0 OOPrabowo Subianto itu? O sebut-sebagai "simpul" peristiwa Meingan kerusuhan Mei menimbulkan hebohMakostrad 14 Mei lalu punya kaitan de- tokoh sipil, antara lain, Adnan Buyungsehingga perlu diselidiki lebih lanjut.baru. Pertemuan itulah yang disebut-Temuan TGPF bahwa pertemuan di nya isi pertemuan dengan Letjendjojanto, dan Fahmi Idris. Apa sebenar-Nasution, Setiawan Djodi, Bambang Wi-Padahal, dalam acara itu hadir tokoh- muan rahasia untuk merencanakan makar.trad itu sebagai peristiwa yang paling me-nyebut bahwa pertemuan 14 Mei di Makos- pertemuan itu disebut-sebut sebagai perte-nonjol dalam rentetan kerusuhan Mei lalu.TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) me-musikus ini akhirnya mau berbicara setelahKonglomerat yang juga dikenal sebagaiitu. "Itu pertemuan, bukan rapat," katanya.singkat soal pertemuan yang menghebohkanSETIAWAN DJODI hanya menyatakan Djodi perlu memberikan penjelasan karena Hotel Grand Hyat, Jakarta, ceritanya ber-Menurut Djodi dalam penjelasannya di Prabowo Subianto sering berkumpul di rumah Djodi. P0S, 7-11-1998 pentas, sejak 10 Mei, anggota Kantata Takwamula saat Kantata Takwa, kelompok musik Ujungpandang. Dengan alasan persiapanyang dipimpinnya, berencana pentas di O Setiawan Djodi Apa Yang Terjadi di Pertemuan Makostrad 14 Mei? (1) mahasiswa Universitas Trisaktí. Baca: Pertemuan Serupa...,hal. 2, kol. 4
Dituding Buyung, Prabowo Tidak Marah
Mei, tiba-tiba meletus peristiwa penembakanNamun, dua hari kemudian, tepatnya 13
Halaman 2
ungan dari Halaman Satu
Pertemuan Serupa Ditolak Wiranto
Sambungan dari hal 1
akan marah. Sebab, Buyung secara terbukadijelaskan Jenderal Prabowo,"demikian
menyebutkan bahwa di masyarakat muncul Djodi menirukan ucapan Wiranto waktuitu: Dalam suasana berduka dan penuh prihatin, tudingan Prabowo terlibat dalam kasus Ditanya kenapa punya keinginan datang Trisakti dan kerusuhan. Djodi ditemui W.S. Rendra dan memintanya
menemui Prabowo? Djodi yang juga dikenal
agar bisa bertemu dengan Pangkostrad Letjen
sebagai pengusaha tanker ini menjelaskan, Buyung juga menanyakaní apa betul terjadi
itu ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa
TNI Prabowo. Keinginan Rendra ternyata-friksi tingkat tinggi -antara Prabowo dan
sama dengan permintaan Adnán Buyung
Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto. yang terjadi. Disebutnya, kasus Trisakti
Kekhawatiran Djodi tidak terbukti. Sebab, sangat memukul dia dan teman-temannya.
Nasution. Buyung juga minta agar Djodi bisa
mengatur pertemuan dengan Prabowo. Lebih tragis lagi, setelah meletus kerusuhan
Prabowo temnyata menjawab secara positif. "Dia
Rendra dan Buyung ingin bertemu Prabowo tidak marah." Menariknya, Hashim Djojoha-di ibu kota. Dalam dua peristiwa tadi, muncul untuk menanyakan keadaan di tanah air yang dikusumo, adik kandung Prabowo yang juga ha-tudingan di masyarakat bahwa Prabowo mulai mengkhawatirkan. Saat itu, Djodi dir dalam pertemuan tersebut, ikut bertanya soal
berada di belakang semua peristiwa itu.
itur. "Saya sempat kasihan juga," ucap Djodi. emang menyetujui permintaan dua rekannya Karena merasa terpanggil untuk mena- nu. Dia pun mencoba menghubungi Prabowo Inti penjelasan Prabowo, semua tuduhan itunyakan yang sebenarnya, Djodi dkkme- melalui Fahmi Idris (kini Menaker) tidak benar. Prabowo mengaku tidak ada friksimutuskan harus ketemu Prabowo. Djodi mengakui, saat itu keadaan genting karena "Melalui Fahmi Idris, saya mendapat respons dengan Wiranto. Dia juga menyebutkan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus dari Prabowo. Mas Bowo (Prabowo, Red) ibu kota lumpuh. "Kita berani menemui Trisakti dan kerusuhan. Prabowo mengatakan, Prabowo dalam suasana genting karena mengatakan, kita ketemu saja habis magrib di merasa prihatin dengan keadaan. Selain itu, Makostrad," jelas Djodi. Dalam percakapan dirinya sebagai Pangkostrad tidak punya telepon itu, Prabowo menanyakan siapa saja wewenang apa-apa. Sebab, sebagai komandan kita harus tahu apa benar Prabowo berada di belakang semua itu. Memang untung- yang mau hadir. Oleh Djodi dijelaskan, selain pasukan cadangan, dia baru bergerak kalau untungan, kalau marah, ya risiko," tegasnya. dirinya, akan ikut Rendra dan Buyung. diminta Pangab membantu pasukan ke kodam-kodam. Semiua penjelasannya dilakukan Adakah motif politik lain sehingga harus Akhirnya, sekitar pukul 18.00 WIB, Djodi bersama Rendra tiba di Makostrad. Tidak lama ketemu Prabowo dan kenapa tidak langsung ke dengan kepala dingin dan tanpa emosi. Pangab? "Saya tidak terlibat dengan ke- kemudian, Buyung juga datang. Tetapi, dia Mengenai desakan masyarakat agar Soeharto tidak sendirian. Buyung ternyata "mem-lengser, Prabowo menjelaskan, kalau rakyat pentingan politik praktis. Kita ini budayawan, bonceng" Ketua YLBHI Bambang Widjojanto menghendaki, mertuanya tidak akan mem-tidak punya kepentingan politik praktis atau dan Luhut Pangaribuan. Djodi merasa heran, pertahankan jabatan dengan kekuatan kepentingan golongan. Kepentingan kita adalah ternyata selain kawan-kawan Buyung, telah senjata. Djodi dkkterus bertanya, apakah bangsa. Kita tidak perlu titipan-titipan, juga hadir sejumlah tokoh masyarakat yang tidak pernyataan Soeharto di Mesir yang siap pesan sponsor. Sponsor siapa dan untuk siapa." Djodi juga mengaku tidak punya prasangka semuanya dia kenal. lengser serius? Prabowo mengatakan, per- "Saya hanya kenal Dien Syamsudin dan tokoh nyataan Soeharto serius. negatif apakah jawaban Prabowo itu jujur pemuda pimpinan GP Ansor, Iqbal Assegaf. Sekitar pukul 21.00 WIB, Djodi bersama atau tidak. Menurut Djodi, dia tidak meng-Rendra, Buyung, dan Fahmi meninggalkan antisipasi hal itu karena tidak punya ke-Saya ketemu juga dengan Farid Prawiranegara. Makostrad. Lalu, apakah Prabowo mengadakan pentingan politik apa pun. Yang dia lakukan Yang lainnya lagi saya tak ngerti," katanya. hanyalah gerakan moral untuk mem-Tak-begitu lama, Prabowo (Djodi selalu pertemuan lagi? "Saya tidak tahu. Saya baru kali itu ke Makostrad. Dan, saya tidak tahu apakah pertanyakan hal-hal yang telah menimbulkan menyebutnya Mas Bowo) datang bersama keguncangan di masyarakat. Fahmi Idris dan Maher. Sementara itu, pejabatada pertemuan lagi setelah pertemuan itu." ABRI yang menemani Prabowo adalah Penuturan,Djodi lainnya menyangkut Kemudian, jika selanjutnya hasil temuan TGPF keinginan kawan-kawannya agar bisa bertemu menimbulkan kontroversi, Djedi juga
Kaskostrad Mayjen TNI Kivlan Zein, Danjen
Kopassus Mayjen TNI Muchdi Pr, dan Pang-juga dengan Wiranto. Djodi menyanggupi mempertanyakannya. Dia meragukan validitas
temuan TGPF karena tanpa meminta keterangan dam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjansoeddin. akan menghubungi Wiranto. Namun, dalam Mereka rupanya baru keliling kota mengamati percakapan di telepon, Wiranto mengatakan kepada dirinya. Juga teman-temannya. "Saya tak keadaan setelah terjadi kerusuhan.
keberatan dengan analisis TGPF. Mau dianalisis
tidak perlu. Rupanya, Wiranto sudah
mengetahui pertemuan Prabowo dan sejumlah
"Mayjen Sjafrie tapi tidak ikut meeting. Dia
silakan, mau diselidiki juga boleh," akunya.
Tidak adanya klarifikasi dari TGPF makin
langsung pergi. Hanya say hallo kepada saya, tokoh sipil di Makostrad. "Barangkali itu he-
lalu pergi," aku Djodi. batnya intel Wiranto," tandasnya. mengherankan Djodí karena Bambang Wiranto menyatakan, Djodi dkk tidak usah
Setelah itu, pembicaraan dimulai. Tema Widjojanto yang ikut dalam pertemuan itu pun
tidak berusaha meminta keterangannya. pembicaraan menyangkut tiga hai penting, menemuinya karena dia memandang yang yaitu kasus Trisakti, kerusuhan di ibu kota, dijelaskan Prabowo sudah cukup. Dia "Kalau diminta testimoni, saya jawab. Mereka dan desakañ masyarakat yang makin luas agar menegaskan, tidak benar terjadi friksi antara tidak nanyain saya. Saya juga heran. Dan dirinya dan Prabowo. Penjelasan Prabowo mestinya tanya Bambang Widjojanto, wong Presiden'Soeharto lengser. Yang bertanya paling keras dan kritis adalah Buyung. Buyungdianggap cukup. "Pangkostrad itu bawahan dia juga ada di TGPF. Heran saya. Mungkin, sampai menuding-nuding Prabowo. Saking saya. Masa tidak percaya sama bawahan saya.lawyer-lawyer bikin kita bingung," tegasnya. kerasnya, Djodi sempat mengira Prabowo (adang d. bokin/bersambung) Jadi, tidak perlu ketemu saya lagi, wong sudah