jut
MSU BERTEMU DESMOND. Sudah memperoieh petunjuk.
Nasi Itu dari Rumah
Makan di Cijantung
pencariakta bisa sampai pada Kopassus dalam Kasus pencutikan ioi Bahkan,
nirutMayjen Syarsu, minggu ini atau pekan depan, mantan Danjen Kopassus bakal
ksa Puspom ABRL LETNAN JENDERAL pembebasan sandera di Irianjaya beberopa kan khusus ketga terbaik di seluruh dunia. Prabowo Subianto bukan lama lalu, dengan kerja sama antara pasukan Dicontohkannya bagaimana Kopassandha tentara biasa. la mantan Kostrad dan Kopassus, sandera bisa dibe-membebaskan sandera di Woyia, Thailand, Komandan Jenderal Ko-baskan dan hanya seorang yang menjadi kor- tahun 1981—dianggap sukses setclah pasu- mando Pasukan Khusus ban. Memang, bukannya tanpa kritik. Mi- kan khusus Israel dan SAS Inggris. (Kopassus), pasukan elite salnya, pantas saja mereka bisa menang, per-Apa pun, bila pada pekan depan, umpa-TNI Angkatan Darat, yang alatannya pun lebih canggih dari tentara biasa. manya, Letjen Prabowo diperiksa sehubung- embrionya dibentuk 46 Dan, Prabowolah yang memekarkan Ko- an dengan kasus penculikan para aktivis pro- then yang lalu. Pasukan yang menjadibuah passus menjadi pasukan besar hingga ko- demokrasi, ini memang bakal menarik tak bor masyumkat di tahun 1965 keuka terodi mandannya menjadi komandan jenderal dan hanya di dalam negeri. juga di luar negeri. 030S/PKI. juga ketika intervensi ke Timor bukan hanya brigadir jenderal, tapi mayor Bukan cuma soal Kopassus-nya, juga pribadi Timurmenjadi keputasaa ponk pemem jenderal. Yang tak suka pada pemekaran ini sang mantan danjen itu punya kaitän dengan tah, Kopassus (masih bemama Komando Pabilang, Kopassus seperti hendak menjadi tokoh-tokoh kelas berat. la putra seoräng sukan Sandi Yudha atau Kopassandha) ikutABRI di dalam ABRI Yang memuji menye. ekonom yang ikut mengarsiteki sistem eko- dierumkan d. Timor Timur Dan. mgat sajabut-nyebut, katanya, Kopassus adalah pasu- nomi Orde Banı, Sumitro Djojohadikusumo, D&R.25 J0b 1998
LIPUTANUTAMA
dan menantu Soeharto, mantan presiden yang 32 tahun berkuasa. Dan, sebagai personel, Prabowo punya kelebihan di antara rata- rata prajurit: intelegensinya tinggi, bahasa Inggrisnya tanpa cela, pengetahuannya luas. Pengritiknya bilang, ia mungkin seorang berkepribadian ganda. Bila itu terjadi, Prabowo diperiksa, tampaknya kita periu menyampaikan pujian seperti yang dikatakan Ándi Arief, salah seorang korban penculikan. Yakni, Tim Pencari Fakta ABRí yang dipimpin oleh Mayjen Syamsu Djalal. Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) ABR1, teryata tidak main- main. Dengan segala kesabarannya-atau kelambanannya—akhirnya tim sampai juga pada tersangka. Dan, siapa pun, katanya, ü- dak kebai hükum. Mengapa Kopassus Tapí, mengapa Kopassus? "Ini semua kami peroleh dari petunjuk para korban dan saksi lain," kata Mayjen Syamsu. la men- contohkan Andi Arief yang diculik di Ban- darlampung, lalu dibawa ke Jakarta. Nah, ketika hendak menyeberang ke Jawa lewat Selat Sunda, ketika bendak naik feri di Pe- labuhan Bakauhuni, karena kendaraan para pencuißk menyebal dari antrean, lalu berurus- an dengan polisi dan polisi militer. Ketika itu mereka menunjukkan kertas-entah surat tugas entah kartu îdentitas—yang terang Andi menyimpulkan pemegangnya haruslah anggota Kopassus. Yang banu diduga-duga--karena baik Syamsu maupuo pihak Mabes Polri belum bersedia mengatakannya adalah, siapa yang mengantarkan Andi Arief bertemu pen- jemput dari Mabes Polri. Seperti sudah di- beritakan di mana-mana, Andi setelah beberapa lama diculik dikirimkan ke Mabes Polri, dengan cara penculiknya menelepon Mabes Polri agar menjemput Andi di suatu tempat. Ketika tu tersebar kabar bahwa penjem- put dari Poln. Kolonel K. Lubis, mengenal pengantar ito, juga seorang kolonel. Kabar ini tak pernah mendapatkan konfinmasi dari polisi, hingga kini—Kolonei Lubis menolak diwawancarai D&R meski ia mengaka dialah yang menjemput Andi Arief. Speku- lasinya, bila kolonel itı dari Kopassus, bisa jadi dialah Komandan Grup 4, Grup Sandi Yudha, Koł. Chairawan, yang juga menjadi tersangka, meski sampai awal pekan ini belum ditahan, Kolonel itu, menurut tim pencari fakta, baru dikenai tahanan rumah. Benar? "Itu juga, tapi masih dalam peme- riksaan." jawab Syamsu kepada wartawan. Memurut Andi Arief, ia- selama dalam perjalanan menuju tempat penyckapan maupun penyerahan kepada poßisi, mende-
nigar satu di antara penculik mengaku pernah han sehabis menghadiri konferensi pe ditugaskan di Timor Timur, dan yang lain Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, dit bercerita baru beberapa pekan pulang dari 1996. Ia ditahan di berbagai tempat dan pendidikan di Inggns. Sumber D&R di Ing- mat (tahanan Kodarn Jaya), Polda Metr gris, mantan wartawan BBC Siaran Bahasa ya, serta di markas Kopassus di Cijant Indonesia, bercerita bahwa setidaknya ia me-Berbeda dengan korban penculikan 1 ngenal enam anggota Kopassus yang pada kangan ini yang hampir selalu matany tahun 1997 mengikuti pendidikan di negara tutup, aktivis Irianjaya ini ketika dipindai yang mermiliki pasukan khusus yang andal. matanya tak ditutup. la membenarkan be Special Air Service atau SAS. lokasi penyekapan Waluyo Djati dan ka Tampaknya, gabungan dari semua infor-kawannya adafah di Cijantung; di temps masi itu, dan kemudian dengan meminta ke-ia pun perah disekap. terangan dari berbagai pihak (40-an anggota Toh. Mayjen Syamsu belum mau m ABRI dan sipil), temmasuk anggota Kopassus beberkan konfimmasinya, karena menuru (menurut Syamsu. tim pencari fakta takitu menyalahi sumpah prajurit. mengalami kesulitan uņtuk memintą kete-Munir, Koordinator Kontras. per rangan siapa pun, dan kalau períu dengan mencoba melacak tempat itu. Ia menda surat panggilan dari Panglima ABRI, kata- kan cerita baħwa tempat yang ada selný nya), disimpulkanlah pekan lału, íima ang-Cijantung kini di sekitarnya dijadikan t gota Kopassus sebagai tersangka dan lang- bunga. Lalu, "polisi tidur" di jalan mer sung ditahan di rumah tahanan Polisi Militer ke tempatitu sudah digempur. Memang. ABRI di Guntur, Jakarta Selatan. Dua per-kesaksian salah satu korbän penculikan. wira Kopassus dikenai tahanan rumah. Dan. kat sebelum mobil berbent di tempat per Senin pekan ini. jumlah yang ditahan ber- kapan, ja merasa mobil melewati beber tambah menjadi 10 orang. polisi tidur. Tempat Penyekapan Modus Penculikan Mayjen Syamsu juga bercerita, üm pen-Beberapa korban penculikan yang di cari fakta. mengunjungi sejumlah tempat wancarai D&R sepakat bahwa cara-c yang diduga menjadi tempat penyekapan penculikan sangat profesional dan dilaku korban penculikan. Tapi, alumni Ákademi oleh orang-orang yang terlatih. Benar, c Militer Nasional tahun 1965 itu tak bercerita ini tak lalu bisa disimpulkan pelakut ke mana saja, dan apa yang ditemukan timnya. adalah anggota Korps Baret Merah. Yang Kepada wartawan, Syamsu hanya me- sa disimpulkan dari cara ini, jelas men nunjukkan sebundel berita acara pemerik- bukan orang sipil. Di Indonesia, kata seon saan, dan sekilas diperlihatkannya pula foto- purnawirawan ABRI, belum ada penja foto alat-alat bukti, seperti foto kerudung pe-terorganisasi semacam mafia di Amer nutup selunuh kepala. "Semuanya masih di atau triad di Hong Kong, yang anggotar periksa lagi..." katanya. terlatih dalam kemihteran, Walhasil, men Sumber D&R yang sangat layak diper tentulah anggota militer, dan menilik kep caya, mengikuti pemberitaan seputar pen-waian mereka, kuat dugaan mereka adá culikan ini dan menyimak kesaksian para pasukan khusus. korban penculikan tentang tempat mereka Salah satu yang segera bisa disimpuß disekap serta peralatan yang ada, ia menyim-dalam modus penculikan, para penculik p pulkan, itu hanya ada di Cijantung. Maksud- wai dalam hal menghilangkan jejak. Bel bya, di Markas Kopassus. rapa korban diculik dengan cara "bias Ciri-cirí bangunan itu, menurut Andi Maksudnya, langsung ditangkap di tem Arief, terietak di sekitar Jakarta, memiliki tertentu, setelah dikuntit entah berapa lan ruang pertemuan luas, di ruang bawah tanah tanpa menarik perhatian masyarakat sekit ada sel-sel tempat mereka ditahan. Dinding Satu-dua korban diculik dengan ca sel kedap suara, ada alat monitor. Kata Des- "berbelit-belit", mengesankan agar sia mond Mahesa, tempat itu masih di seputar pun yang mencoba melacak siapa mere tidak mudah. Jakarta, dan sepi (mmungkin karena dinding sel kedap suara itu). Yang "berbelit-belit” itu antara lain pe Waluyo Djati, yang dilepaskan penculik culikan Mugiyanto di numah susun Klend pada 25 April lalu, punya cerita. Katanya, Jakarta Timur. Ia satu dari tiga anggo Desmond suka makan nasi padang. Nah, di SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia u bungkus nasi itu ada nama rümah makan pa- tuk Demokrasi) yang menyewa rumah sus dangnya, dan itu, setelah mereka ini bebas tersebut, dan menjadi tersangka peledaki dan mengecek nama rumah makan tersebut, bor di Tanahtinggi. Kisab berikut dicerit adalah rümah makan padang di kawasan Ci-kan oleh Waluyo Djati. jantung. Mugiyanto ditangkap setelah kedua t Yang lebih jelas adalah kesaksian seo-mannya, Nezar Patria dan Aan digerebe rang aktävis poñtik asal Irianjaya yang dita-terlebih dahulu. Mugi tak lalu dibawa ke Po D&R. 25 Juli 199
LIPUTANUTAMA
suk perwira tinggi. Letjen Prabowo-kah itu?
jang itu, segera disekap dan dituup matanya.
Penculikan pun berlangsunglah Di sebuah acara di Sekolah Staf dan Ko-
mando ABRI (Sesko ABRI), Prabowo me-
Seperti sudah disinggung, tak lalu semma
ngatakan siap bertanggung jawab. Boleh jadi
ini bisa disimpuikan pelake penculikan ada-
lah anggota Kopassus. Bila sekarang Mayjen kata-kata Prabowo mempercepat rencana tim pencari fakta untuk, paling sedikit, me-
Syamsu masih memfokuskan penyidikan ke
minta keterangan dari Komandan Sesko ABRI
Kopassus bisa jadi Tim Pencari Fäkta ABRI
punya dugaan pelaku utamanya memang yang belum dua bolan di pos barunya ini. anggota Kopassus."Yang diperiksa, ya. baru Bila pemeriksaan sampai pucuk pimpin- itu. Kemungkinan terlibatnya kesatuan lain. an Kopassus, orang menunggu, adakah atas- mungkin saja." kata Syamsu kepada D&R. an Danjen Kopassus juga akan diperiksa. So- alnya, akuvitas operasi di ABRI mestinya Tentu, ini sebuah cela cukup berarti un- sesuai dengan komando, dan komando da- tuk sebuah pasukan elite yanig mestinya stan- dar keprajuritan dan keksatriaannya di atas tangnya, ya, dari komandan. Komandan pasukan biasa. Agum Gumelar, Gubernur Danjen Kopassus, ya, Panglima ABRI. Lembaga Pertahanan Nasional, mantan Ko-Sebäb, kata Agum Gumelar kepada warta- mandan Kopassus, mengaku menangis da-wan, tak ada prajurit yang bergerak atas lam hat mengetahui tragedi Kopassus ini.inisiaif sendin di awalnya, apalagi menyangkut Bila kemudian ada berita bakal diben-masalah yang berskala nasional. Kalau itu ter- aknya dewan kehormatan militer atau apa jadi, itu namanya pasukan urakan, kata Agum. pun namanya (menurut Mayjen Syamsu na-Jadi, setelah Prabowo siapa? Sambang Sužono/Laporsn Sene Joko Suyono, Tarma manya dewan kehomatan perwira), agaknya sudah ada ancang-ancang tersangkanya temma-Siboro, Ondy à. Saputra
da Metro Jaya, tapi ke Koramil Durensawit.
Ketika di tahanan koramil itu tiba-uba anggota koraril membawa tahanan baru ber- nama Jaka, entab salahnya apa. Si Jaka ini marah-marah, mengaku dia ini adik seorang jenderal. Lalu, berülang-ulang Jaka meng- hubungi si kakak, katanya, lewat telepon genggamnya, bilang kalau ini salah tangkap. Tanpa sebab yang jelas, Mugi dan Jaka
kemudian dibawa ke Kodim Jakarta Timor
olch Polisi Miiter. Di Kodim, Jaka tampak-
nya memang punya deking kuat: ia dibebas-
kan. Bukan cuma itu, Mugi juga dibebaskan
berkat Jaka. Bahkan, Jaka mengajak Mugi
pulang bersama dengan mobil yang menjem- putnya, sebuah BMW. Tapi, setelah beberapa Îama BMW menempuh jalan. tiba-tiba Mugi menepikan kendaraannya, dan menyunuh Mugi ikut Kijang yang kata Jaka mengikuti BMW sejak tadi. Alasannya, jurusan numah
Jaka dan Mugi bersimpang, dan Kijang itu
bisa mengantarkan Mugi. Tapi, begitu Mugi
yang entah kenapa mau sajā masuk ke Ki-
RASANYASULIT.DALAMKASUS PENCU likan, Kopassus bergerak sendiri. Mayjen Syamsu Djalaluddin pun terbuka pada kemung kinan keterlibatan kesatuan lain. Nah, bila operasi melibatkan sejumlah kesatuan, menurut sumber D&R, itu mestinya diketahui oleh yang yang po nya wewenang memerintab kesatuan-kesatuan itu. Dan, itu adalab Panglima ABRI (Pangab) Tentu, tak lalu Pangab salah. Perintah tentulah tak sampai pada detail teknik pelaksanaan, misalnya harus ditahan berapa hari seorang tersangka. Juga, nama-nama tersangka tentulah tak disebutkan satu per satu Andai Danjen Kopassus (atau komandan siapa pun) bergerak
sendin, kasus penculikan ini berlangsung dalan rentang waktu
cukup pamjang~4ahum 1997 hingga awal tahun 1998. Dalam ren tang waktu itù sulit diterima bila tak ada laporan intelijen yang sampai ke pimpinan ABRI. Dan, bila sampai pergantian kabinet tak ada tindakan apa pun, bisa diartikan pimpinan menyetujui tindakan ini. Dengan kata lain, pada akhimya pimpinani ABRI
tertinggi juga ikut bertanggung jawab. Pada kasus Santa Chuz tahun 1991. peristiwanya terjadi men.
d..dak, dalam sehari, hingga keputusan ada pada komandan di
lapangan. Pada kasus penculikan, jelas bukan reaksi atas peristiwa mendadak. Perburuan para aktivis yang ditudub teribat perakitan bom, misalnya, bukan cuma berlangsung sehari. Bila pimpinan
ABRI tak setuju, tentrlab bisa dibentikan.
Apalagi, kepada wartawan, Letjen Prabowojuga bilang bahwa tindakannya untuk menyelamatkan bangsa dan negata dari akti vitas kclompok yang ia sebut tadikal yang berbahaya. Jelas imt
bukan keputusan sesaat, malab menunjuk pada sikap atau ke-
bijakan lembaga. Jadi, bila memang scbuah mahkamah militer disiapkan untak ini. beoar kala Andi Anef, "Tidakfair kalau hanya Prabowo yang
dradili." Pumpmnan Prabowo kada itu, Pangab dan Panglima Ter-
unggi. paling sedikit juga harus dinintai keterangan. Dalam hal ini, hukan lagi hanya tim pencari fakta dan mahkamah militer
8.8
Zamian rcfomasi tampaknya punya banyak ujian.
D&R, 25 Jul 1998
FEISALTANJUNG KETIKA MENJADI PANGAB.MenyetujuI? yang punya wewenang. tapi tergantung Pangab dan Presiden.
LIPUTANUTAMA
Andi Arief:
"Prabowo Terlibat, tapi Tak Mungkin
Sendiri"
SELASA PEKAN LALU, 14 JULI, ANDI Arief yang diculik dari rumah saudaranya di Bandar- lampung. 28 Maret 1998, lalu diserahkan ke Mabes Polri sebelum ke Polda Metro Jaya, benar-benar menghirup udara kebebasan meskipun ini ada- lah pembebasan karena penangguhan penahanan. Benkut ini penuturan alumni Fakultas Ilma Sosial dan Imu Politik Universitas Gadjah Mada it tentang diungkapkannya kasus penculikan oleh Polisi Militer ABRI dan lain-lain. Kepada Irawan Saptono dan Seno Joko Suyono dari D&R, pemuda berusia 27 tahun yang mengidap diabe- tes (konon karena diabetesnya ini, pihak intelijen berusaha membe- baskan Andi atas desakan seseorang) itu berpendapat, "Tidak fair kalaa cuma Prabowo (yang diadili). Apa pertimbangan polisi menangguh- kan masa penahanan Anda? Alasan formalnya karena memenuti permintaan keluarga. Di juar itu, saya kira karena ada cacat prosedur dalam proses penangkapan saya. Jadi, polisi dalam keadaan tertekan. Mabes Poiri, dalam hal imi Kolonel Lubis yang waktu itu menerima saya (dari penculik), sampai membuat pengakuan menangkap saya pada tanggal 28 Maret. Padahal, saya diserahkan oleh penculik pada tanggal 17 April 1998. Ada permintaan tertentu dari polisi ketika Anda dibebaskan? Tidak ada. Mereka hanya menyarankan un- § tak melapor ke kepolisian resor kota terdekat demi keamanan. Jadi, mereka pun sadar bahwa saya masih remeriukan pengamanan. Sampai sekarang. saya lihat polisi hanya sebagai penerima atau dipaksa menerima. Prosesnya Anda diserahkan si penculik ke polisi? Saya diserabkan ke polisi tanggal 17 April dim tari. Saya dikeluarkan dari tempat penyekapan (X) dan kemudian dipindahkan ke sebuah mobil diesel di (X 1). Saya údak mendengar apa-apa kecuali kata "Siap!" dan mobißt bergerak. Kira-kira satu jam kerudian, saya diserahkan ke Mabes Polri. Jadi, polisi tahu siapa yang menculik Anda? Jelas mereka saling kenal, minimal secara kesatuan. Dan, pasu ada koordinasi sebelumnya. Mabes Polri tidak mungkin gegabah menerima begitu saja, dan berhak menolak. Memang anch kenapa saya tidak langsung ditahan di Polda saja sejak awał. Kini, tujuh (awal pekan ini sudah 10) anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ditahan sebagai tersangka penculikan, Komentar Anda? Saya melihat babwa ini bukan cuma pekerjaan satu kesatian. Saya üdak punya bukti materil, hanyą berdasar bentuk-bentak in- terogasi penculik. Interogasinya rulai dari prinsip ideologi sampai
ke prinsip organisasi. Saya melihat, ini kerja sistematis dan prosedura dalam pola standar militer (Angkatan Darat). Jadi, tidak fair kala hanya menyalahkan satu kesatuan atas penculikan yang berlangsunę sejaklamaTanjungpriok, Acch, Peristiwa 27 Juli, dan sebaganya Tidak fairkalau hanya menyalahkan Prabowo. Betul iateribat tap tak mungkin sendiri. Ketika penculikan Pius dan Desmond, Prabowo masih Koman. dan Jenderal Kopassus. Ketka saya diculik, Komandan Jendera Kopassus sudah lain, dan Pangabnya, Wiranto. Kalau ini pekerjaan oknum, tidak akan ada penculikan berikutnya. Jadi, menurut Anda, siapa yang memberi perintah pencußi. kan itu: Prabowo atau yang lebih tinggi? Bisa dijawab dari Panglima Tertinggi (Pangti) ABRI. Tapi, bisa juga ditafsirkan lain, mengingat nama Beony Moerdani begitu senng disebut (oleh para penculik). Mungkin dari faksi tertentu yang do minan di ABRI yang menganggap Benny Moerdani masih kuat dan patut disingkirkan. Maksud Anda dengan faksi, apakah itu faksinya Prabowo? Bisa jadi. Di kalangan tentara, dia yang paling kasat mata mem- benci Benny. Apaka penculik Anda itu darí Kopassus? Saya tak mengatakan semuanya dari Kopassus. Cuma, karena dari Bakaheuni ke Kebonjeruk peñutup mata saya dibuka, jadi saya mengenali wajah mereka. Tiga orang berambut pendek dan dug berambut gondrong. Mereka cukup menguasai masalah politik, sosial, dan ekonomi. Tiga dari mereka pernah ditempatkan di Ti- mor-Timur, dan salah satu yang duduk di depan, mungkin komandannya, mengaku baru beberapa pekan pulang dari Inggris. Usia si komandan dan añak buahnya rata-rata di bawah 40 tahun. Yang asing buat saya, para penculik itu salat. Katanya di Pelabuhan Bakaubeni para penculik ribut dengan petugas? Waktu itu mobil harus antre masuk ke feri, mobil Toyota Kijang penculik berusaha me- nyerobot ke depan. Petugas parkir yang ada mengingatkan mereka, kemudian terjadi ribut-ribut. Lalu, polisi datang, juga ribut dengan para penculik. Belakangan dua orang polisi militer datang. Mereka ribut sebentar, namun polisi militer imu akhimya pergi setelah seorang penculik memperlihatkan secarik kertas. Kertas apa itu? Tidak taha. (Menurut sumber D&R, penculik itu memperlihatkan surat tugas dari kesatuan Kopassus. Dari sinilah mungkin Pusat Polisi Militer ABRI memulai pengusutannya). Apakah mereka juga yang mengurus Anda di tempat penyekapan. Selama di penyekapan, bukan orang-orang itu lagi yang mengurus saya. Yang menginterogasi, merawat saya, memben makan, men- jaga ruang atas dan bawah sudah beda orangnya. Di tempat penyekapan, saya mendengar suara terompet, suara modem, rig (alat ko- mênikasi radio) di tempat itu. Menurut Anda, bagaimana nasib mereka yang belum pulang? Saya enggak tahu apakah mereka mati atau masih hidup. Yang jelas, nama Herman Hendrawan, Bimo Petrus, dan Suyat sering dí- sebut-sebut para penculik itu. Bahkan, mereka hafal perilaku Herman, Petrus, dan Suyat. Saya menduga si penculik telah berinteraksi dengan mereka. Jadi, saya yakin mereka di situ meski tidak bertemu. Yang mengherankan saya mengapa mereka tidak segera dikeluarkan. Bagaimana dengan yang lain, misalnya Dedy Hamdun, Yanni D&R, 25 Juli 1998
al 3u
»sS
注 治
3m 2 3~
ta a 微 i i- 3 2= {
LIPUTANUTAMA
Afri? Saya údak pemah bertemo suara atau tatap muka dengan mereka, kecuali dengan Faisol Reza dan Waluyo Jati serta Haryanto Taslarm. Tapí, nama mereka sering disebut para penculik dalar interogasi. Bahkan, kalau malam hari, dua penjaga saya suka ngobrol. Meteka bilang,."Mas Andi kalau dinterogasí yang benar, jangan seperi te
... dokumen itu diumumkan secara
man-teman yang lain itu." Jadi, saya berkesimpulan, mereka ada di situ. Para penjaga itu masih muda-muda dan baik. Mereka membenterbuka oleh rezim militer dan diikuti saya rokok dan kopi.
pengadilan-pengadilan, termasuk untuk
Menurut Anda, di mana Anda disekap? Saya enggak tahu persis. Hanya, saya bisa kasih bayangan, per-kasus 10-20 tahun sebelumnya... Jadi, jalanan satu jam dari pintu tol Kebonjeruk Sabtu sore itu dalami ke-
kalau di Indonesia, Try Sutrisno, Ali
adaan mace. Kedua, di daerah itu bisa menerirna dua saluran radio, Bogor dan Jakarta.
Murtopo, Benny Moerdani itu diajukan
Apa, sih, yang dicari oleh para penculik itu?
ke perigadilan šemua.
Materi interogasi mewakißi sebuah rezim yang berkuasa. Mes-
terhadap oposan secara besar- besaran minp seperti di Indonesia. Masa itu dinamakan periode perang kotor". Kedua peristiwa itu diakui terjadi, dan dikutuk, Karena itu, di Argentina ada dokumen yang kurang lebih dalam babasa Índo- nesia artinya "jangan terulang". Dokumen itu berisi data-data or- ang yang mati atau hilang selama periode perang kotor. Dan, yang paling penting, dokumen itu diumumkan secara terbuka oleh rezim militer dan dükuti pengadilan-pengadilan, termasuk untuk kasus 10-20 tahun sebelumnya. Jadi, kalau di Indonesia, Try Sutrisno, Ali Murtopo, Benny Moerdani itu diajukan ke pengadilan semua. Kalau itu tidak dilakukan, akan terjadi lagi penculikan, pembumuhan. Dan, akan mun- cul self security atau pengamanan din sendin oleh rakyat yang me- mungkinkan terjadinya perlawan-PRABOWO DAN BENNY MOERDANI, Nama Benny Moerdani sering disebut-sebut para penculik. an terbuka dengan kekerasan. Se- karang tinggal pilih saja, kipun disinggung nama Benny Moerdani, Megawat, Amien Rais, Penculikan ini dikatakan untuk membongkar kełompok
Gus Dur, secara umum mereka mewakili kepentngan rezim yang radika....
berkuasa, untuk melihat potensi-potensi yang bisa menjatuhkan me-Ya, memang salah satu penculikan ini untuk menghentikan un- reka. Saya ditekan apakah ada hubungan dengan Benny. sur radikal dalăm gerakan. Tapi, tidak semua, karena banyak juga Soal SMID dan PRD lebih pada taktik, manifesto, juga tentang penculikan dilakukan bukan terhadap kełompok-kelompok radikal. deklarasi, struktur organisasi serta Peristiwa 27 Juli, kasus bom Ta-Jadh, im taktik dan para pelaku untuk menjustiñkasi tindakan mereka. nahtinggi, serta peran saya dalam Mega-Bintang. Mereka tanya soal Apakah kerusuhan Mei lalu ada kaitan dengan penculikan- pendanaan serta ideologi. pencolikan? Apakah Anda juga disiksa? Saya sedang mencari hubungannya, Saya menduga antara pe-Tidak terialu berat. nenbakan, kerisuhan, dan penculikan adalah sebuah paket. Mereka Kini, menurut Anda bagaimana sebaiknya ABRI bersikap? mau melihat seberapa kuat oposisi itu. Saya menyarankan agar dilakukan pengakuan terbuka bahwa Apakah Anda boleh baca koran di tahanan? Anda tahu ke- telah terjadi tragedi kemanusiaan, terjadi perang kotor, yang meru-tika Soeharto turun? pakan kesalaban masa laiu. Kemudian dikuti dengan pengadilan Saya boleh baca koran. Ketika saya dengar Soeharto turun, pe- para pelakunya. rasaan saya camput aduk. Saya senang karena eskalasí gerakan Sebenarya, ada dua contoh yang menarik yang pemah terjadi, mahasiswa cukup baik dan gerakan rakyat terlibat. Tapi, antara rak- yakni di zaman Nazi Jerman dan di negara Amerika Latin. Argen- yat dan mahasiswa belum ketemu; masih dalam proses. Soehanto tina misalnya. Jemman dalam sejarahnya pernah terjadi ltolocaust. adalah diktator yang beruntung. Biasanya, diktator yang di-Yang kedua, di Argentina yang pola penculikan dan pembunuhan é tumbangkan mat dibunuh atau melarikan diri. D&R. 25 Juli 1998
LIPUTANUTAMA
senian Rakyat, yang berafiliasi ke PRD.
Karena itu, teman-teman dan keluarganya di Solo menduga tilangaya Thukul di
Dari Wiji Thukul, Dedy pengujung Agustus 1996 itu berkaitan de-
ngan aktivitas politik penyadarannya, Lebih. lebih ketika ia bilang. "Aku keluar sebentar," kesehatannya belum pulih benar, la masih
Hamdun sampai Triyono
harus memeriksakan matanya ke dokter, aki- bat digebuki aparat ketika ia bersama buruh
Belasan aktivis yang hilang belum juga muncul. Pius bilangPabrik Sritex, Solo, melakukan demonstrasi.
Meskipun sempat pamit, sejak hari itu, lima di antaranya mungkin sudah tewas. Ada selentingan sembilan di antaranya dikuburkan di sebuah pulau di dan kedua anaknya. Tapi, tak satu pun dari
Kepulauan Seribu. Belum ada konfirmasi.
YUSUF. ANDI ARIEF, KORBAN penculikan yang kemudian diseraħkan kepada polisi dan pekan lale penahanan- nya ditangguhkan oleh Pol- da Metro Jaya, mengimbau agar 12 temannya yang masih disekap segera dibebaskan. Memang terasa aneh, 12 (atau 14 menu- rut data di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras), ketika satu per satu mereka yang diculik dipu- langkan, ada yang tak kunjung muncul. Bisa dipahami, harapan keluarga lalu sunut. Ibu salah satu di antara mereka yang belur pulang, misalnya, akhirnya tak berharap ba- nyak baħwa anaknya masih hidup. Tapi, ka- tanya ketika ditayangkan salah satu stasiun teve swasta, bila memang anaknya sudah mat, munjukkanłah kuburya. Memang ada kemungkinan mereka sudah tak bernyawa. Pius Lustrilanang, korban penculikan yang pertarna kali menceritakan pengalamannya kepada pers, bilang bahwa lima korban penculikan ia duga sudah me- ninggal. Alasannya, sejauh yang ia ketahui. kelimanya sudah dilepaskan ketka ia masih disekap, tapi hingga pekan lalu tak seorang
tak sepotong kabar pun diterima oleh istri korban penculikan yang sudah pulang per- nah mengetahui adanya Wiji di tempat pe- nyekapan. Sembunyikah peryair "hanya ada satu kata: lawan" ini? Yang jelas, salab satu temannya, Gilang, anggota kelompok penga- men di Yogyakarta, telah tewas beberapa lama lalu. Mungkinkah Gilang ditangkap aparat kearuanan yang ingin tahu di mana Wip Thukul berada? Bila demikian, Wiji mesti- nya masih hidup dan tak disekap—-a cuma sembunyi. Mudah-mudahan. Yusut, 30 Tahun Har itu, 7 Mei 1998, Yusuf sedang berada di rumahnya yang terietak di Jalan Raden Saleh, Jakarta Püsat. Tiba-tiba sejumlah orang bertato datang ke numahnya dān memak- sanya ikut mereka. Sejak itu pula keluarganya tak pemah mendengar kabar tentang Yusuf. Meskipun keluarganya sudah melapor- kan hilangnya Yusuf, belurn ada kabar gem- bira dari pihak keamanan sampai pekan lalu. YANI AFRI. Yang cukup mengherankan pihak keluarganya, Yusuf, yang schari-harinya sebagai dari kelimanya yang mengontak keluarga atau teman. guru, diketahui tidak pemah teribat urusan Berikut nama-nama mereka yang hilang politik. Penyebab menghilangnya Yusuf jadi tanda tanya besar. dan belum kembali atau tak jelas nasibnya. Sebagian dilaporkan ke Kontras, sebagian Pendukung PDI Perjuangan ke lembaga lain. Mereka dari berbagai latar belakang aktivitas, tapi secara garis besar ter-Yanni Afri (Rian). 27 ta/unt. bagi menjadi tiga: aktivis pro-Partai Demokrasi Indonesia (PDD) Perjuangan, anggota Dari sejumlah orang hilang yang dilaporkan ke Kontras, Yanni Afri dan temannya, Partai Rakyat Demokratik (PRD) atau orga- nisasi massanya, dan mereka yang dinyata-Sonny, adalah yang paling lama tak diketahui kan hilang dalam kerusuhan pertengahan rimbanya. Pemuda yang berdomisili di Ru-Mei lalu. Dua yang pertama tampaknya me-mah Susun Tanahabang, Jakarta ini, diketahui hilang sejak 26 Aprił 1997 di Jakarta. mang mengindikasikan bahwa ada kebijakan Yanni, yang pekerjaan sehari-harinya sopir untuk membuat para aktivis itu menghenti- itu, diduga diculik dalam kaitannya dengan kan kegiatannya hingga tak mungkin mengenbangkannya. aktivitasnya di Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ja-Yang Tak Jelas Apakah Diculik atau karta Utara, dap kasus peledakan bom di kompleks pertokoan Kelapagading, juga di Sembunyi Jakarta Utara. © Wiji Thukuł, 35 Tahon Pius Lustrilanang, Desmond, Waluyo Ja- ti, dan Faisol Reza (sebagian korban pen-Ketika aparai keamanan melakukan culikan yang sudah dilepaskan) menyatakan "pembersihan" terhadap anggota Partai Rak- melibat Yanni di tempat mereka disekap. yat Demokratik, setelah Peristiwa 27 Juli 1996, Wiji Thukul. penyair rakyat, termasuk Meskipun soal hilangnya Yanni sudah dilaporkan keluarganya, toh bapak dua anak itu orang yang dicari. Señiman yang juga pe- tak muncul jua. ngarnen puisi ini adalah aktivis Jaringan Ke- D&R, 25 Juli 1998
LIPUTANUTAMA Φ Sommy. 28 7ahun pat bintang panas ito. Sama halaya dengan Yanni. Sonny juga Bagi kebanyakkan orang. nama Dedy Ismail hilang bersama majikannya (No- dinyatakan hilang pada 26 April 1997. Sonny Hamdan tidaklah terlalu akrab, bahkan val Alkatiri) dan Dedy Hamdun. Ismail sen- yang mantan preman itu aktif di kegiatan diri selama ini menárut keloarganya tidak mungkin sebagian besar tidak tahu siapa dia. DPC PDI Perjuangan, Jakarta Utara, teruta-Konon, lelaki bertubuh kekar iu namanya pernah terlibat kegiatan politik. Hilangnya ma setelah terjadi Peristiwa 27 Juli 1996. Pe-İsmail juga sudah đilaporkan keluarganya ke cukup kondang di dunia "bisnis keras" alias ristiwa yang membuat ia bersimpati kepada pihak yang berwajib. Namun, sampai ban dumia preman. Selain ito, ja juga dikenal se- kelompok Megáwati. ini, beluru jelas nasibnya. bagai pendukung Partai Persatuan Pemba-Pius yang sempat berbincang-bincang ngunan (PPP), paling tidak di masa kam- dengan Sonny selama penyekapan menga-panye yang lalu. Dan, di tengah masa kam-Giliran Aktivis Prodemokrasi。 takan balwa pada awalnya Sonny dan Yanni panye Pemilu 1997, tepatnya 29 Mei 1997. Suyat. 23 Talun ditangkap pihak Komando Distrik Militer Dedy diketahui hilang. (Kodim) Jakarta Utara dengan tuduhan ter-Aksi penculikan tidak hanya dilakukan Hari ita, seperti yang dituturkan oleh Eva libat dalam kasus peledakan bom di Kela-Amnaz, Dedy bersamanya di sekitar Rumah di Ibu Kota, juga merambah sarapai ke Solo. pagading. Jakarta. Jawa Tengah. Suyat, seorang aktivis Sofi-Sakit Bunda, Menteng, Jakarta Pusat. Siang
DEDY HAMDUN. NOVAL ALKATIRL Setelah ditahan satu malam, mereka ber- har itu juga, ia kemudian pergi bersama dua dua kemudian dibebaskan. Namun, belum orang yang dikenalnya, yakni Noval Alkatiri sempat Sonny berjalan jauh dari kantor ko- dan Ismail—yang jüga kemudian hilang. dim, sebuah mobil Toyota Hard Top berhenti Orang kemudian mengait-ogaitkan hi didepannya dan turunlah empat orang ber- langnya Dedy dengan aktivitasnya sebagai badan kekar. Sonny sempat berkeras meno-pendukung PPP, la juga disebutkan sebagai
lak dibawą dan berpegangan pada pagarpendukung gerakan Mega-Bintang (gerakan
kantor kodim. politik para pendukung PPP yang merangkui Ketika petugas kodimn berusaha men-pendukung Megawat). bantunya, para penculik kemudian menge-Namun, Bang Dedy, demikian ia biasa luarkan lencana dan membisikkan sesuatu dipanggil, juga dikenal sebagai pelaka bismis kepada petugas kodim. Si petugas tadi ke- jual- beli dan pembebasan tanah, Oleh kare- mudian berbalik malah membantu si pen-na itu, sempat ada dugaan lain bahwa hilang- eulik membekuk Sonny. nya Hamdun berkaitan dengan bisnisnya itu: ia dihabisi oleh saingannya.
Yang Terlibat Kampanye
Menurut mereka yang pernah disekap. Mega-Bintang Dedy permah terlihat di tempat tersebut. ooxnxx Dedy Hamdun, 44 Talun? Noval Alkatiri, 3/ Tahun
"Suami Eva Amaz Hilang." demikianNoval lenyap bersara mobil BMW war
kepala berita koran yang terbit pada suatu
na putih miliknya yang penumpangnya se-
han di bulan Juni tahun lalu. Orang pun ber-belum ia lenyap adatah Dedy Hamdun dan
tanya-tanya. siapakah yang dimaksud de-Ismail. Diduga, Direktur PT Sangkuriang Tour
ngan suami aruis Eva Amaz tersebut. Me-
and Travel dan PT Rahama Pratama Sejati itu
mang. mantan bintang laga tersebut tercatal
diculik karena aktif dalam kampanye Ppp
kawin beberapa kali. Namun, setelah me-
yang aktif mendukung Mega-Bintang.
tyímak bentaya, mulailah orang tahu, mak- sudnya adalah Dedy Hamdun, Suami keem-Ismail, 30 Tahun
0&R. 25 Jμb |998
SUYAT. daritas Mahasiswa Indonesia untuk Dero- krasi (SMID) yang dituding sebagai organi- sasi mantel Partai Rakyat Demokratik, di- bawa kabur oleh orang-orang tak dikenal dari rumah sahabatnya di Sumber, Solo, pada 12 Februari 1998. Pemuda asal Banjarsari, Desa Kragilan. Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini sempat kuliah di Jurusan Ilmo Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Surakarta. Suyat diculik karena di- percaya bahwa ia ada hubungannya dengan kasus meledaknya bom di kompleks Rumah Susun Tanahtinggi, Jakanta, pada 18 Januari
- Herman Hendrawan, 28 Tahun Pada 12 Maret 1998, Herman Hendrawan dan dua temannya, Raharjo Waluyo Jati dan Faisol Reza, memproklarmasikan berdirinya Komite Nasional Pro-Demokrasi (KNPD). Seusai acaca tersebut, mereka bertiga kemo- dian meninggaßkan tempat dilangsungkannya acara itu, yakni kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukur Indonesia (YLBHD, Jakanta. Ketika meninggalkan gedung YLBHI. mereka merasa ada orang-orang tak dikenal yang mengikati mereka. Karena itu, mereka
LIPUTANUTAMA
HERMAN HENDRAWAN.
YUDIN MUHIDIN. mencoba menghindar dengan masuk ke kompleks Rumab Sakit Cipto Mangunku- sumo (RSCM) yang kebetulan berada dekat dengan gedung YLBHf. Di situlah mereka dirngkus. Mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airiangga, Surabaya, ini memang dikenal aktif dalam kegiatan prodemokrasi Yang mengherankan, meskipun kedua te- mannya, Waluyo Jati dan Faisol Reza, sudah dibebaskan, Herman belumn diketahui nasib- nya. Menurut Andi Arief, ia melihat Herman di tempat penyekapannya. Petrus Bimo Anugrah. 25 Tohtun Bimo, yang kuliah di Sekolah Tinggi Fil- safat Dryakara, Jakarta, diketahui hilang pada 31 Maret 1998. Pemuda asal Malang itu diculik atau hilang, diduga karena akti- vitasnya di PRD. Beberapa orang yang pernah disekap mengatakan pernah melihat Bimo di tempat penyekapan.
Ücok Munandar Siahaan.2/ Toun Kenka terjadi kerusuhan 14 Mei lalu, Ucok, Seorang mahasiswa Perbanas, Jakarta. terbawa arus massa di kerusuhan di Jakarta Utara. Sejak itu keluarganya tak mendengar lagi kabarnya. Triyono, 23 Tahun Selasa, 2 Jum 1998, Nyonya Sunatin, warga Jalan Sidodadi 78, Babadan. Ponoro- go, Jawa Tuur, menerima telegramn tanpa nama pengirim. lsinya: bahwa Triyono. anaknya, telah diculik saa kerusuhan 13 Mei di Jakatta, Hingga kini, Tryono yang meng- aku kepada keluarganya sebagai Mahasiswa Fakultas Sasta Inggris Universitas Gadjab Mada-setelah dicek temyata tak benar tersebut tak jelas rimbanya, Keluarganya sudah melaporkan hilangnya Tryono kepada Posko Advokasi Dewan UCOK MUNANDAR. Reformasi Mahasiswa Surakarta. juga ke C Triyono, anak Nyonya Sunartin, telah diculik saat kerusuhan 13 Mei di Jakarta. Hingga kini, Triyono ... tak jelas rimbanya. Lembaga Bantan Hukum (LBH) Yogyakar. ta yang diteruskan ke Mabes Polri. Tapi ha- silnya masih nibil. Selaio pengirim telegram dan identitas pendidikanya yang tak jelas, sebab-musa PETRUS BIMO ANUGRAH. bab kemungkinan Triyono diculik juga tak Hllang di Kerusuhan Mei 1998jelas."Kalau benar diculik kamijuga masih mencari tahu apa motivasinya." kata Budi Hartono dari LBH Yogyakarta. Yudin Muhidin, 22 Tahon Yudin adalah alumni sebuah sekolah pe-Mesunya bukan hanya mercka berempat layaran. Ia juga diketahui tidak pernah ter-yang hilang selama teriadinya kerusuhan libat dalam kegiatao politik. Dalam peristiwapertengahan Mei yang mengambil korban kerusuhan 14 Mei 1998. Yudin diketahuinyawa ratusae orang iu. Hanya, sejauh in berada di salah satu pusat kerusuban, yaknibanu kelarga dari empat orang itu yang me- lapor ke Kontras. di Sunter, Jakarta Utara. Menurut petugas Polisi Resor Jakarta Utara,Berdasarkan catatan Kontras, masih ada pihaknya memang sempat menahan Yudin dua nama lagi yang juga dilaporkan hilang. Na- selama dua hari, yakni tanggal 15 dan 16 Mei. mn pihak keluarga meminta nama dan iden-Namun, setelah itu nasib Yudin jadi tak jelas. titas kedua orang tersebut udak disiarkan. Sejumlah analisis bisa dikemukakan se-Hendra Hambalie, 19 Tahuun hubungan dengan belum pulangnya mereka Sama dengan Yudin, Hendra juga hülangito. Yang pertama, sudah disinggung di awał ketika kerusuhan 14 Mei terjadi. Penduduk tulisan ini, mereka telah tewas. Kemung-Jalan Tales, Jakarta Pusat, ini diketahui ber-kinan kedua, ada pihak lain selain yang ki ada di daerah Glodok. Jakarta Barat, ketikasudah ditaban oleh Polisi Milter ABRlyang kerusuhan terjadi, Hilangnya pelajar sebuahjuga melakuka pencuikan dan penyekapn sekolah menengah umum itu sudah dilaporkan kehuarganya ke aparat keamanan, namunRustam, Mandayun/Laporan Bud Nagroho, belum ada penjelasan soal hilangnya.Acma Sa d A D&R, 25 Juli 1998
LIPUTANUTAMA
Dari Mana Datangnya
Keberanian
SALAH SEORANG KORBANPENCULIKAN bercerita, meskipun ia berlindung pada Munir. para penculik itu tak akan takut dan tak akan sulit mengejarnya bila ia menyalahi komitmen. Munir, seperti sudah diketahui lewat berbagai pemberi- taan, adalah Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras. Se- berapu kuat dan siapa pelindung arek Malang. Jlawa Timur. yang kim berusia 33 tabun itu? Munir, berwajah Timur Tengah, berpostut tubuh bolch dikata pendek, mudah dikenali dari rambut dan kumisnya yang agak pirang. Gaya bicaranya lugas dengan suara yang keras dengan warna dialck Jawa Timurãn. la memang menjadi populer dan menjadi buruan wartawan setelah Kontras diresmikan pada 16 April 1998 ketika soal orang hilang ramai diomongkun. Setelah satu demi satu "orang hilang" kembali dan memberikan kesaksiannya kepada publik, Munir mendesak pemerintah meng- ungkapkan kasus penculikan dan peryiksaan mi. Upaya Munir mu-Jai membuahkan hasil. Panglima ABRI Jendenal Winanto menunjuk Komandan Pusat Polisi Militer ABRI Mayor Jenderal Syamsu Djalal sebägm ketua tim pencari fakta dalam kasus penghilangan orang secara paksa. Älummi Fakultas Hukum Uni- versitas Brawijaya, Malang. yang. tengah menanti kelahiran putra pertama ini mengaku semakin ba- nyak teror diterimanyu setelah ia ? menumpin Kontras. Teror yang paling dingatnya adalah teror yang diterimanya sekitar 18 Mci lalu, la menerima telepon gelap yang mengabarkan bahwa lajuga akan "diambil", Kemudian, saat berada dinumahnya, Munir memang melihat beberapa orang yang tidak biasa berada di situ. "Tapi, kemudian, tidak terjadi apa-apa. Sedangkan terorlain bis- so-biasa saja." ujac putra keenam dan tujub bersaudaraitu. Munir mengaku faktor keluarga memang sempat kepiktran atau menjadi pertimbangan saat menerima intimidasi atau melakukan akbvitas yang menjwus" Sejak awal mengikat portaian suami-istri dengan Suciwau. la telah mencentakan risiko-nsiko yang mungkin harus dihadapi istrinya. "Saya kan juga hants me. nyiapkan ismi di rumal," mjar sarjana hukum yang bergabung denga Lembaga Bantuan Hukam (LBH) Surabayasejak tahun 1990 mi Menurut mantan Direktur LBH Serarang itu, ia siap meng- bedapi nsko pekertan sejak memilih bekga di lombagabantuan bukam Tap Mun usa udak tahu dan manadatangiya kebe manim" mya sekarang imi. la sendmmerasa bava-biasa saja. udak teriala beram la meagia skap tta sudah menjadi karakter k karcya. Sk ava kra kia. sudah dpabam vaiko makaimad yang harus dikadapi," tuunmya. D&R. 25 Jul |1998
Memimpin Kontras deugun segala risiko bukan pengalaman pertama Mumniu. la sudah sering ber-uvere vericoloso alias hidup menyetempet-nyrempet bahaya. Sebelum memimpin Kontras. saat masih di LBH Surahaya, ia ikut menangmni kasus Marsimah dan Timor Timur. Akankah ia seumur-umur berada dalam dunia "perjuangan" ini? Munir yang idealis ini rupanya tahu juga batas-butas. Ia mengaku kadang terbayang hidup tenteram menjadi pensiunan. Namun, bila ia harus mundur dari dunia kepengacaraan yang po- nuh risiko itu adalah dengan syarat, yaitù setelah kondisi hak asasi manusia di Indonesia membaik. Kapan? Memurut Munit. kondist itu bisa tercapai dalam waktu lama, tapi bisajuga cepat; tergantuug pada proses kematangan bangsa ini, katanya. "Sepan jang kematangan perubahan belum menampakkan hasil, misalnya praktik antidemokrasi dan kekerasan masih berlanjut, saya tetap akan melakukan (pekerjaan ini) meskipun tidak di LB atau di Kontras." ujarya yakin. Dalam hal kasus orang hilang kini, Munir menyodorkan tiga. mantan Direktur LBH
Semarang ini mengaku,
ia siap menghadapi risiko pekerjaan sejak memilih bekerja di lembaga bantuan hukum. mmifa m 1 fastkaanf sendirímerasa blasa-
biasa saja....
MUNR. kemungkinan kenapa beberapaaktivis prodemnokrasitu harus "dihi- langkan". Ketiga hal yang bertujuan untuk mengamankan agenda politk nasional itu adalah pengamanan pemilihian urmum. pengamanan sidang umun, serta paket pencegahan jamihnya Socharto. "Pola penghilangan omng itu menunjukkan formasi sistematis bethubungan dengan pengamanan agenda nasional sehingga ka. sus ini harus dilibat dengan kerangka sistem politik yang tidak membertruang peran politik kepada rakyat," papar Munirdalaro saul tarikan napas. la pernah pula memgungkapkan, sejauh infonasi yang dite rimanya. penculikan itu "dilakukan secaura sistemaus, terencana, dan profcsional."Lalu,ia menduga-duga. kegiatan ini melibatkan insttusiABRI. "seperti Komando Rayon Militer Durensawit, Komando Dismik Militer Jakarta Timur, Komando Daerah Militer V7 Jaya, Kepolisian Daerah Metro Jaya, anggota polisi militer, serta Komando Pasukan Khusus." la juga tak setju bila kasus ini dise- lesaikan oleh Dewan Kehomatan Militer bilananti sanksi untuk perwira tinggi yang terlibat "hanya sanksi administratif", seperti yang terjadi pada kasus penembakan di Santa Cruz, Dili, No- veniber 1991. la mengusulkan agar pengadilan kasus ini terbuka. Laporas 0 kiugroha