Baca PDF (OCR): BUNGAAPI #1

8 halaman · 8 halaman diproses dengan OCR· 15281 ms

Daftar isi
  1. BUNGAAPI#1
  2. BASABASI
  3. kami rasakan atas peliknya
  4. THis is FastooRe atTack
  5. SAATNYA MEMILIH
  6. UNTUK MENGHANCURKAN...!!!
  7. Dari penyataan Engels tersebut dapat ditarik sebuah argument bahwa negara
  8. HUMANITY WILL BE LIVED
  9. AS LONG AS WE CAN
  10. Abolish PoWE.
  11. Beyond Chaos!
  12. An Introduction To Anarchism
  13. Tidak ada pemimpin, negara dan
  14. Vatasan yang mengelilingi kita
  15. paris di 1871.
  16. Kita šudah eukup untuk menunggu
  17. politisi dan orang kaya lain memberi kita kebebašan, Rita memiliki terlalu
  18. banyak kehormatan hanya demi
  19. meminta sebuah reformaši kecil

rkan dengan mudah. somudah negara memsikkan harga BEN tanpa semikirkan nasib rakyatnya News letter

BUNGAAPI#1

BASABASI

Hai kawan, apa kabar ? semoga kalian yang membaca newsletter ini dalam kondisi sehat dan bugar. Sebagai pem- buka dari newsletter ini maka kami punya tanggung jawab untuk menyampaikan maksud dan tujuan kami membuat newsletter ini.

Kami namai bacaan ini dengan sebutan bungaapi. Ya biar gak jauh-jauhlah sama nama band madesu kami yang bernama flowerviolence.

Lalu kenapa sih harus bacaan. Ya karena kami menemukan titik gairah kami dengan membuat suatu bacaan sebagai media untuk menyampaikan pesan yang ada pada lagu-lagu kami serta keresahan yang

kami rasakan atas peliknya

hidup ini.

Akhirul kata selamat membaca. Semoga kawan-kawan menik- mati. Jika tidak silahkan buang bacaan ini di tempat sampah yang ada di dekat kalian.
Cheers....!! (flowerviolence)

THis is FastooRe atTack

Setiap individu bebas merayakan hidup hari- annya tanpa ada batasan. Begitupun juga dengan bermusik Setiap individu bebas memilih bagaimana mengaktualisasikan dirinya dalam bermusik.

Begitupun juga dengan kami, flowerviolence. Dengan sadar kami memilih memainkan musik powerviolence/fastcore. Karena bagi kami memainkan musik ini seperti membuat adrenaline dan libido kami beradu menjadi satu saat distorsi gitar dimainkan bercampur dengan raungan vokal dan gebukan drum yang kencang.

Rasanya kami tidak perlu menyampaikan apa itu fastcore dan bagaimana subgenre hardcore/punk ini muncul. Karena dengan 1 x ketik di laman pencarian, kalian akan menemukan banyak refrensi perihal apa itu fastcore beserta sejarah dan band-band yang memainkan subgenre tersebut.

Beberapa kawan mendefinisikan bahwa fastcore sebagai musik cepat nan ajrut-ajrutan dengan pernak-pernik flannel, skateboard dan bandana.Bebas. Tiap Individu bebas mendefinisikannya. Namun bagi kami, fastcore adalah media untuk merayakan kebe- basan hidup harian kami sembari menghujat kekuasaan dan kapitalisme. Panjang umur musik cepat. This is fastcore atack...!!

SAATNYA MEMILIH

UNTUK MENGHANCURKAN...!!!

Negara? Apa itu? Apa boleh buat! Bukalah kupingmu, Sebab kini aku akan mengatakan padamu tentang kematian bangsa-bangsa. Negara adalah monster paling dingin. Dengan dingin ia menipu pula; Dan kebohongan ini merangkak dari mulutnya : “aku, sang negara, adalah rakyat. Bohong itu! Para penciptalah yang menciptakan rakyat dan menaruhkan iman dan cinta di atas mereka: Demikianlah mereka melayani kehidupan. Sedang para penghancur memasang jerat bagi orang banyak dan menamainya negara: mereka gantungkan sebilah
pedang dan seratus Hasrat di atas mereka....
Friedrich Nietzsche – Tentang Berhala Baru dalam Zarathustra

Dalam setiap perkembangan kesejarahan, masyarakat selalu menganggap bahwa keberadaan negara sangatlah penting. Mereka berasumsi bahwa eksis- tensi sebuah negara beserta aparaturnya diperlukan untuk mensejahterakannya sekaligus melindungi mereka dari serangan pihak luar. Dari asumsi inilah setiap keputusan yang berkaitan dengan kehidupan harian selalu dirancang dan ditentu- kan oleh segelintir elit negara melalui mekanisme hukum.

Lalu, Apa itu Negara ? Dalam karya F. Engels, Asal-Usul Keluarga, Milik Perseorangan dan Negara, disebutkan bahwa "negara dengan demikian, adalah sama sekali bukan meru- pakan kekuatan yang dipaksakan dari luar masyarakat, sebagai suatu sesempit 'realitas ide moral', 'bayangan dan realitas akan' sebagaimana ditegaskan oleh Hegel. Malahan, negara adalah pengakuan bahwa masyarakat ini terlibat dalam kontradiksi yang tak terpecahkan dengan dirinya sendiri, bahwa ia telah terpecah menjadi segi-segi yang berlawanan ini, kelas-kelas yang kepentingan-kepentingan ekonominya berlawanan, tidak membinasakan satu sama lain dan tidak membinasakan masyarakan dalam perjuangan yang sia-sia, maka untuk itu diperlukan kekuatan yang nampaknya berdiri diatas masyarakat, kekuatan yang seha- rusnya meredakan bentrokan itu, mempertahank- annya di dalam 'batas-batas tata tertib'; dan kekuatan ini, yang lahir dari masyarakat, tetapi menempatkan diri diatas masyarakat tersebut dan yang semakin mengasingkan diri darinya, adalah negara."

Dari penyataan Engels tersebut dapat ditarik sebuah argument bahwa negara

adalah produk dari sejarah peradaban masyarakat, dimana negara menjadi bentuk pendamaian antagonism kelas-kelas dalam masyarakat, yaitu antara "kelas tertindas" dan “kelas penindas”. Dan negara pula yang menjadi sebuah jembatan agar “si kaya” merasa aman dan Bahagia karena hartanya dilegalitas- kan oleh hukum "sang negara”, sedang "si miskin" merasa bahwa hidupnya tidak ada yang salah karena selalu dicekoki ilusi-ilusi nasionalisme dan patriotrisme.

Di setiap perkembangan peradaban masyarakat, basis dari sebuah kehidupan sosial ditentukan berdasarkan proses produksi. Pada tahap awal peradaban masyarakat, metode produksi dilakukan seperti apa yang digambarkan oleh Marx, "mengambil dari setiap manusia sesuai kemampuannya, dan memberikan kepada setiap orang sesuai dengan kebutuhannya. Pada tahap ini masyarakat hidup dilandasi prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan. Namun seiring berjalan- nya waktu, prinsip-prinsip tersebut telah bertransformasi dalam sebuah system yang disebut kapitalisme.

Untuk menjalankan prinsip-prinsip hubungan social yang berbasiskan pengua- saan, dominasi, eksploitasi dan privatisasi, kapitalisme membutuhkan sebuah kekuatan untuk mereproduksi dirinya. Dan kapitalisme telah menemukan kekuatan tersebut dalam sebuah wujud yang disebut negara.

Ada banyak ilusi dalam wujud negara Sejak kapitalisme dan negara adalah sebuah rangkaian yang tak terputuskan maka sejak itulah kita sering disajikan ilusi-ilusi yang seolah nyata. Salah satu wujud ilusi tersebut termanifestasikan dalam sebuah konsep yang dinamakan dengan "demokrasi". Demokrasi yang diusung oleh negara seringkali dimaknai dengan kebebasan berpendapat, maupun berekspresi dalam menentukan sebuah kehidupan. Namun sesungguhnya pemaknaan atas demokrasi yang diusung negara hanyalah sebuah mitologi yang tak pernah menemukan pem- benarannya dalam praksis kehidupan sehari-hari.

Makna demokrasi yang disajikan negara dalam praksis kehidupan sehari-hari lebih tepat diartikan sebagai kebebasan bagi “yang kaya” untuk menindas “yang miskin"; kebebasan berlomba-lomba dalam menguasai sumber daya alam dan manusia di tangan segelintir manusia; ataupun pula kebebasan para anggota parlemen dalam pemerintahan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang nirpeduli dengan rakyatnya. Makna demokrasi pun tereliminir sejak negara adalah sebuah bentuk kesatuan yang tersentralir, dan dijalankan dengan konsep top down.

Untuk memperindah ilusi tentang demokrasi dan meredam kontradiksi..(continue)

dari wujud sebuah demokrasi itu pula, kita sering didengungkan oleh negara dengan nilai-nilai nasionalisme dan patriotism. Nasionalisme dan patriotism ini adalah “nina-bobo” agar kita merasa tak ada yang salah dengan negara. Dan bahwa apapun bobroknya negara beserta kebijakan dan sistemnya, kita harus tetap dalam konteks kepatuhan dan kecintaan terhadap tanah air. Seperti halnya baru-baru ini kebijakan kenaikan BBM yang memberatkan rakyat kecil seringkali diikuti dengan embel-embel demi kepentingan bangsa. GO Mungkin akan ada anggapan bahwa, lain negara akan lain pula bentuknya. Tidak! Negara dimanapun akan tetap sama wataknya. Entah itu Amerika, Inggris, Kuba, Korea Utara, ataupun Cina. Kekuasaan tetap. dimonopoli oleh struktur-struktur kekuasaan yang dijalankan berdasarkan hierarki dimana selalu ada "pemimpin" dan "yang dipimpin" ataupun "penindas” dan "tertindas".

Kemiskinan Demokrasi Dalam Negara Kita sering mendengar demokrasi didengungkan oleh sebuah negara dalam kehidupan sehari-hari kita, entah itu dengan mengatakan bahwa kebijakan- kebijakannya maupun system pemerintahan yang dijalankannya berlangsung secara demokrasi. Kita pun terbius hingga berasumsi bahwa negara itu selalu benar dan sangatlah demokratis dalam menjalankan system pemerintahannya.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, "seberapa demokratisnya sebuah negara hingga kita beranggapan bahwa bentuk demokrasi yang dijalankan oleh negara adalah yang paling demokrasi sekali?". Tak pernah ada demokrasi dalam negara. Demokrasi dalam negara tidak lebih diartikan hanya sebagai kebebasan di dalam bilik suara untuk memilih segelintir orang yang akan mengatur hidup harian kita. Inilah yang kami sebut dengan demokrasi perwakilan. Bahwa kita bebas memilih segelintir elit untuk mewakili kita dalam menentukan hajat hidup harian kita.

Di dalam demokrasi perwakilan, minimal diperlúkan sebuah gerombolan atau massa agar konsep perwakilan itu menjadi eksis. Ketika itu, konsepsi perwakilan ini akan mendorong masša untuk melegitimasi kekuasaannya dengan landasan kebenaran mutlak. Disinilah lahir apa yang disebut dengan tirani mayoritas, dimana logika ekonomi kapitalis bahwá yang paling banyak adalah yang paling baik" memainkan peran yang paling besar. Dalam konsepsi ini terdapat sebuah pendekatan psikologis bahwa kepentingan mayoritas berada di atas segala- galanya. Jadi ketika ada sempalan individu yang memiliki argument berbeda dari mayoritas kawanan maka individu itu direpresi habis-habisan.

Sangatlah konyol jika pemilu lima tahunan dikatakán sebagai indicator betapa demokratisnya sebuah system demokratisnya sebuah system yang (continue)

dijalankan oleh negara. Pada prakteknya pemilu tak ubahnya sebagaibentuk pereduksian demokrasi sejak pemilu itu sendiri dimaknai sebagai sebuah agenda penumpukkan massa. Bagi partai pengikut pemilu, kes- adaran dan kekritisan massa adalah nomer kesekian, sedangkan dukungan dan pelipatgandaan massa adalah hal yang utama agar “agenda-agenda" mereka yang elitis dan eksploitatif dapat bergerak leluasa menembus sendi-sendi kehidupan kita. Kita hanya dibutuhkan tak lebih dari suara dan dukungan agar partai A ataupun Si A memenangi pemilu tersebut. Selebihnya, kita hanya penonton pasif dari kebijakan-kebijakan yang “oh-sangat-demokratis-sekali".

Waspadai Drama Dan Omong Kosong Lima Tahunan Demokrasi lima tahunan yang terjadi akhir-akhir ini telah mengajarkan kepada kita tentang drama dan omong kosong yang menyita energi dan bahkan memecah sendi-sendi relasi social. Kehidupan social kita seakan dipecah dan ditumbuk hingga berkeping-keping dengan omong kosong demokrasi, nasionalisme, maupun sektarianisme. Tak ubahnya layaknya drama, diluar banyak dari kawan-kawan kita yang saling membenci hanya karena beda pilihan atau merasa yang paling benar.

Melalui omong kosong demokrasi lima tahunan kita dibukakan pandangan bahwa pilihan si A yang kalem ketimbang si B ataupun sebaliknya sama-sama tidak ada yang benar dan sama-sama mempunyai kebijakan yang memberatkan rakyat yang memilihnya. Baik memilih si A maupun si B, semua sama karena oligarki lah yang tetap menang. Karena kekuasaan oligarki lah yang berada di belakang si A maupun si B. kekuasaan oligarki lah yang mengatur semua harga bahan-bahan pokok naik, minyak goreng mahal, tarif listrik tak terjangkau, hingga BBM selangit. Dan lagi-lagi rakyat dipecundangi.

Ini Bukan Saatnya Memilih, Tapi Menghancurkan! "aku akan mengatakan padamu dengan segenap energi dan kesedihan di dalam hatiku: pisahkan dirimu dari mereka yang mencerabut diri dari dirimu melalui separasilah kalian akan menang. Tanpa representative, tanpa kandidat'. P. J Proudhon

Kontradiksi antara negara dengan demokrasi sesungguhnya amatlah lebar, tak pernah ada korelasi nyata antara negara beserta sistemnya yang sentralis dengan demokrasi. Namun perlu diketahui bahwa ketiadaan korelasi antara negara dan demokrasi bukan terletak pada siapa pemimpinnya dan apa ideolog- inya, seperti yang sering dikultuskan oleh para aktivis murahan dan para elit politik dengan kata-kata "kita harus punya pemimpin yang tegas dan mampu memimpin negeri ini menuju iklim demokrasi. Berapa pun kita ganti pemimpin dan sistemnya ribuan kali, negara tetap tak akan menjalankan demokrasi dengan sesungguhnya.

Kontradiksi ini lebih dikarenakan oleh interaksi sosialnya yang koersif yang meng- hamba pada mekanisme “pimpinan dan yang dipimpin” serta mekanisme untung rugi ala kapitalisme. Interaksi social seperti inilah yang telah mereduksi makna demokrasi yang sesungguhnya. Selama kekuasaan dan kapitalisme masih tetap mengambil peran besar dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, maka selama itupula demokrasi adalah absurd adanya. Maka seperti kata Errico Malat- esta “Penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas".

Dengan hancurnya struktur-struktur kekuasaan yang tersentral dan mekanisme untung rugi ala kapitalisme, maka kita akan mencapai titik optimum dalam hidup kita yaitu desentralisasi total. THEY LIKE TO TALK ABOUT DEMOCRACY,Bahwa kita mempunyai con-BUT THE REALITY IS WE LIVE UNDER A trol penuh atas hidup harian DICTATORSHIP OF THE RICH kita tanpa ada keinginan untuk saling menguasai dan mendominasi satu sama lain. Saatnyalah menata ulang interaksi sosial kita dengan lan- dasan antiotoritarian dan par- tisipatoris sehingga kemanu- siaan akan makin gemilang selayaknya sebuah mentari yang mencerahkan seluruh umat manusia dan seisi bumi.

HUMANITY WILL BE LIVED

AS LONG AS WE CAN

Abolish PoWE.

[email protected] á

Beyond Chaos!

An Introduction To Anarchism

Seorang anarkiš adalah seorang yang tidak meng- inginkan untuk ditindas dan tidak ingin menjadi penindas. Nnarkišme adalah šebuah ide revolušioner dimana šešeorang mempunyai hak untuk memutuškan seperti hidupmu šeperti kehendakmu. Kita šebagai anarkis pereaya setiap orang haruš bebas menghidupi hidupuya sešuai dengan pilihan, dan selama mełakukannya mereka tidak akan membataši orang lain melakukan hal yang šama. Ide bahwa anarkišme adałah kekacauan dan kehaneuran adalah salah, kata teršebut berašal dari Bahaša Yunani "anarkhia"; yang berarti

Tidak ada pemimpin, negara dan

pemerintahan

Anarkišme šebenarnya bergantung pada kerja – kerja yang terorganisir, tiap individu saling bekerja sama, mengatasi secara sendiri maöalah-maöalah yang mempengaruhji hidup mašing-mašing individn dan mengambil control langsung atas hidup. Anarkišme percaya bahwa kerušakan iklim, kemiškinan dan kelaparan adalah produet dari kapitališme. Kita scharušuya dapat memprodukši makanan berlebih yang dapat kita makan, terdapat banyak šumber daya yang eukup untuk mengataši šemua mašlah yang kita ketahui, terdapat banyak property/ruang košong yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal. bagaimana jika kita dapat mengalokašikan šumber daya ini tanpa mašalah biaya keuangan?

Vatasan yang mengelilingi kita

tampak-permanen dan tak tergoyahkan, tetapi sebenarnya. tefuš berubah, dan ditarik kešewenangan yang ditentukan olch perebutan kekuašaan dan modal. Tidak ada yang alami atan -permanen mengenai hal teršebut. Banyak orang setiap hari menemukan diri mereka dałam pošiši di mana mereka harus melintaši peęba- tašan ini untuk melindungi keluarga mereka, meneari pekerjagn, menemukan makanan dan keamanan, melarikan diri dari perang dan genošida, dan umumnya berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, Begitu beneana iklim terjadi, jumlah ini akan meningkat šeeaa bešar-bešaran dan sebagai anarkis harus saling bekerja sama, şnembantn dunia lebih baik. Untuk alašan ini kami berjuang untuk dunia tanpa batas dan dunia di mana orang bebaš untuk hidup di mana mereka perlu. Mnarkišme bukanlah ide barn, interpretaši modernnja dapat ditelušuri kembali ke tahun 1840 (Mpa itu properti, Oleh Proudhon) dan saat ini ide tersebut semakin berkembang. Mda banjak kehidupan mašyarakat yang didašarkan pada ide-ide anarkis, Revoluši rojava di kurdis- tant, Zapatišta di amerika tengah, Suku Samin di Vlora, Suku Baduy di Jawva barat dan Sukn Dayak di Kalimantan adalah contoh terbešar serta wilnyah Spanyol saat komune

paris di 1871.

Kita šudah eukup untuk menunggu

politisi dan orang kaya lain memberi kita kebebašan, Rita memiliki terlalu

banyak kehormatan hanya demi

meminta sebuah reformaši kecil

Untuk dunia tanpa bataš, penguaša, penindašan, dan ckšploitaši dalam bentuk apa pun, kita haruš berjuang untuk kebebašan dan kejayaan

Diterjemahkan dari Dawon Rayd ([email protected]). Diperkenankan ntuk menyebarkan,dn. mempublikasikan tanpa izin