5 MAY 1998 KOMPAS
328!Instruksi Pangab
Tindak Tegas Aksi Mahasiswa
di Luar Kampus
Jakarta, Kompas kampus, Menhankam/Pangab Komnas HAM, Albert Hasibuan, Menhankam/Pangab Jende-menegaskan, ABRI akan mene-Clementino Dos Reis Amaral, ral TNI Wiranto mengemuka-rapkan sanksi. Pertama, sanksi Soegiri dan M Salim, para ma- kan, ABRI akan menindak te-moral. Menurut dia, masalah hasiswa juga meminta agar gas aksi mahasiswa yang di-itu sudah dibicarakan dengan Komnas HAM memberikan per- lakukan hingga keluar kampus.pimpinan kampus, untuk tetap lindungan terhadap kawan-Pertimbangannya, aksi-aksi se-mengarahkan kegiatan maha- kawan mereka yang masih di- perti itu dipandang mengarah siswa tetap di dalam kampus. rawat di rumah sakit, serta para ke kegiatan yang bersifat anar-Selain, melengkapi dengan aktivis mahasiswa lainnya. Ke- kis, destruktif, mengganggu ke-upaya fisik, yaitu menempat- pada para mahasiswa, Hasibuan tertiban umum, serta meresah-kan prajurit ABRI di sekeliling mengungkapkan, apa yang ter- kan dan menyengsarakan ma-kampus untuk mencegah masyarakat. jadi pada 2 Mei lalu merupakan hasiswa keluar kampus secara manifestasi dari politik keke- "Saya tidak ingin aksi maha-tidak terkendali. "Maksud se- rasan, yaitu politik yang me- siswa ini keluar kampus, karena benarnya, yakni untuk mence- makai cara-cara atau alat-alat risiko keluar kampus cukup be-gah mahasiswa tidak disusupi, kekerasan. rat. Tentu ada pihak-pihak lain tidak dimanipulasi oleh kegiat-Berdasarkan laporan dan yang memanfaatkan aksi maha-an lain yang bisa mencoreng bukti-bukti yang disampaikan siswa untuk sesuatu yang me-keberadaan mahasiswa," ujar para mahasiswa, Hasibuan atas langgar hukum," kata Wiranto Wiranto. nama Komnas HAM menyata- kepada wartawan usai diterima kan memang telah terjadi pe-Presiden Soeharto di Bina Gra- langgaran HAM pada kejadian ha, Jakarta, Senin (4/5). "Tetapi, tujuan baik itu ka- dangkala disalahartikan oleh bentrokan antara aparat ke-Wiranto mengakui, keputus- amanan dan para mahasiswa di mahasiswa, sehingga terjadi an itu tidak menguntungkan, berbagai tempat di Jakarta, 2 benturan yang sudah memakan karena menimbulkan benturan Mei lalu. "Ini akan kami tindak-korban. Kalau sudah ada kor- di sana-sini. "Ada kesalah- lanjuti dan fakta-fakta itu akan ban yang disalahkan, justru pengertian mahasiswa, seolah- kami telusuri segera. Kami tidak olah kita mengebiri hak-hak ABRI-nya. Coba dibayangkan. bisa memberikan jaminan se-Karena itu kita luruskan," mahasiswa untuk menyuara- katanya.cara fisik. Jaminan kami adalah kan aspirasinya. Inilah yang jaminan moral," jelasnya. Ha- menimbulkan benturan-ben-Tinggalkan kekerasan sibuan mengharapkan agar para turan di sana sini yang me- mahasiswa tidak memperli-Anggota Komnas HAM, Al- makan korban, ini juga tidak hatkan ketidaksabaran, karena bert Hasibuan, menegaskan, kita kehendaki," ujarnya. aparat keamanan seharusnya saat ini semua pihak meng- "Bahkan lebih jauh lagi, aksi juga melakukan reformasi di hadapi bahaya yang luar biasa. mahasiswa keluar kampus su- dalam dirinya, atas pelayanan dah menimbulkan kegiatan Dikecam dan perlakuan terhadap masya- yang anarkis dan destruktif. Empat organisasi mahasiswa rakat, khususnya terhadap ma-Terjadi pembakaran kendaraan, ekstrakampus, yaitu Gerakan hasiswa,' dengan meninggalkan perusakan gedung-gedung di Mahasiswa Nasional Indonesia penggunaan cara-cara atau alat kekerasan. Medan. Ini membenarkan pen- (GMNI), Gerakan Mahasiswa Hal itu dikemukakan Hasi- dapat yang menyatakan, kalau Kristen Indonesia (GMKI), Him- buan menanggapi pengaduan se- mahasiswa keluar kampus, ma- punan Mahasiswa Islam (HMI), kitar 300 mahasiswa dari 46 per- ka keadaannya tidak terkontrol. dan Perhimpunan Mahasiswa guruan tinggi di Jabotabek, yang Tidak ada yang bertanggung ja-Katolik Republik Indonesia memadati ruang, pengaduan wab. Dan, aksi ini meluas, Komnas HAM Jakarta, Senin (PMKRI), mengecam tindakan mengganggu ketertiban umum, (4/5). Pada pertemuan tersebut, represi berlebihan aparat -ke- menyengsarakan masyarakat, para wakil mahasiswa mela-amanan dalam menangani aksi meresahkan masyarakat, meru- porkan tentang berbagai pelang-mahasiswa, yang terbukti me- sak fasilitas-fasilitas umum. Ini nimbulkan banyak korban. garan HAM pada saat terjadinya sudah terbukti di Medan," ujar Kéempat organisasi itu me- bentrokan antara para maha-Menhankam/Pangab. nuntut supaya aparat keamanan siswa dengan aparat keamanan Ditegaskan, ia sudah meme- bertindak persuasif dan sim- di berbagai kampus seputar rintahkan Panglima Kodam, patik dalam menangani aksi Jabotabek, Sabtu lalu. Barang-Kapolda untuk menindak tegas mahasiswa. Aparat juga harus barang bukti berupa selongsong siapa pelaku, biang keladi, dari mampu menciptakan rasa aman peluru dari beberapa ukuran, fo- kerusakan di luar kampus yang bagi setiap warga negara yang to-foto dan rekaman video, di- mengatasnamakan mahasiswa. hidup di negara hukum. perlihatkan dan disampaikan Menjawab pertanyaan ten-Keempat organisasi maha-kepada Komnas HAM. tang kemungkinan mahasiswa siswa itu juga mendesak Ketua Kepada anggota-anggota akan tetap ngotot untuk keluar DPR/MPR untuk mengundang