REVOLUSI NASIONAL DAN 1 MEI
PANITIA PUSAT PERAYAAN 1 MEI
KOLOFON
REVOLUSI NASIONAL DAN 1 MEI
disusun oleh
PANITIA PUSAT PERAYAAN 1 MEI
Redaksi: ADISUMARTO
PANITIA PUSAT PERAYAAN 1 MEI SURAKARTA
BAG. PENERANGAN
SUB: PERS/RADIO.
© 2026 MasasilaM
Berdasarkan arsip dari: Harri Gieb
Ilustrasi sampul: Alliance of Peace and Abundance 1627, karya Bartolomeo Coriolano after Guido Reni
MasasilaM mengandalkan partisipasi pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui masasilam.com.
MasasilaM
masasilam. com
PENGANTAR KATA
Buku ini kami keluarkan untuk menyambut Hari Kemenangan kaum Proletar.
Dalam buku ini berisi Riwayat 1 Mei, yang mengandung Sejarah yg. menggembirakan, tetapi juga menyedihkan, karena pada 1 Mei kaum Proletar sudah mendapat kemenangan (yang memakai banyak sekali pengorbanan), kemenangan yang harus kita jaga.
Dan juga berisi lagu-lagu yang gembira, terutama bagi kaum Proletar, yang menggambarkan jiwa Proletar yang sudah sadar, yang tidak suka ditindas lagi. Proletar yang sanggup merobah benteng Kapitalisme, yang sudah lapulktu.
Maka marilah kita peringati hari yang Mulya ini.
Marilah kita berjoang, terus berjoang di dalam lapangan Pembangunan, Perdamaian dan Perobahan baru, yaitu membangun perumahan baru, yg. asing dari bibit-bibit Kapitalisme, yang memlaratkan kita semoca.
Marilah kita berseru:
Berjoang-bersatu merdeka dan menang.
PANITIA PERAYAAN 1 MEI
bg. Penerangan
Sub: Pers/Radio
Surakarta.
HARI 1 MEI DAN REVOLUSI NASIONAL
Tujuan yang lebih tinggi dari pergerakan buruh, yalah Sosialisme. Tetapi masyarakat yang sosialisits ta‘ dapat tercapai dengan sekali gus. Pengalaman menunjukkan, bahwa tingkat perjoangan tentu melalui kemerdekaan politik, lepasna Tanah Air dari cengkeraman imperialisme.
Kita harus insyaf bahwa isi revolusi nasional kita sangat berlainan dengan revolusi Peranttis 1789. berlainan dengan revolusi Tiongkok 1911, dan juga berlainan dengan carak revolusi demokrasi borjuis. Tempat dan waktu berlainan. Revolusi-revolusi tersebut melahirkan kapitalisme, melahirkan tindasan satu kelas di atas kelas lainnya, penghisapan gerombolan yang terkecil atas darah dan keringat orang banyak.
Revolusi Nasional Indonesia lahir di tengah-tengah sistim kapitalisme meningkat ke tingkat yang paling tinggi, yalah Imperialisme dalam tingkat kerubohannya. Revolusi nasional dilabirkan oleh kekuatan-kekuatan anti-imperialis dari bangsa Indonesia, terdiri dari buruh, tani dan golongan lainnya yang progressief. Sendi-sendi inilah yang ta‘ mengijinkan lagi hidupnya sistim penindasan dan penghisapan di Indonesia.
Tetapi kita pun insyaf pula, bahwa semboyan SOSIALISME sekarang ta‘ mungkin diwujudkan, berhubung dengan kedu-dukan Indonesia dalam politik internasional dewasa ini, juga karena syarat-syarat belum mencukupi. Oleh sebab itu pula sifat dari pembangunan ekonomi Nasional, yalah Nasional Progressief, bersendi atas kekuatan-kekuatan revolusi tadi, bersesualan dengan suasana Internasional.
Pembangunan secara ini baiklah kita sebut saja: Progressief Ekonomi Nasional (P. E. N.). telah dapat mewujudkan Negara Republiek Indonesia berdaulat keluear dan ke dalam. Tetapi revolusi ta‘ pernah berhenti. Revolusi masih berjalan terus. Hanya terkadang jalannya sedikit kendor. Revolusi masih berjalan terus ke arah Negara Kesatuan Republiek Indonesia di seluruh kepulauan.
Isi revolusi ada dua: meninggi dan meluas.
Revolusi meninggi dalam arti bahwa kita tetap berjoang ke arah kemerdekaan ekonomi, kebebasan penghidupan, tidak hanta berhenti dalam lapang kemerdekaan Nasional saja.
Revolusi meluas dalam arti, bahwa kita tetap berjoang ke arah kemerdekaan seluruh kepulauan Indonesia. Api revolusi kita nyalakan di mana - mana diluear daerah de facto.
Republiek Indonesia memberi syarat yang baik sekali bagi perjoangan buruh untuk melanjutkan perjoangan ke arah tujuan yang lebih tinggi. Kaum buruh dan kaum tani membentuk dan memperkuat Negara, sebagai alat dalam perjoangannya. Itulab sebabnya kaum buruh bersikap menunjang mati-matian atas keselamatan Republiek Indonesia, baik terhadap reaksi dalam negeri, mace pun terhadap reaksi dari luar negeri.
Sekarang kita merayakan hari 1 Mei dengan merdeka dan bebas. Ta‘ ada gangguan dari polisi - kolonial, ta’ ada lagi tangkapan terhadap para pemimpin buruh, ta‘ ada lagi pukulan yang dijatuhkan di atas kepalanya kaum demonstrasi di jalan - jalan, seperti yang terjadi pada waktee jaman jadiahian imperialis-Belanda. Malahan pada waktee kekuasaen fascis-Jepang kaum buruh dilarang sama-sekali untuk berserikat dan berkumpul. Ketahuan merayakan 1 Mei berarti hilangoya jiwa.
Kalau kaum pekerja di Sovyet Rusia merayakan 1 Mei da'lam keadaan kebebasan dalam produksi dan distribusi, maka kaum buruh dan tani Indonesia masih menghadapi perjoangan iang maha hebat, maha berat daripada masa lampau. Kita merayakan 1 Mei dalam suasanya Penanda-Tanganan-Persetujuan-Linggajati. Kita merayakan 1 Mei akan kembalinya dan akan banjirna kapital internasional yang lapar akan mangsanya. Kita menghadapi perjoangan kelas yang tajam. Kekuatan organisasi selama ini akan dicoba kekuatannya.
TETAPI LEBIH CINTA KEMERDEKAAN.
Tetapi kita yakin atas kekuatan buruh, atas riwayat di masa lampau yang militant, atas tradisinya yang baik. Kita harus perkuat organisasi kita dengan memperlatihkan kesalahan kesalahan yang lampau.
Memang! Kemerdekaan politik saja tidak cukup bagi massa pekerja dipabrik dan di sawah, bagi buruh dan tani. Mereka memintak keringanan hidupnya, belum lagi mereka memintak kebebasan, sebab kebebasan hanya dapat tercapai dalam revolusi sosial, dalan masyarakat yang socialistis. Perut tidak harus keroncongan lagi. Rumah tidak lagi macam kombong ayam. Pakaian tidak lagi goni dan compang-camping. Anak-anak mereka harus bersekolah. Upah bekerja bersesuarian dengan kebutuhan hidup. Pendek kata kita harus menjalankan politik - kemakmuran bagi mereka yang bekerja keras yaitu buruh dan tani. Mereka ini adalah sendi-sendi masyarakat, sendi-sendi revolusi.
Revolusi nasional ta'akan hasil baik dengan tiada beras sebagai hasil pekerjaan pa‘ Tani.
Revolusi nasional ta'akan hasil baik dengan tiada keringat kaum buruh yang bekerja dilapang transport, pabrik d. l. l.
Revolusi harus sanggup menyiapkan segala perlengkapan untuk mencapai kemakmuran.
Soal kemakmuran umum ta‘ dapat dipecahkan di atas meja dgn. theorie saja, akan tetapi kemakmuran umum adalah soalna MASSA ORGANISASI BURUH dan TAN! , soalna kaum progressief lainnya terdiri dari kaum intelektueil, pertengaahan, dan kaum pekerja yang lain? . SOBSI. , B. T. I. dan barisan PARTAI kelas yang revolusioner harus menjadi tulang punggung pembangunan. Pemerintah menjalankan segala acara, program dari massa-organisasi itu. Sebab itu coarak Pemerintah yang dapat melaksanakan tiita-tiita kemakmuran, haya terdiri dari wakil-wakil yang mempunyai tuntutantuutan dan program yang progressief.
TARIKLAH kembali tentara Belanda.
Itulah sebabnya S. O. B. S. I. mengemokkakan programnya. Program Pembangunan ekonomi dan sosial.
Pun dari Barisan Tani Indonesia direncanakan program Pembangunan, terkenal sebagai program 2 tahun.
Kewajiiban kita sekarang ini yalah membela den memperd, oangkan Program tadi agar supaya menjadi kenyataan dan menjadi terlaksana.
Untuk dapat berdioang dengan teratur, bertingkat-tingkat menurut kekucatan, baiklah kita mempelajari segala pengalaman perjoangan kaum buruh. Pokok kemenangan sekarang kita perkuat, untuk melanjutkan tingkat perjoangan yang lebih tinggi.
1 MEI DENGAN PERJUANGAN KAUM BURUH
Kini perjoangan menginjak tingkatan yang lebih tinggi. Walaupun kekucasaan fasis telah dihantiokerkan, tetapi susunan kemodalan belum lenyap. Sebab itu perjoangan kaum buruh untuk menuntut kemerdekaan kelas kerdia berdialan lebih hebat lagi. Makin lama makin dekat menghadapi pertandingan yg. penghabisan.
Dasar kemerdekaan kaum buruh, bukan hania kemerdekaan be-bicara sadia, akan tetapi terutama kemerdekaan kelas pekerdia dari bisapan dan tindesan. Selama mereka masih dikejar-kejar oleh hantu kelaparan, selama mereka masih telanjang selama mereka masih hidup di pondok 2 dan belukar, selama itu perjoangan mereka meropakan satos barisan kelas yg. revolusioner.
MENGGANGGU
KEMERDEKAAN DAN PERDAMAIAAN.
Dalam menentoot kemerdekaan bekerja, kaum buruh akan menghadapi pertentangan-pertentangan dari phak lain. Sejarah menentoocuokkan, pertentangan hidup yang tiada berhentinya. “Sejarah semua susunan dalam pergaelan hidup yang ada sampai sekarang ini adalah sejarah pertentangan kelas,” kata Marx. Lebih joaeh Friedrikh Engels menjelaskan: “Susunan produksi dalam sesutuo pergaaelan hidup, pada tingkat kematdiuan itu, menentukan coarak politik dan jiwa masyaraket. Oleh sebab itu seluruh sejarah merupakan pertentangan kelas antara yang memeintah dan yang diperintah, antara yang dihisap dan yang menghisap. Scengguhnya pertentangan itu kini telah mencapsi tingkatand, di mana golongan yang dihisap dan ditindas tidak bisa lagi merebut kemerdekaannia, diika tidak seluruh masyaraket serempak menyalakan api revolusi”. .. .. .. .
Demikian hendaknia yarg menjadi pokok pikiran dalam perjoangan kaum buruh. Dan hal itu sudah dibuktikan dalam sejarah yang telah liwat, bagaimana hebatnya pertentangan antara kelas satu dengan yang lain. Sebelum kaum buruh membentuk organisasi kelas yang hebat, kaum modal merdeka menjalankan pemeserannia. Dengan alat negara di tangan kiri, alat kapital di tangan kanan, kelas yang berkuasa itu dapat memenontot keuntungan sebesar besaroya untuk kepentingan mereka sendiri.
NASIB BURUH
Pedoman mencari untung guna kepentingan perseorangan itu memimbulkan sifat-sifat yang kejam dan sangat merajaela. Mereka tidak perdulikan lagi sifat sifat peri kemanusiaan dan kesucian. Segala stasat dijalankan, Meskipun diharamkan dan dinadiskan oleh sendi sendi keigamaan.
HAPUSKANLAH perbudakan dan penjajahan.
Perdagangan peremputin, mengerjakan gadis-gadis dalam taman-taman penghibur pada pertengahan abad ke 19, adalah buah dari sistem kemodaian. Waktu diadakan pemeriksaan di Amerika dan Perancis, jumlah wanita yang kena penyakit raja singa dalam kota-kota besar itu lebih dari 30 pct. Kemodian dipekikkan oleh kaum modal untuk membrantas perdagangan perempuan dan kanak-kanak.
Kejadian - kejadian itu pun tidak beda dengan di Indonesia pada jaman penjajalhan Belanda dan Jepang, di mana gadis-gadis Indonesia dicetak menjadi aiat penghibur dan dimasukkan dalam kebun-kebun teh, karet, dan sebagainya. Mereka tidak mempunyai kekocatan lagi untuk memerdekakan dirinya. Mereka bekerja siang malam, untuk kepentingan tuan besarnya.
Di negeri Belanda pada tahun 1859, ada 23635 orang kaum buruh yang bekerja dan diam di dalam kelder-kelder (kamar di bawah tanah). Dalam waktu setahun mereka tak dapat penerangan matahari dan di dalam kelders itu mereka tak mendapat hawa cukup. Banyak anak-anak di bawah umur 5 tahun mati di dalam kelders itu. Anak anak yang belum dewasa tidak dapat pelajaran, tetapi sudah dimestikan bekerja. Kaum buruh bekerja tidak kurang dari 15 jam sehari, sedang upahnya sangat rendah. (Kapital en arbeid in Nederland)
“Di sana ada banyak rumah buat memelihara anak yatim. Anak-Anak dalam rumah yatim yang baru berumur 6 tahun, sudah disewakan buat bekerja dipabrik-pabrik, sedikitinya harus kontrak 7 tahun lamanya. Sinder-sinder yang menggiring anak-anak itu dari pondokan ke pabrik, begitu juga pulangnya, mesti mempergunakan cambuk buat memberi hadiah kepada mereka yang kurang ceptat jalannya. Begitu juga dalam pabrik, dikebon-kebon, cambuk itulah yang dipergunaan buat memerintah anak-anak. (Alfred Russel: ”Maatskhappeliyke omgeving en Zedeliyke vooruitgang“)
Di luar pabrik-pabrik, kebon-kebon, cambuk berupa kelaparan dan kemiskinan, yang memaksa mereka menyerah bulat-bulat di bawah ikatan kemodalan.
Menurut raportnya salah suatu komisi di Negeri Inggeris, diterangkan, bahwa dalam tahun 1860, di sana banyak anak anak yang baru berumur 9—10 tahun mesti bekerja mulai jam 3 atau 4 pagi sampai jam 10 malam. Tiap-Tiap hari lamanya bekerja tidak kurang dari 18 jam. Kalau sudah waktunya bekerja, tetapi anak-anak itu belum banggun, lalu diseret dan dicambuki saja oleh mandor-mandornya. (Broughton te Nottingham -14-1-1866)
Di dalam buku: “De arbeiterfrage”, Dr. Herhner menulis, bahwa di negeri Inggeris orang telah sama sekali tidak berperasaan lagi, bahwa kaum, buruh itu tidak berhenti siang malam seperti mesin. Atas pertanyaan sesuatu commissie dari D^wan Rakyat di Inggeris pada sesuatu dokter, apa lama bekerja: 16 - 17 - 18 jam atau sekali 23 jam sehari tidak merusak kepada kaum pekerja? Dijawabnya, tidak merusakkan. Apakah tuan menganggap bekerja 24 jam sehari tidak akan meaniaya? Ia menjawab: Saya tidak sanggup menetapkan batas di bawah 24 jam sehari. Ada hal-hal yang menyebabkan saya kecewa baliwa omong-omongan biasa mengatakan 24 jam bekerja sehari boleh jadi mencilakakan.
Kaum buruh tukang batu kadang-kadang bekerja mulai jam 4 pagi sampai jam 9 malam. Anak-anak perempuan dan gadis-gadis sudah memburuh, mulai umur 6 tahun. Kadang-kadang kerjanya lebih lama lagi. Semua itu tidak dilarang oleh pemerintah, dan semua itu diserahkan kepada mereka masing-masing, tidak ada aturaan anak anak di bawah umur dilarang bekerja dan diharuskan belajar, dsb. Keadaan sebaliknya, pemerintah menjadi alat kemodalan, untuk memperlindungi milik kaum kapital. Masyarakat sangat menguntungkan kelas yang berkuasa, dan karena itu sangat hebat penghisapan yang diderita oleh kelas buruh.
Kerja paksa, kontrak kuli, diperlindungi oleh wet negara. Tidak beda keadaannya dengan di sini pada jaman cultuurstelsel, jaman punale-sanctie, di mana kaum modal Belanda dapat mempergunakan pemerintah kolonial untuk kepentingannya.
Walaupun abad telah berubah, tahun berganti, tetapi susunan kemodalan tetap menimbulkan kemiskinan dan kelaparan. Untuk memperbaiki susunan yang menggoncangkan perdamaiian dalam masyarakat itu, menurut sistim imperialis dengan perang. Dengan demikian kesengsaraan dan kelaparan kaum buruh itu dikatakan tidak karena susunan kemodalan, tetapi karena kurang luas jadhahannya. Semboyan baru mendengung amat merdu bunyinyya, yalah: Untuk menjaga kehormatan bangsa dan tanah air. Karena adanya semboyan-semboyan yang kosong itu, bahaya perang mengancam, lebih-lebih di jaman fasisme berkuasa. Memang kemodalan, penjajaahan, artinya perang.
TUNTUTAN KAUM BURUH.
Tetapi terhadap tiap-tiap tindasan itu kaum buruh mengadakan per awanan, mengadakan perjoangaan. Mula-mula perjoangan mereka bersifat perseorangan. Seorang melawan seorang, menyerang dan menyerahkan diri. Karena itu sering timbul pergulatan orang melawan orang. Dikiranya semua kesengsaraan itu dilahirkan karena jahatinya hati simajikan.
Pada tingkat mesin-mesin modern, ada juga pikiran kaum buruh, yang mengira sebabnya kesengsaraan itu karena timbulnya mesin nresin baru itu. Sebab du, kata mereka, mesin-mesin harus dirusak. Mereka tidak mengarti, bahwa mesin-mesin itu hanya alat saja, yang seharunsya tidak menguasai kaum buruh.
Bukan mesin-mesin, bukan pabrik-pabrik yang membikin kemiskinan dan kelaparan. Mereka leopa bahwa kesemuanya itu hanya alat-alat produksi. Mereka lupa bahwa siapa yang berkuasa atas alat-alat produksi dan produksinya, itulah yang menjadi sasaran.
HAPUSKANLAH SISTIM-SISTIM PENJAJAHAAN
Perjoangan kaum buruh untuk meringankan beban pen- ritaannya itu sudah menggoncangkan kedudukan kaum odal. Sesudah pergerakan kaum buruh dengan koperasi- perasi, tolong menolong tidak berhasil, maka perjoangannya rtambah hebat. Tuntoctan bersama, pemogokan pemogokan an demonstrasi dijalankan, untuk memaksa kaum modal emenoikhi tuntutannya.
Tuntoctan kaum buruh yang sederhana itu, misalnya: aiknya upah, kurangnyra jam bekerja, dilawan dengan ke- seatan senjata oleh kaum modal. Sebab itu di mana-mana erakan kaum buruh diindas dan dibubarikan. Kaum modal empergunakan Negara dan undang-undangnyra untuk me- entang perjoangan kaum buruh.
Di negeri Belanda pada pertengahan abad ke 19, diadakan artikel 415, yang berbunyi: “Dihukum 1 sampai 3 bulan dan emimpinnya 2 sampai 5 tahun, barang siapa berkumpul atau mengadakan pergerakan kaum buruh yang bermaksud hendak menghentikan pekerjaan bersama-sama (mogok)”.
Di Belgie diadakan artikel 310, yang mengancam kepada siapa terani berkehendak mengubah aturan gajih, dan mereka akan dihukum berat.
Di Hindia Belanda (Indonesia) sesudah pemogokan kaum buruh kereta api (1923) dan pemberontakan tahun 1926, diada- kan artikel 161 bis dan ter, dan 153 ter. yang memberangus kaum buruh dalam perjoangannya memakai senjata pem- ogokan, dan sebagainya.
Artikel artikel itu dilawan dengan perjoangan yang hebat. Lebih-lebih sesudah kaum buruh mendapat pimpinan theorie ang revolusioner dari Karl Marx dan Engels.
Perjoangan kaum buruh yang belum mendapat ajaran Marxisme, tidak dapat bergerak dan tidak dapat membuktikan apa yang dicita-citakan, seperti gerakan buruh yang dipimpin olkh Robert Owen, Francois Nul Babeuf, Louis Blanc dan lain-lainnya sebagainya.
harus berisi kemakmuran kaum pekerja
Semenjak kapital tersesun begitu iuas, sambung menyambhung seluruh dunia, sejak itulah gerakan kaum buruh membutohkan ikatan sedunia (Internasional). Dan sejak itulah Marxisme menjadi suluh gerakan buruh, dan juga sejak itulah kemenangan perjoangan kaum buruh nyata untuk kepentingan kelas buruh.
Dalam dokument pendirian Gerakan Buruh Internasional yang didirikan oleh Marx dan Engels pada 28 September 1864, bernama Internationale Arbeiders Associatie (I. A. A. yalah putusan buruh sedunia, yang biasa disebut Internasionale Pertama).
Susunan organisasi Internationale pertama nampak jelas di-dasarkan atas demokrasi - sentralisme. Program perjoangan bertingkat - tingkat, diantaranya:
- Pengluasan undana - undang sosial untuk melindungi kaum buruh dan pengaw-san atas jalan-nya perindustrian.
- Prodoaksi disusun secara cooperative.
- Menentang diplomasi secara kapitalitis, yang selalu menghasut - hasut bangsa satu dengan lainnya untuk berperang.
- Mempersatukan kaum proletar di semua negeri
- Menyusun proletariat dalam satu partai politik yang merdeka.
- Melenyapkan kekuasaan kelas. dengan perjoangan revoluesioner menuju sosialisme
- Kemerdekaan peri penghidupan kaum pekerja.
Dengan susunan organisasi dan program yang‘ diyas itu, dimulai perjoangan menentang tiap - tiap aliran yang reaksioner. Pada konggres th. 1866 di Geneve, usul Karl Marx diterima. Antara lain - lain nampak tuntutan 8 diam bekerja.
Dalam waktu 10 tahun (1866 - 1876) gerakan buruh Internasionale yang pertama berjasa besar membangunkan kaum proletar sedunia. Walaupun belum merupakan gerakan massa, tetapi pernah program itu memimpin pemberontakan Commune di Paris (1871).
S. O. B. S. I. DAN B. T. I.
KEMENANGAN 1 MEI
Konggres Internasionale pertama diadakan beberapa kali untuk membicarakan soal-soal penting, seperti perlindungan kepada koperasi buruh, perserikatan sekerja, soal perang, pemeriksaan hak milik tanah, dsb.
Pengarul gerakan Internasionale yang pertama ini melocas sampai di Amerika. Dari sanalah asal-usulnya “1 Mei”. Mula-mula hari itu hanya menjadi hari pergantian tahun bagi kaum buruh penebang, pengangkut dan tukang gergaji kayu di Amerika Serikat, terutama di San Francisco (musim semi). Oleh kaum buruh hari itu disebut “moving day”, hari bergerak mendapatkan perbaikan nasib untuk tahun kerja yang baru.
Kemenangan pertama terdapat oleh kaum buruh kayu di San Francisco pada 1 Mei 1883. Mereka menuntut, supaya mulai “moving day” tahun itu mendapat perhatian nasib, berupa 9 jam bekerja. Tuntutan itu mendapat kemenangan.
Pada “moving day” tahun yang kemudian, kaum buruh di Los Angeles mendapat kemenangan penetapan jam bekerja serupa itu pula.
Dengan kemenangan-kemenangan itu, maka untuk pertama kali 1 Mei dirayakan sebagai hari raya kaum buruh di tahun 1885 oleh “Federation of Trade and Labour Unions” di Amerika Serikat.
Di dalam merayakan itu sambil menuntut lagi 8 jam bekerja, yang dilakukan pada tanggal 1 Mei 1886.
Konggres “Amerikan Federation of Labour” di St. Louis di tahun 1888 memutuskan mengadakan aksi menuntut 8 jam bekerja pada hari sebelum 1 Mei 1890, yaitu pada 22 Februari 1889 (hari lahirnya George Washington), dan 4 Juli yalah hari kemerdekaan Amerika Serikat. Dan diputuskan juga supaya mulai! Mei 1890 dijadikan. “Hari demonstrasi Internasional”. Tuntutan itu harus dikerjakan seluruh dunia.
MENUJU REVOLUSI
Pada waktu itu Gerakan Buruh Internasionale pertama telah dibubarkan dalam bulan Juli 1876. Gerakan buruh ini berjasa besar, karena aliran Marxisme dapat mengalahkan musuh - musuhnya, yalah anarkhisme dan syndikalisme.
Marxisme menuntut sebagai alat-alat untuk mencapai tujuan Sosialisme, yalah:
“Kaum buruh berjoang dengan serikat-serikat sekerja revolusioner di bawah pimpinan Partai politik, untuk membongkar masyarakat kapitalisme dengan bentuk kekuasaan baru berrupa diktator proletariat”.
Ajaran itu dipraktikkan dalam Pariys-Commune, tetapi belum berhasil, karena beberapa sebab. Kecuali terkepung oleh tentara yang kontra revolusioner, pun di dalam organisasi buruh sendiri masih ada yang melepaskan diktatur proletariat dan menggantinyia dengan susunan burgerliyk demokratiskh, di mana golongan borjuis mendapat kesempatan hidup kembali. Dari permulaan bulan Mei 1371, perjoangan Commune dituyucken menentang dengan perguletan yang hebat terhadap tentara kerajaan yang reaksioner.
Kekalahan itu tidak mematikan perjoangan kaum buruh. Kemudian pada tahun 1889 lahirlah Gerakan Buruh Internasionale yang ke II. Internasionale ke II ini dapat mengembalikan semangat bersatu. sebagaimana semboyan Marx dan Engels yang ditulis dalam Manifes Komunis: Proletar seluruh dunia bersatulah“.
Pada tanggal 14 Juli 1889, kebetulan hari peringatan 100 tahunnya penyerbuan Bastille oleh kaum buruh, dan kemenangan revolusi Perancis, berkumpullah pelopor-pelopor Partai Sosialis di Eropa mengadakan konggres di Paris. Dalam Konggres itu diambil putusan yang beriwayat, bahwa pada tanggal 1 Mei 1890 harus mengadakan tuntutan di muka umum 8 jam bekerja dan tuntutan adanya undang-undang sosial.
Perayaan hari 1 Mei, mulai pada saat itu menjadi sesuatu penjelmaan daripada berkembang dan bersatunya kaum buruh seluruh dunia, sebab pada konggres itu hadlir juga utusan dari Amerika.
Tiap-tiap konggres Internasional tunttutan itu diperkuat. Dalam Konggres di Brussel th. 1891, larangan merayakan hari 1 Mei dilawan dengan putusan, bahwa hari itu kaum buruh meletakkan pekerjaan dan mengadakan demonstrasi umum. Di Zurikh putusan itu diperkuat lagi dengan mengadakan demonstrasi besar-besaran.
Pada tahun 1903/1905, 1912 dan 1914, perayaan hari 1 Mei di Rusia merupakan masaal demonstrasi pemogokan anti Tsar, di mana kaum buruh mendapat perlawannn dari Tentara Tsar dengan mempergunakan segala kekuatannya. Walaupun kejadian pada tanggal 9 Januari 1905 (Minggu berdarah) merupakan banjir darah, sebagai korban perjoangan tunttutan perbaikan nasib, tetapi kaum buruh tiada berhenti meneruskan perjoangannya.
Demikianlah hebatoyya perjoangan kaum buruh dengan pokok hari 1 Mei, untuk menuntut undang-undang sosial, menuntut perbaikan nasib di dalam sistim kemodalan, hingga berujud satu tentara gerila yang tidak bersenjata menentang sistim kemodalan. Akhinya perbaikan nasib yang sederhana itu tercapai juga dan hari 1 Mei ditetapkan sebagai lambang persatuan dan persaudaraan kelas yang tertindas seluruh dunia, untuk mencapai kemerdekaan dan perdamaian.
Mana undang-undang sosial?
Kemenangan-kemenangan perjoangan kaum buruh yang hebat itu diantaranya:
- Larangan bekerja lebih dari 8 jam sehari.
- Anak-anak di bawah umur dilarang bekerja.
- Anak-anak diharuskan belajar (bersekolah).
- Upah kaum buruh ditetapkan sekurang-kurangnya mencukupi kebutuhan.
- Pemecatan yang kejam dihapuskan.
- Kesehatan kaum buruh mendapat pemeliharaan.
- Pertolongan jika sakit, meninggal, tua, dan lain-lain sebagainya.
- Kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat dijamin.
Kesemuanya diatur dalam undang-undang negeri, yang biasa dinamakan undang-undang sosial (undang-undang perburuhan). Kemenangan itu sudah tentu melemahkan kemodalanan. Dan oleh karena itu, kaum reaksioner berusaha supaya semua undang-undang tersebut tidak bisa dijalankan. Sebaliknya kaum buruh yang merasa bahwa kemenangan-kemenangan itu tidak hanya untuk kepentingan kaum buruh saja, maka mereka meneruskan pergerakannya mempertahankan semua hak-hak itu bersama-sama dengan rakyat yang tertindas lainnya. Pendek kemenangan itu dipertahankan dan dijaga untuk bekal menuntut yang lebih jauh lagi, yalah bongkarnya masyarakat kemudian.
Sebab itu perayaan 1 Mei akan langsung sebagai socatu syarat komando perjoangan buruh sedunia dalam tingkat pertama.
1 MEI—7 NOVEMBER
PERJUANGAN KAUM BURUH DALAM PEMBANGUNAN
Buruh revolusioner.
Internasionale pertama sebagai penyebar benih-benih gerakan buruh sedunia. Pelajaran-pelajaran Marx dan Engels menjadi pelita kaum buruh dalam menyusun perjoangan. Pariys Commune memberi pengalaman, bagaimana kemenangan kelas yang tertindas dan sebab apa kekalahannya.
Lahirnya Internasionale ke II pada masa perdamaian menyebarkan benih-benih perjoangan parlementer, hingga dapat menentueta beberapa perubahahan yang tidak mengenai pokok susunan kemodalanan. Perayaan 1 Mei sebagai perjoangan kaeem buruh yang tidak lanjut, berarti meninggalkan segala ajaran Marxisme yo revolusioner. Golongan ini adalah golongan Sosial Demokrat.
Pada permulaan perang dunia ke I (1914) jatulhlah Internasionale ke II itu. Sebagian besar pemimpin-pemimpin Partai Sosial-Demokrat berdiri di belakang perang Nasional masing-masing. Mereka ikut serta mempersiapkan kaeem buruh bangsanya untuk memerangi buruh bangsa lain. Akan tetapi Lenin di dalam dan dilocar negeri (Rusia) dengan pengikut-pengikutnya menyatakan, bahwa perang itu bukan perang Nasional. Perang itu adalah perang berebutan pasar, perang merebut sumber 2 bahan mentah untuk industri kapitalis.
Perang yang diadukan oleh kaeem imperialis itu adalah perang untuk menentang kelas buruh yang revolusioner, untuk menambah kekayaaan raja-raja uang. Sebab itu Lenin memajukan usul dalam gerakan buruh Internasional, supaya dibelokkan menjadi perang Internasional untuk menggulingkan susunan kapitalisme. Revolusi serempak seluruh dunia tiadalah mungkin, karena perbedaan kemajuan masyarakat kapitalis dideerah-daerah itu tidak sama.
Pemimpin-pemimpin Internasionale ke II, (Sosial-Demokrat) di Eropah Barat tidak mengindalkan seruan Lenin itu, bahkan menentangnya. Hanya di Jerman lambang persaudaraan dan perjoangan Internasional itu dijunjung tinggi, dipimpin oleh Karl Liebknekht. Ia merayakan hari 1 Mei 1916 di Berlin dengan demonstrasi melawan perang imperialis. Oleh sebab itu ia ditangkap.
Tindakan ini merupakan langkah permulaan dalam bentuan persatuan buruh sedunia, yang kemudian bisa didirikan Internasionale ke III di Moskou pada tulan Maart 1918.
Pada akhir perang 1914—1918 itu Partai Bolsyewik (Komunis) di Rusia dapat menggulingkan sossunan kapitalis-imperialisme, pada tanggal 7 November 1917, sebagai tindakan perjoangan kaum buruh dalam pembangunan Sosialisme. Karena kemenangan ini maka kedudukan kelas buruh Internasional bertambah kecat, sebaliknya sossunan kemodalan menjadi lemah.
Dengan kemenangan revoluesi proletar di Rusia itu, kelas buruh seterusnya dapat merayakan 1 Mei dengan merdeka, dan dapat memperkokoh kedudukan kelas buruh Internasional. Mereka tidak lagi merayakan dengan kelaparan, merayakan dengan arak-arakan serta tidak telanjang lagi, tetapi dapat merayakan dengan bangga hasil pembangunan sosiisme. Kesemocanya itu adalah hasil perjoangan kaum buruh sendiri yang hebat dan bertahun-tahun di bawah pimpinan Partai Komunis.
Marxisme dengan dijelaskan oleh Leninisme dapat mempraktekkan apa yang dicitat-yitakan gerakan buruh sedunia, yang telah dimaelai semenjak berdirinya Internasionale pertama.
Kemenangan kaum buruh yang revoluesioner di Rusia itu terus menerus ditentang oleh kelas kapitalis, yang akhitnia mempergunakan susunan fascisme. Juga Internasionale ke III (Komintern) mendapat lawan, tiga sejoll yang merupakan anti-komintern-pact, yaitu fasis Jerman-Jepang dan Itali. Kaum fasis memandang bahwa kaum Komunis dapat dikalahkan dengan mudah. Tetapi terbukil fasis dapat dihancurkan oleh blok-demokrasi dalam perang dunia yang ke II ini.
Demokrasi mendapat kemenangan atas susunan fasis. Tetapi di dalam blok demokrasi sendiri, kaum kapital selalu menentang demokrasi yang sejati. Mereka menghendaki demokrasi borjuis, dgn. susunan perlementer sebagaimana abad yg. lalu. Kaum buruh yang belum sedar atas-kelasnya mengira bahwa demokrasi perlementer, dapat dipergunaan alat pembangunan sosiisme. Kaum buruh yang belum sedar itu dapat dibelokkan, bahwa susunan secara di Rusia itu tidak demokratis.
MEMPERHEBAT PRODOKSI!
Lenin berkata: yang kita kehendaki bukan Republiek berparlemen, tetapi Soviet Republiek, terdiri dari utusan-utusan kaum buruh, tany dan tentara. Soviet-sovyet itu adalah organisasi kelas yang tertindas, yang jumlahnya dalam masyarakat yang terbanyak. Sebab itu betul-betul merupakan susunan yang paling demokratis. Kekuasaan Soviet adalah yang paling progressief dan paling demokratis, daripada organisasi staat di mana masih terdapat kelas, seperti di negeri-negeri kapitalis. Soviet sebagai lapang koperasinya kaum buruh dan tany“.
Republik parlementer di Jerman membawa negara ke arah fasistis, di mana kelas buruh lebih kejam lagi dihisapnya oleh kapital. Kaum buruh tidak mempunyai kemerdekaan lagi. Kaum fasis juga merayakan hari 1 Mei, tetapi untuk menipu kaum buruh dan meixasockkan kaum buruh ke dalam perangkap kemodalan.
Kaum buruh tentu tidak akan lupa cara Hitler merayakan hari 1 Mei tahun 1933, dengan membubarkan semua serikat sekerja, melucyeti senjata kaum buruh, dan menangkapi kaum buruh yang revolusioner, pemuda-pemuda terpelajar d. l. i. Hitler pada perayaan 1 Mei menyatakan, bahwa Iyzeren-Garde telah disiapkan 600.000 jumlalinya, untuk membasmi kaum sosialis sampai habis.
Perayaan 1 Mei di daerah Saar dilawan dengan pompa air oleh Polisi. Di Cuba Mei demonstrasi dilawan dengan senjata, sehingga banyak yang mati, begitu juga di Bombay, Calcutta. Di Tiongkok dan Jepang pasukan polisi dimobiliseer untuk melawan Mei demonstrasi dan rapat-rapat kaum buruh. Demikianlah kejadian-kejadian di negeri fasis dan kemodalan, tuntutan kaum buruh yang sederhana itu dianggapnya membahayakan keamanan umum.
harus terbukti!!!
Tetapi kini Kaum Komunis, kaum progressief dan revolusioner di seluruh dunia telah bangun serentak, menentang segala tindakan kaum reaksioner dan budak-budak kaum kapital, untuk membangunkan demokrasi baru, di mana kaum proletar dapat perlindungan. Usaha akan melceccuti serikat-serikat buruh (sekerja), mengekang aliran-aliran revolusioner, tentu mendapat perlawanan yang hebat
Kaum buruh, tani dan kaum pekerja yang lain, telah sedar atas kelasnya. Pembangunan menocrut ajaran budak-budak kaum kapital adalah menjerumuskan kaum buruh keneraka penindasan. Pembangunan hanya dapat dijalankan sepanjang theorie Marxisme Leninisme, yang memberi kemerdekaan cukup locas bagi kelas yang terfinaas, untuk berjoang dan bekerja secara revolusioner dalam lapangan pembangunan untuk menghadapi pertandingan yang penghabisan.
1 MEI
Hari raya buruh INTERNASIONAL
Hari PERSATUAN HATI INTERNASIONAL di antara segenap kaum buruh di seluruh dunia!
1 MEI
Hari buruh yang mengekalkan TALI PERSAUDARAAN di antara segenap buruh di seluruh dunia, juga di antara buruh di Asia dan di Eropah!
Hari buruh yang memperingatkan kaum buruh segala banesa di seluruh dunia akan NASIB mereka yang SAMA DIDERITANYA di dalam lingkungan perumahan modal sekarang ini!
1 MEI
Hari buruh Internasional yang TIDAK MENGENAL BATAS NEGARA DAN KEBANGSAAN!
Hari buruh yang MENGUATKAN SEMANGAT PERJOANGAN DAN MENOOKOHKAN PERSATUAN HATI di antara buruh segala bangsa dan watna di seluruh dunia guna pertempuran melawan ... modal dan kaum modal!
SEBELUM daerah pendudukan dikembalikan
Bagaimana sebenarnya asal mulanya perayaan-MEI dan apa maksud yg. terkandung dalam Hari Buruh itu? Perayaan-MEI ini dimaksudkan sebagai suatu alat untuk menuntut 8-jam bekerja sehari. Pada pertama kalinya timbul aksi ini di AUSTRALIA pada th. 1856. Sebagai Hari Buruh pada waktu itu ditetapkan tg. 21 April. Maksud pada mulanya untuk merayakan hari itu hanya sekali lalu saja. Tetapi rupanya pengaroh aksi itu amat hebat di antara kaum buruh Australia, sehingga orang menetapkan untuk mengulanginyia pada tiap-tiap tahun.
Yang pertama mencontoh aksi kaum buruh Australia yalah kaum buruh di Amerika. Pada tahun 1886 mereka menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari untuk kaum buruh meletakkan pekerjaannya. Pada hari itu tidak kurang daripada 200.000 kaum buruh yang telah meninggalkan pekerjaannya dan menggerakkan suatu massa-aksi untuk menuntut aturan 8-jam bekerja dalam sehari. Di kota Khicago gerakan ini adalah berupa paling hebat. Pemogokan menuntut 8-jam bekerja dilangsungkan terus.
Pada suatu demonstrasi yang dilakukan pada tg. 1 Mei, pulisi dengan bersenjata telah mengadakan serangan. Pada ketika itu orang telah melemparkan bom. Yang dituntut dalam perkara ini ada 8 orang, yaitu kaum anarkhist, diantaranya Spiess, Parsons dan Nebe. Dengan tidak ada keterangan apa-apa mereka telah dikenakan hukuman. Pada tanggal 11 Nopember 1887 mereka dihukum gantung.
Beberapa tahun lamanya perayaan-Mei tidak dapat dilangsungkan, karena gangguan pulisi. Pada tahun 1888 putusan untuk membaharui perayaan-Mei telah diambil dan ditetapkan pada tanggal 1 Mei 1890 bakal dirayakan kembali.
Sementara itu gerakan kaum buruh di Eropah herdiyalan dgn. pesat dan berkembang dgn. hebat. Pada tahun 1889 diadakan konggres kaum buruh international. Tidak kurang daripada 400 kaum delegasi dari berbagai-bagai negeri turut hadir.
Dalam konggres itu di tetapkan untuk pertama-tama menuntut aturan 8-jam bekerja sehari. Wakil kaum buruh Perancis, Lavigne dari Bordeaux, memajukan usul untuk menyatakan tuntutan ini dengan suatu hari perayaan buruh umum. Dalam pada itu wakil buruh Amerika menetapkan tanggal 1 Mei tahun 1890 sebagai hari raya buruh. Begitulah Konggres memoctuskan hari tersebut sebagai HARI RAYA proletar dunia. Pada hari itu hendaklah bersama sama dimasing-masing negeri mengadakan demonstrasi untuk menuntut aturan 8-jam bederja. Pada ketika itu belum menjadi soal tentang mengulangi aksi pada tanggal 1 Mei tersebut pada tiap-tiap tahun. Perayaan Hari buruh yang pertama ini mempunyai sifat, INTERNASIONAL, dilangsungkan dengan amat berhasil serta lekas pula tertanam di hati dan perasaan kaum buruh akan artinya.
Selama pertentangan buruh dan borjucis masih ada, maka selama itu pula hari perayaan - Mei tetap akan dilangsungkan, Sekalipun tuntutan 8-jam bekerja sudah dapat direbut.
Juga apabila dunia buruh di kelak datang, maka perayaan Mei itu tidak bakal ditinggalkan, melainkan akan dihormati sebagai Hari Peringatan kemenangan, perjoangan dan korban kaum buruh di seluruh dunia dalam usahanya menuntut kebenaran, keadilan sosial serta persamaan.
Kita di Indonesia sini untuk pertama kali dapat merayakan Hari Buruh Internasional ini dalam susasana dan udara merdeka di dalam Negara Repoblik Indonesia, yang didirikan atas-kuburan perumahan kolonial.
Sekalipun begitu berhubung dengan perkara Negara Republiek Indonesia Merdeka masih dalam usaha menuntut pengakuan dunia internasional, maka oleh sebab itu di sini masih dalam perjoangan. Perjoangan kemerdekaan Indonesia pada sifatnya perjoangan anti-kapitalisme-imperialisme dan oleh karena itu bertali dan perhubungan erat dengan perjoangan buruh Internasional apa dan artinya Hari Buruh. Internasional bagi pergerakan buruh dunia, itu jugalah artinya bagi kita di Indonesia ini. Bilamana kelak Negara Republiek Indonesia Merdeka ini dapat merebut kedodukan yg. sama dalam pergaulan bangsa di muka bumi ini, maka kemenangan itu berarti kemenangan pergerakan dan perjoangan buruh internasionale.
Dalam tingkat perjoangan dalam masa ini, yait e tingkat revolusi nasional maka pergerakan buruh berkewajiiban turut mempertahankan dan membela revolusi nasional itu, ya'ni sebagai tingkat pertama ke arah revolusi sosialis.
Dalam tingkat revolusi demokrasi sekarang ini, maka kita yang berpaham pendirian sosialis harus bersikap:
- keluar menyatakan dan menyatukan, hati dengan pergerakan buruh dunia.
- ke dalam, berusaha menyusun dan mengatur segala kekuatan tenaga rakyat guna mempertahankan dan membela revolusi demokrasi ini. Dalam usaha mempertahankan dan membela revolusi demokrasi ini termaktub usaha mengekalkan dan mengokohkan serta meneyempurnakan pendirian Negara Republik Indonesia Merdeka. Berhubung dengan itu, maka dengan sendiriiya kita harus memelihara persatuan dengan segala aliran yang bersifat demokratis dan sebagai pergerakan yang berpaham sosialis kita harus menjauhi dan membersibkan diri daripada segala rasa dan hawa nafsu yang berbau perseorangan terhadap lsin bangsa dan warna yang sama berhaluan demokratis. Sebagai sosialis dasar perjoangan kita, perjoangan golongan yang tidak mengenai bangsa dan warna, tapi dalam tingkat revolusi demokrasi ini kita tidak boleh segan mengadakan kompromis dengan kaum borjucis dalam usaha membela Negara Republik Indonesia Merdeka, karena itu juga berarti membela revolusi demokrasi. Itu artinya Hari Raya Buruh pada tanggal 1 Mei ini bagi kita kaum berfaham sosialis di Negara Republik Indonesia Merdeka yang masih dalam suasana perjoangan itu. Kaum sosialis sebagai realpolitiker harus tahu mengukur langkah dan zaman. Membela revolusi demokrasi berarti meneyempurnakan demokrasi di segala lapangan hidup sebagai syarat pertama untuk dapat melangkah ke tingkat kedua daripada revolusi Indonesia ini, yalah revolusi sosialis.
Sikap ini didasarkan atas perhitungan yang mengatakan tak dapat menyelesaikan revolusi itu dengan sekali jalan, tetapi harus bertingkat-tingkat.
Karena tingkat yang pertama ini, maka kita berkewajiiban menyempurnakan segala sesuatu yang terhitung masuk di tingkat revolusi demokrasi itu.
Dari itu tanggal 1 Mei ini, Hari Buruh Internasional ini, berarti bagi kita di Indonesia sini hari persatuan dengan segala aliran demokratis guna membela dan mempertahankan serta menyempurnakan Negara Republik Indonesia Merdeka.
DENGAN NEGARA INDONESIA MERDEKA SEMPURNA DEMOKRATIS.
MENUJU Ke dunia SOSIALIS.
- Segala kekuatan ekonomi dibangunkan dan ditujukan ke arah industrialisasi, supaya di masa datang Negara dapat memenuhi keperluan sendiri dan memperinggi tingkat penghidupan rakyat.
- Usaha ke arah tujuan tersebut dilakukan secara bertingkat-tingkat, dimulai dengan pekerjaan-pekerjaan yang dapat dikerjakan sekarang juga, menurut kekuatan-kekuatan ekonomi yang ada, dengan mengingat kekuatan Negara.
- Pekerjaan-Pekerjaan tersebut ditujukan pertama-tama untuk mencapai kedudukan yang strategis dilapang ekonomi, dengan menasionaliseer perusahaan3 yang vitaal (transport, tambang, listrik dan urusan bank).
- Jalannya ekonomi diatur dan diko-ordineer oleh Pemerintah sendiri, menurut rencana yang tertentu (gerikhte ekonomi).
- Rencana-Rencana itu diatur oleh suatu planningboard yang didalamuya harus ada wakil-wakil buruh dan tani.
- Produksi dan distribusi dipusatkan di tangan Pemerintah.
- Memperbesar produksi di segala lapangan dengan jalan modernisasi alat-alat produksi dan transport terutama dilapang pertanian.
- Politik export dan import harus ditujukan kepada kepentingan pembangunan dan kebutuhan rakyat.
LAGU INDONESIA RAYA
Ulangan:
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
‘Njaga ibu sejati,
Indonesia tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji.
“Indonesia abadi”,
Selamatlah rakyatnya,
Selamatlah puteranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Madjulah negerinya,
Madjulah pandunya,
Untuk “Indonesia Raya”.
Ulangan
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk selama-lamanya,
Indonesia tanah pusaka,
Pusaka kita semuanya,
Marilah kita mendo'a.
“Indonesia bahagia”,
Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, rakyanya, semuanya,
Sedarlah hatinya,
Sedarlah budinya,
Untuk “Indonesia Raya”.
Ulangan
INTERNASIONALE
Ulangan.
SATU MEI
REFEREIN (baca dua kali)
UNCOPYRIGHT
Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan uncopyright ini hadir untuk menegaskan kebebasan.
Teks dan karya seni di dalam e-book ini diyakini telah berada dalam domain publik. Kami meyakini bahwa segala aktivitas nonpenulisan yang dilakukan atas karya domain publik—seperti digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—tidak menciptakan hak cipta baru. Tidak seorang pun dapat mengklaim hak milik atas pekerjaan semacam itu.
Para kontributor e-book ini secara sadar melepaskan hasil kerja mereka di bawah ketentuan CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication. Ini adalah penyerahan sepenuhnya segala upaya mereka ke ranah publik.
Pernyataan ini adalah perwujudan dari produksi nonpasar, sebuah langkah yang menolak “hasrat bergelora untuk menyimpan dan mempertahankan” kepemilikan.
Upaya ini dilakukan demi memperkaya khazanah literasi, untuk menumbuhkan kebudayaan bebas dan merdeka, serta mengembalikan privilese pengetahuan kepada ruang kebebasan yang telah memberi kami begitu banyak.