Baca PDF (OCR): Api Kartini (1959) No. 7

28 halaman · 28 halaman diproses dengan OCR· 64577 ms

Daftar isi
  1. ApiKartin
  2. API KARTINI
  3. Surat dari Redaksi
  4. Ibu tjinta kasih merpati 2
  5. Hari Ibu 22 Desember 3
  6. Hadiah untuk Ibu …………………………… 5
  7. Kepertjajaan …………………… 8
  8. Taman Pendidikan anak2 9
  9. Membuat tjelana putera. 18
  10. SURAT
  11. DAR!
  12. REDAKSI
  13. Para pengasuh "Api Kartini" mengutjapkan
  14. Selamat Hari Natal dan Tahun Baril
  15. Ejintakasih
  16. Merpati
  17. 22 Desember
  18. HARI IBU
  19. I. Pada hari jaug bersedjarah ini kami ingin
  20. II. Masalah Sandang Pangan bagi Bangsa In-
  21. galan karena tidak di blueprintkan. Selama ini
  22. jang melahirkan dualisme2. Hal ini tidak kita
  23. Hadiah untuk 9bu
  24. Doos bersulam darł kain jang indah
  25. Kepertjajaan
  26. Jono memasuki kamar praktek dokter.
  27. Mula2 ia ingin tahu kemana mereka pergi. "Ke dok.
  28. "Tidak, kau tidak sakt, Dan dokter akan memberi-
  29. kan kau suntikan untuk mendjaga supaja kau ridak
  30. an jang rak dapat dihmndari : "Apa disuntik itu sakit?"
  31. Mereka toh sudah dalam perdjalanan. Kembali ten-
  32. (oleh pembantu A.K.)
  33. Achirnja pintu dibuka: Giliírannja Jono, Inilah wak_
  34. tunja mendjadi anak jang berani. Ia melangkah kede-
  35. pan dan. "saja mau disuntik!" katanja. Dokter
  36. jang berpakaian putih itu tersenjum melihat keberaní.
  37. annja dan mulai memegang alat2nja jang berkilau.
  38. TAMAN PENDIDIKAN ANAK2
  39. Nj. S. SOENOKO
  40. Senjum Sepakat
  41. MEMBELA PERDAMAIAN
  42. BERAR1I
  43. MEMBELA HARIDEPANNJA
  44. Lindungilah aku terhadap sendjata2 nuklir !
  45. TAK ada kiranja seorang Ibu jang tidak
  46. Wanita Indonesia tidak mau ketinggalan da-
  47. jang diadakan pada tg. 11 Desember ini di
  48. Pada banjak kesempatan sebelumnja, wanita Indonesia sudah menundjukkan tanggung dja- wabnja terhadap haridepan anak²nja dengan
  49. kirim kepada pemerintah2 negara2 Besar mau- pun kepada PBB.
  50. PBB untuk memperkuat resolusi negara2 kelom-
  51. kad mau diteruskan dalam bulan Maret th. 1960.
  52. mi keselamatan dan kebahagiaan turun-temurun
  53. BELINDJANGAN
  54. Wanita Amerika Latin
  55. Membela Kehidupan (S. Djin)
  56. 废源和0,小
  57. Membuat tjelana Putera
  58. 2xpinggang (2 cm) itu supaja dipotong, sebab nan-
  59. Mendjelang Hari Natal dan
  60. Eahun Baru
  61. BERITA DARI SANA SINI
  62. 2. Kerusakan² jang ditimbulkan
  63. jat jang mendapat undangan untuk
  64. Wawantiara
  65. Pengaouh Lembaran Wanita RRI
  66. BABU MINAH
  67. SIAPA MENJUSUI
  68. Termasuk Gerakan Landang-Pangan
  69. Membina Kebudajaan Nasional
  70. Buto 9dja Tertangkap
  71. PENGURUS JAJASAN MELATI
  72. Mengutjapkan selamat berkenaan dengan
  73. Hari Natal dan Jahun Baru 1960
  74. DPP GERWANI
  75. Lelamat Hari Natal
  76. Lelamat Tahun Baru
  77. POLIKLINIK MELATI
  78. Jajasan Melati
  79. di Matraman Raya 51
  80. ,WANITA SEDUNIA"
  81. YALE

No. 7 Th. 1 Desember 1959

ApiKartin

Penerdit : Jajasan Melati Matraman Rayá 51, Djakarta Terbit sebulan sekali

API KARTINI

Redaksi : Maasje Siwi, S. Asijah, Darmini, Parjani Pradono Penanggungdjauab : Maasje Siwi

Pembantu2 :

S.K. Trimurti, Rukiah Kertapati,
Sugiarti Siswadi, Mr. Trees Sunito, Sulami, Rukmi B. Resobowo, Sar- tini, Sulistyowarni, Sutarni, Siti Suratih, Sudjinah Iustrator :

W. Nirahuwa
Alamat Redaksi : Matraman Raya 51, Djakarta Tilp. : Djtn 753

Alamat Administrasi : Kramat V/7, Djakarta Tilp. : Gb 4430

Uang langganan : setahun Rp. 37.— enam bulan .”19.,—

10.—
tigabulan

4.—
etjeran per ex. ... Api Kartini menerima karangen darí luar, dari siapa sadja jang me- naruh minat, Karangan harus ditik diatas kertas jang tidak timbalbalik, karangan jang tidak dimuat dapat dikirim kembali apabila disertai dengan perangko.

ISI

hal.

Surat dari Redaksi

Ibu tjinta kasih merpati 2
Hari Ibu 22 Desember 3
Hadiah untuk Ibu …………………………… 5

Kepertjajaan …………………… 8

Taman Pendidikan anak2 9

Membela Perdamaian berartí membela haridepannja ………………… 11

Wanita Amerika Latin membela kehidupan... 16

Membuat tjelana putera. 18

Mendjelang Hari Natal dan Tahun Baru..... 19

Berita dari sana sini/Djawaban Redaksí ..... 20

Wawantjara dengan pengasuh
Lembaran Wanita RRI .......

Tarip iklan : 1 pagina Rp. 600.— ½ pagina 400.—

250.—
½ pagina 1/ pagina 150.—

Kontrak: 6 × muat, rabat 10% 12 × muat, rabat 15%

Keterangan gambar kulit muka : Tanggung djawab Ibu sebagai pemberi kehidupan, pe, ngasuh dan pembimbing auakznja adalah berat tetapi mulia.

Foto : J.A. Waworuntu.

Gambar kulit uka No. 6: Bunga teratai

Foto Deppen

SURAT

DAR!

REDAKSI

Para pembatja jang budiman,

Api Kartini" nomer terachir tahun ini mengadjak paru pembatja sedjenak memperingati suatu peristiwa penting bagi kaum Íbu Indonesia ialah saat ketika untuk pertama kalınja ter- galang persatuan antara berbagai perkumpulan wanita di Ind, nesia. Peristiwa ini terdjadi di Jogjakarta pada tgl. 22 Desember 1928, jang hingga kini telah mendjadi tradisi kita untuk meraja- kannja sebagai HARI IBU.

Semangat persatuan untuk mempertahankan hak2 wanita dan membela hak2 anak2, untuk menjempurnakan kemerdekaan tanahair dan memperdjuangkan perdamaian dunia, harus men- djiwai gerakan wanita kita, djustru pada saat seperti sekarang ini dimana bangsa kita menghadapi suatu tugas nasional ialan pelaksanaan Manifesto Politik Presiden Sukarno, dimana kaurn wanta memegang peranan jang tidak kurang pula pentingnja. Semangat persatuan jang terkanding dalam Hari Ibu harus kita gali sedalam-dalamnja setiap kita memperingati Hari bersedja- rah tersebut untuk selandjutnja kita miliki dan kita pergunakan dalam melaksanakan tugas nasional kita diatas. Idee persatuan untuk mentjapai tudjuan bersama ini lahir pada tgl. 22 Desember 1928, dan tradisi baik ini wadjib kita pupuk seterusnja.

Selain itu, selajaknja pula Hari Ibu dirajakan untuk meng- hormati djasa kaum Ibu umumnja, jang berperanan penting dalam keluarga dan masjarakat, jang dengan serta-merta men- tjurahkan dan mengorbankan seluruh hidupnja untuk kepen tingan keluarga dan terutama anak2nja, pendukung2 haridepan masjarakat kita., Maka tidak berkelebih-lebihanlah kiranja bila kita méngandjurkan kepada anak2 dan para suami — kaum Bu- pak —, hendaknjà mereka nanti pada Hari Ibu dengan se-ichlas2- nja mau menjampaikan sesuatu tanda penghargaan dan penghor- matan kepada ibunja, kepada isterinja.

Dan achirnja, Api Kartini" mengadjak para pembatja jang budiman untuk menjampaikan hormat sedalam-dalamnja kepada kaum Ibu jang telah berdjasa dan mengorbankan putra-putrinja untuk perdjuangan kemerdekaan tanahair kita, untuk demokrasi dan perdamaian.

Para pengasuh "Api Kartini" mengutjapkan

Selamat Hari Natal dan Tahun Baril

Ibu 1

Ejintakasih

Merpati

Ibu legariang melahirkan kelahiran lara terabai, hanja mengenal nikmat memeluktjium anaksajang intanesok. Dengan segar ibu djauh memandang tjintakasih merpati mengangkasa tinggi sambar-menjambar mengepak-ngepak saja damai bagi keajaman anak damai bagi ketentraman ajah damai bagi keamanan ibu, zaman merpati sembahan kekidupan.

Ibu muram karena merpati tjintakasih ibu dikedjar, diburu setanhantu ledakantjoba bomatom jang meremas segala tunas bomhidrogin menumpas segala jang bebas menjebar tangis membandjir, ibu merintihpedih ajah mebatangkara anak mejatimpiatu, dukaderita bukan sembahan kehidupan.

Ibu' mengusap tetes airmata, membentak marah, djangan kami dibikinkan halaman kami sendiri pembikin halaman sedjarah keperwiraan djuangibu melawan keganasan penumpas tunas mempertahankan tjintakasih merpati mengitjaukan damai bahagiasedjahtera, zaman merpati sembahan kehidupan

Mira

22 Desember

HARI IBU

Wawantjara dengan Ibu Surjadarma

  1. Berhubung dengan peringatan Hari Ibu jad., apakah pesan2 Ibu Surjadarma sebagai seorang ibu jang berpengalaman dalam perdjuangan wan'ta, perdamaian dan pendidikan anak2?.
  2. Bagaimana pendapat Ibu Surjadarma tentang pelaksanaan program sandang pangan. Pertanjaan ini kamí adjukan berdasarkan kenjata- an makin naíknja harga2 kebutuhan se-hari2 jang per-tama2 dirasa- kan oleh kaum ibu dan wanita rumahtangga.
  3. Bagaimana pendapat Ibu tentang pendidikan anak2 kita sekarang, dihubungkan dengan komando Presiden untuk kembali kepada kebu. dajaan nasional dan menentang segala kebudajaan asngjang merusak.
    pat bergembira sesuka hatinja, djmana toko2 pasar penuh dengan sandang-pangan jang dapat dibeli oleh kaum Ibu dari seluruh lapisan masjarakat, dimana rumah merupakan tempat ber- naung jang wadjar, dimana hidup lebih berarti daripada rentetan usaha mentjari nafkah sadja dari lahir sampai maut. Kaum ibu berkepentingan, bahwa hidup merupakan Njanjian Bersama jang mesra. Memperi- ngati Hari Ibu tiap tahun berarti tiap tahun mempertinggi taraf perdjuangan: dari perdjuangan wanita chusus kearah perdjuangan sosial (masjarakat), kearah perdjuangan kemanusiaan.

I. Pada hari jaug bersedjarah ini kami ingin

menjerukan kepaa kaum Íbu diseluruh Tanahair untuk menjedari kembali akan tugas jang diberikan kepadanja oleh sedjarah jaitu: menje- lenggarakan masjarakat jang adil dan makmur untuk seluruh Bangsa Indonesia dan mentjip- takan dunia jang bahagia untuk seluruh umat manusia. Jang satu merupakan perdjuangan ke- bangsaan, jang lain merupakan perdjuangan kemanusiaan. Satu dengan lain tak dapat dipisah- pisahkan melainkan djalin-mendjalin. Dalam me- ngerahkan tenaga untuk menghadapi tugas ke- bangsaan itu hendaknja dipupuk iklim jang se- baik-baiknja untuk membangkitkan inisiatif dan kegiatan2 jang luarbiasa, jang berseribu-satu- muka. Iklim ini hendaknja didasarkan atas pe- ngertian, kemauan baik dan pertjaja-mempertja- jai jang memberikan ruangan kepada semua kegiatan jang menguntungkan Bangsa dan Tanahair. Sudah tjukup banjak kerusakan kita derita sebagai akibat perang dingin jang selama ini berketjamuk diseluruh dunia dan meliputi udara Tanahair kita pula. Pada hakekatnja kaum Ibu diseluruh dunia, pun ditanahair tidak berkepentingan perangdingin ini, jang hanja merusak hu- bungan manusia dan manusia, menghambat pem- bangunan dan kemadjuan terutama dibenua Asia dan Afrika dengan tidak memberikan keuntungan suatu apapun. Kaum ibu berkepentingan suatu masjarakat jang tenang, adil dan sedjahtera, dimana anak dengan tentram dapat masuk sekolah, dan da-

II. Masalah Sandang Pangan bagi Bangsa In-

donesia adalah suatu masalah jang harus dipe- tjahkan setjara integral. Ini memerlukan suatu blueprint, pola jang tegas, jang meliputi semua bidang kehidupan dimana garis2 besar diletakkan untuk mewudjudkan suatu masjarakat adil dan makmur. Semua tindakan (insidentil) jang tidak djalin mendjalin akan merupakan usaha tambalsulam belaka. Semasa Kabinet Karya telah dilahirkan suatu ide jang baik, jang mengandung hidup sederha- na dan penjederhanaan dalam segala lapangan kehidupan, jang sebenarnja dapat dipakai sebagai suatu djembatan untuk menudju masjarakat adil dan makmur, akan tetapi mengalami kega-

galan karena tidak di blueprintkan. Selama ini

kita mengenal bermatjam-matjam gerakan, gerakan kerdjabakti, gerakan bertjotjok tanam, gerakan kebersihan, nasional dsb. Semua gerakan tidak membekas karena didjalankan setjara insi- dentil dan tidak teratur. Kita harus mentjari dja- lan untuk mengembalikan usaha2 ini kepada suatu kelompok (penduduk) jang seketjil-ketjilnja didalam masjarakat jang dapat mengorganisasi dan melaksanakan usaha2 jang bermanfaat itu setjara terus-menerus dengan adanja pengawas- an jang sepenuhnja. Kelompok (penduduk) telah ada, hanja belum diberikan arti sewadjarnja, jaitu Rukuntetangga. Rukuntetangga ini ha kita dinamisir dan reorganisasi se-baik²nja untuk mendjalankan Gerakan Hidup Baru itu, untuk memetjahkan bersama bermatjam-matjam persoalan dalam masjarakat setjara kontinu. Misalnja tiap² Rukuntetangga dapat diberikan pertanggungandjawab akan kebersihan daerah sekitar, akan distribusi bahan² pokok, akan ke- sehatan penduduk, akan keadaan fakir miskin- nja, crossboysnia dsbnja. Dengan ini pula kita letakkan kembali dasar hidup gotongrojong (ter- utama di kota2 besar) jang merupakan sendi utama dari masjarakat adil dap makmur.

Kaum Ibu dapat mendjalankan. peránan jang penting dalam kegiatan ini karena merasa ber- kepentingan akan keselamatan rumahtangganja. Ia akan mendjadi motor dari community ketjil itu, penggerak, penjelenggara, pengawas usahaz jang bermanfaat. Semua tenaga merupakan tenaga sukarela, jang akan merupakan penjeder- hanaan jang mutlak bagi keuangan negara. Karena selama ini djutaan uang dihambur untuk gerakan² jang tidak membekas itu.

Kita mengharapkan usaha Pemerintah kearah itu, tidak sebagian sembojan jang mendjulang tinggi, melainkan sebagai djerih pajah jang langkah demi langkah mendjelmakan usaha2 bersama jang bermanfaat.

★ III. Tiap pentjinta Tanahair akan menjambut dengan gembira komando Presiden jang bermak- sud untuk mengembalikan kepribadian Indonesia kepada bangsa Indonesia. Tiga setengah abad pendjadjahan telah lalu, akan tetapi adalah suatu realitet bahwa djiwa bangsa Indonesia telah menderita kerusakan2 karenanja, jang sampai sekarang belum pulih. Sebagian besar kerusakan terdiri dari tidak/atau kurang adanja hargadiri jang menimbulkan kom- pleks2 negatif jang merugikan dan keretakan

jang melahirkan dualisme2. Hal ini tidak kita

ingin terulang kembali pada generasi baru karena untuk menghadapi Pembangunan Raksasa di- perlukan suatu bangsa jang utuh djiwanja. Dasar harus kita letakkan pada djiwa anak dan ini memerlukan perlengkapan2 jang sesuai dengan tudjuan tersebut, baik rochaniah maupun djas- maniah. Adalah tugas generasi sekarang, kaum Ibu-dan Bapak, untuk mempersiapkan perlengkapan itu. Dari persiapan inilah akan tergantung sukses tidaknja pemulihan djiwa bangsa Indonesia jang luka dan retak itu dikemudian hari. Hal ini tidak dapat kita serahkan kepada alam fikir- an liberal dalam konstelasi dunia sekarang, karena akan hanja mengakibatkan "the survival of the fitted," sadja. Suatu hal jang berbahaja dan riskant mengingat kita baru timbul dari tiga setengah abad pendjadjahan. Adalah bidjaksana apabila Pemerintah mengadjak seluruh masjarakat untuk bersama-sama dengan penuh keja- kinan melaksanakan komando Bung Karno ini guna keselamatan hari kemudian anak2 kita sendiri, sehingga unsur "paksaan" samasekali tidak terfikir. Disamping itu Pemerintah harus tc menerus mendorong, menstimulir usaha kebuda- jaan nasional tidak hanja dengan kata2 sadja melainkan dengan perbuatan2 jang konkrit. Pada dewasa ini sebagian anak2, pemuda pemudi untuk sementara menderita karena "omschakel- ing" ini, akan tetapi kami jakin bahwa kemudian mereka akan bergembira kembali akan tetapi dalam "bahasanja" sendiri. Dan ini akan merupakan keuntungan jang besar bagi perkembang- an masjarakat Indonesia.

Hadiah untuk 9bu

Hari Ibu adalah sekali tiap tahun. Ibu penjajang, pengasuh keluarganja, pemelihara rumahtangga dan dalam masjarakal kita seringkali pula pentjari nafkah. Ibu jang tanpa kenal leluh, setiap saat siap sedia memenuhi panggilan dan permintaan ke. luarganja sampai se-ketjil2nja. Alangkah gembira dan bahagia. nja Ibu, apabila pada Hari Ibu, anak2 dan Bapak memberi per- hatian chusus dengan menjediakan sesuatu tanda terimakasıh bagi djasa2 Ibu itu. Maka untuk męmbantu anak2 dan kaun Bapak dengan beberapa fikiran sadja, dibawah ini kami berikan beberapa tjontoh jang kiranja dapat dibuat atau dibeli.

  1. Jang pertama adalah sebuah dos
    untuk tempat Ibu menjimpan peniti, dja rum, benang, kantjing, dll. keperluan djahit. Atau dapat pula sebagai penjim- pan tusuk konde, harnal, tjemarà kalau dibuat agak besar, atau kalau Ibu mem punjai beberapa hiasan dapat pula dibuat tempat hiasan. Mula2 ambillah karton jang tidak ter- lalu tebal dan guntinglah 2 lingkaran berapa besar menurut kesukaan saudara masing2, dua lingkaran itu ialah satu untuk dašarnja dan satu lainnja untuk penutupnja jang harus kita gunting lebih besar sedikit daripada dasarnja. Sekarang kita menggunting lagi satu persegi pandjang untuk menutup tepinja diukur persis dengan besarnja lingkaran tadi, dalamnja dos dapat saudara kira2 sen- diri. Begitu djuga untuk membuat tepi pada tutupnja kita menggunting lebih tipis dan tidak perlu memenuhi ling- karannja, kurangi sedikit supaja lebil gampang menutupnja dan pada udjung- nja bikinlah membulat (Lihat tjontoh): Sekarang un'tuk menjelesaikan dos ini kita membutuhkan dua matjam sisa kain ialah: satu untuk luarnja dan satu untuk luarnja dan satu untuk voeringnja (bagian dalamnja), untuk bagian luarnja tentu kita pilih kain jang lebih bagus mi- salnja; sepotong kain beludru atau satin boleh djuga, lainnja dengan voeringnja jang tjotjok. Setelah kain digunting me-

nurut pola2 dari karton tadi dengan di tambah untuk djahitan lalu djahitlah kain luar dan voeringnja dan pasanglahı kartonnja didalam. Setelah selesai se- muá bagian2 dari karton tadi dan sekarang dapat dipasang dari tepi dan dasarnja dengan didjahit dari luar (over- hands) pakai dengan tangan, begitu djuga membuat tutupnja. Djika dos ini akan disulam, sulamlah sebelum didja- 1 hit:

ま王

Doos bersulam darł kain jang indah

  1. Jang kedua adalah alas piring dan serbet, jang dengan
    sulaman sederhana tetapi menarik akan mendapat tempat jang baik. Bahan untuk alas piring dan serbet kita pergunakan kain lena jang halus atau blatju. Untuk alas-piring, ukurannja 46 X 60 cm sedang untuk serbetnja 43 X 43 cm., dan benang-sulam jang berwarna putih.

Gambar disamping ini menundjukkan dari pinggiran se- luruhnja. Digambar dengan kertas karbon diatas kainnja 9 cm. dari bawali. Disulam dengan tusuk-rantai (kettingsteek) dan benangnja rangkap, hanja diatas garis2nja sadja. Alas-piring dan serbet ini dikelim dengan openzoom lebarnja 3 cm.

  1. Jang ketiga ialah sebuah sabuk un-
    tuk bebe. Bahannja dapat saudara pilih sendiri misalnja: linen, katun, kain ba- gor, setagen Bali akan menarik djuga; dll. Untuk voeringnja dapat kita pakai kain keras (ini sedikit susah tjarinja dan agak mahal harganja), atau dapat djuga dari bekas taplak medja dari plastik jang tebal. Ukurlah pinggang saudara dan tambahlah beberapa cm untuk over- slag"-nja. Bagian dalamnja boleh pakai kain lain jang polos. Lalu djahitlah ber- sama bagian luar dan dalamnja dan ba- liklah, sekarang pasanglah kain keras atau plastiknja jang telah digunting me- nurut model, dan achirnja gesper dipa- sang dan didjahit. Gespernja dapat beli ditoko. Sabuk bebe dari linen

UNTUK JANTO DAN TATI

Tjontoh2 diatas ini kiranja adalah puteri Ibu jang sudah agak besar. Tetapi Janto dan Tati jang baru berumur 4 dan 5 tahun fikirannja ingin djuga menundjukkan kasihsajangnja jang chusus kepada Ibu pada hari itu. Maka kiranja kepandaian jang didapatnja dari Taman Kanak2 bisa pula digunakan disini. Sebuah rangka atau les potret dengan mudah dapat dibuat dari guntingan2 kertas jang kemu- dian diberi warna dan ditempelkan atas karton. Guntingan2 kertas ini dapatlah dibuat seperli tjontoh disini. Diatas karton sebelumnja ditempelkan kerțas putih bersih.

UNTUK DIDI DAN BAPAK

Si Didi jang belum mampu membuat apa2, maklum ia baru berumur 3 tahun dan djuga Bapak jang seringkali terlalu banjak pekerdjaan diluar rumah, kiranja bisa berkomplot" dan membelikan Ibu sesuatu jang praktis, jang ada gunanja untuk dipakai setiap hari atau boleh djuga sesuatu untuk memenuhi selera Ibu. Ba- rangnja tak usah besar, umpamanja bisa sabun mandi, tusuk konde, selendang atau giwang sederhana, tetapi dapat pula sebuah pot tanam2- an ketjil, berbunga ataupun tidak jang sekaligus dapat menjemarakkan ruangan makanı atau du- duk, jang se-hari2nja dibawah pemeliharaan Ibu. Dan bagi anak2 jang sudah lebih besar, laki maupun wanita pada hari IBU dapatlah kiranja menundjukka: tjintanja dengan membantu Ibu, lebih daripada biasanja, untuk meringankan pe- kerdjaannja dirumah. Demikianlah hanja beberapa fikiran sadja. Kasihsajang anak2 dan Bapak terhadap Ibu memang dapat dinjatakan dengan banjak bentuk dan pada Hari Ibu dengan bentuk jang chusus hendaknja.

Kepertjajaan

"Saja mau disuntik" — dengan kata2 jang berani ini

Jono memasuki kamar praktek dokter.

Setiap ahun ibunja membawanja ke dokter untuk mendapatkan suntikan guna mentjegah berbagai ma- tjam penjakit menular jang berbahaja. Kali ini Jono sudah tjukup tua untuk bertanja ma. tjam2 tentang kepergiannja ke dokter.

Mula2 ia ingin tahu kemana mereka pergi. "Ke dok.

ter". Sekarang ia ingin tahu mengapa, Ia toh tidak sakit ?

"Tidak, kau tidak sakt, Dan dokter akan memberi-

kan kau suntikan untuk mendjaga supaja kau ridak

sakit". Sementara diam. Kemudjan keluarlah pertanja.

an jang rak dapat dihmndari : "Apa disuntik itu sakit?"

"Ja", djawab ibunja setjara berterus terang. "Sakit sedkit". Ini tidak mengenakkan Jono. "Sája tidak mau!" "Tetape harus" kata ibunja tenang.

Mereka toh sudah dalam perdjalanan. Kembali ten-

tu tak mungkìn, ini Jono tahu benar. Apa sekarang ? Menangis ? Ini tidak akan menolong, dan Jono tahu pula. Sungguh aneh, bahwa ial harus dapat mengatasi semua ini. Bersama-sama dengan ibu, adalah suatu hi- buran! Tangan ketjil jang dingin merabai tangan ibunja. Jono mentjoba mengenal ngerinja bahaja. Bahaja jang dikenal tentu kurang daja mengantjamnja! Apa. kah sakit sekali?" Sekarang ibunja dapat menolong nja sedikit. "Ah, tidak, hanja sakit dan sebentar djuga

(oleh pembantu A.K.)

sudah hilang". Dan untuk sedikit menambah keberant- annja, ibunja menambahilean — sambil memegang tangan anaknjal jang dingin erat2 —! "Anak sebesar kau tidak akan merasa apa2". Seterusnja Jono diam. Ia tahu, bahwa ia tak dapat berbuat apa2. Dan ial mengambil keputusan: ia akan mendjadi anak jang besar! Suatu keputusan jang be. rani bagi manusia jang hanja berumur 3 tahun! Sambil menunggu dan melihat-lihat batjaan, Jono mendjadi lebih diam, dari biasanja, tangannja masih sadja merasa dingin. Kalau ada, anak didalam kamar jang menangis, ia melihat ibunja.

Achirnja pintu dibuka: Giliírannja Jono, Inilah wak_

tunja mendjadi anak jang berani. Ia melangkah kede-

pan dan. "saja mau disuntik!" katanja. Dokter

jang berpakaian putih itu tersenjum melihat keberaní.

annja dan mulai memegang alat2nja jang berkilau.

Tangan Jono jang dingin memegang tangan ibunja erat2, sebentar sadja ial mengaāuh wakru djarum jang pandjang diletakkan diatas tangannja. Kemudían sun- tikannja. dan sungguh, sebentar sudah tak mera. sa apa2 lagi! Jono tertawa, lega sekali. Ibunja segera mengusap dua tetesan airmata jang tak dapat disem- bunjikan dipipinja.. Sudah tentù dokter dikasih tangan. Ia sungguh pe. ramah. "Termakasih, dokter!" Bangga ia berdjalan melewati kamar-tunggu dimana mereka tadi duduk, dan kepada siapa jang memperhatikannja, ia katakan : "Saja telah disuntik!".

PERTANJAAN :

DJAWABAN:

PERTANJAAN :

DJAWABAN:

PERTANJAAN :

TAMAN PENDIDIKAN ANAK2

Anak saja umur empat tahun, tiap malam lidak dapat tidur nienjak. Sering ia terbangun tengah tidur, mendjerit-djerit seperli ada sesuatu jang ditakuti. Badan seluruhnja mendjadi penuh dengan keringat. Apakah jang harus saja perbuat, supaja anak dapat tidur dengan tenang?

Nj. S. SOENOKO

Kediri.

Memang benar, jang menjebabkan anak Njonja tidak dapat nje- njak itu adalah rasa takut. Usahakanlah untuk mengurangi rasa takutnja ini. Djangan sekali-kali kita bertjerita tentang hal2 jang mengerikan kepada anak. Misalnjatjerita tentang orang dipotong lehernja, ditjekek, bahwa didapur ada orang hitam jang tinggi besar, matanja tiga dsb. Maksud ibu bertjerita demikian iu kiranja supaja anak takut lalu mau lekas tidur. Anak karena 'takutnja, badannja basah, keluar keringat, lalu tidur djuga, tetapi tjerita2 ibu jang mengerikaın tadi meresap men- dalam disanubarinja, menekan otak si anak dan dia mendjadi anak jang selalu dalam ketakutan. Keliling atau lingkungan keluarga harus tenang, djanganlah Ibu suka membentak, berteriak, sebagai pendidik Ibu harus sabar. Djika anak Njonja berteriak-teriak ketakutan tengah tidur, dekatilah ia, pangkulah dia dan nialakan lampu supaja terang. Katakan padanja, bahwa tak ada apa2 jang perlu ditakuti. Dalam ia masih merasa takut, berilah ia minum dan gantilah pakaiannja jang basah kena keringat itu, supaja bisa tidur lagi-

Anak saja semendjak ia duduk diklas enam S.R. sekarang ini dihinggapi penjakit membatia". Djika ia sedang membatja lupa pada keadaan sekelilingnja, lupa pada peladjaran lain2nja, djika adik2nja mendekati di-bentak2 dan disakiti supaja mendjauhi. Jang saja tanjakan, suka membatja itu, baikkah atau tidak untuk anak2? Nj. MUNANDAR Bandung. Kebiasaan suka membatja itu adalah baik. Sebab dengan banjak membatja pengetahúannja bertambah. Tetapi kita djuga tidak boleh lupa melihat apa jang dibatjanja: Isi matjam2 batjaan itu ada jang baik urítuk anak2, dan tak sedikit pula buku2 jang isinja dapat me- rusak moral dan sama sekali tidak boleh dibatia anak kita. Kewa- djiban kita sebagai orangtua, ialah memeriksą buku2 batjaan anak kita ,dengan tjara jang bidjaksana, sehingga tidak mematikan ke- gemaran membatja anak kita, jang dasarnja baik.

Anak saja tahun ini genap 12 tahun umurnja. Mengapakah ia sekarang selalu menolak djika saja suruh membantu ini atau itu.
Padahal waktu ketjilnja ia seorang anak jang radjin, menurut .....
tapi sekarang mendadak mendjadi nakai. Apakah jang harus saja perbuat? Dipukulkah ? Nj. M. ICHWAN Djakarta,

DJAWABAN : Dalam menghadapi dan mendidik anak, kilta harus mengetahul apa Jang sedang mempengaruhi djiwa anak pada umur sekian itu. Putra Njonja ini agaknja sekarang setelah berumur 12 tahun meng. indjak masa tjalon pemuda", jaitu umur 12 — 15 tahun, dimana anak melagak sebagai orang dewasa, ia segan dikatakan sebagai anak2. Rasa jang mempengaruhi anak umur sekian itu ialah rasa malu jang tidak pada tempatnja (valse schaamte). Biasanja pemuda-ketjil kita ini mulai senang merokok meniru gaja bapaknja, ingin memakai tjelana pandjang, dsb. Djadi Ibu tidak perlu memukul día, bila dia membangkang djika disuruh membantu pekerdjaan Ibu. Dengan tuntunan, pimpinan jang sabar, anak itu dengan sendirinja merasai sendiri bahwa membangkang djika diperintah Ibu itu adalah keliru. Umpamanja anak tidak mau disuruh beli garam ke warung sebelah. Sekali waktu sebaiknja anak diadjak bersama-sama ajahnja pergi ke warung membeli pisang umpamanja. Pulangnja sindirlah ia : Wah, Nono sudah besar sih, tentu malu ja menentang (membawa) pisang, biarlah ajah sadja jang membawanja-" Ia sudah tentu akan mendjawab : Ach tidak, Pak, Nono sadja jang membawa." Dengan djalan demikian, dua kali tiga kali, rasa malu jang tidak pada tempatnja itu akan di bunuh" sendiri oleh tjalon pemuda kita.

Senjum Sepakat

MENU TANGGUN GBULAN

Bapak: Wah apa Bu jang kita makan siang ini? Perutku lapar benar, di kantor Pak Kepala marah2. Saptu si, pikirannja sudah di Puntjak. Pekerdjaan masih numpuk." Ibu: Ah, seperti biasa, Apa lupa kalau ini tang. gung bulan? Pendeknja hari ini ada ma- sakan istimewa. Sajur badju dengan kripik kemedja, tambah ikan asin merk tjelana." Bapak : Haaaa ? Ibu: Ja, kita masih untung ada barter jang belum dilarang. Nggak ada risiko devisen sih. Kau tahu Pak, Uang belandja kapan sudah habis. Nah untung ada badju anakmu si Neng jang sudah terlalu ketjil, kemedja- mu jang tidak berleher lagi dan tjelana pan- djangmu jang robek belakang dan kedua dengkulnja. Itulah jang menghasilkan sajur, kripik dan ikan asin goreng." Bapak: Eh, eh, pintar benar kau Bu, berhak mendapat pudjian pada tgl. 22 Desember nantl.

MEMBELA PERDAMAIAN

BERAR1I

MEMBELA HARIDEPANNJA

Lindungilah aku terhadap sendjata2 nuklir !

TAK ada kiranja seorang Ibu jang tidak

menginginkan anaknja senantiasa riang gembira dan bahagia. Setiap Ibu tentu seringkali mere- nungkan haridepan anaknja, seringkali mengim- pikan bahwa anaknja kelak pasti mendjadi "orang". Betapa banjak harapan2 jang tersimpul dalam kata sederhana ini. Untuk inilah Ibu dengan tak kenal lelah mem- banting tulang mengurus rumahtangga dan/atau mentjari nafkah. Untuk ini, Ibu seringkali tak mengedjapkan mata ber-malam2 apabila meng- hadapi anak terbentang. sakit, untuk ini Ibu atjapkali mengorbankan seribusatu kepentingan dirinja sendiri, agar dapat memenuhi kebutuhan2 anaknja. Setiap Ibu pula tidak akan tinggal di- am, bilamana anaknja dalam bahaja dan teran- tjam djiwanja. Sifat2 keibuan ini adalah universil, adalah sa- ma diseluruh dunia. Oleh karena itu pula, maka disemua benua, kaum ibu dan wanita jang me- njadari bahwa masih ada golongan2 jang ingin mentjetuskan perang dunia baru, telah bangkit dan bersatu dalam gerakan untuk membela perdamaian dunia. Selama beberapa tahun belakangan ini, suatu perdjuangan jang sengit telah berlangsung didunia kita antara jang membela perdamaian dan jang ingin melantjarkan perang. Kaum pengan- djur perang jang haus akan pertjektjokan dan pertentangan antara rakjat2 didunia, karena dari sinilah mereka hidup, telah dan masih terus meng-hambur²kan sedjumlah besar uang rakjat- nja untuk membuat sendjata2 jang ganas, jang

dalam sekedjap mata sadja dapat menghantjur- kan satu kota dengan segala isinja. Bom atom pertama jang didjatuhkan oleh Amerika Serikat diatas kota2 Hiroshima dan Nagasaki di Djepang, telah meninggalkan be- kas mautnja, jang sampai kinipun masih njata. Tidakkah sampai sekarangpun kita masih men- dengar tentang kematian2 'di Djepang, akibat radiasi atom dari letusan bom atom 14 tahun jang lalu? Betapa berita2 tentang akibatnja tidak mengerikan. Dengan sekaligus bom tsb. membunuh

247.000 manusia di Hiroshima. Korban2 lain jang tak terbunuh seketika itu, mendapat luka2, kulit muka dan lengan terbakar sedemikian ru- pa hingga mereka tidak dapat dikenal lagi. Pada sedjumlah wanita, bahkan motif kembang ba djunja se-akan2 di-tjap dan berbekas pada kulit punggungnja oleh suhu jang begitu tinggi jang ditimbulkan oleh bom tsb. Terdapat anak2 jang 8 tahun setelah letusan bom tsb, dengan se-konjong2 menderita sakit anaemie (kekurangan darah merah), jang ke- mudian hanja dapat hidup terus selama beberapa hari dengan mendapat transfusi darah, tetapi achirnja menemui adjal seraja mengeluarkan banjak darah dari mulut dan hidung. Sudahkah pengandjura perang puas dengan hasil pembuatan sendjata® pembunuh massal itu? Tidak, mereka bahkan masih berusaha menjem- purnakan daja membunuh dari sendjata2 itu, dengan menggunakan bahan2 jang lebih ganas dan mengerikan hasilnja, jalah apa jang kinì dikenal dengan nama bom hidrogin dan sendjataa nuklir pada umumnja. Sampai pada tahun jl. 1958 negara² besar jang memiliki sendjata2 nuklir itu, jalah Amerika Serikat, Inggris dan Unì Sovjet, telah mela- kukan pertjobaan2 bom² nuklirnja. Pembatja mungkin masih ingat bahwa pada tahun jang lalu Uni Sovjet setjara sepihak telah menghen- tikan pertjobaan² nuklir itu, dengan harapan agar diikuti oleh negara2 besar lainnja. Sajang sekalì bahwa hal ini tidak terdjadi, tetapi achirnja karena desakan² dari kekuatan² tjintadamai di berbagai dan banjak negeri terlaksana djuga Konperensi antara ketiga negara besar tsb. untuk mengachiri pertjobaan² bom nuklir, jalah konperensi jang sampai sekarang, masih berdjalan terus di Djenewa negeri Swiss.

Wanita2 muda Djepang inl sedang bersembahjang da lam geredja di Hiroshinia. Mereka telah kehllangan hak sotiap wanita untak melahirkan anak Radiasł atom telah membuatnja men djadi steril.

BAGAIMANAKAH BAHAJA NUKLIR ITU ?

Sedjumlah besar sardjana2 dari berbagai negeri telah melakukan penjelidikan tentang akibat2 jang ditimbulkan oleh pertjobaan² bom nuklir maupun tentang bahaja²nja apabila suatu perang atom meletus. Tidak kurang daripada seorang Profesor Ame- 'rika Serikat negeri jang paling banjak melakukan pertjobaan2 nuklir itu telah sampai kepada hasil2 penjelidikan jang tjukup mengerikan. Ma- rilah kita ikuti sebagian dari kuliahnja jang diu- tjapkan pada Konperensi Dunia Menentang Bom A-H jang ke-1, jang diadakan di Hiroshima pada bulan Agustus tahun ini. Antara lain ia mengatakan: "Setiap pemim- pin nasional jang memberi perintah untuk men- tjoba sebuah bom nuklir besar tetapi saja ha- rap perıntah demikian tak lagi akan diberikan untuk selama-lamanja-harus menjadari bahwa dengan demikian ia menghukum 15.000 anak2 untuk dilahirkan didunia ini. dengan tjatjad2 ba- daniah dan rochaniah jang besar, jang selan- djutnja harus hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan." "Saja telah menjelidiki akibat2 daripada carbon-14, jalah suatu zat radioaktif jang ditimbulkan oleh letusan bom nuklir, dan dapat merasuk kedalam tubuh manusia. Carbon-14 dapat ber- tahan lama diudara, rata2 selama 8.000 tahun. Dengan demikian maka umatmanusia akan terus dirusak oleh zat radioaktif ini ber-abad2." "Menurut perhitungan2 saja djumlah anak2 jang akan lahir dengan tjatjad fisik dan mental, sebagai akibat dari carbon-14 jang sudah ditimbulkan oleh pertjobaan2 nuklir sampai kini, ada; lah 1.250.000." Berdasarkan keterangan2 dari penjelidikan2 jang dilakukan atas korban2 Hiroshima dan Na- gasaki jang kini menderita leukemia, maka saja menaksir bahwa pertjobaan2 nuklir jang sudah dilakukan sampai sekarang, akan mengakibatkan bahwa 140.000 orang jang kini masih hidup akan mati karena leukemia dan kanker pada tulang, dan kira2 1.000.000 orang akan mati dari ber- matjam² penjakit kanker."

Sungguh tjukup mengerikan hásil2 penjelidikan ilmijah kaum sardjana itu, Apakah kita kaum wanita akan tinggal diam dengan adanja antjaman pada djiwa umatmanusia terutama kepada anak2 kita, kepada generasi2 jang akan da- tang pendukung haridepan negara dan bangsa kita? Pasti tidak! Karenanja sudah selajaknja kalau kita wanita Indonesia memberi sumbangan kita biarpun ketjil sadja, untuk mensukseskan Mu- sjawarah Nasional Perdamaian, jang akan diadakan di Bandung pada bulan Djanuari th. 1960, jang telah mendapat doa restu pula dari PJM Presiden Sukarno, dan a.l. akan membitja- rakan apa sumbangan Rakjat kita pada gerakan membela perdamaian, menentang perang nuklir, gerakan jang sudah meluas diseluruh dunia. Massalah perdamaian memang sangat erat hubungannja dengan perdjuangan kita untuk menjempurnakan kemerdekaan nasional kita. Kita hanja dapat membangun dengan tenang dan damai, dan melangsungkan hidup kita sebagai suatu bangsa djika tidak ada antjaman² perang dunia baru, apabila tidak ada antjaman pada djiwa kita dan keturunan kita dari sen- djata2 pembunuh massal jang begitu mengerikan akibatnja.

SOKONG USUL PERLUTJUTAN SENDJA-TA JANG UMUM DAN TOTAL.

Bagaikan tjerah sinar matahari jang menem- bus awan2 gelap menggumpal antjaman2 perang nuklir, pada bulan September jbl. telah diadjukan sebuah usul oleh Perdana Menteri Uni So- vjet untuk mengadakan perlutjutan persendjata- an jang umum dan total. Bahwasanja segenap umat manusia sudah haus akan kedjelasan dalam hal ini, dapat dilihat dari kenjataan bahwa usul jang diadjukan kehadapan Perserikatan Bangsa2, telah diterima dengan suara bulat sebagai suatu masalah jang memerlukan pemetjah- an selekas mungkin.

Wanita Indonesia tidak mau ketinggalan da-

lam menjatakan pendapatnja mengenai hal ini. Ibu Ratu Aminah Hidajat jang kiranja mewakili semua wanita Indonesia jang tjintadamai dan ingin bersahabat dengan semua bangsa didunia, telah mendatangi suatu Musjawarah Wanita In- ternasional Untuk Perlutjutan Persendjataan,

jang diadakan pada tg. 11 Desember ini di

Kongälv Swedia.

Pada banjak kesempatan sebelumnja, wanita Indonesia sudah menundjukkan tanggung dja- wabnja terhadap haridepan anak²nja dengan

djalan pernjataan² membela perdamaian jang di-

kirim kepada pemerintah2 negara2 Besar mau- pun kepada PBB.

Komite Ibu Indonesia menentang Bom A-H pada bulan ini djuga telah mengirim sebuah su- rat terbuka kepada Sidang Madjelis Umum

PBB untuk memperkuat resolusi negara2 kelom-

pok Asia Afrika jang meminta Perantjis memba~ talkan niatnja untuk melakukan pertjobaan nuklir digurun Sahara, sesuatu jang setjara ne-

kad mau diteruskan dalam bulan Maret th. 1960.

Perdjuangan membela perdamaian masih ha- rvs terus dilakukan, dengan segenap kemampu- an kita, dengan segenap kemauan-baik kita, de-

mi keselamatan dan kebahagiaan turun-temurun

kita. Maslh dapatkah ia mendjadidewasa ? Sampai dimanakah hidup mudanja dapat menalan radiasi utom jang tidak sadja telah meninggalkan bekas2 pada kulitnja tetapi mungkin djuga sudah merasuk kedalam tubuhnja seba gaian akibat bom atom atas Hiroshima.

Profesor Juliot Curie almarhum jang per- nah mendjabat Ketua Dewan Perdamaian Dunia telah menjatakan, bahwa kekajaanz alam dan djam kerdja jang digunakau dalam pembuatan sendjata2 ganas menje- babkan adanja ketidak-seimbangan ekono. mi jang besar. Apabila kekaljaan2 ini dan djamkerdja2 ini diabdikan kepada ilmu dan lain2 tudjuan2 damai, keamanan ma- teriil dari setiap manusia akan bisa di- tingkatkan. Penjakit2 berbahaja jang hingga kini belum teratasi, akan dapat dikurangi. Kelaparan atau kekurangan makan dapat dihilangkan. Gambar dise- belah menundjukkan dengan djelas, betapa benarnja utjapan Profesor Juliot Curie almarhum.

  • Radioaktivitet jang sudah ditim. bulkan hingga kini akan menje- babkan 140.000 orang mati dari leukemia dan kanker pada tulang serta kira2 1 djuta orang mati ber-matjam2 penjakit akibat kanker. Setiap bom besar dapat mengakibatkan 15.000 anak2 abnormal jang lahir. Carbon-14 jang sudah ditimbul- kan oleh letusan2 bom2 nuklir, dapat mengakibatkan 1.250.000 anak mendjadi abnormal.

Sekilas Lintas Tentang MENGENAL TANAHAIR

Foto Deppen

BELINDJANGAN

(Hasanah Abdullah)

Pakaian tari

Mempeladjari dan menggali kekajaan pening- galan kebudajaan lama termasuk adat-istiadat jang hidup dikalangan Rakjat, menjisihkan dan meninggalkan segi2nja jang negatif dan jang tak tjotjok lagi dengan kemadjuan djaman, mengem- bangkan dan memupuk segi²nja jang positif ada- lah'sangat perlu, bahkan merupakan suatu keha- rusan untuk membina kebudajaan nasional jang moderen dan madju. Satu diantaranja sebagai suatu bahan jang hendak dipaparkan disini jalah tentang adat pergaulan budjang-gadis jang mendjadi tradisi pen- duduk Sumatera Selatan. Di Sumatera Selatan berdiam banjak suku- bangsa, jang besar2 diantaranja jalah: Lampung, Komering, Ogan, Palembang, Musi, Semendo, Pasemah, Redjang, Bengkulu dan masih beberapa lagi. Walaupun terbagi dalam banjak suku dan masih ter-bagi² pula dalam puak2 jang lebih ke- tjil, jang ldalam berbagai hal dan bahasa terdapat perbedaan2 satu dan lainnja, namun didalam. hal adat pergaulan budjang-gadis jang disebut ,belindjangan" oleh orang2 Ogan atau ,man- djau" oleh orang² Lampung, pada pokoknja sama. Diberbagai tempat pertemuan2 budjang-gadis

itu formilnja hanja diadakan sewaktu hari² pes- ta dan pertemuan2 diluar hari2 itu dilakukan se- tjara "sembunji2". Dibeberapa tempat lainnja pertemuan² itu selain diadakan pada hari2 pes- ta, djuga diadakan pada hari2 biasa, misalnja waktu musim panen, musim tanam padi dlsb. malahan terbuka dalam bentuk gotong-rojong bekerdja disawah berganti-ganti; dan orang2 tua tak bersikap "memusuhi". Walaupun demikian tidaklah berarti pertemuan2 itu bebas seperti pergaulan pemuda2 kota, hilir-mudik bontjengan sepeda, berdua-dua nonton bioskop dlsb.nja. Pertemuan2 itu dalam nada malu2, berdjalan bera- mai-ramai sekelompok budjang dan sekelompok gadis bersama-sama; djika bertemu berdua dja- rak satu sama lain berdjauhan beberapa lang- kah, dan pembitjaraan dengan sindiran² dan pantun atau tukar menukar surat jang disusun dalam bentuk pantun pula. Bagí orang kota tentu- nja tjara ini dirasakan kaku dan tidak bebas. Orang? tua biasanja tidak turut tjampur dan tidak langsung mengawasi pergaulan budjang-gadis ini. Tetapi tidak berarti pergaulan itu bebas tanpa batas dan liar, pergaulan mereka ter- pimpin dan mendapat pengawasan jang keras dari kalangan mereka sendiri. Dikalangan budjang terdapat ketua budjang, demikian djuga dikalangan gadis. Biasanja orang2 tua untuk menghilangkan ke- chawatiran atas keselamatan gadisnja, menjam- paikan pesan² dan meminta kepada ketua budjang dan/atau budjang kepertjajaannja untuk mengamat-amati gadisnja itu. Ketua budjang dan teman²nja jang dekat se- tjara naluri merasa bertanggung-djawab atas keselamatan kawan²nja, terutama para gadis se- kampungnja. Mereka djuga mempunjai rasa tanggung-djawab jang besar atas nama baik dan kehormatan kampungnja. Segi baik jang njata dari sistim pergaulan budjang-gadis itu antara lain jalah :

1) para pemuda dan pemudi itu mendapat ke- mungkinan untuk dengan bebas memilih teman hidupnja sendiri. Kawin paksa dan perkawinan anak2 jang dalam masjarakat sekarangterutama di- desa² masih sering terdjadi disebabkan ke- sukaran ekonomi orang tua dan paksaan tu- antanah²/orang2 kaja hidung belang, dapat dibatasi dan/atau mendapat perlawanan dari pemuda pemudi jang sudah terbiasa dengan pergaulan sama muda, jang umumnja masing2 pastì telah mempunjai pilihan sendiri2;

2)bila diberi arah dan dipimpin baik, dengan pergaulan budjang-gadis jang sudah mendjadi tradisi itu, kepaida para pemuda pemudi bisa ditanamkan semangat gotong- rojong dan saling-bantu;
3) pengembangan kesenian Rakjat, pendidikan kearah rasa tanggung-djawab kepada sesa- ma dan masjarakatnja pun mendapat tem- pat dan saluran jang baik. Segi buruk jang bisa dibawa oleh pergaulan budjang-gadis itu antaranja jalah terutama djika dikalangan mereka tak ada atau kurang ter- dapat pemuda² jang berpengalaman dan berpan- dangan luas, pergaulan hanja ditudjukan kepada soal² pertjintaan dan mentjari idjodoh sema- ta-mata, sehingga timbul persaingan mempere- butkan pasangan, tidak djarang terdjadi perke- laian sampai bunuh-membunuh. Segi tidak baik lainnja jalah, djika tidak mendapat pengawasan dan terpimpin, tidak sedikit pemuda jang mela- laikan pekerdjaan membantu orang tuanja disa- wah, sepandjang hari bersolek dan djual tam- pang, sampai2 berani mentjuri uang atau padi orang tuanja agar bisa mentraktir teman² gadis- nja. Demikianlah sekilas lintas tentang pergaulan budjang-gadis atau belindjangan jang mendjadi tradisi pemuda pemudi Sumatera Selatan, terutama pemuda pemudi taninja. Pastilah segi2 baiknja itu bisa dikembalikan dan segi² buruknja bisa diatasi dan dibatasi, dji-
Wanita Sumatra Selatan dengan ber- ka organisasi pemuda progresif jang ada berse- dia menjingsingkan lengan badjunja memberi pakaian adat. Foto Deppen perhatian kepada soal ini. Kiranja akán lebih berhasil organisasi2 pemuda itu mempersatukan dan meningkatkan taraf kebudajaan massa pemuda umumnja, djika mereka bisa memberikan pimpinan kepada pemuda tani jang luas itu dengan memperhatikan selera, kebiasaan² dan tradisi jang hidup dikalangan mereka.

Alangkah indahnja pe- mandangan dipantai teluk Lampung

. Foto Deppen

Wanita Amerika Latin

Membela Kehidupan (S. Djin)

Dengansenjum manisnja maha. siswa puteri Mexi. co ini memperke- nalkan dirinja ke- pada pembatja

Anak2 petani Argentina inl ma. sih banjak pula jang hidup me- larat, tetapi para ibunjapun telah bangkit untuk memper. djuangkan kehidupan jang lebih baik baginja

Tidak hanja di negeri2 Asia Afrika, tetapi nun djauh diseberang Lautan Teduh di-negeri2 jang disebut Amerika Latin wanitanja ikut serta dalam kantjah gerak membela kehidupan meregut rantai ikatan modal jang mentjekam kekajaan negeri. Di Venezuela, Brazilia, Argentina, Uru- guay, Paraguay dll mereka ta' ketinggalan bangkit bergerak mendjawab tantangan zaman untuk menentukan haridepan mereka sendiri. Be- ratus2 tahun Amerika Latin pernah ter-bagi² mendjadi djadjahan Spanjol, Portugis, serta Ing- gris. Perkebunan2 kopi, kapas dan tambang2 Signor2 Spanjol memerlukan tenaga banjak, pen- duduk asli bangsa Indian banjak telah terbunuh. Ta' segan budak2 didatangkan dari Afrika, manusia berdagang manusia hilang rasakemanusia- an. Djeritan penulis wanita Pearl Buck dalam bukunja "Uncle Tom's cabin" (Gubug Paman Tom) melukiskan kekedjaman masa itu. Kini perbudakan telah dilarang tetapi kemiskinan dan kesengsaraan negeri2 jang terhisap kekajaan mereka oleh modal monopoli masih menjolok. Rak- jatnja mulai sedar dan bangkit, wanitanja pun ikut serta. Pada bulan November 1959 wanita Amerika Latin mengadakan Kongresnja jang pertama di Santiago, ibukota Chili dengan slogan "Wanita Amerika Latin, marilah kita bersatu untuk membela kehidupan, pekerdjaan dan kebudajaan".

Atjara dalam kongres tersebut jalah :

  1. untuk kepribadian wanita Amerika Latin sebagai ibu, pekerdja dan warganegara.
    2.untuk kebahagiaan anak2, hak2 anak2 untuk djaminan kesehatan, pendidikan, kese-
    500|3|9k.|597 lamatan dan keamanan.

废源和0,小

3.untuk membela kehidupan generasi sekarang dan generasi jang akan datang dan untuk kedaulatan, kemadjuan dan kebudajaan rakjat2 Amerika Latin. Dalam keduapuluh negeri2 Amerika Latin, berbagai organisasi wanita, diantara mereka jang tergabung dalam Gabungan Wanita Demokratis Sedunia, wanita2 ahli ilmu serta seni- wati2, organisasi2 buruh dan tani, mahasiswa dan pemuda, gerakan perdamaian dan badan2 untuk pembelaan kedaulatan_nasional mengambil ba- gian jang aktif didalam persiapan² Kongres. Dalam seruan kepada wanita Amerika Latin diantaranja disebutkan Amerika Latin merupa- kan kesatuan geographi. Samudera2 jang sama memetjah di-pantai2 daerah jang mahaluas jang terbagi oleh pegunungan Andes jang mendjulang. Rimba dan padang rumput tumbuh pada tanah jang subur jang mengandung kekajaan pertam- bangan jang melimpah, sumber2 kehidupan dan kemadjuan. Sebagai pendjaga2 keselamatan dan kemadjuan, rakjat2 Amerika Latin dipersatukan dalam kehendak jang sama untuk menentukan
nasib mereka sendiri.... saudara2 di Amerika
Latin. Marilah kita memperkuat persaudaraan serta

PENGUMUMAN REDAKSI : Berhubung dengan beberapa kesulitan tehnis, jang sampai kimi bellum sepenuhnja teratasi, maka penerbitam Api Kartini nomer2 belakangan imi sangat terlambat ada- ija. Kepada palra langganan dan pembatja jang budiman, kami minta dimaafkan. -1 PENGUMUMAN ADMINISTRASI : Untuk melantjankan administrasi Api Kartini, maka sekali lagi kami hendak me. mintai perhatian paira langganan dan pembatja terhadap hall2 jang berikut :

  1. Pengiriman uang langganan hendalk
    nja langsung kepada alamat administriasi sebagai berikut : Aldm. A.K. d/a Jajasan Pembaruan Kotakpos 2522 — Djakarta: Wesel2 hendalknjal djangan djalamarkan kepada Redaksi Api Kartini atáu Jajasan Melati.

2.. Dalam hal surat-menjurat dengan ad.
ministrasi Api Kartina hendaknja dipakāi alaimat tersebu dilatas iti dan unbuk pará langganan hendaknja menjebtu nomer langganan djuga.

  1. Para langganan diminta djangan me-
    robah nama dan alamatnja didalam hal su rat-menjurat dengan administrasi sehingga mendjadi tidalk sama dengan nama dan alamat padal formulir pendaftaran sebagai. langganan.

Kongres Wanita Amerika Latin saling pengertian kita. Kongres ini akan menam- bah kesadaran kita untuk memperdjuangkan hak? kita, untuk kebahagian anak2, kedaulatan rakjat serta persahabatan dan perdamaian seluruh ke- manusiaan." Berbagai aktivitet wanita Àmerika Latin bisa kita ikuti walaupun keadaan mereka berbeda2. Di Argentina wanita menentang kenaikan har- ga listrik oleh maskape2 asing. Gerakan ini se- makin meluas sehingga dibentuk suatu Pusat Koordinasi perlawanan pembajaran sewa listrik" Gabungan wanita Argentina ikut aktif dalam pa- nitya ini jang meliputi kira2 6 djuta penduduk. Disamping itu djuga diadakan tuntutan soal pendidikan, serta jang penting untuk kebebasan² demokratis. Wanita2 di Chili pun ta' ketinggalan, mereka menuntut persamaan upah bagi buruh wanita dalam industri dan pertanian, serta djaminan² bagi buruh wanita umpamanja diadakannja penitipan baji, poliklinik dll. Wanita di Columbia mema- djukan petisi ke Parlemen untuk meminta agar Pemerintah Columbia mengeluarkan pernjataan menentang pertjobaan2 thermonuklir. Di Cuba sedjak terdjadi perubahan² dalam pe- merintahan jang baru lalu Konferensi wanita Cuba telah ldiadakan pada bulan April tg. 10 sam- paï tg. 12 dihadliri oleh 546 wakil² dari keenam provinsi di Cuba. Organisasi "Gabungan Wanita Revolusioner" telah berdjuang. dibawah tanah pada zaman fa- sis Batista di Cuba dan sekarang mendjadi organisasi wanita jang kuat. Di Mexico, Uruguay dan Venezuela gerakan² wanitanja pun sangat aktif membela hak2 wanita dan untuk kebahagiaan anak2. Demikian apł gerak telah menjala dihati wanita2 dibenua Amerika Selatan ini sebagaimana telah menghangat. dalam djiwa wanita2 di Asia Afrika.

2x

20.5

Membuat tjelana Putera

(Sutarni). x Tjelana ini dapat dipakai oleh anak jang ber- umur antara 10 — 13 tahun. 5 Pola digambarkan setengahnja dari bumbung depan, setengah dari bumbung belakang, saku split dan bannja. Tanda setrip serong pada

2xpinggang (2 cm) itu supaja dipotong, sebab nan-

ti akan diganti dengan ban jang dipasangkan. Untuk pinggang belakang ukurlah seperempat besarnja pinggang, ditambah 2 cm buat kupnad 29 dan bagian depan ambillah seperempatnja dan sisanja didiadikan beberapa plooi. (Tanda silang) Sekarang guntinglah buat split lima potong ialah : jang dua untuk dipasang menondjol dan jang tiga potong lainnja dipasang menempel begini: sepotong didjahit pada tjelana dan dua potong didjahit merangkap dan dipasang diatas- nja lalu buatlah beberapa trens" pada tiap2 antara lobang kantjing (mata itik). (Lihat gam- bar). Úntuk bagian2 jang ta' terlihat boleh meng- gantinja dengan kain putih biasa supaja split ta' terlalu tebal. Setelah selesai membuat split, djahitlah sekarang bagian kruisnadnja dan seterus- nja bagian belakang, lalu bukalah djahitan itu dan didjahit dengan tangan atau mesin, boleh djuga ditutup dengan bis mulai dari muka batas split terus kebelakang, begitu djuga pada dja- 2x hitan bumbung2 kaki. Sebelum memasang bannja djahitlah dulu sakunja dan achirnja pa- sanglah bannja. Boleh pakai kain keras didalam- nja (voering). Begitulah tjontoh sederhana bagaimana membuat tjelana putera.

Mendjelang Hari Natal dan

Eahun Baru

Mendjelang hari besar Tahun Baru maka disini kami sadjikan suatu resep berupa minuman jang biasanja ta' dapat ketinggalan untuk dihidangkan pada hari besar seperti Tahun Baru atau Lebaran Karena minuman seperti anggur pada waktu sekarang sangat tinggi harganja jang hampir ta' dapat terbei oleh kita, dan disamping minuman kita masih hendak menjadjikan kuwe2, maka kami persilahkan saudara2 mentjoba membikin minuman dari ketan hitam (tape) jang rasanja djuga tjukup enak dan segar, jg hampir menjamai wyn bikinan luar negeri.

MINUMAN KETAN HITAM Ambillah ketan hitam 1 kg dan 3 bidji ragi. Setelah diedang mateng maka ketannja didingin kan di baskom pantji. Sesudahnja diberi ragi ditutup rapat dengan daun pisang dan disimpan selama 3 atau 4 hari lamanja sehingga men- djadi tape. Ambil 2 kg gula direbus dengan air 10 gelas. Djika air gula sudah mqrdidih disaring dan djikalau sudah dingin dituangkan pelahan2 di tempat tape tadi, dibiarkan merendam sampai 1 atau 2 hari. Djangan lupa tempatnja harus ditutup lagi jang rapat. Seterusnja airnja dapat dipisahkan dari ketan hitam-nja, disaring dan diberi bumbu keningar (manis djangan) dan tjengkeh kira2 10 bidji. Minuman ini kita simpan dibotol2 jang ber- sih dengan ditutup prop gabus jang rapat, sebab djikalau kurang rapat menutupnja prop dapat terlepas. Kita simpan botol2 ini selama beberapa dengan gelas ketjil, jang rasanja tidak djauh ber- beda dergan anggur bikinan luar negeri. Gula2 (Borstplaat) Bahan: % gula pasir, (½ liter air.) sepuhan atau gintju berwarna2 hidjau, merah, tjoklat. essence frambozen, panili, amandel. Gula dimasak dengan air sampai kental, diberi gintju darn essence. Gula ini mesti terus diaduk2, pinggir pantji dibasah2i, supaja djangan banjak melekat. Tjobakan meneteskan air gula itu pada marmer atau piring email. Marmer diberi mentega, demikian djuga tjetakan dan dituangkan air gula kental itu kedalam tjetakan. Setelah dingin dan keras borstplaat dikeluarkan dari tjetakannja.

TAART BUAH2AN (FRUITCOCKTAIL) Baha7 : 6 telor, 250 gula 250 mentega, 200 gram terigu Fruitcocktail (buah2an dalam kaleng) Gula dan mentega dikotjok sampai naik.6 kuning telor di kotjok sendiri, dan ditjampur djadi satu. Lalu tepungnja dimasukkan, kemudian buah2an jang telah diiris2 lebih dulu. Selandjut- nja dipanggang dengan menggunakan tempat (vorm) bundar atau persegi pandjang. SUS KEDJU DENGAN RAGOUT Bladerdeeg : 10 bidji telor kuning, 500 gram terigu, 250 gram gemuk sapi (korstvet) Ragu ajam (ragout) : 2 sendok teh garam, 2 sendok makan mentega Ikan daging/ajam tjintjang mritja, garam, pala tjengkeh Susjes : 75 gram mentega, 150 gram tepung terigu, garam 200 gram air, 5 a 6 telor. Bladerdeeg setelah selesai dibikin, ditjetak bundar2, tengah2nja diberi lobang dan diisi dengan susbeslag, atasnja kemudian diberi parudan kedju jang sebelumıja disemir dulu dengan kuning telor, lalu diepan. Kalau sudah masak diisi ragout ajam.

BERITA DARI SANA SINI

Pada tg. 11, 12 dan 13 Desember di Kungalv (Swedia) diadakan sidang Permusjawaratan Wanita untuk Perlutjutan Persendjataan jang mem- bitjarakan masalah :

  1. Keadaan sekarang jang berhu- bungan dengan perlutjutan persendjataan.

    2. Kerusakan² jang ditimbulkan

oleh sendjata2 atom dan pertjo- baan² nuklir.

  1. Antjaman sendjata2 modern atas kemanusiaan.
  2. Perspektif2 tetap perlutjutan persendjataan terbuka bagi kemanusiaan. Indonesia diwakili oleh Nj.A.Hida-

    jat jang mendapat undangan untuk

menghadliri sidang tsb. ★ Panitia Peringatan Setengah Abad Hari Wanita Internasional di Djakarta pada tg. 24 dan 25.Desember ini mengadakan tjeramah dikalangan wanita tani menerangkan soal peringatan setengah abad dan dititikberatkan lebih memperkenalkan perdjuangan wanita Indonesia terutama kembali- nja Irian Barat kewilajah RI. Ketjuali tjeramah2, pada tg. 19 dan 20 Desember ini menjelenggarakan bazar digedung Balai Pradjurit Djl. Dr. Wahidin.

★ DPP Gerwani telah mengadakan rapatkerdja dengan DPD2 Gerwani Djawa Tengah, Djawa Timur, Djawa Barat, Djakarta Raya dan Sumatra Selatan pada tg. 21—.22 November. Ketjuali membahas dan mendisku- sikan soal2 organisasi dan pendidikan, telah menjimpulkan beberapa masalah seperti pentingnja untuk mempe- ladjari Manifesto Politik Presiden, Menghadapi Seminar Taman Kanak2 Melati, Menghadapi Peringatan Setengah Abad Hari Wanita Internasional dan sidang Biro GWDS jang akan berlangsung di Djakarta pada" bulan Djanuari 1960. ★ Pada bulan November telah datang di Djakarta 2 orang wanita anggota Senat Amerika .Mereka didjamu oleh anggota2 Parlemen RI.

Gerakan Ibu Menentang Bom A-H di Indonesia mengirimkan surat terbuka kepada PBB jang menjatakan kechawatirannja jang mendalam setelah adanja keterangan² dari para ahli bahwa kedjatuhan radioaktif sebagai akibat dari peledakan bom Perantjis itu, akan dapat meliputi dae- rah jang sangat luas dan bahan (plu- tonium) jang dipergunakan sebagai bahan jang dapat petjah dalam bom tsb, mengeluarkan djauh lebih banjak bagian² radioaktif daripada uranium- 235 pada saat peledakan. Selain itu sebagaimana telah dike- mukakan oleh para ahli dinas Meteo- rologi militer Nato, kedjatuhan² radioaktif bom atom Perantjis tsb dapat meliputi banjak negeri terutama di Afrika Utara demikian djuga Spanjol, bagian Selatan dan Tengah dari Ita- lia, Junani, Jugoslavia, Aibania, Malta dan sebagian dari Turki. Ketjemasan jang beralasan tsb, men- djadi agak reda setelah Gerakan Ibu mendengar tentang resolusi jang telah diambil oleh sidang Madjelis Umum PBB jang mengandjurkan agar supaja Perantjis membatalkan maksudnja untuk meledakkan bom atom tsb. Gerakan Ibu Menentang Bom A-H di Indonesia mengharap supaja dengan se- kuattenaga mentjegah tindakan Pe. rantjis tsb jang ternjata tetap nekad akan laksanakan rentjananja.

Djawaban Redaksi Sdr. I.N.Suprapti Djakarta.

Redaksi telah menerima kiriman sdr. untuk tg. 22 Desember. Oleh karena terlambat kami terima, maka. terpaksa tak dapat kami muat. Untuk gantinja mengharap sudi apalah kiranja sdr. membuat tulisan mengenai kisah penghidupan pe- gawai wanita, Terimakasih. 1 Sdr. Nj.Mudjiatun Djatinegara Redaksi telah menerima tulisan sdr. dan kini masih dalam pertimbangan redaksi. Hendaknja sdr. berusaha membuat lainnja jang tidak terlalu pandjang. Terimakasih. N- Sdr. Brammastko Soepio Malang Kiríman vignet2 sdr. telah sampai dimedja redaksi. Terimakasih atas perhatian sdr. untuk menjemarakkan Api Kartini.

Wawantiara

dengan

Pengaouh Lembaran Wanita RRI

Nj. Nurjati Sudharnoto.

I. Bagaimana pendapat Sdr. tt. soal kembali kekebudajaan nasional sebagaimana diandjurkan oleh Presiden? Adalah sewadjarnja Presiden kita mengandjurkan itu, dan adalah kewadjiban kita untuk melaksanakannja dengan tegas dan sungguhą. Sebab adalah keliru djıka dalam menjelesaikan revolusi kita dengan semangat '45, kita semata-mata hanja ber- djoang dibidang politik, ekonomi dan sosial, tetapi tidak mengikut-sertakan soal kebudajaan. Soal kebudajáan mentjakup soal djiwa, watak dan semangat kita; ringkas- nja: soal kebudajaan adalah soal kepribadian kita., Sebagaimana halnja seorang Ibu mendidik dan mengasuh anaknja, pertama-tama sang Ibu memperhatikan dan berda- ja-upaja, agar anaknja 'mempunjai djiwa jang luhur, mengenal rasa kasih sajang dan tjinta sesama manusia, dan bukannja djiwa kașar jang mementingkan diri sendiri; watak jang djudjur, dan bukannja watak pengetjut; semangat jang kuat, tidak lekas berputus asa, kaja akan akal dan budi-daja, dan bukannja semangat jang lemah. (Presiden kita menamakan: semangat témpé) Oleh karena itu, djika masalah kebudajaan dilalaikan, maka mudahlah akan timbulnja ekses jang buruk dibidang seni, pendidikan dan moral, faktor2 jang langsung menentukan pertumbuhan dan perkembang- an kepribadian kita, lebiha dimana kini pengaruh kebudajaan asing jang buruk banjak masuk dinegeri kita, Maka djika hal2 ini tidak tjepat di 'luruskan', maka tindak- an² kita dibidang lainnja (politik, ekonomi, sosial) bisa keliru, karena tidak tepat, atau karena tidak didukung oleh djiwa,dan semangat jang. kuat.
I. Dalam hubungan denga siaran RRI umumnja dan Lembaran Wanita chusus. nja, apakah jang telah diusahakan dalam lapangan itu ? Kami jang bekerdja pada Djawatan RRI, sebenarnja tidaklah begitu 'kaget' dengan adanja andjuran Presiden itu. Memang telah mendjadi dasar siaran RRI, agar atjara2 jang dihidangkan bisa memberi penerangan kepada rakjat dan stimulans dalam usaha pembangunan negara kita, termasuk kegiatan? dilapangan kebudajaan Maka sudah barang tentu, djika siaran Lembaran Wanita harus menjadjikan atjaras jang demikian, sekalipun terbatas dalam masalah2 kewanitaan. Umpamanja: kita harus banjak mengemukakan akan kebudajaan kita sendiri jang sudah tinggi, dimana didalamnja banjak terkandung unsur2 pendidikan, tradisi, kesenian jang positif, tetapi pada masa pendjadjahan sudah banjak dilupakan. Pahlawan wanita kita seperti Tjut Nja Din, Kartini dll, dan hasil2 karja dilapangan kebudajaan oleh wanita2 kita. wadjib kita perkenalkan kepada masjarakat se-luasnja dan waktu kini djuga kesilap oleh pandangan2-hidup asing jang tak sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Dalam hal ini tentunja kami tak boleh berpandangan sempit. Kebudajaan asing jang memang mengandung unsur2 baik dan berguna, kami perkenalkan djuga. Tetapi sekalipun ada sebuah karangan atau gubahan musik dari bangsa kita jang tidak baik, tentunija harus disisihkan. Djika saudara mengikuti siaran2 Lembaran Wanita pada tiap Sabtu (djam 13.00) atau Rabu (djam 21.00), dan saudara perhatikan siaran² jang kami hidangkan itu adalah lagu² jang memāng digemari oleh kaum wanita pen- dengar dari siaran Lembaran Wanita. Lagu² Barat banjak berupa klasik ringan, atau djika populer kebanjakan jang segar, dan djelas irama melodinja, Tjiptaan² Bee- thoven. Johann Strauss. Chopin dll. tidak djarang mendjadi kegemaran para pende- ngar siaran kami. Dari sini bisa diambil kesimpulan, bahwa selera_ para wanita kita tidaklah begitu kearah "musik-hot".
(Bèrsambung kehal. 38)

BABU MINAH

Minah memang "babu" dengan segala arti- kerdjanja. Gadis hitam kuat jang menolong "ke- repotan" keluarga Husni. Pada hakekatnja segala kerdja dalam rumah tangga itu terpikul pada pundaknja bersama koki Mak Idjah. Sedari mata-hari terbit sampai djauh malam panggilan "Mi-
nah.... ambilkan ini" "Pergilah sebentar ke-
toko sebelah" hampir2 tak ada hentinja kadang2 menjentakkannja dari tidur njenjak. Tiada djam
kerdja baginja....Namun hampir menggigil
ngeri ia mengingat masa ia didesa dikedjar ge- rombolan jang membakar dan mengambil ajahnja dimalam hari. Sedang ibunja jang sakit djantung tak lama kemudian meninggalkan Minah, dengan segala kehantjuran hatinja. Ia tak mau ingat masa itu. Ia mau mentjoba hidup diibu-Kota, kedua tangannja masih muda. Ia masih bisa mentjutji setumpuk pakaian. Ia harus kerdja kalau ia tak mau mati kelaparan atau tersungkur di-lorong2 gelap ibukota. Minah tahu bahwa banjak teman2- nja sekampung jang mula2 tertarik kepada sinar kemilau kota achirnja hangus terbakar dalam api
malam jang dingin dan gelap.....
Baginja..... Minah, ia mentjintai kerdja, itu
adalah kebutuhan, sebagian luapan kekuatan mu- danja. Ia tak mengerti bagaimana Nj. Husni bisa diam berdjam-djam ber-malas2 dikorsipandjang, sedang, minum sadja Minah pula jang harus mengambilnja. Ia masih agak menghargai Tuan Husni jang selalu sibuk mengurus dagangan. Hasannah puteri satu²nja keluarga Husni sebaja dengan Minah, tetapi betapa besar perbedaan kedua gadis itu. Hasannah dalam usia jang muda telah berpuas-puas dalam pesta2 dansa gemerlapan, picnic2 hamburan uang. Terlampau banjak kesenangan muda direguknja sehingga dalam usia semuda itu ia mendjadi bosan. Apa jang diinginkan dan bisa diperoleh dengan uang didapatnja dengan mudah sadja, namun kini tak ada jang bisa memuaskannja lagi. Sesungguhnja ia sendiri tak djelas apa jang diingıninja bagai- kan sampan rapuh dihanjut-empaskan gelombang kekiri kekanan tak berkemudi. Berdjam-djam Hasannah bisa bersolek dimuka tjermin dan Minah pula jang hilir mudik meno- longnja. Tak djarang Hasannah meronta-ronta ta' puas ditengah gaun² sutera gemerlapan "Mi-
nah..... ah, aku tak mempunjai badju lagi un-
tuk pesta itu..... Tak bisa aku datang dalam ga-
un itu-itu sadja. Mengapa kulitku tak sebersih
Ida... ah Minah.... kau untung tak perlu me-
mikirkan pesta2. Sesungguhnja apa jang kaufi- kirkan, Minah!?" Minah tersenjum, bagaimana ia bisa mene- rangkan kepada gadis seperti Hasannah tentang apa jang bergedjolak dalam hatinja. Iapun manu- sia muda bukan kuda beban atau robot-mesin

Oleh : S. Djin.

kerdja. Mata gadisnja membelai keindahan sutera, kamar Hasannah seolah-olah taman impian hati gadisnja. Ia tak mengerti mengapa Hasannah bosan dan mual dan Nj. Husni sering menggeru- tu menjebut dirinja "malang" dan mudah marah karena soal jang ketjil-ketjil. Sekilat terkilas dalam kepala Minah mengapa didunia ada Hasannah2 jang bisa mendapat segala dengan mudah dan ada Minah² jang hidupnja untuk kerdja se- mata. Iapun menginginkan kehidupan jang lebih indah, tetapi adakah bagainja hari depan? Kalau tenaganja tak lagi mudah dan tangannja gemetar tua, apa akan djadinja? Sampaikah ia akan me- ngemis didjalan sebagai Mak Indun, jang telah tua lemah serta tak bersanak saudara. Minah nge-
ri memikirkannja..... tidak! Sedjauh itu ia tak
mau membajangkan, selama ia masih kuat dan
muda. Aneh ..... ia bisa tersenjum kasihan ke-
pada Hasannah, gadis kaja duniawi jang hampir terbasah dalam deras airmata kekesalan karena tak ada "badju baru untuk pesta". Ia, Minah masih sempat merasakan kesega- ran udara pagi bila ia melangkah ringan kepa- sar. Pendjual rokok disudut djalan selalu mene- gurnja dengan kegirangan. Bang Amat pendjual rokok itu memang tak berharta tetapi kegirangan hidup tiasa memantjar dari seluruh mu- kanja jang mentjerminkan kedjudjuran. Peda- gang2 dipagi hari sering mengerumuni Bang Amat, bila ia dengan pelahan dan keras membatja koran. Minah pernah bertanja dan didja- wabnja, bahwa itu koran jang membela rakjat. Dilihatnja Bang Amat. mengangguk-angguk ber seri dan orang2 sekelilingnja penuh persetudju- an mendengarkan uraian2 Bang Amat jang sering disela gelak djenaka. Apa jang mereka ba- tja, sehingga membawa kegembiraan pada mereka itu "Nanti ... kalau aku mempunjai anak, akan kukirim ia kesekolah dan ia akan sepan- dai Bang Amat, dan ia akan banjak mengerti. Ia tak akan kuperbolehkan bosan seperti Hasan-
nah.... o... alangkah senangnja bila aku sen-
diri bisa membatja". Suatu kebetulan menolong Minah memienuhi keinginan jang lama terpendam. Atas nasihat Dokter Njonja Husni beristirahat dipegunungan. Minah tak mengerti mengapa Njonja Husni bertambah lelah tampaknja, pada- hal ia tak pernah bekerdja. Atau mungkin karena itulah badannja tak pernah digerakkan dan ia bertambah lemah? Adik Tuan Husni berpan- dangan madju, iapun anggauta organisasi wani- ta jang menghendaki kemadjuan kaumnja. Minah jang haus akan pengetahuan dipela- djarinja huruf dan ia pun ikut gembira melihat sinar kegirangan jang mengkilat dalam mata Minah, ketika ia untuk pertama kali dalam hidup bisa membatja sebuah kalimat. Betapa terima

kasih Minah pada bu Gurunja jang menjing- kapkan dunia jang baru untuknja, Minah sa- ngat radjin walaupun teman² babu lainnja me- ngedjeknja : apa guna ia bersusah pajah mengenal huruf, ia akan mendjadi babu sepandjang hidupnja!!! Ia hanja mengatubkan bibir dan tak lagi ber- tjeritera tentang kemadjuannja dengan beladjar ditengah malam atau dipagi buta.la bertekad keras untuk mengerti apa jang menjebabkan Bang Amat dan teman²nja girang 'dalam membatja koran setiap pagi. Betapa heran Bang Amat, ketika diketahuinja Minah sudah tak lagi buta huruf. Kini bertambah pertanjaan bersim- pang siur dalam dada Minah. Ia ingın mengerti apa arti Merah Putih itu dipasang pada hari2 tertentu. Hasannah terkedjut ketika pada waktu senggang Minah bertanja, apa itu Hari Pahlawan dan siapa itu Ibu Kartini. Tak banjak ia memikir tentang soal2 itu, fikirannja hanja me- lingkar melingkungi diri sendiri.
Minah..... kau djangan banjak memikir,
kau bekerdja sadja!" Tetapi Minah tak puas. la telah kehilangan ajah ibu, dilihatnja ruman² di- bakar gerombolan. Ia ingin tahu banjak mengapa demikian. Ia tak mengerti mengapa Hasannah begitu atjuh-tak atjuh, padahal seribu buku bisa dibeli. Betapa ingin ia, Minah, mereguk arti huruf2 berdjadjar disurat kabar jang membuka dunia luas tiada batas baginja. Pernah Bang Amat berkata "Kau djangan pu- tus asa, Minah. Dunia akan madju. Tak selama hidup kau akan djadi babu jang diperas!"

Betulkah ada harapan baginja ? Bukan impian semata? Pernah- dimuka pasar barisan pemuda berde- rap dengan membawa pandji-pandji, dibelakang- nja barísan kaum buruh berdjadjar rapi dengan badju birunja. Bang Amat girang berseru "Tu dia Minah, lihatlah, betapa gagah barisan kita" "Barisan kita???" Minah berdebar hatinja, boleh kah ia menjebut mereka itu barisan "kita". Bu- kankah ia tersisih, ataukah ada jang memperhatikan nasibnja? Benarkah ada beribu manusia jang tak dikenalnja tak melupakannja dan meng- inginkan hari jang lebih baik untuk semua orang. djuga untuknja, Minah. Benarkah tak banjak wanita sematjam Hasannah jang menggerutu bosan terhadap hidup atau seperti Tuan Husni jang terlalu sibuk mengumpulkan uang sehingga tak memperhatikan sekitar ? Untuk pertama kali dalam hidup mudanja babu Minah merasa kaja walaupun ia tak berharta, walaupun ia harus bekerdja sehari semalam, Ia mempunjai harapan hari depan, dan tak seorang- pun bisa mentjuri kekajaan hatinja. Ia akan beladjar lehih radjin dan bertanja kepada siapa sadja janç mau mendjawab kehausannja. Betapa hidup menarik perhatian dan berisi, bila api harapan menghangat rasa. Ia pertjaja suatu kali ia akan bisa membatja dan mengerti koran jang biasa dibatja Bang Amat dengan kawan²nja. Ia pertjaja dengan kepertjajaan mudanja, bahwa keadaan akan madju, ia tak lagi tjemas mengha-
hadapi hidup ......

(Sambungan hal. 21)

an).

dan moral jang tinggi.

djadi tjontoh sendiri bagi jang dididik.

IlI. Apakah peranan wanita dalam mengembangkan kebudajaan nasional tsb.?

Dalam hal ini, terutama dilapangan pendidikan peranan wanita amat penting. Ingat sadja masalah "cross-boys", umpamanja. Djuga gedjala2 jang timbul dikalangan sementara wanita/kaum Ibu sendiri jang suka berlomba dalam tjara berpakaian, tapi tampak pula makin tjenderung mendjadi "pameran kekajaan" atau "pameran tinggi- nja harga pakaian jang dikenakan", djustru dimasa harga kebutuhan dapur se-hari² dewasa ini makin membubung, dan pada waktu anak kita kini belum terurus baik kebutuhannja. (sekolah ku/rang, taman² untuk bermain, film kanak2, tempat2 hibur-Kita harus mendidik anak2 kita agar mereka banjak mengenal dan tahu terhadap kebudajaan kita sendiri. Sedjarah perdjoangan bangsa kita, sedjarah pahlawan² kita, besarnja dan kekajaan tanah-air kita,?harus disadari oleh mereka. Jang penting lagi adalah keinsjafan, bahwa merekalah jang bertanggung-djawab terhadap hari- kemudian negara kita; dan untuk mendjadi manusia jang berguna bagi nusa dan bang- sanja tidak tjukup dengan kepandaian sadja, tetapi harus disertai budi jang luhur Sudah barang tentu, bahwa para wanita jang giat dilapangan pendidikan (kebudajaan), tidak hanja harus aktif dan serius, tetapi harus berani djuga untuk men-

SIAPA MENJUSUI

Dibawah ini kami muat tulisan2 pendek dari beberapa pembatja, jang dimaksud- kan sebagai anecdote, sebagai sesuatu jang kiranja dapat menimbulkan tertawa ke- -1 tjil" kepada para pembatja lainnja. Redaksi menjambut hangat kiriman2 ini dan mengadjak para pembatja lainnja untuk ber-lomba2 mengirim sumbangannja jang serupa itu. Lukiskanlah sesuatu jang dilihat disekitar kehidupan se hari2 saudara dengan di- bubuhi humor sedikit. Kepada setiap pengirim akan dikirim 1 eksemplar nomer bukli Api Kartini.

Termasuk Gerakan Landang-Pangan

Di Djawa Tengah oleh kaum ibu pot2 bunga- nja sudah mulai ditanami dengan tanaman jang ketjuali memberikan pandangan jang menarik, djuga ada hasilnja jang merupakan usaha mem- perbanjak bahan makanan, misalnja dengan menanam tjabe, tomat dll. Karena usaha ini be- lum pula menambah keperluan zat protein, maka alangkah baiknja, djika aquarium2 (tempat ikao padjangan) kita dirubah mendjadi ,tambak2" ketjil, diisi dengan ikan gabus, lele dar djika perlu dengan radjunga1 atau kepiting. Sungguh tidak akan kalah dengan ikan padjangan jang ada sekarang. Bahkan pada malam hari, apalagi djika kebetular mendapat giliran gelap", radjungan dan kepiting pasti dapat menggantikan bola lampu jang menjala didalanı air. (kedua binatang tsb. mengandung fosfor). Nah, kaum ibu boleh tjoba deh.

Membina Kebudajaan Nasional

Kini sedang ramai-ramainja orang memikirkan definisi kebudajaan Nasional jang chas Indonesia. Dalam seni tari, seni musik, seni suara, djuga seni pakaian. Satu hal jang menarik jalah, usaha kearah mempopulerkai batik kita, sehingga kain batik merupakan bahan baru untuk mode jang terbaru. Dalam usaha populeri- sasi ini ternjata ada munt;ul blouse model baru, jang terbuat dari bahan batik denga motif ikat kepala. Tjotok benar djika diberi nama "blouse model blangkon". Dalam keadaan lebih madju, dimana pemuda2 kita sudah djarang memakai "blangkon" ketjuali djika ada perkawinan atau kawin sendiri, maka mode blouse jarg terbaru itu benar2 merupakan penggalian" pusaka2 kebudajaan asli kita. Kaum ibu, bersiap-siaplah dengan memikirkan hadiah untuk remad,a kita pada Lebaran nanti. Tinggal pesan jarg mo- dang", gadung Melati", Bjur" atau wulung". Dan djika untuk maksud tsb. tak ada uang, tjoba- lah ke rumah Pakde" atau Eang". Mungkin masih ada blangkon" jang sudah mendekati pensiun"nja.

buto idjo itu.

Buto 9dja Tertangkap

Berita tersiar, dikota D. orang telah dapat me- nangkap seorang buto :djo jang baru2 ini telah menelan berpuluh kwintal tembakau. Menurut tjeritarja, buto idjo itu matania segede bedug, perutnja gendut bukan main, dan sekarang buto idjo itu terantai dikantor polisi dikota D. Orang2 pada berdujún nonton. Apa jg terdjadi ? Berita itu tidak salah djuga. Seorang koruptor tembakau tertargkap dan ditahan dikantor polisi. Tepat djuga djulukan

PENGURUS JAJASAN MELATI

Mengutjapkan selamat berkenaan dengan

Hari Natal dan Jahun Baru 1960

Semoga Tahun datang akan membawa ke- bahagiaan jang lebih besar bagi kita dan anak-anak kita.

DPP GERWANI

Menjampaikan

Lelamat Hari Natal

kepada semua pembatja jang beragama KRISTEN dan

Lelamat Tahun Baru

kepada semua Wanita Indonesia

Marilah kita perkuat kerdja sama dan persatuan kita untuk kehidupan jang lebih baik dan bahagia dari keluarga kita, untuk menjempurnakan kemerdekaan nasional kita dan untuk perdamaian dunia jang abadi.

POLIKLINIK MELATI

Diselenggarakan

Jajasan Melati

Tiap hari dibuka dari djam 17.00 — 18.00

ketjuali hari Saptu, Minggu dan

Hari2 Besar lainnja

di Matraman Raya 51

Djakarta Raya Dibawah asuhan Dr. Aditopo

Berlanggananlah

,WANITA SEDUNIA"

Madjalah bulanan diterbitkan dalam bahasa: Arab, Inggeris, Perantjis, Djerman, Rusia dan Spanjol oleh Gabungan Wanita Demokratis Sedunia di Berlin. Saudara bisa mentjatatkan diri sebagai langganan pada N.V. RAKJAT, Pintu Besar 93 Djakarta.

Langganan setahun Irak 300 fel

Argentina Australia 60 peso 200 lira
Belgia Bolivia 72 frank 480 yen
Brasilia 100 cruceiro 1 dolar 2 peso Libanon Luxemburg Portugal Mexico 3 pound 50 escudo 2 dolar AS
Tjekoslowakia Perantjis Inggeris Nederland 700 frank 24 kroon 12 mark 4,50 florin 10 shilling Swedia Sudan 30 piaster 3 pound 30 piaster 8 kroon
Indonesia 24 rupíah Venezuela

12 shilling Italia Djepang 2 dolar A.S. Jordania 300 fe1 Kanada 72 frank Chili 000 peso Kuba Mesir Siria Rep. Dem .Djerman Rep. Fed. Djerman 12 mark Urugay 6 peso

A.S. 2 dolar
India 3,50 rupee URSS 24 rubel 10 bolivar

YALE

Izin Peperda Djakarta Raja 8 April 1959 No. SI/277/PPDSIDR/X-1959 S7L 口D