NASIONAL TGPF
Misteri 14 Mei:
Di Mana Para Jenderalundangan telepon W.S. Rendra. Uniknya, pe-
Tim Gabungan Pencari Fakta merekomendasikan pemerintah
Amenyelidiki pertemuan di Makostrad, 14 Mei lalu. Padahal, persoalan
yang lebih menarik: mengapapara jenderal meninggalkan Jakarta pada
hari itu?
RINIPPWI
Keputusan Pangab tetap pergi ke Malang kendati keadaan mulai rusuh.
KANKAH peristiwa kerusuhan 13-15 Mei terungkap secara tun- tas? Pertanyaan ini mencuat sete-Llah laporan Tim Gabungan Pencari Fakta yang diumumkan Selasa, 3 No- vember lalu, mendapatkan berbagai reaksi keras. Utamanya terhadap rekomendasi agar pemerintah menyelidiki pertemuan 14 Mei di Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, sebagai upaya menyibak peranan Letjen Prabowo Subianto dan ke- lompoknya dalam kerusuhan yang mengha- rubirukan Jakarta itu. Salvo pertama protes diutarakan oleh para peserta pertemuan yang dituding. Hashim S. Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo. menggelar konferensi pers keesokan harinya.
Pengusaha beken ini ditemani oleh Fadli Zon dan Farid Prawiranegara, yang juga hadir dalam acara di depan Stasiun Gambir itu. Menurut Hashim. pertemuan itu sangat terbuka dan melibatkan banyak orang sehingga tak mungkin menyangkut rencana makar. Apa- lagi acara itu bukan prakarsa abangnya, me- lainkan Adnan Buyung Nasution. "Saya ambil inisiatif untuk bertemu dengan kawan-kawan karena saya sudah muak dengan fitnahan, dan saya anggap ini fitnahan yang luar biasa." kata Hashim. la lantas membeberkan isi pembicaraan yang menyangkut perkembangan keadaan terakhir dan ajakan Prabowo untuk membantu pe- ngendalian keadaan, kritik Adnan Buyung terhadap pemerintahalf Soeharto. dan soal
penembakan mahasiswa Trisakti. yang di- jawab Prabowo dengan menyatakan berani bersumpah di atas Alquran bahwa ia tak per- nah memerintahkan penembakan kepada mahasiswa. Keterangan ini umumnya dibenarkan oleh Adnan Buyung Nasution dalam kesempatan yang terpisah. Namun, tokoh pembela hak asasi manusia ini menyatakan bahwa ia bukan pemrakarsa pertemuan, tapi hadir atas
serta yang lain, Setiawan Djody, bersikeras pertemuan itu diadakan karena Adnan Buyung Nasution meneleponnya meminta bantuan untuk bertemu dengan Prabowo. Djody. setelah berembuk dengan Rendra, mengontak Fahmi Idris, yang kemudian mengontak balik dan menyatakan Prabowo bersedia bertemu dengan mereka di kantornya. Lantas bagaimana sebenarnya hasil te- muan TGPF yng kemudian, antara lain. merekomendasikan penyelidikan atas pertemuan ini? Untuk menguak misteri ini, TEM-PO menelusuri laporan lengkap TGPF ber- dasarkan wawancara dengan sejumlah pe- jabat militer dan sipil. Berikut ini adalah re- kapitulasi penelusuran itu: Selasa, 12 Mei 1998 Terjadi insiden penembakan mahasiswa Trisakti. Panglima Komando Operasi lang- sung memerintahkan keadaan siaga satu ke seluruh jajaran keamanan. Menurut Koman- dan Jenderal Marinir Mayjen Suharto, pe- rubahan keadaan dari siaga tiga menjadi siaga dua lalu ke siaga satu itu diterima pada pukul 21.25 WIB. Kekuatan pengamanan terdiri atas 17 ribu anggota Kepolisian RI dan 10.364 pasukan pendamping. yang terdiri atas 5.764 pasukan lain-lain (17 unsur) serta 4.600 pasukan Kodam Jaya. Prabowo mengaku berada di rimah ketika ditelepon Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin ten- tang tertembaknya mahasiswa Trisakti se- kitar pukul 20.00. Ia kemudian berangkat ke kantornya, Markas Kostrad, untuk menyiap- kan pasukan tambahan.
Rabu, 13 Mei 1998
Upaya pengamanan keadaan yang sema-
kin genting oleh polisi hanya berhasil sampai
upacara pemakaman mahasiswa yang tewas selesai. Kerusuhan mulai terjadi di Jakarta Barat dan beberapa lokasi lainnya. Semen- tara itu, menurut Kasdam Jaya Brigjen Sudi Silalahi. atas perintah Pangkoops ia mengontak para panglima komando utama di Jakarta dan di luar Jakarta untuk meminta bantuan. "Saya kangsung kendalikan bagaimana pem- berangkatan Hercules ke Solo. Malang. Su- rabaya untuk angkut pasukan ke Jakarta hingga pada tanggal 14 sudah terkumpul
13.983 pasukan dan disusun dalam SSK-SSK." katanya kepada FGPE. Pada hari ini.
NASIONAL
Kapolda Hamami Nata melaporkan kepada Kapolri bahwa pihaknya sudah kewalahan menghadapi situasi amukan massa yang ma- rah kepada aparat kepolisian karena peris- tiwa penembakan mahasiswa, dan sesuai dengan prosedur SK 658 Pangab maka Pangkoops mengambil alih kemudi pengamanan. "Apabila seorang Kapolda di dalam mengendalikan wilayah dia merasa sudah tidak mampu. dengan sudah minta backup dan se- bagainya, dia melaporkan kepada Kapolri dan ini sudah saya lakukan. Dan ini saya lakukan. Kapolri, ini situasi sudah begini. Saya kira satuan kita sudah turun dan harus di- ambil alih Pangab. 'Apa memang betul?' dua kali beliau tanya begitu," tutur Mayjen Hamami Nata. Pihak kepolisian mengalami ke- itan mengendalikan massa di lapangan S Karena merasa pasukan pendamping tidak n terlalu mendukung upaya polisi membubar- b kan massa. Bahkan markas polisi diserbu, n hingga tercatat 22 markas polisi dibakar dan ri dirusak berat dan sejumlah besar lainnya me- lε ngalami kerusakan ringan akibat lemparan π batu. Pengalihan kendali pengamanan dari ci Kapolda ke Pangkoops Jaya membuat May- b€ jen Sjafrie Sjamsoeddin memutuskan me- ur mindahkan pos koordinasi ke Markas Garnisun yang terletak bersebelahan dengan R Markas Kostrad di Jalan Merdeka Selatan. se Sementara itu, dua prajurit marinir tewas m jatuh dari helikopter dan seorang danramil an meninggal tertimpuk batu. Melihat keadaan an yang semakin rusuh, Panglima Kostrad Let- ny jen Prabowo Subianto mengambil inisiatif me mengontak Markas Besar ABRI dan meng- pa usulkan agar kunjungan Pangab dan rom- yar bongan ke acara gelar Pasukan Pemukul gui Reaksi Cepat Kostrad di Malang yang di- ole walkan pada 14 Mei ditunda."Keputusan dari Mabes ABRI tidak ditunda dan Pangab berkenan hadir. Saya juga tanya apakah Pangkostrad juga akan hadir di Malang, apa tidak sebaiknya di Jakarta. Tetapi keputusan 5dari Mabes ABRI tetap, ke Malang," kata Prabowo kepada TGPF. Keputusan Pangab untuk tetap pergi ke Malang kendati keadaan mulai rusuh diang- gap wajar oleh Kepala Pusat Penerangan ABRI Mayjen Syamsul Maarif. "Itu urusan Pangab berangkat ke Malang. Pengamanan di Ibu Kota Jakarta sudah dilimpahkan ke Pangdam Jaya sebagai penanggung jawab Kodam." katanya.
Kamis, 14 Mei 1998
Menurut keterangan Prabowo Subianto, ia
1usudah berada di Bandar Udara Halim Perda-
nakusuma pada pukul 6 pagi bersama para pejabat teras rombongan Pangab yang "cu- kup banyak jumlahnya". Rombongan lalu terbang ke Malang untuk menghadiri acara yang sudah disiapkan sebulan sebelumnya itu. Sementara itu, menurut pengakuan Ko-
VYES SODODR
Sjafrie Sjamsoeddin: Jenderal yang tak ikut ke Malang. mandan Jenderal Marinir Mayjen Suharto, panser itu jangan nongkrong saja. Sebagian ia bersama KSAL terbang dengan helikopter suruh patroli sepanjang Sudirman-Thamrin mencegah pembakaran," tutur Prabowo. Sa- untuk mengikuti upacara pemanfaatan lahan tidur TNI-AL di Jonggol, yang diadakan pu-ran itu rupanya diterima. Sjafrie kemudian bersama Prabowo dan Danjen Kopassus kul 9 pagi. Mayjen Muchdi membawa delapan panser Adapun kepulangan rombongan Pangab dari Malang ternyata dipercepat hingga rom-untuk berpatroli hingga sekitar magrib, dan ketika sampai di Kostrad telah ditunggu se- bongan kembali mendarat di Halim sekitar
jumlah tamu: Adnan Buyung Nasution, Se-
pukul 12.30—dari jadwal semula pukul
14.00. "Dipercepat pulangnya karena se-tiawan Djody, W.S. Rendra, dan lain-lain. waktu kami di Malang, kami dengar telepon-Acara itu selesai dengan santap malam. Dan
Prabowo kemudian menghadiri rapat papar- telepon ke Pangab di ruang VIP tentang ke- an keadaan oleh Pangkoops di Markas Gar- rusuhan di Jakarta," kata Prabowo. Sesampai di Jakarta, Prabowo menyatakan nisun, yang dihadiri oleh Pangab serta para
pejabat teras militer lainnya. Di akhir rapat.
langsung menuju ke Markas Kostrad dan melihat ada helikopter Pangkoops di helipad Pangab menawari para peserta untuk mem-Makostrad (Markas Garnisun tidak memiliki berikan usulan. Menurut Mayjen Suharto. hanya dia dan Prabowo yang menanggapi helipad). la lantas bertemu dengan Mayjen tawaran itu. Prabowo mengusulkan agar Ja-Sjafrie Sjamsoeddin di Markas Garnisun. karta dibagi dalam beberapa sektor, dan tang- kemudian diajak terbang dengan helikopter dan menyaksikan berbagai aksi pembakaran gung jawab sektor diberikan kepada satu unit kesatuan. Suharto mengusulkan agar semua sudah terjadi. Setelah kembali mendarat di Makostrad. Prabowo berangkat ke Kantor kendaraan lapis baja dikeluarkan untuk ICMI di Gedung Departemen Agama untuk memperkuat efek pasukan keamanan. Setelah rapat bubar, Prabowo berpatroli dan de- memenuhi jadwal pertemuan dengan Ahmad Tirtosudiro pada pukul 16.00. "Karena Pak ngan ditemani Ketua GP Ansor lqbal Asse-Ahmad Tirtosudiro kan bagaimanapun Ke-gaf ia sempat berkunjung ke rumah Abdur- tua ICMI pada saat itu, dan saya berharap ia rahman Wahid sekitar pukul I subuh. dapat membantu menenangkan massa." kata Prabowo. Namun, tokoh yang akan ditemui-Jumat, 15 Mei 1998 Keadaan mulai dapat dikuasai oleh pihak nya itu tak ada di tempat. Maka ia kembali keamanan. Presiden Soeharto tiba di Jakarta ke Kostrad dan dalam perjalanan menyaksikan kerumunan yang mulai beringas di se-dari kunjungan ke Kairo, dua hari lebih cepat kitar Jakan M.H. Thamrin. Karena itu, ia me-dari jadwal semula. ngaku langsung menemui Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin dan mengajaknya berpatroli Sabtu, 16 Mei 1998 Pasukan Pemukul Reaksi Cepat yang mengamankan keadaan. "Saya lihat ada 16
diperintahkan membantu pengamnanan tiba
panser yang parkir di depan Departemen di Jakarta. Hankam mengamankan Dephankamn dan Bambang Harymurti, Hani Pudjiarti, Darmawan Sepriyosa Mabes ABRI. Saya bilang, saran saya, 16