DUNIA KITA
MOCHTAR LUBIS
KOLOFON
DUNIA KITA
oleh
MOCHTAR LUBIS
Dimuat dalam
Madjalah Kebudajaan Indonesia No 10
November 1949 Tahun I
2026 MasasilaM • CC BY-SA 4.0
Berdasarkan arsip dari: Koleksi Pribadi Muhammad Reza Magistra
Ilustrasi sampul: Viejos Desesperados karya Adolfo Bellocq
MasasilaM mengandalkan partisipasi pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui masasilam.com.
MasasilaM
masasilam.com
DUNIA KITA
Juga dalam bulan yang lalu beberapa kejadi besar, yang sebenarnya telah ditunggu-tunggu juga oleh dunia akan teryadi, telah mengejutkan seluruh dunia. Pertama-tama sekali yalah pengumuman Presiden Truman, yang mengatakan, bahwa di suatu tempat di Rusia orang telah berhasil meledakkan sebuah bom atom. Dan sekarang orang boleh bertanya, apakah itu bom yang pertama yang dibikin dan dicoba oleh Rusia? Atau Rusia telah mempunyai perseadiaan bom atom yang banyak? Dengan tersenyum-senyum Stalin dalam Istana Kremlin membiarkan dunia luar mencoba menebak, dan kantor berita resmi Rusia, Tass, mengeluarkan keterangan yang sederhana: “Dalam tahun 1947 Molotov telah menerangkan, bahwa rahsia bom atom telah bukan rahsia lagi bagi Rusia”.
Pengumuman tentang bom atom Rusia ini menimbulkan reaksi bermacam-macam di seluruh dunia. Di Amerika ada orang yang demikian histeris dibikinnya, hingga membunuh dirinya sendiri. Bermacam-macam spekulasi timbul, ada yang mengatakan sekarang perang dunia ketiga tidak bisa dilakukan lagi, orang lain berkata sekarang tidak mungkin lagi timbul peperangan, karena kedua pihak yang mempunyai bom atom, masing-masing tidak akan berani memulai perang. Riu rendah yang ditimbulkan oleh pengumuman bom atom Rusia ini menggatkan kita pada waktu Amerika mengumumkan bahwa bom yang meleburkan kota Hiroshima itu adalah sebuah bom atom. Dikala itu juga timbul beratus-ratus spekulasi tentang nasib manusia dan dunia dalam abad kedua-puluhan yang ditukar namanya dengan “Abad Atom”. Orang juga menyebut-nyebut kebudayaan atom. Beberapa orang menyatakan, bahwa dengan terbongkarnya rahsia atom ini, maka manusia telah berhasil membongkar rahsia hidup. “Kunci penghidupan alam telah di tangan manusial” teriak mereka, dan orang membayangkan dunia, penghidupan dan kebudayaan manusia yang baru dalam “Abad Atom”. Dikala itu seakan-akan seluruh kesulitan-kesulitan kemanusiaan akan bisa dihilangkan oleh “rahsia atom” yang telah dipegang oleh manusia. Kemelaratan, kelaparan, kesengsaraan, segala macam kesukaran manusia, akan bisa hilang, dan dengan “tenaga atom”, maka manusia akan mencapai tingkat hidup yang jauh lebih maju. Saya masih ingat mendengar komentar-komentar dari radio Amerika yang menyebut-nyebut rencana membikin daerah-daerah kutub Utara bisa didiami manusia dengan menghancurkan es yang bertumpuk-tumpuk berabad-abad di sana dengan ledakan-ledakan bom atom, rencana untuk mengairi gurun Sahara dengan membikin terusan-terusan yang digali dengan tenaga atom.
Dunia menghadapi peradaban baru, peradaban atom, teriak orang-orang yang mabuk dengan bayangan-bayangan yang indah berkilau-kilau yang ditimbulkan oleh mengingatkan kemungkinan-kemungkinan yang dibuka oleh rahsia atom yang telah dipecahkan oleh manusia itu. Tetapi apakah yang teryadi sebenarnya? Tidak ada sebuah juga impian manusia itu yang tercapai. Masih saja perhubungan bangsa-bangsa di dunia dikuasai oleh anasir-anasir yang menguasainya sebelum manusia memecahkan rahsia atom. Malahan sebaliknya, dengan adanya senjata atom ini, maka anasir-anasir itu bertambah kuat kedudukannya bagi pihak yang mempunyai bom atom. Dan sekarang Rusia telah mempunyai bom atom sendiri. Amat banyak timbul pertanyaan, apakah yang teryadi sekarang? Sebenarnya kita tidak perlu terlalu menyakitkan kepala bertanya-tanya apakah yang teryadi sekarang, setelah Rusia dan Amerika sama-sama mempunyai senjata atom. Sebenarnya arti militer bom atom itu terlalu dibesar-besarkan dan dilebih-lebihkan. Ahli-Ahli militer negara-negara besar sekarang berpendapat, bahwa tenaga atom saja tidak bisa memberikan keputusan siapa yang menang perang. Tidak lama setelah diumumkan Rusia telah mempunyai bom atom, beberapa orang ahli militer Inggeris menerangkan, bahwa mereka yadi kota London dapat menahan serangan bom atom. Keterangan ini mungkin diluarkan untuk menyenangkan hati rakyat Inggeris yang mengetahui, bahwa Inggeris belum mempunyai bom atom. Meskipun demikian, masih dapat juga kita tinjau kedudukan bom atom ini sebagai senjata militer dari sudut kedudukan gas beracun. Dalam perang dunia yang lalu orang Jerma mempunyai persediaan gas beracun yang amat banyak, tetapi tidak berani memakainya, karena takut akibat bagi rakyatnya sendiri, jika Serikat membalas dengan gas racun pula. Apalagi, dengan adanya senjata rahsia baru yang lebih hebat lagi dari bom atom, seperti perang memakai kuman penyakit, maka sesungguhnyalah arti militer bom atom itu dapat kita letakkan pada tempatnya yang sepantasnya. Sesungguhnyalah tenaga atom dapat dipergunakan untuk membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih kaya bagi penghidupan kemanusiaan di dunia. Tetapi selama manusia Barat hanya berpikir dalam lingkungan konflik lawan konflik, kuasa lawan kuasa, dan kata-kata kemanusiaan, seperti kehormatan manusia, kemerdekaan manusia, dsb., hanya dipakai sebagai semboyan kosong saja, maka kunci rahsia alam yang di tangan manusia sekarang tidaklah akan memberikan kebahagiaan kepada peri kemanusiaan, dan sebaliknya ikut menjadi salah sebuah senjata untuk meruntuhkan peradaban manusia sendiri. Pada tanggal 24 Oktober ini semua negara-negara anggota PBB merayakan Hari PBB, United Naitons‘ Day, ulang tahun keempat dari organisasi PBB. Selama hidupnya PBB telah mengalami bermacam-macam krisis. Tetapi krisis yang dihadapinya sekarang ini adalah krisis yang paling besar. PBB didirikan terutama sekali dengan maksud untuk memelihara perdamaian di atas dunia ini. Dewasa ini dia telah berhasil atau separoh berhasil untuk mencegah peperangan di Indonesia.
Kashmir, dan mengamat-amati keadan di Korea, Yunani dan di Palestina. Selain dari itu hasil-hasil yang nyata yang telah dijalankan oleh PBB yalah mengenai pemberian pertolongan pada manusia yang sengsara, makanan, obat dan pakayan bagi orang-orang pelarian yang berjuta-juta jumlahnya di Eropah, bantuan obat-obatan dan makanan bagi kanak-kanak di seluruh penjuru dunia, mengatur pekerjaan bersama antara bangsa-bangsa dalam lapangan ekonomi, keuangan, perdagangan, kebudayaan, dsb. Dijalankan dengan kemauan dan kejujurian yang sungguh-sungguh, maka PBB telah menundukukkan banyak hasil-hasil kerja-sama bangsa-bangsa di dunia ini yang bermanfaat.
Karena itulah pula kita merasa menyesal sekali, melihat PBB menghadapi krisis yang hebat ketika waktu hendak merayakan umurnya yang empat tahun ini. Pertentangan yang tajam timbul sekarang di General Assembly PBB yang bersidang di Lake Success mengenai keanggotaan Yugoslavia dan Cekoslavakia untuk Dewan Keamanan. Yugoslavia disokong oleh Amerika c.s. sedang Cekoslavakia disokong oleh Rusia c.s. Rusia telah mengancam, bahwa akan timbul konsekwensi-konsekwensi yang tidak enak bagi PBB, jika Yugoslavia yang terpilih: Malahan dilaporkan pula, bahwa Rusia mengancam akan keluar dari PBB, jika Dewan memilih Yugoslavia. Jika sampai Rusia keluar dari PBB, maka akan hilanglah pula sebuah lagi impian peri kemanusiaan untuk mengadakan organisasi persaudaraan manusia di dunia. Dalam hubungan semua yang diterangkan di atas itu, maka sampailah kita sekarang pada janji saya dalam Indonesia nomor yang, lalu untuk menguraikan tentang aliran-aliran pikiran baru di Asia. Setelah perang dunia berakhir, dan ketika India telah dekat kepada kemerdekaannya, maka kita jelas dapat melihat percobaan India untuk merebut kedudukan sebagai pemimpin Asia. Hasrat ini jelas keluar dalam Konperensi Inter-Asia yang pertama, ketika pemuka-pemuka India yang terlalu enthousias sampai menyebut-nyebut “India, Ibu Asia”, “Ibu India Memanggil Anak-Anaknya Bangsa-Bangsa Asia”, dsb. Bahwa kebudayaan negara-negara Asia sesungguhnya banyak berasal dari India, tidaklah hendak kita mungkiri, malahan sebaliknya dataplah kita berbangga dengan perhubungan yang jauh berarak berabad yang lampau itu. Tetapi kegemilangan masa lalu saja tidak cukup untuk mendukung cita-cita yang besar. Untuk masa sekarang diperlukan potensi masa sekarang pula. Akhirnya India juga insyaf akan kenyataan ini. Nehru sendiri berkali-kali menerangkan (rasanya dengan maksud untuk menghilangkan kesan-kesan yang kurang baik tentang maksud-maksud India yang timbul selama Konperensi Inter-Asia itu), bahwa India sama sekali tidak mempunyai aspirasi untuk menjadi pemimpin Asia, tetapi ingin bekerja bersama-sama serapat-rapatnya dengan bangsa-bangsa Asia lain untuk membangunkan Asia kembali.
Sesungguhnya bagi Manusia Timur adalah lebih mudah untuk
DUNIA KITA berpikir dengan memakai pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan dan rasa-rasa manusia. Dalam nomor Indonesia yang lalu saya berdanji akan menguraikan aliran pikiran-pikiran baru yang timbul di Asia sekarang ini. Sebagai permulaan saya hendak mengadak pembaca memikirkan dan mempertimbangkan suatu sintese yang dewasa ini sedang dipraktikkan oleh Presiden Ho Khi Minh dengan bangsanya. Seorang sahabat pernah bertanya pada Ho Khi Minh: “Apakah paham politikmu? Dan Ho Khi Minh menjawab: ”Yang baik dalam ajaran Kong Hu-cu yalal pengertian kebadiyikan pribadi tiap-tiap manusia, dalam agama Kristen yaitu semangat sifat dermawan manusia yang dikandungnya, dalam Marxisme yaitu cara bekerja yang dialektis, dan dalam ajaran Sun Yat-sen yalal politiknyia yang bisa disesuaikan dengan negerinya. Bukankah Kong-Hu Cu, Nabi Isa, Karl Marx dan Dr Sun Yat-sen sama-sama menghendaki kebahagiaan tiap-tiap manusia dan kesejahteraan masyarakat? Jika mereka semua dewasa ini hidup, saya yakin, bahwa mereka akan sesuai sekali dan bersahabat karib.“
Dan Ho Khi Minh mengunci filsafat hidupnya:
Nasionalisme, yalal Kemerdekaan Nasonal Demokrasi, yalal Kemerdekaan Untuk Rakyat Sosialisme, Perbaikan penghidupan dan kemakmuran rakyat.
Barangkali dalam kesederhanaan filsafat ini terkandung kebenaran abadi yang dicari-cari manusia dalam kata-kata dan teori-teori yang pelik-pelik.
MOCHTAR LUBIS
19 October, 1949.
CC BY-SA 4.0
Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan CC BY-SA 4.0 ini hadir untuk membuka kemungkinan.
E-book ini merupakan hasil digitalisasi dan penyuntingan, tanpa klaim kepemilikan atas materi aslinya.
Seluruh kontribusi dalam edisi ini—termasuk digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—dilepaskan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).
Pemegang hak cipta atas materi dalam e-book ini yang keberatan atas penggunaannya dipersilakan menghubungi masasilam.com untuk peninjauan lebih lanjut.
Upaya ini dilakukan semata-mata demi memperkaya khazanah literasi, mendukung pelestarian, dan membuka akses seluas-luasnya agar isi dalam e-book ini dapat dibaca, dinikmati, sekaligus dipelajari.