LIPUTANUTAMA
Prabowo memang menerima perintah, yang kemudian ia terjemahkan sebagai
penculikan dan penyiksaan.
Cara PRABOWO
Menerjemahkan Perintah
"MENGAPA Letnan Jenderal Prabowo melakukan kegiatan penculikan?" Itulah fokus pe meriksaan terhadap mantan Komandan Jenderal Koman- do Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Senin pekan ini, 10 Agustus. Dewan itu sebelumnya sudah memeriksa Kolonel Chairawan dan anggota Kopassus tersangka kasus penculikan; dan mereka mengaku ha- oya menjalankan perintah. Tentunya, perintah itu dari Danjen Kopassus kala itu. yang memang Letnan Jenderal Prabowo Subianto. Kegiatan penculikan itu sendiri, sejauh ini. belumn dinilai DKP sebagai hal yang sa- lah. Bahkan, menurut seorang mantan perwira intelijen, Letnan Kolonel (Purawira- wan) Rudolf Edward Baringbing. bila saja pimpinan ABRI menyatakan kasus penculikan itu adalah operasi intelijen, semuanya selesai, tak perlu diusut (libat "Jangan Dilihat Kopassusnya..."). Yang kini diusut DKP, menurut Jenderal Soebagyo Hs. sebagai ketua dewan itu. apa- kah kegiatan Parbowo"menyalati prosedur. melanggar disiplin, atau ini karena tabiat dari
perwira dan pelaksananya." Lalu, apa kesim-Prabowo, yakni perintah BKO atau bawah pulan DKP setelah dar pukul 08.00 sampat kendali operasi. "Perintah itu uotuk mem-
15.30 memeriksa Prabowo? BKO-kan, dan dia (Prabowo) menganalisis Belum ada. Itu baru "pengumpulan ba-perintah itu demikian," ujarnya. han sebagai pertimbangan yang akan disam-Dalam terjemahan awam, perintah BKO paikan ke Panglima ABRI." kata Soebagyo adalah untuk memantau kegiatan seseorang kepada wartawan. Sore itu. Ketua DKP di-atau sekelompok orang. Perintah itu, me- dampingi dua anggotanya, Panglima Ko-nurut Ketua DKP, kemudian diterjemahkan mando Cadangan Strategis Angkatan Darat Prabowo menjadi penculikan dan penyiksa-Letan Jenderal Djamani Chaniago dan Ke-an. Seberapa benar penerjemahan perintah pala Staf Umum (Kasum) ABRI Letnan Jen-itu menurut DKP, masib belum dibukakan deral Fachrul Razi. Anggota yang lain, antara ke pers. Ketua DKP akan menyampaikan ke- lain Kepala Staf Sosial-Politik ABRI Letnan simpulan dewan ke Panglima ABRI terlebih Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono dan dabulu. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Yang tak disinggung. perintah dar siapa Letnan Jenderal Agum Gumelar, segera me-yang kemudian diterjermahkan Prabowo itu. ninggalkan Markas Besar Angkatan Darat Dilihat dari struktur organisasi ABRI, perin- seusai pemeriksaan.
tah ke Danjen Kopassus bisa datang dari Selain Prabowo, diminta juga kesaksian Panglima ABRI atau Panglima Tertinggi dari Tim Pencari Fakta ABRI, termasuk ke-ABRI (presiden). Bila itu dan Panglima AB- tanya, Mayor Jenderal Syamsu Djalal. Ma-R1. bisa perintah ini langsung, bisa juga le. sih diperlukan kesaksian-kesaksian yang wat Kasum ABRI. Bila perintah datang dari lain, kata Subagyo. Yang sudah bisa dísim-pangfima tertinggi, bisa langsung, bisa lewat pulkan adalah jenis perintah yang diterima Panglima ABRT
PRABOWO DIDEPHANKAM. Kemungkinan perintah datang dari panglima tertinggi.
LIPUTANUTAMA Tak Ada Jalan Mundur galanya itu. Dalam suasana begini, siapa be-Beberapa lama lalu, ketika Prabowo mu- dakan Kopassus atas nama tugas intelijen rani mengkritik, apalagi menghentikan, pe- lai disebut-sebut akan diperiksa juga, Men-rintah Socharto? dan karena itu tak bisa diadili begitu saja. teri Koordinator Politk dan Keamanan Fei Tapi, kasus ini telanjur terbuka meski belum Hari-hari ini tugas DKP secara moral sal Tanjung, Panglima ABRI di masa Kopas- tuntas; dan penyelesaian ala intelijen---seba- akan berat. Dewan itu barus melaporkan ha- sus melakukan penculikan, kepada pers bi- gaimana disinggung mantan instruktur inte- sil pemeriksaannya terhadap Leman Jenderal lang ia tak tahu-menahu soal penculikan itu. lijen itu-tentunya tak lagi bisa dilakukan: Prabowo, Mayor Jenderal Muchdi, dan Ko- la mengaku baru tahu ketika soal itu dira- mereka yang terlibat diberhentikan atau di- lonel Chairawan ke Panglima ABRI Jenderal hilangkan. maikan pers; dan Feisal langsung minta Wiranto, yang ketika pencuhkan-penculian Panglima ABRI Jenderal Wiranto mengung-Tak ada jalan mundur buat siapa pun terjadi masih sebagai Kepala Staf Angkatan kapkan kasus tersebut. kini—buat DKP atau bahkan Pangab. Akan Darat dan ia pernah menjadi ajudan Presiden Bila itu benar, terbuka kemungkinan pe- ada saja yang siap menggugat bila pengung-Soeharto. Masuk akal bila ada yang mence- rintah datang dari panglima tertinggi. Mung- kapan penculikan dan penyiksaan tak tuntas maskan DKP akan bekerja setengah tuntas kin. perintah itu memang tak lewat Panglima dibuka, apalagi bila korban penculikan yang Munir, Koordinator Komisi untak Orang Hi-ABRI-karena itu ia bisa bilang dengan ri- belum pulang tak jelas nasibnya. Juga, kasus lang dan Korban Tindak Kekerasan, misal- ngan tak tahu-menahu soal penculikan. Tapi. ini bisa semakin kompleks bila sają ada juga nya, berharap kasus ini dibuka setuntas-tun- bisakah diterima bahwa seorang Panglima peran Prabowo dan Kopassus dalam keru- tasnya; dan itu hanya bisa dilakukan dalam suhan pertengahan Mei lalu. ABR1 yang punya akses ke operasi intelijen sidang mahkamah militer terbuka serahasia apa pun tak mendapatkan laporan? Dan yang tak boleh diabaikan, sementara Benar, maħkamah militer bukan satu-Seperti permah ditulis dalam Perspektif kita belum punya undang-undang intelijen, satunya jalan, sebagaimana dikatakan Ketua (25 Juli), di zaman ketika kekuasaan terpusat seberapa jauh tugas intelijen bolch mengor-DKPlenderal Soebagyo. Yang penting, apa pada Soeharto, orang tak pemah berpikir ja- bankan hukum, hak asasi manusia, dan hak- pun jalannya, duduk perkara penculikan dan uh bahwa Soeharto bakal diganti. Setidak- hak sipil yang lain? Bukankah selalu dibilang pengamayaan itu diungkapkan transparankita bangsa beradab? nya, bila Soeharto diganti, waktu itu lazim dan siapa pun yang bisa dikenai tindak orang menduga bahwa penggantinya akan pidana diajukan ke pengadilan. meneruskan politik kekuasaan di atas se-Bembang Bujonof Memang, bisa saja dikatakan semua tin-Laporan Racthmat H. Cahyono dan Biarma Siboro Agum Gumelar: Tampaknya, sejak terbukanya kasus penculikan ini, masyarakat semakin berani mengungkap kesaluhan oknum
"Perintah dari Mana?" Kopassus, misalnya di Aceh.
Begini, janganlah dikatakan itu kesalahan Kopassus; itu keliru. APA KATA SALAH SEORANG ANGGOTA Kesalahan di daerah operasi bukan berarti sematá-mata kesalahan DKP, Letnan Jenderal Agum Gumelar, mantan Ko Kopassus. Mungkin, itu kesalahan unsurpelaksana operasi yang mandan Kopassus di awal 1990-an? Berikut petik. di antaranya ada saman Kopassus. Jadi, masyarakat jangan tertalu an wawancara Rachmat H. Cahyono dan Tiarma emosional, tergesa-gesamcnuduh. ABRItidak akanuinggal diam Siboro dan D&R dengan Guberiur Lembaga Keta- hanan Nasional itu, pekan lalu. kalau memang (kesalahun) itu suatu kenyataan. Panglima ABRI bosama statnya sedang melakukan konsolidas ke dalamtetadap Apakah model penculikan dan penganiayaan memang bagian dari tugas Kopassus? scgala sesuatu yang selama ini dinilaikumang baik. Begini, poda masa-masa lalu, keadaan kita memang seperi itu. Itu bisa ada melalui suatu proses yang sangat-sangat cermat Kondisi koámanan kita pada waktu itu memang seperi itu, banyak terhadap apa yang disebut sebagai musuh negara; dan kriteria terjadi gangguan terhadap stabilitas keamanan. Diperlukan terapi musuh negara im jelas sckali, Dan, itu pun hanus ditugaskan dalam sept, ratorang sakitmungkimperutgapischan, Kn, konist suatu perntah yang betul-betul dari komando atas, tidak bisa kita kita udak seperti yang lalu, sudsh sehat, miungkin. ya, hanya perlu melakukan itu sendiri-sendıri berdasarkan penilaian kita sendini. Itu namanya urakan. satu pil sehari atau bahkan tidak perluminum pil lagi. Nah, kulau itu (operasi militer yang kini digugat) diakakan Seberapa jaub tangguog jawab seorang komandan dalam kusos ini? pada saat sckarang ini, itu tidak bolch Tapi, bahwa pada sat itu letjadi seperti itu. ini harus bisa dimengerti, jangan kemudian Besar sekali, anak buah tahunyaitupenntah. Sekarang tinggal masa masa seperi itu diungkit-ungkit lagi. Kalau itu dilakukan dilihat, komandan ini mengeluarkan perintah ini dari mana da- sckarang ini, milah yang salah. tangnya. Kalau perintah itu dari atas, masih harus dilihat apakah Kalau para tersangka hanya menjalankan perintah, apa- perimtahnya sepert itu atau bagaimana buryinya Jadi, nudak bisa kah mereka bisa terlepas darisemua tanggung jawab? seomang komandan mengambil mmisiatif untik inelakukannya. Perintah dan mana? Siapa itu yang melaksanakan perintah? Menurut Prabowo, operasi penculikan dilakukan terha-Operasi sepert ini harus jelas, bagaimana bentuk perintahnya. dap mereka yang dianggap mengauncam keselamatan negara. Bentuk perintab harus tertulis. Apa kriteria AßRt tentang yang mengancam negara itu? Jadi, tidak tertutup kemungkinan DKP bisa memeriksa Yang mengancam bangsa dan negara adalah mereka yang sampai ke tingkat yang lebih atas? melakukan kegiatun-kegiatan fisik dengan kekuatan bersenjata Kalau memang ada yang kasib perintah. ya. kami juga bisa Katakanlah, di Timor Timuritu ada kekuatan bersenjata, kemu- menclusur stapa yang memberi permtah, Tetapt sumpai sat scka- dian mereka melakukan kegiatan pengacauan terhadap masy a- rang m kami tidak menemukan itu ada periñtah darí atas. rakat di sana sehingga menmmubulkan keudakstabilan dan meng. Apakah kasus ini hisa mengakhiri karir militer Prabowo juga?
bamhat pembangunan Maka,disim dilakukan operasi yang berst
farmiliter karena ancarannya tu jelas. 心 Itu tergantung keputusan pimpinan. D&R. 15 Agustus 1998
PENGACARA
LIPUTANUTAMA
Rudolf Edward Baringbing, S.H.:
"Jangan Dilihat
Kopassusnya..."
ADA YANG MELIHAT KASUS PENCULIKAN dari sisi lain: dari sisi mntelijen. Itulah Letnan Kolo- nel (Pumawirawan) Rudolf Edward Baringbing. S.H. yang pernah menjadi instruktur Prabowo Subianto di bidang intelijen. Bagi mantan instruktur intelijen di Pusat Pendidikan Intelijen ABRl di Bogor. Jawa Barai, ini, tak sedikit pun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersalah dalanrkasus penculikan dan penganiayaan itu. Tugas intelijen, kata orang yang lebih dan 20 tahun berada dalam dunia intehjen ABRI ini, memang seperti itu. Bila terjadi "kesalahan prosedur", tatur lolusan Akademi Militer Nasional tahun 1968 ini, yang terberat kesalahannya bukan pelaksana, melainkan yang mem- beri perintab. fadi, pengusutan terbadap 10 bintara dan perwica Kopassus serta üga perwira nngginya tak layak diakukan? Bukan itu soainya, tapi siapa dan kenapa kasus ini kok terbongkat, padahal ini tugas intehjen Lalə. kata Baringbing-—yang sempat meraih gelar sarjuna hukum dari Umi- versitas Padjadjaran, Bandung, dan kini memimpin kantor koasultan hukum—yang diperlukan Indonesia adalah undang-undang intelijen. Bagaímana sebenarnya guru Prabowo keuka masih kapten im melihat upaya pengungkapan kasus itu, wattawan D& R Rächmat
H. Cahyono mewawancarainya di kantornya di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu, 7 Agustus.
Apa sebetulnya yang disebut operasi intelijen itu? Inteljen selamanya dilakukan untuk tujuan kepentingan negara. Itu harus digarisbawahi. Keberadaannya sah. Badan intehijen di negara mana pun ada. Kalau tidak ada, bisa bubar itu negara. Sebelum seseorang diberikan pendidikan intelijen, dia harus terlebih dulu mengucapkan sumpah dan janji. Salah satunya; tidak boleh menya- laħgunakan ilmu intelijen yang diterimanya. Seleksi juga diberla- kukan. Kalau intehjen menyalahgunakan ilmunya, dia memeras juga bisa, mengkhianaù negara juga bisa. Untuk mujuan tertentu, seperti kup pada pemerintaħ, bisa. Itu bahaya intelijen. Ada kesan intelijen kita tidak dikembangkan secara serius, sampai ada istilah intel Melayu.. Biaya mencetak (tenaga) intelijen tidak murah. Lalu, peralatan kita masih sangat terbelakang dan intelijen tidak di bawah korps tersendin, sehingga pembinaannya sangat sulit. Kalau dibuat korps intelijen, pembinaannya menjadi spesial. Ada adagimm, kemampuan seorang intehjen sama dengan satu divisi. Tabun 1985 sudah diu- sulkan intelijen di bawah satu korps tersendin, seperti Central Intelßi- gence Agency, juga Komitet Gosudarstvenoi Bezopasnot. Sangat sulit penbinaan intelijen kalau tidak tersendiri, karena sifat dan ciri- ciri tugasnya berbeda sekal. Makanya, dalamı kasus ini (penculikan aktivis) sekarang tercoreng nama ABR1 keselurutan karena susah membedakannya. (Kasus sekurang ini). tindakan pencußikan itu salah atau tidak. kalau dilihat dari kacamata prajurit umum, ya, memang (salah). Harus dilihat, tugas intelijen itu ada legał, ada ilegal. Di negara mana pun itu begite. Maksudnya? Misalnya, dalam teori mengenai tahap keempat kontraintehijen ada yang namanya negasi, artinya penggulungan. Ada penetralisasi. yaitu pengeliminasian kemampuan lawan. Dalam mengeliminasi bisa dengan penculikan, pembunuban dengan berbagai cara, atau intí- midasi dengan segala macam cara. Kenka kari mengajar teori, per- buatan yang tlegal, yang pasti melanggar hukum, metanggar hak D&R, 15 Agustus 1998
LIPUTANUTAMA asasi, itu dibenarkan, Operasi intelijen bolel melakukan pembunuhan dan penyik- saan? Boleh, Yang penting untak digarisbawati: (itu) untuk kepen tingan negara. Sebagai perwira intelijen, nurani Anda pernah terganggu ketika haros melakukan hal-ħal yang ilegal, seperti menyîksa atau baħkan membunuh? Ob, tidak boleh. Ketika ito sudah menjadi pekerjaan kita, sebagai-mana tercermin dalam sumopah kita, harus ditiadakan keraguan semacan itu. Kawan sendiri pun,misalnya yang gagal melakukan operasi intelijen. kalau perlu harus dibunuh. Bagi orang imtelijen, jenis hukuman cuma ada duia: dikeluarkan dari badan intelijen atau dibunub. Tapi, kan, sekarang zamannya sudah berbeda, ada hak asasi
manusía....
Sampai kiaruat, tugas inteßijen ada dua: legal dan jlegal. Di negara mana pun itu ada. Tujuan operasi intelijen harus rahasia dan untuk kepentingan negara. Dalam pelaksaņaaninya, operasi intelijen ada tiga macar: terbuka, setengah terbuka atan setengah ternutup, dan tertutup. Yang terbuka misainya tugas atase militer. Mereka legal Kegiatan intelijen boleh terbuka, tapi orang tidak boleh tabu tujuan- aya. Yang setengah tertutup misalnya operasi mtelijen yang dilakukan Grup 4 Kopassus. Dia bisa menggunakan satuan intel teritorial (komando daerah militer atau komando distrik militer), tapi dia sendiri tertutup, supaya tidak ketahuan siapa yang "mengambil Siapa yang mengontrol operasi agar tak terjadi"kesalahan prosedur"? Makanya perlu dibuat undang-undang in-
dak diteruskan? Saya tidak tahu. rang ini 14 orang yang masih hilang dite-
keluarga? dicari." Sepanjang itu dilakukandalam konteks atan lingkup intelijen, tdakbisa. Tugas intelijen dalam bentuk kegiatąn operasi tidak terjangkau hukum mana pun, baik dari hukum positif maupun pembuktian. Perbuatan imtelijen, membunuh misalnya, kan untuk kepentngan negara, Ini dijamin oleh Pasal 50 dan 51 KUHP. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan undang-undang üdak boleh dibukum, itu pasal 51 ayat 1. Tentara bertempur, membunuh orang, kan tidak bisa dituntut. Itm dari segi bukum, Dari segi pembuknannya, semua kegiatan intelijen disamarkan. Ada penyamaran nama, identitas, biografí, aksi, dan sasarannya. Motonya: "Tidak ada sato pun orang yang bisa di- percaya di dunia, termasuk istri sekalipun." Moto yang lain: "Kamu berhasil, tidak akan mendapat pujian. Kanu gagal, akan dicaci-maki seluruh umat manusia. Kamu mati, mayatmu tidak akan dicari." Itu moto dan selalu kita pompakan inu. Tapi, ini kan bukan kondisi darurat perang, tidak bisa ope rasi intelijen menculik dan menginterogasi orang begitu saja.. Intelijen tidak mengenal situasi aman atan simuasi perang. Justru, keadaan tenang itu sangat betbahaya bagi kacamata intelijen. Yang kedua, mobon digarisbawabi, dalam intelijen internasionat ndak ada satu lembaga imtemnasional mana pun. baik itu lenbaga kemanusiaau, bak asasi manusia, lembaga agama, yang luput dari perhaua dan kegiatan intelijen. Semua dimanfaatkan Yang kini diusut disebut oknum-okmu.. Buat saya tidak masuk akal jika dikatakan yang melakunkan itu oknum. Mengapa? Kopassus tu kan lembaga yang sangat besar dalam tubub ABRi dan diakui kemampuanaya Dalam operasi iielijen. D&R, 15 Agusms 1998
ada sponsor, ada pengguna (user), dan ada pelaksana operasi. Sponsornya itu pemerintah, dalam hal imi dulu Pak Harto. Lalu, ada pengguna. Panglina ABRI saat itu (Feisal Tanjung). Kopassus ini pelaksana. Jadi, kalau dilihat dari segi tanggung jawab, Feisal Tan- juag udak bisa lepas. Panglima Terüinggi ABRI (presiden) saat itu juga tidak bisa. Ini kan untuk kepentingan negara. Perlu dicatat, tindakan intelijen itu bukan ündakan hukum, juga bukan tindakan po-Isional. Pengusutan itu ada dua macam. Pengusutan polisional namanya penyidikan. Tapi, kalau pengusutan intelijen ito namanya interogasi. Dalam interogasi itu. cara apa pun bisa dilakukan. Tapi, sekali lagi ingat, tujuannya adalah untuk negara dan tidak ada batas waktu. Jadi, mereka yang merasa dirugikan karena operasi intelijen tak bisa menggugat karena tak ada dasar hukumnya? Memang, Orang selama ini hanya melihat dari segi hukum, dan dari segi disiplin dan etka ABRI Tak ada yang melihatnya dar kacamata intelijen sendiri. Dalam disiplin militer, seorang prajurt tidak boleh mendatangi tempat pelacuran, tidak boleh-melakukan perjudian, tidak boleh beristo dua. Di (operasi) intelijen, biasa itu. Kalau sasarannya ada di rumah pelacuran, ya, harus masuk. Kalau mau membongkar jaringan narkotik, dia hanus menyamar jadi pengedar. Saya tak bisa sebut nama, ya. Tapi dulu, di tahun 1970-an keuka saya ikut dalamn operasi mengejar gembong Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Pasukan Rakyat Kaħmantan Utara di Kalimantan Batat. S.A. Sofyan, seorang kawan yang sekarang sudah jadi pejabat tinggi sampai ditugaskan untuk merikat anak atan istri Sofyan. untuk mengetahui di mana persembunyiannya. Dan. ia berhasit. Ini legal perbuatan intelijen. Jadi, Untuk kasus pencuħkan iní, dua bulan
ABRI, sebaiknya diakui saja ini operasi
kok, operasi semacam ini. Tidak akan banyak komentat dan serangan seperti sekarang. Munculnya operasi intelijen Kopassus menculik aktivis ini dari mana? Tidak ada tindakan intelijen yang gegabah. Semua sudah dida- sarkan perkicaan intelijen yang didapat dan lapangan. Yang berfungsi menguipulkan keterangan dari lapangan itu Badan Inteljen ABŘI. Dari situ, setelah diolah dan digodok, diserahkan ke user, pengguna, yaitu Panglima ABR1. Panglima ABRI lalu mengambil kebijaksa- naan untuk kepotusan operasinya. Pelaksananya bisa siapa saja, bukan lagi Badan Imelijeo ABRI. Misalnya, untuk pelaksana adalah Grup 4 Kopassus yang dilatih untuk itu. Jadi, keterlibatan Kopassus itu tidak bisa disalaħkan? Oh, tidak. Tidak salab. Memang tugasnya begitu, dibentuk pun untuk itu. Jangan dilihat Kopassus-nya, memang di situ ada grup intelijen. Mengapa Kopassus ikut terlibat dalam operasi itu, menurut Prabowo, untuk menangkal kelompok radikal. Apa pengertian radikal menurut kalangan intelijen? Konsep yang dikembangkan intelijen, apa pun yang menggang- go, berupa hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan, sekecil apa pun harus terkena deteksi dini. Kesan bahwa operasi semacam iní untuk kepentingan mengamankan posisi Soeharto sebagai presiden juga tidak bisa disalabkan? Ya, sah-sah saja. Makanya, dalam kasus ini jangan disatukan kesan bahwa itu perbuatan ABRI. Karena itu, sudab seharusnya intelijen menjadi satu badan tersendiri, tidak di bawah Panglima ABRI. tapi langsueg di bawah presiden Kedua. segera dibuatkan undang-
"Kamu berhasil, tidak
tidak bisa disamakan dengan disiplin prajurit. telijen. Di tahun 1985 dulu pernah dibuat ran-akan mendapat pujian. cangan undang-undang inteljen. Mengapa t-
Kamu gagal, akan dicaci-lala, saya sudah mengatakan kepada seorang
kawan yang kini sudah jadi perwira tinggi Andai dałam kasus penculikan seka-maki sēlüruh umat
manusia. Kamu mati, intelijen, selesai. Luar oegeri pun akan dapat
mukan sudah meninggal, bisakah itu di- memahaminya. Negara mereka juga punya, permasalahkan oleh publik dan pihak mayatmu tidak akan
MENCULIK ORNG
Sama dengn
PROTES PENCULIKAN AKTIFIS. Diakul saja itu operasi Intelijen. undang intelijen karena lembaga ini tidak bisa dijangkau bukum. Mengapa kasus penculikan ini bisa diketahui masyarakat? Yang salah siapa? Yang membongkar kan Feisal Tanjung sendiri. lewat kata-katanya sendiri. la, selaku Menko Polkam (Menteri Ko- ordinator Politik dan Keamanan), mengaku banu tahu itu penculikan. Saya ingat betul, saya pegang kata-katanya ketika ia mengatakan "saya akan meminta Panglima ABRI mengungkap tuntas kasus itu." Padahal, dirinya sendin kan aser, penggona, kok suruh (orang lain) mengungkap. Ya, terbuka. Sampai kemudian. Komandan Pusat Polisi Militer ABRI sendin disuruh mengungkap kasus itu. Apakah pernyatan Feisal Tanjung itu dapat dipertanggung- jawabkan? Menurut saya, (mantan) orang inteljen, sebetulnya ia tidak boleh mengatakan begitu. Dia kan (dulu) Panglima ABRI, sebagai pengguna, Dan, dia tahu itu. Jadi, tidak boleh dia mengatakan tidak tahu-menahu operasi itu? Tidak bisa. Dalam operasi inteljen itu ada prosedur administrasi, ada laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, laporan khusus. Lengkap im. Makanya, waktu Partai Rakyat Demokratik dulu terungkap bani tiga hari, langsung Pak Soesilo Soedarman (Menko Polkani saat itu) mengekspose organisasi itu secara lengkap. Dari mana Menko Polkam tahu? Laporannya dar Panglinma ABRI, dong. Feisal Tanjung. Saya kecewa dengan pemyataan Feisal, Dia kan sebetulnya bisa mengatakan "saya yang bertanggung jawab karena memang itu bagian tugas saya menurut undang-undang, harus mengamankan ke- pemimpinan nasional." Kalau terus seperti sekarang, nanti enak saja Panglima ABRI bisa bolak-balik cuci-tangan. lni yang membuat saya terusik selaku purnawirawan. Saya kecewa betul. Anda kan pernah menjadiinstruktur intelijen Prabowo. Ba- gaimana penilaian Anda mengenai dia? Dia dulu lulus nomor sant dalam pendidikan intelijen di tahun, kalau tak salah, 1981. Lama pendidikan enam bulan. Pangkatnya waktu itu masih kapten. Dia memang cerdas: Ini semacam kursüs, misalnya kursus dasar intelijen, kursus psywar, ada kursus lain pula. Seandainya terhukti Prabowo yang memberi komándo
penculikan itu, apakah ini masih bagian dari tugas utamanya? Masih, masih. Saya masih berpegang pada teori. Sumpah dia tidak boleh menyalahgunakan ilmu yäng dia terima. Apakah dia menyalahgunakan ilmmmya? Tidak. Karena, yang dinngkap adalah kelompok-kelompok (radikal). Soal kesalahan prosedur atau "di luar batas kepatutan’"? Itu mengada-ada. Dilihat dari kacamata mana? Kalau dari kacamata intelijen, saya katakan operasi itu berhasil. Lalu. kenapa bisa terbuka seperti ini? Yang harus disalahkan itu yang membuka. Apakah Dewan Kehormatan Perwira harus mengakomodasi kemungkinan Prabowo sekadar menjalankan tugas? Ito harus diperhitungkan. Itu tugas negara, kok. Kalau dilihat secara obyektif, apa gunanya buat Prabowo menangkap Pius dan yang lain-lain? Apa (Pius) mau diperas? Apa keunuingannya buat dia? Untuk negara. lya, kan? Baru setelah ada perintah Menko Polkam Feisal Tanjung ke Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI, ungkap tuntas (ya, diungkapkan). Kalau dilihat darí segi kepentingan politik dan kepentingąn nasional, bukan begitu caranya. Caranya: bentuk tim untuk meng-counter opini. Tim lengkap, pasti bisa. Tidak akan seperti ini, hancur nama Indonesia dan ABRI. Sebagai pengguna, dia (Panglima ABRI) punya akses sampai ke kamar sandi. sedangkan yang lain dilarang keras masuk. Bahkan, sampai menanyakan kunci pun boleh. Jadi, kalau dikatakan dia tidak tahu-menahu, salah itu. Itui sudah prosedur intelijen. Kasus penculikan yang sekarang jangan disamakan dengan Pe- ristiwa Santa Cruz di Dili, tahun 1991. Itu tindakan tentara. Dalar kasus yang sekarang, Prabowo berhak membela diri kalau ia merasa dikorbankan. Karena, untuk jangka panjang, ini sangat berbahaya. Hal ini bisa menjadi preseden. Siapa lagi nanti yang berani menerima tugas-tugas intelijen? Kalau sudah begitu, bisa bubar negara. Menunut saya, masih banyak cara lain untuk menangani kasus Prabowo. Ba- ayak cara. Dia tak perlu dihukum, tapi disingkirkan saja dengan cara-cara lain yang bisa dicari. Sayangnya, orang semua cenderung cari selamat. Semua opini sudah menuding Prabowo. à D&R, 15 Agustus 1998
LIPUTANUTAMA
Menunggu Jawaban Cephalometri
Pekan depan barangkali sudah bisa dijawab: apakah ketiga
mayat yang terdampar di Pulau Untungjawa sebagian dari 14
korban penculikan yang masih hilang.
SAMPAI PEKAN LALU, oleh anggota keluarga? Cara ini mustahil 14 kotban penculikan yang memperoleh jawaban. Sebab, kepala mayat belum pulang tetap tak jelas tinggal tengkorak, tak mungkin dikenali. nasibnya. Munculnya tiga Memang, ditemukan pakaian dan beberapa mayat di Pulau Untungjawa benda lain. Cuma, siapa menjamin itu adalah di Kepulauan Seribu dan ma- benda milik mayat sebenarmya? Bisa saja yat-mayat di Lampung belum menjawab benda itu sengaja ditaruh untük mengabur- pertanyaan: adakah itu mayat-mayat korban kan upaya mengenali mayat-mayat itu—-bu- penculikan. kankah sidik jari sudah dihilangkan. Yang past, mayat-mayat tersebut me-Tiga kerangka itı diambil dari dalam satu mang sengaja dikaburkan identitasnya. Me- lubang di satu tempat di Pulau Untungjawa nuryt dr. Äbdul Mun'im Idries, ahli forensik di gugus Kepulauan Seribu. Kesemua mayat senior di Laboratorium Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, telapak tangan ketiga mayat di Pulau Untungjawa dikelupas sehingga tak ada sidik jari- nya. Senin pekan iní, 10 A- gustus, Mun'im dan tim- nya—dr. Djaja Surya Atma- dja, dr. Sidhi, dr. Zulhasmar Syamsu, dr. Tjejep D.S.. dr. Darby Tombokan, dr. Andre- as A.E. Lala, dr. Herkutan- to-melakukan pemeriksaan lanjutan lewat cephalomerri: pencocokan lekuk-liku tulang tengkorak. Maksudnya. tengkorak ketiga mayat itu dicocokkan dengan tengkorak 14 korban penculikan. Caranya, dicari pasfoto korban penculikan yang paling lalu tengkorak keuiga mayat difoto sesuai tersebut dibungkus dalam satu kantung. De- pemotretan pasfoto korban penculikan yang mikian pula dengan barang-barang yang di- digunakan untuk pencocokan itu. Dua foto temukan bersama mayat. Ketiga mayat yang foto tengkorak dan pasfoto-dimasukkan ke sebagian besar telah menjadi tulang-belulang dalam komputer, lalu dicocokkan. itu sampai di Rumah Sakit Cipto Mangun-Jelas, ini bukan pekerjaan cepat. Ada uga kusumo, Jakarta, Selasa malañ pekan lalu. mayat yang harus dicocokkan dengan 14 4 Agustus. korban penculikan. Jadi, harus dlakukan tiga Menurut pemerksaan, kerangka pertama kali 14 kerja alias 42 pencocokan. Dan, tap laki-laki, ras Mongoloid, berusia antara 20 pencocokán ada beberapa pekerjaan: pen- dan 23 tahun, tinggi badan 60-165 sentime- cocokan gigidan kemudian tulang-tulang ter. Jenazah imi mengenakan kaus lengan tengkorak yang lain. Sampai sore hari Senin pendek puth, berkerah hijau merah dengan pekan ini, tim belum memperoleh kesimpul- merek "Karen”. celana dalam pola jaring- an apa pun. jaring birn tua metek "Sony", celana jins Bagaimana dengan upaya identifikasi yang wamanya tidak lagi dikenaßi karena te- D&R, 15 Agustus 1998
laht menghitam. Kerangka kedua. juga laki-laki, ras Mongoloid, berusia antara 23 dan 27 tahun dengan tinggi badan 165-170 sentimeter. Pakaian yang melekat pada kerangka ini hanya celana pendck "Bossini" yang sudah sete- ngah hancur. Juga ditemukan potongan celana bermerek "Gionina" ukuran 28, serta karet pinggang dari celana dalam bermerek "Kimtong" Kerangka terakhir pun laki-laki, ras Mo- agoloid, berusia 20-23 tahun dengan tinggi badan 155-160 sentimeter. Jasad im hanya bercelana pendek compang-camping wama cokelat yang telaħ pudar. Harmonika Diminta Puspom Barang-barang yang ditemukan bersama mayat itu: dua jam tangan ukuran kecil, dua dompet warna biru dan cokelat, serta sebuah harmonika kecil warna merah pada kantung salah satu mayat."Emtah mengapa dan saya juga sangat heran, hammonika kecil yang se- betulnya sungguh penting untuk bisa dikenali oleh keluarga korban diminta olch puspom (pusat polisi militer) tanpa kami semipat membuat berita acaranya." ujar Mun- ’imo Untuk mencocokkan a- pakah mayat-mayat itu adalah korban penculikan, tim dokter forensik Universitas Indonesia itu meminta data dani Komisi untuk Orang Hilang dan Kortan Tindak Ke- kerasan (Kontras). Sejauh ini, ada tiga temuan yang di- peroleh dari pemeriksaan tim forensik sepanjang Kamis hingga Jumat pekan lalu. Pertama, sudah disebut- kan, tiga kerangka semuanya ditemukan tanpa telapak tangan. Kedua, pada tulang leher kerangka pertama ditemukan bekas jeratan-di le-Ketiga, pada salah satu kerangka di tulang keringnya ditemukan bekas patah tulang yang sudah berusia dua-tiga bulan. Korban hilang Noval Aßkatiri menurut catatan Kontras pernah mengalami patah tulang paba pada dua-tiga bulan silam. Tentu, tiga hal itu belum bicara apa-apa. Kini, tim dokter berharap jawaban dan uji cephalometr—memurutteon, akurasinya le- bih dari 90 persen. Kalaupun im gagal, masih ada satu lagi tes, yakni tes asam deoksi nu- kleat (DNA). Tapi, ini mahal biayanya. Jadi? Bersabariah, dalam satu-dua ninggu ini akan ada jawaban dari cephalometri. Laporan Imelda Bachuisr dan Budi ugroho
MAYATYANG DITEMUKAN DI PULAU UNTUNGJAWA. Identitasnya dikaburkan.her-tulang leher patah. jelas, yang paling mutakhir,