Baca EPUB: Marxisme

5 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. MARXISME
  2. D. N. AIDIT
  3. KOLOFON
  4. DAFTAR ISI
  5. MARXISME
  6. UNCOPYRIGHT

MARXISME

D. N. AIDIT


KOLOFON

MARXISME

oleh

Y. M. D. N. AIDIT



1965

© 2026 MasasilaM

Berdasarkan arsip dari: Koleksi Pribadi Muhammad Reza Magistra

Ilustrasi sampul: The Tank Worker 1930, karya Charles Turzak

MasasilaM mengandalkan partisipasi pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui masasilam.com.

MasasilaM

masasilam.com



MARXISME

TANGGAL: 23 AGUSTUS 1965.

JAM: 08.00- 9.30.

Saudara-Saudara hari ini mulai kuliah saya yang pertama dan kuliah saya adalah dalam rangka mata pelajaran Manipol. Kepada Saudara-Saudara kalau tidak salah sudah disampaikan sebuah buku yang bernama Revolusi Indonesia, latar belakang sejarah dan hari depannya. Apa sudah? Jadi untuk kuliah saya, saya anjurkan memiliki buku ini dan sebuah buku lagi yaitu Revolusi Indonesia dan Politik Luar Negeri, jadi kuliah saya ini, PEKARES (Pendidikan Kader Revolusi), jadi dua buku ini. Yang satu Revolusi Indonesia dan kedua tentang Revolusi Indonesia dan politik Luar Negerinya.

Saudara-Saudara dalam meminta saya memberikan kuliah ialah pandangan kaum Komunis mengenai Manipol. Sebagaimana Saudara ketahui mengenai mata pelajaran Manipol itu tidak hanya seorang penceramahnya atau pengkuliahnya. Lebih dari seorang dan pengkuliah-pengkuliah itu dari berbagai golongan Nas, A dan Kom. Tentu dari tiap-tiap golongan ingin mendengar bagaimana pandangannya dan dari saya tentu diharapkan bagaimana pandangan kaum Komunis mengenai Manipol. Ini sangat penting dalam rangka kerja sama tiga aliran adalah sangat baik masing-masing mengatahui pandangan daripada aliran-aliran lainnya yang diajak bekerja sama itu. Jadi pada hari ini di mana saya memberikan introduksi dengan prakata daripada kuliah saya, saya belum bisa mendalami isinya daripada kuliah ini tapi saya akan mengantarkan kuliah saya dengan kuliah hari ini. Dan dalam kata pengatar ini saya akan jelaskan bagaimana pandangan Komunis, terhadap berbagaii persoalan gejala alam maupun gejala masyarakat. Kemudian juga bagaimana pendapat kaum Komunis mengenai Revolusi Indonoesia dan selanjutnya bagaimana pendapat Komunis mengenai Manipol.

Saudara-Saudara saya mulai saja dari ucapan Presiden Sukarno tentang Marxisme, jadi saya tidak akan menerangkan cara panjang lebar, saya hanya sekedar menguraikan hal-hal yang saya perlukan untuk menjelaskan sikap kaum Komunis mengenai Manipol. Sebab uraian yang panjang-lebar mengenai Marxisme ada bukunya tersendiri.

Bung Karno antara lain mengatakan dan Saudara-Saudara pernah dengar atau membaca yuga bahwa Marxisme adalah satu-satunya ilmu yang kompeten buat memecahkan personalan sejarah, soal-soal politik, dan soal-soal nasyarakat. Kemudian Bung Karno mengatakan, saya kutip lagi kata-kata Bung Karno, semua sarjana Indonesia yang ingin mengintegrasikan dirinya dengan rakyat selalu mempelajar-ri dan menguasai dua hal.

Pertama: situasi dan kondisi serta sejarah rakyat Indonesia, kedua: ilmu dan teori Marxisme. Saya akan menjelaskan, Saudara-Saudara, mengapa saya sependapat dengan ucapan Bung Karno ini, bahwa Marxisme adalah satu-satunya ilmu yang kompeten buat memecahkan soal-soal sejarah, soal-soal politik, dan soal-soal nasyarakat.Dan semua sarjana harus mempelajar dan menguasai paling kurang dua hal itu. Pertama-Pertama saya ingin dimengerti bahwa, saya menjelaskan soal ini bukan pertama-pertama karena saya komunis, seandainya saya bukan Komunis, sebagai seorang politik Sukarno non Komunis juya akan menjelaskan soal ini. Sebab ucapan Bung Karno ini bukan untuk Komunis sadiyn. Saudara-Saudara ini faham saya, momang tidak bisa mengerti ajaran Bung Karno tanpa memahamiiny. Tidak mungkin mengerti ajaran Bung Karno tanpa memahami Marxisme. Suka tidak suka pada Marxisme tapi kalau mau memahmi ajaran Bung Karno dan harus mempelajar Marxisme. Dengan tujuan yang betul kepada orang yang mempelajar Marxisme untuk mengganyang Marxisme. Malahan ada yang berkata makin banyak kita belajar Marxisme makin gampang memasuki PKI. Kalau dengan tujuan ini mempelajar Marxisme, tidak akan ketemu Marxisme. Kalau belajar Marxisme untuk mengganyang Marxis itu tidak akan mengerti maksud-nya. Saya katrkan tidak mungkin memahami ajaran Bung Karno tanpa memahami Marxisme.

Begini keteranganannya, pertama; ajaran Bung Karno antara lain mengandung ajaran tentang perubahan nasyarakat, yoitu dari masyarakat jajaran menjadi nasyarakat merdeka, jadi berobah menjadi nasyarakat merdeka.Sesudah merdeka melaksanakan revolusi nasional demokrasi dan kemudian berobah menjadi sosialis. Dus ini jelas dari pidato-pidato dan tulisan-tulisan Bung Karno, dapat Saudara baca sendiri. Ajaran beliau antara lain mengandung tentang perobahan nasyarakat. Nah ajaran tentang perobahan nasyarakat itu dengan gamblang dikupas dalam ajaran Marx tentang historis materialisme. Saya pernah mendengar tentang historis materialisme, yaitu yang menangan bagaimna manusia ummat manusia ini berobah dari nasyarakat yang satu kemayarakat yang lain, yang menangan bahwa nasyarakat ummat manusia tidaklah sejak dahulu seperti sekorang.

Sekarang misalnya masyaraikat ummat manusia menonton kapitalisme dan bahkan sudah punyekanya yang paling tinggi yaitu imperialisme. Mengenal feodalisme sekarang ini. Mengenal tanah jajahon, mengenal neo-kolonialisme dan lain-lain. Apa yang kita kenal sekarang ini ribuan tahun yang lalu tidak ada. Lalu timbul pertanyaan: bagaimana masyaraikat ‘ribuan-ribuan tahun yang lalu? Dalam historis materialisme dijelaskan bahwa masyaraikat manusia itu yang paling portman ajaren masyaraikat komunisme primitif, oor-komunisme, dalam bahasa Marxisme sendiri oor-komunisme, komunisme primitif. Dinegori kita antara empat ribu lina ribu tahun yang lalu waktu nenek moyang kita baru turun dari daratan Asia dan nongisi pulau-pulau Nusantara ini pada waktu mereka hidup dalam masyaraikat oor-komunisme itu. Yaitu satu masyaraikat tanpa kelas tidak ada kelas pengisap tidak ada kelas yang dihisap. Sam rata sama ras akan tetapi yang primitif. Jadi tidak ada orang-orang memiliki alat produksi, samua milik semua. Ini kalau mau ambil buah mak saja pohon ambil sendiri. Kalau sekarang naik pohon orang maka akan dikejar, tapi pada waktu itu kalau mau buah ambil saja, tidak ada yang punya. Semua tidak ada yang punya. Kalau mau ambil ikan, tangkap saja. Misalnya dikali, di sungai di laut di mana saja. Kalau mau bonjengan berburu seja. Tidak perlu rekes. Sekarang harus rekes kalau mau berburu. Jadi masyaraikat komunisme primitif itu masyaraikat tanpa kelas. Jadi dalam sojarah ummat manusia pernah ada masyaraikat tanpa kelas.

Ini perlu saya jelaskan karena ada yang berpendapat atau orang mengira bahwa masyaraikat manusia itu selamnya adalah masyaraikat yang berkelas, artinya ade yang ditunduk, ada yang menunduk, ada yang dihisap, ada yang penghisap. Ini tidak benar pernah ada masyaraikat manusia yang dialami oleh seluruh dunia tanpa penindasan dan penghisapan. Oleh karena itu tidak ankh kalau sekarang orang yang progressip borjuang untuk satu masyaraikat tanpa penindasan dan penghisapan. Jadi bukan yang primitif tapi yang modern, kepada orang berfilosofat bukan di mana ada siang itu ada malam, dinna ada putih tentu ada hitam, dinna ada yang torhisap tentu ada yang menghisap, dinna ada yang tertindas tentu ada yang menindas. Soorang penghisapan dan penindasan itu adalah abadi. Demikian t yaronya kaum penghisap dan penindas untuk mengabadikan penindasan dan penghisapan.

In mengatakan bahwa selama nya pasti ada penghisapan dan penindasan, padahal sejarah umat manusia pernah ada masyara- raka tanpa penghisapan dan tanpa penindasan. Ada orang yang tidak porcaye bahwa bida teryadi masyara- raka tanpa penghisapan dan penindasan. Karom kalau bogitu biasanya dengan masyara- raka tanpa penghisapan dan penindasan dia tidak bisa menerima fikiran bahwa bisa ada masyara- raka tanpa penghisapan dan penindasan. Itulah kesulitan mempelaji- yori sejarah umat manusia dan kita akan menemukan bahwa ade masyara- raka yang domikian itu. Sehingga tidak ankh kalau ada orang sekarang soorang progres- sif yang bercita-bercita untuk menghapuskan penghisapan dan penindasan di dunia itu hanya merupakan repitisi daripada masyara- raka yang pernah torjadi dan didalen bontuk yang lin, bontuk yang modern.

Masyara- raka yang pertama daripada masyara- raka Indonesia adalah masyara- raka Komunisme primitif. Masyara- raka tanpa kelas klaslose maatskhappiy. Masyara- raka yang kedua yaitu masyara- raka berkolas pertama. Masyara- raka pertama dimna terdapat kelas-kelas adalah masyara- raka perbudakan. Masyara- raka ketiga juga masyara- raka berkolas adalah masyara- raka feudal. Masyara- raka keempat daripada masyara- raka umat manusia juga masyara- raka berkolas adalah masyara- raka Kapitalis. Masyara- raka kolima masyara- raka sosialis. Dan penyenpurnaan daripada masyara- raka sosialis adalah masyara- raka Komunis, dus masyara- raka Komunis itu bukan satu tahap baru totapi kolanjutan dari masyara- raka sosialis. Menurut fahan Komunis adalah sosialisno adalah pondehuluana daripada masyara- raka Komunis, Komunisme adalah penyenpurnaan daripada masyara- raka sosialis. Itu saya jelaskan karena ada orang bahwa PKI menghendaki tiga tahap revolusi. Pertama tahap Nasional Demokratiq, kedua tahap Sosialis, ketiga tahap Komunis katanya, Di sini porlu saye jelaskan Komunisme itu bukan tahap ketiga, yaitu penyenpurnaan dari tahap kedua itu. Bedanya yang ingin mendengar iolah dalam masyara- raka sosialis berlaku princip dan tiap-tiap orang diminta bekerja menurut komampuanya dan kepada tiap-tiap orang diberi menurut apa yang dihasilkan. Jadi tiap-tiap orang di dalam masyara- raka sosialis, menurut fahan Komunis, jadi tiap-tiap orang diminta bekerja menurut komampuanya, kepada tiap-tiap orang diberi menurut apa yang dihasilkan. Menurut hasil kerjanya. Jadi kerja banyak dapat banyak, kerja sedikit dapat sodikit, tidak kerja tidak makan.

Dengan populernya korja banyak dapat banyak, korja sedikit dapat sedikit, tidak korja tidak unaken. Ini perlu sebab apa dalam nasyarakat socialis alat produksi itu belum tinggi perkembangannya sehingga banyak nomai toanga manusia. Oleh karena itu toanga manusia harus dinilai secara wajar.

Banyak orang bekorja dapat banyak, sedikit korja dapat sedikit. Dalam nasyarakat socialis alat dibikin atau dikembangkan teknifikasi, elektrifikasi, atomisasi dan macam-macam lagi. Sehingga lain kolomun orang untuk mendapat keperluan hidupnya tidak perlu mengeluarkan tenaga. Tapi yang bekorja adalah alat-alat produksi. Dalam nasyarakat socialis di mana alat-alat produksi itu sudah tinggi tingyatnya sehingga toanga manusia sudah sedikit digunakan untuk keperluan hidup berlimpah-berlimpah bisa dilakukan satu prinsip dari tiap-tiap orang diminta supaya bekerja menurut kemampuannya, kepada tiap-tiap orang diberim memurut kebutuhannya, sebab produksi terbukti barang konsumpsi sudah berlimpah-berlimpah. Itu saya lihat itu bukan tahap baru tetapi cuma kelanjutan dari nasyarakat sosialis. Karena alat produksi berkembang toanga manusia kurang banyak diperlukan, yang bekerja adalah listrik, mesin, aton digunakan untuk kebajikan manusia hin ga dengan demikian bisa dicapai prinsip pembagian kepada unsing-unsing diberi menurut kebutuhan. Tentu Saudara borpikir kalau begitu dalam nasyarakat Komunis nanti orang jadi malas. Habis korja sedikit akan diberi menurut kebutuhannya. Ini adalah pikiran kita sekarang. Pikiran orang manusia produk dari nasyarakat yang berkolas itu demikian. Itu ada pikiran untuk bernalas-malasan, adalah pikiran keliru bukan? Produk daripada Bapak kita sekarang ini adalah produk daripada masyarakat yang berkolas-berkolas. Sehingga ada pikiran untuk bernalas-bernalas, dengan demikian ada orang akan moncuri karena berlimpah-berlimpah. Haa, ada orang juga yang tidak ingin bekorja tapi ingin dapat banyak. Tapi jangan lupa di dalam nasyarakat socialis manusia itu dididik cinta korja tidak dengan omongan tapi dengan perbuatan. Sehingga di dalam nasyarakat socialis itu timbul manusia-manusia baru yang merasa tidakbotah kalau tidak bekerja. Dididikan-Dididikan masyarakat kepadanya, sehingga sampai kepada masyarakat Komunis yang tidak lain adalah penyem-purnaan dari nasyarakat socialis itu tidak ada lagi persoalan, mau moncuri atau mau bernalas-bernalas itu. Korja sudah conjadi suatu hal yang terhormat. Sedikit penjelasan tentang historis materialisme saya minta nanti divaktu menguraikan tentang Marxismo saya kira perlu memorhatikan hal ini.

Historis materialisme, teori tentang perubahan nasyarakat, bagaimana nasyarakat itu berubah, nasyarakat itu diubah bukannya karena keinginan beberapa orang atau kolihaian pemimpin, tidak!

Tetapi nasyarakat itu borobah karena caru manusia mendapatkan keperluan hidupnya. Jadi borobahnya caru manusia mendapatkan keperluan hidupnya, inilah yang mengobah nasyarakat ini. Jadi di waktu manusia mendapatkan keperluan hidupnya dengan caru; ambillah di hutan, ambillah di laut, kejarlah mondongan, itu mohan; cocok dengan nasyarakat komunismo primitif. Tetapi dikala manusia caru moncari keperluan hidupnya sudah mon; unakan tenaga, bercocok tanan, boke ja dengan tangannya, dikala itu Saudara-Saudara nasyarakat menyendaki perobahan.

Karena setelah manusia menghadikan keperluan hidupnya dengan bekerja, timbullah keinginan satu golongan untuk menguasai tenaga kerja itu, agar orang itu bekerja untuk golongan-nya. Orang mulai bercocok tanan dengan orang mulai menggunakan kebiasaanya dengan tangannya menghasilkan barang, pada waktu itu timbul dari golongan lain keinginan menguasai orang-orang pokedrya itu, untuk bekerja ba.inya, sehingga dalam peperangan-peperangan yang timbul antara kelompok satu dan kelompok yang lain- kalau Saudara-Saudara mepolajiari sejarah di mana-mana pun, selalu timbul peperangan-peperangan, bukan ada yang ditawan dalam peperangan itu. Yang ditawan ini digunakan olkh yang menawani untuk bekerja buat yang menang dalam peperangan itu. Yang kalahdijadikan budak. Ini mulai lahirnya nasyarakat budak. Mula-Mula bersifat kebotulan kelompok satu mengalahkan kelompok lain dan bersifat kebotulan bahwa orang yang dikalahkan itu bekerja untuknya, tapi lama kelamaan menjadi sistim, yaitu mereka yang kuat itu borusaha untuk menguasai golongan-golongan lain dan akhirnya memperbudak golongan-golongan lain itu. Ini kita lihat bahwa dengan borobahnya caru manusia mendapatkan keperluan hidupnya, maka didoronglah lahirnya satu nasyarakat yang baru, yaitu nasyarakat perbudakan.

Karena yang saya maksudkan tadinya yaitu manusia tidak memproduksi, monang tidak ada keperluan untuk menguasai tenaga manusia itu. Terutama manusia untuk memproduksi timbul bagi golongan-golonganna satu golongan untuk menguasai hasil produksi itu dengan jalan menundukkan orang nya dijadikannya budak. Maka kemudian Saudara-Saudara, jadi saya jelaskan bahwa perobahan nasyarakat itu, bukan daton nya d ri luer nasyarakat, maka dari dalam nasyarakat itu sendiri. Perubahan nasyarakat itu datengnya bukan dari luar, tapi dari dalam nasyarakat itu sendiri.

Kemudian perlu diketahui adanya nasyarakat perbudakan. Kenapa nasyarakat perbudakan ini berubah menjadi feudal? Juga disebabkan oleh ciara produksi yang makin berkembang. Sistem perbudakan pada permulaannya modern, lebih baik, lebih produktif. Kalau kita polajiari sejrah dunia mulainya perkembangan ilmu, mulainya perkembangan ciara-ciara kerayinan tangan, adalah sejak nasyarakat perbudakan. Kalau kita polajiari sejrah Yunani, dan kalau kita polajiari sejrah Asia juga, dan sesudah jam n perbudakan itu ada segolongan dari nasyarakat, jadi Tuan-Tuan budak don kakitangannya bisa monikirkan yaitu bebas dari produksi mereka, bisa monikirkan ilmu. Bisa monikirkan ilmu, bisa memikirkan kebudayaan. Ade orang bertanya kepada saya. Apa sebab nasyarakat perbudakan itu kok lebih maju daripada nasyarakat Komunisme primitif. Kok perbudakan lebih maju, bukan? Dan memang nasyarakat perbudakan itu lebih maju daripada nasyarakat komunisme primitif. Dan memang pada saat nasyarakat perbudakan itu lahir kebudayaan. Dengan lahirnya ilmu karena ada sebagian dari manusia ia bisa dibebaskan daripada bernacam-bernacam pekorjaan untuk keperluan hidup karena ia hidup daripada keringat orang lain ia monikirkan kebudayaan, monikirkan ilmu kalau kita monpelajiari sejrah dunia memang sejak jaran perbudakan itu mulai berkembang ilmu karena ada satu lapisan manusia bisa bebas daripada pekorjaan moncari nafkah itu dan dia bisa monikirkan ilmu dan kebudayaan. Jadi pada mulanya nasyarakat perbudakan memang progressif dibanding dengan nasyarakat komunisme primitif. Tapi lama kelamaan, Saudara-Saudara, para budak itu maka mereka mengadakan perlawan, mengadakan perlawan nisalnya antara lain bentuk perlawanannya: mereka merusak alat-alat produksi. Mereka dulu belum bisa membikin serokat huruh pada waktu itu dan mengadakan perlawan secara teratur.

Salah satu bentuk perlawan mereka adalah merusak alat-alat produksi, mereka mendapat alat-alat produksi dari tuan budak untuk bekerja di tanah atau bekerja yang lain untuk kepentingan tuan budak. Meroka-Meroka morasa tidak senang mengadakan perlawan. Bentuknya ialah merusak alat produksi sehingga terpaksa tuan budak memberikan alat produksi yang kasar-kasar yang sukar dirusak. Tapi juga kurang produktief. Dan melihat gejala bahwa si budak itu merusak alat produksi sebagai alat perlawan torhadap tuan-tuan budak. Tuan budak terpaksa memberikan alat-alatproduksi yang kasar-kasar yang sulit dirusak.

Tapi dengan sendirinya alat-alat produksi itu kurang produktif. Jadi apabila ada pemberontakan-pemberontakan sibudak melawan tuan budak karena tidak senang pada pongsisangan lain cum tordapat pengrusakan terhadap alat-alat produksi. Sehingga mengakibatkan dalam masyeraht perbudakan itu produksi menjadi monurun. Dan ini adalah sistin perbudakan diubah menjadi sistin perhanbaan. Masyeraht foodal itu adalah mempunyai sistin perhanbaan, dinana yang tertindas bukan lagi budak tapi harba, tani harba. Kita lihat bahwa perubahan cara produksi itu mengubah juga sistin masyeraht. Jadi sistin perbudakan sudah tidak produktif lagi malahan monurunkan produksi secara merata baik karena perlawan, pemberontakan para budak, nzi pun karena tidak produktifnya. Liydeliyk verset perlawan-perlawan sibudak itu. Barangkali sudah pernah membaca buku atau film Spartacus, itu adalah film perlawan sibudak terhadap tuan budak di Eropah. Itu ditambah-ditambah dengan roman supaya laku filminya, tapi intinyialah si budak melawan tuan budak. Dalam kondan perlawan-perlawan, reorangan-reorangan, si budak melawan tuan budak, dan tinbul kemudian sabotage-sabotage dalam produksi maka terpaksa diubah sistin masyeraht menjadi masyeraht foodal, dinana berlaku sistin perhanbaan.

Bedanya inilah, bedanya antara budak dan harba ini, saya terrangka; Budak boleh dibunuh sesuka-sesukanya oleh tuan budak, boleh dibunuh, boleh diporjual-belikan, malkhan anak sibudak adalah milik tuan budak. Untuk budak-budak anak sama halnya dengan kambing boranek, adalah milik tuannya. Dalam masyeraht foodal itu tidak bisa lagi, tidak bisa dibunuh sembarangan, tidak bisa dijual-belikan, penduknya sudah ada kebebasan sedikit. Saya katckan sedikit karena kebebasan itu sangat terbatas. Sekalipun dia tidak boleh dibunuh, diporjual-belikan sibudak itu, akan tetapi si budak itu harus bekerja ditankh tuan tanah. Aa tidak boles bekerja ditenpat lain, paborik belui ada jayaen foodal itu. Dia kalau mau hidup boleh bekerja di sana. Tanah, ilik tuan tanah. Itu betul juga, itu bentuk perhanbaan juga. Tapi yang lebih naju di mana sudah tidak bisa lagi dibunuh sesuka-sesukanya atau diporjual-belikan sesuka-sesukanya. Kemudinn, Saudara-Saudara, cara produksi juga berubah lagi. Korajinca tangan borkembang di jaman foodal itu. Kota-Kota lahir di mana-di mana. Hubungan antara dosa dan kota makin erat. Dari korajinan tangan lambat laun tumbuh menjadi pebarik-pebarik textiel, kemudian ada revolusi industri. Dan saya lihat dan Saudara-Saudara mengetahui tahun 1789, ade revolusi Porancis, ini contoh klassick daripada revolusi melawan foodalismo. Jadi contoh klassick 1789 revolusi melawan foodalismo.

Karena dalam masyarakat feudal itu lahirlah klas baru. Itu klas kapitalis. Saya katakan tadi dari kerayinan tangan telah menjadi industri tekstil, bukan? Kemudian ada revolusi industri. Itu bukan yago stoorn, jadi ini perkembangan daripada kapitalisme. Sistem feudal seci ra produksi yan; baru, cara produksi kapitalis ini mendapatkan rintangan daripada sistem feudal. Ini sebagai contoh misalnya. Dalam feudal itu sistem feudal tanah dikusasi oleh tuan tanah. Ini merupakan rintangan bagi perkembangan kapitalisme. Dinamai kapitalisme itu mau meluaskan dia punya usaha terbentur kepada tanah milik tuan tanah. Meluaskan pabrik terbentur sama tanah milik tuan tanah.

Jadi pada urunya sistem feudal itu menghalangi perkembangan ilmu. Pada kapitalisme men inginkan perkembangan ilmu. Jadi di mana-dimanatel h nampak kontradiksi, pertentangan, antara sistem kapitalis yang baru tumbuh dalam masyarakat feudal itu terhadap sistem feudal. Hal ini bisa dibuktikan bahwa perubahan dari feudalisme ke kapitalisme itu bukan datang dari luar tapi timbul dari dalam. Masyeraat feudal itu sendiri. Dan akhirnya pecah revolusi di mana kaum kapitalis berhasil mengadu yak kaum buruh dan kaum tani di dalam revolusi Perancis meng ulingkan kaum feudal, raja-raja, tuan-tuan tanah. Dan revolusi ini, Saudara-Saudara baca dari buku-bukunya ialah drastiskh sekali, radikal sekeli, kita mengenal golongan-golongan Yacobin dalam revolusi ini, Danton, Mara dan orang-orang revolusioner yang hebat-hebat, orang revolusioner dalam revolusi borjuis, Saudara-Saudara, dan revolusi kapitalis melawan feudalisme. Dan kalau kita baca buku yang monceritorakan bagaimana kejana-kejana penonggahan leher raja-raja oleh kaum borjuis. Kaum borjuis bisa mengatakan bahwa kita kejana dalam revolusi. Kita dulu ingat tahun 1945, bukan? Yang dianggap oleh imperialis Bolanda sebagai pelupur-pelupur, itu tukang terror, tapi mereka bisa berkata bahwa kita kojan tapi revolusi borjuis kojan sokcli. Silahkan baca misalnya seyarah revolusi Perancis, guilluotine itu asalnya dari sana, bukan, untuk potong leher itu. Itu revolusi boryuis melawan feudal. Jadi revolusi proletar tahun 1917 bulan Oktober di Rusia dibanding dengan revolusi borjuis tahun 1789, revolusi proletar sedikit sokali korban-korbannya, dibanding dengan revolusi borjuis tahun 17d9! Jadi kaum borjuis untuk kepentingannya mengadakan revolusinya dengan melakukan tindakan yang kojan luar biasa, jakh lebih kojan daripada apa yang telah teryadi dalam revolusi kita, tahun 1945 itu.

Ini telah saya terangkan dengan singkat bahwa masyarakat umat manusia itu tidak sejak dulu sudah seperti sekarang ini, tapi ada sejarahnya. Masyarakat itu berubah karena adanya perubahan dalam ciare manusia mendapatkan koperluan hidupnya, dan perubahan masyarakat itu bukan datang dari luar, tapi dari dalam masyarakat itu sendiri. Diyuga disalinya perubahan dari masyarakat kapitalis menjadi masyarakat sosialis, diyuga datangnya bukan dari luar tapi dari dalam masyarakat kapitalis itu sendiri. Di sinilah Karl Marx mengatakan bahwa kapitalis menggali liang kuburnya sendiri. Ucapan Karl Marx yang sangat terkenal pun diyuga telah diikuti oleh Bung Karno bahwa kaum kapitalis itu menggali liang kuburnya sendiri. Sebab tidak bisa ada kapitalis tanpa klas sendiri. Klas buruh bisa dalam masyarakat kapitalis. Itu didalan masyarakat sosialisme. Tapi kapitalisme tidak bisa tanpa klas buruh. Begitu lahir kapitalisme begitu lahir klas buruh. Artinya lahir klas yang akan menggulingkan kapitalisme. Di sinilah tinbulnya ucapan “kapitalisme menggali liang kuburnya sendiri”. Begitu kapitalisme lahir begitu lahir klas buruh yang akan menumbangkan kapitalisme itu. Bahkan, Saudara-Saudara, imperialisme diyuga melahirkan penggali liang kuburnya sendiri. Inilah misalinya contoh negeri kita pada abad ke 19, di mana sistem Imperialis merasuk ke negeri kita. Saya tidak bicara tentang kolonialisme lama. Tapi sayn bicara tentang imperialisme, imperialisme modern, pada abad ke-19. Imperialisme datang, ke negeri kita apa yang dibikin? Dia membikin kaum buruh pelabuhan. Apa artinya? Lahir klas buruh, kaum buruh pelabuhan! La bikin kereta api, lahir buruh kereta api, bukan? La bikin kebun-kebun, lahir buruh perkebunan. Dia bikin tambang-tambang, lahir kaum buruh pertambangan. Tidak hanyay itu! Dia terpaksa membikin sekolah-sekolah yang bisa mendapat tenaga intelektuel yang murah-murah, tiap orang bisa menulis harus didatangkan dari Eropah, itu torlolol mahal. Olah karena itu ia bikin sekolah-sekolah klas dun, sekolah-sekolah rakyat itu, Vervolgskhool-Vervolgskhool itu, H. I. S. , H. C. S. , Mulo sampai dia membikin Sekolah Tinggi, untuk mendapatkan insinyur yang harga murah, insinyur inander. Dan antara lain yang menjadi mahasiswa insinyur adalah Bung Karno. Dengan demikian ia tidak hanyay melahirkan klas buruh sebagai penggali liang kuburnya tapi diyuga melahirkan inteleoctueel bumi putera yang akan melahirkan penggali liangkuburnya. Dan kita lihat peranan daripada intelleoctueel Indonesia sejal: Budi Utomo yang sekolahhaya dibikin atas beya sendiri, sekolah doktor pada waktu itu melahirkan Budi Utomo dan kemudian melahirkan gorakan-gorakan lain. Dan diyuga melahirkan Bung Karno sebagai Penin-pin Rakyat Indonesia.

Ini juga kita lihat di negeri-negeri yang dijajah, kaum imperialis itu melahirkan penggali liang kuburaya sendiri, bukan banyak klas buruh seperti halnya di Eropah, tapi juga intiligentnya sendiri yang bersama-bersama dengan klas buruh menggali liang kubur kapitalisme. Dan ini jelas bahwa nasyarakat sosialis itu adalah nasyarakat ang mau-tidak-mau pasti akan datang. Sebab nasyarakat sosialis itu dikandungi oleh sistin kapitalisme itu sendiri. Dalam nasyarakat kolondal di situ terkandung kokutan-kokutan socara obyective untuk tinbulnya nasyarakat sosialis. Itu molewati tahapnya nasionaldemokratis, bukan? Dan bagi Eropah dalam nasyarakat kapitalisme sendiri sudah mengindung unsur-unsur kekuatan untuk nasyarakat sosialis. Itu klas buruh atau rakyatpokerja. Ia suka-tidak-suaka, mau-tidak-mau, kita itu neski pun nangis berhari-berhari, itu nasyarakat sosialis pasti akan datang, tumbuh secara obyective. Tugasdrripada kaum revolusioner adalah kompercepat lahirnya itu. Disainilah apa yang dikatakan oleh Bung Karno: Kita kaum revolutioner sebetulnya adalah vroedvrouw, paraji bahasa Sundanya. Itu dokter.besalin, bukan? Bidan!

Sekarang; itu ada-atau-tidak-ada bidan, lahir juga! Anak kecil yany ada dalam kandungan tua, ada atau tidak ada bidan, ia akan lahir juga! Hanya si Bidan itu membantu supayna lahirnya baik. Begitu juga sosialisme itu, ada-tidak-ada kita, itu sosialisme akan lahir, cura lahirnya kurang baik karena tidak ada bidan. Begitulah pontingnya peranan kaum revolusioner untuk melahirkan sosialisme itu secara baik. Itulah kolirunya orang yang mengira tanpa dirinya nasyarakat tidak bisa berkembang. Tanpa dirinya ia tidak bisa lahir. Padahal kalau tanpa dirinya itu mungkin lebih baik jalannya sejarah ini. Tidak ada orang mongataken tanpa dirinya nasyarakat baru telah lahir, bukan? Padahal nasyarakat baru itu adalah sudah terkandung dalam nasyarakat lama. Unsur kekuatan nasyarakat baru telah ada dalam nasyarakat lama. Kalau tidak ada kita, ada orang lain yang akan menjadi bidan driripada nasyarakat yang baru itu. Misalnya ada yang berfikir bahwa tanpakita peribadi keadnan tidak bisa borjalan baik. Tanpa kita mungkin perkembangan akan lebih baik. Dengan demikian kita senantiasa rondah hiti untuk belajar sejarah dari rakyat. Ketika nenganggap dirinya nasyarakat tidak bisa berkembang bahwa dirinya itu lebih penting dari massa rakyat, yang bisa monyubah nasyarakat itu adalah rakyat. Yang monyusun sejarah itu adalah rakyat, jadi bukan Penipin!

Dalam pidato Bung Karno pidato TAKRI, Tahun Berdikari, juga dijelaskan tentang rakyat adalah pendukung sejarah. Dengan menyatakan rakyat mendukung sejarah, Saudara-Saudara, maka saya tidak meromehkan peranan pemimpin. Pemimpin penting peranannya selalu ia terbuat menurut kehendak rakyat. Jadi seorang pemimpin itu besar peranannya selama ia berbuat menurut kehendak rakyat. Tapi yang menentukan adalah rakyat itu sendiri. Nan, inilah keteranganannya. Tanpa mengetahui Marxisme kita tidak mungkin mengetahui historiskh materialisme. Tanpa mengetahui historiskh materialisme tidak mungkin mengetahui atau memahami atau mengerti ajaran Bung Karno tentang perubahan nasyardrakat. Jadi kalau Bung Karno mengatakan: sosialisme itu adalah sesuatu hal yang mutlak, itu bukan keinginan subyectief Bung Karno, bukan! Itu adalah hukum obyectief perkembangan nasyardrakat. Bung Karno hanya mengatakan sesuatu kebonoran drirpada sistin obyectief daripada perkembangan nasyardrakat itu.

Saudara-Saudara, historiskh materialisme adalah pengetrapan daripada dialektik materialisme dan dialektik materialisme adalah filsafat kaum Marxis. Dus tanpa memahami dialektik materialisme tidak bisa memahami historiskh materialisme, tidak mungkin memahami ajaran tentang perubahan nasyardrakat. Jadi.. dengan demikian kita borkenalan dengan filsafat dari kaum Marxis. Ada yang mengatakan begini, orang yang phobic, mengatakan bahwa Bung Karno mau menerima historiskh materialisme daripada Marx tapi tidak mau menerima philosophiskh materialisme daripada Marx, kata-nya. Ini Bung Karno tak pernah mengatakan: tidak pernah menerima filsafat Marx. Philosophiskh materialisme atau wiysgerig materialisme itu bukan filsafah Marx. Jadi ini dari Feuer Bakh. Filsafat Marx ialah dialektik materialisme dan Bung Karno tak pernah mengatakan: tidak menerima atau menolak dialektik materialisme, sepanjang pengotuhan saya. Entah kalau ada Bung Karno lain. Dialektik materialisme adalah pengetrapan historiskh materialisme. Dus, Saudara-Saudara, dialektik materialisme itu bisa ditrapkan pada tiga hal, ditrapkan pada alam, ditrapkan pada nasyardrakat, ditrapkan pada fikiran manusia. Dialektik materialisme yang ditrapkan pada nasyardrakat itu nananya historiskh materialisme. Tentu saja tidak bisa menorongkan secara panjang; lebar, akan saya terangkan secara singkat inti sirinya daripada historis materialisme adalah begini: Keine Bewegung ohne Materi, keine Materi keine Bewegung. Tidak ada gerak tanpa benda dan tidak ada benda yang tidak borgorak.

Itu singkatnya apa arti historiskh materialisme itu. Itu kalau Saudara malam hari jalan-jalan di tempat yang sunyi tahu-tahu ada yang bergerak, itu bukan hantu. Kalau ada bengorak itu pasti benda. Cu a tiba-tiba kita takut dan lari. Kita lari karena ada hantu di sana. Kita bilan; satu hantu, yan; lain bilan; dua hantu, tiga hantu, banyak hantu kemudian. Tapi kalau kita tahu bahwa benda itu bergerak kita d tanyi, pasti yang kita lihat itu benda, benda bergerak! Justru di dunia itu benda itu bergerak. Tidak ada yan; t tap kecuali gerak itu t tap, tetap bergerak. Oun totap. Pantarei serne congolir. Dan apa yang mengalir itu adalah materi, adalah benda. Ape sebab nasyarakat berubah ind? Karena benda, syarat materiel, untuk keporluan hidup manusia berubah. Dari car produksi yang sedorhama sampai car produksi yang lebih tinggi, dus perubahan materi, perubahan dalam car manusia mendapatkan keperluan hidupnya, concrete ny; perubahan dariidda alat-alat produksi manusia itu ne bikin berubah nasyarakat itu. Dus berubahnya benda itu ne bikin berubahnya nasyarakat.

Untuk menahani ajaran Bung Karno, menahani perubahan nasyarakat, itu morang diperlukan mepolajar Marxisme, khususnya historiskh materialisme. Apabila kita sudah menahani historiskh materialisme maka kita sudah mengelami dialektik materialisme karena historiskh materialisme adalah mengetrapan daripada dialektik materialisme pada nasyarakat. Ini saya jelaskan mak‘ sudnya untuk bagaimana kita xenju berfikir kita dalam perubahan nasyarakat dan perlu saya jelaskan bahwa Marxisme ini bukan untuk pergi kesorga, ada yang menghubung-menghubungkan Marxisme dengan Agama, bukan? Itu lain! Marxisme itu untuk menecehkhan masalah nasyarakat di dunia ini. Jadi bagaimana kalau mau pergi kesorga atau koneraka. Itu ada jalanu sendiri. Saya menguraikan begaimana kita mengubah nasyarakat ini dan tujem Marx menuraikan dia punya ajaran, juga untuk menecehkhan masalah-masalah nasyarakat. Untuk mengubah nasyarakat, khususnya dari nasyarakat kapitalis menjadi nasyarakat sosialis. Tentang bagaimana sesudah meningal itu ada jalan lain, tidak bisa dengan Marxisme, itu terus terang saya kataken bagaiman sesudah nati tidak bisa dengan Marxisme. Sobab Marxisme itu tidak dibikin untuk itu. Untuk itu ada yang lain. Adz bernecum-bernecum agarum, bukan, untuk bagaimana sesudah meningal. Ini kita molihat porbodannya. Dan kami tidak molihat porbodannya. Kita tidak molihat pertontengannya.

Ada orang yang suka mempertontangkan antara mengurus dunia dan mengurus hari kehidupan. Juye dalam PKI, dari tiga yuta anggota PKI 2 yuta adalah Islam. Dan mereka tidak merasa ada pertentangennya, antara menjadi orang Islam dan Komunis. Dan yang sekudah itu ada Protestan, ada Katholik, ada yang bolun tereng agamaanya, animisyo juga ada. Di Sumba itu sebagian besar animis dan tidak menuntut menjadi anggota PKI orang animis itu. Mungang para sarjana Luar Negari yang datang di Indonesia dia menyatakan keherananya dan menyatakan sosucu yang tidak mungkin menurut fikiran mereka. Di negeri di mana pengaruh ayana kuat parti komunis juga kuat. Bagaimna bisa teryadi itu? Saya jawab: Indonesia bukan yang pertama, yang pertama ialah Italia. Italia itu adalah sumber daripada ayana Katholik. Katholik tersebut sangat kuat, misalnya. Tapi di Eropah parti Komunis yang terkuat juga di Italia.

Indonesia bukan yang pertama! Dan itu bukan hal yang tidak mungkin scorang Komunis yang baik beragam dan scorang beragam menjadi komunis. Iti kenyataan di Indonesia. Jadi kami tidak mempertontangkan hal ini. Ada orang yang mau mempertontangkan hal, kenyataannya bisa. Di Eropah bisa, di sini juga bisa! Sebagai saya katakan 2 yuta dari anggota PKI adalah Islam. Meskipun derikin saya tidak bilang bahwa mereka bukan Islam, bukan? Ada yang mengatakan bahwa orang anggota PKI itu bukan Islam. Saya katakan kalau perlu mereka diketakan bukan Islam, bukan Islam, akhirnya mereka betul-betul tidak mau menjadi Islam. Jadi saya tekanan bahwa apa yang dikataken oleh Bung Karno, Marxisme itu satu-satunya ilmu yang kompetent dan ini saya buktikan satu hal bahwa tanpa memahami Marxisme tidak mungkin memahami ajaran Bung Karno tentang perubahan nasyaracekat. Kedua, tanpa memahami Marxisme tidak mungkin memahami ajaran Bung Karno tentang penghapusan penghisapan atas manusia oleh manusia. Tanpa memahami penghapusan l'exploitation de l'homme par l'homme dinamo-dinamo orang mengatakan penghisapan atas manusia oleh manusia, malahan saya pernah kodesa di Bogor, ada scorang petani berbicara di dalam rapat kecil: Kita harus menghapuskan Nation de lohon lohon yang sebenarnya de l'homme par l'homme. Itu maksudnya nasion de l'homme lohon itu opn? Maksudnya tuan tanah itu harus hapus katanya. Kalau begitu betul maksudnya Meskipun salah ucepannya. Dia tinggal didese bukan, dia ingin hapusnya penghisapan dan dia donger-donger tentang hal exploitation de l'homme par l'homme, dia ucepkan juga itu, karena satu hal yang uniek di Indonesia, pada umumnya suka menggunakan bahasa asing.

Tapi soporti Bung Karno..

Tapi seperti Dung Karno katakan biarkanlah salah mengucapkannya asal maknanya, asal pengertiannya betul dan seperti saya katakan tadi itu pengertiannya betul. Dan dia mengucapkankan itu ialah maksudnya supaya tuan tanah itu hapus, supaya tidak ada penghisapan, dan tidak mau melihat adanya tuan tanah. Bukan kapitalis itu menjadi bortambah. Begitulah populairnya. Harus menghapuskan penghisapan atas manusia oleh manusia. Topi kalau ditanya apa yang harus dihapuskan, banyak yan; tidak tahu. Sudah nen ucapkkan penghapusan penghisapan manusia oleh manusia, ye conercoetnya apa yan; harus dihapuskan? Dan bagaimana menghapuskan nyo? Ataukah dengan jalan menangkapi kaum kapitalis, lalu kaum kapitalis dimasukkan dalam truck dibawa ke Prick terus ke pulau Soribu ataunah begitu caranya menghapuskan penghisapan itu? Sebab ada theorie salah seorang doktor ekonomi, doktor Semuan, beliau berpendapat bo ini, ia bilang gampong itu menghapuskan kapitalisme itu. Seperi kapitalis-kapitalis Amerika-Eropah sama tangkapi semua, taruh di pulau Hawaii biar dia bersenang-bersenang, ha, kita hidup tanpa kapitalisme. Ini buken pikiran orang biasa, tapi pendapat seorang doktor ekonomi dalam suatu universitas di Bandung. Sekarang begini caranya, sobab kalau kapitalis-kapitalis itu ditangkap, ambillah tontoh kapitalis-kapitalis negeri kita ini dibawa ke pulau Soribu dijaga supaya jangan lari borenang kembali ke mari, kapitalis lainnya akan timbul di sini. Jadi apa yan; harus dihapuskan? Di sini, dalam ekonomi politik Marxis diterangkan apa yang dinamakan nilai lebih, atau meerwaarde, surplus value, atau dalam bahasa Marxis sendiri: Mehrwert, nilai lebih. Nilai lebih ini yan; harus dihapuskan, Saud ra-ra.

Kapitalisme boleh giuyuran asal nilai lebih dihapuskan. Dus bukan fisic kapitalisme harus dibunuh, tapi bagaimana nilai lebih dihapuskan. Apa bild lebih? Nilai lebih adalah tentang kaum buruh yan; tidak dibayar oleh najikannya. Saya terangka dengan populair begini, wiparnya seorang buruh bokerja dipaberik atau ditambang, saban minggu dia pulang dengan membawa arplop dengan gajinya. Yang mereka bawa pulang keruniah itu bukanlah sebotul-nye harga daripada tenaga soponuhnyia, sebagian dari tenagnya tidak dibayar. Sebagian daripada tenaga buruh itu tidak dibayar. Ia tinggal menjadi milik tuan paberik atau tuan tambang. Ini merupakan nilai lebih dan kekayuan tuan paberik dan tuan tambang itu atau sikapitalis itu, adalah dari penumpukan nilai lebih. Milai lebih itu menjadi keuntunganannya.

Bertambahnya keuntungan itu ia bisa moloruskan perusahaan, menambah kaua buruh, meluasnya perusahaan dan tambahnya kaua buruh berarti lagi tambahnya nilai lebih, dan tambahnya keuntungan, menambah kaua buruh lagi dan meluasnya usaha lagi. Dan begitulah seterusnya, sikapitalis makin lama makin kaya dan nilai lebih adalah sumber daripada kokayaaan. Nilai lebih itu merupakan sumber penghisapan bagi buruh, bagi simajiakan, sumber kekayaan.

Coba sekarang kita periksa. Adakah di dunia ini orang kaua karona rajin menabung? Beritu rajin menabung ia menjadi kaya. Tidak ada! Malah menabung di waktu inflasi sekarang, rugi. Lebih baik boli barang. Meskipun begitu saya tetep gembira kalau orang suka menabung sekarang untuk kepentingan negera. Tapi sekarang orang tidak suka menabung karena inflasi. Tapi Saudara harus menyutujui orang yang kurang suka menabung karena inflasi. Sudah tentu soba-sobaai pojonng Meskipun inflasi orang jula suka menabung. Tapi caru tencari keuntungan dalam waktu inflasi orang tidak suka menabung. Dan juga di waktu tidak inflasi, Sunderland-Sunderland, tidak ada orang menjadi kaya karena menabung. Tidak ada orang menjadi kaya karena overwork, apa ada orang kaya karena raji lembur?

Begitu rajinna korja lembur sampai ia menjadi kaya? Apakah ada orang kaya karena in rajin bekerja, rajin memocul? Tidak ada! Orang kaya karena menghisap orang lain, karena nilai lebih. Jadi sumber dari kekayaan adalah nilai lebih. Adakah orang kaya karena warisan orangtua? Kalau dari warisan orang tua, yang dia torina dan dia tidak menghisap, itu warisan nya akan habis. Totopi kalau warisannya itu kenudian diteruskan, penghisapannya, itu kekayaanannya akanbisa terus. Jadi sumberya adalah dari penghisapan, dari nilai lebih, dari surplus value, dari Mohrvort itu. Jadi menghapuskan penghisapan atas manusia oleh manusia, menghapuskan exploitation de l'homme par l'horrie, adalah menghapuskan nilai lebih. Dan ini dijelaskan dalam komponent kedua dari Marxisme yaitu ekonomi politik. Komponent pertama adalah filsafat, komponent kedua dari Marxisme adalah ekonomi politik. Bagaimana caru menghapuskannya? Caru menghapuskannya bukan mengserilya tiap-tiap kapitalis, sobab ada orang begini. Vaktu jaman Belanda saya belajar sodikit-sodikit Marxisme, sebab waktu itu Gorindo sendiri mengajarakan Marxisme, jaman kolonial Belanda. Kawen-Kawen saya yong mulai mengikuti Marxisme dan nondongar-nondongar tontang nilai lebih bahwa orang nonjadi kaya karena nilai lebih, kenudian mereka pergi ke warung, makan 10 bilangnya 7. Kenapa?

Dengan demikian ketonya nilai lebih. Y tidak bayar katanya. Ini bukan cara menyabutkan nilai lebih. Sebab situasi warung itu yuga rekbat pokerja. Maka y diambil dari 10 dia akan lebih usah lagi, bukan? Jadi bukan caraanya menambah kaum kapitalis. Dan bukan cara uakan 10 bilang 7, bukan begitu menghilangkannya, tetapi cara menghilangkannya ialah menjadi kan alat produksi milik perseorangan menjadi milik umum. Nasionalisasi dari perusahaan-perusahaan kapitalis.

Jadi kalau kita mau menghilangkan nilai lebih ialah, menghapuskan milik perseorangan kapitalis dengan jalan nasionalisasi perusahaan kapitalis, menjadikan perusahaan milik kapitalis menjadi perusahaan milik umum. Ada orang yang mengatakan, bahwa kaum Komunis mau menghapuskan milik perseorangan, dan mau menjadikan milik perseorangan itu menjadi milik umum. Dia mengatakan, bahwa kaum Komunis itu mau menjadikan ruma, menjadi milik umum, sepoda milik umum, bahkan Iss Anshari dulu mengatakan, pakaian milik umum, istori milik umum. Jadi kaum Komunis mau menghapuskan milik perseorangan. Saya tanya dari mana sepoyan tehu? Dalam Manifesto Komunis dikatakan, menghapuskan milik perseorangan kapitalis. Dan dinogeri kita karena masih ada sisa-sisa feudalisme, juga terusuk milik perseorangan feudal, atas tanah. Masih ada yany tidak memahami bahwa kaum Komunis ingin menghapuskan bukan milik perseorangan, tapi milik perseorangan kapitalis. Untuk apa? Untuk menubah milik perseorangan tiap-tiap warga-negara. Kita tidak mungkin menambah milik perseorangan tiap-tiap warganegara, kalau milik perseorangan kapitalis tidak dikunsai oleh negara. Untuk menambah milik perseorangan tiap-tiap warganegara, milik-milik perseorangan kapitalis harus dikunsai oleh negara dijadikan milik umum dan negara membagikan lebih adil kepada warganegaranya. Komponen pertama dari ajaran Sukarno tentang porobahan mayarakat, komponen kodua tentang penghapusan penghisapan atas manusia oleh manusia. Dan ini dijelaskan dalam ekonomi politik Marxis. Dan juga bagaimana cara-cara menghapuskannya. Tidak hanya menerangkan itu sumber dari exploitation de l'horne par l'horne, tapi juga cara-cara menghapuskan. Komudian komponent yang ketiga ialah polajaran tentang sosialisme, sosialisme Indonesia. Dan ini ada orang yang ingin mempertentangkannya, mereka mempertentangkan sosialisme Indonesia dan sosialisme Marx. Tapi sayo sebagai orang Komunis mengatakan, entara sosialisme Indonesia dan sosialisme Marx tidak ada pertentangan.

Yadi ada orang yang tanpa mengatahui alif bengkoknya sosialisme Marx, terus mau mempertontonkan sosialisme Indonesia. Orang ini sebetulnya tidak tahu sosialisme Marx dan lebih-lebih lagi tidak tahu sosialisme Indonesia. Kalau dia tahu sosialisme Marx dan tahu sosialisme Indonesia tidak mungkin ia mengatasi pertontonan antara kedua hal itu. Dadut-Dadut politik mempertontonkan sosialisme Marx dan sosialisme Indonesia. Sedangkan Bung Karno mengatakan bahwa beliau punya ajaran adalah pontrapan Marxisme sosusi dengan kondisi-kondisi Indonesia. Yadi bagaimana bisa bertentangan. Sosialisme Indonesia, Sosialisme Sukarno dengan sosialisme Marx. Dadut-Dadut politik begitu cintanya pada pertentangan, pada perkolahan antara bangsa sendiri dan mengobar-ngobarkan pertentangan antara sosialisme Indonesia dan sosialisme Marx. Saya bori bukti bahwa antara kedua sosialisme itu tidak bertentangan. Cara moncapoinya tidak bertentangan. Pertama, baik sosialisme Marx Maupun sosialisme Indonesia adalah suatu masyarakat tanpa pankhisapan atas manusia oleh manusia. Marxisme menuju komsyarakat sosialis, yaitu masyarakat tanpa pankhisapan atas manusia oleh manusia. Demikian pula sosialisme Indonesia. Pada hampir tiap pidato Bung Karno yang penting-penting nosti disebut masyarakat tanpa pankhisapan atas manusia oleh manusia, yaitu masyarakat tanpa kapitalisme, masyarakat tanpa foodalisme, dan masyarakat yang adil dan nakur. Baik sosialisme Marx Maupun sosialisme Indonesia harus dicepai dengan jalan revolusi. Bung Karno juga pernah mengajar kepada kita, untuk moncapai sosialisme Indonesia dengan jalan revolusioner, dengan jalan oportunis, tidak Bung Karno selamanya mengajar kepada kita bahwa itu harus dicepai dengan jalan revolusi. Dengan jalan perombakan masyarakat sampai ke-akar-akarnya, perombakan masyarakat secara radikal. Malah pernah Bung Karno menerangkan, apa artinya radikal. Dari asal kata radix, akar. Jadi radikal adalah perombakan sampai ke-akar-akarnya. Jadi Sandara-Sandara, yang berbeda adalah, cura moncapai sosialisme di negeri yang berbeda. Apakah ada bedanya pontrapan Marxisme di Rusia, di Tiongkok dan di Indonesia, itu ade. Baya bilang ade. Di Rusia caranya lain, di Tiongkok caranya lain pentrapan daripada Marxisme, di Indonesia caranya lain karena perbedaan kondisinya. Berbeda kondisi, berbeda ayarat-ayarat, juga berbeda pentrapannya. Tapi prinsipnya sosialisme adalah masyarakat tanpa pankhisapan atas manusia oleh manusia, dan masyarakat itu harus ditompuh dengan jalan revolusi dan demikian juga sosialisme Indonesia.

Dengan demikian saya sudah memberikan pandangan saya tentang berbagai ajaran Bung Karno dari segi Marxisme. Dan telah saya d yelaskan tanggapan saya dari ucapan Bung Karno bahwa Marxisme adalah satu-satunya ilmu yang kompetent untuk menentukan soal-soal seyarah, soal-soal politik dan soal-soal nasyarakat. Saudara-Saudara, sekarang sedikit tentang Marxisme, supaya bagi Saudara-Saudara makin jeyas, bagaimana saya memandang berbagai persoalan revolusi kita. Dalam saya menulis buku yang saya sebutkan tadi, naka ada metode berfikirnya, naka saya sampai kepada buku ini. Begainna na metode berfikir saya mengenai berbagai hal. Jadi saya terangkan bagaimana saya meninjau masalah perombakan nasyarakat. dihubunkan ajaran Bung Karno dan Marxisme. Begainna saya meninjau nasyarakat dengan exploitation de l'homme par l'homme, dihubunkan dengan ajaran Bung Karno dan Marxisme. Begainna saya meninjau sosialisme Marx dan sosialisme Indonesia. Dan sekarang tentang Marxisme. Ini suka tidak suka, mau tidak mau perlu dikotahui. Ini satu konyataan di mana-di mana kalau anti Marxisme, juga perlu mempelajaryi. Saya tahu apa yang di-anti-in. Jadi kalau tidak senang kepada Marxisme, harus mempelajaryi apa Marxisme itu, supaya tahu apa yang tidak disenangi. Tapi banyak orang yang tidak senang kepada Marxisme, tidak tahu apa Marxisme itu. Orang bilang mengenyan filosaf Marx, tapi yang diganyangnya adalah filosaf Feuerbakh, bukan filosaf Marx, bahkan yang diganyangnya adalah filosaf Hegel. Tapi dia bertoerik, bahwa yang diganyang adalah filosaf Marx. Jadi bagi Saudara yang simpati Maupun yang antipati kepada Marxisme saya kira baik mempelajarinyo, supaya kalau simpati perlu tahu apa yang disimpatiin, kalau yang antipati tahu apa yang diantipati-in. Saudara-Saudara adalah gejala dunia sekarang, bukan, seperti daripada dunia sekarang bernaug dibawh panji-panji Marxisme, dinogeri-dinogeri sosialis. Gerakan Marxisme tersebar di mana-di mana. Tidak hanya kaum Komunis bangunaken Marxisme sebagai sondaq perjungannyo, juga orang yang yang bukan komunis. Ada orang yang mengatakan, bahwa Marxisme sulit berkembang di Indonesia. Saya mengadakan ceranah di Surabaya, salah satu Akademi. Ada orang bertanya: Apa sebabnya Marxisme itu sulit berkembang di Indonesia. Soya tanya kembali: Siapa bilang, Marxisme sulit berkembang. Umum, umum, katanya. Yotapi konyataannyo begainna. Di sini nakuduny ajaran yang paling cept berkembang di dunia ini, dan juga di Indonesia, dibanding dengan iamo-iamo lain. Saudara-Saudara, kalau kita hitung usia deripada Marxisme, sojak lahirnyo Manifest Komunis, itu lehir dalam tahun 1848, pdde tahun inilah Marx nonyerkhkan manuskrip Manifest Komunis pada percetakan.

Jadi sekarang usia nyira kira-kira 117 tahun. Jadi usia Marxisme itu 117 tahun. Bandingkan dengan isme-isme lain yang sudah ribuan tahun. Itu baru 117 tahun dan berkembang dengan tayam dalam skala internasional. Ketika Marxisme baru berumur 67 tahun, yaitu thn 1917, Oktober 1917 lahir revolusi sosialis di Rusin. Dengan demikian Marxisme menan. Menjadi konyataan di seluruh Uni Sovyet bahwa 1/6 dari permukaan bumi, usia nyira baru 67 tahun, sudah menjadi konyataan mulai ditrapkan di 1/6 permukaan bumi. Tidak ada isme di dunia dalam waktu 67 tahun sudah menjadi ilmu resmi di 1/6 permukaan bumi ini. Janyan lupa bersamaan dengan ini, dinoriy-dinoriy lain sudah ada gerakan-gerakan Marxis. Di samping dia menjadi ilmu resmi di 1/6 permukaan bumi, di luar Uni Sovyet dia sudah mengadakan gerakan-gerakan. Akhir porang dunie ke II, lahir-leh negari-negari sosialis baik di Eropah Maupun di Asia. Marxisme menjadi ilmu resmi di 1/3 permukaan bumi, negeri-negeri sosialis pun termasuk 1/3 permukaan bumi. Bahkan 1/3 urut manusia menerima Marxisme sebagai ilmu yang resmi. Dan sekarang tersebar di 3 benua, di Eropah, Asia dan Kuba. Usia nyira pada tahun 45 baru 97 tahun. Dia sudah tersebar di 1/3 permukaan bumi dan 1000 juta urut manusia. Di samping di negeri-di negeri sosialis juga sudah ada gerakan-gerakan baik parti-parti komunis Maupun gerakan-gerakan lain yang mengunakan Marxisme sebagai senjata perjuangan. Ini terbukti bahwa Marxisme bukan ilmu yang sulit berkembang, tapi ilmu yang paling mudah sekali berkembang, poling sudah mendgalar. Ini dapat Saudara ketahui di dalam tulisan Bung Karno “Di bawah Bendera Revolusi”, ketika beliau memperingati 50 tahun wafatnya Karl Marx. Baca tulisan Bung Karno. Di situ beliau menyelaskan pula bahwa apa soal Marxisme itu mudah tersebar. Juga di Indonesia Marxisme adalah ilmu yang termuda.kalau kita hitung; sejak lahirnya Marxisme di Indonesia, maka Marxisme di Indonesia mulai tahun 1920, jadi usia nyira 45 tahun. Kotika baru berumur 6 tahun di negeri kita, Marxisme telah mendipin perberontakan thn.1926. Dan sekarang; dalam usia 45 tahun Marxisme di Indonesia, dia sudah merupakan salah satu daripada kokutan Nasakon. Dan sekarang kita bukan kokutan yang kecil. Sekarang-Sekarangny sama dengan Nas-A-. Jadi dalam usia 45 tahun merupakan kokutan politik yang sama. Dengan kokutan politik Nas dan A. Jadi didalan skala internasional Maupun Nasional Marxisme adalah ilmu yang paling mudah berkembang. Dalam tulisan Bung Karno memperingati 50 tahun wafatnya Karl Marx ditegaskam bahwa Marx mudah diterima oleh orang terhisap dan tertindas, tapi sulit diterima oleh orang yang nepunyai pikiran menghisap dan monindas.

Menang orang yang suka menghisap dan menindas tidak suka memikirkan Marxisme, neski pun dia belajar sampai botek ia tidak akan sampai memahami Marxisme. Marxisme adalah ajaran untuk menghapuskan penhisapan dan penindasan. Seorang buruh yang hanya sekedur bisa baca tulis di bori pola-payaran tentang filsafat Marx, ekonomi, politik, Marx dan socialisme Marx dia ceng pang mungerti, jadi dia hanya sekedur teant buta huruf. Karena apa? Karena ilmu untuk membohaskan dia dari penhisapan. Untuk menghapuskan exploitation de l'homme par l'homme. Jadi seorang intelektuall dari kelas yang menghisap masih nonpunyai pikiran untuk penhisap dan mencrustan penhisapan neski pun dia dice-koki dengan Marxisme oleh guru yang pandai-pandai, dia tidak akan bisa menerimanya. Itu pengalaman saya mengajar Marxisme di salah satu Akademii.

Para siswa ada yang borasal dari buruh, kuas tani dan ada yang borasal dari intelekensie. Intelegensie yang ada hubunannya dengan kapitalisme. Menang tidak semu polajar bisa memangkap ajaran Marxisme. Demikian juga untuk memahami ajaran Bung Karno pertama-pertama harus monghilangkan pikiran-pikiran penghisap dari kopala kita. Pikiran-Pikiran kapitalis, pikiran-pikiran foodal, dihilangkan dulu baru bisa memahami ajaran Bung Karno. Demikian juga ajaran Marx. Jangan supai sedikit-sedikit nespel pikiran exploitation de l'homme par l'homme itu, solem itu tidak bisa memahmi ajaran Bung Karno, dan bahkan bisa mongunaken ajaran Bung Karno dan mongunglap-mongunglap ajaran Bung Karno untuk membenarkan penhisapan. Seba nimana juga kuas kapitalis di Amerika Utara untuk membenarkan penhisapan.

Ini Saudara-Saudara, telah saya berikan introduksi tentang bagaimana saya memandang segala sesuatu, apa yang dimaksudkan dengan porobahan masyarakat dengann panghapusan exploitation de l'homme par l'homme dan dengan sosialisme. Dan saya akan mulai menerangkan dengan buku ini dan saya minta dipelajari baik-baik daftar isi. Daftar isi dan titik beratkan mempelajari buku ini pada bab III, garis umum Revolusi Indonesia, semua dipelajari tapi titik beratnya pada garis umum Revolusi Indonesia. Sebab bab III inilah yang kongkrit harus kita laksanakan dan adalah prinsip-prinsip di mana kita harus bersatu. Sedangkan yang di atas adalah penjelasan-penjelasan.

Sekian.


UNCOPYRIGHT

Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan uncopyright ini hadir untuk menegaskan kebebasan.

Teks dan karya seni di dalam e-book ini diyakini telah berada dalam domain publik. Kami meyakini bahwa segala aktivitas nonpenulisan yang dilakukan atas karya domain publik—seperti digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—tidak menciptakan hak cipta baru. Tidak seorang pun dapat mengklaim hak milik atas pekerjaan semacam itu.

Para kontributor e-book ini secara sadar melepaskan hasil kerja mereka di bawah ketentuan CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication. Ini adalah penyerahan sepenuhnya segala upaya mereka ke ranah publik.

Pernyataan ini adalah perwujudan dari produksi nonpasar, sebuah langkah yang menolak “hasrat bergelora untuk menyimpan dan mempertahankan” kepemilikan.

Upaya ini dilakukan demi memperkaya khazanah literasi, untuk menumbuhkan kebudayaan bebas dan merdeka, serta mengembalikan privilese pengetahuan kepada ruang kebebasan yang telah memberi kami begitu banyak.