat menggunakan tanda pengenal OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) atau badge sekolah tetapi ada juga yang tidak. Termasuk dalam kelompok ini adalah kelompok anak muda dengan tampang belia (seperti umumnya anak SMU). Berdasarkan ciri-ciri yang terlihat terhadap seseorang atau sekelompok orang di berbagai lokasi maka dapat ditarik kesimpulan: Adanya ciri-ciri yang terlihat dari peralatan yang dibawa, menunjukkan bahwa kelompok tersebut (provokator) telah memiliki persiapan sebelumnya. Adanya ciri memiliki keterampilan atau kemampuan tertentu dalam merusak bangunan menunjukkan bahwa sebagian kelompok tersebut selain memiliki persiapan juga merupakan kelompok yang telah terlatih. Selain unsur kesiapan dan keterampilan juga terlihat adanya perencanaan di dalam kelompok tersebut. Yaitu dengan terlihatnya diantara mereka telah membawa bahan tertentu yang digunakan untuk membakar (selain peralatan untuk membongkar/merusak). Selain itu juga terlihat pada banyak lokasi mereka terdiri dari kelompok-kelompok kecil. Maka secara umum dapat disimpulkan adanya kelompok kecil yang memiliki persiapan, terlatih dan terencana pada saat kerusuhan.

5.2.2. Terorganisir dan terlatih

Fakta dilapangan menunjukkan adanya kelompok massa yang bergerombol dengan memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama. Ciri fisik tersebut seperti postur tubuh, cara berpakaian dan penampilan fisik lainnya seperti warna kulit dan potongan rambut. Kelompok ini secara ... Milik Perpustakaan [KomisiNasional Hak Asasi Manusia

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

bergerombol terlihat di beberapa lokasi memulai melakukan perusakan kemudian secara bersama berpindah dan melakukan dan memulai perusakan. Pada beberapa lokasi seperti di sekitar JembatanBesi dan di Yogya Plaza-Klender terlihat adanya pembagian peran. Ada yang kelompok yang memulai perusakan, memanasi masa atau memberi perintah-perintah. Kelompok ini termasuk di dalamnya kelompok orang yang berjalan secara bergerombol menuju kumpulan massa yang terkonsentrasi pada sebuah lokasi. Tindakan mereka pada beberapa tempat kemudian mendorong massa yang telah terkonsentrasi untuk melakukan tindakan perusakan atau penjarahan.

5.2.2. 1. Berkelompok menuju sasaran tertentu.

Fakta-fakta dilapangan menunjukkan bahwa selama kerusuhan terjadi terdapat sekelompok orang yang berjalan bersama menuju lokasi-lokasi tertentu dan selanjutnya melakukan aksi perusakan, penjarahan dan atau pembakaran. Kelompok ini selain terlihat mengajak massa yang berada sepanjang jalan yang mereka lalui untuk ikut merusak atau menjarah mereka juga berpindah-pindah setelah sebuah lokasi selesai dirusak atau dibakar. Warga umumnya menyebut kelompok ini sebagai “gerombolan" atau “penjarah”. Terdapat dua pola dari kelompok ini. Pertama, kelompok ini awalnya hanya terdiri dari sekumpulan orang yang tidak terlalu banyak (puluhan orang). Mereka merupakan kelompok solid (memiliki tujuan yang sama). Kemudian selama bergerak atau berpindah mendapat tambahan massa yang berada di sepanjang jalan atau lokasi kerusuhan sebelumnya. Kelompok seperti ini terlihat jelas pada wilayah Cileduk, JakartaSelatan. Kedua, kelompok solid dalam jumlah cukup banyak (100-an) dan sudah memiliki sasaran-sasaran pada lokasi tertentu. Kelompok ini tidak terlalu mengajak massa yang berada di jalan untuk bergabung dalam rombongan, tetpai tetap mengajak massa untuk melakukan perusakan dan penjarahan. Kelompok seperti ini terlihat sangat jelas pada lokasi sekitar Apartemen Bahari. Mereka selama melakukan aksi perusakan dan pembakarn terpisah dari penduduk sekitar yang umumnya hanya menonton. Ajakan mereka ditolak bahkan pada akhirnya mendapatkan perlawanan dari penduduk sekitar. Kedua kelompok ini pada banyak lokasi terlihat telah membekali diri dengan berbagai alat perusak seperti linggis, kampak, kayu, besi dan sejenisnya. Kelompok seperti ini terlihat berada pada beberapa wilayah dalam waktu yang bersamaan. Hal ini menandakan bahwa kelompok seperti ini berjumlah cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah. Kelompok seperti ini juga terlihat berada pada suatu lokasi yang berdekatan dalam waktu yang hampir bersamaan. Ini menunjukkan bahwa kelompok ini juga bergerak atau berpindah-pindah

Pelaku?

dalam suatu wilayah tertentu. Kelompok seperti ini setidaknya terlihat pada wilayah sekitar Glodok danJI.Hayam Muruk, sekitar Muara Karang dan sekitar wilayah Mangga Dua.

5. 2.2. 2. Berkelompok menuju pusat massa.

Kelompok massa bergerombol juga terlihat dengan pola yang berbeda. Mereka bergerak menuju massa yang terpusat pada sebuah lokasi. Setelah bergabung dengan massa yang berada di sekitar lokasi kemudian memulai melakukan perusakan dan mendorong massa untuk ikut melakukan hal yang sama. Pada beberapa lokasi pada kelompok ini terlihat adanya pembagian peran seperti memulai perusakan awal, memanasi massa, memulai menjarah dan membakar. Pada banyak lokasi kelompok ini juga terlihat telah membawa berbagai peralatan untuk merusak bangunan.

5.2.23. Gerakan Tangkas, Cepat, Terlatih dan Sistematis

Pada setidaknya 27 lokasi, terlihat adanya sekelompok atau seseorang yang memiliki gerakan atau kemampuan tertentu yang tidak dimiliki orang secara umum, khususnya massa yang berada pada lokasi kerusuhan. Kemampuan-kemampaun lebih tersebut terlihat dari kecepatan bergerak, berlari, melempar, melompat atau menaiki bagian bangunan tertentu. Ketrampilan saat membuka rolling door atau pintu/pagar bangunan dan kemampuan merusak, membalikkan dengan cepat dan membakar mobil menunjukkan bahwa selain memiliki kemampuan fisik, mereka juga memiliki pengetahuan dan keterampilan tertentu. Pada banyak lokasi mereka juga terlihat membawa peralatan tertentu saat beraksi. Mereka juga terlihat hanya melakukan perusakan dan membuka pintu atau penutup bangunan sehingga lebih mudah dijarah, setelah itu meninggalkan lokasi. Dari fakta-fakta yang telah disebutkan dapat dilihat adanya kelompok massa tertentu yang berpindah-pindah lokasi dan melakukan berbagai tindakan perusakan, penjarahan dan pembakaran. Kelompok ini jelas tidak bertujuan untuk menjarah tetapi lebih pada menciptakan situasi rusuh. Kelompok massa yang disebutkan sebagai “gerombolan", “provokator”, maupun kelompok perusuh" tersebut dalam aksinya terlihat melakukan upaya mendekat atau bergabung dengan massa yang telah terpusat pada sebuah lokasi. Walaupun terlihat juga pada beberapa lokasi mereka melakukannya sendiri tanpa bergabung terlebih dahulu dengan massa yang telah ada disekitarnya.

5. 2. 2.4. Membawa Peralatan Tertentu

Selain kelompok yang khas bergerak dalam rombongan atau melakukan berbagai tindakan tertentu lainnya, satu ciri lain dalam kelompok pelaku adalah membawa berbagai peralatan (khusus) yang umumnya digunakan untuk merusak bangunan atau melakukan pembakaran. Adanya peralatan yang dibawa sebelumnya dengan jelas menunjukkan telah adanya rencana sebelum aksi-aksi kerusuhan terjadi

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

5. 2.2.5. Membawa peralatan (linggis, kampak, martil, batu, pentungan dll).

Kelompok orang yang membawa peralatan yang khusus dan tertentu terlihat setidaknya pada 36 lokasi. Kelompok ini mendatangi lokasi dengan berbagai macam cara yang ada. Sebagian terlihat bersama-sama dengan rombongan massa yang berjalan menuju lokasi kerusuhann, sebagian melalui dropping dengan kendaraan, sebagian lain tidak diketahui tetapi kemudian berada di tengah-tengah massa. Umumnya peralatan yang mereka bawa adalah alat pemotong (tang pemotong atau sejenisnya) atau alat untuk mencongkel (linggis dan sejenisnya). Selain itu terlihat juga ada yang membawa kampak. Semua peralatan tersebut bukanlah barang-barang yang umum dibawa. Banyak juga terlihat diantara mereka membawa batu atau kayu seperti pentungan. Pada salah satu lokasi dimana tidak banyak terdapat batu, mereka terlihat telah mempersiapkannya. Begitu juga dengan kayu (pentungan) yang mereka bawa. Selain kayu-kayu tersebut bukan seperti kayu pada umumnya atau kayu yang ditemukan di jalan (ada yang terlihat memiliki besi atau paku di ujungnya), mereka juga terlihat terampil dalam menggunakan kayu-kayu tersebut.

5. 2.2.6. Membawa bahan bakar.

Selain alat-alat untuk merusak, terlihat juga sekelompok orang yang membawa bahan bakar atau bahan untuk membakar. Pada dua lokasi yaituArtomoro-JakartaTimur danJI.Hasyim Ashari-JakartaPusat, terlihat bahan bakar dengan ciri yang mirip, yaitu dikemas dalam plastik. Selain dibawa dalam kemasan plastik, terlihat juga bahan-bahan bakar tersebut dibawa dalam jirigen plastik dengan umumnya berukuran 5 liter. Pada beberapa lokasi berbeda ditemukan

5 liter. Pada lokasi 'dimana pelaku sempat ditangkap warga, ditemukan bahwa jirigen tersebut berisi bensin. Bahan membakar lainnya yang juga terlihat selama kerusuhan berlangsung adalah (bom) molotov, yaitu botol atau media sejenis yang diisikan bahan bakar (umumnya bensin) dan diberi sumbu. Molotov juga sempat terlihat digunakan saat melakukan pembakaran pada beberapa lokasi.

5.2.2.7. Membawa pengeras suara, megaphone.

Pengeras pada beberapa lokasi terlihat dibawa oleh orang-orang yang bertindak memimpin massa secara terbuka dimana mengarahkan dan memberi komando/perintah kepada massa untuk melakukan kerusuhan. Terlihat juga bersamaan dengan itu digunakannya yel-yel reformasi dan simbol seperti bendera merah putih, teriakan “hidup reformasi” dan sejenisnya. Hal ini memberi indikasi adanya upaya menggunakan isu-isu reformasi, yang saat itu sedang gencar dilakukan mahasiswa.

5. 2.2.8. Membawa alat komunikasi, memperhatikan situasi.

Seperti telah disinggung sebelumnya, penggunaan alat komunikasi umumnya dilakukan oleh orang-orang yang terlihat hanya memperhatikan situasi, walaupun ada juga yang terlihat kut aktif mengatur massa atau melempari aparat keamanan. Pada sekitar JI. GajahMada Plaza, terlihat sekelompok orang membawa HT sambil memperhatikan jalan yang ternyata akan dilalui massa. Setelah massa mulai muncul, kelompok segera meninggalkan lokasi dengan kendaraan (jeep) yang juga memiliki antena komunikasi. Tindakan mereka sangat kuat mengindikasikan bahwa orang¬ orang tersebut sedang melakukan pemantuan situasi dan menghindar berdekatan dengan massa.

5.2.2.8. Upaya Mendompleng Aksi Mahasiswa

Kerusuhan Mei yang didalamnya sarat dengan indikasi dilakukan oleh kelompok pelaku tertentu (provokator), pada banyak kota dimulai bersamaan atau berdekatan lokasi dengan aksi-aksi mahasiswa. Akibatnya memberikan kesan seolah-olah dimulai dari aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa. Hal ini pada akhirnya membentuk sebuah pola tersendiri. Kerusuhan yang terjadi diJakartapada tanggal 13 Mei 1998, dimulai dari sekitar kampus Trisakti, Grogol dan menyebar ke segala arah hingga sekitar wilayah Pluit. Aksi kerusuhan dilakukan oleh kelompok massa yang sebelumnya berusaha mengajak mahasiswa untuk keluar dari kampus. Tetapi mahasiswa menolak ajakan tersebut dan menutup pagar sehingga memisahkan mahasiswa dan massa. Setelah beberapa waktu setelah ajakan tersebut, akhirnya kerusuhan mulai terjadi di luar kampus. Saat kerusuhan terjadi, terdapat berbagai indikasi adanya kelompok provokator di antara massa.

Mei 1 998: Fakta. Data dan Analisa

Pada keesokan harinya tanggal 14 Mei, pola yang sama juga terjadi di kampus IKIP Rawamangun-Jakarta Timur, Kampus Ul-Salemba, Kampus UKI-Cawang dan Kampus UPN-Pondok Labu. Kampus-kampus tersebut saat melakukan aksi di dalam kampus kemudian berdatangan massa di luar kampus dan mengajak untuk keluar kampus. Tapi mahasiswa pada seluruh kampus tersebut menolak ajakan tersebut. Massa yang di dalamnya terdapat kelompok provokator itu akhirnya melakukan aksi perusakan di luar kampus. Fakta lain juga menyebutkan bahwa terdapat kampus (STIE di sekitar Galur) melakukan demonstrasi di luar kampus dan berbaur dengan massa. Setelah aksi berlangsung beberapa lama, dari antara massa mulai melakukan perusakan yang dilanjutkan dengan penjarahan dan pembakaran. Kerusuhan yang terjadi di Surabaya pada tanggal 14 Mei 1998 dimulai saat mahasiswa bersama masyarakat melakukan aksi bersama di jalan-jalan di luar kampus. Menjelang akhir aksi, sekitar pukul 19.00 WIB, sekelompok orang diantara arak-arakan demonstrasi itu secara tiba-tiba mulai melakukan pelemparan dan perusakan sehingga akhirnya menjadi kerusuhan. Kerusuhan yang terjadi di Solo dimulai disekitar kampus UMSsaat mahasiswa melakukan aksi demonstrasi. Saat itu mahasiswa yang hendak keluar kampus berhasil dihadang aparat keamanan sehingga tetap terisolir di dalam atau disekitar kampus dan terpisah dengan massa yang telah banyak berkerumun di luar kampus. Setelah aksi mahasiswa mulai memanas hingga terjadi bentrok. Sementara itu massa yang berada di luar kampus, dimana terdapat provokator di antara massa yang tidak berhasil mendorong massa bergabung dengan mahasiswa, akhirnya mulai berpindah menuju kota Solo/Surakarta. Setelah bergabung dengan kelompok orang yang di-drop (diangkut dengan kendaraan), akhirnya kerusuhan mulai terjadi. Kerusuhan yang terjadi di Palembang pada tanggal 13 Mei 1998 di mulai bersamaan dengan aksi mahasiswa yang turun ke jalan dan berbaur dengan massa. Mahasiswa yang sebelumnya melakukan aksi di gedung DPRD dan sempat melakukan kerusakan kemudian bergerak ke jalan. Kerusuhan dimulai ketika seseorang dari antara massa (yang telah berbaur dengan mahasiswa) melakukan provokasi melempari bangunan dan akhirnya diikuti massa lain sehingga terjadi perusakan dan penjarahan. Aksi hari itu sempat terhenti dan dilanjutkan keesokan harinya. Hal yang sama juga terjadi pada keesokan harinya. Setelah mahasiswa pulang dari Mapolda, sekelompok orang (non mahasiswa) kemudian melakukan aksi perusakan awal dan akhirnya berlanjut menjadi kerusuhan. Semua tindakan awal tersebut tidak dilakukan oleh mahasiswa tetapi oleh orang-orang tertentu di luar mahasiswa. Kerusuhan yang terjadi di Lampung walaupun pada pagi hari telah terjadi oleh sekelompok orang yang melakukan aksi mendatangi kantor DLLAJR, pada siang hari terjadisaat mahasiswa melakukan aksi pada beberapa tempat di jalanan kota. Perusakan awal juga diidentifikasi tidak dilakukan oleh mahasiswa tetapi oleh kelompok tertentu.

Pelaku?

Kerusuhan yang terjadi di Medan pada tanggal 2 Mei 1998 walaupun terjadi 10 hari terlebih dahulu, memperlihatkan pola yang sama. Mahasiswa berbagai kampus yang sedang melakukan aksi demonstrasi, massa yang sebelumnya hanya menonton tiba-tiba bergabung dengan mahasiswa. Setelah itu kemudian bergerak keluar kampus dan mulai terjadi aksi perusakan dan pembakaran. Massa pada tempat yang berbeda dan tidak jauh dari lokasi juga terlihat mulai melakukan aksi perusakan dan pembakaran. Kerusuhan kemudian mulai merembat ke beberapa tempat. Semua fakta-fakta tersebut menunjukkan adanya pola yang sama pada kampus-kampus di berbagai kota dimana terlihat adanya kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan aksi-aksi demonstrasi mahasiswa sebagai titik awal melakukan kerusuhan. Kesamaan pola ini memberikan indikasi kuat adanya keterkaitan antara kerusuhan yang terjadi pada kota-kota tersebut (Jakarta, Solo, Surabaya, Palembang, Lampung dan Medan). Fakta peristiwa yang terdapat di Solo pada satu sisi memberikan petunjuk yang lebih jelas atas pola awal terjadinya kerusuhan dan indikasi pelaku. Fakta menunjukkan bahwa saat mahasiswa melakukan aksi demonstrasi diketahui adanya orang-orang yang datang dengan menggunakan motor (diantaranya memiliki stiker Kopassus dan logo belati, lambang kesatuan) di sekitar kampus. Massa setelah dibubarkan aparat keamanan, kemudian berjalan menuju arah kota Solo dan Kartosuro. Fakta lain menunjukkan adanya sekelompok orang yang beberapa hari sebelumnya telah diorganisir untuk melakukan aksi pada tanggal 14 Mei tersebut. Orang yang mengorganisir/menggalang tersebut memiliki tanda-tanda anggota Kopassus. Fakta lain yang juga menarik adalah sikap dan penyataan-pernyatan Pangab saat itu, Jend. Wiranto, yang sebelum terjadinya kerusuhan, berkali-kali menyatakan baik melalui televisi maupun media cetak, bahwa mahasiswa hanya boleh melakukan aksi di dalam kampus karena dikuatirkan adanya provokator yang ingin memanfaatkan situasi.5 Hal ini pada satu sisi menunjukkan bahwa Wiranto telah memiliki informasi tentang adanya kelompok provokator yang ingin memanfaatkan mahasiswa. Tetapi pada sisi yang lain, saat kerusuhan terjadi, aparat keamanan seperti kewalahan (tidak berada pada banyak lokasi) dan tidak terlihatnya langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi situasi tersebut.

5.2.2.9. Menggunakan isu-isu tertentu

Memang tidak mudah menentukan dari mana lahirnya isu-isu yang muncul saat kerusuhan berlangsung. Hal itu disebabkan karena yang isu-isu tersebut memang telah ada sebelumnya dan berkembang saat menjelang kerusuhan6. Tetapi fakta-fakta juga menunjukkan bahwa orang-orang yang teridentifikasi sebagai kelompok pelaku yang memiliki berbagai ciri seperti telah dijelaskan

5Setidaknya dapat dilihat pada harian Media Indonesia, 2 Mei 1998. 6Lihat Bab I. tentang sekilas isu-isu rasial.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

sebelumnya, terlihat cukup signifikan menggunakan isu-isu tersebut saat kerusuhan berlangsung. Berdasarkan pola, tindakan dan ciri pada kelompok pelaku maka diperoleh indikasi telah adanya perencanaan sebelumnya oleh mereka. Dengan demikian maka penggunaan kalimat, jargon dan lainnya saat kerusuhan, dapat dipahami sebagai kesengajaan yang terencana.

5.2.2.9.a. Makian/Sentimen Rasial

Berbagai tindakan akibat sentimen rasial terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari bentuk makian, hinaan, hingga dalam bentuk perusakan, penjarahan/perampasan, pembakaran dan penganiayaan, pelecehan, perkosaan hingga pembunuhan. Berbagai bentuk tindakan tindakan yang disertai ekspresi kebencian atau anti terhadap etnis Tionghoa terjadi pada semua wilayah, khususnya wilayahJakartaUtara, JakartaBarat danJakartaSelatan. Ekspresi tersebut oleh banyak pelaku kerusuhan selalu dilontarkan bersamaan dengan aksi-aksi kerusuhan dan pada saat mengarahkan dan mengajak massa. Fakta lain menunjukkan bahwa sentimen rasial juga terlihat dalam bentuk yang berbeda pada tulisan-tulisan, baik pada spanduk, kertas atau bangunan, seperti “Pribumi”, “Pribumi Asli" dan sejenisnya. Umumnya bersaman dengan ekspresi lain seperti, “Muslim”, "Haji dan “Pro Reformasi" dan sejenisnya. Tulisan-tulisan tersebut terlihat di begitu banyak bangunan di wilayah Jakartadan sekitarnya. Ekspresi tulisan bahkan begitu eksplisit, seperti terpampang pada sebuah spanduk besar di kawasan JI.Gajah Mada misalnya, bertulisan “Mari Bakar dan Hancurkan Orang Cina".

5.2.2.9.b. Meneriakan yel-yel reformasi atau simbol-simbol sejenis (merah putih dll)

Walaupun dalam jumlah yang jauh lebih kecil, ekspresi-ekspresi dalam bentuk lain seperti “pro reformasi” dan “anti Soeharto" dan sejenisnya juga muncul di beberapa tempat. Terlihat kecederungan adanya upaya memberikan isu politik atas peristiwa kerusuhan dengan membawa simbol-simbol tersebut. Pada beberapa lokasi terlihat bahkan seseorang atau sekelompok orang melakukannya mirip seperti aksi mahasiswa yang padasaat itu sering terjadi.

5.2.2.9.C. Isu Penyerangan ke Pemukiman

Pada bagian akhir kerusuhan muncul isu-isu akan adanya penyerangan ke pemukiman penduduk. Isu tersebut muncul dalam dua bentuk. Pertama adalah akan adanya serangan balasan dan etnis Tionghoa dan kedua akan adanya penyerangan atau datangnya kelompok perusuh ke wilayah pemukiman. Kedua isu ini beredar pada wilayah yang berbeda. Isu pertama umumnya muncul di wilayah dimana banyak bermukim etnis Tionghoa dan isu kedua umumnya muncul pada wilayah yang lain.

Pelaku?

Isu-isu tersebut muncul bersamaan dengan himbauan aparat keamanan untuk melaksanakan sistem keamanan lingkungan. Akibatnya hampir pada semua tempat, warga melakukan ronda atau penjagaan lingkungan di wilayahnya masing-masing hingga beberapa waktu. Bagaimanapun terlambatnya himbauan aparat keamanan tersebut, penjagaan wilayah oleh warga cukup efektif memulihkan situasi dan kondisi yang lebih aman. Untuk beberapa waktu (sekitar I hingga 2 minggu), pada saat warga melakukan penjagaan lingkungan, isu-isu yang muncul (melalui telepon atau oleh seseorang) sempat menciptakan kecurigaan dan ketegangan di antara warga.

r/3

Dimana Aparat?

6.1. Rencana dan Persiapan Pengamanan

Salah satu pertanyaan penting yang muncul pada masyarakat saat kerusuhan Mei 1998 terjadi adalah “Dimana Aparat?”. Pertanyaan tersebut muncul akibat keberadaan aparat terasa sangat kurang di banyak lokasi kerusuhan. Selain itu aparat juga dianggap tidak cukup tegas dalam menindak massa (perusuh) atau menghentikan kerusuhan atau terlambat dalam mengambil tindakan. Untuk itu perlu dilakukan upaya memahami situasi pengamanan yang dilakukan saat itu, mulai dari perencanaan, jumlah kekuatan hingga situasi pelaksanaan pengamanan yang kemudian dihadapkan pada fakta-fakta yang terdapat pada setidaknya I I I lokasi kerusuhan yang ditemukan.

6.1.1. Rencana Pengamanan

Kerusuhan Mei 1998 terjadi tidak lama (dua bulan) setelah dilaksanakannya SU-MPR pada

l-ll Maret 1998. Sidang Umum MPR itu sendiri merupakan kelanjutan dari proses politik

sebelumnya yaitu Pemilu (Pemilihan Umum) yang dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Dalam rangka melakukan pengamanan dan menghadapi situasi tersebut serta antisipasi penanggulangan situasi keamanan dalam negeri, khususnya Pemilu 1997 dan SU-MPR 1998, pemerintah melalui Mabes ABRI telah mengeluarkan kebijakan pengamanan dengan nama Operasi Mantap ABRI yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini data-data yang disarikan berdasarkan testimoni beberapa pejabat aparatur keamanan kepada TGPF.1 Operasi Mantap dibagi dalam tiga (3) tahap yaitu:

I. Operasi Mantap I, tahap awal Pemilu, I April 1 996 s/d 31 Maret 1997
2. Operasi Mantap II, tahap Pemilu hingga menjelang Sidang Umum (merupakan tahap utama/inti, dengan sasaran menjamin lancarnya pelaksanaan Pemilu), I April 1997 s/d 31 Oktober 1997
3. Operasi Mantap III, tahap Sidang Umum s/d Sidang Paripurna, I Nopember 1997 s/d 30Juni 1998 Operasi tersebut kemudian dilaksanakan (dalam komando operasional) berdasarkan wilayah teritorial militer di Indonesia. Untuk wilayahJakartadisebut dengan nama Operasi Mantap 1 Testimoni yang diberikan oleh Sjafne Syamsuddin (Pangdam Jaya), Sutiyoso (Gubernur OKI), Prabowo Subianto (Pangkostrad). Zaki Anwar Makarim (BIA, bersama 3 staff: Arif Budi, Sanusi dan Zainal), Hamami Nata (Kapolda Metro Jaya bersama Arwm, Aris Sampurno), Suharto (Dankodamar), Subagyo HS/Kasad (bersama beberapa staf), Sudi Silalahi (Kasdam jaya bersama: Tri Tamtomo/Asops jaya. Masri Harun/Asmtel. Masyanu/Asops Garnisun. Danpuspom. Meyanto danJoko/Kakudam.dll.). Lihat Laporan TGPF Seri 5.

Aparat!

Jaya yang dibagi sesuai dengan periode Operasi Mantap ABRI yang telah ada. Komando Operasi dipegang oleh Pangdam Jaya selaku Pangkoops (Panglima Komando Operasi) Jaya dan sebagai wakil adalah Kapolda Metro Jaya selaku Wapangkoops Jaya. Operasi Mantap ABRI oleh Kepolisian Republik Indonesia dilakukan dengan menggelar operasi khusus Kepolisian dengan nama Operasi Mantap Brata. Operasi dibagi berdasarkan periode yang sama dengan Operasi Mantap ABRI, disebut kemudian sebagai Operasi Mantap Brata I, II dan III. Komando Operasi Mantap Brata secara nasional dipegang oleh Kapolri sedangkan untuk masing-masing wilayah dipegang oleh Kapolda. Terdapat pembagian tugas dan tanggungjawab antara Operasi Mantap Jaya dan Operasi Mantap Brata yang disesuaikan dengan perkembangan dan tingkat kerawanan (emergency) situasi. Dalam keadaan normal, dimana tidak ada perubahan situasi yang signifikan dan tindakan pengamanan polisional oleh Polri masih bisa dilakukan, tanggungjawab Kodal (Komando Pengendalian) berada di tangan Polri. Tetapi apabila situasi sudah tidak mampu ditangani oleh Polri akibat situasi darurat (emergency) dan eskalasi yang membesar, maka secara prosedural Kapolri harus segera melaporkan situasi yang ada dan menyarankan kepada Pangab (Panglima ABRI) agar Kodal dialihkan ke Pangkoops. Untuk wilayah Jakartaberarti diserahkan kepada Pangdam Jaya. Berdasarkan kondisi tersebut maka pelaksana pengamanan langsung (Pamsung) SU MPR 1998 adalah Polda Metro Jaya dibantu oleh kekuatan Kamtibmas lainnya dan pengamanan tak langsung (oleh Koops Jaya) ditambah unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Pada situasi eskalasi yang tinggi/membesar, berlaku sebaliknya. Dalam melaksanakan tugasnya, Polda Metro Jaya melakukan pembagian pada 8 wilayah operasi yaituJakartaBarat,JakartaTimur, JakartaSelatan, JakartaPusat,JakartaUtara, Depok, Tangerang dan Bekasi. Untuk wilayah Depok, karena tidak masuk ke dalam wilayah teritorial Kodam Jaya (Koops Jaya), Pamtaksung dilakukan oleh Kodam III Siliwangi. Sebagai pelaksana Pamsung SU-MPR, Polda Metro Jaya memiliki kemampuan menggunakan hmgga 2/3 dari seluruh kekuatannya, dari total sekitar 17.000 (18.000 termasuk karyawan sipil) orang. Kekuatan 2/3 pasukan Polda Metro Jaya setidaknya dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Polda Metro Jaya = I 1.166 orang Kekuatan Cadangan Metro Jaya = 2. 1 00 orang
  • Kekuatan CadanganMabes Polri I2SSK = 1.178 orang Secara real, jumlah pasukan yang dapat digunakan di lapangan dalam rangka pelaksanaan pengamanan adalah sebesar 90 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 9000 orang. Selain itu terdapat kekuatan imbangan (Polda-Polda) sebanyak 46.236 orang.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

6.1.2. Wilayah Pengamanan

Pangkoops Jaya dalam melaksanakantugasnya menyusun sebuah rencana pengamanan (contingency plan) dan didalamnya ditentukan wilayah-wilayah yang menjadi sasaran pengamanan. Rencana pengamanan tersebut terdiri dari 6 rencana yaitu:

  • Contingency Plant I, rencana untuk menghadapi Demonstrasi dan Kebebasan. Contingency Plant II, rencana untuk menghadapi Huru-hara dan Kerusuhan Masai.
  • Contingency Plant III, rencana untuk menghadapi masalah teknis, ancaman, intrik
    terhadap masyarakat yang dapat menjatuhkan wibawa pemerintah (ancaman Psikologis)

  • Contingency Plant IV, Contingency Plant V, rencana untuk menghadapi Sabotase Contingency Plant VII, rencana untuk menghadapi Inflitrasi dan Subversi Pelaksanaan contingency plan dilakukan berdasarkan (tanggungjawab) satuan wilayah yang berada di bawahnya dan sasaran (wilayah) pengamanan merupakan sesuatu yang given (merupakan ketentuan/mutlak) untuk diamankan. Lokasi sasaran keamanan tersebut tidak terikat dengan sisi politik dan sisi kebutuhan ABRI, tetapi berdasarkan contingency plan. Mekanisme pengamanan dilakukan dengan mengamankan wilayah stationer (pangkalan) dengan melakukan invest quo. Prioritas sasaran pengamanan yang mutlak tersebut adalah:

  • Sentra Ekonomi Termasuk di dalamnya adalah:
    Simpul kebutuhan pokok rakyat, seperti Gudang Bulog dan pasar tempat menjual beras Bulog

  • Simpul transportasi, yang merupakan urat nadi ekonomi seperti gudang bahan bakar. Plumpang dan Krungkut merupakan suplai bahan bakar utama bagi
    Jakarta.

  • Simpul ekonomi rakyat, seperti pasar-pasar tradisional (Pasar Tanah Abang, Pasar Jatinegara, dsb) Simpul produksi, seperti pabrik-pabrik yang menghasilkan produksi makanan atau faktor-faktor pendukung, seperti pabrik-parbrik yang terdapat di Tangerang dan kawasan-kawasan industri lainnya. Simpul ekonomi strategis, seperti kawasan Thamrin, Sudirman dan Kuningan, yang merupakan tempat transaksi-transaksi penting.

  • Sentra Pemerintahan dan Politik Termasuk dalam sentra Pemerintahan adalah:
    Intalasi pemerintahan (dari daerah sampai nasional) Instalasi tinggi negara, seperti: kediaman pimpinan negara (merupakan tanggungjawab keamanan wilayah) Termasuk dalam sentra Politik adalah:

Aparat?

Instalasi Bintang Empat,

  • Instalasi DPR/MPR,
  • Sentra Informasi. Terdapat sekitar 400 instalasi media di
    Jakarta.

  • Instalasi Bank Sentral

  • Instalasi Listrik. Terdapat gardu-gardu besar yang diprioritaskan di
    samping gardu-gardu lainnya.

  • Instalasi Air minum. Secara prinsip sasaran pengamanan yang telah terkena demonstrasi atau terdapat upaya untuk direbut, harus segera dipertahankan, diblok dan

    dipertahankan secara maksimal (mati-

matian). Berdasarkan laporan intelijen dan disesuaikan dengan contigency plan kemudian ditentukan lokasi-lokasi prioritas lain yang dibagi dalam 4 wilayah2. Yaitu:

I. Kerangkap Timur (Kayu Manis, Cipinang, Jatinegara, Prumpung, Kampung Melayu, Kramat Jatidan Halim).
2. Kerangkap Selatan (Pancoran, Kalibata, Bukit Tinggi,
Manggarai, Menteng Dalam dan Menteng Atas).

  1. Kerangkap Pusat (Matraman, Petojo, Benhil, Kebon Melati, Pasar Kenari, Bungur, Kampung Rawa dan Tanah Abang).
    4. Kerangkap Barat (Glodok dan Penjaringan)

Selain lokasi-lokasi tersebut terdapat juga lokasi lain yang dijadikan sasaran tembakan yaitu: Gajah mada Plaza, Mangga Besar, sekitar Blok M, Pasar Raya Blok M, Seibu Blok M, DLLAJR, Pasar Kenari, Stasiun, Pasar Tradisional. Lokasi-lokasi ini kemudian dicocokkan dengan contigency plan dan pembagian lokasi sentra-sentra penting yang telah dibuat sebelumnya. Sementara itu lokasi-lokasi seperti di wilayah: Taman Sari, JembatanLima, Angke,Jelambar, Tangerang, Kalideres dan Cempaka Putih, tidak ditempatkan sebagai prioritas. Pengamanan lingkungan tidak memiliki satu titik sentra pengamanan dan dilakukan dengan mengandalkan sistem pengamanan lingkungan (Siskamling) yang di back-up oleh unsur Kamtibmas. Untuk kebutuhan ini, pos-pos Koramil kemudian dipindahkan ke pos-pos di pemukiman3. Selain menentukan lokasi-lokasi prioritas pengamanan, Pangdam Jaya selaku Pangkoops juga memiliki wewenang menentukan status Siaga Satu, Siaga Dua dan Siaga Tiga di wilayah Jakarta yang dilakukan setelah mendapatkan/berdasarkan laporan (hasil pengolahan) intilejen. Untuk skala nasional wewenang tersebut dimiliki oleh Panglima ABRI selaku Pangkoops Nasional.

2Beberapa lokasi yang menjadi prioritas dalam laporan intelijen terkadang telah masuk di dalam simpul-simpul penting (sentra-sentra) yang telah ditentukan sebelumnya. JPos-pos Koramil di pemukiman pada faktanya, misalnya pada wilayah sekitar Sunter, ternyata tidak efektif. karena menjelang kerusuhan Babinsa justru tidak lagi dipersenjatai atau mendapatkan fasilitas seperti yang mereka dapatkansaat melakukan pengamanan pada Pemilu 1997.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Status Siaga tersebut menentukan kondisi kesiap-siagaan pasukan yang sedang bertugas. Status Siaga Satu menentukan bahwa seluruh pasukan harus berada di markas/base dan berada dalam keadaan siap diberangkatkan, tidak ada cuti, kendaraan tidak boleh keluar, bahan bakar diisi penuh, senapan dipersiapkan, dan lain sebagainya. Status Siaga Dua menentukan bahwa setengah dari jumlah pasukan yang ada, disiagakan di markas. Status Siaga Tiga, jumlah pasukan yang disiagakan di dalam Markas lebih kecil yaitu sepertiga dari pasukan yang ada. Selain itu berdasarkan kesaksian Ka BIA, Zaky Anwar Makarim diketahui bahwa " Tanggal 12 Maret BIA telah membuat pos komando selama 24 jam tentang gejolak ekonomi dan krisis moneter. Tanggal I I April 1998 mengirimkan telegram Rahasia kepada Pangdam-Pangdam dan Kapolda-kapolda tentang early warning. Data bahkan menunjukkan adanya keterlibatan pondok pesantren dan konsulat asing. Memberikan peringatan waspadai penggabungan kelompok-kelompok pelajar, pekerja, dan kelompok miskin, dan cegah timbulnya martir. Tanggal yang harus diwaspadai adalah IS, 16, 18, dan 20 Mei 1998. Mengirimkan telegram rahasia kepada pimpinan Kostrad, Danjen Kopassus, dan Kapolda, untuk rapat koordinasi intelijen tanggal 18 April 1998. Dalam rapat itu intelijen polisi sudah mencium bau adanya eskalasi ancaman. " Tanggal 21 April memberikan masukan kepada Pangdam Jaya, mimbar bebas tanggal I dan 2 Mei dan puncaknya akan dilakukan tanggal 20 Mei 1998 bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional. Kepala BIA membuat early warning kepada wilayah mewaspadai menghindari terjadinya bentrok fisik dan melaran penggunaan tembakan.

  • Zaky memperkirakan martir terjadi di Yogya, tetapi ternyata di Trisakti tanggal 12 Mei 1998. Maka terjadi proses percepatan tanggal 1 3 Mei Ka BIA tidak bisa lagi memproduk informasi
    % kertas saat itu.

  • Kemudian dalam perkembanganya BIA menyampaikan informasi tentang massa dan pergerakan massa kepada Koops dan Dan Sub Koops. Begitu korban martir jatuh, automatically semua orang tanpa perlu diberitahu akan berpikir sesuatu akan terjadi. Tayangan di TV tanggal 13 Mei 1998 juga mempercepat proses kerusuhan. Orang-orang meniru apa yang ditayangkan di TV.

    6.1.3. Gelar Pasukan4

Payung pelaksanaan pengamanan pada masa itu adalah RO (Rencana Operasi) Mantap Jaya/Brata dan RO Sukses dari Mabes ABRI. Kekuatan yang telah dilakukan pada saat pemilu dan

4Disankan dan laporan TGPF Seri 5. Lihat Laporan TGPF Seri 5.

Aparat?

setelahnya adalah 100 SSK5. Sedangkan Polda Jaya sebagai pengamanan langsung sebanyak 137 SSK. Sebanyak 25 kendaraan tempur telah dikerahkan selama massa kerusuhan berlangsung. Pengamanan di wilayahJakarta Pusatdibagi dalam 6 sektor. Sektor satu gedung DPR MPR, sektor dua Kompleks Monas, sektor tiga sepanjang Sudirman Thamrin sampai Tanah Abang, sektor empat Senen Salemba, sektor lima daerah Menteng, dan sektor enam wilayah Roxy Harmoni sampai Mangga Dua. Dalam operasi pengamanan saat itu tidak ada istilah BKO karena semua pasukan, termasuk marinir, yang digunakan berada di bawah kendali operasi Koops, baik administrasi maupun dukungan logistik. BKO hanya ada dari Pemda.

6. 1.3.1. Kekuatan pasukan yang digelar

Kekuatan pasukan yang dikerahkan selama terjadinya kerusuhan adalah sebagai berikut: Tanggal 12 Mei 1998 Pada hari ini sebanyak 7 kendaraan tempur telah diturunkan

  • Kostrad sendiri mengakui telah menurunkan sekitar 10-12 SSK6 dan terus meningkat sampai tanggal 20 Mei 1998 mencapai hampir 60 SSK. Pasukan juga diambil dari
    JawaBarat, JawaTimur danJawa tengah (kecuali Purwekertoyang membantu Yogjakarta, Kertosuro dan Solo)7. Kekuatan pasukan di luar Polda terdiri dari TNI AD dan TNI AL. Kepolisian 61 SSK, jadi jumlahnya 6. 1 00. Tanggal I 3 Mei 1 998 Sebanyak 25 kendaraan tempur diturunkan

  • Digelar 10.364 personil pasukan

  • Sebanyak 4.600 personil pasukan Kodam Jaya. Sebanyak 5.764 personil pasukan dari 17 unsur lainnya.
  • Pasukan Kopassus telah masuk pengamananJakarta
  • Meng-a/r/ist pasukan ke daerahJakartaBarat dan Tangerang. Posko utama dipindahkan ke Garnisun, Gambir.
  • Disiapkan pasukan 112 SSK. Mulai tanggal 13 sudah mendatangkan pasukan dari luar Jakarta, yaitu dari Surabaya. Pangkoops melapor ke Mabes untuk minta kekuatan. Satuan kewilayahan seperti Kodam, Polda sudah diinset habis, sampai dengan tenaga administrasinya dan KOWAD.
  • Meng-airbomb-kan personil dengan 4 Cuping.
    Tanggal 14 Mei 1998

5Operasi pengamanan pada masa (Mei 1998) itu adalah kelanjutan pengamanan Pemilu 1997. 6I SSK = 100 orang. 7Disebutkan dalam testimoni kepada TGPF.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Tanggal 14 Mei 1 998 sebanyak 1 54 kendaraan tempur diturunkan

  • Meng-air/ist kan pasukan ke
    JakartaBarat dan Cengkareng

Setelah mendapat perintah dari Pangkoops Jaya, Kasdam menghubungi seluruh Kotama-Kotama untuk menggerakkan pasukan-pasukan di Jakarta, Jawa Tengah,Timur, Jawa Jawa Barat, Kostrad dan Marinir, sehingga tanggal 14 Mei 1998 sudah tersusun pasukan sebesar

13.983 personil. (142 SSK menurut Sjafrie Sjamsudin)
- Meng-airbomb-kan personil dengan 4 Cuping. Meng-air/ist pasukan keJakartaBarat dan Cengkareng, tujuannya untuk mengamankan.
- Tanggal 14 pasukan sebanyak 142 SSK. Tanggal 1 4 diturunkan sebanyak 1 54 kendaraan.
Tanggal 15 Mei 1998

  • Pasukan sudah mencapai 14.079 personil atau 140 SSK. Sjafrie Sjamsudin menyebutkan pasukan yang dikerahkan telah mencapai 1 74 SSK termasuk unsur udara.
    Tanggal 16 Mei 1998 Pasukan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) masuk ke Jakarta. Tanggal 19 Mei 1998

  • Kostrad mendatangkan 2 SSK pasukan dari Ujung Pandang.
    Data-data lain yang juga diketahui adalah: Pasukan Marinir selama kerusuhan telah mem-BKO-kan 120 SSK

  • Personil Polda Metro Jaya yang berjumlah sekitar 17.000 personil (18.000 termasuk karyawan sipil) terdiri dari 19 Polres dan 94 Polsek, maksimal mampu mengeluarkan
    12.000-13.000 personil untuk terlibat dalam pengamanan. Yaitu 2/3 dari keseluruhan pasukan, sekitar I 10 SSK. Namun yang efektif 90 SSK. Polda sendiri dalam rangka pengamanan telah meminta tambahan dari Mabes Polri sebanyak 23 SSK dan dari Koops Jaya sebanyak 120 SSK.

  • Pengamanan diJakartaBarat dilakukan oleh 7 SSK dari Koops Jaya dan 8 SSK dari Polres. Keseluruhan sekitar 4000 personil.
  • Pengamanan wilayah Glodok sebanyak I SSK dari Koops Jaya, I SSK Brimob dan Polsek yang hanya memiliki 60 personil.
    6.1.4. Pelaksanaan Pengamanan Saat Kerusuhan8

Pihak keamanan menyatakan bahwa setiap malam, bahkan jauh sebelum terjadi kerusuhan, dalam melaksanakan tugasnya mereka selalu melakukan evaluasi-evaluasi keadaan bersama

8Berdasarkan testimoni kepada TGPF. Lihat Laporan TGPF Seri 5.

yang akan datang. Sehingga dengan demikian perencanaan dan pelaksanaan operasi telah memiliki data yang lengkap dan terperinci. Menjelang terjadinya peristiwa Mei 1998, pihak Polri telah mengalami kelelahan dan kewalahan akibat tugas pengamanan yang mereka lakukan sebelumnya (sekitar 3-4 bulan) dam menghadapi berbagai aksi demonstrasi, khususnya aksi-aksi mahasiswa di berbagai lokasi. Pada masa itu tanggungjawab Kodal berada di tangan Kapolda Metro Jaya sebagai Pamsung SU-MPR. Pada tanggal I I Mei 1998 malam, Pangdam Jaya bersama Kapolda Metro Jaya mengumpulkan sekitar 1000 perwira dari berbagai kesatuan untuk melakukan koordinasi penanganan unjuk rasa. Hal ini juga dilakukan untuk memberikan penyegaran khususnya kepada komandan-komandan pasukan di lapangan. Pangkoops memerintahkan beberapa hal antara lain:

I. Tidak boleh membawa peluru tajam, prajurit boleh membawa sebanyak-banyaknya 20 butir peluru (hampa dan karet).

2. Amunisi tajam harus disimpan pada Komando Kompi masing-masing dan dikeluarkan atas

perintah. 3-Anggota wajib mengenakan pakaian anti huru-hara.

  1. Tembakan dilakukan atas perintah pimpinan.
  2. Dilarang masuk ke dalam kampus kecuali atas ijin rektor.
  3. Aksi mahasiswa dilarang turun ke jalan, tindak tegas dan kordinasi dengan rektorat.
  4. Mimbar bebas hanya di dalam kampus. Sesuai prosedur yang menetapkan apabila seorang Kapolda di dalam mengendalikan wilayah sudah merasa tidak mampu walaupun telah di back-up, ia harus melaporkan kepada Kapolri. Sementara itu akibat eskalasi yang telah meninggi dan pasukan yang telah kelelahan dan kewalahan, akhirnya setelah melaporkan kepada Kapolri tentang perkembangan situasi yang ada, Kapolda Metro Jaya menyerahkan Kodal kepada Pangdam Jaya selaku Pangkoops pada 12 Mei
  5. Sejak saat itu Kodal berada di tangan Pangdam Jaya dan Posko yang sebelumnya berada di Polda Metro dipindahkan ke Garnisun (Gambir) pada tanggal 13 Mei. Pada tanggal 13 Mei, setelah pemakaman mahasiswa Trisakti, pasukan yang digelar sebanyak 10.364, dari unsur Kodam dan 17 unsur lain sebanyak 5.764, dari Kodam 4.600. Prioritas pengamanan dilakukan pada 364 obyek. Pada tanggal 13 itu juga pasukan Kopassus mulai masuk ke Jakarta. Kemudian akibat perkembanagn situasi yang ada, atas perintah Pangkoops, Kasdam segera menghubungi seluruh kotama-kotama operasi di Jakarta,Jawa Tengah, JawaBarat, Kostrad dan Marinir, dan
    JawaTimur untuk menggerakkan pasukan. Selanjutnya Kasdam mengendalikan

pemberangkatan Herkules ke Solo, Malang, Surabaya, dan mengangkut pasukan ke Jakarta.

Umum Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta

Akhirnya pada tanggal 14 telah tersusun pasukan sebanyak 13.983 orang. Pada tanggal 15 Mei keesokan harinya pasukan mencapai 14.079, sebesar 140 SSK dan pada 16 Mei PPRC masuk. Selama kerusuhan terjadi, menurut perhitungan Polda Metro Jaya jumlah massa (perusuh) yang terlibat pada seluruh wilayah tanggungjawab Polda Metro Jaya (seluruh ditambah Jakarta Tangerang, Bekasi dan Depok) telah mencapai jutaan orang. Selama peristiwa tersebut 22 markas komando Polri dirusak dan dibakar massa. Akibat penyerangan terhadap markas-markas hingga asrama Polri tersebut, maka Polda Metro akhirnya menarik sebagian pasukannya untuk mengamankan markas mereka. Dalam situasi tersebut Kapolda kemudian mendapatkan informasi bahwa pada saat kerusuhan terjadi satuan-satuan Koops Jaya yang lain tidak melakukan tindakan secara optimal seperti pengejaran, penangkapan ataupun penindakan sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga untuk memastikan apakah ada atau tidaknya perintah penindakan yang berbeda9, Kapolda berkomunikasi dengan Pangkoops dan memastikan bahwa perusuh dapat ditindak dengan tegas. Setelah kordinasi tersebut10 kemudian memerintah satuan di bawahnya untuk mengejar dan penangkap pelaku kerusuhan tersebut. Polda Metro Jaya sendiri menyatakan telah menangkap 1. 1 19 orang dimana hanya 363 orang yang memenuhi unsur. Polda Metro juga mengidentifikasi 36 orang sebagai dalang kerusuhan dan 14 orang diantara telah di tangkap dan kemudian diproses. Sementara itu, akibat jumlah tahanan yang begitu banyak sedang kerusuhan masih terus berlangsung, Polda Metro (beserta satuan dibawahnya) kewalahan memproses tahanan tersebut. Salah satu persoalan yang sempat muncul saat pengamanan kerusuhan adalah masalah komunikasi antara pasukan yang bertugas. Persoalan alat komunikasi seperti kualitas HT (Handy Talky) yang dimiliki Polri telah usang (digunakan sejak tahun 1970). Adapun HT Trunking yang lebih baik jumlahnya terbatas. Kapolda sendiri dalam melakukan komunikasi dengan Pangdam tidak selalu berhasil. Terkadang hingga beberapa kali dilakukan baru berhasil. Komunikasi akhirnya juga dilakukan dengan menggunakan kurir. Selama pelaksanaan pengamanan kerusuhan antara unsur yang bertugas di lapangan sempat terjadi clash atau bentrok, umumnya berskala kecil, tidak terjadi secara terbuka dan bisa diredam. Bentrok-bentrok tersebut bagaimanapun juga menyebabkan terganggunya kordinasi diantara unsur khususnya saaat melakukan penanganan massa. Beberapa bentrok itu antara lain bentrok di Sekitar Matraman, sekitarJI. Biak-Petojo, sekitarGalur antara Polri dan Marinir. Saat Polisi meminta bantuan Marinir untuk menjaga markasnya di Matraman, sikap marinir yang terlihat akrab dengan massa akhirnya menciptakan kesulitab kordinasi antara Polisi dan Marinir. Selain itu pada beberapa tempat diJakartaPusat, anggota Polisi terkurung di antara massa sehingga oleh Polisi yang lain harus melakukan penyelamatan.

9Akibat adanya tindakan yang berbeda dengan prosedur yang ada. 10Kordinasi juga dilakukan dengan Kapolri dan memberi dukungan tindakan penangkapan yang dilakukan Kapolda.

Aparat?

Sementara itu Gubernur DKIJakarta Sutiyosodalam situasi kerusuhan tersebut mengambil langkah mem-BKO-kan dinas-dinas yang kiranya akan diperlukan seperti: DLLAJ, Dinas Pemadam kebakaran, Dinas Kebersihan, Dinas Pertamanan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Pada tanggal 14 Mei 1998 siang hari, Sutiyoso membuat seruan kepada masyarakat Jakartayang intinya agar meningkatkan kewaspadaan, mengendalikan diri, tidak bersifat destruktif, memupuk rasa persatuan, dsb. Tanggal 14 Mei 1998, pukul 21.30 mengadakan rapat bersama dengan Pangab. Tindakan yang diambil adalah dengan membuat posko-posko untuk koordinasi. Pada tanggal 14 Mei, malam hari, dilakukan kordinasi di Garnisun yang dihadiri Pangab Jend.Wiranto. Pada rapat tersebut Pangab menyatakan bahwa penjarah dan perusuh harus ditindak tegas. Rapat kordinasi tersebut akhirnya dilanjutkan dengan rapat menyusun pembagian tugas dan wilayah pengamanan kepada masing-masing Kotama dan unsur lainnya. Setelah itu semua unsur dan Kotama-Kotama yang ada segera menyusun kekuatan dan melakukan pengamanan di wilayah yang telah ditunjuk.Keesokan harinya tindakan-tindakan pengamanan yang dilakukan berangsur mulai memulihkan situasi.

6.2. Fakta-Fakta Pengamanan Selama Kerusuhan

Fakta-fakta tindakan pengamanan selama kerusuhan setidaknya dapat dilihat pada keberadaan dan tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan saat terjadinya kerusuhan. Fakta-fakta tersebut diperoleh pada I I I lokasi kerusuhan yang ditemukan. Sekali lagi, jelas III lokasi tersebut bukanlah merupakan keseluruhan angka lokasi terjadinya kerusuhan. Tetapi angka tersebut setidaknya dapat mewakili peristiwa yang terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta, khususnya pada lokasi-lokasi yang menonjol. Berikut ini adalah fakta-fakta keberadaan dan tindakan aparat keamanan berdasarkan lokasi-lokasi kerusuhan yang berhasil ditemukan.

6.2.1. Keberadaan Aparat Keamanan

Keberadaan aparat keamanan selama kerusuhan terjadi pada berbagai lokasi terlihat beragam. Pada banyak lokasi kerusuhan terlihat aparat melakukan penjagaan dan menghalau massa dengan efektif, tetapi pada banyak lokasi lainya tidak terlihat berada di sekitar lokasi kerusuhan. Sementara itu aparat juga terlihat pada banyak lokasi lain berada di sekitar atau tidak jauh dari lokasi tetpai kerusuhan tetap terjadi. Bahkan pada beberapa lokasi lainnya aparat terlihat telah berjaga atau melakukan penjagaan di sekitar lokasi sehari sebelumnya atau telah berada di sekitar lokasi pada sesaat kerusuhan akan berlangsung (massa telah berkumpul. Tetapi pada banyak lokasi juga, aparat baru terlihat setelah kerusuhan mulai mereda atau menjelang massa selesai menjarah atau melakukan pembakaran.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Berikut ini disajikan data-data keberadan aparat pada wilayah Jakartadan sekitarnya.

Tabei Keberadaan Aparat Pada Seluruh Lokasi di Jakarta

Utara Pusat Timur Selatan Barat Depok

Tangerang

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Bekasi Total

Aparat ada/tidak jauh dari 1 lokasi 6 9 6 12 9 1 6 3 52 Tidak ada dilokasi saat 2 kerusuhan 7 13 18 8 9 2 4 0 61 Datang setelah — 3 peristiwa/kerusuhan 6 2 4 2 2 0 1 0 17 Hentikan setelah 4 sore/waktu tertentu 1 1 1 4 2 0 3 0 12 Hanya menjaga lokasi 5 tertentu 10 13 7 8 9 1 7 2 57 Pasukan pindah lokasi, 6 massa menjarah. 3 0 3 0 0 0 0 0 6 Terlihat 1 atau beberapa di 7 lokasi. 6 4 3 5 5 1 2 0 26 Berjaga sehari sebelumnya 8 di sekitar lokasi. 1 0 0 0 0 0 0 0 1

6.2.2. Tindakan Aparat Keamanan

Tindakan aparat keamanan dikelompokkan berdasarkan tindakan-tindakan yang terlihat dilakukan oleh mereka di lokasi-lokasi dimana kerusuhan terjadi. Tindakan-tindakan tersebut antara lain seperti penghadangan, penghalauan, penembakan dan berbagai macam penindakan lainnya serta tindakan lain yang dilakukan saat dan selama kerusuhan berlangsung. Terdapat satu pengelompokkan tindakan sebagai tindakan "Membiarkan Kerusuhan” oleh aparat keamanan. Pengelompokkan tersebut dilakukan berdasarkan fakta dimana adanya aparat keamanan pada sebuah lokasi atau berada di sekitar lokasi yang tidak jauh (hingga beberapa ratus meter atau berada dalam jangkauan yang memungkinkan) dari lokasi terjadinya kerusuhan dan aparat tersebut tidak melakukan tindakan pengamanan (menindak) atau upaya-upaya penindakan lainnya. Tindakan seperti berjaga pada sebuah lokasi tertentu tetapi tidak menindak kerusuhan yang terjadi di sekitar lokasi meraka berjaga, memberikan peluang, memberikan saran ("boleh jarah, tapi jangan dibakar...”) hingga ikut mengambil hasil jarahan, termasuk dalam pengelompokkan ini.

Aparat?

Grafik Tindakan Aparat di Lokasi Kerusuhan
Tindakan Aparat di Lokasi Kerusuhan

Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Hanya menjaga lokasi tertentu Aparat ada/tidak jauh dari lokasi Membiarkan kerusuhan Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Hadang/halau massa (efektif). Bentrok dengan massa Hadang/halau massa (tidak efektif). Membubarkan massa (efektif) Datang setelah peristiwa/kerusuhan Melepas tembakan (efektif) Upaya mencegah kerusuhan Membubarkan massa (tidak efektif) Hentikan setelah sore/wakm tertentu Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Menambah pasukan Terdesak massa. Melepas tembakan (tidak efektif) Menangkap massa Pasukan pindah lokasi, massa menjarah. Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Menyuruh (jarah, bakar, rusak) Mengetahui akan adanya kerusuhan. Menyelamatkan korban. Aparat ikut menjarah Mengumpulkan barang jarahan Meminta imbalan banman keamanan. Berjaga sehari sebelumnva di sekitar Saling bentrok.

Secara umum terdapat empat tindakan/peristiwa menonjol sehubungan dengan keberadaan dan tindakan aparat pada I I I lokasi kerusuhan yang ditemukan yaitu: Aparat tidak berada di lokasi pada saat kerusuhan terjadi; Aparat hanya menjaga lokasi tertentu; Aparat berada/tidak jauh dari lokasi; Aparat membiarkan kerusuhan terjadi.

Mei 1998 diJakarta

Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Jakarta Utara
Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Utara
Hanya menjaga lokasi tertentu
Tidak ada dilokasi saat kerusuhan

Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Membiarkan kerusuhan Datang setelah peristiwa/kerusuhan Aparat ada/tidak jauh dari lokasi Hadang/halau massa (tidak efektif). Membubarkan massa (tidak efektif) Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Hadang/halau massa (efektif). Pasukan pindah lokasi, massa menjarah. Melepas tembakan (efektif) Membubarkan massa (efektif) Upaya mencegah kerusuhan Menyelamatkan korban. Bentrok dengan massa Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Berjaga sehari sebelumnya di sekitar Mengetahui akan adanya kerusuhan. Meminta imbalan bantuan keamanan. Aparat ikut menjarah Terdesak massa. Melepas tembakan (tidak efektif) Menangkap massa Hentikan setelah sore/waktu tertentu Mengumpulkan barang jarahan Menyuruh (jarah, bakar, rusak)

Tindakan aparat yang menonjol dari 14 lokasi yang ditemukan di wilayah JakartaUtara adalah terlihatnya aparat yang hanya menjaga lokasi tertentu. Tindakan tersebut terlihat dengan adanya beberapa aparat atau sepasukan aparat keamanan di sekitar lokasi yang hanya menjaga lokasi tertentu dan tidak mengambil tindakan pengamanan pada lokasi kerusuhan. Sebagian (pada 6 lokasi) dari pasukan yang berada disekitar lokasi tersebut dimasukkan dalam kelompok membiarkan kerusuhan. Sebagian (7 lokasi) tidak terlihat di lokasisaat kerusuhan dan 6 lokasi terlihat datang setelah kerusuhan mereda. Terdapat I lokasi dimana terlihat aparat melakukan penjagaan berkeliling pada malam harinya (satu hari sebelum kerusuhan terjadi). Keesokan harinya pada lokasi (perbatasan Mangga Dua Mall dengan Stasiun Kota) tersebut terlihat sangat banyak

Aparat?

aparat dengan persenjataan lengkap dan beberapa kendaraan lapis baja. Tetapi aparat juga terlihat hanya menjaga lokasi tersebut dan tidak mengambil tindakan pengamanan saat kerusuhan terjadi sekitar seratus meter dari tempat mereka berjaga.

Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Pusat
Jakarta
Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Pusat

Hanya menjaga lokasi tertentu Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Membiarkan kerusuhan Aparat ada/ tidak jauh dari lokasi Hadang/halau massa (tidak efektif). Bentrok dengan massa Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Membubarkan massa (tidak efektif) Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Menambah pasukan Terdesak massa. Hadang/halau massa (efektif). Melepas tembakan (efektif) Membubarkan massa (efektif) Datang setelah peristiwa/kerusuhan Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Saling bentrok. Melepas tembakan (tidak efektif) Upaya mencegah kerusuhan Hentikan setelah sore/waktu tertentu Mengumpulkan barang jarahan Menyuruh (jarah, bakar, rusak)

Tindakan menonjol aparat keamanan dari 20 lokasi di wilayah JakartaPusat adalah adanya aparat yang hanya menjaga lokasi tertentu (13) dan tidak terlihat di lokasi saat kerusuhan terjadi. Terlihatnya aparat yang membiarkan kerusuhan dan berada/tidak jauh dari lokasi kerusuhan juga terlihat cukup menonjol. Selain itu pada 5 lokasi terlihat aparat berusaha membubarkan massa dan terjadi bentrok. Hanya pada 3 lokasi aparat berhasil membubarkan massa secara efektif.

Umum Kerusuhan Mei 1 998 diJakarta

Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Jakarta Timur
Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Timur

Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Hanya menjaga lokasi tertentu Membiarkan kerusuhan Aparatada/tidak jauh dari lokasi Melepas tembakan (tidak efektif) Datang setelah peristiwa/kerusuhan Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Pasukan pindah lokasi, massa nienjarah. Hadang/halau massa (tidak efektif). Bentrok dengan massa Menambah pasukan Hadang/halau massa (efektif). Upaya mencegah kerusuhan Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Terdesak massa. Menangkap massa Membubarkan massa (tidak efektif) Membubarkan massa (efektif) Hentikan setelahsore/waktu tertentu 0 5 10 15 20 25 JumlahLokasi

Pada wilayah JakartaTimur tidak terlihatnya aparat di lokasi kerusuhan merupakan tindakan aparat yang paling menonjol (18 lokasi) dari 25 lokasi kerusuhan yang diperoleh. Selain itu terlihat juga pada 3 lokasi kerusuhan terjadi setelah aparat, yang sebelumnya berada di sekitar lokasi, meninggalkan lokasi.

Aparat?

Grafik Tindakan Aparat di WilayahJakartaSelatan

Pada wilayahJakartaSelatan adanya aparat di lokasi atau tidak jauh dari lokasi merupakan fakta paling menonjol dari 18 lokasi yang ditemukan. Dari keberadaan aparat tersebut pada 9 lokasi terlihat berhasil menghadang atau menghalau massa.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Grafik Tindakan Aparat di WilayahJakarta Barat
Tindakan Aparat Di Wilayah Jakarta Barat

Hanya menjaga lokasi tertentu Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Aparat ada/tidak jauh dari lokasi Membiarkan kerusuhan Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Hadang/halau massa (tidak efektif). Bentrok dengan massa Menambah pasukan Aparat ikut menjarah Terdesak massa. Hadang/halau massa (efektif). Melepas tembakan (tidak efektif) Membubarkan massa (tidak efektif) Upaya mencegah kerusuhan Hentikan sctelah sore/waktu tertentu Datang setelah peristivva/kerusuhan Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Menyelamatkan korban. Meminta imbalan bantuan keamanan. Melepas tembakan (efektif) Menangkap massa Membubarkan massa (efektif) Mengumpulkan barang jarahan 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 Jumlah Lokasi

Aparat yang hanya menjaga lokasi tertentu dan tidak jauh dari lokasi merupakan hal menonjol dari 18 lokasi di wilayahJakartaBarat yang ditemukan. Pada jumlah yang sama (9 lokasi) aparat juga tidak terlihat pada saat kerusuhan terjadi. Pad lokasi bahkan terlihat aparat ikut melakukan penjarahan dengan menampung hasil jarahan.

Aparat?

Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Depok
Tindakan Aparat Di Wilayah Depok

Pada 4 lokasi kerusuhan di wilayah depok yang ditemukan, tidak adanya aparat saat kerusuhan terlihat pada 2 lokasi. Pada I lokasi diketahui adanyaaparat yang telah mengetahui akan adanya kerusuhan di sekitar lokasi tersebut.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Tangerang
Tindakan Aparat Di Wilayah Tangerang

Hanya menjaga lokasi tertentu Membiarkan kerusuhan Aparat ada/tidak jauh dari lokasi Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Hentikan setelah sore/waktu tertentu Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Hadang/halau massa (efektif). Bentrok dengan massa Upaya mencegah kerusuhan Menambah pasukan Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Hadang/halau massa (tidak efektif). Membubarkan massa (tidak efektif) Membubarkan massa (efektif) Menyuruh (jarah, bakar, rusak) Datang setelah peristiwa/kerusuhan

012345678 9 10

JumlahLokasi

Tindakan aparat paling menonjol di wilayah Tangerang adalah terlihatnya aparat yang hanya menjaga lokasi tertentu dan tidak jauh dari lokasi. Hanya pada 2 lokasi terlihat aparat berupaya mencegah kerusuhan dan hanya berhasil pada I lokasi.

Aparat?

Grafik Tindakan Aparat di Wilayah Bekasi
Tindakan Aparat Di Wilayah Bekasi

Pada 3 lokasi kerusuhan di wilayah Bekasi yang ditemukan, terlihat pada 2 lokasi aparat hanya menjaga lokasi tertentu. Kemudian dengan datangnya sepasukan aparat lainnya, massa pada 3 lokasi tersebut akhirnya dapat dihalau dan pada 2 lokasi dapat dibubarkan.

6.2.3. Tindakan Menonjol Aparat Keamanan diJakarta

Dalam rangka mendapatkan gambaran atas tindakan-tindakan aparat keamanan yang menonjol, berkaitan juga dengan keberadaan aparat keamanan, maka dilakukan peninjauan dengan melihat tindakan-tindakan lain yang juga terjadi pada lokasi dimana tindakan-tindakan menonjol tersebut terjadi. Selain itu peninjauan juga dilakukan dengan melihat tindakan lain yang terjadi seperti Tindakan kelompok pelaku dan Catatan lain yang terjadi selama kerusuhan pada sebuah lokasi tersebut. Dengan demikian diharapkan dapat tergambar semacam trend dari tindakan-tindakan menonjol tersebut.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

6.2.3. 1. Aparat berada atau tidak jauh dari lokasi.
Grafik Tindakan Aparat Pada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
Tindakan Aparat
Pada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
Hanya menjaga lokasi tertentu

Membiarkan kerusuhan Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Bentrok dengan massa Hadang/halau massa (tidak efektif). Hadang/halau massa (efektif). Upaya mencegah kerusuhan Membubarkan massa (tidak efektif) Membubarkan massa (efektif) Hentikan setelahsore/waktutertentu Melepas tembakan (efektif) Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Melepas tembakan (tidak efektif) Datang setelah peristiwa/kerusuhan Menambah pasukan Terdesak massa. Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Pasukan pindah lokasi, massa menjarah. Menangkap massa Mengetahui akan adanva kerusuhan. Aparat ikut menjarah Mengumpulkan barang jarahan Menyuruh (jarah, bakar, rusak) Menyelamatkan korban. Berjaga sehari sebelumnya di sekitar lokasi. Sating bentrok. Meminta imbalan bantuan keamanan. 0 10 20 30 40 50 Jumlah Lokasi

Aparat?

Grafik Tindakan Kelompok Pelaku Rada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
Tindakan Kelompok Pelaku
Pada Lokasi Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi

Memulai aksi awal Berkelompok menuju sasaran/lokasi tertentu Mengajak, memanasi, mengarahkan massa Memancing perhatian massa (buat keributan) Mengarahkan (meinilih) sasaran tertentu Makian/sentimen rasial Memimpin massa secara terbuka Gerakan tangkas, cepat, terlatih dan sistematis. Memulai aksi lalu tnenghilang, tidak menjarah Berkelompok menuju pusat massa Hanya memberi perintah/komando Melakukan sweeping Yel reformasi/simbol sejenisnya Menggunakan kendaraan, mengajak massa Memperhatikan situasi

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Grafik Catatan Lain Pada Lokasi Dimana Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi
Catatan Lain
Pada Lokasi Aparat Berada/Tidak Jauh dari Lokasi

Perusakan dan pembakaran di tengah jalan

Didahului isu yang memprovokasi warga

Isn penyerangan ke pemukiman

Dropping massa

Warga mengusir/menghadang massa

Aparat?

6.2.3.2. Aparat Tidak Terlihat Pada Saat Kerusuhan Berlangsung
Grafik Tindakan Aparat Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
Tindakan Aparat
Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi

Hanya menjaga lokasi tertentu Membiarkan kerusuhan Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Aparatada/tidak jauh dari lokasi Datang setelah peristiwa/kerusuhan Hadang/halau massa (tidak efektif). Membubarkan massa (efektif) Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Hadang/halau massa (efektif). Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Melepas tembakan (efektif) Bentrok dengan massa Menangkap massa Membubarkan massa (tidak efektif) Menambah pasukan Pasukan pindah lokasi, massa menjarah. Terdesak massa. Upaya mencegah kerusuhan Hentikan setelah sore/waktu tertentu Menyuruh (jarah, bakar, rusak) Mengetahui akan adanya kerusuhan. Menyelamatkan korban. Meminta imbalan bantuan keamanan. Melepas tembakan (tidak efektif) Mengumpulkan barang jarahan]1 Berjaga sehari sebelumnya di sekitar lokasi. 0 Saling bentrok. 0 Aparat ikut menjarah 0 1 1 1 1 1 r 0 10 20 30 40 50 60 Jumlah Lokasi

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Grafik Tindakan Kelompok Pelaku Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi

Tindakan Kelompok Pelaku

Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi

Aparat?

Grafik Catatan lain Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi
Catatan Lain
Pada Lokasi Dimana Aparat Tidak Ada di Lokasi

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

6.2.33. Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
Grafik Tindakan Aparat
Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
Tindakan Aparat
Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu

Aparat ada/tidak jauh dari lokasi Mcmbiarkan kerusuhan Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Bentrok dengan massa Hadang/halau massa (efektif). Hadang/halau massa (tidak efektif). Upaya mencegah kerusuhan Membubarkan massa (tidak efektif) Membubarkan massa (efektif) Hentikan setelah sore/waktu tertentu Datang setelah peristiwa/kcrusuhan Melepas tembakan (efektif) Menambah pasukan Melepas tembakan (tidak efektif) Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Pasukan pindah lokasi, massa menjarah. Terlihat dengan alat berat saat peristiwa. Terdcsak massa. Mengetahui akan adanya kerusuhan. Menyelamatkan korban. Aparat ikut menjarah Mengumpulkan barang jarahan Meminta imbalan bantuan keamanan. Menangkap massa Menyuruh (jarah, bakar, rusak) Berjaga sehari sebelumnya di sekitar Saling bentrok. 0 10 20 30 40 50 Jumlah Lokasi

Memuiai aksi awal Memancing perhatian massa (buat keributan) Mengajak, memanasi, mengarahkan massa Mengarahkan (memilih) sasaran tertentu Makian/sentimen rasial Memimpin massa secara terbuka Gerakan tangkas, cepat, terlatih dan sistematis. Berkelompok menuju pusat massa Memuiai aksi lain menghilang, tidak menjarah Hanya memberi perintah/komando Menggunakan kendaraan, mengajak massa Melakukan sweeping Yelreformasi/simbol sejenisnya Mempcrhatikan situasi

Tumlah Lokasi

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Grafik Catatan Lain
Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu
Catatan Lain
Dimana Aparat Hanya Menjaga Lokasi Tertentu

Aparat?

6.2.3.4. Aparat Membiarkan Kerusuhan
Grafik Tindakan Aparat
Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
Tindakan Aparat
Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan

Aparal ada/ tidak jauh dari lokasi Hanya menjaga lokasi tertentu Terlihat 1 atau beberapa di lokasi. Hadang/halau massa (tidak efektif). Hadang/halau massa (efektif). Bentrok dengan massa Hentikan setelah sore/waktu tertentu Tidak ada dilokasi saat kerusuhan Membubarkan massa (tidak efektif) Datang setelah pcristiwa/kerusuhan Melepas tembakan (tidak efektif) Menambah pasukan Melepas tembakan (efektif) Membubarkan massa (efektif) Upaya mencegah kerusuhan Terlihat dengan alat bcrat saat peristiwa. Markas aparat kosong/tidak ada pasukan. Pasukan pindah lokasi, massa menjarah. Tcrdesak massa. Mengetahui akan adanya kerusuhan. Menyelamatkan korban. Aparat ikut menjarah Menangkap massa Mengumpulkan barang jarahan Menyuruh (jarah, bakar, rusak) Meminta imhalan hantuan keamanan. Berjaga sehari sebelumnya di sekitar lokasi. Saling bentrok. 0 5 10 15 20 25 30 35 40 JumlahLokasi

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Grafik Tindakan Kelompok Pelaku Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
Tindakan Kelompok Pelaku
Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan

Mcmulai aksi awal Bcrkelompok menuju sasaran/lokasi tertentu Mengajak, memanasi, mengarahkan massa Memancing perhatian massa (buat keributan) Mengarahkan (mcmilih) sasaran tertentu Makian/sentimen rasial Gerakan tangkas, cepat, tcrlatih dan sistematis. Memimpin massa secara terbuka Mcmulai aksi lain menghilang, tidak menjarah Bcrkelompok menuju pusat massa Hanya memberi pcrintah/komando Mclakukan sweeping Menggunakan kendaraan, mengajak massa Yelreformasi/simbol sejenisnya Mcmperhatikan situasi 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Jumlah Lokasi

Grafik Catatan Lain
Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan
Catatan Lain
Dimana Aparat Membiarkan Kerusuhan

Aparat?

6.2.4. Berbagai Isu dan Berkaitan Dengan Pengamanan Kerusuhan
6.2.4. 1. Upacara di Malang

Pada tanggal 14 Mei 1998 diketahui bahwa Panglima ABRI saat itu, Wiranto, dan Jend. beberapa jenderal lainnya berada di Malang untuk menghadiri acara serah-terima Komando Pengendalian Pasukan Pengendali Reaksi Cepat (PPRC) dari devisi I ke Devisi II yaitu pasukan Kostrad yang memang berada di bawah kendali Pangab. Acara di Malang tersebut merupakan permintaan Prabowo sebagai Pangkostrad dan telah lama direncanakan. Selain Wiranto dan Prabowo (Pangkostrad) beberapa staf Mabes ABRI yang tidak terlibat penanganan Ibukota juga ikut bersama rombongan. Kepergian mereka terjadi bersamaan dengan kerusuhan di sedang Jakarta membesar. Menurut pernyataan Wiranto lama kepergian tiga jam tersebut tidak akan menjadi masalah. Tetapi kemudian hari ternyata muncul masalah yang mempertanyakan mengapa Pangab meninggalkanJakartayang sedang rusuh dan dalam keadaan geting, sementara Kepala Negara (Soeharto) sedang berada di luar negeri. Jawabanyang diberikan menyebutkan bahwa pada saat itu tanggungjawab pengamanan Ibukota berada di tangan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro. Tetapi kemudian muncul kontroversi lainnya. Prabowo Subianto menyatakan mengingat situasi yang telah memburuk, kemudian mengecek ke Mabes ABRI dan menyarankan supaya upacara tersebut ditunda. Tetapi keputusan Mabes masih tetap dan Pangab akan hadir. Prabowo juga sempat menanyakan apakah Pangkostrad (dirinya) juga hadir, apa tidak sebaiknya di Jakarta saja. Akhirnya Prabowo tetap berangkat pagi itu ke Malang bersama rombongan Dalam rombongan setidaknya diketahui terdapat Kasad, Danjen Kopassus dan Marinir. Saat di Kemudian datang telepon di ruang VIP dari Menko Polkam Feisal Tanjung (kepada Wiranto) yang memberitakan situasi memburuk. Jadwalpulang keJakartayang seharusnya pukul 13.00 WIB dipercepat satu jam. Sampai diJakarta(sekitar pukul 12.30 WIB) Prabowo langsung kembali ke markas di Gambir dan bertemu Pangdam. Setelah berkeliling melihat situasi (banyak gedung terbakar) dengan menggunakan helikopter, kemudian kembali ke Gambir dan sore harinya (sekitar pukul 16.00 WIB) mengunjungi Ahmad Tirtosudiro di Cides JI.Thamrin yang memang telah memiliki janji bertemu. Prabowo juga sempat berharap Ahmad Tirtosudiro sebagai ketua ICMI bisa membuat statement menenangkan massa. Ternyata Ahmad Tirto Sudiro tidak berada di tempat dan di kantor Cides sudah banyak orang, yang ada Adi Sasono kata orang-orang di Cides. Saat di sana Prabowo sempat mendengar selentingan bahwa sudah banyak massa berkumpul di Sudirman dan Thamrin dan sepertinya kurang pasukan. Ada isu Sarinah mau dibakar. Kemudian ia kembali ke Gambir dan bersama Pangdam melakukan melakukan patroli di sepanjang JI. Thamrinbundaran HI (Hotel Indonesia) hingga Semanggi dan sekitarnya, menggunakan 8-10 panser dan truk yang dimanfaatkan

Mei 1998 diJakarta

dari 1 6 panser yang parkir (berjaga) di depan Dephankam (sisi depan Istana Negara). Pada malam harinya mengikuti rapat di agrnisun yang dihadiri Pangab. Prabowo sendiri sebelumnya, saat ditelepon oleh Safrie Sjamsuddin pada malam 12 Mei tentang penembakan mahasiswa Trisakti, telah memperkirakan bahwa situasi akan meledak. Malam itu ia segera menuju Makostrad dan memberikan perintah untuk menerima pasukan dan telah siap sekitar pukul 00.00 WIB malam itu. Pada tanggal 13 Mei, Prabowo terus memonitor perkembangan dan sekitar 1-2 kompi pasukan dikumpulkan di Kostrad. Walaupun Wiranto menolak adanya rivalitas antara dirinya dengan Prabowo (menurutnya karena pangkat yang berbeda), namun pandangan umum tetap melihatnya seperti itu. Berikut ini beberapa pernyataan keduanya sehubungan Peristiwa Kerusuhan Mei 1998: Prabowo Subianto11 “Dalam anatomi kejatuhan suatu rezim, diperlukan martir. Bung Karno jatuh setelah banyak yang menjadi martir. Rezim yang berkuasa justru akan berusaha menghindari jatuhnya martir. Begitu terjadi insiden di Trisakti, saya langsung punya firasat keadaan bakal memuncak, dan akan menjadi the endof Soeharto's regime." “Saya dengar ada kelompok yang keliling dari toko ke toko. Ada yang menyiapkan bahan bakar, dan sebagainya. Tapi juga begini. Yang paling pokok, kalau tak ada penjagaan, pasti akan ada penjarahan.” Wiranto12: “Peristiwa Mei tidak terjadi begitu saja. Juga tidak terjadi tiba-tiba. Itu puncak dari berbagai peristiwa yang mengawalinya dan merupakan titik kulminasi dari suatu proses panjang yang menginginkan perubahan, dari kehendak melakukan sirkulasi kekuasaan. Kita semua pasti sangat menyesalkan jatuhnya korban akibat kerusuhan tersebut. Namun, juga tak dapat dimungkiri, tanpa peristiwa Mei, sejarah negeri ini akan jauh berbeda dengan apa yang kita alami saat ini." “Aparat keamanan tak sebanding dengan massa yang turun ke jalan. Anda tahu, jumlah anggota TNI dan Polri sangat sedikit dibanding jumlah penduduk." "Yang saya lihat itu tindakan kriminal spontan. Para perusuh dan penjarah menunggangi demonstrasi politik mahasiswa. Situasi lapangan sangat dilematis. Kerusuhan melibatkan perempuan dan anak-anak. Apa aparat harus menembaki mereka? Situasinya mirip saat Bagdad jatuh. Anda lihat sendiri tentara AS tak bisa menahan penjarahan. Jadi, seandainya ada yang “

11Wawancara Tempo, diambil dari http://www.indonesia-house.org/ archive/ mei98/ Meiinvesttempo_aktor.htm '2Majalah Tempo. No. 1 2/XXXII/l 9 - 25 Mei 2003

hadapan Dewan Kehorrnatan Perwira, diminta bertanggung jawab atas kasus penculikan yang dilakukan Tim Mawar dan dipensiun dini kan melalui keputusan Pangab.

6. 2.4. 2. Pertemuan Makostrad

Selain persoalan kontroversi seputar upacara di Malang, persoalan lain yang juga ramai menjadi pembicaraan pasca kerusuhan Mei adalah adanya pertemuan di Makostrad (Masrkas Komando Angkatan Darat). Pertemuan di Makostrad pada tanggal 14 Mei 1998 yang dihadiri banyak tokoh baik dari sipil maupun militer merupakan salah satu rekomendasi TGPF untuk ditindaklanjuti.1 3Laporan TGPF atas pertemuan Makostrad tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan pro-kontra pada berbagai kalangan. Marzuki Darusman sebagai ketua TGPF menyatakan bahwa TGPF menyakini adanya pemeran-pemeran kunci di lapangan pada saat kerusuhan, karenanya perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pertemuan Makostrad. Pada pernyataan lain ia menyebutkan bahwa selain Prabowo, Sjafrie Sjamsuddin selaku Pangdam Jaya juga terkait dalam kerusuhan. Berikut ini pengakuan dan pernyataan beberapa tokoh yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Pengakuan Setiawan Djodi

Setelah terjadi peristiwa penembakan mahasiwa Trisakti, tanggal 13 Mei W.S. Rendra menemui dirinya dan meminta agar bisa bertemu Prabowo. Keinginan tersebut sama dengan Adnan Buyung yang disampaikannya melalui telepon pada hari yang sama. Keduanya mengatakan hendak menanyakan perkembangan situasi tanah air. Djodi kemudian menghubungi Prabowo melalui Fahmi Idris. Pada siang tanggal 14 Mei 1998, Djodi mendapat respon melalui Fahmi Idris. Dalam percakapannya melalui telepon Prabowo mengajak melakukan pertemuan di Makostrad setelah magrib. Prabowo juga sempat menanyakan siapa saja yang akan hadir. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Adnan Buyung. Sekitar pukul 18.00 WIB, Djodi bersama Rendra tiba di Makostrad. Telah ada di Makostrad beberapa tokoh yaitu: Dien Syamsuddin, Iqbal Assegaf (ketua GP Ansor), Farid Prawiranegara dan Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo). Selain itu juga ada Kivlan Zen (Kas Kostrad), Muchdi (Danjen Kopassus) dan Sjafrie Sjamsoeddin (Pangdam Jaya). Tidak lama kemudian Adnan Buyung tiba bersama Bambang Widjojanto (ketua YLBHI), Ruhut Sitopul dan Hotma Sitompul. Selain mereka, telah juga menunggu beberapa tokoh lain yang tidak semua

13Romo Sandyawan (anggota TGPF) menyatakan bahwa di Makostrad ada dua pertemuan. Pertemuan bersama Adnan Buyung dan kawan-kawan bersifat transparan dan sengaja di buka. Sementara di ruang lain juga ada pertemuan. Menurut Sandyawan keterangan tersebut diperoleh dari testimoni Prabowo dan Fahmi Idris.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

dikenal Djodi. Antara lain Dien Syamsuddin, Iqbal Assegaf (ketua GP Ansor) dan Farid Prawiranegara. Setelah menunggu tidak berapa lama tiba Prabowo, Fahmi Idris dan Maher yang mengaku baru saja berkeliling melihat keadaan dengan menggunakan panser. Prabowo mempersilahkan para tamu masuk ke ruang rapat. Tetapi Sjafrie Sjamsuddin kemudian meminta izin tidak bisa ikut dalam pertemuan tersebut. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB membahas tentang 3 hal penting. Pertama tentang kasus Trisakti, kedua tentang kerusuhan di Jakartadan perihal desakan masyarakat yang semakin luas agar Soeharto lengser. Adnan Buyung dalam pertemuan tersebut sempat menayakan kepada Prabowo dengan nada keras sambil menuding-nuding. Secara terbuka Adnan Buyung menyatakan bahwa di masyarakat muncul tudingan bahwa Prabowo terlibat dalam kasus Trisakti dan kerusuhan. Selain itu Adnan Buyung dan Hasyin menanyakan soal friksi antara Prabowo danJenderalWiranto. Prabowo membantah tuduhan adanya friksi dan keterlibatanya pada kasus Trisakti dan kerusuhan. la menjelaskan bahwa dalam posisinya sebagai Pangkostrad ia hanya akan bergerak apabila diminta oleh Pangab. Soal desakan masyarakat terhadap Soeharto, ia menjelaskan bahwa apabila masyarakat memintanya, mertuanya (Soeharto) tidak akan mempertahankan jabatannya dengan menggunakan kekuatan senjata. la juga mengatakan bahwa pernyataan Soeharto di Mesir soal keinginannya untuk lengser memang serius. Pertemuan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB kemudian Djodi, Buyung dan Fahmi meninggalkan Makostrad. Keesokan harinya Djodi menghubungi Wiranto sesuai keinginan beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan Makostrad. Pada pembicaraan di telepon Wiranto mengatakan bahwa ia dan kawan-kawannya tidak usah bertemu dengannya. Menurut Wiranto apa yang telah jelaskan Prabowo soal tidak adanya friksi dengan dirinya sudah cukup. Tanggapan Wiranto tersebut menurut Djodi menunjukkan bahwa Wiranto sendiri mengetahui adanya pertemuan di Makostrad dan apa yang dibicarakan Prabowo ketika itu.

Pengakuan W.S. Rendra

Pada tanggal 12 Mei 1998, Rendra yang baru tiba dari Afrika mendapat keterangan dari murid-muridnya tentang situasi politik yang semakin panas. Karena itu esok paginya ia hadir di kampus Trisakti dan bertemu dengan banyak tokoh termasuk Adnan Buyung. la sempat berbincang-bincang dengan Adnan Buyung yang kemudian mengajaknya ke DPR besok harinya. Pagi tanggal 14 Mei, ia dan Adnan Buyung tiba di gedung DPR. Setelah membaca puisi kemudian ia terlibat perbincangan dengan Buyung. Pembicaraan tersebut menyangkut isu adanya friksi antara Prabowo dan Wiranto serta adanya desas-desus leterlibatan Prabowo pada kasus trisakti dan kerusuhan. Buyung juga membahas soal pidato Soeharto di Mesir yang menyatakan siap untuk lengser. Kemudian Rendra menghubungi Djodi agar

Aparat?

menghubungi Prabowo dan berhasil. Kemudian Rendra menghubungi Buyung bahwa Prabowo siap menerima mereka. Keesokannya ketika di Makostrad, Buyung datang dengan membawa rekannya, salah satu diantaranya adalah Bambang Widjojanto. Selain mereka juga banyak orang lain yang hadir tetapi Rendra tidak mengenal mereka.14 Pertemuan tersebut banyak membicarakan tentang kekuasaan rakyat terhadap pemerintah. Topik lain yang dibicarakan adalah soal kegelisahan mahasiswa dan desakan agar Soeharto lengser. Rendra termasuk orang turut menanyakan apakah pernyataan Soeharto di Mesir bahwa ia siap lengser itu benar. Terhadap pernyataan tersebut Prabowo menjawab bahwa mertuanya akan mundur kalau memang rakyat menghendaki. Prabowo mengajukan syarat agar konstitusional. Terhadap pertanyaan Buyung soal friksi dengan Wiranto, Prabowo membantah hal tersebut. la menjawab kalau Wiranto itu adalah pimpinannya, sehingga ia akan ikut apa yang diputuskannya. Bantahan lain juga dilakukan atas pertanyaan dugaan ketrlibatannya pada kasus Trisakti dan kerusuhan. la menjelaskan bahwa posisinya sebagai Kostrad hanya akan bergerak apabila diminta oleh Pangab dalam membantu Kodam dan satuan lainnya. Selama pertemuan tersebut Bambang Widjojanto termasuk yang paling aktif mengajukan pertanyaan dan berbicara. Mereka juga memutuskan untuk bertemu dengan Wiranto. Namun Wiranto menolak dengan alasan apa yang telah dijelaskan Parbowo sudah benar.

Pengakuan Hashim Dojohadikusumo

Hashim mengatakan bahwa selain dirinya, Fadli Zon dan Farid Prawiranegara yang haadir pada pertemuan itu adalah Adnan Buyung, Bambang Widjojanto, Fahmi Idris, W.S. Rendra, Setiwan Djodi dan Ruhut Sitompul. Kivlan Zen, Muchdi P.R dan Adityawarman Thaha (staf ahli Pangab bidang Polkam) juga hadir pada pertemuan tersebut. Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut tidak direncanakan dan bukan atas undangan Prabowo. Bukan juga pertemuan rahasia yang menjurus pada membuat pernyataan, tindakan atau konsesus bersama.

Pengakuan Fahmi Idris

Fahmi mnegatakan kehadirannya di Makostrad pada tanggal 14 Mei 1998 atas undangan Kodam jaya. la memperkirakan diundang sebagi unsur Golkar. Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung sekitar 2,5 jam. Pembicaraan pada pertemuan itu adalah masalah operasi ABRI yang dinilai kurang intensif saat itu. Peserta rapat memberikan usulan dalam mencari jalan agar masyarakat tidak takut atas peristiwa yang terjadi. Selain itu juga mengusulkan tindakan-tindakan

14Rendra juga mengaku bahwa sebelum pertemuan tersebut, mereka (Rendra dan kawan-kawannya) sudah sering
bertemu dengan para menteri dan jenderal. Lihat "...Wiranto itu bos saya.jadi saya ikut....",*]awo Pos,*8 Nopember

1998.

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

pengamanan lebih lanjut. Prabowo pada saat itu menunjukkan keseriusan menerima masukan dari pihak yang datang pada pertemuan tersebut. Pada pertemuan di Makostrad setidaknya ada dua rombongan15. la dan Buyung cs disebut oleh ajudan Prabowo sebagi rombongan pertama. Setelah pertemuan itu masuk rombongan berikutnya. Fahmi mengenal beberapa tokoh dalam rombongan tersebut. Pertama Fahmi diundang rapat di Skogar, tetapi karena tidak muat akhirnya dipindahkan di Makostrad yang berada disebelahnya. Waktu sekitar pukul 21.00-22.00 WIB. Pertemuan selesai sekitar pukul 01.00 WIB. Buyung pulang dikawal pasukan. Fahmi ikut dalam patroli pada sore hari hingga sekitar JI.Sabang dan melihat penjarahan toko kaset Irama di depan rumah makan Natrabu di sekitar wilayah tersebut. Setelah ikut dalam patroli ia turun di Skogar. Dari Skogar dipindah ke Makostrad dan bertemu Buyung cs sekitar pukul 21.00-22.00 WIB. Pada pertemuan tersebut terjadi diskusi dan perdebatan soal penanganan massa. Semua yang hadir komplain. Yang paling banyak berbicara adalah Buyung. Fahmi secara umum senada dan sepakat dengan komplain Buyung. Bambang tidak banyak berbicara. Rendra bila diminta baru mau berbicara. Pembicaraan lain dalam pertemuan tersebut adalah mempersoalkan kenepa penganganannya tidak serius. Pada pertemuan itu Sjafrie diminta bicara. la menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan upaya-upaya dan pengerahan pasukan besar-besar untuk menanggulangi. Pada saat itu Sjafrie mengatakan bahwa titik kerusuhan di sekitarJI.Sabang tidak tergolong besar (sementara menurut Fahmi titik itu sudah besar). Pelaku kerusuhan dan penjarahan terlihat hanya masyarakat setempat. Kalau penjarah berasal dari daerah sekitarnya, maka tokoh di wilyah itu akan lebih mudah menarik massanya. Tetapi yang rawan apabila masyarakat dari luar wilayah berbaur dan melakukan kerusuhan. Hal itu akan susah sekali dikendalikan. Sjafrie juga menjelaskan pengerahan pasukan yang dilakukan pada titik-titik rawan sepanjangJI.Thamrin. Di Skogar selain Sjafrie ia melihat seluruh assisten ada. Saat menuju ke Kostraad fahmi melihat salah satu ruangan dipakai untuk rapat. Keterangan tersebut dibenarkan Assintel saat ditanya Fahmi. Sjafrie pada pertemuan di Makostrad hanya sebentar. la meminta ijin keluar karena ada tugas. Kivlan selama pertemuan tersebut sering keluar masuk.

Pengakuan dan pernyataan Fadli Zon16

Tiba di Makostrad tanggal 14 Mei 1998 menjelang sore dengan panser bersama Aslog (Asisten Logistik) Kopassus, Koi. A. Tanjung. Di pelataran parkir bertemu dengan Iqbal Assegaf

15Pengakuan Fahmi Idris memiliki beberapa perbedaan jam-jam kejadian dibandingkan pengakuan lainya. Lihat laporan TGPF Sen 5. 16Fadli Zon, Politik Huru-Haro Mei 1998, Institute Policy Study, 2004, hal 96-97, 126-128.

Aparat?

(Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor). Memasuki gedung Makostrad telah banyak tamu menunggu Prabowo yang diluar. Tamu tersebut antara lain: Adnan Buyung Nasution, Bambang Widjojanto, WS Rendra, Setiawan Djodi, Ruhut Sitompul, Hotma Sitompul, Hajriyanto Y. Thohari (Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah) serta rekan-rekannya dari IPS (Institute for Policy Studies) Amran Nasution, Ade Musadeg dan Din Syamsuddin. Pertemuan tersebut atas inisiatif Setiawan Djodi yang disampaikan melalui telepon lewat Sespri Pangkostrad, Letkol. Fuad Basya kira-kira pukul 21.00 WIB, 13 Mei 1998. Sekitar magrib Prabowo tiba di Makostrad dan menerima tamu sekitar pukul 19.00 WIB. la tiba bersama rombongan yang terdiri dari Sjafrie (Pangdam Jaya), Muchdi P.R. (Danjen Kopassus), Maher Algadri dan Fahmi Idris. Karena kursi yang ada di dalam ruangan tidak cukup (walaupun telah ditambah), akhirnya yang berada dalam ruangan tersebut tinggal: Prabowo, Muchdi, Kivlan Zen, Adityawarman Thaha, Adnan Buyung, Bambang Widjojanto, Setiawan Djodi, WS Rendra, Fahmi Idris, Maher Algadri, Farid Prawiranegara, Hashim Djojohadikusumo, Fuaf Basya dan Fadli Zon. Buyung membuka pertanyaan soal siapa yang harus bertanggungjawab atas kerusuhan. la mendengar isu kalau Prabowo berada di belakangnya. Buyung juga meminta agar pelaku penembakan Trisakti segera diumumkan untuk meredam kemarahan rakyat.17 Prabowo menjawab bahwa ia tidak terlibat sama sekali, bahkan merasa di-set-up. la juga mengecam terjadinya penembakan tersebut dan ingin agar pelakunya segera diusut dan dihukum agar masyarakat menjadi tenang. Buyung dan rekan lainnya juga menyatakan bahwa rakyat tidak percaya lagi pada pemerintahan Soeharto. Mereka menginginkan terjadinya transisi pemerintahan baru dan Soeharto sebaiknya mundur. Menjawab pertanyaan tersebut Prabowo menyatakan bahwa ia yakin jika rakyat tak menghendakilagi, Soeharto tidak akan memaksakan diri dan tidak akan melawan serta menggunakan kekuatan bersenjata. la juga meminta agar semua itu dilakukan secara konstitusional. Kemudian sempat muncul perdebatan soal siapa yang akan menggantikan Soeharto. Buyung berpendapat agar dibentuk Dewan Presidium. Tetapi gagasan itu ditolak Prabowo. Pengganti Soharto menurutnya adalah Wakil Presiden karena itu sesuai dengan UUD 1945 dan Tap MPR. Pada pertemuan tersebut Buyung juga mengusulkan agar membuat pernyataan publik. Hal itu kemudian dilakukan Prabowo pada pagi harinya (15 Mei) yang menyatakan bahwa ABRI tetap satu di bawah kendali Pangab dan bantahan keterlibatan ayahnya (Sumitro Djojohadikusumo) pada MAR (Majelis Amanat Rakyat) yang dideklarasikan Goenawam Mohamad, malam 14 Mei 1997. Pertemuan tersebut pada prinsipnya cukup akrab walaupun terkadang berlangsung tegang. Fadli Zon sendiri berdasarkan penyataan-pernyataan yang disampaikan menangkap kesan bahwa

17Menurut Adnan Buyung kerusuhan merupakan ekspresi kemarahan rakyat akibat penembakan mahasiswa Trisakti. Ibid. hal 128.

Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Buyung kelihatannya akan mendukung Prabowo apabila mengambil inisiatif mewujudkan harapan rakyat yang telah dibahas. Sebelum berakhir, pertemuan sempat dilanjutkan dengan makan malam. Sore hari sebelum pertemuan Makostrad, Fadli Zon telah menelepon sekreteris Amien Rais untuk mengadakan pertemuan dengan Prabowo di kantor IPS. Pertemuan yang diharapkan dapat meredakan kerusuhan tersebut disepakati pukul 23.00 WIB. Gagasan pertemuan tersebut merupakan tanggapan atas pernyataan AH Nasution di radio dan televisi yang menyatakan bahwa Amien Rais adalah tokoh bersih yang pantas bergabung dengan Prabowo. Tetapi pertemuan tersebut akhirnya gagal karena Prabowo mengikuti brifing di Garnisun pukul 21.30 WIB dan tidak bisa hadir. Akhirnya ketika Amien Rais dan rombongannya18 tiba mereka bersepakat untuk menjadwal ulang pertemuan tersebut.

Pernyataan Wiranto

Bahwa pertemuan Makostrad telah dimonitor dan diteliti sebelum pemeriksaan oleh TGPF. Pertemuan tersebut tidak menyangkut masalah makar maupun kriminalitas. Nama-nama yang tercatat hadir pada pertemuan Makostrad:

I. Prabowo Subijanto
2. Adityawarman Toha,
3. Adnan Buyung Nasution (Pembina YLBHI),
4. Bambang Widjojanto (Ketua YLBHI),
5. Fadli Zon (IPS, sahabat Prabowo),
6. Fahmi Idris (Fungsionaris Golkar, terkahir mantan Mentrans),
7. Farid Sjarifudin Prawiranegara (IPS),
8. Hamidan,
9. Hashim S Djojohadikusumo (Pengusaha, adik Prabowo),
10. Iqbal Assegaf (Ketua Umum GP. Ansor), I I. Kivlan Zen (Kas Kostrad),
12. Mahar Algadrie,
13. Muchdi PR (Danjen Kopassus),
14. Setiawan Djodi (Pengusaha, Budayawan), IS. W.S. Rendra (Seniman),
16. Zulkarnain (Mantan ketua Walhi), 1 7. Hotma Sitompul (Pengacara, ada di Makostrad tetapi tidak mengikuti pertemuan)
18. Ruhut Sitompul (Pengacara, ada di Makostrad tetapi tidak mengikuti pertemuan)
19. Hajriyanto Y. Thohari (Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah)
18Fadli Zon melihat Adi Sasono, Hakam Naja dan beberapa lainnya yang ia kenal dalam rombongan tersebut. Ibid, hal

Aparat?

  1. Amran Nasution (IPS),
  2. Ade Musadeg (IPS)
  3. Fuad Basya
    6.3. Catatan Analisis dan Fakta

Berikut ini beberapa analisis dari beberapa kalangan dan catatan atas fakta-fakta yang ditemukan. Salah satu analisis terhadap latar belakang terjadinya kerusuhan Mei 1998 mencatat bahwa peristiwa tersebut harus dipahami dengan melihat adanya fragmentasi kekuasaan dalam kepemimpinan Soeharto dan merupakan pra kondisi Peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Beberapa komponen yang dapat dilihat adalah sebagai berikut: Kepemimpinan Soeharto telah mengalami fragmentasi.

  • Orang-orang di lingkaran dekat Soeharto mengetahui Soeharto sudah mengalami degradasi kemampuan dan kontrol serta merasakan Soeharto sudah tidak aman lagi.
  • Adanya konflik antara elit seperti fragmentasi di Kabinet tentang Anti Cina.
  • ABRI berkembang menjadi ABRI Merah Putih dan ABRI Hijau. Adanya informasi Soeharto mencoba merangkul Golongan Islam, mendirikan Bank Muamalat, ICMI, mulai bergaul dengan kalangan santri, dll. Soeharto membutuhkan sumber legitimasi baru. Semakin muncul dan berkuasanya lingkaran-lingkaran bisnis di sekitar keluarga Presiden, dan konflik di antara mereka. Harmoko yang diturunkan tahun 1997 dan digantikan oleh R. Hartono, memiliki indikasi terjadi akibat pertarungan elit tersebut. Soeharto kelihatannya mencium intrik antara mereka dan perlawanan terhadap dirinya dari orang-orang dalam mereka. Terbentuk kondisi konflik, yakni suasana populis yang bernuansa Islami dan anti Tionghoa. Politik anti Cina dimulai sejak 1995 sampai 1998 Mei karena adanya penciptaan kondisi. Peristiwa Mei tidak merujuk pada seseorang pelaku tertentu, tetapi merujuk kepada suatu konsekuensi logis kekuasaan yang sudah terpecah belah dan yang sudah biasa menggunakan kekerasan. Hal ini bisa saja dilakukan sekelompok yang anti kekuasaan Soeharto dan yang pro Soeharto, tetapi bisa juga oleh kedua-duanya tanpa saling berkoordinasi. Peristiwa Mei juga dilatarbelakangi adanya power struggle. o Kondisi ini menciptakan kesimpulan investor asing bahwa pemerintah tidak dalam kontrol. Sehingga dengan demikian mereka juga memiliki kepentingan mengganti rezim. o Selain itu terjadi juga pelarian modal besar-besaran. Beberapa pendapat mengatakan bahwa hal itu merupakan output yang logis dari situasi makro politik pada saat itu dan bisa

Mei 1998 diJakarta

dimanfaatkan oleh orang-orang yang membela rezim, melawan rezim atau kedua-duanya tanpa saling berkoordinasi, atau bisa juga keduanya bekerja bersama.

  • Peristiwa Kerusuhan Mei sendiri terjadi pada saat Soeharto pulang dari Kairo. hal ini dimungkinkan terjadi agar Soeharto dapat menyaksikan sendiri dari atas
    betapaJakarta terbakar. Pendapat lain mengatakan juga bahwa kerusuhan Mei tidak terjadi secara spontan. Meluasnya kerusuhan di hari kedua (14 Mei 1998) yang hampir merata di seluruh wilayah memberikan petunjuk adanya desain. Sasaran-sasaran utama kerusuhan adalah pertokoan/pusat perbelanjaan dan perkantoan. Isu anti Tinghoa hanya digunakan selama kerusuhan. Tidak terjadi kerusuhan pada banyak wilayah dengan mayoritas etnis Tionghoa lainnya. Betapapun analisis-analisis tersebut dilakukan, beberapa fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa:

  • Adanya kelompok terlatih dan terencana pada banyak lokasi kerusuhan. Kerusuhan yang terjadi didorong oleh sekelompok orang tertentu dan terlihat memiliki beberapa ciri tertentu dan khas. Misalnya ciri yang sangat khas pada aparat keamanan.

  • Diketahui bahwa aparat telah mengetahui adanya indikasi terjadinya kerusuhan, baik
    pada laporan intelijen Polri maupun BIA.. Tidak adanya antisipasi serius atas informasi intelejen dan terlihat kesan sangat kurangnya pasukan di lapangan.

  • Peringatan BIA, agar menghindari terjadinya martir dan penggunaan peluru tajam,
    yang dilakukan melalui telegram rahasia, kepada semua Pangdam, Kapolda dan Pangkotama justru terjadi. Penembakan terhadap mahasiswa Trisakti jelas dilakukan oleh peluru tajam dan merupakan tindakan yang melahirkan martir.

  • Potensial aparat yang dapat menggerakkan pasukan adalah: seluruh Pangdam, Kasdam, Kasad, Panglima TNI, Komando khusus (Marinir, Kostrad, Kopassus, Kopasgat dll). Semua pimpinan tersebut telah mendapatkan juga laporan intlijen yang diberikan BIA. Fakta menunjukkan bahwa aparat tidak sungguh-sungguh dalam menangani massa atau perusuh. Banyak pasukan yang berada dilapangan terlihat tidak mengambil tindakan pengamanan sesuai prosedur. Hal ini mengakibatkan Polda Metro Jaya menjadi ragu apakah ada perintah lain dalam menindak perusuh dan kemudian memastikannya kepada Pangkoops. Pada 43 lokasi terlihat aparat membiarkan kerusuhan Pimpinan TNI tidak berada di tempat saat puncak kerusuhan terjadi, sementara presiden sedang berada di luar negeri. Berdasarkan pengakuan Kivlan Zen, bahwa Kostrad diminta untuk tidak menurunkan pasukan.

  • Adanya penarikan aparat Kepolisian dari lapangan untuk menjaga markas dan pemukiman Polri.

tanggal 14 malam, menjelang Presiden tiba di Jakarta.

  • Adanya kondisi politik yang mendorong terjadinya manuver politik dan keamanan. Adanya pernyataan yang disampaikan bahwa Presiden bersedia Lengser Keprabo saat berada di Kairo. Hal tersebut menjadi berita hangat, tetpai pada akhirnya berita tersebut di anulir oleh Soeharto.
  • Adanya tuntutan yang semakin menguat dari mahasiswa agar Soeharto turun dari jabatannya.
  • Meluasnya kerusuhan tidak semua terjadi akibat reaksi warga yang ikut melakukan berbagai perusakan dan penjarahan. Tetapi lebih kepada adanya kelompok-kelompok pelaku (provokator). Penyebaran lokasi kerusuhan disebabkan oleh beberapa pola: o Dilakukan oleh sekelompok orang baik dengan berjalan secara bergerobol
    /berkelompok maupun menggunakan kendaraan (diangkut) menuju lokasi tertentu. o Massa berpindah lokasi dan melakukan kerusuhan. o Adanya kelompok-kelompok yang memprovokasi warga kemudian mendorong massa melakukan kerusuhan. Hal ini menunjukkan bahwa kerusuhan tidak murni bersifat spontan. Pada beberapa lokasi aksi-aksi kerusuhan terjadi pada waktu dan pola tindakan yang hampir sama. Adanya pemilihan sasaran perusakan, membawa peralatan atau bahan membakar, diangkut dengan menggunakan kendaraan setidaknya menunjukkan dengan jelas adanya perencanaan sebelumnya.
Indikasi Keterlibatan Aparat Keamanan

Indikasi adanya kerusuhan secara terencara (by design) pada kerusuhan di Solo terlihat begitu kuat. Hal itu dibuktikan dengan adanya pengorganisiran sebelumnya, adanya kendaraan yang membawa ban-ban dan kemudian dibakar di tengah jalan, adanya tanda-tanda kelompok tertentu yang teridentifikasi sebagai kelompok provokator, adanya benda-benda yang telah dipersiapkan sebelumnya (minuman, molotov dan lain sebagainya). Hal itu masih ditambah lagi dengan begitu lemahnya aparat keamanan (khususnya militer/AD) dalam merespon situasi yang berkembang. Fakta juga menyebutkan adanya “tindakan pembiaran" oleh aparat keamanan yang terlihat saat rombongan massa melintasi salah satu markas TNI dan aparat tidak melakukan penghadangan, penghalauan ataupun tindakan pengamanan lainnya19. Bahkan terlihat adanya tanda tertentu (acungan jempol) yang diberikan kepada massa saat melintasi markas tersebut.

19Hal mi bisa dibandingkan dengan tindakan yang dilakukan aparat keamanan pada beberapa peristiwa sebelumnya seperti apda aksi demonstrasi massa PDI Megawati pada tahun 1996, peristiwa santa cruz dan beberapa persitiwa latnnya

Umum Kerusuhan Mei 1998 diJakarta

Selain itu, peristiwa kerusuhan di Solo juga sangat kuat memberikan indikasi adanya keterlibatan aparat TNI, khususnya Kopassus, pada berbagai aksi yang dilakukan. Hal itu ditunjukkan dengan adanya beberapa temuan seperti tanda-tanda tertentu yang terdapat pada kendaraan yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang teridentifikasi sebagai kelompok provokator. Hal tersebut walaupun cukup jelas tetapi masih memiliki kelemahan secara teknis. Karena bisa saja logo atau tanda-tanda tersebut (yang tidak sulit diperoleh di beberapa tempat) digunakan oleh kelompok tertentu yang sengaja mengarahkan tuduhan terhadap kelompok itu. Indikasi tersebut ternyata diperkuat dengan adanya fakta telah terjadinya pengorganisiran terhadap sekelompok masyarakat, beberapa waktu sebelum kerusuhan terjadi, untuk melakukan semacam aksi yang ternyata adalah melakukan berbagai aksi perusakan dan pembakaran, dengan berbagai persiapan sebelumnya, pada saat kerusuhan berlangsung. Orang-orang yang melakukan pengorganisiran tersebut memiliki ciri-ciri yang lebih kuat lagi mengarah kepada kesatuan Kopassus, setidaknya bercirikan seorang anggota militer atau aparat keamanan. Indikasi yang paling kuat adalah adanya keterlibatan anggota Kopassus (menggunakan pakaian seragam dan kendaraan resmi) melakukan aksi teror (penodongan) pada saat kerusuhan berlangsung. Walaupun anggota yang sempat ditangkap oleh pihak kepolisian tersebut akhirnya dilepaskan, sangat jelas menunjukkan adanya keterlibatan kesatuan tersebut saat kerusuhan berlangsung. Selain peristiwa di Solo, peristiwa yang terjadi kabupaten Simalungun pada tanggal 7 Mei 1998 juga memberikan indikasi keterlibatan atau setidaknya berperan mendukung terjadinya kerusuhan di wilayah tersebut. Pada 7 Mei 1998, sekitar pukul 19.00 WIB, aparat Koramil tiba di lokasi dan marah-marah karena melihat warga melakukan ronda malam. Komandan pasukan kemudian menyuruh warga masuk ke rumah masing-masing. Setelah itu pada pukul 21.00 WIB, pada persimpanganJI.Kartini danJI.SM. Raja terlihat serombongan massa yang diduga sebagai preman-preman berada di lokasi tersebut. Tidak lama kemudian pasukan keamanan tiba di persimpangan yang sama. Pasukan tidak membubarkan massa yang telah berkumpul tersebut. Massa yang telah bergerombol tersebut kemudian bergerak ke arah pertokoan diJI.SM. Raja diikuti pasukan dari belakang. Kemudian pada pukul 22.00 WIB, gerombolan massa (preman) yang telah bergabung dengan massa (warga) tiba di pertokoanJI.SM. Raja dan mulai melakukan pelemparan kearah pertokoan. Pukul 03.00 WIB, terdengar letusan sejata api aparat keamanan yang datang mengamankan keadaan. Masyarakat kemudian bubar. Terlihat kemudian mobil patroli Polsek tiba. Pada peristiwa tersebut sangat kuat diduga adanya keterlibatan secara terencana antara kelompok pelaku dan pasukan Koramil yang bertugas di wilayah tersebut.

dimana umumnya aparat terlihat lebih siaga dan merespon situasi dengan lebih cepat bahkan selalu dibarengi dengan berbagai tindakan berlebihan seperti kekerasan dan lainnya.

yang sama terlihat 3 orang berpakaian AD (Angkatan Darat) berjaga di luar toko. Pintu toko telah terbuka dan terlihat puluhan anggota AD sedang menjarah isi toko. Warga tersebut berusaha memohon agar tidak menguras semua isi toko, tetapi tidak digubris. Mereka membawa barang-barang dengan tandu. Mereka diperkirakan berasal dari Batalyon 122 Rindam. Peristiwa ini juga memberikan indikasi yang sangat jelas adanya aparat keamanan yang bertindak sebagai penjarah dan memanfaatkan situasi.

2Juli1997

16- 17Juli1997
14 Agustus 1997

1 5 Agustus 1 998

29 Agustus 1997
3 September 1997

Mata uang Bath jatuh dan Bank Thailand meminta bantuan IMF (International Monetary Fund). Awal dari krisis finansial di Asia. Rapat CGI (Consultative Group on Indonesia) di Tokyo yang menyepakati pemberian bantuan kepada Indonesia sebesar 5.299 Milyar USD untuk tahun fiskal 1 997/1998 (1,2 Milyar USD berasal dari ADB [ Asian Development Bank]) Bank Indonesia menghentikan intervensi dan membiarkan kurs pada pasar.Pada. Rupiah jatuh 135 point, dari Rp. 2.795 ke Rp. 2.600 terhadap dolar Amerika. Presiden Soeharto menyetujui pemberian grant tax facilities kepada 6 perusahaan dalam periode waktu 5 sampai 10 tahun. Keenam perusahaan tersebut adalah : PT Kiani Kertas, PT Smelting Co., PT Trans Pacific Petrochemical Indotama, PT Texmaco Perkasa Engineering, PT Polysindo Eka Perkasa and PT Seagate Technology Sumatera. Sidang Kabinet Terbatas- Diputuskan kebijakan yang bersifat menyeluruh, menyangkut 10 butir langkah-langkah Untuk sektor perbankan diputuskan sebagai berikut:

  • Bank-bank nansional yang sehat tetapi mengalami kesulitan likuiditas sementara supaya dibantu,
  • Bank-bank yang nyata-nyata tidak sehat, supaya di-upayakan penggabungan atau akuisisi dengan bank-bank yang sehat.Jika upaya ini tidak berhasil, supaya di likuidasi sesuai dengan perundangan yang berlaku dengan mengamankan semaksimal mungkin para deposan, terutama para deposan kecil. Pemerintah menghapus pembatasan kepemilikan saham asing pada perusahaan-perusahaan publik di Indonesia. Sebelumnya kepemilikan asing hanya dibatasi hingga 49%. Pemerintah menunda Io proyek pembangunan senilai Rp. 42,435 Triliun. Pemerintah juga meninjau ulang proyek-proyek yang
    4 September 1997
1 6 September 1 997

Ekonomi

dilakukan sektor swasta, BUMN dan pemerintah dengan total nilai RP. 63, 660 triliun. 20 September 1 997 Penerbitan Keppres 39/97 tentang penangguhan proyek-proyek infrastruktur, listrik swasta dan proyek-proyek lainnya. Awal Oktober 1997 **Sidang Kabinet -**Prof. Widjojo Nitisastro menjadi Koordinator Tim Indonesia. Disepakati untuk mengajukan usul pencabutan ijin usaha terhadap 1 6 buah bank kepada Presiden. Pencabutan ijin usaha 16 bank dilakukan pada tanggal 1 Nopember 1997, sebagai langkah awal dari program restrukturisasi dan reformasi dengan dukungan IMF. 8 Oktober 1997 Pemerintah meminta asistensi IMF dan Bank Dunia (World Bank) membantu memperbaiki kekacauan nilai mata uang. Pada saat yang sama Presiden juga meminta Prof Widojo Nitisastro sebagai korditaor dalam membuat kebijakan terhadap berbagai institusi sebagai upaya mencari penyelesaian krisis moneter. IMF menyatakan akan membantu program ekonomi Indonesia. Dua delegasi IMF segera dikirrimkan ke Jakartauntuk membicarakan rencana lebih lanjut. 31 Oktober 1997 * IMF menyatakan akan memberikan paket bantuan untuk Indonesia sebesar 23 milyar USD. Terdiri dari 18 milyar USD dari lembaga keuangan internasional ( IMF sebesar 10 milyar USD, WB sebesar 4,5 milyar USD, Asian Development Bank sebesar 3,5 milyar USD) dan 5 milyar USD berasal dari aset-aset eksternal Indonesia. Sebagai tambahan Indonesia mendapatkan akan mendapatkan bantuan bilateral sebesar 18 milyar USD. Total paket bantuan sebesar 43 milyar USD. Dalam Letter of Intent atau LOIpertama yang ditandatangani disebutkan beberapa hal sebagai berikut: o Pemerintah tidak menjamin pembayaran kembali kewajiban bank-bank dalam likuidasi (BDL), kecuali untuk deposan kecil sampai maksimal Rp 20 juta. Pengembalian dana deposan kecil ini akan dilaksana-kan oleh Bl dengan pembiayaan Pemerintah. Langkah ini akan diikuti sampai terciptanya skim asuransi deposito ( butir 2 / LOI) o Ditetapkan 4 langkah strategis pemulihan keperca-yaan

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

masyarakat terhadap perbankan nasional dengan technical assistance dari IMF, The World Bank dan ADB. Salah satu strategi yang juga disepa-kati adalah penutupan 16 bank pada tanggal 1 Nopember 1997. (butir 25 Lol) o Pemerintah akan secara bertahap menghilangkan operasi fiskal secara terselubung yang dilakukan Bl, seperti pemberian KLBI untuk berbagai program Pemerintah, dan akan menunjukkan semua subsidi yang diberikan Pemerintah dengan mencantumkan-nya secara transparan di dalam APBN (butir 35 Lol) o Bl akan menyempurnakan fungsinya sebagai lender oflast resort (butir 36 LOI). 1 Nopember 1997 Penutupan 16 bank, mengikuti saran IMF, Bank Indonesia mendapatkan Rp. 2,3 triliun rupiah untuk membayar kepada pemberi utang. Penutupan bank dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan terhadap bank, ternyata mengakibatkan keadaan yang sebaliknya. Kepercayaan masyara-kat pada bank-bank nasional runtuh, keadaan moneter menjadi makin buruk dan kegiatan perdagangan dan pro-duksi di berbagai sektor mulai macet. Penutupan 16 Bank yang menjadi pemicu awal malapetaka BLBI seharusnya juga dipertanggungjawabkan oleh IMF, The World Bank dan ADB.

  • Presiden RI mengeluarkan Keppres
  • Beberapa proyek yang telah ditangguhkan berdasarkan keppres 39/97 dilanjutkan kembali. Keppres ini hanya berumur tidak lebih dari 3 bulan karena kemudian dicabut kembali melalui Keppres 5/98.
    3 Nopember 1997 Pemerintah merubah harga standar semen yang sebelumnya ditentukan oleh pemerintah. 5 Nopember 1997 IMF menyetujui pemberian pinjaman dalam bentuk three-year stand by credit sebesar 7,338 miliar USD.Bank Dunia dan dan ADB menyatakan akan memberikan asistensi kepada Indonesia dalam restrukturisasi dan reformasi sistem perbankan dan reformasi yang berhubungan dengan sektor finansial publik dan capital market.

9 Desember 1 997

1 2 Desember 1 997
20 Desember 1 997
22 Desember 1997
3 1 Desember 1 997

6Januari1998

9Januari1998

10Januari1998

1 2Januari1 998
1 5Januari1 998

Rumors tentang terganggunya kesehatan Presiden Soeharto dan menurunnya nilai Won Korea, menekan rupiah hingga ke Rp. 4.600 per USD. Pembatalan rencana menghadiri pertemuan informal ASEAN Summit Meeting di Kuala Lumpur karena alasan kesehatan, menyeret nilai rupiah hingga level Rp. 5000. Presiden Soeharto memberhentikan empat direktur Bank Indonesia dan menggantikannya dengan orang-orang baru. Presiden Soeharto meminta Drs. Radius Prawiro memimpin tim khusus untuk menyelesaikan masalah utang luar negeri kelompok pengusaha swasta. Dia dibantu oleh tiga anggota tim lainnya: The Ning King dari Argo Manunggal Group, Anthony Salim dari Salim Group, and Rachmat Gobel dari Gobel Group. Pemerintah melakukan merger terhadap 7 bank pemerintah menjadi 3 bank dan membuka peluang kepada investor asing menjadi pemegang masyoritas saham. Bapindo.BBD, BDN dan bank Eksim akan dimerger menjadi satu bank, BRI tetap dan BTN masuk ke dalam BNL Presiden Soeharto menyampaikan RAPBN untuk tahun 1998/1999. Rupiah telah jatuh jauh mencapai Rp. 1 1.000/1 USD, dibanding rate sebelum krisis, Rp. 2.447/1 USD. Kepanikan membeli bahan makanan terjadi. Terjadi rush, masyarakat berbondong-bondong memborong makanan ke supermarket dan pasar tradisional sebagai antisipasi naiknya harga dan hilangnya berbagai komoditi. Presiden RI mengeluarkan Keppres 5/98; Proyek-proyek infrastruktur yang telah dihidupkan kembali melalui Keppres 47/97, ditangguhkan kembali melalui Keppres 5/98. Pemerintah memutuskan untuk meninjau ulang dan membatalkan 15 proyek skala besar, yang sebelumnya pada tanggal 1 Nopember 1997 diputuskan untuk dilanjutkan. **Letter of Intent kedua-**Presiden Suharto dan Camdessus dari IMF, menandatangani 50 butir kesepa-katan mencakup:

  • Macroeconomic Policies : Fiscal Policy, Monetary and Exchange Rate Policy,

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

  • Financial Sector Restructuring: Bank restructuring program, Strengthening the legal and supervisory framework for banking,
  • Structural Reforms : Foreign Trade and Investment, Deregulation and Privatization, Social Safety Net, Environment. Catatan: Dalam hal Financial Sector Restructuring, disepakati: The state banks will not be recapitalized except in conjunction with privatization Dalam hal Structural Reforms, disepakati: To achieve this transformation, the strategy called for foreign trade and investment to be further liberalized, domestic activities to be further deregulated, and the privatization program accelerated. At the same time, it envisaged that measures would continue to be taken to alleviate poverty. Dalam hal Program Penjaminan Pemerintah, terkait dengan Likuidasi Bank, disepakati dalam Lol bahwa "Bank Sentral akan menyediakan likuiditas kepada bank-bank sesuai dengan perkembangan keadaan". Hal tersebut, sesuai dengan pernyataan Presiden Suharto pada tanggal 16 januari yang intinya Presiden tidak akan melikuidasi bank lagi (Suara Pembaruan), bertentangan dengan kebijakan Pemerintah tanggal 3 September /997. Butir 1 3 Lol menyebutkan:
  • In recognition of the serious financial crisis facing Indonesia, the government has canceled 12 major infrastructure projects that had been reinstated earlier, including the Tanjungjati- C power plant.
    1 5Januari1 998 Presiden Suharto menandatangani Lol dengan IMF yang terdiri dari 50 butir kesepakatan program reformasi ekonomi. Program tersebut termasuk didalamnya penghapusan monopoli gula, terigu dan cengkeh; penghentian kartel semen, kertas dan plywood; dan pengurangan semua fasilitas tambahan yang diberikan negara terhadap proyek IPTN (Industi Pesawat Nasional Nusantara). Pertumbuhan ekonomi jatuh dari 4% ke 0%, nilai rupiah jatuh dari Rp.4000 ke Rp.5000 per USD dan harga BBM (Bahan Bakar Minyak)

23Januari1998

25Januari1 998

26Januari1998

27Januari27

10 Pebruari 1998
yang dipimpinnya secara langsung. Prof.

Widjojo Nitisastro ditempatkan sebagai sekretaris jenderal dan anggota lainnya terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bank Indonesia, Team Bantuan Asing dan beberapa pelaku bisnis besar yang terpilih. Dewan tersebut bertugas melakukan monitor dan pengawasan atas pelaksanaan program¬ program restrukturisasi ekonomi dan keuangan. Pemerintah mengeluarkan Keppres No, 24 Tahun 1998 tentang PenerbitanJaminanBank Indonesia, Serta Penerbitan JaminanBank Untuk Penerimaan Pinjaman Luar Negeri Oleh Bank Persero dan Bank Pembangunan Daerah YangTelah Diizinkan Melakukan Kegiatan Dalam Valuta Asing. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa industri otomotif nasional terpaksa akan menghentikan produksinya selama 3 bulan (hingga Maret 1998) kerena turunnya permintaan dan naiknya harga mobil secara drastis, akibat tingginya komponen impor mobil. Keppres No 26 tahun 1998 tentangJaminanPeme-rintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum Pemerintah mengeluarkan peraturan tentang penjaminan secara menyeluruh dana nasabah dan pinjaman perbankan nasional dengan Keppres No. 26 tahun 1998. Pada waktu tersebut juga dibentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN melalui Keppres No.27 Tahun 1998) yang ditugaskan untuk melaksanakan sistim penjaminan menyeluruh terhadap perbankan nasional serta melakukan tindakan-tindakan untuk penyehatan bank-bank yang bermasalah. Pemerintah melalui Bank Indonesia memberikan asuransi penuh liabilitas bank-bank lokal terhadap kreditor dan depositor. Pada saat yang sama, pemerintah membentuk BPPN untuk membantu restrukturisasi bank-bank komersial. Rencana currency board sebagai sistem manajemen valas menurunkan keseriusan terhadap pelaksanaan paket IMF.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

1 2 Pebruari 1998
16 Pebruari 1998
1 7 Pebruari 1998
18 Pebruari 1998
20 Pebruari 1998
21-22 Pebruari 1998
27 Pebruari 1998
1 Maret 1998
2 Maret 1998
3 Maret 1998
7 Maret 1998
World Bank memberikan dukungan terhadap sikapIMF yang menolak

pelaksanaan CBS (Currency Board System) di Indonesia. Nilai rupiah diperkuat menjadi Rp. 7. 1 75 dalam rangka mengantisipasi pelaksanaan CBS. Presiden Soeharto memecat gubernur Bank Indonesia akibat penolakannya terhadap rencana pemberlakuan CBS Presiden Suharto mengganti gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono dari jabatannya dan menggantikannya dengan Sjahril Sabirin. Presiden menginstruksikan Menkeu untuk melakukan pengembalian dana deposito dan tabungan di atas 20 juta rupiah pada bank-bank yang telah ditutup. Pemerintah mengalokasi Rp. 3.1 triliun untuk pengembalian dana nasabah pada 1 6 bank yang dilikuidasi Indonesia menunda rencana implementasi CBS, mengikuti anjuran negara-negara G7 (Group of Seven countries) dan IMF, yang mengancam akan memotong paket asistensinya sebesar 43 milyar USD Pemerintah menempatkan 54 bank bermasalah (4 bank negara, 1 1 bank pembangunan regional dan 39 bank swasta) di bawah bawah manajemen BPPN. Sidang Umum MPR untuk memilih presiden Indonesia untuk periode 1998-2003 dimulai (berakhir 1 1 Maret 1998). Dalam pidatonya, Presiden Soeharto menyampaikan konsep IMF Plus untuk mengatasi krisis moneter. Pemerintah menyatakan tingkat inflasi untuk Februari 1 998 mencapai 12,7%, menekan angka inflasi pada dua bulan pertama tahun 1998 pada angka 19,64%. OECF (Overseas Economic Cooperation Fund) Jepang menyepakati program pinjaman sektor senilai 2 Milyar Yen. IMF menunda pembayaran kedua bantuan senilai 30 Milyar USD (dari rencana dicairkan pada 15 Maret 1998). Pemerintah Indonesia dianggap tidak konsisten dalam menjalankan 50 butir reformasi ekonomi sesuai letter of Intent yang ditandatangani pada 15 Januari

1998.

10 Maret 1998
13 Maret 1998
14 Maret 1998
17 Maret 1998
19 Maret 1998
23 Maret 1 998
24 Maret 1998
30 Maret 1998
1 April 1998

A. Kronologi Ekonomi
Suharto terpilih menjadi Presiden untuk ketujuh kalinya (periode 1998-2003). Soeharto memilihB.J.Habibie sebagai Wakil Presiden. Panglima TNI,Jend. Wiranto memperingatkan mahasiswauntuk tidak melakukan aksi-aksi destruktif. Presiden Suharto mengumumkan Kabinet Pembangunan VII yang baru, salah satu menterinya adalah putri tertuanya. Sementara itu gerakan mahasiswa semakin marak dari berbagai perguruan tinggi berbeda dan bentrok dengan tentara. Menko Ekonomi, Keuangan dan Industri/ Kepala Bapenas Ginanjar Kartasasmita menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menjalankan CBS dalam waktu dekat, karena pemerintah tidak memiliki dana cadangan yang cukup. Struktur DPKEK (the Council for Economic and Financial Resilience) dirubah. Dalam sturktur baru Presiden Suharto tetap sebagai ketua, sementara Prof. Widjojo Nitisastro, yang sebelumnya sebagai sekretaris jenderal ditempatkan sebagai deputi. SekreterisJenderal ditempati oleh Anthony Salim (Salim Group). Pemerintah membatalkan pelaksanaan pajak penghasilan 5% pada transaksi valas, yang seharusnya dilaksanakan hari ini. Tingkat bunga deposit© satu bulan mencapai 67,5%, dodorong oleh kenaikan tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Dua hari kemudian, tingkat bunga deposito satu bulan turun menjadi 47,5%. Perbankan Jepang menyatakan akan menghapus hutang perusahaan swasta Indonesia sebesar 200 milyar Yen (US$ 1.5 billion). Pada saat yang bersamaan, sebuah tim dari Bundesbank tiba untuk membantu mempercepat reformasi perbankan Indonesia. Sementara itu, pemerintah menyetujui rencana merger antara Bursa EfekJakarta dan Bursa Efek Surabaya. Menteri Kehakiman Muladi menyatakan bahwa regulasi Kepailitan akan di terbitkan bulan depan. Regulasi tidak berbentuk hukum tetapi sebagai regulasi yang mengisi kekosongan hukum. Presiden Soeharto menginstruksikan para mentri untuk menyiapkan draft undang-undang anti monopoli. Pada saat yang bersamaan, seorang pejabat Bank Indonesia menyarankan dilaksanakannya “crawling band” yang bisa melakukan penguatan nilai rupiah dari Rp.. 7.000

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

pada akhir 1998 menjadi Rp. 5.000 pada akhir 1999. Si pasar mata uang, nilai rupiah tercatat Rp. 8.325 per 1 USD. 2 April 1998 Pemerintah menyebutkan bahwa tingkat inflasi pada bulan maret sebesar 5,49%, membuat tingkat inflasi pada caturwulan pertama tahun 1998 menjadi 25,13%. Mulai April 1998, Biro Pusat Statistik akan merubah formula penghitungan inflasi, mengikuti rekomendasi PBB, dalam upaya mendapatkan nilai inflasi yang mencerminkan kondisi ekonomi yang sedang berjalan. 4 April 1998 Pemerintah menunda penutupan 7 bank dan menjamin setiap uang yang dimiliki nasabah baik dalam bentuk tabungan maupun deposito. Pemerintah juga memasukan 7 bank swasta lainnya di bawah manajemen BPPN dan mengijinkan untuk tetap beroperasi seperti biasa. Sementara itu 40 lebih bank tetap berada dibawah pengawasan BPPN. 6 April 1998 Keppres No. 55 Tahun 1998 tanggal 6 April 1998 tentang Pinjaman Dalam Negeri Dalam Bentuk Surat Utang Pasal 3 ayat (3) menyatakan bahwa penerbitan surat utang diperuntukkan bagi pembayaran penggantian dana yang telah dikeluarkan Bank Indonesia terhadap bank-bank yang dialihkan kepada BPPN. Pasal 4 : Kewajiban yang timbul sebagai akibat diterbitkannya surat utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara. Perundingan selama tiga Indonesia dan IMF menyepakati lima hal pokok yang disebut minggu yang berakhir Rabu sebagai memorandum tambahan, satu di antaranya merupakan hal baru, yaitu masalah penyelesaian utang luar negeri swasta. 8 April 1998 pagi. * Pertama, kebijakan moneter yang tujuannya memperkuat nilai rupiah ke tingkat yang wajar.

  • Kedua, restrukturisasi perbankan. Ketiga, kebijakan fiskal,
  • Keempat, reformasi strukturai, Kelima, penyelesaian utang luar negeri swasta.
    8 April 1998 Setelah bernegosiasi selama kurang lebih 3 minggu, pada 8 April 1998, pemerintah Indonesia dan IMF menandatangani kesepakatan sebagai Memorandum Tambahan dari Letter of Intent yang telah

-3.2% of GDP*

Targeted < Rp. 6,000 per rupiah US$ 1 exchange value

Source: Memorandum Tambahan 10 April 10, 1998.

9 April 1998 Menteri Keuangan Fuad Bawazier menyatakan bahwa bank-bank yang memiliki asset produktif masih sehat dan diijinkan mendapatkan dana hanya Rp. 250 milyar (tidak Rp. 1 triliun) pada akhir 1998. Sementara itu, pemerintah membutuhkan laporan hutang-hutang perusahaan swasta secara periodik kepada Bank Indonesia. 10 April 1998 ** Letterof Intent*(Lol) ketiga dan MEEP ditandatangani.

  • Gubernur Bank Indonesia Sjahril Sabirin menyatakan Bl akan tetap menjaga suku bunga yang tinggi yaitu berkisar 47,5% dalam bulan-bulan mendatang.
    13 April 1998 Tingkat bunga tertinggi terjadi setelah persetujuan baru antara IMF dan Pemerintah Indonesia yang menguatkan nilai rupiah menjadi Rp. 7,675 per 1 USD. 14-17 April 1998. Pertemuan New York- Delegasi Indonesia diketuai oleh Radius Prawiro dan dihadiri oleh Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Gubernur Bl Syahril Sabirin, Direktur Bl Dono Iskandar, dimana Bl pada waktu itu masih merupakan bagian dari Pemerintah. Dalam pertemuan tersebut disamping membahas prinsip-prinsip dasar yang melandasi kerangka dasar penyelesaian utang luar negeri swasta Indonesia juga memutuskan untuk memperhatikan masalah tunggakan utang perdagangan (trade finance) dan utang perbankan Indonesia dengan perbankan luar negeri (money market line) serta masalah ekonomi Indonesia pada umumnya. Tim tersebut beranggotakan Anthony Salim dan Simon Subrata selaku Komite

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Penghubung, Ending Fadjar dan Djakaria dari Bl serta Glenn S Yusuf dan Rino Agung Effendi dari PT Danareksa. Pertemuan tersebut antara lain menghasilkan kesepakatan membentuk kerangka kerja yang didasarkan pada Ficorca Meksiko (1983) 22 April 1998 Pengumuman 32 nama bank yang berada dalam pengawasan BPPN, diluar 54 bank nasional yang berada dibawah pengawasan BPPn, 7 nank di dibatalkan, 7 bank di bawah manajemen BPPN, 32 bank menjadi perhatian BPPN dan 8 bank telah dikeluarkan dari list BPPN. 22 April 1998. Sidang DPKEU yang kedua Rabu ini dipimpin Presiden Soeharto di Bina Graha membahas lima mata acara, yaitu langkah-langkah yang telah diambil dalam rangka kebijaksanaan reformasi berdasarkan jadwal waktu. Kedua, penyelesaian masalah utang luar negeri swasta. Ketiga, penyelesaian masalah pembiayaan perdagangan. Keempat, kebijaksanaan pemberdayaan dan pendaya- gunaan BUMN. Kelima perkembangan upaya penyehat-an perbankan nasional I Mei 1998 Presiden Suharto menyatakan bahwa reformasi baru akan dimulai pada tahun 2003. Keesokan harinya, pernyataan tersebut dikoreksi dan menyatakan bahwa Presiden tengah menyiapkan rencana reformasi konstitusional. 4 Mei 1998 Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 77,70%. Kenaikan sebelumnya terjadi pada 7 Januari1993. Pemerintah juga menaikkan tarif listrik hingga 60%, yang dilaksanakan dalam tiga tahap (masing-masing 20% dalam bulan Mei, Agustus dan Nopember). Kenaikan BBM tersebut mengurangi subsidi pemerintah dari Rp. 16 triliun menjadi Rp. 6,18 triliun dan subsidi listrik dari I I triliun menjadi Rp. 2,3 triliun. Kenaikan ini diikuti kenaikan biaya transportasi (kenaikan terendah pada bus antarkota yaitu sebesar 14,28% dan tertinggi pada biaya penumpang kapal sebesar 105,73%). •Harga BBM lama dan baru Bahan Bakar Harga Lama Harga Baru Peningkitan (Rp.) (Rp.) (%) Super TT 1,500 77.70

fuel 360.0 500.0 38.89 Kerosene 280.0 350.0 25.00

Source: Keppres No. 69/1998, Kep. Direktur Pertamina No.

497/F 000/98/S3.

4 Mei 1998 Dewan eksekutif IMF menyelesaikan laporan pertama program ekonmoi Indonesia. Dana pinjaman sebesar 989,4 juta USD segera dicairkan. 6 Mei 1998 Nilai tukar rupiah merosot mencapai Rp. 8.700 per 1 USD, setelah sehari sebelumnya IMF mencairkan dana sebesar 1 milyar USD (dari nilai 3 milyar USD). Kerusuhan di Medan terjadi selama tiga hari dan banyak etnis China mengungsi ke Malaysia dan Singapura. Sementara itu, pemerintah mengumumkan tingkat inflasi untuk bulan April mencapai 4,70%. Metode baru penghitungan tingkat inflasi menghasilkan kumulasi inflasi dalam empat bulan pertama tahun 1998 sebesar 33,9%, diatas target tingkat inflasi 1998/1999 yaitu antara 17% hingga 20%. 7 Mei 1998 Bank Indonesia menaikkan Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia sekitar 4 hingga 12 point sebagai upaya meningkatkan nilai rupiah. Tingkat suku bunga deposito meningkat 40 hingga 62,5 %.

8-10 Mei 1998. Pertemuan Tokyo -Dalam pertemuan ini, delegasi Indonesia

diwakili oleh Bapak Radius Prawiro dan dari pihak Pemerintah, Menko Ekuin dan Ketua Bappenas-Prof. DR. Ginanjar Kartasasmita, Menteri Perindustrian dan Perdagangan-Bob Hasan, Ketua BPPN-Iwan Prawiranata, Direktur Bank Indonesia-Dono Iskandar, Dirjen Moneter dan Lembaga Keuangan Departemen Keuangan-Glenn Yusuf, beserta beberapa staf. Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari pertemuan di New York tanggal 14-17 April 1998 antara lain membahas:

  • Perkembangan ekonomi Indonesia.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Utang luar negeri perusahaan swasta.

Usulan penyelesaian utang perbankan Indonesia (bank debt). Usulan penyelesaian utang perdagangan (trade finance) pertemuan juga dihadiri pejabat-pejabat dari IMF, Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB), Dari tiga masalah yang dibahas, dua di antaranya telah berhasil disepakati. Yakni masalah utang sektor perban-kan dan pendanaan perdagangan. Untuk pendanaan perdagangan tetap diupayakan penyediaan kredit. Sementara masalah utang luar negeri yang jumlahnya diperkirakan mencapai US$ 63,6 miliar, akan dibawa pada pertemuan di Frankfurt. 9 Mei 1998 Presiden Soeharto meninggalkan Jakaratmenuju Kairo untuk menghadiri pertemuan G- 1 5, dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam waktu seminggu. 12 Mei 1998 Lima mahasiswa Universitas Trisakti meninggal akibat tertembak oleh pihak militer di dalam lingkungan kampus saat ribuan mahasiswa sedang melakukan aksi damai. Nilai rupiah turun 500 poin menjadi Rp. 9.200 per USD. 13 Mei 1998 Kerusuhan massa mulai terjadi di Jakartadan membuat rupiah melemah hingga Rp. 1 1.500 per USD. Menteri Negara BUMN, Tanri Abeng mengatakan akibat kerusuhan yang terjadi dua perusahaan asing membatalkan rencana mereka membeli saham-saham perusahaan publik Indonesia. 14 Mei 1998 Perusakan dan pembakaran oleh massa terus berlanjut dalam skala yang lebih besar diJakartadan sekitarnya. Menghancurkan ribuan bangunan komersial, mobil dan pemukiman. Supermarket dan bank-bank menjadi sasaran utama perusakan dan berhubungan dengan etnik pemiliknya. Korban terbakar ditemui mendekati angka 300 orang. Perumahan-perumahan yang menjadi sasaran pelemparan dan pembakaran berada di lokasi-lokasi real estate di mana banyak ditinggali oleh masyarakat etnis Cina. Perusakan dan pembakaran juga terjadi di Solo (Jawa Tengah), Padang (Sumatera Barata) dan Palembang (Sumatera Selatan). Kerusuhan terjadi di Jakarta, diperkirakan 1,180 orang meninggal dunia.

Nilai transaksi rupiah berada antara Rp. 10,400 to Rp. 12,250 per I USD. IS Mei 1998 Presiden Soeharto kembali lebih awal dari kunjungannya di Kairo. Dia membatah menyatakan bahwa ia siap mengundurkan diri. Pada hari yang sama, pemerintah menurunkanharga bahan bakar. Dengan persetujuan IMF, harga minyak tanah diturunkan 25% dari Rp. 350 menjadi Rp. 280 per liter, premium diturunkan 1 6,6% dari Rp. 1.200 menjadi Rp. 1.000 dan harga solar dari Rp. 600 menjadi Rp. 550. Tarif listrik akan diturunkan 3,9 % pada bulan Agustus dan 4.7% pada bulan Nopember. 16 Mei 1998 Presiden menyatakan rencananya melakukan pergantian kabinet. Sementara itu diperkirakan kerugian akibat kerusuhan yang terjadi mencapai 2,5 trilyun rupiah. 17 Mei 1998 Sebagian besar keduataan asing secara ofisial mengorganisir penerbangan untuk mengevakuasi staff mereka dari Indonesia. Keesokan harinya, Perdana Menteri Jepang Ryutaro Hashimoto meminta beberapa pesawat perangnya terbang ke Singapura untuk menyiapkan evakuasi warganya dari Indonesia. Sementara itu menteri Pariwisata dan Kebudayaan Abdul latief menyatakan mengundurkan diri kepada Presiden. Investor Taiwan (investor tersebesar keenam di Indonesia) membuat pernyataan bahwa mereka juga akan menunda rencana investasi di Indonesia atau menyusun rencana menarik investasinya dari Indonesia, sebagai reaksi peristiwa kekerasan yang terjadi terhadap etnis China di Indonesia. •Sikap ketidakpercayaan oleh beberaapa perusahaan Taiwan dan Jepang. Countr

y of Action taken
origin
Taiwan Secara
Company
VE Wong Corp.

langsung menahan rencana-rencana

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

President Taiwan Membata Enterprise Ikan rencana investasi. Chinese Taiwan Menolak Petroleum Corp. membaya r down- payment atas pemesan an crude oil dan gas dari Indonesia Sanyo Japan Menutup 5 pabrik. Sonny Japan Menutup 2 pabrik audio dan televisi. Sharp Japan Menutup 1 pabrik. Toyota Japan Menutup 2 pabrik. Nissan Japan Menutup 1 pabrik. Sumber: Kompas, / 8 Mei / 998. 18 Mei 1998 Sepuluh delegasi perguruan tinggi dan delegasi non mahasiswa mendatangi gedung DPR/MPR dan meminta MPR untuk mengadakan Sidang Istimewa untuk mengganti Soeharto. Pada hari itu juga, ketua DPR/MPR Harmoko membuat pernyataan publik, meminta Soeharto turun dari kursinya. Pada malam hari, Menhankam/Pangab Jend. Wiranto membuat pernyataan yang menyebutkan bahwa apa yang dinyatakan Harmoko hanyalah pernyataan individual 19 Mei 1998• 14 menteri mengundurkan diri.

  • Setelah pertemuan dengan 9 tokoh oposisi, Presiden Soeharto menyatakan bahwa Pemilihan Umum akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, sesuai dengan Undag-undang Pemilu, dalam rangka memilih Presiden Baru. la mengatakan bahwa ia tidak akan melarikan diri. Dalam rangka menyiapkan Pemilu yang baru, ia membentuk Komite Reformasi yang terdiri dari tokoh-tokoh sosial dan ahli-ahli dari Perguruan Tinggi. Tugas komite tersebut yaitu untuk menyusun undang-undang Pemilu, UU partai Politik,

Ekonomi

Struktur MPR, DPR dan DPRD, UU Anti Monopoli dan UU Anti-Korupsi.

  • Sementara itu ribuan mahasiswa mulai memenuhi halaman MPR/DPR, menuntut Soeharto mundur. World Bank mengeluarkan pernyataan menunda pencairan bantuan kepada Indonesia sebesar 1,
    225JutaUSD mengikuti

kekacauan politik yang terjadi di Indonesia. 20 Mei 1998 Jumlah mahasiswayang memadati halaman gedung MPR/DPR semakin bertambah menjadi puluhan ribu orang. Profesional dan kelompok masyrakat menengah menunjukkan dukungannya dengan memberikan bantuan uang, makanan dan lainnya kepada mahasiswa. Nilai rupiah mencapai Rp. 1 1.500 dan Index pada Bursa Efek Jakarta meningkat 2,46% menjadi 424,01 sebagai antisipasi turunnya Soeharto.. 21 Mei 1998. Suharto turun dari kursi kepresidenan yng telah dijabatnya selam 32 tahun dan menyerahkannya kepada wakil presiden Habibie sebagai pengganti. Dalam pernyataannya di TV, Presiden Habibie menunjukkan kesungguhannya untuk menjalankan “reformasi bertahap dan konstitusional" dan melaksanakan program ekonmi IMF. Sementara itu, mahasiswa menghendaki Habibie mengundurkan diri secepatnya. 22 Mei 1998 Presiden Habibie mengumumkan kabinetnya. Beberapa menteri lama termasuk di dalamnya atau berganti posisi. 23 Mei 1998 Pangkostrad Letjen. Prabowo Subianto digantikan oleh Letjen. Johny Lumintang. Setelah 17 jam kemudian, Menhankam/Pangab, Jend. Wiranto menyatakan bahwa Letjen.J. Lumintanghanyalah caretaker dan Letjen. Djamari Chaniago kemudian mengambil posisi menjadi Pangkostrad. Sementara itu pihak militer memaksa mahasiswa keluar dari halaman DPR/MPR. Mahasiswa kemudian berkumpul di kampus Atmajaya sebelum kembali ke kampusnya masing-masing. Pada hari tersebut, pemerintah menginstuksikan Pertamina untuk meninjau me-review kontrak-kontrak dengan perusahaan swasta yang mendapatkan keistimewaan-keistimewaan tertentu. Prosedur expor dan impor juga akan ditunjau ulang.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

24 Mei 1998 Direktur Bank Central Asia (BCA) mengatakan bahwa pemegang saham BCA memutuskan untuk meningkatkan investasi sebesar 1 triliun. la menolak rumor yang mnegatakan bahwa BCA akan dilikuidasi dan Liem Sioe Liong telah meninggal dunia. Berdasarkan pengakuannya 70% saham BCA berada di tangan keluarga Salim, sementara dua anak Soeharto (Sigit Harjojudanto and Siti Hardijanti Rukmana) memegang 16% dan 14% saham. Sementara itu ketua tim IMF Hubert Neiss, tiba di Jakartauntuk memulai program perbaikan pembangunan sosio-politik dan ekonomi di Indonesia, setelah sebelumnya dilakukan pencairan dana sebesar 1 juta USD, standby loan. 28 Mei 1998 BPPN mengambil alih otoritas dewan direksi BCA dan membentuk tim untuk penyehatan bank tersebut. Rush yang terjadi selama seminggu telah membuat Bank Indonesia mencairkan dana kredit melebihi 200% pembayran kapitalnya. BRI dan BNI akan membantu pelaksanaan operasi harian bank. Kepemilikan saham keluarga Soeharto dicurigai sebagai penyebab berlanjutnya rush. Sementara itu tim investigasi departemen koperasi menemukan bukti-bukti yang menunjukkan kejanggalan dalam proses take over 35% saham Tommy Soeharto dan Ricardo Gelael pada PT. Goro Yudhistira melalui Inkud. Presiden habibie dan DPR sepakat melaksanakan sidang istimewa MPR pada akhir tahun 1998 dan Pemilu pada tahun 1999. 1-4Juni1998. **Pertemuan Frankfurt-**Dalam pertemuan tersebut pihak Indonesia mengirim delegasi lengkap yang dipimpin Radius Prawiro. Dalam perjanjian penjaminan tersebut, pemerintah Indonesia bersama 1 3 banker Asing menyepakati bebe-rapa hal menyangkut upaya penyelesian utang luar negeri swasta Indonesia. Agar Frankfurt Agreement tersebut dapat dilaksanakan, maka perbankan Indonesia diharuskan menyelesaikan seluruh tunggakan interbank debt serta perdagangan internasional (trade finance arrears) dengan batas waktu sampai dengan tanggal 30 Juni1998, dan Pemerintah Indonesia bersedia memberikan talangan terhadap pembayaran tunggakan tersebut.

4Juni 1998Kesepakatan Frankfurt (Frankfurt Agreement): Indonesia dan Bank

Steering Committee(representasi bank-bank kreditor asing) sepakat menyusunframeworkuntuk restrukturisasi hutang luarnegeri dan menyusun fasilitas perdagangan untuk memfasilitasi mekanisme impor/ekspor. ISJuni1998 Pemerintah melalui Bl memberikan dana talangan pembayaran tunggakan trade finance dan interbank debt kepada perbankan internasional sesuai dengan kesepakatan pada Frankfurt Agreement. Sebagai landasan hukum pelaksanaan program penja-minan yang terkait dengan trade finance dan interbank debt exchange offer, pemerintah mengeluarkan Keppres No. 120/1998. 24Juni1998 LOI Keempat dan MEFP ditandatangani.

I₉₉₈ Jakarta, Kompas Harga BBM dan Tarif Listrik Naik, DPR Menolak Para wakil rakyat di DPR tetap menolak keputusan pemerintah hari Senin (4/5) yang menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) dan tarif dasar listrik (TDL). Keputusan itu dinilai, "Sepihak dan telah mengabaikan fungsi serta peran DPR".Demikian dikemukakan secara terpisah oleh Ketua F-PDI Budi Hardjono, anggota Komisi VIII DPR Eki Syachrudin dan Paskah Suzetta dari F-KP, anggota Komisi V DPR M Saleh Khalid dari F-PP, serta Ketua F-PP Hamzah Haz kepada pers, Senin.

Ketua DPR: Ubah UU Politik

Menanggapi desakan reformasi bidang politik yang kian gencar dari mahasiswa, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk mengajukan perubahan undang-undang dalam bidang politik melalui usul inisiatifnya. Diharapkan, beberapa produk baru perundang- undangan itu dapat segera berlaku. Pemilihan umum (Pemilu) 2002 dan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (SU MPR) 2003 juga diharapkan sudah mempergunakan undang-undang yang baru.

Republika BBM, Listrik, dan Angkutan Naik JAKARTA --Karena tak mampu lagi menanggung subsidi, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar rata-rata 45,7 persen dan tarif dasar listrik (TDL) 60 persen. Bersamaan dengan itu angkutan umum pun tarifnya terpaksa dikerek.

Pangab:Aksi Mahasiswa ke Jalan Mengarah ke Tindakan Anarkis JAKARTA-Menhankam/PangabJenderalTNI Wiranto, kemarin, kembali mengimbau mahasiswa agar tidak turun ke jalan. Bila ingin berunjuk rasa, katanya, sebaiknya dilakukan di dalam kampus saja. Sebab, menurutnya, aksi ke jalan selama ini telah terbukti mengarah ke tindakan anarkis dan destruktif.

bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Para mahasiswa, mulai dari Medan, Palembang, Bandarlampung, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Jember, Surabaya, Malang, Ujungpandang sampai Bali, mengadakan aksi jalan kaki (long march), menggelar spanduk dan poster, sambil meneriakkan yel-yel yang intinya menolak kenaikan harga BBM dan tarif listrik.Hampir sebagian besar aksi itu berlangsung tanpa bentrokan dengan aparat keamanan, kecuali di Medan, Yogyakarta Ujungpandang, Bandung, danJakarta. Di Ujungpandang,seorang mahasiswa tertembak. Di Jakartapuluhan mahasiswa Iuka-Iuka, dan di Yogyakarta empat orang masuk rumah sakit. Seperti di hari-hari sebelumnya, para mahasiswa menuntut dilakukannya reformasi sesegera mungkin, penghapusan paket lima undang-undang (UU) politik, dan penurunan harga-harga. Peluru karet Di Jakarta, tembakan peluru karet, lemparan batu, dan ledakan gas air mata, mewarnai aksi mahasiswa yang berlangsung di Universitas Mercu Buana (UMB), Meruya, dan Universitas Nasional (Unas), Pasar Minggu. Beberapa mahasiswa terluka karena terjangan peluru karet. sementara puluhan lainnya terluka di kepala dan memar karena batu atau pukulan rotan. Di Yogyakarta, bentrokan antara aparat keamanan dengan mahasiswa terjadi dalam aksi keprihatman lebih dari 12 jam di sepanjangJalanGejayan, Sleman. Dalam bentrokan itu, 13 mahasiswa ditahan, puluhan belum diketahui nasibnya, empat masuk rumah sakit, dan puluhan sepeda motor rusak. Di Bandung, ribuan mahasiswa IKIP Bandung, turun ke JalanSetiabudi (depan kampus) memprotes kenaikan harga BBM yang dinilainya sepihak, tanpa mendengarkan suara wakil rakyat. Di Palembang, mahasiswa Universitas Sriwijaya dan Universitas Tridinanti mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan untuk berdialog dengan Gubernur Ramli Hasan Basri guna memprotes kenaikan harga BBM.

Mereka Kini hanya Makan Nasi Berlauk Garam

Kliwon, penarik becak di Kotif Purwokerto, hanya bisa pasrah ketika mendengar kabar bahwa pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Bagi dia, kabar itu benar-benar petaka. Terbayang di benaknya, harga kebutuhan pokok akan berlari menjauhi kemampuannya.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Kamis, 7 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Bentrokan Aparat dengan Mahasiswa di Tiga Kota

Bentrokan antara mahasiswa dengan aparat keamanan terjadi di Yogyakarta, Jakarta, dan Jember. Di Yogyakarta, polisimenahan sedikitnya 29 orang menyusul bentrokan antara mahasiswa dengan aparat keamanan sejak Selasa (5/5) hingga Rabu (6/5) pukul 04.00. Sementara itu, Posko Pengaduan IKIP Yogyakarta dan Posko Pengaduan Universitas Sanata Dharma (USD) melaporkan, lebih dari 50 orang dinyatakan hilang, setelah aparat keamanan melaksanakan aksi pembersihan (sweeping) ke dalam kampus IKIP dan USD.Posko mengklaim 29 orang yang ditahan itu mengalami Iuka-Iuka. Namun, klaim itu dibantah oleh Kepala Polres (Kapolres) Sleman Letkol (Pol) Bambang PH, yang mewakili Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DI Yogyakarta. 1 5.000 mahasiswa Selain di Yogyakarta, Jakarta, dan Jember, aksi mahasiswa juga berlangsung di Ujungpandang, Denpasar, Padang, Jambi, Solo, Mataram, dan Banda Aceh. Di Ujungpandang, sekitar 15.000 mahasiswa kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi keprihatinan. Mereka memblokir jalan dengan membakar ban-ban bekas di tengah jalan. terutama di sepanjang JalanUrip Sumoharjo danJalanPerintis Kemerdekaan. Suasana lalu lintas kota diwarnai dengan aksi arak-arakan mahasiswa dengan sepeda motor atau mobil bak terbuka, dengan meneriakkan yel-yel dan mengibar-ngibarkan bendera setengah tiang. Sesuai hukum Menanggapi kasus penembakan terhadap Arfah Syarif (24), mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI), hari Selasa lalu pimpinan lembaga mahasiswa UMI mengelurkan manifesto yang mengutuk tindakan represif petugas keamanan dalam menangani unjuk rasa mahasiswa. Mereka menuntut agar Komandan Polisi Militer Kodam Vll/Wirabuana menindak tegas pelaku penembakan dengan menyeretnya ke Mahkamah Militer, dan menuntut Kapoltabes Ujungpandang, Kolonel (Pol) JusufManggabaram mengundurkan diri. Kepala Penerangan Kodam Vll/Wirabuana. Letkol (CZI) Gautama Wiranegara, seusai rapat koordinasi Bakorstanasda (Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional Daerah) Sulawesi, di Ujungpandang, Rabu (6/5), secara tegas mengatakan kasus penembakan itu tidak perlu diproses hukum, karena sudah dilakukan secara prosedural sesuai hukum. Sudah anarkis Sebelum Sidang Kabinet Terbatas bidang Ekuin, di Bina Graha, Jakarta, kemarin, kepada wartawan, Menko Polkam Feisal Tanjung mengatakan, kegiatan dan demonstrasi

Pemberitaan Media

mahasiswa sudah melenceng dari saluran yang ada, bahkan telah sampai pada tahap anarki dan melanggar hukum. "Kelihatan sudah melenceng itu, membakari rumah kok masih dalam saluran. Anarki itu, melanggar hukum," tegasnya.

Kerusuhan Meluas ke Pinggiran Kota Medan

MEDAN-Aksi pengrusakan dan pembakaran masih berlanjut di Medan. Aksi destruktif yang melibatkan ribuan massa tersebut meluas ke wilayah-wilayah lain di pinggiran selatan kota bahkan ke wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Jumat, 8 Mei I 998
Jakarta, Kompas
Aksi Mahasiswa Meluas, Korban Terus Berjatuhan

Gelombang aksi keprihatinan mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia, Kamis (7/5), diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan korban berjatuhan di kedua pihak. Namun korban di pihak mahasiswa melonjak dibandingkan aksi-aksi sebelum ini, akibat terjangan peluru karet, lemparan batu, dan pukulan. Bentrokan terparah terjadi di UniversitasJenderalSoedirman Purwokerto, Universitas Jayabaya dan Gunadarma Jakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta.Di Unsoed Purwokerto, 65 mahasiswa Iuka-Iuka dan menurut Pembantu Rektor III Unsoed, Komari SH M Hum, 28 orang di antaranya terpaksa dirawat di rumah sakit (RS). Mereka yang dirawat itu, kebanyakan Iuka-Iuka di kepala akibat terkena pentungan dan peluru karet. Delapan mahasiswa di antaranya Iuka berat, yakni patah kaki, tangan dan seorang patah tulang pinggulnya. Posko gabungan mahasiswa mencatat sembilan mahasiswa belum diketahui keberadaannya. Tujuh hilang di Yogya Menyusul bentrokan berdarah yang terjadi di Yogyakarta sepanjang Selasa dan Rabu kemarin, Kapolda DI Yogyakarta (DIY) Koi (Pol) Drs Bani Siswono mengeluarkan aturan baru yaitu membatasi demonstrasi mahasiswa di seluruh wilayah DIY hanya sampai pukul

14.00 siang. Lewat waktu itu, aksi akan dibubarkan petugas tanpa negosiasi dengan penanganan bertingkat dari semburan air, gas air mata, penggunaan peluru karet, dan jika perlu peluru tajam. Intel ketahuan Suasana panas mewarnai unjuk rasa mahasiswa di kampus IKIP Jakarta, ketika mereka "menangkap" seorang yang mereka duga intel TR (26) yang sedang memonitor kegiatan mahasiswa IKIP, sekitar pukul 12.30. Dari tasnya ditemukan dua lembar kartu tanda mahasiswa (KTM) IKIP, satu atas namanya dan satu lagi masih kosong, satu pistol, alat perekam, dan catatan-catatan yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Medan Terkendali, Padang Lumpuh

MEDAN--Datangnya bantuan pasukan Kostrad dari Jakarta, berhasil meredam aksi kerusuhan di kota Medan. Namun, beberapa aksi destruktif di daerah-daerah sekitar Medan, seperti Deli Serdang, Tanjungmorawa, Pematang Siantar, dan Tebing Tinggi belum terkendali sepenuhnya.

Sabtu, 9 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Aksi Mahasiswa
Bentrok di Solo, Yogya, dan Samarinda

Secara umum aksi mahasiswa hari Jumat(8/5) di berbagai kota berlangsung damai, kecuali di Solo, Yogyakarta, Samarinda, dan di Jakarta, khususnya di depan gedung MPR/DPR dan di sekitar kampus Universitas Trisakti Jalan KyaiTapa. Di Solo, terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa. Sebanyak 25 pengunjuk rasa Iuka-Iuka akibat tembakan peluru karet yang dilepas aparat, dan lebih dari 100 Iuka-Iuka akibat lemparan batu dan gebukan. Dari jumlah itu, 30 korban dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Dr Moewardi, dan I I menjalani rawat inap. Tidak diketahui apakah ada aparat keamanan yang terluka dalam bentrokan itu. Peluru karet Unjuk rasa di Solo diikuti sekitar 5.000 orang, yang dari mahasiswa yang tergabung dalam SMPR (Slodaritas Mahasiswa Peduli Rakyat), pelajar SMU, dan masyarakat. Bentrokan terjadi mulai pukul I 1.40 WIB, saat aparat keamanan mendesak peserta aksi untuk mundur ke arah gerbang kampus, namun mendapat perlawanan. Warga sekitar hadir Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di JalanKyai Tapa,JakartaBarat, membuat lalu lintas di jalan itu lumpuh, dan memacetkan jalan-jalan sekitarnya. Sebab, hampir dua jam ditutup oleh petugas, terutama dari arah Roxy ke Grogol. Dijaring Polda Di depan pintu masuk ke halaman Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, sekitar 150 anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) JakartaTimur melakukan aksi bungkam. Sedianya mereka ingin melakukan aksi bungkam di Gedung MPR/ DPR, tetapi keinginan itu tidak sempat terlaksana, karena mereka ditahan aparat di depan pintu masuk.

B. Pemberitaan Media

16 Guru Besar Berembuk di ITB: Ajak Wujudkan Reformasi Menyeluruh

BANDUNG-Enam belas guru besar dari lima perguruan tinggi negeri papan atas Indonesia, kemarin, di ITB, merembukkan masalah reformasi. Usai pertemuan, mereka mengeluarkan pernyataan bersama yakni mendukung aspirasi mahasiswa tentang reformasi dan mengajak semua pihak untuk menggalang kerja sama dalam mewujudkan reformasi menyeluruh.

Minggu, 10 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Aksi Mahasiswa Tewaskan Perwira Polisi

Aksi mahasiswa di Bogor, Sabtu (9/5) menewaskan Letnan Dua (Pol) Dadang Rusmana, Kepala Satuan Intelijen Kepolisian Resor Bogor. Beberapa mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) Ciawi, Kabupaten Bogor, memukul kepala Dadang dengan batu, dan meninggal di rumah sakit beberapa saat kemudian. Perwira polisi lulusan Sekolah Calon Perwira ini, meninggalkan seorang istri dan dua anak.Perwira lain, yang menjadi korban pemukulan mahasiswa Unida, adalah Kapten (Inf) Ali, Kepala Seksi Intelijen Komando Distrik Militer Bogor. Ali mengalami Iuka parah dan masih dirawat di Rumah Sakit Salak Bogor. Bentrokan Di Bandung, bentrokan terjadi antara aparat dengan mahasiswa di JI Dipati Ukur, depan kampus Universitas Padjadjaran (Unpad). Sejumlah mahasiswa dan aparat mengalami Iuka-Iuka. Unjuk rasa juga terjadi di depan kampus Sekolah Tinggi Sains Teknologi, Universitas Pasundan, dan Universitas JenderalAhmad Yani. Namun aksi di tiga kampus itu cenderung terkendali. Massa sekitar 2.000 orang dari Unpad, Institut Teknologi Adityawarman, Universitas Pasundan, Universitas Islam Bandung. Institut Teknologi Bandung, Universitas Winaya Mukti serta Institut Koperasi Indonesia. Mahasiswa juga menggelar mimbar bebas dengan menampilkan Harry Roesly dan Prof Dr Sri Sumantri. Di Jakarta, unjuk rasa mahasiswa Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Jakarta diwarnai bentrokan dengan aparat. Sebanyak 20 mahasiswa Iuka-Iuka, tujuh di antaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Awalnya, unjuk rasa mahasiswa USNI bersama mahasiswa STMIK Budi Luhur, Universitas Muhammadiyah Jakarta(UMJ) dan Universitas Moestopo (Beragama), berlangsung damai. Bentrokan terjadi saat ada lemparan batu terhadap petugas dari arah luar kampus (bukan dari arah mahasiswa). Aparat yang marah

Mei 1 998: Fakta. Data dan Analisa

menyerang mahasiswa, sementara mahasiswa yang merasa tidak bersalah balas menyerang. Bentrokan berlangsung sekitar 1 5 menit. Aksi damai juga dilakukan sekitar ISO mahasiswa Universitas Attahiriyah Jakarta, dan sempat terhenti karena dihalau aparat. Aksi damai digelar di beberapa perguruan tinggi Jakarta, Bina Sarana Informatika, Swa Dharma, Bina Nusantara, Satya Negara, Al Kamal. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta(UMJ) melakukan aksi "simpatik" di ruas jalan Ir H Juanda, dengan memberi air minum kemasan kepada sopir angkutan umum secara gratis. Setiap kemasan dilengkapi secarik kertas berisi pesan mahasiswa untuk masyarakat luas. "Rakyat sengsara mahasiswa ikut merasakan. Rakyat dan mahasiswa bersatulah untuk perubahan," bunyi pesan itu. Yogyakarta Di Yogyakarta, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kolonel (Pol) Bani Siswono mengemukakan, polisi masih menyelidiki apakah tewasnya Moses Gatutkaca (40) akibat unjuk rasa yang berlangsungJumat hinggaSabtu (8-9 Mei) subuh. Polisi sama sekali belum memperoleh laporan adanya korban tewas akibat unjuk rasa mahasiswa. Aksi unjuk rasa kemarin berlanjut, dimulai dari kampus Instiper (Institut/Sekolah Tinggi Pertanian) Yogyakarta, disusul aksi demonstrasi dari Kampus IAIN Sunan Kalijaga hingga malam hari. Kapolda Yogyakarta menegaskan, aparat keamanan tetap mentolerir aksi unjuk rasa, selama dilakukan di kampus. Aksi keprihatinan juga terjadi di Semarang, Surabaya, Mataram, Ujungpandang, Pontianak, dan Banda Aceh. Di Padang, tidak ada aksi mahasiswa, tetapi isu akan adanya unjuk rasa sempat membuat sebagian besar toko-toko di pusat kota tutup. (Tim Kompas)

Kerusuhan Medan bukan Shock Therapy

JAKARTA —Kadispen Polri Brigjen Pol Da'i Bachtiar membantah anggapan kerusuhan di Medan dan daerah lain merupakan rekayasa untuk membuat shock therapy agar peristiwa tersebut tak terjadi diJakarta.

Jakarta, Kompas
Presiden Soeharto:
Peliharalah Stabilitas

Presiden Soeharto menyatakan, mengetahui keadaan dan keprihatinan rakyat, tetapi juga percaya, rakyat lebih mementingkan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan sendiri."Saya percaya, rakyat menyadari betapa pentingnya stabilitas nasional, khususnya stabilitas politik. Lebih-lebih di saat kita akan mengadakan perbaikan-perbaikan akibat krisis. Semua ini memerlukan ketenangan, keamanan, dan ketentraman," kata Presiden

B Pemberitaan Media

kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (9/5), sesaat sebelum keberangkatannya ke Cairo untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-15.

Selasan, 12 Mei 1998
Delapan Aktivis Dinyatakan Hilang

SOLO-Sejumlah aktivis dilaporkan hilang, menyusul terjadinya bentrok antara aparat keamanan dengan mahasiswa yang tengah melakukan aksi unjukrasa di kampus UNS Solo, Jumatpekan lalu.

Jakarta, Kompas
Insiden di Universitas Trisakti
Enam Mahasiswa Tewas

Enam mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, tewas terkena peluru tajam yang ditembakkan aparat keamanan sewaktu terjadi aksi keprihatinan ribuan mahasiswa yang berlangsung di kampus Universitas Trisakti, Grogol, JakartaBarat, Selasa (12/5). Keenam mahasiswa itu tertembak sewaktu berada di dalam kampus oleh berondongan peluru yang diduga ditembakkan oleh aparat yang berada di jalan layang Grogol (Grogol fly over). Puluhan mahasiswa lainnya menderita Iuka-Iuka berat dan ringan.Nama para korban adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Arsitektur, angkatan 1996), Alan Mulyadi (Fakultas Ekonomi, angkatan 96), Heri Heriyanto (Fakultas Teknik Industri JurusanMesin, angkatan

95) Iuka tembak di punggung, Hendriawan (Fakultas Ekonomi
JurusanManajemen, angkatan 96) Iuka tembak di pinggang, Vero (Fakultas Ekonomi, angkatan 96), dan Hafidi Alifidin (Fakultas Teknik Sipil, angkatan 95) Iuka tembak di kepala. Seruan nasional Segera setelah insiden berdarah itu, keluarga besar Universitas Indonesia dalam pernyataannya Selasa malam menyatakan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas korban yang gugur tersebut. "(Kami) mengutuk sekeras-kerasnya tindakan yang telah dilakukan terhadap para korban dan menuntut pertanggungjawaban yang jelas dan tuntas," tekan pernyataan itu. "Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, mulai hari ini (Rabu) menggunakan pita hitam di lengan kiri sebagai tanda berkabung nasional dan sebagai lambang dari perjuangan reformasi dan suksesi kepemimpinan nasional, sampai perjuangan ini tuntas mencapai hasilnya," tutur mereka. Mereka juga menuntut segera dilaksanakannya sidang istimewa MPR sebagai wujud nyata upaya merealisasikan reformasi dan suksesi kepemimpinan nasional.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Rabu, 13 Mei 1998
Mahasiswa Trisakti Bentrok Dengan Aparat, 6 Orang Tewas

JAKARTA --Enam mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) kemarin meninggal setelah terjadi bentrokan antara aparat keamanan dengan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menuntut reformasi yang digelar di kampus mereka. Puluhan pengunjuk rasa lainnya terluka terkena pukulan dan peluru, sebagian harus dirawat.

Kamis, 14 Mei 1998
Cairo, Kompas
Kalau Rakyat tak Lagi Menghendakinya
Presiden Siap Mundur

Presiden Soeharto mengemukakan, kalau memang rakyat tidak lagi menghendaki dirinya sebagai Presiden, maka ia siap mundur. la tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. la akan mengundurkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, dan dengan keluarga, anak-anak dan cucu-cucu. Namun, Presiden menggarisbawahi bahwa semua itu harus dilakukan secara konstitusional. "Kalau ada yang ingin melakukannya secara inskonstitusional, maka itu berarti mengkhianati Pancasila dan UUD 1945," kata Presiden Soeharto dalam acara temu muka dengan masyarakat Indonesia di Mesir, Rabu (13/5). Dalam acara itu, Presiden bercerita mengenai berbagai hal secara panjang lebar. Demikian dilaporkan wartawan Kompas,JOsdar dan Musthafa Abd Rahman melalui telepon semalam.

Kamis, I 4 Mei I 998
Jakarta, Kompas
Masyarakat Berkabung

Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Jakarta, aktivis, tokoh masyarakat, artis, dosen, dan berbagai kelompok profesi lainnya, Rabu (13/5) siang, berbaur menjadi satu di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, untuk mengantar jenazah mahasiswa Universitas Trisakti "Pejuang Reformasi", Elang Mulya Lesmana dan Heri Hartanto, ke tempat peristirahatannya yang terakhr. Bukan perusuh Sebelum pemakaman, suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Sjahir Mulyo Utomo (70) di Cempaka Putih Timur RT 18/03, JakartaPusat, orangtua almarhum Hery Hartanto (21). Menunggui jenazah anaknya yang baru tiba di rumah duka pagi hari, Ny Lasmiati terus menangis dan tidak bisa menerima kenyataan kenapa anaknya begitu cepat pergi. "Anak

Pemberitaan Media

saya bukan perusuh, kenapa ditembak?" isaknya beberapa kali. Tanto memang anak kesayangannya. la satu-satunya anak laki-laki. Pahlawan reformasi Lima mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) yang tewas diterjang peluru tajam petugas keamanan -bukan enam sebagaimana diberitakan sebelumnya-didaulat sejumlah tokoh menjadi "Pahlawan Nasional Reformasi". Dengan tewasnya lima mahasiswa itu diharapkan semangat reformasi tidak menyurut dan justru sebaliknya menjadi pemicu gerakan moral yang lebih efektif menyuarakan reformasi total di Tanah Air. Ditetapkan juga bahwa tanggal 12 Mei 1998 sebagai hari berkabung nasional bagi mahasiswa dan rakyat seluruh Indonesia.

KeJakarta Mencari llmu, Mendapat Peluru

"Terakhir kali saya melihatnya 31 Agustus 1996, sebelum ia berangkat ke Jakarta," ajar Ny Karsiyah terisak-isak. la adalah ibu kandung dari Hendriawan, anaknya semata wayang yang menjadi mahasiswa Universitas Trisakti Fakultas EkonomiJurusanManajemen Angkatan '96, yang tewas tertembak dalam aksi keprihatinan mahasiswa Trisakti Selasa lalu. Sang Ibu menambahkan, Hendriawan sempat minta dibuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan meminta doa restunya karena akan menghadapi ujian tengah semester.

Jakarta, Kompas
Protes dan Berkabung Warnai Aksi Mahasiswa

Aksi mahasiswa di berbagai kota Rabu (13/5) diwarnai protes atas kekerasan yang dilakukan aparat keamanan, dan berkabung atas tewasnya lima mahasiswa Universitas Trisakti dalam aksi unjuk rasa, Selasa (12/5). Sejak pagi mahasiswa melakukan aksi damai dengan menggelar mimbar bebas di kampus-kampus. Di beberapa kota juga diadakan shalat gaib untuk mendoakan para mahasiswa yang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa.

Jakarta, Kompas
Staf Pengajar UI:
Jajaran Komando Operasi Pengamanan Kampus Trisakti Harus Dikenai Sanksi

Puluhan dosen Universitas Indonesia (UI) yang mewakili seluruh staf pengajar UI menyampaikan pernyataan keprihatinan atas tewasnya lima mahasiswa Trisakti dalam unjuk rasa yang dilakukan di Kampus TrisaktiJakarta. Pernyataanitu disampaikan dalam pertemuan dengan Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPR di Gedung DPR Senayan Jakarta, Rabu (13/5).

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Jakarta, Kompas
Insiden di Universitas Trisakti Tindak Kejahatan

Insiden di kampus Universitas Trisakti Jakartayang berlangsung Selasa (12/5) lalu, merupakan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain cara-cara kekerasan seperti itu harus dihentikan, mereka yang terlibat juga harus dimintai pertanggungjawaban. Demikian komentar para tokoh masyarakat yang berbondong-bondong datang ke kampus Trisakti, Rabu, untuk menyatakan belasungkawa terhadap tewasnya mahasiswa perguruan tinggi itu akibat terkena peluru yang dilepaskan aparat keamanan.

Jakarta, Kompas
Jakarta Dilanda Kerusuhan Massa

Kerusuhan massa yang diwarnai aksi perusakan dan pembakaran bangunan dan kendaraan bermotor melanda sebagian Jakarta, Rabu (13/5). Kerusuhan bermula dari kawasan di sekitar Kampus Trisakti yaitu JalanDaan Mogot,JalanKyai Tapa,JalanS Parman. Menjelang sore hari aksi perusakan dan pembakaran meluas ke kawasan Bendungan Hilir, Kedoya, JembatanBesi, Bandengan Selatan, Tubagus Angke, Semanan, Kosambi. Massa yang berdiam di kawasan sekitar kampus Trisakti mulai menyemut sekitar pukul

11.30 WIB. Ribuan mahasiswa Trisakti yang sedang mengadakan aksi berkabung atas gugurnya rekan-rekan mereka dengan disiplin dan tegas melarang mahasiswa keluar kampus atau mendekati pagar kampus, untuk menghindari insiden yang tak diinginkan. Sekitar pukul 1 2.00 WIB terjadi pembakaran sebuah truk sampah di perempatan jalan layang. Massa kemudian melempari barisan aparat yang memblokir jalan di depan Gedung Mal Ciputra dengan batu, botol dan benda lainnya. Mereka juga mencabuti dan merusak rambu-rambu lalu lintas maupun pagar pembatas jalan. Aparat kemudian mengeluarkan rentetan tembakan peringatan dan gas air mata, yang membuat massa tunggang langgang. Di JI Daan Mogot, massa mengamuk dengan membakar dan merusak gedung maupun mobil. Situasi memprihatinkan terlihat di parkiran mobil yang terletak di belakang gedung Mal Ciputra. Area ini biasa digunakan sebagai tempat parkir mahasiswa Trisakti maupun Tarumanegara. Sekitar 15 mobil hangus terbakar dan sembilan lainnya hancur total. Isi mobil telah dijarah terlebih dahulu oleh massa sebelum dihancurkan. Massa juga membakar sebuah bus yang berada di area parkir. Buku-buku kuliah, diktat, tanda identitas mahasiswa tampak berserakan di antara bangkai mobil. Di lintasan kiri maupun kanan Daan Mogot, kaca-kaca gedung hancur berantakan. Tiga kios yang berada di pompa bensin hangus terbakar. Di area parkir PT Putra Surya Multidana, enam mobil dibakar dan satu dirusak. Hotel Daan Jaya hangus terbakar dan kobaran apinya

di belakangnya, yaitu sebuah diskotek. Gedung BCA, rumah bilyar, dan sejumlah gedung yang berada di jajarannya ikut jadi korban amukan massa. Sekitar pukul 15.30 WIB tiga helikopter terbang rendah dan berputar-putar meminta agar massa yang berada di kawasan Daan Mogot cidak berkerumun dan pulang ke rumah. Di JI S Parman, khususnya di depan Mal Ciputra, Pasukan Huru-hara (PHH) berseragam hitam menutup hampir semua badan jalan. Kekuatan aparat yang semula sekitar 200 orang terus bertambah lapisannya. Bentrokan antara aparat dan massa berlangsung mulai siang hingga sore hari yang menyisakan batu-batu dan pecahan beling/botol di seluruh badan jalan. Menjelang maghrib, massa masih terus bergerombol di pinggiran jalan layang Grogol dan di depan Ukrida. DiJIKyai Tapa, massa melempari petugas keamanan dengan batu maupun botol. Aparat yang mengintai di Pos Polisi Grogol membalasnya dengan tembakan dan gas airmata serta semburan water canon. Sebuah kios oli di pompa bensin JIKyai Tapa terbakar habis. Sebuah truk besar B-9856-HB yang dinaiki banyak massa dengan kibaran bendera Merah Putih sengaja didorong ke arah petugas. Dengan menggunakan ganjal, truk dijalankan tanpa sopir dan diarahkan ke pos polisi. Namun luput, truk terus meluncur ke arah kerumunan massa yang dijaga ketat aparat keamanan dari Korps Marinir. Massa yang melihat tak menduga truk itu tak ada sopirnya. Baru setelah makin dekat, massa sadar dan sambil berteriak-teriak berusaha menghindar. Dua warga tertabrak dan langsung tewas. Mayatnya dilarikan ke RS Sumber Waras. Truk baru berhenti setelah menabrak trotoar. Massa kemudian membakar truk itu. Nama kedua korban tidak diketahui, karena tidak ada identitas apa pun di kantung masing-masing. Dari data di Pos Kesehatan Universitas Trisakti sampai sekitar pukul 16.00 WIB sedikitnya sembilan orang terkena tembakan. Di klinik, Iuka-Iuka korban yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa tersebut dijahit oleh tim kesehatan. Data tersebut belum termasuk mereka yang terluka dalam insiden diJIDaan Mogot. Menurut seorang paramedis yang merawat korban, hanya tiga orang yang terkena tembakan peluru karet, namun lainnya terkena peluru tajam. Mereka adalah Dominic (terkena bahu), Rusman (paha kiri), Nju siswa STM Pluit (dada kiri),Junaedi(kepala), Suhemi (dada kiri), Cahyadi (kepala), Dahlan, Uke (kepala), Samuel Napitupulu dan Muhammad Ikhsan terkena peluru tajam pada bagian pundak belakang. Massa juga menyerang pos polisi Grogol dengan lemparan batu. Untuk membubarkan massa yang terus menyerang, sesekali aparat keamanan yang berjaga di depan pos polisi menembakkan senjata ke udara dan gas air mata. Namun, setelah tembakan selesai, massa kembali mendekati pos dan melemparinya. Sudirman-Benhil

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kerusuhan massa meletus di kawasan bisnis JI JenderalSudirman, tepatnya di depan Gedung Wisma GKBI, Gedung BRI I dan II, serta pasar dan pusat pertokoan Bendungan Hilir (Benhil). Kerusuhan mengakibatkan sedikitnya dua ruko di pertokoan Benhil rusak dan dua mobil terbakar. Lalu lintas dari arah jembatan Sudirman ke Semanggi dan sebaliknya terhenti sekitar dua jam. Kerusuhan bermula ketika ratusan mahasiswa Unika Atma Jaya menggelar aksi keprihatinan dan duka cita bagi para mahasiswa yang menjadi korban dalam insiden di Universitas Trisakti, sekitar pukul 13.00. Aksi ini disambut ratusan pegawai yang berkantor di depan kampus Unika Atma Jaya dan warga yang tinggal di kawasan Benhil dan seputar kampus. Gabungan pegawai dan warga itu berdiri di depan Gedung BRI I dan II, yang berhadapan dengan Kampus Unika Atma Jaya. Puluhan aparat keamanan dari Polri membubarkan kerumunan warga, yang disambut lemparan batu. Gas air mata ditembakkan dan aparat pun mengejar orang-orang yang dicurigai melakukan pelemparan. Akibatnya, para pegawai berlarian masuk kantor kembali. Namun konsentrasi warga tetap terbentuk di depan Gedung BRI I dan II. Sementara itu, di pertigaan jalan di depan pertokoan Benhil, massa yang berkumpul melempari polisi dengan batu. Sekitar pukul 16.15, berdatangan pasukan PHH dengan berjalan kaki dari arah JISudirman, diikuti sebuah truk pengendali massa. JakartaBarat Selepas pukul 18.00 WIB keberingasan massa mulai muncul di berbagai kawasan, terutama diJakartaBarat. DiJIBandengan Selatan, Tubagus Angke, dan JembatanDua, massa mulai menjarah rumah-rumah warga. Beberapa toko bahkan dibakar. Di Bojong, sebuah pasar swalayan mini dibakar massa. DiJILingkar Luar Barat, massa menghadang dan menjarah setiap kendaraan yang melintas. Massa juga menghancurkan Mal Puri Indah dan Green Garden. Hingga larut malam, pembakaran gedung, mobil dan penjarahan toko masih berlangsung, terutama di sekitar kawasan Angke,Jakarta Utara.Suasana mencekam masih ditambah padamnya lampu penerangan jalan dan gedung-gedung. Kerumunan massa tampak di sepanjangJIDaan Mogot ke arah Cengkareng. Di jalan tersebut, sekitar 500 meter dari Stasiun TV Indosiar terlihat sebuah sedan teronggok habis terbakar. Di Taman Harapan Permai, sebuah pertokoan dan rumah duka dibakar massa. Sementara itu, nyala api terlihat di beberapa tempat diJakartaUtara, seperti Gedongpanjang, Angke, danJembatanTiga. Wilayah-wilayah tersebut tampak gelap. Suasana lalu lintas di jalan-jalan seperti Gajahmada dan Hayamwuruk yang biasanya sampai

B. Pemberitaan Media
pukul 24.00 WIB masih ramai, Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB sudah sangat lengang. Hanya satu dua kendaraan yang melintas. Di atas jalan tol depan Taman Harapan Permai, beberapa pengendara mobil dan motor memarkir kendaraannya. Di samping pengemudinya hendak melihat peristiwa, banyak di antara mereka adalah warga sekitar yang takut kembali pulang ke rumah. Masih diJIDaan Mogot, menjelang pukul 22.00 WIB kerusuhan sudah memasuki wilayah Kodya Tangerang, yaitu di wilayah Batuceper. Kerusuhan juga terjadi di Taman Semanan dan Kosambi,Jakbar.

SelamatJalan BungaReformasi

"SAYA menangis setelah membaca berita tadi pagi tentang tewasnya lima mahasiswa Universitas Trisakti dan beberapa mahasiswa lainnya yang Iuka-Iuka akibat serangan aparat. Saya hanya seorang ibu rumah tangga, sangat mengutuk perlakuan represif itu dan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa ini." Kata-kata itu ditulis dengan tulisan tangan, dikirim ke Redaksi Kompas lewat faksimili oleh Nyonya Kurnia Indawati Nusanto. Sampai pukul 17.00 WIB petang, lebih dari ISO faksimili berisi ucapan belasungkawa untuk keluarga korban diterima Kompas. Pesan lewat faksimili itu masih terus mengalir, belum lagi yang melalui E-mail. Pesan datang baik dari perorangan, seperti ibu rumah tangga, pekerja kantor, anak-anak, pejabat, maupun dari lembaga swadaya masyarakat, kelompok profesi dan Iain-Iain. Satu faksimili bisa ditandatangani satu sampai puluhan orang.

'Semoga yang Diperjuangkannya Dikabulkan Allah'

JAKARTA —Isak tangis, gema takbir, bacaan shalawat, serta lagu "Gugur Bunga” mengiringi pemakaman Hery Hertanto dan Elang Mulya di TPU Tanah Kusir, Jaksel. kemarin. Dua mahasiswa Universitas Trisakti itu meninggal setelah ditembus peluru tajam dalam tragedi Trisakti, Selasa lalu.

Jumat, 15 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Perusuh Menjarah

Gelombang kerusuhan di Jakarta, Kamis (14/5), memasuki hari kedua, diwarnai perusakan, pembakaran, dan penjarahan dan perampokan di sentra-sentra perdagangan di seluruh wilayahJakarta.LangitJakartadiselimuti kabut hitam akibat pembakaran ratusan gedung, pasar, toko, mobil, dan motor. Situasi berangsur terkendali menjelang tengah malam.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Meski demikian, kerusuhan di Kompleks Perumahan Kelapa Gading justru mulai pecah sekitar pukul 23.00 WIB. Massa kemudian menyerbu masuk ke rumah-rumah mewah di kawasanJakartaUtara itu. Di ruas tol Cawang, sejumlah massa membakar sebuah mobil yang tengah melintas. Amuk massa terjadi di depan Kampus UI Salemba, sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mencabuti pagar pembatas jalan, sementara satuan Pasukan Antihuru-hara (PHH) yang berjaga di depan kampus hanya mengawasi. Mereka kemudian bergerak ke arah RS St Carolus tempat satuan PHH membarikade jalan. Pasukan PHH yang dilempari batu mundur teratur ke arahJalanMatraman Raya. Sekitar pukul 13.25 WIB sepasukan Marinir TNI AL datang menenangkan massa. Bersama-sama mereka mulai membersihkan kerusakan-kerusakan di jalan. Kemudian massa ditahan oleh Marinir di perempatanJISalemba Raya-Matraman Raya. SisiJIMatraman Raya dibarikade satuan PHH Batalyon Infantri 202 danJIMatraman Proklamasi oleh satuan Brimob Polda Metro Jaya. Namun bentrokan di kawasan itu tak dapat dihindarkan. Dua orang tewas dan dua orang dalam keadaan kritis kena tembak di sekitarJIPramuka danJIMatraman Raya,Jakarta Timur. Kedua orang yang tewas adalah Arif Ansari (25) kena peluru di pinggang, Andri Priono (18) siswa SMU Diponegoro kelas I Iuka di dada. Dua orang yang dalam keadaan kritis adalah Abdul Arief (16), dan Abdullah (16) masing-masing kena peluru di kaki kanan dan bagian leher. Kondisi seluruh korban telah dikonfirmasi pihak RSCM. Sementara itu, tujuh kendaraan di depan Polsek Matraman, terdiri dua mobil derek, empat mobil penumpang, dan sebuah sepeda motor plat merah B 7516 ES ludes dibakar massa, termasuk sebuah jip karavan milik URC (unit reaksi cepat) Polri. Selain itu enam gedung perkantoran dan perdagangan lainnya rusak berat akibat timpukan batu bertubi-tubi. Di kawasan Pegangsaan-Proklamasi-Diponegoro, sejumlah gedung hancur dilempari, di antaranya Gedung Astra Mobil, Gedung BII, seluruh toko di kompleks Megaria, termasuk pasar swalayan Hero, dan pertokoan di apartemen Menteng Prada. Semua barang mulai dari makanan-minuman, tabung gas, gula, buah-buahan, kursi, cash register, komputer, tabung gas, dispenser, blangkon, sampai kain batik dan jas habis digasak. Pos polisi di bawah jembatan layang Manggarai, beserta mobil dan motor yang diparkir hangus terbakar. Setiap ada orang yang berhasil menjarah barang berharga dan besar seperti televisi, kulkas atau brandkas, massa penonton memberi tepuk tangan dan semangat. Setelah puas menjarah barang-barang, gedung swalayan Hero dibakar. Massa bergerak ke arah apartemen Menteng Prada dan melakukan hal serupa. Anak-anak kecil, ibu-ibu berbaur bersama pria dewasa menjarah. Seluruh barang yang ada di pertokoan Menteng

Media

Prada dan Golden Truly, mulai dari sepatu, kaca mata, bola kaki, mainan anak, baby walker, semua habis. Sebuah ATM Bank Arya dijungkirbalikkan dan isinya dikuras. Semanggi-Sudirman Kerusuhan di Kawasan Semanggi-Sudirman mengakibatkan seorang pemuda terluka akibat tembakan peluru karet di bahu kanannya. Tembakan dilepaskan aparat yang berusaha menghalau massa yang berkerumun di jembatan Semanggi ke arah JISudirman. Namun langkah simpatik PHH terhadap ribuan massa pengunjuk rasa, berhasil menenangkan keadaan sehingga tidak ada kerusakan gedung. Massa yang berkerumun di muka gedung BRI I dan II berkumpul sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka sempat membakar tiga ban di jalan raya dan mengajak mahasiswa Universitas Katolik Atma Jaya, yang saac itu sedang menggelar aksi di halaman depan kampus, untuk keluar dan bergabung bersama massa. Namun para mahasiswa menolak untuk ke luar bersama-sama. Sebagian mahasiswa berkumpul di hall B, tapi sebagian lagi turut bergabung bersama massa. Ketika sembilan panser PHH melintas Sudirman menuju ke arah Bundaran Hotel Indonesia, massa memberi jalan dan PHH yang berada di dalamnnya melambai-lambaikan tangan. Massa beberapa kali hampir bentrok dengan aparat kepolisian, tetapi dihalang-halangi petugas Kodam Jaya. Aparat kepolisian beberapa kali melepaskan tembakan menghalau massa. Karena marah, massa kemudian mulai menjebol rambu-rambu lalu lintas, membongkar papan-papan arah jalan yang dipasang di sisi pagar jembatan Semanggi. Sekitar pukul 15.30 WIB, 18 panser PHH Kodam Jaya berjalan secara konvoi melintasi massa, menuju utara. Secara tertib massa memberi jalan pada rombongan panser-panser tersebut. Menjelang pukul 17.30 WIB, massa berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Karena tidak ada angkutan umum yang beroperasi, wargaJakartaterpaksa jalan kaki. Pusat-pusat pertokoan di kawasan Pasarbaru, habis dirusak dan dibakar massa. Harco yang terletak diJISamanhudi ludes dilalap api, bioskop Krekot dirusak, dan berbagai gedung bank dan pertokoan lainnya rusak parah. Massa terus bergerombol dan membakari apa saja, termasuk kendaraan bermotor diJIGunung Sahari, kawasan Sawahbesar,JILetjen Suprapto, kawasan Cempaka Putih, Pasarsenen,JIA Yani, kawasan Manggadua,JIPalmerah. Di kawasan Pasarbaru, Senen, Cempaka Putih, massa bergerombol di jalan-jalan, dan menjarah barang-barang dari pertokoan. Kerusuhan juga melandaJICiledug Raya. Penjarahan menimpa sejumlah toko di sepanjang jalan itu. Pasar Swalayan Hero, Ramayana, dan Plaza Cipulir tidak lepas dari jarahan massa dan kemudian dibakar. Namun beberapa pompa bensin yang langsung menghentikan

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

operasinya, luput dari api. Sebanyak 40 mobil, 30 di antaranya kendaraan umum dan puluhan sepeda motor dibakar di tengah jalan. Massa termasuk di antaranya anak-anak dan perempuan menjarah toko-toko yang mereka bobol. Teralis besi dan rolling door dibuka paksa beramai-ramai, lalu mereka masuk dan menyikat barang yang ada. Ada yang dengan cepat membawa televisi, ada yang bersama menggotong lemari es. Tampak pula seorang pria memikul kasur busa dari sebuah toko perlengkapan rumah tangga. Di pusat perdagangan Gajah Mada, massa bergerak sejak pagi dari arah Grogol, melewati JI Kiai Tapa dan Hasyim Ashary, kemudian masuk kejl Gajah Mada. Toko-toko di sepanjang jalan yang mereka lewati dilempari sehingga rusak berat. Sebuah mobil dibakar tak jauh dari kawasan Roxy Mas. Memasuki JIGajah Mada massa bergerak ke arah Glodok, bersamaan dengan itu ribuan massa dari jalan-jalan kecil yang ada di sisi JI Gajah Madadan Hayam Wuruk keluar dan bergabung. Aksi penjarahan hanya diawasi aparat keamanan gabungan pasukan dari Kostrad dan PHH Kodam Jaya. Mereka membentuk barisan di mulut jalan menuju Setneg, Bina Graha dan Istana Merdeka. Arus lalu lintas dari JIMedan Merdeka Timur dan Barat dibelokkan keJI Juanda. Aksi penjarahan juga berlangsung di pusat perbelanjaan Golden Truly di kawasan Cikini, JakartaPusat. Di kawasan segitiga Senen,JakartaPusat, aparat keamanan memblokir jalan-jalan menuju Atrium Senen. Di JI Cempaka Putih sedikitnya tiga mobil dibakar massa. Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mulai menangkapi sejumlah penjarah di JIGajah Mada. Wartawan tertembak Seorang wartawan foto Media Indonesia. Sayuti, di kawasan Glodok terkena tembakan di bahu kirinya. Sayuti menghadapi kondisi kritis di Unit Gawat Darurat RS Tarakan, Jakarta Barat. Sampai Kamis malam, tim dokter masih berusaha keras menyelamatkan nyawa Sayuti yang berputra tiga itu. Di kawasan Sawah Besar sekitar stasiun KA, massa yang sudah berkumpul sejak pagi dicoba dibubarkan oleh petugas yang menggunakan kendaraan jenis kijang. Kemudian terjadi aksi lempar-lemparan batu. Petugas mengeluarkan tembakan peringatan ke atas dan massa kocar-kacir. Namun massa kemudian mulai membakar dan merusak toko-toko. Di kawasan Tanahabang, sejak pagi telah terjadi kerusuhan yang mengikutsertakan sekitar

10.000 warga di sekitar pusat perdagangan tersebut. Masyarakat merusak 17 kendaraan boks dan niaga, dua sepeda motor, Toserba Ramayana serta membakar kantor BCA Cabang Wahid Hasyim. Sehubungan kerusuhan di Jakarta, Pemerintah Jepang telah memberangkatkan
pesawat Hercules dari Bandara Okinawa, Kamis malam. Pemberangkatan pesawat dimaksudkan

B. Pemberitaan Media
untuk mengevakuasi orang-orang Jepang yang berada di Indonesia. Orang Jepang yang tinggal atau berada di Indonesia diperkirakan sekitar 17.000 orang, 80 persennya berada di Jakarta.Demikian pembantu Kompas di Tokyo, Yusron Ihza, semalam. Pemerintah Amerika Serikat juga telah menyiapkan diri mengevakuasi warganya yang berada di Indonesia. Namun, sampai berita ini diturunkan, mereka belum memberangkatkan pesawatnya dari Bandara Okinawa.

Jakarta, Kompas
Menhankam/Pangab:
Hentikan Penjarahan dan Pembakaran

Menhankam/PangabJenderal TNI Wiranto mengimbauseluruh kelompok masyarakat yang memanfaatkan situasi untuk menjarah, merampok, membakar atau merusak Ibu Kota, agar menghentikan kegiatan tersebut. ABRI tidak pernah ragu untuk menindak tegas pelanggar hukum seperti itu. Hal itu ditegaskan Menhankam/Pangab dalam jumpa pers yang berlangsung, Kamis (15/5) di Markas Besar ABRIJakarta.Hadir dalam kesempatan itu KSADJenderal TNISubagyo HS, KSAL Laksamana TNI Arief Kushariadi, Kapolri Jenderal (Pol) Dibyo Widodo, Kasum ABRI Letjen TNI Fachrul Razi, Kassospol ABRI Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono, para Asisten Pangab dan Kepala Dinas Angkatan dan Kadispen Polri. Wiranto juga menegaskan, ABRI akan tetap berusaha menghentikan penjarahan Ibu Kota. "Upaya menghentikan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat banyak. Karena itu saya mengajak kebersamaan kita mengatasi ini secara bersama-sama. Dan ABRI akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Percayalah, sampai saat ini ABRI akan terus melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab dengan risiko apa pun. Apalagi untuk menjaga stabilitas Ibu Kota Negara yang menjadi barometer stabilitas nasional," tuturnya. ABRI, kata Wiranto, juga sadar bahwa mempertahankan suatu stabilitas dan keamanan memang butuh pengorbanan. "Tapi pengorbanan seperti ini sungguh sangat menyedihkan kita semua. Pengorbanan seperti yang terjadi itu sama sekali tidak kita harapkan semuanya," katanya. "Marilah kita bersama-sama menjaga apa yang telah kita miliki dan nikmati, yang saya yakin dan pasti masih lebih baik daripada membiarkan proses perusakan ini terus berlangsung dan merajalela. Dan tentu ini membutuhkan kesabaran, kearifan, pengertian, dan kebersamaan kita bersama," paparnya. Menurut Wiranto, beberapa kejadian yakni penjarahan dan kerusuhan pada sentra-sentra ekonomi dilakukan secara sporadis dan dilakukan sebelum aparat keamanan berada di

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

tempat itu. "Namun sesungguhnya kita telah menggelar lebih dari 100 Satuan Setingkat Kompi (SSK). Dan kita masih punya kekuatan-kekuatan lain yang bisa saya datangkan ke Ibu Kota ini," tuturnya. Dikatakan, kegiatan yang dilakukan massa perusuh sangat cepat dan selalu melihat peluang di mana tidak ada aparat keamanan di situ. Pada hakikatnya keamanan lingkungan tidak hanya harus dilakukan oleh ABRI. Dengan Sishankamrata, kata Pangab, sudah jelas bahwa seluruh masyarakat berkewajiban untuk menjaga keamanan. "Karena itu saya katakan, saya tidak setuju jika Ibu Kota sudah lumpuh dan para penjarah itu seenaknya berkeliaran dan melakukan aktivitasnya," katanya. Aksi mahasiswa Menyinggung unjuk rasa mahasiswa, Wiranto mengatakan, sampaisaat ini prajurit ABRI sudah hampir tiga bulan berhadapan dengan mahasiswa, pada posisi yang berbeda. Mahasiswa merasa bahwa perlu berunjuk rasa lebih luas lagi cakupannya yakni di luar kampus, sedangkan ABRI merasa bahwa aktivitas di luar kampus seperti itu akan mengundang pihak lain memanfaatkan atau mencari keuntungan lainnya yang justru akan mencoreng nama baik mahasiswa dan merugikan masyarakat secara keseluruhan. "Anggota kita ini berpanas-panasan dengan bekal terbatas dan beragam masalah kehidupan yang tak kunjung teratasi juga. Menampung lemparan batu dan caci maki dari sebagian pengunjuk rasa yang kurang bijak. Siapapun telah memperkirakan bahwa benturan hanya akan menunggu waktu saja untuk terjadi dalam berbagai bentuk dan kemungkinan serta skala yang tidak dikehendaki. Dan ini sudah terjadi," katanya. Benturan ini, kata Wiranto, telah terjadi dalam skala kecil maupun besar, baik tanpa korban maupun dengan korban. Korban Iuka sampai dengan meninggal dunia. "Namun tentunya apa yang saya ungkapkan ini bukan menjadi faktor pemaaf bagi ABRI tentang peristiwa di Trisakti itu," tuturnya. "ABRI akan mengusut tuntas setiap penyimpangan yang terjadi dan menyelesaikannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Saya telah memerintahkan Tim Pengusut Khusus yang dipimpin Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel CPM Hendarji untuk segera melaporkan kepada saya apa yang sebenarnya terjadi. Dan apabila ternyata terdapat penyimpangan tidak disiplin atau kesalahan prosedur dari apa yang telah ditentukan, maka saya akan memberikan sanksi yang tegas dan sepadan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh prajurit ABRI itu," katanya. Juga dikatakan, ABRI tidak suka dan tidak pernah suka untuk diperhadapkan dengan mahasiswa atau komponen rakyat lainnya dalam posisi yang berseberangan. Karena ABRI selalu sadar, berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan untuk rakyat. Dan tentu suatu saat akan kembali kepada rakyat dalam kehidupan sehari-hari nantinya.

B. Pemberitaan Media
"ABRI juga selalu berprinsip yang terbaik bagi rakyat terbaik untuk ABRI. Apalagi dalam era ini. Kita sama-sama berjuang dengan tema yang sama yakni reformasi untuk masa depan yang lebih baik. Saya pikir semua komponen bangsa sependapat dengan ABRI bahwa reformasi yang kita dambakan itu haruslah berangkat dengan apa yang telah susah payah kita miliki saat ini," katanya. Pola pikir ini, kata Wiranto, yang juga melandasi sikap ABRI dan prajurit-prajuritnya untuk rela berlelah-lelah di bawah terik Matahari untuk mencegah aksi unjuk rasa yang ke luar kampus yang mudah untuk disusupi dan dimanfaatkan oleh ide-ide massa destruktif seperti yang sedang terjadi saat ini terutama diJakarta. Pengunduran diri Sementara itu, KapolriJenderalPol Dibyo Widodo kepada wartawan usai acara tersebut mengatakan, hingga kini ia belum menerima surat pengunduran dari Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol Hamami Nata. "Saya belum tahu itu. Tapi saya belum terima surat itu juga," katanya. Menjawab pertanyaan mengenai siapa pelaku penembakan mahasiswa Trisakti, Dibyo mengatakan, sampai saat ini kasus itu terus diselidiki. "Kalau komandannya yang pasti saya. 'Kan saya Kapolri," kata Kapolri. Ditanya apakah ada kemungkinan Brimob yang bertugas waktu itu menerima perintah lain di luar Kapolri dan jajarannya, Dibyo mengatakan, "Saya rasa tidak". Kalau begitu ini perintah Bapak? tanya wartawan. "Kalau Anda tanya begitu itu memojokkan saya. Saya akan cek dulu semuanya. Yang pasti seluruh jajaran Polri tidak pernah ada perintah menggunakan peluru tajam. Hanya bisa menggunakan peluru hampa dan peluru karet," katanya. Menjawab pertanyaan apakah ada kemungkinan bukan anggota polisi yang melakukan penembakan dengan peluru tajam, Kapolri mengatakan, itu masih diselidiki. "Kalau itu ditembak dari jarak jauh dengan peluru tajam, jelas belum tentu pelakunya polisi. Belum tentu anggota saya. Itu semua dalam penyelidikan," katanya. Menahan diri Sementara itu, mantan Wapres Try Sutrisno menyatakan bela sungkawa yang dalam terhadap korban yang meninggal dalam aksi mahasiswa di Universitas Trisakti, Selasa lalu. "Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran," ujarnya pada TVRI, Kamis. Try Soetrisno menyerukan masyarakat agar tidak terpancing oleh perbuatan yang merusak sarana umum, termasuk sarana yang digunakan oleh masyarakat luas dan penjarahan milik orang lain. Pada akhirnya, perusakan dan penjarahan itu merugikan masyarakat luas. "Merugikan kita semua. Bahkan, merugikan keluarga kita," tegasnya.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Dengan mendengarkan aspirasi masyarakat dengan kearifan dan hati nurani yang bersih, lanjut Try, diyakini akhirnya akan ditemukan jalan keluar untuk mengatasi kemerosotan ekonomi yang dirasakan saat ini. "Saya mengimbau semua pihak mampu mengendalikan diri," ucapnya lagi. (ama/tra)

Sabtu, 16 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Presiden Bantah Katakan "Siap Mundur"

Presiden Soeharto menegaskan, pihaknya tidak pernah menyatakan siap mundur. Presiden menyatakan, tidak apa-apa bila masyarakat sudah tidak lagi memberi kepercayaan, karena dirinya akan madeg (menjadi) pandito, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan, membimbing anak-anak supaya menjadi baik, serta kepada masyarakat bisa memberi nasihat dan tut wuri handayani (membimbing dari belakang). Karena itu, Presiden tak akan mempertahankan kepercayaan rakyat itu dengan kekuatan senjata. Penegasan Presiden itu disampaikan Menpen Alwi Dahlan kepada wartawan di kediamanJalanCendana,Jakarta, Jumat(15/5). Presiden yang mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 04.41 WIB, mengadakan pertemuan dengan Wakil PresidenBJHabibie, Mensesneg Saadillah Mursjid, Mendagri Hartono, Menhankam/Pangab Wiranto, Menko Polkam Feisal Tanjung, Menkeh Muladi, Menpen Alwi Dahlan, Kepala Bakin Moetojib, danJaksaAgung Soedjono C Atmonegoro.

Jakarta, Kompas
Perwira Angkatan '45 dan PB NU
Sambut Presiden untuk "Lengser Keprabon"

Perwira-perwira TNI-ABRI Angkatan 1945 dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) menyambut baik dan menghargai berita di berbagai media massa tentang kesediaan Presiden Soeharto untuk lengser keprabon (turun tahta).

Jakarta, Kompas.
Ratusan Penjarah Tewas Terpanggang

Ratusan penjarah tewas terpanggang dalam peristiwa kerusuhan yang melanda Wilayah DKIJakartasepanjang Kamis (14/5). Menurut Kadispen Mabes Polri Brigjen (Pol) Drs Da'i Bachtiar, Jumat, jumlah korban yang tewas di wilayah DKI saja sekitar 200 orang.Jumlah itu belum termasuk 20 korban tewas akibat terjatuh saat berusaha meloloskan diri dari kepungan asap dan api.

B. Pemberitaan Media

Jakarta, Kompas
Harga BBM dan Tarif Listrik Dikoreksi
*Beberapa Kalangan Tetap tidak Puas

Pemerintah akhirnya menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL), setelah masyarakat luas dan DPR mendesak agar keputusan kenaikan harga BBM sejak 5 Mei lalu itu ditinjau kembali. Penurunan harga BBM berlaku mulai pukul 00.00 WIB tanggal 1 6 Mei 1 998. Sedangkan TDL akan diturunkan pada tahapan kedua, yaitu Agustus 1 998 sebesar dua persen.

Jakarta, Kompas
Menhankam/Pangab:
Penembakan di Trisakti Pakai Peluru Tajam

Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima ABRI (Menhankam/Pangab)Jenderal TNIWiranto mengatakan, hasil penelitian sementara tim yang dipimpin Kolonel CPM Hendardji (Komandan Polisi Militer Kodam Jaya) terhadap kasus penembakan mahasiswa Universitas TrisaktiJakartatelah menemukan berbagai fakta. Salah satu fakta awal yang ditemukan, yakni penembakan itu dilakukan dengan peluru tajam.

Jakarta, Kompas
Halim Padat Pengungsi Warga Asing

Puluhan WNI bergabung dengan lebih dari 300 warga asing AS, Eropa dan warga lainnya membanjiri Bandara Halim PerdanakusumaJumat(15/5), dalam arus evakuasi dari Ibu Kota Jakartayang Kamis dilanda kerusuhan. Sejumlah arus evakuasi udara yang sama, juga terjadi pada hari kerusuhan tapi hanya sebagian kecil yang bisa berangkat.

Jakarta, Kompas
Meningkat, Tuntutan Sidang istimewa MPR

Tuntutan agar segera diadakan Sidang Istimewa MPR semakin meningkat. Kosgoro, KNPI, Ikadin, YLBHI, YBHI, LBH Nusantara, Ikatan Warga Jakarta, PMKRI menambah panjang deretan kelompok masyarakat yang menyampaikan keinginan tersebut kepada DPR.Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro dengan tegas menyatakan agar Presiden dan Wakil Presiden mengembalikan mandat dari MPR melalui Sidang Istimewa MPR. Permintaan tersebut disampaikan dalam surat PPK Kosgoro kepada Presiden Soeharto tertanggal 14 Mei 1998.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Minggu, I 7 Mei I 998
Jakarta, Kompas
Presiden Segera "Reshuffle" Kabinet

Presiden Soeharto segera akan melakukan reshuffle Kabinet Pembangunan VII. Karena, dalam memikul tugas dan tanggung jawab pembangunan nasional yang dirasa amat berat ini, diperlukan Kabinet yang kuat dan tangguh.Ketua DPR/MPR Harmoko menegaskan hal itu kepada wartawan usai diterima Presiden Soeharto di kediamanJalanCendana, Jakarta, Sabtu (16/5). Harmoko diterima bersama para Wakil Ketua DPR/MPR, yaitu Abdul Gafur, Syarwan Hamid, Fatimah Achmad, Ismail Hasan Metareum, dan Sekjen DPR Afif Ma'ruf. "Kami mengadakan konsultasi dengan Saudara Presiden selama 1,5 jam," kata Harmoko.

Jakarta, Kompas Dialog Presiden dengan Universitas Indonesia Setiap Saat Presiden Siap "Lengser Keprabon"

Presiden Soeharto menegaskan, menjadi Presiden bukanlah keinginannya, tetapi sebagai wujud rasa tanggung jawab sebagai mandataris MPR. Karena itu, bila dikehendaki, setiap saat Presiden siap untuk lengser keprabon (turun tahta), sejauh dilakukan secara konstitusional dan dengan cara damai. Dan, aspirasi masyarakat tentang suksesi itu kini telah bergulir di DPR, karena itu masalahnya, tinggal bagaimana cara memberdayakan DPR semaksimal mungkin.

18 Mei 1998 Suasana Solo masih Mencekam BANDUNG--Menyusul aksi kekerasan dan penjarahan yang terjadi diJakartaKamis dan Jumatlalu, aktivitas di sejumlah daerah berangsur pulih. Namun, di sejumlah tempat-seperti di Solo-suasana masih tampak mencekam.

Selasa, 19 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Pimpinan DPR:
Sebaiknya Pak Harto Mundur

Demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR baik Ketua maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana. Demikian ditegaskan Ketua DPR/MPR Harmoko, Senin (18/5) di Gedung DPR/ MPR Jakarta, usai mengetuai Rapat Pimpinan DPR.

Pemberitaan Media

Jakarta, Kompas
ABRI: Itu Pendapat Individual
*Usulkan Pembentukan Dewan Reformasi

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) menyatakan bahwa pernyataan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar Presiden Soeharto mengundurkan diri merupakan sikap dan pendapat individual meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. "Sesuai dengan konstitusi, pendapat seperti itu tidak memiliki ketetapan hukum. Pendapat DPR harus diambil oleh seluruh anggota Dewan melalui Sidang Paripurna DPR," demikian penegasan PanglimaABRIJenderalTNI Wiranto. Sikap ABRI itu disampaikan olehJenderalWiranto setelah ia memimpin rapat kilat dengan para kepala staf dan Kapolri serta para panglima komando militer di Markas Besar ABRI Merdeka Barat, Jakarta, Senin (18/5) malam. Pernyataan itu dikeluarkan ABRI, sekitar 4,5 jam setelah pimpinan DPR menyatakan sikapnya tentang reformasi dan suksesi. Ketika menyampaikan pernyataan itu di depan sekitar 100 wartawan dalam dan luar negeri, Wiranto didampingi seluruh kepala staf dan Kapolri, serta para panglima komando operasi, termasuk Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto. Hadir antara lain Kepala Staf TNI AD (KSAD)Jenderal TNISubagyo Hadisiswoyo, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Arief Kushariadi, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Sutria Tubagus, Kepala Kepolisian RIJenderal(Pol) Dibyo Widodo, Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI Letjen TNI Fachrul Razi, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Mudjito, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) Marsda TNI Abdullah Syirat, dan Sekjen Dephankam Letjen TNI Suyono. "ABRI masih berpendapat bahwa tugas dan kewajiban mendesak pemerintah yang menjadi tanggung jawab Presiden adalah melaksanakan reshuffle kabinet, melaksanakan reformasi secara menyeluruh, dan mengatasi krisis. Ini penting dilakukan agar bangsa Indonesia segera dapat keluar dari masa krisis ini," katanya. Agar reformasi yang hendak dilakukan dapat berjalan dengan baik, menurut Wiranto, ABRI menyarankan agar dibentuk Dewan Reformasi yang beranggotakan unsur pemerintah dan masyarakat, terutama kampus dan tokoh-tokoh kritis. Dewan ini, katanya, akan berdampingan dengan DPR dan bekerja secara intensif. Antisipasi aksi 20 Mei Panglima ABRI juga membuat pernyataan tentang sikap ABRI dalam mengantisipasi aksi massal yang akan dilakukan di berbagai kota pada 20 Mei 1998. "Masih hangat dalam ingatan kita, perusakan, pembakaran, penjarahan massal yang dilakukan secara kalap oleh

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

masyarakat yang lupa diri akibat termakan ajakan, hasutan, dan dorongan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok pribadi," katanya.

Jakarta, Kompas
Soal Pernyataan Pimpinan DPR
Harus Diikuti Langkah Konkret

Tanggapan baik dan positif atas pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto secara arif dan bijaksana mengundurkan diri demi persatuan dan kesatuan bangsa, datang dari berbagai kalangan. Namun mereka berpendapat bahwa pernyataan itu harus diikuti dengan langkah konkret agar mencapai hasil optimal. Terungkap pula penyesalan sementara pihak mengenai tanggapan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima ABRI (Menhankam/Pangab) Jenderal TNIWiranto.

Jakarta, Kompas
Presiden Tanggapi dengan Tegar

Presiden Soeharto menanggapi imbauan untuk mengundurkan diri dengan baik, tegar, dan tenang. Bahkan, Kepala Negara menegaskan akan menjawab sendiri persoalan itu. Pandangan itu disampaikan Mendagri Hartono, Ka Bakin Letjen TNI (Purn) Moetojib, dan Menko Polkam Feisal Tanjung secara terpisah usai diterima Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, Senin (18/5) malam. "Beliau itu seorang negarawan, seorang prajurit, ya tentu (menghadapinya) dengan wajah yang tegar. Saya kira kita semua tahu Pak Harto. Kalau memang suatu keputusan Majelis untuk Sidang Istimewa, ya sebagai prajurit, sebagai negarawan, dan sebagai warga negara, itu keputusan rakyat. Tapi sekarang pertanyaannya, sejauh mana keputusan rakyat itu, tergantung... Apakah ini akan sampai pada Sidang Istimewa, kita lihat, karena Sidang Istimewa 'kan sidangnya rakyat yang diwakili oleh anggota MPR," kata Mendagri Hartono. Bertemu berbagai pihak Dari sore hingga malam, Presiden Soeharto bertemu dengan berbagai pihak di kediaman JalanCendana. Di petang hari, dalam waktu yang hampir bersamaan, Kepala Negara menerima Mendagri Hartono, Menhankam/ PangabJenderalTNI Wiranto, dan Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto. Sesaat kemudian hadir KSADJenderal TNI Subagyo Hadisiswoyo. Sementara itu, terdengar pula suara helikopter yang berputar-putar dan melintas sangat rendah. Tepat pukul 18.49 WIB, Presiden Soeharto menerima Wakil PresidenBJHabibie. Wapres yang biasa ramah dengan wartawan, kali ini tampak lebih serius. Wapres meninggalkan

Media

Cendana pukul 19.20 WIB. Pada saat itu, secara berurutan hadir mantan Menko Kesra Azwar Anas, Ka Bakin Moetojib, Menko Polkam Feisal Tanjung, Menko Wasbang dan PAN Hartarto, Menko Ekuin/Kepala Bappenas Ginandjar Kartasasmita, dan Menko Kesra dan Taskin Haryono Suyono.

Jakarta, Kompas
Ribuan Mahasiswa ke DPR
Mendesak, Diadakannya Sidang Istimewa MPR

Ribuan mahasiswa yang tergabung dari puluhan perguruan tinggi di Jabotabek, hari Senin (18/5), memadati pelataran gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka mendesak pimpinan Dewan untuk mengusulkan kepada MPR agar menyelenggarakan Sidang Istimewa dalam waktu sesegera mungkin.

Jakarta, Kompas
WNA Masih Antre Tinggalkan Indonesia

Sampai saat ini Ditjen Perhubungan Udara telah mengeluarkan I16 flight approvals untuk penerbangan khusus (carter) guna mengevakuasi warga negara asing yang akan meninggalkan Indonesia. Mayoritas pesawat khusus ini adalah pesawat komersial asing dengan tujuan Jakarta-Singapura atau Jakarta-Hongkong.

Jakarta, Kompas
Menpora Agung Laksono:
Gerakan Moral Murni Mahasiswa Dinodai

Akibat memanasnya suhu politik dan kenaikan harga BBM, gerakan moral murni mahasiswa di kampus, dinodai oleh adanya gerakan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga jatuh korban di Universitas Trisakti dan terjadi kerusuhan, penjarahan, pembakaran, anarki yang tidak dapat dibendung, serta telah menelan ratusan korban jiwa dan kerugian trilyunan rupiah.

Pimpinan DPR: Demi Persatuan, Presiden Sebaiknya Mundur
JAKARTA-Tuntutan reformasi masyarakat akhirnya dijawab Dewan Perwakilan Rakyat

(DPR). Ketua DPR/MPR Harmoko, atas nama para pimpinan DPR kemarin dengan tegas mengharapkan agar Presiden Soeharto mundur dari jabatan.

Fakta, Data dan Analisa

Menhankam Pangab: Pernyataan Pimpinan DPR Bersifat Pribadi JAKARTA-ABRI berpendapat bahwa pernyataan Pimpinan MPR/DPR yang menghendaki Presiden Soeharto mengundurkan diri merupakan pernyataan individu sekalipun hal tersebut dinyatakan secara kolektif. Kronologi Reformasi Senin, 18 Mei 1998

Pukul 09.00: Tokoh reformasi Amien Rais, pakar hukum ketataneragaan Yusril Ihza Hahendra bersama AM Fatwa memenuhi undangan Komisi II yang diketuai Budi Harsono. Kehadiran mereka dirahapkan dapat memberi masukan bagi Komisi II untuk memahami ihwal seputar tuntutan reformasi. Pertemuan dihadiri pula sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Rabu, 20 Mei 1998 Jakarta, Kompas Pak Harto: Saya Ini KapokJadi Presiden Presiden Soeharto mengemukakan, kedudukannya sebagai Presiden bukanlah hal yang mutlak, karena itu tak masalah bila harus mundur. "Bagi saya, sebetulnya mundur dan tidaknya itu tidak menjadi masalah. Yang perlu kita perhatikan itu, apakah dengan kemunduran saya itu, kemudian keadaan ini akan segera bisa diatasi," ujarnya, dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Selasa (19/5), seusai serangkaian pertemuan dengan para ulama. tokoh masyarakat, berbagai organisasi kemasyarakatan, dan ABRI.

Jakarta, Kompas
Puluhan Ribu Mahasiswa "Duduki" DPR

Puluhan ribu mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di wilayah Jabotabek, Selasa (19/5), "menduduki" gedung DPR/ MPR. Mereka bukan saja memadati pelataran DPR, tapi juga menaiki kubah gedung, memenuhi taman-taman, lorong-lorong maupun ruangan lobi. Ini merupakan demonstrasi terbesar yang pernah dilakukan mahasiswa selama 30 tahun terakhir di Gedung DPR/MPR.

Jakarta, Kompas Adakan Pemilu Secepatnya, Tindakan Inkonstitusional Gagasan Presiden Soeharto mengadakan pemilihan umum (pemilu) dalam waktu secepat-cepatnya adalah tindakan inkonstitusional, dan hanya ada dalam sistem liberal. Karena itu, gagasan itu harus ditolak. Langkah yang harus ditempuh, sesungguhnya adalah DPR meminta MPR mengadakan Sidang Istimewa dan memilih presiden baru.

Media

Jakarta, Kompas
Perihal Pernyataan Presiden Soeharto
Ada yang Berharap, Ada Pula yang Kecewa

Pernyataan Presiden Soeharto, Selasa (19/2), yang intinya menegaskan sikap untuk tetap menjabat sebagai Presiden/ Mandataris MPR dan akan membentuk Komite Reformasi, ditanggapi dengan nuansa berbeda-beda.

Jakarta, Kompas
Keempat Fraksi Dukung Pimpinan DPR
Proses Pengunduran Diri Harus Konstitusional

Pimpinan DPR hari Selasa (19/5) mendapat dukungan penuh dari pimpinan keempat fraksi DPR (F-KP, F-ABRI, F-PP dan F-PDI) untuk meminta agar Presiden Soeharto secara arif dan bijaksana mengundurkan diri. Namun mereka menekankan bahwa proses pengunduran diri itu harus konstitusional. Kesepakatan antarpimpinan DPR dan pimpinan fraksi tersebut akan disampaikan kepada Presiden Soeharto sesegera mungkin.

Selamat Tidur di Gedung DPR/MPR...

SELAMAT tidur di Gedung DPR/MPR. Kata ini kiranya pantas diucapkan kalau melihat atmosfir gedung megah dengan atap berbentuk kubah itu sampai petang hari kemarin. Puluhan ribu mahasiswa menguasai kompleks ini dari pintu gerbang, pelatarannya yang mahaluas, ruang-ruang dalam gedung, bahkan sampai di atas atap. Puluhan ribu mahasiswa itu masih ditambah lagi ratusan aktivis, wartawan dari dalam dan luar negeri, pihak-pihak kedutaan asing, dan Iain-Iain. Semuanya seperti ingin menjadi saksi dari peristiwa yang mungkin hanya terjadi sekali ini dalam 32 tahun.

Jakarta, Kompas
Gema Madani:
"Lengser Keprabon" Secara Sukarela

Gema Madani menganjurkan agar presiden benar-benar melaksanakan niatnya untuk lengser keprabon (turun tahta) secara sukarela sekarang juga, dan menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden sesuai dengan ketentuan UUD '45. Selanjutnya presiden pengganti melaksanakan tugas utama presiden dengan program utama menyelenggarakan sidang istimewa MPR dalam waktu selambat-lambatnya tiga bulan untuk memilih presiden dan wakil presiden.

1 998: Fakta. Data dan Analisa

Jakarta, Kompas
AH Nasution: Pernyataan DPR Harus Dihormati

jenderal Besar TNI (Purn) AH Nasution menegaskan, substansi pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan DPR, cerminan dari kehendak rakyat yang harus dihormati dan diamankan oleh semua kekuatan bangsa, termasuk ABRI. ABRI sendiri sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai bhayangkari dan pembela bangsa, harus menempatkan diri sebagai prajurit pejuang yang membela dan memperjuangkan aspirasi, serta kehendak rakyat, sesuai dengan Pancasila dan UUD 45.

Jakarta, Kompas
Mahasiswa Duduki RRI, Siarkan "Siaran Mahasiswa"

Setelah Gedung DPRD I Sumbar diduduki ribuan mahasiswa beberapa waktu lalu, kini giliran Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Regional Padang diduduki sedikitnya 2.000 mahasiswa Sumatera Barat, Selasa (19/5), sekitar pukul 11.00 WIB, tanpa tindakan kekerasan dan perusakan.

Proses Terjadinya Kesimpulan Rapat Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi

UNTUK mencapai Kesepakatan tentang Reformasi dan Pengunduran Diri Presiden, para pimpinan DPR bersama dengan pimpinan Fraksi DPR mengadakan rapat selama lima jam. Rapat pimpinan yang diketuai oleh Ketua MPR/DPR Harmoko dihadiri oleh Wakil Ketua MPR/DPR Abdul Gafur, Syarwan Hamid, Ismail Hasan Metareum, dan Fatimah Achmad.

Surabaya, Kompas
Aparat Bubarkan Aksi Mahasiswa di Surabaya
*21 Mahasiswa dan Seorang Petugas Terluka

Tercatat 21 orang mahasiswa dan seorang anggota aparat keamanan menderita Iuka-Iuka, ketika demonstrasi sekitar 200 mahasiswa Universitas Airlangga Pro-Reformasi (MUPR) di JIDharmawangsa dibubarkan aparat keamanan, Selasa (19/5).

Jakarta, Kompas
ImbauanJenderalSenior ABRI
Jaga agar Aksi Tetap Damai, dengan Kawalan ABRI

Di antara puluhan ribu mahasiswa dan delegasi-delegasi masyarakat lainnya yang memadati gedung DPR/MPR, Selasa (19/5), tampak pula para purnawirawan jenderal yang menuntut penyelenggaraan Sidang Istimewa MPR sesegera mungkin dan pengunduran diri Presiden Soeharto.

B. Pemberitaan Media

HUT Ke-90 Kebangkitan Nasional

Gerakan Reformasi sebagai Kebangkitan Nasional III? TELAH menjadi catatan sejarah, Kebangkitan Nasional Pertama merupakan periode yang dibuka oleh pergerakan Boedi Oetomo 1908. Periode pembangunan yang juga disebut tinggal landas pada tahun 1993 sering disebut-sebut sebagai periode Kebangkitan Nasional Kedua. Benarkah gerakan reformasi yang dimotori mahasiswa disebut sebagai Kebangkitan Nasional III?

Semua Fraksi DPR dan Pimpinan MPR/DPR Sepakat Minta Pak Harto Mundur JAKARTA —Semua fraksi DPR RI, dalam rapat pimpinan mereka dengan pimpinan MPR/DPR di Jakarta, kemarin, menyatakan sepakat untuk tetap meminta pengunduran diri Presiden Soeharto secara konstitusional.

'Saya KapokJadi Presiden1 JAKARTA-Harapan masyarakat agar Pak Harto mundur dari jabatan Presiden secepatnya, ternyata belum kesampaian. Di depan tokoh masyarakat, kemarin, Pak Harto menyatakan untuk memenuhi tuntutan reformasi itu, ia akan memimpin sendiri Reformasi Nasional.

"Sebagai Presiden Mandataris MPR, saya akan melaksanakan dan memimpin reformasi nasional secepat mungkin," kata Pak Harto dalam jumpa pers yang disiarkan secara nasional di Istana Merdeka, kemarin. Kalangan Kampus Tetap Meminta Pak Harto Mengundurkan Diri

YOGYAKARTA-Kalangan civitas academica tetap meminta agar Presiden Soeharto bersedia mengundurkan diri. Mereka menganggap solusi yang disodorkan Presiden Soeharto tak cukup untuk menyelesaikan masalah yang saat ini telah berkembang dengan cepat.

Puluhan Ribu Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Gedung DPR/MPR JAKARTA-Kompleks DPR/MPR, kemarin, menjadi milik mahasiswa. Mahasiswa se Jabotabek, datang dan pergi sepanjang hari. Boulevard, halaman parkir, plaza, dan semua ruang terbuka di gedung wakil rakyat itu dipenuhi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kamis, 21 Mei 1998
Jakarta, Kompas
Selamat Datang Pemerintahan Baru
*I I Menteri Ekuin Mundur

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan muslim Nurcholish Madjid Kamis (21/5) dini hari tadi menyatakan, "Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru". Keduanya menyambut pemerintahan transisi yang akan menyelenggarakan pemilihan umum hingga Sidang Umum MPR untuk memilih pemimpin nasional yang baru dalam jangka waktu enam bulan.Pada Kamis (21/5) dini hari pula tersiar kabar bahwa Presiden Soeharto akan mengumumkan susunan Kabinet Reformasi hari Kamis pagi ini. Sesudah mengumumkan kabinet baru itu, Presiden Soeharto akan menyampaikan suatu pengumuman penting. Pengumuman penting itu digambarkan oleh sebuah sumber sebagai "kejutan". Bahkan terbuka kemungkinan Pak Harto menyerahkan jabatan presiden kepadaBJHabibie.

Yogyakarta, Kompas
Sultan HB X Ajak Rakyat Dukung Reformasi

Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam VIII hari Rabu (20/5) mengajak masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh rakyat Indonesia secara bersama-sama mendukung Gerakan Reformasi. Seruan itu dinyatakan dalam suatu maklumat yang dibacakan Sultan HB X di hadapan hampir sejuta penduduk Yogyakarta dan sekitarnya di Pagelaran Keraton, Yogyakarta.

Jakarta, Kompas
F-KP dan F-PDI Minta Sidang Istimewa MPR

Fraksi Karya Pembangunan (F-KP), yang merupakan fraksi terbesar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dalam rapat pleno fraksi hari Rabu (20/5), secara aklamasi memutuskan akan meminta Sidang Istimewa MPR. Sidang Istimewa itu akan diselenggarakan secepatnya, paling lambat satu bulan ke depan.

Jakarta, Kompas
Kebangkitan Mahasiswa di "Hari Reformasi Nasional"

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1998 berlangsung meriah dan istimewa di Gedung DPR/MPR yang dipadati lebih dari 50.000 mahasiswa, Rabu (20/5). Ini merupakan hari kedua mahasiswa menduduki gedung para wakil rakyat tersebut. Meskipun wajah-wajah mereka lelah, namun semangat para mahasiswa untuk mewujudkan reformasi secara

B. Pemberitaan Media
menyeluruh tetap menyala. Mereka tetap pada pendiriannya, menuntut Presiden Soeharto mundur dan mendesak diselenggarakannya Sidang Istimewa secepat mungkin.

Jakarta, Kompas
Kita Masuki Babakan Baru

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah saya mengadakan jumpa pers ini kecuali saya mengajak Saudara-saudara semua... marilah kita bersyukur kepada Allah karena sekali lagi kita akan memasuki babakan baru dalam sejarah modern Indonesia ini, yaitu mengucapkan selamat tinggal kepada pemerintahan yang lama dan menyambut datangnya pemerintahan yang baru." demikian pernyataan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais yang didampingi cendekiawan Nurcholish Madjid pada hari Kamis (21/5) dini hari tadi.

Jakarta, Kompas
Nurcholish Madjid:
Yang Terbaik, Pak Harto Mundur

Dr Nurcholish Madjid menjelaskan, dari semua alternatif yang ada untuk menyelesaikan persoalan bangsa, maka langkah yang terbaik adalah Presiden Soeharto sendiri yang menyatakan mengundurkan diri.

Jumat, 22 Mei I 998
Jakarta, Kompas
Ketua DPR/MPR:
Soeharto Mendengar Aspirasi Masyarakat

Ketua DPR/MPR Harmoko mengemukakan, Presiden Soeharto telah memenuhi permintaan pimpinan Dewan dan pimpinan fraksi-fraksi. "Pak Harto telah mendengarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan pimpinan Dewan," ujar Harmoko, ketika dicegat wartawan usai memimpin Rapat Harian DPP Golkar di, Jakarta, Kamis (21/5). Nampak hadir Ketua DPP Golkar Abdul Gafur dan Ketua Departemen Penerbitan dan Media Massa Sofjan Lubis.

Jakarta, Kompas
BJ Habibie Minta Dukungan Rakyat

Dalam pidato pertamanya di Istana Merdeka, Kamis (21/5) malam, PresidenBJ Habibie mengharapkan dukungan sepenuhnya dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia. "Saya mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama dapat keluar dari krisis yang sedang kita

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

hadapi, yang hampir melumpuhkan berbagai sendi-sendi kehidupan bangsa," katanya.Habibie jadi Presiden RI setelah pagi harinya Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan itu di Istana Merdeka. Habibie mengucapkan sumpah untuk jadi presiden yang baru dari negeri berpenduduk keempat terbanyak di dunia ini.

Jakarta

Berikut ini kronologi peristiwa kerusuhan di Jakartayang disusun berdasarkan kesaksian dan informasi yang diterima. Memang banyak informasi tentang kronologi jalannya kerusuhan telah diterima, tetapi informasi yang sesuai dengan kesaksian-kesaksian dilapangan yang berikut ini coba dipaparkan. Akibat jumlah titik lokasi yang banyak dan area yang luas, jelas belum semua informasi dan fakta bisa tersajikan secara lengkap. Tetapi dengan informasi yang diperoleh ini setidaknya telah cukup mewakili untuk dapat menggambarkan jalannya peristiwa kerusuhan di Jakarta. Penentuan titik lokasi kerusuhan memang tidak mudah. Pada beberapa lokasi berada pada area tidak luas dan cukup terbatas, sekalipun berada pada area yang cukup berdekatan. Tetapi pada banyak lokasi peristiwa terjadi pada area yang cukup luas (meluas). Hal ini masih ditambah dengan adanya keterkaitan antara wilayah satu dengan lainnya. Misalnya adanya kelompok tertentu yang berpindah saat melakukan aksi perusakan atau kerusuhan yang meluas dari satu lokasi ke lokasi lainnya akibat banyaknya massa yang terlibat.

  • Tidak adanya hubungan secara langsung antara satu lokasi dengan lokasi lainnya, sekalipun berada pada wilayah yang berdekatan.
  • Adanya perpindahan sekelompok orang atau massa dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang berdekatan. Terjadinya kerusuhan pada wilayah yang berdekatan pada waktu yang hampir bersamaan.
    Catatan: Terdapat kesulitan dalam menentukan waktu yang cocok dengan situasi sebenarnya. Hal ini disebabkan karena saksi-saksi ataupun sumber-sumber yang ada tidak melakukan pencatatan watu secara khusus pada saat peristiwa terjadi. Umumnya saksi dan sumber-sumber menentukan waktu berdasarkan patokan-patokan waktu tertentu seperti siang hari, sore hari, sebelum/sesudah adzan dll. Walaupun begitu, data-data tetap disusun berdasarkan urutan kronologis terjadinya peristiwa. Dengan demikian diharapkan dapat tersaji sebuah rangkaian peristiwa yang tetap tersusun dan dapat dipahami.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode : J 1401

Lokasi : Mitra Bahari, Penjaringan Utara, Jakarta Utara Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998- 15 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 09.00-Suasana sekitar Penjaringan Utara mulai memanas.

12.00 WIB Tidak jauh dari Penjaringan Utara terdapat Apartemen Mitra Bahari yang sebagian
besar dihuni oleh warga keturunan Tionghoa (terdapat juga beberapa warga asing). Demikian juga dengan dua komplek ruko yang berada di sekitar apartemen. Banyak warga di sekitar apartermen keluar rumah karena isu akan adanya kerusuhan di sekitar wilayah mereka dan beberapa tempat lainnya. Warga dari pemukiman semakin ramai, keluar dari rumah masing-masing. Beberapa warga juga terlihat menuju Mega Mall, tetapi dicegah oleh Polisi. Sekitar 10.00 Sekitar 6-10 truk Colt Diesel (ada yang menyebutkan berjenis tronton) datang WIB dan parkir disekitar Apartemen Mitra Bahari. Truk yang digunakan tidak memiliki plat nomor. Truk masing-masing berisi sekitar 50an orang (seluruhnya sekitar 300an orang). Orang-orang dalam rombongan tersebut terlihat membawa berbagai peralatan seperti linggis (yang memiliki pengait), kapak, martil dan peralatan lainnya. Terlihat juga di antara mereka membawa jirigen (diketahui kemudian berisi bensin atau sejenis bahan bakar). Orang-orang dalam rombongon tersebut bersikap kasar dan beringas, tidak bersahabat. Saat disapa warga sekitar mereka menjawab dengan kasar dan galak. Sekitar 10.30 Kelompok orang tersebut kemudian mulai merusak ruko dan berbaur dengan WIB massa, tapi tidak ikut menjarah. Massa mulai bergerak menuju Apartemen Mitra Bahari, kemudian mulai melakukan perusakan serta pembakaran di toko-toko sekitar apartemen. Sebuah apotik di seberang apartemen habis dijarah dan dibakar. Kelompok orang yang datang dengan truk terlihat melakukan perusakan, menjarah dan dilanjutkan dengan melakukan pemakaran. Barang-barang yang diambil dari dalam bangunan oleh kelompok ini tidak dibwa tetapi diletakkan di tengah jalan. Melihat situasi yang seperti itu, akhirnya massa (umumnya warga setempat) yang berada di sekitar lokasi akhirnya mulai mengambil barang-barang tersebut. Sekitar 12.00 Sementara itu, di rumah duka Pluit, seberang Apartemen Mitra Bahari, sebagian

Sekitar 12.00

-15.00 WIB

Sekitar 12.00

-15.00 WIB

Sekitar 12.00

-15.00 WIB

Rumah Duka Pluit dan membakarnya. Sebagian lagi memasuki Apartemen Mitra Bahari, merusak beberapa kamar dan membakar ruang kantor. Sekelompok orang tersebut kemudian menuju Apartemen Mitra Bahari. Mereka mulai melakukan perusakan pada ruko-ruko di sekitar apartemen. Sementara itu sekitar apartemen Mitra Bahari massa telah banyak berkumpul. Setelah suasana semakin ramai, kemudian massa mulai masuk ke dalam gedung dari lantai bawah. Massa kemudian terlihat mondar-mandir di antara kamar mencari barang untuk dijarah. Terlihat juga massa memakan makanan yang mereka dapati dari dalam kamar-kamar. Gerombolan (kelompok yang datang dengan 6-10 truk) terlihat mempreteli perhiasan, arloji, uang dan lainnya milik penghuni yang berusaha keluar dari apartemen (banyak penghuni di lantai bagian atas terpaksa keluar akibat takut terbakar. Asap terlihat dari bagian bawah apartemen akibat pembakaran kendaraan di lantai 2 dan 3.). Mereka menggeledah pakaian, bahkan hingga pakaian dalam. Penghuni yang berada dalam ancaman clurit, martil dan sejenisnya terlihat tidak berani melakukan perlawanan berarti. Selanjutnya ruang apartemen yang telah kosong ditinggalkan penghuni mulai dijarah. Saksi melihat hal itu terjadi setidaknya di lantai bawah, pintu masuk. Selama peristiwa ini terjadi, banyak warga terlihat menyaksikan dari halaman parkir komplek ruko, sebelah apartemen. Catatan:

** Saksi di lokasi mengatakan sekelompok orang tersebut (gerombolan) selama* aksinya terlihat sangat terlatih dan terorganisir. Terlihat dari cara beraksi yang sangat cepat dan sistimatis. Dalam aksinya mereka memulai dengan memecahkan kaca rumah atau mobil dengan kapakataupun linggis, kemudian menyiramkannya dengan bahan bakar (bensin) dan membakarnya. Beberapa di antara kelompok ini juga terlihat berusaha mengajak warga ikut menjarah. Tetapi ajakan tersebut ditolak warga (yang sedang menyaksikan aksi mereka). Kemudian terlihat seorang pria dan perempuan (etnis Tionghoa) menuruni bangunan, hendak melarikan diri. Sekelompok orang kemudian berlarian ke lantai atas mengejar kedua orang tersebut. Sang pria tertangkap, ditarik dan langsung dipukuli oleh sekitar 6 pria. la meminta-minta tolong tetapi tidak dihiraukan orang-orang tersebut. la juga sempat melarikan diri tetapi tidak berhasil dan kembali dipukuli hingga babak belur.

Mei 1 998: Fakta. Data dan Analisa

Perempuan yang sebelumnya bersama pria tersebut kemudian oleh 5 orang diseret dan dipisahkan dari pria tersebut. Perempuan tersebut menggunakan baju kaos, berbadan sedikit “berisi” dan terlihat seksi. Perempuan itu berteriak-teriak saat diseret. Kemudian saat pakaiannya dirobek ia berteriak-teriak meminta tolong kepada teman prianya. Tetapi teman prianya tidak bisa memberi pertolongan. Kemudian pakaian dalam dan celana dalamnya ditarik hingga telanjang bulat. Sebelum diperkosa perempuan tersebut meronta-ronta ketika disentuh (di colek-colek) bagian-bagian tubuhnya. Saat diperkosa perempuan tersebut sudah tidak bisa melawan. Setelah diperkosa secara bergantian, kelima orang tersebut segera kabur meninggalkan lokasi dan perempuan tersebut, begitu saja. Perkosaan terjadi di lapangan parkir. Sekitar 12.00 Kemudian dari lantai bawah mulai terbakar. Terlihat sekelompok orang

-15.00 WIB mengambil bensin dengan memotong saluran bensin mobil, kemudian digunakan

untuk membakar. Catatan:

** Saksi lain menyaksikan bahwa kelompok massa yang datang dengan* menggunakan 6 truk terlihat membakar mobil yang berada di tempat parkir apartemen, lantai 2 dan 3. Tidak lama setelah terjadi pembakaran, terlihat seorang anggota ABRI sambil mengendarai motor melintas dari arah Pasar Ikan (utara) berbelok ke arah Gedong Panjang. la melambaikan tangan kanannya terus menerus, menyuruh massa melanjutkan aksinya. Massa yang berada di sekitar lokasi membalas dengan bertepuk tangan kepada aparat tersebut. Sementara itu asap juga mulai terlihat dari kejauhan. Saat peristiwa terjadi jumlah massa begitu banyak. Dari Mitra Bahari sebelah utara hingga ke Muara Baru massa terlihat tidak terputus. Kemudian dariJI.Gedong Panjang hingga Pejagalan massa juga padat tidak terputus. Catatan Massa yang menjarah membawa kayu dan best dalam aksi-aksi mereka. Terlihat pada lampu merah di sekitar lokasi, warga memaksa membakar barang jarahan yang sedang dibawa oleh massa.
- Pada saat peristiwa berlangsung tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi.
Sekitar 12.00 Sementara itu, mendengar informasi sedang terjadi penjarahan dan pembakaran

-15.00 WIB, pada Apartemen Bahari,JI.Gedung Panjang, warga sekitar semakin banyak

berbondong-bondong menuju lokasi.

Kronologi Kerusuhan

Sekitar 14.00 Sebagian massa terlihat memasuki lagi toko peti mad di rumah duka. Sementara

-16.00 WIB pertokoan di sepanjang jl gedong panjang telah terbakar. Kemudian toko peti

mati tersebut dibakar. Sekitar pukul 15.30 WIB, pemilik dan pekerja rumah duka meninggalkan lokasi dan pulang Sekitar 14.00-Terlihat gerombolan (yang datang dengan truk) menggembok sebuah pintu

15.00 WIB bengkel ban yang berada tepat di seberang apartemen. Mereka kemudian
menyiramkannya dengan bahan bakar (bensin) dan segera membakarnya. Dari dalam bengkel sempat terdengar teriakan orang meminta tolong. Catatan:

** Beberapa hari setelah kejadian, warga mengetahui 4 orang mati terbakar dalam* bengkel tersebut
Sekitar 15.00 Sekitar 1 5 dari mereka mendatangi seorang warga dan dengan kasar bertanya," WIB Siapa yang berani-berani bantu mengamankan orang Cina?". Kalimat itu dilontarkan saat bertemu dengan warga yang coba meredakan situasi dan upaya pertolongan lainnya. Salah satu di antara kelompok tersebut ternyata mengenal warga tersebut (diketahui karena menyebut nama warga yang didatangi tersebut. Sementara warga tersebut tidak mengenal satupun di antara mereka. Sekitar 16.30 Kelompok massa (yang datang dengan truk) meninggalkan lokasi bersama-sama. WIB Tidak diketahui kemana mereka pergi (berpindah tempat). Sekitar 17.30 Kelompok massa tersebut kembali ke sekitar Apartemen Mitra Bahari. Mereka WIB kemudian melakukan aksi perusakan dan pembakaran di apartemen dan wilayah sekitarnya, pada ruko-ruko dan perumahan. Aksi kedua ini mendapat perlawanan dari warga/penduduk di sekitar lokasi yang berusaha mengusir mereka. Pukul 18.30 Akhirnya kelompok tersebut meninggalkan lokasi. WIB. Sekitar pukul Sementara itu di rumah duka, massa memasuki ruang jenasah di lantai dua, di situ 1 8.30 WIB terdapat 2 jenasah laki-laki dan 1 jenasah perempuan. Mereka kemudian mengeluarkan jenasah dari peti dan dengan menggunakan ranjang dorong, dari lantai dua mayat dibawa ke jalan raya. Sekitar pukul 20.00 WIB, Massa mempermainkan mayat-mayat itu dengan mendorong-dorong di seputar JI. Gedong Panjang. Massa membuat seolah-olah meminumkan minuman dari sebuah botol minuman ringan. Pukul 19.00 Warga berusaha menelepon kantor aparat keamanan yang berada pada wilayah WIB lokasi tetapi tidak mendapatkan hasil. Tidak ada yang mengangkat telepon pada

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

kantor Polsek setempat. Telepon baru mendapatkan tanggapan dari kantor Kodam.Jawabanyang diperoleh bahwa tidak ada orang (pasukan) markas dan menjanjikan akan mendatangi lokasi (Apartemen Bahari) jika telah ada pasukan. Pukul 20.30 Pasukan Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) VI Tanjung Priok yang terdiri dari 8 WIB, personil tiba di lokasi. Saat tiba di lokasi penjarahan di Apartemen Bahari dan ruko sekitarnya masih terjadi. Begitu pasukan melakukan tembakan peringatan, massa segera berlari berhamburan dan penjarahan pun berhenti. Saksi lain menyatakan bahwa saat aparat (sekitar 1 kompi) yang menggenakan pakaian hitam-hitam, menggunakan helm dan membawa senjata datang.mereka langsung memberondong massa dengan tembakan dan semua yang berada di sebelah utara langsung tiarap. Tidak lama setelah massa yang berada di utara tiarap, datang massa dari sebelah selatan, kemudian aparat melepaskan tembakan dan massa tersebut langsung tiarap. Setelah itu massa dari sebelah utara kembali mendekat, lalu ditembaki dan langsung tiarap. Begitu berkali-kali terlihat aparat melepaskan tembakan ke arah massa yang datang dari dua arah, utara dan selatan. Sekitar 20.30-Setelah penjarahan berhenti, warga sekitar lokasi memberikan pertolongan

00.30 WIB kepada penghuni apartemen, ruko dan perumahan yang menjadi korban.
Sekitar 500 orang di selamatkan di rumah-rumah warga. Mereka sangat ketakutan dan tidak membawa apa-apa selain pakaian yang melekat di badan. Beberapa di antara mereka meminta bantuan agar diantar ke bandara Soekarno-Hatta, karena hendak pergi ke lar negeri (Singapura, Malaysia dll). Permintaan tersebut tidak bisa terkabulkan karena tidak ada kendaraan yang bisa membawa mereka. 15 Mei 1998 Pukul 00.30 Patroli yang dipimpin Wakil Dan Yon 202 Bekasi tiba di lokasi. Permintaan warga WIB yang hendak diantar ke bandara dipenuhi patroli tersebut. Sekitar 40 orang diantar ke bandara dengan menggunakan truk. Catatan: Pada pagi hari (15 Mei 1998). seorang warga yang menolong korban kerusuhan, mendapat telepon dari warga yang menyatakan bahwa mereka telah sampai dengan selamat di Singapura dan Malaysia. Sekitar 01.00-Pada pemukiman penduduk di sekitar wilayah apartemen muncul isu agar warga

02.00 WIB, berhati-hati dan berjaga-jaga karena akan ada penyerangan dari warga etnis
Tionghoa. Catatan:

'Hingga situasi kembali normal penyerangan ke pemukiman penduduk tidak

Catalan • Saat terjadi kerusuhan terlihat juga sekelompok massa menahan seorang pengendara motor yang bertampang mirip etnis Tionghoa di sekitar tambal ban samping Mitra Bahari. Tidak berapa lama kemudian motor tersebut dibakar setelah sebelumnya memukuli pengendaranya. Pemilik tambal ban juga tidak luput dari kejaran massa. Setelah bengkel dihancurkan, pemiliknya (etnis Tionghoa) terlihat melarikan diri dan dikejar massa. Sambil berlari ia menyebarkan uang. Pemilik bengkel tersebut akhirnya diselamatan seseorang di sekitar Tanah Pasir. •Terlihat juga seorang perempuan etnis Tionghoa sedang menyebarkan uang saat dikejar-kejar sekelompok orang. Setelah sampai di luar bangunan Mitra Bahari ia masih menyebarkan uang sambil berlari dan didikejar massa. Perempuan tersebut terlihat melarikan diri ke arah Utara (Pasar Ikan).

Kode:J1402 Lokasi : Pluit-Muara Karang, JakartaUtara Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998- IS Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sore Mendengar terjadinya kerusuhan di Grogol (aksi perusakan dan pembakaran) menjelang warga sekitar Pluit-Muara Karang yang umumnya etnis Tionghoa mulai malam tegang. Karena kuatir akan merembetnya kerusuhan ke wilayah mereka (berbagai isu telah tersebut di antara warga seperti: kalau aksi kerusuhan yang terjadi adalah gerakan anti Cina; Pluit merupakan sasaran berikutnya; dll. Malam hari. Setelah mengetahui telah terjadi pembakaran di sekitar wilayah Grogol dan Kapuk pada 1 3 Mei sore, warga RW 02, Muara Karang, Kelurahan Pluit, berkumpul dengan dipimpin ketua RW (Rukun Warga) serta dihadiri anggota Hansip (Pertahanan Sipil) setempat. Pertemuan yang dilakukan pada pukul

22.00 WIB, memberikan penjelasan agar warga bersiap melakukan antisipasi apabila kerusuhan meluas hingga wilayah mereka. Warga diminta untuk tidak arogan karena yang dihadapi adalah preman dan mereka menggunakan peralatan tertentu seperti pentungan dan sejenisnya. Pada malam itu RW selain mengingatkan warganya untuk berwaspada, juga melakukan kordinasi dengan mendatangi Pos Polisi Muara Karang. Akhirnya masing-masing RW atau blok perumahan melakukan antisipasi berjaga di sekitar wilayah mereka masing-masing. Hal ini juga dilakukan

Fakta, Data dan Analisa

setelah adanya himbauan dari petugas lurah atau RW setempat. Akibat adanya kelompok-kelompok yang berjaga di sekitar pemukiman dalam situasi tegang dan saling curiga serta membawa peralatan (kayu, parang, samurai dll), akhirnya menambah ketegangan warga pada wilayah tersebut. Hal itu semakin bertambah setelah mendengar kerusuhan telah terjadi di sekitar Pantai Indah Kapuk (tidak jauh dari wilayah mereka). Warga melakukan ronda hingga pagi. Pada malam itu suasana pemukiman terasa berbeda, tidak seperti biasanya. Banyak motor yang lalu lalang keluar masuk wilayah Muara Karang. Motor¬ motor tersebut sangat khas mengeluarkan suara dari knalpot yang sangat keras, seperti suara ledakan. Adanya juga orang-orang yang terlihat seperti melakukan orientasi, berkeliling di sekitar wilayah Pluit, seperti menaiki perahu. Catalan: Orang-orang yang menggunakan motor maupun berkeliling tersebut kemudian diketahui adalah orang-orang yang sama. 14 Mei 1998 1 0.00 WIB Terlihat beberapa kelompok kumpulan massa berada di jalan utama Muara Karang.Jumlah merekamencapai ribuan. Mereka umumnya anak muda dan bukan warga pluit. Beberapa di antara mereka kemudian menghampiri kantor RW dan beberapa di antara mereka menitipkan motor. Saat diajak berbincang, kedua orang yang menitipkan motor menjawab dengan logat Jakarta.Mereka berumur kira-kira 30 tahunan, berpenampilan kucel dan berambut gondrong (seperti penampilan preman pada umumnya). Catatan: Preman dimaksud sebagai kelompok orang yang cenderung diidentikkan sebagai kriminal.Identifikasiini tidak hanya terlihat dari cara berpakaian tetapi juga tingkah laku, gerak dan gaya bahasa yang digunakan. Saat seorang ketua RW sedang menelepon, orang-orang yang sempat memprovokasi warga melempari mobil yang melintas tersebut kemudian membentak dan marah-marah. Mereka meminta agar segera mematikan telepon, “ngapain pake nelpon-nelpon segala!" Tetapi setelah mengetahui bahwa yang dibentaknya adalah ketua RW, mereka kemudian mereda dan sempat meminta maaf. Sekitar 10.00-Pagi itu suasana telah sepi, umumnya toko-toko dan perkantoran telah tutup dan

1 1.00 WIB

Sekitar 1 1.00

13.00 WIB
Sekitar 13.00 WIB-sore

Kronologi Kerusuhan

banyak rumah telah kosong ditingggalkan penghuninya. Kemudian banyak massa datang, berjalan dari arah Muara Angke. Banyak diketahui mereka datang ke Muara Angke dengan menggunakan perahu. Dari Muara Angke mereka kemudian bergerak menuju Mega Mall melewati wilayah Pluit-Muara Karang. Jalan-jalan utama sekitar Muara Karang akhirnya dipenuhi kumpulan massa tersebut, jumlahnya mencapai ribuan orang. Warga etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di sekitar maupun dalam komplek perumahan mulai ketakutan dan mulai membuat "barikade pertahanan" (karena isu yang beredar mengatakan bahwa peristiwa 13 mei adalah permulaan "gerakan anti cina”). Massa yang hendak menuju Mega Mall kemudian dihadang oleh kelompok pada beberapa blok (Blok VI dan III), yang memang telah mempersenjatai diri dengan berbagai peralatan. Peristiwa dimulai ketika anak-anak pelajar yang bersekolah di Muara Angke pulang bergerombol berjalan kaki akibat tidak ada angkutan umum yang lewat. Ketika kelompok pelajar melewati daerah komplek, mereka dicegah dan dihalau sekelompok warga etnis Tionghoa setempat yang ketakutan meluasnya kerusuhan. Aksi tersebut akhirnya menyebabkan terjadinya bentrok antara kedua kelompok tersebut. Para pekerja bangunan yang sedang mengerjakan/memperbaiki bangunan di sekitar komplek datang membantu pelajar dalam bentrok tidak seimbang (warga bersenjata pentungan, senapan angin, dll). Pelajar dan pekerja akhirnya terpojok dan berbalik arah menyelamatkan diri. Tidak lama setelah itu, datang ribuan orang (kelompok massa yang berjalan dari arah Muara Angke) menuju tempat terjadinya bentrok antara kelompok pelajar dan warga. Perlawanan yang dilakukan warga akhirnya dapat menahan dan memukul mundur massa tersebut. Warga hanya menahan massa yang hendak melintasi wilayah mereka, tetapi tidak berusaha memukul mundur massa hingga keluar dari wilayah Muara Angke. Akibatnya pada wilayah (blok) yang tidak dijaga (atau hanya dijaga sedikit) warganya menjadi sasaran perusakan, penjarahan dan pembakaran kelompok massa tersebut. Massa yang saat menuju barikade warga telah mulai melakukan pelemparan terhadap bangunan yang dilewati, akhirnya mulai melempar batu ke rumah-rumah warga sepanjang jalan utama Muara Karang. Sebagian besar dari mereka melakukan penjarahan, khususnya terhadap toko atau rumah-rumah yang

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

telah kosong. Warga etnis Tionghoa di komplek perumahan menjadi panik. Terlihat satu keluarga menyelamatkan dari penjarahan dan perusakan dengan memanjat atap sebuah rumah. Pada saat peristiwa terjadi tidak ada aparat kemanan yang bertugas. Seorang warga (non Tinghoa) sempat yang sempat melakukan dialog beberapa orang diantara kelompok yang kelihatan sebagai penggerak kerusuhan (berambut gondrong dan berpenampilan dekil), berang dan marah terhadap aparat kelurahan yang tidak responsif. Mulai terjadi keributan di sekitar wilayah Muara Karang. Massa mulai merusak dan membakar toko bangunan dan bangunan lainnya. Perusakan terus melebar hingga mendekati wilayah Muara Angke. Sebuah gereja yang hendak dibakar massa berhasil dicegah oleh warga setempat (gabungan antara warga Muara Karang dan Muara Angke). Beberapa tempat di Muara Angke mendapat bantuan pengamanan oleh warga/pemuda (Karang Taruna) dari Muara Angke. Pada peristiwa tersebut terlihat beberapa mobil dirusak dan dibakar. Terlihat sebuah mobil ditarik keluar dari tempat parkir dan kemudian dibakar. Setidaknya 5 mobil habis dibakar (3 jenis minibus, 1 jenis taft dan 1 sedan). Warga berusaha menghubungi baik pihak aparat pemerintahan maupun keamanan. Kantor kelurahan yang dihubungi berkali-kali mengatakan bahwa staf kelurahan sedang berada di Pantai Indah Kapuk yang telah lebih dahulu mengalami perusakan dan pembakaran. Aparat keamanan yang dihubungi juga mengatakan tidak ada pasukan di markasnya. Selama peristiwa berlangsung, terlihat pula sepasang suami-istri pemilik sebuah salon melarikan diri dengan memanjat rumah warga lainnya. Hingga malam Penjarahan terjadi hingga malam hari. Selama perusakan, penjarahan dan hari pembakaran, pemadam kebakaran tidak bisa memasuki lokasi. Hal ini dikarenakan banyaknya massa yang berada di sekitar lokasi dan situasi tidak bisa dikontrol. Selama peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Hanya terlihat aparat kelurahan yang datang dan pergi, memantau keadaan. Pihak RW setempat akhirnya membuat laporan kepada kelurahan tentang peristiwa yang terjadi di wilayahnya. Setidaknya enam rumah menjadi korban penjarahan. Catatan: Ketua RW setempat melaporkan setidaknya 6 rumah dijarah, 1 buah toko

pasca kerusuhan akhirnya memilih pindah dari lokasi akibat trauma atas peristiwa yangterjadi.

  • Terjadi sedikit perubahan pada relasi antar warga. Sebelum peristiwa 14 Mei 1 998, warga tidak pernah kompak. Tetapi setelah peristiwa tersebut, mereka menjadi kompak, bahkan melakukan siskamling bersama.
    15 Mei 1998

Pada keesokan harinya, massa masih terlihat di sekitar lokasi. Sebagian besar adalah warga sekitar yang berkerumun menyaksikan sisa-sisa perusakan dan pembakaran. Kemudian tiba satu truk pasukan PHH (Pengendali Huru Hara). Setibanya di lokasi aparat segera melepaskan tembakan yang langsung membubarkan massa yang berkerumun. Tindakan aparat ini sempat menimbulkan keributan. Warga yang kecewa karena mereka (PHH) tidak datang pada saat kerusuhan terjadi (sehari sebelumnya), memprotes sikap PHH yang dianggap warga berlebihan. Tidak berapa lama, PHH akhirnya meninggalkan lokasi. Datang pasukan Arhanud pada pagi hari di sekitar lokasi. Pada siang hari pasukan tersebut ditarik kembali dari lokasi. Kemudian datang lagi satu regu pasukan Arhanud. Satu regu Arhanud tersebut, sekitar 1 1 orang, mendatangi pemukiman didampingi RW setempat. Mereka beramah tamah dengan warga dan memberitahu bahwa barang-barang jarahan berada di belakang pompa bensin, tidak jauh dari lokasi. Ketika ditanya kedatangan mereka yang terlambat, mereka menyatakan bahwa tindakan mereka sesuai dengan perintah yang mereka dapat. Mereka menjelaskan bahwa pada tanggal 13 Mei 1998, pasukan tersebut bertugas menjaga wilayah sekitar Pluit (Pantai Mutiara dan pembangkit listrik).. Selain pasukan Armed, kemudian Koramil setempat juga mendatangi warga melalui RW setempat. 16 Mei 1998 Datang sekitar 7 pasukan Kopassus (Komando Pasukan Khusus) berjaga di sekitar wilayah Muara Karang. Ketika pasukan Kopassus tersebut mulai berjaga di sekitar wilayah, pasukan Arhanud yang sebelumnya telah berjaga kemudian ditarik dari lokasi. Catatan:

Data dan Analisa

Wargo mengetahui mereka adalah pasukan Kopassus berdasar seragam yang dikenakan pasukan tersebut Setelah kerusuhan terjadi pada tanggal 14 (mulai tanggal 15 Mei 1998), kemudian banyak aparat TNI balk dari Kostrad, Kodim atau Marinir menjaga beberapa rumah warga. Mereka adalah aparat yang disewa menjaga rumah dan wilayah sekitarnya oleh warga. Pasca Setelah situasi mulai mereda, diadakan pertemuan di rumah salah satu warga di Kerusuhan wilayah Pantai Mutiara atas inisiatif seorang komandan Kopassus. Peserta pertemuan antara lain: tokoh-tokoh masyarakat Pluit, ketua-ketua RW di wilayah Pluit, Danramil, Lurah dan pejabat Kelurahan lainnya serta Camat Pejaringan. Dalam pertemuan tersebut pihak aparat (komandan Kopassus yang menjaga wilayah tersebut) menghimbau agar peserta yang hadir tetap tenang dan terus melaksanakan sistem Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan). Peserta kemudian memberitahukan kondisi terakhir di wilayah mereka masing-masing. la juga mengatakan bahwa kehadirannya pada pertemuan tersebut atas perintah mantan Danjen Kopassus (tanpa menyebut nama). Setelah pertemuan tersebut, kemudian diketahui semua pasukan yang berjaga di wilayah lokasi ditarik, dipindahkan ke lokasi lainnya. Selain pertemuan tersebut juga ada pertemuan lain (tidak jelas siapa penyelengaranya). Pertemuan dilakukan di Restoran New Happy, Muara Karang dan peserta dikenakan tiket seharga Rp. 35.000,- Pembicara dalam pertemuan tersebut antara lain A.A Baramuli dan wakil JaksaAgung. Banyak pertanyaan berupa pengaduan yang terlontar saat itu. Antara lain pengaduan seseorang yang istri dan anaknya meninggal saat ia menjaga keamanan di sekitar Sunter dan pertanyaan kemana aparat pada saat kerusuhan terjadi.

Kode :J1403 Lokasi;Mangga Dua, JakartaUtara Tanggal Kejadian : 13 Mei 1998- 15 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Malam hari Mengetahui telah terjadi kerusuhan dari Grogol hingga daerah Angke, warga pada pemukiman sekitar Mangga Dua mulai ramai dengan berbagai desas-desus khususnya kekuatiran kalau kerusuhan akan terjadi di wilayah mereka. Lurah mengeluarkan himbauan dan mengumpulkan ketua-ketua RT dan RW agar

warga yang ikut dalam kerusuhan. Malam itu belum terjadi perusakan atau kerusuhan, tetapi warga tetap melaksanakan himbauan melakukan Siskamling. Saat warga melakukan Siskamling diJI. ManggaDua 1, sempat bertemu dengan sekitar 10 aparat keamanan yang bersenjata lengkap. Pasukan tersebut berjalan kaki di sekitar lingkungan. Setelah sebentar berbincang, pasukan tersebut melanjutkan patroli yang mereka lakukan. Warga memperkirakan pasukan tersebut berasal dari Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat), dilihat dari pakaian yang mereka kenakan. Warga lain menyaksikan bahwa mereka berbaju loreng, baret hijau tua dan membawa senapan. 14 Mei 1998 Pagi Pagi hari saat orang-orang mulai membuka toko mereka, seorang ketua RT meminta agar warga tidak membuka toko karena ada pergerakan massa menuju lokasi mereka dari arah JembatanBatu. Sekitar 09.00 Seorang warga yang sedang berjaga di lingkungannya menyaksikan telah ada WIB. kerumunan massa di sekitar JembatanBatu yang sedang bersiap berjalan menuju Mangga Dua (kelompok massa atau massa yang berkerumun tersebut tidak dikenal warga setempat Merekadiidentifikasiberasal dari luar wilayah pemukiman). Pada saat yang sama, terlihat juga dua buah truk tronton milik Brimob (Brigade Mobil) dan pasukan Brimob yang sedang berjaga di sekitar JembatanBatu (saksi menyebutkan terdapat sekitar 30 pasukan Brimob berjaga di sekitar wilayah itu). Seorang saksi lain melihat di sekitarJembatanSenti juga telah banyak massa berkerumun yang datang dari arah Pangeran Jayakarta dan Stasiun Kota. Saat massa mulai bergerak menuju arah Mangga Dua, pasukan Brimob menghadang dan sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Massa akhirnya berhenti dan mundur, tetapi tetap berkerumun di sekitar JembatanBatu. Saksi lain melihat sekitar 50 orang dari arah JembatanBatu berusaha memasuki wilayah Pasar Pagi Mangga Dua. Kelompok massa ini dihadang sekitar 50 pasukan Kostrad (terlihat dari baret hijau) yang berjaga di bawah jalan layang kereta api. Setelah dihadang akhirnya mereka bergerak mundur menuju perumahan dan toko diJalan ManggaDua bagian depan. Mereka kemudian berpindah ke seberang jalan tetapi dihalau warga sekitarnya yang meminta mereka tidak membuat keonaran di

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

wilayahnya. Mereka berbalik lagi menyeberang jalan. Sementara itu terlihat telah terjadi pembakaran pada pertokoan di sekitar Hotel Ibis yang berada di sisi selatan Mangga Dua Mall. Catatan:

  • Selain pasukan yang berjaga di bawah jalan layang juga terlihat 2 buah truk dan panser. Warga mengatakan bahwa pasukan terlihat telah berjaga sejak siang hari tanggal 13 Mei 1998.
    Sekitar 10.00 Sebuah toko material mulai dilempari kelompok massa yang baru saja berpindah

-1 1.00 WIB. dari seberang jalan. Toko dilempari hingga pecah kaca-kacanya. Kemudian mereka

mulai menggedor dan mendobrak pintu lantai bawah. Tidak lama kemudian asap tebal mulai mengepul dan membesar dengan cepat. Terdengar beberapa kali ledakan (diperkirakan akibat tiner (pengencer cat) yang berada di lantai bawah. Dalam bangunan tersebut terdapat 2 orang tua (perempuan) dan 3 perempuan muda. Dua perempuan (ibu dan anak perempuan) yang berada di rumah (sebelah toko) berhasil melarikan diri lewat pintu bawah. Sementara itu asap yang mulai memenuhi lantai dua dan pintu belakang yang tidak bisa dibuka, membuat penghuni bangunan menjadi sangat panik. Akhirnya dengan segala upaya, 3 laki-laki penghuni toko berhasil keluar dari bangunan dan dibantu warga yang berada di belakang toko. Orang tua dan seorang penghuni lainnya juga berhasil ditolong (tertinggal di lantai atas toko), tetapi telah dalam keadaan terbakar. Setelah semua penghuni bangunan berhasil keluar, salah seorang menghampiri pasukan yang berada di bawah jembatan layang (kurang lebih 20 meter dari rumah korban). la meminta bantuan dan pengawalan untuk mengantar anggota keluarga yang Iuka ke rumah sakit. Permintaan itu ditolak pasukan. Kemudian ia juga menghubungi ambulans yang baru datang sekitar pukul 22.00 WIB. Catatan: Pembobolan, pembakaran hingga lolosnya penghuni dari bangunan berjalan sekitar 1 jam.

** Selama peristiwa terjadi, pasukan yang berada kurang lebih 20 meter dari toko* material yang dibakar tidak menghalangi atau menghentikan massa yang melempar, membobol dan membakar bangunan.
Sekitar 1 1.00 Seluruh pasukan Brimob yang berjaga di sekitarJembatanBatu tiba-tiba bergerak WIB, meninggalkan lokasi. Sementara itu pasukan yang mengenakan baret hijau masih terlihat berjaga di sekitar ITC Mangga Dua (di bawah jembatan layang).

Batu segera bergerak. Mereka melakukan perusakan yang dimulai dari depot limon TokoJakarta.Toko dirusak dan kemudian dijarah (perusakan dilakukan dalam waktu kurang leih 15 menit). Di antara mereka terlihat ada yang membawa jirigen dan berteriak "Bakar! Bakar!". Selain jirigen juga terlihat membawa peralatan lainnya seperti pentungan, samurai, linggis dan serta membawa molotov (botol yang disumbat dengan kain dan berisi bensin/cairan bahan bakar). Dalam aksinya mereka bergerak secara bersama-sama sambil meneriakkan "Bakar! Bakar!Jarah!"dan "Bakar Cina!” Warga setempat tidak mengenal kelompok massa tersebut. Upaya membakar Toko Limun tersebut dicegah oleh warga karena kuatir akan merembet ke pemukiman mereka. Aksi tarik menarik jirigen pun terjadi. Akhirnya jirigen berhasil direbut oleh warga dan dibuang ke kali. Tidak beberapa lama kemudian, pembawa jirigen yang berciri rambut cepak (rambut pendek seperti umumnya tentara), keriting, bertampang seperti umumnya orang dari Indonesia Bagian Timur, berbadan tegap dan selama aksi perusakan berteriak "Bakar,bakar!" Aksi mereka di sekitarJembatanBatu kemudian berhasil dihentikan dan dihalau oleh warga setempat. Kelompok massa yang mencapai ratusan orang tersebut akhirnya berpindah tempat. Catatan: " Penggunaan molotov dalam waktu tersebut belum begitu populer. Mahasiswa Jakartayang pada akhirnya sering menggunakan alat ini, baru menggunakannya dalam gelombang aksi dalam berbagai bentrok dengan aparat keamanan paska jatuhnya Soeharto pada 2 1 Mei 1 998. Hal ini memberikan indikasi di antara massa tersebut memiliki pengetahuan tertentu atau setidaknya memiliki persiapan sebelumnya. Sekitar 1 1.30 Kelompok tersebut selanjutnya bergerak menuju ruko (rumah toko)

-12.00 WIB komplek 30, yaitu di sekitar gang Abdul Hamid. Mereka terlihat dengan paksa

mengeluarkan sebuah mobil Honda Civic, merusak dan kemudian membakarnya. Selain perusahaan limun, bengkel motor MG 2, toko timbangan Libra dan bengkel motor Cipta Abadi habis dijarah. Hotel Trans Mangga Dua juga sempat dirusak bahkan mobil di halaman parkir ikut dibakar, tetapi tidak sempat masuk ke dalam hotel karena dicegah satpam,

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

karyawan dan masyarakat sekitar yang ikut menjaga hotel. Salah seorang di antara kelompok massa tersebut terlihat membawa jiringen, tetapi kemudian dapat direbut oleh warga yang turut menjaga hotel. Orang yang membawa jiringen tersebut berbeda dengan yang membawa jirigen di Toko Limun. Tetapi jiringen yang digunakan berwarna (berwarna putih) dan berukuran sama (ukuran 5 liter). Selama aksi membongkar dan menghancurkan toko-toko di antara massa terlihat sekelompok orang hanya berteriak-teriak "Bakar! Bakar!” atau"Jarah! Jarah!”, tetapi tidak ikut menjarah atau membakar. Yang melakukan penjarahan adalah kelompok massa yang telah terkumpul. Kelompok massa ini kemudian bergerak menuju Pasar Pagi Mangga Dua. Selama bergerak, mereka merusak dan menjarah ruko-ruko bagian depan di sepanjang jalan. Pada bagian depan komplek Pasar Pagi dan ITC Mangga Dua terdapat sekitar 5 panser yang melintang di tengah jalan, di bawah jembatan layang rel kereta api. Kelompok massa tersebut berusaha masuk ke dalam komplek ITC tetapi berhasil dicegah aparat yang berjaga. Warga menyaksikan bahwa aparat yang berjaga hanya mencegah massa memasuki komplek Pasar Pagi, ITC dan Mangga Dua Mall. Pasukan tersebut tidak terlihat bertindak mencegah atau menghentikan perusakan, penjarahan dan pembakaran yang terjadi diJI.Manggua Dua bagian depan, antaraJembatanBatu dan Pasar Pagi. Catatan: Cara sekelompok massa (provokator) merusak bangunan terlihat seperti terpola. Ada yang mendobrak pagar dengan menggunakan alat dan kemudian menyiramnya dengan isi jirigen dan dibakar. Kesaksian warga menyebutkan bahwa kelompok ini dalam menjalankan aksinya terlihat amat terkordinir dan terlatih. Mereka seperti telah mengetahui apa yang akan dilakukan tanpa perlu dikomando. Hal ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan massa (di antaranya warga sekitar lokasi) yang hanya ikut mengambil barang saat situasi sudah tidak terkendali.

  • Saat peristiwa ini terjadi, seorang warga berusaha menghubungi Polsek Tamansari,tetapi tidak mendapat tanggapan.
    Sekitar 15.00 Kelompok massa yang tadi telah meninggalkan lokasiJembatanBatu WIB, kemudian bergerak menuju Pasar Pagi, tetapi dihadang aparat keamanan. Mereka lalu berbalik kembali menujuJembatanBatu dan membakar ruko-ruko dan bangunan yang belum dibakar.

C. Kronologi Kerusuhan
Sekitar 16.00 Warga menyaksikan konvoi beberapa panser dengan membawa pasukan di WIB, dalamnya. Kemudian setelah itu beberapa aparat terlihat berteriak-teriak memerintahkan warga untuk masuk ke wilayahnya masing-masing dan tidak berbaur dengan massa yang menjarah, agar tidak terkena tembakan. Tetapi pada saat yang sama warga menyaksikan kelompok massa yang melakukan kerusuhan justru hilir mudik mengambil barang dan aparat tersebut tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap mereka. Aparat keamanan tidak terlihat berupaya mencegah perusakan, penjarahan dan pembakaran yang dilakukan di sekitar lokasi. Mereka terlihat hanya menjaga tempat-tempat tertentu agar tidak dirusak atau dijarah. Warga juga menyaksikan mereka membiarkan massa yang membawa hasil jarahan melintasi mereka. Beberapa terlihat menyuruh massa yang menjarah meletakkan barang jarahan di hadapan mereka, kemudian menyuruh orang¬ orang yang menjarah tersebut pergi ke lokasi menjarah (tidak menghalaunya keluar dari lokasi). sore hari, Terlihat adanya beberapa pengelompokan massa sesuai lokasi perusakan dan penjarahan. Di antara mereka terlihat beberapa orang membawa jirigen. Hotel Trans Mangga Dua terletak diJI.Mangga Dua Raya, sisi kirinya terdapat ruko dan pada sisi kanan terdapat gudang limun. Pada bagian belakang terdapat perumahan warga. Salah seorang di antara kelompok massa yang membuat kerusuhan terlihat mengambil komputer dari dalam hotel dan kemudian dikejar-kejar oleh warga. Kemudian terlihat seseorang berjalan perlahan, berusaha menyusup memasuki bangunan hotel sambil membawa jiringen. Saat dipanggil oleh warga ia malah melarikan diri. Akhirnya warga mengejar dan berhasil menangkap. la sempat dikeroyok massa tetapi berhasil meloloskan diri. Selain orang tersebut sebelumnya juga terlihat 3 orang yang membawa 2 jirigen untuk membakar gudang. Ketika ditegur (warga memarahi mereka untuk tidak membakar gudang karena akan membakar pemukiman warga), ketiga orang tersebut langsung menyerahkan jirigen mereka. Setelah diperiksa ternyata jirigen tersebut berisi bensin. Selama aksi mereka, terdengar di antara mereka meneriakan kata-kata seperti “Reformasi! Reformasi!” serta yel-yel anti Tionghoa seperti “Ganyang Cina!". Selain perusakan, penjarahan dan pembakaran, kelompok massa tersebut juga

Mei 1998: Faku, Dau dan Analisa

terlihat melakukan penganiayaan. Seorang warga keturunan Tionghoa hampir dibacok oleh salah satu di antara kelompok massa. Bangunan (toko, ruko maupun rumah) yang menderita kerusakan umumnya milik keturunan Tionghoa. Tetapi akibat pembakaran, bangunan lain di sekitarnya juga ikut terbakar. Aksi kerusuhan ini terjadi hingga pukul 18.00 WIB. Catatan

  • Soot sore hari banyak. warga yang membawa berbagai peralatan seperti golok, kayu dan sejenisnya dalam menjaga pemukiman mereka.
  • Kebakaran yang terjadi sejak 1 4 Mei 1 998 seluruhnya baru padam sekitar dua hari kemudian. Pada selang waktu tersebut tidak satupun pemadam kebakaran mendatangi lokasi.
    Malam hari Menjelang malam, kelompok massa yang melakukan kerusuhan mulai meninggalkan lokasi. Tetapi hingga malam hari situasi masih tidak terkendali dan kebakaran masih terjadi di banyak tempat. Masih terlihat banyak orang hilir mudik mengambil barang-barang dari ruko-ruko yang terbakar. Warga setempat tetap melakukan Siskamling di lingkungannya masing-masing. Warga yang melakukan Siskamling (JI. Mangga Dua 1) bersama beberapa aparat keamanan kemudian mengambil inisiatif mengumpulkan barang-barang dari penjarah yang lewat. Barang-barang tersebut kemudian dikumpulkan hingga satu truk penuh kemudian dibawa oleh aparat. Menurut aparat yang berjaga, barang-barang tersebut akan dibawa ke Kodim untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Catatan:

** Kesaksian warga menyebukan bahwa mereka tidak pernah mendapat* pemberitahuan dari aparat keamanan agar bersiap melakukan penjagaan lingkungan dan tindakan antisipasi. Hal ini berbeda dengan warga pada pemukiman di sekitar lokasi Pasar Pagi, ITC dan Mall Mangga Dua.

warga di sekitar lokasi menyebutkan bahwa kebanyakan aparat

hanya menjaga pusat-pusat pertokoan, seperti Mall Mangga Dua, Pasar Pagi Mangga Dua, ITC Mangga Dua, Tekstil Mangga Dua, Boutique Mangga Dua, Pusat Bangunan Mangga Dua. Aparat yang menjaga adalah campuran dari pasukan Kostrad dan Marinir yang semuanya bersenjata lengkap. Selain pasukan yang berjaga juga terlihat beberapa panser. Hal itu yang menyebabkan hampir tidak ada kerusakan berarti pada bangunan-bangunan tersebut. Sebaliknya Harco Mangga Dua yang tidak dijaga mengalami penjarahan. (Belakangan beberapa warga mendengar kabar adanya ada tawar menawar dengan aparat dalam kontribusi menjaga bangunan dan pertokoan.) Setidaknya lebih dari 30-an rumah penduduk ikut terbakar. Selain itu sedikitnya 2 warga mengalami Iuka bakar. 15 mei 1998, Disekitar jalan Mangga Dua api masih terus menyala, tetapi tidak ada lagi gerombolan orang yang melakukan perusakan dan pembakaran. Masih terlihat banyak orang hilir mudik menjarah barang dari ruko-ruko yang sudah rusak atau terbakar. Beberapa korban dan kerusakan yang sempat tercatat di antaranya, 2 orang meninggal akibat terbakar di dalam ruko, sekitar 3 1 rumah/ruko dan 2 gudang habis terbakar. Seorang warga setidaknya mengalami kerugian sekitar 20-an juta rupiah. Ketika pihak RW menelepon pemadam kebakaran meminta bantuan, pihak pemadam menjawab mereka tidak berani datang karena tidak ada jaminan keamanan selama perjalanan menuju lokasi.

Kode : J 1404 Lokasi : Pantai Indah Kapuk, Kapuk, JakartaUtara Tanggal Kejadian : 13 Mei 1998, Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 1 0.00 Datang 1 truk penuh berisi orang, beragam orang terlihat di dalam truk tersebut. WIB-siang Ada yang mengenakan seragam sekolah (SMU), pakaian biasa dengan hari menggunakan celana loreng atau sepatu lars atau pakaian biasa. Tiba di komplek Pantai Indah Kapuk (PIK) mereka langsung menyebar dan membaur dengan warga. Banyak warga sebelumnya telah berkerumun di perbatasan antara komplek PIK dan pemukiman warga. Penghuni komplek terlihat sangat ketakutan

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

dan berusaha bersembunyi sebisanya. Massa di sekitar lokasi saat itu sekitar ratusan hingga 1000 orang. Setelah berbaur, kelompok yang datang dengan truk selanjutnya mengajak warga melakukan berbagai aksi perusakan. Mereka terlihat mengawali tindakan seperti melempar bangunan dan merusak kaca, pagar dan pintu rumah-rumah di dalam komplek. Dengan segera suasana berubah menjadi kacau balau akibat berbagai perusakan dan hiruk pikuk suara massa yang mulai menjarah. Warga yang telah berbaur tersebut banyak yang terlihat membawa pulang barang jarahan. Sementara kelompok yang datang dengan truk hanya mengambil barang kemudian ditinggalkan di sekitar lokasi. Tindakan itu justru membuat massa lain yang menonton semakin banyak yang ikut berbaur mengambil barang jarahan. Hampir semua rumah dilingkungan PIK dimasuki massa. Setelah sebuah rumah dirusak dan dijarah kemudian berpindah ke rumah lainnya, dan demikian seterusnya. Catatan

** Perumahan PIK pada umumnya dihuni oleh warga etnis Tionghoa.*
Sekitar 14.00 Dalam kerumunan massa yang mulai memanas di JI. KapukRaya terdengar WIB. teriakan-teriakan agar massa menyerbu perumahan (PIK). Sekitar 14.00 Di sekitar Pantai Indah Kapuk (+/- 300 meter sebelum gerbang PIK), sebuah -I8.00WIB. motor dengan 2 orang pria terlihat mengajak massa memasuki komplek PIK. Massa mengikuti 2 orang tsb dan mulai menyerbu rumah-rumah di komplek PIK dan melakukan penjarahan. Terlihat beberapa penghuni perumahan yang di antaranya etnis tionghoa dipukuli/ditampar. Penghuni komplek terlihat tidak melawan. Terlihat seorang perempuan etnis tionghoa ditarik paksa oleh seorang laki-laki dan menyeretnya ke dalam kamar. Terdengar perempuan tsb berteriak-teriak, menjerit ketakutan, meneriakkan “jangan bunuh saya”, “ambil saja barang saya". Perempuan tersebut mungkin hendak diperkosa. Pada rumah tersebut (pada ruang lain) banyak orang sedang menjarah barang-barang. Dua orang yang hanya menonton dipelototi salah satu dari orang-orang di dalam rumah tersebut. Kedua orang tersebut akhirnya meninggalkan lokasi. Situasi pada jalan-jalan di PIK kacau. Terlihat massa menjarah berbagai harta benda. Ada yang membawa gerobak untuk membawa barang jarahan. Pada pasar yang terdapat dalam perumahan PIK, terlihat seorang aparat keamanan berpakaian loreng (TNI), sedang menyiram bangunan toko yang terbakar. Aparat tersebut menyarankan massa menjauhi api. la tidak terlihat ।

Sekitar 18.00 WIB.

Menjelang malam.

C. Kronologi Kerusuhan
mencegah massa yang menjarah. Di sekitar lokasi tersebut juga terlihat sebuah truk tentara. Seseorang di ancara massa mengatakan “pulang-pulang!, aparat akan menangkap penjarah." Kemudian massa panik dan berhamburan keluar dari Pantai Indah Kapuk. Tidak diketahui apakah aparat datang ke lokasi atau tidak. Terlihat seorang tentara di pasar dalam perumahan PIK sedang menyiram api dengan air. Warga melakukan ronda kampung. Terdengar kabar dari warga RT sekitar, bahwa salah satu RW akan diserbu orang-orang etnis tionghoa. Warga melakukan ronda selama satu minggu. Kesaksian lain menyebutkan: Saat kerusuhan terjadi, terlihat seorang perempuan muda, usianya sekitar dua puluhan, berada di dalam rumah sendirian. Setelah massa memasuki rumah kemudian perrempuan tersebut terlihat ditarik oleh dua orang dan langsung diperkosa di dalam rumah. Setelah diperkosa lalu ditinggal begitu saja.

  • Terlihat juga pada sebuah rumah seorang perempuan diperkosa secara bergilir oleh sekitar 7 (tujuh) orang. Saat diperkosa wajahnya terlihat kosong. Sementara itu keluarga perempuan yang berada di bagian depan tidak bisa menolong. Saudara prianya pun saat itu tengah dipukuli.
  • Terlihat sekitar 5-6 rumah setelah dijarah kemudian dibakar. Kelompok yang datang dengan menggunakan truk mengawali massa membakar rumah dan kemudian diikuti massa. " Sebuah bank setelah dipecahkan kacanya, kemudian dijarah. Sebuah ATM ditarik dan kemudian dibongkar paksa. Setelah terbuka massa yang berada di sekitarnya berhamburan berebut uang. Pertokoan yang berada di sekitar lokasi tidak lolos dari perusakan, semuanya habis dirusak dan dijarah.
    ** Orang-orang yang datang dengan truk berada di lokasi tidak sampai sore hari.* Setelah perusakan, penjarahan dan pembakaran terjadi, meerka terlihat kembali berkumpul ke truk yang memang sedang menunggu dan segera meninggalkan lokasi.
  • Sebelum massa memasuki komplek, pintu-pintu gerbang komplek telah dijaga Polisi. Tetapi setelah kerusuhan terjadi mereka terlihat menghindar dari lokasi. Kelompok orang yang datang dengan truk terdengar berteriak-teriak “bakarl”, “ganyang cina!", "bakar rumah cina!” selama kerusuhan terjadi dan diikuti oleh massa lainnya.
    Catatan

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Kode : J1 405 Lokasi : Sekitar JIKapuk Raya-Pasar Darurat Kapuk, JakartaUtara Tanggal Kejadian : 13 Mei 1998, Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 1 1.00 Sekitar JI. Kapuk Rayaorang tidak dikenal mendatangi gang dan memprovokasi -13.00 WIB. warga, berteriak mengajak warga ke Pasar Darurat di JI.Kapuk Raya. Warga terprovokasi dan kemudian keluar menuju pasar darurat. Aparat Kepolisian yang berada di sekitar lokasi menghalau dan dengan megaphone memberi peringatan terhadap warga. Warga menjadi panik dan masuk ke dalam pasar. Beberapa saat kemudian massa bertambah. Di antara massa terlihat ada yang melempar aparat dengan batu. Aparat yang terdesak kemudian bergerak mundur. Massa semakin bertambah banyak dan memenuhi JI. Kapuk Raya dengan datangnya warga dari RW lainnya. Tidak berapa lama kemudian seseorang dari tengah kerumunan berteriak-teriak “hancurin dan bakar rumah cina”.

Sekitar 13.00 Massa mulai melakukan pelemparan dan perusakan rumah-rumah sekitar Pasar
WIB. Sekitar 18.00 WIB. Darurat di bahwa aparat berkonsentrasi di perumahan PIK.
Menjelang Warga melakukan ronda kampung. Terdengar kabar akan diserbu orang-orang
malam. etnis tionghoa.
Jalan KapukRaya.

Aparat Kepolisian sudah tidak terlihat di sekitar lokasi. Seorang saksi mendengar

Di Pasar Darurat, Kapuk tidak ada aparat keamanansaat kerusuhan terjadi.

Warga melakukan ronda selama satu minggu.

Kode :JI₄₀₆ Lokasi : Bandengan, Penjaringan,JakartaUtara Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998

Raya Bandengan Utara telah dalam keadaan kacau dan kendaraan umun tidak ada yang melintas. Sepanjang jalan menuju wilayah JembatanTiga terlihat banyak kendaraan telah terbakar di antara (sekitar) ribuan massa. Massa terlihat melempari ruko-ruko dan membakar ban. Asap mengepul hingga mengganggu pernapasan. Di antara massa terlihat ada yang membawa linggis dan peralatan lainnya seperti kampak dan lainnya yang mereka gunakan untuk membuka pagar dan toko yang akan dijarah. Mereka berpenampilan seperti umumnya massa, berusia sekitar 20 hingga 40 tahun. Hingga 15.30 Situasi semakin bertambah kacau dan aksi lempar semakin meningkat. Pejalan kaki WIB. yang melintasi wilayah ini (karena tidak mendapatkan kendaraan) sampai harus berlindung, menghindar lemparan yang salah sasaran. Mendekati daerahJembatanDua, ribuan massa terlihat bergerak kesana-kemari melempari toko-toko dan membakar ban. Terlihat beberapa toko telah terbakar. Di antara massa yang bergerak bergerombol sesekali terdengar orang berteriak memberi perintah "Bakar! Bakar!” Sepanjang jalan tersebut tidak terlihat satupun aparat keamanan berjaga. Sekitar 1 5.30-Di bawah jembatan layang Kali jodo, terlihat cukup banyak aparat TNI AD

17.30 WIB. berjaga. Terlihat juga beberapa truk di parkir di sekitar lokasi. Mereka hanya
berdiri-diri saja. Di antara mereka (3 orang) terlihat menawarkan diri mengantar pejalan kaki yang menuju daerah Pesing.

Kode :J 1 407 Lokasi : Sekitar Pengadilan NegeriJakartaUtara, Kemayoran,JakartaUtara Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 10.30 Terjadi pembakaran ban di depan PengadilanJakartaUtara WIB Sekelompok pemuda (sekitar 10 orang) mulai membakar ban di depan Pengadilan NegeriJakartaUtara. Datang seorang anggota Babinsa, sambil mengendarai motornya menyuruh massa mematikan api. Kemudian terdengar teriakan oleh seseorang berambut cepak dari arah belakang "mau mati kamu kutembaki!”. Karena tidak membawa senjata dan melihat penampilan orang tersebut (cepak dan berbadan tegap, berpotongan seperti tentara pada umumnya) akhirnya

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar 1 1.30 WIB

Kode

Lokasi

Tanggal Awal Kejadian Waktu 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 WIB,

Sekitar 10.30

WIB,

Sekitar 1 1.00

WIB,

Sekitar 14.00,
Sekitar 12.00-

14.30 WIB,
petugas Babinsa tersebut pergi meninggalkan lokasi. Catatan: Babinsa yang mendatangi lokasi adalah anggota yang sangat dikenal warga karena telah lama bertugas disekitar lokasi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sekelompok orang tersebut bukanlah warga sekitar karena tidak mengenal dan dikenal oleh anggota Babinsa tersebut. Pengadilan NegeriJakartaUtara membatalkan sidang yang dijadwalkan pada hari itu. Hal ini disebabkan isu bahwa akan ada massa yang hendak menyerbu Gedung pengadilan. Dari luar gedung terdengar teriakan-teriakan dari kelompok-kelompok massa yang melintas.

:JI 408 : Komplek Ruko Griya Inti Sentosa -Sunter, JakartaUtara

: 14 Mei 1998

Kronologi

Seorang saksi melihat beberapa pengendara sepeda motor mondar-mandir dan memainkan gas dengan keras di sepanjang jalan bagian depan Komplek Ruko Griya Inti Sentosa (KRGIS). Pengendara motor tersebut berbadan kekar dan sebagian besar menggunakan seragam SMU, tetapi wajahnya cukup tua sebagai anak SMU. Seorang penghuni ruko yang melihat keadaan yang berbeda dari hari-hari biasanya tersebut mencoba menghubungi Kodim maupun Kodam, tetapi selalu bernada sibuk. Terlihat kerumunan massa membakar ban-ban mobil. Massa juga merusak dan merobohkan rambu-rambu lalu lintas, akibatnya jalan yang menuju Tanjung Priok menjadi kacau dan lalu lintas tertahan. Seorang penghuni ruko yang bertemu dengan Aparat Kepolisian diJI.Yos Sudarso meminta bantuan. Massa semakin banyak di sekitar KRGIS dan mulai memasuki komplek ruko. Mereka terlihat membawa pentungan besi, obor, batu-batu dan melakukan pelemparan ke arah ruko dengan beringas. Sebuah ruko (No. 87) mulai dijarah dan dibakar. Penjarahan terjadi hingga kira-kira pukul 14.30 WIB. Sementara rolling door ruko di sebelahnya mulai digedor

Menjelang

15.00-16.00 WIB,
naik ke lantai empat (paling atas) tempat jemuran baju. Sampai di atas mereka segera melepas semua jemuran dan membuat semacam tali dengan mengikat menjadi satu. Pada saat akan melompat ke komplek perumahan yang berada di belakang ruko terdengar dering telepon. Belum sempat mereka turun akhirnya datang Polisi bersama salah satu karyawan yang berhasil lolos dan membawa mereka keluar dari bangunan hingga ke tempat yang aman. Sekitar delapan Polisi mengawal penghuni menuju lapangan tenis pada komplek perumahan di belakang ruko yang berjarak sekitar 300 meter. Dalam perjalanan menuju lapangan tenis, terlihat ruko nomor 73-74 telah dibakar dan massa yang sedang menjarah. Polisi yang mengawal membiarkan penjarahan tersebut. Lapangan tenis telah dipenuhi warga yang mengungsi. Diantaranya adalah warga yang rumahnya telah habis dijarah and dibakar. Sekitar lapangan tenis tersebut tidak terlihat aparat kemananan, hanya beberapa satpam. Seorang di antara yang berkumpul akhirnya diungsikan ke rumah seorang warga Komplek Perumahan Griya Inti Sentosa. Beberapa orang di antara penghuni di lapangan tenis meninggalkan lokasi, menuju Rumah Sakit Mitra Kemayoran untuk menginap, karena hotel-hotel sudah penuh. Antara KRGIS dan Rumah Sakit Mitra Kemayoran tidak terlihat aparat keamanan, hanya massa dalam jumlah banyak yang berkerumun di pinggir-pinggir jalan. Catatan:

** Seorang dintara mereka memperoleh cerita seorang sopir taksi yang saat hendak* menjemput mereka, bertemu beberapa orang Polisi (mengendarai kendaran bak terbuka) dan meminta pertolongan agar menyelamatkan mereka yang hendak dijemput. Salah satu dari Polisi tersebut mengatakan "boleh, tetapi bayar dulu 2 juta, sekarang.” Lalusopir taksi mengatakan bahwa uang akan dikasih setelah selamat. Kemudian karena tidak direspon, sopir tersebut akhirnya pergi.
-ruko di KRGIS telah porak-poranda. Seluruh lantai ruko nomor 88 terbakar. Lantai 1 dan 3 ruko nomor 89 terbakar. Lantai III ruko nomor 90 terbakar, barang-barang hangus, demikian juga 8 mobil yang diparkir di halaman kantor habis terbakar. Seorang pemilik ruko mengalami kerugian sekitar 2, 5 miliar akibat peristiwa itu.

Menjelang malam,

15 Mei 1998

IS Mei 1998

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode : JI₄₀₉

Lokasi : Sunter Podomoro,JakartaUtara Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Pukul 10.30 Setelah melakukan pembakaran ban di depan Pengadilan NegeriJakartaUtara, WIB sekelompok pemuda terlihat bergerak ke arah selatan, Sunter Agung Podomoro, menuju Hero yang berada di blok C dimana terdapat juga kantor BCA yang tidak jauh dengan sebuah pompa bensin. Sementara itu sekitar pertokoan Sunter Podomoro sudah banyak massa berkumpul (sekitar 500 orang). Umumnya massa datang ke lokasi untuk menonton. Kelompok pemuda yang telah semakin membesar (sepanjang perjalan banyak orang ikut bergabung dalam kelompok ini) kemudian memecahkan kaca bagian depan (lobby) Hero, didekat laundry. Baju yang berada di laundry kemudian dikeluarkan dan dibakar di tengah jalan. Aksi itu menarik perhatian warga sehingga akhirnya massa semakin banyak berkumpul. Mengetahui situasi tersebut, kemudian Danramil (yang sudah tidak memiliki pasukan) meminta bantuan pasukan (berseragam abu-abu tua tanpa nama) yang berjaga di Sunter Mall. Mereka (informasi menyebutkan Kopassus) kemudian bergerak ke arah Hero dengan membagi dalam dua kelompok, 6 orang berada pada satu sisi jalan (jalan berseberangan), 6 lainnya pada sisi jalan yang lain. Saat pasukan tersebut mendekati Hero, massa segera berpencar dan meninggalkan lokasi. Massa terlihat bergerak ke arah belakang Hero, menuju supermarket kecil, Shop Supermarket. Tidak lama kemudian, pasukan tersebut bergerak kembali ke Sunter Mall atas perintah komandan mereka (bukan perintah dari Danramil). Pasukan tersebut kemudian diketahui hanya menjaga Sunter Mall, sementara wilayah pertokoan lainnya tidak. Tidak lama berselang Shop Supermarket akhirnya dirusak dan dijarah massa. Catatan: Seorang pamong warga (ketua RW) yang sedang menuju lokasi (Hero) dengan mengendarai sepeda motor, melihat bahwa orang-orang yang mengendarai dua buah motor memluai aksi peruskan di sekitar Hero Tersebut Ssaat ia mendekati lokasi, tiba-tiba ia dipepet oleh dua buah motor tersebut. Walaupun warga yang berada dilokasi mengenalnya, tetapi karena melihat tampang dan penampilan pengendara motor

ia meninggalkan lokasi. Pukul 12.15 Terlihat gerombolan massa (sekitar 200 orang) bergerak kearah pertokoan WIB Sunter dari arah Utara/Ancol. Massa yang telah berbaur itu kemudian mulai melakukan perusakan. Sambil berjalan mereka melemparkan batu-batu ke arah perumahan, toko dan kantor sepanjang jalan tersebut. Setibanya di pusat pertokoan Sunter Podomoro, gerombolan massa tersebut langsung menyerbu melemparkan batu dan kayu-kayu balok dll ke arah pertokoan. Aksi mereka akhirnya diikuti warga setempat. Massa yang telah membaur beramai-ramai melakukan perusakan pada sekitar 30 gedung perkantoran/pertokoan beserta beberapa bank. Setelah melakukan perusakan, mereka juga menjarah isi gedung seperti komputer, TV, radio tape, mesin tik, AC dan barang lainnya. Beberapa orang di antara massa menjadi korban akibat terkena pecahan kaca saat menjarah isi bangunan. Sementara itu massa yang melakukan perusakan terlihat lebih banyak dibanding massa yang menjarah pertokoan makanan. Beberapa kendaraan (setidaknya 5 unit motor dan beberapa kendaraan roda empat) yang parkir di halaman gedung juga menjadi korban perusakan dan pembakaran. Mobil yang telah hangus tersebut kemudian diceburkan ke kali/sungai yang tidak jauh dari lokasi perkantoran itu. Saat peritiwa terjadi tidak ada aparat keamanan baik dari Polisi maupun dari aparat TNI. Sekitar 14.00-Datang 3 truk berisi pasukan Marinir yang membawa senjata laras panjang, 1 5.30 WIB bayonet dan pengeras suara. Satu truk terlihat melakukan patroli dan lainnya berhenti di sekitar lokasi. Setelah turun, pasukan Marinir membaur dengan massa. Mereka tiba setelah banyak pertokoan, perkantoran, mobil dan motor telah dihancurkan dan dibakar massa. Seorang komandan Marinir tidak berapa lama kemudian dengan pengeras suara mengatakan “ Saya menghimbau agar warga jangan merusak..!!"..,” Tolongjangan menjarah..!!!". Kemudian sebagian massa meninggalkan lokasi. Kerusuhan berhenti setelah hampir seluruh bangunan habis dijarah atau terbakar. Sekitar pukul Di sekitar blok G, antara Sunter Mall dan pompa bensin, terlihat mobil dibalikkan

23.00-24.00 sekelompok orang dan membakar ban di tengah jalan. Sementara itu mereka WIB, melakukan aksinya banyak warga berkumpul di sekitar lokasi. Kemudian mereka
terlihat mulai melakukan perusakan (mencongkel) bangunan yang berada di sekitarnya. Tidak lama kemudian, dari sisi jalan yang berlawanan, datang sebuah

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

mobil minibus (Panther) berwarna gelap dengan jendela terbuka. Kemudian oleh warga terdengar suara tembakan dan percikan api (setidaknya tiga kali) dari sisi aknan jendela mobil yang terbuka tersebut. Segera massa yang berada di sekitarnya berlarian meninggalkan lokasi. Tidak berapa lama setelah massa bubar, datang ambulans mengambil tiga orang yang menjadi korban tembakan. Diketahui kemudian ketiga orang yang menjadi korban bukanlah warga yang tinggal di sekitar lokasi. Catatan: Saat peristiwa perusakan dan penjarahan di sekitar Sunter terjadi, aparat Babinsa yang sudah tidak memiliki senjata (setelah ditarik beberapa waktu sebelum kerusuhan), hanya bisa berpatroli tetapi tidak bisa mengendalikan massa dan kerusuhan yang terjadi. Pada beberapa tempat (saat berpatroli atau hendak menuju rumah warga yang meminta pertolongan) mereka dilempari massa dan melarikan diri.

Kode : J1410

Lokasi : Sekitar Danau Agung, Sunter,JakartaUtara Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Malam hari Pada sebuah pos keamanan di sekitar Sunter Bentengan banyak warga menonton TV bersama-sama menyaksikan pemberitaan kerusuhan yang terjadi di Grogol. Terjadi obrolan mengandaikan apabila terjadi kerusuhan di sekitar pemukiman mereka. Beberapa orang di antara mereka menyatakan mengincar perumahan warga etnis Tionghoa dan menyebutkan jenis-jenis barang yang akan mereka ambil. 14 Mei 1998 Pagi hari Saat sekelompok pemuda hendak bermain bola menuju lapangan bola, seseorang mendatangi mereka dan berkata “mau kemana? Gak ikut pesta rakyat?", (menyebutkan adanya kerusuhan). Akhirnya sekitar 25an pemuda tersebut bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Sepanjang jalan orang tersebut berteriak-teriak kepada warga lainnya, mengajak mereka untuk ikut menjarah. Beberapa pemuda yang berjalan mengikuti orang tersebut akhirnya ikut meneriaki hal yang sama. Terdengar ia berteriak“Jarahanwoi!,Jarahan!Rumah cina nih woi!". Massa yang mengikuti kelompok tersebut akhirnya bertambah banyak. (Hubungan warga di pemukiman kumuh dengan warga Tionghoa yang berada di sekitar lokasi tidak

Sekitar 09.30 WIB

Sekitar pukul

10.00 WIB.
Pukul 15.00 WIB.

Sekitar 19.00

ada sebelumnya). Kelompok massa tersebut akhirnya diikuti warga lain yang membentuk kelompok-kelompok massa lainnya. Pos polisi yang dilewati terlihat kosong. Gereja di sekitar lokasi yang juga dilintasi terlihat telah dijaga sekelompok orang yang berada di dalam gereja dan seorang Marinir yang membawa senjata. Akhirnya kelompok yang bertambah besar itu membelah menjadi dua kelompok dengan melintasi jalan yang berbeda. Terlihat di sebuah lapangan tenis di sekitar lokasi kerusuhan banyak orang sedang duduk di dalam pagar lapangan. Mereka terlihat seperti sedang menunggu sesuatu. Saat kelompok massa tersebut tiba di komplek ruko, telah banyak massa berkumpul di sekitarnya. Setelah kelompok pemuda tersebut sampai di lokasi, mereka hanya duduk-duduk dan belum ada aksi perusakan. Massa terus semakin bertambah, tetapi belum ada yang memulai melakukan aksi apa-apa. Diantara massa terlihat ada yang membawa kayu (yang ditemui sepanjang jalan) dan sebagian memukul-mukul jalan atau benda-benda yang berada di sekitarnya dan menimbulkan bunyi-bunyian yang cukup keras dan ramai. Setelah beberapa saat, seseorang di antara massa memulai melempar kaca bangunan ruko hingga pecah. Aksi tersebut kemudian diikuti massa lainnya. Terdengar suara teriakan “Serbu!...” dan massa yang berkerumun menyerbu bangunan. Setelah membongkar pintu dengan menendang, menggunakan kayu dan besi yang diperoleh dari sekitar lokasi akhirnya massa memasuki salah satu ruko lewat jalan samping (pintu belum terbuka). Setelah pintu terbuka segera massa berebut masuk dan menjarah isi ruko. Selanjutnya aksi berlanjut ke seluruh ruko yang ada. Situasi akhinya menjadi kacau. Banyak warga yang terlihat bolak-balik mengangkut barang jarahan ke rumah mereka. Hal itu membuat semakin banyak massa yang datang dan ikut menjarah. Terlihat ruko yang telah habis dijarah lalu dibakar. Terlihat juga beberapa mobil dan motor dibakar massa. Terlihat di antara massa berebut sebuah motor hingga terjadi perselisihan. Akhirnya motor tersebut diputuskan untuk dibakar. Bangunan yang dirusak dan dijarah hanya ruko (rumah sakit, gereja dan perumahan tidak ikut dirusak). Saat massa berada di lokasi, ruko-ruko telah kosong. Beberapa ruko terlihat menaruh tulisan “milik Pribumi", tetapi tetap dijarah karena massa mengetahui ruko tersebut milik etnis Tionghoa. Massa mulai berhenti menjarah karena kecapaian.

Fakta, Data dan Analisa

WIB. Terlihat beberapa pasukan Marimr bersenjata di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi. Saat massa mulai melempar bangunan mereka tidak mengambil tindakan apa-apa. Saat massa mulai menjarah aparat sempat berkata "Jangan dibakar, barangnya ambil saja, tapi jangan dibakar”. Pada saat massa membakar ruko, aparat tersebut tidak terlihat di sekitar lokasi. Selama peristiwa terjadi mereka tidak melepaskan tembakan atau tindakan pengamanan lainnya.

Massa kembali melakukan pejarahan di komplek ruko hingga siang hari. Tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi.

15 Mei 1998 Pukul 07.00 WIB.

16 Mei 1998

Kode Lokasi

Waktu
13 Mei 1998

Sekitar 13.00 WIB

Komplek ruko terlihat di jaga aparat Kepolisian.
: J141 1

: Ruko Robinson dan Ruko Harmoni Mas, JembatanTiga-Jembatan Dua,JakartaUtara : 13 Mei 1998 Kronologi

Terlihat massa telah ramai di sekitar JembatanTiga dari arah Grogol. Ada yang berjalan santai, ada yang berlari. Setelah tiba di Ruko Robinson dan Ruko Harmoni Mas,Jembatan Tiga,massa mulai melakukan aksi pelemparan. Massa terlihat mengambil batu yang ada atau memecahkan batu trotoar untuk melempar bangunan. Sasaran utama adalah kaca bangunan. Bangunan gereja atau tempat ibadah lainnya tidak menjadi sasaran. Saat peristiwa terjadi warga di sekitar lokasi sudah mendengar informasi telah terjadi pembakaran pom bensin di Grogol dan perumahan. Tanah Merah, yaitu kira-kira 1 km antara stadion pluit dan JembatanTiga, terlihat banyak massa berlarian dengan panik menuju ke arah Jembatan2. SekitarJembatan Tigaterlihat massa sudah mulai melakukan penjarahan dan pembakaran di antaranya ruko Robinson. Sepanjang JembatanTiga, saksi tidak melihat aparat di sana. Sepanjang jalan menujuJembatanTiga dari arah Teluk Gong masih terlihat kerumunan massa. Pada wilayah Tanah Merah telah terlihat pembakaran ban dan kayu.

Sekitar 13.30 WIB Sekitar 15.00 WIB

Sekitar 16.00

WIB

Tanggal Awal Kejadian

Massa telah banyak berkumpul di sekitar lampu merah JembatanTiga. Kemudian satu persatu di antara massa mulai melempari kaca-kaca ruko. Dari antara massa terdengar teriakan-teriakan "lempar!" dan “bakar!”. Terlihat juga massa menghentikan banyak mobil yang melintasi lokasi dan kemudian memecahkan kaca. Beberapa terlihat dibakar massa. Pengemudi mobil tidak dianiaya dan dibiarkan pergi meninggalkan kendaraanya. Terlihat juga pengemudi etnis Tionghoa yang diperlakukan sama. Selain membakar Ruko Robinson, massa juga melakukan pembakaran terhadap sebuah pabrik cat yang merembet ke perumahan di belakangnya. Pada salah satu ruko terlihat massa berhasil membuka pintu bangunan dan segera masuk ke dalam ruko. Beberapa orang di antara massa terlihat membawa peralatan seperti linggis. Setelah mendapati isi ruko adalah peralatan listrik (dianggap tidak terlalu berharga) kemudian massa membakar ruko tersebut. Beberapa ruko (restauran, bank dll) dalam komplek Ruko Robinson mengalami nasib yang sama. Pada saat menjarah beberapa orang terlihat mengangkut barang jarahan dengan menggunakan gerobak sampah. Sekitar 15.30 Setelah beberapa lama peristiwa terjadi kemudian datang aparat dalam jumlah WIB banyak mengamankan lokasi. Massa yang menjarah disuruh meninggalkan lokasi. Terlihat juga aparat menahan beberapa penjarah kemudian ditelanjangi dan akhirnya disuruh meninggalkan lokasi. Setelah kondisi aman aparat tetap berjaga di sekitar lokasi.

Kode : J₁₄₁₂ Lokasi : SekitarJI. JembatanDua, Penjaringan, JakartaUtara Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 14.00 SekitarJembatanDua terlihat kerumunan massa kira-kira 200 orang. Di bawah WIB jembatan tersebut sudah banyak aparat kira-kira sekitar 100 orang tentara dengan memakai rompi hitam dan topi rimba. Sekitar 14.30 MendekatiJembatanDua terlihat Aparat Kepolisian menghalau massa dan massa WIB membubarkan diri menuju daerah perkampungan warga di sekitarnya. Kemudian

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

pasukan aparat tersebut terlihat bergerak menuju JembatanDua. Setelah itu massa kembali lagi ke jalan dan menuju ke jembatan 3. Sekitar 15.00-Sekitar lampu merah JembatanDua, banyak pertokoan di sekitarnya seperti toko

17.00 WIB minuman, rokok, minuman ringan, minuman alkohol dan lainnya. Massa masuk
kedalam pertokoan melalui jendela yang berada di samping depan atau memanjat pagar yang membatasi bangunan. Kelompok massa tersebut berasal dari wilayah Angke danJelambarserta tukang rokok dan asongan yang biasa mangkal di sekitar lokasi. Saat Aparat Kepolisian terlihat datang, massa segera berlarian meninggalkan lokasi. Aparat yang datang ternyata hanya melintas dan memutar di lampu merah (trafic light). Semua toko yang berada di sekitar lokasi semua dirusak massa. Banyak pintu toko tidak bisa dijebol massa, sehingga massa masuk dengan merusak jendela yang ada di bangunan toko.

Kode : J1413 Lokasi :JLTanah Pasir & Tanah Merah, Penjaringan, JakartaUtara Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998, Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 14.00-Di sekitarJI.Tanah Merah banyak massa sedang menjarah dan bangunan yang

19.00 WIB telah dibakar. Sebelum menjarah massa bersama-sama mendobrak rolling door
bangunan. Umumnya massa menjarah pakaian (celana merek Edwin, kaos dan baju). Saat massa sedang menjarah hingga ke lantai 3 dan 4, kemudian api mulai terlihat di lantai 1. Akibatnya massa yang berada di lantai 3 dan 4 menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri. Sebagian massa yang berada di dalam bangunan terlihat berloncatan. Beberapa orang terlihat tertindih massa yang lain. Korban yang Iuka-Iuka kemudian digotong massa yang lain. Seorang pria terlihat melompat dari lantai 4 dan meninggal di tempat saat itu. Sekitar 15.00 Terdengar kabar di pemukiman sekitar Garmen Edwin,JI. TanahMerah bahwa WIB, wilayah tersebut telah terjadi penjarahan dan pembakaran. Sekitar pukul 15.00 WIB terlihat sekitar 300 massa tidak dikenal berada di lokasi. Saat massa menjarah dan membakar tidak terlihat aparat keamanan di sekitar

C. Kronologi Kerusuhan
lokasi. Sekitar 15.00-Sekitar Apotik Roxxy terlihat sebuah toko elektronik (toko Agustin) mulai

19.00 WIB dijebol provokator dengan mempergunakan linggis. Seseorang mulai berteriak-
teriak “Ayo jarah !”. Setelah pintu terbuka massa kemudian masuk dan menjarah. Tidak berapa lama anak pemilik toko Agustin ditarik keluar dan ditampar oleh seseorang yang menutupi wajahnva dengan sapu tangan. Kemudian seorang warga yang cukup dikenal di wilayah tersebut mengatakan kepada pemilik toko elektronik supaya meninggalkan tokonya. Kemudian kelompok provokator bergerak ke depan apotek Roxxy (dahulu bemama kota intan) dan membalikan 1 buah mobil box yang diparkir di depan apotek. Kemudian mereka membakar mobil kotak tersebut tetapi dicegah oleh warga sekitar. Seorang saksi melihat setelah kelompok provokator menjebol toko-toko dengan linggis, tiga orang lainnya menghancurkan barang-barang, kemudian mereka meninggalkan tempat kejadian. Tidak diketahui ke daerah mana mereka berpindah. Pada sekitar wilayah tersebut setidaknya terlihat banyak toko yang dijarah, di antaranya ada toko beras, rokok, mainan, elektronik dan Iain-Iain. Toko-toko tersebut hanya dijarah. Selama peristiwa itu terjadi tidak terlihat ada aparat yang berjaga maupun melintasi wilayah tersebut. Sekitar sore Saat menjarah, terlihat sekelompok orang memaksa massa untuk menghancurkan hari barang-barang jarahan yang dibawa massa yang melintasi mereka. Bila terlihat membawa barang, terdengar teriakan “banting itu, jangan sampe dibawa pulang!”, “Awas kalau sampe bawa pulang!, nggak boleh bawa pulang, harus dibanting¬ bantingin semua barang". Umumnya yang dibanting adalah barang seperti TV, Tape dan Radio. Massa yang berhasil lolos dari kelompok orang tersebut tetap membawa pulang barang jarahannya. Terlihat massa membakar kasur yang dijarah dari dalam komplek pertokoan. Selain itu massa juga menjarah toko minuman keras dan menghancurkan botol-botol minumannya di tengah jalan. Sementara kerusuhan sedang terjadi seorang anak laki-laki bertampang etnis Tionghoa yang mengendarai sepeda dihentikan oleh sekelompok orang dan memaksa meminta sepeda tersebut. Sepeda tersebut lalu dihancurkan (diinjak-injak dan dibanting). Setelah itu mereka mempreteli sepatu dan barang-barang

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar 1 7.00-

18.00 WIB. Pukul 18.30 WIB
lainnya hingga telanjang (hanya menggunakan celana dalam). Anak tersebut tidak pukuli dan disuruh pulang (dalam keadaan menangis). Saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan (hanya Hansip) di sekitar lokasi. Massa terlihat penuh di sepanjangjl. Tanah Merah hingga Tanah Pasir. Hampir semua toko di dobrak oleh massa. Di Edwin, Tanah Merah, terlihat massa berbondong-bondong membawa gerobak air yang diisi barang jarahan. Kebanyakan adalah pakaian. Setelah Maghrib massa mulai meninggalkan lokasi. Terlihat 4 (Empat) orang diJI. JembatanTiga dekat Pasar Tanah Merah memprovokasi massa dan merusak sebuah mobil sedan berwarna kuning. Massa kemudian bergerak ke arahJI.Tanah Pasir, di depan Pasar Tanah Merah, JI. Tanah Pasir, empat orang tersebut bergerak dan berteriak-teriak mengatakan “bakar cina, jarah cina!!" Kemudian salah satu dari empat orang tersebut menjebol toko mainan dengan mempergunakan linggis, setelah itu massa mulai ikut menjarah. Selain toko mainan, empat orang tersebut terlihat hendak merusak salon dan toko pakaian tetapi dicegah warga setempat dengan mengatakan toko tersebut “millik pribumi.” Ciri-ciri empat orang tersebut berbadan tegap. Dalam aksinya kelompok ini bertindak secara terorganisir. Seorang diantara mereka (berbadan tegap dan menutup wajah dengan saputangan merah) terlihat memimpin dengan memberikan perintah (provokasi), yang lain terlihat membawa linggis (merusak pintu) dan dengan menggunakan salah satu tangannya memberi aba-aba kepada massa, “ayo jarah’”. Kerusuhan sedang terjadi diJI.Tanah Pasir yang dimulai dariJI.Tanah Merah. Pertokoan yang berada diJI.Tanah pasir dirusak, didobrak dan kemudian dijarah. Sebelum merusak pintu dengan menggunakan kayu balok, besi maupun batu, massa terlebih dahulu melempari bangunan. Setelah itu dilanjutkan dengan menjarah isi bangunan. Toko Agustin habis dijarah, begitu juga toko Yudo, toko betas dan pertokoan lainnya. Tidak semua barang dibawa massa pulang, sebagian terlihat ditumpuk di jalanan atau dihancurkan. Suasana saat itu kacau balau dengan orang-orang yang sibuk berlari kesana kemari mengambil barang, berebut atau membawa pulang. Sementara itu di salah satu jalan yang berdekatan dengan lokasi kerusuhan, terlihat warga berjaga-jaga dan menghalau massa yang hendak melewati wilayah mereka sambil membawa barang jarahan.

Sekitar 19.00 WIB

Sekitar 19.00 WIB,

Sekitar 20.00 WIB, Sekitar 20.00 WIB,

itu terlihat juga beberapa mobil box dihancurkan dan dijarah isinya. Setelah itu mobil diceburkan ke dalam got yang berada di sekitar lokasi. Hal yang sama terjadi pada kendaraan roda dua yang berada di sekitar lokasi. Pada pemukiman warga di Pluit Dalam, Penjaringan, terdengar beberapa warga beteriak-teriak memberitahukan kalau toko elektronik di Tanah Pasir, depan JI. apotik Roxxy telah dijarah. Sekitar Toko Indomaret terlihat sebuah mobil BMW telah terbakar, sementara toko indomaret sendiri sedang dijarah sekitar 500 orang. Tidak berapa lama anak pemilik toko Agustin ditarik keluar dan ditampar oleh seseorang yang menutupi wajahnva dengan sapu tangan. Kemudian seorang warga yang biasa dipanggil “Bang Pangi" mengatakan kepada pemilik toko elektronik tersebut supaya meninggalkan tokonya. Kemudian kelompok provokator tersebut, bergerak ke depan apotek Roxxy (dahulu bemama kota intan) dan membalikan 1 buah mobil box yang diparkir di depan apotek. Kemudian mereka membakar mobil kotak tersebut tetapi dicegah oleh warga sekitar. Seorang saksi melihat setelah kelompok provokator menjebol toko-toko dengan linggis, tiga orang lainnya menghancurkan barang-barang, kemudian mereka meninggalkan tempat kejadian. Tidak diketahui ke daerah mana mereka berpindah. Pada sekitar wilayah tersebut setidaknya terlihat banyak toko yang dijarah, di antaranya ada toko betas, rokok, mainan, elektronik dan Iain-Iain. Toko-toko tersebut hanya dijarah. Selama peristiwa itu terjadi tidak terlihat ada aparat yang berjaga maupun melintasi wilayah tersebut. Di sekitarJI.Tanah Pasir, depan Apotik Roxxy, terlihat aparat keamanan tetapi tidak melakukan tindakan menghalau massa. Terlihat beberapa orang tidak dikenal menggunakan ikat kepala mendatangi JI. Tanah Pasir, mereka langsung bergerak, seperti memberi komando dan membuat kerusuhan. Mereka tidak dikenal warga sekitar. Mereka membawa alat seperti linggis dan batu. Mereka menggunakan linggis untuk membongkar rolling door atau pintu-pintu toko. Mereka memberi komando, seperti melempar dan membongkar rolling door. Pembakaran terjadi setelah mendapat komando dari kelompok tersebut. Mereka hanya memberi komando, setelah massa bergerak, mereka meninggalkan lokasi.

Sekitar 2 1.00 WIB, Pukul 21.00-

23.00 WIB

Sekitar 23.00

WIB.

Sekitar 24.00 WIB,

Sekitar pukul

01 .00-02.00 14 Mei 1998 Siang hari

Pukul 14.00

Fakta, Data dan Analisa

Sebelum kelompok tersebut tiba, telah banyak massa berkerumun di sekitar JI. JembatanTiga danJI. Gedong Panjang. Jumlahnya mencapa ribuan orang. Sebelum kelompok tersebut datang, mereka hanya berdiri di sepanjang jalan dan tidak melakukan perusakan atau sejenisnya. Warga setempat melakukan antisipasi bersama sama dengan tokoh masyarakat dan agama meminta warga untuk tidak membakar melalui pengeras suara yang berad di Musholla dan Mesdjid. Tetapi sebagian rumah warga yang jauh dari pemukiman tersebut, seperti diJI. RayaPluit Selatan, JI. Gedong Panjangterjadi pembakaran. Setelah kira-kira 2 (dua) jam, kemudian tiba Aparat Polisi (1 mobil) dan PHH /tentara (sekitar 20 orang). Tetapi massa tetap tidak bisa dibendung. Aparat yang datang tidak bertindak tegas, meraka hanya menghimbau untuk tidak membakar, sama seperti himbauan tokoh agama atau tokoh masyarakat. Catatan:

  • Massa soot itu bertindak spontan karena mendapat komando. Sebagian warga mengamankan wilayahnya, sebagian lagi ikut menjarah. Umumnya warga yang tinggal di lokasi menjaga wilayah mereka. Pada pertokoan sepanjang jalan menuju Gedong Panjang terlihat massa bergerak ke arah gedong panjang dan hendak menjarah toko-toko di sepanjang jalan yang mereka lewati. Tetapi sebelum melakukan tindakan tersebut, banyak warga setempat berjaga-jaga mengamankan daerah mereka. Kemudian warga menghadang massa di tanah pasir supaya tidak menjarah toko¬ toko di daerah pemukiman karena di sekitar tempat tersebut ada Depot Minyak yang mudah terbakar. Dan akhirnya antara massa dan warga terjadi adu mulut. Pada pertokoan sepanjang jalan menuju Gedong Panjang terlihat massa membubarkan diri. Tak lama kemudian datang Polisi dan tentara dengan mengendarai mobil kijang melewati jalan tersebut menuju Gedong Panjang. Terdengar kabar yang mengatakan “hati-hati ada warga cina yang mau menyerang". Selanjutnya warga pun berjaga-jaga Dari sekitar lampu merah Grogol (samping Trisakti),
    JI.Daan Mogot, terlihat asap

mengepul. Sementara itu warga di sekitar Green Garden tampak mulai panik dan hampir semua jalan di sekitarnya telah ditutup. Sekitar Pluit Dalam, terlihat rombongan massa membentuk barisan berjalan dari

suasana hiruk pikuk. Warga yang berada di sekitar wilayah mulai keluar ke jalan-jalan menyaksikan rombongan tersebut. Rombongan bergerak menuju arahJI. Jembatan3. Selama melintasi jalan Tanah Pasir rombongan bertambah banyak akibat adanya warga sekitar yang ikut bergabung dari setiap gang yang dilewati rombongan. Awalnya berjumlah puluhan hingga akhirnya mencapai ratusan orang.

Kode :J1414 Lokasi :JL Plumpang-Semper,Koja,Jakarta Utara Tanggal Awal Kejadian : 1 4 Mei 1 998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 1 7.00-SepanjangJI. Plumpang-Semperdari JI.Murtado hingga putaran Semper

18.00 WIB (perlimaan Kramat Jaya, Tipar Cakung, Tugu Raya, Pegangsaan Dua, Plumpang
Raya) terlihat banyak kaca-kaca pecahan botol minuman keras bertebaran di sepanjang jalan. Sementara itu di sepenjang jalan tercium bau minuman keras. Dari putaran Semper terlihat asap mengepul dari bangunan Ramayana yang beradaJI.Kramat Jaya. Terlihat juga ratusan hingga ribuan orang berkerumun di sekitar lokasi tersebut, sementara banyak orang sedang membawa barang-barang jarahan. Pada jalanan menuju Tipar Cakung terlihat sebuah rumah penduduk-bangunan semi permanen- yang terletak di samping mesjid terbakar hingga ke atap bangunan. Sementara itu di sepanjang jalan, ramai orang berkerumun dan warga menutup jalan dengan meletakkan benda-benda atau kursi-kursi kayu panjang di sepanjang jalan. Mereka duduk di atas kursi-kursi tersebut dan menghalangi jalan. Tidak ada kendaraan/mobil yang bisa melintasi wilayah tersebut. Catatan: • Pada Depot Minyak Pertamina (dekat Plumpang), terlihat banyak aparat berjaga dan tidak terjadi kekacauan atau perusakan di sekitar lokasi.

  • Sekitar Pasar Ular (Plumpang Raya) situasi terlihat tenang, walau beberapa kelompok massa berada pada ebebrapa lokasi di sepanjang jalan..

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode : J 1 001 Lokasi : JI. HasyimAshari,JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 13 Mei 1998 Saat terjadi pembakaran Pom Bensin di Wilayah Grogol, massa Setia Kawan Kelurahan Duri Pulo, ke luar kejl. Raya KH. Hasyim Ashari dekat rel kereta api. Sekitar pukul Massa yang berkumpul tersebut kemudian mengeluarkan dua unit mobil dan unit

14.30 sepeda motor dari garasi dan membakarnya di tengah jalan (depan toko

elektronik-Sinar Apolo)-- selanjutnya massa membakar toko elektronik Sinar

Apolo yang berlantai tiga. Setelah mereka melakukan aksi pembakaran, massa lalu menjarah barang-barang seperti televisi, kulkas, dan komputer atau benda elektronik lainnya di bawa ke tengah jalan--dekat mobil yang dibakar-lalu massa membakarnya Cara membakar dengan menggunakan bahan bakar dibungkus plastik. Mobil didorong kemudian dibalik, disiram bahan bakar, selanjutnya dinyalakan dengan korek api. Saksi mata menyebutkan bahwa pelaku berpakalan rapi dan bukan pelaku penjarahan. Dilihat dari persiapannya, pelaku membawa bahan bakar yang dikemas (dibungkus) dengan plastik. Selain itu juga batu yang dibungkus dalam plastik dan dimasukkan tas pinggang (ransel). 15 Mei 1998 15 Mei 1998 Hampir semua bangunan Dunkin Donuts yang terletak di JI. Hasyim Ashari hangus terbakar. Sekitar 8 mobil, antara lain mobil Mercedes dan BMW tergeletak di depan Dunkin Donuts hingga di depan Sekolah Triana di JI.Hasyim Ashari, dalam keadaan hangus terbakar.

Kode : JI002 Lokasi :JI.KH. Mas Mansyur, JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 WIB Waktu Kronologi 13 Mei 1998, Setelah massa melakukan penjarahan diJL. KH. Hasyim Asyari,mereka lalu bergabung dengan warga Gg. Subur dan kemudian bergerak menuju lampu merah Roxi danJI.Moch. Mansyur. Massa melempari toko-toko dan petugas Dalmas atau

Kerusuhan

petugas keamanan dari Polsek Metro Gambir, Polsek Metro Johar, dan polres Metro Pusat. Aparat keamanan (Polisi dan Marinir) memblokade di dekat lampu merah Roxi. Pada saat terjadi aksi lempar melempar massa meneriakan yel-yel ‘‘Polisi Anjing Polisi PKI, Polisi Tai, Polisi Babi." Sebaliknya massa memuji Marinir dengan meneriakkan yel-yel “Hidup Marinir... “ yang dibalas dengan ajungan jempol oleh anggota Marinir. Massa melempari gedung-gedung pertokoan maupun perbankan, seperti: BCA, Bank Exim, Bank Global, Akademi Perawat Manggala Husada. Pos Polisi Roxi juga dirusak oleh massa. 13 Mei 1998 Saat terjadi aksi pelemparan dan perusakan, datang satu kompi bantuan kesatuan Brimob dan kemudian menghalau massa. Saat menghalau massa, anggota Marinir justru diam saja, sehingga anggota Brimob mengatakan kepada anggota Marinir, "Ngapain kalian di sini, lebih baik pulang saja." Massa kemudian berjalan kaki ke arah JI.KH. Hasyim Asyari menujuJI.Gajah Mada (Duta Marlin). Massa kemudian melakukan aksi pelemparan dan penjarahan ruko di sepanjangjl. KH. Hasyim Asyari. 13 Mei 1998 PadaJI. GajahMada (depan Duta Berlin) massa diblokade oleh aparat keamanan (Dalmas, Brimob dan Marinir) ditambah bala bantuan dari PHH Kodam Jaya. Akibatnya, massa kemudian melempari dan merusak sebagian gedung Duta Merlin, lalu massa membakar Pos Polisi Majapahit dekat Duta Merlin, serta membakar kendaraan dinas (toyota kijang) Kasat Sabhara Metro JakartaPusat yang diparkir di halaman kosong bagian dalam Pertokoan Duta Merlin. 13 Mei 1998. Pada hari itu 6 orang yang diamankan di sekitar Roxi dan dibawa ke Polres Metro Jakpus.

Kode : J 1 003 Lokasi :JembatanLima,JI.KH. Mas Mansyur,JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 WIB Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Siang hari Tersiar kabar terjadinya kerusuhan di wilayah Grogol, yang disertai aksi pembakaran. Arus kendaraan dari arah Grogol menujuJI.Gajah Mada dikabarkan mulai ditutup dan dialihkan keJI. JembatanLima (K.H. Moh. Mansyur). Sore hari Menjelang malam terjadi kemacetan di sepanjang jalanJembatan Lima.

Mei 1998: Fakta, Dau dan Analisa

Malam hari Tidak diketahui persis dari arah mana datangnya, tiba-tiba begitu banyak orang (kumpulan massa) mulai membuat keonaran dan kerusuhan yang diawali melempari ruko-ruko yang berada di sepanjang jalan Jembatan Limadan diikuti dengan pembakaran. Setidaknya 15 bangunan ruko yang berada di kiri maupun kanan atau bersebelahan dengan restauran Valentine Chinese Food dibakar massa. Sebelum membakar restauran Valentine massa sempat mengeluarkan dan kemudian membakar kendaraan Suzuki Katana yang diamankan di dalam restauran.

Kode : JI004 Lokasi : JI.Bendungan Hilir,JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998, Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 13.00 Aksi penjarahan dimulai dari JI. Bendungan HilirRaya, tepatnya di depan Masjid Al WIB, Halah. Massa Mulai ke luar dari arah gang-gang pemukiman warga di sekitar JI. Bendungan Hilir. Pukul 14.00 Massa sudah bergabung dengan massa dari pelajar (anak-anak sekolah) dalam Wib, jumlah yang cukup banyak. Massa gabungan ini kemudian mulai melakukan aksi pelemparan ke toko-toko dengan menggunakan alat, seperti: kayu, balok, dan batu. Sekitar 15.00 Massa semakin brutal dan tidak dapat dikendalikan lagi. Mereka kemudian WIB, melakukan perusakan dan pembakaran beberapa toko, kendaraan, di sekitar JI.Bendungan Hilir Raya. Diantaranya: mobilDaihatzu Zebra warna hijau muda, yang berada diJI. BendunganHilir Raya No. 7, di depan toko foto Copy Hidup Baru, mobil Datsun pick up warna cokelat. Mobil ini pada saat kejadian, diparkir di halaman toko Kavling 36, lalu diseret massa ke tengah jalan dan dibakar di tengah jalan Benhill Raya. Selain kerusakan harta benda, diketahui setidaknya dua orang tertembak peluru nyasar.

Kode : JI005 Lokasi : Cempaka Putih Tengah, JI.Letjen. Suprapto, JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998, I 1.00 WIB.

Waktu
14 Mei 1998

Sekitar 1 1.00 WIB,

C. Kronologi Kerusuhan

Kronologi

Di sekitar Cempaka Putih Tengah. SepanjangJI. Letjen Suprapto masih terlihat sepi. Hanya ada massa (anak-anak kecil), jumlahnya tidak terlalu banyak, berkumpul dekat komplek "Harapan Indah." Satpam Bank Danamon mencegah agar mereka tidak mendekati komplek. Satpam akhirnya malah dikeroyok, hingga Iuka-Iuka dan dilarikan RS. Islam Yarsi. Massa anak-anak ini (umur sekitar 12-14 tahun) ini tidak dapat diusir, justru semakin bertambah banyak. Tidak berapa lama massa bertambah, datang dari segala arah seperti Cempaka Putih Tengah, dari arah depan gedung,JI.Letjen Suprapto arah timur—barat dan depan. Massa yang bertambah banyak, mulai melakukan aksi lempar batu, ke arah komplek. Telah bergabung dengan anak-anak itu massa yang terdiri dari orang dewasa. Saat aksi pelemparan terjadi terlihat tiga orang (dua laki-laki—memakai celana pendek, dan satu orang wanita—gemuk-pendek) memberi komando kepada massa dengan tepuk tangan. Pada saat massa akan melakukan aksi penjarahan, seorang aparat Kodim yang mengendarai sepeda motor, berusaha menghalau massa. la justru dikeroyok massa. Sempat terlihat orang yang memberi komando kepada massa mengatakan kepada aparat tersebut “Bapak minggir saja, bapak nggak usah di tempat.” Massa pertama kali merusak bangunan Bank BDNI, setelah itu mereka menyebar ke arah Bank Danamon, Bank BCA, Bank Lippo—dan kantor-kantor lainnya. Aksi penjarahan-perusakan-mulai dilakukan di komplek Harapan Indah. Aksi penjarahan paling parah terjadi pada Bank Lippo dan Bank BCA. ATM Bank yang berada di lokasi dijarah oleh massa (ATM Lippo, ATM BCA, ATM Danamon, dan ATM BDNI). Sekitar 50-an orang mahasiswa MuhammadiyahJakarta(mengenakan jaket alamamater), keluar dari samping Universitas Yarsi (kampus Muhammadiyah berada di belakang kampus Yarsi). Saat di depan Yarsi mereka diblokade pasukan PHH (berwarna loreng hijau, membawa tameng dan pentungan. Beberapa membawa senjata dan gas air mata) berjumlah sekitar 50-100 orang, dan berbaris 3 lapis. Pada bagian belakang mahasiswa juga terdapat pasukan aparat. Mahasiswa yang dalam keadaan dijepit tersebut terlihat membawa spanduk, pengeras suara dan membatasi diri mereka dengan tali. Isi spanduk tertulis "Turunkan harga

Sekitar 1 1.30-

12.00 WIB,

Sekitar 12.00

WIB

Sekitar 1 1.30-

13.00 WIB

Mei 1998: Faku, Data dan Analisa

Sekitar 1 1.30
Sekitar 1 1.30

Sekitar 12.00

-13.00 WIB

Hingga 17.00 WIB

Sekitar 13.00-

18.00 WIB Sekitar 13.30-
18.00 WIB
Sembako". Pada saat mahasiswa sampai di depan kampus Yarsi, ruko-ruko (toko, kantor, bank dll) yang berada di samping Yarsi tengah terjadi penjarahan. Jarakantara Yarsi dengan Bank Lippo yang sedang dijarah sekitar 500 meter (dapat terlihat oleh aparat). Blokade yang dilakukan oleh aparat terlihat seperti memisahkan massa tersebut dengan mahasiswa. Sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dan aparat. Mahasiswa kemudian melarikan diri dengan masuk ke dalam kampus Yarsi dan melempar aparat dengan batu. Bentrok terjadi setelah aparat coba memisahkan mahasiswa dengan massa. Tidak terjadi tembakan atau gas air mata. Pada saat terjadi bentrok warga yang berada di sekitar lokasi sekitar 100-200 orang. Warga tersebut telah bercampur dengan massa yang sedang menjarah di ruko-ruko (bank). Sementara itu dari kampus Yarsi telah terlihat asap mengepul dari Pasar Cempaka Putih. Massa telah banyak berkerumun di sekitar wilayah Galur, JI.Letjen. Soeprapto.

Di antara massa yang menjarah komplek ruko di samping Yarsi terlihat warga yang berasal dari pemukiman di perempatan Cempaka Putih Pulo Gadung. Saat melewati aparat yang berada di Yarsi tidak dilakukan pengamanan terhadap mereka. Aparat hanya terfokus pada mahasiswa. Setelah bentrok selesai, warga yang berbaur dengan massa kemudian ikut menjarah (penjarahan semakin membesar) hingga sekitar 17.00 WIB. Sebuah toko peralatan olahraga dan musik (di seberang Bank Lippo) terlihat sedang dijarah oleh massa. JI.Letjen Suprapto telah diblokir dari arah timur. Di depan Kampus Yarsi, massa membakar ban-ban mobil bekas di tengah jalan. Terlihat juga massa yang bergerak dengan menggunakan sepeda motor. Setelah menjarah Bank Eksim, terlihat di antara massa membakar bangunan, tetapi api dapat dipadamkan Satpam. Ketika massa akan menjarah dan merusak Asuransi Bumi Putera yang berada di sebelah timur Bank Lippo (dipisahkanJI. CempakaPutih Tengah), seorang laki-laki setengah tua, mengkomando massa dengan memberikan aba-aba tangan. Tanda tersebut dipahami massa sebagai aba-aba “tidak” atau "jangan”. Akhirnya massa tidak jadi menjarah gedung tersebut. Aksi Penjarahan ini berlangsung sampai sore hari (sekitar pukul 18.00 WIB).

C. Kronologi Kerusuhan
Sekitar 19.00 Banyak warga menuju pasar Sumur Batu (pasar tradisional) yang pada bagian WIB depan pasar tersebut terdapat kios/toko (toko elektronik, toko emas dll). Massa terlihat telah menjarah isi toko-toko. Terdapat tulisan-tulisan,“milik pribumi‘' atau “sejadah" yang tidak dijarah, walaupun toko-toko disampingnya (milik etnis Tionghoa) dijarah massa. Tidak terlihat aparat di sekitar lokasisaat peristiwa terjadi. Malam hari Terdengar isu di antara warga yang bermukim di sekitar Sumur Batu, “aparat melakukan sweeping (pemeriksaan) kepada warga yang ikut menjarah",“aparat mengecek ke RT“. Ada beberapa warga mengembalikan barang jarahan kepada RT.

Kode 1 006
Lokasi : Ps. Cempaka Putih, Cempaka Putih Barat,
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998 14 Mei 1998, 10.00 WIB.
Sekitar 10.00 Pihak pengelola PD. Pasar Cempaka Putih memberikan agar pertokoan ditutup.
WIB, Hal ini dilakukan karena massa sudah terlihat berkerumun di pinggir-pinggir jalan, dekat perkampungan Sumur Batu dan Pangkalan Asem.
Sekitar Massa mulai bergerak. Terlihat ada yang mulai melempari batu ke arah “Hotel

: J

JI. Letjen. Suprapto, JakartaPusat

: Waktu Kronologi

1 1.30 WIB, Cempaka Putih,". Hotel tersebut telah ditulisi “Pro Reformasi Total, Milik Pribumi dan Muslim”. Pada waktu yang hampir bersamaan, di jalur Cepat kanan depan hotel, beberapa mobil diguling dan dibakar massa. Pada saat aksi pelemparan terjadi, massa semakin banyak berkumpul, dan sebagian lainnya melempar Ps. Cempaka. Sepanjang jalan tersebut tidak terlihat ada aparat berjaga atau mengamankan massa. Sekitar 12.00 Massa tidak jadi menjarah Hotel Cempaka Putih-tetapi bergerak ke arah Ps. WIB Cempaka Putih dan mulai melakukan aksi penjarahan Sekitar 12.30 Massa bertambah banyak, datang dari arah timur (massa yang menjarah komplek WIB perkantoran -Harapan Indah—Cempaka Putih Tengah) juga bergerak ke arah Ps. Cempaka Patih. Jaraknya sekitar 100 meter dari arah komplek Harapan indah, Cempaka Putih Tengah. Sebagian lagi massa datang dari arah Sumur Batu, Pangkalan Asem, dan dan arah dalam (JI. Cempaka Putih Barat). i

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

Aksi penjarahan semakin brutal disertai aksi perusakan toko-toko dan lain-lainnya. Beberapa mobil yang parkir di Ps. Cempaka Putih, dirusak. Sekitar 16.00 Aksi penjarahan berlangsung sekitar pukul 12.30- 18.00 WIB. WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB, Ps. Cempaka dibakar, dimulai dari sebuah toko yang dianggap paling mewah (milik etnis Tionghoa). Akibatnya seluruh gedung di bagian depan terbakar. Sekat-sekat pasar tradisional pada bagian belakang juga ikut terbakar.

Kode :J1 007 Lokasi : Pertokoan Poncol,JI.Letjen. Suprapto, JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998, 10.00 WIB. Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 Pertokoan di sekitar Poncol dari arah St. Senen (terletak di sebelah kanan jalan) WIB sudah mulai ditutup. Pemilik toko mendapat informasi dari teman-temannya di Jakarta Barat (Tangerang)bahwa sudah terjadi aksi penjarahan. Pada saat yang sama, massa sudah mulai kelihatan ramai dan berkumpul. Pukul 1 1. 30 Terlihat segerombolan orang bergerak dari arah lampu merah Galur. Kelompok WIB, ini sebelumnya sudah melakukan aksi perusakan dan penjarahan Bank BCA dan beberapa toko (seperti mebel dan toko sewa video). Mereka bergerak ke arah Pertokoan Poncol yang jaraknya sekitar 400 meter. Pada saat yang sama terlihat aparat keamanan terdiri dari AD, PHH Kodam Jaya, dan Marinir di sekitar jembatan layang Atrium Senen. Mereka telah berjaga sejak pagi. Selain pasukan juga terlihat sekitar 4 tank, dua di bawah jembatan layang depan Atrium dan dua lagi di sebelah timur St. Senen. Sekitar 13.00 Massa semakin banyak dan ada yang mulai mengedor-gedor toko. WIB Kemudian terlihat massa mengeluarkan mobil kijang dari dalam sebuah rumah, diseret ke jalan, kemudian dibakar di tengah jalan. Hal ini seperti sekaligus digunakan untuk memblokade jalur jalan sebelah kanan dari arah St. Senen. Sebagian massa lainnya merusak pagar pembatas jalan, membakar ban di tengah jalan dan membakar mobil. Sekitar 1 3.00-Setelah mobil dibakar, massa kemudian mulai melakukan perusakan dan membuka

15.00 WIB. dengan paksa toko-toko yang sudah ditutup oleh pemiliknya. Aksi penjarahan pun
terjadi.

Sekitar 14.00 WIB (invst),

Menjelang sore

Pukul 15.00 WIB.

Pukul 16.00 Wlb,

Kerusuhan

Dari wilayah Poncol samping rel kereta api dekat Stasiun Senen terlihat api dan asap dari ruko dan toko di sebelah timur rel kereta api (daerah Letjen Soeprapto-Poncol). Terlihat ribuan massa sedang membakar dan melempari ruko maupun toko di daerah tersebut. Sekitar STM Poncol terlihat satu kelompok yang memiliki ciri-ciri seperti ABRI. Mereka berjumlah 40-50 orang. Mereka menghadang, seorang pengendara motor. Saat pengemudi menghentikan kendaraannya, dari arah belakangnya juga terlihat satu kelompok lagi yang berciri seperti ABRI. Pengemudi karena takut, segera lari sekencang-kencangnya, meninggalkan motor untuk menyelamatkan diri. Sekitar 10 orang mengejar pengemudi itu. Setelah tertangkap kemudian dipukul oleh salah satu di antara 10 orang tersebut secara membabi buta. Orang tersebut saat memukul mengucapkan “yang namanya cina diJakartaini akan habisin”. Pengemudi tersebut kemudian diinjak oleh orang yang berciri-ciri tinggi besar, cepak, sepatu lars, baju preman, memakai kaos. Kemudian ia diseret ke arah motornya. Dari mulut, hidung, dan telingapengemudi tersebut keluar darah. Kemudian disiram bensin yang berasal dari motornya, lalu pengemudi tersebut dibakar hingga ke seluruh tubuh. Pengemudi tersebut sempat pingsan, kemudian seseorang (yang disebut pak Haji) datang dan menolong pengemudi dengan menggunakan alat pemadam kebakaran. Pengemudi selanjutnya dibawa ke RS. Islam Cempaka Putih. Pada saat peristiwa berlangsung tidak terlihat aparat keamanan (dengan seragam dinas) berusaha mencegah. Massa bergerak dari arah rel kereta api. Seorang pemilik toko setelah mengemas barang-barangnya segera menghubungi anak-anak masjid di belakang tokonya. Anal-anak masjid kemudian ke luar, tetapi karena melihat massa jumlahnya sangat banyak, mereka menjadi tidak berani. Sementara itu, toko disebelahnya sudah mulai dibakar. Beberapa rumah terlihat disiram dengan besin, api bertambah besar. Akhirnya toko-toko yang terbakar tidak dapat diselamatkan. Satu-satunya bangunan yang selamat adalah bangunan STM Poncol. Massa sebelumnya terlihat hendak menjarah Ps. Senen dan Plasa Atrium. Tetapi karena sejak pagi sudah diblokade oleh pasukan dengan tanknya, maka massa akhirnya menjarah, merusak dan membakar toko yang berada di sekitar Poncol. Aparat keamanan yang menjaga di sekitar lampu merah pinggir St. Senen dan Jembatanlayang, hanya diam saja, melihat toko-toko dijarah dan dibakar massa.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Aksi penjarahan masih berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. 15 Mei 1998 Hingga 10.00 Aksi penjarahan masih berlangsung hingga pagi hari tanggal 15 Mei 1998 sampai WIB. pukul 10.00 WIB. Setelah aparat keamanan mendatangi lokasi, massa baru dapat diusir, dan bangkai-bangkai mobil mulai dibersihkan.

Kode :

J1008 Lokasi : Sekitar Galur, JakartaPusat Tanggal Kejadian : 13 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Pukul 09.00-Warga yang bermukim di sekitar JI.Letjen Soeprapto mendengar adanya

09.30 WIB demonstrasi mahasiswa di jalan raya. Warga satu persatu keluar rumah menuju
jalan raya untuk menyaksikan demonstrasi tersebut. Pukul 14.00-Terlihat sekelompok (sekitar 100-150 orang) mahasiswa STIE di sekitar Abdul JI.

16.00 WIB Gani (di samping

JI.Galur), dekat dengan kampus mereka, sedang melakukan

demonstrasi. Sementara banyak bangunan di sekitarnya terlihat tulisan seperti “Ini
milik Pribumi...!!!:”ALLAH"...!!! dituliskan dengan cat atau pilox. Terlihat juga
beberapa pagar dan gembok bangunan sedang dirusak sekelompok massa. Selain melakukan orasi, mahasiswa juga membawa foto/gambar Soeharto. Dalam orasinya mahasiswa menghujat dan menginginkan Soeharto lengser, sambil beberapa dari mereka membakar ban-ban bekas. Tidak berapa lama kemudian ruko kecil seperti toko bangunan, furniture, peralatan olahraga, toko sembako mulai dirusak dan dijarah oleh sekitar 1000- 1 500 orang. Saat peristiwa terjadi terlihat Aparat Kepolisian melintasi lokasi dengan menggunakan mobil dan motor, mereka berjumlah sekitar 4-6 orang. Sempat terlihat Polisi yang menggunakan mobil pick up dengan bangku di belakangnya dan mereka membawa baju pelindung tubuh, tameng, pentungan, helm & beberapa senjata laras panjang. Pukul 17.00 Kekacauan berakhir setelah aparat berhasil memaksa mahasiswa masuk ke dalam WIB kampusnya. Akhirnya perlahan massa mulai membubarkan diri. 15 Mei 1998

-. ..

Pukul 09.00 WIB

Pukul 09.45 WIB Pukul 12.30-

13.00 WIB
C. Kronologi Kerusuhan
Terlihat banyak mahasiswa sedang melakukan aksi demo di Letjen Suprapto. JI. Pada saat itu mahasiswa menyerukan aksi besar-besaran. Orasi-orasi mahasiswa itu akhirnya menarik perhatian masyarakat setempat. Kemudian ibu-ibu yang membawa anak-anak pun ikut keluar rumah menyaksikan aksi demo di Letjen JI. Suprapto. Mahasiswa STIE yang berkampus di JLAbdulgani masih melakukan mimbar bebas sambil membakar ban-bekas. Sehabis Sholat Zuhur itu, mahasiswa tidak berada lagi di jalan. Hanya masyarakat setempat yang jumlahnya sekitar 5000-6000 orang yang berasal dari warga yang keluar rumah dari setiap gang maupun jalan kecil di sepanjang JI.Letjen Suprapto hingga Galur. Kemudian terlihat 3 buah truk berisi massa berhenti di sekitar lokasi. Setelah turun kelompok massa tersebut menyebar ke tengah-tengah kerumunan massa. Beberapa orang dari antara mereka kemudian terlihat mulai melempar batu ke arah salah satu toko yang ada di lokasi. Beberapa orang dari mereka kemudian juga terlihat mulai melempar ruko-ruko, showroom mobil dan sebuah bank. Warga yang berkerumun di sekitar lokasi akhirnya mengikuti aksi kelompok tersebut. Ketika kelompok massa tersebut berhasil membobol sebuah pertokoan, mereka sempat berkata :“Barang-barang ini tidak boleh diambil...harus dibakar, karena semua barang-barang ini adalah barang haram..!!! Karena hasil dari Uang-uang haram...!!! Kelompok tersebut memiliki ciri berbadan tegap, berkulit hitam, berambut cepak dengan mengenakan celana PDL (Pakaian Dinas Lapangan) berwarna coklat & berbaju hitam ketat & ada beberapa yang memakai kacamata hitam. Mereka berjumlah sekitar 75-100 orang Setelah massa dapat masuk ke dalam Showroom Mobil Suzuki yang berlantai 4, mereka mulai menjarah dan merusak apa saja yang ada di dalam bangunan. Mobil-mobil yang dipanjang pada lantai 2-4 didorong keluar hingga jatuh. Kemudian oleh massa yang berada di luar dihancurkan. Sekitar 30 mobil menjadi korban perusakan. Showroom Toyota yang terdiri dari 2 lantai juga mengalami hal yang sama. Sekitar 5-10 unit mobil dihancurkan massa. Selain itu massa juga menjarah barang-barang yang ada di dalam showroom seperti : Komputer, AC, mesin tik dan segala macam barang inventaris

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

kantor/perusahaan, hingga habis.

Pukul 14.00 Pada saat peristiwa terjadi, terlihat aparat keamanan dari Korps Marinir sekiutar WIB 150 orang datang dari arah By Pass dengan mengendarai 5 truk dan 1 buah Jeep yang berada paling depan. Mereka hanya melintasi lokasi dan tidak melakukan tindakan pengamanan. Saat melintasi lokasi, massa melempari mereka dengan batu. Beberapa orang di antara massa terlihat melarang dan menghalangi massa yang masih ingin melempar batu. Aparat tersebut kemudian berhenti di sekitar jembatan Galur dan membentuk blokade. Sementara itu hampir semua ruko dan toko-toko yang berada di sepanjang jalan telah hancur dirusak massa. Bank BCA dan toko Sport terlihat hangus dibakar massa. Pukul 17.00-Kerusuhan mulai berakhir ketika muncul beberapa tokoh masyarakat seperti

18.00 WIB Ulama, Ustad dan dari mesjid-mesjid pun dihimbau dengan pengeras suara agar
“Massa tidak lagi Merusak dan Mengambili barang-barang...karena itu milik saudara kita juga..!!! Akhirnya massa mencairkan diri dan pulang kerumahnya mereka masing-masing. Beberapa orang terlihat masih berada di sekitar lokasi membuat posko-posko, blokade-blokade untuk keamanan agar dapat memeriksa orang-orang memasuki wilayah tersebut terutama terhadap orang-orang tidak dikenal, agar tidak dapat memasuki perkampungan mereka.

Kode :J 1 009 Lokasi : Pecenongan Barat, JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Terjadi perusakan ruang pameran Toyota di sekitar Pecenongan Barat yang dilakukan dengan melempar batu-batu.

Kode :J1010 Lokasi :JI. GunungSahari, JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998. Waktu Kronologi 14 Mei 1998

1 1.00 WIB, Sekitar 12.00 WIB,

Sekitar 13.00 WIB.

Catatan:

Kode Lokasi

Terlihat banyak kelompok-kelompok kecil kerumunan massa di mulut-mulut gang dan pinggir-pinggir jalan di daerah Kemayoran. Telah banyak jalan-jalan ditutup oleh massa dengan palang-palang kayu, sehingga taksi yang hendak melintasinya terpaksa harus mengambil jalan yang berputar-putar. Terlihat rumah milik Liem Soe Liong (Sudono Salim) telah dibakar oleh massa dan masih terlihat banyak kerumunan massa di sekitar rumah itu. Dokumen dan foto keluarga serta 5 mobil dibakar.

** Terhadap kasus ini pihak Kepolisian memeriksa Anton Medan sebagai tersangka* provokator atau penggerak massa.

: J101 1

: Sekitar Ul-Perempatan Matraman, JI.Salemba Raya-JI. Matraman Raya, JakartaPusat

Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998.
14 Mei 1998
Sekitar 09.00 Mahasiswa UI melakukan "mimbar bebas" di depan kampus Kedokteran Salemba.
-10.00 WIB Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

: Kronologi Waktu r

Sekitar 09.00 WIB Sekitar 1 0. 1 5 WIB.

Aksi dilakukan di dalam kampus. Di luar kampus, sepanjang pagar, terlihat 20-an pasukan PM (Polisi Militer) berjaga. Selain mahasiswa, ketua lluni saat itu, Dharmawan, juga melakukan orasi dan ia mengatakan agar mahasiswa tidak keluar dari kampus. Pada saat mahasiswa sedang melakukan orasi, kemudian beberapa mahasiswa ABA-ABI tiba di kampus UI tetapi tidak diijinkan masuk. Mereka kemudian melakukan aksi di luar kampus. Selain mahasiswa ABA-ABI, juga terdapat mahasiswa dari kampus UKI dan kampus lainnya. Mahasiswa yang berada di luar mengejek mahasiswa UI “keluar loe, ayo aksi, bencong loe". Mahasiswa ABA-ABI tidak berapa lama akhirnya kembali kampusnya diJICikini Raya. Sementara itu, massa yang sebagian wargajl. Pramuka sudah mulai berkumpul pinggir jembatan fly over Matraman. Baru beberapa saat aksi dilakukan (sekitar lima belas menit), sekumpulan massa bergerak dari arahJI.Kramat Raya, menuju ke arahJI. SalembaRaya. Massa kemudian dihadang beberapa petugas Kepolisian Polres Kramat Raya, dan terjadi

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

bentrokan antara massa dengan aparat keamanan. Massa yang jumlahnya cukup banyak menjebol blokade aparat keamanan (Polres JakartaPusat) dan terus bergerak menuju ke arah Salemba Raya, sekitar pukul

10.15 WIB. Melihat massa yang bergerak dari arah Salemba Raya ini, semakin banyak orang mendekati lokasi mimbar bebas mahasiswa UI. Terdengar komando agar mahasiswa segera meninggalkan lokasi dan masuk ke ruang-ruang kuliah.
Sekitar 10.30 Sementara itu, sekitar persimpangan Pasar Genjing telah terlihat ban dibakar. WIB Kendaraan yang melintas diperintahkan massa untuk berbalik. Sekitar 10.30-Massa yang bergerak dari arah Kramat Raya tiba di pertigaan JI. Kramat Raya, JI.

12.30 WIB. Salemba Raya danJI. Diponegoro.
Pada pertigaan tersebut terlihat beberapa orang melakukan provokasi kepada mahasiswa, agar mahasiswa ke luar ke jalan dan bergabung dengan massa. Sementara itu, di sekitar pertokoan Salemba Mas, terdapat pasukan Marinir yang sedang melakukan penjagaan. Kemudian massa terlihat mulai melakukan aksi perusakan. Awal kerusuhan ditandai dengan perusakan pagar yang berada di tengah jalan. Perusakan dilakukan karena digelayuti (dinaiki dan dianyun) orang-orang. Saat pagar ambruk meninbulkan suara, gubrak!! yang keras. Spontan massa yang berada di sekitar lokasi menyambut dengan teriakan. Saat peristiwa ini terjadi seseorang mengacungkan jari, berkaos putih dan warna celana gelap. Sedang para pelaku pengerusakan, bertopi, rambut gondrong, membawa pentungan, dan ada yang masih anak-anak. Sementara massa yang lain hanya menonton saja Kemudian terlihat seseorang dengan menggunakan galah menghancurkan traffic light. Terlihat beberapa orang berusaha menaiki tiang lampu merah. Ketika sampai di atas, ia mengangkat tangannya. Orang ini berciri, kulit sawo matang, rambut lurus, memakai celana warna gelap, dan berbaju putih.garis-garis. Sekitar 12.00-Setelah massa merusak lampu merah, arah gerakan massa terbagi menjadi dua; ( 1) 1 3.45 WIB menuju ke arah Matraman Raya, dan (2) sebagian lagi menuju ke arah Diponegoro. Beberapa mahasiswa yang berasal dari aksi di sekitar UI Salemba turun ke jalan dan bergabung dengan massa diluar kampus. Kemudian bersama dengan massa bergerak menujuJI.Matraman Raya. Aparat Polri dipimpin Kapolsek Matraman menghalau massa kembali kejl. Salemba Raya.

Sekitar 13.45 WIB

Sekitar pukul

14.00 WIB
Sekitar 14.00-

15.30 WIB
Massa yang mencoba bergerak ke arah perempatan Salemba Raya, Matraman Raya, Pramuka dan Matraman, sempat dihalau pasukan Marinir. Massa yang ke arah SR setelah dihalau bergerak kembali ke arah perempatan SR, MR, P, M. Setibanya di dekat pertokoan Salemba Mas (di mana pasukan Marinir berjaga-jaga), terlihat pasukan Marinir berbaur dengan massa yang akan menuju ke arah perempatan Matraman. Pasukan Marinir (baret merah, pakaian loreng, bersenjata di sanggul di pundak kanan, memegang pentungan berwarna hitam) berbaris dua lapis di depan dan sebagian mengangkat tanggan. Pasukan Marinir lainnya membaur dengan massa. Paling depan (di depan pasukan marinir) terlihat seorang dengan ciri kulit kuning (bersih) bertopi merah, memakai kaos putih, bersepatu cokelat, sabuk hitam, mengangkat kedua tangan (dua tangan diajungkan keatas tanda "Victory"). Acungan tangan Pria tsb, diikuti massa dan pasukan Marinir. Sebagian massa mengepalkan tangan, sebagian mengangkattangan (membuka jari-jarinya) dan sebagian mengepalkan tangan dengan ibu jari ke atas (tanda oke!). Massa kembali lagi bergerak ke JI.Matraman Raya dengan jumlah yang semakin banyak (setelah pasukan marinir membaur). Kapolsek Matraman berusaha berkordinasi dengan pimpinan pasukan Marinir, menghalau dan menenangkan massa, namun tidak berhasil. Kemudian Kapolsek minta bantuan ke Polres Jaktim. Perempatan Matraman telah diblokade 1 SSK PHH Brimob, 1 SST Dalmas Polres MetroJakartaTimur (perintis), 1 SSK Dalmas gabungan dari Reserse Polres MetroJakartaTimur dan Reserse Polda Metro Jaya. 2 SSK Brimob mengamankan JI. Matraman ditambah beberapaPolisi untuk menghalau massa dari arah Salemba Raya. Satu SSK PHH Brimob ditempatkan pada turunan jalan layang Matraman, untuk menghalau massa dari arah jalan Tambak dan Matraman Dalam. Satu SSK Pasukan Dalmas dari Polres Metro Jaktim ditempatkandiJI. Matraman Raya Depan Hotel Menteng untuk menghalau massa yang datang dan arah JI. Tegalan dan Kebon Manggis/Berlan. Satu SSK Dalmas ditempatkan di ujung jalan layang Matraman untuk menghalau massa yang datang dan arah JI.Pramuka dan sekitarnya. Massa yang diiring Pasukan Marinir ini, kemudian berhenti di bawah jembatan layang. Sepanjang jalan antara Senen dan daerah Paseban, terlihat banyak warga berjaga-jaga di depan rumah mereka. Dari dalam kampus UI terlihat asap mengepul di udara sekitar JI.Kramat Raya, i

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

arah Senen. Bantuan pasukan Polisi tiba dan langsung menuju posisi masing-masing untuk menghalau massa, namun dihalangi pasukan Marinir terjadi perang mulut. Kemudian terjadi negosiasi di tengah perempatan Matraman antara Kapolsek Matraman depan Komandan Pasukan Marinir, Komandan PHH Kodam Jaya. Negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil, karena Polsek dan Pasukan PHH menginginkan agar massa dihalau mundur kembali ke arah Salemba Raya. Pada saat negosiasi ini terjadi kesalahpahaman antara Pasukan PHH Brimob dengan anggota marinir yang berbaur dengan massa yangakhimya ditengahi oleh PM yang ditugaskan di perempatan Matraman. Massa yang berbaris di bawah jembatan layang (yang berbaur dengan pasukan Marinir), mulai tidak sabar dan mencaci maki Polisi dengan kata-kata

“Polisi

Anjing, Polisi Tai!”. Sebaliknya massa menyanjung Marinir dengan teriakan yel-yel "hidup marinir—hidup marinir. " Di bawah jembatan layang, terlihat seorang berbadan tinggi, memakai kaos putih, bercelana jean warna hijau muda, membawa bendera merah putih dan dikibar- kibarkan kepada massa. Tidak lama setelah itu Pasukan Marinir kembali ke pertokoan Salemba Mas. Sekitar 15.00 Massa datang semakin banyak, hingga mencapai kira-kira 20.000 orang dari segala WIB arah (SR, MR, P, M). Massa mulai melakukan aksi pelemparan kepada petugas keamanan yang memblokade perempatan SR, MR, P, dan M. Kapolsek memerintahkan agar massa tenang, tetapi tidak digubris, lalu diberikan tembakan peringatan 3 kali. Tiidak diindahkan, kemudian dilanjutkan dengan menembakkan peluru karet. Massa berpencar kejl. Pramuka, Matraman, sebagian kembali kejl. Salemba Raya. Sekitar 15.30 Massa yang semakin brutal tersebut bergerak maju dan melempar petugas dengan WIB batu, batu bata, benda-benda lainnya. Polsek Matraman terlihat hendak dibakar oleh massa, tetapi karena banyak pasukan yang berjaga di sekitar lokasi tersebut, akhirnya tidak jadi. Melihat gerakan massa yang semakin beringas ini, Kapolsek Matraman memerintahkan anak buahnya untuk maju sekaligus memberikan tembakan peringatan tiga kali. Massa tidak menghiraukan tambakan tersebut dan tetap melempar aparat keamanan dengan batu-batu atau benda lainnya. Petugas kemudian melakukan tembakan dengan peluru karet dan arah perempatan matraman dan dari arah samping jembatan layang dan arah JI.

tukang-tukang kaca melempar aparat. Ada di antara mereka tertembak peluru karet. Massa semakin brutal melemparkan batu-batu, benda-benda lainnya, serta bom molotov. Situasi sudah tidak dapat dikendalikan. Massa lalu menyerbu Kantor Polsek Matraman dan membakarnya. Catatan :

  • Saksi lain yang melintas sekitar perempatan Matraman melihat beberapa bangunan (salah satunya adalah show room Bimantara Group) sedang dirusak. Yaitu. Beberapa mobil dikeluarkan paksa, dibakar di pinggir jalan Salemba, yaitu antara Depsos dengan SAIA 68. Terlihat juga Fuji Image Plaza dirusak oleh massa. Suasana Matraman telah kacau balau, telah terjadi penghancuran dan pembakaran. Massa yang berada di belakang, samping kiri, kanan Polsek merusak dan membakar Polsek Matraman. Massa yang berada di belakang Polsek mengeluarkan mobil dari Gedung Bimantara, diseret ke tengah jalan lalu membakarnya. Terlihat seseorang hendak membawa mobil tersebut, tapi massa dikatakan "Apa-apaan, bakar!” Hotel Atlantik selamat, walaupun massa juga hendak membakarnya. Hal itu dapat dihentikan oleh satpam yang berjaga. Massa akhirnya tidak jadi membakar dan minta diberikan air minum. Di sekitar RS.St.Carollus, terlihat sebuah mobil dibakar massa. Barang-barang semua dikeluarkan, kaca dipecah, komputer dikeluarkan, dibanting, dan mereka juga terlihat hendak merusak dan membakar telepon umum di depan Jamsostek, tetapi berhasil dicegah massa lainnya. Antara Pasar Gencing dan perempatanJI.Pramuka suasana telah kacau. Semua
    pot-pot bunga yang berada di sepanjang jalan telah dirusak massa. Sebagian massa yang lain, melakukan aksi penjarahan, penpusakan dan pembakaran di antaranya: Massa 3 unit kendaraan Polri, 2 Unit kendaraan pribadi, 2 unit kendaraan barang bukti Polri, 5 unit kendaraan umum, 5 kendaraan di showroom. Selain itu perusakan dan penjarahan Pospol Utan Kayu, 9 bangunan komersial, 9 fasilitas umum (pintu kereta dll). Dua orang meninggal, dua Iuka-Iuka terkena tembakan peluru karet dalam peristiwa tersebut. Kantor atau bangunan yang tidak tersentuh adalah kantor Hankam yang berada di

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

samping PGI, mess Kowad di samping St. Caroilus, RS. Carollus dan apotik di JI. Pramuka. Bangunan yang banyak dirusak adalah kantor pemerintahan dan perusahaan. Antara jalan percetakan dan di sekitar Salemba sempat terdengar teriakan-teriakan di antara orang di sepanjang jalan "perkosa, tuh perkosa!". Sekitar 16.00 Satu unit pemadam kebakaran tiba, tapi tidak bisa memadamkan api karena WIB, dilarang massa. Setelah Polsek terbakar seluruh, anggota Polsek ditarik ke Polres JakartaTimur yang sudah mulai diincar massa. Sekitar pukul Massa yang bergerak ke arah Diponegoro merusak dan menjarah Hero.

16.30 WIB, Sekitar pukul Diperoleh informasi bahwa beberapa truk AD sedang menurunkan massa di
22.00 WIB dekatJI.Proklamasi dan arah Salemba Raya. Catatan: Seorang saksi dilapangan mengamati bahwa tidak semua tindakan yang dilakukan
massa akibat provokasi. Menurutnya pembakaran mobil karavan Polisi, tidak ada yang provokasi, hal itubersifat spontan. Tetapi pembakaran mobil Bimantara sangat mungkin akibat provokasi. Hal itu terlihat pada saat itu ada seseorang berteriak-teriak mengarahkan massa. Mereka berambut cepak-cepak. Sasaran massa secara umum yang terlihat adalah Polisi. Karena pada saat bentrok terjadi pasukan PM yang berada di sekitar lokasi tidak berpindah dan tidak mendapat serangn berarti. Selain itu, pasukan PHH datang terlambat, karena pembakaran telah terjadi.

** Sekitar pukul 22.00 WIB, diperolehinformasi bahwa beberapa truk AD sedang* menurunkan massa di dekatJI.Proklamasi dan arah Salemba Raya. Selama peristiwa di Perempatan Matraman terlihat beberapa petugas intel dan aparat berpakaian preman berada di sekitar lokasi. Mereka hanya diam saja tidak mencegah massa. Bahkan terlihat salah satu intel tersebut sedang memprovokasi massa. Banyak massa berasal dari pemukiman di sekitar lokasi. Oleh saksi mata terlihat beberapa orang (sekelompok pemuda berambut cepak, berbedan kekar) mengajak massa merusak dan membakar showroom Bimantara. Beberapa dikenali sebagai aparat dari BIA yang berkantor di Kramat VII dan Sospol DKI. (lihat laporan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan pada buku "Sujud di Hadapan Korban: Tragedi

JakartaMei 1998".

** Kesaksian lain mengatakan melihat ada aparat keamanan di sekitar lokasi yakni,* Polisi, tentara AD, Marinir dan Paskas. Saksi tidak bisa membedakannya karena

saat itu seragamnya mulai dirubah, yakni seragamnya berwarna kecoklatan. Saat peristiwa terjadi Polisi sudah tidak digubris massa begitu juga dengan pasukan AD. Hanya Marinir dan Paskhas. Kesaksian meyebutkan di sekitar lokasi terdapat pasukan Marinir yang mampu meredam massa. Tetapi setelah pasukan tersebut meninggalkan lokasi, massa kembali menyerang Polisi.

  • Terlihat saat itu Polisi telah melakukan penembakan dengan arah datar (bukan tembakan ke udara). Terlihat seseorang dari Salemba Bluntas tertembak. Saat itu posisi Polisi berdiri di jalan layang Pramuka, sehingga memiliki ruang tembak yang leluasa. Sebagian warga berusaha menenangkan massa agar tidak melakukan perusakan. Setelah terjadi keributan, kemudian muncul aparat Polri. Polisi selanjutnya melepaskan gas air mata. Massa kemudian terlibat perkelahian dengan petugas Polisi. Akhirnya Pos Polisi Matraman dibakar massa.
    Kode : J₁₀₁₂ Lokasi : JI. Tanah Abang,Jakarta Pusat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998

12.00 WIB SekitarJI.Tanah Abang II No.4, PT. Meiji memulangkan karyawannya lebih awal
dengan alasan ada demonstrasi Sekitar 1 3.30 Terlihat orang-orang (sepertinya karyawan kantor) sibuk memasang tulisan-WIB tulisan “milik pribumi”. Sekitar 13.00-Terlihat 6 motor keluar dari kantor Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).

14.00 WIB. Setiap motor dinaiki 2 orang dan mereka mengendarai motor dengan kencang
dan memainkan gas keras-keras. Mereka tidak memakai helm, berambut gondrong, pakaian preman. Pakaian mereka lusuh dan kumuh. Plat nomor motornya hitam biasa. Mereka kelihatan masih muda sekitar 20 -30 tahun Sekitar 13.45, Terlihat pasukan yang terdiri sekitar 50-100 orang keluar dari kantor paspampres dan mereka membawa senjata dan berseragam warnanya hijau, menggunakan helm. Sekitar 14.30 AntaraJI.Tanah Abang-Sudirman, Tidak melihat ada aparat. WIB,

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

Kode Lokasi

Waktu
14 Mei 1998

Sekitar 14.30-

15.30 WIB, Kode Lokasi

Waktu
14 Mei 1998

Sekitar 10.00 WIB Sekitar 10.00-

12.00 WIB

:J1013

: JL.Casablanca,JakartaPusat : 14 Mei 1998 Kronologi

AntaraJI.Sudirman-Casablanca -Mampang, yaitu di sekitar Casablanca terlihat kerumunan orang menghadang kendaraan yang melintas.

:J1014 : Megaria,JI.Diponegoro,JakartaPusat : 14 Mei 1998 Kronologi

Depan stasiun Cikini massa sudah terlihat ramai (berasal dari daerah lain). Mereka berdiri dan diam di sepanjang jalan Cikini Raya. Warga pemukiman di sekitarJI. Diponegoro mendengarkabar adanya keributan dan penjarahan di sekitar Megaria, kemudian, satu persatu mulai keluar dari rumah mereka. Sementara itu mahasiswa ABA-ABI melakukan aksi Demonstrasi di halaman kampus. Mahasiswa kemudian bergerak keluar kampus menuju kampus UI Salemba, melewati Stasiun Cikini, JI. DiponegorodanJI.Salemba. Saat itu di sekitar Cikini sudah terlihat banyak massa berkumpul memenuhi seluruh JI.Cikini hingga Megaria. Warga yang bermukin di belakang komplek Megaria saling berteriak mengatakan bahwa telah banyak massa berkerumun di sepanjang JI. DiponegorodanJI. Proklamasi. Sementara itu di depan Megaria terlihat ribuan massa dan mereka melempar bangunan-bangunan seperti Bank BII, Bank Danahutama, dan Komplek Perkantoran diJI.Proklamasi. Terlihat seorang pemuda berkulit putih, berumur sekitar 30 tahun meneriakan “Hero, Hero”, kepada massa yang berkerumun. Sementara itu lalu lintas di sepanjang jalan sepi, hanya satu atau dua kendaraan pribadi yang lewat. Terlihat tiga orang laki-laki berusia 20-30 tahun melempari Hero Megaria dengan batu. Ciri-ciri mereka: berambut cepak, berbadan tegap dan berpakaian biasa. Mereka memulai melempar Hero dan kemudian diikuti massa. Ketiga orang

Sekitar 12.00 WIB

Sekitar 12.30 WIB

Sekitar 12.45 WIB

Tanggal Awal Kejadian
Tanggal Awal Kejadian

Massa selanjutnya mulai memasuki komplek Megaria dan kelompok tersebut menuju ke arah Supermaket Hero, (15 menit kemudian). Terlihat sekitar 20-30 orang pemuda di depan massa melakukan merusak rolling door supermaket Hero. Setelah terbuka, sebagian besar massa masuk dan mulai menjarah. Banyak orang ikut menjarah, membawa barang-barang seperti beras, buah-buahan, pakaian. Kemudian terlihat terjadi insiden kecil di antara massa karena terlihat. Saat itu seseorang terlihat membawa senjata. Kelompok pemuda tersebut setelah merusak rolling door terlihat meninggalkan Hero tanpa ikut menjarah dan menuju toko dan bangunan lain di dalam komplek Megaria. Sekitar 12.45 Kelompok pemuda tersebut mulai merusak pintu dan kaca Rumah Makan Cina

-14.00 WIB (Chinese Food). Setelah pintu berhasil dijebol, kemudian massa masuk untuk

menjarah. Kelompok pemuda tadi selanjutknya kembali meninggalkan lokasi tanpa ikut menjarah. Hal yang sama dilakukan kelompok pemuda itu terhadap toko Batik terletak di sebelah Rumah Makan Cina, Rumah Makan Soto Ambengan, Rumah makan Pem- pek Palembang, kantor Biro Perjalanan yang letaknya bersebelahan dengan Rumah Makan. Sekitar pukul 13.30, salah seorang dari massa yang berada di Supermaket Hero Megaria, terlihat membakar kain dengan pemantik gas di dalam bangunan, tetapi berhasil dipadamkan oleh warga. Sekitar pukul 13.30 setelah kantor Biro Perjalanan, kelompok pemuda tersebut menuju ke Bioskop 21 Megaria. Saat hendak melakukan perusakan, mereka dihalangi sekitar 10 karyawan bioskop. Bioskop akhirnya tidak dirusak. Kelompok pemuda tadi kemudian terlihat meninggalkan komplek Megaria menuju arah Cikini. Mereka rata-rata berusia 20-30 tahun, semuanya laki-laki. Dalam aksinya mereka mempergunakan kayu dan batu untuk merusak pintu dan kaca. Setelah kelompok tersebut meninggalkan Komplek Megaria, sebagian besar massa masih menjarah di dalam Komplek Megaria, tetapi sebagian massa lainnya mengikuti kelompok pemuda tersebut. Selama peristiwa tersebut terjadi, juga terlihat kira-kira empat orang membawa brankas ATM BCA dari Supermarket Hero. Pukul 14.30 Pos Polisi yang berada tepat di bawahJembatan LayangMegaria menjadi sasaran WIB perusakan massa. Saat massa sedang merusak dan menjarah kemudian terdengar

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

suara ledakan yang sangat keras dan membuat massa panik. Beberapa mobil dan motor yang berada di dalam Pos Polisi terlihat dirusak massa. Jumlahmassa di sekitar Megaria kira-kira berjumlah 1.500-2.000 orang. Sekitar 14.30 Terlihat dua orang dalam mobil patroli Polisi Militer melintas di depan Komplek WIB Megaria dan membunyikan sirene. Tetapi mereka tidak melakukan tindakan apa-apa untuk menghalau massa. Selama peristiwa terjadi warga yang bermukim di sekitar komplek Megaria menjaga agar massa tidak membakar bangunan. Kuatir akan merembet ke pemukiman mereka. Sekitar 14.00-Terlihat satu truk berisi puluhan marinir datang dari arah UI Salemba di sekitar JI.

16.00 WIB Diponegoro. Truk tersebut kemudian terjebak di tengah massa. Ketegangan
terjadi antara massa dan aparat Marinir saat mereka tiba di sekitar lokasi. Kemudian aparat tersebut kembali ke arah UI Salemba, dan berlindung di pos Polisi depan UI Salemba. Mereka kemudian melepaskan baret dan bergabung dengan massa Sekitar 15.00 Dalam Komplek Megaria massa berhenti menjarah setelah terjadi kebakaran di WIBtangga sebelah gudang Hero, warga sekitar komplek berhasil memadamkan api dan tidak menjalar ke gedung lain dalam Komplek Megaria. Warga kemudian terlihat berjaga-jaga di sekitar komplek. Pukul 15.00 Di sekitar Apartemen Menteng Prada Cikini terlihat massa sedang melempari WIB Apartemen. Supermarket yang berada di lantai dasar juga dirusak dan dijarah. Terlihat banyak sekali massa menjarah, mengambil barang-barang dari dalam Supermarket. Saat itu tidak terlihat aparat keamanan (begitu juga dengan Security gedung). Pada saat perusakan dan penjarahan digedung Apartemen Menteng Prada, jumlah massa berkisar 300-400 orang. Pukul 16.00 Terlihat massa lalu lalang melewati pertigaan Raden Saleh, banyak JI.Cikini danJI. WIB di antara mereka membawa barang-barang hasil jarahan. Terlihat juga massa melakukan perusakan fasilitas umum seperti Lampu Merah, rambu-rambu/plang jalan dan telepon umum. Sekitar 22.00 Diperoleh informasi beberapa truk AD sedang menurunkan massa di dekat JI. WIB Proklamasi dan arah Salemba Raya. 15 Mei 1998 15 Mei 1998 Pada pemukiman warga di sekitarJI. Diponegoroada himbauan agar barang jarahan dikembalikan.

C. Kronologi Kerusuhan
Malam itu juga terdengar kabar akan ada massa dari Tanjung Priok akan menyerbu pemukiman. Akhirnya warga melakukan ronda. (Salah seorang warga menyatakan bahwa hal itu hanya isu belaka, karena kalaupun ada yang menyerbu, mestinya kampung yang lebih dekat dulu, bukan kampung mereka.) Catatan: ** Kesaksian warga lainnya menyatakan selama peristiwa terjadi terlihat massa yang* aktif dan terlihat seperti mahasiswa, menggunakan jaket hijau, tetapi almamaternya ditutup. Sebagian rambut mereka pendek, sebagian lain seperti umumnya mahasiswa. Mereka terlihat seperti orang terpelajar berbadan biasa (seperti pemuda umumnya), berjumlah sekitar 50 orang.

  • Terlihat juga kelompok yang hanya memprovokasi dan tidak ikut menjarah. Mereka hanya memprovokasi dan berada di luar bangunan ketika massa mulai menjarah. Mereka tersebar (mencar-mencar) dan memprovokasi agar massa bertambah banyak. Mereka sering kali berteriak "Bakar!

    Jarah! '.
  • Selama peristiwa tidak terlihat aparat keamanan datang dan mengamankan situasi.
    Kode :J1015 Lokasi; Senen, JI.Gunung Sahari,JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 11.30 Di sekitar Atrium Senen terlihat aparat keamanan terdiri dari AD, PHH Kodam Wib Jaya, dan Marinir beserta 4 buah Tank. Mereka sudah berjaga-jaga sejak pagi dan berada di sekitar jembatan layang Atrium Senen. Dua Tank berada di bawah jembatan layang depan Atrium dan dua lagi di sebelah timur St.Senen. Catatan: Warga melihat bahwa massa sebenarnya ingin menjarah Ps. Senen dan Plasa Atrium, tetapi karena sejak pagi sudah diblokade oleh pasukan dengan tank, maka massa akhirnya menjarah, merusak dan membakar toko-toko. Aparat keamanan yang menjaga di sekitar lampu merah pinggir St. Senen dan Jembatanlayang, hanya diam saja, melihat toko-toko dijarah dan dibakar massa. Sekitar 13.30 Dari samping rel di daerah Bungur Besar, terlihat banyak orang membawa WIB barang-barang jarahan dari arah Stasiun Senen seperti : alat-alat elektronik maupun alat-alat rumah tangga. Sekitar 14.00 Di sebelah Barat rel (daerah Atrium dan Proyek Senen), terlihat ratusan aparat

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

WIB bersenjata lengkap di bawah jembatan layang Senen yang menghadap ke arah Poncol. Waktu pembakaran di daerah Poncol terjadi tidak terlihat aparat berusaha mencegah pembakaran

Kode :J1016 Lokasi : JI. Hayam Wuruk dan Gajah Mada, JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 13.00-Dari komplek ruko Hayam Wuruk yang terletak berdekatan dengan Swalayan 1 4.00 WIB, Rejeki, jl. Hayam Wuruk, beberapa warga melihat sebuah jeep terbuka yang dikemudikan seorang laki-laki berhenti dan parkir pada sisi kanan jalan Hayam Wuruk. Jeep tersebut berhenti di sisi sungai yang membelah JI.Hayam Wuruk danJIGajah Mada. Warga tidak tahu pasti apakah mereka adalah aparat atau bukan, mereka berpakaian preman. Dalam jeep tersebut terdapat empat orang laki-laki lain. Kemudian beberapa orang tersebut berdiri di sekitar jeep. Mereka semua memegang HT dan terlihat sedang bercakap-cakap sambil memusatkan perhatian ke arahJI.Kemakmuran. Jeep tersebut dilengkapi peralatan radio dengan antena yang tinggi. Dari lokasi mereka berada, mereka dapat melihat dengan jelas melihat JI. Kemakmuran. Saat itu terlihat banyak massa melempari gedung BHS Bank yang terletak di ujung jalan Kemakmuran yang berpotongan dengan jalan Gajah Mada. Setelah kelompok massa tersebut hampir mencapai JI. GajahMada, mobil jeep itu bergerak meninggalkan lokasi ke arah Harmoni. Siang hingga Terdengar dari antara massa setelah mencapaiJI.Gajah Mada teriakan-teriakan Sore antara lain"Jarah! Jarah!Bakar! Bakar! “, sambil berjalan ke beberapa jurusan. Mereka memecah diri, sebagian menyusuri JI.Gajah Mada menuju arah Gajah Mada Plaza, sebagian menuju arah Hayam Wuruk. Siang hingga Terlihat aparat berjaga di depan Gajah Mada Plaza. Tetapi tidak terlihat pada Sore tempat lainnya di sekitar lokasi tersebut. Siang hingga Aparat yang berjaga terlihat menghalau massa agar tidak masuk ke Gajah Mada Sore Plaza. Sebagian orang yang sempat masuk ke Gajah Mada Plaza dikejar aparat. Aparat tersebut kemudian membuat blokade di depan Gajah Mada Plaza, sehingga

Siang hingga Sore

Siang hingga Sore 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 WIB,

15 Mei 1998 IS Mei 1998

Kode Lokasi

Tanggal Awal Waktu 14 Mei 1998 Sekitar 13.00 WIB,

Kode Lokasi

Waktu

arah Sawah Besar. Massa yang menyusuri JI. HayamWuruk berjalan ke arah Harmoni dan sebagian ke arah Batu Ceper. Mereka membagi diri lagi, sebagian ke arah Batu Ceper JI. yang menembusJI.Sawah Besar dan sisanya masuk Batu Tulis Raya yang menembus Pecenongan. Massa terlihat melakukan perusakan dan penjarahan di Dunkin Donuts. Warga yang bermukin di sekitar JI.Hayam Wuruk melakukan ronda, menjaga pemukiman mereka.

Mendengar kabar telah ada massa yang sudah memasuki JI.Gajah Mada dan daerah Tarnan Sari dan akibat kekuatiran orang tua murid, sebuah sekolah menghentikan prose belajar mengajar dan men/uruhmurid pulang ke rumah masing-masing. Sepanjang jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk sudah penuh dengan massa ke arah Glodok. Mereka terlihat melempari batu dan rnenggulingkan pot-pot di sepanjang jalan.

Di sekitar JI. Gajah Mada terlihat toko-toko cat dan beberapa toko atau kantor lain di sepanjangJI.Gajah Mada kaca-kacanya pecah. Terlihat juga sekitar 100-200 bangunan hangus terbakar.

:J¹⁰¹⁷

: Pertigaan Cempaka Putih-Kelapa Coding, JakartaPusat : 14 Mei 1998 Kronologi

Di pertigaan Cempaka Putih terlihat kantor Polisi dibakar oleh sekitar 7-8 orang yang membawa jerigen. Tidak terlihat aparat keamanan di lokasi tersebut.

:J¹⁰¹⁸

: JI.Cideng Barat,JakartaPusat : 14 Mei 1998 Kronologi

Kejadian

Tanggal Awal Kejadian

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

16 Mei 1998, Sepanjang Cideng Barat dan Cideng Timur Puluhan ruko dalam komplek pertokoan hancur dan terbakar.

Kode :J101 9 Lokasi : Pasar Tanah Abang,JakartaPusat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 10.00 Terlihat puluhan pemuda yang bukan warga sekitar lokasi (berbadan tegap, besar WIB dan membawa kaleng), melakukan konvoi dengan sepeda motor dari arah Jatibaru, Bongkaran dan Kebon Dalam. Salah satu dari antara mereka terlihat berperan sebagai “komandan" dan dan massa yang sedang bergerak menuruti perintahnya. Catatan

** Ketika ada perlawanan dari warga setempat yang menolak pembakaran sebuah* gedung, kerumunan orang tersebut kebingungan dan bertanya pada "komandan' yang memberi aba-aba.
Sekitar 13.30 Mulai terjadi perusakan yang dilakukan oleh massa. WIB Menjelang Di sekitar Tanah Abang, tepatnya di Kebon Kacang semua toko-toko, ruko, dsb. sore sudah habis dijarah dan dibakar. Lalu lintasnya dihentikan, tidak diperbolehkan masuk, mulai rel kereta api di bivak. Terlihat massa menggunakan gerobak-gerobak untuk mengangkut barang jarahan. Barang-barang tersebut ditaruh saja di ujung jalan. Di sekitarnya terlihat sekitar 5 aparat PM, tetapi mereka diam saja. Polisi dan tentara sudah tidak ada saat itu. Massa dilarang masuk, tetapi diperbolehkan keluar. Kalau membawa barang, barangnya harus ditaruh, lalu disuruh mengambil lagi. Sekitar 16.00 Pada jalan selatan proyek Pasar Tanah Abang terlihat banyak orang, rata-rata 50 WIB orang (dalam satu kerumunan), umumnya dewasa laki maupun perempuan. Ada yang hanya mengenakan celana pendek dan ibu-ibu mengenakan daster. Mereka membawa barang berupa gulungan tekstil, TV, radio, dll, Sementara itu toko-toko dalam keadaaan tertutup dan suasana kacau balau. Di beberapa titik sekitar Tanah Abang ada asap mengepul.

Kerusuhan

Kode**:JI30l** Lokasi : Yogya Plaza,JI.1 Gusti Ngurah Rai, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 09.00 Pagi hari Yogya Plaza sempat buka, namun dua jam berikutnya ada instruksi pihak WIB manajemen untuk menutup Plaza dan seluruh karyawan disuruh turun keluar gedung. Pukul 10.40 Sudah banyak massa berkumpul di sekitar Yogya Plaza., di antara massa juga WIB tampak kumpulan anak-anak sekolah yang dipulangkan lebih cepat. Bertepatan dengan jam keluar sekolah tersebut, sebagian besar dari anak-anak itu juga berkumpul di pusat pertokoan Jogya Klender yang sebelumnya memang sudah banyak massa berkumpul. Sekitar 12.00 Terjadi perkelahian antar pelajar di sekitarJI.1 Gusti Ngurah Rai. Salah satu pihak WIB adalah pelajar STM Tubun. Mereka terlihat saling melempar batu di fly over Klender. Sekitar 30 pelajar masuk pemukiman Kampungjati. Warga mengusir mereka karena takut merugikan warga. Kemudian mereka lari ke arah Klender. Sampai di Stasiun Klender, di dekat persimpangan Yogya Plaza terlihat segerombolan massa berdiri di situ, kira-kira 20 orang. Ketika para pelajar itu melewati mereka, beberapa orang dari kelompok massa tersebut berteriak, “Serang, Serang!”. Mereka memiliki ciri: berbadan cukup tegap, atletis, dan berambut cepak. Segera setelah komando itu, massa menyerang pelajar dengan menggunakan kayu, batu, dan batangan besi. Pelajar yang diserang lari masuk ke arah Yogya Plaza. Catatan: Kesaksian lain menyebutkan sebelumnya keadaan sekitar Yogya Plaza belum terjadi apa-apa. Kemudian banyak orang lari-lari sambil berteriak: “Serbu Yogya! Serbu Yogya!" Terlihat banyak yang pakai seragam sekolah, tapi badannya besar-besar dan wajahnya tua-tua, ada yang bertato. Mereka menyerbu Yogya sambil membuka pakaian seragam sekolahnya.

  • Kesaksian lain juga menyebutkan adanya kelompok pemuda dan pelajar yang seolah-olah bertengkar untuk mengundang massa. Kemudian massa mulai berdatangan. Tidak berapa lama terlihat ada yang mulai membakar ban bekas di depan plaza.

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

Kesaksian lain menyebutkan pukul 1 1.30 WIB, beberapa orang mendatangi kumpulan anak sekolah (beberapa berambut gondrong) berkata, “Kalau anak sekolah tawuran, jangan dengan anak sekolah lagi dong...kalau berani tuh, Hat disitu ada toko-toko orang Cina, kenapa nggak itu aja yang dilempar..?” Kemudian tidak berapa lama anak-anak sekolah itu mulai melempari bangunan toko milik orang-orang Cina yang letaknya berdekatan dengan pusat perbelajaan Jogya Klender. Bermula dari pelemparan yang dilakukan anak-anak sekolah tersebut kemudian serempak terjadi pelemparan dan perusakan yang diikuti massa lain yang memang sudah ada sejak pagi. Jumlah massa saat itu kurang lebih 700-800 orang. Keadaan saat itu semakin ricuh dan diikuti aksi penjarahan. Penjarahan terjadi hingga labtai 5 bangunan Yogya Plaza. Pada saat yang hampir bersamaan terlihat seorang berpakaian Polisi berdiri di atas jembatan layang Klender mengamati tawuran antar pelajar itu. Sekitar 1 2.30-Kira-kira 50 orang berlari sambil melempari toko-toko dan menuju Yogya Plaza,

13.00 WIB. kerusuhan semakin besar. Kelompok orang ini tidak diketehui asalnya dan bukan

dari kampung setempat.

Tidak berapa lama kemudian massa mulai memasuki halaman plaza namun bisa dihalau. Karena massa bertambah banyak, pihak keamanan/satpam tidak dapat menahan lagi, sehingga mereka mulai memasuki gedung untuk menjarah. Semakin banyak massa yang ikut menjarah. Banyak orang terlihat mondar-mandir mengambil barang jarahan. Terlihat penjarah yang menggunakan taksi, bajaj dan kendaraan lainnya untuk mengangkut hasil jarahan. Selama penjarahan terjadi, terlihat pintu plaza dalam telah dalam keadaaan terbuka. Selama penjarahan berlangsung, tidak terlihat petugas keamabab baik Polisi maupun tentara di sekitar Plaza, kecuali Satpam dekat Me Donald, sebelum lokasi terbakar. Sekitar 14.00 Dilantai dua Yogya plaza terlihat titik api, yang berasal dari baju yang dibakar oleh WIB, penjarah untuk menerangi gedung yang gelap karena listrik mati. Api bisa dipadamkan, namun ada lagi titik-titik api di tempat lainnya, sehingga akhirnya api membesar meskipun, masih banyak massa di dalam gedung. Sekitar 14.30 Di sekitar lokasi terlihat sebuah mobil patroli Polisi (kijang) datang ke lokasi. WIB, Sebelum tiba di wilayah, seorang pemuda berteriak, “ada Polisi! Serang! Serang!”. Kemudian massa melempari mobil Polisi dengan batu, lalu mobil tersebut pergi dari lokasi. Orang-orang yang melempari mobil Polisi bukan orang-orang yang mengambil

Sekitar 15.00 WIB.

Sekitar 1 5.00-

15.15 WIB,
yang berjumlah sekitar 20 orang tidak ikut menjarah. Beberapa warga kemudian membantu memadamkan api. Terlihat sebuah truk berwarna merah berada di bawah jembatan iayang Klender. Truk tersebut tidak bergerak tetapi mesin kendaraan dalam keadaan hidup. Di dalamnya terlihat dua orang berpakaian preman, jaket cordoray, menggunakan topi, dan berkaca mata hitam Salah seorang warga melihat sebuah truk besar berplat merah berwarna oranye dan bertuliskan “DPU” masuk ke lokasi Mall Yogya. Truk tersebut mengangkut kira-kira 50 orang yang berpakaian macam-macam (berpakaian seragam sekolah, berbaju singlet dll.). Saksi melihat orang-orang tersebut saling mengenal. Mereka masing-masing membawa jerigen berwarna putih dan berlari ke arah Yogya Plaza. Tidak diketahui apa yang mereka kerjakan, tetapi beberapa saat kemudian mereka kembali ke truk dengan tangan kosong. Ciri-ciri orang-orang yang datang dengan truk berwarna oranye bertuliskan “DPU" : berbadan tegap, berumur kira-kira 20-30 tahun. Mereka berpakaian preman, ada yang menggunakan seragam SMA. Beberapa di antara mereka berambut cepak, lainnya berpotongan rambut biasa saja. Mereka sepertinya saling mengenal satu sama lain dan seperti dikomandoi supir dan satu orang yang duduk di samping supir.Setelah orang-orang tersebut berada di Yogya Plaza, kemudian terdengar ledakan keras dari belakang Yogya Plaza. Setelah ledakan, supir dan 2 orang lain di truk, melambaikan tangan ke orang-orang yang tadi membawa jerigen. Orang-orang tersebut kemudian kembali ke truk dengan tangan kosong dan meninggalkan lokasi. Kejadian itu terbuka dan banyak orang-orang mengamati hal yang sama. Saat itu saksi melihat asap tebal mulai keluar dari Yogya Plaza. Warga lain melihat sebuah truk berwarna kuning berada di jalur Pondok Kopi, persis di depan gedung Yogya Plaza. Truk tersebut juga tidak bergerak tetapi mesinnya dalam keadaan hidup. Di dalam truk tersebut ada 4 (empat) orang berpakaian preman, berbadan tegap, menggunakan topi, dan berkaca mata hitam. Seorang warga yang mencari anaknya di Yogya Plaza, ketika berada di depan Yogya Plaza, oleh orang-orang tidak ia di suruh masuk ke dalam gedung untuk menjarah isi gedung. Sementara itu juga terlihat seseorang membawa bensin sambil berteriak : "Bakar! Bakar!"

Sekitar 1 5. 1 5 WIB.

Sore hari.

Sekitar 15.30 WIB.

Sekitar 15.30 WIB.

Sekitar 15.30-

17.30 WIB.

Sekitar 17.00

WIB,

1998: Fakta, Data dan Analisa

Warga tersebut melihat sekitar 50 orang turun dari dua buah truk yang datang dari arah pondok kopi ke Yogya Plaza sambil membawa jerigen minyak dan terlihat ada yang memimipin dengan menggunakan HT dan berkacamata. Warga yang menyaksikan melihat bahwa isi jirigen tersebut adalah bensin. Pada sore hari itu plaza sudah terbakar. Terlihat ada yang melempar jirigen di lantai satu. Terlihat juga ada yang mengumpulkan segala macam barang berbentuk plastik, krey, dsb, menjadi satu. Benda-benda yang dikumpulkan tesebut kemudian disiram dengan bensin (dari jirigen) dan dibakar. Diketahui kemudian ternyata ada yang mengunci lantai 2, sehingga anak-anak dan yang lainnya tidak dapat keluar menyelamatkan diri. Beberapa warga (salah satunya pernah bekerja di Yigya plaza) memasuki bangunan hendak menyelamatkan korban yang berada di dalam. Mereka masuk melalui pintu karyawan karena bagian ekskalator yang berada di lantai satu terlihat api dan asap tebal. Saat memasuki bangunan, di depan pintu karyawan dekat McDonald, mereka bertemu seorang lelaki yang berbadan besar, berkumis, memakai rompi jeans dan celana jeans. Lelaki tersebut membawa HT (handy talkie) yang disampirkan di bahu sebelah kanannya. Lelaki tersebut menyuruh mereka untuk masuk ke dalam dengan mengatakan bahwa "di dalam ada banyak emas.” Lantai dua bangunan terlihat banyak orang terjebak dan berusaha keluar. Api sudah membesar dan asap tebal menghalangi pandangan. Di luar bangunan terlihat banyak orang melambai tangan meminta tolong dari lantai 4 gedung. Warga kemudian tali tambang dari kain iklan film di bioskop Yogya Plaza untuk diulurkan dengan bambu ke lantai 4. Kemudian banyak orang dari lantai 4 turun dengan menggunakan tambang tersebut. Dalam keadaan panik tersebut, banyak orang melompat ke bawah. Akibatnya banyak orang menjadi terluka (bocor kepala, tulang patah) dan meninggal dunia. Selama peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan berada di sekitar lokasi. Sementara itu, kurang dari 1 Km dari lokasi kejadian terdapat kantor Polsek Pulo Gadung. Kesaksian menyebutkan pada pukul 17.00 WIB semua pintu dalam keadaaan dikunci dengan gembok berwarna kuning, yaitu pada saat warga hendak masuk ke

Sekitar 1 7.00 WIB

Sekitar 17.30 WIB Menjelang malam/gelap.

Sekitar 19.00 WIB, Sekitar 2 1.00 WIB. Sekitar pukul

21.30 WIB.
anggota keluarga. Sebelumnya pada siang hari, saat massa menjarah,diketahui pintu plaza dalam keadaan terbuka. Yogya Plaza semakin parah terbakar. Beberapa warga yang mencoba mencari keluarga yang mungkin berada dalam gedung ditahan oleh beberapa orang dan melarang melarang mereka masuk. Seorang yang berhasil menyelamatkan diri dari lantai 3,mengatakan bahwa keadaan di atas (dalam bangunan) gelap sekali. Kemudian terdengar bunyi ledakan keras, kemudian orang-orang terlihat mulai berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai 3. Banyak orang celaka karena menyelamatkan diri. Orang-orang di bawah berusaha menyelamatkan mereka dan dibawa ke RS. Saat seorang warga berusaha memasuki Yogya Plaza, mendapati semua pintu menuju ke dalam sudah dikunci dengan gembok berwarna kuning. Seorang warga melihat orang-orang bawa jerigen pada waktu malam. Tetapi tiak diketahui apa isi jirigen tersebut. Seorang warga yang berhasil masuk ke lantai 3 bangunan melalui tangga mendapati ruangan telah berbau sangat tidak enak dan perih dimata. Terlihat orang-orang yang terbakar berjatuhan dari lantai itu. Korban kebanyakan dibawa ke RS. Islam. Seorang warga mengambil inisiatif meapor ke pihak Polsek Pulo Gadung. Di luasr bangunan hari sudah gelap. Saat menuju Polsek terdengar teriakan, "He, ada cewek! Ada cewek!”. Teriakan berasal dari mobil Kijang dari arah Jatinegara. Sampai di kantor Polisi ternyata malah disuruh kembali karena menurut Polisi yang jaga saat itu, kantor Polisi juga diserbu massa.Jadi banyakpetugas Polisi yang tidak masuk. Di sekitar Mall Matahari Perumnas Klender terlihat tentara berjaga. Jumlahnya kira-kira 20 orang. Sekitar Yogya Plaza hujan turun dan api mulai padam

Setelah Api mulai padam, beberapa warga mencoba masuk ke dalam gedung. Saat masuk melalui pintu eskalator di lantai satu, terlihat kawat dikaitkan ke pintu rolling door, menghalangi jalan keluar. Saksi berhasil masuk sampai batas eskalator di lantai dua, hawa di dalam ruangan sangat panas. Sandal yang digunakan sempat meleleh. Terlihat di dalam ruangan banyak mayat terbakar bertumpuk menjadi satu.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar 2 1.30 WIB.

Catatan:
15 Mei 1998

Sekitar 0 1.00 WIB Sekitar 06.00 WIB,

Warga lain yang juga coba memasuki bangunan melihat pintu rolling door dalam keadaan terkunci gembok dan pintu masuk dihalangi oleh kawat yang diikat ke pintu rolling door dan dikaitkan ke eskalator sehingga pintu rolling door tidak dapat dibuka. Warga tersebut mengetahui kalau rolling door tersebut sebelumnya dalam keadaan terbuka karena digunakan orang banyak keluar masuk gedung.

** Warga yang berusaha meminta bantuan ke Polres, Kodim, dan dinas pemadam* kebakaran. Namun bantuan tidak datang. Api baru padam keesokan harinya.
- Banyak warga sekitar lokasi kehilangan anggota keluarganya. Beberapa warga masih memasuki bangunan mencari keluarga yang mungkin terjebak di dalam bangunan. Beberapa warga sekitar yang kehilangan anggota keluarganya masuk ke Yogya Plaza. Pintu yang tadinya digembok sudah dibuka. Di lantai 2 terlihat banyak mayat terbakar. Banyak mayat anak-anak kecil di lantai 2 itu (tempat mainan). Lantai 3 masih sulit dimasuki karena sangat panas. Orang-orang dari PMI tiba di lokasi membantu evakuasi dan membawa mayat ke RS Cipto Mangunkusumo. Tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Terlihat iring-iringan 4 buah mobil ambulans dan 2 mobil truk angkatan udara. Kemudian petugas PMI berbaur dengan warga melakukan evakuasi mayat. Sedangkan tentara berjaga-jaga di bawah. Warga yang hendak mengambil mayat keluarganya, tidak diperbolehkan oleh tentara bahkan terkena pukulan. Warga diberitahu kalau semua mayat dibawa ke RSCM.
Sekitar 8.30-

12.30 WIB Sekitar 10.00 WIB.

Kerusuhan

Catatan: di sekitar gedung Yogya Plaza diblokade oleh warga masyarakat sekitar Jalanyang berjaga-jaga. Kebanyakan korban mati terbakar karena tidak dapat keluar dari gedung Yogya Plaza karena pintu-pintu terkunci. Banyak juga korban meninggal saat berusaha keluar dari gedung dengan meloncat dari lantai 4, dari bagian toko Gunung Agung, gedung Yogya Plaza.

  • Para korban tidak dapat keluar dari lantai 2 (toko pakaian dan mainan) dan lantai 3 (super market) karena pintu di lantai 2 dan lantai 3 tersebut tertutup rolling door.
    16 Mei 1998

Sekitar 9.00 Yogya Plaza. WIB. Sekitar Yogya Plaza, satu mobil tentara berbaju loreng yang membawa senapan berjaga-jaga di sekitar Yogya Plaza. Warga sekitar masih berusaha mencari keluarga menyaksikan peristiwa itu. Terdengar kekecewaan warga saat melihat aparat keamanan yangdatang setelah peristiwa terjadi.,. Catatan: Berikut ini rekaman analisis dan catatan terhadap peristiwa yang terjadi di Yogya Plaza. Pangdam Jaya Sjafrie Syamsudin dan Gubernur Sutiyoso mengatakan pelaku-pelaku kerusuhan Mei adalah masyarakat miskin urban yang melakukan tindakan penjarahan dan pemerkosaan terhadap kelompok masyarakat tionghoa. Para pelaku itu berjumlah 300 orang dan telah mati karena terjebak dalam kebakaran yang terjadi, karena para pelaku kejahatan telah meninggal dunia maka tidak perlu diinvestigasi lagi Pendapat ini mendapat tentangan keras dan ditolak kebenarannya. Karena jika korban adalah pelakunya, sulit diterima kalau mereka sendiri melakukan bunuh diri massal.

  • Peristiwa itu terjadi dimana para provokator mengambil terlebih dahulu barang-barang jarahan, lalu meletakkan di depan toko dan meminta massa mengambil sambil berkata, “Ayo kita ambil, ini hak kalian’’. Sebelum itu mereka dipancing agar muncul dijalanan dengan membakar sesuatu di jalanan. “Sekarang saatnya merebut kembali hak kalian”. Ketika mereka masuk dan naik ke dalam bangunan, rolling door ditutup, tabung-tabung gas dikumpulkan dan ditembak sehingga menimbulkan ledakan besar dan kebakaran.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

  • Banyak saksi mata, ada ratusan, melihat waktu mereka naik ke atas sudah ada yang menyiram bahan bakar dari gedung paling atas. Sekelompok orang (provokator) turun ke bawah dan menutup rolling door dan menyiram bahan bakar yang ada. Sangat mungkin ada bahan kimia di dalamnya. Hal itu dikarenakan tembok Jogja Plaza yang begitu tebal bisa terbakar habis.
    Kode : JI302 Lokasi : Supermarket Hembo, JI. InspeksiSaluran Kalimalang,Jakarta Timur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Pagi hari Karyawan tetap datang, tetapi kemudian pemberitahuan dari pihak manajemen agar jangan dibuka. Sekitar 15.00 Massa sudah berkumpul diluar pagar sekitar swalayan tomang tol, satu dua orang WIB, sudah mulai melempar batu ke dalam pagar. Terlihat seorang warga sekitar (Pak Haji) melarang orang-orang merusk Hembo. Lalu lintas sepi saat itu. Tidak ada angkutan umum yang melintas. Sekitar 16.00 Dua buah truk cold diesel menurunkan +/- 100 orang. Begitu turun langsung WIB, bertindak brutal melempari gedung dengan batu. Batu diduga sudah dipersiapkan, karena di sekitar lokasi tidak terdapat banyak batu. Sekitar 18.00 Lemparan batu brutal tersebut kemudian diikuti massa lain yang berada di sekitar WIB, lokasi. Kemudian salah satu di antara massa masuk membuka pintu gedung dibantu seseorang yang menyorotkan lampu sepeda motornya karena hari mulai gelap dan listrik padam. Setelah pintu terbuka.pengendara sepeda motor tidak kelihatan lagi. Sekitar 1 8.00-Kesaksian lain menyebutkan dari arah Bekasi datang dua mikrolet berisi sekitar

18.30 WIB, 10-20 (sepuluh-dua puluh). Rata-rata berbadan tegap dan berambut cepak.
Mereka membawa peralatan seperti linggis. Mereka kemudian membogkar Hembo. Tidak ada yang berani melarang mereka melakukan pembongkaran. Massa yang berada di luar langsung mengikuti mereka. Setelah membongkar terali besi Hembo, massa langsung masuk. Tidak lama kemudian mereka langsung menghilang. Suasana dalam bangunan gelap. Massa yang ingin mengambil barang membakar

ada aparat keamanan yang menjaga disana saat peristiwa terjadi. Sekitar Dari dalam gedung lantai dua terlihat titik api yang kemudian merambat ke ruko-

20.00/2 1.00 ruko sebelahnya, yaitu KFC, Showroom dan bengkel mobil Honda, Pizza Hut dan WIB, Dandy Bakery. Sekitar 02.00 Api mulai padam WIB. Kode : JI303 Lokasi : SekitarJI.Kincan-Jembatan layang,
Kalimalang,JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 20.00-SepanjangJI. Kalimalangterlihat beberapa kelompok massa pada beberapa

21.00 WIB tempat terpisah dan mahasiswa di sekitar kampus Borobudur. Tidak terlihat
aparat maupun perusakan dan penjarahan disekitar lokasi-lokasi tersebut. Sekitar 2 1.00-SekitarJI.Kincan terlihat kerumunan massa, asap mengepul di udara dan telah

22.00 WIB terjadi penjarahan. Semua toko di pasar (kompleks ruko/pertokoan) yang berada
di pinggir jalan sekitarJI.Kincan habis dijarah dan beberapa bangunan telah terbakar. Pada sisi kanan jalan ke arah bekasi, mendekat ke pagar pembatas jalan, tidak jauh dari lokasi pasar yang terbakar (mendekati jalan layang) terlihat 2 perempuan sedang diseret dari sisi kiri jalan oleh sekitar 10 orang laki-laki (berpenampilan seperti gembel). Dari warna kulitnya yang putih dan wajah yang khas kedua perempuan tersebut diketahui adalah etnis Tionghoa. Salah satu perempuan dalam keadaan setengah bugil (atasnya mengenakan baju kaos dan bagian bawah tanpa pakaian) sementara perempuan lainnya terlihat masih mengenakan pakaian. Kedua perempuan tersebut saat diseret terlihat masih melakukan perlawanan (meronta) tetapi tidak cukup berarti. Setelah diseret keduanya selanjutnya di kerumuni beramai-ramai. Saksi meyakini kedua perempuan tersebut diperkosa. Sementara itu tidak jauh lokasi terlihat ada bangunan yang sedang dijarah.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode: J¹³⁰⁴ Lokasi: JL. Pahlawan Revolusi no. 10, Jakarta Timur Tanggal Awal Kejadian: 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, pagi hari Sebuah perusahaan (Mitra Sarana Punama) sudah tutup sejak pagi hari. Sekitar 14.00 Massa sudah banyak yang kumpul-kumpul di sekitar JI.Pahlawan Revolusi. WIB Sekitar. 18.00 Tiba-tiba massa langsung melempari pos jaga/pintu masuk gedung HERO dengan WIB batu. Kemudian berbondong-bondong masuk gedung dan menjarah isi supermarket dan alat perkantoran. Pk.20.00 WIB Seluruh isi bangunan sudah kosong dan massa mulai meninggalkan gedung.

Kode :JI305 Lokasi : JL. Raya Bekasi, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 1 4 Mei Terjadi perusakan, penjaran dan pembakaran pada showroom dan bengkel 1998, Toyota, JL.Raya Bekasi, Pulogadung, Jakarta Timur

KodeJ1306 Lokasi: Jin. Pemuda, Rawamangun, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar. 1 0.00 Massa mulai berkumpul di pinggir JI.Pemuda. Terlihat sekelompok laki-laki naik WIB motor bergerombol, mereka mengundang perhatian massa. Selain mereka terlihat juga seorang yang berlari bolak balik antara 1K 1P dan Arion Plaza. Ketika ditanya “ngapai kamu lari-lari dari tadi ia hanya menjawab “Ah.ngga pak, Cuma lihat-lihat saja Sekitar 12.00 Massa semakin bertambah banyak dan aterlihat da yang berusaha merusak ATM WIB BII, namun berhasil diusir aparat yang berjaga-jaga disana. Sekitar 13.00 Massa yang penasaran karena tidak berhasil menembus penjagaan Arion Plaza, WIB lalu melampiaskannya pada bank BCA, Bank EXIM, dan kantor lainnya sepanjang

Kode Lokasi

Waktu 14 Mei 1998, Sekitar 10.00 WIB

Sekitar 12.00

WIB

Kerusuhan

JI. Pemuda.

Sebagian massa kemudian terlihat bergerak menuju pertokoan Artomoro.

JI307 : Pertokoan Artomoro, Jin. Pegambiran, JakartaTimur : 14 Mei 1998 Kronologi

Pagi hari swalayan Artomoro buka seperti biasa. Pihak manjemen memerintahkan agar pertokoan ditutup dan semua karyawati di suruh pulang, kecuali pegawai laki-laki diminta berjaga di toko. Massa mulai terlihat di sekitar swalayan. Seorang pengendara motor jenis bebek (helm dipegang) yang berboncengan melihat kearah toko sambil menunjuk-nunjuk. Tak lama kemudian massa lainnya datang dipimpin pengendara motor tersebut. Mereka kemudian mulai merusak pagar, pintu masuk dan memecahkan kaca dengan coneblock. Massa mulai menjarah isi toko, seorang karyawan yang masih berada didalam toko dikejar oleh 3 orang yang mirip angkatan, berambut cepak. Karyawan tersebut diteriaki “Itu cina, kejar dia “ Namun karyawan tersebut berhasil sembunyi dan tidak dikejar lagi. Massa terlihat membawa barang-barang jarahan dengan troli. Salah satu massa yang menjarah menjelaskan kalau ada orang yang menyuruh mereka mengambil barang begitu saja karena sudah ditinggal pemiliknya. Di sekitar Artomoro terdengar berteriak keras,”Jogja sudah terbakar!". Terlihat asap mengepul dari arah Jogja. Tidak terlihat aparat keamanan saat peristiwa terjadi.. Terlihat seseorang melempar bahan bakar yang terbungkus plastik ke arah kantor dan gedung Artomoro sebelah swalayan Artomoro, yang membuatnya terbakar. Kemudian seorang laki-laki berteriak sangat keras” Jangan dibakar Artomoro!”

Terlihat seseorang menuju atas gedung swalayan dengan gerakan sangat tangkas. Orang itu memakai jaket parasut warna hitam dan menggelembung. Saksi di lokasi yakin orang tersebut membawa bahan bakar.

Sekitar 1 3.00 WIB

Sekitar 14.00 WIB

Sekitar 16.00 WIB Sekitar 1 6. 1 5 WIB Sekitar 16.30 WIB

Tanggal Awal Kejadian

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Setelah orang tersebut tiba di atas, lantai V kemudian terbakar, disusul lantai IV, III dan merembet keseluruh lantai. Api baru padam keesokan paginya. Sekitar 17.00 Dua orang laki-laki berteriak keras,"keluar-keluar semua”, mereka berteriak

-19.00 WIB menyuruh massa keluar dari Artomoro.

Lalu seorang lelaki yang berkemeja putih berperawakan agak gemuk masuk ke dalam artomoro dan berteriak-teriak mengusir massa agar keluar. Lelaki ini kemudian keluar lagi. Selang IS menit setelah massa dan orang tersebut keluar dari bangunan, terdengar dua ledakan keras beruntun dari dalam Artomoro. Ledakan tersebut meyemburkan api, asap hitam pekat dan hembusan angin yang panas dan perih di mata. Kemudian api muncul dari lantai dua. Rasanya seperti terkena gas air mata. Masa berlarian menjauh. Seorang lelaki meneriaki seorang warga, menyuruhnya pergi,"Pak, lari, nanti kena!” karena penasan, warga tersebut tetap tidak mau beranjak. Kemudian terjadi ledakan ke tiga tetapi berbeda dengan sebelumnya. Ledakan ketiga tidak menimbulkan hembusan angin panas. Sekitar 19.00 WIB Artomoro habis terbakar. Saat itu peristiwa terjadi terlihat sekitar 5 orang lelaki berdiri di halaman Artomoro, mengamati kebakaran yang terjadi. Mereka semua berbadan tegap, ada yang memakai jaket, ada yang berambut cepak, ada yang gondrong. Saat peristiwa terjadi tidak ada pemadam kebakaran atau aparat keamanan di lokasi. Arion Plaza yang terletak tidak jauh dari Artomoro tidak dijarah. Informasi yang beredar di antara warga menyebutkan bahwa pada saat itu Arion Plaza dijaga oleh beberapa truk militer. Catatan: Rumah seorang warga yang menyaksikan peristiwa di Artomoro selama 3 hari “ditongkrongi" (diamati) sekelompok orang. Mereka berpakaian preman. Kepada pembantu warga tersebut mereka mangatakan "siapa yang melawan Soeharto dipotong saja kepalanya”. Selama mengamati rumah warga tersebut, mereka terlihat menggunakan mobilJenis Kijang dengannomor Polisi AB.

  • Selain itu, tetangga di sekitar rumah didatangai oleh beberapa orang dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang warga tersebut. Warga tersebut juga mendapati bahwa ia sering kali diikuti oleh seorang pengendara sepeda motor yang berwarna merah, kemanapun ia bepergian.
J1308

Lokasi : IKIP Rawamangun-Pool DLLAJ, JI.Pemuda,JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Pagi hariJI.Pemuda sejak pagi telah diblokir, karena di depan kampus IKIP digunakan untuk mimbar bebas yang digelar oleh mahasiswa gabungan IKIP.STIE, dan Ibnu Chaldun Jakarta. Sekitar 1 1.00-Di sekitar kampus IKIP Rawamangun telah ramai mahasiswa melakukan

12.30 WIB demonstrasi.
Tidak lama kemudian terlihat ratusan orang berlarian melintasi kampus IKIP ke arahJI.Utan Kayu. Akibatnya mahasiswa yang berada di dalam kampus ikut berhamburan melarikan diri. Aksi demonstrasi akhirnya terhenti. Terlihat sebuah truk kontainer mendrop massa seusia anak-anak sekolah lanjutan di perempatanJI PemudaMassa yang didrop membaur dengan massa yang menonton mimbar bebas. Hari semakin panas, massa yang ingin pulang tidak dapat kendaraan, sehingga masih tetap berkumpul di sekitar lokasi. Kemudian terlihat massa mulai merusak pagar, mencabuti pohon-pohon dan *traffic light.*Terlihat juga di antara massa yang membakar ban. Sekitar. 1 2-Muncul dua motor sejenis RX King dikendarai oleh orang mirip angkatan (cepak),

12.30 WIB helm dipegang, masing-masing berboncengan.
Selain orang tersebut terlihat seseorang lagi berbadan agak gemuk, kulit bersih, seperti orang gedean, membawa HT dan Handphone, tidak berkendaran. Dia sebentar-bentar terlihat berbicara lewat HP nya. Tidak lama setelah orang itu berbicara, Pool DLLAJyang berisi mobil-mobil bermasalah mulai di masuki massa. Pengendara motor terlihat berteriak-teriak menyuruh massa masuk dan mengeluarkan mobil-mobil untuk dibakar. Sekitar 1 4.30 Mobil yang di keluarkan diJI.A.Yani dirusak dan dibakar massa. WIB Pengendara motor & orang yang ber HT & HP tidak tampak lagi.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

KodeJ1309 Lokasi Rawasari By Pass, JakartaTimur Tanggal Kejadian 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Pukul 10.00 Dalam perjalanan dari IAIN Ciputat menuju IKIP-Jakartaterlihat beberapa WIB gedung-gedung, khususnya Mall dan Perkantoran/Pertokoan, Apartemen dan Hotel tampak Lenggang atau sepi dari pengunjung. Sekitar Pondok Indah dan Blok-M seperti dikondisikan dengan sengaja agar dikosongkan. Puluhan tentara terlihat berjaga di sekitar wilayah perumahan Pondok Indah dengan menggunakan peralatan lengkap dan terlihat tank telah dalam keadaan siaga. Di sekitar JI. Pramuka dan Rawamangun terlihat beberapa konsentrasi massa di sepanjang jalan tersebut. Mereka seperti sedang menunggu sesuatu. Mereka memiliki postur tubuh yang hampir sama dan terlihat seperti terorganisir, tidak seperti warga biasa. Mereka umumnya berbadan tegap dan berambut cepak. Pukul 12.00-Di sekitar kampus IK.IP Rawamangun telah ramai mahasiswa melakukan

12.30 WIB demonstrasi. Tidak lama kemudian terlihat ratusan orang berlarian melintasi
kampus 1KIP ke arahJI.Utan Kayu. Akibatnya mahasiswa yang berada di dalam kampus ikut berhamburan melarikan diri. Aksi demonstrasi akhirnya terhenti. Sekitar pukul Sekitar lampu merah Rawasari-By Pass terlihat massa telah banyak memenuhi

16.00-17.00 tempat itu. Konsentrasi massa terbagi dua. Pertama massa yang berkerumun WIB pada sisi jalan yang menuju Tanjung Priok dan lainnya berkerumun pada sisi jalan

yang mengarah ke Cawang.

Terjadi ketegangan antara 2 kelompok tersebut. Massa kelihatan berusaha menjaga wilayahnya masing-masing, kuatir ada massa yang akan memasuki wilayah mereka, termasuk terhadap kelompok yang sedang berhadapan tersebut. Masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 500-600 orang. Banyak massa membawa bangku, meja yang diletakkan di tengah jalan untuk memblokade wilayah mereka. Di antara massa terlihat ada yang membekali diri dengan kayu, besi dan benda-benda lainnya. Kemudian sekelompok mahasiswa melakukan orasi di antara dua kelompok tersebut, sebagai upaya menenangkan situasi dan agar tidak terjadi bentrok di antara mereka. Akhirnya ketegangan kelompok massa tersebut mulai reda dan tidak lama kemudian berubah menjadi aksi perusakan dan penjarah terhadap pertokoan yang

C. Kronologi Kerusuhan
berada di sekitar lokasi. Setelah terjadi penjarahan, massa bertambah banyak dengan datangnya warga dari sekitar lokasi. Pertokoan mebel, toko bangunan/material, dan perkantoran menjadi korban aksi penjarahan massa. Massa hanya melakukan penjarahan terhadap toko-toko besar dan tidak terhadap toko/ warung-warung kecil. Saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi.

Kode :J1 3 1 0 Lokasi : Pertokoan Pulo Mas, Jin. PerintisKemerdekaan,Jakarta Timur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 12.00 Terlihat seseorang duduk di seberang pertokoan Pulo Mas, memegang telepon WIB seluler atau sejenis alat komunikasi. Orang tersebut memakai seragam putih-putih dan di lengan bajunya ada lambang setir kapal, seperti mahasiswa kelautan. Orang tersebut terlihat memantau keadaan di sekitar Hero Pulomas. Sebelumnya Hero telah tutup dan karyawan dipulangkan. Sekitar 12.30 Tiba-tiba massa sudah banyak berkumpul, seperti telah dikomando. Massa datang WIB dari arah Pulogadung dan Pedongkelan. Mereka langsung menghancurkan Hero yang letaknya tepat di depan jalan. Massa menggunakan batu dan alat-alat yang lainnya saat menghancurkan toko. Penjarahan terjadi sekitar 3 jam, lalu massa berpindah ke arah Goro Kelapa Gading. Sekitar 15.00 Terlihat massa datang dari Pulogadung menuju Goro Kelapa Gading. Tidak lama WIB kemudian datang dua truk pasukan (diduga kesatuan Kostrad). Mereka terlihat bersenjata lengkap dan menahan massa dengan melepaskan tembakan peringatan sekitar 5-10 kali. Massa mundur ke arah Pulo Gadung. Sementara itu terlihat lebih dari dua Panser berada di sekitar jembatan Kelapa Gading. Massa yang berbablik dari arah Goro, kemudian tertahan oleh pasukan tersebut di sekitar jembatan pintu masuk Kelapa Gading. Sekitar 15.00-Terlihat pasukan yang berada di sekitar jembatan pintu masuk komplek Kelapa

16.00 WIB Gading bergerak (ditarik) ke arah Goro Kelapa Gading.
Massa kembali lagi ke pertokoan Pulomas, tetapi sudah dijaga sekitar 10 anggota Brimob. Pasukan yang berjumlah 10 orang tersebut tidak sanggup menahan

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

massa yang sangat banyak, akhirnya melarikan diri. Pos polisi yang di berada di sekitar lokasi dan telah kosong akhirnya dijarah dan dibakar massa. Dari kerumanan massa yang berada di sekitar pertokoan Pulo Mas terdengar teriakan “Bakar-bakar" oleh sekitar lima orang. Mereka berbadan tegap dan berambut cepak, dua orang di antaranya memakai topi. Kelima orang tersebut terlihat membagi-bagikan botol minuman suplemen yang ternyata adalah molotov (terlihat dari sumbu pada botol-botol tersebut). Setelah Hero habis dijarah, terdengar teriakan dari antara massa memerintahkan massa yang sedang menjarah di dalam bangunan untuk segera keluar. Setelah bangunan kosong dari massa, kemudian bangunan mulai dibakar. Massa melemparkan molotov ke arah pertokoan Pulo Mas. Orang-orang yang melempar molotov terlihat sangat mahir atau terlatih (Dilihat dari cara melempar/mengayunkan tangan ke belakang yang disertai ayunan badan dan jauhnya lemparan). Dari tengah massa terlihat membakar puluhan ban dan menggelindingkannya ke arah Hero dan pertokoan Pulo Mas. Selain menjarah Hero massa juga membakar ruko-ruko lainnya. Hampir seratus ruko terbakar (blok IV sampai blok XII). Sementara ruko-ruko lainnya (blok 1 sampai blok III) hanya dijarah. Terlihat juga sebuah mobil dan sekitar 5 buah motor yang berada di salah satu ruko ikut dibakar massa. Sementara perusakan, penjarahan dan pembakaran pada bangunan ruko lainnya sedang terjadi, terlihat seseorang dari antara massa yang sedang menjarah sebuah ruko lain, berteriak-teriak meminta orang-orang di dalam bangunan segera keluar karena ruko-ruko (deretan ruko) tersebut akan dibakar. Segera setelah orang-orang berhamburan keluar, ruko tersebut dibakar dengan menggunakan molotov yang dilempar oleh seseorang yang berada di tengah-tengah massa dari luar pagar pertokoan. Sekitar 19.30 Pospol Pertokoan Pulomas telah habis dirusak dan dibakar massa. WIB

Kronologi Kerusuhan

Catatan:

Dari antara massa diketahui bahwa target utama massa adalah pertokoan Hero, lalu Goro Kelapa Gading. Tetapi karena Goro Kelapa Gading telah di jaga oleh aparat, maka perkantoran yang ada di Pertokoan Pulomas dan sekitarnya kembali dijarah.

  • Selama peristiwa terjadi, terlihat sekelompok orang membongkar ruko-ruko (hampir sama pada setiap ruko) dengan menggunakan linggis, martil dan balok. Beberapa orang terlihat mengangkut hasil jarahan tersebut dengan menggunakan gerobak dorong. Menurut saksi mata tidak ada sentimen rasial pada saat kerusuhan terjadi, tetapi bangunan yang menuliskan "milik pribumi” tidak ikut dibakar.
  • Massa bubar baru setelah aparat dari Kostrad dan Brimob datang dan melepaskan tembakan menggunakan peluru karet untuk menghalau massa. Pasukan ini didatangkan dari LuarJawa.Sekitar 30 orang di tugaskan di Pertokoan tersebut selama 2 Minggu. Dari kerusuhan tersebut tidak ada korban jiwa. Api terus menyala sekitar 2 minggu sampai api padam dengan sendirinya.
  • Api yang membakar Komplek pertokoan Pulomas sampai malam hari tgl 14 Mei masih terus menyala. Api baru padam dua hari kemudian. Kebakaran di Hero dan kompleks pertokoan Pulomas tidak di padamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Api padam dengan sendirinya. Beberapa warga mencoba menghubungi dinas pemadam kebakaran, tetapi selalu mendapat jawaban petugas sedang sibuk. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi ketika menghubungi aparat keamanan.
    16 Mei 1998

Sekitar 03.00 Terlihat sekitar 30 orang (satu truk) pasukan Marinir (berasal dari Surabaya) WIB berjaga di sekitar pertokoan Pulo Mas. Diperoleh informasi dari pasukan yang berjaga bahwa mereka bertugas sekitar 1 minggu. Mereka mendirikan tenda Pieton dan sebagian memanfaatkan ruko yang belum terbakar.

Kode :J 131 I Lokasi : Grasera, JI. D.l. Panjaitan No. 49, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktui Kronologii

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

14 Mei 1998 Sekitar 09.00 WIB Sekitar 10.00 WIB Sekitar 12.00 WIB Pukul 13.00 WIB Sekitar 14.30 WIB

Sekitar 15.00 WIB Sekitar 15.30 WIB

Swalayan Grasera buka seperti biasa

Instruksi pihak manajemen agar toko segera tutup dan seluruh karyawan wanita dipulangkan. Grasera sudah tutup, sedangkan karyawan pria berjaga-jaga di sekitar toko, sudah terlihat kerumunan massa namun pasif. Dari pemukiman di sekitarnya terdengar kabar "Penas Mall Grasera” telah dibakar massa. Sekitar 50 meter dari Grasera, terlihat sweeping pengendara bermotor yang dilakukan oleh massa. Semua yang melintasi jalan tersebut dipaksa membuka helm. Ketika ditanya di antara massa menjelaskan "kami mencari orang cina". Kerumunan massa semakin banyak, di antara mereka ada yang terlihat seperti pemulung. Sebuah truk tiba di lokasi dan menurunkan sekelompok orang dengan salah satunya ciri berkulit hitam. Kemudian terdengar teriakan “serbu Grasera". Massa langsung merusak pintu masuk dan rolling door dengan menggunakan linggis, catut dan Iain-Iain. Karyawan didalam sempat berteriak dan menggedor-gedor kaca“Hai, ini tentara, ini Polisi”. Massa sempat mundur, namun seseorang menyuruh agar terus merusak pintu gedung, Akhirnya massa memecah dinding samping yang terbuat dari kaca, masuk dan mulai menjarah isi toko serta membobol ATM BCA Karena suasana gedung gelap, di antara penjarah membakar suatu benda dengan menggunakan bahan bakar (kemungkinan sudah disiapkan oleh para penjarah). Melihat situasi tersebut karyawan menghidupkan kembali listrik yang padam, untuk mengaktifkan hidran. Akhirnya listrik padam lagi karena instalasi listrik rusak terbakar api yang semakin membesar. Kemudian karyawan masuk ke dalam swalayan dan memadamkan aliran listrik. Terlihat sekitar 1000-2000 orang berada di sekitar lokasi. Selain warga yang bermukim di sekitarnya, juga terlihat warga yang berasal dari Kalimalang, Kebon-Nanas, Cawang, Halim, daerah Otista dan Kampung Melayu. Massa terlihat sedang melakukan perusakan dan penjarahan pertokoan Grasera. Gedung telah hancur dan sebagian dari gedung telah terbakar. Tampak juga massa sedang sedang berusaha menjebol ATM-ATM dengan menggunakan Batu, Linggis dan

Sekitar 1 7.00 WIB

Pukul 17.00 WIB

Saat peristiwa terjadi, terlihat aparat keamanan dari kesatuan Polisi dan PHH / TNI-AD berada di sekitar lokasi. Tetapi mereka tidakan mengambil tindakan terhadap massa yang melakukan aksi perusakan dan penjarahan tersebut. Mereka terlihat membiarkan massa sambil mereka mengatur arus lalulintas yang saat itu sangat macet disebabkan banyaknya massa di jalan.Jumlahaparat sekitar 2 truk tronton (1 truk Polisi dan 1 truk PHH / TNI-AD). Mereka membawa perlengkapan seperti: Tameng, Petungan Rotan serta baju untuk melindungi diri mereka. Pukul 19.30 Massa berhasil membongkar (membuka) ATM dan uang yang berada di dalamnya WIB. berhamburan. Massa segera berebut dan terjadi kekacauan. Massa saling dorong, pukul hingga sempat terjadi pertarungan dengan menggunakan senjata tajam (golok). Walaupun aparat yang berada di sekitar lokasi sempat terlihat melerai perkelahian itu, bentrok antar massa tetap semakin jadi hingga menimbulkan korban. Sekitar puluhan orang menderita Iuka-Iuka baik akibat pukulan maupun senjata tajam saat aksi rebutan itu. Pukul 20.30 Setelah bentrok akibat berebut uang di ATM, kemudian situasi mulai mereda di WIB. antara warga dan satu persatu mulai meninggalkan lokasi. Sementara Grasera telah porak poranda dan isi bangunan telah habis dijarah. Sebagian gedung telah terbakar, kaca bangunan pecah dan barang-barang perlengkapan rumah tangga berhamburan di sekitar pertokoan. Sekitar 0 1.00 Pk.0 1.00 WIB titik apa mulai padam. WIB

Kode : J₁₃₁₂

Lokasi : Cililitan-Kramat Jati, JI. Raya Bogor JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998

Sekitar 10.00 Pertokoan sekitar Cililitan termasuk Ramayana Cililitan telah tutup. Karyawan
WIB sebagian pulang.
Sekitar 15.30 Kerusuhan mulai terjadi di
WIB dengan merusak pintu / Rooling door. Massa menjarah hingga ke
JIRaya Bogor, sebagian massa masuk Ramayana

gedung Ramayana.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sebuah toko elektronik terlihat dijebol dan dijarah isinya oleh massa dari pintu belakang. Malam hari Sepanjang jalan kramat jati terlihat banyak toko-toko dibakar.

Kode :J1 3 1 3 Lokasi : Kalimalang, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 15 Mei 1998 Sekitar 10.00-Sepanjang jalan Kalimalang menuju Matropolitan mall Bekasi, terlihat bangkai- 1 1.00 WIB bangkai mobil terbakar. Sisi kiri jalan terlihat banyak toko-toko bekas dijarah dan terbakar.

Kode : J₁₃₁₄ Lokasi : Naga Swalayan, JI. JatiwaringinRaya, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Pagi hari Pagi hari Naga Swalayan buka seperti biasa. Sekitar 12.00 Swalayan ditutup, seluruh karyawan wanita disuruh pulang, karyawan pria WIB menunggu di sekitar Swalayan. Sekitar 16.00-Datang sekelompok pemuda dengan lima sepeda motor (sepeda motor dua tak

16.30 WIB yang sudah dimodifikasi), dengan berboncengan. Usia mereka berkisar 20-30
tahun dan salah satunya menggunakan ikat kepala merah. Selama mengendarai motor, lampu motor selalu dinyalakan walaupun situasi jalan padasaat itu tidak gelap. Sesampai di lokasi kejadian, gerombolan pemuda tersebut mengadakan provokasi untuk merusak swalayan dan memulai pelemparan batu ke arah rolling door. Aksi tersebut kemudian diikuti oleh orang-orang yang mulai terpancing. Warga sekitar akhirnya ikut menjarah isi swalayan. Setelah orang-orang mulai terpancing, ke-10 pemuda bermotor meninggalkan lokasi. Sekitar 1 7.00 Swalayan mulai dibakar padam tengah malam. WIB

C. Kronologi Kerusuhan
Kode : J 13 15 Lokasi : TB Gramedia,JI.Matraman Raya, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 1 1.00 Sepanjang jalan Jatinegara sepi, tidak ada kendaraan umum, banyak orang berjalan WIB kaki. Di sepanjang jalan, sepi dan terlihat beberapa orang berada di sisi-sisi jalan. Serombongan anak sekolah (sekitar 30 orang) berjalan kaki karena tidak mendapat kendaraan umum. Merek berjalan menuju Matraman. Sekitar 12.00 Sekitar Hotel Menteng, Matraman, terlihat satu SSK Polisi di depan Hotel WIB Menteng yang letaknya di seberang Fuji Image Plaza menahan serombongan anak sekolah tadi. Sekitar 12.30 Terlihat massa yang berasal dari Kayu Manis, Berland dan Jatinegara bergabung,

-13.00 WIB jumlah mereka kira-kira 1.000 orang. Mereka berbondong-bondong hendak

menjarah Toko Buku Gramedia. Sekitar Hotel Menteng, Matraman kemudian terjadi bentrok antara massa dan aparat sempat terjadi bentrok dan aparat. Aparat sempat melepaskan gas air mata sekitar dua-tiga kali tembakan ke arah massa yang berjumlah sekitar 200 orang. Tiba-tiba terdengar salah satu dari kumpulan massa meneriakan“Jarah Gramedia!” Orang tersebut kira-kira berumur 25 tahun, tinggi besar. Kemudian, massa melakukan pelemparan-pelemparan ke arah Toko Buku Gramedia. Setelah kaca-kaca hancur, massa masuk ke dalam Gramedia dan menjarah. Di antara massa, terlihat dua orang membawa linggis membongkar paksa brankas. Pintu masuk Toko Buku Gramedia telah terbakar dan sebagian massa terlihat berusaha memadamkan api. Terlihat juga selama penjarahan terjadi banyak pemuka masyarakat setempat berteriak-teriak ‘jangan dibakar, jangan dibakar!'. Gramedia akhirnya tidak mengalami pembakaran. Aparat yang berada di depan Toko Buku Gramedia selama massa menjarah terlihat tidak mengambil tindakan menghentikan penjarahan ataupun menghalau massa. Setelah massa melakukan penjarahan dan pembakaran, terlihat aparat meninggalkan lokasi tersebut.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode :J1316 Lokasi : Jatinegara Plaza, Jakarta Timur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Pagi hari Walaupun telah melihat adanya kerusuhan dari TV, Jatinegara Plaza tetap beroperasional seperti biasa. Pengelola tidak berpikir bahwa akan meluas. Setelah melakukan kordinasi di antara pekerja dan cabang-cabang lain, pihak operasional dan pengamanan Jatinegara Plaza tetap mejalankan operasional. Pukul 10.00 Tayangan TV menyiarkan pemberitaan aksi-aksi kerusuhan massa pada tanggal 13 WIB Mei 1998 yang terjadi di beberapa tempat. Sekitar 1 1.00 Pihak operasioanl bangunan melakukan persiapan dengan menyiapkan rantai-WIB rantai di pintu gerbang dan hidrant yang jangkaunya jauh (dengan air diharapkan dapat menahan atau setidaknya merepotkan orang memasuki bangunan). Jatinegara Plaza sendiri memiliki hidran pada sisi timur dan barat lengkap dengan selangnya. Sekitar 1 1.00-Mendengar informasi arus massa dari arah barat dan timur serta massa yang

12.00 WIB. mulai berkerumun di sekitar Polsek Matraman dan Prumpung, pihak operasional
sempat berkordinasi dengan Humas Polres JakartaTimur yang berada di depan (berseberangan) bangunan Jatinegara Plaza (JP). Sementara itu pedagang yang berada di sekitar bangunan mendengar telah terjadi kebakaran di Yogya Plaza. Informasi yang mereka dengar, kerusuhan tersebut akibat terbunuhnya mahasiswa Trisakti. Pedagang mulai kuatir kalau hal tersebut juga terjadi di Jatinegara Plaza. Pukul 13.15 Telah banyak massa berkumpul di depan Jatinegara Plaza. Terlihat Aparat WIB Kepolisian yang dilengannya bertuliskan Provost dan beberapa aparat dari kesatuan PPRM Kodam Jaya. Mereka berjumlah sekitar 50an orang dan membawa peralatan lengkap seperti : Pelontar Gas Air Mata, Tameng, Senjata Laras Panjang, Tongkat Rotan dll. Aparat yang berada di tempat itu tidak melakukan tindakan apa-apa, mereka terkesan membiarkan aksi massa berlangsung. Massa kemudian mulai melempar kaca-kaca dan gedung Jatinegara Plaza dan masuk setelah berhasil menjebol Rolling door. Sekitar pukul Setelah memasuki gedung, massa langsung menyebar keseluruh penjuru di dalam

13.15-14.15 pertokoan. Gedung dalam keadaan gelap karena listrik dipadamkan dan hawa di WIB dalam ruangan panas karena tanpa AC. Kios yang ditutup rolling door didobrak

Kerusuhan

massa dan segera dijarah. Asap mulai terlihat pada bangunan, (keesokan harinya ditemui banyak kain perca di dalam bangunan. Sementara tidak ada tukang jahit di dalam JP.Kain perca ditemukan pada titik-titik lokasi api. Kain ini juga ditemukan di atap dan luar bangunan).

  • Kesaksian lain menyebutkan telah melihat seorang laki-laki, yang sudah berada lebih dahulu di lantai 3, kemudian membakar gulungan kertas dan kemudian kabur ke lantai bawah. Dari lantai 4 terlihat asap hitam karena adanya api. Selama sekitar 1 jam massa masih terus menjarah pertokoan di dalamnya. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras beberapa kali. Massa yang berada di dalam pertokoan menjadi sangat panik dan ketakutan. Suara ledakan tersebut kemudian diikuti suara rentetan tembakan ke arah dalam bangunan, yang ternyata adalah tembakan gas air mata dan peluru hampa. Terdapat puluhan gas air mata ditembakkan di dalam bangunan. Hal itu semakin membuat massa menjadi panik. Suasana menjadi kacau dan kisruh ditambah teriakan, jeritan dan tangisan massa. Massa kemudian berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Dari luar bangunan terdengar suara sirine yang semakin mengeras. Dalam situasi panik tersebut terlihat massa berusaha turun dengan menggunakan apa saja yang bisa digunakan. Beberapa orang di lantai 5 melompat turun. Saat jatuh, orang-orang tersebut kelihatan tidak bergerak (diperkirakan cedera atau meninggal). Beberapa lainnya terlihat turun dengan menggunakan kain banner, tetapi kemudian terjatuh karena banner terlepas. Sebagian lain turun dengan menggunakan kabel yang biasa digunakan untuk membersihkan dinding bangunan, tetapi kabel tersebut juga akhirnya putus. Terlihat 4 orang yang meloncat dari Jatinegara Plaza, dari SMP 14 yang berada disebelah Jatinegara Plaza. Keempat orang ini meninggal dunia. Kesaksian lain menyebutkan bahwa telah melihat dua orang bersenjata, berada di atap JP, sedang membidikkan senjatanya ke arah dua orang yang sedang berusaha meluncur turun lewat pipa air. Setelah mendengar suara tembakan, kedua orang yang meluncur tadi jatuh. Tidak beberapa lama kemudian, kelompok warga yang berada di warung dekat gedung dan meyaksikan peristiwa tersebut dipukuli oleh petugas keamanan yang berada di lokasi kejadian.
    Sekitar pukul Tidak berapa lama kemudian beberapa aparat keamanan menyerbu masuk ke

Mei 1 998: Fakta. Data dan Analisa

14.15-15.00 WIB Sekitar pukul
15.50-16.00 WIB
dalam bangunan. Terlihat massa yang berusaha menyelamatkan diri melalui pintu utara dipukuli, ditendang oleh aparat. Hal itu membuat massa menjadi semakin takut dan panik. Terlihat sekitar 50 orang ditangkap aparat dan diperintahkan tidur terlentang di lantai bagian dalam pertokoan. Banyak aparat (dari Polisi maupun TNI) telah berjaga di halaman depan bangunan dan memblokir jalan di depan Plaza Jatinegara. Massa tidak lagi terlihat ramai, walaupun masih berkerumun di sekitar lokasi. Terlihat sebuah Tank Panser dari Kodam Jaya memblokir jalan agar tidak dapat dilalui oleh massa di depan pertokoan Plaza Jatinegara. Terlihat massa yang menjadi korban kira-kira 80-100 orang akibat dipukuli, ditendang dan diinjak-injak aparat keamanan saat aparat menyerbu masuk ke dalam pertokoan. Pada saat pertokoan diamankan aparat, hampir seluruh Jatinegara Plaza sudah tampak terbakar. Setelah keadaan sedikit tenang, beberapa satpam gedung terlihat menaiki lantai atap dengan membawa selang hidran. Selang tersebut diikat menjadi tali dan digunakan turun untuk dari lantai lima di depan kaca yang pecah. Selain api (sekitar 50% bangunan yang terbakar), asap yang memenuhi ruangan banyak menyebabkan situasi panik dan memakan korban. Massa yang berada diluar bangunan terlihat berusaha membantu orang-orang yang terjebak di dalam bangunan seperti mengambil tiang tinggi dari konstruksi hotel Alia, tetapi usaha tersebut tidak cukup berhasil. Sebagian besar korban diangkut oleh massa lainnya. Selain massa yang berasal dari luar, diketahui terdapat karyawan pertokoan yang juga terlibat penjarahan. SaatJPtelah terbakar di sekitar lokasi telah terlihat pasukan Brimob sedang berjaga. Dibelakang pasukan brimob terlihat pasukan Kostrad yang memakai baju PHH. Kerusuhan berakhir setelah Aparat Polisi dan TNI berhasil menghalau massa dan mengambil alih gedung pertokoan. Saat menguasai gedung, dengan menggunakan mickrophone mereka meminta massa yang lain untuk membubarkan diri. Bersama aparat, operasional gedung mendapati satu jenazah tanpa identitas dengan ciri berambut gondrong, menggunakan seragam salah satu ormas pemuda, loreng-loreng merah (mungkin PP)..Jenasahtersebut tergeletak di taman (taman berada cukup jauh dari dinding bangunan. Diperkirakan jenasah tersebut telah dipindahkan sebelumnya dari dekat dinding bangunan).

Sekitar 18.00

-19.00 WIB

C. Kronologi Kerusuhan
Pihak pengelola gedung walaupun telah menelepon, tetapi PMI tidak pernah datang. Sementara itu dalam bangunan terlihat kabel-kabel listrik yang bergelantungan dan masih aktif. Terdengar suara teriakan dan rintihan orang-orang yang masih berada di dalam Jatinegara Plaza. Saar seseorang meminta aparat untuk membantu, ia mendapat bentakan, "Kalau mau menolong masuk saja sendiri, biar mati kamu!". (Walau banyak personel aparat keamanan di lokasi, tetapi tidak ada yang bergerak membantu menyelamatkan orang-orang yang masih berada di dalam Plaza.) Beberapa saksi mendatangi Polsek Jatinegara yang terletak persis di depan Jatinegara Plaza. Mereka menanyakan mengapa petugas yang ditempatkan di depan dan belakang Jatinegara Plaza tidak mau menolong korban yang masih berada dalam Jatinegara Plaza. Petugas yang berada di Polres berkeras bahwa mereka tidak punya pasukan yang ditempatkan di depan atau belakang Jatinegara Plaza sejak sore hari.. (Belakangan keterangan petugas ini dikuatkan alm. Hamami Nata yang menyatakan bahwa pasukan tersebut bukan Polisi. Pasukan tersebut berasal dari kesatuan lain yang menggunakan seragam Polisi. Pihak Polri sendiri menyatakan secara terbuka bahwa saat itu mereka memang'dikerjai'.) Catatan: Selama peristiwa terjadi, terlihat indikasi provokator dengan ciri yang sama yaitu berbadan tegap dan berambut agak tipis, dan selalu berteriak "..SERBU...
SERBU... BAKAR... BAKAR..!!!" Tindakan itu dilakukan sambil mencoba maju dan
melempar dengan Batu kearah pertokoan dan gedung yang dituju.

  • Kesaksian lain menyebutkan aparat keamanan memasuki lokasi sekitar pukul 1 7.00 WIB. Kesaksian lain menyebutkan bahwa sore hari saat peristiwa berlangsung telah Saksi melihat petugas Brimob menembaki massa. Pertama menembak ke atas, kemudian menghalau massa dengan menembak sekenanya menggunakan peluru karet dan peluru tajam, serta memukul massa dengan senjata. Saksi juga melihat aparat melepaskan gas airmata (berwarna merah) yang disemprotkan ke arah massa. Tidak ada korban yang meninggal . Terlihat 2 orang aparat (kemungkinan dari Marinir) bersenjata lengkap. Mereka terlihat hanya mondar-mandir dari pasar burung hingga depan Jatinegara Plaza. Saat ditanya kenapa tidak melakukan tindakan apa-apa, mereka menjawab bahwa komando hanya memerintahkan untuk mengawasi dan tidak boleh

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

menindak.

  • Setelah penjarahan terjadi (penyerangan kedua), seseorang mengikuti provokator hingga ke wilayah Cawang. Selama perjalanan terlihat sebuah ambulans mengikuti sambil membunyikan sirine. Sampai di Cawang, provokator tersebut masuk ke dalam mobil ambulans, yang ketika dibuka ternyata berisi jirigen, ganco, Hnggis dan martil besar.
  • Saat peristiwa terjadi tidak terlihat massa yang menjarah membawa senjata tajam. Umumnya massa menggunakan batu untuk melempar atau merusak bangunan. Banyak sekali batu di sekitar lokasi, sementara sebelumnya tidak pernah ada. Terlihat petugas koramil berada di posnya. Mereka tidak berbuat apa-apa.
  • Di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi terlihat seorang intel Polres
    JakartaTimur membawa Handycam.

  • Masyarakat di sekitar lokasi menyatakan bahwa ada orang-orang yang memanas-manasi mereka untuk masuk ke dalam bangunan untuk mangambil barang. Seseorang (berpakaian sipil) terlihat melarang orang-orang yang hendak menolong korban yang masih berada di dalam gedun, katanya “Nanti kesetrum, karena di dalam banyak air”. Seorang saksi bernama datang keJPpukul 14.00 untuk mengambil kotak amal. la meminta ijin kepada anggota satuan tugas keamanan yang ada di lokasi itu agar boleh masuk ke dalamJP.Petugas memperbolehkan dan bahkan berkata, " Kalau mau mengambil yang lain juga silahkan..." Kesaksian lain menyebutkan :

  • Penjarahan di Jatinegara Plaza yang pertama terjadi sore hari ( 1 4 Mei). Para penjarah bisa keluar gedung karena ada perlawanan massa dari kampung sekitar dan adanya 3 panser dan 1 tank yang lewat di depan Jatinegara Plaza. Massa takut dan keluar dari gedung. Setelah Panser pergi, kemudian terjadi penjarahan gelombang kedua. Penjarah keluar karena ada mobil brimob yang lewat. Gelombang ketiga terjadi pada jam 3 pagi keesokan harinya.
  • Seorang remaja berpakaian lusuh mengaku sebagai salah satu pelaku pembakaran. Remaja ini mengaku pernah memperoleh "pelatihan" bersama ribuan anak lainnya di beberapa tempat seperti Cilangkap, Ciracas, Armed Bekasi, Pondok Gede dan Bogor. Dari mulutnya seringkali terucap "Kristen harus mati ", "Kalau kamu PDI atau PPP akan mati"
    Sekitar 19.00 Setelah pukul 1 9.00 walaupun telah berkurang, tetapi massa tetap masih ada dan WIB menjarah. Sebagian menjarah toko elektronik yang berada di bagian depan.

C. Kronologi Kerusuhan
Terdengar isu sekitar pukul 4 pagi massa akan datang lagi. Sementara itu mulai datang orang-orang menanyakan anggota keluarganya. Sekitar 20.00 GedungJP dijagaoleh satuan tugas keamanan berseragam polisi dan berompi WIB hitam. Mereka melarang tim medis untuk masuk ke dalam bangunan yang telah terbakar dengan alasan kondisi masih berbahaya karena gelap, air menggenang dan kabel-kebel listrik yang terputus masih bergelantungan. Bersamaan dengan itu terlihat di depan gedung orang berseragam hitam memunguti sesuatu dan memasukkannya ke dalam plastik hitam. Sekitar 2 1.00 Pengelola gedung sempat menghubungi Pemadam Kebakaran (PMK), mereka WIB datang (sekitar 2-3 mobil) tapi tidak berani langsung masuk. Saat mereka tiba di lokasi,masih terdapat beberapa titik api, terutama pada lantai II. Lantai tersebut cukup lama dipadamkan karena banyak bahan karet yang terbakar. (Tanki berkapasitas 800 liter milik gedung telah habis digunakan. Untuk membersihkan bangunan dibutuhkan waktu lebih dari 1 minggu.) 15 Mei 1998 Sekitar 08.00 Muncul informasi akan ada penyerangan setelah sholat jum’at. Pagar kita dirikan WIB lagi. Sementara itu di luar gedung banyak massa yang berkumpul. Pengelola gedung kemudian mengatakan kepada massa bahwa di dalam sudah tidak ada apa-apa, semua sudah terbakar. Tapi mereka tetap masuk, ada yang teriak-teriak untuk masuk untuk melihat-lihat saja. Satpam gedung menahan dengan menyemprotkan tabung pemadam kebakaran. Akhirnya mereka bisa masuk melalui gedung parkir yang aksesnya langsung ke Matahari. Sekitar 10 orang aparat berseragam hitam dengan baret hitam, tanpa atribut kesatuan (tetapi belakangnya ada tulisan), sempat bisa menghalau tetapi kemudian pergi lagi. Mereka mengatakan berasal dari Kostrad Malang yang terbang malam itu juga. Sekitar 1 1.00 Massa mulai kembali mengambil barang, ada yang mengambil lemari es, WIB alumunium tiang rolling door juga diambil. Tidak lama kemudian datang pasukan PM dan Yon Zikon 213 sekitar satu kompi (mereka kemudian membuat base camp di lokasi. Mereka membagi menjadi tiga peleton, satu istirahat, lain pergi, kemudian begitu seterusnya). Segera mereka melepaskan tembakan peringatan peluru karet dan peluru pancar. Tembakan dilakukan dari arah barat dan timur. Massa bubar. Ada melompat ke belakang dan banyak yang tercebur kali, ada yang

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

lompat ke belakang ke perumahan penduduk. Tidak ada korban jiwa. Setelah sholat Tidak ada massa setelah sholat Jumat. Jumat. Catatan Informasilain yang diterima dari sekitar lokasi:

  • Menyebutkan terlihat seseorang menggunakan sepeda motor memprovokasi massa dengan bolak-balik di sekitar lokasi. " Terlihat juga sebuah mobil tipikal milik aparat menampung barang-barang jarahan kemudian terus pergi meninggalkan lokasi.
    Kode : J1 3 1 7 Lokasi : Stasiun Jatinegara-Pisangan, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Malam hari Terlihat banyak tentara keluar masuk gang-gang di daerah Pisangan. 14 Mei 1998 Pagi Hari Pada pemukiman warga terdengar desas-desus akan ada gerakan massa ke wilayah-wilayah. Sekitar pukul Terlihat sekelompok orang (50an orang) menggunakan seragam sekolah (putih 1 0.00-1 1.00 abu-abu) datang dari arah Matraman. Mereka terlihat hanya membongkar dan WIB merusak pertokoan yang berada di pinggir jalan sekitar Stasiun Jatinegara. Warga yang berada di sepanjang jalan kemudian ikut menjarah toko-toko yang telah dibongkar tersebut. Isi pertokoan seperti alat elektronik, alat kendaraan, alat rumahtangga serta motor menjadi sasaran pejarahan. Setelah suasana menjadi rusuh kelompok anak berseragam sekolah tersebut bergerak menuju arah Yogya Plaza. Mereka sekitar setengah jam berada di lokasi. Saat massa sampai di pasar Rawa Bening, mereka dihentikan oleh warga setempat. Dengan alasan semua pemilik toko pada pasar tersebut adalah Muslim, akhirnya massa mengentikan aksi mereka. Sementara itu kantor Polisi yang berada di depan pasar dirusak massa. 15 Mei 1998 Aparat dari kesatuan Siliwangi berjaga di sekitar lokasi, tidak berada di jalanan tetapi dekat pemukiman warga. Mereka berjaga selama 3-4 hari. Catatan: • Saat peristiwa terjadi terlihat sebuah bus berwarna hijau (Mayasari) dibakar di depan stasiun Jatinegara.

C. Kronologi Kerusuhan
A '-7 ** / erjadi pembakaran pada beberapa toko (sekitar* 6 toko) pada lokasi kerusuhan. Saat peristiwa terjadi terlihat beberapa Aparat Polisi di sekitar lokasi tetapi tidak melakukan tindakan pengamanan. Setelah terjadinya kerusuhan pada tanggal 13-15 Mei 1 998 di banyak tempat di Jakarta, beberapa orang yang terlibat aktif dalam upaya menyelamatkan korban dan pengungkapanfaktaatas peristiwa-peristiwa yang terjadi mendapat serangkaian teror. Teror dilakukan baik melalui telepon gelap maupun gangguan fisik.

Kode :J1 3 1 8 Lokasi : Perempatan Cawang,Jakarta Timur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Malam Suasana di sekitar UKI-Cawang masih seperti biasa walaupun cukup sepi dari hari hari biasa. 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 Mahasiswa UKI sedang melakukan mimbar bebas di dalam area kampus UKI-

-1 1.00 WIB Cawang.

Saat aksi sedang berlangsung,sekitar 5-7 tronton (truk) berisi pasukan (muncul dari arah Kodam), melakukan penembakan dan melepas gas air mata ke arah mahasiswa. Tidak ada mahasiswa yang Iuka karena langsung tiarap. Peristiwa berlangsung sekitar 5 menit. Mahasiswa tetap melanjutkan aksi di dalam kampus. Sekitar 1 1.00 Terlihat kerumunan massa di luar kampus, jumlah massa kira-kira 500-800 orang.

-13.00 WIB Mahasiswa karena siap membuka diri (kepada masyarakat) dan telah

merencanakan aksi di dalam kampus, kemudian membuka gerbang kampus dan mengajak mereka untuk masuk. Tetapi massa yang membuat keributan di luar kampus tersebut tidak mau masuk, mereka justru mengejek mahasiswa untuk keluar dari kampus. Mahasiswa menolak dan menutup pintu gerbang kampus. Kemudian massa melempar batu ke arah mahasiswa namun mahasiswa tidak terprovokasi. Kemudian terlihat massa membuat kericuhan, memancing agar mahasiswa keluar dari kampus. Tidak berapa lama terlihat aparat keamanan mengejar massa tersebut. Tetapi tidak berapa lama kemudian massa berhenti berlari dan berbalik mengejar aparat.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Sekitar 1 1.00-

13.00 WIB Sekitar 13.00 -14.00 WIB
Sekitar 16.00 WIB. Sekitar 16.00 WIB. Sekitar 20.00 WIB.

Massa kemudian terlihat membakar kayu, ban, di sepanjang jalan kampus UKI Cawang. Sebuah truk terbakar di depan UKI Cawang. Sekitar 20 -30 orang terlihat melakukan provokasi dan sepertinya mereka preman. Catatan:

** Jaringan mahasiswa diJakartatelah membuat kesepakatan untuk melakukan aksi-aksi mimbar bebas di dalam kampus. Salah satu alasan hal itu dilakukan untuk* menghindari situasi yang tidak bisa terkontrol. Mahasiswa telah mempunyai indikasi adanya kelompok provokator yang berusaha mengganggu jalannya aksi-aksi mahasiswa di masa itu. Pos Polisi di sekitar

Jembatan LayangCawang terlihat telah dibakar.

Terlihat sekitar 10 orang berciri-ciri seperti dari Indonesia bagian timur berkosentrasi di sekitar lampu merah Cawang (sekitar 300 meter dari kampus). Mereka terlihat saling mengenal dan tampak berbisik-bisik. Mereka tidak melakukan apa-apa. Ketika seorang mahasiswa, mereka terlihat curiga. Kemudian satu per satu meninggalkan lokasi. Terlihat 3-4 tronton berisi pasukan melakukan penembakan "acak”. Tetapi tidak ada korban jiwa. Aksi massa mulai berhenti. Jumlahmassa dan aparat saat itu hampir seimbang.

Sekitar kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) terlihat beberapa ban terbakar di tengah jalan di depan kampus. Terlihat sisa pembakaran mobil Pemda (plat merah) berwarna orange. Tidak terlihat massa disekitar lokasi dan saat itu listrik padam (tidak ada lampu jalan). Dibawah jembatan fly over terlihat sebuah tank dan sekitar 20 aparat keamanan berbaju loreng dan bertopi rimba. Saksi di lapangan menyebutkan bahwa para pelaku (provokator) berumur kira-kira 30-an dan berjumlah sekitar 20-an. Mereka tidak terorganisasi dengan baik (tidak ada komando). Sebenarnya pada kondisi tersebut mereka bisa dibubarkan dengan mudah karena tidak jauh dari lokasi terdapat markas Kodam Jaya. Saksi lain menyebutkan kelompok massa tersebut berbeda dari massa yang biasanya, karena biasanya massa tidak segarang itu. Mereka terlihat kuat karena bisa berlari-lari demikian lama. Biasanya bila ada aksi atau keributan, hal itu akan memancing massa untuk datang. Tetapi saat itu tidak terjadi penambahan jumlah

Catatan

C. Kronologi Kerusuhan
massa.(Sebelumnya mahasiswa UKI telah beberapa kali melakukan aksi bersama masyarakat sekitar kampus. Massa yang pernah bergabung atau bersimpatai pada mahasiswa biasanya lebih terkordinir dan tidak. seagresif saat itu.) Mahasiswa setelah kerusuhan (13-15 Mei) mengadakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan untuk masuk ke DPR. pada tanggal 1 9 Mei 1 998. Kesepakatan tersebut akhirnya dimajukan tanggal 18 Mei. Walaupun sempat terjadi perdebatan keras, paska peristiwa Trisakti (12 Mei 1998) sebagian besar perwakilan mahasiswa sepakat menduduki DPR.

Kode :J1 3 1 9 Lokasi :JI.Sahardjo, Menteng Dalam, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 1 7.00-Terlihat beberapa mobil hangus terbakar pertigaan Sahardjo, JI. Minangkabau-JI.

18.00 WIB hingga perempatan

JI.Tebet Raya (showroom Mitshubisi)

Sekitar 20.00-Di sepanjang wilayahJI.Sahardjo dan jjl.alan Soepomo terlihat banyak bekas

20.30 WIB, mobil yang dibakar di tengah jalan, juga ATM BCA yang dirusak dan beberapa
toko dan showroom mobil bekas dijarah massa.

Kode : JI320 Lokasi : Pertokoan Malioboro, JI. Raya PondokBambu,JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 19.00 Warga Pondok Bambu Duren Sawit melakukan ronda. mereka berjaga-jaga di WIB, sekitar pemukiman agar massa tidak memasuki wilayah mereka. Di sekitar pertokoan Malioboro Pondok Bambu (sekarang Yogya Supermarket dekat Rumah sakit Yadika) terlihat massa berkerumun. Pertokoan masih belum dirusak dan dijarah. Tidak berapa lama kemudian terlihat sebuah mikrolet berisi 6-7 orang. Orang dari dalam mikrolet tersebut berbadan tegap, rambut cepak dan membawa linggis. Setelah turun dari mikrolet, mereka segera membongkar paksa pertokoan Malioboro.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Pada saat peristiwa terjadi aparat tidak di lokasi. Sekitar 24.00 Sekitar 3 truk aparat Kepolisian datang dari arah pangkalan jati dan mengusir -02.00 WIB, penjarah. Sekitar 05.00 Seorang penjarah yang sempat ditangkap Polisi menjelaskan bahwasaat mereka di WIB, kantor Polisi mereka hanya ditanya identitas dan selanjutnya mereka diijinkan pulang.

KodeJI32I Lokasi : Sekitar Terminal Kampung Melayu, JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 12.00 Kerumunan orang berkumpul karena ada sejumlah pemuda-yang dikenal sebagai WIB preman membakar-ban-ban bekas. Sekitar 13.00 Datang sekelompok pemuda tak dikenal berseragam SMU memulai perusakan dan WIB penjarahan terhadap toko-toko di sekitar terminal Kp. Melayu. Sekitar 14.00 Terlihat banyak bangkai mobil terbakar dan toko-toko bekas dijarah dan dibakar WIB sepanjang Kampung Melayu-Matraman. Sekitar 1 7.00 Sepanjang jalan sekitar Kampung Melayu banyak toko-toko bertuliskan “milik WIB pribumi, milik haji." Toko-toko tersebut tidak dijarah dan dibakar. Sementara toko-toko tanpa tulisan tersebut, dijarah oleh sekitar 100 orang. Sekitar 18.00 Sebuah toko onderdil mobil dan motor milik etnis Tionghoa dijarah oleh massa, WIB tetapi tidak dibakar.

Kode**:JI322** Lokasi : Sekitar Gedung Suara Pembaruan, JI.Dewi Sartika,JakartaTimur Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 18.30 SepanjangJI.Dewi Sartika menuju Condet, sekitar Kantor Harian Umum Suara WIB Pembaruan, terlihat 7 mobil terbakar ( 5 mobil sedan dan 2 mobil kijang). Tidak terlihat aparat di sekitar lokasi, hanya warga berjaga-jaga di mulut-mulut gang.

Mei 1998 Waktu Kronologi 15 Mei 1998

15 Mei 1998, Sekitar Pasar Pondok Gede banyak terlihat tulisan “MUSLIM PRIBUMI" pada
rumah-rumah dan toko-toko di daerah tersebut. Toko dan rumah itu tidak dijarah. Sementara disekitar bangunan tersebut terlihat bekas perusakan dan penjarahan.
Kode
Lokasi Terminal Polu Gadung,
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998, : 14 Mei 1998
Menjelang Dekat terminal Pulogadung terlihat mobil jenis kijang dibalikkan dan kemudian
tengah hari Kode dibakar massa. Sepanjang jalan Pulogadung tidak terlihat aparat keamanan..
Lokasi Perintis Kemerdekaan,
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998, 14 Mei 1998
Menjelang Sekitar Perintis kemerdekaan terlihat sebuah mobil sedan, dibalik, kemudian di
tengah hari Kode bakar massa. Massa terlihat ramai di sekitar lokasi. Di sisi-sisi jalan toko2 sudah terbakar. Sepanjang jalan tersebut tidak terlihat aparat keamanan.
Lokasi : Fatmawati, Cipete,
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998
: J₁₃₂₄
: JakartaTimur
Waktu Kronologi

JI325 JI. JakartaTimur

Waktu Kronologi

JI.

: JI20I
JI. JakartaSelatan

: Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Pukul 14.30 Sekitar 200 orang mendatangi Pasar Cipete.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

WIB Pukul 15.00-Massa mulai melempari pertokoan yang ada dipasar Cipete. Toko-toko

18.00 WIB elektronik dan spare part mobil menjadi sasaran pelemparan.
Massa kemudian bergerak menuju lantai 1 Swalayan Citra dipimpin seseorang dengan ciri: usia kira-kira 30 tahun, berwajah ganteng, berkumis, berbadan kekar tegap dan berambut pendek. Mengawali pendobrakan rolling door dengan menggunakan kayu dan segera diikuti anak-anak sekolahan dan massa lainnya. Tidak lama setelah itu mereka lanjutkan dengan menyerbu masuk pertokoan dan menjarah barang yang ada. Massa menjarah serta membakar toko milik etnis Tionghoa. Akibat pembakaran tersebut, seluruh PD. Pasar Jaya ikut terbakar. Saat peristiwa tejadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Setelah menjarah massa kemudian membakar pertokoan. Informasi lain menyebutkan bahwa menjelang gelap, serombongan anak muda yang memakai seragam anak sekolah bergabung dengan massa yang telah berkumpul sejak siang di depan pasar Cipete. Peristiwa itu mulai reda ketika 3 kompi aparat kemanan yang membawa panser datang dan melepaskan tembakan gas air mata. Massa segera bubar. Aparat keamanan selanjutnya memblokir setiap jalan dan gang di sekitar lokasi. Terlihat sekitar 9 orang diamankan pihak aparat keamanan. Pukul 20.00 Petugas pemadam kebakaran datang dan api kemudian mulai padam. WIB

Kode : J₁₂₀₂ Lokasi : Warung Buncit (sekitar Pool Blue Bird dan BCA), Mampang,JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 1 1.00 Seorang saksi mata melihat masa telah berkumpul di sekitar lampu merah WIB. Mampang Prapatan, di Buncit VIL Kemudian terlihat mobil Kijang Rover berwarna merah dari arah ImigrasiJakartaSelatan berhenti tepat di tengah lampu merah. Dari dalam mobil turun tiga orang berbadan tegap, membawa ban dan jerigen bensin. Mereka langsung membakar ban-ban tersebut di tengah jalan. Peristiwa berjalan sangat cepat, hanya dalam beberapa menit. Setelah ban terbakar mereka segera naik dan mengendarai mobilnya dengan kencang ke arah

C. Kronologi Kerusuhan

JI.Mampang Prapatan VIII.

Setelah itu sebuah toko kelontong, toko laser disc yang berada di samping Blue Bird dan toko penjual gas juga dijarah. Dari dalam toko-toko itu orang melempar barang-barang yang ada, baik kue, gula, Taro, cd dll. Namun Blue Bird tidak dijarah sama sekali Tidak terlihat aparat di sekitar lokasi. Namun seorang warga yang mengendarai sepeda motor (menggunakan helm) ditangkap oleh dua orang berpakaian preman (ternyata Polisi). Mereka membawa warga tersebut ke Polsek. Keduanya tidak terlihat berusaha mencegah massa yang sedang menjarah. Pukul 12.20 Banyak warga keluar dari rumah masing-masing, tidak terkecuali ibu-ibu dan WIB remaja putri. Sekitar “Sasana Berkuda Kinayungan” jalan raya Warung Buncit telah dipenuhi kumpulan massa (antara 700-1000 orang) yang umumnya adalah warga setempat. Pukul 13.00 Di depan gedung BCA terlihat sebuah mobil Jeep tiba-tiba berhenti, segera WIB pengemudi dan para penumpangnya turun dari Mobil menghampiri massa yang berada di tempat itu dan berteriak "Hancurkan gedung BCA...”!!!, (terletak di sekitar massa yang berkumpul). Setelah berteriak penumpang mobil Jeep mulai melempari gedung BCA dengan batu. Tidak berapa lama massa yang berada di sekitar lokasi ikut melempar bangunan. Setelah itu massa berusaha memasuki gedung BCA. Akhirnya massa mengeluarkan mesin ATM yang digotong beramai-ramai lalu diletakkan di tengah jalan dan dibuka paksa. Massa berhasil membuka dan mengeluarkan isinya. Setelah merusak dan menjarah, 2 orang pengendara Jeep kemudian mendekati jendela gedung BCA yang sudah tak berkaca, mengambil gordyn (kain jendela) dan membakarnya dengan korek api gas. Tak lama setelah itu gedung BCA mulai dilalap api. Tidak berapa lama setelah gedung terbakar, mobil Jeep sudah tidak terlihat berikut pengemudi dan 4 penumpangnya. Ke-4 orang tersebut terlihat berambut tipis (cepak), bertubuh tegap dan mengenakan jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans biru. Setelah gedung BCA terbakar, massa tetap melanjutkan aksi perusakan dan dilanjutkan dengan melempar toko-toko dan gedung yang berada bersebelahan dengan gedung BCA seperti bengkel mobil/showroom motor. Pukul 15.20 Ketika massa sedang melakukan perusakan tiba-tiba melintas sebuah sepeda WIB motor yang dikendarai 2 orang Polisi. Keduanya langsung dihadang massa dan

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

dipukuli hingga babak belur. Massa kemudian merampas sepeda motor Polisi tersebut kemudian menghancurkan dan membakarnya. Beberapa warga setempat yang berperawakan tua akhirnya terlihat menghentikan massa yang masih mencoba memukul kedua Polisi tersebut dan menyelamatkannya. Pukul 17.00 Datang 6 truk tronton pasukan Marinir yang membawa senjata laras panjang, WIB tameng. sangkur bersama 1 unit Tank. Pasukan Marinir segera meredam/menghalau massa di lokasi dan berjaga di Gang/jalan setapak sepanjang JI.Warung Buncit dan tiap perempatan lampu merah yang ada di sekitar lokasi. Pukul 18.00 Kerusuhan berakhir dan massa mininggalkan lokasi. Pasukan Marinir tidak terlihat WIB melakukan penangkapan. Malam hari Muncul isu di antara warga kalau wilayah pemukiman mereka ( sekitar Mampang) akan diserbu oleh massa. Warga kemudian mengadakan siskamling. Catatan Laporan TGPF menyebutkan bahwa di lokasi ini telah terjadi perusakan, penjarahan dan pembakaran pada pertokoan dan Bank BCA Warung Buncit. Penggerak diketahui bernama SBR yang bertempat tinggal di Kelurahan Kalibata Pancoran. Pelaku terlihat memberi aba-aba terhadap massa yang berjumlah sekitar 200 orang untuk melakukan pembakaran dengan mengatakan “ Gedung ini milik Cina Setelah barang-barang habis dijarah gedung langsung dibakar massa. Pada setiap aksinya ia selalu berada ditengah massa 15 Mei 1998 Sekitar 1 1.00 Terlihat aparat keamanan dari Marinir di sekitar Mampang Prapatan. Mereka WIB. membawa 2 panser yang diparkir di sebelah kanan Hero dan satu lagi di depan Kentucky Fried Chicken. Terlihat bangunan BCA telah habis terbakar.

Kode :J 1203 Lokasi : Pasar Rumput,JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998, 13 Mei 1998 Serombongan massa (sekitar 500 orang) dipimpin oleh AGT bergerak menuju Pasar Raya Manggarai. Massa tersebut kemudian dihadang aparat Pospol Pasar Rumput. Kemudian terjadi pembakaran kendaraan dinas Polisi. Menurut laporan Polisi, tersangka pelaku AGT telah diperiksa Polres Jakarta Selatan.

JI 204

Lokasi: JI. Raya Kebayoran Lama no. 41, JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, 14 Mei 1998 Terjadi penjarahan dan pembakaran terhadap bengkel Antar Motor Raya JI. Kebayoran LamaJakartaSelatan, serta Show Room mobil, Pangkal Pinang. Dilakukan oleh sekitar 200 orang. Kelompok massa tersebut digerakan oleh seseorang dengan ciri berbadan tegap dan kulit sawo matang. Kerugian diperkirakan Rp.60Jutadan 20 unit mobil terbakar.

Kode:JI205 Lokasi : GORO, JI. RayaPasar minggu, JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 1 1.00 Didepan Goro melintas petugas TNI AD berpakaian loreng menggunakan baret WIB hijau menyuruh beberapa orang mengambil barang di Goro. Mereka mengatakan “ambil saja barang-barang itu daripada dibakar, tapi hasilnya bagi-bagikan." Sekitar 1 2.00 Lalu lintas di depan Goro mendadak jadi sepi. Kendaraan dari arah pancoran dan WIB TMP Kalibata, terlihat memutar arah. Di pinggir jalan sekitar Goro hingga ujung perempatan Pomad banyak orang berkerumun. Tiba-tiba sebuah kopaja berhenti di depan Halte, sejumlah penumpang, kebanyakan berisi anak muda, mereka turun sambil mengangkat satu krat minuman yangberisi batu-batu pecahan (kesaksian menyebutkan bahwa Kopaja telah disewa untuk membawa massa). Tidak lama berselang datang mikrolet M- 16 berhenti di depan halte menurunkan sejumlah penumpang. Di depan gerbang Goro, terlihat tiga orang pemuda yag menggunakan jins dan T- shirt memprovokasi massa. Mereka melempar batu-batu ke halaman Goro. Massa kemudian semakin banyak berkumpul, termasuk ibu-ibu yang menggendong anak ikut menonton dan sesekali bertepuk tangan. Provokasi berjalan kira-kira setengah jam. Kemudian Goro dijebol dan terlihat ban-ban mobil dibakar, termasuk sebuah mobil kijang dan dua motor di halaman

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

parkin. Sekelompok anak muda berseragam SMU mencoba menjebol ATM bank Lippo. Mereka menggunakan sejenis linggis kecil. Seorang ibu menggendong anak sambil mendorong kereta berisi banyak barang, berkata,"halal-halal, wong ini milik Tommy" Pukul 12.10 Lalu lintas di sekitar Goro terlihat macet karena sempat diblokir oleh massa yang WIB. banyak berkumpul di depannya. Kemudian terdengar suara massa berteriak-teriak mengumbar marah sambil melempari pertokoan Goro Batu, Kayu dan benda-benda lain. Terlihat kaca-kaca bangunan bangunan Goro berhamburan (pecah-pecah) dan terlihat barang-barang dibakar oleh massa. Jumlahmassa di tempat itu sekitar 300 orang. Massa kemudian tertahan oleh blokade aparat yang melakukan tindakan pangamanan terhadap Goro. Aparat di lokasi tersebut kira-kira berjumlah 1 KOMPI/50 orang dari kesatuan Polisi. Mereka mengenakan perlengkapan seperti : senjata laras panjang, tameng, pentungan dan terlihat truk tronton milik mereka. Tindakan aparat tidak terlihat tegas, mereka hanya menghalau jika ada massa yang mencoba masuk ke dalam area pertokoan. Aparat terlihat memukuli puluhan orang dari massa yang mencoba bergerak maju. Melihat tindakan tersebut massa kemudian mengamuk. Setelah terjadi saling dorong antara massa dan aparat, akhirnya aparat tak mampu lagi menahan. Ketika terjadi bentrokan itu terlihat beberapa orang menjadi korban akibat saling dorong dan saling pukul dengan aparat. Tetapi tak ada satupun dari massa yang ditangkap. Pukul 12.00-Setelah berhasil menjebol blokade aparat, massa langsung menyerbu masuk

15.30 WIB Goro. Segera massa mengambil barang-barang di dalam Goro seperti : Barang-
barang Elektronik, Kipas Angin, Radio, Tape Recorrder, TV, Komputer, Mesin Air, Makanan, Pakaian dll. Banyak di antara massa terlihat berebut barang jarahan di dalam bangunan Goro yang kaca-kaca bangunannya telah hancur. Sekelompok massa terlihat berkata:”Woi..neh ada ATM, pasti Duitnya banyak neh"..!!!. Massa kemudian mulai merusak ATM (BCA, BNI, BII dll). Terlihat massa saling berebutan bahkan sampai salingpukul memperebutkan uang dari dalam ATM yang dijarah massa. Massa kemudian membakar ATM. Ketika selesai menjarah terlihat beberapa orang dari antara massa membawa bom molotov (botol yang diisi bensin dan sumbu) kemudian dilemparkan dan

Kerusuhan

membuat sebagian toko terbakar dan akhirnya merembet ke bagian lain bangunan dan Goro mulai terbakar. Massa juga terlihat merusak telepon umum, halte bus, rambu-rambu lalu lintas dll. Sebuah Showroom Mobil Honda Mugen yang berada di depan Goro sempat dilempar massa dengan batu, tetapi berhasil di hadang sekuriti dan warga setempat. Saat api mulai membakar seluruh bangunan, massa kemudian secara berangsur meninggalkan lokasi. Pukul 18.15 Kondisi mulai mereda setelah barang di dalam pertokoan mulai habis. Kemudian WIB terlihat1unit Mobil Pemadam Kebakaran mendatangi lokasi. Pukul 16.00 Situasi di sekitar Goro mulai mereda. WIB Catatan Kesaksian lain mengatakan: Pukul 1 2.30-13.00 WIB, SAIA ( Perguruan Cikini, JI.Duren-Tiga) memulangkan siswa. Dari luar sekolah terlihat asap dimana-mana dan telah terjadi kerusuhan. Sebagian besar siswa belum mau meninggalkan sekolah dan memilih bertahan disekolah.

  • Di depan sekolah terlihat banyak pengendara Motor yang lewat membawa barang-barang. Seorang pengendara Motor sempat berhenti dan melemparkan 1 slop Rokok sambil berkata : “Weh ..Io mau lagi, noh Io ambil aja sendiri..banyak tuh di Goro”!!!. Terlihat juga seorang pengendara motor lain melintas dengan membawa sebuah mesin cud. la sempat berhenti dan berkata "Kalau kalian mau...kalian bisa ambil sendiri di Goro”!!!.
  • Terlihat seorang Karyawan Goro mengganti baju seragam mereka, lalu bergabung dengan massa saat peristiwa berlangsung. Sekitar 40-50 mobil mewah yang berada di area parkir Goro dirusak dan dibakar massa. Saat siang hari tampak kepulan asap tebal dari pertokoan Goro dan mobil yang melintas di sekitar Goro dicegat/diberhentikan oleh massa. Semua kendaraan yang melintas akhirnya memutar batik arah .
    Kode :JI 206 Lokasi : Pasar Minggu, Robinson, JI.Raya Pasar minggu,JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

Waktu 13 Mei 1998 13 Mei 1998

Sekitar 20.30 WIB

14 Mei 1998
Sekitar 08.30

WIB Sekitar 09.20-

10.00 WIB
Kronologi

Sehari sebelum kerusuhan seorang oknum ABRI dari kesatuan Zikon 14 mendatangi lokasi dan meminta uang serta mengatakan kalau mau aman supaya menyerahkan uang Rp.500.000,- Di depan stasiun kereta api Pasar Minggu, seorang saksi melihat kerumunan massa sekitar 30-50 orang laki-laki. Mereka terlihat saling mengenal dan bercakap-cakap. Kerumunan massa itu semuanya laki-laki dan rata-rata berusia 30-an tahun, mereka duduk dipinggir jalan, memakai baju bebas tapi sepertinya bukan baju kerja. Mereka terlihat janggal karena mereka tidak melakuan apa-apa selain duduk-duduk saja.

Warga sekitarJI.M. Kaffi II, Cimpedak,Jakselmendengar kabar di sekitar Pasar Minggu mulai terjadi kerusuhan. Di stasiun Pasar Minggu, terlihat kumpulan massa sekitar 100 orang laki-laki yang berusia sekitar 30-an tahun, rata-rata berkulit hitam seperti terbakar matahari, berbadan kekar dan sebagian besar dari mereka memakai topi. Mereka bercakap dengan keras dan berteriak sehingga kedengaran dari dalam kereta, “udah mulai saja!". Sekitar perempatanJI.T.B. Simatupang terjadi kemacetan akibat tidak berfungsinya lampu pengatur lalu lintas dan banyaknya kendaraan dari arah PS.Rebo, Concet dialihkan keJI.T.B.Simatupang. Hal itu menyebabkan bertumpuknya kendaraan disimpang perempatan TB.Simatupang ke arah PS.Minggu dan Lenteng Agung, Depok. Sekelompok orang terlihat mulai bergerak/berjalan menuju Kampus UNAS. Ketika sampai dikampus UNAS, terlihat banyak sekali batu dan benda-benda lain yang berserakan dijalan-jalan. Mahasiwa masih banyak berkumpul di gerbang kampus. Pagi itu Mahasiswa UNAS sempat terlibat bentrokan dengan aparat keamanan, saat aparat mencegah mahasiswa UNAS yang akan melakukan aksi demonstrasi keluar kampus. Kelompok massa yang datang dari Ps. Mingga kemudian kembali kearah PS.Minggu. Dalam perjalanan tersebut mereka terlihat mulai emosi. Mereka akhirnya tiba di lampu merah Ps. Minggu, tempat awal mereka bergerak. Tidak

Pukul 10.15 WIB

Pukul 1 1.00 WIB

Pukul 1 1.30 WIB

Pukul 12.00 WIB

pukul 12.00-

14.00 WIB
Pukul 12.30 WIB

C. Kronologi Kerusuhan
berapa lama setelah tiba, mereka mulai melempar beberapa pertokoan di dekat rel kereta api dengan batu dan benda-benda lainnya. Sebuah Dealler sepeda motor Yamaha salah satu yang menjadi sasaran perusakan.. Terlihat sudah banyak massa berkumpul di sekitar Pasar Minggu dengan berbekal Batu, Potongan Kayu. Beberapa orang sudah mulai melempar gedung diiringi
teriakan-teriakan dari massa “ Bakar...Bakar..Bakar...I!!”. Dari antara ratusan
massa di tempat itu tampak sekitar 10 orang aparat dari kesatuan Polisi dan Garnisun. Sekitar Ps. Minggu sudah dipenuhi oleh ratusan massa (sekitar 500 orang), terlihat mereka mulai melakukan perusakan toko-toko elektronik, pakaian, aksesoris rumah dan toko kelontong yang berada tepat di bawah pertokoan Robinson ps. Minggu. Umumnya massa adalah para pedagang, tukang ojek dan penganguran yang biasa beraktivitas di sekitar pasar. Massa terlihat merusak salah satu toko elektronik dengan mendorongkan besi agar pintu toko itu terbuka, dengan merusak teralis dan menghancurkan kaca-kaca toko. Pada saat pintu toko berhasil dibuka massa langsung menyerbu masuk menjarah barang-barang di dalam toko tersebut. Setelah beberapa toko dirusak dan dijarah, kemudian massa bergerak menuju pertokoan Swalayan Robinson. Massa yang sebelumnya telah berada di area pertokoan akhirnya berhasil menjebol dan masuk ke dalam pertokoan dan segera menjarah barang-barang di dalamnya. Pada saat itu tidak terlihat satupun aparat di tempat, sementara sekitar 100 meter dari lokasi terdapat Polsek Ps. Minggu. Terlihat beberapa orang memanas-manasi suasana dan akhirnya massa terpancing oleh provokasi tersebut dan ikut merusak dan menjarah. Pada saat menjarah, mereka saling berebutan. Setidaknya 2 orang ibu-ibu dan beberapa anak-anak terjatuh dan terinjak-injak. Beberapa bangunan telah dirusak dan dibakar di antaranya pertokoan Robinson, Showroom Motor Yamaha/Suzuki, Bank-BCA dan beberapa Supermarket. Terlihat aparat keamanan (mengenakan baret berwarna kemerahan) di lokasi saat kejadian, berjumlah sekitar 2 truk. Mereka hanya diam, tidak melakukan tindakan apa-apa. Mereka membawa perlengkapan seperti tameng, senjata laras panjang, tongkat rotan dan gas air mata. Saat massa mengambil barang-barang seperti elektronik/TV, kulkas, mini compo, kipas angin, pakaian, makanan dari dalam pertokoan Robinson, terlihat seorang etnis Tionghoa yang dianggap pemilik pertokoan Robinson sedang dianiaya massa.

Mei 1998. Fakta. Data dan Analisa

Orang tersebut ditelanjangi dan kedua tangannya dipegang, sambil massa yang lain
memukuli serta mengejek-ejek dan menghina“Koh...Engkoh...Engkoh...enak
kan"!!! Sementara korban sudah tidak berdaya. Akhirnya orang tersebut diselamatkan aparat keamanan yang berada di lokasi. Saat massa melakukan pembakaran, terlihat beberapa aparat keamanan bergegas ke lantai atas menyelamatkan pemilik toko Robinson yang saat sedang disandera massa. Aparat juga memperingatkan massa untuk segera turun karena api telah membesar. Ketika api semakin membesar tampak di lantai 2 seorang laki-laki melompat untuk menyelamatkan diri dari api yang telah mengurungnya dilantai tersebut. Saat terjatuh tidak ada orang yang berusaha menyelamatkannya karena api telah begitu besar. Akhirnya orang tersebut menggelepar dan meninggal terbakar api. Saat menjarah Bank BCA, massa juga terlihat membobol ATM dan mengambil uang yang berada di dalamnya. Sebuah Dealler/showroom motor Yamaha dan showroom mobil juga menjadi korban. Massa mengeluarkan semua kendaraan-kendaraan dari dalam bangunan lantas dihancurkan dan dibakar persis di depan masing-masing pertokoan. Sekitar 1 5 unit sepeda motor dirusak dan dibakar massa. Beberapa unit Mobil dijukir- balikan dan dibakar. Catatan kesaksian lain:

  • Gedung Bank BCA yang letaknya dekat pintu rel kereta awalnya dilempari massa. Setelah itu massa mulai menjarah. Kemudian dari antara massa terlihat melempar bangunan dengan menggunakan bom molotov (botol yang berisi bensin dan sumbu yang terbakar). Akibatnya sebagian bangunan BCA terbakar. Setelah itu orang yang melempar tersebut segera meninggalkan lokasi. Sementara itu massa terlihat menjarah dan coba membobol atm BCA (tetapi tiadk berhasil).
    Pukul 13.00-Setelah melempar bangunan dealler sepeda motor massa terlihat memaksa masuk

16.30 WIB dan mengeluarkan semua sepeda motor yang ada di dalam bangunan. Setelah itu
massa membakar motor-motor tersebut. Pada saat peristiwa terjadi terlihat massa sempat melawan aparat keamanan yang coba menghalangi aksi-aksi massa tersebut. Terlihat, kadang massa berani melawan, tetapi terkadang takut. Aparat yang berada di sekitar lokasi lebih banyak diam dan tidak tegas melakukan pengamanan. Jumlahmassa sekitar lOOOan orang. Hampir seluruh warga kampung yang berada

Pukul 14.00-

15.30 WIB Pukul 14.30 WIB

Sekitar 16.00-

16.30 WIB
dari rumah, walaupun sebagian dari mereka hanya menonton. Terlihat juga beberapa orang dari massa menjadi korban akibat lemparan batu atau terkena pecahan kaca. Pertokoan Robinson mulai terbakar dan keseluruh pertokoan dari lantai dasar hingga lantai teratas pertokoan. Pada saat terbakar, terlihat seorang laki-laki terjebak di lantai 4 pertokoan Robinson. Sempat terjadi bentrokan antara massa dengan aparat keamanan (Polisi), dan aparat melepas tembakan gas air mata dan sempat membubarkan massa. Tetapi massa balik kembali ke lokasi. Sebuah toko dijarah dan dibakar sekitar 500 orang disertai oknum ABRI yang sehari sebelumnya pernah mendatangi sebuah Toko Emas, pertokoan Robinson. Anggota TNI tersebut terlihat mencegah massa yang datang,. Situasi di sekitar Pasar Minggu telah kacau. Terjadi penjarahan dan pembakaran di banyak lokasi. Sementara itu, terlihat 10 aparat keamanan berdiri terpencar-pencar di pinggir jalan dekat Robinson dan rel Stasiun Pasar Minggu. Mereka diam saja melihat massa mengambil barang-barang. Terlihat api besar sedang membakar seluruh pertokoan Robinson PS. Minggu. Toko Ramayana, Robinson dan Pasar Minggu Centre terbakar. Di antara massa yang berkerumun di sekitar lokasi terlihat 2 truk militer kosong sedang di parkir di depan toko jamu Pak Djenggot, pertigaan Pasar Minggu. Sejak siang hari (sekitar pukul 12.30 WIB) tindakan terlihat sangat pasif bahkan terkesan tidak melakukan tindakan apa-apa. Setelah menjelang pukul 17.00 WIB aparat mulai melakukan himbauan agar massa mau meninggalkan lokasi,
‘‘Ayo...ayo....Bubar-bubar...pulang-pulang...!!l. Aparat juga sempat melepaskan
gas air mata tetapi tidak mempengaruhi massa. Terlihat aparat memarkirkan kendaraanya di sekitar lampu merah perempatan PS.Minggu dan mereka hanya berdiam berjaga-jaga/berdia. Terlihat juga sekitar 2 truk (50an orang) aparat dari kesatuan Brimob di sekitar pertokoan Robinson. Dari dalam kereta, terlihat asap dari arah Robinson, Toserba Tetap Segar, toko¬ toko kelontong di sepanjang jalan dan banyak kaca-kaca ruko pecah.

  • Selama peristiwa terjadi terlihat sekelompok orang memulai pelemparan terhadap gedung atau bangunan dan mereka terlihat sangat kompak dalam melakukan aksi
    perusakan. Mereka beteriak-teriak "Bakar!...Bakar!...Bakarrrrrrrrr...!!!! Ini non
Sekitar 17.00

WIB

Pukul 17.00 WIB

Sekitar 20.30 WIB Catatan

998: Fakta. Data dan Analisa

Muslim, bukan PribumiH! yang membuat massa akhirnya mengikuti aksi mereka dan berteriak-teriak dengan kalimat yang sama. Selama peristiwa terjadi juga terlihat sekitar 1 00 aparat PHH/TNI menggunakan 3 truk. Tetapi mereka hanya menyaksikan kerusuhan yang terjadi. Apabila terlihat massa bertindak sangat berlebihan baru aparat melarang dan mengambil tindakan. Aparat juga sempat terlihat melepaskan tembakan peringatan saat massa melakukan perusakan tetapi tidak dihiraukan massa. Mereka mengenakan jubah bertuliskan PHH, pentungan, tameng rotan, gas air mata dan senjata laras panjang.

** Saat merusak Robinson, massa sempat terlihat melempari aparat dengan batu.* Aparat kemudian melepas tembakan peringan dan disusul gas air mata. Tetapi tidak terjadi bentrokfisikatau menghalau massa dari lokasi.
- Teriakan-teriakan massa saat peristiwa terjadi juga sempat terlihat menunjukkan kekesalan tertembaknya mahasiswa triaskti tanggal 1 2 Mei 1 998.
- Pada saat peristiwa itu terjadi jumlah massa kira-kira 1000-2000 orang. Massa memenuhi lokasi PS.Minggu hingga perempatan Pejaten dan Jl.Poltangan. Hampir seluruh pertokoan di sekitar Bank-BCA (dekat Gereja) hingga pertokoan di sekitar VolvolPerempatan kearah Pejaten, seperti pertokoan Onderdill, Showroom dll, habis dirusak, dijarah dan beberapa dibakar massa.
Kode:J 1207 Lokasi: Perempatan Pasar Rebo, JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 Mahasiswa melakukan aksi di dalam kampus Gunadharma, temanya adalah WIB penembakan mahasiswa trisakti. Setelah 1 jam aksi mahasiswa keluar kampus. Walau sempat dilarang oleh pihak kampus (rektor) tetapi sekitar 5000 orang mahasiwa tetap keluar menuju UI. Mahasiswa kemudian dihadang oleh sekitar 300 orang aparat Brigif Cibubur yang memblokade jalan dengan membawa tameng dan persenjataan. Saat itu dari Purek III diberitahukan kalau telah terjadi kerusuhan diJakarta.Saat itu tidak ada kendaraan umum yang melintas di jalan. Sekitar 16.30 Aksi mahasiswa berakhir dan pihak kampus menyediakan menyediakan bus WIB kampus untuk mengantar mahasiwa pulang hingga ke Ps. Rebo.

Sekitar 16.30-

17.00 WIB Sekitar 1 7.00-
18.00 WIB
Kode Lokasi

Waktu
14 Mei 1998

Pukul 10.00 WIB

Kerusuhan

Terlihat beberapa pasukan Kopassus berjaga di perempatan Graha Cijantung.

Di perempatan Ps. Rebo telah banyak massa berkumpul (dalam kelompok-kelompok) dan telah ada mobil yang terbakar (10 mobil sedan). Terlihat sebuah mobil sedan dari arah Rs. Pasar Rebo dihentikan sekelompok massa yang berada di sekitar lampu merah. Kebanyakan massa membawa kayu. Terlihat seseorang dengan ciri berbadan tegap besar dan berambut gondrong, menghentikan mobil tersebut. Mobil kemudian dipukuli masa. Dari antara massa terdengar teriakan "Cina!.. Cina!.. Bakar!”. Supir mobil segera melarikan diri dan dikejar massa. Setelah dipukuli kemudian dilepas oleh massa. Dua penumpangnya, etnis Tionghoa, yang berada di dalam mobil juga ikut melarikan diri. Salah seorang melarikan diri ke arah pabrik susu sambil dipukuli tetapi berhasil menyelamatkan diri. Seorang lagi melarikan diri ke arah Kampung Rambutan, dipukuli massa yang telah banyak berkerumun hingga terjatuh. Saksi menyatakan orang tersebut kemungkinan meninggal dunia. Disekitar lokasi tersebut tidak terlihat ada aparat keamanan. Mobil selanjutnya dibakar massa. Terlihat massa dengan jumlah lebih banyak pada jalan menuju Kampung Rambutan. Kemudian dari arah pusat perbelanjaan Makro terdengar suara tembakan. Terlihat pasukan Kopassus berada di jalan depan Makro tersebut, sedang membubarkan massa yang hendak menuju Makro.

: J1208

: Pasar Ciputat,JakartaSelatan

: 14 Mei 1998 Kronologi

Berkerumun ribuan orang sepanjang jalan antara Kampus 1AlN-Syarif Hidayattuloh dan terminal Ciputat. Terlihat pada sisi kiri dan kanan jalan sekelompok orang masing-masing berjumlah 20-25 orang berjalan sambil berteriak sambil melempari gedung-gedung di sepanjang antara pom bensin Ciputat menuju arah pasar Ciputat. Kedua kelompok massa tersebut juga terlihat mengajak massa agar mengikuti mereka dan menyuruh massa yang lain untuk menjarah. Sedang berlangsung pada pertokoan Ramayana. Terlihat sekelompok orang (5-10 Pukul 1 1.00-

Tanggal Awal Kejadian

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

12.00 WIB orang) memberi komando “ Ayo! Cepetan ambil semua barang-
barangnya..sebelum dibakar...."!!! Massa kemudian berbondong-bondong
memasuki pertokoan Ramayana dan menjarah. Hal yang sama juga terjadi pada pertokoan Borobudur. Sekelompok orang (sekitar 5 orang) terlihat memberi komando kepada massa untuk menjarah.
Mereka berteriak “Ayo...Cepat-cepat ambil semua barang-barangnya..."!!! dan
kemudian diikuti massa. Satpam terlihat berada di luar area pertokoan dan tidak melakukan tindakan pengamanan. Sekelompok orang tersebut terlihat selalu bergerak dan berpindah-pindah. Kemudian setelah beberapa lama terlihat asap mengepul dari lantai dasar pertokoan Ramayana. Saat terjadi pembakaran banyak orang masih berada di lantai 2, 3, 4 pertokoan Ramayana dan terjebak api dan akhirnya menjadi korban. Jumlahmassa saat peristiwa terjadi sekitar 2000-3000 orang. Terlihat 1 unit Mobil dibakar persis di depan pertokoan Ramayana dan 2 unit mobil lainnya di depan Pasar Ciputat. Selama peristiwa berlangsung tidak terlihat aparat keamanan berada di sekitar lokasi. Saat kerusuhan terjadi terlihat juga sekelompok orang membuka mesin ATM dan mengambil uang di dalamnya. Segera massa mulai mendekati orang tersebut. Untuk mengalihkan perhatian, mereka menebarkan uang pecahan Rp.50.000,- lalu segera melarikan diri menggunakan kendaraan sejenis Suzuki Carry yang telah menunggu dipinggir jalan. Mobil tersebut di ikuti truk dinas milik TNI AD dan membelok ke arah Rempoa (diperkirakan masuk ke asrama ABRI). Catatan Sementara itu tidak jauh dari lokasi Terjadi perusakan dan penjarahan yang diawali aksi pembakaran di depan PT Sandratex oleh kurang lebih 50 orang. Di sekitar pasar Ciputat terlihat sebuah mobil kijang menurunkan orang-orang dengan ciri berambut cepak/keriting, berbadan tegap, pada waktu turun membawa perlengkapan balok, godam, dan batu. Salah seorang dari mereka memberi komando untuk merusak toko-toko dan menjarah barang-barang diakhiri dengan pembakaran semua toko-toko yang berada di sekitar lokasi. 15 Mei 1998 Korban tewas dari 2 pertokoan (Ramayana dan Borobudur) belum dievakuasi pihak keamanan dan tim Medis. Beberapa hari Beberapa hari kemudian terlihat Borobudur dan Ramayana habis terbakar. Begitu

antara bangunan terlihat tulisan "milik pribumi" pada bangunan Tip Top. Masih tercium aroma bangkai yang sangat menyengat dari pertokoan Ramayana.

Kode 1 209
Lokasi
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998, Kronologi 14 Mei 1998
Pukul 08.00 Warga mengetahui melalui TV diberitakan beberapa tempat di
WIB terjadi kerusuhan. Tidak lama kemudian terdengar kabar di depan jalan raya

: J : JL. Wolter Monginsidi,JakartaSelatan : Waktu

Pukul 09.30-

15.00 WIB
Pukul 10.00 WIB

Pukul 10.30- 1 4.00 WIB

Jakartatelah

Wolter Monginsidi telah terjadi penembakan disekitar Showroom Mobil BMW. Hal ini mendorong warga keluar dari gang-gang perumahan menuju jalan raya. Di SekitarJI. WolterMonginsidi, sudah banyak massa berkerumun. Tiba-tiba beberapa kelompok massa tampak melempari ruko-ruko di sekitar area tersebut. Warga yang awalnya masih kebingungan soal isu penembakan, akhirnya ikut melempar ruko-ruko dan gedung-gedung seperti: bengkel sepeda, Toko Sembako dan Showroom Mobil. Ketika massa berhasil memasuki area pertokoan, mereka segera menjarah isi pertokoan. Banyak barang-barang yang diambil dari dalam pertokoan diletakan di tengah jalan dan massa membakarnya. Sebuah sepeda motor diseret keluar dari salah satu pertokoan dan dibakar oleh massa. Di depan sebuah showroom, seorang penjarah memasuki sebuah mobil dan mengelabui massa di sekitar mobil untuk mendorong mobil keluar dari showroom, kemudian segera meninggalkan lokasi. Dari arah jalan Raya terdengar suara sirine yang membuat massa yang berada di dalam showroom panik dan segera keluar dari dalam pertokoan. Dari jalan terlihat 1 unit Truk TNI melintas dalam keadaan kosong dengan satu orang pengemudi di dalamnya. Tayangan TV yang marak temtang pemberitaan kerusuhan mendorong semakin banyak warga keluar menuju jalan besar (jalan raya) melihat-lihat situasi. Sementara itu di sekitar jalan Wolter Monginsidi danJI.Tendean, terlihat ribuan massa telah tumpah ruah di jalan maupun di mulut-mulut gang sepanjang jalan. Terhadap toko toko sembako terlihat massa hanya ingin menjarah, mereka tidak merusak toko-toko tersebut. Tetapi pada bangunan Bank BCA dan Showroom

Sekitar pukul

12.30 WIB Sekitar pukul
14.0-19.30 WIB
Sekitar pukul

14.0-19.30 WIB
Fakta, Data dan Analisa

Mobil Toyota, massa melempar dan melakukan aksi perusakan lainnya. Terlihat massa begitu bersemangat saat mereka berhasil membobol pagar besi Bank-BCA dan berusaha mencari uang di dalam Bank tersebut. Massa membongkar paksa ATM-ATM dan mengeluarkan brankas-brankas yang ada di dalam Bank dan berhasil menguras uang yang ada. Pada Showroom Toyota massa menyerbu masuk dan menjarah berbagai barang seperti tape mobil dan lainnya serta mendorong keluar mobil yang ada di dalam ke jalan raya. Terlihat juga perusakan fasilitas umum oleh massa terhadap lampu-lampu lalulintas. Lampu-lampu tersebut dilempari batu hingga pecah. Tidak terlihat jatuh korban jiwa dari massa maupun pemilik/pegawai toko selama peristiwa terjadi. Pemilik toko dan pegawainya sebelumnya telah meninggalkan toko-toko terlebih dahulu. Terlihat adanya kelompok provokator di antara massa. Tidak terlihat satupun aparat keamanan, baik dari Polisi maupun TNI. Di sekitar Warung Cina (JI. Raya Wolter Monginsidi), sebuah toko sepeda berhasil dirusak dan dijarah isinya seperti : sepeda, shock-shock sepeda, ban-ban dan onderdil lainnya. Massa berjumlah sekitar 300-400 orang. Selama peristiwa di lokasi tersebut tidak terlihat aparat keamanan berada di sekita lokasi. SekitarJI. Raya Wolter Monginsidijumlah massa semakin bertambah banyak dan jumlah gedung/pertokoan yang dirusak dan dijarah massa juga semakin bertambah banyak. Terlihat sebuah toko sembako milik non etnis Tionghoa, juga menjadi korban perusakan dan pejarahan. Selama peritiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Sekelompok warga yang bermukim di sekitar Showroom mobil BMW terlihat menahan massa yang hendak merusak dan menjarah showroom tersebut. Mereka kuatir kalau bangunan dibakar akan merembet ke pemukiman mereka. Massa akhirnya berhenti dan berpindah ke pertokoan lain. Di antara massa terlihat sekelompok (5-6) orang, rata-rata berperawakan muda (remaja), semuanya mengenakan kaus, celana pendek/jeans buntung, sendal jepit dan mengenakan topi, layaknya seperti anak jalanan (pengamen), berusia antara 19-22 tahun. Mereka mendekati Showroom mobil/dealler Toyota dan salah seorang dari mereka berteriak "Ya udah...Toko Mobil ini aja yang kita timpukin”!!! Kemudian segera diikuti yang lain dan mulai melempar bangunan

Sekitar pukul

14.0-19.30 WIB
Pukul 19.30 WIB Catatan:

Kerusuhan

hingga kaca-kacanya pecah. Massa yang berkerumun di sekitar lokasi saat melihat kelompok tersebut melempari gedung terdengar menyoraki (wu...!!!). Terkesan memberi semangat pada sekelompok pemuda tersebut. Ketika lemparan mereka mengenai kaca dan pecah, massa lainnya beramai-ramai bertepuk tangan. Banyak di antara massa yang menonton tertawa lucu menyaksikan cara melepar atau apabila lemparan mereka tidak mengenai sasaran. Akhirnya massa yang awalnya hanya menonton ikut melempar hingga kaca-kaca gedung pecah dilempari. Setelah pintu masuk bangunan berhasil dijebol, massa yang berada di sekitar lokasi ikut menyerbu masuk bangunan. Massa mendapati showroom sudah tidak berisi mobil, akhirnya berangsur meninggalkan gedung. Gedung BCA yang berada bersebelahan dengan showroom telah banyak dikerumuni massa. Massa terlihat cekcok (ribut mulut) dengan warga yang bermukim di belakang bangunan BCA. Pada saat yang bersamaan, sebuah toko material yang berada persis di sebelah bangunan BCA, telah berhasil dirusak dan kemudian dijarah kelompok massa lainnya. Pemilik toko material tersebut adalah seorang etnis Tionghoa. Toko sepeda di bakar sekitar pukul 18.00 WIB Keadaan mulai tenang dan massa telah semakin sedikit.

Pada saat kerusuhan berlangsung, showroom mobil BMW dan mobil lain yang biasanya memajanglmamerkan mobil, tetapi hari itu tidak ada mobil di dalamnya. Aparat keamanan tidak terlihat saat peristiwa terjadi. Beberapa orang dari massa menderita Iuka-Iuka ringan seperti : kaki terkena pecahan kaca dan kepala bocor, tangan tergores karena melakukan aksi perusakan terhadap showroom. Pemilik dan pegawai kantor dan toko telah lebih dulu meninggalkan lokasi kejadian, seperti telah mengetahui akan adanya kerusuhan. Kebanyakan pemilik toko dan showroom adalah etnis Tionghoa. Tidak semua bangunan dibakar massa, pada sebuah lokasi terlihat hanya showroomlbengkel sepeda Federal. Salah satu toko terlihat terbakar, kemudian massa merasa kuatir api akan menjalar ke pemukiman yang berada di belakang toko tersebut. Aklbatnya massa berhenti melakukan pembakaran.

Fakta, Data dan Analisa

Kode: J₁₂₁₀ Lokasi: Golden Trully,JL.Raya Mampang Prapatan, JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Pukul 10.00-Mulai terlihat banyak orang lalu-lalang dan beberapa terlihat berkelompok di 1 1.00 WIB sekitarJI.Tendean. Makin lama banyak aparat dari Kepolisian berdatangan dan ada yang terlihat lalu-lalang. Terdengar suara bunyi sirene dari mobil aparat tak henti-henti dan semakin banyak massa berkerumun. Sekitar 10.30 Sementara itu Golden Truly (sekarang Plaza Tendean) menjadi sasaran WIB penjarahan dan pembakaran massa. Massa terlihat sangat emosi dan marah, tetapi tidak diketahui penyebab kemarahannya. Massa kemudian mulai merusak dan menjarah toko-toko seperti toko sembako, bengkel dan Showroom Mobil yang berada di jalan Mampang Prapatan. Saat diperkirakan jumlah massa sekitar 2000 orang massa; massa seperti kesurupan dan membabi buta merusak dan menjarah apa saja yang diinginkan, mereka terlihat mencari dengan tergesa-gesa dan penuh emosi. Pukul 13.00JalanRaya Tendean sudah mulai rusuh dan banyak terlihat massa berteriak-teriak. WIB Sekitar pukul Di depan Golden Trully terlihat sekitar 150 orang dengan 7 unit truk tronton.

14.0-19.30 Sekitar 30 orang personil aparat keamanan di sekitar Gedung Golden Trully WIB melakukan pengamanan setelah hampir setengah isi gedung habis dijarah massa.
Aparat terlihat membawa senjata laras panjang, ransel dan gas air mata. Ketika tiba, mereka langsung masuk ke dalam pertokoan dan melihat banyak massa yang membawa barang-barang dari dalam pertokoan. Sambil mengarahkan senjata laras panjang kepada massa penjarah mereka berteriak..."Letakkan semua barang-barang, atau saya Tembak.."!!! Tindakan itu membuat massa ketakutan dan berangsur meninggalkan pertokoan Golden trully. SepanjangJI. Wolter Monginsidi menujujl. Tendean hingga ke Mampang Prapatan, hanya pertokoan Golden Trully yang mendapat pengamanan dari Aparat TNIsaat itu.

Kerusuhan

Sekitar 1 5.00 Massa masih menjarah, sementara di bagian depan Hero terlihat ban-ban telah WIB dibakar. Selain Hero, di sekitar Golden Trully juga terlihat massa membakar ban¬ ban kendaraan. Di tempat yang tidak berjauhan (Warung Buncit), beberapa toko juga tampak dijarah massa.

Kode : JI2I₁ Lokasi : Hero,JL.Raya Mampang Prapatan, JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998, Sekitar 1 1.00 Di depan Hero perempatan Mampang Prapatan seseorang dari tengah massa WIB. berteriak "Serbu-serbu Hero". Kemudian oleh massa yang sebelumnya telah berkumpul di sekitar lokasi bersama-sama membobol roling door Hero. Mereka terlihat mengangkat rolling door. Kemudian segera masuk ke dalam bangunan, merusak dan menjarah isi toko. Tidak terlihat aparat berjaga di sekitar Hero. Pukul 14.00-Dari fly overJI. Mampang Prapatandi sekitar wilayah Kuningan, Warung-Buncit,

15.00 WIB. Bangka terlihat mulai rusuh. Massa sudah banyak menjarah toko-toko dan
gedung-gedung di lokasi tersebut. Belum terjadi aksi pembakaran. Pada saat terjadi penjarahan, di lokasi kejadian terlihat banyak aparat keamanan. Sebuah Polsek (Polsek Mampang) hanya berjarak kurang-lebih 100 Meter dari lokasi kejadian. Aparat tidak melarang massa yang sedang menjarah, mereka hanya melarang massa yang mencoba melakukan perusakan terhadap gedung dan pertokoan di lokasi kejadian. Massa pada saat itu berjumlah sekitar 1000 orang. Aparat Polisi/Brimob berjumlah kira-kira 100 orang dengan 4 unit truk tronton telah bersiaga di depan pertokoan HERO. Mereka membawa perlengkapan seperti tameng, pentungan, senjata laras panjang, senjata pelontar gas airmata dan pakaian pelindung tubuh. Mereka hanya mengambil tindakan terhadap massa coba melakukan perusakan, sedang massa yang menjarah dibiarkan. Apabila ada massa yang memprovokasi aksi perusakan, dengan cepat mereka mengambil tindakan pengamanan. Terlihat seseorang coba melempar pertokoan HERO dengan sebuah Bom

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar 15.00-

17.30 WIB
Hingga 17.30 WIB Sekitar 19.00-

20.00 WIB
Molotov, langsung dilumpuhkan dan ditangkap aparat Kepolisian. Pada saat ditangkap orang tersebut sempat berontak dan melawan. Setelah dapat dilumpuhkan langsung dinaikan ke atas truk aparat. Pasar Mampang yang banyak terdapat pertokoan kecil (menjual segala macam barang Elektronik) saat itu telah tutup. Terlihat sempat digedor oleh massa. Saat pemilik toko membuka pintu tokonya, terlihat pemilik toko dengan sengaja mengeluarkan semua barang-barangnya dari dalam pertokoan dan diberikan kepada orang-orang yang menggedor toko tersebut. Terdengar pemilik toko berkata "Udah ambil saja, tapi toko saya jangan dibakar..ya !!! Pemilik toko itu adalah keturunan Tionghoa. Massa masih menjarah, sementara di bagian depan Hero terlihat ban-ban telah dibakar. Tidak terjadi penjarahan pada Pasar Mampang. Penjarahan terjadi pada pertokoan yang berada di depan pasar. Banyak pemilik toko memberikan barang-barang mereka kepada massa saat itu. Sekitar 10-20 orang massa ditangkap dan diamankan di atas truk Polisi.

SekitarJI.Tendean, Mampang, terlihat ribuan orang sibuk membawa barang-barang seperti televisi, radio, pakaian, kipas angin dll. Mereka membawa barang dari arah arah Hero dan Golden Truly. Tempak juga orang-orang membawa gerobak dan mengangkut cat berkaleng- kaleng. Di sekitar lokasi tersebut terdapat toko cat milik seorang etnis Tionghoa yang terletak di Buncit Raya. Terdengar ledakan keras di sekitar Mampang Prapatan. Kemudian terlihat cahaya terang seperti kebakaran dan asap mengepul di udara. Diketahui kemudian suara berasal dari toko cat milik seorang etnis Tionghoa di daerah Buncit Raya yang dibakar massa saat menjarah. Warga mengatakan ada korban yang terbakar dan meninggal di dalam toko cat tersebut. Sementara itu kesaksian lain menyebutkan bahwa sebuah toko material EDY, Mampang Prapatan, didatangi 2 orang laki-laki yang mengendarai mobil kijang warna merah. Kemudian salah seorang dari antaranya bertanya “Apakah toko ini milik Cina” dan dijawab bahwa toko/rumah tersebut milik pribumi asli. Setelah itu salah seorang dari mereka mengatakan “apabila toko ini milik Cina maka dalam 5 menit bisa kami bakar dan perlu anda ketahui bahwa kami anti keturunan Cina!". Karena toko tersebut dikatakan mmilik maka dua orang tersebut melanjutkan

Sekitar 2 1.00 WIB

IS Mei 1998 Sekitar 1 1.00 WIB.

Kode Lokasi

Waktu 14 Mei 1998, Pukul 10.00- 1 1.30 WIB

C. Kronologi Kerusuhan
perjalanan menuju arahJI. BuncitX sambil memberi semangat dan aba-aba kepada masa yang saat itu sudah berkumpul di JI MampangPrapatan Raya. Pada saat melintas di depan massa, mobil tersebut tidak dirusak massa, bahkan massa mengikuti perlahan-lahan dibelakang mobil tersebut.

Di sekitar Mampang Prapatan terlihat aparat keamanan dari Marinir, mereka membawa 2 panser yang diparkir di sebelah kanan Hero dan satu lagi di depan Kentucky Fried Chicken.

:JI2I2 : Bintaro Jaya, Bintaro,JakartaSelatan

: 14 Mei 1998

Kronologi

Sebuah sekolah di Bintaro memulangkan semua siswa dikarenakan situasi Jakarta yang telah memburuk. Banyak siswa tidak langsung pulang ke rumah tetapi berkerumun di sekitar sekolah atau lokasi lain menuju rumah mereka. Tidak ada angkutan umum yang beroperasi. Sementara itu sepanjang jalan menuju Bintaro Plaza tampak banyak kerumunan massa dalam kelompok-kelompok. Terlihat juga banyak massa bergerak ke arah Bintaro Plaza, sementara itu banyak massa lain berkumpul di mulut-mulut gang sepanjang jalan. Saat itu belum terjadi apa-apa. Di sekitar Bintaro Plaza jalan telah di Blokir aparat keamanan, sehingga menahan massa dan menciptakan kerumunan besar. Aparat yang memblokir jalan berasal dari kesatuan Polisi dan beberapa dari Polisi Militer (PM). Aparat dari Kepolisian berjumlah sekitar 100-120 orang dan mereka mengenakan baju anti bentur dari busa tebal, tameng dan pentungan. Mereka terlihat hanya memblokir jalan dan menghalau siapapun yang mencoba melintas/mendekati area Bintaro Plaza. Meski sempat terjadi bentrokan antara massa dengan Aparat Kepolisian yang berada disektor IX kearah Bintaro Plaza tetapi tidak terjadi pemukulan terhadap massa. Sementara itu di sekitar perempatan Bintaro Plaza jumlah massa sekitar 1000 orang. Banyaknya warga yang keluar ke jalan-jalan di sekitar Bintaro Plaza karena sebelumnya telah beredar informasi di antara warga kalau Bintaro Plaza akan dijarah pada hari itu. Pertokoan Bintaro Plaza masih tetap aman, akan tetapi banyak gedung/pertokoan

Pukul 1 1.30-

15.30 WIB

Tanggal Awal Kejadian

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

yang tak jauh dari Bintaro Plaza menjadi korban perusakan dan penjarahan yang dilakukan oleh massa. Aparat keamanan yang ada saat itu terlihat hanya menjaga bangunan Bintaro Plaza. Tidak terlihat aparat mengambil tindakan apa-apa saat massa merusak dan menjarah toko/gedung di sekitar Bintaro Plaza. Toko-toko yang menjadi sasaran perusakan dan pejarahan adalah toko-toko disepanjangJI. BintaroRaya dan toko¬ toko dijalan Bintaro Raya menuju Kampung Utan. Terlihat massa membawa barang-barang hasil jarahan seperti peralatan listrik; lampu aksesoris rumah, kabel-kabel dan barang elektronik lainnya, dan ada pula yang membawa baju-baju/pakaian. Kebanyakan toko-toko/gedung yang dirusak massa adalah bangunan yang terletak disepanjangJl.TanahKusir sampai Bintaro hingga ke arahJI. Rempoadan juga JI. Kampung-Utan, umumnya pertokoan yang letaknya dipinggir jalan. Selama peristiwa terjadi tidak terlihat korban jiwa. Malam hari Sekitar Bintaro Jaya II warga melakukan ronda (jaga malam) yang dikordinir oleh ketua RW (ronda telah dilakukan sejak malam tanggal 13 Mei 1998). Dari sekitar lokasi terlihat banyak orang menjarah barang-barang dari sebuah mini market dan toko TOP. Penjarah umumnya warga biasa. Malam itu muncul isu akan ada penyerbuan dan penjarahan ke Bintaro.

Kode : JI₂₁₃ Lokasi : Sekitar Arteri Pondok Indah, Pondok Indah, JakartaSelatan Tanggal Awal Kejadian : 16 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Siang hari Saat pemakaman mahasiswa di sekitar Tangerang kendaraan di jalan tol dari Merak tidak bisa memasukiJakartakarena macet total. Pada papan (boarding) jalan tol menuliskan “macet di Grogol". Lewat radio terdengar mulai ada kerusuhan di sekitar Grogol. Pemberitaan berulang-ulang perihal penembakan mahasiswa di Trisakti terdengar dari beberapa radio. Pukul 19.00 Di sekitarJI.Arteri, sekitar komplek Kostrad telah ada rumor akan ada WIB kerusuhan dan beberapa warga sekitar terlihat bersiap-siap mengungsi, berkemas (menyimpan dokumen), terutama warga yang tinggal di dalam komplek Kostrad. Komplek Kostrad terlihat seperti siaga 1, tentara yang berada di dalam komplek

C. Kronologi Kerusuhan
berjaga di semua ujung jalan masuk komplek dengan membawa senjata. Ada yang berpatroli keliling di sekitar komplek. Beberapa pasukan mengambil posisi tersembunyi sehingga tidak terlalu terlihat/mencolok. Pada malam hari itu terlihat panser berada di sekitar Pondok Indah Mall. 14 Mei 1998 Pukul 10.00 Dari radio terdengar berita telah terjadi kerusuhan. Karyawan yang berkantor di WIB sekitar jl. Sudirman telah dipulanghkan sekitar jam 10.00 WIB. Di atas pukul Seseorang (warga sekitar JI. Arteri) menggunakan kendaraan dan beberapa orang

12.00 WIB lainnya yang melintas jalan Arteri memberitahu kalau Amigos sudah dibakar.
Saat itu warga telah keluar ke jalan. Berkelompok kecil-kecil di ujung jalan/gang-gang di sekitar jalan masuk. Warga keluar untuk menjaga agar wilayahnya tidak dimasuki. Banyak yang membawa peralatan seperti kayu dan lainnya. Sebagian massa kemudian berjalan ke arah Kebayoran Lama. Terlihat juga massa yang berjalan dari arah pasar Kebayoran Lama, menuju Pondok Indah. Mereka membawa peralatan seperti kayu dan lainnya. Kemudian tidak berapa lama mulai terdengar teriakan-teriakan dari massa saling memanasi untuk melempar atau merusak bangunan di sekitarnya. Pukul 12.15-SepanjangJI. Arteri Pondok Indah kearah Kebayoran Lama tampak massa sedang

13.30 WIB. melempari toko-toko, gedung-gedung perkantoran dan showroom mobil/motor
dengan batu dan benda-benda lain. Puluhan gedung dan perkantoran hancur dan dibakar massa Pukul 13.00 Ruko-ruko yang terletak antara Dunkin Donuts dan komplek Kodam mulai WIB dilempari. Terlihat seseorang di antara massa membawa pemotong besi/kawat (catut), berusia sekitar 20-30 tahun. la memutuskan gembok dan membuka pintu, lalu masuk ke dalam dan melemparkan barang-barang ke luar. Massa kemudian ikut menjarah baik barang yang dibuang keluar maupun yang berada di dalam bangunan/toko. Orang tersebut kemudian berpindah ke ruko lainnya, membuka gembok dan pintu lalu membuang barang dari dalam bangunan. Tidak semua ruko di bobol oleh orang tersebut. Ruko yang terlihat di bobol adalah showroom KIA, restauran, dan beberapa ruko. Ruko yang dibobol tidak bersebelahan langsung. Terlihat sebuah mobil berusaha dibakar. Tetapi karena tidak ada bensin di dalam kendaraan akhirnya tidak dibakar dan hanya dirusak (dilempari). Tidak semua ruko dibuka. Hanya ruko yang dibuka yang dijarah. Ruko lainnya

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

hanya rusak akibat dilempar, terutama kaca-kaca bangunan. Banyak barang jarahan dibakar di tengah jalan dan menimbulkan asap hitam. Sebagian massa lainnya membawa barang jarahan ke rumah. Sebuah ruko akhirnya dibakar massa. Pada siang hari Panser Marinir terlihat berada di sekitar gedung Erricson (sebelumnya berada di perempatan Pondok Indah Mall). Holland Bakery juga menjadi sasaran lemparan, tetapi tidak dijarah atau dibakar. Instalasi Kodam yang tidak jauh dari lokasi terlihat berisi aparat keamanan dan peralatan. Massa yang menjarah tidak berani melintasi instalasi Kodam tersebut. Pada waktu peristiwa terjadi pasukan yang berjaga di jalan masuk komplek Kostrad (setiap jalan dijaga sekitar 3-4 orang bersenjata) tidak mengambil tindakan pengamanan. Mereka terlihat melarang massa yang membawa barang jarahan bila melintasi jalan masuk komplek Kostrad. Saat peristiwa terjadi massa tidak berani melempar bangunan bila berada dekat dengan pasukan yang sedang berjaga.

Pukul 14.00 WIB;

Pukul 14.00-

17.30 WIB

Setelah Ashar
Setelah Magrib

tiba setelah pertokoan hampir habis dijarah massa. Aparat datang dengan membawa senjata laras panjang, gas air mata dan tameng. Saat tiba di lokasi, sekitar 100 aparat dari kesatuan Brimob tersebut langsug melakukan pengamanan dan menangkap massa yang sedang membawa barang jarahan. Puluhan orang ditangkap aparat. Sempat terjadi bentrok karena massa marah melihat sikap aparat yang langsung main pukul. Massa telah tumpah ruah di sepanjangjl. Arteri Pondok Indah. Mereka dengan leluasa melakukan perusakan dan penjarahan terhadap pertokoan di sepanjang itu. Beberapa banguanan yang menjadi korban antara lain showroom mobil, bengkel dan sparepart mobil, toko material, toko alat musik, furniture dll. Toko toko tersebut berada di sisi kanan dan kiri jalan yang mengarah ke Pondok Indah/Lebak Bulus serta arah Simpruk. Terlihat juga saat itu seseorang saat hendak merusak dan langsung membakar sebuah bengkel mobil dihalangi oleh sekelompok massa yang adalah warga setempat. Mereka kemudian terlibat adu mulut (cek-cok) yang berakhir dengan pemukulan terhadap seseorang tersebut hingga babak belur. Akhirnya massa melepaskan orang tersebut. Orang tersebut memilii ciri berbadan tegap, berambut tipis, mengenakan kaus putih dilapisi kemeja biru dongker. SekitarJI. ArteriPondok Indah tampak massa sedang merusak dan menjarah. Sekitar 50an toko menjadi korban. Massa juga terlihat melakukan perusakan terhadap fasilitas umum seperti lampu lalulintas, telpon umum, rambu lalulintas. Pada wilayah yang mendekati perumahan Pondok Indah, terlihat beberapa mobil yang sedang diparkir pada salah satu toko menjadi korban perusakan. Aksi perusakan dan penjarahan mulai berakhir setelah pasukan aparat terus bertambah di sekitar lokasi. Aparat mulai mendatangi lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Terlihat penambahan pasukan yang berjaga di jalan masuk komplek Kostrad sehingga setiap jalan dijaga sekitar 5-6 orang. Sekitar 8 truk pasukan PHH (Brimob) datang dari arah Pondok Indah dan berhenti di sekitar lokasi. Pasukan terlihat membawa persenjataan. Massa segera berlarian membubarkan diri dan masuk ke gang masing-masing. Kemudian aparat meninggalkan lokasi. Setelah pasukan pergi, massa kemudian keluar kembali, tetapi tidak melakukan aksi perusakan.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Pukul 20.00 WIB

Sekitar pukul

20.30 WIB 16 Mei 1998, 16 Mei 1998.

Kode Lokasi
Tanggal Kejadian
Waktu
14 Mei 1998

Pagi Hari

Pukul 10.00 WIB

Terjadi bentrok antara massa dan aparat keamanan di sekitar lampu merah yang berdekatan dengan pasar Kebayoran Lama. Jumlahmassa saat itu berkisar 500 orang sementara aparat sekitar 100 orang. Banyak massa menjadi korban dan beberapa ditangkap oleh aparat. Terlihat pasukan berpatroli melintasi sekitar lokasi. Terlihat sekitar 2 motor aparat keamanan juga melakukan patroli melintas sekitar lokasi.

SepanjangJLArteri PondokIndah terlihat sekitar 20 ruko habis terbakar. Sementara Pondok Indah Mall tutup dan di depannya terlihat satu buah panser.

JI2I4
: Pertokoan Mitra, Sekitar Mayestik,

Velbak Keb. Lama,JakartaSelatan : 14 Mei 1998 Kronologi

Sekitar Gandaria 1, dibelakang RS.Muhammadiyah, beberapa warga berkumpul di halaman depan rumah membicarakan kerusuhan yang sudah terjadi dibeberapa tempat diJakarta. Terjadi kerumunan massa di jalur Kereta Api Kebayoran-Lama (dekat PS.Kb.Lama). Terlihat tawuran antara sekelompok pelajar dan warga setempat. Mereka saling lempar batu dan benda-benda lainnya. Kelompok pelajar yang berjumlah sekitar 100 orang, kemudian mulai merusak beberapa rumah dan warung yang berada disekitar lokasi. Kelompok pelajar STM Kebon Jeruk itu mulai membakar sebuah warung makan (Warteg/Warung Tegal). Melihat itu, warga setempat menjadi marah dan kemudian menyerang balik kelompok pelajar tersebut. Akhirnya tawuran merembet sampai ke J

1.Velbak/JI.Singgalang dan mengakibatkan kerusakan beberapa bangunan di wilayah itu. Peristiwa itu selanjutnya memancing warga lain berkumpul sehingga kerumunan massa semakin banyak di sepanjang jalan. Kemudian terjadi aksi perusakan dan penjarahan toko-toko, khususnya toko milik etnis Tionghoa. Sekitar daerah Mayestik, Kebayoran Lama, tampak banyak kerumunan orang (massa) yang sedang melakukan aksi perusakan dan pembakaran. Pos Polisi dan beberapa pertokoan, Kantor telah habis dirusak dan dibakar massa. Supermarket MITRA yang menjual barang-barang mewah, dirusak dan dijarah
Pukul 1 1.00 WIB

Pukul 13.00-

C. Kronologi Kerusuhan
14.00 WIB. massa yang berjumlah sekitar 500 orang. Massa bukan hanya warga setempat
tetapi juga yang datang dari Cipulir dan dari arah Cileduk. Saat menjarah beebrapa terlihat mengangkut barang jarahan dengan menggunakan gerobak. Sempat terlihat saling pukul antara massa penjarah dengan keamanan gedung, tetapi akhirnya dilerai oleh massa yang berada di sekitar lokasi. Di sebelah pertokoan Mitra terdapat kantor Kejaksaan yang juga menjadi sasaran perusakan dan penjaran massa. Selain itu massa juga menghancurkan beberapa kendaraan yang sedang parkir di halaman ( rata-rata Mobil yang dirusak pada saat itu yang ber plat merah). Saat peristiwa berlangsung tidak terlihat aparat keamanan maupun adanya korban jiwa. Tidak jauh dari pertokoan Mitra terdapat toko ban kendaran yang dimiliki seorang etnis Tionghoa. Massa terlihat merusak dan menjarah toko tersebut. Setelah itu mengumpulkan beberapa ban dan membakarnya di dalam area toko. Akhirnya seluruh toko dan kendaraan yang berada di sekitar toko ikut terbakar. Saat massa mulai mulai membakar ban dan bangunan, laki-laki pemilik toko berhasil keluar dari dalam toko. Sementara ibu dan 2 anaknya, ketakutan karena diancam akan dihabisi nyawanya oleh massa, tidak berani keluar dari bangunan. Akhirnya ketiganya terbakar hidup-hidup di dalam bangunan. Saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat di sekitar lokasi. Pukul 14.00 Kerusakan di sekitar pasar Kebayoran Lama lebih parah dari pertokoan Mitra. WIB Kesaksian lain menyebutkan bahwa pada pertokoan Mitra (Plaza Kebayoran) yang tidak jauh dari lokasi perusakan diJI.Velbak, terlihat seseorang melempari Dunkin Donuts. Orang tersebut tampak tidak memperdulikan massa (sekitar 300 orang) yang menonton aksinya tersebut. Setelah berhasil merusak kaca dan kemudian masuk menjarah barang dan makanan, massa yang berada di sekitarnya lalu mengikuti menjarah isi toko. Akhirnya bangunan tersebut dibakar oleh massa. Aksi yang terjadi di sekitar wilayah tersebut dengan cepat menjalar ke wilayahJI.Arteri PondokIndah.

Kode : J₁₂₁₅

Lokasi :JI.Ampera,JakartaSelatan Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998

Mei 1 998: Fakta. Data dan Analisa

Pukul 10.30 Guru-guru sekolah Menengah Industri Negeri Pariwisata (SMIP-Negeri) di JI. WIB Taman Margasatwa, Ragunan, setelah istirahat sekolah mengumumkan bahwa seluruh siswa dipulangkan serempak pada pukul 10.30 WIB. Tidak diberitahukan sebab/masalah apa sehingga dipulangkan cepat pada hari itu. Saat keluar dari sekolah, kendaraan umum yang biasa beroperasi sudah tidak ada. Hampir seluruh murid pulang dengan berjalan kaki. Kemudian tidak jauh dari sekolah terlihat (beberapa puluh meter sebelum Cilandak), tampak banyak asap dari sekitar Cilandak. pukul 1 1.30 Di sekitarJI. Ampera terlihat banyakmassa berkumpul di tiap-tiap gang WIB disepanjang jalan. Massa juga terlihat ramai hingga memenuhi tengah jalan. Kemudian sebuah toko sembako besar yang berada tepat di gang Kancil, serempak dimasuki massa dan mengambil barang-barang di dalamnya. Pemilik dan pegawai toko sudah tidak terlihat saat itu. Jumlahmassa kira-kira ratusan (500 orang). Setiap gang (sekitar 11-12 gang) yang berada di jalan tersebut berkerumun sekitar 50an orang. Pada saat peristiwa terjadi tidak terlihat Aparat Keamanan di lokasi, baik dari Polisi maupun TNI. Sempat terlihat 5 Unit Mobil Truk Marinir Cilandak melintas di sekitar lokasi tetapi tidak melakukan tindakan pengamanan. Tidak terjadi aksi pembakaran saat peristiwa terjadi. Perusakan terjadi pada sekitar 7-8 lokasi. Massa terlihat sempat memasuki Gedung Pengadilan Negeri Jaksel dan halaman perkantoran Institut llmu Pemerintahaan (IIP), tapi tidak melakukan perusakan. Pukul 1 1.00-Trlihat beberapa orang sengaja mengerahkan/menghimpun massa, setelah orang

12.00 WIB tersebut menyuruh massa melempari pertokoan lantas mereka menyuruh
masuk ke dalam pertokoan untuk melakukan penjarahan. Pada saat yang hampir bersamaan terlihat massa lain sedang merusak 2 unit mobil yang kebetulan parkir di salah satu toko yang menjadi sasaran massa. Terlihat juga seseorang mencoba melarang dan mengahalangi aksi massa tersebut. Massa kemudian justru semakin marah dan merusak mobil tersebut, walau tidak membakarnya.

Kode :J1216 Lokasi : Sekitar Pasar Kebayoran Lama (JI. Sanusi Keb. Lama),JakartaSelatan Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998,

14 Mei 1998

Pukul 14.00 WIB Pukul 14.15 WIB

Pukul 14.35-

18.15 WIB

Kode

Lokasi Tanggal Kejadian Waktu 14 Mei 1998 Pukul 06.30 WIB Sekitar pukul 1 1.30 WIB.

Situasi di sekitar pasar Kebayoran Lama situasi lebih parah dari pertokoan Mitra. Toko-toko milik etnis Tionghoa di sekitar JI.Sanusi, Kebayoran Lama dirusak dan dijarah massa. Pusat perbelanjaan yang berada di sekitar lokasi juga terlihat terbakar. Terlihat 10 truk tronton aparat Kepolisian/Brimob berada di sekitar lokasi memblokir seluruh jalan akses keluar masuk yang memungkinkan massa menuju daerah-daerah pertokoan atau pasar di sekitar lokasi. Setiap perempatan dan pertigaan lampu merah diblokir aparat Brimob dan beberapa patroli Motor telah siap menghalau massa. Tidak lama setelah aparat memblokir jalan, kerumunan massa mencoba menerobos blokade. Terjadi bentrok antara massa dengan aparat yang membawa perlengkapan tameng dan pentungan. Massa akhirnya melempari aparat dengan batu dan benda-benda lainnya dan aparat membalasnya dengan memukuli massa yang berada disepanjang jalan tersebut. Aparat kemudian mengejar massa yang lari dan masuk ke dalam perkampungan warga. Pada saat bentrokan banyak massa menjadi korban karena dipukul dan diinjak-injak oleh aparat. Sekitar 20 Menit setelah bubar, massa mulai berkumpul kembali dan balas menyerang aparat Brimob. Massa terlihat marah karena banyak dari mereka menjadi korban, sehingga terjadi bentrokan yang ke2. Massa masih ramai berkerumun di sekitar lokasi. Massa mulai mereda sekitar pukul 18.15 WIB.

:J1217 : JI.Radio Dalam,JakartaSelatan

. 14 Mei 1998,

Kronologi

SekitarJI.Taman Radio Dalam situasi masih seperti biasa.

Telah banyak massa berkerumuan di sepanjangJI.Radio Dalam dan memenuhi satu jalur jalan dari arah Pondok Indah menuju Blok M. Belum terjadi

Pukul 12.15 WIB

Pukul 13.30 WIB

Pukul 13.30-

14.00 WIB Pukul 14.00-
14.30 WIB.
Data dan Analisa

kerusuhan. Pada jalan menujuJI.ArteriPondok Indah, pada sebuah toko alat-alat musik, telah terjadi aksi Perusakan dan Penjarahan. Jumlahmassa sekitar 200 orang. Peristiwa diawali dengan melempari kaca gedung-gedung dan pertokoan, setelah itu massa mulai memasuki bangunan dan menjarah. Setelah habis menjarah massa kemudian membakar pertokoan. Sekitar Kebayoran lama situasi lebih parah. Banyak pertokoan dan gedung-gedung dibakar massa. Sementara itu tidak terlihat adanya aparat keamanan di sekitar lokasi. Pertokoan dan perkantoran sepanjang jalan JI.Radio Dalam telah hancur dirusak massa. Sisi kanan dan kiri jalan telah dipenuhi massa yang sedang dan akan melakukan aksi-aksi perusakan serta penjarahan Sebuah toko sembako di pertigaan H.Nawi dan Pondok Indah dirusak dan dijarah massa. Awalnya massa hanya berkumpul dan berteriak-teriak di sekitar lokasi. Kemudian perlahan mereka mulai mendekati toko yang telah terkunci dari dalam dan mulai melempar dan membuka paksa. Sementara itu pemilik toko (etnis Tionghoa) menyaksikan aksi tersebut dari lantai 2 bangunan. Setelah berhasil membobol pintu, massa akhirnya masuk ke dalam bangunan. Tidak lama kemudian terlihat pemilik toko turun dengan membawa pedang dan berusaha menghalau massa. Usaha tersebut tidak berhasil dan pemilik toko dipukuli ramai-ramai. Massa akhirnya menjarah isi toko. Umumnya barang yang dijarah adalah bahan makanan. Saat massa hendak membakar toko, karyawan toko (warga non Tionghoa) terlihat berusaha menahan massa, tetapi tidak cukup berhasil. Tidak lama kemudian datang 4 aparat keamanan PHH/TNI-AD ke lokasi dengan mengendarai motor. Mereka hanya memperhatikan massa. Massa masih tidak menghiraukan dan terus menjarah. Kemudian pasukan aparat lainnya datang dan semakin banyak, sekitar 20-25 orang. Mereka membawa tameng, pentungan, senjata laras panjang dan gas air mata. Setelah aparat melepaskan gas air mata, baru massa membubarkan diri. Massa tidak langsung meninggalkan lokasi tetapi masih tetap berkerumun tidak jauh dari lokasi. Jumlahmassa waktu itu sekitar 500-600 orang, umumnya adalah warga di sekitar lokasi. Situasi di sepanjangJI.Radio Dalam mulai mereda setelah aparat datang di lokasi. Situasi telah reda, tetapi masih banyak berkumpul di sepanjang JI.Radio Dalam.

Pukul 15.00 WIB. Pukul 17.00

WIB.

Kode Lokasi Tanggal Awal Kejadian Waktu 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 WIB

Kode Lokasi

Waktu
April 1998
13 Mei 1998

Sekitar 09.00 WIB. Sekitar 10.00 WIB. Sekitar 1 1.00 WIB

C. Kronologi Kerusuhan
Massa terkesan menunggu aparat meninggalkan lokasi dan bersiap kembali menjarah. Sementara itu terlihat sebuah toko Fuji Film di JI.Taman Radio Dalam telah hancur dan habis dijarah.

:J¹²¹⁸

: Kampus UPN, Pondok Labu,JakartaSelatan : 14 Mei 1998 Kronologi

Mahasiswa UPN sedang malakukan aksi mimbar bebas di dalam kampus. Sementara itu banyak warga berkerumun di luar kampus menyaksikan mimbar bebas tersebut. Kemudian datang puluhan pemuda (banyak terlihat menggunakan pakaian SMU) dengan menggunakan 2 truk dan 1 mikrolet. Mereka mengajak mahasiswa untuk turun ke jalan, tetapi mahasiswa tidak mengindahkan ajakan tersebut. Akhirnya kelompok pemuda tersebut mulai mengejek mahasiswa dan mengatakan “"mahasiswa pengecut”

J 1 1 01
: Sekitar Topaz, JI. K.H. Tapa, Jakarta Barat

: 13 Mei 1998 Kronologi Muncul edaran dari KodimJakartaBarat kepada pihak pengelola TOPAZ yang menawarkan jasa pengamanan selama bulan Mei 1 998

Banyak toko terlihat masih buka di dalam komplek Tomang Plaza.

Ribuan massa terlihat memenuhiJI.Kyai Tapa.

Terlihat massa dalam jumlah yang sangat besar berkumpul di sebelah timur Rumah Sakit Sumber Waras, di belakang Tomang Plaza. Mereka memadati jalan selebar sekitar 8 meter di timur RS Sumber Waras dan membentuk barisan sepanjang sekitar 100 meter. Sebagian orang-orang tersebut memakai jaket baik yang berwarna kuning maupun biru. Berbaur dengan massa yang berpakaian biasa tanpa mengenakan

Tanggal Awal Kejadian

Mei 1 998: Fakta. Data dan Analisa

jaket atau atribut lain. Sekitar tengah Massa terlihat sedang siap-siap menuju kejl. Kyai Tapa. Sementara itu Pos Polisi hari tertutup dan tampak bangku-bangku penghalang jalan berada di sekitarnya. Kemudian massa terlihat semakin bertambah banyak memenuhi jalan sepanjang perempatan Grogol hingga di depan Tomang Plaza. Banyak massa terlihat datang dari arah Roxy Mas. Mereka rata-rata orang dewasa laki-laki dan sebagian kecil adalah ibu-ibu dan anak-anak. Sekitar 12.00 Pengelola Topaz (Tomang Plaza) lewat Satpam Matrix memerintahkan semua WIB. toko agar ditutup (termasuk gerbang depan dan koridor). Sekitar 1 3.00 Dari sekitarJI. Latumententerlihat asap tebal mengepul di daerah Grogol dekat WIB Citraland. Sementara itu Pospol yang berada disudut RS. Sumber Waras telah juga dibakar massa. Massa terlihat berusaha menjarah ATM BNI di Topaz. Sekitar 15.00 Sekitar Tomang Plaza terlihat pasukan dengan baret ungu, kira-kira enam-tujuh WIB. orang duduk-duduk dengan senjata laras panjang. Dibelakangnya dua truk tentara berterpal parkir melintang di depan Rumah Sakit Sumber Waras. Sementara itu massa mencoba menyerbu ATM BCA tapi tidak berhasil. 14 Mei 1998 Sekitar 8.30 Terlihat beberapa toko di Topaz pada bagian kaca depan maupun rolling door WIB. telah ditempel kertas dengan tulisan “milik Haji... / Pribumi". Sekitar 9.30 Ribuan massa telah berkerumun di sekitar Topaz. Terdengar salah satu orang WIB. berbadan tegap di tengah massa berteriak mengajak massa menjarah Topaz. Setelah itu terlihat massa bergerak menuju arah Harmoni. Sepanjang jalan menujuJembatanKali Banjir Kanai telah ada batu-batu dan potongan-potongan kayu (terdapat paku menempel), yang kemudian diambil oleh massa. Sementara itu di Roxi Mas banyak tentara telah berjaga. Tidak lama kemudian kemudian beberapa orang terlihat mengajak massa kembali ke Topaz dan diikuti sebagian massa. Diantara massa tersebut ada yang membawa potongan besi dan martil. Massa saat dikomando tiga orang anak muda berbadan tegap dengan memakai tas pinggang menuju Topaz dari Roxi Mas. Mereka berjalan kaki melewati kali Jeling. Kemudian dari tengah massa terdengar teriakan “serbu Topaz!”. Massa kemudian berusaha dicegah masuk ke dalam Topaz oleh pengurus pertokoan Topaz dan seorang Satpam. Di depan Topaz massa mulai melempari bangunan dengan batu-batu. Terlihat juga di antara mereka membawa Molotov dan melemparnya ke Pos Satpam dan

Kronologi Kerusuhan

toko Bond-Bond. Mereka akhirnya merusak gembok-gembok pintu gerbang. Setelah pintu gerbang terbuka massa yang masuk semakin bertambah banyak. Massa akhirnya mulai menjarah toko elektronik dan salon DANIEL. Barang-barang dikeluarkan dan dibakar di halaman parkir. Sekitar 10.00 Tedengar beberapa kali letusan dengan api di toko BOND-BOND (satu-satunya WIB. toko di Topaz yang buka saat itu). Setelah itu massa bergerak ke arah RS Sumber Waras. Sementara itu di sekitarJI.Susilo (berpotongan dengan jalan utama) terlihat sweeping oleh sekelompok massa terhadap etnis Tionghoa. Terlihat seorang etnis Tionghoa dalam angkutan mokroletJB03 dipaksa turun dan dipukuli lalu merampas barang-barangnya. Kelompok tersebut sebagian besar adalah anak-anak remaja dengan 3 orang yang berbadan tegap berpakaian lusuh yang terlihat memberi perintah kepada anak-anak remaja tersebut. Saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Sekitar 14.00 Dari stasiun TV terlihat Topaz dan toko-toko di dalamnya telah terbakar. WIB Sekitar 14.00 Massa mulai melempari dan menjarah BCA maupun Salon Rudi Hadisuwarno WIB. yang bersebelahan dengan RS Sumber Waras. Satu mobil kemudian di bakar di halaman belakang Salon. Tetpai Tumah Makan Padang yang berada di antara BCA dan salon tidak ikut dijarah, tapi terbakar akibat rembetan api dari BCA dan salon. Api di Topaz mulai membesar dan merembet keseluruh pertokan plaza. Sementara itu sepanjangjl. Kyai Tapa sangat sepi kendaraan bermotor. Sekitar 1 7.30 Di sekitar ITC terlihat beberapa tentara berjaga. Setelah jumlah massa telah jauh WIB. berkurang, mereka mulai mengamankan beberapa penjarah dan memasukkannya ke dalam truk tentara bersama dengan barang jarahan. Selanjutnya tentara menyuruh massa masuk ke gang-gang yang berada di sekitar jalan. Catatan Se/ama peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan berada di sekitar lokasi. Saat massa berbalik dari ITC Roxy Mas menuju Topaz dan sebelum Topaz dijarah atau dibakar, tentara yang berada di Roxy Mas tidak melakukan tindakan pencegahan. Setelah massa berkurang baru terlihat mereka mengambil tindakan terhadap massa.

  • Beberapa pemilik toko di Topaz pasca kerusuhan melakukan gugatan terhadap

Data dan Analisa

pengelola gedung (YALA SENA). Pengadilan telah mengabulkan gugatan mereka (ganti kerugian). Sekitar 20.00 Di sekitar wilayah Tambora, tersebar kabar akan diserbu preman-preman yang

WIB. disewa orang-orang etnis Tionghoa dari Kelurahan Krendang. Warga akhirnya
melakukan ronda malam.
16 Mei 1998
16 Mei 1998, Tomang Plaza terlihat hangus total.
Kode Lokasi : 102
Tanggal Awal Kejadian 12 Mei 1998 21.00 WIB Trisakti. Bentrok ini mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia. : 1 2 Mei / 998
Sekitar 22.00 Terlihat dua Polisi Militer mendatangi RS. Sumber Waras dan disusul Letjen
WIB 13 Mei 1998 Prabowo Subianto. Kehadiran Prabowo Subianto yang melayat jenasah memancing kemarahan mahasiswa, tetapi tidak sampai terjadi bentrokan karena berhasil dilerai beberapa dosen dan mahasiswa.
Sekitar 0 1.00 Sjafrie Syamsuddin dan ajudan mendatangi kampus Trisakti. Saat tiba di
WIB. lokasi, walaupun sempat bersitegang dengan mahasiswa, tidak terjadi bentrok.
Sekitar 03.00 Sjafrie Syamsuddin beserta ajudan meninggalkan kampus.
WIB Sementara itu jenasah mahasiswa korban penembakan dibawa ke Kampus Trisakti dengan iringan mahasiswa.
Pagi hari Mahasiswa mengadakan acara berkabung di dalam kampus Trisakti. Kampus

JI : Sekitar Kampus Trisakti, JI. Kyai Tapa, Jakarta Barat

Waktu Kronologi

Sekitar 20.00-Di RS. Sumber Waras terlihat banyak mahasiswa terluka dan dirawat akibat penembakan dan bentrok dengan aparat keamanan yang terjadi di sekitar kampus

sendiri mulai dipadati mahasiswa dan Menwa (resimen mahasiswa) terlihat berjaga di sekitar kampus dan menyeleksi siapa-siapa saja yang akan masuk ke dalam kampus. Hanya mahasiswa dan orang-orang tertentu yang boleh memasuki halaman kampus. Banyak mahasiswa dari kampus lain terpaksa memasuki Trisakti melalui kampus Untar yang berada disebelahnya. Pagi itu direncanakan banyak tokoh-tokoh masyarakat akan mendatangi kampus Trisakti. Sementara itu di luar kampus massa masyarakat sudah mulai banyak berkumpul.

Pagi hari

Sekitar jam

09.00
Sekitar 09.00-

10.00 WIB Sekitar 1 1.00 WIB
* Saat itu mahasiswa memutuskan untuk cooling down. Di antara mahasiswa berkembang isu akan adanya eskalasi massa setelah penembakan di Trisakti dan akan muncul skenario seperti peristiwa Malari tahun 1974. Terjadi keramaian di luar kampus Trisakti. Sebagian mahasiswa ingin keluar kapus tetapi sebagian lagi memilih bertahan di dalam. Karena situasi di luar telah ramai, terlihat ada mahasiswa yang meminta masyarakat untuk masuk, namun ditolak. Tiba-tiba di jalan layang (depan kampus Trisakti) dari arah Tomang ke Grogol (menuju Latumenten) terlihat pasukan berseragam Polisi dengan mengendarai motor melintas. Jumlahnya berkisar 20 motor, satu motor berisi dua orang. Mereka terlihat seperti memanas-manasi mahasiswa dan massa. Mereka bolak-balik di jalan tersebut dan sempat melepas tembakan. Suasana akhirnya jadi memanas. Kondisi memanas tersebut sempat menimbulkan bentrok antara Polisi dengan mahasiswa dan masyarakat. Sementara itu terlihat pasukan dari Kodim bersenjata lengkap, kira-kira 1 00-an orang, di sepanjang jalan Untar ke arah Tomang, mereka diam saja melihat perkembangan situasi yang terjadi. Di antara mereka terdengar sesekali berteriak “udah masuk, masuk!". Ribuan mahasiswa berkumpul di dalam kampus saat melakukan mimbar bebas dan mengikuti upacara pelepasan jenazah di lapangan parkir kampus. Mayjen Sjafrie Syamsudin datang ke Kampus Trisakti. Sempat terjadi kericuhan kecil antar mahasiswa dengan Sjafrie Syamsudin, beberapa mahasiswa berteriak
"pembunuh, usir, tidak pantos dia datang ke sini, tentara pembunuh mahasiswa". Situasi akhirnya terkendali setelah dilerai dosen dan mahasiswa lainnya. Tidak terjadi bentrok. Diluar kampus, selain massa yang semakin bertambah banyak, penjagaan oleh aparat terlihat ketat. Sekitar 500 aparat yang terdiri dari PHH dan Polisi tersebar diJI. Kyai Tapa,fly over, pompa bensin dan JI.Daan Mogot (depan mall Citraland). Sesudah Sjafrie Syamsudin meninggalkan Kampus Trisakti sempat terjadi aksi lempar mahasiswa yang kemudian dibalas oleh tembakan dan gas air mata oleh aparat. Suasana hiruk pikuk terlihat di dalam kampus Trisakti, banyak karangan bunga tanda simpati. Beberapa tokoh politik dan masyarakat seperti Hariman Siregar, Wimar Witular, Megawati, Amien Rais berkumpul melakukan orasi. Mereka memberi dukungan reformasi yang dipelopori mahasiswa.

Sekitar 1 1.00-

13.00 WIB

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sementara massa di luar kampus terus bertambah. Terlihat sekelompok massa (sekitar 20 orang) datang dari arah Roxy ke depan kampus Trisakti. Tidak berapa lama, kemudian mereka berbalik ke arah perempatan jalan dan akhirnya bergabung dengan massa yang sebelumnya telah berkumpul di JI. Daan Mogot dan jalan yang mengarah ke RS. Jiwa Grogol. Massa berteriak-teriak dan menyuruh mahasiswa keluar. Di antara massa terlihat ada yang membawa kayu dan besi, tidak terlihat membawa senjata tajam. Saksi mata lain menyebutkan tidak jauh dari waktu ini terlihat gas air mata disemprotkan ke dalam kampus. Sementara mahasiswa terlihat tidak berbuat apa-apa. Tidak diketahui asal gas air mata. Kemudian jenazah mahasiswa korban penembakan diberangkatkan. Dalam selang waktu tersebut terlihat beberapa helikopter berputar-putar di atas kampus Trisakti. Beberapa saksi melihat berisi penumpang berbaret kemerahan. Terlihat helikopter turun di depan kantor Walikota Jakarta Barat dengan pasukan, mereka tidak langsung ke Trisakti, tetapi berkumpul lebih dahulu, tidak tahu ke mana setelah itu. Mereka ber senjata lengkap, pistol dan laras panjang, serta ransel. Helikopternya jenis Puma berwarna hijau, lambang angkatan darat dengan puluhan pasukan. Saksi lain menyebutkan telah melihat 3 buah helikopter (berwarna hijau dan abu-abu hitam) terbang rendah. Helikopter tersebut terlihat pada waktu yang hampir bersamaan saat muncul asap dan kobaran api yang berasal dari lokasi parkir Citraland dan dari Hotel Daan Jaya. Bangunan rumah yang terletak sekitar 500 m dari hotel Daan Jaya terbakar. Tiba-tiba terlihat 4-8 tronton (kemungkinan besar pasukan kostrad), mereka melakukan penembakan “acak”. Mahasiswa membalas dengan pelemparan. Tidak ada mahasiswa yang menjadi korban. Kemudian pasukan tersebut meninggalkan kampus Trisakti menuju jin. S. Parman. Tidak berapa lama kemudian sebuah truk sampah berwarna orange tiba-tiba bergerak dari bawah jembatan layang menuju terminal. Truk tersebut kemudian menabrak trotoar dekat Polsek Grogol. Kemudian truk tersebut dibakar massa. Saat itu tidak terlihat Aparat Kepolisian berada di dalam Polsek. Terlihat sebuah truk berpenumpang dan dihadang massa dan penumpangnya

Sekitar 1 4.00 WIB

Sekitar 15.00-

15.30 WIB
Sekitar 16.00 WIB

Sekitar 16.00-

17.00 WIB
gas truk dan kemudian truk tersebut meluncur kencang ke arah pasukan Marinir yang mungkin dikira Polisi. Truk tersebut akhirnya menabrak Pos Polisi. Kemudian massa mengobrak-abrik pos dan truknya serta membakar bangunan POM Bensin. Setelah itu baru terlihat molotov dilempar-lempar. Setelah sebuah truk dibakar di perempatan jalan, sekitar 8-12 orang terlihat mengarahkan massa membakar pom bensin dan Pos Polisi yang berada dekat triminal Grogol (depan kampus Trisakti). Aksi tersebut tidak berhasil dilakukakan karena dihadang aparat Kepolisian dengan melepaskan tembakan ke arah massa.

  • Setelah pebakaran truk, massa terlihat mulai melakukan perusakan. Dimulai dengan menggoyang-goyang tiang lampu jalan hingga rubuh.
  • Dari arahJI.Daan Mogot terlihat kelompok adanya massa lain. Mereka saling lempar dengan massa yang berasal dari arah Roxy.
  • Massa di depan kampus Trisakti diperkirakan sekitar 2000-an orang.
  • DariJI. Latumenten terlihat asap tebal mengepul di daerah Grogol dekat Citraland Di antara massa terlihat 3 kelompok yang datang dalam waktu berbeda dan terlihat saling kenal. Saat bertemu, kelompok-kelompok massa ini melakukan tos-tosan tangan. Kesaksian lain menyebutkan, melihat sekitar sepuluh tentara berada di dekat pompa bensin GrogolJI. KyaiTapa mengarahkan tembakan ke mahasiswa di Kampus Trisakti. Saksi lain juga melihat bentrokan antara mahasiswa dan aparat berlangsung sampai sore. Saat bentrok terjadi, telah ramai orang di sekitar lokasi karena banyak orang pulang kerja. Massa sebelumnya berkumpul di sekitar kampus Trisakti mulai menyebar ke arah Roxy, Tomang, S. Parman, Daan Mogot dan Citraland. Setelah massa bubar terjadi pembakaran di beberapa lokasi yang dilewati. Massa yang berada di depan kampus mengajak mahasiswa untuk keluar dan bergabung. Massa yang mengajak tampak saling mengenal. Ajakan tersebut tidak diikuti oleh mahasiswa. Terlihat pasukan berseragam abu-abu membawa senjata dan tameng berjumlah ratusan orang. Mereka berasal dari arah Slipi menuju terminal Grogol. Pasukan ini tidak mempergunakan identitas apa-apa. Pasukan ini sama sekali tidak

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

berusaha menghalau massa. Mereka hanya berbaris sambil memandang ke arah kampus Trisakti, kemudian balik ke arah mereka datang dan berhenci di depan kampus Trisakti. Terlihat dua helikopter terbang rendah di atas kampus Trisakti dan menyemprotkan gas air mata ke arah mahasiswa. Dari helikopter tersebut, tampak 2-4 orang turun dengan pakaian terntara dan bersenjata lengkap. Asap gas air mata mulai mengganggu mahasiswa di dalam kampus maupun massa yang berada di luar kampus. Kemudian mahasiswa menyemprotkan air hidran untuk menghalau asap tersebut. Sebagian mahasiswa kemudian terlihat meninggalkan kampus. Banyak yang keluar melalui kampus Untar. Sementara itu tampak banyak mobil tronton parkir di S. JI. Parman.

Kode :JI¹⁰³ Lokasi : JI. Raya Tugabus Angke,JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998. Sekitar 2 1.00 Terjadi kebakaran di sebuah diskotik di dekat komplek JI. Tubagus Angke WIB Grawisa (hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya api belum padam). 14 Mei 1998, Sekitar 1 1.30 Warga dan penghuni ruko-ruko berdiri di depan bangunan untuk berjaga-jaga. WIB. Sementara itu massa telah banyak berkumpul dan lalu lalang di sepanjangjl. Raya Tubagus Angke. Umumnya massa datang dari arah Dua dan Pesing Jembatan Sekitar 14.00 Sekitar 500 orang terlihat merusak pagar-pagar sepanjang jalan tersebut. Mereka WIB. melempar ruko Angke Megah dan Indo Ruko yang berada di RW 010 dengan mempergunakan batu dan kayu. Sekitar 1 4.30 Warga dan penghuni ruko sempat bersitegang dengan massa (sekitar 500 orang), WIB. adu mulut, karena massa berusaha masuk ke ruko di wilayah RW 010. Kemudian dari tengah kerumunan massa, salah satu orang berteriak “bakar! bakar! Jarah!”. Setelah massa gagal memasuki ruko di RW 010, mereka kemudian bergerak ke arah Taman Harapan Indah,JI. Tubagus Angke,di wilayah RW 07. Kira-kira pukul Terlihat asap tebal dan api yang membakar beberapa ruko di Taman Harapan

16.00 WIB. Indah. Banyak massa yang menjarah di lokasi tersebut sambil membawa barang
jarahan, melintasi RW 010.

dua hari). Saat peristiwa terjadi di di Taman Harapan Indah tidak terlihat aparat keamanan maupun pemadam berada di lokasi tersebut. 15 Mei 1998 15 Mei 1998, Terlihat sebuah truk tentara yang berisi pasukan hanya melewati RW 010. Truk tersebut datang dari arahJembatandua menuju arah Pesing. Api masih menyala di ruko-ruko yang dibakar massa. 16 Mei 1998 Api mulai padam. 17 Mei 1998 Diketahui setidaknya delapan ruko dan dua motor terbakar di pertokoan Taman Harapan Indah Ketua-ketua RW di sekitar lokasi mendapat himbauan dari kelurahan untuk meningkatkan Siskamling. Wargapun melakukan ronda (Siskamling) selama 1 1 hari sejak 14 Mei 1998.

Kode :JI104 Lokasi :JI.Raya Palmerah,JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 1 1.00 Di tengah jalan antara Hiltom dan Grogol terlihat api masih menyala dari ban

Sekitar
WIB. mobil yang dibakar. Ban tersebut ditutupi peti dan bambu. Sementara itu di

perempatan Slipi terlihat sekitar ribuan massa sedang berkerumun hingga mencapai PolresJakartaBarat. Kendaraan yang melintasi wilayah tersebut dihentikan oleh massa. Selain memeriksa KTP, sekelompok orang tersebut juga menanyakan: dari mana, tinggal di mana dan hendak kemana. Selanjutnya pengendara diperintahkan berbelok ke arah Palmerah. Di sepanjang jalan Palmerah sudah terlihat banyak kerumunan massa, tetapi belum terjadi apa-apa. 13 Mei 1998 Pukul 1 1.0-Massa telah banyak berkumpul disepanjang jalan antara pasar Pal Merah sampai 1 1.45 WIB perempatan lampu merah Slipi. Massa mulai melempari/merusak toko-toko di

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

sekitar perempatan Slipi. Massa yang berjumlah sekitar 300 orang berusaha memasuki pertokoan yang dengan cara merusak pagar/pintu toko. Banyak massa terlihat membawa tongkat kayu, balok kayu, batu dan benda-benda lain. Tidak terlihat aparat di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi. 14 Mei 1998 Pukul 08.0-Pertokoan di sekitar Pal Merah mulai dijarah massa. Sekitar Perempatan Slipi

08.15 WIB menuju arah PS. Kebayoran, bengkel, toko onderdil motor telah dikerumuni
massa di bagian depan toko-toko. Pemilik toko terlihat ketakutan karena massa
sudah berteriak-teriak "Woi...Cina...Cina..!!!”

Kode; JI 105 Lokasi: JI. Raya Daan Mogot, JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 1 2.00-Di sekitar Daan Mogot, (dekat Showroom Toyota) telihat sebuah mobil sedan

12.30 WIB dalam keadaan terbakar, dan satu movil lainnya sedang dibalikkan massa. Sambil
membalikan mobil terbut,massa tersebut berteriak “bakar!". Sepanjang jalan tersebut tidak terlihat aparat keamanan baik. Sekitar 1 3.30 Terlihat asap membubung di sekitar km 11-12 (sekitar Satelindo) dan warga WIB mulai keluar dari gang-gang di sepanjang jalan. Warga yang keluar tersebut menjadi kerumunan massa dan bertambah banyak setelah anak-anak sekolah yang baru keluar dari sekolah ikut bergabung. Lalu lintas di sepanjang jalan terlihat sepi. Kendaraan dari arah Grogol telah kosong. Dari arah Kalideres kendaran berbalik arah di putaran Pasar. Tidak lama kemudian, seorang perempuan etnis Tionghoa, usia sekitar 20 tahun, warga Perumahan Daan Mogot, keluar dari sebuah gang (gang keluar komplek perumahan Daan Mogot Estate) menggunakan stralet berwarna abu-abu. Tukang ojek biasa mangkal di ujung gang sempat menahan kendaraan tersebut dan meminta untuk kembali ke perumahan. Walaupun telah dijelaskan sedang terjadi kerusuhan, perempuan tersebut tetap melanjutkan perjalanan menuju Kalideres. (Beberapa waktu kemudian, terdengar kabar mobil starlet tersebut telah dibakar massa dan pengemudinya diperkosa.) Sekitar 14.00-Terlihat kepulan asap dari Ramayana di JI.Daan Mogot. an WIB

Kronologi Kerusuhan

Sekitar 14.30 Banyak kerumunan massa terlihat di jl. Latumenten. Terlihat beberapa kali mobil WIB. aparat keamanan melintasi (bolak-balik) jalan tol di sekitar wilayah tersebut menuju arah Grogol dan bandara. (Tidak diketahui apakah kendaraan yang bolak balik tersebut adalah kendaraan yang sama. Oleh beberapa saksi kendaraan yang terlihat seperti kendaraan milik Brimob.) SekitarJembatanBesi (JI. Latumenten) terlihat banyak batu dan potongan kayu di sepanjang jalan. Beberapa orang, terutama anak-anak muda melakukan "sweeping" setiap kendaraan lewat. Terlihat sebuah kendaraan yang dikemudikan seorang etnis Tionghoa dipaksa berhenti dan dikeluarkan dari mobil. Kemudian orang-orang tersebut'melepaskan baju dan celana panjangnya, sehingga tinggal mengenakan celana pendek. Oleh massa tersebut, baju pengendara tersebut kemudian digunakan sebagai sumbu, dimasukkan ke dalam tangki bensin dan dipakai untuk membakar mobil. Selain itu terlihat seorang etnis Tionghoa yang tampak sudah cukup tua dipukuli kelompok tersebut, saat berjalan melintasi mereka. Sebagian dari orang-orang tersebut terlihat masih muda, seperti anak SMA. Di antaranya bertampang seram. Sekitar 15.00 Sebuah motor yang dikendarai seorang laki-laki dan perempuan berumur 30-an WIB tahun bergerak dari arah Kalideres menuju perumahan Daan Mogot. Mereka dicegat oleh kerumunan massa. Keduanya disuruh turun dan motornya dibakar. Kemudian massa memukuli laki-laki pengendara motor tersebut. Seorang tukang ojek akhirnya menyelamatkan kedua orang tersebut dan menyuruh mereka masuk ke dalam Komplek Perumahan Daan Mogot. Laki-laki pengendara motor tersebut adalah etnis Tionghoa dan penghuni perumahan Daan Mogot Estate. SekitarJI.Daan Mogot, sebuah pabrik sepatu (disebelah penerbit koran Inti Jaya) dijarah dan dibakar. Setelah itu terlihat seorang laki-laki bertampang Indonesia timur, berambut keriting, berkulit hitam dan memakai singlet berteriak “bakar-bakar !". Massa mencoba membakar Ruko di belakang pabrik sepatu. Usaha tersebut berhasil dicegah dan dilarang warga. Orang tersebut terlihat sempat ditahan oleh warga. Penjarahan tetap berlanjut ke gudang kayu. Peralatan kantor habis dijarah. Sebuah motor yang ada didalam gudang kayu dikeluarkan lalu dibakar. Sekitar 15.30 Terlihat puluhan aparat berbaret hitam (juga truk) berjaga di sekitar RamayanaJI. WIB. Daan Mogot.

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Catatan

Sekitar 1 6.00 WIB.

Sekitar 17.00-

18.00 WIB. Sekitar 1 7.00 WIB, Sekitar 22.00 WIB,
Aparat hanya terlihat di sekitar Ramayana, tidak di tempat lainnya di sekitar lokasi. Walaupun banyak aparat berjaga, ratusan massa tetap menjarah isi bangunan dan bangunan akhirnya terbakar.

** Tidak terlihat aparat kemanan saat peristiwa terjadi kecuali yang berjaga di* sekitar Ramayana (menggunakan baret hitam). Mereka membiarkan penjarahan dan hanya melarang pembakaran, dengan kata-kata “jangan dibakar, ambit saja barangnya”. Walaupun saat itu Ramayana telah terbakar. Massa melakukan perusakan dan penjarahan terhadap toko-toko di sepanjang jalan Latumenten. Khususnya di daerah

JembatanBesi peristiwa berlangsung

serentak terhadap toko-toko yang ada. Perusakan dimulai dengan menjebol rolling door. Proses berlangsung dalam waktu sekitar 15 menit. SekitarJI. Makaliwesudah terjadi perusakan. Terlihat sekelompok orang melarang massa membawa pulang barang-barang hasil jarahan. Mereka merusakkan barang-barang yang sudah dikeluarkan di jalan dan mengajak massa membakar toko-toko. Api terlihat menyala di sekitar lokasi. Terlihat konvoi tentara dan Polisi sekitar lima truk bolak-balik di JI.Daan Mogot.

Konvoi aparat masih terlihat melintas diJI.Daan Mogot

Catatan

** Banyak warga berjaga di Perumahan Daan Mogot Estate, yang banyak dihuni oleh* etni Tionghoa hingga 7 hari selama 24 jam berturut-turut Terlihat kaca-kaca sekitar 20 ruko sepanjangJI.Daan Mogot hancur. Puluhan ruko hancur bekas di jarah. Tampak pula rolling door sebuah mini market yang terletak di gang Macan (dekat Kentucky Fried Chichen /KFC) dalam keadaan terpecah dua dan di dalamnya tampak gelap. Banyak Ruko-ruko di Kebun Nanas terlihat rusak bekas dilempar. Pada banyak bangunan yang tidak dijarah terlihat tulisan -tulisan seperti “milik pribumi”, “milik haji".

15 Mei 1998

Kronologi Kerusuhan

Kode : JI 106

Lokasi; SekitarRamayana, Cengkareng, JakartaBarat Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Di sekitar Cengkareng sudah ramai terdengar akan ada gejolakmassa, sehingga orang-orang yang ada di daerah tersebut sudah berkumpul di luar rumah hingga sampai kejalan. Mulai dari Gang-gang/jalan setapak di tengah pemukiman padat yang dipenuhi orang-orang yang berkumpul hingga larut malam. Keesokan harinya pemandangan serupa juga terjadi sejak pagi menjelang siang. 14 Mei 1998 Pukul 15.00-Rombongan massa bergerak menuju pusat perbelajaan Ramayana Cengkareng di

17.30 WIB perempatan Cengkareng. Tiba di lokasi, massa langsung berkumpul di depan
pertokoan tersebut. Massa kemudian mulai melempar bangunan dengan botol dan kayu sambil
berteriak-teriak berteriak “Maju..., Bakar Serbu....!!!” Tidak lama kemudian
massa sudah mulai menyerbu masuk dan menjarah. Terlihat massa keluar masuk membawa barang-barang jarahan. Beberapa orang terlihat sudah menyiapkan diri dengan membawa karung atau kardus tempat mengumpulkan barang-barang jarahan. Saat peristiwa berlangsung tidak terlihat Aparat Kepolisian (tidak jauh dari lokasi terdapat sebuah Polsek). Terlihat sekitar 80-100 angota TNI AD bersenjata laras panjang dan pentungan berada di sekitar lokasi. Mereka tidak mengambil tindakan pengamanan. Sesekali dari antara mereka terdengar teriakan “Tolong jangan dibakar..!" Pasukan tersebut berbaur dengan massa di depan pertokoan Ramayana. Setelah barang mulai berkurang, berangsur massa meninggalkan lokasi.

Kode : JI 107 Lokasi : Rawa Buaya, Jakarta Barat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

Seorang lelaki etnis Tionghoa saat berada di wilayah Rawa Buaya ditodong oleh beberapa pria yang berada di sekitar lokasi. Saat orang tersebut meminta pertolongan pada orang lain yang berada di sekitar lokasi, oleh sekelompok orang tersebut diteriaki “Jangan tolong dial Biarin saja dia Cina, biar mati.” Tetapi orang itu tetap menolong pejalan kaki tersebut. Tidak berapa jauh dari lokasi terlihat beberapa perempuan sedang ditelanjangi oleh sekelompok orang. Tidak jauh dari lokasi tersebut (menuju arah Cengkareng), terlihat sebuah mobil Mercy dengan penumpang didalamnya dibakar oleh sekelompok orang.

Kode :JI108 Lokasi :JI. Jelambar, JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 18.00 Pada komplek Pakuwon banyak mobil di parkir dan etnis Tionghoa berlindung. WIB Warga komplek memberi perlindungan bagi warga yang menjadi korban. Tidak terlihat aparat keamanan, Polisi atau tentara melakukan pengamanan atau pencegahan diJI.Latumenten. Sekitar 20.00 Ruko-ruko di Taman Duta Mas belum dijarah atau dirusak. Sementara ruko-ruko WIB. dari arah Pesing kejembatan Dua telah dirusak, dijarah atau dibakar. Di depan Taman Duta Mas terlihat kerumunan massa dan terdengar teriakan memberi komando merusak ruko-ruko. Massa kemudian dengan cepat mulai merusak rolling doordan menjarah isi ruko. Setelah selesai dijarah kemudian bangunan dibakar. Terlihat juga massa mulai memasuki komplek perumahan yang terletak di belakang ruko-ruko. Sekitar 23.00 Di sekitarJelambardi antara warga muncul isu akan ada penyerangan ke wilayah WIB. tersebut. Akibatnya warga pun melakukan ronda malam.

Kode :JI109 Lokasi; Roxi Mas,JI.Kyai Tapa,JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi

dan toko-toko yang terbakar. Massa masih terkonsentrasi di ITC Roxi Mas. Sementara itu banyak tentara yang berjaga di ITC Roxi Mas. Terlihat mereka membagi-bagikan berbagai makanan (susu, biskuit, gula pasir, dll) yang adalah ransum mereka kepada massa. Sekitar 200 meter dari ITC menuju Harmoni, telah terjadi penjarahan pada toko¬ toko yang ada di sepanjang jalan. Aparat yang berjaga di ITC Roxi Mas hanya menjaga lokasi tersebut. 16 Mei 1998, 16 Mei 1998 Pertokoan Roxy masih tutup.

Kode : JI 110 Lokasi : Glodok dan sekitarnya, JI.Pinangsia, JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar Telah ada isu pada warga yang tinggal di sekitar Glodok akan ada keramaian dan

07.00 WIB kerusuhan. Siang hari Tersiar kabar di kalangan pengusaha/pedagang di areal perbelanjaan Glodok Building
telah terjadi kerusuhan massal di daerah Grogol/kampus Trisakti. Untuk berjaga-jaga, karena perkembangan berita dari mulut ke mulut sudah semakin mengkhawatirkan, maka sekitar 14.30 WIB, sebagian besar pemilik toko atau pedagang menutup tokonya. 14 Mei 1998 Sekitar Diketahui kalau Pasar Baru, Glodok, dan sekitarnya, sudah terjadi pembakaran

09.00 WIB -siang Sekitar Terlihat massa bergerak ke arah Glodok dan massa melempari toko-toko di siang hari sepanjang jalan.
Di bawah jembatan Metro terlihat motor ditarik ke tengah jalan, kemudian meja-meja pedagang kaki lima yang berada di sekitar jembatan metro ditumpuk di atas motor dan dibakar bersama motor tersebut. Sekitar Massa melempari Hotel Sky dan penghuni hotel dikeluarkan dari hotel. siang hari Sekitar Harco, terlihat seseorang mengenakan topi dan membawa tas punggung.

Mei 1 998: Fakta, Data dan Analisa

Kemudian dari dalam tas tersebut terlihat orang tersebut mengeluarkan peralatan seperti tang potong besar, lalu digunakan memotong gembok pintu besi, rolling door dan kunci. Orang mampu mengerjakan itu semua dengan sangat cepat (dalam 5-10 menit). Kemudian orang tersebut juga terlihat memberi aba-aba kepada masa untuk masuk. Sempat terdengar ia mengatakan “Jangan ada yang takut, ambil barang-barangnya”. Orang tersebut kemudian ke arah pertokoan Orion di sebelahnya dan memotong gembok pintu, roling door dan memecahkan pintu kaca dengan tiang rambu lalulintas. Salah seorang dari masa terlihat ada yang terkena pecahan kaca. Setelah massa masuk dan menjarah orang tersebut segera menghilang dari lokasi. Glodok, Harco dan sekitarnya sedang terjadi penjarahan. Banyak orang tua dan muda terlihat membawa barang-barang jarahan. Terlihat juga beberapa orang menawar (membeli) barang-barang jarahan tidak jauh dari lokasi. Saat massa sedang menjarah, api mulai membakar bangunan dan memakan korban jiwa akibat terpanggang hidup-hidup di lantai yang lebih atas. Seelah penjarahan selesai dan api mulai padam, kemudian banyak ibu-ibu berdatangan menanyakan atau mencari anak mereka. Siang hari Sementara itu sekumpulan massa terlihat melakukan perusakan dan pembakaran di komplek pertokoan jembatan Metro, yang menghubungkan antara Glodok Harco dan Glodok Building. Di antara kumpulan massa terlihat beberapa orang bertubuh tegap dengan potongan cepak. Saat kerusuhan terjadi tidak ada petugas keamanan di lokasi baik itu polisi maupun tentara. Sekitar Sementara itu, di sekitar Glodok dari arah Mangga Besar sudah banyak massa 1 2.00 WIB berkumpul. Terlihat seorang pengendara motor di hadang, lalu motornya di bakar. Terlihat juga seorang masih muda megeluarkan alat potong dari tas ransel di punggungnya dan membuka gembok rolling door. Orang tersebut terlihat terlatih karena dapat mengerjakannya dengan cepat. Pada saat itu tidak terlihat aparat disekitar lokasi (padahal sebelum peristiwa, Glodok sering digunakan sebagai tempat pelatihan pengamanan bahkan dengan menggunakan helikopter). Terlihat pada sebuah toko seseorang terkena pecahan kaca saat membuka pintu kaca sebuah toko. Sekitar Selain aparat yang berada di dekat pom bensin dan dekat RS Husada, tidak terlihat

14.30 WIB. aparat keamanan di jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Sekitar Dari sekitar Tangki diketahui di wilayah Glodok telah ramai oleh massa yang

Polisi mengendarai sebuah mobil Polisi bak terbuka yang di parkir di ujung jembatan JI. Pinangsia (berseberangan dengan Glodok). Kemudian dari arah pertokoan Glodok, kira-kira tiga orang membawa hasil jarahan dan salah satu dari Polisi tersebut memerintahkan untuk meletakkan barang jarahan ke dalam mobil Polisi. Setelah mobil Polisi tersebut penuh oleh barang jarahan, mereka meninggalkan lokasi dan setengah jam kemudian mobil Polisi yang sama tersebut datang kembali dan memarkirkan kendaraannya di tempat semula dengan keadaan kosong. Sekitar Kembali lagi terlihat massa yang membawa barang jarahan di perintahkan oleh Polisi

16.30 WIB. untuk memasukakan hasil jarahannya ke dalam mobil Polisi, kemudian Polisi
tersebut pergi membawa barang jarahan tersebut. Menjelang sore, mulai terlihat ibu-ibu tersebut menangis, ada yang berteriak-teriak histeris. Sekitar Terlihat ribuan massa sedang merusak dan menjarah pertokoan yang berada di

17.00 WIB. sekitarnya. Sekitar Seorang warga etnis Tionghoa kehilangan dua cucu laki-lakinya yang terbakar selama
21.00 WIB. kerusuhan di sekitar Glodok. Catatan Soot peristiwa terjadi terlihat aparat di sekitar lokasi. Sebagian menyingkir
dari lokasi, sebagian tetap di lokasi dan tidak bertindak apa-apa menghentikan kerusuhan.

  • Hampir semua toko di sekitar wilayah Glodak-Harco habis dijarah. Beberapa blok habis terbakar. Kumbo Plaza habis terbakar sementara Glodok Plaza lama tidak.
    15 Mei 1998, Sekitar Terlihat sekitar lima orang Marinir bersenjata lengkap berjaga-jaga di pintu gerbang

08.00 WIB. masuk pertokoan Glodok yang sudah dijarah.
Sementara itu masih banyak orang lalu lalang di sekitar lokasi.

Kode :J1111 Lokasi : Sekitar Puri Mal Indah, Ruko Rawa Buaya di depan Puri Indah, JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar Terlihat massa diturunkan dari beberapa truk di sekitar JI..Utama Raya yang

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

16.00 WIB kemudian bergerak ke arah Puri Indah Mall Sekitar Massa mulai merusak pintu/tralis ruko dengan menggunakan tang kakak
tua. Sebuah

17.00 WIB ruko tempat usaha baby sitter ikut diserbu. Penghuni ruko keluar melalui jalan
belakang. Di bagian depan massa juga menghentikan sebuah mobil dan menelanjangi pria pengendaranya, kemudian mobil dijarah dan dibakar. Sekitar Sejumlah orang mulai melakukan pembakaran.

18.00 WIB 14 Mei 1998 Sekitar Sekitar 10 orang tak dikenal berbadan tegap dan berwajah sangar berteriak-teriak
10.00-'anti cina' sambil melempari ruko dan mengajak kerumunan orang di sekitar lokasi 1 1.00 WIB, untuk merusak dan menjarah.
Sekitar pukul 1 1.00 WIB, kerumunan orang mulai melakukan perusakan dan penjarahan di komplek ruko itu. Sementara itu, 10 orang yang mendatangi kerumunan massa tersebut ikut masuk ke dalam komplek ruko-ruko tetapi tidak ikut menjarah dan langsung menghilang. Terlihat kebakaran di sekitar Mal Puri Indah. Terlihat massa sedang menjarah ruko-ruko yang berada di sekitarnya setelah sebelumnya dirusak. Tidak terlihat aparat di sekitar lokasi atau orang yang berusaha mencengah massa menjarah. Sekitar Pada ruko Puri Indah masih terlihat massa menjarah. Terlihat sekitar 15 orang

15.00 WIB membawa barang-barang dalam dus. Banyak massa yang menjarah membawa

barang-barang jarahan menuju pemukiman penduduk di sekitar lokasi.

Terlihat juga sebuah bengkel mobil hendak dibakar oleh sekitar 10 orang. Beberapa warga sekitar berusaha mencegah orang-orang tersebut dengan berteriak "Jangan bakar, dibelakangnya banyak rumah orang pribumi”. Akhirnya orang-orang tersebut tidak jadi membakar dan meninggalkan lokasi.

Kode :JII 1 2

Lokasi : Kompleks Pertokoan Meruya, Meruya, Kebon Jeruk,JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 10.30 Banyak warga berkumpul di sekitar pertokoan Meruya karena mendengar kabar WIB kalau pertokoan tersebut akan dibakar.

C. Kronologi Kerusuhan
Sekitar 1 1.00 Sekelompok pemuda berseragam SMU datang dengan sebuah metromini dan WIB memulai melakukan perusakan dan pembakaran.

Kode : JI1 13 Lokasi : Slipi Jaya, JakartaBarat, DKI Jakarta, Indonesia Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar Di bawah jalan layang Slipi terdengar suara tembakan. Saat itu banyak massa telah

14.00 WIB, berkumpul di sekitar wilayah tersebut. Suasana

JI.S. Parman saat itu sangat sepi.

Tiba-tiba datang Brimob dengan menggunakan empat motor trail dan satu mobil. Mereka membubarkan massa dengan melepas tembakan ke udara. Mendengar suara tembakan, massa spontan berlarian. Beberapa terlihat langsung tiarap. Kemudian beberapa orang yang tiarap ditodong oleh dua aparat dengan menggunakan senjata laras panjang dan pistol. Sambil menodongkan senjatanya, salah satu aparat mengatakan "kamu ikut nimpuk ya" dan langsung memeriksa tangan orang yang tiarap tersebut. Melihat tangan yang bersih (tidak ada bekas memegang batu atau sejenisnya), kedua aparat pun menanyakan KTP. Setelah itu kedua aparat menyuruh push up dan meninggalkan lokasi setelahnya. 14 Mei 1998 Sekitar Sekitar Tomang telah banyak aparat TNI/KOSTRAD. pukul 07.00 WIB Pukul Pada pinggir jalan sekitar Slipi Jaya sudah banyak massa berkumpul. Tidak berapa

08.00-08.15 lama kemudian massa tumpah ruah di sekitar dan mulai terjadi penjarahan. WIB Tidak jauh dari lokasi terdapat Polres

JakartaBarat (150-200 meter) dan terlihat

Polisi dan PHH (TNI) berjumlah kira-kira 3 Pieton, membawa perlengkapan seperti tameng rotan dan tongkat rotan. Ketika aparat bergerak menuju Slipi Jaya, mahasiswa sempat melempar aparat dengan batu-batu saat melintasi kampus STIE KALBE (sekarang STIE SUPRA). Aksi tersebut tidak ditanggapi, aparat terus bergerak. Saat tiba di lokasi (Slipi Jaya) pembakaran di sekitar bangunan telah terjadi. Jumlahmassa saat itu sekitar 1500-2000 orang. Massa memenuhi jalan protokol, di atasJembatanfly over dan samping jalan raya menuju Kemanggisan. Umumnya massa hanya menonton.

1 998: Fakta, Data dan Analisa

Sementara itu terlihat beberapa anak kecil membawa barang jarahan seperti baju dan sejenisnya. Kerusuhan terjadi saat Slipi Jaya belum waktunya buka. Aparat keamanan yang mendatangi lokasi akhirnya kembali ke markasnya karena tidak cukup kuat. Setelah aparat menarik diri, massa semakin bertambah dan leluasa merusak, menjarah dan membakar. Sekitar Dari pertigaan Anggrek Nelly Murni (sekitar 200 meter dari Plaza Slipi) terlihat

08.30 WIB, banyak orang membawa barang jarahan dari arah Plaza Slipi. Sementara itu dari
samping Plaza, di bawah jalan layang ke arah Tanah Abang, terlihat kaca toko Pojok Busana di Plaza Slipi Jaya telah pecah berantakan. Terlihat juga seorang anggota Koramil berdiri meyaksikan situasi tersebut. Ratusan massa itu sempat dihalau satpam dengan menggunakan semprotan air. Massa kemudian menjadi marah dan melempari toko-toko yang lain di Plaza Slipi Jaya. Ada yang melempar dengan batu dan memecahkan kaca. Sementara itu terdengar teriakan dari arah massa “"ambil, serbu!" Sekitar Sebagian massa mengumpulkan barang jarahan dan dibakar bersama ban-ban bekas

10.00 WIB, di samping Plaza.
Saat itu terlihat banyak orang yang terluka karena pecahan kaca. Seorang ibu walaupun kakinya Iuka terlihat ikut juga menjarah. Sementara itu pada lantai satu banyak massa sedang menjarah isi plaza. Terlihat beberapa orang membawa kertas/karton yang berapi yang dipergunakan sebagai penerang. Sekitar Mendengar telah terjadi keramaian di Slipi Jaya, semakin banyak warga keluar rumah

06.30-menuju lokasi dan menyaksikan apa yang terjadi. 1 1.00 WIB, Terlihat massa telah berkumpul dan sedang melempari Pojok Busana, Cahaya dan
sebagian toko di Slipi Jaya. Dari dalam bangunan terlihat seseorang sedang membakar Pojok Busana. Api pertama terlihat dari Pojok Busana. Setelah membuat api, orang tersebut segera meninggalkan Pojok Busana. Tidak lama kemudian terlihat api dari lantai atas. Dari tengah-tengah massa terdengar seseorang berteriak “Bakar! Jarah!”.Teriakan yang sama kemudian juga terdengar dari massa lain bersahut-sahutan. Massa terus menjarah isi pertokoan. Api telah semakin membesar. Di luar, massa masih terus melempari bangunan Slipi Jaya. Sekitar 20 orang terlihat sangat aktif melempar. Mereka hanya melempari bangunan dan tidak ikut menjarah.

ada juga orang yang Iuka-Iuka karena terkena kaca dan lemparan batu (nyasar). Tidak terlihat aparat keamaan maupun pemdam kebakaran di lokasi saat peristiwa terjadi. Sekitar Dari jembatan layang terlihat sekelompok orang berkumpul di depan pertokoan 1 1.00 WIB Slipi Jaya. Terlihat sekelompok massa lain berteriak-teriak " Bakar IBakar“Teriakan tersebut dibarengi dengan melempar bangunan Slipi Jaya. Sekitar Datang sekitar 10 orang PHH Kodam. Mereka coba menghalau massa tapi tidak

13.00 WIB, berhasil.
Mereka tidak terlihat melepas tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Sekitar Kemudian mereka melemparkan granat air mata ke dalam Plaza.

14.00 WIB, Terlihat juga sebuah helikopter terbang melintas beberapa kali. Dari dalam
helikopter seorang aparat Polri memperingati massa untuk membubarkan diri. Tetaoi massa tidak menggubris malahan melempari helikopter itu. Di sekitar lokasi terlihat dua orang etnis Tionghoa (lelaki dan perempuan) dalam keadaan Iuka (berdarah) sedang dilempari oleh massa dengan batu. Terdengar teriakan ”Cina babi, bunuh!”. Kemudian seorang aparat TNI menyelamatkan mereka dari massa. Aparat tersebut akhirnya ikut dilempari dengan batu dan terluka. Aparat tersebut membawa mereka ke Apotik Prima. Setelah sampai di dalam apotik, massa kemudian berusaha membakar potik, tetapi dicegah oleh pemiliknya yang saat itu mengenakan pakaian muslim. Akhirnya massa membakar mobil Suzuki Katana yang berada di samping apotik. Saat bersamaan, bangunan Lippo mulai dijarah massa. Banyak toko di sekitar lokasi bertuliskan kata-kata "milik haji, pribumi" atau mempergunakan sajadah. Sekitar Sementara massa sedang menjarah dan melakukan perusakan, tiak jauh dari lokasi,

14.00 WIB, terlihat sekitar 50 apart berjaga di sekitar BCA dan Plaza. Mereka menggunakan
senjata gas air mata dan senapan laras panjang. Sempat terdengar banyak suara tembakan dan suara granat gas air mata saat mereka bentrok dengan massa. Mereka tidak meninggalkan lokasi dan tetap menjaga BCA dan Plaza Slipi. Mereka tidak berusaha menghalau massa yang sedang menjarah di Plaza Slipi ataupun Lippo. Menjelang Beberapa aparat yang sedang berjaga-jaga di dalam pagar pertokoan terlihat saling

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

sore dorong dengan massa yang mencoba masuk gedung Slipi Jaya. Karena jumlah massa yang sangat banyak, aparat akhirnya menghalau menyemprotkan gas air mata. Beberapa saat kemudian tiba-tba muncul api dari arah lantai dua gedung pertokan slipi jaya. Saat itu menjadi kesempatan massa memaksa memasuki gedung menjarah barang-barang berupa elektronik dll. Sekitar Mulai terlihat api di lantai atas Plaza (Ramayana). Api menyala terus sampai

15.00 WIB, keesokan harinya tanggal 15 Mei sore hari. Menjelang Menjelang malam saksi terlihat tambahan Aparat Kepolisian dari Polres
Jakarta malam, Barat dan aparat militer seperti Polisi Militer. Sekitar Api terlihat di beberapa titik pada bangunan.

19.00 Sekitar Penjarahan sudah berhenti dan banyak aparat berjaga-jaga, tetapi api masih menyala.
20.00 WIB, Sekitar Sebuah truk datang menuju Toko Emas Singgalang. Terlihat aparat menjaga selama
21.00-22.00 brankas dimasukkan ke dalam truk. Truk kemudian pergi bersama pemiliknya. WIB, (Seorang warga mendapat informasi bahwa pemilik toko emas membayar aparat
sekitar Rp 20 juta untuk mengamankan brankasnya.) Sekitar Seorang pedagang di pasar diberitahu kalau di sekitar lokasi ditemukan jirigen di

22.00 WIB dalam pasar yang berisi bensin. Diperkirakan telah digunakan untuk membakar
pasar. Karena hal tersebut para pedagang lalu berjaga-jaga di sekitar pasar. Catatan Selama kerusuhan berlangsung terlihat massa melakukan perusakanfaslitasumum seperti pintu gerbang tol, telepon umum, lampu lalu lintas dan rambu-rambu masih utuh tidak ada yang rusak sama sekali. 15 Mei 1998 Sekitar Penjarahan masih berlangung di Slipi Plaza walaupun jumlah penjarah tidak banyak.

08.00 WIB, Umumnya terlihat seperti pemulung. Sementara itu terlihat sekitar 100 aparat masih
berjaga di sekitar lokasi. Mereka membiarkan orang-orang yang sedang menjarah. Api terlihat masih menyala di basement. Sekitar Dua mobil PMI memasuki lokasi. Mereka masuk ke dalam plaza dan dari kejauhan

10.00 WIB, terlihat mengangkut bungkusan hitam ke dalam mobil (diduga adalah jenazah orang
yang terbakar). Mobil PMI tersebut beberapa kali datang mengangkut jenazah korban. Setidaknya sekitar 27 menjadi korban (meninggal). Di antara korban adalah seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang biasa bekerja sebagai pengojek payung, seorang pedagang rokok dan satu pegawai penjual

terlihat mobil pemadam kebakaran, namun tidak bisa masuk ke dalam basement plasa. Catatan Selama peristiwa penjarahan di Pertokoan Slipi Jaya, terlihat petugas keamanan, baik Polisi atau tentara, berada di lokasi (di dalam pagar komplek gedung Slipi Jaya) Saat peristiwa terjadi, dari data gedung terdengar banyak jeritan saat gedung terbakar. 16 Mei 1998 16 Mei Terlihat tulisan "MILIK PRIBUMI" dan "MUSLIM PRIBUMI” pada beberapa rumah 1998, dan toko-toko sepanjang jalan Anggrek Nelimurni dan daenah sekitar Slipi. Bangunan tersebut tidak menjadi korban perusakan atau penjarahan.

Kode :JIII4 Lokasi : City Hotel, JakartaBarat Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998» 13 Mei Dari lantai atas City Hotel (Medan Glodok) terlihat beberapa lokasi terbakar 1998, seperti di sekitar wilayah Citraland (Grogol) dan sekitar perumahan Grawisa, Jelambar, Jakarta Barat. Medan Glodok,JakartaBarat 14 Mei 1998, Sekitar Sejak pagi situasi telah ramai oleh kendaraan yang melintas di sekitar Medan

09.30-Glodok,JakartaBarat. 1 1.00 WIB. Kemudian sekelompok orang datang menuju tempat parkir City Hotel. Mereka
berhasil dihalau pihak keamanan hotel (1 1 orang keamanan) hingga akhirnya mereka berpindah ke seberang jalan. Di seberang jalan kelompok tersebut kemudian terlihat melakukan pembakaran. Sekitar satu jam kemudian kelompok tersebut berbalik kembali menuju City Hotel. Sasaran pertama mereka adalah mobil-mobil yang berada di tempat parkir. Dalam aksinya mereka terlihat telah mengantongi gunting yang digunakan untuk memotong selang bensin. Setelah selang tersebut terpotong, mereka segera membakar mobil. Setiap mobil dkerjakan rata-rata oleh tiga orang. Mereka bekerja dengan cepat (sekitar 3 menit untuk setiap mobil). Selama menjalankan aksinya mereka terlihat bekerja dengan cepat, terlatih dan terorganisir. Mereka juga tidak terlihat seperti orang awan (terlihat memiliki

Mei 1998: Fakta. Data dan Analisa

pengetahuan dan keterampilan tertentu). Belasan mobil akhirnya menjadi korban pembakaran dan sebagian besar adalah kendaraan jenis Kijang. Semua tamu berikut pekerja hotel segera di keluarkan dari dalam bangunan. Sekitar City Hotel telah terbakar. 1 1.00 WIB, Selama peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Catatan Kerusakan pada City Hotel mencapai 80% dari keseluruhan bangunan.

  • Setelah gedung terbakar besi-besi konstruksi bangunan hotel akhirnya dibongkar dan barang-barang perlengkapan Hotel yang masih tersisa (seperti tempat tidur, lemari, televisi, dll) setelah kebakaran diambil oleh pemulung.
  • Dua bulan setelah peristiwa ( 1 4 Nei 1 998) akhirnya bangunan City Hotel menjadi rata dengan tanah. Kerugian ditaksir sekitar US$ 1 5 juta, belum termasuk nilai bangunan Hotel yang terbakar dan penghasilan yang hilang. Selain itu 250 pekerja hotel menjadi pengangguran.
Kode 1 15
Lokasi
Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998
14 Mei 1 998 pagi Sejak pagi hari telah terlihat setidaknya 4 mobil dibakar di tengah jalan sekitar
hari TOP telah dalam keadaan terbakar dan dijarah sekitar 100-200 orang.
: JI
: Supermarket TOP, Green Garden,

JakartaBarat

Waktu Kronologi

perumahan Green Garden. Tidak jauh dari komplek perumahan sebuah supermarket

Massa yang menjarah sangat beragam, baik tua maupun muda ataupun laki-laki maupun perempuan. Sebagian terlihat anak-anak ikut menjarah. Terlihat mereka membawa barang-barang seperti dus-dus biskuit, komputer, dan alat-alat elektronik lainnya. Selama penjarahan terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi.

Kode : JI 1 16 Lokasi :JI.Mangga Besar,JakartaBarat Tanggal Awal K sjadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 10.00 Kerumunan massa mencapai ribuan di depan Rumah Sakit (di bawah jalan layang)

WIB

Sekitar 14.00 WIB Siang hari menjelang

15.00 WIB.
C. Kronologi Kerusuhan
sedang dihalau aparat Marinir. Sempat akan bentrok, masa kemudian bergerak ke arah Glodok. Sempat dihadang oleh beberapa polisi Polsek Mangga Besar. Tapi seseorang (umur 35-an) di antara massa mengeluarkan megapon memprovokasi massa "jangan takut sekarang sudah tidak ada hukum”. Akhirnya polisi mundur. Sementara itu di sebuah pertokoan terlihat juga seseorang lainnya mengeluarkan megapon dan menyuruh massa di sekelilingnya untuk menjarah. SekitarJI. Mangga Besar penjarahan masih berlangsung.

Sekitar RS Husada di bawah jembatan layang kereta api terlihat sekelompok massa melempar bangunan Dunkin Donut. Pasukan Marinir dari arah RS Husada coba menahan, tetapi kemudian mendapat lemparan batu oleh massa. Beberapa saat kemudian, terlihat pasukan melepaskan tembakan dan mengatakan "kalau melempar lempar saja jangan melempar kami, karena kita sama-sama manusia dan sama-sama bisa emosi”. Massa kemudian berbalik ke arah Hayam Wuruk menyusuri Mangga Besar JI. Raya. Terlihat sebuah mobil dikeluarkan dari salah satu ruko dan dibalikkan di tengah jalan. Dari tengah massa terlihat seseorang memberi komando dengan megaphone berteriak “BAKAR!!! BAKAR!!!". Selanjutnya massa membakar mobil tersebut. Orang yang berteriak tersebut menggunakan slayer menutup kepalanya, membawa tas berisi ‘Toa’’ (pengeras suara) dan berusia paruh baya. Pasukan Marinir yang sebelumnya menahan massa tersebut tidak mengkuti massa atau mencegah dan mengamankan kelompok tersebut. AntaraJI.Mangga Besar dan daerah Tangki terlihat sekitar 10 mobil terbakar. Sebuah mobil Mercedes Bens milik keturunan Tionghoa di Mangga Besar JI. terlihat dihentikan sekitar 20-an orang dan memaksa turun penumpangnya. Mobil tersebut kemudian dirusak dan dibakar. AntaraJI. Tangkimenuju Glodok, terlihat 4 Polisi dalam mobil Polisi bak terbuka yang sedang parkir di ujung jembatan JI.Pinangsia yang berseberangan dengan Glodok. Tidak lama kemudian sekitar 3 orang terlihat membawa barang jarahan dari arah pertokoan Glodok. Salah satu Polisi (empat orang) memerintahkan penjarah meletakkan barang jarahannya ke dalam mobil Polisi. Setelah mobil penuh terisi barang jarahan, mereka meninggalkan lokasi. Setengah jam kemudian mobil yang sama kembali dan memarkirkan kendaraannya di tempat semula dengan keadaan kosong, warga yang menyaksikan peristiwa tersebut tidak mengetahui kemana barang-barang tersebut dibawa.

Sekitar 15.00 WIB.

Sekitar 15.15

-16.30 WIB.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode Lokasi Tanggal Awal Kejadian Waktu 14 Mei 1998 Sekitar 15.00 WIB.

Kode Lokasi

Waktu
14 Mei 1998

Sekitar 08.00 WIB Pukul 09.00 WIB Sekitar 1 1.00 WIB

Sekitar 1 1.30 WIB

Keesokan harinya terlihat banyak pertokoan dan perkantoran di JI. ManggaBesar yang mengalami kerusakan, paling banyak mengalami pecah kaca.

: J 1 1 1 7

: JI.Sawah Besar,JakartaBarat : 14 Mei 1998, Kronologi

Massa telah ramai berkerumun di sekitar JI.Sawah Besar. Terlihat sekitar 500 orang sedang menjarah puluhan toko di sepanjang jalan tersebut. Dari tengah massa terdengar teriakan-teriakan “Jarah!, Bakar!, Hancurkan!”. Sekitar 30 menit kemudian terlihat sekitar 5 orang menghancurkan dengan menggunakan linggis terali besi sebuah toko onderdil mobil. Setelah kelima orang tersebut berhasil membuka teralis, kemudian diikuti massa yang berada di sekitarnya memasuki toko tersebut. Segera massa menjarah dan merusak isi toko. Pada saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat di sekitar lokasi.

:J I I I8 :JI.Hayam Wuruk,JakartaBarat : 14 Mei 1998 Kronologi

Massa sudah berkumpul di emperan toko-tokoJI.Hayam Wuruk danJI.Gajah Mada. Massa bertambah banyak.

Beberapa orang yang menggunakan seragam siswa SMU, bergabung dengan siswa-siswa SMU yang berada di sekitar lokasi. Tiba-tiba terdengar teriakan-teriakan
lantang, "bakar-bakar,.... lempar .... lempar". Bersamaan itu, massa mulai
melempar dengan batu dan mulai terjadi aksi perusakan. Aksi penjarahan, perusakan dan dimulai sepanjangJI. HayamWuruk. Aksi yang sama juga terjadi di tempat lain (Glodok). SekitarJI.Hayam Wuruk masa sudah banyak yang berkumpul, yang jumlahnya ribuan. Sebuah showroom motor besar, yang berada diJI.Hayam Wuruk, terlihat

Tanggal Awal Kejadian

C. Kronologi Kerusuhan
sekitar tiga buah motor dikeluarkan ke jalan raya. Ketika salah seorang berniat membawa motor tersebut oleh seseorang yang berasal dari tengah-tengah masa mengancam dengan berkata, kalau motornya tidak dibakar maka ia yang akan bakar. Selanjutnya motor-motor tersebut dibakar oleh massa. Mendekati Glodok terlihat massa melempar Jayakarta Tower. Namun satpamnya membagi-bagikan enam botol besar orange juice ke massa sehinggamassa berhenti melempar. Terlihat sekitar 15 orang Polisi dengan menggunakan tameng dan pentungan yang berada dekat Pom Bensin mencoba menahan masa. Kemudian dari tengah-tengah masa seseorang mengeluarkan megaphone dari tas punggung dan dengan megaphone memberikan aba-aba kepada massa untuk maju dan jangan ada yang mundur. Massa lalu bergerak maju ke arah Glodok dan Polisi mundur ke arah Polsek Taman Sari. Warga yang mneyaksikan tidak melihat dan mendengar Polisi mengeluarkan tindakan pencegahan akan tetapi langsung mundur ke kantor Polsek Taman Sari.

Kode:J¹⁶⁰¹ Lokasi : Pasar Agung, Depok II Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 13.00 Menjelang siang hari terdengar isu akan ada penjarahan oleh sekelompok massa WIB tiak dikenal di sekitar wilayah Pasar Agung Depok II. Sekitar pukul 13.00 WIB, semua pedagang yang berada pada pasar Agung Depok II terlihat sibuk memindahkan (menyelamatkan) barang-barang mereka. Sekitar 15.00-Sekelompok massa terlihat sedang membongkar paksa pintu (folding gate) sebuah

17.00 WIB toko elektronik diJI. Proklamasi DepokII. Saat perusakan tersebut terdengar
teriakan di antara massa "toko itu saja, itu milik orang Cina". Pintu tersebut kemudian terbuka sekitar 80 cm. Segera massa yang telah berkerumun menyerbu masuk dan menjarah barang-barang yang ada. Sementara itu tidak jauh dari lokasi (sekitar 8 meter), di seberang jalan(sebelah pasar Agung), depan sebuah toko elektronik terlihat sekelompok orang (20 orang) hanya berdiri menyaksikan kelompok massa yang sedang menjarah tersebut. Kelompok massa yang menjarah maupun yang menonton tidak dikenal

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar 20.00

WIB

Kode

Lokasi Tanggal Kejadian Waktu 13 Mei 1998 Malam hari

oleh pedagang-pedagang pasar Agung. Arah barat pasar Agung Depok II (JI. Proklamasi) yaitu sekitar 500 meter dari lokasi toko elektronik yang dijarah, terlihat 2-3 ban di bakar di tengah jalan. Tetapi tidak warga atau orang-orang di sekitar lokasi ban tersebut. Diketahui bahwa sebelumnya sekelompok pemuda tak dikenal datang dan membakar ban¬ ban mobil tersebut. Banyak toko-toko sepanjang jalan tersebut tertera tulisan "milik pribumi / milik haji ", pada bangunannya Situasi lalulintas sepi, tidak ada kendaraan umum yang melintas seperti biasanya. Selama peristiwa terjadi tidak terlihat aparat kemanan di sekitar lokasi. Tidak terlihat aparat keamanan pada Pos Polisi, antara jalan proklamasi dan jalan sentosa. Banyak orang datang dipimpin 5 orang berambut pendek, berbadan kekar, tinggi dan besar. Diantara 5 orang tersebut ada yang naik sepeda motor dan memberi komando "Bakar!', "Serbu!".

:J1602
: Depok Timur II

: 13-15 Mei 1998

Kronologi

Di sekitar Depok II Timur pada malam hari sudah ada pembicaraan di antara remaja perihal kerusuhan dan menghubungkan dengan wilayah mereka (ruko dekat pemukiman warga). Informasi mereka peroleh dari warga remaja lainnya dan tayangan TV.

Sekitar ruko-ruko padaJI.Baru terlihat banyak orang nongkrong. Kebanyakan dari mereka adalah preman-preman (timer) setempat. Pemuda-pemuda (seusia SMU) mulai keluar dari pemukiman menuju jalan besar. Mereka berjalan dalam kelompok-kelompok kecil. Sementara itu dari pemukiman warga terdengar kabar kalau diJI.Baru telah terjadi kerusuhan. Pada komplek ruko diJI.Baru telah banyak massa berkumpul dan sedang terjadi perusakan. Umumnya massa adalah warga yang tinggal di belakang komplek ruko dan hanya menonton. Kemudian bangunan BCA mulai dilempar massa dan bersamaan dengan itu

14 Mei 1998

Sekitar pukul

16.30 WIB Sebelum pukul
21.00 WIB Sekitar pukul
21.00 WIB

anak muda dengan alat seperti linggis. Kebanyakan di antara massa pada mulanya hanya menonton aksi kelompok pemuda yang melempari dan membobol bangunan, tetapi setelah mereka berhasil masuk dan menjarah, sebagian massa akhirnya ikut menjarah. Rata-rata massa yang menjarah adalah anak-anak seusia SMU hingga usia 25an. Selama kerusuhan terjadi terdengar teriakan-teriakan „Bakar! Bakar!" dari antara massa. Sekitar 10 bangunan dirusak. Umumnya ruko-ruko di lokasi kerusuhan adalah toko-toko emas dan toko mebel. Saat penjarahan terjadi terlihat sekelompok orang (pemuda) memaksa massa yang membawa barang jarahan menyerahkan barang-barang yang dibawanya dan selanjutnya dibakar di tengah jalan. Terlihat juga sekelompok orang lainnya menahan massa yang menjarah dan merebut dari tangan penjarah barang yang dibawa, kemudian dibakar di tengah jalan. Banyak barang jarahan yang akhirnya dibakar ditengah jalan. Beberapa massa yang berhasil menyembunyikan barang jarahan dari kelompok massa tersebut, membawa pulang barang jarahannya. Selain menjarah, terlihat beberapa mobil dan motor yang berada di lapangan parkir ruko didorong oleh massa ke jalan dan kemudian dibakar. Ruko-ruko yang dirusak dan dijarah adalah ruko milik etnis Tionghoa. Sementara ruko milik non etnis Tionghoa tidak dirusak atau dijarah. Di antara bangunan yang tidak dirusak terlihat tulisan pada bangunan misalnya “pribumi asli”. Sementara kerusuhan berlangsung banyak penghuni ruko (etnis Tionghoa) terlihat melarikan diri ke pemukiman di belakang ruko dan ditolong oleh warga setempat. Terlihat sekelompok massa berusaha membakar bangunan ruko, tetapi dicegah oleh warga setempat karena takut akan merembet ke pemukiman. Sebuah ruko yang letaknya tidak jauh (500 meter) dari lokasi kerusuhan (pemilik telah mengungsikan isi tokonya) tidak mengalami kerusakan. Pemilik ruko adalah etnis Tionghoa, diketahui akrab dengan warga setempat. Pada saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat di sekitar lokasi dan listrik dalam keadaan padam. 15 Mei 1998 Pagi pukul AntaraJI.Bahagia sampaiJI.Proklamasi banyak warga berjalan di sepanjang jalan

10.00 WIB menyaksikan sisa-sisa kerusuhan. Bangunan bekas kerusuhan telah terlihat Police
Line. Terlihat juga beberapa Polisi di sekitar lokasi yang tidak membawa senjata.

Data dan Analisa

Sekitar pukul Pasar Agung, terlihat sisa-sisa penjarahan pada beberapa toko-toko mebel dan 1 1.00 WIB emas milik etnis Tionghoa.

KodeJI603 Lokasi : Sekitar Stasiun Depok Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Sekitar 21.00 Di sekitar Plaza Depok, Hero juga Mall Depok terlihat aparat bersenjata lengkap WIB, sekitar 10 orang berseragam (terlihat seperti dari Angkatan Darat). 14 Mei 1998 Sekitar 9.00 Di sekitar pasar telah ada kabar dari para pedagang akan ada kerusuhan. WIB Sekitar 13.00 Terlihat seorang anggota koramil berjalan-jalan melihat keadaan keadaan di WIB. sekitar perempatan jalan (depan Ramanda diJLMargonda Raya) hingga di depan Bioskop, tidak jauh dari rel kereta api dekat Stasiun Depok 1. Sepanjang jalan tersebut masyarakat sudah berkerumun, tetapi tidak melakukan apa-apa. Sekitar 14.00. Terlihat sekelompok orang (sekitar 50 orang) mendatangi lokasi. Sebelum kelompok orang tersebut datang, seorang anggota Koramil (berpakaian sipil dan menggunakan HT), setelah melakukan komunikasi melalui HT, mengetahui bahwa kelompok tersebut akan segera datang di lokasi. Tidak lama setelah mengetahui informasi tersebut, sekelompok orang pun datang dan segera melakukan aksi-aksinya. Di antara kelompok massa tersebut terlihat ada yang berambut gondrong dan cepak serta membawa ransel dan linggis. Kesaksian lain menyebutkan bahwa ratusan pemuda tak dikenal turun dari KRL Jabotabekjurusan Bogor dan meneriakkan yel-yel "anti Cina" dan "bakar toko" sambil melakukan perusakan. Warga yang telah berkerumun di sekitar lokasi akhirnya ikut mengikuti aksi sekelompok orang tersebut. Setelah massa mulai menjarah, sekelompok pemuda tersebut lalu berpindah ke lokasi lainnya dan melakukan hal sama seperti pada lokasi sebelumnya. Setibanya di lokasi (sekitar Bioskop samping rel kereta) meraka langsung membongkar toko-toko dengan linggis dan alat-alat lain yang memang sudah dibawa. Setelah membongkar lalu toko-toko tersebut dijarah. Sebagian dari mereka ikut mengeluarkan barang-barang dari toko dan melemparkannya ke kerumunan masa. Tidak berapa lama kemudian terlihat ada yang membakar toko-

Sekitar 14.30 WIB

Sekitar 14.00-

15.00 WIB.
Sekitar 2 1.00 WIB Sekitar 2 1.00 WIB

C. Kronologi Kerusuhan
toko tersebut. Catatan:

  • Kesaksian lain menyebutkan setelah peristiwa terjadi, pada bangunan-bangunan yang tidak dibakar atau dijarah terlihat seperti tanda-tanda tertentu yaitu adanya sajadah yang diletakkan di depan toko-toko tersebut. Selain anggota Koramil yang berpakain sipil tersebut, tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasisaat peristiwa terjadi. Sementara itu tidak jauh dari lokasi terlihat aparat keamanan berjaga pada Plaza Depok, BCA Margonda dan Hero Margonda. Sementara itu, terlihat Pertokoan Amanda telah habis terbakar. Sekitar Terminal di depan Depok Plaza terlihat banyak aparat TNI dan Polri bersenjata sedang berjaga. Sementara itu ratusan massa yang berada di dapannya hendak menyerang bangunan dan mulai melakukan pelemparan. Sekelompok mahasiswa Gunadharma dengan membawa jaket alamater menuju Depok Plaza. Terlihat pengelolan gedung menyebarkan uang ke arah massa dan massa kemudian berebut. Setelah itu massa masih tetap berkerumun dan kembali hendak masuk ke dalam gedung dan aparat kewalahan untuk membendung massa tersebut. Mahasiswa kemudian terlihat mencoba membantu bernegosiasi dengan massa dan pengelola gedung dan aparat keamanan, tetapi tidak berhasil membendung massa. Setelah disepakati dengan pengelola bangunan aparat
    keamanan akhirnya membiarkan massa masuk ke dalam bangunan dan menjarah, tetapi tidak terjadi pembakaran. Mahasiswa sempat berorasi mengatakan untuk tidak membakar bangunan. Menjelang malam akhirnya mahasiswa pulang bersama dengan aparat. Aparat masih terlihat berjaga-jaga di depan Plaza Depok.

Terminal Depok sangat sepi. Terlihat beberapa orang membawa barang-barang jarahan atau menumpuk barang-barang mereka di terminal. Terlihat juga seseorang sedang mencoba mengoperasikan sebuah televisi 29 inchi. Sementara sekumpulan orang yang sedang mabuk berkumpul di dalam terminal, menceritakan tentang aksi penjarahan di Depok. Sementara itu di depan terminal Plaza Depok sekitar 10 orang aparat terlihat berjaga. Selain di lokasi sekitar terminal, diketahui juga bahwa di JI.Arief Rahman Hakim Depok terjadi penjarahan. Di sekitar Super Ekonomi Matahari yang dalam keadaan terbakar, terlihat sekitar

15 Mei 1998

Catatan

Kode Lokasi

Waktu

13 Mei 1998 Sekitar 09.00 WIB 15 Mei 1998 Sekitar 13.00 WIB

Sekitar 21.00

WIB

Kode Lokasi

Waktu
14 Mei 1998

14 Mei 1998,

lima puluh orang menjarah dan lainnya melempar Super Ekonomi. Di antara yang menjarah terlihat ibu-ibu dan anak-anak. Pada malam hari, pada pemukiman penduduk dilaksanakan Siskamling dengan inisiatif warga. Kemudian pada pemukiman dari ketua RW diperoleh informasi bahwa kampung warga diserbu perusuh. (Kesaksian lain menyebutkan setelah peristiwa terjadi, pada bangunan-bangunan yang tidak dibakar atau dijarah terlihat tanda-tanda tertentu seperti adanya sajadah yang diletakkan di depan toko-toko.) Aparat Kepolisian baru mendatangi lokasi-lokasi kerusuhan dan hanya pada titik-titik tertentu, seperti lokasi yang berada diperempatan jalan. Beberapa hari setelah peristiwa tanggal 1 4 tersebut, anggota Koramil dalam obrolannya menjelaskan perihal kenapa ia tidak bisa mencegah kerusuhan yaitu bahwa ia sebenarnya tidak setuju adanya kerusuhan tersebut, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ada perintah dari atasan.

:J 1 604
: JI. Margonda, Depok

: 13 Mei 1998

Kronologi

Di sekitarJI.Margonda terlihat toko-toko di sepanjang jalan tersebut telah tutup. Sama seperti toko-toko di sepanjangJI.Pasar Minggu, banyak terlihat tutup.

Sepanjang jalan menuju terminal Depok, terlihat banyak tulisan "milik pribumi” pada toko-toko yang tidak dijarah atau dibakar. Tidak terlihat adanya garis pembatas Polisi (police line) pada toko-toko yang telah dijarah maupun dibakar. Terlihat banyak pengamanan swakarsa di sekitar jalan Margonda.

:JI50I : Lippo Karawaci, Tangerang : 14 Mei 1998 Kronologi

Sekuriti Lippo Karawaci menyebar anggotanya ke berbagai tempat dan memantau

Tanggal Awal Kejadian
Tanggal Awal Keejadian

Sekitar jam

9.00 WIB
Sekitar 10.00 WIB Sekitar 13.00 WIB

Sekitar 14.00 WIB Sekitar 15.00 WIB

C. Kronologi Kerusuhan

perkembangan di sekitar lokasi.

Di sekitar Mitra diketahui beberapa orang mengajak massa untuk menyerbu Mega Mall Lippo Karawaci pada jam 15.00 WIB. Dalam waktu yang sama terlihat massa dalam jumlah banyak di sepanjang jalan Tangerang menuju Daan Mogot. Mereka kemudian diketahui akan menyerang Mega Mall Lippo Karawaci. Pihak keamanan Lippo Karawaci (360 satpam) mengantisipasi dengan mengumpulkan sekitar 300 tukang ojek, tokoh-tokoh masyarakat untuk membantu pengamanan dan menghubungi Kepolisian dan Koramil. Tukang ojek dibagi dalam tiga kelompok yang berjaga di sekitar Taman Sari, Hotel Imperial (sebelah ICC) dan jembatan Permata. Semua tenaga keamanan disebar di sekitar Lippo. Setiap pos (seluruhnya berjumlah 56 buah) dijaga oleh tiga orang yang dilengkapi dengan pentungan. Selanjutnya semua karyawan Mega Mall diliburkan dan toko-toko ditutup. Pihak Kepolisian dan Militer yang ikut berjaga di sekitar lokasi membawa senjata lengkap. Tukang ojek dan warga yang terlibat dalam pengamanan tidak dipersenjatai. Pintu Tol Interchange Tangerang telah ditutup Polisi dan meminta pengendara yang melintas berputar arah. Terlihat sekitar 30 orang warga (digalang pihak keamanan Lippo), enam satpam, enam Polisi dan sekitar enam tentara berjaga di pintu masuk (jembatan) Lippo Karawaci dari arah Harapan Kita. Puluhan massa (berjalan kaki) datang dari arah Harapan Kita. Kelompok terdepan berjumlah tujuh orang. Terlihat asap dari arah Swalayan Mitra toko diskon (Komplek Harapan Kita). Setelah itu terlihat ratusan massa membawa spanduk, bendera merah putih. Ada yang menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki. Dari jalan tol Jakarta-Merak, di bawah jembatan dari arah Jakarta, terlihat truk-truk mengangkut massa. Pemimpin dari kelompok massa ini terlihat bernyanyi- nyayi dan berteriak-teriak menggunakan megaphone. Selanjutnya massa memasuki area Lippo, menuju Super Mall. Massa dan pihak keamanan kemudian terlibat aksi saling dorong. Kemudian muncul massa tambahan yang diturunkan dari truk-truk yang di antaranya terlihat membawa batu/conblock. Mobil Patroli Polisi yang berada di sekitar lokasi menjadi sasaran hingga hancur kaca-kacanya. Kemudian mobil tersebut dilarikan bersama kendaraan milik

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sekitar 1 7.00

-17.30 WIB

Sekitar 18.30-

19.00 WIB
Sekitar 24.00 WIB

perusahaan (Lippo) yang juga menjadi korban peelmparan. Mobil perusahaan akhirnya terpaksa dilarikan menujuJI.Boulevard (sekitar 200 meter dari jembatan pintu masuk dari arah Harapan Kita). Sementara itu, di sekitar Super Mall (JI. Boulevard) terlihat pagar BRC telah dijebol ratusan massa yang masuk dari jalan tol. Mobil tersebut dihentikan massa (depan Super Mall). Massa kemudian merusak dan menggoyang-goyang mobil tersebut sehingga bahan bakarnya tumpah, kemudian membakar mobil tersebut. Sementara itu, massa yang berhasil masuk dari arah Harapan Kita terlihat mulai bergerak ke arah Super Mall. Mereka terlihat membawa tongkat, balok dan juga ban yang dikalungkan di badan Massa yang telah mencapai jumlah ribuan mulai merusak Super Mall dan melakukan penjarahan. Sebelum merusak Super Mall, terlihat massa membakar pos pengamanan dengan menggunakan ban-ban bekas yang dibawa (sekitar 17.30 WIB). Massa yang datang berasal dari arah arah barat dan dari tol, mencapai ribuan orang. Terlihat massa dari arah tol menggunakan trailer yang berhenti di sebelah utara Lippo. Mereka selanjutnya bergerak memasuki komplek dan menuju Super Mall Lippo Karawaci. Kemudian dari tengah kerumunan massa seseorang berteriak “Diamond, Diamond’’. Sebagian massa pun bergerak ke Diamond di Kebon Nanas (sekitar 5-6 KM dari Super Mall). Mall mulai dibakar massa. Pihak keamanan Lippo berusaha menahan penjarah dan mengambil barang jarahannya. (Pimpinan keamanan tidak memerintahkan menangkap penjarah karena kuatir massa tersebut akan menyerbu dan melawan balik.) Saat menghubungi kantor Kodim, pihak keamanan diberitahu bahwa saat itu mereka (Kodim) tidak bisa menyediakan pasukan karena semua pasukan yang ada telah ditarik keJakarta.Mereka berjanji akan mengirim pasukan apabila kerusuhan di tempat lain telah selesai. Selama penjarahan terjadi terlihat ribuan orang membawa berbagai jenis barang. Umumnya penjarah (ribuan) adalah laki-laki, berusia 20-30 tahun. Mereka terlihat beringas. Selain merusak dan menjarah, mereka juga mencoret-coret di dinding-dinding bangunan. Warga di sekitar Kampung Bonang berjaga-jaga pada akses menuju pemukiman mereka. Sementara itu masih terlihat orang-orang membawa barang-barang hasil

Catatan

15 Mei 1998
IS Mei 1998,

Sekitar 09.00-

10.00 WIB Sekitar 10.00- 1 1.00 WIB Catatan
C. Kronologi Kerusuhan
jarahan. Api yang membakar Super Mall menyala hingga tiga hari lamanya. Saat pemadam kebakaran (dibantu peralatan pemadaman dari lokasi) melakukan pemadaman setidaknya terlihat 20 mayat telah dievakuasi, baik laki-laki maupun perempuan. Laporan resmi pengelola gedung menyebutkan total korban berjumlah 70 orang, yang ditemukan bertahap selama 6 bulan. Setidaknya empat mobil terbakar di lingkungan Lippo Karawaci yakni tiga milik warga dan satu milik karyawan. Kerusakan bangunan hanya terjadi pada Super Mall dan tidak pada perumahan.

Sejak pagi hari pihak keamanan Lippo Karawaci telah berjaga-jaga di sekitar Akses Legok bersama warga dan tokoh masyarakat setempat. Mereka yang berjaga berjumlah 30-50 orang dan masing-masing mempersenjatai diri dengan berbagai peralatan seperti pipa, besi, kayu, dll. Tidak ada aparat keamanan saat itu. Terjadi pembakaran ban dan massa berusaha memasuki wilayah Akses Legok, Lippo Karawaci. Tapi aksi tersebut berhasil dicegah warga dan satuan pengamanan yang berjaga. Datang bantuan kira-kira IS anggota Kopassus di Super Mall. Segera setelah turun dari helikopter (mendarat di lapangan golf) mereka manghalau massa dan berjaga di sekitar lokasi. Seorang bapak kehilangan putranya yang kemungkinan menjadi korban pada saat Mega Mall, Lippo Karawaci, terbakar berusaha mencari putranya saat akan dilakukan evakuasi pada tanggal 1 6 Mei 1 998 pagi (saat itu direncanakan akan dilakukan evakuasi terhadap korban kebakaran). Saat ia berada pada sebuah taman di depan Mega Mall, datang seorang laki-laki bertanya kenapa ia berada di sekitar lokasi. Setelah bercerita soal nasib anaknya yang masih belum jelas, kemudian laki-laki tersebut menangis dan bercerita kalau ia juga sedang stress akibat salah satu keluarganya turut menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi. Laki-laki tersebut juga mengatakan "Pak saya minta tolong, demi Allah saya minta tolong, saya mau ceritakan suatu rahasia, dan tolong sampaikan kepada wartawan atau siapa saja. Ini amanah saya kepada bapak, kalau tidak diungkap, diakherat kita sama-sama masuk neraka”. Laki-laki tersebut kemudian bercerita bahwa pembakaran, penjarahan dan perkosaan yang terjadi pada 14 Mei 1 998 dilakukan oleh mereka.Laki-laki tersebut saat mengeluarkan dompet yang berworna loreng terlihat simbol baret merah dan pisau.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Laki-laki tersebut mengatakan bahwa kerusuhan tersebut sudah lama direncanakan, yaitu dua bulan sebelumnya pada tanggal 1 Maret 1 998. Saat itu setelah dilakukan apel, perwira piket mengumumkan bahwa anggota dari regu titik-titik (tidak disebutkan) diharuskan ikut ke Kodam Jaya (laki-laki tersebut tidak mau menyebutkan nama regu karena hal itu sangat rahasia. Menurut laki-laki itu, mereka diangkut dengan dua truk, dan langsung menuju aula kodam, disana sudah ada satu kompi dari Kostrad dan satu kompi lagi dari Kodam Jaya, acaranya sendiri dimulai pukul 10.00 WIB untuk mendengarkan briefing dari beberapa perwira tinggi. Di aula Kodam tersebut ada Danjen Kopassus, Prabowo, Pangdam Jaya Sjafrie Sjamsoeddin, dan beberapa kepala direktorat. Menurutnya Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa mereka dikumpulkan karena akan dibentuk tiga kompi pasukan khusus yang tidak terlihat. Mereka disuruh memakai baju preman, pakai wig, tapi tetap bawa senjata. Sjafrie mengatakan Pak Harto memerintahkan melakukan ini-ini, dan untuk itu akan dibentuk tiga kompi ini. Menurutnya ada dua tugas utama dari kompi-kompi ini. Pertama, negara genting, karena mahasiswa akan menghancurkan Orde Baru, jadi harus diredam, mahasiswa atau siapa saja yang vokal, dan akan menghancurkan Orde Baru, harus diculik. Kedua kalau keadaan ini tak bisa lagi di atasi, mahasiswa akan dibunuh, tetapi tugas mereka adalah bukan untuk membunuh, tapi menyusup dan mengacaukan. Ketiga, ada juga rencana memperkosa perempuan Tionghoa, karena dibalik perkosaan tersebut ada unsur politiknya, yang intinya adalah bahwa ini bagian dari rekayasa untuk menaikkan Prabowo sebagai Pangab. Menurutnya, mereka mendengar pada tanggal 20 Mei 1 998 akan ada demonstrasi besar-besaran, untuk menyambutnya, sudah direncanakan untuk menyediakan 20 tank. Setiap tank akan diisi satu regu tentara yang dikasih peluru 3.000-5.000 biji. Jadi ketika mahasiswa jalan menuju Monas, kompi ini akan menyusup memakai jaket mahasiswa, lalu mereka pura-pura berkelahi. Setelah terjadi keributan, regu ini akan membuka jaketnya, dibuang, lalu rnundur dan menghilang. Begitu mereka mundur, tank-tank itulah yang akan membabat habis semua mahasiswa. Dengan begitu mahasiwa bisa dianggap membikin onar dan makar terhadap negara. Kalau mahasiwa sampai berhasil, jatuh semua ini. Hancur, makanya mereka harus membela, agar konstelasi yang ada bisa tetap utuh. Menurutnya pembakaran di Mega Mall itu kerjaan regu yang berseragam dinas hitam dan pakai penutup kepala kayak ninja, tapi bukan regunya dia. Tugas regunya adalah spesial memimpin orang-orang untuk menjarah dan membakar.

ada 200 orang binaan dari Timor-timur, 200 orang dari Irian jaya, dan 200 orang dari Sumatera. Mereka diangkut ke Jakarta pakaipesawat, kecuali yang dari sumatera naik mobil. Kalau ditambahpreman-preman se Jabotabek yang dilibatkan seluruhnya ada 10.000 orang, mereka tidak diberi janji tapi iming-iming, kalau tugas berhasil, barang jarahan boleh diambil. Preman itu dikumpulkan di Dodiklat (Komando pendidikan dan latihan), seminggu sebelum kerusuhan. Pada 12 Mei tiga kompi ini kembali dikumpulkan, mereka ditugaskan untuk mencari tahu dimana ada mahasiswa yang berdemonstrasi. Tampaknya Pak Harto sudah memberikan lampu hijau kepada Prabowo supaya mulai membabat mahasiswa. Tapi karena susah dicari-cari kesalahan, baru di Trisakti rencana bisa dijalankan. Waktu itu banyak yang pegang HT (handy talky), karena mereka berkoodinasi ke Kodam. Kompi-kompi ini menunggu berita di Makodam. Tugas tiga kompi ini sudah dibagi-bagi yaitu untuk yang bermotor, yang pakai baju hitam dinas, dan yang untuk tidak berbentuk. Hari itu mereka semua sibuk memantau, setelah ada peluang untuk membuat kerusuhan, regu bermotor berangkat ke Trisakti, seluruh motor ditaruh di Kodim JakartaBarat. Regu ini lalu menyamar dengan pakain Polisi, senjatanya dilipat, dimasukkan kedalam jaket, lalu begitu Polisi mulai menembak dengan peluru kosong, mereka ikut menembak. Habis menembak, mereka ambil motornya lalu menghilang, menurutnya penembakan itu perlu agar mahasiswa mengamuk. Setelah berhasil di Trisakti, besoknya tanggal 13 Mei 1998, 10.000 pasukan ini disiapkan untuk memancing mahasiswa di Terminal Grogol. Sejak pagi mereka berkumpul disitu menunggu mahasiswa. Tapi rencana ini bocor karena semua mahasiswa ternyata pakai jaket dan tidak mau gabung. Menurutnya mereka menunggu samapi jam 23 malam. Akhirnya komandan mereka membagi-bagi pasukan, seribu orang keJakartaUtara, seribu ke Glodok, seribu ke JakartaTimur dan seribu lagi keJakartaSelatan. Masing-masing rombongan dipimpin satu regu yang tidak berbentuk ini. Pada 1 4 Mei 1 998, menurut lelaki itu, sebelum mereka menjarah dan membakar, dilakukan pemerkosaan lebih dulu, pokoknya dimana ada cewek Tionghoa, diperkosa, yang memperkosa bukan tentara tapi preman yang didatangkan dari luar daerah, sehingga korban yang diperkosa tidak kenal. Secara bersamaan toko-toko mulai dijarah, lalu dibakar, setelah barang ludes diambil. Lelaki ini mengaku menyesali perbuatannya, dia tahu perbuatan itu laknat, tapi sebagai tentara dia tidak berani menolak perintah

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Sore hari setelah membuat kerusuhan, ketiga kompi pasukan langsung kembali ke Kodam, sedangkan preman-preman ditarik ke baraknya. Di Makodam, setiap kompi dimintai laporannya, berapa orang yang diperkosa, berapa toko yang dijarah dan lainnya. Dari situ mereka mengetahui bahwa jumlah yang mati di Jakartasekitar 5000 orang dan jumlah yang diperkosa ratusan orang, dan sebagian korban perkosaan yang masih hidup dibuang ke api. Seluruh rencana tersebut sudah dipersiapkan matang. Operasi ini diberi nama Gerakan 1 2 Mei Orde Baru, karena tugasnya melindungi Orde Baru agar jangan hancur. Sejak dua bulan sebelum kerusuhan, orang-orang binaan sudah direkrut dan dilatih oleh Kopassus yang ada disana. Meraka baru dikirim ke Jakartaseminggu sebelum kerusuhan. Di Lippo Karawaci, tempat lelaki itu bertugas, aksi dimulai pukul 14.00 WIB, mereka awalnya berteriak-teriak, menyuruh orang melempar batu dan menjarah. Lalu Lippo mereka bakar tapi Mega Mall sengaja dibiarkan dan dijaga regu lain yang berpakain dinas. Ini mereka sengaja untuk menjebak.Pada pukul 18.00 WIB preman-preman yang masuk regu nya ditarik keJakarta.Semuanya ada sepuluh truk. Malamnya mereka langsung dipulangkan ke daerahnya. Untuk yang ke Tim-Tim dan Irian, mereka berkereta ke Surabaya, baru dari sana dibawa pakai pesawat Setelah preman-preman pulang ke Jakarta, ada empat truk lain yang menggatikan, dua truk di antaranya lebih dulu merampok tabung-tabung gas elpiji di toko-toko. Jumlahnya sekitar 30 biji. Kompinya masih berada disitu, tapi sudah tidak ikut tugas. Tugas regunya selesai sampai memulangkan preman-preman tersebut ke Jakarta. Setibanya di lokasi pasukan di empat truk itu langsung menodong kerumunan penonton, mereka berteriak “Hayo, tiarap semua.. Yang gak mau tiarap ditembak kakinya”. Masyarakat yang nggak tahu langsung tiarap, sedangkan lainnya lari tunggang langgang, yang tiarap ada 500-an orang, sementara sekitar 3000-an lainnya lari dan menonton dari kejauhan. Tak lama orang-orang yang tiarap itu disuruh berdiri, lalu dengan tangan dibelakang, mereka digiring ke Mega Mall, yang memang belum dibakar. Satpam diperintahkan membuka gembok, rolling door nya diangkat setengah, lalu 500-an orang itu disuruh masuk. Begitu semua masuk, treet...tet meraka langsung diberondong tembakan ke arah kaki. Setelah tembakan berhenti, tabung-tabung elpiji itu diturunkan, ditaruh di dalam dan diledakkan, begitu api mulai berkobar, pintu ditutup dan digembok lagi, lalu oleh pasukan berseragam hitam, selongsong peluru dikumpulkan dan sapu bersih. Sehabis itu mereka naik ke truk dan menghilang.

secara keseluruhan tugas tiga kompi ini memang cuma sampai situ, setelah melapor ke Makodam kompi-kompi ini dikembalikan ke kesatuan masing-masing, dan menganggap bahwa tak pernah terjadi apa-apa, tapi mereka semua yang bertugas tetap diawasi, dia datang ke Mega Mall Lippo Karawaci setelah menyelinap lewat dapur. Catatan: Kesaksian ini dimuat pada Tajuk, 30 Agustus 1998

Kode :JI502 Lokasi : Pamulang permai, Pamulang, Tangerang Tanggal Awal Kejadian : 13 Mei 1998 Waktu Kronologi 13 Mei 1998 Siang hingga Mahasiswa Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan menggunakan tiga bus sore hari bergabung dengan mahasiswalain dari berbagai kampus di Tanah Kusir,menghadiri pemakaman 3 mahasiswa Trisakti yang tertembak pada insiden Trisakti. Dalam perjalanan menuju Tanah Kusir, mereka dihadang sekitar 15 Polisi dan 5 tentara Arhanud di sekitar perumahan Villa Melati. Akhirnya mahasiswa kembali ke kampusnya di Serpong dan dengan menggunakan Angkot (Angkutan kota) mereka berpencar berangkat menuju Tanah Kusir. Selesai menghadiri pemakaman dan melakukan aksi mimbar bebas.pada sore hari sebagian kembali ke kampus. 14 Mei 1998 Siang hari Mahasiswa melakukan aksi di dalam kampus ITI (sekitar daerah Muncul, Serpong) sebagai reaksi atas penembakan di Trisakti. Sekitar 13.00 Mahasiswa keluar kampus dengan berjalan kaki menuju ke Pamulang. Aksi WIB tersebut dilakukan untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa mahasiswa tidak setuju dengan penembakan 12 Mei. Saat sedang berjalan, diperoleh informasi adanya kerusuhan di mana-mana. Sementara itu sepanjang jalan yang dilalui mahasiswa telah ramai kerumunan massa, yang menonton aksi tersebut. Massa tersebut adalah warga yang tinggal di sepanjang jalan. Sekitar 17.00 Aksi jalan (long march) tersebut berakhir di Pamulang di depan kantor Polsek WIB Pamulang. Di kantor Polsek tersebut terlihat ada aparat yang berjaga di dalamnya. Karena mendengar ada isu terjadi penjarahan di mana-mana, maka beberapa mahasiswa berinisiatif untuk menjaga pertokoan.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kami mempergunakan jaket almamater. Sebagian mahasiswa pulang ke rumah. Magrib sampai Di sekitar Pertokoan Pamulang Permai terlihat 3 orang laki-laki berusia antara sekitar 20.00 20-30 tahun sedang berjalan dan diikuti sekelompok anak-anak kecil. Tiga orang WIB tersebut membawa linggis, martil dan kayu panjang. Mereka berjalan sambil memecahkan semua lampu penerangan di sepanjang Pertokoan Pamulang Permai sampai ke mini market dekat beberapa mahasiswa berada. Melihat mahasiswa yang berdiri di depan mini market, mereka bertanya kepada anak-anak yang mengikuti mereka,"Siapa itu?” sambil menunjuk ke arah kami. Anak-anak itu menjawab, "Mahasiswa ITI”. Mereka kemudian berjalan meninggalkan mahasiswa tersebut menuju ruko-ruko di bagian belakang komplek pertokoan. Terlihat kelompok tersebut menghancurkan lampu penerangan di depan ruko dan setelah itu terdengar bunyi yang sangat keras (bunyi besi beradu) beberapa kali. Ketiga orang yang memimpin anak-anak tersebut terlihat sedang menghancurkan gembok pengaman ruko dan membongkar paksa rolling door ruko. Mereka bekerja sangat cepat, hanya sekitar 5 menit dan pintu sudah terbuka.
Setelah pintu terbuka mereka berteriak-teriak “Serbu.... Serbu....”. Kemudian
massa berdatangan menjarah. Mereka sendiri pergi meninggalkan ruko itu. Tidak berapa lama lama kemudian terdengar lagi suara dentuman besi seperti
sebelumnya dan diikuti teriakan “serbu!....serbu!...”. Sebagian massa segera
beralih ke ruko sebelahnya. Peristiwa tersebut berlangsung hingga sekitar pukul

20.00 WIB.

Catatan Karena kuatir wilayahnya akan diserbu massa, warga di sekitar lokasi pada
malamitu melakukan Siskamling. Selama proses pembakaran, perusakan lampu-lampu jalan dan penjarahan berlangsung, tidak terlihat aparat di sekitar lokasi.
Kode : 503
Lokasi Sekitar Plaza Cileduk, Ciledug, Tangerang
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998

JI : :

Waktu Kronologi
13 Mei 1998

13 Mei 1998, Warga di sekitar Kunciran mendengar akan ada kerusuhan dari berita-berita di

14 Mei 1998 Pukul 08.00 WIB

Sekitar 08.00-

09.00 WIB
Hingga sore hari daerak sekitar Ciledug Raya masih aman, belum terjadi perusakan maupun penjarahan.

Massa sudah berkumpul di sekitar Plaza Cileduk, karena mendengar kalau akan ada penyerangan oleh kelompok yang tak dikenal. Akibatnya warga setempat berkumpul di setiap mulut-mulut jalan atau gang-gang jalan. Di sekitar Perempatan Cileduk, terlihat ratusan massa dari arah Cipondoh, Tangerang, bergerak ke arah Cileduk. Kelompok massa tersebut kemudian berhenti di perempatan Cileduk. Di lokasi tersebut terlihat puluhan aparat keamanan berjaga. Aparat terlihat mendiamkan (tidak melakukan apa-apa) saat massa yang bergerak menuju Ciledug tersebut melewati mereka. Terlihat sekitar 3-5 orang memimpin massa. Mereka umumnya berbadan kekar, berambut cepak tetapi ada juga yang berambut gondrong. Umumnya mereka mengenakan baju hitam, celana jeans, dan meneriakka yel-yel “bakar cina!”, “jarah cina!”. Sepanjang perjalanan itu massa semakin bertambah banyak. Mereka mengajak massa yang berada dipinggir jalan Cileduk untuk ikut berkumpul. Sasaran pertama massa tersebut adalah toko sembako. Segera setelah merusak toko sembako,massa pun mulai menjarah. Massa sudah banyak berkumpul di JI.Cokroaminoto, Cileduk. Sudah terjadi penjarahan pertokoan sembako. Pada salah satu toko terlihat segerombolan orang berambut cepak berbadan tegap sedang membongkar sebuah toko sembako. Mereka menggunakan besi dan kayu. Di sekitar lokasi tersebut terdapat puluhan toko sembako, di kanan maupun kiri jalan. Orang dengan ciri-ciri berbadan tegap, berambut cepak tersebut, setelah berhasil menjebol toko sembako, tidak masuk tetapi menyuruh massa untuk masuk. Selanjutnya mereka meninggalkan lokasi. Sekitar 5 pasukan PHH bersenjata yang berada di sekitar lokasi hanya berdiam dan tidak melakukan tindakan apa-apa. Bersamaan dengan pembobolan toko sembako, pembakaran ban dan warung-warung kecil juga terjadi. Sebagian besar massa lainnya terkonsentarasi ke Mal Cileduk. Mulai terjadi pembakaran-pembakaran kecil di toko-toko sembako. Aparat keamanan (tentara) yang bersenjata laras panjang terlihat berada di depan

Sekitar 10.00 WIB

Sekitar 10.00 WIB

Siang hari

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Ramayana. Mereka tidak terlihat menghalau atau mencegah massa. Semetara itu adanya pembakaran menambah konsentrasi massa di lokasi tersebut Sebagian massa terlihat mulai merusak toko elelektronik. Massa pun berpindah mendekati lokasi tersebut. Pada saat perusakan terjadi terdengar teriakan-teriakan “Bakar Cina, Bakar Cina”. Toko elektronik tersebut diketahui milik seorang etnis Tionghoa. Seseorang berkepala botak terlihat memimpin massa. Massa yang berhasil memsuki toko-toko elektronik mengambil barang lalu dibawa keluar dan dibakar. Tidak banyak jarahan yang dibawa pulang. Sekelompok orang terlihat mengambil barang-barang elektronik dari tangan penjarah lalu dilempar ke jalan dan dibakar. Penjarahan dan pembakaran yang terjadi terlihat jelas dari depan Ramayana (tempat aparat bersenjata berada). Aparat keamanan tidak terlihat mencegah, menghalau, menghentikan ataupun menangkap massa saat sebelum hingga terjadinya penjarahan dan pembakaran. Sementara kantor Polsek Cileduk dan Koramil Cileduk berada tidak lebih dari 100 m dari lokasi tersebut Pukul 15.00 Sekitar Pasar Cileduk sudah banyak massa berkerumun, tetapi pusat perbelanjaan WIB belum terjadi apa-apa. Beberapa pemilik toko terlihat sedang sibuk menutup ruko-ruko mereka dan meninggalkannya. Pukul 16.00 Datang sebuah truk dari arah Tangerang dan berhenti di depan area pertokoan. WIB Sekitar 70 orang turun dari truk membawa linggis, martil, besi dll. Mereka kemudian menyebar dan membaur di antara massa. Kemudian salah satu dari mereka berteriak “Kok ini belum diapa-apain..???”. Tak lama kemudian mereka langsung merusak pagar pertokoan dan diikuti oleh massa. Aksi tersebut dilanjutkan dengan masuk ke dalam area pertokoan dan menjarah. Pukul 17.00-Saat massa sedang menjarah barang-barang, tiba-tiba beberapa orang dari lantai

20.00 WIB bawah berteriak-teriak :“Ada Api...ada Api...!!!” Lantai dasar mulai terbakar dan
mengepulkan asap. Hal itu membuat panik massa dan serempak massa yang berada di lantai dasar berhamburan keluar gedung. Massa yang terjebak di lantai
2-3 mall terdengar berteriak “Tolong... tolong... tolong...!!!” sebagian massa
terlihat bertahan di dalam bangunan, sebagian lain terlihat melompat dari lantai 2 dan 3. Banyak yang menjadi korban Iuka-Iuka akibat melompat. Sebagian korban adalah mereka yang biasa berdagang atau yang berjualan dikawasan pasar Cileduk. Sementara itu kelompok massa yang sebelumnya datang dengan menggunakan truk terlihat mulai berkumpul saat pembakaran terjadi. Ciri-ciri mereka ada yang berambut gondrong, ada yang botak, ada yang cepak. Saat datang dengan

Siang hingga sore

Sekitar 18.00-

19.00 WIB
Sekitar 2 1.00 WIB

% yang biasa digunakan untuk menganggkut pasir) mereka tampak seperti warga biasa. Jumlahmassa saat peristiwa terjadi sekitar 2000-3000 orang. Sebelum peristiwa terjadi sudah terdapat blokade-blokade aparat Kepolisian (Polsek setempat). Saat truk yang mengangkut orang-orang yang memicu kerusuhan mendekati pertokoan, sempat dihadang aparat agar tidak mendekati area pertokoan. Tetapi akibat massa yang marah akhirnya Polisi membiarkan truk tersebut melintas. Saat peristiwa berlangsung terdapat sekitar 20 aparat dari Polsek setempat berada di sekitar lokasi dan mereka tidak mengambil tindakan pengamanan. Mereka terlihat membawa perlengkapan seperti helm, tameng, pentungan dan senjata laras panjang yang sebagian ditaruh di dalam truk Polisi. Sebelum peristiwa terjadi sempat terdengar pasukan Polisi berkata kepada massa“Terserah mau diapain, tapi tolong jangan dibakar!!!” SekitarJI.Cokroaminoto kumpulan massa semakin bertambah banyak. Massa yang tidak mendapatkan barang berpindah ke Ramayana. Puluhan tentara (mengenakan helm) yang berada di sekitar Ramayana terlihat membiarkan massa masuk dan menjarah Ramayana. Kemudian api mulai menyala dari dalam bangunan. Sekitar satu jam massa yang berada di dalam Ramayana belum ada yang keluar. Akhirnya setelah pintu pada lantai 2 berhasil dijebol terlihat massa berebutan keluar dari bangunan. Sebagian orang terlihat terjun (melompat) dari lantai 2. Terlihat aparat mencegah massa yang hendak masuk ke Ramayana. Aparat hanya manahan massa yang akan masuk tetapi tidak mengusir massa yang masih berada di dalam. Aparat terlihat menguasai lantai bawah. Kemudian api mulai membakar bangunan. Terlihat seseorang melompat dari lantai 2, sementara api telah membakar lantai 1. Catatan:

** Kesaksian menyebutkan api pertama kali terlihat di lantai 3. Terdapat* kemungkinan pembakran terjadi hampir bersamaan pada baik lantai 1 maupun 3 (masing-masing lantai). Hal ini memberikan indikasi adanya pembakaran dengan sengaja. Massa masih bekumpul di sekitar Ramayana, sementara api di Ramayana dan pertokoan di sekitarnya terlihat semakin membesar pembakaran pertokoan di sekitar Ramayana tambah banyak. Banyak pertokoan di sekitar di sekitar Cileduk

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

14 Mei 1998, malam Hari 15 Mei 1998 15 Mei 1998

15 Mei 1998

sudah hangus. Sebagian massa terlihat berjalan ke arah Cipulir blok M. Sementara itu, pertokoan sepanjangjl. Cileduk Raya rusak.

Pihak RW pada pemukiman di sekitar lokasi meminta warga berjaga karena muncul isu akan ada massa susulan yang melakukan p^njarahan. Sekitar Ramayana terlihat banyak massa, tetapi tidak seberingas sehari sebelumnya. Aparat sedikit berkurang dibanding sehari sebelumnya. Ramayana terlihat telah runtuh. Diperoleh informasi ada korban meninggal dan terbakar saat kerusuhan terjadi di Ramayana. Sepanjang Cileduk ke arah Cipulir banyak toko-toko sepanjang jalan rusak, kaca-kacanya pecah.

:JI504
Lokasi Kreo, Ciledug, Tangerang
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998 Kronologi 14 Mei 1998
Sekitar pukul 09.00-09.30 Sekitar pasar Kebayoran lama ratusan massa hampir memenuhi jalan sambil
WIB Meja, ban-ban bekas dll.
Pukul 09.00- Massa sudah banyak berkumpul di sekitar pertokoan Pasar Raya dan Hero
12.00 WIB (sekarang Giant ) Kreo. Telah tampak banyak asap mengepul berwarna hitam, berasal dari sekitar pertokoan.
Pukul 10.00- Terlihat sekelompok (seperti) mahasiswa, sedang berunjuk rasa. Mereka sempat

: :

Kode

Waktu
1 1.00 WIB

meletakan barang-barang di tengah jalan seperti : Bangku Kayu Panjang, Drum,

melakukan aksi pembakaran ban-ban bekas sambil berorasi dan mengajak massa yang mereka lalui. Mahasiswa melakukan demo karena sehari sebelumnya mahasiswa Trisakti mati tertembak. Aksi mahasiswa yang bergerak menuju Cileduk mendapat perhatian masyarakat. Mahasiswa dalam aksinya menujukkan kemarahan dengan membakar puing-puing kayu dan kardus. Tindakan itu kemudian menyulut kemarahan massa lain di sekitar lokasi itu. Massa juga mulai melakukan aksi-aksi merusak dan akhinya merembet melakukan perusakan beberapa toko sepanjang jalan raya Cileduk. Aksi massa terus diikuti massa lainnya dan akhirnya menjadi tidak terkendali dan brutal. Saat itu jumlah massa sekitar 700 orang.

antara massa (memanfaatkan mahasiswa yang sedang melakukan aksi) selalu mempengaruhi massa dengan berkata”ini bengkel orang Cina...ayo kita bakar!!!" Terlihat massa mengikuti teriakan-teriakan tersebut. pukul 12.00 Sekitar pojok tikungan pertokoan Kreo, terlihat aparat TNI/PPRM berjumlah WIB sekitar 50 orang, membawa perlengkapan 1 unit truk toronton, pentungan karet, senjata berlaras panjang, gas air mata dll. Aparat terlihat memblokir jalan yang mengarah ke wilayah pertokoan. Massa yang terhadang blokade aparat mencoba menerobos tetapi tidak berhasil. Akhirnya massa mulai melempar aparat dengan batu dan benda-benda lainnya. Massa saat itu berjumlah sekitar 300 orang. Pukul 12.30 Daerah sekitar perbatasan Tangerang dimana terdapat banyak pertokoan, terlihat WIB telah hancur berantakan. Banyak berserak barang-barang di tengah jalan seperti motor, mobil, bangku-bangku, meja, kompor dan lain sebagainya. Sekitar 10 unit mobil baru dan 7 unit sepeda motor dari sebuah Showroom terlihat sudah dibakar massa di tengah jalan, persis di depan showroom. Pada saat itu saya tidak terlihat satu pun aparat. Jumlahmassa kira-kira lebih dari 300 orang. Pukul 12.15 Rombongan massa dan mahasiswa tiba dipertokoan Kreo dan massa yang WIB menyertai langsung melempari pertokoan Colombia furniture dan menyerbu masuk. Kemudian massa menjarah berbagai barang dari dalam toko seperti TV, kulkas, computer dan barang-barang seperti spring bed, meja belajar dan bangku dikeluarkan dari toko dan selanjutnya dibakar. Aksi tersebut diikuti massa lainnya dengan merusak gedung dan toko-toko yang ada disebelahnya seperti Showroom dan bengkel motor. Massa merusak, menjarah dan melakukan pembakaran. Terlihat kira-kira 30 orang aparat keamanan dari Marinir menggunakan truk tronton dengan perlengkapan seperti senjata laras panjang, pentungan dan tameng. Saat melewati kerumunan mereka hanya melintas sambil melambai-lambaikan tangan. Spontan massa yang berada di lokasi membalas dengan
melembaikan tangan sambil berteriak "Hidup Marinir... Hidup Marinir...!!!"
Pukul 12.45 Hanya bangunan swalayan Hero yang terlihat dibakar massa. Sementara WIB pertokoan lainnya tidak. Perusakan di Hero dimulai dari beberapa orang yang melempar bangunan dan diikuti kemudian dengan merusak dan menjarah. Setelah mulai menjarah, kemudian massa mulai mengikuti mereka.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Pukul 14.30 WIB

Hingga 18.00 WIB 15 Mei 1998 Pagi hari

Pukul 1 1.00-

12.30 WIB
Setelah massa menguras habis barang-barang dari dalam Hero itu, massa kemudian membakar sisa-sisa barang seperti bangku, meja hingga rak-rak yang ada di dalam Hero. Segera api melahap seluruh bangunan. Saat massa melakukan aksi perusakan di pertokoan perbatasan Tangerang, hanya pertokoan di sebelah kiri jalan yang hancur dirusak massa, pertokoan disebelah kanan jalan tetap aman dan tidak ada yang rusak satupun. Pertokoan di sisi kanan jalan saat itu umumnya dimiliki atau dijaga seorang tokoh asli warga setempat yang juga sesepuh wilayah itu. Situasi mulai mereda.

Pada saat peristiwa terjadi massa di sepanjang jalan berteriak-teriak’’Mana yang punya orang Cina!?...biar kita hancurin!!”. Kebanyakan toko-toko yang dirusak dan dijarah adalah toko-toko yang sebelumnya sudah diketahui milik etnis Tionghoa. Massa terlihat berduyun-duyun melintasi kampus Budi Luhur. Sekitar 10 orang berhasil melompat pagar dan masuk ke dalam halaman parkir kampus. mereka langsung melempar bangunan dan mengakibatkan beberapa kaca dan lampu-lampu di kampus tersebut pecah/rusak. Tak berapa lama beberapa Satpam dan warga setempat meminta massa tidak merusak kampus tersebut. Mereka meminta massa yang telah berhasil masuk dan merusak kampus untuk keluar meninggalkan halaman kampus. Setelah melakukan pendekatan akhirnya mereka mau meninggalkan kampus dan tidak melakukan perusakan. Setelah berpindah dari Kampus Budi Luhur, massa kemudian terlihat berhenti di depan “Lembaga Pendidikan Komputer". Massa selanjutnya merusak dan menjarah lembaga tersebut. Supermarket Hero telihat telah dirusak dan dijarah serta akhirnya dibakar massa.

Pada jalanan menuju Cileduk dari Gandaria masih terjadi perusakan dan penjarahan. Pada perbatasan jalan antaraJakartadan Tangerang (sekitar Taman Asri, Kreo), diJI.Raya Cileduk, terlihat banyak aparat (sekitar 200 orang) dari TNI AD melakukan pemeriksaan (sweeping) terhadap massa yang berkeliaran disepanjang jalan itu. Aparat terlihat dilengkapi dengan senjata laras panjang, peluru karet, gas

Waktu Kronologi
14 Mei 1998

Sekitar 10.30 Warga telah berkumpul di sekitar Cipulir Plaza. WIB

Sekitar 13.00 Datang puluhan pemuda dan remaja dengan menggunakan truk militer berwarna
WIB Kode hijau dari arah Ciledug dan memimpin massa bergerak ke Cipulir Plaza. Mereka
Lokasi Mall Shinta Tangerang
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998 Kronologi 14 Mei 1998
Pukul 10.00- 1 1.00 WIB Sekitar jalan Cemara Raya Perumnas 1 Tangerang dari berbagai arah massa emosi. Setelah sekitar satu jam ratusan massa tersebut melakukan aksinya, di tengah jalan.
Pukul 12.00- Massa mulai bergerak menuju pertokoan Mall Shinta yang tak jauh letaknya dari
14.30 WIB daerah tersebut. Massa yang berjumlah ratusan tersebut, setelah berteriak-teriak,

kemudian memulai perusakan yang diikuti warga yang sebelumnya telah berkumpul atau yang mengikuti mereka

: JI 506

: :

Waktu
berdatangan sambil berteriak-teriak melepaskan umpatan dengan marah dan

beberapa orang dari antara massa mulai membakar ban-ban bekas dan kayu-kayu

langsung menyerbu masuk, menjarah, mengambil barang-barang di dalam pertokoan. Massa terlihat seperti kalap mengambil apa saja yang ada hingga habis. Saat peristiwa terjadi, jumlah massa sekitar 350-500 orang. Ketika berhasil menjarah Mall Shinta, massa kemudian bertambah banyak berdatangan dari segala penjuru jalan di daerah Perumnas 1 Tangerang. Peristiwa terjadi sekitar 2 jam. Selama peristiwa terjadi tidak ada satupun aparat keamanan baik dari Polisi, TNI maupun SATPAM.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Diketahui 2-3 orang tewas terpanggang api akibat terjebak di lantai atas. Kerusuhan juga terjadi pada pertokoan di sekitar Mall Shinta.

Kode : J1 507 Lokasi : Supermarket Mitra, Perumnas II, Tangerang Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi 14 Mei 1998

Sekitar 10.00 Massa berkumpul di sekitar lokasi karena mendengar isu Ramayana Tangerang
WIB telah dibakar.
Sekitar 15.00 Perusakan, penjarahan dan pembakaran dimulai setelah sekelompok pemuda tak
WIB Kode dikenal diturunkan dari mobil Kijang dari arah Malabar.
Lokasi Mall Permata Cimone,
Tanggal Awal Kejadian 14 Mei 1998 : 14 Mei 1998
Sekitar 2 1.00 Sekelompok pemuda dengan menggunakan truk diturunkan dan kemudian
WIB bergerak berjalan kaki menuju Cimone. Kerumunan massa yang berada di sekitar jalan kemudian bergabung bersama kelompok tersebut.
Sekitar 0 1.00 Perusakan bangunan mulai terjadi.

:JI508

: Tangerang

Waktu Kronologi

WIB

Kode :J1 509 Lokasi : Wilayah sekitar Cikupa -Jatiuwung Pusat, Tangerang Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi

14 Mei 1998
Sekitar 10.00 Banyak orang berkerumun di depan pusat perbelanjaan Sabar Subur, karena
WIB mendengar isu bahwa pertokoan tersebut akan dijarah.
Sekitar 10.00 Terjadi aksi perusakan di sekitar pasar Cikupa yang menyebabkan banyak orang

WIB berlarian-berhamburan ke segala arah, umumnya berlari ke arah Pasar Kemis. Pada saat yang hampir bersaman juga terjadi peristiwa kerusuhan (perusakan dan penjarahan) di sekitar wilayah Jatiuwung.

C. Kronologi Kerusuhan
Sekitar 10.15 Banyak massa berlarian dari arah Pasar Kemis dan Jatiuwung akibat WIB kerusuhan/keributan yang terjadi di wilayah Jatiuwung. Akibatnya kumpulan massa yang berlarian dari arah Jatiuwung dan Cikupa bertumpuk diantara kedua wilayah tersebut. Selain massa yang berjalan kaki juga berbagai kendaraan (roda dua dan empat) bertumpuk di layah tersebut. Terlihat seseorang dengan pakaian seragam Kodim di antara massa ikut berlarian menyelamatkan diri. Sekitar 13.00 Dari antara kerumunana massa terdengar seorang pria berjaket hitam, sambil WIB mengambil batu dan melemparkannya kearah pertokoan, berteriak “kalau mau menyerbu jangan ragu-ragu”. Massa yang berada di sekitar lokasi akhirnya ikut melakukan perusakan dan dilanjutkan dengan menjarah isi bangunan. Sekitar 12.00-Terjadi pembakaran pada beberapa lokasi sepanjang jalan antara Cikupa dan

14.00 WIB Jatiuwung.
Sebuah papan reklame dirusak massa dan sebuah bengkel motor di sekitar wilayah Cikupa terlihat sedang di bakar massa. Tidak jauh dari lokasi tersebut, menuju wilayah Jatiuwung terlihat dua buah mobil box sedang dibakar massa. Beberapa bangunan yang terletak tidak jauh dai Polsek dan kantor camat Jatiuwung (tidak jauh dari lokasi pembakaran mobil), terlihat Pasar Sabar Subur, Supermarket Brahmana dan Hotel Nelayan telah dalam keadaan terbakar. Beberapa Polisi dan tentara yang berada di Polsek Jatiuwung terlihat tidak bisa melakukan banyak hal dan hanya menonton terjadinya peristiwa. Malam hari Terjadi mobilisasi massa dariJI. Raya Serangsekitar wilayah Cikupa. Terlihat dua buah truk jenis Fuso dan Colt Diesel mengangkut dan mencari massa dari sekitar wilayah tersebut (JI. Raya Serang). Mobil tersebut kemudian bergerak ke arah Balaraja. Mobil yang mengangkut massa tersebut bukan milik warga Cikupa. Catalan: Peristiwa kerusuhan mulai terjadi dari wilayah sekitar jatiuwung kemudian bergeser ke Cikupa. Pada malam hari mulai bergeser ke arah Balaraja.

KodeJ1 5 1 0 Lokasi : SekitarJI. Ir. H.Juanda,Ciputat, Tangerang Tanggal Awal Kejadian : 14 Mei 1998 Waktu Kronologi

1998: Fakta, Data dan Analisa

14 Mei 1998

Sekitar 15.00 Toko elektronik PALAPA diJIIr. HJuandano 28 ciputat dan toko elektronik 23 WIBJIDewi Sartika No 9 Ciputat telah dirusak, dijarah dan dibaakar oleh massa. Beberapa orang datang dengan menggunakan dua buah truk, mereka berbadan tinggi tegap dan berambut agak pendek, setelah turun dari kendaraan langsung melakukan perusakan toko2 yang ada disekitar lokasi. Kemudian mereka menyuruh massa yang telah berada di sekitar lokasi ikut menjarah. Selain menjarah seluruh isi toko,massa juga akhirnya ikut membakar bangunan pertokoan. Setelah pembakaran, kelompok orang yang datag dengan truk tersebut berpindah lokasi dan melakukan perusakan bangunan. Sekitar 16.00 Di sekitar Kampung Utan,JI.Ir. H. Juanda, terlihat massa sedang merusak dan WIB menjarah barang-barang pertokoan yang berada di sekitar lokasi. Pada sebuah show room Kawasaki terlihat seseorang yang dikenal oleh warga pertokoan sedang mengeluarkan dua buah motor ke tengah jalan dan kemudian membakarnya. Disekitar lokasi telah banyak massa berkumpul. Tidak lama setelah itu, beberapa toko yang berada di sekitar lokasi ikut dibakar massa. Selain motor, sebuah mobil L300 juga menjadi korban peruskan dan pembakaran di tengah jalan. 15 Mei 1998 Sekitar 08.00 Seorang pemilik toko elektronik diJI. H.Juandasaat sedang memeriksa tokonya WIB didatangi seseorang dan pengikutnya. Orang tersebut biasanya merangkap menjadi hansip di sekitar pertokoan (tinggal di belakang pertokoan dan menerima uang bulanan dari pemilik toko). Orang tersebut mengancam pemilik toko dengan menggunakan pisau dan memborgol, meminta pemilik toko menyerahkan barang-barang elektronik yang berada di dalam toko. Orang tersebut juga menganiaya anak pemilik toko hingga babak belur. Pemilik toko kemudian menyerahkan uang sebesar 1 juta rupiah, tetapi sekelompok orang tersebut tetap mengambil barang-barang elektronik yang berada di dalam toko.

Kode :JI70I

Lokasi : Bulak Kapal-Tambun, Bekasi Tanggal Kejadiar : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Pukul 10.55 Kerusuhan di sekitar Tambun dilakukan oleh sekelompok orang yang berjumlah

pagan dan garasi sebuah pertokoan elektronik dengan menggunakan batu dan balok kayu. Kemudian aksi dilanjutkan dengan menjarah toko tersebut. Setelah kelompok tersebut berhasil menjarah, massa lain yang berada di sekitar lokasi segera mengikutinya. Setelah itu, tidak jauh dari lokasi kemudian terlihat sekitar 100 orang menyeberangi rel kereta dan menyerbu beberapa toko milik warga etnis Tionghoa. Mereka melempari pertokoan dengan batu dan memukul kaca dengan besi dan balok kayu. Setelah itu mulai melakukan aksi menjarah. Selain toko, sebuah klinik yang berada di antara pertokoan tersebut juga tidak luput dari aksi perusakan dan penjarahan. Setelah barang-barang pertokoan dijarah, kemudian massa mulai membakar pertokoan baik milik warga etnis Tionghoa maupun bukan. Saat massa merusak (melempar dengan batu dan benda lain) klinik yang bersebelahan dengan pertokoan, di dalam klink terdapat pasien yang sedang berobat. Karena itu akhirnya massa menghentikan aksi mereka. Saat peristiwa terjadi tidak terlihat aparat keamanan di sekitar lokasi. Pukul 1 1.30 Sekitar Bulak Kapal terlihat sebuah bank telah hancur dan terbakar. Begitu juga WIB dengan toko Kaset/CD, toko elektronik dan Ramayan telah habis dirusak dan dijarah. Massa yang ada sekitar 5000 orang. Selama aksi penjarahan terlihat seseorang terjatuh dari lantai 3 bangunan Ramayana. Saat peristiwa tidak terlihat adanya aparat di sekitar lokasi. Pukul 12.45-Datang sekitar 100 aparat dari kesatuan Marinir membawa senjata laras panjang,

13.30 WIB pelontar gas, tameng dan 3 unit panser. Ketika tiba di lokasi aparat segera
membubarkan massa dengan menabrakan panser ke arah massa, tanpa peringatan terlebih dulu. Tindakan dilanjutkan dengan melepaskan gas air mata dan tembakan peluru karet. Massa segera bubar. Beberapa orang terlihat terkena tembakan peluru karet. Akibat banyaknya massa menjadi korban, akhirnya massa marah dan berbalik melawan menyerang panser dengan melempar batu, kayu dan molotov. Terjadi baku lempar antara massa dan pasukan Marinir. Terlihat seorang anggota Marinir menjadi korban aksi lempar-melempar tersebut. Akhirnya pasukan Marinir kembali menembakkan peluru karet. Beberapa orang diamankan (ditangkap) pasukan Marinir dan langsung dipukuli lalu dilepaskan kembali.

Mei 1998: Fakta, Data dan Analisa

Kode :JI 702

Lokasi : Pondok Gede Plaza, Bekasi Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Pukul 10.00 Warga di sekitar mendengar kabar kalau di sekitar pasar Pondok Gede telah WIB terjadi kerusuhan. Sementara itu pasar Pondok Gede telah dipenuhi sekitar 200 orang. Mereka terlihat mulai melempar sebuah toko mebel yang dilanjutkan dengan menjarah isi toko. Sekelompok orang (4-5 orang) laki-laki berusia sekitar 30 tahun, bertubuh sedang, mengenakan kaos biasa, celana panjang, terlihat memulai melempar batu dan molotov ke arah bangunan. Selain berteriak-teriak menghina etnis Tionghoa (pemilik toko mebel adalah etnis Tionghoa) mereka juga mengajak massa lainnya untuk melakukan hal yang sama. Setelah toko berhasil dirusak dan dimasuki massa kemudian mulai ikut menjarah dan sekelompok orang tersebut kemudian tidak lagi terlihat. Dari dalam toko massa mengambil berbagai barang seperti spring bed, lemari. Terlihat juga massa mengambil kompresor dari sebuah Bengkel Tambal-Ban. Pukul 13.00 Sekitar Pondok Gede Plaza (500 meter dari toko mebel) terlihat sekitar 500-600 WIB orang memasuki dan menjarah plaza. Sementara itu massa semakin banyak berdatangan. Mereka mengambil berbagai barang seperti TV, VCD-player, radio compo dll. Massa juga merusak berbagai ATM dan bank yang berada di plaza. Pukul 14.00-Terlihat aparat keamanan (Provost AU) mendatangi Pondok Gede Plaza dan

15.00 WIB melakukan tindakan pengamanan. Mereka datang dengan 2 unit Panser dan
sekitar 1 kompi pasukan. Setelah massa berhasil dibubarkan, massa kemudian berpindah ke arah toko mebel yang sedang dijarah dan ikut menjarah isi toko. Kemudian datang beberapa (8-10 orang) aparat TNI AD (Koramil). Mereka membawa senjata laras panjang, tameng, pentungan & seorang Komandan yang membawa sebuah Pistol. Terlihat aparat sempat melepaskan tembakan peringatan terhadap massa yang sedang melakukan perusakan, menjarah dan membakar pertokoan mebel. Sempat terjadi bentrok dengan massa. Beberapa aparat terlihat menjadi korban, tetapi aparat akhirnya dapat mengatasi massa. Massa segera berlarian sambil membawa barang hasil jarahan ke arahJIUjung Aspal, karena

C. Kronologi Kerusuhan
jalan atau gang yang berada di sekitar lokasi telah dijaga masing-masing warga yang hendak memasuki pemukiman mereka.

Kode : JI₇₀₃

Lokasi : Sekitar Metropolitan Mall, Bekasi Tanggal Kejadian : 14 Mei 1998, Waktu Kronologi 14 Mei 1998 Sekitar 23.00 Terlihat banyak massa berkerumun dan banyak pasukan Marinir (sekitar 3 tank WIB Marinir) disekitar Hero sekitar Metropolitan Mall. Mereka terlihat berjaga di sekitar lokasi. Terlihat kantor Golkar dan pertokoan di seberang Hero dalam keadaan terbakar. Terlihat beberapa bangunan diseberang Goro, dimana ratusan massa berkerumun, terbakar dan dijarah. Sementara itu di sekitar Goro terlihat 4-5 pasukan Marinir bersenjata lengkap berjaga. Sekitar pukul Massa hendak menjarah Metropolitan Mall. Tetapi berhasil dihadang aparat

01.00-02.00 dengan melepas tembakan dan tank yang bergerak maju. WIB 15 Mei 1998 Pagi hari Sekitar Metropolitan Mall terlihat masih banyak aparat berjaga. Tetapi disekitar
Hero masih ada warga yang mengais sisa-sisa bangunan. Pasar Bekasi habis terbakar. Di sekitar Terminal terlihat banyak aparat berjaga-jaga disekitar lokasi. Di kampus Unisma terlihat mahasiswa sedang melakukan aksi.